~Fated!! Part7 (It’s Ok. I’ll Protect You..)


Fated!! Part7 (It’s Ok. I’ll Protect You)|PrincessClouds|Teen, Romance, Friendship, Family|Kim So Eun, Super Junior Eunhyuk, Super Junior Donghae, Choi Jina, F(x) Sulli, Super Junior Sungmin, Super Junior Ryeowook, SHINee Taemin, After School Uee, SNSD Yuri And others

Summary: Ketika keceriaan itu berganti dengan kemuraman..

 

Soeun menggembungkan kedua pipinya dengan sangat kesal dan menusuk-nusuknya dengan kedua jarinya. Soeun bosan, benar bosan. Jangan tanyakan kenapa, karena apalagi hal yg bisa membuat seseorang bosan selain menunggu kalau tidak ketika kau hanya berdua disebuah tempat dengan seseorang yg bahkan tak mengucapkan sepotong katapun ketika kalian menempuh jalan. Yah, kau benar, Soeun bosan karena saat ini ia tengah berdua dengan Eunhyuk. Dan Eunhyuk benar2 mengacuhkannya.

Soeun berdecak, merasa bosan, ia lantas mengalihkan perhatiannya kesamping kirinya. Ya masih sama, patung itu masih juga mengendarai mobil dengan wajah paling focus yg ia punya.

“Ck, aku bosan..” kata Soeun yg sengaja ia keraskan agar Eunhyuk mau mendengarnya. Soeun lantas menggerakkan tangannya untuk menghidupkan audio mobilnya. Namun baru saja akan menyentuh, seseorang menepis tangannya.

“Jangan sentuh apapun!” kata Eunhyuk terdengar benar2 menyebalkan.

“Tapi aku bosan. Aku tidak mau mati hanya karena bosan. Apalagi yg bisa menghiburku selain itu!” seru Soeun begitu kesal.

“Tapi jangan hidupkan audioku..” kata Eunhyuk lagi.

“Lalu aku harus menghidupkan apa? Tidak mungkin bukan aku menghidupkan audio mobil milik orang lain sementara aku disini!” seru Soeun.

“Ck, sudahlah, kenapa kau itu tidak bisa diam walau sedetik?”

“Sss, Karena aku bukan dirimu yg bisanya hanya diam dan memasang wajah sok cool begitu!” kata Soeun setengah berteriak.

“Bukankah kau menyukaiku karena itu?!” balas Eunhyuk sinis. Soeun mendesis, tak sempat menjawab, ia lantas mengalihkan perhatiannya dari Eunhyuk. Eunhyuk tampak menunjukkan senyuman pemenangnya. “Akhirnya kau diam juga..” katanya puas. Soeun kembali mengalihkan perhatiannya, menatap Eunhyuk benar2 kesal.

“TERSERAH KAU!!” teriaknya kesal sambil membelakangi Eunhyuk. Eunhyuk tampak hanya kembali tersenyum melihat reaksinya.

~

Soeun memperbaiki posisi duduknya ketika Eunhyuk menghentikan laju mobilnya. Soeun memperhatikan sekitar tempat mereka berhenti. Loh, inikan jalan beberapa meter dari sekolah.

“Turunlah disini!” kata Eunhyuk tiba2 membuat Soeun menoleh.

“Disini? Tapikan?”

“Akukan tidak mungkin membuat sekolah geger gara2 ketahuan satu mobil denganmu. Jadi kau turun disini saja. Jarak sekolah dengan tempat ini sangat dekat jadi kau tak perlu merisaukan para penagih utang itu. Oiya, nanti sepulang sekolah kau tunggu lagi aku tepat disini..”

Soeun benar2 begitu kesal mendengar setiap kata2 dari Eunhyuk. Ia menatap Eunhyuk begitu tajam yg tampak tersenyum manis padanya. Soeun kemudian membuka pintu dan keluar dari mobilnya. Ia lantas membanting pintu dengan keras.

“Dia benar2 menyebalkan!!” umpat Soeun setelah turun dari mobil.

Sementara itu Eunhyuk tampak tersenyum menang kembali setelah yg ia lakukan dan meliat reaksi Soeun. Dengan santai ia lantas memasuki sekolahnya.

()

Soeun menopang dagunya dengan bosan sambil berusaha terus focus memperhatikan pelajaran yang disampaikan. Entahlah, mungkin karena terlalu lama tidak pernah lagi menghadiri sekolah kini ia benar2 merasa bosan. Tak jarang ia menguap karena menahan kantuk dan juga bosan.

Tap!!

Soeun mengaduh ketika sesuatu mengenai kepalanya. Soeun menatap tajam pada sekitarnya tepat dimana posisi duduk musuhnya. Uee tampak mehrong padanya.

“Siluman itu tidak berubah!” omel Soeun sambil mengusap kepalanya. Ia memperhatikan kertas yang dilempar Uee kepadanya. Matanya membesar menyadari itu adalah salah satu bagian dari diary yang dicuri dulu. Soeun kemudian membukanya.

Tatapan Soeun melemah ketika melihat apa yang ada didalam kertas tersebut. Bukan, tulisan diary seperti sebelumnya. Tapi ini adalah copy-an dari sebuah kertas foto. Foto lengkap keluarganya, ada ayah serta ibunya yang berdiri diantaranya. Soeun menatap pada Uee kembali. Dimana sang siluman, tersenyum mengejek padanya.

()

Mobil Silver milik Eunhyuk berhenti tepat di depan Soeun. membuat Soeun yang daritadi menundukkan kepalanya di sebuah bangku mengangkat wajahnya. Menatap mobilnya yang parkir di depannya.

“Naiklah!” Seru Eunhyuk setelah membuka kaca.

Soeun bangkit dan menaikinya.

~

Suasana kembali sepi ketika mobil kembali berjalan untuk menempuh jalan pulang. Eunhyuk tampak masih focus menyetir, sementara Soeun hanya diam saja daritadi sambil terus menatap kertas yg sudah acak-acakan ditangannya. Eunhyuk menoleh padanya sesaat.

“Tumben sekali kau tidak bicara kali ini..”

Soeun menoleh pada Eunhyuk setelah kata2nya. soeun menghela nafas, melipat kertas tersebut dan memasukkan kedalam saku seragamnya. “Tidak apa-apa..” sahutnya lemas sambil bersandar di jok mobil Eunhyuk. Eunhyuk mengangkat alis dan tidak memikirkan lagi setelah itu. Mungkin dia sudah lelah untuk berceloteh kali ini.

()

Eunhyuk mengelap keringat yg membasahi wajah dan lehernya setelah ia selesai latihan menari pada hari ini. Eunhyuk kemudian duduk begitu saja dilantai tempat ia latihan. Meminum minumannya dan melepas lelahnya.

Krek!!

Eunhyuk mengangkat wajahnya ketika terdengar pintu terbuka. Ia kaget melihat seseorang yg datang. Donghae memasuki tempat itu dengan santai dan tersenyum tak jelas.

“Tempat ini tidak berubah..” katanya sambil lebih memasuki ruangan itu. matanya menjelajahi setiap inci ruangan yg cukup familiar baginya itu. eunhyuk tak menyahut, ia memilih tak menyahuti Donghae dan meminum minumannya.

Donghae selesai dengan kegiatan wisata ruangannya. Ia lantas berbalik menatap Eunhyuk yg tampak tak begitu mengacuhkannya. Donghae tersenyum tipis sambil berjalan mendekatinya. Ia berdiri didekat Eunhyuk dan memperhatikan gerakannya. Membuat Eunhyuk mulai risih dan mengangkat wajahnya untuk menatap Donghae.

“APA?!” tanyanya setengah membentak yg membuat Donghae langsung menyunggingkan senyuman. Ia melipat tangannya.

“Kau tidak tanyakan apa tujuanku kemari?” Tanya Donghae. Eunhyuk tampak balas tersenyum sinis.

“Aku tak punya waktu memikirkannya..” katanya sambil memasang kembali tali sepatunya yg terlepas. Donghae tampak kembali tersenyum.

“Tempat ini sama2 bersejarah untuk kita berdua. Bukan begitu?” kata Donghae setelahnya membuat Eunhyuk mengangkat wajahnya dan tersenyum lagi.

“Sejarah yg mana maksudmu? Dihari aku memukulimu tanpa perlawanan?” katanya sinis. Donghae tampak balas tersenyum mendengarnya.

“Terserah kau. Tapi kita juga pernah dancing bersama disini. Sebagai teman..”

Eunhyuk bangkit dari duduknya, mensejajarkan diri dengan Donghae dan balas menatapnya. “Aku muak. Aku sedang tak punya waktu. Jangan bertele-tele..” katanya malas meladeni.

“Wae? Bukankah itu kenangan yg cukup indah?”

“Ya!!” Eunhyuk tampak berseru kembali pada Donghae. “Aku benar2 tidak suka dengan caramu. Hanya katakan apa maumu untuk kembali. Jangan bertele-tele dan membuang waktu. Kau ingin balas dendam padaku? Ingin memukulku? Lakukanlah!! Jangan terlalu banyak berputar dan memusingkan..”

“Kau tahu ternyata..” balas Donghae sengit. Mata keduanya bertatapan tajam dan bertatapan penuh kebencian. Donghae pelan2 mengangkat satu tangannya dengan wajah yg mulai dikuasai amarah. Eunhyuk menatap kepalan tangan Donghae yg mungkin digunakan untuk memukulnya. Donghae menghela nafas, sebelum akhirnya menurunkan kembali tangannya. Eunhyuk tampak tersenyum sinis.

“Kau masih sama. Kau lemah, Donghae..” sindirnya tajam. Donghae hanya balas tersenyum.

“Aku hanya tak ingin membuang tenagaku..” kata Donghae kemudian. Kedua orang itu terdiam, mereka mengalihkan perhatian mereka kearah lain. Diakui atau tidak, bertengkar benar2 menguras tenaga.

“Aku datang untuk melapor padamu sebagai ketua klub Dance disini. Kalau aku baru saja bergabung. aku menawarkan kerjasama denganmu..” kata Donghae setelah beberapa saat. Eunhyuk tampak kembali tersenyum sinis mendengarnya.

“Kau sungguh pusing Lee Donghae. Tidak tahu apa yg kau fikirkan? Kenapa kau sampai terlalu memutar otak untuk membalasku. Sekarang aku sudah disini, kenapa tak langsung melakukannya kenapa harus menyibukkan diri dengan masuk kesini..” kata Eunhyuk terdengar menantang. Donghae juga balas tersenyum.

“Tidak seru kalau secara langsung. Bukankah lebih menyenangkan dengan bermain-main dulu? Aku yakin, rasanya akan lebih menyakitkan..” kata Donghae yg membuat ekspresi Eunhyuk berubah. Donghae tersenyum, ia menjabat tangan Eunhyuk begitu saja. “Selamat masuk dalam permainanku…” kata Donghae sambil melepas tangan Eunhyuk setelahnya. Ia kemudian meninggalkan ruangan itu begitu saja, meninggalkan Eunhyuk yg kini terdiam.

Eunhyuk tersadar setelah pintu tertutup. Berapa lama, ia baru ingat akan sesuatu. Eunhyuk cepat berlari keluar dan mencari Donghae.

“YAH!!” seru Eunhyuk sambil meraih bahu Donghae setelah ia menemukannya. Donghae berbalik dan menatapnya. Eunhyuk menatap tajam, lantas tangannya dengan cepat meraih sesuatu ditangan Donghae. “Lama kau hilang kau sepertinya mempunyai bakat baru..” katanya kesal sambil mengambil gelangnya kembali. Sepertinya tadi ketika berjabat tangan diam2 Donghae mengambilnya dari Eunhyuk. Donghae tersenyum.

“Kau lihat? Barang seperti itu saja sangat berarti untuk dilepas kepada orang lain. Bagaimana dengan orang yg kau sayangi Hyukjae..” kata Donghae tersenyum membalas kesinisan Eunhyuk. Eunhyuk menghela nafas, menatapnya lagi dengan kesal.

“Berhentilah membuatku kesal. Kau benar2 terlalu banyak bicara!!” kata Eunhyuk sambil berbalik dan pergi meninggalkan. Tangannya tampak sibuk memakai kembali gelangnya. Gelang dengan mainan kunci yg ia beli di Taiwan.

Sementara itu Donghae hanya menatap punggung Eunhyuk yg menjauh. Ia tersenyum kembali setelah itu. “Sepertinya akan menyenangkan kalau kita melakukan sebuah Dejavu. Bukan begitu?”

()

Eunhyuk menaiki tangga rumahnya sambil menatap gelang yg melingkari gelangnya. Donghae benar2 ada2 saja, ia sepertinya benar2 mempunya dendam yg besar pada Eunhyuk hingga kembali. Tapi caranya benar2 ada2 saja, untung saja Eunhyuk menyadarinya kalau tidak tentu gelang ini akan raib begitu saja. Sementara setahu Eunhyuk, ini bukan gelang biasa.

Humk.. Humk.. Humk

Eunhyuk menghentikan langkahnya tepat didepan kamar tamu ketika ia mendengar sesuatu. Ia menatap pintu kamar yg tampak sedikit terbuka. Ada apa dengan penghuni didalamnya. Suara ini seperti suara..

Diam2 Eunhyuk membuka pintu itu sedikit. Ia lantas menatap kearah dalam. Seseorang tampak sedang berada ditempat tidur dengan posisi menelungkup. Namun bukan itu, Eunhyuk melihat bahunya bergetar perlahan dan suara2 tadi mulai terdengar lebih jelas. Menangis, dugaan Eunhyuk benar bukan?

Eunhyuk diam2 menutup kembali pintu kamar yg tadi ia singkap. Ia terdiam sambil memikirkan sesuatu. Kenapa Soeun diam2 menangis?

()

Diam dan hening. Sudah dua hari ini suasana mobil ini begitu. Soeun benar2 tak mengatakan apapun lagi. Ia memilih hanya diam menatap lurus jalanan yang mereka tempuh. Tanpa celotehan, tanpa rengekan, dan yang labih aneh bahkan tanpa suara. Membuat Eunhyuk benar2 aneh. Apalagi seingatnya semalam ia melihat Soeun menangis.

Ada apa dengannya? Pertanyaan itu menguasai fikiran Eunhyuk.

~

Soeun berdiri di atap gedung sekolahnya dimana ia suka menghabiskan waktu. Ia mengalihkan perhatiannya kebawah sana, dimana siswa lain tampak bertaburan dan memecar. Soeun menghela nafas, rasanya setelah hampir dua bulan ia tak kesekolah. Ia seperti orang asing.

Semuanya berbeda, ya ini sangat berbeda. Teringat dulu ketika hal buruk ini tak terjadi ia bisa hidup dengan sangat bahagia. Bisa bermain dan bersenang-senang dengan teman2nya yg lainnya. Mempunyai taksiran dan berusaha menarik perhatiannya. Dan yang pasti, ketika jam pulang akan pulang kerumahnya sendiri bertemu dengan orangtuanya. Walaupun dari kecil ia dan ayahnya selalu hidup berdua setelah ditinggal ibu waktu ia berumur sepuluh tahun. Tapi ketika pulang kerumah sendiri dan bertemu ayahmu dirumahmu itu benar2 menyenangkan.

Tapi apa yg berlaku sekarang? Semuanya benar2 menyedihkan untuk dirasakan. Soeun menjadi pendiam dan tak tahu harus melakukan apa setelah kembali kesini. Dulu ia akan selalu diam2 mengikuti Eunhyuk kemana ia pergi, bermain dengan teman2nya yg lain. Tapi sekarang ia benar2 tak punya gairah untuk itu. lagipula, untuk apa lagi mencari perhatian Eunhyuk yg dulu ia anggap bagai pangeran toh setiap hari mereka sering bertemu dan yg pasti ia sekarang tahu kalau Eunhyuk terlalu menyebalkan untuk disebut pangeran.

Tapi lupakan Eunhyuk. Ini bukan masalah tentang dia lagi. Namun masalah hidup Soeun. Kadang, walau ia terlihat baik2 saja dalam hati ia selalu berfikir akan kemana hidupnya setelah ini. Tiada tempat tinggal, telah lama, ditinggal ibu, dan sekarang ayahnya menghilang ditengah mereka terjepit akan hutang dimana para penagih hutang selalu mengintai mereka. Lantas, apa yg seharusnya berjalan untuk selanjutnya. Entahlah, kepala Soeun selalu sakit setiap kali memikirkannya.

Soeun menghela nafas setelah ia mencapai titik fikirannya yg sama. Buntu. Soeun menengadah wajahnya menatap angkasa ketika ia merasakan matanya lebih perih. Air2 bening itu sepertinya akan mulai berjatuhan lagi.

~

Tik!!

Eunhyuk menatap angkasa setelah ia sebuah air jatuh dari langit dan menitik di pipinya. Ia menatap angkasa, menatap langit yg mulai tampak sedikit gelap walaupun tidak menunjukkan tanda2 akan hujan. Eunhyuk menghela nafas, ia lantas melirik kesekitarnya. Keadaan masih sama, banyak gadis2 yg berusaha mengintai dan menarik perhatiannya. Tapi, seharusnya bukankah dulu ada seorang lagi. Seseorang yg sempat hilang namun kini telah kembali menampakkan diri disekolah. Tetapi kenapa sekarang tak ada dia disini? Dan kenapa itu membuat dirinya sepi walaupun mereka bertemu setiap hari?

()

Soeun kembali kearah kelasnya dengan sedikit lesu setelah jam istirahat akan habis. Ia tampak berjalan menuju kelasnya. Ekspresinya masih tak berubah, masih kurang baik adanya.

Hup!!

Soeun agak kaget ketika ia sedang berjalan sesuatu mengganjal kakinya hingga ia hampir terjatuh. Ia mengangkat wajahnya, menatap tiga orang yg tampak tersenyum simpul padanya. Soeun mendesah malas. Ia kenal tiga orang ini.

“Lama tak bertemu, Kim Soeun..” gadis yg soeun masih ingat bernama Uee itu tersenyum padanya dengan sedikit mengejek. Soeun tak menyahut, ia memilih melihat arah lain. Tidak ada mood untuk meladeninya. “Hey, kau masih disana?!” ulang Uee karena tidak diacuhkan.

“Menjauhlah. Moodku sedang buruk..” kata Soeun tanpa menatap. Uee malah tersenyum lebar mendengarnya.

“Pasti karena memikirkan restoran ayahmu yg disita, iyakan..” katanya yg membuat Soeun melirik padanya. Uee kembali tersenyum. “Jangan kaget begitu. Tidak sulit bagiku mengetahuinya..”

“Kau terlalu rajin mencampuri urusan orang..” kata Soeun malas meladeni. Uee kembali tersenyum.

“Kemana kau hampir dua bulan ini sampai tidak menampakkan diri. Euhm, pasti kau saat itu sedang bekerja keras untuk mencari uang bayar SPPmu iyakan..” kata Uee lagi. Soeun kembali menatapnya kesal.

“Terserah kau. Sekarang diamlah, kau sangat tahu bukan kalau aku sangat berbahaya kalau sudah marah..” kata Soeun berbahaya.

“Ya, kenapa kau sangat marah begini. Kitakan teman sekelas. Ayo katakana kebutuhanmu, dengan senang hati aku akan meminjamkan uang padamu atau mungkin memberikan sedekah-“

Bruk!!

Semua orang yg ada disana begitu kaget dan langsung menoleh ketika melihat Soeun mendorong Uee menghempas kuat dinding dibelakangnya lantas jatuh ketanah. Uee mengangkat wajahnya, menatap pada Soeun yg sepertinya benar2 marah besar karena ucapannya. Ia meringis merasakan badannya yg terhempas kuat.

“BUKANKAH SUDAH AKU MINTA KAU DIAM?! KENAPA KAU TERUS  BERBICARA DAN MENGANGGU!!” bentak Soeun keras. Uee tak menyahut, ia benar2 kaget melihat cara marah Soeun yg berbeda dari sebelumnya yg ia tahu. Sementara siswa2 lain tampak mulai berkumpul dan berkerubung. “KAU TAK BERHAK MENCAMPURI URUSANKU. MENJAUH DARIKU! JANGAN MENGANGGUKU APALAGI MENGHINAKU!!”

Eunhyuk yg baru saja datang dari kantin tampak ikut bergabung bersama Ryeowook dan Sungmin. Mereka sepertinya heran dengan keributan yg terjadi disana. Eunhyuk kaget melihat salah satu yg terlibat dan sepertinya paling marah disana.

“Si Princess Diary..” terdengar Sungmin dan Ryeowook berbisik. Sementara Eunhyuk hanya menatap Soeun dengan wajah marah dan memerahnya.

“HYA!! ADA APA LAGI INI?!” tiba2 suara seseorang yg familiar sudah ikut bergabung disana. Ia menatap dua orang yg masih bersiteru dengan tajam dan sedikit kaget.

“Aah, omona.. tubuhku sakit..” Uee tiba2 merintih dan berpura-pura kesakitan membuat Seongsaeng mendekat dan memeriksa keadaannya yg masih terduduk dilantai.

“Apa kau baik2 saja?” Tanya Seonsaeng sambil membantu Uee berdiri. Uee masih tampak mengeluh. Sementara Soeun hanya menatap tajam setiap gerakannya.

“Ini sakit sekali. Aku hanya ingin menyapanya karena ia baru menampakkan diri tapi tiba2 ia menyerangku. Dia benar2 menyeramkan seperti monster, aku benar2 takut padanya..” katanya masih mengaduh kesakitan. Soeun menatap marah padanya.

“Jaga bicaramu!!” serunya menahan emosi.

“Nona Soeun, aku benar2 heran padamu. Kenapa ka uterus mencari masalah ketika kau datang. Kau benar2 anak yg tidak bisa diatur!!” kali ini Seonsaeng kembali bicara dengan nada marah. Soeun tak manyahut, ia hanya diam menahan emosinya yg hari ini sepertinya benar2 tidak buruk. Sementara siswa lainnya berbisik-bisik, beda lagi dengan Eunhyuk yg hanya diam memperhatikan itu. “Kalian ikut keruanganku!!” akhirnya Seonsaengnim memerintah sambil duluan berjalan. Uee dan kedua rekannya tampak mengikuti Seonsaengnim sementara Soeun tak langsung pergi. Ia tampak menunduk sambil berusaha meredam emosinya.

Soeun mengangkat wajahnya ketika ia rasa adalah waktunya untuk meninggalkan tempat itu. perlahan ia berjalan, tak peduli bisik2 para siswa disekitarnya. Hingga ketika ia menemukan satu orang yg berdiri disana ia menghentikan langkahnya sejenak. Soeun menatap Eunhyuk sejenak, sebelum akhirnya berpaling dan mengikuti Seonsaengnim dan tiga musuhnya tadi.

()

“S-Saya tidak akan berkelahi lagi..”

Suara itu terdengar bergetar dari mulut seseorang yg tampaknya sudah mulai kelelahan. Sementara hukumannya terus berjalan dan berjalan. Seiring dengan ratusan murid sekolah lain yg terdengar selalu megejeknya. Dia adalah Kim So Eun. Ia menerima hukuman karena terbukti bersalah atas keributan dijam istirahat tadi. Hingga kini ia menebusnya dengan berdiri ditengah lapangan sambil hormat pada bendera. Ditengah terik matahari yg serasa membakar.

“S-Saya tidak akan… berkelahi lagi..”

Eunhyuk yg ikut hanya menonton dari koridor hanya menatap datar apa yg terjadi. Sementara bisik2 dan tertawa mengejek terus terdengar disegala arah. Tapi Eunhyuk hanya menatap dengan diamnya.

“S-Saya tidak akan…”

()

“Seharusnya kau tidak membuat keributan seperti tadi..”

Soeun tak menyahut ucapan Eunhyuk yg masih sibuk mengemudi membawa mereka kembali pulang. Kupingnya pengang, bosan mendengar kata2 dan nasehat dari mereka. Ia menatap lurus dengan wajah yg masih dingin.

“Dia yg memulai duluan..”

“Tapi kau tak seharusnya melawan..”

Soeun terdiam dengan wajah yg benar2 masih kesal dan marah. Dia juga tidak tahu, kenapa hari ini moodnya bisa seburuk ini.

“Untung mereka tidak memberi hukuman yg terlalu berat padamu. Kau tahu, biasanya yg seperti tadi mereka diberi peringatan dikeluarkan dari sekolah..”

“Berhentilah menyudutkanku!”

Eunhyuk sekilas mengalihkan perhatiannya ketika Soeun berseru tidak tahan padanya. Sinar kemarahan yg tak pernah ia lihat pada Soeun. Kali ini ia temukan dalam mata beningnya.

“Kau tidak tahu apapun yg terjadi padaku..” kata Soeun setelah beberapa saat pada Eunhyuk.

“Karena kau tidak memberitahuku. Makanya aku tidak tahu..”

“Kau mana punya peduli padaku!!”

Eunhyuk terdiam setelah kata2 itu. ada apa dengannya hari ini? Ia benar2 berubah dari yg Eunhyuk tahu sebelumnya.

“Hentikan mobilnya!”

Eunhyuk menatap kembali ketika soeun kembali berseru dengan nada datar dan wajah yg dingin. Tangannya tetap membawa mobil ini melaju. Soeun beralih padanya.

“Kau tak dengar? Hentikan mobilnya!!”

“Kau mau kemana?”

“Hentikan saja!”

Eunhyuk menghela nafas, lantas setelah beberapa saat ia menuruti ucapan Soeun. Ia membawa mobil itu menepi. Ia lantas mengalihkan perhatiannya pada Soeun. Perlahan Soeun yg menunduk mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk.

“Maaf, hari ini perasaanku sangat buruk. Aku tidak mau membawamu dalam hal ini..” katanya pelan dan tanpa tekanan. Eunhyuk hanya diam dan mendengarkan. “Aku butuh waktu untuk menenangkan diri. Sendiri..”

“Kau mau kemana?” Tanya Eunhyuk kemudian yg tak disahuti Soeun. “Bukankah banyak orang yg mengintaimu?” tanyanya lagi kemudian.

“Tenang saja. Aku bisa menjaga diriku sendiri, jangan cemas..” kata Soeun setelahnya. Lantas tangannya mulai bergerak untuk membuka pintu. Lantas setelah menatap Eunhyuk sebentar, ia mulai turun dan berjalan kembali kearah yg tadi meninggalkan Eunhyuk dan mobilnya begitu saja.

“Ck. Ada apa lagi dengannya? Kenapa wanita begitu menyebalkan ketika mereka mulai bertindak sok misterius seperti ini..” Eunhyuk mengoceh setelah Soeun benar2 pergi. Ia melirik kaca spionnya sejenak untuk melihat Soeun yg benar2 telah menjauh. Berdecak lagi, lantas mulai menghidupkan mobil dan pergi.

()

Soeun berjalan dengan pelan sambil mendekati sungai Han yg terbentang sudah terlihat dekat dengannya itu. matanya menatap air sungai yg terlihat begitu berkilau terkena sinar matahari.

“Ayah, kau dimana? Aku merindukanmu..” ucap Soeun lirih sambil terus menatap kearah sungai yg terlihat tenang. Soeun menghembuskan nafasnya setelah itu. Ia mengambil kerikil terdekatnya dan melemparkan kearah sungai. Soeun berusaha mendapatkan ketenangan baginya melalui ketenangan yang dimiliki sungai Han.

Kegiatan Soeun terhenti sebentar ketika seseorang duduk disampingnya. Soeun menatap agak kaget melihat seseorang yang tersenyum ramah padanya.

“Bertemu lagi, Soeun-ssi..” sapanya ramah. Soeun masih menatap heran padanya.

“Donghae-ssi, kenapa kau disini?” Tanya Soeun.

“Memang tidak boleh?” Tanya Donghae kemudian. Soeun berhenti bertanya setelah itu. Donghae sekilas menatap Soeun. menatap seragam yang masih dipakai Soeun. “Kau pelajar dari Shinwa High School?” Tanya Donghae. Soeun menatap pada Donghae setelah pertanyaannya.

“Kau mengenal Shinwa?” Tanya Soeun. donghae tersenyum, ia membuka tas gitar yang disandangnya.

“Aku sempat bersekolah disana selama satu tahun..” jawab Donghae.

“Benarkah?”

“Ne. sebelum aku pindah ke amerika..” kata Donghae kemudian sambil membuka tas tersebut. Donghae kemudian mengeluarkan gitar dari dalamnya.

“Kau pernah ke amerika?” Tanya Soeun setelah beberapa saat. Donghae tersenyum dan mengangguk, ia memeluk gitarnya.

“Ya. Kau tak menyangka bukan?” Tanya Donghae sambil tersenyum. Soeun tampak sedikit berfikir setelahnya. Donghae tersenyum. “Ya. Fikiranmu yang mengira aku adalah seorang pengamen adalah salah. Kau salah menilai dikesempatan pertama..” kata Donghae sambil tersenyum. Soeun menatap padanya.

“Tapi kau bilang waktu itu kau pengamen!” protes Soeun. donghae tersenyum.

“Aku bercanda..” katanya sambil menyetel sedikit gitarnya. Soeun hanya menganggukkan kepalanya. “Daritadi aku lihat, hari ini sepertinya kurang baik. Kau terlihat dalam masalah..” kata Donghae setelahnya.

“Huh? T-Tidak-“

“Jangan berbohong!” kata Donghae. Ia kembali menatap pada Soeun tersenyum melihat wajah bingung Soeun. “Kau terlihat berbeda dari pertemuan kita sebelumnya. Pasti kau sedang dalam masalah, iyakan?” kata Donghae menebak. Soeun akhirnya hanya bisa diam, mengangguk pelan.

“Ne. suasana hatiku sedang tidak baik..”

“Kenapa? Bertengkar dengan kekasihmu?”

“Huh?”

Donghae menghentikan kegiatannya bersama gitarnya sesaat dan menatap Soeun. “Laki2 yang kemaren itu. dia bukan kekasihmu?” Tanya Donghae.

“Huh? Tidak-Tidak!!” kata Soeun sambil menggeleng cepat. Donghae menganggukkan kepala.

“Aku kira kekasihmu, karena dia terlihat begitu tidak suka aku ikut membantu. Mungkin kakakmu..”

“Juga bukan kakakku!”

“Lalu?”

“D-Dia.. Dia temanku..” kata Soeun sedikit ragu. Donghae menganggukkan kepalanya setelah kata2 Soeun.

“Hanya temanmu. Baguslah..”

“Huh? Apa maksudmu?” Tanya Soeun heran. Donghae tersenyum dan kembali dengan gitarnya.

“Lupakan! Oiya, kau suka musik?” Tanya Donghae mengalihkan pembicaraan sambil menatap Soeun. Soeun mengangguk.

“Ya. Setiap orang suka musik..”

“Bagus!” kata Donghae sambil tersenyum. “Karena aku melihatmu sedang tidak baik maka aku akan menyanyikan sesuatu untuk menghiburmu..” kata Donghae. Soeun tersenyum.

“Benarkah? Wwah, gomawo..”

“Kau senang?”

“Ya..” kata Soeun sambil mengangguk dan tersenyum. Donghae tersenyum, tangannya mulai memetik gitar mengeluarkan nada2 yang indah ditelinganya.

“Semoga ini dapat menghiburmu..” kata Donghae sambil tersenyum. Setelah mendapat anggukan Soeun Donghae mulai bernyanyi. Mulai mengeluarkan nada2 yang indah untuk menghibur Soeun. Soeun juga terlihat senang karena apa yang dilakukan Donghae. Walau sebenarnya Soeun tidak tahu, kenapa ia bisa senyaman ini berada disamping Donghae. Sebuah perasaan yang bahkan tidak ia rasakan ketika bersama Eunhyuk.

()

Eunhyuk duduk dikamarnya untuk bersantai. TV menyala, menampilkan acara yang membosankan bagi Eunhyuk. tapi Eunhyuk tidak peduli, karena daritadi ia sebenarnya tidak sungguh2 menonton TV.

Eunhyuk duduk dengan gelisah di depan TV yang menyala. Fikirannya tidak tenang. Sesekali menatap jam sesekali menatap keluar. Merasa lebih gelisah ketika Soeun belum juga menampakkan diri. Entahlah, fikirannya tidak tenang. Kita sama2 tahu kalau gadis itu memiliki terlalu banyak masalah dalam hidupnya yang mungkin membuatnya tidak bisa berkeliaran bebas diluar sana.

“Aku pulang!!”

Eunhyuk bangkit dari tempat duduknya ketika mendengar suara yang familiar. Soeun tampak lebih memasuki rumah. Ia tersenyum halus pada Eunhyuk sambil memberikan penghormatannya.

“Kau darimana saja? Kau baik2 saja bukan?” Tanya Eunhyuk kemudian.

“Aku baik2 saja..” kata Soeun sambil berusaha tersenyum. Eunhyuk hanya terdiam sambil menatap Soeun sesaat setelah kata2 Soeun. sebenarnya tadi Eunhyuk mau mengomel seperti biasanya pada Soeun atas keterlambatannya. Tapi melihat cara bersikapnya yang masih berbeda dari sebelumnya Eunhyuk tidak melakukannya. Lagipula, apa haknya untuk marah? Soeunkan juga tidak pulang malam seperti yang sering dilakukan Sulli. Lagipula kalau pulang malam juga kenapa? Memang Soeun siapa baginya hingga ia harus segitu peduli?

“Ya, sudah. Aku kekamar dulu ya. Aku ingin beristirahat..” kata Soeun sambil kembali tersenyum pada Eunhyuk. tanpa menunggu sahutan Eunhyuk, mulai berjalan meninggalkan tempat itu. Berjalan tanpa bersemangat sedikitpun, sangat berbeda dari sebelumnya.

“Sebenarnya ada apa dengannya?” Tanya Eunhyuk bingung.

()

Eunhyuk duduk tenang dan tidak memperdulikan sekelilingnya yang berisik. Ia tidak mempunyai mood yang baik untuk melakukan apapun. Itu sebabnya ia juga ikut mengusir dan tak meladeni gadis2 bar yang berusaha menarik perhatiannya.

Soeun. entah kenapa fikirannya benar2 hanya kepada gadis itu belakangan ini. Apa yang terjadi hingga ini menarik minatnya terlalu banyak. Sebenarnya apa pentingnya gadis itu untuk Eunhyuk? Bukankah ia hanya seorang Fans? Kenapa Eunhyuk benar2 harus sibuk memikirkannya ketika perhatiannya pada Eunhyuk mulai melemah.

Ck!

Eunhyuk berdecak ketika ia kembali pada teori tersebut. Ia benar2 tak mengerti kenapa ini harus menganggunya. Eunhyuk akhirnya berusaha mengusir fikiran tidak penting baginya tersebut.

“Hey, apa yang kau fikirkan!” Tiba2 Ryeowook datang dan duduk disampingnya.Eunhyuk menoleh padanya. “Ayo turun!”

“Ck. Kau saja.. aku sedang malas..” sahut Eunhyuk tak bergairah.

“Kenapa lagi? Apa Sulli lagi?” Tanya Ryeowook.

“Bukan..”

“Lalu? Kau masih belum berhasil menahlukan Jina Noona?” Tanya Ryeowook sambil terkekeh. Eunhyuk menatap tajam padanya. “Kkk. Aku hanya bercanda. Aku hanya heran kenapa kau terlalu betah untuk mengejarnya..” kata Ryeowook sambil menepuk bahu Eunhyuk. Ryeowook kembali berjalan untuk bergabung bersama Sungmin disana. Meninggalkan Eunhyuk kembali.

Eunhyuk berdecak malas sambil berusaha membuang fikirannya ini. Ia kemudian berusaha mengalihkannya dengan niat minum saja. Namun, ketika tangannya hendak berusaha menggapai minuman tiba2 pandangannya malah beralih pada benda berwarna hitam yang melingkari pergelangan kirinya. Ia menghentikan gerakannya dan menatap benda tersebut.

~

Eunhyuk memutar kunci ditangannya sambil berjalan mencari mobilnya di tempat parkir. Namun, ketika ia sudah melihat mobilnya ia menghentikan langkahnya. Ia memperhatikan gerak-gerik mencurigakan dari beberapa orang yang berdiri di dekat mobilnya. Karena merasa penasaran ia berlari kesana.

“Hey!!

“Orangnya datang! Ayo pergi!!”

“Hey!!”

Eunhyuk menghentikan langkahnya ketika ia melihat mereka segera berlari menyadari kedatangan Eunhyuk. eunhyuk mengalihkan pandangannya menuju mobilnya. Begitu melihat secarik kertas pada kaca depan mobilnya, ia menariknya dan membacanya.

Jangan mencampuri urusan kami! –Yoon Jeong Min-

Eunhyuk mengangkat wajahnya kearah orang2 yang sudah menghilang lagi. Matanya menatap kertas itu kembali.

Yoon Jeong Min? Siapa itu Yoon Jeong Min?

()

Soeun berusaha menahan kantuknya sambil terus berusaha mengerjakan pekerjaan rumahnya. Matanya benar2 terasa berat sementara pekerjaannya terus menumpuk. Pada akhirnya, ia tetap memaksakan dirinya.

“Unnie!!”

Soeun sedikit tersentak ketika Sulli berlari kearahnya dan langsung duduk di tempat tidurnya. Soeun memperbaiki posisi duduknya dan menatap Sulli.

“Ada apa?”

“Tolong aku!” Sulli berseru panik. Berulang kali matanya ia alihkan menuju pintu kamar Soeun yang masih terbuka. Soeun menatap heran.

“Tolong untuk apa?” Tanya Soeun heran.

“Dia akan kesini!” jawab Sulli. Soeun mengerutkan dahi.

“Siapa?”

“Lee Taemin!”

“Lee Taemin? Siapa dia?”

Sulli mengalihkan lagi perhatiannya pada Soeun ketika Soeun bertanya. Oiya, Soeun tidak tahu siapa itu Lee Taemin. *Para Reader juga..*

“Dia teman sekelasku. Ia baru saja pindah dua minggu yang lalu. Aku ditugaskan membuat tugas bersamanya..”

“Lalu?” Tanya Soeun heran. Sungguh, kata2 Sulli tidak jelas daritadi.

“Temani aku dibawah. Aku tidak mau hanya berdua dengannya!” seru Sulli kemudian.

“Kenapa?” Tanya Soeun.

“Pokoknya temani saja!!”

“Ck. Tunggu tunggu! Kau menyukainya?”

“Huh?”

“Kau menyukainya. Iyakan?”

“Tidak! Mana mungkin..”

“Jujur saja! Kalau tidak kenapa kau segitu gugup?”

“Aku gugup bukan karena aku menyukainya. Dia menyebalkan!”

“Menyebalkan?”

“Dia itu sangat nakal. Nanti aku di usili!” kata Sulli dengan wajah memerah. Soeun tersenyum tertahan.

“Anak nakal, tapi pasti tampan bukan?”

“Unnie bicara apa?”

“Kau gugup Lee Jinri~” kata Soeun sambil bernyanyi.

“Ck. Terserah Unnie! Pokoknya temani aku! Ayo!!” kata Sulli sambil menarik Soeun. Soeunpun akhirnya hanya menurutinya sambil membawa buku besertanya.

()

Eunhyuk menatap kertas yang diterimanya berulang kali. Jujur, ia benar2 penasaran dengan siapa yang mengirim surat kaleng ini padanya. Rasanya ini tidak nyaman sekali untuk Eunhyuk. Eunhyuk menimang semua kembali sesaat, sebelum akhirnya mengambil ponselnya diatas dasbor.

“Hallo. Sekretaris Jung. Bisakah aku meminta bantuan?”

“Tolong cari tahu mengenai seseorang untukku..”

~

“Kerjakan itu!”

“Tidak mau!”

“Yah, kau tidak bisa begitu!!”

Soeun hanya tersenyum kecil menyaksikan dua orang didepannya yang daritadi tak pernah bisa sepi dengan pertengkaran. Sulli dengan temannya, Taemin. Kedua anak ini benar2 lucu dan sama2 cerewet. Daritadi mereka selalu berdebat dan berdebat. Membuat tempat itu benar2 heboh dengan celotehan keduanya. Soeun dan para Maid dirumah itu hanya bisa menjadi penonton untuk mereka berdua. Mereka benar2 terlihat lucu.

“Bagaimana mungkin jalannya begitu!” Terdengar kali ini Taemin protes melihat hasil kerja Sulli. Ia menunjuk buku tulis Sulli yang membuat Sulli berhenti menulis dan menatap kesal padanya.

“Kau jangan banyak protes! memangnya kau bisa?!” Tanya Sulli kesal.

“Tentu bisa!” Seru Taemin percaya diri. “Sini! Dasar kau payah!”

“Apa kau bilang!!”

Klek!

Pintu terbuka dan tak lama masuk, membuat semua orang menatap kearah pintu. Melihat pada tuan muda rumah mewah tersebut.

“Oppa!!” seru Sulli dari tempatnya. Eunhyuk tampak mendekat pada mereka. Ikut bergabung diruang tengah.

“Sulli. Sedang apa?” Tanya Eunhyuk sambil melihat kesana. Matanya beralih pada Eunhyuk dan sosok asing disamping Sulli.

“Sunbae!”

“Eh. Kau?!”

Sulli dan Soeun menatap heran ketika Taemin menyapa pada Eunhyuk. Eunhyuk juga Nampak mengenalinya. Taemin memberi hormat padanya.

“Untuk apa kau disini?” Tanya Eunhyuk.

“Aku mengerjakan tugas kelompok dengan Sulli..”

“Kalian saling mengenal?” Tanya Sulli heran.

“Ne. Eunhyuk sunbae adalah seniorku di klub Dancing tempat aku baru bergabung..” jawab Taemin.

“Benarkah?”

“Ya. Dia baru bergabung di kelompok beberapa hari ini..” kata Eunhyuk membenarkan. Sulli tampak mengangguk faham.

“Oh, aku baru tahu. Sempit sekali dunia..”

“Ya sudah. Lanjutkan saja.. aku mau keatas..” kata Eunhyuk sambil kali ini kembali tersenyum pada keduanya. Matanya beralih sesaat pada Soeun yang daritadi hanya diam. Lalu kembali pada Sulli dan Taemin. “Aku keatas ya!” serunya sambil tersenyum. Eunhyuk kemudian mulai bergerak keatas menuju kamarnya. Diikuti oleh pandangan Soeun yang diam2 menatapnya setelah itu.

()

“Berhentilah mengangguku!” Seru Soeun kesal pada tiga orang yang terus mengajaknya bertengkar daritadi. Matanya menatap kesal mereka yang masih berdiri didepannya. “Apa kalian tidak bisa mengubah kebiasaan itu?!” Tanya Soeun kesal.

“Siapa yang menganggumu? Kau terlalu sensitive, Kim So Eun..” kata Uee kembali dengan cueknya.

“Kau fikir aku bodoh, huh? Kau fikir aku tak mengerti bahwa yang kau sindir daritadi adalah aku?”

“Memang iya? Aku hanya mengatakan tentang seseorang yang orang tuanya telah bangkrut dan lari meninggalkan anaknya sendiri tanpa kejelasan. Apa aku pernah menyebut nama Kim So Eun? Tidak! Kenapa kau bisa merasa begitu. Memangnya kau merasa ditinggal orang tuamu?!”

“Yah! Aku bilang sudah ya sudah! Jangan sampai aku benar2 merobek mulutmu?!”

“Ck. Beberapa minggu tak sekolah kau semakin liar, Kim So Eun..”

“AKU BILANG DIAM!!”

~

“Eh. Dia mengamuk lagi!!”

“Siapa yang mengamuk?!”

“Kim So Eun. Dia mengamuk dan menyerang Uee lagi! Ayo lihat kesana!”

“Ayo!!”

Eunhyuk mengikuti arah pergi dua gadis yang lewat di depannya dengan pandangannya. Ia tampak memikirkan sesuatu setelah kata2 mereka. Membuat Sungmin dan Ryeowook menatap heran padanya.

“Kau kena-” Tanya Sungmin yang terpotong karena tiba2 Eunhyuk bangkit dari tempatnya dan berlari ke koridor arah utara. Ryeowook dan Sungmin berpandangan sesaat. Sebelum akhirnya mengikuti arah pergi Eunhyuk.

~

Suara gaduh terjadi di ruangan itu. banyak siswa yang berkumpul untuk menyaksikan sesuatu. Menyaksikan dua orang gadis yang bertengkar dengan cukup sengit. Menyebabkan kerusakan diruangan berukuran 6X4 tersebut. Walaupun juga, memberi hiburan bagi siswa yang melihatnya.

“Cukup! CUKUP!”

Tiba2 Seorang namja datang dan menarik salah satunya dari pertengkaran. Eunhyuk membawa Soeun menjauh darisana. Meninggalkan Uee yang ditolong oleh temannya yang lainnya.

“Lepas! EUNHYUK, LEPAS!”

“AKU BILANG CUKUP! APA YANG TERJADI PADAMU?!” teriak Eunhyuk marah. “Lihat! Untuk apa kau melakukan ini? Tidak bisakah untuk tidak membuat masalah?! Kau bisa dihukum lagi!”

“Dia menghinaku!!” kata Soeun dengan tatapan tajam pada Eunhyuk. eunhyuk balas menatap tajam padanya.

“Tidak bisakah kau diam dan tidak membuat ini semakin sulit?!”

Soeun terdiam, mencoba mengatur nafasnya. Ia tak mau melawan Eunhyuk yang juga sepertinya telah marah. Matanya hanya menatap sekumpulan murid2 yang tampak heran melihat keduanya. Tapi berusaha menatap Eunhyuk dan kemarahannya.

“Maaf!” Kata Soeun sambil menarik tangannya dari pegangan Eunhyuk. ia menatap Eunhyuk. Tapi deru nafasnya terdengar kencang. Menahan emosi yang dirasakan dan mungkin siap meledak dalam dirinya.

Soeun perlahan bergerak dan menggapai tasnya yang berada diatas meja dibelakang Eunhyuk. ia menatap Eunhyuk kembali. “Maaf karena telah merepotkanmu!” katanya dingin dan datar sambil kali ini meninggalkan Eunhyuk yang terpana. Soeun tampak menebus keramaian dan keluar darisana. Eunhyuk menatap arah perginya.

“Hey! Kau tak apa?” Sungmin dan Ryeowook kembali menghampiri dan mendekatinya.

()

Soeun membawa pelan langkahnya dan tanpa semangat. Ketika melihat hamparan sungai han, kembali ia menghentikan langkahnya. Ia menatap kembali sungai han yg terus mengalir tenang dengan tatapan yang nanar. Gumaman keluar pelan dari mulutnya.

“Ibu? Kenapa waktu itu kau tidak membawaku saja?”

#Flashback

Sepeda tua itu sedikit mengeluarkan bunyi ketika seorang wanita terus mengayuhnya dengan cepat dan semakin cepat. Keringat membasahi wajahnya dan nafasnya terus tersengal-sengal. Sementara ia terus membawa cepat sepedanya. Sambil sesekali, berusaha memberikan keamanan pada gadis kecil yang membonceng di belakangnya.

“Ibu, kita mau kemana?” gadis itu bertanya dengan polos dan bingung. Ia mempererat pelukannya pada pinggang ibunya. Berusaha agar ia tidak jatuh dari sepeda.

“Kita harus lari, Soeun. Untuk sementara kita harus berlari. Jangan sampai Yoon Jeong Min mendapatkan kita!” sahut wanita tersebut sambil terus mempercepat kayuhan sepedanya. Gadis itu tampak kembali terlihat bingung.

“Siapa Yoon Jeong Min?” Tanyanya polos.

“Dia orang jahat. Dia menjebak ayah dan mengambil seluruh harta kita. Sekarang dia menginginkan kita. Jangan sampai dia mendapatkanny-“

Krek!

“Ah!”

“Ibu!”

Suasana memburuk ketika tiba2 terdengar bunyi yang aneh dari sepeda. Dimana dilanjutkan dengan laju sepeda yang terus kencang dan terlalu kencang.

“IBU!! AKU TAKUT!!”

“Tenang Soeun. ibu akan melindungimu!!”

Wanita itu tampak terus berusaha memperbaiki keadaan dengan berusaha menghentikan laju sepeda. Berkali2 ia menekan rem, namun laju sepeda terus kencang menuruni tanjakan. Sementara gadis kecil di belakangnya mempererat pelukannya. Sepeda terus melaju menuruni jalan, untunglah saat ini jalanan sudah sepi mengingat ini sudah jam tiga pagi.

“IBU!!”

“Tenang Soeun, ibu akan melindungimu..”

Wanita itu melepas pegangan sepeda ketika mereka semakin dekat kearah sungai. Tangannya kemudian dengan cepat melepas tangan gadis kecil tersebut dari pinggangnya. Keduanya melompat dari sepeda yg terus melaju kearah tembok beton di depan mereka.

Byur!!

BRAAKK!!

~

“Ibu..” gadis itu menangis dan merengek sambil duduk dan memeluk kakinya ditepian sungai. Seluruh bajunya basah kuyup, sementara pelipisnya mengeluarkan cairan merah. Ia menangis hebat sambil menatap aliran sungai besar didepannya. “Ibu..”

“HEY!! DITEMUKAN! KAMI MENEMUKAN SEORANG ANAK KECIL DISINI! TAPI KAMI TIDAK MENEMUKAN IBUNYA!!”

#Endflashback

()

Eunhyuk turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa. Ia kemudian memasuki rumah dengan berlari.

“Oppa!”

“Soeun sudah pulang?!” Tanya Eunhyuk cepat pada Sulli yang bangkit dari tempat duduknya. Sulli menggeleng dengan lemah, tampak menahan air matanya. “Kemana dia?” Tanya Eunhyuk benar2 bingung. Sulli tak menyahut, ia kembali duduk di sofa dan menangis.

Eunhyuk menghela nafas, mencoba berfikir. Ia berusaha menebak dimana kira2 Soeun berada saat ini. Tiba2 ia ingat sesuatu, Eunhyuk dengan tergesa meninggalkan ruang tengah dan menaiki tangga. Sulli menatap saudaranya sesaat, sebelum akhirnya kembali menangis.

Klek!

Eunhyuk membuka pintu kamar Soeun dengan tidak sabaran. Matanya menatap ruangan itu sejenak. Sebelum akhirnya lebih memasukinya.

Eunhyuk menggeledah kamar Soeun. ia berusaha menemukan sesuatu dimanapun mungkin barang itu akan ada. Eunhyuk mencari dibawah bantal, didalam lemari, hingga kolong meja. Hingga akhirnya ia menemukan benda tersebut didalam laci meja nakas Soeun.

Eunhyuk membalik diary Soeun ketika berhasil ditemukan. Tangannya memegang gembok yang terkunci rapat. Tak ada kunci disana. Namun dengan cepat Eunhyuk melepas gelang hitam miliknya. Eunhyuk kemudian menggunakan gelang tersebut untuk membuka diary milik Soeun.

()

Tempat itu sepi dan sangat gelap dan muram. Tempat itu juga kotor dan berantakan karena perbuatan manusia yang mungkin sengaja. Beberapa pecahan kaca memenuhi lantai, tidak lupa sampah dan debu yang juga memenuhi lantai.

Namun, dilantai yang kotor Soeun duduk dengan tenang. Memeluk kedua kakinya sambil menopang kepalanya dengan dagu. Matanya menatap sekitarnya yang terkesan menyeramkan. Menatap seisi teras yang dulu merupakan teras rumah miliknya bersama ayah.

Drop. Down. Terpuruk dan jatuh terlalu dalam. Ini adalah posisi paling rendah yang Soeun rasakan. Posisi dimana pondasinya bergetar, retak, dan mulai hancur perlahan. Posisi dimana ia tidak bisa lagi bersembunyi dari senyuman palsunya. Membuat ia menyerah dan diam kembali disana.

Brum!!

Matanya mengecil ketika cahaya yang tajam menusuk matanya. Ia hanya menatap tanpa kata sebuah mobil silver yang berhenti didepan rumahnya. Membiarkan cahaya itu menyakiti sesaat matanya, sebelum akhirnya padam sama sekali.

~

Aku kesepian. Tidak ada yang peduli padaku.

Aku kira mungkin mati lebih baik daripada hidupku yang ini.

Kadang sudah saatnya aku menyerah dan mengikuti alur hidupku sendiri. Menyerahkan diri pada mereka dan mungkin menunggu kematian darisana. Daripada merepotkan orang lain.

Tapi.. setidaknya, aku menemukan ketenangan ketika aku bertemu seseorang yang baru ku kenal. Seorang Namja bernama Lee Donghae. Sejauh ini, aku kira dia satu2nya orang yang memberiku kenyamanan dan perlindungan.

Aku benci hidupku yang seperti ini.

Beberapa kalimat dan kata2 itu mengelilingi rotasi berfikir Eunhyuk. tidak tahu, kenapa susunan kalimat didalam diary Soeun begitu menambah kepanikannya. Membuat semua ini menjadi lebih buruk dan terus menjadi buruk dalam fikiran Eunhyuk.

Eunhyuk memacu mobilnya lebih cepat lagi. Pandangannya menatap sisi jalan yang ia lalui. Berharap menemukan Soeun sebelum terlambat. Terlambat dari apapun. Terlambat menolongnya dari dirinya sendiri, terlambat menolongnya dari orang2 yang selama ini mengintainya, atau terlambat menolongnya dari jebakan dendam seorang Lee Donghae. Ia harus cepat menemukan Soeun sebelum semua itu. walaupun sejauh ini ia tak mengerti, kenapa ia harus begitu peduli..

()

“Haha! Akhirnya ditemukan. Susah payah mencari ternyata disini!!”

Soeun bangkit dari tempatnya ketika rombongan itu datang kembali. Mereka menyeringai, menatap Soeun yang sedikit panik dengan puas.

“Nona Kim So Eun. Anda sudah terlalu banyak merepotkan. Sekarang, ayo ikut dan menurut..”

“Tidak Mau!!”

Soeun berteriak begitu panik ketika mereka mendekatinya. Soeun berusaha mundur untuk menjauhi mereka. Namun langkahnya terhenti ketika dinding dibelakangnya menahannya. Mereka tampak kembali tertawa mengejek melihat Soeun yang ketakutan.

“Ck. Dia lucu sekali. Sayang sekali bukan, tua Bangka itu harus mendapat yang secantik dan semuda ini..” kata salah satu dari mereka. Yang lainnya mengangguki setuju.

“Iya. Padahal, istrinya sudah terlalu banyak..”

“Bagaimana kalau kita semua yang mencoba terlebih dahulu?” Tanya yang lainnya. terdengar tawa dari teman2nya yang lain atas saran ketua mereka. “Ayo bawa d-“

Buk!

“Akh!”

Slap!

“Bos! Kenapa kau menamparnya?!” Tanya salah satu dari mereka pada bos mereka yang sudah kesakitan dan sedikit melompat-lompat sambil memegangi selangkangannya.

“Dia menendang barang Privasiku!!” kata pimpinan mereka begitu sangat kesakitan. Sementara yang lainnya kembali menatap Soeun yang terdiam sambil memegangi pipinya karena bekas tamparan keras yang diterimanya. Pinggir bibirnya tampak mengeluarkan darah. Ia menatap lima orang dihadapannya yang tampak focus pada pimpinan mereka yang tampak masih kesakitan karena tendangannya. Soeun berusaha mencari celah untuk kabur darisana. “Hey! Kau mau kemana? Kenapa kau begitu merepotkan?!” lagi2 langkah Soeun terhenti ketika pimpinan mereka itu mencengkram pangkal lengan Soeun dan menjambak rambut Soeun dari belakang untuk menahannya pergi. Soeun meringis kesakitan.

“Lepaskan aku! Biarkan aku pergi..” katanya merusaha memberontak. Namun, laki2 itu masih tak mendengarkannya. Tangannya malah semakin kuat mencengkram tangan & rambut Soeun. membuat Soeun kesakitan. “Lepaskan!! Sakiith!!”

“Kau tahu? Aku stress gara2mu belakangan ini. Kau membuat aku terlalu banyak dibentak dan dihina oleh tua Bangka itu. sekarang, kau fikir saja.. bagaimana mungkin kami akan melepasmu..” katanya mencengkram lebih kuat. Soeun lebih meringis lagi.

“S-Sakitt..”

“Bos, apa yang kau lakukan bos. Itu membuatnya sangat kesakitan. Bos bisa marah-“

“DIAM KAU!” entah setan apa yang memasuki pimpinan mereka ini. Ia sama sekali tidak mendengarkan kata2 anak buahnya. Ia juga sangat bersikap kasar, setelah perlakuan Soeun tadi padanya. “Sekarang kau menurut dan ikut saja. Kau dengar tidak?!” Tanya laki2 itu membentak Soeun lagi. Tangannya mencengkram lebih kuat lagi pada tangan kecil dan lemah serta rambut panjang Soeun. Soeun kembali meringis.

“K-Kenapa tak kau bunuh saja aku?”

“APA KATAMU?!”

“Bunuh saja aku. Biar kau puas dan bosmu yang bajingan itu juga puas..”

“Kau menantangku!!”

“Akh!” tangan laki2 itu mencengkram lebih kuat dan kasar lagi. Membuat Soeun benar2 merasa kesakitan. Para anak buahnya saling berpandangan risau melihat tempromental dari ketua mereka.

“Bos. Lepaskan dia bos. Kau sudah terlalu banyak mabuk. Merupakan resiko kalau bos besar melihat ia terluka oleh kita..” kata mereka takut2.

Buk!

Konsentrasi mereka terbagi ketika terdengar suara pukulan. Salah satu dari mereka tampak tersurut karena serangan seseorang. Membuat yang lainnya menoleh kebelakang dengan kaget. Pimpinan itu juga sudah melepas Soeun dengan kasar. membuat Soeun langsung jatuh dan terduduk dilantai.

“JANGAN KASAR PADA WANITA, BRENGSEK!!” bentak Eunhyuk marah sambil memukul laki2 yangtadi mencengkram Soeun dengan kasar. Laki2 itu terhuyung karena serangan tiba2 Eunhyuk. Para anak buahnya juga agak kaget melihat serangan tiba2 pada dua rekan mereka. Eunhyuk menatap tajam mereka. Mereka tampak menyerang Eunhyuk yang diladeni baik oleh Eunhyuk. mungkin karena emosi, Eunhyuk bisa dengan mudah membuat mereka kalah oleh pukulannya. Menyebabkan mereka semua terjatuh ke lantai. Eunhyuk menatap mereka tajam dengan nafasnya yang tersengal.

“Kalian! Panggil bos kalian menghadapku. Aku benar2 bosan dengan semua ini. Katakan padanya kalau aku akan membayar semua utang keluarga Kim padanya. semuanya. Katakan padanya untuk menghitung semuanya dan menemuiku besok. KALIAN DENGAR HAH?!” bentak Eunhyuk lagi pada mereka. Soeun mengangkat wajahnya karena kata2 Eunhyuk.

“Sekarang pergilah! PERGILAH SEBELUM AKU MUAK!!” Seru Eunhyuk keras pada mereka. Tampak mereka saling bertatapan karena ucapan Eunhyuk. namun pada akhirnya mereka bangkit dan meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa. Eunhyuk mengatur nafasnya, lalu berbalik menatap Soeun yang masih terduduk dilantai. Eunhyuk segera menghampiri Soeun.

“Kau baik2 saja?” Ucapan Eunhyuk tidak sepenuh selesai ketika Soeun langsung memeluknya erat. Soeun menangis di bahu Eunhyuk melepaskan tangis yang ditahannya sejak tadi. Nampaknya ia benar2 ketakutan. Eunhyuk balas memeluk Soeun dan menenangkannya dengan mengusap rambut Soeun.

“Tidak apa2. Mulai sekarang tidak ada lagi yang harus kau takutkan…”

Tak ada sahutan Soeun untuk kata2 Eunhyuk. yang terdengar hanyalah, tangis dan isakan Soeun. dimana saat itu Eunhyuk hanya dapat memberikan ketenangan dengan memeluk Soeun dengan erat.

(To Be Continued>>)

 

48 Comments Add yours

  1. Deshiewookie mengatakan:

    akhirnya ada lanjutan juga. . .
    kasian soeun hidupnya sampe kayak gitu. . .hiks
    aku tunggu lanjutan FFmu lainnya thor ^^

  2. vita_MVP mengatakan:

    huwaaaa… Aku bisa ikut merasakan sakitny soeun, daebak eonni!!!
    Suer ak ikut nyesek bayangin ak jd soeun, kalo ak mah cm bisa nangis, g bisa sekuat soeun😦
    wiiiihhh, battle ni donghae-eunhyuk, saya dukung semuanya!!!😀
    Ayoooo eunhyuk,, jangan mau kalah sama donghae!! Donghae ud curi start tu…😉

    Ditunggu next chapter😀

  3. Wahyunniewah mengatakan:

    Ahhhh pooooor So Eun … Sedih liat dy khilangan smua.a .. Ayo dunk author buat moment” sweet.a bwt pairing ini ….. Jgn masalah” trus … Kn kasian so eun.a … EunHae msih musuhan y …??? Udh deh baikan aj .. Jgn jdiin soeun korban.a … Di tggu next chapter.a .. Hwaiting

  4. andri susilowati mengatakan:

    akhirnya berlanjutttt…woww kasian so eun. thorrr sudahi penderitaan so eun.
    kkekekekekeke.
    wahhh kayaknya eunhyuk mulai suka sm so eun.
    lanjut thorrr.
    penasaran

  5. Seli m @_SnowAngels_ mengatakan:

    Nyesek banget baca ff ini ;(
    kasian banget sama SoEun eonnie.
    Mungkin soeun dh frustasi kali yah, gegara selalu dihina ma Uee ditmbah dia mikir suka ngerepotin orng.
    Sulli kenapa nangis pas Eunhyuk nanyain sso ada dmn ? Apa krna sso pergi dr rmh eunhyuk ?
    Eh iya, itu ibunya SoEun tdk di temukan ? Msih ada kemungkinan ibu sso eonni msih hidup donk ?!
    Sumpah thor ini ff menguras Emosi banget. Apa lgi pas si EunHyuk bilang mw byr hutang kluarga Kim. Si Eunhyuk kayanya dah mulai kasih perhatian nih ama SoEun ^^
    kak Ni ff Daebak bnget, slah satu ff Favoritku disini. Ditunggu part selanjutnya ya kak🙂

  6. Irnawaty mengatakan:

    Part in bner2 menguras em0si, pas bc trjdi pergolakn em0si, sdihx minta ampn, aq sprti mrasakn apa yg d rasakn so eun, putri top bnget buat org mrasakn em0si dr pmeran utamax, dr awal smpai akhr crtax luar biasa g ada typo g ada ngebosenin yg ada mlah pgen nagis kencang kya yg d alami so eun.

  7. Irnawaty mengatakan:

    Part in bner2 menguras em0si, pas bc trjdi pergolakn jiwa, sdihx minta ampn, aq sprti mrasakn apa yg d rasakn so eun, putri top bnget buat org mrasakn em0si dr pmeran utamax, dr awal smpai akhr crtax luar biasa g ada typo g ada ngebosenin yg ada mlah pgen nagis kencang kya yg d alami so eun.

  8. Eppink mengatakan:

    Huuuaaaa kasian bnget so eun unnie😦 , nangis ampe 5 baskom .
    Aku tunggu part slanjutnya author🙂
    hwating !

  9. rida locket mengatakan:

    ceritanya bagus thor … lanjutnya cpet nya .
    terus last chance nya diterusin donk thor…
    pkoq nya fated part 7 oke.

  10. SHANE mengatakan:

    hwaaaaaah,,baca d part yg ini bikin hati menangiss,,nga tega aja ngelihat Ssonya………..
    to eunyuk lu jaga sso y,,jangan sampai sso nya d ngangguin sm orang yg mau berbuat jahat pdnya…..pokoknya puas bc part ini emosi,sedih bercampr aduk walaupun reader krang sk sm part yg ini,,hehehe..peace thor…

    d lanjut aja next partnya,trus reader jg nunggu klanjtan ff BMG…BMG nya jgn gelap y thor,,
    buat authonya tetap semangat n semoga selalu dpt inspirasi to lanjtin semua ff na………
    n fighting……………………3x.

  11. novitamie mengatakan:

    Hiks~ feelnya dapet banget, aku aja baca sambil becucuran air mata dan geram dengan tingkah uee dkk yg nyebelin abis !!
    ff ini emang agak pendek apa aku yg terlalu menghayati bacanya jadinya berasa pendek (?)
    semangat author, aku menunggu karyamu selanjutnya, asap kalo bisa😉

  12. heldajungsoo mengatakan:

    Aduh bos.a siapa itu, atw jgn2 ayah.a donghae, ah tidk mgkin, tpi bisa sja trjadi. ah lanjutkan

  13. Cheonsa Edelweis mengatakan:

    Ikan cucut dikit banget nampaknya,eonnie????

    Semakin penasaran sama part selanjutnya…..
    Mohon lanjutannya jangan lama-lama ya Author😉😉
    penasaran banget sama cara abang ikan mw ngerebut soeun!!
    Penasaran jg kemana ayah soeu??kan kasihan sso hidup kaya’ gtu??? TT_TT

    ditunggu part selanjutnya Thor..
    Keep spirit…
    Hwaiting!!
    Hwaiting!!

  14. susi mengatakan:

    daebak thor..
    Nyesek bngt2 baca part ini sso kasian bngt . Untung ada eunhyuppa coba kalo gak ada . Pasti so bahaya bngt . Suka sama hyuksso couple . . Lanjut partnya aku tunggu banyakkin hyuksso nya ya . Kalo bisa yg romantis .. Jangan menderita terus thor kasian ssonya . Aku ga tega bacanya . Faghting thor \^_^/

  15. BL mengatakan:

    Wahhhh keren thor! Ahhh nyesek dan sedih soeunnya digituin😦 tapi ngeliat eunhyuk udh mulai peduli dan ngerasa kehilangan sikap soeun yang dulu jadi seneng😀 dan langsung gigit bantal waktu tau TBC. Thorrr please yg fated lanjut cepet ya ;;) suka banget dan gatau kenapa gampang bayangin couple ini sama ceritanya yang oke😀

  16. Minmin mengatakan:

    Kasian sso oeni, , ,
    hidup’a penuh cobaan tp diklilingi dua cwo ganteng hehehehe
    jangan pisahin couple ini lagi ya ^^
    kaya’a eunhae bakal saingan dapetin sso dech *so tau
    pokoknya ditunggu kelanjutanya ^^

  17. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Bnr2 emosi ni reader gr2 uee ama sruhan yg ngejar2 sso itu..gk tega ngeliat sso mndrita..
    Untung aja unyuk udh mlai suka n prhatian ama sso..tp hae msh dikit bgt partx..
    Nnti dpart slnjutx bnyakin partx hae ya thor biar makin seru prsaingan antara hae n unyuk utk mmprebutkan sso..
    N haex dbuat bnran jtuh cnta ama sso bkn krn ajang bls dndam biar sso gk trsakiti..
    Oke thor,dtng9u klnjutanx sgera..hwaiting

  18. Dina_zoey mengatakan:

    astaga kasian bgt hidupx, ibux dah meninggal, eh ditinggal minggat ma bapakx…mank brn2 gak bertanggung jwab tuh bpkx…
    semoga eunhyuk bisa melindungi sso dri bahaya n mrka bisa hidup bahagia…

  19. huaa pasti sso unni depresi bgt.. kenapa rasa x sakit bgt yaw, kyk ikut merasakn sakit nya sso…
    kasihan bgt, udah di tinggal untuk slamanya oleh ibunya, ayahnya menghilang entah kemana..
    donghae?? kalau benar perhatian nya itu bukan untuk balas dendam…

    trus eunhyuk, datar n gk peduli gt sama sso.. di lecehkan sm teman2 x aduueeeh sumpah tertekan sekali psti x, kalau sy yg mengalami itu smua pst gk bakal hidup sudah…
    tapi semoga eunhyuk oppa membuka hatinya bwt sso…

    trus si tua bangka tu siapa?? kenapa ngebet bgt mw miliki sso unni??
    sy tahu sso tu cantik bgt, plus kyk bidadari#plak abaikan
    tapi mikir umur apa wkwkwkkk
    sumpah sy nangis gr2 ff ini, feel x dapet bgt…
    makin seru makin daebak pokok nya🙂
    tetap semangat bwt ff nya dan pastinya selalu di nanti ff lainnya…
    yg pasti selalu kereeen fighting…!!!!😀

  20. sugarsoya mengatakan:

    Kasian banget ya idupnya soeun…
    Oh iya itu sulli kenapa naNgis??
    Donghae mau manfAatin soeun ya?? Awas loh nanti malah suka beneran, eunhyuk mulai care nih ama soeun,

  21. niniet mengatakan:

    hik…hik.. aku ikut nangis jadinya…. ga tega….gimana ini…aku ga tahan… author harus tanggung jawab nih…lanjutin ceritanya….

  22. geill mengatakan:

    mantap…mantap……MANTAPPPPP……bener2 menguras emosi bc ceritnya….
    kasian so eun byk masalah yg hrs di hadapinya, tp untungnya ada sang hero eunhyuk…waaaaa…kerennya………di saat2 penting eunhyuk muncul dan datang menolong sang princess diary…hehehehehe….
    good job deh buat author….
    next part di tunggu kelanjutannya…penasaran nih ama lanjutannya…..
    semangat terus berkarya……

  23. anna mengatakan:

    ^ Aduuhh kcian bgt soeun,bnr2 malang bgt nasibny di ff ini jd ikt trhnyut suasana donghae jgn dibt jahat kesoeun ya dndamny ke eunhyuk aja hehe !! lncr trus y inspirasiny pkokny always dtggu lnjtny putri gomawo🙂 ^

  24. Dear dHiyah mengatakan:

    ya ampuunn , rempong bgt ya hidup y so eun …
    kasian =(
    donghae n eunhyuk ??? kLo eunhyuk dach tw sfat y ky gmna , tp kLo donghae …….

  25. Kyusso shipper mengatakan:

    suka2 ceritanya part ini emosi nya dapet bgt.
    eunhyuk oppa udah suka sama so eun yeyeye😀
    ditunggu eon part selanjutnya🙂

  26. haekyusso mengatakan:

    Hanya da satu kata “DEABAK”!!!!
    Bingung mo komen pa lg sl y bgs crt ff ya….
    Pokok y d tunggu next part y ma ff yg laen y pa lg BE MY GILS…
    SEMANGAT…
    SEMANGAT…
    SEMANGAT…😀

  27. haekyusso mengatakan:

    Bingung mo komen pa bt ff nich…
    Tp satu kata bt ff nich…”DEABAK”!!!!
    Ditunggu next part ff y ma ff yg laen pa lg “BE MY GILS”…
    SEMANGAT…
    SEMANGAT…
    SEMANGAT..😀

  28. noni eka s. mengatakan:

    kyaaaaaa ff yang paling ditunggu tunggu akhirnya ada lanjutannya😀 feel nya bener bener dapet sumpah. Aih itu soeun hidupnya ngenes amat yak ._. Ciye ciye ciyeh eunhyuk udah mulai care! Update lanjutannya asap ya🙂

  29. RetnoMyaniezasia mengatakan:

    deg2 suer bacany. apa agy yg part uee, rasany pengen q bongkar tuh keburukanny.
    kasian soeun, yey! hyukie mau lindungin soeun trnyta! next part dtunggu!

  30. yeojaNiel mengatakan:

    woaaah, kereeen bgt kak xD
    tegang bacanya
    deg.deg.an
    kekeke
    UEE rese’ bgt sih
    minta digampar -,-
    next part ditunggu kak
    keke cepet y😀

  31. afrida mengatakan:

    waaah, kereen deh, kbwa bgt sama crtanya, d lanjut lagi ya author, tetap smanagat…

  32. ticha_Sso/ticha_ mengatakan:

    wah_d!antAra eunhae y??
    itu eunnie sed!h_kein9et ortu’X y_
    hm_untun9 hyukpA dt9 klw ga?!ahh#tkutsndrQ😀 #
    daebAk!!!

  33. Dira-eun mengatakan:

    Eunhyuk oppa makasih ya dah mau bantu so eun unnie….fighting author….semoga langsung cepat dapat ide untuk ff yang laen. Semua ffnya keren2,ide ceritanya awesome

  34. fauziyah mengatakan:

    seru banget eonni kereeenn lanjut eonni semangaaaaattt ^^

  35. BL mengatakan:

    mau komen lagi hahaha :p ini ffnya bikin pengen dibaca ulang – ulang walau sedih banget😦 tapi kenapa ngerasa pendek ya atau karena terlalu menghayati atau gimana ya hahaha :p authornya keren nih, ohiya thor jangan lupa terusin yg An Angels yaaaa, penasaran dan itu juga daebakkkk!😀

  36. Kim Ha Byung mengatakan:

    Akhir’a ff’a di lanjut jga🙂
    Wihh seperti’a eunhyuk oppa udh mulai ada rasa nih, sama sso eonni???😉
    Yoon Jeong Min itu siapa ya?????
    Mudah2an aja penderitaan sso eonni, sudah berakhir…..
    Di tunggu kelanjutan’a ya eon🙂

  37. mayaulidhasso mengatakan:

    Kasiaan bner yaa hidup Sso eonnie😥
    semoga Hidupnya gak menderita lagi dh
    hmm.. itu Sso eonnie suka ama Haeppa apa enggak yaa???:/
    Hyukppa udah suka yaa… cieeelahh ;D
    eh, ada TeaLli hehehe😉
    gmna yaa part selanjutnya?? apa Haeppa jg bakalan suka ama Sso eonnie apa cuma bwt balas dendam ama hyukppa ??:/ *penasaran _-_
    dipost soon author🙂
    gomawo^^

  38. Dyahh mengatakan:

    Ksian bgt ama sso dsini, udh hdupnya dikejar” penagih htang, di sekolah di bully trus sma uee..
    Tp aku suka krter hyukppa di ff ini..
    Author daebak deh,,
    cptan di lanjutin ya,,hehe

  39. Caca mengatakan:

    Makin baguss ceritanya
    menarik bgt
    pelan tapi pasti enhyuk ada feeling ama so eun.
    Author, hwaiting buat nulis part slnjutnya
    gomawo

  40. Tikka mengatakan:

    Kyaa. ! Semangat2 *jingkrak2 gaje* Daebak thor. .daebak . ! Kasian juga sma soeun unnie..hdupnya sngsara oh sngsara tpi pzti akan bhagia di akhirnya’kn. ?? Eh,pngen tau deh . ! Apa yg bkalan donghae oppa lakuin sma soeun unnie. ? Dan apa’kah eunhyuk oppa akan mati2an mejga soeun unnie dan gk ngjar2 G.na unnie lgie ! Dan. .hyeeah eunhyuk oppa bayarin hutang2 kluarga kim,tpi bkanya oppa itu pelitnya mnta ampun(?) *jpret_dsentil jewel* low gtu byarin hutang2ku jga dong oppa(?)*BLETAKk_ditimpuh choco*hehe Hnn.. Di tunggu dah part selanjutnya. !! Tpi thor kira2 ff ini bkalan nyampe sampai brapa part nih. ??🙂

  41. astrielf mengatakan:

    Kapan Eunhyuk jatuh cinta sama Soeun nih thor…ayoo thor buat Eunhyuk jatuh cinta sama Sso…aku akan selalu menunggu ffmu….ayoooo dilanjut….

  42. anastasia erna mengatakan:

    sengsara amat sich hidup so eun…
    tapi untung eunhyuk nolong…dan cinta ma so eun…
    keren…

  43. freedomkartini mengatakan:

    sedih amat ceritanya …..kacian skali sso nya ,di hina trus ?
    oh ya thor mehrong itu apa ya ?thor ada kata2 yg kurang….mngkin lain kalee bisa di perbaiki ,spy lebih perpect lagi ….di tggu lnjutannya ….
    semangat……………

  44. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaaa….. Benarkah donghae oppa_mendekati Sso eunni hanya coz dendam????
    (˘͡˛ ˘͡ ) Нüυẃƒƒ ( ˘͡ ³˘͡)

    Wah…. Kasian banget hidup Sso eunni…..
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

  45. senrumi mengatakan:

    Kasihan sso harus hidup seperti itu
    pa da jalan untuk sso

  46. kim Ra rA mengatakan:

    huaaaa mau donk di peluk eunhyuk oppa keke
    seru and menegangkan asik banget dengan cerita yang semakin seru////
    haduhsampe ilang tuhsemua kata katakarna baca part akhirnya//// Eunhyuk KEREEEEEEN bangeeddt

  47. lavender mengatakan:

    ceritanya krren banget, smpat netesin air mta, cz kasian bnget sma so eun..

  48. Rani Annisarura mengatakan:

    kasihan banget sama so eun,, hidupnya penuh dengan kesedihan….
    Semoga aja eunhyuk bisa membantu….

    Wah makin seru nih ceritanya…
    Siapa nih yang bakalan menang antara eunhyuk & donghae???

    Penasaran buat baca part selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s