~[Oneshoot/ Request] Marry U~


Tittle: Marry U

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Family, Friendship

Tipe: shoot

Cast: Kim So Eun, Lee Donghae, Heo Gayoon (4Minute), Yong Junhyung (Beast), Lee Kikwang (Beast), and other

Annyeong, saya kembali dengan salah satu requestan nih. Kali ini, ngebawa requestan dari salah satu reader saya yaitu: “AngElfShawols HaeSso Shipper”. Salah satu Reader yg suka banget ama HaeSso couple ini minta dibikinin FF dengan judul Marry U dan dengan pairing SoeunDonghae. Semoga semua suka. Dan FF ini dibuat berdasarkan Lagu dari Super Junior yg Marry U. Jadi gak usah banyak cincong yah, langsung aja… oiya, FF ini dibuat dengan inspirasi yg mengalir bagai air, jadi apapun yg ada didalamnya tidak di edit untuk kedua kalinya… Oiya,

Oiya, buat pembaca, aku masih ngarapin Komen sama Ratenya ya.^^

Menerima komentar membangun dan positif, Don’t Bashing !!

Okey, ya udah, langsung aja deh…

“Melalui kesulitan dan kesulitan, aku lakukan. Aku akan selalu berada di sana, aku lakukan. Melalui banyak hari kita bersama, aku lakukan. Aku akan bersyukur setiap hari, kasihku (Super Junior – Marry U)”

“Sudahlah jangan minum lagi…” Seorang pemuda kembali bersuara sambil menarik gelas minuman ditangan gadis yg duduk disampingnya. Namun gadis itu menggeleng dengan cepat, ia menarik lagi gelas ditangan pemuda itu.

“Jangan melarangku Donghae. Biarkan aku, supaya aku melupakan ini…” gadis itu bersuara dengan begitu tidak stabil sambil menuangkan lagi minuman alkohol kegelasnya.

“Tapi kau sudah minum terlalu banyak Soeun. lihat, kau sudah mabuk berat…” pemuda yg dipanggil Donghae itu berusaha melarang gadis bernama Soeun itu untuk meminum lebih banyak lagi. Soeun berpaling, menoleh kepada Donghae dan tersenyum.

“Mabuk? Siapa yg mabuk? Aku tidak mabuk. Aku baik2 saja…” kata Soeun pada Donghae. Donghae tak menyahut lagi, ia masih menatapi gadis yg benar2 mabuk berat itu.

Sementara itu, ditempat yg sama dua orang pemuda tampak sedang memperhatikan gerak-gerik keduanya. Keduanya melihat apa yg daritadi mereka kerjakan.

“Apa yg kau fikirkan?” pemuda yg lebih tinggi bertanya pada pemuda yg satunya. Pemuda yg satu lagi menoleh sesaat pada pemuda itu.

“Kau fikir apa? Aku kira ini bisa menjadi kesempatan…” kata pemuda yg lebih akrab dipanggil Junhyung itu.

“Maksudmu…”

“Kikwang, asal kau tahu. Sudah lama aku mengharapkan Gayoon. Kau tahu siapa yg dia plilh? Dia lebih memilih pemuda itu daripada aku. Aku tidak bisa menerima ini. oleh sebab itu, aku akan membuka mata Gayoonku itu untuk berpaling padaku lagi…”

“Maksudmu?”

Junhyung tak menyahut, ia kemudian berpaling kearah lain. Setelah melihat seorang pelayan disekitar sana, ia memberi kode untuk mendekat. Terjadi negosiasi panjang antar keduanya, sebelum akhirnya Junhyung menyerahkan sejumlah uang serta sebuah botol kepada pelayan itu. pelayan itu mengangguk, lantas meninggalkan keduanya.

[]

Soeun perlahan mulai merasakan keadaan disekitarnya. Kepalanya yg pusing benar2 sulit untuk dibawa bangun. Tapi, hidungnya mencium jelas sebuah aroma. Aroma parfum pria. Soeun kemudian perlahan membuka matanya. Langit2 terasa bergerak karena kepalanya yg pusing, namun ada yg janggal. Tempat ini dimana? Dan kenapa bagian bawahnya perih sekali *oopsss*. Dengan kepala yg masih pusing, Soeun mengalihkan pandangannya kearah sampingnya. Ia begitu kaget melihat Donghae tidur disampingnya. Soeun membulatkan matanya, lantas memeriksa keadaan dirinya dibawah selimut yg membalut tubuhnya.

“Ini apa?” Soeun langsung terisak sejadi-jadinya karena begitu kaget. Iapun berusaha bangun masih dengan menangis dengan tersedu-sedu. “Apa yg telah terjadi?”

Suara tangis Soeun mengusik tidur Donghae. Perlahan ia membuka matanya, ia langsung kaget dengan yg terlihat didepan matanya. Dia segera bangkit dan duduk disandaran tempat tidur.

“Apa yg terjadi?” Donghae juga bingung dengan apa yg terjadi. tak ada sahutan, Soeun masih menangis sambil memeluk kakinya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Donghae menghadap kearah Soeun yg menangis disampingnya.

Donghae berusaha memutar otaknya. Berfikir kenapa tiba2 bangun sudah seperti ini? apa yg terjadi. Sssrt… Perlahan semuanya terputar kembali dalam otaknya. Berawal dari sebuah minuman, lalu semuanya hilang dan yg semalam ia lakukan dikamar  ini bersama Soeun *oops*samar2 mulai tersusun diotaknya. Donghae menghela nafas dan memicingkan matanya, ia kemudian meremas rambutnya dengan frustasi.

“Apa yg akan aku lakukan sekarang?”

Donghae mengalihkan pandangannya kearah Soeun yg masih menangis dan tak terima dengan yg telah terjadi.

“Maafkan aku, aku juga tidak tahu hal apa yg telah terjadi. aku mohon jangan menangis, aku berjanji akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu. Kita akan mencari jalan keluar untuk ini bersama…” Donghae perlahan mulai mencoba menabahkan hati Soeun yg benar2 sangat shock dengan yg telah terjadi. soeun tak menyahut, ia masih juga menangis dengan hebatnya.

“Kenapa semuanya menjadi begini. Ini semua salahku, kalau aku tidak mengajakmu mungkin kita tidak akan seperti ini. kita tidak akan melakukan ini, kita tidak akan…” Soeun menghentikan kata2nya sambil meremas rambutnya dan kembali menangis. Donghae menatap iba gadis itu, ia tahu ia berat menerima ini.

“Jangan menyalahkan dirimu. ini sudah terjadi, tidak akan bisa dicegah lagi. Disesalipun tidak ada gunanya…”kata Donghae kemudian.

“Tapi aku… aku…”

Soeun menghentikan kata2nya yg penuh emosi dengan begitu tidak tahan. Ia tidak tenang, fikirannya gelisah, seluruh bayangan buruk melintas difikirannya. Donghae yg tahu kegalauan gadis itu akhirnya tidak ada cara lain selain memeluknya untuk menenangkan dirinya.

“Aku bilang jangan khawatir. Kau tidak sendiri, kita akan menghadapi semuanya bersama..” kata Donghae sambil memeluk tubuh Soeun yg masih dibalut selimut itu *Sebenernya author malu sendiri bikin beginian -_-*. Ia berusaha menenangkan Soeun yg menangis dengan pilunya itu.

[]

Soeun langsung terduduk lesu di kloset toilet dengan begitu tidak bergairah. Ia kemudian mengusap rambutnya begitu frustasi, lantas perlahan mulai terisak lagi. Dengan sisa keberanian yg ia punya, ia melirik lagi benda ditangannya. Dua garis? Positif! Lalu sekarang harus bagaimana? Bagaimana mungkin dia akan meminta pertanggung jawaban Donghae? Kekasih sahabat terdekatnya? Lalu apa yg akan terjadi selanjutnya padanya?

Soeun mengusap air matanya yg menetes, semuanya terjadi karena dia. Semua terjadi akibat salahnya, salahnya yg akhirnya benar2 berbuntut sepanjang ini.

#Flashback

Soeun menghapus air matanya yg jatuh, lantas ia berlari keluar dari kelasnya. Ia masih menunduk, berusaha menyembunyikan kesedihannya dari semua orang disekitar sana.

Bruk!!

Buku2 Soeun jatuh ketanah, akibta bertabrakan dengan seseorang. Soeun segera berlutut untuk memungutnya.

“Maaf…” orang yg menabraknya segera ikut berlutut untuk membantunya memunguti bukunya. Tapi Soeun kaget ketika ia bertatapan langsung dengan orang itu. dia Donghae, kekasih Gayoon sahabatnya. Sadar, bahwa wajahnya masih terlihat menyedihkan, ia mengalihkan pandangannya dari Donghae. Donghae cepat menangkap ekspresi Soeun.

“Soeun, kau baik2 saja?” Donghae bertanya dengan nada cemas pada Soeun. soeun dengan cepat menghapus air matanya, berharap Donghae tidak curiga.

“Aku tidak apa2. Terima kasih telah membantu…” kata Soeun tanpa menoleh. Donghae tetap menatap Soeun. “Baiklah, kalau begitu aku pergi. Sampai jumpa lain waktu Donghae…”

Bruk!

Soeun menghela nafasnya sekali lagi ketika salah satu bukunya terjatuh tepat dihadapan Donghae. Ia menarik nafas panjang, berusaha meraihnya.

“Kau menangis! Ada apa? Apa aku bisa membantumu?”Soeun reflek mengangkat  wajahnya menatap Donghae. Donghae hanya menatapnya saat itu. “apa Eunhyuk?”

Soeun sekali lagi menatap donghae dengan sedikit tak menyangka. Dia kaget, kenapa Donghae bisa tahu masalah ini.

“Eunhyuk temanku, aku yg kenalkan pada dirimu. jadi aku tahu, masalah apa yg tengah kau hadapi saat ini. dia… selingkuh lagi?”

Soeun mengalihkan pandangannya dari Donghae. Agak malu karena Donghae bisa begitu sangat tahu segalanya kini.

“Dia selama ini bohong padaku. Dia bilang hanya mencintaiku, tapi ada banyak gadis yg hari ini datang padaku dan mengaku kekasihnya…” kata Soeun tak kuasa lagi menahan tangisnya didepan Donghae. Donghae masih menatapinya yg mulai menangis lagi.

“Kau butuh menenangkan dirimu. kau tidak bisa menangis disini, ini tempat umumkan? Hanya anak kecil yg menangis keras didepan umum” Donghae berkata sambil tersenyum sedikit mengejek.

“Donghae…” soeun merengek sambil menghapus air matanya. Donghae hanya tersenyum.

“Tipe sepertimu adalah tipe yg kalau menangis tidak bisa berhenti semalaman. Yah, ada banyak gadis yg sepertimu. Jadi, kau butuh melupakan semua kesedihanmu hari ini juga…” kata Donghae kemudian.

“Mana bisa begitu…”

“Tentu ada, kau tahu sendiri tempatnya dimana..”

“Apa?” Donghae tersenyum melihat ekspresi soeun. soeun tahu, kalau maksudnya adalah bar tempat dimana ia biasa menghabiskan waktu kalau sedang bosan. “Baiklah, tapi aku butuh teman. Gayoon sibuk sekali sampai tidak bisa aku ajak kemanapun. Apa kau bersedia menemaniku? Aku akan memberitahu Gayoon supaya dia tidak curiga…”

“apa?” Donghae kaget juga dengan ajakan Soeun.

“Sudahlah, ayo…” Soeun menarik tangan Donghae. Yah, inilah mereka, mereka memang sudah layaknya sahabat dekat semenjak Donghae dan Gayoon pacaran. Dan Gayoon juga mengerti kdekatan antara pacar dan sahabatnya itu. karena Soeun dan Donghae lebih awal mengenal daripada dirinya dan Donghae.

[]

“Soeun, sudah. Jangan lanjutkan…” Donghae kembali menyentuh bahu Soeun untuk membuatnya berhenti.

“Kau bilang, aku harus melupakan semuanya. Jadi biarkan aku…”

Donghae diam untuk kemudian, ini sudah tengah malam apa pendapat orang tua Soeun ketika akan mengantarnya nanti. Ia menyesal menawarkan solusi gila ini pada Soeun sebelumnya. Lihatlah, gadis ini tak berhenti minum sekarang.

“Selamat malam…”

Donghae mengalihkan pandangannya pada pelayan tiba2 saja datang sambil membawa minuman. Pelayan itu kemudian meletakkan minuman itu dihadapan Donghae.

“Ini pesanan anda tuan…”kata pelayan tersebut sambil meletakkan segelas minuman dihadapan Donghae. Donghae mengangguk, lantas tersenyum.

“Terima kasih…” kata Donghae pada pelayan itu. pelayan itu tersenyum, lantas kemudia meninggalkan keduanya. Donghae kembali mengalihkan pandangannya pada Soeun. yah, sudah terlanjur, lebih baik membiarkan sampai ia benar2 merasa lebih baik. Donghae merasakan kering juga ditenggorokannya, ia kemudian mengambil gelas yg baru saja diantar oleh pelayan. Sebuah minuman yg seharusnya tidak memabukkan.

[]

Donghae memegang kepalanya yg benar2 pusing tak beraturan. Sementara ia juga membawa Soeun yg tengah mabuk berat itu. namun langkah keduanya terhenti ketika tiba diluar, hujan lebat ternyata tengah mengguyur.

“Hujan..” Donghae masih memegangi kepalanya sambil menatap Soeun yg menatap hujan sambil tersenyum senang. Donghae tersenyum, gadis ini terlihat begitu cantik bila sedang tersenyum seperti itu. donghae lagi2 memegangi kepalanya. “Donghae bagaimana caranya untuk pulang?” Soeun bertanya dengan nada manjanya akibat masih terpengaruh alkohol yg diminumnya begitu banyak hari ini.

Donghae tak menyahut, kepalanya pusing2 benar2 sakit. Donghae menaikkan pandangannya kearah Soeun yg mulai memainkan hujan. Ahh, ada apa? Fikirannya benar2 kacau melihat gadis itu sekarang. Matanya tertuju pada bibir kecil yg tersenyum sambil menengadah keangkasa menatap hujan yg turun. Ahh!! Donghae menggeleng sambil memegang kepalanya, apa yg sedang ia fikirkan?

“Donghae…” donghae menatap gadis itu yg kini menatap pada diirinya dengan masih mabuknya itu. donghae terdiam terpaku, benar2 saat ini naluri hatinya tidak bisa terkendali. Ia begitu, begitu menginginkan gadis itu untuk sekarang ini. “Donghae!”

“Apa yg terjadi…” Donghae berusaha menahan tubuh Soeun yg tak seimbang dan hampir jatuh karena kaget seseorang mendekat, ahh pelayan yg tadi. Pelayan itu menatap keduanya, lantas melihat kearah hujan yg turun. “Oh, hujan. Kalian berdua dalam keadaan yg mabuk. Sangat tidak baik menyetir, apalagi dalam hujan begini…”

Donghae masih menahan tubuh soeun yg tidak stabil sambil memegangi kepalanya. Keduanya menatap pelayan itu.

“Kalau menurutku, kalian malam ini menginap di sini saja, kami menyediakan kamar juga disini, yah mungkin bisa bersenang-senang…” katanya nyengir. Donghae melirik kearah pelayan yg tersenyum padanya, senyumnya tidak jelas, ia tahu tapi ia tak curiga dan berfikir lebih lama.

Donghae mengalihkan pandangannya pada Soeun yg masih lemah didekatnya. Ia kemudian menatap pelayan yg masih tersenyum padanya.

“Bagaimana?”

“Donghae..” Donghae mengalihkan lagi pandangannya kepada Soeun yang terlihat sudah benar2 lelah. Donghae memegang kepalanya, ya tidak mungkin untuk keluar. Donghae mengangguk kepada pelayan.

[]

Donghae memegangi kepalanya yg pusing. Ia menatap Soeun yg sudah berbaring diranjang. Ia kemudian menatap pelayan yg tadi yg masih disana.

“Hanya satu kamar, kamar lainnya penuh. Lagipula bukankah ini menyenangkan?” pelayan itu keluar sambil tertawa keras dan menutup pintu. Ia meninggalkan mereka berdua sekarang. Donghae memegang kepalanya, berusaha mencapai sofa terdekat.

“Hum..” Donghae melirik lagi Soeun yg bersuara didepannya. Donghae hanya menatapi Soeun yg sudah berbaring disana. Donghae menelan ludah, ada apa dengannya? Kenapa hari ini dia begitu menginginkan Soeun. Donghae memegangi kepalanya lagi, sakit2 sekali rasanya dan begitu banyak bisikan jahat pada dirinya kini. Donghae tidak tahan, ia menyerah, entah sadar ataupun tidak dengan tidak stabil Donghae mendekati Soeun ditempat tidur. Ternyata Soeun belum sepenuhnya tidur. Ia menatap Donghae yg mendekat padanya dengan pandangan yg sayu. Tanpa permisi, Donghae mulai mencium bibirnya, *Wew, gak nyangka bisa buat yg beginian. Ckckck, perlu dijaga nih laptop untuk selanjutnya biar gak ada yg baca*

#Flashbackend

[]

Donghae berdiri dengan sangat frustasi dan bingung. Ia kemudian menatap Soeun yg sudah menangis daritadi didekatnya.

“Sekarang bagaimana? Kita harus bagaimana?”

Donghae tak menyahuti pertanyaan Soeun itu. Ia masih berdiri disana sambil memikirkan langkah apa yg selanjutnya akan ia pilih. Soeun terdiam, ia menatap Donghae yg tampak bingung itu.

“Aku tahu ini berat. Tapi sungguh aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tak bisa mengatakan ini pada orang tuaku, apalagi Gayoon ini terlalu sulit untukku…” Soeun kembali bersuara dengan terisak. “Aku tidak akan menggugurkannya, hal itu yg jelas bagiku. Aku tidak sanggup membunuhnya. Sekarang mungkin ini berat dan mendadak, tapi aku sungguh tidak tahu harus bagaimana lagi. Yg jelas, dia juga anakmu, aku hanya melakukannya denganmu…”

Donghae menoleh pada Soeun, ia pun bingung harus bagaimana. Ia kemudian kembali menunduk, ia bingung harus bagaimana. Soeun mengerti keresahan Donghae, Soeun kemudian bangkit. Donghae menatapnya.

“Mungkin memang dari awal ini salah, dan tak seharusnya kita lakukan. Yg kufikirkan sekarang bukan hanya kita dan masa depan kita, tapi juga Gayoon aku sudah bersahabat dengannya sejak lama dan aku juga tidak bisa harus mengatakan hal ini padanya. dia pasti akan benar2 membenci kita. Jadi, kuberi waktu untukmu memikirkannya. Yah, mungkin kau butuh berfikir. Aku tidak menekanmu, tapi kuharap kau bisa memikirkan yg paling terbaik untuk saat ini…” kata Soeun pada Donghae. Donghae menatapnya, ia bingung, ia kasihan pada gadis itu, tapi untuk selanjutnya dia bingung akan pilihannya yg ia yakin berat ini.

“Aku pergi…” kata Soeun sambil menghapus air matanya. Soeun kemudian berusaha melewati Donghae sebelum akhirnya terhenti ketika Donghae memegang bahunya.

“Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu…”

Soeun berbalik mendengar kata2 Donghae. Donghae mengangguk sambil berusaha tersenyum, lantas kembali menunduk dengan wajah muram.

“Sejak awal sudah aku katakan kalau aku akan bertanggung jawab. Dan aku tidak pernah bercanda dengan semua yg aku katakan, karena ini memang masalah serius yg juga disebabkan oleh diriku. Masalah Gayoon atau orang tua kita, kita bisa memikirkan nanti…” kata Donghae kemudian. soeun terdiam, air matanya kembali turun.

“Terima kasih, awalnya aku begitu takut kau tidak akan pernah peduli. Sekali lagi terima kasih…” Soeun terisak dihadapan Donghae lantas mendekat kearah Donghae dan menangis dibahunya. “Aku benar2 takut, aku benar bingung, aku tidak tahu harus bagaimana…” kata Soeun terisak dibahu Donghae. Donghae menatap gadis itu didekatnya, ia kemudian mulai berani mengusap rambut Soeun dan mendekapnya.

“Kita hadapi bersama ya…”

Soeun tak menyahut, ia masih menangis dalam dekapan Donghae. Itu untuk pertama kalinya ia benar2 menangis dan menceritakan bebannya kepada seseorang mengenai apa yg ia hadapi kini. Dan ia tahu, Donghae memang pemuda yg baik dari awal ia mengenal donghae.

“Apa-apaan ini?”

Keduanya tersentak ketika mendengar suara seseorang yg mereka kenal. Mereka menoleh, kaget menemukan Gayoon disana dan melihat semuanya.

“Gayoon…” Soeun dengan cepat melepaskan pegangan Donghae di tangannya. Lantas menghapus air matanya dan menjarak dari Donghae. Dongahae sekilas melirik Soeun yg menjarak darinya, lantas berpaling pada Gayoon.

“Apa yg sedang kalian lakukan? Kenapa kalian berpelukan?” tanya Gayoon yg benar2 kaget dan tak menyangka.

“Gayoon kami hanya…” Soeun tak melanjutkan kata2nya. Ia bingung mengatakan apapun, ia kemudian berpaling kearah lain menghindari kontak mata langsung dengan Gayoon.

“Apa? Kenapa diam? Kenapa tak menjawab? Apa semua yg kufikirkan ini benar? Selama ini kedekatan kalian bukan hanya sebatas teman?” tanya Gayoon bertubi-tubi.

“Gayoon…”

“Wae?” Gayoon berseru cepat kearah Soeun yg bersuara. Gayoon kemudian berpaling kepada Donghae yg malah diam sama sekali. “Donghae kenapa kau diam? Apa semua yg aku fikirkan ini memang benar?” tanya Gayoon sambil beralih kearah Donghae. Donghae masih tak menyahut, ia masih berusaha mengalihkan pandangannya dari Gayoon.

“Donghae…” Gayoon kembali bersuara meminta Donghae menjawabnya. Donghae kali ini bereaksi dengan seruan Gayoon, ia kemudian mengangkat wajahnya dan menatap wajah Gayoon dalam beberapa saat tanpa mengatakan apapun. “Donghae jawab aku. kenapa kalian diam? Kenapa kalian tidak mengatakan apapun? Apa ini benar? Apa ini benar huh? Tolong jawab!” Gayoon lagi2 berseru emosi dan berusaha menahan air matanya kepada dua orang itu yg lagi2 membeku. Gayoon kembali menatap Donghae yg masih menatapnya tanpa mengatakan apapun.

“Donghae…”

“Maaf…”

Gayoon terdiam mendengar ucapan Donghae yg pendek itu. begitupun Soeun yg mulai menunduk lebih dalam. Gayoon mundur beberapa langkah dengan pandangan tak percaya.

“Jadi ini benar? Kalian memang selama ini berkhianat dibelakangku…”

“Gayoon!”

“Diam!” Gayoon membentak Soeun yg berniat berbicara. Gayoon menatap soeun dengan matanya yg basah. “Aku tidak pernah menyangka kau akan sejahat ini padaku. Apa salahku padamu? Kenapa kau berbuat seperti ini padaku? Kau ini benar2 pengkhianat yg hebat Soeun…”

“Gayoon bukan begitu…”

“Cukup! Aku tak mau dengar. Kalian benar2 keterlaluan! ini benar2 menyakitkan! “kata Gayoon sambil menghapus air matanya yg jatuh. “Mulai dari sini, kita putus hubungan. Ini benar2 menyakitiku jadi jangan pernah muncul lagi dihadapanku. Aku benci kalian, benar2 benci…” kata Gayoon sambil menghapus air matanya lantas berlari meninggalkan keduanya disana.

“Gayoon…”

Soeun dengan cepat mengejar namun bahunya dipegang oleh Donghae untuk mencegahnya pergi. Soeun menoleh kearah Donghae yg menggeleng kearahnya.

“Terlambat… Dijelaskanpun sudah tak ada gunanya…” kata Donghae pada Soeun. soeun tak menyahut,ia menatap arah pergi Gayoon tadi sambil masih menangis.

“Sekarang bagaimana? Dia benci padaku… padahal hanya dialah teman terdekat yg aku punya selama ini. aku harus bagaimana?” Soeun terisak sambil terus menatap arah pergi Gayoon. “Kenapa semuanya harus terjadi? “kata Soeun masih terisak. Donghae tak menyahut, ia hanya menatap Soeun yg menangis disampingnya. Sebenarnya ini juga berat untuknya, tapi harus bagaimana lagi? Nasi bahkan sudah terlanjur menjadi bubur…

[]

“Saudara Lee Donghae, bersediakan anda untuk menikahi Kim Soeun. selalu bersamanya apapun yg terjadi. saat bahagia ataupun sedih, disaat ia sehat ataupun sakit. Bersediakan anda untuk selalu mendampinginya apapun yg terjadi kelak…”

“….(berfikir)”

“Saudara Lee Donghae, bersediakan anda untuk menikahi Kim Soeun. selalu bersamanya apapun yg terjadi. saat bahagia ataupun sedih, disaat ia sehat ataupun sakit. Bersediakan anda untuk selalu mendampinginya apapun yg terjadi kelak…”

“…(berfikir) Aku bersedia…”

“Saudari Kim Soeun, menjadi pendamping Lee Donghae. selalu bersamanya apapun yg terjadi. saat bahagia ataupun sedih, disaat ia sehat ataupun sakit. Bersediakan anda untuk selalu mendampinginya apapun yg terjadi kelak…”

“Aku… hum….aku…(berfikir)”

“Saudari Kim Soeun, menjadi pendamping Lee Donghae. selalu bersamanya apapun yg terjadi. saat bahagia ataupun sedih, disaat ia sehat ataupun sakit. Bersediakan anda untuk selalu mendampinginya apapun yg terjadi kelak…”

“Aku…(menunduk, menangis)… aku…bersedia…”

(terdengar suara tepuk tangan dari segala penjuru ruangan)

[]

Donghae keluar dari kamar mandi. Ketika ia keluar, ia hanya menatapi Soeun yg duduk disisi tempat tidur sambil menunduk tampak masih muram. Donghae menghela nafas. Diluar, ia masih mendengar kehebohan keluarga mereka yg bersukacita. Semua orang bahagia, kecuali mereka berdua, ya mereka menganggap beban semua ini. donghae berjalan, duduk disofa diruang itu. ia menundukkan kepalanya, lantas kemudian mengangkat kepalanya kearah Soeun yg tak jauh darinya.

“Kau tidak mandi?” tanya Donghae pada Soeun dihadapannya.

“Sebentar lagi…” Soeun menjawab sambil menatap sejenak lantas menunduk kembali setelah itu. donghae terdiam, ia kemudian mendekat kearah tempat tidur. Membuat Soeun mengangkat wajahnya menuju donghae yg mendekat. Donghae kemudian mengambil sebuah bantal dari tempat tidur.

“Kau tidurlah disini, biar aku tidur disofa. Selamat malam…”

Soeun tak menyahut, ia hanya menatap kearah Donghae yg mulai kembali menuju sofa sambil membawa bantalnya. Soeun kemudian menundukkan kepalanya dengan wajah yg masih muram.

[]

Soeun keluar dari kamar mandi. Rasanya hari ini benar2 melelahkan olehnya. Tingkat ini benar2 sudah mencapai taraf yg kian hari kian membingungkan olehnya. Masih terngiang sekali bagaimana suara pendeta ketika meminta mereka untuk berikrar tadi. Kebohongan,  semuanya adalah kebohongan belaka. Pernikahan? Bagaimana mungkin pernikahannya harus dalam bentuk seperti ini? pernikahan yg seharusnya dipenuhi oleh cinta, dan kebahagiaan tapi apa yg tadi ia lakukan? Bukan seperti ini pernikahan yg ia idamkan sejak kanak-kanak. Ini sungguh jauh dari harapannya.

Sekarang bagaimana? Harus bagaimana lagi ia menjalani level selanjutnya. Menjadi istri Lee Donghae? Seseorang yg hanya dikenalnya sebagai seorang teman biasa kini telah menjadi suaminya. Apa yg selanjutnya akan dilakukan? Apa yg akan ia lakukan dengan rumah tangga ini sekarang. Suatu tempat yg bahkan tidak diisi oleh cinta sedikitpun, suatau tempat dimana hanya ada tekanan dan keterpaksaan. Lantas bagaimana caranya ia bertahan dengan kondisi ini untuk selanjutnya? Bahkan apabila seorang bayi hadir ditengah mereka???

Soeun mengeringkan rambutnya dengan handuk. Namun langkahnya yg baru keluar dari kamar mandi terhenti ketika melihat Donghae yg tertidur dengan posisi tidak nyaman disofa. Soeun menggigit bibirnya, ia berfikir untuk beberapa saat. Lantas kemudian, Soeun mulai kembali ketempat tidurnya dan meraih selimutnya. Soeun membawa selimut itu kearah Donghae lalu menyelimuti Donghae. Soeun kemudian untuk sesaat menatapi wajah Donghae yg sedang tertidur sebelum akhirnya kembali menuju tempat tidurnya,

[]

Pada akhirnya, waktu berjalan tanpa bisa dilarang. Waktu masih akan terus berlalu dan berlalu tanpa memikirkan siapapun yg akan tertinggal atau siapapun yg terlindas. Seperti waktu, dua insan itu tetap menjalani kehidupan mereka berdua. Sudah 6 bulan lamanya sebuah pernikahan terjadi, namun kecanggungan masih menghinggapi hawa rumah tangga mereka yg kecil ini. Selama ini, mereka sudah berusaha untuk menjalani perjalanan rumah tangga mereka seperti semestinya. Donghae bekerja dan mencari uang, sementara Soeun tinggal dirumah untuk menjadi seorang istri yg baik. Setelah kembali kerumah, kecanggungan mulai menyelimuti. Walaupun mereka tinggal dalam satu atap, namun mereka memisahkan diri dengan dua buah kamar penuh privasi.

Donghae menutup kembali laptopnya, lantas setelah itu ia berjalan keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air minum. Untuk menuju dapur, Donghae harus melewati kamar Soeun. dan langkah Donghae terhenti ketika ia melihat kedalam kamar Soeun yg pintunya terbuka begitu saja. Soeun tampak sedang duduk ditempat tidurnya sambil memainkan beberapa perlengkapan bayi yg baru ia beli. Wanita itu tersenyum bahagia, setidaknya sudah 6 bulan ini senyuman itu hilang dari dirinya. Soeun kini menjadi wanita yg pendiam sekali, ia tahu mungkin itu juga atas pengaruh sikapnya terhadap Soeun belakangan yg berubah canggung. Tapi ya, sangat sulit untuk memahami posisi ini. donghae baru menyadari bahwa hari2nya untuk menjadi ayah bahkan sudah begitu dekat, tapi kenapa ia seperti tak peduli dan membiarkan Soeun sibuk sendiri.

Donghae kemudian tersadar dari lamunannya, ia kemudian beranjak dan membiarkan Soeun dengan keasyikannya dikamarnya.

[]

Donghae menaikkan pandangannya kearah Soeun yg mulai mendekat sambil membawa makanan. Donghae kemudian menyingkirkan surat khabar yg ia baca untuk kemudian fokus kearah Soeun. soeun meletakkan makanan itu keatas meja.

“Selamat makan…” Soeun tersenyum pada Donghae. Donghae balas tersenyum, ia menatapi hidangan yg disiapkan Soeun pada hari ini. lantas mengalihkan pandangannya pada Soeun yg sudah duduk dihadapannya.

“Kau sudah semakin pintar memasak. Aku masih ingat, di awal kita pindah kesini dan kau mulai masak. Kau sampai menangis karena masakanmu selalu tidak berhasil…” kata Donghae sambil tersenyum. Soeun balas tersenyum kecil.

“Itukan dulu, sekarang aku bahkan sudah mulai bisa memasak dengan baik. Aku sudah mulai menjadi istri yg baik..hum…”

Donghae menatap Soeun yg menundukkan kepala setelah mengatakan kata2 itu. ia dapat mengerti apa yg sedang Soeun fikirkan, yah. Kecanggungan memang selalu mendominasi diantara mereka.

“Istri yg baik. Yah, kau memang sudah berusaha menjadi seorang istri yg baik. Aku yg tidak dengan baik menjalankan tugas sebagai suami…” kata Donghae lirih kepada Soeun. soeun mengangkat wajahnya menatap Donghae.

“A.. Anniyo, bukan begitu. Kau sudah sangat berusaha, aku tahu itu…”

“Tidak, aku bahkan tak memenuhi syarat sama sekali untuk menjadi suami ataupun ayah. Aku tahu, aku belum memenuhi sepenuhnya kewajibanku kepadamu ataupun mungkin calon anak kita nantinya…”kata Donghae kemudian. Soeun malah tersenyum miris sambil mengangguk.

“Semuanya terlalu cepat dan mendadak, hingga kita terseok-seok menjalaninya…” kata Soeun kemudian. donghae terdiam, ia menatap Soeun yg masih menunduk sambil tersenyum miris itu.

“Sebenarnya sudah lama sekali ingin kukatakan ini. Soeun-ah, mari kita memulai dari awal lagi, mari kita jalani ini seperti seharusnya. Mari kita terima kenyataan dan menjalaninya sepenuh hati tidak lagi dengan kepalsuan ataupun setengahan hati seperti ini…”kata Donghae rendah pada Soeun. Soeun mengangkat kepalanya, menatap Donghae yg menatapnya.

“Maksudmu?”

“Jadilah istriku yg sesungguhnya…”

Soeun menatap mata Donghae yg menatapnya tulus. Soeun tak menyahut, ia kembali menunduk. “Tapi, ini sulit… aku tahu kita tidak memiliki perasaan satu sama lainnya. Yg terjadi pada kita sebelumnya resmi sebuah kecelakaan. Bahkan setiap melihat wajahmu, wajah Gayoon terlintas difikiranku lantas bagaimana aku bisa menjalaninya…” kata Soeun kemudian.

“Tapi kita memang sudah seharusnya saling memiliki. Ini pernikahan, kita tidak bisa menjalaninya seperti ini. sebentar lagi, seseorang akan melengkapi rumah ini dan kita tidak bisa mendidiknya dengan kecangguangan serta suasana yg dingin seperti ini. dia akan heran kenapa ayah ibunya saling jauh menjauhi…” kata Donghae kemudian. Soeun kembali tak menyahut, air matanya kembali jatuh.

“Aku tahu, akupun selalu memikirkan itu…” katanya.

Donghae tersenyum, perlahan ia mulai bangkit dan bersimpuh duduk dibawah kaki Soeun. ia menatap mata bening Soeun yg menatap padanya.

“Menikahlah denganku mulai sekarang…” kata Donghae tulus kepada Soeun. soeun hanya terus menatap Donghae dengan mata yg masih basahnya, lantas menggangguk. “Terima kasih telah mempercayaiku…” kata Donghae sambil kemudian mencium kening Soeun.

[]

Soeun masih membuka matanya yg sangat sulit untuk dibawa tidur. Ia sedikit tidak tenang, dan resah. Jantungnya berdetag tak karuan, itulah sebabnya dari tadi dia tak pernah bisa tidur dan sering menghela dan menghembuskan nafas. Donghae dekat, Donghae sekarang ada dibelakangnya, satu tempat tidur dengannya, hal inilah yg membuatnya tidak bisa tidur. Semuanya benar2 diubah sejak komitmen tadi pagi, mereka kini tak lagi memiliki kamar sendiri sendiri, mereka seperti pasangan suami istri lainnya kini. Soeun lagi2 menghela nafas…

“Kau belum tidur?” Soeun agak tersentak mendengar Donghae bersuara. Ia menutup matanya sesaat, Donghae kenapa dari dulu tahu segalanya tentang dirinya.

“A..Aku belum mengantuk…” Soeun menyahut sedikit gugup. Donghae tersenyum sendiri mendengar sahutan Soeun.

“Kau ternyata juga gugup. Aku juga…” kata Donghae kemudian. Soeun tak menyahut, ia hanya mendengarkan kata2 Donghae dari belakangnya. “Ini aneh sekali, kenapa kita jadi seperti ini padahal dulunya kita benar2 dekat dan akrab…” tambah Donghae.

“Semuanya tiba2 berbeda…” Donghae tersenyum mendengar ucapan Soeun itu. lantas kembali menatap langit2.

“Ya, semuanya tiba2 berbeda. Soeun kami, yg dulunya cerewet dan banyak bicara telah berubah menjadi pendiam. Soeun kami, yg dulunya selalu berusaha menang bermain basket denganku kini menjadi malas bergerak. Soeun kami, yg dulu hobi menantangku bermain game sekarang menjadi pemuram…” kata Donghae kemudian. soeun tertawa kecil mendengarnya.

“Sebenarnya aku tidak seberubah itu. kalau saja aku tidak hamil, aku masih bisa mengalahkanmu…” kata Soeun kemudian.

“Oh, ternyata belum sepenuhnya berubah…” kata Donghae mendengarnya.

“Donghae kami juga banyak berubah…” kata Soeun kemudian. donghae tersenyum lagi sambil menatap kelangit-langit.

“Dulu, donghae kami adalah tipe pemuda yg menyebalkan, banyak bicara, dan hobi sekali mengejek dan mempermainkanku tapi sekarang Donghae kami berubah menjadi pendiam dan pemikir. Donghae kami yg dulu lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain game mendengar musik ataupun olahraga tapi Donghae yg sekarang lebih suka membaca berkas2…”kata Soeun kemudian.

“Karena Donghae kalian yg sekarang adalah seorang suami…” Donghae dengan cepat menambahkan kata2 Soeun membuat Soeun terdiam mendengarnya. “Donghae kalian yg sekarang adalah suami dari Soeun kami. Itu sebabnya Donghae yg sekarang berubah walau sebenarnya tidak berubah sama sekali… Tapi sayang, Soeun kami sekarang berubah pemalu sekali dan sulit sekali didekati. Hum, andai Soeun kami mau ceria seperti dulu..“ kata Donghae kemudian.

“Donghae-ah, kau masih hobi membuatku menjadi malu dari dulu…” kata Soeun sambil berbalik dan menatap Donghae dengan tersenyum agak agak cemberut. Donghae tersenyum melihat reaksinya.

“Wah, Soeun kami telah kembali…” katanya takjub. Soeun lag2 hanya tertawa kecil.

“Berhentilah menggodaku kalau tidak mau aku lempar dengan bola basket seperti dulu…”

“Oiya, aku ingat kau dulu pernah melemparku dengan bola basket karena kalah bertanding…”

“Semuanya salahmu, kalau kau tidak curang aku juga tidak akan melemparmu…”

“Curang bagaimana, kau saja yg ketika kalah tidak mau mengaku…”

“Aku kalah karena kau curang…”

“Ahh, orang kalah selalu mencoba mencari alasan…”

“…..”

“…..”

[]

Soeun keluar dari apotik. Hari ini setelah kembali dari dokter kandungan, Soeun harus menebus beberapa resep diapotek terdekat. Setelah selesai, Soeun kemudian berusaha mencari tempat dimana sopirnya memarkir kendaraan. Yah, Soeun kemana-mana memang selalu diantar sopir pribadi, kalau tidak sibuk kadang Donghaelah yg mendampinginya. Semuanya perlahan mulai bisa diperbaiki.

Soeun kemudian berjalan sambil kembali ketempat mobil diparkir. Ketika sedang berjalan, tiba2 ponsel Soeun berdering, ada sms masuk…

“Sudah kembali dari dokter?”

Soeun tersenyum membaca sms dari Donghae. Ia kemudian bermaksud ingin membalasnya. Karena sibuk dengan ponselnya, Soeun jadi lengah dengan keadaan sekitarnya. Ia tak sadar ada sebuah motor yg melaju kencang kearahnya hingga tiba2….

Brak!!!

“Ada kecelakaan!!!”

[]

Donghae baru saja selesai menghadiri sebuah pertemuan. Ia kemudian keluar dari tempat pertemuan dan berniat untuk pulang. Entah kenapa firasatnya begitu buruk hari ini, apalagi setelah Soeun tidak membalas pesannya tadi. Donghae kemudian berdiri didepan lift untuk menunggu.

Lift akhirnya berhenti dan terbuka. Niat Donghae untuk masuk ia batalkan ketika ia bertemu lagi dengan seseorang yg ia kenal sebelumnya. Donghae menatap pemuda yg baru keluar itu.

“Hay, Lee Donghae!” Donghae hanya menatap datar pemuda yg datang itu. pemuda itu malah tersenyum dan menepuk bahu Donghae.

“Wah, penampilan berubah sekali aku sampai tidak mengenalimu…” katanya sambil menepuk bahu Donghae. Donghae menghindari tangan pemuda itu darinya. “Ya, kenapa kau jadi asing begini? Kau tidak ingat aku? aku ini Yong Junhyung, teman lamamu…” kata Junhyung kemudian.

“Aku tidak lupa, senang bertemu kembali denganmu…” kata Donghae datar. Junghyung malah tertawa.

“Kau ini mentang2 sudah menikah pembawaanya jadi kelewat cool ckckck. Kau terlihat nyaman sekali dengan statusmu, oiya bagaimana istrimu apa sudah melahirkan?” tanya Junhyung kemudian.

“Sudahlah jangan kelewat basa-basi dan sok akrab begitu. Kitakan memang tidak karab sebelumnya…” Donghae menjawab dengan wajah tetap datar dan dingin.

“Ooh, kau galak sekali… benar2 masih seperti dulu…” Junhyung menjawab sedikit terdengar mengejek. “Tapi satu hal yg ku sadari. Kau sepertinya bahagia dengan hidupmu sekarang. Hum, berarti tak sia2 aku memasukkan obat perangsang diminumanmu tujuh bulan yg lalu…” kata Junhyung sambil berlalu meninggalkan Donghae begitu saja membuat Donghae menolehnya kaget.

“Apa yg kau katakan?” Donghae bertanya dengan sangat kesal melihat kearah Junhyung yg pergi tanpa menoleh lagi. Donghae geram, ia berniat mengejar dan memberi pelajaran untuk Junhyung. Tapi baru selangkah tiba2 ponselnya berbunyi. Ia kemudian mengambil ponsel disakunya, dan mengundurkan niatnya. Ia kaget menemukan nomor asing disana. Ia mendekatkan ponselnya ketelinganya.

“Yeobsaeyo….”

“…”

“Apa?”

[]

Donghae dengan cepat dan cemas berlari menyusuri koridor rumah sakit. Donghae benar2 cemas ketika menerima telefon dari pihak rumah sakit yg mengatakan kalau Soeun mengalami kecelakaan. Astaga, Soeun apa dia baik2 saja? Lalu bagaimana dengan anaknya?

Donghae segera menuju ruang inap Soeun yg sebelumnya sudah ia tanyakan pada pihak recepcionist rumah sakit. Ia agak panik ketika banyak sekali orang disana. Donghae berlari, menerobos ruangan dan mencari Soeun.

“Kenapa semuanya terjadi padaku? Kenapa-kenapa harus aku?” Donghae dapat mendengar suara tangisan Soeun. donghae dengan cepat menghampiri Soeun.

“Soeun, apa yg kau katakan. Tolong jangan begini nak…” ibu Soeun berusaha menabahkan Soeun.

“Soeun…” Donghae segera memanggil Soeun dengan begitu cemas. Soeun menatapnya sambil menangis.

“Donghae…” Soeun berseru pilu dengan nada merengek kepada Donghae. Donghae segera menghampiri Soeun dan memelukknya. “Donghae anak kita, anak kita… anak kita meninggal Donghae…” kata Soeun begitu sedih didalam pelukan Donghae. Donghae tak mengatakan apapun, ia hanya terus mendekap Soeun walau hatinya juga begitu sedih.

“Donghae, bagaimana ini? kenapa tuhan mengambilnya tanpa mengizinkan kita melihatnya??” kata Soeun begitu emosi dan sedih sambil memukul-mukul pundak Donghae. “Donghae, bagaimana ini…”

“Sst, tenanglah relakan dia…” hanya itu yg mampu Donghae katakan.

[]

Donghae menatap Soeun yg kembali sibuk menyiapkan makan malam. Donghae hanya tersenyum miris, yah Soeun kembali muram begini walaupun sudah seminggu mereka kehilangan anak mereka yg mengalami keguguran akibat kecelakaan kecil yg ia alami ketika ke apotik. Dan selama itu, Soeun benar2 hidup tanpa semangat.

“Selamat makan…” Donghae hanya tersenyum menatap wajah Soeun yg berusaha tersenyum walau hambar padanya. ia berniat segera mengambil makanan.

“Eomma…”

Keduanya reflek menatap ke televisi. Ahh, siarannya!! donghae mengalihkan pandangannya menuju Soeun yg masih menatap tanpa ekspresi menuju arah televisi yg kebetulan sedang menampilan iklan bayi itu. untuk sementara Soeun terpana, lantas segera menatap Donghae lagi.

“Makanlah, aku kebelakang sebentar…” kata Soeun. tanpa menunggu sahutan Donghae, Soeun segera berbalik dan pergi kearah dapur. Donghae menghela nafas, ia faham sekali dengan keadaan ini. perlahan ia bangkit dan menyusul Soeun kebelakang.

[]

Soeun duduk disalah satu kursi didapur. Ia tampak menyedihkan, ia menangis. Donghae menarik nafas diam2 melihat Soeun. setelah beberapa saat, ia menghampiri Soeun. donghae kemudian langsung menguspa bahu Soeun, hingga membuat Soeun kaget dan melirik kearahnya.

“Kau masih memikirkan ini?” tanya Donghae kemudian bersimpuh lagi dibawah kaki Soeun untuk dapat melihat wajahnya. Soeun tak langsung menyahut, ia menghapus air matanya.

“Aku merasa ini benar2 tidak adil. Selama ini, demi dia kita telah berjalan sejauh ini. tapi kenapa tuhan malah mengambilnya begitu saja dari kita…” kata Soeun kemudian.

“Ini sebuah pasti sudah diatur, semuanya ini adalah takdir, mungkin yg terbaik untuk kita…” kata Donghae kemudian.

“Aku tidak bisa mengatakan ini yg terbaik. Lantas setelah ini apa? Alasan kita bertahan adalah dia, sekarang kita telah tidak punya dia. Maka sudah tidak ada lagi alasan kita untuk bersama…”

“Kau takut karena tidak ada lagi alasan untuk bersamaku? Kau takut, aku akan menceraikanmu?” tanya Donghae kemudian. “Apa kau fikir kita akan mengakhiri setelah sejauh ini…”

“Untuk apa kita bertahan kalau kita tidak saling mencintai…”

“Aku bisa mencintaimu, bahkan aku rasa aku sudah tidak mau berpisah darimu… sekarang, aku hanya menunggumu untuk bisa membuka hatimu untukku…”

Soeun tak menyahut, ia menatap Donghae yg menatapnya dengan lembut dan tulus.

“Aku percaya sesungguhnya padamu, bahkan tak pernah terlintas difikiranku untuk bercerai darimu. Tapi, aku tetap sulit untuk menerima dia telah pergi. Padahal aku sudah begitu menyayanginya dan berharap bisa melihatnya. Kenapa setelah perjuangan panjang, tuhan mengambilnya sekarang?”

“Mungkin dia datang hanya untuk menyatukan kita. Dia adalah malaikat cinta yg dikirim tuhan untuk menyatukan kita, orang tuanya. Apa kau tidak mengerti, tanpa dia kita mungkin tidak akan bisa bersama…” kata Donghae kemudian.

“Tapi tidak terfikirkah apa saja yg telah kita lalui untuk dia. Tidak ingatkah kau pada Gayoon, seseorang yg begitu kau cintai dan juga sahabatku yg tersakiti?” tanya Soeun.

“Itu sudah masa lalu yg tertinggal. Aku yakin, Gayoon sudah melupakan itu dan mulai menemukan cintanya yg sesungguhnya yg bukan aku. karena cintaku adalah dirimu, takdirku untuk bersamamu…” kata Donghae. Soeun hanya terdiam, ia masih juga menatap Donghae. Donghae tersenyum pada Soeun, lantas bangkita dan mengangkat tubuh Soeun.

“Ddonghae… kita mau kemana?” Soeun menatap heran kearah Donghae. Donghae hanya tersenyum sambil membawa Soeun.

“Kita baru saja kehilangan anak kita, jadi kufikir kita perlu membuatnya lagi…” kata Donghae sambil tersenyum kearah Soeun *Omona haha!!*.

“Tapi…”

“Soeun kami dilarang membantah…” kata Donghae memotong. “Saranghae…” kata Donghae kemudian sambil menatap Soeun lagi. Soeun hanya tersenyum, lantas menyandarkan kepalanya kedada Donghae.

[THE END]

Wah, akhirnya bisa juga selesai. Entahlah, aku agak2 canggung gimana gitu bikin FF ini. akhirnya Req: Reno yg Haesso lover ini selesai hehehe.

Reader, gimana? Komen dan rate yah

Gomawo

_bow_

42 Comments Add yours

  1. kyuPAngels mengatakan:

    T.T😥

    ckckckckckckck……
    Agak sditk tertwa sayanya,,,membaca di bgian” tertentu+senyum” gaje=….??

    Sedih ya??nasib eonnie soeun..???

    Tp…ko’ aku yg bca agak aneh gie mna gt… *mungkin firasat aku aja kali ya??*

    tp…intinya kerennnnnn….

    Semangat!!!lanjutkan karyamu cingu!! *nepuk” bahu putri*
    #siapaloe?? *gag kenal jg*

  2. Elisoniac mengatakan:

    jeongmal ne kerennnnnnnnnn banget.. meski diawali tanpa adanya cinta….
    suka banget pas kata-kata ini
    “Mungkin dia datang hanya untuk menyatukan kita. Dia adalah malaikat cinta yg dikirim tuhan untuk menyatukan kita, orang tuanya. Apa kau tidak mengerti, tanpa dia kita mungkin tidak akan bisa bersama…” kata Donghae kemudian.”….

  3. Irnawatyalwi mengatakan:

    Akhrx ada os br wah Daebak,smpt nagis bcax mengharu bru tpi endingx lucu

  4. Vita mengatakan:

    Bagus banget….
    Sedih sekali ceritanya,benar2 menguras emosi T.T
    tp akhirnya bahagia yey~

    ditunggu karya2 yg lain😀

  5. dEar DHiyah mengatakan:

    wwiihhhh ,, keren keren keren …..

    iiihhh ,, donghae oppa udah jd suami skrank … n kta” y brwibawa bgt …
    faktor status x ea …
    ckckckcck

  6. djkyussoloverz mengatakan:

    ckckckck……kereeeeeeeeen pi kasian yaw ma so eun eouni slalu menangiz pi romantice bgt kereeeeeeeeeeeeeeeeen ditggu pairing haesso lg n tentu x kyusso heeeee,,,,,heeeeee…

  7. Enho AngElforEver HaeSso Shipper mengatakan:

    wawwwww ,….
    yeyeeyey
    Daebakkkkkk …..
    gomawo Eoon dah buatin Ff Reqt aku ,,,
    Ini bagus bgt Ceritanya ,ya walaupun w ada sedikit marah2 bacanya pas ada yg gangguin kkkk ,,,,:D
    Alhamdulillah ya kkkkkk….:)

  8. nury elf mengatakan:

    omona ada adegan itu (?) na .. hohoho
    bagus Haeppa jdi lah orng yg bertanggu jwb ^^
    ehhh .. qu gx ska pas bgian so eun keguguran T_T . *nyesekgimanagitu ?
    hohoho ayo bkin anak (?) yg bnyak .. *siapa tw qu rengkarnasi (?) jdi anak HaeSso // pllaakk # apadeh

    daebak chingu FF nya ^^
    ditunggu FF laiinnya🙂

  9. seli m (kaoru) mengatakan:

    HHuuuuuuuuaaaahh … Daebak eun FF nyya ^^
    ceritanya agak sedikit menegangkan ..
    btw cerutanya bgus bnged thor ..
    huah, sdih deh soeun keguguran T_T

    ditunggu karya lainnya thor ^^
    Update soon ! fighting ..

  10. anna mengatakan:

    ckckck sempet deg2an tkut sad ending,,alhmdlh ya tdk,,puas bgt sm endingny,,smua prsaan brmain bc ff ini,,bhkn bnr skli bgian trtntu mmg bkin greget n senyum2 gaje heeeee,,dtggu kry slnjtnya gomawo putri🙂

  11. owni mengatakan:

    selalu suka sama pairing yg satu ini
    romantis, keren, speechless
    yg pasti keren abus

  12. glodzssokyu mengatakan:

    huwa so sweet banget
    meskipun awalnya karna kecelakaan ,
    tapi akhirnya bisa bahagia dengan kebahagiaan yg sesungguhnya🙂

    kalo sempat buat sequelnya😀

    mav yaaaa
    aku akhir akhir ini gak bisa koment di WP atopun note fb siapapun
    soalnya lagi tryout # terus sih🙂
    jadi bisa nya cuma hari minggu nyempeti ke warnetnya

  13. Helda wati mengatakan:

    Waw bgus bgt ff.y, dipertenghan cerita.y sedh bgt, hebt haeppa bisa yakinkn soeun. ditunggu karya selanjt.y😉

  14. ellis mengatakan:

    crita a pertama agak gelik bca a athur tp ending a ska banget

    di tunggu ff berikhut a ya unie soun ma oppa donghe
    cayo…….
    –_–

  15. MEGA RATNASARI mengatakan:

    yeayy , akhirnya ssohae happy ending juga…….
    suka suka , aku suka…….
    banyak bagian yang nyedihin juga , nyampe ngira mau sad ending…hho
    tapi seruuuu .

  16. gerundhaessoloverelf mengatakan:

    horeeee my fav c0uple mncul lg!!

    suka bgtz ma jln crita’x, bkn greget2 gmn g2, heu #alay.com#

    chingu manx daebak. .100 jemp0l lah bwt chingu #pnjm jmpl tmend#

  17. gerund mengatakan:

    horeeee my fav c0uple mncul lg!!

    suka bgtz ma jln crita’x, bkn greget2 gmn g2, heu #alay.com#

    chingu manx daebak. .100 jemp0l lah bwt chingu #pnjm jmpl tmend#.

  18. Ina890826 mengatakan:

    huwaaaaaaaaa so sweeeeeeeeeettt
    sahabat jadi cinta *tsaaaah*
    saya sukaaa saya sukaaaaaa walaupun awal.a tnpa cinta tp lama” ada cinta,,
    kyaaaa *guling guling*
    gak enak ye awal.a,, nikah karna tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit *sensor* *gak kebayang*
    haha
    tapi suka cerita.a,,, buat sequelnya lagi aja,, tp tetep happy end *ngarep*
    hahaha

  19. YAnne mengatakan:

    Ff nya bgus..crita yg mengharu biru tpi ttap hrus happy ending:-D

    klw dbuat sequelx psti lbih bgus lge klw bsa…
    Hohoho

  20. YAnne mengatakan:

    Ff nya bgus..crita yg mengharu biru tpi ttap hrus brakhr happy:-D

    klw dbuat sequelx psti lbih bgus lge klw bsa…
    Hohoho

  21. EchaKyuWon mengatakan:

    Huuaaa keren.kerenn ..
    Akusuka.akusuka ..

    Kupikir donghae bakal ninggalin so eun pas dia keguguran,, ternyata gag tochh ..
    Alhamdulillah iia#syahrinimodeon ..

    Ayo lanjt2 buat krya baru,, aku mau dong kyusso ^^!

  22. geill mengatakan:

    suka suka suka sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa >__<

  23. fauziyah mengatakan:

    author emang keren trus bikin yang haesso yaaa

  24. kim sohyun mengatakan:

    kyyyaaaaaaaaaaaaa…..

    keren bangeeeeettttttt
    so sweet…

  25. QueenA FZ mengatakan:

    wehhhhhhhhhh…… bagus bgt sich critanya.. suka bgt dech ^^v

  26. anastasia erna mengatakan:

    bagus …suka ma ceritanya….

  27. tanti no kawai mengatakan:

    Kalo kata pepatah jawa cie Tresnooo jalaran soko kulino…..
    ~♓éђê:D ..♓ёђê:p..♓èђe:D~

  28. Choi Shinae mengatakan:

    Omooooo …
    Kenapa di skip mlm itunya😄
    soeun keguguran ??????
    Ckck..
    Bang ikan nakal haha tapi ide yg bgs buat bikin yg baru *evil laugh

    authooorrr bikin sequel nya dong yg ini ^^

  29. mun taryatia mengatakan:

    haha keren thor ..sebuah kesalahan yang akhir bahagia…keren…pi agak kecepetan alurnya…semangat thor

  30. luthfiangelsso mengatakan:

    wahhh so sweet apa lagi pas bagian mereka tidur bareng stelah nikah brbulan” baru tidur bareng trus yg ngomong soeun kami nd donghae kami…ihh so sweet !!!!🙂🙂
    kasian bgt yaa pas baru mau mulai kehidupan baru malah keguguran sso’a…tpi tenang kayanya haeppa mau langsung buat tuh….hihihihi😀

  31. zhuryia mengatakan:

    aduh ko aq baru baca sich.ktinggalan banget…

  32. thata mengatakan:

    Bermula dr kecelakaan dan akhir`y happy ending..
    Seruuuuuuuu..^^

  33. senrumi mengatakan:

    Top deh tp bgs lg dibt sequel

  34. Shumy yukiss mhu mengatakan:

    Wwaaahhhh,, doghae opp ,,aki laki idaman,, laki laki yg benar2 tanggung jawab,,

  35. Kim Ra rA mengatakan:

    HaeSso kenapa sich kalian selalu bisa buat kita gemez sampe gigitin bantal ngebayangin kalian berdua kekekeke
    Ceritanya keren dari sahabat jadi Suami istri tapi penuh dengan keadaan yang memaksa namun seiring berjalannya waktu mereka jadi bisa saling menerima dan bahkan menjadi Cinta kuwreeeeen

    Dan dibalik itu semua tentu peranan Author yang paling Berpengaruh(?) pokoknya Sso+Hae+Put= SDK (Super Duper Keren) Komposisi yang Pas banget dech,,,,

  36. Melli mengatakan:

    Wah,, mereka pasangan yang serasi,,

  37. Endang mengatakan:

    So sweet bgt,bikin lagi yg haesso..suka bgt.

  38. Rani Annisarura mengatakan:

    wah agak sedih ceritanya ya…..
    Tapi tetap keren kok🙂,,, beda banget sama cerita yang lain…..

    Oh ternyata yang ngasih perangsang itu jonghyun untuk menjebak so eun & donghae….

    Tapi sekarang mereka berdua udah kayak suami istri beneran, walaupun awalnya masih sama-sama malu…..

    Wah akhirnya itu romantis ya walaupun so eun habis keguguran tapi donghae selalu menyemangati so eun dan sekarang mau buat lagi tuh….

  39. EsaKodok mengatakan:

    uwooooo
    semua ff hae oppa pasti jd good namja
    care bgt ma istri n bettangung jwab

  40. dawu azhar mengatakan:

    whahaha…hilang satu buat yg baru
    donghae emank pintar
    kenapa ya kalau baca ff haesso feel nya selalu dapat dan berkesan?
    keren cerita nya putri
    unni suka😉

  41. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Hahahaaaaa…keren bgt

  42. meon96 mengatakan:

    Hahaha.. daebak,, keren bingo ff nya. Haesso adlh slh satu couple favoritku slain kyusso. Maklum haesso kyusso shiper🙂😀
    Salut buat kak putri yg bisa buat ff sekeren ini. aku jd melting sana snyum2 gaje pas baca ff ini. feelnya dpt kak & aku suka. Donghae oppa dsini so sweet bgt, top deh pkoknya. Semangat buat kak putri🙂
    Makasih juga buat kak putri yg udh bikin ff sekece ini.. terus berkarya ya kak. ditunggu ff kak putri yg lain🙂😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s