~Sweet Piece Of Love Part2~


Anyeong all, aku comeback cieh… maaf ya kemaren gak pernah ngepost soal ujian soalnya itu sebabnya aku menghilang halah bahasanya. Kali ini, aku kembali bawa beberapa FF lagi, semoga suka yah.

Jangan lupa, komen and Ratenya ^^

“Aku membalikkan kata2mu, kitakan tidak kenal sama sekali mana sopan langsung mengatakan hal yg tidak2 mengenai orang dari tadi. Aku sudah bersabar dari tadi, tapi kau selalu dengan egoisnya mengatakan hal2 yg tidak2 seperti tadi. Lagipula, sudah aku katakan, seharusnya keluargamu mengajarkan yg lebih baik padamu dan setidaknya tidak terlalu memanjakanmu sehingga kau bisa tumbuh lebih baik lagi. Contohnya, aku lebih tua daripada dirimu, tapi kenapa kau seenaknya mengatakan kata KAU kepadaku?!”

“Maafkan kami..” petugas itu menundukkan kepalanya sekali lagi ketika dua orang itu sudah keluar dari gedung itu. Yesung hanya tersenyum menunjukkan kalau ia sudah menerima sama sekali dengan kesalahan pihak keamanan di Namsan Tower. Tapi tidak begitu orang disampingnya…

“Mudah sekali mengatakan maaf setelah apa yg terjadi. ahjussi, kesalahanmu sangat sulit untuk ditolerir. Apa kau tidak memikirkan bagaimana keadaan kami semalam? Kedinginan, digigiti nyamuk, belum lagi kami lapar. Sekarang setelah apa yg terjadi dengan seenaknya kau mengatakan maaf. Enak sekali kalau begitu…” Soeun yg daritadi mengomel lagi2 kembali mengomeli pria setengah baya didepannya hal itu membuat Yesung hanya bisa menggeleng.

“Ya, kami tahu nona itulah sebabnya kami meminta maaf. Kami menyesali semua yg telah terjadi..”

“Ini bukan masalah menyesali ataupun tidak. Tapi masalah kenyamanan pengunjung disini, kau tidak tahu apa yg terjadi semalaman ini. kenapa kau tak merasakan sendiri bagaimana rasanya semalaman didalam sana, kau lihat tanganku merah2 karena digigit nyamuk belum lagi kepalaku yg pusing ini…” kata Soeun tetap tak terima.

“Kami mohon maaf nona, maafkan atas kelalaian kami…” petugas itu kembali memberikan penghormatan sebagai tanda penyesalannya.

“Masalahnya bukan Cuma maaf tahu… tapi mhfhmhf…”

“Hum, ahjussi, maafkan temanku ia sedang tidak sehat hari ini sepertinya dia sedang hum biasalah wanita setiap bulannya, makanya ia marah2 begini.” Soeun menatap tajam pada yesung yg tiba membekap mulutnya dengan salah satu tangannya lantas mengatakan hal yg bukan2 pada petugas itu.

“Humfhm!!” Seru Soeun kesal pada orang yg telah membekap mulutnya tapi suaranya tertahan sama sekali.

“Baiklah ahjussi, tidak masalah, tidak apa2, kami sudah menerimanya. Tidak apa2, oleh sebab itu maka sebaiknya kami pulang saja. Terima kasih tuan, kami permisi, annyeong…”

“Humfhm…” Soeun kembali berontak ketika Yesung membawanya menjauh dari petugas dan tempat itu. Soeun hanya menatapi si petugas yg kembali memberi penghormatan pada mereka.

Setelah mereka menjauh, dan petugas itu kembali masuk, lantas Soeun menatap Yesung yg masih membekap mulutnya. Lantas…

“Aduh! Ahhh!” Yesung berseru kesakitan dan reflek melepaskan bekapan mulut Soeun ketika tiba2 Soeun menendang satu kakinya serta menginjak kakinya yg lain. Ia kini melompat-lompat sambil memegangi dan merasakan kedua kakinya. “Hya! Sakit tahu!” omelnya masih memegangi kakinya yg ditendang begitu kuat.

“Salahmu, siapa suruh melakukan hal tadi padaku!” Soeun masih menunjukkan ekspresi kesalnya sambil berkacak pinggang didepan Yesung yg kesakitan. Yesung mengangkat wajahnya dengan wajah tak kalah kesal.

“Masalahnya kau itu terlalu berisik. Kurang sopan sekali mengatakan hal seperti tadi kepada yg lebih tua didepan keramaian seperti itu. kau tidak lihat, semua orang melihat kearah kita tadi. Lagipula kenapa harus memperpanjang lagi? Toh kita sudah selamat dan tidak apa2 kenapa harus mengamuk disana!” kata Yesung kesal sambil mengelus lutut kananya yg juga ditendang.

“Mengapa mengamuk katamu? Hya, kita masuk kesana itu tidak gratis bagaimana mungkin bisa terima begitu saja dengan pelayanan mereka itu. lagipula kau tidak lihat? Semua tubuhku memerah karena digigit nyamuk belum lagi badanku semuanya sakit. Dan yg lebih menyebalkan karena harus bersama dengan orang sepertimu..” kata Soeun tak mau kalah.

“Memang apa yg aku lakukan? Toh, seharusnya kau bersyukur karena ada aku disana. Apa kau tidak berfikir kalau seandainya tidak ada aku kau akan terkurung sendirian disana tidak ada teman. Huh, lihat apa yg kau lakukan pada penyelamatmu..” kata Yesung masih memegangi kakinya yg sakit.

“Penyelamat? Memangnya apa yg kau lakukan? Kau hanya bisa sok tenang dan sok tabah semalam tanpa bisa melakukan apapun untuk keluar. Lagipula, semalaman kau itu bersandar dibahuku. Apa kau tidak tahu betapa beratnya badanmu itu? Kau itu benar2 menyebalkan kau tahu..” omel Soeun cepat. Yesung selesai dengan kakinya yg masih sakit lalu menatap Soeun.

“Okey, aku juga tidak tahu. Tapi setidaknya aku tidak pernah melakukan hal kurang ajar padamu. Kau tahu, sebagian pria akan melakukan hal yg buruk bila dalam keadan situasi seperti kemaren tapi tidak untukku bukan. Setidaknya, aku bisa membuatmu tidak lagi ketakutan..” kata Yesung kemudian. “Sudahlah jangan marah lagi. Terima saja, toh semuanya telah terjadi. sekarang lebih baik kita pulang dan beristirahat…” kata Yesung kembali mengusap bagian tungkai kakinya. Soeun terdiam, menatap masih kesal.

“Tapi gara2 kau, aku terancam tidak bisa pulang tahu!” serunya masih kesal. “Sekarang aku bahkan tidak punya uang sedikitpun untuk pulang…” kata Soeun kemudian membuat pemuda mengangkat wajahnya menatap lagi pada Soeun.

“Apa? Tidak punya uang? Jadi maksudmu tadi kau ingin…” Yesung mengantung ucapannya sambil menunjuk tempat tadi.

“Iya, aku sedang dalam masa sulit aku bahkan tidak punya uang untuk pulang. Sekarang karena semua kesalahanmu, kau harus memberi aku uang untuk pulang dan untuk makan”katanya tegas sambil megulurkan tangannya pada Yesung. Yesung menatap heran kemudian.

“Kenapa minta padaku? Memangnya aku ayahmu? Lagipula mana mungkin keluar dari rumah tanpa membawa uang sedikitpun?” kata Yesung kemudian.

“Itu urusanku! Tidak usah ikut campur! Yg perlu kau lakukan sekarang adalah membayar ganti rugi atas kesoktahuanmu itu. berikan uang untukku, mana!” kata Soeun masih mengulurkan tangannya pada Yesung. Yesung menatap tangan Soeun dihadapannya, ia berdecak, lantas setelah beberapa saat mengambil sesuatu dari saku celananya. “Cepatlah!”

“Tunggu!” Yesung berseru kesal ketika Soeun berseru padanya lagi. Ia kemudian sibuk dengan dompetnya. Soeun berdecak.

“Lama sekali sih!” keluhnya masih kesal. Yesung berdecak, lantas lantas mengeluarkan beberapa lembar dari dompetnya.

“Ini, segini cukup bukan?” katanya sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada Soeun. soeun menariknya cepat lalu memperhatikannya.

“cukup apanya, ini kurang. Ini hanya untuk ongkos pulang, aku lapar, aku mau makan..” kata Soeun kemudian pada Yesung.

“Ya, itu sudah cukup banyak untuk beli makanan dan ongkos pulang. Mana boleh minta lagi!” seru Yesung ikut kesal.

“Cukup apanya? Untuk membeli makanan anjingku saja uangnya lebih dari ini, bagaimana mungkin sekarang kau menyuruhku menggunakan uang segini untuk makan dan untuk pulang. Jelas sekali tidak cukup!”

“Hya, seharusnya kau itu berterima kasih bukannya lagi2 mengomel. Dengan uang itu kau bisa pulang dan membeli bakso ikan setidaknya sampai tiba dirumahmu itu sudah cukup mengangganjal perutmu bukan. sudahlah jangan mengomel lagi, ambil saja atau aku ambil kembali..” kata Yesung kemudian.

“Huh? Bakso ikan? Bagaimana mungkin kau menyuruhku makan makanan seperti itu. berikan lebih untukku, lagipula bila nanti aku sudah kembali kerumah semuanya akan aku lunasi kalau perlu tiga kali lipatnya.. ayolah, ini jauh dari cukup untukku!”kata Soeun lagi.

“Ck, kau ini cara bicaranya benar2 tidak sopan sekali. Apa kau tak bisa lebih sopan lagi?”

“Aku bicara memang begini, kenapa? Apa kau keberatan..”

“Ya, cara kau bicara mengangguku. Apa kau tak bisa bicara lebih baik?”

“Aku tidak bisa, dan aku tidak mau. Kau mau apa? Nyatanya ini tidak terlalu cukup untukku. Kalau tidak tadi jangan sok ikut campur urusanku dengan petugas itu!”

“ck, benar2 gadis ini. uang itu tidak perlu kau ganti. Kau ambil dan gunakan sebisamu. Sekarang aku hanya memberikan segitu dan tidak mau menambahnya, sudahlah jangan banyak tingkah lagi. Memangnya apa lagi yg mau kau makan? Pizza? Hamburger? Atau apalah yg namanya bahkan terlalu sulit untuk disebut itu? yang penting itu makan, jangan fikirkan harga, merepotkan sekali…” kata Yesung mengomel lalu berniat untuk pergi, tapi ia terhenti ketika Soeun menahan bahunya.

“Kau fikir aku tidak bisa membayar semuanya? Kau tahu, kalau sedang tidak dalam masalah seperti ini aku bahkan bisa membeli apapun. Uang segini tidak ada harganya untukku, jangan menatap kasihan padaku!” kata Soeun kesal dan terdengar tajam. Yesung berdecak, lantas menatap Soeun tak kalah kesal.

“Memang aku pernah bilang aku kasihan padamu. Aku bilang hanya bilang ambilah, apakah itu sebuah hinaan?”

“Aku tidak suka setiap kata2mu itu. kau fikir, aku ini orang susah seperti dalam fikiranmu ya? Aku seseorang yg amat menderita karena tidak punya sepeserpun uang begitu?”

“Kapan aku mengatakan itu?”

“Tapi caramu yg mengatakannya. Kau ingat ya, aku akan mengganti uangmu ini sepuluh kali lipat nantinya. Ingat itu!” kata Soeun masih tajam lantas melepas pegangannya dibahu kiri Yesung. Setelah itu ia meninggalkan Yesung yg masih terpana disana. Yesung berdecak.

“Bagaimana mungkin dunia memiliki gadis semacam itu, menyebalkan!” omelnya sambil menarik jaketnya yg agak turun akibat pegangan Soeun tadi. Ia lantas berbalik, dan pergi berlawanan arah dari arah Soeun pergi.

[]

“Aku pulang!”

Yesung berseru sambil memasuki restoran yg kebetulan saat itu sedang sepi. Yesung dan keluarganya memang memiliki usaha yg letaknya tepat dibawah rumah mereka.  Mendengar suara Yesung, seorang ibu yg awalnya sibuk segera mengalihkan pandangan padanya, lantas mendekat setelah itu.

“Yesung, akhirnya kau kembali juga? Kemana saja kau? Ibu khawatir sekali karena kau tiba2 memutuskan tidur ditempat lain..” kata ibunya sambil menghampiri anakya yg terlihat lelah.

“Sudah aku bilang aku menginap dirumah Leeteuk bu, ibu tidak perlu khawatir..” jawabnya sambil duduk disalah satu bangku.

“Iya, tapi tidak biasanya kau minta izin lewat telfon. Biasanya kau pasti minta izin dirumah sebelum pergi. Kau juga terlihat lelah sekali, apa yg kalian berdua lakukan?” tanya ibunya lagi. Yesung menghela nafas, bayangan kejadian semalam teringat olehnya, ia menghela nafas.

“Tidak ada, kami tidur terlalu larut hingga rasanya badan terasa sedikit pegal. Tapi tidak apa2, ibu tidak perlu cemas..”kata Yesung sambil berusaha tersenyum. Ibunya tak lagi mengatakan apapun, ia hanya menatap wajah letih putranya itu.

[]

Soeun masih berjalan sedikit pelan sambil menyusuri kota yg kembali padat. Ia menyeret kakinya yg mulai terasa lelah sambil terus berjalan dengan sedikit pelan.

“Ahh, hidup yg payah. Seharusnya kalau aku tahu akhirnya seperti ini aku tidak perlu harus kabur dari rumah. Bagaimana mau hidup sendiri? Baru sehari saja badanku sudah lelah sama sekali, belum lagi badanku pegal sekali gara2 tidur ditempat yg tidak layak semalam…” kata Soeun pada dirinya sendiri sambil terus membawa kakinya untuk melangkah pergi.

“Sekarang bagaimana? Apa sebaiknya kembali saja? Ahh, tidak bisa lagi, mana mungkin setelah memutuskan pergi tiba2 dengan menundukkan kepala memutuskan untuk kembali. Kakek pasti akan malah mengetawaiku.. ck, tidak bisa, aku sama sekali tidak bisa pulang sekarang..” kata Soeun masih mengomel sendiri. Soeun berhenti, menatap lembaran uang ditangannya. Beberapa lembar uang yg tadi diberikan oleh pemuda yg baru ia kenal semalam.

“Ini sedikit sekali, tapi bahkan ini satu2nya yg aku miliki. Salahku, kenapa ketika pergi tak mengambil sepeser uangpun dulu. Sekarang aku malah hidup tanpa uang sedikitpun, selain uang ini. ini berapa? Bahkan makananku tak bisa dibeli dengan ini…” kata Soeun kesal pada dirinya sendiri sambil memegang uang ditangannya. Soeun mengangkat wajahnya, mengalihkan pandangannya menuju tempat disekitarnya untuk membeli sesuatu. Lantas ia mengehentikan pandangannya ketika melihat sebuah tempat kecil yg beridiri disana.

“Bakso ikan? Tadi aku dengar pemuda itu menyebut kata2 itu. apa yg maksudnya adalah makanan yg dijual disana? Makanan sejenis apa itu? dapatkah aku memilikinya dengan uang segini? Lalu bagaimana rasa dan kebersihannya?” tanya Soeun pada dirinya sambil menimang-nimang uangnya.

“Tidak ada cara lain, aku tidak bisa hidup dengan cara lama sekarang ini. Sekarang semuanya benar2 berbeda, aku harus mulai membiasakan diri untuk itu semua…” kata Soeun sambil menimang kembali uangnya, setelah befikir beberapa saat, Soeun kemudian melangkahkan kakinya mendekat menuju tempat yg berbentuk tenda itu.

[]

Yesung menghentikan motornya tepat didepan kampus Jessica. Setelah membuka helmnya, Yesung merogoh sakunya untuk mencari ponselnya. Setelah  menemukan ponselnya, Yesung tampak menekan beberapa tombol disana. Yesung merapatkan ponselnya dekat ketelinganya.

“Aah, Jessica apa yg terjadi? kenapa kau tidak mengangkat telfonku atau membalas pesanku? Aku mau bertanya kenapa semalam kau sampai tidak datang? Apa kau dalam masalah atau apa?” keluh Yesung pada dirinya sendiri lantas kembali sibuk menghubungi Jessica lagi dan berulang kali.

Seorang gadis berambut pirang dan temannya yg berambut hitam tampak keluar dari dalam lingkungan universitas itu bersama dengan mahasiswa lainnya. Ia tampak tengah memegang dan menatap layar ponselnya yg saat itu berdering dan bergetar.

“Angkatlah, dia sepertinya panik sekarang…” Tiffany tersenyum kecil sambil ikut melihat layar ponsel Jessica dimana ponselnya tengah berdering akibat panggilan masuk dari seseorang. Jessica berdecak, lantas merejeck panggilan itu.

“Aku tidak mau…” katanya dengan wajah kesal. “Laki2 itu benar2, kelihatan diluarnya saja yg polos tapi didalamnya ternyata sama saja…” katanya kesal.

“Tapi belum tentu semua yg kau sangka itu benar bukan? siapa tahu tidak seperti itu..”

“Tidak seperti itu bagaimana? Dia tidak datang ditempat kami janjian, membiarkanku menunggu sampai jamuran. Dan yg lebih buruk dari itu apa kau tahu? Ketika aku menelfonya tepat di jam dua pagi yg mengangkatnya adalah seorang wanita yg terlihat terganggu dengan telfonku. Wanita itu mengatakan kalau Yesung sedang tidur. Kau fikir saja sendiri, apa maksudnya dengan kata tidur. Fikirkan apa yg terjadi sebelumnya sehingga ia bisa tidur segitu pulasnya sampai tidak mendengar panggilanku..” kata Jessica bertubi2.

“Mungkin ibunya..”

“ah ayolah Tiffany, tentu aku juga tidak terlalu bodoh sampai tidak bisa membedakan suara wanita tua dengan seorang wanita muda atau mungkin seorang gadis. Lagipula, walaupun Yesung itu seorang anak yg manis terhadap orang tuanya tidak mungkinkan dia masih tidur diusia segitu dengan ibunya..” kata Jessica sama sekali tidak sabaran.

“Aku tahu, tapi kau jangan malah marah2 padaku. Akukan bukan Yesung atau selingkuhannya..” kata Tiffany masih sempat bercanda membuat Jessica berdecak.

“Kau tidak tahu sih betapa aku begitu menyukainya. Kau tahu, aku yg biasanya tidak setia dengan menjalin hubungan lebih dengan satu pria, sekarang demi dia aku malah memutuskan semuanya dan mencoba setia hanya untuknya. Aku terlalu mempercayainya karena dia begitu baik dan apa adanya. Tapi apa yg kuterima selanjutnya? Ternyata dia bahkan lebih dari buaya..”kata Jessica dengan wajah cemberut dan mulai merengek.

“Buaya? Baru kemaren kau memujinya begitu manis seperti anak kucing. Sekarang kau menyebutnya buaya? Cepat sekali..” kata Tiffany sambil tersenyum kecil.

“Aku salah, dia bukan anak kucing tapi bapak dari semua buaya. Sialan…” kata Jessica benar2 kesal *kira2 dong ngasih julukan untuk suamiku mbak Jess… -_- #Sarap #Abaiiiikan*

“Apapun itu, yg pasti bapak buaya itu sekarang sedang disini…”

Jessica mengalihkan pandangannya dari Tiffany, lantas mengalihkan lagi pandangannya mengikuti pandangan Fanny yg lurus kedepan. Disana tampak Yesung sedang duduk diatas motornya sambil sibuk dengan ponselnya. Jessica melirik ponsel ditangannya yg juga berdering saat itu. lantas menatap lagi Yesung yg tampak tekun(?) dengan ponselnya.

“Jangan bilang kalau bapak buaya itu terlihat manis bila sedang berusaha menghubungimu begitu..” Jessica menatap Tiffany yg lagi2 menggodanya. Jessica berdecak, lantas mengalihkan lagi pandangannya pada Yesung.

“Jangan berharap!”

Yesung yg lelah dengan ponselnya, kemudian mengalihkan pandangannya menuju gerbang kampus Jessica. Ia sedikit kaget, ketika bertemu pandang dengan Jessica. Jessica lantas berpaling darinya, lalu menarik Tiffany dari sana.

“Sicca!!” Yesung bangkit dari motornya lantas segera menghampiri Jessica yg cepat berjalan menuju mobilnya. Jessica tidak peduli, ia tetap menyeret Tiffany kearah mobilnya. Ketika didekat mobil, Tiffany segera pergi kedekat kemudi sementara Jessica kesisi yg lain. “Jessica.. Baby..” Jessica tetap tak mengacuhkan Yesung. Hingga ketika Jessica berhasil membuka pintu, tiba2 pintu itu ditahan oleh Yesung.

“Jessica, ada apa? Kenapa menghindariku? Kau baik2 sajakan?” Jessica mengangkat wajahnya menuju Yesung yg menatapnya dengan serius.

“Lepaskan, aku mau pergi..”

“Tapi ada apa? Ada masalah apa? Kenapa kau menghindariku?” tanyanya masih serius dan terlihat polos. Jessica tersenyum sinis, menatap wajah bingung itu.

“Kenapa tadi tidak kau tanyakan pada gadis yg menginap bersamamu semalam?!” tanyanya sengit.

“Apa?” tanya Yesung tak mengerti. “Kenapa aku harus tanya dia?” tanyanya masih begitu polos. Jessica langsung meradang mendengarnya.

“Oh, berarti benarkan? Kau mengakuinya kalau ada gadis yg menginap denganmu semalam..”serunya kesal. “Jadi kau mengakui pengkhianatan yg kau lakukan semalam padaku?!” tanyanya masih kesal.

“Pengkhianatan apa maksudmu? Aku semalam menunggumu!!”

“Menunggu? Aku yg menunggumu sampai jamuran di Royal Restoran tadi malam. Tapi apa yg terjadi? kau malah tidak datang dan memilih mengunjungi gadis itu. apa yg kau lakukan tadi malam dengannya?” kata Jessica benar2 marah.

“Mengunjungi apa? Aku saja tidak kenal dengannya dan baru tadi malam bertemu. Lagipula Royal Restorang Royal Restoran apa yg kau maksud?”

“Ooh, jadi baru semalam bertemu? Baru kenal dan langsung melakukannya?? Lalu langsung pamer padaku dengan menyuruhnya untuk mengangkat panggilanku, begitu? Bagus!”

“Bagus apanya? Aku tidak mengerti arah pembicaraanmu…”

“Ck, benar2 menyebalkan kenapa terus berlagak bodoh didepanku? Sekarang hanya jawab aku. benar semalam kau menginap dengan seorang gadis yg baru kau kenal dan kalian tidur bersama?”

“Huh?” tanya Yesung tak mengerti.

“Benar seperti itu? jawab aku Kim Yesung!”

“Hum.. itu benar.. semalam kami tidur…”

“Cukup! Jadi semalam benar2 tidur bersama? Huh?!” Yesung menatap bingung gadis didepannya yg menatapnya dengan begitu kesal atau sudah marah. “Mulai sekarang jangan menghubungiku lagi, ataupun muncul dihadapanku. Kita putus, jadi menjauhlah dariku dan cari wanita yg lain sepuasmu!!” katanya tegas.

“Huh? Kenapa putus? Semuanya tidak begitu!!” kata Yesung masih shock.

“Tidak peduli, sudahlah menjauhlah aku mau pergi!!” Yesung yg masih tidak terlalu mengeti hanya membiarkan Jessica meraih pintu dan memasukinya. Hingga setelah Jessica masuk, ia baru sadar beberapa saat setelahnya.

“Jessica buka pintunya, bukan begitu, sama sekali bukan begitu. bukan tidur yg seperti itu!!” Yesung berseru sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil disamping Jessica. Tapi Jessica sama sekali tidak mengacuhkannya. “Jessica, dengarkan dulu! Jangan salah faham begini padaku!” serunya lagi sambil mengetuk kembali.

“Ayo jalan Fanny!” kata Jessica sambil memegangi kepalanya yg sedikit pusing setelah tadi. Tiffany mengangguk, lantas mulai menghidupkan mesin.

“Jessica, buka pintunya dengarkan aku dulu!!” Yesung kembali berseru ketika menyadari mobil itu mulai bergerak. Tapi tetap saja, Jessica tak menyahut dan lebih memilih pergi. Yesung akhirnya mundur ketika mobil itu akan melaju. “Jessica!” seru Yesung berharap Jessica akan menoleh ataupun membuka pintu. Tapi sama sekali tidak, Jessica telah menjauh dengan mobilnya. Yesung hanya menatapi kepergian mobil itu dengan lesu.

“Bukan begitu, bukan tidur yg begitu!” katanya lesu dan menatap mobil itu dengan nanar.

[]

Seorang laki2 separuh baya tampak duduk tenang sambil menonton televisi. Tak lama, dua orang datang menemuinya. Laki2 itu berbalik, manatap dua orang yg sudah memberi penghormatan padanya itu.

“Bagaimana?” tanyanya kemudian.

“Maafkan kami tuan, tapi kami tidak dapat menemukan keberadaan nona Soeun. tapi kami akan mencari lagi tuan..”

“Tidak usah! Biar saja!” kedua orang itu mengkat wajahnya mendengar ucapan atasan mereka itu dengan tidak mengerti. “Anak itu memang susah sekali diatur. Sekarang biarkan saja, kita lihat apa maunya. Nanti setelah kelaparan dia akan pulang sendiri, aku tahu sekali sifat cucu bungsuku itu..” kata laki2 tua itu dengan santai. Kedua orang itu mengerti, lantas setelah memberi penghormatan mereka meninggalkan laki2 separuh baya itu.

Ditinggal dua orang itu, kakek tua itu melayangkan pandangannya pada pigura berukuran besar yg tergantung disana. Ia menatap sepasang suami istri yg berada dalam foto itu.

“Putri kalian begitu lucu dan senang sekali bermain denganku. Jangan cemas, dia tidak akan apa2. cepat atau lambat dia akan kembali lagi setelah kelelahan diluar sana. Jangan khawatir, anak kalian berdua akan aman bersamaku maka tenanglah disana..” katanya sambil tersenyum pada pigura itu, lantas kembali berpaling kearah televisi.

[]

Soeun kembali mengayunkan langkahnya yg sudah mulai terasa lelah menuju arah yg tidak ia tahu. Sejujurnya, ingin sekali Soeun pulang saja saat ini tapi i mengurungkan niatnya itu. ia tidak mau pulang sekarang, yang ada kakek hanya akan menertawakannya dengan keras dan menyindirnya.

Inilah hidup Soeun, ia diasuh oleh kakeknya semenjak kecil semenjak kedua orang tuanya dan kakak laki2nya meninggal tujuh tahun yg lalu. Soeun yg menjadi satu2nya yg selamat dari kecelakaan maut itu, akhirnya dirawat oleh kakeknya sendiri yg merupakan seorang pengusaha sukses dikota ini. dari kecil, kakeknya selalu memanjakannya dan memberikan segala yg Soeun mau. Tapi itu dulu, kakek sekarang over sekali. Dia jadi sedikit mengacuhkan Soeun dan menyuruh Soeun untuk tidak manja lagi karena Soeun adalah pewaris tunggal perusahaan keluarganya dan juga pewaris sebagian harta dari kekayaan kakeknya. Kakek bilang, Soeun harus meninggalkan kebiasaan manjanya itu dan mulai fokus untuk selanjutnya. Ya, Soeun memang berasal dari keluarga konglomerat. Ia menjadi pewaris tunggal untuk semua kekayaan kedua orang tuanya yg saat ini dikelola oleh orang kepercayaan kakeknya. dan lebih dari itu dipastikan juga akan ia terima, kakeknya juga berencana untuk mewariskan seluruh hartanya untuk cucu2nya. Sebagai salah seorang cucunya, Soeun juga akan mendapat setengah bagiannya. Oleh sebab itulah Soeun belakangan bosan karena harus disibukkan dengan pelajaran tentang cara bersikap, cara berbisnis, de el el. Padahal jelas itu bukan minat Soeun sama sekali. Apa semua itu? membosankan sekali!

Akhirnya karena merasa ia diperlakukan tidak adil lagi. Sejak kemaren Soeun memutuskan untuk minggat saja. Tapi bodohnya ia, Soeun tak membawa sepeser uangpun. Jadi beginilah jadinya, ia terlunta-lunta tanpa uang sepeserpun selain sisa2 uang dari pemuda yg dikenalnya semalam.

Ya, walau ini benar2 tak seberapa bagi Soeun. tapi Soeun cukup terbantu dengan uang itu. Soeun kini sudah tidak selapar tadi lagi, karena ia sudah membelanjakan sebagian uang itu untuk membeli bakso ikan. Huh, jujur saja, makanan itu terasa enak sekali tapi Soeun akhirnya menahan seleranya sendiri karena mengingat ia bahkan tak punya uang lain selain uang itu. ahh, buruk sekali, baru sehari hasilnya sudah begini…

Tret!!!

Soeun membuyarkan lamunannya ketika ia mendengar suara klakson yg begitu keras. Soeun berpaling, menatap seseorang yg hampir menabraknya. Orang itu membuka helmnya.

“Kau lagi, apa yg kau lakukan ditengah jalan begini? Fashion show? Minggirlah, apa kau tahu sejak bertemu denganmu hidupku terus2an terkena sial!” Soeun menatap pemuda yg ia kenal semalam itu lagi. Ia kesal dikatakan begitu oleh pemuda itu.

“Seenaknya sekali kau mengatakan itu padaku. Enak saja! Lagipula kau saja yg bodoh, jalan sebesar ini kenapa harus lewat sini? Kenapa tidak lewat disana saja!” seru Soeun juga kesal sambil menunjuk badan jalan beberapa langkah darinya.

“Kau ini, sudah salah masih juga tidak mengaku. Kau tidak lihat, lampunya tidak merah sama sekali tapi kenapa kau masih juga menyebrang. Kau ingin bunuh diri? Kenapa harus didepan motorku?!” Yesung ikut meladeni tidak peduli orang2 sekitar mereka.

“Berani sekali kau bicara begitu padaku! Kau ingin masuk penjara ya? Kau tidak tahu siapa aku? kau tahu, aku bisa beli puluhan motor jelek seperti ini!”

“Huh, berhentilah membual! Bagaimana beli motor? Kalau uang sepeser saja tidak punya dan mita keorang lain. Hya nona, jangan terlalu bergaya didepan orang lain berhentilah bermimpi!”

“Apa kau bilang? Beraninya mengatakan itu padaku!” Soeun berseru kesal sambil menendang rnoda motor Yesung. Yesung sedikit kaget.

“Hya, apa yg kau lakukan!” protesnya cepat.

“Apa? Memangnya mau apa kau?” Soeun kembali menendang motor itu hingga Yesung benar2 kesal.

“Hya!”

Tit.. Tit…

Keduanya menghentikan perdebatan mereka ketika tiba2 sebuah motor patroli polisi berhenti didekat mereka. Polisi itu turun, memberi hormat pada keduanya.

“Mohon maaf, tuan nona. Mohon jangan berhenti dan bertengkar ditengah jalan seperti ini, anda mengganggu ketenangan orang banyak…”kata polisi itu sopan.

“Bapak salahkan saja gadis sok kaya ini. dia yg salah karena telah melintas disaat lampunya sedang hijau. Dia yg menyebabkan kekacauan ini dari awal…” kata Yesung dengan wajah kesal.

“Apa kau bilang? Berani berkata begitu lagi, aku akan..”

“Apa? Apa yg mau kau lakukan? Melaporkanku? Ini polisinya sudah disini silahkan lapor kalay begitu..”

“Kau ini benar2, awas kau tidak akan selamat!”

“Apa yg bisa kau lakukan!”

“Kau cari mati ya?!”

“Tuan nona, kalau anda tidak berhenti anda berdua terpaksa kami bawa kekantor!” Soeun dan Yesung menghentikan debat mereka ketika polisi itu berseru dengan tegas.

“J-Jangan pak!!” keduanya berseru kompak. Polisi itu mengangguk, puas karena berhasil menenangkan untuk sementara.

“Baik, anda berdua tidak akan dibawa tapi motor anda tetap kami sita?”

“Apa?” Yesung berseru kaget.

“Anda telah menganggu kelancaran lalu lintas karena berhenti ditengah jalan. Maka motor anda kami sita, untuk mengambilnya anda bisa mengurusnya kekantor…”

“Tapi pak, saya tidak bermaksud sama sekali. Saya berhenti karena nona ini..” kata Yesung tidak terima.

“Kami tahu, tapi ini sudah peraturan. Jadi, kami minta tuan segera membawa motor anda kepinggir dulu agar jalan ini kembali terkendali. Untuk selanjutnya, anda bisa mengurusnya besok dikantor kami..”

“Aduh pak, damai aja deh pak damai. Lagipula, kalau disita saya pulang dengan apa pak? *Ala indonesia ini hwahahah*” kata Yesung sedikit memohon keringanan.

“Itu bukan kewajiban saya tuan. Yg pasti, segera bawa motor ini menepi biar kami yg mengurusnya anda tidak perlu cemas. Motor anda akan baik2 saja..”

“Tapi pak!” Yesung berdecak dan kehabisan kata2 ia hanya dapat menghela nafas. Tuntas sudah, lengap hari ini. badan pegal akibat posisi tidur tidak nyaman semalam, diputusi Jessica, dan sekarang motor disita, apa lagi yg buruk? Yesung mengangkat wajahnya, menatap gadis itu yg ternyata diam2 tertawa melihat penderitaannya. Tidak tahu diri, semua ini karena dia tapi sama sekali tidak peduli, uh! “Jangan tertawa, ini semua gara2mu!”

Soeun mengangkat wajahnya mendengar seruan pemuda itu. ia kemudian menahan tawanya yg benar2 ingin lepas melihat sepak terjang Yesung hari ini dengan polisi ini. lucu sekali!!

Yesung berdecak, lantas ia memakai helmnya sama sekali. Lantas ia membawa motor itu menepi.

[]

Dengan berat hati Yesung melepas Helmnya, lalu meletakkannya di atas motornya.

“Jangan khawatir, anda bisa mengambilnya lagi besok..” polisi itu kembali bersuara padanya sambil tersenyum kecil. Yesung berdecak.

“Bukan masalah itunya, tapi aku sama sekali tidak salah. sejak kemaren tidak salah sama sekali tapi kenapa harus disalahkan dan menerima semua ini..” katanya lesu dan mungkin curhat. *gemes deh bayangin Yesung, kasihan ya, sial mulu, tapi muka sedihnya kayaknya selalu minta dicium wkwkwk #Abaikan*

Dengan wajah yg masih lesu, Yesung berbalik dan mulai meninggalkan motornya. Ia berbalik lagi dan menatap motornya, lantas setelah beberapa saat akhirnya mulai berusaha untuk menerima semua ini *kacihan ecung wkwkwkwk* Yesung kemudian mengangkat wajahnya, menatap Soeun yg masih berada disekitar sana dan yg lebih menyebalkan lagi gadis itu tampak mengetawainya. Sadar yesung menatapnya, Soeun berpaling darinya. Dengan kesal akhirnya Yesung menghampirinya.

“Semua gara2 dirimu, semuanya karena dirimu. aku terkena sial sejak bertemu denganmu!” kata Yesung pada Soeun. soeun berdecak.

“Kenapa selalu menyalahkan aku?!”

“Memang siapa lagi yg harus aku salahkan? Siapa yg semalam bersamaku sehingga tidak bisa pulang? Kau. Siapa yg membuat pacarku salah faham sehingga memutuskanku? Kau juga. Sekarang siapa yg menyebrang sembarangan hingga membuat motorku ditilang? Semuanya kau kau dan kau bagaimana kau terus mengelak!”

“Tapi aku juga sama sekali tidak tahu apa2? Memangnya aku yg meminta biar terkurung denganmu?” kata Soeun membela diri.

“Memang bukan, tapi siapa yg menyuruhmu mengangkat ponselku semalam? Kau tahu, pacarku jadi salah faham dan menyangka aku telah melakukan hal yg tidak2!”

“Mana aku tahu, lagipula siapa suruh kau tidur seperti orang mati begitu? Ponsel sudah berdering sekeras itu kau tidak juga bangun dan masih saja tertidur. Karena mengganggu ya aku yg mengangkatnya..”

‘”Lalu apa yg kau katakan sehingga dia semarah itu?”

“apa yg aku katakan? Tidak ada. Aku hanya katakan kalau kau sedang tidur, hanya itu. lalu apa yg salah?”

“Ck, tentu saja salah. Kenapa sampai sejujur itu? gara2 kata2 itu dia memutuskanku..” kata Yesung meluapkan kekesalannya.

“Mana aku tahu kalau akhirnya begitu!” seru Soeun juga kesal.

Yesung berdecak, menatap gadis itu yg ternyata malah lebih galak dari dirinya. Yah, yg jelas buat apa lagi marah, semua sudah terjadi dan sefatal ini. lagipula Yesung sadar, berdebat juga tidak ada gunanya, lebih baik ia memikirkan cara agar Jessica tidak salah faham lagi padanya.

“Terserahlah, aku marah juga tidak ada gunanya..” kata Yesung rendah sambil berjalan melewati Soeun. ia kemudian berjalan beberapa langkah dari Soeun sambil menunduk dan tampak berfikir. Soeun terdiam ditempatnya berdiri sambil menatap Yesung yg kian menjauh darinya. Lantas setelah berfikir beberapa saat, Soeun sedikit berlari menghampiri Yesung.

“Hya, Chankaman!” seru Soeun setelah berada didekat Yesung. Yesung hanya menatapnya datar. “Kau mau kemana?”

“Kenapa mau tanya aku mau kemana?” tanya Yesung kemudian. “Motorku tidak bisa diambil hari ini, jadi buat apa lagi aku tetap disini lebih baik aku mencari taksi untuk pulang. Kau sendiri? Dari kemaren bajumu masih ini.. kau pasti belum kembali kerumahmu bukan? katanya tadi mau pulang kenapa masih berkeliaran disekitar sini?” tanya Yesung setengah cuek dan tak melihat sedikitpun.

“Itu urusanku, untuk apa bertanya!”

“Ck, gadis ini..” Yesung berdecak menatap Soeun dengan kesal. Benar2 ia sama sekali tidak mengerti jalan fikiran gadis ini, sebentar terlihat baik tapi tiba2 langsung galak kembali. “Kalau tak mau ya sudah, toh juga bukan urusanku. Untuk apa kau mengikuti huh? Menjauhlah sana, nanti aku kena sial lagi karena dekat2 denganmu..” kata Yesung.

“perlu kau tahu, aku ini bukan pembawa sial. Dari dulu nyatanya aku adalah pembawa keberuntungan bagi orang disekitarku. Asal kau tahu itu…”

“Benarkah? Lalu kenapa aku selalu terkena sial semenjak aku bertemu denganmu? Apa sekarang kau masih berfikir bahwa kau itu pembawa keberuntungan?” sindir Yesung.

“Mungkin memang keberuntunganmu yg jelek. Nyatanya, hanya kau satu2nya yg merasakan kesialan ketika bersamaku…” kata Soeun tidak mau kalah. Yesung berhenti menatap kesal pada Soeun. Yesung menatap Soeun tanpa mengatakan apapun, Soeun balas menatapnya. Ada sedikit heran pada diri Soeun dengan cara Yesung menatapnya itu. tiba2 Yesung mengangkat tangannya dan menepuk pipi Soeun. tidak terlalu keras, tapi membuat Soeun reflek memegang pipinya.

“Kau ini sepertinya tidak pernah diajari cara bicara yg sopan oleh kedua orang tuamu. Sayang sekali, kau bukan adikku. Kalau kau adik perempuanku, aku pasti akan menegurmu dari dulu supaya kau bisa bersikap lebih sopan. Jadi, anggap kalau yg aku perbuat tadi adalah sesuatu yg harus kau terima dari kakak laki2mu..” kata Yesung pada Soeun. Soeun menatap Yesung dengan kesal sambil memegangi pipinya.

“Seenaknya sekali melakukan itu padaku! apa hakmu?”

“Sudah aku bilangkan, aku mewakili seseorang yg seharusnya melakukan hal itu padamu sejak lama karena kekurang ajaranmu…”kata Yesung padanya. Soeun menatap Yesung sambil memegangi pipinya dengan marah.

“Aku tidak suka siapapun melakukan ini padaku! apalagi kau, kenal saja tidak!” katanya kemudian.

“Aku membalikkan kata2mu, kitakan tidak kenal sama sekali mana sopan langsung mengatakan hal yg tidak2 mengenai orang dari tadi. Aku sudah bersabar dari tadi, tapi kau selalu dengan egoisnya mengatakan hal2 yg tidak2 seperti tadi. Lagipula, sudah aku katakan, seharusnya keluargamu mengajarkan yg lebih baik padamu dan setidaknya tidak terlalu memanjakanmu sehingga kau bisa tumbuh lebih baik lagi. Contohnya, aku lebih tua daripada dirimu, tapi kenapa kau seenaknya mengatakan kata KAU kepadaku?!”tanya Yesung.

“Lalu kau mau dipanggil seperti apa? Aku panggil oppa? Jangan bawa orang tua dan keluargaku, aku tidak suka orang2 membawa2 mereka, kalau kau punya masalah denganku tidak usah membawa mereka..”kata Soeun masih memegangi pipinya. Lantas kemudian berbalik membelakangi Yesung, ia menghapus air matanya lantas pergi berlari menjauhi Yesung. Yesung hanya menatapi kepergiannya dengan bingung.

“Ahh, salah bicara lagi, bikin masalah lagi. Ada apa denganku? Hari ini menghancurkan semuanya!! Mau apa? Aku sedang kesal tapi gadis itu terus mengatakan kata2 yg membuatku semakin kesal. Niatku baik, aku hanya ingin membuat ia menyadari kesalahannya dan bersikap lebih baik. Tapi apa lagi? Dia malah salah faham… Ahh, lengkap sudah hari ini untukku!” kata Yesung mengacak-acak rambutnya frustasi.

Yesung menatap Soeun yg pergi begitu saja, ia mulai salah tingkah kemudian. “Astaga, apa aku membuatnya menangis?” sadarnya kemudian. ia lantas mengejar Soeun.

[]

Ssrt!!

“Hey!” Yesung berteriak ketika Soeun lagi2 hampir keserempet mobil. Ketika sebuah mobil mau keluar dari parkiran sebuah kafe. Ia lantas menghampiri Soeun yg tampak menunduk itu.

“Hey, tidak bisakah kau berhati-hati? Kau hampir saja celaka apa kau tahu?!” pemilik mobil itu tampak mengomel sambil mengeluarkan kepalanya. Ia menatap kesal kearah Soeun, sementara Yesung mendekat disaat itu. “Soeun?!”

Soeun mengangkat wajahnya ketika orang itu memanggil namanya. Yesung yg baru datang juga sedikit heran, mendengar orang itu menyebutkan sebuah nama yg mungkin nama gadis itu. melihat orang itu, Soeun segera berpaling untuk menyembunyikan wajah sedihnya.

“Soeun, apa yg kau lakukan disini?” pemilik mobil mewah itu turun dari dalam mobilnya dan menghampiri Soeun. didekati olehnya, Soeun menghindar dengan merapat pada Yesung. Yesung hanya menatap heran. “Soeun?!” tanya pemilik mobil itu heran.

“Pergilah, sudah aku bilang aku tidak ingin bertemu denganmu lagi Lee Sungmin..” katanya  membelakangi Sungmin dan merapat hingga hampir bersentuhan dengan bahu kiri Yesung. Yesung hanya diam sedikit faham gadis ini tak ingin orang bernama Lee Sungmin ini tahu kalau dirinya sedang menangis.

“Kenapa? Dan dia ini siapa? Dia tidak mungkin kekasih barumu bukan? kitakan baru putus kemaren, kenapa sudah menggandeng yg lain?” tanya Sungmin pada Soeun lagi.

“Itu bukan urusanmu, toh kau sudah selingkuh sejak lama..” kata Soeun masih belum menyahut. Sungmin menghela nafas, menatap Yesung.

“Soeun, bisa menghadap padaku sebentar? Kita perlu membicarakan beberapa hal..” kata Sungmin kemudian yg cepat digelengi Soeun.

“Tidak mau, sudah aku bilang aku tidak mau. Aku bilang kau pergi saja, pergilah jangan mengangguku..” sahut Soeun kemudian.

“Tapi aku ingin bicara, Soeun aku merasa ada yg aneh denganmu hari ini. Soeun, berbaliklah, aku ingin melihat wajahmu…” kata Sungmin kali ini sambil menyentuh bahu Soeun untuk membuatnya berbalik.

“Aku bilang aku tidak mau, pergilah!” kata Soeun sambil mempertahankan posisinya.

“Tapi aku sungguh ingin tahu..” kata Sungmin masih berusaha untuk membuat Soeun berbalik.

“Lepaskan…”

“Tapi Soeun…”Sungmin menghentikan kata2nya ketika Yesung memegang tangannya. Sungmin menatap Yesung.

“Diakan sudah bilang tidak mau, jadi sebaiknya jangan dipaksa..” kata Yesung sambil masih memegang tangan Sungmin. Sungmin menarik tangannya lalu menatap Yesung kesal.

“Ya, ini bukan urusanmu, jadi jangan ikut campur…” kata Sungmin.

“Memang, tapi aku paling tidak suka dengan pemaksaan seperti ini. diakan sudah bilang tidak mau, ya sudah jangan didesak lagi..” kata Yesung bersikap tenang.

“Siapa kau? Jangan mencampuri urusanku dengannya..” kata Sungmin sinis. “Kau juga pasti bukan kekasihnya bukan? kami baru saja putus kemaren jadi kau pasti bukan siapa2nya. Soeun tidak mungkin keliru memilih kekasih. Yang aku tahu, kau bukan standarnya..”kata Sungmin kemudian. Yesung menatap Sungmin masih dengan wajah yg tenang, lantas beralih pada Soeun yg masih tampak menundukkan kepalanya. ia tersenyum kecil kearah Sungmin kemudian.

“Kau bahkan lebih terlihat buruk untuk dijadikan kekasih. Egois, overprotectiv, dan senang memaksakan kehendak sendiri. Aku yakin, kau juga bukan kekasih yg setia. Aku bisa dengan jelas membaca karaktermu..” kata Yesung tenang sambil tersenyum mengejek.

“Apa katamu?!” seru Sungmin emosi. “Kau..”

“Cukup! Dia sekarang adalah kekasihku, dan dia lebih baik daripada dirimu jadi pergilah! Jangan lagi mengangguku karena hubungan kita telah berlalu sejak kemaren..” Sungmin menghentikan kata2nya dan usahanya yg tadinya berniat mendorong Yesung. Ia menatap Soeun yg mulai berbalik padanya dan menatapnya. Yesung juga tidak kalah kaget dengan ucapan Soeun yg tiba2 itu.

“Apa? Tidak mungkin!”

“Apanya yg tidak mungkin? Kau fikir, hanya kau yg bisa dengan mudah mencari penggantiku? Kau fikir aku tidak mampu melakukannya?” tanya Soeun sinis. Sungmin menatapnya tak percaya, sementara Yesung hanya bisa diam saat itu. “Aku sudah bahagia tanpamu, bisa kau lihat itu. sekarang pergilah, menjauh dariku!” kata Soeun lagi.

“Soeun!!”

“Aku bilang pergi!” Sungmin menghela nafasnya mendengar ucapan Soeun yg mulai meninggi itu. ia menatap Soeun, lantas mengalihkan pada Yesung dan menatapnya sedikit tajam. Yesung hanya membalas pandangan yg serupa. Sungmin berdecak, lantas setelah itu langsung meninggalkan mereka dan memasuki mobilnya. Sungminpun setelah itu meninggalkan tempat itu.

Keduanya diam setelah mobil Sungmin menghilang. Yesung melirik soeun disampingnya, lantas setelah itu Soeun berbalik menatapnya.

“Maaf karena telah merepotkanmu lagi. Terima kasih atas bantuanmu..” kata Soeun sambil menatap Yesung. Lantas setelah itu ia pergi meninggalkan Yesung. Yesung terdiam, menatap arah pergi Soeun.

“Dia itu sebenarnya kenapa? Walau galak tapi kalau sudah menangis membuat kasihan…” kata Yesung sambil menatap punggung Soeun yg menjauh. “ahh, akukan memang begini, dari dulupun aku selalu kasihan melihat wanita menangis…” katanya kemudian. lantas berbalik kearah yg lain dan berniat pulang.

[TBC]

 Kasihan deh liat Yesung disini, hidupnya kok sial mulu yah wkwkwk…

Tapi setelah bertemu Soeun pasti bakalan gak sial lagi dong buat selanjutnya…

Rate and Komen ya all..

27 Comments Add yours

  1. djkyussoloverz mengatakan:

    duuuuuuuh so swet##eh bnr gk cr nulis x? heee## wah yesung oppa unyu unyu kereeeeeeeeeen sama aku yok oppa heeeeee sory thor pi suka jg sm oppa yg satu ini waaaah mkin kereeeeeeeeen lnjut cptn ok hwating………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. seli m (kaoru) mengatakan:

    wkwkwk .. ngakak juga yach ngebeyang sifat yesung di ceritanya ini ..
    si yeppa agak sedikit telmi pas wktu jesika ngomongin tdur.. heh
    mungkin hari ni lgi hari sialnya yeppa xD
    ini dia nih karna sering di manja jdi unni so eun jdi bsar kepala (?)
    soeun sdih pasti inget ma kluarganya *sotoy

    untuk ceritanya menarik unn n Daebak
    kocak bin ngakak ^^
    di tunggu part selanjutnya …

  3. kyuPAngels mengatakan:

    Kasihan banget hidup yeppa…😥
    *tepuk” punggung yeppa* #dilirik author

    pasti sso sedih,teringat ma kluarganya yg sudah wafat,wkt yeppa memukul pipi sso *poor sso*

    gag sabar,pengen liat ekspresi ibu yesung,yg tw sso kenal sma anaknya!!!

  4. Yane mengatakan:

    Pnsrn soal soeun nntigx tnggal dmna?
    Apa mkn dia tnggal dtmpt yesung tw kmbli plng krumah???

    Pkoknya dtnggu crita slnjutnya;-)
    semangat!!!

  5. mayaulidhasso mengatakan:

    yahh .. kasian ama eonni & oppa aku (?)
    pensaran jg sama kehidupan eonni Soeun selanjutny..
    segera dipost yaa authorr ..
    gomawo ^^

  6. Anna mengatakan:

    Aduuuuhh soeun2 greget bgt ma krkter dia dsni krs kpla bgt jd bkin kesel jg,tp wlpn trlihat diluarny kasar&kuat tp sbnrny didlmny lemah&lembut ciaahhh !!! Yesung jd dewa penolongy soeun nieyyy crtany yeee,,tak bosan blg lanjuuuttt🙂

  7. Elisoniac mengatakan:

    ne yeppa kelewat baik dah… sabar amat ea… n soeun galak amet ya.. tapi gokil dah… keren chingu..^^

  8. ticha_ mengatakan:

    huA_q dah ga sabar m0 leat kljtn’X
    kereeeeennnnn_q selalu suka ma Sso eonnie_mo di psngn ma sp aja_q selalu sukaaaa
    eonnie_bkn Sso eonnie tinggal ditmpt yesung oppa ya_pasty seru_ kkkkk😀

  9. Dear dHiyah mengatakan:

    yeppa sial mLu ea dr tdi ??? pzti ni ulah author nih ?? u apain oppa q yg trLllu polos n mndekati bodoh ni ?? *pLetakkk!!! / d cincang yeppa*
    so eun eonni gaLak bgt ea ?? tp q ska .
    kekee

    Lanjuttt ^^

  10. Vita mengatakan:

    Kasian bener nasib yesung, kalo di posisi dia pasti juga bawaannya marah terus.. Hehe
    so eun eunni nakal bgt thor, hehe
    semoga yesung bisa mengembalikan so eun kembali ke jalan yg benar #plak!

  11. Khaza'woonie mengatakan:

    Wahh…
    kren ff.a.. Pa lg pemut.a yesung oppa..
    .ksian bgt nsib.a sial mulu..
    .tp seru..
    .lanjut chingu..🙂

  12. megaratnasari mengatakan:

    Nyunyunyu , lucuu..
    suka banget sama karakter yeppa disini .
    awal ketemunya aja udah seru , gimana lanjutannya…..
    hwaaaa , ditunggu banget part lanjutannya …
    ayo ayo ayo . hehehew

  13. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Kyaaaaaaaaaaaa, bnr2 hrus muter otk lg bwt nymbungin ama yg part 1_y.. tp untung_y inget.

    Kereeeeeeennn, cpt lnjut Thor.. d’tunggu..

  14. nury elf mengatakan:

    kasian bnged nasibmu yeppa ..
    mungkin hari ini lgi sial kali yah, bkan krna dket si unni ..
    duh greget bnged ma karakter mereka berdua ..
    poonya ditunggu ya unn part 3 nya ..

  15. nafiati mengatakan:

    nice story, cepat update ya thor

  16. glodkyusso mengatakan:

    wkwkwkwwk .
    pokok nya kalo ada pasangan EunEun ma YeEun slalu kocak dh .
    bisa menghibur hti yg lg bad mood wkwwkwkwkwk.
    10 thumbs for you

    lanjut .
    ah sica males dh
    biari yeppa ma sso !
    YeEun FIGHTING ! B-)

  17. geill mengatakan:

    wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, keren ceritanya, sruuuuuuuuuuuuuuuuu………………
    pokoknya makin di baca ni ff makin seruuuuuuuuuuuuuuuu…………
    bs q bayangi setiap bagian2 di ff ini serasa nonton drama gak nyesel deh bc ff ini…..
    next………………………penasaran……………..

  18. lee hyun ji mengatakan:

    wah… bagus banget… so eun eonnie nya jga ada ya…
    lanjutin donk…

  19. fauziyah mengatakan:

    kereenn

  20. cucancie mengatakan:

    Wuaaahhhh….harus baca lanjutannya dan semoga ada. Lanjutannya

  21. deewookyu mengatakan:

    Yesung emang selalu begitu
    terlalu sayang dengan makhluk yang namanya wanita….

    pantes aja kan kalo dia disayang juga
    dengan makhluk yang berjenis wanita………

    hikhikhikhik……….Chung_chung…..playboy !!!!!!!!!!

  22. tanti no kawai mengatakan:

    WahhhM…. Yeppa ketemu Sso terusss….
    Jodoh tuh….. Kekekekek

  23. Choi shinae mengatakan:

    adegan yg buat yesung damn cool kkkkk

  24. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Aigo, Z kasian dan gemeeeeeez ma Yeye di ff ini. Lola-nya bener-bener minta dicium, apalgi yg pas motornya ditilang pak Polisi. Klo di Indonesia, tinggal kasi ‘pembeli rokok’, udah bisa bawa pulang tu motor. Wkwkwkwk….
    *ditabokPakPolisi xD

  25. fubuki izuka mengatakan:

    yesung jujur banget y ama sicca.
    hehehe

  26. Kim Ra rA mengatakan:

    Omoooooo Sso kok Yesungnya di tendang Sich kekeke
    Oemmanya Yesung Oppa kayanya Suka tuh sama Sso dan Sungmin Oppa ternyata itu cuma salah Paham yach, tap sekarang Sso nya udah terlanjur Kecewa, Yesung Oppa Cool banget sich…. Waktu ngelindungi Sso dari sungmin Oppa

  27. Rani Annisarura mengatakan:

    lucunya yesung kayak orang bodoh gitu😀

    Tapi gpp lah tetap keren nggak kayak orang bodoh gitu…..

    Nggak bisa bayangin jadinya,,,, penasaran sama part selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s