~Fated!! Part3 (Now, Where?) ~


Annyeong all, aku kembali bawa FF ini. semoga semuanya gak bosan yah, buat baca semua Ffku hehe. Oiya, Reader, aku berencana buat memprotect semua FF sequel yg ada disini. Aku sedang gemes sama Silent Reader soalnya. Kayaknya kalau di protect, aku senang, yg baca juga senang. Karena aku selalu kesepian karena sedikitnya komen padahal viewersnya lumayan  -_- #MenangisdibahuYesungoppa #NgadukepadaOnew… #Lebbay…

Jangan lupa komen sama Ratenya ya all, Gomawo…

Langsung ajeh….

“Sebenarnya, aku menyukai orang ini, mungkin tergila-gila. Tapi demi apapun mulai sekarang orang ini harus dilupakan karena dia sudah mempermainkan perasaanku. EUNHYUK JELEK SEPERTI MONYET!! Hanya fikirkan itu dari sekarang, bisa bukan? Tentu bisa! Harus bisa! Eunhyuk yg jelek harus dilupakan!!”

Dengan nafas yg kian ngos-ngosan Soeun tetap berusaha memacu langkahnya. Sesekali, ia kembali melirik kebelakang memastikan bahwa rombongan itu tidak mengejarnya. Lantas ia tetap berlari berusaha menghindari rombongan yg berbadan besar dan berbaju serba hitam itu.

Ssrt…

Soeun menghentikan langkahnya disebuah persimpangan jalan. Ini sudah dimana? Dan selanjutnya kemana? Tanpa banyak berfikir ia berlari kearah kanan dan mempercepat larinya. Soeun berlari berusaha menghindari mereka semua.

“Hey, jangan lari! Berhenti!” Soeun semakin mempercepat langkahnya ketika seruan mereka kembali terdengar jelas. Soeun kemudian berusaha untuk semakin mempercepat larinya berharap bisa menghindari mereka. Ketika sedang berlari, Soeun begitu kaget ketika tiba2 seseorang menarik tangannya kesebuah tembok. Soeun yg kaget awalnya berniat berteriak, namun orang itu membekap mulutnya.

“Ssst, diamlah…”

Orang itu berbisik sambil terus membekap mulut Soeun. Soeun yg benar2 tidak tahu apa2 hanya diam saja, apalagi ketika ia mendengar langkah kaki para penagih hutang itu mendekat.

“Kemana dia? Apa kalian berhasil menemukannya?” Soeun mendengar jelas mereka berbicara ta jauh dari mereka.

“Aku kehilangan jejak, tapi sepertinya ia lari kesana. Ayo kita kejar sebelum jauh…”

Para penagih hutang yg berjumlah tiga orang itu kemudian mulai kembali berlari kearah dimana Soeun berniat pergi tadi. Mereka tidak menyadari kalau Soeun ada disitu. Soeun merasakan pegangan tangan orang yg membekap mulutnya mulai mengendur dan terlepas sama sekali. Soeun yg masih bingung hanya berusaha mengatur nafasnya yg benar2 tersengal-sengal.

“Gwaenchana?”

Soeun mengarahkan pandangannya menuju orang yg mungkin berniat menolongnya itu. disana sedikit gelap, tapi Soeun dapat dengan jelas menangkap wajah orang yg telah membantunya itu. ternyata dia adalah seorang pemuda yg entah datang darimana yg jelas telah membantunya itu. pemuda itu tersenyum padanya.

“Ini sudah malam, jangan keluar malam kalau tak ingin terkena bahaya. Pulanglah…” pemuda itu berkata sambil memperbaiki topinya dan menarik sebuah gitar yg disandang dibahunya. Ia tersenyum pada Soeun sebelum akhirnya melangkah meninggalkan tempat itu. Soeun yg masih belum faham sepenuhnya hanya menatapi kepergiannya.

“Ng, Hum, Gomawoyo…” hanya itu yg sempat Soeun katakan sebelum pemuda itu luput dari pandangan. Soeun terdiam mengingat kembali wajah pemuda yg bahkan tak ia ketahui siapa itu. tampan, walau Eunhyuk tetap terlihat lebih tampan. Ahhh Eunhyuk? Gila, bagaimana mungkin dalam keadaan seperti ini Soeun masih mengingat nama itu? ini bukan waktu yg baik untuk mengingat itu semua? Ada banyak hal yg harus ia fikirkan. Sekarang kemana? Malam ini mau tidur dimana? Soeun menghela nafasnya lalu mulai meninggalkan tempat itu sebelum para penagih hutang itu kembali.

[]

Eunhyuk tiduran disofa sambil menonton Televisi. Ia menggunakan tangannya sebagai bantal dan asyik menikmati acara sepakbola. Eunhyuk menatap fokus pada TV. Namun entah kenapa sesuatu malah terlintas difikirannya. Siang ini? Locker Room? Kissing?! Eunhyuk segera bangun dari tidurannya.

Eunyuk terduduk mengaihkan pandangannya dari layar televisi. Ia menunduk sambil mengingat yg telah terjadi siang ini.

“Apa itu? kenapa aku melakukannya begitu saja?” Eunhyuk menunduk sambil merenung mengingat kejadian tadi siang. Setelah beberapa saat, Eunhyuk mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil. “Salahnya, kenapa bersikap begitu didepanku. Sok jual mahal dan membenciku, tapi kenyataannya malah terlalu menggilaiku. Lagipula kelihatannya dia juga menikmatinya, jadi bukan salahku bukan?” Eunhyuk tersenyum kecil, lantas kemudian kembali tiduran.

“Oppa, aku pulang…” Eunhyuk mengangkat kepalanya ketika terdengar seruan dari seseorang yg baru saja memasuki rumah. Seorang gadis bermabut panjang, masuk sambil memutar-mutar kunci mobil ditangannya. Dia tersenyum bangga pada Eunhyuk, sementara Eunhyuk hanya balas tersenyum sedikit sinis.

“Puas bermain dengan mobil barumu? Kau ini, mentang baru dibelikan mobil oleh ayah ibu seharian hanya bermain saja…” Eunhyuk tersenyum mengejek, lantas kembali fokus ketelevisi.

“Tentu saja menyenangkan. Aku hari ini benar2 puas bermain…” gadis itu menjawab sambil ikut tersenyum. Eunhyuk tersenyum, mengalihkan lagi pandangannya pada gadis yg merupakan adik perempuannya itu.

“Baguslah kalau kau puas. Asal kau berhati-hati saja, jangan sampai menabrak orang. aku tidak ingin mengurusnya kekantor polisi. Kalau kau tertangkap aku hanya akan membiarkanmu…”

“Enak saja, akukan sudah ahli menyetir. Lagipula, oppa tega sekali memperlakukan adikmu seperti itu…” gadis itu berseru sedikit kesal. Ia melempar eunhyuk dengan bantal didekat sofa, sebelum akhirnya beranjak menuju kamarnya.

Eunhyuk tersenyum kecil melihat ulah adik satu2nya itu. adik perempuannya itu bernama Sulli, Lee Sulli. Selama ini, sudah dua tahun lamanya mereka hanya tinggal berdua dikorea sementara kedua orang tua mereka sibuk dengan bisnis mereka di taiwan. Selama ini eunhyuklah yg selalu menjaga adik satu2nya itu serta bertanggung jawab atas dirinya setidaknya sampai beberapa tahun kedepan hingga kedua orang tua mereka kembali nanti. Namun belakangan, eunhyuk yg sibuk dengan hari2nya menjadi kewalahan menjaga Sulli yg tumbuh menjadi gadis yg aktif dan ceria itu. tapi untunglah, eunhyuk mempunyai banyak pelayan yg membantunya setidaknya ketika ia sibuk diluar.

[]

Eunhyuk, Ryeowook, dan Sungmin berjalan keluar dari kelas mereka untuk menghabiskan jam istirahat mereka. Ketika mereka hendak kearah kantin, seperti biasanya segerombolan wanita mulai mengelilingi mereka. Mereka akhirnya hanya berusaha santai dan cuek sama sekali. Ketika mereka hendak melewati mading, mereka agak penasaran dengan perkumpulan beberapa murid didepan mading.

“Lihat ini, Lomba lukis akan diadakan lagi…”

“Iya, pasti akan menyenangkan sekali bukan?”

“Iya, aku sekarang sedang berusaha untuk menghubungi Soeun. diakan paling senang kalau ada lomba lukis seperti ini. tidak tahu kenapa, sudah dua hari ini dia menghilang tanpa khabar. Tidak kesekolah, tidak menghubungiku, Hpnya juga tidak bisa dihubungi. Aku kebingungan, sebenarnya ada apa dengannya? Tidak biasanya dia begini…”

“aku juga heran, entah kenapa dia seperti hilang ditelan bumi…”

“Apa jangan2 dia sudah memutuskan untuk pindah sekolah? Jangan2 Soeun sudah tidak kuat lagi menahan ejekan yg ia terima gara2 diary yg tersebar tiba2 itu. buktinya dia menghilang, setelah dihukum membersihkan Locker Room oleh Kang Hodong Seonsangnim…”

Eunhyuk hanya terdiam sambil mendengarkan percakapan dua orang siswi dihadapnnya. Ia terdiam sambil memikirkan sesuatu…

[]

Soeun keluar dari dalam sebuah rumah makan dengan wajah ceria biasanya. Ia tersenyum sambil memasukkan kembali dompernya kedalam tasnya.

“Huh, untunglah appa sudah menyiapkan segalanya. Jadi aku masih mempunyai cukup uang untuk tempat menginap serta biaya makanku untuk sementara ini. sekarang, aku akan berusaha untuk mencari pekerjaan setidaknya sampai appa kembali dan melunasi hutang2 kami. Aku hanya perlu bertahan untuk sementara waktu ini. aku bisa, ya, aku pasti bisa. Soeun-ah, Fighting!!” Soeun tersenyum ceria sambil menyemangati dirinya sendiri. Soeun kemudian melanjutkan jalannya yg rencananya hari ini akan mencari pekerjaan sementara untuk bertahan dengan kondisi yg tengah ia hadapi.

Soeun terus berjalan sambil menyinggahi beberapa tempat untuk mencoba mendapatkan pekerjaan. Walaupun pada awalnya Soeun selalu ditolak, namun soeun masih tampak semangat menjalani hidupnya dan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan.

“Hay…”

Soeun menghentikan langkahnya begitu kaget ketika tiba2 tiga orang berpakaian serba hitam berdiir dihadapannya. Soeun mundur beberapa langkah dari para penagih hutang itu. jangan lagi! Kenapa harus sekarang!

“Selamat siang nona Kim soeun. bagaimana khabarmu?” salah satu dari mereka tersenyum dan menyapa yg begitu terdengar menyeramkan ditelinga Soeun. Soeun tak menyahut, tanpa peringatan dan membuang waktu Soeun mulai menjauh dan kembali melarikan diri.

“Hey, Tunggu!” Soeun dapat mendengarkan seruan mereka serta langkah kaki mereka yg mengejarnya. Soeunpun mempercepat larinya.

[]

Eunhyuk keluar dari sebuah kafe sendirian. Hari ini, ia baru saja berkumpul dan bermain sebentar dengan teman2 sepermainanya. Karena merasa bosan dan sedikit lelah, Eunhyuk akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Eunhyuk memutar kunci ditangannya sambil berjalan menuju mobilnya yg terpakir tak jauh dari tempatnya berjalan. Ketika hendak menuju mobilnya, ia terhenti melihat seseorang tampak mengendap-endap disekitar mobilnya. Eunhyuk heran, ia mengalihkan pandangannya menuju arah pandangan seseorang  berada didekat mobilnya itu. Eunhyuk akhirnya memutuskan untuk mendekati mobilnya.

Eunhyuk berdiri, memperhatikan seorang gadis dihadapnnya yg tampak tengah mengintip-intip dua orang bertubuh kekar yg tak jauh dari mereka. Eunhyuk agak mengerutkan dahinya, gadis ini??

“Apa yg sedang kau lakukan?!”

“Astaga!”

Eunhyuk tersenyum tipis melihat reaksi Soeun dihadapannya yg tersentak kaget mendengar seruannya. Soeun berdecak, menatap Eunhyuk sedikit kesal.

“Apa tidak bisa kalau tidak mengagetkan? Kau ini hobi sekali muncul tiba2 seperti hantu…” omel Soeun setengah berbisik. Ia kemudian kembali mengalihkan pandangannya kepada tiga orang yg tampak kebingungan mencarinya beberapa meter dari tempatnya berdiri. Eunhyuk mengikuti arah pandangan Soeun. tersenyum kecil, lantas beralih lagi pada Soeun.

“Apa kau sedang bermain petak umpat dengan mereka?” tanya Eunhyuk setengah menggoda. Soeun berdecak, menatap Eunhyuk dengan pandangan kesalnya.

“Aku sedang tidak ada waktu meladenimu. Pergilah, jangan mengangguku…” kata Soeun dengan juteknya. Eunhyuk tersenyum kecil.

“Kalau begitu minggir dari mobilku. Aku mau pulang, jangan berada disini kalau tidak mau kutabrak…” kata eunhyuk kemudian. Soeun yg tadinya bersifat cuek kaget juga. Ia menatap Eunhyuk dengan setengah tidak percaya. Ia kemudian memperhatikan mobil putih yg daritadi ia gunakan sebagai pelindung, dia tidak pernah tahu kalau ia begitu kenal pemiliknya. Eunhyuk lagi2 tersenyum kecil melihat ekspresinya. “Mereka kemari…”

Soeun tersentak mendengar ucapan Eunhyuk yg tiba2 dan sambil menahan ketawanya itu. ia berpaling, membulatkan matanya melihat ketiga orang itu mulai berlari kearah mereka berdua.

“Aish, ini semua gara2 kau. Aduh, bagaimana sekarang…” soeun tampak panik ketika mereka mulai medekat dan mulai menyalahkan Eunhyuk. Eunhyuk tetap saja tersenyum kecil melihat tingkahnya.

“Kenapa menyalahkanku? Siapa suruh sembunyi disini…” ujar Eunhyuk santai. Soeun kembali menatapnya, tajam, kesal, lantas mengalihkannya kearah tangan Eunhyuk.

“Pinjam sebentar!”

“Hey, apa yg kau lakukan!” eunhyuk berseru kaget ketika tiba2 Soeun merebut kunci mobil ditangannya begitu saja. Soeun tak menyahut, ia tampak sibuk membuka bagasi belakang Eunhyuk.

“Sekarang tidak ada waktu, aku tidak akan melakukan macam2…” Soeun menjawab sambil mengangkap penutup bagasi Eunhyuk. “Ini…” Eunhyuk hanya menerima dan masih setengah heran setelah Soeun menyerahkan kembali kunci mobilnya. Soeun kemudian tampak sibuk masuk kedalam bagasi eunhyuk.

“Hey, apa yg kau lakukan?” eunhyuk masih bingung sambil kali ini membantu memegangi penutup bagasinya melihat Soeun yg mulai kesulitan ketika masuk.

“Tutup!”

“Apa?”

“Aku bilang tutup! Sebelum mereka datang!” Eunhyuk tetap menatap tak mengerti dengan semua yg Soeun lakukan. Soeun berdecak, menatap Eunhyuk yg tampak masih berfikir itu. akhirnya, ia menarik penutup bagasinya dari tangan Eunhyuk dan menutupnya sendiri.

“Eh? Hey!” Eunhyuk sedikit kaget dan bingung ketika tiba2 soeun bertindak sendiri. Tapi akhirnya ia berpaling kearah tiga orang yg mendekat.

“Permisi, apa kau melihat seorang gadis dengan tinggi segini, berambut panjang, dan memakai baju berwarna biru muda lewat disini?” Eunhyuk mengalihkan pandangannya kepada salah seorang dari mereka yg bertanya padanya. Eunhyuk menatapnya datar.

“apa kau fikir aku tak punya pekerjaan lain selain memperhatikan orang2 yg lewat disini?!” Eunhyuk menjawab sinis.

“Eh, dasar bocah. Berani sekali kau berkata begitu pada orang yg lebih tua…”Eunhyuk lagi2 hanya menatap orang tadi menjadi kesal dengan jawabannya. Ia berniat mendekati Eunhyuk, tapi ia ditahan kawannya.

“Jangan buang waktu. Ayo cari lagi!” cegah temannya pada salah satu dari mereka yg kesal dengan jawaban Eunhyuk. Mereka kemudian pergi begitu saja, meninggalkan Eunhyuk yg sempat mengikuti kepergian mereka sampai mereka benar2 menghilang. Eunhyuk menghela nafas, lantas dengan cepat segera membuka bagasi tadi.

“Ahh, apa sudah pergi?” Eunhyuk hanya menatapi Soeun yg keluar dengan nafas yg sedikit sesak. Ia tampak mengatur nafasnya yg tersengal-sengal.

“Kau gila? Parah sekali senekat ini…” Eunhyuk mengomel kearah Soeun yg tampak masih mengatur nafasnya. Soeun tak menyahut, ia kemudian segera keluar dari bagasi. Lalu berdiri dihadapan Eunhyuk yg menatapnya.

“Aku tidak ada pilihan lagi, aku tidak mau ditangkap. Huh(mengatur nafas), terima kasih atas bantuan dan tumpanganmu. Aku harus pergi sebelum mereka kembali. Sampai jumpa lain waktu…”

“Eh? Hya!” Eunhyuk berseru masih tambah kaget ketika Soeun mulai melangkah menjauh begitu saja. Ia kemudian hanya menatapi Soeun yg sudah menjauh dan perlahan hilang diantara kerumunan. Eunhyuk menggeleng dan berdecak. “Ckckck, ternyata ada wanita sejenis itu..” Eunhyuk menggeleng-geleng kecil sambil menatap kepergian Soeun.

Setelah benar2 hilang, Eunhyuk kemudian berbalik dan berniat menutup kembali bagasi mobilnya. Tapi, melihat sesuatu yg terletak begitu saja didalam bagasinya, Eunhyuk menghentikan niatnya. Eunhyuk kemudian mengambil, sebuah buku berwarna merah muda itu dan menatapnya.

“Lagi2, pantas Diarymu sampai tersebar keseluruh sekolah. Ternyata benar ceroboh sekali…” Eunhyuk geleng2 sambil menatap buku diary itu. Eunhyuk berbalik, berfikir mungkin Soeun akan kembali untuk mengambilnya, tapi ternyata tidak ada. Setelah berfikir beberapa saat, Eunhyuk kemudian membawa diary itu bersamannya.

[]

Soeun berjalan dengan langkah sedikit gotai melewati sebuah halte. Huh, padahal baru saja ia bertekad untuk bersemangat, tapi ternyata ia benar2 ditengah ancaman para penagih hutang itu. soeun terdiam, duduk begitu saja disebuah halte yg sepi. Soeun kemudian terdiam, dan merenungi kembali nasibnya.

“Huh, biar bagaimanapun ini tetap terasa berat sekali. Bagaimana mungkin aku bisa menghadapinya? Seberapa lama?” Soeun murung sambil menunduk memikirkan tentang apa yg selanjutnya akan dilakukannya. “Tapi harus bagaimana? Aku harus tetap bertahan kalau mau tetap hidup. Aku harus mulai mencari kerja bukan? Aku harus mulai belajar menghadapinya…” Soeun masih murung sambil menatap tanah dibawah kakinya.

“Selamat siang nona. Izinkan saya bernyanyi untuk anda…”

Soeun mengangkat wajahnya ketika mendengar seseorang bersuara padanya lantas mulai memetik gitarnya dihadapan Soeun. Soeun berdecak.

“Aku tidak punya uang untuk membayarmu, jadi pergilah…” Soeun menyahut setengah tak bergairah. Seperti tak mendengarkan ucapan soeun, orang didepannya tetap bernyanyi. “Yah, kau tidak dengar ucapanku…”

Soeun yg baru benar2 menatap orang yg mengamen untuknya itu, akhirnya menghentikan kata2nya ketika menatap wajah orang dihadapannya. Ia menatao tak bereaksi, meliaht pemuda dihadapannya.

“Kau?”

Pemuda itu mengangkat wajahnya, menatap Soeun lantas tersenyum. “Ah, ternyata kau lagi. Gadis yg senang lari ditengah malam…” pemuda itu tertawa kecil, lantas duduk disamping Soeun. soeun menatapnya.

“Oiya, mengenai hari itu, aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Padahal, aku ingin sekali mengucapkan terima kasih atas pertolonganmu waktu itu…” kata Soeun sambil tersenyum padanya. pemuda itu berpaling kembali pada Soeun, lantas tersenyum.

“Ahh, mengenai itu, yah, sama2 aku senang membantumu…” pemuda itu menjawab sederhana lantas kembali melihat kearah kendaraan yg berlalu lalang dihadapan mereka. Soeun kemudian memperhatikan pemuda itu yg terlihat lebih jelas daripada pertemuan mereka sebelumnya. Yah maish sama, ia masih memakai sebuah topi yg sama dengan hari itu, dan masih membawa gitar. “Apa kau seorang pengamen?”

Pemuda itu berpaling kembali mendengar ucapan Soeun. ia tersenyum, lantas berpaling lagi kearah jalan.

“Bisa dibilang begitu…” pemuda itu menjawab kecil sambil menatap keramaian sambil sedikit tersenyum. Soeun mengangguk. “Kau sendiri?”

“Huh?” Soeun menoleh kembali ketika pemuda itu bertanya padanya. “Aku seorang pelajar, ya.. aku masih pelajar yg kebetulan sedang mencari pekerjaan…”

“Begitu…” pemuda itu mengangguk-angguk tanda mengerti. “Ingin mencari pekerjaan apa?” tanyanya lagi. Soeun  berfikir sebelum menjawabnya.

“Entahlah, aku belum terlalu tahu. Aku masih memikirkan dan berusaha mencarinya…” kata Soeun kemudian. pemuda itu tersenyum, berpaling lagi kearahnya.

“Selamat berusaha kalau begitu, semoga kau menemukannya…” katanya sambil tersenyum. Soeun mengangguk.

“Gomawo…”

“Hum…” pemuda itu menyahut sambil bangkit dan membawa lagi gitarnya. Ia kembali menatap Soeun. “Aku doakan kau berhasil. Sekarang aku harus pergi kembali. Senang bertemu denganmu…”pemuda itu lagi2 tersenyum kearah Soeun sebelum akhirnya meninggalkan Soeun dihalte itu. Soeun tersadar, ia bangkit dan menatap punggung pemuda itu yg sedikit menjauh.

“Oiya, kita belum kenalan. Aku Kim Soeun, siapa namamu?” seru Soeun pada pemuda itu. pemuda itu berbalik dan tersenyum.

“Aku Lee Donghae!”

Pemuda itu menjawab sambil melambaikan tangannya kepada Soeun dan menjauh. Soeun terdiam, Lee Donghae? Lee Eunhyuk?? Kenapa lagi2 Lee?!

[]

Eunhyuk menghempaskan tubuhnya ketempat tidurnya begitu saja. Ia kemudian menatap langit2 sambil menghilangkan kelelahannya. Eunhyuk kemudian bangkit hendak melepaskan sepatu yg dikenakannya karena ingin cepat berbaring. Namun, ketika selesai melepaskan sepatunya, Eunhyuk teringat sesuatu. Eunhyuk kemudian beranjak menuju meja di dalam kamarnya. Ia meraih sesuatu dalam sebuah tas berwarna coklat yg terletak diatasnya.

Eunhyuk menatap sebuah buku berwarna merah muda yg tadi ia ambil dari bagasi mobilnya. Eunhyuk kemudian mamperhatikan secara seksama benda tersebut. Ia hanya tersenyum kecil melihat kunci diary soeun yg terletak dibagian sisinya. Ternyata, ia cukup berhati-hati setelah kejadian heboh itu.

“Kira2 isinya apa lagi ya?” Eunhyuk hanya tersenyum kecil sambil menatap benda itu. ia kemudian mengarahkan pandangannya kearah gelang ditangannya. Gelang berwarna hitam itu, memakai sebuah kunci sebagai mainnyannya dan entah kenapa perhatian Eunhyuk langsung beralih kegelangnya setelah melihat lubang kunci diary Soeun. Eunhyuk terdiam, berfikir, lantas ia melepaskan gelang yg ia beli beberapa bulan lau di taiwan itu. ia kemudian iseng mencoba memasukkan mainan gelangnya kedalam lubang kunci diary tersebut.

Klik!

“Wow!”

Eunhyuk agak kaget sedikit takjub karena tiba2 diary itu berhasil terbuka. Ia memandangi mainan gelangnya itu dengan senyum sedikit bangga. Namun setelah beberapa saat, ia kembali mengalihkan perhatiannya pada diary Soeun. eunhyukpun beranjak menuju tempat tidurnya dan mulai membuka lembar diary Soeun.

Eunhyuk langsung mengangkat alisnya ketika baru saja ia membuka diary soeun, Eunhyuk dapat langsung menemukan foto dirinya disana. Eunhyuk tersenyum kecil, mengambil kertas foto tersebut. Tidak menyangka, bahwa Soeun dapat memiliki fotonya yg ini. kalau tidak salah, ini ketika ia mengikuti kompetisi dance antar sekolahkan? Apa Soeun selalu membuntutinya? Kenapa ia bisa diam2 mendapatkan foto ini? Eunhyuk kemudian membalik foto tersebut.

“EUNHYUK YANG JELEK DAN MENYEBALKAN!!” Eunhyuk langsung mengangkat alis lagi melihat tulisan dibelakangnya. Ia membaca tulisan dibawah tulisan itu. “Sebenarnya, aku menyukai orang ini, mungkin tergila-gila. Tapi demi apapun mulai sekarang orang ini harus dilupakan karena dia sudah mempermainkan perasaanku. EUNHYUK JELEK SEPERTI MONYET!! Hanya fikirkan itu dari sekarang, bisa bukan? Tentu bisa! Harus bisa! Eunhyuk yg jelek harus dilupakan!!”

Eunhyuk tertawa kecil melihat tulisan itu lantas geleng2 kecil. Ia kemudian membalik lembaran demi lembaran diary itu. hingga ia menemukan, sebuah tulisan terbaru semenjak hari senin. Ya, hari senin, hari dimana itu terjadi.

1 Juli 2011…

Omona, apa yg tadi terjadi di locker room. Se..sebuah ciuman? Sebuah ciuman pertamaku? SEBUAH CIUMAN PERTAMA DARI EUNHYUK?! Aah, apa ini mimpi atau apakah aku sudah berubah gila? Tapi kenapa ketika kupukul pipiku rasanya sakit sekali sampai sekarang. Tidak, bukan mimpi, bukan khayalan! Ciuman itu memang terjadi!!

Aahh, kenapa dia harus melakukankannya? Kuakui aku senang karena ternyata harapan gila yg pernah terlintas dibenakku menjadi kenyataan. Tapi bagaimana ini? bagaimana mungkin aku bisa melupakannya kalau lagi2 begini? Tidak! Jangan lagi berharap! Bukan begitu? Pada akhirnya Eunhyuk hanya akan mempermainkanku dengan menganggap lelucon perasaanku.

Lagipula, bukankah ciuman tadi sebuah paksaan? Tidak! Tapi aku rasa aku tidak sadar melakukannya. Aku sudah berusaha menghindar sebisaku, tapi aku tidak menyangka dia akan serius dengan ucapannya.

Harus bagaimana sekarang? Malu sekali kalau harus bertemu esok hari! Yah, satu2nya cara mulai melupakannya dan menganggap semua tidak pernah terjadi. ya, tidak terjadi sama sekali!! KIM SO EUN LUPAKANLAH!!

Tapi, yah, beberapa menit tadi benar2 sesuatu yg tak bisa diungkapkan dalam kata2. Rasanya aku tengah terbang bersama Eunhyuk. Dan rasanya aku mencapai langit dengan jutaan bintang yg bercahaya disekitarku. Ahh, jantungku berdetag kembali. Tidak boleh, eunhyuk harus menghilang!!

“Apa menghilang? Enak saja!” Eunhyuk dengan cepat menyela setelah membaca bagian dihalam itu. ia kemudian berpaling kehalaman yg lainnya.

02 Juli 2011

Aku ketakutan, aku benar2 ketakutan. Bagaimana mungkin mimpi indahku berubah menyeramkan seperti ini. appa terlibat hutang, dan karena tak mampu melunasinya mereka meminta aku untuk penggantinya. Lintah darat kurang ajar dan tak tahu diri itu minta aku jadi istri ke10 untuknya. Apa tidak ada hal yg lebih gila dari hal itu? bagaimana mungkin aku harus menikah dengan orang yg mungkin lebih tua dari kakekku, kukira!

Aku sendiri, appa pergi meninggalkanku. Ia bilang ini demi keselamatanku, dan ia berjanji untuk kembali. Tapi bagaimana? Bagaimana mungkin aku hidup sendiri tanpa tujuan seperti itu? mana mungkin aku melakukannya?

Malam ini, ketika aku menunggu appa untuk kembali dirumah, tiba2 banyak orang yg datang kerumahku. Aku begitu ketakutan dengan seruan, bentakan, serta kata2 kasarnya pada ayah belum lagi aku tahu mereka datang untuk menjemputku. Aku bingung, benar2 ketakutan, aku merasa sepertinya bahkan hidupku lebih baik tidak lama lagi. Aku mau mati saja T_T

Malam, mencekam, dingin… aku berlari untuk menghindari mereka semua. Aku tak mau ikut mereka, sampai matipun aku tak akan mengikuti mereka. Aku pantas bukan untuk hidup sebahagia anak seusiaku yg lain?

Kau tahu? Ketika aku berlari menghindari mereka sendiri aku benar2 merasa ketakutan sama sekali. Aku rasa aku benar2 tidak akan selamat lagi. Hingga tiba2 aku merasakan sebuah tanganmu menarik dan menyembunyikanku dari mereka. Aku bersyukur karena berkat dia aku masih bisa selamat di saat aku berfikir aku sudah akan menyerah sama sekali.

Entahlah, entah bagaimana aku ungkapkan perasaanku ketika melihat wajahnya. Dia tampan, aku rasa dia mempunyai wajah yg langsung membuatku tertarik ketika pertama menatap wajah Eunhyuk. Senyumnya lepas dan tulus, tidak seperti Eunhyuk yg suka sekali tersenyum smirk untuk menarik perhatian wanita disekitarnya. Walau ku akui, aku menyukainya ketika Eunhyuk melakukan itu. ahh, apa ini? kenapa Eunhyuk lagi? Bukankah kita membicarakan penyelamatku? Kenapa harus monyet jelek itu lagi?!

Pemuda itu terlihat sangat mempesona ketika ia tersenyum. Disana tidak terlalu terang, tapi aku dapat menemukan kedamaian melalui pancaran matanya. Lantas selang beberapa detik, ia pamit untuk pergi dan meninggalkanku yg masih bingung begitu saja. Aku heran? Apa dia benar2 tokoh pahlawan seperti Superman? Kenapa setelah menolong tanpa banyak kata dia langsung pergi begitu saja seperti tokoh Superman yg pernah ku tonton? Ahh, kenapa aku sering sekali berbicara hal lelucon seperti ini.

Baiklah, aku akan menjalani hidupku ini lagi. Untuk esok hari, aku akan menjadi Kim Soeun yg mandiri dan bisa melewati semua ini. Semangat Kim Soeun!!

Eunhyuk tak bereaksi banya membaca bagian itu. dia kemudian melempar diary Soeun kesisinya yg lain. “enak saja menyebut dirku monyet, padahal sudah jelas ia tidak bisa melupakanku. Menyebalkan, bagaimana mungkin mungkin dia membandingku dengan orang yg tidak jelas darimana itu? penyelamat? Superman? Apa-apaan itu?” Eunhyuk menggerutu sendiri setelah itu. namun tiba2 Eunhyuk malah menampakkan wajah merenungnya, ia meraih lagi diary yg sempat terlempar beberapa jarak darinya.

“Tapi masalah yg dihadapinya sangat berat, pantas dia ketakutan sekali tadi…”

[]

“Ya oppa, aku akan pulang setelah ini. ya, Arasso arasso!!”

Sulli mematikan ponselnya setelah menjawab panggilan Eunhyuk. Sulli kemudian melempar ponsel itu begitu saja ke jog disebelahnya lantas kembali fokus menyetir mobilnya.

“Huh, oppa khawatir sekali, padahalkan aku bukannya baru pandai menyetir satu atau dua hari. Tapi dia terdengar rewel sekali…” Sulli mengomel sendiri sambil fokus kejalanan. Sulli terus mencoba mengendarai mobil barunya itu. sulli tersenyum senang karena merasa nyaman dengan mobil barunya itu. ia kemudian berusaha mempercepat laju mobilnya. Ia kemudian segera berbelok kearah kanan.

Sssrt… !!

Sulli begitu kaget ketika ia baru saja berbelok tiba2 seseorang menyebrang didepannya. Hal itu membuat Sulli kaget dan reflek mengerem. Tapi  satu hal yg membuat Sulli kian panik. Dia menabrak seseorang!!

“Bagaimana ini?!” Sulli panik sambil membuka sabuk pengamannya dan turun.

[]

Sulli gelisah sambil duduk disofa. Sesekali ia melayangkan pandangannya kearah pintu kamar tamu rumahnya, dan sesekali ia mengarahkan pandangannya kearah pintu masuk rumah. Bagaimana ini? kalau nanti oppa datang bagaimana? Padahal baru saja Eunhyuk oppa mewanti-wanti agar jangan sampai ia membuat masalah lagi.

Krek!!

Sulli segera bergegas kearah pintu kamarnya dimana seorang dokter telah keluar dari kamarnya. Kepanikan terlihat jelas diwajahnya.

“Bagaimana dokter? Apa yg terjadi? apa lukanya parah? Apa dia masih hidup? Aku tidak membunuhnya bukan?” Sulli bertanya setengah panik. Dokter tersenyum kecil melihat ekspresi Sulli yg bahkan sulit bernafas.

“Jangan cemas nona. Dia tidak apa2. Untung anda menginjak remnya tepat waktu hingga ia hanya diserempet sedikit yg tidak menimbulkan luka yg fatal untuknya…”

“Benarkah? Apa sudah diperiksa benar2 siapa tahu ada penyakit dalam atau ada tulang yg patah..” Sulli maish bertanya dengan tidak tenang. Dokter tersenyum dan menggeleng dan tersenyum.

“tidak, hanya ada sedikit luka dikakinya itupun tidak terlalu fatal dalam tiga minggu aku yakin akan sembuh. Jangan terlalu cemas…”

Sulli menghela nafas sedikit lega mendengar ucapan dokter pribadi keluarganya itu. ia awalnya takut, kalau ia menyebabkan luka yg parah terhadap orang yg tak sengaja ditabraknya. Tidak terbayamgkan kalau sampai terjadi apa2. Bisa2 Eunhyuk dan kedua orang tuanya akan begitu marah padanya.

Setelah melepas kepergian dokter, Sulli kemudian kembali masuk kedalam rumahnya. Ia menemui beberapa pekerja dirumahnya yg berkumpul didepan kamar tamu dirumahnya.

“Bagaimana? Apa dia sudah sadar?” Sulli bertanya sedikit gelisah pada Ibu Seo, kepala pelayan keluarganya.

“Masih belum, mungkin dalam beberapa menit lagi…” jawab ibu pelayan Seo.

“Benarkah?” Sulli gelisah sambil melirik jam tangannya. “Eunhyuk oppa kemana? Nanti kalau oppa pulang bagaimana?” tanya Sulli masih gelisah.

“Tadi tuan muda Eunhyuk bilang, dia pergi bermain bersama Tuan muda Sungmin dan Tuan Muda Ryeowook. Seperti biasa, Tuan Muda Eunhyuk akan kembali ditengah malam…” jawab ibu pelayan Seo.

Sulli menggigit bibirnya, masih setengah ketakutan. “Kalau ketahuan bagaimana? Bagaimana kalau oppa tahu aku menabrak seseorang? Lantas kemudian melapor kepada ayah dan ibu??” tanya Sulli masih tidak tenang.

“Tapi nona Sulli tetap tidak boleh menyembunyikannya. Minta maaflah pada orang yg nona Sulli tabrak dan bertanggung jawab untuk pengobatannya. Setelah itu jelaskan pada tuan muda Eunhyuk dengan baik2. Saya yakin, tuan muda Eunhyuk akan mengerti dan tidak marah…” ibu pelayan Seo menasehati dengan bijaknya. Sulli mengangguk kecil mendengar nasehat yg diterimanya.

“Ya, akan kucoba. Asal ibu mau membantuku berbicara pada Eunhyuk oppa…” kata Sulli setelah beberapa saat. Ibu pelayan Seo mengangguk sambil tersenyum, membuat sulli bisa sedikit bernafas lega.

“Sekarang apa nona sulli sudah tenang? Sekarang sambil menunggunya sadar dan tuan Muda eunhyuk kembali, Nona sulli pergilah membersihkan diri dan makan malam dulu. Daritadi, Nona kelihatan begitu lelah dan belum makan. Jangan terlalu dicemaskan, semuanya akan baik2 saja…”kata ibu pelayan Seo lagi kemudian. Sulli mengangguk, iya menuruti saran seseorang yg telah menggantikan posisi ibu selama dua tahun baginya itu.

“Baiklah, aku akan mandi dan makan sebentar. Ibu Seo, aku titip dia sebentar ya? Setelah aku selesai aku akan segera kembali…” kata Sulli setengah lesu.

“Baiklah Nona…” Ibu Seo menjawab sambil memberi penghormatan. Sulli mengangguk sebelum akhirnya berbalik menuju kamarnya dengan sedikit tak bergairah. Ibu Seo hanya menatpi kepergian
Sulli yg terlihat begitu lesu.

[]

Perlahan, dengan kepala yg masih terasa begitu sakit, Soeun membuka matanya. Awalnya ia begitu kaget menemukan sebuah tempat yg begitu terang ketika ia membuka matanya. Soeun dapat merasakan rasa sakit yg sangat dikakinya. Dengan sisa tenaganya, ia memaksakan diri untuk bangkit.

“Ini dimana?” Soeun meringis sambil memegangi kepalanya yg begitu sakit, belum lagi kakinya yang terasa begitu perih dan sakit. Perlahan, ia dapat mengingat apa yg terjadi sebelumnya. Ia ingat, sebelumnya ia dikejar-kejar kembali oleh para penagih hutang itu. Soeun ingat, ia berlari dengan begitu paniknya. Soeun berlari hingga tidak memperhatikan jalan yg tengah ditempuhnya. Hingga Soeun tidak tahu, ketika dipersimpangan jalan ada mobil yg juga melaju kencang. Dan, BRAK!, Soeun masih mengingat potongan terakhir yg ia ingat sebelum tempat ini.

Soeun mendesah, sambil menahan rasa sakitnya. Ia memperhatikan kembali tempat itu. “Ini pasti rumah tua bangka tidak tahu diri itu! aku pasti sudah tertangkap oleh mereka dan aku dibawa ketempat ini. tidak bisa, aku harus pergi dan melarika diri dari sini…” Soeun mencoba menahan rasa sakitnya dan mencoba untuk bangkit. Soeun menggigit bibir bawahnya untuk menaha rasa sakit dikaki dan kepalanya. Dengan langkah terseok, perlahan Soeun berusaha mencapai pintu.

[]

Eunhyuk memasuki rumahnya dengan sedikit bersiul kecil. Ia memutar-mutar kunci ditangannya sambil berjalan kearah kamarnya. Eunhyuk melihat kamar Sulli sambil menuju kamarnya. Lampunya sudah menyala, artinya Sulli sudah pulang sekarang. Eunhyuk tersenyum lalu berjalan menuju kamarnya.

Dengan masih bersiul kecil, Eunhyuk berjalan santai menuju kamarnya. Hingga ketika melewati kamar tamu, tiba2…

“Arrhhh…”

Eunhyuk kaget menabrak seseorang dan dengan cepat menangkap tubuhnya yg terlihat ingin jatuh. Masih belum habis kaget yg Eunhyuk rasakan akibat tabrakan, Eunhyuk semakin bertambah kaget melihat seseorang yg kini tengah ia tahan dengan memegang pinggangnya.

“Kau?!” keduanya reflek berseru dengan posisi sedekat itu.

[THE END]

[TBC]

Komentar sama Ratenya masih ditunggu ya Reader Gomawo ^^

39 Comments Add yours

  1. Elisoniac mengatakan:

    haha.. geli banget baca soeun onnie bilang EUNHYUK MONYET…. huwaaa ada donghae… seru nih ditunggu lanjutnnya chingu…. n kalo di protect bagi pw na ea……^^

    1. PrincessClouds mengatakan:

      okey, pastinya… gomawo udah baca ^^

  2. astrielf mengatakan:

    waaa tambah seru,kok di protect eonn jgn dong #ngarep.nah lho kok [THE END] emgnya udh slse ya #plakk lanjutkan eonn pokoknya ditunggu lanjutanya #maksa^^,di tunggu yg love me as you can y eon hhe

  3. seli m (kaoru) mengatakan:

    ahh gemes deh ma ni ff ..
    duh eun ceritanya mkin seru nih ^^
    gx tw jga mw comment part ..
    cman kurang panjang😉 next part nmbah panjangil lgi yah *readers bnyak maunya nih
    next part cepet ya eun, mkin pnasarann bner dah ..

  4. Irnawatyalwi mengatakan:

    Da the end ya, cpt bnget put,oh ya ff yg lain d lnjutkn jg ya…

  5. Vita mengatakan:

    Annyeong..:-D

    suka suka suka.. So eun lucu deh,malu2 kucing gitu.. Ada donghae apkah akn ad cinta segi-3 ?? ._.v

    mau di protect y thor ff-ny.. T.T tapi gpp deh kan juga demi kebaikan blog ini juga😀
    asal bagi2 pw deh thor hehe
    ditunggu karya yg lain, 4 jempol buat author
    (author:jempol lu bau tauk!! )

  6. YAnne mengatakan:

    Hai,..lam knal:-)
    kog gntung?msh lanjutkan soalnya seru dan critax jga lucu…klw dproteck bgi pwx iia

  7. rahma mengatakan:

    souen lucu deh, eunhyuk moyet ha hay.

  8. Dear dHiyah mengatakan:

    hahaha
    So eun eonni gokiL , ngatain Eunhyuk oppa MONYET … Q yg pacar (?) y z g prnah bLang gtu ..
    *d srang fans y Eunhyuk# kabuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrr*

    Eitttzzzz ,, Tnggu tunggu Ko “THE END” ??? sLah tLis kn ?? cm TBC doank kn ??
    kLo “THE END” g sru nich ..
    o y , kta y mo proteck ?? jngan Lpa bg PW y ea ?? ^^
    n bkan THE END donk ??

  9. PrincessClouds mengatakan:

    Mian, semuanya maksudnya sama sekali bukan The End kok, itu cuma salah ketik doang. Masih ada lanjutannya tentunya, aneh bgt ceritanya kalau akhirnya sangat gantung seperti itu ckckck…
    Yah, masalah PW ntar kalo aku protect pasti aku akan kasih tahu cara dapetinnya kok…
    Thanks for attention ^^

  10. mayaulidhasso mengatakan:

    haahh .. emang para silent reader ne sukaa bikin author marah, ampe ff ny mw diprotect gtu ..

    aku pikir the end beneran,
    aku penasaran ama part selanjutnya ..
    cepetan dipost yeaa author ..(sambil kelip2in mata ?)
    gomawo ^^

  11. HETY ONKEY SONEWSHINEE mengatakan:

    aniyo..jgn dprotect,q snguh ingin skali komen..tp kadang g bs masuk komennx,mklmq ol dhp..nnt klwq dah beli modem pst komen sllu deh..

    nie ff slluq tnggu2..smphq sk skali am crtx,gemez bgt deh sm eunniq dsini,pkknx klw dah bc ff u pst srasa lht drama korea..bnr2 dpt bgt feelx..aplg skrg dtmbh ad donghae pst tambah seru..
    kpn2 buat sonew donk dg crt yg sejenis kyk gini

  12. ira mengatakan:

    kakakkkkkkk,,,, seruuu deh,,
    kocakkk,, apalagi waktu soeun unnie manggil eunhyuk oppa monyet,,,
    lanjutannya ditunggu kakkk,,, yang lainnya juga y

    oh iya kak, mau nanya,, diprotect itu apa sih? PW juga apa? #nunjukinmukapalingpolos

  13. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Woy, siapa yg silent readers??? *nunjuk diri sndiri*

    Uwaaahhhh, mianhaeyo ><
    mles_y komen lwt hp tuh krn proses_y lama..

    Aku suka cerita_y, ak suka cra penulisan_y.. seru!!!
    klo d'protect, ak hrus bgaimana?? *salah sndiri*
    lagian kemaren2 ak baca_y pas d'kls.. *alasan*
    bener, kok.. pas da dosen. ngilangin stress gitu *bo'ong*
    Maaf, jk ak menggunakan ff hsil krymu utk menghilangkan kebosanan nmun tdk membalas_y dgn baik.. Domo Sumimasen *Bow*

  14. Dira-eun mengatakan:

    iya keren deh ceritanya tapi kok dikit banget seh hehe….. ditunggu kelanjutannya ya…

  15. owni mengatakan:

    asek ada dong hae oppa, makin seru nih
    penasaran nih sama part selanjut’a
    di tunggu secepat’a kawan..

  16. nury elf mengatakan:

    FF kesayangan (?) qu mncul lgi ^^
    kyaknya si eunhuk dah mulai suka ni ma sso ..*nebakdikitlahgpp.
    kyaaaaaaaa .. eun ffnya daebak bnged😀
    lho kok lgi sru-sru mlah End (?) as TBC

    eun next part ditunggu yach, klw bisa di percpet bwat ff yg ini *readerbnyakmwnyanih#ditampolauthor.

    eun da rencana mw protect ff ya ?
    wah jngan dunk eun😦 ntar qu mnta pwnya kmn .. qu kan gx pnya akun fb ma twit coz qu pkenya YM .. itu jga skarang jrang bka YM .. mnding klw mnta pwnya lwat sms
    lgian klw diprotect ntar eun yg ribed ndiri lo coz ntar eun yg klabakan ndiri ngasih pw ke yg ini n yg lainnya .. plgi klw bda jdul psti bda Pw.. pasti hrus mnta lgi k’eun n bkin eun kewalahan jga ..
    itu cman sran qu duank eun.. dipertimbangkan yach ^^

    oiya soal siders .. biarin ajalah orang kayak gitumah jngan ditanggepin ..
    lgian msih bnyak kok planggan stia pembaca ff eun yg suka comment n ngevote ..

  17. Helda wati mengatakan:

    Hahaha, hyukppa dikatain monyet, dilanjut.a seru neh.

  18. kyuPAngels mengatakan:

    Walau ku akui, aku menyukainya ketika Eunhyuk melakukan itu. ahh, apa ini? kenapa Eunhyuk lagi? Bukankah kita membicarakan penyelamatku? Kenapa harus monyet jelek itu lagi?! >>> itulah cinta eonnie… #plakkkk #lebay

    kasihan sso…
    asyik ada haeppa…… #jingkrak”

    wessss…..lanjuttttttttttttt!!!!

  19. Anna mengatakan:

    Kyaaa mntaaapp puas bgt ka2 bcnya pjg,,eunhyuk iseng nieyy slu godain soeun waeee,,plg demen nieyy ada donghae heee,,hayooo lho bkal ada cnt sgtg kykny? Dtggu lanjuuttnya gomawooo🙂

  20. djkyusso mengatakan:

    mian cingu bru bs comment cz laptop bru ulang heeeee ox lnjut seruuuu ada donghae oppa ox cingu kpan dlnjt pairing kyusso x neeee/??///

  21. rama1406 (@rama1406) mengatakan:

    Lanjut dong part 4ny……agak beda nih semua karakterny d Fated ini….di tungguuuuuuu……..

  22. djkyussoloverz mengatakan:

    cingu minta alamat facebook x doooooooooooooonk biar bs taw ff trbru baru x sy jg ttp comment lo cz sy sng bgt ma ff lok da so eun eouni x yaw cingu yaa ya lok almt facebook sy djkyueunlover@yahoo.com***plak siapa yg nanya??***

  23. @endah_hyukiELF mengatakan:

    Annyeong chinguuu…
    Readers bruuu…
    Lnjuuut dong ff nyaaa…
    Sukaaaaa sma karakter eunhyuk d sni.

    Rada2 bad boy gtuuu

  24. glodzssokyu mengatakan:

    apa ku bilang ?
    pasangan ini sumpah paling antik ^^
    tapi aku suka

    cieeeeee hyuk mulai cemburu
    terusin aja cemburunya

    hhah hahahhahaha
    hadirlah donghaeeeeee deng deng deng

    lanjuuuuuuuuuuuuuuuuutttttttttttttttttttttt

  25. Yova mengatakan:

    anyeong lama ga mampir….
    seru bgt ff ni ,, ngakak terus bacanya,,,
    ditunggu lanjutannya….

  26. ticha_ mengatakan:

    slm knl_Q reader bR
    mav ge bS k0mnt_c0Al’X ssh pake hp_
    eon_j9n d!pr0tec d0nk_
    Q skA m ff eon_un!k_serU
    daebAk ezt_

  27. RetnoMyaniezasia mengatakan:

    aigoo… seru2.
    sudah q duga , pengamen tu pasti donghae. emang y bner2 ga bisa jauh2 dr hyukie. ==”
    tp kisah hidup soeun seru euy. kyk geum jandi aja. :p

  28. geill mengatakan:

    so eun semangat jgn ampe ke tangkep ama oom2 itu……. hehehehehe……………………….
    makin di baca maki seru aja ni cerita, pokoknya seruuuuuuuuuuuuuuu………………………..
    lanjut…………………………………..

  29. Almia mengatakan:

    Hai,aku reader bru…..
    Satu kata ja bwt ff ni “keren”

  30. kim sohyun mengatakan:

    makin seru ja..

    lanjut ah..

  31. anastasia erna mengatakan:

    ada dong hae…
    mulai suka ini eunhyuk sama so eun…
    skrg ketemu lg…di rumah eunhyuk…
    ga kebayang…
    lanjut..

  32. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaaa…… ªԃª donghae oppa…..
    Haisssss….. Sso eunni_ma donghae oppa aza yah…. *kekekkekekek

    Op’s….. Ternyata Ϋά̲̣̥ηġ ð tabrak Sso eunni….
    Wahhh…. Kayak ηγά̲̣̥ bakal seruuuu nih….

  33. Qazz mengatakan:

    Gyagyagya….!!! Tegang pas Sso eonni lari2. Untung ada Bang Hae yang nyelametin… -,-
    Eh, kenapa gelang Eunhyuk bisa buka diary Sso eonni? Padahal kan, kuncinya pasti sama Sso eonni….hm…aneh… #mikir
    Nah nah! Sulli nabrak Sso eonni..! #untunglah ^_^ #plak!orangketabrakmalahdisukurin!

  34. kim Ra rA mengatakan:

    KYAAAAA hae pa dah nongol tuh….
    keke~
    Makin tegang gimana reaksi eunhyuk kalau tahu Sso jadi korban dari adik nya . xixi lucu dengan tingkah panik sulli

  35. lavender mengatakan:

    good

  36. Rani Annisarura mengatakan:

    wah bakalan ada persaingan nih kayaknya….
    Antara donghae & eunhyuk,,, nanti siapa ya yang bakalan sama so eun????

    Gimana ya reaksi eunhyuk saat so eun ada di rumahnya???

  37. Rani Annisarura mengatakan:

    wah bakalan ada persaingan nih kayaknya….
    Antara donghae & eunhyuk,,, nanti siapa ya yang bakalan sama so eun????

    Lucu lucu lucu waktu eunhyuk baca diarynya so eun dan so eun bilang kalau eunhyuk itu monyet😀

    Gimana ya reaksi eunhyuk saat so eun ada di rumahnya???

  38. lusiyana mengatakan:

    hahaha…lucu bgd pas bayangin so eun didalam bagasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s