~Fated!! Part5 (Someone from the past)


Anyeong all, SoEunhyuk comeback. Baca, Rate, and Coment please..

“Tadi melihatmu dipukuli mereka aku benar2 sedih dan ketakutan sekali. Aku menyalahkan diriku atas semua itu, aku takut kau kenapa-kenapa..”

Eunhyuk berjalan menuju meja yg sudah dipenuhi makanan dengan sedikit ragu dan malas. Ia hanya geleng2 memperhatikan kesibukan semua pelayan rumahnya itu. lantas kembali berpaling pada Soeun yg sudah mulai melepaskan lilin yg ia nyalakan untuk terapung dan bertebaran di kolam renang. Eunhyuk hanya tersenyum kecil sambil geleng2 kepala melihat ia yg asyik disana.

“Oppa, ayo duduk. Biasanyakan oppa suka pesta barbeque..” Sulli kembali menghampirinya dan mengapit tangan Eunhyuk. Lantas mengajaknya untuk duduk di depan meja makan yg sudah mulai terhidang makanan. Eunhyuk memperhatikan makanan di depannya.

“Eonnie, ayo makan!!” Sulli kali ini berseru pada Soeun yg berada beberapa meter darinya. Soeun menoleh, agak kaget sepertinya karena ada Eunhyuk disana.

“Hum, nde!!” Soeun berseru setelah beberapa saat, lantas ia berusaha mendekati mereka.

“Oppa!” Eunhyuk sedikit kaget ketika Sulli kembali menyentuh bahunya ketika ia sibuk memperhatikan makanan dihadapannya. “Aku simpan ponsel oppa saja ya.” kata Sulli sambil meraih ponsel Eunhyuk yg terletak diatas meja.

“Ck, kenapa harus begitu segala? Sini, kembalikan lagi, nanti kau melakukan aneh lagi..” Eunhyuk tampak keberatan sambil memintanya kembali. Sulli menggeleng dengan mantap.

“Tidak akan aku apa-apakan. Oppakan orangnya sok sibuk, ketika makan pasti masih juga sibuk dengan ponsel. Jadi, biar tidak manganggu aku menyimpannya nanti minta lagi padaku..” kata Sulli bersikeras.

“Ck, memangnya acara ini acara seperti apa sih? Kenapa harus begini segala?!” Eunhyuk berdecak masih keberatan.

“Sudah, hari ini aku Eonya jadi jangan komentar!!” seru Sulli sambil tersenyum lantas memasukkan ponsel itu kedalam sakunya. Eunhyuk pun pada akhirnya hanya menuruti kemauan adik satu2nya itu.

“Eonnie!!” Sulli berseru ketika Soeun mulai mendekat, lantas beranjak untuk menyiapkan kursi untuk duduk Soeun. sebuah kursi yg tepat dihadapan Eunhyuk, Eunhyuk hanya geleng2 kepala lagi dengan usaha Sulli. Sepertinya ia tahu, apa yg ada difkiran Sulli saat ini!!

“Eonnie, hari ini nikmati pestaku ya? Hehe..” Soeun hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Sulli, lantas berpaling pada Eunhyuk dihadapannya yg tampak begitu bosan berada disini. “Akhirnya semuanya telah berkumpul. Ayo kita mulai pesta dan makannya!!” Sulli berseru senang sambil meraih kursinya sendiri.

[]

Soeun masih memakan makanannya dengan sedikit pelan, jujur saja sejak tadi jantungnya benar2 kembali tidak normal. Lihat siapa yg ada dihadapannya sekarang, dia adalah pemuda yg menang disukainya dari dulu. Seseorang yg bahkan juga sulit ditebak, kadang dingin dan cuek tapi kadang benar2 menyebalkan.

Duduk disini, tepat didepannya dan ditemani suasana begini jelas saja membuatnya gugup. Walaupun ada Sulli disini dan menengahi mereka, namun kenyataannya sikap Eunhyuk yg kembali cool saat ini dihadapannya benar2 membuat jantungnya tidak berhenti konser, apalagi ketika melihat bibir merahnya. Bayangan letak sapu diletakkan di Locker Room tergambar dalam ingatannya. Heuh, Pabo!

“Soeun eonnie, pernahkan kau ciuman?”

“Hhukk!!” Soeun yg sedang melamun begitu kaget ketika tiba2 Sulli mengajukan pertanyaan padanya. ia dengan sigap meraih minumannya, sekilas ia menangkap bahwa Eunhyuk ikut mengangkat wajahnya.

“Eonnie, kenapa kau gugup?” tanya Sulli dengan polosnya. Soeun tak langsung menyahut, ia mencoba meredakan batuknya. Eunhyuk malah tampak cuek sambil asyik memakan makanannya tanpa menoleh lagi. “Eonnie, apa eonnie baik2 saja?” tanya Sulli setelah beberapa saat.

“Tidak apa2, Sulli kenapa kau tiba2 bertanya seperti itu?!” tanya Soeun sedikit tidak enak. Ia tetap memantau Eunhyuk didepannya dengan sedikit was-was. Tapi kau pasti tahu jawabannya, Eunhyuk tidak akan peduli, ia masih tetap sibuk dengan makanannya. Padahal ia sangat tahu sesuatu dengan pertanyaan Sulli ini.

“Tidak ada, hanya penasaran saja. Aku baru saja membaca sebuah komik jepang yg benar2 sangat menarik. Itu yg terfikir olehku daritadi sehingga aku bertanya padamu..”

“Sejak kapan kau mau membaca? Lagipula, kurang sopan sekali menanyakan hal pribadi ketika sedang makan seperti ini..” Eunhyuk tiba2 menyahut dengan dingin tanpa mengangkat wajahnya.

“Ck, aku hanya penasaran saja makanya aku bertanya. Lagipula, Eonnie tidak keberatan, iyakan Eonnie?” tanya Sulli sambil menatap Soeun. Soeun hanya tersenyum kecil tanpa menyahut, harus jawab apa?!

“Ck, wanita memang kadang menyebalkan. Suka sekali membuang waktu dengan membahas hal2 seperti itu, tidak penting..” Eunhyuk menyahut datar sambil terus memakan makanannya. Soeun sedikit kesal mendengarnya.

“Kalian yg bermasalah, mana bisa setelah melakukan sesuatu melupakan begitu saja seperti tidak terjadi apapun. Apa kalian tidak dianugerahi memori yg baik sehingga dengan mudahnya bersikap tidak terjadi apapun?!” Soeun menyahut cepat dengan sangat kesal. Eunhyuk mengangkat wajahnya, menatap sedikit sinis.

“Untuk apa mengingat hal tidak penting seperti itu. toh, itu sama sekali tidak spesial. Hari berikutnya bisa terjadi lagi dan terjadi lagi, jadi untuk apa mengotori memorimu dengan hal itu!” katanya tidak santai. Soeun memukul meja dengan sangat kesal.

“Huh, benar2 parah dan payah! Bagaimana mungkin berfikir seperti itu. jadi kau melakukannya setiap hari, lantas melupakannya begitu saja? ck kaum kalian itu benar2..”

“Kaum kalian yg terlalu ribet memikirkan sesuatu yg sebenarnya sangat membuang waktu..”

“Apa kalian tidak sadar kaum kalian itu benar2 kurang ajar?!”

“Apa? Hey, itu terjadi karena kemauan kedua pihak, tanpa pemaksaan. Kalau menyesal ya, kenapa dari awal tidak menolaknya dan mau melakukannya?!”

“APA KAU BILANG? KAU FIKIR AKU…”

Soeun menghentikan perkataannya yg ia ungkapkan benar2 emosi itu ketika menyadari sesuatu. Lantas ia melirik Sulli yg tampak bingung karena mereka berdua malah bertengkar sesuatu yg belum ia fahami duduk masalahnya. Soeun terdiam, menatap Eunhyuk yg kembali cuek itu sambil menahan kekesalannya.

“Kenapa kalian berdua malah berdebat? Memangnya ini terlalu serius?” tanya Sulli bingung pada keduanya.

“Ya, ini sangat serius. Sulli, sebagai Yeoja aku ingatkan kepadamu untuk berhati-hati dengan orang2 sekitarmu apalagi mahluk yg bernama laki2, mereka itu 98%nya tidak baik. Jangan sampai mereka seenaknya padamu!” kata Soeun kesal sambil menatap tajam Eunhyuk yg cuek didepannya. Eunhyuk sadar, lantas ikut menatap Soeun dengan pandangan dinginnya.

“Ya Sulli, kau juga harus hati2 dengan diarymu dan bersikap didepan laki2. Kalau misalnya kau menyukai mereka, jangan sok jual mahal didepan mereka. Karena mereka bisa kesal, jadi jangan salahkan kalau terjadi sebuah kecelakaan kecil karena itu..”

“Ck, lihat sendiri bukan Sulli? Mereka itu tidak bisa diandalkan, jadi jangan asal percaya sama mereka. Kalau kau terlanjur menyukai mereka, lebih baik biarkan mereka tidak tahu atau lupakan saja karena itu hanya menjadi masalah untukmu..” Soeun kembali tidak mau kalah.

“Kau tidak bisa begitu juga Sulli. Biar bagaimanapun, seorang Yeoja akhirnya dengan Namja jangan melakukan perbuatan bodoh dengan antipati pada mereka!!” Eunhyuk ikut bersuara tidak mau kalah.

“Tapi kau harus hati2, jangan sampai kau menyukai seseorang yg salah.  Kalau kau temui, maka lupakan dan jauhi saja dia!!”

“Ck, itu begitu sulit? Bagaimana kau melupakannya kalau kau terus2an berada disekitarnya, memperhatikannya, menulis segala hal tentangnya, mengkhayalkan segala hal dengannya, ataupun memastikan keadaannya setiap saat. Kalau kau ingin melupakannya, maka hentikan semua itu. jangan membuang waktu melupakan kalau pada akhirnya kau malah berbalik karena kau benar2 plin plan!!” Eunhyuk menyahut sinis sambil beralih pada Soeun dihadapannya. Soeun terdiam, sangat kesal karena ucapan itu, sementara Eunhyuk tampak merasa menang setelah Soeun kehabisan kata2 karena ucapannya. Soeun menatap tajam begitu kesal pada Eunhyuk yg kembali tersenyum smirk padanya.

“Hum, tunggu tunggu kenapa jadi perang argumen begini?” Sulli dengan cepat menengahi ketika keduanya tampak memanas. Soeun dan Eunhyuk berpaling sambil kembali sibuk dengan makanan mereka.

“Tapi kau belum menjawab pertanyaanku Eonnie. Eonnie pernah ciuman belum?” sulli kembali mengajukan pertanyaannya yg membuat Soeun langsung mengangkat wajahnya lagi, sementara Eunhyuk tampak tersenyum kecil sambil masih sibuk dengan makanannya.

“Ya, aku pernah sekali merasakannya ketika seserang yg tidak jelas melakukannya dengan tiba2 padaku. Dan menurutku itu sama sekali tidak menarik dan tidak enak, jadi aku sudah melupakannya begitu saja..” kata Soeun tajam sambil melirik Eunhyuk sedikit sinis. Eunhyuk tersenyum kecil mendengarnya, lantas mengangkat wajahnya dan menatap Soeun sambil tersenyum kecil.

“Bukankan semua orang tahu kalau bohong itu dosa? Jadi Berhentilah berbohong..” katanya santai sambil kembali menunduk dan memakan makanannya. Soeun berdecak, kesal dengan jawaban itu. Sementara Eunhyuk tampak tersenyum kecil karena Soeun kembali kalah berdebat dengannya.

[]

Sulli tersenyum kecil sambil melirik kedua orang dihadapannya yg kini tampak sibuk sendiri-sendiri setelah perdebatan yg tadi. Ia tampak semakin yakin kalau kedua orang ini mempunyai rahasia sendiri-sendiri antara mereka. Rahasia yg menurut Sulli menarik dan menyenangkan untuk dicari tahu.

“Hum..” Eunhyuk dan Soeun menoleh ketika Sulli bangkit dari tempat duduknya dan menatap keduanya. “Oppa, Eonnie, aku masuk dulu ya, aku mencari sesuatu. Nanti aku akan kembali..” kata Sulli pada mereka. Lantas tanpa sahutan dari keduanya Sulli kemudian beranjak meninggalkan mereka.

Suasana hening kembali, atau mungkin hanya terdengar suara jangrik disana. Keduanya yg benar2 ditinggal berdua tidak saling berbicara lagi sepeninggalan Sulli dan para pelayan itu. Soeun berdecak, mengangkat wajahnya untuk menatap seseorang dihadapannya itu yg benar2 cuek sama sekali. Aish, jantungnya berdetag lagi. heran, benar2 sangat mengherankan, padahal pada nyatanya ia benar2 benci pribadi Eunhyuk ini, tapi jantungnya tidak pernah ketika Eunhyuk berada didepannya.

Eunhyuk mengangkat wajahnya, sadar kalau suasana ini benar2 canggung. Lantas menatap Soeun yg langsung gugup ketika ia sadar Eunhyuk menoleh padanya, Eunhyuk tersenyum kecil lagi. eunhyuk berpaling, menoleh sekitar kolam renang yg kini benar2 hanya dihuni mereka berdua. Sempurna, Eunhyuk terkesan dengan rencana Sulli, ia sangat tahu suasana apa yg sedang ia coba buat untuk mereka. Kolam renang, sinar lilin dimana-mana, dan sepasang anak manusia, semuanya benar2 membuat Eunhyuk faham apa yg sedang Sulli inginkan dari mereka berdua saat ini.

“Ck, Sulli lama sekali sih. Aku sepertinya harus melihatnya dulu..”

“Tidak usah!” Eunhyuk dengan cepat memotong ucapan Soeun. ia menatap Soeun yg menatapnya bingung sambil tertawa kecil. “Anggaplah ini wujud keajaiban dari Diary Majicmu. Kau pasti pernah menulis kalau ingin kencan denganku bukan? jadi anggaplah ini bentuk perwujudannya..” katanya sambil tersenyum smirk.

Soeun sedikit terdiam dan kaget dengan ucapan Eunhyuk itu. Ya, ia ingat akan sesuatu, pada nyatanya ia pernah menulisnya dan Eunhyuk benar2 benar dalam menebaknya. Ck, dia benar2 sangat masalah..

“Ck, kenapa aku terus2an mengangguku? Berhentilah mengatakan yg tidak2!!” kata Soeun setengah gugup. Eunhyuk langsung tersenyum kecil mendengarnya.

“Baiklah, kalau kau tidak mau mengakuinya. Tapi, ini serius, ada beberapa hal yg ingin aku bicarakan denganmu sebagai teman. Jadi, untuk sementara kau bisa berhenti bersikap sinis padaku dan menganggap aku musuh, karena ini cukup serius..” kata Eunhyuk setelah beberapa saat. Soeun terdiam, ia mencoba memahami perkataan Eunhyuk tersebut.

[]

“Begini, ini sebenarnya bukan urusanku. Tapi yang ingin aku tanyakan adalah mengenai para penagih hutang yg mengejarmu. maksudku, sampai kapan kau bertahan dengan kondisi orang2 yg memburumu?” Eunhyuk mulai mengajukan pertanyaan pada Soeun yg tampak bersedia dengan tawarannya sebelumnya. Eunhyuk menatap Soeun yg tampak berfikir menjawabnya.

“Aku tidak tahu. Karena sejujurnya aku tidak tahu berapa jumlah hutang ayahku. Tapi yang jelas, mungkin ini sangat banyak karena mereka telah mengambil rumah dan restoran kami, serta juga menginginkan aku. kalau kau tanya kapan waktu tepatnya, aku benar2 tidak tahu karena ayahku sampai saat ini belum juga menghubungiku, sementara aku benar2 tidak bisa diharapkan untuk membayarnya untuk saat ini..” sahut Soeun sambil tersenyum datar. Eunhyuk mengangguk, sekilas ia menangkap kesedihan yg tak pernah ia lihat sebelumnya dari kedua mata Soeun.

“Lalu selama itu, bagaimana dengan hidupmu? Maksudku, bagaimana dengan tempat tinggal dan pendidikanmu?” tanya Eunhyuk kemudian dengan penuh hati2. Lagi2 Soeun tampak tersenyum kecil mendengarnya.

“Sekali lagi, aku hanya mengatakan kalau aku tidak tahu. Karena aku benar2 tidak tahu, aku juga tidak ingin memikirkannya dulu. Yang jelas bagiku, masalah ini selesai dulu, ayah diketahui dulu, setelah itu baru fikirkan mengenai ini semua..” kata Soeun kembali tersenyum hambar. Eunhyuk terdiam, menatap Soeun dengan pandangan yg tidak pernah ada sebelumnya.

“Kau harus tetap sekolah, pendidikan penting. Pada akhirnya pendidikan akan menentukan banyak jalan hidupmu kedepan, sebaiknya kau jangan berhenti..” kata Eunhyuk kemudian. Soeun tampak berfikir menjawabnya.

“Aku kira tidak mungkin, masalahnya mereka tahu dimana sekolahku. Pada akhirnya kalau aku ketahuan, semuanya sama saja, pendidikan tidak akan penting karena mereka pasti akan langsung membawaku dan aku tidak tahu apa yg terjadi untuk selanjutnya..” jelas Soeun.

“Masalah itu kau sebaiknya jangan terlalu cemas karena kalau masalah keamanan aku bisa mengusahakannya. Aku bisa mengerahkan orang2 untuk menjagamu kalau kau pergi sekolah agar tidak ada yg mendekatimu atau melakukan hal yg buruk pada dirimu.. Yang jelas sepertinya kau tidak bisa menghentikan pendidikanmu begitu saja..” jelas Eunhyuk kemudian pada Soeun. Soeun terdiam, menatap Eunhyuk dengan sedikit tidak mengerti. Dia tidak menyangka bahwa Eunhyuk akan mengatakan hal ini padanya. eunhyuk tersadar, lantas berpaling kearah lain.

“Hhem, kau jangan salah faham, maksudku memang benar2 bukan karena kau khawatir atau apa. Aku hanya tak ingin masalah dibuat Sulli begitu berdampak besar pada orang lain, jangan salah faham..” katanya datar sambil berpaling tak mau menatap Soeun. Soeun mengangguk, dan tersenyum.

“aku mengerti, tapi setidaknya kau benar2 berterima kasih. Terima kasih karena telah mengkhawatirkanku. Itu benar2 berharga untukku, setidaknya aku sangat sulit mendapatkan perhatian belakangan ini. jadi terima kasih..” kata Soeun sambil tersenyum kecil dan mengangguk, lantas kembali menunduk untuk melanjutkan makannya. Eunhyuk tak menyahut lagi, ia hanya tersenyum kecil karena jawaban Soeun itu.

[]

“Aish, ibu Seo, lihat itu mereka semakin akrab dan tidak lagi berperang..”

Diam2 tak jauh darisana, Sulli tampak memantau mereka berdua bersama Ibu pelayannya. Ia tampak puas dengan kedua orang tersebut. Ibu Seo tampak hanya tersenyum kecil.

“Lalu apa rencana dan maksud nona melakukan ini?” tanya ibu Seo pada Sulli. Sulli tampak tersenyum kecil.

“Tidak ada, hanya aku sangat menyukai Soeun Eonnie. Aku ingin oppa bersamanya, karena Soeun Eonnie menyukai oppa. Aku fikir, gadis terbaik untuk Oppa adalah Soeun Eonnie karena apa Ibu Seo tahu? Aku merasa kalau mereka benar2 cocok bila bersama, mereka seharusnya ditakdirkan untuk bersama..”

“Tapi tuan muda sepertinya tidak menyukai nona Soeun, nona..”

“Kenapa ibu Seo yakin? Buktinya, Eunhyuk oppa pernah mencium Soeun Eonnie..”

“Apa?” Ibu Seo menyahut tak menyangka. “Darimana Nona Sulli tahu?”

“Kalau itu rahasia ibu, aku tidak bisa memberitahukannya..” kata Sulli sambil tersenyum kecil pada ibu Seo. Ibu Seo hanya tersenyum mendengar jawaban Sulli, lantas kembali memperhatikan Soeun dan Eunhyuk.

Zzzt..

Sulli mengambil sesuatu di sakunya ketika sesuatu bergetar disana. Ia sedikit kaget ketika ponsel Eunhyuk berbunyi. Sulli membaca nama kontak yg menghubungi Eunhyuk. Lantas ia membawanya menjauh setelah itu.

[]

Soeun kepalanya sambil memperhatikan benda didepannya. ia menatap barang2 itu satu persatu, lantas kembali memegangnya.

“Ini punya Lee Donghae, apa yg harus aku lakukan dengan ini?” tanyanya sambil melirik lagi obat2 itu. ia berusaha memutar otak untuk melakukan sesuatu dengan obat ini. dia tampak semakin kebingungan.

[]

Seperti biasanya, hari ini Eunhyuk dan keduanya kembali menghabiskan waktu beristirahat dengan duduk2 di tempat biasa mereka berkumpul ketika istirahat. Dan seperti biasanya, akan banyak Yeoja yg akan berlalu-lalang disana untuk menggoda mereka.

Eunhyuk menatap lurus dan kosong kedepannya sambil menghabiskan softdrink ditangannya. Ia sama sekali tidak peduli bahkan ketika kedua temannya sudah mulai meladeni Yeoja-Yeoja yg memang sengaja berlalu lalang disana untuk sekedar menyapa dan tersenyum pada mereka. Dalam fikirannya malah ada hal yg lainnya. Melihat itu, Ryeowook mulai heran lantas menyikut Sungmin disampingnya. Sungmin tampak mengangkat bahunya karena juga tidak tahu.

“Hya, apa yg terjadi padamu? kenapa hari ini begitu tidak bergairah huh?” Ryeowook mulai bertanya pada Eunhyuk. Eunhyuk tak menyahut, ia tampak masih menatap lurus sambil meminum minumannya.

“Ck, tidak ada, hanya belakangan aku benar2 bosan dengan suasana disini..” sahut Eunhyuk sambil melirik Ryeowook. Ryeowook dan Sungmin saling tersenyum mendengarnya.

“Kenapa? Apa karena kehilangan permainanmu?” tanya Sungmin sambil tersenyum kecil pada Eunhyuk. Eunhyuk menatapnya sedikit heran. “Belakangan akibat terlalu asyik bermain-main si princess diary, ketika dia tiba2 tidak lagi menampakkan diri, kau jadi kehilangan permainanmu dan mulai terasa bosan. Bukan begitu?” sambung Sungmin sambil tersenyum lebih pada Eunhyuk. Eunhyuk malah tertawa kecil mendengarnya.

“Ck, kau bercanda? Apa pentingnya bagiku ada atau tidak ada dia? tanpa dia pun, aku masih bisa mencari permainan dari yg lain. Ada banyak orang yg bisa dipermainkan disekitarku!!” katanya sambil tertawa melecehkan.

“Tapi tidak ada yg semenarik dia bukan?” Sungmin kembali mendelik padanya. “Pada kenyataannya moodmu berubah menjadi lebih pembosan semenjak ia tiba2 menghilang, setelah.. kejadian di locker room..”

Eunhyuk dengan cepat menoleh kearah Sungmin ketika ia mengatakan itu, Ryeowook pun juga tampak tersenyum kecil setelah ucapan Sungmin itu. ia benar2 kaget. “Kalian? Darimana kalian tahu?!” tanya Eunhyuk benar2 tidak menyangka. sungmin dan Ryeowook nyengir melihat ekspresi Eunhyuk.

“Ckckck, seluruh anggota dance kita bahkan sudah tahu hal ini. kami dengan jelas dapat melihat apa yg terjadi. kalau mereka tidak kami peringatkan, mungkin gosip itu sudah lama beredar di sekolah..” kata Ryeowook sambil tersenyum kecil pada Eunhyuk. Eunhyuk benar2 kaget dan tidak menyangka.

“Ck, aku benar2 salut padamu, kau bisa melakukan apapun dengan wanita manapun yg kau mau dan kapanpun kau mau. Tapi masalahnya, kenapa harus disana? Ini bukan caramu sekali karena sangat ceroboh sehingga para anggoota dance bisa dengan mudah melihatnya..” kata Sungmin. Eunhyuk berdecak, geleng2 kepala sambil kembali menatap lurus kedepan.

“Kalian tidak akan mengerti walaupun aku jelaskan berkali-kali, sudahlah lupakan saja!!” Eunhyuk menyahut datar sambil kembali meminum minumannya.

“Ya, kami tahu kau juga tidak akan pernah mempermasalahkan atau memikirkan ini..” Ryeowook tersenyum kecil melihat ekspresi Eunhyuk, ia mengalihkan perhatiannya pada Sungmin yg juga tersenyum kecil kearahnya. Eunhyuk tampak masih terdiam sambil melihat lurus kedepannya.

Zzzt…

Eunhyuk segera meletakkan minuman di tangannya ketika ia merasakan ponselnya bergetar. Ia merogoh sakunya untuk meraih ponselnya. wajahnya sedikit berubah setelah melihat layar ponselnya, lantas segera mengankatnya setelah itu.

“Yeobseyo, G.NA-ssi..”

[]

“G.Na-ssi!!” Eunhyuk yg baru saja datang langsung menghampiri G.Na yg sedang duduk disebuah kursi dalam sebuah restoran. G.Na hanya tersenyum kecil, lantas membuka kacamatanya, sementara Eunhyuk langsung duduk didepannya. “Menunggu lama?” tanya Eunhyuk sambil tersenyum pada G.Na, G.Na tersenyum kecil.

“Tidak selama biasanya, hari ini lebih cepat. apa tadi kau sedang tidak ada kegiatan?” tanya G.Na sambil tersenyum pada Eunhyuk. Eunhyuk hanya tersenyum kecil.

“Tadi sepulang sekolah, aku langsung kemari..” kata Eunhyuk yg langsung dijawab senyuman kecil dari G.Na.

“Aku kadang lupa kalau kau masih seorang pelajar, kadangkala aku tidak pernah mengingatnya ketika kita bersama..” kata G.Na masih tersenyum kecil yang dijawab senyuman kecil pula oleh Eunhyuk.

“Walau aku masih muda tapi aku tidak kalah dewasakan dari dirimu, Noona?” tanya Eunhyuk nyengir pada G.Na. G.Na lagi2 hanya tersenyum mendengarnya. Sekilas pembicaraan mereka berhenti ketika pelayan membawakan minuman mereka. Keduanya tampak meraih minuman mereka. Sekilas Eunhyuk tersenyum kecil melihat minumannya. “Bagaimana kau bisa tahu apa yg aku suka, G.Na-ssi?” tanya Eunhyuk sambil memperhatikan minumannya. G.Na lagi2 tersenyum.

“Umumnya aku tahu apa yg kau suka Eunhyukie..” G.Na tersenyum kecil sambil melirik Eunhyuk yang langsung tersenyum padanya.

“Hhum, oiya, kau bilang ingin mengatakan sesuatu yg penting padaku. masalah penting apa?” tanya Eunhyuk pada G.Na.

“Belakangan ini aku benar2 terganggu oleh sesuatu, berhubungan denganmu..” jawab G.Na sambil meraih ponselnya. “Aku ingin kau memperingatkan kekasihmu untuk berhenti menggangguku..” sahut G.Na sambil mengulurkan ponselnya. Eunhyuk mengerutkan dahinya, lantas meraih ponsel tersebut dan membaca entri pesannya.

“Belakangan dia selalu mengirimi aku pesan yg benar2 tidak penting untukku. Walau aku tidak perduli, tapi kadang ini menganggu..” kata G.Na kemudian. Eunhyuk tampak serius sambil membaca pesan di ponsel itu.

“Tapi aku benar2 tidak tahu, dan ini yg pasti bukan pacarku. Kau tahukan aku tidak punya pacar dan saat ini sedang dekat denganmu..” kata Eunhyuk kembali menimang pesan di ponsel itu.

“Lantas itu siapa? Yang jelas, dia sepertinya orang terdekatmu yg benar2 tidak menyukaiku..” kata G.Na kemudian. Eunhyuk terdiam, memperhatikan lagi pesan2 tersebut. Ia menghela nafas.

“Aku kira aku tahu, dan aku akan menyelesaikan ini dengan segera. Maaf atas ketidak nyamananmu, tapi aku akan menyelesaikannya setelah ini..” kata Eunhyuk sambil mengulurkan kembali ponsel itu. wajahnya benar2 terlihat kesal dan tegang, G.Na tersenyum.

“Tenanglah, aku juga tidak akan terlalu terpengaruh dengan hal ini. aku percaya dia bukan siapa2 bagimu, dan kau serius padaku bukan?” tanya G.Na sambil memegang tangan Eunhyuk yg terletak diatas meja. Eunhyuk hanya balas tersenyum pada G.Na.

[]

“Sulli!”

Soeun yg sedang duduk di sofa langsung berpaling ketika tiba2 Eunhyuk masuk dan langsung berteriak mencari Sulli. Ia menoleh pada Eunhyuk yg melihatnya.

“Sulli mana?” tanya Eunhyuk terdengar sedikit marah pada Soeun.

“Dia belum pulang..” Soeun menyahut pendek dengan masih heran pada Eunhyuk. Eunhyuk menghela nafas, lantas segera berjalan kearah tangga. Namun, didekat tangga ia menghentikan langkahnya dan menatap Soeun. Soeun tampak sedikit kaget ketika Eunhyuk berpaling padahal ia sedang memperhatikan Eunhyuk.

“Aku hanya memperingatkan, kau sebaiknya mulai berhati-hati pada Sulli. Jangan terlalu percaya serta mengikuti kemauannya, dia sepertinya mempunyai sebuah rencana rahasia yg benar2 lucu..” kata Eunhyuk pada Soeun. setelah itu Eunhyuk langsung berjalan menuju kamarnya. Soeun mengangkat alisnya, benar2 tidak mengerti, ia berfikir.

“Rencana lucu? Maksudnya apa?” tanyanya bingung.

[]

Soeun menutup kembali diary miliknya setelah selesai menulis sesuatu didalamnya. Ia kemudian memastikan kalau diary itu terkunci dengan baik sehingga tidak akan ada yg bisa membukanya. Soeun terdiam setelah itu, sambil memperhatikan diary tersebut..

“Sudah seminggu ini, diary ku tidak hanya dipenuhi oleh satu nama lagi. sekarang, ada dua nama yg kusebut disini. Hhum, apa artinya mungkin aku akan mulai melupakan Eunhyuk dan mulai beralih keada yg lain?” kata Soeun sambil berfikir ketika memperhatikan kertas diarynya.

“Lee Donghae, kenapa bahkan nama ini juga begitu mudah masuk kedalam fikiranku selain Eunhyuk. Apa karena aku tahu sikap Eunhyuk yg sebenarnya atau aku benar2 menyukainya karena bantuan2 yg telah ia berikan padaku?” kayanya masih menimang-nimang diary tersebut. Soeun terdiam, berfikir, lantas mengalihkan pandangannya menuju meja disamping tempat tidurnya. Ia terdiam sesaat setelah melihatnya..

“Dia pengamen, dan tentu saja sangat menganggu kalau ia terus terkena flu. Lagipula, aku benar2 tidak enak sekali dengan hal ini. apa yg harus aku lakukan untuk menebusnya ya?” tanya Soeun sambil berfikir ketika menatap obat2an yg terletak di atas meja. Ia kemudian menopang wajahnya dengan kedua tangannya sambil berfikir.

 []

Donghae berjalan kembali menuju jalan raya setelah ia keluar dari  gedung perkantoran yg ia kunjungi tadi. Lantas ia tampak berjalan tak tentu arah sambil membawa gitar dibahunya. Wajahnya terlihat tidak baik, ia benar2 terlihat dalam keadaan lelah atau mungkin terlihat menyimpan beban yg berat.

Sssrtzzt!!

Donghae begitu kaget ketika ia akan melewati sebuah persimpangan tiba2 sebuah mobil berhenti mendadak disamping kanannya hingga gitarnya tadi jatuh ketanah. Ia beralih kesamping kanannya kearah mobil yg mungkin terganggu karena ulahnya.

“Hey! Apa kau tak punya mata?!”

Si pemilik mobil tampak berseru marah sambil membuka pintu mobilnya. Donghae berpaling, melihat sipemilik mobil yg terdengar kesal, tapi wajahnya berubah setelah melihat wajah orang itu. si pemilik itupun juga terlihat kaget ketika melihat wajah Donghae.

“Kau?!” tanya pemilik mobil yg tak lain Eunhyuk itu dengan sangat kaget. Donghae tak menyahut, menghela nafas, lantas berlutut dan mengambil kembali gitarnya yg terjatuh. Eunhyuk hanya menatapnya. Donghae selesai dengan gitarnya, ia lantas kembali menatap Eunhyuk dengan pandangan yg masih datar.

“Kau yg harusnya berhati-hati, pakailah baik2 matamu..” katanya datar dan dingin. Donghae lantas menaikan gitarnya kembali kebahunya, lantas ia berjalan begitu saja meninggalkan Eunhyuk yg terpana. Eunhyuk memperhatikan Donghae sampai Donghae menghilang dari pandangannya.

Teet Teet!!

Eunhyuk tersadar dari lamuanannya ketika mendengar klakson mobil yg bersahutan dari belakangnya. Ia kemudian kembali masuk kedalam mobilnya. Ia kembali membawa mobilnya dari tempat itu sambil berfikir.

 []

Soeun sedikit menyingkap topi jaketnya sambil memperhatikan seseorang yg berada disekitar halte tempatnya duduk. Ia mencoba mencari-cari seseorang disana sambil tangannya memegang bungkusan ditangannya. Soeun menghal nafas karena tidak menemukan seseorang yg dicarinya.

Hari ini, dengan kondisi kakinya yg sudah lumayan lebih baik, Soeun nekad keluar dari rumah Eunhyuk untuk mencari Donghae. Entahlah, belakangan Soeun benar2 merasa kefikiran semenjak obat mereka tertukar. Soeun merasa tidak enak hati pada Donghae yg telah banyak membantunya. Alasan itulah yg membawanya nekad keluar dengan kakinya yg tidak terlalu baik. walau ia tidak lagi merasakan kesakitan yg berarti pada kakinya itu. Hanya saja, ia berusaha menyamarkan identitasnya dengan pakaian ini berharap tidak bertemu para penagih hutang.

“Ck, dia berada dimana sih? Apa tidak kesini lagi?” tanya Soeun resah sambil melirik jam tangannya. Soeun berusaha memperhatikan orang2 disekitarnya. “A aku yang bodoh, jelas2 tak punya alamatnya masih juga nekat kesini hanya untuk mengembalikan benda ini. ck, aku pasti sudah gila, bagaimana kalau nanti para penagih hutang itu malah melihatku? Ck, sepertinya aku harus pergi darisini..” kata Soeun sambil melihat sekitarnya, lantas mulai berjalan darisana.

Soeun berjalan sambil menunduk dan menyembunyikan wajahnya dengan topinya yg tadi. Soeun benar2 tidak mau bertemu dengan para penagih hutang itu saat ini. ia berusaha mencari taksi untuk pulang.

Soeun mengangkat wajahnya ketika mendengar bisik-bisik dari sekitarnya. Sedikit resah, Soeun berusaha memperhatikan sekitarnya untuk meyakinkan dirinya dalam posisi aman. Karena tidak menemukan sesuatu, Soeun kembali memperhatikan jalan berharap bertemu taksi atau bis untuk pulang.

Setelah berapa lama, lagi, soeun mendengar suasana disana mulai terasa aneh karena ia merasakan ada yg memperhatikan gerakannya dengan diam2. Ia kembali beralih untuk mencari tahu, sekali lagi tidak ada, hanya beberapa orang yg sibuk dengan kegiatan mereka. Soeun menunduk, lantas secara tiba2 ia mengakat wajahnya dan melihat orang2 itu lagi. benar saja, ia menemukan beberapa orang yg memperhatikannya diam2 dengan bersembunyi diberbagai tempat. Menyadari tidak aman, Soeun mulai berlari dan ia sadar mereka mengejarnya.

[]

Dengan kakinya yg kembali terasa sakit, Soeun berusaha menghindari mereka. Kakinya benar2 terasa tidak baik, tapi Soeun masih berusaha mencapai tempat paling aman dari kejaran mereka yg mulai terasa semakin dekat.

“Nona, berhenti!!”

Soeun tak mengacuhkan semua panggilan itu, hingga ia tetap berlari. Namun karena kurang hati2, tiba2 ia terjatuh. Soeun meringis, mencoba bangkit, tapi kakinya malah terasa lebih sakit lagi. perlahan beberapa orang itu mendekatinya yg sudah tidak bertenaga untuk bangkit.

“Haha, akhirnya kau berhenti berlari nona Soeun. kau tahu, kau begitu merepotkan selama dua minggu ini. sekarang ikut kami ya..” kata salah satu dari mereka sambil tersenyum pada Soeun.

“Lepaskan aku..” Soeun hanya bisa menangis ketika menyadari ia bahkan dalam masalah yg paling besar.

“Tapi kami ditugaskan untuk membawa anda nona, kecuali kalau kau sudah bisa melunasi utang ayahmu. Oiya, ngomong2 kemana ayahmu? Kenapa ia bisa menghilang dan meninggalkanmu?” tanya mereka lagi terdengar menyeramkan. Soeun tak menyahut, ia masih berusaha untuk memutar otak untuk pergi dari sana. Tidak mau, Soeun benar2 tidak mau ikut mereka. “Ayo nona, ikut kami..” Soeun kaget ketika mereka mulai memegang tangannya. Soeun berontak.

“Aku tidak mau! Lepaskan aku!!” kata Soeun sambil berusaha melepas pegangan orang itu.

“Ayo nona, jangan buat kami semakin sulit..”

“TIDAK! LEPASKAN AKU!!” Soeun masih berusaha bertahan. Mereka hanya geleng2 lantas berusaha menarik Soeun untuk bangkit dari posisi duduknya itu.

“Ayo Nona..”

“TIDAK!!” Soeun masih berusaha bertahan dari mereka semua. Ia ketakutan, benar2 ketakutan, sementara kakinya benar2 sakit kembali.

“Nona..”

BUKK!!

[]

BUKK!!

Soeun mengangkat wajah ketika mendengar pukulan disekitarnya. Salah satu dari mereka tampak kesakitan, sementara Soeun dan teman2 lainnya menoleh kearah seseorang yg baru datang.

“Apa yg kalian lakukan? Ck, benar2 memalukan!!” Eunhyuk tampak datang dengan tongkat baseball ditangannya. Mereka semua menatap Eunhyuk kesal, sementara Soeun tampak masih shock dengan keadaan ini. kemudian tanpa kata, tiga orang lainnya berusaha menyerang Eunhyuk.

Eunhyuk kembali mengayunkan tongkat baseballnya hingga mengenai kepala salah satu dari mereka sehingga ia jatuh. Eunhyuk kemudian berusaha menendang dan memberi pukulan pada mereka. Beberapa dari mereka bahkan begitu mudah untuk dikalahkan karena mereka sama sekali tidak terlalu ahli dalam hal bela diri, jelas sekali bodyguard murahannya. Tapi, mereka yg jatuh tetap kembali bangkit dan membantu teman2nya untuk melawan Eunhyuk yg cukup baik dalam hal bela diri. Namun, jumlah yg lebih banyak membuat Eunhyuk kesulitan pada akhirnya.

Soeun mengangkat wajahnya ketika melihat empat orang itu mulai tampak mendominasi pertarungan hingga Eunhyuk mulai terlihat kesulitan. Eunhyuk mulai mendapat banyak serangan, hingga puncaknya seseorang dari mereka menahan tangan Eunhyuk dibelakang hingga tiga yg lainnya mulai memukul Eunhyuk. Soeun meringis.

Eunhyuk masih berusaha memutar otak diantara kesulitannya. Walau tangannya ditahan, tapi ia mash bisa menggunakan kakinya untuk mengusir mereka yg memukulinya walau ia masih menerima banyak pukulan dari mereka.

Bukk!!

Eunhyuk kaget ketika orang lain memukul salah satu lawan yg tengah memukulinya hingga orang itu jatuh ketanah. Para panagih hutang lainnya juga kaget, namun orang itu kembali memukul yg lainnya hingga ikut jatuh. Tak menyiakan kesempatan, Eunhyuk malawan yg lainnya dan berusaha melepaskan dirinya dibantu orang itu. akhirnya keempat orang tadi melarikan diri. Soeun hanya menatap kaget, sementara dua orang itu malah saling bertatapan tajam setelah itu.

Eunhyuk kembali menatap Donghae yg tiba2 datang dan menolongnya. Donghae tetap membalasnya dengan dingin dan tajam. Donghae berpaling dan berjalan menuju Soeun yg masih terduduk disana. Eunhyuk memperhatikan mereka sedikit heran.

“Soeun-ssi, kau baik2 saja?” tanya Donghae sambil berlutut didepan Soeun yg masih tampak shock. Soeun mengangguk masih dengan wajah kagetnya, Eunhyuk malah tampak mendekati keduanya. “Ayo berdiri!” ajak Donghae sambil membantu Soeun. tapi tiba2 Eunhyuk datang dan menepis tangan Donghae yg mulai memegang kedua lengan Soeun. keduanya saling bertatapan lagi.

“Dia datang bersamaku, jadi aku yang akan membawanya..” kata Eunhyuk pada Donghae dengan tajam. Donghae diam, ia membiarkan Eunhyuk yg mulai membantu Soeun yg masih terlihat bingung. Soeun yg merasa kakinya masih sakit, berusaha berdiri dengan baik setelah dibantu Eunhyuk. Ia memperhatikan kedua orang yg terlihat saling tidak menyukai itu.

“Soeun-ssi, kau baik2 saja?” Donghae mengalihkan perhatiannya dari Eunhyuk kepada Soeun. Soeun hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Nde, tidak apa-apa Donghae-ssi. Gomawo..” kata Soeun sambil tersenyum pada Donghae. Donghae tampak mengangguk kecil, sementara Eunhyuk menatap sedikit heran pada keduanya, tidak senang. “Kau sendiri apa tidak apa2?” tanya Soeun pada Donghae lagi.

“Ck, yang kena pukul adalah aku kenapa kau malah menanyainya? Kau benar2 tidak tahu apa2 tentang terima kasih sepertinya..” kata Eunhyuk jutek pada Soeun, lantas segera beranjak meninggalkan keduanya. keduanya berpaling menuju Eunhyuk yg telah membelakangi mereka dan pergi.

“Eunhyuk tunggu!” seru Soeun pada Eunhyuk yg mulai menjauh. Eunhyuk berbalik menatap kesal pada Soeun yg memanggilnya dan berusaha mendekatinya dengan susah payah karena kakinya. Donghae tampak memperhatikan mereka. “Maaf, aku sama sekali tidak bermaksud. Apa kau tidak apa2? Wajahmu lebam..” kata Soeun sambil menyentuh pinggir bibir Eunhyuk yg berdarah. Eunhyuk sedikit meringis, agak terdiam ketika gadis itu menyentuh bagian itu.

“Maaf karena aku telah membuatmu terluka. Aku benar2 tidak bermaksud, apa begitu sakit?” Eunhyuk terdiam menatap Soeun yg tampak mencemaskannya sambil memeriksa keadaanya. Soeun tampak nyaris menangis dan menyesal dengan yg telah terjadi. jujur, untuk pertama kalinya hati Eunhyuk tersentuh karena perbuatan Soeun itu, begitu mencemaskannya sampai nyaris menangis seperti ini. “Apa kita perlu kerumah sakit?” tanya Soeun lagi.

“Hum, tidak apa2.. tidak terlalu sakit..” Eunhyuk menjawab lirih sambil menatap Soeun yg terus yg tampak memperhatikan luka2 diwajahnya. Donghae hanya malah terdiam melihat hal itu, ia lantas berjalan kearah lain mengambil gitarnya dan berniat pergi. Eunhyuk tersadar ketika soeun menyadari pergerakan Donghae dan berbalik kebelakang. “Donghae-ssi tunggu!”seru Soeun sambil berseru. Sejenak ia menatap Eunhyuk dan kemudian mendekati Donghae yg menghentikan langkahnya. Kedua pemuda itu menatap Soeun yg tampak kembali ketempat ia jatuh tadi dan mencari sesuatu.

“Mana ya?” tanyanya bingung sambil melihat sekitarnya. Ia mencari-cari sesuatu hingga ia berhenti disebuah benda yg terlempar dari sana. Soeun meraihnya dan dengan cepat memeriksanya. “Astaga, bagaimana ini? ini benar2 sudah hancur..” ia mengeluh sambil melihat isi bungkusan itu. kedua pemuda itu hanya mengangkat alis melihatnya. Soeun mengangkat wajahnya dan menatap Donghae lesu, ia kemudian mendekati Donghae dan mengulurkan bungkusan itu.

“Tadinya, aku ingin mengembalikan ini dan minta maaf padamu. tapi, lihat apa yg terjadi, aku merusaknya. Aku benar2 minta maaf..” kata Soeun lesu sambil tetap mengulurkan benda itu.

“Apa ini?” tanya Donghae sambil meraih bungkusan itu.

“Sepertinya tidak sengaja obat kita tertukar, aku baru menyadarinya ketika dirumah. Aku benar2 menyesal dan merasa bersalah karena aku telah membuatmu kesulitan lagi. itu sebabnya aku keluar dan mencarimu untuk menyerahkan bungkusan itu. tapi, gara2 mereka itu benar2 menjadi hancur dan sia2. Maafkan aku..” kata Soeun tampak begitu sedih sambil menundukkan kepalanya. donghae hanya tersenyum sambil mengangkat lagi wajahnya dan menatap Soeun.

“Apa kau gadis yg bodoh? Kenapa sampai membahayakan diri hanya untuk ini? apa kau tidak pernah berfikir sebelumnya?” tanya Donghae sambil tersenyum kecil padanya. Soeun mengangkat wajahnya, sementara Eunhyuk hanya menautkan alis melihat mereka.

“Kau marah padaku?” tanya Soeun masih terlihat menyesal dan sedih.

“Huh, ya aku suka marah kalau seseorang bertindak bodoh dihadapanku. Tapi ini benar2 bodoh yg langka. Soeun-ssi, aku tidak apa2 bahkan aku tidak pernah tahu kalau obat kita tertukar karena aku tidak pernah melihat bungkusan itu setelah meminta obat. Aku hanya heran kenapa kau sampai melakukannya hanya demi ini..”

“Aku benar2 memikirkannya, aku takut batukmu semakin parah karena aku. aku takut, kau salah faham padaku. aku takut, kau harus mengeluarkan uang dua kali untuk itu karena kesalahanku..” kata Soeun membela diri.

“Pabo!!” Donghae tertawa kecil sambil geleng2 kepala setelah ucapan Soeun. ia benar2 tidak habis fikir, sementara Eunhyuk malah tertawa kesal mengejek karena itu. “Ck, tidak apa2. Batukku sudah sembuh, jadi aku tidak membutuhkan obat ini lagi. jadi, tidak masalah kalau ini rusak..” katanya sambil tersenyum pada Soeun. Soeun mengangkat wajahnya.

“Benarkah?”

“Hanya pelajaran untukmu, jangan pernah melakukan hal bodoh hanya untuk hal sepele seperti ini. kalau rasanya bahaya, jangan pernah keluar rumah. Lihat, kakimu semakin parah bukan?” kata Donghae sambil tersenyum. Soeun mengangguk patuh. “Lalu bagaimana dengan obatmu yg ada padaku? kau pasti sangat membutuhkannya..”

“Ya, tapi aku tidak apa2..”

“Jangan asal bicara! Aku tidak mau mengantarmu kerumah sakit lagi!!” Soeun dan Donghae mengalihkan perhatian mereka ketika Eunhyuk tiba2 berseru dengan wajah benar2 kesal. Donghae tersenyum, lantas membuka ranselnya dan mencari sesuatu lantas mengulurkannya pada Soeun.

“Ini, aku bahkan belum mengeluarkannya dari tasku. Jadi aku bisa mengembalikannya sekarang. Ambilah..” katanya sambil mengulurkan bungkusan putih itu pada Soeun. Soeun menerimanya lantas memeriksanya.

“Waaah! Bahkan masih utuh tanpa sedikit rusakpun. Sementara aku merusak punyamu, maaf dan terima kasih..” kata Soeun takjub sambil melihat isinya. Donghae tersenyum sementara Eunhyuk tampak muak dan bosan.

“Tidak apa2, aku juga tidak akan meminumnya. Tapi karena kau sudah susah payah mengembalikannya aku akan menyimpannya..” kata Donghae sambil tersenyum. Soeun tampak mengangkat wajahnya dan balas tersenyum pada Donghae.

“Kau benar2 luar biasa. Aku benar2 senang mengenal orang seperti dirimu..” kata Soeun pada Donghae.

“Kau juga luar biasa dan unik, aku senang mengenalmu..”

“Ck, apa kalian yg disana masih lama? Aku harus pergi dan tidak punya cukup waktu untuk besa basi seperti ini!” Eunhyuk tiba2 ikut bicara dengan nada bosannya. Soeun menoleh.

“Iya, sebentar. Hum, Donghae-ssi terima kasih atas semua bantuanmu padaku. dan maaf telah merusak obatmu..”

“Tidak apa2, berhati-hatilah untuk selanjutnya..” kata Donghae sambil tersenyum pada Soeun. Soeun mengangguk, sementara Eunhyuk tampak berbalik dan mulai melangkah menuju mobilnya.

“Untuk apa aku disini dan terluka seperti ini..” omelnya pelan.

“Hum, sepertinya aku harus benar2 pergi. Dia sepertinya marah hehe. Sekali lagi terima kasih, aku harap kita bisa berjumpa lagi lain kali..” kata Soeun sambil bergerak setelah melihat Eunhyuk melangkah.

“Ya, hati2 dijalan..”

“Kau juga, bye!!” Donghae hanya tersenyum sambil membalas lambaian tangan Soeun setelah ia bergerak. Ia hanya memperhatikan Soeun yg sedikit kesulitan mengejar Eunhyuk yg berjalan cuek didepan. Ia tersenyum.

“Gadis yg begitu manis dan menyenangkan. Tapi.. ada apa antara mereka? Apa kekasih anak itu? kenapa mereka pulang bersama dan bajingan seperti Eunhyuk rela terluka untuknya?” tanya Donghae pada dirinya sambil memperhatikan mereka.

[]

Eunhyuk berdecak ketika Soeun membuka pintu mobilnya dan masuk. Wajah kesal tergambar dari wajahnya.

“Eunhyuk, bagaimana wajahmu?”

“Aku sudah tidak apa2. Untuk selanjutnya, aku peringatkan jangan seperti ini. menempuh bahaya hanya demi sebuah obat? Huh, benar2 gila!!” Eunhyuk menjawab kesal sambil menghidupkan mobilnya. Soeun terdiam merasa bersalah.

“Aku tidak bermaksud, maaf, tapi aku benar2 kepikiran dan tidak enak hati. Maaf ya, aku telah membuatmu terluka..” kata Soeun benar2 menyesal. Eunhyuk terdiam, masih dengan wajah yg kesal lalu menatap Soeun dengan sangat kesal.

“Kau benar2 merepotkan dari dulu sampai sekarang! Kau tahu!” katanya dengan kesal, marah. Soeun terdiam.

“Maaf.. benar2 tidak berniat begitu. Aku berjanji, setiba dirumah aku akan merawat lukamu. Lihat, kau terluka..” katanya. Eunhyuk berdecak, lantas memegang kemudinya.

“Tidak perlu! Aku punya banyak pekerja untuk melakukannya. Lagipula kau tidak akan pernah becus..”

“Tidak peduli! Aku akan melakukannya, inikan salahku, lagipula aku tidak bisa melihatmu terluka. aku benar2 tidak bisa diam saja!!”

Eunhyuk mengalihkan lagi pandangannya setelah Soeun mengatakan itu. agak kaget ketika kata2 itu mengenai hatinya sekali. Soeun malah tersadar dan menundukkan kepala setelah kata2 itu, ia tidak berani menatap Eunhyuk.

“Tadi melihatmu dipukuli mereka aku benar2 sedih dan ketakutan sekali. Aku menyalahkan diriku atas semua itu, aku takut kau kenapa-kenapa..” katanya sambil terus menunduk sementara Eunhyuk hanya menatapnya setelah kata-katanya. “Sekarang aku akui, diary itu benar. Aku memang benar2 menyukaimu..” kata Soeun  sambil menunduk semakin dalam tak berani menatap Eunhyuk yg kini menatapnya. Eunhyuk tak mengatakan apa-apa hanya menatapnya lebih.

[TBC]

Waah, aku suka bagian ini ketika mereka bertiga bertemu dan Soeun mulai menyatakan cinta pada Eunhyuk yg sudah mulai merasakan hatinya bersama Soeun. Donghae juga benar2 keren, semoga semua yg baca juga.

Hum, untuk selanjutnya, aku gak yakin bakal lanjutin semua FF dalam segera. Aku berencana untuk Hiatus, atau mungkin hanya akan ngepost Oneshoot Request aja. Aku sadar, kayaknya aku gak bisa membagi konsentrasiku dulu. Aku harus mulai mikir untuk kedepannya bagaimana. Aku akan ujian terakhir, dan aku harus mendapat nilai terbaik hingga aku bisa masuk Univ yg aku inginkan.

Aku harap semua reader bisa tetap setia nungguin seluruh FF yg ada disini sampai ini semua selesai. Dan aku mohon doanya semoga aku mendapat yg terbaik nantinya, tapi sekali-kali tetep main ke WP ini yah. Kadang, mungkin FF Reqnya akan aku keluarin satu2. Gomaw

 

30 Comments Add yours

  1. nanda dwi lestari mengatakan:

    huaaaaaaaa seru, tapi mesti tbc😦
    please author hiatus nya jangan lama lama. aku juga ngertiin kok.
    tapi please aku penasaran banget sama cerita ini😦😀 semangat!!!

  2. seli m (kaoru) mengatakan:

    seru nih pas bgian TBC nya ,, pngen tw reaksinya eunhyuk ..
    terharu sama kata-kata soeun ..

    wah eun lanjutannya ntar jngan terlalu lama ya ..
    hiatusnya juga, hehe
    ditunggu part selanjutnya n yg lainnya jga ^^

  3. ira sparkyu imnida mengatakan:

    seruseruseruseruseru #ganyante
    ayo dong eon, harus lebih cepet dilanjutnya, yayayayaya #kedipkedip

    ini ff seru banget, kan jadi bikin penasaran disetiap partnya
    ahhh,,, harus cepet ya eonnnn

  4. Cinta kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Kyaaaaaaa~

    suka bnget wkt sso sma unyuk adu argumennnnnn!!! Mantabbbb
    *ngasih 20 jempol utk author*
    pinjam jempol oppaduel SJ -,-

    sepertinya ada ssuatu hubungan,antara unyuk ma hae??
    Di nntikan part slnjutnya!!!

    Sulli jg,pinter amat nyusun rncana,gag sia” ngajari sulli tiap malam (?) *ngomong apa sih??*
    unyuk suka sma Gna,d sni Gna lbih tua dri Unyuk…
    Brti Gna dpt Berondong donk ya??? #aseeekkkkkk

    di nntikan part slnjutnyaaaaaaa

  5. noni eka s. mengatakan:

    author penasaran banget ceritanya gimana.
    aku suka😀 eunhyuk udah mulai ada respect sama so eun ^^
    plisssss jangan lama author lanjutinnya, soalnya aku penasaran banget.

  6. Anna mengatakan:

    Geeeezzzz sumpah greget abis ma krakter eunhyuk dsni aws jgn trlu cool ntr soeuny kbur n brpling lho,,pnsrn ada teka teki apa sbnrny antr eunhyuk ma donghae ya tak akn bosan utk blg dtggu klntny gomawooo🙂

  7. Leekim mengatakan:

    wah author mo hautis y, trus fatedny gimana??? hehe becanda. Ujian ttp yg paling penting kok, kan jd gak sinkron klo ujian author jeblok (bkn doain loh >_<) padahal nulis ff-nya gak kalah sm penulis2 terkenal (author jgn fly y)…tetap semangat dan slamat nempuh ujian!!!!

  8. Leekim mengatakan:

    author mav y lupa lupa komen ma ff bgian ini. Seru juga kayknya klo donghae cemburu liat kdekatan eunhyuk ma soeun tapi jgn ekstrem y (reader bawel >_<). o ya bapak so eun kmn sih? g kasian bgt ma kondisi anaknya ckckck…

  9. djkyussoloverz mengatakan:

    wah makin seru jalan ceritanya… eunhyuk oppa kyknya cemburu tuh liat sso sma haeppa…
    haeppa kereeen bgt lagi cool gtu pas nyelametin sso itu…
    sebenarnya aku lebih dapet kesan nya lok sso sma donghae oppa… rasanya gimana gt pokoknya seneng ada haeppa di ff ini.. jadi ditunggu part slanjutnya….!!!! ^_^

  10. geill mengatakan:

    mantap……..makin seru aja nih ceritanya……..the best deh…………
    kisah cinta yg buat q penasaran, pokoknya q suka banget ama ceritanya…….
    tp kok cepat banget TBC-nya padahalkan msh asyik2nya bc……..uhhhhhhh……..
    sepertinya bakal lama nih nunggu lanjutanya………tp gak pa2……
    soalnya km kan mo ujian akhir, jd hrs konsentrasi penuh………buat km semoga berhasil meraih nilai terbaik, biar bs msk universitas yg di inginkan………….semangat ya………fighty………..fighty……………

  11. ticha_ mengatakan:

    wAh_goOd j0b_
    b!kin penAsarAn t!n9kAt akut_tp knp hrZ tbC
    pen9en tAhu reAksi’x hyukpA_
    bkln Ada c!ntA s’3 ne_
    serU_Q skA_😀
    j9n lm” yA h!Atus’X_Q skA mA ff’x saen9_brS nyAta
    hahah😀

    Q tgg klnjt’x_
    mAu ampe kpn j9 Q tgg
    buAt saen9_Q d0a’!n m0gA uj!An’x dpt n!lAi b9Z_n bS mask un!v y9 d! !n9inkn_
    fightin9_!!!

  12. Nury elf mengatakan:

    Wah cerita yang sulit diduga😉
    i like with kisah cerita yg ini ..

    Btw itu bang hyuk kyanye ada rasa cmburu gmna gitu ama donghae ^^ hehe
    sso eunni mulai plin~plan nih antara donghae ama eunhyuk ,, tpi akhirnya sso nyatain perasaannya jga ke hyuk ..
    Pnasaran dg reaksi hyuk stelah ini ??

    Thor ditunggu lanjutannya yach ,, moga juga author gx hiatus ^^v and dpet nilai ujian yg memuaskan ..
    Ditunggu part selanjutnya lho ..

  13. Almia mengatakan:

    Makin seru…..
    D’tnggu part slnjut’a………..
    Part slnjt’a jngn lama” yah,ntar khayalan’a k’buru ilang…..hehe
    blh req stlh hiatus bikin ff tntng wonsso lg dong……..
    Bwt ujian’a sukses yah…..

  14. Vita mengatakan:

    Ayo ayo.. soEUNhyuk!!!
    So eun ud berani menyatakan perasaan,, waaaaa kapan ni si eunhyuk?? Kalo kelamaan di samber donghae lo…

  15. AngElf mengatakan:

    aduh… kenapa tbc nya cepet banget seecchh..
    eunhyuk udah mulai suka ma soeun?
    makin penasaran aja ceritanya….
    dilanjut ya author…tapi hiatus nya jangan lama2ya …
    soalnya aku bakal kangen ma ff disini

    semoga ujianya sukses ya,,,AUTHOR FIGHTING!!!!!!!!!!!

  16. forest90 mengatakan:

    huaaa betul chingu kereeen pas part berantem itu..cinta segi 3 yg manis *eh apa iya bang hae cinta sm so eun eonn hehe

    selalu puaaaaasss ceritanya panjang banget hehe..

  17. @endah_hyukiELF mengatakan:

    huwaaaaaaaaaaaaaaaa TBC??
    aigooo smkin penasaaaaaaraaaan mank apa hub eunhyuk sm donghae?
    truuus so eun udh bilang suka tuuuh?
    jadiaaaaaan enggak yaa?
    mank mau jdi yg kedua stlah g.na? aigooo

  18. elisoniac mengatakan:

    ini Lee bersaudara bakal rebutan ???
    wahhh.. penasaran…
    sukaaaaaa….^^

  19. AkuCintaTaecyeon mengatakan:

    Uwaahhhhhh.. kereeennn.. kya’a Eunhyuk mulai cemburu.. tp knp aku ingin Soeun ma Donghae ya O.o?

    Ugh, ada mslh apa ya antara Donghae ma Eunhyuk. penasaraannn.. lanjut Thor..😀

  20. fauziyah mengatakan:

    seru bangaaattt lanjut yah penasaran semangaaaattt ^^

  21. kim sohyun mengatakan:

    suka banget ma crita’a..
    hiks..tpi sedih krn author ga lanjutin lg..
    plis lanjut donk thor..

  22. Dina_zoey mengatakan:

    ada hubungan apa ya hae ma eunhyuk???? akhirx sso ngungkapin jg perasaanx ke eunhyuk…

  23. heldajungsoo mengatakan:

    Makin seru makin keren makin gokil. aku suka soeun dipasangn ama eunhyuk keren pokok.a

  24. anastasia erna mengatakan:

    iya…betul..suka bgt pas mereka bertiga bertemu dan saling bantu buat so eun..
    keren …suka ma jalan cerita nya…
    gpp outhor…selamat belajar…

  25. tanti no kawai mengatakan:

    Suka banget past_eunhyuk oppa ma Sso eunni berdebat ð meja makan….
    ♧=DH̲̣̣̣̥ɑ̤̥̈̊H̲̣̣̣̥ɑ̤̥̈̊=D♧:::::♧=DH̲̣̣̣̥ɑ̤̥̈̊H̲̣̣̣̥ɑ̤̥̈̊=D♧
    ♧=DH̲̣̣̣̥ɑ̤̈H̲̣̣̣̥ɑ̤̈=D♧
    Lucuuu bngettt…..

    Aissss….. $ɐκ̣̝̇Ƌ̲̣̣̣̥R̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥N̤̥̈̊Ǧ pelindung Sso eunni ªԃª dua…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡
    Huaaaaa…… Donghae oppa_bener2 kerennnnnn……..

  26. ela.elo mengatakan:

    jujur z q penasaran ama hubungan donghae dan eunhyuk di masa lalu… (penasaran karna blm baca semuanya hehehehe)

  27. senrumi mengatakan:

    Knp sso gak sm hae oppa ja kan lebih perhatian thir seharusnya tokoh utamanya haesso

  28. kim Ra rA mengatakan:

    waaaaah EunHae KEREEEEEEEEN. bener tuh mereka berdua salibg kenal dan sepertinya kurang baik. .
    Sso menyatakan perssaannya. terus apa yabg akan terjadi antara mereka brrdua kajja di lanjut….

  29. bubu mengatakan:

    cieee akhirnya soeun jujur juga,…tinggal tunggu reaksi eunhyuk…jadi penasaran..oce thor lanjut

  30. Rani Annisarura mengatakan:

    wah makin seruuuuuu banget ceritanya ini……

    Ada adegan hyuksso dan adegannya itu romantis banget……

    Penasaran sama selanjutnya,,, karena udah tbc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s