~Sweet Piece Of Love Part Part4~


Tittle     : Sweet Piece Of Love

Author  : PrincessClouds aka Putri Andina

Genre   : Romantic, Family, Friendship, Comedy

Cast       : Kim Soeun, Super Junior’s Yesung, SNSD’s Jessica, Super Junior’s Sungmin, Yesung’s Mom, Kim Jongjin, SNSD’s Tiffany, and Other….

Summary: Aku benci kau! Sangat membencimu! Sebentar aku bertemu denganmu kau menghancurkan seluruh hidupku. Kau membuatku bukan menjadi diriku, kau membuatku emosi sepanjang waktu!! Sebenarnya, aku ingin mengusirmu dari dulu. Tapi kenapa, setiap bertemu matamu aku bahkan tak bisa mengatakan kata “PERGILAH?!”

Soeun masih terdiam sambil membelakangi seseorang yg ia yakin sedang menatap heran kearahnya. Sementara orang dihadapannya menatap bingung dengan apa yg ia lakukan.

“Ck, apa yg sedang kau lakukan? Ayo cepat jalan dan kita pulang!!” Yesung berseru tidak sabaran pada Soeun yg tiba2 terlihat aneh. Soeun masih tak bereaksi. “HEY!! KIM…”

“Ayo pergi!!” kata Soeun cepat sambil menarik Yesung sebelum Yesung selesai berbicara. Yesung yg benar2 kaget dan tak mengerti hanya mengikuti saja, walau ia masih heran. Dari jauh, rombongan laki2 berjas yg tadi dilihatnya tampak mulai memasuki gedung dan tak memperdulikan mereka.

[]

“HYAA!!”

Yesung berseru kesal sambil menghentikan langkahnya dan menarik tangannya dari genggaman Soeun yg terus berlaku aneh dari tadi. Soeun daritadi menarik dan membawanya pergi dari tempat itu. nafas keduanya ngos-ngosan.

“Kau ini sebenarnya kenapa sih? Kenapa kau terus saja menyusahkanku. Apa yg kau lakukan? Kenapa kau lari2!!” seru Yesung panjang. Soeun tak menyahut, ia ngos-ngosan. Ia masih berfikir menjawab pertanyaan Yesung, tidak mungkin Soeun menceritakan kebenarannya pada Yesung.

“Huh, tidak ada. aku hanya ingin olahraga saja, makanya mengajakmu lari!!” Soeun menjawab santai dan tanpa dosa.

“Ck, kau ini!! kau benar2 Yeoja teraneh dan tergila yg pernah aku temui. Lain kali, kalau kau ingin melakukan hal2 yg tidak dilakukan manusia normal seperti itu tidak usah mengajakku. Apa kau tidak tahu, aku benar2 repot karena barang2 ini sementara kau terus menarikku!!” omel Yesung padanya dengan begitu kesal. Soeun hanya mndengus pelan dan cuek.

“Ya sudah, Maaf! Ayo pulang!!” kata Soeun begitu santai sambil berbalik dan berjalan didepannya.

“Aish gadis itu..” Yesung kembali mengomel sambil memperhatikan Soeun yg jalan didepannya dengan enaknya. Kemudian ia menatap barang belanjaan yg menumpuk ditangannya. “HEY!!” Yesung kemudian kembali memanggil dan menyusulnya.

“Ada apa?” tanya Soeun ogah-ogahan sambil berbalik dan menatap Yesung yg sedikit kesusahan karena barang2 bawaannya.

“Ulurkan tanganmu!!” perintah Yesung padanya.

“Untuk apa?” tanya Soeun bingung.

“Lakukan saja!!” seru Yesung cepat padanya. Soeun berdecak, lantas dengan malas ia mengulurkan kedua tangannya pada Yesung. “Kau bantu aku bawa ini!!” kata Yesung kali ini sambil memindahkan barang2 ditangannya pada Soeun. soeun kaget juga.

“Ya, apa yg kau lakukan?! Mereka bau!!” protes Soeun kaget.

“Ck, nona muda, jangan fikir kau bisa mengaturku! Karena kau tinggal dirumah dimana aku kepala keluarganya maka kau harus mengikuti peraturanku. Bawa semua barang2 ini, kau harus mulai bersosialisasi dengan lingkungan kami!!” kata Yesung sambil memindahkan semua barang belanjaan itu pada Soeun hingga Soeun benar2 kesulitan. Bahkan sebagian wajahnya sudah ditutupi oleh barang2 tersebut. Yesung menatap puas setelah itu. “Terlihat bagus!!” katanya puas.

“HYA!! Bagaimana seperti ini! bagaimana bisa kau menyuruhku membawa semuanya sementara kau tak membawa apapun!!” soeun protes dengan sulitnya. Yesung tersenyum santai.

“Kita gantian! Tadi aku sudah membawa semuanya dan kau santai. Sekarang aku yg santai dan kau yg membawa semuanya..” kata Yesung merasa menang.

“Tapi kau itu laki2 kau tak seharusnya memperlakukan wanita seperti ini!!” protes Soeun masih dengan payahnya. Yesung tersenyum puas, ia lantas mengambil sebuah barang paling atas yg sedikit menutupi wajah Soeun. hingga kini Soeun dapat melihat lebih jelas didepannya.

“Aku akan membantumu membawa ini. kau bawa sisanya!!” kata Yesung sambil menunjukkan sekotak tisu sambil tersenyum. Ia lantas berbalik dan berjalan duluan meninggalkan Soeun yg benar2 terpana.

“HYA!! BAGAIMANA SEPERTI ITU!! SETIDAKNYA KAU BAWA SETENGAHNYA! INI BERAT!!” protes Soeun pada Yesung yg telah berjalan duluan. Yesung tak menyahut, ia pura2 tak mendengar. “YA!!” seru Soeun lagi. Yesung masih tetap tak mendengarnya, ia bahkan sengaja berlagak didepan Soeun. ia berjalan santai sambil meniti tembok2 samping trotoar dan bersenandung kecil.

“Aish, Namja ini!!” Soeun mengomel kesal karena tak juga didengarkan. Ia berjalan hati2 menghindari barang2 itu terjatuh darinya. Ia melayangkan lagi pandangannya pada Yesung yg masih berjalan dengan senangnya didepan. “HYA!!” Soeun kembali berseru padanya agar Yesung mau membantunya. Tapi Yesung masih tetap dengan kegiatannya, bersenang2 didepan sana.

Soeun berdecak, lantas karena kesal ia mengangkat barang yg ada ditangan kanannya. Dengan sadar Soeun melempar Yesung dengan benda itu.

“Akh!!” Yesung mengeluh ketika sesuatu menghantam kepalanya. ia mengusap kepalanya, berbalik kebelakang menatap Soeun yg benar2 emosi dibelakangnya. “HEY!! KENAPA KAU MENYERANGKU!!” seru Yesung tak kalah kesal sambil memungut kembali sayurannya yg tadi dilempar Soeun kearahnya. Soeun tak menyahut, ia kemudian mengambil barang lainnya dan melemparkan lagi pada Yesung. Yesung yg kaget segera menghidar dari barang yg melaju cepat padanya.

“YAK!!” seru Yesung kesal.

“Kau bantu membawa ini atau kubunuh kau!!” seru Soeun kesal padanya.

“KAU MENGANCAMKU!!”

Guk Guk Guk!!

Keduanya sama2 kaget dengan suara yg ada ditengah pertarungan mereka itu. Soeun membulatkan matanya melihat sesuatu yg bergerak dibelakang Yesung. Yesungpun menoleh kearah belakangnya.

“KYAAA!!” keduanya berteriak reflek ketika seekor anjing tampak berlari dengan kecepatan tinggi kearah mereka. Tampaknya si anjing adalah korban dari lemparan telur yg tadi dihindari Yesung hingga ia tampak ingin menuntut balas sekarang.

“LARI!!” Yesung berseru cepat sambil mengambil langkah seribu. Tak mau kalah, Soeun malah melepas semua yg ia pegang dan ikut berlari menghindari hewan yg mengamuk itu.

()

Ibu Im Bokyung menatap serius dua orang dihadapannya. ia tampak kesal sambil memperhatikan keduanya yg duduk menunduk didepannya sambil mengangkat kedua tangan mereka keudara. Jongjin tampak menonton kejadian itu sambil ketawa-ketawa.

“Maaf bu..” Yesung kembali bersuara pelan agak takut2 pada ibunya.

“Semua ini terjadi karena kalian yg selalu saja bertengkar. Hal itulah yg membuat ini terjadi. sekarang lihat apa yg terjadi, karena kalian kita tidak bisa membuka toko!” kata ibunya sambil geleng2 kepala.

“Maaf bibi, tak akan aku ulangi..” Soeun ikut merasa bersalah sambil menundukkan kepalanya. ibu Bokyung terdiam, ia memperhatikan dua anak muda dihadapannya. sementara Jongjin masih saja cekikikan sendiri melihat mereka dan mengingat apa saja yg terjadi antara mereka. Tak bisa dibayangkan betapa serunya ketika melihat dua orang ini panik karena dikejar anjing sambil membuang semua barang belanjaan begitu saja. Haha! Pasti lucu sekali!

“Begini saja, kalian kumaafkan tapi kalian harus dihukum!” kata ibu Yesung serius. Keduanya semakin menundukkan kepala.

()

“Ya! Ayo Lebih cepat! aku mengantuk!”

Yesung berseru pada gadis disampingnya sambil terus mengelap kaca dengan tangan kirinya. Soeun tak menyahut, ia mengangguk lesu sambil menggerakkan tangan kanannya ikut memersihkan kaca. Melakukan hukuman mereka.

“HWAA!! AKU LELAH!! AKU TAK MAU MELAKUKAN INI!!” seru Soeun tiba berteriak merengek sambil melempar kain pembersih kaca didepannya kedalam ember berisi air lagi. Soeun mendengus, ia kemudian turun dari kursi tempat mereka berdiri yg mau tak mau membuat Yesung ikut tertarik.

“Ya! Pelan-pelan! Pergelangan tanganku sakit!” Yesung berseru sambil mengikuti Soeun. Yesung ikut duduk disamping Soeun, ia tampak meringis karena tarikan Soeun tadi. Ia mengangkat tangan kanannya yg membuat tangan Soeun yg dibelenggu dengan benda yg sama ikut tertarik karenanya. “Lihat, tanganku gores karena terkena pinggir borgol ini!” keluh Yesung sambil memperhatikan tangannya.

Soeun tak menyahut, tak memperdulikan ucapan Yesung tersebut. Ia masih tampak menunjukkan wajahnya yg sebal. “aku lelah, aku sudah tak mau lagi melakukannya. Pokoknya tidak mau!” katanya merengut.

“Kalau kau tidak mau. Hukuman ini tak akan berhenti!” Yesung menyahut cuek sambil meniup tangannya yg sedikit terluka karena borgol yg menyatukan salah satu tangan dari mereka berdua. Yah, jadi inilah hukumannya, mereka disuruh membersihkan seisi restoran dengan tangan saling terhubung satu sama lain. “Lagipula ini salahmu! Kalau kau tak membuang belajaan tadi pagi, kita tak akan merasakannya!” kata Yesung sambil menghentikan pekerjaannya dan menatap Soeun disampingnya. Soeun menatapnya tajam.

“Tidak mungkin bukan aku tetap membawa barang2 itu sementara ada anjing buas yg mengejarku? Lagipula itu salahmu, kalau kau tak memberikan semua barang2 itu aku tak akan melakukannya sehingga semua tak harus terjadi!” kata Soeun kesal padanya.

“Habis kau benar2 membuatku kesal. kenapa tadi kau tak membantuku sama sekali? Kau malah merepotkanku dengan nenek2 itu serta lari2an tak jelas seperti tadi. Sudah tahu aku membawa barang yg berat!” seru Yesung tak mau kalah. Soeun berdecak, tak menyahut, ia tak mungkin menjawab pertanyaan Yesung yg ini. mengenai pertemuan dengan kakeknya yg tadi itu.

“Tapi kenapa hukumannya harus seberat ini? aku lelah, aku belum pernah melakukannya. Dan ini, apa ini.. kenapa harus memakai ini?!” katanya kembali merengek kesal sambil mengangkat tangannya yg juga membuat tangan Yesung ikut tertarik. Sekali lagi Yesung meringis karena tangannya perih.

“Hya, pelan-pelanlah! Tanganku benar2 sakit karena daritadi kau terus menariknya kasar!” seru Yesung agak lemas padanya. Soeun terdiam, menghela nafas, menurunkan lagi tangan mereka. Ia lantas menatap kosong dihadapannya. “Ibu sepertinya tahu kalau hubungan kita tidak baik. Itu sebabnya ia memberikan hukuman seperti ini dengan harapan kita bisa lebih mendekatkan diri dan saling akur..” Yesung tampak ikut menatap lurus sambil kembali bersuara.

Soeun tak menyahut, ia tak tahu harus mengatakan apa. Jujur saja, ia tiba2 sangat sedih sekarang entah sedih karena apa. Yang jelas, ia benar2 merasa tersiksa dengan semua ini. selama ini, Soeun tak pernah merasakan kelelahan yg sangat karena mengerjakan hal ini sebelumnya. Sehingga ketika ia merasakannya, badannya sakit2 dan rasanya ingin mati ditambah rasa perih ditangannya yg mungkin juga tergores sisi borgol. Air matanya meleleh tiba2.

“Aku lelah…” Soeun terisak tertahan membuat Namja disampingnya menoleh kaget.

“Ya! Kenapa kau malah menangis?!” katanya bingung dan sedikit panik. Soeun tak menyahut, perlahan isakannya yg tertahan malah semakin lepas dan lebih keras lagi. yesung tambah panik dibuatnya, ia takut ada yg mendengarnya. “Sst, hentikan! nanti orang berfikir aku telah melakukan hal yg macam2 padamu..” kata Yesung berbisik dan bingung.

Soeun sedikit menahan isakannya, menahan suara kesedihan yg mungkin akan membuat ibu Yesung atau Jongjin terbangun karena suaranya. Ia berusaha meredam kesedihannya yg entah kenapa meledak tiba2 itu. kini ia sesegukkan berusaha meredam suara tangisnya. Yesung masih menatapnya bingung dan panik.

“Kau sudah lebih baik?” tanyanya lagi. Soeun tak menyahut, ia masih saja sesegukan disana. Yesung menghela nafas. “Aku tahu, mungkin ini berat untuk Yeoja sepertimu. Tapi, ibu sama sekali tidak bermaksud menyiksa kita. Ibu hanya melakukan hal yg sudah seharusnya..” kata Yesung padanya yg masih tak dijawab oleh Soeun.

“Tapi aku tak bisa melakukannya, aku tak terbiasa..” ucapan terisak Soeun keluar untuk pertama kalinya.

“Aku tahu, tapi kau seharusnya memahami maksud ibu. Ia melakukan hal yg seperti ini agar kita menyesal dan tak lagi melakukannya. Kita memang seharusnya tidak bertengkar kan?” kata Yesung padanya. Soeun tak menyahut, masih sesegukkan, namun dalam hati ia membenarkannya. “Kau mungkin faham kalau hidup memerlukan aturan. Karena aturan tersebut akan membuat dunia berjalan seharusnya. Coba kalau tidak ada aturan didunia ini, mungkin semuanya akan hancur dengan cepat. Itulah maksud ibuku, ia ingin kau mengerti aturannya. Aturan yg memang harus diikuti untuk kehidupan yg lebih baik..” kata Yesung. Soeun sesegukkan, tak mengatakan apapun, hanya mendengarkan setiap kata2 Yesung yg kembali untuk kedua kalinya berkata lembut padanya setelah di Namsan Tower.

“Aku iri padamu, aku iri karena kau punya ibu yg bisa mengaturmu seperti itu. sementara aku…”ucapan pelan Soeun lagi2 keluar. Yesung agak terdiam mendengarnya, iba. Lantas ia tersenyum.

“Kau bisa anggap dia ibumu kalau kau mau. Ibuku tidak akan membedakanmu, aku lihat dia sayang padamu. Jadi, aku tak perlu iri, karena kaupun bisa memiliki kasih sayangnya..” kata Yesung mecoba menenangkannya. Soeun tak menyahut, masih meredakan isakannya sambil mencerna setiap ucapan Yesung tersebut. Yesung tersenyum. “Jadi, apa kau mau melanjutkan hukuman ini? tinggal satu lagi kita selesai dan istirahat..” kata Yesung hati2 padanya.

Soeun tak menyahut, ia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju sambil meredakan semua tangisnya.

“Ya sudah, ayo!” Yesung kembali bersuara dan tersenyum padanya. Soeun mengangguk, lantas setelah Yesung berdiri ia ikut berdiri. Keduanya lantas kembali menaiki meja yg tadi dan menyelesaikan hukuman mereka yg terakhir.

Sementara itu tanpa mereka sadar, sepasang mata terus memperhatikan mereka beberapa meter dari mereka. Mata itu tampak sedikit basah ketika sebuah tangan menyapu butiran bening disana. Ia menatap dua orang yg kini tampak lebih akur dan tenang dari sebelumnya itu. diam2 ia tersenyum.

()

Soeun menuruni tangga rumah keluarga Yesung sambil mengucek matanya yg lumayan masih mengantuk. Dibawah sana, ia lihat di depan meja makan dua orang saudara laki2 tampak tengah melakukan kegiatan mereka masing2. Jongjin sibuk dengan surat khabar ditangannya, sementara Yesung sibuk obat-obatan ditangannya. Mengobati luka akibat borgol kemaren yg memang malukainya.

“Kau sudah bangun?”

Perhatian dua kakak beradik itu sama teralihkan ketika terdengar suara ibu mereka bicara dengan seseorang. Soeun hanya tersenyum menjawab pertanyaan ibu Yesung yg baru saja datang dari dapur.

“Kalau begitu ayo sarapan..” kata ibu Yesung sambil tersenyum. Soeun mangangguk, ia lantas ikut beranjak mendekati meja. Sejenak tatapannya dengan Yesung yg sibuk dengan lukanya bertemu. “Ommo, Jongwoon-ah. Kau benar2 terluka, apa itu parah?” ibu Yesung kembali bersuara sambil mengusap rambut anak sulungnya. Yesung tampak tersenyum sambil mendongakkan wajahnya menatap ibunya.

“Tidak parah kok bu, tidak terlalu buruk..” sahutnya sambil tersenyum. Ibu Yesung tersenyum, ia lantas mengalihkan perhatiannya pada Soeun yg terpaku disana.

“Tanganmu bagaimana nak Soeun? Yesung saja terluka begini, kau pasti lebih parah..” tanya ibu Yesung yg sukses membuat Soeun terkaget. Yesung tampak ikut mengalihkan perhatiannya pada Soeun, begitupun Jongjin.

“Hhum, aku tidak apa2. Hanya gores sedikit dan tidak fatal..” sahutnya sedikit gugup. Ia tersenyum sambil menunjukkan tangan kirinya yg memang hanya menunjukkan sedikit goresan yg tidak parah. Setidaknya tidak sefatal Yesung, tentu saja, gerakan Soeun yg sedikit kasar kemaren tidak melukainya tapi berbeda dari Yesung yg merasakan gerakan kasar besi itu menggores pergelangan tangannya *Ngilu…*

“Baguslah kalau tidak apa2. Oiya, ibu minta maaf ya pada kalian berdua pada hukuman itu yg mungkin sedikit keterlaluan…” kata ibu Yesung rendah.

“Hum, tidak kok bi. Aku mengerti, dan aku tidak keberatan. Lagipula, yg kemaren memang sudah keterlaluan..” sahut Soeun sambil tersenyum. Sekilas ia dapat melihat Yesung tersenyum samar setelah ia mengatakannya.

“Ya sudah, jadi kita lupakan dan mulai makan saja. Kalian pasti sudah lapar..” ibu Yesung kembali pada Soeun dan membawanya kebangku terdekat. Berhadapan dengan Yesung dan bersebelahan dengan Jongjin.

()

“Ck, jadi hari ini yang kepasar aku?” Jongjin selesai makan dan melirik ibunya yg duduk tepat didepannya.

“Kau menemani ibu, kau harus membantu ibu membawa barang belanjaan..” Yesung ikut berbicara ditengah kegiatan mengunyahnya.

“Aku juga ikut ya..” kata Soeun ikut bicara yang membuat semua orang menoleh padanya.

“Untuk hari ini sebaiknya belum dulu Soeun. semalam kau tidur tengah malam, akan lebih baik kau beristirahat dirumah..” ibu Yesung tersenyum mengatakannya.

“Lagipula bukankah menurutmu belanjaan itu bau?” Yesung mendelik padanya membuat Soeun tergagap.

“Oh itu.. itu hanya..”

“Besok, yang belanja baru kalian lagi. Mulai dari sekarang, tugas belanja dilimpahkan pada kalian berdua saja kecuali hari sabtu dan minggu. Di hari sabtu dan minggu, biar aku dan Jongjin yg pergi..” ibu Yesung memotong ucapan Soeun. Soeun agak terdiam mendengarnya, mengalihkan perhatiaannya pada Yesung yg sibuk makan didepannya. “Dan, untuk selanjutnya kalian tidak boleh seperti kemaren ya. Kalian harus bertanggung jawab atas tugas apapun yg dilimpahkan pada kalian..” kata ibu Yesung sambil melirik keduanya.

“Baiklah, pasti aku lakukan!” Soeun berseru semangat setelah kata2 ibu Yesung yg membuat semua orang tersenyum mendengarnya.

“Ah, begini ternyata rasanya punya anak perempuan. Suasana jadi begitu ceria. Andai aku punya seorang putri. Tapi sayang, tuhan hanya memberiku….” kata ibu Yesung tampak tersenyum setelah ucapan Soeun yg langsung membuat dua anaknya melirik kepadanya.

“Ibu mulai lagi! inilah hal yg tak kusuka dari ibu! Kami merasa tak diharapkan untuk dilahirkan kedunia!!” Jongjin protes keras pada ibunya. Yesung langsung mengangguk.

“Ya, ibu selalu begitu! Ck, ibu terlalu terobsesi dengan anak perempuan!!” Yesung ikut mengomel keras. Ibunya tersenyum mendengar anak2nya protes lagi.

“Habis, punya anak perempuan itu menyenangkan. Bisa didandani, bisa diajak berunding mengenai gaya berpakaian, bisa masak bersama, dan pasti akan senang melihat mereka bercerita mengenai pacarnya. Ahh, betapa manisnya..” kata ibu Yesung bersemangat menceritakannya. Soeun juga tersenyum mendengarnya. “Tapi sekarang, aku rasa aku bisa melakukan semua itu. karena.. ada Soeun disini, iyakan Soeun..” kata ibu Yesung bersemangat pada Soeun. Soeun langsung mengangguk senang.

“Ya, bibi kita bisa melakukannya. Itu pasti menyenangkan!!” seru Soeun ikut bersemangat. Sementara dua laki2 diruangan itu hanya menunjukkan wajah sedikit tak senang mereka.

“Sepertinya aku akan tergusur, setelah kamar ku sekarang sepertinya posisiku. Bagus!!” kata Yesung datar sambil mengaduk makanannya.

“Ck, aku mengerti fikiranmu hyung. kau pasti merasa tergusur sekarang, mengingat ibu sudah menemukan objek yg akan didandaninya yg lain kini. Jadi, ibu tak akan pernah lagi mendadanimu seperti dulu!!” kata Jongjin tiba2 lebih bersemangat sambil melirik Yesung yg tiba2 sedikit memucat.  Yesung tergagap, lantas setelah beberapa saat ia salah satu makanannya tepat mengenai Jongjin. Jongjin mengaduh. Soeun bingung, sementara ibu Yesung tampak tersenyum geli sendiri.

“Ya, punya anak yg bisa didandani itu memang menyenangkan. Kau tahu Soeun, dulu..”

“Hhum ibu, kenapa ibu terus berbicara ketika makan? Bukankah itu tidak baik!” Yesung tiba2 memotong ucapan ibunya dengan wajah sedikit memerah. Soeun semakin tak mengerti dengan yg telah terjadi, sementara Ibu dan adik Yesung cengengesan.

“Kau tahu Soeun? dulu, waktu kecil Yesung hyung sering didandani seperti anak perempuan oleh ibu. Yesung hyung kemudian diperkenalkan sebagai perempuan pada teman2nya. Yesung hyung sering dipakaikan aksesoris perempuan..” kata Jongjin tiba2 yg membuat wajah Yesung benar2 memerah.

“APA?!” Soeun tak menyangka sambil tertawa setelahnya. Yesung hanya diam sendiri, tak mengatakan apapun, ia memegangi kepalanya.

“Ya Soeun, habis dulu aku begitu menginginkan anak perempuan tapi aku diberi anak laki2 yaitu Yesung. Tapi, waktu itu Yesung tumbuh sangat cantik seperti anak perempuan jadi itu sebabnya aku memamfaatkan hal itu untuk memenuhi keinginanku memiliki seorang putri. Sampai ketika ia masuk  taman kanak2, aku mendandaninya layaknya seorang anak perempuan dan Yesung selalu terlihat lebih cantik daripada teman2 perempuannya yg lain!!” kata ibu Yesung menceritakan semuanya dengan begitu semangat dan tertawa membayangkannya. Soeun dan Jongjin juga tertawa mendengarnya, meninggalkan Yesung yg frustasi sendiri. Haha!!

“YA HENTIKAN!! TIDAK LUCU!!” Yesung berseru jengkel. Sementara semua orang hanya terus tertawa apalagi Soeun yg benar2 tertawa keras sampai2 ia hampir menangis. yesung hanya menekuk mukanya dengan kesal melihat teman2 makannya.

()

Yesung menghentikan laju motornya tepat didepan sebuah toko bunga. Setelah memarkir sepeda motor dan membuka helmnya, Yesung kemudian beranjak mendekati toko bunga tersebut.

“Anyeong Haseyo..” si penjaga bunga langsung menyapa Yesung ketika ia mendekat. Yesung membalas penghormatan yg diberikan oleh penjaga toko tersebut.

“Anyeong Haseyo..” balas Yesung. Yesung tersenyum, memperhatikan bunga2 yg terletak dihadapannya yg bervariasi jenis dan warna.

“Anda mencari bunga untuk kekasih anda tuan?” tanya penjaga bunga tersebut pada Yesung. Yesung tak menyahut, ia hanya mengalihkan perhatiannya pada penjaga toko bunga tersebut sambil tersenyum. “Bunga sejenis apa yg kekasih anda sukai?” tanya penjaga toko.

“Entahlah, aku juga tidak terlalu tahu seleranya..” Yesung menyahut sambil memperhatikan lagi bunga2 tersebut. Matanya tiba2 tertuju pada sebuah bunga berwarna putih, ia meraih dan mencium aromanya.

“Ini bunga lili tuan. Pilihan anda sangat bagus, kekasih anda pasti menyukainya..” kata penjaga toko tersebut pada Yesung yg asyik tersenyum sambil mencium aroma bunga tersebut. “Hum, kalau anda mau kami juga menyediakan warna lainnya tuan. Kami juga punya warna merah, biru, dan ungu..” katanya pada Yesung. Yesung mengangkat wajahnya.

“Oh, aniyo, aku lebih suka warna putih. Aku fikir putih terlihat lebih indah karena ia memiliki warna yg lembut dan terkesan jujur…” sahut Yesung yg dijawab senyuman penjaga toko tersebut.

“Saya sependapat dengan anda…”

Yesung tersenyum, memperhatikan bunga itu kembali. Ia lantas mengangkat kepalanya menuju si penjaga toko.

“Aku beli yg ini, tolong bungkuskan ya nyonya..” kata Yesung sambil tersenyum.

“Baiklah..”

“Oiya, tunggu!” Yesung berseru memanggil penjaga toko yg hampir menjauh. Hingga penjaga toko itu kembali berbalik dan menatap Yesung. “Hum, bisakah aku memasukkan ucapan kedalamnya?” tanya Yesung kemudian.

()

“Sica!!”

Teriakan Tiffany sukses mengagetkan Jessica yg baru saja hendak meminum minumannya hingga gadis berambut pirang itu tersedak. Jessica terbatuk, menatap Tiffany yg mendekat padanya.

“Hhuk!! Kau, tak bisakah tidak mengagetkan?” Jessica mengomel karena kesal. tiffany hanya cengengesan dan duduk disampingnya.

“Hey, ada yg ingin aku bicarakan denganmu..” kata Tiffany sambil meletakkan bukunya keatas meja. Jessica menoleh antusias setelah kata2 itu. “Ada yg ingin bertemu denganmu tuh!” sambungnya.

“Nuguya?” tanya Jessica heran. Tiffany tersenyum, ia lantas mengedikan kepalanya kearah kanan. Menyuruh Jessica untuk melihat orang yg dimaksudnya. Jessica menoleh kearah sana, seorang Namja tampak tersenyum dari jauh padanya sambil memegang sebuah bunga. Jessica hanya balas tersenyum, ia lantas membalikkan badannya dan menatap Tiffany. “Maksudnya apa ini Hwang?” tanyanya pada Tiffany. Tiffany tersenyum.

“Kau kenal dia bukan? dia itu adalah orang yg mengagumimu sejak lama. Dia ingin lebih dekat denganmu. Aku hanya membantunya, Jung!” sahut Tiffany cuek sambil meraih minumannya sendiri yg baru saja diantar kemeja mereka.

“Kau bercanda?!” tanya Jessica bernada tak santai. Tiffany menghentikan minumnya, dan menatap temannya.

“Ck, ayolah, kaukan sudah putus dengan Yesung cat mu. Kenapa kau masih saja kau menutup hati pada orang yg ingin dekatmu. Kau bilang, kau sudah tak mungkin menerima Yesung bukan? jadi kau harus membuat jalan hidup yg baru..”

“Tapi ini terlalu cepat..”

“Ck, cepat apanya, kalian sudah putus kau yg putuskan. Jadi untuk apa kau harus bersikap patah hati begini. Kembali normal saja lah, toh diakan tampan..” kata Tiffanya lagi pada Jessica. Jessica tak menyahut, ia tampak bingung. Tiffany hanya cuek sambil meminum minumanya lagi.

()

“Anyeong haseyo…”

Penjaga toko bunga tersebut kembali tersenyum sambil menyapa satu pelanggannya yg baru memasuki tokonya. Pelanggan tersebut tersenyum, dan balas memberi hormat pada si penjaga toko.

“Anyeong Haseyo..”

Gadis bersweater coklat muda itu tersenyum. Ia lantas nampak melihat-lihat bunga didepannya. memperhatikan bunga satu persatu, dan kadangkala mencium aroma beberapa bunga yg membuatnya tertarik.

“Anda ingin mencari bunga seperti apa nona?”

Gadis itu tersenyum ketika penjaga itu kembali bertanya. Ia kemudian melayangkan pandangannya menuju sebuah bunga didepannya. ia kemudian meraih dan mencium aromanya.

“Aku memilih ini, Lili putih. Tolong ambilkan tiga buklet untukku..” katanya sambil tersenyum dan mencium aroma bunga ditangannya itu lagi. penjaga itu tersenyum.

“Pilihan yg sangat bagus nona. Hum, mungkin anda membutuhkan warna yg lainnya? Kami juga mempunyai warna lain disini. Kami mempunyai merah, ungu, serta biru…”

“Oh, aniyo..” gadis itu menggeleng sambil tetap tersenyum. Ia lantas melirik bunganya, memperhatikan bunga putih yg beraroma khas itu. “Aku suka warna putih. Karena warna putih terlihat lebih indah dan terlihat lembut. Walaupun ia hanya mempunyai warna yg terkesan begitu sederhana, tapi ia selalu terlihat istimewa..” kata gadis itu sambil melirik bunganya. Pelayan itu tersenyum, sudah dua kali ia mendengarkan kalimat yg sama dari dua mulut yg berbeda untuk sebuah jenis bunga yg sama.

“Saya setuju dengan anda…” kata penjaga toko itu kemudian.

()

Yesung kembali menghentikan laju motornya di depan kampus Jessica. Yesung tersenyum, lantas ia membuka helm dan turun. Yesung lantas meraih bunga yg tadi telah ia beli. Yesung tersenyum sambil menghirup kembali aromanya.

“Wangi, kuharap Jessica menyukainya..” gumannya setelah mencium bunga tersebut. Yesung kemudian menoleh kearah pintu gerbang kampus yg masih terbuka. Masih belum terlihat Jessica disana, Yesung akhirnya memutuskan untuk menunggu.

~

Setengah jam lamanya Yesung telah menunggu disana. Tapi Yesung tampak tak bosan sama sekali, ia masih setia duduk diatas motornya sambil terus memegang Lili putihnya. Ia tampak tetap begitu senang serta berfikiran yg baik untuknya hari ini.

Hingga pada akhirnya Yesung melihat seorang Yeoja yg baru keluar dari dalam. Wajah Yesung yg tadinya antusias dan penuh senyum tiba2 terurungkan dari wajah tampannya begitu saja. Ia menatap tanpa ekspresi dua orang yg keluar dari dalam sana.

Jessica tampak keluar bersama Namja lainnya. Mereka terlihat dekat, bahkan akrab. Yesung terdiam, mencoba berfikiran baik melihat hal tersebut. Tapi ketenangannya itu sedikit terusik ketika Namja itu mengulurkan sebuklet bunga pada Jessica. Yesung dapat melihatnya, bunga itu terlihat dua kali lebih besar daripada miliknya. Jessica pun juga terlihat senang menerimanya, senyuman terlihat diwajahnya.

Yesung menghela nafas, tersenyum samar dan tersirat kecewa sambil melirik bunga yg masih berada dalam genggamannya. Ia lantas mengalihkan perhatiannya pada dua orang yg tak menyadari kehadirannya karena Yesung berdiri ditempat yg sedikit tersembunyi.

Lama Yesung memperhatikan mereka hingga keduanya memasuki mobil begitu saja. Yesung masih tetap memperhatikan mereka ketika mobil itu perlahan bergerak hingga melewati dirinya. Yesung terus memperhatikan mobil itu ketika mobil itu lewat dihadapannya. jessica yg baru menyadari kehadirannya tampak sedikit kaget dengan kehadirannya disana ketika ia melewati Yesung. Yesung hanya memberikan senyuman kecilnya ketika pandangan mereka bertemu. Jessica akhirnya pergi.

Yesung mengalihkan perhatiannya ketika mobil itu benar2 telah menjauh dari dirinya. Ia lantas menatap bunga digenggamannya, senyuman samar dan halus tampak terlihat dari wajahnya yg tampak mencoba tetap terlihat tenang. Setelah beberapa saat, ia kembali mengikatkan bunga itu ditempat dimana tadi ia letakkan ketika membawa kemari. Yesung lantas kembali menaiki motornya, lantas Yesung meninggalkan tempat itu.

()

Soeun bersimpuh didepan sebuah makam sambil meletakkan bunga lili putih yg dibawanya disana. Ia tersenyum tipis, menatap hamparan makam sudah terlihat datar itu. lantas menatap dua makam lainnya disampingnya.

“Ayah, ibu, Sojun oppa, aku datang…”

Hening, tiada kebisingan sama sekali disana karena saat ini memang tak ada orang disana selain Soeun. Soeun masih tersenyum begitu tipis dan begitu samar sambil menatap tiga makam didekatnya.

“Ayah, ibu, mungkin kalian sudah tahu kalau aku meninggalkan rumah. Mungkin kalau seandainya kalian masih ada kalian akan memarahiku karena lagi2 membuat tingkah dan merepotkan seperti ini. kalian pasti juga akan menghukumku kemudian..” kata Soeun lirih sambil tersenyum tipis melihat keduanya.

“Kalian jangan khawatir, aku baik2 saja. Keluarga tempat aku tinggal saat ini sangat baik. Mereka memperlakukanku dengan begitu baik, aku senang berada disana..” sambungnya pelan. Soeun tersenyum lagi, perlahan air matanya meleleh dari kedua matanya.

“Ibu tempat aku tinggal sangat baik denganku. Dia sudah menganggapku seperti anaknya dan memperlakukanku dengan begitu baik. Keluarga mereka juga begitu hangat. Rasanya aku merasakan kembali masa kita masih bersama, waktu semuanya masih ada. waktu ayah, ibu, dan oppa masih berada didekatku..” kata Soeun perlahan mulai terisak kini. Air matanya jatuh, menyapu kedua pipinya dan meninggalkan dua anak sungai.

“Ayah, ibu, oppa, aku bagaimana ini? Aku benar2 merindukan kalian..” kata Soeun sedikit parau sambil menahan isakannya.

()

Yesung melemparkan kembali kerikil-kerikil yg ada disana kedalam Sungai Han didalamnya. Ia tampak lelah, capek, dan pastinya sedih hingga ia tak memutuskan langsung pulang. Yesung berdiri disana, merenungkan semuanya sambil mengusir kegalauannya dengan melempar kerikil2 yg ada disekitarnya disana.

Yesung menghembuskan nafas, ia menghentikan kegiatannya itu sejenak. Mata kucingnya menatap lurus kedepannya dengan pandangan yg sulit dijelaskan. Apa yg salah? Kenapa ini benar2 membuatnya kecewa? Pada nyatanya, beginilah ia adanya. Akhir hubungannya dengan Jessica benar2 mengganggunya. Kalau saja akhir hubungan mereka ini mempunyai alasan yg benar tentu Yesung tak akan seperti ini, ia akan melepaskannya dengan begitu rela. Tapi ini berbeda, mereka putus karena Jessica salah faham dengannya. Hal inilah yg membuat Yesung benar2 tidak tenang sebelum meluruskannya dan mungkin melanjutkan hubungan mereka ini.

Sebelumnya, Yesung bertekad untuk meluruskan semuanya dan mengembalikan kepercayaan Jessica padanya. tapi apa yg dilihatnya tadi benar2 membuatnya menghentikan langkah2nya. Jessica telah bersama yg lain, bagaimana mungkin Yesung akan terus mengejarnya sementara ia telah mengalihkan hatinya pada hati yg lain. ini benar2 membuatnya bingung.

Akhirnya setelah memikirkan itu, Yesung memilihnya. Yesung memilih menghentikan usahanya untuk mengejar Jessica kembali. Yesung rasa sudah cukup semua usahanya, sudah saatnya ia berbalik dan menghentikan semuanya.

Yesung tersenyum tipis, ia menengadah keatas langit melihat langit yg sudah mulai menampakkan akan hujan. Lantas setelah itu ia kembali melempar kerikil yg ada disekitarnya kedalam sungai Han. Yesung berharap, hujan & kerikil2 itu akan membawa seluruh masalah yg membebaninya akan ikut tenggelam disana, didalam sungai Han.

()

Soeun masih duduk didepan makam keluarganya. Ia menangis sambil memeluk kedua kakinya dan menyembunyikan wajahnya disana. Hujan sudah mulai turun, tapi Soeun benar2 tak peduli. Ia benar2 sedih mengingat keluarganya. Soeun terus menangis disana, hingga ia tak menyadari sepasang kaki mendekat kearahnya.

Sungmin terdiam, memperhatikan sosok yg dikenalnya itu yg tengah menangis hebat dibawah kakinya. Firasat Sungmin benar bukan? Soeun pasti disini. Sungmin kemudian memayungi Soeun dengan payung ditangannya.

“Soeun..”

Soeun mengangkat wajahnya ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya. Sedikit kaget melihat Sungmin disana. Lantas Soeun dengan cepat menghapus air matanya dan bangkit.

“Kau..” gumamnya pada Sungmin sambil menghapus air matanya.

“Apa yg terjadi? kenapa kau lari dari rumah?” tanya Sungmin padanya. Soeun tak menyahut, ia mengalihkan perhatiannya mencoba mencari alasan. “Sebaiknya kau pulang, Soeun…” tambah Sungmin.

“Andwae! Aku tidak mau!” sahut menyahut dengan cepat.

“Tapi semua mencarimu. Semuanya mencemaskanmu…”

“Tidak ada yg peduli padaku!” Soeun memotong cepat ucapan Sungmin. “Kau, kakek, semuanya sama saja! Kalian tidak peduli padaku!!” seru Soeun kemudian.

“Aku disini, mencarimu. Bagaimana mungkin kau bilang aku tak peduli..” kata Sungmin lagi.

“Kau jangan pura2, Lee Sungmin. Aku masih ingat alasan kita putus!” kata Soeun cepat. sungmin terdiam, berdecak, ia menatap Soeun sekali lagi.

“Tapi dia bukan siapaku. Dia hanya…”

“Aku muak dengan alasanmu! Hentikan! lalu biarkan aku, biarkan aku menjalani hidupku! Toh kita sudah menghentikan semuanya. Kita sudah putus, jadi kau tak punya hak mencampuri urusanku lagi!” kata Soeun tajam padanya. Soeun berniat pergi, tapi Sungmin menahannya.

“Sebaiknya kau pulang Soeun. aku peduli padamu, aku tak ingin kau hidup terlunta seperti ini!” kata
Sungmin. Soeun melepaskan tangannya dengan kasar.

“aku tidak terlunta, aku baik2 saja. Bahkan aku lebih baik dari sebelumnya!” seru Soeun cepat.

“Bagaimana kau bilang baik2 saja sementara kau tak membawa uang sepeserpun. Kau disini, menangis dimakam ibumu dengan menyedihkan sepertimu. Bagaimana aku percaya kau baik2 saja?!”

“APA PEDULIMU?!”seru Soeun lagi.

“Soeun…”

“Berhentilah mencampuri urusanku. Biarkan aku, jangan campuri urusanku!!” kata Soeun lagi pada Sungmin.

“Tapi, aku takut kau kenapa2. Kita sama2 tahu kalau kau tidak mempunyai teman selain aku. Dan, bagaimana kalau itu terjadi lagi? bagaimana aku akan yakin kau akan baik2 saja, kau tak akan mengulang perbuatan gilamu yg pernah beberapa kali hampir mengakhiri hidupmu dengan cara bunuh diri?”kata Sungmin sedikit berteriak karena suara hujan yg agak mendominasi.

“ITU URUSANKU!!” Hanya itu yg Soeun katakan untuk menjawab pertanyaan Sungmin. Ia lantas mulai melangkah meninggalkan tempat itu, sedikit berlari karena ia takut Sungmin akan mengejarnya. Soeunpun menembus hujan begitu saja.

“SOEUN!!” Sungmin memanggil Soeun sekali lagi ketika ia menjauh. Tapi Soeun tak menyahutinya, ia terus berlari meninggalkan kompleks pemakaman itu. Sungmin menghela nafas ia hanya terus menatap Soeun hingga ia menghilang. Perlahan sesuatu terlintas difikirannya, ia lantas cepat menuju mobilnya.

()

Soeun terus berlari menempuh hujan dengan hatinya yg benar2 sedih. Hari ini akhirnya ia kembali harus mengingat lagi semua luka hidupnya setelah ia mengunjungi makam seluruh anggota keluarganya. Dan, kehadiran Sungmin benar2 membuat perasaan2 itu semakin menguar. Tidak mempunyai teman, itulah yg selama ini harus dijalaninya karena kepribadiaanya. Hanya Sungminlah satu2nya orang yg bisa mengerti hal itu sejauh ini. mengimbangi Soeun yg hidup dengan caranya sendiri, selalu menyendiri dan menghabiskan hari2nya tanpa ingin mengerti perasaan siapapun. Itulah alasannya mengapa Soeun mau menjadikan Namjachingu, karena hanya Sungmin yg memahami perasaannya. Memahami setidaknya sampai Soeun tahu kalau Sungmin menduakannya.

Dalam hal kasih sayang dan perhatianpun Soeun hanya mempunyai kakeknya yg selalu memanjakannya. Soeun mempunyai bibi ataupun sepupu, tapi tidak ada diantara mereka yg bisa dekat dengan Soeun. Soeun adalah pribadi yg keras, hatinya egois namun benar2 sensitif. Sehingga hanya kakek dan Sungmin yg mampu menempatkan diri mereka sebagai orang yg mengerti Soeun. tapi lihat, setelah Sungmin diketahui selingkuh sekarang kakekpun juga berubah tegas padanya. hal itulah yg membuat Soeun tidak tahan dan akhirnya memutuskan pergi dari rumah.

Perasaan Soeun memang sulit ditebak sembarang orang. bahkan kalau ia sudah merasa begitu sedih dan tertekan ia bisa berfikiran singkat dan mengakhiri hidupnya yg selama ini selalu bisa diatasi Sungmin dengan begitu baik. Begitupun kemaren, jujur saja kalau ia tak bertemu keluarga Yesung mungkin Soeun bisa saja singkat akal seperti sebelumnya. Ia bisa mengakhiri hidupnya begitu saja, tapi untunglah ada keluarga Yesung saat itu yg akhirnya membuat Soeun mengundurkan niatnya.

Sekarang ketika semua itu kembali teringat dikepalanya, Soeun kembali merasakan kekecewaan besar dalam hidupnya. Kekecewaan yg tak bisa diceritakannya pada pihak manapun yg benar2 bisa membuatnya gila. Soeunpun terus berlari ditengah hujan, berharap masalahnya akan hanyut bersama air matanya yg jatuh bersama hujan yg terus turun.

()

Yesung menengadah pandangannya menuju langit yg terus menurunkan hujan. Ia menghembuskan nafasnya karena hujan sepertinya akan turun lumayan lama karena belum menunjukkan tanda2 ia akan reda. Yesung akhirnya memutuskan untuk bertahan di kafe tersebut menunggu hujan reda yg mungkin akan sedikit lama.

Yesung agak mendesis, ia lantas menyeruput Cappucinnonya sambil membiarkan pandanganya menatap lurus kesebrang jalan dimana tanahnya sudah begitu basah karena dibasahi oleh hujan yg turun. Lagi, masalahnya terlintas dalam fikirannya. Namun dengan cepat Yesung melupakannya dan meminum minumannya.

Yesung dengan cepat menghentikan minumnya ketika matanya menangkap sesuatu. Yesung meletakkan minumnya ketika ia melihat seseorang berjalan begitu saja menembus hujan yg terus turun. Yesung mengenali sosok itu.

“Apa yg dia lakukan? Dia gila ya..” Yesung mengomel sambil bangkit dari tempat duduknya dan memperhatikan seseorang yg terus berjalan sambil menundukkan kepala. “Dia kenapa? Dia terlihat sedih..”Yesung memiringkan kepalanya, memperhatikan lagi sosok itu  yg bahkan enggan mengangkat wajahnya. Yesung akhirnya memutuskan berjalan keluar kafe dan memanggilnya.

“Hey!!” Yesung berteriak agar ia menoleh. Tapi sepertinya ia tak mendengar, karena suara Yesung terhalang oleh suara kendaraan yg berlalu lalang. Yesung berdecak, lantas ia meraih salah satu payung yg terletak didepan kafe begitu saja. Yesung sedikit berlari menghampirinya kesebrang jalan.

“Ya!!” Yesung memanggilnya tanpa menyebutkan nama Soeun yg membuat Soeun tak menoleh sedikitpun. Yesung pada akhirnya benar2 berlari dan menyebrangi jalan. “YA!! KIM SOEUN!!”

Soeun menghentikan langkahnya ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya. Ia mengalihkan pandangannya kekanan, dimana ia melihat seseorang tengah menyebrangi jalan dan menghampirinya.

“Ya, So-”

Yesung menghentikan kata2nya ketika tiba2 Soeun memeluknya ketika ia benar2 sampai kedekat Soeun. Yesung hanya mematung, tak bereaksi ketika tubuh basah itu memeluknya erat dan menangis didadanya. Yesung terdiam mendengarkan suara isakan yg kini mulai bersatu dengan suara hujan yg tak pernah berniat untuk reda dan berhenti.

[TO BE CONTINUED]

Mind to Like, Rate, and Comment Readers ^^

 

33 Comments Add yours

  1. Seli m mengatakan:

    Author putri is back ^^
    Wah qu suka nih eun ma cerita yg ini ..
    Ksian ma soeun ..
    Next part ditunggu yw eun.

  2. Cheonsa Edelweis mengatakan:

    Aaahhhh~

    soeun……
    Kasihan bangettttt T_T
    tp klw bca critanya…kya’ soeun mmg salah ya??!!mungkin karena soeun anak cew stu2nya dan di manja…mkanya jd sperti itu (?)

    pd hal udh liat foto ibu yesung…tp knp yg tergambar wajah bibi di Kim Tak Goo ya??!yg jd pembantunya Kim Tak Goo -,-
    *kena jewer ibu yesung*

    ditunggu krya selanjutnya eonnie!!!
    Hwaiting terussss…
    Ujian sudah selesai bakal sering ada ff donk??publishnya gag lama kya’ kemaren😀😀

    kpn Be my girlnya???

  3. sumpaaah seruuu banget, feel nya dapet, kasian sso sm yeppa, pengen nangis bacanya seruuuu…seruuuu..seruuuu bangeeet pokoknya…
    sungmin oppa slingkuh sm siapa sih?
    dan siapa namja yg bersama sicca itu?
    trus bagaimana hubungan yesso couple slanjutnya?
    apakah ada rasa cinta yg timbul yaw?
    wah super penasaran, jd gk sabar baca part slanjutnya…
    ok chingu secepatnya dilanjut ya n ff yg lain juga, aku slalu menunggunya😀

  4. minmin mengatakan:

    kasian sso hidup mewah tp menderita,,,,
    sungmin oppa jahat masa sso diselingkuhin sih? kurang apa coba,,,
    yesung oppa jagain sso ya,,,,

  5. Kim Ha Byung mengatakan:

    Keren bget thor cerita’a…..🙂
    Aduh kasian sso eonni, hidup’a menderita bget…😦
    Malah sdah bbrpa kali mencoba bunuh diri…
    Aku tunggu kelanjutan cerita’a ya🙂

    Dan aku slalu menunggu ff yg lain supaya cepet di post….😀

  6. noni eka s. mengatakan:

    wih akhirnya ada lanjutannya😀
    seruu thor disini soeun mulai ada perubahan ya agak lebih mandiri haha😀
    lanjutin ya sama ff yang lain juga🙂 semangat!

  7. Dear dHiyah mengatakan:

    kasian so eun … =(
    q tw gmna rs y kesepian ,,

  8. mayaulidhasso mengatakan:

    huhuhu ..😥 kasiaann Sso eonnie disini
    aduhh .. kata2 bijak Yeppa .. ahh .. *-*
    bagus deh kalo Yeppa udh berhenti ngejar Sicca, hehehe * V

    gmna yaa part selanjutnya??
    apa Yeppa bakalan tau yg sebnrnya ???
    hmm .. aku tunggu part selanjutnya author ..
    gomawo ^^

  9. mifta mengatakan:

    waaahh kasian bgt soeun, kayaknya hidupnya tertekan bgt..😦
    tp ttp crtanya kereeen thor,,,
    next partnya q tnggu thor🙂

  10. anna mengatakan:

    ^ Putrii,,maf ka2 br bs komen skrg ga bs lwt hp,haduuuh ga kebayang yesung
    ma soeun dikejar doggy kekekek,yesung jgn trlu cool donk kshn soeun sdh trlu
    mnderita, ditggu sgr klnjtny gomawo🙂

  11. MEGA RATNASARI mengatakan:

    hwaaa , maaf eon lagi lagi aku telat komennya ..
    makin deket aja ni yesung sama sso , lucu kalo lagi berantem . hihihi
    sik asik sik asik , yesung move on nih ceritanya.
    aaa, pasti bersambung pas lagi seru . hehehe
    ditunggu banget eon lanjutannya . Smangat🙂

  12. SHANE mengatakan:

    wahh,reader baru bc ni jd bru bs comment.akhrny ni ff d lnjut jg,soalny udh hmpr lp sm ni ff. reader sukaaaaaaa………….soeun ma yesung ny udh mulai akur n gimana y reaksi yesung klo th ttg klarga soeun????……….reader harap next part ny mereka udah sling cinta biar tmbh seruuu……..trus,reader nunggu jg ni klanjtan ff be my girl+an angel ny ..reder hrap cpt d update y..(reader byak maunya,,,plakkk d gmpr author)peace deechh.buat author fighting………………………………3x.

  13. haekyusso mengatakan:

    Yesso couple is back yeahhhh!!!
    Seru crtnya!! Kasihan yeppa diledekin ma adek en omma y~~~
    (yg sbr y yeppa)
    Sedih pas sso dimakam ortu ma oppa y…
    Ohhhh pengen cpt2 lanjutannya
    GO GO GO SEMANGAT!!!!!!

  14. Chikuma Chikamatsu mengatakan:

    bag terakhir surprise bgt…

    berantem terus.. tapi itu bag paling seru.. hehehehe…
    fighting chingu..^^

  15. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Ksihan sso nya..
    Smg yeppa bs mnghbur n nenangin so eun..
    Byk moment lucu antara yesso apalagi wktu jongjin critain yeppa yg sering ddandanin kyk cwek ama ibunya yeppa,gk kbyang btapa malux yeppa apalagi ada ssox dsitu..*jgn malu oppa,itulah rsikox jd cwok cntik,jd yeoja cakep,jd cwok jg cakep #plak*
    Cpt dlnjutkan author,critax kren..pengen tau gmn prsaan yeppa saat dpluk ama sso,apa yeppa udh mulai jtuh cinta ama sso..
    Dtng9u loh klnjutanx.gomawo

  16. geill mengatakan:

    seru….seru….seru…….
    bikin terharu….uuuhhhhh…..
    next di tunggu lanjutannya….semangat terus buat author….

  17. jisoria mengatakan:

    . Yesung oppa udah lupain aja si jessica itu, sama soeun eonnie aja.
    kasian banget soeun eonnie tidak punya temen satupun hanya sungmin saja, #sama si kaya aku penyendiri . hehe

    Semoga next part udah tumbuh deh benih-benih cinta, hehe
    Update soon

  18. lee ta mie mengatakan:

    Anyong~
    Hai author yang baik dan tiada duanya . Aku adalah pembaca setia ff mu, tapi aku belum pernah komen soalnya on di hp, jadi males komen deh -_- tapi sekarang aku udah insap, jadi buat author, semangat ya nulis ffnya😀
    Aku suka ceritanya, feelnya tuh dapet banget .
    Pertama baca ketawa-tawa, eh akhirannya nangis kejer .
    Lanjutannya ditunggu, secepatnya . Author fighting \🙂 /

  19. deshiewookie mengatakan:

    sekali lagi saya gak bisa koment apa-apa selain kereeeeeennnnnnnnn. . . .
    authornya kereeeennnn. . . . . . . saya jadi salah satu pengagum FFmu thor ^^ (ini serius lho) . . . dari pemain, segi ceritanya, alurnya, bahasanya, tentunya juga konfliknya, pokoknya TOP. . .author makannya apa sih?? koq idenya selalu bagus dan bagus. .? masih muda tapi bisa menghasilkan karya2 FF yang wuaaah kerennya. . . T.O.P daaaaaah buat authornya. . .
    next part —> saya tunggu thor ^^ semangat !!!

  20. rida haesso loverz mengatakan:

    kapan yah diterusin ff nyah ?

  21. Rain mengatakan:

    MIN LANJUTKAN!!!! ^-^9 SUKA NGEEEDH!!!!!! TT^TT

  22. ticha_Sso mengatakan:

    dAebAk!!!!!!
    ga nyAn9ka eunnie udh p’nh cbA bnh dr!_
    hmm_smA” skA bun9A lili
    keke
    yeppA bAek” yA ma eunni_
    lAnjutt

  23. QueenA FZ mengatakan:

    lanjut please… jangan lama2 yach… love YESSO

  24. mifta mengatakan:

    d lanjutin dong thor sweet piece of lovenya.. please..🙂

  25. Olivio mengatakan:

    Kasian Sso,pasti kangen ama keluarganya. Eon lama banget lanjutannya

  26. cucancie mengatakan:

    Mau lagi lanjutannya…semakin penasaran lanjutannya gimana….

  27. deewookyu mengatakan:

    sukkaaaa .
    lanjuutt!!!!!!!!!

  28. Princess ice mengatakan:

    So sweet bgt🙂
    speechles aq!!

  29. tanti no kawai mengatakan:

    Makinnn seruuuuuuu…….
    Langsung lanjutttt aza….. .͡▹​

  30. Choi shinae mengatakan:

    kasian jongjin kkkkk
    omoooo… so sweet bgt lg hujan2 >.<

  31. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Cuma bisa bilang daebak, feel-nya dapat. Adegan terakhirnya, suka banget.

  32. Kim Ra rA mengatakan:

    Buahahahahamereka kok bisa bisanya di kejar sama Anjing,

    kasian Yesung oppa Tangannya sampe luka Gitu tapi kalau lebih lama Seru kali yach biar mereka makin Akrab kekeke

  33. Rani Annisarura mengatakan:

    kasihan ya so eun,,, tapi emang dia yang salah…..

    Apa so eun akan sama yesung lagi???

    Sungmin selingkuh sama siapa???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s