~[Oneshoot/Request] Good Bye My Love~


Titlle: Goodbye My Love

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Weight: Oneshoot

Genre: Sad Romance & Family

Cast:

– Nichkhun Buck Harvejkul (Me)

– Kim So Eun

-Other…

Hay all, kembali lagi dengan FF saya yg selanjutnya. Kali ini saya datang dengan sebuah FF request dari kakak saya kak Anna Altisa yg termasuk pembaca setia blog ini hehe. Kak ana, meminta untuk dibuatkan FF dengan new pairing yaitu: KhunSso haha dengan sebuah cerita yg dibuat berdasarkan lagu dari 8eight yg berjudul Goodbye my love. Siapin tisu deh lebih baik *Lebbbaaay* haha. Okey, sebelumnya, aku Cuma mau bilang kalo FF ini murni dari buatanku sendiri bukan copast dari pihak manapun, bahkan dari 8eight sekalipun. Aku hanya memakai lagu Goodbye My Love untuk kepentingan cerita.

Okey, Enjoy with this…

 “Selamat tinggal, cintaku. Aku akan membiarkan Kau pergi sekarang.” (8eight – Good Bye My Love)

~All Nichkun PoV~

Aku gemetaran memegang kertas hasil vonis dokter ditanganku. aku sungguh tak pernah menyangka akan hal yg kini benar2 aku hadapi. Bagaimana mungkin, istriku yg selalu terlihat kuat dan ceria itu dapat memiliki penyakit yg mematikan seperti ini. Dengan cara apa ia menyembunyikan kenyataan ini? Sehingga aku tidak pernah mengetahui hal ini sedikitpun.

“Ini pasti salah!!”aku kembali bersuara sambil berusaha membantah kenyataan yg ada. Aku kemudian meletakkan kertas itu keatas meja dokter dihadapanku. “Dokter, ini pasti bukan punya Soeun. Ini pasti tertukar, selama ini dia tidak pernah sakit, ia selalu sehat…”kataku lagi pada dokter yg menangani masalah Soeun.

Lagi2, aku mendapatkan pandangan yg tidak kusukai dari dokter ini. Sorot matanya yg serius dan tampak berfikir keras menandakan kalau ia tidak ragu akan semua ini.

“ini tidak salah tuan. Seperti yg anda lihat, Nyonya Soeun memang menderita penyakit kanker darah. Ini sudah positif dan pasti tidak keliru tuan..”dia menjawabnya dengan wajah yg begitu yakin.

“Tapi bagaimana mungkin? Soeun selama ini tidak pernah mengeluh sakit. Dia sehat, bagaimana mungkin ketika diperiksa begini penyakitnya langsung sudah stadium akhir seperti ini…”kataku masih sangat begitu tak percaya.

Dokter ini tak langsung menjawabku, ia tampak menarik nafas panjang sebelum menjawabnya. “Sebenarnya, nyonya Soeun sudah beberapa kali datang kesini untuk memeriksakan dirinya terkait masalah ini. Tapi tampaknya, ia tak pernah menceritakannya pada anda. Saya juga tidak tahu, kenapa ia bisa terlihat kuat didepan anda, padahal saya sangat yakin, ia begitu menderita selama ini dengan penyakitnya…”

Ucapannya benar2 membuatku gila. Aku tak bisa menerimanya, aku sungguh tidak mau. Bahkan membayangkanpun aku tak sanggup. Aku tak bisa membayangkan orang yg aku begitu sayangi itu menahan semua rasa sakitnya selama ini. Dia pasti menderita, dia pasti begitu kesakitan. Tapi yg aku sesalkan, kenapa dia tak pernah mau bercerita dan berbagi rasa sakit itu bersamaku. Kenapa ia lebih memilih diam dan menderita sendiri tanpa ingin aku tahu? Padahal aku adalah suaminya.

“Sekarang bagaimana? Aku harus bagaimana? Apa yg bisa aku lakukan untuk membuatnya pulih lagi? Tolong katakan??”tanyaku mendesak dan begitu paniknya.

Ia menggeleng. “Benar2 sangat maaf tuan. Untuk saat ini, jujur aku katakan, tidak ada lagi yg bisa kita lakukan untuk membuatnya sembuh. Dari dulu, saya sudah katakan pada istri anda untuk segera mengobati penyakitnya, tapi ia tidak pernah mendengarkan saya. Namun sekarang, maaf, saya katakan tidak bisa dan saya tidak begitu yakin. Adapun yg dapat saya berikan hanyalah tindakan untuk mengurangi rasa sakitnya. Saya…”

“Apa yg kau katakan? Bagaimana mungkin, kau bisa mendapatkan gelarmu sebagai dokter kalau kau sama sekali tidak punya kemampuan? Katakan padaku, apa yg bisa kita lakukan untuk istriku. Semahal apapun kau minta, aku akan membayarnya. AKU AKAN MEMBAYARNYA!!”dengan emosi aku menarik kerah baju dokter itu. Aku tak tahan, benar2 tak tahan dengan ucapanya, dokter seperti apa dia?. Dia melepas tarikanku dikerah bajunya, lalu kemudian menghirup nafas begitu berat.

“Maafkan kami…”

Aku sesak mendengar ucapan itu. Aku tidak bisa menerimanya. Tidak! Aku tidak mau! Tidak!

[]

Tit… Tit… Tit…

Alat itu masih berbunyi dengan nada yg stabil. Aku berharap ia akan terus stabil dan stabil. Selamanya, sampai orang yg kusayangi bisa sembuh. Aku lagi2 mencium tangannya dengan begitu penuh cinta. Aku akan selalu disampingnya, karena aku tahu, dokter bodoh itu salah, Soeunku akan baik2 saja dia tidak akan mati, dia akan hidup untuk 1000tahun lagi.

“Ya, Soeun-ah… sampai kapan kau terus tidur. Bangun dan masaklah lagi untukku. Aku sudah lapar, suamimu sudah lapar… ayo masakkan kimchi lagi untukku…”suaraku serak memanggil namanya, tapi ia tak menyahut. Soeunku masih tidur dengan begitu lelap.

“Soeun, katakan padaku apa yg bisa aku lakukan untukmu agar kau bangun? Aku sungguh tidak tahu, apa yg harus aku lakukan agar aku bisa melihatmu seperti dulu? Aku mohon, bangunlah untukku…”kataku sambil lagi2 memanggil namanya. Tapi ia tetap tak menyahut, Soeunku masih tidur dan masih tak ingin bangun untukku.

[]

Seperti biasanya, selama seminggu ini aku kembali datang kerumah sakit untuk menjaga istriku. Setiap pagi, aku selalu harus meninggalkannya dulu demi pekerjaanku dan Soeun kutitipkan pada keluarganya sampai aku pulang bekerja. Setelah itu, sepanjang hari aku tak pernah jauh darinya. Aku takut, aku lengah sedikit saja, dia akan benar2 jauh dariku untuk selamanya.

Ketika aku sudah mendekati kamar rawat Soeun. tiba2 aku melihat keramaian disana.  Ada apa? Jantungku berdetag tak beraturan ketika melihatnya. Dengan terburu-buru aku segera kekamarnya.

“Ada apa bu? Soeun kenapa? Dia baik2 sajakan? Soeun tidak kenapa-napakan?”aku langsung bertanya pada ibu mertuaku ketika aku disana. Ibu mertuaku, yg kebetulan sedang berada diluar segera menatapku. Ia kemudian menangis, mmbuat aku semakin tidak tenang.

“Soeun… Soeun, akhirnya sadar nak Nichkhun…”

Aku begitu senang ketika ia mengatakan hal itu. Dengan cepat, aku menerobos masuk keruang inapnya dan langsung menghampirinya yg sudah dikelilingi keluarganya. Lantas, aku segera meraih tangannya.

“Soeun-ah, kau sudah sadar? Apa kau baik2 saja?”aku bertanya dengan wajah cemas bercampur senang padanya. Ia mencoba tersenyum, lalu mengangguk dengan sangat lemah.

“Aku baik2… saja oppa…”Soeun menjawab dengan terbata. Tapi itu sangat membuatku begitu bahagia, akupun kembali menciumi tangannya.

“Terima kasih karena telah bangun. Terima kasih karena telah bertahan untukku Soeun…”kataku sambil terus menciumi tangannya.

[]

Wanita berwajah indah itu tersenyum sambil menatapi sebatang bunga yg ia tanam. Ia tampak begitu senang karena telah bisa kembali kerumah setelah tiga minggu dirumah sakit. Sebenarnya aku ragu membawanya pulang, karena dokterpun juga belum menyetujuinya tapi ia selalu merengek untuk dibawa pulang. Dia bosan dengan keadaan rumah sakit, begitulah katanya, dan ketika aku bertanya pada dokter, dengan berat ia mengizinkannya. Akhirnya akupun membawanya pulang, seperti keinginannya.

“Sudah cukup melihat bunganya. Sekarang saatnya tidur dan istirahat Soeun-ah…” aku menghampirinya sambil memegang bahunya. Ia menoleh padaku, lalu tersenyum.

“Aku tidak lelah, jadi sedang  tak ingin beristirahat. Aku ingin merawat bunga2ku dulu, mereka begitu menyedihkan setelah ku tinggal beberapa hari…”ia menjawab sambil tersenyum padaku.

“Tapi kau perlu istirahat Yeobo…”

“Aku kuat, Nan Gwaenchanha oppa. Aku akan merawat tanamanku dulu, setelah itu akan kedapur dan memasakkan sesuatu untukmu…”

“Tidak, biar aku yg masak. Kau hanya boleh istirahat, kau tidak bisa bekerja berat…”

“Itu tugasku, aku istrimu. Tentu aku harus memasak untukmu… jangan khawatir, aku sudah lebih baik…”ia bersikeras kembali.

“Tapi Soeun, kau baru saja pulang. Sebaiknya kau beristirahat, agar cepat pulih…”kataku padanya.

“Aku sudah baik2 saja. Oppa, jangan terlalu khawatirkan aku. aku kuat, dan aku tidak apa2. Jadi jangan terlalu khawatir padaku ya…”

Aku hanya diam tak lagi memaksakan kehendakku. Dia tersenyum padaku, lalu kembali menatap bunganya. Aku terdiam, berfikir, kenapa ia selalu merahasiakan semuanya darku? Kenapa ia selalu berlagak kuat didepanku? Tidak inginkah ia membagi lukanya bersamaku?

[]

Aku tidak bisa tidur, sungguh tidak bisa. Aku bangun karena mendengar suara rintihan tertahan itu. Wanita disampingku, istriku, berusaha menahan suaranya dibelakangku. Dia tidak tahu, aku bahkan tidak pernah memejamkan mataku. Aku berharap, ia akan membangunkanku dan meminta tolong padaku. Walau aku tahu, aku tak bisa melakukan apapun untukknya, tapi aku sangat berharap ia mau membangunkanku dan mau mengatakan keluhan sakitnya padaku bukan Cuma menahannya seperti itu.

“Augh…”dia terbatuk, dan menahannya. Lalu kemudian , perlahan ia bangkit dari tempat tidur dan segera berlari kekamar mandi. Aku terdiam, menangis, kenapa ia tak pernah mau bercerita padaku. Agar aku tahu rasa sakitnya, agar aku bisa sedikit lebih berguna untuknya?

Aku berjalan menuju kamar mandi. Didalamnya, kulihat ia masih terbatuk-batuk sambil di depan keran. Keadaannya sungguh menydihkan, ia memukul-mukul dadanya untuk menahan rasa sakit yg ia rasakan, dan keluar darah yg banyak dari tenggorokannya. Aku tidak tahan, sudah benar2 tidak tahan, perlahan aku berjalan kepadanya dan memukul-mukul pelan pundaknya untuk membantu meredakan batuknya.

“oppa?”

“Apa yg kau rasakan? Kenapa kau selalu diam? Tidak berhakkah aku untuk mengetahuinya?”tanyaku tak kuasa menahan air mataku lagi didepannya. Dia menatapku, dengan mata yg begitu sayu.

“Aku baik-baik saja…”

“Berhentilah mengatakan kalau kau baik2 saja. Nyatanya kau tidak baik2 saja. Soeun, tolong bicaralah padaku, tolong jangan menyembunyikan apapun lagi padaku. Itu sungguh membuatku tidak tahan. Kalau kau ingin menangis menangis didalam pelukanku, kalau kau merasakan kesakitan merintihlah padaku. biar aku bisa membantumu setidaknya aku bisa membantumu  walau hanya sebagai tempat berteriak untukmu…”kataku padanya. Ia tak lagi menyahut, kini ia terisak menangis dihadapanku kemudian ia memelukku.

“Sakit, semuanya sakit oppa. Aku benar2 tak sanggup menahannya. Semua tubuhku sakit, sehingga aku tak tahu mau menagisi yg mana. Aku mau mati, rasanya aku benar2 mau mati saja…”tangisnya pecah ditelingaku. Aku sedih, aku tak bisa melihatnya begitu.

“Kau akan sembuh. Kau pasti akan sembuh. Kau tidak akan mati, berjanjilah untuk bertahan untukku…”kataku sambil memperat dekapanku padanya. “Tolong, apapun yg kau rasakan jangan tahan. Keluarkan semuanya, walau berat aku akan menahannya. Kalau kau ingin merintih, merintihlah jangan lagi menahannya…”

Dia menangis, tangannya mendekapku juga semakin erat. Ia terbatuk, sedikit lalu mulai mengeluarkan suara yg ditahannya. Ia meringis.

“AHHHHHHHHHHHHHH OPPAAAAAAAAAAAA”kali ini ia berteriak mengeluarkan rasa sakit yg ia tahan sambil memanggil namaku. Aku mendekapnya lebih erat.

[]

“Yeay, Thailand!!” dia berseru senang ketika kami mulai melangkahkan kaki ditanah kelahiranku. Aku hanya tersenyum melihat rona bahagia dari wajahnya. Lantas kemudian, ia mendekatiku dan langsung memelukku. “Oppa, Gomawoyo… terima kasih karena telah memenuhi permintaanku. Aku bahagia. Aku mencintaimu…”katanya senang sambil memelukku.

“Aku juga mencintaimu…”kataku sambil balas memeluknya.

[]

Aku selesai mandi dan membersihkan diri. Ketika aku keluar dari kamar mandi, kulihat Soeun sedang berdiri dicermin sambil memandang dirinya dan menyisir rambutnya. Aku terdiam, menyaksikan ia yg mulai memunguti rambutnya yg rontok. Aku berjalan dan memeluknya dari belakang.

“Apa yg kau fikirkan?”tanyaku padanya sambil meletakkan daguku dibahunya. Ia tak langsung menyahut, ia menunjukkan rambut2nya tadi padaku.

“Salah satu yg kau sukai dariku mulai merontok…”katanya padaku. Aku tersenyum, lalu meraih rontokan rambutnya itu.

“Apa hal yg penting dari hal ini? Yang terpenting bagiku adalh orang yg memilikinya…”kataku sambil menatap rambutnya. Dia menggeleng lesu, lalu kembali menatap cermin dihadapan kami akupun ikut menatap cermin itu.

“Lihat cermin itu, aku sudah tidak secantik yg dulu. Aku sekarang sudah jelek, lihat aku terlihat lebih tua daripadamu…”katanya sambil menatap kaca. Aku menggeleng dengan cepat.

“Itu hanya perasaanmu. Kau tetap secantik dulu dimataku, bahkan lebih…”

Dia terdiam, masih menatapi wajahnya itu kemudian membalikkan badan dan menatapku.

“Nichkhun Oppa maukah kau berjanji padaku?”tanyanya padaku. Aku menoleh padanya.

“Berjanjilah, bila aku nanti sudah tidak ada. Oppa akan mencari penggantiku dan tidak hidup sendiri…”aku kaget mendengar ucapannya.

“Apa yg kau katakan? Kau tidak akan mati, kau akan hidup lama. Kita akan bersama smpai tua…”kataku padanya. Dia menggeleng.

“Aku tidak bisa mendampingimu terlalu lama. Aku akan pergi dalam segera…”

“Berhentilah mengatakan itu Soeun…. Berhentilah bertele-tele…”kataku dengan nada marah. Dia hanya terdiam, tak lagi mengatakan apapun.

[]

Danau Songkhla begitu dingin malam2 begini. Tapi ia tak ingin aku menghentikan kapal ini menepi dan kembali kehotel. Dia ingin terus berlayar dan berlayar, menghabisi malam ini didanau terkenal dinegaraku ini. Aku membuka jaketku dan memakaikan padanya, lalu aku memeluknya dari belakang untuk menghangatkan tubuhnya yg terasa begitu dingin. Bibirnya biru dan tubuhnya kurasakan begitu dingin.

“Ayo pulang dan menghangatkan tubuh saja…”kataku sambil memeluknya. Dia dengan cepat menggeleng.

“Tidak, malam disini begitu indah. Aku ingin menghabiskan malam denganmu ditempat ini…”katanya sambil berusaha tersenyum. Akupun kemudian, lebih erat memeluknya takutnya ia semakin kedinginan walau tubuhku juga begitu dingin.

“Nichkhun oppa…”

Aku kembali menoleh kearahnya ketika ia lagi2 bicara padaku. “Ya…”

“Mengenai tadi, kau belum mengatakan iya ketika aku memintamu untuk berjanji padaku akan mencari penggantiku bila kelak aku tidak ada…”aku menghela nafas sedih ketika ia lagi2 mengatakn ahal itu.

“Bukankah kita sudah membahas ini. Seperti sebelumnya, aku akan mengatakan tidak karena aku yakin kau akan sembuh…”

“Tapi aku tidak akan sembuh…”

Dia tersenyum mengucapkannya, tapi hatiku serasa ingin menangis mendengarnya.

“Aku lelah, aku ingin sekali tidur dengan begitu nyaman…”

“Lalu kau ingin meninggalkanku sendiri?”aku menangis mengatakan itu padanya dan lagi2 ia menjawabku dengan senyuman yg membuatku kesakitan.

“Aku tidak akan pergi terlalu jauh. Selamanya, aku akan selalu bersamamu, menjagamu… disini…”katanya sambil menyentuh dadaku. Aku semakin tak tahan, air mataku keluar samakin tak terkendali.

“Tolong jangan mengatakan itu… aku akan ikut mati kalau kau tinggalkan…”kataku terisak dan semakin tidak tahan. Dia lagi2 menggeleng, tersenyum, oh tuhan kenapa ia begitu cantik hari ini.

“Berjanjilah, untuk tidak melakukan hal bodoh itu Nichkhun oppa. Berjanjilah untuk bertahan padaku…”katanya lagi.

“Tapi hidupku adalah kamu. Aku…”

Aku tak selesai menyelesaikan kata2ku ketika tiba2 ia mencium bibirku. Ciumannya begitu lembut dan hangat, tapi entah kenapa aku begitu sedih saat ini, aku merasa benar2 akan kehilangannya.

Dia terus mencium bibirku dengan begitu lembut dan hangat. Dan yg aku lakukan hanya bisa membalasnya. Tapi, aku berniat menghentikan ketika tiba2 cairan hangat dan sedikit anyir tercium dipenciumanku, darah?! Aku berusaha melepasnya, tapi ia manahan kepalaku dan terus menciumku pada akhirnya aku hanya tetap menciumnya dengan berbagi cairan merah itu. Hingga tiba2 kali ini ia yg melepaskan ciuman kami.

“Goodbye My Love…”dia mengucapkan hal itu tanpa memberi kesempatan untukku untuk mengatakan apapun selanjutnya. Ia kembali menekan kepalaku untuk kembali menciumku. Aku hanya bisa menangis ketika kurasakan perlahan pegangannya dikepalaku terus mengendur, mengendur, dan pada akhirnya terlepas sama sekali. Iapun perlahan mulai jatuh begitu saja kedalam pelukanku. Aku mengangkat kepalaku, lalu menahan kepalanya dalam pelukanku. Aku hanya bisa menangis menemukan matanya sudah terpejam sama sekali. Dengan berlinangan air mata, aku menghapus noda darah disekitar wajahnya lalu kembali mendekapnya dengan sangat erat.

“SOEUN!!!” aku mengerang memanggil namanya. Berharap ia untuk bisa bangun dengan segera, tapi ia tidak, ia kali ini benar2 meninggalkanku untuk selamanya. Akupun  hanya bisa mendekapnya seerat yg aku bisa sambil terus menciumi pucuk kepalanya. Soeunku, Aku mecintaimu!!

[]

T_T Ommo, ini tragis bgt… Sebenernya sih, dari awal aku emang kurang suka sama FF sad ending, aku lebih suka hal yg membuat semua cast bahagia pada akhirnya. Namun, karena isi lagunya benar2 sedih banget, makanya aku buat sad ending. Ommo, kasihan Nichkhun oppa T_T

Oiya, seperti biasa jangan lupa komment and rate ya readers… supaya aku bisa semangat buat bikin lagi. Gomawoooo ^^ _Bow_

*kembali ngelus bahu Nichkhun oppa*

31 Comments Add yours

  1. Elisoniac mengatakan:

    sad ending… gag kyak biasanya chingu… tp bagussssssssss…. hmm ne request ea, kalau gitu aq juga mau donk kpn2 request……
    suka past part endingnya….. nick oppa kasihan bgt, mengharu biru.. #alah………..
    aq nunggu lanjtnnya ff yang laen ne chingu,,,, fighting………!!!

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Boleh request kok chingu…
      Caranya bisa lihat di halamanku yg “Request FF dengan lagu Boleh?!”
      Kalau aku punya waktu dan ide pasti aq penuhin kok hehe… gomawo udah baca ^^ _bow_

  2. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Wah, Daebakkk!!! kya_y ni pertama kli oppa 2pm muncul..
    banyak2in bikin ff dgn pair oppadeul 2pm, thor.. jeballll!

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Seneng kalo para hottest juga senang hehe…
      Iya, ntar pasti diusahain pairing dgn 2PMnya…
      _Gomawo_

  3. Poespa sang soeun mengatakan:

    Asekkkkk….
    Ada sad ending…..

    Keren…sedih…seru….
    Hiks….hiks…hiks,,,,
    tenang eonnie soeun,,aku akan menjaga oppa soeun demi dirimu (?)
    bagian terakhir begitu romantis dan sangat miris…..

    Aku suka banget sma semua karya mu cingu….. :*
    lanjukan semua karya ff mu!!

  4. HETY SONEW mengatakan:

    chingu tngung jwbq nangis nie..smph demi ap nichkhun setia n prhtian bgt jd suaminq jd terharu

    yg bwtq nangis saat eunnniq mrintih ksakitan,q th bgaimn mnhn sakit it sgt mndrt

    dpt bgt dh feelx klw bc ff chingu

    q mw request ff sonew donk tp jgn yg tragis yg romntis n lucu g2..q g trllu sk ff trgis nyesek bgt jadix

  5. Yova mengatakan:

    Sama sbnarnya Aku juga kurang suka dg sad ending tapi karna ffnya menarik n castnya aku jg suka jadi tetap saja keren….
    Terharu oppa nickhun perhatian bgt…. Ga tega liat mreka sedih
    “Bagaimana mungkin, kau bisa mendapatkan gelarmu sebagai seorang dokter kalau kau sama skali tidak punya kemampuan ( kata ini seakan mnjdi prtanyaan utk diriku huft… Ya sudah tidak ada yg tdk mungkin didunia ini ya sudah ABAIKAN aku tak mw mmbawa pendidikan ke ff )”.
    Kapan2 aku juga mau ya request ff ( ff Happy ending tentunya)

  6. Selly SangEun Elfkyubumwon mengatakan:

    anyeong eon qu kembali ..
    eon qu ganti nama comment yach coz nama facebook qunya ganti .. jadi ntar biar gc bingung ,…
    tadinya nama comment qu dsini “Kaoru selly SangEun” …
    jdi ganti “Selly SangEun Elfkyubumwon” ^_^ ..
    aduh sedih qu jdinya liat so eun meninggal ..
    hiks hisk … qu ska happy ending ..
    ceritanya mengharu biru thor n keren yang pasti ..
    qu tunggu karya selanjutnya thor ..

  7. glodzbumsso mengatakan:

    putriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    gak terima ..
    masak sad ending ,,
    kasian nikh oppa😥
    beneran nangis bacanya ..

    soeun eonnie sih gak mau crita dari awal , coba cerita ?
    #ya pasti gak jadi sad ending der.. reader ini aneh aneh ae

  8. Anna mengatakan:

    Waaaa putriii mksh bnr2 mksh request ka2 dipenuhi,,maf tlat komen ya ka2 ga nyangka scpt ini dikabulin,,
    ka2 kira alur crt ffny bkal kyk yg divideo clip lho trnyt salut deh putri bs bt skenario lain,,i’m very like it sweerr,,,mski nyesel sndri krn mmbt sedih tp puass bgt again thanks a lot🙂

  9. gerund mengatakan:

    Chingu ko sad ending sih. Q ampe menitikan air mata bca ending’x.#lebay.com#.
    Kirain cerita’x bkal sma ma mv 8eight yg good bye my love, eeh trnyta nggx.,

  10. owni mengatakan:

    huweeee, kasian, mau nangis baca’a, di tunggu ff yg lain

  11. Sedih juga bacanya, ampe b’kaca2 nih mata *kelilipan ^_^
    salut dah buat FF ini hiks hiks…

  12. ticha_ mengatakan:

    huA_ampe nan9!z
    pa l9_klw leAt mV’X T.T
    bnr bkn nyesek n! ff
    sed!h’X ga karuAn_
    beda ama mV’X tp DAEBAK eon_4 jempol

  13. geill mengatakan:

    sedihhhhhhhhhhhhh, mata q ampe berair baca ceritanya,
    sedih banget karena sad ending, tp cerita yang bagus.
    good job!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  14. sag1190 mengatakan:

    wachhh sedih bget, ampe nangis terharu bacanya, kasian nickhun oppa hikz hikz, tpi kerennn abiess ffnya ^_^

  15. Dhyan queena mengatakan:

    ini pertama kali baca ff yg pairing soeun sm nickhun….

  16. Eppink mengatakan:

    Kyyaaaa😦
    andweeeeeee sedih bangetttt !😦
    tapi keren bnget kok ffnya , aku suka !

    Hwaiting ya chingu !😀

  17. luthfiangelsso mengatakan:

    sumpah sedih bgt bgt nyesek bcanya ya ampun sampe nangis huwwaaaa T.T
    pokonya keren !!
    aku sedih bgt bacanya nyesek !!

  18. ciciparamidha. mengatakan:

    jd nangis aku….

  19. Esaa mengatakan:

    Ooo MIRIS…
    Itu rasanya seperti apa ciuman di campur darah, iiiy.. Author ny jorok :p

    yuk mari berkelana lagi, ngubek ff lain nya,haha

  20. senrumi mengatakan:

    It good story bkn mewek

  21. Ambar mengatakan:

    Y Allah ini menyedhkan sekali…
    Knpa ceritanya kyk gni kshan So Eun,,hiks..hiks q beneran ikt nangis palagi pas So Eun ksh wejangan ke Nickhun untk trakhir x’nya bisa bayangin ekspresi mereka..
    Huuuum pngen bca ff mereka lg..

  22. lavender mengatakan:

    Feel sedihnya dapet bangeeeettt,,,,good job

  23. RANI mengatakan:

    mulai awal ceritanya udah sad aja,,, sampai nangis juga waktu bagian so eun mau meninggal itu…….

    Hebat bisa bikin readernya nangis gara-gara baca os-nya

  24. widyaLuvhIdol mengatakan:

    aq suka cerita x seru^^

  25. wie6002 mengatakan:

    cari2 ff sso yang romance and sad
    Bagus banget ff’x
    Mataku mulai berembun terharu baca’x
    Apalagi nickhun yang sangatt mencintai so eun
    So sweet bangettttt
    Semoga nichun selalu setia pada so eun
    Bikin lagi dong author ff yang cast’x nichkun dan so eun
    Author fightinggggg

  26. nuneo nuna mengatakan:

    Hallo author aku reader baru ijinkan aku buat baca karya”mu yg super daebak okeh^^
    Salam kenal*bow breng KyuSso*hehhehee

    Dmana”klo aku baca ff KhunSso pasti sad ending entah knpa couple ini cocok bngt dbuat sad ending*dlempar cuni*xixixixi…

  27. Endang widiyati mengatakan:

    Ah,sedih bgt….Tapi mmg cinta selalu membuat byk warna di hidup kt…Kalau hepi mulu ya ga seeruuu….Good job

  28. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Huaaaaa……Nickhun oppa kan laki2 yg baik…ganteng lagi!!!kenapa harus bersedih sedih ria begini…bikinin sequelnya donkkk…yg hepi ending!!

  29. filiansthcom mengatakan:

    Iya, aku juga nggak suka sama ff sad ending. Nyesek bnget lagi endingnya, 😭😭 uhhhh, pengen baca ff yg pairingnya KhunSso lagi tapi happy ending. Boleh request ff nggak eon? 😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s