~[Twooshoot/ Request] I LOVE YOU~


Tittle: I Love You

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Family

Tipe: Twoshoot

Cast: Kim So Eun, Park Jungsoo (Leeteuk), Lee Donghae

Annyeong, saya kembali dengan salah satu requestan nih. Kali ini, ngebawa requestan dari salah satu reader saya yg setia mampir and comment di blog yaitu: “Glodya”. Ody minta dibikinin FF dengan judul I Love You dan dengan pairing KyuSSo atau New Pairing: SoeunLeeteuk. Karena SoeunLeeteuk baru, makanya aku milih pairing baru ini. Semoga semua suka. Dan FF ini dibuat berdasarkan Lagu dari SNSD’s Taeyeon yg I Love You. Jadi gak usah banyak cincong yah, langsung aja… oiya, FF ini dibuat dengan inspirasi yg mengalir bagai air, jadi apapun yg ada didalamnya tidak di edit untuk kedua kalinya…

Oiya, buat pembaca, aku masih ngarapin Komen sama Ratenya ya.^^

Okey, ya udah, langsung aja deh…

“Mungkin, alasan saya tidak bisa mengatakan ‘Aku mencintaimu’, seperti orang bodoh,
adalah bahwa saya takut hari-hari menyedihkan menyakitkan menunggu setelah kita bertemu. (SNSD Taeyeon – I Love You)”

 

“Soeun-ah, kau akan ditunangkan dengan anak teman ayah…”

PRUK!!!

Soeun langsung memuncratkan makanannya kembali keluar setelah mendengar ucapan orang tuanya. Soeun langsung melirik kearah kedua orang tuanya yg tersenyum padanya.

“ap…apa? bertunangan?” tanya Soeun masih begitu tidak yakin.

“Sebenarnya bukan tunangan. Yeobo, jangan terlalu berlebihan. Maksud kami bukan ditunangkan soeun, kau akan dikenalkan dan didekatkan dengan anak teman ayah. Kau pasti senang kalau mengenalnya…” kata ayah Soeun sambil tersenyum. Soeun masih menatap shock orang tuanya.

“Ayah ibu bercanda? Bagaimana mungkin dizaman semodern ini, ayah ibu sempat memikirkan itu? Tidak, aku tidak mau…”tolak Soeun cepat. “ayah ibu, akukan belum lulus High School bagaimana mungkin aku langsung ditunangkan…”

“Tapikan tahun depan kau lulus Soeun… “

“Tidak mau, aku juga mau kuliah seperti teman2ku yg lainnya. Ayah ibu, berhentilah berfikiran kuno semacam itu…” kata Soeun masih tidak mau.

“Maksud kami bukan begitu soeun. kau akan dipertemukan dengannya, berkenalan, setelah itu kau fikirkan sendiri mau atau tidak. Ibu sudah melihatnya, dan ibu yakin kau tidak akan menyesal Soeun. dia sangat tampan, baik, sopan. Selain itu, dia adalah seorang dokter muda yg sukses…”

“Ibu berhentilah bohong. Kalau dia setampan itu, tentu dia bisa mencari kekasihnya sendiri. Aku yakin, orang yg ibu maksud adalah yg sebaliknya. Dia adalah pria yg terlalu dewasa jelek dan…tidak laku iyakan?” kata Soeun menceritakannya sambil membayangkan yg terlalu buruk hingga ia bergidik sendiri.

“Tidak, ibu tidak bohong. Dia memang benar2…”

“Pokoknya aku tidak mau!” kata Soeun sambil bangkit dari tempat duduknya. “aku tidak mau!” kata Soeun dengan wajahnya yg sangat kesal. Lantas Soeun segera meninggalkan meja makan untuk ke kamarnya.

[]

~Kim So Eun POV~

Ditunangkan? Astaga, apa yg ada dikepala kedua orang tuaku ini? Apa mereka kira zaman ini zaman yg sama dengan zaman waktu mereka muda? Sebuah zaman dimana bahkan dua orang yg baru berkenalan hari ini bisa langsung menikah esok hari dan mengayuh behtera lama sehidup semati.

Mentang2 dulu mereka ditunangkan waktu mudanya hingga berumah tangga secara harmonis dan bahagia. Tapi ayolah, ceritanya tentu saja berbeda. Latarnya saja berbeda, tahun 1987 sampai 2011 sudah berapa ribu orang dengan otak baru yg terbentuk, mana mungkin semuanya bisa dihadapi dengan cara yg sama

Ahhh, apa yg sedang mereka fikirkan sih? Payah sekali! Mana mungkin aku harus melakukan hal2 kuno seperti itu? Apa kata teman2ku. Apa kalian tidak membayangkan? Kim Soeun, seorang gadis yg paling populer disekolah hingga dikejar-kejar oleh banyak pemuda tiba2 setelah lulus sekolah langsung menyebar undangan pernikahan dengan ahjussi-ahjussi? Bukankah itu terlalu tidak lucu?

Ibu bilang dia adalah seseorang yg tampan dan menarik. Dia adalah dokter muda yg tampan, baik, dan sopan.  Bohong sekali, mana ada pemuda tampan seorang dokter yg tak punya kekasih? Ibu pasti membohongiku, iyakan? aku sudah membayangkan seorang ahjussi tua yg hitam jelek dan ahhh… membayangkannya saja membuatku tidak mau. Shireoyo! Andwae!

Aku tidak akan mau, tidak akan peduli. Lagipula, akukan sudah mempunyai targetku sendiri. Seseorang yg hari ini janjian denganku untuk melakukan kencan pertama. Aku yakin, ia pasti akan menyatakan cintanya padaku tepat hari ini. Ahh, pipiku jadi panas mengingat caranya mengajakku kencan. Tatapannya, senyuman manisnya, aah… semuanya sempurna. Aku rasa dialah tipeku selama ini. Lee Donghae!

[]

Soeun menarik jaket yg menutupi badannya berharap meredam rasa dingin yg ia rasakan. Soeun kemudian kembali gelisah sambil menatap hujan yg turun saat ini bersama kegelapan malam. Soeun mendesah kecewa sambil melirik jam tangannya. Tepat, sudah 3 jam ia disini tapi seseorang yg ditunggu tidak juga datang.

“Bodoh, benar2 bodoh. Ahhh, Lee Donghae kau benar2 membuatku kesal dan ingin membunuhmu. Bagaimana kau membiarkan gadis seperti aku menunggu selama ini..” Soeun mulai berseru kesal pada dirinya sendiri. Soeun kemudian bangkit dari tempat duduknya, kemudian dengan wajah sangat kesal keluar dari kafe itu.

Soeun kemudian menegadah menghadap langit yg terus menurunkan hujan yg lebat. Soeun berdecak, sekarang pulangnya harus bagaimana? Taksi sangat sulit ditemui disini dan hujan2 begini, ia harus kehalte dulu. Sementara kalau minta dijemput oleh orang ramah Soeun tidak mau, diakan sedang ngambek pada seisi rumah gara2 ide perkenalan atau pertunangan itu. Kalau ia sampai meminta tolong, pasti mereka tetap bersikeras memaksakan kehendak mereka. Soeun tak mau, dia gengsi. Aah, eottokhae?

BRUK!!

Soeun sangat kaget ketika seseorang menabrak keras dirinya. Tak hanya itu, Soeun begitu tambah kaget karena orang itu merampas tas serta isinya lantas lari dengan cepat.

“Pencuri!!” Soeun berteriak kencang ketika itu. Karena tempat itu sepi tak ada seorangpun yg mndengarkannya. Tanpa memikirkan apapun Soeun lantas mengejar orang itu dengan menembus hujan. Semuanya disana! Uang pulang, Handphone, kalau hilang dia bagaimana??

“TUNGGU!! KEMBALIKAN TASKU!!!”

[]

“Hey, Tunggu, kembalikan tasku. Kembalikan!!” Soeun masih terus berteriak dan mengejar orang yg merebut tasnya tanpa memikirkan hal yg lainnya. Soeun menghentikan langkahnya, nafasnya terengah-engah karena capek. Soeun kemudian baru menyadari ia ada dimana. Sebuah lorong yg sepi dan gelap, tidak ada orang. soeun secara perlahan mundur kebelakang, tapi tiba2 ia menabrak sesuatu. Soeun menoleh kebelakang.

“Hay, cantik…”

Soeun menelan ludah dengan payah ketika melihat seorang pria berdiri dibelakangnya. Soeun berniat berbalik dan mencari arah lain, tapi tak ada jalan disana, buntu. Hingga ketika Soeun berbalik, ia kembali menemukan orang2 itu kian mendekat.

“Ja.. Jangan mendekat..” kata soeun begitu ketakutan. Mereka semua tertawa, lantas semakin mendekati Soeun. “JANGAN MENDEKAT!”

“Hey, kenapa kau begitu galak nona? Kau sendiri yg datang kemari, kenapa kau tak ingin kami dekati. Mendekatlah, malam ini begitu dingin karena hujan yg begitu deras. Akan menyenangkan kalau kita menghangatkan badan…” katanya lebih mendekati lagi. Lantas mendapatkan Soeun dan menyentuh lembut dagu Soeun. soeun menutup matanya sambil menangis dan ketakutan.

“Aku mohon lepaskan aku…” kata soeun sambil menangis ketakutan dan menutup matanya.

“Kita main2 dulu bagaimana? Hum?”

“aku tidak mau. Lepaskan aku…”kata Soeun masih ketakutan ketika orang itu menyentuh wajahnya. ”Lepaskan akku… tolong…”

“Hum?”

BRUK!!

Soeun kaget dan sontak membuka matanya. Ia keget menemukan orang itu sudah terkapar ditanah. Soeun mangangkat wajahnya, ia menemukan seorang pria berdiri sambil memegang sebuah balok kayu. Pria itu tampak mengatur nafasnya, lantas mengusap rambutnya yg basah terkena hujan. Ia kemudian menatap Soeun yg masih terlihat shock.

“Gwaenchana?” tanyanya terdengar dingin dan datar. Soeun tak menyahut, ia hanya menganggukkan kepala karena masih kaget dan shock. “Baiklah ayo pergi..” katanya sambil menarik tangan Soeun. soeun hanya menuruti saja.

“KEJAR MEREKA!!!” seru laki2 yg berusaha bangkit itu.

Keduanya berlari ditengah guyuran hujan. Mereka kini tengah dikejar oleh gerombolan penjahat itu.Soeun hanya diam dibawa penyelamatnya itu, karena ia masih bingung dan ketakutan hingga tak ada waktu untuk berfikir.

“HEY, JANGAN LARI KALIAN” ucapan itu semakin membuatnya ketakutan, hingga ia semakin mempererat pegangannya.

“Kemari…” tiba2 pria itu menariknya ke sebuah drum yg berada disana. Mereka kemudian berjongkok disana. Pria itu menarik Soeun dekat sekali pada dirinya, lantas tangannya berada dipundak Soeun. ia kemudian mengintip gerombolan diluar yg mencari mereka.

“Au…”

“Sst…”

Soeun menghentikan keluhannya ketika ia meletakkan jarinya kebibir Soeun. Soeun kemudian hanya berusaha menahan rasa sakit dikakinya akibat menginjak sesuatu.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya robongan itu meninggalkan tempat itu. Pemuda itu menghela nafas lega. Ia bangkit.

“ayo pergi…” katanya pada Soeun. namun Soeun tak berekasi, ia hanya terdiam dibawah kakinya. “Hey…”

“aku tidak bisa. Kakiku sangat sakit…”

Pria itu kaget mendengar ucapan Soeun. ia kemudian melirik kebawah.

“Aku rasa, aku menginjak pecahan kaca. Sakiit…” Soeun bersuara kesakitan dan mulai menangis. Ia kemudian berjongkok kembali.

“Tahanlah, aku akan membawamu…”

“Sakiit…”

Pria itu kemudian, kali ini mengangkat tubuh Soeun.

“Tahan lah, aku akan membawamu…”katanya pelan sambil membawa tubuh Soeun yg terasa begitu lemah dan merasa keperihan di telapak kakinya.

[]

“Au… Sakiiit…” Soeun masih menangis sesegukkan menahan sakit dikakinya. Pria yg menolongnya tadi yg sedang mengobati kakinya akhirnya terganggu juga oleh rengekannya. “Aduh…”

“Hya, tenanglah. Kalau kau terus bergerak dan menangis, aku akan kesulitan mengobatimu…” katanya masih berusaha mengobati Soeun.

“Tapi ini sakit, hik hik… Apayo!!” kata soeun masih menangis dan merengek.

“Lagipula semua ini karena kecerobohanmu sendiri. Untuk apa kau mengejar mereka sampai sejauh itu? Sudah jelas malam sudah larut dan kau hanya sendiri. Coba bayangkan kalau aku tidak mendengarmu berteriak, entah apa yg terjadi padamu…” katanya masih mengobati luka Soeun.

“Tapikan, semuanya disana (hik) kalau aku biarkan nanti aku pulang dengan apa?” tanyanya masih sesegukkan. Pria itu tak menyahut, ia hanya menggelengkan kepalanya lantas masih mengobati luka Soeun. soeun berusaha menahan rasa sakit dikakinya, lantas mengitari tempatnya berada. Apartemen orang ini.

“Kau tinggal sendiri disini?” tanya Soeun pada orang itu. Pria itu tak menyahut, ia masih mengobati luka Soeun.

“Hum…”

Soeun menganggukkan kepala setelah mendengar jawaban sangat singkat itu. Ia lantas mengalihkan pandangannya kepada pria yg masih mengobatinya. Soeun hanya terdiam menyaksikan ia yg dengan tekun merawat Soeun itu. Caranya lembut, hingga sakit yg Soeun rasakan ketika ia obati tidak terlalu terasa dan ia terlihat begitu ahli.

“Aku Kim Soeun. siapa namamu… Oppa?” tanya Soeun sambil tersenyum kemudian. ia tak langsung menyahut ataupun melirik. Ia masih sibuk membalut luka Soeun. setelah selesai ia mulai bangkit, lantas menatap Soeun dengan pandangan datar.

“Aku Park Jungsoo. Panggil aku Jungsoo. Baiklah, sekarang saatnya kau tidur. Besok aku akan meminta orang mengantarmu pulang. Tapi sekarang, kau tidur dikamar tamu…” katanya, kemudian kembali membereskan obat-obatannya. Soeun hanya menatapi setiap yg ia lakukakan. Setelah merapikan semuanya, ia kembali mendekati Soeun. lantas meraih tangan Soeun dan meletakkan dibahunya.

“Ayo kekamar. Aku akan mengantarmu…”katanya kemudian tanpa melirik kearah Soeun. soeun lagi2 hanya menurutinya. Dengan bantuan Jungsoo, Soeun bergerak kekamarnya. Soeun tersenyum menatapi perlakuan seseorang yg benar2 sangat membantunya hari ini.

“Gomawo Jungsoo oppa…”tak ada sahutan. Tapi Soeun tak peduli.

[]

“Ibu, aku bilang aku tidak mau. Tidak mau…” kata Soeun dengan wajah cemberutnya. Soeun melipat tangannya dengan begitu malas. Mereka semua kini sedang berada diatas mobil. Mereka akan menuju restoran tempat dimana mereka akan janjian dengan teman keluarga ayah. Ya, teman keluarga ayah… Teman keluarga ayah… Ahhh. Soeun benar2 menunjukkan wajah terkesalnya dari tadi. Ia baru saja sembuh dari luka kakinya yg ia dapatkan tiga minggu lalu. Ia kira melihat anaknya sampai terluka. Kedua orang tuanya akan menghilangkan niatan mereka untuk menunangkannya dengan anak teman mereka. Tapi apa? Semuanya hanya ditunda, DITUNDA, setelah sembuh mereka kembali melakukannya. Dan sayangnya, Soeun tak bisa kabur saat ini.

[]

“Ayo Soeun, kita sudah terlambat…” kata ibu Soeun sambil menarik tangan Soeun. Soeun hanya mengikuti malas.

“Iya!!”

Soeun hanya mengikuti arah pergi kedua orang tuanya dengan tanpa gairah. Disebuah meja, akhirnya mereka berhenti.

“Annyeonghaseyo. Maafkan kami, kami terlambat, terjadi macet dijalan. Apa kalian menunggu sudah begitu lama?” Ayah Soeun langsung menyampaikan penyesalannya ketika sampai.

“annyeonghaseyo… Tidak. Kami juga baru datang. Selamat datang..” seorang lelaki seumuran ayah dan wanita seumuran ibu tampak berdiri dibelakang meja dengan wajah ramah. Setelah itu, mereka tampak saling berjabat tangan dan ibu2 cipika cipiki, sementara soeun malah menatapi saja.

“Hum kenalkan…” tiba2 ibu Soeun kembali menuju Soeun dan membawanya kearah mereka. “Ini putriku. Soeun…” katanya kemudian. kedua orang itu tersenyum, menatap Soeun yg juga tersenyum.

“Annyeong haseyo, tuan nyonya. Senang bertemu anda…” kata Soeun mencoba basa basi sambil memberi penghormatan. Kedua orang itu tampak senang melihat Soeun.

“Ahh, gadis yg begitu cantik. Aku yakin, anak kami akan cocok denganmu, dia pasti akan senang…”

Soeun hanya terpana mendengar kata2 itu, lantas berusaha tersenyum walau dipaksakan walau hatinya mengutuk kesal.

“Oiya, anak kalian dimana?” giliran ayah Soeun yg bertanya. Teman ayah Soeun tersenyum, lantas melihat sekitar.

“Dia tadi sedang pergi ketoilet. Sebentar lagi ia akan datang…”jawab teman ayah Soeun kemudian.

“Ah, itu dia Jungsoo…” tiba2 istri teman ayah Soeun berseru yg berhasil membuat Soeun dengan cepat beralih. Matanya tak percaya, melihat seseorang berjas rapi yg baru datang itu, orang itu… Malaikatnya?!

[]

Soeun begitu sangat tidak konsentrasi dengan apa yg dilakukannya ataupun dengan makanannya. Soeun kembali mengangkat kepalanya, melirik kearah seseorang yg tampak asyik makan didepannya. Soeun kemudian tersenyum kecil.

“Hm, jadi bagaimana mengenai rencana pertunangan anak kita?”

“Huk… Huk.. Hukk..”

Soeun terbatuk karena kaget dengan ucapan tiba2 ibu Jungsoo. Hingga semua orang mengalihkan pandangannya padanya.

“Soeun, kau kenapa? Kenapa sampai batuk2 begitu? Minum dulu…” Soeun meraih minuman yg diulurkan oleh ibunya. Soeun meraihnya, lalu dengan cepat meminumnya.

“Dia sama seperti kita. Pasti begitu gugup ketika bertemu calon suaminya…” kata ibu jungsoo yg disambut tawa oleh semua yg lain kecuali Jungsoo yg hanya diam.

“Ibu…” Jungsoo tampak mengatakan kata2nya yg pertama semenjak makan tadi. Membuat ibu Jungsoo tersenyum menatap putranya. Soeun balas menatap Jungsoo bingung, apa artinya itu Jungsoo juga menolak rencana ini.

“Yeobo, berhentilah menggoda anak2 kita. Mereka menjadi bingung. Tujuan pertemuan kali ini kan bukan untuk apa2…” kata ayah Jungsoo pada istrinya.

“Aku tahu, tapi aku sangat berharap mereka untuk bersama. Aku begitu menyukai Soeun. aku berharap Jungsoo bersedia menerimanya, begitupun Soeun bersedia menerima Jungsoo. Mereka baik bersama…” kata ibu Jungsoo yg membuat yg lainnya tersenyum. Kecuali Jungsoo yg hanya bersikap datar sementara Soeun masih menatap bingung tanpa mengatakan apapun itu.

“Benarkah kalian menyukai Soeun. aku juga begitu menyukai Jungsoo. Aku yakin, ia bisa menjaga anak kami dengan begitu baik…” kata ibu Soeun ikut bicara.

“Benarkah?”

Soeun masih menatap kedua pasangan yg asyik itu. Ia megalihkan pandangannya pada Jungsoo yg benar2 cuek sama sekali dan tampak begitu tidak nyaman. Soeun menghela nafas, padahal Soeun baru saja menyetujuinya setelah tahu calon suaminya itu Jungsoo. Tapi kenapa ia tampak begitu tak suka begitu? Apa ia menolak rencana ini?

“Jungsoo-ah…”

Jungsoo mengangkat wajahnya, menatap ayahnya yg memanggilnya. Ayahnya tersenyum padanya.

“ Kau telah melihat sendiri calon yg kami pilihakn untukmu. Sekarang segala keputusan kami serahkan padamu. Kau yang putuskan sendiri kini…” kata ayahnya Jungsoo bijak. Jungsoo terdiam, berfikir, sejenak ia menatap Soeun dihadapnnya. Soeun hanya terdiam dan was2 menunggu Jungsoo. Aneh, padahal ia sendiri tadinya yakin ia tidak akan menunggu kata bersedia dari orang yg dipilih orang tuanya. Tapi tidak untuk sekarang, ia sangat berharap Jungsoo akan mengatakan iya, mengatakan kalau ia bersedia.

Jungsoo masih terdiam, tampak berfikir, menatap Soeun yg masih was2 sekali lagi. Lalu dengan yakin menatap ayahnya. “Aku rasa, aku akan mencobanya ayah. Aku… bersedia…”

Suasana heboh setelah itu. Kata2 kelegaan terdengar dari kedua pasangan itu. Sekarang semuanya menatap Soeun yg benar2 sulit mengendalikan detag jantungnya itu. Soeun merasakan, tangan ibunya menggenggam tangannya.

“Soeun, sekarang giliranmu untuk memutuskan. Jungsoo telah mengemukakan keinginnanya untuk resmi melamarmu. Sekarang, ayah serahkan sisanya padamu. Tidak ada paksaan, semuanya bergantung padamu. Kau yg putuskan semuanya kini…” kata ayahnya Soeun bijak pada Soeun. Soeun masih tak menyahut, ia menatap kembali Jungsoo yg juga menatapnya kini. Ia mau tentu saja, apalagi hal yg bisa dijadikan alasan untuk menolak ini. Jungsoo adalah pribadi yg belakangan diidamkannya.

“Aku rasa.. Aku juga menerimanya…”

“Syukurlah…”

Kedua keluarga itu langsung berdiri dan saling berjabatan satu sama lainnya dan begitu sangat bahagia. Sementara Soeun masih duduk dibangkunya, menatap Jungsoo yg tampak menunduk itu. Jungsoo menunduk, dan tampaknya, berfikir berat saat ini. Ada apa? Kenapa semuanya masih seperti sebuah keterpaksaan untuknya..

[]

Soeun berjalan ceria di koridor sebuah rumah sakit. Seperti biasanya, setiap harinya sepulang kuliah Soeun selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Jungsoo ditempat ia bekerja, rumah sakit. Soeun tersenyum sambil menatap sebuah cincin ditangannya. Inilah sesuatu yg telah mengikatnya bersama Jungsoo selama lima bulan ini, cincin pertunangan. Soeun kemudian menghentikan langkahnya didepan sebuah ruangan dimana nama Jungsoo tercantum didalamnya. Soeun memasuki ruangan itu.

“Jungsoo oppa…”

Hanya sekali ia bersuara, karena ketika ia masuk tiba2 ia hanya terdiam menahan suaranya. Ia menatap malu2 dan tidak enak pada Jungsoo dan tiga orang susternya yg sedang berada di dalamnya.

“Suster, Annyeong haseyo.. Maaf kalau aku mengganggu..” kata Soeun tak enak. Tiga orang suster itu hanya saling bertatapan, lantas bangkit dari tempat duduk mereka dihadapan Jungsoo.

“annyeong haseyo nona, senang melihatmu kembali…” salah satu dari mereka menyahut sambil tersenyum begitupun dua lainnya. Lantas kembali menatap Jungsoo.

“Baiklah dokter, hanya itu yg ingin kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian anda dokter…” yg lainnya berkata pada Jungsoo yg dibalas anggukan kecil oleh Jungsoo. Untuk kemudian tiga orang itu keluar ruangan meninggalkan mereka berdua.

Jungsoo masih duduk di kursinya sambil memeriksa kertas ditangannya. Sementara Soeun duduk dihadapannya kini. Lantas Soeun bangkit dan berdiri dibelakang Jungsoo setelah itu mengalungkan tangannya keleher Jungsoo membuat Jungsoo agak kaget.

“Oppa, apa kau sibuk? Ayo makan siang keluar..” kata Soeun dengan nada manjanya. Jungsoo tak menyahut, ia hanya mengangkat wajahnya dan menatap Soeun untuk sesaat. Lantas melepaskan tangan Soeun dengan hati2.

“Aku sedang tidak bisa makan keluar saat ini. Kau makan sendiri ya..” katanya kemudian sibuk dengan kertasnya. Soeun cemberut, ahh, dia selalu begini bersikap dingin pada Soeun. padahal merka sudah tunangan, TUNANGAN, tapi ia selalu bersikap acuh tak acuh pada Soeun bahkan setelah lima bulan mereka bertunangan.

KRING KRING KRING KRING !!! (?)

Keduanya menghentikan pekerjaan masing2 lantas menatap sebuah benda kecil berbentuk alarm yg berdering di sudut ruangan. Melihat itu, Jungsoo segera bangkit dari tempat duduknya, dan mengambil alat2nya.

“Aku harus bekerja, pulanglah…” kata Jungsoo tanpa menoleh, lantas segera menuju pintu. Sebelum pintu dibuka tiba2 pintu telah terbuka.

“Dokter, pasien dikamar 26C sekarat…” salah satu dokter berseru panik. Jungsoo mengangguk, lantas keluar dari ruangan itu bersama si suster meninggalkan Soeun sendirian diruangan itu.

Soeun masih duduk sendiri dibangkunya. Ia cemberut karena lagi2 harus di perlakukan sama. Kenapa Jungsoo oppa selalu memperlakukannya seperti itu? Dia selalu mengacuhkan Soeun bahkan walau mereka sudah tunangan. Apa yg ia tunggu? Padahal Soeun secara terang2an telah menunjukkan perasaannya serta selalu mngucapkan sayangnya setiap harinya pada Jungsoo, tapi Jungsoo selalu pasif seperti tadi padanya. Apakah ia belum juga mencintai Soeun?

[TBC ^^]

31 Comments Add yours

  1. pucha mengatakan:

    annyeooonggggggg authooooooorrrrrrr….!!!!

    first???*celingak celinguk,,,,

    udah lama ngk blog walking ke blog ini dan ternyata udah banyak aj FFnya hehehe

    huaaaaaaaaaaaaaa park jungsoo ajussi sama soeun..hm~~cocok juga sieh heheheh

    bagus ceritanya,,hebat yah tanpa di edit ceritanya aj udah bagus gini *emang bakat nulis nieh author…walo ada mistype di beberapa tulisan heheheh

    di tunggu next partnya

    gomawo
    _bow_

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Selamat datang kembali hehehe…
      Gomawo udah berkunjung hehehe…

      Ya, kalau emang aku sadar ada salah ketik pasti diketik ulang hehehe…

      Sekali lagi gomawogomawogomawo atas kunjungannya hehe ^^

  2. glodzssokyu mengatakan:

    1. authorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr gomawooooo
    req ku uda di penuhin

    2. cerita nya sumpah keren keren
    sesuai dengan yang aku bayangin ..
    gak meleset sedikit pun🙂

    3. leeteuk oppa kasian uri soeun
    kenapa kok di cuekin ?
    hayooo oppa suka ma cewek lain ya ?

    itu trus donghae sebagai apa ?
    ah rasanya bikin buat leeteuk oppa cemburu dengan adanya donghae

    leeeteuk oppa buka mata , hati dan telingamu ..
    didepan mu ada yeoja yg sangat cantik menunggu mu untuk membuka hati
    jangan disia siakan ya oppa

    4. soeun eonnie fighting
    rebut dan luluhkan hati leeteuk oppa🙂

    5. skali lagi makasi req ku uda dipenuhin🙂
    jangan sad ending ya …

    6. mav kalo koment nya sedikit

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Okey okey.. dijawab satu2:
      1. Yup, makasih udah req juga ya chingu..

      2.Benarkah.. wah Bapak kamu paranormal ya *gaya OVJ* #plakkk #abaikan

      3. Yaa, Leeteuk oppa mang suka ama cewek lain. kenalin *ngulurin tangan *. hehe liat lanjutannya ya chingu.
      Donghae oppa belum muncul sekarang, di part dua bakal muncul walau cuma nompang lewat haha #siikanmelotot.
      Tuh, dengerin nasehat ody tuh Jungsoo oppa ^^

      4.🙂

      5. Hum, liat next part y chingu ^^

      6. Haha, sedikitnya segini.. banyaknya kayak apa ya haha #plakk

  3. Irnawatyalwi mengatakan:

    Hbat ya putri,lngsung ktik tanpa d ulang,part brikutx d tnggu ya…

    1. PrincessClouds mengatakan:

      haha, jadi malu (?) Gomawo kak ^^

  4. Irnawatyalwi mengatakan:

    Hbat ya putri,lngsung ktik aja ssuai yg ad d pikran,part brikutx d tnggu ya… Yg cpt kl bsa + ff yg lainx jg

  5. Irnawatyalwi mengatakan:

    Putri in prmintaan kk ff love me As Postx kpn,uda g sbar pengen bca

    1. PrincessClouds mengatakan:

      sabar ea kak…
      Masih cari ide hehe

  6. kaoru aka seli m mengatakan:

    daebak kak FFnya🙂
    prasaan enakan di panggil leeteuk dari pda jungsoo😉
    kasian jga sso di cuekin ma teukki ..
    lgi nunggu kemunculan hae nih ..
    next part di tunggu yaw ..

  7. djkyussoloverz mengatakan:

    kereeeeeeeeeeeeeen pi pmain x dikit bgt g da yg kluar karakter x ox cingu kpn requestan sy di bwt?????????????????????

  8. Vita mengatakan:

    Anyeong author….^^

    cast baru ya,sesuatu yang baru sama leeteuk.. Tp ttp berasa feelnya loh.. Kekeke

    10 Jempol buat author, karya2nya selalu bagus.. Hehe (muji ini ceritanya #plak)

  9. DHiyah Zt DoUx mengatakan:

    sbner y sich q g trlLu ska ma Leeteuk ,, bkan g ska cma ….
    ea gtu Lach …

    tp kLo pairing y kyuhyun pzti Lbih cCok Lg ,, biz image y Lbih cndong k kyu oppa sich …
    ni cma pndapat q yachhh..
    tp keren ko crita y ,, ^^

  10. Anna mengatakan:

    Hayooo lhoo leetuk knp jgn2 ada WIL nieyy huuufftt kshn soeun-nya,,dtggu klnjtnya jgn lm2 ya gomawoo🙂

  11. HETY SONEW mengatakan:

    buset lama g berkunjung dh byk ff j nie..soteuk new couple..cocok jg tp q msh cnt sonew couple n sohae couple..
    tpq sk bgt crtx eunnie jd cew manja gemez bgt dh

    boleh req ff sonew g?lg kgn nie ma sonew cz jrg skrg ad ff sonew..tp jgn yg angst g kuat bcx mndgn komedi rmnts atau trsrh authorx lah*cerewet loe*

  12. astrielf mengatakan:

    waw waw pairing baru tapi ttp kerasa feelnya emang eonni ini hebat banget buat ff keren deh, kasih jempol buat eonni dari q sama oppadeul. eonni iya nih ditunggu ya love me as you can nya sama requestan q yg ‘storm’ hehehehehe ^^

  13. mayaulidhasso mengatakan:

    wokkehh ..
    lanjutt thorr .. 🙂 ^^

  14. nury elf mengatakan:

    wah wah wah ..

    akhirnya sso mw jga tuh tunangan ma abang eteuk.. hhe
    tapi kasian jga sso di cuekin ama bang teuk ..
    wah abang teuk gimana sih matanya gx jeli ah, msa cwe cntik dicuekin ..

    lanjut lanjut ..
    next part di tunggu ^^

  15. Irnawatyalwi mengatakan:

    Lanjutkan putri…

  16. kyuPAngels mengatakan:

    Daebakkk…
    Mmg ya…kalau eonnie soeun itu,,di pairingi sma siapa aja cocok
    *di serbu mates*
    #kabur

    tu…oppa leeteuk ada pr lain ya??
    Atw dia ngerasa kalau soeun blum mencintainya dgn sungguh”??
    *menerka-nerka*

    pengen liat oppa donghae… *njerit pakai toak*
    kalau bisa oppa leeteuk cemburu gt sma eonnie soeun karna ada oppa donghae #ngarep #ditabok putri

    lanjuttttt!!!
    Semangat!!!

  17. owni mengatakan:

    kasian deh sama so eun, ckckck
    dong hae juga kasian, du part yang ini, cuma nama’a aja yg muncul, orang’a nggak, hehehe
    pnsaran knapa lee teuk kayak gitu ke so eun.
    di tunggu part slnjut’a

  18. Helda wati mengatakan:

    Hay hay dtng lagi, daebak bgt chingu ff.y, teukppa, hay jgn abaikan aku,nah loh(?) maksd.y soeun.y, cpat dilanjt.y penasaran neh,

  19. kim sohyun mengatakan:

    aku suka crita’a..
    baru x ni baca ff soeun-leeteuk…

  20. Eppink mengatakan:

    Yaaa leeteuk oppa kok cuek bnget sma so eun unni , kan kasian uri so eun😦

  21. geill mengatakan:

    Crtnya bgs, q suka, pairingnya jg q suka…
    Ok deh q lanjut ke crt selanjutnya deh, dah penasaran nih…
    Gomawo….

  22. Kim Ra rA mengatakan:

    Pairing Baru yang yang bikin seru dan bikin kita Cemburu(?)

    Berawal dari pertemuan tidak sengaja eh malah jadi suka,,, sebenarnya leeteuk suk G’sich sama Sso nya

  23. Rani Annisarura mengatakan:

    wah ternyata perjodohannya sukses ya,,, karna so eun & leeteuk udah saling bertemu apalagi leeteuk nolongin so eun juga….

    Tapi kenapa sekarang malah so eun dicuekin ya???

    Pairingnya baru tapi tetap keren ya,,, dan kayaknya jarang banget pairing ini,,, jadi keren buatannya ini🙂

  24. opi mengatakan:

    jung soo tidak menyukai so eun ya?kasihan kim so eun

  25. Endang widiyati mengatakan:

    Ih,cool bingit jungsoo oppa nya…Hahaaaa nga ngebayangin gimana kalau jadi dokter….Baru lihat wajahnya sudah sembuh kali ya!!!!!

  26. dawu azhar mengatakan:

    leeteuk koQ dingin banget sie sama so eun?
    jadi gregetan lihat sikap leeteuk ke so eun
    biar aja ntar juga dia bakalan luluh dengan sikap sso yang manja dan selalu perhatian

  27. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Hihihi…keren amat Leetuk jadi dokter…keren manggilnya juga Park Jungsoo oppa…hahaaaa…ide author ada2 aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s