~Love Me As You Can Part3~


“Kau pernah katakan bahwa aku dapat percaya cintamu apapun yg terjadi. Kau tahu? Aku selalu berusaha memegang semua itu, tapi kenapa waktu seakan-akan selalu tak mengizinkan kita untuk bersatu?”

Kim So Eun Pov~

Lee Donghae, Namja Chinguku yg jahat… Kau pergi kemana? Kenapa kau pergi begitu lama dan tak pernah katakan padaku kau ada dimana. Ini sudah lebih sebulan sejak kau pergi dan sampai sekarang kau tak pernah kembali ataupun menghubungiku. Ada apa denganmu? Kenapa kau bisa memperlakukan aku seperti ini? Kau pergi tanpa ada satu hal pun yg dapat aku pegang sebagai jaminan untuk menantimu kembali. Kenapa kau begini? Apa kau tidak takut aku berpaling kepada orang lain? Hingga dengan begitu mudah kau meninggalkan aku tanpa satu kepastianpun. Kau harus kembali donghae, kau harus merasakan pukulanku ketika kau kembali nanti, kau tak bisa begini padaku.

Donghae-ah, kau tahu aku sangat kebingungan semenjak kau pergi. Setiap hari, aku selalu menyempatkan diri untuk membersihkan apartemenmu karena aku berharap kau bisa kembali dan tak perlu harus kesulitan lagi membersihkan apartemenmu ketika kau datang nanti. Setiap hari, aku selalu menyiapkan makanan yg lebih banyak seperti saat kau ada berharap kau bisa segera datang dan ketika kau datang kau bisa langsung menyantapnya. Tapi apa yg terjadi? Semuanya seakan tak ada gunanya kini. Apartemenmu masih sepi, dan makanan itupun akhirnya harus terbuang percuma karena tidak ada yg menyantapnya. Tapi bodohnya aku, aku selalu melakukan semua itu setiap hari.

Aku tahu, kau telah kejam memperlakukan aku begini. Tapi, aku tidak pernah bisa berhenti menunggumu.kau tahu kenapakan? Karena aku percaya dengan janji dan cintamu. dan kau sangat tahukan? Aku sudah tidak bisa lagi melihat orang lain selain dirimu, didunia ini hanya engkaulah satu2nya yg dapat aku lihat sejauh apapun aku berpaling.

Donghae-ah, kau tahu, Bada dan Koony benar2 tidak bisa berdamai satu sama lainnya. Mereka sekarang benar2 seperti ketika kita pertama bertemu, selalu bertengkar. Itulah yg selalu membuatku pusing, karena akhirnya bada harus tinggal sendiri diapartemenmu karena Koony selalu tidak suka ketika aku membawa Bada keapartemenku. Apa kau tega melakukan itu padanya? Kau tak kasihan ketika ia harus berada sendirian disana. Oleh sebab itu kembalilahh…. semuanya membutuhkanmu.

(<_>)

Author POV~

Dengan perlahan, Donghae memasuki sebuah ruangan. Donghae mengetuk pintunya, setelah terdengar sahutan donghae memutuskan untuk masuk kedalamnya. Donghae terdiam sejenak ketika baru saja masuk, ia menemukan seorang perempuan setengah baya terduduk diatas kursi roda. Donghae menghirup nafas, lalu mendekati perempuan itu.

“Ibu memanggilku?”tanyanya pelan sambil mendekat. Wanita itu berpaling kearah Donghae dan tersenyum.

“Ya, ada beberapa hal yg ibu ingin bicarakan denganmu…”

Donghae mengela nafas sejenak, lalu menatap wanita itu kembali. “Ibu ingin membicarakan hal apa denganku?”tanyanya.

Ibu Park Nae Ri, ibu donghae tersenyum menatap putra satu2nya itu. “Kau tahu, taeyeon akan segera kembali.”katanya dengan wajah begitu senang.

Donghae terdiam, ia menundukkan kepalanya dengan perasaan tak tentu. Ibunya menatap heran atas perubahan wajah anaknya itu.

“kenapa? Kau masih tidak senang?”

Donghae tersadar, ia menggeleng dengan pelan. “Ani, aku sudah katakan aku akan mengikuti semua keinginan ibu…”kata Donghae.

Ibu donghae tersenyum menatap putranya dengan begitu senang. “Kalau begitu, tentu kita dapat meresmikan pertunangan kalian segerakan?”

Donghae kaget, ia mengangkat kepalanya menatap ibunya. Ia tidak menyangka, kali ini arah pembicaraan itu semakin jauh. “Meresmikan pertunangan?”

“Ya, tentu saja…”

“Tapi bu, ini terlalu cepat. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya, mana mungkin kami langsung bertunangan setelah bertahun-tahun tidak bertemu?”tanya Donghae.

“Tapi kaliankan bukan pertama kali bertemu. Diakan selalu bersamamu sejak dulu, dia sebenarnya sudah lama menjadi tunanganmu…”

“Ya, ibu selalu mengatakannya kalau kami sudah ditunangkan sejak kami masih kanak-kanak. Tapi ibu, semua tidak bisa semudah itu. Setelah bertahun-tahun, semuanya tidak akan sama, akan banyak perubahan. Mana bisa langsung bertunangan begitu…”protes Donghae.

“Maksud ibu bukan pertama bertemu langsung tunangan. Tentu kalian akan menghabiskan banyak waktu dulu, dan kembali bernostalgia dengan kenangan kalian dulu. Ibu yakin, setelah kalian berbicara kalian akan saling cocok satu dan yg lain…”

Donghae terdiam, menghela nafas lagi, fikirannya sangat2 pusing dengan hal didepannya.

“Donghae, kaukan sebentar lagi.. akan menggantikan ayah mengelola Aiden. Kau memerlukan seorang pendamping untuk itu…. dan ibu percaya…. Taeyeon…. sangat tepat untuk mendampingimu…”kata ibu donghae agak kesusahan karena batuk2nya.

Donghae menatap ibunya. “aku bisa mengurus semua sendiri bu. Ibu tidak perlu susah payah…”kata Donghae.

“Tapi, ibu juga ingin segera mendapatkan cucu sebelum…. ibu…. meninggal….”

Donghae hanya terdiam, tak lagi menyahut perkataan ibunya setelah mendengar kata2 terakhir ibunya.

(-.-)

Lee Donghae POV~

Kim so eun…. bogoshipoyo… aku benar2 meridukanmu. Dadaku begitu sangat sesak karena tidak bisa melihatmu. Aku ingin melihatmu, ingin bertemu denganmu, ingin memelukmu seperti dulu tapi aku sungguh tak bisa melakukan itu saat ini, keadaan tak memberi peluang untukku.

Soeun-ah, aku tahu, mungkin kau bingung dengan keberadaanku yg menghilang tiba2 saat itu tanpa pamit padamu. Aku tahu, kau mungkin begitu sangat membenciku dan berniat melupakanku. Aku tahu semua salahku, semua karena kelemahanku. Tapi aku tak punya pilihan lain. Ibuku sedang mengalami penyakit yg begitu mematikan, setiap waktu tuhan mungkin bisa merenggutnya dariku, itulah sebabnya ia selalu memintaku untuk tidak pergi kemanapun. Aku tak bisa pergi, tentu sebagai seorang anak aku tak boleh meninggalkannya lagi, aku begitu sayang ibu, aku tak ingin kehilangan ibuku. Aku tak bisa membantahnya, walau sebenarnya aku sangat tidak ingin melaksanakan setiap keinginannya.

Keinginannya benar2 tidak aku harapkan Soeun. Ia memintaku untuk menikah segera dengan perempuan pilihannya. Seorang gadis yg sudah mereka tetapkan untukku sejak kecil, seorang gadis yg dulu membuatku terpaksa meninggalkan rumah berbulan-bulan, dan akhirnya menjadi penyebab aku kembali kerumah ini. Bagaimana ini soeun, aku tidak mau, sungguh aku tidak mau menikah dengannya, aku tidak mau menikah dengan siapapun, siapapun kecuali dirimu. Dihatiku hanya ada dirimu, aku hanya memiliki dirimu disana dan tak ada sedikit ruangpun untuk yg lainnya. Tapi bagaimana, ini demi ibuku aku tak ingin menyakiti ibuku lagi, itulah alasannya aku bertahan disini.

Tapi, kau jangan takut. Aku janjikan ini hanya untuk sementara. Aku akan memikirkan caranya keluar dari semua ini. Cepat atau lambat, aku tetap akan kembali padamu, aku berjanji. Kuharap kau sabar, aku akan terus mencari cara untuk kembali bersamamu. Kembali merasakan kebahagiaan bersamamu dan tentu saja kedua anak kita, Koony dan Bada. Kumohon, percayalah pada janjiku…

(*_*)

Donghae masih asyik merenung didepan tempat tidurnya, ia memikirkan cara yg bisa membuatnya keluar dari masalah ini. Cara yg bisa membawanya keluar dari masalah ini, dan cara yg bisa membawanya kepada seorang gadis galak yg begitu dicintainya.

Donghae menghirup nafas, setelah lagi2 mendapatkan kebuntuan, ia kemudian bangkit dan berdiri didepan meja didekatnya. Donghae menatap bayangan dirinya dicermin dengan pikiran masih campur aduk, tapi tiba2 kegiatannya terhenti ketika ia melihat sesuatu didepannya. Donghae memeriksa setiap benda2 dihadapannya, ia merasa panik ketika tidak menemukan sesuatu. Donghae segera pergi keluar.

“Pak Kang! Pak Kang…”donghae berseru memanggil ketua pelayan dirumahnya. Hingga seorang pria setengah baya mendekatinya.

“Ada apa tuan muda?” laki2 itu menjawab dengan segera.

“Siapa yg tadi membersihkan kamarku?”tanya Donghae.

Pak Kang, tak langsung menjawab ia berpaling keseluruh ruangan mencari orang yg dimaksud Donghae. “Kwang Min Seok, segera datang kemari…”panggilnya pada seorang pelayan yg berdiri didekat sana. Wanita itu mendekati mereka berdua. “Dialah yg bertugas membersihkan kamar anda tuan muda”kata Pak Kang.

Donghae beralih, ia menatap pelayan didepannya. “Aku tidak pernah melihatnya, dia baru?”

“Ya, dia baru datang pagi ini tuan muda…”sahut pak Kang.

Donghae menatap pelayan itu. “Kau yg membersihkan kamarku?”tanya Donghae.

“Ya tuan muda..”

“Lalu, apa kau melihat parfum wanita yg terletak diatas meja kamarku? Kenapa aku tak bisa menemukannya?”tanya Donghae.

Wanita itu berfikir, lalu menyahut “Ya, aku sudah membuangnya tuan muda…”

“Kau membuangnya? Kenapa kau bisa berlaku seenaknya seperti itu?”Donghae memotong ucapan pelayan itu. Pelayan itu menjadi sedikit ketakutan.

“Ka…karena parfum itu tidak sengaja tersenggol dan pecah tuan muda. Lagipula, aku lihat isinya sudah hampir habis jadi kufikir tuan muda tidak mungkin memakai parfum wanita tentu  tuan tidak akan keberatan jika aku membuangnya…”

“Nyatanya aku keberatan, berani sekali kau mebuang barang dikamarku seenaknya. Sekarang dimana parfum itu?”

“Aku, membuang kotaknya ditempat sampah tuan muda…”

“Tempat sampah? Astaga, tempat sampah yg mana?”tanya donghae mendesak.

“Tempat sampah, dibelakang tuan muda…”dia menjawab takut.

Donghae menatap marah bawahannya itu “Lain kali jangan pernah menyentuh barang2ku seenaknya. Kalau tidak mau aku pecat…”kata Donghae sambil berjalan menuju belakang rumahnya. Semua bawahannya mengikutinya kebelakang.

Ketika menemukan tempat sampah yg dimaksud. Tanpa fikir panjang, donghae mengeruk sampah2 yg ada disana dengan tangannya dan membuangnya didekat sana sehingga semuanya berantakan. Donghae baru berhenti, ketika ia menemukan sebuah kotak parfum wanita berwarna merah muda yg telah terbagi tiga bagian. Donghae menghela nafasnya lega ketika berhasil menemukan hal yg dicarinya, ia menggenggam parfum itu.

“Benda ini dulu pernah dipegang Soeun dan menjadi kenangan sendiri untuk kami. Dan tidak ada satu hal pun dari Soeun yg boleh dijauhkan dariku…”fikirnya dalam hati.

(&_&)

Seorang Bartender asyik brmain-main dengan minuman ditangannya lalu menuangkan pada para pengunjung bar yg sudah menunggu didepannya. Hal itulah yg selalu ia lakukan selama berjam-jam ini. Hingga tiba2 ada seorang gadis yg mendekatinya. Pemuda itu kaget ketika ia mengangkat kepala dan menemukan wajah gadis didepannya.

“Soeun?”

“Eunhyuk oppa, apa kita bisa bicara?”tanya Soeun begitu serius.

(._.)

“Aku tidak bisa memberi tahukan hal ini Soeun, mianhae…”kata eunhyuk setelah beberapa saat soeun menanti jawabannya. Soeun menghela nafas.

“Tapi oppa, aku benar2 tidak tahu lagi harus bertanya pada siapa. Hanya oppa yg dapat mengatakan padaku keberadaan Donghae…”kata Soeun lagi.

“Aku tahu kegelisahanmu, tapi aku sungguh tidak berwenang mengatakannya. Kau sebaiknya tahu dari donghae sendiri mengenai ini…”

“Bagaimana aku akan bertanya padanya? Sementara aku tidak tahu ia ada dimana. Kumohon oppa, tolong beritahu aku…”kata soeun memelas.

Eunhyuk terdiam, ia berfikir akan apa yg harus ia lakukan sambil menatap wajah Soeun yg benar2 terlihat begitu sedih.

“Mianhae Soeun, tapi aku sudah janji pada donghae tidak akan memberitahukan hal ini padamu. Karena seharusnya memang Donghae yg menjelaskannya…”kata Eunhyuk kemudian. Soeun terdiam, ia menghela nafas begitu berat. “Mian soeun, tapi aku harus kembali bekerja. Maaf aku tak bisa memberitahumu…”kata eunhyuk sambil bangkit dan berniat masuk kembali kedlam bar. Soeun tak menyahut, ia masih terdiam di tempat duduknya. Eunhyuk kembali melirik Soeun.

“Soeun, aku memang tidak bisa memberitahu apapun. Tapi, aku harap kau masih bersedia untuk menunggu dan percaya kepada Donghae”kata Eunhyuk. Soeun tak menyahut, ia berusaha menahan air matanya. Eunhyukpun akhirnya meninggalkannya.

(T_T)

Soeun membuka apartemennya begitu lesu, ketika terbuka dan hendak masuk tiba2 ia teringat sesuatu. Soeun berbalik dan menatap pintu didepan apartemennya. Soeun menghela nafas, ia mengambil card pembuka apartemen itu setelah memasukkan kodenya pintu itu terbuka.

“Bada…”panggilnya dari pintu.

Guk Guk… Guk…

Seorang Puppy yg lucu keluar dari dalam apartemen sambil mendekati Soeun. Soeun agak heran, melihat Bada yg berjalan dengan lesu padanya. Soeun bersimpuh dan memeluknya.

“Wae?”tanyanya pada Bada. Tentu Bada tak menyahutinya, tapi Bada terlihat berbeda dari biasanya. Ia lemah, matanya tertutup rapat.

“Bada… kau kenapa?”tanya Soeun cemas sambil menggerakkan tubuh Bada. Tapi Bada tetap tidak membuka matanya, Soeun merasakan tubuh Bada sangat lemas. “Bada, kau kenapa? Bada… bangunlah, jangan begini…”Soeun berkata dengan berlinangan air mata.

“Bada kumohon bangunlah…”soeun semakin panik karena Bada tak juga bereaksi. “Bada…”katanya sambil menangis.

Kyuhyun yg kebetulan baru saja datang melihat heran pada Soeun yg menangis didekat apartemennya sambil memegangi seekor Puppy. Kyuhyun mendekat.

“Kenapa?”

“Bada, tolong dia. Dia tidak bangun2, dia tidak bangun2…”kata Soeun sambil menangis pada Kyuhyun. Kyuhyun menoleh pada Bada. “Bada kumohon bangunlah, jangan begini…”katanya sambil menangis lagi.

Kyuhyun menatap iba, lalu kemudian ia menatap Bada ditangan Soeun. “Sini aku lihat…”katanya sambil meminta Bada. Soeun menyerahkan Bada pada Kyuhyun, ia kemudian menatap Kyuhyun penuh harapan.

“Bagaimana? Dia masih hidupkan? Dia tidak matikan?”tanyanya begitu sedih pada Kyuhyun. Kyuhyun tak meyahut, ia memeriksa keadaan Bada.

“Jantungnya masih berdetag, sebaiknya kita membawanya segera kedokter hewan sebelum terlambat…”katanya pada Soeun.

“Ayo…”kata Soeun cepat sambil menghapus air matanya.

(T_T)

“Kau dengarkan, dia masih perlu dirawat untuk selanjutnya. Kau tidak bisa membiarkannya sendiri di apartemen kosong itu…”kata Kyuhyun sambil keluar dari lift. Soeun mengangguk.

“Ara, aku sebenarnya tidak tega melihatnya tapi aku juga tidak bisa membawanya ke apartemenku…”kata Soeun lesu.

“Lalu?”tanya Kyuhyun.

“Entahlah…”

Kyuhyun terdiam menatap Soeun, ia begitu iba melihat Soeun yg terlihat benar2 menanggung beban yg berat. “Kalau kau tidak keberatan, untuk sementara biar aku yg merawatnya… aku akan menjaganya, aku janji…”kata Kyuhyun kemudian. Soeun agak kaget, ia menatap Kyuhyun dengan sedih. Air matanya tiba2 berlinang.

“Gomawo… Jeongmal gomawoyo…”katanya berusaha menghapus air matanya. Kyuhyun tak menyahut, ia hanya menatap gadis didepannya yg mulai menangis lagi. “Uljima…”katanya pelan pada Soeun.

(T_T)

Soeun segera menemui atasan yg memanggilnya. Hari ini, tiba2 soeun dipanggil atasannya, soeun yg bekerja sebagai salah satu karyawan dihotel bintang lima pergi menemui atasannya itu.

“Ada apa Hwan Eonnie?”tanyanya pada wanita yg berdiri didepannya.

“Oiya, soeun aku ada tugas. Ini, dompet direktur ketinggalan, kau bisakan mengantarkannya kerumah direktur?”tanya wanita bernama Hwan itu.

Soeun mengangguk “Ya hanya berikan alamatnya aku akan mengantarnya…”jawab Soeun.

Hwan menyerahkan beberapa hal pada Soeun.

(._>)

Donghae duduk didepan meja makan tanpa sedikitpun gairah. Sementara kedua orang tuanya tampak begitu bahagia. Tiba2 Pak Kang menghadap.

“Tuan Cho dan keluarganya sudah datang, tuan…”kata Pak Kang melapor.

Kedua orang tua Donghae tampak sangat senang, keduanya berdiri dari tempat duduknya. “Ayo donghae berdirilah, berikan salam pada Taeyeon dan keluarganya…”kata ibu Park. Akhirnya dengan malas Donghae ikut berdiri.

“Annyeong Lee, apa khabarmu?”tiba2 datang sekelompok orang kedalam ruangan yg disambut kelurga donghae.

“Annyeong, aku baik cho. Kau bagaimana? Kau tambah gendut saja…”

“Hahaha, kau tahu saja…”

Kedua keluarga yg sudah tidak bertemu dalam waktu yg lama itu berkumpul dan saling bersalaman satu sama lain. Donghae hanya terdiam.

“Bibi…” tiba2 seorang gadis menyapa ibu park dengan nada manja.

Ibu Park menatap senang “Astaga Taeyeon ini kau. Astaga, kau tumbuh dengan begitu cantik..”puji Ibu Park pada gadis itu. Gadis itu hanya tersenyum. Ibu donghae tersadar, ia kemudian membawa Donghae kedekatnya. “Donghae, ini Taeyeon kau masih ingatkan…”kata ibu Park pada donghae.

Donghae menatap Taeyeon sesaat, lalu mengangguk. “Ya, aku ingat…”kata Donghae datar. Taeyeon tersenyum umtuk kemudian.

“Oiya, yg satu lagi mana?”tiba2 Pak Lee kembali bertanya pada Pak Cho.

Pak Cho tertawa “Ada, tapi tadi ia mengambil sesuatu dulu di mobil…”jawab pak Cho.

“Itu dia, kyuhyun ayo kemari nak…”tiba2 ibu Taeyeon menyahut ketika seorang pemuda yg berbadan tinggi datang kearah mereka. “Semuanya kenalkan, ini Kyuhyun dia adalah anak bungsu kami…”kata ibu Taeyeon kemudian sambil memegang tangan Kyuhyun.

“Oh, dia begitu tampan..”puji Ibu Park.

Sementara Donghae hanya terpaku melihat pemuda didepannya. Begitupun Kyuhyun, keduanya hanya terdiam sambil menatap satu sama lain.

(-0-)

Soeun turun dari taksi setelah menemukan rumah yg ia tuju. Setelah membayar, ia mendekati rumah yg mewah tersebut.

“Permisi, ada yg bisa kami bantu nona?”seorang penjaga bertanya pada Soeun.

“Oiya, aku adalah karyawan dari Aiden Hotel. Aku datang untuk mengantar dompet Tuan Lee Young Seob yg tertinggal…”

(@_@)

“Jadi bagaimana dengan pertunangannya?”ibu Donghae langsung bertanya hal tersebut disela makan malam mereka.

“Ah Yeobo bukankah ini terlalu mendesak?”ayah Donghae langsung berkomentar.

“Oh aniyo, bukankah lebih cepat lebih baik Young Seob-ssi?”ibu Kyuhyun ikut berkomentar mendukung ibunya Donghae membuat suasana menjadi terasa dekat malam itu. Semuanya tertawa senang, termasuk Taeyeon yg tersenyum malu2, sementara dua pemuda lainnya hanya mendengar malas perbincangan itu sambil sesekali saling bertatapan.

“Maaf, mengganggu. Tuan, ada seorang karyawan hotel yg datang untuk mengantarkan dompet anda yg tertinggal..”kata Pak Kang yg kembali memasuki ruang tempat kedua keluarga itu berkumpul.

“Oh ya, suruh masuk saja. Aku memang menunggunya…”kata ayah donghae kemudian. Pak Kang mengangguk, ia kemudian kembali keluar dari sana.

“Aku kira kita akan menjadi besan yg rukun…”ibu Donghae kembali berkata demikian.

Pak Kang kembali memasuki ruang makan tersebut kali ini ia tidak sendiri, ada seorang gadis yg bersamanya. Dan ketika gadis itu masuk, tiba2 saja Donghae yg tadinya ingin makan menaruh kembali sendoknya begitupun Kyuhyun yg hampir tersedak ketika melihat gadis itu masuk.

“Ini karyawan yg datang itu, tuan..” Pak Kang kembali bersuara sambl membawa Soeun. Soeun mengangkat kepalanya yg daritadi menunduk.dan ia benar2 kaget ketika orang pertama yg ditemukannya adalah Donghae, orang yg dirindukannya ia juga dapat melihat Kyuhyun disana.

Soeun terdiam, ia menunduk lagi, daritadi ia sudah mendengar kata2 pertunangan yg tak sengaja ia dengar. Ia mencoba menguatkan dirinya. “Ng, tu..an, aku datang untuk mengembalikan dompetmu…”katanya pelan dan sedikit bergetar.

Donghae terdiam, matanya tak lepas memperhatikan seseorang yg ia rindukan itu, ia dapat merasakan kesedihan dihati Soeun begitupun Kyuhyun.

“Ya, terima kasih Nona. Terima kasih atas bantuanmu…”kata ayahnya Donghae sambil mengambil dompetnya. Soeun mengangguk lalu menunduk untuk kemudian kembali menegakkan kepalanya.

“Ng, kalau begitu aku pergi dulu…”

“Tunggu nona..”ibu donghae cepat memotong ketika Soeun hendak berbalik dan pergi. Membuat Soeun terhenti dan berbalik lagi. “Yeobo, nona ini sudah susah payah datang kemari jadi harusnya kau memberikan sedikit imbalan untuk membalasnya…”usul ibunya Donghae.

“Huh? Anniyo, annyio Nyonya tidak perlu…”kata Soeun kaget.

“Sudah jangan menolak, terimalah nona atas permintaan terima kasih kami. Hm, Yeobo ayo berikan sedikit imbalan…”kata ibu donghae pada ayah donghae. Soeun tak lagi berkata apa2, ia hanya menunduk menahan kesedihannya sementara Donghae dan Kyuhyun hanya diam.

“Ahh, aku ingin Yeobo tapi aku tidak punya uang tunai didompetku saat ini…”kata ayah Donghae kemudian.

“Ahh, sayang sekali. Hm, begini saja, Donghae kau bisa pakai uangmu dulu untuk nona ini?”tanya ibu Donghae pada Donghae yg masih memperhatikan soeun yg menunduk.

“Huh?”Donghae kaget dan tersentak, ia tak menyangka akan usulan ibunya itu.

“Kau punya uang tunai di dompetmukan? “tanya ibu Donghae lagi.

“Aniyo, Nyonya tidak perlu, tidak apa2…”kata Soeun mencoba membantah.

“Jangan menolak nona, terimalah sbg rasa terima kasih kami. Ayo Donghae…”

Soeun dan Donghae langsung beku karena ucapan ibunya Donghae tersebut. Kyuhyun hanya menatap Soeun yg menunduk itu kemudian beralih ke donghae yg terlihat dilema. Soeun menunduk ia menahan kesedihannya, sementara Donghae masih terdiam sambil berfikir akan hal yg akan dilakukakannya. Ia benar2 tak tahu harus mengatakan atau melakukan apa untuk saat itu.

20 Comments Add yours

  1. Anna mengatakan:

    Teng teng first comment,,haduuh2 bc part ini bnr2 bkin hti2 ka2 dag dig dug,,mantap bnr alurny aplgi ending partny ini niey plg demen bkin org pnsrn yaa hee :-)dtggu amt sgt segera lnjtny

    1. princessclouds mengatakan:

      Ya, terimakasih karena udah setia membaca kakak^^

  2. yexi woohae mengatakan:

    suka banget ma cerita ini…. ikut dilema sendiri ne… hhe…. lanjut chingu….

    1. princessclouds mengatakan:

      ya, terima kasih udah berkunjung dan mau baca ^^

  3. kaoru selly SangEun mengatakan:

    haduh sedih banged ngeliat nasib so eun n donghae …
    chingu lnjutkan ..

    1. princessclouds mengatakan:

      gomawo udah baca ya chimgu..

  4. poespa sang soeun mengatakan:

    wuaaaa…
    bener pemikiranku..
    *di jitak author

    hm……
    ya udah lw haeppa gag mw…eonnie so eun sma kyuhyun aja!!!
    *di plototin author…

  5. Glodzbumsso mengatakan:

    Eonn , jangan nangis ya ..?
    Ayo eonnie kuat kok ..

    Haeppa kok cuma diem ?!
    Kyuppa ayo bantu soeun eonnie !!
    Kasian tau gak ada yg belain😦

  6. meilasari mengatakan:

    wah , nambah sedih aja .
    kasian banget nasib soeun .
    lanjutkan cerita.a chingu .😀

  7. Ina890826 mengatakan:

    ini konfliknya makin rumit ya.
    huaaaaaah ottokhae?
    sedih liat kisah cinta mereka..
    ayo author ppaliiiiiii satukan mereka lagi….
    jangan bikin mereka pisah,,
    gak boleeehh
    *ngancem*
    wkwkwk

  8. DHiyah Zt DoUx mengatakan:

    summpppaahhh ,, q sampe shock sndiri bca y ..
    kasian bgt so eun eonni .. =(

  9. geill mengatakan:

    uhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,sabar ya soeun jgn sedih……………………………………
    lanjut lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.

  10. fauziyah mengatakan:

    seru banget yg ini feel nya dapet!!

  11. kim sohyun mengatakan:

    so poooooooooor…..soeun ah……….

  12. anastasia erna mengatakan:

    aduh…sedih banget sih…
    air mata g ga berhenti nich…
    kasian nasib so eun…

  13. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa….. Kasiannnn bngetttt Sso eunni…..
    Tp dong hae juga pasti dilema dengan keada’an Ĭηĭ …..
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    Kyu oppa_bantu Sso dong….
    Huhuhu

  14. thata mengatakan:

    Kyaa bner” sakit liat so seperti itu..suasana yg bener” ga enak..
    So semngattttt..
    Kaeadaan yg terlihat sgd kejam..

  15. satsuki mengatakan:

    sabar ya sso,
    ada apa denganmu donghae??

    keren ffnya

  16. kim Ra rA mengatakan:

    huaaaaaa kenapa jd sad gini hiks.. hiks… ternyata sso kerja di hotel milik donghae huaaaa makin tegang ga sabar pengen ke part selanjutnya/.

  17. RANI mengatakan:

    ya ampun ternyata eommanya donghae nelpon dia buat melanjutkan rencana pertunangannya donghae dan taeyeon😦

    Kasihan so eun jadinya,,,, apakah dia nanti akan sama kyuhyun???

    Next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s