~ [Drabbles] Like The Four Seasons ~


 

Tittle      :               Like The Four Seasons

Author  :               PrincessClouds (Putri Andina)

Genre   :               Angst Romance, Sweet Romance, Sad Romance, Comedy Romance

Rated    :               PG15

Cast       :               Kim So Eun, Kim Jong Woon, Cho Kyu Hyun, Lee Hyuk Jae, Lee Dong Hae

Support                :               Just Find some OCs

Summary:           Karena disetiap musim, tersimpan kisah cinta yang berbeda..

Warning:              Typo(s), Alur maju mundur dibeberapa bagian, tulisan yang menggunakan Huruf Italic seperti ini, berarti adalah bentuk Flashback kemasa sebelumnya.

Note      :               Mungkin ini bukan Drabbles, karena seharusnya Drabble lebih pendek daripada cerita ini. Mungkin banyak yang lebih setuju menyebut cerita ini Ficlets sebenarnya. Namun, karena ini blog dan cerita saya saya tetap menyebutnya Drabbles, LOL. Membuatnya seperti air, tak pernah membacanya ulang. Jadi jang heran karena menemukan terlalu banyak Typo(s). Just Enjoy ^^

*Like_The_Four_Seasons*

1. Our Autumn – SoeunYesung

“Oppa kita mau kemana?”

Soeun lagi-lagi bertanya pada laki-laki yang terus menggandeng tangannya setelah keluar dari bis. Daritadi pemuda dengan iris bak caramel itu terus membawanya pergi tanpa menyahuti pertanyaannya. Ia juga menculik Soeun begitu saja ketika ia baru saja keluar dari pekarangan sekolah tadi.

“Oppa…”

Untuk kesekian kalinya pemuda yang dipanggilnya itu berbalik. Ia memberikan senyumannya pada Soeun. sebelum akhirnya mengeluarkan suara…

“Musim gugur telah datang, oleh sebab itu ayo lakukan kencan musim gugur pertama kita..” jawab Yesung sambil terus tersenyum.

“Huh?” Tanya Soeun pura-pura bingung. Wajahnya tampak sedikit memerah menahan malu. Yesung tersenyum, ia mempererat genggaman tangannya pada Soeun dan kembali membawa Soeun bersamanya.

“Ayo Soeun…”

 

Tak butuh waktu begitu lama bagi Yesung untuk merubah semuanya. Soeun yang awalnya tampak masih sedikit malu-malu tampak mulai merasa nyaman. Keduanya kemudian bersenang-senang disaat itu. Menikmati kencan musim gugur seperti pasangan-pasangan lainnya yang berada disana. Tempat itu memang begitu ramai dengan banyak pasangan muda-mudi yang juga menikmati musim gugur. Tempat itu tak ubahnya terlihat seperti tempat yang dipenuhi oleh cinta ala anak muda.

“Soeun tunggu disini sebentar. Aku akan menyewakan sepeda untuk kita…”

Yesung tiba-tiba kembali menghentikan langkahnya ketika mereka sampai di sebuah taman. Tempat itu terlihat lebih ramai dari yang lainnya karena bisa dikatakan tempat itulah yang menjadi pusat kunjungan disini. Disanapun juga ada tempat penyewaan sepeda membantu para pengunjung lebih leluasa menikmati nuansa musim gugur yang memang begitu terasa di tempat itu.

Setelah Soeun mengangguk, Yesung tampak mulai sedikit berlari menuju tempat penitipan sepeda.

Sementara Yesung pergi menyewa sepeda untuk mereka Soeun memilih sedikit berkeliling disekitar sana. Tentu saja tidak terlalu jauh agar Yesung tidak kesulitan mencari nantinya.

Tidak salah kalau tempat itu begitu terkenal di sekolahnya sebagai surga bagi setiap pasangan ketika musim gugur tiba. Cerita mereka tentang nuansa yang tercipta disana tidak salah sedikitpun. Tempat itu benar-benar mengandung cerita yang begitu manis. Apalagi ketika Yesung berada disana bersamanya.

Soeun menghentikan langkahnya didepan sebuah stand. Ini adalah salah satu kelebihan tempat ini mengenai musim gugur. Disamping keindahan musim gugur yang ditawarkan, mereka juga menyediakan banyak stand yang berisikan begitu banyak permainan ataupun benda-benda yang indah. Menjadi Souvenir menarik melalui kencan musim gugur yang baru saja mereka lewati.

Untuk sejenak, perhatian Soeun tersita ketika menemukan sebuah jepitan rambut yang ada disana. Jepitan rambut itu terlihat benar-benar indah. Ia memiliki sebuah mainan kupu-kupu diatasnya yang benar-benar terlihat indah. Dengan hanya melihat jepitan itu, kita bisa mengingat dan membayangkan musim gugur yang begitu menyenangkan.

“Soeun!”

Soeun reflek menjauhkan tangannya dari jepitan tadi ketika mendengar suara Yesung. Soeun berbalik dan menemukan Yesung telah kembali datang mendekat.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Yesung kemudian. Soeun menggeleng dan kembali mendekati Yesung.

“Apa oppa sudah mendapatkan sepedanya?” Tanya Soeun dengan ceria. Yesung tersenyum dan mengangguk.

“Ya, ayo kesana…” ajak Yesung sambil tersenyum. ia menunjuk dua sepeda yang tampak dipisahkan dari sepeda lainnya ditempat penitipan sepeda. Soeun terlihat begitu senang melihatnya, ia melepas tangan Yesung dan segera berlari kearah sepeda.

Yesung lagi-lagi tersenyum melihat keceriaan Soeun. Namun sejenak senyuman itu sedikit memudar. Yesung menghela nafas pelan sambil mengalihkan perhatiannya menuju sebuah benda yang tadi sempat ia lihat disentuh oleh Soeun.

 

Yesung dan Soeun membawa langkah mereka diantara pohon-pohon bunga Maehwa. Roda sepeda serta langkah kaki mereka menyentuh tanah yang dipenuhi oleh guguran bunga-bunga berwarna merah muda tersebut. Aroma harum bunga Maehwa juga tercium disepanjang perjalanan.

“Kau begitu menyukai musim gugur?” Tanya Yesung memecah keheningan. Soeun yang tampak asyik menikmati pemandangan yang disuguhkan disana tampak langsung mengangguk dan tersenyum mendengarnya.

“Begitulah, bukankah musim gugur begitu indah…” kata Soeun bersemangat. Yesung tersenyum dan mengangguk.

“Aku juga berfikiran begitu…” sahutnya pelan.

Soeun tersenyum, ia kembali membawa sepedanya bergerak menyusuri taman pohon-pohon Maehwa. Ia sedikit melupakan Yesung yang masih terdiam di posisinya yang tadi. Setelah mengingatnya kembali Soeun berbalik melihat pada Yesung yang masih terdiam ditempat tadi.

“Oppa?!” panggilnya.

Yesung tersadar, ia mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Soeun. Ia kemudian menyusul Soeun kembali dengan membawa sepedanya.

“Soeun ayo kita mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan..” ajak Yesung setelah dekat dengan Soeun. Ia mengambil sesuatu dari saku celananya. Soeun mengangguk dan menjawab dengan semangat.

“Ayo oppa…”

Kedua pasangan yang baru  saja memulai hubungan mereka dimusim panas itu kembali menikmati kencan dimusim gugur pertama mereka. Mereka tampak mengabadikan moment bersejarah tersebut melalui beberapa foto.

“Aku akan memajang ini di Cyword ku..” ucap Yesung sambil menunjukkan gambar yang menurutnya paling bagus dari yang lain. Soeun tampak mengangguk dengan semangat.

“Kau harus mengirimnya padaku ya…” katanya dengan nada sedikit merengek. Yesung tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Tentu saja…”

Soeun terlihat lebih bahagia, ia kembali menuju sepedanya dan menikmati musim gugur yang menyenangkan ini kembali. Sementara Yesung kembali terlihat menghela nafas berat ketika ia mengantongi ponselnya kembali.

 

Tanpa terasa malam telah datang kembali. Membuat udara musim gugur terasa kembali dingin. Soeun dan Yesung tampak masih bersama melewati musim gugur mereka. Saat ini mereka berniat kembali setelah mengantar sepeda tadi kembali pada pemiliknya.

“Oppa, hari ini begitu menyenangkan. Aku bahagia sekali, terima kasih…” kata Soeun kembali dengan wajahnya yang ceria. Ia terus mengamit tangan Yesung dan mengayunkannya dengan langkah yang ceria. Dia terlihat benar-benar menyukai kencan musim gugur mereka.

Yesung hanya tersenyum kecil. Wajahnya tampak tak begitu baik ketika ia memikirkan sesuatu yang mengganjal fikirannya daritadi.               Soeun terlihat begitu bahagia, ia tak tahu bagaimana harus menyampaikan sesuatu yang harusnya disampaikannya pada Soeun daritadi.

“Oppa, kenapa oppa diam? Apa kau sakit?” Tanya Soeun dengan nada cemas melihat ekspresi Yesung. Yesung tersenyum dan menggeleng.

“Tidak. Aku baik-baik saja…”

“Tapi kenapa oppa hanya diam?” Tanya Soeun lagi.

Yesung tak langsung menyahut. Ia menghembuskan nafasnya pelan sebelum akhirnya meraih kedua bahu Soeun untuk berhadapan dengannya. Soeun tampak sedikit bingung melihat sikap Yesung yang terkesan sedikit aneh. Perasaannya mulai tidak nyaman.

“Soeun… besok aku harus berangkat ke Paris untuk melanjutkan kuliahku…”

Soeun tak menunjukkan reaksi yang berarti. Ia hanya menatap Yesung tanpa mengatakan apapun, menunggu penjelasan selanjutnya dari Yesung. Yesung menghela nafas, ia menurunkan tangannya dan beralih menggenggam kedua tangan Soeun. Merasakan dinginnya tangan Soeun.

“Maaf, aku benar-benar tidak bermaksud membuatmu kaget atau merusak kebahagiaanmu. Hanya saja aku tak tahu bagaimana menyampaikannya kepadamu. Tapi, aku harus-“

“Oppa merusak musim gugurku…”

Yesung menghentikan kata-katanya ketika Soeun mulai bersuara. Soeun tampak menundukkan kepalanya menahan kesedihan. Yesung menghela nafasnya pelan.

“Maafkan aku…”

Suasana diam untuk sesaat. Mereka masih saling berhadapan dengan tangan Yesung masih menggenggam kedua tangan Soeun. Suasana diam dan terasa begitu tidak nyaman.

“Seberapa lama?” Tanya Soeun setelah beberapa saat. Yesung menjawabnya pelan.

“Satu tahun…”

Soeun menganggukkan kepalanya, ia kembali mengangkat wajahnya dan balas menatap Yesung. “Pergilah, itu adalah kesempatan baik untukmu. Aku akan menunggumu di musim gugur selanjutnya…” kata Soeun tiba-tiba sambil tersenyum.

“Kau mengatakan yang sebenarnya?” Tanya Yesung ragu. Soeun kembali tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Oppa harus kembali lebih keren setahun kemudian…” ucap Soeun sambil tersenyum pada Yesung. Berusaha menghilangkan rasa kecewa yang dirasakannya dengan sebuah senyuman yang terkesan kaku. Yesung juga menganggukkan kepalanya dengan pelan.

“Kita pasti akan bertemu di musim gugur selanjutnya…”

Soeun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya dari Yesung ketika sebuah bisa terlihat mendekati halte yang ingin mereka tuju.

“Oppa, bisnya datang. Ayo! Nanti kita ketinggalan?!” ucap Soeun bersemangat sambil melepas tangan Yesung. Ia kemudian berlari menuju halte dan meninggalkan Yesung.

Yesung berbalik, ia melihat Soeun yang tampak berusaha mengejar bis. Walau Soeun terlihat ceria namun Yesung dapat membaca kekecewaan dari sikapnya.

“Soeun-ah!” Yesung tiba-tiba berseru dan memanggil Soeun kembali. Membuat Soeun yang hampir saja mencapai halte menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat Yesung. Yesung kemudian sedikit berlari untuk menyusul Soeun dan ketika sampai disana ia meraih Soeun dan langsung mencium bibir Soeun. Membuat mata Soeun sedikit melebar.

Yesung hanya mengecup sekilas. Ia kembali memperbaiki berdirinya sambil menatap Soeun yang tampak masih begitu kaget.

“Percayalah padaku, dimusim gugur selanjutnya aku pasti sudah kembali berada disini bersamamu..” kata Yesung setelahnya. Soeun tak menyahut, ia hanya menatap Yesung dan menantikan kata-kata Yesung selanjutnya. Yesung menghela nafas, ia kemudian mengambil sesuatu dari sakunya dan memasangkannya dirambut Soeun. “Tolong tunggu aku…” ucap Yesung kembali.

Soeun masih tak juga menyahut. Tangannya tampak bergerak dan menyentuh benda yang baru dipasangkan Yesung dirambutnya. Ia dapat menemukan sebuah benda berbentuk kupu-kupu yang berada dirambutnya saat ini. Ia kemudian kembali tersenyum dan mengangguk.

“Aku pasti akan menunggumu…”

Yesung tersenyum senang dan menarik Soeun kedalam pelukannya. Membiarkan bis yang tadi dikejar Soeun melewati dan meninggalkan mereka begitu saja. ( Our Autumn : 1.373)

*YeSso<<

2. Lucky Is You  – SoeunKyuhyun

Minggu ketiga dimusim Desember. Musim dingin kembali menyapa dan datang membawa benda-benda ringan nan putih bersamanya. Memeluk dan menyelimuti setiap inchi kota dengan dinginnya. Memaksa setiap orang untuk lebih memilih mengasingkan diri sejenak dengan alam. Mulai duduk tenang di depan perapian dengan secangkir cokelat panas ditangannya. Berharap mendapatkan kehangatan.

Namun, ada juga beberapa orang yang tak duduk di perapian seperti tadi. Sebagian orang lainnya tampak masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Selain bekerja mereka mungkin saat ini tengah berkumpul bersama di kafe-kafe ataupun restoran cepat saji. Menikmati datangnya musim sang putri salju ini.

Di dalam salah satu kedai kopi. Seorang barista tampak tengah sibuk menggambar ditengah cangkir kopi. Benda cair yang sedikit mengental itupun tak ubahnya seperti sebuah kanfas ditangannya. Dimana ia bisa melukiskan sesuatu diatasnya. Tak heran ia mendapat begitu banyak tepuk tangan dari orang-orang sekitarnya. Kau boleh menghitung beberapa gadis yang berteriak paling keras untuk semua aksinya. Dia memang bintang di tempat ini…

“Kyu.. Kyu..”

Ia sedikit mengangkat wajahnya ketika mendengar nama kecilnya dipanggil. Didepannya seorang gadis manis tampak sudah mendekat dan berdiri di sampingnya.

“Ya, ada apa Soeun?” Tanya pemuda dengan nametag CHO KYU HYUN itu pada gadis yang baru saja mengambilnya.

Gadis itu tak langsung menyahut, ia hanya sedikit tersenyum. Malu-malu. “Aku tidak jadi pulang bersamamu ya. Aku pulang duluan…” jawab gadis yang dipanggil Soeun itu pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat wajahnya lagi.

“Memang mau kemana?”

“Eung… kencan…”

Kyuhyun mengangkat wajahnya lagi mendengar jawaban Soeun. Soeun tersenyum manis padanya. agak merona.

“Kencan dengan siapa? Lagipula, kenapa harus malam-malam? inikan musim dingin.. bahaya kalau pergi sendirian..” ujar Kyuhyun sambil meletakkan gelas kopi yang baru diselesaikannya. Ia kembali menatap Soeun.

“Kaukan tahu kami sama-sama sibuk. Lagipula.. kencan kan memang paling enak malam hari…” jawabnya polos.

“Tunggu, memang kau kencan dengan siapa? Seingatku kau tak punya pacar..” Tanya Kyuhyun masih janggal. Soeun kembali tersenyum.

“Hhum, dia… kenalan…”

Kyuhyun mengangkat alisnya. Ia memperhatikan penampilan Soeun dari atas sampai bawah. Entah kenapa, bagi Kyuhyun Soeun terlihat lebih manis dengan seragam kerjanya daripada pakaian seperti ini.

“Kenapa kau melihatku seperti itu. Sudahlah, yang jelas aku mau pergi. Nanti sekitar jam sepuluh aku sudah kembali…” kata Soeun kembali bersuara sambil mulai bergerak mundur dari Kyuhyun.

“Bukankah jam sepuluh terlalu malam?” Tanya Kyuhyun keberatan.

“Aku akan mengusahakan lebih cepat!” jawab Soeun lagi. Ia berniat berbalik tapi seruan Kyuhyun menghentikannya kembali..

“Dimana kencannya?” Tanya Kyuhyun. Gadis itu tersenyum.

“Namsan Tower. Sudahlah, jangan bertindak seakan-akan kau adalah ibuku. Ya sudah, aku pergi Kyu. Anyeong!!” seru Soeun sambil melambaikan tangan. Selanjutnya gadis itu berbalik dan meninggalkan tempat yang ramai itu.

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya setelah Soeun tidak kelihatan lagi. Ia meraih kopi terbaru yang akan dikerjakannya. Namun, sesaat ia menghentikan pekerjaannya ketika mengingat sesuatu. Kyuhyun mengalihkan kembali pandangannya kearah Soeun pergi tadi.

 

Kyuhyun menutup kembali pintu Cofeeshop setelah ia keluar. Kyuhyun melirik pergelangan tangannya dan menemukan hari sudah menunjukkan jam setengah sepuluh. Kyuhyun menghela nafas pelan, ia lalu mulai berjalan kearah halte bus.

Ini baru beberapa hari semenjak salju turun. Itu sebabnya udara begitu dingin hingga menusuk tulang. Hal itulah yang membawa Kyuhyun mempercepat langkahnya. Ingin segera mendapat bis dan pulang ke apartementnya.

Kyuhyun duduk di halte untuk menunggu bis. Sesekali ia melirik ponselnya. Berharap Soeun akan menghubunginya. Ssh, Soeun itu sebenarnya bukan siapa-siapanya. Dia hanya tetangga serta rekan satu tempat kerja dengannya. namun lebih setahun Kyuhyun mengenal Soeun, Soeun selalu mengalami hal-hal kurang beruntung karena kepolosannya. Ia sering ditipu orang lain atau lebih parah oleh laki-laki. Hal itu yang membuat Kyuhyun sering merasa tak enak hati kalau Soeun sudah tak memberi khabar. Memang sedikit keterlaluan.. tapi Kyuhyun merasa itu wajar karena sejauh ini Soeun sering peduli padanya.

HAHAHA!!

Kyuhyun mengantongi kembali sakunya ketika mendengar suara yang cukup menganggu. Ia mengangkat wajahnya dan mendapati dua orang laki-laki seumurannya yang tertawa cekikikan. Sepertinya mereka dipengaruhi minuman keras hingga lupa harus tertawa dimana. Orang-orang seperti ini begitu menyebalkan.

“Aku yakin dia masih menunggu di Namsan Tower…”

Salah satu laki-laki duduk disamping Kyuhyun. Tubuhnya nyaris oleng karena pengaruh minuman. Kyuhyun sedikit bergeser ketika mencium aroma alcohol yang sedikit tajam.

“Kau seharusnya tak main-main dengan ini…” temannya ikut duduk bersamanya. “Kasihan kalau gadis cantik dibiarkan membeku disana…”

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya mendengar pembicaraan mereka berdua. Kau tahu? selain aroma tubuh yang begitu tajam. Apa yang mereka bicarakan juga begitu menyebalkan. Belum lagi topik yang mereka bicarakan. Kyuhyun jadi mengingat hal lain karenanya.

“Seorang pelayan toko kopi tentu tidak akan terlalu membeku karena terkena salju…” sahut pemuda yang satunya sambil tertawa keras. “Dia akan kebal sampai tengah malam nanti…”

“Memang apa salahnya padamu? Kenapa kau segitu dendam dan mengerjainya?”

“Huh~ dia begitu sombong. Minggu yang lalu ketika aku datang ke toko kopi aku menyukainya. Tapi sikapnya terlalu sombong dan yah… itu sebabnya aku berencana sedikit mengerjainya.. dan itu berhasil…”

“HAHAHA, Kau benar-benar hebat!”

Brak!!

Kedua orang itu sedikit tersentak ketika orang disamping mereka tiba-tiba memukul sandaran kursi dari besi di belakang mereka. Mereka tampak sedikit heran melihat laki-laki itu tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya. Dan menjadi takut ketika ia menarik kerah baju salah satu dari mereka.

“Yah kau! Kau seharusnya memakai otakmu sebelum melakukan sesuatu. Bagaiman mungkin sebagai lelaki kau melakukan hal seperti itu pada seorang wanita!” Seru Kyuhyun geram. Berhasil membuat dua orang itu sedikit panik.

“S-Siapa kau?” Tanya pemuda tersebut sedikit ngeri. Perbuatan Kyuhyun padanya berhasil membuatnya sedikit sadar dari mabuknya.

“Kau tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas kalau kau melakukan hal yang sama pada wanita dan terlebih pada wanita yang kau tipu saat ini. Aku berjanji kau tak akan pernah bisa menikmati minumanmu lagi.. ingat itu!”

Brak!!

Pemuda itu sedikit mengaduh ketika Kyuhyun mendorong tubuhnya sedikit kasar kebelakang hingga membentur besi. Untuk selanjuutnya ia hanya melihat orang yang memukulnya tanpa alasan yang jelas itu meninggalkan tempat itu dengan berlari. Berlari kearah utara, arah namsan Tower?

 

Kyuhyun sedikit terengah-engah ketika ia sampai di Namsan tower. Ketika ia sampai dilihatnya Namsa tower sudah begitu sepi. Hanya sedikit orang yang ada disana. Namun Kyuhyun tetap mencari keberadaan Soeun. walau ia berharap Soeun tidak cukup bodoh untuk menunggu orang seperti tadi disini.

Kyuhyun terus mencari-cari keberadaan Soeun. hingga ketika ia menemukan seseorang yang cukup dikenalnya berjongkok didekat sana. Kyuhyun segera berlari menghampirinya.

“Soeun-ah!!”

Ada gerakan dari orang itu. ia mengangkat wajahnya hingga menengadah menatap Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafasnya, ia lalu ikut berjongkok dihadapan Soeun. Membersihkan salju-salju yang bernaung di rambut dan sweaternya.

“Bukankah ini sudah cukup malam? kenapa masih disini?” Tanya Kyuhyun menghentikan perbuatannya tersebut dan menatap Soeun. Soeun tak menyahut, ia hanya menghembuskan nafas sambil menundukkan wajahnya. Kyuhyun memiringkan wajahnya. “Kenapa?” Tanya Kyuhyun.

“Kenapa aku harus selalu mengalaminya?” Tanya Soeun pelan sambil menundukkan wajahnya. Ia tidak menangis, hanya terlalu sedih. Kesan polosnya terlalu kuat setiap kali ia melakukannya. “Daridulu.. aku selalu dengan mudah tertipu. Aku benar-benar seperti orang bodoh…” ucapnya lirih.

“Aku kira ini hanya karena kau belum beruntung. Ini bukan masalah bodoh atau pintar…” ucap Kyuhyun sambil tersenyum dan mengusap rambut Soeun. Soeun mengangkat wajahnya, menatap wajah Soeun.

“Tidak ada yang menyukaiku.. apa karena aku kurang cantik?” tanyanya lagi masih dengan nada yang lirih. Kyuhyun sedikit tersenyum.

“Kalau kau tidak cantik, maka tidak mungkin kau menjadi karyawan kafe yang paling dicari oleh anak-anak highschool yang selalu datang tiap hari. Bukankah mereka selalu berkata bahwa mereka kesana untuk mencari Noona pelayan yang cantik, dan semua tahu yang mereka maksud adalah dirimu…” kata Kyuhyun. Soeun menghembuskan nafasnya.

“Tetapi kenapa aku selalu gagal dengan kencanku?” Tanya Soeun lagi. Kyuhyun kembali tersenyum.

“Seperti yang kukatakan tadi. Ini masalah keberuntungan. Dalam hal ini kurasa bukan masalah keberuntunganmu, tapi keberuntungan mereka. Mereka kurang beruntung karena tidak bisa bijaksana memamfaatkan kesempatan yang telah kau berikan pada mereka. Mereka bodoh karena telah membuang sia-sia keberuntungan itu..”

“Jadi maksudmu, orang yang mendapatkanku adalah orang yang beruntung?” Tanya Soeun kemudian. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

“Begitulah seharusnya…”

“Tapi kelihatannya kau bukanlah tipe orang yang ingin beruntung…” ucap Soeun kemudian. Kyuhyun sedikit menatap heran karena kata-katanya.

“Huh?”

Soeun menghembuskan nafas. Sedikit tersenyum dan menggeleng kepalanya. “Bukan apa-apa.. ayo pulang. Kau harus membelikanku makanan yang enak.. aku kelaparan dan nyaris membeku…” kata Soeun tiba-tiba sambil berusaha bangkit dari tempat duduknya. Ia sedikit mengeluh merasakan pegal kakinya. Kyuhyun kemudian juga ikut berdiri dan sedikit memeganginya.

“Kau bisa berjalan?” Tanya Kyuhyun sedikit cemas. Soeun nyengir.

“Memang apa yang terjadi padaku?  Ayolah.. belikan makanan untukku?” Tanya Soeun sambil membawa kakinya jalan tapi karena terlalu lama berjongkok kakinya agak sulit digerakkan. Membuatnya kehilangan keseimbangan karena kakinya sendiri. Kyuhyun yang sedikit kaget awalnya beniat menariknya, namun entah kenapa ia juga kehilangan keseimbangan. Membuat keduanya sama-sama terjatuh ditumpukan salju.

Bruk…

Kyuhyun menahan tubuhnya untuk tidak menindih tubuh Soeun yang jatuh tepat dibawahnya. Mereka menahan nafas ketika wajah mereka benar-benar terlalu dekat. Wajah mereka memerah, sama-sama gugup.

“Maaf…” ucap Kyuhyun sambil menjauh dari Soeun. ia segera duduk, begitupun dengan Soeun. Keduanya sama-sama kembali merasa canggung.

Soeun berdecak pelan dalam hatinya sambil memegangi tengkuknya. Ia menyesal mendengarkan detak jantungnya sendiri. Sementara Kyuhyun duduk tenang sambil memikirkan sesuatu. Mereka saling menunduk dan tak mau menatap satu sama lain.

“Ck, kita harus benar-benar pulang sebelum membeku…” keluh Soeun sambil mengalihkan arah pembicaraan. Ia tersenyum pada Kyuhyun sejenak dan berniat untuk berdiri. Namun ia kembali gagal melakukannya.

“Soeun-ah…”

Mata Soeun sedikit melebar ketika merasakan benda yang cukup dingin menyentuh bibirnya. Ia menatap tak mengerti pada Kyuhyun yang barusan saja telah mengecup singkat bibirnya. Kyuhyun menatapnya dengan wajah sedikit canggung.

“Sebenarnya dari dulu aku ingin mejadi orang yang beruntung. Tapi.. aku tak tahu bagaimana cara memulainya…” kata Kyuhyun sambil sedikit tersenyum. Soeun tampak masih tak menampakkan reaksi, wajahnya masih terlihat shock.

Kyuhyun kembali tersenyum. Ia bergerak dari tempatnya hingga berada dihadapan Soeun. Ia mengalihkan perhatiannya kebelakang. “Kakimu sepertinya sedang tidak bisa diajak jalan. Naiklah kepunggungku..” kata Kyuhyun kemudian.

Soeun lagi-lagi tak mengatakan apapun. Tapi ia menuruti kata-kata Kyuhyun dan naik kepunggung Kyuhyun. Kyuhyun mulai berdiri dan membawa Soeun pergi darisana bersamanya.

Suasana kembali hanya hening antara keduanya. Mereka masih saja berjalan sambil larut dalam fikiran masing-masing. Kelegaan Kyuhyun karena telah menyampaiakan perasaannya, serta kebingungan yang penuh sensasi yang dirasakan oleh Soeun semuanya terfikirkan begitu saja. Soeun tersenyum kecil dan tidak terlalu memikirkannya. Perlahan ia merebahkan kepalanya dibahu Kyuhyun. Menyembunyikan wajahnya diantara ceruk leher Kyuhyun.

Sementara itu Kyuhyun hanya tersenyum dengan apa yang baru saja Soeun lakukan. Nafas teratur Soeun dilehernya serta detak jantung Soeun yang dirasakan Soeun sudah cukup menjawab baginya. Sebuah jawaban yang pasti. Sebuah jawaban yang bukan lagi berisi kalimat “MAAF, Anda kurang beruntung” yang sering ia temukan ketika ia membuka bungkusan ramen yang katanya sering melakukan hadiah besar-besaran. Jawaban itu lebih nyata, dan jawaban itu lebih ditunggunya dari mie ramen bodoh itu. Sebuah jawaban yang paling dinantinya “Selamat anda beruntung, anda beruntung mendapatkan hati seorang KIM SO EUN ^^” (Lucky Is You : 1.763 Words)

*KyuSso<<

3. It’s Spring – SoeunEunhyuk

Tak ada yang lebih indah daripada musim. Saat-saat dimana kau bisa melihat dunia yang begitu warna-warni karena bunga-bunga dimana-mana. Kupu-kupu, kumbang, serta mungkin pelangi semuanya berkumpul dengan sukacita. Menyambut musim yang paling makmur serta paling ditunggu-tunggu…

Sebuah langkah yang pelan terdengar diantara padang Kanola yang tenang. Sedikit menambahkan music disana, selain suara angin serta celotehan-celotehan burung-burung yang ada disana. Membuat music yang sendu, kian terdengar menyesakkan.

Sepasang mata menatap hamparan padang Kanola ungu disekitarnya. Menyaksikan bunga-bunga itu bersemi dalam masa pertumbuhan terbaiknya. Ini adalah bulan Maret. Ini musim semi…

Sinar sepasang mata itu sedikit memudar ketika mengingat musim semi. Sekilas, bayangan musim semi yang lainnya berputar dalam memorinya…

 

Jepret…

Bunyi yang terdengar asing itu kembali terdengar. Menyebabkan seekor kupu-kupu yang tengah hinggap diatas sebuah bunga segera beranjak dari dari tempat tersebut. Terbang dan beralih menuju bunga lainnya yang –semoga- tidak akan diganggu oleh bunyi aneh itu lagi.

Pemuda itu menurunkan kameranya. Ia menghela nafas sambil melihat kembali hasil jepretan yang baru saja diambilnya. Ekspresi tidak puas terlihat diwajahnya.

“Apa yang menarik dari musim semi…” ucapnya datar.

Pemuda tersebut mengalihkan perhatiannya kearah kanannya. Melirik pada sesosok gadis yang tampak asyik menggoreska pensilnya pada sebuah buku gambar didekat kumpulan bunga Carbia disana.

“Soeun! kau sudah selesai? Kalau sudah ayo pulang!” Serunya pada sosok tersebut.

Mendengar namanya dipanggil, Soeun – Nama gadis itu – tampak berhenti melukis sejenak dan mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk.

“Tunggu, sebentar lagi!!” Serunya sambil sedikit tersenyum.

“Kenapa segitu lama?” Tanya Eunhyuk terdengar bosan. Gadis itu lagi-lagi tersenyum.

“Jangan terlalu banyak mengeluh Hyuk-ah. Kau ambil saja gambar yang banyak. Ini musim semi, semua yang kau foto pasti akan terlihat indah!!” Seru Soeun sambil tersenyum. Eunhyuk hanya sedikit berdecak sambil geleng-geleng kepala.

“Semua musim bagiku sama saja, tidak ada yang berbeda…”

“Hey! Ini musim semi!!!” Protesnya sambil sedikit tertawa.

Eunhyuk menggelengkan kepala setelah Soeun kembali fokus dengan lukisannya. Gadis itu duduk diantara bunga-bunga Carbia ungu disekitarnya. Rambutnya yang panjang tampak dipermainkan angin. Menambah efek manis pada wajahnya yang selalu terlihat cerah.

Eunhyuk tersenyum halus. Ia kemudian mengangkat kamerannya lagi dan mengarahkan kamera itu menuju sosok Soeun.

Jepret!

Eunhyuk segera melihat hasil jepretan yang baru didapatnya. Untuk pertama kali ia terlihat tersenyum melihat gambar yang baru diambilnya.

“Ini baru objek yang indah dari musim semi…” gumamnya pelan. Eunhyuk kembali mengalihkan perhatiannya pada Soeun dan mengambil lebih banyak foto.

 

Ahhh~

Kedua mata itu sedikit basah ketika mengingatnya. Ia memegangi kepalanya yang benar-benar pusing. Bayangan-bayangan itu… berdejavu…. Mempermainkan memorinya didalam sana.

 

“Eunhyuk-ah…”

Soeun berlari dengan girang kearah Eunhyuk. namun entah karena terlalu bersemangat atau terlalu senang, Soeun sampai kehilangan keseimbangan. Hampir saja ia tersungkur didepan Eunhyuk kalau Eunhyuk tak segera memahannya.

“Hehe.. gomawo…” Soeun sedikit nyengir sambil menegakkan tubuhnya kembali.

“Apa yang terjadi?” Tanya Eunhyuk penasaran. Gadis itu tersenyum bahagia.

“Ini musim semi… dan semuanya terjadi..”

Eunhyuk hanya tersenyum tipis mendengar sahutan Soeun. Soeun selalu menunjukkan wajah seperti ini ketika musim semi datang. Gadis ini memang pecinta musim semi.

“Lalu apa yang terjadi kalau sedang musim semi?” Tanya Eunhyuk kemudian. Soeun kembali tersenyum.

“Coba tebak…” ujarnya menguji. Eunhyuk tampak berfikir sejenak, lalu akhirnya menyerah dan menggelengkan kepalanya.

“Aku benar-benar tidak tahu…” kata Eunhyuk.

“Lukisanku terpilih masuk seleksi. Kau tahu? bunga itu akan dipamerkan ketika pameran musim semi…” ucap Soeun senang. Eunhyuk juga langsung tersenyum.

“Wwah, selamat. Kau memang luar biasa…” kata Eunhyuk kemudian. Soeun balas tersenyum.

“Gomawo. Kau lihat… musim semi selalu membuat semuanya makmur dan bersemi…” kata Soeun kembali mengagungkan musim seminya. Eunhyuk tersenyum, lalu merangkul Soeun.

“Terserahlah… yang jelas kau telah berhasil. Kau harus membelikanku makanan…”

“Baiklah, tapi setelah itu kita pergi ke padang Kanola ya…”

 

Eunhyuk turun dari sepeda motornya. Sejenak ia melirik kearah rumah bercat peach yang berdiri dihadapannya. Eunhyuk tersenyum, lalu berdiri disana. Menunggu Soeun keluar dari rumahnya.

“IBUU AKU PERGI!!”

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya ketika mendengar seruan. Dari dalam dilihatnya seorang gadis dengan gaun mini sampai lutut sedikit berlari-lari dengan langkah riang kearahnya. Eunhyuk tampak tersenyum melihat tingkah polah Soeun.

“Kau telah datang?” Tanya Soeun ceria. Eunhyuk hanya mengangguk sambil tersenyum. dalam hati ia memuji penampilan Soeun.

“Bagaimana kalau kita pergi sekarang?” Tanya Eunhyuk. Soeun mengangguk semangat.

“Ya… aku sudah sangat tidak sabar…” ucapnya merengek.

Eunhyuk tersenyum, ia kembali mendekati mobilnya. Menaiki terlebih dahulu dan bermaksud menghidupkan mesinnya dulu sebelum Soeun naik.

Soeun tersenyum. diwajahnya tergambar bahagia. Dengan hati yang ceria ia mulai melangkahkan kakinya. Tapi entah kenapa tiba-tiba kakinya seperti mati dan membuatnya langsung jatuh.

“Aduh!”

Eunhyuk tampak begitu kaget. Ia segera kembali turun dari motornya dan menghampiri Soeun.

“Hey, kau kenapa?” Tanya Eunhyuk cemas.

Soeun mengangkat wajahnya. Ia berusaha bangkit dan tersenyum pada Eunhyuk. “Aku hanya… terpe-leset- ouch!”

“Soeun!”

Senyuman Soeun tiba-tiba memudar. Ia tampak memikirkan sesuatu. Barusan ia berusaha untuk berdiri. Tapi… kenapa kakinya terasa begitu berat.

“Soeun, ayo berdiri…”

Eunhyuk yang terlihat cemas daritadi tampak lebih cemas. Ia benar-benar merasa khawatir pada Soeun. Ini terlihat seperti bukan jatuh biasa.

“Soeun?”

“Hhum.. tunggu. Aku akan bang-kit.. aduh!”

“Soeun!”

Keduanya bertatapan. Wajah mereka terlihat sedikit tegang.

“Soeun?”

“Kenapa aku tak bisa menggerakkan kakiku?” Tanya Soeun bingung pada Eunhyuk. ia berusaha kembali bangkit, namun tetap saja terasa berat. “Hyuk-ah…”

“Tenang.. kau bisa…”

“Aku tak bisa!”

“Pasti bisa..”

Eunhyuk mulai berusaha membantu Soeun. berusaha membantunya berdiri atau setidaknya duduk. Namun berulang kali mereka mencoba tetap gagal. Hingga setelah Eunhyuk mengerahkan tenaganya lebih pada akhirnya mereka berhasil membuat Soeun duduk. Soeun yang lelah langsung bersandar kedada Eunhyuk.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk sambil mengusap rambut Soeun. nafas Soeun terdengar tidak beraturan.

“Apa yang… tadi terjadi? Kenapa aku tak bisa menggerakkan kakiku?” Tanya Soeun sambil terus memejamkan matanya didada Eunhyuk. ia benar-benar seperti dihantui oleh hal yang barusan terjadi. “Aku.. ketakutan…”

Eunhyuk sedikit tersenyum. ia mengusap rambut dan bahu Soeun. berusaha menenangkannya.

“Kau mungkin hanya sedang kram.. ini bukan masalah…”

Soeun menganggukkan kepalanya sambil terus menutup mata. Lalu ia bergumam pelan, “Ya.. kuharap begitu…”

 

Sosok itu memegangi kepalanya. Ingatan-ingatan itu menyiksanya. Membuat kepalanya terasa ingin meledak.

 

“I-Ini… Lukisanku…”

Tangan itu terangkat dengan sedikit bergetar. Berusaha menggapai sebuah lukisan bergambar pada Kanola ungu yang tergantung didepan mereka. Lalu ketika tangan itu berhasil menyentuh permukaan kaca. Senyuman yang manis terlihat diwajah Soeun.

“Aku tak.. percaya… dia akan dipajang.. di pameran musim semi…”

Eunhyuk hanya tersenyum kecil. Sekilas ia mengalihkan perhatiannya pada Soeun. sosok itu semakin kurus dan keceriaannya memudar perlahan. Jiwa yang dulu semangat kini memudar. Berganti dengan cara yang begitu muram.

“Ini indah…”

Ataxia?
Eunhyuk tersenyum kecut mengingat bagian menyedihkan itu. baginya sungguh sangat sulit dipercaya kalau sahabatnya menderita penyakit mematikan itu. sekarang lihatlah, Soeun membuat muram musim semi.

“Eunhyuk-ah, kenapa kau melamun?” Tanya Soeun heran. Ia mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk.

Eunhyuk tak menyahut. Ia hanya sedikit tersenyum dengan kecut. Ada perasaan miris yang ia rasakan mendengar suara Soeun yang sekarang. Suaranya parau.. dan terkadang.. tergagap. “Kau sudah melihatnya? Ayo pulang…” ajak Eunhyuk sambil tersenyum.

“Yah.. kenapa? A-Aku masih ingin disini…”

“Kau harus banyak beristirahat Soeu-“

“A-Aku baik-baik.. saja…”

Eunhyuk hanya mengangguk pelan sambil tersenyum miris. Selama ini ia tak pernah bisa membantah kata-kata Soeun. walaupun ingin.. apa yang bisa ia lakukan? Bukankah Eunhyuk hanya sebatas sahabat..

“Ayo kesa-“

“Hati-Hati Soeun!”

Eunhyuk berseru sedikit kaget ketika Soeun lagi-lagi hendak terjatuh. Soeun mengangkat wajahnya dan melepas tangan Eunhyuk.

“Hey, kenapa kau begini? Aku.. baik-baik saja…” kata Soeun sambil tersenyum. ia kemudian segera berjalan dengan pelan kearah yang mau ditujunya. Meninggalkan Eunhyuk dengan langkah sedikit tertatih. Eunhyuk menghela nafas, namun ia akhirnya terus mengiringi Soeun.

 

“SOEUN PINGSAN!!”

“SOEUN PINGSAN!!”

“TOLONG, SOEUN PINGSAN!!”

Suara-suara itu terdengar samar oleh Eunhyuk ketika ia sedang asyik bermain basket bersama rekan-rekannya. Namun, kesamaran itu semakin jelas ketika semakin banyak yang berseru panik. Membuat Eunhyuk membuang bola ditangannya begitu saja dan berlari mengikuti keramaian.

Eunhyuk menerobos diantara keramaian yang begitu menyebalkan. Perasaannya benar-benar tidak tenang. Membuat ia bahkan tidak segan-segan mendorong siapapun yang menghalanginya.

“SOEUN!!”

Eunhyuk segera berlari ketika menemukan Soeun. keadaan Soeun yang sudah tak sadarkan diri membuatnya tidak tenang. Darah segar juga mengalir dari hidungnya. Membuat Eunhyuk tanpa fikir panjang segera membawanya dari keramaian.

“Minggir! MINGGIR!!” Eunhyuk berseru tidak sabaran kepada desakan yang menyebalkan itu.

 

Bodoh!! Kenapa kau hanya bisa menangis. Kenapa kau hanya bisa mengenang semuanya?

 

“PPERGI!! PPERGGI!!”

Suara teriakan terdengar dari ruang inap Soeun. Membuat Eunhyuk mempercepat jalannya menuju tempat itu. ia langsung ikut masuk kedalam. Ia menemukan sekitar empat orang didalamnya. Soeun dan ibunya, serta seorang dokter dan susternya. Soeun tampak menangis menyedihkan ditempat tidurnya. Tak mau didekati.

“Soeun.. jangan begini nak..”

“Aaku bbilang pper-ggi..”

“Soeun…”

“Aaku ttamat… ttamat…”

Ucapan-ucapan itu keluar dengan berat. Seberat orang-orang yang mendengarnya. Walau tidak seberat beban yang ditanggung oleh Soeun.

“Ttak adda ggunnyannya akku hhidup..”

“Jangan mengatakan ini…”

Nyonya Kim kembali menangis dengan sedih melihat keadaan Soeun. wanita tegar itu berusaha menyemangati Soeun yang benar-benar telah rapuh.

“Aaku ssudah ttak… bberguna…”

“Aakuu llebih bbaik mmati..”

Eunhyuk menarik nafasnya panjang. Ia mengalihkan perhatiannya kesekitar ruangan yang berantakan. Kanfas dan alat-alat lukis bertebaran begitu saja. Beberapa tinta bahkan mengotori lantai rumah sakit yang berwarna putih.

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya kembali pada Soeun. Menatap sosok yang rapuh itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Jangan mengatakan hal seperti itu…” Tanya Eunhyuk parau. Soeun menoleh padanya. “Kau bisa sembuh. Kau pasti sembuh-“

“Ttanppa mmelukis aaku hhanya akkan mati!”

“Mmati…”

Eunhyuk terdiam. Matanya memanas. Sungguh kata-kata itu menyakitkan.

“Kau tidak akan mati. Kalau kau bertahan kau akan sembuh…”

“Aappa ggunanya ssembuh kkalau akku ttidak aakkan mmelukis. Llagipulla… kkau lihat? Akku ttak akkkan ssmmbuuuh…”

 

Jangan katakan! Tolong jangan katakan!!

 

Eunhyuk kembali membesuk Soeun sepulang dari sekolah. Ketika ia memasuki ruang inap Soeun, yang ia temukan tetap saja sama. Seorang gadis yang terdiam ditempat tidurnya dengan wajah kosong sambil menatap jendela.

“Kau sudah makan?”

Eunhyuk tersenyum sambil menyapa Soeun. Soeun menoleh sejenak, sebelum akhirnya kembali beralih menuju jendela. Tatapannya masih juga kosong.

“Mmussim ssemi ddiluar… ppasti bbegitu indaaah…”

Eunhyuk mengangkat wajahnya ketika mendengar suara Soeun. Menatap sedih Soeun setelah kata-katanya.

“Ya.. oleh sebab itu. cepatlah sembuh untuk kembali melihatnya…”

“Aaku ttak akkan ssembuh…”

Eunhyuk menggigit bibir bawahnya. Sulit rasanya meredam air matanya. Tapi sejenak ia berusaha tersenyum. ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menyerahkan kepada Soeun.

“Musim semi begitu indah. Apa kau tak ingin kembali melihatnya. Jangan katakan hal yang tidak seharusnya…” kata Eunhyuk berusaha tersenyum. ia mengulurkan kertas foto tadi dan menunggu Soeun untuk meraihnya. Namun… Soeun tak bergeming untuk sekedar meraih. Malah ia mengatakan sesuatu yang benar-benar menyakitkan.

“Ttanganku llumpuh… akku ttak bisa walau hhanya menggerakkannya..”

“Jangan begini!”

Eunhyuk kembali bersuara tidak tahan. Rasanya terus menyakitkan ketika Soeun terus menyerah dan pasrah. Seakan-akan ia sudah siap meninggalkan dunia ini begitu saja.

“Aku tahu tanganmu masih bisa bergerak walau sulit. Kau seharusnya selalu menggerakkannya agar kau sembuh…”

“Appa ggunannya bbisa bbergerrak ttapi ttak bisa melukis…” ucap Soeun datar, tanpa emosi. Namun begitu menyesakkan bagi Eunhyuk.

“Kubilang jangan begini. Tak pernahkah kau memikirkan kami? Apa kau benar-benar ingin meninggalkan ibumu dan aku…”

Soeun tak langsung menyahut. Ia tampak hanya terdiam sambil memejamkan matanya. Berusaha meredam cairan hangat yang ingin menjebolnya.

“Ppulang-llah…”

Air mata Eunhyuk jatuh begitu saja. Ia menatap sedih sosok Soeun yang telah menutup rapat mata dan juga hatinya. “Aku mencintaimu. Tak bisakah kau memberi waktu untukku?”

Soeun mempererat pejaman matanya. Tekanan nafasnya terdengar sedikit menurun karena ucapan Eunhyuk.

“Ppullang-llah…”

Eunhyuk menghapus air matanya. Ia sedikit tersenyum.

“Aku menunggu jawabanmu, Kim So Eun. Aku akan menunggumu…” ucap Eunhyuk pelan. Ia kemudian kembali mengambil kertas foto yang tadi ia tinggalkan. Lalu dengan langkah gotai meninggalkan tempat itu. setelah sebelumnya, menatap Soeun untuk beberapa lama.

Ketika Eunhyuk pergi.. air mata itu mengalir begitu saja…

 

Waktu itu kau bahkan masih bisa mengatakan perasaanmu? Tetapi kenapa kau diam? Segitu tegakah kau kepadaku? Hingga kau tak pernah mengatakan iya, ataupun tidak…

 

Nyonya Kim menangis dan memeluk Eunhyuk dengan erat. Tubuh rapuh itu akhirnya menyerah pada Eunhyuk. Menumpahkan bebannya kepada Eunhyuk.

Dia sudah tak bisa berdiri… melukis… bahkan berbicara…

 

Eunhyuk membuka pintu kamar Soeun dan mendekatinya. Ia tersenyum kecil sambil mengusap rambut Soeun. membuat sosok itu membuka matanya.

“Ini musim semi…”

Sosok itu tak menyahut ataupun bereaksi. Ia hanya mengerjapkan matanya beberapa kali. Eunhyuk tersenyum, jemarinya menyentuh kulit wajah Soeun.

“Kau tahu Soeun… aku menyukaimu dari kecil dari kita masih kanak-kanak…”

“Daridulu, aku selalu berfikir kau adalah seorang putri. Dimana aku berharap aku bisa menjadi pangeranmu.. pangeran yang menyelamatkanmu dari apapun yang mengancammu..”

“Kau tahu Soeun? aku tidak menyukai musim semi. Namun karena kau begitu menyukainya aku berada disana. Mendampingimu dan menemanimu menikmatinya… Karena kau tahu? senyumanmu membuat musim semi begitu indah. Bahkan membuatku ikut menyukainya…”

Soeun tak menunjukkan reaksi. Matanya bahkan hanya mengerjap tanpa ekspresi. Menatap pada Eunhyuk yang terus bercerita kepadanya. Dengan wajah yang begitu sedih, walau ia menyembunyikannya.

“Soeun, jika kau bertanya mengenai musim semi maka aku akan menjawab kaulah musim semi. Kau membuat aku ikut merasakan indahnya musim semi seperti yang lainnya. Kau membuatku merasakan begitu bahagia… karena kau berarti…”

Eunhyuk tersenyum sambil menghapus air matanya. Ia menatap mata Soeun yang mulai sedikit memerah. Berusaha terus menahan perasaan sesak yang dirasakannya selain rasa sakit yang menderanya.

“Oleh karena itu.. maka kau harus sembuh untukku. Kim So Eun, tanpamu aku takkan pernah merasakan musim semi. Tanpamu tak aka nada musim semi. Oleh karena itu, bangunlah, teruslah berharap. Karena aku akan selalu menunggumu… sama seperti dirimu yang selalu menunggu musim semi…”

“Aku mencintaimu Kim Soeun…”

Eunhyuk perlahan merundukkan kepalanya. Mengecup pelan dan sesaat bibir Soeun. Soeun tentu saja tak bereaksi. Tapi sinar mata yang Eunhyuk temukan setelah kecupan itu membuatnya menyadari sesuatu.. hingga meyakini sesuatu…

 

Lalu kenapa kau pergi?

Sosok itu menangis pelan diantara rerimbunan pohon Kanola disekitarnya. Air mata membanjiri wajahnya. Tangannya bergetar dan telinganya terus mendengung. Mengiangkan kalimat-kalimat yang sama yang didengarnya pagi ini.

“Eunhyuk-ah… Soeun.. telah pergi… selamanya…” (It’s Spring: 2.284 Words)

**HyukSso<<

4. Summer Love  – SoeunDonghae

Minggu kedua di bulan Juli. Keceriaan musim semi mulai berganti dengan musim yang selanjutnya. Musim panas kembali datang dengan ceritanya sendiri.

“Lihat! Pantainya begitu indah bukan Soeun?”

Seorang laki-laki dengan senyuman yang menawan tampak turun dari mobilnya. Ia berkacak pinggang sambil melihat pemandangan didepannya. Pemandangan laut di pulau jeju yang mengagumkan.

Laki-laki itu tersenyum puas. Ia lantas mengalihkan perhatiannya pada sosok yang tak menyahutinya. Ia tersenyum sambil kembali mendekati mobil.

“Kau tak mau melihat-lihat dulu sebelum kita kehotel?” Tanya pemuda tersebut pada sosok yang tampak menunjukkan wajah malas ini. “Disini terlihat bagus. Kau akan menyesal jika melewatinya…”

Wanita itu mendesah kesal. Ia membuka matanya dan menatap laki-laki didepannya dengan sedikit berdecak.

“Aku sudah sering ke jeju. Itu tidak istimewa sama sekali…” sahutnya jutek.

Lee Donghae – nama pemuda itu – tersenyum. ia mengangkat alisnya sambil kembali meraih knop mobilnya. “Baiklah kalau begitu…” ucap Donghae sambil memasuki mobilnya. Ia melirik sekilas pada Kim So Eun – nama wanita yang bersamanya – sambil tersenyum, sebelum akhirnya menyalakan mobil dan mulai bergerak dari sana.

 

Donghae menutup majalah ditangannya. Ia mengalihkan perhatiannya pada sosok disampingnya yang sudah berbaring daritadi – walau belum tertidur –  sambil membelakanginya. Donghae meletakkan majalah tersebut keatas meja dan segera berbaring disamping Soeun. ia memeluk pinggang istrinya dan berbisik dekat dengan lehernya.

“Kau masih marah padaku?” Tanya Donghae pelan dan berbisik. Nafasnya sedikit menyapu daerah leher Soeun. Membuat wanita yang baru beberapa bulan menjadi istrinya itu sedikit kegelian. “Soeun-ah..” panggil Donghae ketika ia tak mendapat respon.

“Kau sebelumnya sudah berjanji padaku…” terdengar sahutan Soeun pelan. Donghae mengangguk dan mendesah pelan.

“Aku tahu, jujur aku juga ingin kita pergi ke eropa. Tapi, ternyata tidak bisa karena kesibukanku..” sahut Donghae terdengar seperti keluhan.

“Kau lupa? Ini bukan yang pertama kalinya kita menunda rencana kita. Sebelumnya kita juga menundanya karena kau begitu sibuk…”

“Ya, aku tahu. maafkan aku…”

Soeun mendesah pelan. Ia berbalik dan membuat mereka berhadapan. Keduanya saling bertatapan.

“Ya, tapi berjanjilah kalau diliburan selanjutnya kita benar-benar pergi. Kau sudah berjanji padaku…” kata Soeun dengan wajah yang masih terlihat kecewa. Donghae tersenyum, lalu menganggukan kepalanya.

“Ya… aku berjanji. Untuk selanjutnya, walaupun aku harus memiliki kesibukan seperti ini aku akan menolaknya. Untuk selanjutnya kita benar-benar akan pergi ke eropa untuk..”

Wajah Soeun memerah ketika Donghae menggantung ucapannnya. Soeun segera memeluk Donghae dan menyembunyikan wajahnya didada Donghae. Donghae terkekeh sambil balas memeluk Soeun dan mengusap rambutnya.

“Untuk berbulan madu…”

 

Donghae mengancingkan kancing di tangan kemejanya. Ia kemudian menatap wajahnya dicermin. Sebelum akhirnya mengalihkan perhatiannya kearah tempat tidur miliknya dan Soeun dihotel ini.

Donghae menghela nafas. Ia segera mendudukkan diri ditepian tempat tidur didekat Soeun. Ia mengusap rambut Soeun. Membuat tidur Soeun sedikit terusik. Soeun sedikit melenguh.

“Aku harus menghadiri rapat pagi ini. Kalau kau lapar kau bisa memesan makanan kekamar. Bermainlah melihat pantai jika kau merasa bosan, aku akan mengusahakann untuk cepat kembali dan menemanimu…”

Donghae mengecup kening Soeun setelah kata-katanya. Ia tersenyum sambil mengusap rambut Soeun ketika Soeun sedikit membuka matanya. Donghae kemudian mengambil tas miliknya dan mulai meninggalkan tempat itu.

“Hati-hati dijalan…” ucap Soeun pelan sambil membuka matanya sejenak. Ia segera menutupnya kembali ketika Donghae sudah pergi.

 

Dengan wajah mengantuk Soeun meminum susu hangat yang baru dibawa untuknya. Ia berjalan pelan menuju jendela. Duduk disana sambil menatap hamparan lautan biru yang ada disana.

Soeun berdecak, mendesah pelan. Ia menatap bosan hamparan pantai dihadapannya.

“Aku benar-benar sudah bosan dengan jeju hfft…”

 

Klek!

Pintu itu terbuka. Donghae tampak memasukinya setelah itu. ia tersenyum melihat Soeun yang masih juga bermalas-malasan diatas tempat tidur. Setelah membuka sepatu ia segera mendekati tempat tidur.

“Yah.. kenapa masih sempat tidur ketika udaranya cerah begini. Ayo bangun..” ucap Donghae sambil menggosok-gosok lengan Soeun. ia berhasil. Soeun tampak sedikit bereaksi.

“Tidak mau…”

Donghae sedikit tersenyum melihat reaksi Soeun yang masih juga malas-malasan. Ia kali ini menyentuh pipi Soeun dengan jarinya.

“Hey.. bangunlah. Aku sengaja pulang lebih awal untukmu. Ayo bersenang-senang diluar…” ucap Donghae sambil terus menusuk-nusuk(?) pipi Soeun dengan telunjuknya.

“Aku sedang tak bersemangat…” sahut Soeun malas sambil menyingkirkan tangan Donghae dari pipinya. Ia kemudian menutup seluruh wajahnya dengan bantal Donghae yang berada didekat bantalnya.

Donghae tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Ia kemudian menyingkirkan bantal tersebut dari wajah Soeun. ia lalu menarik tangan Soeun untuk bangun. Membuat Soeun terpaksa untuk bangun.

“Ayo.. jangan bermalas-malasan..” ucap Donghae sambil menarik Soeun untuk berdiri. Donghae kemudian menariknya kekamar mandi. Membuat Soeun pada akhirnya terpaksa mengikuti Donghae kekamar mandi. Eh, Soeun mandi sendiri kok😄

 

“Ayo pulang saja…”

Soeun mengeluh bosan untuk kesekian kalinya. Ia kemudian menarik tangan Donghae untuk membawanya kembali ke hotel. Tapi tangan Donghae yang lain malah meraihnya. Menahannya pergi dengan sebuah pelukan.

“Ini musim panas. Bagaimana mungkin setelah ke jeju kau hanya berada di hotel..” ucap Donghae sambil melepas Soeun. Soeun mendesah, ia mengangkat wajahnya untuk menatap Donghae.

“Aku benar-benar tak bersemangat akan apapun…” ucapnya sambil cemberut.

Donghae menghela nafas, ia tampak memikirkan sesuatu. Setelah mendapatkannya ia sedikit terseyum. Ia kemudian kembali menarik Soeun.

“Ikut aku…”

“Yah? Kita mau kemana?” Tanya Soeun bingung sambil mengikuti suaminya.

 

Soeun menutup matanya ketika untuk kesekian kalinya Donghae kembali menyiramnya dengan air. Membuat tubuh Soeun yang sudah basah terus menjadi basah terkena air laut. Namun, Soeun tak sepenuhnya sendiri karena Donghae juga mengalami hal yang sama. Karena Soeun juga terus menyiramnya dengan air laut. Membuat keduanya sama-sama basah.

Jadi inilah yang mereka lakukan semejak setengah jam tadi. Mereka saling berperang dan saling menyerang dengan air laut setelah Donghae membawa Soeun untuk basah-basahan dilautan jeju yang dipenuhi banyak. Kini hasilnya keduanya sama-sama basah kuyup.

Donghae tersenyum sambil kembali mencipratkan air pada Soeun. ia benar-benar senang melihat tawa dari wajah Soeun. Pada akhirnya ia berhasil membuat istrinya kembali tersenyum.

Donghae meraih Soeun ketika Soeun sibuk mengucek matanya. Ia memeluk dan mencium dahi Soeun dengan sayang. Ia terus membisikkan kata-kata yang berhasil membuat Soeun merona. Hingga puncaknya Soeun mendorong Donghae sedikit menjauh. Soeun menyiramkan air kembali pada Donghae, yang membuat Donghae juga kembali menyiramnya.

 

Soeun sedikit bersenandung sambil menyisir rambutnya. Saat ini mereka sudah kembali ke hotel setelah liburan menyenangkan yang mereka lakukan tadi sore. Mereka baru saja kembali, Soeun baru selesai mandi, sementara Donghae kini sedang membersihkan dirinya di kamar mandi.

Soeun berhenti menyisir ketika rambutnya sudah rapi. Ia kemudian kembali menatap wajahnya di cermin. Wajahnya terlihat begitu senang, begitu bahagia setelah hal menyenangkan yang mereka alami tadi. Hal tadi begitu menyenangkan ketika mereka bersama dan untuk sesaat Donghae selalu berada disekitarnya dan memeluknya. Tunggu, wajah Soeun tiba-tiba memerah karena mengingat sesuatu. Soeun menghembuskan nafas dan cemberut, wajahnya memerah sempurna ketika mengingat ucapan Donghae ketika mereka perang air tadi.

“Bagaimana kalau nanti malam kita melakukan sebuah permaianan yang menyenangkan?”

Sungguh ucapan itu membuat Soeun malu setengah mati tadi. Hingga dengan sadar Soeun mendorong Donghae yang sedang memeluknya untuk menjauh. Donghae memang selalu bisa membuatnya merasa malu dan senang disaat yang bersamaan.

“Soeun-ah! Bisakah kau ambilkan handuk kimonoku?”

Lamunan Soeun buyar ketika mendengar teriakan Donghae. Ia menggelengkan kepalanya sambil berusaha melupakan hal yang tadi. Secepatnya ia beranjak dari tempatnya dan segera menuju lemari untuk mengambil apa yang diminta Donghae.

“Ya! Tunggu!!”

 

Dengan langkah ragu Soeun mendekati pintu kamar mandi. Tangannya memegang handuk kimono berwarna putih yang tadi diminta Donghae. Handuk sudah ditangannya, tapi bagaimana caranya menyerahkannya pada Donghae?

Eung.. ini aneh. Tapi jujur saja, sudah empat bulan menikah Soeun masih juga canggung untuk terlalu intens dengan Donghae. Bahkan tak jarang ketika Donghae bertukar pakaian dikamar Soeun reflek berteriak dan segera keluar dari kamar. Donghae yang memang maklum dengan keadaan istrinya hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala. Bahkan, ia sering menjahili Soeun karena itu.

Percayalah, ada tidak enaknya menjadi istri Lee Donghae. Selain fakta menyenangkan Donghae adalah seorang eksekutif muda yang berhasil, seorang pemuda tampan yang sopan, ataupun romantis, Donghae terlalu banyak dan sering bermain dengannya. sering bercanda dan melakukan sesuatu yang membuat wajah Soeun memerah sempurna. Donghae begitu faham kalau istrinya adalah tipe yang begitu mudah untuk dipermainkan.

Soeun menghembuskan nafas. Ia berusaha membuang prasangka buruk yang akhirnya hanya akan membuatnya bertambah gugup. Dengan sedikit yakin pada akhirnya Soeun bergerak menuju pintu. Tangannya terulur dan berniat mengetuk pintu kamar mandi.

Tok Tok Tok..

Klek!

Nah! Soeun benar-benar kaget ketika seseorang tiba-tiba menariknya kedalam kamar mandi. Orang yang Soeun pastikan adalah Donghae itu kemudian menutup pintu. Lalu menyandarkan Soeun disana dan menahan kedua bahunya.

“M-Mau appa?” Tanya Soeun gugup. Sungguh, ia tak bisa walau hanya menelan ludah. Bagaimana tidak, Donghae begitu dekat dengannya. aroma sabun tercium jelas dari tubuh bagian atasnya yang terekspos jelas. Kau benar, Donghae saat ini hanya menggunakan sebuah handuk yang melilit dari pinggangnya.

Donghae tersenyum sambil menatap Soeun. tubuhnya, wajahnya, rambutnya, serta tangannya masih basah dan meninggalkan begitu banyak sisa air. Aroma sabun yang begitu maskulin tercium dari tubuhnya yang serba basa itu. Membuatnya benar-benar terlihat… ng..

“Mengapa mengambil handuk saja segitu lama?” Tanya Donghae sambil terus menatap Soeun. Soeun menelan ludah, berusaha melepaskan diri dari Donghae. Tapi Donghae menahanya.

“B-Bagaimana aku menyerahkan handuknya. Kalau kau memegangku terus?” Tanya Soeun gugup. Donghae tersenyum.

“Apa menurutmu malam ini aku perlu handuk?”

Soeun sedikit tersedak. Membuat Donghae terkekeh. Satu hal yang selalu membuatnya heran dari Soeun. Kenapa Soeun masih juga malu ketika melihatnya seperti ini? bukankah ia sudah melihatnya lebih (*Evil laugh bareng Kyuhyun XD*)

“Ya.. apa-apaan? Leppass-“

“Bukankah tadi siang aku mengajakmu bermain?”

“Donghae!!”

Donghae tersenyum. ia melepas satu tangannya dari bahu Soeun dan menyentuh pipinya. Tangannya yang basah menyentuh wajah Soeun. Soeun menutup matanya ketika merasakan tangan Donghae terus menjelajahi setiap inchi wajahnya. Dari dahi, mata, hidung, menyentuh bibir, hingga berhenti didagu Soeun. Soeun membuka matanya ketika Donghae sedikit menaikan dagunya. Donghae mendekatkan wajahnya pada Soeun.

“Jeju membuatmu tidak senang? Bukan begitu? Kau tidak menikmati liburan kita…” ucap Donghae sambil bernafas dipipi Soeun. Membuat gadis itu kembali memejamkan matanya. Merasakan bibir Donghae yang mengecup lembut sudut bibir dan pipinya.

“Tidak.. aku menikmatinya..” sahut Soeun sedikit susah. Apapun yang dilakukan Donghae membuatnya begitu sulit mengatakan sesuatu, bahkan bernafas.

“Tapi janjiku akan eropa pasti membebanimu…” kata Donghae sambil kali ini beralih menciumi daerah leher didekat telinga Soeun. berhasil membuat Soeun menggelinjang kegelian.

“S-Sebenarnya.. asal selalu bersamamu itu tidak menjadi masalah..”

Soeun reflek mencengkram rambut Donghae ketika Donghae mulai memainkan lidahnya didekat telinga Soeun. membuat gadis itu kembali berjengit.

“Ddonghae-aaah!”

Donghae tersenyum. Ia menghentikan pekerjaannya tadi dan kembali menatapnya. Ia mengusap rambut Soeun dan kembali menatapnya dengan lembut. “Aku mencintaimu, istriku…” kata Donghae sambil terus mengusap rambut Soeun penuh kasih sayang.

“Aku juga mencintaimu, suamiku…”

Soeun tersenyum kecil dan sedikit malu-malu. Ia sedikit berjinjit dan mendekatkan wajahnya pada wajah Donghae. Mengecup bibir Donghae dengan singkat. Setelah itu ia kembali menunduk sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah. Donghae terkekeh, ia lalu kembali menarik Soeun kedalam pelukannya. Membiarkan tubuhnya membuat basah piyama Soeun lagi.

Soeun tersenyum sambil menutup matanya. Ia menghisap aroma mint dari tubuh Donghae dalam-dalam. Menghirup aroma terbaik musim panas yang pernah ia temui. (Summer Love: 1.779 Words)

*HaeSso<<

Gimana? Berantakankah karena saya mencampur semua Genrenya? Mohon berikan komentarnya untuk saya ^^

69 Comments Add yours

  1. Kim Ha Byung mengatakan:

    Huaaaa, keren semua drabblenya😀
    Aku suka, apalgi yg Kyusso😀
    Di tunggu drabble2 lagi eon…
    Dan ff2 yg belum di lanjut, di tunggu kelanjutanya…

  2. andri susilowati mengatakan:

    sukaaaaaaaaaaa, apalagiiiii sm haesso.
    huahahaha romantisssssssss.
    bagian hyuksso sm yesso sedikit sedihhhhh.
    kyusso critanya menarikkkkk.
    itu yang bagian haesso bs dibikin skuel gak thorrrr???
    pengen liat khdupan mrka slanjutnya, lucu bgt pasti…cz jarang2 ada ff so eun nd suju yang critanya udah berumah tangga dn pnya anak :d
    ditunggu karya lainnya

  3. Irnawatyalwi mengatakan:

    Aq paling suka m0ment haesso n kyusso, tpi paling menydhkn m0mntx hyuksso sdh bnget so eun hrus lmpuh aplg meninggal n yg plng brkesan momentx yesso yesung prgi tpi janji musim gu2r bkal blik u/ nemuin sso menghabiskn wkt musm gu2r so sweet bngt oppa, pokokx smuax bgus n haesso yg paling menarik coz aq Haesso.

  4. Devi mengatakan:

    Daebak thor drabble’a,,,,,,,,

    Aku ska ma smua’a ap gy kyusso aNd haesso
    d tNg2u thor karya2 laiNN’a,,,,,🙂🙂🙂🙂

  5. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wwwuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaa…………………😀😀 *ngefly gaje Puspa nya
    mmmmmmmm….
    Semuanya begitu so….sweet…

    Dan yg paling Puspa suka di Spring -HyukSso- DAEBAK..

    Btw…Puspa baca gag ada “italic”nya lho Thor:/:/:/
    mungkin bagian italic yg di part Hyuksso ya??:/

    D to the A to the E to the B to the A to the K ;))

    *acungin jempol bareng Yeppa* #DilemparSandal sma Author…

  6. nisag1190 mengatakan:

    kyaaaaaaaaaaaa Putri itu keren banget semua genrenya komplit, dari yang bikin cengar cengir sendiri sampe yang bkin nangis,love your fanfic, aq rasa Putri bisa jdi novelis deh, ff nya bener2 bikin orang yg baca ikut t’hanyut #Lebay Plakkk ^^
    1. Yesso: couple favorit q, sweet bget dech ceritnya benr2 kisah manis anak sma di musim gugur, main sepedaan bareng, walopun yeye harus pergi tpi dia bakal balik buat sso di musim gu2r slnjutnya kyaaa so sweet… ;))
    2.Kyusso: disini Sso berasa banget polosnya, gimana gak gampang dboongin, xixixi tpi Kyu baik banget t’nyata memendam cinta sama Sso, dinginnya musim dingin berasa bget dsini Put
    3.Hyuksso: Cerita yang bner2 bikin aq b’kaca2, klo aq bacanya gak da orang lain udah nangis kali, berasa bget sakitnya Hyuk ditinggal sama Sso, musim semi jadi gak indah lagi :’-(
    4. Haesso: ini ni cerita yg bikin cengar-cengir mreka lucu banget, bner2 pasangan penganten baru, donghae si ikan bner2 sweet bget Put, emang klo udah romantis2an mukanya Donghae paling gampang dibayangin, senyumnya itu lho Kyaaaa #ReadernyaSetress
    Over All just one word “DAEBAK” kereeeennn bget Putri…
    Ditunggu karya selanjutnya Gomawo ^^

  7. Deborah sally mengatakan:

    Ciyuss Miapah ?
    aku ngakak dibagian haesso>.< hahaha😀

    aku aja ngebaca dibgian soeun eonni dan donghae oppa merinding.

    Tapi dibagian eunhyuk soeun sad end T.T

    putri lanjutkan ff yg lain yah

  8. Fifien_AnglesSoeun mengatakan:

    keren drabblesx aku sk yg kyusso

  9. Niniet mengatakan:

    waaahh daebak semuanya…cerita setiap musimnya aku suka tapi yang paling aku suka… musim panassssssssss… kekekeke

  10. shane mengatakan:

    Jongeun couple :yeEaaaa,reader lgi cinta2nya ama ni couple…bikin dag dig dug bcnyaaaa..sso blang setahun pulng dr paris hrus lbh tampan,☀̤̣̈̇ː̖́=))ђåαª ђåαª ђåαªː̗̀\=D/☀̤̣̈̇ː̖́.menurut reader crita nya sederhana tp mengesaankaan..:)🙂🙂

    Kyusso : bener t yg d bilang kyu ,orang yg beruntung bs mendapatkaan sso..hihi.reader suka ma moment akhirnyaaa sweet_sweet😉😉😉

    Hyuksso : reader paling suka crita yg ini..menusuk_nusuk d hatii,mungkin karna sad ending yo,jarang2 nemu pairing hyuksso berakhir kya” gini..
    Reader puas bgt sm crita hyuksso ini😉🙂

    Haesso : always adorable n sweet abiiess..
    Ni couple bikin kaga” nahaan.reader senyum3 bacanyaaa..xixi ..BB pokoknyaa😉🙂

    Baguss putri..
    Lanjuuut. Ff laenna n ceMunggguthh😉😉😉🙂

  11. minmin_mizana mengatakan:

    Hwaaaaaaa author sukses mengaduk-aduk perasaan reader dari sad-happy-sad dan happy lagi
    Tapi yang sad bener2 mengena walupun yang yesso ga terlalu sedih tp tetep mengena apalagi yang hyuksso bener2 author sukses buat saya nangis disiang bolong😥 rasa’a ga tega ma hyuk😦 biasanya ga suka baca ff sad, tp ni ff bikin aku terkesan ma ff sad ending
    Tapi kyusso ma haesso cukup mengobati dari kedua ff itu, apalagi yang haesso cukup buat orang cengar-cengir gaje ^^

  12. Ambarr mengatakan:

    Aaaa Sumpah HaeSso bkin merinding dtaruh diakhir bkin lupa ma ksh couple sbelumnya,,ooo so sweet bngt bln madu mreka..
    Pdahal sblumnya q smpt nangis bca ksh hyuksso,,couple kyusso n yesso msh trgolong biasa aja,tpi q PUAS ma drabbles ini.
    Dtgu kry slanjutny putri!

  13. Dear Diyah mengatakan:

    Haesso selalu so sweet dechh ….
    hihihihi
    tp Hyusso bkin sedih ….

  14. YeojaNiel mengatakan:

    BAGUS BANGET KAK MARMUT😄
    YeSso, KyuSso, HaeSso bikin senyam-senyum. Apa lg HaeSso kekeke
    tapi bgian HyukSso asli nyesek. Tapi itu yang paling bagus -menurut riri- xD
    ditunggu karya selanjutnya

  15. elvin mengatakan:

    kyaaaaa!

    aku suka haesso ! so sweet banget
    di panjangin dong ffynya biar tambah seru ^^

  16. cucancie mengatakan:

    Yeayyy…ada ff baru lg kerennn…semuanya bagus..yesso,kyusso,hyuksso,or haesso…suka….semua ceritanya simple tp berkesan…ff yg lamanya dilanjut ya thor…and sering2 bikin drabble nya…

  17. Figi mengatakan:

    Kerreeeennnnn….. >.<
    Aku ska smua.🙂 Tpi yg pling aku ska itu yang HyukSso. mskipun sad ending tpi aku ska…🙂
    Tpi intnya aku ska smua…😀

  18. Dizha adrya mengatakan:

    Crta ny kren thor,,, ap lgi pairing kyusso huh rmnts bgt,,, tp pairing hyuksso ny sdh bgt thor,,, law pairing haesso sih bca ny smbl snym” gaje z thor,,, pairing ny yesso agak mnyedih kn si thor tp bang yeye kn akn kmbli lgi tuk sso cieeee cieeee, d tgu lagi thor drabble slnjt ny dgn pairing” yg sm,, n d tgu jg lnjtn ff yg lain ny author,,,

  19. ticha_ mengatakan:

    kyaaaaa…….suka_suka_suka😀
    Apalagy waktu haesso ama kyusso_
    Wah….bener2 greget bgt
    Kekeke🙂
    Bag!an yesso ama hyuksso bkin sedih*apalagi pas hyuksso#
    Huaaa…..ss0 meninggal T.T
    Tp bener” DAEBAK!!!!!!
    q tgg ff yg laen’x saeng
    Lanjuut🙂

  20. dyyyy mengatakan:

    4 musim….4 cerita…
    yg paling menggemaskan crt donghae+sso….si ikan ne mang bikin sso dr badmood jd hm…hm….hot….
    kyusso…..yeeeee si evil g bs ngomong cinta tp langsung ma aksi cium bibir….
    yesso….so sweet….sblm pergi k paris yesung membuat knangan indah…..
    hyuksso……musim semi tp myedihkan….

  21. vani mengatakan:

    luph luph luph luph all, pokokna bagus smua deh
    1. Yesso: cerita klasik kisah kasih SMA di musim gugur,waiting for U oppa🙂 gambatte
    2.Kyusso: Sso asli polosnya, ckckckck, tp romantisnya digendong kyu, musim dingin yang hangat ya put
    3.Hyuksso: sad bgt,sakit bget Hyuk ditinggal sama Sso, musim semi berduka kali ini put, smga ada bhgia dsana
    4. Haesso: Pasangan yang wowww, muda, romantis, trus dapet manjanya sso dan handsomnya hae dh,sepertinya pasangan haesso ini selalu romantis😀 suka, kayana ini pasangan yang diciptain pertama kali melewatii pernikahan.. asikk putri berkembang🙂

    waaaah semuanya OK BGT, semoga dipermudah ff lainnya, ditunggu😀

  22. Anna mengatakan:

    Seruuuu,,kereeen abis drabblenya,,aplgi yg its spring n summer love,,sad,emosi,romance feelny kerasa bgt,,lnjuutt kry yg lain gomawo🙂

  23. vita mengatakan:

    Aaahh kereeeen thor drabble nyaaa..
    Paling suka kyusso sma haesso..
    Yesso momentnya malu2 anak abg ahaha..
    Kyusso ceritanyaaa daleem ya maknanya baguuss..
    Hyuksso kok sediih ni ceritanya? Kasiiaann😦
    Haesso romantiiiiiiisss bangeeettt deh (´⌣`ʃƪ)♡

    Ditunggu ff lainnya thor ˆ⌣ˆ

  24. haekyusso mengatakan:

    Keren…keren…kereeeeeennnnn…!!!!!
    Smua y seru pake bngt tp yg plng trkesen couple kyusso ma haesso…
    Pa lg haesso!!! Jjiiaahhh gk kuat ngbyngin hae hbs mnd…#otk yadong kumat🙂

  25. agustin ayu mengatakan:

    kyaaa daebak banget eonni Drabble-nya apalagi yg cerita HaeSso couple #plakk, otak yadong
    bagus eon, aku suka banget …
    Di tunggu karya-karya selanjutnya🙂

  26. rida locket mengatakan:

    haesso nya romantis bgttttttttttt

  27. veranicka mengatakan:

    Gak tau mau coment apa
    Yang jelas ni drabbles keren pake banget .
    Apalagi yang haesso so sweet banget😀

  28. rida locket mengatakan:

    unni yg haesso bikin sequel ya … jarang” nih sampe’ nikah , rumah tangga nya so sweet … ya unni jebal…” heehehe…#maksa Xd

  29. Kyusso shipper mengatakan:

    hyuksso paling keren + sedih dapet bgt feel nya. paling suka hyuksso sama haesso but ceritanya keren2 semua lanjutkan author ditunggu karya lainya :)_

  30. Princess ice mengatakan:

    Hmmpp…. Huuuh… *atur nafas dulu*
    oke,uda siap coment skrg…
    Huwaaaaa :O drabble,,, bner2 bsa neh auth0r,crta yg haesso d taro d akhr jd senyum2 gaje dech pas slese bca ff’a..
    Jujur,yg pling ku suka yg hyuksso s0al’a aku pcinta sad ending *haha evil laugh breng kyu B-)*
    eh, thor, pasti taw iah so eun sma yesung kn sma2 suka musim gugur. Jd pas d bkin crta tuwh ngena bgt rsa’a..
    Tpi ko’ aq kurang bsa ngbyangin wjah sdih’a eunhyuk iah??!! Mnrut aq enhyuk tuh ccok brekspresi serius (mnjrus k bad boy),ato klo mau konyol,konyol skalian. V klo sdih mh kya kurang dapet *bnyk bacot bgt siy!*
    haha😀 mian coment’a kpanjangan n mian jg klo da kta2 yg kurang brkenan d hati putri.
    Skian coment dari si putri es ini..
    Pko’a Fighting bwt putri!! Smwa kryamu slalu dtnggu bnyk reader setiamu..
    Annyeong🙂 pay pay🙂

  31. Tikka mengatakan:

    WAHA. .keren bener drable’nya *cius_deh gak oong* -_-” aku suka semua pairingnya. ! Tpi, kayanya tetep yesso paling puanjang tuh. Hehe. .di lanjut trus yah coretan(?) dan ketikan author yg lainya ^^

  32. pipip mengatakan:

    Wah ceritanya keren bgus kok thor drabblenya romantis sma kekeke
    Dtnggu thor cerita2 lainnya

  33. Yoona Eunnie mengatakan:

    Huwaaa..ff drabblex putri bikin prsaan jd cmpur aduk..
    Yesso: ini yg paling ngegntung coz sso hrs nung9u yeppa satu thn lg..
    Kyusso: suka ngeliat kpolosanx sso n prhatianx kyu yg slalu brusaha mlindungi sso..
    Hyuksso: ini yg paling tragis..authorx gk adil sm unyuk..yg lain pd happy ending koq unyuk mlah dting9al mati ama sso..#drajam putri
    Haesso: dr smuax inilah yg paling yg aq suka..lucu,kocak,rmantis n hot..ha ha
    Sso emang istri yg unik..pdhal udh sah jd istrix hae tp knp msh malu2 lhat hae naked kyk gitu..kan shrusx udh bbas ngelakuin apa aja..kalo reader jd istrix hae mah lngsung tncap gas..#otak yadong kumat..XD
    Kykx enak bgt ya jd sso,tiap musim kkasihx slalu brbda..#plak
    Oke put,aq suka smua drabblex..musim yg brbda dgn crita yg brbda pula..keren lah pokokx
    dtng9u ff n drabble yg lainx..hwaiting..^^

  34. Safriyanti mengatakan:

    Mntap thor,.,.,.,aku ska smua drables nya,.,.,
    kalau bisa jadi sekuel ya.,.,
    ff yg lainnya kapan d lnjutin,.,jgn lma2 ya,.,.,.,gak sbar nunggunya,.,.,

  35. astrielf mengatakan:

    daebak keren banget….. aku suka ffnya. Aku suka banget pokoknya. Tapi kenapa hyuksso harus berakhir tragis gitu. Yg haesso keren abis. Pokoknya thor aku suka banget aku dukung terus buat karya2nya thor semangat thor. DAEBAK!!

  36. vita_MVP mengatakan:

    miann baru komen..
    Entah jiwa saya yg kyusso atau gimana,plg seneng pas kyusso hehehehe
    1. Yesso – paling so sweet nihh
    2. Hyuksso – aku nangis bombay T.T kenapa tragis bgt eonni?
    3. Kyusso – ahhh plg seneng sm couple ini ekekeke.. udah lama saling suka nih merekaa,
    4. Haesso – ciyeeee yg suami istri syadududu~ jarang2 fic haesso yg suami istri😀
    Ditunggu ff lain😀

  37. ayukarnesti mengatakan:

    aaaaakh oenni kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnn abisss…
    semua’y aq suka apa lg yg haesso…
    hyuksso bener2 bwt banjir air mata..
    kyusso so sweet…
    yesso ngegantung tp gpp yg pnting so eun nya mw nunggu…
    deabak dech bwt oenni…
    oya oenni mf yah klw aq jrang komen cos aq baca nya suka di hp..hehee mf yua..

  38. Seli m (@_SnowAngels_) mengatakan:

    Seperti biasa, aku suka selalu karya2 mu kak. Keren semua.
    Meski pun aku agak nyesel baca Hyuksso.😦

    hua…. Aku paling suka adegan HaeSo yg di kmr-mndi. Kkkkk~ bkin merinding ~

    kapan2 aku juga pngen jdi orang bezo deh, kkk
    di tunggu ya karya lainnya eonni🙂

  39. dhyanqueena mengatakan:

    Hoah.. Haesso the best dech.. Tp kyusso jg ok bgt. Hyuksso knp tragis jd sedih khan.. Yesso kurang greget gmn gitu.. Hehe. ^^

  40. nurul mengatakan:

    wahhh ini seruuu
    Aku paling suka baca donghae soeun
    Entah kenapa feel nya dapet banget eon x)

  41. idhacutvit mengatakan:

    anye0ng chinguuu*triak pake toak*….

    Wauuuw Drabblesx panjang bget chingu,,aq sukaaaaaa…bru kali ini reader bc drabbles yg pnjgx kyk gni…daebak daebak daebak…
    aq plg suka haesso n kyusso couple,,tp yg lainx jg nda kalah kren kok chingu…jd aq tunggu drabbles,2shoot,n epepmu yg lain..ok ok…tetap cemangat….
    Fighting chinguuu……

    Annye0ng….

  42. noni eka s mengatakan:

    wahhhh bagus kak semua drabble nya. kayaknya ada typo deh pas eunhyuk mau jemput soeun, dia sebenernya naik mobil apa motor kak? heehehehe. paling ngena sih yang haesso yang genre nya comedy romance ahahaha. next drabbles sama ff yang lain ditunggu!😀

  43. AngelFish mengatakan:

    “tiba-tiba menariknya kedalam kamar mandi. Orang yang Soeun pastikan adalah Donghae itu kemudian menutup pintu. Lalu menyandarkan Soeun disana dan menahan kedua bahunya.”

    “Apa menurutmu malam ini aku perlu handuk?”

    “Bukankah tadi siang aku mengajakmu bermain?”

    Donghae sambil kali ini beralih menciumi daerah leher didekat telinga Soeun. berhasil membuat Soeun menggelinjang kegelian.

    “S-Sebenarnya.. asal selalu bersamamu itu tidak menjadi masalah..”
    Soeun reflek mencengkram rambut Donghae ketika Donghae mulai memainkan lidahnya didekat telinga Soeun. membuat gadis itu kembali berjengit.

    “Ddonghae-aaah!”

    O.O
    Oooohh HaeSso ,,, Kalian emang yg Paling Terbaik dari yg PALING TERBAIKK ..😄
    Donghae, kamu ngapain narik2 soeun kekamar mandi ,, ssstttt #bisik2barengKyuHyuk
    O iya maaf yah maklum kan udah SUAMI ISTRI … HAHAHA

    Summerrr …….
    HOTT HOTT … Kyak CERITANYAA #bayangin donghaeTOPLESS :*
    LOVE HAESSO …😀

  44. rizky995apratiwi mengatakan:

    Di bagian euuhyuk sediiiiiih kali…..
    D tunggu karya yg lain thor

  45. pipip mengatakan:

    Serusru ceritanya thor, puas bnget bcanyaa
    Tpi pling suka bagian haesso kekke
    Yg smngt ya bwt ff yg lainnya

  46. Dina_zoey mengatakan:

    Aq suka…suka…
    so sweet bgt yg bagian yesung ma donghae tpi yg ngenes si eunhyuk…
    tabahkan hati u ya nak…kekeke

    meskipun drable ttp aq suka…

  47. Choi Kyucha mengatakan:

    Hua keren…
    Emm dimana2 HaeSso pasti cute abiss dechhh…

    Aku suka putri🙂

  48. ViE mengatakan:

    Sukaaa….^^
    Kyusso manis bgt, Haesso romantis bgt…
    Tp knpa Eunsso nyesek bgt….T.T

  49. Elisa mengatakan:

    Author sukak banget ni f pkoknya setiap ff author sukak lah…

    Tpi tetap yg paling sukak heasso cos author gk pernah kek a seinget aqu buat ff yg udah merid…he..he
    tp yang ensso sdih banget..tpi tetp skak ma smua…
    Faighting author…tetp d tunggu krya selanjut a…..

  50. anastasia erna mengatakan:

    so sweet.. buat yesungsso
    keren….buat kyusso..
    nyesek…buat ensso
    mantab…buat haesso…
    daebak semuanya…

  51. mayaulidhasoo mengatakan:

    Hwaa!! paling suka sama HaeSso couple tentunya haha😀 lucu soalnya…
    Haeppa suka godain Sso eonnie ;D Sso eonnie kan jadi malu2 gitu😉
    KyuSso jg🙂 So Sweet deh pas Kyuppa blg suka sama Sso eonnie😉
    Kalo Yesso ceritanya ngegantung sih menurut aku tapi, bagus kok😀
    HyukSso sad ending nih😥
    dilanjut ff yang lainnya author😉
    keep spirit..FIGHTING!!! \^O^/
    gomawo^^

  52. Rara mengatakan:

    Keren banget sumpah! Apalagi yg HaeSso ya allah eonni aku suka banget daebak!! ^^

  53. fredomkartini mengatakan:

    wahhhhh thor kamu benar2 penulis cerita yg handal ,aq benar2 kagum dg smua karyamu ,thor aq ada usul knp author tdk mencoba utk nulis novel ,siapa tahu aja ada penerbit yg tertarik dg krymu thor !aq suka skali dgn blog kamu ini thor?soalnya pairingnya kim so eun ,tp aq masih sngt kecewa krn ada ff nya yg di protec ,tp sulit dpt pw nya ?dari segi penulisan dan tanda bc sngt baik dan msh bisa di mengerti ,walaupun krng sempurna ,krn kesempurnaan itu milik tuhan ,goodjob ,di tggu ff nya yg lain ,yg lebih menantang

  54. BL mengatakan:

    Paling suka cerita HaeSso!! Kocak tapi romantisnya dapettt gitu jadi gabosen hehe. Bagusss author;;)

  55. Deshie Wookie mengatakan:

    tes.. tes.. udah lama ga mampir.. sebenarnya sih udah baca FF ini dah lama sejak dipost, berhubung saya ga bisa ngomen lewat hape dan modem maunya ngajak berantem trus… jadi bru bisa sekarang komen😦
    putri emang jagonya buat adegan biasa menjadi luar biasa meski ini cuma drabble/ficlet hahaha tapi suka.. paling suka YeSso *karna mreka bias saya :)* trus HaeSso alaaaamaaaaaak adegannya bikin cengar-cengir xixi.. ah pokoknya keren lah.. sekali-kali pengen mbongkar otak putri *sadis banget ya* isinya apa ya? kok sgala macam ide bisa kluar dr sana … hebatlah.. trus berkarya ya putri !!🙂

  56. yuyunBUMSSOlovers... mengatakan:

    dua kata bwt drabble.y autooor “KEREEEEEEEEN BAANGEEEET”…

  57. qindae mengatakan:

    Keren keren keren keren keren
    Bikin lagi thor ! Hebat😀

  58. rizka annisa nasution mengatakan:

    it’s so cool…
    Buat lgi dong..!!
    seru..!!

  59. tanti no kawai mengatakan:

    .͡▹​ YeSso : mencintai dengan cara yng sederhana η hangat……#sangat manissss seKali# :Ð

    .͡▹​ KyuSso : seLalu biz ngajaga η ngelindungi orang Ɣªήğ di cintai ηγά̲̣̥ dengan cara ηγά̲̣̥ sendiri….. #sangatttt kerennnnnnnn # :Ð

    .͡▹​ HyukSso : mewek2 baca part Ĭηĭ …. (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    .͡▹​ HaeSso : pairing favort.q nih….
    Selalu romannnntisssssssss…. Feeeellllll ηγά̲̣̥ dapettttt bangetttttt……. Ŝέ♏Ơ̴̴͡Ğǎ̜̣̍(´⌣`ʃƪ) menjadi nyata…. Kekekkekekek

    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__) bwt author….. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  60. egha mengatakan:

    yg lainnya happy ending tp knp eunhyuk sad sih ???😦
    tp critanya seru, thanks and lain kali buat lg !!

  61. lee mar'atus mengatakan:

    Keren banget thor, Hyuksso nya sad banget sumpah,
    ini drabble DAEBAK banget thor.🙂

  62. Choi shinae mengatakan:

    kyaaaaaa…
    kyuhyun akhirnya beruntung kkkkk
    yesung pergi >.<
    eunhyuk ditinggal soeun ㅠ.ㅠ
    donghqe ???? kyaaaaaa aku suka haesso dicerita ini kkkk..

  63. Kim Ra rA mengatakan:

    Waaah bagus bagus tapi dari keempatnya urutan pertama: HaeSso ceritanya romantis abi
    KyuSso so sweat banget
    yeSso ceritanya menarik
    hyukSso Sedih,,,,,,,,,

    D tunggu drabbels selanjutnya tambah WonSso juga yach!

  64. Qazz mengatakan:

    ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
    Hm……
    Mungkin Kakak dah banyak dapet pujian dari yang lain…
    Dan kalo aku nambah lagi,mungkin Kakak bakalan bosen ngedenger pujian dari aku…
    Tapi,ya mau gimana lagi..?
    Semua ff yang pernah kubaca di wp ini benar-benar HEBAT…
    Aku gak bohong…
    Terus berkarya,ya Kak…
    Para readermu selalu mendukungmu dan percaya kalo Kakak akan selalu menghasilkan karya-karya yang bagus…
    Segini aja,ya…
    Maaf kalo ganggu…
    Pai Pai~~~

  65. Qazz mengatakan:

    ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
    Hm……
    Mungkin Kakak dah banyak dapet pujian dari yang lain…
    Dan kalo aku nambah lagi,mungkin Kakak bakalan bosen ngedenger pujian dari aku…
    Tapi,ya mau gimana lagi..?
    Semua ff yang pernah kubaca di wp ini benar-benar HEBAT…
    Aku gak bohong…
    Terus berkarya,ya Kak…
    Para readermu selalu mendukungmu dan percaya kalo Kakak akan selalu menghasilkan karya-karya yang bagus…
    Segini aja,ya…
    Maaf kalo ganggu…
    Kalo Kakak ingin menghapus comment ini,silakan…🙂
    Pai Pai~~~

  66. satsuki mengatakan:

    eonniiiii ini bener2 daebak.
    aku paling suka haessonya.

  67. Melli mengatakan:

    Senangnya jadi soeun, menjadi istri donghae oppa,
    tapi ada satu cerita yang akhrnya sad end,.

  68. miyanoshita mengatakan:

    speechless. kereeeeen semua
    tapi yg jadi favorit tetep haesso

  69. Rani Annisarura mengatakan:

    suka…suka sama drabblenya apalagi yang bagian haesso🙂
    Buatin dong ff yang genre-nya married life….

    Emang drabblenya ini panjang tapi suka ada yang happy ending dan ada yang agak sad ending…..

    Ditunggu buat drabblenya yang lain😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s