~[Twoshoot] Resignation Part2~


Tittle: Resignation (Sequel dari http://www.letsdietogetter.com)

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Friendship, Family,

Tipe: Twoshoot

Cast:  Kim Jong Woon (Yesung), Kim So Eun, Lee Donghae, Kim Hyunah.

 

Anyeong all, aku kembali hehe.. kebetulan tiba2 saja aku mendapatkan inspirasi setelah tadi jalan2 bareng teman2ku dan aku ingin kembali menuangkannya dalam tulisan. Tulisan ini aku buat disela kesibukanku dalam belajar jadi FF ini dibuat dalam tempo yg lambat. Aku harap semua enjoy.

FF ini adalah bentuk Sequel dari Oneshoot yg pernah aku buat sebelumnya www.letsdietogetter.com bagi siapa yg gak tahu ceritanya silahkan lihat2 dulu kebelakang(?) hehe.

Awas FF ini agak gelap menurutku -_-, sebenarnya aku kurang suka sama tipe2 yg beginian apalagi cast cowoknya itu Si awan, gak rela gitu dia jadi….??!!  tapi demi menyalurkan inspirasi aku akhirnya tetap bikin juga. Aku harap semua suka dan enjoy, yaudah gak usah basa basi deh silahkan dibaca akan lebih bagus sambil dengerin Lagu Resignation yg pernah dinyanyikan Yesung di SS2 biar Feelnya dapet #Haseek!!.

Enjoy!!

“Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa? Atau karena kau tidak bisa mengatakan itu? Apakah kau tidak memikirkan aku walau sedikitpun?
Jika kau menyukaiku, jika kau mencintaiku, mengapa kau mengatakan kata-kata dan mengakhirinya seperti ini? (Super Junior Yesung – Resignation)”

Jongwoon meneguk kembali minumannya sambil pandangannya ia tundukkan kebawah. Matanya yg tajam, memandang penuh emosi dan ia tak peduli dengan keadaan sekitarnya. Daritadi, ia hanya diam walau sudah berulang kali klien yg malam ini ditemaninya minum mengajaknya berbicara. Tapi Jongwoon sama sekali tidak menyahutinya, karena fikirannya sepenuhnya ada pada pihak yg lainnya.

~

Soeun menghentikan mobilnya kembali di halte tempat dimana biasanya Jongwoon berdiri untuk menunggunya. Ia sampai keluar dari mobilnya untuk mencari keberadaan Jongwoon. Berharap dia ada, tapi Jongwoon tak ada. Jongwoon kemana? Pertanyaan itu terus berada dalam fikirannya. Ia masih berdiri disana berharap mungkin Jongwoon akan kembali berada disana. Tapi Jongwoon tidak, pada nyatanya sudah dua minggu semenjak kejadian hari itu, Jongwoon tidak pernah menampakkan dirinya lagi. pada akhirnya, hari2 Soeun kembali terasa sendiri, tanpa Jongwoon yg biasanya selalu menemaninya.

()

Donghae menghela nafasnya ketika ia memasuki kantor Soeun dan kembali melihat Soeun yg tanpa gairah ditempat duduknya. Sudah dua minggu semenjak kejadian itu Soeun seperti ini. entahlah, entah siapa laki2 yg terlihat begitu marah melihat apa yg dia lakukan pada Soeun pada hari itu sehingga Soeun benar2 kefikiran seperti ini. seorang kekasih? Mungkin, yg jelas seseorang yg begitu berarti untuknya.

Prak!!

Soeun yg tak menyadari kehadiran Donghae melempar berkas2 ditangannya begitu saja keatas meja. Lantas ia tampak membenamkan wajahnya kelipatan tangannya, bahunya bergerak naik turun, menangis.

“Jongwoon-ah, aku sedang sulit, aku sedang dalam masalah lagi. aku tidak bisa menyelesaikannya, benar2 tidak bisa menyelesaikannya. Jongwoon-ah, kau kemana? Tidak tahukah kau kalau aku benar2 membutuhkanmu? Aku benar2 butuh saran dan nasehatmu, aku butuh melihat wajah dan senyumanmu. tapi kenapa kau tak ada? ini benar2 membuatku tersiksa!!”

Soeun terisak-isak disana dan menangis begitu keras. Donghae menghela nafas, menatap Soeun yg masih menangis disana. Lantas setelah berfikir sejenak, ia mendekati Soeun.

“Soeun-ah..” Donghae segera memegang bahu Soeun ketika ia mendekat membuat Soeun mengangkat wajah dan menatapnya. Soeun berusaha menghapus air matanya menyadari Donghae disana. “Apa yg terjadi?”

Soeun tak menyahuti pertanyaan Donghae, ia masih nampak berusaha meredakan tangisnya dan melihat kearah lain. Donghae berusaha tersenyum, lantas mengulurkan sebuah sapu tangan pada Soeun.

“Jangan begini, hapus air matamu..” kata Donghae sambil mengulurkan sapu tangan itu. Soeun tampak menerimanya, lantas berusaha menghapus air matanya yg terus jatuh. Donghae lagi2 hanya bisa tersenyum kecil melihat Soeun saat ini.

()

Soeun memasuki kembali rumahnya dengan sangat lesu. Sesampai dirumahnya, Soeun langsung berniat menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti melihat seseorang yg tampak berdiri diruang tengah, bibinya.

“Kau sudah pulang Soeun?”

Soeun tak menyahuti pertanyaan dari bibinya itu, ia memilih berpaling dan tak menatap bibinya. Wajahnya tampak terlihat tidak senang.

“Kau pasti lelah..”

“Bibi, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?!” Soeun langsung memotong dengan wajahnya yg memendam emosi. Bibinya menatap penasaran. “Bibi bukan yang menguras habis semua uang ayah yg ada di bank? Bisa bibi beritahu aku dimana uang2 itu? aku sangat membutuhkannya bi, aku membutuhkannya untuk menyelamatkan perusahaan!’ kata Soeun terdengar tajam yg membuat bibinya sedikit kaget.

“Apa yg kau katakan?”

“Bibi tidak harus berpura-pura lagi karena aku sudah tahu semuanya. Semua uang itu ada di bibi bukan? bibi yang menyembunyikannya? Bukan begitu?”

“Kau salah faham Soeun, kau salah menuduh. Sepertinya kau terlalu capek sehingga kau tidak bisa lagi berfikir. Bagaimana mungkin..”

“Bibi tidak perlu pura2 lagi karena sesungguhnya aku sudah tahu dari dulu. Apa yg bibi mau aku sudah tahu, tapi aku mohon bi tolong jangan begini, karena perusahaan itu titipan ayahku. Aku tidak bisa melihat perusahaan ini hancur begitu saja!”

“TAPI KAU SALAH MENUDUH!” bibinya tampak menyahut dengan naik darah, ia menatap Soeun dengan sedikit marah. Tapi tentu saja, Soeun bukan pribadi yg dulu yang akan takut dengan sekali bentakan. “Kau keponakanku, kakakku menitipkanmu padaku, bagaimana mungkin aku melakukan semua itu?!”

“BERHENTILAH BERPURA-PURA!” Soeun balas membentak. “Aku tahu, aku sudah sangat tahu. Aku bukan lagi anak kecil yg bisa dibodohi. Aku tahu maksudmu, bagaimana mungkin bibi begini?!”

“Kau!!” Soeun hanya menatapi tangan bibinya yg kini ia tahan diudara. Tadi, bibinya berniat memukulnya, lagi, tapi entah kenapa dia menghentikannya. Bibinya menahan emosi sambil menahan tangannya.

“Wae? Kenapa kau berhenti? Bukankah biasanya kau melakukannya? Kenapa kau berhenti?!” tanya Soeun sinis. Bibinya tak menyahut. “Lakukanlah sesukamu!” tantang Soeun.

“Kau menantangku?” tanya bibinya emosi.

“Kenapa kau bertanya? Bukankah biasanya kau dengan mudah melakukannya?!” tantang Soeun menahan marahnya.

“Kau!!”

“Ibu!!”

Keduanya yg sedang bersitegang mengalihkan perhatian mereka ketika terdengar suara Hyuna memanggil mereka. Mereka berpaling, Soeun langsung kaget dengan seseorang yg membawa Hyuna saat ini, dia?

“Hyuna kau kenapa?” Bibi Soeun menurunkan tangannya dan dengan panik berlari menuju Hyuna yg tengah dibawa seseorang masuk kerumah. Sementara seseorang yg membawa Hyuna juga hanya menatap tanpa ekspresi seseorang yg juga kaget melihatnya. “Kau kenapa?” bibinya kembali bertanya. Sementara dua orang itu hanya saling berpandangan lagi, Soeun dan Jongwoon hanya saling berpandangan saat itu.

“Tidak apa2 bu, hanya tadi aku jatuh ketika di bar..” kata Hyuna yg saat ini berada digendongan Jongwoon menyahut pertanyaan ibunya. “Aku sudah tidak apa2, semua karena kekasihku ini yg telah mengantarku pulang..”

Bagai tersambar petir Soeun langsung kaget mendengar Hyuna mengatakan hal itu. Jongwoonpun juga langsung menoleh padanya setelah kata2 Hyuna itu, dia juga kaget. Sementara Soeun hanya terpaku ditempatnya mendengar hal itu.

“K-Kekasih?” tanpa sadar Soeun mengatakan sesuatu yg langsung membuat semua orang menatap padanya. Jongwoon menghela nafas, menatap Soeun sambil berusaha menggelengkan kepalanya pelan pada Soeun.

“Ya, sepupuku, ini adalah kekasihku. Namanya Yesung, Kim Yesung, kami cocok bukan?” kata Hyuna pada Soeun. Soeun tak menyahut, ia hanya menatap Jongwoon dengan pandangan sangat kecewa.

“Kim Yesung?” gumam Soeun lagi tidak percaya. Jongwoon tak bisa mengatakan apa2, ia hanya bisa menatap Soeun dengan wajah yg seakan menjelaskan semua tidak benar. Tapi mungkin Soeun tidak bisa membacanya.

Soeun mengalihkan perhatiannya dari Jongwoon sambil berusaha meredakan nafasnya yg tiba2 memburu setelah semua ini. lantas, tanpa mengatakan apapun, Soeun meninggalkan tempat itu begitu saja membuat semua orang heran. Tapi tidak bagi Jongwoon, dia hanya bisa berdecak dan merasa sangat gelisah. Satu jalan baru saja tertutup lagi!!

()

“ARGH!!”

Soeun melempar semua yg ada diatas meja dengan sangat emosi. Lantas setelah berhasil mengacak-acak semua kamarnya ia terduduk dilantai begitu saja. Hatinya hancur, terasa terlalu hancur. Bagaimana mana mungkin seseorang yg menjadi harapannya bisa menjadi seperti ini? kenapa setelah ia menghilang ia kembali dengan cara seperti ini. seharusnya tidak boleh, Jongwoon tidak boleh bersama Hyuna yg jelas2 telah menyakitinya. Kenapa Jongwoon diam saja? Kenapa dia tidak menidakkannya? Apa dia tidak tahu Soeun hancur mendnengarnya. Hati Soeun sudah terlalu hancur karena masalah ini, ditambah Jongwoon yg tidak lagi menampakkan diri untuk menghiburnya. Tapi kenapa Jongwoon harus datang lagi dengan cara ini. kekasih hyuna? Huh! Kenapa harus kekasih Hyuna? Kenapa harus Hyuna? Jongwoon tidak boleh bersama orang sejahat Hyuna! Bahkan tidak ada yg boleh bersama Jongwoon, tidak boleh! Soeun sama sekali tidak bisa menerimanya ada wanita lain yg bisa sedekat itu dengan Jongwoon. Malaikat pelindungnya!

~

Lagi, Jongwoon menenggak minumnya lagi. ia tidak peduli, walau ia tahu ia sudah tidak bisa meminum yg sebanyak ini. tapi semua ini benar2 membuatnya frustasi! Dari dulu, ia tak pernah menganggap penting hidupnya yg menjadi sebatang kara dari dulunya. Ia menjalani hidupnya begitu saja, tanpa beban, walau ia tahu kalau hidupnya benar2 mempunyai sejuga rintangan. Dimana ia harus menjajal suaranya yg bagus itu dikafe2, menjadi DJ di klub malam, hingga menjadi laki2 yg bertugas menemani wanita2 kesepian menenggak minuman semuanya telah ia lakukan. Tapi, ia tetap tak pernah menjalani kehidupannya seperti layaknya manusia normal lainnya, Jongwoon menjalani semuanya tanpa alasan. hingga kalau suatu saat ia berfikir untuk mengakhirinya tanpa berfikir ia akan langsung mencari sesuatu yg mungkin akan membunuhnya secara cepat ataupun perlahan.

Tapi semuanya berbeda ketika bertemu gadis seperti Soeun. mata gadis itu teduh, dan senyumannya benar2 membawa kesan damai dalam hatinya. Gadis itu putus asa, ia juga menjalani hidupnya yg terlalu berat untuk gadis serapuh dia. disana Jongwoon disaat itu, berdiri disampingnya ketika gadis itu mulai merasa dunia terlalu kejam padanya. menemaninya menangis, menghiburnya, membuatnya kembali ceria, serta memberikan saran2nya agar hidupnya bisa lebih baik. Dalam sekejap, naluri melindungi dan sayangnya benar2 besar terhadap gadis itu. mulai saat itu ia yakin, itulah alasannnya untuk hidup, itulah kenapa dia dilahirkan. Jongwoon dilahirkan untuk melindungi dan menjaga Soeun, hanya itu.

Tapi, hatinya menjadi sangat bimbang ketika datang laki2 lain pada Soeun. dia tahu, siapa laki2 itu pada Soeun, tapi Soeun terlihat lebih nyaman bersama laki2 itu daripada dirinya. Mau ciuman? Huh! Entah kenapa hati Jongwoon benar2 tak terima. Siapa laki2 itu? kenapa dia dengan seenaknya datang dan merebut Soeun darinya. Bukankah Soeun bilang dia hanya punya Jongwoon? Lalu kenapa ada laki2 itu? yang membuatnya benar2 merasa terlupakan, ya dengan cepat Soeun melupakannya dengan laki2 yg bisa dipastikan lebih kaya darinya itu.

Lantas apalagi yang lebib buruk? Ya, sejak hari itu ia tiba2 tidak bisa menemui Soeun seperti biasanya. Ia takut, Jongwoon takut Soeun tidak akan membutuhkannya lagi bila ia datang. Jongwoon takut, nanti laki2 itu ikut bergabung dan Soeun tidak akan memperdulikannya. Jongwoon takut melihat mereka sedekat itu lagi, takut ia marah dan mungkin akan menghancurkan isi kantor Soeun karena ia yakin mungkin ia akan cemburu lagi. itulah sebabnya, perlahan ia berusaha menjauh. Mungkin, dengan laki2 itu Soeun bisa lebih bahagia lagi.

Ada lagikah yg buruk? Ada, siapa sangka Hyuna, salah satu kliennya yg paling gencar mendekatinya adalah sepupu Soeun yg bisa dipastikan salah satu orang yg pernah Soeun sebut berusaha menghancurkan dirinya. Sepupu dan bibinya jahat, begitulah yg Soeun katakan. Soeun benci mereka, tidak suka pada mereka yg terus berusaha menghancurkannya dari belakang. Lantas kenapa Jongwoon harus masuk disana dan Hyuna tiba2 langsung mengatakan mereka kekasih? Kini apa? Ia yakin, Soeun mungkin kian membencinya, Soeun mengutuknya, yah, sekarang bahkan Soeun sudah mendaftarkan nama Jongwoon menjadi salah satu dari orang2 yg telah menghancurkan hidupnya, seseorang yg katanya lebih pantas mati dibanding kedua orang tuanya!! Lantas sekarang Jongwoon harus bagaimana?

()

“Hentikan mobilnya disini Donghae!”

Donghae menatap ragu pada Soeun setelah ia meminta berhenti disuatu tempat. Lantas setelah berhenti, ia berpaling pada Soeun. “Soeun, aku kira..”

“Aku mau masuk..”

“Tunggu!” Donghae dengan cepat meraih tangan Soeun ketika ia mau keluar. Soeun menoleh padanya, Donghae menggeleng padanya. “Sebaiknya jangan lakukan. Ini tidak baik bukan?” tanya Donghae. Soeun tak menyahut, ia melepaskan pegangan Donghae.

“Apa kau fikir hidupku sudah terlalu baik untuk memikirkan mana yg baik dan yg salah?”Soeun menjawab sedikit sulit dimengerti sambil menuruni mobil Donghae. Donghae menghela nafas, lantas perlahan ikut menuruni mobilnya dan menyusul Soeun.

()

“Soeun!” sedikit berteriak Donghae berusaha memanggil Soeun yg terus memasuki tempat yg dipadati orang itu. Soeun tak menyahut, ia tetap memasuki tempat bising itu. hingga Donghae terpaksa mengikutinya.

“Berikan minum untukku!” soeun segera memesan ketika ia sampai didepan meja bartender. Bartender itu mengangguk, sementara Donghae masih juga mendampinginya.

Bising, Donghae heran kenapa Soeun sampai mengenal tempat ini? darimana ia tahu tempat ini? padahal dulu, menghirup asap rokok saja Soeun sudah lemas tapi kenapa sangat berbeda. Donghae tampak menoleh pada Soeun yg tampak menunggu minumannya.

Musik mati sejenak, membuat telinga sedikit beristirahat. Namun semua orang tampak tetap berdiri disana, menunggu musik selanjutnya akan kembali diputar. Soeun tidak peduli, ia masih disana dan meneguk minuman yg telah datang. Donghae lagi2 hanya bisa mendampinginya.

“Eh, DJ Yesung yg tampan itu sudah naik. Ayo kita turun, kita berebut untuk bisa menyewanya malam ini, ayo!!”

Soeun yg ingin minum menghentikan gerakannya ketika beberapa gadis berbisik disekitarnya. Perlahan, musiknya kembali hidup, tapi suasananya beda daritadi. Ada banyak teriakan wanita sekarang memanggil sebuah nama, Yesung Yesung Yesung. Yesung? Soeun rasa Soeun pernah mendengar nama itu sebelumnya. Soeun dengan cepat berbalik setelah itu.

Soeun begitu kaget melihat seseorang g asyik memainkan musik elektrik beberapa meter darinya. Dia.. Yesung ini.. Jongwoon?! Hati Soeun langsung campur aduk melihat DJ yg tak menyadari kehadirannya itu. senang, ia senang bisa melihat Jongwoon lagi. tapi ada banyak perasaan lain dari rasa senang yg menganggunya. Donghae ikut aneh melihat Soeun yg tak pernah berhenti menatapi DJ itu, ia melirik Soeun.

“Kau kenal dia?” tanya Donghae tak mengerti. Soeun tak menyahut, ia masih terus menatapi Jongwoon yg sibuk memutar piringan hitam dan memutar panel2 yg ia tak mengerti fungsinya itu. keren, kenapa ia tak mengakui Jongwoon sekeren ini, dia benar2 terlihat tampan, pantas semua gadis2 itu merapat ketika ia mulai beraksi. Tapi perasaanya lebih dari itu, ia baru sadar bahwa sebagian hatinya terasa bagaikan terobati dari sebuah luka yg sempat terlalu dalam, luka yg ia sebut sebuah kerinduannya pada orang yg sudah berhari2 tak pernah ia lihat lagi. kerinduannya pada Jongwoon, malaikat pelindungnya!

“Ck, Yesung sangat tampan. Tidak ada yg menampik pesonanya, aku benar2 menyukainya!!” Soeun mengalihkan perhatiannya ketika wanita2 lain ikut bicara sambil memperhatikan Jongwoon disana.

“Kalau menyukainya, ayo malam ini kita sewa dia!” usul temannya yg membuat Soeun tertarik dan tak mengerti.

“Ck, kau kira aku tidak berusaha? Aku sudah sering mencalonkan diri, tapi aku selalu keduluan!” sahut temannya kesal yg membuat Soeun lebih tak mengerti.

“Kau bayar lebih saja kali ini. kalau bisa sangat mahal, apa sih artinya semua itu kalau kau bisa dekat dengannya..” temannya kembali mengatakan sesuatu yg membuat Soeun benar2 tak mengerti.

“Ck, terlalu mahal, malam kemaren saja, mencapai tiga belas juta!!” sahut temannya.

“Ck, benarkah? Bukankah itu harga yg pantas untuk orang semenarik dia? kenapa kau menyerah dan tidak mempertahankannya? Kalau bisa mencapai lebih2 lagi dari 13juta, asalkan bisa lebih dekat lagi..”

“Maksudmu?”

“Bayar lebih mahal saja. Siapa tahu, kau bisa mendapatkan ciuman atau tidur dengannya, bukankah seharusnya uang tidak masalah asal kau dapat melakukan semua itu dengan Yesung yg tampan?” kata temannya mendelik membuat soeun langsung begitu kaget mendengarnya. Soeun kembali mengalihkan perhatiannya pada Jongwoon dengan sangat tidak percaya.*Jujur yah, aku gak suka FF beginian apalagi castnya si Awan ini, tapi bagaimana lagi, inspirasiku kadang aneh2 sih. Karena penasaran ya, aku tetap membuatnya. Padahal gak suka ama kata2nya yg sedikit kasar, dan… GAK SUKA NULIS BEGINIAN SOAL YESUNG T_T*

()

Jongwoon menghapus keringatnya setelah ia menyelesaikan partnya malam ini. ia berdecak, mengingat ia akan melakukan pekerjaan yg lebih melelahkan dari sebelumnya. Ia lantas meraih minuman disampingnya.

Tok Tok Tok!!

Jongwoon berdecak ketika seseorang mengetuk pintu itu. seperti biasa, dia sudah tahu, akan ada seorang wanita yg mungkin harus ia temani sepanjang malam. pekerjaan ini aneh, bahkan walau ia tahu kalau perempuan2 itu sampai mengeluarkan jutaan untuk bersama dengannya sekedar ditemani Jongwoon minum mereka tetap rela merogoh sakunya. Padahal, uang2 itu tak seluruhnya diberikan padanya. disini ia bagaikan karyawan saja, ia digaji berdasarkan kesepakatan dengan tempat ini, padahal sangat jelas, ia bahkan menghasilkan lebih banyak lagi. gosh, hidup ini benar2 sial bukan?

Perlahan, Jongwoon mendengar ada langkah yg memasuki ruangan itu. jongwoon hanya terdiam, karena biasanya sang klien akan mengampirinya dan langsung lengket padanya. jadi ia tetap diam menunggu ditempatnya.

Tap

Diam, langkah kaki itu yg terakhir, kliennya kini diam mematung disana. Ada apa? Jongwoon yg penasaran segera berbalik kebelakang, ia langsung kaget dengan kehadiran seseorang.

“S-Soeun?” tanyanya benar2 shock. Soeun tak menyahut, ia menatap Jongwoon tak mengatakan apapun, sakit!

“Jadi aku harus mengeluarkan uang lima puluh juta untuk bisa bertemu denganmu?” tanya Soeun berusaha meredakan emosinya. Jongwoon tak menyahut, masih tak menyadari apa yg terjadi. ia tak percaya, gadis itu disini. “Jadi, apa Yesung-ssi semahal ini?” tanya Soeun berusaha menahan air matanya.

“Soeun..”

“Jongwoon mengapa kau harus seperti ini?” tanya Soeun kali ini kembali menangis. “aku benar2 tak menyangka kalau kau orang yg seperti ini…”

“Soeun..”

“Kau bilang kau tidak butuh uang dariku, kau bisa mencarinya sendiri. Kau bisa mengusahakannya sendiri, tapi aku benar2 tak percaya kalau ini caranya..” kata soeun benar2 kecewa. Jongwoon terdiam, menghela nafas, memperhatikan Soeun yg entah kenapa ada disana. Soeun terdiam, kali ini menangis lebih deras lag didepan Jongwoon yg diam. Bahkan hatinya benar2 terasa lebih hancur lagi, ini benar2 membuatnya kecewa.

“Aku tak percaya, selama ini aku bergantung pada orang yg seperti ini. seseorang yg hidup dengan cara yg benar2 picik seperti ini. bagaimana mungkin aku bisa mempercayai orang seperti ini. bagaimana mungkin aku bisa menggantungkan hidup pada orang yg seperti ini?!” kata Soeun benar2 emosi. “Jongwoon kau benar2 jahat padaku, bahkan kau menyakitiku lebih dari mereka. Kau jahat, kau benar2 jahat padaku..” kata Soeun  menangis lebih kuat.

“Maaf..” satu kata ucapan Jongwoon benar2 membuat Soeun kecewa. Remuk, semuanya remuk, bahkan rasanya ia sudah tak dapat merasakan hatinya lagi. dia sudah terlalu hancur dan tersakiti.

“Kalau kau begini, kenapa dulu kau harus datang dan melarangku melakukannya? Kalau aku tahu akhirnya begini, aku tidak akan membatalkan niatku untuk bunuh diri. Karena, pada akhirnya setelah mengenalmu yg awalnya aku kira akan merubah hidupku malah membuatku semakin menderita!”

Diam, ada sebenarnya banyak hal yg bisa Jongwoon katakan untuk menjelaskannya. Tapi, entah kenapa, bahkan lidahnya tak bisa mengatakan apapun pada Soeun.

“Kenapa kau diam? Kenapa kau tidak melakukan apapun? Padahal, bukankah seharusnya setelah mereka membayar mereka bisa melakukan apapun padamu? kenapa kau diam?” tanya Soeun lagi kemudian membuat Jongwoon menatapnya lebih. “Mereka bilang, setelah kau disewa mereka bisa melakukan apapun padamu. kau akan menciumnya, menemani mereka mabuk, bahkan… kau akan menemani mereka memasuki hotel, lalu kenapa sekarang kau diam?” tanya Soeun lagi pada Jongwoon membuat Jongwoon kaget, bukan begitu! *Lalalala, gue gak suka ama bagian ini, MENEMANI MEMASUKI HOTEL, DISEWA, MENCIUMNYA, MELAKUKAN APAPUN,LOL Tidak adakah kata2 yg lebih halus? #YangBuatFFmangsiapa LOL Abaikan! #AuthorLabil #CloudsFrustasi!*

“Tidak, itu sama sekali tidak benar. Soeun, aku..”

“Berhentilah membohongiku Kim Yesung! Karena pada nyatanya aku suda tahu semuanya. Kau begitu, kau orang yg seperti itu!”seru Soeun benar2 emosi.

“Tapi, yang kau dengar tidak sepenuhnya benar Soeun. aku tidak seperti itu..”

“Kau fikir aku percaya setelah sejauh ini?” tanya Soeun masih terdengar sinis dan tak mempercayai setiap kata2 Jongwoon. Jongwoon menghela nafas, mendesah, menatap Soeun yg benar2 emosi dihadapannya saat ini. terlambat, hatinya telah tertutup, mungkin dijelaskan seperti apa juga Soeun tidak akan lagi mempercayai semua kata2nya. Soeun juga mendesah, berusaha meredakan air matanya yg tak pernah berhenti untuk jatuh. Hatinya benar2 kecewa menerima kenyataan ini, kenyataan tentang Jongwoon yg seperti ini. “Apa kau tahu, bahwa selama kau menghilang aku benar2 membutuhkanmu?” tanya Soeun setelah beberapa saat membuat Jongwoon menoleh lagi padanya.

“Tapi lupakan, karena pada nyatanya setelah aku mengetahui kenyataan seperti ini aku sudah tidak memikirkannya lagi. aku rasa, akan sangat memalukan kalau orang yg bermartabat seperti aku, harus berharap dan menghabiskan waktu dengan orang seperti ini. jadi jangan merasa bersalah, karena aku benar2 sudah tak peduli!”

Sakit, ada sedikit kesakitan pada hati Jongwoon ketika mulut yg biasa berkata polos itu mulai mengatakan kata2 tajam yg langsung menusuk hatinya. Tapi Soeun, harus bagaimana menjelaskan padamu kalau semuanya tak seburuk itu?! tapi ya, benar, orang seperti aku memang dari dulu memang tak seharusnya dekat denganmu. kau bulan dan ku fikir aku hanyalah pungguk yg setiap malam hanya diizinkan memandangimu dan keindahan cahayamu yg benar2 terlalu menyilaukan kemataku.

“Yah.. kau benar. Aku fikir, memang dari awal seharusnya kita tak pernah dekat..” ucapan Jongwoon yg tiba2 membuat Soeun mengangkat wajahnya dan menatap Jongwoon yg kini tampak menatapnya sambil tersenyum kecil. “Dari awal, bukankah kita sudah saling tahu kalau kita berbeda begitu jauh. Tapi kita benar2 bodoh sampai berikrar gila untuk saling menjaga seperti itu. padahal kita tahu, kalau kita benar2 terlalu jauh. Kita tahu, betapa berbedanya cara kita mendapatkan uang untuk melanjutkan hidup. Kau yg biasanya hanya perlu memerintah pada bawahanmu, mungkin tidak akan bisa mengerti dengan cara yg seperti ini. kau tidak akan mengerti, bahwa bernafas saja begitu sulit didunia ini!” kata Jongwoon sambil tersenyum kecil, sedikit sinis, pada Soeun yg terpana saat ini.

“Tapi kenapa harus dengan cara ini?!” tanya Soeun tak terima. Jongwoon lagi hanya tersenyum kecil sedikit sinis, Jongwoon menunduk sejenak, lantas menatap Soeun.

“Dari dulu kau begitu kaya Soeun, kau bisa mendapatkan semua yg kau inginkan kau tidak akan mengerti bahwa tidak semua orang seberuntung dirimu..” katanya santai membuat Soeun tampak semakin kaget dan tak menyangka. “Sekarang kau telah tahu semuanya, dan kau bilang kau benci bukan? jadi untuk apa lagi? kufikir, ini adalah waktu yg tepat untuk menghentikan perjanjian konyol kita waktu itu. kau hiduplah dengan caramu, dengan kemewahanmu, sementara aku akan tetap disini, tetap dengan cara hidupku yg seperti ini..” kata Jongwoon dingin seperti tanpa perasaan pada Soeun. Soeun sangat terpukul dengan kata2 itu, tanpa sadar air matanya berjatuhan lebih banyak lagi, menyakitkan.

Soeun menatap Jongwoon sekali lagi, berharap akan ada kata2 lainnya dari Jongwoon. Tapi tidak, Jongwoon masih diam sambil menatapnya dengan pandangan dingin tanpa perasaannya. Karena tidak tahan, Soeun akhirnya mulai meninggalkan tempat itu.Jongwoon hanya menatapi Soeun yg pergi dan megebrak pintu dengan begitu kuat. Ia hanya memperhatikan Soeun yg kali ini telah menjauh darinya.

“Soeun?!”

Tak lama, terdengar suara yg lainnya yg menyusul Soeun yg telah berlalu. Laki2 itu terdiam dan berhenti ditengah pintu, menatap kedalam, kearahnya. Pandangan saling tak suka mereka bertemu, lantas setelah itu laki2 itu segera pergi dan menyusul Soeun yg telah keluar terlebih dahulu. Jongwoon membuang nafas yg daritadi ia tahan, ia kini berusaha meredakan detag jantungnya yg berdetag kuat. Perlahan, ia menatap kearah pintu lagi, dalam hati ia berdoa semoga setelah ini Soeun akan baik2 saja, baik2 saja bersama laki2 yg kini berada disampingnya.

()

Sepi, diantara kebisingan dunia, dua hati itu merasa sepi. Tanpa arah, tanpa semangat, berharap dunia akan berhenti esok hari. Semakin dalam, sebenarnya hal ini perlu dilupakan, semakin lama, seharusnya ini mulai ditinggalkan tapi hati yg tak biasa membuat semuanya terpaku disatu titik.

Hari2 seperti permainan, hanya ada si kesepian Soeun dan si kesepian Jongwoon. Seakan mereka kembali disaat tanpa ada pertemuan tak sengaja itu. seakan kembali kedunia tanpa warna itu. baru disadari saat ini, bahwa kebersamaan sesaat itu terlalu berarti sehingga ketika mereka berpisah semua warna didunia mulai kehilangan pesonanya.

Mungkin, beginilah akhir dari semua ini, keduanya menyerah pada titik yg begitu mengecewakan. Dalam hati kini, harapan yg sama muncul, tuhan kalau aku dilahirkan lagi, izinkan aku untuk bersama dengannya selama-lamanya.

()

Jongwoon menuang minuman untuk kesekian lagi kedalam gelas Hyuna yg kembali mabuk berat. Setelahnya, ia berdecak sambil menatapnya yg sudah begitu mabuk. Jongwoon hanya berdecak sambil meminum minumannya sendiri.

“Ck, Hyuna-ssi, ini sudah sangat malam, lebih malam dari biasanya, bukankah seharusnya kau pulang?” tanya Jongwoon pada Hyuna kemudian. sejujurnya ini bukan bentuk perhatian, hanya saja ia jenuh dan benar2 ingin pulang saja saat ini.

“Aku malas pulang, dirumah tidak enak. Ibuku dan sepupuku selalu bertengkar, berisik!!” sahut Hyuna kemudian. jongwoon menatapnya lebih setelah itu.

“Sepupumu?”

“Ya, sepupuku yg bodoh itu! Entah darimana, ia sekarang jadi lebih berani dari sebelumnya, bahkan sekarang ia tak segan membentak ibuku. Ia menanyakan uang ayahnya pada ibuku!!” sahut Hyuna setengah sadar membuat Jongwoon hanya menatapnya lagi setelah kata2nya. “Ck, aku benar2 malas pulang..” Hyuna kembali mengeluh sambil meminum minumannya lagi, Jongwoon hanya terdiam sambil melihatnya dan memikirkan sesuatu.

“Yesung-sii..” Jongwoon mengalihkan perhatiannya lagi ketika Hyuna mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan matanya yg sayu. Hyuna tersenyum, lantas kembali melakukan kebiasaannya, mengamit tangan Jongwoon dengan begitu erat lantas menyandarkan kepalanya dibahu Jongwoon. “Aku tidak bisa pulang, aku benar2 tidak bisa pulang, tidak bisakah kita melakukan sesuatu?” tanyanya manja pada Jongwoon.

“Maksudmu?” tanya Jongwoon tak mengerti.

“Kau selalu menolakku, aku sama sekali tak mengerti padahal bukankah aku ini cantik? Tapi kenapa kau terus menolakku? Kenapa kau tak menghindariku, padahal aku mau menyerahkan semuanya padamu.. Ayolah, untuk malam ini saja, aku mohon.. akan ku bayar berapapun yg kau minta..” kata Hyuna masih dengan nada manjanya pada Jongwoon. Jongwoon tak menyahut, ia hanya memperhatikan Hyuna yg tengah mabuk disisinya. Untuk kesekian kalinya ia harus menghadapi kliennya ketika mereka mulai minta yg aneh2 seperti ini. selama ini, dia bertahan, ya, ia selalu bertahan menghindarinya karena entah kenapa ia selalu mengingat Soeun ketika godaan seperti ini merayunya. Tapi sekarang, apa harus tetap bertahan? Toh, bukankah Soeun sudah membencinya dan tak mempercayainya bahkan ia yakin mungkin diluar sana Soeun sudah berfikir bahwa ia akan melakukan hal rendah ini dari sebelum-belumnya. Ia tak mengerti bahwa ia tak pernah menerima godaan-godaan itu hanya karena ia selalu ingat Soeun ketika mereka mulai merayunya seperti sekarang ini. tapi sekarang telah berbeda, ia ingat nama soeunpun, Soeun tidak akan pernah tahu apa yg terjadi sebelumnya, jadi…?

“Ayolah Yesung-ssi, aku mohon. Aku mohon menginaplah malam ini denganku!” lagi Hyuna merengek pada Jongwoon yg membuat Jongwoon kembali memikirkannya. Ck, pada nyatanya rayuan2 seperti ini selalu menganggunya, apalagi hatinya sangat buruk setelah kejadiannya yg dialaminya belakangan ini mengenai Soeun. Sepertinya, ia memang membutuhkan sedikit hiburan yg seperti ini, setidaknya melepaskan rasa kecewanya bukan? *Yesung, Nooooo >.< #digeplakReaders* “Ayolah Yesung-ssi..” Hyuna kembali merengek sambil masih bersandar pada dirinya. Jongwoon menghela nafas, berfikir lagi, mengenai semua ini.

“Ayolah Yesung-ssi…” Hyuna kembali merengek padanya membuat ia semakin berfikir keras. Perlahan ia menghela nafas, lantas menatap gadis ini lagi, lantas setelah beberapa saat, akhirnya ia mulai mendapatkan pilihan. “Yesung-ssi…”

“Baiklah..” sahut Jongwoon sedikit ragu yg membuat Hyuna menoleh padanya.

“Benarkah?” Hyuna kembali bertanya dengan tidak menyangka. jongwoon menatap padanya, lantas mulai mengeluarkan senyuman datarnya.

“Ya, aku juga sedang tidak baik. Jadi aku fikir, aku juga butuh sedikit bersenang-senang..” katanya datar dan tanpa ekspresi. Hyuna langsung duduk mendengarnya, ia kegirangan.

“Baguslah, aku begitu senang. Kalau begitu ayo, ayo kita cari tempat terdekat. Ayo!!”

Jongwoon hanya mengikuti gadis yg menariknya itu walau sebenarnya hatinya benar2 masih ragu dan memiliki ganjalan yg terlalu besar. Tapi, berbalikpun sudah tak ada gunanya bukan?! *Yesung minta dirajam!! #Authorsarap*

()

Donghae lagi2 hanya menatapi Soeun dari belakang. Sejauh ini, ia tak tahu lagi apa yg mungkin bisa ia lakukan agar gadis itu tidak lagi murung seperti itu tapi nyatanya tidak bisa. Hati Soeun benar2 telah tertutup sama sekali untuk merasakan humor dunia, apalagi masalah yg ada terus membebaninya bertubi tubi.

Donghae menghela nafas, saat sekarang segala hal terlintas dalam fikirannya. Ia berfikir bagaimana caranya untuk membuat Soeun kembali seperti dulu, ceria dan bersemangat selalu. Tapi setelah sejauh ini, Donghae mulai tidak tahu caranya. Donghae mengangkat wajahnya, menatap Soeun yg terus jalan dihadapannya, ia mendesah karena tidak juga menemukan caranya. Donghae kembali berfikir sambil melirik kearah lain.

Tunggu, Donghae menghentikan langkahnya ketika tidak sengaja ia melihat gerak-gerik mencurigakan dari sebuah sudut. Disana ia lihat seorang laki2 tengah memperhatikan Soeun, dia…? Donghae masih berdiri ditempatnya sambil memperhatikan laki2 yg terus memperhatikan Soeun itu. Tak lama, laki2 itu mulai menyadarinya, ia mengalihkan perhatiannya pada seseorang yg beberapa saat tadi memperhatikannya. Mereka bertemu mata, lantas setelah itu laki2 itu pergi begitu saja meninggalkan tempat itu dan Donghae yg tampak masih berusaha mengenalinya. Donghae terdiam, berfikir, lantas setelah beberapa saat ia mulai menyusul Soeun yg telah cukup jauh.

()

Soeun membuka pintu ruangannya dengan sedikit lesu, ia memperhatikan ruangan itu dengan pandangan yg nanar. Ruangan ini kadang selalu membuatnya gila, karena ruangan ini benar2 membuatnya mengingat Jongwoon kembali. Disinilah ia biasanya menghabiskan waktu dengan Jongwoon seharian, dan disaat-saat itu Soeun dapat mengerti apa artinya kesempurnaan yg sebenarnya.

Soeun menghentikan kegiatannya memperhatikan seisi ruangan itu ketika ia melihat sesuatu terletak diatas meja, sebuah bingkisan. Karena penasaran Soeun mendekati bingkisan itu dan membukanya, Donghae tampak ikut memasuki ruangan itu dan tampak heran melihat sesuatu yg dihadapi Soeun saat ini. Soeun menatap lagi bingkisan itu, tampak berfikir, lantas ia mulai membuka bingkisan misterius itu.

“apa ini?” soeun bergumam ketika melihat isinya yg hanya berupa sebuah boneka Minnie Mouse dan sebuah surat. Soeun segera membuka kertas itu.

From: Kim Jongwoon

To : Kim Soeun

Soeun, apa khabar? Semoga kau baik2 saja dan perasaanmu bisa lebih baik apapun yg tengah kau hadapi kini. Soeun, mungkin kau sedikit benci ketika mengetahui kalau bingkisan ini dariku apalagi ketika kau melihat isinya yg bukan apa2.

Soeun, aku benar2 minta maaf atas semua kesalahan yg telah aku lakukan padamu termasuk dengan mengendap-endap diam2 kekantormu untuk meletakkan pemberianku ini. aku tahu, kau tidak ingin melihat wajahku lagi jadi aku tidak bisa memberikannya secara langsung padamu. kau benci padaku, aku tahu.

Tapi, selama beberapa hari ini aku benar2 merasa tidak tenang setiap mengingatmu. Entahlah, aku takut membiarkanmu, padahal aku tahu kau bahkan tidak membutuhkan aku. ada orang lain saat ini yg menjagamu bukan? mungkin dia bisa menjagamu lebih baik dari aku. kurasa setelah tak ada aku, dia bisa menggantikanku menjagamu.

Soeun, setelah aku fikir, aku sepertinya akan pergi saja. Jangan takut, aku tidak akan bunuh diri seperti sebelumnya. Aku tidak mungkin mengingkari kesepakatan kita untuk tidak melakukannya, kau juga tidak akan melakukannya bukan? tolong jangan pernah lakukan betapapun berat masalah yg kau hadapi nanti.

aku tidak tahu, apa ini ada gunanya atau tidak bagimu. tapi Soeun, semalam, aku menanyakan beberapa hal pada sepupumu. Aku menanyakan semuanya padanya, aku tak tahu ini berguna bagimu atau tidak tapi ia memberikanku beberapa nomor rekening dibawah ini. Maaf aku mencampuri urusanmu, tapi aku benar2 ingin melakukan sesuatu untukmu sebelum aku pergi walau aku sendiri tidak tahu apa ini berguna untukmu atau tidak. Sepupumu memberikan beberapa nomor rekening yg dimiliki ibunya di beberapa bank dalam maupun luar negri, serta beberapa informasi lainnya yg bisa kau lihat sendiri didalam saku2 baju boneka yg juga kukirim. Aku harap semua ini ada gunanya bagimu, aku harap kau bisa terbantu dengan semua yg sengaja aku caritahu dari adik sepupumu semalam.

Hanya itu yang aku ingin sampaikan Soeun, aku harap untuk selanjutnya kau bisa hidup lebih baik. Sekali lagi kalau aku mengingkari janjiku untuk selalu menjagamu, tapi kalau menurutmu memang itu yg terbaik aku akan melakukannya. Aku akan pergi, aku harap kau bisa terus bahagia dalam hidupmu. Semoga tuhan melindungimu Soeun, selamat tinggal..

Soeun dengan cepat mengambil boneka itu dan mencari-cari sesuatu dari dalamnya. Lantas setelah membukanya ia langsung membuka kertas itu dan memperhatikan isinya untuk sejenak. Ia memperhatikan isinya untuk sejenak dan membacanya dengan wajah yg sedikit tidak percaya. Soeun mengangkat wajahnya setelah membaca isinya, lantas setelah itu dengan cepat berlari keluar. Donghae yg sedikit tak mengerti hanya memperhatikan Soeun yg pergi, lantas ia ikut meraih kertas yg ditinggalkan Soeun. setelah membacanya, ia tampak mengangkat wajahnya dan mengikuti arah pergi Soeun.

()

Soeun berlari tidak sabar sambil mencari-cari disekelilingnya. Dalam hatinya ada harapan besar bahwa orang yg mengantar bingkisan itu belum jauh. Apa yg telah ia lakukan? Kenapa sebelumnya ia begitu menyudutkan Jongwoon? Sekarang lihat, nyatanya Jongwoon selalu seperti biasa, ia bisa dengan mudah membuat Soeun keluar dari masalah yg bahkan hampir membuatnya gila ini. lantas sekarang Jongwoon kemana? Katanya dia mau pergi, bagaimana mungkin Jongwoon bisa pergi dan meninggalkannya begitu saja.

Soeun sampai diluar perusahaannya, melihat sekeliling dimana semua orang tampak masih berlalu lalang. Soeun mencari, masih berusaha mencari seseorang yg tidak boleh lebih jauh lagi, Jongwoon tak boleh lebih jauh lagi. Matanya mulai terasa perih lagi, rasanya sangat sulit dipercaya kalau Jongwoon sudah jauh atau mungkin sudah pergi padahal Soeun belum sempat mengatakan kalau Soeun mencintainya, ya Soeun mencintainya dan mungkin tidak bisa hidup lagi tanpanya.

“Jongwoon..” Soeun kembali mengedarkan pandangannya kesegala arah, berharap menemukan Jongwoon, berharap dia belum jauh. Soeun benar2 tidak bisa kalau menerima kenyataan bahwa Jongwoon memang telah pergi. “Jongwoon..” lagi memanggil namanya, berharap ia menyahut dan datang. tapi tidak ada, dia tidak bisa menemukan Jongwoon lagi. Soeun kembali menangis lebih hebat lagi.

()

Jongwoon menghela nafas ketika ia melihat Soeun yg tampak menangis menyedihkan disana. Hatinya iba melihat Soeun seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, ini demi kebaikan Soeun. akan lebih baik kalau ia tak lagi datang pada Soeun, agar Soeun bisa lebih mudah melupakannya dan hidup mandiri tanpa dia walau hati Jongwoon tak terima.

Jongwoon benar2 harus menghilang, bukan begitu? Akan lebih baik kalau Jongwoon menghilang, agar ia sendiri juga bisa melupakan perasaanya pada Soeun dan membiarkannya hidup damai dengan laki2 yg dicintainya. Jongwoon tersenyum kecil, sebenarnya ia merasa untuk pertama kalinya air matanya ingin jatuh tapi ia berusaha menahannya. Tidak boleh ada air mata disini, ini akan menjadi kelemahan, tidak ada kata lemah dikamusnya. Jongwoon tersenyum kecil lagi, menatap lagi pada Soeun disana. Setidaknya ia patut berbangga, karena disaat sebelum ia pergi ia masih sempat melakukan sesuatu pada Soeun. setidaknya, ia berhasil menjebak Hyuna dan membuat Hyuna memberitahukan rahasianya bersama ibunya yg ia harap begitu berguna bagi Soeun. setidaknya, ia masih berguna bagi Soeun disaat-saat terakhir seperti ini.

Jongwoon tersenyum kecil, kembali menatap Soeun yg masih berusaha mencarinya disana. Ia berharap, setelah ia pergi Soeun akan bisa bahagia, setidaknya itu akan lebih baik daripada terus berada disisinya dan terluka. Setelah lama memperhatikan Soeun, ia berniat pergi, tapi ia kaget dengan seseorang dibelakangnya dan langsung menahan bahunya sebelum ia pergi.

Donghae tersenyum kecil sedikit sinis sambil menahan bahu Jongwoon yg tadinya berniat pergi. Donghae kembali tersenyum sinis, lantas mengalihkan perhatiannya pada Soeun disana. “Kau mau pergi begitu saja setelah membuat gadis yg kusuka seperti itu?” tanya Donghae sinis pada Jongwoon. Jongwoon menghela nafas, lantas setelah menatap Soeun kembali ia mengalihkan perhatiannya pada Donghae.

“Kau tidak perlu ikut campur..” kata Jongwoon sambil berusaha melepaskan tangan Donghae. Tapi Donghae tetap meletakkan tangannya disana.

“Ck, sangat menyebalkan kalau aku ingat Soeun harus bergantung pada laki2 sepertimu. Kau benar2 sangat payah, meninggalkannya padahal dia telah menangis sehebat itu..” sinis Donghae padanya. Jongwoon berdecak, balas menatap Donghae tajam.

“Apa maumu?” tanya Jongwoon sinis.

“Sederhana, kau berbalik dan temui dia. kau tidak lihat, dia itu mencarimu sampai menangis begitu. Mana mungkin laki2 tetap bersikeras pergi padahal wanita sudah menangis seperti itu..” kata Donghae dengan wajahnya yg sinis. Jongwoon menatap sedikit heran.

“Kau saja yg kesana, kau tenangkan dia. kau jaga dia, asal jangan kau sakiti dia karena kau pasti akan berhadapan denganku kalau kau melakukannya!” kata Jongwoon dingin. Donghae malah tersenyum semakin sinis mendengarnya.

“Enak saja memerintahku, lagipula aku yg harusnya mengatakan ini. berbaliklah, jangan membuatnya tersakiti seperti itu. kau tidak lihat gara2 dirimu dia menangis? sebaiknya kau berbalik dan menghentikan dia menangis sebelum aku memberi pelajaran padamu karena kau telah menyakitinya seperti itu!” Donghae balas sinis. Jongwoon semakin menatap heran padanya, Donghae masih tersenyum sinis padanya. lantas Donghae melepaskan pegangan tangannya dari bahu Jongwoon.

“Kau tahu, aku menyukainya, sangat mudah bagiku untuk membuatnya menyukaiku juga. Memang bukan saat ini, karena dia terang2an menolakku karena seseorang yg bernama Kim Jongwoon yg sering disebutnya. Kau menyukainya juga bukan? sebaiknya kau berbalik dan menghampirinya. Jangan sampai kau menyesal, karena kau lepaskan sekali, setelah itu kau tidak akan bisa merebutnya lagi dariku. Jadi, jangan melakukan hal yg mungkin kau sesali..” kata Donghae sambil tersenyum sinis padannya. Lantas setelah itu Donghae meninggalkannya begitu saja, meninggalkan Jongwoon dengan dilemanya. Jongwoon berbalik, menatap Soeun yg terus menangis dan mencarinya disana.

()

Soeun menghapus air matanya lagi sambil masih berusaha mencari sekitarnya. Soeun benar berharap Jongwoon masih disana, Soeun berharap bisa mencegahnya pergi karena Soeun benar2 membutuhkannya. Sekarang bagaimana? Sepertinya Jongwoon benar2 telah pergi lantas bagaimana dengannya sekarang? Dia benar2 telah terlalu membutuhkan Jongwoon lantas kenapa Jongwoon harus pergi? Kemana ia harus mencari?!

Soeun meredakan tangisnya, berusaha berfikir tentang keberadaan Jongwoon sekarang. Kemana harus mencari Jongwoon? Sementara dia tak pernah tahu alamat Jongwoon yg sebenarnya. Lantas bagaimana?

Soeun memegangi kepalanya sambil menahan air matanya. Ia benar2 tak tahan dengan semua ini. sungguh tak bisa melepaskan Jongwoon tapi ia tak bisa melakukan apapun lagi kini. “Jongwoon..” kembali ia menyebut namanya. Soeun terduduk di salah satu bangku yg ada disana, Lantas ia menangis lebih hebat lagi, tak peduli walau semua orang menatapnya aneh.

Perlahan, Jongwoon keluar dari persembunyiannya. Ia perlahan mendekati Soeun yg terus memanggil namanya dan menangis disana. Ia mendekati Soeun, lantas berlutut didepannya yg saat itu menyembunyikan wajahnya dikedua telapak tangannya. Soeun mulai menyadarinya.

“Jongwoon..” katanya tak percaya. Jongwoon tersenyum, lantas menghapus air mata Soeun dengan jari2nya.

“Kenapa kau menangis disini?” tanya Jongwoon sambil tersenyum padanya. Soeun menatapnya tak percaya, lantas segera megenggam tangan Jongwoon yg berada diwajahnya.

“Kau bilang kau ingin pergi..” katanya sedih. Jongwoon tersenyum.

“Ya, aku akan pergi setelah ini..”

“Tidak..” Soeun merengek sambil bangkit dari tempat duduknya yg membuat Jongwoon ikut bangkit. Mereka berdua berhadapan lagi kini. “Tidak boleh pergi, jangan pergi..” pintanya sedih.

“Maaf kalau aku telah mengatakan kata2 kasar padamu sebelumnya. Maaf bila ucapanku menyakitimu, tapi aku tidak bersungguh-sungguh mengusirmu… Aku tidak benar2 membencimu..” kata soeun menjelaskan.

“Tapi aku tidak pantas jadi temanmu. Aku hanya seorang…”

“Tidak..” Soeun dengan cepat menggeleng. “Aku tidak pernah berfikir kau seperti itu. ucapan2 itu sungguh keluar begitu saja dari mulutku, aku tidak pernah menganggapmu begitu..” kata Soeun masih mencoba meyakinkan Jongwoon. Jongwoon lagi2 tersenyum, menatap Soeun yg masih menangis didepannya.

“Lalu.. laki2 itu?” tanya Jongwoon yg membuat Soeun sedikit berfikir menjawabnya, ia mengerti maksud Jongwoon pastilah Donghae. “Ya, aku mengerti, lagipula aku tidak seharusnya bertanya bukan? akukan bukan siapa-siapamu kenapa aku harus melarang orang lain dekat denganmu..” kata Jongwoon  sambil tersenyum kecil melihat ekspresi Soeun.

“Bukan, bukan seperti itu. Donghae bukan siapa2ku lagi, dia temanku, seseorang yg membantuku. Dan mengenai hari itu, sebenarnya waktu itu yg terjadi hanya..”

“Aku mengerti..” Jongwoon dengan cepat memotong ucapan Soeun. Soeun menatapnya.

“Kau tidak mengerti, kalau kau mengerti kau tidak akan marah dan tak mau menemuiku..” kata Soeun pada Jongwoon. “Jongwoon dia hanya temanku, percayalah padaku…”

Jongwoon tersenyum lagi, kembali menggunakan tangannya untuk menghapus air mata Soeun. ia tersenyum lagi. “Aku percaya, kau tak perlu jelaskan, lagipula bukan masalah kalau kau mempunyai teman dekat bukan? hanya aku saja yg waktu itu terlalu kekanak-kanakkan..” katanya sambil tersenyum. Soeun terdiam, menatap Jongwoon yg juga menatapnya. “Baiklah, aku akui sekarang, aku memang cemburu awalnya tapi sekarang tidak lagi.. aku..” kata Jongwoon sedikit ragu, ia menatap Soeun yg menatapnya dengan mata basahnya. Soeun hanya terdiam menantikan kata2nya.

“Kau?”

“Aku..” Jongwoon menghela nafas, menatap Soeun yg menunggu kata2nya. Lantas perlahan ia mengangkat tangannya dan menyentuh kedua bahu Soeun untuk lebih menatapnya. “aku menyukaimu, hum, bukan, aku rasa.. aku mencintaimu..” katanya dengan yakin sambil menatap Soeun. soeun hanya terdiam mendengarnya, sedikit tak percaya kalau Jongwoon akan mengatakan itu.

“Hum, ini hanya perasaanku saja. Aku tidak ingin kau terbebani dengan hal ini, jangan khawatir, kalau kau tak suka aku bisa menghapusnya..” Jongwoon menghentikan kata2nya ketika tiba2 Soeun memeluknya, erat.

“Jangan menghapusnya, aku tidak keberatan. Aku juga merasakan hal yg sama..” kata Soeun sambil memeluk Jongwoon lebih erat. Jongwoon sedikit kaget dengan jawaban itu, ia menatap Soeun yg ada dipelukannya. “Kau sekarang segalanya bagiku, aku tidak bisa melakukan apapun tanpamu. Awalnya aku tak percaya kalau aku bisa merasakan ini, tapi semakin lama aku semakin merasakannya. Aku merasa kalau aku mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu, itu sebabnya aku begitu kecewa ketika tahu kalau kau bekerja seperti itu..” katanya pada Jongwoon. Jongwoon terdiam, lantas mulai mengangkat tangannya untuk membalas pelukan Soeun. ia mengusap rambut Soeun dengan lembut.

“Tapi semua yg kau tahu memang benar2 tak sepenuhnya benar. Aku tidak seperti itu, aku tidak serendah itu, aku tidak melakukan pekerjaan yg seburuk yg kau fikirkan. Aku tak melakukannya sejauh ini, percayalah padaku..”kata Jongwoon yg membuat Soeun semakin memeluknya erat.

“Ya, aku percaya padamu. aku tahu, kau tidak akan mungkin melakukan itu. aku tidak ingin membahasnya, tapi aku mohon kalau kau mau bersamaku tinggalkan saja kehidupanmu yg itu..” kata Soeun lagi. Jongwoon tersenyum, memeluk lebih erat lagi.

“Akan aku lakukan, apapun untuk membuatmu nyaman. Aku tidak pintar dalam hal ini, tapi Soeun, apapun yg kau lakukan aku akan terus mendampingi dan bersamamu, aku berjanji..”

“Benarkah kali ini akan menepatinya?” tanya soeun lagi. “Kau tidak lupakan kalau kau pernah menjanjikan hal yg sama, tapi kau nyatanya mengingkarinya..” kata soeun sedikit merengek dan masih sesegukkan. Jongwoon tersenyum mendengarnya.

“Aku berjanji, kali ini tidak akan kuingkari lagi. aku akan benar2 selalu menjagamu, aku berjanji..” kata Jongwoon lagi. Soeun menangis bahagia, lantas memeluk Jongwoon lebih erat seakan tak ingin melepasnya.

“Jongwoon saranghaeyo..” kata Soeun kemudian.

“Nado saranghaeyo..” Jongwoon menyahut lembut sambil terus mengusap rambutnya yg panjang. Mereka terus melepas rindu disana, tak peduli bahkan beberapa orang yg terus berlalu lalang disana.

()

“Jongwoon!!” Soeun berseru sambil menghampiri Jongwoon yg tampak tiduran sambil menatapi bintang. Hari ini, untuk merayakan kesuksesan Soeun menyelamatkan perusahaan ayahnya, mereka keluar bersama dipantai yg sering mereka kunjungi sambil piknik. Jongwoon tersenyum pada Soeun, lantas mengulurkan salah satu softdrink yg dibawanya pada Jongwoon. Jongwoon hanya menerimanya, lantas kembali menatap bintang.

Soeun selesai meminum softdrinknya, ia lantas menatap Jongwoon yg masih memperhatikan bintang diatas sana. Lantas ia memutuskan berbaring disamping Jongwoon.

“Kau tahu? Hari ini Donghae kembali ke amerika..” kata Soeun sambil ikut menatap lurus. Jongwoon menoleh padanya.

“Benarkah? Kenapa mendadak?” tanya Jongwoon.

“Seperti biasa, ibunya mendesaknya kembali untuk melanjutkan kuliahnya lagi disana..”

“Lalu kau merasa keberatan dan tak ingin melepasnya?” tanya Jongwoon sambil tersenyum kecil.

“Tentu saja, dia adalah teman yg baik, aku sangat kehilangan kalau ditinggal seperti ini..” katanya kemudian mebuat Jongwoon menoleh padanya.

“Kalau begitu, kau susul saja dia, tidak apa2..” katanya sedikit sinis. Soeun menoleh padanya.

“Agar kau bisa kembali menjadi orang yg duduk manis menemani klienmu mabuk lagi sambil menuangkan minuman pada mereka begitu? Atau kau mungkin ingin kembali mencari Hyuna yg sekarang sudah kembali ke Incheon dengan ibunya?” Soeun balas menyahut sinis membuat Jongwoon tersenyum.

“Ck, walau begitu kerja begitu cukup menyenangkan. Setidaknya, banyak klienku yg cantik2. Jadi, walau hanya menemani minum aku sudah cukup senang duduk berdekatan dengan gadis2 seperti mereka..” kata Jongwoon tetap memancing. Soeun menatapnya sedikit kesal. Jongwoon tersenyum melihat ekspresi soeun. “Aku bercanda, jangan menatapku seperti itu..” kata Jongwoon sambil tersenyum dan menatap langit kembali. Soeun berdecak, menatap Jongwoon yg masih melihat keatas sana, apa sih menariknya bintang bagimu? kenapa kau lebih suka melihat bintang daripada aku?

“Yesung-sii!!” Jongwoon mengalihkan perhatiannya lagi ketika Soeun menyebut namanya dengan nama yg lain. Soeun tersenyum padanya, mendekat. “Kau sepertinya juga begitu sudah sangat lekat dengan nama itu. apa artinya? kenapa mereka memanggilmu begitu?” tanya soeun.

“Nama itu singkatan dari Yehnool Sungdae yg berarti suara yg bernilai seni. Nama itu pemberian pemilik kafe tempat aku biasa bernyanyi. Awalnya, ia hanya menjadikan itu sebagai gelar saja, tapi lama2 aku bahkan terlalu populer dengan nama itu. sebenarnya tidak buruk, setidaknya orang2 tidak perlu tahu nama asliku…” sahut Jongwoon.

“Apa kau segitu populer, waktu itu aku lihat banyak sekali wanita yg menggilaimu. Bahkan untuk menyewamu saja, sangat banyak orang yg harus dilawan..” kata Soeun. Jongwoon malah tersenyum kecil lagi, ia kembali melihat bintang2nya.

“Resiko jadi tampan memang begini..” katanya pendek dan narsis membuat Soeun sedikit cemberut mendengarnya.

“Lalu apa saja yg kau lakukan setelah kau disewa? Maksudku, mereka membayarmu belasan sampai puluhan juta. Apa imbalan yg kau berikan untuk itu?” tanya Soeun lagi.

“Kau ingin tahu sekali..” kata Jongwoon mendelik membuat Soeun sedikit tergagap.

“Mmaksudku juga bukan begitu.. hanya saja..”

“Kau benar2 ingin tahu?” Soeun sedikit kaget ketika Jongwoon malah benar2 menghadap padanya dan mendekatinya. Jongwoon dekat sekali dengannya, sehingga jantungnya sedikit berdetag, ia dapat mendengar jalan nafas Jongwoon. Soeun hanya mengerjapkan matanya, menatap gugup Jongwoon yg terus tersenyum dan menatapnya. “Kau benar2 ingin tahu apa yg biasa aku lakukan dengan mereka?” tanya Jongwoon lagi.

“A-Apa maksudmu, kkau, melakukan yg sedekat ini?” tanya Soeun gugup. Jongwoon tersenyum.

“Ya, sedekat ini..” sahut Jongwoon padanya.

“Ssedekat ini?” tanya Soeun lagi bercampur gugup dan sedikit tak suka. Jongwoon tersenyum lagi melihat ekspresi Soeun.

“Ya memang sedekat ini, atau mungkin kurang, yg jelas aku tak pernah melakukanya sejauh yg kau kira, jadi jangan khawatir..” kata Jongwoon mulai bersikap santai pada Soeun yg benar2 gugup.

“Tidak sejauh yg kukira?” tanya Soeun lagi yg membuat Jongwoon tersenyum lagi. ia benar2 menatap lucu Soeun yg tak juga mengerti.

“Kau masih belum juga faham maksudku?” tanya Jongwoon lagi. “Baiklah, maksudku, aku hanya menemani mereka minum dan mendengarkan curhatan2 frustasi mereka. Aku tidak pernah melakukan apapun dengan mereka, tidak bahkan walau hanya melakukan ini..” Soeun sedikit kaget ketika Jongwoon malah semakin mendekatkan wajahnya kewajah Soeun. Jongwoon tersenyum melihat ekspresinya. Ia menghentikan gerakannya dan menatap Soeun yg terlihat gugup itu. “Kenapa kau malah gugup? Aku hanya berusaha menerangkannya agar kau tak salah faham lagi mengenai aku. ini contoh..” katanya pada Soeun.

“C-Contoh?”

Jongwoon tersenyum lagi, ia lantas kembali mendekati wajah Soeun dan kali ini mencium lembut bibir Soeun. hanya sekilas, karena dengan cepat ia mengangkat kembali wajahnya dan menatap Soeun.

“Seperti itu, aku bahkan tak pernah melakukan hal itu dengan mereka. Jadi, jangan curiga lagi padaku ya..” kata Jongwoon sambil tersenyum, lantas kembali keposisinya semula. Berbaring lurus sambil menatap hamparan bintang diatas sana. Soeun tersadar, tersenyum kecil, lantas kembali mengalihkan perhatiannya pada Jongwoon. Jongwoon juga menoleh padanya sambil kembali tersenyum. Soeun tersenyum, mendekat, lalu berbaring di bahu Jongwoon lantas ia bergabung bersama Jongwoon untuk ikut melihat hamparan bintang yg benar2 sangat indah malam ini. pada akhirnya, semuanya bahkan menjadi sangat lebih dari sekedar indah untuk keduanya^^

[THE END]

Gimana-gimana? Hehe, Ffnya panjang banget yah dan jalan ceritanya agak sedikit membuatku greget. Awalnya ragu bikin FF yg seperti ini, aku ribet milih kata yg paling halus supaya Ffnya gak terlalu gimana gitu isinya. Kayak yg kata2 Yesung bareng Hyuna itu agak pusing juga tuh aku milih kata2nya, aku kurang suka dengan FF yg sudah mendekati seperti ini apalagi NC oh noooo. Tapi karena aku pingin bikin cerita yg jalannya begini, akhirnya aku tetap menyelesaikannya walau menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya. Lagipula FF ini dibuat kebanyakan setelah aku baca komik Jepang, jadi fikirannya jadi sedikit ngefly deh jadi ceritanya berkembang mengikuti emosiku setelah baca komik.

Yah, semoga suka deh sama FF nya walau begitu panjang. Aku mau kembali mencoba fokus buat ujian lagi, jadi FF lain nyusulnya agak lama lagi ya hehehe. Have a Nice Day!!

Oiya, lupa jelasin yg bagian Hyuna sama Yesung yg Yesung setuju buat nginap itu mereka sebenarnya gak ngapa2in yah. Jadi malam itu ceritanya, Yesung gunain kesempatan itu untuk mencari informasi penting mengenai Soeun itulah sebabnya Jongwoon mengetahui semua rahasia2 hyuna dan ibunya. Jadi jangan fikir ada sesuatu antara mereka yah, akunya gak rela T_T #authorkembalilebay #abaikan

34 Comments Add yours

  1. Irnawatyalwi mengatakan:

    Eh lnjutnx Langsung d post, cuman mau blng tlng ff lainx d lanjutn jg tpi stlh putri ujian aja y

  2. andri susilowati mengatakan:

    thorrr lsg koment dipart ini aja ya??
    hehehe ffnya daebakkklahhhh, OMG yesung kau???
    hahahaha…untunglah berakhir happy ending, krn gak suka sm sad ending.
    wooo.itu ssi donghae kasian amettt sini sama aku aja. haha
    paling suka sama bagian ini
    “Kau masih belum juga faham maksudku?” tanya Jongwoon lagi. “Baiklah, maksudku, aku hanya menemani mereka minum dan mendengarkan curhatan2 frustasi mereka. Aku tidak pernah melakukan apapun dengan mereka, tidak bahkan walau hanya melakukan ini..” Soeun sedikit kaget ketika Jongwoon malah semakin mendekatkan wajahnya kewajah Soeun. Jongwoon tersenyum melihat ekspresinya. Ia menghentikan gerakannya dan menatap Soeun yg terlihat gugup itu. “Kenapa kau malah gugup? Aku hanya berusaha menerangkannya agar kau tak salah faham lagi mengenai aku. ini contoh..” katanya pada Soeun.

    “C-Contoh?”

    Jongwoon tersenyum lagi, ia lantas kembali mendekati wajah Soeun dan kali ini mencium lembut bibir Soeun. hanya sekilas, karena dengan cepat ia mengangkat kembali wajahnya dan menatap Soeun.

    ngebayangin mukanya so eun pasti lucu bgt. hahaha
    dilanjut thor ff lainnya

  3. Seli m mengatakan:

    Aq suka endingnya,, hhe
    sma thor qu jg gg rela klw yeppa ngpa-ngpain ma hyuna😦
    pkoknya ffnya daebaj deh, sempet ngeluarin air mta jga nih pas sso lgi nngis cri yeppa ..
    Ok deh thor ditunggu ff lainnya ya,, coz suka jenuh juga klw gg bca ff sso eunnie😉

  4. mayaulidhasso mengatakan:

    akhirnyaa author comeback, tpi kok ff ny gini sihh???
    aku kurangg suka sama kyk author..
    tpi, pas ending ny aku sukaaa
    sebelum ny jg mian author ngoment ny sekaligus begini..
    hmm .. yudh aku tunggu ff/OS/TS yg lainnya yaa author,
    gomawo ^^

  5. vita mengatakan:

    kereeen..kereeenn..kereeenn..
    suka banget pairingnya..suka bangeet endingnyaa..
    feel nya berasaa…

    heii so eun, yesung oppa tak serendah yg kau fikir..

  6. Elisoniac mengatakan:

    salut ma haeoppa… #padahal sakittttttttt kalau jadi dia…hhhheee

    klimaks bener dah ntu konflikna… ngeri bacanya wktu soeun ngejudge yeppa segitunya…. tapi keren neh author….^^

  7. SayaCintaTaecyeon mengatakan:

    Waaahhh, kerenn!!! Totemo sugoi!!

    Sedih bgt pas Unnie datang ke bar trus ketemu ma Ye’ppa.. keliatan prustasi bgt..

    pokoknya keren deehhh.. yang Part 1 nya juga keren..

  8. ellis mengatakan:

    yah author skak bnget ma ending a tp kasian ma le dong hae qu….di tunggu next part ff yang lainya ya cingu.komawho

  9. Dear dHiyah mengatakan:

    Ending yg maniz ^^

    tp donghae oppa gmna ?? ksian s oppa … =(
    oowgghh ea q Lpa .. *nepok jidat*
    oppa kn k Amerika mo ngnaLin q k camer . gmna q bsa Lpa dg Hal spnting tu ??!!
    *ngemasin bju” k koper*
    *pLak! sarap*

  10. ticha_ mengatakan:

    sUukaA😀
    g nyAn9k bkln happy end_keke
    Q krA kerjAan’X opPa ampe sjAuh !tu_tp b9Z’x g_kk
    y9 pntn9 yeSso b’1_
    daebak

  11. Cinta kyuhyun saranghae soeun mengatakan:

    Oooo…
    Untung ada penjelasannya,,,pd hal td mau d tanyak jg (?)

    menguras air mata ffnya…😥😥
    mungkin dah hbs deh ni air mata…. #Lebay

    cie….cie..cie,….
    Ganggu yesso d pinggir pantai *kena siram pasir pantai* -anak kecil pergi aja sna!ganggu org dewasa!! ‘usir yesung’
    *pergi ke Amerika,ikut Haeppa :p*

    puspa bakalan ttp menantikan karya” ff mu cingu!!!

    Semoga ujiannya lancar!!!🙂

  12. noni eka s. mengatakan:

    kakak ff nya seru tapi mesti tbc😦
    keren keren hehe
    lanjutin ff yang lain juga ya kak

  13. geill mengatakan:

    sukaaaaaaaaaaaaa………………….banget ama endingnya………..
    ceritanya jg seru dan tersampaikan dgn baik, bisa q bayangi tiap ceritanya………….
    pokoknya ceritanya gak ngecewain malah top benget ama kisahnya…hahahaha……
    pairingnya juga q suka banget…..yesso……moga ada ffyg pairingnya yesso lg……….
    di tunggu ya ffnya yg lain…….
    semangat terus buat ujiannya ya………..moga berhasil dgn baik………fighty…….fighty……..

  14. djkyussoloverz mengatakan:

    lagi2 cm bsa brkata daebaaak… aku suka endingnya kereeeeen bgt… untg z yeppa gk ngpa2in sm hyuna***gk rela cz yeppa cm buat eonni sso z…heehheee mian bwt putri***
    aku tggu ff yesso lainnya n ff yg lain slain yesso n kyusso jg aku tggu……

  15. cloudsangel mengatakan:

    wuaaaa saya yang baca ampe pingin nangis. . . . feel-nya dapet banget. . .
    keren. . . . . . . . . ^^

  16. Anna mengatakan:

    Bheeerrr bnr bkin gemeeesss n nguras emosi ya #sesuatu,,ingat jnji adlh hutang mknny hrs ditepati,,ikt happy dgn endingny #i like it gomawo🙂

  17. damayantialfina mengatakan:

    keren ceritanya !!!
    yesung oppa cool abbiisss😀
    aku juga tdk rela yeppa melakukan sesuatu dg hyuna soalnya aku CLOUDs juga,,
    annyeong senang bertemu sesama clouds😀
    salam kenall😀

  18. Nury elf mengatakan:

    Alhamdlah y something (?) maksdnya happy ending🙂
    pdhal smpet deg-degan jg pas sso ngejugde yeppa ..
    Bner bner nih ff mnguras esmosi, ckckck ..
    Pkoknya daebak lah thor ..
    Ditunggu jja karya selanjutnya ,,
    author qu jga kngen nih ma lanjutan ff lain .. Pkoknya ditunggu deh wlw lama ;( .

  19. Nadya ELF mengatakan:

    Ni klo dijadiin drama beneran dpt rating tinggi nih!!!. Hebat!, q suka pas endingnya!

  20. sugarsoya mengatakan:

    Annyeong sya reader baru,
    Author… Ffnya keren abis… Aku suka so eun eonni, trus yesung oppa itu salah satu biasku di suju selain kyu oppa,
    Ampe nangis baca ff ini,
    Tpi seneng juga coz happy ending…

  21. kim sohyun mengatakan:

    kereeeeeeeeeeeeennnnnnnnnn
    berasa nonton drama langsung…dapet bgt feel’a…

    donghae baek y rela lepasin soeun utk yesung…

    keep writing y thor..
    dtunggu ff2 keren selanjut’a…:)

    *ni blog yg pling sering ku kunjungi bwt baca FF lho…

  22. QueenA FZ mengatakan:

    ni ff keren bgt sich.. seneng dech happy ending yg kyk gini. yesung ga jadi pergi… hehe
    jadi so eun bahagia bgt nich…
    jangan kapok buat ff yach….
    uda semingu buka blog ini terus lho liat ff yang baru ato cm ngulang baca aja.. hehe ^^v

  23. deewookyu mengatakan:

    Yesungie……….aku mau dong ” dikasih contoh ” ……..!!!!!!!! juga …

  24. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaa…. Akhur Ϋά̲̣̥ηġ mengharukan….
    Donghae oppa juga kerennnnn….
    ~♓éђê:D ..♓ёђê:p..♓èђe:D~
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__)

  25. mun taryati mengatakan:

    keren thor paling nyesek pas soeun marah ma yesung.ikut sedih waktu soeun nyari yesung..dan yg bkin senyum gaje waktu bagian terakhir yesung nyontohin ke soeun..pi semuanya keren..semangat author

  26. Choi shinae mengatakan:

    no coment…
    but i just wanna say ‘always perfect’
    :))))))

  27. Cloudy824 mengatakan:

    FF nya keren… aq bener2 suka karakter jongwoon disini..
    Penulisan bahasanya juga bagus, pokoknya DAEBAK!😀
    Aq harap author bakal bikin FF jongwoon lagi..
    Senang bisa baca ff di blog ini ^^

  28. Kim Ra rA mengatakan:

    Haha dulu baca langsung ke tengah aja sekarang baru tahu Awal sama akhirnya dan semakin buat saya Sukaaaaaaaaaaaaaa banget sama Sso apalagi disini Yesung terlihat Cuek tapi tetep Perhatian dan Hangat,,,,, keren keren keren
    Kenapa yach Kok mudah banget ngebayangin setiap alur cerita di Ff ini kaya lagi baca Sinopsis DraKor gitu,, hehehe Fellnya muncul gitu aja pokoknya Keren Dech,

  29. senrumi mengatakan:

    Happy ending ya keeeren😛

  30. Melli mengatakan:

    Kekekeke
    emosi ku di sini benar-benar terpancing, ceritanya menarik dan seru,

  31. Rani Annisarura mengatakan:

    suka sih sama endingnya tapi yesung sama hyuna nggak sama so eun….

    Tapi gpp tetap keren dan seru ceritanya🙂

  32. Putri mengatakan:

    Lgibiseng2 nyari ff kim so eun eunni, eh tbtb nemu ff ini. Ceritanya bagus bgt aku suka, pairingnya apa lagi hehe. Trus part yg aku suka pas udah mau akhir2 gitundeh, lucu pas ngebayangin muka soeun eunni hahaha. ditunggu cerita dgn pairing soeun-yesung yg lain yaa

  33. 2425yy mengatakan:

    suukkkaaa, akhirnya happy ending….

  34. Endang widiyati mengatakan:

    Wowww,,,manis bgt…Meski donghae hrs pergi tapi sikap gentlenya amat keren…So eun bs bahagia sm yesung oppa.Trus bibi m hyuna out dehhjj!!!!!Bye….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s