~[Oneshoot/ Request] I LOVE YOU Part2~


 

Tittle: I Love You

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Family

Tipe: Oneshoot

Cast: Kim So Eun, Park Jungsoo (Leeteuk), Lee Donghae

Annyeong, saya kembali dengan salah satu requestan nih. Kali ini, ngebawa requestan dari salah satu reader saya yg setia mampir and comment di blog yaitu: “Glodya”. Ody minta dibikinin FF dengan judul I Love You dan dengan pairing KyuSSo atau New Pairing: SoeunLeeteuk. Karena SoeunLeeteuk baru, makanya aku milih pairing baru ini. Semoga semua suka. Dan FF ini dibuat berdasarkan Lagu dari SNSD’s Taeyeon yg I Love You. Jadi gak usah banyak cincong yah, langsung aja… oiya, FF ini dibuat dengan inspirasi yg mengalir bagai air, jadi apapun yg ada didalamnya tidak di edit untuk kedua kalinya…

Oiya, buat pembaca, aku masih ngarapin Komen sama Ratenya ya.^^

Okey, ya udah, langsung aja deh…

“Mungkin, alasan saya tidak bisa mengatakan ‘Aku mencintaimu’, seperti orang bodoh,
adalah bahwa saya takut hari-hari menyedihkan menyakitkan menunggu setelah kita bertemu. (SNSD Taeyeon – I Love You)”

Soeun selesai bermake up didepan cerminnya. Kini ia tersenyum sambil menatap cermin. Setelah beberapa saat ia meraih sebuah jepit rambut didekat sana lantas memakainya. Selesai dengan itu ia kembali menatap pantulan dirinya dikaca, lantas tersenyum. Soeun kemudian bangkit dan meraih tasnya. Soeun kemudian keluar kamarnya.

“Apa? Jungsoo telah mendaftarkan diri untuk masuk wajib militer minggu depan?”

Soeun menghentikan langkahnya ketika terdengar suara ibunya yg sedang bercakap-cakap dengan ibu Jungsoo dibawah sana. Soeun kemudian diam disana mendengarkan pembicaraan ibunya.

“Tapi kenapa semendadak ini?”

“Kami juga tidak tahu kenapa. Tapi ia mengemukannya juga tadi malam. Alasannya karena ia bilang sudah saatnya. Ya kurasa memang sudah saatnya…” kata ibu Jungsoo.

“Ahh, dua tahun pasti akan terasa lama…”

Soeun terdiam mendengar percakapan itu. Wamil? Dua tahun? Tapi kenapa Jungsoo tak pernah menyampaikan hal ini pada dirinya? Kenapa ia tak bilang2 apa pada Soeun yg jelas2 kekasihnya. Tanpa banyak berfikir, Soeun lantas pergi dari tempat itu melewati ibunya dan ibu Jungsoo tanpa mengatakan apapun.

“Soeun!!”

Soeun tak memperdulikan panggilan ibunya ataupun ibunya Jungsoo.

[]

Soeun segera membuka pintu Jungsoo tanpa mengucapkan salam atau apapun. Jungsoo yg sedang berada diruangannya menatap kaget melihat kedatangannya dengan ekspresi berbeda. Soeun mendekatinya dengan penuh emosi.

“Kau akan pergi?”

Jungsoo menatap Soeun tanpa mengatakan apapun. Sudah disangka, semua ini akan terjadi dalam waktu dekat ini. Ia menghela nafas.

“Kenapa diam? Jawab aku! kau akan pergi dan wamil? Lantas kenapa tak katakan padaku?”tanya Soeun emosi dan tak tenang. Jungsoo menatapnya.

“Pada akhirnya kau pasti juga akan tahu. Dan kau tahu, cepat lambat aku juga harus melakukannya…”jawabnya kemudian. soeun berpaling, menghela nafas, fikirannya campur aduk antara kesal marah dan takut.

“Oppa, kenapa kau tak pernah katakan padaku? Apa artinya aku bagimu. Ikatan kita, pertunangan kita, kenapa kau bahkan selalu menganggapku sebagai sebuah lelucon dalam hidupmu…”kata Soeun emosi dan tajam. Jungsoo menatap Soeun, lantas menunduk. “Wae? Kenapa kau tak pernah mengatakan apapun padaku. Kenapa kau begini? Kenapa dulu kau menyetujui pertunangan ini kalau kau tak pernah berusaha untuk menerimaku sedikitpun. Apa artinya ini? Kenapa kau sampai berniat mempermainkan semuanya seperti ini..”kata Soeun dengan mata basahnya menatap Jungsoo.

Kring! Kring! Kring!

Keduanya kembali mendengar alarm itu berbunyi. Hal itu membuat Jungsoo bangkit, lantas mengambil pakaiannya. Ia berjalan melewati Soeun dengan sedikit tergesa-gesa.

“Kita bicarakan nanti. Aku harus bekerja, sangat tidak tepat membicarakan semuanya disini..”

“Waeyo? Apa yg kau sembunyikan dariku? Apa jangan2 selama ini kau hanya menggunakan aku untuk menutupi ketidak normalanmu? Apa kau hanya menganggapku begitu?”

Jungsoo segera berbalik mendengar ucapan terakhir Soeun. ia menatap Soeun dengan pandangan tersinggung.

“apa yg kau katakan? Bagaimana mungkin kau sampai berfikir hal yg gila semacam ini?” tanya Jungsoo.

“Kenyataannya memang itukan? Aku tunanganmu, tapi kau tak pernah melakukan apa2 padaku bahkan untuk memandangkupun kau enggan. Apa lagi alasan semua itu kalau kau bukan orang yg tidak normal..”

“Cukup! Ini keterlaluan. kau salah, apapun yg kau katakan salah. Sekarang pulang dan simpan kebodohan itu..”

“Kalau bukan itu lantas apa? Huh? Ya, Park Jungsoo kenapa kau sampai sejahat ini padaku. Aku bagaikan digantung olehmu. Kau berhasil mendapatkan hatiku dan menjadi tunanganku. Tapi kau bahkan tak pernah menganggapku apa2 dalam hidupmu. Kalau kau tak berniat putuskan aku, HENTIKAN PERTUNANGAN INI. Jangan lagi mengantungku hingga membuatku harus menunggumu lagi. Katakan sekarang, agar aku tahu apa aku harus menunggumu atau tidak!!” kata Soeun sambil menangis hebat. Jungsoo menatap kembali Soeun yg sudah menangis.

Kring ! Kring! Kring!

“Aku harus pergi…” kata Jungsoo setelah itu kemudian berniat pergi. Tapi Soeun menahannya.

“Jawab aku dulu…”

“Berhentilah begini. Ini masalah nyawa… aku harus pergi!”

“Tapi ini masalah hatiku! Kau harus menjawabnya!”

Jungsoo menghela nafas sambil menatap Soeun. tiba2 pintu terbuka kembali. Tampak seorang suster kembali datang dan tampak kaget dengan yg terjadi antara keduanya.

“Hum… Joseonghamnida… tapi dokter. Pasien dikamar 45D sekarat…” katanya kemudian.

Keduanya mengalihkan pandangan dari si suster yg telah kembali keluar. Mereka kemudian saling bertatapan untuk sesaat. Lantas Jungsoo kembali melepas tangan Soeun kemudian.

“Aku harus pergi. Kita bahas nanti…”

Tanpa menunggu sahutan Soeun, Jungsoo segera pergi dan meninggalkan Soeun begitu saja untuk bekerja. Meninggalkan Soeun yg terdiam tak bisa mengatur nafasnya. Ia menagis sambil terduduk di kuris didekat ia berdiri.

[]

Jungsoo kembali keruangannya. Ketika ia memasuki ruangannya, ia menghela nafas dengan beratnya. Ia teringat kejadian beberapa jam lalu diruangannya ini. Jungsoo kemudian mendekati mejanya.

Jungsoo terdiam, wajah sedih itu melintas difikirannya. Jungsoo menggelengkan kepalanya.

~Park Jungsoo POV~

Salahku! Aku tahu ini salahku. Kesalahanku yg telah membuatnya sampai berfikiran sejauh itu. Tidak normal? Heh! Bagaimana kau bisa sampai memikirkan hal yg sejauh itu. Ini benar2 sebuah kesalahan yg besar.

Tidak! Bukan itu alasannya ya Kim Soeun. semua ini hanya masalah diriku. Aku, adalah orang yg seperti ini. Aku tidak bisa mengikuti caramu dalam menyampaikan sebuah perasaan. Aku tak sesemangat dirimu dalam mengungkapkan hal yg satu itu.

Aku mencintaimu, sungguh hanya kau satu2nya yg aku cintai saat ini. Kau tunanganku, bagaimana kau sampai berfikir kalau aku tidak pernah berusaha mencintaimu dan mempermainkanmu. Melihat dirimu ketika pertama kali bertemu saja sudah menimbulkan rasa sayang serta keinginan untuk melindungimu dari dulu. Itulah sebabnya aku mau menerima keinginan kedua orang tuaku untuk menerimamu sebagai tunanganku.

Tapi Aku adalah orang yg berbeda dari orang2 yg mungkin kau temui dalam hidupmu sebelumnya. Sejak dulu, aku memang bukan orang yg suka mengungkapkan sebuah perasaan ataupun secara jelas menunjukkannya. Lagipula, entah kenapa berdekatan denganmu selalu membuatku tak bisa banyak berkata-kata. Kau terlalu bersemangat dalam hal apapun. Kau sering mengucapkan saranghaeyo setiap harinya, dn maaf bila aku tak bisa membalasnya walau aku mengatakan hal yg sama. Aku tak suka mengatakan kata2 seperti itu, aku hanya akan menunjukkan padamu arti dari semua itu. Tapi sayang, profesiku seakan juga melarangku untuk melakukan itu.

Aku disini setiap hari, ditempat ini. Menjadi salah satu harapan yg dimiliki oleh orang2 ini. Setiap hari aku tidak pernah berhenti menerima setiap panggilan pertolongan dari mereka. Dan bagaimana mungkin, aku bisa memikirkan hal2 yg seperti itu sementara banyak harapan bergantung padaku. Aku tahu, itu bukan keseluruhannya alasan. Tapi inilah aku. aku adalah bentuk antonim dari dirimu. Kau adalah orang yg selalu cerewet oleh smua hal yg kau lalui, sementara aku sebaliknya. Kau adalah seseorang yg manja yg dengan mudah menceritakan pengalaman pada siapapun yg baru satu jam kau temui hari ini, sementara aku sebaliknya. Kau adalah pribadi ceria yg selalu menyampaikan apapun yg kau rasakan pada setiap orang yg ada disekitarmu, sementara aku sebaliknya. Kau adalah seseorang yg selalu mengungkapkan rasa sayang dan cintamu pada orang yg kau cintai sampai 100 kali dalam seharinya , sementara aku sebaliknya. Aku adalah orang yg tak bisa terlalu banyak bicara.

Dari dulu, aku ingin ungkapkan ataupun ingin tunjukkan. Tapi keceriaanmu yg tak pernah berhenti berbicara dan ceria didepanku ahirnya membuatku tak punya kesempatan untuk menunjukkannya. Begitupun masalah wamil, aku ingin menceritakan padamu, tapi aku berfikir bukan hal yg penting untuk menceritakan langsung padamu karena kau akan tahu akhirnya. Tapi, ya, aku tahu itu adalah kekeliruanku, seharusnya memang kau lah orang pertama yg kuberi tahu. Maafkan aku..

Kukira waktunya adalah hari ini. Aku akan tunjukan padamu apa yg sebenarnya dari dulu ingin aku tunjukan dan mungkin aku katakan.Soeun-ah Saranghaeyo.  Jangan berfikir yg buruk lagi tentang aku, Aku tak seperti itu!

~End Jungsoo POV~

Jungsoo menghentikan lamunannya ketika ponselnya bergetar. Jungsoo segera meraih ponselnya, ia agak kaget menemukan nomor ibu Soeun disana.

“Yeobseo…”sahut Jungsoo mendekatkan ponselnya ketelinga. Ia mendengarkan apa2 yg dibicarakan ibu Soeun dalam beberapa saat. Wajah Jungsoo berubah cepat kala itu.

“Apa?”

[]

Bunyi musik yg terlalu keras membahana dalam ruangan padat itu. Disana telah berkumpul begitu banyak pria dan wanita yg asyik menikmati fantasi dunia mereka sendiri. Alkohol, asap rokok, bersatu membuat kepala terasa berdenyut hebat.

Soeun merebahkan kepalanya didepan meja bartender. Pandangannya sudah berkunang-kunang melihat sekitarnya yg berseliweran. Soeun tak peduli, ia kembali meminum dan menuangkan minumannya.

“Bodoh! Jungsoo bodoh!” katanya sambil asyik minum dan menuangkan kembali minumannya. Ia tak peduli walau sudah semabuk apa dirinya.

“Hay!”

Soeun mengangkat wajahnya melihat seseorang menyapanya. Soeun menatap seseorang yg ia ingat itu.

“Kau..”

“Kau ingat aku?” pemuda itu tersenyum sambil membantu menuangkan minuman Soeun kembali. Lantas tersenyum manis sedikit smirk.

“Kau… Lee Donghae bukan?” katanya tidak stabil dan mabuk berat. Pemuda bernama Donghae itu tersenyum, lantas meminum minumannya sendiri.

“Lama tak melihatmu setelah lulus. Terakhir, khabar yg ku terima kau sudah bertunangan,benar begitu?” tanya Donghae sambil kembali minum. Soeun malah tertawa mendengarnya.

“Tunangan? Entahlah, apa yg kulakukan itu namanya tunangan..” kata Soeun tertawa keras lantas kembali minum. Donghae tersenyum kecil lagi melihat ulahnya, lantas merebut gelas ditangan Soeun. “HYA!!” Soeun berontak dan berusaha merebut kembali.

“Kau sudah minum terlalu banyak Soeun. sebaiknya hentikan..”kata Donghae kemudian. soeun tak menyahuti apapun, kepalanya pusing, ia menupang kepalanya dengan tangan kirinya. Donghae lagi2 tersenyum melihatnya. “Kau tertarik untuk turun berdansa denganku?” tanya Donghae kemudian.

“Huh?”

Donghae tersenyum, memegang tangan Soeun. “Hilangkan kesedihan atau apapun yg kau rasakan disini. Ayolah, hanya untuk senang2…” kata Donghae kemudian membantu Soeun berdiri. Soeun akhirnya mengikuti Donghae ketengah sana.

Soeun dan Donghae asyik bersenang2 bersama puluhan lainnya. Soeun yg sudah dipengaruhi oleh alkohol yg diminumnya sama sekali tak memikirkan apapun lagi dalam dirinya. Sementara Donghae malah dengan senang hati menemani gadis galau itu. Pada akhirnya, Soeun merasakan kelelahan pada dirinya. Entah antara sadar atau tidak, kali ini ia meletakkan kepalanya begitu saja dengan pasrah kebahu Donghae. Donghae tersenyum smirk melihat gadis itu bersandar padanya. ia kemudian menundukkan wajahnya mendekati wajah Soeun.

[]

Walau begitu enggan, pada akhirnya Jungsoo memasuki tempat itu. Suara musik yg terlalu keras, dan bau asap rokok membuatnya muak. Namuan, ia sudah bertekad untuk membawa gadis itu untuk kembali. Ketika Jungsoo lebih memasuki tempat itu, ia kaget melihat apa yg didepan matanya.

Soeun tampak tengah bersandar dibahu seorang pemuda. Setelah beberapa saat, ia lihat pemuda itu mendekati wajahnya ketelinga Soeun sambil berusaha mencium paksa Soeun. soeun berontak, dapat ia lihat itu… Tapi keadaan Soeun yg mabuk membuatnya tak bisa menghentikan paksaan itu atau sekedar melindungi dirinya sendiri. Darah JungSoo langsung mendidih kala itu. Dengan emosi, ia menghampiri mereka berdua.

Bruk!

Pukulan Jungsoo tepat mengenai pipi pemuda itu hingga Donghae terjatuh. Donghae menatap orang itu, begitupun Soeun yg tampak juga kaget.

“Kau!  jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi pada tunangannku! “ kata Jungsoo pada Donghae. Ia kemudian menarik tangan Soeun dan membawanya keluar dari tempat itu. Donghae hanya tersenyum sinis melihatnya, lantas mengelap darah dibibirnya.

[]

“Apa yg kau lakukan? Kenapa kau memukulnya? Turunkan aku dan biarkan aku pulang sendiri…” Soeun masih berteriak begitu emosi didalam mobil kepada Jungsoo. Jungsoo yg juga masih emosi tak menyahutinya, ia masih juga sibuk mengemudi. “Hya Park Jungsoo!”

“Bagaimana mungkin aku membiarkannya? Dia menciummu. Kau tunanganku, apa kau tak mengerti itu…” Jungsoo menjawab datar namun penuh emosi.

“Tunangan? Sejak kapan kau mulai menyadarinya?” kata Soeun begitu sinis. Jungsoo tak menyahutinya, ia masih fokus mengemudi. Soeun menatapnya masih marah, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada jari manis Jungsoo dimana cincin tunangan mereka masih ada disana. “Bahkan sampai hari ini kau masih memakainya. Padahal kau hanya menganggap itu sebuah benda mati. Kau benar2 orang munafik!”

Jungsoo masih tak menyahuti Soeun. Soeun kian emosi dengan tingkah dingin dan cueknya. “Untuk apa benda ini selalu kupakai? Kenapa aku tidak membuangnya dari dulu..” kata Soeun sambil melepas cincinnya lalu kemudian berusaha membuka jendela disampingya.

“Hya apa yg kau lakukan!”

Dengan reflek Jungsoo mengerem mendadak mobilnya, lantas ia meraih tangan Soeun untuk melarangnya membuang cincin itu keluar sana.

“Apa lagi? Apa gunanya barang ini. Barang ini seharusnya dibuang! Tidak ada gunanaya!” kata Soeun bersikeras. Tapi jungsoo mempertahankan pegangannya.

“Berhentilah berfikir sejauh ini!” Jungsoo kemudian benar2 merebut cincin itu dan menjuahkan dari Soeun.

“Kembalikan! Biarkan aku membuangnya!” Soeun berusaha merebutnya. Tapi Jungsoo menjuahkannya kembali. “Hya!”

“Bukan seperti inilah yg kumaksud! Tenang dan dengarkan!”

“Tidak, aku tidak mau mendengarmu. Diam dan biarkan aku membuang benda itu…”

“Apa gunanya? Kau buangpun  kau akan tetap menjadi tunanganku dan mencintaiku..”

Soeun terdiam mendengar ucapan itu. Sorot mata marahnya menatap Jungsoo saat ini. “Berhentilah menjadikan perasaanku sebagai permainan dan ejekan…”

“Bukan itu maksudku…”

“Bukan itu bukan itu. Kau selalu mengatakan itu, tapi kau tak pernah benar2 mengatakan apapun padaku!”

“Aku katakan kau dengarkan sekarang…”

“tidak! Terlambat! Aku tahu apapun yg kau katakan adalah kebohongan. Berhenti main2 lagi! Hentikan!”

“Dengarkan!”

“tidak!”

Jungsoo lelah dengan cara ini. Dengan sadar, Jungsoo menarik Soeun dan mendekati wajahnya. Lantas setelah itu, Jungsoo mencium bibir Soeun dengan begitu kasar.

“Hump…” Soeun berusaha berontak dan menjauhkan Jungsoo dari dirinya. Tapi Jungsoo tak peduli, ia tetap menciumi Soeun dengan kasarnya. Jungsoo tak peduli, walau Soeun terus berontak dengan memukul-mukul dadanya. Hingga akhirnya, Soeun mendorong tubuh Jungsoo hingga menjauh.

“Wae? Kau tidak berontak ketika ia melakukannya. Kenapa kau marah ketika aku tunanganmu melakukannya?”

“Park Jungsoo, kau benar2 telah menyakiti hatiku secara keseluruhan. Bukan ini yg aku minta untuk membuktikan sikapmu sebagai tuanganku. Aku benci kau! Benar2 benci!” kata Soeun kali ini emosi Soeun kemudiankeluar dari mobil Jungsoo.

Jungsoo Memukul stirnya dengan kesal. Ahh, kenapa seperti ini. Emosinya tak membuahkan apa2 malah membuat semakin parah semuanya. Jungsoo berfikir sejenak, lantas segera keluar mobilnya untuk memanggil Soeun kembali. Jungsoo malah kaget menemukan Soeun malah memegangi kepalanya, ia mabuk parah.

“Soeun!” kata Jungsoo mengejar Soeun. tapi setelah itu, Soeun jatuh begitu saja ketanah.

[]

Soeun perlahan membuka matanya. Kepalanya masih terasa berat saat ini. Tapi perlahan ia berusaha mengenali tempat bernuansa putih itu. Ini…

“Sudah bangun?”

Soeun mengalihkan pandangannya kepada seseorang yg baru saja masuk keruangan itu. Wajah Soeun langsung berubah melihat Jungsoo disana. Jungsoo mendekat, meletakkan buburnya di meja lantas duduk disamping tempat tidur Soeun.

“Apa sudah baik2 saja?”

Soeun menepis tangan Jungsoo yg berusaha menyentuh dahinya. Soeun kemudian bergesar hingga membelakangi Jungsoo. Jungsoo tampak agak kaget melihat reaksi Soeun. ia kemudian menatap Soeun yg membelakanginya.

“Mianhae…”

Soeun masih juga tak menyahut mendengar ucapan Jungsoo itu. Ia masih juga membelakangi Jungsoo dengan marah. Jungsoo terdiam, lantas berfikir dan manatap Soeun.

“aku tahu, semua ini kesalahanku. Salahku yg tak pernah memberikan perhatian padamu. Aku tahu itu, aku selalu membuatmu merasa diacuhkan olehku. Tapi asal kau tahu Soeun, aku melakukan semua itu bukan karena aku membencimu atau muak padamu. Aku melakukannya hanya karena aku tak tahu harus bagaimana memperlakukanmu…”

Soeun masih tak bergeming,ia masih membelakangi Jungsoo.

“Hubungan kita yg mendadak membuatku tak mengerti cara apa selanjutnya yg bisa aku lakukan untukmu. Tapi aku selalu berusaha meluangkan waktuku untuk bersamamu, walau pada akhirnya pekerjaan selalu memanggilku. Tapi Soeun-ah, aku tidak pernah bermaksud mempermainkanmu. Semuanya hanya masalah keterbatasanku dalam mengungkapkan perhatianku serta perasaanku..”

“Hentikan berbohong…” Soeun menyahut tanpa menoleh dan berbalik. Air matanya sudah menetes kala itu.

“Mungkin ya. Aku tak pernah katakan ini sebelumnya, tapi aku sama sekali tidak berbohong. Soeun, semalam yg aku lakukan aku tahu adalah kebodohanku yg lainnya. Tapi tidak dapatkah kau melihatnya, aku melakukannya karena aku cemburu. Aku menyesal telah membuatmu berfikiran jauh hingga membuatmu sempat untuk berpaling. Yg semalam aku lakukan adalah bentuk kemarahanku pada diriku sendiri. Kau sendiri tahu apa artinya cemburu itu bukan?”

Soeun masih tak menyahut. Ia masih diam sambil membelakangi Jungsoo.

“Mengenai wamil, awalnya tak berniat untuk menyampaikan padamu. Tapi, keceriaanmu ketika kau datang padaku serta terbatasnya waktu dan komunikasi kita melarangku. Itulah sebabnya, aku mengirim ibuku khusus untuk menyampaikannya. Aku tahu, itu belum cukup, tapi kita terlalu sedikit berbicara dan itu salahku aku tahu. Tapi kau tahu, beginilah aku… aku tak bisa mengatakan hal seperti itu. Aku tak bisa menyampaikan secara langsung. Tapi, aku berjanji semua akan berubah setelah ini…”

“Soeun asal kau tahu, kepergianku untuk wamil juga merupakan rencana kita yg telah aku rancang. Aku memintamu menunggu sekarang, agar nanti kau tak perlu menanti lagi. Karena dua tahun lagi ketika aku kembali, aku akan langsung melamarmu dan kita akan menikah setelah itu. Setelah, wamil aku berfikir tidak akan ada lagi halangan kita untuk bersama benarkan? Percayalah, aku hanya sedang berusaha menyingkirkan penghalang kita untuk selanjutnya dengan cara ini. Saranghaeyo…”

Soeun berbalik mendengar ucapan terakhir. Ucapan itu, bukankah ucapan itu yg ia tunggu segitu lama sampai hari ini. Dan benarkah? Kata2 itu diucapkan oleh seorang Park Jungsoo untuknya? Untuk seorang Kim Soeun? Soeun berbalik menatap Jungsoo. Ia menemukan mata berkilaunya yg sama sekali tak menyiratkan kebohongan sedikitpun.

“Apa semua yg kau katakan serius. Oppa, kumohon, berhentilah membuatku begini. Berhentilah membuatku berharap yg tak pasti lagi…”

“Ani. Aku tahu, betapa bodohnya caraku memperlakukanmu selama ini. Tapi ini bukan kebohongan lagi. Soeun-ah, aku mohon, percayalah padaku bahwa aku mencintaimu. Walau mungkin aku tidak sering mengatakan atau membuktikannya tapi percayalah kebenaran semua ini. Soeun-ah, aku mohon jangan berniat menghapus perasaanmu padaku. Dan aku mohon, tolong tunggu aku… Aku pasti akan kembali kepadamu setelah semua ini selesai…”kata Jungsoo bersungguh-sungguh. Soeun menatap Jungsoo berusaha menemukan kebohongannya, tapi tidak, hanya kejujuran yg tergambar dimatanya.

“Oppa, apa kau bersungguh-sungguh?”tanya Soeun sambil bangkit dari tempat duduknya dan duduk. Jungsoo tersenyum, ia meraih Soeun dan memeluknya.

“Apa yg bisa aku lakukan agar kau bisa percaya sekarang. Seperti apa yg harus aku katakan. Dapatkah kau percaya kalau aku mengatakan ini setiap hari. Soeun saranghae, Soeun saranghae, Soeun saranghae…”kata Jungsoo sambil memeluk erat tubuh Soeun.

“Oppa…”

“Bagaimana kau percaya padaku kan sekarang? Aku harap kau tak meragukan semuanya. Dan aku harap kau sudi untuk menungguku hingga aku kembali nanti. Apa kau bersedia?” kata Jungsoo sambil memeluk erat tubuh Soeun. soeun mengangguk dengan cepat.

“Aku mau.. Aku akan menunggumu. Asalkan kau benar2 menepatinya…” kata Soeun dengan nada merengeknya. Jungsoo tersenyum dan mengangguk dengan cepat juga.

“Ya, aku pasti akan menepatinya…” kata Jungsoo sambil tersenyum lagi dan lebih erat memeluk Soeun. soeun tersenyum begitu bahagia, iapun semakin memeluk erat Jungsoo. Jungsoo juga tersenyum bahagia saat ini.

“Oppa… katakan lagi..” kata Soeun dengan nada manjanya.

“Katakan apa?” tanya Jungsoo kemudian.

“Katakan lagi kalau kau mencintaiku…”

Jungsoo tersenyum mendengar permintaan manja Soeun. ia semakin mempererat dekapannya ke Soeun. “Soeun-ah.. Saranghaeyo… jeongmal Saranghaeyo..” kata Jungsoo kemudian. Soeun tersenyum bahagia mendengarnya, ia bahagia, bahkan terlalu bahagia…

[]

Dear Soeun…

Soeun-ah, bagaimana dengan hari-hari musim saljumu? Apakah kau senang? Atau justru kau kedinginan? Soeun-ah. Sudah setahun lebih lamanya aku meninggalkanmu… Bagaimana perasaanmu? Apa kau masih menungguku? Aku yakin, kau pasti masih bersedia menungguku, seperti aku yg masih menantikan saat bersama denganmu nanti.

Soeun, bagaimana dengan hari2mu di universitas? Apakah kau dapat merasakan senang? Atau.. Jangan2 apa kau menemukan seorang pria yg tampan di sana huh? Awas kalau sampai kau melakukannya ya… hum? Ya, kau tak pernah melupakan aku kan walau aku jauh.

Hari2 menjadi tentara benar2 melelahkan. Tapi, setiap aku kembali keasrama, aku dapat tersenyum ketika melihat fotomu yg terletak dibawah bantalku. Aku merasa hatiku kembali senang, ahh, aku begitu merindukanmu sepertinya. Teman2ku di asram selalu bertanya padaku, tentang siapa dirimu. Dan kau tahu apa jawabanku? Aku selalu katakan kalau kau adalah istriku hehe dan mereka percaya. Aku percaya, beberapa saat lagi itu memang nyata adanya kan?

Soeun-ah, maaf bila suratku selalu pendek dan memuat kata2 yg mungkin membosankan. Aku tahu, mungkin aku tak sebaik dirimu tentang mengutarakan perasaanku. Tapi kau tahukan? Kalau aku mencintaimu dan selalu mengingatmu. Buktinya, disela kesibukanku aku masih menyempatkan diri untuk menulis surat untukmu.

Maaf Soeun, aku harus kembali latihan. Komandanku sudah memanggilku, jadi hanya segini lah isi suratku saat ini. Semoga kau dapat mengerti semua yg aku maksud dari surat ini. Ini hanya sebuah bukti untukmu, kalau aku pasti menepati janjiku. Dan aku harap, kau masih bersedia menungguku hingga aku kembali.

SARANGHAEYO…

Tunanganmu yg selalu merindukanmu…

 

Park Jungsoo, SARANGHAEYO ^^

[]

Soeun tersenyum sambil melipat kembali suratnya. Ia sangat bahagia karena akhirnya Jungsoo mengiriminya surat. Ahh, Setahun tiga bulan yg terasa lama ternyata sudah berlalu begitu saja. Dan hanya tersisa hmm… satu dua.. ENAM bulan lagi waktunya untuk kita bisa bersama. Aku tidak sabar…

Oppa, cepatlah kembali dan menepati janjimu. Aku masih menunggumu ditempat yg sama, tanpa goyah sedikitpun. Dan aku percaya kau juga masih memegang janjimu. Cepatlah selesaikan tugasmu disana, lantas kembalilah kepadaku setelah itu. Aku masih menunggumu…

Saranghaeyo Jungsoo oppa ^^

[THE END]

About these ads

22 pemikiran pada “~[Oneshoot/ Request] I LOVE YOU Part2~

  1. Tamat dech, seru sekali. ditnggu krya selanjt.y yah. :)

  2. Romantis,senang bnget bcax in salah1 osX putri yg sangat bgus

  3. Ending juga akhrnya..
    Sweet bgt thor, suka karakter ke-2nya yg berbanding terbalik tp akhrnya bisa bersatu.. :-D
    ditunggu karya yang lain ya..:-)

  4. ending yang menarik, so sweet..
    pasangan yg romantis walau sebenarnya aku lebih suka Dong Hae ,

  5. Keren endingnya…

    O…ternyata oppa jungso terlalu mencintai soeun toh,cuman bingung mo kya’ mna.. (?)

    oppa donghae cuma jd figuran donk… *tertewa smbil nunjuk” heappa* #ditabok hae…

    Suer seru abies endingnya…
    Aku ngasih 20 jempol buat putri,,
    *pinjem jempol anak” SJ*

  6. wuhhhhh endinge romantisssssssssss…. sukaaaaaaaaaaa…

  7. keren FFnya..
    Akk suka ceritanya..
    Nanti kpan” bwat pairing teuksso lg yy..;)

  8. So sweeetttt,,,oppa sarangheyo :-)
    waduuuh abang leetuk ma donghae klo kelahi bnrn gempar deh dunia heee kereeennn bgt,,mpe ngbayangi pas weddingny yg stu rame yg stu pndiem pst byk adegan kocakny heee ngayal.com

  9. huhuhu T.T
    endingnya mengharu biru ..
    dh abis berap tisyu yach gra-gra baca ni FF *lebaydotcom

    Daebak Eun, ditunggu FF lainnya yach ^^

  10. huuuuuuuuuu seruuuuuuuuuu cingu pluz sdih jg pi akhir x happy ending yeeeeeeeeeee kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen dah seribu jempol deh bwt cingu dtgggu ff slnjt x n jgn bosen bikin ff kim so eun eouni pa lg kyusso couple cz kereeeeeeeeeeeeeeen………….!!!!!!!!

  11. lgi-lgi meneteskan air mata gara-gara baca Ni ff .. TT
    so sweet banged ceritanya ..
    menyentuh hati. qu sneng klw n’dingnya kayak gini ..

    ditunggu karya lainnya :)

  12. Annyong dongsaeng……I’m a new reader………….keren ya FFnya. Bener neh kim so eun setia nungguin lee teuk oppa??????? ga kegoda cowok ganteng yang laen??????haha….

  13. kerennnnnnnnnnn
    sesuai dengan bayangan ku
    oppa romantis banget
    sso nya juga setia dan gak lelah untuk menunjukkan rasa sukanya :D

    tapi akhirnya agak gantung
    #dasar reader nya aja yg maruk

    kalo sempet buat sekuelnya yaaa
    penasaran sama kehidupan ssoteuk

    mav yaaaa
    aku akhir akhir ini gak bisa koment di WP atopun note fb siapapun
    soalnya lagi tryout # terus sih :)
    jadi bisa nya cuma hari minggu nyempeti ke warnetnya

  14. kata,.nya sungguh menyentuh huh wawai

  15. wow, aq suka cerita ini, benar2 bagus dan enak di baca *_*

  16. finish… terus berkarya yach.. hehe maksudnya buat ff hehe

  17. Kyaaa !!!
    Endingnya keren bngett !!!
    Hwaiting ya authorrr !!!
    Jangan lelah membuatkan Fanfic u/ readers sperti saya .
    Haha :D
    aku suka bnget smua fanfic kamu chingu !

    Hwaiting :)

  18. Aahh kereeennn thor (y)
    Bikin lagiiiiii :D

  19. Baguusssss bangeeettt ^^
    Bikin sequelnyaaa pasti tambah bagus deh thor *modus*
    Semangat author :)

  20. semoga ada kelanjutan dari teuksso ini :D
    pulang dan menikah ^^
    semangat put, semangaaaaaaaaaaaaaaaaat

  21. Ff ny onne selalu bagus pada keren2 ,, bahsa ny sederhana tp certa and alur ny bkin yg baca ndaq bosan,,
    ff ny pda keren2

  22. Aaah akhirnya Oppa bisa ungkapin juga…. Kata kata yang Selalu Sso tunggu. Keren banget cingu New Coupelnya mudah mudahan ada Ff tentang Coupel ini lagi,,, hmmmm ‘Terima kasih Buat Ff nya’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s