~Sweet Piece Of Love Part3~


Anyeong all, aku kembali ngebawain beberapa lanjutan FF. Enjoy yah, trus jangan lupa komentarnya.

Gomawo *Bow bareng Yesung*

“Dia benar2 wanita yg paling menyebalkan yg pernah aku temui. Bagaimana mungkin aku harus bertemu lagi dengannya? Bagaimana mungkin bisa tinggal bersama?! Aku yakin, sebentar lagi aku pasti akan masuk rumah sakit jiwa karena dia..”

 

Soeun menghentikan langkahnya di sebuah halte yg kosong. Ia terduduk begitu saja disana dengan nafas yg sedikit ngos-ngosan, keringatnya bercucuran, badannya letih.

“Capek!!” Soeun mengeluh sambil menyandarkan dirinya ditiang halte. Nafasnya benar2 ngos-ngosan, badannya letih, kelaparan, dan kepalanya benar2 pusing. Soeun berusaha untuk menenangkan dirinya, berusaha agar rasa sakit ditubuhnya tidak terlalu menyiksanya.

[]

“Ibu! Bagaimana mungkin barangnya sampai sebanyak ini!!” seorang anak laki2 mengomel panjang kepada ibunya sambil membawa begitu banyak belanjaan. Ibunya, ibu Yesung, hanya tampak cuek sambil melihat daftar belanjaan ditangannya. “Ibu!!” lagi, pemuda itu merengek.

“Aigo Jongjin, tidak bisakah kau lebih tenang dan membawanya saja? Jangan terlalu banyak mengomel..” kata ibu Yesung menoleh sejenak pada anaknya. Lantas kembali melihat daftar ditangannya.

“Tapi bantu aku ibu, ini berat sekali..” Jongjin kembali mengomel sambil masih berusaha membawa barang2 belanjaan yg benar2 banyak itu.

“Aish, anak ini, hyungmu saja membawanya tidak pernah mengeluh..” kata ibu Yesung menoleh sebentar.

“Tentu saja, Yesung hyung mempunyai badan yg lebih besar daripada aku. ditambah lagi, disuruh seperti apapun dia tidak akan pernah membantah ibu!!” kata Jongjin agak kesulitan karena beberapa barang yg nyaris jatuh karena gerakannya.

“Makanya, kau tirulah hyungmu itu. kau ini, terlalu banyak bermain..” kata ibunya cuek.

“Tapi bu, jebal, sekali ini tolong bantu aku membawa ini. ini berat!!” Jongjin kembali mengeluh.

“Sudahlah, bawa saja, kapan lagi kau bisa merasakannya. Kaukan selama ini hanya sibuk bermain, kau tidak pernah membantu ibu seperti hyungmu. Sekarang, kau coba menggantikan posisi hyungmu..”

“Tapi ibu..”

“Sudahlah, jangan banyak protes..” ibunya cuek sambil terus berjalan. Jongjin tampak menunjukkan wajah yg begitu kesal, lantas dengan masih kesulitan ia mengikuti ibunya yg telah duluan berjalan.

“Ommo, kasihan dia..”

Ibu Yesung menghentikan langkah tepat didepan sebuah halte dimana halte itu tengah terjadi keramaian. Ibu Yesung tampak penasaran dengan keramaian yg tak biasa itu.

“Ck, Ibu, ayolah jalan, kenapa malah berhenti ini berat sekali..” Jongjin mengomel lagi ketika ibunya menghentikan langkahnya. Tapi ibunya tak menyahut, ia malah berjalan mendekati keramaian. “Ibu!!” Jongjin memanggil ibunya setengah kesal.

“Sepertinya dia sakit..”

“Permisi, apa yg terjadi?!” Ibu Yesung yg penasaran berusaha menerobos keramaian untuk melihat pusat keributan. “Astaga!!” ibu Yesung langsung berseru.

Ibu Yesung segera menghampiri seorang gadis yg tampak menyandarkan dirinya di halte dengan kondisi yg sepertinya tidak baik.

“Astaga, dia, siapa ya namanya aku lupa!!” Ibu Yesung tampak sedikit panik sambil mengingat-ingat nama gadis didapannya. Ia duduk disamping Soeun yg tampak lemah. Lalu kemudian memeriksa keadaanya. “Astaga, badannya panas sekali..” keluh ibu Yesung setelah menyentuh dahi Soeun.

“Ibu!!” Tiba2 Jongjin juga datang mendekat tanpa belanjaannya. Entah dimana Jongjin meninggalkannya. “Ibu!!” katanya heran meliat ibunya yg terlihat memeriksa keadaan seorang gadis.

“Dia demam tinggi, sekali kenapa tidak ada yg memanggil ambulan?” tanya ibu Yesung kemudian. jongjin hanya melongo melihat kesibukan ibunya.

“Nyonya mengenal gadis ini?” tanya seorang laki2 pada ibu Yesung.

“Tidak, tapi aku sempat bertemu dengannya..” sahut ibu Yesung.

“Lantas sekarang harus bagaimana? Dia terlihat lemah..”

Ibu Yesung terdiam, berfikir sambil terus menyentuh pipi Soeun. “Nona, Nona, bangunlah. Kau bisa mendengarku?” tanya ibu Yesung terlihat sedikit cemas. Jongjin masih hanya diam memperhatikan ibunya.

“Dibawa kerumah sakit saja..” usul salah satu orang disana.

“Tidak, ia hanya demam. Kalau begini, aku sudah sering mengurusnya..”

“Lalu?!”

“Hum, rumahku sangat dekat didekat sana. Mungkin, anda semua bisa membantuku untuk membawanya kesana?!” tanya ibu Yesung.

“Apa?” Jongjin sedikit kaget dengan ucapan ibunya.

“Baiklah, ayo kita bantu membawanya kerumah ibu ini..” terdengar kesanggupan dari orang2 yg disana. Mereka kemudian membantu membawa Soeun diiringi ibu Yesung. Jongjin yg masih disana hanya sedikit terpana ditempatnya berdiri.

“Kenapa meninggalkanku?!” Seru Jongjin kembali mengambil belanjaannya tadi.

[]

Yesung duduk tenang disebuah bangku sambil memetik gitar ditangannya. Ia bersenandung kecil sambil mengiringi bunyi gitar ditangannya.

“Kau darimana saja?” seorang pemuda tampak memasuki ruangan itu dan duduk disamping Yesung.

“Dari kantor polisi mengambil motorku..” sahut Yesung masih asyik dengan gitarnya.

“Kenapa motormu sampai disana?” tanya pemuda berambut blonde cokelat muda itu. yesung berdecak, berhenti main dan menoleh pada temannya yg bernama Leeteuk.

“Sangat panjang, dan aku malas menceritakannya..” kata Yesung kemudian.

“Kenapa?”

“Ah, sejarah terburuk, dengan orang paling menyebalkan yg pernah aku temui..” kata Yesung kemudian.

“Maksudmu?”

“Kenapa sih kau bertanya terus daritadi?!” Yesung tiba2 mengomel membuat Leeteuk berdecak.

“Kau ini, tentu saja aku menanyakannya. Kau itu menjawabnya begitu pelit dan berbelit-belit aku tidak faham!” Leeteuk balas mengomel. Yesung berdecak, menatap lurus kedepannya.

“Aku benar2 malas mengungkitnya lagi. Aku bisa kesal lagi..” kata Yesung malas. “Semua terjadi gara2 seorang gadis yg tiba2 datang merusak semuanya..” kata Yesung kemudian.

“Gadis? Siapa?” Leeteuk masih bertanya begitu penasaran.

“Ck, kalau ingat dia aku benar2 ingin sekali kesal. Dia telah membuat aku tertimpa sial bertubi-tubi gara2 dia aku diputusi Jessica, motorku ditilang dan banyak kesialan lainnya. Belum lagi, dia mempunyai kepribadian yg benar2 menyebalkan!” kata Yesung cepat.

“Ck, kau ini benar2 membuatku bingung. Tidak bisakah kau menjelaskannya secara lebih jelas?” tanya Leeteuk sama sekali tidak mengerti dengan arah pembicaraan Yesung. Yesung menghela nafas, menatap kedepannya sambil memikirkan sesuatu. Lantas setelah beberapa saat ia mulai menceritakan pengalamannya pada temannya itu…

[]

Sungmin turun dari mobil mewahnya, lantas mengalihkan perhatiannya pada lingkungan disekitarnya. Lantas setelah beberapa saat meraih ponselnya, dan setelah mengetik beberapa nomor, ia mendekatkan ponselnya ketelinganya.

“Ck, Soeun, kenapa kau tidak mengngkat ponselmu..” Sungmin mengeluh setelah mencobanya sesekali. Ia berhenti berusaha, lantas mengalihkan perhatiannya kesekitar tempat dimana ia sedang berada kini. Sebuah rumah mewah yg merupakan tempat tinggal Soeun.

“Permisi tuan, ada yg bisa saya bantu?!” Sungmin agak tersentak mendengar seseorang menyapanya dari belakang. Ia berbalik kearah suara sambil memegangi dadanya karena kaget. Seorang wanita berpakaian pelayan tersenyum ramah padanya.

“A.. Anyeong Haseyo. Aku Lee Sungmin, aku datang untuk mencari Soeun. aku temannya, aku datang untuk melihat keadaannya. Aku heran karena dua hari ini dia tidak pernah menghadiri kuliah. Hum apa dia ada?” kata sungmin langsung menyampaikan maksud kedatangannya. Pelayan itu terdiam, tampak sekali wajahnya berubah setelah ucapan Sungmin.

“Hum, apa anda tidak mengetahuinya. Nona Soeun sejak beberapa hari yg lalu meninggalkan rumah. Ia pergi tanpa memberitahu orang rumah..”

“Mwo?!” Sungmin tampak kaget mendengarnya. Pelayan itu mengangguk.

“Ya, begitulah. Terjadi masalah sebelumnya, hingga nona Soeun memutuskan keluar rumah dan sampai sekarang belum pernah kembali ataupun memberikan khabar..” Jawab pelayan tersebut. Sungmin terdiam, berfikir karena ucapan itu. sejak beberapa hari? Berarti kemaren ketika bertemu itu??!

“Hum, maaf, apakah tidak berusaha mencarinya aku rasa Soeun tidak akan jauh2 dari kota ini dan lagi dia pasti tidak akan bertahan dengan keadaan ini..” kata Sungmin kemudian.

“Itulah yg sedang kami resahkan disini. Nona Soeun malam itu keluar tanpa membawa sepeser uangpun. Kami semua mencemaskan keadaannya diluar sana..”

“Hum, apa aku boleh tahu masalah apa yg membuat dia pergi?” tanya Sungmin. Pelayan itu tersenyum.

“Untuk hal itu benar2 maaf tuan, kami dilarang untuk memberitahu hal ini kepada pihak luar karena ini adalah masalah internal keluarga ini..” sahutnya. Sungmin mengangguk, tampak memahaminya.

“Hum, kalau begitu aku pamit dulu. Sebisaku, Aku akan membantu mencari keberadaan Soeun dan akan membujuknya pulang. Terima kasih bantuan atas bantuan anda..” kata Sungmin.

“Sama-sama tuan, berhati-hatilah dijalan..” kata pelayan tersebut sambil memberikan penghormatan kepada Sungmin. Sungmin tersenyum sebelum akhirnya kembali mendekati mobilnya dan memasukinya.

“Ck, pantas kemaren aku melihatnya ditempat itu, ternyata dia sedang melarikan diri. Kalau melarikan diri karena apa dia sampai senekat ini? Dan, siapa Namja yg bersamanya kemaren? Apa mereka kabur bersama? Kenapa baru sehari putus denganku ia berani mengajak Namja itu untuk kabur bersamanya? Ck, sudah sejauh apa hubungan mereka sebenarnya?” kata Sungmin didalam mobilnya.

[]

 “Sica, kenapa kau tidak mengangkat telfonku ataupun membalas SMSku? Sica, bisakah kita bertemu? Aku benar2 merindukanmu dan benar2 ingin menjelaskan semuanya padaku. Kau salah faham, kau sebaiknya mendengarkan aku..”

Jessica berdecak mendengar pesan suara yg ditinggalkan Yesung untuknya. Ia membuka earphonenya, lantas meletakkan begitu saja dijok disebelahnya. Jessica lantas kembali fokus menyetir walau fikirannya benar2 tidak menentu.

“Ck, Kim Jongwoon, kadang aku selalu ingin luluh dengan semua usahamu ini… Kau benar2 lelaki yg berbahaya. Aku kira kau benar2 baik tapi ternyata kau menyembunyikan kebusukkanmu melalui sikap sok polosmu. Kau benar2 menyebalkan!!” Jessica mengomel sambil terus fokus mengemudi.

Jessica terus mengemudi, keluar dari jalan besar lantas memasuki komplek perumahannya. Ia mencoba memfokuskan fikirannya, hingga tiba2..

Sriiit!!!

Jessica mengerem mendadak mobilnya hingga ia tertolak kedepan hampir membentur kemudi. Ia menghela nafas, lalu mengangkat wajahnya menuju sesuatu didepannya itu. ia menatap kesal ketika Yesung sudah ada dihadapannya. Apa orang ini gila?

Yesung tampak menunjukkan senyuman manisnya pada Jessica, lantas kemudian mengangkat sesuatu ditangannya, sebuah gitar. Perlahan ia mulai memetikkan gitarnya disana, membuat perhatian dari orang2 sekitar sana.

“Noege hajimothan maldeuri.. Nun gamumyeon, Jakkuteola… Giogeul damencheureo monceodeun… Naega bonjeo, Arabojanha. Neowa Ganeun, Sighandeuri, naldageo gidarindaisseo.. Naui jansimi deulijji Anni.. Noereul Gidaryo… (Super Junior’s Yesung – Waiting For You)”

Jessica mengerjapkan matanya melihat ulah yg Yesung lakukan dihadapannya. Siang2, ditengah keramaian, apa yg sedang ia lakukan? Apakah ia ingin membuat Jessica malu dengan melakukan ini?! Jessica menghela nafas, melirik Yesung yg masih bernyanyi dengan gitarnya didepan mobilnya. Sementara banyak orang yg memperhatikannya, tapi ia sama sekali tidak peduli itu. ia masih juga bernyanyi disana.

“Ck, apa yg dia lakukan?!” Jessica sedikit mengomel.

Tit Tiiiit!!

Jessica menoleh kebelakang ketika terdenngar bunyi klakson yg nyaring dari arah belakang mobilnya. Disana, tampak beberapa mobil telah antri dibelakangnya dan meminta diberikan jalan. Jessica berdecak, ia mengalihkan perhatiannya pada Yesung yg belum juga berhenti melakukan kegilaannya. Tidak bahkan ketika bunyi klakson sudah sangat berisik seperti ini. Jessica berdecak lagi, lantas Jessica kemudian keluar dari mobilnya. Yesung tersenyum melihat Jessica keluar dan mendekat padanya, ia masih juga bernyanyi sambil tersenyum pada Jessica.

“Apa yg sedang oppa lakukan?” Jessica dengan cepat bertanya dengan tidak sabaran pada Yesung. Yesung menghentikan nyanyiannya lantas menatap Jessica.

“Jessica, kenapa kau tidak menjawab panggilanku? Aku benar2 ingin menjelaskan banyak hal padamu..”

“Sudah aku bilang aku tidak mau. Aku tidak mau ditipu lagi. oppa aku mohon minggirlah, jangan berbuat hal gila dan memalukan seperti ini..” kata Jessica cepat. wajah Yesung berubah mendengarnya.

“Aku tidak akan mengatakan kebohongan, apalagi menipumu. Kau salah faham padaku, sebaiknya kau mendengarkan apa yg sebenarnya terjadi antara aku dan gadis itu..” katanya serius.

“Ck, kau paling tahu kalau aku paling malas membuang waktukan oppa? Begitupun dengan ini, bagiku ini hanya akan membuang waktuku. Jadi berhentilah, minggirlah, karena aku tidak ingin diganggu lagi..” kata Jessica.

“Tapi niatku sama sekali bukan ingin menganggumu, aku menyiapkan ini untuk meminta maaf padamu. aku ingin jelaskan apa yg tidak kau ketahui..” kata Yesung lagi dengan wajah serius.

“Tapi nyatanya kau menggangguku. Berdiri ditengah jalan dan hampir membuatku kecelakaan, membuat keributan dan membuat aku malu didepan umum begini, belum lagi ketika orang2 mengomeliku. Apa kau tidak dengar klakson mobil yg berisik ini? apa kau tidak tahu kalau mereka semua sedang mengomeliku, lantas apa kau fikir itu tidak menggangguku?!” kata Jessica panjang.

“Tapi maksudku bukan begitu..”

“Oppa cukup, dan biarkan aku sendirian. Jangan sampai aku benar2 membencimu karena semua ini. jangan menggangguku!” kata Jessica sebelum akhirnya meninggalkan Yesung begitu saja menuju mobilnya. Yesung menatap lesu kepergian Jessica darinya.

“Bukan begitu, maksudku sama sekali bukan begitu..” kata Yesung lirih dengan wajah yg begitu lesu dan sedih.

Tet!!

Yesung mengangkat wajahnya ketika terdengar klakson yg begitu keras dari mobil Jessica. Yesung menghela nafas, lantas akhirnya ia menepi memberikan jalan dengan wajah yg begitu lesu. Yesung hanya memperhatikan dengan pandangan sedih ketika Jessica lewat dihadapannya tanpa menoleh sedikitpun lagi padanya. *#PoorYesungieoppa Sini peluk T_T*

[]

“Jongjin, cepatlah! Jangan terlalu lama!!” Ibu Bokyung berteriak lagi dari dalam kamar pada putranya yg berada didapur. Ibu Bokyung kemudian tampak kembali memperbaharui kompres dikepala Soeun. “Ahh, panas sekali badannya bagaimana ini? apa seharusnya dibawa kedokter saja?” katanya begitu cemas setelah meletakkan kompresan itu kembali kedahi Soeun.

“Uhh…” Kali ini tampak Soeun mulai sadarkan diri, tapi ia sama sekali tidak membuka matanya hanya keluhan yg keluar dari mulutnya.

“Nona, kau sudah sadar? Nona bisa mendengarku?” Ibu Bokyung sedikit panik ketika Soeun mulai bergerak dan bersuara.

“Uhh..”

“Astaga, dia sepertinya sangat parah bagaimana ini. JONGJIIIIN, KENAPA KAU LAMA SEKALI? CEPAT KESINIII!!!” Ibu Bokyung kembali berseru.

“Iya bu, tunggu, aku sedang melakukannya!!” kali ini Jongjin mendekat sambil membawa sesuatu ditangannya. Jongjin mendekat dan membawakan beberapa batu es lagi serta sebuah Termometer dan menyerahkan pada ibunya.

Ibu Bokyung meraih pemberian Jongjin. Setelah memasukkan beberapa batu es tadi kedalam baskom, ia meraih termometer itu dan lebih dekat dengan Soeun. Jongjin hanya memperhatikan semua yg ibunya sedang lakukan dengan.

“Nona, tolong buka mulutmu sebentar..” Ibu Bokyung bersuara lembut pada Soeun sambil mendekatkan Termometer itu dekat kemulut Soeun. perlahan walau sedikit kesulitan, Soeun membuka mulutnya hingga Ibu Bokyung langsung memasukkan ujung Termometer tersebut kedalam mulut Soeun yg sedikit terbuka.

“Aku pulang!!”

Jongjin menoleh kebelakang ketika mendengar suara seseorang memasuki kamar. Yesung tampak telah datang dan langsung sedikit kaget menemukan adiknya ada didalam kamarnya. Tak lama, ia dapat melihat ibunya juga ada disana.

“Hyung!!”

“Ada apa?” Yesung yg masih tidak tahu apa2 hanya bertanya heran pada adiknya. Ia sama sekali belum menyadari orang lain dikamar itu. “Ibu sedang apa?” tanyanya pada adiknya itu. ia sedikit heran, kenapa ibunya bahkan tak meliriknya. Jongjin mendekat.

“Ibu sedang merawat seseorang yg tadi ia temukan pingsan dijalan..” kata Jongjin pada Yesung. Yesung kembali memperhatikan ibunya itu setelah itu.

“Seseorang yg pingsan dijalan? Siapa? Kenapa ibu malah membawanya kesini bukannya kerumah sakit?” tanya Yesung masih heran.

“Aku juga tidak tahu, yang jelas daritadi ibu terus merawatnya. Ibu benar2 terlihat cemas sekali dan begitu perhatian pada seseorang yg belum dikenalnya itu..” sahut Jongjin.

“Lalu kenapa kau juga disini? Kenapa Restoran malah dibiarkan tutup?”

“Aku juga ikut sibuk karena ibu terus menyuruhku membantunya. Lagipula, mau menjual apa? sejak datang ibu hanya sibuk dengan gadis itu dan belum memasak sama sekali..” Yesung hanya mengalihkan pandangannya pada ibunya setelah jawaban adiknya.

“Ahh, syukurlah panasmu sudah sedikit turun..” Yesung hanya menatap ibunya yg tampak terdenga sedikit lega sambil memperhatikan Termometer ditangannya. “Jongjin..” ibunya yg berbalik menghentikan seruannya ketika ia melihat anaknya yg lain sudah ada disana.

“Yesung? Kau sudah pulang?” tanyanya pada Yesung. Yesung hanya tersenyum kecil menjawabnya.

“Aku tadi sudah memanggil ibu, tapi ibu tidak menyahutiku..”

“Ahh, maaf Yesung ibu tadi sama sekali tidak mendengarmu. Ibu sedang sedikkit panik karena ini. Kau lapar? Kalau kau lapar ibu akan menyiapkan makanan..”

“Hum, tidak usah bu, aku tidak lapar. Aku hanya sedang ingin beristirahat saja. Hum, karena kamar ini sedang dipakaia jadi aku ingin tidur di kamar Jongjin saja..” Yesung menyahut cepat sahutan ibunya. Jongjin dan Ibu Bokyung sedikit menemukan keganjilan dari ekspresi lesu Yesung.

“Wajahmu terlihat berbeda, apa kau sakit Yesung?” tanya ibunya. Yesung menggeleng.

“Bukan, aku hanya sedikit lelah saja. Karena proses pengambilan motor tadi lumayan panjang jadi aku begitu ingin tidur sekarang…” sahut Yesung sambil tersenyum agak dipaksakan. Ibu Bokyung dan Jongjin saling mengangguk mendengarnya. “Ya sudah, aku istirahat dulu ya ibu. Aku benar2 lelah, aku tidur dikamar Jongjin saja untuk sementara ini..” Yesung kembali bersuara sambil menatap Ibunya. Kemudian, setelah diangguki oleh ibunya Yesung meninggalkan tempat itu setelah sebelumnya mengalihkan perhatiannya pada seseorang yg masih tertidur diranjangnya yg wajahnya tak kelihatan karena ditutupi tubuhnya itu. lantas setelah itu, Yesung memutuskan keluar dari sana.

[]

Yesung membuka pintu kamar Jongjin. Ia langsung berdecak melihat kamar Jongjin yg acak-acakkan. Anak ini memang benar2, sudah berapa tahun kamarnya ini tidak dibersihkan sehingga bentuknya benar2 seperti kapal pecah begini. Namun, Yesung tidak ingin mengomel saat ini. ia sedang lelah, hatinya benar2 sedang lelah hingga ia tetap memasukinya. Lantas setelah membuka dan meletakkan ranselnya ia segera merebahkan tubuhnya ditempat tidur Jongjin yg begitu acak-acakkan. Yesung berdecak lagi, merasa sedikit tidak nyaman, lantas bangkit dan melempar sembarangan beberapa baju Jongjin yg terletak disana dan mengganjal tidurnya. Yesung berdecak malas setelah itu, ia kemudian menngundurkan niatnya untuk berbaring sambil memikirkan sesuatu.

“Ck, apa2 semua ini? kenapa semuanya benar2 semakin rumit. Jessica benar2 tidak ingin mendengarkanku, dia benar2 tidak percaya lagi padaku..” Yesung mengeluh sambil menatap kosong poster Spiderman didepannya. Ia berdecak lagi, lantas wajahnya sedikit berubah setelah ia ingat sesuatu.

“Ck, semua benar2 karena gadis itu. gara2 dia aku sampai harus merasakan semuanya ini. aku berharap semoga aku tidak pernah lagi bertemu dia, ataupun orang seperti dia..” Yesung mengomel lagi, lantas kali ini ia kembali membaringkan tubuhnya diranjang berantakan Jongjin. Benar sangat lelah sekali!!

 []

Ibu Im Bokyung memasuki kembali kamar Yesung sambil membawa beberapa makanan. Ia kemudian meletakkan semuanya diatas meja, lantas kembali duduk menatap Soeun yg masih memejamkan matanya.

“Ck, apa panas tubuhnya belum turun? Kenapa belum juga bangun?” Ibu Yesung kembali meletakkan tangannya kedekat dahi Soeun untuk mengambil kain kompresan Soeun. lantas ia kemudian memeriksa suhu Soeun dengan menyentuh dahinya. “Sudah lumayan lebih baik, setidaknya besok pagi pasti sudah lebih baik..” Ibu Yesung tersenyum sambil kembali merendam kompresan itu kedalam rendaman es. Lantas kembali meletakkannya didahi Soeun.

“Ibu..”

Ibu Yesung agak kaget ketika Soeun menunjukkan sedikit reaksi. Ia kemudian lebih mendekat lagi. “Nona, apakah kau sudah bangun dan bisa mendengarku??” tanyanya pada Soeun.

“Ibu..”

“Ck, pasti dia merindukan ibunya dan menyangka aku ini ibunya…” kata ibu Yesung setelah mendengar Soeun mengigau lagi. “Nona..”

Perlahan, tapi pasti mana Soeun mulai terbuka. Perlahan dengan matanya yg berat ia berusaha melihat sekitarnya serta berusaha beradaptasi dengan cahaya yg baru diterimanya. Ia dapat menemukan seseorang disana.

“Nona, syukurlah, akhirnya kau bangun juga. Dari tadi kau terus mengingau dan tidak sadarkan diri, suhu badanmu juga begitu panas. Aku lega sekarang..” terdengar ucapan kelegaan dari seseorang disampingnya ini. soeun menatapnya sedikit heran.

“Anda, siapa?” tanya Soeun sedikit bergetar. Ibu Yesung tersenyum.

“Aku adalah orang yg membantumu ketika kau sakit ditengah jalan tadi siang. Karena aku tidak tahu rumahmu, aku membawamu kerumahku saja dan merawatmu disini. Hum, mungkin kau tidak ingat, tapi kita sudah pernah bertemu sebelumnya..” jelas ibu Yesung. Soeun terdiam, mengangguk, lantas mengalihkan pandangannya kearah lain. Difikirannya terlintas sesuatu.

“Kau pasti rindu rumah dan ibumu ya? Kau pasti ingin pulang dan dirawat ibumu saja..” ibu Yesung dengan cepat menangkap isi fikiran Soeun yg membuat Soeun sedikit tidak menyangka karena Ibu Yesung dapat menebak dengan benar. Lantas ia terdiam setelah itu.

“Aku sangat rindu semuanya, tapi sayangnya, aku bahkan tidak memilikinya lagi..” katanya lesu dan sedih yg membuat Ibu Yesung agak kaget.

[]

“Hyung!!”

Yesung berdecak ketika tiba2 Jongjin berteriak dan langsung melompat kekasur tempatnya tidur. Sehingga ia yg tadi baru saja bisa memejamkan mata terbangun lagi.

“Ck, apa yg kau lakukan!! Apa kau tahu, sangat susah bagiku memejamkan mata. Sekarang kau menghancurkan semuanya!” seru Yesung kesal. jongjin berdecak.

“Ckckck, memangnya ada masalah apa sampai kau tidak bisa tidur segala?” tanya Jongjin heran.

“Bukan urusanmu!!” Yesung menjawab jutek sambil menutup telinganya dengan bantalnya. Jongjin tersenyum kecil melihat hyungnya itu.

“Hyung, ibu seharian ini memang hanya sibuk merawat gadis itu. sampai2 ia sedikit melupakan kita. Sepertinya ia ingin mencuri kesempatan merawatnya dengan baik untuk memenuhi keinginannya sejak dulu yg ingin sekali punya anak perempuan..” kata Jongjin sambil menjadikan kedua tangannya sebagai bantal. Pandangannya menatap langit2. Yesung tertarik, ia kini berbalik pada Jongjin.

“Memangnya sudah berapa lama dia disini? Dan bagaimana keluarganya?” tanya Yesung pada Jongjin.

“Kami menemukannya ketika kami baru pulang dari pasar. Saat itu, ia sedang pingsan dihalte di depan toko Donat itu. karena dekat dengan rumah kita dan ibu kasihan, ibu mengusulkannya untuk dibawa kesini. Selanjutnya ibu sangat sibuk merawatnya..” kata Jongjin menjelaskan.

“Apa tidak ada keluarganya yg mencarinya? Atau, apa dia tidak memberi tahu alamatnya?”

“Dia sangat parah sepengelihatanku, demamnya tinggi dan sering membuat ibu mengeluh sangat panik karena kondisinya yg tidak membaik. Sedangkan untuk bicara, ia tidak pernah bangun sepenuhnya, ia selalu mengigau sehingga sepertinya ibu semakin cemas..” jelas Jongjin lagi yg diangguki Yesung. “Hum, dia cantik loh Hyung. sepertinya seumuran denganku. Kulitnya juga putih bersih, sangat cantik!!” kata Jongjin kemudian.

“Huh, kau ini tidak bisa melihat gadis cantik sebentar langsung saja begini..” kata Yesung sambil geleng2 kepala.

“Namanya Namja tentu saja, aku hanya menyampaikan pendapatku..” kata Jongjin membela diri.

“Lalu bagaimana denga siapa? Nam Jangyeon, gadis yg kau kenalkan padaku tempo hari sebagai taksiranmu?” tanya Yesung yg langsung membuat Jongjin merubah wajahnya menjadi kesal.

“Jangan bahas dia lagi didepanku, apalagi kalau kau yg menyebutnya. Aku bisa2 kembali kesal..”

‘Waeyo?”

“Kau tahu, susah payah aku berusaha agar dia menyukaiku. Tapi apa nyatanya, ketika aku mengenalkanmu padanya. setelah itu dia langsung menanyakan semuanya tentang dirimu, apa kau punya pacar, kau suka gadis yg seperti apa, nomor ponselmu berapa dan bla bla bla. Itu benar2 mengesalkan sekali!!” kata Jongjin dengan ekspresi yg begitu kesal yg membuat Yesung langsung tertawa keras.

“Hahaha, ya jinjayo?!” tanyanya tidak menyangka.

“Kau senang sekali? Apa kau juga menyukainya. Ingat hyung, kau itu sudah punya pacar dan bagaimana mungkin kau menyukai Yeoja yg ditaksir oleh Dongsaengmu?!” kata Jongjin keras. Yesung semakin ketawa mendengarnya, tapi ia berusaha meredam tertawanya melihat wajah Jongjin kian kesal.

“Haha, tentu saja aku tidak akan menyukainya. Bagaimana mungkin aku pacaran dengan dia. tapi, dengan ini terbukti kalau aku lebih mempesona daripada dirimu bukan hehe..” kata Yesung dengan narsisnya. Jongjin berdecak kesal.

“Huu narsis, itukan Cuma kebetulan saja..” kata Jongjin cepat. yesung lai tertawa, lantas ia kembali menggoda adiknya yg tambah semakin terlihat kesal itu.

[]

Soeun menyingkap gorden putih yg menutupi jendela kamar ini. lantas ia menatap pemandangan luar dan menghirup nafas yg masih segar. Soeun  tersenyum, merasakan bahwa tubuhnya kini sudah lebih ringan daripada kemaren. Ahh, pagi yg indah.

Soeun kali ini kembali mengalihkan pandangannya dan memperhatikan kamar yg tidak terlalu luas itu. lantas sesuatu yg terletak diatas meja menarik perhatiannya. Ia mendekat..

“Wow, apa ini..” katanya kagum sambil memperhatikan sesuatu yg berada didalam kotak kaca itu. bukan sesuatu, lebih tepatnya seekor, seekor kura-kura. “Ahh, lucu sekali, siapa namamu..” kata soeun takjub sambil memperhatikan mahluk kecil itu. soeun tersenyum, memperhatikan kura2 didalam sana yg seperinya masih tidur. Badannya kecil, dan gerakan tubuhnya juga sangat kecil membuat dia begitu menggemaskan.

“Siapapun kau, salam kenal yah. Aku adalah penghuni baru rumah ini..” kata Soeun sambil tersenyum pada kura2 itu.

[]

Dengan rambut yg masih acak-acakkan Yesung keluar dari kamar Jongjin. Ia berencana ingin mengambil handuk dan mandi dikamarnya. Iapun segera pindah kekamarnya yg bersebelahan dengan kamar Jongjin.

Sret!!

Yesung menutup kembali pintu kamarnya yg terbuka. Ia lantas mengalihkan pandangannya keseluruh ruangan kamarnya yg sedikit acak-acakkan. Yesung berdecak, lantas mengalihkan pandangannya menuju meja disudut ruangannya. Ia kemudian beranjak kesana dengan sedikit senyuman.

“Hey Ddangkoma, kau sudah bangun? Selamat pagi!!” Yesung menyapa kura2 yg terkurung di akurium kaca itu sambil tersenyum kecil. Lantas setelah itu ia kembali mengalihkan perhatiannya pada kamarnya yg begitu berantakan.

“ck, ini pasti karena seseorang yg dibawa ibu semalam. Kamarku jadi berantakan, padahalkan aku selalu membersihkannya!!” kata Yesung berdecak lantas mendekati tempat tidurnya untuk mulai merapikan semuanya. Yesung sepertinya benar2 tidak suka sesuatu yg tidak rapi.

Sret!!

Yesung menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara pintu kamar mandi disampingnya terbuka. Ia mengalihkan pandangannya menuju arah kanannya. Begitupun seseorang yg baru keluar itu. keduanya menatap benar2 kaget!!

“KAU?!” seru keduanya benar2 kaget dan tidak menyangka. mereka masih saling berpandangan benar2 kaget, hingga!!

“Kya!! Apa yg kau lakukan disini?” Soeun berteriak sambil menutupi bagian bahunya yg terbuka karena ia masih memakai handuk. Yesungpun reflek memutar badannya untuk membelakangi Soeun.

“Seharusnya aku yg bertanya seperti itu tahu!! Kenapa kau sampai ada dikamarku?!” kata Yesung ketika membelakangi Soeun. Soeun kaget dengan ucapan Yesung itu, ia tidak menyangka.

“Huh, tidak peduli ini kamarmu atau bukan tapi kau harus pergi dulu darisini sekarang!!” seru Soeun setelah beberapa saat. “ Ya, jangan melihat kemari!!” Yesung hendak hendak melihat kebelakang untuk mengomel, tapi ia terhenti ketika Soeun berseru padanya.

“Bagaimana mungkin aku yg harus keluar. Ini kamarku, hakku untuk berada disini, seharusnya kau yg keluar!!” katanya tidak terima.

“Ck, aku bilang keluar dulu! Apa kau tidak lihat aku sedang apa?!”

“Tapi..”

“KELUAR!!”

“Ah, iya iya. Dasar berisik!!” Yesung berdecak mendengar ucapan Soeun itu. lantas dengan kesal ia kemudian akhirnya melangkah meninggalkan ruangan itu dengan begitu kesal. “Jangan lama2!!” katanya masih mengomel sebelum meraih pintu.

“Jangan mengintip!!”

“Ck, dasar gadis ini!! AKU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA!!” serunya kesal sambi kali ini menutup pintu begitu rapat. Lantas terdengar langkah yg menjauh.

“Ahh, kenapa harus lagi2 dia!!” Soeun dengan cepat merasa panik ketika pintu sudah tertutup. Ia lantas cepat berbaring ditempat tidur itu dengan wajah yg benar2 menahan malu. Ia memukul-mukul kasur dengan kesal. “Ahh, tidak mau tidak mau! Kenapa harus dia lagi2 dan lagi. ini benar2 mengesalkan. Kakeek, aku harus bagaimana!!” katanya sambil memukul-mukul lagi kasur itu dengan nada yg merengek dan sangat kesal.

[]

“Makanlah Jongjin..”

“Ibu!!” Ibu Bokyung dan Jongjin yg sedang berada dimeja makan langsung mengalihkan perhatian mereka menuju tangga ketika Yesung berseru. Yesung tampak datang dengan wajah yg kesal. “Ibu, kenapa ibu bisa sembarang memasukkan Yeoja kekamarku!!” protes Yesung cepat.

“Lho, bukankah kau semalam sudah tahu dan tidak keberatan?!” tanya ibu Yesung heran.

“Kenapa harus dia? kenapa harus Yeoja itu?!” Protesnya tetap tak terima. Ibu Bokyung dan Jongjin semakin heran dengan ucapan itu.

“Maksudmu?”

“Ck, ini buruk. Ibu, suruh dia pergi dari kamarku segera. Aku tidak nyaman!!” kata Yesung cepat.

“Tidak bisa Yesung, dia akan tinggal sementara dikamarmu..”

“APA?!” Yesung dan Jongjin serentak bertanya. Ibu Bokyung mengangguk.

“Ya, semalam ketika ia sadar, ia menceritakan semuanya padaku. dia itu ternyata adalah seorang anak yatim piatu yg tidak punya rumah. Dia bilang, dia kabur dari panti asuhan yg menampungnya sejak kecil..”

“Ap.. Apa?! Ah ibu jangan bercanda. Bagaimana mungkin seenaknya begini? Lagipula, kamar kita itu hanya tiga kita tidak punya kamar lagi..”

“Untuk sementara kau bisa tidur bersama Jongjin. Ibu tentu tidak bisa memberikan tempat yg tidak nyaman untuknya bukan?” sahut ibunya. Yesung berdecak.

“Aku tidak setuju, tidak tidak!! Jadi, sebaiknya jangan mengizinkannya untuk tinggal disini..”

“Kenapa memangnya? Apa kau tidak kasihan padanya?”

“Ibu, ini bukan masalah kasihan atau tidak, tapi ini masalah hidupku. Kalau aku serumahnya, bisa semuanya semakin sulit dan aku semakin sial. Jadi sebaiknya tidak!!”

“Ck, hyung berhentilah hiperbola. Bagaimana mungkin kau mengatakan hal seperti itu?” Jongjin menyahut datar sambil melahap rotinya.

“Kau diam saja! Kau tidak akan mengerti, mana ada yg kau mengerti. Pokoknya ibu, aku tidak mau, jangan lakukan ini demi kebaikanku..” kata Yesung lagi. ibu Bokyung hanya geleng2 kepala mendnegarnya.

Kebaikan apanya? Kau ini terlalu berlebihan dan tidak jelas. Lagipula, kau lihatkan kau kalah suara nyatanya Jongjin tidak keberatan. Jadi, dia tetap disini..” kata ibunya bersikeras.

“Tapi bu.. Ini tidak baik untukku. Lagipula, Jongjin itu setuju karena ia menyukainya. Ibu, percayalah padaku..”

“Tidak Jongwoon, lagipula semalam ibu sudah berjanji untuk membiarkannya untuk tinggal disini. Lagipula, ia juga akan membantu ibu bekerja di restoran..” ibu bokyung bersikeras.

“Bagaimana ibu bisa langsung percaya padanya? bagaimana kalau dia tidak baik?” tanya Yesung bersikeras. Ibunya menggeleng.

“Jangan katakan yg tidak2, lagipula bagaimana wajah semanis itu bisa menipu. Pokoknya keputusan ibu sudah bulat, dia tetap disini. Jadi kau pindah kekamar Jongjin untuk sementara..”

“Bagaimana mungkin mengusirku karena ini?!”

“sudah, jangan protes lagi atau kau kusuruh tidur diluar? Sudahlah, duduk dan makanlah. Ibu akan memanggilnya!!” kata Ibu Bokyung yg membuat Yesung terdiam. Lantas ibunya mulai beranjak menaiki tangga meninggalkan Yesung yg benar2 kesal.

“Yeay, ada penghuni baru, cantik lagi..” Jongjin yg tahu kekesalan Yesung kembali menggoda Yesung degan menyindirnya yg berhasil membuat Yesung semakin kesal.

“Diamlah kau!!” serunya cepat.

[]

“Ayo Nona Soeun, tidak usah sungkan. Ayo makan bersama kami..” Yesung dan Jongjin mengalihkan perhatiannya ketika ibunya datang dengan seseorang dari tingkat atas. Soeun sedikit ragu dan canggung tapi ia tetap mengikuti ibunya Yesung yg terus membawanya kemeja makan. Sementara Yesung masih tampak menunjukkan wajah ketidak senangannya sambil mengaduk makanan di piringnya. “Duduklah..” kata ibu Yesung sambil menarikkan sebuah kursi yg tepat dihadapan Yesung.

“Anyeong haseyo, Kim Jongjin Imnida…” Jongjin menyapa Soeun ketika Soeun baru saja duduk.

“Anyeong haseyo, Kim So Eun Imnida. Bangeupshimnida..” Soeun membalas sapaan Jongjin sambil tersenyum. Lantas semuanya mengalihkan perhatian mereka pada Yesung yg asyik makan didepannya tanpa mau ikut menyapa Soeun. Soeun sedikit kesal dengan reaksi Yesung didepan keluarganya itu.

“Aw!! Sa.. Sakit!!” Yesung mengeluh ketika tiba2 Jongjin menginjak kakinya dibawah meja. Ia lantas menatap Jongjin dengan sangat kesal. “Apa?!” tanya Yesung setengah melotot pada Jongjin yg memberikan kode2 tertentu padanya seperti menyuruh mengatakan sesuatu pada Soeun. namun Yesung memilih tetap tidak mau menyapa dan kembali melanjutkan makanannya. Soeun kembali bertambah kesal dengan cara Yesung yg membuatnya merasa malu didepan keluarga Yesung.

“Hum, tidak usah difikirkan. Ayo makan Nona Kim Soeun..”kata Ibu Bokyung mengalihkan suasana sambil menuangkan makanan kepiring Soeun. Soeun sedikit kaget dan tidak enak.

“Hum, tidak apa2 bibi aku bisa mengambilnya sendiri dan hum, tidak usah memanggilku begitu. Panggil saja aku Soeun..” kata Soeun sambl tersenyum pada Ibu Yesung. Ibu Yesung mengangguk.

“Baiklah, aku akan memanggilmu begitu..” kata Ibu Yesung sambil tersenyum. Ibu Yesung mengalihkan perhatiannya pada Yesung yg masih terlihat acuh disana. “Masalah Yesung jangan khawatir, dia sebenarnya tidak sama sekali keberatan. Dia memang seperti dengan orang malu, sedikit pemalu..” kata ibu Yesung sambil tersenyum. Yesung tak menyahut, ia tetap asyik makan makanannya dengan cuek dan tidak mendengarkan sekitarnya seolah2 ingin ikut memakan bersama piring dan sendoknya (?) -_-. Soeun hanya berdecak kesal mendengarnya.

“Huh, pemalu apanya..” Soeun menggerutu dalam hati.

[]

“Cepatlah kembali ya, hati-hatilah dijalan!!” kata ibu Yesung tersenyum sambil melambaikan tangan pada keduanya. begitupun Jongjin yg juga akan bersiap kuliah didepan pintu restoran. Soeun hanya tersenyum kecil sambil mengangguk sementara Yesung masih menampakkan wajah misterius angkernya sambil menatap ibunya dengan sedikit kesal. Yesung sama sekali tidak menyangka ibunya akan menyuruhnya berbelanja hari ini dengan gadis cerewet ini.

“Ya bibi!!” kata Soeun sambil kembali membungkukkan badannya. Yesung berdecak, lantas kemudian ia memutuskan melangkah duluan saja.

“Ya Yesung-ah, jangan meninggalkan Soeun sendirian!!” seruan ibunya membuat Yesung menghentikan langkahnya lalu membalik kebelakang melihat Soeun yg sudah mulai melangkah padanya. Soeun kemudian berjalan kedekatnya. “Cepatlah!!”

“Iya!”

Yesung semakin kesal dengan jawaban Soeun yg masih menyebalkan itu. lantas ia menahannya sambil terus berjalan karena ia tahu selama masih belum terlalu jauh ibunya masih memperhatikan mereka berdua.

[]

“Kau pergi kesana, lalu belilah ayam..” kata Yesung pada Soeun ketika mereka memasuki supermarket. Soeun menatapnya bingung.

“A-Apa? Ayam? Ayam hidup?” tanya Soeun tidak mengerti. Yesung berdecak.

“Mana mungkin ayam hidup! Tentu saja ayam bukan!”

“Lalu seperti apa? Aku tidak tahu..”

“Daritadi kau selalu bilang tidak tahu segalanya. Bawang, Sayuran, bahkan ayam semuanya kau tidak tahu. Kau ini wanita atau bukan, kenapa itu saja kau tidak tahu?!” kata Yesung kesal.

“Tentu saja aku wanita, tapi masalahnya aku tidak pernah membeli barang yg seperti itu!!” seru Soeun kesal. yesung berdecak, geleng2 kepala.

“Ahh, kau bisa membuat ku gila! Kenapa kau harus datang segala dan mengacak-acak semuanya ini! lihat, daritadi aku sibuk sendiri membeli semuanya, sementara kau hanya berjalan dengan santainya tidak mau membantuku!!” kata Yesung kesal sambil menunjukkan semua yg telah dibelinya dan memenuhi tangannya.

“Bukannya tidak mau, tapi itu semuanya bau dan aneh. Lagipula kau kan laki2 bagaimana mungkin kau mengeluh hanya membawa itu?!” kata Soeun tetap tidak mau kalah.

‘Lihat, kenyataanya sudah begini kau masih saja menyombongkan diri. Bau aneh apanya? Kau yang bau dan aneh..” kata Yesung seenaknya.

“Apa? Kau bilang aku bau? Enak saja, kau yg bau!!”

“Kau yg bau!!”

“Kau!!”

“Ckckck, sudah sudah, suami istri jangan bertengkar didepan umum begini. Tidak baik!!”

“APA?!” keduanya dengan cepat menoleh pada seorang wanita tua yg ikut bicara ditengah adu mulut mereka. Wanita tua itu mengelus dadanya begitu kaget karena bentakan mereka.

“Ahh, kalian kenapa malah membentak? Membuat aku kaget saja..” katanya sambil mengelus dadanya. Yesung dan Soeun berdecak lagi, sementara semua orang menatap keduanya. “Aku beritahu ya anak muda, hidup berumah tangga itu memang berat tapi jangan sampai kalian merusak cinta indah kalian hanya demi masalah sepele seperti ini. ini hanya masalah kecil..” katanya malah menasehati keduanya. Yesung dan Soeun lagi2 malah saling bertatapan dengan sangat aneh.

“Tapi nek, kami..”

“Jangan membantah, hidup ini memang berat. Tapi kalau menjalaninya bersama semuanya akan menjadi lebih mudah..” kata nenek tua kembali menasehati keduanya. keduanya garuk2 kepala dengan kondisi ini, malu, semua orang ikut menoleh pada keduanya. “Jadi untuk hidup yg lebih baik, maka mulailah saling mengisi dan percaya satu sama lain. Aku pastikan rumah tangga kalian pasti tentram selamanya..”

“Tapi nenek, kami bukan…”

“Ahh, ya kami mengerti nenek. Mulai dari sekarang aku dan suamiku ini akan melakukannya. Hum, terima kasih ya nek atas nasehatnya pasti akan aku penuhi..” Soeun dengan cepat memotong ucapan Yesung yg membuat Yesung melongo mendengarnya.

“Ap..”

“Hum, ya seperti kata2 nenek, kami akan mengikutinya dan tidak akan mengulangi hal ini lagi..” kata Soeun tersenyum kecil sambil menunduk dengan senyuman sedikit malu2. Yesung semakin aneh mendengarnya.

“Ahh, kalian berdua terlihat begitu cocok dan manis..” si nenek kembali memuji melihat keduanya. “aku doakan kalian hidup bahagia dan mempunyai anak yg banyak..”

“A-Apa?!” Yesung dengan cepat berpaling pada si nenek dengan wajah masih kagetnya. Si nenek malah mencubit pipinya, Yesung meringis. Membuat Soeun sedikit melongo melihat si nenek mulai bringas(?) pada Yesung.

“Ahh, kau tampan sekali istrimu juga cantik. Aku yakin, kalau nanti kalian punya anak, anak kalian pasti akan cantik dan tampan seperti orang tuanya…” kata si nenek sambil masih mencubit pipi Yesung yg malah semakin keras. Soeun kali ini hanya berusaha menahan tawanya melihat wajah Yesung yg kesakitan sekaligus kesal. pada akhirnya si nenek melepaskan cubitan mautnya dipipi Yesung. Yesung memegangi pipinya dengan begitu kesal. “Aku sangat senang bertemu pasangan muda seperti kalian. Rasanya, aku kembali pada kenangan waktu aku baru2 menikah dulu…” kata si nenek kemudian pada mereka. Soeun hanya mengangguk-angguk kecil, sementara Yesung masih sibuk dengan pipinya.

“Baiklah, ya sudah, aku harus pergi. Aku yakin anakku sedang sibuk mencariku sekarang. Hum, kalian berdua hiduplah dengan tenang dan rukun ingat semua kata2ku..” kata si nenek lagi. Soeun mengangguk-angguk lagi mendengarnya. “Baiklah aku pergi dulu ya, sampai jumpa lain waktu..” kata si nenek kali ini sambil menjauh dari mereka. Soeun hanya melambaikan tangan, sementara Yesung hanya menatap kesal sekelilingnya.

“Humk.. Humk… Hahahaha!!” Tawa Soeun lepas ketika si nenek telah menjauh. Soeun benar2 tertawa keras ia menertawakan Yesung. Sementara Yesung malah tetap menunjukkan wajah kesalnya.

“Berhentilah menertawakanku! Semua ini gara2 kau, aku selalu sial setiap kali bersamamu!!” kata Yesung sangat kesal pada Soeun yg masih tertawa terpingkal.

“Haha, tapi yg tadi itu benar2 lucu sekali. Wajahmu ketika dicubit benar2 terlihat lucu sampai2 aku tidak tahan ingin ketawa tadi ketika dia disini!! Haha..” kata Soeun masih dengan tertawa kerasnya. Yesung semakin kesal karena itu.

“Semua itu gara2 kau, sudah jelas orang tua begitu masih juga kau ladeni. Suami, istri, siapa yg mau menjadi suamimu!!” kata Yesung ketus. Soeun kali ini berhenti tertawa walau agak sulit, ia berusaha meredam ketawanya.

“Kalau aku tidak begitu, dia tidak akan berhenti berbicara. Kau lihat, dia akhirnya menghentikan nasehatnya karena ucapanku. Selanjutnya lihat saja, dia akhirnya pergi begitu saja bukan..”

“Apanya yg pergi begitu saja? Dia mencubit pipiku dengan begitu keras. Pipiku benar2 keram!!” kata Yesung dengan wajah yg benar2 kesal. ia masih memegang pipinya.

“Yang pentingkan dia sudah pergi, sudahlah kapan lagi seorang wanita mencubit pipimu dengan kasih sayang seperti tadi. Sudahlah, kita harus pergi dan membeli ayam bukan..” kata Soeun cuek sambil kali ini berjalan duluan didepan Yesung. Yesung menatapnya kesal, ia masih juga memegangi pipinya.

“Dia benar2 wanita yg paling menyebalkan yg pernah aku temui. Bagaimana mungkin aku harus bertemu lagi dengannya? Bagaimana mungkin bisa tinggal bersama?! Aku yakin, sebentar lagi aku pasti akan masuk rumah sakit jiwa karena dia..” katanya kesal sambil kini mengikutinya dengan kesal.

“Cepatlah!!”

“Iya!!! Cerewet!!” Yesung meladeninya dengan begitu kesalnya.

[]

Soeun masih berjalan duluan sambil masih tersenyum kecil mengingat hal tadi. Ia berbalik, menoleh kebelakang dimana Yesung masih berjalan dengan pelan sambil mendorong keranjang belanjaan mereka. Wajahnya benar2 terlihat begitu sangat kesal. Soeun berbalik, tersenyum kecil, lantas tetap berjalan duluan.

“Direktur, selamat datang..”

Soeun menghentikan langkahnya ketika didekat pintu masuk ia melihat rombongan yg baru datang. Ia mengalihkan perhatiannya pada rombongan itu, dimana mereka memasuki swalayan dan disambut oleh manager swalayan serta beberapa karyawan lainnya.

“Kakek..” kata Soeun tidak menyangka sambil mundur satu langkah.

Bruk!!

“Hya! Apalagi yg kau lakukan?! Cepat jalan!!” Yesung berteriak begitu keras dan membuat perhatian dari beberapa orang. Soeun berbalik ketika kakeknya akan melirik kearahnya…

[TBC]

Komen dan Ratenya ditunggu ^^

 

27 Comments Add yours

  1. Seli m (kaoru) mengatakan:

    TBC lagi😦
    eun ceritanya makin seru, pngen ketawa mulu bcanya jga gra-gra tingkahnya yesso ..
    Wah soeun pinter jga ya ngibulin ibu bokyung ..
    Wah soeun ketemu kakeknya nih, penasaran nih ..
    Pa lgi ma ekspresi bu bokyung klw soeun masih pnya keluarga ..

    Next part di tunggu eun ^^

  2. Cinta kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Hahahahhaha….😀
    kasihan banget oppa Yeye,,,,
    oppa yeye itu sebenernya org yg bruntung ketemu soeun….
    Klau mslah sial itu nmanya takdir oppa yeye….. :p :p
    oppa anggaplah soeun itu dewi fortunamu!!!maka hidup mu akan berungtung -,- *bahasaku*

    ih…
    Si nenek,msh aja sempet cubit oppa yeye,aku aja yg pengen nyubit gag prnh kesampaian T,T

    ckckckc,kshan bnget oppa,malah tinggal serumah sma soeun,mna ibunya sayang bnget sma soeun🙂
    oppa gag boleh melawan ibu tw??!!durhaka nnti
    hahahahah😀

  3. Anna mengatakan:

    Mau donk ka2 ikt dinyanyiin olh yesung sk bgt ma suarany merduuu bkin melayang kekekek,,yesung knp antipati bgt ma soeun kshn kn dia udh ksusahan msh aja dianggap bw sial sungguh terlalu !!!Hayoo lho soeun kthuan blik lg aja deeh jd princess dtggu sgra klnjtny ya putri gomawo🙂

  4. astrielf mengatakan:

    yah kok TBC lagi seru nih😦
    ayo eon cepet2 di lanjutin aku tunggu
    oh ya mau ada ff baru HaeSso lagi ya ayo di post segera😀

  5. djkyussoloverz mengatakan:

    huuuhft kenapa TBC…??? padahal lagi seru-serunya.. aku suka banget pairing yesso…
    cepet dilanjut n cepetan apa moment yesso nya kapan yesung oppa jatuh cinta sama sso huuhhhft gak sabar secepatnya dilanjut….!!!

  6. geill mengatakan:

    seruuuuuuuuuuuu banget ffnya, tp lg seru2nya kok TBC
    kocak banget liat tingkah yesso membuat q membayangi kisah mereka yg di bumbui pertengkaran2 yg lucu…..so..sweet……….
    next part di tunggu jd jgn lama2 ya kagak sabar nih ama lanjutan kisah yesso…………

  7. Irnawatyalwi mengatakan:

    Wah ktauan g ya so eun ma kakekx?apa pndpt yesung trxta sso mmg org kya ,mkin pnasrn ni next partx? Kra2 prkmbngn hub.mrka da jelas g ya d part brkutx??

  8. Irnawatyalwi mengatakan:

    Wah ktauan g ya so eun ma kakekx?apa pndpt yesung trxta sso mmg org kya ,mkin pnasrn ni next partx? Kra2 prkmbngn hub.mrka da jelas g ya d part brkutx?? Ffx bner2 kocak

  9. Dear dHiyah mengatakan:

    knpa d saat” sru bgni hrus TBC ???
    huuhhhhh #manyunin bbir 1 mter

    kra” kakek y Lyat so eun eonni g ea ????
    hahahaha
    ksian Yesung oppa, sial bgt ea nasib y .
    wkwkwkwkwk

  10. gerundhaessolover mengatakan:

    ckckck bruntung banget nenek itu bisa nyubit pipinya yeppa.,aku jg mw dunx kya nenek itu.

    Humm trnyta masih pda brantem neeh crita’x. Awas loh jgn trlalu saling membenci, ntar lama2 malah saling mencintai,,wkwkwk

    dtunggu lnjtan’x ea chingu, c0z q adalah slh satu fans ff ini.

  11. ticha_ mengatakan:

    sukA_skA😀
    emAnk bkn n9Akak_p l9 wAktu yepPa d!nasehAt!n mA 2 ne”k plUZ pip!’x d!cub!t kk😀 kAs!An_
    aduh_kQ kakek’X Sso bS d!supermArkEt_*mau blnjA yA#kkk
    j9n ketAhuAn dlU yA_b!Ar Sso ttp t!n9gAl drmh yepPa_
    daebAk eun_Q tgg next pArt yA_lanjuuuuttttttt

  12. elisoniac mengatakan:

    jiah… oppa kau beruntung sekali ketemu soeun.. tinggal bareng pula, napa malah dibikin susah… hhhhiiiiiiii….
    seru nih.. keluarga yesung oppa gokil…
    ditunggu lanjutannya chingu…..

  13. irassosupershinee mengatakan:

    lanjuuuuuuuuuuuuutttttttttttttt
    keren deh deabak sama eon…
    cepetan ya eon, penasaran soalnya

  14. nury elf mengatakan:

    soeun pinter banged ya boonk nya ,, ckckck
    wah soeun dah ketemu kakeknya nih ,,
    gimana yah kisah selanjutnya ?! penasaran.
    ayo eun di lanjut, pokonya ditunggu lanjutannya ..

  15. mayaulidhasso mengatakan:

    s’belumnya maaf yaa author baru bisa komen sekarang ..
    wahh .. kakek ny Soeun eonnie dtg .. ketahuan gk yaa soeun eonnie ???
    truss gmna ama Yesung oppa??? apa dia bakalan tw klo Soeun eonnie bohong???
    hmm .. penasaran nehh author ..
    post soon yaa
    Gomawo ^^

  16. Olivio mengatakan:

    Aku baru bisa baca skarang😥
    wkwkwk enak aja bilang sso eonni bwa sial.
    Cantik gak mungkin bsa nipu. Buktinya sso pinter bo’ong wkwkwk

  17. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    wkwkwkwkwk.. nenek_y gokil.

    Eh eh eh, itu kakek_y Unnie bakal mergokin unnie kah??

    seru! seru!

  18. Helda wati mengatakan:

    makin seru neh, lucu2 bgt, bertengkar mulu, haha, hati2 loh ntar jdi cinta, cinta tumbuh karna terbiasa. ditnggu lanjutan.a

  19. Kyusso Eunnie mengatakan:

    “Aku doakan kalian hdup bhagia dan mpunyai anak yg byk”
    Ha ha ha ha ha,ktawa ngakak pas bca adegan ini..”kbyang gmn reaksix yesung n so eun”..
    Kren thor..critax lucu..ksihan ngeliat yesung trtimpa sial trus krn so eun n skrg tng9al sermh lg tp dr situlah awal benih2 cinta akn tmbuh..#plak”author lebay”
    Cpat dlnjut thor..jd pnsran apa kakek so eun mlihat sso dsupermarket ato tdk n kpn yesung jtuh cinta ama so eun..
    Jgn lma2 ya author putri..dtng9u

  20. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Mian author putri..td ada kt2 yg slah..mksudx bkn author yg lebay tp reader yg lebar..skali lg Mian

  21. kim sohyun mengatakan:

    seru banget…n sangat entertaining..::)

  22. cucancie mengatakan:

    Mau lanjutannya ya author….kocakk…bgt…suka…suka…

  23. tanti no kawai mengatakan:

    =))W̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̇̇̇α̩̩̩̩̥W̶̲̥̅̊α̇̇̇α̩̩̩̩̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇ά̲̣̥α̇̇̇W̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥α̇̇̇=))
    Yeppa bener2 di buat mati kutu ma nenek2….
    Kakakakkaka

    Op’s…. Sso ketahuan gk yah????

  24. Choi shinae mengatakan:

    nahloh kakenya liat kkkkk
    ckck fight terus yesso >.<
    gregeeetttt…

  25. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Bener-bener bikin ngakak ni ff. kesannya Yeye disini di bully teruz ma So Eun.
    Aduuuh nenek, Z juga pengen nyubit tu pipinya Jongie oppa, aku iriiiiiiiiiiiii -__-, beruntung banget siCh nek.

  26. Kim Ra rA mengatakan:

    Wah Hp nya Eror Nich tadi mau comment di Part 3 susahnya minta ampun jadi dech nebeng di part 2 Tapi setelah beberapa kali di Coba akhirnya Bisa juga hehehe

    Mereka berdua jadi harus belanja Kepasar dech tapi Lucu waktu di Kira suami Istri sama Nenek itu kekeke lanjut ah ke part 4

  27. Rani Annisarura mengatakan:

    gimana sih nih yesung masa kalau ketemu so eun itu nggak suka, padahal malah beruntung banget bisa ketemu sama so eun……

    Wah so eun pinter banget ngebohongin ibunya,,, gitu ibunya kok nggak curiga ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s