~ [Request/Twoshoot] Nothing Over Chap2~


Tittle:  Nothing Over

Author: PrincessClouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Friendship, Hurt,

Lenght: Twoshoot

Request by: Yova

Inspired by: Nothing Over by. Infinite

Cast: Kim So Eun, Lee Donghae, Kim Taeyeon, Sandara Park, Yoon Eun Hye,

Summary: Tidak ada yg berakhir bagiku untuk mengingat setiap urutan yg pernah kita lalui. Tidak! Kau sama sekali belum menemukan laki-laki yang lain. Ini belum berakhir, tidak akan berakhir. Aku tidak akan pernah melepasmu pergi (Infinite – Nothing Over)

Notice: Alur maju mundur dan sedikit tidak beraturan!!

#Flashback

Soeun duduk tenang diruang inap Taeyeon setelah lebih setengah jam ia mencari Taeyeon. Diluar semua orang masih mencari keberadaan Taeyeon. Sementara Soeun yg benar2 sudah tidak tahu mencari kemana lagi memilih kembali keruang inap. Berharap Taeyeon akan kembali nantinya.

Klik!

Suara pintu terbuka membuat Soeun menoleh. Soeun benar2 senang melihat siapa yg datang. Soeun cepat bangkit dan menghampirinya.

“Taeyeon, kau darimana? Kau baik2 saja?” Tanya Soeun panik sambil menyentuh bahu Taeyeon. Taeyeon tak menyahut, ia berjalan kembali menuju ranjangnya. Soeun kembali menghampirinya dengan masih panik. “Taeyeon?”

Taeyeon masih tak menyahut, ia memilih kembali ke tempat tidurnya. Berbaring sambil membelakangi Soeun. Soeun kembali mendekatinya.

“Taeyeon?”

“Sudah malam Soeun, sebaiknya kau pulang..” terdengar sahutan Taeyeon yg membuat Soeun bertambah heran.

“Tapi kau tadi darimana? Kau tahu, aku panic mencarimu..”

“Apa pedulimu? Untuk apa kau peduli padaku. Toh, sebentar lagi aku akan mati. Lebih baik kau menghabiskan waktu dengan kekasih barumu, Donghae..”

Soeun terdiam mendengar kata2 Taeyeon. Ia benar2 heran kenapa sikap Taeyeon berubah begini? Padahal biasanya ia tak pernah seperti ini.

“Kau kenapa? Apa kau mau berbagi denganku?” Tanya Soeun lagi.

“Pergilah Soeun..”

Soeun kembali terdiam mendengar ucapan Taeyeon.

“Aku adalah sahabatmu, mana mungkin aku meninggalkanmu disaat seperti ini?”

“Tapi bukankah kau hanya menunggu Donghae disini? Sebentar lagi kau pasti juga akan pulang dan meninggalkanku!” kata Taeyeon cepat membuat Soeun benar2 tercekat.

“Taeyeon?”

Taeyeon tampak bergerak. Ia duduk dan menghadap Soeun. Ekspresi wajahnya sungguh sulit dijelaskan. “Tiga bulan, kata mereka aku hanya mampu bertahan tiga bulan lagi. Kau tahu apa? Tiga bulan lagi aku sudah meninggal!!” katanya penuh emosi membuat Soeun hanya menatapnya. “Tiga bulan lagi aku menghilang..”

“Kenapa kau mengatakan ini. Ini belum tentu benar..”

“Tapi ini pasti akan benar. Bahkan mungkin lebih cepat lagi.. Tidak perlu mengingkari kenyataan!!” kata Taeyeon sambil kembali berbaring dan membelakangi Soeun. Soeun terdiam, perasaannya benar2 sedih  mendengar kata2 Taeyeon.

“Kau seharusnya tidak berfikiran seperti ini. Apa kau tidak memikirkanku? Apa kau tak memikirkan bagaimana perasaanku kalau kau tinggalkan..” kata Soeun lagi kali ini tak bisa lagi membendung air matanya. Taeyeon bangkit, ia kembali menghadap Soeun.

“Lantas, apakah pernah kau memikirkanku?” tanyanya sedikit tajam. Soeun agak kaget dengan kata tersebut.

“Tentu saja aku memikirkanmu, aku peduli padamu. Kenapa kau menanyakan ini?”

“Tidak! Kau tidak peduli padaku. Sedikitpun kau tidak peduli padaku!” kata Taeyeon kembali yg benar2 membuat Soeun terpana.

“Bagaimana kau bisa mengatakan ini. Kau fikir, untuk apa aku disini kalau aku tidak peduli. Bukan hanya ini, bahkan aku rela memberi apapun yg aku punya untukmu..”

“Benarkah?” potong Taeyeon cepat. “Benarkah kau mau memberikan apapun yg aku minta padamu?” Tanya Taeyeon kembali. Soeun langsung mengangguk, tanda menyetujuinya.

“Ya sudah, berikan Donghae untukku!!”

Bagaikan sebuah petir yg menyambar tiba2 Soeun benar2 kaget dengan ucapan Taeyeon . Soeun benar2 tak menyangka ucapan itu akan keluar dari mulut Taeyeon.

“D-donghae?” Tanya soeun benar2 masih belum percaya dengan ini.

“Ya, Donghae. Soeun, kau punya segalanya, bahkan kau punya begitu banyak waktu untuk hidup. Sementara aku? Aku tak punya sebanyak yg kau punya. Jadi, apa boleh aku minta ini padamu, hanya ini..” kata Taeyeon lagi padanya matanya tampak berat menahan tangis.

Soeun masih terdiam, tak menyahut. Entah kenapa otaknya tak bisa diajak untuk berfikir. Sementara perasaannya benar2 masih kaget dengan hal ini. Soeun masih menatap mata Taeyeon, berharap Taeyeon hanya bercanda dengan permintaan ini. Tapi, lihat, tidak ada tanda2 Taeyeon sedang mempermainkannya. Ini sungguh-sungguh.

“Kau tidak bisa memberikannya bukan? Aku tahu kau tidak bisa. Jadi, pergilah, jangan berlagak peduli padaku..”

Kembali Taeyeon mengatakan kata2 yg benar2 tidak ingin ia dengar. Perlahan, Taeyeon kembali tidur dengan posisi membelakanginya. Soeun tersadar dari lamunannya.

“Taeyeon..”

“Pergilah, aku sedang ingin sendiri..” terdengar sahutan yg rendah.

“Taeyeon…”

Tetap tak ada sahutan, entah Taeyeon tertidur atau memang tak ingin diganggu lagi. Sekali lagi Soeun hanya bisa terdiam disaat ini. Mencoba berfikir lebih lama, kalau saja dia diberi waktu lebih untuk memikirkannya.

~

Donghae menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Soeun. Ia melirik kesampingnya, melirik Soeun yg tampak tertidur. Sepertinya ia benar2 kelelahan sepulang dari rumah sakit. Daritadi, bahkan Soeun tak mengatakan sepatah katapun. Donghae bergeser lebih mendekatinya.

“Soeun..” panggilnya sambil menyentuh lembut pipi Soeun. Membuat Soeun kaget dalam sekali sentuhan. Soeun membuka mata, menatap Donghae yg tersenyum padanya. “Sudah sampai. Masuklah sekarang..” ucap Donghae pelan.

Soeun tak menyahut, ia masih berusaha menormalkan pandangannya sambil terus menatap seseorang yg terus tersenyum padanya. Donghae yg heran mengubah ekspresinya.

“Soeun?”

Soeun tersadar kali ini setelah ucapan Donghae. Ia mengalihkan perhatiannya dari Donghae. “Aku turun dulu-“

Soeun kembali mengalihkan perhatiannya pada Donghae setelah Donghae menahan tangannya sebelum ia turun. Soeun kembali menatap Donghae, menatap mata Donghae yg juga menatapnya. Tatapan Donghae lembut membuat Soeun tidak dengan cepat berpaling walau Soeun ingin berpaling. Ia merasa tidak nyaman menatap Donghae setelah perkataan Taeyeon beberapa saat lalu.

“Jangan terlalu memikirkan masalah Taeyeon. Aku yakin, ia bisa sembuh. Aku tak ingin kau ikut sakit karena terlalu terbebani oleh ini..” kata Donghae rendah setelah beberapa saat. Soeun menghela nafas, ini benar2 bisa membuatnya gila. Kenapa kata2 ini harus Donghae yg mengatakannya? Dan Kenapa ia tak tahu dari awal perasaan Taeyeon pada Donghae. Sehingga tadi Soeun tak perlu menerima perasaan Donghae. Karena pada nyatanya, ketika ia sadar bahwa Donghae sudah benar2 menjadi miliknya, rasanya sulit untuk melepaskannya kembali. Namun bagaimana dengan Taeyeon?

“Soeun?” Donghae kembali memanggil nama Soeun ketika ia lihat Soeun kembali melamun. Soeun mengangkat wajahnya lagi, menatap Donghae kembali.

“Maukah kau memelukku Donghae?” Tanya Soeun pelan pada Donghae. Donghae terdiam, ada sedikit anggukan yg ia berikan sebagai jawaban sebelum akhirnya meraih bahu Soeun dan memeluknya. Keduanya kembali berpelukan dan membagi beban mereka bersama.

Air mata Soeun tak bisa terbendung lebih lama setelah Donghae memeluknya. Benar, ternyata perasaan itu tidak salah. Dia sudah sangat mencintai Donghae, dan suatu kesakitan kalau harus melepaskannya. Tapi biar bagaimanapun Taeyeon tetap adalah sahabatnya membuat ia tak berkutik pada dua kenyataan yg seharusnya tidak terlalu menyakitkan itu. Soeun dengan cepat melepas pelukan Donghae, membuat Donghae agak kaget.

“Sudah malam, sebaiknya kau pulang dan beristirahat Donghae..” kata Soeun sambil berusaha membuka pintu namun kembali ia menghentikan gerakannya ketika Donghae menahan tangannya. Soeun menghela nafas, benar2 air matanya sulit untuk ditahan. Tapi kenapa Donghae terus menahannya disini. Soeun menghela nafasnya sedikit panjang, sebelum akhirnya berbalik dan kembali menatap Donghae.

“Kau tahu, bukan begini caranya sepasang kekasih ketika mereka hendak mengatakan selamat tinggal ataupun selamat malam..” kata Donghae sambil tersenyum padanya. Soeun hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun. “Aku tunjukan padamu..”

Soeun sedikit kaget ketika Donghae mulai lebih mendekatkan diri padanya. Donghae tersenyum lembut sambil berusaha mendekatkan wajahnya kewajah Soeun. Perdetik, terasa terlalu lama atau mungkin ini benar2 terlalu cepat. Yang Soeun tahu, Donghae terus mendekatinya dan itu membuat jantungnya benar2 berdetag hebat. Sekilas, ketika Donghae semakin dekat Soeun menutup matanya. Namun secepat itu tiba2 wajah Taeyeon kembali datang dalam fikiran dan pandangannya.

“Donghae..”

Donghae menghentikan gerakannya ketika Soeun yg tadinya telah menutup mata malah membukanya kembali dan memalingkan wajahnya. Donghae hanya terdiam, menunggu sesuatu dari Soeun. Soeun tampak masih menunduk dan tak mengatakan apapun. Membuat Donghae sadar kalau Soeun belum menemukan itu, sebuah kesiapan, yah ini terlalu cepat.

“Maaf..” kata Donghae mulai tak enak dan kembali ke posisinya yg tadi. “Aku salah, kau sedang tidak dalam keadaan yg baik sehingga aku tak seharusnya memikirkan hal seperti ini. Sekali lagi maaf..” kata Donghae sedikit kaku.

“Aku hanya-“

“Aku mengerti..” kata Donghae sambil tersenyum. “Kau terlihat begitu lelah. Cepatlah masuk dan istirahat didalam..” kata Donghae kemudian. Soeun mengangguk pelan, masih dalam keadaan menunduk.

“Gomawo..” sahutnya pelan. Donghae menganggukkan kepala.

Kali ini Soeun kembali meraih pintu dan kali ini Donghae tidak menahan tangannya. Sekilas sebelum turun ia berbalik dan menatap Donghae.

“Selamat malam..” sahutnya pelan. Donghae tersenyum dan mengangguk.

“Selamat malam, tidurlah yg nyenyak..” sahutnya.

Soeun benar2 keluar setelah itu dan segera lari menuju rumahnya . donghae menghela nafas setelah Soeun benar2 sudah menghilang dan memasuki rumahnya. Lantas menghembuskannya  dengan cepat. Donghae lantas tersenyum sambil menyentuh tengkuknya.

“Kau benar2 terlalu terburu-buru Donghae. Dia baru jadi kekasihmu tadi siang, seharusnya kau bisa bersabar. Masih banyak waktu untuk bersama Soeun bukan? Bodoh..” umpatnya lucu sambil geleng2 kepala. Donghae lantas meninggalkan tempat itu masih dengan senyumannya.

#EndFlashback

Mobil mewah itu awalnya melaju dengan kecepatan yg lumayan kencang sambil menembus jalanan yg padat. Ia menyelip dan menyalip sembarangan kendaraan didepannya hingga ketika tiba disuatu tempat yg sepi sepertinya dengan kasar si pengemudi menginjak pedal rem hingga mobil langsung berhenti dan meminggirkan diri disana.

Donghae mengatur nafasnya setelah ia berhasil membanting stir setelah mobilnya benar2 melaju kencang. Nafasnya tampak masih tak tertahan, dadanya yg bidang tampak masih naik turun serta keringat terus membasahi wajah dan lehernya. Hingga tiba2 ia memukul stirnya.

“Argh!! Aku tidak bisa menerima ini benar2 tidak bisa. kenapa kau harus memperlakukanku seperti ini! Apa salahku padamu? Kenapa kau begini? Padahal aku benar2 hanya mencintaimu selama ini!!”

Seru Donghae penuh emosi dan tak tertahan. Pertahannya runtuh sama sekali. Perlahan Donghae membiarkan kepalanya jatuh hingga menyentuh stir. Isakan seorang laki2 yg merasakan pertahannya runtuh mulai terdengar memenuhi ruang mobil yg sepi.

()

Suasana benar2 rusuh ketika hari itu datang. Semua orang tampak sibuk dengan pekerjaan masing2 mempersiapkan hari ini. Tak terkecuali untuk dua orang ini yg kini duduk berdekatan didepan meja rias untuk merapikan penampilan mereka dan menghadapi hari ini.

Soeun menghela nafas lebih sambil berusaha meredakan detag jantung dan nafasnya sendiri. Kali ini wajahnya yg daritadi tertunduk ia arahkan menuju kaca. Diam2 ia memperhatikan seseorang yg kini tengah sibuk dengan penata make-upnya sendiri. Donghae, seseorang yg diperhatikannya diam2 tampak memandang dengan pandangan lurusnya sambil membiarkan penata rias melakukan apapun pada wajahnya. Sorot matanya terlihat dingin dan sama sekali tak bersahabat. Soeun mengalihkan perhatiannya, menghela nafas dalam. Kau lihat, itu benar2 terjadi, Donghae membencinya. Benar2 membencinya.

#Flashback

Soeun memasuki kamarnya dengan cepat. Lantas setelah mencapai pintu ia dengan cepat menutupnya rapat. Runtuh, dalam hitungan detik ketika pintu itu tertutup pertahannya runtuh. Air matanya benar2 turun dan membasahi pipinya. Bahkan ia mulai tak sanggup lagi berdiri, hingga ia menjatuhkan tubuhnya perlahan menuju lantai dan bersandar pada pintu.

“Apa yg harus aku lakukan sekarang? Aku benar2 mencintainya bagaimana mungkin aku tega menyakiti atau kehilangannya. Tapi Taeyeon.. Taeyeon..”

Soeun menghentikan kata2nya sambil kali ini kembali menutupi wajahnya dengan telapak tangan. Isakannya sudah tak tertahan lagi, hingga dinding2 yg sepi menjadi satu2 hal yg mampu meredam suara itu agar tidak ada yg mengetahuinya. Tangisan Soeun benar2 menjadi lebih deras.

~

“Soeun!!”

Soeun menghentikan langkahnya ketika ia merasakan seseorang menyentuh bahunya dari belakang. Soeun berbalik, kali ini menemukan Donghae yg menghampirinya. Matanya yg membengkak langsung mengalihkan perhatian kearah lain, kearah mana saja, asal jangan menuju mata Donghae.

“Soeun? Kau kenapa? Kau terlihat pucat dan matamu terlihat bengkak..” kata Donghae begitu cemas. Soeun tak langsung menyahut, ia hanya menggeleng lesu.

“Jangan cemas, tidak apa2…” sahutnya masih tanpa menatap.

Donghae menghela nafas, perlahan ia menyentuh bahu Soeun. Memaksa Soeun untuk sejenak menatap mata yg daritadi ia hindari. Donghae menatapnya hangat dan lembut, tapi penuh prihatin.

“Aku harap kau siap menerima khabar ini..” katanya pelan pada Soeun. Soeun tak menyahut, ia hanya menatap Donghae dengan pandangan tak mengerti dan meminta Donghae melanjutkannya lagi. Donghae menghela nafas, lantas ia menarik bahu Soeun menuju pelukannya dan memeluk dengan erat. Soeun hanya terdiam dan bingung karena perlakuan Donghae. “Soeun, Taeyeon.. Taeyeon telah meninggalkan kita sepuluh menit yg lalu..” katanya dengan hati2 dan pelan.

Tanpa suara, tanpa kata, dua anak sungai langsung meluncur dari kedua bola mata bening Soeun. Hingga perlahan isakan tertahan mulai terdengar dan mendominasi suasana. Donghae menghela nafas lebih, sebelum akhirnya memeluk gadis kesayangannya lebih erat. Dan semakin erat ketika suara isakan itu kian menjadi lebih deras dan membuat dada Donghae benar2 ikut sesak.

#Endflashback

Tes..

“Nona, kenapa anda menangis?”

Seruan seseorang beberapa meter darinya benar2 membuat Donghae mengalihkan perhatiannya dengan cepat. Ia kemudian menemukan gadis yg daritadi duduk di sebelah kirinya tampak  sibuk menyentuh pipinya dibantu oleh penata riasnya.

“Hhum , tidak apa2. Sepertinya Eyeliner ini memasuki mataku, mataku benar2 terasa perih..” sahut Soeun pendek sambil kini menyentuh kantung matanya dan berusaha mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia berusaha tak melirik seseorang yg berada di samping kanannya yg ia yakin tengah ikut mengalihkan perhatiannya pada Soeun setelah seruan si penata rias.

“Maaf, sepertinya saya tak berhati-hati..”

Perlahan Donghae mengalihkan perhatiannya setelah suasananya sudah lebih tenang. Suasana boleh lebih tenang tapi tidak untuk perasaan Donghae. Dari dulu, air mata Soeun selalu menjadi masalah untuknya. Setidaknya empat tahun yg lalu bila Soeun menangis Donghae selalu ada untuk memeluk dan menenangkannya. Donghae menghela nafas, menatap lagi kearahnya. Kau tahu, Soeun benar2 menangis. Ini bukan karena Eyeliner atau apapun itu, Donghae benar2 dapat dengan mudah membacanya.

()

Waktu itu datang, saat ini semua teriakan dan tepuk tangan sudah membahana memenuhi ruangan. Soeun menghembuskan nafasnya setelah ia merasa waktu itu semakin dekat, sementara Donghae yg tepat disampingnya hanya berusaha menenangkan jantungnya yg berdetak kurang normal. Donghae benar2 gugup, tapi gugup karena seseorang itu disampingnya dan mereka harus melakukan semua ini.

“Ayo, siap2! Sebentar lagi giliran kalian..”

Keduanya sama2 langsung saling mengalihkan perhatian satu sama yg lain ketika tiba2 seseorang berseru kearah keduanya. Keduanya sama2 menghela nafas lebih sebelum berusaha mempersiapkan diri mereka masing. Perlahan, Donghae berinisiatif untuk mendekati Soeun dan mengulurkan tangannya dan perlahan Soeun meraihnya.

()

#Flashback

Langkah yg pelan dan sedih mengiringi gadis itu. Daritadi, tak ada satu katapun yg ia katakan walaupun pemuda disampingnya telah banyak menceritakan banyak hal untuk memancing reaksinya. Namun ternyata, apa yg dilakukannya terasa sia2.

Donghae mengentikan langkahnya sejenak sambil menatap punggung Soeun yg terus bergerak dengan pelan dan meninggalkannya begitu saja. Donghae menghela nafas, sudah beberapa hari ia begini. Semenjak kepergian Taeyeon hampir tak ada kata yg ia dengar dari gadis yg biasanya ceria itu. Ia benar2 jatuh dititik paling rendah dan terpuruk. Dan disinilah Donghae, membantu gadis itu untuk bangkit dari keterpurukannya dan mulai menjalani hidup yg seharusnya memang terus berjalan. Tapi Donghae sadar, itu sangat tidak mudah.

Donghae kembali menghela nafasnya, sebelum akhirnya sedikit berlari untuk mengejar Soeun yg sudah berjalan  beberapa langkah didepannya.

“Soeun, kau tahu malam ini adalah malam dimana bintang Vega akan mencapai masa terbaiknya. Bagaimana kalau malam ini kita melihatnya. Bukankah kau juga menyukai bintang?” Tanya Donghae dengan cerianya pada Soeun. Tak ada sahutan, seperti biasa ini hanya akan menjadi hari2 yg benar2 sepi.

“Baiklah, aku faham. Aku akan menunggumu nanti malam..” kata Donghae kemudian. Dan hening, dan kembali tanpa sahutan. Yang terdengar kadangkala hanyalah langkah kaki keduanya yg saat ini tengah membelah dan menyusuri pasir2 pantai. Donghae kembali menghela nafas dan menggelengkan kepala, ini benar2 sedikit membosankan. Soeun, bicaralah setidaknya satu kata padaku.

Helaan nafas yg berat kembali terdengar dari pihak Donghae. Ia benar2 merasa kadang ini sudah terlalu lama. Donghae lantas meraih tangan Soeun yg memaksa ia menghentikan langkahnya. Kedua mata itu bertemu. Donghae dapat melihat, mata Soeun benar2 bengkak dan tatapannya terkesan kosong atau mungkin terluka. Donghae menyentuh kedua bahunya.

“Soeun, kau harus cepat bangkit. Aku akan terus berusaha sampai kau kembali seperti dulu. Aku akan menunggumu..” kata Donghae sambil kembali membawa Soeun lebih dekat padanya. Donghae kembali memeluknya dengan hangat. Berharap Soeun akan mengatakan sesuatu, tapi kau tahu? Hanya ada suara angin disana..

~`

Donghae tersenyum sambil mengelap teropong bintangnya. Hari ini ia bertekad untuk mengembalikan senyuman Soeun. Kata orang, bintang selalu penuh keajaiban. Itulah kenapa Donghae berharap malam ini bintang akan bersedia memberikannya setitik keajaiban itu. Hanya setitik, benar2 hanya sedikit itu. Donghae tak mengharapkan apapun, yg ia mau hanyalah Soeun dapat kembali tersenyum.

Donghae tersenyum sambil kali ini mengalihkan pandangannya menuju langit yg ditaburi banyak bintang. Malam ini langit benar2 sangat cerah . jadi sangat kecil kemungkinan mereka tidak bisa melihat Vega mencapai meridiannya. Dan, harapan itu kembali datang, semoga Vega bisa membuat senyuman Soeun kembali padanya.

Donghae mulai merasa bosan menunggu. Kemana Soeun, apa dia tidak datang? Donghae mengalihkan perhatiannya pada jam dipergelangan tangannya. Ini sudah tepat ditengah malam, maka saat ini Vega benar2 telah bersinar. Tapi kenapa Soeun tak kunjung datang. Donghae menghela nafas, kembali ini benar2 sangat membosankan!

~

Donghae dengan cepat menuruni mobilnya dan bergegas turun. Ketika ia sampai didepan pintu gerbang keluarga Soeun ia benar2 heran melihat keadaan yg benar2 sepi. Astaga, kenapa benar2 tanpa penghuni begini. Kemana Soeun? Kenapa beberapa hari ini ia bahkan tak menampakkan diri di tempat mereka biasa bertemu. Donghae kemudian memencet bel berulang kali.

Tet!!!

Entah itu bunyi bel yg keberapa tapi benar2 tidak ada yg menyahuti. Hey, kemana semua orang di dunia ini kenapa suasananya benar2 terasa sepi. Cepatlah muncul dan keluar sebelum Donghae benar2 gila dengan semua ini. Iapun memencet bel dengan sangat tidak sabar.

TEEET!!

“Apa yg kau lakukan anak muda?”

Bagus! Donghae mengalihkan perhatiannya kearah kanannya ketika ia berhasil menemukan satu2nya orang didunia ini. Dunia benar2 sepi kalau tidak ada tawa Soeun bukan?

“Aku mencari keluarga Kim. Mengapa mereka tak menyahuti belnya? Apa mereka tidak ada dirumah?” Tanya Donghae kemudian.

“Apa kau tidak tahu? Mereka sudah pindah beberapa hari yg lalu..” sahut si nenek yg sukses membuat Donghae terpana.

“P-Pindah?”

“Ya, mereka pindah dengan terburu-buru pada malam tgl 21. Ya, aku masih ingat tglnya..”

Donghae langsung mengalihkan perhatianya setelah penjelasan itu. Tgl 21? Bukankah itu tepat ketika bintang Vega bersinar dan Soeun tak menampakkan dirinya. Donghae dengan cepat mengalihkan perhatiannya lagi, menatap wanita tua tersebut.

“Kemana mereka pindah? Apakah nenek tahu?” Tanya Donghae sedikit terburu-buru. Nenek itu menggeleng dengan cepat.

“Tidak, mereka tidak pernah memberitahukannya..”

#Endflashback

Gemuruh masih terdengar ketika Donghae harus melakukan pekerjaannya sementara ingatan masa lalu terus membayangkannya. Donghae menghela nafas lebih panjang dan kali ini aroma itu dapat ia temukan, aroma seseorang yg ia sayangi yg dulu pergi meninggalkannya tanpa kata sedikitpun. Panggung ini benar2 tidak terlalu panjang, tapi rasanya saat ini Donghae benar2 tengah melangkah menuju tempat yg sangat jauh seperti impiannya. Lihat, siapa disampingnya yg saat ini tengah ia genggam tangannya. Dan lihat, baju seperti apa yg mereka kenakan. Dan lihat semua orang yg tampak menatap mereka dengan pandangan kagum itu. Bukankah ini adalah impiannya yg bahkan telah ia impikan tahun2 yg lalu.

Donghae menghela nafas lebih. Dengan sadar digenggamnnya tangan Soeun lebih erat lagi. Membuat Soeun sedikit tersadar dan mulai merasa canggung. Tapi kali ini semua harus jelas Soeun, kau harus jelaskan padaku kenapa kau pergi. Dan aku berjanji, kali ini kau tak akan lepas lagi.

()

Aku kembali membuka pintu fiting baju tersebut. Lalu kemudian keluar dan tentu saja masih dengan pandangan semua orang padaku. Beberapa penata rias tampak mendekatiku dan merapikan dandananku. Ini adalah sesi ketiga, dan ini adalah sesi terakhir.

Soeun tetap diam ketika para penata rias terus merapikan dandanannya. Tiba2 pintu fiting kamar yg lainnya terbuka dan pandangan orang akan menuju padanya. Yah, Dia Donghae, seperti harapannya untuk mampu mengimbangi sinar Sirius. Donghae kini benar2 telah menjadi bintang yg bersinar, bahkan paling bersinar. Penata rias yg lain tampak juga mengelilinginya.

Soeun menundukan kepalanya untuk menghindari apapun mengenai Donghae. Daritadi ini benar2 sedikit menganggu. Keberadaan Donghae disekitarnya benar2 membuatnya tak bisa berkonsentrasi dengan baik. Rasanya hal yg telah lama ia coba untuk menguburnya kembali kedalam ingatannya.

“Kalian sudah siap? Ini sesi terakhir!!”

Semua orang diruangan itu mengalihkan perhatiannya kearah seorang wanita yg memasuki tempat tersebut. Wanita itu tampak tersenyum dengan sangat sumringah pada keduanya.

“Kalian benar2 hebat. Seluruh tamu benar2 menyukai kalian. Daritadi, mereka selalu memuji chemistry antara kalian dan mereka tampak tertarik dengan rancangannya. Kalian benar2 luar biasa..” nona Eunhye kembali bersuara dengan sangat bersemangat. Menimbulkan senyuman untuk semua orang yg mendengarnya. Tentu saja, kecuali Donghae dan Soeun sendiri. Mereka malah terbenam dalam fikiran masing2.

“Baiklah ini sesi terakhir. Kalian tak lupa urutannya bukan? Pertama Soeun-ssi yg menguasai Catwalk sendiri, lalu disusul Donghae-ssi. Kemudian kalian melakukannya berdua seperti sepsang pengantin..” kata nona Eunhye mengarahkan. Keduanya hanya tersenyum, tentu saja mereka tidak akan lupa urutan penting tersebut.

“Ayo lewat sini!” seruan staf agak mengagetkan mereka. Lantas keduanya kembali menuju belakang panggung dibantu oleh beberapa staf yg bertugas. Dan pertunjukan kembali dimulai..

()

#Flashback

Mobil itu berhenti didepan rumah Soeun. Soeun segera mengangkat wajahnya menatap rumahnya yg lumayan sepi. Lantas ia mengalihkan pandangan sayunya menuju seseorang yg selalu setia disampingnya.

“Turun dan beristirahatlah. Malam ini aku menunggumu di tempat kita biasa melihat bintang ya..” kata Donghae hangat padanya. Soeun tak menyahut, tidak juga mengangguk, tapi matanya terus menatap pada mata Donghae. Lebih dalam walaupun tetap terkesan sayu.

“Kau juga pulang dan beristirahat. Baik2lah dengan hidupmu setelah ini..” kata Soeun untuk pertama kalinya dengan sayu. Senyuman tampak di wajah Donghae, akhir ini mendengar suara Soeun benar2 seperti sebuah mukjizat.

“Selama kau masih didekatku, semua akan baik2 saja. Cepat bangkit dan izinkan aku melihat senyumanmu lagi..” kata Donghae kemudian.

Tes!

Air mata itu kembali jatuh tanpa diminta membuat Donghae benar2 kaget. Soeun dengan cepat menghapus air matanya sebelum akhirnya meraih pintu mobil dan membukanya meninggalkan Donghae yg untuk kesekian kalinya kembali merasa heran dan kembali tak mengerti.

~

Soeun memasuki ruangan tengah rumahnya masih dengan keadaannya yg kacau. Ia kemudian dapat menemukan kedua orang tuanya yg duduk2 disana. Melihat Soeun datang mereka langsung melirik padanya. Melirik khawatir, karena Soeun benar2 berubah semenjak sahabatnya meninggalkan dunia ini.

“Ayah, ibu, aku mau menerima usulan kalian untuk kuliah diluar negri. Tapi aku mau kita berangkat sekarang juga, malam ini juga..” kata Soeun terburu-buru sambil duduk dihadapan mereka. Kedua orang tuanya tampak  saling bertatapan karena ucapan Soeun.

“Kau yakin sayang?” Tanya ibunya cemas. Soeun mengangguk cepat.

“Ya, aku yakin. Aku mau kita berangkat sekarang juga. Aku benar2 ingin kita pergi hari ini juga..” kata Soeun tak sabaran. Kedua orang tuanya tampak kembali bertatapan satu sama lain, lantas setelah beberapa lama mereka tampak menganggukkan kepala dan kembali menatap anak satu2nya mereka.

“Baiklah, ayah akan mengurus semuanya. Kita berangkat malam ini juga. Jadi kau siapkan semuanya..”

#Endflashback

Soeun berusaha menghapus semua ini agar tidak membebaninya disaat ini juga, disaat ia menjalani pekerjaannya. Perlahan ia tetap berusaha mengumbar senyuman kepada mereka yg terus memperhatikannya sambil tersenyum. Tapi semakin lama bayangan2 itu semakin jelas dan semakin menganggunya. Membuat konsentrasinya benar2 menjadi buyar.

Krek!!

Semua orang terkejut ketika sang model yg cantik tampak mengalami masalah dengan sepatunya sehingga ia tampak terjatuh dan sedikit kesakitan. Suasana sedikit panic dan sedikit rusuh dari yg tadi. Sementara Soeun tampak mengeluhkan kecerobohannya yg akhirnya membuat ia terjatuh. Soeun berusaha memperbaiki suasana dengan berusaha bangkit, namun ini benar2 terasa sulit.

()

“Astaga! Soeun-ssi jatuh bagaimana ini?!”

Donghae yg awalnya sedang berusaha menormalkan detak jantungnya kemudian mengalihkan perhatiannya menuju beberapa staf yg tampak sedikit ribut. Donghae segera bergeser menuju backstage untuk melihat apa yg terjadi diluar yg membuat para staf ini panic.

Ketika ia sedikit menyingkap kain yg menutupi backstage dari panggung ia langsung dapat menemukan Soeun yg tampak sedikit kesulitan dengan sepatu serta busana yg di kenakannya dilantai catwalk. Beberapa kali Soeun berusaha berdiri, namun tampak busana dan sepatunya benar2 mengurung pergerakannya. Para hadirin juga tampak sedikit antusias menunggu sang model yg belum menunjukkan tanda2 akan berhenti. Karena suasana benar2 sedikit tak terkendali Donghae memutuskan untuk masuk dan langsung menghampiri Soeun.

“Gwaenchana?” Tanya Donghae sambil memeriksa keadaan Soeun. Soeun mengangkat wajahnya, benar2 kaget melihat orang pertama yg menghampirinya. Donghae memeriksa keadaan Soeun sebentar, sebelum akhirnya memutuskan langsung mengangkat Soeun dengan kedua tangannya. Lantas langsung membawanya kembali ke belakang panggung. Terdengar suara lebih rusuh setelah itu.

~

Donghae langsung membawa Soeun kembali memasuki ruang fiting. Ia mendudukkan Soeun di sebuah sofa yg terletak didalamnya. Sebagian tampak berkumpul, namun entah kenapa mereka memilih melihat dari luar saja. Dan membiarkan kedua bintang acara tersebut menyelesaikannya didalam.

“Apa terlalu sakit?” Tanya Donghae sambil bersimpuh dibawah kaki Soeun untuk memeriksa keadaannya.

“A-Aniyo..” sahut Soeun benar2 gugup.

Donghae menghela nafas, lantas mengangkat wajahnya dan menemukan wajah Soeun setelahnya. Soeun dengan cepat berpaling.

“Kau harus membuka sepatumu dan kita bisa melihat apa yg terjadi didalamnya..” kata Donghae kembali berpaling.

“T-Tapi pertunjukannya?” Tanya Soeun yg langsung terhenti ketika pandangan Donghae kembali padanya.

“Kau masih memikirkan pertunjukannya dalam keadaan seperti ini?” Tanya Donghae cepat. Yang tak disahuti Soeun. Donghae mengalihkan lagi perhatiannya pada kaki Soeun yg masih tertutup high heels.

“A-Ah!!”

Donghae menjauhkan kembali tangannya ketika baru saja hendak melepaskannya Soeun mengeluh. Donghae menghela nafas sebelum kembali menyentuhnya. “Tahan sedikit! Ini akan sedikit sakit..” katanya terdengar datar sambil kembali mendekatkan tangannya. Soeun memejamkan matanya demi menahan rasa sakitnya. Para staf malah tampak antusias menonton keduanya dari depan pintu.

()

Nona Eunhye tampak berjalan menuju ruang fiting. Sesampainya diruang fiting dilihatnya para stafnya malah berkumpul didepan pintu. Ketika ia mendekat, kehadirannya diketahui dengan cepat oleh staf hingga mereka memperbaiki posisi berdiri mereka dan member hormat padanya yg langsung memasuki ruangan.

Donghae dan Soeun langsung mengangkat wajah mereka ketika seseorang tampak memasuki ruangan. Donghae langsung berdiri dan member penghormatan.

“Eunhye-ssi, saya benar2 minta maaf atas kekacauan yg terjadi..” kata Donghae cepat bahkan sebelum Soeun ingin mengeluarkan suara. Nona Eunhye tak lantas menyahut, ia mengalihkan perhatiannya pada Soeun yg masih berada di sofa. Donghae dan Soeun saling bertatapan, rasa tak enak hati menghinggapi keduanya.

“Soeun-ssi apakah kau sudah lebih baik? Tadi itu jatuh yg cukup fatal sekali..”kata nona Eunhye setelah beberapa saat. Soeun dengan cepat menggeleng.

“T-Tidak apa2 Eunhye-ssi. Ini tidak seburuk itu..” sahut Soeun.

“Benarkah? Atau kita harus memanggil dokter..”

“Tidak usah Eunhye-ssi. Aku tak apa2..” tanggap Soeun cepat. Nona Eunhye tampak menganggukkan kepala pertanda mengerti. “Tapi.. bagaimana dengan pertunjukannya…” Tanya Soeun setelah beberapa saat.

“Oh, jangan khawatir. Semuanya sudah terselesaikan dengan baik. Para hadirin tampak puas jadi jangan khawatir..” kata Nona Eunhye cepat membuat dua orang tersebut menganggukkan kepala tanda mengert dan keduanya tampak lega. “Hhum, tapi ini bagaimana? Apa aku perlu menugaskan seseorang untuk mengantarmu pulang-“

“H-Hum, tidak usah repot Eunhye-ssi. Saya yang akan mengantar Soeun-ssi pulang..” potong Donghae cepat. Nona Eunhye tampak menganggukkan kepala, sementara Soeun dengan cepat merubah ekspresi wajahnya setelah Donghae mengatakan hal itu.

“Baiklah, aku mengerti. Sekali lagi terima kasih atas kerja sama kalian. senang bekerja sama dengan kalian…” kata Nona Eunhye sambil mengulurkan tangan pada Donghae. Donghae menyambutnya dan mereka berjabat tangan setelah itu Nona Eunhye dan Soeun yg berjabat tangan

()

Suasana benar2 diam didalam mobil. Kedua orang itu tampaknya sibuk dengan kegiatan dan fikiran mereka masing2. Donghae sibuk mengemudi, sementara Soeun sibuk mengalihkan perhatiannya keluar kaca jendela.

Soeun menghela nafas, ini sudah cukup diam terlalu lama. Tampaknya ia perlu memulai pembicaraan disini.

“Kau.. tahu rumahku?” Tanya Soeun sedikit ragu sambil mengalihkan perhatiannya pada Donghae. Donghae tampak menoleh sesaat karena pertanyaannya itu, sebelum akhirnya kembali fokus kejalan.

“Tentu saja aku tahu. Bukankah dulu aku sering mengantarmu pulang..” tanggap Donghae datar.

“Tapi rumahku bukan disana lagi-“

“Aku tahu! Kau fikir sudah berapa kali selama ini aku datang kesana!”

Soeun kembali mengalihkan perhatiannya pada Donghae setelah kata2nya itu. Donghae sejenak membalas tatapan Soeun dengan tatapan yg tajam sebelum akhirnya kembali focus kejalanan.

“Kau.. kau pergi tanpa memikirkanku sedikitpun. Aku tak tahu apa yg ada difikiranmu ketika kau tiba2 menghilang, tapi aku tahu kau tak memikirkanku sedikitpun waktu itu. Sehingga dengan mudahnya kau meninggalkanku. Tapi bodohnya aku, aku tetap menunggumu. Sejauh dan selama ini aku masih juga mendatangi rumahmu yg dulu. Kau fikir untuk apa aku seperti itu..” kata Donghae benar2 dingin dan penuh emosi.  Matanya tetap lurus kedepan namun pandangan itu benar2 penuh emosi. Dan lihat, laju mobil ini tiba2 benar2 menjadi lebih kencang dan lebih cepat.

Sementara Soeun tak menyahut, ia kembali mengalihkan perhatiannya kearah luar jendela. Jantungnya benar2 berdetak cepat, namun ia tak bisa mengatakan apapun sebagai jawabannya. Sementara Donghae terus membawa mobilnya cepat, sepertinya emosi itu benar2 sulit ditahan lagi.

()

Sreet!!

Mobil itu berhenti dengan kasar didepan sebuah rumah yg terlihat sepi. Soeun mengalihkan perhatiannya, melihat rumah yg tampak masih sama dengan empat tahun yg lalu sebelum ia pergi. Sementara Donghae tampak masih sibuk mengendalikan nafasnya, sebelum akhirnya mengalihkan perhatiannya pada sosok disampingnya.

“Katakanlah!”

Soeun mengalihkan kembali perhatiannya ketika Donghae kembali bersuara padanya. Ia menatap Donghae sekilas. Pandangannya benar2 penuh emosi.

“Katakan apa yg kau fikirkan empat tahun yg lalu ketika kau ingin turun dari mobil dan meninggalkanku. Waktu itu kau tiba2 menangis begitu saja lalu keluar dan berlari menuju rumahmu lalu besoknya kau menghilang. Katakan padaku apa yg kau fikirkan waktu itu sebelum meninggalkanku begitu saja!” kata Donghae penuh penekanan dan masih penuh emosi.

Soeun masih tak menyahut, namun air mata tiba2 keluar begitu saja dari kedua matanya. Ia menatap Donghae yg masih menatapnya tajam dan penuh kemarahan.

“Katakan padaku. Agar aku tahu apa yg akan aku lakukan setelah ini. Agar aku berhenti mengharapkanmu, agar aku berhenti menunggumu, dan agar aku berhenti membuang waktu dengan datang ketempat ini..” kata Donghae kali ini melunak. Matanya tetap menatap mata basah Soeun. “Katakan padaku..”

Sejenak Soeun berusaha menenangkan perasaannya yg berkecamuk. Sebelum akhirnya berpaling dari Donghae dan menatap lurus kedepannya.

“Karena waktu itu aku sama sekali tidak menyukaimu..”

Senyuman tipis langsung tergambar diwajah Donghae setelah kata2 itu. Ia menunduk sesaat, sebelum akhirnya kembali mengangkat kepalanya dan menatap Soeun.

“Ini sudah terlalu penuh kebohongan Soeun. Kenapa kau menambah ini semakin bodoh dengan ucapanmu ini. Kau bilang tak menyukaiku sama sekali? Sementara sampai sekarangpun aku masih dapat merasakan perasaanmu padaku, benar2 masih sangat dapat merasakannya..” kata Donghae masih penuh dengan emosi didalamnya. Namun kali ini ia tampak memperlihatkan senyumannya yg sinis dari dirinya.

Soeun terdiam mendengar jawaban Donghae. Otaknya berfikir lebih kuat untuk keluar dari sini. Menjelaskan pada Donghae namun bukan yg kebenarannya, karena sangat sulit untuk menjelaskan alasan yg sebenarnya. Namun kegiatan berfikirnya berhenti ketika Donghae tiba2 menarik lengannya dengan sedikit kasar sehingga Soeun mau tak mau harus beralih kembali padanya. Tak sampai disana, tiba2 Donghae sudah langsung mencium bibir Soeun. Membuat Soeun benar2 membelalakkan matanya.

Entah apa yg ada difikiran Donghae yg jelas ia mencium Soeun cukup lama. Ada emosi disana, ada kemarahan, namun tetap ada perasaan yg lebih dalam dari itu semua. Ciuman itu bertahan lama, hingga ketika nafas keduanya benar2 terasa sesak Donghae melepaskan Soeun. Kedua orang itu sibuk meraup udara sebanyak-banyaknya.

“Kau lihat? Perasaan kita benar2 masih sama. Kau masih sangat mencintaiku!” kata Donghae diantara nafasnya yg terengah-engah. “Kenapa kau harus berbuat seperti ini dan merusak semuanya? Padahal dulu kita bisa membuat semuanya begitu indah, tapi kenapa kau malah membuat kita berdua tersakiti? Kau menyiksaku dengan meninggalkanku, sementara kau tersiksa karena tidak ada disampingku..” kata Donghae kembali penuh emosi. Matanya benar2 menjadi merah, menahan amarah dan mungkin juga air matanya sendiri.

Soeun masih juga tak menyahut hanya air matanya kembali jatuh lebih banyak. Ia benar2 tak tahu harus menjelaskan atau mengatakan apapun. Ini benar2 membuatnya kembali ke masa empat tahun yg lalu, masa dimana ia bahkan tidak bisa mengatakan apapun padanya.

Donghae kembali meraih Soeun setelah beberapa saat dan mereka kembali berpelukan. Perlahan isakan Soeun yg tadi tertahan mulai terdengar dan memenuhi ruang mobil yg sepi. Donghae mempererat pelukannya ketika emosinya dan Soeun benar2 tak terbendung.

“Tolong kembali saja padaku. Aku benar2 tidak bisa melupakanmu. Perasaanku tidak pernah bisa berakhir. Tolong jangan pergi lagi, karena aku benar2 tidak tahu harus bagaimana lagi..” kata Donghae kali ini tak sanggup bertahan lebih lama. Hingga ia ikut menangis dan memohon. Soeun masih tetap tak menyahut, ia masih juga menangis dalam pelukan Donghae. Perlahan malam ini berjalan dengan sangat pelan dan benar2 penuh dengan tangisan dan mungkin penyesalan.

()

Donghae tampak kembali sibuk mengatur sebuah meja. Ia meletakkan minuman serta beberapa makanan kecil disana. Tak lupa ia juga meletakkan beberapa lilin untuk menerangi tempat yg saat itu benar2 hanya diterangi oleh cahaya bulan. Donghae tersenyum ketika semua lilinnya sudah menyala dan mulai menerangi tempat kecil itu.

Donghae beranjak beberapa langkah dari mejanya yg tadi. Ia lantas memeriksa teropong bintangnya yg berdiri tak jauh darisana. Ia memeriksa lensanya, serta menghapus beberapa debu yg masih tertinggal. Maklum, teropong ini sudah tersimpan empat tahun lamanya.

“Donghae..”

Donghae sedikit kaget ketika seseorang langsung berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang. Donghae berbalik, menatap seorang gadis yg tersenyum ceria padanya.

“Kau sudah datang? Bukankah seharusnya dua jam lagi?” Tanya Donghae sambil memegang kedua tangan yg tadi melingkari pinggangnya.

“Terjadi sedikit masalah sehingga pemotretanku ditunda menjadi besok. Jadi aku buru2 kesini dan menemuimu..” jawab Soeun sambil tersenyum.  Donghae balas tersenyum.

“Kau sepertinya benar2 menjadi Canopus. Kau telah menjadi seorang model yg sukses namun karena aku adalah Sirius maka aku tetap adalah yg paling bersinar daripadamu bukan. Aku adalah Lee Donghae, actor yg paling bersinar saat ini..” kata Donghae sambil mengacak-acak rambut Soeun dengan sayang.

“Kau narsis sekali..” cibir Soeun sambil menjauhkan tangan Donghae dari kepalanya.

“Baiklah, ayo duduk dan lihat apa yg telah Sirius siapkan untukmu, Canopus..” kata Donghae sambil menarik Soeun menuju meja yg terletak disudut. Ia menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Soeun duduk. Setelahnya Donghae duduk didepannya.

“Apakah Arcturus sudah mecapai meridiannya?” Tanya Soeun pada Donghae.

“Belum, beberapa jam lagi. Nanti pas tengah malam, maka Arcturus akan bersinar sangat indah..” sahut Donghae sambil menuangkan minuman kedalam gelas Soeun.

“Apakah hari ini tidak akan mendung lagi?” Tanya Soeun sambil melihat angkasa. Donghae menggeleng dengan cepat.

“Tidak, hari ini cuaca terlihat begitu baik. Aku yakin, nanti malam kita dapat melihat Arcturus..” jawab Donghae sambil mengangkat wajahnya dan menatap Soeun. Soeun menurunkan pandangannya dan menatap Donghae yg tersenyum padanya. Soeun balas tersenyum padanya, sehingga dua senyuman penuh kebahagiaan dan kasih sayang yg hilang selama empat tahun itu kembali bertemu.

()

“Soeun, arcturus sudah menampakkan dirinya..” kata Donghae sambil terus memperhatikan lensa teropong bintangnya.

“Mana, biar aku melihatnya Donghae. Aku benar2 ingin melihatnya..” kata soeun setengah merengek karena sedikit tidak sabar. Donghae mengangkat wajahnya dan tersenyum.

“Lihatlah..” kata Donghae sambil bergeser dan member tempat pada Soeun. Soeun dengan cepat menggantikan posisi Donghae.

“Wwah, Donghae dia benar2 indah!!” seru Soeun takjub setelah melihatnya. Donghae tampak tersenyum mendengar reaksi Soeun. “Dia memiliki warna merah Rubi dan benar2 berkilau dan bersinar dengan begitu indah…” kata Soeun sambil terus mengatakan apa yg dilihatnya dengan takjub yg lagi2 hanya ditanggapi senyuman oleh Donghae.

“Ya, tapi ketika kau melihat Sirius bersinar ia jauh lebih indah daripada itu..” kata Donghae sambil tersenyum. Soeun menghentikan kegiatannya dan menatap Donghae.

“Kau sedang membicarakan Sirius yg sebenarnya atau sedang membicarakan dirimu sendiri?” Tanya Soeun sedikit mendelik. Donghae tersenyum mendengarnya.

“Menurutmu?” Tanya Donghae dan berniat menganggu. Soeun balas tersenyum mengejek sebelum akhirnya kembali sibuk dengan teropong. “Tapi ini serius. Kalau kau melihat ketika Sirius ataupun Canopus bersinar. Aku yakin kau akan lebih terkagum-kagum dari ini..” kata Donghae mengubah topic.

“Oleh karena itu, beberapa bulan lagi kita kembali kemari dan kembali melihat bintang. Kalau perlu bukan ketika Sirius, Canopus, atau Arcturus bersinar saja. Tapi setiap bintang2 yg paling terang mencapai meridian mereka kita mengawasinya dari sini..” kata Soeun ikut bersemangat. Donghae tersenyum mendengarnya.

“Sebenarnya kalau kau mau bahkan Sirius dan Canopus dapat bersinar terang tepat saat ini juga..” kata Donghae kemudian yg membuat Soeun mengalihkan perhatiannya pada Donghae.

“Benarkah?” tanyanya dengan wajah polos. Donghae tersenyum, lantas ia lebih mendekati Soeun.

“Kembali ke konsep awal. Aku adalah Sirius dan kau adalah Canopus. Lalu kita…” kata Donghae mengantung ucapannya dan tersenyum penuh misteri pada Soeun. Membuat Soeun benar menatap bingung dan tak mengerti.

“Lalu kita?”

“Bodoh!”

“Bodoh?” Tanya Soeun kesal setelah ucapan Donghae. Donghae tersenyum.

“Baiklah, ini serius. Katakan sesuatu padaku. Katakan, Donghae-ah… aku mencintaimu..” kata donghae mendikte.

“Kenapa kau memintaku seperti itu? Seharusnya kau dulu yg mengatakannya. Katakan Soeun-ah, aku mencintaimu kalau perlu kau mengatakan Soeun-ah aku mencintaimu benar2 mencintaimu..” balas Soeun sedikit protes pada Donghae.

“Kenapa malah kau yg membalikkannya..” protes Donghae sambil tersenyum lucu.

“Biar saja..” sahut Soeun cuek sambil kembali melihat bintang Arcturusnya. Donghae tersenyum melihat reaksi Soeun.

“Baiklah, aku dulu yg katakan. Soeun, aku mencintaimu. Benar2 mencintaimu, hiduplah selamanya disampingku..” kata Donghae setelah beberapa saat. Soeun tak menyahut, ia tampak masih sibuk dengan bintang Arturusnya. Seakan tak mendengarkan Donghae. “Ya, kau masih disana?” Tanya Donghae sedikit kesal. Soeun tersenyum, lantas ia mengangkat wajahnya dan menatap Donghae.

“Terima kasih karena telah mencintaiku, Aktor Lee Donghae..” kata Soeun sambil tersenyum sesaat lantas kembali sibuk dengan bintangnya.

“Hanya itu?” protes Donghae cepat membuat Soeun kembali mengalihkan pandangannya.

“Memangnya apa lagi?” tanyanya meladeni.

“Ya, seharusnya kau membalasnya dan mengucapkan kata2 yg sama. Bukankah tadi kita sudah sepakat..” kata Donghae menyampaikan keberatannya. Soeun tampak tersenyum. “Ayo katakan padaku!” perintah Donghae.

“Baiklah..” kata Soeun sambil kembali menghadap Donghae lalu menatap Donghae yg menunggu kata2nya. Soeun menghela nafas, lantas tiba2 ia melingkarkan tangannya dileher Donghae dan mendekatkan kewajahnya yg membuat Donghae sedikit kaget. Benar2 tanpa diduga sebelumnya tiba2 Soeun berjinjit dan mencium bibir Donghae yg berhasil membuat mata Donghae melebar. Soeun tersenyum, ia mencium bibir Donghae dengan lembut. Posisi itu berjalan tidak lama, Hanya beberapa saat, Soeun tampak mulai berhenti dan berniat untuk melepaskan Donghae. Tapi tiba2 saja ketika Soeun baru sedikit bergerak giliran Donghae yg menahan belakang kepala Soeun yg membuat Soeun tidak dapat bergerak dan tetap bertahan di posisinya. Donghae tampak tersenyum menang, lantas perlahan mulai membalas ciuman Soeun yg tadi. Donghae kemudian mengulum bibir Soeun dengan sangat lembut. (ngefly!!! *Narik2 Yesung…* *Yesung sibuk dengan Ddangkoma -_-* #dilemparReaderkarenamerusakfeelygngebaca).

Akhirnya malam pertama dimana mereka bisa melihat bintang Arcturus bersinar berakhir dengan seperti ini. Dan Kau lihat? Bahkan Sirius dan Canopus tetap bisa bersinar paling terang bahkan diwaktu Arcturus mencapai meridiannya.

(THE END)

#epilog..

~Soeun POV~

Taeyeon, aku ingat ketika dulu waktu kita kecil kau bilang kau ingin menjadi matahari. Kau ingin bersinar paling terang dan paling awal, menerangi dunia yg gelap sebelumnya. Aku percaya kau sekarang benar2 telah menjadi matahari.

Donghae bilang, aku adalah Canopus dan dia adalah Sirius. Maka sejak saat itu aku percaya kau adalah matahari. Karena kau pasti lebih terang daripada yg lain, karena daridulu sinarmu benar2 yg terbaik. Taeyeon, teruslah bersinar ditempatmu yg sekarang aku selalu mendoakan yg terbaik untukmu. Jangan lagi mencintai Donghae, karena ia tidak bisa mengimbangi sinarmu kau lebih pantas untuk yg lebih baik walau memang tidak ada yg lebih baik darimu sejauh ini. Taeyeon, aku mencintaimu, teruslah bersinar dan menunjukkan keindahanmu dimanapun kau berada saat ini.. (____)

48 Comments Add yours

  1. andri susilowati mengatakan:

    kyaaaaaaaa…
    akhirnya dilanjut. ffnya keren thorrrrrrrr.
    karakternya q sukaaaa…
    bikin emosi reader bergejolakkkk, tapi bs tetep tenang #slowwwwwwww
    akhirnya happy ending…
    haesso daebak.
    ayoo bikin os haesso lg thorrr…
    kalau bs lagunya yesung yang waiting for you dibuat ff. lagunya bagus…
    hahahahaha

  2. Deshiewookie mengatakan:

    huaaaaaa. . . akhirnya ada lanjutannya. .
    gila. . keren banget thor. . . feel pas baca dapet banget. . .
    pengen ikutan nangis tadi pas bacanya. . .
    author daebak!!!!

  3. niniet mengatakan:

    aaah so sweet….. benar benar ngaduk aduk perasaan…. ending yang manisssss

  4. Irnawaty mengatakan:

    Wah ff/os putri psti akn slalu trbaik,kk trsnth bnget aplg epilogx, putri blajr dr mana dpt buat krya sprti in? Ktax2 sngt menyenth n stiap org yg bc psti akn mraskn emosi dr stiap tkohx, oh y kk requst ff black & white y trus part d pnjangin kyak twoshot ini.

  5. Dear dHiyah mengatakan:

    aachhhhhh , so sweettt ….
    myungsoo oppa , q mo adegan yg trakhir td ! *pLak!!!! *

  6. lee ta mie mengatakan:

    Aaaaaaaaaaa :’)
    Romantis banget, keren banget . Happy ending, aku suka~
    Buat author, 4 jempol dari aku !!
    Walau ceritanya sedikit ngegantung, tapi feelnya dapet banget, walau tadi sempet di rusak oleh yessung&author+ddakoma, hehe ._.v
    Kalo bisa sih buat sequelnya, thor😀
    author FIGHTING \(^0^)/

  7. geill mengatakan:

    huaaaaaaaaaaaaa…mengharukan kisahnya…..
    so sweet…..dpt bgt feel-nya pas bc nih ff, apalagi pairingnya haesso couple….
    pokoknya mantap deh ceritanya…
    so…di tunggu ff-nya yg lain….
    semangat terus buat author……

  8. rida_kyusso ichie mengatakan:

    owh so sweet bgt thor,,,
    kapan2 buat twoshoot lagi tpi pairing nya soeun kyuhyun…
    aku request low..

  9. olivio mengatakan:

    aku cuma bisa komen dulu belum baca eon

    bikin lagi yah hahahaha banyakin yg haesso ama kyusso

  10. Cheonsa Edelweis mengatakan:

    Wuuaaaaa…..
    Udh terbit😀

    Happy Ending ceritanya.
    Romantis banget itu endingnya..
    Si… Author beneran ngerusak Feel!!!! ;> ;>
    susah tw thor ngebangun feel waktu bca ff:/:/:/

    coment apa lg???
    Puspa bingung😀
    nggak ada yg kurang sih..
    Di tunggu karya selanjutnya😀
    syukur-syukur Yesung-Soeun yg sso ngaku-ngaku Jd ELF itu???
    Ingetkan?? *gue authornya,otomatsi ingett -,-*
    *peace thor,mana tahu lupa,sbgai reader baik hnya mngingatkan #Plaakkkk*

  11. Cheonsa Edelweis mengatakan:

    Wuuaaaaa…..
    Udh terbit😀

    Happy Ending ceritanya.
    Romantis banget itu endingnya..
    Si… Author beneran ngerusak Feel!!!! ;> ;>
    susah tw thor ngebangun feel waktu bca ff:/:/:/

    coment apa lg???
    Puspa bingung😀
    nggak ada yg kurang sih..
    Di tunggu karya selanjutnya😀
    syukur-syukur Yesung-Soeun yg sso ngaku-ngaku Jd ELF itu???
    Ingetkan?? *gue authornya,otomatsi ingett -,-*
    *peace thor,mana tahu lupa,sbgai reader baik hnya mngingatkan #Plaakkkk

  12. Anna mengatakan:

    Wuaaaa puas mantep bgt,,greget,,haru,,happy,,emosi cmpur aduk,,ikt ngefly niey ama endingny heee,,always suka putri gomawo🙂

  13. Rain mengatakan:

    hiks……. terharu bgt:’)

  14. mifta mengatakan:

    keren keren keren kereeen bgttt… thor. smw ff bkinan putri emg keren.
    seneng banget akhirnya ni ff kluar jg. bkin yg lebih byk lg ff haesso y thor🙂
    love this blog..

  15. Ambarr mengatakan:

    Q ikt ngefly bcanya. . .putri u bnr2 udh memanjakan mata,otak n fkiran q. . .q suka buanget. . .

    So eun blm cerita ma donghae oppa ttg taeyeon y.. Itu pas mrka lg asyk2 kissing napa tarik yeppa ganggu aja ni author yeppa ru peluk2 q tau. . . .

    Ending yg mengesankan,dtgu krya yg laen y putri. .

  16. seruuuu bangeeet….!!!
    kasian yaw sso sm hae… tp akhirnya mreka bersatu..!!
    chukkae…. ahhahaha
    cielah kissue2 nya lembut bgt tuh… kasian sm kyuppa#plak apa hubungannya coba?
    eh iya kasian jg sm taeyeon, padahal sy pikir taeyeon bsa brsm donghae untuk sesaat.
    jdi ngersa sedih bgt, cz berasa bgt kehilangan sahabt yg plg kita cintai n sayangi…
    sso sm taeyeon jg blum maaf2an tuh, keburu taeyeonnya meninggal#plak ditabok(lagi?)
    emang lebaran woy pke maaf2an hahhaha
    pokoknya daebak…. plus nyesek bgt bca ff ini
    bikin habis tisue bwt ngelap air mata n ingus(?)#aduuh reader jorok
    ok sy tunggu ff yg lainnya.. smoga an angels bakal di post stlh ini
    and ff sso sm yeppa jg hahaha

  17. SHANE mengatakan:

    wahh ni ff udah rilis y……….
    author ni ff raaaasaaanya sampai ke hatiiii………..
    an angel+an elf nya reader tunggu,,,,
    lanjutkannnnn berkarya dlm buat ffnya yg oke punya………………

  18. Cho Nadya ELF mengatakan:

    Aigooo, author daebak deh!!!!. Aku suka banget endingnya, ^_^
    Gomawo ya, ^_^
    Aku sampe terharu, hiks … hiks … huaa …
    Aku tunggu ff lainnya ya? ^^

  19. EchaKyuWon/Choi Kyucha mengatakan:

    Ahhh bener2 menguras emosi bacany …tapi pas kesinian mulai suka dimana haesso udh ga diem2an lagii ..
    Emm donghae ngangkat sso ala bridel style*ngfly …
    Emm suka pas moment haesso-ny bener romantis🙂

    Putri akhirny rasa penasaranku sama ff ini terbayar sudah,, dilnjtin sama yg laen yahhh🙂
    Aku tunggu kryamu slnjtny😉

  20. Kim Ha Byung mengatakan:

    Aaaaa keren bget😀
    Dan romantis bget😀
    Happy ending, aku suka2….
    Di tunggu kelanjutan ff yg lain ya eon…

  21. vita mengatakan:

    Waaaaa..akhirnyaaa part2 keluaar..°\(´▽`)/°
    Taeyeon ah kau membuat so eun merasa berslah dan membuat mereka menderita..
    Donghae..kasian sekali kau bertahun2 tanpa penjelasan..feelnya berasaa bgt🙂
    Happy ending..akhirnyaa mereka bersatu kembali ~(‘▽’~) (~’▽’)~

  22. haekyusso mengatakan:

    Kereeeennnnnn….so sweet haesso couple …:-D
    Thour d tunggu ff kyusso,haesso ma yesso couple y…;-)
    Oh yach blh reg cast cow y gk kali” tlng psngn ssoeunni ma member Big bang~~plissss
    Gomawo^^

  23. Minmin mengatakan:

    Ya campur aduk rasane ^^
    tapi suka ma endingnya, , ,bener2 dapet feelnya, , ,
    jadi suka ma haesso, , ,
    suka pass adegan kiss’a tp ngapain author tarik2 yeppa ngrusak suasana aja *mesum

  24. sugarsoya mengatakan:

    Keren banget author!!
    Happy ending, ternyata cinta mereka masih ada, huaahh author daebak deh,
    Ditunggu ff selanjutanya ya…

  25. noni eka s. mengatakan:

    Seruuuuuuuuu
    gimana ya kalo jadi soeun pasti dilema banget tuh -_-
    tapi pas soeun baikan sama donghae gak diceritain ya thor hehe
    aduh bingung mau bilang apa lagi ff nya udah bagus sih😀
    ditunggu ff yang lain thor ;D

  26. mayaulidhasso mengatakan:

    maaf baru komen skrg -_-
    daebaaakkk author ….!!!!
    suka .. suka .. suka ..
    akhirnya Sso eonnie & Haeppa bersatu, yeyyy !!!!
    sempat kaget jg pas ngebaca yg Taeyeon minta Haeppa ke Sso eonnie, Sso eonnie jadi murung terus menghilang 4 thn, tapi, syukur dehh dia balik lagi dan Sirius & Canopus bersatu …
    nama bintang2 ny jg kereen author,
    oke, author ditunggu ff lainnyaa 🙂
    gomawo ^^

  27. Seli m mengatakan:

    HaeSo comeback and bersatu ..
    Wah aku bner bner suka ma ni ff😉 Endingnya So Sweet~ ^^
    pkoknya ff karya k’putri selalu daebak ..
    Di tunggu ff lainnya yh ^^

  28. AngElf mengatakan:

    so sweettttt banget
    seneng liat haesso bersatu lagi
    ceritanya seru…
    author bwat ff haesso lagiya

  29. Yova mengatakan:

    HaeSo so sweet..
    HaeSo Daebak…
    Ah nyesel,, nyesel bgt telat RCL nya,,, Haepa romantis bgt ..
    Sumpah ya baca ni ff campur aduk rasanya terharu , senyum gaje , sedih duh pokoknya terhanyut dg ceritanya… Dg 2 sejoli ini..
    Andai ini nyata.. Hmm
    Aku sukaaa bgt ff HaeSo buatanmu putri DAEBAK…
    Sekali terima kasih tlah menuhin my request.. Bnar2 Puas bgt bacanya…
    Buat ff HaeSo yg banyak yach he.he.he.

  30. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Mian,bru komen..
    Author,aq suka critax..feelx dpt dr sng,sdih,trharu coz akhirx happy ending..daebak pokokx thor..
    Itu ksihan jg ngeliat taeyeon blm smpat ngerasain kbhagian tp syukurlah brkat taeyeon yg udh mning9al akhirx haesso bs brsatu lg #plak,reader kjam..
    Oh ya thor,bikin lg ya thor OS haesso n jg kyusso yg rmantis kyk ginilah..
    Dtng9u loh thor..gomawo

  31. QueenA FZ mengatakan:

    woah… romantis abis

  32. dyyyy mengatakan:

    sy baca da kata2 fitting baju…wes ngira klo so eun mo nikah….
    bagus…pngen ff haesso byk…

  33. cucancie mengatakan:

    Wuuuuahhh serruuu

  34. Ela Bumssoeulsangeun mengatakan:

    Wooaa….. gak bisa ngomong apa apa lagi..
    author daebak deh FF.nya!!!!
    Sukaa banget,, suka banget >,<
    untungnya yah walopun hae ditinggal bertahun tahun sama soeun,, tapi hae tetep setia….
    hmmm.. manisnya kalo baca ff couple HaeSso….
    Bikin lagi dong FF yg main castnya Donghae So Eun…
    Smangat yah author… aku tunggu karya karya selanjutnya..
    Fighthing…!!!!

  35. anastasia erna mengatakan:

    asli…ga bisa kasih komen apa pun…
    terlalu bagus ceritanya…
    terlalu haru….
    terlalu indah ending nya…
    daebak author…daebak…

  36. bestevilcouple mengatakan:

    waaaaa~ so sweeeetttt *meluk kyu*
    aaaaa >< kyu, ayo kita kayak gitu *eh
    hahaha… keren thor, keren. tapi pas lagi romantisnya, ehhh.. ada author lewat ._. kkkk~
    but for all, it's awesome🙂

  37. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa…… Akhir Ϋά̲̣̥ηġ romantisssss….. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__)

  38. mun taryati mengatakan:

    so sweet…terharu bacanya…agak kurang coz soeun ngga ceritain tetang taeyon..paling sukabagian akhir wkt donghae minta soeun blg cnt…tetep smgt thor.. buat ff_nya

  39. Q mengatakan:

    argh…!!!!! #stres!!
    Aku sukaaa…..!!!! #kirain apaan..!
    Cie…!!!! ^,^
    endingnya keren…!!! #hae:iyalah!kan ada gue!*narsis!*tapi ada benernya juga,sih…#
    Pokoknya buat Kak Putri-DAEBAK….!!!!!!Semangat terus ya buat ff.

  40. Q mengatakan:

    argh…!!!!! #stres!!
    Aku sukaaa…..!!!! #kirain apaan..!
    Cie…!!!! ^,^
    endingnya keren…!!! #hae:iyalah!kan ada gue!*narsis!*tapi ada benernya juga,sih…haha..!!#
    Pokoknya buat Kak Putri-DAEBAK….!!!!!!Semangat terus ya buat ff.

  41. Q mengatakan:

    argh…!!!!! #stres!!
    Aku sukaaa…..!!!! #kirain apaan..!
    Cie…!!!! ^,^
    endingnya keren…!!! #hae:iyalah!kan ada gue!*narsis!*tapi ada benernya juga,sih…haha..!!#
    Pokoknya buat Kak Putri-DAEBAK….!!!!!!Semangat terus ya buat ff.
    GANBARUYO…!!!!

  42. rakha mengatakan:

    aku paling suka sama ff ini, gara2 ff ini aku jadi suka pairing haesso, n bacanya juga gak bosen padahal udah di baca berkali-kali

  43. Irnawatyalwi mengatakan:

    buka wpx putri tiba2 pgen bnget bc ni ff, haesso sarange kalian bgi2 manis wlpn haxa bntuk os,twoshot n ff brharap kalian ada projeck breng.

  44. Kim Ra rA mengatakan:

    Ooooooow so sweet banget mencintai dan menjaga rasa cinta itu selama 4 tahun, sungguh sesuatu yang sangat indah, fell nya dapet banget terimakasih Author

  45. Melli mengatakan:

    Akhirnya mereka bisa bersama, aku senang jika mereka berdua bersama

  46. miyanoshita mengatakan:

    yeeeee, paling suka ama happy ending *siapayangnanya
    kereeeenn eon author

  47. Rani Annisarura mengatakan:

    kasihan so eun waktu flashbacknya,,, karena dia harus mengalah ke taeyeon dan dia pergi ke luar negeri…..

    Tapi akhirnya romantis banget🙂
    Dan ceritanya happy ending🙂

    Keren ceritanya lengkap banget…..

  48. GG mengatakan:

    meskipun alur crita nya bs ditebak, tp tetep bagus kok. tau gakk knapa?

    1. pairnya HaeSso #Hahhaahahaa
    2. Penulisan crita nya detail
    3. Alurnya gak ribet
    4. tata bahasanya paling kereeennnn😉
    5. yang jelas karna happy ending

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s