~Sweet Piece Of Love Part6~


Sweet Piece Of Love6|PrincessClouds aka Putri Andina|Romantic, Family, Friendship, Comedy|Kim Soeun, Super Junior’s Yesung, SNSD’s Jessica, Super Junior’s Sungmin, Yesung’s Mom, Kim Jongjin, SNSD’s Tiffany, F(x)’s Krystal, SNSD’s Sunny, and Other….

Summary: Aku sadar itu, aku… menyukaimu…

Warning: Typo(s)

~

“Ini keren sekali..”

Jongjin tampak bergerak dari pintu menuju benda tersebut ketika para kurir tersebut telah pergi. Tangannya menyentuh permukaan Keyboard yg benar2 masih licin. Beberapa kali tangannya tampak memencet tooth secara asal. Menimbulkan beberapa bunyi yg tidak teratur.

Setelah pergi sekitar sepuluh menit Yesung kembali keruang tengah. Ia mengantongi ponsel kedalam sakunya sambil tersenyum. Ia ikut menyentuh Keybrd. Kedua saudara itu tampak sama2 mengagumi benda tersebut.

“Ini benar2 alat music yg kulihat sejak lama. Lihat, toko musicnya saja memang toko yg ada didekat halte didekat stasiun..” kata Yesung kemudian. Jongjin tampak mengangguk dan tersenyum.

“Ini keren sekali hyung. Bolehkan aku meminjamnya beberapa kali?” Tanya Jongjin. Yesung mengangguk.

“Tentu saja..” sahutnya sambil tetap tersenyum. Pandangannya beralih pada dua wanita yg sama2 hanya terdiam disana dan tak berkomentar. “Bagaimana menurut ibu?” Tanya Yesung.

“Bagus..” Nyonya Kim menjawab Simple sambil berjalan kembali keruang makan. Yesung tampak sedikit kaget melihat reaksi ibunya. Lalu ia beralih kepada Soeun. Sadar diperhatikan Soeun juga ikut bergerak mengikuti nyonya Kim dan meninggalkan tempat itu begitu saja.

“Mereka kenapa?” Tanya Yesung bingung. Jongjin tampak hanya nyegir.

“Mungkin para wanita tidak suka Keyboard!” jawabnya benar2 asal.

()

“Apa yang kau lakukan?”

“Kau lihat benda itu? aku sedang berusaha mengumpulkan uang untuk membelinya..”

“Lalu apa lagi yg kau inginkan selain benda itu?”

“Mungkin aku ingin Jessica kembali percaya padaku. Lalu kami melanjutkan hubungan kami..”

Soeun terdiam dalam kegelapan kamar ketika mengenang pembicaraannya dengan Yesung sebelumnya. Entah kenapa, Soeun yg selama ini tidak pernah ingin memusingkan diri dengan hal yg bukan mengenai dirinya bisa begitu larut dalam pemikiran ini. pemikiran tentang keinginan Yesung.

Sekarang, Yesung pasti begitu bahagia karena ia mendapatkan semua yg diinginkannya. Benda yg diinginkannya, bahkan.. hal yg paling diinginkannya. Hal itu seharusnya membuat Soeun senang, namun entah kenapa Soeun benar2 kesal akan itu semua. Ia benar2 tak menyukainya…

Jadi apa yg Soeun sukai dan inginkan? Soeun ingin benda tersebut ia yg berikan kepada Yesung. Ia ingin Yesung terlihat bahagia karena barang pemberiannya lalu setelahnya mengucapkan terima kasih padanya. hanya padanya. Dan yg paling penting, ia juga tidak ingin wanita yg bernama Jessica itu kembali pada Yesung. Ia tak suka wanita itu merebut perhatian Yesung darinya. Mengertilah, Soeun benar2 tidak suka berbagi..

()

“Setelah ini kita tinggal membeli beberapa sayuran maka selesai, setelah itu kita pulang…”

Yesung terus mengoceh sambil memimpin beberapa langkah dari Soeun. hari ini seperti biasanya, Yesung dan Soeun kembali melakukan tugas mereka sehari-hari yaitu membeli bahan makanan kepasar. Namun hari ini berbeda dari yang sebelumnya, hari ini Soeun sama sekali tidak bergairah ataupun bersemangat seperti sebelumnya. Ia hanya menuruti kemana Yesung pergi dan mengikuti semua kata2nya. tidak ada protes atau perang seperti yg sering mereka lakukan sebelumnya.

“Nah.. pegang ini, Dongsaengie…”

Yesung kembali memberikan perintah sambil memberikan keranjang sayuran pada Soeun. lagi2 Soeun hanya menurutinya dan melakukan apapun perintah Yesung. Ia bahkan tidak protes ketika Yesung memanggilnya dengan panggilan yg paling dibencinya. Membuat Yesung pada akhirnya menyadarinya.

“Kau kenapa? kenapa hari ini diam saja?” Tanya Yesung setelah mereka keluar dari pasar. Ia menoleh kebelakang dan menatap Soeun.

“Bukankah kau tidak suka aku banyak bicara?” Tanya Soeun datar.

“Iya sih..” gumam Yesung. “Tapi kau terlihat aneh sekali. Kau tahu? kau yakin kau tidak sakit?” Tanya Yesung mulai sedikit cemas. Soeun menggeleng.

“Tidak, aku baik2 saja. Ayo kita pulang. Bibi pasti menunggu..” sahut Soeun tanpa gairah. Ia kemudian berjalan duluan dan meninggalkan Yesung yg masih bingung begitu saja. Yesung pada akhirnya mengejarnya.

()

“Kau tahu. semalam adalah hari yg paling berkesan untukku. Aku benar2 senang mendapatkan semua yg kuinginkan. Alat music yg paling kuinginkan, dan.. Jessica. Aku benar2 tidak menyangka semua yg kuinginkan tercapai dalam waktu semalam…”

Soeun hanya diam mendengarkan cerita Yesung yg berjalan disisinya. Tak ada sahutan, tak ada reaksi. Yang jelas ia masih mendengar dan ada disana mendengarkan Yesung.

“Kau tahu? kemaren waktu dia menelfonku. Dia mengajakku untuk bertemu. Dan kau tahu dia ingin dimana? Dia ingin kami bertemu di Namsan Tower. Namsan Tower adalah tempat paling bersejarah untuk kami berdua. Kami sering pergi kesana, bahkan kami jadian disana. Hanya saja dulu ketika kami sudah pacaran, entah kenapa Jessica menjadi enggan kalau kami janjian disana. Sepertinya ia bosan..” Kata Yesung panjang dan masih saja berceloteh. Ia tidak menyadari kalau lawan bicaranya tidak tertarik dengan ceritanya ataupun celotehannya. “Tapi sekarang ia sepertinya sudah berubah fikiran, dia mulai mengajakku untuk bertemu disana. Kau tahu, aku senang, begitu-“

“Bawa belanjaan ini! jangan terus berceloteh!” Potong Soeun sambil memindahkan barang ditangannya ketangan Yesung. Yesung berdecak karena kesulitan.

“Yah! Sikap manjamu kambuh lagi. Bagaimana mungkin kau membebankan semuanya padaku!!” Protes Yesung kesal sambil menatap Soeun yg meninggalkannya. Soeun berhenti, lalu berbalik.

“Kalau begitu jangan terlalu banyak bicara!!”

()

“Aku serius Sica. Kita benar-benar harus melakukan sesuatu..”

Sungmin bergeser dari tempatnya berdiri dan mendekati Jessica. Raut keseriusan terlihat diwajahnya. Menatap Jessica yg daritadi tidak menunjukkan ekspresi yg tak berarti.

“Apa maksudmu dengan melakukan sesuatu?” Tanya Jessica balik.

“Apa saja. Apa saja untuk membuat Soeun kembali..”

“Ck, Lee Sungmin, sudah berapa kali aku katakan? Tidak ada gunanya..” sahut Jessica datar.

“Tidak ada gunanya bagaimana?”

“Ya, seperti yg kau tahu. Soeun itu begitu keras kepala. Dia tidak akan mendengarkan siapapun selain dirinya sendiri. Jadi kau berusaha sekuat apapun hasilnya akan tetap sama, dia tidak akan mengerti..” jelas Jessica panjang. Sungmin berdecak.

“Lalu kita akan membiarkan semua ini, huh? Bagaimana kalau sesuatu membahayakannya?”

“Lalu menurutmu apa yg harus kita lakukan?” Tanya Jessica.

“Tentu saja kita harus membujuknya untuk kembali..”

“Huh..” Jessica sedikit tersenyum mengejek. “Membujuknya…” gumamnya pelan. Sungmin beralih padanya.

“Tentu saja, memang apa yg salah?”

“Seharusnya memang tidak ada yg salah, mengingat aku adalah sepupunya. Tapi kau lupa? Dia Kim So Eun, dia benar-benar tidak sama dengan manusia lainnya. dia egois dan seenaknya..” Ucap Jessica terdengar miris.

“Tapi, kau mau terjadi sesuatu padanya? bagaimana kalau dia terjebak dalam bahaya?”

Jessica tak langsung menyahut, ia mengalihkan perhatiannya pada Sungmin. “Kalau begitu, kau lakukan sendiri. Ini kesalahanmu, kau selesaikan sendiri..”

“Apa maksudnya dengan kesalahanku?” Tanya Sungmin sedikit protes. Jessica sedikit tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.

“Kau lupa siapa yg telah selingkuh dan membuatnya lari dari rumah?” sindir Jessica. Sungmin tak menyahut, ia kehabisan kata-kata karena ucapan Jessica yg menyurutkannya.

()

“Terimakasih atas kedatangannya…”

Soeun tampak tersenyum ramah sambil membungkukkan badannya ketika sepasang pelanggan meninggalkan restoran. Setelah mereka berdua benar2 menjauh dari pintu masuk restoran Soeun kembali ketempatnya tadi.

Soeun memiringkan kepalanya, menatap sedikit penasaran pada Yesung yg tampak kembali asyik dengan kertas-kertasnya. Ia kembali menggunakan kesempatan pelanggan yg tidak terlalu ramai untuk kembali menulis di buku yg selalu dibawa kemana-mana itu.

“Apa yg kau lakukan?”

Yesung sedikit tersentak ketika mendengar seruan Soeun. Yesung sedikit mengusap dadanya akibat seruan Soeun.

“YAH! Kau. Kau mau membuat aku mati karena serangan jantung?” omelnya sambil menutup bukunya kembali.

Soeun berdecak, ia menarik kursi dihadapan Yesung dan mendudukinya. Membuat Yesung kembali mengomel.

“Yah, banyak meja disini. Kenapa kau harus duduk disini?”

“Memangnya kenapa? tidak boleh?”

“Bukannya tidak boleh hanya saja dengan dirimu dihadapanku inspirasiku jadi tidak jalan…” kata Yesung dengan begitu lancar. Membuat Soeun sedikit berdecak dan cemberut.

“Berhentilah berlebihan…” omelnya kesal. Yesung balas berdecak dan geleng-geleng kepala.

“Astaga kau galak sekali…” tanggap Yesung sok prihatin sambil geleng-geleng kepala. Ia kemudian kembali sibuk dengan kertasnya.

“Apa yg kau lakukan?” Tanya Soeun setelah beberapa saat mereka diam. Yesung menoleh padanya sebentar.

“Seperti biasa, menulis syair…” sahutnya bersemangat.

“Untuk Jessica?”

“Ne, kau tahu. akhir pekan kami akan bertemu kembali dan aku berjanji akan menyiapkan semuanya secara sempurna. Aku ingin dia terkesan dan-“

“Dan menerimamu?” potong Soeun. Yesung menatap padanya, takjub.

“Benar. Wha~ Kenapa kau bisa tahu? kau punya indera keenam?!”

Soeun berdecak, ya tanpa perlu punya indera keenampun ia pasti akan tahu apa yg diinginkan Yesung dari semua ini. Ingin kembali berbalikan huhuh, memang apa yg istimewa jika kembali berbalikan.

“Bukankah sudah kubilang syair itu kuno?” Soeun kembali bertanya padanya dengan nada kesal. Yesung menoleh padanya. “Kau bilang pacarmu adalah seorang gadis blasteran amerika. Seleranya pasti tidak main-main, tapi kenapa kau hanya berani bermodalkan syair seperti itu!!” Sambungnya masih begitu kesal.

Yesung tak menyahut. Hanya menatap Soeun secara serius. Matanya mengerjap beberapa kali dan menunjukkan wajah yg berfikir.

“Kau benar…” ia tiba-tiba bersuara dengan lirih sambil menutup bukunya. “Sica itu wanita modern. Keluarganya begitu kaya itu sebabnya seleranya juga berkelas. Selama ini, dia selalu cemberut ketika aku membawanya ke Namsan Tower dan selalu mengajakku kerestoran mewah. Tapi, karena uangku selalu tidak cukup untuk melakukannya, aku pada akhirnya terus menahannya di Namsan Tower. Walaupun ia tidak terlihat begitu senang karena hal itu…” jelas Yesung kemudian. Sementara Soeun hanya mendengarnya dengan seksama.

“Ck, aku memang kuno dalam hal seperti ini. Aku tak tahu banyak hal…” Yesung kembali mengeluh.

“Memangnya sebelumnya kau belum pernah pacaran?” Tanya Soeun begitu saja.

Yesung tak langsung menyahut, ia tampak menggaruk kepalanya dan tersenyum canggung. “Eng, begitulah..”

Soeun hanya menganggukkan kepalanya mendengarnya. Sebenarnya mereka sama, Soeun pun hanya berpacaran dengan Sungmin sebelumnya. Tapi, entah kenapa bagi Yesung itu akan terdengar aneh. Bagaimana mungkin dia baru sekali pacaran. Seingat Soeun, bahkan dulu Sungmin sempat punya kekasih lain selain dirinya.

“Begini saja!”

Soeun sedikit tersentak ketika Yesung tiba-tiba berdiri dan memukul meja. Ia menatap Soeun kemudian.

“Kau! Kau harus mengajariku!!” serunya penuh obsesi.

“Mengajari apa?” Tanya Soeun.

“Tentu saja mengajari bagaimana cara pacaran dan berkencan yg modern itu. kau terlihat faham dan mengerti, aku fikir aku bisa belajar darimu!!”

“Apa katamu?” Tanya Soeun kaget. “Ck, TIDAK MAU!!”

“Yah, kau pelit sekali. Kenapa kau tidak mau! Kau sendiri yg terus mengejekku. Seharusnya kau mau mengajariku!!”

“Tidak, itu merepotkan. Mengajarimu sama saja dengan mengajari kanak-kanak. Aku tidak mau!!”

“Ck, ayolah Soeun anggap saja ini adalah permintaan tolong kakak laki-lakimu-“

“Tapi kau bukan kakak laki-lakiku!”

“Ck, kenapa kau begitu pelit!” Protes Yesung. Ia menatap Soeun kembali, kali ini dengan wajah memohon. “Soeun aku mohon, tolong bantu aku. Aku janji kalau kau mau membantuku aku akan membelikanmu es krim, yaaaa…”

“Memang aku anak kecil!” Seru Soeun cepat.

“Ck, kenapa kau begitu sulit. Ayolah Soeun, bantu aku yaaa…”

“Tidak!”

“Soeun ayolah…”

“Tidak!!”

“Soeuuun…”

“Aku bilang tidak ya tidak!”

()

Jessica keluar dari kamarnya dengan pakaian yg lengkap. Pagi ini ia berencana untuk berangkat ke kampus. Ia mulai menuruni tangga dan berniat meninggalkan rumah. Namun baru beberapa langkah menjauh dari tangga tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya.

“Sooyeon, kemari sebentar!”

Jessica menghentikan langkahnya mendengar suara kakeknya. Ia berbalik dan melihat kearah suara. Di sofa ternyata telah duduk kakeknya, sementara dihadapannya ada adiknya, Krystal, yang juga sudah duduk dan menunjukkan wajah cemberutnya. Jessica mendekat.

“Ya, kakek..”

“Duduklah di dekat Soojung…” titah kakeknya.

Jessica mengalihkan pandangannya pada Krystal setelah itu. Krystal tampak menunjukkan ekspresi cemberut padanya sebagai jawaban dari pertanyaannya. Jessica kemudian duduk didekat Krystal.

“Ada apa kakek?” Tanya Jessica.

Tuan Kim tak menyahut, ia tampak meminum kopinya sesaat. Sebelum kembali menoleh kedua cucunya.

“Kau tahukan bahwa rumah kita masih mempunyai masalah? Mengenai Soeun, kalian tahu?”

Jessica mengangguk pelan. Ya, semua tahu akan itu. Tanpa terasa hampir satu bulan ini sepupunya itu menghilang dan tak ditemukan. Awalnya orang rumah itu mendiamkannya begitu saja – karena biasanya Soeun akan pulang sendiri ketika ia merajuk -. Tapi ini berbeda, nyatanya sampai sekarang ia belum juga kembali.

“Ya, lalu kakek?”

“Apa kalian sama sekali tak memiliki rasa peduli pada sepupu kalian sendiri?!”

Jessica sedikit berdecak mendengar omelan yg datang tiba-tiba itu. diliriknya adiknya yg malah sudah mengomel dengan begitu panjang. Walaupun omelan itu hanya bisa didengarnya sendiri.

“Sudah sebulan sepupu kalian pergi, tetapi kenapa kalian tidak peduli-“

“Salah dia! Kenapa pergi dan tidak pernah kembali-kembali!!”

Jessica menyikut Krystal ketika adiknya itu mengomel. Menyebabkan laki-laki tua didepannya menatap mereka semakin seram.

“Bagaimana mungkin kau mengatakan hal seperti itu mengenai sepupumu!!” seru kakeknya kesal.

Krystal tak menyahut, ia tampak hanya kembali menunjukkan wajah kesalnya dan merutuk. Selama ini, Krystal memang yg paling tidak berbaikan dengan Soeun. bukannya apa-apa, keduanya sama. Mereka begitu keras kepala dan memiliki sifat yg hampir sama persis. Hingga tak jarang mereka bertengkar perharinya. Beda dengan Jessica, ia begitu cuek. Ia juga tak begitu peduli dengan sekitarnya, membuat Soeun juga jarang terlibat masalah dengannya.

“Maksud Krystal juga bukan begitu kakek..” sahut Jessica membela Krystal karena kakeknya terus mengomel. “Hanya saja, kami juga tak tahu apa yg harus kami lakukan..”

“Kalian memang begitu! Kalian itu tak pernah menyukai Soeun. kalian membuat ia merasa disisihkan di rumah ini!” seru kakeknya kemudian.

“Habis dia itu menyebalkan-“

“Krystal!” Seru Jessica melarang Krystal berbicara lebih banyak. Karena ia begitu tahu itu hanya mendatangkan masalah bagi keduanya. Krystal tampak merengut mendengar seruan Jessica, ia tampak mulai diam walau wajahnya masih juga cemberut.

“Ini yang kutakutkan dari dulu. Ini alasannya aku dulu melarang ibumu menikah dengan laki-laki yang bukan orang korea. Itu mengapa aku melarang dia untuk tinggal dan menetap di Amerika. Karena ini, karena kalian pada akhirnya tumbuh tanpa etika dan seenaknya sama sekali..” kata Tuan Kim dengan panjang. Membuat Krystal semakin menghentak kakinya kesal, ia lalu bangkit dari tempat duduknya.

“Yaya, kami begitu tidak punya etika. Kami ini tidak penurut. Satu-satunya yang penurut itu hanya Soeun. kakek bela saja dia terus!!” Seru Krystal panjang sambil meninggalkan ruangan itu. membuat tuan Kim kembali memanggilnya.

“Soojung, berani kau mengatakannya! Soojung, kembali kemari!!” serunya yang sama sekali tidak digubris. Yang ada malah suara bantingan pintu setelah itu. “Apa-apaan dia!!” Seru Tuan Kim tak terima. Ia lalu menoleh pada cucunya yang lain, cucunya yang masih diam dihadapannya.

“Kau lihat bagaimana adikmu kan, Sooyeon?”

“Krystal tidak akan begitu kalau kakek tidak menyinggung perasaannya. Kakek tidak seharusnya begitu. Kakek terlalu pilih kasih terhadap kami..” kata Jessica tanpa nada. Ia kemudian juga bangkit dari tempat itu dan pergi. Membuat tuan Kim kembali berseru.

“Hey, Sooyeon! Kau juga melakukannya?! Kenapa kalian benar-benar keras kepala!!”

()

Soeun keluar dari kamarnya sambil membawa akuarium Ddangkoma ditangannya. Ia sepertinya berniat membersihkan kandang kura-kura tempat curahan Yesung itu.

Bruk!

Soeun hampir menjatuhkan bahan kaca tersebut ketika ia menabrak sesuatu. Ia sedikit mengelus kepalanya yang sakit dan menatap siapa yang menabraknya?

“Hey, kau. Jalan itu pakai mata!” Seru Yesung kesal sambil merapikan kemejanya. Soeun tak menyahut, ia hanya memperhatikan Yesung dari atas sampai bawah. Yesung terlihat berbeda, ia terlihat rapi dan.. wangi.

“Kau mau kemana?” Tanya Soeun tanpa memperdulikan omelan Yesung.

“Ini urusan orang dewasa, anak kecil tidak boleh tah-“

“BERHENTILAH MEMANGGILKU ANAK KECIL!!”

Yesung sedikit tersentak. Menatap Soeun dengan wajah prihatin, lalu mengusap-usap dadanya. “Kenapa kau bahkan lebih pintar menggonggong daripada Kkoming. Kau mau mati muda karena teriakanmu?!” Omel Yesung sambil terus mengusap dadanya. Soeun malah semakin merenggut mendengarnya.

“Habis, kau terus menyebutku anak kecil. Kau itu menyebalkan, kata-katamu itu benar-benar menyebalkan!!” Seru Soeun. Yesung hanya tersenyum kecil.

“Aku berbicara sesuai fakta..”

“KAU IN-“

“Ssh, sudahlah. Maaf kalau aku membuatmu kesal. Aku tidak bermaksud kok..” katanya kembali tersenyum santai. “Aku mau pergi kencan. Kau lupa ini hari apa?” Tanya Yesung enteng.

“Kau kencan hari ini?” Tanya Soeun seperti baru mendengar khabar itu. Yesung mengangguk tenang.

“Begitulah…”

“Dengan Jessica?!”

“Tentu, pacarku kan hanya dia..”

“Apa kau bilang pacar?” Tanya Soeun cepat. Yesung tersadar, menghembuskan nafas.

“Maksudku mantan pacar, tapi aku yakin aku bisa membuatnya kembali jadi pacarku…” kata Yesung optimis. Soeun tak menyahut, ia hanya tampak berfikir setelah itu. “Hey, kenapa kau diam? Kau seharusnya mengaminkan ucapanku..” kata Yesung sambil mengacak rambut Soeun. membuat Soeun kembali menghindarkan kepalanya dari tangan Yesung.

“Jangan sentuh aku!” Serunya ketus.

Yesung tersenyum ringan. Ia mulai melepas tangannya dirambut Soeun. “Menurutmu bagaimana?” Tanya Yesung kemudian. Soeun menatap bingung.

“Bagaimana apa maksudmu?”

“Hhum, penampilanku? Apa Jessica akan terkesan?” Tanya Yesung sambil mengembangkan tangannya. Meminta penilaian.

Soeun tak langsung menyahut, ia kembali memperhatikan Yesung dari kepala sampai kaki. Hari ini, Yesung benar-benar terlihat berbeda. Ia memakai sebuah kemeja berwarna biru dan memakai Jeans berwarna hitam sebagai terusannya. Sebuah aroma maskulin yg tercium lebih jelas dari tubuhnya. Ditambah dengan caranya yang tersenyum lembut kepada Soeun. membuat ia terlihat tampan, bukan, sempurna.

“Stylemu jelek. Aku yakin Jessica tidak akan terkesan..” kata Soeun acuh tak acuh sambil melewati Yesung. Membuat senyuman lembut Yesung berubah menjadi pandangan tajam dan kesal.

“Kau benar-benar menyebalkan!!”

()

Soeun meletakkan akuarium Ddangkoma disebuah kursi begitu saja. Ia lalu mendudukkan diri dikursi lainnya.

Soeun menghela nafas, mendadak rasa sesak itu benar-benar semakin nyata terasa. Rasa sesak yang benar-benar tak ia mengerti. Rasa sesak yang bahkan tidak pernah ia rasakan walau diwaktu ia memegoki Sungmin waktu itu. Rasa sesak itu baru, baru ia rasakan pada Yesung.

“Apakah ini disebut cemburu?” Tanya Soeun pelan  sambil menopang wajahnya dan menatap lurus kehadapannya. “Kalau ini cemburu, berarti aku menyukainya. Apa aku benar-benar menyukainya?” tanyanya lagi pada dirinya sendiri. Ia tampak merenung.

“Tidak, tidak mungkin..” katanya tiba-tiba sambil menggeleng. “Tidak mungkin aku menyukai laki-laki sebodoh dia!!”

()

Sungmin menghembuskan nafas. Menatap sosok didepannya dengan pandangan sedikit kesal. Ia berdecak, lalu kemudian tangannya yang tadi ia gunakan mengetuk-ngetuk dinding piano mulai ia gerakkan didepan wajah gadis yang duduk melamun didepan piano.

“Nona Sunny, bisakah anda lebih serius?” Tanya Sungmin sambil menggerakkan tangannya didepan wajah gadis itu. membuat gadis itu tersentak dan sedikit kikuk.

“Ng, mianhae. Mianhae Sungmin oppa..” katanya kikuk sambil tersadar.

Sungmin menghela nafas, lalu menatap gadis itu kembali. Gadis itu tampak bersiap-siap untuk menekan piano. Namun, gerakannya terhenti, tangannya mengantung begitu saja beberapa meter dari piano. Sungmin kembali menghela nafas lebih panjang.

“Jangan bilang kau melupakan nadanya…” katanya terdengar kesal. Gadis itu tampak mengangkat wajahnya kembali kepada Sungmin dan cengengesan.

“Hhhehe, mianhae. Bisakah kau ulangi, seonsaengnim…”

()

“Namsan tower ini masih sama..”

Jessica bergumam pelan dan terlihat bahagia. Senyuman terkembang diwajahnya sambil menatap hamparan bukit salju dihadapannya. Wajahnya terlihat benar-benar berbinar, pertanda ia begitu bahagia.

Sementara itu, Yesung berdiri disampingnya. Tampak mendampinginya dengan setia. Beberapa kali ia tampak tersenyum mendengar semua ucapan-ucapan penuh kekaguman Jessica. Wajahnya juga tak kalah berbinar dengan Jessica.

“Apa kau senang kembali kemari?” Tanya Yesung. Jessica menoleh dan langsung menggangguk.

“Ya, aku begitu senang. Sangat senang…” sahutnya pelan. Ia tampak tersenyum, sambil menyeka rambutnya yg berterbangan ketelinganya.

“Bukankah dulu kau bilang tempat ini membosankan?” Tanya Yesung kemudian. Membuat gadis itu menoleh padanya. Menatap sedikit malu sambil menyentuh tengkuk belakangnya.

“Mengenai itu,  ng..”

Yesung tersenyum, lalu kemudian meraih tangan Jessica. “Kulihat kau masih belum yakin dengan kehebatan Namsan Tower. Kemari, aku menunjukkan kehebatan Namsan Tower padamu…” kata Yesung sambil menarik tangan Jessica.

“Kita mau kemana, oppa?” Tanya Jessica bingung. Namun Yesung tak menyahut, ia hanya memberikan sebuah senyuman sebagai jawabannya.

()

Soeun tidak bisa tidur, berulang kali ia mencoba menutup mata, namun ia gagal. Ia bergerak gelisah dikamarnya. Berguling kekanan, berguling kekiri namun ia tetap tak bisa tidur. Nama Yesung Jessica Yesung Jessica Yesung Jessica terus berada difikirannya. Membuatnya benar-benar menjadi gila.

Soeun menyerah, ia kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Menatap seisi kamarnya sambil merenung. Berusaha mencari jalan keluar dari sesuatu yang dianggapnya masalah besar tersebut.

Ting.. Ting.. Ting…

Sejenak lamunan Soeun buyar ketika mendengar suara music dengan nada pelan dari luar. Siapa itu? Yesungkah? Dengan sedikit tidak sabar ia segera turun dari tempat tidurnya dan berlari keluar kamar.

Ting.. Ting.. Ting…

“Ye-“

Soeun menghentikan seruannya ketika baru saja mencapai ruang tengah. Yang dilihatnya ternyata bukan Yesung, melainkan Jongjin yang memainkan alat music pemberian Jessica. Jongjin yang tampak kaget tampak menoleh kearah Soeun dan berhenti bermain.

“Jongjin..”

“Hey Soeun, kau belum tidur?” Tanya Jongjin padanya. Soeun mengangguk pelan.

“Belum, aku belum mengantuk..” sahutnya kemudian.

Jongjin tak berkata apapun dalam beberapa saat, ia hanya memperhatikan Soeun yang terlihat seperti orang bingung dimatanya.

“Lalu, untuk apa kau kebawah? Ada sesuatu yang kau cari atau kau nanti?” Tanya Jongjin. Soeun menggeleng cepat, gugup.

“Oh, tidak, tidak. A-Aku hanya berencana mengambil minum. Tapi mendengar suara music disini aku kemari, aku kira tadi Ye.. oh, aku hanya ingin melihat siapa yg bermain…” katanya sedikit gugup.

“Begitu..” sahut Jongjin pelan. “Aku tak mau tidur, makanya aku kemari dan bermain music. Aku mengganggu?”

“Tidak, tidak. Lanjutkan saja, aku ingin kembali kekamar..” kata Soeun lagi. Jongjin menganggukkan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu…”

“Ng, aku kekamar lagi ya Jongjin. Selamat malam..” kata Soeun sambil pergi dari ruangan itu. jongjin tampak mengangguk dan menyahut.

“Selamat malam…”

Jongjin langsung tersenyum kecil setelah kepergian Soeun. ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada pigura besar Yesung yang tergantung disana dan berseru.

“Dia menyukaimu, hyung. Apa kau tahu itu? Tidak, kau tidak tahu, kau terlalu bodoh…” sahutnya ringan sambil memainkan kembali alat musiknya.

()

Breumm!!

Motor Yesung berhenti mulus tepat didepan rumah Jessica. Jessica yang membonceng tampak mulai turun, sementara Yesung membuka helmnya.

“Hari ini begitu mengesankan Yesung oppa. Aku begitu senang…” kata Jessica ceria sambil membuka helmnya. Yesung tersenyum sambil menerima helm yang diulurkan Jessica.

“Lain kali kita pergi lagi. Aku menunjukkan pesona Namsan lainnya padamu…” kata Yesung. Jessica tampak balas tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Aku menunggu untuk itu. oiya, oppa tak ikut masuk?” Tanya Jessica menawarkan. Yesung menoleh kearah rumah sejenak, lalu menggeleng.

“Tidak, lain kali saja. Aku harus segera pulang karena besok harus bangun pagi-pagi sekali untuk kepasar…” jawabnya. Jessica tampak menganggukkan kepalanya, biasanya ia akan mengomel ketika Yesung mengatakannya. Tapi entah kenapa kali ini ia biasa saja mendengarnya.

“Ya sudah, kalau begitu titip salam pada seluruh keluargamu..” kata Jessica. Yesung mengangguk.

“Tentu, akan aku sampaikan…” sahutnya. Jessica kembali mengangguk.

“Ya sudah, oppa aku harus masuk. Sekali lagi terimakasih untuk hari ini…” kata Jessica. Yesung tersenyum dan ikut mengangguk.

“Ne, sama-sama. Aku juga senang…”

Jessica tersenyum, wajahnya tampak memerah. Pancaran kebahagiaan terlihat jelas dari wajah mereka.

“Ya sudah. Aku masuk dulu ya oppa…” kata Jessica sambil tersenyum dan berjalan mundur. Yesung mengangguk dan melambaikan satu tangannya.

“Ya, selamat malam…”

“Selamat malam…”

Jessica tampak berbalik lalu bersiap memasuki perkarangannya. Namun seruan Yesung kembali menghentikannya.

“Jessica tunggu!” Seru Yesung tiba-tiba. Membuat Jessica kembali berbalik.

Yesung tampak turun dari motornya dan menegakkan motornya. Ia kemudian mengambil sesuatu yang terikat didekat stank mobilnya. Lalu berjalan menuju Jessica.

“Kau melupakan ini…” kata Yesung sambil mengulurkan sebuah Teddy Bear kecil kepada Jessica. Teddy bear itu tadi adalah hadiah dari game yg mereka mainkan di Namsan. Namun, karena melihat Jessica kesulitan membawanya ketika naik motor, membuat Yesung berinisitif mengikatnya dulu didekat stank.

Jessica menerima boneka tersebut dari tangan Yesung dan tersenyum. “Gomawo oppa..”

Boneka itupun berpindah tangan dan kembali pada Jessica. Namun, suasananya jauh lebih canggung setelah itu. Entah kenapa mereka berdua malah membeku. Saling terdiam sambil menatap mata masing-masing. Seperti terkena hipnotis. Hingga tiba-tiba saja, keduanya sama-sama bergerak, saling mendekat. Yesung sedikit menunduk, sementara Jessica sedikit berjinjit, sama-sama berusaha saling mensejajarkan wajah satu sama lain. Keduanya dekat dan semakin dekat, hingga kini jarak mereka semakin kecil. Hingga pada akhirnya, nafas mereka saling menyapu wajah lainnya dan bibir mereka hampir saling bersentuhan. Hampir saja bersentuhan kalau saja Yesung tak berpaling ketika jarak bibir mereka hanya terhitung beberapa inchi.

“Hhuk!! M-Maaf Hhuk!!” kata Yesung sedikit terbatuk-batuk –atau pura2 batuk. Jessica tampak tak kalah gugup sambil memperbaiki posisinya, wajahnya memerah.

“A-Aku masuk dulu.. Hm, sampai jumpa besok, oppa!” Kata Jessica canggung. Sebelum akhirnya dengan terburu-buru berlari memasuki rumahnya.

Yesung mendesah panjang, mengacak-acak rambutnya frustasi. “Argh, padahal tadi itu kesempatan. Kenapa aku malah menghancurkannya. Bodoh! Kacau kacau!!” Erangnya frustasi.

()

Yesung berjalan dengan lesu kembali kerumahnya setelah memasukkan motornya ke garasi. Wajahnya terlihat benar-benar tak bersemangat, seperti menanggung beban. Sesekali terdengar omelan-omelan dari mulutnya.

“Bodoh! Payah! Bodoh! Padahal itu sedikit lagi tetapi kenapa aku malah berbuat tolol! Bodoh! Payah! Bodoh!! Argh~” Erangnya lagi sambil mengacak-acak rambutnya.

Yesung berjalan melewati ruang tengah. Berniat untuk segera masuk kekamarnya. Namun langkahnya berhenti melihat pintu bekas kamarnya yg dulu – yang sekarang kamar Soeun, terbuka begitu saja. Sedikit hati-hati, ia mendekat kearah sana.

Soeun masih tak bisa tidur. Walaupun ini sudah begitu malam ia tetap terbangun dan duduk diatas tempat tidurnya. Berusaha mencari alasan agar ia bisa segera tertidur. Walau pada nyatanya tetap wajah Yesung yg terbayang olehnya.

Srett~

Soeun mengangkat wajahnya ketika mendengar pintu terbuka. Di depan pintu dilihatnya Yesung berdiri sambil melihat kedalam.

“Kau belum t-“

“Kau sudah pulang?!” Tanya Soeun bersemangat sambil bangun dari tempat tidurnya. Ia segera mendekat kearah pintu. Yesung tersenyum, mengangguk lesu.

“Ya, begitulah. Kau belum tidur?” Tanya Yesung kemudian. Soeun menggeleng sambil cemberut.

“Belum, tidak bisa tidur..” sahutnya lesu. Yesung tersenyum kecil.

“Apa tak bisa tidur karena menungguku pulang, huh?” godanya.

“Aish! Mana mungkin!!” Seru Soeun kesal. Tapi ia menahan suaranya ketika Yesung meletakkan jarinya ditelunjuk. Soeun berdecak, menahan suaranya, sementara Yesung terkekeh pelan.

“Jangan membangunkan ibu dan Jongjin…” bisiknya kemudian.

Soeun tak menyahut, hanya diam sambil berdecak. Kalau difikir-fikir bukankah ucapan Yesung benar? Ia tak bisa tidur karena menunggu Yesung pulang.. ck, argh, tidak mungkin!

“Kau sendiri, kenapa wajahmu lesu?” Tanya Soeun mengalihkan perhatian. Membuat Yesung sedikit kaget dan menoleh padanya.

“H-Huh? Lesu? Tidak!” katanya cepat. tapi Soeun sepertinya sudah mengetahui sesuatu dengan cepat.

“Kenapa? dia menolak cintamu, huh?” Tanya Soeun menyindir.

“Ssh, apa-apaan kau? Menolak cinta apanya?!” Tanya Yesung kesal. Soeun malah tertawa puas melihat reaksi Yesung.

“Aku bisa melihatnya~” katanya dengan nada bernyanyi.

“Ck, aku bilang tidak ya tidak. Kau tak akan mengerti, tidak akan faham, kaukan anak kecil. Huh, sudah tidur sana. Besok kita harus bangun pagi-pagi!!” Seru Yesung dengan nada yang masih kesal. Ia kemudian meninggalkan Soeun begitu saja menuju kamar sebelahnya.

Soeun mengalihkan perhatiannya setelah Yesung benar-benar tak kelihatan. Kenapa dia? Wajahnya terlihat tidak sesemangat ketika mau pergi tadi. Kenapa? apa terjadi masalah?

Soeun berdecak, ia tak mau memikirkannya lebih lama. ia kemudian memilih untuk kembali masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu. Rasanya sekarang ia mulai lelah, dan mulai mengantuk. Padahal tadi susah payah ia berusaha mengantuk agar tertidur, tapi gagal. Baru ketika melihat Yesung kembali ia mulai merasa tenang dan mulai mengantuk. Ck, kenapa harus Yesung? Apa hubungannya? Ssh, mana mungkin, ada-ada saja…

()

Sungmin mendesah panjang sambil menatap layar laptopnya. Wajahnya tampak begitu serius dan tampak memikirkan sesuatu yang cukup berat. Membuat ia berulang kali berdecak, mendesah, atau mengomel tak jelas.

Namun, pandangannya kembali kepada layar laptopnya. Menatap foto disana dengan wajah yang sulit diartikan. Ini foto pasangan, foto yang diambilnya ketika ia dan Soeun masih pacaran. Sebelum kesalahan itu terjadi dan mereka berpisah..

Kini beban satu-satunya itu adalah keberadaan Soeun. Semua ini benar-benar tidak bisa membuatnya tenang karena ia sangat begitu tahu bagaimana Soeun. hidup dengan seorang laki-laki? Yang benar saja.. Soeun yang polos akan dengan mudah tertipu oleh mereka. Ia tak akan mengerti bahwa dunia bisa sekejam yg lebih dari yang ia tahu. Yang membuat Sungmin cemas, itu hanya akan menyakitinya dan membuatnya terpuruk. Ck, tidak adakah yang bisa menolong disini?

“Sungmin Oppa!”

Nyaris saja Sungmin terjungkal dari kursinya ketika tiba-tiba seseorang berseru memanggil namanya dengan kencang. Membuat Sungmin yg daritadi berfikir serius benar-benar kaget, nyaris spot jantung karena teriakan melengking itu.

“Sungmin oppa kau kenapa?” Tanya gadis itu polos melihat wajah Sungmin yang benar-benar kaget. Sungmin berdecak, menutup laptopnya dan menatap gadis itu tajam.

“Yah Sunny! Sudah berapa kali kukatakan BERHENTI BERTERIAK TIBA-TIBA KETIKA MEMANGGILKU!!” Seru Sungmin tak kalah keras. Tapi gadis bernama Sunny itu tidak tampak menyesal, ia malah sedikit terkekeh setelah itu.

“Apa aku mengagetkanmu? Oops, sorry aku tak sengaja..” katanya dengan santai. Ia kemudian duduk dibangku dihadapan Sungmin. “Memang apa yang oppa fikirkan hingga seserius itu?”

“Tidak ada…” sahut Sungmin pendek. Ia mengalihkan perhatiaannya kepada Sunny. “Kau sendiri, ada keperluan apa kau datang menemuiku?” Tanya Sungmin.

“Oh, itu, aku hanya membawa pesan dari ayah..” sahut Sunny sambil mengalihkan perhatiannya pada Sungmin. “Kata ayah, pada malam minggu besok ia mengundang oppa kesebuah pesta di Apgujeong…” jelas Sunny kemudian. Sungmin sedikit mengerutkan dahinya.

“Pesta? Pesta apa?” Tanya Sungmin. Sunny menggeleng polos sambil mengangkat bahunya.

“Entahlah, aku juga tidak tahu…”

()

Kira-kira sekarang pukul sebelas siang. Jam diwaktu-waktu restoran milik keluarga Yesung begitu sepi dan kadang tanpa pelanggan. Biasanya jam segini, tempat itu tenang, hanya diisi oleh suasana membosankan dari pemiliknya. Tapi, tidak untuk hari ini..

“Yah Soeun! kembalikan, Kembalikan!!”

Yesung kembali berseru dan mengejar Soeun melewati sebuah meja restoran. Namun lagi-lagi Soeun malah menghindarinya sambil terus tertawa keras, sementara ditangannya tampak sebuah buku.

“Hey, kembalikan sekarang atau kau menyesal!!” Seru Yesung kembali berusaha mengejar Soeun. Namun gadis itu dengan lincahnya dapat meloloskan diri. Heran, apa nenek moyangnya adalah seekor belut?

“Haha, ayo kalau kau bisa ambil ini…” ledek Soeun puas melihat Yesung mulai kelelahan. Yesung yang tadi sempat berhenti mengejarnya kembali menatap Soeun dengan kesal, lalu kembali mengejar Soeun.

“Jangan harap kau bisa lolos sekarang…”

Soeun sedikit kaget melihat Yesung kembali mengejarnya. Hampir saja Yesung meraihnya, namun ia kemudian dengan cepat kembali meloloskan diri dari Yesung.

“Ck, kau payah sekali. Mengejarku saja kau tidak bisa. Apa kau benar seorang laki-laki?” cibir Soeun. Yesung yang sudah kelelahan menatap kesal padanya.

“Jangan harap kau bisa lolos setelah in-“

“Jadi semalam gagal menciumnya?” Soeun tiba-tiba kembali berseru dan memotong ucapan Yesung. Ia tersenyum penuh victori sambil mengancung-ancungkan buku yang tadi. “Kau begitu dilemma sepertinya karena itu sampai menulisnya kedalam lirik lagu, haha..”

“Yah, anak kecil. Jangan bicara karena kau tak tahu apa-apa!” Seru Yesung dengan wajah begitu kesal. “Aku ulangi, kembalikan buku itu kepadaku! Sekarang!”

“Mwoya.. kenapa harus sepanik itu. santai saja..” ucap Soeun santai. “Kau bisa ambil kembali..” katanya sambil mengulurkan buku itu pada Yesung. Yesung segera menyambarnya.

“Kau harus sedikit mengurangi sikap sok mencampuri urusan orang..” omel Yesung sambil kembali duduk. Soeun hanya cemberut sambil duduk dihadapan Yesung.

“Akukan Cuma bercanda..”

Yesung tak menyahut, ia hanya membaca bukunya kembali. Lalu setelahnya menghela nafas dan tiba-tiba mengambil sebuah ballpoint dan mencoretnya.

“Yah, kenapa kau malah mencoretnya. Itu bagus!” Protes Soeun. Yesung menoleh padanya, kesal.

“Tadi kau mengejeknya, sekarang kau bilang bagus. Jadi mana yg benar?!” tanyanya kesal. Soeun cemberut.

“Kenapa kau bahkan lebih cerewet daripada nenek-nenek..”

Soeun sedikit berfikir, lalu kemudian mengalihkan kembali pandangannya pada Yesung yang tampak masih kesal dan mengomel.

“Ini hanya saranku saja, kau boleh percaya atau tidak. Tapi menurutku, kau harus mempelajarinya..” kata Soeun kemudian, membuat Yesung menoleh padanya.

“Mempelajari apa maksudmu?” Tanya Yesung masih emosi. Soeun berdecak.

“Tentu saja belajar melakukannya. Belajar.. menciumnya..”

“Ck, kau sok tahu. untuk apa mempelajari hal semacam itu?!” sahut Yesung. Soeun berdecak.

“Daripada kau harus terus bertingkah memalukan seperti itukan lebih baik dipelajari!” Seru Soeun tak mau kalah. Yesung berdecak, menatap padanya.

“Ucapanmu tidak masuk akal sama sekali. Jangan teruskan!” Seru Yesung masih terdengar kesal. Soeun balas terlihat kesal karena ucapan Yesung.

“Akukan Cuma memberi pendapat. Kalau tidak suka ya sudah..”

“Idemu tidak masuk akal, dasar anak kecil..”

“Yah! Berhentilah memanggilku anak kecil, pada nyatanya aku lebih pintar daripada dirimu. Kalau aku mau aku bisa mengajarkan ciuman kepadam-“

“Ck, jangan bicara lagi anak kecil..”

()

Yesung tampak asyik bermain gitar di balkon rumahnya. Suaranya yang merdu terdengar bersekutu dengan suara gitar yang dimainkannya. Membuat melodi yang begitu menyenangkan ditelinga.

Sedang asyik-asyiknya nada itu ia mainkan, tiba-tiba saja ia berhenti bernyanyi dan bermain gitar. Ia menghela nafas sambil meletakkan gitarnya diatas meja disampingnya. Sebagai gantinya Yesung tampak berfikir setelah itu.

“Mempelajarinya? Apa aku memang harus memperlajarinya?” Tanya Yesung sambil bergumam. Ia tampak memikirkan sesuatu, memikirkan ucapan Soeun sebelumnya. “Ck, anak itu hanya sembarangan bicara. Lagipula bagaimana mungkin ada pelajaran seperti itu? Aish, benar2 tidak mungkin dan mustahil..”

Yesung mencoba menepis fikirannya tersebut dan kembali meraih gitarnya. Namun baru bermain sebentar tiba-tiba konsentrasinya buyar lagi dan ia kembali memikirkan ucapan-ucapan Soeun tadi. Yesung mengerang sambil mengacak-acak rambutnya.

“Arggh, bunuh saja aku sekalian!!!”

()

Tempat itu sepi dan tak berpenghuni. Suara lolongan srigala terdengar disegala penjuru, membuat bulu kuduk merinding dan membuat malam begitu mencekam.

Ditengah hutan belantara, Soeun berjalan sendirian dengan penuh ketakutan. Berulang kali ia melihat kekanan ataupun kekiri dengan penuh waspada. Kakinya yang lemah bergetar, namun dengan tekad yang tidak lagi kuat ia terus melanjutkan perjalanan. Lebih masuk kedalam hutan.

Krek..

Ketika ia akan mencapai sebuah pohon tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yg aneh. Suara yang pada akhirnya membuatnya berbalik dan melihat kearah suara. Namun ia tetap tak menemukan apapun, selain jalan gelap yg ia tempuh sebelumnya.

Krek..

Tak tahan menahan rasa gelisah, Soeun kemudian memilih untuk melarikan diri. Ia tak tahu lari akan apapun, yang jelas ia masih terus berlari dengan begitu kencang. Hingga ia menyadari sesuatu yang kencang juga ikut mengejarnya, mengejar dan siap menerjangnya..

“Tolong Aku!!!”

“Arhh!!”

Soeun terbangun dan langsung terduduk. Nafasnya tersengal dan keringat membasahi seluruh wajah dan tubuhnya. Ia masih begitu ketakutan dan gemetaran. Perlahan ia melihat sekitarnya, ia langsung merasa lega karena ia sadar ia masih berada didalam kamarnya. Berarti hal tadi itu mimpi, hanya mimpi..

jungmal mwuh han gun gayo gilutdun han heh dong an
geudel bonehgo nani uhjehggaji eh naneun machi jooguh itdun gutgwa gatneyo
geuluhkeh giluhtdun shigan soken dduhnagan dangshin bakkeh ubneyo
geudeh bakken amoolun senggak haji anneun cheh iluhkeh han hehga jina ganeyo
(Super Junior – Dead At Heart)

Sekilas Soeun menghentikan keresahannya ketika mendengar secara samar-samar sebuah nyanyian. Suara ini? lagu ini? Suara dan lagu yang waktu itu sempat didengarnya dan membuatnya merasakan ketenangan. Ini adalah suara dan nyanyian milik Yesung. Perlahan Soeun bergerak dan bangun dari tempat tidurnya. Berjalan untuk mendengarkan lebih jelas nyanyian itu.

()

nuhleul sarang hetdun soon gan mumchwuh buhlin guhya
hamggeh isseul ddehdo nuhleul giukhal soon ubsseul guhya
geu uhneu hanado nega ani utdago geuluhkeh senggak hamyun amoo gutdo anin gul
nuleul itji mot hamyun nega jooguh itneun gut
(Super Junior – Dead At Heart)

Yesung menghentikan nyanyian dan permainan gitarnya ketika ia menyadari sesuatu. Ia beralih, menatap kearah pintu. Soeun tampak berdiri disana dan menatapnya bernyanyi.

“Eh, kau belum tidur?” Tanya Yesung padanya. membuat Soeun tersadar dan membuyarkan lamunannya. Yesung menatap aneh padanya. “Kau kenapa?” Tanya Yesung. Soeun menggeleng.

“Oh, tidak, tidak ada apa-apa..” sahut Soeun kikuk.

“Kenapa belum tidur?” Tanya Yesung.

“Eng, A-Aku tidak bisa tidur…” ucapnya beralasan. Sebenarnya hari ini ia bisa tidur, hanya saja karena mimpi buruk yang dialaminya membuatnya terbangun dan tidak mau lagi tidur. “Kau sendiri kenapa belum tidur?” Tanya Soeun kemudian.

“Sama, aku juga kesulitan tidur. Itu sebabnya aku memilih menghabiskan waktu disini. Oiya, duduklah, untuk apa berdiri disana..” kata Yesung sambil tersenyum dan menepuk kursi disampingnya. Soeun mengangguk dan duduk dibangku itu. “Bukankah ini dingin, kenapa kau tidak keluar memakai jaket?” Tanya Yesung sambil meraih sebuah selimut yang daritadi terletak didekatnya. Ia kemudian segera menyelimuti tubuh Soeun, membuat Soeun sedikit kaget.

“Sudah lebih baik..” kata Yesung tersenyum puas. Soeun hanya terdiam dan menatap Yesung yang kini sibuk dengan gitarnya kembali. “Baiklah, Kim So Eun. Kau beruntung karena seorang penyanyi seperti aku bersedia bernyanyi untukmu. Jadi kau dengarkan baik-baik ya…” kata Yesung sambil tersenyum pada Soeun. Soeun hanya mengangguk sambil membalas senyuman Yesung.

()

Nunmuri da marugi jone. Tto hullyoya hessotdon gu nare. Odum sogeso ne sonul jabajwoso. Amu marobshi jikhyo bwajwoso. Gomawoyo

Dan Yesung kembali bernyanyi, mengalirkan nada-nada indah itu dimalam yang semencekam ini. Sementara itu Soeun hanya mendengarkannya dan terdiam. Menyandarkan dirinya dibahu Yesung dan menutup kedua matanya. Berusaha meresapi lagu itu sepenuh hatinya…

Naboda do himdurossultende. Naboda do gogjonghessultende. Gudega isso irosol su issokgo. Nul gomaum maumdul ppunijyo. Na jugo shiphun gon. Nomuna manhi innunde. Halsu obnun hyonshire. Himdurotjyo. Narul midoyo sonul jabayo. Gudewa hamkkemyon. Gu otton ilduldo. Halsu issul god gatha yongwonhi.

Nunmuri da marugi jone. Tto hullyoya hessotdon gunare. Odumsogeso ne sonul jabajwoso. Amu marobshi jikhyo bwajwoso. Do isang himdulji anhulgoyeyo. Himdurodo gudega itjanha. Marhaji anhado. Modungol al su innun. Guderanun sarami isso. Nan hengbogheyo (Super Junior – Thank You)

Yesung berhenti memainkan gitarnya ketika selesai menyanyikan sebuah lagu. Ia tampak tersenyum puas akan lagu yg baru diciptakannya itu, ia lalu berpaling kepada Soeun untuk menanyakan pendapat. Namun, yang ia temukan adalah Soeun sudah terlelap dibahunya, membuat ia sedikit kaget.

“Soeun..”

Baru saja tangannya terulur untuk menyentuh pipi gadis itu. Tapi tiba-tiba Soeun membuka matanya dan menatap pada Yesung. Membuat Yesung tidak jadi menyentuh pipinya dan balas menatap Soeun.

Tidak berapa lama, tiba-tiba saja Soeun sedikit bergerak dari tempatnya. Mendekatkan wajahnya kewajah Yesung dan langsung mencium bibir Yesung. Awalnya Yesung yg tak mengerti apa-apa hanya terdiam dan tak melakukan apa-apa. Namun setelah beberapa saat ia ikut memiringkan kepalanya dan membalas ciuman Soeun.

()

Dan semuanya terjadi, sama seperti malam yg terus berjalan dan kian dingin. Yesung dan Soeun masih berada disana. Hanya saling mengikuti perasaan, tanpa perlu memikirkan masalah logika.

Bruk!!

Keduanya reflek saling menjauh ketika mendengar suara benda jatuh. Mereka mengalihkan perhatian mereka, menemukan Kkoming yg datang dan melompat keatas meja. Membuat gelas yg terletak diatas meja jatuh kelantai.

Keduanya reflek mengalihkan perhatiannya satu sama lain. Membuat mata mereka bertemu, mereka langsung mengalihkan perhatian setelah itu. Soeun mengomeli dirinya sendiri sambil memukul-mukul pelan kepalanya. Sementara Yesung juga tampak mengomeli dirinya dan mengacak-acak rambutnya.

“Eung..”

Keduanya tiba-tiba sama-sama bersuara diwaktu yang bersamaan. Membuat suasana lebih canggung. Keduanya sama-sama mendesah panjang setelahnya.

“Eung…” kali ini Soeun yg bersuara, beralih pada Yesung. Mau tak mau Yesung mengalihkan perhatian padanya. “Tadi itu adalah.. adalah-“

“Kau sedang mengajarikukan?” potong Yesung tiba-tiba. Membuat Soeun sedikit kaget dan tak mengerti.

“Huh?” bingungnya. Namun secepatnya otaknya tiba-tiba teringat akan pembicaraan mereka tadi siang. “Y-Ya, tentu, tentu saja. Itu adalah bentuk ajaran yg harus kau praktekan pada kekasihmu..” katanya terdengar lucu. Namun hal itu sama sekali tak membuat Yesung tertawa, hanya menganggukkan kepalanya.

“N-Ne. Ne..”

“S-Santai sedikit, denganku saja kau begitu kaku. Apalagi pada kekasihmu..” kata Soeun tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya. Ia kemudian segera meninggalkan tempat itu dan kembali kekamarnya.

Yesung mendesah frustasi setelah Soeun benar-benar pergi. Ia mengacak-acak rambutnya dan kembali mengomeli dirinya. “Alangkah memalukannya. Bagaimana mungkin begitu saja harus diajari anak kecil? Ck, payah.. Arh, ini membuatku gila…” keluhnya kembali sambil lagi dan lagi mengacak-acak rambutnya.

Soeun kembali memasuki kamarnya dengan terburu-buru. Secepatnya ia menutup kembali pintunya, dan langsung menyandarkan diri disana setelah pintu itu tertutup sempurna. Soeun terdiam, merasakan jantungnya yg berdetak hebat dan kencang. Perlahan ia mulai menyentuh bibirnya.

“Apa yg aku lakukan? Kenapa aku tiba-tiba menciumnya begitu saja? Apa aku sudah gila?” tanyanya pada dirinya sendiri dengan nada bingung. Soeun berdecak frustasi sambil memukul kembali kepalanya. “Gara-gara mimpi aneh itu aku jadi seperti orang gila, itu sebabnya aku menciumnya tanpa sadar. Arh, bagus, apa lain kali aku bisa mencium Kkoming ketika aku ketakutan lagi. Arh, kenapa aku menjadi begitu tidak waras…”

()

Hari ini suasana restoran begitu ramai, membuat semua orang tampak sibuk bekerja. Baik Ibu Kim, Yesung, dan Jongjin semuanya bekerja dan tampak sibuk. Soeun sebenarnya juga sibuk, hanya karena ia tak tahu apa-apa pada akhirnya ia hanya berdiri disamping Yesung yg sibuk dimeja kasir. Mengambilkan sesuatu yg dibutuhkan Yesung.

“Ck, Soeun. Tolong pergi kedapur dan minta kain lap kepada ibu. Ada anak-anak yg tadi menjatuhkan es krim dimeja nomor 4 kita harus segera membersihkannya..” kata Yesung menoleh sekilas pada Soeun. Soeun tampak menganggukkan kepalanya, tanda mengerti.

“Baiklah, akan aku ambilkan..” kata Soeun sambil beranjak menuju dapur.

Tak cukup beberapa menit, Soeun tampak kembali dari dapur. ia membawa kain lap yg diminta oleh Yesung. Ketika mencapai meja kasir, Yesung sudah tak kelihatan lagi dimeja kasir. Soeun yang heran celingukan mencarinya..

“Adik kecil jangan menangis lagi..”

Pencarian Soeun terhenti ketika mendengar suara Yesung. Soeun celingukan mencari arah suara. Pada akhirnya, ia menemukan Yesung tengah berjongkok didekat meja. Seorang anak laki-laki menangis didepannya.

Soeun tidak tahu pasti apa yg membuat anak itu menangis. Namun Yesung tampak sangat berusaha menghiburnya. Tangannya menyentuh lembut kulit pipi anak kecil yg chubby itu. Senyuman selalu terbias dari wajah Yesung.

“Tapi aku ingin sekali memakan es krim itu…” rengek anak itu sambil terus mengucek matanya yg terus mengeluarkan air mata. Tangannya menunjuk-nunjuk kearah meja nomor 4.

“Ibumu kemana, hum?” Tanya Yesung sambil mengusap kembali pipinya dengan lembut. Anak itu semakin sesegukkan.

“Ibuku, tadi pergi sebentar. Katanya nanti akan kembali.” Rengek anak itu masih dengan sesegukan. Yesung tampak masih mengelus pipi anak tersebut sambil menghapus air matanya.

“Uljima…”

“Permisi..”

Soeun dan Yesung sejenak mengalihkan perhatian mereka ketika seorang pelayan mendekat kemeja kasir. Melihat itu, Soeun segera beranjak menuju meja kasir untuk melayani pembeli tersebut. Yesung tampak mengalihkan perhatiannya kembali kepada anak tersebut ketika Soeun sudah menggantikan tugasnya.

“Anak manis, kalau boleh tahu namamu siapa?” Tanya Yesung kembali mengelus pipi anak tersebut. Anak tersebut kembali sesegukan.

“N-Namaku Jung Yoogeun..”

“Oh, Jung Yoogeun. Ya sudah, begini saja, kalau hyung memberikan uang untuk mengganti es krim tadi bagaimana? Apa kau mau?” Tanya Yesung menawarkan. Anak itu tampak sedikit menghentikan tangisnya dan menatap Yesung bingung.

“Benarkah?”

Yesung mengangguk. “Ne, kau bersedia?” tanyanya. Anak itu mengangguk.

“Ne, aku bersedia..” ucapnya menyanggupi. Yesung sedikit mengacak-acak rambutnya.

“Tapi ada syaratnya..” kata Yesung. Anak itu menatap bingung padanya.

“Apa syaratnya hyung?”

“Syaratnya kau harus berhenti menangis…” kata Yesung sambil mengusap pipi anak itu lagi, berusaha menghapus air matanya. Anak itu mengangguk dan dengan cepat menghentikan tangisannya.

“Aku tidak akan menangis lagi…”

“Bagus..” ucap Yesung sambil beralih pada Soeun. Soeun yang daritadi sudah kembali memperhatikan mereka agak kaget melihat Yesung melirik padanya. “Soeun, bisa tolong ambilkan uang seribu won?” Tanya Yesung pada Soeun.

“Eng, ya, tentu..” kata Soeun sambil menganggukkan kepalanya. Soeun kemudian dengan cepat mengambi mengambil sejumlah uang yg disebut Yesung dan menyerahkannya pada Yesung. Yesung menerimanya dan langsung mengulurkannya pada anak kecil itu.

“Ini, sekarang belilah es krim yg baru dan jangan menangis lagi..” kata Yesung kemudian. Anak itu tampak menerimanya dengan sedikit malu-malu.

“Gomawo, hyung..” sahutnya lirih. Yesung tersenyum lembut.

“Ne, jangan menangis lagi ya..” kata Yesung sambil mengusap rambutnya. Anak itu mengangguk patuh sambil balas tersenyum pada Yesung. Tangisnya mereda sama sekali.

Soeun yang juga melihat hal tersebut tidak mengatakan apapun, ia hanya terdiam sambil memperhatikan keduanya. Sejenak, pandangannya beralih pada Yesung. Dimana pemuda itu masih tersenyum pada anak kecil tersebut, dengan senyuman yg berbinar. Soeun terdiam dan berfikir, sekilas sesuatu terfikirkan olehnya ketika melihat Yesung. Ya, ia mengerti sekarang, itu nyata, perasaannya memang nyata. Ia menyukai Yesung, atau.. bukan, dia mencintai Yesung. sangat mencintai Yesung…

()

Bruk!!

Sesuatu mengganjal jalan Soeun membuat ia kehilangan keseimbangan dan jatuh. Hidungnya mencium tanah yg begitu basah dan lembek. Menyebabkan gaun putihnya menjadi kotor.

Soeun berpaling kebelakangnya, melihat sesuatu yang terus mengejarnya. Dan pada akhirnya ia menemukannya, menemukan sesosok tubuh tinggi yang menyeramkan yg mengejarnya. Ia terus mendekati Soeun yg bahkan tak mampu lagi untuk berjalan, lalu tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah pisau yg tajam dan siap untuk menikam Soeun..

“Arh!!”

Sekali lagi Soeun terbangun dari tidurnya. Soeun langsung terduduk diatas tempat tidurnya setelah mimpi buruk yang dialami kembali. Keringat membasahi seluruh wajahnya.

“Mimpi itu pertanda apa? Kenapa aku sering sekali bermimpi buruk seperti itu…” Tanya Soeun pelan pada dirinya. Ia terus mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya, sementara air matanya berlinangan begitu saja. Karena tidak tahan, Soeun akhirnya kembali memutuskan untuk keluar kamar…

()

Bruk!!

“Hey Soeun hati-hati!”

Soeun mengangkat wajahnya ketika mendengar seruan Yesung. Tadi karena begitu panik ia jadi tidak memperhatikan jalan, akibatnya ia menabrak Yesung yg kebetulan lewat.

Yesung terdiam, menatap Soeun sambil memiringkan kepalanya. “Kau kenapa? Wajahmu pucat..” kata Yesung setelah beberapa saat. Ia mengalihkan perhatiannya dari ponsel sejenak.

Soeun menggeleng sambil menyembunyikan wajahnya yg masih panik. “Tidak apa-apa, aku baik-baik saja..” sahut Soeun kemudian.

“Owh, baguslah kalau begitu…” kata Yesung sambil kembali pada ponselnya.

Soeun untuk sejenak memperhatikan Yesung. Hari ini ia kembali berpakaian begitu rapi. Sepertinya ia akan pergi keluar malam ini.

“Kau.. mau kemana?” Tanya Soeun ragu-ragu. Yesung mengalihkan perhatiannya dari ponsel, menatap Soeun sambil tersenyum.

“Aku mau kencan..” jawabnya semangat.

“K-Kencan?”

“Ne, kencan yg kedua dengan Jessica setelah kami sempat berpisah…”

Soeun tak menyahut, ia hanya terus memperhatikan Yesung yg tampak begitu bahagia dan senang. Ya, Yesung begitu senang, Soeun tidak pernah melihatnya sesenang itu.

“A-Apa kalian sudah mulai pacaran?” Tanya Soeun ragu-ragu. Yesung kembali menoleh padanya.

“Huh, sayangnya belum. Tapi, aku yakin aku bisa kembali memperbaiki hubungan kami yg sempat terhenti. Malam ini, ya, aku pastikan malam ini kami akan kembali bersama..” kata Yesung bersemangat.

Soeun tak menyahut, rasa perih itu kembali dirasakannya. Dulu, ia boleh saja bingung dan mengingkarinya. Tapi sekarang, ia sudah sadar akan perasaannya. Membuatnya benar-benar tak bisa mengingkari kalau ia begitu kecewa.

“Kau ingat yg telah aku pelajari darimu Soeun? hehe, aku kira, malam ini aku akan mencobanya. Kali ini aku pasti tidak akan gagal…” kata Yesung begitu berambisi. Soeun tak menyahut, ia hanya mendengarkan Yesung yg terus berbicara.

“Oh ini sudah waktunya!” Yesung tiba-tiba kembali berseru sambil melihat jam dipergelangan tangannya. Ia kemudian beralih kepada Soeun dan menyentuh kepalanya. “Aku pergi dulu ya..”

Yesung berniat untuk pergi dan beranjak darisana. Namun, ia tak bisa melakukannya, karena Soeun tiba2 menahannya dengan memegang kedua tangan Yesung yg masih berada di kepalanya.

“Soeun?”

“Jangan pergi…” kata Soeun pelan sambil menatap mata Yesung. Ekspresinya tampak begitu down ketika mengatakannya.

Yesung mengerutkan dahinya, menatap Soeun yg untuk pertama kalinya melarangnya untuk pergi. “Tapi aku harus menemui Jessica. Kenapa kau melarangku?”

“Aku bilang jangan pergi…” ucap Soeun kemudian.

Yesung agak tertegun, merasa heran dengan perubahan sikap Soeun. tiba-tiba ia tersenyum dan melepas tangannya sendiri. Ia kemudian mencubit kedua pipi Soeun.

“Aku tahu kau sedang ingin bercanda. Tapi aku benar-benar tidak ada waktu untuk itu sekarang. Aku harus pergi, pergi menemui Jessica…”

“Apa kau lebih memilih dia daripada aku?” Tanya Soeun sambil melepas tangan Yesung yg ada dipipinya. Yesung malah terkekeh mendengar pertanyaan itu.

“Tentu saja, dia tidak secerewet dan segalak dirimu..” kata Yesung kemudian. Soeun kali ini hanya diam mendengarkan kata-kata Yesung. :”Sudahlah, jangan mengajakku bercanda pada saat ini. aku harus pergi, benar-benar harus pergi..” kata Yesung sambil mulai bergerak menuju rak sepatu. Namun lagi-lagi Soeun mengikutinya dari belakang.

“Aku bilang kau tak boleh pergi, jangan pergi…”

Yesung hanya kembali tersenyum ringan mendengar kata-kata Soeun. “Aku tahu kau sedang ingin bercanda denganku Soeun. tapi aku benar-benar harus pergi sekarang..” sahut Yesung santai sambil memakai sepatu yang baruu dipilihnya. Soeun lagi-lagi hanya terdiam sambil melihat kegiatan Yesung yg benar2 terlihat akan meninggalkan rumah. “Ya Sudah, Soeun. cepat tidurlah, jangan bercanda lagi. Aku pergi, bye..”

“Aku serius, jangan pergi!” Seru Soeun menahan kembali agar Yesung tidak pergi.

“Sudahlah, jangan bercanda malam-malam begini. Tidurlah..” sahut Yesung sambil meraih gagang pintu.

“Aku tidak bercanda, kalau kau pergi maka kita tidak akan bertemu lagi…”

“Ck, sudah kubilang leluconmu kuno Soeun. Tidurlah Dongsaengi, jangan membuat ulah!!” Sahut Yesung sambil menutup pintu. Setelah itu benar-benar pergi sama sekali dan tidak pernah kembali. Terdengar suara motor menjauh beberapa menit setelah itu…

Sementara Soeun masih disana, terpaku menatap pintu yg tadi ditutup Yesung sebelum dia benar-benar pergi. Air matanya benar-benar jatuh begitu saja.

“Jadi kau benar-benar pergi?”

()

Suasana pesta begitu terasa ditempat itu. lampu-lampu, hiasan, serta music yang selalu terdengar menandakan kemeriahan dan sukacita yang dirasakan oleh semua pengunjungnya. Semuanya, kecuali seorang laki-laki yg keluar dengan terburu-buru dari sana dan seorang gadis yg mengejarnya.

“Oppa tunggu!!”

Sungmin menghentikan langkahnya. Ia lalu berbalik, menatap Sunny dengan begitu kesal.

“Kau bilang menemui ayahmu. Ini bukan menemui ayahmu namanya!” Seru Sungmin emosi. Sunny hanya terdiam, menunduk dan menggigit bibir bawahnya.

“Aku hanya ingin oppa ikut pesta bersamaku..”

“Hey, aku adalah guru musikmu. Aku hanya bertugas mengajarkan music untukmu. Masalah seperti ini bukanlah tanggung jawabku!” Sahut Sungmin kesal. Hal itu membuat Sunny menunduk semakin dalam.

“Maaf…”

“Lain kali, jangan berbuat seperti ini lagi. Aku benar-benar akan mengundurkan diri kalau ka uterus seperti ini!!” Seru Sungmin untuk terakhir kalinya. Ia kemudian segera berjalan menuju mobilnya dan memasukinya. Ia kemudian dengan segera meninggalkan tempat itu. juga meninggalkan seorang gadis yg masih menangis dan menyesal didekat sana…

()

“Wwah, wangi sekali ibu. Aku benar-benar merasa lapar!!”

Jongjin berseru senang sambil mendekati ibunya yang sibuk menyiapkan makanan. Nyonya Kim hanya tersenyum, tangannya sibuk menata makanan.

“Makanan sudah siap. Jongjin, pergilah kekamar Soeun dan ajak dia makan bersama kita…” kata nyonya Kim setelah beberapa saat. Jongjin tersenyum dan mengangguk patuh.

“Baiklah…” sahutnya sambil berlari kearah tangga. Seruannya terdengar setelah itu. “Soeun!! ayo turun untuk makan!!” serunya begitu keras dan terdengar tidak sabar. Nyonya Kim hanya tersenyum sambil terus menata makanan untuk mereka makan malam.

“IBU!! IBU!!”

Nyonya Kim yg baru saja selesai menata makanan menoleh kearah tangga ketika putra bungsungnya itu berseru panik padanya.

“IBU!!”

“Ada apa Jongjin?” Tanya nyonya Kim ikut panik melihat ekspresi Jongjin.

“Soeun ibu, Soeun tidak ada. Sudah kucari keseisi rumah dia tidak ada!!”

()

Hujan turun secara deras, membasahi malam yg benar-benar sudah begitu dingin. Membuat semua yg ada disana menggigil kedinginan.

Jessica menatap air yg melintasi kaca didepannya. Wajahnya tersenyum, sementara ia terus menggosokkan kedua telapak tangannya. Berusaha memberikan rasa hangat keseluruh tubuhnya yg benar-benar dingin.

“Kau kedinginan?” Tanya Yesung yg sejak tadi berada didekatnya. Jessica menoleh, mengangguk pelan.

“Ya, aku tidak menyangka kalau akan hujan selebat ini…” sahutnya pelan.

Yesung tampak mengangguk. Ia lalu melepaskan jaket yg dipakainya, lalu memakaikannya kepada Jessica. Membuat gadis itu kaget dan menoleh padanya.

“Gomawo oppa..” ucapnya pada Yesung. Yesung tersenyum dan mengangguk.

Hening. Untuk sesaat keduanya hening. Mereka sama-sama tenggelam dalam fikiran mereka masing-masing, dan menjadikan suara hujan sebagai nadanya…

“Kau pasti.. begitu membenciku ya?”

Jessica langsung menoleh kearah Yesung ketika ia bersuara dengan nada rendah. Serendah hentakan hujan pada kaca-kaca didepannya.

“Kau pasti menganggapku laki-laki yg tidak berguna…” tambah Yesung pelan.

“Tidak, sama sekali tidak begitu…” sergah Jessica. Yesung menoleh padanya.

“Tapi waktu itu memang begitu. Bahkan menatapku saja kau enggan, kau pasti membenciku…”

Jessica hanya terdiam. Ia membalas tatapan Yesung. Tatapan lemah Yesung.

“Aku tidak pernah membencimu. Adapun pada saat itu, itu semua tidak lebih dari kebodohanku..” kata Jessica tiba-tiba. Membuat Yesung menatapnya lebih. “Aku seharusnya tidak langsung menuduhmu tanpa mengizinkanmu untuk bertanya…” ucapnya kemudian.

“Jessica, andai kau tahu. waktu itu yg terjadi bukan begitu, bukan seperti bayanganm-“

“Aku tahu. sekarang aku sudah mengerti..” potong Jessica cepat. Membuat Yesung terdiam dan mendengarkannya. “Kau tidak pernah sekalipun mengkhianatiku. Aku yang terlalu kekanak-kanakan..” kata Jessica kemudian.

“Kau sudah tahu?” Tanya Yesung serius. Jessica langsung menganggukkan kepalanya.

“Ya, aku sudah tahu. semuanya…” sahut Jessica.

“Benar, kau seharusnya tahu dari dulu. Jessica, semuanya tidak seperti itu. sama sekali tidak sama dengan fikiranmu. Semua itu, begini, waktu itu-“

Sexy, Free And Single I’m Ready To Bingo!!

Yesung menghentikan kata-katanya ketika ponselnya berdering. Ia menatap Jessica, meminta izin untuk menerima telefon. Jessica tampak tersenyum kecil sambil menganggukkan kepala. Dengan cepat Yesung mengambil ponselnya. Mengetahui itu nomor rumahnya, ia segera lebih menjauh dari Jessica dan mengangkatnya.

“Hallo..”

“Hallo! Hyung, apa Soeun bersamamu?”

Yesung langsung mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Jongjin yg terdengar panik.

“Soeun? Mana mungkin Soeun bersamaku. Dia dirumah-“

“Soeun tidak ada dirumah hyung!”

“Apa?”

Ekspresi wajah Yesung berubah begitu serius.

“Kami sudah mencarinya keseisi rumah, tapi dia tidak ada. Ibu bahkan sudah melihat keluar, dia tetap tidak ada…”

“Dia tidak mungkin keluar. Ini begitu hujan…” seru Yesung mulai cemas.

“Tapi sepertinya tidak ada tempat lain selain diluar kini..”

Yesung terdiam, ia benar-benar cemas akan khabar ini.

“Kau tunggu dirumah. Aku akan segera pulang..”

“Tapi ini huja-“

Tit Tit Tit..

Yesung mematikan ponselnya sebelum Jongjin selesai berbicara.

“Ada apa oppa?” Tanya Jessica ikut cemas melihat ekspresi Yesung yg begitu tegang. Yesung menatap padanya.

“Aku harus segera pulang. Terjadi sesuatu dirumah..” sahut Yesung dan berniat pergi. Namun, Jessica menghentikannya.

“Tapi ini begitu hujan oppa…” serunya kemudian. Berhasil membuat Yesung menghentikan langkahnya. Yesung berpaling, lalu menatap kaca disampingnya. Menatap hujan yang masih juga turun dengan begitu lebatnya.

Ya, ini begitu hujan. Kalau begitu, dimana Soeun sekarang?

(To The Continued>>)

57 Comments Add yours

  1. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wuuaaa…
    Kenapa harus ada kata “TBC” !!?
    Nggak sabar nunggu lanjutannya Eonnie !!

    Kasihan Soeun..
    Alhamdullilah Kissing Yeye gagal sma Sica *elus dada* :p

    suer…
    Penasaran banget sama lanjutannya… !!
    Apa soeun balik ke rumahnya ya??:/:/
    tu lah Yesung,di bilang jangan pergi,tetep pergi,ikut pergikan soeun jdnya !!

    Jd itu??
    Sungmin selingkuh nggak sih??
    Kan Sunny cman murid doank??:/

    up date Soon Eonnie !!
    Hwaiting !!

  2. sag1190 mengatakan:

    wach ternyata Sso cinta sama Yesung sampe Jongjin aja tau klo Sso cinta sama Yesung, tapi emang dasar Yeppa gak sadar dah terlalu cinta sama Sica,.. trus itu Sso ngapain juga pergi dari rumah, tapi suka pas Yesung khawatir sama Sso,,,, xixixi pokonya keren Putri ffnya lanjutkn perjuangan mu ya hehehe DAEBAK ^^

  3. andri susilowati mengatakan:

    wahhh ternyata so eun suka sama yesung. kkkkkk
    semoga dg menghilangnya so eun ssi yesung bs suka jg sama so eun. aminnn
    ayo lanjut secepatnya thorrrr, ff yang lain juga

  4. shane mengatakan:

    Yeeaa ciuMan bang yeye k sica gatot..
    Wih sso udh terpesona sm bang yeye..
    Sso n yeye ciuMan ,suka deh lhatnya..pake acara ngajarin lg!!
    Sso kmn yaa???apkah yg d Mimpiin sso akan jd kenyataan!!
    Reader harap yesung bs nemuin keberadaannya sso!!I hope so..
    Kya”nya yeye punya hati jg sm sso cm belum menyadarinya aja *reader sotoy*
    Hmmmm :s

    Lanjutt..d tunggu BMG nya yaaa🙂

    Keep smile n always CeMunguutt🙂🙂🙂

  5. Dhenanti mengatakan:

    Ih, sebel sama kkoming kenapa kkoming harus mengganggu sweet moment itu. Coba aja kalau kkoming gak ada pasti mereka bakalan lama (..) kkkkkkk

    Yesung pabbo~ya,.. Kenapa ucapan soeun selalu dianggap bercandaan omoo~
    Kenapa aku berfikiran yesung di FF ini, bener-bener polos ya. Masalah yang ciuman aja dia percaya2 aja kalau itu cuma pembelajaran, ckck. Gak peka banget.

    Ditunggu part 7 ya eonni.

  6. cucancie mengatakan:

    Yeay akhirnya dipost jg part6 nya,
    Kasian so eun udh mulai cinta ma yesung tp yesung blm menyadarinya,yesung malah sibuk sm jessca,jd g sabar nih gmn yesung setelah so eun pergi,next part jgn lama2 ya thor,,dtunggu!

  7. dyyyy mengatakan:

    yaaaaa….yesung diajarin sso ciuman….?????
    pinteran adekny drpd yesung..
    adekya ja tau klo sso suka ma yesung….
    sso balek k rmhny g y?

  8. YeojaNiel mengatakan:

    Omo. Soeun kemana?
    Part yang ini lumayan bikin nyesek ya
    next part ditunggu

  9. Dhilacho mengatakan:

    Omo.. Aish knapa TBC? Padahal aku lg asyik bacanya.
    Soeun emang nya kemana? Soeun udah mulai suka kan ama yesung? Yesung pabbo.. Knapa kau tidak sadar eo? Aku harap yesung ama sicca gk jadian lg..
    Ditunggu next chapnya..

  10. Dear Dhiyah mengatakan:

    so eun patah hati truz kabur ????
    semoga balik k rumah y dechh ….

  11. neng dona mengatakan:

    next part,,,,,, penasaran neh,,,,, heee

  12. deewookyu mengatakan:

    next chapter.next chapter…

    uuuuugghhh……..author ky’ koming juga neeehhhh………..

    lagi asiiikk.eehhh ganggu aja……..pake TBC lagi………

    Yesung Pabo……sdh di cium mash gak ngerti juga……….<>

  13. vita mengatakan:

    Waaa lgi seru2nya baca eh TBC..
    Duuh yesung gk peka bgt deh bodoh udh jelas2 sso nunjukkin rasa cintanya #tsah jongjin aja tauu..
    Kemanaa tu sso? Ketemu gk y nnti sma yesung atau malah ketemu sma sungmin?? *ngarang*
    Next thor ^^

  14. ticha_ mengatakan:

    huaaa…..knp??knp??knp hrz tbc_ T.T
    Hiks….ikutan nang!s ama eunnie ah…
    Yeppa knp hrz perg! Seh.,
    Aduw….eunnieq tyuz dmn??
    Klw terjd apa2 gmn??😦 *!kutan pan!k#

    Ah…..penasaran t!ngkat dwa_
    Lanjut saeng….asap ya_hehehe🙂
    Daebak….!!!😀

  15. Tikka mengatakan:

    Wah. ..soeun kemana. ?? Apa dia kabur lagi. ? Apa dia kembali pulang ke rumah. ?? Kasian soeun😥 yesung, knpa kau bgitu bodoh *plak_dirajam clouds* rasakan dgn hatimu soeun mencintaimu oppa. !! Kenapa kau kalah dgn jongjin yg lbih tau darimu *ckckck* jangan brharap trlalu banyak pada jessica,, cepat pilih mana yg trbaik untukmu. ! O’ya author terus semangat yah, bkin ff’nya tpi lain kali pairing kyusso dong. ? Yah. .yah :* *kisseu_author* #author:’idih,bisa rabies nih’ x) AJJA AJJA FIGHTING !!

  16. vani mengatakan:

    horaaaay sso sukses nyium😄

    ahh yesung gk peka_bete_

    sSO hilang kmana?? segera temukan dan peluk ya, please kasian

  17. seli m (@_SnowAngels_) mengatakan:

    kya ffnya keren eon..
    btw kira-kira soeun pergi kmna ya ?
    aku serba penasaran sih..
    tu yeppa kenapa ngk sadar juga sih klw sso eun suka sama dia😐
    next part ditunggu ya🙂

  18. minmin_mizana mengatakan:

    Kasian sso walau hidupnya mewah tp kekurangan kasih sayang😦
    Ye bodoh bgt masa ga tau klo sso suka ma dia? Apalagi pas sso cium YesungN dengan santainya dia bilang ‘kau sedang mengajarikukan?’
    Apa ya arti dari mimpinya sso?

  19. anastasia erna mengatakan:

    kemana so eun pergi yah…
    kasian mana hujan…

  20. Princess ice mengatakan:

    Huwaaa Sepanjang crta sedih bgt,bener2 nyesek😥
    yaampun so eun ksian bgt. Apa yesung bner2 nganggap so eun cma adik?? Kemana sso ujan2 gni??!
    Good job th0r!! Penasaran bgt sma lnjutan’a..
    Fighting!

  21. pipip mengatakan:

    Uwaaa akirnya lnjutnnya kluar jg, ceritanya mkin seru menguras emosi nih bcanya😀
    Pkoknya lnjutnnya jgn lma” ya trus pnjangin ceritanya oke Haha

  22. love so eun,,, saranghae SUJU mengatakan:

    yee…. so eun udah sadar kalau ia mulai mencintai yesung..
    senang bngetz liat adegan kiss yesso, so sweet..
    kira-kira so eun pergy kemana yaa… penasaran thor, lanjut yaa

  23. veranicka mengatakan:

    So eun udah sadar kalau dia cinta sama yesung ..
    Kalau yesung kapan tau nya kalau so eun cinta ama dia
    Dan kapan dia mulai cinta ama so eun ??
    Semoga dengan kepergiannya sso
    Yesung sadar . *amin*

  24. mayaulidhasso mengatakan:

    whoaa..itu Sso eonnie pergi ke mana?? T.T
    kenapa Yeppa gak nurut aja sih waktu diblg jangan pergi??

    Sso eonnie bisa aja nih *modus mau ngajarin Yeppa ahahaha xD
    jadi beneran kan,😀

    semoga Sso eonnie gak kenapa2, omongannya gak bener ._.
    dipost soon author😉
    Keep Spirit \^^/ FIGHTING!!
    gomawo^^

  25. Kyusso shipper mengatakan:

    eonieee ff satu lagi kok diprotect aku belum baca😦 yeye gak percaya sih sama so eun pergi kan? ayo dong cepet jatuh cintanya penasaran ini🙂

  26. noni eka s mengatakan:

    bingung kenapa si yesung gak peka peka -..- malah si jongjin nya yang nyadar. itu pas part terakhir si yesung udah mulai respect sama soeun ya? bagus! udah mulai sayang sayang dikit hahaha *evil laugh* heh itu soeun pergi kemanaaaaaaa? aaaa penasaran. ayo kak lanjutin ff yang yang lain juga ya. ditunggu!😀

  27. Anna mengatakan:

    Hadeeehh ini gmn nieey knp yesung mkin dkt aja ma sica,,sso pke acra prgi kmn lgi,aws aja yesung klo trjdi ssuatu sm sso kau hrs tggung jwb&jgn nyesel lhoo ditggu lnjtny gomawo🙂

  28. Dina_zoey mengatakan:

    akhirx sso jatuh cinta ma abang yeye, yes yesung gak jd nyium jessica..malas bgt ma tuh cwe..hehehe

    aduh hujan2 sso mw kemana lagi?itu sso ngimpi dikejar2 mank da apa ya??
    ayo lanjut2..:-)

  29. rida locket mengatakan:

    KIRA2 INI KURANG BRP part lagi unni ??? so’al nya udah gag sabar buat lihat end-nya,,, lanjutkan ya unni

  30. Yuniarti Noey mengatakan:

    bingung nie mo coment apa……..Sso pergi kemana ya?
    kynya yesung belum ada rasa sam Sso nie?penasaran sama kelanjutannya nie…………

  31. Dhyan Queena mengatakan:

    Wah uda ada lanjutannya.. Seneng bgt.. Hidup YESSO COUPLE!!!!!
    Musnahkan semua yg menghalangi.. Hehe
    Boleh request ga.. Ff kyusso lanjut donk.. Kyusso shipper jg soalnya

  32. Waah akhirnya ada part 6 nya juga ff nih… udah lama nunggu yeyeyyeeyyeeeppa hahhaa
    Makin seru z nih wih.. sso bner2 suka nih sm yesung oppa#seneng bgt
    Tp syg yeppa blum ngerasain yg sma ya kyk sso?
    Kasian sm sso pas yeppa pergi kncan sm sica…
    Nah loh sbnrnya sungmin oppa slingkuh gk sih? Atau sso z yg slah paham?
    Mkin penasaran nih…
    Ngarepnya pas sso kabur dr rumah yeppa, sso nya ktmu umin oppa trus yeppa cmburu deh liat kbersamaan mreka n yeppa sadar lok yeppa jg cinta sma sso kekkeekee#plak
    Ok deh semangat z bwt putri.. di tunggu ff BMG nya sm AN ANGEL nya loh…
    Ohya bwt ff request x gk papa deh gak dilanjut terserh putri yg pntg BMG nya dilanjut yah please😀
    And maaf bgt bru bisa comment cz lg lelet bgt nih intrnetannya jd susah comment😦 #curcol deh.
    Ok deh slalu dinanti ff nya😀

  33. Elisa mengatakan:

    Author bgus banget …crta lucu2 sdih n kekanakan kek souen unnie …..kek bsa d byangin gtu.. D tunggu ya author next karya a….faighting

  34. mifta mengatakan:

    selalu bagus deh pokoknya..
    lanjutannya segera ya putri.. Fighting!🙂

  35. idhacutvit mengatakan:

    sedih bgt TT…kacian sso e0nnie,,cintax hrus brtepuk sblah tangan…kaciaaaan e0nnieq…
    0MGGGG sso e0nnie minggaaat..??*lebay*…tp biarin aja dhe biar yeppa nyesel badai at prlu nyesel gegana cz nda dgerin kta2 sso e0nnie bwt jgn prg,,dy pkir sso b’cnda kali…skrg panik geganakan cz sso e0nniex hlang…tau rasakan skrg*nglirik authr tkutx mrh cz suamix d’crca*peace thor XD…tp reader msh pnsaran sSo e0nnie kmana yach…??kmana kmana kmana*kok mlah nyanyi lagux ayu tinting,,dsar reader gaje*XD…Next partx jgn lama2 chingu…nae chankamman…oke..
    Tetap cemangat…
    Fighting…

  36. Kim Ha Byung mengatakan:

    Huaaa, keren😀
    Lagi serius baca eh, tbc..
    Untung aja ciuman yesung oppa dan sica, engga terjadi…
    Yesung oppa, udah di suruh jangan pergi masih aja pergi..
    So eun eonni, kmna????
    Mudah2an aja engga terjadi sesuatu yg buruk sama sso eonni…
    Di tunggu kelanjutanya eon…

  37. rizkyapratiwi mengatakan:

    Lanjuuuut, penasaran

  38. Sso summer mengatakan:

    Eeh.. Sso sm yeye kisseunya pake cinta ga tuh.. Kekeke
    kyknya bakal tambah rame kalo s Jongjin ikut suka sama Sso, tp kyknya konflik bkl belibet jg.. Hehehe ..
    Suka2 cepet lanjut

  39. FansSoeun mengatakan:

    huaaa kasian soeun..
    semoga yesso bersatu..
    ff nya makin seru..
    semangat author buat lanjutin ff nya ^_^

  40. ssolee mengatakan:

    knp tiba2 ketemu 3 huruf ini si (TBC),, ayo thor, lanjut…..

  41. elvin mengatakan:

    kasian bnget so eun unni😦
    aku tggu part selanjutx ya thor .
    ff ini di lanjutin trusya thor sampe final kan enggak enak kalo critanya nggak selesai
    hwaiting ya thor!!!

  42. astrielf mengatakan:

    wawawawa seru-seru ini ff cepetan dilanjutin, yesso momentnya dibanyakin dong thor, aku tunggu secepatnya, ya. Ayo dilanjutkan, makasih!

  43. geill mengatakan:

    Akhirnya sempat jg ni bc lanjutan ni ff…
    Makin seraja ni ceritanya..
    Penasaran ni sama keadaan so eun yg menghilang tiba2….
    Ok deh next partnya sll di tunggu lanjutannya
    …..
    Semangat buat author….fightingggg…….

  44. haekyusso mengatakan:

    Wah ff y keren thour…krn bngt mlh🙂
    Kshn sso rs sk y blm tr bls ma yeppa
    Yeppa pabo jongjin ja th sso sk knp yeppa gk ngrsn y….😥😥
    Kr” sso prgi k mn ntu????

  45. qindae mengatakan:

    Lanjuut😀 kereenn

  46. mun taryatia mengatakan:

    wah lag tegang2nya mlah tbc unnie kmna apa kmbli kerumahnya …lnjut jangan lama_lama thor dah penasarn

  47. YouryLau mengatakan:

    Lanjutan nya donk thor . . .
    Jebaal #mukamelas

    Anyeong . . .
    Reader bru dimari,
    youry imnida, istri dari bg henry, kekeke😄

  48. TasyaSuperCloud mengatakan:

    Author yang cakep dan baik hatii… Pliss di lanjutin nehh!!😀 ini sudah 2013 kami para readers udh lama menunggu hasil kelanjutan karya author..!!:D fighting author ! We are keep waiting for you :***********

  49. tanti no kawai mengatakan:

    =))W̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̇̇̇α̩̩̩̩̥W̶̲̥̅̊α̇̇̇α̩̩̩̩̥k̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇ά̲̣̥α̇̇̇W̶̲̥̅̊ɑ̣̣̝̇̇α̩̩̩̩̥к̲̣̣̥ά̲̣̥α̇̇̇=))
    Lucu bnget yeppa_waktu pura2 batuk…

    Tp past ama Sso kog malah menikmatinya????
    Hayoooooo…….tuing….tuing…..

    Waduhhhh….. Sso kemna????????

    Amat sangat ð tunggu part berikut ηγά̲̣̥ eunni…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  50. Je Ri mengatakan:

    Annyeong…
    Aku readers baru.. Maaf baru bisa komen sekarang…
    FF nya sangat keren…
    Aku tunggu lanjutannya loh…

  51. Ewiqkim mengatakan:

    wah semoga ecung bisa cepet sadar klo soeun cinta ama dy,, thor kapan nih dilanjutinnya ditunggu lho ^^

  52. Choi shinae mengatakan:

    sumpah part ini bkin jleb .. ngena banget ㅠ.ㅠ
    authoooooor percepat selanjutnya…

  53. nita mengatakan:

    tdx mu liat dha post bru pha gk, v trnyta lom dha,, jd bca2 yg lain, eh nmmu’n ff nie,, crtax sru thor,, pnsrn dh sm lnjtnx,, d tnggu knjtnx y thor,,,, gomawo🙂

  54. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Awal-awalnya, Jongie ngegemesin pengen dicium. Akhir-akhirnya, menjengkelkan pengen ditabok. Wkwkwkw… Kisseu ma Jessica gagal, cihuyyyy… Tapi sayang, So Eun keburu pergi.

  55. zarra mengatakan:

    Lanjutttttt……huft penasaran bgd…….

  56. Kim Ra rA mengatakan:

    Kkoming ganggu aja dech kekeke
    kasian banget Sso udah dia cuma punya kakek nya aja yang masih perhatian sama dia G’ kaya ke 2 Sepupunya itu Oopa, kebawa Esmosi Nich,,, lanjuut

  57. Rani Annisarura mengatakan:

    kesel banget sama yesung yang nggak sadar sadar kalau so eun itu mencintai dia….

    Untung aja kissingnya yesung sama jessica nggak jadi…..

    Penasaran sama lanjutannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s