~Love Me As You Can Part5~


“Hey, bukan itu maksudku. Air matamu adalah derita sendiri untukku. Melihatmu menangis langsung membuatku tak berkutik. Aku tak bisa melihatmu menangis, apalagi kalau orang lain membuatmu kesakitan sampai menangis. Jadi, berjanjilah tidak menangis menunjukkan kesakitanmu dihadapanku. Karena bila aku menemukanmu melakukan hal itu, aku akan memberi hukuman karena telah membuatku menderita…”

Senyap, sepi, untuk beberapa saat. Soeun masih menatapi wajah namjachingunya yg kali ini masih memperlihatkan senyumannya. Tapi ini bukan senyumnya yg biasanya, bukan senyum Donghae sebelumnya, senyumnya berbeda. Ia tersenyum smirk sambil matanya menatap tajam dan dalam mata soeun. sangat dalam, terlalu dalam, hingga Soeun benar2 tak bisa mengatakan apapun.

“ddonghae-ah…”

“sst… diam…”Soeun tak langsung melanjutkan kata2nya ketika Donghae memotong ucapannya dengan nada yg berbisik. Soeun terus menatap Donghae, berusaha menelan ludah, jantungnya berdetag tak karuan karena Donghae terus menatapi setiap inci wajahnya dengan pandangan yg begitu tajam. Apa yg akan dia lakukan…

Donghae mendekat, mendekat, dan mendekat. Soeun mulai tidak tenang, ia kemudian menutup matanya begitu rapat dan memiringkan kepalanya, berharap bisa menyembunyikan wajahnya dari Donghae yg terus mendekat.

“Ya, Donghae-ah!!”Soeun berseru sambil terus menutup matanya. Soeun benar2 takut, ketika ia merasa Donghae sudah terlalu dekat. Tapi Donghae tak menyahutinya. “Donghae-ah!!”kata Soeun masih begitu ketakutan.

Kini Soeun pasrah, ia tak tahu harus bagaimana. Ia hanya bisa diam sambil menutup matanya sangat ketakutan dan hanya menunggu menunggu dan menunggu apa yg terjadi didetik berikutnya. Tak seperti dugaannya, ia tak merasakan apapun kini,seperti dalam fikirannya. Donghae tak jadi melakukan hal itu padanya? Soeun pelan2 membuka mata…

“Humk…”

Donghae tampak menahan tawanya sambil merapatkan bibirnya. Ia kemudian menatap Yeojachingunya dengan pandangan usil, seperti pandangannya sebelm – sebelumnya yg soeun kenal. Soeun yg masih shock hanya menatap namjachingunya tanpa memberikan reaksi.

“Kau berfikir aku ingin melakukan apa?”tanya Donghae tertawa usil pada Soeun. Soeun tersadar, menatap Donghae dengan wajah kesal.

“Ini sungguh tidak lucu, Donghae. Lepaskan aku!!”kata Soeun kembali berontak . tapi Donghae tak juga melepaskannya. “Donghae!!!”

“Aku ingin bicara denganmu Soeun. Yg kutahu, kau selalu pergi ketika aku ingin bicara tanpa mendengarkanku. Sekarang, dengarkan aku ya?”

“Tidak, Ani! Donghae, aku harus bekerja, aku mohon lepaskan aku.”kata Soeun masih berontak.

“tidak Soeun, kau harus tetap disini untuk mendengarkanku. Masalah bekerja, kau jangan risau, aku akan melindungimu…”

“Karena kau bos besar? Begitu?”

Donghae menatap Soeun kali ini senyumnya lagi2 menghilang. “Kenapa kau selalu melihatku begitu asing sekarang? Soeun-ah, aku namjachingumu, tolong lihat aku masih seperti itu jangan pandang aku seakan-akan aku orang lain…”kata Donghae pada Soeun.

“Nyatanya kau berbeda, kau bukan yg dulu. Seperti apapun aku mencoba, aku tetap melihatmu sebagai orang lain….”kata Soeun. “aku mohon lepaskan. DONGHAE LEPASKAN AKU…”

“Aku tidak mau…”kata Donghae dengan wajah serius. “Kau boleh pergi setelah mendengarkanku…”

“Tidak mau…”

“Tapi kau harus…”

Soeun terdiam, mengatur nafasnya yg ngos-ngosan menatap Donghae yg juga mengatur nafas.

“Kita sama-sama lelah saling berdebat seperti inikan? Jadi lebih baik kau mendengarkan aku…”kata Donghae kemudian. soeun membuang nafas, lalu berpaling.

“Dengar, aku, ya, aku akui aku berbohong padamu mengenai identitasku. Aku memang bukan, seperti yg aku akui padamu sebelumnya. Aku adalah Lee Donghae, seorang pewaris tunggal sebuah hotel yg dikelola keluargaku yg kebetulan adalah tempat yg sama dengan tempat kerjamu.”kata Donghae pelan pada Soeun yg berpaling. Soeun menatapnya dengan pandangan tajam dan masih marah.

“Selamat berkenalan kalau begitu. Aku adalah Kim So Eun, seorang gadis yg sederhana dan bekerja dihotel terbesar dikota ini. Kau lihat tuan Lee Donghae? Aku karyawanmu…”

“Soeun berhentilah seperti ini…”

“Kenapa? Kau tidak suka? Bukankah kau yg membuatku seperti ini?”tanya Soeun pada Donghae. Donghae menghela nafas, menatap Soeun lagi.

“Aku pergi hari itu tanpa pamit padamu karena aku terpaksa. Kau tahu, ibuku sakit, dan sakitnya sangat parah sehingga aku tak tega meninggalkannya. Aku selama ini menjaga ibuku, membuat hati ibuku merasa selalu senang dan bahagia. Kau tahu, apa yg dapat membuat ibuku bahagia? Ibuku bilang, aku tidak boleh pergi lagi dan harus menikah dengan gadis pilihannya. Yg sudah dia pilihkan untukku sejak kecil…”

“Kalau begitu menikah saja dengan gadis itu. Kau bilang, kau ingin membahagiakan ibumu. Dan itulah caranya jadi apalagi?”tanya Soeun sambil membuang muka tak mau menatap Donghae.

“Kau mau aku menikah dengan gadis itu… kau rela aku benar2 menikah dengan gadis itu?”tanya Donghae pada Soeun.

“Kalau memang harus begitu lantas harus bagaimana? Kau bilang, ibumu hanya dapat bahagia dengan hal itu. Lalu hal apa yg bisa aku lakukan sekarang?”tanya Soeun kali ini kembali mengeluarkan mata yg berkaca-kaca.

“Kau bahagia kalau aku menikah dengannya?”

“Menurutmu apa aku akan bahagia? Lantas apa yg bisa aku lakukan??”tanya Soeun lagi pada Donghae. Donghae lagi2 menghela nafas, menatap soeun yg mulai menangis lagi. “Aku tak tahu harus apa sekarang ini. Aku mencintaimu, aku sebenaranya tak mau melepasmu. Tapi aku bisa apa? Aku bahkan tak bisa melakukan apapun untuk melarangmu. Bahkan sejak tadi aku sudah berfikir untuk berhenti bekerja dan mengilang dari hidupmu saja…”kata Soeun lagi sambil menangis. Donghae terdiam, Soeun sangat tahu kelemahannya, dia akan langsung diam kalau Soeun sudah mulai menangis.

“Kau lantas meninggalkanku?”tanya Donghae serius dan dengan wajah sedih.

“Kita harus menerima kenyataan kalau semuanya memang sampai disini. Hanya sampai disini. Kisah kita selesai, Lee donghae dan Kim Soeun sudah tak ada lagi…”

“Kita tidak akan selesai. Kita masih akan terus ada, dan akan selalu ada…”

“Nyatanya cerita kita sudah hampir tamat atau sudah tamat sekarang. Terima kenyataannya, cerita kita tidak berakhir bahagia seperti harapan kita…”

“Tidak kita belum selesai. Kita tidak akan menyelesaikannya disini. Kisah kita akan berakhir bahagia, bukan seperti ini…”

“Tapi lihat kenyataannya sekarang. Kita berakhir menyedihkan Lee Donghae…”

“Kita belum berakhir Kim Soeun. sampai kapan kau terus mengatakan itu? Aku akan menyelesaikan ini. Ini hanya sebuah cobaan kecil untuk kita…”

“Donghae, berhenti seperti ini…”

“Ini bukan akhir kita, kita akan melewatinya. Soeun, yg aku butuhkan hanya kepercayaanmu. Setelah itu, aku berjanji akan menyelesaikan ini. Soeun-ah, tolong, jangan berniat untuk meninggalkanku. Tolong percayalah akan janji-janjiku. Aku akan menyelesaikan ini, aku janji”kata Donghae sambil terus menatap Soeun. Soeun terdiam, menatap Donghae dengan mata basahnya. Donghae balas menatap Soeun yg masih berada dibawah kendalinya.

“Tapi, ini sulit donghae. Aku gadis miskin, aku tidak pantas bersanding dengan orang sepertimu. Kau jelas2 tidak setara denganku…”

“Aku tidak peduli, yg jelas aku mencintaimu, bahkan sangat. Soeun-ah, berhentilah memikirkan hal yg tidak penting seperti itu. Pandang aku seperti dulu, sebagai namja chingumu, aku mohon. Aku tak peduli kau siapa dan aku siapa. Yg jelas bagiku, hanya kau yg bisa membuatku bahagia. Tolong jangan katakan miskin atau kaya lagi, karena aku tak peduli dengan itu semua. Aku mencintaimu, hanya itu yg jelas bagiku. Jadi jangan fikirkan masalah ini lagi. Aku mohon, cintailah aku seperti dahulu, cintai aku semampumu… cintai aku sebagaimana kau bisa… jangan fikirkan harta atau apapun lagi. Karena bagiku kau lebih dari semua itu…Percayalah padaku”

“Tapi…”

“Aku mohon hanya percaya padaku…”

Soeun terdiam, air matanya masih terus keluar dari kedua matanya. Donghae masih terus menatapnya dengan penuh harapan.

“Kau percaya padakukan?”tanya Donghae pelan pada Soeun. soeun tak lantas menjawab, ia masih berfikir sambil menatap Donghae. “Soeun, percayalah padaku…”pinta Donghae lagi pada Soeun. Soeun menatap namjachingunya itu sekali lagi, air matanya kembali menetes. Lantas mengangguk.

“Aku percaya padamu…”

Donghae bernafas lega ketika Soeun mengatakan itu. Rasanya,sebuah beban berat lepas dari tubuhnya.

“Gomawo… Saranghamnida, Neomu saranghamnida…”kata Donghae pada Soeun.

“Nado saranghamnida…”kata Soeun sambil terus menangis. Donghae melepaskan pegangannya pada Soeun, lalu menghapus air matanya yg terus jatuh.

“Aku mohon, berhentilah menangis. Kau begitu tahu, aku sangat tidak bisa melihatmu menangis…”kata Donghae sambil menghapus air mata Soeun. Soeunpun ikut menghapus air matanya yg terus jatuh dimana tangan Donghae sudah disana.

“aku tidak tahu, kenapa aku masih menangis. Air mataku terus jatuh, aku tak bisa menghentikannya…”kata Soeun sambil menghapus air matanya.

“Berhentilah memikirkan, hal yg buruk. Semuanya akan baik2 saja…”kata Donghae lagi pada Soeun. Soeun menggeleng, tapi ia masih juga mengeluarkan air matanya.

“Aku tidak bisa berhenti…”kata Soeun dengan nada sedikit merengek.

Donghae menatap Soeun, berusaha tersenyum walau dirinya seakan-akan ingin ikut menangis melihat Soeun terus menangis. “Apa masih belum bisa berhenti?”tanyanya lagi pada Soeun.

“Tidak bisa…”kata Soeun masih menghapus air matanya.

“Kalau tidak juga dihentikan aku akan menciummu…”kata Donghae lagi kemudian. Soeun tak terlalu mendengarkan ucapan donghae, ia masih berusaha menghapus air matanya yg jatuh.

“Baiklah, biar aku yg menghentikannya…”kata Donghae setelah beberapa saat, lalu ia mendekatkan dirinya  pada Soeun. lantas kemudian menyingkirkan tangan Soeun diwajahnya. Soeun hanya terdiam, melihat semua yg Donghae lakukan. Donghae kemudian menggenggam kedua tangan Soeun dan mendekatinya.

“Selamat ulangtahun, sayangku..”katanya sebelum akhirnya mendekatkan wajahnya kewajah Soeun dan mencium lembut bibir Soeun. Dan malam yg panjang ini berakhir indah dan panjang  untuk keduanya..

[]

Sementara itu, disuatu tempat yg lain. Seorang gadis tampak duduk tenang dengan fikiran gelisah disebuah kursi disebuah restoran. Ia menatap bangku kosong dihadapannya, lalu melayangkan pandangan kesekitar restoran yg sudah mulai sepi karena malam yg kian larut. Ia menghirup nafas berat, lalu meraih tasnya yg terletak diatas meja lalu segera meninggalkan tempat itu dengan wajah kecewa bercampur kesal.

[]

~Lee Donghae POV~

Humh… pagi yg begitu indah. Aku sangat bahagia, ketika membuka mata aku menemukan wajah cantik yg kurindui ini, wajah seorang Kim Soeun. Ya, ehhemmh, malam tadi adalah malam yg pertama kalinya aku tidur satu ranjang dengan gadis pujaanku. Dan kalian tahukan apa yg terjadi semalam setelah kami ciuman? Hehe… kalian pasti tahu dan memikirkan sesuatu, aku tahu itu…

Hmmm, tapi sayang, yg kau fikirkan itu salah, maksudku… hmmm ya tidak ada hal aneh yg terjadi semalam. Setelah ciuman kau tahu apa yg terjadi setelahnya? Menyebalkan, ia mendorongku hingga jatuh kelantai. Dan dengan senangnya, gadis nakal itu malah tertawa keras melihatku jatuh kelantai. Menyebalkan !! Kalian lihatkan? Putri kucingku itu memang begitu tak tahu diri ckckck. Menurutmu apa? Masalahnya Yeojachinguku bukan seperti gadis lainnya. Ia begitu memikirkan segalanya, ya segalanya. Ia punya begitu banyak prinsip dalam hidupnya, termasuk ya hanya melakukan ‘itu’ ketika sudah suami istri saja. Sebagai kekasih yg baik dan manis, tentu aku harus menghormatinyakan? Walau sebenarnya ya, aku ingin juga memberi adik dengan spesies baru untuk Koony dan Bada hehehe.

Hey, berhenti berfikir aneh mengenai aku, aku ini pria boleh sajakan sekali-sekali aku memikirkan itu. Apalagi suasananya mendukung sekali semalam hanya ya aku tetap tak akan melakukannya. Kau tahukan? Aku begitu sayang dan menghormati gadis jelek itu. Dia terlalu terhormat dimataku, lagipula aku setuju dengan opininya. Lihat, aku tak salah memilih yeojachingukan? Dia cantik dan punya prinsip. Eh? Aku bilang cantik ya? Emang dia cantik?? Bukankah tadi aku mengatakan jelek? Ah, apa yg kulakukan sekarang? Untung dia tidak tahu apa yg aku fikirkan, kalau tidak huh… habis semuanya.

Tapi, lupakan itu… kau tahu apa yg membuatku lebih bahagia? Tentu saja, akhirnya masalah itu sedikit mulai diselesaikan. Dia kini sudah pecaya lagi padaku. Aku senang, sangaaat senang. Rasanya langkahku akan lebih pasti setelah ini dan aku yakin akan menyelesaikan ini segera dan kembali padanya. Hanya menunggu Soeun-ah…

Hmm, kini dia sedang tidur lelap dihadapanku. Dia nyenyak sekali, rasanya ingin sekali mengganggunya tidur. Tapi, ani, aku hanya akan menatapi wajahnya yg sudah lama tidak kutatap untuk saat ini sampai dia bangun. Ahh, aku baru menyadari kenapa aku begitu mencintainya, lihat wajahnya itubenar2 cantik hmmm mungkin bukan hanya cantik wajahnya indah sangat indah. pantas aku rela melakukan apapun untuknya, ternyata aku baru dapat sebagian petunjuk, ternyata dia cantik sekali ya? Soeun memang berbeda dari gadis lain yg kukenal. Ya, walau aku sudah tahu dia cantik sejak lama, tapi aku baru menyadari kalau ia begitu cantiknya bahkan sedang tidur begini. Selama ini, Dia selalu memakai make up yg tidak mencolok tapi dia selalu lebih cantik dimataku. Dia lebih cantik, dibanding  wanita2 bermake up tebal yg bahkan kau bisa melihat warna bibir merahnya dari jarak 25meter kau melihatnya karena saking merahnya lipstik mereka. Dan tentu saja Putri Kucingku lebih cantik dari mereka bukan? Hehe Soeun jauh diatas mereka. Dan sekali lagi, aku baru menyadari ia bahkan lebih cantik dari yg kutahu sebelumnya setelah hari ini. Jadi jangan heran kalau aku mengatakan ini…

Aku hanya tersenyum sendiri menatapi wajah polosnya yg masih tertidur. Aku seperti melihat Bada tidur melihatmu begini, Kyeopta. Soeun-ah, ireona!!!

[]

~Author POV~

Donghae masih saja menatapi Soeun yg tidur nyenyak disampingnya. Sesekali, ia tersenyum sendiri melihat Soeun bergerak sedikit dalam tidurnya. Tapi matanya, tak pernah lepas sedikitpun dari yeojachingunya itu.

“Humh…”

Donghae tersenyum ketika Soeun lagi2 sedikit bergerak sambil mengeluarkan sedikit suara ketika dia lagi tidur. Ia terus menatapi Soeun yg kini sudah mulai bangun dari tidurnya.

“Selamat pagi…”

Soeun kaget ketika membuka mata ia menemukan Donghae yg tersenyum ceria padanya. Ia agak bingung dengan keadaan ini, tapi kemudian ia sadar apa yg terjadi dan mengapa ia sampai disini. Donghae tersenyum melihat wajah bingung Soeun.

“Selamat pagi…”ulang Donghae tetap tersenyum pada Soeun. Soeun tak menyahut, ia mencoba duduk.

“Aku harus pergi Donghae. Aku harus kerja… “kata Soeun ingin bangkit tapi Donghae menahan bahunya.

“Kau tidak boleh pergi. Jangan fikirkan kerja lagi, tidak akan terjadi masalah apapun…”kata Donghae pada Soeun.

“Donghae…”

“Kau lupa? Akukan bos…”kata Donghae dengan bangganya membuat Soeun menatapnya kesal. Donghae tersenyum melihat ekspresi Soeun. “Ara, kau tak suka kalau aku sudah membahas pangkat. Maksudku bukan begitu. Soeun-ah, tinggalah disini denganku dulu. Inikan hari ulang tahunmu, izinkan aku menghabiskan waktu lebih banyak denganmu. Aku masih merindukanmu…”kata Donghae sambil menatap Soeun dengan wajah sedikit memohon dan cemberut. Soeun menatap Donghae ragu.

“Tapi Donghae, aku…”

“Jangan cemaskan apapun, aku sudah mengatur semuanya jadi kau tak perlu merisaukan apapun lagi. Lagipula, bukankah bosmu itu aku? jadi kau harus menurutiku. Dan aku menyuruhmu disini hari ini… Kau dengar itu Kim Soeun-ssi? Bosmu yaitu aku memerintahkanmu tetap disini. Tidak boleh kemanapun, Araseo?”kata Donghae sambil mengacak-acak rambut Soeun. Soeun kesal mencoba menepis tangan Donghae itu, tapi Donghae malah semakin mengacak-acak rambutnya dengan gemas.

“Ahh, Hya!!”Seru Soeun kesal karena ulah Donghae itu. Donghae berhenti, tersenyum melihat pandangan kesal Soeun padanya. Lalu kemudian kembali mengacak-acak rambutnya. “Yak!! Aish…”

Donghae lagi2 tersenyum melihat sorot mata sangat kesal Soeun padanya. “Kau terlihat seperti Bada…”katanya sambil tersenyum seperti melepas rindunya pada Soeun. soeun hanya terdiam merapikan rambutnya yg sedikit berantakan akibat ulah usil Donghae. Donghae kemudian bergerak meraih sesuatu dari meja disamping tempat tidur. Soeunpun ikut menoleh penasaran.

“Yeojachinguku tersayang, sekarang saatnya sarapan…”kata Donghae tersenyum sambil mengangkat sebuah piring berisi sandwich ditangannya serta segelas susu.

“Ini…”

“Aku sengaja membuatkannya untukmu. Pagi2 sekali, aku sengaja bangun untuk membuat ini. Kau makan ya, aku membuat ini dengan penuh cinta. Didalamnya, ada seribu juta butir cintaku untukmu…”kata Donghae sambil mengangkat sandwich itu dari piringnya. Kemudian Donghae mendekatkannya kebibir Soeun. “Soeun-ah ayo makan. Katakan AAAAA”kata Donghae sambil mendekatkan sandwich itu kepada Soeun lantas membuka mulutnya seakan-akan mengajari Soeun.

Soeun tersenyum melihat tingkah Donghae. Ia kemudian mengikuti kata2 Donghae, iapun membuka mulutnya dan memakan sebagian sandwich itu. Donghae tersenyum, agak was-was menunggu reaksi Soeun. Soeun terdiam, ia kini tengah mengunyah makanan yg baru masuk itu.

“Eotthae?”

“Humk…”

Belum sempat Donghae menyelesaikan kata2nya. Tiba2 Soeun tersedak, lalu kemudian mencari tempat untuk ia mengeluarkan kembali makanan itu. Soeun kemudian meraih gelas ditangan Donghae lalu cepat meminumnya. Donghae menatapnya bingung.

“Wae? Gwaenchanha?”tanya Donghae yg bingung.

“Donghae-ah, kau masukkan apa kedalamnya rasanya sangat-sangat pedas. Ashh…”kata Soeun masih kepedasan sambil kembali meminum-minumannya. Donghae bingung, ia menatap sandwich ditangannya.

“Rasanya pedas?”tanyanya juga bingung. Soeun tak menyahut, ia masih juga meredakan pedasnya. Karena penasaran, akhirnya Donghae mengambil lagi potongan sandwichnya dan memakannya.

“Ahhh…”

Donghae segera mengeluarkan kembali makanannya kemudian dengan cepat meraih gelas ditangan Soeun dan ikut meminumnya. Soeun yg sudah tidak merasa terlalu pedas lagi, kini malah tertawa keras melihat kepanikan Donghae.

“Hahhahahaha..”kata Soeun sambil mengetawakan Donghae. Donghae yg sedang minum susu, menghentikan minumnya dan menatap soeun dengan nafas ngos-ngosan masih sambil kepedasan.

“Kau putri kucing yang nakal…”katanya kesal yg dibalas cibiran Soeun.

[]

Sebuah mobil berhenti didepan Aiden Hotel. Tak lama setelah sopirnya membukakan pintu keluarlah  seorang gadis. Setelah sigadis keluar, sopir dan gadis itu berusaha mengeluarkan seorang wanita berkursi roda dari dalam mobil. Setelah keluar, dengan serius kedua wanita itu memasuki Aiden Hotel.

“Apa semalam Donghae check in disini?”tanya wanita berkursi roda dengan wajah serius kepada resepsionis.

“Hm, ya, nyonya, semalam tuan Donghae memang check in…”jawab Resepsionis pada wanita itu.

“Bawa kunci cadangannya, dan tunjukkan aku kamarnya…”kata wanita itu dengan geram. “Ayo Taeyeon…”

Gadis itu segera memegang kursi roda wanita itu walau sedikit ragu. “Iya, bibi…”katanya sambil medorong kembali kursi roda itu.

[]

Keduanya masih meikmati kebersamaan mereka diruang kecil itu. Walaupun mereka sering bertengkar dan melakukan hal2 konyol bersama, tapi semuanya tahu mereka begitu saling mencintai satu sama lain. Saat ini, keduanya bersama kembali, setelah mereka dipisahkan sebelumnya hingga tak ada kesempatan untuk bersama. Tapi sekarang, disana hanya mereka, mereka menggunakan ruangan sempit itu untuk melepas kerinduan mereka.

Soeun masih bersandar didada Donghae. Sementara Donghae membelai lembut rambut Soeun. keduanya yg masih bersandar di sandaran tempat tidur itu saling bertatapan sesaat, lalu kemudian saling tersenyum penuh arti.

“Kau rindu padaku?”tanya Donghae sambil membelai lembut rambut Soeun. soeun tersenyum, lalu mengangguk.

“Ya, aku sangaaaaat merindukanmu…”kata Soeun sambil tersenyum agak malu-malu. Donghae tersenyum mendengar ucapan Soeun, ia membelai kembali rambut Soeun.

“Sayangnya aku tidak merindukanmu…”kata Donghae kemudian. soeun terdiam, menjauhkan dirinya dari Donghae lalu menatapnya sedikit cemberut. Donghae tertawa lalu meraih kepala Soeun kembali ketempat semula. “Tapi aku sangat begitu benar-benar merindukanmu…”katanya sambil kembali menenangkan Soeun didekatnya. Soeun tersenyum.

“Berhentilah mempermainkanku begitu…”kata Soeun kemudian. donghae lagi2 tertawa kecil.

“Kalau tidak begini, nanti kau menangis lagi… Kaukan cengeng…”

“Kau yang membuatku menangis…”kata soeun cepat dengan wajah cemberut. Donghae tersenyum, ia mendekati wajah Soeun.

“Maafkan aku ya, selalu membuatmu menangis. Aku janji akan menyelesaikan ini, dan bila itu sudah selesai aku akan kembali padamu dan saat itu kau tidak akan pernah sedih lagi karena aku…”kata Donghae dekat kepipi kiri Soeun.

“Tapi sampai itu terjadi pasti semuanya menjadi berat. Akan banyak hal dulu yg kita lalui. Kalau aku sedih lagi bagaimana?”tanya Soeun.

“Tetap kau tidak boleh menangis… kau tidak boleh menunjukkan air matamu didepanku…”

“Wae?”

“Karena kalau sampai aku melihatmu menangis sedikit saja, maka saat itu juga aku akan menciummu. Tidak peduli, didepan keramaian atau bukan…”

“Hya, itu egois. Bagaimana mungkin aku dilarang menangis begitu?”

“Bukankah sudah kukatakan, aku tidak suka melihatmu menangis. Kalau kau menangis sedikit saja, rasanya aku langsung tak tahu akan melakukan apa untuk membuatmu berhenti. Jadi, sekarang sudah kufikirkan kalau sampai aku melihatmu menangis sedikit saja, disaat itu aku tidak akan segan menciummu, mengerti?…”kata Donghae sambil mencubit hidung Soeun. soeun menampik cubitan Donghae dihidungnya.

“Ini sungguh aneh. Bilang sajakau ingin menciumku selalu, itu sebabnya kau terus membuatku menagis. Begitukan??”kata Soeun kemudian. donghae tersenyum tipis, lalu ia menaikan dagu Soeun hingga menatap padanya.

“Hey, bukan itu maksudku. Air matamu adalah derita sendiri untukku. Melihatmu menangis langsung membuatku tak berkutik. Aku tak bisa melihatmu menangis, apalagi kalau orang lain membuatmu kesakitan sampai menangis. Jadi, berjanjilah tidak menangis menunjukkan kesakitanmu dihadapanku. Karena bila aku menemukanmu melakukan hal itu, aku akan memberi hukuman karena telah membuatku menderita…”

“Itu tidak adil…”

“aku tidak peduli. Yg penting, didepanku kau tidak boleh menangis, Araaaa?”kata Donghae sambil lagi2 mengacak-acak rambut Soeun. membuat Soeun menjauh.

“Jangan mulai lagi…”kata Soeun sedikit kesal. Donghae lagi2 hanya tersenyum.

Klik…

Sepasang kekasih yg sedang bercengkrama dan saling bercanda itu tiba2 kaget ketika tiba2 pintu utama hotel mereka terdengar terbuka, keduanya menoleh agak kaget.

“Donghae!!!”

 []

“Donghae!!!”

Soeun dan Donghae sangat kaget ketika tiba2 ibu Donghae datang disana bersama Taeyeon. Keduanya yg sedang duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur hotel langsung beranjak dan berdiri.

“I…Ibu…”

“apa yg kau lakukan disini bersama gadis ini?”tanya ibu Donghae terdengar sangat2 emosi. Donghae terdiam, ia hanya menatap Soeun yg  tampak resah hingga menggenggam erat tangannya.

“Ini bukan seperti yg ibu fikirkan…”

“Bukan seperti yg ibu fikirkan? Ibu menyuruhmu menemui Taeyeon semalam tapi apa yg kau lakukan? Kau malah menginap dengan wanita jalang seperti dia dan membuat Taeyeon menunggu sendirian…”kata ibu Donghae masih marah.

Donghae kaget mendengar ucapan ibunya, begitupun soeun. “Ibu, ini kesalahan ,dia bukan wanita seperti itu. Dia adalah…”

“Adalah yang bagaimana? Bukankah hanya wanita murahan yg melakukan semua ini di hotel dengan yg bukan suaminya. Dan, aku baru ingat siapa wanita ini. Bukankah dia adalah bawahanmu yg pernah kerumah. Lihat, baru dua hari kau disini, dia sudah merayumu…”

“Bukan begitu nyonya, anda salah. Saya bukan…”

“Berhentilah mengelak, kenyataannya memang begitukan? Kau adalah wanita murahan yg merayu atasanmu… Kau merayu donghae untuk mengeruk kekayaannya…”

“Ibu Cukup!” donghae tampak tidak tahan dengan kata2 ibunya terhadap Soeun. ibu Donghae terdiam, ia menatap Donghae yg tidak terima dengan ucapannya. Donghae menghela nafas, menatap Soeun yg resah. Donghae dapat merasakan tangan Soeun bergetar dalam genggamannya. “Bu, gadis ini bukan seperti yg ibu fikirkan. Gadis ini adalah… kekasihku. Ibu, dia adalah kekasihku…”kata Donghae menatap ibunya yakin.

Ibu Donghae menatap donghae dengan pandangan kaget. “Kekasihmu?”

“Ya, ini Kim Soeun dia adalah kekasihku dan satu2nya wanita yg kucintai. Ibu, maaf bila aku tidak mengatakannya dan membuat ibu kecewa. Tapi sungguh, aku tidak bisa jauh darinya…”kata Donghae kemudian.

Ibu donghae menatap Donghae dengan pandangan yg masih kaget dan bercampur marah. “Kau… berpacaran dengan bawahanmu? Dengan gadis miskin seperti ini?”

“Ibu, tolong jangan mengatakan kata2 yg menyakitkan seperti itu… Tolong terima dia sebagai pilihanku…”

“Tidak!” Donghae terdiam mendengar penolakan keras ibunya itu. “Donghae, apa yg kau fikirkan. Bagaimana mungkin kau menjalani hubungan dengan wanita lain sementara kau punya tunangan…”

Donghae terdiam, menghela nafas menatap Taeyeon yg hanya diam menunduk. Lalu ia beralih pada Soeun. “Bukankah kami belum resmi tunangan? Kami hanya disatukan sejak kecil. Tapi kami belum bertunangan…”

“Donghae…”

“Ibu maafkan aku. tapi, aku sungguh tak bisa melakukan ini semua. Tolong berikan izin untuk kami, aku berjanji akan selalu menjaga ibu dan menemani ibu nantinya…”

“Tidak, gadis ini bukan orang yg pantas untukmu. Aku tidak akan merestuimu dengan gadis seperti ini. Sampai kapanpun, ibu tidak akan menerimanya…”

“Tapi aku akan tetap mempertahankannya…”

Ibu Donghae lagi2 kaget mendengar ucapan Donghae itu. Ia menatap Donghae yg masih menggenggam tangan gadis ketakutan itu dengan erat. “Donghae…”

“Maafkan aku bila terus mengecewakan ibu. Aku tahu aku bukan anak yg baik, tapi aku mohon mengertilah bu… aku hanya menginginkan gadis ini…”

“Donghae…”

“Aku berjanji, aku akan terus bertanggung jawab pada ibu kalaupun nanti ibu mengizinkan. Aku mohon bu, tolong, tolong berikan restu untukku…”

Ibu donghae sangat shock mendengar setiap kata2 putranya. Ia mulai memegangi dadanya yg turun naik akibat sesak. “Dong…hae…”

“Ibu…” donghae kaget lalu segera menghampiri ibunya yg tampak sesak diatas kursi rodanya. Tangannya masih juga tak melepas Soeun.

“Bibi…” Taeyeon ikut panik melihat ibu donghae yg mulai tampak kesulitan bernafas.

“Ibu, Ibu Maafkan aku. Ibu…”

Soeun terdiam, ia tak tahu harus melakukan apapun. Ia tak mau semuanya menjadi lebih buruk kalau ia melakukan sesuatu. Ia menatap berat dan muram ibu Donghae yg tampak kesakitan, lalu mengedarkannya pada keramaian diluar. Semua orang seakan-akan menatapnya sebagai seorang buronan.

“Donghae izinkan aku pergi…”kata Soeun setelah memikirkan sesaat, lalu melepaskan pegangan Donghae. Tanpa menunggu jawaban Donghae, Soeun langsung pergi dan menerobos keramaian akibat kehebohan itu.

“Soeun-ah, tunggu…”seru Donghae sambil berusaha memanggil Soeun yg menjauh.

“Donghae, sebaiknya kita membawa bibi kerumah sakit…” Donghae segera mengalihkan pandangannya ketika Taeyeon bersuara padanya. Donghae menatap ibunya yg sudah tak sadarkan diri. “Ayo…”kata Donghae kemudian.

Semua orang membantu ibu donghae keluar ruangan. Sementara, Donghae kembali ketempat tidurnya untuk mengambil barang2nya. Dan matanya tertuju pada sebuah benda yg tertinggal ditempat tidur, milik Soeun!!

[]

~Kim Soeun POV~

Berat! Semuanya terlalu berat untukku. Aku rasa aku tidak akan mampu menahannya lebih lama. Tapi donghae aku harus bagaimana? Caramu mempertahankanku membuatku tersentuh… Aku tahu cinta kita sama besar atau kau mungkin mencintaiku lebih. tapi kita sepertinya tidak bisa terus bersama.

Bersama denganmu adalah tujuan hidupku. Tapi biduk yg kita gunakan untuk berlayar bersama sepertinya akan benar2 patah. Donghae, aku sedih, aku takut kehilanganmu. Aku bingung, harus bagaimana seharusnya aku. melepasmu? Tidak! Kau berharga untukku dan perjuanganmu masuk kebagian terdalam diriku membuat aku tak ingin benar2 tidak mau mebiarkanmu pergi lagi dariku. Mempertahankanmu? Ya! Tapi dunia, takdir, dan tuhan terlalu kuat untuk kita terjang. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku serahkan kita dikedua tanganmu. Apapun yg kau pilih, aku akan mengikutimu. Saranghaeyo…

[]

Soeun cepat2 keluar dari lift ketika ia sudah mencapai lantai 24 apartemennya. Ia mencoba untuk meredam gejolak duka dalam dirinya. Ia segera berlari kearah apartemennya.

Sementara itu, tepat ketika Soeun lewat didepannya. Kyuhyun hanya menatap gadis yg berjalan dengan tergesa-gesa itu keapartemen disampingnya. Soeun berjalan dan tepat didepan pintu apartemennya. Disana Soeun memeriksa sesuatu dari tasnya.

“Dimana?”tanya Soeun sibuk memeriksa tasnya dengan resah dan tak tenang. “Kuncinya dimana?”

Kyuhyun hanya terdiam melihat kepanikan Soeun. dari suaranya, Kyuhyun tahu gadis itu sedang menahan air matanya.

“Kuncinya dimana? dimana dimana??”tanya Soeun tampak sangat tidak sabar sekarang dan mengobrak-abrik isi tasnya karena tidak menemukan sesuatu yg dicarinya. “Kumohon kuncinya dimana?”tanya Soeun sambil terus mengobrak-abrik isi tasnya, kali ini ia tampak lebih menyedihkan lagi. Soeun tampak putus asa dengan tasnya, ia kini memegang pegangan pintunya dan mengetuk-ngetuk pintu yg tertutup rapat dengan gerakan yg panik. Semua orang menatapnya dengan pandangan heran.

Kyuhyun menghela nafas berfikir, sebelum akhirnya ia mendekati Soeun yg tampak menyedihkan didepan apartemennya itu. Tanpa babibu Kyuhyun meraih kepala soeun dan meletakkan dibahunya.

“Menangislah sekarang…”kata Kyuhyun menahan kepala Soeun dibahunya. Awalnya Soeun kaget. Tapi hatinya yg benar2 rapuh membuat ia tak sanggup mengundurkan kepalanya. Kini ia menangis dengan hebat dibahu Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam, mendengar isak gadis didepannya. Ia dapat merasakan kepiluan dari hatinya. Ia menghela nafas, menatap lurus dengan penuh kemarahan. ‘Lee Donghae!’batinya berseru geram

[]

Semunya panik diluar ruangan rumah sakit. Donghae duduk diruang tunggu dengan gerakan frustasi. Ia membenamkan kepalanya pada lipatan tangannya. Hatinya berantakan tak menentu. Ia begitu cemas dengan keadaan ibunya. Dokter sudah memeriksa dari tadi, tapi belum ada satu kabarpun tentang keadaan ibunya. Taeyeon yg ada disamping Donghae tak mengatakan apapun melihat kecemasan Donghae.

Tiba-tiba saja, datang rombongan tuan Lee Young Seob. Tuan Yeongseob, ayahnya Donghae segera menghampiri Donghae.

“Apa yg terjadi?”

Donghae mengangkat wajahnya, menatap ayahnya yg datang. Ia tampak sangat sedih dan bingung. “Maafkan aku ayah…”hanya itu yg Donghae ucapkan.

Ayah Donghae menghela nafas, ia menatap pintu UGD yg belum terbuka. Ayah Donghae menatap anaknya, lalu mengusap bahunya. “Ini bukan salahmu…”katanya menenangkan donghae. Ada sedikit lega dihati Donghae karena ayahnya tidak menyalahkannya atas kejadian ini. Ia kembali mengusap rambutnya cemas.

Setelah beberapa saat, akhirnya dokter yg memeriksa keluar ruangan. Semua orang langsung mengerubunginya.

“Apa yg terjadi?”

“Nyonya Park untuk saat ini masih belum menyadarkan diri. Mari kita berdoa untuk kesadarannya untuk saat ini…”

Semua orang langsung menghela nafas mendengar ucapan dokter yg mulai beranjak pergi. Donghae tampak begitu sangat terpukul. Ia tersandar lesu didekat sana. Ayah Donghae menatap putranya dengan prihatin. Ia mengusap bahu Donghae lagi.

“Pergilah pulang dulu untuk menenangkan diri dan menyelesaikan masalahmu. Biar ayah yg menunggui ibu untuk sementara…”kata ayah Donghae pada Donghae. Donghae hanya mengangguk tak bergairah.

[]

“Pergilah pulang dulu untuk menenangkan diri dan menyelesaikan masalahmu. Biar ayah yg menunggui ibu untuk sementara…”

Kata2 itu mengelilingi fikiran Donghae. Menyelesaikan masalah? Apa maksud ayahnya dengan ucapan itu? Apa ayah menyuruhnya untuk menghentikan hubungannya dengan Soeun atau apa? Kenapa kalimat itu terdengar seperti sebuah isyarat. Donghae menghela nafas lagi, memikirkan masalahnya yg bertubi-tubi. Donghae melayangkan pandangannya kearah jok disampingnya. Ia kemudian melihat kunci apartemen dirinya dan Soeun disana. Donghae berfikir, ia kemudian mempercepat laju mobilnya.

[]

Donghae menginjakkan kembali kakinya keapartemennya. Sebuah tempat yg bersejarah banyak untuk hidupnya dan Soeun. donghae sangat ingat itu, tempat ini adalah tempat paling bersejarah untuk hubungan mereka. Tempat dimana ia bertemu, serta mendapat hati gadis yg begitu penting untuknya itu. Donghae menepis fikirannya yg tidak menentu, ia kemudian berjalan kearah apartemen Soeun.

Donghae berdiri menatap pintu apartemen soeun yg tertutup rapat. Ia mengerutkan keningnya, karena tak menemukan Soeun. ia menerka dimana kira2 Soeun berada kalau tidak menemukan kunci apartemennya. Soeun dimana? Soeun menangis dimana?

“Hey, Bada!”

Donghae mengalihkan pandangannya ketika ia mendengar seruan seseorang. Donghae mengerutkan keningnya lagi, begitupun orang yg baru datang itu. Yang membuat Donghae lebih kaget, kenapa Bada bisa bersama Kyuhyun. Kyuhyun menatap Donghae datar, ia menatap Bada yg berjalan dibawah kakinya dengan jinak. Dengan cuek Kyuhyun melewati donghae yg tampak ingin mengatakan sesuatu itu.

“Kenapa Bada bisa bersamamu?”

Kyuhyun tersenyum smirk, ia menghentikan langkahnya dan berbalik.

“apa hakmu bertanya? Bukankah kau sudah menelantarkannya?”tanya Kyuhyun sinis. Donghae menatap Kyuhyun datar, menghela nafas. “Wae? Apa kau mengakui kepayahanmu?”sinis Kyuhyun lagi pada Donghae.

Donghae menatap Kyuhyun lagi. “aku sedang tak ingin berdebat. Aku kesini untuk mencari Soeun…”kata Donghae kemudian. kyuhyun tersenyum masih begitu sinis, ia menatap kunci apartemen ditangan Donghae. Kemudian merebutnya dari tangan Donghae begitu saja.

“Sekarang ini tak ada gunanya…”kata Kyuhyun kemudian.

“Maksudmu?”

Kyuhyun lagi2 tersenyum, ia menatap pintu apartemen Soeun. “Dia ada disebelah, di apartemenku. Ia tak punya tempat untuk istirahat tadi, jadi kutawarkan apartemenku dan dia tak keberatan. Jadi, kau lihat, kau kalah langkah dariku…”kata Kyuhyun sinis. Donghae tak mengatakan apapun, ia menatap Kyuhyun dengan pandangan tajam.

“Ya, berhenti berusaha mengambil hati kekasihku…”kata Donghae tajam dan dengan nada marah. Kyuhyun kali ini tertawa, membuat Donghae semakin menatapnya marah.

“Kekasih? Kau masih menyebut dirimu kekasih? Shit!!”kata Kyuhyun dengan pandangan mengejek. Donghae menatap marah, ia meraih kerah baju Kyuhyun.

“Kubilang berhenti mencampuri urusanku. Soeun milikku, tidak akan aku biarkan kau merenggutnya dariku… kau tidak akan bisa, tidak akan mungkin. kau dengar itu!!”

Kyuhyun menatap Donghae dengan pandangan tak kalah emosi. Ia melepaskan pegangan Donghae dikerahnya dengan kasar.

“Bukankah kau sudah kuperingatkan? Hentikan melukai hati yg manapun. Soeun ataupun Taeyeon. Aku emosi ketika semalam kau membiarkan Noonaku menunggu hingga begitu lama dan merasa disia-siakan olehmu. Dan tadi Soeun pulang dengan keadaan menyedihkan. Bukankah kau sudah kuperingatkan akan semua ini? Sekarang aku sudah tidak lagi mau menahannya…”kata Kyuhyun tajam pada Donghae.

“Tapi kau sama sekali tak mencintai Soeun. kau hanya menggunakannya untuk membalasku. Berhentilah masuk diantara kami…”

“Kau begitu tahu bukan hal yg sulit untuk mencintai seorang Kim Soeunkan?”sinis Kyuhyun dengan senyuman smirknya lagi. Donghae kian emosi. Ia berniat melayangkan pukulan pada Kyuhyun, tapi dengan cepat Kyuhyun menghalanginya dan kini menggenggam tangan Donghae. “Kau dengar, aku pasti bisa membuatnya melupakanmu. Kau lihat, aku bisa merebut Bada dengan mudah dari tanganmu dan bukan mustahil juga bagiku untuk merebutnya juga darimu. Ingat itu!”

Kyuhyun menampik kasar tangan Donghae. Ia kemudian menggendong Bada dan memasuki apartemenya meninggalkan donghae begitu saja. Donghae menatap kepergian Kyuhyun dengan emosi membuncah.

[]

“Berhentilah seperti ini Naeri!”

Donghae yang berniat memasuki ruang rawat ibunya menghentikan langkahnya mendengar suara ayahnya. Ia mengintp kedalam, dilihatnya ibunya duduk dengan begitu sehat diatas tempat tidur.

“Sudah cukup permainanmu selama ini. Kau tidak lihat? Donghae benar2 menjadi bingung…”

“Tapi kau tahu aku harus melakukannya Yeobo. Apa kau mau donghae lagi2 meninggalkan kita dan lebih memilih gadis miskin itu…”

“Naeri, donghae sudah dewasa. Dia sudah tahu apa yg ia inginkan. Kau tidak seharusnya mengekangnya begini…”

“Tapi Donghae seharusnya bersama Taeyeon.”

“Tidak! Naeri, biarkan donghae dengan jalannya. Jangan lagi membuatnya bingung. Yg kau lakukan sudah sangat keterlaluan. Kau pura2 sakit padanya, pura2 lumpuh, belum lagi kau berusaha menyakiti dan membahayakan kekasihnya. Naeri, biarkan Donghae memilih keinginan yg dia mau…”

Ibu donghae kaget mendengar ucapan suaminya, ia menatap tak percaya. “Yeobo, kau?”

“Ya aku tahu apa yg kau lakukan beberapa bulan ini. Kau mengawasi donghae. Lalu ketika kau tahu siapa kekasihnya, kau selalu berusaha membuatnya celaka dalam beberapa kesempatan. Ini sudah termasuk kejahatan, jangan sampai kau melakukan hal yg lebih membahayakan lagi…”

Wajah Donghae langsung berubah mendengar hal itu. Jadi? Ini semua hanya sandiwara? Ibunya berusaha membodohi dan mengalihkan perhatiannya? Dan… Soeun, Soeun sering dicelakai oleh ibunya sendiri. Kecelakan Soeun diapartemen tiga bulan lalu… Kecelakaan Soeun ditempat kerja dihari berikutnya… Kecelakaan dijalan ketika mereka pergi bersama… Kecelakaan yg sempat membuat Soeun di opname seminggu… kecelakaan2 aneh itu adalah perbuatan ibunya? Donghae mengatur nafasnya yg berantakan sekali lagi. Semuanya terasa fiksi, apa ini benar2 terjadi? dengan emosi kali ini Donghae membuka pintu kamar ibunya.

“Jadi itulah kenyataannya??”

Bagaimanakah? Hehe, moga puas ya^^ Komen dan Ratenya ditunggu Reader🙂

29 Comments Add yours

  1. Irnawatyalwi mengatakan:

    Putri kk tdk tau mau komen apa?ffmu Daebak skali crtax menegangkn,lucu,sedih,pokokx komplit dhe.cuman mau blng putri lanjutkn ya jgn lma2,1 lg putri kk sarankn jd pnulis skenario film/ sntron aja agar sntron Ina lbh brkualitas g sprti skrg in.

  2. Irnawatyalwi mengatakan:

    Daebak,Oh ya part slnjutx lbh pnjang lg ya put,hehehe…

  3. astrielf mengatakan:

    waaaaaaa waaaaa waaaa #nari ring ding dong. luar biasa kerenya,,,
    benar-benar spechless, top bgt deh,,
    lanjutkan jgn lama2 heheh

  4. Anna mengatakan:

    Baguuussss,,sweerrr manteepp n puas bgt,donghaeee romantis bgt,prsaan ka2 ikt naik trun nieeyy,waduuh khuhyun ngjakin perang yaa siap2 klah sblm brtanding ini mah??mslhny soeun&donghae tak bs dipisahkan bgai romi n juli ckckck dtggu sgr klnjtny gomawoo putri🙂

  5. DHiyah Zt DoUx mengatakan:

    wuuaahhhhh ,, ibu y donghae jahat jg ea …
    kasian so eun ,,
    kLo q jd so eun ,, q kan nggalin donghae . *jngan menatap q tajam seperti tu ,, q pnya aLasan*
    coz ,, cinta yg g d rstuin ortu tu prcuma …
    n sLgi da kyuhyun knpa ga …
    hehehhe

    tp so eun b.untung ,, d rbutin 2 cwo” cakep …
    eonni ,, bgi q stu dunk …
    *pLetak!!*

  6. glodzssokyu mengatakan:

    hay hay putri🙂
    annyeong haseyo🙂

    untung aku sering buka wp mu ,
    kalo gak pasti ketinggalan😦

    daebaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    ah moment mreka berdua knapa selalu romantis sih🙂
    jadi iri😀

    hya! itu beneran gak sih kyuppa suka ma soeun eonnie ?!
    ato cuma mau balas dendam ?
    kalo cuma mau bales dendam ,
    jangan deh kyuppa ..😦
    kasian eonnie ku uda sering sakit hati ..

    huh rasain tuh ommanya haeppa !!
    sebel aku jadi nya !!

    ayoooo haeppa FIGHTING!!!

  7. Elisoniac mengatakan:

    wow daebak… pinter banget sih chingu.. bisa bikin cerita yang bikin reader (maksudnya aku) bisa ikut merasakan…?????
    jadi tambah penasaran ma nie cerita.. ayo chingu lanjutinnnnn……

  8. mayaulidhasso mengatakan:

    seruu author …!!!!!!!!!!!!!!
    gimana ya kelanjutan nya ??? hmm.. aku jadi penasaran …
    update soon yaa thor .. ^^^

  9. KyuPAngels mengatakan:

    Annyeong…
    Ini poespa sang soeun….

    Huwa…..,.
    Sedih deh liat eonnie soeun di perlakukan sperti itu sma ‘…….’ (?)

    romantisnya haeppa….
    Gak sia” puspa ngajarinya (?)

    lanjuttttt #penasaran tingkat akut

    itu kyupaa beneran???

  10. djkyussoloverz mengatakan:

    waaaaaaaaaaaaaw kereeeeeen deh cingu bguz bgt ox di tggu part slnjtx jgn lma lama yaw mian lok skrg comment x cz laptop lg eroooor horeeee akhir x trbgkaaaar dh tu kdook ibu x donghae oppa yeeeeeeeeeeeeeee fighting………!!!!!!!!!

  11. Ina890826 mengatakan:

    gyaaaaaaaaaa telat baca sya,, mianhae,, hehe
    aigo aigooooo i like this^^
    konfliknya keren,,
    seruuu bangeeet,,^^
    ternyata dalangnya emak hae ye,, aissssshh dasar ahjumma >,<
    huaaahhh cukup ujian buat haesso thor,, jgn sampe kyu jg ikutan mau misahin mereka *maksa*
    huaaaahh lanjut lanjuut,, selalu penasaran ini ma next part.a,, tolong jangan menderita lgi haesso,, sy.. euuuuhh terharu deh denger kata" hae buat sso wktu di hotel,, kyaaaa *gigit baju*
    lanjut lanjut^^

  12. july mengatakan:

    annyeong saia new reader d’snii,tau blog ini pas bca komen d’blog k’retno myaniezasia tdii..
    mian jga bru komen d’part in cz drie tdii saia ngebut bcanya dari awal:p
    Aah kren crtaanya chingu gaa twue mwue blg ap lg,,pokoknya Daebak..:D
    next part jgn lama” ea chingu^_^

  13. Yova mengatakan:

    DAEBAK……………
    Dong Hae .. cinta yang begitu mendalam pd S o Eun… seneng dech lihatnya…,
    Kyupa uda mulai melancarkan aksinya… love triangle emg slalu mnarik,
    okey lanjutannya jgn lama2 ya SEMANGAT….

  14. kaoru aka selly mengatakan:

    halo halo .. hheu🙂
    DAEBAK nih FFnya ..
    ternyata eommanya donghae cman acting toh *kjamnya.
    next part ditunggu ..
    update soon. fighthing !!🙂

  15. Enho AngelsFishy HaeSso mengatakan:

    HAAAAAAAAAAAA DAEBAKKKK
    Huh Ibu nya Donghae pake dateng Merusak suasana aja,,,,Huh …
    HYa Kyu-ah Jgn mengganggu kekasih org ga’ baikk…*so’ nasehat

    Tapi Nenek sihir itu ga’ bakalan ngalahin Cinta HaeSso,Alhamdulillah yaa Sesuatu lo itu …kkkkkk

  16. ellis mengatakan:

    eeeem elis belum baca si tapi makasih udah di post kan cerita a lg soalnya elis udah nunggu lma,, bgus banget ni low lihat yang komen, next part d tunggu ya
    faigting….

  17. Irnawatyalwi mengatakan:

    Putri kpn d lanjutin???

  18. nury elf mengatakan:

    HHuuuaaaahhh KeerrRReeeNnnn ..
    sumpah deh ..
    mkin penasaran nih k’put ..
    pngen tw reaksi Hae pas tw si eommanya cman ngebohongin doank ..
    di tunggu kelanjutannya🙂

  19. geill mengatakan:

    good gooddddddddddddddddddddddd deh buat cerita km, walau kadang ada kata2 yang kurang, tp aq suka ceritanya, andai ada dramanya, ehmmmmmmmmmmm pasti bagus deh.
    lanjut lagi ah………………………………………………..

  20. fauziyah mengatakan:

    ga bisa ngomong apa apa lg asli! seru bangettttt

  21. kim sohyun mengatakan:

    gilaa bener……ternyata oh ternyata……..ibu donghae dalang semua’a……

  22. anastasia erna mengatakan:

    putri…bingung mo komen apa lg…
    bagus bgt ceritanya…
    semangat terus ya…buat ff yg ok

  23. bestevilcouple mengatakan:

    kyuhyun… gentleman banget. aaaa ><
    dan ternyata… selama ini ibunya donghae cuma sandiwara??
    kasian so eunnya .___.

    next part pasti lebih seru ^^

  24. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaaaa….. Jahatttttttt bangetttttt ibunya dong hae oppa….
    (˘͡˛ ˘͡ ) Нüυẃƒƒ ( ˘͡ ³˘͡)

  25. thata mengatakan:

    Kya jahat semua kelakuan eomma haeppa,,
    Gmn kalau so eon tauu…ahhh
    Semua menyakitkan..
    *eya terbawa suasana lg..heheheheh mian

  26. satsuki mengatakan:

    kejammmm kejam banget eommanya hae.
    sso tetap smangat

  27. kim Ra rA mengatakan:

    jeng jeng….. kebahagian kedua sejoli itu harus berakhir debgan kedatangan ibunya hae pa dan yang lebih parahnya lagi eommanya hanya pura pura sakit…

    waduh tu kedua prince jadi ribut gitu… uuuu apa kyu benar benar menyukai sso???

  28. RANI mengatakan:

    pertamanya couple haesso romantis banget tengah-tengahnya kesel sama ibunya donghae yang ngatain so eun itu wanita jalang😦

    Apa so eun akan berpaling ke kyuhyun,,, kalau donghae kayak gitu???

  29. ammy5217 mengatakan:

    Omg….ibunya hea jahat bgt ya..
    Pasti hea kecewa bgt…izin next thor penasaran bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s