~Love Me As You Can Part2~


Halo all, iam back dengan FF ini hehe. Oiya, sebelum baca Cuma mau beritahu semuanya. Aku ingat kalau di part sebelumnya aku membuat priview next episodenya. Tapi mian, pada akhirnya terjadi perubahan cerita yg gak sesuai dengan priview yg telah ada karena terjadi pengeditan. Jadi mohon maaf untuk semuanya jika ceritanya berbeda dari priview yg di post sebelumnya. Dan beginilah Part2 yg sudah diedit ulang….

Check this out^^

“SOEUN-AH APA YG KAU LAKUKAN??!!!”seruan donghae itu benar2 membuatnya begitu kaget. Ia tak menyangka Donghae akan datang secara tiba2 disana.

“Ddo..donghae?!”

“Apa yg kau lakukan ketika aku tidak ada?”serang Donghae kepada Soeun sambil mendekatinya.

“Donghae-ah, ini…”

“Kau berselingkuh dibelakangku ya?”Donghae memotong cepat membuat soeun tidak jadi melanjutkan kata2nya.

“Bu…bukan begitu..”

‘’Lalu ini apa? Dia?”Donghae berseru sambil menunjuk Kyuhyun didepannya yg hanya diam dan sedikit kaget. Soeun ikut melirik Kyuhyun.

“Ini bukan seperti yg kau fikirkan donghae. Dengarkan dulu, kenapa kau langsung marah2 begitu?…”tanya soeun berusaha meluruskan.

“Kenapa marah2? Aku melihat yeojachinguku berduaan dengan seorang pria dan hanya menggunakan baju mandi apa aku seharusnya tertawa dengan hal ini?”kata Donghae menekan kata2nya.

“Tapi yang kau tuduhkan itu salah. Kenapa kau tak mendengarkanku dulu…”kata Soeun ikut terbawa kesal karena tak diberi kesempatan bicara oleh donghae.

“Apanya yg salah huh? Kalian hanya berdua disini. Dia pria, kau wanita.Kau pakai baju mandi lagi, kau fikir siapa yg tak berfikiran begitu. “kata Donghae kemudian.

“Tapi bukan begitu, dia kesini mengembalikan Koony…”

“Koony? Kenapa kau selalu menggunakan dia sebagai alasannya? Kenapa kau selalu seperti ini padaku? Jangan2 selama ini, kau selalu memakai dia untuk mengkhianatiku”

“Kau ini bicara apa?”

Kyuhyun yang dari tadi hanya terdiam melihat pertengkaran kedua pasangan itu tak mengatakan apapun. Ia hanya diam menyaksikan pertengkaran keduanya, lalu kemudian dengan cuek berjalan keluar apartemen Soeun.

“Hya, kau mau kemana?”Donghae dengan cepat mencegat kepergian Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas, lalu menatap donghae datar.

“Aku tak ada urusannya disini. Aku mau pergi…”

“Kau fikir kau bisa seenaknya begitu? Bagaimana mungkin kau lepas setelah aku memergoki kau berada dikamar Yeojachinguku?”kata donghae lagi.

“Tapi tidak terjadi apapun…”Soeun dengan cepat menjelaskan lagi pada Donghae. Keduanya melihat kearah soeun sesaat, lalu kembali saling bertatapan satu sama lain.

“Kau tak dengar dia berkata apa?”tanya Kyuhyun pada Donghae.

“Berhentilah mengelak. Sebenarnya apa yg Soeun lihat dari pria kurus sepertimu? Aku bahkan lebih baik dalam segala hal…”kata donghae lagi pada Kyuhyun.

“apa kau bilang?”

“Aku tak bisa membiarkan kau seenaknya begini. Sekarang katakan, kau apakan Soeun? Apa hal yg telah kau lakukan padanya hingga putri kucingku yg polos bisa menjadi seperti ini…”kata donghae tanpa memandang perasaan soeun.

“Donghae-ah…”

“Apa maksud ucapanmu itu? Kau tidak tahu siapa aku? Kau bisa menyesal menuduhku begitu…”

“Ya, kau itu bukan pemuda yg baikkan? Kau tahu? Soeunku bukan gadis yg seperti sekarang ini, dia tak mungkin sejauh ini, itulah yg kutahu darinya. Tapi hari ini, aku melihat sisinya yg berbeda darinya dan aku yakin kaulah yg mempengaruhinya… Apa yg kau lakukan padanya…”

“Hey, jaga ucapanmu…”

“Kau itu bukan orang yg baikkan? Kau datang kesini untuk mempengaruhi Soeunkan…”

“Mwo?!”

“Kau pasti seorang berandalan iyakan?”

 “Aaah, nona, apa kau tak menyadarinya. Seleramu sangat payah dalam memilih pasangan…”kata Kyuhyun sambil menatap Soeun.

“APA KAU BILANG!!!!”Donghae berseru emosi.

Soeun tak lagi mampu berkata apa-apa melihat kedua pemuda dihadapannya itu. Keduanya sepertinya memang sedang sangat marah. Kyuhyun yg tak menerima dituduh seenaknya, untuk sementara hanya balas menatap tajam Donghae yg sudah menatapnya tajam duluan.

“Terserah, aku tak mau ambil pusing dengan hal ini. Jangan membawaku dalam hal tidak penting seperti ini…”kata Kyuhyun kemudian, lalu kemudian berjalan meninggalkan keduanya disana.

“Hya, kau takut aku kalahkan huh? Sini hadapi aku kalau kau berani…”seru Donghae berniat menyusul Kyuhyun tapi ia ditahan oleh seseorang yg juga diruangan itu. Donghae menatap soeun.

“Kau salah faham, ini tak seperti bayanganmu…”kata Soeun sambil memegangi tangan Donghae. Donghae menatap tangannya yg berada digenggaman Soeun, lalu menariknya.

“Aku selalu berusaha melakukan apapun untukmu. Tapi kau tak pernah melihat kehadiranku, kau sepertinya tak pernah mencintaiku…”kata Donghae kemudian.

“Donghae…”

“Pakaian ini, bagaimana mungkin kau menemui orang lain dengan pakaian seperti ini dimana hanya kalian berdua disini? Bahkan didepanku kau tak pernah begini. Apa salah jika aku sampai berfikiran, kau selama ini hanya mempermainkanku..”

“Donghae-ah, bukan begitu…”

Donghae tak lagi mendengarkan ucapan soeun, ia memilih meninggalkan soeun begitu saja. Soeun hanya terdiam dengan fikiran kacau.

*****

~Donghae POV~

Kim So eun-ah, Yeojachinguku yg selalu kucintai. Kenapa kau tega begini pada diriku? Kau mempermainkan diriku? Kau menduakanku. Benar, dulunya, aku kekanakkan ketika aku cemburu dengan kucingmu itu, aku sadari itu . Tapi bagaimana dengan sekarang? Apa kau masih menganggapku kekanak-kanakkan? Apa bagimu aku keterlaluan? Soeun-ah, aku cemburu, hatiku benar2 sakit ketika menemukanmu berdua dengannya dengan pakaian mandi seperti itu.

Tadi ketika bada sakit, aku benar2 bersalah meninggalkanmu sendiri dan tak menyentuh sedikitpun masakan yg kau buat. Dan aku kembali dengan segera setelah dari sana, Aku berlari setelah menyelesaikan masalahku dengan Bada. Kau tahu untuk apa itu semua? Kau tahu untuk siapa aku begitu? Semuanya untukmu dan karenamu. Aku tak ingin membuatmu marah lebih lama padaku, aku tak mau kau merasa kesal lebih lama lagi padaku. Tapi setelah aku kembali, nyatanya apa yg aku temukan. Dadaku langsung sesak melihat kau berduaan dengan pria lain di apartemenmu.

Lalu selanjutnya aku harus bagaimana? Aku tak tahu, ketika bertemu denganmu harus mengatakan apa. Aku tak tahu, apa seharusnya aku memutuskan hubungan kita ini? Apa seharusnya semuanya cukup sampai disini? Tapi yg aku tahu, aku bahkan tak bisa membayangkan harus berpisah darimu. Kehilanganmu adalah yg terburuk yg melintas dalam otakku…

~End Donghae POV~

******

Donghae mengunci apartemennya sebelum ia meninggalkan tempat itu. Ketika ia hendak melangkah pergi tiba2 pintu apartemen Soeun terbuka, keduanya saling bertatapan.

“Donghae-ah, apa kita bisa bicara sebentar?”tanya Soeun.

“Aku harus pergi…”sahut Donghae datar sambil mengalihkan pandangannya dari Soeun lalu melangkah hendak pergi. Soeun menatap kepergian Donghae dengan perasaan sedih. Tapi tiba2 terfikir sesuatu olehnya, ia dengan cepat berlari mengejar donghae dan memasuki lift yg dimasuki Donghae. Donghae kaget melihat Soeun.

“Kau tak bisa pergi begitu saja. Dengarkan aku, semua yg kau fikirkan semuanya tidak benar…”kata Soeun setelah berada disamping donghae.

“Soeun-ah, keluarlah, jangan begini…”

“Terserah kemanapun kau pergi aku akan mengikutimu. Kau harus tahu sebenarnya bagaimana, aku bukan seperti itu…”

“Soeun..”

“Terserah kau suka atau tidak aku akan tetap mengikutimu… Donghae-ah, kau berfikiran sudah begitu jauh… Aku tak ingin kau begitu…”kata Soeun.

“Soaun-ah, aku sedang tak ingin bercanda.sekarang juga, Kembalilah kekamarmu…”

“Tidak…”

“Soeun…”

“Donghae, kau itu salah faham jadi dengarkan… percayalah padaku…”

“Soeun…”

“Aku bilang aku akan mengikutimu. Kenapa kau tak membiarkanku menjelaskan, aku akan buktikan padamu kesungguhanku… Donghae, semuanya yg terjadi adalah kesalahfahaman. Dia datang untuk mengantarkan Koony…”

Soeun berhenti melanjutkan kata2nya ketika Donghae keluar begitu saja dari Lift, lalu ia berjalan menuju mobilnya.

“Donghae…”seru Soeun sambil mengejar Donghae ikut memasuki mobilnya.

******

Bunyi musik, bau rokok, bau alkohol menyeruak menjadi satu ditempat ini membuat Soeun merasakan begitu sesak didadanya. Sementara hatinya juga benar2 tidak enak, melihat Donghae dan eunhyuk yg asyik minum dikelilingi oleh banyak wanita disekeliling mereka. Soeun mendumel, ia kesal dengan sifat donghae yg terus tak mengacuhkannya dan dengan tebal muka bermesra-mesraan dengan mereka didepan soeun. Donghae benar2 ingin balas dendam.

“Oppa…. ayo minum lagi…”

‘Oya, gomawo…’’

Cih, soeun begitu muak mendengar pembicaraan antara mereka semua. Soeun kesal melihat gadis2 berbaju mini yg terus lengket dengan Donghae daritadi, mereka mencari kesempatan untuk berdekatan dengan donghae dan dengan senang donghae  meladeninya. Sifat kekanak-kanakkan donghae memang benar2 keterlaluan….?!!

“Donghae benar2, kenapa ia tega melakukan semua itu didepanku…’’kata Soeun dalam hatinya tak tenang sambil meminum minumannya.

Eunhyuk menghentikan meminum minumannya. Ia mendongakkan kepalanya kearah Soeun yg tampak panas sendiri disudut sana. Ia kemudian melirik Donghae didepannya yg memang sengaja berdekatan dengan banyak wanita2 itu. Eunhyuk menggeleng-geleng sendiri, ia heran dengan pasangan aneh itu.

“Oppaaaa, bagaimana kalau kita berdansa… aku ingin berdansa denganmu…”

“Aku juga oppaa…’’

Donghae hanya tersenyum kecil mendengar ajakan dari wanita2 disampingnya. Diliriknya Soeun yg duduk tak jauh darinya. Donghae berbalik dan menatap Eunhyuk.

‘’Jangan berbuat gila..’’bisik eunhyuk pada Donghae. Donghae tak menyahut, ia hanya tersenyum kearah eunhyuk, lalu ia kembali berpaling pada gadis2 disampingnya.

“Ayo…”ajak Donghae kemudian, membuat eunhyuk dan soeun benar2 kaget.

Donghae kemudian mengulurkan tangannya pada gadis didepannya. Lalu ia berjalan hendak menuju tempat dansa, ia bahkan tak melirik Soeun sedikitpun.

“Apa-apaan ini?”Soeun mengomel dalam hatinya. “Tidak bisa dibiarkan…”kata soeun sambil bangkit dari tempat duduknya dan menyusul donghae. Eunhyuk hanya menatapi mereka dengan geleng2 kepala.

Ketika sampai kedekat Donghae, ia dengan cepat menarik donghae dari gadis tak dikenalnya itu.

“Jangan ganggu dia. Dia namjachinguku…’’kata soeun pada wanita yg daritadi terus mendekati donghae itu. Wanita tersebut menatap soeun kaget, begitupun donghae. Wanita tersebut menatap donghae, penasaran sementara Donghae malah menatap soeun. Soeun kemudian menarik tangan donghae, membawanya menjauh dari tempat dan wanita itu.

“Ige mwo? Kenapa sampai sejauh ini?”tanya soeun pada donghae. Donghae tak menjawab soeun, ia hanya terus menatapi Soeun yg marah itu.

“Aku sudah berusaha minta maaf padamu. Aku sudah mencoba menjelaskan, tapi kau tak mendengarku. Donghae-ah, kenapa sampai sejauh ini. Tak adakah kepercayaanmu lagi padaku?”tanya Soeun sambil menatap donghae dan tetap memegang tangan Donghae.

“Aku ingin percaya. Kau tahu, aku begitu ingin mempercayaimu. Tapi setiap membayangkannya, hatiku menjadi tak tahu harus bagaimana. Sekarang setelah kau lihat apa yg kulakukan dengan wanita lain. Bagaimana perasaanmu? Apa kau mengerti akan posisiku?”tanya donghae kali ini bersuara kepada soeun.

“Donghae-ah… ini salah faham. Sampai kapan kau bisa mempercayaiku? Dia bukan siapa2…”kata Soeun.

“Kau tahu, ingin sekali aku mempercayai itu semua. Tapi seperti apapun ku coba aku tetap tidak bisa…”

“Kenapa kau begitu? Kau bukannya baru saja mengenalku, kau sangat tahu aku. Kau tahukan? Aku tidak mungkin melakukan yg kau tuduhkan itu…”kata soeun masih berusah meyakinkan Donghae. “Kau tidak tahu, semalam aku tidak tidur karena memikirkan ini. Demi tuhan donghae, ini membuatku sangat tidak tenang, berhentilah bermain-main seperti ini. Ini sangat2 mengganggu hidupku. Aku sangat sakit ketika kau menuduhku melakukan hal itu dengan dia, dengan orang yg bahkan tidak kukenal. Kau kejam menuduhku tanpa bertanya padaku dan langsung menghindariku, kau tega memperlakukan aku seperti itu. Sekarang apa? Maunya bagaimana? Kau ingin aku benar2 pergi dari hidupmu selama-lamanya?”tanya soeun kali ini tak kuasa menahan air matanya lagi. Donghae tak menyahut, ia hanya menatapi Soeun yg sudah menangis didepannya tapi ia tak juga mengatakan apapun.

“Kau benar2 ingin aku pergi? Baiklah, aku akan pergi…”kata Soeun kemudian sambil membalikkan badannya dan berniat meninggalkan Donghae, namun baru beberapa langkah, tiba2 seseorang memeluknya dari belakang, dia Donghae.

“Aku percaya padamu, Mianhae… Kajima…”kata Donghae sambil bernafas dirambut Soeun.

“Kenapa baru sekarang? Kenapa kau berfikir sampai selama itu? Kau ingin aku pergi dulu baru mau mendengarkanku…”kata Soeun masih menangis. Donghae terdiam, ia kemudian membalikkan tubuh Soeun hingga menghadap padanya. Donghae kemudian menghapus air mata Soeun dengan tangannya.

“Maafkan aku, aku benar2 dilema belakangan ini karena hal itu. Tapi aku sadar, kau tak mungkin begitu karena kau adalah Kim Soeun, Putri Kucingku…”kata donghae sambil tersenyum pada Soeun.

“Jinjja?”tanya Soeun masih ragu dan meredakan tangisnya.

“Hum, aku tak akan begini lagi…”

“Dan tak akan kesini lagi?”

“Huh?”

“Aku tak suka teman2 wanitamu itu. Aku muak melihat mereka berada didekatmu dan memanggilmu, Oppaaaa. Aish, hal itu membuatku ingin muntah…’’kata Soeun kemudian. Donghae tersenyum.

“Kau selalu menolak ketika aku menyuruhmu memanggilku oppa. Tapi kau marah kalau mereka memanggilku oppa…”kata Donghae kemudian.

“Bukannya aku tak suka dengan kata oppanya. Aku benci nada yg mereka gunakan untuk memanggilmu. Fals dan tak enak ditelinga…”kata Soeun.

“Namanya itu cemburu…”

Soeun terdiam, tak lagi menjawabnya. Donghae tersenyum melihat ekspresi Soeun. Donghae kemudian menarik Soeun.

“Kajja..”

“Eoddiseo?”

“Kau akan tahu nanti…”

Keduanyapun berjalan keluar dari tempat itu. Sementara disuatu sudut, sepasang mata memperhatikan kepergian keduanya.

“Pasangan aneh. Sebentar marahan, dengan cepat kemudian baikan. Huh, ketika marahan menyusahkan orang ketika sudah baikan aku malah dengan mudah ditinggalkan… ckckck”Eunhyuk bergumam smbil geleng2 sendiri.

*****

Soeun menatap langit malam Seoul dengan sangat bahagia. Ia bersenandung kecil sambil menunggu Donghae kembali membeli kopi panas untuk mereka. Hingga tiba2 donghae datang dan langsung menghampiri Soeun dengan sebuah senyuman. Donghae kemudian mengulurkan secankir kopi panas pada Soeun, soeun tersenyum dan menerimanya. Kemudian mereka berdiri berdampingan menatap langit malam seoul bersama.

“Setelah hari itu, akhirnya kita dapat menikmati musim salju pertama kita..”kata Soeun ceria sambil terus menengadahkan kepalanya menatap hamparan angkasa. Donghae ikut tersenyum melihat Yeojachingunya.

“Kau senang?”tanya Donghae kemudian.

“Hum, aku tak pernah sesenang sebelumnya ini…”

Donghae tersenyum tipis melihat Soeun yg asyik menyaksikan langit malam. Entah memikirkan apa, tiba2 sebuah senyuman tipis dan penuh makna tergampar diwajahnya sambil mengikuti pandangan soeun keangkasa.

“Donghae-ah…”Soeun memanggil nama donghae dengan nada yg rendah. Donghae berhenti menengadah langit, lalu balik menatap Soeun disampingnya.

“Hum..”

“Maukah kau berjanji padaku?”

“berjanji apa?”tanya Donghae penasaran sambil menatap Soeun yg belum juga menatapnya. Soeun berhenti menatap angkasa, lalu ia menurunkan pandangannya sambil melirik Donghae.

“Berjanjilah untuk tidak mengulangi hal yg tadi lagi. Aku mohon, berjanjilah untuk selalu mempercayaiku nantinya, apapun yg kau temukan atau apapun kata orang mengenai diriku. Berjanjilah, kau tidak akan pernah mencurigai aku dengan hal yg tidak mungkin aku lakukan…”kata soeun sambil menatap donghae dengan wajah yg serius. Donghae tersenyum tipis.

“Ya, aku berjanji untukmu. Aku akan selalu mempercayaimu apapun yg terjadi nanti…”jawab Donghae kemudian. Soeun tersenyum kearah donghae, sebelum akhirnya kembali menatap hamparan langit diatas sana. Donghae tersenyum, tiba2 sesuatu terfikir olehnya.

“Soeun-ah…”Donghae memanggil Soeun dengan nada yg rendah.

“Hum..”sahut soeun tanpa meliriknya melainkan hanya terus menatap langit malam.

“Berjanjilah untuk selalu bersamaku apapun yg terjadi nantinya…”kata Donghae sambil menatap soeun. Soeun berhenti menatap langit malam dan kembali menatap donghae.

“Kalau tuhan mengizinkan, aku akan selalu ada untukmu…”

Donghae tersenyum mendengar setiap ucapan Soeun, ia merasakan hatinya begitu lega dan bahagia dengan itu semua, begitupun soeun.

“Donghae-ah…”

“Ya…”

“Mengenai bada, aku minta maaf mengenai sikapku padamu ketika kau membawanya dulu. Sungguh, sebenarnya aku tidak pernah membencinya, ia begitu menggemaskan. Maafkan atas kekanak-kanakkanku yg telah membuatmu tidak nyaman selama ini sejak kau membawa Bada”kata Soeun lagi pada donghae. Donghae lagi2 tersenyum kecil dan tipis.

“Tidak, aku tidak pernah marah padamu mengenai Bada. Aku tahu, sejak membawa Bada aku memang sedikit mengacuhkanmu.. Tapi mengenai kemaren, aku benar2 tidak berbohong. Bada memang sedang sakit, bukan karena aku tak ingin memakan makananmu…”

“Arayo, aku percaya padamu…”

Keduanya saling tersenyum penuh arti satu sama lain.

“Soeun-ah…”

“Hum…”

“Aku ingin kau mempercayai ini…”kata donghae rendah.

“Mwoyo?”kata Soeun sambil menatap Donghae. Donghae tersenyum, menatap dalam mata Soeun kemudian Donghae mendekat dan dengan singkat Donghae mengecup bibir Soeun. *Puasa Puasa sebulan penuh puasa.. kkk~ #prakkk! (Reader ngamuk)*

“Saranghaeyo…”kata Donghae setelah mencium bibir Soeun. Soeun tersenyum ia balik menatap Donghae.

“Donghae-ah…”

“Ya, aku tahu kau mau bilang aku juga mencintaikukan? Ya, Soeun aku juga sangat mencintaimu… “ tiba2 Donghae memotong ucapan Soeun dan langsung memeluk tubuh Soeun dari belakang, dan meletakkan dagunya dipundak kiri Soeun. Soeun hanya tertawa kecil melihat ulah Donghae.

“Bukan itu sebenarnya. Tapi aku Cuma mau mengajakmu untuk menemaniku pergi kepusat perbelanjaan saja besok, karena barang makanan dikulkas sudah menipis…”kata Soeun sambil tersenyum.

“Mwo?”Donghae kaget dengan ucapan Soeun. Ia  melirik kearah Soeun dengan wajah sedikit cemberut. “Ya, ucapan itu merusak suasana sekali benar2 merusak. Tak bisakah ditunda untuk lain kali, jangan saat ini akukan sudah susah membangun suasana yg begini baik untuk kita…”kata Donghae mengomel pada Soeun.

“Bukannya mau merusak. Tapi apa kau mau besok tidak sarapan gara2 suasana yg kau anggap baik ini?”kata Soeun dengan entengnya.

“Ya Soeun-ah…”kata donghae dengan wajah sedikit kesal, Soeun tertawa.

“Baiklah, Nado hm ya Nado saranghaeyo Lee Donghae…”kata soeun kemudian melihat ekspresi Donghae.

“Mworagoyo?”tanya donghae pura2 tak mendengar.

“Huh lihat, siapa yg bercanda sekarang? “kata Soeun dengan wajah cemberut. Donghae tertawa gemas, lalu mecium pip kiri Soeun kemudian.

“Ya, walau bagaimanapun hubungan kita. Tanpa diucapkanpun kita tahu kalau kita saling mencintai…”kata Donghae kemudian. Soeun hanya tersenyum untuk selanjutnya, begitupun donghae. Keduanya akhirnya, menghabiskan malam itu dengan memandang langit malam di dekat Namsan Tower dengan posisi berpelukkan. *Auh, puasa puasa… #Kabburr…*

******

Donghae menatap kesal tumpukan belanjaan didepannya, kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Soeun yg juga masih asyik menimbang-nimbang beberapa barang didepannya.

“donghae-ah ayo kemari…”kata Soeun menyadari Donghae yg hanya berdiri mematung ditempat terakhir ia melihat donghae sebelum kembali sibuk dengan barang2 belanjaannya. Donghae mendorong keranjang belanjaan kearah Soeun dengan begitu malas lalu berdiri disamping soeun. Ia kemudian meraih beberapa belanjaan dikeranjang.

“Makanan kucing, Susu kucing, Makanan anjing, Susu anjing, Sampo anjing, Sampo kucing… Ck, apa-apaan ini semua…”Donghae mengomel panjang setelah menemukan beberapa barang yg letaknya paling atas.

“Hya Jagiya, apa kau berencana untuk memborong semua yg ada disini? Kenapa banyak sekali yg kau beli?”tanya Donghae pada soeun yg kini sudah berpindah ke stand kosmetik.

“Tentu saja membeli semua keperluan kita. Mumpung lagi diskon aku akan membeli semua yg dibutuhkan…”kata soeun tak menoleh pada donghae sedikitpun melainkan sibuk dengan barang2 didepannya.

“Yah, baginya yg dibutuhkan itu hanya segala hal tentang Koony Koony dan sekarang ditambah Bada. Dia bahkan tidak memikirkan sesuatu yg kubutuhkan untuk makan…”omel Donghae pelan dan kesal. Kemudian ia mendorong lagi kendaraan belanjaan mereka kedekat Soeun.

“Soeun-ah…”

“Donghae-ah, coba kau pilih lebih bagus wangi yg ini atau yg ini?”tanya Soeun memotong ucapan Donghae sambil menunjukkan dua botol parfum kearah donghae.

“Parfum pria? Koony pakai parfum pria? Atau untuk Bada”tanya Donghae dengan wajah heran. Soeun berdecak.

“Ck, kau ini… tentu saja ini untukmu…”keluh Soeun sedikit kesal.

“Untukku? Kukira kau membelikannya untuk Koony  atau Bada…”kata Donghae datar2 saja. Soeun berdecak lagi menatap Donghae.

“Kalau tidak mau ya sudah…”kata Soeun sambil meletakkan kembali dua parfum yang diambilnya dan berniat hendak pergi tapi donghae menahannya.

“Uri Putri kucing terlalu cepat marah ckckck, menakutkan…”katanya sambil meraih kedua kotak parfum tadi. “Aku memilih semua yg kau pilih untukku…”kata Donghae kemudian. Soeun berbalik.

“Jeongmal?”kata Soeun kemudian.

“Hum, silahkan… dua wangi ini tidak buruk?”

“Tidak buruk? Hya…”Soeun menatap Donghae kesal kembali, kemudian meraih botol parfum lainnya dan membukanya. “Apa ini cukup baik…”tanya Soeun sambil menyemprotkan parfum yg baru ia ambil itu kearah wajah donghae hingga Donghae memundurkan kepalanya.

“Hya, itu parfum perempuan. Kenapa malah memilih yg itu…”tanya Donghae kemudian.

“Katanya yg itu tidak buruk. Jadi tidak ada salahnyakan aku pilihkan yg menurutku tidak begitu buruk untukmu?”kata Soeun menyemprotkan lagi.

“Hya…”kata Donghae berusaha menutupi wajahnya dari serangan Soeun. Tapi soeun tetap tak berhenti menyemprotkan parfum itu ke Donghae. Pada akirnya, donghae ikut membuka parfumnya dan gantian menyemprotkannya kearah Soeun. Soeun terkejut, ia memundurkan kepalanya & menutupi wajahnya untuk menghindari serangan Donghae. Donghae tertawa puas sekarang.

“Bla bla bla bla bla…”

Keduanya berhenti melakukan hal bodoh dan memalukan itu, ketika orang2 disamping mereka sudah terdengar berbisik-bisik membicarakan mereka.

“sini…” Donghae menarik parfum ditangan Soeun kemudian memasukkan ketiga parfum tersebut kedalam keranjang. “Sekarang saatnya, hadiah dariku…”kata Donghae sambil menarik tangan Soeun.

******

Soeun berjalan-jalan sambil melihat-lihat beberapa pakaian yg berada didepannya. Ia tak begitu peduli dengan Donghae yg sibuk berbicara dengan penjaga tempat itu untuk menanyakan beberapa hal.

“Kesinilah…”kata Donghae sambil menarik Soeun kedekatnya. “Kau ikuti nona ini, lalu pilihlah baju yg kau suka…”kata donghae.

“Huh?”Soeun bergumam sedikit kaget & tak mengerti.

“Jangan bertanya lagi, pergilah sana…”kata Donghae sambil medorong tubuh Soeun kearah penjaga tempat itu yg telah berjalan sedikit di depan pada akhirnya Soeun mengikutinya.

Donghae tersenyum setelah soeun menjauh. Ia kemudian melihat-lihat lagi pakaian lain yg ada disana. Ia kemudian membalik-balikkan beberapa baju yg ada disitu.

“Oppa, ayo beli yg ini…”kegiatan donghae terhenti ketika ia mendengar sepasang kekasih yg tampak baru memasuki tempat itu sambil berpegangan tangan. Ada satu hal yg tiba2 terlintas difikiran Donghae melihat pakaian si wanita yg begitu minim dan sexy itu. Donghae tersenyum geli sendiri.

“Kalau ia memilih baju yg begitu boleh juga…”kata Donghae dalam hatinya sambil melihat kearah Soeun yg masih sibuk mengikuti penjaga toko. Donghae lalu tertawa sendiri memikirkannya.

“Kau mau yg ini?”Donghae mengalihkan lagi pandangannya kearah pasangan tersebut. Keduanya tampak sibuk menimang-nimang beberapa gaun yg berwarna putih, gaun pernikahan. Donghae tersenyum menatap deretan gaun2 putih tersebut. Kemudian ia lagi2 melihat kearah Soeun yg sudah tak kelihatan lagi, sepertinya sudah mulai memilih dan ingin mencobanya. Donghae hanya tersenyum sambil menatap lagi barisan gaun2 pernikahan tersebut.

Zzzzz…

Donghae menghentikan kegiatannya melihat-lihat gaun pernikahan itu lalu meraih ponsel disakunya.

“Eomma?”Donghae bergumam pelan menatap layar ponselnya dengan ekspresi yg serius. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah tempat Soeun mencoba pakaiannya. Lalu ia berjalan sedikit menjauh dari tempat itu sambil membawa ponselnya.

******

Donghae kembali ketempatnya tadi dengan wajah yg sedikit tegang dan serius. Tapi ia merubah kembali ekspresinya ketika seorang wanita anggun berjalan menggunakan sebuah gaun berwarna biru langi kearahnya. Donghae tersenyum kecil, lalu mendekati soeun.

“Eotte?”tanya soeun meminta pendapat donghae. Donghae tak menyahut, ia kemudian kembali menatapi soeun dari atas sambil bawah.

“Kau terlihat gendut…”kata Donghae kemudina. Soeun terdiam, menatap kesal, lalu hendak berjalan kembali kedalam ruangan ganti. “Hey, mau kemana?” Donghae menarik tangannya.

“Kau bilang aku terlihat jelek dan gendut jadi untuk apa aku memakainya. Terima kasih, atas pendapatmu yg sangat jujur…’’kata Soeun sangat kesal kearah Donghae. Donghae cengengesan.

“Aku bercanda, kau terlihat berbeda dan cantik sebenarnya. Aku baru tahu ternyata kau bisa secantik ini…Lagipula, mana boleh menolak pemberian kekasihmu seperti itu?”

“Huh lihat, sekarang kau mencoba merayuku…”kata soeun.

“Sudahlah, aku sudah membayarnya. Ayo pergi…”kata donghae sambil menarik tangan Soeun. Tapi soeun cepat2 melepaskannya.

“Bagaimana aku keluar dengan pakaian seperti ini?”tanya Soeun.

“Apa salahnya, kau cantik biar saja…”

“Tapi ini gaun malam…”

“Baju ya baju, kenapa harus ditentukan kapan mau dipakai…”

“Aish, pria ini…”

“Aish, wanita ini…”

“DONGHAE-AH…”

“SOEUN-AH..”

“Hya, berhentilah mengikuti kata2ku…”kata Soeun sangat2 kesal. Donghae lagi2 cengengesan. “Aku mau ganti dulu.. tunggu disini…”kata Soeun sambil berbalik. Donghae hanya menatapi Soeun dengan senyuman gelinya.

“Hya, jangan lama2 anak2 kita sudah kelaparan dirumah…”seru donghae pada soeun lagi. Soeun menatapnya kesal. Donghae tersenyum ketika Soeun memasuki ruang ganti itu kembali. setelah Soeun tak kelihatan, muka Donghae lagi2 terlihat serius dan muram sambil menatap kembali layar ponselnya.

******

‘’Donghae-ah… Eodiseo? Aku datang membawa makanan. Ayo sarapan dulu!!!” Soeun berseru ketika ia memasuki apartemen Donghae. “Donghae..”

Guk.. Guk.. Guk..

Soeun terhenti ketika tiba2 Bada berlari kearahnya dan bermain dibawah kakinya. Soeun tersenyum, ia meletakkan makanan yg dibawanya lalu mengusap bulu2 Bada.

“Ya, Bada-ah, mana Donghae?”tanya Soeun dengan suara yg menggemaskan. Bada hanya menggonggong ceria, kemudian soeun berjalan mencari donghae keseisi apartemen. Tiba2 langkahnya terhenti, ketika melihat sebuah surat terletak diatas meja makan.

Soeun-ah, selamat pagi…

Mianhae, mungkin ketika kau datang aku tidak ada dirumah.

Soeun-ah, maaf aku tidak minta izin dulu sebelum aku pergi padamu. Soeun-ah, harap sabar untuk menungguku kembali. Aku mohon agar engkau mau bersabar untuk beberapa saat ini. Dan untuk sementara, aku titipkan Bada kepadamu, tolong jaga dia. Aku akan kembali…

Soeun-ah, seperti janji yg kau ucapkan beberapa hari yg lalu. Berjanjilah untuk menungguku dan selalu bersama denganku apapun yg terjadi nanti. Dan tolong, percayalah padaku walaupun apapun yg kau terima nantinya. Percaya & Ingatlah bahwa aku selalu akan mencintaimu dan akan selalu bersamamu.

 

Noe Namjachingu…

Lee Dong hae…..

“Apa maksudnya ini?”tanya soeun tak mengerti sambil mentap surat ditangannya…

🙂TBC🙂

21 Comments Add yours

  1. kaoru selly SangEun mengatakan:

    anyeong eon ..
    wah FF nya makin keren ja ..
    Daebak deh pkoknya ..
    eon, ku tunggu yah part selanjutnya ..

  2. Anna mengatakan:

    Hayooo lho donghae knp lg nieyy,,heeemm curiga ada acr prjdohan ya #sok thu niey heee apapun ituu smg slh phamny ga lm2 ya🙂
    u/ ff let’ s replay ehhhmm kykny bkal sad ending ya??? #sok thu lg deh heee tp soeun ga co2k pairing ma jonghyun waaa gubraakk

  3. Poespa sang soeun mengatakan:

    Lanjutttttttt!!!
    Haeppa ke mna ya???jgn..2x *berpikiran gaje*
    haeppa nyanyi:
    ‘aku hanya pergi tuk sementara,bukan tuk meninggalkan mu selamanya…
    ‘aku pasti kan kembali pd drimu,,
    ‘……’ lupa…. *plakkkk
    wuaaa…
    Gag sabar nunggu next partnya…
    Jgn lama2 ya cingu…!!!
    *maksa*

  4. Glodzbumsso mengatakan:

    Ya ya ya !
    Donghae oppa mau kmana ?!!!
    Yah ! Oppa please don’t gooooo
    Nanti soeun eonnie diambilsama suami saya ??!!!!!!

    Gomapta uda beri tai ya chinguu
    Fighting for next part ^.^

  5. Glodzbumsso mengatakan:

    Maksud nya di beri tau chingu ^.^

  6. yexi woohae mengatakan:

    annyong…. daebak.. ne ff keren punya… gara2 ne ff aq jdi nge fans ne ma haeppa… ff nya menarik, lucu juga kata2nya mempermudah aq buat ngebayanginnya… aq suka bgt… lnjutin chingu,, aq tunggu…^^

  7. Ina890826 mengatakan:

    kyaaaaaa bingung mau komen apa…
    saya suka saya suka saya suka HaeSso couple^^
    aduuuuhhh so sweett, berantem tp setelah baikan makin mesra..
    cieeeeee *toel HaeSso*
    aigooooo tp knp ma Hae?? knp tiba” pergi?? hadeehh firasat gak baik ini,,
    semoga hbngan HaeSso gak berantakan ya,, janji lho author.. hehe
    pokoknya kereeennn,,,
    next part pasti di tunggu^^

  8. ellis mengatakan:

    eeem keren ceritanya di tunggu selanjutnya ya….

  9. geill mengatakan:

    yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    kacian soeun-nya di tinggal !_!
    kapan ya dong hae-nya balik????????????
    mending aq lanjut deh daripada penasaran……………….

  10. fauziyah mengatakan:

    seru banget ga boong! kereeeenn!!!! lanjutin

  11. kim sohyun mengatakan:

    waeyo??????
    what’s going on???????
    donghae kmna tuh??

  12. anastasia erna mengatakan:

    kemana dong hae..?
    koq ga bilang sih…
    kasian so eun…

  13. tanti no kawai mengatakan:

    =))W̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̇̇̇α̩̩̩̩̥W̶̲̥̅̊α̇̇̇α̩̩̩̩̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇ά̲̣̥α̇̇̇W̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥α̇̇̇=))
    Bener2 keluarga bahagia_dengan 2 anak…
    Ckckkckckkc

    Wahhh….. Dong hae kemn??????
    ˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚

  14. thata mengatakan:

    Kya penasarannnnnn..
    Kerennn ff mu author..^^

  15. thata mengatakan:

    Kyaa apa eomma`y akan menjodohkan donghae oppa..
    Aahhh terlalu rumitttttt. Tp bener” seruu kerennnnn..

  16. satsuki mengatakan:

    ffnya makin seru, makin bikin penasaran.

    baca next part

  17. marly mengatakan:

    Hedueh hedeuhh..keliatanya masalah uda di mulai deehh -_-
    Yg kuat yah soeun🙂 semangat!!

  18. kim Ra rA mengatakan:

    mereka berdua serem juga yach kalau marahan. apa lagi mr lee sampe kaya gitu pengen buat sso cemburu… tapi yang lebih kasihan lagi tuh hyuk pa keke di tinggalin gitu aja waktu mereka udah baikan////
    itu hae pa nya kemana…? mudah mudahan ga ada yang serius

  19. RANI mengatakan:

    wah baru aja bertengkar sekarang udah baikan lagi….🙂

    Tapi makin mesra aja nih mereka berdua…..

    Kenapa eommanya donghae nelpon dia???
    Dan kenapa tiba-tiba donghae pergi ke rumahnya???

  20. srianjani55 mengatakan:

    Jarang koment q yg berhasil
    kebanyakn gagal mulu ga tau npa
    mungkinkah donghae pulang ke ortunya
    apkh donghae ank orang kya
    terus gmna nasib sso
    poor so eun ….

  21. ammy5217 mengatakan:

    Aishhh hea klo cemburu sifatnya jlk juga hehe….btw hea mau pergi kmn yaa😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s