~Fated!! Part8 (Love’s started Here)


Fated!! Part8 (Love’s Started Here)|PrincessClouds|Teen, Romance, Friendship, Family|Kim So Eun, Super Junior Eunhyuk, Super Junior Donghae, Choi Jina, F(x) Sulli, Super Junior Sungmin, Super Junior Ryeowook, SHINee Taemin, After School Uee, SNSD Yuri And others

Summary: Semua rasa cinta dimulai. Cinta Eunhyuk untuk Soeun. Cinta Jina terhadap Eunhyuk. Dan permainan cinta Donghae untuk membalas kesalahan Eunhyuk dimasa lalu.

Warning: Typo(s)

Suasana hening di dalam mobil. yang ada hanya suara mesin yg bersekutu bersama suara angin malam. Hanya itu, karena dua orang yg ada disana masih tenggalam dalam diam dan pemikiran masing2.

Soeun mengeratkan jaket Eunhyuk yg membalut tubuhnya ketika rasa dingin kembali meresapi setiap inchi lapisan kulitnya. Tubuhnya bersandar di jok dengan mata yg terpejam walaupun ia tak pernah mengantuk daritadi.

Mengapa Eunhyuk mau melakukan itu?

Pertanya itu mengitari fikirannya. Banyak hal yg ia dapatkan dari Eunhyuk pada hari ini. Mulai dari cara Eunhyuk marah padanya siang tadi ketika ia bertengkar dengan Uee dan teman2nya, Eunhyuk yg tiba2 datang di rumahnya ketika ia dalam bahaya padahal Soeun tidak pernah memberitahu alamatnya pada Eunhyuk, Ucapan Eunhyuk yg akan membayar semua hutang keluarganya, hingga cara Eunhyuk ketika tadi memeluknya terlalu erat, belum lagi kata2nya yg benar2 menenangkan. Semuanya terasa terlalu hangat dan membuatnya begitu nyaman, sesuatu yg tidak pernah ia rasakan dari sosok Eunhyuk sebelumnya. Karena dari dulu Eunhyuk hanyalah seorang Ice Prince dalam kehidupan nyata bagi Soeun.

Tapi.. terlepas dari itu. Ucapan Eunhyuk yg ingin membayar hutang keluarganya adalah yg paling membekas dalam ingatannya. Apakah Eunhyuk serius dengan ucapan itu? Ya, Eunhyuk begitu kaya. Tapi sangat mustahil rasanya ia mau mengeluarkan sejumlah uang sebanyak itu hanya untuk Soeun. Seseorang yg bukan siapa-siapanya.

“Kau kedinginan?”

Soeun membuka matanya ketika terdengar kembali suara Eunhyuk yg bertanya. Kau dengar itu bukan? Cara bicara Eunhyuk benar2 terlalu hangat hari ini? Atau karena malam yg terlalu mencekam hingga suara siapapun bagi Soeun terdengar menenangkan dan membuatnya nyaman.

“Cukup dingin. Tapi tidak apa-apa..” sahut Soeun pelan sambil memejamkan matanya.

“Apa bekas kekasaran mereka masih terasa sakit?” Tanya Eunhyuk mengalihkan perhatiannya sesaat pada Soeun. Soeun membuka matanya kembali dan menoleh kearah Eunhyuk. Membuat mata mereka bertatapan sesaat sebelum Eunhyuk berpaling kembali menuju jalan di depannya.

“Sudah tidak apa-apa..”

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya pada Soeun setelah jawaban Soeun yg masih terdengar lesu. Kini gadis itu kembali menutup matanya disana. Gelisah, Secara total perasaan seperti itu memenuhi setiap sudut hati Eunhyuk. Eunhyuk tidak tahu semenjak kapan perasaan seperti ini dapat ia rasakan terhadap Soeun. Yang jelas baru2 ini untuk kedua kalinya selain pada Jina Eunhyuk merasakannya. Atau mungkin ini lebih dari Jina. Mengingat Eunhyuk sebelumnya tak pernah sampai mempertaruhkan harta atau mungkin nyawanya untuk Jina.

Perasaan itu bercampur dan begitu membingungkan. Perasaan khawatir melihat Soeun terus drop dan  membuat ia keluar dari karakternya dengan bertengkar secara kasar dengan teman2nya. Perasaan lebih khawatir ketika Sulli mengadu kalau Soeun tidak pulang sampai larut malam belum lagi ponselnya juga tidak dapat dihubungi. Perasaan yg aneh ketika ia tahu bahwa bagi Soeun Donghae lebih dapat ia percayai daripada dirinya. Perasaan ingin gila ketika tidak juga dapat menemukan Soeun walaupun Diary Soeun sudah memberikan begitu banyak petunjuk padanya. Perasaan lega ketika ia dapat menemukan Soeun dirumahnya, namun langsung berganti marah ketika melihat ada tangan yg menyakiti Soeun sekasar itu. Perasaan marah itu meledak dan ingin membunuh orang2 yg sudah membuat Soeun terduduk lemah dan ketakutan begitu saja dilantai. Dan pasti, perasaan yg begitu sedih melihat Soeun menangis begitu ketakutan di dalam pelukannya. Perasaan aneh, ingin menjaga Soeun lebih lama dalam dekapannya. Tak ingin hal tadi terjadi untuk kedua kalinya.

Perasaan itu aneh, benar2 aneh. Bahkan Eunhyuk masih bingung kenapa tadi tanpa sadar ia berkata mau membayar hutang keluarga Soeun begitu saja. Eunhyuk akan membayarnya, tentu saja, tapi masalahnya kenapa Eunhyuk sampai semeledak itu. hingga dengan mudah kata2 itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Entah akan seberapa banyak Eunhyuk akan mengeluarkan uang untuk itu. namun, Eunhyuk merasa tidak keberatan dan tidak akan pernah keberatan akan itu. Yang jelas, hal yg terpenting bagi Eunhyuk hanya satu. Soeun kembali seperti dulu. Ya, hanya itu maka Eunhyuk akan melupakan ini. Lalu dihari selanjutnya, Soeun akan kembali seperti dulu. Seorang gadis yg ceria, bahkan gadis yg seperti ini. Selalu hidup disekitarnya dengan senyuman dan keceriaannya. Ya, disekitarnya dan kalau bisa disampingnya. Tunggu! Kenapa harus disampingnya?

Eunhyuk menggelengkan kepala mengusir fikirannya yg benar2 terlalu random. Ia mengalihkan perhatiannya kesampingnya. Dimana Soeun masih menutup matanya. Ya, Soeun perlu sebuah ketenangan..

()

Sinar matahari pagi yg memasuki melalui celah jendela membangunkan Soeun dari tidurnya. Membuat Soeun perlahan membuka matanya. Tubuhnya mengeliat merasa nyaman dengan tidur yg telah didapatkannya. Setelah hal buruk yg terjadi semalam.

Huh? Soeun segera membuka matanya dan terduduk. Ia menatap heran sekitarnya. Melihat kamar yg sudah berstatus kamarnya selama hampir dua bulan ini. Kenapa Soeun tiba2 berada disini? Kemarin bukannya ia masih berada di mobil Eunhyuk?

Klek!

“Selamat pagi Unnie!!”

Pintu terbuka dari luar diiringi suara seruan. Sulli tampak menghampirinya dengan wajah senang. Sulli kemudian duduk di dekatnya.

“Bagaimana khabarmu Unnie apakah sudah lebih baik?” Tanya Sulli sambil tersenyum padanya. “Semalam kau kenapa tidak pulang sampai larut malam? membuatku cemas saja..” Sulli menyambung ucapannya sebelum Soeun sempat membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan yg sebelumnya.

“Maaf ya..” hanya itu yg bisa Soeun katakan saat itu.

“Tidak apa-apa. Lain kali jangan ulangi ya unnie. Itu membuatku cemas sekali..” kata Sulli kemudian. Soeun tersenyum sambil menganggukkan kepala. “Oiya, Unnie terlihat lelah sekali. Penampilan Unnie semalam juga buruk. Banyak luka dan goresan di tubuh unnie. Seperti baru saja selesai bertengkar saja..”

“Itu-“

“Tapi apa Unnie tahu bagian mana yg merupakan bagian terbaiknya? Bagian terbaiknya adalah ketika aku terlalu cemas sampai menangis namun tiba2 saja Eunhyuk oppa datang dan memasuki rumah dengan membawa Unni masuk dikedua tangannya. Entah kenapa, perasaanku menjadi baik setelah itu. kalian benar2 terlihat romantis, aku jadi iri..” sambung Sulli blak-blakan. Soeun menatap heran padanya.

“Apa katamu tadi?”

“Ya. Eunhyuk oppalah yg membawa unnie masuk. Dan, aku benar2 suka dengan caranya. Eunhyuk oppa membawa unnie dengan hati-hati, berusaha tidak membuat Unnie terbangun sedikitpun. Aku benar2 melihat secara nyata apa yg biasanya hanya aku lihat dari sebuah drama benar2 terjadi..”

“Kau selalu berlebihan!” Seru Soeun pada Sulli. Wajahnya memerah dan memanas akibat kata2 Sulli.

“Tidak. Ini tidak berlebihan sama sekali. Memang begitulah yg aku lihat..”

“Sudahlah. Oiya, Eunhyuk sendiri bagaimana?” Tanya Soeun berniat mengalihkan arah pembicaraan. Namun, Sulli malah semakin senyum-senyum tidak jelas padanya. “Ng. maksudku bukan apa2. Tapi.. dia kemaren sempat berkelahi dengan mereka..” ralat Soeun cepat.

“Unnie tidak perlu gugup begitu..” kata Sulli mendelik dan masih berniat menggodanya. “Eunhyuk oppa tidak apa-apa. Dia baik2 saja. Malah sejak pagi-pagi sekali Eunhyuk oppa sudah pergi dengan terburu-buru..” jelas Sulli.

“Pergi terburu-buru? Kemana?” Tanya Soeun heran. Sulli mengangkat bahunya.

“Entahlah, aku juga tidak tahu..”

()

“Silahkan duduk!”

Eunhyuk menuruti tawaran dari laki2 yg daritadi memberikan petunjuk padanya. ia kemudian mengalihkan perhatian pada laki2 dihadapannya. Seorang laki2 separuh baya yg memiliki wajah cukup menyeramkan. Yoon Jeong Min.

Tua Bangka ini memperhatikan Eunhyuk secara seksama dari atas sampai bawah. Eunhyuk hanya berusaha bersikap santai tanpa perlu emosi dengan cara laki2 tua yg sebenarnya cukup mengganggunya.

“Jadi kau orangnya? Seorang pemuda sok yg terus berusaha menggagalkan pekerjaan anak buahku dan sekarang malah berniat membayar hutang keluarga Kim Hyun So..” ucapnya sambil tersenyum pada Eunhyuk.

“Langsung saja katakan tanpa membuang waktu..” kata Eunhyuk cepat. Jujur, ia benci sekali dengan orang ini. Wajah dan usia begini bermimpi untuk menjadikan Soeun sebagai istrinya. Apakah ia tak punya kaca dirumahnya yg bisa dikatakan begitu mewah ini?

“Aku suka gayamu anak muda. Jadi kau serius akan membayar hutang mereka?” Tanyanya kemudian. Eunhyuk tak menyahutinya, pertanyaan itu terdengar retoris di telinganya.

“Berapa jumlah keseluruhan yg harus kubayar?” Tanya Eunhyuk benar2 benci basa-basi. Laki2 tersebut menyunggingkan senyumannya.

“Kenapa kau sangat suka terburu-buru?”

Jawabannya Simple! Eunhyuk tak suka menatap wajah ini lebih lama. Serius.

“Tapi sebelum kita bertransaksi bolehkan aku menceritakan sesuatu?” Tanya laki2 tersebut lagi. Eunhyuk hanya diam, menatap laki2 dihadapannya lagi. Mendengar orang curhat adalah hal yg paling tak ia sukai dari dulu. Tapi sepertinya kali ini ia harus mendengarkannya dengan seksama.

“Sebenarnya, aku ingin menyampaikan ini pada nona Soeun sejak lama. Namun.. karena dia begitu sulit untuk ditemukan karena dirimu aku belum sempat mengatakannya. Mungkin kau yang harus mengatakannya setelah transaksi kita ini berakhir..” katanya menggantung. Eunhyuk menatapnya, menunggu lebih banyak dari penjelasannya yg terkesan gantung. Laki2 tersebut tersenyum dan kembali menyambung kata-katanya. “Katakan pada kekasihmu bahwa ia tak perlu membuang waktu untuk mencari atau menunggu ayahnya. Karena.. ya, karena dia tidak akan menemukanny-“

“Apa maksudmu?!” Tanya Eunhyuk cepat. Kata2 itu terdengar buruk sekali dalam telinganya.

“Kim Hyun So sudah meninggal..”

Eunhyuk menatap laki2 tersebut setelah kata2nya. laki2 itu malah tersenyum kecil padanya.

“Kau membunuhnya?” Tanya Eunhyuk cepat. Laki2 itu malah tertawa dan menggeleng.

“Tentu saja tidak. Aku bukan seorang pembunuh..” katanya cepat. “Hyun So mati karena kesalahannya sendiri. Sama dengan Baek Ji Soo istrinya. Mereka mati karena kesalahan mereka yg selalu berakhir sia-sia-“

“YA BRENGSEK! APA MAKSUD KATA2MU!!” Eunhyuk berseru tak tahan karena penjelasan laki2 ini terdengar terlalu berbelit-belit.

“Ck. Anak muda sekarang ucapan mereka kepada yg lebih tua tidak terkontrol sekali. Tapi tidak apa-apa karena kau adalah pohon uang baru untukku aku memaafkan ini. Jadi begini, Hyun So mengalami kecelakaan ketika orang2ku berusaha mengejarnya. Tolong garis bawahi, dia kecelakaan bukan karena kesalahan siapapun kecuali kesalahannya sendiri..”

Eunhyuk terdiam, tak menyahut. Soeun langsung yg berada di dalam fikirannya ketika ia mendengar ini. Perasaan buruk memenuhinya.

“Lalu, apa maksudnya dengan termasuk istrinya tadi? Apa yg sudah kau lakukan pada ibu Soeun?” Tanya Eunhyuk kemudian. Lagi2 hanya senyuman menyebalkan yg ia dapatkan terlebih dulu, sebelum ia membuka suaranya dan bersuara.

“Mengenai kau tanyakan sendiri pada kekasihmu. Aku kira kalau masalah ibunya ia tahu pasti, karena ia ada didekat ibunya ketika hari kematian itu datang..”

Apa segitu buruk? Pertanyaan itu memenuhi fikiran Eunhyuk. Ini terlalu buruk. Ia tak tahu sebelumnya kalau lembaran hidup Soeun terlalu kelam untuk dibuka kembali. Tapi kenapa gadis itu masih bisa menjalani harinya seakan baik2 saja. Atau karena ayahnya? Lalu apa reaksi Soeun ketika ia tahu kalau ia juga sudah kehilangan ayahnya. Ia tak punya siapapun kini dalam hidupnya, benar2 hanya tinggal dirinya sendiri. Dada Eunhyuk saja sudah sesak begini membayangkannya. Apakah Soeun harus hidup seperti ini? Sekejam ini?

“Lalu, dimana ayah Soeun dimakamkan?” Tanya Eunhyuk kemudian.

“Kau bisa menemukan nama Kim Hyun So di kompleks pemakaman umum. Tanggal kematiaannya adalah 4 April 2012..”

Tunggu, 4 April? Wajah Eunhyuk benar2 berubah mendengarnya. 4 April adalah hari ulangtahun Eunhyuk. Dimana saat itu seingatnya Eunhyuk, Soeun, dan Sulli lagi2 mempunyai pesta kecil-kecilan dirumah mereka sesuai rancangan Sulli. Soeun terlihat sangat bahagia waktu itu, ia selalu tersenyum. Tapi.. benarkah kematian itu tepat hari itu? dimana semua orang terlalu bersenang-senang dan Soeun terlihat terlalu menikmati pestanya. Kematian ayah Soeun tepat dimana Soeun ikut merayakan pertambahan usia Eunhyuk. bukankah ini terdengar terlalu bodoh? Ahh, kepala Eunhyuk benar2 sakit memikirkan ini. Ini benar2 buruk walau hanya sekedar difikirkan.

“Aku tahu akan berat menceritakannya pada nona Kim So Eun. Tapi, dia tidak bisa terus dibohongi tentang kenyataan sebenarnya bukan?”

()

Tanah pemakaman itu sudah terlapisi oleh rumput2 yg tumbuh diatasnya. Beberapa rumput tua yg sudah berwarna kecoklatan tampak tumbuh diantara rumput2 lainnya yg masih terlihat sehat. Sedikit mengurangi nilai keindahan terhadapnya.

Di depan makam, seorang laki2 berdiri dengan tenang. Matanya menatap nanar nisan diatas makam. Terlihat sedih dan terkesan cukup menyakitkan.

“Eunhyuk tak harus membuatmu seperti ini, Kwon Yuri..”

Gumaman terdengar pelan darinya. Sebelum tangannya mengambil sebotol air yg dibawanya. Air tersebut kemudian disiram keatas permukaan tanah makam.

#Flashback

Donghae mengelap keringatnya yg bercucuran setelah ia selesai melakukan olahraga. Saat ini Donghae sudah di Amerika. Kira2 sejak tiga minggu yg lalu ia sampai disini untuk melanjutkan pendidikannya yg sebelumnya ia jalani di korea.

Donghae mengalihkan perhatiannya menuju ponselnya yg masih terletak di atas meja. Melihat-lihat sebentar sebelum sesuatu tiba2 terlintas difikirannya. Donghae mematikan ponselnya dan membuka baterainya. Ia kemudian mengganti kartu seluler yg kini dipakainya di amerika dengan kartu seluler yg ia pakai sebelumnya di korea.

Beberapa pesan langsung menyesaki kotak masuknya.

Donghae membuka pesan yg masuk satu persatu. Ia menemukan pesan dari pengguna Kwon Yuri lebih dari dua puluh kali. Penasaran Donghae langsung membuka beberapa pesan.

“Donghae, kau dimana?”

“Donghae Eunhyuk melakukannya lagi..”

“Donghae aku membutuhkanmu..”

“Donghae kenapa kau meninggalkanku..”

Donghae membuka pesan2 itu satu persatu. Hingga ia menyadari satu Voice Mail lainnya dari Yuri disana. Donghae segera mendengarkannya.

“Kau sudah pergi, sementara Eunhyuk terus mempermainkanku seperti barang permainan. Jadi menurutmu aku harus bagaimana Donghae? Kenapa aku begitu bodoh mempercayaimu pada waktu itu? Dan, kenapa aku begitu bodoh sehingga menarik kita bertiga masuk dalam permainan gila ini. Kini semua berubah. Eunhyuk berubah terlalu jauh dan terlihat terlalu kejam. Kau, seseorang yg dariawal aku harapkan sekarang sudah pergi begitu saja. Jadi apa lagi yg ada? Yang ada dalam hatiku hanya rasa bingung, lelah, dan kecewa. Eunhyuk sudah memutuskanku dan membuangku begitu saja setelah merampas semuanya yg kumiliki. Kini aku seperti tidak memiliki apapun walaupun hanya sebatas harga diri. Eunhyuk telah merebut semuanya, lalu meninggalkanku seperti tak ada harganya setelah itu. Tapi aku sadar, aku tidak bisa menyalahkannya sepenuhnya. Mungkin ini adalah sesuatu yg harus kuterima setelah membuat persahabatan kalian hancur karena kehadiranku. Semua ini memburuk karena diriku. Kusadari ini salahku. Tapi kau mungkin tahu kalau aku juga tak kalah terluka karena permainan ini. Ya, aku sering menangis menyesali ini. Kenapa harus berakhir begini? Bagaimana cara aku memperbaikinya? Hingga pada akhirnya aku menyadari aku sudah tidak bisa memperbaikinya sama sekali. Luka hatiku juga terlanjur dalam karena ini. Aku juga sudah lelah, ya aku lelah Donghae. Mungkin lebih baik aku beristirahat yg panjang agar semuanya selesai. Aku tidak cukup kuat memikul ini terlalu lama. Aku pergi Donghae, karena kau satu2nya yg masih akan peduli aku meminta izin padamu. Aku ingin mengucapkan selamat tinggal melalui pesan ini padamu karena aku tahu aku tak bisa meminta izin secara langsung. Selamat tinggal Donghae, terima kasih atas semuanya. Walaupun ini sangat menyakitkan tapi aku lega pernah menjalaninya bersamamu. Aku harap kau bahagia dengan hidupmu yg selanjutnya. Aku mencintaimu..”

Perasaan Donghae benar2 tidak sepenuhnya baik setelah mendengar pesan yg terdengar begitu putus asa. Donghae kemudian langsung menghubungi seseorang setelah itu. Setelah pembicaraan yg tak dipenuhi basa-basi tersebut, akhirnya Donghae mendapatkan sebuah khabar yg cukup membuatnya kaget.

Kwon Yuri telah meninggal. Bunuh diri.

#Endflashback

()

Jina menghela nafas sambil melirik jam di pergelangan tangannya. Ia berdecak ketika jarum pendek dari benda tersebut sudah menunjukkan angka 8. Jina mendesah sambil meminum kembali minumannya.

Eunhyuk kemana?

Pada akhirnya pertanyaan itu membuat ia menghentikan kegiatannya. Jina meraih ponselnya kembali. Menatap layar ponselnya yg tampak masih menunjukkan wallpaper yg ia pakai. Tidak adan pesan. Tidak ada panggilan. Tidak ada pesan ataupun panggilan dari Eunhyuk.

Jina mendesah ketika mengingat ini adalah kali pertama Eunhyuk tidak datang memenuhi janji mereka untuk bertemu. Apa yg terjadi pada Eunhyuk? Apakah ia sudah mulai bosan menunggu?

#Flashback

“Semua wanita brengsek!!”

Jina mengalihkan perhatiannya ketika mendengar seruan yg begitu tidak mengenakkan ditelinganya. Ia menemukan seorang pemuda yg memakai pakaian khas High School. Tengah mengomel dan berteriak di depan sungai Han.

“Shit! Kehadirannya membuat persahabatanku hancur begitu saja! Wanita benar2 masalah!!”

Jina tersenyum samar mendengar seruan dari pemuda yg tak menyadari kehadirannya sama sekali. Jina hanya menonton prilaku anak laki2 tersebut dari belakang.

“KENAPA AKU SEMPAT JATUH CINTA PADA ORANG SEPERTI ITU!!”

Tak!

“Arh!” Pemuda itu mengaduh sambil memegangi kepalanya yg baru saja dihujami sesuatu. Ia menatap kesal sekitarnya. Mencari orang yg telah lancang melemparnya yg notabenenya sedang ingin memakan orang dengan sebuah kerikil ditangan mereka. yg digunakan untuk melemparnya

Tak!

“YAH!!” Serunya kesal sambil berbalik. Ia tampak sedikit kaget melihat seorang wanita yg terlihat lebih tua darinya berdiri dibelakangnya dengan memegang beberapa kerikil ditangannya. “YAH! BERANI SEKALI KAU!!”

“Kau murid dari perguruan terkenal Shinwa bukan? Apa sekolah yg terkenal sekolah terbaik di Negara ini tidak mengajarkanmu sopan santun, huh?” Jina mengomel kesal. “Kau berteriak seperti orang gila dan mengutuk semua wanita di dunia. Hey, apa kau lupa kalau kau dilahirkan dari rahim seorang wanita?”

“Kau diam saja. Ini bukan urusanmu!”

“Menjadi urusanku karena kau menyebut-nyebut wanita. Kau tak lihat aku seorang wanita?” Jina menambahkan. Pemuda tersebut tampak tak menyahut, kekesalan tampak terlihat diwajahnya.

“Menjauhlah. Jangan ganggu aku!”

“Aku tidak mengganggumu!”

“Nyatanya kau menggangguku!”

“Hey! Sudah Grade berapa dirimu? Apa kau tidak melihat aku lebih tua darimu?” sinis Jina. Pemuda itu mendesis.

“Baiklah, jadi apa maumu, noona?” tanyanya terdengar sinis.

“Tarik kata2mu!”

“Apa?”

“Kata2mu tentang wanita. Tarik kata2 itu!”

“Aku tidak mau!”

Jina tersenyum tipis melihat reaksi Eunhyuk. “Hanya gara2 seorang wanita menyakitimu bukan berarti kau harus membenci semua wanita. Kau seharusnya sadar, kalau tanpa wanita kau tidak mungkin ada di dunia ini. Apa kau tidak berfikir? Dengan kau mengatakan hal2 yg tadi mengenai wanita itu sama saja kau tidak tahu berterimakasih..” jelas Jina panjang. Tak ada sahutan dari laki2 tersebut. Ia hanya diam, mencerna kata2 Jina.

“Aku yakin, kau memiliki ibu yg berhati baik dan lembut. Mana mungkin hanya karena satu wanita kau ikut menjelekkannya. Seekor anjing saja tidak akan pernah mau menggigit tangan tuan yg telah merawatnya. Kau tentu lebih pintar dari seekor anjing bukan? Oleh karena itu tarik kata2mu..” kata Jina sambil berbalik meninggalkan tempat itu. meninggalkan pemuda tersebut yg masih tenggelam dalam pemikirannya.

“Kau benar! Aku minta maaf, noona!!”

Jina menghentikan langkahnya ketika mendengar seruan. Ia berbalik kembali. Menatap pemuda yg tadi yg kini menatapnya.

“Aku hanya terbawa emosi..” tambahnya. Jina tersenyum.

“Oleh sebab itu jangan pernah ulangi..” ucap Jina sambil berniat kembali berbalik. Tapi seruan pemuda itu kembali menghentikan langkahnya.

“Siapa namamu?”

“Aku Jina. Choi Jina..”

“Choi Jina?” Gumamnya sambil berfikir. Tak lama ia tampak tersenyum pada Jina. “Nama yg bagus, terima kasih atas kata2mu..”

“Sama-Sama..”

“Kau memberikan banyak pelajaran untukku hari ini. Mulai dari sekarang aku akan selalu mengingatnya. Terima kasih atas semuanya..”

Jina hanya tersenyum menjawab ucapan itu. ia kembali berjalan meninggalkan tempat itu.

“Oiya, setelah bertemu denganmu aku jadi berfikir kalau mempunyai kekasih yg lebih tua itu lebih menyenangkan. Mungkin kau mau pergi meminum kopi bersamaku!!”

Jina kembali berbalik mendengar seruan yg terdengar aneh ditelinganya. Ia menatap pemuda itu kembali. Yang kali ini tersenyum padanya.

“Kenapa kau begitu mudah berubah fikiran?”

Pemuda itu tersenyum. “Apapun mudah bagiku..”

“Huh. Kau menunjukkan sisimu..” kata Jina meledek. “Tapi asal kau tahu, aku bukan orang yg mudah..”

“Benarkah? Mau taruhan kalau aku bisa membuatmu menyukaiku?”

“Lupakan! Kau tidak akan berhasil..”

“Tidak, aku bisa melakukannya. Aku bisa membuatmu menyukaiku..”

“Benarkah?”

“Ya. Aku bisa melakukannya!!”

“Jangan bermimpi..”

“Hey! Aku serius!!”

#Endflashback

Tanpa sadar Jina menyunggingkan senyuman ketika mengingat awal pertemua mereka tiga tahun yg lalu. Jina masih begitu ingat betapa cukup gilanya itu semua dimana Eunhyuk terus berusaha menarik perhatiannya yg sayangnya tidak berminat sama sekali.

Namun.. waktu sepertinya bisa mengubah segala hal begitu saja. Termasuk ini. Jina tidak begitu yakin, namun.. Jina mulai dapat merasakannya. Dapat merasakan kalau Eunhyuk perlahan-lahan mulai memasuki hatinya. Selama tiga tahun, usahanya Eunhyuk sepertinya sudah mulai menunjukkan hasil. Jina merasa, ia sudah mulai menyukai Eunhyuk. Atau.. apakah mungkin mulai mencintainya?

()

Eunhyuk menutup kembali pintu mobilnya setelah ia keluar. Ia kemudian membawa langkahnya menuju rumahnya dan langsung memasukinya.

Diruang tengah dilihatnya Sulli sedang belajar bersama Taemin lagi. Terdengar keributan yg sama2 cerewet dari keduanya. Eunhyuk menghampiri mereka.

“Oppa!” Seru Sulli setelah menyadari kehadirannya. Taemin ikut menoleh padanya.

“Anyeong Hyung..”

“Anyeong…” jawab Eunhyuk sambil tersenyum pada Taemin. Eunhyuk kemudian beralih kembali pada Sulli. “Soeun mana?” Tanya Eunhyuk pada Sulli.

“Tadi katanya Unnie pergi ketaman belakang untuk menghirup udara segar..” jawab Sulli. Eunhyuk menganggukkan kepalanya. Lalu tanpa babibu tampak mulai berjalan kearah belakang rumah mereka.

“Mereka pacaran?” Tanya Taemin pada Sulli sepeninggal Eunhyuk. Sulli menoleh dan tersenyum.

“Iya. Mereka berdua saling mencintai..” jawabnya berbinar. Taemin tampak percaya dan menganggukkan kepalanya.

“Berarti mereka sama seperti kita..”

“APA?!”

()

Soeun duduk di salah satu bangku taman dirumah Eunhyuk. ia tampak melipat kedua tangannya dan menyandarkan tubuhnya. Matanya menatap datar air mancur mini didepannya.

Eunhyuk sampai di taman tanpa diketahui oleh Soeun. Ia tak langsung menghampiri Soeun. Tampak sedikit berfikir dan menghirup nafas lebih sebelum akhirnya mendekati Soeun. Eunhyuk langsung duduk disamping Soeun. Membuat Soeun terbangun dari lamunannya dan menatap pada Eunhyuk.

“Kau sudah pulang?” Tanya Soeun sambil tersenyum. Eunhyuk tersenyum kecil dan mengangguk.

“Aku baru saja menemui Yoon Jeong Min..” jawab Eunhyuk yg membuat Soeun menoleh sedikit kaget. “Aku sudah membayar semuanya..” tambah Eunhyuk tanpa menunggu Soeun untuk bertanya.

“Kau serius?” Tanya Soeun tampak sedikit bingung.

“Bukankah kemaren kau juga dengar aku mengatakannya?” Tanya Eunhyuk kemudian.

“Aku fikir kau hanya bercanda. Kau benar2 melakukannya?” bingung Soeun. Eunhyuk berdecak, mengalihkan perhatiannya pada air mancur di depannya. Soeun yg masih bingung kembali memberondonginya dengan pertanyaan. “Kau benar2 melakukannya?”

“Sekarang kau tidak perlu lagi harus bersembunyi dari mereka. Kau bisa hidup bebas seperti orang2 lainnya..”kata Eunhyuk kemudian. Ia mengalihkan perhatiannya pada Soeun. Matanya bertemu mata Soeun yg tampak masih mencerna kata2nya dan berfikir. Berakibat sedikit getaran disana. “Untuk selanjutnya kau hanya perlu menyicilnya padaku!” kata Eunhyuk sambil tertawa kecil. Memecah sedikit kecanggungan disana.

“Apa orang tuamu tidak marah karena kau mengeluarkan banyak uang untuk ini? Harganya pasti besar sekali bukan?” Tanya Soeun dengan wajah yg serius.

“Masalah itu biar aku yg fikirkan. Yang perlu kau lakukan hanya membayarnya apapun caranya..” kata Eunhyuk setelahnya.

“Bagaimana cara aku membayarnya?” Tanya Soeun bingung.

“Kalau itu kau fikirkan sendiri. Kenapa kau harus meminta bantuan padaku?!” kata Eunhyuk terdengar mengomel. Soeun tampak berfikir.

“Aku bisa bekerja paruh waktu. Tapi.. aku kira itu tidak akan cukup. Uangpun tidak terkumpul secara cepat..”

“Aku tidak memberi batasan waktu. Kau bayar semampumu dan sebisamu..” kata Eunhyuk. “Tapi.. waktu menentukan bunga..” kata Eunhyuk menahan tawa.

“Bunga? Hey, bungamu pasti juga bisa membunuhku. Kau tahu bukan kerja paruh waktu itu upahnya sedikit!!” Protes Soeun tak terima. “Itu sama artinya kau menyuruhku untuk membayarnya seumur hidup!!” tambah Soeun. Eunhyuk tertawa kecil.

“Aku bercanda. Tidak ada bunga, tidak ada batas waktu, dan tidak ada nominal tertentu. Kau bisa bayar semampumu dan kapanpun kau bisa. Bagaimana?” Tanya Eunhyuk. Soeun ikut tertawa mendengarnya.

“Syukurlah. Aku lega..” ujarnya senang. Mereka terdiam sesaat. Tenggelam dalam fikiran mereka masing. Malam ini sepertinya semua terasa kembali membaik. Terlebih ketika Soeun kembali tertawa. “Terima kasih ya..”

Eunhyuk menoleh pada Soeun ketika Soeun kembali bersuara. Eunhyuk tampak tertawa kecil sedikit mengejek. “Kenapa kau harus berterimakasih? Kau hanya meminjamnya, aku tidak memberikan Cuma-Cuma padamu..” ledeknya.

“Aku tahu. Tapi uang pinjamanmu benar2 bermamfaat banyak untukku. Mulai sekarang aku tidak perlu lagi harus takut pada apapun. Akupun juga bisa mencari ayah lebih mudah setelah ini..”

Wajah Eunhyuk berubah mendengar kata2 itu. ia menghela nafas dan mengalihkan perhatiannya kearah lain. Bagaimana dengan yg ini sekarang? Soeun belum tahu kebenaran kalau ayahnya sudah meninggal. Apa yg harus Eunhyuk lakukan? Apa ia harus memberitahu Soeun kenyataan ini?

“Eunhyuk-ah..”

Lamunan Eunhyuk buyar ketika Soeun memanggilnya. Eunhyuk berpaling, kembali menatap Soeun yg menatapnya heran.

“Kau kenapa?” Tanya Soeun heran. Eunhyuk menggeleng.

“Tidak ada apa-apa..” sahut Eunhyuk pelan. Eunhyuk memperlurus posisi duduknya hingga kini ia kembali menghadap pada air mancur di depannya. Otak Eunhyuk berputar lagi setelah itu.

Soeun, ayahmu sudah meninggal..

Soeun, jangan cari ayahmu. Karena kau tidak akan menemukannya.

Soeun, aku harap kau tidak sedih mendengar khabar ini. Ayahmu sudah meninggal Soeun.

Soeun… Arh! Eunhyuk berteriak frustasi dalam hatinya. Eunhyuk tidak bisa mengatakannya. Eunhyuk tidak tahu cara menyampaikannya. Eunhyuk benar2 tidak bisa mengatakannya. Karena sebaik dan serapi apapun Eunhyuk mengatakannya itu hanya akan membuat Soeun jatuh kembali dan mungkin lebih dalam dari sebelumnya.

“Eunhyuk-ah..”

“Huh?” Eunhyuk kembali menoleh pada Soeun. Soeun masih tampak menatapnya heran.

“Ada apa? Kenapa kau tiba2 diam?” Tanya Soeun lagi.

Eunhyuk menghela nafas. Tampak berusaha berfikir. Lalu kemudian menoleh kembali pada Soeun. tersenyum.

“Tidak ada apa-apa. Tapi aku sedang berfikir. Kira2 bagaimana caranya kau membalikkan uangku dan seberapa lama. Uangku bisa kembali tidak ya kira-kira..” Tanya Eunhyuk dengan wajah berfikir. Wajah Soeun berubah mendengarnya.

“Kalau kau tidak rela seharusnya kau tadi tidak melakukannya!” Seru Soeun kesal. Eunhyuk tertawa.

“Emosimu cepat meledak sekali ya..”

“Karena dari dulu kau tidak pernah berubah. Selalu saja membuatku bingung. Kadang kau terlihat terlalu baik tapi selanjutnya kau langsung menyebalkan!”

“Tapi bukankah itu sebabnya kau menyukaiku?”

“Kenapa kau terus yakin kalau aku menyukaimu?”

“Diarymu Soeun.. aku membaca semuanya..”

“Itu bukan Diaryku!”

“Ck. Terserahlah. Kalau kau menyukaiku juga tidak apa-apa. Apa salahnya? Bukankah aku tampan, huh?”

“Ck. Terserah kau. Moodku selalu buruk ketika kau sudah berubah menyebalkan!” kata Soeun sambil  merubah posisi duduknya membelakangi Eunhyuk. Gerutu-gerutuan kecil terdengar dari mulutnya. Eunhyuk tersenyum miris, ini yg ia rindukan dari Soeun. Tawa dan kecerewetannya. Bagaimana ia akan tega menghancurkannya lagi dengan khabar ayahnya ini.

“Aku bercanda. Seperti perjanjian semula, kau bayar semampumu dan sebisa kau lakukan. Aku tidak akan mengikatmu..” kata Eunhyuk sambil tertawa dan menepuk bahu Soeun. Eunhyuk kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Soeun berbalik dan menatapnya.

“Kau mau kemana?” Tanya Soeun. Eunhyuk tersenyum.

“Mau main ke Club bersama teman-temanku. Mau ikut?”

Soeun mengalihkan wajahnya sebal karena pertanyaan Eunhyuk.  Eunhyuk tersenyum tipis, lalu mulai meninggalkan Soeun di bangku taman.

“Sekali lagi Terima kasih!!”

Eunhyuk hanya tersenyum mendengar seruan Soeun tanpa menghentikan langkahnya atau berbalik.  Pada akhirnya Eunhyuk memilih menyembunyikan kenyataan dari Soeun. Karena menurut Eunhyuk, itulah yg terbaik bagi Soeun.

()

21 Agustus 2012

Dear Diary…

Kau tahu? Setelah segitu lama aku kembali melihat Eunhyuk seperti seorang pangeran. Pangeran yg dulu ku impikan namun seiring waktu hilang setelah aku mengenalnya lebih jauh. Kau tahu bukan betapa belakangan ini aku mulai berusaha membenci Eunhyuk karena sikap arogan, dingin, dan menyebalkan yg ia punya. Aku bahkan mulai lebih menyukai Donghae disaat itu. Tapi sekarang berubah begitu saja. Dimataku, Eunhyuk kembali terlihat seperti pangeran.

Mungkin untuk selanjutnya dia akan kembali dingin dan menyebalkan. Mungkin untuk selanjutnya dia akan terus aku lupakan. Namun, apa yg telah ia lakukan belakangan ini kepadaku tidak akan berhenti menganggapnya sebagai seorang pangeran yg nyata dalam hidupku.

Pangeranku yg dingin tapi selalu menjagaku dalam sebuah kenyamanan. Pangeranku yg menyebalkan tapi akan memelukku erat saat aku ketakutan.Pangeranku yg sering membuatku kesal namun selalu menawarkan bahunya disaat aku mulai menangis. Pangeranku yg kadang terlihat tidak punya perasaan tetapi telah membawaku keluar dari ketakutanku. Mungkin ini berlebihan. Tapi memang beginilah yg aku rasakan. Perasaan yg benar2 hangat saat dia datang disaat aku terpuruk.

Mulai dari sekarang, aku meralat ucapanku sebelumnya yg mengatakan aku membencinya. Aku tidak membencinya, tidak pernah membencinya. Aku menyukainya. Hmm, bukan, Aku rasa aku mencintainya…

()

Ryeowook dan Sungmin saling berpandangan sesaat sebelum mengalihkan perhatian pada teman mereka yg hanya diam diatas tempat tidur. Saat ini, seperti biasa, ketika mereka bosan bermain di club, mereka akan datang bermain kerumah yg lainnya. dan untuk hari ini, rumah Ryeowooklah tempat mereka melepaskan bosan. Awalnya mereka bertanding game. Namun, disaat-saat terakhir Eunhyuk memisahkan diri untuk berbaring ditempat tidur Ryeowook. Eunhyuk tidak tertidur, bahkan matanya terbuka lebar, larut menatap langit2 kamar Ryeowook yg terlihat sangat tidak menarik untuk dipandang selama dan sedalam itu.

“Hey! Apa yg kau fikirkan?” Sungmin berseru pada temannya itu. Eunhyuk tak langsung menyahut, matanya masih menatap objek datar diatasnya. Terdengar desahan tak lama setelahnya.

“Apa kalian percaya Majic, Sihir atau sejenisnya?” Tanya Eunhyuk kemudian. Sungmin dan Ryeowook saling bertatapan lagi. Tidak faham dan heran, Eunhyuk tidak pernah bertanya mengenai hal ini sebelumnya. “Apa kalian percaya kalau dua orang manusia mungkin disatukan dalam sebuah ikatan batin?” Tanya Eunhyuk lagi.

“Apa yg kau maksud? Tidak biasanya kau menanyakan hal yg aneh seperti ini..” Tanya Ryeowook heran.

“Sebuah perasaan aneh. Ketika hatimu terlalu sakit berlebihan melihat dia menangis. Perasaan sesak yg benar2 tidak nyaman saat melihat ia marah. Kalian seperti terikat. Seakan, tanpa membuka matapun kau dapat melihat keberadaannya. Merasakan suasana hatinya. Membaca apa yg ada difikirannya. Kalian mempunyai sebuah benda yg tanpa terencana dapat membuka sesuatu dari milik yg lain yg bahkan mungkin orang lain tidak akan bisa walau menyentuhnya..”

Ryeowook dan Sungmin lagi2 saling bertatapan. Dahi mereka mengekerut karena kata2 itu benar2 terdengar aneh bagi mereka. Apalagi dari seorang Lee Hyukjae.

“Setahuku.. perasaan yg seperti itu adalah sebuah perasaan yg diberi nama orang cinta, Lee Hyukjae..” kata Sungmin sambil tersenyum. Ryeowook mulai ikut tersenyum mendengarnya.

“Ya..”

“Bukan ini bukan perasaan seperti itu..” protes Eunhyuk sambil bangkit dan duduk untuk menghadap teman2nya. “Ini lebih seperti sebuah sihir atau majic. Percayalah..” jelas Eunhyuk. kedua temannya tersenyum lucu.

“Apa yg kau katakan..” ujar Sungmin. Eunhyuk menghela nafasnya. Bagaimana pun bukan hal yg mudah bagi orang lain mempercayainya. Eunhyuk saja masih belum yakin.

“Semalam kau tidur jam berapa huh?” ledek Ryeowook. Eunhyuk menghela nafas, kembali berbaring.

“Lupakan..”

()

“Maaf nona, kami tidak menerima pekerja..”

“Maaf nona, untuk saat ini kami tidak mempunyai lowongan..”

“Kami tidak memerlukan pekerja paruh waktu nona. Maaf, datanglah lain kali..”

“Maafkan kami nona..”

Huh~

Soeun menghembuskan nafasnya pelan sambil mendudukkan dirinya dibangku terdekat. Matanya menatap lurus kedepannya. Menatap aliran sungai Han yg terus terlihat tenang.

Soeun berdecak kemudian. Ia kembali mengingat apa yg telah terjadi hari ini. Dengan tekad yg lebih, Soeun berusaha mencari pekerjaan. Semua itu dilakukannya atas kesepakatannya pada Eunhyuk untuk mengganti uang yg telah dikeluarkan Eunhyuk untuk membantunya. Dan Soeun untuk bersemangat untuk itu.

Namun, Soeun baru sadar kalau mencari pekerjaan sangat tidak mudah. Walaupun hanya pekerja paruh waktu. Selain tidak punya pengalaman, status Soeun sebagai pelajar juga membuatnya kesulitan mencari pekerjaan.

“Apa kau memasukkan melamun sebagai salah satu hobimu?”

Soeun sedikit tersentak ketika mendengar seruan seseorang. Seperti biasanya, Donghae selalu datang disaat ia bingung seperti sekarang ini. Soeun tersenyum padanya.

“Apa yg kau lakukan?” Tanya Donghae sambil melipat kedua tangannya. Matanya menatap lurus kedepan sana.

“Hari ini kau tidak membawa gitar?” Tanya Soeun sambil tersenyum. Soeun memperhatikan dandanan Donghae yg lebih rapi dari sebelumnya. Model pakaian Kaos yg selalu dipakainya kini telah berganti dengan kemeja yg membuatnya semakin tampan.

“Apa kau tahu? Kadang gitar terasa berat juga dibawa keman-mana..” ucap Donghae sambil tersenyum. “Kau belum menjawabku. Apa yg sedang kau lakukan dan fikirkan hingga tak menyahuti panggilanku?”

“Kau memanggilku?” Tanya Soeun kaget. Donghae terkekeh.

“Hatiku yg memanggilmu..”

Soeun tertawa kecil sambil mendorong bahu Donghae. Donghae juga tertawa dan menoleh padanya.

“Apa yg terjadi?” donghae mengulangi pertanyaannya.

“Tidak ada. Hanya aku sedang kebingungan. Aku sedang mencari pekerjaan..”

“Mencari pekerjaan lagi?” Tanya Donghae. Soeun menganggukkan kepalanya. “Kaukan seorang pelajar, tentu saja sulit bagimu untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi kau terikat dalam sekolah dengan yayasan terbesar di Negara ini. Shinwa..” kata Donghae.

“Apakah itu juga menjadi masalah? Setahuku banyak pelajar yg juga mengejar pekerjaan paruh waktu..”

“Ya. Tapi tidak untuk Shinwa. Mereka memiliki standar dan peraturan yg terlalu ketat sehingga mereka sudah menyebar larangan kepada penduduk untuk memperkerjakan anak didik mereka..”

“Woa~ benarkah? Kenapa aku tidak tahu sama sekali?” Tanya Soeun tampak terkejut. Donghae tersenyum.

“Karena kau bodoh..”

“Ck. Kau sama saja..” protes Soeun.

“Sama saja dengan?” Tanya Donghae bingung.

“Dengan temanku yg lainnya. kalian sama2 terlalu sering mangataiku bodoh. Apa aku terlihat sebodoh itu…” Tanya Soeun dengan wajah kesal dibuat-buat.

“Apa yg kau maksud adalah Eunhyuk, huh?”

“Huh? Kau mengenalnya?” Tanya Soeun. Donghae tersenyum tipis.

“Bukan hanya mengenalnya, tapi sangat mengenalnya…”

“Benarkah?”

“Kami dulu berteman. Namun karena sebuah perdebatan kami saling berjauhan. Dia juga membenciku sekarang..”

“Benarkah?” Tanya Soeun benar2 tidak menyangka. “Pantas dia selalu kesal ketika aku menyebutmu..” ucap Soeun setelah teringat sesuatu. Donghae tersenyum.

“Sudahlah, lupakan yg itu. oiya, mengenai pekerjaan aku kira aku bisa membantumu..”

“Benarkah?” Tanya Soeun kemudian. Wajahnya berubah senang. Donghae tersenyum dan mengangguk.

“Ya. Bekerja di Kafe milikku..”

“Kau punya kafe?” Tanya Soeun. Donghae mengangguk.

“Ya. Setahuku kau pulang kira2 jam tiga sore. Mulai darisana kau bisa bekerja ditempatku sampai pukul sebelas. Tiga ribu won untuk satu jam, bagaimana?” Tanya Donghae. Tak ada reaksi dari Soeun untuk beberapa saat. Ia malah menatap Donghae tanpa reaksi.

“Kau serius?” tanyanya masih terkesan bingung. Donghae tertawa.

“Ck. Apa aku terdengar bercanda. Ayolah, ikut aku. Aku akan menunjukan tempatnya padamu..” kata Donghae sambil bangkit dari tempat duduk duluan. Soeun segera ikut bangkit dan menyusulnya.

“Tunggu aku!!”

()

“Wwah!! Kafemu keren!!”

Soeun tersenyum takjub sambil terus mengedarkan pandangannya ke seisi kafe. Donghae hanya menatapnya sambil tersenyum.

“Kau bisa bekerja disini mulai besok..” kata Donghae kemudian. Soeun berbalik menghadap Donghae dan tersenyum padanya.

“Gomawo..” ucap Soeun terlihat senang. Donghae mengangguk sambil tersenyum.

“Tapi perlu kau ketahui bahwa aku adalah bos yg galak. Aku tidak mentolerir kesalahan sekecil apapun. Maka jangan membuat ulah, dan… jangan datang terlambat aku tidak menyukainya..” kata Donghae kemudian. Soeun tersenyum.

“Siap Boss!!”

“Baiklah. Kau bisa memulainya hari ini. Hyori akan membantumu supaya besok kau bisa terbiasa melakukannya..” kata Donghae sambil mengarahkan tangannya pada seorang wanita muda yg berdiri disamping Soeun. wanita muda itu tersenyum pada Soeun. Soeun balas tersenyum padanya. “Baiklah, aku hanya menghantarkanmu sampai sini. Kau bisa mengikuti Hyori untuk selanjutnya..” ujar Donghae kemudian. Soeun tampak mengangguk.

“Ne. sekali lagi terima kasih, Lee Donghae sajangnim!” Seru Soeun sambil mengikuti langkah Hyori. Donghae kembali hanya membalasnya dengan senyuman. Matanya kemudian menatap panjang sampai Soeun menghilang dari pandangan.

“Dia gadis yg manis bukan, Lee Hyukjae?”

()

“Kau sudah lama datang?” Tanya Eunhyuk sambil menarik kursi di depan Jina. Eunhyuk kemudian duduk disana. Matanya beralih pada meja dihadapannya dimana meja tersebut sudah dipenuhi oleh beberapa makanan yg sebagian adalah makanan yg sering ia pesan jika sudah bersama Jina. Eunhyuk tersenyum. “Ini untukku?” Tanya Eunhyuk. jina tampak mengangguk dan tersenyum.

“Ya..”

“Kau tahu sekali apa yg kusuka..” ucap Eunhyuk sambil menyeruput Cappuchino yg telah dipesankan Jina untuknya. “Oiya, ada keperluan apa kau meminta bertemu denganku? Biasanya selalu aku yg meminta kita untuk bertemu..” Tanya Eunhyuk sambil meletakkan minumnya kembali. Jina tampak tersenyum kecil.

“Memang tidak boleh kalau aku yg meminta bertemu, huh?” Tanya Jina. Eunhyuk tersenyum dan menggeleng.

“Bukan. Hanya aneh saja. Kaukan begitu sibuk, noona..” ledek Eunhyuk. Jina hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Kau ingat kapan pertama kali kita bertemu?” Tanya Jina.

“Tentu saja. Aku tidak akan melupakan hari itu. itu adalah hari yg sangat bersejarah untukku..”

“Dan kau ingat apa yg kau katakan padaku pada waktu itu?”

“Huh? Aku tidak akan melupakannya..” sahut Eunhyuk sambil mengingat-ngingat kejadian tiga tahun yg lalu itu. “Aku berkata bahwa aku pasti akan bisa membuatmu menyukaiku. Dalam waktu cepat atau lambat aku akan membuatmu mau menerimaku yg hari itu langsung menyatakan cinta padamu setelah kita bertengkar hebat..” ucap Eunhyuk sambil mengingat-ingat. Senyuman tampak tergambar diwajah mereka.

“Lalu-“

Zzzzzt…

Pembicaraan mereka terhenti sesaat setelah ponsel Eunhyuk bergetar. Eunhyuk mengalihkan pandangannya dari Jina dan mencari ponselnya di dalam saku. Melihat Icon pesan, Eunhyuk segera membaca pesan yg baru memenuhi Inboxnya.

‘Bodoh, apa kau tahu? Aku sudah mendapatkan pekerjaan..’

Eunhyuk tersenyum tipis membaca pesan dari Soeun. Ia menggelengkan kepalanya. Ia kemudian mengetikkan balasan.

‘Benarkah? Perusahaan bodoh dengan pimpinan bodoh mana yg mau menerima orang bodoh sepertimu’

Eunhyuk terkekeh pelan setelah mengirimkan pesan tersebut. Wajah kesal Soeun saat membacanya terbayang dalam fikirannya. Untuk sesaat ia bahkan melupakan Jina, hingga gadis itu berdehem. Eunhyuk mengangkat wajahnya.

“Hmm, maaf, ini temanku..” kata Eunhyuk sambil mengantongi ponselnya. Eunhyuk kemudian kembali fokus pada Jina. “Jadi sampai dimana pembicaraan kita tadi? Hum, oh iya mengenai pertemuan kita. Lalu apa selanjutnya, Jina-ssi?” Tanya Eunhyuk sambil tersenyum. Jina tampak menunduk berfikir, sebelum akhirnya kembali menatap Eunhyuk.

“Bolehkah aku bertanya padamu?” Tanya Jina. Eunhyuk mengangkat wajahnya dan menatap lawan bicaranya lebih.

“Apa yg ingin kau tanyakan?” Tanya Eunhyuk.

“Kenapa kau selalu berusaha menarik perhatianku sampai sejauh ini. Apa kau benar2 serius atas semua yg kau lakukan?” Tanya Jina. Eunhyuk tampak kembali menyunggingkan senyuman halus.

“Bukankah kau sudah melihat kesungguhanku sejak hari itu?”

“Kenapa kau berfikiran seperti itu?” Tanya Jina lagi. Eunhyuk tampak sedikit berfikir untuk menjawabnya.

“Kau tahu bukan? Pada hari itu aku benar2 dalam keadaan kecewa dan down akibat konflik cinta dan persahabatan yg kualami? Entah kenapa, setelah kedatanganmu aku bisa melupakan kesedihan itu begitu saja. Kau merubah konsep fikirku pada waktu itu dan berfikir mungkin wanita yg lebih tua akan lebih memahamiku…” jawab Eunhyuk terdengar yakin. Memori tiga tahun yg lalu begitu mudah ia ingat kembali. “Dan.. aku fikir, kau orang yg tepat..”

“Apa hanya itu yg membuatmu menyukaiku?” Tanya Jina. Eunhyuk tersenyum.

“Tentu saja tidak. Ah, ayolah, semua laki2 akan mengakui kelebihanmu. Kau cantik dan menawan itulah kesan dari pertama aku melihatmu..” ucap Eunhyuk sambil tersenyum kecil. Jina tampak juga hanya tersenyum kecil mendengarnya. “Tapi.. sangat sayang. Kau belum juga menjawab pertanyaanku semenjak tiga tahun yg lalu. Kau terlalu banyak berfikir…” ucap Eunhyuk sambil tersenyum. Eunhyuk kemudian meraih minumannya kembali dan meminumnya.

Jina terdiam, tampak berfikir. Lalu perlahan  tangannya bergerak menyentuh dan menggenggam tangan Eunhyuk yg terletak di meja. Membuat Eunhyuk menghentikan minumnya dan menatap tak mengerti.

“Kalau kau bisa lulus dengan nilai yg baik di High School maka aku merubah fikiranku dan mau menjadi kekasihmu..”

Eunhyuk tak mengatakan apa-apa. Namun wajahnya terlihat senang. Ia tersenyum pada Jina.

“Kau serius?” Tanya Eunhyuk senang. Jina tersenyum dan menggangguk.

“Ya..”

Eunhyuk tampak lebih senang mendengar sahutan Jina. Hingga ketika tangan Jina bergerak untuk melepas tangan Eunhyuk, tiba2 Eunhyuk malah menggenggamnya erat. Eunhyuk tersenyum pada Jina.

“Kau tidak akan kecewa..” ucap Eunhyuk sambil mengangkat tangan Jina. Eunhyuk kemudian mencium punggung tangan Jina dengan lembut. Membuat Jina juga tersenyum bahagia.

(To Be Continued>>)

Fated!! Part8 Update^^

Ini adalah Part tiga terakhir dari cerita ini. saya lebih cepat mempublishnya karena saya mengejar deadline untuk mencapai endingnya.

Bagaimana? Mungkin ada yg menyadari kalau genre FF ini sudah bergeser terlalu jauh. Mungkin Readers yg mengikuti FF ini ingat kalau Genre Awal FF ini adalah Comedy And Sweet Romance namun karena jalannya cerita Genrenya berubah menjadi Semi Angst. Saya harap Readers tetap menyukainya dan menunggu 2 part terakhirnya.

Enjoy Everyone, mind to Comment?

50 Comments Add yours

  1. RetnoMyaniezasia mengatakan:

    bntar agy mw ending y?
    asyik! ga sbr pgn tau soeun mlh sapa, hyukie ato hae kah?

    1. PrincessClouds mengatakan:

      dua part lagi paling kak🙂

  2. Deshiewookie mengatakan:

    akhirnya lanjutannya muncul juga (/-___-)/
    aduh itu eunhyuk gimana sih?? udah mulai suka ma sso tapi dia juga mau ma jina. . .aaaarght kacian sso. . .
    ditunggu lanjutannya. . .tetep semangat ya thor!!!

  3. astrielf mengatakan:

    HyukSso momentnya kurang banyak >< *plaaakkk…ditunggu2 next chaptnya…aku suka kata2 di pesan Eunhyuk yg : ‘Benarkah? Perusahaan bodoh dengan pimpinan bodoh mana yg mau menerima orang bodoh sepertimu’……hahahha lucu2…ayo thorr dilanjut fighting!!!

  4. shane mengatakan:

    Gimana y reaksi hyukjae klw th Sso kerja d cafe nya hae,pasti dia akan sangat tidk suka,hehe….
    apkah yg akan d rencanakan hae selanjutnya?
    Jd ni ff bentar lg ending y,waduh penasaran sm lanjutannya….

    To author BMG nya jgn gelap dong,tu ff fav reader ini WP ini,semoga dpt inspirasi to melanjutkannya….
    Oo y ,reader jg nunggu ff sexy,free n single nya + an angel jg { reader banyak maunya,plakkk}peace ,,Rilis soon….

    Keep smile,,spirit n fighting…..

    1. PrincessClouds mengatakan:

      Untuk BMG masih aku usahain buat dipertahanin melihat peminatnya cukup banyak. mungkin aku akan membuat perubahan besar cerita sama penambahan beberapa cast yg akan membantu. semoga ketolong😄

  5. cucancie mengatakan:

    Baru baca ff ini,penasaran endingnya

  6. Kyusso shipper mengatakan:

    HYUKSSO !!!😀 gak suka bagian eunhyuk sama jina ngapain tu cium2.
    author eunhyuk harus sama sso gak boleh sama jina.
    author cepet ya 2 partnya ini ff favoritku🙂 fighting author🙂

  7. myuucangmin mengatakan:

    jdi ratingnya pindah yah??

    Tp aku lbh suka yg ini..
    Lbh bkin deg2kan dan krakternya lbh mdah dbacnya, trus alurnya juga lbh gpmang di mengerti*menurutku*

    part slanjutnya dtnggu

  8. sugarsoya mengatakan:

    Keren author part 8nya…
    Eunhyuk masih mungkirin kalo dia cinta ama soeun…
    Hmmm donghae kayanya cuma mau manfaatin soeun ya?? Awas oppa nanti beneran suka ama soeun…
    Hmm jina nya udah mulai cinta ama eunhyuk…
    Gmna ya lanjutannya… Ditunggu part selanjutnya ya…

  9. noni eka s. mengatakan:

    pas tau ff ini di post kyaaaa kegirangan sendiri di kamar gak jelas karena ini ff favorit ku. Hyuksso moment nya di part ini kurang mendominasi ya wkwk. Update asap buru buru mau tau ending nya >< semangat buat author!!

  10. geill mengatakan:

    makin seru and mantap aja nih ceritanya….
    soal genre q gak masalah yg penting ceritanya tetep nyambung and enak di baca…hehehehehe..
    wah…bentar lg dah mo ending ya?? APA!!!!! 2 part lagi, wah bkl gmn ya kisah cinta so eun??? bikin penasaran aja nih…..ok deh next part di tunggu kelanjutannya…..
    semangat terus buat author……..

  11. Minmin mengatakan:

    Yeeeee,,,, akhirnya dipost juga ni ff, kirain beneran mau post ff’a pas yesung ultah ^^
    bener banget hyuksso moment’a kuranggg,,, tinggal 2 part lagi ya?
    Jadi penasran sso bakal ma siapa? Sangat berharap ma hyuk,,,
    jina jangan terlalu berharap ya,,,
    ditunggu kelanjutanya ^^
    apalagi yang sexy, free n singgle🙂

  12. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Stlh lma mnung9u..akhirx muncul jg ff lnjutan putri..
    Kesel bgt sm si unyuk..udh jlas mulai suka sm sso,eh malah nrima si jina..
    Smg aja hae bnran jtuh cinta ama sso n buat unyuk cmburu buta..tp pnrsn jg reaksi si unyuk kalo tau sso krja dkafex hae..
    Ktawa ngakak pas momen taemin ama si sulli..hi hi lucu mreka..XD
    Ayo dlnjut put,pnrsn gmn prseteruan unyuk n donghae mmperebutkan sso..n buat hae bnrn jtuh cinta ya..gk pengen ngeliat sso sdih krn dprmainkan si donghae..dtng9u jg lnjutan ff yg lainx expecially BMG,sexy free n single,an angel trus special ELF..pokokx smuax..XD

  13. Anna mengatakan:

    ^ akhrny stu problem sso sdh bs tratasi,kesel deh knp mrk nutupi prsaan mrk&ga jjur sm dri mrk sndri,greget pngn thu mrk ngaku blg “ya aku sadar aku sgt&bnr2 mncintainya” hee !!dtggu klnjtny sgra ya gomawo ^

  14. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wow…
    Udh bagian 3 terakhir aja…
    Mmm…
    Ditunggu lanjutannya eonnie ;))e

    perasaan dari awal part smpi part ini hidup Sso gag ada bahagia-bahagianya😥 banyakan menderitanya:/😥

    saya nantikan part dimana Soeun mengetahui klw Appanya udh meninggal😥

    itu Hyuk yakin tuh sma Jina??yakin tuh Hyuk???kok’ saya gag yakin ya??:/:/ :p
    Hyuk ttp sma Soeun !!! :p :p

    ditunggu part lanjutannya Eonnie…
    Dan ditunggu karya-karya lainnya😀😀
    H W A I T I N G ! ! !

  15. vita mengatakan:

    Wah penasaran sama klimaksnya nih..
    Makiin seru ajaa ceritanyaa..
    Skrng masalahnya tinggal donghae n jina..
    Ditunggu lanjutannya thor ^^

  16. vani mengatakan:

    Akhirnyaaaaa, sebenarrnya hyuk eperti apa, kenapa dr internal condong k so eun dari eksternal ke jina?? mungkinkah dua kepribadian???

    2 part terakhirnya d tunggu eon,,,, karena masi banyak yang belum di selesaikan😄

  17. aiiih makin seru saja nih.
    sebenar nya hyuk suka nya sama siapa sih??
    sso atau jina?#bingung😦
    trus penasaran sm haeppa apa dia cm mau balas dendam atau suka sm sso?
    wah wah bnyak bgt yg bikin sy penasaran di part ini😀
    berharap seeptnya di post part selanju nya.
    sebnr nya kurang srek bgt lok yuri yg bwt eunhae jd berantem kyk gt.
    pgn nya sso yg direbutin eunhae😀 #plakmaunya.
    ok deh bwt author tetep semangat ya😀
    dan di tunggu ff BMG sama an angel nya cz sy plg suka sm tu ff#gaktanya
    tapi ff yeeso juga aku nungguin bgt cz udh lama gak ada klnjutan ff yesso di blog ini kangeeeeen bgt baca ff yesso😦
    di tunggu z deh klanjutan ff yesso n kyusso nya😀 hehe #reader byk omong.
    and sdy doain supaya ff BMG gak gelap lg, cz tu ff yg plg seru😀
    semangaaaat yah😀

  18. Kim Ha Byung mengatakan:

    Akhir’a ff ni di lanjut jga🙂
    Wahh mau ending ya eon???
    Akhir’a hyuk oppa sama sso eonni atau jina???
    Mudah2an aja sama sso eonni..
    Haeppa sbner’a bner2 suka engga sih sama sso eonni???
    Atau cuman mau bales dendam ke hyukppa….???
    Di tunggu kelanjutan’a eon🙂
    Dan ff BE MY GIRL yg paling bget aku tunggu…

  19. niniet mengatakan:

    ga sabarpengen cepet2 lanjutannya … jadi bingung.. ko eunhyuk suka ama jina ? bukannya dia mulai ada hati ama so eun ?

  20. unza mengatakan:

    annyeong aq reader baru,,,,,
    mian baru komen di part ini..
    critanya bener bener seru dan keren.. kasian so eun udh ditinggalin ortuny….
    ditunngu klanjutanny… figthing,…………

  21. @wahyunniewah mengatakan:

    Finally .. Update jg part ini …. Suka suka suka liat Hyuksso .a akur gt … Meski moment mereka kurang banyak yach ….. Itu Jina …. Akkhhh .. Gak suka gak suka … Hyukppa jgn sm jina ya .. Kasian sso eonnie … Hiks

  22. BL mengatakan:

    Aaaa akhirnya publish juga huahaha suka banget sama kata-kata authornya, menyentuh😀 tapi hati eunhyuknya masih plinplan nih disini, walau keliatan buat soeun tapi sikapnya melawan semua itu. Apa donghae jadi jatuh cinta beneran sama soeun? Dan harus melepas org yang dicintainya sekali lagi buat eunhyuk? Hua makin seru, semoga happy ending buat eunhyuk soeunnya. Semoga author post lebih cepet next chapnya ya. Ditunggu ff black n white, angels, dan lupa judulnya deh yg yesung sm soeun :p

  23. ticha_ mengatakan:

    daebakkk saeng!!!
    Hmm….jd msh ada 2part t’akh!r ya?!jd ga sbr dech ngg’x,
    Itu hyukpa sbnr’x ska ama sp sie?!😦
    Ah….haepa udh mulay bls dendam ya?!
    Argh….penasaran tin9kat dewa,,😀
    Lanjuuutt….

  24. dyyyy mengatakan:

    eunhyuk….donghae….
    sso jadi ma sapapun aq te2p seneng…
    yg penting donghae+eunhyuk kembali bersahabat lg….

  25. Dhyan queena mengatakan:

    Woah.. Uda ada part 8… Nich seneng bgt bacanya.. Btw next part jgn lama yach.. Author fighting

  26. mayaulidhasso mengatakan:

    kasian bner Sso eonnie, dia gak tau kalo ayah nya udah meninggal😥
    Hyukppa knp ga bilang aja kalo ayah Sso eonnie udah meninggal?? lebih cepat lebih baik oppa * Plaakk
    Hyukppa jg belom tau kalo dia itu emg suka&cinta sama Sso eonnie, ckckck😉
    itu namanya cinta oppa🙂
    Sso eonnie udah suka lagi yaa ama Hyukppa, terus Haeppa gmna tuh??
    apa bakalan tetep balas dendam mlalui Sso eonnie?? ntar Haeppa jatuh cinta lagi ama Sso eonnie baru tau, heheh🙂
    terus si jina itu udah suka ama Hyukppa, Hyukppa jg suka ama dia. Tapi, kan dia bingung ama perasaannya sendiri sama Sso eonnie, ??
    hmm.. gmna yahh kelanjutannya. Penasaran author ,,,
    dipost soon author part selanjutnya😉
    gomawo^^

  27. Seli m @_SnowAngels_ mengatakan:

    Woah .. Ini ff emang yang paling aku suka🙂 keren banget ceritanya. Kira2 soeun sma siapa ya ? Argh aku nggk suka eunhyuk sma jina😦 next part aku tunggu ya eon😀

  28. Dyahh mengatakan:

    Asiikk.. Akhirnya ni ff di publish juga part 8 nya.. Ini slh stu ff favorit q..

    Sso ksian bgt, kalo tau ayahnya udh meninggal, trs bgaimana hyuk ngungkapinnya.
    Eunhyuk hatinya ke jina ato ke Sso si?? Jgn bkin sso bngung.. #plaakk
    author, cpet” post ff yg lain ya.aku tunggu sllu

  29. susi mengatakan:

    wah daebak..
    Hyuksso couple suka2 .
    Next partnya ditunggu.. Faghting buat authornya..

  30. rida locket mengatakan:

    ayo part akhir nya di tunggu thor

  31. YeojaNiel mengatakan:

    Woaaah kereeeen sekali qaqa😀
    asli part yang ini seru.
    Next part cepet y kak.

  32. haekyusso mengatakan:

    KEREEEENNNNN CRT Y,,,,,,!!!!
    Kyk y hyuk udh da prasaan sso tp tiba” knp hyuk mo ngangapin jina,,,:-(
    Wah gmn y klo hyuk th klo sso krj d tmpt cafe y hae,,,,!!!! #penasaran!!!
    D tunggu lanjutannya ma ff yg laen jg dan d tunggu spesial ff utk ulth y YESUNG tp cast cew.hrs sso yach🙂🙂

  33. Elisa mengatakan:

    Skak bnget ma ff ni walaupun donghae nantk bkl gak tau kek mn …elisa ttp skak..
    Faigting author n chayo

  34. Dear Diyah mengatakan:

    kasihan so eun …..
    Donghae, g tw dia bneran ska ma so eun pa cm mo bales dendam ma eunhyuk.
    Eunhyuk, pa lg dia. pz awal q pkir dia ska so eun tp d akhir y, sma z …
    playboy g prnah lepaz dr jidat y
    hehehehe
    n ayah so eun,,
    so eun yg sabar ea

  35. AngelFish mengatakan:

    YAAAAAAAAA Donghaeeeeeeeee lu apainnn SOEUNN
    hae kamu keterlaluann #jitakpalahae
    tapi disini wlopun Donghaenya jahat disini YG PENTING ADA MOMENT HAESSO NYA HAHAH KARENA SEMUA YG BERBAU HAESSO HARUS DIIKUTI … jiahhh

  36. margaretha mengatakan:

    eonni ni happy end kan. . . ohh ayolah eonni ku yg cantik,baik,n lucu . . #gomblak^^ kekekkk😉 . . .
    pokok nya seo harus pilih hyuk oppa. . #platakkk!! maksa amat. . -,-” . .
    hyuk oppa labil nih! suka mah seo,tapi suka juga sama jina. . awas!! kau hyuk oppa,jika kau pilih jina..!! kita cerai hyuk oppa -,-” ! #apa’an sih ini. .^^ (abaikan) . . lanjut eonni. .jgn lama” ya. .😉 BMG juga di lanjut ya eonni. . please. . #tampang melas ~.~ . . huhuhuuu. .

  37. anastasia erna mengatakan:

    kebut….author..
    kasih ending nya yg ok ya…

  38. Caca mengatakan:

    Ya, eun hyuk pasti bakalan nyesel blm nyadar perasaannya ama so eun.
    Tar keburu ama dong hae baru tau
    wkwkwk
    author, gk masalah kalau alurnya bergeser, yg penting ma lanjut trus
    gomawo

  39. elfishylikaalika mengatakan:

    akhirnya dipubish juga😀 nanti di part terakhir jasih adegan kisseu antra hyuk sama sso ya eon wkwkwkwk :p

  40. Tikka mengatakan:

    Wah. .wah. .wah eunhyuk labil nih -_- *plakk_* udah, mending pilih soeun ajah. ? Lebih cntik soeun’kn. !🙂

    aku kasian sma soeun..bner2 gk tega sma dia . .hiks hiks *lebay_babay deh* hdupnya sengsara bnget udh d tnggal sma k’2 orang tuanya trus, nanti pzti bkalan d jadiin mainan sma donghae. .urgh next part’nya ajah deh author. !🙂 hwaiting yo. .okeh🙂

  41. AngElf Frida mengatakan:

    berarti hbis gini endingya?

    kayaknya eunhuk udah mulai suka sama sso nie tpi koq masih ngejar jina?

    gimana reaksinya eunhyuk ya kalu tau sso kerja di kafenya donghae

    makin seru ceritanya ditunggu next partnya…

  42. fredomkartini mengatakan:

    ceritanya bnyk konflik dan lika-likunya ,ff ini juga yg paling panjang part nya ,seru aja bacanya ,sikap eunhyuk sngt plin- plan bgt sih ,enggak tegas gitu ,eunhyuk sama donghae oppa baikan dong ,jngn marahn trus ,kira2 sso eunie milih sapa ya ?waaahhh bakal seru nih kelanjutannya ,di tggu ya part lanjutannya?

  43. mun taryatia mengatakan:

    kasiann sekali soeun udah dtggal ommanya skrg appanya jg meningga.gmn ya keadaan soeun stlah mengetahinya.thor cpet dlnjut penasaran tngkat tgga and jg refill memorynya kpn dpost dh ngga sbar nunggu klnjutannya…..semangat terus thor fighting fighting fighting….:):)

  44. tanti no kawai mengatakan:

    Sudah meninggal?????
    Kasian sekali Sso eunni…..😦

    Waduhhh…. Kayak ηγά̲̣̥ bakal terjadi cinta segi4 nih…..
    Huaaaa…… Penasaran ηγά̲̣̥ gk nyantaiiii…. Lanjutttttt .͡▹​

  45. senrumi mengatakan:

    Wah aq pikir hyuk sudah suka sama sso tp dia knp masih mengharap jina

  46. kim Ra rA mengatakan:

    Apa Hae mendekati Sso cuma sebatas ingin balas dendam sajakah…? tragis banget nasib yuri./
    hyuk udah mulai suka yach…? tapi kayanya juga berharap banget sama jina jadi bingung Sso apa jina.
    Sso juga byaman banget sama Hae…

  47. bubu mengatakan:

    eunhyuk gimana sih kok plin plan..ayooo thor lanjut

  48. Rani Annisarura mengatakan:

    siapa nih yang bakalan dipilih sama so eun antara donghae & eunhyuk???

    Eunhyuk nih mau sama siapa sih jina / so eun???
    Kan dia udah mulai suka ke so eun….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s