`~Love Me As You Can Part8 (Ending)~


Annyeong all, kembali lagi dengan FF yg menurut poling merupakan yg paling disukai ini hehehe. Aku bawa ending untuk cerita ini yah, langsung aja, check this out..

“Siapa suruh menjadi kekasihku dan berjanji menemaniku dalam kondisi apapun. Jadi, jangan salahkan aku kalau akhirnya begini..”

Antara sadar dan tidak, Soeun berusaha membuka matanya yg mungkin sembab akibat banyak menangis. Soeun yg tadinya benar2 ingin tidur sejenak setelah menangis segitu lama kini berniat untuk bangun setelah merasakan tangan Donghae bergerak dalam genggamannya. Awalnya sedikit, tapi perlahan dapat ia rasakan tangannya itu semakin banyak bergerak dalam genggamannya. Soeun kemudian dengan cepat membuka matanya dan mengangkat wajahnya untuk melihat Donghae.

“Donghae..” Soeun dengan cepat bangkit melihat bola mata Donghae yg masih terpejam mulai bergerak-gerak. “donghae, apa kau bisa mendengarku?!” antara senang dan sedikit panik Soeun berseru sambil menyentuh pipi Donghae.

“Donghae!!”

Perlahan, Donghae mulai membuka matanya yg terasa begitu berat. Matanya terbuka dengan sangat pelan membuat Soeun deg-degan. Donghae yg masih merasa heran pada dirinya masih berusaha membuka matanya yg berat untuk dibuka.

“Donghae!!”

Mata Donghae menyipit merasakan perih pada matanya ketika menemukan cahaya yg terasa asing baginya. Buram, Donghae hanya dapat mendapatkan itu ditengah suara yg memanggilnya. Donghae menatap lurus, berusaha membiasakan dirinya dengan cahaya ini, namun perlahan keburaman itu mulai menjadi terang dan warna2 benda disekitarnya terbaca baik oleh matanya.

“Donghae-ah, kau sudah bangun?!” masih dalam lemah, Donghae berusaha memalingkan perhatiannya pada seseorang yg terus memanggilnya daritadi. Ia kini dapat dengan jelas melihat orang pertama yg ia temui setelah membuka mata. Seorang gadis yg tampak menangis namun terlihat begitu bahagia melihat ia kembali membuka mata.

“Donghae, astaga, kau sudah bangun?! ” Soeun berbicara dengan masih terlihat bahagia sambil meneteskan air mata bahagianya dan menggenggam erat tangan Donghae. Donghae hanya terdiam sambil menatap Soeun yg menangis dihadapannya tanpa mengatakan apapun itu. Soeun menghapus air matanya.

“Tunggu yah, aku akan memberitahu ibumu. Aku akan segera kembali..” kata Soeun sambil berniat bangkit namun ia terhenti ketika tangan Donghae malah balas menggenggam tangannya dan seperti melarangnya pergi. Soeun balas menatap Donghae, Donghae menatapnya dengan pandangan yg melarangnya pergi. Soeun tersenyum.

“Aku tidak akan lama, aku hanya ingin memberitahu ibumu aku pasti akan segera kembali..” kata Soeun sambil tersenyum pada Donghae. Donghae masih terdiam, lantas tangannya melepaskan tangan Soeun dengan sedikit ragu. Soeun tersenyum, lantas dengan tidak sabar meninggalkan Donghae disana.

[]

“Eunhyuk, bibi senang kau datang..” ibu Donghae tersenyum sambil membawa Eunhyuk untuk memasuki ruang tengah dan duduk disofa.

“Seharusnya aku datang sejak lama, tapi aku belakangan sibuk dengan pekerjaanku bi. Karena hari ini aku bebas, aku menyempatkan diri untuk melihat keadaan Donghae. Ohiya, bagaimana keadaannya bi?” kata Eunhyuk sambil duduk disofa dan meletakkan barang2 yg dibawanya untuk keluarga Donghae.

“Masih sama dengan terakhir kau mengunjunginya dua minggu yg lalu. Donghae tetap dalam keadaan yg stabil. Tidak meningkat, dan tidak juga menurun…” sahut ibu Donghae sambil tersenyum agak dipaksakan. Eunhyuk mengangguk, sedikit faham.

“Nyonya Park!! Donghae…”

Eunhyuk dan ibu Donghae reflek berdiri ketika Soeun datang dengan terburu-buru dan terlihat seperti panik. Mereka menatap Soeun yg tampak menghampiri mereka dengan tidak sabar.

“Ada apa? Apa dengan Donghae?” ibu Donghae langsung bertanya dan ikut terbawa panik dengan keadaan Donghae. Soeun tak menyahut, ia tampak sibuk mengatur nafasnya yg berantakan akibat berlari dari atas sana.

“Nyonya Park, Donghae..” Soeun menghentikan kata2nya sambil berusaha menahan air matanya yg ingin jatuh. Keadaan Soeun membuat kedua orang itu malah semakin panik.

“Apa yg terjadi dengan Donghae?” Eunhyuk juga ikut mendesak. Soeun tak langsung menyahut, ia masih berusaha untuk meredakan tangisnya saat ini agar ia dapat mengeluarkan suaranya pada dua orang yg penasaran dengan lanjutan ucapannya.

“Donghae sudah bangun… Dia sudah membuka matanya…” kata Soeun sedikit susah payah sambil mengeluarkan air mata harunya.

“Apa?” kedua orang itu berseru setengah tidak percaya. Soeun mengangguk sambil terus menangis.

“Dia sudah bangun… Donghae sudah bangun.. Dia sudah membuka matanya…” katanya malah terisak lebih hebat lagi tapi penuh kebahagiaan. Ibu Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan.

“Ayo kita lihat dia!!” ibu Donghae dengan cepat bersuara sambil melangkah mendahului yg lainnya. Soeun dan Eunhyuk mengikuti dibelakangnya.

[]

“Donghae!!” Ibu Donghae langsung menghampiri anaknya yg memang tampak sudah mulai membuka mata dan memperhatikan ruangan itu. Dengan cepat, ia menggenggam erat tangan Donghae. “Donghae, apa kau benar2 sudah baik2 saja nak? Apa kau punya keluhan atau sakit?” tanya ibu Donghae penuh haru sambil menggenggam tangan Donghae.

Donghae tak lantas menjawab, ia tampak masih lemas. Perlahan ia mulai berusaha membuka mulutnya. “Ng ibu, aku baik2 saja… ibu tidak perlu cemas… Memang apa yg telah terjadi padaku, kenapa badanku terasa aneh begini?” kata Donghae manyahuti ucapan ibunya membuat semua yg mendengarnya merasa lebih lega.

“Kau baru saja melewati masa2 yg panjang. Sekarang jangan fikirkan itu dulu, kau akan tahu nanti..” jawab ibu Donghae masih haru sambil menatap Donghae yg tampak kebingungan dengan dirinya. Donghae masih berusaha menyesuaikan dirinya dengan cahaya serta keadaan yg rasa2 asing baginya ini.

Beberapa langkah dari kedua ibu dan anak itu, Soeun dan Eunhyuk hanya mendengarkan pembicaraan mereka dengan bahagia. Soeun menunduk, ia tampak masih menangis bahagia dengan yg terjadi saat ini. Eunhyuk tersenyum melihatnya, lantas ia kemudian lebih mendekati Donghae.

“Hey kawan, akhirnya kau sadar juga!! Begitu lama, sampai semua orang pesimis..” Eunhyuk langsung menyapa Donghae dan berdiri disampingnya.

“Pesimis? Appa maksudmu? Memang apa yg telah terjadi padaku?” tanya Donghae sama sekali tidak mengerti. Eunhyuk hanya tersenyum.

“Banyak hal yg telah terjadi padamu beberapa bulan ini. kecelakaan itu membuatmu koma berbulan-bulan kawan..” katanya kemudian.

“Koma?” tanya Donghae sedikit tidak mengerti. Donghae terdiam, ia mengalihkan pandangannya sambil mencari-cari seseorang. Seseorang yg sepertinya terhalang dari pandanganya karena berdiri dibelakang Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum melihat ekspresinya.

“Ck, kau ini walau orang setampan aku sudah berada didepanmu kau masih juga mencari dirinya. Apa yg kau fikirkan? Dia tidak apa2..” kata Eunhyuk menggoda Donghae. Wajah Donghae tampak sedikit bingung dengan ucapan Eunhyuk itu. “Aku bawakan dia untukmu!” kata Eunhyuk kemudian sambil tersenyum kecil. Lantas, ia beranjak dari tempatnya berdiri sehingga Donghae dapat menemukan Soeun. Donghae hanya terdiam sambil menatap Soeun yg tersenyum padanya. Soeun kemudian berniat beranjak mendekati Donghae.

“Dia… Siapa?” Soeun menghentikan langkahnya mendengar Donghae mengatakan kata2 yg tak terduga sebelumnya. Begitupun Eunhyuk dan ibu Donghae yg benar2 kaget dengan ucapan Donghae itu.

“Apa katamu?! Ck, kau ini, disaat begini masih juga bercanda..” tanya Eunhyuk ikut kaget.

“Aku tidak bercanda, aku benar2 tidak tahu siapa dirimu. aku bahkan heran kenapa kau ada disini dan tadi berada disampingku ketika aku baru saja bangun? Siapa kau?” tanya Donghae masih dengan wajah yg serius.

“Donghae-ah, tolong jangan bercanda disaat seperti ini. Bagaimana mungkin bisa begitu? Jelas2 tadi kau memegang tanganku. Bagaimana mungkin kau tidak ingat aku. akukan… Yeojachingumu!!”

“Yeojachingu?” tanya Donghae mengerutkan dahinya. “Mana mungkin kau itu Yeojachinguku? Jangan bercanda! Aku benar2 tidak tahu dirimu..” kata Donghae kemudian.

Eunhyuk dan ibu Donghae saling bertatapan mendengar ucapan Donghae itu. mereka hanya terdiam, tidak tahu mengatakan apapun. Sementara Soeun yg juga masih kaget hanya bisa terdiam mendengarnya.

“Kau benar2 tidak mengingat aku? bagaimana mungkin kau bisa melupakanku? Padahal aku setiap hari selalu disini untuk menjagamu. Donghae, aku mohon jangan bercanda disaat seperti ini. aku cemas sekali..” kata Soeun nyaris menangis pada Donghae. Donghae hanya terdiam, ia hanya menatapi Soeun yg hampir menangis dihadapannya.

“Tapi aku benar2 tidak ingat. Aku tidak tahu siapa dirimu..”

“Bagaimana mungkin bisa begini..” kata Soeun kali ini benar2 mengeluarkan air matanya. “Donghae, aku kekasihmu, bagaimana mungkin kau melupakanku?!” katanya lagi pada Donghae masih dengan menangis.

“Seharusnya kau tidak boleh melupakanku..” kata Soeun lagi pada Donghae sambil terus menangis. Eunhyuk dan ibu Donghae juga bingung, mereka untuk sesaat hanya terdiam melihat semua yg diluar dugaan ini. donghae terdiam melihat gadis itu malah menangis.

“Ya, kenapa kau malah menangis?” tanya Donghae heran.

“Bagaimana mungkin aku tidak akan menangis? Bagaimana mungkin bisa begini? Kenapa aku bahkan satu2nya orang yg tidak kau ingat? Aku kekasihmu, mana mungkin kau bisa melupakan aku begitu saja..” kata Soeun benar2 menangis lagi dengan begitu sedih dan kecewa.

“Ckckck, anak kecil memang kalau digoda sedikit langsung menangis. Dasar cengeng!” Soeun mengangkat wajahnya mendengar seruan Donghae kali ini. Eunhyuk dan Ibu Donghae juga ikut menatap Donghae yg kali ini tampak tersenyum. “Kukira ada perubahan, ternyata masih juga sama. Masih juga mudah menangis, payah sekali Yeojachinguku ini..”

Mendengar itu, Eunhyuk dan Ibu Donghae yg tadi ikut merasa tegang langsung tertawa kecil. Ini sudah cukup jelas untuk mereka.  Sementara Soeun masih juga menangis sambil menatap Donghae yg tersenyum padanya.

“Jadi kau tidak benar2 lupa padaku? kau sudah ingat aku kalau aku ini kekasihmu?” tanyanya masih cemas. Donghae tersenyum lagi.

“Kim Soeun, putri kucingku yg bahkan lebih mencintai kucingnya daripada aku. si galak yg mudah sekali menangis. Yeojachingku tersayang…” kata Donghae kemudian. Soeun benar2 kaget mendengar ucapan Donghae itu, wajah sedihnya kali ini berubah menjadi kesal. ia menghapus air matanya dan mendekati Donghae yg tampak ingin mengetawainya.

“Jahat! Bagaimana mungkin masih sempat bercanda seperti ini? apa kau tidak tahu kalau aku begitu ketakutan?! Kau ini!!” kata Soeun sambil lebih mendekat dan memukul-mukul Donghae.

“Aduh!!” Donghae mengeluh sambil memegangi bekas pukulan Soeun. Soeun kaget dan menghentikan pukulannya yg sebenarnya pelan itu.

“Kenapa? Apakah sakit? Maaf, aku tidak bermaksud..” Soeun menjadi panik ketika Donghae terlihat kesakitan dengan yg ia lakukan. “Donghae..” panggilnya masih panik.

“Aduuuh, benar2 sakit sekali. Bagaimana kau memukuli kekasihmu yg baru saja sadar..” kata Donghae terlihat kesakitan. Soeun malah semakin salah tingkah.

“Maaf, aku benar2 tidak sengaja. Apa benar sakit sekali? Apa yg bisa aku lakukan untuk menyembuhkannya?!” tanya Soeun panik dan merasa bersalah. Dia berusaha memeriksa keadaan Donghae akibat pukulannya tadi. Donghae malah tersenyum melihat kepanikan Soeun padanya.

“Kalau cium aku bagaimana?” Soeun menghentikan kepanikannya ketika Donghae tampak tidak lagi memegangi tangannya tadi. Ia kini kembali tersenyum lagi pada Soeun yg benar2 terdiam menatapnya. “Kalau kau cium pasti semuanya akan langsung sehat..” katanya sambil tersenyum menggoda. Soeun kembali merubah ekspresi paniknya menjadi kembali kesal mendengarnya.

“Donghae,kau ini benar2!!” Soeun kembali memukul Donghae ditempat yg tadi karena benar2 merasa kesal. dia kesal sekali dengan sikap Donghae yg masih mengajaknya bercanda disaat mencemaskan seperti ini, Donghae hanya tertawa lagi sambil memegangi tangannya yg memang sedikit sakit karena Soeun yg kembali memukulnya lebih keras. “Tertawalah, kau memang senang membuat aku khawatir seperti ini! kau ini benar2 menyebalkan!” Soeun berseru dengan kesal melihat Donghae yg masih menganggap kepanikannya sebuah kelucuan. Bahkan ketika mata Soeun masih berkaca-kaca seperti saat ini.

“aku Cuma bercanda, aku baik2 saja..”

“Baik katamu? Kau tidak tahu apa yg telah terjadi delapan bulan ini. bagaimana mungkin mengatakan kau baik2 saja, bodoh, kau benar2 membuatku hampir mati karena ketakutan..” kata Soeun kembali berkaca-kaca karena begitu kesal serta masih panik.

Donghae tersenyum kecil, lantas meraih kepala Soeun untuk mendekat kebahunya. “Tidak, aku hanya bercanda. Jangan menangis lagi ya, aku tadi hanya bercanda. Aku sudah tidak apa2, jangan khawatir..” Donghae tersenyum sambil mengusap rambut Soeun dibahunya.

“Jangan disaat yg seperti ini, ini benar2 tidak lucu. Kau benar membuatku hampir ketakutan lagi…” kata Soeun kembali terisak dan menangis dibahu Donghae. Awalnya, Donghae tersenyum karena Soeun malah semakin menangis dibahunya, tapi semakin lama senyumnya hilang karena tangisan Soeun belum juga mereda malah semakin menjadi kesininya. Ia mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk dan ibunya yg hanya menjadi penonton daritadi.

“ maaf karena telah membuatmu cemas. Cuma hanya karena aku merasa sangat merindukanmu makanya aku ingin melepasnya dengan menganggumu tadi. Tidak ada apa2, semuanya sudah baik2 saja. Maaf atas keusilanku ya. Jadi berhentilah menangis karena semuanya sudah baik2 saja.” Kata Donghae kali ini dengan serius.

Soeun masih tak menyahut, ia masih juga terisak disana. Sepertinya ia benar2 ketakutan tadi sehingga ia benar2 menangis setelah Donghae kini menenangkannya. Donghae yg tadinya tersenyum mengurungkan senyumannya mendengar Soeun masih  menangis hebat disana, dibahunya. Ia sepertinya kini mengerti kesedihan apa yg Soeun lewati selama ia koma, dan kecemasan apa yg ia rasakan selama ia tak bisa mendampinginya. Donghae mengalihkan perhatiannya pada ibunya dan Eunhyuk, dimana mereka hanya tersenyum penuh arti pada Donghae yg sedikit tidak mengerti tentang semua yg telah terjadi.

[]

~Lee Donghae POV~

Apa yg sebenarnya terjadi? aku benar2 tidak mengerti. Kenapa ketika aku membuka mata semua orang menyambutku dengan wajah yg menurutku terlalu bahagia. Apa yg terjadi hingga semuanya begitu hingga Soeun dan ibu sampai menangis ketika aku baru bangun. Ada apa sebenarnya? Kenapa aku seperti disambut dari sebuah tempat yg sangat jauh dan terlalu lama? Padahal yg aku ingat, aku memang berada ditempat yg tidak aku kenal. Namun Seingatku, aku  disana hanya selama beberapa jam saja.

Tempat itu jauh dan sepi tapi tempat itu benar2 terasa damai. Putih dan sangat wangi, yang aku ingat kakiku juga tidak menyentuh tanah. Aku benar2 seperti melayang dalam beberapa jam yg aku rasakan. Walau nyatanya aku sendiri, tapi dapat aku rasakan suara2 semua orang yg aku kenal bahkan aku dapat mendengar suara tawa, canda, bahkan tangisan Soeun disana walau nyatanya tidak ada siapapun ditempat itu selain aku.

Hingga, akhirnya aku mendengar suara tangis Soeun yg lebih menyedihkan dari sebelumnya. Saat itu, aku mencari sekelilingku, aku mencari Soeunku yg tengah menangis itu. Soeun tidak ada, benar2 tidak ada, namun suara tangisnya benar2 semakin menyesakkan untukku. Hingga, aku melihat sebuah cahaya putih diangkasa bersinar menyinari wajahku. Cahayanya silau, dan membuat mataku sedikit perih namun nyatanya ia semakin mendekat dan mendekat hingga tanpa kusadari aku memasukinya.

Ketika membuka mata rasa perih masih terasa dimataku namun aku merasa berbeda dari sebelumnya. Aku lemah, sekujur tubuhku terasa sakit, kaku serta sulit untuk aku gerakkan namun aku merasakan tanganku digenggam dengan begitu erat. Dengan susah payah, aku mencoba untuk bangun dan membuat semuanya lebih normal. Berhasil, nyatanya cahaya yg silau mulai menghilang dan mataku yg buram mulai dapat menemukan gambaran dengan posisiku saat ini. lampu adalah benda pertama yg dapat aku liat jelas, hingga perlahan semuanya mulai terlihat jelas satu2. Telingaku juga sudah mulai mendengar suara Soeun yg memanggil namaku. Donghae, Donghae…

Kalian tidak akan tahu betapa bahagianya aku ketika wajah pertama yg aku temui adalah dia. entah kenapa aku begitu bahagia melihatnya, padahal hanya beberapa jam saja rasanya aku tidak melihatnya. aigo, dia menangis, tapi tangisannya terlihat bahagia dan begitu senang. Aku berusaha tersenyum dan berbicara, tapi nyatanya aku tidak bisa menggerakkan lidah dan mulutku. Baru saja aku ingin melepas rindu padanya, tiba2 ia berniat melepaskan tanganku dan pergi. Tidak boleh, aku tidak ingin ia meninggalkanku, hingga aku genggam erat tangannya ketika ia ingin melepasku. Namun penjelasannya selanjutnya membuat aku sedikit lebih tenang dan dengan ragu melepasnya setelah ia berjanji dengan kembali.

Perlahan, setelah ia pergi aku dapat merasakan perasaan diriku lebih baik lagi. tanganku mulai bisa aku gerakkan begitupun kakiku walau nyatanya gerakannya begitu lambat dan kaku. Lidahku yg tadinya kelu mulai terasa sedikit ringan, dan aku mencoba bersuara dan aku berhasil walau suaraku benar2 terasa parau. Namun perlahan, suaraku mulai membaik setidaknya lebih baik dari bagian tubuhku yg lain yg benar2 terasa janggal untukku.

Beberapa saat kemudian, ibu yg datang dan kembali aku heran karena nyatanya ibu menangis bahagia. Ada apa? Rasanya benar2 aneh diperlakukan begini. Akupun mulai dapat menyahuti pertanyaan ibu. Tidak hanya ibu, ada Eunhyuk disana yg menghampiriku dan mengajakku bercanda. Dengan senang, aku meladeninya walau aku sedikir resah karena Soeun belum juga kelihatan lagi. hingga akhirnya aku dapat melihatnya setelah Eunhyuk menunjukkan seseorang yg daritadi ia halangi dengan tubuhnya.

Kalian tidak akan tahu, betapa aku begitu merindukannya dan senang bertemu dengannya. Entahlah, walau seingatku hanya beberapa jam aku ditempat aneh itu namun aku merasa telah berpisah darinya selama bertahun lamanya. Heran rasanya melihat ia masih terlihat menangis seperti itu, itu sebabnya aku berinisiatif untuk sedikit menggodanya seperti yg biasa aku lakukan sebelumnya kalau ia seperti itu. namun, ia malah menangis lebih deras lagi, benar2 terlihat sedih hingga aku menyadari memang ada yg janggal disini. Mungkin aku sudah terlalu lama berada ditempat itu, tidak mungkin hanya beberapa jam saja, aku rasa itu lebih dari beberapa jam, tapi berapa lama kenapa aku tidak bisa mengingatnya?!

[]

“Donghae, ayo makan..”

Donghae mengalihkan perhatiannya menuju Soeun yg baru memasuki kamarnya. Soeun tampak membawa nampan ditangannya. Lantas duduk disamping Donghae.

“Apa itu?” tanya Donghae.

“Makanan, setelah delapan bulan kau pasti sangat lapar bukan?” Soeun tersenyum sambil mempersiapkan semuanya. Donghae terdiam, memperhatikan semua yg Soeun lakukan. “Baiklah, ayo makan..” kata Soeun pada Donghae. Tangannya kini memegang sendok yg sudah berisi makanan dan berniat menyuapi Donghae.

“Aku tidak lapar..” Donghae berpaling ketika sendok mulai mendekatinya.

“Tidak lapar bagaimana? Sudah delapan bulan ini kau hanya makan dengan cairan yg mereka suntikan setiap dua hari. Bagaimana mungkin tidak lapar?” tanya Soeun heran.

“Tapi aku benar2 tidak nafsu makan sedikitpun. ditambah, makanan apa itu, rasanya pasti tidak enak..” kata Donghae.

“Ini bubur, hanya ini yg dapat kau konsumsi saat ini setidaknya sampai semuanya lebih baik. Ayolah Donghae, kau harus makan, setelah itu kau harus minum obat agar cepat sembuh…”

“Tapi sepertinya tidak bisa dipaksa Soeun, aku serius. Nanti yg ada aku muntah, dan artinya sia2 saja..” kata Donghae. Soeun terdiam, menatap Donghae. “Aku marasa aneh pada diriku, tubuhku tidak leluasa dalam bergerak serta kepalaku juga sakit. Bagaimana aku dapat makan?” katanya lesu.

“Semuanya adalah efek dari komamu. Kata dokter, seiring waktu semuanya akan baik2 saja. Kau nantinya akan menjalani terapi untuk melancarkan kerja tubuhmu setelah 8 bulan ini semuanya tidak normal..” kata Soeun.

“Tapi sungguh, aku bingung, kenapa tubuhku sulit bergerak? Aku seperti orang lumpuh..”

“Tidak akan apa2, sebentar lagi semuanya akan kembali baik2 saja setelah kau agak kuat untuk terapi. Ini bukan masalah lagi Donghae, masa burukmu sudah kau lewati dengan baik..” kata Soeun sambil tersenyum.

“Iya, dan itu karenamu, terima kasih ya atas kesediaanmu merawatku..” kata Donghae sambil tersenyum pada Soeun. soeun balas tersenyum.

“Aku hanya melakukan yg seharusnya, bahkan ini belum seberapa dengan apa yg telah kau lakukan untukku hingga kau begini..”kata Soeun sambil menundukkan kepalanya.

“Semua yg aku lakukan bukan untuk mengharap balas budi. Keselamatanmu adalah segalanya untukku… Aku bersyukur, setidaknya waktu itu aku tidak terlambat menyelamatkanmu. Sehingga kau tak harus merasakan apa yg kini terjadi padaku. aku benar2 mencintaimu..” kata Donghae tulus pada Soeun. membuat Soeun terdiam menatap sinar mata Donghae.

“Maka, sekarang berusahalah untuk bangkit lagi. Aku akan membantumu hingga kau dapat kembali seperti yg dulu..” kata Soeun pada Donghae. Donghae tersenyum, menatap mata Soeun yg benar2 dirindukannya.

“Apa yg terjadi selama tidak ada aku disampingmu?” tanya Donghae kemudian. “siapa yg menjagamu? Apa yg terjadi padamu? bagaimana ketika kau menangis? Adakah yg menyakitimu?”

Soeun terdiam mendengar pertanyaan Donghae. Ia menatap Donghae yg juga menatapnya dengan sangat tulus. Sinar mata ini, benar2 sangat ia rindukan. Dan rasanya, ia dapat melihat Donghae bangun lagi adalah sebuah keajaiban. Nyatanya hanya Donghae yg bisa membuatnya nyaman.

“Maafkan aku..” Donghae menunduk setelah Soeun tak menyahutinya. “Maaf, karena aku begitu lama disini dan tidak menjagamu selama itu. aku tahu, pasti berat untukmu diwaktu itu..”

“tidak penting, nyatanya aku bisa menjalani semuanya dengan sangat baik. Sekarang yg kita perlukan adalah semangat baru untuk menata masa depan kita selanjutnya…”

“Bagaimana dengan menikah denganku?”

Soeun terdiam mendengar ucapan Donghae yg ini. ia tidak menyangka Donghae akan mengatakan itu disaat ini.

“Menikah?”

“Ya seperti sebuah Game, aku rasa kita sudah terlalu lama menjalani level hidup kita sebagai kekasih dan nyatanya kita dapat menjalaninya walaupun begitu sulit. Tapi sekarang berbeda, semua yg menghalangi perlahan sudah mulai menghilang. Jadi aku fikir, kita sebaiknya kita naik kelevel berikutnya…”kata Dongahe sambil tersenyum kecil membayangkannya. Yah, Donghae sepertinya juga sedikit malu2.

“Entahlah, aku tidak tahu..”kata Soeun sambil menunduk mengaduk makanan Donghae. Sedikit canggung, benar2 hatinya sebenarnya bahagia, tapi ia sungguh tidak menyangka kalau Donghae akan melamarnya diwaktu yg seperti ini.

“Kenapa? Kau tidak mau menikah denganku?” tanya Donghae sambil tersenyum melihat reaksi soeun.

“Bukan begitu, hanya, ya Lee Donghae aku perempuan. kau tahu? ini begitu cepat bagaimana mungkin aku bisa langsung menjawabnya?! Lagipula, seharusnya sekarang kita fokus pada pemulihanmu dulu..” kata Soeun pada Donghae. Donghae tersenyum mendengar ucapan Soeun.

“Baiklah, aku akan berusaha pulih dengan cepat supaya aku dapat mengetahui jawabanmu..” kata Donghae kemudian sambil menatap wajah Soeun yg merona karena malu. “Sekarang mana makanannya? Ayo berikan padaku agar aku bisa sembuh dan setelah itu aku mendapat jawabanmu..” kata Donghae terdengar bersemangat sekarang.

“Ya, Donghae! Berhentilah menggodaku!” protes Soeun pada Donghae.

“Habis bagaimana, kau membuatku penasaran aku benar2 sudah ingin menikah denganmu. Ayo Soeun, ayo kita menikah!!” kata Donghae sedikit merengek. *Bang Donghae ngebet banget dah -_-*

“Donghae, diamlah! Nanti ada yg dengar!!” protes Soeun dan benar2 merasa wajahnya panas.

“Tidak apa2, biar semuanya tahu dan akhirnya membantuku agar kau mau menerimaku!!” kata Donghae semakin mengeraskan volume bicaranya.

“Donghae!!” Soeun berseru sedikit panik sambil melihat sekitar berharap tidak ada yg dengar. Soeun benar2 merasa malu. Donghae cengengesan melihat reaksi Soeun.

“Baiklah, kita menunggu sampai aku pulih dan setelah itu tak ada alasannya untuk mengulur waktu. Kita menikah setelah aku pulih, bagaimana?” tanya Donghae kemudian.

“Tapi..”

“Aku tidak mendengar alasan!!” potong Donghae cepat. “Sekarang, sini makanannya, aku benar2 ingin cepat sembuh!!” perintah Donghae kemudian.

“Aku tidak mau menyuapimu, sekarang makan sendiri!!” kata Soeun pada Donghae. Donghae menatapnya sedikit sinis.

“Licik, menunda kesembuhanku untuk mengulur waktu supaya aku tidak menikahimu. Benar2!!” kata Donghae pada Soeun. Soeun hanya balas tersenyum sambil melet lidah pada Donghae. “Sini beri makanannya!” perintah Donghae.

“Tidak mau!”

“Ck, benar2 mengajak perang ternyata?! Mari Kita lihat siapa yg akan menang..” kata Donghae sambil berpaling.

“Apa maksudmu?!”

“IBU!! LIHAT INI, SOEUN TIDAK MAU MEMBERIKAN AKU MAKAN!! SOEUN TIDAK MENGIZINKAN AKU UNTUK MAKAN DAN TIDAK MAU AKU SEMBUH. IBU!! SOEUN… HUMMMF”

“Donghae, apa yg kau lakukan?!” Soeun panik sambil membekap mulut Donghae. Donghae lagi2 cengengesan sambil menatap Soeun.

“Makanya, berikan makan untukku!” kata Donghae cepat. “Cepatlah, sebelum aku berteriak dan ibuku datang kesini. Jangan fikir aku tidak bisa melakukannya, inikan rumahku..” katanya bangga.

“Kau ini benar2..” kata Soeun sambil mengambil kembali sendok yg tadi ia letakkan. Donghae tampak terlihat menang.

“Nyatanya kau tidak bisa lari dariku. Secepatnya, kau tidak bisa mengulur waktu untuk jawaban atas lamaranku..” katanya puas.

Soeun geleng2 kepala, lantas mulai kembali menyendokkan makanan lalu mengulurkannya dekat kemulut Donghae. Sedikit ragu, Donghae membuka mulutnya.

“Bagaimana?” tanya Soeun cemas melihat Donghae kesulitan memakan makanan itu. Donghae tak menyahut, ia tampak tidak senang dengan rasa makanan itu.

“Entahlah, aku benar2 merasa mual..” kata Donghae setelah dengan susah payah menelan makanan itu.

“Tapi kau benar2 harus makan, kata dokter setidaknya lima suapan. kau harus minum obat..” kata Soeun ikut dengan wajah cemas. Donghae hanya mengangguk kecil, lantas Soeun kembali memberikan suapan selanjutnya. “Pelan-pelan saja..” kata Soeun dengan wajah cemas. Donghae lagi2 mengangguk dan kembali dengan susah payah memakannya.

“Ahh, Soeun, ini benar2 tidak enak!!” donghae kembali mengeluh ketika Soeun ingin menyuapinya lagi. Soeun terdiam, ia bingung harus melakukan apa karena Donghae benar2 harus makan dan minum obat. Tapi ia kasihan melihat Donghae yg benar2 tidak menyukai makanan ini. “Tapi, kalau tidak makan itu artinya aku semakin lama untuk sembuh bukan. dan artinya akan semakin lama untuk menikahimu..” katanya setelah beberapa saat.

“Donghae!!” Soeun lagi2 merengek mendengar ucapan Donghae padahal dia sudah benar2 cemas tapi Donghae tetap juga bercanda.

“Ayo, tiga suap lagi bukan? aku bisa!!”kata Donghae dengan semangatnya yg baru pada Soeun. soeun menghela nafas, ia jadi sedikit gugup untuk menyuapi Donghae lagi sekarang. Perlahan ia kembali memberikan suapan ketiga untuk donghae. Donghaepun kembali membuka mulutnya.

Soeun terdiam melihat Donghae yg benar2 ogah-ogahan memakan makanan itu. tampak sekali, ia begitu mual dan tidak suka makanan itu. kasihan Donghae. Perlahan Soeun menunduk dan mencium pipi Donghae, membuat Donghae menatap padanya sedikit tidak menyangka.

“Semangat yah, supaya kita cepat menikah!!” katanya yg langsung membuat Donghae tersenyum mendengarnya lantas dengan semangat baru berusaha memakan makanan yg dibencinya itu.

[]

Soeun merenggangkan tubuhnya yg benar terasa pegal setelah seharian merawat Donghae serta menyelesaikan pekerjaannya di tempat ia bekerja. Ia berjalan dengan sedikit letih menuju apartemennya.

“Ahh!!”

Soeun mengalihkan perhatiannya ketika mendengar suara keluhan. Dari sana, tampak Kyuhyun berjalan menuju apartemennya dengan sedikit kesusahan. Kyuhyun mabuk lagi. Soeun terdiam ditempatnya, hanya menatap Kyuhyun.

Kyuhyun melihat Soeun yg menatapnya dengan wajah yg terlihat sedikit takut. Namun Kyuhyun berpaling menuju pintu apartemennya. Kyuhyun mengambil sesuatu dari saku celananya, setelahnya ia berusaha membuka pintu.

“Shit!! Kenapa susah sekali dibuka!” Kyuhyun mengomel ketika berulang kali gagal memasukkan card itu. tangannya begitu tidak fokus hingga cardnya tidak pernah masuk kedalam line sensornya. “Ck, apa2an ini!” Kyuhyun mengomel kesal sambil melempar cardnya begitu saja hingga jatuh kelantai. Soeun benar2 hanya memperhatikannya..

Kyuhyun terdiam, memegangi kepalanya lantas perlahan kini ia bersandar kedinding dan menurunkan tubuhnya kebawah sepertinya untuk memungut kembali kuncinya yg tadi ia banting begitu saja. “Ahh!” Kyuhyun mengeluh lagi ketika ia belum juga menemukan kuncinya yg ia ambil dengan cara meraba-raba lantai untuk mencari kuncinya tadi. Kyuhyun berhenti sejenak, memegangi kepalanya, lantas perlahan mulai meraba2 letak kuncinya tadi

Soeun menghela nafas, berfikir sejenak melihat Kyuhyun yg benar2 terlihat kesulitan. Perlahan, dengan sedikit ragu Soeun mendekati Kyuhyun. Soeun berjongkok, mengambil kunci yg terjatuh tadi.

“ aku bantu kau masuk ya..” kata Soeun yg sebenarnya sedikit deg-degan. Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap Soeun dengan sedikit nanar.

“Ah, Soeun..” dia tampak mengeluh sambil membiarkan dirinya terjatuh hingga terduduk begitu saja dilantai. Tampaknya ia begitu mabuk berat dan mulai kelelahan. Ia membenamkan kepalanya dilipatan tangannya.

Soeun selesai membuka apartemen Kyuhyun. Lantas ia berpaling, menatap Kyuhyun yg sudah terduduk dilantai. Soeun tampak berfikir terlebih dahulu, ragu. Namun setelah beberapa saat, Soeun menekuk kakinya hingga sejajar dengan Kyuhyun.

“Ayo masuk. Aku akan membantumu..” kata Soeun sedikit pelan pada Kyuhyun. Lagi, Kyuhyun mengangkat wajahnya menatap Soeun dengan mata yg masih nanar.

“Dia sudah sadar?” Kyuhyun bertanya ditengah mabuknya. Soeun hanya terdiam mendengar pertanyaan Kyuhyun itu. lantas ia mulai mendekat membantu Kyuhyun berdiri.

“Ayo Kyu, kita kekamarmu..” kata Soeun mengalihkan pembicaraan lalu mulai membantu Kyuhyun berdiri. Kyuhyun hanya mengikutinya tanpa mengatakan apapun.

[]

Soeun membuka pintu dari dalam, lantas dengan susah payah membantu Kyuhyun untuk lebih memasuki apartemennya, daritadi Kyuhyun masih mengigau sesekali.

“Soeuun, kenapa kau tidak membalas perasaanku? Apa kurangnya aku darinya!!” Kyuhyun mengingau ketika Soeun membawanya. Soeun tak menyahutinya, ia masih juga membantu Kyuhyun untuk masuk kedalam apartemennya dengan sedikit kesusahan.

“Donghae bukanlah orang yg baik. Dia pengecut, lemah, dan sudah terlalu sering membuatmu menangis. Untuk apa kau harapkan orang seperti dia..” Lagi, Kyuhyun meracau dan Soeun tak menyahutinya. ia terus membawa Kyuhyun hingga ketempat tidurnya, Kyuhyunpun diletakkan hati2 ditempat tidurnya..

“Soeun!!” Kyuhyun kali ini kembali memanggil namanya dan menahan tangan Soeun yg ingin pergi. Soeun berbalik, agak berdebar mengingat kejadian tempo hari. Kyuhyun membuka matanya yg benar2 terlihat lemah. Ia berusaha bangkit untuk bicara dengan Soeun.

“Aku benci Donghae, aku sangat benci dengan Donghae. Dari kecil, ia mengambil perhatian kakak perempuanku dariku. Tapi ketika dewasa setelah bertemu dirimu, ia membuang kakak perempuanku. Dan yg lebih aku benci, dia ternyata mempunyai kekasih sepertimu…” katanya ditengah mabuknya. Soeun hanya mendengarkan saja.

“Aku sangat benci ketika dia selalu mendapatkan perhatian dari semua orang. dan dia dengan mudah membuangnya, seperti itupun denganmu. Kau nanti bisa terluka karena dia juga akan membuangmu..”

“Kyu..”

“Niatku adalah agar memberinya sedikit pelajaran dengan mengambilmu darinya. Aku hanya ingin membalas perlakukannya terhadap kakak perempuanku melalui dirimu. kau tidak tahu, betapa kakakku sangat mengharapkan pertunangan gila ini, tapi dengan sangat kejamnya Donghae malah tidak memperdulikannya dan lebih memilihmu. Awalnya aku benci kalian berdua, aku benci kebahagiaan yg kalian jalani ditengah kesedihan kakakku. Itulah alasannya aku datang kemari untuk menganggu hubungan kalian. Niatku untuk merebutmu darinya dan membuat ia merasakan bagaimana rasanya terbuang. Tapi, aku terjebak, nyatanya aku benar2 jatuh cinta padamu dan tidak bisa melepasmu lagi…” kata Kyuhyun ditengah mabuknya itu. Soeun hanya terdiam mendengarnya.

“Nyatanya, kau juga lebih memilih dia, sama dengan kakakku dulu. Apakah kalian tidak tahu, Donghae tidak baik, dia mungkin juga bisa membuangmu bila ia sudah bosan nantinya..” kata Kyuhyun kali ini nyaris menangis.

“Donghae tidak mungkin seperti itu, ini mungkin hanya salah faham..”

“Dia akan begitu, dia juga akan membuangmu nantinya. Karena Donghae adalah seseorang yg tidak punya hati. Dia jahat dan kejam!!.”

“Kyu, tolong jangan mengatakan hal yg begini?!”

“Kenapa? Kau takut semua ini akan nyata nantinya? Jangan berikan cinta yg terlalu banyak untuknya, karena ia tidak pantas untuk itu..”

“Kyu..”

“Soeun!” Kyuhyun semakin mempererat pegangannya ketika Soeun hendak melepaskannya. Mata lelahnya menatap mata Soeun. “Aku sedih karena nyatanya, lagi, aku harus kalah dari dia. aku kalah mendapatkan hatimu, aku menyesal kenapa aku tidak mengenalmu lebih dulu sehingga kau harus sudah dimiliki olehnya..”

“Kyu..”

“Tapi, aku tidak ingin sejahat dia. aku tidak ingin menyakiti wanita seperti yg dia lakukan. Tidak ingin ikut membuatmu menangis seperti yg sering ia lakukan. jadi, mulai hari ini aku akan melepasmu, aku tidak ingin menyakitimu seperti tempo hari. Aku minta maaf atas semua yg telah aku lakukan sebelumnya. Aku tidak akan menganggumu, tapi, aku ingin kau jangan terlalu mempercayainya karena dia bisa menyakitimu nantinya. Dan bila hari itu datang, datanglah padaku, aku akan memperlakukanmu lebih baik dari dia..” kata Kyuhyun sambil melepas tangan Soeun, Kyuhyun menangis. “Pergilah..” Kyuhyun kembali bersuara sebelum ia berbaring ditempat tidurnya.

Soeun terdiam menatap Kyuhyun yg sudah tertidur karena mabuk berat itu. ia memandang Kyuhyun yg telah tertidur.

“Aku tahu kau baik, tapi kau sangat salah faham mengenai Donghae. Kyuhyun, Donghae bukan seperti bayanganmu. Dia tidak seperti itu..” kata Soeun tak mampu menahan air matanya. Soeun menghapus air matanya, lantas mulai beranjak dari tempat itu.

[]

“Kenapa makananku harus selalu ini dan ini?” Donghae protes ketika pelayan membawakan makanan untuknya dimeja makan. Hari ini, untuk pertama kalinya Donghae makan dimeja makan, walaupun ia harus memakai krop buat jalan.

“Karena inilah yg disarankan dokter untuk kau konsumsi sementara ini..” ibu Donghae menjawab sambil tersenyum.

“Tapi rasanya benar2 tidak enak bu. Rasanya hambar dan membuat perutku mual, lagipula akukan sudah sehat dan akan mulai terapi tapi kenapa aku harus tetap memakan makanan ini..” kata Donghae tak mau terima.

“Tapi kau harus bersabar setidaknya sampai beberapa hari ini. kata dokter, setelah koma panjang yg kau alami, banyak kerja tubuhmu yg terganggu. Termasuk pencernaanmu yg telah lama tidak bekerja terlalu baik..” kata ibu Donghae. *Note: hehe, lagi, aku gak ngerti medis jadi konflik kesehatannya tolong diterima dengan lapang dada ya kkk~. Kalo aneh gak usah bertanya kekekkke~*

“Sampai berapa lama lagi?”

“Setidaknya sampai lima hari kedepan..”

“ahh, ini benar2 sangat lama!!” Donghae mengeluh dan uring2an sambil mengaduk malas makanannya.

“Apanya yg lama?”

Donghae dan ibunya serta pelayan mengalihkan perhatian mereka mendengar seruan seseorang.

“Soeun!” kata Donghae melihat Soeun datang.

“Selamat pagi Nyonya..” kata Soeun sambil memberikan penghormatan pada ibu Donghae.

“Selamat pagi Nona Soeun..” balas ibu Donghae sambil tersenyum.

“Panggilan seperti apa itu?!” Donghae protes dengan wajah serius. “Bagaimana mungkin kalian saling memanggil dengan kata Nyonya dan Nona sementara sebentar lagi kalian menjadi mertua dan menantu” katanya serius. Soeun langsung gugup mendengarnya.

“Mertua dan menantu?” Ibu Donghae langsung heran mendengarnya membuat Soeun semakin gugup.

“Maksudnya..”

“Ibu, beberapa minggu lagi kami akan menikah!” Soeun langsung mengalihkan perhatiannya pada Donghae yg memotong kata2nya.

“Menikah?!” Ibu donghae bergumam sedikit kaget.

“Tidak, sama sekali..”

“Ya, aku akan menikahi soeun setelah aku sembuh..” potong Donghae lagi ketika Soeun hendak bicara.

“Donghae!” soeun memanggil Donghae dengan wajah yg benar2 terlihat malu. Donghae malah nyengir pada Soeun.

“Tunggu!” Ibu Donghae langsung menyela dengan wajah yg sedikit tersenyum melihat ulah keduanya. “Kalian akan menikah? Ini serius atau bercanda?!”

“Itu..”

“Tentu saja serius ibu. Beberapa minggu lagi gadis jelek ini akan menjadi menantu ibu!!” potong Donghae lagi sambil mendelik nakal kearah Soeun yg benar kehabisan kata2. “Jadi berhentilah memanggil kata Nona ataupun Nyonya karena itu tidak cocok!” tambahnya.

Soeun menghela nafas begitu berat, ia menundukkan kepala. Benar2 ia malu sekali dengan Ibu Donghae setelah kata2 Donghae itu. Ibu donghae terdiam, memperhatikan Soeun yg tampak gugup itu sementara Donghae malah tersenyum puas melihat kekasihnya begitu.

“Jadi haruskah aku panggil menantu sekarang?” tanya ibu Donghae pada Soeun.

“Nyonya..”

“Eh, panggilan apa itu!” Lagi donghae menggodanya. Soeun menatap Donghae kesal.

“Diamlah!” katanya kesal pada Donghae. Donghae tersenyum lagi melihat reaksi Soeun. ibu Donghae juga ikut tersenyum.

“Kenapa melarangku bicara dirumahku sendiri?”

“Karena kau terlalu cerewet..” balas Soeun tidak mampu menyembunyikan rasa malunya kepada ibu serta beberapa pelayan yg ada disana.

“aku mengerti, nyatanya kalian terlalu lama menunggu. Jadi, aku mengerti dengan rencana yg ini dan juga mendukungnya. Aku akan membicarakan ini juga dengan ayah Donghae” kata Ibu Donghae setelah beberapa saat yg membuat Soeun mengangkat wajahnya.

“Nyonya..”

“Ibu!!” serentak Donghae dan Ibunya memotong ucapan Soeun. Soeun tersenyum kecil dengan malu mendengarnya.

“Karena Donghae mau kau memanggilku ibu, maka sebaiknya memang begitu. Lagipula, dari awal aku memang merasa janggal ketika kau memanggilku nyonya..” kata ibu Donghae pada Soeun yg diangguki Donghae. Soeun juga tersenyum mendengarnya.

“Terima kasih, ibu..” kata Soeun setelah beberapa saat dengan wajah yg masih canggung namun terlihat bahagia. Donghae dan Ibu Soeun tersenyum melihat dan mendengar Soeun.

“Sama2, sekarang kita fokus dulu pada pemulihan Donghae. Soeun, kau hari ini mengantar Donghae terapi ya. Semoga, semuanya bisa lebih cepat” kata Ibu Donghae pada Soeun. Soeun mengangguk mendengarnya.

“Ya, ibu..” katanya kemudian. Donghae langsung tersenyum bahagia mendengarnya.

[]

“Terima kasih dokter..” kata Donghae menjabat tangan dokter yg memberikannya terapi setelah mereka keluar dari ruang terapi. Soeun tampak mendampingi Donghae. Dokter itu balas menjabat tangan Donghae.

“Sama2 tuan Donghae. Dalam waktu cepat, anda akan pulih dan kembali normal..” kata Dokter tersebut. Donghae tersenyum dan mengangguk mendengarnya.

“Ya, saya akan berusaha dokter..”

“Hum, kalau begitu saya permisi dulu dokter. Sekali lagi, terima kasih atas semua bantuan anda..” kata Donghae lagi.

“Ya, hati2 dijalan ya tuan nona. Semoga lekas sembuh..” sahut Dokter.

“Terima kasih dokter..” sahut keduanya sambil memberikan hormat lantas setelah itu mulai beranjak dari tempat itu.

“Bagaimana? Hari ini adalah terapiku yg terakhir, dan mereka bilang aku sudah semakin pulih..” Donghae mengenggam tangan Soeun ketika mereka menyusuri koridor rumah sakit. Soeun hanya tersenyum mendengarnya. “Kita pergi jalan2 sebentar yuk. Akukan sudah lama tidak makan enak setelah koma, larangan makan selain bubur sudah dibatalkan kemaren. Jadi sekarang kau menemani aku untuk jalan2 bagaimana?” tanya Donghae sambil tersenyum pada Soeun.

“Tapi kakimu?”

“Tidak apa2, kata dokter akukan memang harus dilatih terus berjalan. Lagipula, akukan sudah tidak memakai krop lagi jadi tidak akan apa2..” kata Donghae pada Soeun lagi. Soeun mengangguk.

“Kita jalan2 kemana?” tanya Soeun yg langsung dijawab senyuman oleh Donghae.

[]

“Tempat ini tidak berubah!!” kata Donghae sambil memperhatikan seluruh ruang apartemen Soeun. ia tampak asyik mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Soeun hanya tersenyum melihatnya sambil membelai bulu Koony ditangannya. Donghae tersenyum, mendekat pada Soeun.

“Koony juga tidak berubah..” katanya sambil mengambil Koony dari Soeun. Soeun membiarkan Donghae memegang Koony. Donghae tampak mengusap lembut bulu2 Koony. “Hey, apakah kau merindukanku? Tumben kau tidak cemburu melihat aku dekat2 ibumu, kau pasti juga merindukan aku ya?!” tanya Donghae tersenyum sambil membelai bulu Koony. Soeun hanya geleng2 sambil tersenyum mendengarnya.

Donghae mengalihkan perhatiannya pada Soeun, ia juga tersenyum melihat Soeun yg tersenyum melihat tingkahnya bersama Koony.

“Bada mana?” tanya Donghae kemudian.

“Huh?!” Soeun agak kaget dengan pertanyaan Donghae. Ia baru ingat kalau Bada masih bersama Kyuhyun sampai saat ini. “Hum.. Bada..” Soeun bingung menjawabnya. Donghae hanya menunggu jawaban Soeun.

“Maaf aku tidak menceritakan padamu sebelumnya Donghae. Karena, Koony tidak bisa berdamai dengan Bada aku menitipkannya pada tetangga kita, pada Kyuhyun..” sahut Soeun ragu.

“Oh, baguslah kalau dia baik2 saja..” Donghae mengangguk mendengarnya. Ia kembali sibuk pada Koony. Soeun terdiam, memperhatikan Donghae dihadapannya. Mengingat nama Kyuhyun sepertinya ada yg selalu mengangganjal dalam hatinya. Sadar wajah Soeun berubah, Donghae berpaling lagi padanya.

“aku lupa?!” kata Donghae yg langsung membuat Soeun tersadar dalam fikiran panjangnya. Donghae tersenyum, lantas ia mendekati Soeun dan memeluknya dengan satu tangannya sementara tangan satunya masih memegangi Koony. “Daritadi yg aku tanyakan hanya Koony dan Bada, aku tidak sadar kalau aku belum memelukmu dalam beberapa bulan ini. kenapa aku malah melupakan hal penting ini..” kata Donghae sambil memeluk tubuh Soeun dan mengusap rambutnya. Soeun hanya tersenyum sambil balas memeluk Donghae. *Koony dilarang cemburu dan mengganggu!*

[]

“Aku pulang ya..” kata Donghae sambil lagi memeluk Soeun ketika ia hendak meninggalkan apartemen itu.

“Kau bisa sendiri?” tanya Soeun sedikit khawatir. Donghae tersenyum.

“Tentu saja bisa, lihat tinggal lima langkah aku bertemu mobilku dan sopir akan mengantarku. Kenapa harus cemas?” tanya Donghae sambil tersenyum pada Soeun. ya, mereka sekarang sudah berada didepan gedung apartemen. Soeun mengantar Donghae sampai kebawah.

“Hati2 dijalan ya..” kata Soeun pada Donghae yg masih memeluknya.

“Ya, sangat sedih hari ini akan berlalu. Rasanya, tidak mau pisah darimu..” kata Donghae sambil mengusap bagian belakang bahu Soeun. “Bahkan untuk melepaskan pelukan inipun rasanya tidak mau..” katanya lagi. Soeun tersenyum.

“Tenanglah, kita masih punya hari besok dan seterusnya..” kata Soeun pada Donghae.

“Ya, tapi biarkan untuk lima menit tetap seperti ini..” kata Donghae mempererat pelukannya.

“Tapi, semua orang melihat kita..” protes Soeun.

“Biar saja, mereka juga tidak akan keberatan..” kata Donghae sambil tersenyum. Soeun ikut tersenyum.

Klak!!

Soeun yg tadinya tersenyum langsung mengurungkan senyumnya ketika seseorang baru saja keluar dari sebuah mobil dan terdengar menutup pintu mobil. Kyuhyun, yg baru datang dan dapat dengan mudah melihat momen itu terdiam melihat apa yg ada didepannya. Soeun mengalihkan pandangannya ketika sempat bertemu mata dengan Kyuhyun. Dengan sedikit ragu, akhirnya Kyuhyun memberanikan diri untuk mendekati mereka karena untuk keatas mau tidak mau ia harus melewati mereka. Soeun semakin menundukkan kepalanya kebahu Donghae ketika Kyuhyun hendak melewati mereka.

“Huh, lima menitnya bahkan benar2 akan habis..” Donghae mengeluh lagi ketika perasaan Soeun benar2 tidak tenang dengan Kyuhyun yg sebentar lagi akan melewati mereka. Sementara, Kyuhyun hanya berusaha tenang mendengar apapun yg terjadi antara mereka. “Benar2 sangat menyebalkan karena waktu berjalan terlalu cepat, Saranghae..” Donghae berbicara lagi tepat beberapa detik Kyuhyun melewati mereka. Soeun semakin tidak tenang dengan ucapan dan suasana itu. ia menghela nafas lebih.

“Saranghae..” balas Soeun walau sedikit ragu dan Kyuhyun dapat dengan jelas mendengar itu.

[]

Soeun keluar dari lift sambil meregangkan tubuhnya yg memang sedikit pegal karena kegiatannya pada hari ini. ketika ia menuju kamarnya, langkahnya terhenti melihat Kyuhyun berdiri didepan apartemen milik Kyuhyun. Lantas, setelah berfikir ia melanjutkan langkahnya mendekati Kyuhyun dan apartemennya. Kyuhyun mengangkat wajah setelah menyadari yg ditunggunya akhirnya datang.

“Soeun, bisa bicara sebentar?” tanya Kyuhyun dengan wajah serius pada Soeun.

“Ck, mana ponselku?!” Donghae mengeluh setelah memeriksa sakunya. Ia sedikit heran karena tidak menemukan ponselnya, sementara mereka sudah mulai meninggalkan gedung apartemen itu.

“Pak, kita kembali sebentar saja ya. Ponselku tinggal ditempat Soeun..” kata Donghae pada sopirnya.

“Ya tuan..” sahut sopirnya.

[]

Soeun terdiam sedikit kaku dengan keadaan ini. didepannya, sama, Kyuhyun juga tampak sedikit kaku dan canggung. Perlahan Kyuhyun mulai berani menatap Soeun.

“Aku hanya ingin minta maaf atas kekasaranku waktu itu padamu. juga mungkin terhadap apapun yg aku katakan maupun apa yg aku lakukan malam itu..” kata Kyuhyun memecah keheningan. Soeun hanya mendengarkannya untuk beberapa saat.

Donghae keluar dari lift tepat dilantai 24, lantai dimana apartemennya dan Soeun berada. Ketika hendak lebih dekat, Donghae menghentikan langkahnya melihat Soeun sedang berbicara dengan Kyuhyun diluar. Donghae menyembunyikan dirinya ditembok dekat sana, ia mendengarkan dan memperhatikan kedunya darisana.

“Hari itu, aku hanya benar2 dalam keadaan marah. Aku mabuk dan melampiaskannya padamu, aku sadar tak seharusnya aku begitu..” kata Kyuhyun lagi pada Soeun. Soeun lagi2 hanya mendengarkannya. Begitu juga dengan Donghae beberapa meter darisana. Ia tidak mengerti dengan arah perbincangan mereka.

“Sejak hari itu aku selalu memikirkannya. Aku merasa sangat bersalah karena telah memperlakukanmu seperti itu. aku begitu sadar, aku telah membuatmu ketakutan dan mungkin sangat sedih karena ucapanku. Bahkan yg lebih aku sesali, aku hampir mengambil sesuatu yg paling berharga dari dirimu..”

Donghae menatap lebih keduanya setelah ucapan Kyuhyun yg benar2 mengejutkannya itu. disana, tampak Soeun yg masih menundukkan wajahnya tak mau menatap Kyuhyun yg begitu tampak menyampaikan penyesalannya.

“Hari itu, emosiku benar2 tidak baik. Ditambah alkohol yg mempengaruhiku sehingga aku tidak sadar dengan apa yg aku lakukan. Setelah kau terus bersikeras akhirnya membuat aku tidak bisa meredam emosiku, hingga aku hampir berbuat lebih kurang ajar padamu..”

Emosi dan nafas Donghae benar2 meningkat lebih setelah itu. ia mengepalkan tangannya dengan begitu erat, ucapan Kyuhyun benar2 membuatnya sedikit tidak tahan. Ia dapat menemukan gambaran dengan apa yg telah terjadi sebelumnya antara mereka berdua. Ia menatap  Kyuhyun yg  mengatakan semua itu begitu berat dan penuh penyesalan pada Soeun yg masih menunduk. Penyesalan?! Apakah bagi Donghae ini cukup?!

“Aku juga tidak tahu betapa aku sampai benar2 seperti monster pada hari itu. Aku bahkan sadar, aku sempat membuat bibirmu berdarah akibat kekasaranku. Tapi bodohnya aku, aku tetap tidak memperdulikanmu dan terus mengikuti emosiku. Aku benar2 telah menyakitimu walau aku sadar, air matamu membasahi pipi kita…”

Amarah Donghae benar2 naik mendengarnya, sangat terbayangkan apa yg telah terjadi sebelumnya antara kedua orang ini. ia menggenggam tangannya begitu kuat untuk meredam emosi didalam dirinya. Rasanya, ia ingin melampiaskan rasa kemarahannya kali ini bukan hanya dalam bentuk menyakiti, bahkan rasanya ingin ia membunuh Kyuhyun saja saat ini setelah ia tahu semua yg telah terjadi. ini semua benar2 tidak dapat diterima, tapi ia masih berusaha meredamnya yg akhirnya membuat ia memukulkan kepalan tangannya itu dengan begitu keras pada dinding didepannya.

“Awalnya, aku mulai menertawakan Donghae ketika aku melakukannya. Aku merasa menang saat itu karena akhirnya aku dapat membalas sakit hatiku pada Donghae melalui dirimu. emosi dan nafsuku saat itu bahkan sudah tak mampu diredam lagi, tapi tiba2 ketika kau menangis lagi dan menyebut namanya, semuanya berubah menjadi rasa muak dan benciku pada Donghae. Aku marah, karena nyatanya kau tetap menyebut namanya disaat itu hingga aku fikir tidak seharusnya aku melampiaskannya pada gadis seperti dirimu..” Kyuhyun menatap lebih Soeun setelah ucapannya itu. dihadapannya, Soeun menunduk lebih dalam lagi. sementara Donghae memperhatikan mereka berdua setelah ucapan yg benar2 mengusik hatinya itu. ia menatap Soeun yg bahkan daritaadi tidak ingin menatap Kyuhyun.

“Kau gadis yg baik, dan aku tidak mungkin jahat padamu. nyatanya, setelah hari itupun kau tidak membiarkanku dalam kesulitan. Bunga itu, aku tidak tahu apa maksudmu dengan meletakkannya disana setelah aku menyakitimu. Semua itu bahkan membuatku benar2 mengutuk diriku atas perbuatan itu..”

“Itu adalah perwakilanku untuk Donghae. Bunga itu adalah bentuk permintaanku agar kau tidak lagi membenci Donghae. Aku ingin kau memaafkan apapun yg telah Donghae lakukan pada dirimu..” kata Soeun kali ini mengangkat wajahnya dan balas menatap Kyuhyun. Donghae dan Kyuhyun sama2 kaget dengan ucapan tiba2 itu. kyuhyun menghela nafas lebih setelah itu.

“Bukan aku, dia telah membuat kakakku sedih. Aku tidak suka siapapun mengusik kakakku. Aku tidak suka cara Donghae memperlakukan kakakku. Dia kejam, padahal bertahun-tahun kakakku setia dengan pertunangan ini..” sahut Kyuhyun pada Soeun.

“Apa aku harus mengirimi kakakmu bunga agar kau memaafkannya? Atau apa aku perlu berlutut pada kalian agar bencimu hilang padanya..” Donghae menatap lebih Soeun dari tempatnya berdiri setelah ucapan Soeun itu. Ia terdiam, menatap wajah itu untuk sejenak, dapat ia temukan mendung mulai kembali menaungi wajah dan mata beningnya itu.

“Kenapa kau harus selalu melakukan ini? kau tahu, semakin lama aku benar2 semakin iri pada donghae karena memiliki kekasih sepertimu..” kata Kyuhyun tersenyum kecil sambil menundukkan kepalanya setelah ucapan Soeun. Soeun menunduk mendengarnya.

“Yang jelas saat ini, aku benar2 ingin kau memaafkanku. Aku tahu, sudah terlambat untuk minta maaf sementara semuanya sudah terlanjur terjadi. dan aku juga tahu, aku tidak pantas menerima maafmu. tapi, karena ini mengangganjal aku tidak ingin menyimpannya lebih lama lagi sebelum aku pergi..” kata Kyuhyun lagi. Soeun mengangkat wajahnya mendengar ucapan itu.

“Soeun, terima kasih atas semua pelajaran yg kau berikan kepadaku selama aku mengenalmu. Aku sangat minta maaf karena aku telah lancang menyukaimu yg jelas2 telah mempunyai kekasih. Maaf, karena aku melibatkanmu dalam dendam pribadiku. Maaf atas kekasaranku saat itu, aku tahu ini sangat sulit tapi setidaknya aku berharap kau masih mau menerima penyesalanku atas semua itu..” kata Kyuhyun sambil tersenyum pada Soeun, matanya tampak berkaca-kaca pertanda ia menyesal. Soeun benar2 hanya diam untuk beberapa saat mendengar setiap ucapan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil karena nyatanya Soeun tak menyahutinya, ia tahu mungkin soeun belum bisa memaafkannya.

“Aku tahu, kau tidak bisa memaafkanku. Aku mengerti, aku juga tidak akan memaksamu..” kata Kyuhyun tersenyum kecil sambil  menunduk. “Tunggu sebentar!” Kyuhyun kembali bersuara sebelum memasuki apartemennya. Soeun dan Donghae sama2 saling menunggu penasaran dengan apa yg ia lakukan didalam sana. Setelah beberapa detik, Kyuhyun kembali dengan Bada ditangannya. Kyuhyun tampak tersenyum pada Soeun. “Kau pernah menitipkannya bukan, aku kembalikan dia padamu. maaf, aku tidak bisa membantumu lebih lama menjaganya karena aku harus pergi pagi2 sekali..” kata Kyuhyun sambil tersenyum pada Soeun. Soeun hanya menatap mata Kyuhyun yg tampaknya penuh penyesalan dan kekecewaan itu. Soeun menerima Bada dari tangan Kyuhyun.

“Terima kasih atas bantuanmu untuk merawatnya dan terima kasih atas perhatianmu selama ini padaku. Terima kasih karena telah membantuku menghadapi masa2 sulitku ketika Donghae sakit..” kata Soeun pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum getir mendengarnya.

“Walau bagiku itu adalah bentuk cintaku padamu, tapi nyatanya bagimu itu hanyalah sebuah perhatian kecil. Tapi, ya, aku bisa menerima itu semua..” kata Kyuhyun yg membuat Soeun menghela nafas lebih berat lagi. “Tapi Soeun, bagaimana dengan maafku?” tanyanya lagi. Soeun menunduk mendengarnya. Donghae semakin memperhatikan kedunya dengan hati tidak tenang.

“Ya..” Kyuhyun mengangguk karena Soeun lagi2 tidak menjawabnya. “Aku tahu, aku tidak bisa untuk dimaafkan, aku sangat faham hal itu..”

“Tidak!” Kyuhyun mengangkat wajahnya setelah Soeun kali ini menyahutinya. “Aku sudah melupakan kejadian itu. aku tahu, kau tidak sadar melakukannya..” kata Soeun kemudian. ada kelegaan dalam hati Kyuhyun mendengarnya.

“Gomawo..” Kyuhyun tersenyum mendengarnya. “Terima kasih atas kebaikan hatimu..” katanya lagi. Soeun hanya menganguk sedikit kaku.

“Hati2lah ditempatmu yg baru. Aku pasti akan merindukan teman yg baik sepertimu..” kata Soeun kali ini kembali berkaca-kaca.

“Tolong jangan membuatku sedih dengan ucapan seperti itu. ini membuatku sedikit sulit untuk pergi darisini. Aku takut, aku semakin menyukaimu setelah itu..” katanya lagi. Soeun menunduk lagi setelah kata2 Kyuhyun itu.

“Baiklah, aku benar2 harus masuk sekarang. Terima kasih atas semua kebaikanmu padaku, aku berharap Donghae bisa menjagamu dengan baik dan kau bisa bahagia dengannya hingga kau tidak selalu menangis seperti biasanya. Selama tinggal Soeun..” kata Kyuhyun sambil tersenyum pada Soeun. lantas kemudian ia berbalik dan memasuki apartemennya dan menguncinya.

Soeun terdiam setelah kepergian Kyuhyun. Ia membelai bulu Bada dengan sangat lembut dan tampak berusaha menghilangkan wajah murung dan sedihnya. Didekatkannya kepala Bada hingga menyentuh pipinya. Masih dengan sedih,  Soeun kemudian mulai membawa langkahnya keapartemennya.

Sementara Donghae hanya terdiam sambil berfikir setelah apa yg ia dengar sebelumnya. Ia melayangkan pandangannya menuju Soeun yg berjalan gotai kearah apartemennya. Menghela nafas lagi, lantas Donghae beranjak menghampiri Soeun yg belum juga menyadari kehadirannya.

[]

Soeun menghentikan langkahnya ketika ia merasakan seseorang menyentuh bahunya dari belakang. Lantas setelah Soeun berbalik, orang itu segera memeluknya.

“Donghae..” ucap Soeun setelah menyadari Donghae kembali disana.

“Maafkan aku karena aku telah meninggalkanmu terlalu lama dan membuatmu menderita selama itu..” kata Donghae sambil mempererat pelukannya pada Soeun. air mata Soeun langsung jatuh setelah itu.

“Maaf karena aku telah membuatmu merasakan kesakitan dan menangis sendirian. Maaf, karena akhirnya aku membuatmu terlibat dalam masalah yg aku tinggalkan..” kata Donghae lagi dengan nada begitu sedih membuat Soeun juga ikut terbawa sedih.

“Bukan, aku sama sekali tidak pernah menyalahkanmu. Bahkan aku rasa, semua itu tak cukup untuk menebus kesalahanku karena telah membuatmu celaka..” kata Soeun terisak dan sedih.

“Kenapa kau terus menyebut itu sebuah kesalahan? Itu bukan sebuah kesalahan Soeun. itu adalah kewajibanku untuk selalu melindungimu..” kata Donghae kali ini juga ingin menangis.

“Donghae..”

“Sebenarnya, aku tahu kalau Kyuhyun memang membenciku sejak lama dan berniat merebutmu dariku. Tapi aku tidak pernah menyangka kalau dia akan menyakitimu seperti itu. Salahku karena aku tidak berdaya saat engkau kesakitan dan ketakutan, salahku karena tidur terlalu lama. Sehingga kau yg harus merasakan sesuatu yg sebenarnya adalah karena dendamnya padaku. Salahku, karena aku tidak dapat membuatnya berhenti membenciku..” kata Donghae benar2 marasa menyalahkan dirinya sendiri.

“Bukan begitu..” Soeun berusaha menjernihkan semuanya.

“Gara2 aku, kau harus merasakan hal yg tidak seharusnya kau rasakan dan bodohnya disaat itu aku tidak bisa melindungimu. Ini bahkan membuatku sangat menyesal. Sejak awal aku fikir, karena aku tahu aku adalah orang yg pertama menciummu aku dapat menjadi orang satu2nya yg dapat melakukannya padamu selamanya. pada nyatanya, akibat caraku yg tak bisa bersikap lebih baik pada Taeyeon maupun keluarga Kyuhyun akupun harus mendapatkan kenyataan yg seperti ini. sangat kusesali karena harus kau yg merasakannya..” kata Donghae lagi pada Soeun. “Ini salahku..” kata Donghae kembali menyalahkan dirinya. Ia benar2 terlihat menyesali semuanya itu.

“Bukan, ini bukan salahmu.. tidak seharusnya kau menyalahkan dirimu sendiri. Tidak apa2, tidak terjadi seburuk yg kau kira. Aku sudah melupakannya asal kau berjanji tidak mempermasalahkannya…”kata Soeun benar2 menangis sejadi-jadinya. Donghae semakin memeluk Soeun.

“Aku mohon, lupakanlah ini kalau memang ini sempat menganggumu. Kini aku sudah tahu, dan aku tidak pernah menyalahkanmu. Sekarang, aku mohon, tolong benar2 terima niatku untuk menikah denganmu. Aku benar2 ingin menjagamu lebih dekat lagi, akan aku pastikan tidak akan ada yg menyakitimu seperti ini lagi..” kata Donghae dengan sangat sedihnya. Soeun mengangguk.

“Tujuan hidupku adalah hanya untuk menjadi pendampingmu. Maka segeralah sembuh dan wujudkan satu2nya tujuan hidupku itu…” sahut Soeun. Donghae semakin mempererat pelukannya setelah mendengar kepastian itu.

“Saranghae..”

[]

Ayah Donghae tampak sibuk mengerjakan berkas2nya didalam ruang kerjanya. Sesekali, ia melayangkan pandangannya menuju layar laptopnya. Ia benar2 serius dengan pekerjaannya…

Tok Tok Tok…

Ayah Donghae mengalihkan perhatiannya menuju pintu yg berada beberapa meter darinya. Disana, tampak Donghae berdiri sambil menatap ayahnya melalui pintu yg memang terbuka sejak tadi.

“Ayah, bisa kita bicara sebentar?” tanya Donghae pada ayahnya. Ayahnya menatap lebih Donghae, lantas mengangguk dan menyingkirkan berkas2nya.

[]

“Kita mau kemana?!” Tanya Soeun sekali lagi pada Donghae yg tidak menyahuti pertanyaannya daritadi. Donghae tak menyahut, ia hanya tersenyum kecil sambil terus mengemudi. “Ya, aku baru saja bekerja disana dalam beberapa minggu ini. bagaimana mungkin kau bisa seenaknya menculikku tanpa minta izin sama atasanku? Bagaimana kalau aku dipecat?!” seru Soeun sangat kesal pada Donghae yg terus mengacuhkannya sejak Donghae membawanya seenaknya tadi ketika ia sedang bekerja.

“Kalau dipecat mau apalagi? Itu masalahmu?!” Donghae menyahut cuek sambil melihat kedepannya. Soeun cemberut dan kesal padanya.

“Enak sekali kau bicara seperti itu, Namjachingu seperti apa dirimu itu? bagaimana mungkin kau mengatakan hal seperti itu?!” kata Soeun benar2 kesal. Donghae malah semakin tersenyum mendengarnya. Soeun semakin kesal melihat ekspresinya.

“Mentang2 sudah melewati semua terapi, kau sekarang benar2 seperti anak kecil yg baru bisa berjalan. Setiap hari selalu mengajakku keluar dan jalan2, tidak peduli aku bisa atau tidak, kau dengan seenaknya menyeret dan membawaku. Tidak peduli, walaupun aku sedang sibuk bekerja seperti tadi..” Soeun lagi2 mengomel dengan wajah yg kesal yg selalu dijawab senyuman dan geleng2 dari Donghae.

“Siapa suruh menjadi kekasihku dan berjanji menemaniku dalam kondisi apapun. Jadi, jangan salahkan aku kalau akhirnya begini..” kata Donghae cuek. Soeun semakin kesal dengan ucapan Donghae, ia menatap Donghae disampingnya dengan wajah kesal. Donghae lagi2 tersenyum, lantas mobil itu perlahan berhenti.

“Okey, sudah sampai, ayo turun!” kata Donghae pada Soeun. Soeun tak bergeming, ia melipat tangannya dan tetap bertahan ditempat duduknya dengan wajah kesal.

“Tidak mau, tidak akan!” kata Seun bersikeras.

“Apa sedang membalas dendam?” tanya Donghae tersenyum kecil melihat Soeun sambil melepaskan sabuk oengamannya. Soeun berpaling menatap Donghae masih dengan wajah yg kesal.

“Siapa suruh menjadi kekasihku dan berjanji akan mengikuti semua keinginan dan permintaanku. Jadi jangan salahkan aku kalau aku begini!” sahut Soeun benar2 kesal. Donghae malah tertawa kecil melihatnya.

“Jangan bercanda, ini adalah hal serius..” kata Donghae sambil membuka pintu disampingnya lantas keluar duluan. Soeun malah semakin kesal sambil memperhatikan Donghae yg telah keluar duluan.

“Siapa yg bercanda?! Kau yang bercanda sejak tadi!” Soeun mengomel kesal sambil pandangannya mengikuti Donghae yg telah melintas didepan mobil menuju sisi disamping Soeun. Donghae kini tampak membuka pintu mobil disamping Soeun.

“Ayo turun!” serunya setelah membuka pintu pada Soeun. soeun menggeleng dan masih bertahan ditempatnya dengan wajah kesalnya. Donghae kembali tersenyum kecil melihat reaksi kesal Soeun.

“Turunlah calon nyonya Lee Donghae. Turunlah sebelum aku yg menggendongmu!!” kata Donghae pada Soeun. Donghae kemudian berbalik dan berjalan duluan meninggalkan Soeun yg agak terpana dan berfikir dengan ucapan Donghae tadi.

“Ya, tunggu!” Soeun berseru sambil keluar dari mobil itu.

[]

Soeun ikut memasuki tempat yg dimasuki oleh Donghae. Walau agak heran dan penasaran dengan tempat itu, tapi ia mengikuti Donghae yg tampak berbicara dengan penjaga toko. Soeun yg masih penasaran, mengedarkan pandangannya menuju setiap sudut ruangan yg dipenuhi oleh gaun2 putih itu, gaun pernikahan?! Soeun mengalihkan perhatiannya pada Donghae yg telah selesai berbicara dengan penjaga toko dan tersenyum padanya. Donghae mendekatinya.

“Pilihlah gaun pernikahan yg akan kau gunakan untuk pernikahan kita..” kata Donghae yg benar2 membuat Soeun terpana.

“Ap.. Apa?!” tanya Soeun benar2 kaget. Donghae tersenyum kecil, lantas mendekatkan wajahnya pada Soeun.

“Aku bilang, pilihlah gaun pernikahan yg akan kau gunakan untuk pernikahan kita. Pernikahan kau dan aku..” kata Donghae berbisik sambil tersenyum dekat ketelinga Soeun. soeun masih menatapnya tak menyangka.

“M-Menikah? S-secepat i-inni?” tanya Soeun masih sedikit gagap. Lagi Donghae tersenyum.

“Kenapa kau kaget begitu? Bukankah sudah aku beritahu kalau aku sembuh kita akan langsung menikah? Kita mempersiapkannya mulai dari hari ini. jadi, segera pilih gaun pernikahan yg akan kau kenakan untuk pernikahan kita?!”

“Se.. Secepat ini?!”

“Yah, lebih cepat lebih baik. Malah rencananya aku mau menikah hari ini juga, tapi karena tidak mungkin jadi aku memilih tanggal 31 nanti..” kata Donghae santai.

“Ap.. Apa? Tanggal 31?” tanya Soeun benar2 tidak habis fikir, ia tampak sibuk menghitung dengan jari2nya setelah itu. Donghae tersenyum melihatnya.

“Tiga hari lagi!!” kata Donghae pada Soeun yg tampak kesulitan menghitung dengan jari2nya.

“Bagaimana mungkin mendadak begini?!” tanya Soeun masih tak habis fikir.

“Mendadak apanya, bukan kah sudah aku bilang sejak lama. Lagipula, aku memilih tanggal itu karena menurutku itu tanggal baik jadi dihari kedua kita menikah, aku bisa mengatakan pada orang2 kalau aku sudah menikah denganmu sejak setahun yg lalu. Bukankah itu keren?!” katanya bangga.

“Apa kau bodoh sampai menentukan tanggal pernikahannya hanya karena alasan itu. Donghae, ini menikah mana mungkin langsung jadi begini?! Bagaimana dengan persiapannya?!”

“Sudah disiapkan keluargaku, tugas kita hanya memilih pakaian pernikahan, melakukan photopraweding memilih design undangan, dan hum.. memilih tempat bulan madu setelah itu menikah. Jadi jangan difikirkan lagi..” kata Donghae benar2 semaunya. Soeun benar2 tidak habis fikir dengan ucapan Donghae itu, ia bahkan tak bisa menyampaikan apapun lagi. Donghae tersenyum.

“Sudah tahu waktunya tidak banyak, kenapa masih disana. Sudah, ayo pilih gaun sana!” katanya cuek sambi mendorong Soeun kearah penjaga toko yg menunggunya. Soeun yg masih bingung benar2 hanya mengikuti penjaga toko itu, sekali ia berbalik, Donghae masih juga tersenyum geli padanya.

[]

“Hum, gaun sudah design undangan juga sudah begitupun foto praweding. Kita hampir menyelesaikan semuanya…” kata Donghae ketika keluar dari tempat melakukan foto praweding dan tempat memilih undangan untuk pernikahan mereka. Soeun hanya terdiam dan tampak berfikir beberapa saat setelah ucapan itu. menyadarinya, Donghae melirik Soeun disampingnya. “Apa yg kau fikirkan?” tanya Donghae sambil meletakkan tangannya disekitar bahu Soeun.

“Apa mungkin semuanya akan berjalan lancar dalam waktu yg benar2 sedikit ini? apa tidak akan terjadi masalah?” tanya Soeun pada Donghae. Donghae tersenyum mendengarnya.

“Tentu saja, mereka akan mencetak undangan yg kita pilih malam ini dan akan selesai esok hari jadi besok undangannya akan langsung disebar…”kata Donghae kemudian.

“Lalu persiapan lainnya?”

“Sudah aku katakan, bahwa aku sudah membahasnya dengan orang tuaku. Jadi, mereka sudah mengurus semuanya. Yang kita lakukan ini adalah sisanya..” kata Donghae tersenyum pada Soeun.Soeun hanya menganggukkan kepala mendengarnya walau ia benar2 masih heran dengan semua ini. “Kenapa? Apa yg kau fikirkan? Apa kau gugup?” tanya Donghae kemudian.

“Kau sendiri? Apa kau tidak gugup?” Soeun balik bertanya. Donghae tersenyum mendengarnya lantas melepaskan pegangannya pada Soeun.

“Jantungku bahkan terus berdetag daritadi ketika kita mulai membicarakan ini. aku benar2 gugup sebenarnya, tapi, aku juga sangat bahagia dan tak sabar menunggu hari itu..” kata Donghae sambil tersenyum kecil. Soeun balas tersenyum mendengar ucapan Donghae.

“Aku juga, walau nyatanya bukan sekali dua kali kau mengatakan ini tapi nyatanya aku benar2 gugup ketika kita baru mempersiapkan semuanya..” kata Soeun lagi. Donghae tersenyum, kemudian kembali merangkul Soeun.

“Selanjutnya membicarakan persiapan yg lain..” kata Donghae pada Soeun.

“Persiapan apa?” tanya Soeun cepat. Donghae tersenyum kecil, menyentuh tengkuk belakangnya, lantas menatap Soeun yg benar2 penasaran dengan ucapannya yg selanjutnya.

“Hum, kau mau kita bulan madu dimana?” tanya Donghae sedikit ragu dan canggung. Soeun langsung tersenyum mendengarnya.

“Apa?!” tanya Soeun cepat. Donghae mengangguk dan tersenyum.

“Ya, kau kubebaskan untuk memilih tempat dimanapun. Paris, Roma, Itali, Bangkok, Bali, Hawaii, USA, Kanada, Swiss, Taiwan, atau dimanapun. Kau bisa memilihnya maka kita akan langsung kesana setelah kita menikah..”

“Apa harus sejauh itu? kenapa tidak dikorea dan dirumah saja?” tanya Soeun dengan polosnya. Wajah Donghae langsung berubah mendengarnya.

“Aish, kau ini bagaimana? Mana ada wanita yg seperti dirimu? bagaimana mungkin setelah aku menyebutkan semua tempat yg terkenal romantis kau malah meminta di korea saja?!” kata Donghae kesal pada Soeun.

“Bukan begitu.. masalahnya.. Koony dan Bada..”

“Bagaimana mungkin kau masih sempat memikirkan mereka disaat seperti ini?!” Donghae memotong cepat dengan kesal.

“Bukan begitu, kita pergi tentu dalam waktu yg tidak sebentar. Lantas siapa yg merawat mereka..”

“Ck, kau ini!” Donghae berdecak sambil geleng2 kepala mendengar ucapan Soeun. “Kita bisa menitipkan mereka pada jasa penitipan hewan kalau kau masih cemas!” katanya ketus.

“Tapi..”

“Tapi apa lagi?! jasa penitipan hewan sekarang sudah sangat canggih. Tidak akan terjadi apapun pada mereka selama kita pergi. Jadi tidak ada lagi yg perlu dicemaskan!” kata Donghae dengan sangat cepat dan ketus.

“Aku mengerti, tapi kenapa harus ketempat yg jauh seperti itu?” tanya Soeun cepat. “Kenapa kita tidak ketempat yg dekat seperti Jeju misalnya?” kata Soeun yg membuat Donghae lagi2 berdecak kesal.

“Kau bercanda? Bagaimana mungkin setelah aku hampir menyebutkan semua tempat yg terkenal romantis disemua belahan dunia kau malah memilih Jeju. Aku sudah bosan ke Jeju, aku sudah sering kesana! Lagipula kenapa harus kesana kalau kita bisa bulan madu ditempat yg lebih baik?! Apa kau tidak tahu, aku bahkan mencari informasi diinternet untuk ini tapi kenapa kau malah memilih Jeju?!” Donghae masih protes dengan wajah yg kesal. Soeun berdecak, lantas ia mengalihkan pandangannya menuju kedepannya dengan wajah yg berubah.

“Aku benar2 sangat suka Jeju, sudah lama aku tidak kesana setidaknya setelah aku ditinggal ayahku beberapa tahun yg lalu. Bagiku, Jeju adalah tempat yg paling ingin aku datangi ketika aku bulan madu nanti. Itu adalah harapanku sejak kecil..”kata Soeun sambil menatap kedepannya.

“Huh? Harapan seperti apa itu? aneh sekali? Kenapa harus Jeju?” tanya Donghae benar2 tidak mengerti dengan ucapan Soeun.

“Karena, itu adalah tempat bulan madu kedua orang tuaku. Aku ingin sekali bulan madu ditempat yg sama dengan keduanya. dan berharap, cinta kita bisa seperti mereka hingga dipisahkan oleh maut..” kata Soeun kemudian. Donghae tampak berfikir mendengar ucapan Soeun, ia menatap Soeun yg tampak sedikit sedih mengingat orangtuanya. “Tapi, kalau memang nyatanya kau tidak suka tidak apa2. Kita akan memilih salah satu tempat dari yg sebutkan tadi..” kata Soeun sambil mengalihkan perhatiannya pada Donghae yg terdiam. Donghae hanya terdiam menatap Soeun yg tersenyum padanya.

“Kalau memang, kau lebih ingin ke Jeju maka kita ke jeju saja..” kata Donghae setelah beberapa saat.

“Tapikan kau tidak suka, kau bilang kau sudah sering kesana. Lagipula bukankah kau bilang kau sudah susah payah mencari informasi diinternet? Kalau memang bagimu lebih baik disalah satu tempat itu juga tidak apa2..” kata Soeun kemudian.

“Aku fikir, Jeju juga bagus walau aku sudah sering kesana tapikan aku baru sekali kesana bersamamu. Aku fikir rasanya akan berbeda dan lebih menyenangkan nantinya..”kata Donghae setelah beberapa saat.

“Benarkah?!” tanya Soeun cepat setelah ucapan Donghae itu. Donghae mengangguk.

“Ya, kita bisa ketempat2 tadi lain waktu bukan? Lagipula, mendengar ceritamu aku juga berharap kisah cinta kita bisa seperti kedua mertuaku itu..” kata Donghae pada Soeun.

“Ahh, donghae Gomawo. Terima kasih karena telah memenuhi impianku sejak kecil.. Saranghae!!” kata Soeun sambil memeluk Donghae senang. Donghae tersenyum melihatnya.

“Yah, impianmu juga impianku jadi kita harus mewujudkannya. Nado saranghae..” kata Donghae sambil tersenyum dan balas memeluk soeun yg benar2 bahagia saat itu.

[]

Donghae berusaha menormalkan detag jantungnya ketika ia baru saja berdiri didepan altar. Pandangannya ia alihkan pada seluruh undangan yg telah hadir ditempat ini atau kadangkala menundukkan kepala menahan kegugupannya. Ia benar2 terlihat gelisah.

“Tenanglah..” Eunhyuk yg menjadi pengantarnya tersenyum melihat kegugupan sahabatnya. Donghae tak menyahut, ia masih berusaha untuk meredam kegugupannya didepan para hadirin yg terus memperhatikannya.

“Pengantin wanita harap memasuki ruangan!”

Seruan pendeta benar2 membuatnya semakin tidak tenang ditambah para hadirin yg mulai krasak-krusuk lagi setelahnya. Perlahan, ia mulai mengangkat wajahnya ketika beberapa langkah terdengar memasuki gereja.

Perlahan, seorang wanita yg memakai gaun pernikahan memasuki ruangan itu. ia tersenyum cerah sambil menatap pada Donghae yg benar2 membeku setelah itu. ia terpana, dan tak berkedip sedikitpun ia rasa begitupun undangan yg lainnya. Apalagi ketika Soeun semakin mendekat dan tersenyum padanya, bahkan jantungnya benar2 ingin melompat keluar melihat gadis anggun itu mendekatinya. Donghae menelan ludah mencoba menenangkan detag jantungnya.

“Jangan sampai kau pingsan karena kau terlalu gugup..” Sial, disaat seperti ini Eunhyuk masih sempat mengganggunya. Donghae mengacuhkan Eunhyuk yg tersenyum usil padanya. lantas kembali menatap Soeun yg semakin mendekat padanya. ia gugup, tapi benar2 tidak sabar untuk dapat memegang tangan seorang gadis yg hari ini benar2 seperti bidadari ini. calon istrinya.

“Cantiknya..”

Tak jauh beda dari Donghae, Soeun juga benar2 merasa gugup ketika pertama ia melangkahkan kakinya ditemani oleh Taeyeon yg mendampinginya. Perlahan, ia dapat menemukan Donghae dan semua orang yg menatap takjub atas kedatangannya.

“Ck, cantik sekali. Aku menyesal kau mengenalnya lebih dulu daripada aku. kalau tidak, tentu aku yg akan memilikinya..” Donghae yg sedang takjub melihat kedatangan Soeun langsung melirik kesal kearah sampingnya. Dia menatap Eunhyuk yg benar2 ingin sekali menganggunya dihari penting ini.

“Jangan banyak bermimpi Lee Hyukjae. Nyatanya, mulai dari hari ini aku resmi memilikinya..” katanya sambil kembali mengalihkan pandangannya pada Soeun yg terus mendekat. Eunhyuk hanya tersenyum kecil mendengar jawaban Donghae.

Donghae tersenyum ketika Soeun semakin mendekat, ia kemudian meraih tangan Soeun ketika pendeta mengulurkannya pada Donghae. Keduanya kembali saling bertatapan dan saling tersenyum.

“Hhum.. hati2lah!!” Donghae berdecak ketika Eunhyuk sebelum melangkah ketempat duduk kembali menyikut dan menggodanya. Soeun hanya tersenyum ketika Eunhyuk berlalu sementara Donghae menatapnya benar2 kesal. selanjutnya mereka sama2 berdiri didepan Altar.

[]

“Para hadirin yg terhormat, hari ini kembali kita berkumpul diruangan ini untuk menyaksikan persatuan…”

“Cantik sekali hari ini..” Soeun mengalihkan perhatiannya pada Donghae yg berbisik ketika pendeta sedang berbicara kepada semua hadirin. “Aku kira kau tidak bisa cantik ternyata hari ini benar2 terlihat cantik..” Soeun berdecak kesal mendengarnya.

“bisakah tidak bicara sekarang?” Soeun mengeluh sambil ikut berbisik pada Donghae yg tetap mengajaknya bercanda bahkan ketika pendeta sudah mulai membaca pidatonya.

“Wae? Apa kau takut aku merusak hari ini?” Donghae masih meladeninya sambil berbisik. Soeun kembali berdecak mendengarnya. Sementara pendeta dihadapan mereka masih juga berbicara. “Hari ini cerah ya, matahari bahkan bersinar lebih dari biasanya. Sepertinya dunia menantikan hari ini..” kata Donghae tetap bandel mengajak Soeun bicara padahal Soeun benar2 sudah deg2an.

“Donghae, jangan berisik saat ini…” bisik Soeun sambil masih menatap pendeta yg masih berpidato.

“Ckck, kenapa segitu tegang? Soeun, jangan perlihatkan keteganganmu, berusahalah untuk santai..”

“Donghae..”

“Ahh, setelah ini kita ke Jeju bukan. aku jadi sangat tidak sabar..”

“Donghae, diamlah, jangan sampai pendeta menegur kita..”

“Di Jeju, kita akan melakukan apa saja ya…”

“Donghae..” lagi Soeun berbisik sedikit mengeluh.

“Huh, mengingat pulau Jeju aku jadi tidak sabar untuk nanti malam..”

“Donghae!”

Sejenak pendeta menghentikan pidatonya begitupun para hadirin yg mengalihkan perhatiannya ketika mendengar Soeun bersuara. Semua mata tertuju pada Soeun yg tiba2 bersuara ketika suasananya sedang hikmat dan serius. Soeun mengeluh, lalu menundukkan kepala menahan malu. Donghae malah terlihat tidak terjadi apapun.

“Kita lanjutkan, maksud…”

“Jangan pernah berisik disaat pendeta sedang berpidato tentang pernikahan, itu sangat menganggu..”

Soeun menatap Donghae dengan wajah kesal ketika Donghae lagi2 menganggunya dengan berbisik dan mengejeknya setelah pendeta kembali berpidato. Laki2 ini benar2!!

[]

~Kim Soeun POV~

Donghae benar2 ingin membuatku mati karena gugup. Daritadi ia harus mengangguku, ketika pidato bahkan ketika ikrar pernikahan dia masih juga sempat mengangguku dan membuatku tidak tenang. Ck, kadang aku heran pada laki2 ini dia ini terlihat dewasa ketika ia menunjukkan cintanya padaku tapi dilain waktu ia malah bertingkah seperti anak kecil yg hobi menggodaku.

Lihatlah sekarang, ia masih juga menunjukkan senyum usilnya ketika ia hendak memakaikan cincin padaku. dia tersenyum, tangan kirinya memegang tanganku sementara tangan kanannya memegang cincin pernikahan kami. Lagi tersenyum, lantas mencium tanganku sebelum memakaikan cincin itu membuat undangan tampak tersenyum  melihat ulahnya. Setelah ia memasangkan dengan hati2 cincin itu ketanganku, lagi ia mencium tanganku bahkan kali ini lebih lama dan tak melepasnya membuat hadirin lagi2 tertawa. Tidak enak hati, aku berusaha menarik tanganku agar tidak lebih lama lagi yg sialnya membuat undangan malah makin tertawa.

Kali ini adalah giliranku, aku meraih pasangan cincin yg sudah terlingkar dijariku. Lihat, dia tersenyum lagi dan menatapku dengan usil. Aku menghela nafas, berusaha tidak gugup karena perbuatannya. Perlahan aku meraih tangan kanannya, lantas perlahan mulai memasangkannya. Ketika ia melihatnya pandangannya masih juga sama, membuat aku sulit berkonsentrasi hingga hampir saja cincinnya terlepas dari tanganku. Untung saja, aku bisa menyambutnya kembali sebelum cincin itu jatuh kelantai. Semua orang tampak tertawa lagi.

“Ckckck, ceroboh sekali..” dia kembali bersuara yg membuat aku menatapnya kesal.

“Oleh sebab itu berhentilah menggodaku, kau benar2 membuatku gugup. Berhentilah menatap dan tersenyum padaku seperti itu..” kataku kesal padanya membuat undangan lagi2 tersenyum. Donghae malah semakin tersenyum. Menyebalkan, ini benar2 memalukan dan ia lagi2 membuatku malu.

“Donghae, berhentilah menganggu Soeun. daritadi, kau benar2 membuatnya gugup..” kali ini ibunya ikut bicara sambil tersenyum. Dia kali ini tampak mengangguk dan masih tersenyum. Benar2 anak manis bukan? tapi menyebalkan kalau sudah bersamaku. “Soeun, ayo mulai lagi..”

Kali ini aku mencoba berkonsentrasi agar tidak lagi melakukan kesalahan. Perlahan aku memakaikan cincin itu kejarinya tanpa melihat wajahnya. Dan, berhasil, tepuk tangan undangan membahana setelah itu. baru saja aku melepaskan tangannya, ia malah kembali menyambar tanganku. Aku menatapnya yg tersenyum lagi padaku.

“Terimakasih, istriku..” katanya sambil tersenyum lagi padaku lantas kali ini kembali mencium tanganku dimana cincin ikatan itu baru dipasang disana. Kali ini aku hanya membiarkannya melakukan itu semua karena nyatanya perasaanku sebenarnya sangat bahagia atas semua perlakukannya,

[]

Donghae keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yg basah dengan handuk. Pandangannya langsung tertuju pada Soeun yg tampak berdiri dibalkon kamar hotel mereka sambil menatap langit pulau Jeju yg dipenuhi bintang serta beberapa buah kembang api karena hari ini adalah malam pergantian tahun. Donghae tersenyum, lantas menghampiri Soeun.

“Apa yg kau lakukan?” tanya Donghae sambil ikut berdiri disamping Soeun.

“Disana sepertinya meriah sekali, aku ingin sekali kesana untuk ikut merayakan tahun baru..” kata Soeun sambil mengalihkan perhatiannya menuju angkasa dimana dibawahnya terdapat pusat keramaian tahun baru pulau Jeju.

“Kita baru saja sampai disini setelah dari Seoul, apa kau tidak lelah? Lagipula, ini hanya beberapa menit lagi menuju tahun baru. Kita tidak akan mampu sampai kesana tepat ketika pergantian tahun..” kata Donghae sambil melirik jam di pergelangan tangannya.

“Yah, sayang sekali, padahal disana sepertinya benar2 menyenangkan..” kata Soeun sedikit kecewa.

“Kita menikmatinya disini saja, disini kembang api tidak kalah indah dengan disana. Sebentar lagi, ketika pergantian tahun, kembang api yg lebih besar dan meriah akan dilepaskan keangkasa. Kita akan menikmatinya bersama, berdua, bukankah itu lebih baik..” kata Donghae sambil tersenyum pada Soeun. Soeun hanya tersenyum mendengar ucapan Donghae.

Donghae terdiam, berfikir, lantas mulai beranjak mendekati Soeun dan memeluknya dari belakang. Ia juga meletakkan dagunya dibahu Soeun.

“Bukankah ini malam tahun baru kedua kita setelah kita pacaran. Dan, ini adalah tahun serta malam pertama kita setelah kita menikah..” katanya pada Soeun.

“Ya, tahun yg lalu kita merayakannya juga berdua dibalkon apartemen..” kata Soeun sambil tersenyum mengingatnya.

“Ingat apa yg kita lakukan ketika detik2 pergantian tahun saat itu?” tanya Donghae pada Soeun. Soeun mengangguk, tersenyum sambil mengingat sesuatu. “Kita melakukan ciuman selama satu tahun..” kata Donghae sambil tersenyum.

“Kau yg menyebutnya seperti itu, itu bahkan hanya beberapa detik saja..”

“Ya, tapi nyatanya itu terjadi dari Desember 2010 sampai Januari 2011…”

“Hum Donghae-ah, berhentilah membahas hal yg seperti itu. aku benar2 malu mengingatnya..”kata Soeun.

“Kenapa harus malu akukan sekarang suamimu..”

“Suami? Ya, aku bahkan hampir lupa kalau sejak tadi kau telah menjadi suamiku. Ck, kalau difikir cepat sekali semuanya berlalu. Seingatku, rasanya baru kemaren kita bertengkar gara2 Koony yg memakan Fishy..”

“Ya, dan baru kemaren rasanya kita menjalin hubungan setelah saling mengakui perasaan masing2. Kau tidak lupa bukan? hari itu, sangat sulit bagiku untuk mendapatkan hatimu yg keras…”

“Semua karena kau yg telah keterlaluan sebelumnya. Saat itu, aku benar2 merasa tersinggung oleh sikap dan perbuatanmu padaku. aku berfikir, saat itu kau benar2 hanya ingin mempermainkanku..”

“Tapi pada akhirnya kau dapat melihat maksudku yg sebenarnya lalu setelah itu kita menjadi pasangan yg paling bahagia didunia. Yah, walaupun kau mungkin lebih mencintai Koonymu daripada aku..”

“Dan setelah itu kau membeli Bada untuk membalasku…”

“Ck, kalau diingat-ingat bahkan yg kita lalui sudah terlalu panjang untuk kembali diingat. Sudah terlalu banyak tawa dan air mata yg kita lalui hingga akhirnya mendapatkan hari ini. kini, rasanya semuanya benar2 sudah sempurna..” kata Donghae sambil tersenyum. Soeun juga ikut tersenyum. “Dalam beberapa saat lagi, tepat setahun kita menikah…”

“Setahun? Ini bahkan belum sehari..” protes Soeun. Donghae tersenyum mendengarnya.

“Sepertinya memang aku terlalu cepat menghitungnya. Padahal, aku ingin sekali waktu berjalan lambat saat ini..” kata Donghae cepat.

“Maksudmu?”tanya Soeun. Donghae tersenyum, ia melirik kearah Soeun yg masih fokus menatap keangkasa sambil menunggu lanjutan ucapannya.

“Soeun, ayo kita melakukan apa yg seharusnya kita lakukan malam ini..” kata Donghae pada Soeun. Soeun menoleh padanya.

“Maksudmu?”

Donghae tersenyum sambil menatap Soeun. sejenak ia melihat kearah langit pulau Jeju yg mulai terlihat lebih meriah dengan kembang apinya. Lantas ia berpaling pada Soeun dan langsung mendekati wajah Soeun. Donghae mencium bibir Soeun tepat ketika ratusan kembang api yg lebih meriah dilepaskan keangkasa untuk menyambut tahun baru. Dan Untuk selanjutnya, biar menjadi rahasia mereka berdua wkwkwkwk.

[THE END]

Bagaimana bagaimana? Apa puas dengan endingnya. Sebenernya agak berat juga sih mengakhiri FF ini karena FF ini enak banget buat diolah cerita dan Castnya. Aku benar2 suka HaeSso couple dalam cerita ini. tapi, pada akhirnya FF ini menemukan akhirnya *Halaaah* karena aku tidak mau memperpanjang ceritanya takutnya ceritanya menjadi membosankan. Aku suka endingnya, semoga semuanya juga.

Jangan lupa komennya ya Reader begitupun Ratenya. Hehehe, sampai jumpa di FF lainnya serta sampai jumpa di FF HaeSso yg lainnya kalau aku sudah mendapatkan ide terbaru untuk dua orang ini hehehe. Oiya, kalau sempat jawab pertanyaan dibawah ini ya:

1.       Di bagian yang mana yg menjadi faforit kamu disepanjang cerita serta yg paling keingat dalam FF ini? dan kenapa suka bagian itu?

2.       Jujur yah, pernahkah kamu nangis ngebaca FF ini?

3.       Apakah kamu suka sama endingnya?

4.       Ada masukan buat Author?

 

Terima kasih atas perhatiannya, Gomawo dan tunggu FF untuk Couple ini selanjutnya…

48 Comments Add yours

  1. EchaKyuWon mengatakan:

    Huuaaa sumpah keren bgt,, akhirny setelah penantian panjang HaeSso bersatu dan bahagia …

    1. Bagian yg aku suka,, bnyk dechh yahh pokokny haesso momen dahh🙂
    2. Aku nangis pas so eun krmh donghae,, ehh donghae diam ajja#pengen nyekek donghae ajja tuchh n waktu so eun dicaci maki sama ibunya donghae didpn umum trus donghae datang sbgi pahlawan,, so sweet🙂
    3. Emm suka bgt dahh,, romantis abiss dahhhh… Ahh jadi ngbayangin ..
    4. Masukanny apa iia??#mikir… Buat kedepanny makin baik ajja dechh,, ama jgn lama2 post ffny ckckk😀

    Okey,, aku tunggu HaeSso selanjutny chingu😉

  2. Cinta kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Hiks…hiks..hiks….
    Kyupppa T,T
    kyupppa T,T
    kenapa aku nyesek bnget ya kyuppa gag jd sma soeun???

    Aku suka endingnya ko’,
    gag sempet nangis,man mata berkaca-kaca jg.semua bagian ceritanya puspa suka….

    Suer
    deg”an bnget wkt haeppa ilang ingatan o,o
    pasti reader yg bca ‘TEGANG’ abies!!
    Eh rupanya bercanda #jingkra”

    aishhhh…..
    Hati ku kmbali sakit wkt kyuppa minta maaf pd sso T,T

    suka bnget sm ff ini…
    Ngarep bnget ada org korea yg bca,trus di bilang deh ke slh stu produser atw sutradara,supaya di buat dramanya #aminnn…

    Lanjutkan trus karya terbarumu eon!!!

  3. Irnawatyalwi mengatakan:

    Luar biasa,g bisa komen lg pokokx filex dpt bnget,sdh,lucu n bhgia aq brikn ff in pnghrgaan sbgai ff trbaik yg prna q bc n yg prna ada. Daebak

  4. astrielf mengatakan:

    gak bisa ngomong apa2 deh pokoknya keren banget aku suka banget ff ini tapi udah ending (TT _TT) #berharap da lanjutanya lagi (?), aku suka bagian pas donghae nyium so eun pas so eun dimarahin ibunya donghae hhee,trs hampir nangis pas kyuhyun mau pergi,pokoknya daebak deh author keren,,,,,,,,khamsa khamsa😀

  5. Seli m (kaoru) mengatakan:

    Gg rela ceritanya dah kelar😦 pngen lanjut lgi ..
    Seru bnged ffnya, dpet feelnya lgi ^^

    1. Semua yg ada di cerita ini adlh favoritqu🙂 pkoknya suka deh ma jln ceritanya ^^

    2.pernah eun qu nangis baca ni ff, plgi pas part 6 n 7nya .. Ampe mataqu bengkak ..

    3.suka bnged ma endingnya,, hehe .. So sweet😉

    4.bngung mw ngsih msukan pa ?!,, *bingung ah*
    pkoknya ttep smangat jja buat author biar rajin buat ff n dpet inspirasi ..

    Eun di tunggu karya lainnya,, + ff baru pairing HaeSso ^^v hehe
    fighting !!

  6. Author ne jwbn aku bwt pertanyaan author :
    Langsung aj yahh ..
    ehm .. ehm ..
    1. semua bagian di ff ne aku sukaaaaaaaaa !!!!!
    2. tpi, yg bagian yang bwt aku pengen nangis pas Soeun eonnie tau klo Haeppa itu anak bos ny & b’fikir klo dya gk pantess bwt Haeppa, penantian Soeun eonnie waktu Haeppa koma. sumpahh disitu sedihhh ..😥
    3. yg aku suka akhirnya Soeun eonnie & Haeppa akhirnya nikahh… pas Haeppa godain Soeun eonnie wktu pidato jg seruu tuhh ..
    4. masukan bwt author : “Semoga author gk bosann bwt pairing HaeSSo lagii ..”

    gomawo AUTHOR udh bikin FF daebakk kyk gini ..^^

  7. Anna mengatakan:

    Wuuaahhh prnh nangis psti tp tangis haru&bhgia,,mau ikt ggu bln maduny ya gmn hee,,puas&sng bgt ma ending crtny krn mgalir sesuai yg dhrpkn,,donghae ma eunhyuk sebelas dua bls niey sng brcnda tp itu yg bkin seru,,i like it🙂

  8. djkyussoloverz mengatakan:

    1.aku paling suka pas momen haesso dan kyusso nya waaaaaah soalnya romantis dan mengharukan… tiap aku baca ff ini selalu saja aku nangis pas sso sedih###sumpah thor## and aku juga suka pas sso n hae menikah itu moment yg lucu….
    2.udah aku jawab kan chingu … aku selalu nangis tiap sso and hae sedih.. apalagi pas tabrakan itu sama pas tiba2 hae pura2 hilang ingatan,,,huhhft aku pikir beneran…
    3.dan ending nya sangat aku suka… walaupun sedikit kecewa karna kyu oppa patah hati wkwkwkwkwkwkwwk
    4.masukan buat author…teteplah berkarya dan jangan pernah bosan buat ff sso eonni karna aku sangt suka dengan karya2 mu aku selalu menunggu karya2 mu selanjutnya..
    dan aku berharap ada pairing haesso lagi dan tentu aku suka sama semua pairing yang kau buat soalnya semua kereeeeeeeeeeeen bgt hehheheee hwatiiiiiiiiiiing tetaplah semangaaaaaaaaaaaat………!!!!!!!

  9. geill mengatakan:

    akhirnya kisah cinta mereka sampai jg ke jenjang pernikahan, ohhhhhhhhhhhhh so sweet……..
    buat jwbn dr pertanyaa author…..
    1. ketika mereka pertama bertemu, yg di awali dgn pertengkaran, yg berujung dgn kisah cinta mereka ehmmmm……so sweet…………tp yg jelasnya q suka semua bagian ff ini…
    2.pernah, pas di part7 dimana so eun hrs menghadapi kenyataan klu donghae koma dlm waktu yg lama, di disi dpt banget tuh sedihnya…..
    3. sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bangetttttttttttttttttttttttt ama endingnya bagusssssssssssssss….
    4.masukan buat author :teruslah menghasilkan ff yg menarik agar kami bisa terus membaca semua karyamu. SEMANGAT buat author selalu agar inspirasinnya mengalir terussss……….
    thank’s ya author dah buat semua cerita jd manarik………………>_<

  10. Dear dHiyah mengatakan:

    hwaaaaaa , g krasa dah ending z ni ff .
    ok , Lngsung jwab prtnyaan y dech ..
    1. Banyak bgt ,, tp pLing sk pz Donghae oppa jailin so eun eonni . tu moment” yg bkin ktawa .
    *bletak!!! so eun: krang asam , sneng ea lo lyat gw mnderita??!!!*
    hehehehehe *V so eun eonni*

    2. jujur ea , q rank yg trmsuk melankolis alias gmpang nangis kLo lyat drama or apapun yg menyentuh. tp pz bca ff ni q g smpe nangis . munkin feel y krang dpet or q y yg Lg g pngen angis. ^^

    3. ckup mmuaskan ^^ brapa prsen ea ??? 90% ^^

    4. heemmmm ,, ????
    pa ea ,, ?? bingung.
    ehhmmm , jngan kLmaan kLo ngpost n mga dpet ide” Lbih bnyak Lg bot bkin ff tntang Kim So Eun.
    heehehehe

    Gomawo krna dach bkin ff tntang Kim So eun . ^^

  11. Vita mengatakan:

    Akhirny end juga,, T.T tak terasa ya sesuatu.. #plak
    1.suka waktu mulai ad cinta segi3 kyu-eun-hae
    2.pernah mungkin, hehe lupa soalny
    3.suka thor, romantic >o<
    4.semakin rajin nulis ff ajah,wkwkwk

  12. Irnawatyalwi mengatakan:

    Tiap hr kk buka wpX putri,brharap ff in ad part spesialx oh br jwb prtanyaanx putri
    1.part yg palng d sukai pas donghae mencium sso d dpn ibux n wkt m0 nikah so sweet bnget dhe
    2. Plng sdh wkt hae menghlng trus wkt kclakaan tpi yg plng bkin mt bengkak wkt d rmh donghae sdh bnget
    3.luarbiasa endingx,daebak bnget dhe top Ff
    4.sm0ga adlg ff haesso tpi jgn ad sdhx kyk ff ini,ya comedy romntis lah.

  13. gerundhaessolover mengatakan:

    hiks hiks hiks, knp udhan? Q msh pngen lgi! Author jahaat,,cepat buatkan gantinya!! #reader lebay#

    1. Momen yg paling berkesan buat aq adalah saat Donghae menghibur So eun dengan caranya yang unik dan menyebalkan.

    2. Yg bikin aq sedih adalah saat2 penantian So eun ketika Donghae sedang koma.

    3. Aq suka bgtz ma ending’x, meskipun aku gx akan tw lg klnjutan kisah cinta antara putri kucing dan pangeran ikan yg lucu dan romantis ini.

    4. Saran buat author : teruslah berkarya untuk membuat ff Soeun yg lebih banyak lgi. #hehee, reader maruk#

  14. ticha_ mengatakan:

    ach_akh!r’X end!n9 j9_
    tp sesuJu ma eun_ga rela klw endin9_s0Al’x crt’X menar!k_ hehe
    1_Q suKa wkt Sso d!Ajak lary ma haepPa_pAs Sso d!permAluin ma !bu’X opPa_
    hmm_!tu manly b9t_hAepPa keren_kkkk
    2_wkt hAepPa ma Sso kecelAkaan_tyuZ haepPa hrZ k0mA_pA l9 pender!tAan Sso y9 tyuZ”An_
    hmm_bS nan9!Z eun_
    3_skA end!n9’X _sAn9At skAa_😀
    4_daebAk eun_ sAk!ng bAguZ’X_😀
    yA…d!tgg ff hAeSso y9 lAen’X

    daebAk eun_😀

  15. Ina890826 mengatakan:

    huwaaaaaaaa huwaaaaaaaaaaa serius bingung mau komen apa,,
    JJAAAAAAAANNG JJAAAANNG DAEBAAAKK
    sukaaa sukaaaaa..
    huwaaaaa terharu juga baca.a,, bener” kisah cinta yg luar biasa.. omo^^
    akhir.a pangeran ikan dan putri kucing kita nikaaah.. semuanya happyyy….
    untung kyu jg sadar kesalahannya..
    putriiiiiii johayoooo.. f nya kereenn,, bikin sequelnya dek,, *maksa* yg happy happy soalnya mereka uda banyak menderita,, kkkkk :p
    ditunggu karya selanjutnya haesso kapel^^

  16. elisoniac mengatakan:

    beneran selesai nih… huwaaaa keren abis…..
    suka disini hae oppa konyol abisss… author pinter banget bikin alur n ngerangkai kata-katanya…
    1. bag yang paling aku ingat ntu waktu judulnya masih yang “payback my fishy” waktu hae nyatain perasaannya… jiah terharu banget waktu mereka nangis disitu…. hhhhheeee #ntu cerita dah lama banget kale….
    2. endingnya keren banget… ntu pernikahan gag khikmat benget ea gra2 hae oppa….
    author kerennnnn^^

  17. nury elf mengatakan:

    keren sangat chingu ^^ suka banget donghae akhirnya sadar ..

    1.semua jalan ceritanya nya suka coz ada konflik tertentunya juga ^^
    2.pkoknya yang sedih-sedih deh yang bikin nangis T_T
    3.suka banget ama endingnya,,, so sweet dah .. jjjaaaaaanngg
    4.rajin – rajin jja buat ffnya hehe.

    ditunggu yah tor karya selanjutnya ,, dengan pairing haesso yg baru or ff baru dengan pairing baru, hehe ^^v

  18. irassosupershinee mengatakan:

    kerennnnnnnnnn

    1. semua moment romantic nya deh.. ^^
    2. waktu mereka kecelakaan,, TT
    3. suka,,, daebakkkkk banget.. #jadingebayanginkaloadafilmnya,, hhahhahahha
    4. lebih dipercepat ya eon kalo lanjutin ff nya.. soalnya bikin pd penasaran..

    oh iya,, aku mau promosi benat, boleh ga (eon:ga).. ok deh..
    aku pecinta ff yang ada eon soeun.. dan aku baru buat kyusso #so?
    mau pd baca ga #ga!!
    kalo mau kunjungi blog ini ya,, soalnya blog yg satu ga bisa untuk komen,, jadi aku buat baru #emangadaygnanya?
    ini linknya: http://irasitikulsumsupershineesso.wordpress.com
    gomapta ^^

  19. ellis mengatakan:

    excelent……
    maaf ya aouthor bru bsa comet a….

    aku suka banget athur agak sedih dah end tapi emang harus di end al a tkut bouring nantik…tp buat ff yang lain tentang soeun ma le dong he nya ya aothur….
    smoga ada yang liat habis tu di film kan pasti seru ni dah kebayang alnya……
    soal a ff ni yg paling elis bisa bayangin karakternya kek ikut merasakannya….

    bagus banget cingu…tetap bekarya ya and di tunggu ff yang lainnya….

  20. owni mengatakan:

    te o pe be ge te deh
    keren banget

  21. Olivio mengatakan:

    Sangat sangat sangat suka endingnya^^ knapa gak dibuat cerita aftermarried?
    #maunya
    wkwkwk

  22. Yova mengatakan:

    Lama ga muncul Uda tamat ternyata,,
    yg jelas ni ff favorit ku banget,ni ff sangat berkesan utk ku..
    Ff ini so sweet , romantis , lucu , sedih, pokoknya komlit dech, ak paling suka HaeSo couple….
    Aku suka semua setiap bagian apalgi endingnya bikin gregetan..
    Masukan utk author pokoknya harus tetap SEMANGAT buat ff So Eun trutama HaeSo..

  23. fauziyah mengatakan:

    suka banget perfect sediah seneng terharu!!!!!!! kereeennn

  24. kim sohyun mengatakan:

    kyaaaaaaaaaaaaa….
    akhir’a tamat uga…..daebak…daebak…..

    bagian yg pling mengesankan yg pas omma donghae ribut ma sso di hotel n donghae cium sso didpan orang rame……….*kereeeeeen banget….

    yg paling sedih pas bagian soeun yg dtg k rmh donghae utk balekin dompet tuan Lee n ga sengaja denger rncana prtunangan donghae-taeyeon….*sedih banget bayangin’a………

    kalo ending’a mah mantap banget thor…….sesuai dengan keinginan reader…….wkwkwk

    saran bwt author: supaya makin produktif nulis ff2 keren di blog ni…jgn lupa jdul2 ff yg laen dilanjutin ampe tamat ya thor…..trutama yg Fated, sweet piece of love, n Black n White…hehehe

    mian kalo kbanyaan request……

    Fighting!!!!!!!!!!!!

  25. mifta mengatakan:

    waaaaahh keren bgt crtanya thor, lngkap n panjang. q suka bgt.🙂
    bikin part specialnya dong thor yg crtanya mrka dh punya anak gtu, hehe. psti seru tuh..
    gomawo thor..🙂

  26. QueenA FZ mengatakan:

    haesso daebak…

  27. QueenA FZ mengatakan:

    1. paling suka bgt wkt donghae pura-pura amnesia sama waktu ngasih surprise ultah buat so eun
    2. ga nangis sich tp nyesek bgt waktu ibu donghae ngelempar duit ke soeun
    3. suka endingnya… si Donghae nakal
    4. masukan buat author…. BUAT FF YANG BANYAK… hehe
    ^^v

  28. Ayu Nur'Avivah mengatakan:

    ya allah ni cerita keren bgt sich thor…
    keren abis salut deh sm author….
    aq selalu nangis baca setiap part nya,nyesek kena bgt di hati…
    ending nya itu loeh berkesan bgt..
    please donk thor lebih bnyak l;g buat ff yg couple haesso ya,aq suka bgttttt sm pasangan yg satu ni….heheee
    samangt yah bwt author,trus ciptain karya2 yg semangik keren…..

  29. zhuriya mengatakan:

    keren abiz…
    Aqu suka banget…ff nie kadng bikin aq ktawa n nangis…..
    Bener…bener keren

  30. cucancie mengatakan:

    Suka bgt endingnya…..

  31. Elisa mengatakan:

    Author low pling skak pas donghae ngerjain soun setelah dia koma trus lnjutan a adk cwok kek tu cnta a q skak bnget… Ff ni yg buat q sllu pingn bca al a low bca bsa nangs krna cnta a n syum sndri jdi a…inti a ff ni elisa skak bnget n ending a sru..pkok a mntp buat author srn a buat crta black and white seseru ni ya author ya…
    Faigting author n chayo
    d tunggu krya selnjt a……

  32. anastasia erna mengatakan:

    1. suka semuanya…
    2.part 6 dan 7 bombay nangis nya ampe bengkak mata..
    3.suka banget ma ending nya…sempurna.
    4 .tetep semangat klo ff nya..moga inspirasinya banyak…en gampang…

  33. Park Ri Rin mengatakan:

    Daebak!!!
    Kehabisan kata2 neh aq saking suka’a sama ff ini. Tyap kata2 d ff ini smwa’a brmakna bgt. Auth0r pasti uda krja kras bgt bkin ff sampe se’keren nie…
    1. Part yg pling q suka tuwh smwa moment haesso pk0’a
    2. Yg bkin aq bner2 nangis pas donghae k0ma n pas ibu’a nydar sma kslhan’a dy. Aq gak brnti nangis #banjir tisu d kamar
    3. Ending’a is the best🙂 kaya harga yg pantas stlah lwatin smwa prjuangn cnta hae sma sso dr awal pnytuan mreka krna koony makan fishy. Ff ini bner2 fav aq. Bner bgt kata “cinta kyuhyun saranghaeyo so eun” ff ini pantes klo d bkin drama. Kalo bsa aq ksi sribu jemp0l dech bwt ff ini…
    4. Buat auth0r ttep smangat aja! Truslah brkarya buat ff yg gak kalan daebak dari ini.. Mga auth0r bca c0ment aq🙂 wl0pun kta’a auth0r’a mau cuti v swtu sat klo uda c0meback aq hrp bsa liat c0ment aq…
    Mian klo c0ment’a kpanjangan😉
    fighthing!!

  34. bestevilcouple mengatakan:

    aaaaa~ *applause* keren, keren….
    speechless asli xD
    hae romantis sama jahil banget. hahahaha

    keren author ceritanya
    karya selanjutnya ditunggu🙂

  35. freedom kartini mengatakan:

    akhirnya happy ending …so sweet gt..

    1. aq paling suka saat donghae menyelamatkan sso x ,dari kecelakaan
    itu bener 2 keren
    2.bagian part 6 and 7 ,aq sampai nangis ,kasian ,terharu ,sedih banget pokoknya .
    3. happy ending suka bgt ,terharu juga saat kyuppa menyatakan penyesalannya.
    4. tetap semangat ya put bikin ff nya ,jngn pernah lelah utk menulis krn kamu berbakat jadi penulis ,klo bisa bikin novel .krn karyamu semua bagus utk di baca .

    dan jngn lama2 ya ,ngepost ff x …good job

  36. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaa….. Bener2 perjuangan yng panjang….
    Bagusssss bangettttt FF ηγά̲̣̥….
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__)
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__)

  37. thata mengatakan:

    Ahh SO SWEETTTTT..
    Gila kebayang kalau ini bner” terjadi sma mereka..ahh bhagia..part 7 bner” bikin nangis banjir..dan part 7 ini sukses bikin kegirangan,,,
    Ahh daebakk author ff mu..ahhhh sungguh luar biasa..^^

  38. satsuki mengatakan:

    1. bagian yg palingng suka jelas dongg haesso moment apalagi pas endingnya

    2. pernah, di part 7

    3. sangat suka

    4. apa ya… masukan buat eon, emmmm….. banyakin ff haessonya ya eon kekeke

  39. marly mengatakan:

    Selesaaaaiiiii jugaaaa! Legaaaaa akhirnya mereka bisa nikah…, jujur sih aku sedih bgt baca ff ini tapi ga sampe nangis😦 sso unnie sama donghae oppa bener2 tersiksa cuman gara2 ibu nya donghae oppa.. Apalagi oppa sampe koma di rs..hwaaaa😦 untung aja yah ibu ny cpt tobat..jg sama kyuhyun oppa, pas bagian kyu oppa mau pergi dari apartment bener2 kasiaaaannn..biar bagaimanapun kyu oppa kan orang baik jugaa..

    Aku paling suka pas donghae oppa godain sso unnie pas ikrar pernikahan mereka…,, Tingkah yg lucu dan manissss oppaaaaaaa😀

  40. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Happy Ending, yeyy.. 1. Waktu SoEun dicium langsung ma Dong Hae di depan ibu dan karyawannya. Itu scene yg aku suka. 2. Waktu SoEun setia banget nemerin Hae yg koma, dan wktu Kyu hampir mem*****a SoEun, disitu aku langsung kebayang Hae. 3. Jelas aku suka endingnxa karena happy dan tentux tetap ma Hae. 4. Masukanku bwt author, FF-nya jangan diprotec dong. Kekekeke..

  41. kim Ra rA mengatakan:

    and HAPPY ENDING yeeeeeeee. bener banget thor berat banget baca part end nya rasa nya ff ini bgena banget di hati
    1) semua moment saat hae nunjukin sisi manja dan menyebalkannya. ke Usilannya yang selalu bikin cengar nyengir sendiri

  42. kim Ra rA mengatakan:

    and HAPPY ENDING yeeeeeeee. bener banget thor berat banget baca part end nya rasa nya ff ini bgena banget di hati
    1) semua moment saat hae nunjukin sisi manja dan menyebalkannya. ke Usilannya yang selalu bikin cengar cengir sendiri.
    2) sampai benar benar nangis sih engga tapi berkaca kaca iya banget
    3) SUKAAAAAAAAA banget
    4) sering sering bikin ff HesSso yach…./

  43. Rani Annisarura mengatakan:

    akhirnya mereka berdua bisa bersama & bahagia juga🙂

    Romantis banget akhir-akhirnya itu, dan lucu banget saat mereka berdua akan nikah itu……

    Keren banget ff-nya ini banyak scene romantis, lucu, menegangkan, sedih, senang…..
    Lengkap semuanya di ff ini

  44. Endang mengatakan:

    Aq blm bc part sebelum’a jd cm bs blng bgian yg sk adalah bgian yg ada haesso’a,alasan’a sweet gokil jg..
    Klau nangis ada saat soeun blng dia ksh bunga agar kyu maafin donghae
    suka sm ending’a daebak..
    Saran buat author apa ya? Mg lbh baik lg..dan bkn crt yg bs bkn org berkata wow..
    Boleh request ga? Pengen ff dgn karakter donghae yg bad boy di takutin tp ga pernah sk sm cwek tp stelah bertemu cwek cupu yg tegas dia’a jth cinta.. Pengen crt haesso spt itu,itu jg kalau bs,buat author sm kenal..jd kepengen tau akun fb’a author biar tau kapan ada ff haesso lg.

  45. Dyana Arum mengatakan:

    Annyeonghaseyo ^^
    Aku pembaca baru nih. Ceritanya bagus bgt aku sukaa kekeke semangat thor kkkk^^~

  46. meon96 mengatakan:

    FF nya keren akhirnya berakhir happy ending setelah banyak rintangan yang menghalangi😀
    1. Bagian yg aku suka setiap haesso selalu bareng  tapi paling suka waktu so eun dicaci maki sama ibunya donghae didpn umum trus donghae datang terus dia nyium soeun di depan semua orang itu SO SWEET bgt 
    2. Aku nangis pas baca part 6-7 itu nyesek bgt T T
    3. Suka banget eon,, romantic bingit
    4. Masukannya buat author makin baik aja buat karya-karnya, jangan lupa lanjutin ffnya yang belum selsai ya thor hehehe😀
    Di tunggu FF HaeSso selanjutnya  FIGHTING!!!

  47. Endang widiyati mengatakan:

    1.part yg aku suka waktu Kyuhyun mt maaf sm SO EUN krn sudah menciumnya….itu kesannya gentle bgt.sopan bgt,pdhl si oppa kan ganteng bgt…..mau donk diciummmmm…hehheeeee
    2.aku ga nangis tapi terharuuuuu…….cinta itu pasti ada yg tersakiti.aplg cinta sepihak spt kyuhyun sama kakaknya.cediiiihhhhhh……
    3.Endingnya yang pasti heiiiiiii ya senenglah…..tapi kurang NC dikit terakhirnya haahahaaaa…..aku suka waktu nikah mereka tuh si Donghae oppa brisik bgt!!!usilllll
    4.buat author part ff yg blm selesai cepet bikin donk….aku rajin komen kokkkkkk

  48. ammy5217 mengatakan:

    Setelah perjuangan panjang akhirnya happy ending jg….😍😍 hea yg konyol tp tetap so sweet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s