~ How About My Love Part1 (In The Rainy Day) ~


Tittle: How About My Love

Author: PrincessClouds

Genre: Romance, Friendship, Family

Length: Parts and Chaptures

Cast: Kim So Eun, Lee Hyuk Jae (SJ Eunhyuk), Kim Jong Woon (SJ Yesung), Kim Hyoyeon (SNSD Hyoyeon), and Others

Summary: Aku mencintaimu, tetapi kenapa kau tidak bisa mencintaiku?

Hujan. Hari ini ia kembali datang membasahi tanah yg awalnya gersang. Menyapu dan singgah menuju apa saja yg dapat ia capai. Membuat malam berubah menjadi semakin kedinginan dan mungkin sedikit mencekam.

Dibawah hujan, dua orang manusia tampak saling berhadapan. Saling memandang penuh dengan keseriusan, membuat malam kian menjadi lebih menikam bersama hujan besertanya.

“Aku ingin kita mengakhiri ini semua..”

Sesaat, hujan member kesempatan suara lain untuk menyela diantara bunyi jatuhnya. Membiarkan laki2 disana mulai membuka suara sambil terus menatap dalam mata seseorang yg tampak benar2 kaget karena ucapannya.

“M-Mwo? Oppa…”

“Aku ingin kita putus, Soeun..”

Lagi senyap, kedua orang itu kembali membiarkan suara hujan mendominasi mereka. Gadis itu hanya menatap tanpa kata, menatap seseorang yg menatapnya dalam, bahkan terlalu dalam. Ini tidak mungkin bukan.

“T-Tapi.. Kenapa?” tanyanya mulai kembali bersuara dengan pelan.

Laki2 itu menghela nafas karena pertanyaan itu. Pandangannya teralihkan, memilih menatap hujan yg tak bosan turun. Ada perasaan yg sulit ditebak disana, walau matanya terus menyiratkan kekejaman disaat ini.

“Aku tidak bisa menjelaskan. Yang jelas, aku sudah tidak bisa melanjutkan ini..”

Itu dia! Laki2 itu hanya mengatakan sesuatu yg belum sepenuhnya menjawab pertanyaan gadis yg begitu kaget melihat ia mulai melangkah. Si gadis tampak belum terima, ia menahan kepergian laki2 itu dengan cepat.

“Kau belum menjawabku, oppa!!” serunya sambil sedikit berlari mengejar laki2 yg terus berusaha menjauh dan meninggalkannya. “Kajima..”

Hening kembali. Laki2 itu tampak menghentikan langkahnya, ia berbalik. Kembali menatap wajah yg masih menunggu jawaban darinya.

“Wae?” Tanya gadis itu kembali mendesak. Matanya basah, seperti tanah yg sudah daritadi dibasahi hujan. “Jelaskan padaku. Kenapa?” ulangnya menahan isak.

Laki2 itu menghela nafas, ia menatap gadis itu dengan kembali dalam. Iba, kasihan, atau apa, tapi sejenak pandangan itu berubah kembali datar, dingin, dan mungkin terkesan kejam.

“Aku sudah tak punya perasaan apapun lagi padamu..”

Duar!!! Ucapan itu sukses membuat mala mini bahkan lebih buruk daripada ketika belasan petir menyambar secara bersamaan. Gadis itu benar2 kaget dengan jawaban itu.

“A-Apa?” tanyanya pura2 tak mendengar. Sangat buruk baginya kalau yg ia dengar tadi benar adanya. Laki2 menghela nafas, juga sangat buruk baginya untuk mengatakan ucapan yg sama pada sosok lemah didepannya. Laki2 itu menghela nafas lagi, lantas meraih kedua bahu gadis itu.

“Aku bilang. Aku tidak punya perasaan apapun lagi padamu, bahkan mungkin tidak pernah ada sama sekali..”

“Apa yang kau katakan?! Aku mohon jangan mengatakan ini..”

Menyesakkan. Bahkan walau air matanya bisa tersamarkan oleh hujan yg membasahi seluruh permukaan pipinya ini benar2 membuat suasana ini menjadi lebih buruk.

“Sebaiknya kau melupakanku, Soeun..”

“Aniyo!!” gadis itu menolak cepat. “Oppa, kenapa kau mengatakan ini? Kau bercanda bukan? Kau bercanda! Ini benar2 tidak lucu..”

“Aku tak bercanda..” laki2 itu memotong cepat ucapannya.  “Orang bilang, kita dapat membuktikan perasaan kita kepada seseorang ketika kita menciumnya. Sudah aku lakukan, pada nyatanya aku tak menemukannya saat aku menciummu..”

“Apa semua ini?” Terdengar bantahan demi bantahan terus keluar dari mulut gadis bernama Soeun itu. “Apa yg kau katakan? Semuanya benar2 tidak mungkin. Kita saling menyukai, bukankah kita terus seperti itu dari dulu?”

“Mungkin dulu..” laki2 itu masih juga menjawab semua bantahan Soeun. Tekad ini sepertinya terlalu bulat. “Tapi kau bukannya tahu? Waktu bisa merubah semuanya..”

“Oppa, Hajimara..”

“Kita harus mengakhiri ini, Soeun..”

“Tapi aku tidak dapat menerima ini. Kau benar2 membuatku bingung, kenapa kau tiba2 begini padahal kemaren semua baik2 saja..” kata Soeun masih bersikeras. Yesung menghela nafas, masih menatap wajah yg sama dengan ekspresi yg sama. “Oppa, jangan katakan ini. Kata2mu benar2 membuatku ketakutan..”

Yesung menghela nafas, tangannya masih memegang kedua sisi bahu Soeun. Menatap mata itu sejenak, cahaya cemerlang yg biasanya Yesung temukan benar2 menghilang saat ini. Yah, ini benar2 membuatnya sedih. Yesung terdiam, lagi sebelum tangannya berpindah dan kali ini memegang satu  pipi yg benar2 bukan hanya dibasahi oleh air hujan. Berfikir sejenak, sebelum mendekatkan wajahnya dan langsung mencium Soeun. Membuat mata itu terpejam.

Air mata Soeun benar2 jatuh ketika Yesung menciumnya. Ini benar2 berat untuk dirasakan. Baru ia mengatakan perpisahan, tapi kenapa ia melakukan ini pada Soeun. Tapi kau tahu? Cara mencium Yesung benar2 berbeda. Tidak seperti biasanya, ini benar2 berbeda. Soeun membuka mata ketika Yesung melepasnya.

“Hambar Soeun. Aku tak merasakan apapun disana…” kata Yesung dengan nada pelan dan setengah berbisik. Soeun semakin menangis.

“Tapi kau sering mengatakan kau mencintaiku sebelumnya. Hanya hari ini kau mengatakan tidak..” katanya sedih. Yesung menghela nafas.

“Maaf, aku sepertinya sudah terlalu banyak membohongimu..”

Air mata Soeun jatuh lebih banyak setelah ucapan itu. Ini benar2 menyakitkan. “Apa perasaanmu hanya dapat diukur dengan itu?”

“Maaf..”

“Tapi bagaimana denganku? Aku merasakannya ketika kau menciumku. Yesung oppa, aku mencintaimu..” ucapnya kembali pada Yesung dengan penuh kesedihan. Sementara Yesung masih tetap membalasnya dengan tatapan dan kata2 yg sama.

“Mianhae..”

()

Pemuda itu tampak berbaring disofa dengan posisi masih memakai kemeja yg daritadi masih digunakannya. Matanya menatap layar TV dengan ekspresi yg berarti. Tidak tertarik, tapi sepertinya tak ada kegiatan lain yg biasa ia lakukan selain menonton TV.

Sejenak ia memegangi kepalanya yg sedikit pusing karena kesibukan hariannya. Ia melirik jam yg tergantung di dinding sampingnya. Tepat jam satu, sepertinya sudah saatnya ia mematikan TV dan berjalan kekamarnya.

Ring!!

Langkahnya terhenti ketika seseorang memencet bel apartemennya. Pemuda itu sedikit mengerutkan dahi. Berfikir, siapa yg datang dini hari begini. Namun karena penasaran ia tetap berjalan kearah pintu.

Sreet!!

Baru saja ia membuka pintu ia menemukan seseorang berdiri didepan pintunya dengan keadaan basah kuyup. Mukanya pucat bahkan sangat pucat. Ia menatap Eunhyuk dengan wajah yg terlihat lelah.

“S-Soeun?” panggilnya pada sosok yg terlihat tidak baik di depannya.

“Eunhyuk-ah..”

Dan Bruk!! Laki2 bernama Eunhyuk itu benar2 kaget ketika tamunya ambruk tepat didepannya. Eunhyuk dengan panik menghampirinya.

“SOEUN!!”

()

“Jadi kau seperti ini hanya untuk menemuinya?”

Eunhyuk kembali dari dapur dengan secangkir Mocca yg dibawanya. Saat ini, Soeun, tamunya tadi, sedang duduk disofanya dengan posisi ditutupi selimut, jaket, hingga kemeja Eunhyuk mengingat bajunya tadi begitu basah.

Eunhyuk duduk di depan Soeun. Ia menatap Soeun yg tak menjawab pertanyaannya. Soeun malah terdiam dan menatap kosong, sementara tangannya masih memegangi pinggir cangkir yg baru saja Eunhyuk ambilkan.

“Dia memutuskanku..”

Eunhyuk yg berniat minum menghentikan gerakannya dan menatap serius Soeun. Air mata bening tampak kembali membasahi pipinya.

“Dia memutuskanmu? Benarkah? Kenapa?” Tanya Eunhyuk tanpa nada. Apa kalian tahu, sebagian besar dirinya benar2 senang mendengarnya. Tapi, melihat kondisi Soeun yg begini membuat ia tak mengekpresikannya.

“Dia bilang dia tidak mencintaiku sama sekali..” katanya pelan dan tenang namun tetap saja air mata membasahi wajahnya. “Dia meninggalkanku tanpa kejelasan..”

“Tunggu!” Eunhyuk mengintrupsi. “Dia meninggalkanmu begitu saja? Maksudku, tengah malam begini, dalam keadaan hujan2 begini, dia meninggalkanmu sendiri dan membiarkanmu walau kondisimu begini?” Tanya Eunhyuk cepat. Soeun tak menyahut cepat, ia menghela nafas.

“Aku benar2 kebingungan hendak kemana. Sementara aku kehilangan kunci apartemenku, sehingga akhirnya aku kesini..”

“Yesung benar keterlaluan!” kata Eunhyuk emosi. “Dia benar2 tidak pantas disebut laki2!! Bagus kau putus darinya. Itu lebih baik bukan..”

“Jangan katakan itu tentang dia!” seru Soeun marah dengan ucapan Eunhyuk. Membuat Eunhyuk menatap padanya, tajam.

“Lihat! Seperti ini kau masih membelanya..”

“Karena aku masih percaya padanya!”

“Kau percaya padanya? Sementara kau lihat ini semua? Apa yg sebenarnya kau harapkan darinya?!”

“Aku mencintainya..”

Hening. Eunhyuk hanya menatap tajam Soeun karena ucapannya itu. Ia mendesah, lantas tersenyum frustasi sambil kembali menatap Soeun. Soeun terdiam, sepertinya ia sudah salah bicara disini hingga ia menatap Eunhyuk lebih lembut.

“Maaf, bukan maksudku begini..”

“Kau mengucapkan semua itu tepat padaku. Pada tunanganmu. Apa kau pantas membelanya dan mengatakan hal ini padaku hanya untuk laki2 seperti itu?” Tanya Eunhyuk tajam. Soeun menunduk.

“Maaf, Eunhyuk. Aku tidak bermaksud begini. Maaf..” Eunhyuk tersenyum sinis.

“Aku baik2 saja. Aku sangat baik2 saja, tidak masalah bagiku karena kau memang selalu memperlakukanku begini. Tapi hanya tak habis fikir kenapa kau terus membelanya padahal dia telah membuatmu seperti ini..” katanya dingin dan kejam.

“Karena aku sangat mengenal Yesung oppa..”

“Tapi dia sudah menyakitimu!!”

“Tapi aku mencintainya!!” Eunhyuk kembali tersenyum sinis.

“Kau terus mengatakan itu? Padahal diluar sana mungkin dia sudah bersenang-senang dengan wanita lain..”

“Berhenti seperti ini!!”

“Wae? Kau bisa memperlakukanku seenaknya. Mengatakan apapun semaumu, kenapa aku tidak boleh mengatakan ini?”

“Kau boleh katakan apapun tapi tidak menjelekkan Yesung oppa..”

“Apa kau begitu mencintainya? Kenapa kau seperti tak punya harga diri begini?”

“Hentikan!”

Eunhyuk terdiam, tatapan matanya masih penuh dengan kemarahan. Walau ia bersikap tenang tapi semua tahu kalau emosinya benar2 tidak bisa diredam lagi. Namun perlahan tatapan penuh kemarahan itu melemah, berganti dengan tatapan yg terluka.

“Lalu bagaimana denganku? Aku adalah tunanganmu dan aku begitu sangat mencintaimu. Tetapi kenapa kau masih mengharapkan dia?!” katanya lirih dan sambil menatap Soeun. Soeun tak menyahut, ia hanya menundukkan kepalanya dengan sedih.

“Eunhyuk, Mianhae…”

()

Seorang laki2 separuh baya tampak tengah sibuk mengerjakan sesuatu diruang kerjanya. Matanya tampak focus dengan kertas2 dihadapannya. Hingga ketika ia mendengar suara sedikit gaduh dari luar ia mengangkat kepalanya.

“Biarkan aku masuk!!”

Laki2 itu hanya menatap datar dua orang yg memasuki ruang kerjanya. Mereka tampak sedikit berselisih faham karena yg laki2 menyerobot masuk begitu saja sementara yg wanita, sekretarisnya mencoba menahan. Tapi terlambat, ia sudah tak bisa dilarang.

“Biarkan saja!” seru laki2 itu pada sekretaris pribadinya itu. Sekretrisnya mengangguk, ia lantas keluar dan meninggalkan mereka berdua disana. Laki2 itu hanya menatap pada laki2 yg menatapnya datar atau penuh kemarahan itu.

“Yesung? Kau datang?”

“Sudah aku lakukan!!”

Yesung memotong ucapan laki2 itu sebelum ia berkata lebih banyak. Matanya tampak tajam melihat pada laki2 tua tersebut.

“Sudah aku lakukan. Aku bilang sudah aku lakukan. Aku sudah mengakhiri hubunganku dengannya. Sekarang giliranmu, jangan pernah menyakiti atau bahkan menyentuhnya lagi!!”

Suara Yesung benar2 tidak stabil, ia mengatakannya dengan bergejolak dan emosi. Matanya masih menatap tajam laki2 didepannya yg masih berekspresi datar.

“Baiklah, sesuai perjanjian. Aku tidak akan pernah menganggunya lagi..”

()

“Ssssh…”

Eunhyuk hanya terdiam sambil menatap sosok yg tengah tidur ditempat tidurnya. Saat ini kamarnya benr2 gelap karena lampu yg memang sengaja dimatikan. Suasananya benar2 dingin, apalagi penghangat ruangan ini entah kenapa tiba2 tak berfungsi.

Eunhyuk menarik nafas, ia mendekatkan diri pada Soeun dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Tangannya menaikkan selimut untuk membuat Soeun tidak lebih kedinginan. Raut kecemasan terlihat diwajahnya.

“J-Jangan pergi..”

Eunhyuk menghentikan gerakannya ketika Soeun tampak bersuara. Sepertinya ia sedang mengigau, mungkin karena pengaruh suhu badannya yg buruk. Aish, ini dingin, Soeun pasti benar2 dalam keadaan yg sangat buruk.

“Y-Yesung oppa, jangan pergi..”

Eunhyuk hanya terdiam mendengarkan igauan yg keluar dari mulutnya walau hatinya benar2 sedih karena hal ini. Ia hanya menatap Soeun kembali, dan menggenggam tangannya erat agar ia bisa lebih baik. Tangannya benar2 terasa dingin dan wajahnya sangat pucat.

“Y-Yesung oppa, jangan pergi. Aku benar2 tidak bisa hidup tanpamu..”

“Y-Yesung oppa..”

Mata Eunhyuk beralih ketika ia melihat ada air bening yg meluncuri pipi pucat Soeun. Cukup! Ini benar2 sudah diambang batas. Kenapa gadis ini begini? Kenapa dia masih mencintai seseorang yg telah membuangnya begitu saja? Kenapa ia mau disakiti seperti itu? dan, kenapa ia begitu bodoh hingga masih mengingat laki2 itu walau didalam bawah sadarnya sendiri? Dan yang lebih Eunhyuk sesali, kenapa ia juga begitu mencintai gadis yg bodoh ini. Seorang gadis yg tak pernah walau melihatnya, seorang gadis yg terlalu mencintai cinta pertamanya yg kini mencampakkanya. Seorang gadis yg tidak pernah menganggapnya walau ia adalah tunangannya dan begitu sangat mencintainya. Kenapa dunia benar2 terasa tidak adil?

#Flashback

“Tunangan?” Eunhyuk mengerutkan dahinya ketika kakeknya mebahas sesuatu ketika mereka sedang makan malam. Kakeknya tampak mengangguk mengiyakan.

“Ya, kau akan ditunangkan dengan anak teman kakek. Kami memang sudah merencanakan ini dari lama..” jelas kakeknya

“Tapi..”

“Tapi apa? Tidak ada tapi untuk yang ini..” kakeknya menyahut cepat sebelum Eunhyuk bersuara lebih banyak. Eunhyuk menghela nafas, ia benar2 kesal kalau sudah sampai ketahap ini. “Pokoknya kau harus bertemu dan mau setuju. Aku tidak mau mentoleransi masalah ini. Kalau kau tidak mau, semua fasilitasmu benar aku tarik!!” kata kakeknya keras yang memaksa Eunhyuk untuk diam.

~

Suasana malam itu lumayan tenang. Hanya ada suara gemercik air mancur yg terdengar. Dua orang itu tampak duduk tenang dalam sebuah bangku taman dirumah Eunhyuk. Eunhyuk menghela nafas, lantas perlahan melirik gadis di sampingnya.

“Jadi namamu Kim So Eun?” Tanya Eunhyuk membuka pembicaraan. Gadis itu menatap pada Eunhyuk dengan sedikit canggung lantas mengangguk pelan.

“Ya..”

Eunhyuk menghela nafas, otaknya berusaha menyaring beberapa kata yg meintas di otaknya untuk di utarakan saat ini juga.

“H-Hum begini Kim So Eun-ssi. Aku sebenarnya menyesalkan kehendak keluarga kita yg menjodohkan kita padahal kita saling kenal. T-Tapi… Hum, begini aku rasa aku tidak bisa melanjutkan ini. Karena aku sudah.. aku sudah.. aku..”

“Mempunyai Yeojachingu?”

Eunhyuk menghentikan kata2nya yg penuh keraguan setelah Soeun memotongnya. Eunhyuk tersenyum tipis dan mengangguk pelan. “Nde..” sahutnya kemudian. Eunhyuk terdiam, menunggu reaksi selanjutnya dari gadis itu.

“Aku juga, sebenarnya aku juga sudah punya Namjachingu..” tiba2 sesuatu terdengar lirih dari mulutnya. Membuat Eunhyuk mengangkat alis.

“Jinjja?”

“Nde, tapi aku dipaksa untuk menerima pertunangan ini. Sekarang aku bingung, aku tidak mau berpisah dari Namjachinguku. Aku benar2 tertekan sekarang..” katanya menceritakan pemikirannya dengan wajah sedih. Eunhyuk tersenyum mendengarnya.

“Baiklah, kita dalam posisi yg sama. Itu artinya, ini akan mudah..” kata Eunhyuk sambil tersenyum.

“Maksudmu?” Tanya Soeun yg dijawab senyuman oleh Eunhyuk.

“Kita terima saja rencana mereka. Dengan begitu semua akan baik2 saja bukan? Tapi ini hanya kita lakuakn pada mereka sementara diluar kita bebas dengan kehidupan kita sendiri. Kau dengan namjachingumu, aku dengan Yeojachinguku..” usul Eunhyuk cepat. Soeun tampak berfikir dan ragu.

“Tapi..”

“Sudahlah, aku akan menanggung semua resikonya kalau ini sampai ketahuan. Bagaimana?” Tanya Eunhyuk sambil tersenyum lagi. Soeun tampak berifikir. Agak lama sebelum akhirnya mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Eunhyuk.

“Aku setuju..”

Eunhyuk tersenyum mendengarnya. “Baiklah artinya kita sepakat dan dari sini kita berteman..” kata Eunhyuk sambil mengulurkan tangannya pada Soeun, berniat menjabatnya. Soeun tersenyum, lantas ia menerimanya dan tersenyum.

“Berteman!!”

~

“Eunhyuk-ah!!”

Eunhyuk tampak menghentikan kegiatannya mendengar seseorang memanggilnya. Ia mengangkat wajahnya, ia melihat Soeun telah datang sambil menggandeng seseorang. Hhum, itukah Namjachingunya?

“Eunhyuk-ah!!” Soeun kembali mengulang mendekatinya sambil mengandeng tangan pemuda disampingnya yg tampak hanya tersenyum kecil melihat perlakuan Soeun. Eunhyuk menatap wajah laki2 itu, wajahnya familiar. “Hai, sudah lama menunggu?” Soeun kembali bertanya setelah benar2 dekat. Eunhyuk menggeleng.

“Tidak! Aku baru datang..” sahutnya singkat.

“Oh..” sahutnya sambil menganggukkan kepala. “Oiya, Eunhyuk ini Yesung oppa. Ini adalah Namjachinguku. Yesung oppa, ini Eunhyuk, dia yg kuceritakan sebelumnya padamu..” kata Soeun sambil memperkenalkan kedua orang itu satu sama lain.

Keduanya saling bertatapan untuk sesaat sedikit asing. Sebelum akhirnya, Yesung tampak tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Hai, aku Yesung. Senang berkenalan denganmu..” katanya sambil tersenyum. Eunhyuk balas tersenyum lalu balas menjabat tangannya.

“Aku Eunhyuk..” sahut eunhyuk pelan. “Oiya, kau seorang penyanyi bukan?” Tanya Eunhyuk setelah beberapa saat. Yesung tersenyum dan mengangguk.

“Begitulah..” katanya. Jabatan tangan mereka selesai.

“Oiya, katanya kau membawa Yeojachingumu juga? Mana dia?” Soeun tampak celingukan mencari seseorang. Eunhyuk hanya tersenyum.

“Dia tidak datang, dia ada urusan mendadak..” sahut Eunhyuk. “Oiya, duduklah!!” serunya menyilahkan keduanya duduk. Kedua orang itu tampak duduk didua bangku dihadapannya.

“Yesung oppa mau minum apa?” Soeun kembali bertanya pada laki2 disampingnya.

“Apa saja..” Yesung menyahut pelan. Dapat dilihat ia sedikit was-was karena takut orang2 mengenalinya. Kini Eunhyuk faham, kenapa Soeun meminta mereka bertemu dijam-jam sepi seperti ini. Eunhyuk tidak menyangka ternyata kekasih Soeun adalah seorang penyanyi terkenal.

“Ya sudah, aku akan pesankan untukmu. Eunhyuk-ah, kau mau memesan yg lain?” Tanya Soeun beralih pada Eunhyuk. Eunhyuk tampak tersenyum dan menggeleng.

“Tidak usah! Aku sudah memesan..” sahutnya pendek. Soeun tersenyum dan mengangguk. Ia lantas bangkit untuk memesan dan meninggalkan keduanya disana.

Eunhyuk dan Yesung tampak saling diam beberapa saat setelah Soeun pergi. Mereka tampak sibuk dengan kegiatan masing2.

“Hhum..” Terdengar Yesung bergumam. Membuat Eunhyuk mengangkat wajahnya. “Apa kau dengan Soeun sudah kenal cukup lama?” Tanya Yesung setelahnya. Eunhyuk menggeleng.

“Tidak. Kami baru mengenal beberapa bulan ini.” Jawab Eunhyuk yg diangguki Yesung. “Kalian pacaran sudah lama?” giliran Eunhyuk yg bertanya. Yesung tersenyum dan mengangguk.

“Ya, kami sama2 mempunyai cinta pertama satu sama lain. Kami mengenal saat high school dan terus berlanjut kira2 tiga tahun sampai sekarang..” jelas Yesung sambil tersenyum.

“Berarti sebelum kau debutpun?” Tanya Eunhyuk. Lagi2 Yesung mengangguk.

“Ya begitulah..”

Keduanya kembali diam dan tampak sibuk dengan kegiatan masing2. “Khabar pertunangan kami pasti cukup menganggumu ya?” Eunhyuk kembali memulai pembicaraan. Yesung mengangkat wajahnya, senyuman kecil tergambar diwajahnya.

“Begitulah, cukup mengagetkan..” kata Yesung pelan. Eunhyuk tersenyum kecil.

“Geokjeongma! Aku akan berusaha menyelesaikan ini secepatnya agar tidak terlalu mengangguku. Sampai sekarangpun, aku dan kekasihku mengalami hal yg sama..” katanya kemudian. Yesung menganggukkan kepala.

“Ya aku mengerti. Aku percaya pada kalian..” sahutnya pelan.

~

Tempat itu benar2 berisik. Music yg bergemuruh, suara tawa oran2 disekitarnya, asap rokok, wangi alcohol, desakan manusia dan masih banyak lagi membuat tempat itu benar2 terlihat lebih buruk. Di salah satu meja, Eunhyuk tampak duduk sambil terus menghabiskan botol demi botol minuman berakohol didepannya.

“Aah!!” terdengar keluhan lagi dari mulutnya setelah ia selesai menghabiskan satu gelas lagi. Ia meletakkan kepalanya begitu saja keatas meja setelah kepalanya benar2 terasa berat. Matanya sedikit terpejam menahan rasa tak nyaman ditubuhnya. Sejenak, tangannya bergerak meraih ponsel yg terletak tak jauh dari wajahnya. Ia membaca kembali pesan yg baru saja diterimanya.

“Eunhyuk, Mianhae. Sepertinya aku tidak bisa lagi melanjutkan ini. Orang tuaku telah tahu kalau kau sudah bertunangan dengan gadis lain dan menyuruhku untuk menghentikan hubungan kita. Aku sudah menolaknya, tapi mereka terus memaksaku. Dan sekarang, mereka akan mengirimku sekolah keluar negri. Sepertinya kita harus berakhir sampai disini, sekali lagi maaf dan selamat ulangtahun…”

~

Soeun tampak sedikit kecewa sambil menatap pintu apartemen Eunhyuk yg benar2 rapat. Eunhyuk sepertinya belum kembali. Soeun mendesah, ia melirik makanan yg ia bawa untuk Eunhyuk. Hari ini adalah ulangtahun Eunhyuk, Soeun ingin memberikan perayaan kecil untuknya. Sebagai ucapan terimakasih atas kebaikan Eunhyuk selama ini padanya.

“Aah!!”

Soeun mengalihkan perhatiannya ketika ia mendengar keluhan dari arah kananya. Ia sedikit kaget menemukan Eunhyuk yg tampak kesulitan berjalan karena mabuk. Soeun dengan cepat menghampirinya.

“Eunhyuk-ah!!”

Soeun dengan cepat membantu Eunhyuk yg sempoyongan untuk berjalan. Ia tampak menahan Eunhyuk agar tidak jatuh.

“Hyoyeon-ah!!” terdengar Eunhyuk memanggil sebuah nama sambil menatap Soeun. Soeun menggeleng.

“Bukan! Ini aku, Soeun..” jelas Soeun. Eunhyuk tampak mengerutkan dahi sambil menatap Soeun.

“Soeun?” tanyanya heran. “Aah!! Soeun!!” serunya tak jelas.

“Kenapa kau mabuk dihari ulangtahumu begini?” Tanya Soeun sambil membawa Eunhyuk mendekati apartemennya.

“Ulagtahun? Ya, hari ini ulangtahunku. Ulangtahun terburuk..”

“Mana cardmu?” Tanya Soeun setelah mereka sampai didepan pintu. Eunhyuk tampak mengambil sesuatu dari sakunya dan menyerahkannya pada Soeun. Soeun menerimanya dan berusaha membuka pintu, sementara Eunhyuk tampak berdiri sambil bersandar di dinding disebelahnya. “Ayo masuk!” seru soeun tak berapa lama. Setelah ia berhasil membuka pintu. Soeun tampak kembali membantu Eunhyuk untuk masuk.

“Soeun-ah, bagaimana ini? Dia meninggalkanku. Dia meninggalkanku begitu saja tepat dihari ulangtahunku..” terdengar Eunhyuk kembali meracau sambil mengikuti Soeun yg membawanya masuk.

~

Sinar matahari membangunkan Eunhyuk dari tidurnya. Perlahan ia membuka matanya sambil melihat sekitar. Ia mengeluh, memegangi kepalanya yg terasa sakit. Pandangannya kembali ia tujukan menuju sekitarnya.

Bau alcohol tertangakap di indra penciumannya. Dan.. ia menatap seisi tempat itu. tunggu, bukankan ini kamarnya? Kenapa ia sampai disini. Sedikit kaget Eunhyuk terduduk dan menatap sekitarnya. Ia ingat sesuatu, ia lantas turun dari tempat tidurnya dan pergi keluar kamar.

Aroma masakan yg wangi tercium olehnya dari arah dapurnya. Siapa yg memasak? Disini adalah apartemen Eunhyuk yg sengaja ia beli agar jauh dari rumah keluarganya. Agar ia bisa mandiri. Tidak ada satupun yg pernah kesini selain Hyoyeon. Penasaran membawanya mendekati dapur.

Eunhyuk melihat seorang gadis membelakanginya tampak sibuk memasak sesuatu didapurnya. Eunhyuk kemudian berjalan dan lebih mendekatinya. Membuat gadis itu tersadar dan berbalik.

“A! Eunhyuk-ah! Kau sudah bangun?” sapanya riang pada Eunhyuk. Eunhyuk tak menyahut, matanya teralihkan pada apa yg ada diatas meja makan. Begitu banyak makanan dan yg lebih menarik, sebuah kue tart dengan tulisan namanya terletak disana.

“Ini?”

Soeun tampak ikut melirik meja makan dan tersenyum. “Bukankah hari ini ulangtahunmu? Aku membuatkan pesta kecil untuk itu..”

Eunhyuk terdiam mendengar kata2 itu. selama ini, baru dua orang yg cukup peduli padanya. Mengingat keluarganya adalah keluarga konglomerat yg hidup penuh kesibukan. Hal itu adalah alasan Eunhyuk menyewa apartemen ini, agar ia tak perlu sakit hati atas perlakuan keluarganya pada dirinya. Selama ini, Hyoyeon, yg selalu datang dan menemaninya. Tapi, semalam baru saja Hyoyeon mengatakan perpisahan dan pergi. Eunhyuk cukup kaget, karena ketika kepergian Hyoyeon ada orang yg menggantikannya dan melakukan ini semua. Mereka baru mengenal, tapi Soeun tahu dan peduli pada ulangtahunnya. Sebuah hal yg tidak dilakukan keluarganya sampai saat ini.

“Aah!!”

Fikiran Eunhyuk buyar ketika mendengar keluhan dari Soeun. Ia mendekat menyadari, Soeun baru saja terluka karena irisan pisau yg digunakannya untuk mengiris bawang.

“Hya! Gwaenchana?” Tanya Eunhyuk sambil ikut melihat lukanya. Soeun tak menyahut, ia hanya menunjukkan jarinya yg sedikit mengeluarkan darah dengan wajah sedikit merengek. Eunhyuk memegang tangannya dan langsung mendekatkan kearah mulutnya. Eunhyuk lantas menghisap darah yg keluar dari jari Soeun. Cukup membuat Soeun kaget.

“Sudah lebih baik..” kata Eunhyuk setelah ia merasa tidak ada lagi darah yg keluar. Soeun tampak mengangguk sambil memperhatikan tangannya. Wajahnya sedikit cemberut karena rasa sakit yg dirasakannya. Eunhyuk mengalihkan perhatian lagi padanya. “Wae? Apa masih sakit?” tanyanya lagi. Soeun menggeleng cepat.

“Ani. Hanya saja aku jarang terluka dan takut melihat darah. Beruntung ada kau disini..” katanya lesu. Eunhyuk tersenyum mendengarnya.

“Sudah begitu banyak makanan di meja. Apalagi yg ingin kau buat?” Tanya Eunhyuk kemudian.

“Itu. aku lupa membuat omelet. Bukankah kau suka omelet?”jawab Soeun yg berhasil membuat eunhyuk sedikit kaget. Wow, darimana ia tahu ini?

“Darimana kau tahu?” Tanya Eunhyuk begitu saja.

“Aku tanyakan pada juru masak rumahmu. Kemaren aku berkunjung dan disana aku tahu ini hari ulangtahunmu. Karena kita teman makanya aku berencana membuat pesta untukmu, bahkan agar semua lancar aku menemui juru masakmu dan menanyakan makanan2 apa saja yg kau suka..” jawabnya kemudian yg sekali lagi berhasil membuat Eunhyuk sedikit terperangah. Fikiran gadis ini ternyata lebih jauh dari fikiran orang tuanya. Mereka mana tahu apa yg Eunhyuk suka.

Eunhyuk tersenyum kecil setelah itu. “Tunanganku cukup baik ternyata..” katanya pelan. Soeun hanya balas tersenyum.

“Kau ini!!”

“Ya sudah, jangan dipaksakan. Lebih baik kita makan saja, aku sudah lapar..” kata Eunhyuk setelahnya.

“Tapi Omeletnya?”

“Lain kali saja..” tanggap Eunhyuk sambil berjalan menuju meja makan.

“Baiklah..” sahut Soeun sambil mendekat kearah meja. “Lihat! Bahkan ada kue tart yg sudah kupersiapkan. Apa kau suka?” Tanya Soeun setelah sampai didepan meja. Eunhyuk hanya tersenyum.

“Ya, Gomawo..”

Soeun tersenyum, tangannya tampak mengambil korek api yg membakar lilin berbentuk angka 26. Ia tersenyum setelah menyala.

“Baiklah, lakukan make a wish dan tiup lilinnya. Hyukkie!!” kata Soeun tersenyum puas setelah lilin menyala sempurna. Eunhyuk hanya tersenyum.

“Make A Wish seperti apa? Aku tak pernah melakukannya..”

“Apa saja. Contohnya memohon kekasihmu berubah fikiran dan kembali..” kata Soeun yg membuat senyum Eunhyuk memudar. Soeun sedikit tersentak karena sadar salah bicara. “Eung, Mianhae. Bukan maksudku-”

“Sudahlah!” Eunhyuk memotong cepat dan tersenyum. “Ini hari bahagia bukan? Maka aku akan meminta apapun yg membuatku senang..” katanya sambil kembali tersenyum senang. Soeun balas tersenyum.

“Baiklah, lakukan make a wish!!” perintah soeun lucu. Eunhyuk tertawa kecil, ia tampak sedikit berfikir.

“Baiklah. Aku ingin sebuah rumah yg besar yg semuanya terbuat dari emas!!” kata Eunhyuk setelah beberapa saat.

“Hya! Itu bukan make a wish yg benar. Kau harus serius, mengatakan sesuatu yg benar2 harapanmu. Dan satu lagi, tutup matamu dan ucapkan dalam hati. Kalau ada yg mendengarnya nanti permintaanmu tidak dikabulkan!!” protes Soeun cepat. Eunhyuk kembali tertawa.

“Apa harus begitu?”

“Ya, harus begitu!!” kata Soeun cepat dan tidak santai.

“Baiklah!!” tanggap Eunhyuk sambil memperbaiki duduknya. Ia tampak menyatukan tangannya dan mulai menutup mata. Soeun tersenyum melihat Eunhyuk yg melakukan arahannya. Tidak lama Eunhyuk berdoa, sebelum akhirnya ia membuka mata dan langsung meniup lilin2 didepannya.

“Wwah, Eunhyuk-ah saengil chukahae!!” soeun tampak berseru senang sambil bertepuk tangan setelahnya. Eunhyuk tampak lebih tersenyum melihat ekspresi senang Soeun. Entah kenapa, seakan masalah yg dihadapinya terhapus karena sebuah senyuman.

~

#EndFlashback

“Kau tahu apa permintaanku saat itu Soeun? Permintaanku sangat sederhana. Yaitu berharap kita akan selalu bersama. Berharap kau akan selalu ada untukku, entah sebagai teman, sahabat, atau bahkan tunangan pura2ku. Tapi semakin lama semakin berjalannya waktu dengan semakin banyak kita bersama entah kenapa permintaan itu terus menjadi specific dan egois. Aku hanya ingin kau jadi untukku, hanya ingin kau menjadi milikku. Hanya milikku dan hanya aku..”

 ()

Mobil itu melaju dengan cepat menembus kota malam Seoul. Berlari kencang seperti seekor kuda yg tak peduli pada apapun sekitarnya. Ia berlari cepat, dan begitu cepat secepat rekaman memori yg bermain dalam otaknya. Dalam otak Yesung.

#Flashback

Dua kelingking itu terus menyatu. Beserta senyuman dari dua pemiliknya. Yesung, pemuda tersebut tersenyum pada gadis dihadapannya.

“Kita pacaran..” Yesung tersenyum senang sambil menggerak-gerakkan tangannya hingga tangan mereka bergerak beriringan. Soeun tampak ikut tersenyum mendengarnya.

“Ya, kita pacaran..” katanya tak kalah senang. Keduanya kembali tersenyum penuh arti.

“Setelah ini, aku yakin impianku menjadi penyanyi akan semakin cepat terwujud. Karena sekarang aku mendapat semangat baru yg sangat besar..” kata Yesung lagi. Soeun mengangguk dan tersenyum.

“Ya, kau pasti akan menjadi penyanyi hebat..” kata Soeun tak kalah senang dan semangat.  Keduanya tampak sama2 larut dalam kebahagiaan mereka.

~

Yesung berdiri dengan senyuman didepan ribuan orang yg member tepuk tangan padanya. Ia tersenyum pada semua orang yg tampak puas setelah kerja kerasnya untuk menghibur mereka semua malam ini.

“Khamshahamnida..” ucapnya sambil membungkukan badan dengan tulus kepada mereka semua.

~

“Oppa!!”

Yesung yg baru saja keluar dari backstage langsung menghentikan langkah dan tersenyum melihat seseorang yg menghampirinya. Soeun tampak setengah berlari sambil menghampirinya, lantas langsung memeluknya.

“Tadi itu oppa keren dan luar biasa!!” katanya senang sambil memeluk Yesung. Yesung balas tersenyum melihat ulahnya. Tak lama soeun melepaskan pelukannya dan menatap Yesung. “Oppa lapar?” tanyanya pada Yesung. Yesung mengangguk.

“Ya, sangat lapar..” keluh Yesung sambil memegangi perutnya.

“Ya sudah, aku sudah membawakan makanan kesukaan oppa. Ayo kita pergi makan. Kajja!!” ajak soeun sambil menarik Yesung. Yesung hanya mengikutinya sambil tersenyum. Sementara itu tanpa mereka sadari seseorang menatap mereka dengan pandangan tidak suka.

~

“Kau sudah punya pacar?” laki2 itu berkata dengan nada sinis pada Yesung yg berdiri tenang didepannya. Yesung tak menyahut, ia hanya diam dan mendengarkan lawan bicaranya. “Putuskan kekasihmu..”

Yesung langsung mengangkat wajah dengan kaget mendengar ucapan laki2 yg merupakan direktur agencinya tersebut.

“Tapi.. Sajangnim-“

“Tidak ada alasan. Apa kau tidak membaca kontrakmu dengan benar Yesung-sshi? Kau dilarang punya kekasih setidaknya sampai lima tahun kedepan!” katanya keras.

“Tapi sajangnim. Kami sudah menjalin hubungan tiga tahun. Lagipula, kami menjalaninya secara rahasia dan berusaha tidak ada orang lain yg mengetahuinya..” kata Yesung berusaha membela diri.

“Kontrak tetap saja kontrak yg wajib kau penuhi kalau kau ingin sukses. Lagipula, netizen begitu canggih. dalam waktu dekat semuanya akan ketahuan. Lalu tamatlah semuanya..”

Yesung menghela nafas, sulit dipercaya resiko yg diterimanya harus begini. Mengapa mereka semua ikut meributkan hal yg merupakan urusan pribadinya.

“Bagaimana?”

Yesung mengangkat wajahnya ketika direktur itu kembali bertanya. Ia benar2 bingung akan menjawab apa. “Hhum, ini benar2 keputusan berat untuk saya sajangnim. Saya tidak bisa memutuskan sekarang..” jawab Yesung hati2. Laki2 itu tampak tersenyum sinis.

“Kau benar2 mempunyai mental yg kurang dalam menjadi seorang idola. Kau lemah dan tak punya pendirian..” lagi2 ia kembali mengatakan kata2 yg sinis membuat Yesung semakin tersudut dan bingung.

“Maaf sajangnim..”

“Baiklah, kuberi kau waktu untuk berfikir karena kita sama2 tidak punya waktu untuk mengurus hal sepele seperti ini. Ingat Yesung, kita akan menyiapkan gebrakan besar setelah ini. Jangan sampai ini menganggumu, atau aku hilangkan penganggu itu dengan caraku..” ucapan direktur kembali lebih sinis dan buruk. Yang berhasil membuat Yesung benar2 bingung.

~

Yesung duduk didepan TV dengan pandangan kosong. Fikirannya terus tidak beraturan daritadi benar2 membuatnya tidak focus. Kata2 direktur perusahaan terus terngiang ditelinganya.

Teet!!

Yesung mengalihkan perhatian ketika mendengar suara bel berbunyi. Dengan perlahan ia bergerak kearah pintu.

“Oppa!!”

Yesung sedikit kaget ketika Soeun datang padanya dengan merengek dan setengah menangis. Yesung melirik kearah tangan kanan Soeun yg tampak terluka dan berdarah.

“Ya! Kau kenapa?” Tanya Yesung cepat sambil memeriksa keadaan tangan Soeun. Soeun tak menyahut, ia tampak kesakitan.

“Tadi ketika aku ingin kesini tiba2 aku hampir keserempet mobil. Akibatnya, aku terjatuh dan beginilah hasilnya..” jelas Soeun menahan tangisnya. Yesung menatap lukanya, untung tidak terlalu fatal.

“Masuklah! Biar aku obati!” perintah Yesung setelah itu. keduanya memasuki apartemen Yesung.

Yesung berjalan kembali mendekati sofa sambil membawa kotak obat. Ia berusaha membantu mengobati luka Soeun yg sudah pasrah sambil menutup mata. Soeun benar2 takut melihat darah (penyakit gue nih -_-)

“Tahan sedikit ya..” kata Yesung pelan sambil berusaha membersihkan luka Soeun. Wajah Soeun tampak kesakitan setelah lukanya disentuh kapas yg dipegang Yesung.

“Sss, appo..” rengeknya ingin menangis. Yesung membuat sapuan ketangan Soeun lebih pelan.

“Tahan ya..” ucap Yesung pelan sambil mengangkat wajahnya menatap wajah Soeun yg sudah memejamkan matanya dengan begitu rapat. Yesung tersenyum, lantas setelah selesai ia agak menaikan tangan Soeun pada wajahnya lantas mencium bekas luka tersebut sekilas dan lembut. “Nah! Sudah sembuh..” katanya sambil tersenyum. Soeun tampak membuka matanya tampak sedikit tersenyum malu dengan perbuatan terakhir Yesung. Yesung mengusap rambut Soeun sejenak, sebelum akhirnya bangkit dan membawa peralatan kesehatannya kembali tempat dimana tadi ia mengambilnya. Sementara Soeun tampak sibuk memperhatikan lukanya.

“Kau seharusnya lebih berhati-hati lagi…” ucapan Yesung mengagetkannya. Membuat Soeun mengangkat wajahnya dan menatap Yesung yg sudah kembali duduk dihadapannya.

“Oppa, apakah mungkin ada orang yg membenci dan berusaha mencelakaiku?” Tanya Soeun tiba2 setelah beberapa saat.

“Tidak mungkin. Kau kan tidak senang bikin masalah. Lagipula, Siapa yg akan membenci gadis semanis dirimu..” kata Yesung gemas sambil mencubit kedua pipi Soeun. Soeun meringis sebentar sebelum akhirnya melepas pegangan Yesung di pipinya.

“Tapi aku serius. Aku benar2 seperti dalam target atau apa. Masalahnya beberapa hari ini banyak kejadian yg benar2 hampir melukai atau mungkin membunuhku..”

“Sst, apa yg kau katakan!!” Yesung menyahut cepat setelah ucapan itu.

“Tapi ini serius, dari kemaren ada2 saja yg terjadi. Mulai dari aku hampir terkurung dalam lift, aku hampir jatuh dari sebuah tangga, aku terkunci di toilet, bahkan lebih dari tiga kali aku hampir ditabrak padahal aku sudah berjalan dengan benar. Lihat ini buktinya..” kata Soeun merengek sambil melihat sikunya yg baru diobati Yesung.

Yesung langsung terdiam karena kata2 Soeun, entah kenapa sesuatu terfikir cepat dalam otaknya. Ada apa dibalik semua ini?

“Oppa, kalau memang benar begitu begaimana?” Tanya Soeun mengangetkan Yesun yg terdiam. Yesung mengalihkan perhatiannya pada Soeun.

“T-Tidak mungkin itu hanya perasaanmu saja..” kata Yesung sambil tersenyum. Yesung kemudian meraih bahu soeun dan mendekatkan padanya. Yesung mendekap Soeun erat dan rapat. “Lagipula, kalau memang ada orang yg ingin menyakitimu maka aku akan selalu melindungimu seperti ini..” kata Yesung sambil tersenyum dan berusaha membuat fikiran buruk Soeun menghilang. Soeun tampak tersenyum mendengar ucapan Soeun. Soeunpun membalas pelukan Yesung padanya. Sementara itu diam2, ekspresi wajah Yesung langsung berubah.

~

Brak!!

Yesung menyelonong masuk begitu saja. Diikuti oleh seorang wanita yg daritadi melarangnya. Sementara laki2 didepannya tampak hanya menatap kedatangannya.

“KENAPA KAU MELAKUKANNYA!!” Tanya Yesung cepat dan marah. Wajah laki2 itu terlihat heran.

“Melakukan apa maksudmu?” tanyanya entah benar bingung atau pura2.

“JANGAN BERPURA-PURA AKU TAHU SEMUANYA!!” kata Yesung benar2 emosi. “KENAPA KAU GANGGU DIA?! KENAPA KAU CELAKAI KIM SO EUN? KEKASIHKU?! HAH!!”

“Owh, masalah itu..” respon laki2 itu datar. “Aku tidak mencelakainya. Aku hanya berusaha mengenal kekasih artisku lebih jauh..” tambahnya tanpa dosa tapi membuat Yesung benar2 kesal melakukannya.

“TAPI KAU MELUKAINYA!!” seru Yesung tak terima.

“Tenang dulu!” laki2 itu tampak bangkit dan menyuruh Yesung duduk. Namun tak dihiraukan oleh Yesung. “Bukankah aku sudah memperingatkanmu sebelumnya?”

“TAPI BUKANKAH AKU BILANG AKU AKAN MEMIKIRKANNYA!!”

“Aku hanya membantumu untuk menentukan!”

Yesung terdiam mendengar kata2 itu. “Apa maksudmu?”

“Kau sudah menanda tangani kontrak Yesung. Kau tidak bisa menghindarinya, kalau tidak mau menganti rugi..” kata direktur itu sinis. Yesung kembali terdiam mendengarnya. “Satu2nya jalan kau harus memutuskan dia. Kau sedang bersinar, aku juga tak mau melepasmu. Maka, aku bantu kau memilih kau tinggal disini dan biarkan dia hidup tenang. Atau sebaliknya..”

“Kau mengancamku?”

“Apa ini terdengar seperti ancaman?”

Yesung menghela nafas. Ia tahu, sangat sulit baginya keluar dari masalah ini mengingat banyak artis yg mengalami hal yg sama. Tapi kenapa ini harus juga terjadi padanya? Dia benar2 mencintai Soeun. Bagaimana mungkin ia melepasnya? Tapi.. ini benar2 impiannya sejak kecil, tak mungkin mudah melepasnya. Lagipula, tua Bangka ini benar2 tidak pernah main2. Ia bisa melakukan apa saja demi keinginannya. Termasuk melukai gadis sepolos Soeun.

“Apa kalau aku menjauhinya kau akan berhenti menganggunya?” Tanya Yesung setelah beberapa saat. Laki2 itu tampak tersenyum sinis sekaligus puas karena ucapan Yesung.

“Tentu saja, aku tidak akan mengganggunya sedikitpun. Asal, kau benar2 menjauh darinya. Aku menemukan kalian berhubungan lagi maka aku akan menyelesaikan ini dengan caraku..” kata laki2 tersebut tenang tapi penuh ancaman. Yesung menghela nafas mendengarnya.

“Baiklah! Aku pegang kata2mu!!” kata Yesung sambil berbalik dan meninggalkan tempat itu begitu saja. Disaat itu, kegalauan melanda hatinya.

#Endflashback

“Kau tahu Soeun? Bahkan sampai nantipun perasaanku padamu akan terus sama. Aku akan tetap mencintaimu selama aku masih bisa. Aku benar2 menyesal menerima semua ini dan membuatmu tersakiti. Tapi lebih baik, aku yg menyakitimu yg juga berarti juga menyakitiku. Daripada mereka yg turun tangan dan menyakitimu. Mianhae..”

()

Sinar matahari menganggu tidur Soeun yg baru saja disinggahi mimpi buruk. Dalam keadaan terpejam, ia berusaha mengumpulkan kesadarannya. Dan tentu saja, ditengah rasa pusing dikepalanya.

Kesadaran itu benar2 kembali ketika ia menyadari daritadi wangi mint merasuki penciumannya. Dan, ia menyadari kalau saat ini ada yg tengah memeluknya. Soeun dengan cepat membuka matanya. Matanya membesar menemukan Eunhyuk tertidur di tempat tidur yg sama dan memeluknya.

“E-Eunhyuk-ah..” suaranya bergetar sambil berusaha menjauhkan Eunhyuk darinya. Eunhyuk tampak mulai tersadar dari tidurnya. Sementara Soeun tampak duduk, berusaha merapikan penampilannya. Kemejanya benar2 telah acak-acakan serta beberapa buah baju atasnya sudah terbuka sama sekali.

“Kau sudah bangun?” Tanya Eunhyuk sambil ikut duduk. Eunhyuk tak memakai atasan sama sekali, ia hanya memakai celana jeans yg dipakainya semalam.

“A-Apa yg kau lakukan padaku?” Tanya Soeun sambil menatap Eunhyuk. Eunhyuk tampak hanya tersenyum kecil karena mendengar pertanyaan.

“Berusaha membantumu menghangatkan badan..” jawabnya tanpa dosa. Soeun benar2 tidak dapat menerima jawaban itu.

“K-Kenapa kau lakukan ini?”

“aku hanya berusaha membuat tubuhmu lebih hangat. Semalam, penghangat ruangan mati sementara kau demam dan menggigil kedinginan. Itu sebabnya aku membantumu menghangatkan badan..” jawabnya enteng.

“Kau seharusnya tak melakukan ini..” kata Soeun marah dan nyaris menangis. Eunhyuk menoleh padanya.

“Apa memangnya yg aku lakukan? Aku hanya membantumu agar kau tidak kedinginan..”

“Tapi kenapa harus dengan cara yg ini. Ini bukan cara yg pantas..” kata Soeun setengah marah dan setengah menangis. Eunhyuk semakin menatapnya dengan pandangan mulai tak terima disalahkan.

“Kau tahu? Semalam kau benar2 sekarat. Kau terus mengigau dan badanmu benar2 menggigil kedinginan. Aku tidak mungkin membiarkanmu begitu saja..” kata Eunhyuk mulai terdengar kesal.

“Tapi kenapa harus dengan cara ini..”

“Lalu menurutmu harus dengan cara apa lagi?”

“Tapi ini tidak benar. Seharusnya kau tak melakukannya. Bagaimana kalau orang lain tiba2 masuk dan melihatnya..”

“Lantas kenapa? Bukankah kita ini sudah bertunangan dan akan menikah?” kata Eunhyuk benar2 tidak suka dengan semua ucapan Soeun. Soeun malah semakin menatapnya.

“Apa kau lupa kalau kita hanya pura2 tunangan? Kau lupa kalau aku sudah punya-“

“Yesung?” Eunhyuk memotong dengan nada bertanya dan sedikit keras. Senyuman sinis tergambar diwajahnya. “Kau tahu? Tidak ada gunanya kau menunggunya. Karena dia tidak akan datang. Kau lihat, setelah membuatmu sakit seperti semalam dia meninggalkanmu. Bagaimana mungkin kau masih mengharapkannya untuk datang padamu dan terus2 memanggil namanya dalam kesakitanmu. Adalah sebuah kebodohan kalau kau terus mengharapkan dia, karena yg ada kau hanya akan terus dibunuh oleh rasa dingin dan rasa sakitmu..”

“HENTIKAN!!” Soeun berseru tidak tahan. “KAU TAK TAHU APAPUN?!”

“LALU APA YANG KAU TAHU?!” Eunhyuk balas berteriak membuat Soeun diam dan hanya menatap Eunhyuk dengan mata nya yg basah.  “Kau memintaku untuk memahami perasaanmu padanya. Tapi bagaimana dengan perasaanku?”

“Eunhyuk-ah..” kata Soeun setengah memelas. Sebenarnya ia sangat tidak suka Eunhyuk mengatakan kata2 yg seperti ini. “Kenapa semuanya harus seperti ini?” tanyanya sedih.

“Karena aku adalah tunanganmu..”

Soeun menghentikan ucapannya karena ucapan Eunhyuk. Eunhyuk menatap tajam padanya, pandangannya dingin dan amarah.

“Aku menjagamu disini. Berusaha membuatmu lebih baik dan sembuh. Tapi apa yg kau lakukan? Bahkan disaat tidak sadar yg kau sebut adalah namanya. APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN PERASAANKU?!” ucapan Eunhyuk berubah menjadi bentakan yg keras. Ia benar2 marah.

“TAPI KAU SAMA SEKALI TIDAK BERHAK!!” Soeun balas berteriak sedikit parau karena menahan air matanya.

“Aku berhak! Bahkan aku lebih berhak daripada Yesung!!” Ucapan eunhyuk kembali merendah matanya tampak sudah sedikit memerah. “Kenapa kau tidak melihat keinginanku. Aku hanya tidak bisa melihatmu seperti tadi malam. kau benar2 terlihat menyedihkan dan kesakitan. Aku hanya ingin kau sembuh, asal kau tahu aku hanya tidak ingin kau sakit lebih parah dan lebih lama. Kenapa kau terus mengharapkan orang lain yg telah membuatmu sakit? Padahal kau pantas mendapatkan lebih dari itu. kau hanya pantas untuk mendapat kebahagiaan, yg aku janjikan bisa aku berikan padamu…” kata Eunhyuk memelan dan terdengar begitu sedih.

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya. Ia bangkit terlebih dahulu dari tempat tidur dan meraih kemeja yg terletak disofa. Ia menatap Soeun sekali lagi, kemudian ia keluar dari kamar itu sambil mengancingkan kemejanya.

Air mata Soeun tak terbendung setelah Eunhyuk benar2 menghilang. Kenapa ini bisa sesakit ini? Kenapa harus seperti ini? Yesung dan Eunhyuk seharusnya tidak begini. Mereka tidak bisa berubah mendadak seperti ini dan berhasil membuatnya benar2 merasa terjatuh pada lubang yg terlalu gelap untuk ditempuh sendiri. Ini benar2 membingungkan, dan ini benar2 menyakitkan…

(To Be Continued..)

45 Comments Add yours

  1. Deshiewookie mengatakan:

    yeaaaaaa akhirnya part 1 muncul. . .
    alur ceritanya bagus, , , keseluruhan saya suka. .
    tapi paling suka pas bagian eunhyuk bilang:
    “Kau tahu apa permintaanku saat itu Soeun? Permintaanku sangat sederhana. Yaitu berharap kita akan selalu bersama. Berharap kau akan selalu ada untukku, entah sebagai teman, sahabat, atau bahkan tunangan pura2ku. Tapi semakin lama semakin berjalannya waktu dengan semakin banyak kita bersama entah kenapa permintaan itu terus menjadi specific dan egois. Aku hanya ingin kau jadi untukku, hanya ingin kau menjadi milikku. Hanya milikku dan hanya aku..”
    sumpah thor. . . itu ucapannya dalem banget dan nyampe klo kesannya egois. . .
    pokoknya i like it i like it. . . .
    next part saya akan selalu menunggu thor dan juga karya2mu yang lain. . .
    buat author semangat!!! semangat!! semangaaaaatttttt!!! (/-____-)/

  2. Dear dHiyah mengatakan:

    “Baiklah. Aku ingin sebuah rumah yg besar yg semuanya terbuat dari emas!!”
    matta !! abizzzz tu rumah y buat q ea ..
    hohohhoo *pLak!!*

    kasian so eun … =(
    ea udahLah ,, yg da z . *nunjuk eunhyuk*
    dr pda rempong” buang air mata , ntar kLo air mata y abiz gmna ?? mank da toko yg jual air mata ?? g da kann ….

  3. SHANE mengatakan:

    pertma2 reader mau blang sk sm background gambr ssonya cuantik buanget….
    huuuuuuuuuuuft,,,reader sk sm caracternya eunhyuk(reader pling sk klo ada namja yg maksa2 gituu)…trs kashan jg ni sm bang yeye nya yg terpaksa hrs memutskn sso..

    penasrn sm next part ni ff,,,,,d tunggu ajja klnjtnny……………klo bs semua ff nya publish soon y…….he….he……(plakk).
    go…..go………..fighting………3x.

  4. Anna mengatakan:

    Haduuuhh yesung oppa apkh kau tdk bc dlu kontraknya,,jd kshn smuany hrs brkorban,,yaaa ga da yg bs disalahin jg,,part awl sukss mngharu biru nieeyy putri bkin greget pergolakan batinnya,,lanjuutt slu gomawo🙂

  5. Cheonsa Edelweis mengatakan:

    😥😥😥😥😥
    *masih ngelap air mata*
    aaaaaahhhhh~~
    semuanya tersakiti karena masalah yg sama “cinta” #Gubbrakkk *sok puitis*

    Puspa kira Yesung Oppa mutusin Sso krna di suruh Eunhyuk or kakek Sso,ternyata sang direktur toh *angguk-angguk mengerti*

    Duhhh…
    Thor!!!
    Gini caranya bingung atuh nentuin Sso sma siapa:/:/:/ biar Sso aja yg milih deh!! (?)
    tapi,klw usul Puspa sih dibuat “SAD ENDING AJA!!” Ssonya di buat Mati *dilirik Sso, “Loe suka banget ya,liat gue ‘mati’ di setiap FF??” Peace Eonnie V*

    tapi,yg mana2 Puspa sesuju aja,asal Sso Bahagia :’)

    Ditunggu Part selnjutnya Thor!!
    Dan karya yg lain..
    Dan doa yg selalu sama “semoga nggak gelap” (?) #Plaaaakkkkk

  6. heldajungsoo mengatakan:

    eunhyuk oppa ku yakin cintamu terblaskan, keren author. keren bgt malah.

  7. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Keren thor..
    Sya suka dgn kisahx..yeppa yg trpksa mmutuskan sso n unyuk yg trus mmksa sso utk mncintaix..
    Cpt lnjutkan thor,pnrsn sso akhirx mmilih siapa..
    Oh ya,ff “my special elf” yg pairingx yesso kpn dlnjutin..udh lma nih nung9u klnjutanx
    Jgn lma2 ya thor,gomawo

  8. Kim Ha Byung mengatakan:

    Astagaaaaa keren😀
    Akhir’a part 1’a muncul(?) jga……
    Di sini malah yg aku ksihanin eunhyuk oppa ya….
    Aku suka pas bagian….

    “Aku menjagamu disini. Berusaha membuatmu lebih baik dan sembuh. Tapi apa yg kau lakukan? Bahkan disaat tidak sadar yg kau sebut adalah namanya. APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN PERASAANKU?!” ucapan Eunhyuk berubah menjadi bentakan yg keras. Ia benar2 marah.

    Di situ keliataan bget gmna eunhyuk oppa. menjaga sso eonni supaya sembuh….
    Lanjut kan lah author,😀
    Dan ff yg lain’a jga di tunggu kelanjuta’a….😀
    Apalgy yg Be My Girl😀

  9. Ambarr mengatakan:

    Waaau mantab ff’nya. . . Dri awal bca q yakin pasti ada alasan tertentu knpa yeppa berubah trnyata bnar jd org trkenal bnyk resikonya..

    Walau eunhyuk oppa baex’nya melebihi malaikat tpi q lbh suka low so eun ntar ma yeppa aja ya putri diakan pria paling romantis sedunia jd lbh co2x ma so eun..

    Penasaran tingkat dewa ma next partnya jd ditunggu y pakek cpt lebih enak..

  10. part 1 ya??
    part 1 x saja udah bagus dan menegangkan kyk gini, bagaimna dengan part-part slanjutnya? pasti bakal makin seruuuu abiiieeez…..
    sebenarnya aku bingung/galau harus pilih siapa?
    hyukppa atau yeppa?
    dua-dua x mencintai sso dengan tulus…
    yeppa mengorbankan cinta x demi keselamatan sso juga kan?
    trus hyukppa astaga dia juga mencintai sso, perasaan nya sangat tulus dan aku kasihan bgt sm hyukppa psti sakit sekali mencintai org yg tak mencintai nya…
    author tanggung jawab, sy jd bingung tingkt dewa gara2 ff ini.
    buat yeppa semangat ya, jgn pernah brhenti mencintai sso….!!!
    buat hyukppa semangt buat dapetin cinta sso yaw😀
    #plak apaan coba gk konsisten kyk gini
    lebih baik sso dibelah dua#plak dibakar angels…
    eh iya buat author x semangat 45 yaw bwt bikin part-part lanjutannya cz sungguh ff ini super DAEBAK..!!
    jadi pgn baca trus😥
    untuk ff yang lain juga di tunggu
    pokoknya ff yang ini harus cepat ada lanjutannya cz gak sabar bgt pgn baca kelanjutan dari cinta segi tiga ini#poor author hahhaa

  11. minmin mengatakan:

    Kasian sso rus pilih yang man,,,
    pilih hyuk oppa aja,,,
    Suka ma karakter hyuk jadi sso ma hyuk aja,,,
    ditunggu kelanjutanya,,,

  12. Irnawatyalwi mengatakan:

    Waw luar biasa put,g tau mw komnt aplg, kalo d drmakn/ d flmkn psti akn laris d pasaran

  13. rida_kyusso ichie mengatakan:

    bagus , thor part 2 nya lebih cpet yha……..

  14. geill mengatakan:

    akhirnyaaaaa……keluar jg part1-nya…
    kisahnya bener2 menyentuh banget and MANTAPPPPP……pairingnya lg i like…
    pokoknya q sk banget ama ide ceritanya….apalagi kisah cinta segi tiga hehehehe……
    mantap deh author…good job….ff-nya bener2 menarik….
    next part di tunggu lanjutannya…..rasanya dah gak sabar nih pengen tau lanjutannya, apalagi ff-nya yg lain…….pokoknya di tunggu….
    semangat terus buat author…moga lancar terus buat ff-nya…..fightinggggg…..

  15. geill mengatakan:

    wowwww….KERENNNNNNNNNN…..MANTAPPPPPPPPPP…..
    cerita yg mengharukan dan menyentuh….q sk ama ide ceritanya and pairingnya q jg suka banget……
    pokoknya gak nyesel mampir ke blog ini ff-nya bgs2….
    next part di tunggu….rasanya gak sabaran nih nunggu lanjutannya, apalagi ff-nya yg lain….hehehehe….oh ya wallpaper blog-nya ganti ya…KERENNNNN….
    semangat terus buat author…moga lancar terus buat ff-nya…..fightinggg….

  16. sag1190 mengatakan:

    WOOOOOWWW!!!!! Keren ceritanya thor, mereka punya satu rasa “CINTA” tapi semua harus menderita begitu, yesung n hyuk sama2 cinta sama soeun, jdi bingung pengennya soeun sama yg mana, pokonya ditunggu part selanjutnya ya thor, gomawoo

  17. Seli m mengatakan:

    Kasian deh sma-sma menderita😦
    aku suka cerita ini ..
    Ampe nangis mulu tiap baca ff ka putri uu
    tpi berharap endnya sma eunhyuk yw.. Hehe
    next part ditunggu yw .

  18. RetnoMyaniezasia mengatakan:

    huaa pair hyuk jae ma so eun!?
    part 1 yg cukup emosi. n karakter so eun dsini ckup keras.
    ayo, hyuk jae jgn menyerah!

  19. mifta mengatakan:

    putri emg sllu sukses bikin smw reader sneng bgt stlah bca ffnya putri.🙂 d tnggu lnjutannya..
    o ya yg sweet piece of love sama black and white jg d tnggu bgt putri.. hehe

  20. noni eka s. mengatakan:

    wah seru seru😀 poor yesung pasti dilema banget ya😦
    ayo lanjutinnnnn ><

  21. fauziyah mengatakan:

    unni ini keren banget daebak! lanjutin, semangat unni!! next part nya jangan lama lama yaa gomawo ^^

  22. mayaulidhasso mengatakan:

    mian author, baru komen skrg :<
    ohh .. ternyata itu alasan Yeppa mutusin Sso eonnie, aku pikir knp ?? pas baca summary nya
    Hyukppa itu ngpain sm Sso eonnie ???:/
    masih bingung mau pilih couple yg mana ???
    penasaran ama part selanjutnya..
    dipost soon author..
    gomawo ^^

  23. Rain mengatakan:

    lanjutannya manaaaa!!!!!!

  24. AngElf mengatakan:

    kasian sso onnie ditinggal ma yesung oppa
    tapi gpp kan masih ada hyuk oppa
    hyuk oppa ngapain sso onnie
    ceritanya seru ditunggu next partnya secepatnya

  25. niniet mengatakan:

    huft cerita nya bagus, sebuah dilema buat so eun ya…. kasian, so eun ama yesung apa soe un ama eunhyuk ya?penasaran di tunggu lanjutannya ya…mksh

  26. lee ta mie mengatakan:

    Hwaaaaaa~
    Nangis kejer abis baca ff ini😥 feelnya tuh berasa benget . Nyesek setelah tau semua kenyataannya, bingung dan galau jadinya -_-
    Part berikutnya jangan lama-lama ya thor, soalnya ni ff di tunggu banget kelanjutannye !!
    Author hwaiting (9^_^)9

  27. Mega Ratnasari mengatakan:

    kyaa , daebakkkkkk😀
    nangkep banget ceritanya eon (?)
    aaa , hyuk mule cinta , sso masi ke yeppa mulu .
    jadi nya sama sapa ni …
    next part ditunggu eon .
    Eonnie JJANG !🙂

  28. kim sohyun mengatakan:

    annyong…
    salam kenal putri..
    sneng banget nemu blog ini lgi..FF’a keren2 smua..
    kra2 nti sso ma sypa y? yesung n eunhyuk sma2 cnta banget ma sso..
    jdi ga sbar baca lanjutannya..
    jgn2 lma2 y thor..
    Smangat!!!!

  29. lee mar'atus mengatakan:

    feelnya dapet banget thor,
    sedih bacanya,
    di tunggu lanjutanyya ya. ^^

  30. cucancie mengatakan:

    Seruu…suka yesso couple tp ada lanjutannya ga sih?!

  31. deewookyu mengatakan:

    UUUGGHHH………SEBEL SAPA TUH SAJANGNIM

    KENAPA BUAT YESUNG_KU …SEDIHH.!

  32. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa….. Kasihan Sso eunni….
    Tp yesung dan eunhyuk oppa juga kasihan….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).
    Bener2 keada’an Ϋά̲̣̥ηġ rumittt….

  33. Esaa mengatakan:

    Suka Suka Sukaaaaa..
    Mau banget jadi soeun eonni, di cintai dua cwok ganteng,haha..
    Kasian hyukppa yaa, ternyata niat baik itu tidak selamanya baik,,ckck…

  34. Dongsaeng Kyu ama Hae mengatakan:

    Ini semua gara-gara sajangnim nyebelin itu…!!!!
    Semuanya runyam,kan jadinya….!!
    Kalo ketemu tuh,aku kasi ke Kyu Hyun (?) biar diajakin maen game..#hah…?!! plak! gak nyambung!
    Aigoo..!! Kasian So Eun eonni,pasti lagi bingung banget plus galau…#Ya ampun bahasanya.!
    Buat Kak Putri,semangat terus,ya utk nulis ff..!!
    Semoga semakin bagus dan lebih bagus lagi…!!! Amien..!!! ^¤^

  35. Dongsaeng Kyu ama Hae mengatakan:

    Sebel Sebel…!!!! #bletak! ®dijitak Kyu #Kyu : Bisa diem,gak…?!!! *Langsung diem,takut dijitak lagi
    Ini semua gara-gara sajangnim nyebelin itu…!!!!
    Semuanya runyam,kan jadinya….!!
    Kalo ketemu tuh,aku kasi ke Kyu Hyun (?) biar diajakin maen game..#hah…?!! plak! gak nyambung!
    Aigoo..!! Kasian So Eun eonni,pasti lagi bingung banget plus galau…#Ya ampun bahasanya.!
    Buat Kak Putri,semangat terus,ya utk nulis ff..!!
    Semoga semakin bagus dan lebih bagus lagi…!!! Amien..!!! ^¤^

  36. kim Ra rA mengatakan:

    haduh…. benar benar membingungkan. eynhyuk dan yesung. kedua nya sama sama mencintai so eun. kasian juga hyukkieyang harus menahan perasaan nya karna cinta yang bertepuk sebelah tangan

    yesung juga harus menerima perlakuan tidak adil dari agensi nya.

    ceritanya seru abis penasaran siapa yang akhirnya bersama so eun

  37. HETTY SHAWOL mengatakan:

    aku dukung eunhyuk n so eun…aku suka karakter keduannya di sini tapi kasihan yesung juga ya..suka ceritannya pokoknnya yang dtulis putri aku suka deh..sllu ngefeel bacannya keren

  38. Rani Annisarura mengatakan:

    oh ternyata alasan yesung memutuskan so eun itu karena dituntut oleh agensinya……

    Dan ternyata eunhyuk & so eun itu udah tunangan….

    Tapi kelihatannya eunhyuk udah mulai mencintai so eun,, tapi so eun-nya masih belum mencintai eunhyuk….

  39. fionnatan mengatakan:

    ternyata yesung putus sama sso di ancam bossnya dan eunhyuk cinta sama sso.cinta segi tiga.kasiaaàaaan

  40. fionnatan mengatakan:

    cinta penuh pengorbanan

  41. Jacob mengatakan:

    Huwaaa mewek gue bcanya :’) keren critanya ka putri feelnya dapet ka tp tiba2 jd hlng

  42. zulfaaaah (akane) mengatakan:

    dilemma bca ni ff, aky suka bgt sama chara nya eunhyuk, tp kdian juga sma yeye omigaaatttt gmana fong sama so eun, haduuh disini smw orang harus brkorban, tentu aja korban perasaan huhu ksian bgt…

  43. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Oooo….so confuse,bagaimana cinta segitga ini????cowoknya sama2 kereeenn,,,,sama2 punya cinta yg besaaarrr…….sedihhhh

  44. yuliaseptiani mengatakan:

    daebak cerita ny thor 👍👍👍sso bener2 galau , yesung n eunhyuk sama2 cinta sama sso , tapi kasian yesung harus d suruh ngjauhin sso 😔

  45. srianjani55 mengatakan:

    Semuanya brda di sisi yg serba salah
    Kasian ma eunyhuk tapi lbh kasian lgi ma yesung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s