~Refill Your Memory Part5 (Give Me A Choice)~


Annyeong all reader, FF ini kelanjutannya di post lagi. Aku harap reader suka. Mau komen and rate ^^ Ya udah langsung aja…

“Choi Namja? Semua orang memanggilku begitu padahal siapa dia. Aku bahkan begitu yakin itu bukan namaku. Lantas bagaimana aku bisa hidup sendiri kalau bahkan aku tak mampu menjawab pertanyaan itu, ketika seseorang hanya menanyai namaku. Lantas bagaimana mungkin aku bisa hidup sendirian…”

“Rom…Rombongan SuJu Hyung kemari?” Jonghyun kembali bertanya dengan agak tidak yakin. Onew mengangguk sekali lagi.

“Apa ini benar2?”tanya Taemin kemudian.

“Sangat, bahkan mereka sudah hampir dekat…”sahut Onew

“Benar2 SuJu Hyung bertiga belas?”tanya Key kemudian.

“Memangnya ada SuJu lainnya? Berhentilah bertele-tele…”Minho menyahut dengan wajah agak sebal.

“Gawat!”

“Memangnya siapa itu SuJu…”

Kelima pemuda itu segera menatap Namja yg tiba2 bertanya dengan polosnya. Lalu menggeleng.

“Sudah, jangan buang waktu lagi. Segera rapikan ini… Jangan sampai mereka melihat dorm berantakan begini…”

“Berarti…” Key menghentikan kata2nya kemudian kearah Namja. “Namja-ah, ayo berkemas pakai pakaian priamu. Pakai wigmu. JANGAN BERPAKAIAN WANITA SEPERTI INI!!!” kata Key kemudian sangat panik sambil mendorong-dorong tubuh Namja. Namja mengikuti permintaan Key sambil menuju kamarnya.

“Tapi jawab dulu, siapa itu SuJu…”katanya ketika didorong Soeun.

“Kau akan tahu nanti. Segalanya, begitu supernya mereka. Dari nama dan mungkin sampai kegilaan…”

[]

Kelima member SHINee duduk dengan wajah yg sedikit tidak tenang. Mereka menunggu gelisah kedatangan tamu mereka. Bukan hal yg aneh kalo ada yg datang, tapi ada Namja disini. Ini untuk pertama kalinya ada yg datang sejak Namja disini. Dan yg datang bukan Cuma satu dua orang, tapi tiga belas orang. dan kalian akan tahu seperti apa sunbae mereka itu, hingga mereka sangat2 gelisah.

“Namja kemana sih? Nanti Suju hyung keburu datang…” Taemin menaikan wajahnya menuju pintu kamar Namja yg masih tertutup. Semuanya ikut melirik.

“Iya, kenapa lama sekali?”

Srrt..

Terdengar suara pintu terbuka mereka semua menoleh kearah Namja yg keluar dari kamarnya. Namja tampak masih mengatur wignya. Semuanya melirik padanya. Namja memperbaiki wignya dan melihat kearah mereka yg tampak tak mengatakan apapun.

“Yeppuda…” Jonghyun berseru sambil tersenyum membuat yg lainnya tersadar. Lantas berhenti menatap Namja.

“Bagaimana bisa ia bertemu orang? jujur saja, Walau seperti apa dandanannya, ia tetap terlihat sebagai wanita. Kulitnya terlalu lembut untuk pria begitupun wajahnya… Aku semakin khawatir sekarang…”key menyambung sambil geleng2. Namja turun melalui tangga dan duduk disamping Minho.

“Cheonsa, kenapa tak menjawab pertanyaanku. SuJu2 itu siapa sih?”tanyanya kemudian. taemin yg duduk disamping Minho yg lain segera bangkit.

“Kau ini selalu bertanya. Kenapa kau juga selalu rapat2 sama Minho hyung. Yah, menjauhlah, nanti jadi skandal tahu. Lagipula berhentilah memanggil Minho hyung dengan nama aneh itu. Namanya Choi Minho bukan Choi Cheonsa…”kata Taemin kesal sambil mendorong-dorong kecil bahu Namja. Namja menunjukkan wajah cemberutnya. Sementara Minho hanya berekspresi datar melihat ulah Taemin.

“Taemin apa yg kau lakukan. Berhentilah over acting!!!” Jonghyun dengan cepat melarangnya. Giliran Taemin yg tidak suka. “Namja-ah, SuJu hyung itu adalah sunbae kami. Kau akan tahu sebentar lagi. Karena mereka akan segera datang…” Jonghyun menyambung ucapannya sambil tersenyum. Namja hanya mengangguk patuh, lantas terlihat berfikir. Kelima pemuda itu kembali menatapinya yg tampak berfikir itu, entah memikirkan apa…

Tit (?)

Keenam orang itu segera melihat kearah pintu ketika terdengar bel berbunyi. Onew menatap Minho dan adik2nya yg lain.

“Pastikan Namja berada disekitar kalian. Jangan sampai ia terlalu dekat dengan mereka…”kata Minho yg diangguki adik2nya. Lantas berjalan kearah pintu.

[]

“annyeong!!!”

Para Personil SHINee tersenyum ketika sekelompok pemuda tampak ketika mereka membuka pintu. Sementara Namja yg berada disamping Minho tampak melihat mereka dengan pandangan penasaran. Ia semakin bingung ketika mereka mulai masuk ke dorm.

“Hey, apa yg kalian lakukan Dongsaeng?” Seorang pemuda berwajah tampan berambut pirang dan mempunyai lesung pipitdi dekat bibir kirinya menyapa sambil memberi senyuman. Semua member tersenyum mendengarnya. *Imaging: Leeteuk*

“Tentu saja menunggu kalian hyung…” Onew mewakili adik2nya dalam menjawab.

“Hey, whats up boy!!” tiba2 seorang pemuda berambut pirang lainnya langsung menghampiri Minho dan menjabat tangannya *Imaging: Donghae*  membuat Namja tampak semakin bingung. Minho membalas jabatan itu. Hal yg sama tampak dilakukan member lainnya dengan pemuda2 tak dikenal itu.

“Maaf kalau kami menganggu kalian malam2 begini…Kami kesini untuk merayakan 100 hari debut kalian. Kami tidak menganggukan?” seorang pemuda lainnya mulai berkata setelah berjabatan dengan Key. Tubuh pemuda ini terlihat paling tinggi antara yg lainnya *Imaging: Siwon*.

“Oh, Annieyo hyung kami senang kalian bersedia merayakan debut kami. Kami saja melupakannya…” Key menjawab sambil tersenyum kecil. Mereka mengangguk dan tampak tersenyum. Namja yg sama sekali tak mengerti tampak masih bingung.

“Hum, dia ini siapa?”

Member SHINee segera saling bertatapan ketika salah satu member SuJu *Imaging: Eunhyuk* menunjuk namja yg daritadi hanya diam.

“Hum dia…” agak bingung Onew menjawab pertanyaan itu hingga ia garuk2 kepala.

“Hum, dia sepupunya Minho hyung. Dia untuk sementara tinggal bersama kami…”kata Jonghyun memotong ucapan Onew. Member  SuJu tampak mengangguk sedikit faham.

“Dia wanita atau pria?”tiba2 member lainnya bertanya dengan wajah tak kalah polos dan bingungnya dari Namja *Imaging My Husband: Yesung LOL* membuat member SHINee agak terperangah.

“Hum, tentu saja dia pria Yesung hyung… mana mungkin kami akan membawa Yeoja kedorm ini. Hyung ini aneh sekali hehehe…” Taemin menjawab kaku dan gugup setelah itu cengengesan begitupun member SHINee yg lain.

“Ya, bukan rahasia lagi dia memang aneh…” member yg lainnya *Imaging: Kyuhyun* menyela dengan cepat membuat yg lainnya tertawa. kecuali Yesung yg tampak masih menatapi Namja heran.

“Tapi…”

“Hum, hyung ini sepupuku dari Jeju. Kenalkan namanya Choi Namja. Kalian bisa memanggilnya namja…”Minho dengan cepat menyela Yesung sambil  menyentuh bahu Namja. Namja hanya memberikan senyuman tipis dan kecil.

“Namja?” semua personil SuJu tampak mengulangi ucapan Minho dengan wajah sedikit heran.

“Ya, arti namanya pria seperti orangnya. Apanya yg aneh?” Taemin bertanya kemudian. member SuJu tampak angguk2 kemudian.

“Tidak ada yg aneh, nama yg bagus…” pemuda tinggi lainnya tersenyum kemudian *Imaging: Koko Hangeng*. “Annyeong…” Hankyung menyapa sambil tersenyum pada Namja. Namja balas memberi pernghormatan.

“Cute Boy…” pemuda yg tadi berjabat dengan Minho berkata sambil tersenyum. “Hum, Hyung, bukankah seharusnya kita memperkenalkan diri kita juga?” Donghae bertanya pada leader mereka.

“Kenapa harus kenalan? Aku rasa dia sudah tahu siapa kita. Siapa sih yg tidak kenal kita…” pemuda berambut panjang disamping Hankyung menjawab sambil tertawa *Imaging: Heechul*.

“Tapi aku tidak tahu siapa kalian…”

Semua personel Suju serta SHINee tampak kaget dengan ucapan tiba2 Namja. Personel SHINee tampak saling bertatapan setelah itu, melihat Namja yg tampak agak sadar salah bicara.

“Kau bercanda? Seluruh asia bahkan tahu kami. Kenapa kau malah dengan polosnya berkata tidak?” Heechul bertanya kembali dengan wajah sedikit tak menyangka.

“Tapi aku tidak bohong, aku sama sekali tidak tahu…” Namja kembali bersuara membuat Minho menatap padanya. lalu kemudian menggeleng agak frustasi.

“Hum, dia bercanda hyung… siapa sih yg tidak kenal kalian… hehe, hya namja berhentilah bercanda dengan SuJu hyung…” Key memotong sambil tertawa membuat suasana agak aneh kemudian.

“Jangan terlalu difikirkan. Hanya tinggal masuk… ayo hyung….”

“Tunggu!”

Seluruh personel SHINee agak saling deg2an ketika tiba2 semua member SuJu berseru kepada mereka. Mereka kemudian memberanikan diri menatap 13 hyung mereka yg kali ini menatap lebih tajam. Mereka saling bertatapan agak canggung.

“Hum… kami kira tidak adil kalau Cuma namja yg mengenalkan diri. Kami seharusnya juga mengenalkan diri… iyakan? “ Leeteuk bertanya kepada member lainnya  yg membuat personel SHINee membuang nafas lega. Personel SuJu tampak saling mengganggu.

“Kurasa memang begitulah…”

“Hay Namja, aku Leeteuk” “ Aku Kyuhyun” “Ryeowook imnida” “Aku Shindong” “Aku Hankyung” “Namaku Eunhyuk pemuda paling tampan sekorea” “Cheoneun Choi Siwon Imnida” “Aku Kibum..” “Korean number one handsome guy, Kangin…” “Ingat namaku. Kim Heechul jangan lagi lupakan..” “Annyeong, Aku Super Junior Donghae..” “Aku Sungmin…” “……”

Semua orang menatap kearah pemuda yg malah diam dan bengong disudut sana.

“YESUNG HYUNG?!!!”

“Ya, Yesung-ah, kenapa kau malah bengong? Apa yg kau fikirkan? Cepat perkenalkan dirimu!!” Heechul dengan cepat mengomel pada pemuda berambut messy itu *Ahh Yesung LOL*. Pemuda bernama Yesung itu dengan cepat tersadar dan kikuk.

“Hum, Hay, Aku Yesung member yg mempunyai suara terindah di Super Junior…” ia menjawab masih kikuk. Namja tampak tersenyum melihatnya.

“apa suaramu begitu indah? Apa boleh aku mendengarmu bernyanyi?”ia bertanya dengan wajah polos dan senang. Sekali lagi para personel SHINee bertatapan.

“Kau belum pernah mendengarku menyanyi? Ckckck, hidupmu kasihan sekali…. kau tahu? Sekali aku bernyanyi, rumput yg mati bisa hidup lagi…”

“Auh,,, aku mengantuk…” Eunhyuk cepat menyela ucapan Yesung kemudian. membuat Yesung menatapnya sedikit kesal.

“Apa kau benar bisa bernyanyi sebagus itu?”

“Tentu saja? Kau mau dengar… dengarnya. Oneuldo nae gio…”

“Sudah namja jangan dengarkan. Lebih baik kau masuk… ayo semua!!!” dengan cepat tiba2 saja Eunhyuk membawa rombongan teman2nya untuk masuk begitupun member SHINee yg dengan cepat membawa Namja. Meninggalkan Yesung yg berhenti menyanyi dan geleng2 kesal *Sini deh oppa nyanyi buat aku. aku bakal dengerin walau 24 jam LOL #authorsarap #abaikan*

“Ya!!!” Yesung menyusul semuanya kedalam.

[]

Semuanya seperti bertebaran dan pesta besar. Maklum saja, dorm SHINee belum begitu besar. Dan kini mereka harus menghadapi tamu yg begitu besar. Namja duduk tenang disamping Minho dan Onew, matanya masih mencari tahu penasaran tentang 13 pemuda yg datang itu. Mereka semua seakan2 menjadai tuan rumahnya sekarang dan SHINee serta namjalah tamunya. Liat saja, yg duduk siapa yg berkeliaran siapa.

“Dorm kalian terlihat nyaman…” Kibum yg duduk disamping Key dan Siwon bersuara sambil melihat sekitar dorm.

“Ya, tempat ini begitu nyaman…”kata Ryeowook.

“Kalau buat kami sih, ini Cuma buat Shindong saja…” Kangin cept bersuara sambil ketawa yg membuat Shindong hanya menatap datar.

“Berusahalah lebih giat lagi. Aku yakin, kalian bisa mendapatkan yg lebih baik…”kata Leeteuk sambil menunjukkan senyum manisnya.

“Ya, kami akan berusaha…” Onew menjawab sambil tersenyum.

“Hum…” Eunhyuk yg sudah bosan keliling2 kini menuju kursi dan duduk didekat Minho. “Oya, karena sudah datang. Jadi apa yg akan kita lakukan?”tanyanya kemudian.

“Tentu saja melakukan hal yg biasa dilakukan ketika pesta bodoh…” Heechul menjawab tidak santai.

“Maksudmu?”

“Game ya? Asyiiiik!!! Starcraft ya”

“BUKAN!” Kyuhyun langsung menunjukkan wajah kesal ketika semua hyungnya langsung memotong keras ucapannya.

“bukan game seperti itu… tentu saja harus game yg lainnya… “kata Sungmin.

“Maksudmu main gunting batu kertas lagi? Ayolah, aku bosan setiap hari didorm kalian pasti memainkan itu…” Siwon memotong sambil menggeleng kepala.

“apa? Kalian juga main gunting batu kertas?” Jonghyun bertanya sambil tertawa.

“Tentu saja, itu game wajib didorm kita. Walau aku bosan dengan taruhannya…” Yesung menjawab sambil terus berjalan-jalan disekitar dorm SHINee.

“Memang taruhannya seperti apa?” Key ikut bertanya penasaran.

“Cium pipi… Pelukan… melakukan aegyo dan kegilaan ahhh, itu taruhan yg gila kan?” Kibum bersuara sambil geleng2.

“Jinjja? Haha, ternyata taruhan kalian lebih aneh daripda kami. Kalau kami sih biasanya hanya mencucikan baju member lain atau mentraktir ayam goreng…”Onew menyahut sambil tertawa.

“Dan yg menang pasti selalu Onew hyung…” Taemin menambahkan sambil cemberut. Semuanya tertawa.

“Yah, kadang memang ada taruhan kecil seperti itu. Seperti jadi pembantu seminggu, membersihkan rumah, atau malah melakukan kegilaan lainnya.Walau lebih banyak hal yg gila lainnya seperti ciuman itu. Yah, semua dilakukan Cuma buat seru2an dan biar gak bosan didorm setelah sibuk beraktifitas…” kata Hankyung ikut berpendapat.

“Ya, kadang hal itu membuat member bertambah dekat…”kata Ryeowook kemudian.

“Hum, bagaimana kalau kita melakukannya?” Tiba2 Donghae yg diam daritadi mulai bersuara.

“TIDAK!!!”sebagian langsung berseru.

“Ya, Wae? Bukankah ini bisa jadi sebuah kenangan? Sekali-kali tidak apa2kan? Toh, semua dari kita pria…” Donghae menjawab cepat yg langsung membuat member SHINee saling bertatapan.

“Sudahlah jangan memikirkan hal yg macam2. Kita datang untuk bertamu, bukan membuat kegilaan ckckck…” Heechul menjawab sambl geleng2.

“Tapi kitakan tidak harus cium pipi. Kita bisa saling taruhan atau mungkin bisa saling mengerjai, iyakan? ayolah hyung… buat hari ini menyenangkan… kapan lagi kita bisa kedorm shinee seperti ini..” kata Donghae bersikeras. Semuanya diam, berfikir.

“Hum, aku kira ini juga bukan ide yg buruk…” Kangin berpendapat.

“Ya, sebagai ganti hiburan apa salahnya…” Kyuhyun ikut menambahkan yg membuat Donghae tersenyum puas.

“Baiklah, jadi kita lakukan ya?” tanya Leeteuk pada semuanya. Kemudian semuanya menatap pada SHINee yg hanya diam. *SuJu mendominasi banget sih hahaha* para SHINee tak menyahut, mereka hanya saling berpandangan.

“Kita lakukan saja. Biar seru…” kata Taemin sambil menatap hyung2nya.

“aku setuju…”

“Ya, pasti menyenangkan sekali…” Jonghyun ikut berkomentar. Sementara Onew dan Minho tak langsung menyahut. Mereka hanya saling bertatapan, lantas melirik Namja diantara mereka.

“Hey, kenapa kalian berfikir terlalu lama?” Sungmin cepat berkomentar melihat keduanya. Keduanya saling bertatapan, menarik nafas untuk kemudian.

“Baiklah, kita lakukan…” Onew kemudian bersuara walau agak ragu.

“Yeay… ayo!!!” semuanya bersemangat.

“TUNGGU!!” kehebohan semuanya berhenti ketika tiba2 Shindong berseru. Semuanya yg tak mengerti beralih pada Shindong. Shindong yg dari tadi tak banyak bicara melihat kearah mereka.

“Apa?” tanya Siwon bingung dengan ulah Shindong. Yg wajahnya berubah terlalu serius. Lantas tak lama malah agak memelas.

“Hm, bagaimana kalau kita makan dulu baru main? Aku lapaar…” katanya kemudian.

“Yah!!!”

[]

Semuanya masih berkumpul diruang tengah sekarang. Setelah mereka memainkan game dan melakukan kegilaan lainnya. Selanjutnya, seperti biasa, semua pesta ditutup dengan yg menurut mereka benar2 pesta.

Diantara semuanya, mungkin Minho dan Onew lah yg paling deg2an. Tentu saja, baru kali ini mereka kedatangan tamu yg bisa dikatakan penting juga karena satu manajemen. Daritadi, semua member SuJu yg berusaha akrab kepada Namja pun sering membuat jantung mereka berdebar hingga kadang2 harus berusaha menjauhkan namja dari mereka.

Pesta belum usai, bahkan inilah segmen yg membuat mereka semakin tidak tenang. Mereka kadang berfikir untuk membuat alasan agar semua member SuJu disuruh pulang saja supaya tidak ketahuan. Tapi, mana mungkin mereka bisa begitu pada senior mereka? Tapi jantung mereka selalu berdetag setiap salah satu dari mereka mulai mendekati atau mengajak bicara namja. Mereka takut, hal buruk terjadi. dan ditambah Namja terlihat sangat nyaman dengan mereka. Lihat saja, Namja masih asyik mendengarkan mereka bernyanyi sambil bermin piano sementara yg lainnya mulai menenggak minuman.

Onew dan Minho masih saling berjaga diantara Namja yg asyik dipiano bersama Jonghyun, Yesung, , Kyuhyun, Taemin, Key, dan Eunhyuk. Dihadapan mereka sebagian member SuJu masih minum. Belum ada yg mabuk berat, mereka tidak meminum berlebihan mengingat mereka harus tampil pagi2 esok harinya. Semuanya minum kecuali Yesung, Kyuhyun, dan eunhyuk yg memang tidak bisa minum walau sedikit *Fakta loh ini*

Tampaknya, yg main piano tampak bosan sekarang. Pada akhirnya, mereka mulai merapat kemeja dimana yg lainnya sudah mulai yg mulai mabuk.

“Hyung pulang yuk?” Eunhyuk dengan cepat menuju sang Leader yg masih memegang gelasnya. Leeteuk yg sedikit mulai mabuk menatap kearahnya.

“Huh? Coba tanya yg lain..”ia menjawab dengan suara agak parau.

“Hyung, pulang yuk.. kita harus tampil besok…”kata Eunhyuk kemudian pada yg lainnya. Semuanya mengangkat kepala. Lalu mulai berdiri dengan langkah agak tidak stabil.

“ayo…” kata mereka sambil berdiri lantas membereskan barang2 masing. Semuanya bangkit, kecuali Kangin yg tampaknya mabuk paling berat.

“Youngwoon-ah, bangunlah. Ayo pulang…” Heechul memanggil Kangin dengan suara setengah berat akibat mabuk. Kangin tak menyahut, ia masih juga meletakkan kepalanya diatas meja. Yesung yg merupakan salah satu yg paling sadar dari yg lain mendekatinya.

“Hya, Kangin-ah Ireonna. Ayo pulang!!” kata Yesung sambil menggerakkan badan Kangin.

“Umh..” kangin bersuara pelan dan malas membuat Yesung berdecak. Yesung kemudian meraih gelas didepan kangin. Lantas menciumnya.

“ahhh, pantas kau mabuk berat ini kan kandungan alkoholnya besar sekali. Kau ini, sudah dilarang tetap saja begini. Ya, bangunlah, kita harus pulang. Kau mau ditinggal?”katanya lagi sambil meletakkan kembali gelas yg masih berisi alkohol itu. Yesung kemudian meraih tangan Kangin untuk menarik dan membantunya berjalan. “Kajja…” ajaknya.

“Umh…” Kangin mengikutinya dengan begitu malas.

“Hyung, biar kami antar…” para personel SHINee yg tidak minum semuanya itu menawarkan bantuan. Para personel suju mengangguk sebelum akhirnya melangkah duluan. Para personel SHINee saling bertatapan.

“Namja-ah, kau tetap disini. Tidak perlu keluar ara?” kata Onew pada Namja. Namja mengangguk patuh. “Kajja!!” Onew memerintahkan adiknya untuk menyusul member SuJu yg sudah duluan.

Namja yg ditinggal SHINee hanya terdiam melihat ia pergi. Ia begitu lelah, dan sangat haus. Melihat semua member pergi ia memutuskan untuk duduk disofa. Lantas ia kemudian mulai menyentuh serta memperhatikan semua yg ada dimeja.

[]

“Ahh, terima kasih atas jamuan kalian Dongsaeng. Maaf kalau kami merepotkan dan menganggu”  kata Leeteuk mewakili teman2nya.

“Oh, anieyo hyung, sama sekali tidak merepotkan. Kami malah senang atas kesedian hyungnim semua untuk hadir…”jawab Onew.

“Yup!” personel lainnya mengiyakan.

“Baiklah, kami harus kembali saat ini. Sekali lagi terima kasih atas semuanya. Selamat beristirahat, Jaljayo…” kata Leeteuk.

“Jaljayo…” member suju lainnya menimpali.

“Jaljayo hyung. Berhati-hatilah dijalan. Bye!!” taemin menyahut sambil melambaikan tangan. Para personel Suju tersenyum sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan tempat itu meninggalkan member SHINee.

“Hush,,, aku lega sekali. Untunglah tidak terjadi suatu apapun. Coba bayangkan kalau kita ketahuan…” Minho dengan cepat mengusap dadanya setelah member SuJu tidak terlihat lagi.

“Akupun begitu. Syukurlah tidak terjadi apapun…” kata Key ikut lega.

“Ya sudah, untuk hari ini semuanya berjalan lancar dan baik2. Jadi mari kita masuk dan tidur, aku begitu lelah…”kata Onew menengahi semuanya. Semua mengangguk lalu kemudian kembali masuk dan menutup pintu.

[]

Seluruh member SHINee kembali memasuki ruang tengah dimana bekas2 pesta masih berserakan. Ketika baru saja sampai, mata mereka langsung tertuju pada Namja yg tampak memegang gelas2 sisa dari pesta Super Junior tadi.

“NAMJA-AH, ANDWAE!!!” Mereka langsung berseru serentak ketika melihat namja ingin maneguknya. Namja yg ingin minum menatap bingung kepada mereka.

“aish jinjja…” Minho mengomel kesal. Ia kemudian menghampiri Namja dan menarik gelasnya. “Apa yg kau lakukan? Kau ini benar2 hanya bisa menyusahkan. Mengurusmu benar2 seperti mengurus anak kecil…” kata Namja begitu kesal sambil meletakkan gelas tadi kemeja.

“Cheonsa kembalikan…” Namja merengek memintanya. Membuat member SHINee agak menyadari sesuatu. “Cheonsa…”

“Dia mabuk…” gumam Taemin sambil melirik hyung2nya. Sementara member SHINee lainnya tak mengatakan apapun selain memperhatikan namja.

“Kau meminumnya? Kau benar2 meminumnya. Aish, Namja-ah kau ini benar2 merepotkan saja…” kata Minho mengacak-acak rambutnya kesal.

“Kalau aku minum memang kenapa?” Namja menjawab tak stabil. Minho menggeleng, sementara member lainnya mendekat.

“Tidak bisakah kau membuat hidupku sedikit tenang? Kau tahu semenjak kau ada hidupku tertekan. Cepatlah ingat masa lalumu, lantas pergi jauh saja dari hidupku…” kata Minho mulai terbawa emosi. “Berhentilah membebaniku dan kami. Sampai kapan kami harus menanggung kehidupanmu. Kami muak, ini melelahkan!”

“Minho-ah…” member lain memotongnya.

“apa? Biar saja hyung. Lebih baik dia pergi. Biar kita bisa hidup normal. Kita tidak perlu hidup sampai tidak tenang begini. Semuanya membayangi karena dia.. Kita berjuang sudah begitu jauh dari trainee dan baru sekarang bisa merasakan buahnya. Tapi kenapa harus ada dia yg bisa menghancurkan semuanya dengan sekejap mata…”kata Minho menjawab dengan saangat kesal.

“Minho-ah, tenang. Fikirkan dengan tenang…” Onew dengan cepat berusaha meredam kemarahan Minho yg memuncak.

“Aku tidak bisa tenang. Bagaimana aku bisa tenang dengan keadaan ini. Lihat tadi, bagaimana mungkin kita harus dibatasi terus oleh semuanya ini. Kenapa hidup kita harus dibatasi karena hal gila ini…”

“Minho…”

“Jadi kalian ingin aku pergi? Kalian mengusirku??”

Semuanya kaget ketika Namja yg mereka kira sudah tak sadarkan diri tadi itu bersuara dan ikut bicara. Mereka semua menunduk, menatap namja yg baru mengangkat kepala dari atas meja.

“Arayo, kehadiranku begitu sangat membebani kalian. Aku tahu itu, begitu tahu. Tapi kalian fikir apa yg bisa aku lakukan? Kalian tidak tahu, berapa menderitanya aku. setiap kali aku bertanya pada diriku sendiri tentang siapa aku… aku tak bisa menjawabnya. Lalu aku harus bagaimana? Ketika aku merasa aku tak punya apapun dan siapapun dalam hidupku saat ini. Aku sendirian, aku kesepian. Tapi setiap kali mengingat kalian aku rasa aku punya kalian. Aku berusaha menjalani hidupku yg baru bersama kalian walau aku tahu aku membebani kalian. Aku tahu, aku adalah ancaman terbesar untuk kalian. TAPI APA YANG BISA AKU LAKUKAN? Aku bisa saja pergi dari sini. Tapi kalian tahu, aku tak tahu apapun dan siapapun. Aku tahu kalian terbebani karena aku… tapi aku harus bagaimana? Aku bahkan tak tahu ketika selangkah keluar dari pintu rumah ini. Aku akan kemana…”katanya begitu ikut emosi tapi masih tidak stabil karena mabuk. Air matanya kembali mengalir.

“Choi Namja? Semua orang memanggilku begitu padahal siapa dia. Aku bahkan begitu yakin itu bukan namaku. Lantas bagaimana aku bisa hidup sendiri kalau bahkan aku tak mampu menjawab pertanyaan itu, ketika seseorang hanya menanyai namaku. Lantas bagaimana mungkin aku bisa hidup sendirian…” katanya kemudian. membuat member SHINee tak ada yg menyahut, mereka hanya menatapi Namja yg tidak menentu itu. Minhopun yg tadi emosi, kini hanya menatapi.

“Kau, Ya Choi Minho!” Minho kaget ketika Namja menunjukknya dengan pandangan tajam namun basahnya. Minho agak kaget dengan seruan yg bahkan terdengar kasar padanya. “Kau bodoh! Kau lah yg menyebabkan semuanya ini. Kalau kau tidak bisa menerimaku kenapa dulu kau menyelamatkanku? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati. Karena bagiku mati lebih baik daripada hidup seperti ini…”katanya sambil berusaha berdiri lantas langsung menghampiri Minho yg diam.

Minho hanya menatapi Namja yg kini menghampirinya dengan mata yg basahnya.

“Aku tahu, kau tidak salah… Kau bahkan tak tahu apa2. Kau ada dipihak yg benar. Ini bukan salahmu. Bahkan aku mengucapkan terima kasih atas segalanya. Apa yg bisa kuberikan untukmu? Huh, aku bahkan tidak punya apapun selain diriku sendiri. Oleh sebab itu aku berada disini. Menyerahkan segalanya padamu. Aku bagaikan hambamu. Oleh sebab itu, selama ini aku selalu memanggilmu Cheonsa. Karena sudah kuputuskan untuk selalu mengikutimu kemanapun kau akan pergi. Tapi, aku tahu kau bahkan menganggap beban semua itu. Jadi sekarang harusnya bagaimana? Apa lagi yg bisa kita lakukan agar tidak ada pihak yg menderita.. Aku tidak menderita, dan kau tidak terbebani…” katanya pada Minho dengan masih terpengaruh alkoholnya. Namja tersenyum sinis, ia menatap Minho yg diam saja untuk kali ini. “BUNUH AKU!”

Jantung semua personel SHINee semakin menderu mendengar kata2 terakhir itu. Bahkan Taemin mulai tidak tenang dan merapat pada Key.

“Wae? Kenapa kau tidak melakukannya? Kau tahu, kita hanya punya jalan itu. Iyakan!!” tanya Namja emosi kepada Minho dihadapannya. Namja menghela nafas, tersenyum sinis, lantas kemudian meraih gelas alkohol didekatnya dan langsung mengayunkannya kemeja.

PRAK!!

Tensi semua yg ada disana kini semakin tinggi melihat Namja mulai melakukan tindakan2 itu. Mereka tambah berdetag melihat darah yg keluar dari tangan Namja.

“Namja-ah…” mereka bergumam pelan dan panik. Sementara Minho masih diam.

Namja tak mengacuhkan lukanya dan darah yg mengalir dari tangannya. Ia kembali mengangkat wajahnya menatap Minho lagi. Lalu mengulurkan pecahan kaca tadi.

“Lakukan!” tantang Namja sambil mengulurka n pecahan kaca itu. Minho tak bereaksi. “LAKUKAN!”

“Berhentilah melakukan hal bodoh dan membuatku semakin kesal. Letakkan itu dan tidur. Jangan mengaturku!” Tiba2 Minho menjawab yg membuat semuanya semakin kaget.

“Wae? Bukankah kalau membunuhku kau akan tenang? “Namja ikut menjawab dengan emosi.

“Apa kau fikir aku pembunuh?” Minho balas menjawab keras. “bukankah bagimu aku malaikat? Dan malaikat tidak membunuh, kau lupa?…”kata Minho kembali tenang dan dingin.

Namja berpaling, berpaling dari Minho. Tangannya yg masih berdarah tetap memegang erat pecahan kaca tadi.

“Kau ingin aku melakukannya sendiri didepanmu rupanya…” kata Namja kemudian. “KAU INGIN BEGITU?!”

“Cukup. Namja, kau hanya lelah. Lepaskan itu dan kembali kekamar…” kali ini Onew yg diam ikut bicara.

“ANI! Kita harus selesaikan ini disini dan hari ini…”dengan cepat Namja menjawab. “Kalian lelah denganku bukan? Maka selesaikan hari ini juga akan lebih baik…”

Baru saja Namja selesai mengucapkan itu, ia dibuat kaget oleh gerakan Minho yg merebut paksa kaca ditangannya. Lantas membuangnya begitu saja.

“Ya, kau memang membebani, kau tahu itu. Jadi berhentilah membuat ulah dan bersikaplah yg wajar supaya semuanya tidak semakin parah. Jangan membuat hal gila yg membuat kami semakin sulit, faham. Sekarang diam dan tidur. Jangan membuat ulah…” kata Minho masih begitu keras. Namja masih tak bereaksi, ia masih menatap Minho dengan matanya yg kali ini mengeluarkan air matanya tanpa mengatakan apapun. Minho yg agak ngos2an membalas tatapan Namja padanya.

Tanpa mengatakan apapun Minho menarik tangan tangan Namja yg tidak terluka. Lalu membawanya duduk kembali disofa. Tanpa mengatakan apapun, Minho berjalan kearah tempat obat-obatan dan mengambil alat2 medis di dorm mereka. Ia kembali lantas masih tanpa mengatakan apapun, ia menarik tangan Namja yg terluka, dan tanpa mengatakan apapun juga ia membersihkan luka tangan Namja. Semua yg lainnya menatap semua itu tanpa mengatakan apapun.

[]

Namja perlahan membuka matanya. Ia merasakan berat dan sakit dikepalanya. Namja kemudian bangkit, lantas duduk di tepi tempat tidurnya dengan wajah yg muram. Semuanya teringat, kejadian hebat semalam terputar lengkap dalam otaknya. Ia melirik tangannya yg sudah terbalut perban, lalu menghela nafasnya berat. Namja kemudian melihat kesekitar kamarnya. Memikirkan hal yg mungkin saat ini dapat dilakukannya.

“Mereka pasti marah…”katanya pelan tertahan.

[]

Para member SHINee minus Minho tampak masih sarapn di meja makan ketika Namja turun. Melihat kedatangan Namja, mereka diam tanpa mengatakan apapun dan tidak juga melihatnya. Perlahan Namja mendekati mereka. Menatapi mereka satu persatu, dan berfikir caranya untuk menghadapi mereka kini.

“Joseonghamnida…” Namja berkata pelan dan menunduk. Membuat mereka bereaksi menoleh padanya. “Jeongmal Joseonghamnida, maafkan atas perbuatanku semalam. Aku menyesal, dan tidak akan aku ulangi…” katanya tak berani menatap semuanya. Semua member tak menyahut, mereka saling bertatapan.

“Yang semalam, semuanya keluar begitu saja. Aku tidak tahu, kenapa aku sampai mengatakan semuanya itu…” kata Namja lagi masih tak berani melihat semuanya. “Jeongmal joseonghamnida…”katanya kali ini terdengar lebih sedih.

Para personil SHINee kembali saling bertatapan sebelum akhirnya kembali melihat Namja yg masih tampak takut2 itu.

“hum, gwaenchanayo namja. Kami mengerti kalau semalam kau tidak benar2 mengatakannya. Jadi kita lupakan semuanya bagaimana?” Onew sebagai leader kembali menjadi orang pertama yg bersuara.

“Hum, ya… dilupakan akan lebih baik…” Jonghyun ikut berbicara membuat Namja sedikit berani mangangkat kepalanya.

“Yang jelas jangan lagi mengatakan hal yg sama. Kami sudah menerimamu, jadi jangan lagi memikirkan apapun yg tak seharusnya difikirkan…” kata Key kemudian.

“Gomawo… Jeongmal gomawo. Aku berjanji tidak akan lagi mengulanginya. Gomawo, khamshahamnida jeongmal khamshahamnida…” kata Namja sambil membungkukkan badan dan tampak begitu bahagia.

“Jangan lagi menunduk, itu membuatku bosan. Duduk dan segeralah makan…” Taemin berseru datar tanpa melihat Namja. Namja tersenyum, ia tahu itu arti yg baik dari sang Maknae. Namja segera duduk disamping Onew. Ketika hendak makan, ia melihat sebelahnya yg lain yg kosong. Namja terdiam, mencoba berfikir Minho ada dimana sekarang. Apa dia masih marah?

Baru saja ia memikirkannya. Tiba2 saja, orang itu datang dari arah ruang olahraga. Minho yg memakai baju kaus putih tipis serta mengalungkan handuk dilehernya menatap datar pada Namja yg juga menatapnya.

“Cheon…”

Baru saja Namja ingin bersuara. Minho segera berpaling, lantas meninggalkan tempat itu begitu saja. Member lainnya kembali saling bertatapan sambil melihat arah pergi Minho. Lalu mengalihkan pandangan pada Namja. Hal itu membuat Namja tampak begitu muram dan sedih.

“Cheonsa marah padaku..” gumamnya pelan sambil menunduk. Seluruhnya melirik padanya.

“Hum, Minho tidak marah. Mungkin ia hanya sedang lelah saja… Lupakan Namja dan makanlah…” kata Onew lagi kemudian. namja tak menyahut, ia berusaha untuk tidak kembali menangis. Lantas ia berusaha menjangkau makanannya.

“Ahhh… sss”

Semuanya kembali mengarahkan pandangannya pada Namja yg tiba2 mengeluh kesakitan. Mereka kemudian melirik pada tangan kanannya yg masih terbungkus perban dan kasa. Namja menarik kembali tangannya.

“Joseonghamnida…” katanya merasa bersalah. Lantas berniat untuk bangkit.

“tunggu!” Onew dengan cepat mencegatnya. Namja melirik kearah Onew. “Kau mau kemana? Kenapa tidak melanjutkan makanmu?” tanyanya.

“aku akan makan nanti Oppa…”katanya kemudian sambil tak melirik.

“Kau tidak akan bisa makan sendiri…” kata Onew kemudian.

“Aku bisa…”

“Tidak!” Namja terdiam menatap Onew yg ikut bicara tegas padanya. “Duduklah, aku akan membantumu…” kata Onew kemudian.

“Oppa harus segera pergi setelah ini. Membantuku hanya membuat oppa semakin terbebani. Lebih baik oppa makan, aku bisa lakukan sendiri nanti..” kata Namja sambil berusah tersenyum. Onew hanya terdiam setelah itu.

“Selamat makan. Aku keluar sebentar. Annyeong…” kata Namja berusaha tersenyum. Ia lantas meninggalkan tempat itu begitu saja. Keempat member terdiam tak mengatakan apapun.

[]

Namja duduk sendiri disebuah ayunan kecil di belakang dorm. Ia terus mengayuh ayunan dengan kakinya sementara matanya menatap lurus dan jauh tanpa ekspresi. Fikirannya berotasi cepat, memikirkan segalanya dengan sisa memori yg ia punya.

Tiba2 Onew datang. Onew berdiri didepan pintu sambil menatap Namja yg tampak memikirkan beban berat. Onew menarik nafas, lantas mendekati Namja.

“Memikirkan apa?”

Namja langsung tersentak melihat kearah Onew yg sudah berdiri didekatnya. Onew tersenyum sehingga membuat Namja memaksakan dirinya untuk tersenyum. Onew kemudian duduk disamping Namja.

“Tidak usah memikirkan hal yg terlalu berat. Itu hanya akan mebuat kepalamu sakit. Berusahalah untuk memikirkan segala hal yg baik…” kata Onew kemudian. namja melirik padanya, lantas menunduk.

“Setelah aku fikirkan. Aku rasa selamanya, aku tidak bisa terus hidup seperti ini. Aku harus berusaha mengumpulkan semua memoriku yg hilang. Dan aku rasa bila terus mengurung diri disini, aku tidak akan bisa menemukan apapun…”kata Namja lesu. Onew segera menoleh pada Namja.

“Itu artinya kau akan benar2 keluar dari dorm kami?”

“Ng, aniyo, tentu saja tidak… walau bagaimanapun juga aku tidak akan bisa hidup tanpa semua member SHINee. Tapi, aku rasa aku harus bergerak menemukan diriku yg sebenarnya?”

“Lantas?”

Namja menghirup nafas panjang dan berat. Ia kembali menatap lurus dan muram.

“Selama ini, Cheonsa adalah yg selalu mau membantuku. Tapi kini, aku rasa cheonsa sudah tidak lagi peduli padaku… aku bingung, aku harus mulai dari mana…” kata Namja masih lesu. Onew kemudian melirik pada Namja.

“Sudah kukatakan jangan terlalu fikirkan itu. Minho tidak semarah yg kau fikirkan, aku yakin, dalam waktu dekat ia akan segera membaik. Itulah Minho, sebenarnya ia tidak benar2 marah…”kata Onew kemudian.

“Tapi aku rasa dia sudah membenciku. Buktinya, ia bahkan tidak mau melirikku walau sedikit oppa..”

“Tidak, percaya padaku kalau dia tidak membencimu… dia hanya kesal, kukira hanya itu…”

“Tapi…”

“sudahlah, jangan fikirkan apapun lagi. Sekarang hanya fikirkan kau akan mulai mencari jati dirimu dari mana. Kalau kau tidak keberatan, aku akan membantumu…” kata Onew kemudian. namja melirik pada Onew berbinar.

“oppa akan membantuku?”

“Hum, aku akan membantumu. Jadi sekarang jangan fikirkan apapun lagi ya. Karena aku akan membantumu, kau senang?”

“Hum, jinjja haengbokhaeyo oppa. Gomawo..” kata Namja sambil tersenyum dan berbinar. Onew mengangguk sambil tersenyum.

“Berteman?”

“Huh?”

Onew melirik tak mengerti ketikan Namja menunjukkan kelingkingnya pada Onew. Onew kemudian mengerti lantas tersenyum dan membalasnya.

“Berteman…”kata Onew sambil ikut meletakkan kelingkingnya menyatu dengan kelingking Namja. Keduanya lantas tersenyum penuh arti. Ketika mereka sedang asyik saling tatapan dan saling senyum. Tiba2 Minho lewat didepan mereka. Melihat apa yg tersaji didepannya, Minho tak mengatakan apapun selain memandang dingin dan datar lantas kemudian memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan keduanya.

[TBC^^]

19 Comments Add yours

  1. catanggi mengatakan:

    wuiiiihh… aku paling suka nih. suasana baru so eun sama yg lain. mmbum mulu biasanya.. bocen… cari gara2 sm mates deh gw🙂 *ngumpet di belakang onew gw🙂 xixixixi peace mates🙂

  2. Anna mengatakan:

    Kyaaaa minho kejam bgt ku bunuh jg kau kekekek kn kshn soeun tggu pmblsnku :-p,,sumpah pnsrn bgt siapakh soeun sbnrny ayoo donk putrii jgn lm2 bkin ka2 pnsrny lnjtnk hwaiting n gomawoooo🙂

  3. glodzssokyu mengatakan:

    hiks hiks hiksssss
    sedih bacanya😥

    kasian soeunn

    yah ! minho oppa
    kok belom cemburu sih ,
    jadi penasarana aku

    Putriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    lanjut ya😀

  4. Irnawatyalwi mengatakan:

    Akhrx d post jg,bgus bnget putri + kk sdh, minho kau kjm skali liat sja nnti kau akn mnyesal…

  5. Elisoniac mengatakan:

    tu member suju namu pa bajak ea…. hhhhhaaaa….
    yeppa curiga pa gimana itu??
    suka bgt chingu…. ditunggu lanjutannya…

  6. Yova mengatakan:

    Kerenz makin seruu…..
    Min Ho kenapa kau seperti itu bikin eoni sedih sj,
    okey ditunggu lanjutannya

  7. kyuPAngels mengatakan:

    Makin seruuuuuuuuuuuu!

    Seru,,,itu yeppa pede amat ya??!
    *di plototi author*

    huwa…😥
    eonnie kasihannnn T.T
    suer,,aku penasaran…
    Siapa soeun sebenarnya??
    Siapa yg akan bersanding dgn soeun??

    Lanjut!!
    Semangat!!

  8. mayaulidhasso mengatakan:

    wahhh .. makin keren aj ne author ..
    lanjutt thorrr ..🙂

  9. pucha mengatakan:

    huaaaaaaaaaaaaaaaaa authorrrrrrrrr…..!!!

    pas banget yah ini,,pas abis liat video cf claride yg sso sm shinee eh baca ni FF….hadew dapet banget feelnya *mana sambil dengerin SJM blue tommorow lagi

    keren banget ceritanya,,,suka banget..8 thumbs up *pinjem jempol yeppa,,tabi,,sama jay oppa* buat authornya..

    tapi ngk tau kenapa, kalo di FF sebelumnya yg judulnya girl in our dorm*kl ngk salah yah * di situ gw feelnya lebih suka sso sama minho #walo endingnya sso sm onew# nah kl di FF ini gw lbih suka sso sama onew —-> reader aneh hehehehe

    yo wislah pokoknya next partnya di tunggu banget yah
    disini gw, yeppa,,tabi dan jay park akan setia menunggu

    gomawo
    _bow_

  10. kaoru aka seli m mengatakan:

    huwaaaahhhh keeeyyyeeeeeeenn
    dapet feelnya ..
    ihk si minho mrah-mrah gaje ..
    pdahalkan eunni cman minum doang ..
    daeba k critanya ..
    next part di tunggu🙂

  11. nury elf mengatakan:

    wah bgus bnged ceritanya ..
    pa lgi pas bgian si minho ma sso marah-mrah ..
    qu suka nih karakter si minho disini😉
    untuk FF ini sso pasangin ma minho ja yuah ..
    next part di tunggu ..

    btw BONAMANA -nya kok lom dilanjutin sih (?)
    ditunggu tuh FF yg itu jga yach ^^

  12. owni mengatakan:

    ya ampun so eun kasian deh, next part’a d tunggu

  13. amkyuminry mengatakan:

    seru~! hehe, next part ditunggu

  14. kim sohyun mengatakan:

    mantappppppp

  15. tanti no kawai mengatakan:

    =))W̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̇̇̇α̩̩̩̩̥W̶̲̥̅̊α̇̇̇α̩̩̩̩̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇ά̲̣̥α̇̇̇W̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥α̇̇̇=))
    Yeppa lucu bangetttt…..
    Kekekekek

    Hemppp…. Kasian juga Sso eunni….
    Huhuhuhu

    Op’sss…. Kayak ηγά̲̣̥ ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ mulai cemburu nih….
    Hohohoho

  16. luthfiangelsso mengatakan:

    waw part ini bener” menegangkan, dari ulah’a member suju sampe perdebatan antara soeun dan minho!!
    author hebat!!!!reader kaya lagi nonton drama🙂
    author SEMANGAT ya, buatlah karya” lain’a !!!!
    SEMANGAT !!🙂

  17. Qazz mengatakan:

    «»«»«»«»
    >,<….
    Min Ho marah besar…..
    Kenapa,ya…??
    Gimana,ya asal-usulnya namja…??
    Semoga aja dia bisa cepet inget dan gak ngerasa sedih….
    Tapi kalo gitu,namja bakalan gak bareng-bareng SHINee lagi,dong…😦
    Jadi bingung….
    Lanjut baca aja,deh….😀

  18. senrumi mengatakan:

    Sepertinya da yg mulai cemburu
    semakin seru ni

  19. Rani Annisarura mengatakan:

    kejam banget minho itu,,, kasihan so eun jadinya….

    Sebenernya so eun itu siapa sih???
    Penasaran deh pingin tau….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s