~Love Me As You Can Part4~


Hai semuanya, saya kembali dengan FF ini…

Oiya, karena edisi ultahnya Kakak saya yg sangat Angelic yaitu Kim So Eun makanya semuanya dipost tepat ditanggal baik ini.

Oiya, Cuma mau ngingetin, buat semua yg baca mohon komment dan rate setiap postnya ya. Karena mulai sekarang setiap post akan dibuat next episodenya berdasarkan banyak komentar serta ratenya kalau sudah memuaskan aku baru mau bikin lanjutannya. Kalo gak ya, mungkin aku bikinnya gak segera dan aku bakal ngepost cerita lain aja buat sementara. Gimana gak maukan? Makanya mohon bikin komentar ya buat semangat buat author buat bikin lagi. Karena semakin banyak komentarnya, maka inspirasinya makin lancar sementara kalo sebaliknya author jadi agak malas -_-.

So, Please Comment and Rate ya Readers… ^^

“Aku ingin memberikan kado spesial untukmu dihari ulang tahunmu ini. Jadi kau tahukan Apa yg sebaiknya kita lakukan dalam keadaan seperti ini Soeun-ah?”

[]

“Donghae? Kenapa kau malah melamun? Ayo, jangan biarkan nona ini terlalu lama menunggu…”seruan ibunya Donghae lagi2 mengagetkan Donghae. Ia menoleh kearah ibunya, ia bingung harus bagaimana sementara semua mata fokus padanya kecuali Soeun yg menunduk. “Donghae…”

“Huh? Ya….”Donghae masih dalam keadaan bingungnya, ia menatap Soeun sekali lagi. Kemudian tangannya meraih sesuatu disakunya, agak beberapa lama. “Aah, sepertinya dompetku tertinggal dikamar aku tidak bisa menemukannya…”keluh Donghae sambil memeriksa sakunya.

“Benarkah?”

“Ng, josohamnida nyonya tidak perlu… aku harus pergi sekarang, aku terburu-buru… Anyeong haseyo…”kata Soeun menengahi suasana yg tidak tentu itu, kemudian dengan cepat berjalan keluar dari tempat itu setelah memberi penghormatan. Donghae menatap kepergian Soeun dengan perasaan yg kacau, ketika ia mengangkat kepalanya ia melihat Kyuhyun menatapnya dengan pandangan datar yg tajam. Donghae kemudian berpaling.

[]

Soeun tak mampu lagi membendung air matanya ketika ia berada diluar rumah Donghae. Air mata yg tadi ditahannya kini benar2 lepas tak terkendali. Soeun kemudian berlari menjauhi rumah Donghae, menembus hujan yg begitu lebat. Soeun sudah tak mendengarkan panggilan2 penjaga rumah Donghae kepadanya, ia memilih untuk berjalan dan terus berjalan hingga didepan gerbang rumah Donghae, tiba2 sebuah mobil putih berhenti didepannya.

Eunhyuk mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil dan menatap kearahnya.

“Soeun, apa yg kau lakukan hujan2 begini? Masuklah!!”seru Eunhyuk terdengar disela2 hujan yg turun. Soeun menatap Eunhyuk dengan ragu, Eunhyuk menoleh padanya ia menemukan kesedihan dalam diri Soeun. “Aku akan menceritakan semuanya sekarang, jadi ikutlah untuk mendengarkan…”kata Eunhyuk lagi pada Soeun. Soeun terdiam, ragu, sambil berfikir.

“Aku sudah tahu semuanya…”kata Soeun pada Eunhyuk. Eunhyuk menggeleng.

“Tidak, kau belum tahu semuanya. Kau hanya tahu sebagian kecil saja, jadi sebaiknya kau mendengarkan segala keseluruhannya…”kata Eunhyuk lagi. Soeun terdiam dan masih menimang.

[]

~Lee DongHae POV~

Soeun-ah, hujan begitu deras saat ini dan aku tahu kau sedang terkurung dalam hujan dengan hati sedihmu sekarang. Soeun-ah, Mianada, maafkan aku yg lagi2 harus membuatmu menagis dan sedih lagi. Aku tahu aku begitu payah dan aku tak bisa menjagamu dengan lebih baik. Aku hanya bisa membuatmu menangis dan lagi2 menangis. Seharusnya tadi aku tidak hanya diam, seharusnya aku langsung memelukmu tadi mengingat betapa besarnya rasa rinduku. Seharusnya aku tadi langsung mengenalkanmu pada orangtuaku, dan seharusnya ku jelaskan gadis itu bukan siapa-siapa, bukan tunanganku, bukan gadis yg aku cintai… sehingga kau tak harus lari dengan perasaan yg lebih terluka lagi.

Tapi aku payah, aku lemah, aku tak bisa berkutik… seharusnya aku tidak begitu padamu, seharusnya aku tak membiarkanmu terluka lebih dalam lagi. Sudah cukup penderitaan yg kau terima karena aku, sudah cukup rasa sakit aku berikan padamu, seharusnya aku memberikan ribuan rasa bahagia padamu sehingga aku bisa melihat senyummu kapanpun kita bertemu bukannya sebuah air mata lagi dan lagi. Arayo, Naega Neomu Baboya, Nan Ara…

[]

 

Donghae berdiri dibalkon rumahnya sambil menatap nanar hujan yg turun. Ia menghela nafas, ketika bayangan wajah Soeun tadi melintas dalam benaknya. Hatinya benar2 terasa tak beraturan kini.

“Soeun-ah, dimana kau sekarang? Ini hujan, dan hujan ini begitu deras. Kau bisa sakit bila terus menempuhnya. Dan tolong, berhentilah menangis dimanapun kau sekarang…”kata Donghae sambil menatap angkasa. Donghae benar2 terlihat begitu risau saat ini.

Ketika Donghae masih memikirkan tentang Soeun, tiba2 sebuah langkah kaki mendekat padanya. Donghae berbalik dan kaget menemukan Kyuhyun berjalan mendekatinya. Kyuhyun berjalan mendekati Donghae, kemudian berdiri disamping Donghae sambil ikut menatap hujan. Donghae terdiam, penasaran dengan maksud kedatangannya.

“Kau sungguh laki2 yg payah…”kata Kyuhyun tiba2, dan membuat Donghae menoleh padanya. “Bagaimana mungkin kau melakukan hal seperti tadi pada kekasihmu. Tidakkah kau peka sedikit saja?”kata Kyuhyun lagi.

“Kau tidak perlu ikut campur mengenai masalah ini. Ini masalahku dan dia, jadi berhentilah mencampuri…”kata Donghae. Kyuhyun tak menyahut, ia hanya tersenyum tipis mendengarnya.

“Awalnya aku tak peduli sedikitpun dengan masalah ini. Tapi aku sudah sangat bosan melihat tetanggaku selalu menangis ketika lewat didepanku. Apa kau tidak tahu, ia selalu menangis setiap kali aku menemuinya. Sebagai lelaki, itu adalah hal yg tidak nyaman untukku. Dan, kau lupa tunanganmu siapa? Dia adalah saudara perempuanku, aku juga tak mau dia berharap banyak padamu setelah itu kau dengan mudah membuangnya…”kata Kyuhyun datar dan sedikit sinis. Donghae menatap Kyuhyun tanpa mengatakan apapun, ia tak tahu mengatakan apa.

“Aku tahu, kau begitu mencintai gadis itu dan tak ada sedikit hatipun pada Taeyeon. Jadi kuharap jaga jaraklah padanya, jangan sampai ia tersakiti olehmu. Kau sudah membuat seorang gadis menangis, dan aku tak mau melihat saudaraku juga menangis karenamu..”kata Kyuhyun lagi. Donghae terdiam, menatap pemuda didepannya sambil berfikir.

“Kau tahu, aku sebenarnya tak bermaksud membuat ini segitu buruk. Aku tak ingin meninggalkannya, apalagi membuatnya menangis. Kalau aku bisa aku sudah menghindari semua ini, termasuk bertunangan dengan saudaramu sejak dulu…”kata Donghae.

Kyuhyun menatapnya lebi sinis. “Semua bukanlah alasan untuk menghindari semua ini. Kau laki2, seharusnya nalurimu bisa mengubah semua ini sehingga semuanya tidak menjadi buruk”kata Kyuhyun lagi.

“Kau tidak mengerti apapun…”

“Aku juga tidak ingin mengerti apapun. Yg aku mau, kau keluar dari persembunyianmu itu. Keluar dari permainan gilamu ini…”kata Kyuhyun lagi padanya. “Kau tak mau lama2 gadismu itu berpalingkan? Kau tahu? Gadismu adalah gadis yg mempesona, jangan heran kalau aku juga menyukainya pada akhirnya dan saat itu kau tak boleh merebutnya dariku…”kata Kyuhyun sambil meninggalkan Donghae begitu saja. Donghae tersadar, berbalik melihat kepergian Kyuhyun.

“Kau tidak boleh… kau tidak akan!!”kata Donghae pada Kyuhyun yg semakin manjauh, tapi Kyuhyun tak lagi mendengarnya.

[]

“Kau sudah lebih baik?”Eunhyuk kembali bertanya pada Soeun sebelum Soeun keluar dari mobilnya. Soeun mengangguk.

“Aku akan membaik…”kata Soeun kemudian. eunhyuk menatap pacar sahabatnya itu, ia ragu akan ucapannya. Eunhyuk kemudian bergerak, ia membuka jaket yg ia kenakan kemudian mengulurkannya pada Soeun.

“Pakaianmu begitu basah. Kenakan ini agar tidak masuk angin…”kata Eunhyuk mengulurkan jaketnya. Soeun menatap pemberian Eunhyuk, lalu mengambil jaket Eunhyuk.

“Gomawo oppa…”kata Soeun sambil memegang jaket Eunhyuk. Eunhyuk hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Masuklah, kau perlu banyak istirahat…”kata Eunhyuk pada Soeun. Soeun mengangguk, lalu ia mulai membuka pintu dan mulai keluar dari mobil.

“Selamat malam oppa…”ucap Soeun sebelum benar2 turun. Eunhyuk tersenyum.

“Begitupun untukmu, selamat malam Soeun beristirahatlah…”

Soeun kemudian kembali menutup pintu, diluar ditengah hujan ia memakai jaket Eunhyuk untuk memayungi dirinya. Eunhyuk memperhatikannya sampai ia masuk, setelah masuk Eunhyuk mengambil ponsel disakunya dan menelphon seseorang.

“Aku perlu bicara denganmu… Ya, ini tentu saja mengenai Soeun.. aku temui kau dirumahmu sekarang juga…”kata Eunhyuk pada orang yg sedang ditelphonnya.

[]

Donghae duduk disamping tempat tidurnya, menghadap Eunhyuk yg duduk dihadapannya. Donghae tak lagi mengatakan apa2, ia hanya tengah berfikir saat ini.

“Apa reaksinya setelah kau menceritakan padanya?”tanya Donghae pada Eunhyuk. Eunhyuk menghela nafas, lalu balik menatap Eunhyuk.

“Kau harus menceritakan langsung padanya. Dia sama sekali tidak percaya dengan semua yg aku katakan. Raut wajahnya benar2 tertekan, kalau bukan kau sendiri yg mengatakannya aku takut ia akan benar2 membencimu…”kata Eunhyuk kemudian. donghae terdiam, menghela nafas dan berfikir.

[]

Soeun berusaha memfokuskan dirinya dalam bekerja. Fikirannya yg begitu kacau, membuatnya begitu sulit untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tapi Soeun selalu berusaha untuk memfokuskan fikirannya dan melupakan masalahnya untuk sejenak. Soeun kemudian duduk disebuah bangku ketika semua pekerjaannya telah selesai.

“Soeun-ah, apa kau baik2 saja? Hari ini ka terlihat begitu lemas…”seorang rekannya bertanya padanya. Soeun mencoba tersenyu.

“Aku tidak apa-apa…”katanya singkat. Teman2nya tak lagi menanyakan apapun padanya walau mereka begitu penasaran.

“Semuanya..”tiba2 seorang wanita masuk kerungan itu, menemui sekumpulan karyawan hotel yg tengah berkumpul di pantry.

“Ada apa manager?”tanya salah satu teman Soeun.

“Segera berkumpul diloby hotel. Direktur baru kita, sedang menuju kemari…”kata wanita itu pada yg lain.

“Direktur baru?”

“Ya, semuanya berkumpul dan kita harus menyambutnya…”kata manager hotel tersebut sambil kembali keluar ruangan.

[]

Sebuah mobil mewah melaju pelan memasuki lingkungan sebuah hotel yg begitu mewah. Mobil itu kemudian tepat berhenti didepan pintu utama, dimana puluhan karyawan telah berbaris ditempat yg akan dilalui oleh orang didalamnya. Seorang sopir berseragam turun dan membukakan pintu dibelakangnya. Tak lama setelah itu, turunlah seorang pria setengah baya dari dalamnya dan diikuti oleh seorang pemuda yg memakai jas yg begitu rapi. Semua orang langsung terkagum, ketika pemuda itu keluar, kecuali seseorang. Soeun tak mampu menunjukkan keterkejutannya melihat Donghae berada disana, soeun menatap orang itu sekali lagi untuk meyakinkan dirinya.

Donghae merapikan jasnya, lalu mengikuti ayahnya untuk memasuki hotel. Tiba2 matanya tertuju pada salah satu karyawannya. Seorang gadis yg hanya menunduk tak mau menatapnya yg berdiri disudut sana.

“Semuanya, perkenalkan. Ini adalah putraku Lee Donghae, mulai hari ini ia akan menggantikan aku untuk mengelola hotel kita ini. Aku harap kalian mau menurutinya seperti menurutiku…”tuan Lee Yeong Seob mulai berbicara sambil menyentuh bahu Donghae. Donghae hanya memberikan sedikit penghormatan.

“Annyeong haseyo, Lee Donghae imnida. Bangeupshimnida…”kata Donghae kemudian.

Semua orang tampak kagum dengan kehadiran Donghae. Beberapa karyawan wanita bahkan tak pernah berhenti menatapi bos baru mereka. Sementara Donghae sama sekali merisaukan hal itu, ia malah mengalihkan pandangannya menuju seorang gadis disudut sana yg terus menunduk dan tak melihatnya. Dan tuan Yeong Seob menyadari apa yg dilakukannya.

[]

Donghae berjalan mengelilingi kawasan Aiden Hotel. Tempat dimana ia akan memulai tanggung jawabnya sebagai anak tunggal serta pewaris satu2nya bagi keluarganya. Sesuatu yg bahkan tidak begitu ia senangi dari dulu. Tadi setelah memasuki ruangannya, ia meminta izin pada ayahnya untuk melihat-lihat kawasan hotel yg akan dipimpinnya. Padahal niat sesungguhnya bukan itu, ia ingin menemui putri kucingnya yg bisa dipastikan saat ini begitu marah padanya.

Donghae memeriksa setiap sudut ruangan untuk menemukan Soeun. Agak lama ia mencari keberadaan Soeun diantara bnyaknya karyawannya. Hingga akhirnya Donghae dapat menemukannya yg tengah berjalan menuju sebuah tempat Donghae mengkutinya.

Soeun terus berjalan memasuki sebuah sudut kesudut Aiden hotel. Hingga ketika menemukan toilet wanita, ia memasukinya. Menyadari arah Soeun, Donghae akhirnya hanya berdiri dan menunggunya diluar.

5 Menit…

!0 Menit…

13 Menit…

Soeun belum juga keluar, dan juga tak ada seorangpun yg keluar dari toilet wanita itu. Merasa tidak sabar Donghae akhirnya nekat memasuki toilet wanita itu. Donghae kemudian memasang tulisan “TOILET SEDANG DALAM PERBAIKAN” dan menguncinya dari dalam.

[]

~Kim So Eun Pov~

Donghae-ah, kenapa kau begitu jahat padaku. Kau bilang kau begitu benci melihat aku menangis tapi kenapa kau terus membuatku menangis? Donghae, aku tak menyangka kita akan sampai ketahap-tahap yg begitu berat seperti ini. Sekarang aku bagaikan tidak menemukan satu jalanpun yg bisa membuat kita bersama mungkin dari awal memang tak seharusnya kita bersama.

Besok ulangtahunku, apa kau ingat? Tidak! Kau tidak akan ingat, bagaimana mungkin kau mengingatnya diantara berkas-berkas yg kau hadapi sejak menjadi bos. Aku tak penting, aku tahu. Kau mempunyai bnyak hal yg lebih penting, kau adalah pemilik tempat dimana aku dapat tetap bertahan hidup. Jadi apa artinya karyawan seperti aku bagimu…

[]

~Author POV~

Soeun mencuci wajahnya lagi dan lagi. Semua itu ia lakukan untuk menghilangkan bekas kesedihan pada dirinya. Tapi percuma, berapa kali ia mencoba air matanya tetap tak pernah habis untuk keluar. Soeun menyerah, ia kini memilih menatapi wajahnya yg begitu menyedhkan pada kaca besar dihadapannya. Namun ia kaget mendapati sebuah bayangan berdiri dibelakangnya.

“Soeun..”

Soeun berbalik, menatap Donghae, lalu kemudian berpaling kearah lain. Soeun mematikan kerannya, lalu berjalan hendak melewati Donghae. Tapi Donghae memegang tangannya.

“Kau mau kemana? Berikan waktu untukku, aku mohon…”

“Lepaskan, biarkan aku pergi…”kata Soeun berusaha melepaskan pegangan Donghae.

“Aku lepaskan, tapi dengarkan aku…”kata Donghae lagi.

“Aku tak mau. Kau mau apa? Aku tak ingin melihatmu lagi…”kata Soeun masih berusaha melepaskan diri.

“Soeun…”

“Aku bilang lepaskan dan biarkan aku pergi!!”kata Soeun masih mencoba sabar dan penuh kemarahan.

“Tapi kau perlu mendengarkanku…”

“Tidak! aku tidak mau…”

“Soeun…”

“AKU BILANG TIDAK!!  AKU MAU KAU PERGI”

Donghae terdiam mendengar ucapan terakhir Soeun. Ia menatap Soeun, yang tak menatapnya. Bukannya melepaskan, Donghae kini malah menarik Soeun kesebuah ruangan toilet didekatnya dan mendudukkan Soeun dikloset didalamnya.

“Donghae, lepaskan…”Soeun sempat berontak sebelum dibawa masuk.

Suasana sedikit tenang setelah itu. Donghae hanya terdiam sambil menatapi dinding2 ketika kini suara tangis Soeun pecah ditelinganya. Ya, soeun tak lagi berontak, ia malah duduk tenang disana sambil menangis. Donghae menghirup nafas, untuk selanjutnya ia bersimpuh hingga dapat menemukan wajah Soeun. Lalu menggegam tangan Soeun.

“Aku mohon jangan menangis, soeun-ah… “kata Donghae lembut rendah dan setengah berbisik pada Soeun. Soeun diam sementara, ia kemudian menatap Donghae dengan mata basahnya.

“Aku mohon, menjauhlah dariku agar aku bisa melupakanmu…”kata Soeun pada Donghae. Donghae menggeleng, masih menatap Soeun.

“kau tidak boleh melupakanku. Aku adalah Namjachingumu…”

“Bukan, kau bukan namjachinguku. Namjachinguku hanya orang biasa, dia bukannya seorang pewaris tunggal hotel sepertimu…”kata Soeun masih menangis. Donghae terdiam, tangannya masih menggenggam tangan Soeun. “Aku baru menyadari kebodohanku selama ini. Seharusnya aku tahu, kita begitu berbeda. Seharusnya aku tahu kau bukan orang biasa. Aku tahu dari awal dari jumlah ikanmu itu. Hingga aku tak pernah menyukaimu…”soeun menambah ucapannya.

“Apakah itu masalah? Apakah menurutmu aku berbeda? Ani, aku masih yg dulu…”

“Aku tahu, tapi kau terlalu jauh untukku. Aku baru menyadari jarak kita kini. Dari makanan kita, aku baru mendapatkan jawabannya ketika dulu kau sakit perut gara2 aku membawamu makan malam ketoko kecil dan pinggir jalan. Aku baru tahu, kau bisa sakit itu karena kau tidak bisa memakan makanan murah seperti itu, kau tak biasa karena makananmu adalah makanan mahal. Kau lihat? Hal sederhana begitu saja sudah sangat menghalangi kita…”kata Soeun sambil menangis.

“Apa itu penting? Apa aku harus membuktikan dengan memakan makanan itu untuk melarangmu pergi?”tanya Donghae masih lembut. Soeun menggeleng, sambil terus menangis.

“Kumohon, berhentilah begini. Mohon, lupakan aku dan segalanya. Aku ini tak layak untukmu, aku adalah bawahanmu…”kata Soeun kemudian.

“Tapi aku mencintaimu, kau begitu tahu itu…”

“Soeun…”

“Mulai dari sini lupakan aku. Lupakan apa yg telah kita lalui. Jalanilah hidupmu yg sekarang tanpa aku…”

“Soeun…”

“Semua akan baik, kau bisa menemukan gadis yg lebih baik dariku…”

“SOEUN…”

Soeun terdiam, menatap wajah Donghae yg menatapnya. Kemudian beberapa saat, Soeun melepaskan tangan Donghae ditangannya. “Biarkan aku pergi…”kata Soeun sambil mendorong tubuh Donghae yg menghalangi jalannya. Soeun kemudian meningglkan Donghae begitu saja sambil menangis.

“SOEUN!!”Donghae berusaha memanggilnya. Tapi tak ada sahutan dari Soeun. “SOEUN!!” Donghae bangkit dan berusaha mengejar Soeun.

Tuan Lee Yeong Seob berjalan-jalan mengelilingi hotelnya. Langkahnya terhenti ketika melihat seorang karyawan wanitanya keluar dari kamar mandi dengan menangis kemudian berlari kearah lainnya.

“SOEUN!!”

Ia hanya melihati ketika ia melihat anaknya keluar dari toilet yg sama. Ia melihat, anaknya begitu kecewa ketika tak berhasil mengejar salah satu karyawannya itu. Donghae memukul tembok disampingnya, untuk melampiaskan rasa kecewa.  ketika melihat arah lain, Donghae kaget menemukan ayahnya disana.

[]

“Donghae, ibu sudah mengatur jammu untuk bertemu Taeyeon malam ini. Kau temui dia di kafe dekat hotel ya…”kata ibu Donghae pada Donghae yg sedang makan. Donghae terdiam, berfikir.

“Tapi bu aku…”

“Tidak ada tapi. Kau harus sudah disana jam 8 ini.. kau mengerti?”tanya ibunya lagi pada Donghae. Sementara ayahnya, hanya melihat tanpa mengatakan apapun.

“Aku usahakan…”sahut Donghae pendek.

[]

Soeun berjalan sambil memeriksa nomor hotel disalah satu tingkat. Hari ini jadwal Soeun untuk menjaga malam, dan ia harus kekamar 213 untuk menghampiri pelanggan yg komplen atas pelayanan hotel. Ia harus memberi pelayanan terbaik untuk mereka.

Soeun menemukan kamar yg ia tuju. Tapi ia sangat heran ketika ternyata kamar itu sudah terbuka dengan sendirinya. Soeun bingung.

“Permisi, tuan Nyonya…”

Soeun berusaha memanggil orang didalamnya, Tapi tak ada jawaban. Dengan sedikit ragu, Soeun memasuki ruangan itu. Ruangan itu sedikit gelap, hanya ada puluhan lilin yg meneranginya. Soeun melayangkan pandangannya menuju tempat tidur. Ia melihat seseorang tidur tertutupi selimut disana.

“Permisi, tuan nyonya…”

Soeun lagi2 bersuara sambil mendekati orang tersebut. Tapi tetap tak ada sahutan.

“Tuan…”

Soeun kaget ketika ia mendekat tiba2 ia ditarik seseorang yg tadi berbaring ditempat tidur bersamaan dengan pintu yg tertutup tiba2.

“Saengil chukkahae nae yeojachingu… bogoshipoyo…”ia mengenali suara orang yg memeluknya tiba2 itu.

“Dddonghae…”

Donghae tak menyahut, ia tetap memeluk Soeun dengan erat seakan takut Soeun lari lagi.

“Donghae, ini tidak lucu. Lepaskan aku!”kata Soeun dengan nada marah.

“Aku tidak mau!!”

“Donghae!!!”

“Tidak…”

Soeun kesal, Soeun kemudian memukul bahu Soeun dengan lebih kuat sehingga Donghae mau tak mau melepasnya. Harapan Soeun untuk meninggalkan Donghae, pupus ketika tiba2 Donghae lagi2 menariknya hingga terlempar keatas kasur. Kemudian Donghae memposisikan dirinya tepat diatas Soeun sekarang sambil menahan tangan Soeun. Soeun kaget.

“Dddonghae-ah, apa yg ingin kau lakukan padaku??”tanya Soeun begitu gugup. Donghae tersenyum kearah Soeun.

“Aku ingin memberikan kado spesial untukmu dihari ulang tahunmu ini. Jadi kau tahukan Apa yg sebaiknya kita lakukan dalam keadaan seperti ini Soeun-ah?”tanya Donghae dengan pandangan menggoda. Soeun hanya terdiam melihat perubahan Donghae.

[]

29 Comments Add yours

  1. kaoru selly SangEun mengatakan:

    kayaknya seru nih lanjutannya ..
    di tunggu yah lanjutannya ..
    jangan lama-lama ..
    update soon eunnie !!! Fighting🙂

  2. astri istyawati mengatakan:

    kereeeeeeeeeeen lanjutanya ditunggu ok

  3. Poespa sang soeun mengatakan:

    Ya Allah cingu…….
    Kenapa pas lg seru-serunya di bkin TBC?????

    Ayo….di lanjuttttttt!!!

    Haeppa mw melakukan apa ya ke soeun??? *yadong*
    ah,,,gag mngkin itu terjd…. (?)

    ayo cingu di lanjuttt…di lanjuttttttttt!!

    Satu lg,,,
    jgn ke lamaan lanjutannya?!
    http://www.maksa.com/harus

  4. AngElfShawols HaeSso Shipper mengatakan:

    HWAAAAAAAAAAA….
    KEREEEEEEEENNNNNN HaeSsooooooooo HaeSsoooooooo
    ………………………………………………………………………..

    Hyaa hyaa Donghae Oppaa-ah Ngapain kamu ,,,,,?????

  5. Anna mengatakan:

    Oh my godddd speechless,,,,donghae km jgn nakal ya aws dimarah tuhan lho ckckck,,4 jempol deh bt author smpe kpikiran bkin surprise partyny dikamar hotel kekekek,,top top pkokny suka bgt🙂

  6. Yova mengatakan:

    Dipart ini critanya sedih ya byk konflik pdhl diawal lucu n romantis….
    Eh pas akhirnya jadi kyak gitu ga nyangka , sungguh mendebarkan lagi seru2 baca tbc..
    Tapi ff nya DAEBAK
    kereeen susah ditebak n bikin pnasarann sangatttt..
    Aku suka pokoknya
    Author tetap semangat ya buat ff nya , readers mendukungmu

  7. yexi woohae mengatakan:

    favorit dah ne ff. . . . nha nha kq Tbc, jd mbyngn yg gak2. . hdeh. . . ayo haeppa prthnkn onnie sblm kyuppa menghampiri. . hhe. . . lnjt chingu aq doain cpt dpt inspirasinya biar cpt di post. . . hhe

  8. Vita mengatakan:

    Itu.. Itu.. Donghae mau ap it..

    Yg part ini sedih bgt chingu..T.T
    lanjut ya..:-D

  9. owni mengatakan:

    hayo mau napain? nggak sabar buat baca lanjutannya, keep fightinng ya author, hehehe

  10. Ina890826 mengatakan:

    huaaaaaaahh mau ngapain itu haeppa?
    kyaaaa *brb ngintip*
    trus tuan lee??? semoga dy lebih bijak dlm jodoh haeppa ya,,
    jangan marahan lama” dong sso,,
    baikaaaaaann,,,
    lanjuuuutttttt author^^

  11. Glodzbumsso mengatakan:

    Eaaaaaaa ayahnya haeppa tau ?
    Author jangan buat eonnieku nangis dong😦
    Kasian ..
    Ini dy dimulai cinta segitiga KyuSsoHae

  12. ellis mengatakan:

    eeeem…bgus banget, harus ada sambungan a ya please…ya author

  13. ira siti kulsum mengatakan:

    cepet lanjut ya kak..
    aku makin penasaran,,,,
    ga pake lama ya dilanjutnya

  14. mayaulidhasso mengatakan:

    pliisss lanjutin author ..
    keep spirit .. *yeey*

  15. gerund mengatakan:

    Beuh, mw ngapain tuh d0nghae. #penasaran tingkat tinggi#

    lannnnnjuuuuuutkan chingu. . .

  16. djkyussoloverz mengatakan:

    kapan dilnjtin x ne cingu lama kita dah nunggu cpta yaw””””plak…….maksa bgt””””‘ cz terlalu seru dan susah ditebak penasaran bgt jadiiiii x niiii

  17. DHiyah Zt DoUx mengatakan:

    wuuaahhhhh ,, penasaran cpet Lnjut dunk …

  18. geill mengatakan:

    idihhhhhhhhhhhhhh dong hea gnit >__<

  19. kim sohyun mengatakan:

    lanjuuuuuuuuuuuuutttttttttttt

  20. yuyun mengatakan:

    omo….
    jngn2 merekaaaaa…..!!!!!!!!!!!!!!

  21. anastasia erna mengatakan:

    seru…kya nya ayah nya dong hae tau nich…
    moga mereka bersatu lg…

  22. bestevilcouple mengatakan:

    apa yang bakal dilakuin donghae?
    ayahnya donghae berarti udah liat semua yang terjadi sama haesso di hotel
    siapa tau merubah pikirannya buat jodohin hae

    keren thor🙂

  23. freedom kartini mengatakan:

    huawwww ceritanya benar2 mengharukan ,kasian sso nya …haeppa jngn tngglkn sso eunio
    yah haeppa mau ngapain itu ,,,jngn2 ,drpd penasaran lanjutin bacanya ahhh..

  24. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa….. Makin seruuuuu…..
    Lanjutttt aza…. .͡▹​

  25. thata mengatakan:

    Ahh donghae oppa jngan lepaskn soeun eonni..*lol
    Selanjutnya gmn ini..ahh penasarann..

  26. satsuki mengatakan:

    penasaraaaan, jadi pengen cepet2 baca next partnya.

    pokoknya good job deh buat eon author

  27. kim Ra rA mengatakan:

    asli tegang abis. sso benar benar tak mau denger penjelasan donghae. huuuf’ seperti nya ini akan sangat berat buat keduanya…
    aaaaah my Fishy prince buat kejutan buat Sso…. but apa yang mau dia kasih…?

  28. RANI mengatakan:

    kasihan so eun harus menderita karna nasib cintanya itu……

    Padahal udah ada kyuhyun yang siap menggantikan donghae & eunhyuk yang mencoba menjelaskan semuanya ke so eun,,, tapi dia masih nggak percaya aja.

    Apa tuh yang mau dikasih donghae ke so eun waktu ultahnya so eun???

  29. ammy5217 mengatakan:

    Wahh hea mau apakan so eun….??

    Hea tegas dong klo udh punya pacar jgn terima aj di jodohin…nti so eun diambil kyu l

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s