~[Twoshoot] Resignation Part1~


Tittle: Resignation (Sequel dari http://www.letsdieogetter.com)

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Friendship, Family,

Tipe: Twoshoot

Cast:  Kim Jong Woon (Yesung), Kim So Eun, Lee Donghae, Kim Hyunah.

 

Anyeong all, aku kembali hehe.. kebetulan tiba2 saja aku mendapatkan inspirasi setelah tadi jalan2 bareng teman2ku dan aku ingin kembali menuangkannya dalam tulisan. Tulisan ini aku buat disela kesibukanku dalam belajar jadi FF ini dibuat dalam tempo yg lambat. Aku harap semua enjoy.

FF ini adalah bentuk Sequel dari Oneshoot yg pernah aku buat sebelumnya www.letsdietogetter.com bagi siapa yg gak tahu ceritanya silahkan lihat2 dulu kebelakang(?) hehe.

Awas FF ini agak gelap menurutku -_-, sebenarnya aku kurang suka sama tipe2 yg beginian apalagi cast cowoknya itu Si awan, gak rela gitu dia jadi….??!!  tapi demi menyalurkan inspirasi aku akhirnya tetap bikin juga. Aku harap semua suka dan enjoy, yaudah gak usah basa basi deh silahkan dibaca akan lebih bagus sambil dengerin Lagu Resignation yg pernah dinyanyikan Yesung di SS2 biar Feelnya dapet #Haseek!!.

Enjoy!!

“Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa? Atau karena kau tidak bisa mengatakan itu? Apakah kau tidak memikirkan aku walau sedikitpun?
Jika kau menyukaiku, jika kau mencintaiku, mengapa kau mengatakan kata-kata dan mengakhirinya seperti ini? (Super Junior Yesung – Resignation)”

Seorang gadis berambut panjang dan berpakaian rapi keluar dari rumah mewahnya diiringi dengan beberapa pelayan dibelakangnya. Ia tampak berjalan sambil mencari-cari sesuatu ditasnya, lantas berjalan menuju mobil berwarna putih didepannya.

“Soeun, kau yakin akan mengendarai mobilmu sendiri? Kenapa tidak minta diantar saja?” gadis itu berbalik ketika seseorang memanggilnya. Seorang gadis yg tampak memakai rok mini beberapa centimeter dari lututnya tiba2 keluar dari rumah itu dan berseru padanya. gadis itu hanya tersenyum sedikit miris.

“Tidak apa2, aku memang sedang ingin sendiri. Aku fikir akan menyenangkan saja..” sahut gadis itu sambil menunjukkan kunci ditangannya. Gadis itu hanya mengangguk beberapa kali mendengarnya.

“Baiklah, hati2 saja dijalan!” gadis bernama Hyuna itu menyahut cuek sambil kali ini kembali memasuki rumah dengan gaya setengah cuek. Soeun hanya geleng2 setelah itu, lantas setelah berdecak ia memasuki mobilnya dan mulai mengendarainya perlahan.

()

“Huh, dia mengendarai mobilnya sendiri lagi. padahalkan aku ingin mengendarinya kekampus…” Hyuna mengomel ketika ia memasuki ruang makan dan duduk didepan meja makan. Seorang wanita 40 tahunan hanya tersenyum kecil mendengar omelannya. Hyuna menatap wanita itu. “Ibu, apakah ibu tidak menyadarinya? Belakangan dia benar2 sedikit berubah..”

“Berubah bagaimana?”

“Banyak, dia sekarang terlihat mulai kuat dari sebelumnya. Dia bahkan sangat sulit untuk diperalat seperti dulu..” kata Hyuna cepat. wanita itu menghentikan makannya, dan berfikir. “Ibu menyadarinya atau tidak, dia sudah mulai berani pada kita. Bahkan sangat sulit meminta apapun padanya sekarang..” kata Hyuna kemudian.

“Aku juga sedikit merasakannya..” sahut wanita itu setelah beberapa saat.

“Buruk sekali, benar2 tidak asyik. Si upik abu itu sekarang sepertinya begitu curiga pada kita, ia terlihat waspada dengan kita. Kalau dia mengusir kita dari rumah ini bagaimana?” tanya Hyuna cepat.

“Bagaimana mungkin dia berani mengatakannya?”

“Aku fikir kalau dibiarkan dia bisa saja berani ibu. Apa ibu tidak lihat, tatapan matanya lebih tajam melihat kita belakangan ini. kadang, aku jadi tidak nyaman berada disekitarnya. Aku fikir dia sudah menghimpun kekuatan untuk melawan kita, atau… jangan2 dia tahu rencana kita!”

“Ck, tenanglah, tidak akan begitu, dia tidak akan berani!” kata ibunya memotong ucapan Hyuna.

“Mungkin saja, sekarang saja dia telah kuat dari sebelumnya..” kata Hyuna cepat.

“Ck, tidak akan, ibu akan pastikan tidak akan. Kau tenang saja, ibumu ini tidak bodoh..” kata ibunya santai sambil tersenyum sinis. Hyuna hanya menatap penasaran karena ucapan itu.

()

Soeun mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal menembus kota seoul yg begitu padat. Ia mengendarai mobilnya dengan begitu fokus dengan sesekali tangannya yg menyetir ikut bergerak mengikuti irama musik dari tape yg sengaja disetelnya. Ia terus menjalankan mobilnya, hingga ia menghentikannya ketika disebuah tempat seseorang menghentikan mobilnya. Orang itu lantas memasuki mobilnya.

“Hari ini lebih segar sepertinya..” laki2 berwajah tampan itu tersenyum sambil duduk disebelah Soeun. soeun hanya tersenyum kecil, lantas menjalankan kembali mobilnya.

“Hari ini kau mau kemana?” tanya Soeun pada pemuda disampingnya sambil fokus menyetir. Pemuda itu hanya tersenyum kecil sambil menyandarkan tubuhnya disandaran tempat duduk.

“Kemana aku akan pergi..” sahutnya santai. Soeun hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“Sudah waktunya kau cari kerja. Kau benar2 terlalu bermain-main dalam hidupmu Jongwoon..”

“Kerja apa? Tidak ada satu hal pun yg aku bisa selain bernyanyi..” sahutnya santai sambil kali ini menyetel audio mobil Soeun.

“Aku bisa carikan bila kau mau. Tapi, kau selalu menolaknya..”

“Ck, nona Kim Soeun, berapa kali ku bilang. Aku sama sekali tidak mengerti dengan duniamu, yang aku tahu hanya bernyanyi, berhentilah menawariku pekerjaan karena aku hanya akan mengack-acaknya bila aku mulai masuk kantoran..” Jongwoon menyeringai sambil terus menyetel musik yg dia suka.

“Katamu, uang yg kau terima dari bernyanyi dikafe sangat sedikit. Lantas, bagaimana kau bisa hidup dengan itu..”

“Ck, kau tidak akan mengerti walau aku jelaskan berkali-kali. Aku hidup sendiri, sangat mudah bagiku untuk hidup semauku. Yang perlu dikasihani itu kau, kau kaya tapi hidupmu bahkan lebih menyedihkan daripada orang2 miskin yg aku kenal..” kata Yesung sambil mengalihkan perhatiannya pada Soeun dan memberikan senyuman smirknya. Soeun hanya balas tersenyum tipis mendengarnya.

“Sekarang sebenarnya tidak juga, berkat semua saran2mu aku mulai bisa menghadapi mereka. Aku kira, aku mulai bisa mengendalikan suasana..”kata Soeun kemudian.

“Kau yakin?” tanya Jongwoon cepat. Jongwoon tersenyum “Kau terlalu polos Soeun, kau tidak mengerti bahwa dunia bahkan lebih kejam daripada itu. sebaiknya kau selalu berhati-hati, langkah apapun yg ingin kau ambil..” kata Jongwoon kemudian. soeun hanya mengangguk sambil berusaha memahaminya.

()

“Kantormu benar2 luas seperti museum!!” Jongwoon berseru sambil menghempaskan tubuhnya disofa dalam ruangan Soeun. Soeun hanya tersenyum kecil sambil duduk disofa dihadapan Jongwoon.

“Kau mau minum?” tanya Soeun.

“Tentu, bawakan yg paling segar untukku!” kata Jongwoon sambil tiduran disofa panjang itu. soeun bergeser, beranjak menuju mejanya dan tampak mengotak-atik telepon disana.

“Bawakan dua Ice Capuccino dan makanan kecil keruanganku segera!!” kata Soeun setelah terdengar bunyi dari sana. Soeun menutup teleponnya setelah menyelesaikan itu semua.

Soeun berbalik, kembali ketempat duduknya didepan Jongwoon. Soeun kemudian bergeser sambil meraih dan mempelajari beberapa berkas yg ada disana. Sejenak ia mengalihkan perhatiannya pada Jongwoon yg tampak mencoba memejamkan matanya disana.

“Semalam kau pulang jam berapa?” tanya Soeun setelah beberapa saat.

“Jam empat!” Jongwoon menyahut pendek sambil terus memejamkan matanya.

“Lalu jam setengah tujuh sudah berdiri dihalte itu untuk menungguku? Kau benar2 payah dalam hal memperhatikan kesehatan Jongwoon..” kata Soeun kemudian. jongwoon tampak tersenyum dikala matanya masih terpejam.

“Kalau tidak begitu, aku tidak akan makan!” sahutnya santai. Soeun berdecak mendengarnya.

“Lalu apa yg kau kerjakan selama itu dan bagaimana caramu mendapatkan uang?”

“Bernyanyi..”

“Hanya bernyanyi?”

Jongwoon tersenyum ditengah tidurnya. “Sebenarnya belakangan aku mendapatkan pekerjaan lain selain bernyanyi. Itulah yang membuatku semakin terlambat sampai dirumah..” katanya lagi.

“Pekerjaan seperti apa?”

“Kujelaskan kau juga tidak akan tahu. Inikan pekerjaan rakyat biasa, bukan pekerjaan konglomerat seperti kalian!!” sahut Jongwoon lagi yg membuat Soeun berdecak.

“Kenapa kau selalu menolak bantuanku? Padahal kitakan sudah begitu dekat sebagai teman. Kita sama2 hanya saling memiliki satu sama lain..”

Jongwoon lagi2 tersenyum dan kali ini membuka kedua matanya. Ia kemudian duduk dan menghadap Soeun. “Jujur, aku penasaran dengan ini. ya, kita memang saling berjanji semenjak peristiwa hari itu. kita saling menjaga dan melengkapi. Aku akan mendampingi dan membantumu menghadapi masalah yg kau alami? tapi, apakah memang hanya punya aku. maksudku, kau pasti juga harus mempunyai kekasih bukan?” kata Jongwoon kemudian. soeun tak menyahuti ucapan itu. “Kau benar2 tak punya kekasih atau bahkan orang yg kau suka?” tanya Jongwoon lagi.

“Kau sendiri?” Soeun malah balik bertanya.

“Hidupku terlalu pendek untuk memikirkan hal seperti itu Soeun. aku tak punya waktu untuk itu walaupun aku memang hidup diantara banyak wanita disekitarku..” sahutnya santai.

“Lalu kau akan selalu sendiri selamanya?” tanya Soeun cepat. Jongwoon malah tertawa kecil mendengarnya.

“Dan apa kau juga akan selalu sendiri untuk selamanya?” kata Jongwoon malah mengulang pertanyaan itu pada Soeun. Soeun terdiam mendengarnya. “Setidaknya, kau tidak perlu terlalu menutup dirimu untuk hal itu. mungkin kau butuh keluar dan mencari seorang pria lagi yg mungkin akan menjagamu..”

“Kau mulai bosan mendampingiku?” tanya Soeun mengalihkan pembicaraan dengan cepat pada Jongwoon. Jongwoon malah tertawa lagi mendengarnya.

“Tidak, ini cukup menyenangkan bagiku ada tidak adanya kekasih bagimu, aku akan tetap memegang komitmenku padamu. Hanya saja itu hanya bentuk saran dariku, karena aku memang hadir sebagai pemberi saran untukmu. Aku akan memberikan saran dan solusi terbaik untukmu, aku rasa kau membutuhkan hal itu Soeun, kau perlu mencari cintamu..” kata Jongwoon masih dengan santainya. Ia tak menyadari, bahwa ucapannya benar2 membuat Soeun sangat memikirkannya.

()

“Ini!”

Seorang wanita berpakai seragam mengulurkan sebuah nampan kosong kepada rekannya yg sedang duduk didepan sebuah meja.

“Kau baru saja mengantarkan pesanan siapa?” tanya temannya.

“Biasa, aku mengantarkan minuman itu untuk nona Soeun dan kekasihnya..” sahut wanita yg baru datang sambil duduk dihadapan temannya.

“Maksudmu laki2 yg sering ikut nona Soeun yg berpakaian seperti berandalan itu?”

“Siapa lagi..”

“Memang benar dia pacarnya nona Soeun? darimana kau tahu?”

“Tentu saja pacarnya, kalau tidak untuk apa dia selalu menemani nona Soeun setiap hari? Ditambah nona Soeun begitu mementingkannya bahkan dari klien penting sekalipun. Memang apa lagi hubungan mereka selain pasangan kekasih?” katanya yakin. Temannya hanya mengangkat bahu sebagai tanda tidak mengerti.

()

Jongwoon menghentikan petikan gitarnya setelah ia selesai menyanyikan sebuah lagu. Ia lantas tersenyum pada belasan pengunjung kafe yg ia hibur daritadi. Lantas ia mulai menuruni panggung kecil itu.

“Waaah, penyanyi itu hebat sekali. Dia juga begitu tampan karena matanya benar2 tajam seperti mata kucing!” Hyuna bersuara setelah Jongwoon benar2 turun dari panggung.

“Kudengar, dia penyanyi tetap kafe ini..” temannya menyahut dengan cepat.

“Kau sering kesini ya Soohyun? Kok kau bisa tahu?” tanya Hyuna cepat.

“Begitulah, aku sering kesini. Aku senang mengusir kejenuhan disini, sekalian menoton penampilannya saja..” kata Soohyun kemudian.

“Huh? Benarkah?” tanya Hyuna penasaran.

“Ya, kadang aku juga pergi ke klub tempat ia biasa bekerja.  Aku sering mengikutinya…”

“Apa? Kau juga menyukainya?” tanya Hyuna lagi. Soohyun tersenyum kecil.

“Wanita mana yg tidak menyukainya? Dia tampan, suaranya bagus, dia ahli dalam dacing, dan begitu mempesona. Dia itu cukup populer dikalangan gadis2 yg suka klubing. Karena, selain penyanyi disini, dia juga DJ disebuah klub terbesar kota ini. Namanya sangat populer..”kata Soohyun kemudian.

“Benarkah? Kenapa aku tidak tahu hal itu?”

“Karena kau terlalu sibuk mengurusi kakak tirimu itu hingga kau tidak pernah bersenang2 seperti dulu lagi..” sahut Soohyun.

“Sepertinya mulai malam ini aku akan ikut denganmu ke klub. Oiya, apa kau tahu namanya?” kata Hyuna lagi. soohyun tampak sedikit berfikir karena itu.

“Nama aslinya aku tidak tahu, tapi kalau ingin mencarinya, kau hanya perlu menyebutkan nama Yesung. Maka aku pastikan, semua orang di klub akan mengenalinya…” kata Soohyun.

“Yesung? Nama yang bagus..” kata Hyuna sambil angguk2 kepala.

“Kenapa? Kau tertarik sekali padanya..” kata Soohyun menyelidik. Hyuna tampak tersenyum mendnegarnya.

“Ya, dia menarik perhatianku sejak kenal dengannya. Oiya, dia itu tipe seperti apa? Hum, maksudku, apakah sulit mendekatinya?” tanya Hyuna lagi. soohyun menggeleng mantap.

“Tidak, dia begitu mudah didekati. Bahkan kalau kau punya uang, kau bisa lebih dekat lagi dengannya..” kata Soohyun cepat.

“Maksudmu?” tanya Hyuna tak mengerti.

()

“Aku lelah..” keluh soeun sambil menyandarkan tubuhnya. jongwoon menoleh padanya untuk beberapa saat.

“Oleh karena itu kau tidak ingin pulang?” tanya Jongwoon kemudian. soeun mengangguk cepat.

“Kalau bertemu mereka, aku hanya akan semakin lelah..” kata Soeun kemudian. jongwoon tersenyum kecil, lantas mengaligkan perhatiannya kedepan dimana hamparan pantai sudah ada didepan mereka.

“Ayo turun!” ajak Jongwoon kemudian. Soeun menoleh padanya.

“Turun?” tanya Soeun. Jongwoon mengangguk.

“Ya, kau perlu menenangkan diri dulu disini. Ayo!!” kata Jongwoon sambil tersenyum, ia lantas turun terlebih dahulu dari mobil itu.

()

Soeun menutup kembali pintu mobilnya, ia lantas berjalan perlahan menyusul Jongwoon yang telah berdiri didepan mobilnya sambil menatap lautan dihadapanya. Ia berdiri disebelah Jongwoon.

“Kalau aku bosan, aku selalu kemari. Aku merasa menemukan kebebasanku disini..” kata Jongwoon sambil ikut menatap kedepannya.

“Atas dasar apa kau dapat menemukan kebebasan disini?” tanya Soeun dengan masih menatap didepannya.

“Air laut yg datang dan pergi, angin yg terus berhembus, serta burung2 yg selalu terbang bersama. Aku menemukan perasaan damaiku hanya bila aku berada disini, perasaan yg tak kudapat ditempat lain..” kata Jongwoon lagi. soeun terdiam, masih melihat kedepannya. Angin laut menerbangkan helai perhelai rambutnya yg dibiarkan terurai.

“Aku juga dapat merasakannya..” sahut soeun.

Jongwoon berhenti menatap pantai untuk sejenak, ia lantas melirik soeun disampingnya. Ia kemudian menggunakan tangannya untuk merapikan rambut soeun yg sibuk dipermainkan angin. Soeun menoleh padanya.

“Maafkan aku..” kata Jongwoon kemudian. soeun menatap tak mengerti akan ucapan itu.

“Maaf untuk apa?” tanya Soeun. Jongwoon tersenyum kecil, lantas melepaskan pegangannya dirambut Soeun dan menatap lagi kedepan.

“Kau sempurna, kau cantik, kau baik, dan kau memiliki segalanya. Sementara aku sebaliknya, aku adalah laki2 yg sangat tidak baik..” kata Jongwoon kemudian.

“Tidak baik? Kau sangat baik. Kau bahkan manusia yg memiliki hati paling baik yg pernah aku temui..” kata Soeun tak mengerti. Jongwoon tersenyum kecil mendengarnya, ia lantas mengusap pucuk kepala Soeun.

“Suatu hari nanti kau akan memahaminya..” kata Jongwoon sambil terus mengusap rambutnya. Soeun yg sama sekali tidak mengerti, hanya terdiam sambil memikirkannya.

()

“Jongwoon, ayo tuang lagi! berikan aku minuman lagi!!” Soeun berteriak sambil mengulurkan gelasnya lagi pada Jongwoon. Jongwoon berdecak sambil menggeleng.

“Tidak, kau sudah minum terlalu banyak. Kau sudah mabuk, sebaiknya hentikan dan kita pulang!” kata Jongwoon sambil menjauhkan botol minuman itu dari Soeun.

“Aku belum mabuk, aku baik2 saja. Ya Kim Jongwoon, berikan padaku, aku masih ingin minum!!” katanya merengek. Jongwoon kembali menggeleng.

“Tidak boleh, ini sudah keterlaluan. Kau bilang tadi hanya sedikit, tapi ini sudah terlalu banyak dan kau mabuk. Sekarang hentikan dan kita pulang!”

“Tidak mau! Rumah itu neraka! Aku tidak ingin pulang kesana!!” serunya cepat. “Jongwoon!!” soeun kembali merengek untuk diberikan minuman.

“Tidak Soeun, ini demi kebaikanmu dan kita pulang!” kata Jongwoon sambil melemparkan botol minuman itu kearah bibir pantai hingga botol itu terbawa ombak.

“Yah!! Jongwoon kenapa kau buang?! Aku masih mau meminumnya!!” Soeun protes ketika Jongwoon membuangnya. “Aku akan mengambilnya lagi!” Soeun bangkit, mungkin berniat mengambilnya kembali hingga Jongwoon ikutan bangkit dan melarangnya.

“Soeun, apa yg kau lakukan?!” tanyanya cepat sambil menahan tangan Soeun. Soeun terhenti, menatap Jongwoon dengan matanya yg sayu karena mabuk.

“Aku ingin mengambilnya. Bagaimana mungkin kau membuangnya? Hanya itu yg dapat membuatku tenang!” katanya setengah marah.

“Tidak bisa, itu akan merusakmu!” kata Jongwoon cepat. “Hentikan soeun, jangan pakai cara ini. kita cari cara menenangkan diri yg lain, jangan begini!”

“BAGAIMANA CARANYA!!” tanya Soeun membentak. “Ini terlalu menyakitkan untuk aku tahan sendiri! Hidup sendirian, ditinggal orang tua, ditinggal kekasihku, dikhianati oleh keluarga yg aku punya, dan menjalankan perusahaan yg sama sekali tidak aku mengerti untuk kehidupan ribuan karyawan yg bergantung padaku. kau fikir apa lagi yg bisa membuatku bisa tenang sekarang?!” kata Soeun keras. Jongwoon tak menyahut, ia hanya terdiam sambil tetap memegang tangan Soeun.

“Kenapa? Kenapa kau tak menyahutiku Jongwoon?! Tolong jelaskan padaku bagaimana caranya untuk membuat aku tenang menghadapi ini semua!” kata Soeun kali ini mulai menangis lagi pada Jongwoon. Jongwoon masih terdiam, dia bingung menjawabnya, ia hanya menunduk sambil memikirkan jawabannya. “Kau juga tidak tahu bukan? jadi sebaiknya jangan melarangku..” kata Soeun sambil menampik pegangan Jongwoon ditangannya.

“Soeun kau mau kemana?” tanya Jongwoon ketika Soeun mulai membawa langkahnya yg tidak stabil itu untuk mendekati pantai. Soeun tak menyahut, ia masih berjalan mendekati pantai dengan keadaanya yg mabuk berat itu. Jongwoon langsung menghampirinya. “Soeun, jangan kesana, bahaya!” kata Jongwoon kemudian. Soeun menghentikan langkahnya, ia menatap Jongwoon kini.

“Jongwoon-ah, aku fikir setelah kita menundanya ini adalah waktu yg tepat untuk kita melakukan yg seharusnya kita lakukan dari dulu. Jongwoon, ayo kita lakukan sekarang, kita lakukan apa yg pernah ingin kita lakukan tapi kita tunda waktu itu..” katanya tidak stabil pada Jongwoon.

“Apa maksudmu?” tanya Jongwoon tak mengerti.

“Disini sepi, kalau kita bunuh diri sekarang tidak akan ada yg bisa menghentikannya. Jadi kita lakukan sekarang!!” kata Soeun kemudian. Jongwoon langsung kaget mendengarnya.

“Soeun, apa yg kau katakan?! Jangan seperti ini, ayo kita pulang saja. Kau butuh istirahat!” kata Jongwoon kemudian, Soeun kembali menampik pegangan Jongwoon.

“Tidak Jongwoon, aku serius. Aku rasa, memang harusnya hal itulah yg aku putuskan dari dulu!!” kata soeun cepat. “Ayo temani aku seperti perjanjian kita!!”

“Kau mabuk soeun, kau tidak sadar dengan ini. hentikan ini, kita pulang saja, ayo!!”

“Kenapa? Kau takut? Bukankah kau bilang, kau sama sekali tidak takut akan kematian? Sekarang ketika aku sudah meyakininya kenapa kau malah tidak mau?! Apa kau takut?!” tanya Soeun kemudian.

“Ini bukan masalah takut atau bukan, tapi ini masalah kebaikan. Bukankah kita sudah sama2 menyadarinya ini bukan cara yg lebih baik? Jadi sebaiknya kita tidak melakukannya. Kau punya aku, bukankah kita berjanji akan menyelesaikan ini bersama? Jadi aku mohon kau untuk tenang dan percayakan padaku..” kata Jongwoon kemudian.

“Tapi aku sudah tidak bisa lagi menahannya, ini terlalu berat untukku… Jongwoon, ini benar2 membuat aku tidak tahan, aku benar ingin mati saja!!” kata Soeun kemudian. jongwoon menghela nafas, ia lantas meraih kedua bahu Soeun dan menghadap padanya.

“Kau bisa, kau punya aku. aku akan mendampingimu menghadapi ini sampai selesai. Tidakkah kau bisa melihat keinginanku untuk menjaga dan melindungimu? Kenapa bahkan kau masih bilang kau sendiri? Padahal aku selalu disini dan membantumu menghadapinya. Kau fikir, untuk apa aku hidup kalau aku tidak ingin menyelamatkanmu?! Tolong tenanglah, dan tolong percayalah padaku!!” kata Jongwoon kemudian.

“Tapi ini sulit untukku Jongwoon.. Aku lelah..” kata Soeun sedih.

“Pegang tanganku bila kau lelah, bersandar dibahuku bila kau ingin menangis. aku tahu, aku bukanlah seseorang yg segitu sempurna dalam segala hal, tapi setidaknya aku bisa menjagamu. Jangan takut pada apapun, karena kau punya perisai seperti aku..” kata Jongwoon lebih meyakinkan Soeun.

“Jongwoon..” kata Soeun merengek sambil memanggil nama Jongwoon. Ia lantas memeluk Jongwoon dengan begitu erat, dan masih menangis disana. Jongwoon hanya bisa mengusap rambut panjang Soeun.

“Jangan merasa sendirian Soeun, karena kau masih memiliki aku. walau aku bukan siapa2mu, tapi aku benar2 tidak bermain-main dengan komitmenku yg akan selalu mendampingimu dan membantumu menghadapi apapun dalam hidupmu. Kau percaya padaku bukan?”

“Ya, aku percaya padamu Jongwoon. Terima kasih, terima kasih karena telah menjadi satu2nya orang yg peduli padaku..” kata Soeun masih menangis dan masih mendekap Jongwoon. Jongwoon tak menyahut, ia hanya mengusap rambut Soeun untuk menenangkannya.

()

Jongwoon mengelap keringatnya setelah ia selesai melakukan pekerjaannya. Perlahan dengan handuk yg masih ditangannya, Jongwoon bergeser dan mencari tempat duduk terdekat. Tiba2 seseorang menghampirinya dan mengulurkan minum padanya. jongwoon mengangkat kepalanya.

“Aku bawakan minuman untukmu, minumlah!!” Hyuna tampak tersenyum sambil mengulurkan minuman itu. tanpa fikir panjang Jongwoon menerima dan langsung menerimanya sementara Hyuna duduk disampingnya. “Kau sangat ahli sebagai seorang DJ..” katanya kemudian. Jongwoon menyelesaikan minumannya, lantas menatap Hyuna sambil menutup kembali botol minuman itu.

“Kau siapa?” tanya Jongwoon datar.

“Aku Kim Hyuna, aku adalah klienmu untuk hari ini..” kata Hyuna kemudian. jongwoon mengerutkan dahi, lantas ia mengalihkan perhatiannya pada seseorang yg berdiri tak jauh darinya. Orang itu tampak memberikan beberapa kode padanya. Lantas Jongwoon kemudian mulai memahami maksud ini semua.

“Apa yg kau inginkan dariku?” tanya Jongwoon setelah itu masih dengan wajahnya yg datar. Hyuna hanya tersenyum kecil.

“Hanya menemaniku untuk hari ini. aku tertarik padamu, aku ingin kenal kau lebih jauh..” kata Hyuna cepat. jongwoon mengalihkan perhatiannya pada Hyuna.

“Kau blak-blakan sekali..” katanya kemudian.

“Aku memang tak suka basa basi..” tanggap Hyuna. Jongwoon tak lagi menyahutinya, ia kembali menunjukkan wajah dingin dan datarnya sambil meminum kembali minumannya.

()

“Nona, ada kiriman bunga untuk anda..”

Soeun mengangkat wajahnya ketika seorang karyawannya memasuki ruangannya sambil membawa sebuklet bunga yg lumayan besar. Ia memperhatikan benda itu.

“Dari siapa?” tanya Soeun.

“Saya tidak mengenalinya, saya bertemu dengannya diluar dan ia meminta saya untuk menyerahkan bunga ini pada anda..” sahut karyawan itu lagi membuat Soeun sedikit penasaran sambil memperhatikan bungkusan bunga lili itu, bunga kesukaannya.

“Diletakkan dimana Nona?” tanya karyawan itu lagi membuyarkan lamunannya.

“Letakkan disana saja..” sahut Soeun pendek  setelah itu. Soeun terus berfikir sambil memperhatikan buklet bunga itu, lantas setelah karyawannya itu pergi ia mulai mendekati bunga yg ia tak tahu dikirim oleh siapa itu.

Dengan masih penasaran Soeun memperhatikan buklet bunga tersebut. Wangi bunga lili mulai terasa dipenciumannya. Lantas ia meraih salah kertas merah muda yg diselipkan diantara tangkai2 bunga tersebut.

“Soeunku, aku kembali. Aku datang untuk mencarimu lagi..”

Soeun mengerutkan dahi setelah membaca kertas pertama yg ia ambil. Lantas ia mengambil kertas yg lainnya dan kembali membacanya.

“Aku merindukanmu, benar2 merindukanmu. Untuk itulah aku kembali, kau ingat padaku bukan?”

Soeun kembali berfikir, sama sekali ia tak mengerti dengan maksud dari pengirimnya ini. setelah merasa buntu, ia mengambil kertas lainnya.

“Happy Valentine My Lovely Soeun…”

Soeun sedikit kaget membaca isi dari kertas terakhir yg diambilnya. Ia mengangkat wajahnya, mengalihkan perhatiannya kesegala penjuru untuk mencari sesuatu. Lantas kemudian, dengan tidak sabar dan terburu-buru ia keluar dari ruangannya dan berusaha menemukan sesuatu.

()

Tanpa mempedulikan keheranan para karyawannya Soeun terus berlari dan berusaha menemukan sesuatu disana. Soeun mengelilingi semua tempat untuk mencari sesuatu yg ia yakini seharusnya ada didekat sana. Soeun memperhatikan setiap sudut untuk menemukannya. Hingga langkahnya terhenti ketika ia sampai dibalkon salah satu tingkat kantornya, seorang pemuda berdiri disana dengan posisi membelakanginya. Sepertinya laki2 itu sadar akan kehadirannya, hingga ia berbalik setelah itu. Soeun menatapnya tak percaya.

“Kau?” tanya Soeun masih dengan wajah tak percayanya. Laki2 itu tersenyum tipis padanya.

“Hay Soeun, bagaimana khabarmu?” katanya pelan sambil terus tersenyum. Soeun tak menyahut, ia langsung menghampiri laki2 itu dan memeluknya erat, laki2 itupun juga mendekapnya dengan begitu erat.

“Kau kemana saja? Kenapa meniggalkanku segitu lama?” Soeun langsung menangis sambil memeluknya lebih erat dan tak ingin melepasnya. Laki2 itu juga tampak memeluknya begitu erat, sepertinya mereka memiliki rindu yg sama.

“Maaf..” hanya itu yg keluar dari mulut laki2 itu sambil mengusap rambut Soeun dan menenangkannya. Soeun tak menyahut, ia masih memeluk laki2 itu seakan tak mau melepasnya. Sementara itu, tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan apa yg mereka lakukan tak jauh darisana. Wajahnya datar, menatap tanpa ekspresi momen didepannya itu. lantas setelah itu, ia meninggalkan tempat itu begitu saja dengan wajah yg masih terlihat dingin dan datar.

()

“Kau berubah banyak semenjak tiga tahun yg lalu..” Donghae tersenyum sambil memperhatikan Soeun dihadapannya. Soeun hanya menghela nafas.

“Semenjak kepergian ayah semuanya memang harus berubah…” sahut Soeun pendek sambil tersenyum hambar. Ia kemudian mengangkat pandangannya, menatap Donghae dihadapannya. “Kau juga banyak berubah..” katanya kemudian. donghae malah tersenyum kecil mendengarnya.

“Berubah? Aku tidak merasa berubah. Aku masih sama, mungkin hatiku juga..” kata Donghae kemudian sambil tersenyum kecil pada Soeun.

“Benarkah masih sama? Kalau masih sama, setidaknya tidak pernah lupa menghubungiku bukan?” tanya Soeun dengan wajah serius pada Donghae. Donghae menghela nafas setelah mendnegarnya.

“Aku tahu, sepenuhnya semua kesalahanku. Aku meninggalkanmu begitu saja pada hari itu dan tak pernah menghubungimu. Aku tidak bermaksud, sungguh, aku kehilangan semua jejakmu. Nomor ponsel, email, nomor telepon, aku kehilangan itu semua sehingga aku tidak pernah bisa menghubungimu. Maafkan aku..” kata Donghae kemudian. Soeun menghela nafas, menatap keluar jendela kaca didekat mereka.

“Apa kau tahu, aku pernah benar2 membutuhkan kehadiranmu sebagai kekasihku. Dan, kau tahu aku sangat kecewa ketika aku menyadari kau sudah tidak ada disekitarku..” katanya pelan.

“Aku tahu, begitu banyak hal yg telah aku lewati selama tiga tahun aku pergi. Aku menyesal atas semua yg telah terjadi. aku tahu, kata maaf sangat tidak cukup, tapi aku harap kau masih mau memaafkanku dan mengizinkanku untuk menebusnya mulai hari ini..” kata Donghae lagi. Soeun malah semakin menghela nafas, ia menatap Donghae sedikit tajam.

“Apa maksudnya dengan menebus?”

Donghae terdiam, menghela nafas lagi, lantas kemudian dengan yakin menatap Soeun. “Aku ingin kita melanjutkan apa yg dulu pernah terhenti ketika aku pergi. Soeun, sampai sekarang belum ada kata putus antara kita dan asal kau tahu kalau perasaanku masih sama. Aku tahu, aku telah melalaikan tugasku sebagai kekasih hingga mungkin aku tidak berhak lagi mengatakan ini. tapi percayalah, aku kembali hanya untukmu. Aku ingin menebus kesalahanku yg dulu telah meninggalkanmu, aku ingin kita seperti dulu, karena perasaanku masih sama, aku harap kau juga..” kata Donghae dengan wajah yg serius pada Soeun. Soeun terdiam, berfikir mendengar ucapan Donghae. Donghae menghela nafas, lantas ia menggerakkan tangan kanannya dan langsung menggenggam tangan Soeun yg terletak diatas meja membuat Soeun menoleh padanya. “Perasaanmu juga masih sama bukan?” tanya Donghae masih dengan wajah serius sambil menatap Soeun dan menggenggam tangannya. Soeun tak menyahut, ia tampak berfikir.

()

“Yesuuung, tuang lagi minumannya!”

Jongwoon menghela nafas sedikit berat ketika Hyuna kembali berseru sambil mengulurkan gelasnya membuat Jongwoon yg sedikit melamun tersadar dan segera meraih botol minuman itu lagi dan menuangkannya kedalam gelas yg diulurkan Hyuna. Hyuna meneguknya lagi.

“Kau sudah minum terlalu banyak nona, sebaiknya hentikan karena kau menyetir sendiri..” kata Jongwoon dengan muka datar pada Hyuna. Hyuna menghentikan minumnya, lalu menatap Jongwoon.

“Huh, kalau aku mabuk kan kau bisa mengantarku pulang. Atau kita bisa menginap dihotel..” katanya sambil tersenyum kecil pada Jongwoon. *Rajam Hyuna, enak aja ngerayu si awan!!*. Jongwoon berdecak mendengarnya.

“Kau sudah begitu mabuk!” katanya malas sambil melipat kedua tangannya sambil bersandar disofa. Jongwoon sedang malas, moodnya begitu buruk setelah apa yg tadi siang ia lihat. Soeun? pelukan dengan seorang laki2? Siapa laki2 itu? kenapa mereka segitu dekat? Bukankah Soeun bilang dia tidak punya teman lainnya selain dirinya?! Hyuna malah semakin tersenyum, lantas ia merapat dan bersandar dengan manja dibahu Jongwoon yg membuat Jongwoon sedikit kaget. *Hyuuunaaaa!!!! >.<*

“Wae? Kenapa kau tak menyahutinya. ayo.. Ayo kita menyewa sebuah kamar hotel saja, kaukan sudah aku sewa untuk malam ini..” kata Hyuna manja pada Jongwoon >.< . Yang membuat Jongwoon sedikit risih dan berusaha melepaskan pegangan Hyuna padanya.

“Aku tidak bekerja sampai tahap seperti itu!” katanya datar dan berusaha melepaskan diri yg malah membuat Hyuna semakin erat memegangnya.

“Wae?! Aku akan membayarmu lebih kalau kau mau, ayo..” rengek Hyuna lagi.

“Hyuna-ssi..”

“Yesung-ssi ayo, aku akan membayar berapapun kalau kau mau. Aku ini kaya, aku bisa bayar berapapun kau mau. Atau, kau jadi kekasihku saja, aku akan membayar berapapun kau mau. Aku masih punya banyak uang, ani, kakak sepupuku yg bodoh itu yg masih punya banyak uang. Aku bisa mencuri uangnya dan memberikan padamu asal kau mau menjadi kekasihku, bagaimana Yesung-ssi?” kata Hyuna kembali meracau yang membuat Jongwoon sedikit heran dengan kata2nya. *Ck, Hyuna eonnie centil banget yah hehe. Mianhae Hyuna eonnie kk~*

Jongwoon berdecak lagi, lantas masih berusaha membuat Hyuna melepaskannya, walau ia terus gagal. “Aku tidak bisa Hyuna-ssi, aku tidak pernah melakukan hal yg seperti itu. aku hanya ditugaskan untuk menemanimu minum saja, tidak lebih..” kata Jongwoon.

“Ck, gak asyik, ayolah.. kenapa kau tidak mau? Akukan cantik, selain itu aku juga akan membayarmu. Jadi apa lagi!!!” desak Hyuna. “Ayolah!!” ulangnya lagi karena Jongwoon belum menyahutinya, ia masih berusaha membujuk Jongwoon dengan mengguncang-guncang bahunya. Jongwoon masih tak juga bergeming.

“Yesung-ssi, ayolah, Jebahl!!” Hyuna kembali merengek dan mendesaknya. *Jangan mau sung!! #LemparHyuna!!*

()

Soeun kembali keluar dari rumahnya sambil membawa peralatan yg akan dibawanya kekantor. Namun baru saja ia sampai diluar, ia kaget dengan kehadiran seseorang yg berdiri didepan rumahnya.

“Kau sudah mau berangkat? Selamat pagi!!” Donghae yg daritadi berdiri didepan mobilnya untuk menunggu Soeun segera mendekat ketika Soeun keluar. Ia tampak tersenyum pada Soeun yg menatapnya sedikit bingung.

“Apa yg kau lakukan disini sepagi ini?” tanya soeun padanya. donghae tersenyum mendengarnya.

“Aku ingin sekali mengantarmu kekantor. Kau berangkat denganku saja bagaimana?” kata Donghae menawarkan. Soeun hanya terdiam, menatap Donghae setelah kata2nya. “Bagaimana?” tanya Donghae lagi kemudian. Soeun masih tak menyahut, ia tampak berfikir.

“Baiklah, ayo pergi!!” karena Soeun belum juga menyahutinya dan tampak berfikir terlalu lama akhirnya langsung menarik Soeun pergi. Yang akhirnya membuat Soeun harus mengikutinya.

()

“Amerika itu, namanya saja yg populer tempatnya bahkan tidak bagus sama sekali. Terlalu sibuk dan terlalu banyak orang, sama sekali tidak menyenangkan!!”

Soeun lagi2 hanya tersenyum kecil ketika Donghae yg daritadi terus bercerita kembali menceritakan tentang pengalamannya selama ia tinggal di Amerika.

“Kalau kau tidak senang disana kenapa sampai tinggal selama tiga tahun disana?” tanya Soeun sambil tersenyum. Donghae balas tersenyum dan melirik sekilas padanya.

“Kalau saja, orang tuaku tidak memaksaku tinggal disana aku tidak akan lama2 disana. Aku pasti akan langsung pulang dan memilih tinggal denganmu disini, tapi kau tahu sendiri bukan? mereka sangat ingin aku mendapat gelarku disana. Ck, benar2 fikiran orang tua jauh sekali dengan keinginan kita kadangkala!!” kata Donghae sedikit terdengar mengomel yg membuat Soeun malah semakin tertawa kecil mendengarnya. Tak dapat dipungkiri, bahwa kehadiran Donghae turut membuatnya merasa senang dan tidak lagi merasa sendiri lagi, selain Jongwoon tentunya.

“Dan, kau tahu apa yg lebih menyebalkan?” Donghae kembali memancingnya untuk berbicara. “Ck, tidak ada gadis secantik dan semanis dirimu disana hingga aku benar2 bosan menjalani kehidupanku. Ck, aku senang setidaknya sekarang aku sudah kembali dan bisa menemukanmu, serta aku bisa mendapatkan senyuman manismu lagi..” katanya kemudian yg membuat Soeun segera memukul pelan bahu kanannya.

“Ck, berhentilah merayuku. Kau ini!!” kata Soeun kemudian. Donghae malah semakin tersenyum ketika melihat Soeun tersenyum.

“Yayaya, terserah mau percaya atau tidak. Yang jelas perasaanku memang begitu.. ckck, kau tersenyum lagi, ya tersenyumlah yg banyak karena aku memang sangat merindukan itu. teruslah tersenyum seperti itu My Lovely Soeun!!” katanya sambil tersenyum nakal pada Soeun. Soeun memukul bahunya sekali.

“Lee Donghae, berhentilah menggangguku!!” katanya penuh keceriaan pada Donghae yg sepanjang itu terus menganggunya membuat Soeun seperti menemukan kebahagiaannya yg hilang kembali. Tapi, hal itu membuat ia melupakan sesuatu, ia melewatkan sebuah halte begitu saja, sebuah halte dimana seharusnya setiap hari ia berhenti.

()

Jongwoon berdecak setelah ia yg sempat tertidur terbangun dari tidur sekilasnya. Ia merenggangkan tubuhnya yg benar terasa pegal akibat kegiatannya kemaren. Lantas mengalihkan perhatiannya kesamping kanannya, Jongwoon kemudian menatap jam tangannya.

“Ck, Soeun kemana? Kenapa dia tidak menghentikan mobilnya untuk menjemputku seperti biasa? apa dia tidak lewat sini? Atau… Apa dia sakit?” tanya Jongwoon sambil kembali memperhatikan lalu lalang didepannya.

Jongwoon masih berniat menunggu Soeun dihalte biasa ia menunggu Soeun. namun, ia menyadari bahwa mungkin Soeun tidak akan datang, mengingat ini sudah lebih dua jam dari hari biasanya. Jongwoon terdiam sambil memikirkan alasan yg mungkin membuat Soeun tidak datang.

“Apa yg sebenarnya terjadi?” tanya Jongwoon sambil berfikir. “Atau jangan2..” Jongwoon segera merubah ekspresi wajahnya setelah tiba2 ia ingat sesuatu. Jongwoon tampak berfikir keras setelah itu.

()

“Ck, kenapa aku sampai melupakan Jongwoon. Seharusnya tadi, aku menjemputnya seperti biasa bukan? aduh, bagaimana ini? pasti Jongwoon menungguku disana dan ia pasti bingung kenapa aku tidak menampakkan diri!!” Soeun mengeluh sambil menghentikan pekerjaannya. Ia tampak memikirkan sesuatu yg menganjal fikirannya sejak pagi tadi.

“Ck, sayang Jongwoon tak pernah mau punya ponsel kalau tidak aku tentu akan menghubunginya dan meminta maaf agar dia tidak lagi menunggu. Tapi, sekarang harus bagaimana? Aku benar2 kepikiran!!” keluh Soeun lagi dengan sangat bingung.

Kring!! Kring!! Kring!!

Lamunan Soeun buyar ketika telphone dihadapannya berbunyi. Soeun lantas meraih gagang telepn dan mengangkatnya.

“Hallo!!” sahutnya setelah itu. tiba2 wajahnya langsung berubah. “APA?!”

()

“Pergilah Donghae! Aku sedang tidak ingin diganggu!” Soeun dengan cepat meninggalkan Donghae yg baru saja sampai diruangannya sambil berjalan dari ruangannya itu. donghae yg tahu kalau Soeun sedang dalam masalah segera menyusulnya, ia memegang bahu Soeun.

“Ada apa Soeun? ada masalah apa?” tanya Donghae benar tidak mengerti. Soeun dengan cepat melepaskan pegangan Donghae.

“Aku sedang dalam masalah dan aku sangat ingin ketenangan saat ini, tolong biarkan aku sendiri..” kata Soeun sambil kembali meninggalkan Donghae dan memasuki lift. Donghae yg tidak menyerah pada akhirnya ikut menyusul Soeun dan memasuki lift yg sama

~

“Ck, biar bagaimanapun aku tetap tidak tenang. Aku takut Soeun sakit atau kenapa-napa, jadi hari ini aku datang untuk memastikan dia baik2 saja..” Jongwoon tersenyum kecil sambil berjalan memasuki gedung mewah itu.

~

“Soeun kau kenapa? Apa yg terjadi?!” Donghae kembali bertanya pada Soeun didalam lift. Soeun masih tak menyahut, emosi tampak dari kedua matanya. “Soeun?” Donghae kembali bertanya sambil memegang bahunya. Soeun tampak mulai tak bisa menahan emosinya, ia kembali menangis didepan Donghae.

“Jahat, kenapa mereka melakukan itu padaku? padahal aku adalah keluarga mereka, kenapa mereka bisa memperlakukanku seperti ini?!” kata Soeun tak bisa lagi menahan air matanya.

“Apa maksudmu?” tanya Donghae tak mengerti.

~

Jongwoon berdiri didepan lift ketika ia aru sampai disana. Untuk sejenak, ia berdiri disana untuk menunggu lift yg sedang digunakan orang lain. Jongwoon dengan sabar menunggu dengan wajah senang karena akan bertemu dengan Soeun.

~

“Walaupun aku belum ada bukti kalau mereka pelakunya, tapi aku yakin kalau merekalah yg telah menghabiskan uang keluargaku sampai sebanyak ini. mereka pasti melakukannya diam2 dan tanpa sepengetahuanku. Mereka jahat sekali, semua itukan jerih payah ayah ibuku kenapa mereka sampai tega mengambilnya secara paksa dariku..” kata Soeun terisak didepan Donghae. Donghae menghela nafas, menatap Soeun yg menangis hebat dihadapannya. Ia kemudian mengusap rambut Soeun.

“Tenangkan dirimu, aku yakin, uang2 itu belum habis semuanya. Aku yakin, mereka sedang menyembunyikannya disebuah tempat yg bisa kita lacak. Aku akan membantumu, aku akan membantumu menemukannya kembali..”

“Percuma Donghae, mereka tidak bodoh, mereka pasti telah menyembunyikannya ketempat yg tidak bisa ditemukan. Sekaranga bagaimana, perusahaan ayah bisa bangkrut karena ini, aku akan mengecewakan ayah..” kata Soeun benar2 tidak bisa menahan kesedihannya. Donghae segera menghapus air mata Soeun, untungnya lift ini sepi, hanya ada mereka, jadi Soeun bisa menumpahkan emosinya dengan lepas disini.

“Jangan menangis, percayalah ini akan membaik. Aku akan membantumu, aku benar2 akan membantumu aku akan meminta bantuan ayahku. Tapi kau tenang, kita akan menyelamatkan perusahaan ayahmu ini, aku janji..” kata Donghae sambil menghapus air mata Soeun. Soeun tak menyahut, ia masih sesegukan sambil membalas Donghae yg menatap padanya. “Kau percaya padaku bukan?” tanya Donghae sambil terus menyentuh pipi Soeun untuk menghapus air matanya yg jatuh. Soeun tak menyahut, ia masih juga diam sambil menatap Donghae yg berada dihadapannya, terlalu dekat dengannya.

Donghae terdiam, menatap Soeun yg masih sesegukan sambil menatapnya. Waktu terasa mati untuk keduanya, lantas dengan sadar Donghae meletakkan satu tangannya disisi kepala Soeun dan menyentuh dinding lift sementara tangannya yg lain menyentuh dagu Soeun. lagi bertatapan, lantas setelah itu, Donghae mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi kewajah Soeun. Soeun hanya diam sambil menatap Donghae yg semakin dekat padanya.

~

Klik!

Jongwoon mengangkat wajah ketika mendengar bunyi lift yg telah datang. ketika pintu lift itu terbuka, Jongwoon langsung kaget dengan apa yg dilihatnya. Kedua orang yg nyaris ciuman didalamnya, juga kaget ketika pintu lift itu terbuka. Soeun lebih kaget lagi melihat satu2nya orang yg berdiri didepan lift itu.

Jongwoon mengalihkan perhatiannya ketika Soeun menatap padanya. Nafasnya memburu dan tidak tenang, lantas tanpa kata ia meninggalkan tempat itu.

“J-Jong…” Soeun tersadar setelah Jongwoon beranjak dan meninggalkan Donghae yg juga kaget dan bingung disana. Ia kemudian ikut keluar lift dan menatap tak mengerti Soeun yg tiba2 keluar terburu-buru menyusul seseorang yg ia tak kenal itu.

~

“Jongwoon!!” soeun berseru sambil memanggil Jongwoon yg bahkan tak berniat menoleh kebelakang. Jongwooon bahkan berjalan dengan begitu cepat dan langsung menaiki sebuah taksi dan pergi. “Jongwoon!” soeun masih sempat teriak sebelum Jongwoon pergi, namun pada akhirnya Jongwoon benar2 pergi tanpa menoleh lagi. Soeun langsung merasa tidak tenang setelah itu, hatinya sangat sedih dan merasa bersalah.

()

Jongwoon memegangi dadanya sambil bersandar di sandaran jok mobil taksi itu dengan nafasnya yg masih memburu. Ia mendesah, berusaha meredakan emosi serta nafasnya yg terus memburu dan membuatnya tidak tenang. Sejenak, bayangan tentang apa yg didapatnya ketika laki2 itu segitu dekat dengan Soeun membuat ia lebih sulit lagi bernafas, dadanya sesak.

“Apa yg aku rasakan? sebaiknya tidak begini, Soeun bukan siapa2ku bagaimana mungkin aku merasakan perasaan yg seperti ini? bagaimana mungkin aku bisa sangat cemburu seperti ini!!” katanya dalam hati sambil berusaha meredakan nafasnya yg benar2 terasa sulit dan payah.

[TBC]

 

25 Comments Add yours

  1. Irnawatyalwi mengatakan:

    Aduh yesung… G rela bnget dia jd cwok byrn wlpn cman nemanin minum, ffx seru n karaktrx pemain pokokx daebak

  2. astrielf mengatakan:

    lg keren2nya itu mlh TBC lanjut,dilanjut y eon pokokny ku tunggu kelnjutnya sama ff yg lainya

  3. Selkyu mengatakan:

    Wah yeppa cmburu tuh soeun -kkk-
    ksian so euni, mudah2~an mslahnya ma kluarga trinya cpet terslesaikan ..
    Kusuka nih ma crta ini, coz krakternya bda lgi😉
    next part ditunggu, yg lainnya jg di tunggu lho thor ..

  4. noni eka s. mengatakan:

    aaaa ceritanya keren😀
    aku sebenernya emang nungguin sequelnya dari os itu😀
    eh ternyata dibikin. aaaa seru😀
    apalagi jongwoon nya🙂

  5. vita mengatakan:

    kereeenn…menurutku konfliknya pas..

    gk kebayang yesung oppa kerja bgtuan..
    ehhhh…hyuna jitak niih ngerayu yesung oppa…>,<

  6. Elisoniac mengatakan:

    kok almost.. kecewa…. hhhheeee… #mian yeppa…

    konfliknya baru… seruuu^^

  7. ellis mengatakan:

    yah author seru and penasaran ma next part a………

  8. Dear dHiyah mengatakan:

    ehhmm , mo comment pha bingung .
    ehhmm ,, d tggu next y z dech ^^

  9. Minmin mengatakan:

    Kasian so eun uni😦
    ditunggu kelanjutanya ya, , ,
    Selalu suka ma ff kmu ^^

  10. Cinta kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Akhirnya ada ff juga……😀
    *jingkra”*

    huhuhuhu..
    Oppa Yeye,,,puspa tw ko’ eonnie,gie mna prasaanmu saat mengetik part yeye sma hyuna..
    Nyesek gila pastinya!??
    *gag ah biasa aja ==”* jwb author…

    Ciee….cie….
    Yeye cemburu…
    *towel” yeye*

    mw bca part 2nya dulu ahh~~
    #Penasaran

    di tunggu karya selanjutnya!!😉

  11. geill mengatakan:

    wah setelah nunggu lama muncul jg ff-nya…..
    ceritanya bener2 bikin aq………pokoknya susah deh ngungkapinya….mantap…..mantap…..
    ceritanya bagus banget bs q bayangi setiap ceritanya……..
    aq langsung ke lanjutannya aja ya……….

  12. djkyussoloverz mengatakan:

    waaaaaaaaah senengnya ada ff yesso**jingkrak2 sambil lari.. loh kyk gmn tuh??***
    wah daebak bgt ff nya karakternya kereeen plus ceritanya seruuuu bgt aku suka bgt ff ini..
    apa lagi ini ff yaeeo aduuuueeeh kereeen kereeeen bgt dah pokoknya jd gak sabar baca lanjutannya…. ok mw lanjut baca dlu cz penasaran gilaaaa…..!!!!
    ghomawo buat putri udah bikin ff yesso cz lg seneng2 x sma couple ini….**siapa yg nanya??***
    ok fightiiiiiing buat author….!!!

  13. deshiewookie mengatakan:

    kereeen. . . .suka. . .suka. .
    bacanya bikin gregetan sendiri. . . .
    akhirnya ada Yesso lagi yeaaaaaa

  14. Anna mengatakan:

    Ting *eng ing ong* hayooo lhooo jd sp niey yg mrusak suasana hehe,,lgsg lnjuuutt ->>

  15. Nury elf mengatakan:

    Akh ketauan jongwoon ~kkkk~
    sy suka pas mw adegan kiss scene gg jdi itu, hehe syng bnged diganggu yeppa jdi gg jdi deh. Hehe
    siyeppa kerja apaan tuh ?!
    Pnasaran lngsung bca next part ya thor😉

  16. kim sohyun mengatakan:

    mantaap…….
    jrang2 karakter soeun kaya banget n cowok’a bysa aja…
    suka…suka…suka..
    pa lagi muncul donghae jdi org k-3…makin komplit dah…

    daebak…4 jempol bwt author…<3

  17. deewookyu mengatakan:

    anyeoong, chingu !!
    aku baru aja neh nemuin bloq ini
    b’hubung ku jg clouder sejati…..\\ alias cintamati sama nih makhluk aneh

    suuukkkaaa bangeet nemuin blog ini……

    jangan balikan lagi ke donghae…
    Hyuna…..jauh jauh dari jongwoon……!!!!!!!!!

  18. tanti no kawai mengatakan:

    Waduhhhh….. Kasian juga yesung oppa….
    Tp suka juga kalo Sso eunni ma dong he oppa….
    Xixiixixiiii

  19. Choi shinae mengatakan:

    kyaaaa yesung breaking >.<
    give thumb ^^

  20. Kim Ra rA mengatakan:

    Mulai suka yaacch!!! Hyuna belum tahu aja kalo yesung suka nya sam so eun,

  21. senrumi mengatakan:

    Wah mulai da cinta nii

  22. Melli mengatakan:

    Wah penasaran, bgaimana akhrnya, apakah soeun akan bunuh diri lagi?

  23. Rani Annisarura mengatakan:

    keren…keren
    Cocok banget diperanin sama yesung…..

    Ada konfliknya juga jadi tambah seru…..

  24. 2425yy mengatakan:

    ceritanya keren😀
    suka dgn karakternya, paling suka yesso deh, apalagi jongwoon nya🙂
    konfliknya jg menarik, hehehe
    semangat ya utk tulisanx

  25. Endang widiyati mengatakan:

    Dilema bgt duuuh kim so eun….Dua2nya cowok kereen lho….Pasti bingung ya?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s