~Fated!! Part2 (Just did As Your Wish)~


Hello all, aku kembali dengan FF pairing yg ini. Maaf kalo ceritanya agak sarap, aku lagi gaje2nya soalnya haha. Jadi nikmati saja hasil yg ada #Plak! Semoga enjoy bagi semua yg baca dan jangan lupa aku masih ngarapin komen sama ratenya buat pemacu buat bikin lagi. Gomawo…

“Diary itu bilang sepertinya ini akan menyenangkan. Sementara kau bilang bibirku monyong kan? Aku bingung, jadi yg benarnya yg mana. Jadi kita cari tahu bagaimana?”

Dengan malas Soeun memasuki kelasnya kembali. Ketika ia masuk, ia menemukan pandangan yg tak ia sukai dari semua teman2nya itu. Huh, padahal tragedi diary sudah sebulan, tapi tetap mereka semua bertingkah seperti ini. Soeun mendengus, lalu segera duduk ditempat duduknya.

Ya, semuanya sama, semua orang selalu memandangnya dan tertawa setelah itu. Huh, populer susah juga ya? Kata soeun dalam hati. Lantas ia meraih komik ditasnya dan membacanya kemudian mengenakan earphonenya. Soeun menutupi wajahnya agar tidak lagi memandangi wajah menyebalkan mereka.

“Bwara MR. Simple Simple Geudaneun Geudaeneun Gedaero matjo. Bwara Mrs. Simple Simple Geudaeneun Gaedero Yeppo…SJ CALL”

Soeun merasakan dunianya sendiri saat ini. Mendengarkan lagu kesukaannya, membaca komik kesukaannya dan tak perlu harus mendengarkan pendapat orang mengenai dia. Simple Is Better…

Ketika sedang asyik berfantasi pada dunianya tiba2 semuanya musnah dan hancur begitu saja ketika seseorang menarik komiknya. Soeun yg memejamkan matanya untuk mendapatkan ketenangan membuka matanya untuk melihat pengganggu itu. Wajahnya langsung kesal melihat Uee datang. Soeun membuka Earphonenya.

“Annyeong…”

Soeun meletakkan earphonenya hingga melingkar dilehernya. Ia kemudian menatap sinis Uee.

“Kembalikan komikku…”kata Soeun datar dan kesal pada Uee. Uee tersenyum sedikit sinis, ia meletakkan komik Soeun tadi keatas meja.

“Kau galak sekali berbicara seperti itu padaku. Padahalkan, niatku baik…”kata Uee kemudian.

“Memangnya kau bisa baik?”sinis Soeun cuek sambil menarik kembali komiknya dan berniat membaca lagi. Tapi, Uee lagi2 mengambil komiknya.

“Hya!!”seru soeun kesal. Uee tersenyum, ia tetap memegang komik itu.

“dengar dulu, aku kesini ingin mengembalikan sesuatu padamu…”kata Uee kemudian.

“Mengembalikan apa?”

Uee tersenyum, ia kemudian mengambil sesuatu dari tasnya dan menunjukkan kepada Soeun. “Ini, tidak sengaja kemaren aku menemukannya…”kata Uee sambil menunjukkan benda yg sangat familiar baginya. Dengan cepat Soeun membulatkan matanya kearah benda itu.

“Diaryku?”kata Soeun begitu kaget, lalu menatap Uee kesal. “Benarkan perkiraanku. Kau itulah penyebab kerusakan ini. Semua ini benar2 gara kau iyakan?”

“Hey, tahan dulu emosimu. Kau salah faham tahu. Aku hanya menemukannya, MENEMUKANNYA. Bukannya menyebarkannya…”kata Uee dengan ekspresi cuek yg menyebalkan. Uee kemudian meletakkan diary dan komik itu begitu saja, lantas dengan cueknya menjauhi Soeun.

Soeun meraih diarynya ia menatap geram melihat Uee yg berjalan layaknya peragawati itu sekarang. “Ya, nenek sihir! Kali ini kau akan mati ditanganku!!!” teriak Soeun sambil bangkit dan mengejar Uee. Uee yg menyadari Soeun mengamuk dan mengejarnya, cepat2 berlari keluar kelas untuk menghindari Soeun.

[]

Uee berhambura keluar ketika dikejar oleh soeun yg emosi tingkat tinggi. Mereka menerobos keramaian dan terus berlari mengelilingi sekolah walaupun Uee tidak benar2 takut, ia malah menganggap lucu kemarahan Soeun yg meledak.

“Hya, berhenti sekarang atau kau benar2 kubunuh nenek sihir!” Seru soeun sambil terus mengejar Uee. Uee tak menggubrisnya, ia masih juga berkari sambil tertawa keras. Hal itu membuat soeun tambah kesal, hingga ia mengejar Uee lebih cepat lagi.

Uee berlari masih tetap berlari dan tetap bermain-main dengan Soeun. mereka berlari semakin jauh dari kelas, menabrak beberapa orang, dan membuat keributan. Hingga akhirnya…

“Dapat kau!” Soeun berseru menang ketika berhasil meraih Uee. Uee yg sudah tak bisa pergi akhiirnya bergerak, tak lama dua temannya menghampirinya. Uee berdiri sambil melipat tangannya keperutnya dan menatap Soeun. “Hya, kau masih anggap ini bercanda ya? Kau benar2 tidak tahu apa yg akan kau terima karena telah berani membuatku malu…”kata Soeun sangat kesal sambil mengatur nafas.

Bukannya takut atau ngeri, Uee dan dua temannya malah saling tertawa satu sama lain.

“Yak!” seru Soeun benar2 kesal dengan ekspresi ketiga orang itu. Tapi ketiganya tetap saling tertawa dan membuat soeun semakin emosi. Dengan sadar, Soeun mendekati Uee dan menarik rambutnya.

“Ahhh, michyeoseo…”kata Uee kaget. “Auh…”

“Rasakan ini hum…. bagaimana rasanya apakah ini cukup lucu…”kata Soeun sambil terus menarik rambut Uee hingga Uee menundukkan kepalanya.

“Ya, kau gila sakit…”

“Memang kenapa kalau aku gila?”

Uee tak mau tinggal diam, ia ikut menarik balik rambut Soeun. membuat keduanya saling tarik2an. Dan melihat itu, kedua teman Uee berusaha menjauhkan Soeun dari Uee tapi Soeun begitu kuat untuk mereka bertiga.

“ahh, apa… lepaskan gadis gila…”

Soeun tak menyahuti ucapan Uee ia masih terus menarik rambut Uee begitupun Uee dirambut soeun. melihat keributan itu dengan cepat tempat itu menjadi ramai oleh para siswa. Tapi sebanyak itu dari mereka, mereka datang malah untuk memberi dukungan bukan melerai mereka.

“Dasar gila!!!”kata Uee merasa kesakitan dirambutnya tetap berusaha melepaskan Soeun yg juga kesakitan dirambutnya.

“Dasar kau nenek sihir tidak tahu diri yg menyebalkan, rasakan ini…” soeun semakin mempererat  genggamannya di rambut Uee.

“UEE UEE”

“KIM SOEUN KIM SOEUN”

Tempat itu tak ubahnya seperti arena tinju yg padat. Masing2 kubu memiliki jagoannya sendiri sendiri hingga tempat itu benar2 menjadi meriah. Namun, teriakan itu tiba2 pelan dan hilang begitu saja ketika seorang laki2 gendut mendekati mereka. Lantas mereka kabur meninggalkan keempatnya begitu saja.

“Ada Kang Hodong Seonsaengnim…”bisik mereka satu sama lain.

“Hya! Aish…”

Dua teman Uee menyadari keberadaan guru tergalak sekolahnya diantara mereka hingga mereka berhenti dan hanya terdiam melihat wajah sangar sang guru. Berbeda dengan Soeun dan Uee yg masih juga saling2 tarik2an rambut.

“Aish kau benar2 gila Kim Soeun. Kahi Lizzy, kenapa kalian diam saja bantu aku. ahhh, auw…”

“Kau tidak akan aku lepaskan nenek sihir…”

“HENTIKAAAAN!!!!”

Kedua gadis itu sangat kaget ketika suara yg sangat ngebass terdengar ditelinga mereka. Dengan reflek keduanya saling melepaskan satu sama lain. Mereka kaget ketika seorang yg gendut dan galak itu berkacak pinggang didekat mereka.

“Seonsaengnim…”seru keduanya serentak dan kaget hingga sulit menelan ludah. Laki2 itu tak menyahut, hanya menatap mereka dengan pandangan singa Aum!!! #Lebbay. Soeun dan Uee tersadar, keduanya dengan cepat agak menjarak dan merapikan dandanan yg berantakan.

Laki2 itu menatap mereka semakin tajam, ia medekati mereka satu langah hingga keempatnya menunduk ngeri.

“Kalian fikir ini arena tinju? Apa sekolah ini mengajarkan kelas kungfu? Apa ada pelajaran Kendo disekitar sini?”katanya dengan nada angker hingga keempatnya bergidik.

“Ng… ann, anieyo… Seonsaengnim…”keduanya menjawab takut. Pria itu tetap manatp angker pada keempatnya, matanya kini berjelan menuju Kim Soeun.

“Kau… Lagi?”tanyanya pada Soeun. soeun mengangkat kepalanya, mencoba tersenyum…

“Annyeong seonsaengnim, senang bertemu denganmu…”katanya sambil berusaha tersenyum. Sang guru menggeleng, ia kemudian berdecak.

“Selalu saja mengurusimu Nona Kim. Tidak bisakah sekali-sekali aku tidak harus mengurusimu? Aku lelah begitu lelah…”katanya sambil geleng2.

Soeun menatap gurunya masih dengan ekspresi agak takut, lalu kembali berusaha tersenyum. “Ka.. kalau kau lelah. Bagaimana kalau kali ini kita damai saja? Hm, jadi… tidak ada yg lelah…”katanya dengan nada setengah takut2 tapi masih berusaha santai.

Pak guru tertawa sinis. “Kau fikir aku bodoh? Lihatlah nona Kim, hari ini akan benar2 menjadi hari yg tidak melelahkan untukmu. Kalian semua, ikut aku!!”kata guru tersebut masih dengan ekspresi angker kemudian berjalan duluan. Keempat gadis itu saling bertatapan. Uee menatap Soeun dengan ekspresi kesal, Soeun balas menatap tajam. Uee dan dua temannya akhirnya berjalan duluan mengikuti pak guru mereka, sementara Soeun masih tinggal dengan wajah sangat kesal.

“Ahhh, sial!” kata Soeun menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sebelum akhirnya ikut mengikuti guru tergalak itu.

Soeun semakin menjauh. Dan tanpa disadarinya, tiga pasang mata menyaksikan segala sepak terjangnya dari tadi sambil tertawa dan tersenyum geli. Salah seorang pemuda hanya tersenyum kecil lantas geleng2 kepala. Sementara dua lainnya malah sudah ketawa keras.

“Ommo, gadis itu sangat begitu lucu dan cute bagiku…”kata Sungmin sambil berusaha meredam tawanya.

“Dan kau melupakan gila hahaha” Ryeowook ikut menambahkan, keduanya kembali tertawa keras.

“menurutku, gadis itu lumayan menarik…”

“Dan kau fikir eunhyuk akan menyukainya begitu?”

“Hya, segala kemungkinan bisa terjadi. ada sisi unik dari dirinya kau tahu?”

“Apa yg kalian bicarakan?” Eunhyuk dengan cepat memotong dengan ekspresi datar. “Bagaimana mungkin kalian berfikir kalau aku akan menyukai gadis seperti itu. Shireoyo, itu tidak mungkin…”kata Eunhyuk masih datar lalu meninggalkan kedua temannya begitu saja. Melihat reaksi Eunhyuk kedua temannya, hanya saling geleng2 dan saling tertawa. Lalu kembali mengikuti arah pergi Soeun.

[]

Soeun kembali menghentakkan kakinya sambil menarik-narik kain pelnya. Bahkan dengan sengaja soeun menendang ember berisi air yg ia gunakan untuk mengepel. Soeun sangat sebal karena lagi2 harus melakukan ini, mengepel lagi, kena hukum lagi. Uhhh Uee, kau benar2 seperti nenek sihir yg mencari masalah. Gara2 keusilanmu, lihat sekarang soeun selalu ditimpa kesialan demi kesialan.

Soeun mencoba mengatur nafasnya yg berantakan. Kini ia mencoba sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini lagi. Ia kini menatap locker room dekat lapangan basket yg sedang ia pel ini. Hey, bukankah ini tidak terlalu buruk? Setidaknya, ia tidak harus disuruh membersihkan toilet atau gudang seperti sebelumnya. Ia hanya perlu mengepel ruangan yg tidak terlalu besar itu, dan… Hehee. Soeun tersenyum sambil melihat kalender didekat sana. Ini seninkan? Benar begitukan? Hari senin dijam seginikan, biasanya rombongan grup Dance disekolahnya latihan dilapangan basket. Dan kalian tahukan salah satu anggotanya siapa? Hehe, hmm, eunhyuk akan ada disinikan nanti dan alangkah indahnya kalau melihat ia dance salah satu akar pesona Eunhyuk kan di kemampuannya itu selain yah selain bibirnya yg merah. Soeun tersenyum sendiri mengingatnya.

ANDWAE!!!

Soeun dengan cepat tersadar dari lamuana gilanya. Ia menampar-nampar pipinya sambil menggelengkan kepala. Tidak boleh! Hentikan! Ini kasus! Tidak ada waktu untuk memperhatikn eunhyuk lagi. Bukankah ia sudah bertekad untuk tidak lagi mengharapkan eunhyuk. Ingat, eunhyuk itu jelek… eunhyuk itu seperti monyet… jangan lagi berfikir apapun hanya berfikir Eunhyuk Jelek iyakan?

Tapi, nyatanya, Eunhyuk tidak begitukan? Huh, biar bagaimanapun nyatanya eunhyuk itu sangat tampan. Bahkan terlalu tampan dengan rambut keemasan(?) barunya itu. Dia… Ahhh, Kim Soeun Lupakan dia !!!!

Soeun segera menepis pertarungan dalam dirnya itu. Ia kemudian kembali mendekati ember yg tadi ia tendang, lantas menariknya kedekatnya. Soeun kemudian kembali mengepel saat itu.

Ketika sedang sibuk2nya mengepel tiba2 saja terdengar beberapa orang mendekat keruang itu. Soeun hanya mengangkat kepala menebak siapa yg datang.

“Hey, lihat siapa yg ada disini?’’ seru salah seorang dari mereka yg datang, yaitu Ryeowook. Mendengar seruan Ryeowook, yg lainnya datang merapat dan ikut melihat. Ada sekitar enam orang yg baru datang itu, dan salah satunya Eunhyuk, mereka sekilas menatapi Soeun yg hanya melihat sejenak lalu sibuk bekerja itu.

“Princess Of Diary…” kata Sungmin sambil geleng2 kepala. Yg dijawab senyuman tipis oleh Eunhyuk. Soeun mendengus, tapi ia mencoba tebal muka dan tetap bekerja seakan-akan mereka tidak ada. Eunhyuk malah tersenyum lucu sambil geleng2 melihat tingkahnya itu.

“sudahlah, ayo mulai saja…” Eunhyuk menengahi ulah teman2nya yg terus melihat sambil mengetawakan Soeun. kelima pemuda lainnya menganggu, kemudian mereka kembali ke lapangan basket. Eunhyuk yg pergi terakhir, tetap memandang sebelum memutuskan pergi dan kebetulan Soeun malah melirik disaat itu hingga pandangan keduanya menyatu. Eunhyuk hanya memberikan senyuman smirk dan tipisnya sebelum akhirnya melangkah meninggalkan tempat itu. Soeun malah tertegun.

Suara musik dance hip hop bergema keseluruh lapangan basket dan menyebar keruang-ruangan didekatnya. Soeun yg tadi berniat untuk menyelesaikan pekerjaannya akhirnya mulai kehilangan konsentrasi. Diam2 Soeun menghentikan pekerjaannya, lalu mengintip apa yg dilakukan keenam pemuda itu.

Soeun mematung ditempat bedirinya itu. Matanya berkedip-kedip beberapa kali melihat keenam pemuda didepannya yg asyik ngedance diiringi musik. Mata Soeun langsung tertuju pada seseorang yg kelihatannya paling ahli dan paling bersinar diantara yg lainnya.

Keenam pemuda itu asyik ngedance diiringi lagu hip hop yg bergema keras. Ada bagian di dance tersebut dimana Eunhyuk melakukan tarian solonya. Eunhyuk maju selangkah didepan teman2nya, ia kemudian melakukan beberapa gerakan2 yg keren dan sempat membuat soeun tak mampu berkedip.

ANDWAE!!!

Soeun lagi2 mengalami pergolakan dalam batinnya. Ia kemudian segera berbalik, bersandar didinding tempat ia mengintip tadi. Ia ngos-ngoosan memegangi bagian dadanya.

“Jangan gila Kim Soeun! Berhentilah melakukan hal bodoh. Ingat! Jangan lagi suka padanya!!” kata Soeun sambil geleng2 kepala. Ia terdiam, menggigit bibirnya. Setelah berfikir sesaat, soeun kembali mengintip dari tembok itu dan matanya langsung menemukan Eunhyuk yg masih asyik menunjukkan kepandaiannya. Kenapa dia terlalu bersinar? Soeun menghela nafas, bersandar lagi di dinding, jantungnya berdetag cepat. Soeun kemudian menghentak-hentakkan kakinya sambil geleng2 kepala. Ia terdiam, merenung, lalu kemudian mulai bersikap tenang. Soeun kemudian menjauhi dinding itu dan kembali kearah alat2 pelnya. Soeunpun kembali menyibukkan diri dengan mengepel dan berusaha menghilangkan fikirannya yg lain.

[]

Soeun mengelap keringatnya yg berjatuhan, ia kemudian berdiri sambil memandangi hasil pekerjaannya. Soeun tersenyum, akhirnya semua selesai. Soeun mendongakkan kepalanya, telinganya masih dapat menangkap suara2 musik hip hop dari luar. Soeun terdiam, berfikir sejenak, kemudian ia berjalan kembali kedekat dimana ia mengintip sebelumnya.

Soeun diam2 kembali mengintip kegiatan pemuda2 itu. Hm, kenapa mereka hanya tinggal berlima? Seharusnya ada satu orang lagikan disana? Dia, dimana?

“Eunhyuk mana ya?”

Soeun agak tersentak ketika ia mendengar seseorang berbicara dari belakangnya. Soeun berbalik, gak kaget menemukan mahluk itu malah dibelakangnya. Eunhyuk tersenyum tipis melihat reaksi Soeun.

“Kau mencariku?”tanya Eunhyuk sambil meletakkan tangannya disamping kepala Soeun. soeun menjadi gugup karena ulah Eunhyuk itu, tapi dengan cepat ia menatap lawan bicaranya.

“Ng… kenapa kau.. selalu percaya diri begitu… kau sama sekali tidak benar… aku…”

“Lihat, bernafas saja kau sudah tidak bisa kalau aku didepanmu. Apa perlu kuberi nafas buatan?”tanyanya dengan pandangan yg masih menggoda Soeun. soeun kian gugup, tapi dengan cepat ia mendorong tubuh Eunhyuk untuk menjauh. Eunhyuk tersenyum kecil setelah didorong.

“Sampai kapan sih kau akan geer seperti itu? Kau salah, semua tentang diary itu salah. Aku sama sekali tidak tertarik padamu…”kata Soeun kesal tampak menyembunyikan kepanikannya. Eunhyuk kembali hanya tersenyum kecil.

“Kalau kau tak menyukaiku, kenapa waktu aku dancing solo tadi kau sampai tak berkedip melihatku begitu? Setelah itu kau tiba2 menghilang. Lantas beberapa saat kemudian mengintipku lagi. Maksudnya semua itu apa? Nah, sekarang, ketika aku tiba2 menghilang kenapa kau tampak kebingungan dan kehilangan?” tanya Eunhyuk kemudian.

“Siapa yg melihat dirimu? Kau lihat, ada lima orang lainnya yg lebih tampan dari pada dirimu. Kau hanya terpengaruh sama gosip tidak jelas itu saja. Itu sebabnya kau selalu merasa diperhatikan olehku…”kata Soeun kemudian. eunhyuk tertawa kecil sambil menutup mulutnya, lantas geleng2 kepala setelah itu. “Waeyo? Kenapa kau malah tertawa-tawa sendiri? Apa kau sekarang sudah mulai tidak waras?”tanya Soeun dengan juteknya. Eunhyuk lagi2 tertawa, ia menatap Soeun kali ini.

“Kau tahu, kau begitu sangat lucu. Jujur saja, aku paling tidak suka dengan tipe sok jual mahal seperti kau ini. Hum, baiklah, kemarilah…”kata Eunhyuk sambil meraih sapu ditangan Soeun lalu melemparnya kemana saja. lantas menarik Soeun kesudut ruang locker room agak menjauh dari bibir pintu.

Soeun terdiam sekarang, ketika Eunhyuk mulai meletakkan kembali tangannya didaerah samping kepalanya. Lantas berusaha merapat. Soeun mulai tak bernafas tenang, lantas berusaha menjauh, tapi badannya tertahan tembok belakangnya. Eunhyuk tertawa kecil lagi meliaht ekspresi soeun.

“Baiklah, mari kita mulai. Sekarang hanya ada kita kan? Hanya kau dan aku… kau tidak perlu malu mengakui semuanya padaku. Marhaebwa, bagaimana perasaanmu sebenarnya padaku. Sekarang, jangan fikirkan siapapun dan hanya mengakui saja. Kau, suka padakukan, hum?”kata Eunhyuk mulai mempermainkan rambut panjang Soeun sekarang.

“A.. Apa yg kau lakukan? Menjauh sedikit…”kata Soeun begitu gugup dan berusaha menstabilkan aliran darahnya.

“Katakan dulu, Jagiya!!”kata Eunhyuk kini sambil berbisik ketelinga Soeun. membuat Soeun bergidik, hendak menyerah tampaknya, tapi dengan cepat ia menarik fikirannya itu.

“Ani! Sudah kukatakan tidak!”

Eunhyuk masih juga senyum mendengar ucapan Soeun itu. Ia masih saja mempermainkan rambut Soeun. “Tapi, aku sudah membaca semua lembar diarymu kau tahu? Dan disana aku merasa benar2 tersanjung atas pujianmu terhadap diriku. Mulai dari kepandaian danceku, wajahku, senyumku, styleku, sampai warna2 baju yg kupakai setiap harinya. Aku ingin sekali dengar langsung dari dirimu, jagiya…”katanya masih dengan pandangan menggoda Soeun dan masih mempermainkan rambutnya soeun.

“Jangan begi..ni…”kata Soeun sambil berusaha menjauhkan tangan Eunhyuk. Eunhyuk menyingkirkan tangannya, lalu tersenyum.

“Kenapa? Bukankah kau bilang aku pangeran impianmu? Bahkan kau mengharapkan ciuman pertama dariku. Seharusnyakan kau senang…”tanya Eunhyuk sambil tersenyum dan matanya menatap Soeun. soeun kini malah mengalihkan pandangannya kearah lain. “aku rasa, aku mempunyai bukti tentang ini…”Eunhyuk tersenyum, ia meraih sesuatu dari sakunya. Soeun menatap penasaran.

“Dua puluh satu Juni Dua ribu sebelas. Dear diary, Jihyun dan Victoria hari ini menanyakan hal yg membuatku bingung. Mereka bertanya tentang siapa ciuman pertamaku. Ahh, eottokhae? Bagaimana mungkin aku akan bilang kalau aku tidak pernah merasakannya bahkan pacaranpun belum. Kau tahukan, appa akan langsung mencincang pemuda yg dekat denganku menggunakan pisau dagingnya kalau sampai aku punya teman dekat. Hal itu membuatku bingung. Ditengah galau ku, aku malah menabrak Eunhyuk. Dan, ahh, kenapa didepanku dia hobi sekali menyentuh bibir merahnya? Membuat aku menghayal yg tidak2 saja. Andai saja orang itu dia, my first kiss. Andai saja orang itu menjadi Eunhyuk yg jelas2 adalah orang yg kutetapkan sebagai pangeran dalam hidupku…”

Eunhyuk selesai membaca lembaran yg tadi diraihnya dari saku. Lantas menunjukkannya pada Soeun. soeun menatap tak percaya.

“Kembalikan!”

Eunhyuk menjauhkan kertas itu dari Soeun ketika ia ingin meraihnya. Soeun kini diam melihat tingkah Eunhyuk.

“Ya, berhenti memaksaku. Aku tidak menyukaimu. AKU TIDAK MENYUKAIMU!. Semua itu kesalah fahaman yg gila. Apa itu? Diary itu bukan punyaku. Seseorang menyebarkannya dengan namaku. Berhentilah berfikir yg tidak2. Jangan merasa bibirmu itu seksi atau apa. Semua itu salah. Kau ingin tahu bagaimana pendapatku yg sebenarnya? Kau itu jelek, bibirmu monyong, TAU”kata Soeun kini keras dan tegas pada Eunhyuk. Eunhyuk lagi2 malah tertawa sambil geleng. Lantas kembali merapat pada Soeun.

“Mari buktikan…”

Soeun kembali berusaha menghindar ketika Eunhyuk lagi2 menyudutkannya kedinding. Eunhyuk kini kembali meletakkan kedua tangannya disamping kepala Soeun. eunhyuk menatapnya dengan senyuman yg smirk.

“Hanya rasakan, dan berikan pendapat bagaimana?”tanya Eunhyuk begitu dekat. Soeun memundurkan kepalanya. “Diary itu bilang sepertinya ini akan menyenangkan. Sementara kau bilang bibirku monyong kan? Aku bingung, jadi yg benarnya yg mana. Jadi kita cari tahu bagaimana?”tanya eunhyuk semakin dekat. Soeun kian menjauhkan kepalanya.

“Hya…”

“Sst…” Eunhyuk malah berbisik saat ini memintanya diam. Eunhyuk kemudian menatapnya lebih lekat lagi, lantas semakin merapat. Soeun semakin deg2an melihat Eunhyuk yg mendekat. Karena takut ia kini malah tutup mata.

Tik tok Tik Tok…

Beberapa detik ditunggu tak terjadi apapun. Soeun mulai penasaran dengan kelanjutan kelakuan gila eunhyuk itu sekarang. Ia pelan2 membuka mata, menemukan Eunhyuk yg lagi2 tersenyum smirk.

“Lihat, kau begitu menunggunya kukira…”kata Eunhyuk padanya. Soeun menghela nafasnya, lalu berusaha menatap Eunhyuk.

“Sama sekali Ti…”

Soeun tersentak ketika hal itu akhirnya benar2 terjadi. omo, apa yg sedang Eunhyuk lakukan dan fikirkan? Kenapa dia benar2 melakukannya? Ia mencium bibir Soeun sekarang !!! *LOL, jantungku berdetag membuat ini. Apaan gitu gua?*

[]

Soeun hanya bisa diam tanpa berontak pada saat2 Eunhyuk menciumnya. Soeun tak tahu, apa rasa ciuman itu seperti ini karena baru kali ini Soeun merasakannya. Eunhyuk bermain(?) lembut hanya bermain diluar saja *Eunhyk nakal deh… LOL*

Beberapa menit kemudian…

Soeun mulai merasakan Eunhyuk mulai melepasnya. Ia hanya mengatur nafasnya yg berantakan, begitupun Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum, lalu menyentuh bibirnya. Menatap Soeun yg hanya terdiam atau setengah terpana. Eunhyuk tersenyum melihat ekspresi Soeun.

“Beberapa menit yg menarik…”kata Eunhyuk sambil , menyentuh kembali bagian bibirnya. Ia kemudian menatap Soeun yg masih terlihat shock sambil memandang lurus kedepan. Eunhyuk lagi2 tersenyum, lantas ia meraih salah satu tangan Soeun. “Aku hanya melakukan sesuai harapanmu…”katanya sambil memegang sebuah tangan Soeun lantas menyerahkan lembaran diary yg tadi kedalam genggaman Soeun. setelah tersenyum sekali lagi, Eunhyuk akhirnya meninggalkan tempat itu dan Soeun. meninggalkan Soeun yg masih terpana disana, menatap lurus tanpa ekspresi. Kenapa tiba2 siang2 begini begitu banyak bintang??

[]

Soeun masih mengurung dirinya dikamar mandi saat ini. Sudah lebih dari dua jam ia disana, tak menghiraukan kesibukan diluar sana yg dilakukan ayahnya. Soeun berdiri didepan cermin kamar mandi sambil memegangi bibirnya.

“Benar tadi dia menyentuh disini?”tanya Soeun sambil menyentuh bibirnya. Lalu Soeun tersenyum malu2, lantas menyentuh wajahnya yg terasa panas. “Apa yg dia lakukan?”kata Soeun sambil terus tersenyum dan menyentuh pipinya yg mulai memerah muda.

“Ahh, ini seperti mimpi. Ini nyatakan? Kalau dia adalah… My First Kiss. Ahh, itukan harapanku selama ini. Bagaimana ini?”kata Soeun masih menatap malu2. “ahh, tatapan matanya benar2 ingat dalam kepalaku… Ahh…”katanya masih menatapi dirinya disana.

Soeun terus menyentuh kedua pipinya sambil menatapi cermin dengan senyuman. Namun, lambat laun senyuman itu perlahan hilang menjadi pandangan tanpa ekspresi.

“Tapi, ANDWAE!” Soeun dengan cepat menggeleng. “Ahh, Soeun apa yg kau lakukan? Bagaimana mungkin kau sampai berfikiran gila begini. Kau lupa kau ingin melupakannya. Kau tak ingat pandangan merendahkannya. Aku tak percaya, bagaimana mungkin kau bisa tertawa setelah yg dia lakukan. Setelah, dia merenggut first kissku. Setelah dia…AAH” Soeun tak melanjutkan kata2nya ia malah mengacak-acak rambutnya frustasi. Soeun kemudian menatap dirinya yg acak2an sekarang.

“Tidak boleh… Tidak akan lagi! Aku membencinya! Aku tidak lagi mengharapkannya…”kata Soeun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Soeun kemudian cemberut menatap bayangannya dikaca, lantas setelah berfikir beberapa lama, ia malah kembali memegangi bibirnya dan tersenyum malu2.* Eonnie gak konsisten -_-*

[]

Soeun akhirnya memutuskan keluar dari kamar mandinya. Kini ia menuju kamarnya, namun ia kaget melihat ayahnya yg tampak sibuk dalam kamarnya.

“Appa…”panggil soeun begitu heran. Ayah Soeun yg tadinya membelakanginya, kini berbalik dan menatapnya. Soeun kaget melihat barang2nya yg telah dikemas ayahnya. “Appa…”

“Ambil dan berkemas Soeun…” ayahnya memotong ucapannya sambil menyerahkan tasnya tadi pada Soeun. soeun yg tak mengerti hanya menatap tas ditangannya.

“Tapi untuk apa? Kita berkemas untuk apa?”tanya Soeun. ayah Soeun tak menyahut, ia menghirup nafas panjang sebelum menatap Soeun.

“Rumah kita disita karena appa tidak mampu membayar hutang ayah. Sekarang kita harus cepat berkemas dan melarikan diri sebelum mereka datang…”

“Mereka?”

Ayah Soeun lagi2 tak menyahut, ia malah menunduk dengan wajah bingung. “hutang appa sangat banyak Soeun. bahkan rumah dan toko tidak bisa menutupinya. Awalnya appa berjanji pada mereka, tapi bunga yg kita dapat malah semakin besar akibatnya appa benar2 tak mampu lagi. Lalu ia memberikan keputusan sepihak yg sama sekali tak appa kira sebelumnya….”kata ayahnya putus asa.

“Keputusan bagaimana?”

Ayah Soeun menatap Soeun dengan pandangan nanar, lantas semakin menunduk. “Maaf…”kata ayahnya sambil kali ini menunduk membuat Soeun semakin bingung.

“Ma.. Maaf? Maaf untuk apa?” Ayah Soeun tak menyahut, ia masih menunduk dan menangis. “Appa…”panggil Soeun merengek pada ayahnya. Ayah Soeun semakin menangis, lantas menatap Soeun.

“mereka meminta dirimu untuk membayar semuanya Soeun. kau harus menikah dengan bos besar mereka…”

“APA?”

[]

“Appa jangan tinggalkan aku…”

Soeun masih menagis keras sambil memeluk kaki ayahnya yg berniat pergi dengan erat. Ia benar2 tidak mau ditinggalkan oleh ayahnya yg berniat pergi. Ayahnya menatap iba putrinya.

“Tapi kita harus begini Soeun-ah. Kalau kita berpencar, mereka hanya akan memburu appa tidak dirimu…”

“Tidak mau, aku mau hidup dengan siapa? Akukan tidak punya siapa2 lagi selain app. Kalau appa pergi, aku harus bagaimana. Appa jangan tinggalkan aku,  kemanapun aku akan mengikuti appa…”

“Tidak Soeun, ini berbahaya. Kalau kita tetap bersama kita akan mudah ditemukan Soeun. lebih baik kita berpencar saja, agar mereka tidak berhasil menemukanmu ataupun bingung sendiri setidaknya sampai appa mendapatkan uang…”

“tidak mau…” Soeun masih terus menangis seperti anak kecil sambil memeluk kaki ayahnya. Ayahnya menghirup nafas, sebenarnya, ia tidak tega meninggalkan putrinya sendiri. Tapi apa yg bisa ia lakukan? Hanya ini satu2nya hal yg lebih baik untuk mereka.

“Maaf Soeun…”

Ayah Soeun kali ini menjauhkan Soeun dari kakinya. Setelah anaknya lepas dengan cepat ia berlari. Soeun kaget, berusaha bangkit.

“Appa!!!”

Ayah Soeun tak menyahut, ia terus berlari meninggalkan soeun yg berusaha mengejarnya dengan menagis. Pada akhirnya, Soeun kehilangan keseimbangan lantas jatuh ketanah. Ayah Soeun berbalik melihat putrinya jatuh. Niatnya berbalik ia undur kemudian menatap putrinya sambil berjalan mundur.

“Appa!!” Soeun masih berteriak sambil tubuhnya masih terjatuh. Ayahnya menatap anaknya lantas tetap mundur.

“Appa akan mencarimu lagi Soeun-ah. Sekarang larilah Soeun-ah…”kata ayahnya sambil menatap anaknya itu. Lantas setelah itu benar2 lari begitu saja, benar2 menghilang dari pandangan Soeun.

“APPA!!!”

[]

Soeun masih duduk disamping tiang besar rumahnya di beranda depan rumahnya sambil memeluk kakinya. Ia benar2 ketakutan ketika malam sudah datang, sementara ia sendiri disana. Soeun masih menatap jalan pergi ayahnya berharap ayahnya kembali. Tapi tidak. Soeun masih ketakutan disana sambil menangis.

BRUM!!!

Soeun mengangkat wajahnya begitu kaget melihat begitu banyak cahaya mendekati rumahnya. Ada beberapa mobil datang. Soeun segera bangkit menyaksikan kedatangan mereka. Mobil besar2 itu benar2 seperti mobil bandit. besar dan serba hitam membuat Soeun ngeri. Oleh karena itulah Soeun perlahan bergeser dan berusaha sembunyi.

“Hya, KIM HYUN SO KELUAR KAU!!” beberapa orang bertubuh besar turun dari mobil2 itu lantas berteriak kasar memanggil nama ayahnya. “HYA KIM HYUN SO, KAU KIRA KAU BISA SEMBUNYI? BAYAR HUTANGMU!!”

PRAK!!!

Soeun tersentak kaget, ketika kaca didepannya tiba2 pecah akibat lemparan sesuatu dari mereka. Soeun menutup mulutnya untuk menahan suaranya. Lantas tetap diam2 memperhatikan gerak gerik mereka dengan ketakutan.

“HYA KIM HYUN SO!!!”

“Aku rasa mereka sudah tidak ada disini lagi. Kukira mereka sudah pergi diam2..”salah satu dari mereka berbicara pada yg lainnya.

“Aku juga berfikir begitu. Lihat saja, rumahnya kosong sama sekali. Lampunya saja mati…”

“Lantas bagaimana? Bos bisa marah. Bos kan sudah mengingatkan kita membawa uang atau putrinya hari ini. Kalau lari begini bagaimana kita bisa menghadap nanti…”

“Ya, tapi kau tahu? Sejujurnya aku iri juga oleh bos kita itu. Bukan karena harta, tapi karena dia selalu mendapatkan begitu banyak gadis2 muda yg cantik untuk dijadikan istrinya…”

“Kau kira aku tidak? Lelaki setua bangka dia sudah memiliki sembilan istri mau ditambah sepuluh dengan anak Kim Hyun So. Kau tahu? Bahkan putri Hyun So ini, lebih muda dari anak kelimanya…”

“Ya, aku tahu itu hahaha!!!”

Prak!!!

Soeun kaget berbalik melihat pot bunga yg tak sengaja ia senggol hingga jatuh begitu saja karena kekagetannya. Soeun lantas sadar sesuatu dan berbalik.

“SIAPA ITU?”

Soeun semakin kaget ketika mereka mendekat dan bersuara lebih dekat. Sinar senter yg menerangi wajahnya sekali lagi membuatnya kaget dan silau.

“Hah, lihat. Dia… dia putrinya Kim Hyun So!”

Soeun kian panik ketika mereka mengenalinya. Tanpa fikir panjang lagi, Soeun cepat2 berlari dan pergi dari sana.

“Hey!!!” semua suruhan itu berteriak kaget melihat Soeun kabur.

“KENAPA KALIAN MELAMUN? KEJAAAAR!!!”

Mendengar seruan dari ketua dari mereka. Semua dari mereka dengan cepat mengejra Soeun yg telah lari duluan. Menyadari dikejar, Soeun berlari semakin cepat lagi.

“Appa, tolong aku!!!”

TBC

26 Comments Add yours

  1. Ira siti kulsum mengatakan:

    Kakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk………………………. wajib di lanjuttttttttttttt…….
    aku bakal setia mantau kelanjutan cerita kakak… aku suka cerita cerita kaka yang seru abissss…. gak bosenlin jalan ceritanya….

  2. kaoru aka seli m mengatakan:

    ini dia cerita yang aku tunggu-tunggu ^^
    DAEBAK euy FF’nya🙂
    kesampean jga tuh mimpinya eunni bwat dapet first kiss’nya hyuk😉 hheu
    kirain so eun itu anak orang kaya ternyata bkan toh ..
    jangan sampe deh so eun nikah ma om.om ..
    next part di tunggu yach, jngan lma-lma😀

  3. Nana mengatakan:

    Keren, d tnggu klnjtan’a yaw

  4. Anna mengatakan:

    Widdiiiihhh eunhyuk genit n usil bgt nieeyyy ngledekin soeun waeee suka jg kan kekekek ??? Appa nya soeun jahat euy msak ankny ditlantarkn n dijual waduuhh2 soeun2 smg smuany indah pd wktnya lanjuuttt ya gomawo🙂

  5. Elisoniac mengatakan:

    nha… lho…. menderita nian hidup soeun… disekolah masalah.. dirumah juga… hedeh… tapi seru chingu… lanjut, ditunggu……

  6. djkyussoloverz mengatakan:

    kereeeeeeeeeeeeen pi pgn x da yg dtg n suka ma so eun eouni sprt kyu oppa gt

  7. Vita mengatakan:

    Lanjuttttttt.. Harus lanjutttttttt… Bkin penasaran bangetT.T

  8. DHiyah Zt DoUx mengatakan:

    so eun eonni g konsisten nih ,,
    sumpaahh ,, gregetan baca ni ff … crita y bkin penasaran …

    Lanjut ciiinnnnnnn

  9. astrielf mengatakan:

    kyaaaaaaaaaaaa,,,,,keren keren😀
    lucu pas part so eun eonni ngintip2 eun oppa ngedance:D
    lanjutkan jangan lama-lama ya eon….

  10. KyuPAngels mengatakan:

    Kim so eun…. Kim so eun…. Kim so eun…
    *ikut teriak*

    ngakak abies puspa bacanya,,,,😀
    senyum” gaje🙂

    seruuuuuu!!

    Tapi,,semua itu berubah ketika tau kalau ayah soeun terlilit hutang😦 *lebay banget kata”nya*

    penasaran tingkat akut….

    Lanjutttt!!
    Hwating!!

  11. glodzssokyu mengatakan:

    ini dia yang aku tunggu tunggu

    bacanya ya ngkak
    ya sedih

    ahay EunEun couple ku yang satu ini emang ajib !!!!!!!!!!!!!!!!!

  12. mayaulidhasso mengatakan:

    kereeenn ..!!!!
    lanjuuuut thor …^^^

  13. nury elf mengatakan:

    Daebak ama ceritanya
    ehh itu si kunyuk main cium-cium anak orang aja ..
    waahh … kasian jga ama sso klw dia bner dijodohin ma yg udh tua ..
    kira-kira reaksi si kunyuk gimana yach klw sso mw dijodohin ? pduli or gg ?
    atau ada jga om yg mw dijdohin ma sso ternyata appanya kunyuk .. hheu

    wahh bkin penasaan ff ni ..
    next part di tunggu k’put ..🙂

  14. Yova mengatakan:

    makin seruu…
    lucu banget lihat tingkah KSE …
    bingung mau komen apalagi.. yg jlas pokoknya bgus dan aku suka…
    ditunggu lanjutannya………

  15. ellis mengatakan:

    di tunggu kelanjutannya sru critanya….

  16. Helda wati mengatakan:

    daebak bgt, duch ikut panik juga, eunnie, semangat

  17. geill mengatakan:

    makin seruuuuuuuuuuuuuuuuuuu aja ni ceritanya.
    aq hrs lanjut biar tau ceritanya gak mau lama2……………………………

  18. noni eka s. mengatakan:

    ah daebak ceritanya aku sukaaaaaaaaaaaaa
    suka sifat so eun di ff ini, sok shy shy cat MUAHUAHAHAHA
    lanjutin ya author😀

  19. kim sohyun mengatakan:

    tragis banget kok nsib eunnie…mw dijadiin istri bapak tuek..jgn2 itu appa’a eunhyuk..

    penasaraaaaannnnnn

  20. anastasia erna mengatakan:

    tragis…kenapa begini hidup so eun…
    rumah di sita…eh so eun malah mo di jadiin istri ke 10…
    bujuh deh…
    bagus outhor…

  21. tanti no kawai mengatakan:

    =))W̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̇̇̇α̩̩̩̩̥W̶̲̥̅̊α̇̇̇α̩̩̩̩̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇ά̲̣̥α̇̇̇W̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥α̇̇̇=))
    Eunhyuk oppa_nyium coz diary atau mank pengen?????
    ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=))

    Waduhhhh…… Kasian Sso eunni…..

  22. ela.elo mengatakan:

    eonnii… q mau jadi member baru di blog eonni… lam kenal ya… q suka ff’a keren banget… sumpah q suka eonni…..

  23. senrumi mengatakan:

    Wah knp nasib sso tidak beruntung ya

  24. Qazz mengatakan:

    Kkkk~ Lucu banget ngebayangin Uee sama Sso eonni jambak-jambakan.🙂 Murid laen malah nyemangatin…hadeuh… -_-”
    What…?? Apa yang dilakukan Eunhyuk….? Sso eonni sampe kicep saking kaget (seneng?).
    Dasar eonni! Krisis perasaan ni ceritanya. Ngakak aja pas baca pergulatan(?) batin Sso eonni abis di kisseu sama Eunhyuk. xD
    Nah,lho? Apalagi nih? Sso eonni disuruh kawin sama kakek2 ceritanya? Andwe Andwe…!!! Cepet lari eonni…! Ato ngumpet di mana aja…!! #ikutpanik

  25. kim Ra rA mengatakan:

    OMO!!!! eunhyuk kisseu Sso….
    tapi kenapa jadi tegang gini…? mudah mudahan Sso bisa lolos dari kejaran orang orang jahat itu…

  26. Rani Annisarura mengatakan:

    wah keinginannya so eun untuk berciuman dengan eunhyuk akhirnya tercapai juga, dan itu menjadi ciuman pertamanya lagi…..

    Gimana nih nasib so eun setelah ditinggal appanya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s