~ A Debut Project Part1~


Tittle: A Debut Project

Author: PrincessClouds aka Putri Andina

Type: Sequel and Part

Genre: Friendship, Romantic, Comedy, Family

Main Cast: Kim Soeun & Lee Jinki ( Onew)

Other Cast:  Lee Taemin, Kim Jonghyun, Choi Minho, Kim Kibum (Key), Victoria Song(Kim Kiani *Nama buatan*), Choi Jinri (Sulli), Jung SooJung (Krystal), Amber Stephanie Liu, Park SunYoung (Luna), Kangta, Boa, Pop’in Joonhyun and other.

Annyeong all, aku kembali membawa FF baru nih, disela-sela kesibukan blajar aku mereflekskan fikiran kesini ehehe. Ini adalah jawaban atas permintaan para Sonew Lovers yg minta dibikin FF dengan pairing mereka. Maaf ya, dipenuhinnya lama, karena sulit bgt dapat idenya. Tapi akhirnya aku dapat menemukan jawabannya, dan inilah gambaran awalnya. Oiya, banyak cast yg seakan-akan terlihat semi and sub couple disini tapi sebenernya FF ini lebih kuat kepada genre persahabatan jadi jangan dulu menyangka mereka semua akan aku pasangin semuanya, kecuali SoNew tentunya. Kita lihat aja perkembangannya nanti. Semoga suka yah, begitupun reader lain. Selamat membaca^^

“Minatku sama sekali bukan disana. Bakatku adalah bermain ski, aku sama sekali tidak tertarik dengan hal ini…”

“Noona, tunggu aku!” seorang gadis berdecak cepat ketika seorang pemuda yg terlihat lebih muda darinya tiba2 berseru padanya. gadis yg menyandang sebuah ransel ditangannya itu berbalik dan menatap kearah pemuda yg sudah berlari kecil kearahnya.

“Apa lagi sekarang? Aku sedang tidak ingin melakukan apapun Taemin…” kata gadis itu sedikit mengomel. Namun anak laki2 yg dipanggil Taemin itu sama sekali tidak mendengarkannya dan tetap mendekat.

“Aku ingin ikut Noona. Soeun noona mau kemana?” tanya Taemin pada gadis itu. Soeun berdecak, geleng2 lantas berbalik.

“Aku sedang tidak berniat melakukan apapun. Aku sedang kesal, jadi jangan bertanya aku kemana karena aku tidak tahu..” kata Soeun sambil terus berjalan. Taemin terus mengikutinya dan mendampinginya.

“Kesal mengenai apa? Apa kau bertengkar lagi dengan Victoria Noona? Daritadi, kau selalu terlihat bosan..” kata Taemin terdengar polos.

“Jangan bertanya lagi, aku sedang tak ingin membahasnya. Sekarang, kau pulang saja sendiri. Aku mau bermain-main dulu…” kata Soeun sambil berjalan duluan meninggalkan Taemin. Taemin termangu melihat kepergian Soeun.

“Baiklah, hati2 dijalan ya Noona!” teriak Taemin kemudian.

“Ya..” sahut soeun tanpa menoleh kebelakang.

“Jangan pulang terlalu malam dan jangan melamun dijalan..” Taemin kembali berseru pada gadis itu.

“Ya..” Soeun masih menyahut tanpa menoleh sama sekali.

“Jangan marah terlalu lama pada Victoria Noona…”

“Iyaaa, pulanglah!”

“Noona, aku menyukaimu apa kau mau menjadi pacarku?”

“Apa?” Soeun yg daritadi tidak terlalu mengacuhkan Taemin segera berbalik pada Taemin yg sudah senyum2 sendiri.

“Aku fikir, karena daritadi Noona selalu mengatakan kata Iya aku fikir kau juga akan mengatakan kata Iya ketika aku menanyai itu hhaha!!” katanya tertawa puas dan senang. Soeun berdecak.

“Aish, dasar bocah ini!” Taemin yg daritadi berdiri disana langsung lari menghindari lemparan ransel Soeun. Taemin kemudian tertawa puas setelah berhasil menjauh. Soeun hanya menatapi sedikit kesal.

[]

Soeun memasuki sebuah Kafe sendirian. Soeun berjalan menuju tempat duduk yg berada paling sudut. Soeun kemudian duduk disana dan meletakkan semua barang yg dibawanya disana. Soeun duduk menghadap jalan raya yg ramai melalui kaca bening didepannya.

Nananana…

Soeun dengan cepat mengalihkan pandangannya menuju layar televisi yg berada di dalam kafe tersebut ketika mendengar sebuah suara yg familiar baginya belakangan ini. hal yang sama juga dilakukan oleh pengunjung kafe lainnya.

“Itu Victoria Song, Wah… betapa hebatnya ia dengan album barunya. Dia terlihat begitu keren sekali dimataku. Benar2 keren…” Soeun mengalihkan pandangannya menuju dua orang pemuda yg duduk disampingnya.

“Apa yang kurang dari seorang Victoria Song? Dia cantik, menarik, suaranya bagus, dan kepandaian menarinya tidak dapat diragukan. Dia adalah mutiara yg paling bersinar sekarang ini…” Soeun terus mendengarkan pendapat kedua orang itu. Ia tak menyadari kalau seorang pelayan kafe telah berdiri dihadapannya. Pelayan itu tersenyum, melihat Soeun yg tampak sangat mendengarkan pendapat kedua orang itu terhadap Victoria.

“Ya, Victoria memang menarik..” soeun mengalihkan pandangannya menuju pelayan yg ikut bersuara. “Dia memang terlahir dengan bakat yg luar biasa…” katanya lagi. Soeun berpaling, menatap pelayan didepannya dengan sedikit kesal.

“Apa aku pernah meminta pendapatmu?” katanya terdengar kesal membuat pelayan itu sedikit kaget.

“Oops, maaf, aku tidak bermaksud menyinggungmu. kalau nyatanya kau adalah seorang antis..” katanya. Soeun semakin menatap sinis pelayan itu, ia sempat melihat tulisan Lee Jinki dari papan namanya.

“Tidak, aku juga tidak antis. Kenapa kau sampai sok tahu begitu…” sambar Soeun cepat dan dengan masih dengan wajah yg kesal. Wajah pelayan itu tampak semakin berubah.

“Oops maaf, aku mungkin telah kembali salah bicara. Maaf, seharusnya aku memang tidak pernah mengatakan apapun. Baiklah, mungkin kita bisa melupakannya dengan memesan saja nona…” katanya sambil memberi penghormatan lantas segera membuka lembar selanjutnya dibuku kecil yg dibawanya. Soeun hanya menatap malas.

“Aku sudah tidak nafsu makan lagi sekarang. Tidak usah saja, aku mau pulang…” Soeun bersuara kembali sambil bangkit dari tempat duduknya dan menarik tas ranselnya. Pelayan itu hanya menatapnya agak sedikit kaget.

“Benar2 sangat maaf nona kalau anda tersinggung dengan ucapanku yg tadi. Aku sama sekali tak bermaksud. Duduklah kembali nona dan nyamanlah ditempat kami ini. Kami akan membuat anda senyaman mungkin…” kata pelayan itu masih berusaha menahan kepergian Soeun. Soeun menatapnya masih dengan kesal.

“Sayangnya aku sudah tidak mau, kau tidak dengar? Sudahlah, minggirlah biarkan aku untuk pergi. Jangan menghalangiku lagi. Minggirlah!!” kata Soeun kemudian. pelayan itu berdecak sambil menatapnya, lantas ia segera sedikit minggir memberi jalan Soeun dengan wajah yg sedikit kesal. “Wae? Kenapa kau menatapku begitu? Aku tidak suka ditatap begitu!” kata Soeun lagi kepada pelayan itu membuat pelayan itu kian bertambah kesal. Ia mengalihkan pandangannya menuju pengunjung kafe yg sudah melihat kearah mereka.

“Kalau kau tidak suka lantas bagaimana? Kau fikir aku suka kau mengomel tidak jelas kepadaku seperti itu?” kali ini pelayan itu mulai terpancing dan mulai meladeni Soeun. Soeun tertawa sinis mendengar pelayan itu mulai berbicara seperti itu.

“Oh, kau marah sekarang. Apa kau tidak sadar? Mana boleh pelayan mengatakan hal seperti ini pada tamu mereka? Apa kau tidak pernah tahu itu?” Soeun  masih meladeninya. Pelayan itu semakin kesal dengan ucapan Soeun. Soeun berjalan hendak melewati pelayan itu, tapi langkahnya terhenti ketika pelayan itu memegang pangkal lengannya. Soeun menatap sedikit tajam pemuda yg menatapnya tak kalah tajam itu.

“Aku sangat tidak suka orang lain merendahkanku. Pergilah setelah minta maaf padaku…” kata pelayan itu pada Soeun. Soeun menatapnya, lantas kemudian tersenyum kecil.

“Kalau aku tidak mau, kau mau apa?” tanya Soeun menantang. Pelayan itu semakin kesal.

“Kau ini wanita yg seperti apa? Bagaimana mungkin kau bersikap seperti ini? sekarang, mau tidak mau kau harus minta maaf..” kata pelayan itu sambil memegang pergelangan tangan Soeun erat. Merasa sedikit kesakitan, Soeun berusaha melepaskan pegangan pelayan itu padanya.

“Sudah aku bilang aku tidak mau. Lepasakan aku! sakiitt tahu!!” kata Soeun sambil berusaha melepaskan tangannya dari pelayan tersebut.

“Tidak akan aku lepaskan. Minta maaf dulu padaku!”

“Tidak mau!”

Keduanya tetap berdebat tidak memperdulikan orang2 disekitarnya. Para pengunjungpun semuanya menyaksikan perdebatan antara keduanya itu. sadar suasana itu sangat tidak baik untuk kafe mereka, tiba2 salah seorang pelayan lainnya ikut mendekati keduanya dan memegangi tangan temannya itu.

“Jangan lanjutkan Onew, kau bisa dipecat. Pemilik kafe sedang ada ditempat. Sebaiknya kau melepaskan dia sebelum ia menyadarinya dan memecatmu..” kata temannya memberi saran pada pelayan itu. pelayan itu melirik temannya sekilas masih dengan ekspresi kesal, lantas mengalihkan kembali pandangannya menuju gadis dihadapannya. Setelah beberapa saat, ia melepaskan pegangannya dengan sedikit kasar.

“Pergilah, aku sangat tidak suka berdebat dengan wanita!” katanya kemudian dengan menatap wajah Soeun masih tajam. Soeun memegang pergelangan tangannya, lantas balas menatap pemuda itu tak kalah tajam.

“Apa urusanmu kalau aku wanita? Apa hebatnya orang2 dari kaum kalian?” Soeun sempat membalas sengit sambil meninggalkan tempat itu dan pelayan yg masih emosi itu.

“Hya Kau!” pelayan itu masih sempat bersru kesal pada Soeun yg mulai meninggalkan kafe itu. ia mengikuti gadis yg terlihat begitu cuek dan kesal itu meninggalkan tempat itu sampai hilang sama sekali. Ia segera menghela nafas, memperhatikan sekelilingnya dimana para tamu masih memperhatikannya. Ia tersadar, lantas membungkukkan badan. “Mohon maaf atas ketidak nyamanan anda…” katanya tulus.

[]

Pelayan itu melepas topi dan seragam kerjanya dengan begitu kesal. Lantas setelah itu melemparkannya begitu saja kesekitar sana. Teman yg memperhatikannya, hanya dapat geleng2 kepala.

“Sekarang bagaimana? Baru dua minggu disini, kau sudah dipecat lagi..” kata temannya pada pemuda itu.

“Mau bagaimana lagi? Kalau memang harusnya begitu mau bagaimana?” kata pemuda itu santai sambil memakai pakaiannya sendiri.

“semuanya juga karena kecerobohanmu. Sudah tahu pelanggan itu tidak semuanya baik. Kau malah meladeni pelanggan yg tadi..” kata temannya itu. pemuda itu hanya menjawab dengan senyuman kecil.

“Aku akui aku begitu kesal tadi. Kau tahu kenapa? Gadis itu marah2 tidak jelas padaku ketika aku datang kemejanya . disaat itu, aku lihat dia mendengarkan orang2 didekat mejanya yg sedang membicarakan Victoria Song. Karena demi keramahan aku mencoba ikut memancingnya untuk membicarakan Victoria. Tapi tiba2 saja ia malah langsung marah padaku…” kata pemuda itu menceritakan pengalamannya dengan wajah yg begitu serius. Temannya langsung tertawa mendengar ucapan Onew.

“Tapi tidak seharusnya kau langsung emosi seperti tadi. Para tamu langsung bingung melihatmu..” kata temannya.

“Ahh, aku bahkan sudah tidak peduli lagi dengan mereka. Yang pasti gadis itu harus diberi sedikit pelajaran karena bersikap seperti itu didepan umum. Aku juga sudah siap menerima resiko apapun sejak aku meladeninya. Jadi aku sama sekali tidak terkejut dengan ini…” kata pemuda itu sambil tersenyum santai. Temannya hanya balas tersenyum sambil menggeleng.

“Ya, aku tahu ini adalah makananmu Onew. Kau selalu hobi keluar masuk pekerjaan. Pekerjaan mudah kau dapatkan, lantas dengan mudah juga kau lepaskan. Ckckck. Ya sudah, apa rencanamu selanjutnya…” tanya temannya itu. pemuda itu tersenyum kecil, lantas mengambil sesuatu dari tasnya. Temannya menatap penasaran.

“Apa itu?” tanya temannya antusias. Pemuda yg dipanggil Onew itu tersenyum, lantas mengulurkan selebaran itu pada temannya. Dengan penasaran temannya itu meraih kemudian membaca selebaran tersebut.

[]

“Audisi SM Entertaiment 2011?’” Soeun membaca kertas yg diulurkan kakaknya Victoria kepadanya. ia lantas membaca selebaran itu.

“Begitulah, kau bisa mengikutinya bukan Sso? Kau berpeluang ku kira, audisi ini diadakan terbatas untuk dua ratus orang dan hanya meloloskan bebarapa orang yg akan dilatih secara khusus nantinya. Menurut yg kudengar, mereka akan membentuk sebuah Group yg terdiri dari girls and Boys. Mereka dilatih untuk menarik pasar asia…” Victoria menjawabnya sambil tersenyum kearah adik perempuannya. Soeun mengangkat wajahnya, lantas menatap kakaknya.

“Aku tidak mau!” kata Soeun cepat sambil meletakkan selebaran itu diatas meja. Victoria sedikit kaget dengan reaksi adiknya.

“Ya Wae? Bukankah kau mempunyai bakat? Kenapa tidak mau?” tanya Victoria.

“Aku tidak mau, aku sama sekali tidak tertarik!” Soeun menjawab cuek sambil duduk disofa. Victoria yg masih tak mengerti mengikuti adiknya untuk duduk.

“Tidak tertarik bagaimana? Kau tidak lihat betapa menyenangkannya terkenal seperti aku?” tanya Victoria pada Soeun.

“Tapi aku tidak tertarik sepertimu. Aku tidak suka dengan cara hidupmu, jujur saja. Lagipula minatku adalah olahraga ski bukan menari seperti itu..” sahut Soeun cuek sambil melihat kelayar televisi.

“Tapi aku tahu kau juga berbakat. Lagipula apa yg kau harapkan dari olahraga membahayakan seperti itu. akan lebih baik kau mencari sesuatu yg pasti seperti ini. lagipula, walau nantinya kau terkenal kau masih bisa main ski..” kata Victoria.

“Tapi tetap aku tidak tertarik. Aku benar2 tidak mau sepertimu. Terlalu sibuk bahkan melupakan kewajibanmu..” kata Soeun kemudian.

“Kewajiban apanya?” tanya Victoria.

“Tentu saja banyak. Kau bahkan sekarang terlalu sering keluar rumah dan membuat aku tinggal sendirian dirumah. Yg lebih penting, kau bahkan melupakan niat ziarah kita kemakam ayah dan ibu..”

“Ck, astaga Soeun. kita sudah pernah membahas ini. saat itu aku harus melakukan SM Town Concert di Jepang itu sebabnya aku tidak bisa. Aku juga pasti akan melakukannya cepat atau lambat..” kata Victoria.

“Tapi tetap saja itu artinya kau lebih mengutamakan kariermu daripada keluargamu. Aku paling tidak suka hal itu, kau tahu dari dulunya begitu…” kata Soeun cepat. Victoria menghela nafas mendengar kata2 adiknya itu.

“Aku tahu, maaf, aku berjanji sesegera mungkin akan melakukannya. Tapi Soeun, kau tetap tak boleh melewati kesempatan ini. kau tahukan, ayah sangat menginginkan kita berdua sukses menjadi penyanyi seperti dia?” kata Victoria berusaha bijak. Soeun terdiam, berfikir dengan wajah yg masih sedikit kesal. Ia mengangguk.

“Ya, aku akan melakukannya demi ayah. Tapi aku hanya mencobanya sekali, kalau aku gagal maka kau tidak boleh memaksaku lagi Kiani eonnie..” kata Soeun pada Victoria. Victoria berfikir, lantas kemudian mengangguk.

“Ya, kita sepakat akan itu..” kata Victoria menyanggupinya.

[]

“Apa? Noona akan ikut audisi SM?” Taemin dengan cepat tidak percaya mendengar perkataan Soeun. Soeun menyahut cepat.

“Begitulah..” Soeun menyahut setengah cuek. Taemin terdiam, menatap selebaran ditangannya lantas mengalihkan pandangannya menuju Soeun yg tampak sibuk meminum air soda.

“Baiklah, kalau begitu aku juga ikut..”kata Taemin kemudian. Soeun segera mengalihkan pandangannya kepada Taemin.

“Kau juga akan ikut?”

“Ya, seperti janjiku pada Noona. Kemanapun itu, aku akan terus mengikuti Noona karena aku ini kekasih Noona. Noona main ski, aku juga main ski. Noona menjadi penyanyi, maka aku juga akan jadi penyanyi…” kata Taemin kemudian. Soeun berdecak.

“Ck, sudah ku bilang berhentilah mengatakan aku kekasihmu. Enak saja mengakui aku kekasihmu. Kapan kita pacaran? Kau mau ikut? Memangnya, kau bisa bernyanyi atau menari?” tanya Soeun. taemin dengan cepat menepuk dada dengan bangga.

“Tentu saja, serahkan saja padaku..” katanya. Soeun hanya mendengarkan ucapan Taemin itu, lalu mulai mengangguk.

“Baiklah, terserah kau..” kata Soeun sambil kembali meminum minumannya.

[]

Gedung yg tergolong mewah itu hari ini terlihat begitu ramai. Hari ini ratusan manusia memadati Gedung yg terletak dipusat kota seoul itu.

Onew, pemuda yg sebelumnya menjadi pelayan sebuah kafe itu tampak baru saja datang. Ia membuka helmnya, lantas mengarahkan pandangannya menuju gedung yg didominasi oleh warna putih itu. ia mengedarkan pandangannya menuju poster2 dalam ukuran ekstra Jumbo yg terpajang diatas sana. Sederet nama terkenal ada disana. Dimulai dari DBSK, Super Junior, SNSD, dan Victoria Song semuanya terpampang dengan begitu jelas disana. Pemuda bernama Onew itu tersenyum kecil, lantas mulai turun dari motornya lantas berjalan memasuki gedung yg semakin dipadati itu.

“Noona tunggu aku!” Soeun berdecak, lantas berbalik menatap Taemin yg tampak baru saja keluar dari mobil. Ia tampak masih memasang salah satu kancing bajunya lantas berusaha mengejar Soeun.

“Ck, kau ini ribet sekali. Ayolah, jangan berlama-lama..” omel Soeun pada Taemin.

“Iya iya!” Taemin menyahut sedikit cemberut lantas kembali mengikuti soeun yg berjalan duluan.

Beberapa langkah dibelakang Soeun dan Taemin. Seorang pemuda dan seorang gadis tampak menginjakkan kaki mereka disana juga. Si gadis yg berkacamata minus, tampak mengamit erat tangan pemuda disampingnya. Diperlakukan begitu, si pemuda risih juga.

“Ayolah Krys jangan begini!” pemuda itu melepaskan pegangan gadis itu dari tangannya. Gadis itu cemberut pada pemuda disampingnya.

“Tapi Minho oppa, aku tidak mau masuk. Benar2 tidak mau sama sekali, kita pulang saja…” gadis itu kemudian berbalik dan berniat pergi tapi ia berhenti ketika pemuda bernama Minho itu menarik kerah baju belakangnya.

“Tapi kita sudah disini, dan mendaftarkan diri. Bagaimana mungkin tidak jadi begini?” tanya pemuda itu pada gadis itu. gadis berkacamata itu berbalik, lantas menatap Minho dengan masih cemberut. “Ayolah Krystal..” ulang Minho lagi. Gadis bernama Krystal itu masih cemberut.

“Aku tidak punya bakat sama sekali..” katanya menggembungkan kedua pipinya. “Lagipula Sicca eonnie sendiri yg mendaftarkanku. Aku takut, kalau aku gagal Sicca eonnie malu..” katanya lagi. Minho berdecak.

“Ck, kau ini. kau fikir aku juga punya bakat? Sudahlah, kita masuk saja dulu dan melewati ini. nanti Sicca Noona kecewa padamu. Lagipula sampai kapan kau akan terus tidak percaya diri begini? Ayo masuk!” Tanpa menunggu sahutan Krystal, Minho menarik Krystal kearah dalam.

Seorang gadis berambut pirang keluar dari mobil mewahnya. Ia membuka kacamata hitamnya, lantas menatap gedung itu. ia mendengus.

“Huh, apa pentingnya semua ini?” gadis itu berdecak cuek dan setengah angkuh lantas menatap pergelangan tangannya. “Okey, Luna We do it Now. Just some Moment, then we’ll go !!” gadis itu menutup pintu mobilnya kemudian berjalan masuk kearah dalam.

Sebuah bus berhenti disana. Tak lama, seorang pemuda keluar dari dalamnya sambil menyandang tas dibahunya. Ia langsung tersenyum melihat deretan poster dihadapannya.

“Wah, gedungnya besar sekali. Bahkan gedung terbesar di Mokpo tidak ada apa2nya dengan gedung ini. huh lihat itu, ada orang2 yg sering kulihat di TV. Ada Junsu Hyung, Yesung Hyung, Taeyeon Noona, dan Victoria Noona. Tinggal selangkah lagi untuk seperti mereka. Aku yakin, dalam waktu dekat gambarku juga pasti akan ada disana. Hanya tinggal menunggu saja. Baiklah dunia, berikan jalanmu untuk sang bintang baru. Kim Jonghyun..” pemuda itu tersenyum manis, lantas ikut berjalan mendekati gedung dan ikut masuk kedalamnya.

[]

Soeun bangkit dari tempat duduknya karena sudah agak jenuh menunggu. Melihat ia bangkit Taemin cepat menarik tangannya.

“Noona kau mau kemana?” tanya Taemin polos dan seperti takut ditinggal.

“Aku mau ketoilet dulu. Jangan merengek, tunggu saja disini..” sahut Soeun. taemin dengan ragu melepas pegangannya dari tangan Soeun.

“Tapi jangan lama2 ya..” kata Taemin ragu.

“Iya..” sahut Soeun lantas mulai berjalan meninggalkan Taemin yg tampak sedikit tidak senang sendiri disana.

Soeun berjalan menebus keramaian yg terjadi di gedung SM entertaiment itu. ketika ia menemukan jalan menuju toilet, ia segera menempuh jalan itu. ketika hendak memasuki toilet ia tiba2 berselisih jalan dengan seseorang. Sebuah wajah yg sepertinya tidak asing. Orang yg bertemu dengannya juga menghentikan langkahnya begitu bertemu Soeun kembali.

“Huh, Victoria Antis…” Onew tersenyum sedikit mengejek sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya. Soeun berdecak, kembali menatap sedikit tajam pada Onew.

“Huh, pelayan kafe. Kenapa harus bertemu lagi..” Soeun balas menyahut dengan nada yg tak kalah mengejek. Onew langsung tersenyum sedikit sinis mendengarnya.

“Sayangnya aku sudah bukan pelayan kafe lagi..”

“Apa? Kau dipecat?” Onew mengangkat alis mlihat ekspresi si gadis yg berubah mendengar ucapannya.

“Wow, ternyata Victoria’s Antis cukup peduli sekali. Tapi jangan merasa bersalah sedikitpun. meski ini salahmu, aku juga tidak terlalu mempermasalahkannya..”kata Onew sedikit mengejek. Soeun cepat tersadar, lantas kembali memasang wajah jutek.

“Aku juga tidak peduli sama sekali. Dan, aku juga tidak pernah merasa bersalah atas kejadian itu. jadi jangan pernah menjadikan aku alasan semua itu..” kata Soeun cuek.

“Ck, dasar gadis aneh. Tapi terserah kau, aku juga tidak peduli hal itu sama sekali..” kata Onew sambil hendak melangkah pergi.

“Tunggu!” Onew menghentikan langkahnya ketika Soeun menahan bahu kanannya. Onew menghentikan lankahnya menatap lagi gadis itu. soeun perlahan melepaskan tangannya dari bahu pemuda itu. “Tidak ada yg boleh mendahuluiku, Termasuk dalam hal berjalan. Jadi aku yg pergi duluan!”

Onew hanya terpana begitu kaget ketika gadis itu berkata demikian lantas segera kembali kearahnya tadi. Onew tertawa kecil dan masih merasa heran.

“Benar2 gadis yg langka!” kata Onew sambil menaikan tas ranselnya lebih naik kebahunya. Setelah itu, Onew kemudian lanjut berjalan kearah yg sama dengan arah Soeun pergi tadi.

[]

“Noona lama sekali, ayo duduk mumpung kosong…” Taemin segera menarik Soeun kedekatnya ketika Soeun baru saja sampai. Soeun kemudian duduk disamping Taemin. Ketika ia mengangkat wajahnya, ia bisa melihat Onew melintas didepannya. Onew melihat setengah cuek, lantas melewatinya begitu saja. Soeun akhirnya juga ikut berpaling.

Perlahan tempat itu mulai padat juga. Seorang pemuda tampak baru memasuki ruangan itu, lantas duduk disisi Soeun yg lain. Soeun yg tak sengaja bertemu pandang padanya, akhirnya ikut tersenyum melihat pemuda itu tersenyum lebih dahulu dari dirinya.

“Noona, jangan bicara dengan pemuda yg baru dikenal..” celoteh Taemin cepat. Ia kemudian memberikan pandangan sedikit tidak sukanya pada pemuda disamping Soeun. pemuda itu sepertinya mengerti, ia lantas mengalihkan pandangannya dari Soeun.

tak lama, tiba2 seorang gadis datang dengan tas yg tergolong cukup besar dan padat, ia lantas duduk disisi Taemin. Ia meletakkan tasnya itu diantara dirinya dan Taemin hingga membuat Taemin sedikit tidak nyaman. Tapi Taemin berusaha untuk tidak mengatakan apapun.

“Ah, panas sekali..” gadis itu mengipas ngipaskan tangannya di dekat Taemin hingga membuat Taemin memundurkan kepalanya untuk menghindari tangan gadis itu. “Ah, panas sekali. Make-up ku bisa berantakan karena ini..” ia tampak risih dan sibuk sendiri sambil memasukkan tangannya kedalam tasnya untuk mencari sesuatu. Ia tak juga menyadari, kalau gerakannya membuat Taemin kesal daritadi.

“Aduh, mana sih kacanya…” gadis itu tetap asyik mencari-cari sesuatu ditasnya. Hal itu membuat Taemin sedikit bergeser karena tidak nyaman, giliran Soeun yg menatapnya sedikit kesal. Taemin berdecak, lantas mengalihkan pandangannya pada gadis berpakaian di dominasi warna Pink disampingnya itu.

“Hya, apa kau tidak bisa tenang? Menganggu sekali !” omel Taemin pada gadis itu. gadis itu mengangkat wajahnya, menatap Taemin sekilas.

“Oops, maaf..” gadis itu menyahut santai sambil akhirnya mengangkat sesuatu ditangannya. Ia tampak mengangkat sebuah kaca berbentuk mini dimana ada tulisan Sulli di salah satu sudutnya. Gadis itu lantas dengan masih cuek, melihat bayangan dirinya dari kaca. “Uh, Yeppuda…” katanya bangga sambil melihat bayangannya itu. Taemin berdecak melihat tingkah gadis itu.

“Ck, narsis sekali..” katanya sambil menatap gadis itu sedikit sinis. Si gadis yg mendengarkan ucapan Taemin menatapnya sedikit kesal.

“Apa kau bilang?” tanyanya cepat.

“Tidak ada siaran ulang. Lanjutkan saja kegiatanmu itu..” kata Taemin cuek sambil kembali berpaling dari gadis itu. gadis menatap kesal sebentar pada Taemin, lantas kembali melihat bayangan dirinya melalui cermin kecil tadi.

“Excuse Me..” Soeun, Taemin, serta yg lainnya yg duduk disana mengalihkan pandanganya menuju seorang pemuda lainnya yg baru datang. Pemuda yg berpakaian begitu trendy dan sangat anak muda itu duduk disamping pemuda lainnya yg duduk disamping Soeun. “Keren, akhirnya sampai juga ketempat ini…” pemuda yg baru datang tampak menyandarkan tubuhnya sambil melihat kelayar televisi. Membuat yg lainnya hanya mengangguk mendengarkan ucapannya…

“Hey boy, gayamu begitu keren! Mungkin kalau sama2 lolos kita bisa berteman…” pemuda yg baru datang itu menyapa pemuda lain yg disisi Soeun. pemuda itu hanya menunjukkan senyuman yg kecil.

“Sorry, but i’m not boy. I’m a girl…”

Soeun dengan cepat mengalihkan pandangannya ketika mendengar pemuda yg daritadi berada disampingnya untuk pertama kali. Tidak hanya Soeun, Taemin dan gadis disampingnya reflek menoleh ketika ia mendengar suara wanita dari seseorang yg awalnya mereka anggap laki2 itu. bahkan pemuda yg menyapanya tadi, tidak apat melakukan apapun selain membuka lebar matanya karena juga kaget.

“Apa? Kau wanita?” gadis disamping Taemin berseru kaget membuat Taemin menutup kuping karena juga sedikit kaget.

“W-What? A girl? You’re a girl? Really?” katanya masih kaget dan tak percaya. Pemuda, eh gadis berpenampilan pria itu mengangguk.

“Yup, My name is Amber Stepanie Liu, You can call me Amber. I’m a chinese but i’m come from USA… Nice To Meet You…” katanya terdengar kalem meskipun ia berpakaian setomboy itu. pemuda disampingnya masih memandang tak yakin dan tak percaya.

“A.. Nice to meet you too. My name is Kim Kibum, but you can call me Key. I’m korean but i come from USA too. Sorry, i dunno you’re a girl. Please, dont get me wrong. I don’t know, really..”katanya sedikit menyesal. Gadis itu tersenyum kecil.

“No problem, i knew. Hum, maybe you can speak hangul to me. I can understand it, yah, maybe i can. . i studied, before…” katanya kemudian. pemuda bernama Key itu mengangguk lalu tersenyum.

“Yah, sepertinya koreamu tidak terlalu baik. Tapi tenang, aku akan mengajarimu nantinya. You can understand it?”

“Hum..” gadis bernama amber itu mengangguk. “Arasso, G-Gomawoyo Key-ssi..” katanya terlihat agak kesulitan mempraktekkan bahasa korea yg mungkin baru dipelajarinya. Key balas tersenyum kecil, lantas dengan cuek kembali melihat kearah layar.

[]

“Peserta selanjutnya dengan nomor 174, kepada peserta 174 dipersilahkan untuk masuk dan menunjukkan bakatnya kedepan juri…” suara panggilan kembali bergema diruangan itu. para pendaftar yg juga menunggu saling melihat sekitar mereka untuk mencari pemilik nomor 174.

“174? Krys, bukankah itu nomormu?” Mendengar pengumuman itu, Minho segera berbicara pada gadis berkacamata disamingnya. Krystal langsung gugup..

“B-Benarkah?” krystal panik sambil melihat kertas ditangannya. Ia sedikit kaget melihat kertas itu. “Ahh, kenapa nomornya segini?” tanya Krystal sedikit cemas.

“Ya sudah, ayo masuk dan mulai…” kata Minho sambil menarik tangan Krystal. Tapi krystal menahan badannya agar tidak ikut Minho. Minho heran “Kenapa? Ayo! Nanti mereka melewatkanmu..” tanya Minho pada Krystal.

“Tidak mau… oppa, kita pulang saja. Aku tidak yakin…” krystal menjawab tidak tenang. Minho berdecak.

“Ck, Krystal kenapa kau selalu mengatakan ini. sekarang sudah percuma, kita sudah disini. Jadi ayo ikuti saja, ayo…” kata Minho sambil menarik tangan Krystal lagi. Tapi Krystal tetap menahan badannya dan tidak mengikuti Minho.

“Tidak mau..”

“Ayo ah…” Minho tak mengacuhkan sambil terus menarik Krystal untuk masuk keruang audisi. Dengan terpaksa, Krystal akhirnya mengikuti Minho.

[]

Krystal berdiri gugup didepan 3 orang juri. Ia berdiri tidak tenang, sambil meremas tangannya karena gugup.

“Peserta nomor 174, dengan nama Jung SooJung atau Krystal. 17 Tahun, pelajar. Adik kandung dari Jung SooYeon atau SNSD Jessica… hum, yah, kau adalah adik Jessica. Aku harap kau bisa sehebat kakakmu ya. Okey, mulailah, apa kemampuan yg akan kau tunjukkan pada kami?” salah satu juri yg duduk ditengah pada Krystal. Mendengar itu, rasa gugup Krystal bertambah. Apalagi melihat wajah juri yg memakai papan nama KANGTA itu padanya. ia menunduk, mencoba menghentikan detag jantungnya.

“hum, aku…” Krystal gugup sambil meremas bagian bawah bajunya. “Aku akan… hum, aku…”

“Tenanglah nona Krystal, jangan gugup..” wanita disisi kiri juri Kangta bersuara sambil tersenyum. Namanya BOA, ya juri itu bernama BOA. Krystal malah semakin mengenggam erat ujung bajunya.

“Tapi aku… Aku rasa, aku tidak bisa bernyanyi…” katanya pelan. Ketiga juri menatapnya agak menghela nafas.

“Kenapa langsung pesimis begini? Kita belum mencpba sama sekali. Kakakmu saja bisa, bagaimana mungkin kau tidak bisa?” juri lainnya yg berpapan nama POP’IN. Krystal menghela nafas.

“Tidak baik langsung pesimis. Bagaimana kalau mencoba dulu? Siapa tahu kau beruntung?” juri Boa kembali bersuara sambil tersenyum. Krystal semakin menunduk dan mencoba berfikir.

“Jessica saja yakin padamu, bagaimana mungkin kau tak yakin pada dirimu?” juri Kangta mulai kembali bersuara. Krystal menunduk, mencoba berfikir, ya.. ia ingat sekali dengan kakak perempuannya yg selalu mendukungnya itu. krystal masih berfikir, lantas perlahan mulai menaikkan kepalanya. Menatap juri2 yg tampak terlihat cukup ramah. Krystal menghela nafas..

“Aku, aku akan mencobanya” Krystal mulai berbicara walau masih sedikit ragu yg membuat ketiga juri cukup terlihat puas.

“Baiklah, mulailah…”

[]

“Selanjutnya peserta nomor 189, dengan nama Lee Jinki atau Onew. 22 tahun, mahasiswa. Baiklah, mungkin kau bisa menjelaskan alasanmu untuk ikut audisi kami?” juri Pop’in bertanya pada Onew yg berdiri didepannya.

“Tidak ada alasan khusus, aku hanya sedang ingin saja..”Onew menjawab begitu santai membuat para juri mengerutkan dahi. Sementara peserta yg lainnya yg juga menonton dari layar, langsung tertawa kecil mendengar jawabannya. Berbeda dengan Soeun yg memperhatikan pemuda yg dikenalnya sebagai seorang pelayan kafe itu dengan sedikit seksama dan serius.

“Iseng maksudnya?” tanya juri Boa.

“Juga tidak begitu..” sahut Onew.

“Lalu?” juri Kangta ikut bertanya. Onew berdecak, sedikit mendengar pertanyaan itu.

“Bisakah kita mulai saja? Jangan terlalu berbelat-belit dan membuang waktu…” katanya dengan ekspresi sedikit bosan. Ketiga juri langsung geleng2 mendengar ucapannya.

“Tidak bisakah kau sedikit lebih sopan?” juri Boa sedikit kesal tapi dengan cepat juri Kangta menahannya untuk lebih marah.

“Biar saja, biar kita lihat kemampuannya. Kita lihat saja, apakah ia bisa sesombong ini setelah menunjukkan kepandaiannya…” kata juri Kangta pada Juri Boa. “Kau, nomor 189, silahkan perlihatkan apa yg ingin kau tunjukkan…” kata juri Kangta kepada Onew. Onew tersenyum kecil, lantas mulai mengangkat gitar yg dibawanya dari tadi. Iapun mulai menyanyikan sebuah lagu dengan diiringi oleh suara gitar yg dibawanya.

[]

“Selanjutnya peserta dengan nomor 196. Diminta bagi peserta yg bernomor 196 untuk segera menemui juri diruang audisi…”

“Noona, itu aku…” Soeun kaget ketika tiba2 Taemin menggenggam tangannya erat. Soeun kemudian melayangkan pandangannya menuju Taemin. “aku harus bagaimana sekarang?” tanya Taemin panik.

“Tentu saja harus menghadapinya dan menunjukkan kepandaianmu. Kenapa harus nanya Noonamu dan mengadu begitu?” Soeun dan Taemin kemudian mengalihkan pandangan mereka pada gadis disamping Taemin. Taemin berdecak.

“Tidak usah ikut campuuuur! Dasar sok tahu!” katanya cepat dan sewot. Ia lantas berpaling dari gadis yg masih menatap cermin itu.

“Apa katamu? Gadis sok tahu? Enak saja. Hey, dengar ini, namaku Sulli bukannya sok tahu. Seenaknya sekali mengubah nama orang..” dia mengomel sambil menatap Taemin sedikit melotot. Taemin berdecak, lantas berpaling lagi pada Soeun.

“Terserah kau!” katanya sambil berpaling. “Noona, doain aku ya. Doain aku supaya berhasil dan bisa masuk. Yah yah..” kata Taemin sambil menggeggam tangan Soeun.

“Iyaaaa, ayo masuk. Nanti kau kelewatan..” kata Soeun kemudian. taemin tersenyum lantas mencium pipi Soeun membuat Soeun begitu kaget. Soeun sempat melihat gadis bernama Sulli itu juga kaget, begitupun seseorang yg tanpa sengaja lewat didepannya, Onew. Soeun risih sekali setelah itu.

“Apa yg kau lakukan?” tanya Soeun kesal dengan nada berbisik. Taemin nyengir, lantas bangkit.

“Sebagai stamina untukku. Noona tahu, percaya diriku meningkat lebih setelah itu..” katanya sambil nyengir.

“Taemin, aku akan membalasmu…” kata Soeun masih dengan kesal. Taemin hanya nyengir lagi, lantas cepat berjalan menuju ruang audisi meninggalkan Soeun yg masih kesal. “apa-apaan dia..” keluh Soeun kesal sambil mengusap pipinya.

“Romantis sekali…” Soeun mengangkat wajahnya ketika seseorang duduk ditempat Taemin duduk tadi. Agak sedikit kaget karena pelayan kafe itu kembali menghampirinya dan duduk disisinya.

“Apa yg kau lakukan disini?” tanya Soeun setengah kesal. Onew masih tersenyum santai.

“Untuk duduk, untuk apa lagi..” sahutnya santai. Soeun tak menyahut lagi, ia membiarkan pemuda itu. lantas ia mulai melihat layar lagi untuk melihat Taemin.

[]

“Peserta nomor 196, dengan nama Lee Taemin. Usia 18 tahun dan seorang pelajar. Baiklah, boleh aku tahu apa yg membawamu kesini?” tanya juri Pop’in padanya.

“Soeun Noona!” Taemin menjawab dengan yakinnya membuat kening juri kembali berkerut. Sementara diluar, Soeun tampak berdecak sambil memegangi kepalanya.

“Kisah cinta yg unik…” Onew tiba2 ikut tertawa sambil tersenyum kecil dan masih fokus kelayar. Soeun menatapnya lebih kesal lagi.

“Diamlah!” katanya kesal.

“Soeun Noona? Siapa Soeun noona? Kakakmu?”

“Bukan! Dia calon istriku!” Taemin menyahut cepat pertanyaan Juri Kangta. Ucapannya membuat sebagian orang ketawa, mungkin sedikit juga melihat Soeun. Soeun semakin menyembunyikan wajahnya.

“Apa-apaan dia?!” bisik Soeun kesal sambil terus menunduk.

“Sepertinya cintanya terlalu dalam. Tapi entah kenapa aku malah ingin tertawa haha..” Soeun menatap lebih kesal lagi pada Onew.

“Kau diam atau aku buat kau tidak bisa bicara lagi?!” kata Soeun begitu jutek. Onew hanya tersenyum kecil mendengar ancaman itu.

“Calon istrimu? Oh, baiklah aku mengerti. Jadi kau ikut kesini karena ingin membuktikan diri padanya? begitu?” juri Boa bertanya lagi pada Taemin. Taemin menggeleng mantap.

“Bukan! Karena dia memutuskan untuk ikut, itu makanya aku juga ikut. Jadi kalau dia lolos, aku pasti juga harus lolos…” sahut Taemin.

“Kenapa kau seyakin itu kalau kau bisa lolos? Memangnya apa yg kau punya sampai seyakin itu?” tanya juri Pop’in.

“Lihat saja nanti…” kata Taemin dengan cepat. Semua juri mengangguk.

“Baiklah, kalau memang seperti itu maka tunjukkanlah dan buktikanlah pada Soeun Noonamu…” kata juri Kangta. Taemin mengangguk, ia menghela nafas sejenak.

Musik hip hop bergema hingga terdengar di segala penjuru. Perlahan, Taemin yg tadi menunduk mulai bergerak. Ia bergerak sambil mengikuti irama musik Hip Hop.

“Hhhaaaaaa!!!!”

Soeun tak mampu menyembunyikan keterkejutannya melihat apa yg ada dilayar beserta diiringi decak kagum dan suara tepuk tangan dari tempatnya berada. Sulit dipercaya!

“Waaah, hebatnya. Laki2 cerewet itu hebat sekali…” Soeun menoleh kearah gadis disamping Onew yg kini terlihat histeris dan kagum. Teriakannya sempat membuat Onew sedikit tersentak, dan menutup telinganya.

“Berisik Berisik!” Seru Onew sambil menutup kedua telinganya.

[]

“Peserta nomor 199,peserta dengan nama Kim Soeun. 22 tahun, mahasiswi. Kau didaftarkan sendiri oleh kakakmu Kim Kiani atau Song Victoria. Kau adalah adik kandung dari Vic ternyata…” kata Juri Boa sambil tersenyum padanya.

“Begitulah…” sahut Soeun pelan dan mengangguk kecil.

“Huh? Dia adik Song Victoria ya? Kok aku tidak tahu…” gadis bernama Sulli langsung mengeluarkan suaranya sambil melihat layar.

“Memangnya kau perlu tahu!” Taemin tampak mengoceh pada gadis itu lagi. Sulli cemberut. Sementara itu, Onew hanya terdiam dan tampak berfikir mendengar pembicaraan mereka.

“Kalau begitu, kau juga pasti bisa bernyanyi dan menari seperti kakakmu bukan? Nona Kim Soeun?” juri Pop’in bertanya sambil tersenyum.

“Mungkin, tapi sepertinya aku tidak terlalu tertarik…” sahut Soeun.

“Kenapa begitu?” tanya juri Kangta.

“Minatku sama sekali bukan disana. Bakatku adalah bermain ski, aku sama sekali tidak tertarik dengan hal ini…” kata Soeun kemudian.

“Kalau tidak tertarik, kenapa kau sampai mendaftarkan diri?” tanya juri Boa pada Soeun.

“Hanya menuruti permintaan dan harapan mereka…” katanya setengah datar.

“Hanya itu? bagaimana kalau kau punya keberhasilan dan dapat lolos?” tanya juri Kangta. “Apa kami harus menghapus namamu?” tanyanya.

“Kalau gagal, sama sekali aku tidak akan kecewa. Tapi kalau berhasil, mungkin aku akan terus menjalaninya sampai selesai..” kata Soeun kemudian. para juri itu mengangguk.

“Baiklah, oleh karena itu dimulai saja. Kim Soeun-ssi..” kata juri Pop’in. Soeunmengangguk, lantas mulai berkonsentrasi.

[]

Luna keluar dari sebuah ruangan sambil membawa sebuah kertas. Ia menatap sekilas kertas itu, lantas kemudian tersenyum sedikit sinis.

“Sudah pasti aku akan berhasil kalau hanya seperti ini saja. Ck, ini sebenarnya bukan kelasku juga…” kata Luna sambil menatap kertas ditangannya. “Huh, tidak terlalu penting…” katanya masih datar.

“Nona!!”

Luna membalikkan badannya mendengar seorang pemuda yg lain keluar dari ruangan yg sama sambil membawa kertas yg sama padanya. pemuda itu mendekat padanya.

“Nona, ini punyamu, aku tidak sengaja menemukannya..” pemuda itu, Kim Jonghyun mengulurkan sesuatu pada Luna. Luna menatapnya, lantas mengambilnya.

“Ini memang punyaku, terima kasih…” kata Luna sambil mengambil kembali kunci mobilnya. Jonghyun mengangguk, lantas tersenyum.

“Kau juga berhasil?” tanya Jonghyun kemudian. luna mengangguk kecil.

“Ya, begitulah…” katanya terdengar datar.

“Selamat kalau begitu, aku mendengar penampilanmu tadi. Suaramu hebat sekali, kau pantas untuk lolos…” kata Jonghyun kemudian.

“Ya, aku tahu. Aku sudah menyangkanya tentu saja..” sahut Luna kemudian.

“Sekali lagi selamat kalau begitu. Artinya kita bisa melanjutkan ketahap selanjutnya, semoga kita bisa berteman. Oiya, aku Kim Jonghyun aku baru datang dari Mokpo. Siapa namamu nona?” tanya Jonghyun sambil mengulurkan tangannya. Luna tak menyahut, ia menatap tangan Jonghyun dihadapannya lantas berpaling.

“Panggil aku Luna, aku juga senang mengenalmu…” katanya tanpa mengacuhkan jabatan Jonghyun. Sedikit kecewa, Jonghyun menarik tangannya. “Ya sudah ya, aku sedang sibuk sekarang. Aku harus pergi, permisi MR. Mokpo..” katanya sambil mulai berjalan.

“Hya, aku Jonghyun bukan MR. Mokpo! Nama apa itu?!” jonghyun dengan cepat protes pada Luna yg sudah mulai menjauh. Pada akhirnya Jonghyun hanya berdecak melihat gadis itu menjauh. “Heuh, dasar anak seoul sombong sekali. Mana bisa memperlakukan orang seperti itu..” decaknya sambil geleng2 kepala.

[]

Krystal keluar dari ruangan itu dengan langkah yg pelan dan ragu, ia masih menatapi kertas ditangannya itu dengan ekspresi tidak percaya. Dan seperti biasa, Minho akan mengiringinya dari belakang.

“Sungguh sulit dipercaya, bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan ini?” katanya takjub sambil melihat kertas itu. minho hanya geleng2.

“Karena kau memang pantas, tentu kau mendapatkannya…” sahut Minho.

“Tapi ini aneh bagiku.” Kata Krystal.

“Aneh bagaimana? Ini sudah seharusnya, kau itu berbakat makanya lolos hanya dari dulu kau selalu saja merasa tidak percaya diri pada dirimu…” kata Minho kemudian.

“Oppa juga berhasil lolos. Selamat ya oppa, artinya kita bisa menjalaninya bersama bukan?” kata Krystal.

“Ya, begitulah…” sahut Minho. Krystal tak lagi menyahut, lantas tersenyum meliaht kertas itu lagi.

“Aku benar2 bahagia..” kata Krystal sambil melihat kertasnya lagi. Minho hanya tersenyum kecil menndengarnya,,,

[]

“Yeay! Aku senang sekali. Akhirnya aku lolos dan yang lebih menyenangkan Soeun Noona juga lolos. Kya, aku sangat sangat sangat senang sekali!!” Taemin berseru begitu senang sambil mengangkat tinggi sebuah kertas keudara. Kertas yg menjadi tanda kalau ia telah berhasil. Ia kemudian menatap Soeun disampingnya, lantas menyikut Soeun yg masih asyik menatap kertas ditangannya. “Noona, kenapa melamun? Seharusnya kau senang karena berhasil dan kita bisa bersama lagi…” katanya pada Soeun. soeun hanya tersenyum kecil.

“Entahlah, aku tidak terlalu percaya dapat mendapatkan ini..” kata Soeun kemudian.

“Kau sudah berhasil Noona. Lihat ini, kau menjadi salah satu yg lolos begitupun aku…” katanya ceria. Soeun balas tersenyum mendengarnya.

“Ya, kita akan berusaha bersama lagi bukan?” tanya Soeun. taemin mengangguk cepat.

“Tentu!!”

“Hay Silly boy, kau juga berhasil lolos ya? Begitupun dirimu eonnie. Wah, ini akan menjadi hebat karena orang2 yg duduk dibangku kita tadi semuanya berhasil lolos..” tiba2 gadis bernama Sulli itu datang lagi dan ikut berbicara bersama mereka.

“Berhasil lolos semua?” tanya Soeun.

“Begitulah, wanita setengah pria itu lolos, pemuda yg sok bicara inggris itu juga lolos, sampai pemuda yg sombong ketika audisi tadi juga lolos. Sepertinya bangku yg kita tempati tadi membawa keberuntungan…” celotehnya riang. Taemin berdecak.

“Jangan berlebihan!!” kata Taemin bosan.

“Amber-ssi…” Ketiga orang itu magalihkan pandangannnya menuju dua orang yg baru saja keluar. Mereka adalah dua orang yg duduk berdampingan dengan mereka tadi. Gadis bernama Amber itu berbalik, mendengar panggilan pemuda bernama Key itu. key menghadap gadis itu. “Ahh, selamat ya atas keberhasilanmu. Aku senang karena kita sama2 berhasil. Oiya, sepertinya aku bisa menepati janjiku untuk mengajarimu bahasa korea hehe. Sekali lagi selamat ya! “ katanya pada amber.

“Ya… selamat juga… untukmu… terima kasih…” Amber sedikit sulit berbicara bahasa korea.

“Yah sama2 selamat berteman kalau begitu ya!!” kata Key sambil memukul bahunya. Ia lantas berpaling kepada tiga orang tak jauh dari mereka. “Untuk kalian bertiga juga, selamat atas kelolosan kita ditahap ini. selanjutnya akan banyak waktu untuk bersama, semoga kita dapat berteman untuk seterusnya!” pemuda bernama Key itu berseru kepada semuanya.

“Tentu saja!” Taemin dan Sulli serentak menyahut. Sementara Soeun tampak menganggukkan kepala tanda setuju.

“Ya, sudah. Untuk apa lagi kita disini? Jadi sebaiknya, kita pulang. Ayo noona kita pulang, aku lelah sekali..” kata Taemin pada Soeun. Soeun mengangguk.

“Keluarnya bersama saja, ayo Amber.” Sambut Key cepat, lantas mengajak Amber mengangguk lantas mereka semua berjalan keluar berlima secara bersamaan.

Ketika langkah itu semakin mejauh, tak lama langkah kaki lainnya keluar dari ruangan itu. onew tampak tersenyum sambil membawa kertasnya dan menatapinya sesaat. Ia lantas tersenyum puas.

“Mimpi baru dimulai!”

[TBC]

Gimana? Berikan komentar yah!

Oiya, Cuma ingetin lagi aja. Pasti pada penasaran bagaimana cerita beberapa cast yg terlihat couple lain selain SoNew disini? Pasti penasaran apakah akan ada MinStal, JongLuna, TaeLli, dan KeyBer disini. Adakah yg keburu puanass haha. Ff ini lebih berceritakan soal persahabatan dan perjuangan gitu deh kayak Dream High, jadi akan minim kisah cinta-cintaan disini. Tapi yg jelas masih tetep ada kok. Jadi, kita liat aja perkembangan ceritanya ntar seperti apa. Apa akan ada couple lain selain SoNew atau gak? Hehehe

Komentar sama Ratenya ditunggu lagi ya reader, Gomawo^^

23 Comments Add yours

  1. El mengatakan:

    Hyaaaa !!! Kkkkk Asli Ngakak Sepanjang Cerita😀 Aku suka karakter mereka ini ,yg jauh dr sebenernya LOL .Bakalan sering Ngecek Blog Ini Nih :)) Lanjutkan ya kak ,I’ll wait !

  2. djkyussoloverz mengatakan:

    duuuuuuuh keren bgt cingu dilanjut seneng bgt sama karakter so eun eonni yg cuek n apalagi sma karakter taemin huuuuuh lucu bgt deh seruuuuuuuuuuuuu pokok x dilanjut,,,…….!!!!!!!

  3. kyuPAngels mengatakan:

    Seru ni ffnya….. ~~
    kisah cinta tdk prlu di prlihatkan jg gpp,jarang” ada ff ttg persahabatan….

    Mmg panas sih bwa’annya bca ffnya -_____- ,, alnya puspa kurang suka sma f(x),tp ini kan hanya ff,jd gpp….
    Wua sso adiknya vic???? #Gubrakkkkkk *jatuh dri kursi warnet* #dilihat org stu warnet -abaikan-

    taemin itu lho….gemes deh liatnya..
    *cubit” pipi taemin* #siapa loe ???

  4. seli m (kaoru) mengatakan:

    huah daebak eun ceritanya ..
    pngen tw kelanjutan kisah Sonew cuple ..
    simaknae taemin malu-maluin jja bawa-bawa calon istri orang (?)
    suka ama karakter onew dsini ..

    unn next part ditunggu yach eunn ^^

  5. Yane mengatakan:

    Keren and lucu…

    Maaf klw pndek soaknx gga ska bnyak bicara…dtnggu kisah slnjtx

  6. sesy mengatakan:

    keren,,, lanjutin donx

  7. Dear dHiyah mengatakan:

    Lanjjuuttt ,,
    mau d bkin kya co-ed ?? #sotoy =.com

  8. mayaulidhasso mengatakan:

    yeyyy ….!!! Sonew lagii ..
    aku suka bgt ..
    lanjutt yaa thorr ..^^

  9. Anna mengatakan:

    Seruuu sprtiny seseru prshbtn mrk nnti deh,,sk bgt pemaduan karakterny ^sporty,cool,pemalu,optimis,smbong,humoris,centil,tomboy,gaul^ yuppz dtggu crt2 seru n luchu yg akn dtg dikhdpn mrk kdpnya,,lnjuutt truss inspirasiny hwaiting!!

  10. ticha_ mengatakan:

    serUuuuu_kerEennn
    gA sAbAr m0 leat kljtn’X
    eonnie_j9n lm” yA_
    Q dAh penAsAran mA sonew couple_kkk😀😀
    daebAk eon

  11. Vita mengatakan:

    Keren!!!
    Suka karakternya onew, fresh! Biasany kan onew itu kesannya mellow, bijak, dn penuh perhatian,, tapi disini beda banget!!:-D
    btw itu taemin udah gede ya, berani cium2 so eun duluan hehe

  12. annii mengatakan:

    daebak,,,,
    penasaran”…

  13. likha mengatakan:

    SERUUU!!!
    ff bgus lnjutannya cpt y thor

  14. gerundhaessolover mengatakan:

    ckckckck
    blum vha2 s0new udh brantem. Apalg ntar, bsa gulat2an twuh (?!)

    suka bgtz ma crita awal’x, mdhan crita slnjt’x lbh bguz lgi.

    Part slnjt’x jgn lma2 ea chingu.

  15. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    kereeeeeeeennnn.. suka suka!!

    Thor, kisah SoNew_y yg bnyak’ ya..

    Aaahhh, bnr2 keren.

  16. indah mengatakan:

    wuaa seruu…
    aku shinee effects shipper.ska bnget couple keyber,taelli,and minstal…jdi ntar couplenya jgn cma sonew,yg minstal,taelli,keyber jg y!!!

  17. nury elf mengatakan:

    Dream High 2 kah ??! hhee ..
    lucu dngan ceritanya ..
    semua keterima kecuali q😦
    duh unn itu b.inggrisnya pke translate dunk, agak bingung *pabo
    next part ditunggu ya unn ^^

  18. glodkyusso mengatakan:

    aku suka ff ini .
    lucu bgt , onew soeun taemin .
    taemin unyu unyu .

    lanjut ff ini ada onsso !
    wajib ada onsso !

  19. geill mengatakan:

    kerennnnnnnnnnnnn,kocakkkkkkkkkkkkkkkkkk……………………
    q sk ff ni , karna paringnya ssonew couple………………
    next………….

  20. tanti no kawai mengatakan:

    Tadi ηγά̲̣̥ gk begitu tau membr2 ηγά̲̣̥….
    Cum tau lagu os bbf aza_tp setelh bca FF ð wp Ĭηĭ Ĵåϑΐ suka….
    Hohoho

    Taemin bener2 lucu…….
    ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=))

    Lanjuttttt aza deh…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  21. kim Ra rA mengatakan:

    haduh ngakak abis nich liat aksi nya taemin yang dengan pd nya ngakungaku Sso itu calon istrinya… keke ~

    Onew sama Sso ribut terus nich. kayanya bakalan seru nich awal kisah mereka..

  22. Rani Annisarura mengatakan:

    wah habis baca yang sedih-sedih malah ff-nya ini lucu banget😀

    Apa lagi sifatnya so eun yang cuek dan taemin yang lucu banget,,, jadi pas deh bikin ketawa lagi……..

  23. Melsyana mengatakan:

    Wow. Keren sekali ceritanya eonni. Saya suka sifat so eun eonni yang cuek. Lanjuti sampai ending eonni.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s