Fated!! Part4 (Behind Us)


Annyeong all, aku kembali membawa FF ini setelah ujian. Semoga semuanya suka ya^^

Bagaimana rasanya setelah minum dibotol yg sama dengan tempat aku minum sebelumnya. Kata orang dulu, bibir kita sama saja kembali bersentuhan. Ahh, apa ini ciuman kita yg kedua…”

Eunhyuk masih menahan tubuh Soeun yg akan jatuh sambil masih menatapnya dengan heran begitupun Soeun yg juga heran dengan kehadiran Eunhyuk disana. Saking kagetnya mereka sampai tak sadar waktu dan keadaan, mereka tak sadar kalau pintu disebelahnya tiba2 terbuka dari dalam.

“Oppa.. uh wow..” Sulli yg baru saja keluar dari kamarnya langsung kaget dengan adegan yg ada didepannya. Mendengar ucapan Sulli, mereka akhirnya tersadar, Eunhyukpun berniat melepaskan Soeun. “Oppa awas kakinya!” seru Sulli cepat lantas berlari menuju keduanya.

Eunhyuk yg tadinya berniat melepaskan Soeun, menahan lagi Soeun dengan cara memegang pangkal lengannya. lantas melihat kearah kaki Soeun dengan bingung. Sulli kemudian mendekat.

“Oppa, awas kakinya..” kata Sulli ketika mendekati mereka. Eunhyuk menunduk, menatap kaki Soeun yg sudah terperban.

“Ini kenapa?” tanya Eunhyuk pada Sulli. Sulli terdiam, berfikir, lantas menundukkan kepalanya.

“Oppa maaf…”

[]

Sulli masih duduk dengan takut2 sambil menundukkan kepalanya. Ia takut menatap Eunhyuk yg berdiri dihadapannya dengan berkacak pinggang dan dengan wajah yg terlihat sedikit merah. Sementara Soeun hanya diam melihat kedua saudara itu.

“Bukankah sudah aku peringatkan dari awal? Bukankah sudah aku katakan sebelumnya untuk tidak terlalu asyik dengan mobilmu. Sekarang lihat, kau lihat sendirikan maksud semua ucapanku..” kata Eunhyuk pada adiknya itu. Sulli tak mengangguk, ia hanya diam dan menunduk mendengarkan kata2 Eunhyuk. “Masih bagus ini tidak terlalu fatal, bagaimana kalau kau menabrak seseorang sampai mereka mengalami luka yg parah. Atau lebih parahnya lagi meninggal??” tanya Eunhyuk masih dengan wajah yg kesal.

“Maafkan aku oppa, maksudku sama sekali bukan begitu..” kata Sulli masih dengan menyesal.

“Maksudmu memang bukan begitu, tapi akhirnya kau melakukan itu. aku rasa, yang aku fikirkan sejak awal mobil datang itu benar, aku seharusnya memberitahukan ayah dan ibumu untuk menarik mobilmu kembali…”

“Jangan oppa!!” Sulli dengn cepat berseru. “Oppa, jangan katakan hal ini pada ayah dan ibu nanti mereka benar2 menarik mobilku. Oppa, ini tidak akan terulang lagi aku berjanji, aku akan berhati-hati.. aku mohon oppa jangan beritahu ayah dan ibu..” kata Sulli merengek.

“Perjanjiannyakan kalau kau menabrak mobilmu akan diambil lagi, sekarang sudah kejadian ya mobilmu harus diambil supaya hal yg lebih buruk tidak terjadi lagi nanti..” kata Eunhyuk kemudian.

“Tapi oppa, aku berjanji ini tidak akan terulang lagi.. Aku bersumpah, oppa tolong jangan beritahu ayah dan ibu… Ibu Seo…” Sulli kembali merengek lalu menatap kepada kepala pelayan dirumahnya yg juga hanya diam. Ibu Seo hanya tampak menganggukkan kepala untuk sekedar menabahkannya, kalau sudah begini Eunhyuk pasti sulit diajak bicara. “Oppa, jangan beritahu mereka..” Sulli kembali merengek sambil menatap Eunhyuk. Eunhyuk dengan cepat menggeleng masih dengan wajah yg sedikit terlihat marah.

“Tidak, oppa melakukan ini juga demi kebaikanmu..”

“Tapi oppa..”

Soeun hanya terdiam melihat pembicaraan kedua saudara itu. ia hanya menatap ekspresi Eunhyuk yg tampak tak mendengarkan lagi adiknya yg terus merengek. Sementara para pegawai dirumah ini hanya diam saja tak berani membantu Sulli.

“Oppa.. tolong jangan..” Sulli kembali merengek pada Eunhyuk yg masih berwajah datar. Soeun terdiam, menggigit bibirnya.

“Hum, maaf kalau aku ikut berbicara. Tapi… aku rasa ini bukan kesalahan adikmu sepenuhnya, aku juga mungkin terlalu ceroboh hingga kejadian ini bisa terjadi..” perlahan Soeun yg tadinya hanya diam kini mulai ikut bicara. Semua orang diruangan itu mengalihkan pandangannya. “Lagipula, mungkin hal tadi terjadi karena kurang hati2…” kata Soeun sedikit ragu.

“Kalau itu tidak usah kau katakan, aku tahu kau itu super ceroboh..” Soeun hanya sedikit berdecak ketika Eunhyuk ikut bicara dengan pandangannya yg tampak sedikit dingin.

“Ya, hal ini mungkin murni kesalahanku. Itu sebabnya, jangan terlalu menyalahkannya. Lagipula, aku tidak apa2..”kata Soeun kemudian. Eunhyuk berpaling, menatapnya dengan pandangan masih dingin.

“Sungguh aneh bila keadaanmu saat ini kau bilang tidak apa2. Lagipula, yang aku lakukan juga demi dia, aku tidak ingin hal yg lebih buruk terjadi nantinya..” sahut Eunhyuk bersitegas.

“Tapi, ini hanya sebuah kecelakaan yg mungkin bisa dihindari oppa. Aku benar2 hanya lengah sedikit saja, aku berjanji ini tidak akan terulang lagi..” kata Sulli masih dengan wajah sedikit cemberut.

“Ya, ini murni kesalahanku. Aku saja yg tadi tidak memperhatikan jalan..” kata Soeun membantu Sulli bicara. Sulli mengangguk, masih menunjukkan wajah memohon kepada Eunhyuk. Eunhyuk hanya terdiam menatap wajah keduanya ia tampak berfikir.

“Ayolah oppa, aku berjanji tidak akan lagi terjadi. kalau terjadi lagi, aku tidak akan menolak kalau mobilku diambil lagi. Tapi untuk kali ini, jebal, tolong jangan katakan ayah ibu. Aku mohon..” Sulli kembali merengek pada Eunhyuk. Eunhyuk hanya terdiam, masih berfikir sambil melihat Sulli yg menunduk. Begitupun Soeun dan seluruh yg ada dirungan ini yg menunggu keputusannya.

“Baiklah, lantas apa bentuk tanggung jawabmu untuk hal ini sekarang? Sudah aku bilang bukan? aku tidak akan ikut campur dengan hal seperti ini..” kata Eunhyuk kemudian. tampak terlihat, Sulli menghirup nafas lega mendengarnya, lantas ia berpaling menuju Soeun disampingnya.

“Semua terserah Eonnie, eonnie maunya bagaimana aku penuhi. Eonnie minta ganti rugi juga tidak apa2..”

“Oh, A.. Aniyeo, tidak perlu. Aku sama sekali tidak menyalahkanmu, aku kira ini juga bagian kecerobohanku. Jadi jangan menyalahkan diri atau bertanggung jawab..” kata Soeun cepat.

“Tapi tetap saja semuanya tidak bisa selesai seperti ini bukan? setidaknya uang untuk berobat tentu Sulli harus bertanggung jawab…” Soeun mengalihkan kembali pandangannya menuju Eunhyuk yg ikut bicara dengan nada yg masih dingin. Sulli mengangkat wajahnya, menemukan dua ekspresi yg sedikit janggal antara kedua orang ini.

“Tidak apa2, ini sudah cukup. Aku yakin akan sembuh..”

“Ohya? Bagaimana kalau kau dikejar lagi sama mereka yg kemaren? Apa kau yakin, saat itu terjadi kau akan baik2 saja..” Soeun sedikit kaget tak menyangka mendengar ucapan Eunhyuk itu. Eunhyuk berdecak, berpaling dengan ekspresi dingin menghindari pandangan tidak menyangka Soeun. Sulli memperhatikan keduanya.

“Kenapa oppa bisa tahu hidup eonnie ini? kalian saling mengenal?” Sulli bertanya dengan wajah yg masih bingung. Soeun mengalihkan pandangannya menuju Sulli yg bingung pada keduanya.

“Hum itu…”

“Ya, setidaknya disekolah setiap hari aku sering melihat ia lari2 pagi ketika dihukum guru karena terlambat. Jadi aku bisa sedikit ingat wajah ini adalah wajah yg sering memungut sampah, hormat kebendera, membersihkan locker room setiap paginya..” Eunhyuk menyahut tanpa menoleh dan masih juga berekspresi dingin dan datar. Soeun berdecak, agak kesal dikatakan begitu, sementara Sulli tampak sedikit tersenyum geli mendengar ucapan Eunhyuk pada Soeun.

“Oh, ara.. Jadi dia temannya oppa? Pantas tadi mesra sekali..” kata Sulli sambil tersenyum usil kearah Eunhyuk. Soeun terdiam, agak sedikit salah tingkah.

“sudahlah, jangan mengalihkan pembicaraan! Ini belum selesai..” Eunhyuk menyahut cepat pada Sulli. Sulli langsung terdiam, melihat wajah tidak enak Eunhyuk lagi.

“Aku akan membayar semua pengobatan Eonnie. Malam ini aku juga akan mengantar eonnie pulang dan menjelaskan pada keluarga eonnie..” kata Sulli kemudian. Soeun terdiam,ia ragu menyahuti usulan Sulli.

“Bukannya apa2, Cuma masalahnya…” Soeun ragu tampak berfikir. Eunhyuk mengalihkan lagi pandangannya pada Soeun. soeun tampak ragu, tampak berfikir memikirkan yg akan ia katakan selanjutnya.

“Kenapa eonnie?” tanya Sulli heran. Soeun masih terdiam berfikir.

“Masalahnya, saat ini aku sedang dalam masalah besar. Aku ditinggal ayahku, karena ayahku terlilit hutang dan tak bisa membayarnya. Rumah, tempat usaha, serta harta kekayaan yg lain sudah diambil seluruhnya. Bahkan itupun belum cukup, mereka sekarang meminta aku yg juga merupakan jaminannya untuk dijadikan istri oleh lintah darat itu. karena tidak mau, makanya kini kami hidup tanpa tujuan begini. Sekarang, kami sedang diburu oleh para penagih hutang. Demi keamanan, kami saling berpencar dan hidup berpindah-pindah. Jadi.. Aku mulai merasa ragu sekarang..” kata Soeun pelan membuat Sulli dan Eunhyuk agak terdiam mendengarnya.

“Astaga, jahat sekali. Benar2 tidak tahu diri sama sekali..” Sulli menatap dengan wajah yg tampak kesal. Sementara Eunhyuk hanya tampak terdiam, memperhatikan Soeun yg menunduk setelah menceritakannya.

“Yang aku takutkan sekarang adalah luka ini. selama ini, dengan kedaan sehat aku bahkan sering hampir tertangkap sama mereka. Bagaimana dengan kondisi ini, aku takut aku tidak bertahan..” kata Soeun lagi kemudian. Seluruh yg ada diruangan itu terdiam, menatap Soeun yg tampak menunduk, sepertinya tengah bersedih. Sulli terdiam, tampak berfikir, lantas menatap Eunhyuk yg ikut menatapnya.

“Kalau tinggal dengan kami dulu bagaimana?” tanya Sulli tiba2. Sulli menatap Eunhyuk yg berpaling padanya. “Oppa, aku mohon izinkan eonnie ini tinggal disini untuk sementara ya. Mendengar ceritanya, aku jadi merasa bersalah karena telah menambah banyak masalah untuk hidupnya. Oppa, oppa bilang aku harus bertanggung jawab, oppa dengar sendiri bukan? eonnie ini tidak bisa dibiarkan sendiri, dia dalam bahaya. Aku tidak bisa membayangkan bila dia harus dibiarkan sendiri dengan keadaannya ini…” kata Sulli dengan cepat memohon dan merengek lagi pada Eunhyuk.

“Huh, maksudku juga bukan begitu..” kata Soeun sedikit tidak enak pada Eunhyuk.

“Tidak bisa dibayangkan kalau aku yang mengalaminya. Tidak mempunyai tempat tinggal yg tetap, ditinggal sendiri, dikejar2 oleh penagih hutang, belum lagi bayangan kalau nantinya tertangkap dan menikah dengan orang yg tidak kita kenal. Betapa menakutkan? Aku benar2 merasa sangat bersalah karena membuat semuanya makin berat..” kata Sulli terdengar sedih.

“Aku tidak menyalahkanmu, sudahlah, jangan merasa bersalah seperti itu..” kata Soeun tak enak.

“Oppa..” eunhyuk mengalihkan lagi pandangannya menuju sulli yg benar2 merengek padanya lagi. “Oppa, aku mohon tolong biarkan aku bertanggung jawab. Tolong izinkan, eonnie ini tinggal disini setidaknya sampai ia sembuh. Oppa, aku benar2 tidak bisa membayangkan betapa buruknya yg telah aku lakukan. Aku tidak bisa membayangkan apabila aku ada diposisinya. Oppa, aku mohon..” Sulli lagi2 merengek pada Eunhyuk yg maish diam tak mengatakan apapun. Eunhyuk terdiam menatap lagi Sulli, dialihkannya pandangannya menuju Soeun yg tampak salah tingkah.

“Oppa, kali ini aku benar2. Tolong, bantu aku menebug kesalahanku…” Sulli kembali merengek nyaris menangis pada Eunhyuk. Eunhyuk terdiam, berfikir lagi, lantas kembali menatap Soeun. Eunhyuk menghela nafas, lantas memperbaiki posisi duduknya.

“Baiklah, aku setuju. Lagipula, bukankah kau aku suruh untuk bertanggung jawab atas semua yg kau lakukan. Kalau memang, ini cara yg kau ambil, selagi itu baik, aku pasti menyetujuinya..”

“Jinjja?!” Ucapan Eunhyuk langsung membuat Sulli berdiri dengan girang. ia lantas segera menghampiri eunhyuk dan memeluknya. “Oppa, gomawo. Aku senang… sekali, benar2 senang. Terima kasih, aku sayang oppa, benar2 sayang oppa…” katanya girang sambil memeluk Eunhyuk. Eunhyuk hanya tersenyum kecil melihatnya, sementara Soeun hanya bingung melihatnya. Ia masih berfikir, apakah yg tadi Eunhyuk katakan?!

“Jangan berlebihan..” Eunhyuk kembali bersikap dingin setelah itu. Sulli berhenti memeluk Eunhyuk, lalu tersenyum lagi pada Eunhyuk.

“Aku benar2 senang, terima kasih oppa. Saranghae..” kata Sulli masih senang.

“Ya… Aku berharap ini menjadi pelajaran untukmu gar berhati-hati untuk selanjutnya..” kata Eunhyuk sambil bangkit. “Ya sudah, aku lelah. Aku kekamar dulu mau istirahat. Kau urus saja selanjutnya, aku ingin istirahat..” kata Eunhyuk yg langsung diangguki oleh Sulli. Eunhyuk untuk sejenak berpaling, menatap Soeun yg masih tampak kurang enak disana. Setelah itu, Eunhyuk kemudian mulai bergeser meninggalkan tempat itu diiringi dengan penghormatan semua yg ada disana. Setelah Eunhyuk menjauh, Soeun mulai berani mengangkat wajahnya melihat punggung Eunhyuk yg menjauh.

“Hum, Eonnie…” Soeun mengalihkan pandangannya ketika Sulli mulai bersuara lagi. Sulli terdiam, masih menatap Soeun sedikit ragu.

“Ada apa?” tanya Soeun kemudian.

“Hum, aku masih tidak enak padamu. Hanya ini yg bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku, semoga kau tidak keberatan ataupun tersinggung…” kata Sulli masih ragu.

“Oh, Anniyo… aku malah merasa terbantu oleh semua usahamu. Mengenai kecelakaan itu, jangan fikirkan lagi, aku sama sekali tidak menyalahkanmu..” kata Soeun kemudian. Sulli tersenyum lega mendengarnya.

“Joha, aku begitu lega sekarang. Gomawo eonnie, hum.. kita belum kenalan. Eonnie, namaku Lee Sulli, siapa nama eonnie?” tanya Sulli kemudian.

“Panggil aku Soeun, Kim Soeun..”

“Oh, Soeun Eonnie? nama yg bagus..” kata Sulli sambil tersenyum. Soeun hanya balas tersenyum pada Sulli. “Hum, eonnie, untuk sementara Eonnie tidur dikamar tamu ya? Apa tidak apa2?” tanya Sulli kemudian.

“Tidak apa, terima kasih atas semuanya ya..” kata Soeun lagi.

“Tidak, ini memang seharusnya. Ayo eonnie kita kekamar, aku akan membantumu..” kata Sulli sambil bangkit kemudian. Soeun tersenyum, mengangguk, lantas dengan bantuan Sulli ia dapat mencapai kamar itu lagi.

[]

Eunhyuk segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Matanya kini menegadah melihat langit2. Eunhyuk berdecak setelah memikirkan beberapa hal.

“Aku tidak tenang serumah dengannya. Ahh, Sulli benar2 selalu membawa masalah untukku. Aku benar2 tidak nyaman serumah denganya, tidak tahu kenapa. Melihat wajahnya membuat aku merasa tidak enak sendiri setelah kejadian memalukan di locker Room. Apa-apaan itu? kenapa aku harus merasakan hal yg begini bahkan ini bukan ciuman pertamaku. Sudah berapa banyak wanita diluar sana yg aku kencani sehari dan aku dapatkan ciuman mereka dengan Cuma2 tapi kenapa dengan dia aku tidak enak hati begini ya? Apa karena aku telah merenggut ciuman pertamanya dengan cara yg benar2 tidak sepantasnya atau apa?!” Eunhyuk berbicara pada dirinya sambil terus menatap langit2.

Eunhyuk berdecak, lantas menggeser posisi tubuhnya. kali ini, ia malah menemukan buku berwarna pink disamping tempat tidurnya. Berdecak lagi, lantas bangkit dan meraih buku itu.

“Selanjutnya adalah benda ini, apa yg harus aku lakukan dengan benda ini? apa aku harus mengembalikannya sementara aku telah membaca lagi isinya?!”

[]

Soeun hanya tersenyum melihat Sulli sibuk mengatur kamar tamu itu menjadi tempat yg nyaman untuknya. Daritadi Sulli sama sekali tidak tenang, ia melakukan semuanya agar tempat itu menjadi lebih baik dan nyaman untuk Soeun. lihat saja, saat ini ia tampak sibuk menyemprotkan pewangi keseluruh penjuru ruangan.

“Ahh, wanginya!!” dia tampak tersenyum puas sambil menghirup aroma yg baru saja ia semprotkan keruangan itu. Soeun tersenyum kecil melihatnya.

“Sudah wangi dan sangat wangi..” kata Soeun sambil tersenyum. Sulli tersenyum dan mengangguk, lantas beranjak mendekati Soeun.

“Apa eonnie suka? Apa sudah cukup nyaman?” tanya Sulli pada Soeun. Soeun mengangguk sambil tersenyum.

“Bahkan ini sudah terlalu nyaman, gomawoyo Sulli..” kata Soeun sambil tersenyum pada Sulli. Sulli mengangguk.

“aku berharap eonnie senang, jujur saja aku masih merasa bersalah..” katanya kemudian.

“Sudah aku bilang tidak usah merasa tidak enak hati. Aku tidak menyalahkanmu sama sekali kok..”

“Sekali lagi terima kasih eonnie..” katanya senang. Soeun mengangguk cepat. Sulli terdiam, menatap Soeun yg tampak sibuk memperhatikan ruangan itu. sadar diperhatikan, Soeun mengalihkan pandangannya pada Sulli.

“Ada yg salah?” tanya Soeun pada sulli. Sulli agak kaget ditanyai begitu.

“Hum eonnie, boleh aku bertanya?” tanya Sulli sedikit ragu.

“Tentu saja, apa yg mau kau tanyakan padaku?”

“Hum, eonnie benar teman Eunhyuk oppa?” tanya Sulli penasaran. Soeun mengangguk.

“Ya, begitulah…”

“Lalu apa kalian satu kelas?”

“Tidak, dia kakak kelasku..”

“Benarkah? Hum, apa eonnie tertarik dengan oppaku?”

“Apa?!”

“Hehe..” Sulli nyengir melihat wajah terkejut Soeun karena pertanyaannya. “Bukannya apa2 Eonnie, cuman baru kali ini aku merasa suka dengan teman perempuan Eunhyuk oppa…” katanya kemudian.

“Maksudmu?”

“Hum, aku kesal sama oppaku itu. ia punya pacar banyak sekali dan semuanya terlihat tidak benar dan membuatku tidak suka baru kali ini aku menyukai teman perempuannya..” kata Sulli benar2 jujur. Soeun sedikit tidak menyangka dengan ucapan Kahi itu.

“Tapi aku bukan temannya, kami… hum, kami sama sekali tidak mengenal disekolah..” kata Soeun kemudian.

“Benarkah?” Sulli mengerling nakal pada Soeun. Soeun agak salah tingkah dengan sikap Sulli padanya. “Tapi kenapa tadi waktu kalian tabrakan. Tatapannya pada dalam dan saling mengenal begitu?” godanya yg berhasil membuat Soeun terperangah dan sedikit salah tingkah.

“Hum, itu.. Karena.. ya, hanya karena kaget, sama sekali tidak ada alasan lainnya..” katanya gugup. Sulli semakin tersenyum melihat tingkahnya.

“Aku fikir kalian cocok kok. Kalau eonnie menyukainya aku setuju..” kata Sulli yg membuat Soeun lagi2 tak bisa berkata-kata. Darimana anak kecil ini tahu? Nembaknya tepat banget lagi?! Soeun benar2 menjadi mati kutu. Sulli tersenyum.

“Ini sudah malam, eonnie tidurlah yg tadi itu jangan terlalu difikirkan. Aku hanya menyampaikan pendapatku. Jangan terlalu difikirkan. Ya sudah, aku pindah kekamarku ya Eonnie. Nanti kalau eonnie butuh apa2, eonnie tinggal teriak maka pelayan akan berdatangan. Jangan pernah sungkan ya eonnie..” kata Sulli sambil beranjak dan berdiri. “Selamat malam eonnie, semoga tidur dengan nyenyak..” kata Sulli sambil membungkukkan badan. Soeun hanya mengangguk masih tak bisa berkata apapun karena bingung.

Sulli tersenyum ketika berbalik meninggalkan Soeun disana. Perlahan, ia ingat akan sesuatu…

[]

#Flashback

“Oppa!! Oppa! Aku kehabisan uang. Minta uang dong!!” tanpa permisi Sulli langsung memasuki kamar Eunhyuk dan langsung berteriak memanggil eunhyuk yg tidak kelihatan. “Oppa!!” lagi2 Sulli berteriak memanggil Eunhyuk yg tidak menyahutinya.

Sulli mengalihkan pandangannya menuju kamar mandi dikamar Eunhyuk. Suara air jatuh terdengar ditelinganya.

“Huh, sedang mandi. Aku tunggu aja deh..” kata Sulli sambil duduk ditempat tidur Eunhyuk. Tanpa sengaja, tangan kanannya menyentuh sesuatu ditempat tidur Eunhyuk. Sulli menoleh untuk melihat benda yg ia sentuh. “Apa ini?” tanya Sulli sambil mengangkat buku berwarna pink yg terbuka itu.

Sulli kemudian memperhatikan sampul serta halaman awal diary itu. awalnya ia curiga, oppanya yg cassanova itu mempunyai hobi menulis diary yg berwarna merah muda begini. Tapi ia mengurungkan fikirannya itu ketika membaca nama pemiliknya yg terletak dibawah foto seorang gadis.

“Kim So Eun?” katanya membaca tulisan dibawah foto itu. lantas membalik kehalaman berikutnya…

#EndFlashback..

Sulli senyum-senyum sendiri mengingat apa yg ia temukan sebelumnya dikamar Eunhyuk ketika ia menyelinap tempo hari.

[]

“Oppa!!” Eunhyuk yg baru saja menuruni tangga dengan cepat berbalik kebelakang mendengar suara Sulli memanggilnya. Sulli tampak datang sambil membawa Soeun disampingnya. Ada kecanggungan antara keduanya ketika pandangan Eunhyuk dan Soeun bertemu. “Oppa!!” kata Sulli lagi dengan nada yg masih manja.

“Oppa, hari ini rencananya aku akan pergi untuk memeriksakan kondisi Soeun eonnie dirumah sakit. Tapi tiba2, aku baru ingat kalau aku ada les piano sama balet hari ini jadi aku tidak bisa. Jadi, oppa yg antar Soeun eonnie kerumah sakit yah..”

“Apa?” kata Eunhyuk dan Soeun serentak.

“Tapi sulli, tadi kau bilang kau yg akan mengantarku. Kenapa sekarang tiba2..”

“Maaf, eon, aku melupakannya kalau aku juga harus les dan ini bgitu penting. Jadi eonnie perginya dengan Eunhyuk oppa saja ya? Oppa mau bukan? hari ini oppakan tidak ada jadwal, lagipula kata ayah akukan tidak boleh bolos les walau sehari..” tanya Sulli setengah merengek pada Eunhyuk.

“Kau ini, akukan juga punya urusan!!” kata Eunhyuk terdengar kesal. “Minta ibu Seo sajalah..”

“Mana boleh begitu, lagipula Soeun eonnikan hidupnya juga terancam oleh para penagih hutang. Bagaimana mungkin, melepasnya dengan Ibu Seo?!” kata Sulli cepat pada Eunhyuk. Eunhyuk berdecak, menatap adiknya dengan sangat kesal. “Oppa ayolah!!” kata Sulli kembali merengek.

“Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri kok..” Soeun ikut bicara.

“Tidak bisa, kalau mereka mengejar lagi nanti bagaimana? Eunhyuk oppakan laki2, jadi akan lebih aman dengan Eunhyuk oppa saja..” kata Sulli cepat. “Oppaku baik kok, pasti oppaku gak bakal menolak..” kata Sulli sambil menatap Eunhyuk sedikit menggoda. Eunhyuk berdecak menatap adiknya itu.

“Jangan menggodaku!” katanya dingin pada Sulli. Sulli hanya tersenyum melihat ekspresi Eunhyuk yg ia tahu sudah bersedia mengantar Soeun. “Okey, Eonnie aku tinggal dengan Eunhyuk oppa ya untuk kerumah sakit. Kaliankan sudah saling kenal dan saling akrab jadi jangan saling canggung karena sekarang serumah hehe. Bye!!” kata Sulli masih tersenyum sambil kali ini mulai berjalan meninggalkan keduanya. senyuman puas Sulli tergambar setelah itu, lantas benar2 menghilang dari tempat itu.

Soeun terdiam, cemberut menundukkan kepala setelah kepergian Sulli. Ia benar2 tidak tahu harus bersikap seperti apa sekarang ini.

“Mau tetap disana atau aku tinggal!!” kata Eunhyuk terdengar menyebalkan pada Soeun. Soeun berdecak mendengarnya.

[]

Suasana mobil itu terasa sama, canggung, dan tanpa pembicaraan sama sekali. Eunhyuk masih juga sibuk memfokuskan dirinya kejalan sementara Soeun hanya diam saja. Soeun menghela nafas yg berat beberapa kali, kadang ia diam2 memperhatikan Eunhyuk disampingnya yg juga diam malah cuek sama sekali.

“Ahh, bagaimana ini?! Aku benar2 tidak bisa tenang. Jantungku berdetag terus daritadi, kalau ia sampai tahu bagaimana…” keluh Soeun dalam hatinya sambil menggigit bibirnya bingung. Ia cemberut, perlahan diam2 mulai mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk yg masih menampakkan wajah seriusnya sambil terus mengemudi. Matanya langsung dapat menemukan bibir merah Eunhyuk seketika Soeun terbatuk.

“Hukkk..” Soeun terbatu sambil menutup mulutnya tapi nyatanya batuknya malah semakin menjadi, kejadian yg sempat terlupakan olehnya beberapa minggu yg lalu teringat kembali. Sejarah yg besar di locker Room. Eunhyuk menoleh mendengar batuknya, Soeun malah semakin gugup hingga batuknya menjadi.

“Kau kenapa?” tanya Eunhyuk pada Soeun, lantas Eunhyuk meraih sesuatu dari sudutnya yg lain. Lantas dengan masih mengemudi, mengulurkan pada Soeun. “Minum dulu..” katanya tanpa menoleh sambil memberikan minumannya.

Ditengah batuknya, Soeun meraih minuman itu. ia kemudian meminum minuman itu untuk meredakan batuknya yg entah datang darimana tadinya. Eunhyuk tersenyum setelah melihatnya.

“Bagaimana rasanya setelah minum dibotol yg sama dengan tempat aku minum sebelumnya. Kata orang dulu, bibir kita sama saja kembali bersentuhan. Ahh, apa ini ciuman kita yg kedua…”

“Hukkk!!” Soeun kembali tersedak mendengar ucapan Eunhyuk itu hingga lagi2 ia terbatuk. Eunhyuk semakin tersenyum mendengarnya.

“Ahh, segitu gugupnya!!” katanya santai sambil terus mengemudi. Matanya lurus kedepan, tapi ia tersenyum smirk disaat yg bersamaan. Soeun malah mengangkat wajahnya mendengar ucapan Eunhyuk.

“Apa yg kau katakan? Sebaiknya jangan lagi dibahas karena aku ingin melupakannya!!” kata Soeun kesal pada Eunhyuk. Soeun memukul-mukul dadanya untuk meredakan batuk2nya itu.

“First Kiss? Sesulit apapun kalau dilupakan akan sia2 saja. Apalagi dengan orang yg memang kau harapkan..” kata Eunhyuk masih dengan santainya. Soeun semakin kesal bercampur malu mendengar ucapan Eunhyuk. Rasanya ia ingin sekali melakukan sesuatu kepadanya, tapi ia tidak tahu akan mengatakan apapun. Eunhyuk lagi2 tersenyum melihatnya.

“Siapa yg mengharapkan semua itu? kau saja yg dengan lancang melakukannya tanpa permisi padaku. Sudahlah jangan dibahas lagi, karena aku benar2 jijik setiap kali memikirkannya..” kata Soeun benar2 kesal. Eunhyuk tersenyum lagi.

“Aku sudah sangat terbiasa dan tahu kau itu tipe yg seperti apa. Jadi, walau kau katakan seperti itu nyatanya aku tahu apa yg kau fikirkan..” katanya santai. Soeun menatap Eunhyuk lebih setelah kata2 itu. Eunhyuk tersenyum lagi. “Ambilah sesuatu didalam Ranselku!” kata Eunhyuk kali ini.

“Apa kau fikir kau bisa mengatur dan memerintahku!” sahut Soeun kesal. Eunhyuk lagi2 tersenyum mendengarnya.

“Kalau tidak mengambilnya sekarang aku akan membuangnya ketempat sampah sekolah. Lantas jangan heran lagi, kalau akan ada lagi selebaran-selebaran diary yg tersebar diseluruh sekolahan..” kata Eunhyuk lagi kemudian.

“Apa katamu?!” kata Soeun sedikit panik. Soeun lantas bergeser dan meraih tas Ransel Eunhyuk yg terletak didekat sana dan langsung mencari sesuatu. Eunhyuk tersenyum lagi melihatnya.

“Jangan sampai ada uang ku yg hilang..” katanya ngasal.

Soeun berdecak mendengar ucapan Eunhyuk, tapi ia tetap berusaha tidak peduli dan terus menemukan yg dicarinya. Hingga akhirnya ia menemukan buku berwarna merah muda itu. lantas langsung memeriksa kuncinya.

“Untunglah..” katanya lega menyadari diarynya masih terkunci seperti terakhir ia membukanya. Eunhyuk malah menggelengkan kepala melihatnya sambil terus mengemudikan mobil itu. “Kau tidak membukanya kan?!” tanya Soeun dengan cepat kepada Eunhyuk. Eunhyuk menatapnya sambil tersenyum.

“Tadinya, aku ingin sekali mencari hal2 menyenangkan lainnya didalam diarymu. Tapi, akhirnya aku mengundurkan niat itu karena terkunci..” katanya santai.

“Jangan harap kau akan bisa. Buku ini, bukan buku biasa. asal kau tahu itu..”

“Bukan buku biasa?” Eunhyuk bertanya dengan nada mengejek.

“Begitulah, buku ini aku beli di Taiwan beberapa bulan yg lalu. Dan anehnya, buku ini adalah satu2nya diary yg aku temukan ditempat aku membelinya. Designnya unik sekali menurutku, belum lagi kata seorang ibu misterius yg aku temui ketika membeli ini. katanya, aku adalah orang yg beruntung karena dapat memiliki ini. hal aneh malah terjadi setelah ibu itu pergi, tadinya anak kunci yg dengan jelas aku lihat ada sepasang didalam diary ini tiba2 hanya tinggal satu setelah ibu itu pergi. Padahal diary ini benar2 masih tersegel rapi tanpa terbuka sedikitpun pada waktu itu. lantas menurut teman2ku, itu adalah petunjuk, kata mereka anak kunci yg hilang itu mungkin akan menuntun aku pada jodohku nantinya. Sejak itulah, aku begitu yakin Diary ini mengandung majic. ” kata Soeun sambil menceritakannya yg langsung membuat Eunhyuk reflek menoleh karena sedikit kaget. Selanjutnya, ia mengalihkan pandangannya menuju mainan gelang yg terlingkar ditangannya.

“Kau bercanda? Mana mungkin ada yg seperti itu!!” katanya sedikit serius.

“Terserah kau mau percaya ataupun tidak. Yang jelas, kau tidak tahu hal apa saja yg telah terjadi padaku setelah memiliki buku itu. kau tahu, banyak hal tak terkira yg aku temukan..” kata Soeun kemudian. Eunhyuk berdecak lantas geleng2 kepala.

“Sepertinya kau kebanyakan mendengarkan cerita tentang peri sewaktu kau kecil dulu sehingga kau masih bisa mempercayai hal seperti ini dalam hidupmu…” kata Eunhyuk kembali mengejek Soeun.

“Terserahlah, kau tidak akan pernah mengerti tentang semua ini. kau tidak akan tahu betapa hebatnya diary ini. kau tidak akan mengerti dengan apa yg akan terjadi setelah kau menulisnya…” kata Soeun masih meladeni ejekan Eunhyuk.

“Termasuk dengan permintaan ciuman pertama dariku begitu? Kau tulis disana lantas aku mengabulkannya!!” kata Eunhyuk cepat. Wajah Soeun langsung berubah mendengarnya. Sementara Eunhyuk lagi2 tersenyum menang setelah itu. Soeun berpaling dengan cepat.

“Sudah aku bilang bukan, bukan aku yg menulis lembaran diary yg tersebar itu. jadi, hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua ini..” kata Soeun terlihat gugup dan mengalihkan pandangannya dari Eunhyuk. Eunhyuk malah tersenyum lagi melihatnya sambil geleng2 kepala. Kali ini Eunhyuk tidak lagi mengganggunya.

Sementara Soeun malah terdiam sambil memikirkan semua yg telah mereka bicarakan tadinya. Ia memandang diary itu lagi. “Benar, aku pernah menulis itu dan pada akhirnya aku benar2 mengalaminya. Apakah buku ini benar2 mengandung majic? Dan apakah kejadian di locker room adalah bentuk keajaibannya?!” kata Soeun dalam hatinya sambil terus memandang buku diary itu.

[]

Srrt…

Eunhyuk menghentikan laju mobilnya tepat didepan rumah sakit.

“Sudah sampai. Pergilah sendiri, kau bisa bukan? aku tunggu disini..” kata Eunhyuk sambil mengalihkan perhatiannya pada Soeun. Soeun mengangguk, lantas menatap Eunhyuk yg kembali mengalihkan perhatiannya kedepan sana.

“Kau tidak akan meninggalkanku kan?” kata Soeun sedikit menyelidik pada Eunhyuk. Eunhyuk nyengir mendengarnya, lantas mengalihkan lagi pandangannya kembali pada Soeun.

“Kenapa? Apa kau takut kalau aku pergi darimu dan mencari wanita lainnya?” godanya. Soeun berdecak mendengarnya.

“Berhentilah bercanda, aku serius. Aku sendirian, kalau kau tinggal pulang dengan siapa?!” kata Soeun cepat.

“Ya, tidak akan aku tinggal asal jangan lama2. Aku ada janji kencan setelah ini, jadi aku tidak akan menunggu lebih lama..” kata Eunhyuk sambil tersenyum kecil dan melihat lagi kedepannya. Soeun hanya berdecak lagi mendengarnya.

“Aku pergi!!” kata Soeun sambil membuka pintu. Ia kemudian dengan susah payah dan agak tertatih berusaha untuk memasuki lingkungan rumah sakit. Eunhyuk hanya memperhatikannya dari dalam mobilnya, ada sedikit kurang enak juga dalam hatinya.

“Apa tidak apa2 kalau membiarkannya sendiri? Atau apa sebaiknya aku mengantarnya saja sampai kedalam sana? Kelihatannya dia sangat susah untuk berjalan..” Gumam Eunhyuk sambil memandangi punggung Soeun dari belakang. Eunhyuk masih juga terdiam dan sambil berfikir.

[]

“Huh, sakit sekali. Eunhyuk menyebalkan sekali, dia bahkan sama sekali tidak peduli walau aku sudah seperti ini. ck, bagaimana mungkin aku begitu menyukai orang yg tidak punya perasaan seperti itu? dasar!!!” Soeun mengomel sendiri sambil berusaha untuk berjalan dan mencari tempat ia memeriksakan diri. “Ah, tempat periksanya arah mana?!” keluhnya lagi.

“Ini obat anda tuan. Harap meminumnya tiga kali sehari secara rutin sampai flu anda sembuh…” seorang petugas apoteker mengulurkan sebuah kantong plastik kepada seorang pemuda. Pemuda itu tersenyum dan menerimanya.

“Baiklah, akan aku lakukan. Terima kasih..” sahut pemuda itu sambil balas tersenyum pada oetugas tersebut.

“Terima kasih atas kunjungan anda. Semoga lekas sembuh..” kata petugas itu lagi sambil memberi penghormatan. Pemuda itu mengangguk sambil tersenyum kemudian mulai meninggalkan tempat itu.

“Dia dimana sih? Kakinya sudah begitu jalannya cepat sekali..” Eunhyuk mengomel sendiri sambil memperhatikan sekelilingnya untuk menemukan Soeun. tempat itu ramai sekali, Eunhyuk begitu kesulitan untuk mencari keberadaan Soeun.

“Ahh, benar2 menyusahkan!!” Eunhyuk lagi2 mengomel sambil terus mencari dan lebih memasuki rumah sakit itu.

“Ck, tempatnya dimana? Ini dimana? Kenapa aku malah tersesat begini..” Soeun mengomel sambil terus memperhatikan sekitarnya. Soeun menggaruk kepalanya karena bingung telah berada dimana saat ini.

“Permisi!”

“Aduh!!”

Soeun meringis ketika beberapa orang menabraknya yg sudah berada dipinggir. Alhasil, Soeun membentur dan tersudut di dinding.

“Aduh!!” Soeun meringis sambil menggosok-gosok bahunya yg menyentuh dinding dengan keras. Ia kali ini hanya diam berdiri dengan wajah kesal ditempat itu sambil terus memegangi bahunya yg terbentur.

“Nona, Kau baik2 saja?” Soeun mengalihkan perhatiannya ketika seseorang mengajaknya bicara. Soeun langsung kaget dengan seseorang yg berada didepannya, orang itupun begitu. “Ah, bertemu untuk yg ketiga kalinya secara tidak sengaja. Nona yg senang berlari malam..” kata pemuda itu sambil tersenyum setelah melihat Soeun. Soeun hanya tersenyum sedikit malu mendengarnya.

“Apa yg kau lakukan disini?” Pemuda itu kembali bertanya pada Soeun. ia memperhatikan Soeun sampai bawahnya. Ia dapat melihat perban yg terlingkar sekitar pergelangan kaki Soeun.

“Hum, Anu..”

Pemuda itu tersenyum melihat ekspresi ragu2 Soeun untuk menjawab pertanyaannya. “Tiga kali bertemu sepertinya selalu dalam kondisi yg kurang menyenangkan pada dirimu. kalau begini tidak bisa lari malam2 lagi..” katanya sambil tersenyum kecil pada Soeun. Soeun lagi2 hanya menjawabnya dengan senyuman setengah malu.

“Terjadi kecelakaan kecil padaku, jadi beginilah akhirnya. aku ingin memeriksa lukaku ini. kau sendiri, hum, ada kepentingan apa disini?” tanya Soeun agak ragu bertanya.

“Ini, aku juga baru saja kembali dari dokter. Dan aku mendapatkan ini..” sahut pemuda itu sambil menunjukkan kantong obatnya.

“Obat apa itu?” tanya Soeun heran.

“Hanya untuk flu dan radang tenggorokan. Kau sendiri? Apa sudah selesai? Kim Soeun-ssi?” Soeun mengangkat wajahnya mendengar pemuda itu memanggil namanya. Pemuda yg ia tahu bernama Lee Donghae itu tersenyum melihat ekspresinya. “Aku mendegar kau berteriak waktu itu. kau juga tahu namaku bukan?” pemuda itu langsung menjawab hal yg sebenarnya ingin Soeun tanyakan sebelumnya. Soeun mengangguk masih sedikit canggung. Entahlah, entah kenapa ia bersikap sangat malu2 didepan pemuda ini.

“Ck, dia pergi kemana sih? Kenapa malah diruang periksanya tidak ada? Ck, dia pasti salah jalan..” eunhyuk lagi2 megomel setelah berjalan ketempat yg lainnya untuk mencari Soeun yg belum juga ia temukan. Eunhyuk heran dengan keberadaan Soeun, karena bahkan ia tidak ada ditempat seharusnya Soeun berada dan menemui dokter.

Eunhyuk kembali mencari sekelilingnya untuk mencari sosok Soeun. Hingga ia berhenti disuatu titik. Eunhyuk sedikit kaget, ia memperhatikan lebih apa yg ada beberapa meter dari tempatnya.

“Kau kesini dengan siapa?” soeun kembali mengangkat wajahnya mendengar pertanyaan Donghae.

“Hum, aku.. aku diantar seseorang tapi ia tidak ikut masuk kedalam. Jadi aku sendirian mencari ruang tempat memeriksa lukaku ini. dan sayangnya, aku sama sekali tidak tahu harus kemana..” kata Soeun sambil cemberut menceritakannya.

“Seharusnya kau tidak dibiarkan sendiri. Kakimu sedang sakit, sementara tempat ini begitu ramai. Seharusnya ada yg menemanimu..” katanya dengan wajah serius. Soeun mengangguk-angguk kecil mendengarnya, membenarkan.

“Belum lagi, aku tak tahu harus kemana..” tambah Soeun lagi.

“Kau sudah sangat salah jalan. Seharusnya kau tadi ketika menemukan tangga belok kekiri bukannya kekanan karena disanalah tempat kau seharusnya menemui dokter yg tepat untuk dirimu. jadi, kau harus kembali ketempat tadi..” kata Donghae menjelaskan kepada Soeun.

“Benarkah? Jadi aku harus kembali lagi kesana? Begitu?”

“Ya, kau harus kembali..” kata Donghae sambil mengangguk. Soeun terdiam, melepaskan nafasnya begitu berat ketika membayangkan harus kembali kesana dengan kondisi begini. Donghae tersenyum melihat ekspresinya. “Mungkin, aku bisa mengantarmu menemukan tempat yg tepat. Ayo pergi denganku saja!” kata Donghae kemudian.

“Benarkah kau mau? Apa tidak merepotkan?” tanya Soeun sedikit tidak enak.

“Walau aku jawab tidak, sepertinya kau tahu nyatanya memang begitu..” kata Donghae sambil tersenyum kecil. Wajah Soeun berubah mendengar ucapan itu, Donghae tersenyum lagi melihat ekspresi Soeun. “Aku bercanda, aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Jadi ayo aku bantu!!”katanya kemudian sambil mengulurkan tangannya pada Soeun.

Eunhyuk dengan cepat meninggalkan tempat itu ketika Soeun dan Donghae berjalan kearahnya. Ia berdecak sambil memikirkan sesuatu, lantas dengan wajah serius meninggalkan tempat itu.

[]

Eunhyuk menggeser posisi duduknya setelah melihat Soeun baru saja keluar dengan seseorang. Eunhyuk berdecak, memperhatikan keduanya yg semakin mendekat kearah mobilnya. Eunhyuk memperhatikan begitu jelas wajah Donghae.

“Ternyata memang kau, Lee Donghae?!”

“Disini?” donghae bertanya ketika soeun menghentikan langkahnya dan memintanya mengantar sampai disini saja. Soeun mengangguk.

“Ya, untuk selanjutnya aku bisa sendiri. Terima kasih ya atas kebaikanmu lagi, hari ini kau begitu sangat membantu. Aku benar2 merasa senang atas semua bantuanmu. Gomawo..” kata Soeun sambil tersenyum pada Donghae. Donghae mengangguk.

“Sama-sama, semoga setelah ini kau lebih berhati-hati. Ya sudah, aku pergi ya, Soeun-ssi, Annyeong!!” kata Donghae sambil tersenyum dan mengangkat tangannya sebelum akhirnya ia berbalik dan meninggalkan Soeun disana. Soeun menatap kepergian Donghae.

“Sekali lagi, Gomawoyo!!!” Soeun kembali berteriak pada Donghae yg perlahan menjauh. Donghae hanya mengangkat satu tangannya mendengar seruan Soeun dan terus berjalan tanpa kembali menoleh kebelakang. Soeun langsung senang setelah itu, hingga jingkrak2 beberapa kali tapi akhirnya menghentikannya setelah ia merasakan ngilu dikakinya. Dimobil, Eunhyuk hanya geleng2 kepala melihat tingkahnya.

[]

“Apakah nona sudah selesai..” Soeun langsung terdiam ketika baru saja membuka pintu dan Eunhyuk menyindirnya. Soeun berdecak, menatap Eunhyuk tak menatapnya tapi menunjukkan wajah yg kesal.

“Maaf, membuatmu lama menunggu masalahnya tadi aku tersesat jadi agak sedikit lama..” kata Soeun kemudian.

“Lebih lama juga tidak apa2, sopirmu bisa menunggu lebih lama..” kata Eunhyuk masih terdengar sinis. “Mungkin kau bisa berkeliling dulu dengan seorang pemuda yg tampan lantas kembali saja lagi kesini setelah dua jam berikutnya. Jangan cemas, SOPPIRMU INI masih bisa menunggu lebih lama!” kata Eunhyuk menekan suaranya lagi.

“Dia kenalanku, dia tadi yg membantuku menemukan ruang periksa. Jangan salah faham, aku bukannya sengaja membuatmu menunggu!” kata Soeun dengan cepat. Eunhyuk berdecak, lantas menatap Soeun masih dengan wajah yg kesal.

“Kau tahu, gara2 menunggumu aku jadi terlambat untuk pergi kencan. Kau itu benar2 sangat begitu lelet sehingga membuang waktuku kau tahu?!”

“Kan sudah aku katakan, aku tadi sempat salah jalan. Lagipula, kau begitu tahu kalau kakiku sedang sakit seharusnya kau tadi tidak melepasku sendiri tahu!!” kata Soeun tak kalah kesal.

“Aish, kau ini!” Eunhyuk kembali menunjukkan wajah kesalnya. “Terserah kau sajalah, sekarang cepat masuk sebelum aku benar2 meninggalkanmu!!” serunya dengan kesal pada Soeun.

“Iya!!” kata Soeun sedikit kesal.

[]

Suara musik yg sangat keras terus menghentakkan gendang telinga. Didalamnya, semua orang sibuk berpesta dengan aliran musik yg membuat mereka semakin menggila. Bau alkohol dan asap rokok memperlengkap suasana yg benar2 tidak enak untuk dilihat bagi orang yg tidak suka apa itu dunia malam.

Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook tampak baru saja memasuki ruangan itu. ketika baru saja masuk, beberapa wanita tampak menghampiri mereka. Mereka hanya memberikan senyuman dan membiarkan wanita2 tiu mengikuti mereka sampai ketempat duduk.

“Hum, aku yg ambil minum yah!!” Kali ini Sungmin kembali bangkit, lantas setelah itu ia beranjak menuju bar. Sambil menunggu Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook tampak bercengkrama dengan wanita2 disekitar mereka.

_

Seorang wanita memasuki bar itu. ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan, lantas setelah menemukan sosok yg dicarinya ia mendekat.

“Eunhyuk-ah..” Eunhyuk berpaling ketika seseorang memanggilnya. Wajahnya langsung berbinar melihat kedatangan wanita tersebut. Ia bangkit dan menghampiri gadis itu.

“Hey, kau datang?” tanyanya pada gadis itu. gadis itu hanya tersenyum kecil, lantas mengalihkan perhatiannya pada gadis2 lainnya disekitar Eunhyuk. Eunhyuk hanya menatapi saja.

“Sepertinya sedang bersenang-senang..” katanya pada Eunhyuk.

“Bukan, semuanya hanya teman. Bergabunglah!!” ajak Eunhyuk pada gadis itu. gadis itu tersenyum kecil.

“Aku tidak suka kencan ganda, kita cari tempat lain bagaimana?” tanya gadis itu menawarkan.

“Begitu..” gumam Eunhyuk ragu, ia mengalihkan perhatiannya pada Ryeowook. Ryeowook hanya memberikan senyuman kecilnya, tandanya ia tak keberatan. Eunhyuk kembali berpaling pada wanita disampingnya. “Baiklah, kita cari tempat lain..” kata Eunhyuk kemudian. gadis itu terlihat puas. Lantas keduanya beranjak dari tempat itu.

[]

“Eonnie… ceritakan padaku, apa saja yg terjadi tadi?!” Soeun langsung mengalihkan perhatiannya lagi pada Sulli ketika ia baru saja masuk dan langsung menghampiri Soeun. Soeun hanya geleng2 kepala melihatnya.

“Memangnya apa yg akan terjadi? kenapa kau sampai bertanya begitu?” tanya Soeun seadanya.

“Yah, kaliankan hanya pergi berdua. Apa memang tak terjadi apapun?” tanya Sulli penasaran.

“Maksudmu?!”

“Hush..” Sulli mengomel sambil melepas nafasnya sedikit berat. “Sepertinya memang tidak terjadi apapun. Sia2, saja kalau begini..” kata Sulli kemudian. Soeun semakin heran.

“Tunggu, maksud ucapanmu apa? Aku tidak mengerti?!” kata Soeun pada Sulli.

“Sudahlah, lupakan. Eonnie, aku lelah, eonnie tidur duluan saja yah. Selamat malam, semoga mimpi indah..” kata Sulli yg semakin membuat Soeun bingung. Sulli kemudian beranjak meninggalkan Soeun yg sama sekali masih tak mengerti.

“Huh, dua orang ini payah, dikasih waktu bersama malah tidak melakukan apapun!!” Sulli mengomel setelah menutup pintu kamar Soeun. ia berdecak, terdiam sambil berfikir.

“Aku harus pastikan mereka bisa dekat kalau perlu pacaran. Satu2nya wanita yg aku restui untuk oppa hanya Soeun eonnie. Tidak untuk wanita2 genit yg senang berdekatan dengannya itu, apalagi untuk Noona Noona Killer seperti pacarnya yg sekarang ini!!” katanya mengomel.

Sulli merogoh ponselnya, setelah mengotak atik sebentar ia memperhatikan sebuah gambar yg diam2 ia dapatkan beberapa hari yg lalu setelah mengikuti Eunhyuk. Inilah Sulli, dia adalah adik perempuan yg begitu ingin ikut campur urusan percintaan kakak laki2nya. Selama ini, Sulli mengikuti semua kisah cinta Eunhyuk dan mencari tahu wanita yg tengah dengan Eunhyuk selama ini. ia selalu mengambil gambar wanita2 itu secara diam2, lantas menilai sendiri ia suka atau tidak dengan wanita2 kakaknya itu.

Oppanya playboy yg payah, begitulah kata Sulli. Sudah banyak foto2 wanita yg dekat dengannya yg Sulli dapatkan dan tak ada satupun yg Sulli sukai. Menurut Sulli, wanita2 itu benar2 terlihat centil sekali kepada oppanya belum lagi wajah mereka yg bagi Sulli benar2 terlalu menor karena kelebihan Make Up. Itulah mengapa ia sangat menyukai tipe Soeun yg sederhana dan menurutnya memiliki kepribadian serupa dengannya. Ia fikir, gadis seperti Soeunlah yg cocok untuk oppanya. Apalagi, dari Diary Soeun ia tahu kalau Soeun nyatanya menyukai oppanya. Itulah sebabnya, ia berusaha mendekatkan mereka berdua dengan tujuan Eunhyuk menjauhi wanita2 tidak jelas ini, dan bersama Soeun. toh mereka terlihat serasi bagi Sulli.

Sulli menatap gambar itu sekali lagi, lantas berdecak kesal setelah itu.

[]

Musik masih menghentak dengan begitu kuat ketika Eunhyuk dan gadis yg tadi masih sibuk bergerak mengikuti irama dibawah kilatan lampu. Mereka berdua tampak bergabung dengan orang2 lainnya yg juga sibuk berfantasi didunia mereka sendiri-sendiri.

Eunhyuk tersenyum sambil melingkarkan tangannya dipinggang wanita dihadapannya sementara wanita itu melingkarkan tangannya dileher Eunhyuk. Mereka terus mengikuti irama yg tergolong ngebeat itu.

Zztt…

Eunhyuk merasakan getaran ponselnya tapi ia berusaha tidak mengacuhkannya dan masih tetap saja asyik dengan kegiatannya.

Zzzt…

“Kau haus G.Na?” tanya Eunhyuk pada wanita itu. wanita yg bernama G.Na itu menggeleng dengan cepat.

“Tidak, aku ingin lama2 denganmu disini saja ya..” katanya sambil tersenyum pada Eunhyuk. Eunhyuk balas tersenyum.

“Baiklah, As Your Wish..” sahut Eunhyuk kemudian.

Zzzzt…

Eunhyuk merasakan ponselnya kembali bergetar, sebenarnya ia berniat mengangkatnya, tapi yah itu sangat menganggu untuk saat ini. G.Na kali ini mengangkat wajahnya dari bahu Eunhyuk, dan menatap Eunhyuk.

“Angkatlah dulu..” katanya sambil tersenyum. Eunhyuk agak kaget juga, ia tidak menyangka awalnya kalau G.Na tahu kalau ponselnya sedang berdering. “Setelah itu, kembali kesini ya..” kata G.Na kemudian.

“Hanya sebentar saja, setelah itu aku kembali kesini dan kita melanjutkan hal ini..” kata Eunhyuk sambil tersenyum pada G.Na. Gna mengangguk. Eunhyuk kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.

[]

Eunhyuk melangkah keluar dari bar hingga kini ia berada dibagian belakang bar yg tergolong sepi dan tidak terlalu berisik. Ia kemudian melihat kelayar ponselnya, agak kaget menemukan nama adiknya. Ia mengangkat ponsel sedikit tidak sabaran.

“Hallo..” katanya cepat.

“Oppa…” kata Sulli setengah manja diujung sana.

“Ada apa? Apa yg terjadi?” tanya Eunhyuk sedikit tidak tenang.

“Oppa.. perutku sakit sekali. Aku tidak tahu karena apa, aku benar2 merasa kesakitan..” rengek Sulli.

“Benarkah? Memangnya apa yg kau makan? Trus ibu Seo mana?” tanya Eunhyuk setengah panik.

“Ada, tapi itu sama sekali tidak menolong..” keluh Sulli dari ujung sana.

“Tidak menolong? Lalu aku harus bagaimana? Bagaimana kau tidak pergi kedokter saja?”

“Aku kedokternya bersamamu saja oppa. Oppa cepatlah pulang, aku membutuhkanmu..” rengek Sulli.

“Pulang? Tapi aku..”

“Oppa, aku mohon. Aku benar butuh bantuanmu, memangnya kau mau terlambat sehingga nanti kau pulang aku tinggal mayat?!”

“Apa yg kau katakan?! Jangan asal bicara begitu! Baiklah, tahan sebentar ya, setelah ini aku pulang..”

“Jangan lama2 ya oppa, aku sudah tidak tahan..”

“Iya iya, secepatnya aku akan pulang. Tahan sebentar ya..” kata Eunhyuk.

“Ya, aku tunggu..”

Tut Tut..

[]

Eunhyuk dengan cepat menuju tempat duduknya tadi. Disana tampak Ryeowook dan Sungmin yg masih asyik bermain-main dengan wanita2 disamping mereka.

“Aku pulang duluan ya..” kata Eunhyuk cepat sambil meraih kunci mobilnya diatas meja. Ryeowook dan Sungmin agak kaget melihatnya.

“Kenapa terburu-buru?” tanya Ryeowook.

“Adikku sakit, aku harus membawanya kedokter..” kata Eunhyuk sambil memakai jaketnya.

“Memangnya pelayanmu yg banyak itu pada kemana? Kenapa harus kau sendiri yg mengurusnya?” tanya Sungmin.

“Kau tahu sendiri dia pasti selalu hanya ingin aku yg mengurusnya. Lagipula kalau sudah tahu begini, aku sudah tidak bisa lagi tenang..”

“Lalu G.Na?” tanya Sungmin. Eunhyuk terdiam mendengar pertanyaan itu, ia lantas mengalihkan pandangannya kearah yg lain.

“Aku akan urus nanti. Yang jelas, sekarang aku pergi dulu ya..” kata Eunhyuk kemudian.

“Ya, hati2lah..” kata Ryeowook. Eunhyuk hanya mengangguk lantas meninggalkan tempat itu.

_

“Sudah selesai?” G.Na tampak senang ketika Eunhyuk lagi2 menghampirinya. Eunhyuk hanya menatap G.Na agak berat menyampaikan maksudnya.

“Sudah..”

“Kalau begitu, kita turun lagi bagaimana?”

“G.Na maaf..” G.Na yg sudah menarik tangan Eunhyuk menghentikan langkah mendengar ucapan Eunhyuk. Ia menatap Eunhyuk. “Aku harus pulang sekarang, ada kejadian kecil terjadi dirumah..” kata Eunhyuk kemudian.

“Loh, katanya malam ini untuk kita..” kata G.Na

“Aku juga inginnya begitu, tapi sepertinya bukan malam ini aku benar2 harus pulang. Maaf ya, tapi aku janji akan mengganti hari ini..” kata Eunhyuk. G.Na hanya terdiam mendengarnya. “Maaf kalau aku membuatmu kecewa, tapi aku benar2 harus pulang aku mohon pengertianmu..” kata Eunhyuk lagi.

“Baiklah..” G.Na menyahut setengah tidak tulus. Eunhyuk mengusap rambutnya dan mencium dahinya.

“Terima kasih ya, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa besok disini ya..” kata Eunhyuk kemudian. setelah G.Na mengangguk Eunhyuk meninggalkan tempat itu.

G.Na menatap kepergian Eunhyuk yg mulai menghilang diantara kerumunan orang. setelah beberapa saat, ia merasakan getar diponselnya. Ia membaca pesan yg masuk ke inboxnya.

“Lihat, Eunhyuk lebih memilihku daripada dirimu!!”

G.Na sangat kaget dengan ponselnya yg diterimanya, ia mengangkat wajahnya ketempat tadi dimana Eunhyuk telah menghilang sama sekali.

[]

Soeun beranjak dari tempat tidurnya beranjak menuju meja yg berada tidak jauh darisana. Setelah mencapai meja tersebut, ia kemudian meraih sesuatu yg terletak diatas meja.

“Saatnya minum obat..” kata Soeun sambil meraih bungkusan didepan meja tersebut. Lalu membuka bungkusannya untuk mengambil sesuatu didalamnya. Ketika ia baru saja mengeluarkannya, ia agak kaget dengan isinya.

“Ini kok..” Soeun heran sambil memperhatikan isinya yg ternyata sangat berbeda dari yg ia terima dari petugas apotek tadi. Ia memperhatikan kembali obat2 itu, lantas meraih kertas resep serta pembelian obat yg juga ada didalamnya.

“Lee Donghae? Ini obatnya pemuda penolongku itu? astaga, bagaimana ini, obat kami tertukar..” Soeun mengeluh sedikit tidak percaya setelah membaca kertas itu. Soeun terdiam, berfikir, ia bingung harus melakukan apa sekarang.

“Pasti dia tadi juga tidak menyadarinya dan sekarang juga sedang kebingungan mencari obatnya..” kata Soeun sambil berfikir. “Apa yg harus aku lakukan sekarang? Aku juga sama sekali tidak tahu nomor ponselnya. Ini semua jelas gara2 aku, sudah tadi merepotkannya dengan menemaniku sekarang ditambah dengan ini, benar2 membuatku tidak enak sekali..” kata Soeun mengeluh. Soeun tampak memikirkan sesuatu.

“Eonnie!!”

Soeun berbalik ketika Sulli tiba2 masuk kekamarnya. Sulli kemudian mendekat pada Soeun.

“Eonnie, ayo ikut aku..” ajak Sulli dengan cepat.

“Kemana?” tanya Soeun heran.

“Sudah lihat saja nanti, ayo!!” ajak Sulli sambil berusaha membawa Soeun keluar dari kamarnya.

[]

Eunhyuk dengan cepat keluar dari mobilnya setelah ia baru saja sampai. Lantas kemudian, dengan terburu-buru ia segera memasuki rumahnya.

“Sulli Sulli!” Ia berseru memanggil adiknya dengan tidak sabaran. Melintasi ruang tamu, menaiki tangga, dan lantas membuka kamar Sulli. Ia bertambah panik karena tidak menemukan Sulli bahkan siapapun. “Sulli! Ibu Seo! Semuanya kemana?” tanya Eunhyuk benar2 heran bercampur panik.

“Sulli!”

“Iya!!”

Eunhyuk berbalik ketika suara Sulli terdengar dari belakangnya. Agak kaget menemukan adiknya berdiri dibelakangnya, Eunhyuk segera menghampirinya.

“Apa yg terjadi? kau baik2 saja?” Eunhyuk bertanya cemas sambil memeriksa keadaan adiknya. Sulli malah tersenyum.

“Aku tidak apa-apa. Baik-baik saja..” sahutnya. Eunhyuk mengangkat wajahnya, lebih menatap Sulli dengan pandangan sedikit kaget dengan ucapan Sulli.

“Lalu tadi?” tanyanya. Sulli tersenyum.

“Kemarilah oppa!” Eunhyuk yg masih bingung hanya mengikuti Sulli yg menariknya menuju arah kolam berenang dan belakang rumah mereka.

[]

Eunhyuk hanya terus mengikuti Sulli hingga akhirnya mereka mencapai kolam berenang. Eunhyuk hanya sedikit kaget dengan yg ada disana. Ibu Seo & semua pelayan disana, semuanya berkumpul sambil menyiapkan makanan-makanan. Disudut lainnya, ia bisa menemukan sebagian pelayan yg sibuk membakar daging Barbeque.

“Apa ini?” tanya Eunhyuk benar2 kaget.

“Sebuah pesta..”

“Pesta?!” Eunhyuk benar tak habis fikir. Tapi pandangannya tersita pada bagian yg lain, disana Soeun tampak sibuk dengan lilin disekitarnya. Apa yg gadis itu lakukan?

“Sebuah pesta sebagai sambutan untuk Soeun Eonnie..” kata Sulli kemudian. “Aku yg merancang semua ini..”

“Tunggu!” Eunhyuk berseru sambil menghentikan langkahnya membuat Sulli juga menghentikan langkahnya. “Jadi yg tadi itu, kau membohongiku?” tanya Eunhyuk pada Sulli dengan nada yg kesal.

“Soalnya kalau tidak begitu kau pasti tidak akan mau pulang. Jadi terpaksa aku menipumu..” jawab Sulli dengan polosnya.

“Astaga, kau ini benar2. Apa kau tidak tahu kalau aku begitu cemas?!”

“Maaf, tapi oppa lihat bukan aku tidak apa2. Aku melakukannya agar oppa ada disini..” kata Sulli lagi.

Eunhyuk berdecak, geleng2 kepala sambil menatap adiknya itu. “Kau ini memang tidak pernah kapok ya mencari masalah denganku..” katanya kemudian.

“Siapa yg mencari masalah? Aku hanya ingin mengajakmu bergabung dengan pesta kami. Ayo kesinilah oppa..”

Eunhyuk hanya geleng2 kepala melihat adiknya yg lagi2 membuat ulah lagi. Eunhyuk akhirnya perlahan mulai mengikuti adiknya yg telah bergabung kedekat meja dimana para pelayan sibuk. Ia mengalihkan pandanganya, menuju Soeun yg masih berada ditempat yg sama sambil menyalakan belasan lilin disekitarnya.

“Oppa, ayo kemari!” Eunhyuk mengalihkan lagi pandangannya menuju Sulli yg kembali memanggilnya. Eunhyuk menghela nafas, lantas berjalan menghampiri Sulli. Menghadapi, rencana Sulli untuk selanjutnya?!

[TBC]

Komen sama Ratenya ditunggu ya Reader, Gomawo ^^

 

25 Comments Add yours

  1. dhiyah zT mengatakan:

    wwwuuaahhhh , kadang” s sulli da guna y jd .
    kekeke #d gaplok ma sulli

    next part y jngan kLmaan ea ^^

  2. Vita mengatakan:

    Ak nunggu kelanjutan ff ini loh thor hehe
    hm.. Eunhyuk kenal sm donghae? Akankah cinta segi-3? Hehe
    next part ditunggu😀

  3. seli m (kaoru) mengatakan:

    eon bru nongol nih stelah skian lama bertapa ..
    dh kangen ma semua lanjutan ff eun ^^

    wah si eunhyuk sneng amat ngegoda soeun ..
    btw itu si eunhyuk gg cemburu ya soeun deketan ama donghae ?!
    berharap sih si eunhyuk cemburu, hehe ^^v..

    ok eun di tunggu kelanjutannya n yang lainnya jga yah ..
    eun btw ff yg jdulnya “les’t replay” n “bonamana” msih lanjut kah ?! berharap sih lanjut.

  4. astrielf mengatakan:

    i like it,makin seru ceritanya aku suka yang bagian so eun bilang kalo diarynya itu punya kekuatan magic,lanjut eon next post yg love me as you can ya hehe

  5. Helda wati mengatakan:

    Yah suli ada2 aja, hyukppa udah panik, hahaha makin seru ya, cpat dilnjt dch.

  6. Cinta Kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Sukaaaaa bnget sma ff kalau cow itu jeolus sma eonnie soeun….

    Di tunggu part brikutnya…
    Manteb bnget ya si sulli…..

    Aku dukung rencana sulli eonnie!

  7. owni mengatakan:

    hahahhaahaha..ternyata sulli pintar juga
    keren deh, d tunggu part slnjut’a

  8. nanda dwi lestari mengatakan:

    author suka banget deh sama ceritanya.
    aku pembaca baru loh disiniiiiiiiiiiiiiii..
    maaf belum bisa comment semua ff disini ya thor hehehe
    ditunggu part selanjutnya!😀

  9. Anna mengatakan:

    Kekekek sulli trnyt jd makcomblang nieeyy,,smg brhsil deehh tp klo ga soeun ma donghae jg ga pa2 wkwkwk pngn eunhyukny jeleuos and mnysal sekesel2ny dtggu sgr klntny gomawooo🙂

  10. Elisoniac mengatakan:

    jiah ne si eunhyuk perannya sok dingin ya… keren chingu … ditunggu lanjutannya..^^

  11. Nury elf mengatakan:

    Sneng bnged ama cerita yg ini ^^
    btw si sulli bisa jja yah jdi mak comblangnya .. Hehe
    wah gile tuh si eunhyuk msa si Gna di embat jga .. Ckckck
    ok deh kk nek part di tunggu yach ^^

  12. mayaulidhasso mengatakan:

    horeeee !!!!!!
    akhirnya dipost jg setelah sekian lamaaaaaaaaaaa ..hahahah 😀
    kira2 apalagi yg bakal dilakuin Sulli bwt nyatuin SoEunhyuk ya??
    penasarann aku ..
    dipost yaa author ..

    eh, iy author sekarang kn lagi liburr panjang yahh jadi, ff2 ny dipost segera dong authorr(permintaan aku.. kabulin yahh …iya iya iya iya iya ..) hehehe maksaa..
    sebelumnya gomawo author ^^

  13. djkyussoloverz mengatakan:

    mian bru bsa comment cz laptop bru balik dr di instal;……………..ox crita x seru pi lbih seru x pas donghae oppa ktmu sm so eon eonni so swet mdh mdhan donghae oppa suka sm so eun eonni……. trus knp eunhyuk bsa knal sma donghae??? ###penasaran####
    lanjutannya di tunggu i like it…….!!!!!

  14. geill mengatakan:

    ehhhhhhhhhhhhhh, so eun jumpa lg ama donghae seru ni……………..
    apa bakal ada cinta segitiganya ni?????????????????????????
    penasaran ama ceritana, jd jgn lama2 kelanjutannnya ya!!!!!!!!!!!!!!!!!
    top deh buat author >_<
    "SEMANGAT"

  15. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Adduuuuhh, kmu low bikin cerita kok ya keren-keren sih?? apa resep_y??? saya juga mau seperti kamu..

    Cerita ini seru,, enk jg low bkin eunhyuk cmburu. eeehh, tp ko dia tahu donghae sih?? emng donghae tuh siapa sih sbnr_y??

  16. @endah_hyukiELF mengatakan:

    Chaaaa akhirny ff yg aku tunggu udaah ada klnjutannyaaaa
    niiih ff aku slalu tungguuuuuu

    smoga sifat eunhyuk yg cassanova itu hilaaaang yaaaaaa
    sprti nya sulli tuuh yg sms k G.na?

    Ayoo aku dukung sulli buat prsatukan so eun sma eunhyuuuk #jingkrak2

  17. ira sparkyu mengatakan:

    maaf baru komennn eon…………. lanjut nya jangan lama-lama dong eon.. aku pingin liat eunhyuk oppa jatuh cinta sama soeunnie… banyakin adegan cemburunya eunhyuk oppa ya? #kedipkedip..
    daebakkk deh buat cerita eon,,,,
    ditungguuuuu

  18. ticha_ mengatakan:

    hahah_sulli emAnk bAnyAk akAl_Q skA_ska
    wAh_sepert!’X eunhyuk cembekur amA hAepA??!
    hmm_menAr!k_bkln ad se!tigA c!ntA ne_hahaha
    apa y9 akn t’jD d!pesta kec!l”an sulli???kt l!At next pArt’X_hahahaha
    daebAk eun_lanjuuutttt

  19. kim sohyun mengatakan:

    hihihihi…
    sulli lucu banget..:D

  20. SonELF alma mengatakan:

    Hehehe cerita’y bagus

  21. anastasia erna mengatakan:

    sedih..waktu so eun cerita tentang diri nya..ke sulli…
    tapi untung sulli jg yg minta agar so eun boleh tinggal di rumah nya…
    ah…dong hae…berasa ga enak nich…
    tapi keren…

  22. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaa….. Donghae oppa_memng pahlawan Sso eunni…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

    ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=))
    Sulli_makin gencar nih jodohin oppa ηγά̲̣̥…
    Lanjutttttt

  23. kim Ra rA mengatakan:

    waaaah hae pa super Hero nya Sso nich…?
    tapi hyuk pa kenal sama hae pa yach…?
    sulli nakal nich…/ xixi sekarang jadi cupid buat deketin Oppa kesayangannya sama Sso…

  24. kim Ra rA mengatakan:

    waaaah hae pa super Hero nya Sso nich…?
    tapi hyuk pa kenal sama hae pa yach…?
    sulli nakal nich…/ xixi sekarang jadi cupid buat deketin Oppa kesayangannya sama Sso…!!!

  25. Rani Annisarura mengatakan:

    wah eunhyuk grogi nih apalagi so eun sekarang tinggal di rumahnya…..

    Ternyata sulli udah tau ya isi diarynya so eun,,, makanya aja dia curiga dengan hubungan so eun & eunhyuk…..

    Wah so eun ketemu lagi nih yang marganya lee,,, yaitu donghae…..🙂

    Eunhyuk dikerjain segala sama sully😀
    Lucu banget…..

    Kayaknya di part ini banyak kejadian-kejadian baru….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s