~Fated!! Part9 (I Love You, really..)~


fated9

Fated!! Part9 (I Love You, really)|PrincessClouds|Teen, Romance, Friendship, Family|Kim So Eun, Super Junior Eunhyuk, Super Junior Donghae, Choi Jina, F(x) Sulli, Super Junior Sungmin, Super Junior Ryeowook, SHINee Taemin, After School Uee, SNSD Yuri And others

Summary:Ya, aku mencintaimu. Datanglah padaku. Hanya padaku …

Warning: Typo(s)

~

Pagi ini terasa sangat berbeda di Shinwa High School. Terjadi kemeriahan yg sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Banyak orang yg berkumpul di sekolah yg paling terkenal di kota ini semenjak pagi hari. Mereka berkumpul untuk menjadi saksi pelepasan lulusan sekolah tinggi Shinwa pada tahun ini.

“Oppa, ayo berfoto!”

Terdengar suara seruan Sulli diantara suara orang2 yg memenuhi koridor sekolah setelah acara selesai. Mereka kini berada di koridor sekolah. Eunhyuk adalah salah satu lulusan terbaik Shinwa untuk tahun ini. Namun Untuk acara ini sendiri, Eunhyuk tidak membawa serta kedua orang tuanya karena kesibukan mereka di Taiwan. Sullilah anggota keluarganya yg hadir, dengan menyeret Soeun bersamanya.

“Berdiri disana saja!” Seru Sulli semangat sambil menunjuk air mancur yg berada di depan gedung utama Shinwa. “Ayolah..” ajak Sulli sambil menarik Eunhyuk dan Soeun besertanya.

“Berdiri disini. Supaya nanti kita bisa kirimkan pada ayah dan ibu..” titah Sulli sambil menyuruh Eunhyuk berdiri di depan air mancur. Eunhyuk sebenarnya kurang suka mengambil gambar, namun karena ia juga merasa hari ini cukup penting ia mengikutinya.

Sulli asyik mengambil beberapa foto Eunhyuk sendiri. Sementara Soeun hanya berdiri disamping Sulli sambil memperhatikan kegiatan Sulli yg memang heboh sendiri.

“Wwah bagus!” Seru Sulli girang sambil melihat hasil gambarnya. Ia tampak begitu puas dengan hasil jepretannya. Soeun hanya tersenyum dari sampingnya. “Unnie, sekarang giliran foto berdua. Unnie berdiri disamping Eunhyuk oppa ya..”

“Huh?”

“Ayolah. Hari ini penting, aku ingin mengabadikannya secara lengkap..” kata Sulli sambil menarik tangan Soeun. Sulli memposisikan Soeun berdiri disamping Eunhyuk yg juga tak berkomentar. “Bagus..” Seru Sulli sambil kembali keposisinya semula.

Soeun mengeluh pelan sambil menggaruk kepalanya pelan. Ia benar2 bingung dan canggung. Sekilas mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk yg masih saja tidak menunjukkan reaksi daritadi.

“Yah, kenapa kalian bertindak seakan-akan tidak kenal begitu!” Seru Sulli setelahnya pada keduanya. Terdengar Eunhyuk mendesah.

“Lalu seharusnya bagaimana sih?” protes Eunhyuk sambil berkacak pinggang.

“Soeun unnie, kenapa kau terlihat begitu gugup begitu?” Tanya Sulli. Soeun langsung menggeleng cepat.

“T-Tidak. A-Aku tidak gugup..”

“Kalau begitu ayo lebih dekat lagi dengan Eunhyuk oppa!” seru Sulli kemudian. Soeun menghembuskan nafas, lalu perlahan lebih mendekati Eunhyuk satu langkah. “Ck, kenapa berfoto pasangan saja begitu sulit..” Sulli mengeluh sambil kembali mendekati mereka. Sulli kemudian lebih mendekatkan mereka satu sama lain. Ia memindahkan bunga yg dipegang Eunhyuk ketangan Soeun dan sebagai gantinya tangan Eunhyuk ia posisikan dibahu Soeun. “Ini baru keren..” ucapnya puas.

“Ini berlebihan..” cibir Eunhyuk.

Sulli tak menyahut ia kembali ketempatnya tadi dan mulai memposisikan kameranya untuk mengabadikan momen yg paling diinginkannya daritadi. “Ck, kameranya kenapa sih?” Tiba2 ia mengomel sambil memperhatikan kameranya dan untuk sesaat mengacuhkan kedua objeknya.

“Kenapa kau pura-pura jual mahal sekali berfoto denganku? Bukankah sebenarnya kau menyukainya?” Ucap Eunhyuk pelan tiba-tiba. Membuat Soeun mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk.

“Apa maksudmu?”

“Ck, Uri Soeunie begitu pemalu. Kenapa kau senang sekali menyiksa dirimu dengan membohongi dirimu supaya aku tidak mengetahui apa yg sebenarnya kau inginkan?” Kata Eunhyuk dengan nada mengejek. Pandangannya masih juga lurus kearah Sulli dan tersenyum. Tidak memperdulikan pandangan sedikit kesal Soeun padanya.

“Apa yg kau katakan..” bisiknya dengan nada kesal.

“Ah, akhirnya. Kameranya sudah membaik. Ayo Unnie Oppa, tersenyum!” Sulli mengintrupsi percakapan berbisik mereka. Eunhyuk tersenyum dan sedikit menyeret pinggang Soeun mendekat padanya.

“Ayo!!” Seru Eunhyuk pada Sulli.

“Woa~” Sulli yg baru menyadari keduanya langsung berseru senang. “Itulah yg aku maksud..” gumamnya kemudian sambil kembali mengarahkan kameranya pada mereka.

Eunhyuk tersenyum cuek sambil terus menahan pinggang Soeun dengan satu tangannya. Ia tidak perduli walaupun perbuatannya itu membuat wajah Soeun benar2 memerah dan terlihat kurang baik untuk difoto.

“Unnie, kenapa kau segitu gugup?! Ayo tersenyum!” Sulli tiba2 kembali berseru. Dia kapan mengambil gambarnya sih? Lama sekali -_-.

“N-Ne!” Sahut Soeun begitu gugup. Namun ia berusaha mengatasinya hingga tersenyum. Dan berhasil, Sulli tampak berhasil mengambil satu gambar mereka pada akhirnya.

“Akhirnya aku memiliki foto pasangan kalian!!” Serunya senang sambil mengangkat kameranya. Soeun langsung berteriak kepadanya.

“Apa yg kau katakan?!” Protesnya.

“Aku tidak peduli!” Kata Sulli cuek sambil kembali melihat hasil jepretannya. “Waa~ kalian cocok sekali..” pujinya sambil asyik sendiri dengan kameranya setelah itu.

“Apa yg kau katakan” Protes Soeun yg kali ini terdengar seperti menggerutu. Eunhyuk menoleh kepadanya sedikit tersenyum melihat ekspresi di wajah Soeun. wajahnya sedikit sedikit memerah, mungkin menahan malu atau mungkin gugup.

“Akhirnya aku memenuhi keinginanmu yg selanjutnya bukan?” Tanya Eunhyuk tiba2 dan terdengar pelan, hingga Sulli yg asyik dengan kameranya tidak mendengar mereka sama sekali. Soeun yg dapat mendengarnya kali ini menoleh pada Eunhyuk, tidak mengerti. “Selain ciuman dariku, aku memenuhi keinginanmu untuk mengambil gambar pasangan denganku..” kata Eunhyuk pelan setelah itu. pelan dan kali ini tanpa mengejek.

“K-Kau..”

Soeun sebenarnya ingin protes, panjang. Namun entah kenapa kali ini ia kembali kehabisan kata2 dan tak tahu ingin mengatakan apa untuk menjawab perkataan Eunhyuk. ia hanya diam dan menundukkan kepalanya dengan gugup. Membiarkan Eunhyuk menang kembali dengan kata2nya. karena, pada nyatanya Soeun memang pernah menulis itu di dalam diarynya. Walaupun tidak tahu kenapa Eunhyuk bisa mengetahuinya.

()

“Kita jangan pulang dulu! Kita makan-makan dulu bagaimana?” Tanya Sulli meminta pendapat dari kursi belakang. Tujuannya adalah dua orang yg duduk di hadapannya. Soeun menoleh padanya.

“Maaf, sepertinya tidak bisa Sulli. Aku harus bekerja..” kata Soeun sambil tersenyum.

“Yah Unnie, hanya kali ini. Apa tidak bisa meminta izin?” Tanya Sulli dengan wajah kecewa. Soeun menampakkan wajah menyesalnya pada Sulli.

“Tidak bisa Sulli. Maaf..” ucapnya menyesal.

“Yaah Unnie..” Kata Sulli kecewa.

“Memangnya tidak bisa meminta izin walau sehari, huh?” Eunhyuk yg daritadi sibuk mengemudi ikut bertanya. Soeun dan Sulli mengalihkan perhatian padanya. “Sejak bekerja disana, kau bekerja setiap hari. Bagaimana mungkin tidak bisa meminta izin walau hanya sehari?” sambungnya menoleh sesaat. Sebenarnya pertanyaan itu ingin ditanyakan Eunhyuk semenjak lama. Ia sebenarnya sedikit masih kurang mengerti soal pekerjaan Soeun. Dia diterima sebagai pekerja paruh waktu disebuah kafe, dimana ia selalu bekerja setiap sepulang sekolah. Namun Eunhyuk sebenarnya masih sedikit heran dengan itu. dari awal, Eunhyuk berfikir Soeun tidak akan mendapatkan pekerjaan dengan mudah karena status pelajar Shinwa yg disandangnya. Namun nyatanya dalam waktu sehari ia sudah melakukannya sampai sejauh ini. Soeun pun sudah mulai menyetor uang padanya setiap akhir pekan.

“Sepertinya bisa, tapi aku yg tidak enak. Selama ini pemiliknya sudah terlalu baik padaku. Jadi aku ingin memberikan yg terbaik juga yg kumiliki..” sahut Soeun. Eunhyuk dan Sulli tampak hanya menganggukkan kepala dan berusaha memahaminya.

()

Soeun keluar dari locker room sambil merapikan seragam kerjanya. Soeun memang baru saja datang, dan melihat keramaian di kafe ia segera terburu-buru bertukar pakaian dan bekerja.

“Soeun kau sudah datang?”

Hyori tampak baru memasuki dapur dan bertanya pada Soeun. Soeun mengalihkan perhatiannya kepada Hyori.

“Ya, begitulah. Bukankah aku sudah menghubungimu untuk diizinkan terlambat pada hari ini karena aku akan menghadiri sebuah acara?” Tanya Soeun balik. Hyori mengangguk.

“Ya, tapi.. Hari ini Sajangnim datang dan terus menanyaimu..” jelas Hyori. Soeun menoleh kepadanya, sedikit kaget.

“Benarkah?” tanyanya. Hyori mengangguk.

“Ya, lebih baik segera menemuinya..” nasihat Hyori.

“Tapi.. apakah tidak apa2?” Tanya Soeun agak ragu. “Apa dia terlihat marah?”

“Sajangnim tidak terlihat marah. Lagipula, mana mungkin ia marah padamu..” Kata Hyori sambil sedikit tersenyum pada Soeun. Soeun menatap bingung padanya.

“Maksudmu?”

“Ck, sudahlah. Segera temui dia diruangannya..” Kata Hyori sambil mengambil alih pekerjaan Soeun. ia kemudian memberikan isyarat untuk Soeun supaya cepat menemui Donghae. Soeun menurut, ia kemudian mulai meninggalkan dapur dan pergi menemui Donghae.

()

Tok Tok Tok..

Donghae menghentikan pekerjaannya sejenak mendengar suara seseorang mengetuk pintu. Ia mengangkat wajahnya dan berseru.

“Masuklah!”

Klek..

Perlahan pintu terbuka dari luar. Menampakkan seorang gadis yg memasuki ruangan tersebut. Gadis itu memberi hormat.

“Sajangnim… memanggilku?” tanyanya ragu.

“Ya, masuklah Soeun..” sahut Donghae sambil benar2 menghentikan pekerjaannya tadi. Ia memperbaiki duduknya di sofa. Menghadap pada Soeun yg duduk dihadapannya. “Aku kira kau hari ini tidak masuk..” kata Donghae sambil tersenyum.

“Tentu saja aku masuk. Tapi aku sedikit terlambat karena harus menghadiri acara kelulusan Eunhyuk dahulu..” jelas Soeun. “Bukankah Sajangnim seharusnya juga lulus hari ini?” Tanya Soeun.

“Ya. Aku juga baru kembali darisana…” kata Donghae sambil bersandar. Ia menatap pada Soeun yg masih terdiam dihadapannya. “Kenapa kau terus memanggilku Sajangnim. Panggil saja aku Donghae seperti sebelumnya..” ucap Donghae kemudian.

“Tentu saja tidak bisa begitu. Andakan sekarang atasanku..”

“Tapi kita tetap berteman..” protes Donghae. “Aku sedikit aneh mendengarnya..” kata Donghae sambil tersenyum.

“Aku tak ingin karyawan lain menyalah artikan hubungan kita. Lagipula bukankah itu sudah seharusnya?”

“Menyalah artikan apa maksudmu?” Tanya Donghae sedikit menggoda. “Bukankah.. kita memang dekat?” kata Donghae lagi. Berhasil membuat Soeun sedikit tersenyum malu. “Kalau hanya kita berdua. Panggil saja aku seperti biasanya..”

“Baiklah. Jadi apa tujuanmu memanggilku? Apa hanya untuk ini, Lee Donghae?” Tanya Soeun dengan niat bercanda. Donghae sedikit terkekeh mendengarnya.

“Aku diajak untuk ikut kepesta teman-temanku beberapa hari lagi. Dan aku diharuskan membawa seorang kekasih..” jelas Donghae menggantung. Soeun menatap heran padanya.

“Lalu?”

“Aku tak punya kekasih..” ucap Donghae sambil sedikit tertawa. Soeun juga ikut sedikit tertawa.

“Biar kutebak.. kau meminta aku untuk ikut bersamamu? Dan.. memintaku untuk menemanimu-“

“Tepatnya berpura-pura menjadi kekasihku.” Potong Donghae.

“Kenapa harus aku?” Tanya Soeun.

“Karena aku adalah atasanmu. Aku kira kalau meminta padamu aku bisa menyebutnya sebagai tugas sehingga kau tidak bisa menolak..” kata Donghae setengah bercanda. “Bantu aku ya..” kata Donghae setelahnya. Soeun segera menganggukkan kepalanya.

“Baiklah..”

()

“Argh, ini sulit sekali!!”

Sekali lagi, Sulli berteriak frustasi untuk kesekian kalinya. Ia benar2 panik, benar2 kebingungan menghadapi tugas kelompok yg dibebankan padanya. Apalagi rekan kelompoknya yg seperti Taemin. Yang lebih banyak bermain daripada bekerja…

“Jangan terlalu banyak mengeluh..” celetuk Taemin dihadapannya sambil tersenyum. Ia menghentikan kegiatannya untuk sementara sambil menatap Sulli.

“Jangan terlalu banyak mengeluh katamu?! Hey, kau fikir apa yg kau lakukan daritadi sehingga kau bisa mengatakan itu. kau hanya terus mengatur dan bersantai disana!!” Protes Sulli.

“Bersantai katamu? Hya! Aku sedang melakukan sesuatu!!” Seru Taemin tak terima disalahkan. Sulli memiringkan kepalanya.

“Apa yg kau lakukan?! Kau daritadi hanya disana senyum-senyum sendiri seperti orang gila tanpa berniat membantuku. Kau sebut itu melakukan sesuatu? Melakukan sesuatu dalam bentuk apa!!!” Teriak Sulli.

Taemin berdecak pelan, ia kemudian membalik kertas yg daritadi dipegangnya. Memperlihatkan pada Sulli. “Aku melakukan ini..” ucapnya pelan.

Mata Sulli melebar melihat apa yg tertera disana. Sementara Taemin tampak senyum-senyum bangga sambil terus memegang bukunya. Memperlihatkan, apa yg sejak tadi dilakukannya ketika Sulli sibuk bekerja.

“Choi Sulli, maukah kau berpacaran denganku?”

Taemin kembali bersuara rendah mengulangi tulisan yg tercantum dikertas yg masih dipegangnya. Ia tersenyum manis pada gadis didepannya. Pada gadis yg masih memasang ekspresi kosong dan shock terbaik yg dimilikinya.

Sulli tersadar, ia menatap Taemin kemudian. “YAH, KAU FIKIR INI SAATNYA UNTUK BERCANDA!!!”

()

Tok Tok Tok!

“Masuklah!!”

Soeun sedikit menghela nafas ketika mendengar sahutan Donghae. Perlahan ia mulai memegang handel pintu dan membukanya..

“Sajangnim, anda… memanggil saya?” Tanya Soeun masih mengintip dari luar. Ia hanya menyembulkan kepalanya keruangan Donghae.

Donghae yg tadi sibuk menandatangani sesuatu menatap sekilas pada Soeun. lalu mengangguk. “Ya, masuklah…” sahutnya sambil sibuk dengan pekerjaannya. Soeun mengangguk dan benar-benar memasuki ruangan Donghae.

“Ada masalah apa sajangnim?”

Donghae berhenti bekerja, ia kembali menatap Soeun dan tersenyum. “Ada beberapa hal yg ingin kubicarakan. Duduklah…”

Soeun mengangguk, lalu ia duduk dikursi yg berada dihadapan Donghae. Saat ini hanya ada meja yg membatasi keduanya. Soeun kemudian hanya diam dan menunggu sesuatu dari Donghae.

“Kau tahu kenapa aku memanggilmu?” Tanya Donghae setelah beberapa saat. Soeun menggeleng polos. Membuat Donghae sedikit tersenyum karenanya. “Untuk membicarakan sesuatu yg penting…”

“Sesuatu yg penting?”

“Begitulah…” ucap Donghae sambil menganggukkan kepalanya.

“Sesuatu yg penting seperti apakah?” Tanya Soeun bingung. “Apa aku membuat masalah?” tanyanya kemudian dengan nada sedikit panik. Donghae terkekeh lagi.

“Kenapa hidupmu selalu dipenuhi fikiran buruk?” Tanya Donghae. Soeun sedikit cemberut mendengarnya.

“Karena aku tak mengerti apa-apa. Oleh sebab itu beritahu aku…”

Donghae kembali hanya tersenyum kecil. Ia lalu mengambil sesuatu dari bawah map ditangannya dan meletakkannya didepan Soeun. Soeun menatap bingung.

“Ini apa?” tanyanya.

“Kenapa tak kau lihat sendiri?”

Soeun mengangguk, lalu ia mulai mengambil amplop tersebut dan membukanya. Ia tampak sedikit kaget melihat isinya.

“Ini-“

“Itu adalah gaji beserta bonus untukmu. Kau sudah bekerja keras…”

()

“Aku merindukanmu..”

Soeun mengundurkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar Eunhyuk ketika mendengar suara Eunhyuk. Soeun sedikit cemberut, ia sedikit mengintip Eunhyuk dari celah pintu yg terbuka. Wajahnya lebih cemberut melihat Eunhyuk tengah berbicara ditelepon.

“Ya, kau curang. Kau bilang setelah aku lulus kita mulai membicarakan hubungan kita. Tapi kenapa kau malah pergi ke Taiwan disaat penting begini?”

Soeun lagi-lagi hanya terdiam. Ia sedikit mengembungkan pipinya sambil menatap benda ditangannya. Ia membuang nafasnya panjang.

“Jadi kau pulang seminggu lagi? Baiklah, aku akan datang dan menjemputmu. Ayo membuat ini lebih jelas…”

“Baiklah, jaga dirimu disana. Aku akan menutup teleponnya…”

“Bye…”

Eunhyuk tersenyum tipis sambil menutup panggilan singkatnya dengan Jina. Saat ini, gadis itu sedang ada kepentingan di Taiwan. Dan, Eunhyuk menelponnya dengan niat mengabari Jina mengenai keberhasilannya. Juga untuk memastikan beberapa hal.

Eunhyuk beralih dan berniat keluar kamar. Namun, sesuatu yg dilihatnya dari celah pintu kamarnya yg terbuka menghentikan langkahnya. Eunhyuk segera mendekati pintu dan membukanya.

“Kau? Ada apa?”

Soeun sedikit tersentak ketika Eunhyuk tiba-tiba sudah berada didepannya. Eunhyuk tampak menunggu penjelasan darinya.

“Eung..” Soeun bergumam ragu, ia menatap amplop ditangannya.

“Ada apa?” ulang Eunhyuk masih heran.

Soeun sedikit menghela nafas, lalu menyerahkan amplop ditangannya kepada Eunhyuk. “Terimalah..”

“Ini apa?” Tanya Eunhyuk sambil menerima amplop tersebut. Ia kemudian langsung membukanya. Sedikit kaget melihat isinya.

“Itu adalah gajiku untuk bulan ini. Aku baru saja menerimanya tadi..”

Eunhyuk kembali memasukkan uang itu. Lalu kembali menatap Soeun. “Apa ada hal yg mau kau beli? Kalau kau masih membutuhkannya kau bisa memberikannya nanti…” kata Eunhyuk sambil mengulurkan kembali. Soeun dengan cepat menggeleng.

“Tidak, aku tidak akan membeli apapun. Lagipula aku sudah menyimpan beberapa…” sahut Soeun. Eunhyuk menganggukkan wajahnya. “Ya sudah, hanya itu. aku harus kembali kekamar karena besok harus masuk pagi-pagi. Selamat malam..” ucap Soeun pelan. Eunhyuk menganggukkan kepalanya.

“Selamat malam…”

Soeun mulai bergerak darisana menuju kamarnya.

()

Sulli berlari-lari dengan tergesa-gesa menyusuri koridor sekolahnya. Sore ini ia harus mengikuti les balet seperti biasanya. Namun tadi terjadi sesuatu pada mobil yg dikendarainya. Membuat ia terlambat satu jam dari jadwal yg seharusnya.

Drrt…

Sambil berlari Sulli melihat ponselnya yg terus bergetar. Kakak pelatihnya terus menelpon menanyakan khabarnya…

“Aish, eottokhae…” keluhnya sambil mengabaikan panggilan itu dan terus berlari.

~

Klek!

“Maafkan aku…”

Sulli langsung membungkukkan badannya ketika baru saja sampai ditempat latihannya. Nafasnya terengah-engah karena berlari cukup jauh.

“Tidak apa-apa…”

Sulli sedikit mengerutkan dahinya. Suara pelatihnya aneh, kenapa terdengar seperti suara laki-laki. Sulli segera mengangkat wajahnya.

“Anyeong…” Sapa pemilik suara tersebut sambil melambaikan tangannya. Wajah Sulli berubah kaget melihatnya.

“K-Kau!”

()

“Benarkah?! Wwah!!”

Soeun tertawa lepas mendengar cerita Sulli. Sementara Sulli menceritakannya dengan wajah cemberut berat.

“Ya Unnie. Aku meminta pendapat, bukan minta ditertawakan…” kata Sulli kesal. Tapi Soeun masih juga tertawa.

“Bukannya apa-apa, tapi kalian begitu lucu…”

“Itu bukan lucu, itu menyebalkan. Bagaimana mungkin ia melakukan semuanya..”

“Itu artinya Taemin benar-benar menyukaimu. Itu sebabnya ia sampai bekerjasama dengan tempat latihanmu. Tapi aku benar-benar tak membayangkan ia akan senekat itu..”

“Bukankah sudah kubilang dia itu gila!” Seru Sulli kesal. Soeun masih juga tertawa.

“Lalu bagaimana selanjutnya?” Tanya Soeun lagi. Sulli menatap padanya.

“Bagaimana apa maksudnya?”

“Tentu saja, kau menerimanya atau menolaknya?”

“Huh?” Wajah Sulli tampak bingung setelah itu. Soeun mendelik dan mulai kembali menggodanya.

“Eey, aku curiga kau hanya malu-malu. Kau bahkan juga menyukainya…”

“Mana mungkin!”

“Mungkin saja…” goda Soeun. Sulli berdecak dan cemberut.

“Aku malah mengerjainya..” kata Sulli membuat Soeun kembali menatapnya. Sulli tiba-tiba kembali tersenyum, misterius. “Aku membuat permainan dengannya…”

()

“Huuuh, eottokhae?”

Taemin mendesah pelan sambil menutup lockernya. Wajahnya yg berkeringat tampak begitu bingung dan tanpa gairah.

#Flashback

“Ini semua apa!! Apa kau sudah gila?!” Soeun berteriak kesal setelah menyadari Taemin yg berdiri didepannya. Dan yang lebih membuat Sulli kaget adalah ruang latihannya. Semuanya dipenuhi dengan bunga.

“Mereka bilang wanita suka bunga…” kata Taemin sambil tersenyum. “Kau menyukainya?”

“TIDAK!” Seru Sulli cepat.

“Ya! Kenapa kau begitu!” Taemin balas mengomel. “Kau tak tahu pengorbananku membuat semua ini? Kau tak tahu bagaimana susahnya mendapat izin dari pihak pelatihanmu? Kau tak tahu betapa mahalnya bung-“

“Pernahkah aku memintamu?” Sulli memotong. Taemin berdecak kesal dibuatnya.

“Ya! Apa kau tak punya perasaan. Kenapa kau tak menghargaiku walau sedikit?!” protesnya. Sulli berdecak.

“Kau itu berlebihan. Kita baru kenal beberapa bulan kenapa sudah mengajakku kencan?”

“Apa harus menunggu sepuluh tahun dulu?!” Protes Taemin tak mau kalah. Soeun berdecak dibuatnya. Sesekali ia mengalihkan perhatiannya keseisi ruangan yg benar-benar hanya dipenuhi bunga. Taemin sudah bekerja keras sesungguhnya. Tapi…

“Apa kau benar-benar bersungguh-sungguh?” Tanya Sulli. Taemin yang masih kesal dan cemberut mengangguk.

“Ne, aku menyukaimu..”

“Baiklah, tapi aku meminta syarat?”

“Syarat?!”

Sulli mengangguk. “Ya, kalau kau bisa melakukannya, maka aku menerima-“

“Apa syaratnya?!” Tanya Taemin semangat, membuat Sulli sedikit kaget. Ia kemudian mendekati Sulli yg masih kesal.

“Kau harus mendapatkan izin dari Eunhyuk oppa..” kata Sulli. Membuat wajah antusias Taemin berubah begitu saja.

“Apa?”

“Seperti yang kau tahu.. Eunhyuk oppa adalah satu-satunya keluargaku di korea. Dia juga begitu menjagaku. Jadi kalau kau mendapat izin darinya, maka aku akan menerimamu. Tapi.. perlu kau ingat, Eunhyuk oppa bukan oppa yang terlalu bermurah hati…”

#Endflashback

“Aish…”

Taemin geleng-geleng kepala sambil mengacak rambutnya. Ia bingung harus melakukan apa untuk mendapat izin Eunhyuk. Eunhyuk adalah seniornya di klub menari ini, dan ia tahu Eunhyuk adalah pribadi yg seperti apa. Dia itu sedikit… err, galak menurut Taemin. Tapi bagaimana, tanpa itu Taemin juga tak bisa berkencan dengan Sulli. Padahal, Taemin benar-benar menyukai Sulli.

“Apa yang kau fikirkan?”

Taemin sedikit tersentak mendengar teguran seseorang. Taemin melirik menuju pemuda yg memiliki locker disamping locker miliknya. Taemin menggeleng lesu.

“Tidak ada, Donghae hyung…” sahut Taemin kemudian.

“Mukamu terlihat begitu lesu. Apa benar tidak apa-apa?” Tanya Donghae sambil mengambil tasnya dan menutup lockernya kembali. Taemin lagi-lagi menggeleng.

“Tidak ada apa-apa…”

Donghae tersenyum, ia lalu menyandang tasnya. “Baiklah kalau begitu. Kau tak pulang? Aku harus pergi kesuatu tempat..” Tanya Donghae sambil menyentuh bahu Taemin ringan.

“Aku ingin mandi dulu. Hyung duluan saja…”

“Baiklah kalau begitu. Aku duluan kalau begitu…” kata Donghae sambil kembali menyentuh bahu Taemin ringan. Donghae mulai berjalan meninggalkan Locker room itu. meninggalkan Taemin yang masih terlihat kebingungan.

()

Donghae keluar dari locker room dan berniat segera meninggalkan tempat itu. hari ini ia begitu lelah, tenaga dan fikirannya terkuras habis karena kesibukannya belakang ini. mulai dari mengurus kafe hingga latihan dance seperti saat ini. Rasanya untuk hari ini ia ingin segera pulang dan beristirahat sejenak.

“Kau akan kembali ke korea?”

Donghae menghentikan langkahnya begitu mendengar suara Eunhyuk. ia melihat sekitarnya untuk mencari Eunhyuk. Hingga ia dapat menemukan Eunhyuk yg asyik menerima telepon sambil bersandar disebuah tiang.

“Kau ingin aku menjemputmu kebandara? Kenapa?” Tanya Eunhyuk sedikit tersenyum. Bias senang terpancar dari wajahnya. Bias yang cukup dibenci Donghae setiap kali ia mengingat kejadian masa lalu diantara mereka. “Kenapa kau berubah begitu manja belakangan ini?”

Eunhyuk sedikit bergerak dan mengalihkan perhatiannya. Pada akhirnya ia menemukan seseorang yg ternyata berada disana dan memperhatikannya. Eunhyuk berdecak pelan sambil mengalihkan perhatiannya dengan malas dari Donghae. Ia lalu bergerak dari tempat itu sambil masih berjalan di telepon.

()

Eunhyuk selesai menghubungi Jina. Ia tampak kembali ke locker room untuk berkemas. Senyuman terpancar diwajahnya.

“Sepertinya kau begitu bahagia…”

Langkah Eunhyuk terhenti mendengar suara seseorang yang cukup dbencinya. Ia menemukan Donghae masih berada disana, bersandar ditiang dengan kedua tangannya didalam saku.

“Apakah terlalu menyakitkan bagimu kalau aku bahagia?” sinis Eunhyuk sambil melewati Donghae. Ia sudah bertekad untuk tidak meladeni apapun dari Donghae – walau pada nyatanya ketika sedang latihan mereka tetap menciptakan nuansa perang.

“Tentu tidak bagiku, tapi entah untuk Kwon Yuri…”

Eunhyuk menghentikan langkahnya setelah suara rendah Donghae. Ia berdecak kesal sambil berbalik pada Donghae.

“Bisakah kita membahas hal lain selain Kwon Yuri?” Tanya Eunhyuk tertahan.

Donghae juga ikut berdecak kesal. Ia lalu mengalihkan perhatiannya kembali pada Eunhyuk. “Apa kau fikir kita sudah cukup akur untuk membicarakan hal lain selain Kwon Yuri. Atau.. kau mau kita membahas Kim So Eun sekarang?” Tanya Donghae begitu tajam.

Emosi Eunhyuk menjadi begitu panas karena kata-kata terakhir Donghae. Hingga ia meraih kerah baju Donghae dengan satu tangannya.

“Bukankah sudah kukatakan? Hentikan! Cukup! Jangan melanjutkan ini karena aku sudah melupakannya. Dan yang pasti jangan melibatkan siapapun yang tidak bersalah disini. Jangan ganggu Kim So Eun!” kata Eunhyuk geram sambil terus mencengkram kerah baju Donghae. Matanya menatap mata Donghae yang juga menatapnya tajam. Donghae melepaskan cengkraman itu dengan kasar.

“Apa yang kau maksud dengan Cukup dan Hentikan! Apa yang kau tahu kerusakan seperti apa yang kau timbulkan!” balas Donghae geram.

“Tidak bisakah kau tidak bertele-tele? Apa maksudmu!” Seru Eunhyuk tidak sabaran.

“Kau tahu dimana dan bagaimana keadaan Kwon Yuri sekarang?”

“Huh..” Eunhyuk bergumam sinis. “Aku tak tahu, dan aku tak peduli. Bukankah sudah sering kukatakan pada-“

“Apa kau tahu kalau Kwon Yuri telah meninggal karenamu?!”

“A-Apa?”

Donghae tertawa sinis. Ia menertawai ekspresi kaget diwajah Eunhyuk setelah itu. “Kau sudah bermain terlalu jauh, hyukjae. Karena sebuah kesalahfahaman, emosimu telah membakar semuanya. semuanya. Sekarang bagaimana mungkin kau bilang Hentikan setelah apa yg telah kau perbuat dimasa lalu..”

Eunhyuk benar-benar hanya diam dan tak begitu mengerti. Hingga kali ini ia hanya bisa mendengarkan Donghae. Mendengarkan apa yang sebenarnya telah terjadi yang membuat ia kembali dengan dendam yang besar bersamanya.

“Dia.. meninggal?”

“Ya… dan kau yang membunuhnya..”

“Apa?! Jangan bercanda! Aku tak pernah melakukannya!!” Protes Eunhyuk. Donghae lagi-lagi tersenyum sinis.

“Ya, bukan tanganmu yang melakukannya. Tapi perbuatanmu yang telah mendorong tangannya sendiri untuk melakukanya. Kau masih tak ingat?! Atau kau pura-pura tak mengingat semua kebusukanmu itu…”

Eunhyuk tak menyahut. Ia tampak sedikit terpana, sedikit sulit baginya menerima ini semua.

“Pulanglah dan ingat kembali semuanya. Jika kau sudah menemukan kesalahanmu, maka mulailah berfikir kenapa aku melakukan semua ini..”

Eunhyuk kembali tak mengatakan apapun. ia mengalihkan pandangannya menuju Donghae yang sudah menjauh dan meninggalkannya. Eunhyuk terdiam, berusaha mengingat apa-apa saja hal yang mungkin telah ia lupakan.

()

#Flashback

Slap!

Eunhyuk meringis merasakan tamparan keras yang baru saja menghantam pipinya. Ia mengalihkan perhatiannya kepada seorang gadis yang baru saja telah menamparnya.

“Kenapa kau menamparku?!” Tanya Eunhyuk membentak.

“Kau jahat! KAU BAJINGAN!!” Seru gadis itu emosi. Air matanya tampak meleleh dipipinya. “Kau membuat Donghae pergi!!”

Eunhyuk tertawa sinis. Ia menatap gadis itu lagi.

“Aku? Kapan aku menyuruhnya pergi? Dia pergi sendiri..” ucap Eunhyuk dingin.

“Tidak. Kau yang membuatnya pergi! Sikap dan perbuatanmu yang mengusirnya…”

Eunhyuk kembali menyeringai. “Apa begitu berartinya dia, huh? Kenapa kau dulu tak menerimanya saja tanpa harus menyuruh kami untuk bertanding. Aku yakin kerusakannya tak akan seperti ini. berentilah mencari kambing hitam, Kwon Yuri. Kalau ada yang salah disini, maka orang itu adalah kau sendiri. Donghae pergi juga karena kau…” kata Eunhyuk dingin.

Yuri tak lagi menyahutinya. Ia masih juga terisak dihadapan Eunhyuk. Berusaha meredam kesedihannya.

“Huh, berhentilah. Jangan selalu terlihat seperti orang bodoh seperti ini. kau yang dulu memilih, maka jangan menyesalinya dan hanya bisa menangis…” kata Eunhyuk kembali dingin.

Yuri tak menyahut. Ia hanya terus menangis dihadapan Eunhyuk. entah menyesali bagian yang mana. Eunhyuk kembali tersenyum sinis, ia tiba-tiba meraih Yuri untuk semakin dekat dengannya. Yuri yang kaget menghentikan tangisnya dan menatap Eunhyuk.

“Berhentilah menangis. Toh dia sudah pergi. Kau tahu? hari ini begitu membosankan. Aku butuh sedikit hiburan. Ayo lakukan sesuatu yang menyenangkan…”

Yuri tak menyahut. Ia hanya mengikutinya Eunhyuk yang menariknya pergi dari tempat itu.

~

Musik menggema dengan taraf yang keterlaluan ditempat itu. Disana, puluhan orang juga saling berbaur dan menyatu. Dibawah aliran music, minuman, ataupun rokok. Masing-masing mereka seperti berada di dunia milik mereka sendiri.

Yuri memegang kepanya yang pusing. Ia kemudian meninggalkan gelas minumannya dan bersandar disofa. Meninggalkan Eunhyuk yang masih juga sibuk minum sepuasnya.

Kegiatan Yuri selanjutnya adalah sama dengan apa yang dilakukannya ketika ia memutuskan ikut minum bersama Eunhyuk. mengenang Donghae yang telah pergi. Mengenang penyesalannya. Sungguh, ia tak menyangka kalau niatnya yang ingin memperlakukan kedua orang itu secara adil berakhir seperti ini.

Eunhyuk meletakkan gelasnya yang baru saja ia habiskan isinya. Ia sekilas melirik pada Yuri yang sudah terlihat tak lagi bisa minum. Sebagai gantinya gadis itu tampak diam dan kembali pada dilemanya yang berkepanjangan. Eunhyuk bergeser dan menyamakan posisi dengannya.

Eunhyuk mengulurkan tanganya dan menyentuh dagu Yuri. Ia mengangkat wajah Yuri hingga menatap padanya. Yuri tampak tak protes ataupun menolak. Ia hanya balas menatap Eunhyuk dengan mata yang sayu. Entahlah, entah karena pengaruh minuman atau entah kerena down Yuri benar-benar seperti tak mempunyai nyawa.

Eunhyuk tersenyum kecil dan mendekatkan wajahnya pada Yuri. Ia langsung mencium Yuri dengan penuh nafsu. Dan lagi, Yuri tak bereaksi ataupun membalasnya. Ia membiarkan Eunhyuk melakukan apapun padanya pada malam itu, ya.. benar-benar membiarkan Eunhyuk melakukan apapun.

#Endflashback

()

Eunhyuk mendesah pelan sambil mengusap rambutnya. Berulang kali ia menghembuskan nafasnya yang begitu berat. Selama ini, susah payah ia melupakan kenakalan dimasa lalunya. Benar itu salahnya, tapi.. sungguh itu dilakukan diluar kendalinya. Eunhyuk dalam kondisi mabuk berat dan begitu down. Ia juga begitu kaget ketika paginya menemukan dirinya dan Yuri dalam satu selimut disatu tempat tidur. Ia juga masih ingat betapa paniknya ia ketika Yuri menangis pagi itu.

Tapi… ini benar. Bahkan tak pernah terlintas sedikitpun bagi Eunhyuk untuk melakukan itu. ya, ia playboy, tapi ia juga tak akan tega menghancurkan masa depan Yuri yang waktu itu masih ditahun pertama Highschool karena masalah antara mereka bertiga. Hanya saja… karena Eunhyuk sendiri sudah begitu strees dengan keadaan itu serta minuaman yang mempengaruhinya ia dengan tak sepenuhnya sadar melakukan itu. Apalagi hari itu Yuri bahkan tak menolaknya.

Sehari semenjak kejadian itu Yuri menghilang. Tak ada satupun yang mengetahui keberadaannya. Bagi Eunhyuk yang waktu itu dalam keadaan panik hal itu bahkan menjadi lebih baik. Tak terbayangkan jika Yuri sampai melaporkan perbuatannya kepada pihak sekolah ataupun polisi. Entah apa yang akan terjadi.

Namun, hilang tanpa khabar bukan berarti harus dengan arti Yuri telah bunuh diri karena perbuatannya. Eunhyuk selama ini menyangka Yuri mungkin sudah keluar kota untuk menjalani kehidupan barunya dan melupakan hal gila yang mereka lalui. Tapi ternyata tidak, Yuri bahkan memikirkan sesuatu yang tak pernah terlintas dibenaknya. Eunhyuk bahkan tak pernah menyangka bahwa Yuri telah bunuh diri tiga hari setelah kejadian itu. Baru dari Donghae ia mengetahuinya. Dan dari situ Eunhyuk baru menyadari sesuatu.

Alasan Donghae kembali adalah hal itu. Donghae pasti sangat marah ketika tahu apa yang telah Eunhyuk lakukan pada Yuri dimasa lalu. Sesuatu yang bahkan membuat gadis impiannya itu meninggal secara tragis berselang seminggu ia meninggalkan korea agar tak ada lagi masalah antara mereka bertiga. Donghae begitu marah, ya.. sangat marah. Hingga ia menyusun rencana balas dendam dan kembali ke korea untuk semua itu.

Tapi Soeun?

Apa yang Donghae tahu mengenai Kim So Eun? Eunhyuk sendiri bahkan tak mengerti perasaan jenis apa yang telah besar dihatinya untuk Soeun. Tapi kenapa Donghae menargetkan Soeun? apa karena ia tahu Yuri dan Soeun itu mempunyai pribadi yang sedikit sama atau… dia sudah membaca perasaan Eunhyuk yang sebenarnya pada gadis itu. Huh, memang sebenarnya perasaan sejenis apa yang Eunhyuk punya untuk Soeun?

Eunhyuk kembali mendesah. Ia benar-benar tak mengerti apapun…

 

Soeun tampak menghentikan langkahnya beberapa meter dari Eunhyuk. ia menatap Eunhyuk yang tampak menyendiri di taman sambil memikirkan sesuatu. Ada sedikit ragu baginya untuk menghampiri Eunhyuk yang terlihat memikirkan masalah yang serius. Namun pada akhirnya ia menghampiri Eunhyuk.

“Makan malam sudah siap. Kenapa kau masih disini?”

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya ketika mendengar suara Soeun. Saat ini Soeun tampak sudah berdiri dihadapannya. Sepertinya ia datang untuk memanggil Eunhyuk untuk makan malam.

“Oh, tidak ada apa-apa..” ucap Eunhyuk sambil memperbaiki duduknya. Ia menatap Soeun yang masih berdiri dihadapannya. “Apa Sulli sudah pulang?” Tanya Eunhyuk mengalihkan pembicaraan.

“Belum, dia menelfon kalau ada tugas bersama temannya..” jawab Soeun. Eunhyuk menganggukkan kepala.

“Oiya, kenapa hanya berdiri. Duduklah..” ucap Eunhyuk sambil menyentuh kursi disampingnya duduk. Soeun tampak sedikit berfikir, sebelum akhirnya ikut duduk disamping Eunhyuk.

Hening kedua orang itu kembali tak berbicara. Keduanya hanya saling membisu dan hanyut dalam fikiran mereka masing-masing. Menatap ruang hampa didepan mereka dengan lurus dengan pandangan tak bergairah.

“Soeun, apa kau tahu? sebenarnya aku sedang gelisah…”

Eunhyuk membuka suaranya dan beralih pada Soeun. Soeun ikut mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk.

“Ada sebuah kesalahan dimasa lalu yang saat ini tengah mengejarku. Bahkan ia juga mengejar seseorang disekitarku yang tak tahu apa-apa. Apa yg harus kulakukan?”

“Apa kesalahan itu fatal?” Tanya Soeun mulai bersuara. Eunhyuk menghembuskan nafasnya berat, lalu mengangguk.

“Ya.. sangat fatal..” ucap Eunhyuk lirih. “A-Aku tak masalah kalau akhirnya aku menerima imbasnya karena memang aku pantas mendapatkannya. Tapi.. untuk seseorang yang tak tahu apa-apa ini, eung.. aku tak tahu.. aku sebenarnya tak ingin dia terbawa dalam masalahku..”

“Itu adalah hal yang berat..” gumam Soeun lirih. “Tapi kalau misalnya aku berada diposisimu.. mungkin aku akan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan seseorang yang tak tahu apa-apa ini sekuat tenagaku walau itu tak mudah. Sementara kalau aku berada diposisinya…” ucapan Soeun tampak menggantung, ia tampak sedikit ragu. Membuat Eunhyuk merasa penasaran.

“Kalau kau berada diposisinya?” Tanya Eunhyuk hati-hati. Soeun tampak kembali berfikir.

“Ini memang pertanyaan yang sulit. Namun kalau memang itu adanya.. aku akan mengerti..”

“Bagaimana kalau ini berdampak besar padamu. Apa kau akan membencinya?” Tanya Eunhyuk masih penasaran.

“Apa aku akan membencinya? Eung.. aku tidak tahu pasti. Adalah sebuah pertanyaan berat untuk dijawab ketika hal itu belum terjadi…” kata Soeun. Eunhyuk agak terdiam mendengar kata-kata Soeun.

Adalah sebuah pertanyaan yang berat untuk dijawab ketika hal itu belum terjadi?
Itu artinya… Soeun bisa saja akan sangat membencinya ketika itu semua terjadi?

“Tapi sebagai laki-laki yang bertanggung jawab bukankah kau seharusnya tak membiarkan apapun terjadi, bukan?” Soeun kembali bersuara. Membuat Eunhyuk dengan cepat mengangguk.

“Ya.. tentu. Tentu aku tak akan membiarkan hal buruk terjadi padanya..” kata Eunhyuk agak terbata. Bagaiamanapun hal ini benar-benar tak semudah itu.

“Hum, baguslah.. ini sudah selesai. Sebaiknya kita makan..” kata Soeun sambil bangkit dari tempat duduknya. Ia tersenyum agak canggung, lalu berbalik dan meninggalkan tempat itu.

‘Dia yang kau bicarakan adalah wanita itu bukan? Arh, kenapa masih juga menyesakkan untukku. Apa aku tak juga memahami kalau hanya kasihan padaku, tak lebih…’

‘Apa kau tahu kalau orang yang kumaksud adalah kamu, Soeun? Ck, kuharap kau tidak membenciku ketika kamu menyadarinya. Tapi, sebelum semuanya benar-benar terjadi, aku janji.. aku akan melindungimu. Pasti..’

Eunhyuk menghembuskan nafasnya dengan berat. Ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan segera menyusul Soeun kedalam.

()

 ()

“Aku tak mengerti kenapa kau belum juga menerima cintaku…”

Taemin kembali berceloteh panjang sambil terus mengemudikan mobilnya. Saat ini ia dan Sulli sedang berada dalam perjalanan pulang. Karena Sulli tak diizinkan oleh Eunhyuk membawa mobil tadi siang itu sebabnya ia pulang bersama Taemin. Dan hal itu sepertinya cukup membuat Sulli kelimpungan.

“Kenapa aku harus menerimamu. Memang apa lebihnya dirimu?!” Laden Sulli agak terbata.

“Ck, tentu saja. Aku adalah siswa tertampan dan terpopuler diseekolah saat ini. Banyak anak perempuang yang ingin dekat denganku. Mereka mengirimiku kue, Cokelat, bunga, sampai boneka-“

“Yayaya, aku tahu! tapi kenapa kau tak berkencan dengan mereka saja?! Kenapa harus aku?!” Tanya Sulli sarkatis. Taemin menoleh padanya.

“Tentu saja karena kamu adalah satu-satunya yang aku suka…”

DEG!

Kata-kata Taemin sukses membuat jantung Sulli berdetag lebih hebat dari sebelumnya. Ia menatap Taemin yang telah kembali fokus kejalan depan.

“Aku menyukai dirimu sejak kita pertama bertemu. Yah, walaupun kita bertengkar diwaktu itu.. tapi sejujurnya aku begitu senang mengenalmu…” ucap Taemin kembali bersuara. “Oleh sebab itu, jadilah kekasihku-“

“Aish, kau tak faham juga? Eunhyuk oppa tak mengizinkanku pacaran!” Teriak Sulli kesal.

“Ck, masalah Eunhyuk hyung. Aku kira kita bisa mengurusnya na-“

“Aku mau aku digantung oppaku! Kalau kau mau kita berhubungan maka minta izinlah pada oppaku!” Sulli kembali berteriak kesal. Taemin malah mengalihkan perhatiannya dengan sedikit tertawa.

“Apa ini artinya kau juga menyukai dan mau menerimaku. Hanya, karena kau masih takut ketahuan Eunhyuk hyung makanya kau belum menjawabku-“

“SIAPA BILANG?!”

“Kau. Barusan!”

“Aku tak pernah mengatakannya!”

“Tapi arah bicaramu menunjukkan hal itu..” kata Taemin lagi. Sulli berdecak pelan, lalu mengalihkan perhatianya dari Taemin. Taemin kembali tertawa. “Baiklah, ini sudah jelas. Aku pasti akan meminta restu Eunhyuk hyung secepatnya..” ucap Taemin sambil tertawa senang.

“Terserahlah..” ucap Sulli cuek, atau… pura-pura cuek.

()

Soeun menatap kaca sambil merapikan dandanannya. Setelah ia yakin bahwa penampilannya sudah seperti yang diharapkannya, Soeun mulai meraih tas tangannya. Soeun segera keluar dari kamarnya untuk segera berangkat sekolah. Namun, seperti biasa, ketika ia baru saja keluar dari kamarnya suara heboh kembali menyambutnya.

“Oppa, oppa, kembalikan kunci mobilku ya. Kumohon..” Terdengar Sulli merengek. benar saja, maknae keluarga Lee tersebut tampak kembali mendesak sambil merengek meminta kembali kunci mobil yang disita Eunhyuk dua hari yang lalu. Mobil itu disita setelah lagi-lagi Sulli hampir membuat orang lain celaka. “Oppa~” rengeknya lebih panjang.

“Tidak. Kau bisa membuat masalah lagi kalau aku berikan..” sahut Eunhyuk cuek tanpa melirik sedikitpun. Ia malah asyik memainkan android ditangannya.

“Ck, tapi oppa. Aku harus segera ke sekolah agar tidak terlambat. Sementara kita sudah tak punya sopir pribadi lagi semenjak aku memiliki mobil sendiri..” ucap Sulli bersikukuh.

“Kau bisa memesan taksi..”

“Ck, tidak sempat. Aku bisa terlambat..” rengeknya. Eunhyuk sedikit menoleh.

“Salah siapa sekarang? Siapa suruh kau bangun terlambat?”

“Ahh oppa…” erang Sulli. “Oppa, kumohon kembalikan kunci mobilku. Aku janji aku akan hati-hati..” ucapnya kembali memohon. Eunhyuk kembali menggeleng.

“Tidak!”

“Oppa~”

“Ti-Dak!”

“Oppaaa~”

“Kubilang tidak, Jinri..”

“Ck, Oppa pelit!” Sulli langsung cemberut dan menyerah ia mendudukkan diri dihadapan Eunhyuk. giliran Eunhyuk menoleh padanya.

“Katanya sudah terlambat. Kenapa masih disini?” Tanya Eunhyuk heran. Sulli menatapnya tajam.

“Aku tak mau sekolah kalau kunci mobilku belum dikembalikan…” sahutnya sambil cemberut. Bukannya khawatir Eunhyuk malah sedikit tertawa.

“Ya, sudah. Aku tinggal mengadukan pada ayah dan ibu agar mobilmu benar-benar ditarik”

“Yah Oppa~” Sulli kembali merengek sambil bangkit dari tempat tidurnya. Eunhyuk tampak tertawa puas melihat ekspresi Sulli. “Unnie~” panggil Sulli tiba-tiba pada Soeun yang baru disadari keberadaannya. Membuat Eunhyuk juga ikut menoleh kearah sana.

“Kenapa kau belum berangkat sekolah Sulli? Sudah jam berapa ini? kau mau pergi bersamaku?” Tanya Soeun pada Sulli. Terdengar decakan dari Sulli.

“Ck, sepertinya begitu. Memang lebih baik aku pergi bersamamu daripada mengharapkan sesuatu yang tak mungkin..” ucap Sulli dengan maksud menyindir. Ia meninggalkan keduanya untuk kembali ke kamarnya.

“Hari ini sepulang sekolah kau akan kembali bekerja?” Tanya Eunhyuk mengalihkan perhatiannya dari Android kepada Soeun. Soeun menganggukkan kepalanya.

“Ya, seperti biasanya…” sahut Soeun singkat.

“Jangan terlalu memaksakan diri..” ucap Eunhyuk lirih sambil kembali melirik ponselnya. Karena terlalu lirih Soeun kurang dapat mendengarnya.

“Huh? Apa katamu tadi?”

“Aku bilang jangan memaksakan diri. Kaukan bisa membayar uang-uang itu kapan pun kau mau. Jadi kau bisa santai tanpa harus bekerja setiap hari seperti itu..” ulang Eunhyuk lebih keras dan kali ini kembali mengalihkan perhatiannya pada Soeun. Mereka bertatapan sejenak dan Eunhyuk menundukkan wajahnya lagi. Meninggalkan Soeun yang entah kenapa menjadi gugup karena kata-kata itu.

“Aku rasa-“

“Unnie! Aku sudah siap! Ayo pergi!!”

Soeun menghentikan kata-kata yang ingin diucapkannya ketika Sulli berseru padanya. Sulli tampak jalan begitu saja sambil melewati Eunhyuk dengan cueknya. Ia jalan duluan kearah pintu. Soeun tampak sedikit menghembuskan nafas.

“Apa katamu tadi?” Tanya Eunhyuk setelah Sulli pergi. Soeun tersentak kaget dan menatap Eunhyuk.

“Oh, entahlah. Tiba-tiba aku melupakannya…” kata Soeun canggung. “Ya sudah, Sulli sudah menunggu sepertinya aku harus pergi. Kami pergi ya Eunhyuk..” ucap Soeun sambil sedikit tersenyum pada Eunhyuk. Ia segera meninggalkan tempat itu. Sementara pandangan Eunhyuk mengikuti arah pergi Soeun.

“Ini hanya perasaanku atau memang Soeun sedikit tidak nyaman berada di dekatku belakangan ini?”

Eunhyuk sedikit berdecak dan menggelengkan kepalanya. Lalu kembali menunduk menatap layar androidnya.

()

Choi Jina tampak duduk tenang didalam sebuah mobil yang mewah. Senyuman terlihat diwajahnya yang cantik ketika ia asyik menatap layar ponselnya. Daritadi, sudah setengah jam ia dan Eunhyuk asyik saling mengirimi pesan. Mereka sepakat untuk bertemu hari ini dan memperjelas semuanya.

Aku akan menjemputmu di bandara..

Jina kembali tersenyum setelah membaca pesan terakhir Eunhyuk. Ia sedikit berfikir sejenak. Sebelum akhirnya kembali membalas pesan tersebut.

Baiklah, aku akan menunggumu …

()

Soeun menutup bukunya begitu saja. Ia menggigit bibir bawahnya. Perasaan gelisah tiba-tiba menganggunya dan membuatnya tak lagi bisa berkonsentrasi untuk belajar. Bahkan ia taak berkonsentrasi memikirkan apapun.

Ini Eunhyuk lagi? Ah, Soeun benar-benar tak mengerti pada perasaannya sendiri. Kenapa perasaannya terus seperti ini? bukankah dari dulu seharusnya ia melupakan Eunhyuk saja? Bukankah dari dulu ia pernah bersumpah menghapus perasaannya? Namun kenapa tadi pagi Soeun merasakan perasaan itu masih ada? Bahkan yang lebih menyebalkan perasaan itu lebih lebih dalam lagi. Sesuatu yang seharusnya tak terjadi setelah ia mengetahui bahwa Eunhyuk kini telah bersama wanita lain disisinya..

“Kim So Eun!”

Ini gila.. kenapa hatinya terikat penuh kepada Eunhyuk selama dua tahun ini. berapa kali ia mencoba menghapus dan melupakan Eunhyuk. Tapi menyebalkan, perasaan itu terus datang dan datang, besar dan membesar…

“Kim So Eun!”

!!!

Soeun sedikit mengeluh merasakan sesuatu mendarat mulut dikepalanya. Ia mengangkat wajahnya dan menemukan sebuah kapur yang terletak diatas mejanya. Entah melayang darimana, oh.. seharusnya dari depan bukan?

“Kenapa kau melamun dikelasku..” wanita itu mengomel. Soeun menghembuskan nafasnya.

“Itu-“

“Silahkan belajar diluar kelas sampai pelajaran ini selesai!”

Terdengar beberapa tawa yang tertahan dari beberapa pihak yang merasa diuntungkan. Soeun berdecak pelan, ia menganggukkan kepala dan meraih tasnya. Setelah memberi penghormatan Soeun meninggalkan kelasnya.

()

Soeun menghentikan langkahnya di sungai Han. Ia meletakkan tasnya diatas bangku yang ada disana dan berjalan lebih mendekati sungai. Ia kemudian menunduk untuk dan menatap aliran sungai.

“Seandainya ibu masih ada ibu pasti akan mendengarku. Lalu ibu akan membantuku mencari jalan keluar dari masalahku. Bukankah begitu, ibu?” gumam Soeun pelan. Soeun menghembuskan nafasnya dan menutup kedua matanya. Berharap menemukan ketenangan.

“Kau disini?”

Soeun membuka matanya ketika mendengar seruan seseorang. Ia segera menoleh kebelakang.

“Seonsaengnim~”

Donghae tersenyum kecil sambil bergerak mendekati Soeun. “Panggilan itu sepertinya melekat baik pada dirimu. Aku benar-benar tak suka dipanggil begitu..” ucap Donghae terdengar datar. Soeun tersenyum sedikit malu.

“Maaf, aku sedikit terbiasa..”

“Apa setiap hari kau datang kemari untuk bolos?” Tanya Donghae mengalihkan pembicaraan. Matanya menatap lurus hamparan sungai dihadapannya. Soeun menggeleng lesu.

“Tidak, ini yang pertama setelah hari terakhir itu..” ucap Soeun lesu. “Dan.. kenapa aku selalu bertemu denganmu ketika aku berada disini?” Soeun balas bertanya dan menoleh. Donghae sedikit tersenyum, pandangannya masih setia menatap kedepan sana.

“Entah, aku datang setiap kali aku merasa bosan dan entah kenapa disaat itu aku bertemu denganmu. Mungkin memang ditakdirkan begitu…” ucap Donghae sambil sedikit tertawa. Soeun malah menoleh padanya.

“Takdir?” tanyanya bingung. Kali ini Donghae menoleh padanya.

“Kenapa? kau tak percaya takdir?” Tanya Donghae. Soeun sedikit kaget, lalu menggeleng.

“B-Bukan.. justru aku percaya..” ucapnya kemudian. Donghae sedikit tertawa.

“Tidak ada yang sia-sia didunia ini. setiap kehidupan, kematian, pertemuan, perpisahan, apapun… semuanya pasti telah terencana dan saling terkait satu sama lain..” kata Donghae kemudian. Soeun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Aku juga selalu berfikir begitu…” ucap Soeun.

“Eunhyuk adalah salah satu orang yang kutahu tidak akan percaya hal ini..” ucap Donghae lirih. Soeun menoleh padanya.

“Eunhyuk?” Tanya Soeun. Donghae kembali tersenyum dan menatap padanya.

“Apa kau percaya kalau kubilang bahwa aku ditakdirkan untuk dapat memahami apapun yang kau fikirkan?” Tanya Donghae pelan. Soeun tampak sedikit kaget, lalu berdecak pelan dan mengalihkan perhatiannya.

“Apa mungkin takdir bisa merubah segalanya? Perasaan cinta misalnya?” Tanya Soeun balik. Donghae lagi-lagi tersenyum.

“Maka kalau aku tahu, mungkin aku bisa menjawab misteri takdirku sendiri..” sahut Donghae lagi. Soeun menoleh padanya.

“Maksudmu?”

“Kadang takdir begitu menyebalkan ketika kau menemukan fakta bahwa kau mencintai seseorang yang tak melihatmu, bukankah itu yang kau rasakan? Aku merasakan hal yang sama denganmu. Merasakannya padamu…”

Soeun benar-benar kaget mendengar ucapan Donghae. Ia sungguh tak mempercayainya. Tapi ketika ia terus menatap dalam mata Donghae. Pada akhirnya ia menyadari bahwa ini memang bisa saja terjadi, dan nyatanya sepertinya terjadi..

()

Eunhyuk menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal melewati jembatan besar yang membelah sungai Han. Raut senang terlihat diwajahnya ketika mengingat ia akan menjemput Jina. Dua bulan lamanya ia tak bertemu gadis itu dengan keadaan janji mereka yang tak terselesaikan. Ini benar-benar membuat Eunhyuk tak sabar.

Eunhyuk sedikit tersenyum sambil kembali menatap kedepan. Merasa sedikit bosan ia akhirnya menghidupkan audio mobilnya. Berusaha mendapatkan perasaan yang sempurna untuk hari ini.

Lagu khas nuansa musim panas terdengar dari audionya. Eunhyuk tersenyum dan kembali memfokuskan pandangannya kedepan. Namun tiba-tiba saja sesuatu menarik perhatiaannya.

Soeun dan Donghae?

Eunhyuk reflek menghentikan laju mobilnya ketika tak sengaja melihat Soeun dan Donghae tampak berjalan dari dekat taman yang terletak disalah satu sisi Sungai Han. Apa yang mereka berdua lakukan? Dan.. bukankah seharusnya Soeun berada di sekolahnya jam segini?

()

“Jadi kau mau langsung ke kafe bersamaku?” Tanya Donghae pada Soeun yang berjalan didekatnya. Soeun tampak menganggukkan kepalanya.

“Begitulah.. aku tak mungkin kembali kesekolah..” ucap Soeun.

“Baiklah. Lagipula hari ini memang ada begitu banyak kesibukan di kafe. Mungkin kau bisa membantu..” ucap Donghae.

“Siap, bos..” ucap Soeun sambil memberikan hormat untuk Donghae. Donghae tersenyum, lalu ia jalan beberapa langkah dari Soeun. ia meraih pintu mobilnya dan membukakan untuk Soeun.

“Masuklah..”

“Sebagai karyawanmu aku jadi malu..” ucap Soeun sambil tersenyum. Donghae hanya balas tersenyum padanya sambil mengedikan kepalanya untuk menyuruh Soeun masuk. Soeun mengangguk dan memasuki mobil.

Donghae tersenyum sambil menutup kembali pintu mobilnya. Ia berjalan kebelakang mobil untuk berputar kearah kiri. Disaat itu ia menyadari sesuatu dari mobil yang berdiri dibelakangnya. Donghae tersenyum diam-diam.

Klek!

“Jadi kita langsung kekafe?” Tanya Donghae setelah duduk didepan kemudi. Soeun mengangguk dengan semangat. Donghae tersenyum dan menatapnya. “Tapi sebelum kesana, pastikan dulu keamananmu…” ucap Donghae sambil sedikit bergerak mendekati Soeun. Donghae meraih sabuk pengaman dari sisi kanan Soeun dan memasangkannya disisi kiri Soeun. Membuat Soeun cukup canggung karena menyadari bahwa tadi mereka cukup dekat.

“Kita pergi?” Tanya Donghae sambil tersenyum. Ia mulai membawa mobilnya melaju meninggalkan tempat itu.

()

“Cium-an?”

Eunhyuk benar-benar kaget dengan apa yang dilihatnya. Ia tak menyangka bahwa Donghae dan Soeun sudah sampai sedekat itu. kenapa ia benar-benar tidak tahu?

Eunhyuk menghidupkan mesinnya kembali dan berniat mengejar mobil Donghae tadi. Namun ia baru ingat kalau ia bahkan masih memiliki janji pada Jina. Eunhyuk berdecak, lalu pada akhirnya tetap membawa mobilnya kearah bandara. Eunhyuk berfikir Soeun akan baik-baik saja dan Eunhyuk bisa menanyainya nanti ketika Soeun sudah pulang.

()

“Eunhyuk-ah!”

Jina sedikit berlari kearah Eunhyuk ketika ia berhasil menemukan Eunhyuk. Ia tampak begitu bahagia ketika berhasil menemukan Eunhyuk. Sementara Eunhyuk yang tampak sedikit melamun memberikan senyuman kecilnya pada gadis itu.

“Hey, kau tak senang aku kembali?” Tanya Jina sambil tersenyum pada Eunhyuk. Eunhyuk balas tersenyum.

“Tentu saja aku senang..” sahutnya singkat.

“Tapi ekspresimu terlihat tak begitu senang…” kata Jina lagi. Eunhyuk tampak lebih tersenyum.

“Apa aku perlu teriak-teriak agar semua orang menganggapku orang gila untuk membuktikan padamu bahwa aku senang?”

“Kalau kau bersedia..” laden Jina pendek. “Oiya, kau lama menunggu?” Tanya Jina.

“Tidak juga..” sahut Eunhyuk singkat sambil meraih koper milik Jina. Ia kembali menatap Jina. “Kau tahukan aku sudah terbiasa menunggu jawabanmu sebelumnya? Jadi aku sudah terbiasa..” katanya kemudian. Jina tampak hanya tersenyum tipis.

“Ayolah..” kata Eunhyuk sambil mengulurkan tangannya pada Jina. Jina tersenyum dan menerimanya. Keduanya kemudian meninggalkan tempat itu bersama.

()

“Ini dia beberapa sample minuman yang harus kau tunjukan pada mereka Soeun..”

Hyori tampak kembali menghampiri Soeun setelah ia kembali dari Pantry. Beberapa contoh Cofee, Milkshake, dan minuman lain terlihat ditangannya. Ia meletakkan minuman-minuman itu kehadapan Soeun.

“Kau harus pastikan bahwa mereka dapat memahami penjelasanmu. Dengan begitu mereka mau bekerjasama dengan kita..” tambah Hyori. Soeun tampak menganggukkan kepalanya.

“Aku sudah sangat mengerti minuman-minuman ini. Aku yakin aku bisa mempresentasikannya dengan baik pada mereka, Hyori..” sahut Soeun bersemangat. Hyori tersenyum.

“Baguslah, memang itu yang diharapkan. Kita harus berhasil membuat mereka mau bekerjasama dengan kita..” kata Hyori. Soeun tampak mengangguk.

“Pasti..”

“Baiklah.. ini pasti akan menjadi hebat..”

()

Eunhyuk membawa mobilnya melaju dengan kecepatan normal membelah jalanan Seoul. Diseat sampingnya, Jina tampak duduk dengan setia. Gadis itu tampak asyik memperhatikan jalanan yang mereka lalui.

Sementara itu fikiran Eunhyuk entah melayang kemana-mana. Soeun Donghae Soeun Donghae. Dua nama itu memenuhi otaknya. Menyebalkan bahkan mulai merasa menyesakkan ketika Eunhyuk terus memikirkannya.

Rasanya.. Eunhyuk benar-benar tak merelakan bahwa bahkan Donghae bisa dapat sedekat itu dengan dendam. Selain fakta bahwa Donghae hanya memamfaatkan Soeun perasaan lainnya hidup bersama perasaan cemas itu. Perasaan itu benar-benar lebih panas dan seakan membakar seluruh hatinya.

()

“Nona?”

Soeun sedikit tersentak ketika sopir dari mobil khusus kafe Donghae yang membawanya memanggilnya. Sepertinya Soeun tadi melamun sampai tak mendengar laki-laki tua itu terus memanggilnya.

“Eung, ya pak?” Tanya Soeun sedikit kikuk. Laki-laki tua itu tersenyum, lalu kembali menatap Soeun sejenak dari kaca yang ada dibagian depan.

“Jadi kita mau kemana, nona?” Tanya laki-laki itu lagi.

“Oh! Kita akan pergi ke gedung apartement di pusat kota..” sahut Soeun mulai tanggap lebih cepat. Laki-laki itu tampak menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, nona. Maaf telah mengganggu anda..”

“Eung, tidak juga..” kata Soeun dengan wajah sedikit malu.

()

Mobil Eunhyuk memasuki kawasan Apartement termewah di kota ini. Mobil itupun berhenti ditempat dimana mobil-mobil lainnya sudah berkumpul didekat gedung besar itu.

“Kau mau ikut masuk?” Tanya Jina sambil membuka safebelt-nya.

“Memang kau bisa membawa semua koper berat itu sendiri kedalam..” sahut Eunhyuk simple sambil tersenyum dan juga melepas safebeltnya. Jina tampak ikut tersenyum sambil mulai membuka pintu disampingnya. Keduanya keluar dari mobil dan mulai mengambil koper untuk dibawa masuk kedalam.

 

Lift masih digunakan, menyebabkan Eunhyuk dan Jina harus menunggu. Keduanya tampak berdiri didepan lift sambil sibuk dengan ponsel masing-masing.

Eunhyuk sedikit berdecak pelan ketika bayangan Soeun dan Donghae kembali melintas dalam benaknya ketika baru saja ia berusaha melupakannya. Ia melirik geleng hitam yang melingkar ditangan kirinya. Rasa menyebalkan itu kembali memenuhi fikiran dan perasaannya.

“Eunhyuk-ah, ayo!”

Eunhyuk mengangkat wajahnya ketika mendengar panggilan Jina. Ia kemudian menyusul gadis itu yang sudah masuk terlebih dahulu kedalam lift.

“Kau tak apa-apa, Eunhyuk? Kau benar-benar terlihat berbeda..” Tanya Jina setelah ia menekan tombol lift. Eunhyuk tampak menoleh padanya dan tersenyum.

“Aku tidak apa-apa..” sahutnya singkat.

“Lalu apa kau punya masalah?” Tanya Jina lagi. Eunhyuk tampak sedikit tersenyum miris namun ia tetap menggelengkan kepalanya.

“Tidak ada apa-apa. Jangan khawatir..” sahutnya singkat. Jina tampak menganggukkan kepalanya faham setelah jawaban Eunhyuk. Walaupun ia masih merasa cukup aneh dengan sikap Eunhyuk.

()

“Apa saya perlu membantu anda membawa semua itu kedalam nona?” lelaki separuh baya itu kembali bertanya kepada Soeun ketika Soeun terlihat sibuk menyiapkan semua yang akan dibawanya. Soeun mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki setengah baya itu sambil tersenyum.

“Tidak usah.. tidak perlu bapak..” ucap Soeun ceria. Laki-laki tua itu menganggukkan kepalanya.

“Ya sudah, berhati-hatilah didalam nona. Saya akan menunggu anda disini..” ucapnya lagi. Soeun menganggukkan kepala, lalu tangannya mulai terulur membuka pintu.

“Aku tak akan lama, bapak. Oiya, doakan aku berhasil ya..” kata Soeun sebelum benar-benar pergi. Laki-laki tua tersebut tersenyum dan mengangguk.

“Tentu nona..”

()

Donghae memasuki ruang latihan dance setelah ia baru saja bertukar pakaian. Didalam dilihatnya semua anggota dari tempat itu sudah berkumpul dan mulai melakukan beberapa gerakan. Semuanya, kecuali satu orang yang tidak terlihat sama sekali hari ini.

“Hyung, kau datang?” Taemin tampak menghentikan gerakannya sebentar dan melirik kearah Donghae. Donghae tampak sedikit tersenyum dan mendekat kearah rombongan.

“Apa kalian sudah lama?” Tanya Donghae.

“Tidak juga..” sahut Taemin sambil meraih handuknya untuk mengelap keringat yang membasahi wajahnya. “Hyung bukannya setiap hari senin tidak datang karena sibuk? Kenapa hari ini malah datang?” Tanya Taemin lagi.

“Oh, kebetulan pekerjaanku sudah kuselesaikan hari ini..” sahut Donghae seadanya. Sebenarnya Donghae memang tak pernah datang pada hari senin ketempat ini karena memang biasanya ia sibuk di kafe. Namun hari ini ia benar-benar ingin bertemu Eunhyuk untuk mendesaknya memberitahu Donghae masalah Yuri secara lebih jelas. Tapi nyatanya Donghae tak melihat ia pada hari ini. “Tapi.. kemana Eunhyuk?” Tanya Donghae setelah beberapa saat.

“Oh~ katanya ia tak bisa latihan karena harus menjemput seseorang ke bandara..” sahut Taemin sambil bergabung kembali kedalam barisan. Meninggalkan Donghae yang tampak masih berdiri ditempatnya memikirkan jawaban Taemin.

“Seseorang? Siapa?” gumamnya pada dirinya sendiri.

()

Eunhyuk menyeret koper terakhir Jina masuk kedalam apartemennya. Ia lalu mengalihkan perhatiannya keseisi apartement. Adalah untuk pertama kalinya bagi Eunhyuk memasuki apartement Jina walau ia sering mengantar Jina pulang.

“Duduklah dimanapun Eunhyuk-ah. Jangan terlihat seperti orang asing..” Jina tiba-tiba berseru dari dapur. Gadis itu tampak sudah menyiapkan minuman untuk Eunhyuk setelah ia selesai bertukar pakaian.

Eunhyuk tampak sedikit tersenyum, ia lalu menganggukkan kepala dan bergerak kearah sofa. Ia kemudian duduk disana sambil matanya terus memperhatikan seisi apartement.

“Apa ada laki-laki lain yang pernah kemari?” Tanya Eunhyuk begitu saja. Jina tampak tersenyum, ia lalu bergerak dari dapur dan membawa dua gelas minuman ditangannya. Ia meletakkan salah satunya dihadapan Eunhyuk.

“Tidak, kaulah yang pertama..”jawabnya setelah duduk disisi Eunhyuk. Eunhyuk terdengar sedikit tersenyum mendengarnya.

“Benarkah?” Tanya Eunhyuk sambil meraih minumannya sendiri. Jina tampak ikut tersenyum sambil meminum-minumannya sendiri. Sementara Eunhyuk hanya tersenyum menatap Jina tanpa meminum-minumannya. Jina yang canggung menghentikan minumnya.

“Yah? Kenapa menatapku seperti itu? apa kau tak suka minumannya?” Tanya jina sedikit heran. Eunhyuk sedikit tersenyum, ia meletakkan gelasnya kembali.

“Ada noda di bibirmu..” ucap Eunhyuk sambil mengulurkan tangannya kedekat wajah Jina. Jina awalnya tampak sedikit kaget, namun akhirnya ia membiarkan Eunhyuk menyentuh pinggir bibirnya. Membersihkan noda cokelat yg tertinggal disana.

“Kau hari ini bersikap terlalu manis dari biasanya..” kata Jina sambil menyentuh bekas sentuhan Eunhyuk setelah Eunhyuk menjauhkan tangannya. Eunhyuk tampak kembali tersenyum.

“Kau tak tahu kalau pria hanya berlaku manis kalau mereka menginginkan sesuatu?” Tanya Eunhyuk. Jina sedikit tertawa.

“Kau benar-benar..” ucapnya pelan. “Memang kau masih menunggu jawabanku?” Tanya Jina.

“Bukankah menurut perjanjian kita seharusnya begitu..” sahut Eunhyuk.

“Dengar aku..”

Jina tersenyum, tangannya terulur menggapai tangan Eunhyuk. Ia juga menggenggam tangan Eunhyuk dengan sedikit erat. Membuat Eunhyuk menoleh padanya.

“Kau… tak mencintaiku, Eunhyuk-ah. Kau seharusnya memikirkan lagi ini semua…” ucap Jina dengan pelan kepada Eunhyuk. Eunhyuk hanya menatapnya, sedikit bingung.

“Tak mencintaimu? Hey, dua tahun aku mengejarmu dan jawabanmu. Bagaimana mungkin itu tak mencukupi syarat untuk membuktikan padamu kalau aku mencintaimu..”

“Menyukai berbeda dengan mencintai Eunhyuk. Dan, Suka cinta serta ambisi tiga hal ini juga adalah hal yang berbeda..”

“Ambisi?”

“Aku hanya sebuah ambisi bagimu..” kata Jina kemudian. Eunhyuk tampak sedikit terpana, tampak sedikit tak mengerti. Namun tak lama, terlihat sebuah senyuman darinya.

“Jina-ssi, ada apa dengan semua ini? apa ini hanya cara untuk menolakku dengan maksud tak membuatku tersinggung. Apa menurutmu aku masih terlalu muda untuk mengerti semuanya?” Tanya Eunhyuk sedikit sinis. Jina tersenyum, lalu menggeleng.

“Ini bukan cara untuk menolakmu. Kalau boleh jujur, aku bahkan berharap kau benar-benar menyukaiku. Tapi pada nyatanya selama ini aku tak pernah menemukan semua itu..” kata Jina. “Ada oranglain dalam pandanganmu…”

“Orang lain?” Tanya Eunhyuk sedikit meninggi. Ia sungguh tak faham semua ini.

“Aku tak tahu siapa? Namun orang ini seseorang yang mungkin kau cintai..”

Eunhyuk terdiam, ia menghembuskan nafas dan mengalihkan perhatiannya. Nama Kim So Eun terang begitu saja dalam fikirannya. Apa wanita ini yang dimaksud Jina? Eunhyuk heran, ada apa dengan para wanita? Apa mereka dianugerahi hal-hal magic seperti ini? kenapa mereka dapat memikirkan dan melakukan apa yang bahkan tak pernah Eunhyuk bayangkan.

“Aku tak mencintainya… aku fikir, aku hanya kasihan padanya..” ucap Eunhyuk rendah.

“Kenapa kau langsung memikirkannya setelah aku menyebut semua ini? kau yakin perasaanmu hanya sebatas itu?”

“Jina-ssi..”

“Kenalilah perasaanmu lebih jauh, Eunhyuk-ah..”

“Heh..” Eunhyuk sedikit tersenyum sinis. “Ini benar-benar merepotkan. Bahkan kau terdengar lebih mengenal diriku daripada diriku sendiri..” ucap Eunhyuk.

“Kau bukannya tak mengenalnya. Kau tahu cara mengenalinya..”

“Lalu bagaimana cara mengenalinya?” Tanya Eunhyuk sambil beralih kembali pada Jina. “Selama ini aku yakin aku hanya kasihan padanya dan hanya mencintaimu. Tapi kenapa kau malah mengatakan hal ini disaat seperti ini?!” Tanya Eunhyuk dengan cepat. Kebingungannya membuatnya sedikit panik dan emosi.

“Cara apa yang kau punya?” Tanya Jina.

Entah seperti apa kata-kata itu terdengar ditelinga Eunhyuk. Hingga hal itu seperti dorongan baginya. Eunhyuk menarik Jina dekat padanya dan langsung menciumnya. Jina tampak tak begitu kaget, ia membiarkan Eunhyuk melakukan sesukanya.

()

Soeun berjalan dengan ceria menyusuri lorong apartement di lantai 18. Ditangannya tampak sebuah kertas yang tak bosan-bosannya diperhatikannya sejak tadi. Membuat senyumannya semakin terlihat betah diwajahnya.

“Donghae pasti senang ketika ia tahu aku berhasil..” ucapnya riang sambil lebih mempercepat langkahnya. “Ommo..”

Soeun tampak sedikit kaget ketika tiba-tiba kertas itu lepas dari pegangannya. Kertas yang massanya amat ringan itupun melayang jatuh kelantai. Terletak didepan sebuah ruang apartemen yang kebetulan pintunya sedikit terbuka.

“Ck, aku ceroboh sekali. Untung tidak hilang-“

Kalimat Soeun menggantung. Gadis yang baru saja kembali berdiri itu tiba-tiba saja terpana ketika ia melihat kedalam. Melihat sesuatu yang tanpa sengaja tertangkap oleh kedua indera penglihatannya melalui pintu yang sedikit terbuka.

Air mata Soeun jatuh begitu saja. Merasa tak tahan Soeun segera mengalihkan perhatiannya darisana dan segera meninggalkan tempat itu.

()

Laki-laki tua itu sudah terlihat begitu bosan menunggu. Berulang kali ia hampir tertidur karena terlalu bosan. Namun ia berusaha tetap bertahan dengan berusaha menahan kantuknya.

“Kenapa nona cantik lama sekali…” kata laki-laki tua tersebut sambil kembali melirik kearah pintu utama apartement. Namun masih juga tak terlihat tanda-tanda Soeun akan keluar. Ia sedikit meregangkan tubuhnya. “Akhirnya!”

Senyuman diwajah laki-laki itu terkembang ketika melihat sosok yang ditunggunya keluar. Namun senyuman itu tak bertahan lama setelah menyadari bahwa orang yang ditunggunya terlihat berbeda. Gadis itu menangis, ia bahkan tak berjalan kearah mobil ini. Ia malah berlari kearah lain.

“N-Nona?” Panggilnya sambil keluar dari mobil. “Nona!” ulangnya pada si gadis yang terus berlari menjauh. Pada akhirnya ia melihat gadis itu pergi menggunakan taksi.

“Apa yang terjadi?” Tanya laki-laki itu bingung. Ia segera kembali memasuki mobilnya.

()

Jina duduk tenang di bangkunya sambil menghembuskan nafasnya. Ia melirik seisi apartementnya yang baru saja terasa sepi setelah Eunhyuk meninggalkannya. Jina terdiam, perlahan ia menyentuh bibirnya. Ia mendecak pelan, lalu menyandarkan dirinya ke sofa.

#Flashback

3 bulan yang lalu..

“Jangan libatkan Kim Soeun!”

Jina menghentikan langkahnya yang baru saja hendak membuka pintu ketika mendengar seruan Eunhyuk. Jina sedikit bergerak dari tempatnya. Agak heran ketika menemukan Eunhyuk dengan seorang pemuda yang tak ia kenal namun berwajah tak cukup asing baginya. Keduanya terlibat pembicaraan yang serius.

“Kenapa aku tak boleh melibatkannya? Diakan bukan siapa-siapamu..” pemuda tersebut meladeni Eunhyuk dengan sedikit meremehkan. Wajah Eunhyuk terlihat lebih kesal.

“Semuanya sudah jelas karena Soeun sama sekali tidak mengetahui apa-apa mengenai masalah kita dimasa lalu..” ucap Eunhyuk dingin. Pemuda itu lagi-lagi tersenyum.

“Aku tak pernah menyebut masa lalu. Tapi kenapa kau terus menyebut ini?”

“YA LEE DONGHAE!”

“Aku menyukai Kim Soeun, hyukjae. Seperti katamu, ayo lupakan masa lalu dan hidup dengan damai. Biarkan aku bersama Soeun..”

“Kau gila? TIDAK AKAN!”

Dengan sedikit tergesa-gesa Jina berlari memasuki bar yang sudah sepi tersebut. Ketika ia sampai, beberapa pelayan tampak menyambutnya. Pelayan itu membawanya mendekat kearah salah satu meja dimana terlihat seorang laki-laki tengah mabuk berat disana.

“Eunhyuk-ah..” ucap Jina sambil berusaha membantu Eunhyuk untuk bangun. Eunhyuk ampak bereaksi, ia mencoba untuk bangun walau dengan sedikit lemah. Ia menengadah dan menatap Jina.

“Brengsek itu kembali, apa yang harus aku lakukan?” Tanya Eunhyuk tiba-tiba dengan muka bingung. Wajahnya terlihat bingung bahkan terlihat hampir menangis. Persis seperti anak kecil. “Dia ingin menyentuh Kim Soeun-ku. Dia seharusnya tak boleh seperti itu. Kim Soeun-ku adalah gadis yang malang, ia terlalu banyak menderita. Bagaimana mungkin ia membawa gadis seperti itu dalam permainan gila ini?” Tanya Eunhyuk benar-benar putus asa.

#Endflashback

Jina memejamkan matanya. Tangannya menyentuh kepalanya yang terus menjadi sakit ketika ia memikirkanya.

#Flashback

Eunhyuk melepaskan ciuman mereka tadi. Keduanya saling menjauhkan diri dan saling bertatapan. Bahkan tatapan Eunhyuk terlihat berbeda.

“Kenapa? Apa yang kau rasakan, Eunhyuk?” Tanya Jina. Eunhyuk tak menyahut. Ia hanya terdiam sambil mengalihkan perhatiannya

#Endflashback

()

Eunhyuk berjalan dengan sedikit cepat mencapai mobilnya. Sebuah hal yang hebat terbayang dari wajahnya yang tampan. Sesuatu yang benar-benar mengagumkan dari ekspresi apapun yang pernah ia tunjukan sebelumnya.

“Aku jatuh cinta padanya? tak dapat dipercaya..” gumam Eunhyuk pelan. Tangannya mulai terulur untuk membuka pintu, setelah itu memasukinya.

Eunhyuk lagi-lagi menghembuskan nafasnya. Ia menyurutkan niatnya untuk segera menghidupkan mesin dan membawa mobilnya menjauh. Ia malah menggerakkan tangannya yang terulur dan menatap benda yang ada disana. Ingatannya kembali kebeberapa bulan yang lalu ketika ia membicarakan barang itu bersama Soeun.

“Jangan harap kau akan bisa. Buku ini, bukan buku biasa. asal kau tahu itu..”

“kata mereka anak kunci yg hilang itu mungkin akan menuntun aku pada jodohku nantinya”

“Huh, yang benar saja..” Eunhyuk tiba-tiba tersadar dan tertawa. Ia membuang jauh fikirannya tadi begitu saja. Namun pada akhirnya ia menatap mainan gelangnya kembali. “Aku tetap tak percaya semua kata-katamu. Tapi aku percaya, kau mungkin memang sudah lama berada dalam pandanganku ataupun bermain dalam fikiranku..”

()

“Kau mau pulang, hyung?”

Donghae mengalihkan perhatiannya kearah kanan ketika mendengar suara Taemin kembali menyapanya. Donghae tampak tersenyum dan menganggukkan kepala.

“Ya, ada sesuatu yang harus kuurus. Kau juga langsung pulang?” Tanya Donghae balik. Taemin mengangguk dengan semangat.

“Begitulah..” sahutnya. “Aku akan langsung menemui wanita yang kusukai..” katanya kemudian. Donghae tampak kembali mengembangkan senyuman.

“Kekasihmu?”

“Huh.. sayangnya belum. Dia belum menerimaku..” ucap Taemin mengeluh. Donghae menepuk pundak Taemin.

“Oleh sebab itu berusahalah..” ucap Donghae menyemangati. Taemin menganggukkan kepalanya dengan optimis.

Sexy, Free And Single Iam Ready to Bingo…

Donghae dan Taemin saling mengalihkan perhatian ketika mendengar bunyi ponsel. Donghae mencari ponselnya didalam tas yang sudah disandangnya. Ia melirik Taemin lagi sebelum mnjawabnya.

“Ya sudah, aku pulang duluan ya!” ucap Donghae pada Taemin. Taemin tampak menganggukkan kepalanya.

“Ya, berhati-hatilah hyung..”

Donghae tampak tersenyum. ia lalu membalikkan badan dan mulai menjawab panggilan yang diterimanya sambil meninggalkan ruangan itu.

“Yeobseyo..”

()

Taksi itu telah melaju setidaknya hampir satu jam dari tempat pelanggan ini memberhentikannya. Daritadi, taksi ini berputar tanpa arah, sama seperti alat penghitung harganya yang terus menunjukkan jumlah angka yang semakin besar. Namun, orang yang daritadi hanya duduk menangis ditempat duduk bagian belakangnya tak juga meminta berhenti ataupun menjelaskan kemana dia akan pergi. Karena daritadi gadis ini hanya menangis ketika ditanyai.

Gadis itu adalah Soeun. gadis yang saat ini masih juga tak bisa berhenti menangis walau sudah sejam lamanya ia menangis. Gadis yang bahkan tak juga mengerti, kenapa begitu meyakitkan baginya ketika tidak sengaja menemukan Eunhyuk bermesraan dengan wanita lain. Padahal dengan masih sadar Soeun bahkan mengingat bahwa Eunhyuk bukanlah siapa-siapa baginya. Tapi kenapa ia bahkan tak bisa berhenti menangis?

Drrt..

Ponselnya berbunyi untuk pertama kalinya. Awalnya Soeun berniat tak mengacuhkannya dan melanjutkan hal bodoh yang dilakukannya dengan terus menangis tanpa tahu mengapa. Namun getar ponsel yang panjang akhirnya membuat ia sedikit mengendalikan diri. Soeun pun mulai mencari-cari ponselnya.

Soeun sedikit menggigit bibirnya. Ia mulai menghapus air matanya dan berusaha menghentikan tangisnya ketika melihat nama Donghae terpampang dilayar ponselnya. Ia bahkan baru ingat sekarang bahwa ia meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Donghae pasti akan sangat marah padanya.

“Y-Yeobseyo?”

“Soeun kau dimana?” Terdengar suara Donghae yang bertanya padanya dengan sedikt mendesak, atau khawatir. “Young Ahjussi barusana menelfonku dan mengatakan bahwa kau tiba-tiba meninggalkannya begitu saja. Kenapa? Terjadi masalah?” Tanya Donghae lagi.

“T-Tidak..” sahut Soeun berusaha menahan suaranya. Tangannya yang lain kembali menghapus air matanya yang terus ingin jatuh.

“Kau kenapa? Kau.. menangis?” Tanya Donghae lagi-lagi.

“T-Tidak..” sahut Soeun kembali menahan suaranya. Entah kenapa air matanya semakin deras karena pertanyaan Donghae. Bodoh.

“Beritahu aku dimana dirimu..”

“Huh?”

“Kubilang beritahu aku dimana dirimu..”

Soeun mengalihkan perhatiannya. Melihat menuju keluar jendela. “A-Aku bahkan tidak tahu aku berada dimana..” ucap Soeun begitu saja. Terdengar helaan nafas Donghae.

“Dengan siapa kau disana?”

Soeun mengangkat wajahnya dan melirik sopir taksi yang tampak sedikit curi-curi pandang padanya. Ia lalu sedikit menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya dan mulai bertanya, “Tuan, bisakah anda memberitahuku dimana kita saat ini?”

()

Semuanya terjadi begitu cepat!!

“Eunhyuk sudah datang!!”

“Kau pasti akan tertawa ketika melihatnya..” Sungmin tampak sedikit tersenyum pada Ryeowook. Lalu ia mengulurkan sesuatu pada Eunhyuk.

“Ige Mwoya?” Eunhyuk tertawa sambil membaca beberapa lembar kertas yang diserahkan Sungmin padanya.

Eunhyuk menghentikan langkahnya. Ia memiringkan kepalanya sambil melirik sesosok gadis dihadapannya yang tampak sibuk memasukkan ratusan sampah kertas kedalam tong sampah yang dibawanya. Seperti sebuah aliran listrik, gadis-gadis itu tiba-tiba menoleh kebelakang dan langsung kaget ketika melihat Eunhyuk berdiri dibelakangnya.

“Tujuh april dua ribu sebelas. Eunhyuk hari ini pergi keperpustakaan sekolah. Aneh sekalikan? Biasannya dia tidak pernah keperpustakaan. Aku ingin tahu ia mau apa, tapi bel keburu berbunyi dan aku harus masuk. Aish, aku lewat didepannya, dan ketika aku meliriknya aku lihat dia menyentuh lagi bibirnya yg merah itu…”

Wajah gadis itu berubah merah ketika Eunhyuk tiba-tiba membaca kertas ditangannya. Ia berusaha merebut kertas itu dari Eunhyuk. Walau ia tahu tentu tak semudah itu melakukanya.

“Setelah aku baca semuanya, ternyata kau banyak sekali menyebut bibirku yg merah. Wae, kau paling menyukai bagian ini?”

“Aku tidak menyukaimu. Itu keliru, itu hanya lelucon. Semuanya sama sekali tidak benar. Kau percaya diri sekali…”

Dan entah kenapa, untuk selanjutnya. Membuat pipi itu memerah adalah salah satu kegemaran Eunhyuk.

“Kau mencariku?”

“Ng… kenapa kau.. selalu percaya diri begitu… kau sama sekali tidak benar… aku…”

“Lihat, bernafas saja kau sudah tidak bisa kalau aku didepanmu. Apa perlu kuberi nafas buatan?”

Eunhyuk dengan santainya mendekati gadis itu dan membuatnya tersudut kedinding. Rasa begitu puas dirasakannya ketika menemukan lagi-lagi wajah gadis itu memerah karena dirinya.

“A.. Apa yg kau lakukan? Menjauh sedikit…” dia berbicara dengan sangat gugup. Tapi hal itu malah membuat Eunhyuk berbuat sesukanya. Tangannya yang bebas mulai terangkat. Menyentuh gadis itu begitu saja. Membelai rambut serta kulit pipinya.

“Baiklah, mari kita mulai. Sekarang hanya ada kita kan? Hanya kau dan aku… kau tidak perlu malu mengakui semuanya padaku. Marhaebwa, bagaimana perasaanmu sebenarnya padaku. Sekarang, jangan fikirkan siapapun dan hanya mengakui saja. Kau, suka padakukan, hum?”

“Hya-“

“Sst..”

Eunhyuk semakin mendekatinya. Pada saat itu bahkan Eunhyuk dapat mencium aroma yang begitu wangi dari tubuh gadis manis itu. Aroma itu benar-benar.. memabukkannya.

“Kau menunggunya kukira..”

“Sama sekali Ti-“

Dan Eunhyuk tak akan pernah lupa disaat pertama bibirnya menyentuh bibir Soeun. Locker Room, pukul sebelas pagi. Dimana disaat itu tepat bunga-bunga Maehwa diluar sana bersemi dengan indahnya.

Dan dia.. unik…

“Hey, apa yang kau lakukan?”

“Tutup!”

“Apa?”

“Aku bilang tutup sebelum mereka datang!!”

“Kau gila? nekat sekali separah ini”

“Aku tidak ada pilihan lagi, aku tidak mau ditangkap. Huh(mengatur nafas), terima kasih atas bantuan dan tumpanganmu. Aku harus pergi sebelum mereka kembali. Sampai jumpa lain waktu…”

Dan tanpa diduga, gadis ini masuk semakin dalam kedalam hidupnya.

“Arrhhh…”

Eunhyuk kaget menabrak seseorang dan dengan cepat menangkap tubuhnya yg terlihat ingin jatuh. Masih belum habis kaget yg Eunhyuk rasakan akibat tabrakan, Eunhyuk semakin bertambah kaget melihat seseorang yg kini tengah ia tahan dengan memegang pinggangnya.

“Kau?!” keduanya reflek berseru dengan posisi sedekat itu.

Dan semakin dekat…

“Begini, ini sebenarnya bukan urusanku. Tapi yang ingin aku tanyakan adalah mengenai para penagih hutang yg mengejarmu. maksudku, sampai kapan kau bertahan dengan kondisi orang2 yg memburumu?”

Terus dekat…

“Maaf karena aku telah membuatmu terluka. Aku benar2 tidak bermaksud, apa begitu sakit?” tangan Soeun terulur menyentuh lembut pipi Eunhyuk. Membuat entah kenapa Eunhyuk tiba-tiba merasa disengat listrik. “Apa kita perlu kerumah sakit?” tanyanya lagi dengan begitu cemas.

“Hum, tidak apa2.. tidak terlalu sakit..”

Dan begitu dekat…

Eunhyuk menyambar kembali tangan Soeun yang baru saja berniat dijauhkan oleh pemiliknya. Ia lalu menggenggam tangan itu sedikit erat. Membuat pemiliknya menatap sedikit kaget padanya.

Eunhyuk kembali menatap mata Soeun. Merasa senang ketika melihat wajah itu kembali memerah. Hingga ia semakin mempererat gengaman tangannya ditangan Soeun. Dan tak habis disitu, ia mulai mendekatkan wajahnya sendiri kewajah Soeun. Membuat gadis itu gelisah.

“M-Mau Apa..”

Eunhyuk mengacuhkan pertanyaan Soeun dan terus membawa gadis itu semakin dekat padanya. gadis itu tampak hanya membeku dengan semua perbuatannya. Hingga memejamkan mata ketika nafas Eunhyuk sudah menyentuh lembut bibirnya.

Eunhyuk tersenyum kecil. Ketika bibir mereka akan bersentuhan Eunhyuk mulai merubah rencananya. Ia lebih memiringkan wajahnya hingga bibirnya kini berada disalah satu telinga Soeun.

“It’s April Fool, baby..”

Soeun langsung mendorongnya setelah itu.

Dan tanpa Eunhyuk sadari.. hari-harinya banyak dipenuhi oleh Soeun.

Soeun membuatnya kesal..

“APRIL FOOLS!!”

Seruan Soeun itu sukses membuat Eunhyuk terpana. Ia menatap tanpa reaksi Soeun yg kini tertawa keras didepannya. Eunhyuk menjauhkan tangannya, menatap kesal Yeoja yg tertawa puas dan semakin keras sambil menghapus air matanya.

“Aku tidak menyangka aku berhasil mengerjaimu. Hahaha, lucu sekali!!”

Soeun membuatnya marah..

“Dia datang bersamaku, jadi aku yang akan membawanya..”

“Ck, yang kena pukul adalah aku kenapa kau malah menanyainya? Kau benar2 tidak tahu apa2 tentang terima kasih sepertinya..”

Bahkan… Eunhyuk rela mengorbankan harta bahkan nyawa untuk Soeun..

“JANGAN KASAR PADA WANITA, BRENGSEK!!”

Eunhyuk meraih kerah baju laki-laki yang barusan ia lihat berbuat kasar pada Soeun. Eunhyuk lalu melayangkan pukulan yang begitu keras kepada laki-laki itu. Sukses membuat laki-laki itu melepaskan Soeun, hingga membuat Soeun terdorong hingga jatuh kelantai. Eunhyuk melirik Soeun sejenak, marah.. Eunhyuk benar-benar marah melihat ada darah yang keluar dari mulut gadis itu. ia bahkan juga menangis ketakutan.

“Kalian! Panggil bos kalian menghadapku. Aku benar2 bosan dengan semua ini. Katakan padanya kalau aku akan membayar semua utang keluarga Kim padanya. semuanya. Katakan padanya untuk menghitung semuanya dan menemuiku besok. KALIAN DENGAR HAH?!”

Eunhyuk ingin melindunginya…

“Kau baik2 saja?”

Rasanya seluruh darah Eunhyuk terhenti ketika tangan Soeun menggapainya. Hal yang lebih membuatnya sesak pada saat itu adalah bahwa gadis ini menangis sambil memeluknya. Rasanya benar-benar menyakitkan ketika mendengar tangisan Soeun memenuhi ruang pendengarannya.

“Tidak apa2. Mulai sekarang tidak ada lagi yang harus kau takutkan…”

Tangan Eunhyuk kemudian dengan begitu saja bergerak untuk balas memeluknya. Meyakinkannya bahwa pelukan Eunhyuk adalah satu-satunya tempat yang bisa ia percayai ketika hal ini terjadi lagi dilain hari.

…..

Ya, Eunhyuk dapat merasakan semua itu ketika bersama Soeun. Hanya Soeun.

()

“Terima kasih pak.. maaf karena telah merepotkan anda..” kata Donghae dengan sopan setelah membayar uang taksi. Ia kemudian memberikan penghormatannya sebelum laki-laki tua itu meninggalkan tempat itu.

Donghae mengalihkan perhatiannya. Dilihatnya Soeun masih berdiri ditempat tadi. Menatapnya dengan pandangan yang begitu nanar. Sesekali masih terdengar isakan keluar dari mulutnya yang mungil.

“Jelaskan padaku apa yang terjadi padamu. Kau benar-benar membuat semua orang cemas..” ucap Donghae sambil mendekati Soeun kembali. Gadis itu kembali seperti tadi. Hanya menjawabnya dengan sinar mata yang begitu nanar. Dimana mata itu masih meneteskan beberapa air dari dalamnya yang mengalir begitu saja. “Soeun..”

“Dari dulu orang bilang bahwa aku akan menjadi seorang anak kecil yang bodoh. Dan pada nyatanya karena cinta aku hanya akan menjadi seorang anak kecil yang bodoh..”

“Soeun..” gumam Donghae heran dan tak mengerti.

“Kenapa aku selalu hanya bisa melihatnya..” ucap Soeun kembali merasa tidak tahan. Ia berputar dan menoleh kepada Donghae. Ia menatap Donghae dengan matanya yang benar-benar menyiratkan lukanya. “Kenapa aku tak bisa beralih darinya?” Tanya Soeun lagi.

Donghae hanya terdiam, ia menatap mata Soeun setelah ucapan-ucapan tersebut. Gadis ini benar-benar terlihat down.

“Kalau kau ingin melupakannya, maka jangan melihat padanya..” ucap Donghae. Donghae maraih bahu Soeun untuk semakin mendekat padanya. Membuat gadis itu berada dalam pelukannya. “Melihatlah padaku, maka kupastikan kau tak akan pernah merasakan hal yang seperti ini lagi..” ucap Donghae kemudian.

“Donghae-“

“Apa aku memang harus memperjelas padamu agar kau mengerti maksud kenapa aku selalu berada disekitarmu?”

“Aku-“

“Aku menyukaimu..”

“Donghae-“

“Dari dulu aku mengerti bahwa kau mungkin tak akan pernah membalas perasaanku. Tapi untuk saat ini, aku beranikan melangkah lebih dekat padamu setelah kejadian ini. Berhenti didekatku ketika kau lelah dengan Eunhyuk, Soeun-ah. Aku akan selalu ada untukmu…”

“Aku akan selalu ada untukmu..”

Soeun terdiam dan membiarkan Donghae memeluknya. Membiarkan kebingungannya begitu saja menguasai perasaannya. Namun dalam hati ia memang menyadari bahwa hatinya lelah terus berharap pada Eunhyuk. Mungkin ini adalah saatnya ketika ia harus berhenti mengharapkan Eunhyuk.

()

Eunhyuk terpaku begitu saja. Matanya melirik tajam kearah dua orang yang masih tampak berpelukan diujung sana. Tak disangka niatnya yang awalnya ingin memutar jalan membuat harus melihat hal seperti ini. Melihat gadis yang daritadi bermain indah didalam fikirannya berdekatan dengan laki-laki yang paling dibencinya.

Shit, kenapa disaat hatinya mulai merasakan yakin akan perasaannya terhadapan Soeun disaat itu pula ia menyadari bahwa Donghae telah melangkah jauh didepannya

(To Be Continued>>)

 

61 Comments Add yours

  1. Irnawatyalwi mengatakan:

    Seprtix aq yg prtma Rcl ni, tpi blum bc dgn baik tpi uda g sbar ningalin jejak saking pgenx jd yg prtma, woow enhyuk makin bnci dgn donghae krn so eun, yes oppa hae mmg hrus lbh melangkah jauh u/ dptin sso, tpi pd akhrx pasti enhyuk-so eun akn br1x, kn mrka main castx. Aq jg suka ko pairngx hyuksso.

  2. Deshie Wookie mengatakan:

    Wuooooo akhirnya stelah sekian lama aku menunggu *nyanyi ala ridho* FF ini publish juga… Makin kesini makin tegang aja… Iyaaaaah itu knapa adegannya dibikin puyeng sndiri… Soeun ngejar Hyuk cuek, skrng nyesel kan Hyukjae….keyen lah pokoknya putri… Tetep Fighting!!! Semangaaaaatt

  3. Dhenanti mengatakan:

    Wakakak, diawal-awal nyesek tapi ada humornya yang bikin senyum-senyum sendiri liat tingkah TaeLli yang bener – bener buat aku senyum sampe ketawa, haha.
    Tapi ketika scenes beralih lagi kepada pemeran utama nyesek lagi, omona~ jadi pemeran utama tuh, kenapa selalu menyedihkan dan paling menyakitkan.
    Huh, kenapa jadi saling salah paham kaya begitu membuat readernya kesel kesel kesel kesel.
    Oh, ya. 1 part lagi selesai atau masih beberapa part lagi kak? Dan ada beberapa typo yang muncul discenes TaeLli saat Flashback dan beberapa discenes eunhyuk…

    Update soon.
    Ditunggu Part 10 nya. FIGHTING. Dan Black & White juga ditunggu next partnya.

  4. minmin_mizana mengatakan:

    Udah kangen ma ff ini akhirnya publish juga ^^
    Ada beberapa typo nama sulli jadi soeun pas taemin nembak sulli…
    Ini main cemburu2an terus, eunhyuk cemburu ma donghae, soeun cemburu ma jina…
    Taemin-sulli lucuuuuuuu…
    Donghae ga bener2 cinta kan ma sso? Dia cuma manfaatin sso aja? Mudah2an dia jadi suka beneran…
    Eunhyuk ayo berjuangkan cintamu
    Ditunggu kelanjutanya nenk putri

  5. aisyah kyubum mengatakan:

    huaaa

    kenpa mslah nya jdi ribet !!

    jina bijaksna bnget yah ?!!
    aku hrap eunhyuk segera ungkpin persaan pda sso !!

    hae oppa bkin bingung serius ga sich !!?

    putri d’tunggu selalu lnjutan nya n ff yg lain jga !!

  6. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wuuuaaaaa….

    Akhirnya dilanjuttt !!
    Salah 1 FF yg paling ditungg😀

    Cie….
    Eunhyuk udh mnyadari ne klw dia suka sma Soeun…
    Ehm,ayolho Eunhyuk Oppa,Donghae udh duluan kan…..

    Jina benar benar wanita yg dewasa…..😀😀

    jd penasaran lanjutannya kya’ gie !!
    Sungguh2 penasaran !?
    Update soon thor,dan lanjutan FF yg laen😀

  7. ticha_ mengatakan:

    DAEBAK!!!!
    Ga nyangka eunnie udah mulay lelah _😦
    Aduh,,,hyukppa kalah ama haeppa_
    Haeppa ga cma manfaatin eunniekan??
    Arg….itu knp hrz ciuman seh,,jd’a eunnie sakit haty😦
    Penasaraaan😦
    Daebak saeng
    Q tgg next part’a
    Laaaanjuuuut😀

  8. dhyanqueena mengatakan:

    Hyuksso…!!!
    kasih tau donk ma soeun kl emang cinta.. Semoga huuksso bersatu..
    Hmn.. Lanjut donk please ..🙂

  9. mun taryatia mengatakan:

    waah akhirnya setelah lama nungguin…ada kelanjutannya juga…kereen eunhyuk kalah langkah dari eunhyuk..beneran donghae suka onnie pa cuma termasuk balas dendamnya…putri cepet lanjut dah penasara..

  10. Kyusso shipper mengatakan:

    Huaaaaa seru ini ff favorit aku hyuksso :*

    masalahnya ribet bgt sih donghae serius apa cuman dendam sama hyuk sih???

    ditunggu ff selanjutnya aku udah lama nunggu ff ini :))))

  11. anastasia erna mengatakan:

    taemin ma sulli lucu…
    jadi makin ribet ya…
    beneran ga sih hae suka ma sso…
    atau cuma pura-pura buat bales eunhyuk…??????
    di tunggu lanjutannya ya…

  12. andri susilowati mengatakan:

    suka pas bagian flash back. haha
    ffnya keren thorrrr. entah knp di ff ini aku malah lbh suka sm hae, dy terlihat lbh bijaksana dn bertanggung jawab *di ff lain hae jg gtu dinkkkkk*🙂
    semoga aja hae gak memanfaatkan so eun…kkkk
    hyuk jae sudah sadar *sukaaaaaaaaaaa.
    ayooo kejar so eun dan rebut dia.

  13. Niniet mengatakan:

    huft… ni ff terlalu banget… bikin aku ketagihan baca……. ni jadinya ma siapa sih ?

  14. Rara mengatakan:

    Yak! Unni ini keren banget ga bisa berkata kata sumpaaaahh perfect ^^

  15. Dear Diyah mengatakan:

    Kasian So eun ,,
    Donghae serius g sih ma so eun ???
    Eunhyuk anggep z ni karma ea say …..
    kekeke

  16. Tikka mengatakan:

    Hyaa. ‘*teriak_gaje* akhirnya2 eunhyuk kau sadar akan perasaan’mu pda soeun. ? Wah, eonnie fF daebak ini🙂 gk tau mau komen apa lagi. !! Yang jelas makin Seru😀

  17. YeojaNiel mengatakan:

    Kyaaaaaa seru y ampun. Akhirnya eunhyuk sadar jg😄
    tp apa donghae serius??
    Part yang mantep bgt kak. Kumplit.
    Next part ditunggu

  18. Deborah sally mengatakan:

    Ih kasihan eonniku -_-
    rasain lu eunhyuk oppa hahaha. .
    Tidak ada ranting akar pun jadi. Tidak ada eunhyuk donghae pun jadi wkwkwk. .

    Lanjutkan part selanjutnya ya putri

  19. Kim Ha Byung mengatakan:

    Akhirnya di lanjut juga ff ini😀
    Huaaa gmna hubungan HyukSso????
    Sebenernya Donghae bener2 cinta engga sih sama sso????
    Di tunggu kelanjutanya…

  20. dyyyy mengatakan:

    kata2 donghae bikin cew klpek2….
    salah paham smua…..
    jd sso enak….g dpt eunyuk…..dpt si ikan…

  21. Cho Eun Hwa mengatakan:

    assaaa..
    cnta yg rumit..
    mkin ska jha nie ff..
    d saat hyuk sdar akn cnta.a, sso mlah mlai mlangkah mnuju hae..
    prmainan flashback ttg kjadian2.a hyuk mha sso, q ska bnget, kren jha gtu..
    hae bkin bngung, sbner.a dya bneran tow ngk sich?
    smga jha hae jtuh k psona.a sso..
    taemin n sulli, 2 rmaja yg sling jtuh cnta..
    waah, bkin ff.a lbih br.wrna.
    pkok.a kren dch..
    next chap qw tnggu..

  22. Anna mengatakan:

    Hayooo lhoo bkalan mkin rame nie prg urat syarf eunhae coz prsaingan trus brljnt,,sprtny donghae mulai kemakan permainan sndri n jth cnt jg ma soeun,pd akhrny soeun dihdpkn kpd dua plhn yg sulit cakeeepp,,dtggu lnjtny gomawo🙂

  23. Devi mengatakan:

    Daebak thor cerita’a aNd mNgharukN,,,,,,,,
    KsiaN ma eoNNie so euN sllu d sakiti ma oppa eNhyuk,,,,,,,
    PNsraN Nich ma kelaNjutN’a ap eoNNie so euN mNerima cNta doNghae aNd mlpkaN oppa eNhyuk,,,

    D tNg2u thor klaNjutN’a,,,,
    CmNguuuuut ,,;,🙂🙂🙂🙂

  24. rizky995apratiwi mengatakan:

    ceritanya menegang kali thor
    lanjuuuuut

  25. pipip mengatakan:

    Akirnya lnjutnnya ff ini kluar jg aku ska bnget ff yg ini ceritnya gk dpt dtebak
    Lnjutnnya jgn lma2 dooong, aku nunggu bnget nih

  26. Sso summer mengatakan:

    Yg jadi pertanyaan, Donghae memperlakukan Sso kayak gitu atas dasar apa? Aish, jgn sampe nyakitin Sso.. Tak goreng si ikan

  27. rida locket mengatakan:

    AYO unni, cepetan yha end nya udah gag sabar gmana eunhyuknya,,,
    kasihan my bias cemburu kkk….
    tpi haesso nya romantis loh..

  28. cutewhite mengatakan:

    Waduuuhh makin complicated deh nii ceritanya..
    Akhirnya setelah sekian lama hyuk bsa pastiin klo dia jatuh cinta sma sso..
    Adudu ni donghae beneran suka, simpati sma sso atau sso cuma dijadiin alat buat balas dendam k hyuk ni biingung (˙▿˙?)
    Perluuu next chapter nii thor ^^ ditungguuuuu

  29. Princess ice mengatakan:

    Andweee!!! Kenapa mesti TBC siy.. Akh ganggu aja😦
    omo!! Ini semua salah faham.. Ayolah hyukppa kamu harus ngerti!! Akh sumpah aq gregetan. Knpa ada aja yg nghalang *justru itu yg bkin rame kan.. Knpa gk pda saling jujur aja siy sbl0mnya?! Wal0pun haesso adlh slah stu fav aq tapi disini aq gk rella sso ama hae *mian haeppa~
    makin sini crtanya makin sedih mnrut aku. Pas cuplikan2 flashbacknya bener2 terharu..
    putri… Please jgn lama2 yah lanjutannya.. Jangan biarn rasa penasaranku berkepanjangan🙂😉
    kamu taw kalo “ini keren lh0!!”
    oke, fighting!!! ^_^

  30. AngelsKyuSsoLover mengatakan:

    Andaikan ff ini kyuSso , cocok gk? Pengen bget ada kyu di ff ini?

  31. vita_MVP mengatakan:

    uwaaa eonni… ><
    aku meresapi banget yg part ini hehehe
    ikut merasakan nyeseknya perasaan soeun sama eunhyuk ahhhh bener-bener bikin aku hampir mewek hehehehe
    keren keren keren, cuma tadi aku butuh beberapa menit untuk review part sebelumnya hehehe
    ciehhhh ni anak gaul berdua (red. taemin dan sulli) disempil-sempilin kisah cintanya, lucuuu banget😀
    donghae itu beneran suka gak sih eonni??? kok aku sangsi sendiri yahh.. terserah eonni deh, mau hyuksso atau haesso ngikut aja deh reader anda yang satu ini mehehehe
    ditunggu next part dan ff yang lain ya eonni …🙂

  32. veranicka mengatakan:

    Eunhyuk oppa kenapa kau baru menyadarinya?
    Kau terlambat satu langkah dari Donghae oppa.
    Donghae itu, benar2 suka sama Sso atau hanya untuk balas dendam?
    Taemin bener2 menyukai Sulli. Mereka lucu dan menggemaskan. Semoga kau (taemin) direstui Eunhyuk oppa. Taemin fighting !😀

  33. reizky mengatakan:

    waa…lanjut ya chingu. bagus banget. Itu coba kalau donghae cinta beneran sama So Eun. Wah pasti Eunhyuk tambah cemburu. jadi tambah menantang ceritanya..hehe

  34. yuniarti_noey mengatakan:

    dah lama ditunggu2 akhirnya keluar jg kelanjutannya
    sso sm eunhyuk aja ya jgn sm donghae🙂

  35. freedom kartini mengatakan:

    yaaaa ,akhirnya di post kan juga part 9 nya ,ceritanya mengharu -biru thor ,keren bgt pokoknya authornya is the best dah ,sampai bingung mau coment apa ,hyuk oppa lagi galau ,kacian baru nyadar klo cinta sama sso ..nanti sso nya sama siapa ya thor ?smga sso nya sama haeppa tp terserah sama authornya ..semangat terus thor di tggu lanjutannya …..ya?

  36. angelf mengatakan:

    akhirnya stlah ninggu lama dipost jga
    hyukppa udah sdar ya klo cinta ma ssoeonie
    haeppa jga suka sma ssoeonnie tpi brhrap bkan krena dendam
    pgen liat ssoeonie direbutin namja namja ganteng
    ditunggu next prtnya jhgan lama ya

  37. agustin ayu mengatakan:

    huuahh makin seru banget ceritanya ..
    Eunhyuk sihh ga peka-peka sama perasaan nya sendiri, giliran Sso eonni udah sakit aja baru deh nyadar sama perasaanya, ckckck
    #emosi sama eunhyuk
    di tunggu next partnya thor ..

  38. Elisa mengatakan:

    Yah author gak tahan pingin lgi d smbubg seneng si souen ma donghae tpi main cast a enyukh pasti souen sm enyukh kan author…he..he
    faighting author

  39. Choi Hye Mi mengatakan:

    Waaahh.. DAEBAK saeng FFmu, ga tw dsni Q ska bgt Klo eunhyuk udh sdar sm prs”nx k Soeun,,smga bsa Happy Ending, oia q readers bru..q bru mnat sma dunia per-FFan, Krna ngFans bgt sma Sso eonni jd mlai cri FF dngn Main Cast x dy,udh ubek2 mbh Google tp bxkn FF dngn Pairing Kim Bum,m”f bkn x ga ska cma Krang Sreg az,,Eeh dsni mlh nemu Castx sma Anggta SuJu,smph sneng bgt,, bca Fanficmu 2 brsa bc Novel dpet bgt Feelx.. Ok Semangat Saeng!! Bwt fanfic yg ok pux.. Hwaiting……!

  40. Choi Hye Mi mengatakan:

    Waaahh.. DAEBAK saeng FFmu, ga tw dsni Q ska bgt Klo eunhyuk udh sdar sm prs”nx k Soeun,,smga bsa Happy Ending, oia q readers bru..q bru mnat sma dunia per-FFan, Krna ngFans bgt sma Sso eonni jd mlai cri FF dngn Main Cast x dy,udh ubek2 mbh Google tp bxkn FF dngn Pairing Kim Bum,m”f bkn x ga ska cma Krang Sreg az,,Eeh dsni mlh nemu Castx sma Anggta SuJu,smph sneng bgt,, bca Fanficmu 2 brsa bc Novel dpet bgt Feelx.. Ok Semangat Saeng!! Bwt fanfic yg ok pux.. Hwaiting……! Cpet posting ffmu yg lain y?

  41. mayaulidhasso mengatakan:

    makin asik nih ceritanya…
    pas Hyukppa sadar kalo dia bner2 cinta sama Sso eonnie, eh Sso eonnie malah mau nyerah gitu
    dan Haeppa jg bilang suka lagi, bener2 suka atau cuma pengen balas dendam aja? ://
    mudah2 bner2 suka deh, biar makin seru persaingannya hehehe😉
    wahh..TaeLli lucu bgt … apalagi pas Taemin nyatain cinta..kyeopta😉
    Sedih aja liat Sso eonnie sampe nangis gitu :”(
    penasaran author sama part selanjutnya,
    Sso eonnie bakal sama siapa?? SoEunhuk atau HaeSso??😕
    dipost soon author🙂
    Keep spirit…FIGHTING!!!
    gomawo^^

  42. Yoona Eunnie mengatakan:

    Waaah..konflikx makin srius nih..seru..seru..seru..^_^
    Suka dgn sikap jina di part ini..dwasa bgt pdhal dia udh mlai mnyukai eunhyuk..
    Tp ksal dgn sikap unyuk yg suka nyakitin sso..drebut bnran sso itu ama hae bru tau rasa..moga aja hae emang bnran jtuh cinta ama sso n gk mmpermainkan sso biar unyuk tmbah cmburu..
    Slalu ngakak pas bca bgian diary sso..bibir merah unyuk..wkwkwk..kykx sso trobsesi bgt sm bibir unyuk..xD
    Yg sulli-taemin jg lucu..sullix sok2 jual mhal sm taemin pdhal suka..
    Ayo put,dlnjut next part..kykx bkalan tmbah seru..n jgn lupa klanjutan ff yg lainx jg expecially black n white..😀

  43. Kya kya kya.. DAEBAK bnget.!!!
    Aku suka ^^
    sesuai ma cerita yg ku inginkan, yaitu bkin Hyuk Cmburu. Kkkkk
    kan akhirnya EunHae jadi Rebutin SoEunie😀
    Untuk Ending Aku serahin yk Ma Author😉
    btw krmren aku Coment2 eh mlah nggk msuk, hhhm #HPError deh kynya😐

  44. noni eka s mengatakan:

    fix,eunhyuk cinta nya sama soeun!😀 donghae itu sebenernya sayang beneran gak sih sama soeun? kasian soeun sedikit salah paham. aaaaaa~mau baca lanjutannya.😀😀

  45. Ny.LeeKimPark mengatakan:

    makasi thir udah dilanjutin. next chapter dong. buatin happy ending ya ^^

  46. haekyusso mengatakan:

    Akhir y k lnjtn y d post jg,,,🙂
    Deabakkk,,,,!!! crt y thour,,,,Jd pnsrn hbngn antra Hyuk-Sso-Hae???
    D tunggu next part dan ff yg lain,,,😀
    *HWAITING*
    \(^_^)/*

  47. NiaRania Aprilliani mengatakan:

    aduh telat baca ni,, mau link dari part i dong thor,, seru ceritanya,,hhe

  48. SHANE mengatakan:

    yeah..sian lama sian seru ajo ni epep.
    hyukie br menyadari skg cintanya ma sso.uhuyy🙂🙂
    sebenarnya hae beneran suka nga c ma sso ? bukan cm sekedar alasan mau balas demdam ma hyukkan??

    kyaaa taelli couple bener2 bikin gemesss…happy lhat usha taemin buat mendapatkan pujaanyyaa (sulli),,xixi ampe jd pelath ballet sgala….ni couple sesuatu dahh..
    tingaal menunggu restu ni dr c abang hyukie😉😉

    next2

    keep smile n cemungudth to author na🙂
    semoga slalu mendapatkan inspirasi apalagi epep kyusso yo.
    reader ngerasa akhir2 ini si putri macet inspirasi ma epep kyusso .
    entr dapt kiriman lope – lope dr bang encung😉😉

    fighting yo🙂

  49. Safriyanti mengatakan:

    Seru2,,,,,,
    aq suka,,,
    put aq pngen nte,a sso lebih dkat dng donghae biar enhyuk mrsa khlngan sso,,,,
    kyak,a donghae bner2 ska to ma sso,,,,,,
    cpat d post part slnjut,a y,,,,
    gk sbar ngu,a,,,,,

  50. novitamie mengatakan:

    Kisah cinta yang menarik . Dibeberapa part belakangan ini, berasa banget feel-nya .
    Jadi makin cinta sama author😉 semangat ya thor nulisnya, semoga inspirasinya ngalir terus🙂

  51. Dina_zoey mengatakan:

    aduh tmbah puyeng konflikx, bru nyadar kan hyuk stlh sso berpaling dari u..kykx donghae blm suka ma sso tapi ntar suka ma sso, bru dech hati yg akan memilih antara 2 cinta…

    terserah ja dech sso ma siapa yg penting happy ending…;-)

  52. Stny Lee mengatakan:

    Aku sneng sma karaktr hyukppa dsni yg bandel2 gitu(?)ya emang sih ga jauh beda ma yg d CITD cuma beda nya ga pke bunuh2an#agak ngeri ya ngetiknya
    krna d sni hyukppa trlihat lebih malu2 bwt nyatain cinta ma SOEUN-nya yg bkin aku gemez(?)
    bca FF tentang hyukppa ini sdikit bkin swasana hati aku baikan,,krna scndl hyukppa kmarn smpt bkin aku down#curcol abis
    sbnr nya dh lma aku pngn bngt komen,,cuma aku bru brani(?) bkin e-mail
    Hai kak,,kta ktmu lgi byar pun ga scara langsung🙂
    sblum nya aku dh komen ,,mungkin krn trlalu brsmangt(?) ngetik nya eeeh blom ke krm mlh udh ke Off#curcol
    Ok.d tung’u nex part slanjut nya ya Kak ..mudah2an msih buln ini#maksa dan mian ya Kak komen nya kbnykn#komen nya dikit mlh curcol yg bnyk
    (smoga kak putri ga tidur bca nya.krna kpanjangn)MKSIH kak Putri

  53. dhyanqueena mengatakan:

    Ayo Hyukie… tunjukkan kl kmu juga cinta sm Eunie,,,.

  54. hyeonbinkkoming69 mengatakan:

    Makin tegang! Eunhyuk ah fighting fighting.
    Kalo hae nganggur lempar aja ke aku thor ahaha

  55. elvin mengatakan:

    wah keren bnget,kayakx ad cinta segitiga nih .
    aku tggu part slanjutx author! ^^

  56. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaa…. Semakin menarikkkk….
    Lanjutttttt .͡▹​

  57. geill mengatakan:

    Waaaaaaaaa…… Makin seruuuuuu ajaaaaaa….
    Feelnya bnr2 kerasa bgt, kyk nonton drama korea sungguhan dgn main castnya so eun-eunhyuk-donghae….daebakkkkkk….
    Author emang top bisssssssss….top…top..
    Mending q langsung ke part terakhirnya aja deh…
    Gomawo ^_^

  58. kim Ra rA mengatakan:

    Aissss keduanya harus melihat hal yang membuat mereka sakit…
    padahal hyuk cuma sedang membuktikan dan meyakinkan perasaannya yang jelas dia simpan untuk Sso
    padahal hae cuma ingin hyuk salah paham dan pelukan itu entahlah apa hae benar benar memiliki perasaan itu untuk Sso.?

  59. lavender mengatakan:

    dri part ke part ceritanya slalu oke,,

  60. Rani Annisarura mengatakan:

    ceritanya nih pada cemburu-cemburuan nih antara eunhyuk & so eun….

    Eunhyuk nih pura-pura nggak mau aja waktu so eun ngejar dia,, tapi sekarang malah kembalikannya….

    Semangat buat donghae untuk mendapatkan so eun,, supaya bisa balas dendam ke eunhyuk….

    Penasaran endingnya sama siapa so eun???

  61. margaretha mengatakan:

    baguss🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s