~Refill Your Memory Part6 (Just Your Fan)~


“Aku sedih karena kau selalu menolakku menjadi fansmu. Padahal aku ingin selalu mengikutimu kemanapun itu. tapi aku sedih karena kau selalu merasa terganggu oleh aku…”

Namja keluar dari kamarnya sambil memegangi tangannya yg masih terasa perih dan sakit. Ketika keluar dari pintu kamarnya, pintu disebelahnya terdengar terbuka. Namja menoleh kearah suara, Minho tampak keluar dari dalam kamarnya. Suasana tenang, Namja yg tak tahu mau mengatakan apa, hanya terdiam menyaksikan Minho yg menatapnya tanpa mengatakan apapun. Minho tersadar, menghela nafas, lantas berjalan melewati Namja begitu saja. Namja menghirup nafas lesu, lantas kemudian berjalan menuju lantai bawah.

Dilantai bawah, seperti biasa, suasananya heboh sama sekali. Key tampak duduk tenang disofa sambil membaca majalah, Jonghyun dan Taemin tampak bertanding game, sementara Onew hanya menyaksikan Jonghyun & Taemin bertanding disofa. Tak lama Minho datang dan bergabung bersama Onew. Dengan ragu Namja menuruni tangga.

“Namja-ah, kemarilah!” Key berseru kearah Namja membuat Namja menoleh. Namja mengalihkan pandangannya menuju Key, lantas bergerak menuju Key. “Duduk disini..” Key bergeser memberi tempat untuk Namja duduk. Namja menurutinya dengan duduk disamping Key.

“Ada apa?”

“Lihat ini, kaukan wanita aku ingin tahu pendapatmu mengenai pakaian ini…” Key berkata sambil menunjukkan sesuatu dari majalahnya kepada Namja. Namja memperhatikan apa yg Key tunjukan padanya.

“Inikan busana pria? Kenapa menanyakan padaku?” tanya Namja heran.

“Benar, oleh sebab itu aku bertanya padamu. Menurutmu, apakah pemuda yg memakai pakaian ini terlihat keren?” tanya Key kemudian. namja kembali memperhatikan yg dimaksud oleh Key.

“Tentu saja tergantung yg memakainya… kalau bentuknya sih sangat menarik…”

“Kita sependapat kalau begitu, kira2 menurutmu aku cocok tidak memakai ini?” tanya Key kemudian. Namja memperhatikan majalah itu sekali lagi, lalu mengangguk.

“Itu bagus untukmu, tapi lebih cocok yg ini…” kata Namja sambil menunjuk halaman lainnya. Key memajukan bibirnya, lalu mengalihkan pandangannya kearah yg ditunjuk Namja sedikit berfikir.

“Benarkan? Kenapa kau sampai berfikiran begitu?” tanya Key sedikit berfikir.

“Karena bentuknya yg lebih simple daripada ini. lagipula, warna baju yg dipilih sebelumnya menimbulkan kesan terlalu glamour hal itu akan membuat oppa terlihat sedikit lebih tua daripada umur oppa sebenarnya. Sementara kalau yg ini, ia memiliki desaign yg simple dan lebih anak muda. Nah, untuk orang seperti oppa yg memiliki kesan keren dan chick maka pakaian seperti inilah yg menarik untuk oppa juga yg paling sesuai dengan selera berpakaian oppa…” kata Namja begitu yakin. Key mengangkat alis mendengarnya.

“Wah, penjelasanmu benar sekali, aku dengan mudah dapat memahaminya…” kata Key kemudian. ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Namja. “Kau sepertinya tahu banyak mengenai Fashion…” kata Key kemudian.

“Benarkah? Kenapa oppa berfikir begitu?” Namja bertanya sedikit tak mengerti.

“Ya, caramu menjelaskan benar2 ahli. Aku rasa, sepertinya dirimu yg sebenarnya begitu tahu Fashion…” kata Key kemudian yg membuat Namja tampak berfikir. Sementara Member lain mulai mengalihkan perhatian pada mereka karena tertarik. “bukan kali ini saja. Jujur saja, selama ini, meski kau selalu memakai baju pria yg longgar ditubuhmu tapi kau bisa memadu-madankannya dengan begitu menarik. Ketika kau memakai pakaian wanita, kau terlihat begitu mempesona dengan baju yg terlihat sederhana. Belum lagi caramu bersikap, apa kau tak menyadarinya?  caramu bersikap juga bukan sembarangan. Iya, kau kekanak-kanakkan, tapi dilain sisi kau terlihat begitu memiliki kepribadian yg sulit dijelaskan…” kata Key lagi.

“Darimana kau berfikiran begitu?” Minho mulai ikut mengerti.

“Kalian memang tidak mengerti, tapi aku sepertinya sedikit faham. Aku tahu banyak mengenai gaya berbusana, apa kalian tidak perhatikan caranya berpakaian. Lihat saja sekarang, liat gaya yg ia tampilkan dengan wig prianya ini. bukankah ia terlihat begitu faham akan bagaimana caranya berpenampilan?” kata Key kemudian. semuanya mulai mengalihkan perhatian pada Namja.

“Tapi aku berpakaian seperti ini karena aku nyaman…” Namja ikut berbicara.

“Ya, tapi tanpa kau sadari itu sepertinya menunjukkan kepribadianmu yg sebenarnya. Aku juga memperhatikan caramu bersikap. Walaupun kau tidak tahu apa2 dan terlihat polos, tapi kau sepertinya sangat mempunyai kepribadian yg beretika dan santun. Kau bersikap dengan begitu baik, bahkan tidak kalah dari wanita2 yg kukenal dikalangan atas…” kata Key kemudian.

“Maksudmu?” tanya Onew.

“Ini hanya dugaanku, tapi aku rasa Namja sebenarnya bukan berada dari kalangan biasa…” kata Key kemudian.

“Huh?” Namja tampak sedikit bingung dengan pernyataan Key. Sementara member lainnya tampak mengangguk-angguk kecil.

“Bisa jadi begitu, siapa yg tahu…” kata Taemin.

“Aku rasa ada benarnya. Jujur saja, diawal bertemu dia dan belum tahu kalau dia wanita. Dia sudah terlihat terlalu aneh menjadi pria bagiku, karena walau dia berpenampilan pria, namun aku tetap merasakan aura wanita dari dirinya. Untung saja dia pria, kalau tidak mungkin dari dulu aku sudah berfikir kalau aku tidak normal.. iiiii” Jonghyun mulai berkata sambil menaikan bahunya sedikit merinding.

“Hyung, secara tidak langsung, kau mengakui kalau kau menyukai Namja tahu. Norak sekali!” Taemin mulai menyindirnya.

“Kalau iya kenapa? Toh diakan wanita! Lagipula, apa kalian tidak menyadarinya. Namja ini gadis yg cantik dan menarik. Entah karena dia wanita satu2nya yg tinggal disini, tapi aku begitu yakin mengatakan dia tak kalah menarik dari artis wanita lainnya yg kukenal…” kata Jonghyun blak2an.

“Ckckck, kau terdengar Pervert!” kata Taemin.

“Pervert bagaimana? Aku mengatakan yg sebenarnya…”

“Huh, kau Cuma merayu iyakan? kau inikan terkenal playboy dari dulunya. Sudahlah jangan sok merayu…”

“Kau ini…”

“Sudahlah, jangan membuat arah pembicaraannya semakin jauh. Seharusnya kita mulai memikirkan apa yg Key ucapkan, bukankah itu sudah membuat sebuah petunjuk mengenai identitas Namja..” Onew mulai menengahi keduanya. Semuapun kembali fokus ketopik utama.

“Baiklah kalau memang misalnya begitu. Tapi, itu bahkan sama sekali belum cukup untuk membuatnya ingat atau kita tahu asal usulnya…” kata Minho kemudian.

“Ya, tapi setidaknya kita sudah sedikit tahu Namja ini pribadi yg seperti apa. Sekarang kita mulai melatihnya saja supaya ia bisa mengingatnya atau mulai berfikir apa lagi petunjuk yg bisa kita dapatkan…” kata Key kemudian.

“Memang kau belum mengingat apapun? Walaupun sedikit?” Taemin mulai bertanya lagi pada Namja. Namja tampak memikirkannya sejenak.

“Sebenarnya, belakangan ini aku selalu memimpikan seorang pria yg duduk dikursi roda. Ia terlihat menyedihkan, dan ia memandangku penuh harapan. Aku tidak tahu dia siapa karena ia selalu datang sesekali dan sekejap lantas pergi…” kata Namja setelah beberapa saat.

“Benarkah? Yup, itu juga merupakan kunci. Mungkin orang itu orang yg penting bagimu dimasa lalumu…” kata Jonghyun cepat.

“Ya, tapi wajahnya tak terlalu jelas diingatanku. Aku bahkan tak bisa mengenalinya…” kata Namja kemudian. member SHINee mengangguk dan tampak berfikir keras.

“Apa kau tak mencoba lebih lagi untuk mengingatnya?” tanya Onew.

“Aku sudah mencoba, tapi kepalaku selalu terasa sakit setiap mencobanya…” kata Namja kemudian. member SHINee mengangguk.

“Walaupun masih tidak jelas, tapi ini adalah sebuah petunjuk. Dari dulu yg aku fikirkan adalah, mungkin sudah seharusnya kita membawa Namja untuk berkonsultasi dengan dokter. Kita haru bertindak untuk membuatnya kembali mengingat semuanya..” kata Onew.

“Tapi kita akan dicurigai kalau sampai membawanya hyung. semua orang akan mengetahuinya…”protes Taemin.

“Ya, itu terlalu beresiko…” sahut Key.

“Aku sudah memikirkan itu. kebetulan aku mempunyai kenalan seorang dokter yg sepertinya bisa membantu Namja. Sekarang yang pasti kesembuhan untuk Namja, untuk masalah keamanan dokter ini sangat kenal baik dengan keluargaku. Kalau dijelaskan, aku kira ia tidak akan menolak…”kata Onew kemudian.

“apa memang akan aman hyung?”tanya Jonghyun lagi kemudian. Onew mengangguk yakin.

“Pastinya… aku pastikan ini akan aman…”

“Jadi kemungkinan besar kalau aku berusaha aku bisa sembuh dan mengingat diriku?” tanya Namja kemudian dengan nada ceria.

“Begitulah, maka berusahalah…” kata Onew sambil tersenyum.

“Ahh Jinjja? Aku bahagia sekali… Gomawoyo…” kata Namja sambil tersenyum senang kepada Onew. Onew hanya balas tersenyum kecil dan mengangguk kearah Namja. Keduanya tampak menunjukkan senyuman yg hangat antar keduanya. Dan tanpa mereka sadari Minho hanya terdiam memperhatikan keduanya yg saling berpandangan dengan mata yg begitu berbinar.

[]

Minho selesai berolahraga, karena haus ia berjalan kearah dapur untuk mendapatkan minuman. Ketika berada didapur, langkah Minho langsung trhenti melihat Namja dimeja makan. Namja tampak tengah berusaha untuk memakan makanannya dengn tangan kanannya yg masih terbalut kasa. Tampak sekali Namja kesulitan dengan hal itu

“Ssshh, ahh, sakit sekali..” Namja tampak berdesis dan mengeluh sambil meletakkan kembali sendoknya. Namja berhenti menggigit bibirnya sambil memegangi tangan kanannya dengan tangan kirinya. Minho mengela nafas, lantas berjalan kearah dapur. Mendengar suara seseorng kearah dapur, Namja melepaskan pegangan tangan kirinya lantas berusaha bersifat wajar.

Minho hanya menatap sekilas dan datar Namja, lantas segera berjalan kearah kulkas. Namja hanya menatapinya untuk beberapa saat. Ketika membuka kulkas, Minho mengalihkan pandangannya ketempat diamana biasanya minuman diletakkan.  Minho mengerutkan dahinya karena tidak menemukan yg dicarinya. Ahh, pasti member lain lupa membeli air mineral lagi. Minho menutup kembali pintu kulkas, namun ia agak kaget ketika Namj sudah berada disampingnya sambil mengulurkan sebotol air mineral.

“Untukmu Cheonsa…” Namja berseru sambil menundukkan kepala. Jelas sekali, gadis itu sangat takut dengan Minho. Minho yg masih sedikit kaget berusaha memperlancar aliran darahnya, lantas menatap Namja. Kemudian mengambil botol ditangannya.

Karena sangat haus, Minho langsung meneguk air mineral itu. sementara Namja hanya menatapinya. Selesai minum, Minho menutup kembali botolnya. Minho menatap Namja yg lagi2 menunduk tak ingin menatapnya. Minho geleng2 kepala, lantas berniat berbalik.

“Chankamanyo Cheonsa…” Minho menghentikan langkahnya ketika Namja berseru kearahnya dengan suara yg terdengar ragu. Minho berbalik lagi dan menatapnya. Namja mengangkat wajahnya sedikit takut2. “Mengenai itu, malam itu…. Mianhae…” dengan ragu dan pelan Namja bersuara padanya. lantas setelah itu, ia kembali menundukkan kepalanya menghindari kontak mata langsung dengan Minho.

“Sudah aku lupakan. Jangan membahasnya kalau tidak ingin aku marah lagi..” Minho menyahut begitu datar.

“Jeongmal?” Namja kembali bertanya tak yakin. Minho mengangguk beberapa kali masih dengan wajah yg datar.

“Sudahlah, jangan lagi membahasnya. Yg jelas jangan pernah mengulanginya lagi dan mengatakan kata2 bodoh sejenis itu. aku bisa benar2 marah kalau kembali kau ulangi…” kata Minho kemudian. Namja kemudian perlahan mulai mengangkat wajahnya dan berani menatap Minho.

“Tidak akan aku ulangi lagi. Jeongmal Gomawoyo Cheonsa…” kata Namja masih dengan sedikit takut. Minho malah tersenyum kecil melihat reaksinya, lantas ia berpaling menghilangkan senyumannya agar Namja tidak tahu kalau Minho sempat tersenyum melihat tingkah dirinya didepan Minho.

“Sudahlah, jangan memperpanjangnya lagi dan berhentilah bersikap seperti itu didepanku. Kenapa kau takut sekali padaku? Apa kau fikir aku hantu…” Minho kembali berwajah datar kerah Namja. Namja dengan cepat mengangkat wajah dan menggeleng.

“A.. Aniyo Cheonsa, aku sama sekali tidak menganggapmu seperti hantu. Benar2 sama sekali tidak bermaksud begitu…” katanya sedikit panik.

“Sudahlah, kembalilah memakan makananmu. Jangan sampai kau kelaparan dan membuat susah aku lagi, mengerti?” tanya Minho lagi kemudian. Namja menatapnya masih dengan wajah yg bingung dan khawatir.

“Hum, aku tidak akan menyusahkanmu…” Namja menyahut sambil menundukkan kepala dan sedikit cemberut.

“aku keatas…” kata Minho cepat lantas berbalik. Ia meninggalkan Namja kali ini mengeluarkan senyum yg tadi ditahannya. Sambil geleng2 kepala, Minho keluar dari ruangan itu. sementara Namja mulai mengangkat wajah dan menatapi kepergian Minho.

“Semua berubah, Cheonsa sepertinya sangat marah padaku. Bagaimana ini? aku benar2 membuatnya marah. Aku takut sekali dia marah…” Namja mengeluh dengan wajah cemberut.

Namja kemudian kembali duduk di depan meja makan sambil menatapi makanannya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah tangan kanannya yg masih dibalut perban. Namja menghela nafas berat.

“Menyedihkan, aku benar2 menyedihkan. Sedangkan untuk berhenti membebani Cheonsa dan member SHINee karena aku yg tak ingat apa2. Bahkan sekarang, untuk makanpun aku tidak bisa melakukannya sendiri. Aku benar2 menyedihkan…” Namja bergumam pelan sambil menundukkan kepalanya.

[]

Minho keluar dari ruangan dapur sambil masih membawa botolnya. Ia mengalihkan pandangannya dimana para member SHINee lainnya tampak terlihta bosan disofa. Minho berfikir sejenak, lantas segera menghampiri mereka.

“Huh, benar2 membosankan. Selama ini, ketika jadwal padat aku ingin sekali istirahat sejenak tapi sekarang ketika kita bisa istirahat aku malah bosan karena tidak bisa melakukan apa2. Kukira populer itu selalu menyenangkan, ternyata hidupku jadi dibatasi sama sekali, aku sudah tidak bisa berkeliaran keluar seperti dulu…” Taemin tampak mengeluh sambil tiduran di atas sofa. Hal itu diangguki oleh member lainnya. “Ayolah lakukan sesuatu sebelum aku mati karena bosan…” si maknae kembali mengeluh.

Minho kemudian bergabung diantara mereka semua. Ia menyaksikan wajah2 lesu itu, lantas setelah berfikir ia tersenyum.

“Aku punya ide untuk membuat hari ini menyenangkan dan tidak membosankan…” ucapan Minho itu membuat member lain segera mengalihkan pandangannya kepada sang raper.

“apa?” Jonghyun dengan cepat bertanya. Minho mengangguk dengan cepat.

“Bagaimana kalau kita membuat Ramyun dan Kimchi bersama lagi seperti beberapa bulan yg lalu? Apa kalian tidak ingat, semenjak debut kita tidak pernah lagi melakukannya…” kata Minho kemudian. Key dengan cepat bangkit dari tidurannya dan menatap Minho.

“Ide yg bagus. Tapi sejak kapan kau menyukai acara kita itu? seingatku, kau adalah orang yg paling tidak bersemangat kita melakukan itu…” tanya Key kemudian pada Minho. Minho dengan cepat berfikir mendengar penuturan Key.

“Tidak ada alasan lainnya. Hanya, semenjak debut aku menyadari bahwa acara itu menyenangkan dan keren sekali. Jadi ketika kita bebas begini, kita bisa melakukannya lagi bukan?” kata Key setelah beberapa saat. Member lainpun dengan cepat mengangguki ucapan Minho.

“Iya, aku juga merindukan masa2 itu. kita bisa saling dekat dengan suap-suapan Kimchi dan melakukan permainan dimalam hari dengan hanya diterangi lilin…” Taemin juga ikut bersemangat mendengar ucapan Minho. Minho dengan cepat mengangguk karena itulah maksudnya dari awal. Mengerti bukan? Minho mengajak mereka untuk melakukan hal ini untuk membantu Namja untuk makan. Sebenarnya walau cuek, Minho kasihan juga melihat Namja yg tadi kelihatan begitu kesulitan untuk makan. Jadi cara ini ia yakini bisa membantu Namja bukan? Dan ia tak perlu harus menunjukkan kepeduliannya secara langsung kepada Namja ataupun member SHINee lainnya. Onew yg dari tadi diam juga ikut menganggukkan kepala.

“Ya, tidak ada salahnya. Jadi, mari kita mulai saja. Oiya, siapa yg membeli bahan2nya?” tanya Onew pada adik2nya. Para member tampak saling bertatapan mendengar pertanyaan Onew.

“Aku dirumah saja, aku akan menyiapkan alat2nya…” kata Key dengan santainya.

“Hum, aku… aku tidak bisa pergi, kakiku sedikit sakit gara2 terpeleset panggung kemaren…” dengan cepat Jonghyun ikut berdalih. Selanjutnya para Member saling mengalihkan pandangannya pada Taemin. Taemin dengan cepat tersadar.

“Ng, aku… aku tidak bisa. Aku akan tetap di dorm untuk membantu Key hyung. Menyiapkan alat untuk membuat Kimchi dan Ramyun sangat merepotkan. Dan semuanya tahu bukan kalau Key hyung sangat memerlukan aku untuk membantunya?” kata Taemin cepat.

Minho dan Onew hanya geleng2 mendengar ketiga orang itu berdalih. Menyiapkan alat seperti apa? Membuat ramyun dan Kimchi tidak akan serepot menyiapkan alat2 untuk Barbeque. Apa lagi kalau dibantu orang lain segala? Dan Sakit kaki apa? Toh daritadi Jonghyun sudah kelihatan lincah lagi. Ckckckck, mereka ini…

“Kalian ini, kalau giliran begini mulai menghindar semua. Sementara ketika giliran makan dan senang2 pasti yg paling semangat…” Onew geleng2 melihat tingkah mereka. Mereka bertiga hanya tampak tersenyum kecil. “Ya sudah, kalau begitu kita saja yg pergi Minho…” kata Onew pada Minho. Minho dengan cepat mengangguki ucapan Onew.

“Baiklah…” Minho menyahut. Onew mengangguk sambil tampak berfikir.

“Hum, bagaimana kalau kita mengajak Namja untuk ikut bersama kita?” tanya Onew kemudian pada Minho.

“Huh? Mengajak Namja?”

“Ya, aku kira dia begitu bosan selama berbulan-bulan ini hanya berada dirumah. Sesekali, kita bisa mengajaknya keluar untuk menghirup udara bebas…” kata Onew kemudian.

“Tapi itu beresiko hyung, bagaimana kalau bertemu fans nantinya?” tanya Jonghyun ragu.

“Tidak akan bermasalah banyak. Bukankah aku dan Minho juga ada disana. Setidaknya, fans juga tidak akan secara langsung menganggu, paling mereka hanya melihat dari jauh sambil mengikuti kita. Adapun kalau mendekat, mereka tidak akan menganggu kita…” kata Onew kemudian.

“Aku kira tidak perlu juga hyung. toh, supermarketnya tidak terlalu jauh. Dengan jalan kaki, kita akan sampai 15 menit…” kata Minho kemudian.

“Karena dekat itulah, kita tidak perlu merasa terlalu cemas bukan? Karena kita tahu, kita tidk bisa membawanya terlalu jauh. Tapi kalau kita membiarkannya tetap berkurung diri dirumah, itu sangat tidak baik untuknya dan tentu saja ia akan semakin sulit mengingat masa lalunya…” kata Onew menjelaskan.  Semua member mengangguk dengan cepat. “Bagaimana?” tanya Onew meminta pendapat.

“Ya, aku kira ucapanmu benar hyung. Namja sedikit demi sedikit harus keluar dan mulai berusaha mengingat yg telah ia lupakan…” kata Key kemudian yg diangguki member lainnya.

“Tapi, kalian harus benar2 memastikan kalau tidak akan ketahuan. Jangan sampai ada yg mengenalinya…” Taemin ikut bersuara. Onew dengan cepat mengangguk, sementara Minho tampak hanya diam sambil berfikir dan menatap Onew.

“Jadi bagaimana?” tanya Onew lagi.

“Ya kami setuju…” Key, Jonghyun, dan Taemin dengan cepat mengangguk. Onew mengalihkan pandangannya kepada Minho yg hanya diam.

“Bagaimana denganmu Minho?” tanya Onew padanya. Minho tak langsung menyahut, lantas setelah beberapa lama ia mengangguk.

“Aku setuju…” sahut Minho kemudian. Onew tampak tersenyum mendengarnya.

“Jadi semuanya setuju. Baiklah, aku akan memberi tahu Namja supaya dia bersiap-siap. Aku yakin dia pasti akan senang…” kata Onew pada member lainnya. Onew kemudian bergerak meninggalkan mereka guna mencari Namja. Minho hanya menatap kepergian Onew dengan wajah datar.

[]

Onew dan Namja tampak tengah asyik memilih beberapa bahan makanan. Keduanya tampak kelihatan begitu senang dan akrab sekali sambil memilih bahan makanan yg akan mereka beli untuk membuat Ramyun dan Kimchi. Sementara itu beberapa jarak dari mereka. Minho hanya bersikap datar dan sedikit kesal karena merasa diacuhkan sendiri.

“Cheonsa kenapa melamun? Ayo kesini…” Namja tampak memanggilnya. Minho berdecak, lantas mendekati mereka.

“Sudah ku katakan, kalau dikeramaian begini jangan memanggilku begitu…” omel Minho was2 sambil melihat sekitar. Namja tersadar, ia menyentuh bibirnya.

“Oops maaf, aku lupa maaf…” kata Namja sambil menatap Minho merasa tak enak. Onew hanya tersenyum kecil melihat ekspresinya.

“Yang penting jangan ulangi lagi. Ya sudah, ayo lanjutkan membeli semuanya dan cepat pulang untuk memasak…” kata Onew pada keduanya. Lantas ia berjalan duluan meninggalkan Namja dan Minho beberapa langkah. Namja menatap Minho yg menatapnya datar tanpa ekspresi lagi dan lagi.

“Maaf, Min..ho hyung…” kata Namja memberikan penghormatan lalu kemudian segera menyusul Onew yg sudah jalan duluan. Minho menatapi kepergian keduanya sambil berdecak.

“Apa setakut itu denganku? Apa aku begitu menyeramkan hingga yg biasanya selalu merapat padaku sekarang berusaha menghindariku dan lebih memilih merapat ke Onew hyung. Boleh saja kalau begitu, karena rtinya aku tak perlu harus repot lagi karena dia. Onew hyungkan lebih bijak dan sabar, jadi Onew hyung akan lebih mudah mengimbanginya. Dn Kalau begitu kenapa ia tak memberikan nama Cheonsa itu kepada Onew hyung saja huh? Kenapa tetap memanggilku dengan nama aneh itu? ahh dasar penguntit…” Minho mengomel sambil kembali mengikuti keduanya.

[]

Minho dan Namja berdiri didekat sebuah stand di dekat kasir. Mereka menunggu Onew yg sedang pergi membayar di meja kasir tak jauh dari mereka. Keduanya sama2 diam, tak ada yg saling bicara  suasananya kaku sekali. Namja pelan2 mengangkat wajahnya dan menatap Minho yg tampak sibuk mengumbar senyum kepada orang2 yg tersenyum kearahnya, Namja terdiam. Sadar diperhatikan, Minho mengalihkan pandangannya menuju gadis disampingnya. Melihat itu Namja cepat berpaling dari Minho, membuat Minho tersenyum smirk melihat ulahnya.

“Benar2 menyusahkan…” kata Minho pelan lantas mengangkat wajahnya lagi menuju para fansnya. Membuat Namja mengangkat wajahnya dan lagi2 manyun.

Namja mengikuti arah pandangan Minho. Ya, semua orang yg melihatnya akan langsung memperhatikannya sambil tersenyum padanya. minho yg selalu terlihat serius dan jarang tersenyum itu menjadi murah sekali mengumbar senyum pada semua orang yg memperhatikannya. Walau senyumnya terlihat cerah, tapi Namja tahu ia sedikit lelah juga meladeni semuanya. Mungkin pipi Minho sudah agak pegal karena senyum terus dari tadi.

Namja menghela nafas, mengalihkan pandangannya menuju Onew yg juga ikut tersenyum dan meladeni orang2 walau capek mengantri di dekat meja kasir. Aah, mereka terlihat sedikit risih juga. Namja mengalihkan pandangannya menuju pintu masuk supermarket. Matanya tiba2 matanya langsung kepada seorang wanita yg baru memasuki supermarket. Wanita berpakaian yg terlihat serba mahal itu tampak seperti menyeramkan sekali bagi Namja. Wanita yg memakai high heels dan memakai pakaian bermotif didominasi hitam itu terlihat benar2 membuat hati Namja ketakutan melihatnya. Karena takut, Namja kemudian segera bergeser dari sana. Ia merapat pada Minho berusaha menyembunyikan dirinya dari pandangan wanita itu dari belakang pundak Minho. Minho heran melihatnya.

“Hya, apa yg kau lakukan? Jangan berbuat aneh didepan umum seperti ini…” omel Minho kemudian. namja tak menyahut, ia tetap bersembunyi disana.

“Aku takut, ia semakin mendekat jangan sampai ia melihat dan menemukanku…” kata Namja pelan dan terdengar agak gemetaran.

“Huh?” Minho sama sekali tak mengerti.

“Wanita berbaju hitam itu, tolong jauhkan aku dari dirinya. Aku benar2 takut padanya, aku tak ingin melihatnya…” kata Namja sambil terus bersembunyi dibelakang Minho. Minho heran, ia mengalihkan pandangannya kepada seorang wanita berbaju hitam yg akan melintas didepan mereka. Ia mengalihkan pandangannya menuju Namja yg ketakutan dibelakangnya itu.

Setelah wanita itu menjauh, Minho kembali mengalihkan pandangannya menuju Namja.

“Dia sudah tidak ada…” kata Minho kemudian. Namja perlahan mulai mengangkat wajahnya, nafasnya tampak sedikit terengah-engah. Wajahnya masih cemas sampai mengeluarkan keringat dinginnya. Minho menatapnya heran, kenapa ia sampai begitu ketakutan begini.

“dia menyeramkan sekali, aku takut sekali dengannya. Aku tak tahu mengapa…”kata Namja sambil mengatur nafasnya.

“Kau aneh sekali, apa yg menyeramkan darinya?”

“Sinar matanya terlihat kejam begitupun wajahnya. Aku langsung tidak nyaman melihat dia semakin mendekat. Lihat saja, ia berjalan dengan begitu angkuh. Aku benci sekali orang seperti itu…” kata Namja kemudian.

“Tapi kenapa terlalu takut begitu? Menurutku dia biasa saja…” kata Minho sambil mengalihkan pandangannya menuju arah pergi wanita tadi. Lantas setelah beberapa saat ia mengalihkan pandangannya menuju Namja yg tampak masih mengatur nafasnya. Benar ketakutan sekali, ada apa?

[]

Setelah selesai membeli semuanya, mereka kemudian keluar dari tempat itu. mereka keluar sambil diiringi oleh para fans yg sebenarnya mengikuti mereka dari tadi. Daritadi, mereka selalu mengumbar senyuman untuk keduanya. Lantas sebelum meninggalkan tempat itu mereka melambaikan tangan dan memberikan penghormatan. Mereka kemudian kembali berjalan menuju apartemen mereka yg tidak terlalu jauh dari sana.

“Wah, kalian populer sekali…” kata Namja yg berjalan diantara keduanya berkata kagum dan takjub ketika mulai melangkah kembali pulang kembali.

“Tentu saja…” Minho menjawab dengan nada begitu bangga.

“Walau awalnya aku sedikit ragu kalau kehadiran kami akan dapat diterima oleh peminat musik, tapi pada akhirnya kami dapat membuktikan diri hingga sampai ketahap ini…” Onew ikut bicara sambil terus berjalan.

“Kenapa kalian tidak akan diterima? Hanya orang bodoh yg akan menolak kalian…” kata Namja kemudian.

“Kenapa begitu?” tanya Onew.

“Tentu saja, kalian semua sangat tampan, pintar bernyanyi dan yg pasti baik. Bagaimana mungkin ada orang yg tidak menyukai kalian..” jawab Namja kemudian.

“Tentu saja…” Minho menjawab datar dan setengah cuek sambil mengiringi keduanya.

“Kalau begitu apa kau adalah fans kami?” tanya Onew kemudian.

“Fans?” tanya Namja bingung.

“Ya, fans adalah seperti mereka tadi. Orang2 yg menyukai kami dan menyayangi kami…”

“Dan juga yg suka mengikuti kami seperti dirimu…” Minho ikut berbicara masih dengan wajahnya yg datar. Namja mengalihkan pandangannya kepada Minho sambil berfikir.

“Jadi itulah fans? Aku baru tahu. Jadi fans adalah seperti mereka itu? orang2 yg selalu mengikuti kalian…” kata Namja sambil berbalik dan menunjuk beberapa orang yg selalu membuntuti mereka dari tadi.

“Jangan ditunjuk!” Minho berseru kesal sambil menarik untuk menurunkan tangan Namja yg menunjuk mereka semua. Namja menurunkan tangannya, sementara Onew hanya tersenyum sambil geleng2 kepala. “Ya, mereka sangat suka mengikuti kami, dan sedikit menganggu. Kurang lebih sepertimu, atau mereka mungkin lebih baik…” Minho melanjutkan kata2nya. Mereka bertiga kembali melanjutkan berjalan.

“Jadi aku sudah tergolong fans kalian dari awal. Dan tepatnya aku adalah fansnya Cheonsa begitu?” tanya Namja kemudian. Minho hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Namja. “Kalau begitu, aku akan berhenti mengikuti Cheonsa dan menjadi fans Cheonsa. Untuk selanjutnya, aku adalah fansnya Onew oppa jadi aku akan mengikuti Onew oppa…”kata Namja sambil menggandeng tangan Onew.

“Apa?”Minho cepat menoleh padanya dengan sedikit kaget dn kesal.

“Benarkah?” Onew cepat bereaksi tersenyum melihat Namja yg tiba2 mengatakan hal itu dan menggandeng tangannya.

“Ya, aku akan menjadi fans Onew oppa saja. Dibanding Cheonsa, Onew oppa lebih sabar dan tidak keberatan kalau aku mengikutinya. Jadi dia tentu tidak akan keberatan kalau aku menjadi fansnya.” Kata Namja pada Onew. Minho hanya menatapi keduanya. “Bolehkan oppa, aku boleh jadi fansmu saja orang yg akan mengikutimu dan mungkin menyusahkanmu? Apa kau keberatan?” tanya Namja pada Onew. Onew tak menyahut, ia hanya mengangkat alis mendengar ucapan Namja.

“Huh, benar2 fans yg tidak tahu diri. Ya sudah, pergi saja sana malah aku senang karena kehilangan fans yg begitu menyusahkan sepertimu…” kata Minho setelah beberapa saat. Namja tak menyahut sambil melepaskan pegangannya pada Onew.

“Ya aku tidak akan menyusahkanmu lagi itu sebabnya aku kini menjadi fans Onew oppa sekarang…” kata Namja kemudian. minho tak menyahut lagi i terlihat hanya diam dengan wajah sedikit kesal begitupun Namja yg juga tampak manyun. Onew hanya geleng2 melihat keduanya.

[]

Semuanya sibuk didapur, mereka semua tampak sedang mempersiapkan acara kecil yg akan mereka lakukan malam ini. Semuanya tampak sibuk memasak Ramyun dan Kimchi. Selain Namja semuanya tampak sibuk bekerja, kegaduhan terjadi didapur mereka.

“Taemin, cepat bawa kemari !” Key berseru dari dekat kompor.

“Ya, tunggu!!” Taemin menyahut sambil asyik mengiris-iris beberapa bawang. Lantas setelah selesai, ia membawanya kearah Key. “Ini hyung…” katanya mengulurkan pada Key. Key menerimanya, lantas kembali sibuk bekerja. Taemin kembali ketempatnya mengiris bawang melihat Jonghyun yg tampak sibuk mengiris sayuran kubis untuk Kimchi. Taemin mengalihkan pandangannya kearah lain, kearah Minho dan Onew yg sibuk menyampurkan kubis dengan bumbu yg telah dibuat bersama Namja.

Namja hanya memperhatikan pekerjaan mereka semua, walau ingin membantu tapi ia sama sekali tidak bisa melakukan apapun karena luka ditangannya. Member SHINee hanya memerintahkannya untuk duduk dan melihat saja. Hari ini, Namja kembali berpakaian sebagai seorang wanita dan berkeliaran disekitar mereka.

“Namja, coba rasakan ini…”

Namja mengalihkan pandangannya menuju Onew yg memanggilnya. Onew tampak mengangkat tangannya yg berisi sebagian Kimchi yg sudah dibumbui. Namja tersenyum, ia menyingkirkan rambutnya ketelinga kananya, lantas mengikuti ucapan Onew. Minho yg juga ikut mencampurkan bumbu & Kimchi mengangkat wajahnya sambil memperhatikan Namja bersamaan dengan kesibukannya mengaduk.

“Bagaimana?” Onew menanyakan pendapat Namja sambil memperhatikan Namja yg sibuk memakan kimchinya.

“Wah, oppa rasanya benar2 enak sekali..” kata Namja setelah beberapa saat dan tersenyum kepada Onew.

“Kau suka?” tanya Onew sambil tersenyum padanya.

“Hum, sangat suka..” kata Namja sambil mengangguk dan tersenyum pada Onew. “Enak sekali…” kata Namja kemudian.

“Bilang saja karena kelaparan sehari tidak makan..” Minho berkata kecil sambil pura2 sibuk membumbui Kimchinya.

“Iya, benar lapar sekali. Selain kimchi yg Onew oppa berikan, sama sekali tidak ada yg lain yg masuk keperutku…” kata Namja kemudian. onew mengangkat wajah, sementara member lain ikut menoleh kearah mereka.

“benarkah?” tanya Onew agak kaget.

“Ya, tanganku begitu sakit untuk sekedar memegang sendok..” jawab Namja pelan. Taemin merapat kearah mereka.

“Kenapa kau tak bilang? Kalau seandainya Minho tidak mengusulkan membuat semua ini kau mau bagaimana? Lagipula bukankah aku sudah menawarkan bantuanku? Kenapa kau menolaknya?” tanya Onew kemudian pada Namja.

“Yang mengusulkan membuat ini Cheonsa?” tanya Namja cepat keluar dari topik pembicaraan. Minho hanya mengangkat alis, cuek, lantas kembali pura2 sibuk membumbui.

“Dasar bodoh, kau ini, benar2…” Namja kaget ketika tiba2 Taemin menyentil pelipisnya. “Kau kira kau sehebat apa sampai bisa kuat tanpa makan. Dasar…” Taemin mengomel pada Namja. Namja tanpa memegangi pelipisnya karena sentilan Taemin.

“Aku hanya tak ingin merepotkan lagi…”

“Ckckck, gadis ini, benar2 kau fikir dengan menahannya juga tidak menyusahkan? Bagaimana kalau kau sampai sakit huh? Yg susah siapa juga? Tentu kami…” kata Taemin lagi. Sementara member lainnya hanya memperhatikan saja keduanya.

“Maaf…” kata Namja kemudian.

“Inilah alasannya aku marah, kau selalu merasa bisa melakukan semuanya tapi pada akhirnya malah merepotkan lagi…” kata Minho datar dan tak menoleh sedikitpun. Namja terdiam mendengar ucapan Minho, ia tampak menundukkan kepalanya. Onew cepat2 angkat bicara.

“Ya sudah, jangan dibahas lagi yg penting kita semua sudah tahu jadi bisa mencari jalan keluarnya. Tidak usah diperpanjang lagi…” kata Onew meredam suasananya.

“Tapi ini menyebalkan hyung…” kata Taemin kemudian.

“Taemin!” Taemin mengalihkan pandangannya menuju Key yg ikut bersuara. Key menggeleng kepada Taemin dan memintanya untuk tidak bersikeras dan memberi kode sambil melirik kearah Namja yg terdiam. Taemin menghela nafas, lalu beranjak kearah Jonghyun lagi.

“Jangan mengatakan hal begitu lagi. Nanti Minho emosi lagi, dan nanti semuanya tidak baik lagi. Kau tahu sendirikan Namja begitu labil…” Jonghyun berbisik kearah Taemin. Taemin manyun mendengarnya.

“Tapi tidak bisa seperti itu juga hyung…” balas Taemin.

“Sudahlah…” Jonghyun kembali bersuara.

Onew menatap Namja yg masih menunduk dan terdiam itu setelah mendengar perbincangan Taemin dan Jonghyun.

“Ya sudah ya sudah jangan dibahas lagi, tidak ada gunanya. Sekarang lanjut bekerja saja…”kata Onew menengahi kembali. Semuanya menurut, mereka tampak kembali menyibukkan diri mereka. Onew melirik Namja yg masih diam.

“Untukmu Namja, jangan pernah melakukan itu lagi. Kalau kau kesulitan sebaiknya kau minta bantuan pada kami agar masalahnya tidak semakin banyak lagi…” kata Onew lagi pada Namja. Namja mengangkat wajahnya, lalu menatap Onew.

“Aku minta maaf, tak akan aku ulangi…” kata Namja kemudian. Namja kemudian mengalihkan pandangannya menuju Minho yg masih sibuk disana. Apa marah lagi?

“Namja…” Namja mengalihkan pandangannya menuju Onew yg lagi memanggilnya sambil kembali mengulurkan tangannya yg berisi Kimchi yg sudah dibumbui. “Harus banyak makan supaya tidak sakit..” kata Onew kemudian. Namja mengangguk, ia kembali memakan Kimchi dari tangan Onew. Sementara Minho mulai mengangkat wajahnya dan memperhatikan kembali mereka berdua.

[]

“Namja bagaimana dengan pakaian ini? cocok untukku tidak?”

Seperti biasanya, semenjak tahu selera fashion Namja. Namja menjadi teman key untuk berkonsultasi masalah fashion. Ia sering mengajak Namja melihat-lihat majalah fashion untuk ditanyai pendapat.

“Bagus, tapi aku rasa Jonghyun oppa lebih pantas memakainya?” kata Namja kemudian. jonghyun yg sibuk dengan ponselnya mengangkat wajahnya.

“Benarkah? Kenapa?” tanya Key.

“Karena kalian berlima memiliki keunikan sendiri dalam hal fashion. Pakaian seperti ini akan lebih cocok untuk Jonghyun hyung yg dadanya lebih bidang…” kata Namja.

“Maksdumu? Dadaku tidak bidang? Lalu?” dengan cepat Key menyela. Member lainnya tertawa.

“bukan begitu, maksudku adalah…”

Ring Ding Dong Ring Ding Dong Ring…

Namja menghentikan ucapannya ketika terdengar bunyi ponsel dari member yg berada tak jauh dari mereka. Onew dengan cepat meraih ponselnya, ia mengangkat alisnya setelah melihat layar ponselnya lantas bangkit dan beranjak.

“Jadi apa maksudmu tadi??” tanya Key pada Namja.

[]

Onew mengantongi ponselnya, lantas berjalan kembali keruang tengah untuk bergabung bersama member lainnya yg tampak heboh di ruang tengah. Onew tersenyum melihat mereka, apalagi melihat keceriaan Namja ditengah mereka.

“Semuanya dengarkan!” semua member serta Namja menghentikan kehebohan mereka ketika Onew berseru setelah selesai menelfon. Onew tersenyum, ia menatap Namja.

“Namja, besok ikut aku…” kata Onew pada Namja.

“Ikut kemana?” tanya Namja heran. Onew tersenyum.

“Kita akan pergi kedokter untuk menanyai keadaanmu besok. Aku sudah berhasil mendapatkan kesediaan dokter yg akan membantumu…” kata Onew kemudian. semua member langsung tersenyum mendengarnya, Namja juga tampak tersenyum berbinar.

“Benarkah?”

“Ya, begitulah…” kata Onew kemudian. Namja tampak begitu senang, ia dengan cepat menghampiri Onew. Lalu memeluknya membuat Onew kaget, begitupun member lainnya.

“Ahh, aku bahagia sekali. Oppa kembali membuatku bahagia, terima kasih, benar2 sangat terima kasih…” kata Namja sambil memeluk Onew. Onew hanya tersenyum kecil melihatnya.

“Ya…”

Sementara member lainnya saling bertatapan melihat momen itu kecuali Minho yg tetap berusaha cuek sambil melihat layar televisi. Yah, Namja memang begitu kalau senang. Dulu pada dirinya juga begitu. Dulu?!

“Dia memang lebih parah dari anak kecil…” kata Key mengomel. Jonghyun hanya tersenyum.

“Ya, itu sebabnya dia begitu manis..” kata Jonghyun sambil tersenyum melihat Namja yg sudh melepaskan pelukannya pada Onew.

“Huh dasar playboy…” omel Taemin, ia mengalihkan pandangannya pada Minho. “Kasihan sekali Minho hyung, dulu ia yg selalu begitu dipeluk Namja diikuti Namja setiap hari dipanggil Cheonsa. Tapi sekarang ia seperti tak diacuhkan, aku yakin sebentar lagi Namja juga pasti akan memindahkan nama Cheonsa itu untuk Onew hyung. ahh, gadis itu sama sekali tidak sensitif…” kata Taemin sambil melirik kearah Minho dengan pandangan prihatin.

Minho yg mendengarnya segera mengambil bantal didekatnya dan melempar Taemin. “Apa yg kau katakan!” omel Minho dengan nada kesal.

[]

Suasana agak was-was diruangan itu setelah Namja diperiksa. Kini Onew dan Namja tinggal menunggu hasil menurut analisis dokter.

“Bagaimana paman?” Onew bertanya pada dokter yg merupakan pamannya itu. dokter itu tak menyahut, ia kemudian menatap keduanya dengan ragu.

“Sulit untuk menjelaskannya, hal ini benar2 terasa sulit…” kata dokter tersebut.

“Sulit? Apa maksudnya dengan sulit?” tanya Namja ikut bicara. Dokter menghela nafas, ia menatap Onew dan Namja yg tampak was-was dan menunggu itu. ia kemudian menghela nafas, dan mulai menatap keduanya yakin.

“Begini…”

[]

Krak!!

Empat member SHINee lainnya yg sedang fokus ketelivisi sontak mengalihkan pandangan mereka pada pintu utama yg terdengar terbuka. Dari luar tampak Namja masuk dengan terburu-buru.

“Namja, kau sudah pu…”

Jonghyun tak melanjutkan kata2nya ketika Namja menyelonong masuk begitu saja. Lantas tanpa memperdulikan mereka berempat, ia berjalan menaiki tangga dengan sangat terburu-buru. Suara pintu ditutup paksapun terdengar.

“Kenapa dia begitu?” tanya Taemin heran.

Keempat pemuda itu mengalihkan pandangan mereka kearah luar kembali melihat Onew datang dengan wajah serius dan juga terburu-buru.

“Mana Namja?” tanya Onew pada mereka.

“Dia kekamarnya. Sebenarnya ada apa hyung?” tanya Key pada Onew. Onew tak menyahut, ia menghela nafas berat dan seperti berfikir.

“Kita biarkan dia tenang dulu, kasihan dia masalahnya berat sekali.” Kata Onew kemudian.

“Masalah apa lagi? Apa yg dikatakan dokter?” tanya Minho. Onew tak menyahut, tampak berfikir, lantas berjalan kearah sofa. Member lain mengikutinya.

“Aku tidak tahu harus mulai darimana. Dan aku tidak tahu juga bagaimana harus menjelaskan pada kalian yg pasti aku rasa masalah ini berbuntut terlalu panjang…” kata Onew kemudian.

“Berbuntut terlalu panjang?” Jonghyun sama sekali tidak mengerti.

“Mau bagaimana menjelaskannya, masalahnya ini juga menyangkut nama kita. Kita harus fikirkan, bagaimana menyelesaikan ini semua…” kata Onew kemudian. “Ada kemungkinan Namja mungkin tidak akan pernah mengingat masa lalunya…” kata Onew kemudian.

“Apa?” member lainnya serentak kaget.

“Dokter telah memeriksa keadaannya, bahkan sudah mendapatkan data dari rumah sakit di Jeju dimana kau menghantarkannya dulu Minho. Menurut dokter disana, Namja lupa ingatan bukan karena kecelakaan atau alami, tapi mereka menemukan indikasi kalau sebelumnya Namja telah mengkomsumsi obat untuk membuatnya lupa ingatan. Bahkan menurut mereka, seseorang dimasa lalunya sengaja melakukan ini padanya untuk membuatnya lupa ingatan, gila, atau mungkin membunuhnya karena jumlah yg dikomsumsi sangat banyak dan sangat berpengaruh fatal pada otaknya..” kata Onew kemudian.

“Mereka juga katakan bahwa sebenarnya Namja adalah tipe yg kuat bahwa ia tak terlalu mendapatkan akibat yg fatal setelah meminum obat ini selain dia yg bertingkah sedikit kekanakan. Padahal menurut mereka, bisa saja Namja gila atau mungkin mati karena pengaruh obat ini. tapi, sepertinya Namja adalah tipe yg kuat hingga ia bisa melewati ini semua. Namun yg menjadi masalahnya sekarang adalah cara untuk membuatnya mengingat kembali masa lalunya yg terhapus total. Menurut mereka, tak ada tindakan medis yg bisa dilakukan untuk membantunya mengingat semuanya. Yg bisa dilakukan adalah usaha orang terdekatnya untuk membantunya kembali mengingat semuanya. Tapi seperti yg kalian tahu, kita sama sekali tidak tahu apa2…” kata Onew pada mereka.

“astaga..” Key bergumam.

“Itulah sebabnya ia kini benar2 merasa sedih bingung dan mungkin semuanya. Ia mungkin tak punya harapan untuk bisa kembali mengingat dirinya yg dulu…” kata Onew menambahkan lagi.

“Kasihan sekali dia, tahu begini aku menyesal sekali memarahinya…” kata Taemin kemudian. member lain tak menyahut, mereka sibuk dengan fikiran mereka masing2 yg semuanya tentang Namja. Minho mengangkat wajahnya, dan melihat kearah atas kearah pintu yg tertutup rapat.

[]

Namja mengangkat wajahnya setelah lelah menangis semalaman. Ia mengangkat wajahnya, melihat sekitarnya yg benar2 sudah gelap sama sekali. Ia terisak kembali mengingat kesedihan yg dari tadi ia tangisi. Namja melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Berarti sudah berjam-jam lamanya ia dari tadi disini, menangis ditempat tidurnya. Ia dapat merasakan matanya begitu perih dan dapat dipastikan matanya sudah membengkak sekarang. Tenggorokannya juga sama terasa keringnya, ia benar2 harus mendapatkan minuman. Perlahan Namja bangkit dan berjalan keluar kamar.

Namja berjalan menyusuri jalan menuju dapur, tenggorokannya benar2 terasa kering dan rasanya ingin sekali mendapatkan minuman. Namja kemudian berjalan kearah dapur menebus kegelapan. Ketika mencapai dapur, Namja menghentikan langkahnya melihat sinar2 televisi masih menyala diruang tamu. Siapa yg masih menonton sepagi ini? namjapun kemudian melanjutkan jalannya menuju dapur yg juga melewati ruangan tengah.

Namja melihat kearah TV yg masih menyala menyiarkan siaran sepak bola. Ia melayangkan pandangannya menuju sofa dimana Minho tampak sudah tertidur di sofa dengan posisi tidak nyaman. Dengan perlahan Namja mendekati Minho.

Namja menyelimuti Minho dengan selimut yg ada didekat sana. Lantas setelah itu ia menatap wajah Minho yg terlelap dan ia kembali menunjukkan wajah yg sedih.

“Cheonsa, apa yg harus aku lakukan saat ini? aku tidak tahu. Kau bilang, kau hanya akan mau bertanggung jawab atas diriku sampai aku mengingat semuanya. Namun bagaimana ini? aku bahkan mungkin tidak akan mungkin mengingatnya lagi. Aku mungkin akan seperti ini selamanya, lantas bagaimana? Aku tak mungkin selalu membebanimu tapi aku benar2 tak bisa melakukan apapun tanpamu. Karena kau tahu, aku hanya ingin menjadi fansmu…” namja menghapus air matanya sambil berbicara pada Minho yg tertidur dengan suara yg pelan. Ia tak ingin mengangganggu Minho, tapi ia benar2 ingin mengatakan hal ini.

“Aku sedih karena kau selalu menolakku menjadi fansmu. Padahal aku ingin selalu mengikutimu kemanapun itu. tapi aku sedih karena kau selalu merasa terganggu oleh aku…” kata Namja sambil menatap Minho. Namja menatap Minho sekali lagi dengan wajah muram, air matanya jatuh kembali. Ia kemudian memutuskan untuk pergi darisana sebelum Minho terganggu oleh kehadirannya. Namun baru saja berbalik, Minho memegang tangannya. Namja berbalik, menatap Minho yg sudah tampak membuka mata.

“Cheonsa…”

Minho tak menyahut, ia segera bangkit dan duduk disofa. “Duduklah, ada banyak hal yg ingin aku bicarakan denganmu…” perintah Minho pada Namja. Namja tampak berfikir, menatap wajah Minho lalu menghapus air matanya. “Duduk atau aku marah lagi…” Namja mengangkat wajahnya ketika Minho mulai terdengar mengancam lagi. Namja menghela nafas, menghapus air mata, lantas duduk disisi Minho dengan ragu dan takut. Ya, Namja sangat takut Minho marah setelah malam itu.

Minho terdiam, menatap Namja yg menunduk tak mau menatapnya itu. minho menghela nafas “Aku tahu kau sedang sedih. Tapi, kau tak boleh semakin larut seperti ini. hidupmu harus terus berjalan..” kata Minho kemudian. Namja mengangkat wajahnya, menatap Minho yg masih serius itu. “Namja-ah, jangan putus asa, kita masih akan mencari jalan keluar untuk ini..” Minho kembali bersuara dengan pelan kearah Namja. Namja mengangkat wajahnya menatap Minho.

“Tapi semuanya bahkan sudah tak mungkin lagi Cheonsa. Tak ada jalan, sampai kapanpun aku tidak akan mengingatnya..” kata Namja sesegukkan.

“Tidak, kita baru mencoba satu cara yg gagal. Kita hanya perlu memakai cara lainnya, siapa tahu berhasil..”

“Dengan apa? Harapannya kecil sekali…”

“Setidaknya masih ada harapan bukan daripada tidak sama sekali? Namja, kau lupa kalungmu yg merupakan satu2nya identitasmu masih berada ditanganku? kita bisa gunakan itu… kita bisa melacak keluargamu…”kata Minho. Namja mengangkat wajahnya menatap Minho.

“Tapi Cheonsa…”

“Tidak ada tapi, kau bilang kau itu fansku. Seorang fans harus mengikuti ucapan idolanya, itulah peraturannya. Jadi jangan lagi menangis, kita akan melewati ini dan mencari jalan lainnya…” kata Minho kemudian. namja tak menyahut, ia menghapus air matanya dan menatap Minho.

“Jadi Cheonsa tidak marah padaku? Aku kira cheonsa benar2 marah dan tak peduli lagi padaku… “ kata Namja kemudian. minho menatapanya sekali lagi.

“Huh? Marah? Tidak, aku sama sekali tidak marah…” sahut Minho agak kaget dengan pertanyaan Namja itu. minho menatap wajah sedih dan muram itu. Minho lebih kaget ketika Namja memeluknya tiba2. Hal itu membuat darah Minho tiba2 menjadi berhenti mengalir.

“Aku takut sekali kita Cheonsa tidak lagi peduli. Aku benar2 tak ingin Cheonsa marah dan tak peduli padaku. Aku benar2 takut karena itu… Cheonsa adalah angelku, aku tak ingin Cheonsa benci dan tak peduli lagi padaku. Aku benar takut Cheonsa begitu…” kata Namja benar terdengar begitu sedih dan tak bergairah. Ia mempererat dekapannya pada Minho. “Aku menyayangi Cheonsa…”

Minho menelan ludah sedikit susah payah karena ucapan terakhir itu. ia merasakan sekali detak jantungnya sekarang. Ia menurunkan pandangannya, menatap Namja yg tampak mulai merasa nyaman dipelukannya. Minho mencoba menghela nafas beberapa kali, kenapa ia tiba2 begitu sulit bernafas ketika bersama Namja? Dan kenapa badannya terasa panas sekali setelah malam ini Namja memeluknya ditengah kegelapan dan sinar TV yg berkelap-kelip.

[TBC]

Karena permintaan beberapa reader setia untuk tidak memprotect FF disini. saya akhirnya tidak jadi memprotect FF yg ada disini, baikkan saya hehehe. semoga semuanya senang dan selnjutanya mau komen…🙂

Komennya ditunggu reader, Ratenya juga ^^

Gomawo :))

23 Comments Add yours

  1. Anna mengatakan:

    Hehehe iyaa deeeeh baiikk skliiii🙂
    Bnr kshn ma soeun diff ini,posi2ny slu mrs srb slh,blm lg sprtny org dims laluny tdk mnghrpk khdrny haduh2 malang bner,hny brhrp smg pndrtany tdk brklnjtn&indh pd wktny jiaahh capcus,tp ttep brhrp minho jg hrs bs mrsakn bgmn rs mmbtuhkn&brsndar pd org lain,pjg amt komeny hee pkokny dtggu lnjtny n gomawo :-))

  2. Irnawatyalwi mengatakan:

    Akhrx keluar jg lnjutnx,trobti de pnasarnx,

    wah minho knpa tu… Ff yg lain d tnggu ya putri

  3. seli m (kaoru) mengatakan:

    *basa-basi dulu ah ..😀
    akhirnya ni ff keluar jga lanjutannya ^^ stelah skian lama menunggu *lebay
    ni jga slah stu ff kesukaan ku yng di buat k’putri ^^

    ceritanya DAEBAK eun ..
    ksian soeunnya T_T .. plgi pas bgian terakhinya ampe nngis qu bcanya ..
    jhat bnged yah tu orang ngasih obat plupa ke soeun😦
    ngakak jga pas adegan si minho cemburu ma Onew ..

    baik jga eun ffnya gg di protect .. hehehe😀 *nyengir kuda
    next part ditunggu eun ..
    palli palli palli .. keep fighting !!

  4. Dear dHiyah mengatakan:

    heoh , , akhir y kLuar jg ^^
    ksian so eun =( ,, pzti da hbungan y sma wnita yg d supermarket tu … *sotoy.com*

    Lanjuuuttt …

  5. Elisoniac mengatakan:

    makin seru nih,, kasihan namja… n ne aku baru tahu ada obat kayak gitu…. hhheeee….. makin penasaran, ditunggu lanjutannya chingu…

  6. kyuPAngels mengatakan:

    Salah satu ff yg paling ku nanti…..

    Daebak bener….
    Kshan soeun eonnie..😥

    sempet mata say berkaca-kaca di bagian namja ngomong sma cheonsa yg berdua itu,yg udah mau TBC…

    Lanjut!

  7. nury elf mengatakan:

    eun baik bnget deh ffnya gk di protect😀
    eun ceritanya mkin bgus ..
    duh kasian nih ma soeunnya T_T ,, tpi untung skarang dh mulai membaik ..
    eun next part di tunggu yach🙂

  8. mayaulidhasso mengatakan:

    wahh .. !!!! salah satu ff yang aku tunggu nehh .. 🙂
    penasaran ne ama part selanjutnya,
    oh iy author, ff yg laennya dilanjut jg yaa.. kan udh lamaaaaaaaa tuu kgk dipost
    sebelumnya gomawo author😀 ^^

  9. ira shawolelforever_soeunnie mengatakan:

    lanjuttttt kakak,,,
    arus cepet lo,,
    mino oppa mau ngapain ya sama unniku di part selanjutnya???
    ditunggu loooo

  10. @nya mengatakan:

    yipii ada lanjutannya jg..
    ceritanya makin seru… ^^
    kasian so eun bebannya kerasa beerratt bgt T_T
    tambah penasaran bgt ma lanjutanny sist🙂

  11. rama1406 mengatakan:

    Lama juga nunggu FF ini. Gomawo y udah kerja keras bikin lanjutannya…yg k 7 jangn lama2. ganbate (hehe kok jd jepangnis)

  12. HETY ONKEY SONEWSHINEE mengatakan:

    aku curiga sama wanita glamor yang dilihat namja saat dsupermarket,mngkn dia yg mmbrkn obat it pd namja,huftt..makin kesini konfliknya makin dalem euy..q maunua sonew tp minho jg cocok sm soeun,tp biarlah wktu yg mnjwb..siapa yg akn mndptkn ht eunniq

  13. ellis mengatakan:

    smoga lnutan ff ni ma minho opa…he..he..sok tau….
    bagus author….
    d tunggu ff selanjutnya yea……& next part a….

  14. imi mengatakan:

    baiiiikkk banget….
    apalagi kalo next partnya dipost lebih cepat….hehe

  15. sesy mengatakan:

    huhhh seruuu bangetttt truss lanjutiinnnn yaa aku jadii penasaraaan kykk gimanaaaaa ceritanyaaa nantiiii semanagttt buattttt putriii teruss yaaa lanjuttin sampaaaiii endinggg dehhhh ok

  16. geill mengatakan:

    seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    jadi kutunggu lanjutannya ampe ending, okkkkkkkkkkk

  17. kim sohyun mengatakan:

    pling suka part ini…..
    so sweeeeeeetttttttt

  18. tanti no kawai mengatakan:

    ˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚ siapa yah Ϋά̲̣̥ηġ mau nyelakaen Sso eunni????
    Apa ªԃª hubungan ηγά̲̣̥ dengan wanita berbaju hitam itu?????
    Huaaa…. Makin penasaran….
    Lanjutttttt .͡▹​

  19. luthfiangelsso mengatakan:

    author emang baaaaaaaaiiiiiiiiikkkkk bgt 🙂
    minho’a udah mulai suka ya sama soeun, berharap bgt ending’a soeun sama minho ya author !
    please,,,,,,

  20. Qazz mengatakan:

    Siapa,ya wanita itu..??
    Kenapa namja sangat takut padanya.??
    Apa wanita itu ada hubungannya dengan amnesianya namja…?
    Makin penasaran,nih…!!
    Kayaknya Min Ho dah mulai suka sama namja..*ciee…😉
    Lanjut lanjut…!!😀

  21. senrumi mengatakan:

    Ada ya orang yg tega melakukan itu kasaihan sso jd menderita

  22. lavender mengatakan:

    Ini ff keren bnget pkonya

  23. Rani Annisarura mengatakan:

    untung aja ff-nya nggak jadi di protect🙂
    Kalau iya kan nggak bisa baca ff-nya.

    Siapa sih yang berani-berani ngasih obat pelupa ke so eun???
    Kasihan kan dia jadi nggak inget apa-apa…..

    Kenapa nih minho???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s