~ [Oneshoot] Bad Boy And Bad Girl In Love~


Tittle:  Bad Boy And Bad Girl In Love (Seq: Bad Boy Bad Girl)

Author: PrincessClouds aka Putri Andina

Genre: Sad Romance, Friendship, Teen, Life

Lenght: Oneshoot

Cast: Lee Hyukjae, Kim So Eun, Lee Donghae, Park Jiyeon, and others

Summary: Apakah Bad Boy dan Bad Girl tidak boleh mencintai ataupun dicintai?

Warning: Out Of Character!! Menjurus ke NC sih tapi sebenarnya bukan itu titik dan sudut pandang cerita ini. Harap mengambil point dari ceritanya ^^

Plak!!

“Kau benar2 berselingkuh bukan?”

“Hya! Kenapa kau menamparku? Bukankah kau yg berselingkuh?”

“Jangan membalikkan keadaan. Aku melihatmu dengan dia!!”

“Dia siapa?”

“Dia! Hyangneul!!”

“Hyangneul? Siapa Hyangneul?”

“Gadis yg tadi bersamamu!!”

“Aku tidak tahu siapa itu Hyangneul. Aku malah menanyakan siapa itu Hyunbi padamu?”

“Hyunbi?”

“Ya! Hyunbi, laki2 yang mengirimimu pesan kemaren malam!!”

“Aku tidak mengenalnya?”

“Jangan pura2, dia memanggilmu Jagiya!!! Apalagi namanya kalau bukan selingkuhan kalau dia memanggilmu begitu?”

“Yah! Jangan2 main2 kau hanya memakai ini supaya aku tidak menuduhmu kan? Itu sebabnya kau membuat cerita bohong begini?”

“Kau yang berbohong!”

“Kau!”

“KAU!!”

“Ya ya, kalian pasangan disana? Apa yang kalian lakukan?”

Dua orang yg sedang bersiteru didepan sebuah gang masuk itu menghentikan pertengkaran mereka ketika terdengar seruan dari pihak yang lainnya. sekelompok orang tampak sudah berkumpul sambil memperhatikan pertengkaran mereka. Keduanya saling bertatapan.

“Anak muda memang selalu bersemangat untuk jatuh cinta. Sampai2 ditempat keramaian begini masih juga bertengkar. Hya, kalian tak sadar semua orang memperhatikan kalian?” seorang nenek tua ikut berkomentar.

“Dia yang memulainya nenek. Dia mengkhianatiku dan sekarang malah mengatakan kalau aku yang berselingkuh..” Si gadis merengek sambil mendekati nenek yg tidak dikenalinya itu. nenek tersebut tampak mengusap bahunya dengan sayang.

“T-Tapi, aku tidak berselingkuh nenek. Dia yang berselingkuh..” Pemuda tersebut ikut menyampaikan opininya tidak mau disalahkan.

“Aku tidak berselingkuh!!”

“Mungkin ini hanya salah faham..” Si nenek kembali membuka suara sambil terus mengelus bahu si gadis dengan sayang. Sementara si gadis tenang berada di samping si nenek serta orang2 yg mengelilingi mereka.  “Cobalah duduk dengan kepala yg dingin dan mulai membicarakan ini dengan baik. Aku lihat kalian saling mencintai hanya saja kalian masih sangat muda untuk mengenal cinta..”

“Tapi nenek..”

“Anak muda memang selalu membuatku gemas setiap kali mereka bercerita soal cinta. Namun, sepengelihatanku kalian berdua masih begitu sangat belia sehingga kalian belum terlalu bisa memahami masalah antara kalian. Sebaiknya dibicarakan baik..” kata si nenek sambil mengusap pipi sigadis dengan lembut. Si gadis menatap sambil berfikir padanya.

“Benarkah begitu?”

“Ya, sekarang jawab jujur. Apa kau mencintai dia?” Tanya si nenek sambil menunjuk pemuda yg hanya diam disana. Gadis itu berfikir, lantas mengangguk dengan pelan.

“Ya..” sahutnya aegyo.

“Lalu apakah kau berselingkuh?”

“Tidak?” sahutnya lagi.

“Kau dengar?” nenek itu berseru pada pemuda dihadapannya. “Sekarang kau? Apa kau mencintainya? Dan apa kau berselingkuh dibelakangnya?” Tanya si nenek kali ini pada yg laki2. Pemuda itu tak menyahut, ia terdiam sambil mengalihkan perhatiannya pada kekasihnya.

“Aku mencintainya dan aku tidak pernah selingkuh. Aku hanya mencintainya!” sahutnya yakin. Yang langsung mendapat seruan “Wah!!” ria oleh orang2 yg ada disana.

“Kau dengar?” si nenek bertanya pada si gadis. Gadis itu mengangguk.

“Ne..”

“Kau percaya padanya?”

“Ne?”

“Ya sudah, kembali padanya!”

Gadis itu tersenyum malu2 setelah kata2 nenek tersebut. Hingga akhirnya dengan perlahan kembali menuju kekasihnya dan langsung memeluknya.

“Mianhae..”

“Ne. nado Mianhae..” pemuda itu menyahut sambil mengusap rambut si gadis dengan sayang. Yang akhirnya kembali mendapatkan seruan “Waahh!!” dari yg menontonnya.

Tak lama mereka berpelukan, sebelum akhirnya mereka saling melepaskan daan tersenyum pada si nenek. Mereka member hormat.

“Nenek terima kasih..” kata mereka pada si nenek yang diangguki si nenek. Mereka tak lama disana maka setelah mengatakan “Anyeong” mereka berdua mulai meninggalkan tempat itu dengan ceria dan berpegangan tangan. Semua yang disana mengikuti langkah mereka berdua sampai mereka menghilang.

“Mereka pasangan yg cute..” tanggap salah satu yg ada disana.

“Ya, sangat cute..”

“Aku jadi ingat masa mudaku..”

“HEY! APA ADA YANG MELIHAT DOMPETKU!!”

“HEY! DOMPETKU JUGA TIDAK ADA!!”

“PUNYAKU JUGA!!”

“PASANGAN ITU PENCURI!!”

()

“Hahaha!!”

Kedua orang itu tertawa keras sambil memasuki apartemen mereka. Raut senang terlihat di kedua tangannya.

“Jahat sekali. Kau bahkan juga mengambil dompet nenek itu!” kata pemuda yg bernama Eunhyuk sambil mengeluarkan beberapa dompet dari sakunya. Soeun, gadis itu juga melakukan hal yg sama dengan mengeluarkan dompet2 dari sakunya.

“Mau bagaimana lagi. Dia terlalu cerewet dan berisik..” kata Soeun sambil mengeluarkan dompet terakhir. “Delapan dompet hari ini..” kata Soeun sambil menatap hasil karya mereka yg terletak diatas meja.

“Tapi..” Soeun mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk ketika ia bersuara. Eunhyuk menatap pada kekasihnya. “Tamparanmu benar2 keras, pipiku jadi sakit..” keluhnya sambil mengusap pipi kanannya. Soeun tertawa mendengarnya.

“Tapi bukankah kita berhasil?” Tanya Soeun.

“Berhasil sih berhasil. Tapi lihat pipiku jadi merah begini..”

“Pipimu merah ya?” Tanya Soeun sambil lebih mendekati Eunhyuk. tangannya mengusap wajah Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum melihat pergerakan Soeun. “Kalau aku cium kira2 dapat sembuh tidak ya?” Tanya Soeun dengan nada menggoda. Eunhyuk mengangguk cepat.

“Ya! Aku yakin dia dapat sembuh!” tanggap Eunhyuk cepat.

Soeun tersenyum, ia mengelus-elus kembali wajah Eunhyuk sebelum akhirnya mendekatkan bibirnya pada wajah Eunhyuk. hingga ketika dekat..

Slap!

“Berhentilah! Bersikap manja! Kita belum punya sesuatu untuk makan malam!” serunya sambil berlari kearah dapur setelah menampar Eunhyuk. Eunhyuk tertawa sambil kembali mengelus pipinya.

“Dasar Bad Girl!” serunya pelan. Sebelum akhirnya mengejar Soeun kedapur.

()

Prak!!

“BODOH!!”

Terdengar serua kemarahan penuh emosi setelah laki2 itu menggebrak meja. Membuat beberapa orang didepannya semakin tidak berani mengangkat wajah mereka.

“Sampai sekarang kalian belum juga menemukan Soeun? Apa saja yang kalian lakukan hingga memasuki satu bulan kalian belum juga menemukannya!!” serunya keras.

“M-Maaf tuan-“

“Kau fikir putriku bisa kembali dengan kata maafmu?!” tanyanya sinis. Tangannya menggapai kerah baju laki2 didepannya dan menariknya hingga laki2 itu sedikit kesulitan bernafas. “AKU INGIN PUTRIKU KEMBALI!!”

“Tapi kami sudah berusaha tuan. Kami sudah mencari kesegala penjuru kota tapi nona Soeun tidak dapat ditemukan-“

“APA KAU FIKIR AKU MENGGAJIMU HANYA UNTUK MENDENGAR LAPORAN TIDAK PENTINGMU ITU?!” bentaknya kuat. Mereka semakin dia dan menundukkan kepala. Laki2 itu menghembuskan nafasnya, lantas kali ini duduk dikursinya dengan wajah tidak bersahabat. “Pokoknya aku tidak mau tahu. Soeun harus ditemukan. Awal bulan ini dia benar2 sudah harus ditemukan. Kau dengar?”

“I-Iya tuan..”

“Sekarang pergilah. Dan temukan dia. SEKARANG!”

Keempat orang itu langsung berhamburan keluar ruangan mendengar seruan terakhir laki2 tersebut. Mereka meninggalkan laki2 yg tampak frustasi tersebut seorang diri di ruangannya yg mewah itu.

()

“Eunhyuk-ah..”

Soeun terdengar berbisik sambil memegang pipi Eunhyuk yg tertidur di sisinya. Raut cemas terlihat di wajahnya apalagi ketika tangannya menyentuh pipi Eunhyuk, pipi Eunhyuk benar2 panas.

“Eunhyuk-ah..” ulangnya yang kali ini mendapat reaksi berupa gerakan kecil dari Eunhyuk. Eunhyuk membuka matanya dengan sayu dan menatap Soeun.

“S-Soeun-ah..”

“Kau kenapa?” Tanya Soeun cemas. Eunhyuk tak menyahut, hanya nafasnya yg terdengar turun naik dengan tempo yg kurang teratur.

“Sepertinya gara2 kehujanan semalam aku sakit. kepalaku benar2 pusing sekarang..” sahutnya lemah. Soeun menghela nafas mendengarnya.

“Kita harus membeli obat..” kata Soeun. Eunhyuk tersenyum dan menggeleng.

“Tidak perlu, tidak apa2. Sebentar lagi akan sembuh..”

“Tidak, kita harus membeli obat..” potong Soeun. Soeun menatap Eunhyuk dengan khawatir. “Penyakitmu parah, aku tahu itu..”

“Tapi uang kemaren sudah kita habiskan bukan?” Tanya Eunhyuk kemudian.

“Aku yang akan mencarinya!” kata Soeun cepat. Eunhyuk menggeleng.

“Jangan! Kau tidak bisa sendiri. Sangat bahaya kalau kau tertangkap. Keberadaanmu bisa ketahuan..” kata Eunhyuk sambil menutup matanya.

“Tidak! Aku bisa. Percaya padaku..”

“Soeun-“

“Aku tidak mau melihatmu sakit..” kata Soeun sambil terus mengusap wajah Eunhyuk dan lebih menunjukkan wajah cemas. “Kau harus sembuh secepatnya. Aku akan berusaha mencari uang untukmu..” kata Soeun sambil mencium pipi Eunhyuk.

“Tapi, aku cemas melepasmu sendiri. Kau belum pernah melakukannya tanpaku..”

“Aku bisa, percayalah padaku. Aku bisa dengan muda menyelesaikan ini. Kau lupa, akukan Bad Girl..” kata Soeun lagi kemudian. Eunhyuk terdiam, memejamkan matanya, lantas mengangguk perlahan.

“Baiklah, tapi kau harus berhati-hati..” kata Eunhyuk setelah itu. Soeun mengangguk dan mencium bibir Eunhyuk. Eunhyuk membalasnya.

“Pasti..” sahut Soeun setelah itu.

()

Soeun duduk di bangku belakang busa itu setelah ia memasukinya. Matanya menatap sedikit waspada sekelilingnya. Berusaha mencari sasaran yg baik untuknya demi membeli obat untuk Eunhyuk.

Tidak ada yang tahu kalau hidup Bad Girl dan Bad Boy yg sebenarnya sama2 orang kaya bisa sampai dijalan seperti ini. Keduanya, yang sama2 anak dari keluarga Broken Home, yang sama2 mendapatkan kesedihan dari kisah keluarganya, memilih untuk hidup berdua tanpa bayang2 kemegahan keluarga mereka. Tidak bagi Eunhyuk yg selama ini diam2 menyembunyikan putri pemilik yayasan di kota ini. Atas perasaan cinta yg mereka punya, mereka hidup berdua dan saling berbagi.

“Anyeong haseyo..”

Soeun menggeser duduknya ketika seseorang baru memasuki bis. Soeun menatap kearahnya. Dimana seorang pemuda dengan pakaian semi formal tampak duduk tenang disampingnya. Wajahnya terlihat risih dengan kepadatan bisa yg mungkin baru kali ini dirasakannya.

Soeun terdiam, mengalihkan pandangannya kedepan. Ia mempererat topi jaketnya sambil mengedarkan pandangannya dengan waspada. Target sudah ditentukan.

Perlahan, tanpa diketahui pemuda yg masih tampak risih pada sekitarnya itu tangan Soeun bergerak memasuki saku celana kain yg ia kenakan. Dengan cepat Soeun menemukan sebuah dompet yg Soeun tebak lumayan tebal. Lantas dengan tanpa suara dan diam2, ia mengeluarkannya dan langsung memindahkannya kedalam saku jaketnya.

Ssreet!!

Bis berhenti ketika rombongan anak sekolah tampak berniat turun. Perlahan Soeun bangkit dari posisinya untuk ikut turun dan menyempurnakan aksinya pada kali ini. Setelah turun, ia berjalan dengan santai.

“Dompetku!” pemuda itu tersadar ketika bis baru saja bergerak. Tangannya sibuk mencari-cari sesuatu disakunya. Hingga dengan cepat, ia memutar kepalanya melihat kepada seseorang yg baru turun yg tampak berjalan berlawan arah dengan bis. Ia bangkit.

“Turunkan saya disini!”

()

“Hey!! Pencuri! Kembalikan dompetku!”

Soeun benar2 kaget ketika seseorang berteriak padanya. Ia menoleh kebelakang dan ia melihat pemuda dengan kemeja cokelat tadi yg tampak berlari kearahnya. Damn, ketahuan! Soeun kemudian dengan cepat mengambil langkah seribu untuk menghindarinya.

“Yah!!” pemuda itu berseru sambil mempercepat larinya.

Gang demi gang dan jalan2 demi jalan mereka berdua lalui. Perlahan, jarak semakin sedikit dan sedikit. Hingga akhirnya pemuda tersebut daoat meraih topi jaket yg dipakai pencuri dompetnya hingga langkah si pencuri terhenti.

“YAH-“

Pemuda itu menghentikan kata2nya ketika pencuri itu berbalik padanya. Untuk pertama, ia baru sadar kalau pencuri dompetnya adalah seorang wanita. Seorang wanita yg mempunya rambut cokelat caramel serta sepasang mata caramel yg indah. Membuat ia melupakan tujuan ia mengejarnya sejauh ini.

“Lepaskan!”

Dengan pasrah, entah karena terlalu terpesona pegangannya terlepas begitu saja ketika pencuri itu menyentakkan tangannya yg memegangi bahu gadis itu. Ia baru tersadar ketika pencuri itu berlari masih dengan membawa dompetnya. Tapi ekspresinya benar2 berubah dari yang tadi. Ia hanya menatap hingga sosok yg menurutnya indah itu hingga menghilang di sebuah kelokan. Ia membiarkan begitu saja gadis itu membawa jauh dompetnya atau mungkin separuh hatinya.

()

“Eunhyuk-ah!!”

Soeun langsung berlari kekamar baru saja ia pulang. Eunhyuk yg awalnya tertidur membuka matanya. Menatap kearah pintu yg sedetik kemudian langsung menampilkan sosok yg daritadi ia tunggu2 untuk pulang. Ia langsung beringsut untuk duduk bersandar pada HeadBed.

“Kau sudah pulang?” Tanya Eunhyuk lemah sambil tersenyum. Soeun mengangguk.

“Yah, aku membawakan makanan dan obat untukmu. Ayo makan setelah itu minum obat..” ajak Soeun ceria sambil melepaskan tas sandang yg dipakainya. Eunhyuk menatap pergerakan Soeun.

“Apa tadi tidak apa2?” Tanya Eunhyuk padanya.

Soeun menoleh pada Eunhyuk setelah kata2nya. agak ragu, yang tadi tidak baik2 saja bukan? Walaupun ia berhasil melarikan diri namun tetep saja ia nyaris ditangkap oleh pemilik dompet yg ia rampas.

“Tidak apa2 semua lancar..” sahut Soeun sambil tersenyum. Ia tak ingin menceritakan kejadian tadi pada Eunhyuk. eunhyuk tersenyum.

“Baguslah..”

“Bagaimana panasmu. Apa masih panas?” Tanya Soeun sambil membuka bubur yg dibelinya untuk Eunhyuk.

“aku kira sudah turun..”

Soeun mengangkat tangannya setelah kata2 Eunhyuk. ia merasakan dahi Eunhyuk dengan punggung tangannya. “Hey, ini namanya belum turun..” protesnya kemudian. Eunhyuk tersenyum.

“Tidak apa2, besok sudah lebih baik aku yakin itu..”

“Kita lihat saja. Semoga dengan obat ini kamu bisa baikan. Sekarang makan dulu..” kata Soeun sambil mendekatkan bubur yg ia sendok kemulut Eunhyuk. Eunhyuk membuka mulutnya, dan perlahan-lahan mengunyahnya pelan.

“Hari ini mencuri berapa dompet?” Tanya Eunhyuk sambil melirik meja disampingnya. Tangannya menggapai dompet brwarna cokelat yg terletak disana.

“Hanya satu, tapi ini benar2 lebih dari cukup. Sepertinya dia sangat kaya, begitu banyak uang tunai serta kartu2 berharga didalamnya..” kata Soeun sambil memakan bubur yg disendoknya untuk dirinya sendiri. Sementara Eunhyuk tampak sibuk memeriksa dompet tersebut.

“Lee Donghae?” gumamnya sambil membaca kartu yg terdapat didalamnya. “Pantas, dia adalah anak pemilik hotel terbesar di kota ini..” katanya setelahnya. Soeun menoleh.

“Benarkah? Darimana kau tahu?” tanyanya bingung.

“Lihat kartu namanya. Disini tertulis dia anak Lee Dong Hyun pemilik Aiden Hotel. Kau seharusnya juga tahu hotel ini..” kata Eunhyuk setelahnya. Soeun ikut menoleh kearah kartu nama dan mengangguk.

“Dia tampan ya..” kata Soeun sambil menunjuk foto yg berada dikartu tersebut. Eunhyuk langsung menatap padanya. Soeun nyengir. “Aku bercanda. Bagiku kau tetap yg tertampan..” ujar Soeun sambil tertawa. Tangannya kini kembali menyendok bubur selanjutnya untuk Eunhyuk yg kembali meletakkan dompet keatas meja.

“Makan lagi..” kata Soeun sambil mendekatkan sendoknya pada Eunhyuk. Eunhyuk menggeleng sambill tetap menutup rapat mulutnya.

“Rasanya hambar, tidak enak!”

“Tapi kau harus makan. Aku tahu ini hambar, tapi kau tak lihat demimu aku juga memakannya..” kata Soeun setelahnya. Eunhyuk tersenyum.

“Aku fikir, kalau melalui bibirmu pasti akan manis..” kata Eunhyuk kemudian. Soeun mendelik padanya.

“Kau ini..”

“Ayo lakukan lagi!” ajak Eunhyuk bersemangat. Soeun menggeleng.

“Tidak, kau sedang sakit. nanti aku ikut tertular. Lagipula, kau harus minum obat..” kata Soeun kemudian. Eunhyuk berdecak.

“Tapi aku benar2 ingin melakukannya…” kata Eunhyuk kemudian. Soeun menggeleng. “Sekali saja..” rayu Eunhyuk. Soeun tetap menggeleng.

“Kau mau aku ikut sakit?”

“Aniyo. Just kiss, aku janji..” kata Eunhyuk kemudian.

“Tapi-“

“Ayolah..” kata Eunhyuk sambil meraih tengkuk Soeun. Ia kemudian kembali mencium Soeun seperti apa yg menjadi rutinitas mereka sehari-hari. Soeun pun akhirnya menuruti keinginan Eunhyuk. hey! Just Kiss! Catat itu!!

()

“Kau masih sakit..” keluh Soeun sambil meletakkan kembali thermometer yg sebelumnya ia gunakan mengecek suhu tubuh Eunhyuk. Soeun lantas kembali menatap Eunhyuk yg masih memejamkan matanya.

“Aku kuat kok..”

“Tidak!”potong Soeun. “Kau belum sehat”

Eunhyuk tampak membuka matanya. “Tapi aku tidak bisa melepasmu sendiri. Aku takut kau tertangkap atau apa..” ujarnya pelan.

“Tidak akan terjadi apapun padaku. Kau lihat sendirikan? Aku bisa pulang dengan selamat..”

Eunhyuk berdecak, mendesah, sungguh ia benar2 tidak suka dengan kondisinya saat ini. Hal yg membuatnya harus terkurung dirumah dan membiarkan gadis itu pergi sendiri. Bukannya apa2, hanya saja Eunhyuk tidak tenang melepas Soeun sendiri keluar sana.

“Jangan cemas, semua akan baik2 saja!” seruan Soeun yg baru kembali dari kamar mandi mengagetkannya. Eunhyuk menatap padanya.

“Hubungi aku kalau kau terjebak masalah..” kata Eunhyuk kemudian.

“Iya..” sahut Soeun.

Eunhyuk terdiam. Gadis ini, Bad Girl, ini sama sekali tidak bisa dilarang ketika akan melakukan sesuatu yg diinginkannya. Padahal, Eunhyuk kadang resah sendiri melepasnya. Mengingat, Eunhyuk tahu Kim Han Sam diluar sana masih berusaha menemukan putrinya. Belum lagi, mengenai profesinya yg belakangan ditularkan pada Soeun. Takutnya, Soeun lengah dan ia tertangkap. Eunhyuk benar2 takut itu semua.

“Baiklah, kau jaga rumah ya. Aku akan pergi..” kata Soeun setelah selesai berpakaian. Ia kembali mendekati Eunhyuk.

“Berhati-hatilah akan apapun..” kata Eunhyuk sambil meraih bahu Soeun yg memang sengaja dirundukkan untuk lebih dekat pada Eunhyuk. Eunhyuk mencium bibir Soeun kembali. Hingga beberapa saat.

“Eung.. Eunhyuk-ah, aku harus pergi..” kata Soeun setelah berusaha melepaskan diri dari Eunhyuk yg daritadi menahannya. Matanya menatap Eunhyuk yg juga menatapnya dengan cemas dan berat.

“Entah kenapa aku tidak mau melepasmu..” kata Eunhyuk serius. Soeun tersenyum mendengarnya.

“Jangan begitu. Aku akan kembali lagi nanti..” kata Soeun sambil bangkit sehingga membuat Eunhyuk melepaskan genggamnnya pada tangan Soeun. “Ya sudah, aku pergi. Ingat, jangan berbuat yg aneh2. Kau harus sembuh secepatnya..” kata Soeun lagi padanya. Eunhyuk mengangguk kembali. Matanya mengikuti pergerakan Soeun hingga hilang dibalik pintu. Sejenak, Eunhyuk menghela nafas. Entah kenapa, hari ini rasanya benar2 tak bisa membiarkan Soeun pergi.

()

“Hatchih!!”

Soeun mengusap hidungnya sambil berjalan melintasi jalan. Ck, sepertinya penyakit Eunhyuk sedikit menularinya akibat ciuman2 mereka lakukan. Hingga Soeun juga merasa kalau hari ini keadaannya juga tidak baik. Tapi, Soeun tidak pernah menunjukkannya didepan Eunhyuk. tidak mau Eunhyuk cemas tentunya, lagipula siapa yg akan mencari uang kalau keduanya sakit. oleh sebab itulah Soeun tetap pergi melakukan kebandelannya dan Eunhyuk seperti sebelumnya.

Ketika Soeun ingin keluar dari gang, tiba2 langkahnya terhenti akibat seseorang yg berdiri dan menghadang langkahnya. Soeun benar2 kaget dibuatnya.

“Nona Soeun, akhirnya anda ditemukan..”

Soeun segera berbalik dan berniat lari. Namun ia begitu kaget menyadari pesuruh ayahnya yg lain sudah berdiri disana dan menghalangi jalannya. Fikiran Soeun menjadi begitu panic.

“Minggirlah, biarkan aku pergi!” seru Soeun ditengah kepanikannya. Otaknya berfikir untuk kabur darisana.

“Semua mencari anda nona. Ayo pulang-“

“TIDAK MAU!! Biarkan aku pergi!” Seru Soeun cepat dan marah. Semua pesuruhnya saling bertatapan karena ucapan Soeun. Sementara Soeun terus mencari jalan untuk pergi darisana. “HEY BODOH! AKU BILANG MINGGIRLAH! BIARKAN AKU PERGI!!” bentak Soeun.

“Tapi tuan menyuruh anda pulang-“

“AKU TIDAK PEDULI! AKU TIDAK MAU PULANG!”

“Nona-“

“MINGGIR!!”

Para pesuruh itu kembali saling bertatapan karena nada bicara Soeun terus keras. Menunjukkan bahwa ia tak mau mengikuti mereka. Lama mereka agak diam, sebelum akhirnya dengan sebuah kode salah satu dari mereka memegangi Soeun.

“YAH!! APA YANG KAU LAKUKAN! AKU BILANG LEPASKAN!!” teriak Soeun kaget.

“Maaf nona, tapi anda harus pulang..”kata mereka sambil membawa Soeun darisana. Soeun terus meronta untuk dilepaskan. Tapi sepertinya percuma.

()

Eunhyuk membuka matanya setelah ia tersentak dari mimpinya yg terasa buruk. Ditengah tubuhnya yg lemah ia berusaha untuk duduk. Kamarnya gelap, tanpa cahaya. Tapi yang lebih membuat hatinya tidak tenang karena tidak ada sosok disampingnya. Eunhyuk meraih ponsel dimeja sebelah tempat tidurnya. Matanya membesar melihat in sudah lewat tengah malam. tapi Soeun belum kembali.

Dengan sisa tenaganya Eunhyuk berusaha bangkit. Meraih jaketnya dan langsung menuju keluar apartemennya. Tidak peduli akan keadaannya.

~

“Buka!! Aku mohon!!” Soeun berteriak sambil menangis sambil terus memukul pintu dengan sisa tenaganya. Penampilannya berantakan, air mata membasahi pipinya, dan energinya terkuras habis setelah lelah berteriak seharian agar ia diberikan jalan untuk keluar.

Soeun tersandar dan terduduk didepan pintu ketika ia menyadari ini tidak mungkin. Tubuhnya terasa lelah. Lelah menangis dan berteriak kepada mereka. Dalam hati perasaannya kian perih. Eunhyuk pasti kebingungan dan mencarinya.

~

Eunhyuk membanting pintu kamarnya dengan keras. Lantas dengan tergopoh segera mencapai tempat tidurnya. Nafasnya tersengal, dan tampak lelah. Tenaganya terkuras untuk mencari keberadaan Soeun, sementara keadaan fisiknya tidak baik sama sekali. Matanya terpejam merasakan kesakitan dalam badan dan hatinya. Kemana Soeun? Benar bukan firasatnya tadi pagi. Seharusnya tadi Eunhyuk tidak melepaskan gadis itu pergi.

()

Klek!!

Soeun mengangkat wajahnya ketika mendengar pintu terbuka. Matanya menatap seseorang yg datang padanya. Seseorang yg mungkin paling menyeramkan dalam hidupnya.

“Kau pulang putriku..”

Soeun tak menyahut. Ia memilih menatap dinding putih dihadapannya. Dimana dari semalam dinding itu bagaikan layar teater baginya. Ada wajah Eunhyuk disana.

“Kenapa kau berantakan seperti ini. Ayo mandi dan berpakaian yg rapi. Seseorang akan menemuimu..”

Soeun mengalihkan lagi perhatiannya pada ayahnya. Pandangan itu tajam. “Biarkan aku pergi..”

“Kemana kau akan pergi..” Seru ayahnya cepat. “Rumahmu disini, kemana kau akan pergi?” tanyanya sambil tersenyum.

Soeun tak menyahut. Ini memang rumahnya, tapi semenjak mereka berdua memilih hidup sendiri entah kenapa surga ini berhawa panas seperti neraka. Tuan Kim tersenyum, ia lantas bersimpuh dan mengusap rambut putrinya.

“Apa kau tidak merindukan ayah?” Tanya pelan. Soeun tak menyahut, ia masih berekspresi datar dan tak berarti. Walaupun didetik kemudian tuan Kim memeluknya erat.

()

Eunhyuk duduk di halte didepan sebuah gedung mewah sambil terus memperhatikan sekitarnya. Ia menerawang kearah paling jauh ia dapat memandang, berharap menemukan kekasihnya. Tapi sampai sekarang ia tak dapat menemukannya.

Eunhyuk mendesah. Matanya lantas ia tundukkan kebawah. Mencoba berfikir, kemana kira2 Soeun perg dan dimana ia sekarang.

Sreet!!

Pandangan Eunhyuk terhenti ketika sesuatu meluncur didekat kakinya. Matanya langsung menatap selebaran yg entah datang darimana itu. namun, foto gadis yg disana menarik perhatiannya. Kim So Eun.

Eunhyuk mengangkat wajahnya dan berusaha menemukan asal kertas ini datang. Pandangannya berhenti tepat pada beberapa orang yg sibukmelepas kertas yg sama dari dinding yg ada disana. Dengan tenaganya yg masih lemah, Eunhyuk berusaha mencapainya mereka.

Eunhyuk menatap pekerjaaan para petugas kebersihan tersebut yg tampak sibuk melepas puluhan selebaran yg sama yg menghiasi dinding2 kota. Selebaran yg sama, selebaran tentang berita hilangnya putri pemilik yayasan terbesar di kota ini.

“Ada yg bisa kami bantu, tuan?” salah satu dari mereka bertanya pada Eunhyuk yg asyik memperhatikan pekerjaan mereka. Eunhyuk tersadar.

“Eung. Maaf, kalau boleh saya tahu kenapa selebaran ini dilepas?” Tanya Eunhyuk pada mereka. Matanya masih menatap selebaran2 tersebut sambil menunggu jawaban mereka.

“Karena Nona Kim So Eun khabarnya sudah ditemukan..”

“Huh?” Tanya Eunhyuk kaget. “D-Ditemukan?”

“Ya..” sahut petugas tersebut sambil mengangguk. “Dia ditemukan di daerah dekat sini kemaren..”

()

“Soeun, ayah perlu bantuanmu. Ayah benar2 dalam keadaan sulit..”

“Soeun, bisnis ayah terancam. Ayah akan bangkrut kalau tidak bisa mengusahakannya secepatnya..”

“Ayah harus berfikir untuk menemukan jalan keluarnya. Hingga tiba2, ayah bertemu teman lama ayah. Dimana teman ayah ini mau membantu kita. Tapi, ada syarat untuk itu. syaratnya adalah..”

“Kau harus menikah dengan anak mereka..”

 

Soeun hanya duduk tenang sambil mendengarkan pembicaraan antar keduarga ini. Dalam hati, nalurinya tengah berusaha mencari jalan dari semua ini. Mencari jalan keluar dari pertemuan gila ini dan yang pasti mencari jalan untuk menemukan Eunhyuk. tapi lagi2, ia hanya mendesah menyadari bahwa yg ia temukan lagi2 hanyalah jalan buntu.

“Katamu anakmu mau datang?” terdengar tuan Kim kembali bersuara pada laki2 didepannya. Teman Tuan Kim tampak menghentikan makannya dan melihat sekitar.

“Dia bilang sudah dekat namun aku juga tak tahu kenapa dia tidak datang..” keluhnya sambil memeriksa ponselnya.

“Mungkin terjebak macet..” kata Tuan Kim sambil menatap putrinya yg tetap tak bergairah disampingnya.

“HA! Itu dia!!”

Keduanya tampak menatap kearah pintu ketika tuan Lee berseru. Menatap pada seorang pemuda yg tampak baru memasuki restoran tersebut. Sementara Soeun tetap hanya sibuk mengaduk tak bersemangat makanannya.

“Ayah..”

“Donghae akhirnya kau datang..”

Pemuda yg baru datang tampak tersenyum sambil menghampiri keduanya. Ia langsung tersenyum dan memberikan penghormatan ketika ia sampai didepan meja.

“Anyeong haseyo..” sapanya ramah. Tuan Kim tampak balas memberi hormat sambil balas tersenyum. Namun ketika ia menyadari sesuatu, ia langsung beralih pada sosok disampingnya. Sebuah sosok yg juga dipandang heran oleh Tuan Lee dan putranya.

“Soeun-ah, berikan hormatmu pada tamu ayah..”

Soeun tampak mengangkat wajah datar karena permintaan ayahnya. Matanya menatap pada sosok pemuda yg baru datang. Membuat kilau mata Donghae agak redup sesaat.

“Anyeong haseyo..” Soeun bangkit sambil member hormat yg terkesan malas dan tak bergairah. Tuan Kim dan Tuan Lee hanya tersenyum samar melihatnya. Sementara Donghae tampak masih diam mematung sambil menatap Soeun yg sudah kembali duduk dan tak menatapnya.

“Donghae, kenapa kau terus disana? Ayo bergabung!” seruan ayahnya membuat ia kembali kealam nyata.

()

“Memang ada rencana pertunangan untuk kalian berdua. Namun sebenarnya kami tidak memaksa kalian untuk itu. dari dulu, kami memang telah berniat terus membina hubungan satu sama lain dengan cara saling menjodohkan anak kami. Namun, semua tetap terserah kalian. Terserah kalian mau menerima ataupun tidak…”

“Aku harap kalian bisa akrab satu sama lain..”

 

Donghae menghembuskan nafas sambil menatap sosok yg berada disampingnya. Matanya menatap setiap detail sosok yg daritadi bisa dibilang tidak suka berada didekatnya. Benar, gadis ini adalah gadis yg sama dengan orang mencopet dompetnya minggu lalu. Donghae tahu itu.

“H-Hhum, kau tak ingat aku?”

Soeun mengalihkan perhatiannya pada pemuda disampingnya ketika ia bersuara. Ia menatap pada Donghae yg juga menatap padanya. Menatap dengan tatapan menunggu reaksi akan sesuatu.

“Bukankah ini pertama kita bertemu?” Tanya Soeun setelah berapa lama ia berfikir. Donghae menyunggingkan senyum dan menggeleng.

“Bukan, ini yang kedua..”

Soeun tampak berfikir karena kata2 Donghae tersebut. Siapa orang ini? Memang rasanya pernah bertemu tapi Soeun sama sekali tidak mengingat apapun.

“Kau yang mencopet dompetku bukan beberapa hari yang lalu?”

Hampir Soeun terbatuk karena kata2 itu. ia lantas kembali menatap Donghae. Meyakinkan, dan benar, rasanya ia mulai ingat sekarang. Donghae tersenyum.

“Kau ingat?”

“Apa yg kau katakan?!” Soeun langsung merubah ekspresinya sambil menatap Donghae. “Kau pasti salah orang. Mana mungkin orang seperti aku melakukan itu!!” tekannya kesal. Donghae tersenyum kecil.

“Tapi semua tahu kalau beberapa minggu kau melarikan diri..” katanya lirih. Soeun kembali menatap tajam padanya. Donghae tersenyum kecil sambil mengalihkan perhatiannya kearah lain. “Tenang saja, aku bisa pura2 tidak mengingatnya. Aku sudah melupakannya..”

“Permisi..” Soeun kembali membuka suara masih dengan wajah yg marah. Donghae kembali menatap pada dua pasang lelehan caramel didepannya. “Sebenarnya apa maksudmu sebenarnya? Semua ini, pertunangan ini. Kenapa kau bersikap tidak jelas seperti ini. Kau menerimanya? Kau menerima ketika mereka dengan seenaknya mengatur hidupmu? Huh?!” kata Soeun mulai mengemukakan pertanyaan yg daritadi ditanyakannya pada Donghae. Donghae kembali tersenyum.

“Bukankah mereka sudah merawat dan menjaga kita sejak kecil? Kalau memang ini yg mereka mau kenapa tidak dituruti saja?” Tanya Donghae santai. Soeun tersenyum sinis mendengarnya.

“Sekalipun mempertaruhkan kebahagiaanmu sendiri?” Tanya Soeun kemudian. Senyuman Donghae memudar.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak bisa menerima ini. Peraturan ini, karena kurasa hidupku adalah duniaku. Aku berhak melakukan apapun yg kusuka dan menghindari apapun yg kubenci. Seperti peraturan ini!” kata Soeun keras. Donghae hanya terdiam dan mendengarkannya secara serius. “Aku sudah punya orang yg aku cintai..” sambung Soeun kemudian.

Donghae terdiam, mengalihkan perhatian, tapi sesaat senyuman kembali menghiasi bibirnya. “Apa kau fikir aku tidak memilikinya?” Tanya Donghae kemudian. Membuat sinar mata Soeun meredup.

“M-Mwo?”

“Kau fikir, hanya kau yg memilikinya?” ulang Donghae kembali menatap Soeun. “Aku juga mempunyainya Kim So Eun. Namun, demi membahagiakan keluargaku itu sebabnya aku memutuskan hubunganku dengannya..” sambung Donghae.

“Apa kau bodoh?” Tanya Soeun kemudian. “Kenapa kau merelakan kebahagiaanmu hanya untuk fikiran picik keluargamu?” kata Soeun.

“Dan kenapa kau begitu egois hanya memikirkan kebahagiaanmu sementara kau menyakiti keluargamu yg lain?” kata Donghae lagi. Soeun terdiam karena kata2 Donghae, rasanya matanya tiba2 perih karena kata2 itu.

“Aiden Family adalah keluarga bahagia. Mereka tidak akan mengerti bagaimana keluargaku yang sebenarnya.” kata Soeun kemudian. Donghae menghembuskan nafas sambil menunggu lanjutan kata2 Soeun. Yah, semua orang tahu kalau keluarga Soeun tidak sebaik keluarganya. Mereka mengalami keretakan semenjak kedua orang tua Soeun berpisah. “Kita tidak sama!” kata Soeun kemudian.

Donghae terdiam, pandangannya jatuh menatap lantai dibawah kakinya. “Apa karena itu kau melarikan diri dan hidup dijalanan?” Tanya Donghae kemudian. Soeun tak menyahut, berat untuk menidakkan ataupun mengiyakan. Semua ini benar2 sangat menganggunya. “Lupakan..” sambung Donghae setelah beberapa saat karena Soeun tidak menyahutinya.

Keduanya diam, larut dalam fikiran masing2. Keduanya hanya menatap lurus kedepan mereka. Sebelum Soeun kembali bersuara.

“Donghae-ssi..” panggilnya pelan. Donghae beralih padanya. “Sebaiknya kita melupakan ini sebelum semuanya menjadi lebih parah. Katakan pada keluargamu kebenarannya dan kembali padanya. sekuat tenaga aku juga akan berusaha untuk kembali padanya. Pada orang yg aku cintai..”

Donghae terdiam. Matanya menatap gadis itu untuk yg kesekian kalinya. Ini salah, mengingat semua kata2 yg ia ucapkan pada Donghae. Padahal Donghae sudah begitu senang mengetahui calon tunangannya adalah dia. Dia, seseorang yg berhasil membuktikan padanya kalau cinta pada pandangan pertama itu ada.

“Kenapa kau tak ingin mencobanya denganku? Siapa tahu, kau bisa mencintaiku..” kata Donghae begitu saja membuat Soeun mengangkat wajahnya. “Seperti aku yg sudah menyukaimu..” Donghae melanjutkan kata2nya sebelum Soeun membuka suaranya.

Soeun terdiam, matanya menatap mata Donghae yg juga menatap padanya. Senyuman sinis kembali keluar dari bibirnya. “Kau sadar dengan yg kau katakan?”

“Aku sadar. Aku adalah tipe laki2 Gantle. Mengatakan apa saja yg ingin aku sampaikan dan rasakan..”

Soeun tersenyum lagi mendengarnya. Entah kenapa ini terasa lucu olehnya. “Good Boy? Tapi kenapa kau melakukan ini? Bukankah kau bilang kau punya orang yg kau cintai?”

“Maaf, aku menipumu. Aku hanya berusaha membuatmu nyaman bercerita padaku. Karena aku tahu kau adalah gadis yg keras. Perlu cara untuk membukamu bicara kebenarannya..” kata Donghae setelahnya. Soeun tersenyum mendengarnya.

“Kau benar. Aku bukan gadis yg baik-“

“Kau Bad Girl!!” Donghae memotong sambil tersenyum. Matanya menatap pada pasangan caramel milik Soeun.  Soeun memalingkan wajahnya dari Donghae yg terus menatapnya.

“Dan, apa menurutmu Bad Girl dan Good Boy bisa disatukan?”

“Tidak mustahil menyatukan mereka. Aku yakin sang Good Boy bisa mengubah sang Bad Girl menjadi seorang Good Girl..”

“Kau fikir aku bercanda?”

“Dan kau fikir juga bercanda?”

Soeun terdiam dengan kata2 Donghae. Damn! What the Heck with this Guy!

“Baiklah, sekarang aku tanyakan padamu apa persyaratan yg diberikan oleh Aiden Family untuk menantunya?” Tanya Soeun mengalihkan perhatiannya pada Donghae. Donghae tersenyum.

“Mungkin kau punya segalanya..”

“Maksudmu?”

“Kaya, Cantik, berpendidikan, berasal dari keluarga yg terpandang, dan-“

“Bagaimana dengan masalah Virginity?”

Donghae menghentikan kata2nya setelah Soeun memotong kata2nya. ia menatap Soeun setelah itu. Soeun tersenyum.

“Aku sudah sering melakukannya dengan kekasihku. Sebaiknya kau tahu dari awal, jangan sampai hal ini nanti membuat Aiden Family menyesalinya..” kata Soeun sambil tersenyum tertahan. Ia menatap wajah Donghae yg tiba2 menjadi diam dan tampak berfikir setelah ucapan tersebut.

 ()

Dengan sisa tenaganya Eunhyuk berhasil mencapai rumah Soeun. Ia menatap sekitar rumah Soeun yg dipenuhi oleh cahaya2 lampu yang berkilauan. Matanya menatap sekitar untuk menemukan orang yg dicintainya. Namun, lagi2 perasaan tidak enak dibadannya benar2 menganggunya.

“Oh Shit!! Ada apa denganmu? Kau benar2 menyusahkanku?!” Eunhyuk merutuk sambil memegangi kepalanya yg benar2 terasa ingin meledak. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Rasanya tidak pernah tubuhnya mengalami sakit yg segini parah dan lama. Padahal, ia benar2 butuh kekuatan untuk menemukan Soeun.

Matanya ia alihkan sejauh ia dapat memandang. Semuanya hanya benar2 dipenuhi oleh kegelapan dan beberapa sinar lampu. Hingga sebuah titik berwarna keputihan terlihat olehnya. Eunhyuk sedikit bergeser untuk bersembunyi dari pengelihatan orang2 yg ada didalam mobil.

Sreet!!

Donghae menginjak rem setelah mereka sampai didepan rumah Soeun. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya menuju gadis yg daritadi diam dan tak bicara. Soeun mengangkat wajahnya.

“Terima kasih atas semuanya..” kata Soeun pelan. Donghae tersenyum kecil. “Aku harap kita bisa melanjutkan hubungan pertemanan dari ini..”

“Berteman?” Donghae tampak bersuara sambil tersenyum kembali. Membuat Soeun menoleh padanya. “Tapi, bukankah kita akan ditunangkan?”

“Kau bercanda? Bukankah kau tadi-“

“Aku juga bukan Good Boy. Mari beralih ke topic lain..” potong Donghae kemudian. “Jangan berfikir kalau alasan tadi bisa membuatku berhenti..”

“Apa yg sebenarnya kau inginkan dariku hingga kau begitu keras kepala seperti ini?”

Donghae tersenyum, tangannya meraih bahu Soeun hingga lebih dekat padanya. Mengecilkan jarak diantara mereka. “Karena kau begitu..” bisik Donghae pada telinga Soeun. Membuat Soeun sedikit mengelinjang merasakan nafas Donghae yg menyapu telinganya. “Mengagumkan..”

Soeun tak bergerak. Entah kenapa ia seperti membeku merasakan tangan Donghae yg sudah melintasi setiap inci rambut dan wajahnya. “Semuanya mengagumkan. Rambutmu, kulitmu, matamu, hidungmu, dan..” Donghae mengantung kata2nya. Matanya menatap intens menuju bagian wajah terakhir yg belum ia sentuh dari Soeun. Soeun mulai merasa canggung ketika Donghae terus menatap bibirnya.

“Ap-Hmmph!!”

Soeun benar2 kaget ketika Donghae benar2 menciumnya dengan kasar dan bernafsu. Soeun berusaha melepaskan atau mungkin mendorong Donghae darinya tapi tenaganya benar2 tak sebanding dengan Donghae. Soeun terpaksa harus merasakan aroma alcohol yg tercium dari mulut Donghae. Holy Shit, dia ternyata Donghae juga benar2 seorang Bad Boy!

~

Rasanya dunia benar2 berhenti berputar bagi Eunhyuk melihat apa yg ada didepannya. Eunhyuk shock, benar2 shock tidak menyangka kalau Soeun tega melakukan ini semua padanya. Rasanya, ingin sekali Eunhyuk menghampiri dan melabrak mereka berdua. Memukul atau bahkan membunuh laki2 yg tega merebut apa yg seharusnya hanya diberikan Soeun padanya. Namun, kejadian ini benar2 membuat kepalanya lebih2 sakit lagi dan bahkan tak kuat berjalan. Itulah mengapa, Eunhyuk memilih pergi dari tempat itu dengan sisa tenaganya.

()

Benar2 gelap dan terlalu gelap. Menghambat semua jalan dan mematikan semua pelita yang ada. Perih, mungkin kata itu bahkan tidak cukup untuk mengekspresikan apa yg dirasakannya. Kenapa Bad Boy bisa begitu cengeng karena ditinggalkan oleh orang pertama yg bisa mengisi seluruh jiwanya. Hingga, rasa sakit ditubuhnya benar2 bertambah dan perlahan mulai membunuhnya.

Bruk!!

“Ada seseorang pingsan disini. Tolong!!”

“Astaga, mukanya pucat. Segera panggil ambulan..”

“Permisi permisi. Bisakah aku melihat apa yg terjadi.. ASTAGA-“

“HYUKJAE OPPA!!”

()

“Sssht..”

Soeun meringis sambil berusaha menghapus bekas darah dari bibirnya dengan linangan air mata yg membanjiri wajahnya. Sakit, benar2 bukan hanya karena perlakuan kasar Donghae padanya tadi tapi perasaannya benar2 terasa tertusuk belati yg tajam.

Bad Girl, mungkin ia tak pernah rela bila kata2 itu diucapkan bila seseorang menanyakan hatinya. Dia boleh bertingkah nakal dan seenaknya diluar sana. Namun, masalah cinta, dan perasaan bahkan tidak pernah tergerak sekalipun untuk menjadi Bad Girl disana dan mengkhianati Eunhyuk walau hanya sedikit. Soeun telah berjanji, bahwa selama ia tidak akan pernah mengkhianati laki2 yg telah menjaganya selama beberapa hari ini.

Oh tuhan, seberapa besar ia merindukan Eunhyuk. air matanya selalu mengalir setiap kali nama Eunhyuk terlintas dalam fikirannya. Bagaimana keadaannya yg Soeun ingat ia tinggalkan dalam keadaan yg sakit. apakah dia merindukan Soeun? Apakah dia berusaha mencari Soeun? Apakah dia tahu Soeun disini dan berharap ia akan datang dan membawanya pergi.

Awalnya, Soeun benar2 merasa semua akan baik2 saja ketika Eunhyuk ada disekitarnya dan memeluknya. Tak peduli apapun kata dunia mereka akan terus bersama dengan tangan saling bergenggaman dengan erat. Tapi lihat yang terjadi kini? Genggam tangan itu benar2 terasa lepas sama sekali.

Demi tuhan Soeun selalu bertanya dalam hati kini. Apakah mereka, Bad Boy dan Bad Girl ini tidak boleh merasakan apa itu cinta sejati sehingga mereka harus seperti ini. Apakah ini karma atas apa yg telah mereka lakukan pada semua orang yg pernah ia sakiti sebelumnya.

()

“S-Soeun… Kim So Eun..”

Gumaman yg terlalu pelan itu hampir tak terdengar ketika Eunhyuk mendapatkan kesadarannya. Badannya masih terasa lelah dan benar2 sakit. bahkan untuk membuka mata rasanya benar2 berat hingga ia tetap menutupnya rapat. Hampir ia kembali terlelap, kalau tidak mendengar suara2 tangisan tak jauh dari tempatnya terbaring.

“A-Apa? Aids?” Suara itu terdengar bergetar dan terdengar menyesakkan. “Apa kalian bercanda. Kakakku tidak mungkin punya penyakit seperti itu!!” katanya pilu.

“Maaf nona, tapi menurut pemeriksaan memang itulah yg sebenarnya-“

“ITU PASTI SALAH. PEMERIKSAAN BODOH APA ITU!!” suara itu kembali bergetar dan tak tahan. Membuat laki2 yg Eunhyuk yakin seorang dokter itu tersurut.

“Maaf nona..”

“Sekarang keluar saja. Aku tak ingin oppa bangun dan mendengarnya…”

Perlahan, terdengar suara pintu yg terbuka dan suara kaki yg menjauh. Bercampur isak tangis yg terdengar lebih keras.

“Bagaimana ini. Baru hari ini aku dapat menemukan Eunhyuk oppa. Tapi kenapa harus begini. Apakah orangtuaku akan peduli ini. Ya tuhan..”

Air mata berhasil lolos dari mata Eunhyuk yg terpejam. Apa yang ia tangiskan? Penyakitnya? Bukan. Tapi perasaan kasihan pada adik perempuannya yg kebingungan. Dan terlebih, Soeun.. Astaga, Eunhyuk hanya melakukan semua itu dengan Soeun apakah penyakit ini dari dia atau apakah Eunhyuk telah membuat penyakit ini berpindah padanya. Astaga, apakah Soeun juga menderita penyakit yang sama? kenapa harus begini..

()

Slap!!

“YA, APA YANG KAU LAKUKAN?!” Soeun berteriak kesal ketika seseorang yg baru datang itu menamparnya. Ia benar2 kaget dan marah.

“KENAPA KAU LAKUKAN ITU?!” teriaknya emosi dan menahan tangis.

“YA! APA MAKSUDMU?”

“EUNHYUK OPPA! KENAPA KAU TULARKAN PENYAKIT SEPERTI ITU KEPADANYA?!”

“A-Apa?”

Tak ada sahutan. Gadis di depannya malah menangis keras setelahnya. Sorot kesedihan dan kehilangan benar2 tergambar diwajahnya. “Kau jahat sekali. Hanya Eunhyuk oppa yang peduli padaku. Kenapa setelah menyembunyikannya dariku kau membuatnya sakit. kau jahat sekali..”

“H-Hey, apa maksudmu?” Tanya Soeun tak mengerti namun air mata telah keluar begitu saja dari kedua matanya. Ia merindukan Eunhyuk, dan kata2 kalau Eunhyuk masih sakit benar2 membuatnya benar2 memikirkan hal terburuk dalam dirinya. “Ya! Apa maksudmu?” Tanya Soeun sedikit keras sambil menarik kasar bahu gadis itu yang menangis hebat didepannya. Lee Jiyeon, Eunhyuk pernah bilang mempunya adik perempuan dan Soeun begitu yakin. Dia adalah Lee Jiyeon.

“Oppaku sakit parah. Dan kata dokter, dia mungkin tidak bisa bertahan..”

()

“AYAH!!”

Soeun langsung membuka pintu kantor ayahnya dengan kasar. Tidak peduli akan kebingungan karyawan ayahnya atau ayahnya yg juga tampak kaget. Ia lantas mendekati ayahnya.

“Soeun?”

“Jelaskan! Apa keluarga kita mempunya penyakit seperti itu?!”

“Apa maksudmu?”

“APA AKU TERJANGKIT AIDS?!”

Ayah Soeun benar2 menghentikan kata2nya setelah teriakan Soeun. Ia menatap kaget pada putrinya yg telah menangis hebat.

“AYAH JAWAB AKU!!”

Tak ada sahutan. Ayahnya masih terdiam dan tak menyahut. Kakinya gemetaran hingga kembali jatuh duduk di kursi. Matanya memerah.

“AYAH?!” teriak Soeun tidak tahan dan emosi.

“Ya, kita memilikinya. Penyakit itu, adalah penyakit yg sama yg membuat ibumu meninggal dan kita derita selama ini, Soeun..”

“Tapi ibuku-“

“Wanita itu bukan ibumu. Dia adalah tantemu yg mau berpura-pura menjadi ibumu untuk membantuku merawatmu. Itu sebabnya, kini dia pergi dan aku melepasnya menikah lagi..”

“YA IGE MWOYA!!” teriak Soeun benar2 tidak tahan. Sangat perih dirasakan ketika ia tahu semua ini. “KENAPA TIDAK KATAKAN DARI DULU PADAKU?!” teriaknya sambil berlinangan air mata.

“Karena ayah tidak ingin kau kecewa. Kau hidup saja ayah sudah senang. Ayah tidak ingin mengungkit luka lama..”

“YA, TAPI AYAH TAHU KALAU PENYAKIT INI BISA MEMBUNUH PENDERITANYA YANG BARU TANPA MELALUI PROSES KETURUNAN. ITU ARTINYA DIA AKAN MEMBUNUH PASANGANKU AYAH. PASANGANKU!!” kata Soeun pilu.

“Maaf..”

Soeun tak menyahut. Kakinya lemah untuk menahan badannya sendiri. Ia menangis lebih hebat. “Apa yang aku lakukan sekarang? Eunhyukku.. bagaimana dengan Eunhyukku..”

()

“Kau tidak seharusnya melakukan itu padanya, Jiyeon..” kata Eunhyuk lemah ketika Jiyeon datang. Setelah Jiyeon menceritakan apa yg telah ia lakukan pada Soeun. “Dia tidak salah..”

“Dia salah oppa. Karena dia kau sampai mendapatkan penyakit terkutuk ini!!”

“Belum tentu dia..”

“Lalu siapa? Kata2 teman2mu hanya dia kekasihmu yg sempat tinggal bersama denganmu. Lagipula, Aids tidak akan membunuh penderitanya yg mendapatkan penyakit ini dengan jalan keturunan. Dan kau lihat betapa dia baik2 saja? Itu artinya dia yang menularkan!!”

“Jiyeon..” panggil Eunhyuk sambil meraih pipi Jiyeon dan menghapus air matanya. Sungguh, sangat menyakitkan melihat orang yg disayanginya menangis untuknya. “Jangan menangis..”

“Aku tidak mau kehilangan oppa..”

“Kau tidak akan kehilanganku..”

Jiyeon terdiam. Berusaha mempercayai kata2 Eunhyuk. tapi, kata dokter kata2 Eunhyuk itu mungkin tidak dapat dipercaya.

“Aku mencinta oppa. Jelaskan padaku apa yg bisa aku lakukan supaya aku tidak kehilangan oppa..”

Kreek!!

Suara pintu tersebut membuat keduanya menghentikan pelukan mereka. Mereka menatap kearah seseorang yg datang. Membuat Jiyeon segera bangkit dan menatap dengan marah padanya.

“Untuk apa lagi kau kemari?” Tanya Jiyeon membentak.

Soeun tak menyahut. Matanya menatap pada sosok yg berada diatas tempat tidur. Melihat, tubuh yang lebih kurus daripada yg dia tahu.

“YA! KAU BUTA!!”

“Jiyeon..”

“Oppa berhentilah membelanya..”

“Jangan begini. Aku mohon..”

Jiyeon terdiam mendengar ucapan Eunhyuk. ia menghela nafas, menatap pada Soeun masih dengan tajam. Sebelum akhirnya menyerah, ia memilih keluar dari kamar tersebut dengan kesal. Menunjukkan betapa ia benci pada Soeun dan betapa ia benci atas pembelaan Eunhyuk padanya.

Keduanya terdiam disana setelah kepergian Jiyeon. Saling bertatapan sejenak, mungkin melepas rindu yg selama ini membuncah.

“Hai. Senang melihatmu, Bad Girl!!”

Air mata Soeun langsung jatuh lagi mendengar suara Eunhyuk dan menatap senyumannya. Eunhyuk menarik kembali senyumannya, menatap gadis yg mulai terisak disana.

“Soeun?”

“M-Maaf..”

Eunhyuk terdiam mendengar suara Soeun yg kian parau akibat tangisnya. Bahunya bergetar karena tak kuasa menahan dukanya. Sekali lagi membuat hati Eunhyuk ikut sedih.

“Maaf karena telah membuatmu begini. Maaf karena telah membuatmu menderita. Maaf karena-“

“Jangan begini!” seru Eunhyuk cepat sambil memotong ucapan Soeun. Jujur, ia benar2 tak tahan melihat air mata yg terus jatuh untukknya. “Mendekatlah padaku. Apa kau tidak merindukanku?” Tanya Eunhyuk berusaha tersenyum walaupun entah kenapa ia juga ingin ikut menangis. Tangannya terkembang, menyambut Soeun yg langsung menghambur dalam pelukannya.

“Maaf.. aku tidak tahu kalau aku memiliki penyakit itu. aku benar2 tidak tahu karena mereka merahasiakannya dariku. Aku benar2 tidak tahu. Kalau aku tahu, aku pasti tidak akan-“

“Berhenti..” potong Eunhyuk sedih. Tangannya mengusap rambut Soeun dengan sayang. “Apa kau mau bilang kau tidak akan bertemu denganku dan mengenalku? Apa kau mau bilang, kau tidak mau hidup bersama dan mencintaiku. Jangan katakan kalau memang kau berfikir begitu. Itu menyakitiku..” kata Eunhyuk mulai kehilangan kendali dan ikut menangis sambil terus mengusap rambut Soeun.

“Tapi pertemuan kita membuatmu menderita..”

“Tidak apa-apa. Tidak apa2 bagiku. Aku tidak menyesalinya sedikitpun. Walaupun aku mati aku benar2 dapat bahagia karena memilikimu..”

“Tolong jangan mengatakan hal ini. Ini menyakitiku..” kata Soeun kembali larut dalam tangisan. “Jangan katakana perpisahan apalagi kematian. Tolong..”

Eunhyuk tak menyahutinya. Tangannya mendekap erat Soeun lebih erat. Berusaha menenangkan Soeun yg benar2 menangis lebih hebat.

“Siapa dia?” Tanya Eunhyuk setelah beberapa saat.

“Apa maksudmu?”

“Dia. Laki2 yang menciummu tempo hari di depan rumahmu..”

“Eunhyuk-ah..”

“Kau benar2 Bad Girl sekali. Bagaimana mungkin kau tega bersama laki2 lain ketika aku jauh darimu..”

“Tidak semuanya bukan begitu. Dia bukan siapa2 bagiku. Dia adalah orang yg dipilih ayah untuk menjadi tunanganku. Aku menolaknya, sungguh. Dan ciuman itu-“

“Dia memaksamu…”

Soeun melepaskan pelukannya setelah kata2 Eunhyuk. kini ia menatap mata Eunhyuk yang juga menatapnya dalam.

“Aku melihat dia menarikmu dank au berusaha memberontak. Bukan salahmu. Lagipula, kau tidak akan mengkhianatiku kan?” Tanya Eunhyuk sambil menghapus air mata Soeun yang bisa dikatakan sia2 karena air mata Soeun terus mengalir. Soeun mengangguk.

“Ya. Aku tidak akan mengkhianatimu karena aku hanya mencintaimu..”

“Aku percaya padamu..” kata Eunhyuk sambil terus mengusap pipi Soeun. Eunhyuk tersenyum, tangannya berpindah menuju dagu Soeun. Eunhyuk tersenyum lagi sambil menatap Soeun. “Kau tak tahu betapa aku merindukanmu..” kata Eunhyuk sambil menarik dagu Soeun mendekat padanya. Eunhyuk lantas kembali meraup dan mencium bibir Soeun untuk menunjukkan seberapa besar kerinduan itu.

()

“Hati-hati..”

Soeun berusaha membawa tubuh lemah Eunhyuk hingga mencapai tempat tidur. Hingga ketika mereka mencapainya, mereka tampak begitu kelelahan. Eunhyuk tersenyum. Sementara Soeun juga tersenyum sambil bangkit dari tempat tidurnya.

“Istirahatlah disini..” kata Soeun sambil mengatur bantal dan selimut untuk Eunhyuk. hari ini, mereka kembali ke apartemen tempat dimana mereka tinggal. Tentu saja, ini permintaan Eunhyuk yg merasa bosan dirumah sakit. awalnya Jiyeon menentangnya, namun karena Eunhyuk bersikeras akhirnya Jiyeon hanya bisa menganggukinya.

“Kau temani aku disini..” kata Eunhyuk sambil tersenyum pada Soeun yg sibuk merapikan rumah yg berantakan.

“Baiklah..” sahut Soeun sambil meninggalkan pekerjaannya dan bergerak menuju Eunhyuk. Soeun duduk disamping Eunhyuk. eunhyuk tersenyum, ia meraih kepala Soeun dan menyandarkan pada dadanya.

“Kau hangat dan benar2 wangi, baby..” kata Eunhyuk sambil mencium pucuk kepala Soeun. Soeun hanya tersenyum mendengarnya. “Aku akan merindukan aroma ini..”

“Eunhyuk-ah. Bukankah kita berjanji tidak akan membahas apapun soal perpisahan..” tanya Soeun tidak suka dengan kata2 Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum.

“Ini bukan soal perpisahan…” kata Eunhyuk kemudian. “Tapi ini soal kenangan..”

“Eunhyuk-ah..”

Eunhyuk tersenyum. Menatap wajah sedih Soeun karena kata2nya barusan. Sungguh, kalau bukan karena kematian untuk alasan apapun Eunhyuk tidak akan meninggalkan gadis ini walau sedetik.

“Saranghae. Aku akan merindukanmu..”

“Eunhyuk..” Eunhyuk langsung menjilati air mata yg menuruni pipi Soeun karena katanya. Membuat Soeun malah semakin menangis. “Tolong, jangan meninggalkan aku. Aku benar2 tidak bisa hidup tanpamu..” kata Soeun terisak.

“Sssht.. biarkan aku memilikimu malam ini, baby..” kata Eunhyuk disela ciuamnnya di leher Soeun.

“Eunhyuk-”

Soeun menghentikan kata2nya setelah ciuman Eunhyuk beralih pada bibirnya. Eunhyuk menghisapnya kuat, berusaha menghentikan ucapan apapun dari Soeun. Sementara tangannya sibuk membuka kancing kemeja Soeun.

“You’re mine.. Forever..”

()

Cough Cough Cough..

Suara batuk Eunhyuk mendominasi kamar apartemen kecil mereka. Sementara Soeun tampak sibuk membuka lemari pakaian dan mencari apa saja. Apa saja yg bisa membuat tubuh Eunhyuk yg menggigil bisa lebih hangat. Setelah menemukan beberapa, Soeun segera beranjak ketempat Eunhyuk dan menyelimutinya. Tangannya terasa bergetar melakukannya.

“Kita kerumah sakit. aku akan panggil ambulan..” kata Soeun kembali menangis. Dia benar2 sangat ketakutan menghadapi Eunhyuk yg terlihat memburuk.

“A-Aku ttidak appa-aappa..”

“Apa yang kau maksud dengan tidak apa2. Kau sakit. parah..” kata Soeun serak karena air matanya. “Aku panggil ambulan-“

“Ttemani Aaku..” Eunhyuk langsung menahan Soeun ketika Soeun hendak pergi. Langsung menarik Soeun dalam pelukannya. “Ddingiin..” katanya bergetar.

Eunhyuk berusaha memeluk Soeun seerat apapun ia bisa. Namun, perbuatannya membuat kekasihnya menangis lebih buruk membasahi kain2 yg menyelimuti Eunhyuk.

“Maaf. Kalau kita tidak bertemu. Aku tidak akan membuatmu merasakan ini-“

“Aniyo..” kata Eunhyuk lebih mempererat pelukan mereka yg tak bisa lebih dekat lagi. “Aaku bbenci ketika kkau mmengatakan ini. Sseakan aku ttidak aada artinya uuntukmmu..”

“Kau berarti. Itu sebabnya aku tak ingin melihatmu sampai sesakit ini. Karena kau berarti aku tak bisa melihatmu begini-“

“Ttidak aapa-appa. Assal di ijjinkan bbertemu ddan mmencintaimmu. Aaku rrela mmati..”

“Eunhyuk-ah..”

“Tolong. Lebih dekat padaku. Aku benar2 terasa seperti membeku..” kata Eunhyuk memeluk Soeun semakin dekat. Dimana pelukan itu tak bisa lebih dekat lagi. “S-Soeun, ddari kkemaren kkau sselalu bbanyak mmengucapkan ssatu kkata yyg aaku bbenci. Kkau terlalu bbanyak mmengatakan Mmaaf..” kata Eunhyuk menghirup aroma rambut Soeun kuat2. Aroma yang benar2 ia sukai ketika mereka bersama.

“Baiklah. Hukum aku karena telah melakukannya. Jangan bersikap lemah dan membuatku ketakutan seperti ini..” kata Soeun menangis hebat.

“Ttidak. Rrasanya aaku ttelah mmencabut ttiga kkata iitu ddari ucapan yg aaku bbenci. Kkarena ddirimu aku mmerasa bbegitu ssangat menyukai mmereka..”

Tak ada sahutan, yang ada hanya suara tangisan Soeun yg terdengar. Suara tangisan yg benar2 penuh ketakutan. Ketakutan kalau pelukan ini akan menjadi pelukan terakhir yg ia rasakan.

“Ssoeun-aah.. mmaukkah kkau mmendengarku?”

“Bicaralah. Aku akan mendengarmu..” kata Soeun penuh tangisan. Sementara Eunhyuk tampak berusaha tersenyum mendengarnya.

“Tterima kkasih… Tterima kkasih ttelah mmencintaiku ddan mengizinkkan akku mencintaimu…” kata Eunhyuk yang berhasil membuat Soeun menangis lebih karenanya. “Ddan mmaafkan aaku.. Mmaaf kkarena ttidak bisa membuatmu llebih bahagia..”

“Apa yang kau katakan? Bagaimana mungkin kau berfikir bahwa aku tidak bahagia denganmu? Aku bahagia bahkan kau adalah bagian yg paling ingin aku ingat dan membahagiakan dalam hidupku-“

“Aakku mmencintaimmu..”

Eunhyuk memotong cepat ucapan Soeun. Behasil membuat Soeun kehabisan kata2.

“Aaku mmencintaimu ssampai kkapanku bahkan hhingga akku tidak adda lagi..”

“Eunhyuk-ah..”

Kali ini benar2 tidak ada lagi ucapan yang ada hanya tangisan dari Eunhyuk yg mungkin sudah tak tahan lagi. Bersatu dengan tangisan Soeun.

“Mmaaf kkarena akku ttidak bbisa mmenjagamu llebih lama. Aaku bbenar2 menyesali ini..” kata Eunhyuk ditengah ketidak tahanannya.

“Eunhyuk-ah..”

“Aaku llelah Ssoeun. Bbolehkah aaku menyerah sekarang?” Tanya Eunhyuk kembali terisak. “Bberjanjilah kkau akan selalu mengingatku. Ddan, tterus hidup uuntukkuu. Bbiarkan, ppenyakit yg ssama yang mmembunuhmu ttapi jjangan ppernah ssekalipun mmelukkai ddirimmu..”

“Tapi-“

“Bberjanjillah..”

Menangis, Soeun benar2 hanya dapat melakukan itu. rasanya ini benar2 terlalu berat untuk dirasakan.

“A-Aku bberjanji..”

Eunhyuk segera melepas pelukan mereka setelah sahutan Soeun. Matanya yang sayu menatap pada kekasihnya. Ia berusaha tersenyum dan menghapus air mata yg membasahi pipinya. Sorot matanya terus melemah dan melemah.

“Ayo kerumah sakit-“

Kata2 Soeun kembali terhenti karena Eunhyuk kembali menjilati air mata Soeun. Lantas mengalihkan ciumannya pada bibir Soeun. Berusaha merasakan aroma vanilla yg tercium dari mulut Soeun. Awalnya Soeun tida membalasnya sama sekali, yang ia lakukan hanya dapat menangis. Namun, karena Eunhyuk terus meminta akses untuk memasuki rongga mulutnya Soeun mulai membalasnya dan membuka mulutnya.

Ciuman Eunhyuk benar2 lembut, tidak seperti dia yg biasanya. Eunhyuk tampak berusaha menyalurkan seluruh cintanya dengan sisa tenaga yg ia punya. Yang membuat Soeun benar2 menangis lebih hebat karenanya.

Akh..

Eunhyuk sedikit mengerang didalam ciumannya. Mungkin sesuatu baru saja diterima dan dirasakannya mendera tubuhnya. Namun, ia tak menghentikan ciumannya sama sekali. Ia terus berusaha mencium dan menjangkau setiap inci mulut Soeun. Hingga ketika nafas mereka mungkin sudah benar2 terasa sulit Eunhyuk mulai melepasnya.

Baru saja Soeun akan mengambil nafas. Tiba2 tangan Eunhyuk kembali meraihnya dan membawanya kembali dalam pelukan yg begitu hangat.

“Ssaranghae..”

Soeun benar2 tidak tahu apa yg ia lakukan atau apa yg ia katakan dengan semua yang Eunhyuk lakukan padanya. Kini Eunhyuk kembali memeluknya. Tapi ini pelukan yg berbeda, Soeun dapat merasakan betapa Eunhyuk dengan kuat mencengkram bajunya. Seakan menahan perasaan sakit luar biasanya yg tengah menyakitinya.

“Apa yg kau rasakan?” Tanya Soeun cemas merasakan cengkraman Eunhyuk dibajunya. Eunhyuk benar2 terlihat sekarat dan hanya bisa menahannya dengan memeluk dan mencengkram baju Soeun.

“A-Aku mmerasa bbahagia..” sahut Eunhyuk bergetar. “Bbahagia kkarena mmelukmu..” ucapnya berbohong.

Soeun menangis lebih hebat lagi mendengar sahutan Eunhyuk. ia sangat tahu, betapa Eunhyuk tengah berusaha membohonginya. Ia tahu, Eunhyuk benar2 kesakitan.

Akh!

Satu erangan kembali lolos dari mulut Eunhyuk dan membuat tangannya mencengkram lebih kuat lagi. Badannya benar2 lemah merasakan setiap sensasi yg mendera tubuhnya bertubi-tubi. Hingga cengkraman itu makin kuat dan makin kuat, hingga tiba2 mulai terasa melemah dan mengendur.

“Ssa-rang-hae..”

Soeun hanya bisa menangis mendengar ucapan Eunhyuk tersebut serta merasakan cengkraman dan pelukan Eunhyuk yg benar2 mengedur dan mungkin akan terlepas. Sepi, selanjutnya ini benar2 menjadi begitu sepi. Apalagi merasakan pegangan Eunhyuk yg mulai terlepas sama sekali. Serta, semakin sepi ketika menyadari tiada lagi suara nafas Eunhyuk terdengar walau sehalus apapun.

Soeun melepas pelukannya setelah itu masih dengan menangis. Ia kini menatap Eunhyuk yg benar2 sudah mengunci begitu rapat matanya. Air mata benar2 tak bisa ia tahan ketika menerima apa yg telah terjadi. Soeun tidak terisak, ia menangis dalam diam sambil menatap wajah Eunhyuk untuk terakhir kalinya. Sebelum akhirnya kembali menarik tubuh Eunhyuk kedalam pelukannya. Soeunpun kembali menangis dalam diamnya.

(THE END)

NP: In My Dream – Super Junior

 

T_T

Maaf ya buat Reader saya membuat sad Ending untuk FF ini. Karena entah kenapa alur cerita ini terfikir oleh saya ketika saya ingin membuat Sequelnya. Sebenarnya gak tega sih sama keduanya. Namun mau bagaimana lagi, inilah yg ada dalam fikiran saya.

Oiya, jangan merasa aneh pada adegan yg agak berating PG yg ada diatas. Itu adalah bentuk coba2 saya terhadap cerita dalam jenis seperti itu setelah beberapa kali membaca FF dengan Rating yg sedikit lebih tinggi dari apa yg saya buat.

Dan, masalah Donghae saya tidak sempat membuatnya disini. Saya menyerahkan bagaimana caranya Donghae menghilang dari Soeun menurut fikiran reader masing2.

Enjoy all, Thanks ^^

 

46 Comments Add yours

  1. Anna mengatakan:

    Huaaahaahaa iya bnr2 memprihatinkn,,tetp bad boy n bad girl tdk bs brstu sad ending akhrny,,donghaeny kbur hbs thu soeun kena aids heehee jahat ya,,OMG ngeri jg bcny mski cm FF putri,,dtggu ff lainnya gomawo🙂

  2. Kim Ha Byung mengatakan:

    Aaaaaa keren cerita’a🙂
    Tpi sayang sad ending T_T
    Klau sad ending ini kesukaan puspa…
    Di tunggu lah eon ff yg lain…😉
    Apalgy ff yg Be My Girl….😀

    1. Cheonsa Edelweis mengatakan:

      Gomawo..gomawo Chingu…..
      Selalu ingat kalau saya suka Sad Ending *terharu*

      1. Kim Ha Byung mengatakan:

        Iya aku inget lah,,,
        Soal’a setiapa ada readers yg buat ff, psti kmu minta’a sad ending😦

  3. HETY SHAWOL mengatakan:

    ff putri sllu bwtq kagum..nie ff bnr2 dh bwtq nangis..bngung mw komen apa lagi..keren bgus daebak,utk ff sso u adlh uthor favq..tiap ff yg u bwt sllu bagus n q sllu kagum sm critnx yg brbeda..qw suka genre angst ayo bwt lagi sonew z hehehe..tp gr2 bc ff u yg pairing hyuksso q jd suka nie pairing…ff ini adlh slh satu favq..utk ratedx g mslh kug kan ad crtnx dlm adgn trsbt..salut deh buat author ttp semangatx hwaitng

  4. mayaulidhasso mengatakan:

    huaa … !!!
    ceritanya bner2 sedih author😥
    aku kurang suka sad ending. tapi, ff nya tetap kereen author..
    kasian, liat kehidupan keluarga HyukSso. ternyata sesedih itu😥
    ok dh author dilanjut ff yg lain. tetap semangat & selalu dpt inspirasi bwt ff2 nya🙂
    gomawo^^

  5. Yova mengatakan:

    Ffnya bnar2 sedih n tragis.. Mreka b3 kena aids jd ga bakalan lamo dong idupnya Tp kerenlah ,, eunhyuknya mninggal kasihan tp Donghae pnya ksempatan dong bisa bersatu dg So Eun..

  6. Yova mengatakan:

    Ffnya bnar2 sedih n tragis.. Mreka b3 kena aids jd ga bakalan lamo dong idupnya Tp kerenlah ,, eunhyuknya mninggal kasihan tp Donghae pnya ksempatan dong bisa bersatu dg So Eun….(maksa)

  7. geill mengatakan:

    huaaaaaaaaaaaaaaaa…….
    bener2 mengharukan, dpt banget feelnya pas bc nih ff, jd mo nangis….huaaaa…
    sayang ya sad ending q kira gak sad ending, tp ceritanya tetep ok kok…mengharukan….
    and good job….
    semangat terus buat author ya……gomawo buat ff-nya yg bagus ini…..

  8. Cheonsa Edelweis mengatakan:

    D-A-E-B-A-K!!!! *acungkan 2 jempol*

    banjir air mata T_T
    suer Daebak…
    Pd hal wkt awal baca senyum gaje karena Eunhyuk-Soeun jd pencopet -,- tp senyum gaje gag bertahan lama setelah baca Eunhyuk sakit T_T

    sumpah Puspa suka banget Sad Ending…sering2 buat Sad Ending Thor!!!
    *dilirik reader yg haters SE*

    sekali lagi D-A-E-B-A-K
    PUAS BANGET PUSPA BACANYA!!

    ditunggu karya lain dan lanjutan FF yg lain juga😉

  9. niniet mengatakan:

    Benar2 diluar karakter..walau aku ga suka yg sad ending tp ceritanya bagus..ditunggu. cerita lainya ya

  10. deshiewookie mengatakan:

    Hiks hiks. . . . i like it i like it . . . .
    Eunhyuk emang cinta mati ma soeun. . .
    oya kyknya ad sdkit typo. . .salah nulis huruf kyaknya. . . masih bisa dimaklumi karna saya jg sring gitu koq. . . selebihnya ceritanya sukses membuatku brkaca-kaca. . .
    ditunggu karya selanjutnya. . .

  11. Seli m (SnowAngels) mengatakan:

    Aku gg suka sad😦 knp harus ending thor ;(
    ampe bnjir gini nangis, hiks hiks.
    Author tega ..
    Tapi ceritanya keren banged .
    Ceritanya beda dr yg lain :> aku suka ceritanya cuma endingnya doank gg terlalu suka ..
    Pokoknya ff author selalu di tunggu yach, coz ff nya menarik .
    Aku jga nunggu BMG n Fated yach . Ditunggu jga krya lainnya.
    Btw itu donghae ilang bgai ditelan bumi, ckck

  12. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Daebak thor..
    Critax mngharukan skali..
    Akhirx bad boy n bad girl brpisah..gk tega thor ngeliat mreka brdua brpisah dgn tragis..
    Itu donghae saking trpesona ama sso,smpai gk brkutik ktika sso bwa kbur dompetx..
    Good job thor,wlau gk suka sad ending tp aq suka kisahx..
    Bad boy n bad girl yg saling mncintai ttapi akhirx brpisah krn pnyakit mmatikan yg tdk dhrapkan..
    Oke skian aja thor,dtng9u jg lnjutan kryamu yg lainx..hwaiting
    B-)

  13. SHANE mengatakan:

    kya,,hyuksso nya jd pencuri,pake pura2 bertengkr segala,,itu lagian sso dompet nenek ajja d curi padahal niat si nenekkan baikk,,itu cerita awalnya reader paling sk senyum2 gaje gt bcnya…

    tp rupanya mereka kna aids reader jd sedihhh,truss enhyuk nya meninggl,tp eunhyuknya meninggal dgn penh kebahagiaan,,,overall ctitanya bener2 menusuk hati,,bener kt puspa klo sad ending itu sesuatu banget yg nga bs d d jumpai d happy end,

    lanjutkan ff nan lainna BMG+AN ANGEL+AN ELF(yesso)…..
    klo bs semuanya thorr publish soon (plakkk)…

    buat authorr keep spirit,,smile,,n fighting…

  14. Kyusso shipper mengatakan:

    ya ampun sad ending nangis author sepanjang baca ff apalagi udah mau akhir nya
    ditunggu author ff selanjutnya…tapi yang happy ending yaaaa top bgt buat author menyentuh bgt ceritanya…😦

  15. novitamie mengatakan:

    gak berhenti nangis gara-gara baca ff ini😥 ff ini sedih banget, feelnya itu dapet banget🙂
    good job buat author (y)

  16. Minmin mengatakan:

    Sad ending ya😦
    ya crita ini bisa wat pembelajaran bagi kita klo kita tidak boleh melakukan seks sebelum nikah ^^
    eh setahu q klo Aids itu menyerang kekebalan tubuh ko kaya’a sso sehat2 aja, malah eunyuk yg tertular yg langsung sakit? *suka2 author dong
    ditunggu karya putri selanjutnya ^^

  17. tragiiiiiiiiiiiiiis😥
    mungkin itu yg bisa sy katakan stlah membaca ff ini, kenapa harus sad end ya allah nangis bacanya… kasian bgt bad girls and bad boy kita huuaaaaaaaaaaaaaaaaa
    lebih baik lok bisa mreka meninggal bersama, dri pada terpisahkan seperti ini
    kenapa harus ada penyakit AIDS itu… kenapa??
    padahal td sy pikir hyukppa cm sakit flu biasa, n dia bakal bersaing sm haeppa memperebutkan sso eonni… tapi kenapa begini aduuuh gak tega bgt deh.. mkx lbh suka happy ending…
    yaaah bener juga yg dikatakan minmin eonni crita ini bsa bwt plajaran bagi kita bhwa seks bebas tu gk baik….!!
    GOOD JOB deh bwt putri di tunggu ff lainnya🙂
    n smoga gk sad ending lagi amiin…
    cz kurang srek sm sad end… jadi x kepikiran gt n gr2 ingt2 tu z jd pgn nangis#plak siapa yg nanya…dasar cengeng😦

  18. Wahyunniewah mengatakan:

    Hiks hiks hiks ….. Sad ending ???? Waeyo author ?? Wae ??? Padahal Ngarep mereka bkalan happy ending ever and after …. Tp ini jg keren kok … Daebbakk …. Ditunggu FF lain.a keep fighting !!

  19. Ambarr mengatakan:

    Knapa jd kyk gni ff’nya,bad girl and bad boy dipisahkan ma penyakit laknat itu,nangis spanjang mlm. . Hiksh..hiks bnr2 g suka sad inding,tpi g bsa dipungkiri ff ini daebak putri..

  20. kisah cinta yg menyedihkan..aq dpt rasa feel nya…
    sabar ya soeun eonnie… jalan crita nya tetp best… ^_^
    moga ff setrusnya happy end ya… semangat author… =)

  21. rida_kyusso jewels mengatakan:

    hiks hiks sedih thor , kapan2 jgn buat yg sad oneshoot yha ///////

  22. Dhyan queena mengatakan:

    authornya abs bertapa dmn sich dpt ide nya bnyk bener n ga ketebak dr judulnya.. hehe.. gpp sad ending.. tp laen kali happy ending donk.. please.. please.. hehe agk maksa sich

  23. Chikuma Chikamatsu mengatakan:

    huhuhuhuhuh… sad neh… keren .. speechless dah…. so ditunngu karya lainnya chingu…. fighting^^

  24. Dear dHiyah mengatakan:

    jd terharuu …..

  25. olivio mengatakan:

    terharu banget….

  26. yehyukmi mengatakan:

    gak pernah nyangka ending nya bakal begini. Aku fikir hyuk cuma sakit biasa. Btw, nice ff chingu.😀

  27. regitha mengatakan:

    hiks .. hiks .. hiks .. feel.nya dapat bgt ., tpi sayang sad ending ,, u,u
    padahal udah byangin bakal happy ending .. di tuggu ff selanjutnya author ..

  28. noni eka s. mengatakan:

    gak nyangka bakalan sad ending gini,padahal aku kira cerita kayak gini pasti happy ending. eh pas aku baca genre nya sad ending, aku penasaran ceritanya eh ternyata emang sad ending. aaaaa sedih😦 tapi ceritanya bagus gak gampang ketebak kekekek

  29. karinput mengatakan:

    ahh kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! Aduhhh galau abis bacanya..sumpah ga ketebak bgt ceritanya! Suka bgt! I Love Unhappy ending!!!

  30. rokumunyo mengatakan:

    yah thor tragis banget ceritanya,.
    sedih thor, sedih.,.

  31. cucancie mengatakan:

    Whuaaa…eunnie jd bad girl,suka karakter eunni di ff ini,

  32. freedom kartini mengatakan:

    HIHIHI…kamu kejam thor …kenapa hrs aids thor …benar2 sedih sampai nangis bacanya.
    tragiss …cinta yg mengharukan ,menguras emosi ….benar2 keren thor? huawww

  33. lee mar'atus mengatakan:

    huaaa kenapa sad ending. T.T
    walaupun sad ending tapi tetep daebak pake banget thor.🙂

  34. tanti no kawai mengatakan:

    Ƴɑ̤̥̈̊ ampunnnnn bener2 cerita Ϋά̲̣̥ηġ sangat mengharukan_cinta Ϋά̲̣̥ηġ begitu dalammmM…
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).
    Bener2 di buat nangissssssss….. (-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)

  35. nadia novita mengatakan:

    sedih banget bacanya
    huhuhu..😥

  36. Q mengatakan:

    T-T T-T T-T T-T……!!!!
    Sediiiih……!!!
    Mereka sangat setia satu sama lain…..
    Hh….,aku gak tau mesti ngomong apa lagi….
    Sad ending,ya…
    Commentnya jadi ikutan sedih,nih…..
    Bye……T,T…

  37. gloria rumbang mengatakan:

    Ahhhhhh tidakkkkk hyuk oppaaaa!!!!!!!!😥 kenapa pergi ??? Kan kasihan soeun tapi keren sih min ffnya daebak!

  38. senrumi mengatakan:

    Sedihnya bikin mewek =-O
    knp sad ending ya

  39. kim Ra rA mengatakan:

    yeeee Sad Ending….
    ceritanya bikin mata sakit karna pengen mewek meski ga sampai keluar tuh air Asin nya.
    karna apa yang terjadi dengan mereka berdua….

    walau memang selalu pengen happy ending. kan ga harus juga semua berakhir bahagia. sad ending boleh juga tuh….
    hehe…

  40. Dewi mengatakan:

    suka sm ide ceritanya, beda tp menarik
    aku tunggu ff lainnya eon

  41. Rani Annisarura mengatakan:

    akhirnya keren🙂
    Tapi sad ending……

    Waktu terakhir itu sempat bikin nangis karena eunhyuk harus mati duluan karena penyakit aids😥

    Tapi keren karena bisa bikin nangis ff-nya ini🙂

  42. GG mengatakan:

    asli paling gak suka sad ending, karna ujung2nya gak dpt feel .. maaf yaaaa😥 tp beneran gak suka sad ending…

    bagus kok penulisannya, lebih nyambungan ama sequelnya ini sih drpd yg sebelumnyaaa cuma sayang sad ending

  43. tina65 mengatakan:

    Hiks…hiks…hiks sad ending

  44. milen mengatakan:

    AAaa baru pertama kali baca ff di blog ini dan langsung baca yang sad ending.. wow daebakkkk berhasil bikin air mata tumpah ! Daebakk. Semangat trs author🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s