~Let’s Replay Part1 (For A Friend)~


Tittle: Let’s Replay

Author: Princess Clouds a.k.a Putri andina

Genre: Romance, Comedy, Friendship, Family

Cast: Kim so eun, Lee jin Ki (Onew), Kim Jong hyun, Tiffany Hwang and other

 

=Kim soeun POV=

Setelah dua tahun lamanya aku menunggu datangnya hari ini, akhirnya hari ini datang juga. Rasanya sudah begitu lama aku harus mnghabiskan waktuku dinegara orang lain akhirnya hari ini aku bisa kembali kenegaraku sendiri. Sudah saatnya aku meninggalkan paris dan keglamourannya untuk menyambung kembali hidupku ditanah kelahiranku, di Korea selatan sana. Aku mendorong tasku menyusuri bandara untuk mencari pesawatku dan kembali pulang, disampingku ada Taylor yg mengantarku.

“Rasanya berat melepasmu…”tiba2 Taylor berkata dengan nada rendah. Aku melirik kearahnya sambil tersenyum. “Korea dari sini sangat jauh, takutnya kita tak lagi bertemu…”katanya lagi.

“Tidak, kita pasti akan bertemu lagi pastinya nanti. Ini hanya masalah waktu, lagipula kita tidak akan putus kontak. Aku akan rajin mengirim email padamu…”kataku lagi.

“Ya, aku tahu… tapi tetap saja berat rasanya. Kita sudah selalu bersama dua tahun ini, akan sulit membiasakan diri tanpamu…”katanya lagi.

“Wuish, temanku yg tomboynya setengah mati ini ternyata bisa juga merasakan perasaan yg seperti ini ya ckckckck…”

“Hey, Stop Teasing me… iam serious right now…”katanya dengan wajah seriusnya. Aku lagi2 tersenyum kemudian melingkarkan tanganku dipundaknya.

“Aku berjanji, akan mengunjungimu lain kali. Dan kau harus mengujungiku juga ya lain kali… Tidak akan ada yg berubah, kita akan tetap berteman…”kataku lagi.

“Okey, baiklah aku tahu kau tak bisa lagi dilarang kau itu sudah benar2 rindu kampung halaman itu. Jadi sekarang pergilah….”katanya lagi.

“Hey, kau mengusirku sekarang huh?”

“Kurasa ada untungnya juga kau pergi. Jadi aku bisa lebih mudah menggaet incaranku selama ini tanpa harus ada kau yg mengganggu…”katanya dengan wajahnya yg mengejek.

“Apa mengganggu, bukankah aku membantumu…?”

“Membantu apanya? Kau ahli cinta yg payah, aku menjadi sulit karena ide2 darimu itu…”

“Kenapa kau ikuti. Kau ini, aku pergi malah tidak sedih tapi malah bersyukur, teman seperti apa kau ini…”kataku mengomel padanya.

“Haha, aku hanya bercanda kau serius sekali…”katanya tertawa puas.Aku menatapnya sambil ikut tersenyum, ya aku tahu ia hanya bercanda tapi aku hanya ingin meredakan kesedihannya atas hal ini. “Pokoknya, sesampai disana kau harus hubungi aku ya… pokoknya, kau harus tetap kontak denganku lewat email, awas kalau kau lupa, aku akan menjemputmu lagi untuk kembali…”

“Ya, ya, aku mengerti kaupun harus begitu ya…”kataku lagi, ia mengangguk.

“Okey, pesawatmu sudah ingin berangkat cepatlah naik segera sebelum aku berubah fikiran dan melarangmu lagi untuk pulang”kataknya lagi.

“Baiklah, aku pergi sekarang. Selamat tinggal Taylor, kuharap kita bisa bertemu lagi…”kataku padanya.Akupun kemudian memeluknya.

“Tentu, kita harus bertemu lagi Kim so eun…”kata taylor dengan senyumnya. Aku mengangguk, lalu kemudian perlahan aku berjalan menjauhinya untuk menuju pesawatku sambil melambaikan tangan padanya.

“KIM SO EUN…”teriaknya lagi, aku menoleh lagi padanya. “SARANGHAE!!!”serunya sambil membentu tanda hati dari kedua tangannya, aku tersenyum melihatnya yg sangat hapal satu kata itu.

“NADO…NADO SARANGHAEYO!!!”teriakku lagi sambil ikut memberikan bentuk hati dengan kedua tanganku padanya.

“BYE!!!”teriaknya lagi sambil melambaikan tangannya.

“BYE!!”sahutku sambil ikut melambaikan tangan padanya.

Setelah itupun, kemudian aku melangkah menuju pesawat untuk kembali kesana. Kekorea…

******

Aku melangkah mencari-cari tempat dudukku. Pada akhirnya, aku menemukannya ternyata aku duduk persis didekat jendela, jadi aku bisa melihat pemandangan dengan leluasa pastinya. Aku melangkah mendekati bangkuku, disana telah duduk seorang pemuda yg asyik dengan earphonenya, kukira dialah orang yg duduk disebelahku.

“Permisi…”kataku ketika hendak menuju bangkuku. Aku tak bisa lewat karena, kakinya yg menghalangi jalanku. “Permisi…”ulangku lagi karena ia takmendengarku karena ia asyik mendengarkan musik. Tapi ia tetap tak mendengar. Dengan sabar aku kemudian menepuk bahunya, ia sedikit kaget kemudian membuka earphonenya.

“What?”tanyanya.

“Permisi, aku ingin lewat dan kau menghalangi jalanku…”kataku padanya. Ia mengangguk, kemudian bergeser meberi jalan untukku, lalu kemudian kembali memasang earphonenya ketelinganya. Aku duduk dibangkuku, tepat disampingnya.

Pemuda disampingku kali ini berhenti mendengarkan musik ia melepas earphonenya dan melirik kearahku, lalu berpaling kemudian. Aku hanya meliriknya sesaat, lalu kembali sibuk melihat keluar sana.

“Ini makanlah…”aku agak sedikit kaget ketika tiba2 seorang nenek didepan kami mengulurkan sesuatu kearah kami berdua. “Kalian pasti pasangan ya? Aku paling senang melihat sepasang anak muda yg bersama. Rasanya aku kembali melihat masa mudaku keika melihat sepasang kekasih…”kata sinenek sambil tersenyum.

Aku agak kaget, begitupun pemuda disampingku.

“Oh, aniyo, haramoni, dia bukan kekasihku…”

“Ah, tidak usah malu2 aku tahu kalian itu berpasangan. Kalian terlihat begitu sangat cocok dan serasi, kalau punya anak aku yakin akan sangat tampan dan cantik…”aku berhenti melanjutkan ucapanku ketika si nenek memotongnya sambil tersenyum.

“Haramoni…”

“Dasar wanita tua, bagaimana mungkin menuduh seenaknya begitu… gadis seperti ini, mana mungkin aku mau dengannya..”aku menghentikan ucapanku ketika kudengar ia berbisik semdiri. Suaranya cukup pelan, tak terdengar oleh si nenek tapi aku dengan sangat jelas bisa mendengarnya.

“HYA, kau tak sopan sekali berkata begitu. Dan apa maksud ucapanmu mengenai gadis seperti ini, maksudnya apa huh?”bentakku padanya.

“Kau fikir saja sendiri..”ktanya lagi2 seenaknya.

“Hya… kau benar2 cari mati ya. Kau seharusnya minta maaf atas ucapanmu itu tahu…”omelku lagi padanya.

“I don’t wanna…”katanya cuek dan tak peduli sedikitpun dengan ucapanku, membuat aku benar2 bertambah kesal.

“Hey, kau fikir kau itu sangat tampan? Kau itu hanya pemuda biasa yg sok keren padahal kau tak keren sama sekali…”

“Kau fikir kau itu juga cantik? Kau itu hanya gadis biasa yg sok cantik dan sok sopan…”

“HYA…”

“Sudah sudah, jangan rusak keindahan cinta kalian karena pertengkaran dari hal yg sepele ini… Jangan sampai kalian…”

“DIAM!!!” aku berseru memotong ucapan si nenek tak dikenal dan sok tahu itu, begitupun dengannya hingga kami serentak membuat orang tua itu terdiam.

“Mohon jangan berisik tuan nona, bersiaplah, karena kita akan segera berangkat…”kata pramugari yg datang tiba2 dan tersenyum ramah pada kami. Aku berpaling kesal, sementara pemuda itu kembali mengenakan earphonenya, dia benar2 tipe orang yg kubenci didunia ini.

~End Soeun POV~

******

~Onew POV~

Pesawat sudah mengudara sekitar satu jam. Aku sudah mulai lelah, dan merasakan telingku sakit karena musik yg kudengar memang kusetel dengan sangat kencang. Aku mulai bosan, kemudian aku melirik gadis disampingku yg sudah tertidur. Pengalaman yg benar2 tak menyenangkan, baru bertemu sudah bertengkar dengannya. Dia adalah tipe gadis yg paling tidak aku suka, tipe gadis yg terlalu banyak basa-basi. Lagipula, kenapa nenek tua sok tahu itu harus mengatakan hal yg tidak2 disini membuat emosiku yg tadinya sudah mulai ku redam kembali naik gara2 yeojachinguku yg membuat masalah dikorea sana. Dan ucapan gadis ini yg kebanyakan basa-basi membuatku muak juga. Walau aku akui sebenarnya ia tidak salah sama sekali. Tapi omelannya, membuat kemarahankupun ikut terpancing. Aku benci gadis cerewet…

Sebenarnya, aku bukan tipe orang yg mudah emosi ataupun pemarah hanya ya aku terlalu cuek dengan hidup dan lingkunganku. Aku hanya marah saat ini, saat aku merasa dikhianati begini, ternyata memang tak ada salahnya aku meminta bantuan kepada jonghyun untuk menjebak Tiffany dan benarkan? Terbukti ia bukan gadis yg bisa diandalkan.

Buk…aku agak kaget dan sedikit tersentak ketika gadis disampingku tiba2 saja bersandar dibahuku. Aku menoleh padanya, berusaha memindahkan kepalanya lagi tentu saja, tapi baru saja aku menyentuh wajahnya tiba2 ia lebih memajukan kepalanya semakin tenggelam dalam bahuku mendekati leherku, aku agak bergidik meraasakan nafasnya di daerah leherku.

Aku menunduk, melihat wajahnya. Matanya masih sangat terpejam begitu rapat. Aneh, gadis yg tadi menyeramkan dan kufikir biasa-biasa saja dan terkesan begitu tomboy kenapa malah begitu indah ketika tidur. Wajah innocentnya benar2 angelic dan indah, kelopak matanya bercahaya putih dari kulitnya yg seperti susu. Hidungnya, Bulu matanya yg lentik, dan bibirnya yg sangt merah muda membuatku betah melihatnya. hush… kenapa jantungku jadi berdetag melihatnya? Gila, apa yg terjadi tidak mungkinkan aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Mustahil!!

Aku berhenti menatapnya sambil meredakan detag jantungku. Namun, pandanganku tertuju pada seorang nenek didepanku yg tersenyum kearahku. Huh, mulai lagi….

~End Onew POV~

******

~Author POV~

“Jonghyun-ah, apa yg kau katakan kita putus huh? Kau serius dengan itu? Kenapa kau begitu? Disaat aku sudah memilihmu daripada Onew…”seorang gadis terisak-isak didepan seorang pria.

“Aku tahu, ini kejam untukmu. Tapi, ini semua salahmu, salahmu yg bermain-main dengan pacarmu. Kau tahu, Onew serius padamu… tapi kau tak pernah serius padanya dan membuatnya curiga. Dan sebagai teman ketika diminta tentu aku tak bisa menolak…”Kim jonghyun, pemuda itu menjawab dengan entengnya.

“Kalian kejam, aku ini wanita, kenapa kalian berbuat seperti ini padaku…”isak tiffany tetap tak terima.

“Kau tahu kau wanita, tapi kenapa kau harus melakukan hal ini. Aku tahu, bukan Cuma kami kekasihmu saat ini, kau punya banyak diluar sana…”kata jonghyun lagi membuat tiffany tak menyahut lagi. ‘Baiklah, aku kira sudah cukup, aku harus pergi sekarang… bye Tiffany…”kata jonghyun lagi sambil bangkit dari tempat itu berniat pergi meninggalkan tiffany yg masih menangis di depan meja makan.

“Jankaman…”tiba2 Tiffany berseru dan mengangkat kepalanya melirik kearah Jonghyun, jonghyun berbalik dan menoleh. “Jangan fikir kalian bisa melakukan semua ini padaku. Ingatlah, aku akan membalas kalian berdua suatu saat nanti dengan sebuah pembalasan yg tak kalah menyakitkan dari ini, ingat itu kim jonghyun…”teriak Tiffany mengancam sambil menatap tajam Jonghyun. Jonghyun tak menyahut, ia hanya tersenyum lalu melanjutkan jalannya tanpa ambil pusing kata2 Tiffany.

“Kalian pasti akan menyesal, lihat saja…”kata Tiffany penuh dendam.

******

Soeun berdiri didepan apertemen sahabatnya. Soeun sudah setengah jam disana, tapi temannya belum juga pulang. Soeun sudah berusaha menghubungi ponselnya, tapi ponsel temannya Tiffany benar2 tidak aktif.Pada akhirnya, soeun terpaksa harus bersabar menunggu temannya itu disana.

“Kejam… jahat….”soeun menoleh ketika ia mendengar suara yg ia kenal. Soeun bangkit menyadari itu Tiffany temannya yg berjalan sempoyongan akibat mabuk.

“Tiffany…”panggil soeun meyakinkan. Tiffany berhenti, ia melirik kearah soeun dihadapannya.

“so… Soeun-ah..”katanya antara sadar atau tidak, tiba2 ia terjatuh mebuat soeu kaget.

“Tiffany!”

******

Soeun kembali dari dapur sambil membawa es dan kompres ditangannya. Kemudian ia mengompreskannya kepada tiffany.

“Aw, Apo…”keluh tiffany ketika handuk itu menyentuh dahinya yg kena benturan ketika jatuh tadi. “Oiya, soeun-ah kapan kau kembali?”

“Baru saja. Dirumah sedang sepi makanya aku kesini mencarimu. Tapi kau malah begini…Kau ini, dari dulu sampai sekarang tak pernah berubah kebiasaan mabukmu masih sama…”omel soeun pada Tiffany. Tiffany nyengir.

“Kau kira harus bagaimana lagi aku untuk menghadapi semua ini kalau tidak begini? Hatiku sedang sakit… sangat sakit… aku tak bisa apa2 lagi selain minum”katanya masih dipengaruhi alchohol.

“Apa yg terjadi?”

“Mereka kejam…Mereka Jahat… Mereka kurang ajar… Aku benci mereka…”Tiffanny mengomel tak jelas membuat soeun tak mengerti.

“Apa maksudmu tiff? Tolong jelaskan lebih jelas, aku tak mengerti…”kata soeun benar2 tak mengerti.

“Mereka tak akan aku lepaskan. Lihat saja, aku akan membalas perbuatan mereka… aku akan membalas lebih menyakitkan dari ini…”

Soeun mengangkat alisnya semakin tak mengerti dengan ucapan. “Membalas? Membalas apa?”tanya soeun tak mengerti.

“Tentu saja membalas dendan atas dua bajingan itu…lihat saja…”

“Huh?”

“Kau harus membantuku soeun. Kau pasti akan membantukukan??”

“Mwo??”tanya soeun semakin tak mengerti. Tiffanny tersenyum kearah soeun.

“sebagai teman kau harus membantuku soeun…”

******

~Soeun POV~

Aku mengintai dimobilku sambil memperhatikan sekelompok pemuda yg asyik bermain basket dihadapanku. Oh tuhan, apa aku sudah gila? Kenapa aku harus melakukan semua ini? Ini jelas bukan urusanku, kenapa aku harus menyelesaikan ini…

Zzzttt….

Ponselku bergetar, aku meraih ponselku. Ternyata, itu adalah MMS dari tiiffany.

“Ini adalah Lee jinki atau Onew, dia adalah orang yg jahat padaku. Dia tipe orang yg sangat cuek dan susah untuk dimengerti. Tapi dia baik dan perhatian. Kau ingat ya soeun, kau harus membuatnya tertarik padamu, lalu setelah itu kau harus menghancurkan hatinya sehancur-hancurnya… kau mengertikan?”

Aku membaca pesan yg juga dikirim tiffanny padaku. Aku agak mengeluh, namun aku tetap membuka gambar orang yg tiffany maksud dan aku kaget melihatnya.

“Orang ini? Sepertinya aku mengenalnya? Tapi aku kenal dimana ya? Hmm… dia… dia… omo, dia pemuda menyebalkan dipesawat kemarenkan?”kataku pada diriku sendiri.

Tiba2 pemuda yg bernama Onew itu melintas dihadapanku, cepat2 aku merunduk menghindarinya. Ini belum saatnya…

*****

“Dan, ini kim Jonghyun, dia adalah seorang yg ahli dibidang musik apalgi piano. Sebenarnya, dia juga bukan pria yg playboy dia bahkan punya sisi yg sangat lembut. Dia juga mudah terpikat dengan gadis yg lembut dan aku tahu itu bukan dirimu. Kau harus feminim sedikit untuk mendapatkan hatinya, dan jangan pakai nama yg sama dengan namamu yg onew tahu.ingat buat dia menderita untukku…”aku membaca pesan Tiffany lagi sambil mengintai sesosok pemuda yg asyik memilih buku ditoko buku. Kemudian aku melihat gambar yg dikirim tiffany, ya sama persis dengan orang didepanku…

“Feminim? Feminim? Hm, apa aku harus berbuat gila demi hal ini?”tanyaku dalam hatiku. Aku terdiam sesaat, menimbang hal yg akan kulakukan kemudian tanpa fikir panjang aku menarik ikat rambutku dan segera merapikan rambutku dan ya dari tadi highheels ini sudah lengket dikakiku. “Apa ini cukup?”tanyaku sendiri.

Entah hal gila apa, akhirnya perlahan aku melangkah mendekatinya… Perlahan, dan perlahan aku kemudian berhenti tepat disampingnya dan ketika ia hendak meraih buku dengan sedikit trik aku meraih buku yg sama sehingga, tangan kami bersentuhan.

“Ng… Josohamnida…”dengan cepat aku pura2 manarik tanganku kembali begitupun ia.

“Oh, aniyo, seharusnya aku yg minta maaf. Kau mau ambil buku ini? Silahkan kau duluan saja…”katanya dengan sopan.

“Ng, kau yg duluan ingin mengambilnya. Kau yg ambil saja…”kataku sedikit pura2 malu2.

“Perempuan selalu pertama dalam kamusku…”katanya.

“Wah, lihat, ini buku yg kucari selama ini. Jaerin, lihat ini dia…”

Aw, aku mengeluh ketika sekumpulan anak SD datang dan mereka menabrakku yg sangat kesusahan dengan sepatuku alhasil aku terdorong dan waw seseorang menangkap tubuhku. Ya, pemuda ini menangkapku, dan aku lebih kaget ketika, matanya, kenapa matanya menatapku sedalam itu???

~End Soeun Pov~

TBC^^

Next episode:

-“Namaku Chu GaEul…”kata soeun menjawab pertanyaan dari jonghyun.

-“Aku Kim soeun kenapa kau menanyakan namaku huh? Kaukan bilang aku biasa saja, kenapa kau peduli…”Soeun langsung membentak Onew dihadapannya.

-“Aw, sakit…”soeun berseru ketika Jonghyun menyentuh kakinya.

-“Kau tinggal dimana, biar aku antar…”kata jonghyun sambil menggendong soeun dipunggungnya.

-“Ingat jangan sampai kau malah jatuh cinta pada mereaka..”Tiffany mewanti-wanti.

-“Suaramu bagus, dan kau pintar sekali main piano…”puji soeun ketika Jonghyun selesai bernyanyi untuknya.

-“Hya, kenapa kau tidur disini huh. Bangun, semua orang sudah pulang apa kau tak sadar?”kata Onew menggerakkan tubuh soeun.

-“Ini gila, tapi ya… aku menyukaimu sejak pertama melihatmu…”kata Onew sambil tersenyum menatapku.

-“Aa… kau… kau… KAU MENCIUMKU!!!”teriak soeun sangat kaget.

8 Comments Add yours

  1. kaoru selly SangEun mengatakan:

    wah seru nih …
    chingu ku tunggu part selanjutnya ..
    Bonanama part 3 nya mna ?
    q mnunggu lho ..

  2. Glodzbumsso mengatakan:

    Heyaaaaaaa
    Hayo eonnie ,
    Pilih sapa ?

    Keren keren chingu ..
    Penasaran aku sama part selanjut nya ^.^ ..
    Penasaran aku sama part selanjut nya ^.^

  3. Ina890826 mengatakan:

    wuaaa sso mau bls dendam buat tiffany??
    ckckcck
    pasti bakal seru ini,, sso antara onew dan jong.. kekeke
    si cuek ato si jago musik??
    dipilih dipilih,, *gakpenting
    lanjutttt lanjutttt author^^

  4. gerund mengatakan:

    Wah seru2!

    Lanjut thor, jgn lpa ff yg lain’x jg dlnjt ea!! Fighthing!

  5. Eppink mengatakan:

    Yaaa daebak chingu !
    Hwaiting !!!

  6. tanti no kawai mengatakan:

    Wah….. Seruuu nih….
    Sso menjdi 2 kepribadin….
    Lanjutttt

  7. Dewi mengatakan:

    ff nya lucu, bikin penasaran jugaa
    next eon

  8. My labila mengatakan:

    hai aku reader br salam kenal dan ijin baca ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s