~Love Me As You Can Part7~


Annyeong haseyo all, aku kembali ngebawain lanjutan FF pairing SoeunDonghae. Semuanya yg udah nungguin selamat ngebaca yah, Enjoy^^

“Apa yg kau rasakan? Tolong katakan padaku apa yg membuatmu kesakitan hingga enggan untuk membuka matamu..”

Semuanya terjadi terlalu cepat, dan tanpa ada satu pihakpun yg menyangkanya. Awalnya, semua orang hanya melihat mobil silver itu berhenti disana lantas setelah beberapa lama seorang gadis muda yg berambut panjang keluar dengan wajahnya yg berbinar.

Ia berjalan dengan ceria, lantas membalikkan tubuhnya menatap dengan berbinar orang yg ada didalam mobil silver itu lantas melambaikan tangan dengan begitu bahagia. Dengan senyum yg masih berbinar, ia membalikkan tubuhnya lagi lantas kembali berjalan dengan langkah yg ceria. Tapi, sepertinya hatinya belum sepenuhnya ingin pergi, sebagian hatinya masih ingin berada disana, dimobil itu, hingga gadis kembali berbalik kebelakang. Sekarang, seorang pemuda keluar dari mobil itu, melepas si gadis dengan sebuah senyuman bahagia. Keduanya berinteraksi disana, tanpa mempedulikan sekitarnya. Pemuda itu melambaikan tangan pada si gadis yg terus berjalan mundur, meski tanpa ditanya semua orang akan langsung tahu kalau mereka sama2 mempunyai cinta sama2 memiliki rindu yg mungkin hanya mereka yg dapat menjelaskan seberapa dalam cinta dan rindu itu.

Mata pemuda itu berkilau, menatap wajah si gadis yg berbinar. Ada ketidaksiapan untuk saling melepaskan disana, tapi nyatanya jarak mereka semakin menjarak langkah perlangkah si gadis. Sampai akhirnya, sesuatu menerobos kebahagiaan mereka. Sebuah benda keras berjalan begitu kencang siap untuk menerjang si gadis yg masih menatap kekasihnya. Ia tak menyadari benda itu, hingga ia masih disana dan tersenyum pada kekasihnya yg bahkan terlihat tak rela membiarkannya pergi dan menjauh. Perlahan, pemuda itu mulai merasakan sesuatu yg seharusnya tidak ada diantara mereka. Ia mulai bisa melihat benda itu berlari kearah kekasihnya. Cepat… melesat… tapi kekasihnya belum juga menyadarinya. Wajah berbinarnya perlahan mulai berubah cepat.

“Soeun!!” pemuda itu berseru pada kekasihnya, untuk membuat gadis manis itu menyadarinya dan pergi darisana. Tapi gadis itu masih tak menyadarinya. “Soeun!” pemuda itu sadar kalau bahkan berdiri saja dunianya mungkin akan berhenti sama sekali. Iapun kemudian mulai beranjak, berlari kearah gadisnya yg masih belum menyadarinya.

“Soeun!” si gadis heran melihat pemuda itu berlari cepat kearahnya dengan wajah yg begitu cemas. Gadis itu juga menemukan semua orang menatapnya juga cemas dan berteriak padanya. gadis itupun mulai mengalihkan pandangannya kearah lain.

Sssrt!!

Sesuatu mendekat dan mungkin akan membahayakannya, tapi kakinya bahkan terlalu kaget hingga tidak bisa dibawa bergerak. Sepersekian detik yg ia punya, ia masih menatap benda itu dengan bingung, kaget. Sepersekian detiknya, mobil itu masih melaju tanpa ada tanda2 akan adanya rem kearah gadis yg masih tampak terlalu shock itu. sepersekian detiknya, beberapa orang yg menyadarinya hanya bisa menahan nafas mengingat apa yg selanjutnya akan terjadi. tapi sepersekian detiknya, seseorangpun datang dengan sepersekian detik yg ia punya.

Pemuda itu berlari menghampiri kekasihnya, lantas langsung mendorong kekasihnya itu untuk menjauh dari sana. Tapi terlambat untuk menyelamatkan keduanya, nyatanya waktu tidak bisa menunggu lebih lama. Benda keras itu, menerjang tubuh pemuda itu hingga terlempar beberapa meter darisana. Sementara si gadis yg telah diberikan keselamatan oleh kekasihnya, ikut membentur keras trotoar akibat sisa waktu yg pemuda itu punya untuk menyelamatkannya. Benda keras dan laknat itu pergi begitu saja meninggalkan  Keduanya yg terpisah beberapa meter dengan tubuh berlumuran darah.

“Ada kecelakaan!” semua yg kaget tersadar dan mulai panik saat itu juga.

[]

Seorang wanita tampak gelisah ditempat duduknya, ia melihat layar ponselnya beberapa kali. Fikirannya terlihat tidak tenang sama sekali.

Zztt…

“Hallo, bagaimana?” wanita itu menjawab ponselnya dengan terburu-buru. Ia mendengarkan kata2 orang yg menelfonnya dengan wajah tegang. Hingga wajah itu benar2 berubah setelah beberapa saat kemudian. “APA?!” ponsel yg dipegang terjatuh begitu saja kelantai.

[]

~ Lee Donghae POV~

Yeojachinguku tersayang, bangunlah… kenapa kau masih saja tidur sampai sekarang ini. Hey, bangunlah ini bukan waktu yg tepat untuk tidur bukan. huh, Yeojachinguku ini malas sekali, masa sampai sekarang masih enaknya tidur. Sudah jam berapa ini? katanya mau jadi istriku, mana bisa jadi istri yg baik bila terus tidur begini.

Soeun.. Soeun..

Lihat dirimu, kau jelek sekali ketika tidur. Pipimu itu terlihat seperti bakpau yg enak dimakan hehehe. Kau tahu, aku benar2 merasa lapar melihat pipimu itu. atau apa boleh aku memakannya sekarang? Jangan salahkan aku kalau aku berniat memakannya kalau kau belum juga mau bangun ya…

Soeun… Soeun…

Aku bilang bangunlah, kalau tidak juga aku benar2 akan memakanmu atau kalau tidak mungkin aku akan melakukan yg lebih setelah itu jangan protes, akukan namjachingumu jadi aku berhakkan melakukan apapun padamu tanpa harus menunggumu menangis dulu?! Maka bangunlah, kalau dalam hitungan ketiga kau belum juga bangun, maka aku akan…

Soeun… Soeun…

Bangunlah dalam hitungan ketiga. Jangan terlambat karena aku tidak akan memberi toleransi setelah hitungan ketiga nantinya. Okey, kita mulai ya…

Satu…

Dua…

Ti…

[]

“Donghae!!” Soeun tersentak dari tidurnya dengan cepat dan hal itu membuat Kyuhyun menoleh padanya. Ia kaget, mengatur nafasnya yg terasa ngos-ngosan. Dimana ini? kenapa disini? Kemana Donghae? Padahal tadi rasanya Donghae ada disekitar sini.

“Kau sudah bangun?” Soeun mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun yg bangkit dan mendekatinya. Soeun tak menyahut, ia masih memikirkan apa yg sedang terjadi disini. Kepalanya, sakit sekali…

“Dimana aku? donghae dimana? ” tanya Soeun kemudian. Kyuhyun terdiam, menatap Soeun sedikit berfikir.

“Kau dirumah sakit, kau mengalami kecelakaan tadi, apa kau lupa? Sekarang tidur lagi saja, beristirahatlah..”

“Tapi Donghae dimana? Tadi dia disini, dia yg membangunkanku sekarang kenapa sudah tidak ada? Kyuhyun mana Donghae? Seharusnya Donghae disini…”

“tidak ada Donghae disini Soeun, hanya aku yang ada disini..” kata Kyuhyun kemudian. “Istirahatlah, kau masih lemah..”

“Donghae mana? Bagaimana dengannya? Tadi itu, Donghae juga kecelakaan. Dia menyelamatkanku, dia terlempar bahkan lebih parah daripada aku. Dimana dia? Donghae dimana? Apa dia tidak apa2?!” tanya Soeun sambil menangis pada Kyuhyun. Kyuhyun menatapnya, menghela nafas, lantas memegang bahu Soeun.

“Istirahatlah dulu, kau dalam keadaan yg begitu buruk..”kata Kyuhyun sambil berusaha membantu Soeun untuk berbaring dengan sedikit mendorong bahunya dengan pelan.

“Aku bilang dimana Donghae? Dia terlihat buruk, bahkan lebih buruk daripada aku. dimana dia? Donghae dimana? Jawab aku Donghae dimana? Aku tidak tenang!!” desak Soeun cepat sambil menepis tangan Kyuhyun. Kyuhyun tak menyahut, menatap Soeun dengan pandangan yg membawa perasaan Soeun semakin tidak tenang. “Aku harus mencari Donghae!” kata Soeun menahan rasa sakitnya lantas mencabut selang infusnya. Soeun meringis.

“Ya, apa yg kau lakukan?!” tanya Kyuhyun kaget sambil meraih tangan Soeun yg sedikit mengeluarkan darah. Tapi Soeun cepat menarik tangannya dari Kyuhyun. Kyuhyun menahannnya.

“Biarkan aku, aku harus cari Donghae. Jangan melarangku!” kata Soeun berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tetap menahannya.

“Apa kau tidak bisa agar tidak terburu-buru! Apa kau tidak dapat merasakan badanmu tidak baik?” tanya Kyuhyun sambil memegangi tangannya.

“Aku tidak peduli! Donghae lebih penting bagiku!” Kyuhyun menatap mata gadis itu yg menangis hebat sambil mengatakan semua itu. “Biarkan aku, aku tidak bisa tenang. Aku harus tahu keadaan Donghae bagaimana..” katanya sambil menangis pada Kyuhyun dan memohon. Kyuhyun terdiam, menatap gadis itu dengan hati yg sedih.

“Hidupku hanya dia.. Aku tidak bisa tenang selama aku belum tahu bagaimana keadaannya..” kata Soeun terisak sambil menundukkan kepalanya. Kyuhyun menatapnya semakin dalam, ia menghela nafas. “Tolong bawa aku pada Donghae…”isak Soeun lagi.

“Kau hanya akan semakin sedih kalau aku beritahu keadaannya..” kata Kyuhyun berat. “Kenapa kau harus menyiksa dirimu begini? Dari dulu sehrusnya kau melepaskan semuanya, nyatanya kau akan kesakitan semakin jauh..” katanya lagi. Soeun mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun.

“Apa yg kau katakan? Tolong jangan buat aku tidak tenang dengan kata2 itu. Donghae mana? Donghae kenapa?? Tolong bawa aku padanya…” isak Soeun sesegukkan. Kyuhyun terdiam, menatap gadis itu yg terlihat menyedihkan. Ia menghela nafas.

“Baiklah, aku akan membawamu padanya. tapi setelah itu, berjanjilah untuk beristirahat…” kata Kyuhyun kemudian. Soeun mengangkat wajahnya, lalu mengangguk cepat. Kyuhyun tampak bergerak, membantu Soeun untuk bangkit dan berdiri. Ia meletakkan tangan Soeun disekitar bahunya. “Pelan-pelan..” katanya hati2.

[]

Semuanya berkumpul didepan ruangan itu dengan wajah yg cemas. Semuanya, orang2 terdekat Donghae berada disana. Keluarga besarnya, ayahnya, ibunya, Eunhyuk, hingga Taeyeon duduk disana dengan sangat gelisah. Semenjak kecelakaan siang ini, semuanya menjadi tidak tahu bagaimana. Donghae mendapatkan perawatan Khusus dari dokter didalam sana, tapi belum ada khabar pasti yg mereka terima padahal ini sudah empat jam lamanya. Diantara semuanya, mungkin ibunya yg lebih terpukul lagi, ia tampak hanya duduk sendiri dengan wajah yg begitu cemas dan gelisah. Ayah Donghae yg daritadi berdiri didepan ruangan itu, menatap istrinya sebentar, lantas kembali menunggu dengan wajah yg begitu cemas.

Tap… Tap…. Tap….

Semuanya mengalihkan pandangannya menuju Soeun yg tiba2 datang dengan tertatih bersama Kyuhyun. Semuanya langsung menatap Soeun, tapi Soeun tidak memperdulikan itu, ia terus berjalan untuk mencari Donghae. Taeyeon tampak sedikit kaget, melihat Soeun bersama adiknya. Eunhyuk bangkit dan mendekat.

“Soeun, kenapa sudah kesini? Kau belum sehat..” tanyanya kemudian.

“Donghae mana oppa?” tanya Soeun menangis pada Eunhyuk. Eunhyuk terdiam, menatap Soeun. “Dia.. baik2 saja bukan oppa?” tanya Soeun. eunhyuk tak menyahut, ia menundukkan kepala.

“Belum ada khabar Soeun. belum ada diantara kami yg bisa menemuinya. Daritadi, kondisi Donghae terus tidak stabil hingga tim medis masih melakukan penyelamatan dan kami belum tahu apa2..” katanya terlihat sedih dan lesu. Soeun langsung menghela nafas mendengarnya.

“Semuanya gara2 aku, seharusnya, aku tadi lebih berhati-hati hingga ia tidak begini…” kata Soeun penuh penyesalan.

“Jangan menyalahkan dirimu, semua sudah terjadi. sekarang yg perlu kita lakukan adalah berdoa untuknya. Kau sendiri, kau juga parah bukan Soeun? kenapa kau tidak istirahat saja dikamarmu?”

“Aku tidak apa2, aku baik2 saja.. Aku ingin bertemu Donghae dan memastikan dia baik2 saja. Lagipula, aku benar2 tidak merasakan sakit yg berarti pada diriku. Dia menyelamatkanku dengan cara paling tepat disaat itu. ya donghae yg bodoh itu menyelamatkanku hingga aku tidak merasakan kesakitan yg berarti. Tapi lihat dengan dirinya, Donghae yg bodoh jadi seperti ini..” kata Soeun sambil menunduk dan menghapus air matanya.

“seharusnya tidak begini, yang seharusnya didalam bukan Donghae tapi aku. Kenapa dia harus seperti itu? kenapa dia bisa sebodoh itu? apa yg dia lakukan.. seharusnya tidak begitu. Donghae seharusnya baik2 saja…” kata Soeun sambil menunduk mencurahkan kesedihannya disana. Orang2 disekitarnya hanya menghela nafas mendengar ucapan kesedihan Soeun.

“Jangan menyalahkan dirimu Soeun, ini sudah takdir yg memang seharusnya terjadi. kau begitu tahu kalau Donghae bisa melakukan ini untukkmu..” kata Eunhyuk pada Soeun. Soeun mengangkat wajahnya, menatap Eunhyuk.

“Tapi itu bodoh, dia tidak boleh begitu.. aku tidak ingin dia kesakitan… “ kata Soeun kemudian. Eunhyuk menggeleng cepat.

“Tapi kau tahu, dia lega melihatmu baik2 saja. Jadi jangan menyesali, hanya berdoalah untuknya sekarang…” kata Eunhyuk kemudian. Soeun menunduk, hatinya benar2 bingung harus bagaimana.

Soeun menghapus air matanya, lalu mengalihkan pandangannya menuju pintu yg masih tertutup itu.

“Bodoh, kenapa kau begitu bodoh. Kenapa kau melakukan semua ini?  Kenapa kau harus melakukan hal2 yg selalu membuatku tidak bisa berkata-kata seperti ini. Apa kau sedang ingin menunjukkan cinta siapa yg paling besar antara kita berdua dengan cara ini? ya, kau menang, aku akui kalau aku kalah sama sekali daripada dirimu. sekarang bangunlah, jangan bercanda denganku dengan cara yg seperti ini. tolong jangan buat aku ketakutan hingga merasa ingin mati seperti ini..” kata Soeun lirih sambil menahan air matanya yg masih mengalir dengan derasnya. “Donghae bangunlah, aku mohon…”

Krek!!

Semua mengangkat wajah mereka mendengar suara pintu terbuka. Lantas setelah itu merapat kepada dokter kecuali Soeun yg hanya menunggu dari tempatnya berdiri bersama Kyuhyun yg mendampinginya. Serta ibu Donghae yg hanya mendengar dari tempat duduknya.

“Bagaimana dokter? Bagaimana keadaannya?” ayah Donghae cepat bertanya pada dokter yg memeriksa Donghae. Dokter itu tak menyahut, ia menghirup nafas begitu berat terlebih dahulu.

“Bagaimana dokter?” tanya salah satu famili Donghae yg lain.

“Donghae mengalami benturan yg begitu parah dibagian otaknya dan menyebabkan pendarahan yg hebat. sampai saat ini, Donghae sama sekali belum sadarkan diri dan kita hanya bisa menunggu untuk saat ini..”

“Menunggu?” tanya famili Donghae yg lainnya. Dokter itu mengangguk.

“Begitulah, berdasarkan pengalamanku, Donghae benar2 sangat berjuang untuk bertahan. Hingga ia masih bisa bertahan setelah selama ini. tapi masalah yg ia hadapi begitu serius. Kami sudah berhasil mengoperasi Donghae dan menghentikan pendarahan diotaknya. Jadi kita hanya bisa menunggu Donghae sampai besok hari, kita berdoa semoga Donghae bisa bangun atau sadarkan diri. Karena kalau tidak…” dokter itu sengaja menggantung ucapannya.

“Kalau tidak??” Soeun ikut bertanya dengan wajah yg cemas dan gelisah. Dokter itu menghirup nafas.

“Donghae akan mengalami mati otak. Donghae akan dihadapkan dalam dua pilihan. Dia akan meninggal dalam waktu dekat, atau mungkin Donghae akan koma dalam waktu yg lama..”

“Apa?” tanya Soeun tak menyangka, ia sampai kehilangan keseimbangannya akibat kaget tapi beruntung Kyuhyun menahannya. “Maksudnya, Donghae bisa tidak bangun dalam waktu yg lama begitu?” tanya Soeun masih tidak percaya.

“Begitulah..”

“Kalau terjadi selama apa? Berapa lama Donghae bisa pulih lagi?” tanya ayah Donghae.

“Dalam waktu yg tidak bisa dipastikan. Menurut pengalaman dan kasus yg sama sebelumnya. Donghae bisa koma selama berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun semua itu tergantung dengan kekuatan Donghae untuk bisa pulih kembali. Peran orang2 yg terdekat baginya sangat penting dalam hal ini, Donghae membutuhkan semua yg ia sayangi agar ia bisa melewati ini. karena kalau tidak, Donghae bisa menyerah dalam masa komanya itu. dan, disaat itu, mungkin Donghae sudah tidak bisa diselamatkan lagi..”

Soeun tidak mampu menahan air matanya untuk tidak lagi keluar mendengar semua ini. hal yg sama juga dirasakan oleh orang2 yg lainnya, mereka benar2 tak bisa membayangkan semua itu bisa terjadi. bahkan ibu Donghae tampak menangis dengan tidak kalah menyedihkan, ia tampak tak bisa menerima semua ini. ayah donghaepun tampak mengeluarkan air matanya, lantas menghapusnya dan kembali menatap dokter.

“Sekarang bagaimana keadaan Donghae dokter, apa kami bisa menemuinya?” tanya ayah Donghae kemudian.

“Setelah kami memindahkannya keruang inap. Tapi, demi kebaikan Donghae sebaiknya semuanya bergantian untuk menemuinya minimal hanya boleh dua orang dalam ruang inapnya dan jangan membuat keributan yg membuat Donghae terganggu..” kata dokter tersebut. “Kalau begitu saya pergi dulu, berdoalah untuk kebaikan Donghae besok pagi..”kata dokter tersebut pada semuanya sebelum akhirnya meninggalkan semuanya. Semuanya menatap kepergiannya. Soeun memegangi kepalanya.

“Sudah, sekarang saatnya kembali kekamar..” kata Kyuhyun pada Soeun. Soeun menggeleng cepat.

“Aku ingin bertemu Donghae…” kata Soeun.

“Tapi kau semakin melemah, luka dikepalamu masih begitu parah. Istirahatlah malam ini, besok baru temui dia lagi…” kata Kyuhyun.

“Tidak, aku tidak ingin meninggalkan Donghae. Aku ingin bersamanya…” kata Soeun kemudian.

“Tapi kau sudah janji untuk istirahat setelah ini bukan. lagipula lihat dirimu..” kata Kyuhyun kemudian. kyuhyun menghela nafas, kemudian mengambil tangan Soeun yg sedikit gores akibat pencabutan paksa selang infus tadi. Gerakan Kyuhyun dengan cepat mengambil perhatian dari Taeyeon dan Eunhyuk. Keduanya mengalihkan perhatian mereka pada keduanya.

Soeun menggeleng, ia menarik tangannya lagi dari tangan Kyuhyun. “aku baik2 saja..” kata Soeun kemudian.

Krek…

“Mohon beri jalan untuk pasien…” semua orang segera menyingkirkan diri ketika seorang suster berseru pada mereka. Tidak lama setelah itu, beberapa perawat tampak tengah mendorong sebuah ranjang pasien dari ruang UGD. Semua orang berkumpul untuk melihat keadaan Donghae.

Donghae keluar dengan kepala  yg terbalut perban yg masih meninggalkan bercak darah yg begitu jelas dikain putih itu. mata Donghae tertutup rapat.

“Soeun-ah saranghae, sarangahae, saranghae… Apa kurang? Aku katakan lagi. Soeun, aku mencintaimu, benar2 mencintai, sangat mencintaimu. Mencintaimu, benar2 hanya mencintaimu sampai aku mati…”

Soeun memegangi kepalanya ketika Donghae lewat dihadapannya. Saat itu, ucapan2 Donghae terputar dan terngiang ditelinganya membuat kepalanya berdenyut hebat.

“Donghae…” semua orang disana segera mengikuti arah para perawat itu membawa Donghae. Kecuali Soeun yg masih memegangi kepalanya, Kyuhyun menatap cemas.

“Soeun? apa kau baik2 saja?” tanyanya cemas.

“Jangan berpaling pada lelaki manapun. Berjanjilah padaku, tunggulah aku karena secepatnya aku akan kembali untukmu..” lagi, ucapan2 yg pernah Donghae katakan padanya dulu teringat dan terngiang ditelinganya.

“Soeun, jawab aku… apa kau baik2 saja? Ayo kekamar…” suara Kyuhyun yg cemas kembali terdengar jelas.

“Soeun, tetaplah bersamaku…”

“Soeun, kenapa diam? Ayo kekamarmu…”

Soeun merasakan kesakitan yg sangat dikepalanya ketika ucapan2 Donghae kembali terputar diotaknya. Ia hanya dapat merasakan kesakitan di kepala dan hatinya yg benar2 ingin menangis saat itu juga. Sementara, suara kecemasan Kyuhyun serta semua yg nyata juga ada diantara semua ucapan2 Donghae yg seperti terulang dan diulang lagi. Kepala Soeun benar2 terasa ingin meledak.

“Soeun, saranghae..”

“Soeun!!” Kyuhyun berseru ketika Soeun mulai tidak sadarkan diri!

[]

Tit.. Tit… Tit…

Alat itu masih berbunyi dan berbunyi sesekali. Donghae masih tidur disana dengan mata yg tertutup rapat dan seperti tidak memperdulikan panggilan2 dari orang yg mencintainya yg selalu menjaganya. Donghae masih disana, masih berada dijendela diantara dua dunia. Donghae masih juga tidak menunjukkan ia akan bangun dari tidurnya, tidak bahkan walau semua orang menangis untuknya.

Ayah Donghae duduk gelisah didepan putranya. Ia menatap putranya dengan sangat gelisah lantas menatap jam dinding yg tergantung didalam sana. Penentuannya sebentar lagi, Donghae harus sadar dalam beberapa jam ini, kalau tidak Donghae akan tidur mungkin dalam waktu yg lebih lama.

Ayah Donghae mengalihkan pandangannya menuju sudut ruangan. Disana, istrinya tampak duduk dengan gelisah. Matanya sembab akibat banyak menangis. Tapi, nyatanya, ia tidak pernah menyentuh atau bahkan mendekati Donghae sama sekali sejak kemaren. Ia memilih, hanya menangisi Donghae dengan sedikit menjaga jarak dengannya.

“Apa sekarang sudah benar2 menyesal?” Ibu Donghae mengalihkan pandangannya menuju suaminya. Ia menatap dengan nanar, lantas kembali menundukkan kepala. “Inilah yang aku katakan dari dulu padamu Naeri. Aku bilang, berhentilah mengikuti keegoisanmu. Berhentilah memaksakan kehendakmu karena kau pasti akan menyesal nantinya. Inilah yg aku takutkan dari dulu Naeri. Kau memang datang untuk mencelakai gadis itu, tapi nyatanya Donghae yg harus mendapatkan & merasakan niat jahatmu pada gadis itu…” kata ayahnya dengan mata yg merah pada istrinya.

Ibu Donghae cepat menangis lebih hebat setelah mendengar kata2 suaminya itu. ia sesegukkan menahan penyesalan didirinya. Sekarang bagaimana? Niatnya untuk mencelakai Soeun malah berbalik pada anak yg dicintainya.

“Ma..afkan aku…” hanya itu yg mampu ibu Donghae katakan dengan terisak.

“Jangan minta maaf padaku, tapi minta maaflah pada mereka Naeri. Merekalah yg telah kau sakiti. Merekalah yg telah menerima semua akibat dari dirimu..” kata ayahnya Donghae. Ibu Soeun semakin menangis mendengar kata2 suaminya.

“Aku tidak bisa, sungguh aku sudah tidak punya muka untuk menghadap mereka. Dan Donghae, aku juga tidak bisa mendekat padanya, aku tidak bisa menyembunyikan rasa penyesalanku setiap kali mendekatinya. Aku takut, aku takut melihat penderitaannya..” katanya dengan air matanya yg terus turun.

“Aku menyesal, benar2 menyesal. Aku tidak tahu apa yg bisa aku lakukan untuk mengembalikan semuanya. Seharusnya memang aku tidak seegois ini dari dulu. Aku selalu mementingkan nama baik keluarga, tapi aku tidak pernah mengerti kebahagiannya. Ibu seperti apa aku? selama ini, ia selalu katakan padaku kalau ia sangat membutuhkan gadis ini, dia juga telah membuktikan banyak padaku. aku kira, semuanya hanyalah naluri mudanya yg sedang menggebu. Aku tidak pernah mempercayai kata2nya tentang gadis ini dan menganggapnya omong kosong. Sekarang, aku benar2 harus menerima akibat dari semua ini… aku tidak bisa melihat anakku begini, benar2 tidak bisa melihat dia menderita seperti ini… Kenapa aku begitu bodoh hingga harus melukainya seperti ini… ibu seperti apa aku..” kata ibu Donghae penuh emosi. Ayah Donghae hanya terdiam mendengarnya.

“Itu sudah berlalu, nyatanya yg Donghae butuhkan bukanlah penyesalanmu tapi dukunganmu Naeri. Mendekatlah, lihat anakmu, dampingin dia. Jangan hanya larut dalam penyesalanmu..”

“Tidak..” ibu Donghae menyahut pelan. “Aku tidak pantas mendekatinya, aku yg telah mencelakainya. Donghae tidak butuh aku, Donghae mungkin membenciku. Aku tidak mau Donghae semakin parah karena aku..”

“Tidak, kau tahu anakmu bukan orang yg seperti itu. donghae sangat menghormati dan menyayangimu, dia tidak akan pernah membencimu Naeri. Mendekatlah, Donghae membutuhkan dukungan orang2 yg dicintainya. Donghae membutuhkan ibunya..” kata ayah Donghae kali ini sambil meneteskan air matanya. Ibu Donghae menatap suaminya dengan sedih.

“Donghae membenciku, aku tidak pantas disebut ibunya…”

“Tidak, jangan membuat penyesalanmu semakin dalam. Mendekatlah padanya, berikan kekuatanmu untuknya jangan sampai kau benar2 menyesal. Minta maaflah padanya sebagai seorang ibu.. Dampingilah dia sebagai ibu. Posisi yg telah kau tinggalkan belakangan ini karena keegoisanmu. Ayo Naeri, kita hanya punya waktu sampai besok pagi, kalau tidak Donghae benar2 bisa pergi. Tolong Naeri, selamatkan anak kita…” ayah Donghae masih berusaha membujuk istrinya dan berusaha tetap bijak. Ibu Donghae berfikir, menatap Donghae yg masih berbaring itu. perlahan ia mulai bangkit dan mendekati Donghae dengan langkah ragu dan gotai.

“Donghae, maafkan ibu..”

[]

~Kim So Eun POV~

Dimana aku? tempat ini begitu hangat dan wangi. Tempat ini damai, tempat ini benar2 menenangkanku. Aku dimana sekarang? Seharusnya aku tidak disini, seharusnya aku bersama Donghae dan mendampinginya. Tidak seharusnya aku disini.

Dapat aku rasakan, ada yg memelukku dengan hangat dan ini benar2 terasa damai. Ia menjagaku, melindungiku, dan benar2 memberikan kenyamanan untukku. Tangannya bergerak membelai rambutku dengan lembut yg tengah berbaring dibahunya. Dan, ia mendendangkan nyanyian yg merdu untukku seakan-akan ingin membuat aku terlelap dengan nyaman di pelukannya. Pelukan ini, tangan ini, suara ini, Donghae…

“Kau sudah bangun?” aku dapat merasakan dia mencium pipiku ketika aku baru saja membuka mata. Benar, dia Donghae dapat aku kenali itu. aku hanya terdiam melihat ia tersenyum padaku. namjachinguku ini benar2 tampan, cahaya putih benar2 membuat wajahnya bersinar. Cahaya putih, baju Donghae serba putih, gaun putih ditubuhku, semuanya putih, ini.. surga. “Kenapa kau hanya diam? Apa tidak merindukanku…” tanyanya sambil tersenyum damai.

“Donghae..” aku menangis sambil mendekap tubuhnya lebih erat lagi. Ia tersenyum, tangannya masih membelai lembut rambutku. “Donghae, tadi aku baru saja bermimpi buruk. Tadi aku melihat kau terluka begitu parah. Semua orang menangisimu, aku menangisimu. Mereka bilang, aku mungkin akan kehilanganmu. Donghae, kenapa semuanya begitu? Aku tidak mau…” aku menangis hebat sambil mendekap tubuhnya. Aku takut, aku takut melepasnya. Takut ia pergi.

“Mimpi yg buruk sekali, kenapa harus begitu?” dia santai menjawabku lantas tetap membelai rambutku.

“Donghae, jangan pergi. Aku mohon jangan pergi, kalau pergi aku harus bagaimana? Aku hanya memiliki dirimu. kalau kau pergi, kau mau meninggalkanku dengan siapa?” aku sadar, bukan mimpi, hal buruk yg kualami beberapa jam yg lalu adalah kenyataannya. Inilah mimpi, tempat ini, dan Donghae ini, aku sadar, inilah yg merupakan mimpi. Dalam kenyataannya, bahkan Donghaeku tidak bisa membuka matanya.

“Ya, jangan menangis..” ia kembali bersuara dengan lembutnya. Lantas berusaha menegakkanku untuk duduk dan menatapnya. “hari ini, kau terlihat cantik. Jangan menangis, agar semuanya tidak berantakan?” katanya masih tersenyum santai. Tidakkah kalian setuju bahwa Donghae benar2 bodoh??

“Tidak peduli, aku akan menangis bahkan sampai air mataku menjadi darah untuk melarangmu pergi. Donghae, firasatku tidak baik, aku benar2 merasakan hal yg buruk. Donghae, kenapa kau begini, aku benar2 tidak bisa hidup seperti ini. seharusnya kau tidak begini, seharusnya kau tidak mengorbankan dirimu. apa kau bodoh, kenapa kau sampai melakukan semua ini?” kataku masih menangis padanya. dia tersenyum, mengahapus air mataku dengan jari2nya.

“Apapun akan aku lakukan untukmu..” katanya sambil menghapus air mataku dan tersenyum. Donghae berhentilah tersenyum, aku mohon, senyumanmu membuat aku kesakitan.

“Tidak boleh, kau tidak boleh seperti itu.. Apa artinya begini, apa kau fikir aku akan melanjutkan hidupku kalau sampai kau pergi. Tidak, aku akan menyusulmu, aku berjanji..” kataku benar2 sedih. Kali ini, senyumnya benar2 menghilang, ia menatapku dengan wajah yg serius.

“tidak boleh, kau tidak boleh seperti itu. aku berkorban demi dirimu, kalau kau sampai mati maka semua yg aku lakukan akan sia2..” katanya dengan wajah polos yg serius.

“Tidak peduli, aku hanya ingin tetap bersamamu. Donghae, kita berjanji untuk terus bersama bukan? jadi tolong tepati janjimu itu, jangan pergi, jangan meninggalkanku, aku mohon padamu…” mata basahku menatapnya penuh harapan.

“Soeun tidak baik mengatakan hal seperti ini…” kata Donghae serius sambil memegang pipiku dan menatap mataku. Aku menggeleng cepat.

“Tidak peduli, ayah sudah pergi, ibu sudah pergi, dan kini ketika aku hanya memiliki kau satu2nya kau juga berniat untuk pergi. Tidak boleh, kenapa kalian hanya memberikan kebahagiaan yg palsu? Kenapa kalian begini dan pada akhirnya kalian malah meninggalkanku sendiri..” kataku sambil menangis didepannya. Ia menatapku masih serius, wajah damai yg tadi tersenyum muram padaku.

“Tolong jangan menangis, aku mohon jangan buat aku tersiksa disini dengan air matamu…” katanya sambil menghapus air mataku yg tumpah.

“Kalau tidak ingin aku menangis, maka tinggalah. Jangan pergi, apa semua ini? kenapa aku harus selalu begini? Kalau nyatanya begini, untuk apa kau dulu datang dalam hidupku dan memberikan begitu banyak janji yg akhirnya aku percayai. Donghae, aku benar2 berfirasat buruk, benar2 ketakutan.. Apa artinya semua ini? kau mengajakku kemari, apa maumu? Kau ingin pamit? Huh? Kau tega meninggalkanku??” air mataku tak bisa dibendung walau aku tahu ia sedih sekali melihatku menangis. Tapi mengertilah Namjachinguku, aku tak ingin kau tinggalkan dengan cara ini.

“Jangan begini, berhentilah menangis begini..” dia tetap mengalihkan pembicaraan sambil terus menghapus air mataku. Aku menepis tangannya, menatapnya sedih, membiarkan dia menatap mata basahku.

“Kalau ingin aku berhenti menangis, jangan pergi, kembali padaku!” aku mengatakannya dengan tegas sambil menatap dalam kedua matanya yg tampak terluka melihat air mataku. Aku berharap, ia berjanji padaku. Donghae terdiam, menatapku dalam, lantas ia meraih wajahku dan menciumku. Apa ini? jawaban apa ini? Donghae..

“Donghae…” aku mengalihkan wajahku untuk berhenti menciumku. “Jawab aku Donghae! Berjanji dulu padaku!” kataku lagi padanya. dia tak menyahut, lagi ia meraih wajahku dan menciumku.

“Donghae..” aku kembali menghentikannya. “Tolong jangan begini Donghae. Jawab aku, berjanjilah kalau kau tidak akan meninggalkanku..”kataku sambil memegang pipinya dan menahannya. Dia tersenyum, menatapku dalam. Lantas ia menggenggam kedua tanganku dipipinya.

“Yang jelas, apapun itu aku akan selalu menjaga dan mencintaimu, percayalah padaku..” ia menjawabku sambil tersenyum. Aku menatapnya, jawaban apa itu??

“Donghae..”

Aku menghentikan kata2ku ketika ia kembali menciumku. Benar2 aku sedih diperlakukan begini oleh Donghae. Ia menciumku, dan kali ini mengenggam kedua tanganku dengan erat supaya aku tidak lagi menghindar. Apa maksud perlakukan ini, ciuman apa ini? Apakah untuk selamat tinggal.

“Saranghae Soeun..”dia melepaskanku sejenak dan membisikkan kata2 itu. setelah itu ia kembali mencium dan tak melepaskanku, apa maksudmu Donghae…

[]

“Donghae!” Soeun kembali terbangun dari tidurnya yg lagi2 membuat Kyuhyun yg sedang tertidur disamping terbangun karena kaget. Soeun terdiam, menahan nafasnya yg sulit dikendalikan. Lantas setelah beberapa saat, Soeun menyentuh bibirnya. “Donghae..” Soeun terisak disaat itu juga.

“Soeun ada apa?” Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan memeriksa keadaan Soeun. Kyuhyun membantu mengelap keringat Soeun dengan salah satu kain yg ada disana.

“Donghae.. Donghae…” Soeun masih menyebut nama Donghae ditengah nafasnya yg tersengal-sengal. Kyuhyun terdiam, ia menatap Soeun. “Donghae… “

“Dia tidak berhasil…”kata Kyuhyun hati2. Soeun dengan cepat mengalihkan pandangannya menuju Kyuhyun yg menatapnya serius. “Donghae koma, dia tidak sadarkan diri hingga pagi ini…” sambung Kyuhyun lagi kemudian. Soeun langsung tak percaya mendengar itu, ia langsung memegangi kepalanya.

“Tidak mungkin..” kata Soeun sedih. “Donghae…” ucapan Soeun sambil kali ini air matanya kembali menangis.

“Dia tidak mengatakan untuk menepati janjinya, seharusnya tadi dia tidak diam saja… Donghae sama sekali menjawabku..” kata Soeun masih terisak dengan hebat. kyuhyun menatap gadis yg menangis itu dengan iba. Harus bagaimana? Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana…

[]

Dengan langkah gotai dan tertatih Soeun berusaha mencapai kamar Donghae. Hari ini, hari pertama ia menemui Donghae setelah mimpi semalam. Ia ingin melihat Donghae, walau ia tahu, mungkin ia hanya akan menangis lagi setelah itu. Soeun memegangi kepalanya yg masih sakit. Hari ini, ia pergi tanpa Kyuhyun karena Kyuhyun sedang keluar. Ia harus susah payah berusaha sendiri untuk kekamar Donghae tanpa bantuan orang lain.

Ketika sampai dikamar Donghae, dari kaca ia dapat menemukan Donghae yg sedang terbaring didalam. Soeun mencari-cari orang yg menjaga Donghae. Jujur saja, ia agak takut menemui keluarga Donghae. Kemaren saja, ia sedikit was-was melihat keadaan Donghae ketika Donghae sedang sekarat dimana keluarganya juga ada disini. Soeun takut, keluarganya akan menyalahkannya dan mungkin benar2 akan berusaha mengusirnya dari hidup Donghae. Soeun tidak mau, ia ingin selalu bersama Donghae.

Soeun menghela nafas, menyadari tidak ada orang yg menjaga Donghae. Perlahan, dengan masih tertatih, ia berusaha untuk masuk keruangan itu.

Tit.. Tit… Tit…

Soeun menatap nanar Donghae yg masih terbaring dihadapannya. Donghae benar2 terlihat begitu menderita walau ia terlihat tenang. Diluarnya Donghae begitu terlihat bersih, tidak ada gores yg terlalu berarti yg merusak wajahnya, Donghae masih terlihat damai dan begitu tampan. Tapi, setiap melihat perban dikepalanya, mungkin itulah ujian yg sebenarnya yg membuat ia seperti ini. benturan itu pasti begitu keras, hingga Donghae harus melakukan tidur panjangnya seperti ini.

“Apa yg kau rasakan? Tolong katakan padaku apa yg membuatmu kesakitan hingga enggan untuk membuka matamu..” lagi, Soeun tahu Donghae tidak suka ia menangis, apalagi dalam kondisi seperti ini. tapi air mata Soeun begitu sulit untuk dibendung.

“Donghae-ah, maaf karena aku telah terlebih dahulu menuduhmu sebelumnya. Seharusnya aku tahu, kau begini, bertahan mungkin karena aku. kau melewati ini dan berjuang mungkin juga karena aku. hanya, aku terlalu takut untuk kau tinggalkan. Maafkan aku yg sebelumnya mendesakmu dan tidak mengerti keinginanmu. Kini aku faham, kau masih memegang janjimu untuk bertahan demi aku..” kata Soeun masih pelan dan masih berlinangan air mata. Soeun terdiam sejenak, menatap Donghae.

“Donghae, bangunlah untukku. Tolong jangan pernah menyerah. Tolong selalu bertahan untuk diriku. Berjanjilah, kau akan selalu bertahan ditempat itu, kau akan terus menemukan jalan untuk kembali padaku. berjanjilah padaku, kalau kau pasti akan kembali seperti dulu…” katanya lgi. Soeun masih tersenyum menatap donghae yg masih terlelap. Perlahan, Soeun berusaha menurunkan dirinya lantas mencium pipi Donghae.

“Aku akan menunggumu, seperti janjiku. Aku akan tetap setia untukmu.  aku akan menunggumu selama apapun itu. karena aku percaya, kau pasti akan kembali dan pasti akan bangun lagi. Aku akan disini menyertaimu sampai kau bangun nanti. Jadi, kembalilah untukku, Saranghae…”kata Soeun sambil menatap Donghae. Soeun mendekat lagi, memcium pipi Donghae yg lain hingga butir2 air matanya jatuh ikut membasahi pipi dan wajah Donghae. Soeun menghapus sisa air matanya diwajah Donghae.

Tanpa disadarinya, seseorang mendengar setiap ucapannya pada Donghae. Seseorang itu adalah ibu Donghae. Tadi, ibu Donghae pergi sebentar ketoilet dan meninggalkan Donghae sejenak saat itu. ia kemudian menghentikan langkahnya dan menyembunyikan dirinya ketika ia mendengar dan melihat Soeun menangis disamping Donghae. Marah? Tidak! Bahkan ucapan Soeun benar2 masuk kedalam hatinya. Tidak bisa ia sangkal, bahwa ucapan Soeun tadilah yg membuat harapan baru baginya setelah sebelumnya ia merasa putus asa karena Donghae tidak kunjung bangun disisa waktu yg dikatakan Dokter. Ia merasa hatinya hancur dan putus asa karena kenyataan ini. tapi, gadis itu tiba2 berada disana dan mengucapkan kata2 yg bisa membuatnya sedikit tenang dan mulai berharap kembali.

Ibu Donghae menghapus air matanya, lantas perlahan mulai keluar dari sana dan menghampiri Soeun dan Donghae. Menyadari kedatangannya, Soeun yg masih mengusap wajah Donghae menghentikan pekerjaannya dan langsung merasa tidak enak.

“Maafkan saya nyonya, saya sama sekali tidak bermaksud..” ibu Donghae hanya menatap ketika Soeun dengan susah payah memberikan penghormatan karena luka ditubuhnya. Dapat dengan jelas, gadis itu meringis ketika melakukan itu.

Keduanya terdiam, Soeun menegakkan kepalanya menatap ibu Donghae yg hanya terdiam menatapnya. Soeun berfikir, mungkin sebaiknya ia pergi. Ibu Donghae sedang sedih, dan ia tidak seharusnya berada disini. Karena… Ya, Donghae begini karena dirinya.

“Mungkin anda tidak suka saya disini, jadi mungkin sebaiknya saya pergi..”

“Tunggu!” soeun mengundurkan niatnya untuk berbalik dan meninggalkan tempat itu. ia menatap ibu Donghae yg berseru padanya. ada perbedaan yg Soeun temukan. Pandangn itu lemah, tidak terlihat angkuh seperti sebelumnya. Mata itu merah dan basah. “Donghae membutuhkanmu, tolong tinggalah untuk kesembuhannya…”

Soeun mengangkat wajahnya mendengar ucapan ibunya Donghae. Suara ibu Donghae terdengar lembut, bahkan seribu kali lebih lembut dari biasanya. Liat matanya, cahaya keangkuhannya sudah redup sama sekali. Berganti dengan pandangan penuh keputus asaan.

“Aku tahu, Donghae begini karena aku. aku yang membuatnya seperti ini. aku membuatnya akhirnya harus merasakan semua ini. padahal, dari awal Donghae tidak pernah mau dipisahkan darimu. Tapi karena keegoisanku. Aku memaksanya memilih jalan ini, dan akhirnya membuatnya harus celaka seperti ini…”

Suara itu penuh keputusasaan, Soeun tahu itu. tidak ada lagi suara lantang yg tempo hari menghinanya. Yang ada hanya suara yg penuh kerapuhan dari seorang ibu yg diiringi oleh air mata yg turun dengan deras.

“Aku adalah ibu yang jahat. Aku tidak pernah mengerti apa yg dia inginkan. Aku selalu memaksakan kehendakku padanya. padahal, dia terlalu berprinsip terhadap apa yg ia tentukan…”kata ibu donghae lagi terisak. Soeun hanya diam mendengar semua kata2nya.

“Begitupun denganmu, aku telah bersalah selama ini membuat menderita karena bersama anakku. Aku menghinamu, mengatakan hal2 yg tidak pantas mengenai dirimu. padahal aku tahu, bahwa Donghae selalu tidak suka ketika aku menyudutkanmu. Tapi aku selalu memaksakan kehendakku sendiri. Seharusnya, memang tidak sepantasnya aku memperlakukanmu seperti itu. aku mohon maafkanlah aku…” ucapannya rendah dan penuh kesedihan.

“Aku tahu, selama ini yg aku lakukan adalah kesalahan besar. Aku egois telah berusaha menjauhkannya darimu. Aku tahu aku bersalah, dan mungkin, aku tidak pantas menerima maaf darimu atau mungkin dari Donghae.” suaranya serak mengatakan itu semua pada Soeun. hal itu membuat Soeun juga ikut meneteskan air mata. Mungkin, begitupun Donghae yg diam disana.

“Anda tidak perlu meminta maaf padaku nyonya, aku tidak pernah membencimu tentang semua yg telah terjadi… Aku mengerti kau hanya ingin memilihkan yg terbaik untuk anakmu..” air mata ibu Donghae kembali keluar dari kedua matanya mendengar ucapan tulus dari gadis itu. ia menatap gadis itu sedikit tidak menyangka. Karena dalam fikirannya, mungkin Soeun akan memakinya atau melampiaskan kemarahannya akibat perlakukannya pada Soeun sebelumnya.

“Apakah kau serius? Apa kau memaafkanku dengan segitu mudahnya…”

“Ya, dan akupun yakin bahwa Donghae juga telah memaafkan anda. Bahkan aku fikir, tidak pernah terlintas sedikitpun dalam fikiran Donghae untuk membencimu nyonya..”

“Tidak, Donghae pasti tidak mudah memaafkanku. Dia terlalu tersakiti oleh semua permainanku, dan aku telah membuat dia resah karena takut berpisah darimu. Donghae psti begitu benci, karena aku memisahkan kalian.. dan memperlakukanmu dengan cara yg begitu tidak pantas…”

“Selama ini, Ia selalu bercerita kalau ia merindukan kedua orang tuanya. Donghae menceritakan rasa bersalahnya kepada kedua orangtuanya atas keputusannya untuk meninggalkan kedua orangtuanya. Aku melihat mata Donghae berkaca-kaca setiap menceritakan orang tuanya. Aku dapat menemukan, bahwa Donghae sangat mencintai orangtuanya. Jadi, aku fikir Donghae juga tidak mungkin membencimu hanya karena ini…”

Hanya karena ini? ibu Donghae langsung merasa menyesal mendengar ucapan Soeun. apa yg dimaksud dengan kata ‘hanya karena ini’, ia sendiri menganggap sepele semua yg telah ia lakukan pada dirinya dan Donghae. Padahal ia sadar sekali, betapa keterlaluan yg telah ia lakukan pada Soeun. betapa kejamnya dirinya pada Soeun. tapi, ia tak menyangka Soeun hanya menyebut semuanya dengan kalimat ‘ hanya karena ini’

“Donghae merindukan anda, setelah berbulan-bulan meninggalkan anda. Dia bilang, kalau ia sangat menyesal mengetahui anda sakit parah. Dia selalu menyalahkan dirinya atas semua yg menimpa anda, itu sebabnya ia meninggalkanku dulunya…”

Ibu Donghae semakin menangis mendengarnya. Ia begitu sedih, mendengar ucapan Soeun. ia merasa bersalah karena dulu telah menciptakan sandiwara gila itu untuk membuat Donghae kembali dan mengikuti kemauannya. Ia selalu berfikir, Donghae akan hidup senang nantinya tak pernah terfikir bahwa anaknya bahkan semenderita itu karena hal itu.

“Kau juga penting baginya. Yang aku tahu, Donghae berubah banyak setelah mengenalmu. Donghae tidak pernah lagi menghambur-hamburkan uang seperti dulu. Donghae lebih dewasa dan bertanggung jawab semenjak mengenalmu. Bahkan, aku melihat ia rela melakukan apapun untukmu. Buktinya, ia rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanmu..”

“Ya, aku tahu, akulah yg menyebabkannya celaka. Karena aku, dia bahkan harus mengalami ini…”

“Tidak, bukan itu maksudku..” Ibu Donghae menyahut cepat mendengar ucapan Soeun. “Selama ini, aku tahu kalau cinta Donghae begitu besar padamu. Setelah ia kembali, ia selalu terlihat muram dan jarang tertawa. Ia selalu resah bila tidak bersamamu, dan sebaliknya, aku menemukan kebahagiaan yg besar ketika kau ada disisinya. Oleh sebab itu, aku fikir hanya kaulah yg bisa membuatnya kembali. Ia membutuhkanmu, untuk melewati semua ini..”

Soeun kembali menatap lebih ibu donghae mendengar ucapan itu. ia tidak menyangka ibu Donghae akan mengatakan hal ini.

“Nona Soeun, aku mohon padamu. Tolong dampingi Donghae, aku mohon tolong bantu Donghae untuk menemukan jalan pulang lagi. Karena aku tahu, kau adalah semangat tersendiri untuk Donghae. Aku yakin, hanya kau yg dapat membantu Donghae untuk pulih. Aku benar2 mohon padamu, aku bahkan rela berlutut padamu untuk ini..” kata ibu Donghae merendah.

“tidak, nyonya tidak perlu memohon. Malah aku yg seharusnya mengucapkan terima kasih karena nyonya telah mengizinkanku untuk menjaganya. Sungguh, tanpa dimintapun aku ingin selalu bersamanya dan merawatnya hingga pulih…” kata Soeun kemudian dengan berlinangan air mata. Ibu Donghae menghapus air matanya mendengar ucapan Soeun.

“Terima kasih, benar2 sangat terima kasih nona Soeun. terima kasih atas kebaikan hatimu, terima kasih karena kau telah bersedia untuk merawat Donghae..” kata ibunya Soeun benar2 terlihat lega. Soeun tersenyum dan bahagia.

“segalanya akan aku lakukan untuknya. Bahkan, bila aku harus disuruh menganggantikannya, aku pasti akan melakukannya. Terima kasih nyonya, terima kasih atas kebaikan hati anda..” kata Soeun kemudian yg membuat ibu Donghae sekali lagi merasa sangat bersalah telah memperlakukannya sangat buruk sebelumnya.

[]

“Terima kasih bu, terima kasih karena telah mengizinkan aku untuk bersamanya..” Donghae tersenyum pada ibunya sambil menatap ibunya yg duduk disampingnya. Ibu Donghae hanya tersenyum, walau ia sedikit bingung dengan tempat serba putih ini.

“Ibu tahu, tidak ada yg lebih membahagiakan bagiku selain bisa didekatnya. Ibu, gadisku adalah gadis yg baik. Aku sudah yakin sejak lama, itu sebabnya aku rela melakukan apapun padanya. ibu bisa lihat sendirikan, bahwa aku tidak salah memilihnya untuk diriku. Soeun benar2 gadis yg berhati bening..” kata Donghae pada ibunya sambil tersenyum dan matanya yg berbinar.

“Ya Donghae, ibu sekarang tidak lagi meragukannya. Maafkan ibu atas semua kesalahan ibu..”

“Tidak bu..” ibu Donghae mengangkat wajahnya ketika donghae menyentuh lembut pipinya. “Aku tahu, ibu begitu menyayangiku. Ibu tidak pernah berniat menjerumuskanku, hanya mungkin ibu hanya tidak tahu apa yg aku inginkan. Sekarang, aku hanya berharap ibu bisa melihat kebaikan hatinya. Dan mulai menerimanya untukku..” kata Donghae sambil tersenyum tulus pada ibunya. Ibunya tersenyum, ia menghapus air matanya yg turun karena bahagia.

“Ibu tidak akan melarangmu lagi sekarang. Ibu akan membiarkanmu memilh jalanmu bila kau sadar nanti. Tapi Donghae, kau akan sadar bukan? kau akan kembali pada kami bukan? secepatnya kau akan kembali bukan?” tanya ibu Donghae pada putranya. Sejenak, wajah Donghae langsung muram mendengar pertanyaan ibunya. Ia menatap ibunya dengan wajah yg serius dan kian muram.

“Entahlah bu, aku tidak tahu. Aku tidak tahu apa rencana tuhan untukku…”

[]

“Donghae selamat pagi!!”

Soeun memasuki kamar Donghae dengan wajah yg berbinar. Ia mendekati Donghae dengan bunga mawar yg dibawanya, lantas meletakkan buklet bunga itu diatas meja yg terletak disamping tempat tidur Donghae. Soeun mengangkat bunga yg kemaren yg telah sedikit layu, lantas menggantinya dengan bunga yg baru dibawanya.

“Bunganya sudah aku perbarui, sekarang aroma bunga dikamarmu segar kembali. Kau senang?” Soeun tersenyum sambil mengajak bicara Donghae yg masih terbaring tak sadarkan diri disampingnya. Soeun tersenyum menatap Donghae. Lantas kemudian mendekat, duduk dipinggir tempat tidur Donghae sambil menatap Donghae.

“Kau belum mau bangun ya? Kau masih mau tidur huh? Kau malas sekali. Sudah berapa lama ini? sudah delapan bulan kau tidur dan tak kunjung bangun. Padahal, ada banyak hal yg aku ingin ceritakan padamu dan aku ingin kau memberikan solusi untukku..” Soeun tetap tersenyum mengatakan itu semua. Ia tetap menatap Donghae yg masih diam tak menyahutinya. “Tapi aku tahu kau akan bangun, bukan begitukan?” tanya Soeun tetap tersenyum sambil menyentuh lembut pipi donghae.

Soeun tersenyum, menatap Donghae sejenak. “saatnya membersihkan diri Donghae..” katanya tersenyum sambil bangkit. Soeun kemudian berjalan menuju meja itu kembali. Mengambil sesuatu yg ia ambil sebelum keatas tadi.

Soeun membawa air hangat serta handuk berdasar lembut itu kearah Donghae. Ia meletakkannya didekat Donghae, lantas mencelupkan handuk kecil itu. setelah memastikan bahwa suhu air itu tidak terlalu panas, Soeun mulai menyapukan kain lembut yg sudah dibasahi air hangat itu kewajah Donghae.

“Walaupun tidak keluar rumah, Donghae harus tetap terlihat bersih. Nanti kalau tidak, kau pasti akan heran menyadari dirimu jelek setelah delapan bulan koma..” Soeun masih asyik bercerita sambil membersihkan wajah Donghae. Soeun tersenyum lagi, menatap wajah Donghae lagi, lantas tersenyum.

“Tapi nyatanya, Donghae malah terlihat semakin tampan walau seperti ini..” katanya sambil menatap donghae lagi. Ia menghentikan sapuannya, lantas menatap Donghae sekali lagi. Lantas senyumannya kali ini menghilang sambil menatap Donghae.

“Aku merindukanmu, sampai kapan kau akan diam seperti ini? aku sedih ketika melihatmu seperti ini..” katanya serius sambil menyentuh pipi Donghae lagi dengan tangannya. Soeun menatap Donghae, menyentuh lembut pipi Donghae. “Aku merindukan suaramu, tawamu, perhatianmu, kasih sayangmu, bahkan…” Soeun menghentikan ucapannya. Lantas tangannya beralih menyentuh lembut bibir Donghae.

“Bahkan aku merindukan ciumanmu…” katanya sambil menyentuh bibir Donghae *#Haseek!!!*. Soeun terdiam, menatap wajah Donghae dengan tangannya masih menyentuh bibir Donghae. Soeun berhenti menyentuh bibir Donghae, lantas ia merunduk mendekati wajah Donghae dan mencium bibir Donghae.

Ssrt…

Perlahan ibu Donghae menutup pintu kamar Donghae setelah melihat apa kegiatan Soeun didalam untuk merawat Donghae. Ia hanya tersenyum kecil, mengingat semua kata2 ceria Soeun untuk mengajak Donghae dan memancingnya bangun.

Sudah delapan bulan ini berjalan. Delapan bulan lamanya, Donghae terbaring dan tak pernah sadarkan diri. Umumnya semuanya berjalan cukup normal, Donghae sudah tidak perlu lagi memakai selang oksigen seperti saat pertama ia dibawa kerumah dan dirawat dirumah saja.

Sudah delapan bulan semuanya berlalu, dan selama itu Soeun setiap hari selalu datang untuk menemani Donghae tanpa lelah sedikitpun. Soeun datang, menemani Donghae. Menceritakan banyak hal pada Donghae, membawa bunga setiap hari untuk Donghae, dan selalu berusaha membahagiakan Donghae dalam tidur panjangnya.

Kadang, semangatnya kembali naik setiap kali diam2 melihat semangat Soeun untuk membuat Donghae sadar kembali. Walaupun Donghae belum menunjukkan kemajuan yg berarti, tapi kata dokter Donghae selalu dalam kondisi yg selalu baik selama ini. ibu Donghae mengerti, betapa pentingnya gadis itu untuk Donghae hingga ia berusaha untuk bertahan demi gadis itu. ibu Donghae lega karena saat ini, Soeun selalu berusaha dan tidak pernah bosan untuk merawat Donghae. Gadis itu unik, ceria, dan senyumannya terlihat tulus dan damai. Walaupun tidak jarang, ia menemukan gadis itu menangis karena Donghae tidak juga bangun, tapi gadis itu mengajarkan banyak tentang semangat kepadanya hingga ia yakin suatu hari Donghae pasti akan pulih kembali.

Donghae pasti sembuh, dan ia tak sabar untuk itu. ia tidak sabar, melihat sepasang kekasih itu kembali bersatu nantinya. Karena, ia baru menyadarinya, Donghae dan Soeun benar2 pasangan yg begitu manis. Bahkan terlalu manis untuk ia pisahkan dulunya…

[]

Kyuhyun keluar dari kamar dirumahnya sambil membawa beberapa barangnya. Ketika ia baru saja keluar, ia menghentikan langkahnya ketika melihat Taeyeon berdiri disana. Taeyeon berbalik, lalu berjalan kearahnya.

“Kyuhyun, aku mau bicara denganmu..” kata Taeyeon cepat sambil mendekat padanya. kyuhyun terdiam, menatap kakak perempuannya itu.

“Berbicara mengenai apa?” tanya Kyuhyun pada Taeyeon. Taeyeon tak menyahut, masih berfikir sambil menatap Kyuhyun dengan serius.

“Aku ingin kau pindah dari apartemen itu dan berhenti melibatkan dirimu dengan gadis itu..” kata Taeyeon serius. Kyuhyun mengerutkn dahinya.

“Kenapa begitu?”

“Karena aku begitu tahu kau sudah mulai menyukainya bukan? kyuhyun kau tak seharusnya begitu, masalahnya Donghae..”

“Kenapa kau masih peduli padanya? padahal, dengan kejam dia dulu telah membuangmu!” Taeyeon menghentikan kata2nya mendengar ucapan Kyuhyun. Taeyeon berpaling.

“Semuanya tidak begitu, dia tidak seburuk yg kau fikirkan. Yang aku takutkan, dirimu, berhentilah memberi perhatian pada gadis itu. semua tidak baik untukmu..”

“Tidak baik kenapa?”

“Tentu tidak baik, kau terkesan mengambil kesempatan ketika Donghae sedang tidak sehat seperti sekarang. Aku tahu, teman Donghae yg bernama Eunhyuk itu sering memperingatkanmu bukan? jangan membuang waktu Kyu, masalahnya nanti kau terluka..”

“Aku tidak peduli dan tidak ada urusan dengan teman laki2 itu. urusanku hanya Soeun, prioritasku hanya Soeun. aku bahkan tidak peduli lagi pada laki2 itu…”

“Apa maksudmu? Kyuhyun, gadis itu masih pacarnya Donghae. Kau tidak lihat, setiap hari dia selalu menemani Donghae…”

“Aku tahu itu, tapi aku fikir itu tidak masalah…”

“Tidak masalah bagaimana? Aku tahu, yang kau lakukan hanya untuk balas dendam karena aku. tapi fikirkan perasaanmu nantinya. Bagaimana kalau Donghae sadar dan mereka kembali bersama yang ada kau hanya akan terluka..”

“Seperti dirimu dulu? Begitu?” Taeyeon menghentikan lagi kata2nya sambil menatap Kyuhyun. Ia menghela nafas, lantas kembali menatap adiknya yg keras kepala itu.

“Ya, tapi aku rasa kau lebih parah Kyuhyun. Dulu aku tak pernah sampai sejauh ini untuk berusaha mendapatkan Donghae. Tapi kau, kau telah melakukan semuanya, apa kau tidak sadar? Kau nanti akan tersakiti lebih lagi. Karena kau tahu, kedua orang itu bahkan terlalu sulit untuk berpisah, cinta mereka terlalu kuat..”

“Aku tidak peduli, aku yakin, aku bisa mendapatkannya. Lagipula, kau lihat saja laki2 itu, sudah berapa lama ini? tapi bahkan ia tidak pernah juga bangun, aku yakin, ia tidak akan pernah bangun lagi. Setelah itu, aku akan ada untuk Soeun..”

“apa kau gila? Kenapa kau sampai berfikir sejauh ini. Aku tahu, kau hanya ingin balas dendam pada Donghae. Tapi bagaimana mungkin kau sampai berfikir mengenai gadis ini segitu jauh?”

“Ya, awalnya aku hanya ingin membalas perlakukannya padamu. Tapi nyatanya, aku terlalu jauh memasukinya hingga aku terperangkap sama sekali. Jadi, untuk selanjutnya aku akan menyelesaikan ini..”

“Apa maksudmu?” tanya Taeyeon.

“Donghae hanya akan mati, kalaupun hidup ia hanya akan menjadi sesuatu yg tidak berguna. Aku yakin, aku bisa mendapatkan gadis ini..”

“Apa maksudmu? Hentikan obsesi gilamu ini!”

“Donghae bisa seenaknya padamu, maka aku fikir aku juga bisa seenaknya padanya. aku akan menggunakan gadis ini…”

“Kyu..”

“Jangn ikut campur! Biarkan aku menjalankan semuanya seperti keinginanku maka jangan pernah ikut campur!”

“Tapi percuma!” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan kembali menatap Taeyeon. “Aku dengar, Donghae sudah menunjukkan kemajuan yg besar dan ia kemungkinan bisa pulih. Kau bisa fikirkan, ketika Donghae pulih kau akan mati langkah. Karena kau sendiri tahu bagaimana mereka. Lagipula berhentilah, toh aku sudah melupakan kekecewaanku…” kata Taeyeon kemudian. kyuhyun menatap Taeyeon dengan sedikit berfikir dan serius. Lantas kemudian berbalik dan mulai melangkah meninggalkan Taeyeon. Taeyeon hanya menatapi kepergian Kyuhyun.

“Melepas setelah sejauh ini? coba lihat apa yg telah aku lakukan selama ini. aku iseng dengan ikut campur akan kehidupan menyedihkan gadis ini. aku menjaganya setidaknya delapan bulan ini. lantas kalau memang akhirnya bajingan itu sadarkan diri, dan akhirnya mereka berkesempatan untuk bersama lagi apa aku akan membiarkannya? Tidak! Mana boleh mereka dengan seenaknya begini padaku! orang seperti Donghae harus dikasih pelajaran sekali-kali. Ia harus tahu, bagaimana rasanya ketika cintanya hilang sama sekali!!!” Fikiran Kyuhyun menggebu-gebu dan dipenuhi oleh amarah yg besar.

[]

Soeun keluar dari apartemennya dengan wajah yg berbinar. Setelah mengunci pintu, ia berjalan keluar sambil membawa bunga ditangannya dengan begitu bahagia. Soeun tersenyum sendiri membayangkan saat menyenangkan yg hari ini akan dilaluinya bersama Donghae.

“Aahh!!”

Soeun menghentikan langkahnya ketika pintu lift terbuka. Ia sedikit kaget menemukan sosok yg dikenalnya keluar lift dengan sedikit sempoyongan.

“Kyuhyun!” Soeun dengan cepat menghampiri Kyuhyun yg tampak mabuk berat itu. kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap Soeun yg datang padanya. “Kyuhyun, kau kenapa?”tanya Soeun sambil memegangi satu tangan Kyuhyun, sementara tangannya yg satunya memegang bunga untuk Donghae.

“Ahh, Soeun pagi2 begini sudah rapi. Mau kemana? Menemui dia?!” kata Kyuhyun setengah sempoyongan. Soeun sedikit menjauh, ia agak terganggu dengan bau alkohol pada tubuh Kyuhyun.

“Kau mabuk ya? Ck, kau ini. aku antar kekamarmu ya..” kata Soeun sambil berusaha membawa Kyuhyun yg berjalan tidak stabil. Kyuhyun tak menyahut, ia hanya menuruti Soeun yg membawanya keapartemennya. “Mana kuncinya?” tanya Soeun pada Kyuhyun. Tanpa berfikir, Kyuhyun merogoh saku celananya, ia kemudian menyerahkan kunci apartemennya pada Soeun. soeun menerimanya, lantas mulai membuka pintu apartemen Kyuhyun.

[]

“Pelan-pelan..” Soeun meletakkan kunci serta bunganya tadi kemeja didekat pintu lantas setelah itu berusaha membawa Kyuhyun lebih memasuki apartemennya. “Hati-hati Kyu..” kata Soeun sambil membawa Kyuhyun kearah kamarnya.

“Ahh!” Kyuhyun sedikit mengeluh ketika Soeun membawanya kekasur dan Kyuhyun langsung membantingkan dirinya disana. Soeun terdiam, menatap Kyuhyun yg tampak sudah mulai tertidur. Ia menghela nafas, lantas berniat untuk meninggalkan Kyuhyun. Tapi dengan cepat, ia dihentikan oleh Kyuhyun yg menyambar tangannya. Soeun berbalik. “Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun masih menutup kedua matanya.

“Seperti biasa, aku akan pergi…”

“Untuk merawat laki2 tidak berguna itu?” Soeun menatap lebih Kyuhyun setelah ucapan yg terdengar sinis itu. kyuhyun kini membuka matanya, menatap Soeun sedikit lebih tegas, tidak dengan mata nanar lagi.

“Jangan mengatakan hal seperti itu mengenai Donghae..” kata Soeun tetap berusaha tenang. Kyuhyun tampak tersenyum sinis, ia menatap lagi Soeun.

“Kenapa? Bukankah itu kenyataannya?” tanya Kyuhyun sengit. Soeun menghela nafas.

“Lepaskan tanganku Kyu, kau sedang mabuk? Sebaiknya kau istirahat..”

“Aku tidak mabuk!” dengan cepat Kyuhyun membantahnya. Kyuhyun bangkit, lantas duduk masih sempoyongan  ditempat tidurnya sambil menatap Soeun. senyuman sinis itu kembali tergambar diwajahnya. “Jangan pergi kesana lagi, jangan menyibukkan dirimu lagi dengan semua itu. untuk apa kau menghabiskan waktumu untuk merawat dia yg belum tentu akan sembuh..”

“Aku mohon jangan mengatakan hal seperti ini Kyuhyun. Lepaskan tanganku!”

“Jangan lagi mengelak dan membuat dirimu lelah. Laki2 itu sama sekali tidak ada gunanya untukmu, buktinya ia tidak pernah bisa bangun. Lantas untuk apa kau mengharapkan sesuatu yg tidak pernah pasti begini?” tanya Kyuhyun lagi kemudian. Soeun kini mulai menatap Kyuhyun dengan sedikit marah, ia tidak terima Kyuhyun mengatakan kata2 itu untuk Donghae.

“Dia akan sembuh, aku yakin itu, Donghae pasti akan sembuh. Sekarang lepaskan aku dan biarkan aku pergi!”

“Tidak!” Soeun sedikit meringis ketika pegangan Kyuhyun semakin erat. Ia menatap Kyuhyun yg tampak sedikit berbeda dari sebelumnya. Bukan sedikit, ini sangat berbeda. “Apa yg kau harapkan dari dulu? Tidak ingatkah betapa banyak kau berkorban untuk semua ini? lantas sekarang kau masih tetap menunggu. Apa yg kau tunggu lagi? Masalah selanjutnya? Tidak pernahkah kau fikir kalau kalian memang tidak ditakdirkan bersama. Berhentilah berbuat bodoh, dengan percaya dengan kata cinta, cih! Lebih baik kau tinggalkan dia, dan berhenti membuat dirimu sendiri menderita! Karena kau tahu, dia itu sudah tidak ada gunanya!”

“CUKUP!” Soeun berseru kesal setelah itu. “Aku pling tidak suka satu orangpun mengatakan ini mengenai dia. Ini hidupku, aku ingin menunggunya itu terserah aku, jadi jangan mencampurinya. Sekarang lepaskan aku!”

“Tidak akan!”

“Lepaskan!”

“AKU BILANG LEPASKAN AKU!”

“TIDAK!!”  Soeun menatap mata tajam Kyuhyun. “Apa kau begitu bodoh? Apa yg kau fikirkan dengan menghabiskan waktumu dengan berharap dia akan sembuh. Sembuh? Kau lihat, apa yg telah terjadi selama ini? dia sembuhpun, hidupmu akan tetap sama. Menderita dan tak tentu arah hanya demi mempertahankan cinta konyol itu. jadi, selagi kau masih punya kesempatan untuk lari mengapa kau harus membuag waktu dengan merawat dan membantunya?”

“Lep..paskan..”

“DENGAR! Tinggalkan laki2 tidak berguna itu, lalu hiduplah bersamaku. Aku janjikan, kau tidak akan pernah merasakan penderitaan bila didekatku!” kata Kyuhyun dengan wajah serius dan maish memegang tangan Soeun. soeun menatapnya sedikit tak menyangka.

“Apa maksudmu?”

“Maksudku sangat jelas, kau pasti dengan mudah dapat menangkapnya. Aku bilang, lupakan cinta masa lalumu dan laki2 lemah itu. lalu, mulailah hidupmu yg baru dengan aku! kau faham?!” kata Kyuhyun dengan tegas dan mata yg begitu tajam.

“Aku bilang jangan mengatakan yg tidak2 mengenai dia aku tidak suka! Sekarang lepaskan aku, Kyu, kau itu mabuk, kau tak sadar dengan yg kau katakan!” kata Soeun masih berusaha menarik tangannya yg makin dipertahankan itu.

“Aku tidak mabuk, aku sadar dengan yg aku katakan. Ya, jangan berfikirkan gila begini! Jangan melakukan hal yg bodoh. Tidak sadarkah kau semua yg kau lakukan selama ini sebuah kebodohan? Apa gunanya kau datang kesana dan merawatnya, toh akhirnya kau tahu kalau dia tidak akan bangun. TIDAK AKAN BANGUN, dia sudah mati, dia tidak akan pernah hidup lagi, jadi berhentilah mengharapkannya karena kau tahu semua itu sia2”

PLAK!

Kyuhyun meringis merasakan tamparan Soeun dipipi kirinya. Dia merasakan sisi bibirnya dengan lidahnya, lantas menatap Soeun yg menatapnya dengan marah itu. Kyuhyun menatapnya tajam, lantas ia bangkit dan menyeret Soeun. Soeun berontak, tapi ia sama sekali tidak peduli. Lantas Kyuhyun tetap menariknya hingga ia mendorongnya kedinding dengan sedikit kasar. Soeun meringis lagi ketika ia menyentuh dinding sedikit keras. Ketika mengangkat wajah, Kyuhyun mendekat.

“Kyu.. Ummfmh..” Soeun begitu kaget ketika Kyuhyun langsung menciumnya dengan kasar. Jantungnya berjalan cepat, sangat sulit bernafas, dan kakinya gemetaran. Tapi ia masih berusaha berontak dengan memukul-mukul pundak Kyuhyun dengan tangannya. “K..kyu..mmhfhum…” tapi Kyuhyun tetap tak peduli sama sekali. Kyuhyun masih juga menciumnya dengan kasar dan tanpa ampun tangannya juga tampak telah melonggarkan pakaiannya sendiri dengan membuka kancing kemeja bagian atasnya membuat Souen sedikit panik dan memikirkan yg tidak2. Dengan sisa tenaganya yg juga sudah semakin melemah, Iapun kembali memukul-mukul bahu Kyuhyun lebih kuat agar Kyuhyun menghentikan semuanya.

Merasa terganggu dengan pukulan2 Soeun, Kyuhyun mencengkram kembali tangan Soeun yg berada dipundaknya lantas menahannya didinding disela-sela kegiatannya. Ciuman semakin mendalam dan memanas. Soeun sesak, benar2 merasa sesak, rasanya tak kuat berontak lagi. Sesekali, ia merasakan rasa perih dibibirnya akibat kekasaran Kyuhyun. Ini kasar sekali, bahkan Donghae tak pernah memperlakukannya begini. Donghae?! Air matanya jatuh mengingat nama Donghae. Seharusnya tidak boleh begini?!

“Dong..hae..”

Sontak Kyuhyun menghentikan kegiatannya ketika mendengar Soeun menyebut nama yg lainnya. Ia memundurkan kepalanya, menatap Soeun yg menangis.

“Aku Kyuhyun, bukan Donghae. Kenapa kau terus menyebut nama itu?!” katanya setengah berteriak. Soeun tak menyahut, ia masih menunduk dan masih juga menangis. Kyuhyun menghela nafas, berpaling menatap dinding2 lantas melepaskan pegangan tangannya dikedua tangan Soeun.

“Pergilah!” katanya terdengar masih penuh emosi pada Soeun yg masih menunduk. “Pergi!” usirnya sambil mendorong tubuh Soeun sedikit kasar untuk pergi dari hadapannya. Soeun tak menyahut, masih sesegukkan sambil mengalihkan pandangannya menuju Kyuhyun yg hanya menatap dinding2 didepannya.

“Aku sangat muak, Dan nama itu membuatku menjadi lebih muak lagi. Setelah aku muak aku bahkan bisa kehilangan kontrol emosiku sendiri. Jadi sebaiknya kau pergi, Pergilah sebelum aku benar2 merusakmu!” katanya tanpa menoleh lantas setelah itu berbalik dan menghempaskan diri ketempat tidurnya. Kyuhyun menutup  seluruh wajahnya dengan bantalnya.

Soeun menghela nafasnya, menyeka air matanya, lantas menatap Kyuhyun sekali lagi. Soeun menghela nafas lagi, lantas kemudian beranjak dari tempatnya dan perlahan mulai melangkah untuk keluar. Soeun meraih tas & bunganya yg terletak diatas meja. Ia berbalik lagi kebelakang, lantas melihat bunga ditangannya. Soeun menghela nafas, lantas ia kemudian meletakkan bunga itu kembali diatas meja. Setelah melihat Kyuhyun sekali lagi, Soeun meninggalkan ruangan itu.

Ketika langkah Soeun terdengar menjauh, Kyuhyun menyingkirkan bantal diwajahnya dan menatap kearah pintu. Matanya langsung dapat menemukan buklet bunga berwarna ungu itu. ia menghela nafas, lantas dari posisinya, ia melemparkan bantal ditangannya tadi dan tepat mengenai bunga itu hingga bunga2 itu jatuh dan bertebaran dilantai.

“TOO STUPID!!” katanya sambil membalikkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya dan melupakan yg tadi sempat terjadi.

[]

~ Kim Soeun POV~

Aku langsung menyandarkan diri kedinding ketika aku memasuki lift. Disini hanya ada aku, tak ada lagi orang didalam ini selain aku jadi aku putuskan untuk melepaskan rasa menyedihkan ini disini, saat ini.

Ya, Donghae, sampai kapan kau akan kembali? Sampai kapan kau akan membiarkan aku menunggu seperti ini? ini sudah terlalu lama… Bukannya aku tidak kuat menunggumu, tapi mereka bilang kau sudah tak ada harapan. Kata mereka, kau sebenarnya sama sekali sudah tidak ada. Kau hanyalah manyat hidup, tidak lebih, hal itulah yg membuatku selalu menangis setiap malam.

Aku tidak keberatan, bahkan bila harus merawatmu seumur hidupku. Aku tidak keberatan, setiap hari harus pergi kesana untuk memberi semangat untukmu. Aku benar2 tidak keberatan, walau harus mendampingimu walaupun hingga bertahun-tahun. Aku akan bertahan, aku bertahan asal kau berjanji akan bangun nantinya. Setiap yg aku upayakan untuk menyembuhkanmu akan berbuah hasil dengan kau yg akan kembali sehat seperti dulu laginya. Bukan hanya begini, ucapan2 orang membuat aku ketakutan. Mereka bilang, ini percuma, karena nyatanya kau tidak akan pernah bisa bangun lagi. Semuanya sia2, walau aku disini setiap haripun, kau tidak akan pernah bangun. Kau akan terus seperti itu, lantas perlahan kau dengan mudah akan meninggalkanku begitu saja. Apa ini?? aku benar2 tidak mau, kau harus bangun, benar2 harus bangun.

Aku mohon donghae, untuk kali ini, tolong dengarkan aku. bangunlah, kembalilah, izinkan aku membuktikan pada mereka bahwa mereka salah dengan opini mereka itu. Tolong selesaikan tidur panjangmu ini Donghae, lantas kembalilah padaku, aku mohon, aku benar2 merindukanmu!!

[]

Soeun menutup pintu kamar Donghae begitu rapat, lantas ia cepat mengalihkan pandangannya menuju Donghae yg masih berada ditempat yg sama. Soeun kemudian mendekatinya, ia meletakkan tasnya tadi diatas meja. Bunga ungu yg ia bawa kemaren semakin mengingatkannya pada apa yg telah terjadi, membuat soeun cepat duduk disamping donghae.

Matanya yg basah dan sedikit sembab itu memperhatikan wajah damai Donghae yg masih memejamkan mata. Delapan bulan ia begini, benar2 delapan bulan, bagaimana ini?!

“Apa yg harus aku lakukan agar engkau bisa bangun?” Soeun bersuara sambil kali ini kembali ingin menangis lagi. “Ini sudah begitu lama, benar2 sudah terlalu lama. Aku sudah tidak kuat melihat penderitaanmu…”

“Aku tahu, kau begini karena aku, dan aku tidak pernah keberatan harus merawatmu setiap hari seperti ini. tapi aku takut, benar2 sangat ketakutan, aku takut kau benar2 berniat untuk tidak bangun lagi dan hanya memberikan aku sedikit harapan…” butir2 air matanya jatuh kembali saat mengatakan semua ini. tapi Donghae tetap damai disana, tidak ingin bangun, atau setidaknya, ia tidak ingin menghapus air mata Soeun seperti yg biasa ia lakukan biasanya.

“Aku ingin kau bicara lagi padaku, aku tak ingin kau terus diam seperti ini. aku tahu, kau kesakitankan? Tapi aku tidak dapat membantumu untuk meringankannya. Bangunlah aku mohon, ceritakan padaku apa yg kau rasakan sekarang? aku benar2 ingin membagi semua kesakitanmu dan kesedihanku seperti dulu. Aku ingin kembali seperti dulu, seperti disaat kita bersama dulu..” katanya sambil mengenggam tangan kanan Donghae ia menundukkan kepalanya yg benar2 lelah untuk sejenak disamping Donghae. “Pangeran ikanku, bangunlah untukku, aku benar2 ingin mendengar suaramu..” katanya pelan dan tertahan sambil membenamkan kepalanya disamping donghae. Ia meletakkan kepalanya tepat didekat tangan Donghae yg masih ia genggam, iapun hanya bisa menangis disana…

[]

Lelah menangis, akhirnya Soeun tertidur disana. Ia tertidur dengan posisi masih menggenggam tangan Donghae. Air matanya yg terakhir, jatuh tepat mengenai tangan Donghae. Ketika air itu menitik disana, tangan itu sedikit mengeluarkan gerakan untuk pertama kalinya….

[TBC]

Lembaran ke 100 untuk FF ini dari part satu sampai part 7 ckckck, ternyata FF ini lumayan panjang dari yg lainnya. Gimana Reader sama part ini? semoga tetap suka ya..

Komentar sama Ratenya ditunggu yah ^^ Gomawo :))

 

35 Comments Add yours

  1. Seli m (kaoru) mengatakan:

    Wah .. bner-bner ssah untuk di ungkapkan😉

    sedih dibagian part ini ..
    Dh 8 blan tpi donghae blom sdar jga ..
    Mga jja pnantian soeun bisa terbalaskan ..
    Mga next partnya donghae bisa sdar ¤trgntung author yg bkin critanya.

    Duh ni ff bkin nangis bacanya T_T
    kisah cnta yg bgitu bsar, sulit untuk diungkapkan ..
    Pokoknya ini ff Daebak bnged lah ^^
    ok thor ditunggu next partnya🙂 ..
    Update soon, hwaithing !

  2. astrielf mengatakan:

    Kyaaaaaaa daebak,
    Akhirnya ff yg aku tunggu2 di post juga
    Suka banget sama alurnya,,
    Pokoknya lanjutkan eonn akan selalu ditunggu karya-karya yg lainya….
    Kalo boleh ff ini ngepostnya di percepat ya eonn hhe #peace
    Gomawo sebelumnya (ʃƪ´▽`)

  3. Poespa sang soeun mengatakan:

    Kasihan kyupppppaaaaaa T,T
    aku tw deh apa yg dirasakan kyuppa,sbgai adikmu aku tahu itu oppa #Pletakkkk *dijitak author*

    klw sso akhirnya sma kyu, kya’nya gag mungkin😐,ini kan ff haesso *commentnya gaje*

    hebat bnget eonnie sso nunggu smpai 8 bln,aku nunggu smpi 30 mnit aja,dah bosen bnget -,-

    lanjutttttt!!!!!
    Keep sprit!hwating!!!

  4. EchaKyuWon mengatakan:

    Annyeong putri mian aku coment langsung di part ini,, dari part 1-7 semuany bener2 keren ^_^ ..

    Aku baca part2 awal pasti bakal menjadi comedy romantic yg seru ..
    Dan aku suka sama haesso yg lucu menjalani hub.annya saling balas2 dendam dg donghae memelihara anjing aahahhaaaa lucu ..
    Tapi pas donghae pergi,, bener2 bikin kesel meninggalkan so eun,, biasku memang kyuhyun tapi klo ngrusak hub. Haesso yg manis jadi pengen ngurung kyu ajja ..

    Eehhh pas baca part2 slnjtny kokk jadi genre sad gini,, sedih bgt liat so eun yg dihina ibuny donghae ..
    Apalagii pas so eun dtg kermh donghae,, ternyata org yg selalu ia tunggu adaa disanaa,, ya ampun aku kadi so eun nyesek bgt😥
    Perjuangan cintany juga patut diacungi jempol.. Akhirnya ibuny donghae ngerestuin mereka,, walau donghae harus koma😦

    Haduuhhh cepet dtnggu next part-ny iia,, bener2 penasaran donghae bakal sadar😉

  5. Anna mengatakan:

    Huaaaaaa ga relaaa,,putriii knp hrs tbc penasaran tgkt dewa nieey,,klnjtny hrs cpt ya pliissssssss #maksa bnrn#
    Sng akhrny ne2k lampir sadar jg&jd baik,tp knp kyu yg skrg justru jd evil tp jgn lm2 ya jhtny ga tega jg klo mrk mndrta trus😦
    gomawooooooooo🙂

  6. Vita mengatakan:

    >o< Hemm.. Gak bisa berkata apa2.. Antara sedih sama seneng
    sedih = donghae koma
    seneng = so eun sama donghae sinyal hijau u.u

  7. Dear dHiyah mengatakan:

    kkyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,, d Lanjut jg akhir y !!!!

    so sweet bgt …
    pengorbanan cinta yg bsangat bsar … ni x ea yg nma y CINTA SEJATI ??
    trharu bca y ,,
    So eun , u hrus ttap smangat gar Donghae cpet bngun . n Donghae b.usahalah untuk tTap hidup . ksian so eun nangis trus , kta y g mo Lyat so eun nangis ?? kLo g bangun yg da kmar rwat u bsa bnjir sm air mta so eun …
    SO EUN & DONGHAE FIGTHING !!!!!

    d tnggu next part y ,, GPL *maksa / asah samurai*
    kekekee

  8. ticha_ mengatakan:

    hmm_dAebAk eon
    Q g tgA m hAeSso_j9n p!sahn mrkA_bk!n Sso g nyesl nn9gu hAeppA wkt k0mA_
    n kyuppA j9n jd jht y😀😀

  9. gerundhaessolover mengatakan:

    Cepat bangun haeppa, kasian s0eun e0nni nangis truz. Tepati jnjimu buat ngjaga dy sampai kpan pun.

    Hemmmz, kyuppa udh mlai jht ea ma s0eun. Lw d0nghae sembuh, dy pzt bkal mrh bsr sma qm. .

    Author manx daebak bgtz lah, smua ff mu brkesan bgtz dhatIQ. n_n

  10. djkyussoloverz mengatakan:

    bener tuh kata poespa sy juga ngrti perasaan x kyu oppa sakit bgggggggggggggggggt pi lok berharap sso eonni sma kyu oppa gk mgkin jg heeeeee ya dah aku makin ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinta sma ff ne makin kereeeeeeeeeeen makiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin sediiiiiiiiiiiiiiiiiiih pokok x makin makin makin dah beh beh beh kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen hwatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing thor tetep z bikin sy nangiz ff ne hwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwaaaaaaaaaaaaaaa ##plak cengeng## so swet romantis abiiiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeeez cinta yg tk bs diucpkn dgn kata kata jgn lama lama ditunggu klnjutn x ok ok ok……

  11. mayaulidhasso mengatakan:

    yahh …
    pas haeppa udh mw sadar malah TBC. tpi, gpp kokk aku te2p akan nugguin ff daebakk yg satu ne..
    keep inspired bwt ff2 ny ..
    gomawo ^^

  12. Elisoniac mengatakan:

    kyuppa… apa yang kau lakukan??? …
    keren chingu.. sukses dah ngobrak-abrik emosiku..(?)..
    suka banget ma ne cerita…
    keren banget, gag kebayang jadi kyuppa, sakit pasti tuh….
    ditunggu lanjutannya chingu^^

  13. rama1406 mengatakan:

    Telat nih aq bacanya, sibuk sih (sok sibuk.com ^_^). Untuk part ini aq mo koment nih…..kapan ff ini tamatnya, haeso ato kyuso nih…cos kyu kykny pny pluang bwt dapetin so eun deh (readerberhaticabang). Intinya aq suka part ini cuman kok bnykk ialog mak-nya si hae ya??????
    Ok, Lanjuut!

  14. nury elf mengatakan:

    bingun mw comment pa ..
    pkok nya alur ceritanya bgus bnged ..
    nyesek bacanya .. moga dipart selanjutnya haeppa sadar + kyunya jga nyadar .. eh ?
    pkoknya kyu jngan ngerusak hub haesso di sini ye ..
    tpi ada serunya jga klw haeppa cmburu ..
    ditunggu part selanjutnya ^^

  15. ellis mengatakan:

    gak tau mu koment pa cingu…al a ff ni paling ku ska n udah di tunggu lm..pas dah da ff ni rasa a sneng banget…pas bca rsa a gak nyangka x ,,sru banget,,sampek tmpat tdr aku bsah ni sangking sdih a al a kedua a ku skak jd bsa bayangin karakternya and wajahnya jadi kek nonton film a….
    pkok a sru….
    and di tunggu part selanjutnya,,,,,

  16. megaratnasari mengatakan:

    huawaaaa , mewek baca part ini.
    keren banget eon ….
    coba aja semua ffnya jadi film , hwaaaa , suka suka..
    cuma satu kata dah “KEREEENNN”
    next part ditunggu loh ^^

  17. geill mengatakan:

    so sweet, soeun jangan menyerah tetap semangattttttttttttttttttttttttt
    makin lama makin sedih kisahnya, ampe aq pengen nangis bacanya, seruuuuuuuuuuuuuu,
    mengharukan…………………………. !_!

  18. owni mengatakan:

    ckckckckckck, keren banget lah, bingung mau komen apa hehehe
    semangat ya bikin part selanjut’a

  19. Yova mengatakan:

    anyeong, mian lama ga mampir,,
    critanya makin rumit ni kasian eoni, tapi tetap seru …
    ditunggu part selanjutnya….

  20. Ina890826 mengatakan:

    huaaaa bener2 nyesek bacanya.,. nangis bombay😥
    terharu bgd liat besarnya cinta haesso, jangan sampe dipisahin.. mereka uda terlalu bnyak menderita, sekarang waktunya mereka dpt kebahagiaan..
    huaaa putri cptan bkin hae bangun, kasian sso nunggu2 mulu *puppy eyes* hentikan penderitaan mereka, hehehe :p
    dan utk pertama kali.a sy bnr2 esmosi ma si kyu, pengen sy asahin golok, hyaaa pokoknya kyu gak boleh misahin mereka, nggaaaaakk >,<
    makin seru cerita.a, feel.a dpt mpe mata bengkak ini krna nangis smbl baca.. lanjutkaaaaan dek🙂

  21. glodkyusso mengatakan:

    putri!!! teman seangkatanku !
    mian ya baru komment

    bener sih di sini ada moment kyusso , tp aku ga rela .
    kasian haesso😥
    hayo tanggung jawab aku nangis .
    cepetan bangunin hae nya kasian sso eonniku .

    kyuppa kyuppa kyuppa ,
    please jangan ganggu haesso .
    di ff lain aja ganggu sso nya .
    bener2 kasian sso nya uda menderita bgt

  22. ira sparkyu mengatakan:

    maaf telat baca eon… kerennnnnnnnnnnnnn,,, aku memang suka kyusso,, tp kalo buat yg ini, kyu pergi dulu gih jgn ganggu soeunnie,, kasian dia..
    cepet bangunin haeppa ya…. harusss.
    ayo eon lanjutttttttttt

  23. fauziyah mengatakan:

    SUKA BANGEEEETTTT…..!!!!!!

  24. kim sohyun mengatakan:

    daebak…..
    akhir’a hampir sampai k final part…
    ga sbar……

  25. mifta mengatakan:

    super duper kereeeeennn…

  26. anastasia erna mengatakan:

    huaaa…nangis bombay nich..aduh parah …
    bagus banget….
    ga bisa koment apa-apa lg
    sempurna…ff yg sempurna…

  27. bestevilcouple mengatakan:

    gak nyangka ternyata kyu se obsesi itu ._.
    donghae oppa.. cepatlah sadar. kasian so eun

  28. freedom kartini mengatakan:

    salut buat sso dia setia sekali ngejaga haeppa …bangun dong haeppa kasian sso nya
    menderita ..ceritanya menguras air mata kyk sinetron aja ..*lebay ah* good job

  29. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa….. Kasian Sso eunni….
    Dong hae oppa…. Ayoooo bangunnnn….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).
    Bener2 di buwat mewek di part Ĭηĭ …

  30. thata mengatakan:

    Kya bner” sedih…
    Ga tau mau gomong ap..
    Yg pasti daebakkkkkkk

  31. satsuki mengatakan:

    KEREEEEENNN

    baca next part

  32. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Sumpah, ini part yang paling menyesakkan T_T, feel-nya dapat banget dan rasanya pengen jedotin kepalanya Kyu ke tembok.

  33. kim Ra rA mengatakan:

    huuf’ ternyata niatan kyu yang ingin balas dendam malah membuatnya benar benar jatuh dalam pesona c putri kucingnya hae pa/
    hu hu hu terharu dengan terbukanya hati eomma nya hae pa. sekarang kedua wanita yang paling di sayanginya bisa berbagi senyuman dan semangat untuk menanti kesadaran hae pa….

  34. kim jaeyong mengatakan:

    kyaaaaaaa nape hrus sad moment sgla sih author…
    aku ska ni couple sma2 cute
    klau bsa endingnya happy yaaaa #narik2 bju author
    ditinju ma author -_-
    kekeke ffnya yahuuuuud
    fighting…:)

  35. Rani Annisarura mengatakan:

    akhirnya ibunya donghae merestui hubungannya so eun & donghae🙂

    Wah hebat ya so eun,,, dia setia banget merawat donghae sampai dia sadar…..

    Hampir aja so eun diperkosa oleh kyuhyun,,, kalau nggak gimana ya nasibnya???

    Apa donghae udah sadar???

    Wah makin seru aja ceritanya,,, dan nggak ngebosenin, karena bikin makin penasaran terus🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s