~A Debut Project Part2~


 

Anyeong all, aku kembali dengan FF ini. maaf ya, karena membuat semuanya menunggu lanjutannya sedikit lama. Tapi sekarang aku udah bawa lanjutannya, semoga enjoy!!

“Tapi semua tetap saja berbeda. Belajar darimu, bagaimana mungkin aku bisa nyaman seperti dulu setelah darisini? kau sendiri tahu bukan, jadi artis itu sama sekali tidak menyenangkan dan tidak bebas. Sementara aku hanya menginginkan sebuah hidup yg penuh kebebasan..”

“Waaah….” Taemin bergumam kagum ketika ia baru saja membuka jendela dan melihat keluar sana dengan begitu kagum. Taemin lantas membalikkan badannya menatap Soeun yg duduk tenang disampingnya. “Noona lihat, kita sudah sampai SM Trining Center” katanya sambil menarik-narik tangan Soeun. Soeun hanya mendecak dan menarik lagi tangannya.

“Sudahlah..” Soeun menyahut datar.

“Yah Noona, liat dulu!!” Taemin merengek.

“Diam lah, jangan berisik!” kata Soeun kesal sambil menutup telinganya. Taemin cemberut mendengarnya. Sementara Victoria yg berada disamping sopir hanya tersenyum melihatnya.

“Sudahlah, biarkan saja Taemin. Soeun memang selalu begitu, ia tidak tahu betapa hebatnya SM Trining Center” kata Victoria pada Taemin yg langsung mendapatkan pandangan kesal Soeun.

[]

Soeun duduk tenang di sebuah bangku dalam ruangan itu sambil memainkan ponselnya. Perlahan, ruangan yg tadinya terbilang sepi kini mulai dipadati oleh orang2 yg berdatangan. Taemin yg berada disampingnya tampak sibuk dengan PSP yg dibawanya.

“Hay, ketemu lagi!!” Soeun dan Taemin serentak mengangkat wajah ketika seseorang berseru dan berdiri didepan meja mereka.

“Huh, kau lagi!!” Taemin tampak sedikit mengomel melihat gadis itu. Sulli hanya cemberut, lanta mengalihkan perhatiannya pada Soeun.

“Hay, Eonnie?!” sapanya pada Soeun. soeun hanya balas memberikan senyuman, untuk selanjutnya Sulli berpindah dan duduk disamping Soeun.

“Hum, sambil menunggu lebih baik memperbaiki penampilan..” Sulli tersenyum sambil meraih beberapa perlengkapan Make Up dan cermin. Sulli kemudian mulai sibuk berdandan, Taemin mengangkat wajahnya melihat yg dilakukan Sulli. Setelah itu, ia berpaling sambil geleng2 kepala.

[]

“Selamat pagi..”

“Selamat pagi!”

Semua orang menyahuti sapaan yg diberikan oleh seseorang yg masuk kedalam ruangan itu. orang  yg dimaksud adalah salah satu dari 3 juri yg menilai penampilan peserta beberapa hari yg lalu.

“Sekali lagi, kami ucapkan selamat datang bergabung bersama kami bagi anda semua yg telah berhasil lolos dalam seleksi yg kami adakan. Anda semua adalah 25 orang yg terpilih untuk mendapatkan pelatihan khusus oleh kami, serta untuk selanjutnya kami akan membantu anda untuk mencapai mimpi anda untuk menjadi orang yg sukses melalui jalur entertaiment..” Juri Kangta mulai kembali memberikan penjelasan.

“Baiklah, sebelumnya perkenalkan Saya adalah Kangta, kalian bisa memanggil saya Kangta Seonsaengnim saya adalah orang yg bertanggung jawab mengajari anda mengenai seluk beluk alat musik. Saya adalah guru musik anda yg baru sekaligus salah satu pengawas serta penanggung jawab atas anda semua..” kata Kangta Seonsaengnim katanya memperkenalkan diri.

“Ditempat ini, anda dilatih dan diberikan bekal untuk menghadapi tantangan dalam dunia hiburan. Anda semua wajib mematuhi peraturan2 yg ada disini, karena kalau anda tidak mematuhinya anda mungkin saja bisa kami keluarkan dari tempat kami. Karena bagi kami, kedisiplinan adalah poin yg  penting..”

“Ada banyak peraturan yg wajib dipatuhi oleh semua peserta pelatihan. Nanti anda bisa melihat sendiri peraturan2 didalam buku yg nantinya akan kami berikan kepadan anda semua. Anda bisa mempelajarinya, dan memberikan pertanyaan pada semua pelatih dan guru yg ada disini apabila ada hal yg kurang anda fahami..”

“Baiklah, untuk lebih jelasnya mungkin anda bisa lihat nanti dalam buku bukti keanggotaan SM Training Center. Disana nanti anda juga akan diberikan informasi mengenai semua proses yg harus anda jalani disini mencakup rekan sekamar anda diasrama….”

[]

“Mana kamarnya?” kata Sulli sambil sibuk celingukan mencari kamarnya sambil melihat kertas ditangannya. Dibelakangnya, Soeun tampak mengikuti bersama Taemin disampingnya. Taemin hanya berdecak melihat Sulli didepannya.

“Sulit dipercaya, kenapa Noona harus satu ruangan dengan dia..” omel Taemin sambil menatap Sulli yg berjalan didepannya.

“Memang kenapa?” tanya Soeun heran.

“Dia itu terlalu cerewet dan banyak bicara, aku yakin Noona tidak akan betah dengannya..” kata Taemin masih mengomel. Soeun berdecak.

“Denganmu saja aku betah bagaimana mungkin aku tidak betah dengannya..” kata Soeun sambil berjalan mendahului Taemin. Taemin berdecak mendengar ucapan Soeun.

“Akukan tidak cerewet!” protesnya cepat lantas mengikuti Soeun.

“Ini dia nomor 34..” Sulli kali ini kembali tersenyum setelah berdiri didepan sebuah kamar. Soeun dan Taemin ikut mendekat. “Eonnie, ini tempat kita..” kata Sulli ceria pada Soeun.

“Ayo Masuk dan liat2!” seru Taemin cepat.

“Ck, siapa kau? Inikan asrama perempuan mana boleh kau masuk?!” sulli dengan cepat memotong ucapan Taemin. Taemin berdecak mendengarnya.

“Akukan harus melihat keamanan ruangan ini, siapa tahu bahaya untuk Soeun Noonaku. Lagipula, setelah tahu Soeun Noona sekamar denganmu terus terang saja aku jadi khawatir!” ketus Taemin.

“APA KATAMU?!” Sulli menyahut kesal setelah ucapan Taemin. “Apa maksud ucapanmu huh?! Enak saja”

“Ssst! Kalian ini berisik sekali. Kalian tidak lihat semua orang jadi memperhatikan kita!” Soeun dengan cepat ikut mengomeli keduanya yg membuat semua orang menoleh kepada mereka karena ribut2 keduanya.

“Habis dia ini berisik sekali Noona..” sahut Taemin pada Soeun.

“Kau yg berisik, Silly Boy!”

“Apa katamu?!”

“Ck, apa kalian tidak bisa tidak berisik? Jangan sampai kita kena tegur karena permasalahan ini. Taemin, sebaiknya kau pergi mencari kamarmu juga, kau belum melihat keadaan kamarmu bukan?!” kata Soeun untuk meredakan kehebohan yg mereka berdua timbulkan ditempat baru itu.

“Tapi Noona, aku ingin menemanimu. Kau pasti butuh bantuanku..”

“Tidak, sebaiknya kau pergi kekamarmu dan mengurus keperluanmu sendiri aku bisa mengatasi ini. taemin, sebaiknya kau pergi kekamarmu saja..”

“Apa aku tidak bisa tinggal disini denganmu?!”

“Mana boleh seperti itu! kau itu laki2 mana boleh ikut tinggal dengan kami disini!” Sulli malah menyahut cepat membuat Taemin berdecak padanya.

“Apa kau tidak bisa untuk tidak ikut campur mengenai masalah kami?!” ketus Taemin.

“Kau saja yg aneh, mana mungkin laki2 ikut tidur disini bersama kami?!” balas Sulli.

“Siapa yg mau bersamamu? Kau tidak dengar aku memintanya hanya pada Soeun Noona?”

“Tapi dia sekamar denganku, sekamar dengannya berarti sekamar denganku…”

“Ck, terserah kalian sajalah. Aku mau masuk!!”Soeun yg benar2 sudah kehabisan cara menenangkan dua orang tersebut akhirnya memutuskan untuk meninggalkan keduanya disana. Soeun menarik barang bawaannya memasuki ruang asramanya.

“Ya Noona, kenapa pergi?!” Taemin berniat menyusul Soeun tapi lagi Sulli menghalanginya.

“Ini daerah perempuan, laki2 tidak boleh masuk. Pergi sana hush hush!!”

“Aish kau ini, kau benar2 menyebalkan..”

“Kau yg menyebalkan! Sudah tahu ini asrama perempuan malah bersikeras untuk masuk. Kau mau aku berteriak memanggil semua orang agar kau dimarahi?!” kata sulli meladeni. Taemin berdecak sekali lagi mendengarnya. “Jadi Silly Boy pergilah sana! Hush pergilah!!” usir Sulli tertawa puas.

“Beraninya kau mengatakan semua itu padaku!” kata Taemin begitu kesal. Sulli tersenyum mengejek padanya membuat Taemin semakin kesal.

“Hush, pergilah Silly boy. Jangan membuat keributan disini..” Sulli tersenyum puas sebelum meraih daun pintu lalu menutupnya dan membiarkan Taemin tinggal disana. Taemin berdecak kesal setelah itu.

“Aish, gadis itu benar2 menyebalkan!” omelnya begitu kesal.

[]

“Ini tempat tidurku, dan itu punya Eonnie jadi tiga lagi siapa?” tanya Sulli pada Soeun ketika mereka sibuk berbenah barang bawaan mereka.

“Entahlah, aku juga tidak tahu, mungkin sebentar lagi datang..” sahut Soeun sambil menyusun beberapa bonekanya ditempat tidur barunya. Sulli mengangguk, ia mengalihkan perhatiannya menuju ruangan yg baru dimasukinya itu. umumnya, ruangan itu tidak terlalu luas tapi sangat nyaman untuk ditempati oleh lima orang. ada lima ranjang yg terdiri dari dua ranjang bertingkat  yg dipisahkan oleh sebuah ranjang yg terletak ditengahnya. Didepan mereka ada lima lemari yg digunakan untuk meletakkan pakaian2 penghuni asrama. Yah, sejauh ini, semua cukup aman dan nyaman.

Tok Tok Tok

Soeun dan Sulli saling bertatapan ketika mendengar seseorang mengetuk pintu. Lalu kemudian keduanya beranjak untuk mendekati pintu. Sullipun meraih gagang pintu dan membukanya.

“Anyeong haseyo..” Soeun dan Sulli menatap kikuk pada seorang gadis berkaca mata yg berdiri canggung didepan mereka. Krystal mengangkat wajahnya dengan ragu2.

“Ya, ada apa?” tanya Sulli padanya.

“A-Aku adalah penghuni asrama kamar 34 di tempat tidur nomor 5. Hum, disini nomor 34 bukan?” katanya ragu dan gugup. Sulli berpaling menatap dinding disampingnya.

“Lihat sendiri bukan? ini memang kamar 34?! Apa kau tidak melihat tulisan sebesar itu?” tanya Sulli sambil menunjuk angka itu. krystal ikut menatap disana.

“A, ya.. aku melihatnya..” katanya semakin gugup dengan ucapan Sulli.

“Kau canggung sekali, dandananmu juga aneh. Kelihatan ketinggalan jaman..” kata Sulli semaunya membuat Soeun menyikutnya. Sulli berdecak sambil mengalihkan lagi pandangannya pada Krystal yg kembali menunduk.

“Hum, oiya, aku Soeun. dan ini Sulli, kami adalah teman sekamarmu.  siapa namamu?” tanya Soeun berusaha mengajak bicara Krystal yg terlihat masih canggung dengan mereka berdua.

“Hum, aku SooJung, tapi orang2 memanggilku Krystal..” kata Krysatal berusaha tersenyum.

“Krystal?! Namanya agak aneh..” Sulli kembali berkata semaunya sambil berfikir membuat Soeun berdecak.

“Hum, kau belum melihat kamarmu bukan Krystal. Ayo masuk dan melihat kamarmu..” kata Soeun sambil tersenyum. Krystal mengangguk, ia kemudian berusaha membawa kopernya untuk masuk.

“Permisi!!” ketiganya yg berniat masuk menghentikan langkah mereka ketika mendengar suara seseorang. Mereka berbalik kearah suara, dimana saat ini seorang gadis berkacamata hitam tampak berdiri didepan pintu. “Hum, aku Luna disini tertulis bahwa aku tinggal dikamar 34 ini..” katanya sambil melepas kacamata hitamnya.

“Huh, ya, kau berada dalam tempat yg tepat. Kita akan menjadi teman sekamar, aku Soeun salam kenal..” sahut Soeun cepat. luna mengangguk.

“Panggil aku si cantik Sulli..” Sulli ikut bicara sambil melambaikan tangan.

“Dan.. Hum.. Namaku SooJung… Luna-ssi bisa memanggilku Krystal..” kata Krystal masih kikuk. Luna tampak mengangguk.

“Senang berkenalan dengan kalian semua..” kata Luna terdengar datar dan masih sedikit ogah-ogahan.

“Annyeong haseyo..” baru saja Luna mengatakan hal itu, seseorang yg lainnya datang ditempat itu. sedikit kaget ketika ia datang. Dia Amber perempuan berpenampilan laki2 yg pernah bertemu Soeun dan Amber sebelumnya.

“Kau?!” Sulli sedikit berseru melihatnya. amber tersenyum mendengar seruan Sulli.

“Hum, Aku akan ditempatkan dikamar ini ditempat tidur nomor 2..”katanya.

“Huh? Apa?!” Luna dan Krystal serentak berseru.

“Tapikan kau..” Krystal menggantung ucapannya sambil memperhatikan Amber dari atas sampai bawah. Luna juga tampak tak menyangka.

“Apa kau tidak salah masuk kamar? Asrama laki2 digedung sebelah..” kata Luna.

“Hum, mian, tapi aku sudah mengenalnya terlebih dahulu. Dia ini, memang wanita dia berasal dari China..” kata Soeun sedikit ragu ikut bicara.

“Jinjja?” tanya Luna dan Krystal ragu.

“Ya, walau penampilannya seperti ini tapi dia ini adalah wanita..” kata Sulli pada keduanya. luna dan Krystal hanya ragu sambil sama2 melirik Amber yg hanya tersenyum kecil mendengar penjelasan Soeun dan Sulli.

“Ya, aku adalah seorang perempuan. Aku berasal dari China, Im sorry to Confused you..” kata Amber setengah sulit dengan bahasa korea. Luna dan Krystal masih sama2 saling bertatapan dengan heran dan sedikit tidak percaya namun Amber tetap terlihat santai dengan itu semua. Soeun dan Sulli hanya bisa tersenyum kecil.

“M-Maafkan aku Amber-ssi. Aku sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, aku Krystal..” kata Krystal setelah beberapa saat yg membuat Amber yg sedikit sulit mengerti itu akhirnya tersenyum mengiyakan. Luna menarik nafas, lantas menatap Amber disampingnya.

“Aku Luna, maaf atas kesalahanku..” kata Luna sedikit datar yg diangguki Amber. Untuk selanjutnya semuanya memasuki ruangan asrama mereka dan mulai saling beradaptasi satu dan yg lain.

[]

“Jadi kau dari Amerika?” Jonghyun yg sibuk menata barang bawaannya kembali bertanya pada Key yg baru saja memasuki ruangan itu dan membersihkan tempat tidurnya.

“Yup, tepatnya New York dan kau sendiri darimana?” tanya Key pada Jonghyun.

“Aku dari Mokpo, daerah penghasil ikan terbesar dikorea..” sahutnya.

“Dan aku dari kawasan elit di Seoul..” Tiba2 Taemin yg tiduran ikut bicara. Key mengangguk, lantas mengalihkan perhatiannya pada seseorang lainnya yg diam. Choi Minho.

“Kau darimana?” tanya Key pada Minho yg sibuk membongkar kopernya untuk ditata. Tampak sekali kalau laki2 ini penyuka sepak bola, lihat saja barang2nya banyak didominasi oleh warna ala klub Barcelona dan pernak pernik lainnya tentang bola.

“Aku dari Incheon, tapi aku menetap di Seoul..” katanya sambil memindahkan pakaiannya.

“Aku dengar, pelatihan disini sangat ketat. Apakah itu benar?” tanya Key lagi.

“Menurut yg kudengar memang begitu, tempat ini ketat lihat saja artis2nya yg berhasil itu artinya mereka terlatih dengan baik..” sahut Jonghyun.

“Ya, Dimasa Trainee bahkan Victoria Noona hanya pulang beberapa kali dalam sebulan Soeun Noona jadi tinggal bersama neneknya..” Taemin yg asyik membaca komik ikut bicara.

“Kau adiknya Victoria?” tanya Jonghyun antusias.

“Bukan, aku calon adik iparnya..” Taemin menyahut cuek sambil terus membaca komiknya. Key dan Jonghyun hanya saling bertatapan karena ucapan itu.

“Dari buku ini jelas sekali kalau peraturan disini begitu ketat. Bangun jam lima pagi, olahraga, kelas musik, kelas vocal, kelas menari, kelas teater, kelas modeling dll. Begitu lengkap dan mencakup, tidak debut sebagai penyanyipun keluar darisini pasti kita akan keluar dengan sangat keren..” kata Key sambil melihat buku ditangannya.

“Ya, tapi aku tidak ingin bila tidak menyanyi. satu2nya keinginanku kemari untuk memperlihatkan bakatku pada semua orang. Aku ingin dunia mendengar suaraku..” kata Jonghyun sambil melihat bukunya dengan tersenyum.

“Impian yg keren, semoga kita bisa sama2 meraihnya..” kata Key sambil menepuk bahu Jonghyun. Taemin hanya melirik mereka, lantas kembali sibuk dengan komiknya.

“Ngomong2, daritadi hanya kita berempat bukankah seharusnya ada penghuni kamar lainnya?” Minho kembali berbicara sambil melirik ranjang tunggal yg terletak ditengah.

“Ya, kenapa dia tidak datang ya? Apa dia tersesat keasrama putri?” tanya Jonghyun sambil nyengir. Taemin beranjak dan duduk.

“Kalau dia tidak datang, aku yg tidur disana ya. Aku tidak suka tempat tidur bertingkat, jadi aku yg disana..” katanya pada tiga orang itu.

“Ck, mana bisa? Tempat tidur disusun menurut usia. Kau nomor 5 berarti kau itu paling muda atau Maknae sementara tempat tidur itu untuk yg tertua. Kalau tidak datang, maka yg berhak menempatinya adalah pemilik nomor 2” kata Key cepat.

“Dan itu aku..” kata Jonghyun sambil tersenyum. Taemin cemberut mendengarnya.

“Kenapa aku selalu menjadi Maknae? Dirumah Maknae, dikelas Maknae, disini juga Maknae padahal Soeun Noona menyukai laki2 yg manly” Taemin mengomel sambil memanyunkan bibirnya.

“Dan kau tidak Manly?” Minho bertanya sambil tersenyum pada Taemin.

“Enak saja, aku ini Manly bahkan sangat Manly. Lihat pangkal lenganku..” Taemin membela diri sambil menyingkap lengan baju pendeknya melihatkan pangkal lengan. Tiga orang itu hanya geleng2 melihat ulahnya.

“Annyeong haseyo!!” keempat orang itu kaget ketika seseorang berseru tidak habis disana orang itu langsung masuk dan duduk di tempat tidur nomor 1. Empat orang itu saling berpandangan.

“Hey, kenapa langsung masuk tanpa permisi? Tidak sopan..” Taemin mengomel.

“Lee Jinki atau Onew, penghuni tempat tidur nomor 1.” Pemuda itu menjawab sambil memperlihatkan buku agendanya dan kartu keanggotaannya. Onew kemudian sibuk membuka sepatunya. Keempat yg lainnya hanya saling bertatapan lantas kembali sibuk dengan kegiatan masing2.

[]

Sulli duduk ditempat tidurnya sambil mengikir kukunya. Daritadi ia tampak sibuk dengan semua itu. Soeun cuek sambil mendengarkan musik begitupun Amber. Lain halnya dengan Luna yg tampak duduk ditempat tidurnya sambil memikirkan sesuatu sementara Krystal sedang mandi dikamar mandi.

“Ketika malam ini berakhir hidup kita akan akan berubah sama sekali mulai dari besok. Jadi aku harus memaksimalkan waktu yg aku punya..”kata Sulli sibuk dengan kukunya. Luna hanya geleng2 kepala mendengarnya.

“Apa maksudmu dengan berubah sama sekali?” tanya Luna pada Sulli. Sulli mengangkat bahu.

“Ck, eonnie bagaimana kau mendaftar sebagai Trainee SM kalau kau sama sekali tidak tahu apa2 dengan SM entertaiment..” jawab Sulli mengeluh.

“Maksudmu?” keduanya mengalihkan perhatiannya pada Soeun yg telah melepas earphonenya.

“Yang namanya pelatihan pasti akan ketat, dan karena melihat keberhasilan SM dengan mengorbitkan artis2 yg terkenal tentu saja semuanya tidak berjalan tidak mudah untuk para Trainee” tanya Sulli pada Soeun. soeun sejenak memikirkan ucapan itu.

“Ya, bukankah kita dilarang membawa ponsel selama Trainee? Dan dilihat dari buku panduan yg mereka bagikan peraturannya jelas begitu ketat..” kata Soeun kemudian.

“Ck, apa pentingnya ini semua untukku. Benar2 menyebalkan..” Luna tampak bergumam sambil mengomel.

“Lagipula, untuk mendapatkan hasil yg baik mana mungkin smeua didapat dengan mudah..” Amber ikut bicara.

“Yup, dari satu itu akan banyak mamfaat lainnya. Seperti, kita akan banyak mendapatkan kenalan Namja tampan dan akan sering bertemu artis..” kata Sulli tetap girang. yang lainnya hanya geleng2 mendengarnya. “Oiya Eonnie..”

“Ya..” Soeun mengalihkan perhatiannya ketika Sulli memanggilnya. Sulli mendekat.

“Hum, Eonniekan adiknya Victoria Eonnie tentu sudah sering bertemu teman2nya Victoria Sunbae bukan? kalau boleh tahu eonnie pernah bertemu siapa saja?” tanya Sulli pada Soeun. Soeun tampak berfikir setelahnya.

“Pernah beberapa kali teman2nya kerumah. Tapi aku sama sekali tidak ingat mereka siapa saja, karena aku tidak punya waktu banyak untuk mendengarkan mereka. Aku harus bermain ski dan berkuda..”

“What? Eonnie meninggalkan mereka?”

“Begitulah, untuk apa aku mendengarkan permbicaraan mereka? Lebih baik bermain Ski..” kata Soeun dengan cueknya. Sulli hanya geleng2 mendengar jawabannya.

Sret..

Pintu kamar mandi terbuka, dari dalamnya tampak Krystal telah keluar dengan pakaian lengkap dan lengkap dengan kacamatanya.

“Aigoo Krystal, aku benar2 terganggu dengan dandananmu. Apa kau tidak pernah berniat merubahnya?” Sulli mengeluh.

“Kalau tidak begini aku tidak dapat melihat dengan jelas..” Krystal menyahut pendek sambil berjalan menuju tempat tidurnya.

“Aku heran saja, kakakmu ada Jessica yg terkenal dengan stylenya. Kenapa kau tidak belajar sedikit cara berpenampilan dari eonniemu?” tanya Sulli lagi.

“Dia pernah menawarkannya, aku yg tidak mau karena aku lebih suka begini..”

“Tapi ini tidak keren sama sekali. Minimal, buka kacamatamu itu dan gunakanlah contact Lens..” kata Sulli.

‘Menurutku tidak terlalu salah, menurutku dia tetap terlihat cantik..” Amber berpendapat. Sulli berdecak.

“Ckckck, Amber-ssi, tolong jangan mengatakan itu. aku sedikit ngeri kalau kau yg bicara, aku jadi memikirkan yg tidak2. Jangan memujinya dengan nada begitu..” kata Sulli lagi. soeun hanya tersenyum, begitupun Luna yg hanya tersenyum kecil.

“Amber benar, bagiku Krystal cantik walau pakai kacamata..” kata Soeun.

“Tapi, akan lebih baik kalau kita menyingkirkan kacamatanya itu…” kata Sulli lagi.

“Aku setuju!” Luna ikut bicara. Krystal menatap Sulli dan Luna.

“Jadi maksudnya?” tanya Krystal. Sulli tersenyum, lantas bangkit dari tempat tidurnya mendekati Krystal yg sedikit penasaran dan takut.

“Biarkan, Sulli merubahmu untuk malam ini..” kata Sulli  sambil mendekati Krystal. Krystal tampak resah melihat Sulli mendekatinya. Lantas ketika Sulli mendekat, ia segera menghindarinya.

“Sudah aku bilang aku tidak mau! Sulli jangan memaksaku!!” Krystal langsung kembali berlari kekamar mandi membuat yg lainnya tertawa

[]

Lima Yeoja yg baru saja tinggal bersama sejak kemaren tinggal bersama ikut memasuki lapangan yg juga telah dipadati oleh anggota Trainee lainnya itu. mereka mengedarkan pandangan mereka disekeliling mereka, memperhatikan puluhan orang lainnya yg juga berkumpul untuk memulai hari ini ditempat yg baru.

“Ahh, banyak Namja tampan disini..” Sulli sedikit histeris sambil memperhatikan sekeliling mereka. Ia merapikan rambut dan dandanannya, lagi. empat temannya hanya geleng2 menatap ulahnya.

“Ck, Sulli-ah, apa yg kau lakukan?” Krystal komentar sambil geleng2.

“Kau tidak mengerti, kita harus terlihat menarik supaya semua Namja tertarik pada kita. Catat itu, Krystal Jung..” kata Sulli tidak mau kalah.

“Tapi aku kesini untuk belajar bukannya mencari Namja!” sahut Krystal.

“Ck, payah. Selama kau bisa minum air ketika berenang, untuk apa kau harus mandi dikolam renang?” kata Sulli.

“Akukan tidak sedang berenang..” jawab Krystal  yg membuat Soeun dan Amber tersenyum. Sementara Luna masih sama, ia hanya tersenyum tipis mendengarnya. Sementara Sulli berdecak mendengarnya.

“Noona!!!” perhatian kelima Yeoja itu beralih ketika mendengar seruan seseorang. Mereka melihat seorang Namja berlari kearah mereka. Lantas menghampiri soeun. “Noona, senang melihatmu beberapa jam terpisah denganmu membuatku tersiksa..” kata Taemin mengeluh pada Soeun. soeun hanya mengangguk kecil mendengar ucapan Taemin.

“Ck, Silly Boy kau sangat berlebihan!!” Sulli kembali ikut bicara mencibirnya. Taemin menatapnya sinis.

“Bukan urusanmu, pergi sana kau tidak penting!” cibir Taemin.

“Enak saja mengusirku, kau yg seharusnya pergi karena ini bukan tempatmu…”

“Sudah, aku tidak ingin mengurusmu karena aku ingin melepas rindu dengan Noonaku. Noona, aku senang melihatmu..” Taemin bersikap cuek pada Sulli yg mengomel padanya. ia kembali berbicara pada Soeun sambil menggenggam tangan Soeun. soeun melepaskannya dengan canggung.

“Jangan begini! Nanti kita terkena masalah karena ini!” kata Soeun dengan nada kesal pada Taemin. Taemin manyun mendengarnya.

“Noona, bagaimana tidurmu? Apa nyenyak?” tanya Taemin lagi. “Pasti tidak ya? Habis, teman kamarmu.. ada yang… cerewet sih..” kata Taemin sambil menatap Sulli dengan sudut matanya. Sulli kesal lagi mendengarnya.

“APA KATAMU!!” keduanya hanya saling bertatapan saling kesal.

“Hey Taemin!” Taemin dan lima Yeoja itu megalihkan perhatiannya ketika seorang Namja lainnya mendekat. Jonghyun, menghampiri Taemin dan sedikit kaget menemukan Luna. “Kau ini, kenapa menghilang tiba2? Kalau meninggalkanku jangan langsung lari begitu.” Kata Jonghyun pada Taemin.

“Ck, maaf hyung, habis aku terlalu senang melihat Noonaku sehingga tidak minta izin padamu. oiya, yg lainnya mana?” tanya Taemin pada Jonghyun.

“Molla, semuanya meninggalkanku.” Kata Jonghyun sambil mengalihkan perhatiannya pada Luna yg tampak cuek sama sekali sambil melihat kesekelilingnya. “Ya sudah, ayo kita cari mereka. Untuk apa disini? Apa kau tidak merasa aneh dengan hawa kesombongan disekitar sini?” tanya Jonghyun sedikit sinis pada gadis disampingnya membuat Luna berpaling padanya.

“Apa katamu?! Hawa kesombongan? Apa maksudmu?” Sulli malah nyambar dengan kesalnya. Begitupun Soeun yg Krystal yg sedikit tersinggung dengan ucapannya.

“Kau tidak bisa tidak berisik ya!!” Taemin memotong kesal.

“Kau diam saja!!” Sulli tak mau kalah.

“ maaf, maksudnya bukan kalian tapi seseorang yg lainnya. Aku bukan mengatakan tentang kalian..” kata Jonghyun menyesal. Perlahan semua dapat menerima penjelasan Jonghyun kecuali Luna yg tampak merasa tersinggung dengan ucapan itu. namun Jonghyun memilih mengacuhkan pandangan kesal Luna padanya.

“Hum, Taemin, ayo pergi darisini. Kau masih ingin disini? Aku mau mencari Key..” kata Jonghyun pada Taemin.

“Aku ikut hyung saja, lagipula rasa rinduku sama Noona telah berkurang sekarang. Noona, aku pergi dulu ya nanti kita akan bertemu lagi. aku pergi dulu, Bye Noona, Bye semuanya, Bye Yeoja cerewet!!”

“Apa katamu!” Taemin hanya melet ketika ia melangkah meninggalkan Sulli yg kesal dengan ucapannya. Iapun meninggalkan tempat itu ketika Jonghyun menariknya. Setelah sebelumnya, mata Jonghyun bertemu pandangan dingin Luna.

“Dasar Yeoja tanpa ekspresi!!” Luna hanya menatapnya kesal ketika Jonghyun sempat mengatakannya sebelum pergi. Ucapannya pelan, sehingga mungkin hanya Luna yg mendengarnya.

[]

Soeun, Amber, Luna, Sulli, dan Krystal serta semua anggota Trainee lainnya tampak sibuk melakukan pemanasan kecil di lapangan basket yg berada didalam SM Trining center. Mereka berbaur untuk pertama kalinya bersama member yg lainnya begitupula romobongan Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin yg tak jauh dari mereka. Tanpa diketahui, mereka saling membicarakan satu sama lainnya.

“Kalian lihat Namja yg tinggi itu?” Krystal berbisik kepada eonnie2nya ketika mereka sedang melakukan pemanasan sambil menunjuk Minho yg juga asyik berolahraga dengan bibirnya. Yang lainnya mengikuti pandangan Krystal.

“Yang tampan itu bukan?” tanya Sulli cepat. krystal mengangguk.

“Ya, dia adalah orang yg cukup berjasa sampai mengantarku kemari..” kata Krystal menjelaskan. Semuanya menunggu penasaran. “Selama ini bisa dibilang dia adalah orang yg banyak membantu dan menyemangatiku selain eonnieku..”

“Orang tuamu?” Amber bertanya sedikit penasaran. Krystal tampak berfikir.

“Dari dulu, orang tuaku ada di Amerika. Aku dan Eonnieku tinggal bersama nenek, atau bisa dibilang aku yg ditinggal bersama nenek karena sejak kekorea Eonnieku sudah menghabiskan waktu disini untuk belajar. Setelah debutpun, ia juga tinggal bersama teman2nya didorm. Dia hanya pulang dan menjengukku sesekali..” kata Krystal.

“Kita beda tipis, aku juga tinggal bersama nenekku. Bedanya, orangtuaku sudah meninggal dan karena penyanyi solo Eonnieku tidak harus tinggal didorm. Kami tetap tinggal bersama sampai sekarang..” kata Soeun ikut berbicara.

“Ya, sejak itulah dia membantuku. Dia adalah tetanggaku, dia sangat baik, dia selalu menjaga dan memberi dukungan untukku. Seperti oppaku sendiri?” kata Krystal lagi.

“Benarkah?!” Luna bertanya sedikit meragukan. Lantas ikut menatap Minho, lalu berpaling lagi pada Krystal. “Aku lihat dia itu tampan, memangnya kau benar2 menganggapnya hanya sebagai oppa?” tanya Luna tersenyum kecil pada Krystal. Krystal sedikit kaget ditanyai begitu.

“Maksud Eonnie apa?” tanyanya sedikit gugup. Luna dan lainnya tersenyum kecil.

“Apa kau tidak menyukainya?”tanya Luna cepat.

“Ap.. Apa?” Krystal sedikit gugup membuat yg lainnya tertawa kecil. “Ti.. tidak, bagiku dia hanya seorang oppa bagaimana mungkin aku menyukainya?!” kata Krystal sedikit gugup tapi yg lainnya malah semakin tertawa.

“Kalau tidak kenapa mukamu menjadi merah? Kau terlihat sangat merona..” Soeun ikut menggoda.

“Ti.. Tidak, siapa bilang? Aku biasa saja?!”

“Aish, Krystal percuma berbohong pada kami. Kami sudah sangat mengerti, kamikan juga wanita. kecuali…” Amber langsung menatap sedikit tajam ketika Sulli meliriknya dengan pandangan yg sedikit usil setelah kata2nya tadi. Sulli tersenyum kecil sambil menunjukkan dua jarinya.

“Tapi aku tidak bohong, aku benar2 tidak menyukainya..” kata Krystal lagi yg dijawab pandangan usil lainnya.

“Kalau tidak kenapa kau terlihat begitu gugup sampai berkeringat begini?” Soeun tersenyum sambil menyentuh pelipis Krystal yg memang mengeluarkan keringat tiba2. Krystal hanya terus diam sambil menunduk dan cemberut.

“Tapi aku serius, aku tidak menyukainya kok..” katanya cepat.

“Benarkah?” Sulli lagi2 mengerling nakal.

“M-Memang benar kok..” Krystal kembali bersitegas dengan wajah yg benar2 gugup. Member lain masih tetap memandanganya dengan usil sehingga ia tampak semakin salah tingkah.

“Ah, stop doing that. She’s so blushing now!!” Amber akhirnya melarang teman2nya yg lainnya yg terus menggoda Krystal sehingga Krystal benar2 terlihat malu dan mukanya memerah. Yang lainnya akhirnya mulai berhenti menggoda Krystal yg benar2 terlihat gugup saat itu.

[]

“Hyung, kalau kau melihat ke arah jam tiga. Maka kalian akan melihat calon istriku!!” Taemin berseru pada yang lainnya ketika mereka juga sedang melakukan pemanasan. Empat lainnya menoleh kearah yg dimaksud Taemin.

“Yang mana? Yang pakai kacamata?” tanya Key cepat.

“Bukan, dia itu tetanggaku jadi tidak mungkin dia..” Minho menyahut sambil meluruskan kaki kirinya dan menyangga tubuhnya dengan kaki kanannya.

“Lalu apa yg pakai pita merah muda itu?” tanya Key lagi sambil menunjuk Sulli yg tampak heboh disana.

“Tentu saja bukan!” Taemin menyahut cepat dan cemberut. “Dia itu menyebalkan, bagaimana mungkin aku akan menyukai gadis seperti itu. sudah cerewet, berisik, dan banyak bicara. Tidak mungkin aku menyukainya..” kata Taemin tidak sabaran.

“Mungkin maksudmu yg disebelah kanannya..” Onew tampak tertawa kecil sambil terus melakukan pemanasannya.

“Ck, tentu saja bukan! mana mungkin aku menyukai laki2 seperti dia. kalo itu sih, pacarnya Key Hyung.. “

“Maksudmu Amber-ssi? Kenapa kau sok tahu? Sejak kapan aku mengatakan kalau dia itu pacarku?!” Key menghentikan kegiatannya dan dengan cepat berseru pada Taemin. Taemin nyengir.

“Habis, setahuku sejak awal kalian begitu terlihat dekat sekali sih seperti saudara kembar. Akukan juga disana ketika kalian bertemu, hari itu kalian terlihat seperti saudara kembar yg sangat kompak. Lagipula, seingatku kau berjanji untuk mengajarkan hangul padanya…”

“Mengajarkan Hangul kan bukan berarti pacaran!” Key protes. Yang lainnya tersenyum kecil mendengar ucapannya. “Lagipula mana mungkin aku pacaran dengan gadis setomboy itu!!” seru Key benar2 tidak santai. Yang lainnya nyengir mendengarnya.

“Yah, aku setuju dengan Key. Kalau ia sampai bersama gadis itu maka itu akan musibah karena aku pasti akan bingung yg mana laki2 yg mana perempuan”Onew ikut bicara sambil tertawa kecil yg disambut tawa yg lainnya tapi membuat Key tambah kesal.

“Stop Teasing me!!” katanya ketus sambil kembali menyibukkan dirinya dengan pemanasannya. Yang lainnya hanya tertawa.

“Sekarang kau Minho hyung, kau belum menebaknya. Kira2 menurutmu diantara mereka itu siapa calon istriku..” Taemin kembali berkata sambil menepuk bahu Minho yg asyik pemanasan. Minho menghentikan pekerjaannya, lantas ia mengalihkan perhatiannya pada mereka sambil mengelap keringatnya dengan handuknya.

“Hum, apa yg rambut pirang?!”

“Ck, kenapa kalian semua benar2 bodoh. Bagaimana kalian tidak bisa menebak dengan benar sama sekali? Bagaimana mungkin kalian tidak menebaknya. Tebakan kalian semuanya salah, maksudku adalah gadis yg menguncir rambutnya itu!!” Taemin dengan cepat berseru kesal sambil menunjuk Soeun yg tampak sibuk berolahraga. Yang lainnya hanya mengangguk.

“Mana kami tahu, memang kami kenal!!” Key menyahut jutek disana.

“Apa kau serius akan menjadikannya calon istri? Hum, aku meragukannya..”

“Ya, aku juga. Aku lihat dia bahkan tidak respect padamu..” Jonghyun ikut menambahkan.

“Tentu saja, tidak ada satu wanitapun yg bisa menolak pesonaku. Aku rasa, walau Noona terlihat cuek ia itu pasti karena ia menyembunyikan perasaannya..” kata Taemin dengan pedenya. Yang lain hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“Kalau benar calon istri, kenapa kau harus memanggilnya Noona? Bukankah itu sangat konyol?

“Karena itu panggilan kesayanganku..”

“Benarkah?!” yang lainnya terawa mendengarnya.

“Tentu saja, terserah aku dong mau manggil dia apa. Aku mau panggil Noona, Eomma, tentu saja terserah aku. Jangan banyak bertanya!!” Taemin dengan cepat menjawab pertanyaan itu dengan sangat ketus. Taemin mengalihkan perhatian mereka dengan kembali menggerakkan badannya. Sementara yang lainnya hanya saling bertatapan sambil tersenyum mendengar ucapan Taemin.

[]

Soeun berjalan sendiri dari asramanya menuju kelas Vocal. Tadi, karena harus menyiapkan beberapa hal Soeun akhirnya jadi ditinggal yg lain. Sehingga kini ia berjalan sendiri menuju kelas vocal yg sebenarnya tidak ia ketahui ada dimana.

“Ck..” Lagi dan lagi Soeun kembali melakukan apa yg banyak ia lakukan belangan ini. Soeun berdecak setiap kali menjalani setiap bagian dari hal ini. Semuanya sama, walau ia telah menjalaninya tapi nyatanya ia tetap merasa berat harus melakukannya. Karena nyatanya ini juga bukan keinginannya sepenuhnya.

Soeun menghentikan langkahnya, ketika ia bingung berada dimana. Maklum, SM sangat luas, ukurannya benar2 besar. Ada dua buah gedung Asrama yg saling berhadapan dimana kedua asrama itu dipisahkan oleh sebuah lapangan basket dan sebuah lapangan tenis. Dibagian utara, terletak kelas dimana para Trainee dilatih sementara diarah selatan Gedung SM Entertaiment berdiri membelakangi bangunan2 dibelakangnya itu untuk menghadap jalan raya didepannya. sehingga bisa dibayangkan sendiri seberapa besarnya tempat ini.

Soeun berdecak karena kebingungan, ia kemudian mencari buku agenda yg dimilikinya. Sambil membuka denah, ia terus berjalan.

Bruk!!

Soeun yg masih juga asyik dengan bukunya begitu kaget ketika ia bertabrakan sehingga bukunya tadi jatuh ketanah. Ia langsung mengangkat wajahnya dan langsung menatap wajah orang yg menabraknya.

“Ahh, maaf..” Orang itu membuka earphonenya setelah itu. dia langsung memungut kembali buku Soeun yg terjatuh, sementara Soeun hanya terpana melihatnya. “Punyamu?” orang itu tersenyum sambil mengembalikan buku Soeun.

“Terima kasih..” Soeun menerimanya sambil masih menatap orang itu tanpa ekspresi. Orang itu tersenyum, lalu memperhatikan Soeun sejenak.

“Hum, aku baru melihatmu. Apa kau Trinee baru?” tanyanya kemudian. Soeun mengangguk pelan.

“Nde, aku adalah salah satu yg berhasil lolos..” katanya datar dan masih tanpa ekspresi.

“Hum, selamat bergabung kalau begitu. Semoga kau dapat sukses..” katanya sambil tersenyum. Soeun lagi2 hanya mengangguk kecil. “Hum, aku terburu-buru aku harus pergi sekarang. Sekali lagi maaf atas kejadian tadi ya..”

“Hum, Kibum Sunbae-nim!” Pemuda itu menghentikan langkahnya yg ingin pergi ketika Soeun kembali memanggilnya. Ia menoleh pada Soeun.

“Ya..”

“Hum, bisakah kau membantuku. Aku terjebak, daritadi aku sudah berkeliling mencari kelas Vocal tapi aku tidak menemukannya walaupun aku telah membaca denanhnya. Hum, apa Kibum Sunbae-nim bisa membantuku?” tanya Soeun sedikit ragu2. Kibum, salah satu dari personel Super Junior itu tersenyum sambil mengangguk.

“Kau hanya perlu berjalan lurus kesana, lantas setelah menemukan tangga kau pergilah kelantai dua. Disana kau hanya tinggal mencari ruanganya yg bertulisan kelas Vocal, letaknya hanya dua ruangan dari tangga..” jawabnya sambil tersenyum. Soeun mengangguk tanda mengerti.

“Aku mengerti, terima kasih karena telah membantuku Sunbae-nim. Maaf kalau aku merepotkanmu..” kata Soeun sambil membungkukkan adannya untuk beberapa saat.

“Sama-sama, aku senang membantumu. Semoga kau dapat berhasil dan nyaman disini..” Kibum  manyahut sambil tersenyum. Soeun mengangguk.

“Sekali lagi terima kasih Sunbae..”

“Ya, kalau begitu aku pergi dulu ya. Sampai jumpa lain waktu, Nona Kim Soeun..” Kibum tersenyum sambil membaca papan nama Soeun lantas setelah itu mulai beranjak dari tempat itu. Soeun berbalik, mengikuti langkah Kibum yg mulai menjauh dari tempat itu sampai Kibum benar2 menghilang.

[]

 

“Sekali lagi aku ucapkan selamat atas keberhasilan kalian memasuki SM Trining Center. Untuk pertemuan kedua kita, aku kembali memperkenalkan diriku. Aku adalah Kwon Boa, seseorang yg akan mengajari kalian dalam hal vocal..” Wanita yg sebelumnya menjadi mereka ketahui sebagai salah satu juri itu kembali berbicara didepan dua puluh lima orang Trinee baru dihadapannya. “Aku juga ditugaskan sebagai wali kelas kalian, jadi segala hal yg berhubungan dengan kalian selalu melewati aku. jadi kalau kalian ingin menyampaikan keluhan ataupun memiliki pertanyaan kalian bisa menanyakannya padaku. aku harap kita bisa saling nyaman..”

Soeun mengedarkan pandangannya menuju seisi kelas untuk menatap teman2 barunya itu. saat ini, ia duduk bersama Luna sementara Amber duduk bersama Krystal sementara Sulli ia duduk dengan anggota Trainee lainnya. Ia mengedarkan pandangannya kearah Taemin yg tak jauh dari tempat ia duduk dan tentu saja ia dapat menemukan orang disamping Taemin, si pelayan restoran.

Ketika sedang memperhatikan keduanya, Soeun dibuat kaget ketika pelayan restoran itu menoleh kearahnya. Soeun dengan cepat mengalihkan pandangannya setelah itu. Onew ternyata tak menyadarinya hingga ia kembali mengalihkan perhatiannya pada Boa Seonsaengnim.

“Eonnie, bukankah bagimu kelas ini benar2 membosankan?” Soeun mengalihkan pembicaraan ketika Luna mengajaknya bicara. Luna memang tampak malas dan tak bersemangat daritadi, bukannya hanya daritadi, dari kemaren2pun sejak mengawali semuanya Luna tampak lebih ogah-ogahan daripada dirinya melakukan semua ini. Soeun mengangguk kecil.

“Ya, begitulah, sedikit membosankan..” sahutku.

“Ini bukan sedikit, tapi begitu membosankan..” katanya sambil memutar-mutar pena ditangannya.

“Tapi sebelum memulai semuanya, aku ingin kita semua mengetahui siapa saja yg mendapatkan skor paling baik dalam hal Vocal diantara kalian sesuai penilaiannya. Nantinya, aku akan memberikan konsentrasiku lebih untuk mereka2 yg mempunyai kemampuan Vocal agar kemampuan menyanyinya semakin baik..” Boa Seonsaengnim tersenyum, lantas ia mulai meraih buku diaras mejanya. Lantas ia memperhatikannya sejenak.

“Sejauh ini, rata2 dari kalian mempunyai tingkat Vocal yg beragam. Ada yg sangat baik, cukup, baik, dan mungkin sedikit kurang baik dalam hal ini, tapi aku yakin kalian bisa difokuskan untuk mencapai kemampuan kalian lebih maksimal dan lebih baik daripada sebelumnya..” Boa Seongsaengnim kembali bicara sambil membalikkan kertas2 ditangannya. Ia lantas tampak memperhatikan lembaran terakhir yg ia lihat, ia menganggukkan kepala sesekali.

“Hum, menurut hasil dari tiga juri yg telah menilai. Beberapa dari kalian bisa mendapatkan nilai yg melebihi daripada sempurna dan untuk nilai tertinggipun untuk tahun ini ada dua orang yg mencapai nilai yg sama yaitu 89. Satu dari Trinee laki2 sedangkan yg lainnya perempuan. Ini benar2 skor yg baik sebagai seorang pemula bukan?” Boa Seonsaengnim kembali tersenyum sambil memperhatikan  lembaran ditangannya. Ia tampak memperhatikan mereka yg ada dihadapannya sambil tersenyum kecil dan tipis, lantas meletakkan kertas2 tadi di meja. “Apa kalian setuju kalau aku memberitahu siapa orang2 yg kumaksud?” tanyanya sambil tersenyum. Semuanya mengangguk cepat.

“Nde!!”

“Baiklah..” Ia mengangguk sambil tersenyum lantas menahan ucapannya sambil menatap anak didiknya yg tampak sedikit was-was. Mereka menunggu ucapan dari Boa Seongsaengnim untuk selanjutnya. “Orang yg aku maksud adalah Kim Jonghyun dan Park Sunyoung, Chukkahaeyo..”

“Hyung hyung, bukankah itu namamu? Waah, kau mendapat skor yg sangat bagus dalam hal Vocal. Kau salah satu nilai terbaik, hebat sekali, Chukkahaeya!!” Sentak rombongan disebelah kanan sedikit heboh apalagi ketika itu Taemin langsung berseru dan menepuk bahu Jonghyun yg duduk dihadapannya. Jonghyun malah tampak menunjukkan ekspresi yg bingung karena itu.

“Aku?” Jonghyun bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri. Taemin mengangguk.

“Iya, mereka menyebut Kim Jonghyun, namamu! Masa kau tidak mendengarnya..” kata Taemin cepat. jonghyun hanya tampak mengangguk kecil, sambil tersenyum tampak senang.

“Gomawo, ini berharga untukku..” kata Jonghyun sambil mengangguk kecil dan memikirkan semuanya dengan senang. “Kalau ibuku yg di Mokpo tahu, pasti ia akan senang sekali karena ini. ahh, entah kenapa aku benar2 ingin menangis sekarang..” Jonghyun bergumam dalam hatinya sambil menundukkan kepala sambil mengingat kesenangan dalam hatinya.

“Yang Park Sunyoung mana? Apa tidak datang? kenapa tidak menampakkan diri!” disisi lainnya Sulli langsung mengedarkan pandangannya kesekitarnya untuk mencari pemilik skor Vocal tertinggi lainnya.

“Park Sunyoung Park Sunyoung park sunyoung.. Namanya kok seperti aku pernah dengar ya?! Tapi siapa?” Krystal tampak berfikir sambil mengingat satu2. Amber yg terdiam tiba2 teringat sesuatu, ia menoleh kebelakang.

“Luna, Park Sunyoung is your real name right? I remember that, i see your Agenda, your name is Park Sunyoung. Don’t you?” Amber cepat bertanya dengan sedikit tidak sabaran pada Luna yg duduk dibelakangnya. Sulli dan Krystal kini ikut melirik pada Luna yg daritadi hanya diam. Giliran Soeun yg mengalihkan perhatiannya pada buku keanggotaan Luna dihadapan Luna. Yah, namanya memang Park Sunyoung.

“Iya, eonnie aku baru mengingatnya. Park Sunyoung itu namamu, tapi kenapa kau malah diam saja? Apa kau tidak mendengar kalau nilai skor Vocalmu termasuk yg terbaik..” kata Krystal pada Luna. Luna hanya nampak tersenyum datar dan sedikit dingin.

“Ya, aku tahu, tapi bagiku itu tidak terlalu penting..” Luna mengatakannya sambil menunjukkan wajahnya yg tetap datar dan dingin. Lantas ia kemudian tampak kembali menyibukkan diri sambil membuka buku agendanya. Soeun, Sulli, Amber, dan Krystal hanya saling berpandangan tidak mengerti dengan sikap Luna.

[]

Setelah menghadiri kelas Vocal pertama mereka. Seluruh anggota Trinee mulai perlahan keluar dari kelas itu.

“Eh, ada Victoria!!” Soeun mengangkat wajahnya mendengar seruan anggota Trinee lainnya ketika ia hendak keluar. Disana tampak Victoria telah berdiri sambil tersenyum padanya.

“Noona!!” Taemin yg berdiri dari sudut lain malah terlebih dahulu berteriak sambil menghampiri Victoria. Victoria tersenyum kecil padanya.

“Eonnie, bukankah itu eonniemu?” Sulli antusias sambil bertanya pada Soeun. Soeun hanya menjawabnya dengan dengan datar. Onew memakai tasnya sambil melirik pada Victoria yg tampak sibuk meladeni si cerewet Taemin, ia lantas mengalihkan pandangannya pada Soeun yg tampak tidak terlalu senang dengan kedatangan Eonnienya. Tanpa memikirkan banyak hal, ia kemudian mulai melangkahkan kakinya.

“Aku duluan ya, aku akan kesebuah tempat dulu..” Setelah minta izin pada teman2nya yg lain ia kemudian meninggalkan ruangan itu.

[]

“Bagaimana hari2mu..” Soeun menghembuskan nafasnya berat ketika Victoria bertanya padanya. ia kemudian meletakkan minuman yg baru saja diminumnya keatas meja.

“Seperti yg kau lihat..”

Victoria menghela nafas mendengar ucapan Soeun, sangat jelas nyatanya ia tetap tidak nyaman ditempat ini.

“Soeun, kau sudah berjalan sampai disini. Bagaimana mungkin kau tetap tidak menerimanya?”

“Aku menerimanya, tentu saja, kalau tidak untuk apa aku sampai kesini. Tapi nyatanya, hatiku tetap tidak bisa menerima ini secara penuh..”

“Lantas?”

Soeun terdiam, berfikir sambil menatap lurus kedepannya. “Nyatanya dari dulupun sama. Ayah dan ibu selalu berharap kita menjadi penyanyi. Lantas kalau memang begitu, jadi tentu saja aku harus mewujudkannya..”

“Tapi hatimu?”

“Hatiku tetap tidak bisa menerima ini. pada nyatanya, aku sangat merindukan bermain ski lagi yg sekarang sudah tidak akan bisa aku lakukan..”

“Tentu saja bisa, kalau kau bersabar melewati ini kau akan bisa bermain lagi..”

“Tapi semua tetap saja berbeda. Belajar darimu, bagaimana mungkin aku bisa nyaman seperti dulu setelah darisini? kau sendiri tahu bukan, jadi artis itu sama sekali tidak menyenangkan dan tidak bebas. Sementara aku hanya menginginkan sebuah hidup yg penuh kebebasan..” kata Soeun lagi. victoria menghela nafas lagi, ia memikirkan cara menjawab semua ini.

“Tapi pada akhirnya kau memang seharusnya mencari cita2 lain selain hanya menjadi pemain ski. Ski itu hanya sebuah hobi, pada akhirnya kau harus benar2 menemukan cita2mu..” kata Victoria lagi. soeun menatapnya, agak tajam.

“Huh, aku tahu, toh pada akhirnya walaupun aku mengomel aku akan tetap menjalani ini karena ini adalah harapan mereka. Jadi kau hanya perlu bersabar saja Eonnie, karena pada akhirnya aku akan tetap melakukannya walaupun mungkin berat padaku..” kata Soeun pada Victoria, ia kemudian kembali meraih minumannya dan meminumnya. Victoria hanya terdiam untuk selanjutnya.

[]

“Hum, Soeun eonnie sudah didatangi Eonnienya. Bagaimana denganmu Krys, Eonniemu tidak menjengukmu?” Sulli lagi bertanya ketika mereka berjalan menuju asrama mereka.

“Mungkin Eonnieku sibuk jad tidak punya waktu untuk kemari..” sahut Krystal pendek. Sulli dan Amber hanya mengangguk, lantas setelah sadar sebuah hal mereka mengalihkan pandangannya menuju Luna yg benar2 hanya diam.

“Luna-ssi, apa yg kau fikirkan?” Amber bertanya pada Luna yg diangguki Sulli dan Krystal.

“Huh, daritadi aneh sekali,bahkan ketika tahu kau dapat skor Vocal tinggipun kau tetap tidak bersemangat. Kenapa Eonnie?” tanya Krystal lagi. luna menoleh pada semuanya.

“Tidak ada apa2..” sahutnya singkat sambil menundukkan kepalanya lagi.

[]

Onew menghentikan langkahnya ketika ia sampai di sebuah taman yg terletak disamping SM Trining Center. Ia menghela nafas, berfikir, lantas duduk begitu disebuah batu yg diletakkan disana lantas menatap lurus kedepannya.

#Flashback

Prak!!

Seorang gadis yg sedang duduk didepan sebuah kolam berenang begitu kaget ketika seseorang melempar dengan kasar sebuah majalah keatas meja hingga ia kaget. Ia kemudian mengalihkan pandangannya menuju laki2 disampingnya yg menatapnya marah.

“Ini apa? Jadi benar berpacaran dengan Choi Siwon?!” Onew bertanya sedikit membentak. Gadis itu sedikit kaget, lantas mengalihkan pandangannya menuju majalah disampingnya. Dimana terlihat sebuah foto yg sedikit buram karena diambil oleh fans menjadi Cover depan dan mencatumkan tulisan yg paling besar “SNSD TIFFANY AND SUPER JUNIOR SIWON ARE DATING?”. Gadis itu menghela nafas.

“Ini..”

“HANYA JAWAB AKU INI APA?! Jangan katakan hal lainnya tinggal katakan ya atau tidak saja!” Onew membentak dengan emosinya menatap pada gadis didepannya yg hanya diam sambil kali ini menundukkan kepalanya. “Waeyo? Kenapa tidak menjawabku!” Onew lagi mendesak.

“Onew..”

“HANYA YA ATAU TIDAK SAJA!!!”

Lagi Onew membentak dengan sangat emosinya karena ucapan bertele-tele gadis di depannya, Tiffany. Tiffany terdiam lagi dan semakin menundukkan kepalanya.

“Mianhae..”

Onew menghela nafas mendengar ucapan Tiffany itu. ia berusaha meredam nafas dan emosinya yg bahkan tidak dapat diredam lagi. ia menatap gadis yg tak mau menatapnya itu dengan pandangan marah.

“Dari dulu, ketika kau katakan ingin mengikuti Audisi SM aku mendukungmu. Dari dulu, ketika kita harus berpisah berbulan bahkan bertahun untuk pelatihanmu aku mendukungmu. Dari dulu, ketika pertama kali kau datang sebagai member SNSD aku mendukungmu. Dari dulu, aku selalu menutup telinga dan mataku mendengar gosip2 mengenai dirimu. tapi kini sangat miris kalau nyatanya memang begini. Aku benar2 bodoh karena selalu mendukungmu..” kata Onew kali ini sedikit pelan dan mulai meredam emosinya walau padanya ia benar2 merasa kecewa dan marah.

“Onew..”

“Sebaiknya jangan bicara sebelum aku benar2 membencimu. Kau tahu, aku sangat benci pengkhianat jadi jangan lagi bicara sebelum aku benar2 membencimu. Jadi diam dan hidup tenanglah jangan mencoba menjelaskan apapun padaku.  karena dimataku, pengkhianat tidak pantas diberi kesempatan walau hanya bicara…” kata Onew benar2 marah pada Tiffany yg mulai menangis disaat itu. onew terdiam, mencoba menahan kemarahannya lantas akhirnya meninggalkan tempat itu begitu saja. Tidak peduli, Tiffany menangis ataupun tidak disana.

#EndFlashback

Onew terdiam mengingat semua kejadian yg ia ingat itu. ia lantas mengangkat wajahnya kembali menatap didepannya dengan fikirannya yg tidak menentu.

[]

“Tempel disini saja ya!! Biar sebelum tidur aku bisa liat wajah Heechul oppa!!” kata Sulli pada Krystal sambil menempelkan sebuah poster ukuran jumbo didinding. Krystal cepat mengangguk setuju.

“Tidak apa2, aku juga bisa melihat wajah Leeteuk oppakan..” katanya sangat setuju. Lantas keduanya asyik menempelkan poster dengan gambar 13 oran itu disana. Anda pasti tahu, It’s Super Junior!!! #lebay.

“Hum, who are they?! Why Sooo many people there!! A Football Team or what?!” Amber yg daritadi tidak mengerti bertanya dengan nada yg bingung dan tak mengerti. Dua maknae itu saling berbalik mendengarnya.

“Apa?! Kau tak tahu mereka? Bagaimana mungkin kau sampai berada disini tapi kau sama sekali tidak mengetahui mereka yg sudah terkenal diseluruh dunia!!” Sulli menjawab tidak santai. Amber mengangkat bahunya sama sekali tidak mengerti.

“I Don’t know!!”

“Tapi mereka ini Sunbae kita!! Our Seniors,  You Know!!” Lagi Sulli mengomel tidak santai.

“I Don’t Know!!!” Amber menyahut masih dengan begitu polosnya. Sulli dan Krystal berdecak, lantas menaiki kursi yg tadi lagi.

“Sungmin, Ryeowook, Donghae, Kyuhyun, Hankyung, Yesung, Leeteuk, Kangin, Kibum, Heechul, Shindong, Eunhyuk, dan Kangin. Mereka ini adalah Super Junior, salah satu Boyband bentukan SM yg terkenal bukan hanya Korea, ataupun asia, mereka sudah mengglobal. Apa kau tahu itu Amber Oppaaaaa!!!” Sulli menjawab dengan tidak santainya sambil menunjuk satu2 orang yg ada didalamnya. Amber menggeleng dengan masih bingungnya.

“Who Who? Sung.. Sung.. Who?!” katanya tak mengerti.

“Ohh tuhan!!!!” Sulli sedikit stress sambil menjedotkan kepalanya beberapa kali ketembok karena begitu kesal. yang lainnya hanya tertawa kecil melihat ulahnya.

“Hum, begini saja Eonnie. Dari 13 orang ini, mana yg Amber Eonnie paling suka?” Krystal yg selesai dengan tersenyum melihat. Amber terdiam, ia tampak melihta kearah poster dengan sedikit berfikir membuat yg lainnya sedikit penasaran dengan jawabannya.

“Hum, I’m Choose him. Hum, he’s smile is so..  sweet” kata amber sambil menunjukkan jarinya kearah poster. Yang lainnya antusias dengan jawaban Amber.

“Hum, Donghae oppa?!” tanya Krystal sambil menunjuk salah seorang yg ada disana. Amber mengangguk karena Krystal menebak dengan benar.

“Kalau Luna Eonnie apa?” Sulli mulai selesai dengan aksi memukul-mukul kepalanya ketembok mulai bertanya pada Luna.

“Ck, apakah ini penting?! Aku tidak menyukai satu grup lokal pun…” katanya dengan cuek.

“Ck, eonnie!!” Krystal hanya geleng2 dengan ucapan Luna yg lagi cuek dan tak tertarik sama sekali.

“Kalau eonnie? Eonnie sukanya sama siapa?” Sulli mengalihkan pertanyaan mereka pada Soeun yg hanya diam dari tadi.

“Huh?!”

“Iya eonnie sukanya siapa? Eonnie bukan seperti Luna Eonnie bukan yg tidak tertarik dengan mereka?” Krystal ikut bicara. Soeun terdiam, lantas memperhatikan poster itu lagi.

“Sebenarnya sih mungkin aku dan Luna tidak jauh berbeda. Tapi.. Aku kira sejak tadi pagi aku mulai menyukai salah satu dari mereka. Hem, aku memilih Kim Kibum..” kata Soeun sambil tersenyum kecil sambil mengingat sesuatu. Krystal dan Sulli mengangguk senang, sambil kembali sibuk memasang poster itu kembali. *Kenapa Krystal dan Sulli gak nanya aku? kalo aku ditanya pasti akan jawab BABY YESUNG selalu, My Lovely Dorky!!  wkwkwk #ditimpuksendalsamareaders*

[]

“Ckck, hari pertama sudah sangat melelahkan…” Taemin segera membantingkan tubuhnya ketempat tidur setelah capek membaca komik dari tadi.

“Ck, aku rasa aku juga sangat lelah..” kata Minho sambil ikut berbaring diranjangnya.

“Tapi hari ini lumayan menyenangkan bagiku, banyak Yeoja cantik yg satu angkatan dengan kita..” Jonghyun tersenyum kecil sambil melihat dua orang yg sudah tidur ditempat tidurnya.

“Percuma, selamanya aku juga tidak akan pernah berpaling dari Soeun Noona!!” Taemin menyahut cuek sambil masih memejamkan kedua matanya. Yang lainnya lagi2 hanya tersenyum kecil mendengarnya.

Brak!!

Semuanya menoleh kearah pintu yg tiba2 terbuka sedikit kasar dan tergesa-gesa. Dari luar tampak Onew langsung memasuki ruangan itu dengan wajah berbeda dari biasanya.

“Hyung? dari mana? Malam2 begini keluar apa tidak diketahui keamanan?” Key bertanya ketika Onew melewatinya. Onew tak menyahut, ia tetap berjalan menuju lemarinya. Lantas ia mengambil tasnya dan melemparnya kekasurnya. Lantas ia terlihat mengemasi seluruh barang2nya membuat semuanya sedikit kaget dan penasaran.

“Hyung, apa yg kau lakukan?” Jonghyun mewakili yg lainnya untuk bertanya pada Onew yg tampak sibuk mengeluarkan semua baju2nya dilemari. Onew tak menyahut, ia tetap tampak sibuk merapikan semuanya dengan tergesa-gesa bahkan terkesan penuh emosi.

“Hyung?! kenapa kau mengemasi barangmu? Apa yg ingin kau lakukan?!” Minho berseru karena Onew tidak menyahuti pertanyaan Jonghyun. Onew tetap tak menyahutinya.

“Hyung!!!”

Onew menghembus nafasnya, menghentikan pekerjaannya lantas kemudian berbalik dan menatap mereka semua.

“Ini sama sekali tidak ada gunanya! Aku akan pergi dan keluar dari tempat ini!!” katanya tajam yg membuat yg lainnya kaget dan saling bertatapan.

[TBC]

Like, Coment, and Rate Please^^

20 Comments Add yours

  1. Seli m (kaoru) mengatakan:

    Penasaran ma selanjutnya nih eun ^^
    wah si onew mw kabur ,, yg lain cegah onew ya biar gg kabur ..
    Eun konflik onsso lom ktemu nih ..
    Next part adain konfliknya yah ^^v hehe

    next part ditunggu lho ^^

  2. Cinta kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Hmmmmm……

    Gag sbar liat keberhasilan mereka…
    Apa lg sso,yg jlas” gag mw jd pnyanyi….

    Mmm…trnyta onew pnya hubungan sma tiffany toh???

    Kshan bnget krystal…
    Tp,seiring brjalannya wkt,psti krystal bakal berubah dan menjd lebih cntikkkk…

    Di tunggu part brikutnya!!!

  3. mayaulidhasso mengatakan:

    ditunggu part selanjutnya yaa author
    gomawo^^

  4. geill mengatakan:

    seru, penasaran nih ama kelanjutannya…………..
    cerita tentang so eun dan onew-nya dikit ya, next part di buat lebih banyak lg dong biar seru……………
    part selanjutnya jgn lama2 ya author bis penasaran ama kelanjutannya………..^_^

  5. djkyussoloverz mengatakan:

    wah aku paling suka sama taemin disini sama sulli hhahhahaa lucu banget mereka..
    trus kenapa luna bersikap ogah-ogahan…?? apa sebenarnya dia gak mau jadi penyanyi kyk sso eonni…???
    nah loh onew oppa pacaran sama tiffany..?? terus sso eonni gimana neh apa dia suka sama kibum oppa aduh sangat penasaran…trus minstal couple gimana juga aduh banyak yang bikin aku penasaran aku sangt suka ff ne cepet dilanjut….!!!!

  6. Anna mengatakan:

    Luchuuu ma krkter sulli n taemin bkin gregt kekekek,,haduuhh onew jgn main out donk soeunny jgn ditinggali lho kok?? hehe ngejodohin crtny!!Ttep n always dtggu klnjtny gomawo putri🙂

  7. Vita mengatakan:

    Akhirny post juga .-.
    Di part ini belum ad sonew moment ya thor?? Hem.. Jd penasaran nih,,dtunggu thor

  8. Dear dHiyah mengatakan:

    mwo ??!! onew oppa mo pergi ?? waeyo ???
    wiihhhh , so eun eonni , amber eonni n sulli selera kita sama ….
    hohohohoho
    q pnasar knpa luna ky gtu ??? dy g trtarik tp dy ikut . aneh ….

    Lanjuuutttt ^^

  9. ticha_ mengatakan:

    wuAaa_penAsAran t!n9kAt akuuutttt_
    j9n b!Ar!n onew opPa kAbur_Q ga relA_
    tyuZ ntAr Sso ma spA??
    !yA_blm adA k0nflik antR 0nSso_
    eonnie_Q tgg next pArt yA
    Q dAh pnsrn bnr ne_
    dAebAk_😀😀
    lAnjuuttttttt😀

  10. elisoniac mengatakan:

    taemin lucu…
    ne tim namja ma yeoja gag ada yang akur.. kec minho ma krystal/ key ma amber…
    tapi seruuuu… kapan neh cerita soeun onew na??
    ditunggu chingu…

  11. irassosupershinee mengatakan:

    lanjuttttttttttttttt eonnnnn…
    onew oppa mau kemana tuh???
    cepettttttttttttt lanjut eonn

  12. owni mengatakan:

    keren, ditunggu part selanjut’a

  13. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Uh.. Ooh.. kereennn cerita_y. jd penasaran, tar Unnie Soeun bakal ma siapa ya?? Hahhhhh, cepet lnjut ya..🙂

  14. nury elf mengatakan:

    aku suka sama ceritanya chingu ^^
    mungkin kurang dpet feel~nya doank ,, hehe
    karna mungkin qu gx terlalu tw F(X), jdi gg bisa ngebayanginnya .. mian.

    next part ditunggu yach chingu ..
    banyakin adengan sonewnya juga yah,, hehe ^^v

  15. Olivio mengatakan:

    Konflik Sonew belum ada. Ntar ada cinta segitiga ama anak suju gak?

  16. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Wah,itu Onew mau kmna..jgn sampe Onew kbur ntar so eun gmn dtng9al sndiri..
    Cpat dlnjut thor,gk kbyang gmn so eun jadi pnyanyi..

  17. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Wah,itu Onew mau kmna..jgn sampe Onew kbur ntar so eun gmn dtng9al sndiri..
    Cpat dlnjut thor,gk kbyang gmn so eun ntar jadi pnyanyi..

  18. tanti no kawai mengatakan:

    Selalu ngakak…. Bila baca part ηγά̲̣̥ temin….

    Waduhhh…. Apa Ϋά̲̣̥ηġ terjadi ♏ onew??????
    Lanjutttttttt

  19. kim Ra rA mengatakan:

    Sso dingin gitu yach sama eonnie nya sendiri wae. ?
    tamin ga dimana ga dimana heboh terus bawaannya
    dari mereka banyak membawa cerita masing masing bacanya pun jadi makin seru

  20. Rani Annisarura mengatakan:

    wah ada konflik nih antara onew & so eun,,, onew pake kabur segala nih…..

    Konfliknya ini terus gimana???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s