[Twoshoot] Make Me Your Mom Make Me Your Love *Ending*


Tittle: Make Me Your Mom Make Me Your Love

Author: Putri AngElfShawols SoeunOnewYesung

Genre: Romantic, Friendship, Family, Comedy

Cast: Kim So eun (Kimmie), Choi Minho, Lee Jinki(Onew), Park JungSoo(Leeteuk), Kim Jonghyun, and other.

Priview Part 1:

http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150270160309348

Aku tahu hal itu, kau selalu mengikutiku kemanapun aku pergi.aku tahu kalau kau diam2 memberikan perhatian lebih padaku.Tapi tahukah kau kalau diriku selalu menantikanmu saat kau mengikutiku, tahukah dirimu? aku sengaja memperlambat langkahku hanya untuk menunggumu.I Know That, You’re my Stalker But did you know this? Iam Your Secret Admirer….

~ALL KIM SO EUN POV~

“Hallo Kimmie, kau dimana? Katanya mau kesini…”baru saja anku mengangkat telepho suara onew sudah langsung terdengar, aku tersenyum.

“Iya aku sedang dijalan, ini aku sudah dirumah sakit kok sebentar lagi sampai…”

“Oh, tapi kau membawa pesanankukan? Hehehe….”tanyanya lagi.

“Iya, tentu saja.Aku membawa banyak ayam untukmu…”kataku lagi.

“Okey, cepat ya aku lapar soalnya….”

“Iya-iya….”

“Bye Kimmie….”

“Bye…”

Aku meutup teleponku setelah onew mematikan panggilannya.Hari ini rencananya, aku akan menjenguk Onew yg sedang sakit.Onew baru saja mengalami kecelakaan kecil disekolah beru2 ini sehingga ia harus dirawat.Setiap pulang sekolah aku selalu menyempatkan diri untuk datang dan membawakannya ayam, aku sangat tahu Onew hanya akan lebih baik kalau sudah bertemu ayam….

Baru saja aku melangkahkan kaki, aku kaget ketika pintu ruang inap didepanku tiba2 saja terbuka.Bersamaan dgn itu, keluar seorang bapak.Dia keluar seperti mendapat dorongan dari dalam.

“Kumohon kau pergilah…”seru seseorang yg juga keluar dari dalam, aku kaget bukankah dia Choi Minho??

“Minho, tolong dengarkan dulu penjelasan ayah…”

“Aku sungguh benar2 tidak peduli, pergilah jangan ganggu lagi hidupku dan ibu.Apa anda belum puas membuat ibuku koma selama tiga tahun ini???”tanya Minho marah.

“Minho, ayah ingin jelaskan semuanya….”

“Kenapa baru sekarang ayah kembali? Kemana saja ayah dulu ketika ibu tiba2 sakit dan koma karena ulah ayah.Kenapa baru sekarang ayah baru ingat untuk kembali???”katanya lagi.

“Minho….”

“Pergilah, aku dan ibu sudah tenang tanpa ayah.Kami sudah tidak membutuhkan ayah….”

Sibapak terdiam mendengar kata2 anaknya yg sepertinya benar2 tak mau mendengarkannya lagi.Perlahan ia pergi meninggalkan ruang inap itu dengan langkah gotai.Sementara sang anak, minho kelihatan menghirup nafas sangat panjang.Kemudian, ia mengangkat wajahnya dan, ia tampak kaget melihatku.

“Kau??”hanya itu kata2 yg keluar dari mulutnya.Aku terdiam merasa tak enak.

“Minho tadi itu aku….”

“Jgn beritahu siapapun….”potongnya cepat aku menatapnya.”Jgn pernah memberi tahu siapapun, aku paling tdk suka siapapun ikut campur urusanku…”tambahnya.Aku terdiam sambil berfikir, sementara ia terus menatapku, matanya nyaris menangis.

“Mianhae….”ucapku masih tak enak, ia melirik lagi.Aku juga menatapnya, aku sedih melihatnya begitu, entah karena apa aku rasa aku tahu ia sedang sangat sedih dan menderita….”Jangan menangis….”kataku padanya, dia mengalihkan pandangannya.

“Siapa yg menangis…”katanya membantah, tapi kulihat ia semakin gelagapan.”Sudah, pergilah, dan ingat jgn memberi tahu siapapun, araseo????”katanya tanpa melihatku.

“Minho….”

“KIMMIE….KIMMIE….ANGKAT TELEPHONEMU ONEW MAU BICARA DENGANMU……”baru saja aku mau mengeluarkan suara tiba2 ponselku kembali berdering, dari Onew….. aku menghentikan kata2ku dan mengambil ponselku sambil terus menatap Minho.

“Lebih baik kau mengurusi pacarmu saja dari pada mengurusi masalahku…”katanya dingin.

“Tapi dia bukan…..”baru saja aku ingin membatah ucapannya, tiba2 ia kembali masuk keruang rawat ibunya dan menutup pintu begitu saja, aku terdiam. Aku semakin penasaran dgn Choi Minho, ada apa dgnnya????.

Aku menyingkirkan pikiran2 itu untuk sementara, kemudian aku mengangkat ponselku.

“Ya Onew……”

(*~*)

Hujan mengguyur kota ini dari pagi hari, membuat aku tidak bisa pulang.Kali ini aku sendiri, biasanya onew selalu menemaniku saat2 seperti ini. Kita selalu bersama menunggu hujan hingga reda, lalu setelah hujan reda baru kami pulang bersam-sama.Tapi tidak untuk saat ini, Onew masih sakit dan belum juga keluar dari rumaha sakit sehingga aku benar2 harus sendirian menunggu hujan reda, ah….aku sangat merindukan Onew andai dia tidak sakit tentu dia akan menemaniku saat ini.

“Kimmie, diluar hujan.Apa kau sudah pulang? Sebaiknya jangan dulu, tunggulah hujannya reda.Kalau sudah reda, baru pulang nanti kau sakit seperti aku.Jagalah kesehatan, Kimmie…^^”

Baru saja aku memikirkannya, tiba2 Onew sudah mengirimiku pesan.aku tersenyum, Onew selalu saja Onew yg selalu peduli dgnku.Aku membalas pesannya.

“Ara, Aku akan pulang kalau hujan sudah reda Onew.Onew, cepatlah sembuh, aku merindukanmu….”

Tak…Tak….Tak…

Baru saja aku memasukkan ponselku, aku kaget mendengar suara seperti pukulan bola dari lapangan basket.Hujan2 begini? Siapa yg bermain? Karena penasaran, akupun menoleh keluar, mencari tahu siapa yg bermain basket hujan2 begini.

Aku berdiri mematung sambil menatap lepas ke lapangan basket.Disana kulihat pemuda yg slama ini tengah bermain-main dlam pkiranku asyik bermain basket, yah dia adalah Choi Minho.

Ada yg berbeda dgn choi minho yg ada didepanku ini.Dia bermain basket ditengah guyuran hujan yg sangat lebat, dan ia bermain sangat keras seakan menghukum dirinya sendiri.Walau tidak begitu jelas, aku dapat melihat gurat kesedihan dari wajahnya yg tak pernah berhenti fokus pada bola basketnya.Lama2 tempo permaina minho semakin cepat dan terus dipercepat.Dia bhkan tidak mempedulikan dirinya sendiri yg sangat jelas sangat lelah, dia masih juga mengasari dirinya sendiri walau nafasnya semakin ngo-ngosan menahan capek.Oh tidak choi Minho, ada apa dgnmu? Apa yg sebenarnya kau simpan sehingga membuatmu begini? Kumohon hentikan Minho, sebelum….

“ARGH….”

“MINHO !!!”Aku berseru kaget, ketika dengan jelas hal yg aku cemaskan terjadi.Minho terjatuh sangat keras karena lapangna yg licin.Dia menatapku, sepertinya ia mendengar teriakanku.Kulihat kakinya mengeluarkan darah, aku segera menghampirinya.

“Minho…”

“Untuk apa kau disini? Pergilah, jgn mengurusiku…”dia berkata dengan dingin, ketika baru saja aku mendekatinya.

“Kau terluka minho, ayo kita kerumah sakit.Nanti lukanya semakin parah…”kataku tak mengacuhkan larangannya.Dia menatapku sambil memegangi kakinya.

“Aku tdk apa2…”sahutnya dingin, sementara ia terus menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit dikakinya, dan darah yg keluar dari lukanya terus mengalir dibawa air hujan.Aku bersimpuh didepannya, kemudian aku langsung membungkusnya dengan sapu tangan yg ku ambil disakuku.

“Tidak perlu, ARGH….”dia berhenti membantah, ketika ia merasakan kakinya yg sakit akibat sentuhan sapu tanganku.

“Ini parah Minho, ayo kita mengobatinya kerumah sakit atau klinik sekolah…”kataku cemas padanya, aku sudah hampir menangis karena tidak tega.

“Aku tidak apa2.Ini hanya kecil, pergilah aku benar2 ingin sendiri….Aku benar2 ingin sendiri, aku tidak butuh siapapun termasuk kau…”katanya masih berusaha mengusirku, walau ia mengucapkannya dgn sangat sulit akibat rasa sakit dikakinya.Aku menatapnya dgn mata basahku, aku sedih bukan karena ia mengusirku tapi aku menangisi keadaannya yg menurutku sangat menyedihkan.

“Kenapa kau begini???”tanyaku tiba2 saja langsung terisak didepannya.”Kenapa kau menyiksa dirimu seperti ini? Kenapa kau menyimpan kesedihanmu sendiri? Itu hanya akan menyakitimu.Tolong jangan merasa sendiri.Kalau kau tidak ada tempat bercerita, berceritalah padaku, menangislah denganku, setidaknya itu lebih baik dari pada kau harus hidup begini….”tambahku lagi dengan terisak, ia menatapku.

“Sudah kubilang, jangan ikut campur urusanku.Pergilah, aku tidak butuh siapapun.Kau faham itu…”

“Bukan masalah itu, tapi apa kau tidak berfikir tentang ibumu? Kalau kau terus begini, ini hanya akan membuat ibumu sedih, Minho….”

“KAU TIDAK TAHU SOAL ITU !!! apa kau tidak bisa menjalani hidupmu sendiri? Kenapa kau harus ikut campur urusanku, Hah???”dia tiba2 membantakku hingga aku tersentak.

“Minho…”

“KUBILANG PERGILAH, PERGI.”Lagi2 ia membentak ketika aku ingin mencoba membujuk hati kerasnya.Aku terdiam menahan kesedihan, sementara orang yg keras kepala dibawahku masih berusaha menahan sakitnya.Kenapa dia begitu keras kepala??? Karena tidak tahan, akupun pergi dari tempat itu, aku tidak sanggup melihat ini lebih lama sementara aku tak bisa melakukan apa2, dia benar2 tak menginginkanku.Namun baru beberapa langkah, tiba2 sesuatu terlintas dipikiranku, aku kembali melihat kearahnya.

“Hya Choi Minho!!!”seruku padanya, ia menoleh.”Kau masih punya hutang senyuman padaku, aku masih menunggu kau melunasinya…Semua pria pasti menepati janjinyakan??? Aku menunggu itu…”kataku menahan air mataku.Ia terdiam dan mengalihkan pandangannya dariku.Aku membalikkan badan dan kali ini benar2 meninggalkannya sendiri.

(T~T)

Entah apa yg membawaku disini, hari ini aku kembali menginjakkan kaki diruang inap ibunya Minho.Kejadian beberapa hari yg lalu sungguh membuatku tidak tenang, aku merasa benar2 tidak bisa membiarka Minho begitu.Aku mencintainya, ya aku sangat mencintainya, hatiku sangat sakit melihatnya begitu.Aku tahu, ia pasti akan memarahiku lagi seperti kemaren, atau ia pasti akan mengusirku lagi, tapi benar2 tidak peduli.Aku tahu Minho kesepian, aku sudah memutuskan untuk selalu bersamanya, walau ia tidak akan pernah menerimaku sama sekali.

Ketika aku baru saja menginjakkan kakiku didekat ruang inap ibunya, kulihat minho tengah duduk sendiri didepan kamar ibunya.Ia tampak gelisah, ia menggoyangkan kakinya sesekali, dan ia meremas kuat sebagian rambutnya.Ada apa dengannya? Aku hanya menatapnya dari tempatku berdiri, aku tidak ingin mendekatinya saat ini aku takut membuatnya kembali tidak nyaman.Tiba2 ia mengangkat kepalanya, dan menoleh kearahku.Dia hanya terdiam menatapku, tidak seperti kemaren yg mengusirku pergi.

seorang dokter tiba2 keluar dari ruang rawat ibunya minho, dia bangkit dan menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana dokter, ibuku baik2 sajakan???”tanya cemas, si dokter menatapnya sambil sesekali menghirup nafas yg berat.

“Kami sudah berusaha, tapi sepertinya tuhan berkendak lain.Maaf tuang, ibu anda tidak dapat terselamatkan lagi….ARGH” sidokter tak selesai menghentikan kata2nya ketika Minho sudah menarik kerah bajunya.

“Kau ini bicara apa? Ibuku tidak mungkin pergi secepat itukan? Ayo kembali masuk dan periksa kembali.Jangan mengatakan hal yg tidak2…”kata Minho menahan emosinya, aku terdiam tanpa kusadari air mataku ikut mengalir.Sidokter terdiam perlahan ia berusaha melepaskan pegangan Minho yg sudah mengendur karena Minho kini tengah menangis.Setelah lepas, dokter itu pegi begitu saja, meninggalkan Minho yg sudah terduduk tanpa bertenaga.Karena tidak tahan aku menghampirinya.

“Minho…”aku berusaha memanggil namanya, dia menatapku dengan matanya yg basah, ini memang sangat jauh dari Choi Minho yg pernah kukenal.Aku mengulurkan tanganku, untuk membantunya berdiri namun ia tidak bereaksi.

“Minho…”panggilku lagi sambil terisak, aku tidak sanggup menyaksikan ini.

“Kenapa hal ini lagi2 harus aku yg merasakan? Kenapa tuhan begitu sangat tidak adil padaku.Aku cuma punya ibu, dan sekarang tuhan mengambilnya dariku…”kata Minho terisak.aku terdiam menahan tangisku yg sudah jatuh tak terkendali.Kulihat ia benar2 menangis dengan hebatnya, bahkan sangat jauh dari minho yg kukenal.

“Kalau kau mau kau masih punya aku minho…Kenapa kau merasa sendirian begitu????”kataku masih terus menangis tak terkendali.Ia tak menyahut, ia hanya menatapku sekilas lalu ia membenamkan kepalanya pada lipatan tangannya.Aku menghirup nafas sangat dalam, mencoba meredakan sesak dinafasku.Aku menoleh kearah ruang rawat ibu minho yg terbuka begitu saja, dan benar sosok yg pucat sudah tertidur pulih disana.Namun tiba2 pandanganku tertuju pada papan nama pasien dibawah tempat tidur ibu minho.Aku terpana tak percaya.Nama ibu Minho KIM SO EUN? sama seperti namaku????

(T_T)

Seperti biasa, setelah menikmati udara malam hari di seoul bersama Onew kami pulang melewati Sungai Han.Kami terbiasa menghabiskan waktu selalu bersama apabila malam hari yg cerah seperti ini, dan pada akhirnya kami berhenti disebuah restoran untuk memesan ayam dan kami makan bersama.

“Kimmie….”tiba2 onew menghentikan gerak sepedanya dan menatap kearahku yg berada dibelakangnya, aku menoleh.Onew mengerakkan bibirnya kearah didepan kami.”Si sombong…”sambungnya.Aku menoleh, aku kaget dgn sosok didepanku, orang itu sangat Familyar dgnku, choi Minho.

“Pergilah hampiri”kata Onew lagi, aku menatapnya ragu2.

“Kenapa harus aku???”tanyaku kaget.Dia tersenyum.

“Dia sepertinya membutuhkanmu, Kimmie.Seperti yg pernah kau ceritakan…”kata Onew lagi, yah onew sudah sangat tahu yg belakangan ini terjadi.

“Sepertinya bukan onew, dia sepertinya tidak membutuhkanku…”kataku sambil menghela nafas.Onew tersenyum.

“Kimmie jgn begitu, sbg teman kita harus saling menghibur dia yg sedang sedih…”katanya lagi padaku, aku menatapnya ragu.

“Tapi…”

“Sudahlah, pergi sana.aku akan pulang duluan, aku sudah gak sabar makan ayam hehehe.Kau hampiri dia ya Kimmie.Ya udah aku pulang, BYE BYE KIMMIE…”katanya sebelum akhirnya mengayuh sepedanya kembali kearah yg tadi.aku terdiam sambil menghela nafas, perlahan aku mendekati sosok itu.

“Ini malam yg lumayan dingin, ini ambillah hangatkan badanmu…”kataku sambil mengulurkan kopi panas yg kubeli kepadanya, ia menoleh dan menatap kearahku. “Jangan takut, aku tidak akan mengganggu ketenanganmu, aku hanya ingin memberikan ini setelah itu aku akan pergi…”kata kemudian.Ia berfikir sesaat, kemudian meraih kopi panas dariku, tanpa langsung meminumnya.

Yah, memang benar, kurasa ia sama sekali tidak membutuhkanku, ada baiknya aku pergi saja….

“Tinggalah…”katanya tiba2 ketika aku baru saja melangkahkan kaki, aku menatapnya yg juga menatapku. “Kumohon tinggalah untukku.Kau bilang aku bisa datang padamu kapanpun aku mau, sekarang aku sudah tidak punya siapapun.Kumohon tinggalah untukku disini….”katanya menatapku begitu dalam.

(*_*)

“3 tahun yg lalu Ibuku koma setelah mendengar kabar kalau ayahku telah menikah lagi tanpa sepengetahuan kami selama 7 tahun.Saat itu ibuku sangat shock sehingga ibuku langsung jatuh sakit saat itu, dan lebih buruk dari itu ibuku koma setelah itu.Dia koma selama tiga tahun lamanya hingga akhirnya ibuku pergi kemaren…”Aku mendengar setiap ucapan2 yg Minho katakan.Aku hanya bisa mendengarkannya saat ia menceritakan semua itu.

“Selama ibuku koma, aku benar2 merasa kesepian.Aku sungguh tidak punya siapapun selain ibuku, sementara ayahku tidak pernah peduli dgn kami.Ia lebih memilih berbahagia dgn keluarga barunya, dan hal itulah yg membuatku sangat tidak bisa menerimanya.Ia menelantarkan kami demi keluarganya itu…..”

“Hingga suatu ketika, ketika aku pindah sekolah aku bertemu dgnmu.Aku sungguh tak menyangka awalnya, kalau aku mempunyai teman sekelas yg bernama sama dgn ibuku.Hal itulah yg membuat aku diam2 memperhatikanmu, aku penasaran dgn dirimu.Walau kau dan ibu itu adalah sosok yg begitu jauh, tapi ada satu hal yang sama yaitu nama kalian.Hal itu menarik sangat perhatianku dan tanpa kusadari entah kenapa tiba2 aku merasa kalau aku…aku menyukaimu…”katanya pelan tertahan, aku kaget menatapnya.aku benar2 tak mengira ia akan mengatakan itu.

“Ini memang konyol tapi percayalah, sebenarnya…sudah lama aku menyukaimu….”

“apa kau bercanda denganku Choi Minho? Kau bohong, kalau kau menyukaiku kenapa waktu itu ketika aku menyatakan cintaku kau sama sekali tidak peduli??? Kau bahkan meninggalkanku begitu saja…”aku langsung protes begitu saja ketika ia berkata demikian, ia menatapku sekilas lalu kemudian menghirup nafas.

“Sebenarnya, aku sangat senang ketika kau mengatakan itu padaku.Tapi aku rasa aku saat itu bukan waktu yg tepat karena…..karena kau mempunyai jinki…”katanya pelan, aku menatapnya.Onew??? Kenapa ia membawa onew dalam hal ini.

“Onew???”tanyaku tak percaya.

“Kau selalu bersama Jinki, kalian berdua sangat dekat bahkan lebih dekat walau hanya sekedar bersahabat.Seisi sekolah sudah sangat mengetahui itu.Hal itu membuatku sedikit ragu, bahkan walau nantinya kita bersama….”

“Tapi aku dan Onew hanya bersahabat, Minho.Tidak lebih dari itu, ya kami memang dekat tapi kami hanya bersahabat.Kami telah bersama sejak kecil, itulah sebabnya kami sangat dekat dan saling bersama…Kami telah berjanji untuk bersama sejak kecil…”aku mencoba menjelaskan, dia terdiam sesaat.

“Aku sangat cemburu dengan jinki.Andai aku yg berada diposisinya, tentu aku tidak akan pernah merasakan kesepian seperti ini.Jinki beruntung memilikimu, sementara aku…”dia menggantung ucapannya sambil mencoba menahan air matanya, aku menatapnya.

“Seharusnya kau tidak pernah berfikir begitu Minho.Seharusnya dari awal kau jelaskan padaku.Karena aku pasti tidak akan meninggalkanmu sendiri.aku sangat sedih melihatmu begini, sungguh aku tidak tahan melihatmu menderita sedikitpun dengan hidupmu.Saranghaeyo Minho, aku sangat2 menyayangimu, aku rela menjadi apapun asal engkau bahagia.Bahkan, aku rela kau menganggapku seperti ibumu…..”

Aku terhenti berbicara ketika tiba2 ia menarik tubuhku dan langsung mencium bibirku, aku kaget tapi aku sama sekali tidak menolak atau berontak aku dapat merasakan kegalauannya.Dia menciumku sambil menangis, begitupun aku yg juga tak kuasa menahan kesedihanku, air mata kami menyatu.Perlahan kurasakan pegangannya mengendur dan ia berhenti menciumku, ia menatapku.

“Aku tidak ingin kau jadi ibuku.Yg aku mau kau selalu berada disampingku, menemaniku apapun yg terjadi padaku selanjutnya.Karena aku sungguh2 tdk punya siapapun lagi saat ini, Na…Saranghaeyo Kim So eun…berjanjilah untuk selalu disampingku”katanya padaku sambil menatapku sangat dalam.aku menatapnya kemudian aku mengangguk.

“Ya aku mau minho.Na..do saranghaeyo.Jeongmal Saranghaeyo….”kataku padanya.Ia tersenyum menatapku dgn bahagia, kemudian ia menghapus air mataku.akupun berusaha menghapus air matanya.

“Terimakasih karena telah tersenyum, terima kasih telah menepati janjimu…”kataku padanya.Ia kembali tersenyum, kemudian ia memeluk tubuhku.

“Untuk selanjutnya akan ada banyak senyum untukmu.Asalkan kau berjanji selalu disampingku…..”

“Ya, Kim so eun akan selalu ada untuk Choi Minho, aku berjanji…”sahutku sambil tersenyum.Dia kembali memelukku kali ini lebih erat lagi(^_^)

~THE END~

akhirnya selesai juga Hehehe, adakah yg panas ngebacanya??? Kalau ada maaf ya jgn timpukin autohr pake tulang ayam hehehe.

Gomawo udah baca^^

Gomawo buat all reader..

14 Comments Add yours

  1. Meika mengatakan:

    Ommo ada kissing x!!!
    So sw3et…
    Bkin ff minho ma so eun lg dong!!!

    1. PutriAngElfShawols mengatakan:

      Okee….diusahain deh.
      Gomawo karena udah mau baca🙂

  2. puchaabyzone mengatakan:

    huaaaaaaaaa ceritanya kereeeeeennnnnnn,,,,,

    saya juga suka pairing soeun – minho,,apalg liat piku2 iklan mereka,,cocok banget *sorry kim bum hahahha…

    ahahaha onew tetep yah,,dimana2 eksis dengan ayam,,dikirain ntar onew jg suka sama soeun…

    gud job author,,,
    i’ll be waiting for the next story,,

    gomawo _bow_

    1. PutriAngElfShawols mengatakan:

      Kkkkkk~ aku juga suka mereka, karena mereka berdua kelihatan cocok aja walaupun soeun lebih tua….
      Onew dan ayam emang udah ditakdirkan bersama hehehehe….
      Gomawo udah baca🙂

  3. hahaha, so eun mau dianggap eomma ama minho…
    you’re my stalker and iam you’re secret admirer…
    sya suka couple ini…

  4. QueenA FZ mengatakan:

    haha… seneng bgt sm endingnya
    daebak

  5. Q mengatakan:

    Hah…..! -,- #narik napas,hembuskan…# Akhirnya,selesei juga. Ternyata MinHo udah lama suka sama SoEun,ya.Tapi,dia takut buat nunjukkin rasa sukanya itu,karena ada onew.
    Tapi,akhirnya mereka bisa bersama. SoEun dengan MinHo,dan Onew dengan ayam…! ~,~ Annyeong…!!! ^¤^

  6. Q mengatakan:

    Fyuh…! Akhirnya soeun bisa bersatu dengan minho#ceile!bahasanya# pokoknya ff eonni daebak!!

  7. ina freedom mengatakan:

    happy ending …minsso couple boleh jg ..keren2 put ,gak nyangka nama ibuny minho kim so eun …apa krn namany sama jd minho bersikap dingin sm sso ,pdhl cinta tp malu mengatknny ,walaupn pd akhirnya brsatu …sso eonie emg keren di psngkn sm siapa aja tetep ok ,keren bgt ,dan lbh keren lg authorny ! pokokny putri is the best .
    good job

  8. Uthienz mengatakan:

    Hujaa… So sweet…

    Gak nyangka bgt nama ibu Minho sama ‘sama so eun..

    Keren.. Thor..

  9. Shumy yukiss mhu mengatakan:

    Akhir ny so sweet,, jadi ngiri ,,hahah

  10. RANI mengatakan:

    wah….wah romantis banget ceritanya, akhirnya juga so eun sama minho jadi seru, jadi suka juga deh sama pairing ini.

    Ada kissingnya juga lagi wah tambah so sweet banget……….

  11. GG mengatakan:

    hiks hiks hiks.. bikin nangisss huhuhuhuuuu
    kasian minho rindu sosok ibu, kasian soeun modelnya jadi tempat pelampiasan😥 tp suka bgt endingnyaaaaa…. lanjut sequel dong.. ngareo gimana crita mreka ttg kalo mreka berkeluarga dan punya anak … please pleaseeee

  12. Endang widiyati mengatakan:

    Yeyeeyeee…Hepi ending akhirnya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s