~[Oneshoot/ Request] Autumn In My Heart Part2~


Tittle: Autumn In My Heart

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Family, Friendship

Tipe: Twoshoot

Cast: Kim So Eun, Suju’s Kyuhyun,  and others

Annyeong, saya kembali dengan salah satu requestan nih. Kali ini, ngebawa requestan dari salah satu reader saya yaitu: “Poespa Sang Soeun”. Poespa minta tolong sama aku buat dibikinin FF dengan pemain Kim So Eun, Cho Kyuhyun. dengan judul lagu Autumn In My Heart. Lagu ini adalah salah satu soundtrack dari drama Endless Love. Lagu ini isinya sedih bgt, artinya juga dalam bgt jadi berdasarkan ceritanya jadi beginilah akhirnya. Semoga para Reader tetap menyukainya. Aku masih ngarapin Komen sama Ratenya ya.^^

Menerima komentar membangun dan positif, Don’t Bashing !!

“Kau tidak harus menghilang dari kehidupanku. Ketahuilah bahwa kau adalah cahaya bagiku. Jika kau memutuskan untuk pergi, Kau mengambil seluruh duniaku. (Jung Il Young – Autumn In My Heart )”

Soeun mengangkat wajahnya sambil melihat keluar jendela. Mata nanarnya menatap langit yg biru diluar sana, langit yg berbeda, langit kota singapura. Soeun menghela nafas ketika mengingat kata langit nama Kyuhyun kembali dalam fikirannya. Bagaimana sudah hampir sebulan ia dilarikan disini. Soeun tidak tahu, ketika membuka mata waktu itu ia sudah berada disini. Selanjutnya hari2nya selalu dipenuhi dengan berada ditempat tidur ini dan kadang harus mengalami kemotherapi *bener gak nih ejaannya, tau deh LOL*. Yang ia fikirkan adalah rasa bersalahnya pada Kyuhyun, ia merasa cukup bersalah pergi begitu saja tanpa mengabari Kyuhyun. Lagipula bagi Soeun juga terlalu berat memberitahu Kyuhyun tentang keadaannya saat ini, ia tidak mau kalau Soeun sedang berusaha bertahan ditempat ini. itulah sebabnya, selama beberapa saat ini ia tak pernah menghubungi Kyuhyun.

Soeun mengalihkan pandangannya menuju pintu yg terbuka dari luar tiba2. Soeun hanya menatapi wajah gusar ayahnya. Ayah Soeun menatap Soeun dengan wajah yg tidak tenang sama sekali. Tak lama, ibunya juga ikut memasuki ruangan itu.

“Kenapa ayah?” soeun mulai bertanya karena penasaran dengan ekspresi keduanya. Tak ada yg menyahuti, mereka hanya saling bertatapan satu sama lain. “Kenapa?” tanyaku masih begitu penasaran. Ayah Soeun menghela nafas, ia mendekati Soeun dan duduk dihadapannya.

“Soeun hari ini kita kembali saja kekorea…” kata ayah Soeun pada Soeun. soeun menatap ayahnya sedikit penasaran.

“Kembali? Apa aku sudah sembuh?” tanya soeun pada ayahnya. Ayahnya tampak tersenyum miris mendengar ucapan Soeun.

“Kita selalu mengharapkan yg terbaik untukmu..” kata ayahnya kemudian. “Ayah rasa, dengan berada disini juga beberapa saat ini juga tidak ada gunanya. Yg kita butuhkan adalah pendonor yg sangat sulit menemukannya disini. Jadi sebaiknya kita kembali, kita harap dikorea akan lebih mudah untuk mendapatkannya..” kata ayahnya. Soeun menatap wajah ayah.

“Apakah hanya dengan mendapat pendonor maka aku akan dapat sembuh?” tanya Soeun pada ayahnya.

“Kita tidak dapat mengatakan iya, tapi setidaknya kita mempunyai harapan yg baru dari sana..” sahut ayah Soeun terdengar berat. Soeun berfikir,tersenyum kecil, lantas mengangguk.

“aku akan mengikuti semua kata2 ayah. Maka akan aku lakukan apapun yg ayah minta…” kata Soeun sambil tersenyum pada ayahnya yg sayangnya membuat hati ayahnya menjadi lebih sedih. Ayah Soeun tersenyum, ia mencium kening Soeun. lantas kemudian melangkah keluar dari ruangan itu, mungkin i akan mengurus semuanya. Soeun terdiam, berfikir, ia sangat senang akhirnya bisa kembali pulang. Ia kembali menatap langit cerah diluar sana,

[]

~Cho Kyuhyn POV~

Aku kembali menaiki tempat itu, seperti hari2 biasanya. Aku akan menghabiskan beberapa jam ini dengan berdiri disana. Memandangi dan menunggu matahari hingga hilang sama sekali. Memandangi matahari hingga ia kembali pulang. Walau sekarang aku tak punya teman lagi seperti dulu, aku tak pernah melewatkannya walau sekalipun.

Ketika baru saja aku sampai ketempat tertinggi gedung ini, langkahnya langsung berhenti melihat seseorang telah duduk lebih dulu disana. Dia?! Dengan hati yg tidak sabar aku berjalan menghampiri seseorang itu.

“Soeun…” Aku memanggil nama orang yg sangat kukenal itu setelah berada dekat dengannya. Mendengar suaraku, ia berbalik dan menatapku dengan wajah yg berbinar. Berbinar, walau aku mendapatkan perbedaan pada wajahnya yg terlihat berbeda dari yg kulihat sebelumnya.

“Kyuhyun-ah..” serunya memanggil namaku  terdengar begitu bahagia. Gadis ini lantas bangkit dan segera memelukku. Membuatku  agak sedikit kaget dengan yg ia lakukan, sekaligus membuat jantungku kembali berdetag kencang. “aku merindukanmu…” aku hanya terdiam mendengar suara manjanya padaku.  Aku terdiam sesaat, membiarkan gadis ini memelukku dan melepaskan kerinduannya padaku. Aku terdiam, berfikir sambil memandang gadis yg tengah memelukku erat itu. lantas berusaha melepaskan pelukan itu dengan hati2.

“Soeun..” aku bersuara sambil melepaskan pelukan Soeun. Aku kemudian memandang kedua mata gadis itu. Soeun hanya menatapku heran mungkin karena melihat wajahku  yg begitu serius. “Kemana saja kau selama ini?” tanyaku pada Soeun dengan serius. Mendengar ucapan itu Soeun dengan cepat mengalihkan pandangannya dariku, ada apa?  “Kenapa kau diam Soeun? jawab aku. apa yg terjadi selama ini huh? Kenapa kau pergi tanpa mengabariku? Kau masih marah mengenai ucapanku waktu itu? apa kau sampai semarah itu?” kataku sambil terus menanyai Soeun yg masih juga terdiam. Perlahan ia mulai mengangkat wajahnya dan menatapku. Aku balas menatapnya, menatap pada dua matanya yg sepertinya tak sebening sebelumnya. Ada sinar yg tidak bisa kutemukn lagi disana

“Ahh, kau ini bicara apa? Mana mungkin aku marah dengan bercandaan kecilmu itu…” katanya berusaha tersenyum padaku. Tapi kau tahu? Senyuman itu benar2 terlihat kaku dimataku “Hum, selama ini aku… aku… hum ya, aku pergi mengunjungi nenek kedesa ya aku kesana..” kata Soeun dengan yakinnya.

“Benarkah?” tanyaku masih dengan wajah penuh selidiknya. Soeun mengangguk dengan cepat. “Lantas mengapa kau tak memeberi tahuku sama sekali? Kau tahukan, aku benar2 merasa bingung karena kau pergi tiba2..” kataku kemudian.

“Hum, semua karena… Hum, kau tahu nenek bukan Kyu? Dia tidak akan pernah mengizinkanku menghubungi seorang priapun kalau aku ada didekatnya. Bahkan kau begitu tahu walaupun aku selalu menjelaskanmu sebagai sahabat sekalipun dia tetap tak mau terima..” kata Soeun yg sepertinya masih mencoba mencari-cari alasan. Aku mengerutkan dahinya mendengar alasan Soeun, alasan yg tak masuk akal, dan kenapa ia begitu gelisah sekali sekarang? “ahh, kenapa kita malah menghabiskan waktu dengan seperti ini? lihat sebentar lagi mataharinya akan menghilang sebaiknya kita memperhatikannya sebelum terlambat…” kata Soeun sambil berpaling mengalihkan pandangannya dari mataku yg masih berusaha menemukan jawabannya sendiri dari kedua matanya itu. ia berpaling, lantas berniat bergerak kearah tempat kami duduk biasanya tempat kami menatap bintang. Ia kenapa? Ia terlihat begitu ingin lari dariku saat ini, ingin menghindariku. Dengan cepat kuraih satu tangannya, lantas memegangnya begitu erat. Mungkin terlalu erat hingga ia kaget dan berbalik lagi menatap padaku yg benar2 terasa ingin meledak sekarang ini melihat sikapnya didepanku.

“Berhentilah menghindar dan berbohong padaku!”

[]

~Kim Soeu POV~

“Berhentilah menghindar dan berbohong padaku!”

Seruan itu benar2 membuatku kaget hingga aku kembali menatap padanya. mau tak mau pada akhirnya aku harus kembali menatap matanya. Kalian tahu, ada yg janggal dari mata dan sikap Kyuhyun. Entah kenapa melihatnya yg sekarang aku merasa tidak tenang. Matanya terlalu dalam dan penuh kecurigaan atau entahlah. Yg pasti, semenjak aku bertemu hari ini aku merasakan begitu banyak perbedaan. Aku tahu, mungkin dia marah atau kecewa padaku. Tapi sinar mata ini sungguh begitu asing untukku. Dia menatapku bukan lagi sebagai seorang sahabat seperti yg kukenal dulu. Dia menatapku seperti seorang pria, ya seorang pria, tatapan matanya terlalu tajam hingga aku begitu sulit untuk mencari alasan yg bisa membuatnya percaya kata2ku. Aku tidak berani menatap mata pria ini lebih lama. Sungguh aku tak kuat melihat sinar matanya ini.

“Kau bohong padaku bukan? Apa yg sebenarnya kau sembunyikan dariku? Kau bilang aku sahabatmu, tapi kenapa kau sering sekali membohongiku akhir2 ini!” ucapannya membuat jantungku benar2 tidak tenang sama sekali. Aku menatap lagi matanya yg masih begitu sama, tolong jangan pandang aku begitu Kyu!

“Aku tidak berbohong..”

“Kau berbohong!” aku menghela nafas mendengar nada bicaranya yg semakin tinggi dan membuatku semakin tidak tenang. Benar, didepanku memang bukan Cho Kyuhyun tapi ia adalah seorang pria yg mungkin juga bernama Cho Kyuhyun. “apa posisiku bagimu? Kenapa kau tak pernah menganggap aku sama sekali huh? Dari dulu kau selalu menganggapku tidak penting dalam hidupmu!” katanya bertubi-tubi dan benar2 menyesakkan kedadaku. Hatiku sepertinya cepat bereaksi kalau sudah mencapai tahap seperti ini.

“Apa yg kau katakan? Bagaimana mungkin aku tidak menganggapmu sementara aku selalu menghabiskan banyak waktu bersamamu. Kita tertawa, bahagia, bersedih dari dulu. Kau tahu, selama ini hanya kau tempat aku menceritakan keluh kesahku bahkan kau lebih dulu kuberitahu segalanya dibanding orang tuaku. Kau tahu itu. sekarang bagaimana mungkin kau mengatakan itu..” kataku masih berusaha untuk tidak menangis, ya sangat sulit membohongi pria ini, ia begitu berbeda dengan Kyuhyunku.

“Itu mungkin dulu, tapi sekarang tidak lagi bukan? Kau sudah mulai  merahasiakan semuanya dariku kau menghindariku. Kau ucapkan seperti apapun aku begitu tahu hal itu..” ucapannya bahkan terdengar lebih menyentakkan daripada halilintar yg sering membuatku ketakutan. Kyuhyun sepenuhnya berbeda setelah sebulan tidak ku temui. Ahh, dia marah sekali padaku sampai ia begini, maaf.

“Kyu, jangan berkata seperti ini padaku. Kita duduk dan berbicara secara baik. Jujur saja, kau menyeramkan dengan seperti ini..” aku berusaha mencairkan suasana dengan bercanda padanya berharap ia akan mulai menenangkan diri dan tak bersikap seperti ini. dia tampak menatapku, masih dengan mata pria itu. ia menghela nafas, lantas ia mengotak-atik tasnya. Setelah beberapa lama, ia mengelurkan sesuatu yg begitu familiar.

Tanpa kata ia menyerahkan setangkai mawar yg sudah mulai layu itu padaku serta sepucuk surat yg selalu ku terima sebelumnya. Aku hanya menatap surat itu dengan tidak mengerti, lantas menatapnya yg hanya diam sambil menatapku.

“Ini, surat dari penggemar rahasiaku itu ya? Hum, karena aku tidak datang kesekolah jadi kau membantuku untuk mengambilnya..” kataku sambil berusaha tersenyum padanya. tapi ia malah tersenyum sinis mendengarnya.

“Apa untungnya bagiku melakukan hal tidak penting seperti itu!” aku hanya menatap tak mengerti atas ucapannya. Kenapa Kyuhyun benar2 berubah setelah sebulan ini?! dia menatapku lagi, lantas menyentuh daguku dan menaikkannnya hingga menatapnya. Ia menatap  dalam mataku dan tentu saja masih tajam, aku hanya menatapnya dan melihat apa sebenarnya keinginannya dengan semua ini. Tiba2, ia mendekat dan mencium bibirku dan mampu membuatku benar2 shock. Ia kasar sekali menciumku, benar2 seperti memendam amarah yg begitu besar dalam dirinya. Hentikan ini!

“K-Kyu!!” aku mendorong tubuhnya agar menjauh dariku, sungguh aku tidak suka dengan kondisi ini. “Berhentilah bercanda dengan menciumku terus Kyu. Kita sudah dewasa, bukan kanak2 seperti dulu lagi. Dulu hal itu memang lucu tapi sekarang tentu berbeda. SANGAT BERBEDA KYU!” kataku nyaris menangis berseru padanya. dia masih menatapku dengan mata itu.

“siapa yg mau menjadi sahabatmu selamanya? Jujur, aku muak ketika kau selalu menyebut kata itu!” katanya masih terdengar emosi. Aku semakin menatapnya tak percaya.

“Kyu..”

“Kenapa? Apa kau kaget ketika aku mengatakan ini? aku sudah tidak tahan, sudah sangat tidak tahan. Sekarang biarkan, biarkan kau tahu segalanya tanpa ada apapun lagi yg kusembunyikan. Soeun, orang itu aku, orang yg selalu mengirimimu surat dan bunga setiap hari itu adalah aku. seseorang yg sama dengan orang yg selalu bersama dan menemanimu sejak dulu..”katanya benar2 menyentakkanku. Aku menatapnya tak percaya, matanya benar2 berisi kemarahan yg terpendam. Tidak boleh! Kyu seharusnya tidak boleh mengatakan hal seperti itu!

“Aku menyukaimu sejak lama, lebih dahulu daripada orang2 itu. aku menjagamu lebih lama, lebih lama dari orang2 yg silih berganti datang kehidupmu yg akhirnya menyakitimu. Ketika mereka membuatmu menangis, kemana kau menangis? Kau datang padaku dengan keadaan yg menyedihkan. Orang itu adalah aku dan selalu aku. tapi kenapa selama itu kau tetap tak merasakan kehadiranku?” ucapannya benar2 membuat jantungku berdetag cepat.

“Aku merasakan kehadiranmu, tentu saja. Aku datang padamu karena aku tahu hanya kau yg dapat mendengarkanku dan menghiburku. Karena kau adalah sahabatku..”

“Aku benci menjadi sahabatmu! Menjadi orang terakhir yg kau datangi setelah kau merasakan kehancuran pada hatimu. Padahal, aku lebih dari mereka semua. Kemana mereka saat kau menangis? Kemana mereka saat kau sedih? Kemana mereka saat kau putus asa? Mereka tidak ada Soeun, hanya aku yg ada disana bersamamu. Sekarang ketika kau katakan aku memang seharusnya begitu karena aku sahabatmu, tidak! Aku tak mau selamanya menjadi itu, sebagai tempat untukmu hanya menangis! Aku ingin lebih dari itu!”

“Itu artinya kau ingin menjadi orang yg akan menyakitiku begitu?”

“Aku berbeda, tentu saja aku akan berbeda. Seharusnya, setelah kau sadari semua itu, seharusnya kau menyadari bahwa hanya akulah yg terbaik untukmu. Tapi kau buta, kau tak pernah bisa melihatnya. Kau benar2 mengacuhkanku dan membiarkanku menjadi tempat tidak penting itu!”

“Karena kau penting, itu sebabnya aku selalu seperti itu padamu!”

“Tapi aku bosan, aku ingin kau menempatkanku ditempat yg lain. Ditempat yg dekat dihatimu, tidak lagi kau letakkan ditempat yg terlalu jauh seperti itu!” aku sangat sulit bernafas mendengar kata2nya ini. bagaimana mungkin ia sampai sempat berfikir seperti itu setelah bertahun-tahun ini.

“Aku tak ingin berdebat dengan hal ini, aku lelah. Sebaiknya lupakan dan hidup seperti selayaknya..”

“Lupakan? Mudah sekali kau mengatakannya. Padahal sudah bertahun aku memendamnya. Sekarang bagaimana mungkin kau dengan mudah mengatakan untuk melupakannya?”

“Tapi percuma, kau tahu, aku tak bisa membalas cintamu!”

“Kau bodoh kalau kau mengingkari hal ini dan mencari hal yg tak pasti diluar sana. Apa yg kau cari? Seseorang yg lebih baik daripada aku? seseorang yg lebih memahamimu? Kau cari seperti apapun, kau tidak akan menemukan yg lebih baik daripada aku..” aku semakin menatap matanya yg benar2 berkilat itu. dia emosi, aku emosi, jadi sekarang bagaimana dengan persahabatan kami? Aku tak mungkin membiarkannya seburuk ini, setidaknya sampai aku mati!

“Ya, aku sadari, kau benar aku takkan bisa menemukan yg lebih baik daripada dirimu. tapi kau lihat sendiri Kyuhyun, selama ini kita bisa, kita bisa membuat persahabatan kita terjalin baik selama bertahun-tahun. Tapi tidak untuk cinta, mereka akan putus dalam hitungan waktu. Dan itu yg aku takutkan, ketika itu terjadi aku kehilangan cinta dan aku kehilangan sahabatku!” kataku mulai terbawa emosi. “Aku tak mau kau terluka! Maka hentikanlah perasaanmu sebelum kau benar2 terluka!”

“Sebelum benar2 terluka? Apa kau tidak tahu, sudah lama aku terluka. Aku terluka melihatmu memilih orang lain daripada aku. aku terluka ketika kau memberikan cintamu untuk mereka. Aku terluka…”

“Kyu hentikanlah! Ini benar2 gila. Berhenti mengatakan hal2 seperti itu. persahabatan kita kyu!”

“Persetan dengan persahabatan, aku sudah tak ingin tahu dengan hubungan itu sekarang. Aku bukan sahabatmu lagi, menjadi sahabatmu membuatku lelah sama sekali. Kenapa kau tak memberikan kesempatan untukku? Aku ingin lebih!”

Aku menatap matanya dengan mataku yg mulai basah. Aku benci sinar matanya ini, aku benci kata2nya ini, aku benci harus menyakitinya benar2 aku benci kalau akhirnya aku membuatnya sedih. Dia baik padaku, selalu bersama dan menjagaku. Tapi bagaimana mungkin dia bisa memendam perasaan sejenis itu padaku, dan aku semakin benci karena tidak bisa membalasnya. Aku benci mengingat aku akan mati!

“Kau bertanya kenapa aku tidak dapat memberikan kesempatan untukmu? Kau ingin tahu? Baiklah, kau akan kuberutahu. Karena aku sama sekali sudah tidak punya kesempatan untuk memberimu kesempatan lagi. Waktuku sedikit, seharusnya kau hanya menemaniku disisa waktuku ini. sebelum aku menghilang dan sirna sama sekali. Jadi mulai sekarang, lupakan perasaanmu dan mulai cari wanitamu yg lain. Carilah wanita yg bisa membalas cintamu, lebih baik daripada aku, carilah wanitamu yg bisa hidup lebih lama bersamamu. Bukan aku, karena aku akan mati, aku benar2 akan mati!”

Aku dapat menemukan sinar keterkejutan dari matanya. Aku sebenarnya benci mengatakan ini, tapi aku akan lebih benci lagi kalau membiarkan ia seperti ini. dia sahabatku, aku mencintainya, bagaimana mungkin aku memberikannya harapan yg bahkan hanya bertahan sebentar begini.

“Apa maksudmu?”

“Kyuhyun, aku akan mati. Sebenarnya, aku menghilang kemarin untuk melakukan pengobatan disingapura. Kau tahu, aku begitu tersiksa dengan rasa sakit yg sangat dari dalam hatiku ini. aku tidak kuat, aku tidak akan bertahan lebih lama. Jadi sebaiknya, lupakan perasaanmu dan biarkan dirimu menjadi sahabatku yg seperti dulu lagi sebelum aku benar2 mati…”

Dua butir air mata keluar dari kedua air matanya, dan aku benci itu. ia menatapku dengan begitu tidak percaya. “A-apa katamu.. bercandaanmu yg ini sungguh tidak lucu!” dia bertanya dengan nada yg sangat lembut dari yg tadi. Ia kaget, kecewa dan begitu sedih.

“Maaf kyu, maaf karena aku tidak pernah memberi tahumu. Aku takut kau akan sedih seperti ini, itu sebabnya aku merahasiakan ini darimu. Penyakit itu belum hilang Kyu, dia tidak mau pergi dari diriku. Dia menguasaiku dan perlahan-lahan mulai membunuhku…” kataku berlinangan air mata padanya. ia terdiam, tampak begitu kaget, air mata juga mengalir deras dari kedua matanya yg bahkan selalu bercahaya itu.

“Kenapa kau tak bilang padaku? Kenapa kau rahasiakan semua ini dariku? Kenapa?” Ahh, bagaimana aku bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. menangis? Aku benci ketika semua orang menangis karena aku. kini lihat, pria tadi telah pergi sama sekali dan sekarang berganti dengan Kyuhyun yg kukenal lebih 8 tahun ini. tapi aku sedih, Kyuhyun kembali dengan wajah penuh air mata seperti ini. ia menghapus air matanya,lalu mendekat padaku dan menyentuh kedua pipiku. “Tidak, kau tidak akan mati bukan? Hidupmu pasti akan lama, kau akan hidup seribu tahun lagi bersamaku. Tolong jangan berputus asa, kau akan sembuh, kau pasti akan sembuh…” katanya begitu menyedihkan. Aku menggeleng, lalu menurunkan kedua tangannya dari pipiku.

“Aku tidak akan sembuh…”

“Tidak, kau pasti akan sembuh. Kau tidak boleh begini..”

“Tidak Kyu, tidak ada harapan lagi!”

Dia menjauh dariku, wajah sedih jelas dari wajah dan matanya. Tapi apa yg bisa aku lakukan? Bahkan jika saja aku diberi waktu untuk hidup lebih lama yg ku inginkan tetap sama yaitu membahagiakannya. lebih sederahana daripada menjadi kekasihnya.

“Kau benar2 membuat hatiku hancur sama sekali Soeun. aku semakin yakin kalau aku tak berarti apapun bagimu. Kalau memang dulu kau anggap aku sahabat, seharusnya kau tak merahasiakan hal ini dariku. Agar aku bisa mencarikan solusinya sebagai seorang sahabatmu.  Tapi nyatanya kau diam. Sekarang terserah, aku tak ingin peduli aku takut aku akan semakin hancur lagi. Biarkan aku menjauh dari dirimu. aku tak mau mengatakan apapun, aku takut apapun itu membuat aku semakin terluka lagi…” ia berjalan dengan sangat lesu menjauh dariku. Aku menggeleng, bukan, bukan itu yg aku inginkan.

“Kalau kau menjauh lalu bagaimana denganku? Aku butuh kau sebagai sahabatku disisiku..”

“Tidak! Kau tak pernah menganggapku sahabat sama sekali. Tidak ada rahasia antara dua sahabat, tapi nyatanya kau menyimpan rahasia yg terlalu besar. Nyatanya persahabatan itu tak berarti apapun untukmu. Sekarang, izinkan aku agar tidak lagi peduli. Aku lelah peduli padamu sementara kau tak pernah peduli padaku. Jadi mulai sekarang kita hidup sendiri-sendiri…”

“Tapi Kyu, aku tak punya waktu. Apa kau tak ingin melepasku disaat-saat terakhirku..”

“Cukup, jangan bahas hal itu lagi padaku. Terserah, aku mencoba untuk tidak lagi peduli. Maaf kalau ini menyakitimu. Tapi aku benci semua ini, aku benci kebohonganmu. Jadi, biarkan aku hidup normal seperti seharusnya…”

“Kalau itu membuatmu lebih baik, maka aku tidak akan melarangmu…”

Dia menatap mataku lebih setelah ucapanku itu. ia kemudian menunduk beberapa saat. “Aku doakan yg terbaik untukmu. Aku pergi!!”

Hatiku begitu hancur ketika ia mengatakan hal itu. tapi semakin kufikir mungkin itu lebih baik untuknya. Akan lebih baik dia tak berada disekitarku ketika aku benar2 sekarat nantinya. Aku berharap ia nanti bisa menemukan hidupnya yg baru tanpa ada aku. ia mulai melangkah pergi meninggalkanku seiring dengan matahari yg semakin menghilang dibarat sana. Setiap kakinya bagaikan menyiksa kehatiku hingga ia kembali terasa sakit. Tapi Kyu mungkin sudah tak ingin lagi peduli hingga ia terus pergi. Ia pergi bersama matahari yg mulai tenggelam. Akhirnya, Matahariku itu benar2 menghilang sama sekali…

[]

~Cho Kyuhyun POV~

Aku tidak tahu apakah jalan yg sudah kutentukan ini salah sama sekali. Yg jelas bagiku ini terasa terlalu menyakitkan bagiku. Dari dulu, demi gadis kecil yg sudah kujaga dari kecil itu aku selalu melakukan apapun. Aku menjaganya dan selalu bersamanya dan tak pernah membiarkan gadis kecil itu terluka. Tapi apa? Ternyata ia menyembunyikan rahasia yg begitu tidak dapat kuterima. Dia bilang aku adalah sahabatnya, tapi kenapa ia tak pernah menganggap aku sahabatnya. Ia menyembunyikan hal ini dariku, dan selama ini mungkin saja ia selalu berusaha kuat saat penyakit itu menderanya. Padahal tahukah ia kalau aku terpaksa menjadi sahabatnya, aku terpakasa hanya untuk menutupi perasaanku yg sebenarnya.

Ini memang terlalu bodoh untuk difikirkan, bagaimana mungkin aku bisa memiliki perasaan seperti ini. aku bisa memendam perasaan pada orang yg menganggapku sahabat sejati. Tapi apa lagi yg bisa aku lakukan kalau nyatanya hatiku memang ingin begitu. Selama ini aku telah mencoba untuk mencari wanita lainnya dan mungkin mengalihkan perasaan dan perhatianku padanya saja. Tapi nyatanya, gadis ini membuatku tak bisa berpaling darinya. Aku hanya ingin selalu melindunginya, dan bersamanya. Aku kesal kalau ia selalu menganggapku sahabatnya, hanya sahabatnya saja.

Aku tahu, kalau ku sampaikan terang2an seperti tadi ia mungkin akan langsung kaget dan perlahan menjarak dariku, dan itulah yg tidak aku inginkan. Itulah mengapa aku akhirnya melakukan sebuah trik gila dengan selalu mengiriminya surat setiap paginya lantas berpura mengejek untuk melihat responnya. Responnya baik, ia menyukai semuanya, tapi ia terlalu bodoh hingga tak dapat menemukan aku yg ternyata disekitarnya. Dari dulu ia memang bodoh, bahkan terlalu bodoh hanya untuk merasakan siapa yg selalu peduli padanya dan siapa yg hanya ingin bermain dengannya. Ia selalu melihat yg jauh dari dirinya, tapi ia tak menyadari aku yg berada didekatnya.

Sekarang apa lagi yg membuatku lebih hancur lagi?! Aku tak bisa menyembunyikan kesedihanku ketika tahu ia menyembunyikan hal yg sebesar ini dariku. Ini sangat2 menyesakkan ketika terasa dihatiku. Sangat sulit bagiku membayangkan kalau ia akan pergi dengan cara yg menggenaskan begini. Itu sebabnya aku mulai saat ini tidak akan perduli sama sekali karena menurutku tak ada gunanya bagiku untuk peduli lagi. Kalau aku peduli, aku hanya akan sedih. Kalau aku peduli, aku hanya akan merasakan kecewa lagi. Jadi memang sebaiknya aku tidak lagi peduli bukan? Toh sepeduli apapun aku dia tidak juga tidak akan pernah mau peduli padaku…

[]

Kyuhyun menyusuri koridor sekolah masih dengan masih lesu. Ia menyandang tasnya sambil terus menundukkan kepalanya kebawah. Entahlah, sebaik apapun ia mencoba melupakan semunya hatinya tetap merasa tidak tenang.

Bruk!

Kyuhyun mengangkat wajahnya ketika tidak sengaja menabrak seseorang hingga  yg dibawa orang tersebut jatuh ditanah.

“Maaf…” Kyuhyun segera minta maaf sambil berlutut dan memungut kertas yg terjatuh. Namun ia sedikit kaget menemukan nama Kim So eun dari depan amplopnya. Kyuhyun melirik surat itu, lants mengangkat wajahnya menuju orang yg membawanya tadi.“HanYoung Ahjussi!” kata Kyuhyun setelah tahu kalau ia mengenal orang tersebut.

Kyuhyun berdiri, mensejajarkan dirinya dengan seorang laki2 setengah baya itu. kyuhyun kemudian melihat kembali surat itu, lantas menyerahkannya pada laki2 yg dikenalnya sopir pribadi keluarga Soeun itu. “Ini milik anda, maaf aku tadi tidak melihat anda..” kata Kyuhyun sambil menyerahkan surat itu.

“Terima kasih tuan muda, tidak apa2..” kata sopir pribadi Soeun sambil tersenyum dan menerimanya. Kyuhyun terdiam, masih tersenyum kecil sambil melirik lagi surat ditangan laki2 itu. sopir Soeun ikut melirik kearah surat. “Nona Soeun, sangat sedih melihat kondisinya saat ini..”

Kyuhyun mengangkt wajahnya mendengar ucapan itu. ia menatap wajah tua yg mulai terlihat muram itu. “Walau bukan siapa-siapaku, tapi aku sangat menyayangi Nona Soeun. karena ia begitu baik padaku, ia tak pernah memperlakukan aku sebagai sopirnya. Aku selalu merasakan kenyaman selama bertahun-tahun bekerja dengannya, dia sudah seperti cucu bagiku. Aku sedih melihat keadaanya yg sekarang..” ia mengatakan setiap ucapan dengan begitu terdengar sedih. Matanya kini bahkan  mulai mengeluarkan embun yg mungkin akan segera menjadi hujan. “Dia masih terlalu muda untuk merasakan hal ini. bahkan kalau diizinkan aku rela menggantikannya karena aku memang sudah tua, sudah sepantasnya untuk mati. Tapi bukan dia, dia masih muda, masa depannya seharusnya bisa menjadi lebih panjang…”

Kyuhyun berpaling, menunduk, tidak seharusnya hal seperti ini ia dengarkan lagi. Ia hanya akan sedih lagi, bukan begitu?

“Aku sebenarnya ingin sekali mendonorkan hatiku untuknya. Tapi kata dokter aku terlalu tua untuk melakukannya dan tidak baik untukku. Sangat aku sesali hal itu, karena akhirnya aku memang tak bisa melakukan apa2 begitupun keluarganya..”

“Kenapa?”

“Sangat sulit menentukan hati yg bisa diterima tubuhnya. Adapun pendonor yg akan mendonorkan hatinya haruslah seseorang yg telah mati karena organ yg diperlukan sangat penting untuk kelangsungan hidup seseorang. Itulah kendala selanjutnya, sangat sulit mendapatkan pendonor yg cocok dan sangat sedikit keluarga yg mau anggota keluarganya yg meninggal untuk melakukan semua ini walau tuan Kim menjanjikan uang yg banyak. Lagipula, kata dokter operasi ini juga sulit dan kesempatan hidupnya juga tidak terlalu banyak…”

Kyuhyun menundukkankepala mendengar ucapan itu. inilah yg ia takutkan dari kemaren, ia takut mendengar khabar tentang Soeun lagi dan akhirnya ia akan tersentuh dan kasihan lagi. Ahh, bukan kasihan, hatinya tidak sanggup mendengar kalau Soeun begitu menderita dengan hidupnya yg sekarang.

“Kini, hidupnya begitu menyedihkan. Aku saja sudah tidak sanggup datang kekamarnya. Aku selalu sedih melihat ia yg sekarang sudah kembali tidak sadarkan diri itu. tuan muda, datanglah menemuinya, setidaknya hibur ia disaat-saat tersulitnya. Ia kesepian, tidak ada seorang temanpun yg menjenguknya…” kata pak Hanyoung kemudian. kyuhyun hanya tersenyum sedikit miris mendengarnya. “Kalau begitu aku pergi dulu tuan muda, aku harus menyerahkan surat izin & serta keterangan dokter ini kepada kepala sekolah. Permisi tuan muda…”

Kyuhyun tak menyahut, mendengar kalimat terakhir itu sebelum sopir kesayangan Soeun meninggalkannya yg mematung disana. Kyuhyun terdiam, menunduk, ia kemudian melihat menuju salju yg masih turun dihadapannya. Soeun bilang, ia benci musim dingin seperti ini dan lebih menyukai musim gugur. Musim gugur? Seharusnya ia bisa bahagia dengan musim gugurnya bukan? Ia tidak boleh pergi sebelum musim gugur itu datang. Ya, Soeun seharusnya melihat musim gugur selanjutnya!

[]

Kyuhyun menatap Soeun yg masih tak sadarkan didalam sana melalui kaca. Ia menghela nafas, menyentuh permukaan kaca dan terus menatap Soeun yg bahkan terlihat pucat sama sekali. Apa yg selama ini ia lakukan? Bagaimana sikap egoisnya bisa membiarkan sahabatnya sendiri dalam keadaan seperti ini. dan lebih parah, bukan hanya sahabat tapi orang yg juga dicintainya dari dulunya.

Cinta menghancurkan segalanya! Ahh, tidak seharusnya Soeun merasakan hal seperti ini karena perasaannya. Ia merusak segalanya, bahkan hal yg lebih parah Kyuhyun merenggut sahabat satu2nya Soeun dan membawanya menjauh dari Soeun disaat Soeun benar2 kesakitan seperti sekarang ini. Egois!

Kyuhyun menghapus air matanya yg sempat jatuh. Ia menatap Soeun yg masih tidak sadarkan diri didalam sana. Soeun bahkan tidak membutuhkan cinta sampahnya, yg Soeun perlukan hanya Kyuhyun sahabatnya.

“Mianhae… Jeongmal Mianhae…” kata Kyuhyun tak sanggup lagi menahan air matanya. Ia menatap gadis itu sekali lagi, lantas setelah berfikir sesaat ia meninggalkan tempat itu dengan langkah yg gotai.

[]

Matahari itu masih sama, selalu datang setiap pagi dan menghilang di sore harinya. Kyuhyunpun masih sama, masih duduk menyendiri disana menunggu matahari akan menghilng di langit barat sana. Tapi semuanya tidak sepenuhnya sama, setidaknya semenjak Soeun tidak ada disisinya lagi menatap matahari yg tenggelam semuanya berubah. Matahari bahkan tidak seindah dulu, setiap melihat ia akan pergi yg ada malah hanya kesedihan dan kebisuan. Ia sepertinya juga sangat kehilangan tawa ceria gadis itu, sama seperti Kyuhyun.

Kyuhyun masih duduk dan menatap matahari yg akan menghilang sambil tangannya memegang selembar kertas dan setangkai bunga mawar lagi. Ia mengangkat surat ditangannya dan membacanya kembali. Ia mencoba tersenyum menatap isi surat itu, lantas setelah sadar matahari benar2 akan menghilang ia menegakkan kepalanya.

“Selamat tinggal Soeun, saranghae…” Katanya sambil menggenggam sebuah ipod sambil tersu memperhatikan matahari yg perlahan mulai menghilang.

[]

Angin bertiup begitu lembut ditempat ini. seorang gadis duduk sendiri disana sambil melayangkan matanya pada matahari yg kian beranjak kebarat. Hembusan angin menerbangkan rambutnya yg panjang serta gaun putih yg dipakainya hingga melambai-lambai akibat permainan angin. Tapi ia tidak peduli, ia tetap menatap matahari yg mungkin akan menghilang tidak lama. Tiba2 sebuah langkah kaki mendekatinya menyibak hamparan salju dan putih2 itu. gadis itu berbalik, kaget menemukan sosok yg dikenalinya.

“Kyuhyun…” gadis itu begitu kaget melihat kehadiran orang yg baru datang itu. pemuda yg datang hanya membalas keterkejutan si gadis dengan sebuah senyuman. “Apa yg kau lakukan disini?”

“Tentu saja, aku akan selalu ada dimanapun kau berada dimanapun kau berusaha lari dariku..” kata Kyuhyun dengan senyuman yg tetap terlihat sulit dibaca. Soeun melayangkan pandangannya pada Kyuhyun dan memperhatikannya segitu detail. Kyuhyun begitu berbeda dari yg ia tahu sebelumnya, ia tampan dengan baju serba putih yg sama dengan warna gaun yg dipakainya. Hamparan salju dan cahaya putih membuat cahaya sendiri bagi dirinya. Kyuhyun tersenyum, menggenggam tangan Soeun dan membawanya kembali duduk ketempat tadi. Soeun yg masih heran hanya mengikutinya.

“Jangan membuang waktu, mataharinya sebentar lagi akan tenggelam…” kata Kyuhyun sambil tersenyum. Soeun kembali mengelihkan pandangannya menuju arah barat walau hatinya sangat heran. Ia kembali berpaling kepada Kyuhyun. Menyadari diperhatikan, Kyuhyun balas menatapnya.

“Ini seharusnya tidak mungkin, apa aku bermimpi?” tanya Soeun pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum.

“Ya, kita berdua berada dalam mimpi yg sama…” sahut Kyuhyun kemudian membuat Soeun kian bingung. Kyuhyun tersenyum, ia meraih kepala Soeun dan meletakkan agar bersandar dibahunya. “Setelah ini hiduplah dengan bahagia. Jangan pernah merasa bersalah atas apapun mengenai aku. setelah ini, berusahalah untuk mencari peganganmu yg baru, yg akan menjagamu sebaik aku. walau sampai kapanpun tidak ada yg sebaik aku, tapi jangan pernah menghabiskan hidupmu dengan sebuah kesendirian..” kata Kyuhyun sambil menatap lurus menuju matahari dibarat sana. Tangannya aktif mengusap rambut soeun dengan lembut.

“Apa maksudmu?” tanya Soeun sama sekali tidak mengerti.

“Aku berharap, dengan ia berada disana kau akan dapat merasakan betapa besarnya cintaku untukmu. Jagalah dia dengan begitu baik, jangan pernah menyakitinya…”

“Apa maksudmu? Dia dia siapa? Siapa yg kau maksud dengan kata dia?”

“Kau harus melihat musim gugur selanjutnya. Aku akan selalu bersamamu apapun yg terjadi nantinya…” kata Kyuhyun semakin membingungkan. “Soeun, saranghae… Saranghae… Saranghae… Sarang…….” suara Kyuhyun terdengar bergema. Semakin pelan, pelan, pelan, lantas menghilang sama sekali

[]

“Kyuhyun!!”

Soeun berseru ketika bangkit dari tempat tidurnya. Nafasnya ngos-ngosan sambil pandangannya lurus kedepan. Keringat dingin keluar membasahi wajah dan dahinya. Soeun terdiam, mulai sesegukkan dan mulai menangis tanpa bisa ditahan. Soeun menghapus air matanya, lantas segera bangkit dari tempat tidurnya. Soeun berjalan kearah meja didepannya lantas meminum air putih yg berada disana. Soeun mengusap rambutnya dengan fikiran yg sama sekali tidak tenang dan gelisah. Soeun kemudian mengambil selembar kertas yg teletak disana.

Kepada Tuan Baek Jong Su. Seperti janjiku kepadamu, aku akan kembali lagi ketempat ini dan akan membawa donor hati seperti yg kau inginkan. Ambillah milikku, lantas segera berikan padanya. jangan ragu untuk melakukakannya, aku mohon jangan lagi menolaknya. Biarkan ia memiliki hatiku, Tolong selamatkan dia, terima kasih, dan tolong ucapkan salam persahabatanku untuknya. Katakan padanya, kalau aku akan terus mencintainya dan menjaganya. Terima kasih…

Perlahan, ucapan dokter yg juga pamannya yg disampaikannya beberapa hari setelah ia sembuh dan selamat dari operasi transplantasi hati terngiang lagi ditelinganya.

“Aku kaget ketika Kyuhyun teman kecilmu datang tiba2 padaku dihari itu. ia tampak begitu terpukul melihat keadaanmu. Lantas ia memaksa aku untuk menguji tingkat kecocokan hatinya dengan hatimu. Ia mendesakku, benar2 tidak sabar mengatakannya padaku. Akupun pada akhirnya menuruti keinginannya…”

“Beberapa hari, ia datang menjemput hasil labnya. Akupun melihat sendiri hasilnya. Aku yg baru menyadarinya begitu kaget akan hasilnya. Kyuhyun memiliki kecocokan denganmu mencapai 84%, dimana angka itu bahkan telah melampaui ibumu dan hanya berbeda sedikit dengan kecocokanmu bersama ayahmu…”

“aku dapat melihat kelegaan dimatanya ketika ia tahu ia bisa mendonorkan hatinya. Tapi lantas, aku katakan padanya bahwa itu belum berarti ia bisa mendonorkan hatinya untukmu. Aku mencoba menjelaskan bahwa yg dapat mendonorkan hatinya padamu adalah orang yg sudah meninggal agar tidak mengganggu hidup pendonor itu sendiri. Tapi ia sama sekali tak mendengarkan kata2ku dan tetap mendesakku untuk melakukan operasi itu. mengambil hatinya untuk didonorkan padamu. Aku sudah mengatakan tidak akan bisa tapi ia tetap memaksa bahwa memohon padaku. Jujur, aku begitu kasihan padany tapi aku tidak mau melanggar kode etik ilmu kedokteranku apalagi kau adalah keponakanku. Saat itu aku tetap menolak keinginannya itu…”

“Awalnya aku kira ia mengerti dengan kata2ku ketika ia sudah mulai diam dan tidak lagi memintaku. Ia bangkit dan kufikir saat itu ia akan pergi. Tapi, aku kaget ketika ia menghentikan langkahnya dan kembali menghadap padaku. Ia berkata, ia akan datang lagi nantinya dan pasti membawa pendonor yg memenuhi syarat untukmu. Lalu ia pergi begitu saja kala itu…”

“Beberapa jam kemudian, aku dikagetkan ketika seorang suster memanggilku dan memintaku datang keruang jenazah. Kakiku langsung lemas melihat dia sudah terbaring tak bernyawa disana. Menurut yg kudengar, ia adalah korban bunuh diri yg mengakhiri hidupnya dari sebuah gedung tua didekat kompleks perumahanmu. Aku semakin kaget ketika salah satu dari suster menyerahkan selembar kertas padaku. Inilah suratnya…”

Dada Soeun begitu sesak setiap kali mengingat bagian2 itu. menyakitkan, semuanya terasa benar2 menyakitkan. Bayangan senyuman Kyuhyun bahkan membuatnya semakin gila. Tidak seharusnya ini terjadi!!!

[]

Sebuah daun gugur diawal musim gugur. Daun itu lantas melayang mengikuti dengan tak tentu mengikuti arah angin. Angin membawa daun itu melayang dan melayang hingga ketika angin mulai terasa surut, daun itu jatuh diatas kepala seorang gadis. Daun itu kemudian meluncur diantara rambut hitam si gadis lalu jatuh ketanah sama sekali.

Daun itu akhirnya terinjak oleh gadis yg tadi. Seorang gadis berambut panjang yg berjalan dengan kepala yg ditundukkan kebawah. Ia terus berusaha tidak peduli pada kesibukan disekitarnya.

“Kyuhyun, aku merindukanmu..” ia bersuara pelan sambil terus menunduk dan berjalan dengan tanpa gairah sedikitpun. ditangannya, ia membawa sebuah ipod yg tadi pagi ia temukan ditempat yg sama dengan ia menemukan surat2 kaleng dari pengagum rahasianya. Ya, kini sudah jelas, lebih tepatnya semua surat2 itu dari Kyuhyun dan mungkin ipod ini juga dari Kyuhyun. Sekarang Kyuhyun telah pergi, dan lebih menyakitkan Kyuhyun pergi untuk mencegah kematian untuk dirinya. Cinta, sekarang kata itu lebih menyeramkan secara lebih nyata.

Soeun kini berdiri dibawah gedung tempat ia biasa melihat matahari bersama Kyuhyun. Ia melayangkan pandangannya menuju puncak gedung tersebut, lantas mengalihkan pandangannya menuju langit barat dimana langit mulai kembali memerah. Soeun menunduk berfikir, lantas kemudian meninggalkan tempat tersebut.

Ditengah langkah gotainya, Soeun kemudian mengangkat ipod yg ada ditangannya tadi. Setelah berfikir, dan memperhatikan sejenak, Soeun mulai memberanikan diri untuk mendengarkan isinya dengan earphone yg sudah dipasang dari ia menemukannya. Setelah mengotak atik sedikit, ia kemudian medengarkan suaranya sambil terus berjalan pelan dan gotai.

 “Untuk sahabatku yang aku cinta Soeun…

Soeun-ah, bagaimana khabarmu? Apa kau sudah baik2 saja setelah operasimu? Aku berharap kau akan baik2 saja dan tidak lagi merasakan kesakitan apapun.

Soeun-ah, aku tahu kau sedang sedih sekarang. Aku tahu, kau pasti sering sekali menangis belakangan ini setiap mengingat aku. uljima, jangan menyalahkan dirimu mengenai semua ini. ini bukan salahmu, tapi salahku, salahku yang benar2 tak bisa mencari jalan yg lebih baik untuk menyelamatkanmu. Tapi, aku tak punya cara yg lebih baik lainnya. Aku bahkan tidak ingin membuang waktuku dengan hanya berdiri dan berfikir, maka kufikir hanya inilah yg bisa kulakukan saat ini. kita tak punya waktu, Soeunku harus bisa melihat musim gugur tahun ini.

Aku bilang jangan menangis, tidak apa-apa. Jangan lagi menyesali dirimu, bukan kau yg salah disini. Hapus air matamu segera dengan sapu tangan yg ku berikan padamu, lihatlah ingusmu sudah berantakan kemana-mana(Berusaha menahan tangis).

Soeun-ah, kini dia, sesuatu yg sempat berada didalam diriku telah hidup bersamamu. Itu artinya, aku juga hidup bersamamu. Bukankah ini menyenangkan? Dia masih bisa bersamamu seperti dulu bukan? Aku masih bisa bersamamu sekarang. Bahkan ia bisa mengikutimu lebih lama lagi tak pernah terpisah darimu,bukankah sama saja? Kita masih saja bersama seperti dulu. (sedikit parau, mulai menangis…)

Jangan fikir aku menderita karena ini, tapi justru aku bahagia setidaknya aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dan membantumu. Aku juga mulai berharap dari sekarang, kau akan dapat merasakan apa yg dia rasakan. Ya, ada banyak cinta disana untukmu soeun, hanya untukmu (Benar2 menangis). Aku tahu, kau pasti akan langsung benci mendengar aku mengatakannya lagi. Tapi kalau tidak sekarang, aku tidak akan punya waktu lagi mengatakannya. Soeun-ah, aku saaaaaangat begitu mencintaimu. Sebuah perasaan yg lebih dari kata sahabat, aku mencintaimu lebih dari itu benar2 lebih dari itu.

Bagaimana hati kita? Kau dapat merasakannya disanakan? Ya, kau pasti sudah dapat merasakannya, merasakan cintaku. Mohon jangan benci perasaan itu.

Soeunku, hiduplah dengan baik setelah hari ini. jangan lagi merasa sedih, lupakan semua itu dan mulai membuka pintu yg baru. Jangan berfikir aku akan jauh, tidak, aku selalu disini selalu ada dihatimu didalam dirimu. aku akan tetap menjagamu dari sini, maka jagalah hatimu dengan baik agar aku betah berada disini, di hati kita. Tersenyumlah, kau selalu terlihat begitu jelek setiap menangis. Aku tidak suka ada air mata diwajahmu…

Berjalanlah pulang dengan baik dan berhati-hati. Jalanilah hidupmu lebih baik lagi. Jangan suka berkurung lagi, carilah semangat dan hidupmu yg baru diluar sana. Aku akan selalu bersamamu, jadi jangan mencemaskan apapun lagi karena kau selalu tenang karena aku bukan.

Tersenyumlah, sahabatku. Hapus air matamu dan singkirkan kemuramanmu. Lihatlah musim gugur yg selalu kau nanti dari dulu dengan senyuman seindah bunga sakura yg berguguran. Aku juga akan merasakan musim gugur kali ini melalui hatimu. Serta juga akan melihat matahari tenggelam setiap harinya melalui hatimu…

Soeun-ah, Saranghae… (Terdengar menangis).”

Soeun melepaskan earphone itu dengan sangat terburu-buru sambil menangis. Ia berpaling, mencoba meredam air matanya yg benar2 tak ingin bisa dihentikan lagi. Ini terlalu menyesakkan, terlalu menyakitkan, bagaimana mungkin bisa tersenyum dan tidak menangis? Bagaimana caranya Kyu? Tolong beritahu aku.

“bodoh, apa yg kau lakukan? Sejak kapan kau begitu bodoh!!” Soeun tak mampu lagi menahan ketidak mampuannya untuk bertahan. “Kenapa kau sampai seperti ini? kenapa kau harus begitu mencintaiku? Seharusnya kau tidak boleh begitu. Kau tidak seharusnya begitu!!”kata Soeun masih dengan emosi yg tak bisa diredam.

“Kau bilang kau mencintaiku, lantas sekarang untuk apa kata2 itu kau katakan. Itu bahkan membuatku lebih sakit lagi. Kau benar, aku dapat merasakan hatimu, dan kau tahu mungkin kau tahu kalau aku juga mencintaimu. Lantas untuk apa sekarang semua itu? cinta akhirnya hanya terdengar seperti kutukan…”

“Aku juga mencintaimu dan tak bisa melepasmu dengan cara seperti ini. lantas apa yang harus aku lakukan sekarang??” Kata Soeun sambil menutup kedua telinganya. Soeun masih terus menangis dengan sangat menyedihkan ditempat itu. ini bukan musim gugur yg selalu ia nantikan, mungkin ia akan benci musim gugur untuk selanjutnya dan akan merindukan musim salju dimana saat itu Kyuhyun ada disisinya. Karena musim gugur telah merenggut Kyuhyun darinya, musim gugur sangat kejam!!

[THE END]

How, How? FF ini emang direquest sad ending loh ya, bukan kemauan author juga jadi jangan pisahkan Author sama Yesung (?) ya gara2 endingnya kayak gini.. hehehe…

Jujur sih, sebenarnya aku juga kurang suka sad ending T_T

Oiya, Cuma mau jelasin, author sama sekali gak ngerti masalah medis jadi konflik kesehatan yg tersaji diatas hanya dikarang dan dibuat-buat doang. Jadi jangan heran kalau penyakitnya aneh ya. Kitakan di dunia fiction, jadi penyakitnya bolehkan juga fiksi? Hehehe…

Coment and Rate ditunggu, Gomawo…

_BOW_

50 Comments Add yours

  1. djkyussoloverz mengatakan:

    hwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwaaaaaaaaaaaaaaaaaa hwwwwwwwwwwwwwwwwwwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hikz…..hikz…..hikzzzzzz gak terima kenapa kyu meninggal huuuuuuuuuuuu sedih bgt sy mw protes sma poespa knp sad ending sih???? aku gak bsa berhnti nangis neh author tanggung jawab….!!!!! kyu oppa minta dipeluk…. heeeee#ditabok sparkyu sama so eun eonni## hwating cingu bwt yg banyak ff kyusso x ditggu karya slanjutnya n tentu yg makin kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen abiiiiiiiiiiiiiiiiiez beneran loeh suer lok bo’ong sy brani dicium heechul oppa heeeeee ##mau x weeeeeeek### ok hwating chingu cpt bikin ff kyusso lg n ditggu pairing haesso x jg cz serruuuuuuuuuuuuu jga tuuuuuuuuh………!!!!!!!!!

  2. kyuPAngels mengatakan:

    Sumpah sedih banget ni ff….
    Jujur puspa smpai nangis…
    -ketika kyu ngatakan prasaanya di gedung,yg sso berbohong itu.
    -ketika mereka sprti berada di surga,dgn pkaian putih”…
    -ketika sso mndengar suara kyu dri Ipod…
    Semua itu bikin aku nangis…
    Beneran lho…jujur *suer*

    sekali lagi good job putri cingu…

    Aaaaaaaaaaa T.T😥
    awalnya kukira sso yg mati,tp stlah di bca,tebak” bner firasat kyu yg akhirnya pergi….
    Sumpak sedih abies….
    Suka banget aku ma ffnya…
    Wuaaaaaa T.T

  3. kyuPAngels mengatakan:

    Sumpah sedih banget ni ff….
    Jujur puspa smpai nangis…
    -ketika kyu ngatakan prasaanya di gedung,yg sso berbohong itu.
    -ketika mereka sprti berada di surga,dgn pkaian putih”…
    -ketika sso mndengar suara kyu dri Ipod…
    Semua itu bikin aku nangis…
    Beneran lho…jujur *suer*

    sekali lagi good job putri cingu…

    Aaaaaaaaaaa T.T😥
    awalnya kukira sso yg mati,tp stlah di bca,tebak” bner firasat kyu yg akhirnya pergi….
    Sumpak sedih abies….
    Suka banget aku ma ffnya…
    Wuaaaaaa T.T
    ku nntikan ff mu yg brikutnya!keep spirit!

  4. seli m (kaoru) mengatakan:

    huuuuuaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh *nangisdikamarmandi(?)barenghaeppa T_T
    kisahnya menyentuh bkin nangis deh pkoknya ..
    terharu bacanya ..
    pkoknya sdih ama kta-kta kyu lewat ipod ..
    si author bisa jja nih buat orang nangis.. tanggu jwah ah kamar ampe banjir begini -_-v

    daebak critanya ..
    terus kembangkan karyanya eun, di tunggu ff slanjutnya ^^
    update soon fighting ^^

  5. rose mengatakan:

    hi, I’m your fan, I realy realy like all of the stories you made, because I am a big fan of kim so eun. hopefully you’ll never run out of ideas to make a good story anymore ^-^

    1. kyuPAngels mengatakan:

      Hello…
      Rose cingu???
      May I ask you??
      You from Indonesia or other country???
      In here is Big fans of Kim so eun..
      You have account FB???
      Me on FB:’Poespa sang soeun’
      #promotion
      hhhehehe

  6. Yane mengatakan:

    T.T
    tak dsngaka trnyata kyu yg mendonor kan hatinya pda soeun…cerita yg mengharukan%-)

  7. Dear dHiyah mengatakan:

    awal y q dach dpet feel y , tp pz prtengahan smpe akhir feel q b.kurang …
    munkin kan Lbih mnyedihkan pz so eun sekarat Lbih d pnjangin byar dpet feel y .^^
    *pLetaakkk!!! so eun: seneng ea lyat q mnderita ??!! dsar fan krang ajar*

    q ska bgt sad story , bhkan q Lbih sk sad story dr pda romantic n comedy …
    d tnggu karyA sLnjut y n mga z tu sad strory ^^

  8. astrielf mengatakan:

    banjir air mata heheh
    keep writing eonn ditunggu karya selanjutnya dan masih di tunggulove me as you can nya heheh

  9. mayulidhasso mengatakan:

    huuu .. ;'( sedihh .. sedihh .. sedihh
    ampe mau mgeluarin air mata nehh authorr ..
    aku jg kurang suka ama sad ending tpi, te2p kerenn kok author ..
    keep inspiring authorrr !!! (maaf aku ngoment nya sekaligus🙂 )

  10. Elisoniac mengatakan:

    jujur kuang suka ma sad ending… tapi ni cerita bener-bener lebih nyentuh dari pada film “Love pobhia” yang aku tonton kemaren…. nangis bombay ne author tapi sayange air mata ne gag mau keluar jadi cuman nyesek… yang request bener2 keren… pa lagi authornya bener2 daebakkkkkkk….^^

  11. Vita mengatakan:

    Daebak.. Sukses bikin dada sesek + nangis T.T sad banget thor…
    Apalagi waktu so eun dengerin rekamannya kyu, sesek banget n gak tahu harus ngomong apa…😥

  12. Anna mengatakan:

    😦 wuuuaaaa bnr2 brhsl,brhsl bkin ka2 nangis darah ckckckc #lebay#,,tuuu kn firasat ka2 bnr pst niey kyuu yg jd malaikat penolongny soeun,,huuuftt sdih n bnr2 trsntuh sm kt2 trkhrny kyuu diiphone,,sad ending yg bnr2 bkin skses bkin sad😦

  13. riyanisept mengatakan:

    huhuhuhu…
    sedihhh bgt critanyya…
    minta cerita kyusso lagi ya..

    gomawoo…^^

  14. ticha_ mengatakan:

    knp hrs sad ending???!
    hua_knp kyu hrs maty????
    hikz_hikz T.T
    ga tega ma kyuppa n Sso eonnie
    ga bs sm”
    daebak eon_ dah bkn q nangiss

  15. sesy mengatakan:

    jhat knapa opah kyuhyun hahirnya meninggl kasihan eunni ksepian

  16. EchaKyuWon mengatakan:

    Hiks..hiks..hiks…
    Sedih banget sii putri,, aku sampe nangis inii..tanggung jawab loh ..
    bener2 cinta sejatii,, aahhh gag bisa ngomong apa2 cuma bisa nangis doang …

    Ayo aku tunggu karyamu yg😉

  17. megaratnasari mengatakan:

    Kyaa , sad ending . huhuhu
    Tapi tetep kerenn , nangkep banget ceritanya (?)
    kyuppa nekat banget gilak ,
    Kyupkyup inget loh kalo bunuh diri itu dosa . kekeke

  18. gerundhaessolover mengatakan:

    hiks. .hiks. .hiks, , .
    Author bnr2 tga neh bkn smua readers nangis. Bnr2 crita yg mengharukan. Kya’x preman pasar pun bkalan nangis dech bca ff ini.

    Aq da gx bza ngomong vha2 lgi #sambil sesegukan# poko’x author T.O.P. B.G.T.
    Dtnggu lg ea crita sad ending’x. .

  19. Helda wati mengatakan:

    Terharu T.T

  20. nita mengatakan:

    ah,knpa harus sad ending????bner2 gk suka sad ending
    tpi crita ini bner2 menguras air mata sya,,nangis sejadi2nya d kamar
    huweee!!!!!!!!!
    please,laen kali buat yg happy ending ajah,,

    tpi keren thor,,terus lanjutkan KyuSsox ya
    setia menunggu KyuSso sya

  21. SayaCintaTaecyeon mengatakan:

    Uwaaaaahhhhhh, g kuat baca yang pas terakhir… huhuhuhu T_T keren bgt… aku sampai menangis..
    Thor, bikin juga dong pairnya Onnie ma oppadeul 2pm…

  22. nury elf mengatakan:

    nih author bisa jja bkin reradir nangis seseukan ..
    pkoknya ni ff keren bnged eun ,,
    bkin nangis bacanya ..
    kyu rela beri hatinya untuk sso .. so sweet bnged deh pkonya ..

  23. owni mengatakan:

    kereeeeeeeeeeennnnnnnn
    di tunggu karya yg lain

  24. glodkyusso mengatakan:

    hadir lagi aku put ,
    ngebut komment . wkwkwkwk

    ini ada ff kyusso tapi sad ending,
    huwaaaaaa
    kyuppa ku .

    hiks hiks hiks😥
    putri jangan buat ff sad ending kyusso lagi ya ?
    air mata ku entar abis

  25. ellis mengatakan:

    phacamtha…..untuk nilai ff ni yag sedih banget cingu….

  26. ira sparkyu mengatakan:

    daebakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk ini ff.. tapi jangan bikin yg sad ending lg ya eon,, aku nangis seember nih..
    aku telat komen lagi ya/?? hehe,, gpp deh, yang penting baca, komen, and rate…
    bagus eon,,tp jgn yg sad ya? sedih eon, asli deh..

  27. Nadya ELF mengatakan:

    waktu kyuppa pake baju putih di surga q dah nagis deres waktu itu!, ditambah pas Kyuppa mengucapkan lewat ipod nya itu, untung pas baca lagi sendirian jad gak da yag tahu klo lag nagis!.
    Author musim gugur tu bulan kelahiranku!!, kan sama kayak Soeun onnie cm beda 2 hari ma aku!!. Tapi gak papalah, Kyuppa selalu ada buat Soeun onnie

    (Maaf telat!, tapi yang penting komen khan?, maaf ku nulisnya agk ngawur soalnya mash nags1, ya udah bye …)
    Ceriatanya mendlam banget onnie!

  28. KyuYoon mengatakan:

    keren~!!! aku nangis bacanya T.T
    gk nyangka, Kyu bakal bunuh diri gitu

    semangat untuk karya berikutnya ^^

  29. sugarsoya mengatakan:

    Huuuahhh, author bikin sya nangis aja nih…
    Kyuppa jangan pergiii… Kirain endingnya bakal kaya endless love,
    Dua2nya meninggal… Kasian sso hidup sendiri…

  30. QueenA FZ mengatakan:

    woah,,,,,
    kyuhyun rela berkorban… hiks hiks..
    emang pernah dengar sich kalo yang donor itu biasanya org yang uda ga ada… hiks.. hiks masih sedih aja nich kalo inget.. jd hampir nangis…
    buat lagi yach KYUSSO

  31. dyyyy mengatakan:

    banjir air mata………
    buat kyusso lg tp yg happy ending..

  32. sag1190 mengatakan:

    huwaaaa kereeeennnn, sukses buat hatiku nyesek bacanya, bener2 nangis, sedih bget apalagi isi rekaman kyu, ya ampun gak kebayang gimana Sso bakal melanjutkan hidup tanpa ada Kyu disampingnya hikz..hikz..hikz…

  33. anastasia erna mengatakan:

    huaaaaaaaaa…
    hancur hati ku..
    kenapa gini…
    tapi keren…

  34. fani fanny funny mengatakan:

    hhuuuaaaaa….. T.T
    udh ketebak sih dr awalnya, tp feelnya kerasanya LUAR BIASA, sampe nangis nangisnya deras tengah malem.
    author.. tanggung jawab!! *sksd
    disini aku baru nemu si EVIL KYU jadi ANGEL/GUARDIAN ANGEL, SALUTTT BGT BWT KYU DEHH! *plakk! digoroksparkyu

  35. pyrossoneff mengatakan:

    koment dulu, ntar bacanya di hp. dari judulnya udah ketebak bakal nguras air mata nieh..

  36. Dwi Annisa Rizki mengatakan:

    bnran autor, aku nangis bca part in, aplgi pas soeun lg dngrn suara kyu dr iphone ny, hwaaaa sdih bgt >,<
    bnr2 menguras(?) air mta T.T
    daebbakkkk…

  37. AngelsKyuSsoLOVER mengatakan:

    kenapa harus sad ending lagi sih author ff nya ???
    tapi ini ff memang bikin para kyuSso shipper merinding ’cause terharu dengan ff ini !!! pliz bikin ff yg happy ending aja ya thor ??? thx……… i love u🙂

  38. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaaa…..
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).
    Bener2 di buwat mewekkkkkk…..

    Sebuah Cinta Ϋά̲̣̥ηġ sangat amat tulussss….

  39. thata mengatakan:

    Sumpah bikin nagisssssss..
    Ap lg waktu dnger suara kyuhyun d ipod..
    OMO bikin nangisss..
    Sad ending..
    Kerennnn..

  40. Aulia Azizah mengatakan:

    d bikin sequelnya dong thor…
    misalnya d buat reinkarnasi kyuhyun kahh atau apa lah…
    sampek basah bantalnya
    gr” ngebaca ni ff…
    huhuhuhuhuhuhuhuhuhhhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu;((((((

  41. Uthienz mengatakan:

    Aigooooo… Mengharukan bgt..
    Qu udah baca chap 1 nya.. Udh nyangka sh itu dri Kyu.. Cuman gak nyangka bgt kyu mwu ngorbanin nyawanya bwt so eun..

    Review chap 1 dan 2 qu gabung ya..! Hehe..🙂

  42. Kim Ra rA mengatakan:

    Bener bener sad sampe G’ tega bacanya But Tetap selalu keren
    Emosi campur aduk G’ karuan dari awal baca sampe akhir dan benar benar menyayat Hati,,,

  43. yehaesso_ mengatakan:

    kyuhyun-ah ;((((((((( kenapa pergi ? hah ?! hua aku ga bisa berenti nangis,jujur aku ngetik ini sambil nangis ;(
    salut sama kyu yg bisa mendam perasaannya selama itu terlebih rela ngorbanin hatinya utk soeun.
    kyuuuu kenapa baik banget sih? ;( ga tega sama keduanya.soeun ga bisa bales perasaannya kalo kamu ga ada kyu !
    wahh author kembaliin kyu~ satuin lg mereka😦
    sad ending yg sangat menyentuh.keren !
    ditunggu karya selanjutnya.
    fighting🙂

  44. Rani Annisarura mengatakan:

    ya ampun sedih banget ceritanya sampai bikin nangis aja,,,, dan sad ending T_T

    Keren banget kyuhyun bisa berkorban demi so eun,,, tapi mereka berdua nggak bisa hidup bersama……

    Gpp lah tapi tetap ceritanya ini keren banget

  45. lusiyana mengatakan:

    hiks….hiks….hiks….hiks….sampai tersedak2….nangisnya….

  46. laela mengatakan:

    kyusso ga bersatu nyesekkkkkk
    kyu mengorbankan hdup demi kesembuhan sso wanita yg sangat dicintainya so sweet kyu😥

  47. Endang widiyati mengatakan:

    Huaaaaaaaa……Mati….Lagi2 matiiiiii!Aku ini susah kepala 3 tapi kl baca ff model bgini pasti nangis….Nangisnya bakalan lbh kenceng drpd anakku yg msh TK…..Huaaaaaaa

  48. Shin Ji Hyun mengatakan:

    walau baru baca,, tpi tetap komen ya,, sebenarnya sih dari awal udah ketebak kalau kyu bakal donorkan hatinya,, seperti di film HEART,, hanya saja,, cerita ini mampu buat aku nangis dan bercucuran air mata,, biasanya aku gak pernah nangis kalau cuman baca cerita atau novel meski cerita nya sedih, tapi cerita ini, benar-benar berhasil melayangkan imajinasiku, hingga aku larut didalamnya,, benar-benar jalan cerita yg sudah sering dibaca dan ditonton tapi masih mampu membuat air mata jatuh adalah cerita yang patut diancungin jempol,,

  49. riqkarak mengatakan:

    nyesek bacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s