~Sweet Piece Of Love Part1~


Tittle     : Sweet Piece Of Love

Author  : PrincessClouds aka Putri Andina

Genre   : Romantic, Family, Friendship

Cast       : Kim Soeun, Super Junior’s Yesung, SNSD’s Jessica, Super Junior’s Sungmin, Yesung’s Mom, SNSD’s Tiffany, and Other….

Annyeong haseyo all, aku kembali dengan FF baru yaitu untuk Pairing: SoeunYesung. Awalnya mau cerita dulu neh, FF ini sebenernya udah pernah aku ketik sebelumnya sampe lebih dari setengah dan sialnya FF itu raib tiba2 entah kemana dalam dokumen. Kalo bukan karena lagi mood, aku gak bakal ketik ulang lagi Ffnya. Untung moodku lagi baek2nya kalo gak mungkin FF ini gak bakal dibikin-bikin lagi. Dan alhamdulillah ya, sesuatu, akhirnya keluar juga part1 nya mungkin karena cast cowoknya yg paling aku suka kali ya makanya masih mau bikin lagi. Kalo gak mungkin gak bakal jadi ini FF hehehehe…

Oiya, salah satu ide ceritanya aku ambil dari stuasi di BBF. Tapi cerita selanjutnya bakalan beda banget. ^^

Yaudah tanpa banyak cincong lebih baik langsung baca aja. Oya, jangan lupa komen ya readers.. Orang bijak bayar pajak, Reader bijak mau komen LOL!!

Check Check!!!

 

“Jangan sebutkan nama. Ini kenangan buruk, akan lebih baik kalau aku tidak mengingat apapun termasuk namamu…”

 

 

“Ya, Lee sungmin Pabo!!”

Seorang pemuda yg sedang asyik bermesraan dengan seorang gadis langsung menoleh kaget ketika mendengar seorang gadis berteriak memanggil namanya. Ia berbalik, kaget melihat seorang gadis datang dengan wajah kesal, geram, dan marah kearahnya.

“So..Soeun?!”

Gadis yg dipanggil Soeun itu tak menyahut, ia terus mendekati pemuda yg bernama Sungmin itu dengan pandangan begitu kesalnya. Sungmin yg agak ngeri dan takut, untuk kemudian menyuruh pergi gadis di sampingnya dengan segera. Gadis itu mengangguk patuh, iapun kabur dari tempat itu.

“Hey, kau mau kemana?” Soeun dengan kesalnya berniat mengejar gadis yg tadi bersama Sungmin. Sungmin menahan Soeun untuk mengejarnya. “Wae?” tanya Soeun dengan wajah kesal dan juteknya.

“Ya, soeun-ah, jangan kejar dia. Dia bukan siapa-siapaku. Dia hanya sedang belajar gitar denganku…” kata Sungmin kemudian. soeun menatapnya semakin kesal.

“Kau kira aku bodoh? Mana mungkin belajar gitar harus peluk-pelukkan dan harus semesra itu..” kata Soeun sinis. Sungmin agak tergagap.

“Mesra-mesraan seperti apa? Kau salah faham… Tidak ada yg…”

“Alaaaah, berhenti sok tidak bersalah didepanku. Percuma, semuanya aku sudah tahu. Dasar kau ini, kau benar2 lelaki yg tidak bisa dipercaya sama sekali…” kata Soeun kemudian. sungmin memandang kearah Soeun sekali lagi. “Lihat, kau bahkan tak berani membantah lagi. Aku tahu. Kau itu memang tak pernah serius selama ini… Ahh, dasar!” kata Soeun sambil mengangkat tangannya keudara berniat memberi pukulan pada Sungmin. Melihat perbuatan Soeun, Sungminpun reflek menutup matanya akibat ngeri. Soeun malah tersenyum smirk melihat ketakutan Sungmin.

“Dasar!” kata Soeun sambil menurunkan tangannya. Ia kemudian beralih kearah lain, sementara Sungmin mulai membuka matanya. “Begini saja, aku sudah muak denganmu. Jadi, mulai sekarang kita putus okey…” kata Soeun kemudian, ia mengalihkan lagi pandangannya pada Sungmin.

“Putus?”

“Ya, pendengaranmu masih begitu baikkan? Kita putus! Lee sungmin, kita putus, sekarang silahkan kau cari wanita sebanyak apapun yg kau bisa aku tidak peduli. Bye!!”kata Soeun mulai bergerak meninggalkan Sungmin.

“Tapi Soeun… aku…”

“Sudahlah, aku sudah tidak bisa kau bohongi. Pergi sana!” kata Soeun dengan cueknya lantas berjalan menjauhi Sungmin. Sungmin hanya terdiam sambil menatapi kepergian Soeun.

[]

“Halo Baby, kau ada dimana?” Seorang pemuda tampak berbicara setengah berteriak melalui ponselnya. Ia sedikit tidak bisa mendengar dengan baik setiap ucapan dari lawan bicaranya di ujung sana, akibat ulah ibunya di yg berdiri belakangnya. Ibunya menyalakan blender disaat dia sedang berhubungan lewat telfon hingga membuat kebisingan yg membuat ia kesulitan berbicara dengan lawan bicaranya itu.

“Baby…aku…bagaimana..aku…padamu…”

Pemuda itu mengerutkan dahinya karena tidak bisa mendengar jelas setiap ucapan dari seseorang yg sedang berbicara padanya lewat telfon itu. ia kemudian menjauhkan ponselnya dari telinganya, lantas menoleh kebelakangnya kearah ibunya.

“Ibu, tolong matikan sebentar. Aku sedang berbicara dengan Jessica, dan karena suara berisik blender ibu aku tidak bisa mendengarkan setiap perkataannya..” kata pemuda itu pada ibunya. Sang ibu menoleh pada anaknya, lantas menghentikan kerja blendernya. Pemuda itu mengangguk puas karena itu, lantas kembali mendekatkan ponselnya ketelinga.

“Halo baby, apa katamu tadi?” tanyanya kemudian.

Zzrrrt….

Pemuda itu mengerutkan lagi dahinya ketika ibunya lagi2 menghidupkan blender. Ia menggeleng, lantas menutup telinganya yg lain.

“Aku bilang…bersama….Namsan Tower… bertemu….ssrt… Zrrtt….”

Pemuda itu lagi2 mengerutkan dahinya karena tidak dapat mendengar jelas lagi ucapan lawan bicaranya itu. ia berdecak, lalu menoleh lagi kearah ibunya.

“Ibu tolonglah…”

Wanita setengah baya itu kemudian kembali mematikan blendernya setelah mendengar putranya berseru kembali padanya. ia kemudian hanya menatapi putranya yg kembali sibuk dengan ponselnya itu.

“Halo baby, apa kau masih disana?”

“Ya, jadi kita pasti akan bertemu disana ya. Aku akan menunggumu jam delapan malam ini. sampai jumpa baby…”

Tut Tut Tut!

“Halo.. Halo… Baby…”

Pemuda itu kembali berseru ketika hubungan singkat melalui telfon itu diputuskan oleh lawan bicaranya tiba2 tanpa ia sempat berbicara banyak. Ia lantas menatap layar ponselnya yg sudah kembali memperlihatkan Wallpapernya.

“Aish, benar2 dimatikan. Ini semua karena ibu, gara2 ibu aku tidak tahu apa yg tadi Jessica ingin katakan padaku. Bagaimana ini…” kata pemuda itu sambil melirik sebentar ibunya. Lantas kembali melihat layar ponselnya. “Ahhh, aku harus bagaimana? aku harus menelfonnya kembali untuk menanyakan kembali apa yg dia katakan…” katanya sambil menekan beberapa tombol di ponselnya lagi. Tapi tiba2 ia menghentikan gerakannya itu sambil berfikir.

“ahh, tidak! Kalau sampai aku menelfon kembali dan menanyakan lagi apa yg tadi dia katakan bisa2 aku di bilang tidak mendengarkan kata2nya. Ahh, aku tidak bisa melakukannya..” keluhnya saambil membatalkan niatnya untuk menelfon kembali lawan bicaranya yg merupakan kekasihnya itu. ia kemudian kembali berfikir.

“A… Ya.. aku ingat. Kalau tidak salah tadi dia menyebut Namsan Towerkan? Ya Namsan Tower. Aku yakin maksudnya bertemu di Namsan Tower jam delapan ini. selama inikan kami memang sering bertemu di Namsan Tower. Ya pasti itu…” kata pemuda itu sambil menganggukkan kepalanya dengan begitu yakin.

“Berhentilah memikirkan hal tidak penting seperti itu Yesung-ah. sekarang restoran sedang ramai, dan ibu butuh bantuanmu… kembali bekerja…”

Pemuda yg dipanggil Yesung itu agak kaget ketika tiba2 ibunya datang sambil menutupi seluruh wajahnya dengan sebuah celemek. Yesung berdecak dengan ulah ibunya itu, lantas ia kemudian menyingkirkan kain itu dari wajahnya dengan wajah sedikit kesal.

[]

Dua orang gadis tampak sedang bersantai di sebuah balkon sebuah rumah mewah. Salah satu gadis berambut hitam yg tadinya sedang mendengar musik, melepas earphonenya lantas menatap gadis lainnya yg berambut sedikit pirang di sampingnya yg tengah membaca majalah.

“Jadi nanti malam kau akan kencan lagi dengan Yesung?” tanya gadis berambut hitam panjang itu kepada rekannya. Gadis lainnya yg berambut pirang menoleh, lantas meletakkan majalah ditangannya di atas meja.

“Begitulah, kami akan bertemu di Royal Hotel malam ini. restoran termewah yg baru di buka itu…Kau tahukan Fanny?”jawab gadis berambut agak pirang. Gadis yg berambut panjang mengangguk.

“Tapi, kudengar tadi kau bilang kau tidak mau di Namsan Tower lagi. Waeyo?” tanya gadis berambut hitam pnjang yg bernama Tiffany itu lagi pada gadis berambut pirang yg dipanggil Jessica itu. Jessica tak lantas menyahut, ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah dihadapannya.

“Kau tahu, walau dia tampan dan memiliki penampilan serta suara yg bagus ketika ia bernyanyi untukmu. Tapi, dia begitu sangat payah dalam hal memilih tempat kencan. Kau tahu? Sudah tiga bulan kami resmi pacaran. Tapi ia selalu mengajakku untuk kencan di Namsan Tower, Namsan Tower, dan beberapa kali ke tempat2 tertentu. Kau tahu, ini begitu membuatku jenuh…”kata Jessica kemudian. Tiffany tersenyum untuk kemudian.

“bukankah Namsan Tower tempat yg romantis huh? Ada banyak lampu2 yg bersinar ketika kau melihat sebuah bukit tinggi yg indah sambil menaiki kereta gantung. Apalagi ketika kau menikmatinya bersama kekasihmu dalam keadaan sebuah malam yg penuh salju seperti sekarang. Ckckck, apa yg lebih romantis dari itu?” kata Tiffany dengan niat mengejek Jessica. Jessica menggeleng cepat.

“Ahh, Ayolah Hwang Tiffany. Ini bukan zaman yg sama dengan zaman ibumu muda dulu. Kau begitu tahu, bahwa seorang gadis menginginkan yg lebih dari itu. gadis sekarang akan lebih menyukai sebuah tempat yg penuh dengan tata lampu yg mewah, dengan makanan kelas dunia dan diterangi oleh lilin2 lalu berdansa bersama daripada hanya menatapi hujan salju disebuah bukit dengan secangkir kopi…” kata Jessica kemudian. Tiffany lagi2 tertawa. Jessica balas tertawa dengan tawa Tiffany.

“Lantas apalagi? Kenapa kau tak pernah menceritakan bagian yg ini? selama ini kau selalu katakan yg baik2 tentang Yesung kau tak pernah mengatakan ini…” kata Tiffany lagi. Jessica beralih lagi, ia mencoba mengingat-ingat.

“ada satu hal lagi yg tak aku sukai dari pribadinya. dia adalah seorang anak baik yg begitu taat pada ibunya. Hal itulah yg kadang membuatku kadang merasa tidak nyaman, kau tahu?”

“Ya Waeyo? Bukankah itu sebuah nilai tambah…”

“Tunggu dulu, kau akan berfikir mengatakan ini kalau kau tahu orang seperti apa ibunya itu. aku pernah sesekali di ajak mampir kerestoran milik keluarganya. Dan kau tahu apa yg terjadi? ibunya menunjukkan rasa ketidaksukaan yg begitu jelas padaku. Dia seperti tak rela putranya bersamaku. Dan kau tahukan? Dia adalah seorang anak penurut, yg aku takutkan, ketika ibunya memintanya untuk memutuskan hubungan denganku aku yakin tanpa berfikir dia akan menurutinya…”kata Jessica kemudian.

“Benarkah?” Tiffany menyahut sambil tertawa kembali. Jessica dengan cepat mengangguk. “Aku baru faham kenapa kau mengatakan tidak untuk Namsan Tower dan meminta bertemu di Royal Hotel. Ternyata karena itu…” kata Tiffany kemudian.

“begitulah…” Jessica menyahut sambil mengambil kembali majalahnya dan membacanya.

[]

Soeun menaikan kembali earphonenya lantas melanjutkan jalannya. Fikirannya saat ini masih begitu terganggu dengan masalahnya bersama kekasihnya, eh bukan mantan kekasihnya Lee Sungmin. Tapi sudahlah, tidak ada gunanya lagi memikirkan itu. Soeun berjalan cuek sambil kembali melanjutkan perjalanan pulangnya.

Sementara itu, ditempat yg tak jauh dari sana. Seorang wanita setengah baya tampak kewalahan membawa beberapa barang belanjaan. Ia berjalan dengan beberapa barang belanjaan yg begitu berat.

“Yesung benar2. Sejak memiliki kekasih seorang gadis blasteran amerika dan korea itu dia jadi melupakan tugasnya. Dia bahkan tidak ingat membantu ibunya berbelanja membeli keperluan restoran lagi, ia lebih memilih pergi kencan dengan gadisnya itu ckckck…”omelnya sambil berusaha membawa barang bawaannya.

“Semenjak mengenal gadis itu, dia jadi lengah dengan perintah ibunya. Ckckck, Baby Baby Baby… dia hanya sibuk dengan kata2 itu setiap hari…. Kenapa dia tidak mencari gadis asli korea saja supaya aku tidak lagi mendengar kata2 seperti itu. aku rasa, Jagiya atau Yeobo bahkan terdengar lebih baik…” ia masih mengomel sambil membawa barang2 belanjaannya.

“Hey, Park Seungmin tunggu kau jangan lari. Kalau aku menangkapmu aku akan membunuhmu…”

Bruk!!

Perempuan setengah baya itu begitu kaget ketika tiba2 dua orang anak melewatinya sambil berlari. Dan salah satunya menabrak ibu Yesung itu hingga barang2 yg dibawanya terjatuh ketanah. Melihat hasil perbuatan mereka, dua anak kecil itu malah lari.

“Hey! Mau kemana kalian? Bagaimana kalian bisa lari setelah melakukan ini? kalian seharusnya bertanggung jawab!”

Ibu Yesung mengangkat wajahnya ketika mendengar seruan kesal seorang gadis kepada anak2 yg sudah menjauh itu. gadis itu, Soeun, kemudian mengalihkan pandangannya kepada ibu Yesung yg sudah sibuk memungut kembali barang bawaannya.

“Nyonya, apa anda baik2 saja?” tanya Soeun sambil menatapi punggung ibu Yesung yg sibuk itu. ibu Yesng mengangkat wajahnya lantas tersenyum.

“Tidak apa-apa..” katanya, kemudian kembali sibuk memungut semua barang belanjaannya yg berserakan. Soeun menatap perempuan setengah baya itu, lantas kemudian berlutut dan ikut membantu memungut barang belanjaan yg berserakan itu.

“aku bantu ya nyonya…”

Ibu yesung begitu kaget ketika gadis yg baru ia kenal itu ikut berlutut dan memunguti barang2nya yg terjatuh. Ia menatapi gadis yg kini sibuk membantunya itu. “Terima kasih nona…”

Soeun hanya balas tersenyum, lantas kembali sibuk membantu memunguti barang belanjaan yg tercecer.

“Selesai…” Soeun mengangkat barang terakhir lalu menyerahkan pada perempuan setengah baya itu. ibu Yesung meraihnya. Giliran Soeun yg agak kaget melihat perempuan setengah baya itu begitu kesulitan dengan barang bawaannya. “Nyonya, anda memerlukan seseorang untuk membantu anda. Apa anda tidak mempunyai seorang anak laki2 untuk membawa semuanya. Itu terlihat terlalu berat bagi anda…”kata soeun kemudian.

Ibu Yesung tersenyum, lantas menatap barang bawaannya. “Sebenarnya aku punya, tapi belakangan ini dia tak punya begitu banyak waktu untuk membantuku.”

Soeun mengangguk mendengar perkataan ibu yesung. Ia kemudian kembali menatap barang bawaan di tangan Ibu Yesung. “Hum, begini saja. Nyonya, apa anda keberatan kalau saya ikut membantu anda membawa semua itu? kebetulan, saya sedang tidak terburu-buru…” kata Soeun menawarkan.

“Benarkah tidak membebanimu?” tanya ibu Yesung ragu. Seoun menggeleng cepat.

“Tidak, aku akan sangat senang bila bisa membantumu. Sini, nyonya, berikan sebagian untukku…” kata Soeun sambil mengulurkan tangannya. Ibu Yesung tersenyum, perlahan ia memindahkan sebagian belanjaan ditangannya ketangan Soeun.

Soeun kemudian tersenyum melihat barang belanjaan ditangannya. “Ya sudah nyonya. Ayo jalan…” kata Soeun pada ibu Yesung. Ibu Yesung tersenyum, lantas berjalan beriringan dengan Soeun. merekapun berjalan bersama sambil membawa barang belanjaan itu.

“Oya, gadis baik siapa namamu?”

“aku Soeun, Nyonya. Kim soeun…”

“Ahh, sangat aneh mendengarmu memanggilku Nyonya. Panggil aku bibi, bibi Bokyung. Im bokyung…” *Ini nama asli ibunya Yesung oppa loh ^^. Sebagai calon menantu harus tahu nama asli calon mertuakan?? LOL #ngarep #abaikan #lanjutmembaca.*

“Ahh, Ya, Bibi Bokyung…”

“Kau gadis yg baik, Kim soeun…”

[]

Yesung berdiri sendiri di salah satu sudut dekat Namsan Tower sambil menatap pemandangan diluar sana. Dia tersenyum sesaat, lantas melirik kembali jam ditangannya.

“sudah jam sepuluh. Tapi Jessica belum datang, hmm mungkin sebentar lagi datang…” Yesung tersenyum sambil kembali menatap keluar sana.

Sementara tak jauh darisana, Soeun tampak berjalan sedikit malas dan sedikit kesal. Ia berjalan sambil melewati beberapa pasangan yg tampaj bermesraan di sekitar sana.

“Pacaran, dimana-mana pacaran. Padahal aku datang kesini untuk mencari ketenangan dan menatap bintang-bintang…” Soeun menggeleng sambil mengomel panjang. Ia kemudian melanjutkan jalannya.

“Semua ini gara2 Lee Sungmin. Moodku begitu buruk gara2 Lee Sungmin. Pemuda itu, kalau sampai aku bertemu dengannya aku akan membunuhnya… Menyebalkan!!” omel Soeun sambil menendang sebuah kaleng di dekat kakinya.

“Aduh! Aish!!”

Soeun mengangkat kepalanya mendengar seseorang berseru dari arah depannya. Ia melihat seorang pemuda memegangi kepalanya. Soeun terdiam. Ia melihat pemuda itu sangat kesal memegangi kepalanya lantas memungut sebuah kaleng, ia menatap soeun sekarang.

“Oops… Maaf!” kata soeun dengan pelan dan sedikitpun tak menyesal. Yesung, pemuda itu kesal dengan kesantaian gadis itu, ia menghampiri Soeun.

“Apa kau tidak bisa berhati-hati sedikit? Kau tahu, kepalaku sangat sakit karena ulahmu…” omel Yesung kesal pada Soeun.

“akukan sudah katakan maaf…” kata soeun begitu cueknya. Ia sedang kesal, tidak ada waktu untuk melakukan hal seperti ini. Yesung hanya terdiam kesal karena sikap cuek Soeun. ia membuang kaleng itu ke tong sampah di dekatnya, lantas berniat kembali ketempatnya tadi. Wajahnya berubah sedikit melihat Soeun sudah berdiri disana.

“Hya, ini adalah tempatku…”

Soeun agak kaget, ia menoleh kearah pemuda yg tadi mengomel padanya. “Punyamu bagaimana? Tidak ada tanda kepemilikanmu disini…” kata Soeun lanyas dengan cueknya kembali mengalihkan pandangannya kearah depan.

“Tapi, tadi aku terlebih dahulu berdiri disini… Kau bisa mencari tempat yg lain karena sebentar lagi kekasihku akan datang kemari…” kata Yesung kemudian. soeun kesal juga, ia menatap Yesung.

“Kau saja yg pergi. Ini tempatku biasanya berdiri karena bintang terlihat jelas disini. Cari saja tempat kencan yg lainnya…” kata Soeun kemudian. yesung berdecak, ia kesal juga dengan gadis cuek ini. ia berniat mengomel paling panjang, tapi kemudian ia berfikir itu bukan waktu yg tepat untuk melakukan semua itu. Soeun menoleh pemuda disamping, ia menggeleng. “Katamu kau dengan kekasihmu? Aku tak melihat ada seseorang didekatmu..” kata Soeun dengan pandangan datar, lantas berpaling kembali kedepan sana.

“dia belum datang, mungkin sebentar lagi…” kata Yesung masih dengan nada sedikit kesal.

“Kalau dia datang, aku juga pergi. Aku hanya ingin menatapi bintang sebentar. Nanti kalau dia datang, aku akan langsung pergi jadi kau bisa memakai tempat ini…” kata Soeun masih datar kemudian kembali menatap hamparan angkasa didepannya. Yesung hanya menatap gadis cuek itu, lantas kemudian ikut menatap hamparan langit. Yah, membiarkannya sampai Jessica datang bukan ide yg buruk.

[]

“Ayah ayo pulang…” seorang gadis kecil berambut pendek sibuk menarik-narik baju ayahnya. Ayahnya yg sedang sibuk bekerja tampaknya mulai terusik oleh ulah putrinya.

“Sebentar lagi ya Saerin, sebentar lagi ayah juga selesai…”

“Tapi aku maunya sekarang. Aku mengantuk…”

Laki2 berpakaian seragam itu menatap sebuah jam yg tergantung di salah satu sudut ruangan. Sudah jam dua belas malam lebih, pantas putrinya lelah dan mengantuk. Penjaga itu kemudian menatap layar dihadapannya semua sisi sudah kosong, berarti semua pengunjung sudah pulang. Ia beranjak dan mengambil kunci di atas meja.

“Tunggu ayah disini ya. Setelah ayah kembali kita akan pulang…” katanya tersenyum pada anaknya. Lantas kemudian berjalan kearah luar tempat ia bertugas. Ia keluar untuk menutup semua pintu akses menuju ruangan tempat biasanya yg dikunjungi orang2 bila ke Namsan Tower.

[]

“Auhh…” Yesung menguap karena merasa lelah. Ia kemudian mengamati ruangan sekitar yg sudah sepi. “Kenapa sudah begitu sepi?’ tanyanya pada Soeun. soeun tak menyahut, ia hanya terus menatap angkasa.

“Lihat!” Yesung mengalihkan lagi pandangannya pada Soeun yg tiba2 berteriak sambil menunjuk langit. Ia kemudian ikut melihat kearah sana. “Ada bintang jatuh…” katanya kemudian. yesung hanya nyengir kecil, lantas mengalihkan lagi pandangannya pada gadis di sampingnya yg mulai menutup mata dan menyatukan tangannya sambil berdoa.

“Apa yg kau lakukan? Ketika kau berdoa bintangnya keburu hilang…” kata Yesung sambil tertawa kecil. Soeun tak menyahut, ia tetap melanjutkan yg dilakukannya. “ahh, kenapa Jessica belum juga datang?? Jam berapa ini” tanyanya sambil melirik lagi arlojinya.

“Ommmo!!!”

“Ada apa?”

Soeun membuka matanya begitu kaget ketika tiba2 pemuda disampingnya berteriak. Yesung tak menyahut, ia lantas menoleh sekelilingnya.

“Ini sudah begitu malam. Setengah satu, pantas sepi begini. Aish, kenapa aku jadi lupa waktu begini?”kata Yesung panik.

“Kau bilang jam berapa?” tanya Soeun juga begitu kaget.

“Jam setengah satu pagi…”

“Ahhh…”

Keduanya semakin kaget ketika tiba2 semua lampu mati hingga tempat itu benar2 gelap. Keduanya saling bertatapan, panik, lantas cepat berlari kepintu utama.

“Ahjussi Ahjussi, tunggu jangan pergi dulu. Ada orang disini!!” Soeun berteriak sambil menggerakkan pintu kaca yg tertutup rapat. Yesungpun juga berbuat sama, ia memukul-mukul pintu kaca. “ahjussi!!!”

“Sudah pergi, semua sudah kosong…” Yesung menjawab datar sambil melihat keluar.

“Apa yg kau katakan? Kita harus pergi, kita harus keluar dari sini..” Soeun dengan cepat mengomel dan kembali panik sambil memukul-mukul pintu.

“Harus bagaimana? Ini salahmu, kalau bukan karena dirimu yg asyik sekali dengan bintang-bintangmu itu sampai kau lupa waktu…” kata Yesung datar kemudian. Soeun cepat berbalik dan menatapnya kesal.

“Siapa suruh kau tetap berdiri disana…”

“Kalau bukan karena menunggu kekasihku aku juga tidak akan berdiri disana bersamamu. Astaga, iya kekasihku. Kenapa dia tidak datang? Apa terjadi masalah…” Yesung dengan cepat mengambil ponselnya disakunya lantas berjalan agak menjauhi Soeun. Soeun tak peduli, ia kembali menggedor-gedor pintu kaca.

“Tolong, ada orang disini!” Soeun berseru sambil memukul kaca. Ia lelah juga akhirnya, ia kemudian berbalik melihat pemuda yg masih sibuk dengan ponselnya.

“Ahh, kenapa dia tidak mengangkat ponselnya?” Yesung mengeluh sambil menatap ponselnya. Ia kemudian memencet-mencet ponselnya lagi.

“(…)Ahh, Yeobsaeyo, ibu… Ibu maaf karena hari ini aku tidak bisa pulang. (…) Yah, aku sedang ada pekerjaan bersama Leeteuk. (…) Ya, besok pagi2 sekali aku akan kembali. (…) Ya, ibu cepatlah tidur. Cuacanya sangat dingin. (…) Ya, aku akan jaga diri. Ya sudah, sudah malam, ibu cepatlah tidur selamat malam (…) Ya, Annyeong…”

Yesung meletakkan kembali ponselnya kedalam sakunya. Ia lantas menatap gadis yg hanya diam menatapnya sekarang. “Kenapa? Apa sudah ada orang? kenapa kau diam?” tanyanya datar.

Soeun tak menyahut, ia menatap Yesung. “Kenapa kau bohong pada ibumu? Kenapa kau begitu tenag? Apa niatmu?” tanya Soeun penuh selidik. Mendengar itu Yesung lantas langsung tertawa.

“apa maksudmu? Kau curiga padaku. Ahh, kau ini…” Yesung berseru datar sambil kembali menuju pintu. “Tentu saja tidak lucu kalau aku mengatakan hal ini pada ibuku secara langsung. Ibuku bisa khawatir…”kata Yesung sambil menatap keluar sana. Soeun tak menyahut, ia hanya berfikir diam disana.

“Benar sudah tidak ada orang. tidak ada pilihan, kita harus menginap disini…”

“Apa?”

Yesung tersenyum kecil melihat ekspresi gadis itu. “Jangan takut, aku tidak akan melakukan apapun untukmu. Kau bisa pegang itu…” kata Yesung sambil beranjak, lalu berjalan kesebuah tangga. Soeun hanya diam, bingung, berfikir ditempatnya. Melihat itu Yesung menoleh kembali kearahnya. “Hya, apa kau ingin tidur dengan para hantu disana?”

Soeun kaget dengan ucapan Yesung. Dengan cepat ia berlari mendekat kepada Yesung. Yesung lagi2 tertawa melihat ulah Soeun.

“Ckckck, masih saja percaya dengan hal bodoh seperti itu…”

[]

Soeun duduk di sebuah sudut di salah satu ruangan di Namsan Tower. Sementara Yesung duduk disudut yg lainnya. Cuacanya benar2 sangat dingin, ini adalah musim salju dan mereka berada diantara ruangan yg dipenuhi kaca bahkan baju hangat yg mereka pakai begitu sangat tidak berpengaruh banyak. Suasana gelap, begitu gelap, itulah sebabnya Soeun yg biasanya cerewet dan jutek itu memilih diam di sudut sana. Yesung mengalihkan pandangannya kearah gadis itu.

“Kau tak kabari keluargamu?” tanya Yesung pada Soeun.

“Tidak!” soeun menjawab pendek. Yesung menatap kembali gadis itu.

“Hya, kau masih takut padaku? Tenanglah, aku tidak akan melakukan hal yg macam2…”

“Aku tahu! Tapi aku kedinginan…”

Yesung tertawa kecil lagi mendengar seruan gadis itu dengan begitu kesal. Ia kemudian bergeser mendekati Soeun.

“Apa yg kau lakukan?” tanya Soeun berusaha menjarak.

“Ck, kau ini masih saja curiga padamu. Kau bilang kau kedinginan, kalau dibiarkan kau bisa demam…” kata Yesung duduk disamping Soeun. soeun hanya menatapinya sekarang. “Sekarang jangan fikirkan macam2. Anggaplah hanya ini yg bisa bikin kita tetap bisa baik2 saja keluar dari sini. Kita harus merapat. supaya tidak terlalu dingin…”

“Tapi…”

“Sudah ku bilang, percayalah padaku…”

Soeun hanya diam kini, ia membiarkan Yesung berada didekatnya. Ia kemudian masih berusaha meredam kedinginan pada dirinya. Ia kemudian menggosok-gosok tangannya.

“Oiya, kita belum kenalan. Namaku…”

“Jangan sebutkan nama. Ini kenangan buruk, akan lebih baik kalau aku tidak mengingat apapun termasuk namamu…” Soeun memotong cepat tanpa menoleh dan memeluk kakinya. Yesung awalnya kesal dengan gadis ini, namun ia diam akhirnya ketika ia melihat gadis itu tampak begitu kedinginan. Ia tiba2 meraih tangan Soeun dan menggosokkannya dengan tangannya sendiri.

“Jangan salah faham dulu, aku hanya tak ingin kau kedinginan…”

Soeun hanya terdiam melihat semua yg Yesung lakukan. Ia kemudian perlahan mulai menerima kehadiran Yesung disekitarnya. Hatinya berkata kalau ia nyaman ada disamping Yesung, pemuda yg bahkan tak diketahui namanya itu.

[]

“Ahh, menyebalkan!” Jessica melempar tasnya ke atas tempat tidurnya. “Kemana dia? Kenapa dia tidak datang? Aku menunggunya sambil jamuran…” Jessica mengomel dengan sangat kesal. Setelah beberapa saat, Jessica meraih ponselnya dan menelfon seseorang.

[]

Zzzt…

Soeun dengan malas terbangun dari tidurnya mendengar getar ponsel dibawah kakinya. Soeun perlahan membuka mata, agak kaget menemukan Yesung bersandar padanya. Soeun berdecak, mencoba mendorong menjauh tubuh Yesung. Namun Yesung akhirnya kembali bersandar dibahunya.

Zzzzt…

Soeun kesal dengan bunyi ponsel di bawah kakinya. Ia kemudian mengangkat ponsel itu antara sadar ataupun tidak.

“Yeobsaeyo…”

“Yeobsaeyo. Ini siapa? Ini ponselnya Yesung bukan. Kau siapa?” orang yg berbicara disana bertanya bertubi-tubi membuat kuping Soeun sakit.

“Oh, namanya Yesung. Dia sedang tidur sekarang, menelfonlah besok. Selamat malam…” kata Soeun antara setengah sadar, lantas meletakkan ponsel tadi ketempat ia mengambilnya. Iapun kembali tidur.

[]

“Oh, namanya Yesung. Dia sedang tidur sekarang, menelfonlah besok. Selamat malam…”

Tut Tut Tut…

Jessica langsung membuka mulutnya dengan shock ketika tiba2 hubungan itu putus begitu saja. Perempuan? Sedang tidur? Malam2 begini, kenapa Yesung dengan perempuan? Dan mereka? Mereka? Astaga, apa yg sedang Yesung lakukan? Apa karena ini tadi dia tidak datang? Dia… bersama gadis lain???

[TBC]^^

Reader, aku ngepost rutin saat sekarang ini karena mungkin dalam beberapa saat aku akan break untuk beberapa ujian. Itu sebabnya aku ngepost yg bisa aku kerjain sekarang. Sebenernya aku udah di ultimatum buat jangan terlalu banyak menulis FF sekarng. Tapi inspirasiku selalu datang #gayanya dan Inspirasi kalau gak disalurkan gak bkal bikin tenang. Makanya tetep bandel… Yah, semoga semuanya bisa lancar dan aku bisa bagi waktu dengan baik.

Enjoy, Read, Comment, and Rate.

_Gomawo_

26 Comments Add yours

  1. kyuPAngels mengatakan:

    Keren……

    Wua……
    Jessica bisa salah sangkatuh *ngelirik jessica*
    hahaha….ibu Yesung bisa aja,,,cinta tanah air euy…

    Sungmin tuh pabo bener ya??!! *di plototi pumkins*
    masa’ gadis secantik soeun,dia dpt selingkuh jg?? ==” ckckckc

    debak putri…
    Mmg bener kalau imaginasi ada,sebaiknya di tuangkan…
    Kalau gak takutnya…. (?)

  2. kyuPAngels mengatakan:

    Bagusssssssssssssssssssss

    Wua……
    Jessica bisa salah sangkatuh *ngelirik jessica*
    hahaha….ibu Yesung bisa aja,,,cinta tanah air euy…

    Sungmin tuh pabo bener ya??!! *di plototi pumkins*
    masa’ gadis secantik soeun,dia dpt selingkuh jg?? ==” ckckckc

    debak putri…
    Mmg bener kalau imaginasi ada,sebaiknya di tuangkan…
    Kalau gak takutnya…. (?)

  3. Vita mengatakan:

    Ff baru~ u.u

    bagus thor,yesung nya lucu.. Hahaha jess pasti bgung sekarang,
    lanjut..:-D

  4. Elisoniac mengatakan:

    haha… lucu.. soeun cuek banget jadi orang…. seruuu chingu……

  5. Anna mengatakan:

    Ff bru lg,,,ttep TOP BGT!!!bnr itu inspirasiny hrs slu disalurkn jgn dipendem nambah pahala nyenengin org lain aplgi ka2 yg sk bc ff putri heeee,,sungmin jd bad boy ga kebayang kekekek,,dtggu lnjtny gomawo🙂

  6. kaoru aka seli m mengatakan:

    FF baru dtang lgi🙂 )))
    Daebak Daebak Daebak ^^

    eh soeun kan dah ngebiarin sungmin ma cwe lain, tpi kok soeunnya msih mikirin sugmin ya ?!
    hohoho, moga jesica langsung putusin yesung .. hheu
    biar yesung buat soeun aja ..

    lanjut thor.
    next part di tunggu ^^

  7. Helda wati mengatakan:

    Wah keren bgt, soeun yesung . cpat2 dilanju gw suka ff.y🙂

  8. djkyussoloverz mengatakan:

    heeeeeeeee…….heeeeeeeeeee seruuuuuuuuuuuuu eeeeeeeyyyyyyy lanjut cingu jgn lama-lama sy pnasaraaaaaaaaaaaaaaaaaan bgt keren crita x romantic jg ceeeeeh heeeee………..heeeeeeeeee…………..!!!!!!!!!!!!!

  9. ira mengatakan:

    seperti biasa,,, ff kakak pada bagus bagus,,,, ga bosenin,,
    mau couplenya apapun, jadi terasa cocok aja,,,
    cepet dilanjut kaka,,, aku pengen tau kalau nanti sungmin oppa cemburu kalau soeun unni udah deket sama yesung oppa,,,,
    cepet dilanjut ya kak,,,,,,
    jangan lama-lama,, dan aku do’ain supaya ide bikin cerita ngalir tiap hari biar terus bisa nge post cerita,,, kekekeke,,
    fighting ka,, jangan berhenti bikin cerita ya, biar para reader ga pada kecewa..

  10. nury elf mengatakan:

    kusuka kusuka ^^
    si sugmin gx bisa liat cw cantik yach, ..
    masa cwe scntik sso di slingkuhin ..
    tpi bgus deh klw putus, berarti sso bisa jadian ma yeppa,
    meskipun kujuga ska ma sugmin ..

    jesica bkal slah sangka nih ..
    biar deh, biar hubungan mrea ancur //pllakk
    biar yeppa jatuh kepelukan soeun ..
    daebak YeSso ^^

    next part ditunggu ..

  11. glodzssokyu mengatakan:

    yaaaaaak! sungmin oppa,
    masa sso eonnie di slingkuhin

    tapi gak pa pa deh
    jadi sso bisa ketemuan ma yeppa

    bener tu apa kata mertua author
    yeppa pilih orang korea yang asli korea tanpa plastic surgey oppa😀

    sumpah bayangin yeppa jadi gentle
    malah pengen ketawa ngakak

    mav yaaaa
    aku akhir akhir ini gak bisa koment di WP atopun note fb siapapun
    soalnya lagi tryout # terus sih🙂
    jadi bisa nya cuma hari minggu nyempeti ke warnetnya

  12. anya mengatakan:

    Keren….. good
    Dah penasaran banget ma lanjutanya neh..
    lanjutannya jangan lama2 ya thor🙂

  13. ticha_ mengatakan:

    kerennnn_Q sukA ma cer!tA eon_slAlu brU_ kkk😀
    ach_ptus!n j yeppA b!Ar ln9sn9 jd!An m so eun_
    pkk’X lanjuut
    daebAk_

  14. geill mengatakan:

    akhirnya q baca jg ff ini…………
    ceritanya bagus q suka, seru, mantap deh……………
    next………………..

  15. kim sohyun mengatakan:

    lucu…..pertemuan pertama yesung n soeun gokil abiz….

  16. cucancie mengatakan:

    Selalu suka dg cast ny yesung so eun….

  17. deewookyu mengatakan:

    hahahhahaha…..

    tau rasa si baby……………..baby……….baby……………\\\kata eomma yesung >>

    lg bobok bareng………
    hihkhikhikhik………………..

    biarin ssica stress………!!!

  18. Princess ice mengatakan:

    Cerita’a lucu bgt siy🙂 tapi seru

  19. zhuryia mengatakan:

    seru…aq bca lnjutan nya
    di susul ma k0mennya

  20. tanti no kawai mengatakan:

    =))W̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̇̇̇α̩̩̩̩̥W̶̲̥̅̊α̇̇̇α̩̩̩̩̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇ά̲̣̥α̇̇̇W̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥α̇̇̇=))
    Yeppa mank cocok banget Ĵåϑΐ anak ibu…
    Jiwa ηγά̲̣̥ bngettt…..
    Hohohoho

    Op’s… Sso polos banget_dengan tanpa dosa mengatakn itu ma jessica…
    Bakal ªԃª perang dunia nih…
    Kekekkeke

    Lanjutttttt….. .͡▹​

  21. Choi shinae mengatakan:

    dan masalah pun mulai terjadi kkkkkk
    aaaahhh so sweet yesung^^

  22. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Aku suka karakter ibu mertua (eomma Yeye :P). Cinta produk dalam negeri ternyata. Wkwkwkw….

    So Eun seenaknya jawab telp orng lain, aduh bisa bikin salah paham tuh.

  23. fubuki izuka mengatakan:

    keren eon FFnya
    ceritanya seru,
    disini sso karakternya agk cuek ya, hmm tapi aku suka

  24. Kim Ra rA mengatakan:

    WoW YeSso!!! Hmmm manizzz banget Yesung Oppa, Mau Donk,,,, ke kurung berdua sama Dadkomang What (?) hehehehe

    sungmin Oppa kau ‘KEJAM’

  25. Rani Annisarura mengatakan:

    ff-nya ini lucu ya awalnya apalagi yesung itu….:-D
    Tapi jessica salah sangka tuh…

    gimana ya kelanjutannya???

  26. Jacob mengatakan:

    Wah jesica salah paham :v tp kocak jg knp sso ngmong gt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s