~[Twoshoot/ Request] Autumn In My Heart~


Tittle: Autumn In My Heart

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Family, Friendship

Tipe: Twoshoot

Cast: Kim So Eun, Suju’s Kyuhyun,  and others

Annyeong, saya kembali dengan salah satu requestan nih. Kali ini, ngebawa requestan dari salah satu reader saya yaitu: “Poespa Sang Soeun”. Poespa minta tolong sama aku buat dibikinin FF dengan pemain Kim So Eun, Cho Kyuhyun. dengan judul lagu Autumn In My Heart. Lagu ini adalah salah satu soundtrack dari drama Endless Love. Lagu ini isinya sedih bgt, artinya juga dalam bgt jadi berdasarkan ceritanya jadi beginilah akhirnya. Semoga para Reader tetap menyukainya. Aku masih ngarapin Komen sama Ratenya ya.^^

Menerima komentar membangun dan positif, Don’t Bashing !!

 

“Kau tidak harus menghilang dari kehidupanku. Ketahuilah bahwa kau adalah cahaya bagiku. Jika kau memutuskan untuk pergi, Kau mengambil seluruh duniaku. (Jung Il Young – Autumn In My Heart )”

 “Pagi yg indah, disaat aku menyadari aku dapat melihatmu bahagia dihadapanku. Kau tidak pernah tahu, dan mungkin selamanya tidak akan pernah tahu, bahwa ada seseorang yg akan selalu mengikuti kemanapun kau pergi… Tersenyum dan mendekatlah, aku benar2 ingin berada disisimu, selamanya…”

Soeun tersenyum kecil sambil melipat kembali surat yg diterimanya pagi ini disela-sela salah satu bukunya. Ia kemudian meraih sebuah bunga mawar putih yg tadi juga terletak bersamaan dengan surat yg berisikan kata2 romantis itu. Soeun tersenyum, lantas ia mencium bunga mawar putih itu. wangi… Soeun kemudian kembali memperhatikan surat tanpa alamat yg lagi2 diterimanya dalam beberapa hari ini ditempat yg sama. Siapa pengirimnya, entahlah, entah siapa orang yg melakukan hal2 yg manis itu terhadapnya belakangan ini. yang jelas, hidupnya terasa lebih berarti belakangan ini karena surat2 serta bunga2 yg dikirimkan oleh penggemar rahasianya tersebut kepada dirinya.

“Soeun-ah, ayo kita pulang sekarang…”Soeun mengalihkan pandangannya ketika seseorang yg suaranya begitu familiar berseru padanya. Soeun hanya tersenyum sekilas menatap seorang pemuda yg sudah berdiri dibelakangnya. Pemuda itu mendekat dan geleng2. “Coba ku tebak… Penggemar rahasia lagi?” pemuda itu bertanya sambil tertawa kecil. Soeun tak menyahut, ia hanya tampak tersenyum sambil melipat kembali surat itu, lalu memasukkan kedalam tasnya bersama mawar putih tadi.

“Huh, dasar wanita. Mengapa mereka mau saja dilibatkan dengan hal2 tidak penting seperti itu…” Kata Kyuhyun, pemuda itu datar sambil geleng2 kepala. Soeun tersenyum sedikit sinis mendengarnya.

“Mana ada yg kau tahu! Sudahlah,jangan membuang waktu lagi. Ayo pulang! Aku akan mengalahkanmu hari ini…” kata Soeun sambil mengacak-acak rambut Kyuhyun lantas langsung ngacir keluar kelas.

“Hya! Aku peringatkan berhenti mengacak-acak rambutku!” Kyuhyun berseru kesal sambil mengejar Soeun keluar kelas.

[]

Soeun dan Kyuhyun berjalan beriringan menuju ke tempat parkir kendaraan. Seperti biasanya, seperti beberapa tahun ini, mereka selalu pulang bersama. Maklumlah, mereka sudah sahabatan dan bertetangga sejak kecil. Itulah sebabnya, semenjak kanak2 mereka sangat dekat, tanpa melakukan ikrar dalam bentuk apapun mereka berdua telah ditetapkan  menjadi sepasang sahabat. Mereka saling memiliki satu sama lain. Tidak ada yg lebih dekat dengan Soeun selain Kyuhyun, dan tidak ada yg lebih dekat dengan Kyuhyun selain Soeun. Hal itulah yg kadang membuat banyak orang yg salah faham dengan kedekatan keduanya.

“Bagaimana dengan pengobatan kemaren? Apa kata dokter mengenai penyakitmu?” ditengah perjalanan mereka Kyuhyun mengajukan pertanyaan pada Soeun. Soeun terdiam mendengar ucapan Kyuhyun, ia tidak langsung menjawabnya. Soeun tampak menunduk sambil tetap menghabiskan lolipop yg ada dimulutnya. Kyuhyun heran, ia mengalihkan pandangannya menuju soeun yg tak menyahutinya. “Hey! Apa kau tidak dengar?”

“Huh?!” Soeun tampak sedikit tersentak mendengar pertanyaan terakhir Kyuhyun. Ia mengalihkan pandangannya kembali kearah Kyuhyun. Kyuhyun berdecak geleng2 kepala.

“Kau ini, pasti kau tidak mendengarkan ucapanku. Apa sih yg sedang kau fikirkan?” Kyuhyun tampak mengomel kepada Soeun. Soeun masih tetap tak menyahut, ia malah berdiri sambil menatap lurus kesebuah arah. Kyuhyun yg penasaran akhirnya mengikuti arah pandangan Soeun. Kyuhyun berdecak kemudian. “Ahhh, kau ini! Dia lagi…” Kyuhyun bergumam sambil geleng2 kepala setelah melihat kepada sekelompok pemuda yg sedang bermain basket tak jauh dari tempat mereka berdiri.

Soeun tak menyahut, ia tetap tersenyum melihat kearah sana. “Tidak peduli dilihat dari sudut apapun, dia tetap terlihat mempesona…” kata Soeun sambil tersenyum dengan berbinar sambil terus mengarahkan pandangannya kesana atau lebih tepatnya kepada salah seorang diantara mereka. Kyuhyun yg ikut memperhatikan tingkah Soeun itu akhirnya hanya geleng2 kepala.

“Kau ini, tadi terlihat tersentuh sekali dengan surat dari penggemar rahasiamu. Sekarang melihat kapten basket faforitmu itu kembali seperti itu ckckck. Kau ini, tidak jelas sekali maunya apa…” Kyuhyun bergumam sambil geleng2 kepala. Soeun tersenyum kecil kearah Kyuhyun.

“Kau tidak akan mengerti…”

“Tidak mengerti apanya? Apa sih yg tidak aku tahu dari dirimu? semuanya aku tahu, luar dalam…”

“Luar dalam?!” Soeun berseru sambil melotot kearah Kyuhyun. Kyuhyun nyengir.

“Dasar bodoh, kau ini tentu saja bukan dalam yg itu. Kau ini!!” Kyuhyun tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut Soeun lantas segera berlari menuju sepedanya ditempat parkir.

“Hya!” Soeun kesal sambil merapikan rambutnya. Ia hanya menatapi Kyuhyun yg tampak tersenyum puas sambil mengejeknya dari jauh. Soeun terdiam menatap Kyuhyun yg menjauh dan tertawa mengejek padanya. Wajahnya yg kesal tadi perlahan berubah menjadi muram.

“Ada baiknya kau tidak tahu…” kata soeun pelan sambil menatap Kyuhyun yg tersenyum jauh pada dirinya.

[]

Soeun memasuki rumahnya tanpa mengucapkan salam. Tubuhnya yg terasa lelah membawanya ingin segera masuk kedalam rumahnya dan tiduran dikamarnya. Namun, langkahnya terhenti melihat beberapa orang berkumpul diruang tengah dan nampak membicarakan pembicaraan yg serius. Soeun kemudian diam2 mendengarkan pembicaraan mereka.

“Inilah yg ditakutkan sejak awal. Sekarang harus bagaimana? Penyakit kanker hati yg Soeun derita kini telah memasuki tahap yg mencemaskan. Kita harus segera bertindak kalau tidak mau semuanya semakin buruk…” soeun dapat dengan jelas mendengar penjelasan pamannya yg merupakan dokter yg selama ini berusaha menangani penyakitnya.

“Apa yg sebaiknya kita lakukan demi kesembuhannya sekarang?”  tanya ibu soeun tampak begitu sedih dan murung. Paman Baek Jong Su, yg juga merupakan dokter specialis hati itu tampak menghela nafas begitu berat, ia tampak begitu berfikir untuk menjawab pertanyaan itu. keluarga Soeun kembali menatapnya karena penasaran dengan jawabannya.

“Jongsu, jawab aku, apa yg bisa kita lakukan untuk kesembuhannya saat ini? apapun itu, berapa mahalpun itu, aku pasti akan membayarnya. Aku tidak peduli, yg penting putriku bisa disembuhkan…” ayah Soeun ikut mendesak untuk mendapatkan jawaban. Paman soeun mengangkat wajahnya dengan begitu lesu dan tak bergairah.

“Kita hanya punya satu2nya jalan yaitu Transplantasi hati di singapura. Dan jujur saja, harapan yg masih ada begitu tipis untuk menyembuhkannya karena penyakitnya yg sudah sampai ketahap yg paling mencemaskan. Selain itu, sangat sulit menemukan pendonor hati yg bersedia mendonorkan hatinya dan itupun belum tentu donor yg diberikan cocok dengan Soeun…” kata paman Soeun.

“Transplantasi hati? Lakukan pada Soeun, dan masalah hati kau bisa mengambilnya dari salah satu dari kami. Tentu saja akan ada yg cocok dengannya bukan? Kita ini keluarganya. Aku rela bahkan bila itu adalah hatiku…” kata ibu Soeun cepat dan setengah histeris karena tidak dapat meredam kegelisahannya.

“Tidak bisa noona, donor hati hanya bisa dilakukan pada orang yg sudah meninggal…” jawab paman Baek.

“Kenapa harus orang yg sudah meninggal? Kenapa kita yg masih hidup tidak bisa melakukannya?” tanya nenek Soeun dengan cepat.

“Karena untuk hidup, kita juga memerlukan hati kita. Tentu seseorang tidak bisa hidup dengan hati yg tidak bekerja dengan normal…” jawab paman Baek.

“Astaga…” semua orang dengan cepat mengeluh dengan jawaban itu. ayah Soeun tampak mengusap rambutnya frustasi, sementara nenek & ibu Soeun tampak sudah menangis.

“Apa yg bisa kita lakukan sekarang? Tolong, tolong beritahu aku agar aku bisa menyelamatkan hidup putriku….” kata ibu Soeun terdengar begitu pilu.

“Aku sudah begitu tua, kalau bisa ambil saja hatiku dan berikan pada cucuku. Aku rela mati sekalipun, tapi jangan cucuku, masa depannya masih begitu panjang…” nenek soeun ikut bersuara menambah duka semua yg mendengarnya.

“Ibu tolong jangan berkata begitu. Kita akan mencari jalan keluarnya, kita bisa, kita bisa mendapatkan donor terbaik untuknya. Aku akan berusaha mencarinya…” ayah Soeun menyahuti ucapan ibunya Soeun. “walau sulit aku pasti akan mengusahakannya…”

Soeun berbalik bersandar didinding sambil menghapus air matanya. Ia benar2 tak tahan mendengar keluh kesah semua orang yg menyayanginya. Tidak boleh begini, seharusnya tidak boleh begini. Apa yg harus ia lakukan agar ia tidak membuat mereka semua sesedih itu? bagaimana ini? apa ia akan segera mati?? Soeun yg panik akhirnya memutuskan untuk keluar kembali dari rumahnya. Dengan tergesa-gesa ia meninggalkan tempat itu.

[]

Soeun duduk sambil memeluk kedua kakinya sambil menatap lurus kearah barat dimana matahari sudah akan terbenam. Disinilah ia sejak tadi, disebuah tempat bekas gedung yg tinggi dimana ia biasa menghabiskan waktu bersama Kyuhyun ketika mereka bolos dari sekolah. Disini jugalah biasanya mereka berdua menghabiskan waktu bila tengah bermain bersama. Mereka berdua akan disana hingga matahari kembali terbenam lalu pulang setelahnya.kadangkala mereka juga terlambat pulang dan menghabiskan waktu mereka disana. Malam hari, tempat itu diterangi oleh lampu yg mereka pasang. Tempat itupun juga bersih karena mereka sering membersihkannya. Tapi kini, Soeun sendiri disana tanpa Kyuhyun. Biarlah, saat ini Soeun memang tak ingin ada siapapun, siapaun yg mungkin hanya akan mengasihinya.

“Ternyata benar disini…” Soeun mengalihkan pandangannya ketika tiba2 seseorang terdengar datang. Dengan cepat Soeun kemudian menghapus air matanya. Orang itu, Kyuhyun segera mendekat padanya lantas duduk disamping Soeun. “Kau ini, pergi kesini tidak mengajakku…” katanya sambil duduk dan ikut melayangkan pandangannya menuju langit barat yg mulai berwarna merah.

Soeun tak menyahut, ia hanya terus menunduk sambil menghapus air matanya. Ia menghindari kontak mata dengan Kyuhyun. Ia tak ingin Kyuhyun tahu kalau ia sedang menangis.

“Kau ini seharian pasti berada disini, begitukan? Kau tahu, keluargamu begitu mencemaskanmu makannya menghubungiku. Karena tidak mau membuat mereka cemas, itu sebabnya aku katakan kalau kau sedang bersamaku. Aku sudah menyangka kau disini, ternyata benar. Apa yg kau lakukan disini sendirian?” Kyuhyun yg tidak tahu apa2 tetap bercerita dengan cerianya kepada Soeun sambil masih menatap lurus kearah matahari yg benar2 akan tenggelam. Lagi2 Soeun tak menyahutinya, ia hanya masih terdiam sambil menunduk. Sikap Soeun yg berbeda itu akhirnya membuat Kyuhyun mulai merasa heran. Ia mengalihkan pandangannya menuju Soeun yg masih juga menunduk. “Hey, kenapa kau diam saja? Kau masih disanakan?” tanya Kyuhyun padanya. Soeun dengan cepat mengangkat wajahnya.

“Hum, ya, tentu saja! Kau ini daritadi cerewet sekali, diamlah! Aku tidak ingin melewatkan saat matahari terbenam. Suaramu merusak semuanya apa kau tahu…” Soeun dengan cepat berusaha bersikap wajar pada Kyuhyun. Kyuhyun segera berdecak mendengarnya.

“Kau ini..” omel Kyuhyun sambil tersenyum kecil lantas mengalihkan lagi pandangannya menuju langit yg kian berwarna merah. Ia tak menyadari, didetik kemudian wajah disampingnya kembali berubah nuram. Semuram langit ketika matahari mulai menghilang.

[]

“Kau ini kenapa sih Soeun? kenapa daritadi benar2 diam sama sekali?” untuk kesekian kalinya Kyuhyun kembali bertanya pada sahabatnya itu yg hari ini begitu berbeda dari biasanya. Ia cenderung banyak diam tak banyak berkata-kata bahkan sejak mereka meninggalka gedung tua itu.

“Aku tidak apa2,aku hanya lelah…” kata Soeun sambil terus berjalan beberapa langkah dari Kyuhyun. Kyuhyun menghentikan langkahnya, menatap punggung2 Soeun yg telah jauh sama sekali. Ia benar2 merasa heran, kenapa dia jadi pendiam begini. Kyuhyun kemudian melanjutkan jalannya sambil menyusul Soeun.

“Tapi kau terlihat begitu berbeda. Kau pelit sekali bicara bahkan sulit sekali tersenyum. Biasanya kau akan lebih heboh daripada aku…” kata Kyuhyun kemudian.

“Aku hanya sedang lelah saja itus sebabnya aku begini…” jawab Soeun.

“Benarkah? Kenapa aku meraskan kalau kau menyembunyikan sesuatu dariku? Apa benar tidak ada masalah?” tanya Kyuhyun masih penasaran.

“Sama sekali tidak, ayolah kyu kita pulang aku lelah…” kata Soeun sambil menarik tangan kyuhyun agar mempercepat jalan mereka. Walau masih merasa janggal Kyuhyun akhirnya mengikutinya dan tak bertanya lagi.

Soeun dan Kyuhyun berjalan bergandengan menuju rumah mereka yg tak berjauhan. Ini bukan kali pertamanya mereka pulang jam segini, mereka sering melakukannya bahkan dari kecil ketika pulang dari tempat yg mereka sebut tempat rahasia itu. bahkan kadangkala mereka bisa pulang lebih malam lagi karena bermain-main dulu. Soeun merapatkan dirinya kepada Kyuhyun dan mempererat pegangannya ditangannya.

“ssshss, dingin sekali ya kyu. Kapan musim saljunya berhenti…” kata Soeun sambil mengamit tangan Kyuhyun lebih erat.

“Kira2 dalam tiga minggu lagi…” sahut Kyuhyun kemudian.

“Lama sekali, akan bertahan berapa lama lagi selama itu…” kata Soeun kemudian.

“Kau ini seperti baru sekali ini saja mengalami musim dingin…”

“Iya, tapikan kau tahu kalau aku membenci musim dingin. Karena musim dingin, kita jadi jarang bermain…”

“Benar, tapi tetap sajakan walau sedingin apapun kita bermain dan melihat matahari terbenam disana. Kaukan tak bisa dilarang sama sekali, sudah jelas kau itu punya penyakit kanker hati yg sudah akan dalam tahap2 penyembuhan. Kalau kau terus seperti ini, kemungkinan sembuhmu akan semakin lama bukan dan penyakitmu kian parah…”

Soeun menghentikan langkahnya mendengar ucapan Kyuhyun. Ya, memang inilah kenyataan yg Kyuhyun tahu, hanya sebatas ini. Kyuhyun hanya tahu kalau setahun lalu penyakit itu mulai menjangkiti Soeun. sangat terbayang betapa kecewa dan cemasnya Kyuhyun waktu itu. Ia menanyakan keadaan Soeun hampir setiap detik dalam sehari. Untuk itulah, Soeun membujuk pamannya untuk memberinya sebuah surat yg menyatakan bahwa kankernya tidak terlalu parah. Surat itulah yg ia berikan kepada Kyuhyun kala itu, semua itu ia lakukan agar Kyuhyun tidak lagi cerewet padanya disetiap harinya. Nyatanya surat itu membantunya, perlahan Kyuhyun mulai menghilangkan kebiasaannya yg selalu berada disekitar Soeun itu. Kyuhyun sudah mulai bersikap wajar karena Soeun selalu mengatakan kalau kankernya semakin sembuh saat ini. Kyuhyun tak pernah tahu kalau bahkan penyakit itu semakin parah dan begitu menyakitinya. Soeun menyempurnakan semuanya dengan selalu bersikap ceria didepan Kyuhyun.

“Ya kau kenapa? Kenapa tiba2 berhenti huh?” Kyuhyun dengan cepat menegurnya sambil menatap wajah Soeun yg kembali terdiam. Soeun menngangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, boleh aku mengatakan sesuatu padamu?” tanya Soeun pada Kyuhyun.

“apa?” Kyuhyun bertanya dengan nada sedikit heran dan ingin tahu. Soeun tak menyahut, ia melepaskan pegangannya ditangan Kyuhyun. Lantas ia menatap Kyuhyun dengan wajah yg serius.

“Kyuhyun…” Soeun ragu melanjutkan kata2nya.

“apa?” tanya Kyuhyun penasaran dan juga serius. Entah kenapa wajah serius Soeun membuat ia ikut terbawa cemas.

“Kyuhyun…” kata Soeun masih begitu ragu dan menatap wajah Kyuhyun dengan ekspresi yg tak bisa difahami Kyuhyun. Kyuhyun semakin gelisah mendengarnya.

“Kau kenapa sih? Kenapa membuatku cemas begini?” tanya Kyuhyun mendesak.

“Kyuhyun aku… aku….” kata Soeun ragu, ia menundukkan kepalanya menghindari pandangan kyuhyun. “Kyuhyun, aku….”

“Kau kenapa…”tanya Kyuhyun begitu penasaran. Perlahan Soeun mulai mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun yg menatapnya benar2 penasaran. Soeun kemudian mulai menatap wajahnya dan menatap Kyuhyun dengan sedikit yakin.

“Aku lapar… Ayo belikan aku makanan…” kata Soeun pada Kyuhyun.

“Apa?” tanya Kyuhyun benar2 kaget tak habis fikir kalau Soeun akan mengatakan itu. Soeun tersenyum usil kearahnya.

“Iya, aku sangat lapar… ayo makan dulu sebelum pulang…” ajak Soeun sambil menarik tangan Kyuhyun kembali kearah tadi. Kyuhyun mngikutinya sambil geleng2 kepala.

“Ah, kau ini aku kira mau mengatakan apa…” omel Kyuhyun sambil mengikuti Soeun.

[]

“Ada kehangatan yg aku temukan setiap hari dimusim dingin melihat sinaran matamu. Walau dimusim panas,  Ada keteduhan yg kutemui melalui senyumanmu. Ada begitu banyak hal yg berguguran dimusim semi didalam hatiku setiap kali menatap wajahmu. Dan selalu ada yg bersemi yg aku rasakan didalam hatiku ketika dimusim gugur aku dapat berada disekitarmu. Memberi perhatian diam-diamku kepadamu, bahkan walaupun kau tak pernah tahu…”

“Hehehe orang ini mau mengungkapkan perasaan atau memberi tahu perkiraan cuaca? Haha…” Soeun mengalihkan pandangannya menuju Kyuhyun yg tiba2 tertawa ketika ia sedikit lengah. Soeun cemberut, ia kemudian menarik surat itu dari tangan Kyuhyun.

“siapa yg mengizinkanmu untuk melihatnya?” omel Soeun sambil merebut surat yg diambil Kyuhyun tanpa permisi tadi. Kyuhyun lagi2 nyengir melihat tingkah Soeun.

“Aku tadinya mau mencari permen ditasmu, tapi malah menemukan itu makanya aku membacanya. Aneh sekali isi suratnya, aku tidak bisa berhenti tertawa hahaha…” Kyuhyun masih juga tertawa keras kemudian membuat Soeun lebih kesal.

“Aku tidak peduli, yg jelas aku menyukainya. Wekk!” Soeun melet kearah Kyuhyun lalu melipat kembali suratnya. Kyuhyun menghentikan tertawanya, lantas menatap Soeun.

“Kaukan selalu menyukia segalanya. Apa kau tidak takut, ternyata pengagum rahasiamu itu wajahnya seram?” tanya Kyuhyun masih menggoda Soeun.

“Kenapa aku harus takut? Selama ini aku berdekatan dengan orang seseram dirimu aku tidak masalah…” kata Soeun kemudian.

“enak saja seram. Kau tidak menyadarinya? Akukan tampan, banyak wanita yg mengantri untukku tahu..” kata Kyuhyun kemudian.

“Ohya?” Soeun menjawab setengah sengit.

“Tentu saja…”

“Lalu kenapa dari dulu sampai sekarang kau belum pernah mengenalkan pacarmu padaku? Aku selalu mengenalkan pacarku padamu. Tapi kau? Kau tak pernah mengenalkan siapapun padaku.” Kata Soeun kemudian. kyuhyun langsung terdiam, berfikir. “Hayo, kenapa kau begitu? Kau menyembunyikan pacarmu dariku ya? Atau jangan2….” Soeun menghentikan ucapannya lalu menatap Kyuhyun penuh selidik membuat Kyuhyun agak sedikit deg2an dan penasaran melihat sinaran mata Soeun padanya saat ini.

“A..Apa?” Kyuhyun yg penasaran mendesak Soeun untuk melanjutkan kata2nya kepada Soeun yg terus menatapnya penuh selidik.

“Atau jangan2 kau ini tidak normal ya? Huh? Haha!” Soeun langsung tertawa keras sambil terus memandang Kyuhyun penuh selidik. Kyuhyun nyengir kecil mendengarnya.

“Tentu saja aku normal, apa yg kau katakan?” tanya Kyuhyun santai kemudian.

“Benar begitukah? Kenapa aku meragukannya ya. Habis… kau tak pernah mengenalkan pacarmu padaku sih. Aku semakin yakin kalau kau itu tidak normal…” kata Soeun masih dengan nada mengejek.

“Tidak mengenalkan padamu bukan berarti tidak normal bukan? Ayolah, aku tidak akan terpancing dengan cara ini. jangan berharap aku akan terpancing…” kata Kyuhyun masih nyengir dan santai.

“Ohya? Aku begitu yakin kau begitu gelisah sekarang karena ucapanku benar…” kata Soeun bersikeras. “Ayolah Kyu, mengaku saja padaku akukan sahabatmu… huh huh?” kata soeun sambil menyikut Kyuhyun lagi. Membuat badan Kyuhyun bergerak-gerak karena ulahnya. Kyuhyun tetap diam, tak meladeni gangguan Soeun padanya.

“sudahlah hentikan, sudah kukatakan aku tidak akan terpancing…” kata Kyuhyun masih bertahan.

“Benarkah? Kenapa kau diam tak bereaksi huh? Kalau benar coba buktikan padaku sekarang…” kata Soeun masih juga mengganggu Kyuhyun. Kyuhyun masih terdiam tampak berfikir dengan ulah Soeun yg benar2 bandel itu. setelah berfikir sesaat, Kyuhyun kemudian tiba2 bergeming, ia bergerak lantas langsung mencium bibir Soeun sehingga membuat Soeun terdiam. Hanya sesaat, Kyuhyun kemudian tersenyum puas melihat Soeun yg terpaku.

“Itu buktinya, hehe, kau kaget bukan?” goda Kyuhyun sambil bangkit dan beranjak meninggalkan Soeun yg terpaku. Soeun tersadar, menatap Kyuhyun yg menjauh, ia mengahapus sesuatu dibibirnya itu.

“Ya Cho Kyuhyun, kau kembali mengulangi kebiasaanmu waktu kanak2! Kau masih juga senang menciumku seenaknya!!” seru Soeun kesal kemudian mengejar Kyuhyun yg sudah ngacir duluan.

[]

Mereka kembali ketempat itu lagi. Tidak peduli walaupun betapa dinginnya hari ini. Soeun dan Kyuhyun masih juga berani untuk duduk lagi ditempat itu. melihat kearah barat, melihat matahari terbenam lagi, tidak peduli walau cuacananya begitu dingin.

“Benar2 tetap melihat matahari tenggelam? Hari ini dingin sekali…” kata Kyuhyun sambil bergabung dengan Soeun dengan duduk disisinya. Kyuhyun kemudian ikut melihat kearah matahari yg kian beranjak kearah barat.

“Tidak peduli, aku tetap akan melihatnya…” Soeun menjawab sambil menatap lurus dengan sangat berbinar. Kyuhyun tak lagi menyahut, ia ikut melihat kearah pandangan Soeun. “Walaupun bagaimanapun, melihat matahari terbenam di musim gugur adalah tetap yg terbaik…” kata Soeun sambil melihat kearah matahari.

“Ya, kita harus menunggu beberapa bulan lagi untuk saat itu…” sahut Kyuhyun sambil tersenyum menatap lurus. Soeun tersenyum kecil mendengarnya, ia menunduk.

“Takutnya sudah tak ada waktu…” kata Soeun kemudian. kyuhyun tersenyum sambil terus melihat kedepan.

“Tidak ada waktu bagaimana? Tentu kita masih punya waktu untuk kesini lagi…” kata Kyuhyun. Soeun tersenyum, walau senyum sedikit dipaksakan. Kyuhyun tidak tahu, sama sekali tak mengerti, dan memang bagi Soeun Kyuhyun sebaiknya tidak perlu mengerti.

“Lihat, waktunya sudah dekat…” seruan Kyuhyun mengagetkan Soeun. Soeun mengangkat wajahnya, melihat menuju arah barat dimana langit mulai kemerahan. Soeun tersenyum, melihat kearah Kyuhyun yg tampak fokus kesana. Dengan masih tersenyum kecil, Soeun kembali mengalihkan pandangannya menuju kesana. “Benar2 begitu indah walau sudah berulang kali aku melihatnya…”

Soeun masih melihat kearah itu walau ia mendengar Kyuhyun bersuara. Tapi sesuatu terasa janggal, langit merah itu terlihat memudar, dan bagian dadanya terasa begitu sakit. Soeun mengatur nafas, berusaha menahan suaranya sambil memegangi dadanya.

“Benar indah sekalikan Soeun. pantas kau tak mau melewatinya walau hanya sehari…” Soeun masih memegangi bagian atas dadanya untuk menahan sakitnya. Soeun juga merasakan kepalanya mulai juga sakit saat itu. “Soeun? kenapa kau diam? Biasanya kau akan begitu heboh…” kata Kyuhyun yg mulai heran dengan Soeun yg diam. “Soeun?”

Soeun segera mengangkat wajahnya, lantas melihat kembali keatas sana. Mulai bersikap baik2 saja. “Ya, indah sekali Kyu…” Soeun mencoba mengeluarkan suaranya. Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum masih melihat kesana. Sementara Soeun mulai kembali memegangi dadanya yg terasa sakit dan mulai menyesakkan.

Setelah beberapa menit…

“Aah, akhirnya matahari hari ini terbenam juga. Bagaimana kau senang bukan?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari arah barat sana kembali pada Soeun. Soeun mengangkat wajah, balas menatap Kyuhyun dan berusaha tersenyum.

Kyuhyun menatap Soeun, agak heran menemukan perbedaan pada wajah Soeun. ia beranjak, lebih memperhatikan Soeun. “Soeun…” Kyuhyun bergeser sambil menyentuh pipi Soeun untuk mengangkat wajahnya hingga bisa menatap Kyuhyun.

“Ada apa?” tanya Soeun agak was-was pada Kyuhyun.

“Wajahmu pucat sekali? Apa kau merasa baik2 saja? Wajahmu benar2 pucat…” kata Kyuhyun sambil terus memegangi pipi Soeun dan memperhatikan wajahnya. Soeun kemudian dengan cepat menjauhkan tangan Kyuhyun dari wajahnya.

“Pucat? Pucat bagaimana? Jangan bercanda denganku diwaktu begini…” kata Soeun sambil tersenyum kearahnya. Kyuhyun tak dengan cepat berpaling, ia masih menatap wajah Soeun yg kini berusaha menghindari kontak mata dengannya.

“Tidak…” Kyuhyun kembali meraih wajah Soeun yg menunduk hingga menatap padanya lagi. Kyuhyun menatap lekat wajah Soeun yg benar2 terlihat pucat secara seksama. Kulitnya terlihat begitu pucat sementara bibirnya tampak sangat merah pucat dan tampak sedikit kering. “Apa yg terjadi, baru aku sadari akhir ini kau terlihat berbeda…” kata Kyuhyun sambil memperhatikan wajah Soeun dan menatap lekat Soeun. Soeun tersenyum kecil, lantas menyingkirkan tangan Kyuhyun dari wajahnya.

“Tidak ada apa-apa. Semua hanya karena aku kedinginan saja. Sudahlah jangan berlebihan…” kata Soeun kemudian. Kyuhyun terdiam, menatap Soeun yg lagi2 mengalihkan pandangan darinya. Jelas sekali ada sebuah hal yg janggal disini. Sesuatu yg sama sekali tidak ia mengerti yg jelas semakin lama ada perubahan yg ia temukan dari Soeun. “Dingin sekali disini…” Kyuhyun kembali memperhatikan Soeun yg tampak menggosokkan kedua tangannya lalu meniupnya. Hal itu berulang hingga beberapa kali.

“Matahari kan sudah hilang, jadi sebaiknya kita pulang saja dan kembali besok. Sepertinya kau begitu tidak sehat, kajja…”

“Tidak!” Kyuhyun yg berniat bangkit mengurungkan niatnya, lantas kembali menatap Soeun disampingnya. “Kyu, kita disini saja dulu. Aku malas pulang…” kata Soeun sambil tersenyum padanya. kyuhyun menatap ragu.

“Tapi kau terlihat begitu tidak sehat, akan tidak baik kalau disini. Disini begitu dingin..” kata Kyuhyun.

“Tidak apa2, aku tak separah yg kau kira. Aku baik2 saja, aku kuat kok. Ya ya, kita disini saja, kita pulangnya nanti saja…” kata Soeun setengah merengek. Kyuhyun menatap Soeun.

“Benar tidak apa2 ?” tanya Kyuhyun masih ragu. Soeun mengangguk cepat. Kyuhyun menghirup nafas sejenak, lantas setelah itu ia mengangguk.

“Baiklah seperti keinginanmu…” kata Kyuhyun sambil tersenyum dan berusaha tidak memikirkan apapun lagi. Kyuhyun berfikir, mungkin semua yg difikirkannya sama sekali tidak benar. Ia menatap Soeun yg tampak masih memandang didepannya. Kyuhyun kemudian ikut tersenyum kearah sana.

“Maafkan aku Kyuhyun, aku sungguh tidak bisa mengatakan padamu mengenai keadaanku saat ini. aku tak ingin kau sama seperti mereka, kau akan memperlakukanku dengan perasaan kasihan. Aku tak ingin kau begitu, jadi sebaiknya kita biarkan semuanya berjalan seperti seharusnya…” kata Soeun dalam hatinya dengan senyuman yg perlahan menghilang.

[]

Soeun duduk di atas tempat tidurnya sambil memegangi beberapa lembar surat serta beberapa tangkai bunga mawar yg mulai layu. Ia membalikkan kertas2 surat itu satu persatu. Ia menghela nafas.

“Heuh, siapa ya kira2 pengirim surat ini? kenapa misterius sekali? Aku benar2 penasaran..” kata Soeun sambil memperhatikan suratnya lagi. Soeun menggigit bibir bawahnya, kemudian berfikir.

Zzzt…

Soeun mengalihkan pandangannya ketika ponselnya terdengar bergetar. Soeun kemudian meletakkan suratn2ya tadi, lantas meraih ponselnya yg terletak dimeja. Kyuhyun!

“Yeobseo..” Soeun menyahuti panggilan Kyuhyun setelah meletakkan ponselnya dekat ketelinganya.

“Yeobseyo Soeun, kau dimana?”

“Aku dirumah, kenapa memangnya?” tanya Soeun kemudian.

“Tidak ada, hanya saja, aku akan latihan basket sore ini. kau kunjungi aku kelapangan ya, nanti setelah latihan kita bisa main lagi ketempat rahasia…” kata Kyuhyun dari ujung sana.

“Kenapa aku harus kesana? Apa untungnya untukku? ” soeun tersenyum mengatakan hal itu pada Kyuhyun ia sengaja menggoda Kyuhyun.

“Hya, jangan mengajakku bercanda sekarang ini…” Kyuhyun terdengar sedikit kesal. “sudahlah, jangan menolak aku tunggu kau ya. Oiya, jangan lupa bawa makanan untukku aku tadi tidak bawa bekal sama sekali…”

“Enak sekali kau memerintahku!”

“Gunanya dirimu kan hanya itu, kalau tidak untuk itu untuk apa aku menyuruhmu kelapangan..”

“Ah dasar, kau ini benar2 menyebalkan! Kalau begini aku tidak akan datang…” kata Soeun kesal. Tapi Kyuhyun malah terdengar tertawa diujung sana. Soeun bertambah kesal. “Tertawalah, kau ini memang bisanya membuatku kesal dari dulu. Jangan berharap aku akan datang, makan saja rumput yg ada disana. Jangan menghubungki lagi!” kata Soeun sambil mematikan ponselnya dan melemparnya begitu saja.

“Ahh, dia itu selalu menyebalkan dari dulunya. Dia tidak bisa sama sekali menghargai aku. dasar, apa dia tidak tahu kalau aku tidak lama lagi bersamanya. Dia malah senang sekali membuang waktu…” Soeun mengomel panjang masih dengan wajah kesal. Hanya sesaat wajah kesal itu, karena tiba2 ia kembali memegangi bagian didaerah dadanya. “ahh…” Soeun mengeluh sambil terus memegangi dadanya yg tiba2 kembali terasa sakit.

“Aah… “ Soeun kembali mengeluh. “Aduuh.. sshh… Aah…” Soeun kembali mengeluh sambil terus meraskan rasa sakit yg ia rasakan dibagian hatinya. Sakit sekali, sampai rasanya seperti ingin mati.

Zzzt….

“Aahhh…” Soeun masih terus merintih sambil mengalihkan pandangannya menuju ponselnya yg lagi2 bergetar yg ia yakin dari Kyuhyun. “Aah…” Soeun tak melakukan apapun lagi selain terus menahan rasa sakit dibagian dadanya.

“aah, apa kali ini benar2 akan mati. Ini benar2 sakit…” Soeun terus menahan sambil kali ini mengeluarkan air matanya. Ia membiarkan ponsel itu terus berdering disana..

[]

Kyuhyun berdecak sambil terus mencoba menghubungi soeun, tapi ia heran karena Soeun tak mengangkat ponselnya. Gagal beberapa kali, Kyuhyun masih terus mencobanya.

“Ah ayolah Soeun, kenapa kau sampai semarah ini? Akukan Cuma bercanda kenapa kau sampai ngambek begini…” Kyuhyun mengeluh sambil terus berusaha menghubungi Soeun. “Gadis ini kenapa sih? Kok begitu aja marah? Seperti baru kenal aku saja. Dia ini benar2 seperti anak kecil mudah sekali marah. Bahkan belakangan hatinya terlalu sensitif. Yg aku tahu wanita begini Cuma karena datang bulan, tapi masa datang bulan sampai terus-terusan begini?” kata Kyuhyun sambil terus berusaha menghubungi soeun.

[]

Prak!!

Ibu Soeun segera mengalihkan pandangannya begitu mendengar suara2 barang2 jatuh dari kamar Soeun.

Prak!!

“Aahh…”

Ibu soeun bangkit ketika mendengar suara itu kembali dan kali ini bersamaan dengan suara rintihan Soeun. ia cepat2 menuju kamar Soeun.

“Soeun!” ibu soeun berseru sambil mengetuk pintu kamar Soeun yg tertutup. Tak ada sahutan, hanya suara keluhan lagi yg ia dengar dari dalam. “Soeun!” ibu Soeun kembali berseru sambil kali ini berusah membuka pintu yg ternyata tidak terkunci. Wajahnya langsung kaget ketika menemukan Soeun sudah terbaring dilantai.

“Soeun!”

[]

Kyuhyun segera bangkit dari duduknya ketika matahari sudah tenggelam sama sekali. Ia segera berdecak dengan wajah sedikit kesal.

“Soeun benar2, gara bercanda segitu saja dia sampai semarah ini sampai tidak datang kesini..” Kyuhyun mengomel sambil mengambil tasnya dan menyandangnya. Ketika ia menarik tasnya, tiba2 ada yg jatuh dari tasnya. Kyuhyun menatap benda2 itu, lantas memungutnya dan kembali duduk.

“Sampai kapan aku harus mengirimimu surat & bunga bodoh seperti ini? Sampai kapan kau sadar bahwa akulah orang yg selama ini selalu memberikanmu perhatian bersama surat dan bunga ini? sampai kapan kau akan menyadari sekitarmu?” katanya masih terdengar kesal dan mengomel.

[]

Kyuhyun kembali duduk di tempat itu dan kembali menatap menuju langit barat dimana matahari akan segera menghilang. Ia menghela nafas sambil berfikir berat. Ini sudah lebih dari seminggu ia tidak bertemu dengan Soeun. ia juga tak tahu Soeun menghilang kemana, ia juga tak pernah menanyakannya pada teman2 Soeun yg lainnya ataupun mengunjunginya. Ya, Kyuhyun merasa ini bukan kesalahannya, ia kesal karena Soeun marah tidak jelas padanya dan akhirnya memutuskan untuk tidak muncul disekolah. Bukankah itu terlalu keterlaluan kalau hanya untuk membalasnya atas ucapan bercandanya tempo hari? Bukankah itu terlalu keterlaluan? Kyuhyun masih juga kesal sambil terus memperhatikan matahari.

“Apa yg sebenarnya kau inginkan? Apa salahnya jika hanya bercanda kecil seperti itu. toh kau juga sering bercanda seperti itu padaku. Lantas sekarang kenapa kau marah sampai tak menampakkan diri seperti itu? apakah kau tak pernah menganggap aku lebih penting daripada kekanak-kanakanmu itu?” kata Kyuhyun masih mengomel sambil melempar kerikil2 kecil disekitarnya kesembarang arah.

“Kau tak mengerti aku, dari dulu kau tak pernah mengerti padaku. Padahal sudah berapa tahun kita bersama? Sudah berapa musim kita lalui? Sudah berapa matahari tenggelam yg kita saksikan? Tapi sepanjang itu bahkan kau tak pernah mengerti padaku. Kau bahkan tidak pernah mengerti bahwa perasaanku tidak sama dengan 8 tahun yg lalu lagi. Sampai kapan kau bisa merasakan aku satu2nya orang yg selalu ada disekitarmu?!” kata Kyuhyun begitu kesal atau mungkin sudah mulai marah. Ia menatap langit yg memerah dengan mata yg mulai basah.

[TBC]

How, How? Semoga tetep pada suka ya semuanya.

Oiya, Cuma mau jelasin, author sama sekali gak ngerti masalah medis jadi konflik kesehatan yg tersaji diatas hanya dikarang dan dibuat-buat doang. Jadi jangan heran kalau penyakitnya aneh ya. Kitakan di dunia fiction, jadi penyakitnya bolehkan juga fiksi? Hehehe…

Coment and Rate ditunggu, Gomawo…

_BOW_

 

22 Comments Add yours

  1. djkyussoloverz mengatakan:

    waaaaaaaah kereeeeeeeeeeeen bgt chingu heeeeee cpt dilanjut jgn lama2 kyusso shiper disini djkyueunloverz slalu suka sama kyusso couple##weh narsis## chingu sedih bgt slalu sja sy jd terkagum2 dngn ff yg km buat soalnya kereeeeeeeeeeen sumpah apalagi pemain cewek x so eun eonni ma cwok x kyu oppa ,yesung oppa sama donghae oppa aduuuuuh beeeeeeeeeeeeeeeh keren beribu2 kali hwating cingu n bwt poespa makasih atas requestan kyusso x jd btah bca ff disini cz da so eun truuuuuuuz huuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaa pokok x hwating n cpt dlnjt……!!!!!!!

  2. kyuPAngels mengatakan:

    Gomawo putri cingu…
    Ff Req’san ku d kabulin…

    Wau…….
    Sso sprtinya yg akan mati😥
    td insting sdh berkata yg ngasih surat dri pengagum rahasia itu kyuppa,eh ternyata benar *lebay ya?*
    ku nntikan part 2nya…
    Sekali lg gomawo *peluk” putri cingu*

  3. seli m (kaoru) mengatakan:

    Daebak … !!
    agak sedih jga bcanya si sso pnya pnyakit knker Heart T_T
    eh si-pngirim surat itu ternyata kyu toh ..
    kirain pershabatan tetap terjaga, eh ternyata ada cinta diantara mereka *nunjukkyusso

  4. Yane mengatakan:

    Susah iia klw mncintai sahabat…apalagi tw klw di cinta pd orng lain…tpi critanya menarik dan mengharu biru aplgi soeun yg mndrita kanker
    dtnggu next part..

    Agak GAJE iia cmentx;-)
    maaf

  5. gerundhaessolover mengatakan:

    akhir’x skian lma mnunggu ff chingu keluar? lgi.

    Daebak chingu, keren bgtz ff’x. . Gx nyangka trnyata yg jd pnggemar rhsia’x s0eunni itu kyuppa. Pdhal kyuppa sering bgtz ngledikin surat yg dterima ma soenni. ,

    mdh2an pnyakit eonni bsa dsembuhkan dn eonni bsa brsatu ma kyuppa. Amin

  6. Anna mengatakan:

    Mantaappp,,blm tamat tp udh brasa sdhnya,,kyuu jgn ngambek donk nyesel lhoo tp smg ada malaikat yg rela mndonor hatiny,,ka2 tggu sgr klnjtny putri gomawo🙂

  7. ticha_ mengatakan:

    kereennn_
    g kebyn9 klw kyupA d!t!n9gl pegy m Sso eonnie??_
    hmm_bkn mrkA b’stU y eon
    Q g tgA ma kyupA
    dAebak eon😀

  8. Elisoniac mengatakan:

    keren author….
    tu si kyu bikin surat sendiri n ngetawain suratnya sendiri.. haha..
    kasihan banget ne si eunnie, daebak chingu..^^

  9. Vita mengatakan:

    Akhirnya update yeee… Tiap hari check wp thor hehe

    kasian so eun eunni T.T penyakitny parah bgt thor, jangan2 nanti sad ending? Ayo thor happy end aja hehe *reader maksa
    lanjut thor..

  10. ellis mengatakan:

    akhir a cingu updet jg tiap hri lo elis cek a,,,,,,,,
    bgus cingu…n sdih banget….jdi pingin nangis

    bsok buat kim so uen unie ma le donghee lg ya aothor….
    faigting cingu tetap di tunggu krya-krya selanjut a….tetap ma kim so uen a ya….

  11. EchaKyuWon mengatakan:

    Omo..omo.. Ini sungguh sedihhhh …
    aku awal udh mikir jgn2 yg nulis surat kyuhyun tapi ragu juga pas kyuhyun ngomentarin surat2 so eun,, ehhh ternyata bener sari kyu …
    Putri mereka bersatukan?? Jgn dipisahkan iia okey..okeyyy …

  12. Helda wati mengatakan:

    Ff.a menyedihkan sekali, tpi aku tetap suka kok

  13. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Uwaaaaahhhhhh, sugoi desu ne…

    semoga jngn sad ending.. jangan sad ending.. jngn sad ending..

  14. sag1190 mengatakan:

    Wahhh bagus ceritanya, penasaran sama keadaanya Sso, pasti kyu sedih banget klo tau Sso penyakitnya tambah parah…….

  15. cucancie mengatakan:

    Penasaran baca lanjutannya….

  16. anastasia erna mengatakan:

    bagus author ff nya…
    kasian so eun …kasian jg kyu…
    moga mereka brsatu…jebal author..

  17. Dwi Annisa Rizki mengatakan:

    annyeong🙂
    aku pembaca baru🙂
    slm knal chingu🙂
    ff ny bgus bgt, ktauan trnyta kyu yg sk krim surat am bunga nya, wah sdih bgt >,<
    dlanjut bca ny ah, hehe..
    bangapta chingu :))

  18. tanti no kawai mengatakan:

    Wahhhh….. Ternyata pengagum rahasia Sso eunni adalah kyu oppa….
    Ĭηĭ menarik sekali…..

    Waduh…. Kasian Sso eunni….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

  19. Kim Ra rA mengatakan:

    Mr. Evil bisa Romantizzz juga kekekeke ternyata yang ngirim surat sama Bunga itu Kyu yach!!

    Sso punya penyakit yang parah jadi takut takut gini baca ff nya,,, tapi tetep keren,

  20. Rani Annisarura mengatakan:

    apa so eun akan meninggal nantinya???

    Dan nanti endingnya itu sad???
    Karena part pertamanya itu udah menyedihkan banget apa nanti yang kedua bakalan lebih parah…..

    semoga aja nggak karena penasaran banget sama part selanjutnya

  21. niieardiana mengatakan:

    keren kak dan bagus ff nya

  22. Endang widiyati mengatakan:

    Sediiiihhhhh….Pasti ini akn berakhir tragisss…….Ga kuatt!Cinta yg disembunyikan,penyakit yg mematikan…Ah rasanya semua membuat dadaku sesak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s