~ Crawling In The Dark Chapter 2 ~


Tittle      :               Crawling In The Dark

Author  :               PrincessClouds (Putri Andina)

Genre   :               Angst Romance

Length  :               Twoshoot

Rated    :               PG15

Main      :               Super Junior Eunhyuk  & Kim So Eun

Other    :               Big Bang G-Dragon, Big Bang TOP, JYJ Junsu,

Summary:           In The Darkness..

Warning:              Out Of Character & Typo(s)

*Crawling_In_The_Darkness*

“Kenapa? Apa ada masalah?”

Eunhyuk mengangkat wajahnya kembali ketika G-Dragon memanggilnya. Memang daritadi Eunhyuk hanya terdiam dan tak berkomentar. Ia hanya menatap kertas foto itu berulang kali.

“Apa benar, bahwa aku ditugaskan membunuhnya?” Tanya Eunhyuk masih belum yakin.

“Tentu saja..” sahut G-Dragon. Ia menatap Eunhyuk penuh selidik kemudian. “Kau… mengenalnya?” Tanya G-Dragon tiba-tiba. Membuat Eunhyuk segera mengangkat kembali kepalanya.

“Tidak, tentu saja tidak. Tapi kaukan tahu, ini kali pertamaku membunuh seorang wanita. Apalagi, seorang gadis seperti ini..” kata Eunhyuk sedikit ragu.

“Benar, tapi pekerjaan tetap pekerjaan Lee Hyukjae. Apapun masalahmu, kau tidak dapat melibatkan perasaan didalamnya…”

()

“Singgahlah untuk melihat-lihat sebentar, nyonya…”

“Nyonya, lihat-lihatlah boneka-boneka ini. saya yakin putri anda akan menyukainya…”

“Nona..”

Eunhyuk sedikit membuka kaca mobilnya untuk mempermudah pandangannya. Disana, beberapa meter darinya, seorang gadis tampak sibuk menjajakan barangannya. Berulang kali ia berusaha menawarkan dan bertanya pada orang-orang yg berlalu lalang untuk membeli boneka-boneka buatannya. Walau pada nyatanya, selalu tidak ada yg berniat membeli, bahkan melihatpun tidak.

Ck, Eunhyuk berdecak pelan sambil kembali bersikap tenang dan berfikir. Kenapa ada orang yg mau membunuh gadis seperti ini? apa salah dirinya? Selama ini, semua korban Eunhyuk adalah mereka yg kaya raya bahkan begitu tamak dengan harta. Mereka yg biasanya ia bunuh adalah seseorang yg kadang memang pantas dibunuh karena kesemena-menaannya terhadap dunia. Tapi gadis ini, apa yg membuat orang-orang ini ingin membunuhnya. Kerusakan apa yg telah ditimbulkannya? Separah apa? Tidak, Bahkan Eunhyuk yakin, bahwa gadis itu tidak akan pernah tega walau hanya membunuh seekor semut. Tapi kenapa ada orang yg begitu menginginkan kematiannya.

Eunhyuk kembali mendesah sambil melirik jam yg melingkari pergelangannya. Sepuluh menit lagi menuju jam sepuluh. Berarti ia hanya memiliki sepuluh menit lagi untuk membunuh gadis itu. menghilangkan nyawanya begitu saja.

Pada akhirnya, Eunhyuk mulai bergerak. Ia mulai mengambil sesuatu dari tas kulit yg terletak di seat kiri tempat ia menyetir. Eunhyuk terdiam. Menatap ragu dan bimbang benda yg sudah menghabiskan puluhan nyawa tersebut. Haruskah ia juga menggunakannya untuk membunuh gadis ini?

Jangan meragukan kemampuan menembak Eunhyuk. dia bahkan begitu sangat ahli dalam hal ini, bahkan merakit senjata-senjata api yg lebih daripada ini. belum lagi kemampuannya dalam membidik sasaran. Eunhyuk dapat membidik sasarannya tanpa meleset dalam sekali tembakan. Lalu satu tembakan itu akan membunuh korbannya secepatnya. Tanpa perlu menghabiskan uang untuk berobat kerumah sakit atau sekedar menyewa ambulans.

Eunhyuk mulai mengangkat pistol tersebut dengan tangan kirinya. Bersiap menembak sasarannya disana. Kaca mobilnya sudah terbuka beberapa centimeter hanya untuk sekedar menjadi lubang lolos bagi peluru. Sehingga butuh waktu untuk beberapa orang untuk menyadari darimana peluru yg telah melumpuhkan mangsanya itu datang. Begitulah cara bekerja Eunhyuk yg selama ini tak pernah sekalipun gagal.

Eunhyuk menghela nafas, tinggal dalam hitungan maka sebuah peluru akan ditembakkan dan siap menembus jantung gadis tersebut. Tangannya yg sedikit bergetar siap untuk menarik pelatuk. Lalu bisa dipastikan tugas ini selesai setelah itu.

Hatinya mulai menghitung…

Satu, dua,…

Eunhyuk berdecak menurunkan kembali tangannya. Ini gila? Ia tak dapat melakukannya. Hatinya menolaknya. Dia benar-benar tak mau menyakiti atau bahkan membunuh gadis itu. Seberapa cerewetpun ia tapi Eunhyuk benar-benar tidak bisa melakukannya. Tidak bisa…

Drrt…

Perhatian Eunhyuk terbagi ketika ponselnya berbunyi. Awalnya ia berfikir itu adalah pesan dari G-Dragon. Tapi tidak, itu adalah sebuah pesan dari nomor yg lainnya. berniat mengalihkan perhatian, Eunhyuk segera membacanya.

Kau tak bisa membunuhnya? Apa perlu aku yg menolongmu membunuhnya?

Shit! Eunhyuk benar-benar merutuk setelah membaca pesan tersebut. Secepatnya ia menghubungi kembali nomor tersebut. Namun, nomor itu tiba-tiba mati dan tak dapat dihubungi.

Ditengah kekesalan dan kebingungannya. Tiba-tiba mata elang Eunhyuk menangkap sesuatu. Sebuah pergerakan rahasia dari tempat rahasia pula. Orang itu bergerak pelan, mengintai dan terlihat siap untuk menyerang seseorang. Eunhyuk segera berpaling menuju titik yg mungkin akan digunakan orang tersebut sebagai target. Dan ia menyadari bahwa target orang itu adalah seseorang yg seharusnya menjadi targetnya pagi ini.

Dengan panik Eunhyuk segera keluar dari mobilnya dan berlari secepat yg ia bisa menuju sosok yg masih tidak tahu apa-apa. Ia berusaha cepat, kalau bisa lebih cepat daripada anak peluru manapun.

Bang!!

“Arh!”

Suasana kota yg damai tiba-tiba menjadi panik ketika terdengar bunyi tembakan. Membuat semua yg sebelumnya tertib jadi berantakan. Tak ubahnya seperti sekumpulan semut yg panik ketika ada yg membakar sarang mereka.

Soeun yg tak tahu apa-apa kembali membuka matanya. Menatap masih tak mengerti apa yg terjadi. Yang jelas kini seseorang telah memeluknya, tepat ketika bunyi tembakan itu terdengar dan menghancurkan kedamaian kota.

Bang!

Lagi-lagi terdengar suara tembakan. Namun kali ini Soeun kembali terhindar ketika Eunhyuk menariknya untuk bersembunyi ketembok terdekat. Keduanya bersembunyi ditembok tersebut untuk sementara waktu, seperti memberi kesempatan bagi Soeun untuk mulai mempelajari apa yg telah terjadi.

Setelah beberapa saat baru Soeun sadari kalau lengan laki-laki itu tertembak. Menyebabkan darahnya yg kental mengucur dari jaket kulit berwarna hitam yg dipakainya. Luka itu? apa pemuda ini menerimanya karena berusaha menyelamatkan nyawa Soeun barusan?

()

Eunhyuk berusaha menahan rasa sakitnya sambil berusaha mencari-cari sesuatu disakunya. Shit! Ia melupakan pistolnya. Padahal ini adalah saat yg genting. Eunhyuk benar-benar harus menggunakannya untuk membunuh para bajingan yg telah menjebaknya dan berhasil melukainya.

Bang!

Suara tembakan kembali terdengar. Pertanda orang2 ini tidak main-main dan benar-benar menginginkannya nyawanya. Yang lebih sial adalah bahwa Eunhyuk dapat membaca keberadaan mereka dimana-mana. Mereka dalam keadaan terkepung. Sampai Eunhyuk salah langkah sedikit saja, nyawa keduanya benar-benar tidak bisa dipastikan.

Bang!

Eunhyuk kembali menarik Soeun untuk berlari darisana ketika mengantisipasi sebuah tembakan. Benar saja, tempat mereka tadi bersembunyi langsung ditembaki oleh beberapa peluru yg diluncurkan. Bahkan yg lebih parah secara bertubi-tubi peluru-peluru itu mengikuti langkah mereka dalam berlari. Membuat Eunhyuk yg kehilangan senjatanya terpaksa hanya dapat berbuat seperti seorang pengecut yg hanya bisa melarikan diri tanpa bisa melawan sama sekali.

()

Setelah pelarian yang panjang, Eunhyuk dan Soeun akhirnya dapat membebaskan diri dari intaian dan serangan tadi. Mereka kini tengah berada di sebuah lorong apartement. Tapi ini bukan apartement milik Eunhyuk. Seingat Soeun ini bukan lokasi apartement yang sama dimana Eunhyuk pernah membawanya sebelumnya.

Daritadi, Soeun benar-benar hanya menunjukkan etika seekor anak kucing. Ia tak pernah bertanya ataupun mengatakan apapun. Ia benar-benar tidak berani, atau entahlah. Eunhyuk begitu terlihat kesakitan keringat terus membasahi wajahnya akibat menahan sakit dari tembakan yang diterimanya untuk melindungi Soeun.

Ketika Soeun tengah asyik dalam fikirannya, tiba-tiba Eunhyuk menghentikan langkahnya didepan sebuah apartement. Eunhyuk memencet bel beberapa kali, sebelum akhirnya seseorang membukanya.

“Kau-“

“Aku butuh bantuanmu..” Eunhyuk langsung memotong ucapan sang pemilik rumah dengan suara yg benar-benar tersengal. Dia benar-benar kesakitan.

“Apa yang terjadi padamu? Kau tertembak?!” Tanya temannya mulai panik. Namun, ia segera menenangkan diri dan mulai bersikap tenang. “Masuklah..”

Lagi-lagi Soeun hanya bisa terdiam sambil memperhatikan sekitarnya. Saat ini, Eunhyuk dan dirinya ditinggal hanya berdua ditempat itu. sementara Junsu pergi kebelakang untuk mengambil sesuatu.

“Arh~”

Eunhyuk mengeluh, membuat Soeun menoleh kepadanya. Kali ini Eunhyuk tampak bergerak membuka jaket kulit yang dikenakannya. Namun masalahnya adalah darah yg daritadi keluar telah lengket disana. Membuat ia tambah kesakitan. Soeun yang tidak tahan melihatnya langsung menutup kedua matanya.

Pada akhirnya, setelah merasakan rasa sakit yang lebih dari sebelumnya. Eunhyuk dapat melepaskan jaket tersebut. Ia mengalihkan perhatiaannya pada sosok gadis di depannya, yang masih menutup mata.

“Kalau rasanya tidak bisa melihat ini, pergilah melihat-lihat kesekitar sini..” ucap Eunhyuk bersuara pelan. Nafasnya terdengar mendominasi, pertanda ia benar-benar kesakitan.

Perlahan, Soeun mulai menjauhkan kedua tangannya dari daerah wajahnya. Ia mulai menatap Eunhyuk. irisnya yang basah, menatap wajah Eunhyuk yang pucat.

“Ayo pergi kerumah sakit. kau tidak bisa membiarkan lukamu..” kata Soeun pelan dan bergetar. Air mata yang tadi ditahannya bercucuran begitu saja. Membasahi kulit wajahnya yang putih. “Itu parah, kau harus mengobatinya. Ayo pergi kerumah sakit…” ucapnya kali ini lebih menyedihkan.

“Tenanglah, tidak perlu sekawatir itu. aku biasa seperti ini…” sahut Eunhyuk berusaha menenangkan gadis itu. Soeun malah semakin terisak.

“Tapi kau begini karena diriku..”

“Sudahlah, lupakan saja. Lagipula kita berada ditempat yang tepat. Luka ini akan sembuh dan diobati segera…”

Hampir saja Soeun melontarkan pertanyaan lagi. Kalau saja mereka tak mendengar suara seseorang mendekat. Soeun segera berpaling dan menghapus air matanya.

“Maaf menunggu lama. Eng, apa aku menganggu?”

Pemuda yang baru diketahui Junsu itu tiba-tiba datang sambil membawa beberapa peralatan. Sepertinya ia mengkap beberapa moment antara keduanya, membuat ia bertanya dengan niat menggoda.

“Ck, ayolah jangan membuang waktu. Cepat obati ini..” pinta Eunhyuk kesakitan.

“Baiklah!” sahut Junsu sambil meletakkan barang-barang yang baru dibawa keatas meja. Ia kemudian tampak mulai mengeluarkan beberapa benda darisana. Kain kasa, obat merah, gunting, lilin, korek api, serta benda-benda seperti benda medis lainnya. Soeun yang tak mengerti hanya menatap tanpa berkomentar.

Junsu mulai memakai sarung tangan putihnya, lalu mengambil beberapa alat bedah, semacam alat pengapit untuk mengeluarkan sesuatu yang kecil. Soeun baru menyadari apa kegunaan benda itu ketika ia mulai mendekatkan benda itu pada kulit Eunhyuk.

“Jangan lakukan!”

Kedua pemuda yang sama-sama tegang itu menghentikan kegiatan mereka mendengar seruan Soeun. keduanya menoleh kearah suara. Menemukan seorang gadis yang menutup mulutnya. Ia tampak ketakutan, air mata kembali membanjiri wajahnya.

“Jangan lakukan itu. itu akan sakit. sebaiknya pergi kerumahsakit saja…” ucap Soeun sesegukan. Ia benar-benar tidak tahan melihat apa yang didepannya.

Junsu mendesah pelan, ia mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk. menunggu temannya itu yang mengambil keputusan. “Pergilah keluar sementara, aku akan memanggilmu ketika ini sudah selesai…” kata Eunhyuk tiba-tiba. Gadis itu kembali menggeleng.

“Tidak, ayo kerumah sakit saja. Itu akan lebih menyakitimu, tolong jangan lakukan..” pinta Soeun mulai terdengar memohon.

“Sudah kubilang, aku sudah terbiasa melakukannya. Sekarang pergilah keluar sebentar, ini tak akan lama…”

“Tapi-“

“Pergilah Kim So Eun!”

Soeun menghentikan kata-katanya ketika Eunhyuk mulai berseru. Tidak, seruan itu tidak kasar, hanya terkesan begitu tegas. Mambuat Soeun benar-benar tak bisa membantahnya.

“Apa kalau aku pergi kau berjanji akan baik-baik saja. Kau tidak akan apa-apakan?” Tanya Soeun lagi. Eunhyuk mengangguk.

“Tidak, aku akan baik-baik saja. Sekarang keluarlah, tapi jangan pergi terlalu jauh..” ucap Eunhyuk mulai terlihat lebih kesakitan lagi. Junsu pada akhirnya ikut bicara.

“Ini akan baik-baik saja nona. Keluarlah dulu supaya ini lebih cepat…”

Soeun tak mengatakan apapun lagi selain mengangguk. Ia menatap Eunhyuk yang memejamkan matanya untuk menahan perih ditangannya. Pada akhirnya, Soeun menyerah dan meninggalkan tempat itu. membiarkan Junsu mengobati Eunhyuk dengan caranya sendiri..

()

Eunhyuk membuka pintu apartement Junsu diiringi dengan sang pemilik rumah. Saat ini keadaannya terlihat lebih baik dan lebih kuat. Sebuah perban tampak membalut lengannya yg terluka.

Kedua pemuda itu tampak saling terdiam ketika menemukan seorang gadis tertidur diatas kursi didepan apartement Junsu. Walaupun terlihat pulas, namun mereka masih dapat melihat tetes air yg membasahi pipinya.

“Dia terlihat lelah, kau juga. Sebaiknya kalian istirahat disini saja…” kata Junsu menawarkan.

“Tidak usah..” Eunhyuk menyahut pelan sambil menggeleng. “Kami masih bisa bertahan…”

“Dia… kekasihmu?” Tanya Junsu terdengar hati-hati. Eunhyuk tersenyum kecil dan menggeleng.

“Tidak, dia bukan kekasihku..” sahut Eunhyuk pelan sambil matanya terus memperhatikan Soeun. Junsu sedikit mengernyitkan dahinya.

“Lalu?” tanyanya menggantung. Membuat Eunhyuk menoleh padanya. “Ini bukan gayamu, Hyukjae. Kau tidak akan mau terluka demi siapapun. Kecuali gadis ini…”

Eunhyuk tak langsung menyahut, matanya kembali pada Soeun. menatap wajah damai itu dengan pandangan yang sulit diartikan. “Aku tak tahu mengapa. Tapi selama dengannya aku begitu banyak tertawa ataupun tersenyum. Dan aku tak suka siapapun menyakitinya..” gumam Eunhyuk pelan.

Junsu tersenyum kecil. Ia mulai menyentuh bahu Eunhyuk secara ringan dan tersenyum. “Berarti kau menyukainya. Itulah alasan satu-satunya yg dapat mnjawab semua ini..” kata Junsu sambil tersenyum. Eunhyuk balas tersenyum miris dan menggeleng.

“Tidak, duniaku terlalu berbahaya untuk ia masuki..”

Junsu tak menyahut lagi. Ia hanya mengangguk. Ia faham akan ini, faham tentang hal ini secara benar. Sejak awal, ia selalu membujuk Eunhyuk untuk berhenti berbaur dengan orang-orang pecinta kekerasan itu. namun ia tak mendengarnya, ia tetap bersiteguh untuk menjalani hidup yg seperti ini. Seakan ia tak peduli pada nyawa dan dirinya sendiri.

“Ya sudah, kami harus pulang. Kau jaga dirimu, aku akan mengunjungimu lagi lain hari..” kata Eunhyuk mulai bergerak dan lebih mendekati Soeun. Junsu tampak hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“Seharusnya aku yang mengatakan itu, kawan. Jaga dirimu baik-baik..”

Eunhyuk hanya meresponnya dengan senyuman kecil. Sebelum akhirnya sedikit berjongkok untuk mensejajarkan dirinya dengan Soeun. Perlahan tangannya terangkat, menyentuh lembut pipi gadis itu.

“Kim So Eun, bangunlah..”

()

Kedua orang itu kembali berjalan bersama keluar dari kawasan apartement Junsu. Tidak seperti biasanya, kalau pada biasanya mereka akan saling bertengkar ataupun berdebat, hari ini mereka lebih cenderung diam dan hanyut dalam fikiran masing-masing. Apalagi Soeun yang hanya mengiringi kemanapun Eunhyuk membawanya, tanpa protes.

Sepertinya perubahan itu, dirasakan oleh Eunhyuk. berulang kali ia menoleh kearah Soeun dan melihat keadaannya. Namun yang ada tetap sama. Gadis itu hanya terus menunduk dan mengikutinya.

“Apa kau tak bertanya kita akan kemana? Kenapa kau diam saja?” Tanya Eunhyuk mulai bertanya setelah beberapa saat berdiam diri.

Awalnya tak ada respon, gadis itu hanya menggerakkan kepalanya. Lebih menengadah dan menatap Eunhyuk dengan pandangan yg sulit diartikan. Eunhyuk dapat menemukan matanya masih juga berkaca-kaca.

“Maaf…”

Eunhyuk ikut menghentikan langkahnya setelah kata-kata itu. ia menoleh pada Soeun yang tadi berhenti lebih dulu dari dirinya. Kembali menangis dan bersedih.

“Maaf karena telah membuatmu terluka. Maaf karena telah membuatmu seperti itu…” ucapnya sambil terisak. “Seharusnya aku tak membawamu dalam masalahku..” ucap Soeun lebih bergetar. Ia berusaha menahan air matanya, namun pada akhirnya tetap lepas tak terkendali. Eunhyuk hanya terdiam, membiarkan gadis itu terlarut dalam emosinya untuk sesaat karena sesungguhnya ia juga tak mengerti akan mengatakan apapun.

“Mereka ingin aku terluka, mereka menginginkan aku yang tertembak, mereka menginginkan kematianku. Tapi malah kau yang merasakannya..”

“Siapa yang ingin mencelakaimu? Mengapa mereka ingin membunuhmu?” Tanya Eunhyuk mulai bertanya. Jawaban inilah yang dicarinya daritadi.

“D-Dia.. Dia adalah seorang pengusaha besar. S-Suamiku…”

Eunhyuk benar-benar kaget mendengar jawaban itu. sekilas ada sebuah perasaan kecewa menyentuh hatinya. Jadi, wanita yang selama ini dipanggilnya nona adalah seorang wanita yang sudah mempunyai suami?

“S-Suami?”

“D-Dia memaksaku. Aku dan keluargaku hanyalah keluarga yang miskin. Keluarga kami mempunyai sejumlah hutang yang banyak kepadanya. Namun karena kami tak bisa membayarnya, ia marah. Ia membunuh semua keluargaku dan membawaku secara paksa. D-Dan dia…”

Soeun sekilas menghentikan kata-katanya. Ia sedikit membungkam mulutnya. Berusaha meredam tangis dan air matanya. Begitu jelas kalau ia benar-benar tertekan dengan apa yang ia alami sebelumnya.

“Dan dia?” Tanya Eunhyuk sedikit mendesak. Ia benar-benar penasaran dengan apa yg terjadi disini.

“D-Dia menikahiku karena sudah lama dia menginginkanku. Namun beruntung, aku dapat meloloskan diri ketika ia ingin menyentuhku. Selanjutnya aku berusaha hidup menjadi seorang pengrajin boneka dan bersembunyi dari dirinya. D-dia selalu mengintaiku dan kali ini menginginkan kematianku-“

Ucapan itu tak selesai sepenuhnya karena Eunhyuk tiba-tiba memeluknya. Soeun yang sebenarnya juga sudah tidak tahan hanya bisa pasrah. Membalas pelukan Eunhyuk dan menangis dibahunya.

“Aku benar-benar ketakutan…” isak Soeun dalam pelukan Eunhyuk. Eunhyuk mengangguk dan berusaha menenangkannya.

“Aku tahu. Maka jangan takut, aku berjanji akan selalu melindungimu dari ancaman apapun…”

“Tidak, jangan. Dia berbahaya. Nanti dia juga menyakitimu…” ucap Soeun sambil melepaskan diri dari Eunhyuk dan menatap matanya. Eunhyuk sekilas tersenyum.

“Jangan takut, dia tidak akan bisa menyakitiku. Percayalah bahwa aku adalah satu-satunya tempat teraman bagimu…”

()

Suasana sedikit temaram didalam sebuah kamar. Hanya ada sedikit penerangan berwarna sedikit jingga didalam sana. Berusaha menghadirkan kisah yang penuh romansa. Bersekutu dengan irama music klasik yang terdengar.

Diatas tempat tidur, sepasang manusia tampak saling bercumbu. Berusaha melewati malam seindah dan sebaik mungkin. Mengabaikan hiruk pikuk dunia untuk malam ini.

Brak!!

Kedua orang itu benar-benar tersentak ketika pintu tiba-tiba terbuka dari luar. Menampakkan seorang laki-laki dengan topeng dan pakaian serba hitamnya. Menatap tajam pada keduanya yang berhasil membuat keduanya ketakutan.

“S-Siapa kau?” Tanya yang laki-laki takut-takut. Namun bukan sebuah jawaban berupa sahutan yang diterimanya melainkan sebuah ancungan senjata. Membuat dua orang itu benar-benar kaget.

“Terima balasanmu karena telah mencoba menyakiti Kim So Eun. Pergilah keneraka!”

BANG!!

Dan diam, yang ada hanya tangisan seorang wanita melihat pasangannya sudah terbaring dan berlumuran darah.

()

Suara seperti pintu terbuka membuat Soeun tersentak dari tidurnya. Ia terduduk, melihat kearah pintu. Ada beberapa cahaya dari ruang tengah yang menyelinap melalui celah-celah kamarnya. Membuat Soeun segera bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar.

Srett!

Secepatnya, Eunhyuk segera menyembunyikan pistol ditangannya ketika mendengar pintu kamar tamu di apartementnya terbuka. Benar saja, seorang gadis tampak keluar darisana dengan wajah mengantuk.

“Kau belum tidur? Apa yang kau lakukan?” Tanya Soeun sambil mengucek matanya. Seingatnya tadi Eunhyuk sudah masuk kamar kenapa sekarang kembali bangun dan berada disini. Dan, pakaiannya juga sudah berubah. Kenapa ia memakain pakaian hitam-hitam seperti itu semalam ini. “Kau baru saja keluar malam-malam begini?” Tanya Soeun setelah lebih sadar.

“Aku hanya membeli sesuatu diluar sana..” kata Eunhyuk sambil membuka jaket kulit hitamnya. Sedikit ia meringis merasakan bahunya. “Kau sendiri belum tidur?” tanyanya pada Soeun sambil bergerak menuju lemari pendingin.

“Tadinya sudah, tapi aku terbangun karena mendengar suara tadi disini..” sahut Soeun sambil mengikuti Eunhyuk.

Eunhyuk membuka lemari pendingin. Tak lama, ia mengeluarkan sebotol minuman keras darisana. Membuat Soeun sedikit kaget.

“Semalam ini kenapa kau malah minum? Sebaiknya kau tidur..” ucap Soeun terdengar seperti protesan. Eunhyuk menoleh padanya.

“Aku sedang butuh ketenangan. Lagipula tanpa ini aku tidak akan tidur..” kata Eunhyuk sambil membawa minuman itu keatas meja terdekat. Soeun lagi-lagi mengikutinya.

“Memang apa yang terjadi sehingga kau begitu butuh ketenangan?”

Eunhyuk menghentikan pekerjaannya setelah pertanyaan polos Soeun. ia kembali mengalihkan perhatiaannya pada gadis itu. menatapnya sesaat. Malam ini, gadis ini hanya memakai sebuah kemeja miliknya yang kebesaran ditubuhnya. Bagian kemeja yang tidak terlalu panjang membuat bagian pahanya sedikit terekspos.

“Maukah kau menemaniku minum?” Tanya Eunhyuk sambil kembali menatap wajah Soeun. Soeun tampak memberikan anggukan sebagai jawabannya.

()

Sudah tiga puluh menit mereka berdua disana. Mencoba meresapi malam dengan cara mereka sendiri. Tenggelam dalam fikiran dan fantasi masing-masing. Mencoba mencari jalan keluar dari masalah yg mereka hadapi.

“Soeun, apa menurutmu aku ini seorang bajingan?”

Eunhyuk mulai bertanya sambil meminum minumannya dari gelasnya yang kedua. Sebenarnya Eunhyuk benar-benar hanya menenangkan diri, ditambah ia tidak terlalu suka minum. Itu sebabnya, sudah sejauh ini ia baru menghabiskan satu gelas minuman saja.

“Tidak, kau bukan seorang bajingan..” sahut Soeun pelan.

“Kau yakin? Tapi banyak orang yang memanggilku bajingan…” ucap Eunhyuk sambil menoleh padanya. soeun balas menatapnya.

“Benarkah? Tapi aku sama sekali tak pernah melihatmu seperti itu. aku malah melihatmu sebagai manusia yang begitu baik-“

“Baik? Aku tidak baik..” potong Eunhyuk sambil tersenyum kecil, namun terkesan miris.

“Tidak ada bajingan yang rela terluka demi menolong oranglain dan menawarkannya tempat tinggal tanpa imbalan. Hanya orang baik yang melakukannya…” ucap Soeun selurus-lurusnya. Eunhyuk hanya dapat kembali tersenyum dan meminum-minumannya.

“Soeun, mulai sekarang kau tidak perlu takut lagi…” kata Eunhyuk setelah ia selesai minum. Soeun menoleh padanya, menatapnya. “Tidak ada yang akan melukai dan mengancammu lagi…” sambung Eunhyuk.

“Kau tahu darimana? Kenapa kau mengatakan itu?” Tanya Soeun heran. Eunhyuk tersenyum.

“Percayalah, ini benar. Pegang kata-kataku kalau dia masih menganggumu..” kata Eunhyuk. Soeun tak menyahut, ia tampak hanya tersenyum kecil dan menunduk.

“Kau benar-benar orang yang baik Eunhyuk. entah bagaimana caranya untuk berterimakasih. Kau benar-benar sudah membantuku banyak..” kata Soeun sambil menatap mata Eunhyuk. eunhyuk tak menyahut, ia hanya balas menatap mata itu.

Untuk sesaat, waktu benar-benar hanya dapat membisu. Menyaksikan duapasang  mata yang masih saling bertemu dan sama-sama memancarkan sinar yang berbeda. Jarak mereka yang sebenarnya begitu dekat semakin lama menjadi sebuah masalah yang begitu menganggu. Hingga dengan sadar keduanya semakin mendekat dan mengikis jarak antara mereka. Kali ini dengan sadar mereka kembali melakukannya, mengalirkan semua perasaan itu dalam sebuah ciuman. Yang kali ini bukan karena terpaksa atau apapun, tapi karena keduanya sama-sama menyadari bahwa mereka memang seharusnya saling memiliki.

()

Eunhyuk membuka pintu markas The Red Dragon dan memasukinya. Seperti biasanya, hari ini ia kembali mendapat panggilan dari laki-laki itu. Merusak bukan hanya mimpinya, tapi juga suasana hatinya pada hari ini. bagaimana tidak, ia harus meninggalkan Soeun sendirian dirumah dalam keadaan karena panggilannya.

Tiba ditempat G-Dragon biasanya duduk Eunhyuk dapat melihat laki-laki itu sudah duduk dibelakang meja miliknya. wajahnya yang awalnya menunduk terangkat dan menatap Eunhyuk yang datang. Sekilas Eunhyuk menemukan perbedaan pandangannya dari pandangan G-Dragon sebelumnya padanya.

“Ada apa?” Tanya Eunhyuk tanpa nada sambil duduk didepan G-Dragon. Laki-laki itu masih menatapnya, lebih tajam.

“Bukankah aku yang harus mengatakannya?” Tanya G-Dragon sinis. “Ada apa denganmu?” Tanya G-Dragon semakin membuat Eunhyuk tak faham.

“Maksudmu?”

“Kemaren kau tak jadi membunuh gadis itukan?” tanyanya sinis. Membuat Eunhyuk sedikit kaget. G-Dragon tampak tersenyum sinis sambil. “Tadi pagi, orang yang memesan meminta dan marah-marah karena kau tidak melakukan tugasmu dan gadis itu masih hidup. Parahnya ia meminta uangnya kembali..” kata G-Dragon lebih sinis.

“Apa katamu? Tadi pagi?” Tanya Eunhyuk ragu.

“Ya, ia menelfon dan hampir menghancurkan gendang telingaku..” sindir G-Dragon.

Eunhyuk tak langsung menyahut. Bukankah semalam ia sudah memusnahkan laki-laki yang disebut mengintai dirinya. Lalu kenapa pagi ini dia masih datang. Apa laki-laki itu mampu bertahan dan melapor kemari? tidak, mustahil, kemaren Eunhyuk menembak tepat dijantungnya. Mustahil tua Bangka itu mampu hidup. Lalu kalau begitu siapa? Siapa orang lain yang menginginkan kematian Soeun kalau begitu?

“Kenapa kau malah melamun?!” Seruan G-Dragon mengagetkannya. Membuat Eunhyuk mengangkat wajahnya kembali pada G-Dragon.

“Apa dia sudah mengambil uangnya kembali?” Tanya Eunhyuk. G-Dragon mengerutkan dahinya.

“Apa maksudm-“

“Tidak bisakah kau kembalikan saja? Aku tak bisa membunuhnya…”

“Heh, omong kosong macam apa ini? kau tidak bisa membunuh orang, huh? Kenapa? kau jatuh cinta padanya?” Tanya G-Dragon tajam membuat Eunhyuk menoleh sedikit kaget. Walau ia tahu G-Dragon hanya sembarangan bicara namun karena perkataannya adalah kebenaran membuat ia cukup kaget. Ayolah, tidak ada seorangpun yang boleh mengetahui keberadaan Soeun dalam hati Eunhyuk.

“Aku tak mengenalnya, bagaimana mungkin aku mencintainya. Kau jangan mengada..” kata Eunhyuk yakin. “Aku hanya tak tega membunuh seorang wanita..” ucapnya kemudian.

G-Dragon mendesah pelan, ia menatap Eunhyuk lebih tajam. “Sejak kapan kau memakai perasaan pada pekerjaanmu ini? kemana perginya pembunuh berdarah dingin yang selalu kubanggakan?”

“Aku serius. Aku tak bisa melakukannya. Batalkan saja perjanjianny-“

“Tapi-“

“Lakukan saja kalau kau tak mau aku keluar dari genk ini!”

G-Dragon menghentikan kata-katanya setelah Eunhyuk berseru lebih tegas. Ia menatap Eunhyuk lebih tajam. “Hey, ada apa denganmu? Kenapa kau cepat sekali naik darah. Oke, oke, aku tidak akan menyuruhmu membunuhnya. Aku akan mengembalikan uang itu kembali padanya. kau puas?”

“Bagus, itu yang kuinginkan…” kata Eunhyuk dingin. Ia mengalihkan perhatiannya dan mencoba untuk berfikiran jernih. Setidaknya, ia tak perlu harus berurusan dengan teman-temannya disini. Kalaupun nanti akan ada lagi yang berusaha menyakiti Soeun ia bisa mengantisipasinya dengan mudah. “Lalu apa ada hal lain yang membuatmu memanggilku?” Tanya Eunhyuk setelah beberapa saat.

G-Dragon tampak mengangguk dan mengulurkan amplop yang daritadi dipegangnya. “Kau ditugaskan membunuh laki-laki ini siang ini juga di kawasan Apgujeong..”

()

Pagi ini, Soeun tampak sudah masuk kesebuah pusat perbelanjaan. Wajahnya tampak begitu senang dan berbinar. Berulang kali senyuman tak pernah hilang dari wajahnya yang cantik jelita.

Pagi ini, Soeun berencana untuk membuat beberapa makanan yang istimewa. Tadi pagi Eunhyuk meninggalkannya begitu saja, pertanda itu sibuk. Itu sebabnya Soeun merencanakan ini semua untuk memberikannya sebuah kejutan jika nanti ia pulang. Eung, Soeun jadi tidak sabar, hingga wajahnya terus dihiasi senyuman daritadi.

Seperti biasanya, jam-jam segini pusat perbelanjaan memang begitu ramai. Ditambah hari ini adalah akhir pekan, membuat semua orang terlihat berada disana untuk bersenang-senang. Hal itulah membuat Soeun agak sedikit kesulitan untuk berjalan ataupun mencari benda yang diinginkannya.

Bruk!

“Maaf..”

Soeun hampir saja kehilangan keseimbangannya kalau saja ia tak berhati-hati. Baru saja ia bertabrakan dengan seseorang yang membuat beberapa barang belanjaannya terjatuh.

“Eung, maaf nona. Aku tak sengaja..” kata laki-laki tersebut sambil berusaha membantu Soeun memungut kembali barang-barang yg terjatuh.

“Tidak, usah. Saya bisa sendiri tuan…” kata Soeun berusaha ramah pada laki-laki yang terlihat terburu-buru itu.

“Tapi saya yang menabrak..”

“Tidak apa-apa. Ini bukan masalah besar..” sahut Soeun lagi sambil mulai memunguti belanjaannya. Laki-laki itu tampak menganggukkan kepala.

“Ya sudah kalau begitu saya harus pergi dulu. Sekali lagi maaf atas kerusakan yg terjadi nona…” kata laki-laki itu.

“Ya, tak perlu sungkan…” kata Soeun menoleh sesaat dari pekerjaannya.

Laki-laki itu tersenyum, ia lalu mulai bergerak dan meninggalkan tempat itu. tapi sebuah suara benda jatuh yang pelan membuat Soeun mengalihkan perhatiaannya. Ia kaget melihat ada dompet yang bukan miliknya yg ada disana yg Soeun yakin adalah milik laki-laki itu. awalnya Soeun niat memanggil, namun karena begitu ramai laki-laki itu tak mendengarnya. Hingga ia terus berjalan begitu saja.

“Tuan! Tunggu! Dompet anda!!”

Soeun mulai bangkit dari tempatnya dan berlari mengejar laki-laki itu lagi.

()

Soeun terus mengejar laki-laki pemilik dompet yang ia temukan tadi. Heran, laki-laki itu jalannya cepat sekali. Sudah begitu, tujuannya tak pernah jelas. Entah kenapa laki-laki itu pergi kemari, kepuncak gedung besar ini. apa yang ia lakukan disini.

Soeun melangkahkan kakinya secara pelan. Melihat-lihat sekitarnya yang benar-benar sepi. Jejak laki-laki tadi menghilang lagi, padahal tadi Soeun melihatnya disini. Tapi kemana dia sekarang?

Soeun berdecak dan berniat untuk kembali ketempat tadi. Namun sesuatu menghentikannya. Membuat ia tak jadi pergi, hanya terpaku melihat kearah sana.

Disana, beberapa meter darinya, tampak seorang pria sedang bersiap-siap untuk sesuatu. Matanya menatap tajam menuju gedung disebelah gedung yang mereka pijaki. Kalau saja Soeun tak mengenali jaket kulit yang dipakainya Soeun mungkin tidak akan peduli. Tapi ini berbeda, ia tahu sekali siapa pemilik dari jaket kulit itu. seorang laki-laki yang semalam tadi selalu bersamanya.

Hampir saja Soeun hendak berseru memanggil namanya. Namun, suaranya tak jadi keluar ketika melihat laki-laki itu bergerak dan mengeluarkan sebuah senjata. Tak sampai disana, ia tampak membidik sesuatu keruangan yg diintainya sejak tadi. Sebelum akhirnya, sebuah suara itu kembali terdengar.

BANG!

Soeun reflek menutup mulutnya. Ia benar-benar kaget dengan apa yg barusan ia lihat. Tak percaya dengan semua itu. pandangannya sejenak beralih pada gedung yg tadi, dimana tempat yg awalnya bersahaja itu tiba-tiba menjadi begitu heboh setelah Eunhyuk menembakkan pelurunya. Memberi tanda bahwa tembakan Eunhyuk benar-benar menjadi masalah disana.

Soeun yang masih shock hanya bisa terdiam. Tidak percaya, tidak yakin dengan apa yg dilihatnya. Pandangannya sejenak beralih kepada Eunhyuk yang sudah mulai mengantongi senjata apinya dan berniat pergi. Berniat pergi sebelum ia menyadari kehadiran seseorang yang seharusnya tak disana.

“S-Soeun?”

Soeun tak menyahut, hanya menatap Eunhyuk tanpa ekspresi. Wajahnya masih menampakkan kekagetan yang tak bisa dijelaskan.

“Soeun-“

“Jangan mendekat!”

Eunhyuk menghentikan langkahnya ketika Soeun tiba-tiba mulai bereaksi dan berseru padanya. tangannya terulur, membentuk sebuah penolakan bagi Eunhyuk. Membuat Eunhyuk pun terdiam, mengikuti kata-kata gadis itu.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Soeun retoris. Jelas ia begitu tahu apa yang baru saja Eunhyuk lakukan. “K-Kau baru saja membunuh s-seorang?”

Eunhyuk menghela nafas setelah pertanyaan Soeun. ia tak tahu harus menjelaskan apapun. Kenapa gadis ini berada disini? Kenapa tersesat kemari ketika hingga ia harus melihat hal yg selama ini Eunhyuk rahasiakan.

“K-Kau pembunuh?”

“Soeun-“

“Kau membunuh?!”

Eunhyuk terdiam, matanya menatap gadis itu yg benar-benar terlihat shock. Mulai Eunhyuk temukan air-air yg tak seharusnya menggenangi pelupuk matanya. Bersiap untuk tumpah dan jatuh begitu saja.

“Dengar dulu So-“

“Jangan mendekat!”

Eunhyuk lagi-lagi menghentikan langkahnya ketika Soeun kembali melarangnya. Gadis itupun terus melangkah kebelakang, benar-benar berusaha untuk jauh dari Eunhyuk. seakan Eunhyuk adalah sesuatu yg begitu menakutkan dimatanya.

“Hanya jawab aku kenapa kau melakukannya? Kenapa kau membunuhnya?!” Tanya Soeun kemudian. Eunhyuk tak langsung menyahut. Ia tak ingin menjawabnya. Ayolah, segini saja gadis ini sudah begitu terguncang dan menjauhinya. Apalagi kalau ia tahu kenyataannya bahwa ia adalah seorang pembunuh bayaran, hanya seorang pembunuh bayaran.

“Soeun-“

“Jawab aku!”

“Soeun-“

“AKU BILANG JAWAB AKU!!”

Dan air mata yg tertahan berjatuhan sudah. Melintasi pipi yang biasanya merona itu begitu saja. Membuat semuanya semakin buruk dan semakin menyakitkan bagi semuanya. Benar-benar bagi semuanya.

“Karena itu memang adalah tugasku..”

“A-Apa?”

“Membunuh seseorang adalah tugasku. Karena aku adalah seorang pembunuh bayaran…”

Dan dua anak sungai yang baru terbentuklah sudah. Kembali meretas jalan dari anak sungai sebelumnya. Menampakkan sosok paling lemah bagi seorang Kim So Eun. Ketika mendengar kenyataan yang begitu menyakitkan itu langsung dari Eunhyuk.

“Kau seorang pembunuh bayaran? Seorang pembunuh?”

“Soeun-“

“Jadi selama ini aku percaya pada seorang pembunuh dan semalam aku tidur dengan seorang pembunuh?”

“Soeun-“

“LEE HYUK JAE KAU BENAR-BENAR SEORANG BAJINGAN!!”

Eunhyuk benar-benar terdiam. Sungguh kata-kata itu benar-benar sebuah tamparan. Tamparan yang langsung menyakiti seluruh tubuh bahkan hatinya.

“Selama ini, aku selalu berfikir bahwa tidak orang yg dapat kupercayai di dunia ini. tapi ketika bertemu denganmu, kau tahu aku benar-benar mempercayaimu. Tapi lihat apa yg kau lakukan. Kau penipu! Kau sialan! KAU BAJINGAN! KAU BRENGSEK!!”

“Cukup!”

“Kenapa? kau benci mendengarnya? Tapi kau tahukan kalau kau memang begitu. KAU SEBURUK ITU!!”

“Soeun kau tak tahu apa-apa..”

“Ya, karena aku tak tahu maka semua orang bisa menipuku. Termasuk kau-“

“Dengar dulu-“

“BAGIKU SEORANG PENJAHAT TIDAK BERHAK WALAU HANYA SEKEDAR BICARA!!”

Tercekat. Suara Eunhyuk tercekat begitu saja mendengar seruan yang lebih tajam lagi. Tatapan itu, kata-kata itu, semua itu tajam. Hingga semuanya benar-benar melumpuhkannya begitu saja.

“Aku membencimu..”

Dan benar, hampir saja Eunhyuk menangis setelah kata-kata itu. hatinya benar-benar terasa sakit. tak bisa terima, tidak bisakah semua orang tak menyamakannya? Tidak bisakah Soeun berbeda? Tidak bisakah ia tak juga membenci dan meninggalkannya?

Eunhyuk benar-benar hanya terdiam. Berusaha menahan air matanya yang kali ini benar-benar akan keluar. Matanya memberat, semuanya kabur, air-air itu mulai memenuhi ruang matanya. Memberi salam akan gelapnya dunia.

Dan kau lihat itu? gadis itu mulai berbalik dan benar-benar peduli. Ia tak melihat lagi kemari walau hanya sekedar melihat ‘bajiangannya’ mulai menangis dan tak kuasa akan apa-apa. Ia tak melihatnya? Soeun bahkan tak melihat air matanya? Tak melihat perasaannya yang sesungguhnya. Gadis itu benar-benar menjauh, Eunhyuk dapat mendengar langkah kakinya menjauh.

Bugh!

Sesuatu menghantam bahunya. Membuat Eunhyuk yg sejak daritadi sudah kehilangan tenaga Langsung terjatuh. Eunhyuk menengadah, berusaha melihat siapa yg datang dengan sisa tenaga yg ia punya. Segerombolan laki-laki tampak sudah mengelilinginya.

“Lihat ini, si pembunuh berdarah dingin menangis dan tak berdaya hanya karena cinta…” ejeknya.  “Ternyata semudah ini mendapatkanmu, hanya dengan seorang wanita…”

“Lepp-pass!!”

Eunhyuk yang masih memegangi bahunya langsung menoleh ketika mendengar rintihan Soeun. benar saja, tak lama, dua orang laki-laki tampak bergabung dengan mereka. Kali ini membawa Soeun dengan kasar bersama mereka. Membuat gadis itu meronta ketakutan.

“LEP-“

Bugh!!

Hampir saja Eunhyuk bergerak dan melakukan sesuatu agar mereka melepaskan Soeun. namun lagi-lagi sebuah pukulan menghantamnya, membuat ia terjerembab ketanah. Awalnya ia berniat bangkit, namun serangan itu kembali datang dan benar-benar membuatnya tak berdaya.

“Eunhyuk-ah!”

“Eunhyuk-ah, bangun!!”

“Eunhyuk-aah~”

Hanya suara itu, sekilas benar-benar hanya mendengar suara itu. suara yang terakhir kalinya Eunhyuk dengar sebelum dunianya benar-benar menjadi hitam dan kelam.

()

Rasa sakit dan bau yang tak nyaman akhirnya membuat Eunhyuk tersadar. Berniat membuka matanya yang entah kenapa terasa begitu berat. Sekilas, rasa tak nyaman menyerang hampir seluruh persendian tubuhnya. Membuat ia sedikit meringis ketika ia menggerakkan bagian-bagian tubuh tertentunya.

“Lihat.. dia bangun…”

Eunhyuk akhirnya memaksakan matanya untuk terbuka mendengar seruan yang terdengar seperti ejekan. Ketika matanya terbuka, ia menemukan dirinya ditempat yang begitu tidak nyaman dan tidak begitu baik. Ia merasakan sesuatu membelenggu kedua tangannya. Membuat ia bahkan kesulitan untuk bergerak.

“Selamat pagi, jagoan…”

Eunhyuk lebih mempertajam matanya melihat dua manusia yang duduk dihadapannya. Kedua orang itu juga menatapnya, menatap dengan pandangan merendahkan. Eunhyuk menatapnya tajam..

“Err, jangan perlihatkan pandangan itu. itu membuatku takut..” cibir TOP sambil tersenyum mengejek. Rekan disampingnya tampak ikut tersenyum merendahkan.

“Lepaskan, apa maumu brengsek?!” Tanya Eunhyuk dengan nada membentak. TOP dan temannya hanya tetep saja tersenyum, seakan bentakan Eunhyuk adalah sebuah lawakan yang lucu.

“Mauku begitu sederhana. Kesediaanmu untuk bekerjasama denganku untuk beberapa hal..”

“Cih, kau fikir aku mau menurutimu?”

“Kenapa kau tak mau? Aku bisa membayarmu lebih daripada GD..” katanya dengan nada santai. Membalas tatapan tajam Eunhyuk dengan pandangan mengejek.

“Jangan berharap!” Seru Eunhyuk cepat sambil berpaling. Sebenarnya, ini juga tidak bentuk keberpihakannya pada G-Dragon dan Genknya. Selama ini bisa dikatakan ia ada dipihak yang netral walau ia berdiri dibawah bendera The Red Dragon. Tapi, ia juga tidak tertarik sama sekali dengan tawaran TOP. Karena ia tahu itu hanya akan membuatnya dan Soeun semakin dalam masalah. Tunggu, kenapa Eunhyuk melupakan Soeun? Dimana ia kini?

“Dimana Kim So Eun?” Tanya Eunhyuk tiba-tiba. Yang entah mendatangkan humor darimana membuat dua orang itu kembali tertawa, keras.

“Kau masih mengingatnya? Aku kira kau sudah melupakannya…” ejek TOP. Membuat Eunhyuk menatapnya lebih tajam, tidak suka.

“Aku Tanya dimana dia?!” Seru Eunhyuk geram.

“Owh, santai kawan. Kau tak perlu emosi dia aman, bahkan begitu aman…” kata TOP sedikit mendelik, membuat perasaan Eunhyuk memburuk karena jawaban tidak memuaskan itu.

“Dimana dia?!” Tanya Eunhyuk mendesak. “Jangan sampai kau melukainya sedikit saja!” Seru Eunhyuk.

“Tergantung..” sahut TOP sambil tersenyum licik. “Tergantung dimana kau bisa menyelamatkannya…” kata TOP.

“Apa maksudmu?”

“Kembali pada bisnis kita. Kau lakukan sesuatu untukku, maka kekasihmu akan baik-baik saja. Tapi kalau kau tidak mau, maka…”

Eunhyuk lebih menatap tajam TOP setelah kata-katanya yang menggantung. TOP tersenyum licik lembali, menatap wajah marah dan emosi Eunhyuk.

“Maka?”

“Kau tahu bukan apa yang bisa saja terjadi…” kata TOP kemudian. Eunhyuk hanya terdiam, menatap wajah menyebalkan TOP. Sumpah demi apapun, kalau tangannya ini tak terikat ia akan memukul wajahnya tepat dimukanya. Membuat ia bahkan tidak bisa lagi tertawa seperti itu.

“Jangan menyentuhnya, kau akan menyesal kalau melakukannya…” ancam Eunhyuk tajam.

“Maka jangan menolak tawaranku kalau kau tak mau menyesal…” balas TOP.

Eunhyuk terdiam, tak menyahut. Fikirannya benar-benar pusing. Tentu Soeun adalah prioritasnya, tapi ia sendiri  sama sekali tidak mengerti akan niat TOP padanya. yang jelas, rencananya pasti akan begitu berat dan menyusahkan baginya.

“Jadi apa maumu?” Tanya Eunhyuk setelah beberapa saat. Membuat TOP langsung tersenyum puas mendengarnya. Ia balas menatap Eunhyuk.

“Musnahkan The Red Dragon…”

()

Tanpa mengetuk pintu Eunhyuk memasuki markas The Red Dragons kembali. Kedatangannya membuat para anggota Genk yang berkumpul didalam menoleh kearah suara. Mereka tampak begitu kaget melihat Eunhyuk datang.

“Eunhyuk! kemana saja kau?!” G-Dragon yang sebelumnya sibuk dengan kartu-kartu judinya bangkit dan bertanya. “Kau menghilang tanpa khabar…” katanya.

“Tidak ada, aku hanya terlibat sedikit masalah…” kata Eunhyuk berusaha santai sambil memasuki tempat itu. tangannya ia letakkan dalam kedua celananya, memeriksa dua senjata api didalam sana.

“Kenapa wajahmu?” Tanya G-Dragon sambil duduk dihadapan Eunhyuk.

“Tidak ada, hanya sedikit ketidak hati-hatian..”

“Oiya, ngomong-ngomong kenapa kau semalam? Kenapa kau begitu tak bisa dihubungi dan pagi ini datang tiba-tiba?”

“Aku kehilangan ponselku…” sahut Eunhyuk santai. Pandangannya beralih menuju seisi ruangan. Saat ini tempat itu dipenuhi oleh beberapa orang. Eunhyuk sedang berfikir bagaimana caranya membunuh mereka semua tanpa ia harus terluka atau apapun. Sebenarnya, memusnahkan G-Dragon adalah sama dengan membunuh semua anggota The Red Dragons. Namun, sejujurnya Eunhyuk benar-benar ingin ini selesai. Ia tak mau apapun mengganjal lagi dikemudian hari, ini harus selesai hari ini.

“Oiya, kadang datang pasti untuk mengambil uangmu untuk kerjamu kemaren bukan?  Aku sudah menyiapkannya untuk dirimu…” kata G-Dragon sambil mulai membuka laci meja nakasnya.

Eunhyuk tak menyahut, wajahnya menatap siaga sekitarnya. Semua orang sedang sibuk berpesta narkoba, setidaknya ini adalah waktu yang benar-benar tepat baginya untuk menyelesaikan ini. dengan gerakan yang ringan Eunhyuk mulai mengeluarkan pistolnya.

“In-“

BANG!

“Arh!”

G-Dragon mengerang setelah merasakan sesuatu yang tajam dan panas menembus dadanya. Ia menatap Eunhyuk masih dengan kaget, sementara tangannya mulai menekan dadanya yang mengeluarkan darah. Disisi lain para anggota lainnya yang juga kaget langsung melihat kearah suara.

BANG!

Tembakan kedua menghujam bagian dada lainnya dari G-Dragon. Membuat laki-laki itu langsung ambruk dari kursinya. Sebenarnya ada niatan anggota The Read Dragons untuk membantu pimpinan mereka, namun Eunhyuk sebenarnya sudah memastikan semua itu. hingga dengan gerakan cepat Eunhyuk mulai memuntahkan pelurunya kesegala penjuru ruangan, membuat tempat itu benar-benar menjadi mencekam.

BANG! BANG! BANG!!

()

Suasana ruangan itu benar-benar sepi. Disudut ruangan, hanya ada seorang laki-laki yang sudah tertidur dengan posisi duduk di kursi. Tampaknya ia begitu lelah, hingga dengan nyenyaknya ia mampu tertidur dengan posisi serumit itu.

Sementara disudut yang lain, seorang gadis manis tampak masih terduduk dengan posisi terikat dikursi. Matanya menatap sekitarnya dengan waspada, termasuk dengan penjahat yang ditugaskan untuk menjaganya yang sudah tertidur dari tiga menit yang lalu. Namun, dibalik ketenangannya gadis yang merupakan Kim So Eun itu mulai sedikit bergerak dan mengatur strategi. Tangannya yg tersimpan dibalik sandaran kursi tampak bergerak-gerak sedikit. Berusaha melepaskan sesuatu yang membelenggunya daritadi.

Sedikit susah dan sedikit payah ia berusaha melepaskan dirinya. Berulang kali ia mengeluh karena pergelangan tangannya yang benar-benar ngilu. Namun, tekadnya untuk melepaskan diri sepertinya lebih kuat daripada itu semua. Hingga ia tetap berusaha melepaskan ikatan yang sejak beberapa menit yang lalu mulai menunjukkan harapan.

Sret..

Terdengar bunyi seperti bunyi sentakan. Soeun menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap waspada laki-laki didepannya. Setelah merasa kalau ia masih aman perlahan ia mulai menggerakkan tangannya yang sudah terlepas kedepan. Berusaha sedikit menghilangkan rasa ngilu dengan mengusap tangannya beberapa kali.

Tak berlama-lama, perlahan Soeun mulai bangkit dari tempat duduknya. Ia mengendap-endap menuju laki-laki yang masih tertidur didepannya. Setelah sampai disana, tanpa suara dan keributan Soeun mulai mengulurkan tangannya dan mengambil kunci yang diletakkan diatas meja. Soeun kemudian mulai keluar darisana mengendap-endap.

()

Soeun sebenarnya sama sekali tidak tahu dimana ia disekap. Yang jelas tempat itu bisa dikatakan mewah dan besar. Soeun yakin, ada banyak kamera pengintai yang diletakkan dimana-mana. Hingga Soeun benar-benar tak boleh gegabah. Ia harus berhati-hati, namun diluar itu ia harus tetap berusaha cepat keluar darisana.

Langkah Sulli membawanya kesebuah ruangan yg masih juga sepi. Sejauh ini ia bisa dikatakan dalam posisi yang aman dan belum ketahuan. Hingga dengan itu, Soeun tetap berusaha mencari jalan keluar darisana.

()

Klek!

“Mana bosmu?!”

Laki-laki yang sedang duduk didepan layar-layar pengintai itu beralih kebelakang ketika mendengar seseorang membuka pintu dan berseru. Ia terlihat begitu kaget melihat Eunhyuk disana.

“K-Kau.. kenapa kau disini?” tanyanya sedikit gugup. Tempat ini adalah area pribadi bagi Genk Dandellion karena disini adalah pusat kegiatan dari semua bagian rumah. Semua yg terjadi diruangan lain terlihat disini.

“Aku bertanya dimana bosmu?” Tanya Eunhyuk pura-pura tak peduli. Sungguh, ia kesini bukan karena tidak ada tujuan. Tapi ia datang untuk melihat sesuatu. Melihat dikamar mana mereka menyembunyikan gadis yang menjadi alasannya berkhianat pada kelompoknya.

“D-Dia pergi keluar. ..” sahut si penjaga masih gugup.

“Tak perlu takut. Aku tidak akan mengganggu pekerjaanmu. Kau tahu aku sudah membunuh G-Dragon bukan? Jadi tanpa kau sembunyikanpun aku nanti juga akan tahu dimana kekasihku berada. Kecuali kalau TOP bermaksud lain dari ini semua…” kata Eunhyuk langsung ketitik yang ditakuti oleh laki-laki itu.

Laki-laki itu tampak mulai mengangguk, tampaknya ia menyetujuinya.

“Pertanyaanku belum selesai. Dimana TOP? Dia keluar kemana?” Tanya Eunhyuk sambil mengalihkan perhatiannya dari laki-laki itu. beberapa kali matanya mencuri-curi melihat puluhan layar-layar yang ada disana. Berusaha menemukan sesuatu.

“Dia ada negosiasi dengan salah seorang Bandar dari hongkong. Sebentar lagi dia kembali..” sahut laki-laki itu.

Fokus Eunhyuk tiba-tiba terbagi ketika ia menemukan sesuatu disalah satu layar. Ia menemukan Soeun. tapi apa yang gadis itu lakukan? Nekat sekali ia sampai mengendap-endap disana? Apa dia tak takut ketahuan.

“Kau sudah selesai?” Laki-laki itu tiba-tiba membuyarkan lamunannya. Posisi laki-laki ini saat membelakangi layar yang menunjukkan Soeun. mengapa Soeun begitu ceroboh? Bagaimana kalau ada yang mengetahuinya? Mereka bahkan akan berbuat lebih kasar padanya.. “Kalau kau selesai silahkan pergi Eunhyuk-ssi..” katanya yang benar-benar terdengar seperti usiran.

Eunhyuk hanya mengangguk tenang sambil terus memperhatikan Soeun dari lantai yang ada. Ketika laki-laki itu berbalik dengan cepat Eunhyuk memukul tepat dibatang lehernya. Membuat laki-laki itu langsung tak sadarkan diri. Tanpa membuang waktu Eunhyuk menyambar kunci diatas meja dan keluar darisana. Eunhyuk mengunci pintu itu dari luar untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain yang tahu mengenai keberadaan Soeun.

()

Sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti tepat di depan rumah mewah itu. tak lama, TOP tampak keluar darisana dengan gaya yang elegan. Tampak beberapa anak buahnya menyambutnya.

“Apa Eunhyuk sudah datang?” Tanya TOP pada salah satu dari mereka.

“Sudah tuan..” sahut salah satunya. “Ia menunggu anda didalam…”

“Bagus..” kata TOP sambil tersenyum kecil. “Aku sudah mendengar khabar terbarunya. Dia benar-benar luar biasa…” gumamnya entah pada siapa. TOP tampak berniat lebih memasuki tempat mewah itu. namun, sebuah gerakan kecil dari sebuah benda yang terletak beberapa meter darinya membuat ia menghentikan langkahnya. TOP mengalihkan perhatiannya kearah sana, dan ia tampak sedikit tersenyum setelah itu.

“Kalian tunggu disini!” perintahnya pada anak buahnya sebelum ia meninggalkan tempat itu dan anak buahnya yang tidak mengerti.

()

Sret!

“Arh!”

Eunhyuk yang baru saja hendak menarik Soeun menghentikan langkahnya ketika seseorang mendahuluinya. ia menatap beberapa meter darinya, menatap kekasihnya yang tiba-tiba ditarik TOP dari belakang dan mendekatkan sebuah pisau tepat dibatang lehernya. Membuat gadis itu sedikit meringis dan ketakutan.

“Lepas dia, TOP!!”

Gadis itu membuka matanya ketika mendengar sebuah suara yg familiar. Menampakkan seorang pemuda dengan tubuh tegap yg berdiri beberapa meter sambil menodongkan pistol kearah mereka. Terdengar kekehan dari seseorang yg terus mencengkramnya ini.

“Kau begitu menginginkannya, Lee Hyukjae?” tanyanya terdengar mengejek. Sementara tangannya masih menahan Soeun untuk sekedar bergerak, sementara tangan yang lainnya tetap memegang sebuah pisau yang sibuk merobek kulit leher Soeun.

“Aku tak bercanda. LEPASKAN DIA!!”

Eunhyuk kembali berseru dingin. Sementara tangannya masih juga ia todongkan kearah TOP. Berusaha waspada akan apapun.

“Kau akan menyesal kalau kau sampai menyakitinya!!”

“Apa yang bisa kau lakukan Lee Hyukjae? Ingin menembak. Ayo tembak saja, aku yakin tembakanmu akan benar-benar mengenai sasaran…” kata TOP sambil tersenyum sinis dan lebih mempererat pegangannya pada Soeun. membuat gadis itu meringis.

“Apa maumu? Aku sudah menuruti semua kemauanmu. Sekarang kembalikan dia padaku?!”

TOP tertawa. Ia kembali menatap Eunhyuk dengan tatapan yang mengejek. “Kau seperti tidak tahu saja kalau dunia ini tidak sejujur itu. sama dengan dirimu yang telah mengkhianati timmu sendiri karena seorang wanita..” sindirnya tajam.

“Kau jangan bercanda. Ini sudah perjanjian!” kata Eunhyuk geram. “Berikan dia padaku! Sekarang! Apalagi maumu!”

“Tentu saja, menghancurkan semua anggota The Red Dragon. Semuanya, kau faham? Terima kasih karena telah membantuku membunuh teman-temanmu, sehingga tugasku menjadi ringan. Sekarang, aku tinggal memusnahkan satu-satunya anggota yang tersiksa. Yaitu kau…” kata TOP puas. Eunhyuk menatapnya tajam.

“Brengsek, aku tak bercanda. Lepas dia, atau kau menyesal!” Seru Eunhyuk semakin geram.

“Kita lihat, sejauh mana aku akan menyesal…”

“Arh..”

Soeun sedikit mengerang kesakitan ketika pinggir pisau itu berhasil menggores lehernya. Membuat sedikit garis disana dan mengeluarkan darah. Membuat gadis itu menangis karena perih yang dirasakannya..

“YAH LEPAS DIA!!”

TOP kembali terkekeh. Ia tak peduli rintihan kesakitan dari gadis didepannya akibat sedikit goresan yg ia ciptakan disana. Ia menatap santai pemuda didepannya yg benar-benar begitu emosi mendengar suara kesakitan kekasihnya.

“Aku tak bercanda, lepas dia..” Ucap Eunhyuk sedikit menurunkan nadanya. Ia menatap sedikit nanar pada tubuh lemah yg berada dalam cengkraman musuh besarnya. Ia tak suka siapapun menyakitinya. “LEPASKAN DIA!!”

“Apa hanya penasaran? Apa kau begitu mencintainya sampai kau tega mengkhianati teman-temanmu demi dia. Sekarang, aku hanya ingin melihat reaksimu kalau melihat dia terluka atau mati didepan didepan matamu”

“CUKUP! HENTIKAN!!” Seru Eunhyuk benar-benar geram. Matanya menatap Soeun yang sudah memejamkan matanya. Berusaha menahan rasa perih dilehernya yang bahkan masih mengeluarkan darah dan mengaliri lehernya yang putih bersih. “LEPAS DIA AKU TAK BERCANDA!!”

Sementara itu Soeun hanya bisa pasrah atas semua yang terjadi. Sungguh lehernya begitu perih sekali, tak pernah terbayangkan bahwa kulitnya akan disentuh oleh benda setajam itu. mengerikan, tubuhnya benar-benar tak bertenaga dan lelah. Rasanya lebih baik mati daripada merasakan perih yang amat sangat seperti ini.

“LEPAS DIA TOP! LEPAS DIA!!”

Eunhyuk kembali berseru lebih keras. Sebenarnya, tangannya sudah gatal ingin menembakkan senjata api ditangannya dan ia yakin ia dapat mengenai TOP tanpa harus mengenai Soeun. tapi masalahnya Soeun tetap dicengkraman TOP. TOP benar-benar tidak akan melepaskannya dengan mudah.

Bugh!

Eunhyuk tersadarkan setelah sesuatu. Soeun tiba-tiba saja bergerak dan menyikut perut TOP membuat TOP sedikit lengah. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Eunhyuk langsung melepaskan tembakan sebelum TOP kembali menjangkau Soeun.

BANG!! BANG!! BANG!!

Kaki dan tubuh Soeun bergetar ketika mendengar suara tembakan. Perlahan, ia rasakan cengkraman yg daritadi mempenjarakannya terlepas. Seiring dengan penjahat yg memeganginya yg langsung ambruk dan jatuh ketanah.

Eunhyuk segera bergerak, meraih Soeun dengan tangannya untuk berdiri. Tak lama suara langkah banyak orang terdengar mendekat. Membuat Eunhyuk menarik Soeun kedinding terdekat untuk melindungi diri mereka dari serangan baru yang akan datang.

Suasana diam sesaat, keduanya tampak sama-sama menghirup nafas. Soeun tampak hanya memejamkan matanya sambil satu tangannya memegangi bagian lehernya yg bahkan masih terus mengeluarkan darah. Eunhyuk menatapnya sekilas, berusaha memastikan Soeun akan baik-baik saja. Tangan Eunhyuk lalu bergerak dan menggenggam tangan Soeun yang lainnya, berusaha memberikan ketenangan padanya. lalu setelah itu Eunhyuk mulai bergerak dan kembali ber-dejavu…

BANG! BANG! BANG!!

()

Eunhyuk membuka pintu apartementnya kembali dengan kaki. Ia lalu bergerak dan membawa Soeun yang sudah lemah dan membaringkannya keatas sofa. Berusaha memberikan kenyamanan untuknya.

“J-Jangan pergi…”

Eunhyuk yang awalnya berniat bangkit dan mengambil obat-obatan menghentikan langkahnya mendengar seruan Soeun. ia kembali menatap Soeun, mengusap rambut itu dengan lembut dan berusaha memberikan ketenangan.

Soeun mulai membuka berusaha membuka matanya. Balas menatap Eunhyuk yang juga telah menatapnya dengan wajah yang khawatir.

“Aku baik-baik saja…” ucapnya pelan pada Eunhyuk. jujur saja, luka itu benar-benar sakit walau hanya goresan. Hingga ketika bicarapun ia terpaksa harus mengernyitkan dahinya untuk menahan rasa perih yang ia rasakan. Wajahnya pun benar-benar begitu pucat dibuatnya.

“Aku akan mengambil obat untuk mengobati lukamu…” kata Eunhyuk pelan. Jujur Eunhyuk lelah sekali, banyak hal yang hari ini harus dihadapinya. Ia harus membunuh lebih dari tiga puluh orang dalam sehari dan menggendong Soeun dari markas The Dandellion kemari. tapi, sumpah demi apapun ia tak bisa tenang sebelum memastikan bahwa Soeun baik-baik saja.

“Ini sudah lebih baik, mohon temani aku…” kata Soeun sambil menahan kesakitan yang dirasakannya.

Eunhyuk tak mengatakan apapun. Ia tampak hanya sedikit bergerak dan menyeimbangkan posisinya dengan Soeun. Setelah itu Eunhyuk langsung menarik tengkuk Soeun dan mendekatkan wajahnya keleher Soeun.

Sensasi menyesakkan tiba-tiba saja menghinggapi tubuh Soeun. hingga tanpa sadar ia ia mencengkram rambut Eunhyuk ketika bibir pemuda itu menyentuh bekas lukanya. Berusaha menjilat dan menghisap dengan perlahan cairan-cairan merah yang keluar darisana. Membuat Soeun benar-benar merasakan sengatan yang luar biasa. Sebuah rasa perih dan rasa lainnya yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Setelah merasa cukup, Eunhyuk melepaskan Soeun secara perlahan. Membiarkan gadis itu mendapatkan udaranya dengan tersengal-sengal karena cara pengobatan yang Eunhyuk berikan.  Eunhyuk kemudian menyentuh rambut Soeun kembali. Membuat gadis itu membuka matanya lagi dan balas menatap Eunhyuk.

“Maaf karena telah membawamu dalam masalah ini…” kata Eunhyuk pelan sambil menatap wajah Soeun. jarak mereka benar-benar begitu dekat, hingga keduanya sama-sama dapat merasakan nafas lawan bicaranya. “Tapi aku mencintaimu…” sambung Eunhyuk dengan wajah yang begitu serius. Matanya menatap dalam mata Soeun, berusaha menyampaikan kalau ia benar-benar mengatakan kebenarannya.

“Aku tahu, aku ini brengsek dan aku bajingan. Orang sepertiku memang tak pantas dengan gadis seperti dirimu. Tapi aku benar-benar tidak bisa lagi menahan. Aku bisa merasakannya, sebuah perasaan yang selama ini aku takuti. Aku takuti karena aku takut melukai orang yang aku cintai. Dan pada akhirnya kau harus merasakannya karena kau kucintai. Maaf, aku benar-benar maaf untuk itu..” kata Eunhyuk pelan dan benar-benar serius. Matanya tak pernah lepas menatap Soeun walau hanya sedikit, benar-benar tak ingin berpaling darimata itu walau sebentar.

“Semuanya sudah kuselesaikan. Semua yang mungkin akan membahayakanmu sudah aku musnahkan. Sekarang kau tak perlu takut, kau bisa pergi tanpa harus khawatir ini akan terulang kembali…”

“Aku akan melepasmu setelah ini. aku tahu kau membenciku, aku harap kau tidak menyimpan dendam padaku. Atas semua penderitaan yang aku sebabkan padamu-“

“Lalu kau ingin menyelesaikannya sampai disini dan membiarkanku?” potong Soeun pada Eunhyuk.

“Kau harus mendapatkan kebebasan dan ketenanganmu kembali. Sesuatu yang sempat dirusak olehku. Sekarang semua selesai, carilah kebebasanm-“

“Tapi aku juga mencintaimu..”

Matanya keduanya kembali bertemu. Saling menatap begitu dalam, berusaha menyalurkan perasaan masing-masing agar lawan biacaranya dapat membacanya dengan baik.

“Tapi kau bilang kau membenciku?”

“Aku tak pernah membencimu, aku hanya selalu mencintaimu…” kata Soeun tak kalah serius. Eunhyuk juga menatapnya semakin dalam.

“Tapi aku adalah seorang penjahat. Kau melihat semuanya sudah dengan begitu jelas…”

“Kau penjahat tapi kau melindungiku. Itu lebih baik daripada semua orang baik yang kukenal tapi tak memperdulikanku…”

“Soeun-“

“Aku mencintaimu. Bolehkah aku selalu disisimu?”

“Soeun-“

“Tolong izinkan aku selalu bersamamu. Kau satu-satunya yang kumiliki, sama seperti diriku yang juga satu-satunya yang kau punya. Kita saling membutuhkan dan kita saling mencintai…”

Mata keduanya masih saling menyatu, berusaha menyalurkan perasaan yang mereka punya dengan begitu baik. Sebuah yang mereka sadari sama-sama mereka mengerti.

“Aku juga mencintaimu. Hiduplah bersamaku…”

Soeun memejamkan matanya ketika bibir Eunhyuk kembali menyentuh bibirnya. Berusaha menyampaikan perasaan dan cinta itu sejelas-jelasnya. Berusaha untuk memulai darisini. Memulai untuk saling percaya dan memulai untuk saling memiliki…

(The End)

60 Comments Add yours

  1. Deshiewookie mengatakan:

    Akhirnya happy ending.. padahal ngiranya bakalan sad..
    diluar dugaan saya ternyata Soeun udah bersuami.. aku kira disurh bunuh karena masalah lain…
    ng.. untuk part ini aku suka.. narasinya suka.. cara penyampaiannya mudah dimengerti dan jadi ikut masuk ke ceritanya..
    tapi putri.. ada beberapa typo.. kayak nama soeun berubah jadi Sully.. lhah ini yg ngetik pasti lagi mikirin sully kkkk -__-v
    keseluruhan suka.. ditunggu karya yang lain..😀

    1. PrincessClouds mengatakan:

      wah jinjjayo….
      yang mana itu *brb nyari typo yg dimaksud…
      sepertinya emang karena saya sedang tergila-gila dengan TTBY makanya jadi sering mikirin sulli. mian…

  2. sag1190 mengatakan:

    wach bagus banget ceritanya Putri, berasa nonton film action, tembak2an, kejar2an, pokonya seru banget dech, ikutan tegang bacanya, bagian paling tegang waktu Sso ditangkep TOP trus Eunhyuk mau nembak TOP… keren dech happy ending yg diakhiri sweet moment 2 anak manusia yg udah gak punya siapa2 selain diri mreka masing2 #plakkkk *readerlebay*, good job Putri,.. always love your fanfic ^_^

  3. andri susilowati mengatakan:

    huaaaaa part ini sungguh keren thorrrrrr.
    akhirnya happy ending.
    untung gak terjadi apa2.
    hahahahhahahahahaha.
    tp ada beberapa di kalimat diatas yang sulit untuk di pahami,
    kkkkk tapi bagus kok.
    ayooo lanjut thorrrrrrrrr

  4. vani mengatakan:

    fantastik

    ok cerita, keren,,, alami, sederhana mudah dipahami, memainkan emosi readersnya TOP punya ^^ kejutan “happy ending” sayang deh bwt yang lum bisa baca ato yg jd silent readers

    ceritanya yang jelas romantis, wkwkwk gak peduli ada redaksi yg kurang, wajar menuju kesempurnaan

    wooow banyak adegan keren baik yang deg2an karena usaha nembak ato kissesnya

    favorit kata yg terucap dari Sso part 2 ini:
    “Kau penjahat tapi kau melindungiku. Itu lebih baik daripada semua orang baik yang kukenal tapi tak memperdulikanku…”

    favorit adegan dari Hyuk slain heroiknya di part ini ketika:
    “bibir pemuda itu menyentuh bekas lukanya. Berusaha menjilat dan menghisap dengan perlahan cairan-cairan merah yang keluar darisana. Membuat Soeun benar-benar merasakan sengatan yang luar biasa. Sebuah rasa perih dan rasa lainnya yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata”
    gomawo

  5. Dhenanti JSKDEY mengatakan:

    OMO~ diluar dugaan.. Ternyata soeun udah menikah.
    Aku pikir aku salah memperkirakan siapa yang mau membunuh soeun saat soeun bilang bahwa yang melakukan itu adalah suami, eh. Ternyata bener perkiraanku sebelumnya yang melakukan iti adalah TOP.
    Kerennya kak, ceritanya.
    Eunhyuk kayak VAMPIR *kekeke

  6. neng dona mengatakan:

    horeee happy ending,,,, ceritanya ga ketebak eum kirain soeun ga pnya suami, tp ko ngegantung yg suruh bunuh so eun kan blm ketemu siapa orangnya, tp keren T.O.P di tunggu ff berikutnya heee

  7. minmin_mizana mengatakan:

    Dari awal aja udah deg2an beda dari part sebelumnya masih ada comedi’a : )
    Dipart ke 2 bikin deg2an dari awal eunhyk mau bunuh sso mpe waktu TOP mau bunuh hyuk, apalagi pas sso ngejar2 laki2 mpe ke atap gedung rasanya deg2an bgt, takut tiba2 sso ditembak *reader lebay
    Iya seperti kata desy da typo’a tiba2 ada nama sully pas bagian sso mau kabur >,<
    Itu pengobatan ala apa ya yg hyuk berikan ma sso? Kkkkkk *reader mesum
    Ditunggu karya2 selanjutnya putri ^^

  8. agustin ayu mengatakan:

    wahh daebakk, aku suka banget sama endingnya …
    yaampun eunhyuk so sweet banget rela ngebunuh gankster-nya demi ngelindungin so eun, kekekek~
    di tunggu karya selanjutnya yg lebih keren lagi🙂

  9. Puspa Kyukyu mengatakan:

    “Di..a,dia S-uamiku” #JederrrrRrrrrr *hatiku Puspa berasa disamber petir*
    ckckckkckc..bukan Eunhyuk aja,Puspa jg…

    Asli tegang banget baca FF ini !!!
    Gag tw me coment apa lagi Eonnie…
    Peace^~^

    akhirnya Happy Ending….
    Saya kira Sso bakal mati…
    Kekekekekke -V-

    ditunggu karya lainnya Eonnie😀

  10. noni eka s mengatakan:

    sebenernya masih penasaran yang jadi suami soeun itu. aseli ngena banget omongan soeun ke eunhyuk. finally happy ending!😀 Gini nih kalo baca angst ff pasti deg degan penasaran endingnya. btw sih aku suka alur nya. yang fated lanjutin juga ya kak😀

  11. Princess ice mengatakan:

    Pengobatan dgn cara enhyuk ~ ???? #abaikan
    enhyuk bner2 napeun saram tapi bukan napeun namja tentu’a. Suka bgt sma karakter enhyuk yg kya gni. Aihh daebak!!!!
    Ending’a so sweet bgt🙂 ^_^
    couple soeunhyuk adlh slah stu terfav trbukti dr ff yg d bkin sma auth0r dgn pairing soeunhyuk. And aq hrep auth0r gkan b0sen bkin ff dgn pairing soeunhyuk.🙂
    eonjekajina fighting!!

  12. shane mengatakan:

    Reader nga nyangka enhyuk bs serius jg,hehehe,,cooL Men..Sensasi ini ff bener2 berbeza..td suara tembakannya “bang” reader kr abang gt,hehe *reader katro*
    Yeeeaa,seru bgt pas adegan tembak2an..berasa nonton flM action.
    Dapat. Banget feelnya kerasoo..
    Td ada nyelip nm sulli,jd keinget ff yg ada sulli ma taemin!!

    Thor always ceMunguut n Gomawo ya🙂🙂🙂

  13. Kyaaa… Good Ff thor🙂
    aku suka nih genre ff ini, kkkk
    action’y itu. Jdi ngebayang eunhyuk yg di spy (tpi muka2 opera gitu) kkk.
    Oh iy thor, pas aku baca kok di situ ada ‘sulli’nya sih. Bukannya soeun y ? Atau cuman slah ketik ?
    Ditunggu ya thor karya ff lain’y ..
    Nice ff thor😀

  14. Wulanilmi mengatakan:

    Wah keren eon aku suka… Cuma certanya trkesan cepet selese… Trus ada beberpa yg gantung.. Tapi keren deh.. Eon hwaiting

  15. pipip mengatakan:

    Waaah ceritnya nya keren bnget,seru kyk nnton film action
    Ayo put bkin ff yg keren2 lgi, dtnggu yaaaa

  16. Yoona Eunnie mengatakan:

    Stlh mngalami sdikit ksulitan dlm mmbuka ff ini akhirx slesai jg mmbcax..#huufh,legaaaa..
    Asli kren bgt put..beda dr ff putri yg lainx..srasa lg bca novel action..#acungin jmpol..
    Sbnrx pnrsn jg siapa yg jd suamix sso..itu ksihan bgt si GD yg gk slh apa2 lngsung dbnuh si unyuk..TOP nya jg trlalu kjam..udh GD dbnuh,dia mlah jg ingin mmbnuh unyuk n sso..tp syukurlah,akhirx dia mati jg n smuax brakhir happy ending..
    Scara ksluruhan aq suka critax wlau ada sdikit typo..but its oke,bs dprbaiki lg..
    Bikin lg ff dgn genre kyk gini put biar seru..dtng9u krya slnjutx..^^

  17. ticha_ mengatakan:

    wah……seru🙂
    Kirain bkln sad ending ternyata sebal!k’x😀
    Q ska ama jln crt’x_
    Hyukppa bnrn c!nta ama o_oppa rela ngelakuin apa aja buat sso
    Kekekeke🙂
    Hmm…..bener2 daebak saeng
    Q tgg karya2 saeng
    Daebak…..
    Sasukdd

  18. Niniet mengatakan:

    WAAAAAAAAAAAAAAAHH senangnya waktu itu aku sempat komen cerita spt ini mungkin akan berakhir tragis, tapi ternyata daebak bisa happy ending… senengnya baca ff action nya bikib aku
    engap loh.. banyak nahan nafas, romanticnya dapet pokonya……kaya keren thor…

  19. zhuryia mengatakan:

    wow asli keren aq suka banget…..
    Hyuk bener” rela berkorban demi so eun….
    D tunggu ff slanjut’ny….

  20. haekyusso mengatakan:

    keren,,,keren bngt crt ya🙂
    ya ampun bang tabi kok nglukain sso eunnie
    sdh wkt sso th bwh hyukpa pmbnh byrn dan wkt sso d sndra ma bang tabi😦
    tp untung y d akhir crt hppy endng🙂

  21. haekyusso mengatakan:

    keren,,,keren bngt crt ya🙂
    ya ampun bang tabi kok nglukain sso eunnie
    sdh wkt sso th bwh hyukpa pmbnh byrn dan wkt sso d sndra ma bang tabi😦
    tp untung y d akhir crt hppy endng🙂
    putri d tunggu slalu ff yg laen y pa lagi BMG y slalu aku tunggu dan ttp SEMANGAT SLALU😉

  22. lee mar'atus mengatakan:

    Daebaaak, sumpah bagus pake banget,
    so sweet banget ceritanya,
    suka banget.😀
    semoga bisa terus berkarya, di tunggu karya lainnya.😀

  23. dyyyy mengatakan:

    baca ff ne sperti liat film action…….
    di part “Aku tak tahu mengapa. Tapi selama dengannya aku begitu banyak tertawa ataupun tersenyum. Dan aku tak suka siapapun menyakitinya..”eunhyuk so sweet…..
    seneng cos happy ending….sy kira sad ending…

  24. veranicka mengatakan:

    Wuuua keren
    Ceritanya gak mudah ditebak
    Dan tebakan ku sebelumnya salah😀
    Eunhyuk nya keren abis dah
    Rela berkorban demi sso
    Suka suka suka

  25. Anna mengatakan:

    Finally,,,udh smpet down dluan coz mikirny sad ending,,trnyt sesuatu ya ending yg tak trduga untg eunhyuk bs ngelawan pnjht2 itu,author top nieeyy suka suka,,,,:)

  26. YeojaNiel mengatakan:

    HARUS ADA SEQUEL. WAJIB
    Hahaha
    gila ini mah
    Romantisss g nanggung2 kak xD

  27. haessolover mengatakan:

    Akhirnya happy ending juga, kirain bakal sad ending.

    Gak nyangka ternyata kim so eun itu udah nikah.

    Suka banget ma jalan ceritanya, berasa seperti film hollywood yang penuh dengan aksi heroik.

    God job chingu, ditunggu karya lainnya.

  28. vita_MVP mengatakan:

    mwo?? Udah end yah??
    Kerenn eonni,happy ending akhirnya ekekekek
    Eonni daebak,jelasin action nya berasa kayak nonton film action ekeke,,

  29. Wahyunniewah mengatakan:

    Happy ending ……. Horeeee …..
    Kirain bakalan sad ending … Seneng banget liat couple ini bersatu … Udh korbanin bnyak nyawa .. Mreka harus bahagia eo ?? Makasih jg buat author.a yg udh kasih PW …. Gomawo ^^

  30. mayaulidhasso mengatakan:

    Sempat de deg serrr juga nih baca nyaa :O
    akhirnya HyukSso bersatu😉
    aku pikir pas Sso eonnie tau kalau Hyukppa itu pembunuh bayaran dia udh bner2 benci tapi, cinta mempersatukan mereka hahaha😀
    pas terakhirnya seneng deh liatnyaa ;))
    dilanjut ff yang lainnya author🙂
    Keep Spirit \^^/ FIGHTING!!
    gomawo^^

  31. Dear Dhiyah mengatakan:

    happy Ending ^^
    tp action y msih kurang ,, hehehe
    tp cerita cinta y suka …..❤

  32. Kyusso shipper mengatakan:

    happy ending bagus deg deg an ini ff
    hyuk sayang bgt sama so eun sampe segitunya🙂 seneng deh baca endingnya
    author ayoo bikin ff hyuksso lagi karna saya juga termasuk hyuksso shiper lanjutkan author ff lainya fighting

  33. rida locket mengatakan:

    akhirnya unni q ccomeback lagi dengan part 2 nya… ayo unni ceritanya buat yang baru lagi jangan lupa ya Haessonya…
    aqu suka bgt nih cerita , ku kira bakal sad end tpi heppy ending ternyata.
    kak poetri fighthing…

  34. cucancie mengatakan:

    Wuah keren nih ff action yg seru daebak,salut buat eunhyuk yg rela ngelakuin apapun demi so eun,suka sm endingnya…daebak thor!

  35. Ambar mengatakan:

    Astaga q bnr2 terlena ma ff’nya,hiks hiks ini ff menegangkan tpi q mlh bener2 nangis.. Hyukppa u bener2 sesuatu suka bngt ma sifatny yg ngelindungi Sso.. Dtgu krya yg laen y chingu!

  36. yuniarti noey mengatakan:

    seru bangeeeet berasa nonton film action………akhirnya juga happy ending yg q kira bkl sad ending!
    ditunggu ff yg lainnya ya ……….khususnya Yesso couple n Ssoeunhyuk couple, krna q suka bngt sm pair ini

  37. Dhilacho mengatakan:

    Yeei publish jg akhirnya..
    Actually, aku mw komen dr kemaren2 cuma kaga sempet aja..
    Uwoo.. Knpa hyuk oppa mesti nge bunuh GD? GD kn bosnya? Emang yah demi so eun apa pun dilakuin. Si TOP jahat bgt disini, serem jg pake bunyi2 tembakan. Uh akhirnya So eun eonnie n hyuk oppa jadian. Bikin sequel kek eon mereka married

  38. @EndaHyukjae mengatakan:

    Huwaaa happy ending, slalu suka dgn chinguu yg hyuk bad boy gtu, ayoooo bkin lg. Chinguu endah ssukaaaa

  39. susii lawati mengatakan:

    wahh daebak..
    Ceritanya keren bangt chingu..
    Jd ngerasa kaya beneran,semuanya ada,seneng,sedih,menderita,tegang,emosi ..
    Endingnya keren akhirnya sso dan eunhyuk bersama🙂

  40. idhacutvit mengatakan:

    cooo cuiiittt…endgx co cuit bgt chingu,,pa lg wktu hyukppa ng0batin sso e0nnie..ya ampun co cuit badaiii*reader mupeng*,,aq ampe senyum geje2 gt ngbcx,,aq mlh ngira klo sso e0nnie bkln mti tp trxta cz peng0btan hyukppa yg sngt luar biasa hbt it sso e0nnie slmt dhe..kykx hyukppa mnemukn cr png0btn trbru heheheXD…wl0pun bgian awl and bgian tengahx amt sgt tragis cz hrus da bnuh2an gt tp endgx bgus bgt…aq suka bgeeeeet…1000 jmp0l bwt authr,,epepx daebak bgt…so aq tunggu epepmu yg lain chingu…ttp cemangat…
    Fighting…

  41. Kim Ha Byung mengatakan:

    Huaaa bener2 keren ffnya..
    Actionnya dapet banget..
    Eunhyuk oppa juga keren banget…
    Happy end, aku suka😀
    Di tunggu ff yg lain eon…
    Dan gomawo, atas pwnya…

  42. BL mengatakan:

    Ahhhh kerennn kirain bakal ada yg mati:(

  43. Sso summer mengatakan:

    Keren.. Aku kira GDTOP sekongkol.. Eh ternyata.. Pdhal berharap banget ada orang ketiga disini. Ya misal GD/TOP/Junsu yg nongolnya bentar..
    Tp.. Overall aku suka.. Jalan ceritanya ga mudah ditebak..
    Utk slanjutnya ditunggu karya lainnya

  44. angelf frida mengatakan:

    wa…seru banget ceritanya sampe tegang bacanya
    suka banget kayak film2 action
    hyuk oppa cinta bnget ya ma sso eonnie smpe rela gitu ngehianatin kelompoknya sendiri
    tapi keren banget ff nya suka
    ditunggu ff yang lainya chingu dengan pairing hyuksso

  45. Irnawatyalwi mengatakan:

    Put salut bnget dgn twoshot in, critax sngt mncekam layakx menyaksikan film action antr genk, aq paling angkt jmpol buat TS in luar biasa critax, feelx, setting aplg karaktrx. Aq jg mwx ada ff/os yg genrex bgni tpi haesso jgn enhyuk trus yg d pasagin ma so eun kalo rada bad boy tpi emank si enhyuk co2k dgn citra yg bad, v buat fansx hyukjae.

  46. anastasia erna mengatakan:

    keren…
    bagus banget ampe seru baca nya…

  47. HETY SHAWOL mengatakan:

    satu kata buat author ‘KEREN’ tulisanx bagus banget qw yg tdnx mls bc ff th ad ff br dr author favoritq jd semngt bacanx aplg pairingx favq eunhyu,donghae syg g ad ff onewx keke..q jrng loe bc ff soeun bwtn ank2 hbsnx blm trllu ad feelnx tp klw yg bkn putri bawaanx jd smngt krn dff yg sblmnx crtnx sm tulisnx g ad yg ngecewain..tiap bc ff putri bawaanxq ikut larut kdlm cerita n brsa kyk liht filmxn bnrn..keren bgt pkknx

  48. mun taryatia mengatakan:

    keren thor ngeri wkt liat unnie lehernya di tusuk pisau…lanjut terus semangat untuk menciptakan cerita yang keren2..

  49. Stny Lee mengatakan:

    huhuhu …adegan romance nya DAPET bngt ;-( aku sampe nangis sndiri#gada yg nmenin
    tpi aku seneng krna akhir nya kak soeunhyuk bisa bersama#cieee bahasa nya
    Ok,bwt kak Putri MKSIH BNGT krn dh mo ngsih PW nya ke aku .GOMAWO EONNI
    moga te2p langgeng ma Abang Yeye nya …hehe

  50. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaa…. Keeennnnn…. Keerennnnnnn…. Kerennnnnnn……
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__). Bwt authorrrrr….

  51. Dizhaadrya mengatakan:

    Akhr ny happy ending sya terlmbt komen ny kliatan bgt si bang hyuk cnta bgt ma sso i like hyuksso hehe

  52. Shumy yukiss mhu mengatakan:

    Ff chigu sellu keren ,,
    hyuk opp keren dech di ff ne,,
    suka baget,,
    aq harrap chigu akn buat ff kyk gini lg

  53. bumssso mengatakan:

    Kereeen kakaaak

  54. senrumi mengatakan:

    Bikin deg2 ja aq pkr sso akan mati td
    seru n keren bgt

  55. kim Ra rA mengatakan:

    ach…ada kah kata lain selain keren dan DAEBAK. ga tahu gimana ngungkapin rasa suka Ra sama semua ff di blog ini.
    ceritanya menyisakan kekaguman luar biasa dalam setiap jalan cerita yang tersuguh.
    mengharukan saat eunhyuk mengungkapkan perasaannya

  56. lavender mengatakan:

    seru, menegagkn dn romantis

  57. Rani Annisarura mengatakan:

    akhirnya happy ending ceritanya,, setelah baca yang menegangkan banget….

    Masih penasaran sama siapa sebenernya suami so eun itu???
    Tapi ternyata so eun & eunhyuk saling mencintai dan hidup bersama….

    Eunhyuk keren banget ngerelain semuanya dan akhir ceritanya itu romantis🙂

    keren deh buat cerita ini dan seruuuuu…….

  58. GG mengatakan:

    alhamdulillah kalo happy ending. jalan critanya gak bs di tebak hahahahaaa.. kaget tau soeun uda bersuami… suka kalo alurnya kayak gini. bukan sekedar suka2 biasa🙂

    buat ff yg alurnya susah di tebak lagi donggggg

    btw buat FF soeun-bigbang yaaaaa????? kayaknya image bigbang cocok buat FF yg beginiaaaannnn.. soeun GD atau soeun TOP heheheheheh.. maybe you can considered thank youuuu

  59. Endang widiyati mengatakan:

    Ooooooo My God!!!ff ini mampu bikin mataku ga kedip waktu baca…..cara nulisnya keren…meski msh ada kata2 yg krg pas tpi msh bs ditutup dg penjelasan suasana dan alur cerita.emg awal bikin bingung sehhh tapi at least semuanya ada penjelasan!!!good lach!!!saluuuuttt!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s