~Fated!! Part10 (Way For Sure) – Ending~


fated10

Fated!! Part10 (Way For Sure)|PrincessClouds|Teen, Romance, Friendship, Family|Kim So Eun, Super Junior Eunhyuk, Super Junior Donghae, Choi Jina, F(x) Sulli, Super Junior Sungmin, Super Junior Ryeowook, SHINee Taemin, After School Uee, SNSD Yuri And others

Summary: Untuk terakhir kali, berhenti dan kita selesaikan disini…

Warning: Typo(s)

 

Eunhyuk memasuki rumahnya dengan langkah yang sedikit gotai. Rasa lelah menyerang semua persendiannya. Rasanya Eunhyuk ingin segera mengistirahatkan dirinya di kamarnya. Kalau saja ia tak ingat kalau masih ada masalah besar yang membuatnya tak bisa walau hanya berasantai dikamarnya.

Dan masalah besar itu adalah Lee Donghae. Apa yang dilihatnya hari ini benar-benar membuat Eunhyuk tidak bisa tenang. Apa yang direncanakan saat ini dengan mendekati Soeun? Apakah mereka berdua memang sudah mempunyai hubungan yang special mengingat Soeun begitu mengagumi Donghae. Lalu.. seberapa dekat mereka saat ini? Arhh, memikirkan ini benar-benar membuat Eunhyuk frustasi.

“Oppa, kau sudah pulang?” Tiba-tiba Sulli datang dari kamarnya. Ia bergabung duduk didekat Eunhyuk. Eunhyuk menoleh sesaat padanya.

“Ya, seperti yang kau lihat..” sahutnya pelan.

“Kenapa kau lesu sekali..” ucap Sulli sedikit mengomel. Eunhyuk tak menyahutinya, ia memilih mengotak-atik ponselnya. Mencoba mengalihkan fikirannya dari rasa khawatir yang dirasakannya. Sementara itu Sulli masih duduk disampingnya, tampak ragu-ragu kembali bersuara. “Eung.. oppa, apakah Taemin sudah menemuimu?” Tanya Sulli ragu-ragu.

“Menemui untuk apa?” Tanya Eunhyuk balik tanpa menoleh.

“Eung, untuk apa saja..” sahut Sulli. Namun ia mengundurkan niatnya ketika Eunhyuk tiba-tiba mengalihkan perhatiannya kembali pada Sulli. “Eung, aku hanya bertanya. Tak usah terlalu difikirkan..” kata Sulli canggung. Sulli kemudian bangkit dari tempat duduknya dan kembali kearah kamarnya.

“Dia sepertinya hanya banyak bicara. Ck, berharap sekali aku dia akan berani menemui Eunhyuk oppa” omel Sulli pelan sambil menaiki tangga.

Sementara itu Eunhyuk mengalihkan perhatiannya kearah jam dinding yang terletak diruangan itu sepeninggalan Sulli. Eunhyuk kembali mendesah sambil meletakkan ponselnya kembali keatas meja.

“Apa yang mereka lakukan diluar sana?”

 ()

“Kau yakin akan pulang sekarang?” Tanya Donghae untuk kesekian kalinya sambil terus mengemudikan mobilnya. Pandangannya sejenak beralih pada sosok yang duduk disampingnya. “Bukankah sebaiknya kau menenangkan diri dulu. Bagaimana kalau orang dirumahmu curiga?”

Soeun tampak menghela nafas. Ia mengalihkan perhatiannya pada Donghae. “Aku sudah baik-baik saja. Lagipula mereka pasti akan mencemaskanku..”

Donghae hanya tampak sedikit menghela nafas sambil kembali memfokuskan dirinya kejalan didepannya. “Kau terlihat tak terlalu baik. Menurutku kau seharusnya menenangkan dirimu terlebih dahulu..” gumamnya pelan.

“Jangan cemas, aku sudah tidak apa-apa. Sungguh..” ucap Soeun sambil berusaha tersenyum pada Donghae. Donghae hanya menatapnya sejenak, sebelum akhirnya kembali fokus kejalan.

()

Suara mesin mobil mau tak mau membangunkan Eunhyuk dari tidurnya. Pemuda itu langsung duduk dan menatap jam dinding yang menggantung disudut ruangan. Lalu ia segera bangkit dari tempatnya tadi tertidur menuju kedekat jendela.

Eunhyuk menyingkap sedikit gorden jendela untuk mengintip keluar sana. Diluar rumah dilihatnya sebuah mobil berwarna biru terparkir. Yang Eunhyuk begitu ingat bahwa mobil itu adalah milik salah satu rekan klub dancenya. Tepatnya milik Donghae.

Eunhyuk menunggu sedikit was-was hingga pintu mobil sebelah kanan keluar. Menampakkan seorang gadis yang semenjak tadi secara kurang ajar mengacak-acak mood dan fikirannya. Diluar sana Eunhyuk melihat gadis itu tersenyum, sambil melambaikan tangan pada seseorang yang berada didalam mobil. Hal itu ia lakukan sampai mobil itu mulai kembali meninggalkan tempat itu. Dan disaat itu Eunhyuk bergerak dari sana dan kembali duduk disofa. Tangannya meraih remote untuk menghidupkan TV.

Klek!

Eunhyuk sedikit menghela nafas mendengar suara pintu terbuka. Tak lama ia mendengar suara langkah yang pelan mengetuk lantai. Terhitung perlahan mendekat kearahnya. Eunhyuk mulai mengalihkan perhatiannya dari TV. Matanya langsung menangkap pandangan mata Soeun yang terlihat begitu mendung.

“Oh, hay Eunhyuk, kau sudah dirumah?” sapa Soeun terdengar kaku. Ia tampak berusaha tersenyum pada Eunhyuk. Eunhyuk balas tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

“Begitulah, kau.. baru pulang bekerja?” Tanya Eunhyuk entah kenapa ikut merasa canggung. Soeun kembali tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

“Ya, begitulah…”

Keduanya terdiam, masih larut dalam fikiran masing-masing. Suara TV dan jarum jam mendominasi begitu saja.

“Eung, aku kira mungkin sebaiknya aku ke kamar. Hari ini begitu melelahkan, aku kekamarku ya, Eunhyuk..” ucap Soeun tiba-tiba memecah keheningan. Eunhyuk kembali mengalihkan perhatiannya pada Soeun. Ada sebuah perasaan berbeda ketika Eunhyuk menatap mata itu pada saat ini. Yang sayangnya Eunhyuk tak dapat membaca lebih jauh akibat gadis itu segera mengalihkan perhatian darinya. Soeun kemudian mulai melewatinya dan berjalan ke kamarnya.

Eunhyuk menghembuskan nafasnya. Ia kembali mendudukkan dirinya ke sofa. Decakan terdengar pelan dari mulutnya.

“Aku benar-benar mulai terlihat seperti orang bodoh dihadapannya. Ck, ini semua benar-benar membuatku gila…”

()

Soeun menutup kembali pintu kamarnya setelah ia memasukinya. Soeun menarik nafasnya panjang sambil bersandar pada pintu. Tangannya merasakan jantungnya yang benar-benar gelisah ketika kembali bertemu dengan Eunhyuk setelah apa yang ia lihat di Apartement siang tadi.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumamnya pelan. Soeun mulai bergerak dari pintu kearah tempat tidurnya. Matanya beralih pada pigura yang terletak di meja nakasnya. Pigura Soeun dan ayahnya. “Ayah, cepat datang dan jemput aku. Aku benar-benar tak bisa bertahan lebih lama dengan keadaan seperti ini..” ucapnya lirih. Soeun menarik nafas dan memegangi kepalanya. Semua ini benar-benar membuatnya bingung dan tak tahu harus bagaimana.

()

#Flashback

Donghae menghembuskan nafasnya sambil membuka sedikit kasar dasi yang melilit leher kemejanya. Siswa Shinwa yang tergolong pintar tersebut kemudian berjalan menuju kelasnya. Berniat mengambil tasnya dan pulang.

“Aku benar-benar tidak tahan..”

Suara isakan itu membuat ia menghentikan langkahnya. Donghae melirik sebuah kelas yang berada di koridor yang mengantarkannya menuju kelasnya sendiri. Keyakinan bahwa ia mengenal suara tersebut membuat ia berjalan pelan kearah sana.

Tanpa suara Donghae mengintip kedalam. Didalam sana ia temukan dua orang gadis yang memakai seragam yang sama dengannya sedang berhadapan dan membicarakan hal yang serius. Salah satu gadis menangis sambil memeluk rekannya yang lain.

“Aku benar-benar menyesali semuanya. Kalau saja aku bisa memutar waktu aku pasti tidak akan ada diantara persahabatan mereka..” isak gadis itu lagi sambil mendekap temannya erat. Temannya hanya balas memeluknya, berusaha menenangkannya.

“Tapi pada nyatanya kau memang menyukai Donghae, bukan? Kau berhak untuk memilih..”

“Disitulah salahku kalau saja aku lebih tegas mungkin semuanya tak seburuk ini..”

“Dengarkan aku, Yuri. Segera temui Eunhyuk, katakan padanya kebenarannya. Aku yakin Eunhyuk akan mengerti-“

“Dia tak akan mengerti! Eunhyuk dan Donghae sudah banyak berubah karena semua ini. Mereka hanya memiliki dendam diantara mereka dan menjadikan aku sebagai pelampiasannya..”

“Yuri..”

“Tapi ini salahku, aku sadar kalau aku cukup bersalah dengan semua ini..”

“Tidak, kau sama sekali tidak bersalah. Mereka berdua yang seharusnya lebih dewasa. Mereka seharusnya bisa menyelesaikan hal ini tanpa membawamu…”

“Tapi pada nyatanya tetap aku yang salah-“

“Tidak, ini bukan salahmu…” Gadis bernama Choi Sooyoung itu melepaskan pelukannya terhadap rekannya. Hingga keduanya bertatapan. “Kau berhak bahagia dan memilih, mereka yang harus mengerti itu..”

“Kau tak tahu betapa aku benar-benar tersakiti karena hal gila ini…”

Donghae menghembuskan nafasnya sambil bersandar didinding setelah mendengarnya. Pemuda itu menghela nafas sambil berfikir keras. Sejenak pandangannya beralih pada ponsel yang dipegangnya. Membaca pesan itu sekali lagi..

Selamat Donghae, akhirnya beasiswamu ke Amerika disetujuinya. Ibu begitu senang. Ibu akan menyiapkan semuanya. Kau juga senang bukan?

Donghae menghela nafas, lalu menganggukkan kepalanya. Donghae kemudian kembali bergeser untuk melihat kedalam sana. Mengintip diam-diam kembali.

“Aku akan pergi, kuharap setelah ini kau akan tenang. Jaga dirimu, Kwon Yuri…” gumam Donghae pelan. Dengan diam-diam Donghae meninggalkan tempat itu, sama dengan ketika ia diam-diam meninggalkan korea keesokan harinya..

()

Namja itu menyusuri kepadatan kota Seoul dengan tanpa gairah. Matanya menatap gedung-gedung tinggi yang sudah tak lama ia lihat dalam beberapa tahun ini. ia menghirup nafas panjang.

“Seoul tak seindah dulu lagi, Kwon Yuri…” gumamnya pelan. Ia kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.

Brugh!

“Astaga, maaf..”

Donghae memegangi bahunya yang baru saja terbentur dengan seorang siswa ditengah lamunannya. Ia menatap siswa itu sedikit lebih seksama, matanya melihat seragam yang dikenakan oleh pelajar tersebut. Shinwa high school, Donghae sangat mengingatnya.

Pelajar perempuan itu tampak memungut beberapa buku yang tercecer karena tabrakan. Setelah ia mengucapkan maaf dan membungkukkan badan sekali lagi ia tampak dengan buru-buru meninggalkan tempat itu. Donghae tampak mengalihkan perhatiannya kebawah kakinya, ia melihat ada tumpukan kertas yang tertinggal disana. Seperti kumpulan Copy-an.

Donghae memungut kertas itu dan berniat kembali memanggil siswa tadi. Namun, ia telah menghilang begitu saja ketika Donghae menoleh kearah ia pergi tadi. Merasa penasaran Donghae berani melihat apa isi Copy-an tersebut.

Kim So Eun’s Diary…

Donghae sedikit terlihat heran. Namun ia kemudian membalik kertas itu kehalaman berikutnya. Ia tampak begitu kaget melihat sebuah foto yang masih terlihat cukup jelas walau dalam bentuk Copy-an yang ada didalamnya.

Pangeran impian, Lee Hyukjae…

#Endflashback

Donghae terdiam di kamar tidurnya ketika mengenang kembali perjalanannya kebelakang. Pemuda itu menghela nafas, lalu menundukkan wajahnya.

“Aku berkorban banyak dimasa lalu demimu, Hyukjae. Aku bahkan mengorbankan cinta pertamaku, tapi kenapa kau menghancurkan semuanya begitu saja? Apa kau tak tahu betapa hancurnya aku ketika mengetahui kematian Kwon Yuri selang seminggu setelah aku pergi. Susah payah aku mengorbankan perasaanku demi dirimu dan dia. Tapi kenapa kau menghancurkannya begitu saja..” gumam Donghae pelan sambil menggigit bibir bawahnya. Ada rasa sesak yang dirasakannya ketika mengingat semua itu kembali kebelakang.

“Kau juga harus merasakannya Eunhyuk-ah. Kau harus tahu bagaimana rasanya ketika kau berada diposisiku. Kau harus tahu pahit dan rasa sakit yang selama ini aku telan sendiri…”

()

“OPPA!! KEMBALIKAN KUNCI MOBILKU!!!”

Suara teriakan Sulli sudah menggema dirumah pagi-pagi. Membuat rumah mewah itu sudah ricuh pagi-pagi begini.

Didalam rumah, Eunhyuk tampak memakan sarapannya dengan cuek tanpa memperdulikan seruan adiknya itu. Seakan teriakan itu hanya terdengar seperti suara angin. Sulli kembali cemberut, ia bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Eunhyuk.

“Oppa~ kau mendengarku tidak?” serunya frustasi. Wajahnya terlihat begitu kesal. “Kembalikan kunci mobilku, yaaa~” bujuknya memelas. Eunhyuk berdecak dan menatap padanya.

“Kalau aku berikan, kau pasti akan membuat masalah lagi. Kau fikir aku tak punya pekerjaan selain bolak-balik ke kantor polisi untuk mengurus kecerobohanmu…”

“Aish, oppa berlebihan. Hanya sekali bukan itu terjadi? Itupun karena kau berlebihan. Bagaimana mungkin hanya gores sedikit langsung lapor polisi..”

“Dinegara ini, yang namanya kecerobohan tetap saja dibayar sebuah kecerobohan dihitung fatal ataupun tidaknya. Lagipula kau berulang kali melakukannya..”

“Berulang kali apa maksudnya? Baru sekali..”

“Kau melupakan Soeun!”

Sulli mendesah kesal. Eunhyuk memang keras kepala. Sama kerasnya dengan kepala Sulli. Itu sebabnya dua orang ini selalu tidak cocok selain untuk berdebat.

Klek!

Terdengar suara pintu yang dibuka. Kedua saudara itu menoleh kearah pintu. Menampakkan Soeun yang sudah siap dengan seragamnya.

“Selamat pagi..” Sapa Soeun sambil melampirkan tasnya. Gadis itu tersenyum pada keduanya.

“Unnie, duduklah kita sarapan dulu..” ucap Sulli pada Soeun. Soeun tampak tersenyum sambil menggeleng pelan.

“Sepertinya aku tak bisa. Aku harus buru-buru berangkat..” ucap Soeun sambil mengalihkan perhatiannya kearah lain. Ia langsung mengalihkan perhatiannya lagi ketika bertemu mata elang Eunhyuk.

“Semalam kau pulang cukup malam. hari ini kau terlihat tak terlalu baik. Bukankah sebaiknya kau sarapan dulu?” Tanya Eunhyuk ikut bicara. Sulli tampak setuju dan menganggukkan kepalanya.

“Ya, wajahmu begitu pucat unnie..” ucap Sulli.

“Benarkah? Tapi aku tak apa-apa. Mungkin karena sedikit kelelahan makanya aku terlihat pucat..” ucap Soeun sambil berusaha tersenyum. Kedua kakak adik tersebut hanya mengangguk pelan, berusaha mempercayainya. “Sepertinya aku harus berangkat sekarang. Sulli, kau mau berangkat bersamaku?”

“Hum, aku yang akan mengantar Sulli pagi ini. Bagaimana kalau kau ikut bersama kami?” Tanya Eunhyuk. Sulli menoleh padanya, agak kaget.

“Kau mau mengantarku? Tumben oppa baik..”

“Aku masih belum bisa memberimu kunci mobil. Tapi aku juga tidak terlalu tenang kau berangkat dengan taksi…” ucap Eunhyuk beralasan.

“Jarang sekali kau begini..” gumam Sulli pelan. Namun ia mengalihkan perhatiannya pada Soeun. “Kita berangkat dengan Eunhyuk oppa saja ya Unnie? Bagaimana?” Tanya Sulli meminta pendapat. Soeun tampak tersenyum dan mengangguk.

“Baiklah…”

Sulli dan Eunhyuk langsung tersenyum mendengarnya.

()

“Akhirnya sampai!!” seru Sulli senang ketika melihat gerbang sekolahnya. Sulli kemudian segera turun setelah mobil Eunhyuk berhenti. Ia kemudian melirik kebarisan bangku depan, dimana dengan rencana Soeun dan Eunhyuk duduk berdampingan disana. “Oppa, terima kasih atas tumpangannya. Kau sering-sering begini saja ketika kau belum mengembalikan kunci mobilku..”

“Ck, aku selalu menyesal berbaik hati padamu..” desis Eunhyuk pelan. Sulli sedikit tersenyum, lalu beralih pada Soeun.

“Unnie, aku masuk dulu. Berhati-hatilah selama perjalanan, kalau Eunhyuk oppa berbuat macam-macam pukul saja kepalanya-“

“Bisakah kau pergi sekarang!” Seru Eunhyuk kesal dengan kata-kata Sulli. Sulli kembali tertawa.

“Ya, aku tahu kalau kalian sudah tak sabar berduaan-“

“Berhentilah mengatakan hal yang tidak-tidak, sulli..” ucap Soeun tenang sambil tersenyum. Eunhyuk beralih padanya setelah kata-kata itu. Ada perbedaan dari nada dan jawaban Soeun kali ini dengan godaan Sulli biasanya. Ia terlihat tanpa canggung dan tanpa pipi memerah seperti biasanya.

“Ck, kalian berdua benar-benar membosankan..” omel Sulli pelan. “Ya sudah, aku harus masuk. Berhati-hatilah dijalan unnie dan oppaku tersayang. Selesaikan masalah kalian..” ucap Sulli sambil berjalan dengan cuek kearah gerbang sekolahnya. Ia tak mau peduli walau mungkin ia tahu bahwa kata-katanya membuat dua orang didalam mobil itu sedikit tercekat.

Soeun menghembuskan nafasnya sambil mengalihkan perhatiannya kearah jendela kaca disampingnya setelah kata-kata Sulli. Sementara itu Eunhyuk hanya terdiam sambil beralih pada Soeun. Sulli mungkin benar tentang ini, mereka berdua memang memiliki sebuah masalah yang tak begitu jelas diantara mereka. Masalah yang membuat mereka terus merasa canggung seperti ini. Eunhyuk berdecak pelan, ia kemudian mengalihkan perhatiannya. Ia mulai kembali menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

()

Dengan langkahnya yang riang Sulli menyusuri koridor sekolahnya. Senyuman terlihat diwajahnya yang manis. Membayangkan hal hebat yang didapatkannya dari sikap Eunhyuk dan Soeun yang dilihatnya belakangan ini. Ia merasa yakin bahwa keinginannya untuk menjadikan Soeun semakin dekat dengan Eunhyuk semakin dekat. Sulli dapat merasakan hawa menyenangkan dari keduanya ketika mereka bersama. Sulli kembali tersenyum kecil. Dengan ceria ia melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya.

Bunyi riuh seperti biasanya selalu menyambut Sulli ketika ia sampai dikelasnya. Sulli berdecak pelan sambil bergerak kearah mejanya. Ia mengalihkan perhatiannya kearah tempat duduk Taemin yang kosong sebelum ia memutuskan untuk duduk dibangkunya.

‘Kemana dia?’

Tak lama setelah kata-katanya Taemin tampak memasuki kelas. Seperti biasa, kedatangannya selalu disambut heboh oleh siswi-siswi dikelas mereka.

“Pagi Lee Taemin!” Sapa mereka serempak pada Taemin. Taemin tampak tersenyum manis pada mereka semua.

“Pagi..”

Dan, kelaspun makin heboh setelah itu…

Sulli berdecak malas. Ia memutar bola matanya sebal melihat sikap kampungan teman-teman sekelasnya disekitar Taemin. Dan sikap kampungan Taemin menyikapi mereka semua..

()

Musik Beat itu menggema didalam ruangan yang tak terlalu luas itu. Menghentakkan dan memenuhi sambil keluar ruangan tersebut. Didalamnya, seorang pemuda tampak asyik menggerakkan badannya untuk mengikuti irama. Gerakannya semakin cepat ketika music itu terus lebih cepat. Secepat bayangan yang melintasi fikirannya…

#Flashback

Keheningan tercipta didalam mobil mewah milik Eunhyuk itu. Daritadi sejak berangkat dari sekolah Sulli suasana menjadi begitu tenang. Bahkan tak ada sepatah katapun yang keluar dari keduanya. Keduanya tampak sibuk dengan fikiran masing-masing. Begitu canggung.

Eunhyuk menghembuskan nafasnya. Sejenak ia mengalihkan perhatiannya kearah Soeun. Dimana gadis itu tampak masih terdiam sambil terus melihat kearah luar jendela.

“Eung… hari ini kau bekerja?” Tanya Eunhyuk ragu-ragu. Soeun menoleh padanya sesaat, sedikit tersenyum.

“Begitulah..” ucapnya pelan.

“Kau yakin? Hari ini kau tak terlihat begitu baik, Soeun. wajahmu pucat..” kata Eunhyuk. Soeun menyentuh wajahnya setelah kata-kata Eunhyuk.

“Kenapa kalian terlalu berlebihan? Aku tak apa-apa mungkin hanya kelelahan..”

“Ya, manusia pasti punya waktu ketika mereka kelelahan. Dan ini terjadi padamu saat ini, oleh sebab itu kau sebaiknya beristirahat walau sehari..” ucap Eunhyuk.

“Tidak apa-apa, aku merasa baik-baik saja. Jangan cemas…” kata Soeun. Ia segera mengalihkan perhatiannya dari Eunhyuk. Terdengar helaan nafas Eunhyuk, ia melirik pada Soeun.

“Boleh aku menanyakan sesuatu, Soeun?” Tanya Eunhyuk. Soeun kembali menoleh padanya.

“Ya, tentu saja. Apa yang mau kau tanyakan?” Tanya Soeun. Eunhyuk tampak menghela nafasnya, mengalihkan perhatiannya kembali kedepan.

“Kenapa akhir-akhir ini kau menghindariku?”

Soeun agak kaget, ia melirik Eunhyuk setelah pertanyaan itu. “Menghindarimu?”

“Ya, kau membenciku?”

“A-Ah, tentu saja tidak. Kenapa kau berfikiran seperti itu?” Tanya Soeun tergagap.

“Perasaanku yang mengatakannya, kau terlihat berubah sedikit menjauhiku. Waeyo?” Tanya Eunhyuk untuk sejenak kembali beralih pada Soeun. Pandangannya kini kembali kedapan.

“I-Itu hanya perasaanmu…” ucap Soeun. Eunhyuk tersenyum kecil, menggeleng.

“Tidak, firasatku pasti tidak salah. Kau benar-benar menjauhiku. Kenapa? apa aku berbuat salah padamu?”

“A-A, tsk, apa yang kau katakan Eunhyuk. Semua itu tidak benar, aku tak pernah menjauhim-”

“Apa mungkin aku bukan pangeran impianmu lagi..” kata Eunhyuk lagi. Membuat Soeun menghentikan kata-katanya. “Apa aku tak lagi memenuhi lembaran diarymu..”

“Apa yang kau katakan, Eunhyuk?” Tanya Soeun lirih. Eunhyuk mendesah.

“Kapan kau akan mengakui kebenaran isi diary-diary itu Soeun?” Tanya Eunhyuk tak kalah lirih. Soeun terdiam, ia segera menundukkan kepalanya. Ia bingung harus melakukan apa disaat ini.

“Ya, diary itu milikku dan semuanya isinya memang curahan hatiku..” ucap Soeun seperti bergumam. Eunhyuk kembali menoleh padanya. Ada perasaan senang ketika Soeun akhirnya mengatakan semua itu padanya. “Tapi kau jangan khawatir, perasaan itu sudah mulai berkurang sehingga kau tak perlu memikirkannya. Kau bisa hidup tenang dengan kekasihmu…”

“Apa?” Tanya Eunhyuk tak yakin. Ia menoleh lagi pada Soeun.

“Dia cantik, aku kira kalian begitu cocok..” ucap Soeun lirih, namun ada sedikit emosi yang terselip dalam kata-kata itu.

“Tapi Soeun-“

“Kita sudah sampai!” kata Soeun memotong sambil melirik kedepan sana. Eunhyuk sedikit tersadar, lalu ia menepikan mobilnya tepat didepan gerbang sekolah Shinwa. “Terima kasih banyak untuk hari ini Eunhyuk, kau benar-benar membantuku..” ucap Soeun sambil tersenyum dan melepas Sabuk pengamannya.

“Aku pergi..” ucapnya sambil membuka pintu. Gadis itu kemudian berlari-lari kecil memasuki gerbang sekolahnya, seakan takut Eunhyuk akan mengejarnya.

#Endflashback

Eunhyuk menghentikan gerakannya setelah kembali mengingat hal tersebut. Eunhyuk berdecak pelan, ia kemudian segera melangkah kesudut ruangan. Meraih handuk dan minuman.

“Gerakan yang bagus, hyung..”

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya kearah pintu ketika mendengar suara seseorang. Taemin tampak bergeser dari pintu kearahnya.

“Kau sudah datang?” Tanya Eunhyuk sambil bergerak. Eunhyuk kemudian memelankan suara Audio yang masih meluncurkan music-musik beat tersebut. Setelah itu Eunhyuk duduk begitu saja dilantai untuk beristirahat.

“Begitulah. Kau sendiri hyung? Biasanya hyung tak pernah datang secepat ini..” ucap Taemin sambil bergerak mendekati Eunhyuk. Ia ikut duduk disamping Eunhyuk.

“Tak ada yang kulakukan tadi. Sehingga aku memilih kemari..” sahut Eunhyuk sambil membuka botol minumannya. Ia segera menyuplai cairan itu kedalam kerongkongannya.

Taemin agak terdiam. Ia menunduk dan menggigit bibir bawahnya. Ia sangat mengingat tujuannya kemari. Eunhyuk dan dirinya sudah disini, seharusnya bukankah ini saat yang tepat untuk membahasnya.

“Segeralah tukar pakaianmu dan latihan-“

“Hyung!”

Eunhyuk menoleh bingung. Baru saja ia hendak bangkit dan kembali latihan tiba-tiba Taemin menahan tangannya untuk melarangnya berdiri. Taemin sedikit mendesah dan melepas tangan Eunhyuk dengan kikuk setelah itu.

“A-Ada sebuah hal yang ingin kubicarakan dengan hyung..” ucap Taemin pelan. Eunhyuk mengangkat alisnya, namun ia mengikutinya. Ia kembali duduk di lantai.

“Ada apa? Kau terlihat terlalu serius. Apa ada masalah?” Tanya Eunhyuk. Taemin menghembuskan nafasnya.

“Eung, sebenarnya tidak terlalu serius ini mengenai.. mm.. mengenai..”

“Hey, ada apa denganmu? Kau aneh sekali..” ucap Eunhyuk sambil tertawa. Ia kembali membuka botol dan meminum air yang ada didalamnya. Setelah itu ia menoleh lagi pada Taemin karena Taemin tak juga melanjutkan kata-katanya. “Apa yang mau kau katakan? Apa kau punya masalah dengan orang-orang di klub ini?”

“Eung, Tidak hyung. Tentu saja tidak!”

“Eung, lalu? Kau mau membahas apa?”

“I-Ini mengenai…”

Eunhyuk kembali mengerutkan dahinya. Ia menatap aneh Taemin yang terus terlihat aneh didepannya. Sementara Taemin tampak menunduk berusaha keras mengumpulkan keberaniannya untuk menjelaskan semuanya pada Eunhyuk.

“Ini mengenai..”

“Ck, apa yang mau kau katakan?” Tanya Eunhyuk sedikit bosan. “Katakanlah dengan jelas…”

“Ini mengenai..”

“Mengenai apa?”

“hhum, mengenai…”

“Ck, aku harus latihan Taemin. Katakanlah dengan cepat..” ucap Eunhyuk masih terlihat heran. Taemin menghembuskan nafasnya, lalu menatap Eunhyuk lebih yakin.

“Ini mengenai Sulli…”

Eunhyuk kembali beralih padanya ketika mendengar nama Sulli. Sementara itu Taemin tampak menunduk, sedikit ngeri melihat pada Eunhyuk.

“Sulli? Adik perempuanku?” Tanya Eunhyuk. Taemin mengangkat wajahnya dan mengangguk kaku.

“Y-Ya.. begitulah…”

“Apa yang terjadi? Dia berulah lagi?”

“B-Bukan hyung…”

“Dia bolos dari sekolah?”

“B-Bukan, hyung..”

“Lalu?” Tanya Eunhyuk benar-benar tak faham. Ia menatap Taemin yang menatapnya dengan beitu gugup.

“Ini mengenai aku dan Sulli..”

“Kau dan Sulli?”

“A-aku ingin berkencan dengan Sulli…”

“Huh?” Eunhyuk sedikit kaget dan langsung menoleh. Ia menatap tak percaya kearah Taemin setelah kata-katanya. Taemin menghembuskan nafasnya.

“Aku menyukai Sulli..” gumamnya pelan. “Sulli bilang aku harus mendapat izin darimu dulu..” ucap Taemin gugup. Ia sedikit takut menatap Eunhyuk saat ini. Takut Eunhyuk akan marah.

Namun diluar dugaan, Eunhyuk malah geleng-geleng kepala. Ia tampak sedikit tertawa. “Sulli itu begitu susah diatur. Tidak mungkin aku membiarkannya pacaran disaat seperti ini. Dia perlu konsen pada pelajarannya..” ucap Eunhyuk.

“Y-Ya, aku tahu. T-Tapi, hubungan kami tidak akan merusak apapun, hyung…”

“Tentu bagimu, tapi tidak baginya. Ck, sudah beberapa tahun ini aku menjadi satu-satunya yang mengawasinya. Setiap hari ia selalu bikin ulah. Entah itu bolos, dilaporkan ke polisi karena menyerempet orang, belum lagi nilai-nilainya yang tak bisa dijamin. Sekarang bagaimanaa mungkin aku membiarkannya pacaran, orang tuaku pasti akan menyalahkanku kalau sampai ia tinggal kelas…”

“Tapi itu tidak bisa disamakan, hyung. Aku yakin, jika kami bersama mungkin Sulli akan lebih baik..”

“Ck, entahlah. Aku sulit percaya adikku itu bisa lebih baik..” kata Eunhyuk kemudian. Membuat Taemin lagi-lagi menghembuskan nafasnya.

“Jadi tidak boleh, hyung?” Tanya Taemin. Eunhyuk menoleh padanya, tersenyum lalu menepuk pundak Taemin.

“Ini bukan karena aku tak menyukaimu atau apapun. Tapi bagiku Sulli masih terlalu muda.. kaliankan masih terlalu muda, kenapa kalian tak berteman saja dulu…” ucap Eunhyuk sebelum bangkit dan mengeraskan volume Audio. Sementara itu Taemin masih duduk disana, mengangkat wajahnya dan memperhatikan Eunhyuk yang sudah kembali berkonsentrasi menari. Taemin merasa jawaban Eunhyuk tidak terlalu cukup untuknya…

()

Soeun berjalan keluar dari kelasnya lebih dulu dari teman-teman lainnya. Ia kemudian menyusuri koridor untuk berjalan menuju gerbang. Seperti biasa, Kafe milik Donghae adalah tujuannya.

Soeun keluar dari gerbang sekolahnya dan berjalan menuju halte yang terletak dekat gedung sekolahnya. Soeun tampak duduk disana untuk menunggu bus datang.

Sementara itu, dari dalam mobilnya Eunhyuk tampak memperhatikan Soeun dengan diam-diam. Tadi setelah pulang latihan Eunhyuk segera datang kembali kesini setelah memperkirakan jadwal kepulangan Soeun. Tak ada keinginan yang terlalu mencolok, Eunhyuk hanya ingin mengetahui tempat Soeun bekerja. Sebenarnya penasaran ini sudah ditahannya cukup lama dan ia tak pernah punya kesempatan untuk mengetahuinya lebih jauh. Sementara ketika ditanya Soeun terkesan menyembunyikan sesuatu. Membuat Eunhyuk akhirnya memilih hal seperti ini.

Sebuah bus tampak mendekat secara perlahan kearah halte. Membuat semua murid yang daritadi menunggu tampak berdiri dari tempat duduk. Soeun juga sudah tampak berdiri. Gadis itu kemudian segera memasuki bus tersebut. Setelah bus itu berjalan, Eunhyuk menghidupkan mesin mobilnya dan mengikuti bus tersebut.

Eunhyuk menghentikan laju mobilnya ketika melihat Soeun turun dari bus di kawasan Apgujeong. Mata Eunhyuk mengikuti pergerakan Soeun yang tampak memasuki sebuah Kafe didekat sana yang bertuliskan ‘The Grand Place Café’. Eunhyuk tampak menganggukkan kepalanya.

“Jadi ini tempat kerjanya?” Tanya Eunhyuk penasaran. Matanya memperhatikan sekitar Kafe tersebut. Hingga ia menghentikannya ketika melihat sebuah mobil Nissan Bluebird Sylphy tampak berhenti didepan kafe tersebut. Tak lama seorang pemuda keluar dari mobil itu dan berjalan masuk kedalam. Hal itu langsung membuat Eunhyuk sedikit kaget.

“L-Lee Donghae!” Serunya sedikit tak percaya.

()

“Maaf nona, tapi tadi kami memesan Ginger Cookies Latte bukan Nut Hot Chocolate!!”

Seruan itu terdengar begitu saja ditengah keramain kafe yang mewah tersebut. Membuat para pengunjung lainnya untuk sesaat menoleh kearah sudut kafe dimana kehebohan itu bersumber.

“Oh, maaf nyonya sepertinya ini kesalahan saya..” ucap pelanggan kafe yang mengantarkan pesanan itu dengan menyesal. Ia kembali membereskan minuman yang tadi baru diletakkannya diatas meja. “Sekali lagi maaf nyonya, kami akan menggantinya…”

“Kalau tak mau terkena masalah sebaiknya kau lain kali hati-hati..” ucap wanita itu dengan nada yang masih tajam. Gadis itu kembali memberikan hormatnya.

“Sekali lagi maaf nyonya, kami akan memperbaikinya..” ucap pelayan yang ternyata Soeun itu dengan menyesal. Soeun kemudian berjalan kembali kearah pantry. Disana tampak berdiri Hyori yang sepertinya juga mendengar kerusuhan singkat tadi.

“Hey, kau tak apa-apa? Apa yang terjadi padamu hari ini sehingga kau membuat banyak kesalahan..” ucap Hyori pada Soeun. Soeun hanya menghela nafasnya.

“Aku yang keliru..” ucapnya pendek. “Aku akan memperbaikinya..”

“Wanita tua itu cukup keterlaluan juga. Kalau saja aku bukan pelanggan aku sudah balas berteriak padanya…” ucap Hyori mengomel. Soeun menoleh padanya.

“Ini memang salahku, pantas dia marah..”

“Tapi bukan berarti harus berlebihan seperti tadi. Lagipula, kau yakin tak apa-apa? Wajahmu pucat, Soeun..” ucap Hyori lagi. Soeun hanya sedikit terdiam sambil menyentuh wajahnya, sudah tiga orang yang mengatakan hal itu padanya, tapi ia merasa tak seburuk itu.

“Aku tak apa-apa, hanya sedikit kelelahan. Sepertinya aku butuh menambah sedikit make up diwajahku..” ucap Soeun sambil berusaha tersenyum.

“Kau bukannya membutuhkan make-up, Soeun. Tapi kau membutuhkan istirahat..”

Soeun dan Hyori mengalihkan perhatian mereka ketika mendengar suara yang tak terlalu asing. Donghae tampak berdiri didekat pintu Pantry sambil menyilangkan tangannya. Para karyawan yang ada disana tampak begitu kaget karena kehadiran Donghae tiba-tiba disana.

“Sajangnim~” sapa mereka sambil membungkukkan badan. Wajah Donghae terlihat hanya begitu datar, ia mengalihkan perhatiannya pada Soeun.

“Sebaiknya kalau tidak enak badan kau istirahat, Soeun..” ucap Donghae datar.

“Aku tak apa-apa..” gumam Soeun.

“Kalau tidak apa-apa tidak mungkin sampai kehilangan konsentrasi bukan?” Tanya Donghae. “Aku sudah bilang aku tak suka ada sedikit kesalahanpun berkaitan dengan pelayanan pada pelanggan..”

“Maafkan saya, Sajangnim..”

“Datanglah keruanganku, ada hal yang ingin kubicarakan denganmu..” ucap Donghae dengan masih datar. Donghae kemudian bergerak dari posisinya tersebut. Ia kemudian meninggalkan tempat itu dan berjalan kearah ruangannya.

Semua karyawan yang ada disana tampak menghela nafas setelah kepergian Donghae. Bos mereka yang ramah itu memang sedikit menyeramkan ketika sudah menunjukkan sisi seriusnya. Mereka saling melirik pada Soeun.

“Apa ia marah?” Tanya Soeun pada rekan-rekannya. Mereka tampak mengangkat bahu.

“Entahlah, tapi sepertinya kau segera menemui beliau..” ucap Hyori sambil mengambil alih pekerjaan Soeun.

“Tapi aku harus memenuhi pesanan ini dulu-“

“Biar aku yang gantikan, baik temui sajangnim sekarang juga..” kata Hyori.

“Tapi-“

“Sudah pergi sana..” ucap Hyori sambil sedikit mendorong Soeun untuk meninggalkan Pantry. Soeunpun pada akhirnya tak punya pilihan lain dan segera berjalan keluar.

()

“Apa? The Grand Café adalah Kafe milik Donghae?” Tanya Eunhyuk sedikit kaget setelah mendengar info dari orang suruhannya. Karena rasa penasarannya Eunhyuk akhirnya berusaha mencari tahu mengenai hubungan tempat Soeun dengan Donghae melalui suruhannya dan hasilnya cukup mengagetkannya.

‘Tuan muda?’

Lamunan Eunhyuk membuyar setelah orang suruhannya memanggilnya.

“Ya sudah, terima kasih untuk infomu. Aku akan menutup telefonnya..” ucap Eunhyuk sebelum menyentuh tanda merah di layar ponselnya. Eunhyuk meletakkan ponselnya tersebut kearah dashbor lalu menoleh kembali kearah kafe itu. Rasanya sulit untuk mempercayainya.

“Apa yang sebenarnya kau ingin rencanakan, Lee Donghae..”

()

Tok Tok Tok!

“Masuklah!”

Dengan perlahan Soeun membuka pintu ruangan Donghae setelah ia mengetuknya. Sedikit ragu Soeun mengintip sesaat kedalam sana. Sebelum akhirnya benar-benar memutuskan untuk masuk kedalam. Didalam ruangan, Donghae tampak duduk disofa sambil memainkan tabletnya.

“Sajangnim~”

“Duduklah, Soeun..” ucap Donghae masih dengan nadanya yang datar.

Soeun lagi-lagi menarik nafas, namun ia menurutinya. Ia duduk disamping Donghae karena memang diruangan itu hanya ada sebuah sofa memanjang sebagai interior. Donghae memang menyukai sesuatu yang sifatnya minimalist.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Donghae sambil melirik sepenuhnya pada Soeun. tangannya terulur menyentuh dahi Soeun. Membuat Soeun sedikit kaget. “Badanmu panas, kenapa masih bekerja?” Tanya Donghae serius.

“Eung, aku tidak apa-apa..” ucap Soeun berusaha menjelaskan. Donghae tersenyum dan menggeleng.

“Dari kemaren keadaanmu tidak begitu baik, Soeun. Keadaanmu begitu down, dapat kupastikan bahwa semalam kau bahkan tak bisa tidur..” ucap Donghae. Soeun hanya kembali menghela nafas. Ya, Soeun dapat menyembunyikan apapun pada semua orang, tapi tidak pada Donghae. Donghae begitu tahu apa yang terjadi difikirannya bahkan apa yang sedang difikirkannya.

“Ini hanya usaha untuk pemulihan..” ucap Soeun pelan.

“Usaha pemulihan atau usaha untuk membuatnya semakin parah…” ucap Donghae. Membuat Soeun menoleh. “Menyiksa diri sendiri juga tak akan ada gunanya. Kau tidak seharusnya melakukannya..” ucap Donghae.

“Aku tak menyiksa diriku!” Protes Soeun.

“Dengan bersikeras bekerja untuk melupakan Eunhyuk adalah termasuk menyiksa diri sendiri namanya..” ucap Donghae. Soeun mendesis pelan. Lihat bukan? Tak ada satupun yang ia bisa sembunyikan dari Donghae. “Ya sudah, kalau kau tak ingin pulang sebaiknya istirahat disini saja..” ucap Donghae mengusulkan. Soeun mendesah.

“Aku tidak apa-apa, Lee Donghae Sajangnim~” protes Soeun.

“Aku lebih baik mengantisipasi resiko daripada kau membuat kafeku bangkrut karena kesalahanmu..” ucap Donghae.

“Yah, tapi itu-“

“Istirahat atau kucium..” kata Donghae membuat Soeun menghentikan kata-katanya. Soeun menatap bingung padanya.

“Huh?”

“Jangan pura-pura, kau bukannya sudah tahu perasaanku. Maka sebaiknya kau mengikuti kata-kataku sebelum aku melakukan semauku..” ucap Donghae sambil tersenyum tipis.

“Bukankah ini sudah cukup melakukan semaumu?” tantang Soeun.

“Ya, tapi belum sepenuhnya semauku..” laden Donghae.

“Tapi bagaimana kalau ada karyawan yang masuk?” Tanya Soeun.

“Tidak akan, lagipula aku hanya akan ada disini dan mereka tak akan masuk tanpa seizinku..” ucap Donghae pelan. Donghae tersenyum tipis sesaat sebelum akhirnya bergerak membuka jas yang dipakainya. Ia kemudian mendekati Soeun dan menyelimutinya dengan jas tersebut. Donghae kemudian semakin mendekat dan mencium dahi Soeun. “Istirahatlah..” ucap Donghae setelah itu. Mata mereka kembali bertemu.

“Terima kasih..” ucap Soeun pelan. Donghae mengangguk sambil menyentuh kepala Soeun. Ia kemudian bangkit dan bergerak menuju meja kerjanya. Meninggalkan Soeun yang tampak hanya terdiam memikirkan semua perlakuan Donghae padanya.

‘Andai saja aku bertemumu lebih dulu daripada Eunhyuk mungkin ceritanya akan berbeda..’

()

Taemin menghembuskan nafasnya sebelum mengetuk pintu rumah Sulli. Hari ini mereka akan mengadakan tugas kelompok lagi dirumah salah satu teman dank arena sebelumnya ia berjanji untuk selalu menjemput Sulli karena mobilnya ditahan Eunhyuk makanya ia datang. Hanya saja entah kenapa hari ini begitu berbeda bagi Taemin. Pribadinya yang begitu semangat jadi sedikit berkurang setelah pertemuannya dengan Eunhyuk tadi siang.

Ring~

Taemin mulai menekan bel. Ia kemudian menunggu beberapa saat untuk Maid Sulli membukakan pintu. Tak lama sebuah langkah mendekat dan langsung membuka pintu.

“Hey, kau sudah datang? Tunggu, aku akan mengambil tasku dulu..” ucap Sulli yang untuk pertama kalinya membukakan pintu untuknya. Sulli kemudian kembali berlari-lari kecil kembali masuk kedalam. Meninggalkan Taemin yang lagi-lagi hanya menghembuskan nafasnya.

()

Suasana tenang di dalam mobil. Hanya terdengar suara Audio yang disetel pelan. Sesekali terdengar helaan nafas dari Taemin. Hhhh~

Sulli yang merasa aneh menoleh kesebelah kirinya. Melirik Taemin yang terlihat lebih tenang dari biasanya. Bagi Sulli sangat aneh orang seperti Taemin bertindak seperti itu.

“Kau kenapa?” Tanya Sulli pelan. Taemin sedikit kaget, menoleh padanya.

“H-Huh? Kenapa bagaimana maksudmu?” Tanya Taemin sambil kembali fokus menyetir.

“Kau hari ini terlihat aneh, banyak diam juga. Kenapa? apa terjadi masalah?” Tanya Sulli.

“Eung, tidak..” sahut Taemin sambil menggelengkan kepalanya. “Mungkin aku hanya sedikit capek setelah latihan. Jangan cemas, aku tidak apa-apa..” ucap Taemin berusaha tersenyum. Sulli hanya menganggukkan kepalanya walaupun ia tetap melihat keganjilan dari sikap Taemin.

()

Sentuhan yang terasa dipipinya membuat Soeun terbangun dari tidurnya. Matanya yang masih terasa cukup berat mengerjap melirik kesampingnya. Dimana saat itu Donghae duduk disampingnya sambil terus membelai wajahnya.

“Donghae-ah..” ucap Soeun lirih menyadari bahwa mereka begitu dekat. Donghae tak menyahut, ia hanya sedikit tersenyum sambil terus mengusap wajah Soeun. Jarak mereka benar-benar begitu dekat dan hanya terhitung centimeter. Membuat Soeun sedikit gelisah.

“Aku sudah benar-benar tidak tahan. Aku merindukanmu…” ucap Donghae ketelinga Soeun. Soeun sedikit geli merasakan nafas Donghae didaerah lehernya ketika Donghae mulai menciumi lehernya.

“Donghae-ah, apa yang terjadi padamu?” Tanya Soeun semakin gelisah.

“Lupakan Eunhyuk, kau memiliki aku disini bersamamu…” ucap Donghae sambil terus menciumi daerah leher Soeun. Membuat Soeun sedikit sulit bernafas.

“Donghae…”

Donghae menghentikan ciumannya. Ia kembali menatap Soeun, mata mereka bertemu sesaat. Sebelum akhirnya Donghae kembali mendekatkan wajahnya pada Soeun. Mencium bibir Soeun dengan sedikit bernafsu. Dan, Soeun menemukan dirinya membalas ciuman itu.

 ()

“Ayolahh, aku bisa gila…”

Eunhyuk mengetukkan jarinya pada stir mobilnya dengan begitu gelisah. Berulang kali ia melirik kearah pintu masuk kafe yang sudah sepi. Menunggu Soeun akan keluar darisana. Ini benar-benar agak mengherankan, mengingat sudah hampir satu jam kafe itu ditutup dan karyawannya sudah pulang. Namun tidak ada Soeun, ya, tidak ada Soeun. Soeun belum juga keluar begitupun Donghae. Padahal mobil Donghae masih terparkir disana dan dengan sangat yakin Eunhyuk jelas-jelas tak melihat Soeun keluar daritadi. Hal itu membuat Eunhyuk begitu tak tenang.

“Astaga, aku benar-benar tak bisa tenang..” ucap Eunhyuk sambil keluar dari mobilnya. Eunhyuk menatap pintu kafe itu kembali. Perasaannya benar-benar gelisah dan tak tenang. Takut terjadi sesuatu didalam. “Ayolahh..” ucapnya tak tenang.

“Firasatku benar-benar buruk..” ucap Eunhyuk gelisah. Berulang kali ia mondar mandir didepan mobilnya sebanyak ia berulang kali melihat kearah kafe. Jantungnya nyaris meledak karena terlalu khawatir. Merasa tak tahan, dengan sedikit ragu Eunhyuk mendekati kafe itu. Sekedar untuk membuat hatinya lebih tenang.

 ()

“Hhh Donghae-ah hh..”

Soeun sedikit mendorong Donghae ketika nafasnya sesak akibat ciuman mereka. Apalagi ketika ia merasakan bahwa mereka bertindak semakin jauh. Soeun mulai merasa ketakutan sekarang. Donghae tiba-tiba berubah begitu saja.

“Jangan seperti ini, ini membuatku takut..” ucap Soeun sambil menggenggam kerah seragam kerjanya. Dimana tadi Donghae sempat berusaha membuka kancing dari seragam itu.

Donghae sedikit tersenyum, melecehkan. “Kekasihmu Eunhyuk, tentu dia sering mengajakmu tidur bukan? Kenapa kau menjadi begitu malu dihadapanku?” tanyanya sinis.

“Donghae-ah…” gumam Soeun begitu kaget. Ia berusaha mundur dari tempatnya sekarang, berusaha menjauhi Donghae. “Apa yang terjadi padamu? Kau mabuk?” Tanya Soeun benar-benar tidak tenang. Namun lagi-lagi hanya senyuman sinis Donghae yang didapatkannya.

“Untuk informasi bagimu, inilah aku yang sebenarnya…” ucap Donghae sambil meraih sebuah laptop yang daritadi terletak diatas meja kaca didepan mereka. Ia lalu membalikkan laptop tersebut, menampakkan potret seorang gadis disana. “Apa Eunhyuk pernah menyebut tentang dia padamu?” Tanya Donghae masih terdengar sinis. Soeun menggelengkan kepalanya.

“T-Tidak..”

“Mungkin kenangan gadis ini terlalu indah bagi Eunhyuk sampai ia tak menyebutnya padamu…” kata Donghae kemudian.

“S-Siapa dia?”

“Gadis pujaanku, yang sayangnya… telah dibunuh Eunhyuk…”

“A-Apa?”

Donghae kembali menoleh, tersenyum puas melihat raut kaget sekaligus ketakutan diwajah Soeun. “Kenapa? Kau tak percaya lelaki yang kau sukai sebajingan itu?”

“Eunhyuk bukan orang seperti itu…” tolak Soeun tak percaya.

“Tapi beginilah kenyataannya, sayang sekali bukan?” Tanya Donghae sedikit mengejek. “Kau tahu bagaimana caranya ia membunuhnya?” Tanya Donghae lagi. Soeun menggeleng begitu saja.

“Persis seperti apa yang ingin kulakukan padamu…” ucap Donghae sambil menyentuh paha Soeun yang sedikit terbuka. Membuat Soeun reflek menjauhinya. “Cara ini tentu sama sekali tidak menyakitkan bukan? Tapi menyenangkan..” ucap Donghae masih terdengar sinis. Kata-katanya benar-benar membuat Soeun begitu ketakutan.

“Kau benar-benar sudah gila Donghae, biarkan aku pergi!” Ucap Soeun sambil bangkit dari tempat duduknya. Ia berniat segera meninggalkan tempat itu secepatnya. Namun, kepanikannya bertambah ketika menyadari pintu ruangan tersebut sudah terkunci. Soeun menggedornya dengan panik. “ADA ORANG DILUAR!! TOLONG AKU!!”

“Semua orang sudah pergi, hanya tinggal kita berdua disini..” ucap Donghae santai sambil bangkit dari tempat duduknya. Tangannya mulai membuka beberapa kancing kemejanya. Membuat Soeun bertambah panik.

“TOLONG!!”

“Hanya bayangkan aku adalah Eunhyuk kukira itu tak terlalu sulit. Mungkin aku bisa lebih baik darinya…” kata Donghae masih dengan nada yang santai. Ia meraih minuman yang terletak diatas meja kerjanya dan membiarkan Soeun untuk sementara sibuk didepan pintu.

Soeun kelelahan, ia mulai menyadari bahwa percuma ia berteriak karena sepertinya semua orang sudah pergi. Ia menoleh kebelakangnya, dimana Donghae tampak telah selesai minum dan meletakkan gelasnya kembali keatas meja.

“Berikan kuncinya padaku!” Seru Soeun. Donghae tampak kembali tersenyum sinis, ia mengambil sebuah benda yang terletak ditas mejanya dan menunjukkan pada Soeun.

“Ini. Ambil sendiri kemari kalau kau mau…” ucapnya seperti menantang.

Soeun terdiam, ia merasakan debaran jantungnya benar-benar begitu kencang. Ia menatap Donghae yang masih tersenyum sambil terus mengulurkan kunci tersebut.

“Sebenarnya apa masalahmu denganku? Aku sama sekali tak tahu apa-apa mengenai masalah kalian dimasa lalu. Tapi kenapa kau melakukan semua ini padaku?” Tanya Soeun memberanikan diri untuk menanyakan hal yang ingin ditanyakannya sejak tadi.

“Itu pertanyaan yang bagus. Eunhyuk juga sering menanyakan hal yang sama. Jawabannya sederhana, karena aku ingin Eunhyuk merasakan bagaimana rasanya kehilangan wanita yang dicintainya…”

“Tapi Eunhyuk bukan siapa-siapaku..”

“Aku menyebut gadis yang dicintainya, bukan gadis yang menjadi siapa-siapa baginya…” ucap Donghae bosan. Ia meletakkan kunci tadi kedalam saku celananya. Lalu mulai mendekati Soeun. “Aku mencari tahu semuanya mengenai Eunhyuk, dan begitu kejutan aku menemukan namamu menjadi salah satu daftar terkuat yang mungkin begitu berarti untuk Eunhyuk walau kau bukanlah kekasihnya…” ucap Donghae semakin mendekat. Membuat Soeun benar-benar merasa panik.

“Dan semakin aku memasuki kehidupan kalian, aku meyakini bahwa kau memanglah orang yang tepat. Lebih tepat daripada seorang noona yang terus dikejarnya bertahun-tahun itu…”

“Jangan mendekat!” Kata Soeun panik sambil berusaha menjauhi Donghae. Walau pada nyatanya Donghae terus mendekat. “Sumpah demi tuhan kau benar-benar gila! Menjauh dariku!” Seru Soeun sambil terus menggedor pintu tersebut. Berharap keajaiban yang mungkin bisa membuat pintu itu terbuka. “Tolong!”

“Ya, aku gila segitu lama. Aku gila karena perbuatan laki-laki yang kau cintai itu. Aku gila karena ia telah membuatku menderita selama dua tahun ini. Gila karena perasaan bersalah yang tiada akhir..”

“Jangan begini..” ucap Soeun benar-benar lebih ketakutan. Ia berusaha menjauhi Donghae lagi, namun kali ini Donghae mendapatkannya. “DONGHAEE!” Seru Soeun benar-benar panik sambil berusaha mendorong Donghae menjauh darinya. Namun kau tahu bukan? kekuatan mereka tak sebanding. Donghae sedikit menarik Soeun lalu menyudutkannya kearah dinding.

“DONGHAE!!”

()

Eunhyuk sedikit melompat menaiki teras kafe tersebut ketika perasaannya memburuk. Matanya menatap liar kearah dalam kafe. Kafe itu benar-benar sudah gelap, beberapa lampu sudah dimatikan. Membuat tempat itu benar-benar seperti tidak ada orang. Hanya seperti, karena Eunhyuk masih begitu yakin bahwa kedua orang itu didalam.

“Aku benar-benar berfikir ada yang tak beres disini..” ucap Eunhyuk gelisah. Ia lebih mendekati kaca, mengintip kedalam walau yang dilihatnya tetap sama. Eunhyuk akhirnya mengetuk pintu kaca tersebut. “SOEUN!! SOEUN!!” panggilnya berulang kali. Walau ia mungkin sadar bahwa kaca tersebut kedap suara.

“Oh tuhan, perasaanku benar-benar memburuk..” kata Eunhyuk mulai kalang kabut. Matanya menatap liar kesekitarnya, hingga ia menemukan sebuah pot bunga. Tanpa fikir panjang Eunhyuk segera mengambilnya. Eunhyuk berfikir sejenak, sebelum akhirnya melempar benda tersebut kearah kaca kafe Donghae.

BRAANHG!!

()

BRAANHG!!

Cumbuaan Donghae terhenti. Matanya menatap kearah pintu ketika mendengar suara yang begitu keras. Sementara Soeun yang daritadi sudah mulai pasrah mulai membuka matanya kembali, kembali memberontak.

“DISINI! TOLONG- HHUMP!”

Teriakan Soeun terputus begitu saja ketika Donghae membungkam mulutnya. Soeun kembali berusaha memberontak, walau pada akhirnya kembali merasa lelah. Melihat Soeun sudah kembali tenang Donghae kembali melirik kearah pintu, mengantisipasi tentang apa yang sedang terjadi.

“Soeun! SOEUN!”

“Hhumph~” Soeun kembali berusaha bersuara ketika mendengar suara Eunhyuk.

“SOEUN!!”

Eunhyuk masih mencari-cari keberadaan Soeun diseisi kafe. Semuanya sudah Eunhyuk cari sampai dapur bahkan ruang ganti namun Eunhyuk tak juga menemukan Soeun. Hingga ia menemukan sebuah ruangan yang terletak paling tersembunyi di kafe tersebut. Ia segera mendekat ketika melihat tulisan nama Lee Donghae disana.

Tok Tok Tok…

“Soeun! kau didalam? Soeun! Ini aku!!”

Eunhyuk kembali mendesah frustasi ketika tempat itu juga terlihat sunyi. Hampir saja ia meninggalkan tempat itu kalau saja ia tak mendengar suara yang aneh.

“Hummp~”

“Soeun! kau didalam?” Tanya Eunhyuk kembali menggedor pintu. Rasa gelisahnya semakin menjadi sekalipun terang setelah itu. “SOEUN!! DONGHAE APA DIDALAM JUGA ADA KAU?! Buka pintunya!” seru Eunhyuk lebih tidak sabar. Jantungnya benar-benar ingin meledak karena begitu tidak tenang.

“SOEUN-“

“APA MAUMU? PERGILAH! KAMI SEDANG BERSENANG-SENANG DISINI!”

Eunhyuk menghentikan gerakannya yang panik ketika mendengar suara Donghae. Ada perasaan aneh yang dirasakannya ketika mendengar seruan Donghae. Mereka sedang bersenang-senang? Maksudnya?

“Apa Soeun baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk begitu saja. Hatinya benar-benar begitu gelisah.

“Menurutmu?”

Rasanya Soeun benar-benar ingin menangis dengan keadaan ini. Ia ingin berteriak pada Eunhyuk agar Eunhyuk dapat menolongnya. Sementara Donghae terus membungkam mulutnya. Rasanya lebih sakit lagi karena kata-kata Donghae.

“Biarkan dia yang menjawabnya!” kata Eunhyuk lagi, lebih rendah. “Soeun, kau baik-baik saja?”

“Tsk, wanita mana yang mau bersuara disaat seperti ini. Pergilah, kau benar-benar mengganggu!”

Air mata Soeun jatuh begitu saja. Ia benar-benar sedih. Tak terbayangkan apa yang saat ini Eunhyuk fikirkan terhadapnya. Eunhyuk pasti akan membencinya atau mungkin jijik padanya.

“Kau datang disaat tak tepat. Kembalilah lain waktu..” ucap Donghae sedikit menyeringai. Ia mengalihkan perhatiannya pada Soeun yang tak lagi melakukan apapun selain terdiam dan menangis. Tatapannya melunak, ia lalu mendekati wajah Soeun dan menjilat air mata yang berjatuhan dipipinya. Sementara Soeun entah kenapa terdiam begitu saja.

Sementara itu diluar ruangan itu entah kenapa Eunhyuk membeku. Ia menggigit bibir bawahnya dan menatap pintu itu sedikit kecewa. Eunhyuk menatap pintu itu sekali lagi sebelum akhirnya sedikit mundur, mulai berniat meninggalkan tempat itu.

Soeun hanya membiarkan Donghae melakukan semaunya setelah merasa bahwa mungkin Eunhyuk sudah pergi. Semuanya begitu hancur begitu saja, sama seperti air matanya yang terus turun. Ia mengigit bibirnya untuk menahan air matanya, namun yang didengarnya adalah isakan yang lain setelah itu.

Donghae mengangkat wajahnya dan menjauh dari Soeun. Ia sedikit menghapus air matanya sendiri dan mulai mencari sesuatu didalam saku celananya. Setelah mendapatkannya Donghae segera bangkit dan membuka pintu. Meninggalkan Soeun begitu saja ditempat tadi.

()

“LEE HYUKJAE!!”

Langkah Eunhyuk terhenti ketika mendengar seruan Donghae. Ia yang tadinya berniat segera pergi dari tempat itu berbalik. Melihat kembali pada Donghae. Pemuda itu tampak berdiri dibelakangnya dengan ekspresi marah, walau ada air mata disekitar pipinya.

“Kau benar-benar brengsek, kemana hatimu pada waktu itu hingga kau melakukan semuanya pada Kwon Yuri. Aku sudah berusaha mencobanya, tapi kau lihat? Aku tak bisa melakukannya! Hatiku tak setega punyamu!”

Eunhyuk hanya menghela nafasnya. Ya, ini adalah puncaknya. Puncak kemarahan Donghae. “Maaf, aku benar-benar menyesal dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Kalau saja aku bisa memperbaikinya aku akan memperbaikinya..”

“Tapi kau tak bisa memperbaikinya! Kau tahu itu!” Seru Donghae tak tahan. “Kau menghancurkan hidupku. Kau tak tahu bagaimana rasanya ketika berada di posisiku. Kau benar-benar bajingan, kau merenggut cinta pertamaku!”

“Ya, aku tahu. Aku masih berharap kau mau memaafkanku walau aku harus berlutut padamu. Tapi, bisakah kita tak membawanya?” ucap Eunhyuk rendah. Ia kemudian berjalan dengan pelan, mendekati Donghae. “Sekarang aku ada didepanmu, dan aku tak akan lari. Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Kau mau memukulku? Membunuhku? Apapun, lakukanlah. Tapi kumohon setelah itu lupakan ini dan maafkan aku..” ucap Eunhyuk dengan sedikit merendah.

Donghae mendesah jengah, ia menatap sosok didepannya dengan amarah yang masih bersisa pada dirinya. Sebelum akhirnya, dengan gerakan cepat Donghae melayangkan pukulannya yang pertama.

Bugh..

()

“Oppa!”

Sulli segera berlari dari kamarnya ketika melihat mobil Eunhyuk memasuki pekarangan rumahnya. Sulli segera berlari kebawah untuk menyusulnya, karena daritadi Sulli begitu gelisah karena Eunhyuk dan Soeun belum juga pulang hingga lewat tengah malam.

“Oppa- Astaga, Soeun unnie kenapa?” Tanya Sulli begitu kaget ketika Eunhyuk membawa Soeun yang pingsan ditangannya. Wajah Eunhyuk juga terlihat memar. Melihat kondisi yang seperti itu, seluruh Maid dan pekerja dirumah itu segera berlarian untuk membantu Eunhyuk membawa Soeun.

“Bawa dia kekamar..” ucap Eunhyuk lirih. Eunhyuk segera bergerak kearah sofa. Berusaha mengistirahatkan badannya yang benar-benar lelah.

“Oppa, apa yang terjadi?” Tanya Sulli pelan dan sedikit menahan sedih. Ia segera duduk dihadapan Eunhyuk dan memperhatikannya. Rasa cemas terlihat diwajahnya.

“Aku tak apa-apa, ini hanya luka kecil. Oiya, bisakah kau mengambil sesuatu untuk mengobati ini..” ucap Eunhyuk sambil sedikit tersenyum. Berusaha menghilangkan kecemasan Eunhyuk. Sulli menganggukkan kepalanya, lalu ia segera bangkit dari tempat duduknya dan mencari obat-obatan untuk Eunhyuk. Sementara Eunhyuk tampak menghela nafas sambil melepas jaketnya.

()

Donghae mendesah pelan diruangannya yang masih temaram itu. Ia menunduk dan kembali mengingat apa yang terjadi ditempat itu satu jam lalu. Perlahan, Donghae mengalihkan perhatiannya kearah laptopnya yang masih memperlihatkan potret seorang gadis yang tersenyum disana. Donghae menghembuskan nafas dan bergumam.

“Sudah selesai.. semoga kau kini sudah tenang, Kwon Yuri..”

()

Eunhyuk keluar dari kamarnya sambil merapikan pakaiannya. Ia kemudian melirik sebuah kamar yang terletak beberapa kamar dari tempatnya. Eunhyuk tampak berfikir sesaat, sebelum akhirnya bergerak kearah sana secara perlahan.

Eunhyuk kembali menghentikan langkahnya, ia menatap pintu yang masih tertutup itu dengan sedikit ragu. Lantas setelah merasa cukup yakin akhirnya ia bergerak. Memberanikan diri menyentuh pintu tersebut untuk membukanya.

“Oppa! Apa Soeun unnie sudah bangun?!”

Eunhyuk mengundurkan niatnya mendengarkan teriakan Sulli dibelakangnya. Eunhyuk berdecak, lalu menoleh kebelakangnya dan meletakkan jari telunjuknya dibibirnya. Sulli tampak cengengesan.

“Tenanglah sedikit, nanti dia terganggu..” ucap Eunhyuk mengomel. Sulli kembali cengengesan.

“Sejak kapan oppa begitu peduli sama orang lain..” ucap Sulli lagi. Eunhyuk hanya mendesah mendengarnya. Ia membawa Sulli agak menjauh dari tempat itu, setelah jauh Ia lalu mengambil sesuatu dari sakunya dan mengulurkan pada Sulli.

“Ini. ambil kembali kunci mobilmu..” kata Eunhyuk. Sulli tampak sedikit kaget, namun ia segera meraihnya.

“Wah! Oppa! Kau begitu baik! Kya~ Aku mencintaimu!!” Teriak Sulli senang. Eunhyuk kembali berdecak sambil malas.

“Kali ini kau tak boleh mencari masalah. Kalau sampai kejadian lagi, aku akan mengirimnya kembali pada ayah dan ibu..” ucap Eunhyuk dingin. Sulli mengangguk senang.

“Ya, pasti. Arh, oppa aku benar-benar beruntung mempunyai oppa sepertimu…”

“Cih, sekarang merayu..” cibir Eunhyuk. “Oiya, kemaren Taemin menemuiku..”

Keriangan Sulli berhenti begitu saja mendengar kata-kata Eunhyuk. Ia menatap Eunhyuk antusias setelah itu. “Dia benar-benar menemuimu?” tanyanya antusias. Eunhyuk mengangguk.

“Ya, hey apa rencanamu padanya sehingga kau bilang untuk pacaran denganmu harus minta izin padaku dulu? Aku tak pernah mengatakan soal itu..” Tanya Eunhyuk. Sulli sedikit tersenyum kecil.

“Eung, tidak ada. Aku hanya ingin mengukur keberaniannya. Oiya, apa jawaban oppa?” Tanya Sulli lagi. Eunhyuk sedikit tersenyum tipis.

“Bukankah kita saudara? Aku mengikuti jalanmu..” kata Eunhyuk. Sulli menatap penasaran.

“Maksud oppa?”

“Aku ikut mengerjainya, haha. Aku bilang padanya kalau kalian belum saatnya pacaran dan kalian sebaiknya berteman..” kata Eunhyuk, berhasil membuat Sulli kaget.

“Oppa bilang seperti itu!” Tanya Sulli shock. Eunhyuk tersenyum sambil mengangguk. “Tsk, pantas dari semalam ia sedikit berubah padaku..” kata Sulli.

“Salah siapa?” Tanya Eunhyuk. Sulli hanya sedikit cemberut. “Sudah, kalau kau menyukainya pergi sana dan jelaskan padanya. Kau tega melihat Taeminie tercinta merasa kecewa karena kata-kataku. Pergi jelaskan padanya…” ejek Eunhyuk. Wajah Sulli sedikit memerah, namun ia menganggukkan kepalanya.

()

Kehebohan terasa di bandara tersebut. Beberapa orang tampak sibuk dan berlalu lalang. Ada yang ingin pergi ada yang baru datang. Semuanya terlihat sibuk dan membaur.

Ditengah keramaian, seorang lelaki berusia empat puluh tahunan tampak baru saja keluar dari sebuah pesawat yang baru landas. Ia tampak tersenyum menatap keriuhan di bandara Incheon.

“sudah lama aku tak lama ke korea, aku benar-benar merindukannya..” ucap laki-laki itu sambil tersenyum.

“Hyunso!”

Laki-laki itu menoleh ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia berbalik, tersenyum melihat sepasang suami istri yang baru keluar dari terminal yang sama dengannya tadi.

“Aku fikir kau menghilang lagi..” kata yang laki-laki sambil tersenyum. Keduanya kemudian mendekati laki-laki yang tadi. Tertawa sejenak sebelum akhirnya berjalan-jalan bersama keluar dari bandara.

Kami pulang…

()

Sulli kembali memasuki sekolahnya dengan riang, ia tampak menyusuri koridor dengan ekspresi ceria diwajahnya. Hari ini rasanya ia tak sabar menemui seseorang. Kau tahu bukan orang yang dimaksud adalah Taemin.

Dengan memutar-mutar kunci mobilnya ia segera berjalan kekelasnya. Namun ia tampak menghentikan langkahnya begitu melihat Taemin yang juga berniat memasuki kelas yang sama.

“Taemin-ah!”

“O my god..” Taemin bergumam pelan ketika melihat Sulli melambaikan tangan padanya. Ia tampak berfikir dengan sedikit panik sambil berusaha berpura-pura tak melihat Sulli. Setelah berfikir beberapa saat, ia kemudian memutuskan berbalik setelah itu. Lalu lari.

“Tsk, kenapa dia malah lari? Tadikan sepertinya ia melihatku…” ucap Sulli sedikit cemberut. Ia tampak memutar bola matanya sambil berfikir. Sampai akhirnya ia mengingat sesuatu. “Aigoo, apa dia berniat menghindariku setelah kata-kata Hyuk oppa?” Tanya Sulli sambil berfikir. Sulli kemudian segera mengikuti arah pergi Taemin setelah itu.

“Oh, apa dia mengikutiku?” Tanya Taemin dengan nafas tersengal. Ia kemudian mendudukkan dirinya disalah satu tempat duduk yang ada dilapangan basket tersebut. Astaga, Taemin sampai lari sejauh ini guna menghindari Sulli. “Apa yang harus kulakukan kalau bertemu lagi dengannya? aku tak tahu apa yang harus kukatakan..” ucap Taemin sambil terus mengatur nafasnya.

“TAEMIN-AH!”

Taemin berjingkat kaget ketika seseorang berseru sambil menepuk bahunya. Ia segera berbalik, dan wajahnya langsung memerah begitu melihat Sulli.

“K-Kau?” tanyanya seperti melihat hantu. Sulli tampak cemberut.

“Iya, aku..” ucapnya sambil berpindah kedepan. Duduk disamping Taemin. “Kenapa kau lari dariku?” Tanya Sulli kemudian. Taemin tergagap.

“S-Siapa yang lari darimu!”

“Tadi itu..” seru Sulli. Taemin menggeleng.

“Tidak. Aku hanya… hanya… err, lari pagi. Ya, kau tahu bukan lari pagi baik untuk kesehatan..”

“Aneh sekali kau baru memikirkan lari pagi hari ini setelah begitu banyak pagi yang kau lalui..” ucap Sulli. “Kau menghindariku…”

“B-Bukan..”

“Kau menghindariku..” ucap Sulli sambil cemberut.

Sulli terdiam, menghembuskan nafas sambil menatap kedepannya. Sementara Taemin tampak juga menghembuskan nafas dan melirik sejenak pada Sulli yang tiba-tiba diam. merajuk?

“A-Aku bukannya menghindarimu. S-sungguh..” ucap Taemin tak enak hati. “A-Aku hanya.. eung, tak tahu apa yang harus kukatakan padamu…” ucap Taemin ragu. Soeun menoleh kearahnya.

“A-aku gagal…” ucapnya dengan nada rendah sambil menundukkan kepalanya.

“G-Gagal?”

“Y-Ya.. aku tak mendapat izin dari Eunhyuk hyung…”

“Huh?”

“Dia bilang tidak boleh…”

Sulli menundukkan wajahnya setelah Taemin menundukkan wajahnya lebih dalam. Namun ia curi-curi pandang pada Taemin setelah itu.

“Lalu kau mau menyerah?” Tanya Sulli. Taemin mendesah.

“Sebenarnya belum, tapi.. aku tak bisa menjanjikan apapun pada Eunhyuk hyung..” jawab Taemin. Ia melirik sekilas pada Sulli. “Dia bilang, kalau kita pacaran setidaknya aku harus membuatmu lebih baik. Itu yang kuragukan-“

“Jadi aku tidak baik?”

“Ah, bukan! Bukan! Bukan itu maksudku, maksudku adalah-“

“Itu sebenarnya hanya omong kosong..” ucap Sulli lirih, membuat Taemin menoleh padanya.

“Huh?”

“Aku bilang, sebenarnya itu hanya omong kosong. Eunhyuk oppa tak pernah memberikan syarat tertentu agar aku bisa pacaran…”

“Maksudmu?” Tanya Taemin mulai angkat kepala. “Kau mengerjaiku?!” tanyanya kesal. Sulli cengengesan sambil menunjukkan dua jarinya.

“Kenapa begitu serius…”

“Aish, kau ini benar-benar. Kau tak tahu bahwa jantungku ingin copot karena semua itu!” Kata Taemin sambil bangkit. Sulli ikut bangkit dan menjulurkan lidahnya.

“Siapa yang bodoh memangnya begitu mudah ditipu..”

“Yah, kemari kau. Aku benar-benar akan memberikanmu hukuman atas kebohonganmu!” Seru Taemin sambil berusaha mendekati Sulli. Namun sayangnya Sulli segera melarikan diri setelah itu. “Yah!” panggil Taemin sambil mengejar Sulli. Sementara Sulli terus berlari didepan sambil terus mengejeknya.

()

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya kebelakang ketika melihat Maid yang tadi kekamar Soeun turun kembali. Makanan yang tadi dibawanya masih begitu utuh, tanpa disentuh sedikitpun.

“Dia belum mau makan?” Tanya Eunhyuk sedikit menebak. Namun wanita itu tampak menganggukkan kepalanya.

“Ya, tuan. Bahkan nona Soeun tak mau diajak bicara..” sahut wanita itu. Eunhyuk menghela nafas, lalu setelah berfikir ia tampak bangkit dari tempat duduknya. Mendekati wanita itu.

“Biarkan aku mencobanya…”

Tok Tok Tok…

Soeun yang daritadi tengah melamun mengalihkan perhatiannya kearah pintu ketika mendengar ketukan. Ia tampak menghela nafas sedikit berat.

“Silahkan masuk, pintunya tak dikunci. Tapi kalau kau membawa makanan sebaiknya bawa kembali, aku tak lapar!” sahutnya datar.

Klek!

Pintu itu terbuka. Menampakkan Eunhyuk yang membawa makanan kedalam. Soeun yang baru menydari langsung kaget ketika melihat siapa yang datang.

“Boleh aku masuk?” Tanya Eunhyuk. Soeun menganggukkan kepalanya, sebelum menundukkannya kembali. “Aku membawakan makanan-“

“Aku tak ingin makan, Eunhyuk!” Seru Soeun cepat. Eunhyuk hanya sedikit mendesah, ia tetap memasuki kamar Soeun dan menutup kembali pintunya.

“Kau sedang sakit Soeun, kau akan semakin parah kalau tidak makan..” ucap Eunhyuk sambil meletakkan makanan itu keatas meja terdekat. “Makan ya..” ajak Eunhyuk. namun Soeun segera menggeleng, gadis itu menyandarkan dirinya pada Headbed.

“Biar bagaimanapun, aku belum mengucapkan maaf padamu atas semua yang telah terjadi. Aku menyesal karena Donghae ikut membawamu dalam hal ini..”

“Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan kalian dimasa lalu? Apa yang kau lakukan sehingga Donghae begitu marah padamu..” Tanya Soeun dengan nada lirih. Gadis itu masih bersandar dengan lemah di headbed, sementara matanya menatap sayu kehadapannya.

Eunhyuk menghembuskan nafasnya, terlihat sedikit ragu. Namun pada akhirnya ia meraih sebuah bangku yang ada disana dan menariknya kedekat tempat tidur Soeun. Ia lalu menatap Soeun.

“Kau tahu Soeun? sebenarnya ini begitu sulit untuk diceritakan. Tapi untuk pertama kalinya, aku akan menceritakannya padamu…”

()

“Taeminie, aku tak mengerti soal yang nomor ini.. bisakah kau jelaskan padaku?”

“Taeminie aku juga tak mengerti ini. Tolong bantu aku, juga..”

“Aku juga ya, Taeminie…”

“Aku juga…”

Sulli memutar mata bosan sambil mengalihkan perhatiannya dari sudut ruangan kelas. Wajahnya cemberut sambil membuka bukunya sendiri. Mencoba memfokuskan fikirannya sendiri pada pekerjaan dan kelompoknya, walau pada nyatanya sejak tadi ia hanya fokus pada kelompok belajar Taemin yang dipenuhi oleh siswi perempuan disudut sana.

“Tsk, aku tak memahami ini!” Seru Sulli kesal sambil membuka bukunya. Pandangannya kembali beralih pada kelompok Taemin. Dimana Namja itu tampak sibuk meladeni para teman sekelompoknya yang berisik.

“Apa yang terjadi padamu, Sulli? Kau tak mengerti?” Tanya salah seorang Namja dikelompoknya yang duduk tepat didepannya. Sulli menganggukkan kepalanya.

“Ne, Sehun-ah. Aku benar-benar tak mengerti semua ini..” kata Sulli sambil merengek pada Namja tampan bernama Oh Sehun itu. Sehun tampak sedikit melirik buku Sulli dan memperhatikan apa yang ditunjukkan Sulli padanya. Senyuman tampak diwajahnya setelah itu.

“Oh, soal ini. Mendekatlah, aku akan menunjukkan padamu…” sahut Sehun.

“Benarkah?” Tanya Sulli antusias, Sulli kemudian berpindah kedekat Sehun untuk memperhatikan penjelasan Sehun. Sementara itu, ditengah kesibukannya dengan para Fansnya, Taemin tampak menggerakkan sudut matanya kearah meja kelompok disamping kiri meja kelompoknya.

()

Treng!!

Kaca itu langsung terberai jatuh kelantai ketika baru saja jari itu menyentuhnya. Kaca-kaca itu langsung berhamburan dilantai didalam ruangan itu. Menyingkirkan hal yang tadi menghalangi untuk melihat kedalam.

Laki-laki itu menghela nafas sambil melihat bangunan yang sudah berbulan-bulan ditinggalkan itu. Ia mengalihkan perhatiannya dari rumah itu kearah taman yang berada didepan rumah tersebut. Raut wajahnya terlihat seperti mengandung beban yang berat. Ia kembali menghembuskan nafasnya dan bergumam.

“Dimana dirimu, putri kesayanganku…”

()

Diam sejenak, untuk beberapa lama Eunhyuk menghentikan kata-katanya dan memberikan beberapa jeda. Matanya kembali beralih pada gadis didepannya. Dimana gadis itu hanya diam mendengarkan ceritanya daritadi.

“Yah, begitulah… Kwon Yuri menghilang setelah kejadian malam itu. Aku tak tahu dia berada dimana. Hanya ketika Donghae kembali dan menyebut dia sudah meninggal aku baru mengetahuinya. Mengetahui bahwa ia meninggal dua hari setelah itu…” kata Eunhyuk pelan dan melanjutkan ceritanya. Ia tersenyum sedikit miris, tak menyangka akhirnya ia menceritakan semuanya kepada orang lain. Apalagi kepada sosok didepannya ini.

“Pantas Donghae begitu marah padamu..” gumam Soeun pelan. Ia menggigit pelan bibirnya yang masih terasa perih akibat luka ciuman Donghae semalam. Matanya lurus menatap kehadapannya sambil terus berfikir. “Tapi kenapa ia melampiaskannya padaku?” Gumam Soeun kemudian begitu saja.

Eunhyuk menghembuskan nafasnya pelan ketika tiba-tiba Soeun mengatakan hal tersebut. Ia menatap kembali sosok yang masih terpaku sambil menunduk itu.

“Karena aku telah menyakiti gadis yang ia cintai, itu sebabnya ia balas dendam dengan cara yang sama. Ia menyakiti gadis yang kucintai..”

“Tapi aku-“ Soeun yang ingin protes menghentikan kata-katanya begitu saja ketika ia berpaling kembali pada Eunhyuk. Matanya terperangkap pada mata elang Eunhyuk ketika itu. Menatapnya dengan pandangan yang berbeda.

“Gadis yang ia fikir kucintai itu adalah kau. Aku tak tahu darimana ia sampai berfikiran seperti itu tapi aku menyadari itu benar” kata Eunhyuk menggantung kata-katanya. Ia kembali menatap mata itu lebih dalam lagi. “Gadis itu memang kau…”

Soeun terpaku. Ia tenggelam dalam pandangan itu dalam beberapa saat. Sebelum akhirnya sesuatu melintas difikirannya. “Tapi hari itu aku melihat kau mencium gadis lain diapartement itu..” kata Soeun sambil kembali beralih.

“Huh?” Tanya Eunhyuk sedikit kaget. Ingatannya langsung mencari-cari apa yang ingin Soeun sampaikan padanya. hingga akhirnya ia ingat kejadian hari itu ketika ia pergi ke apartement Jina. Eunhyuk menghembuskan nafasnya. “Kau melihatnya?” Tanya Eunhyuk sedikit memegang tengkuk belakangnya sendiri. Mulai kembali bingung kini bagaimana cara menjelaskannya.

“Donghae seharusnya melampiaskannya pada gadis itu..” gumam Soeun pelan. Ia kembali menundukkan wajahnya setelah kata-kata itu. Mencoba mencari pemahamannya sendiri.

“A-Aku tidak mencintainya..” kata Eunhyuk begitu saja. Membuat Soeun kembali menatapnya. “Ciuman itu sebenarnya hanya sebuah bentuk pembuktian. Dan hasilnya adalah hal itu, aku tak mencintainya. Selama ini ia hanya sebatas obsesi bagiku…”

“Kaulah yang kucintai…”

Soeun mengalihkan perhatiannya kepada Eunhyuk setelah kata-kata itu. Benar, itu adalah kata yang ditunggunya dari dulu. Namun, entah kenapa kata-kata itu terdengar begitu lucu. Ya, sangat lucu…

“Ini bukan april mop bukan? Berhentilah bercanda..” kata Soeun sambil mengalihkan kembali pandangannya. “Aku sudah akan melupakan semua hal tentang Donghae. Jadi kau tak perlu merasa bersalah dan membuaiku dengan kata-kata seperti itu…” ucapnya lirih.

“Kenapa kau berfikir seperti itu?” Tanya Eunhyuk tak mengerti. Matanya berusaha mencari-cari mata Soeun, walau mata Soeun terus berpaling jauh darinya. “Kau tak percaya padaku?”

“Ya, karena aku lelah percaya. Tidakkah ini begitu lama? mencintai orang sepertimu begitu melelahkan bagiku. Kurasa aku sudah ingin berhenti..” ucap Soeun lagi, ia sedikit menggigit bibir bawahnya. Meredam emosinya ketika mengatakan hal itu.

“Kenapa kau berhenti tepat beberapa meter dariku? Kenapa kau berpaling ketika aku sudah menyadari bahwa seluruh hatiku untukmu?” ucap Eunhyuk begitu saja. Eunhyuk kemudian tersenyum kecil, lalu menatap Soeun kembali. “Haruskah aku yang berlari dan mengejarmu kini?”

“Eunhyuk-ah..”

“Apakah kau tak memberi kesempatan bagiku untuk memperbaiki semuanya? Apakah ini terlalu terlambat bagiku?” potong Eunhyuk sambil menatap mata Soeun. “Tolong beri satu kesempatan bagiku, maka setelah itu aku pastikan tak ada lagi rasa lelah bagimu ketika berada disampingku…”

“Mengertilah bahwa kau dan aku memang ditakdirkan untuk seharusnya bersama dan saling melengkapi seperti diarymu dan gelangku yang bisa bersatu..”

Soeun kembali menatap padanya, seperti tidak percaya. “Apa?”

“Ne, kau pernah bilang kau kehilangan salah satu anak kunci diarymu bukan? Salah satu anak kunci hatimu. Kau tahu, aku memilikinya.. memiliki kunci hatimu…” ucap Eunhyuk sambil menunjukkan gelang ditangannya. Soeun menatap gelang itu sedikit tak percaya.

“Jangan bercanda-“

“Aku bisa membuktikan padamu. Beri aku diarymu..” ucap Eunhyuk sambil mengulurkan tangannya. Wajahnya tersenyum pada Soeun, memintanya untuk percaya. Hingga akhirnya Soeun berpaling, bergerak mencari sesuatu dibawah bantalnya. Ia lalu mengulurkannya pada Eunhyuk. “Izinkan aku membukanya..” kata Eunhyuk sambil tersenyum dan menerimanya. Ia kemudian membuka gelang hitam yang melingkar dipergelangannya. Lalu mencoba membuka kunci diary Soeun. Sementara Soeun menatap dengan penasaran.

Klek!

Soeun terpaku. Agak kaget melihat kunci itu berhasil membuka diarynya. Eunhyuk tampak tersenyum, lalu mengangkat wajahnya.

“Kau lihat? Aku bisa membukanya..” kata Eunhyuk sambil mengulurkan diaryku. Soeun menerimanya, masih dengan tidak percaya. “Aku bisa membuka hatimu..”

“Bagaimana mungkin?” Tanya Soeun benar-benar tak percaya. “Dimana kau mendapatkan gelang itu..”

“Aku membelinya di Taiwan sekitar tiga tahun yang lalu…” ucap Eunhyuk.

“Sulit dipercaya..”

“Ya, aku juga berfikiran seperti itu sebelumnya. Bahkan kalau kau percaya kita memiliki ikatan yang lebih kuat yang tak dapat dipercaya. Seperti perasaan resahku ketika aku merasakan bahwa kau dalam bahaya..” kata Eunhyuk tersenyum melihat ekspresi Soeun yang tampak sudah kembali hidup. Soeun tampak mengangkat wajahnya, kembali menatap Eunhyuk.

“Apa itu sebabnya kau tahu ketika aku disekap Donghae semalam?” Tanya Soeun penasaran. Eunhyuk mengangguk.

“Ya, ini terdengar klasik namun itulah yang terjadi..” kata Eunhyuk. Ia menatap lagi gadis yang didepannya, kembali tersenyum melihat semangat yang kembali terlihat darinya. “Aku berharap bukan hanya gelangku yang bisa membuka Diarymu. Tapi aku begitu berharap bahwa kali ini aku juga bisa membuka hatimu, membuka hatimu untuk kembali mencintaiku..” kata Eunhyuk kemudian. Berhasil membuat Soeun mengalihkan perhatiannya dari diarynya, kembali pada Eunhyuk yang tersenyum padanya.

“Apa kau benar-benar dengan apa yang kau katakan?” Tanya Soeun. Eunhyuk kembali tersenyum.

“Kau bisa Tanya hatimu. Kukira dengan ikatan yang kita miliki ia mengetahui..”

Soeun tampak terdiam. Menatap Eunhyuk yang terus tersenyum padanya. Perlahan ia mencoba mencari jawaban dihatinya. Berusaha mempercayai kata-kata Eunhyuk.

“Datanglah padaku..” ucap Eunhyuk sambil mengembangkan kedua tangannya. Seakan sudah mengerti apa yang ada didalam fikiran Soeun dan menunggu Soeun untuk memeluknya. Soeun tersenyum, sedikit menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir dan mendekati Eunhyuk. Melarikan diri kedalam pelukannya.

“Aku mencintaimu..” bisik Soeun tak mampu menahan rasa bahagia dalam dirinya. Sementara Eunhyuk juga tersenyum sambil balas memeluknya.

“Aku juga mencintaimu, sangat… mencintaimu…”

()

Sulli mengasingkan diri dari keramain sekolahnya ketika waktu istirahat datang. Gadis manis berkulit seputih susu itu memilih duduk disalah satu sudut taman sambil membaca buku dan mendengarkan music.

Tap!

Ia menoleh kebelakang ketika seseorang menyentuh bahunya. Ia membalikkan tubuhnya dengan wajah datar. Seperti tak menghiraukan orang yang baru datang.

“Hey, ada namja tampan disini..” gerutu Taemin sambil melepas earphone yang dipakai Sulli. Membuat Sulli menoleh padanya.

“Yah, aku ingin menenangkan diri disini..” seru Sulli kesal. Taemin hanya tersenyum sambil duduk disamping Sulli.

“Kita harus berbicara, kita belum menyelesaikan pembicaraan kita tadi pagi..” ucap Taemin.

“Ya ya bicaralah..” kata Sulli cuek sambil kembali membalik bukunya. Namun waktu itu tak begitu lama kembali dibacanya ketika benda itu direbut Taemin. “Yah!”

“Dengarkan orang yang berbicara denganmu..” kata Taemin sambil meletakkan buku itu disampingnya yang lain.

“Memangnya apa yang mau kau bicarakan?”

“Hubungan kita…”

Sulli mendesah bosan. Ia mengalihkan perhatiannya kedepannya. Kau tahu, ini topic menyenangkan sebetulnya. Kecuali fakta bahwa moodnya memburuk ketika ia melihat Taemin selalu dengan fasnya dari tadi pagi.

“Apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin kau menjadi kekasihku…”

“Tsk, pacaran saja dengan fansmu..” ucap Sulli sambil cemberut. Taemin kembali tersenyum mendengarnya, ia menyentuh pipi Sulli dengan telunjuknya.

“Jangan bilang kau cemberut begini karena itu..” godanya.

“Kau fikir siapa yang tidak kesal disuguhi hal itu setiap pagi. Kau bilang suka padaku tapi kau terus bersama orang lain…” ucap Sulli blak-blakan.

“Karena kau sering menghindariku. Lagipula, bukankah aku bilang aku tak menyukai mereka. Aku hanya menyukaimu..”

“Tapi-“

“Maka jadilah kekasihku. Setelah itu aku bisa jelaskan pada mereka untuk tidak lagi mengangguku karena ada dirimu. Aku fikir mereka akan menjauh…” kata Taemin. “Teman namjamu terutama Oh Sehun juga tentunya..” sambungnya kemudian.

“Kau cemburu dengan Oh Sehun? Diakan hanya membantuku, dia tak seperti fansmu yang berisik itu. Oh Taeminie, Taeminie.. tsk, bukankah kau fikir itu kampungan?”

“Tetap saja aku tak suka..” kata Taemin sambil cemberut. “Apalagi aku lihat dia menyukaimu. Dari matanya ia terlihat ingin menjadikanmu kekasih..”

“Sehun berfikiran seperti itu?” Tanya Sulli tertarik.

“Kenapa wajahmu jadi jelek begitu? Memang kau ingin pacaran dengannya?” Tanya Taemin sinis.

“Kufikir punya pacar tampan dan pintar lebih baik daripada pacar yang populer..”

“Yah, apa maksud kata-katamu..” ucap Taemin merenggut. “Tidak boleh! Shireo! Kau milikku-“

“Tsk, aku hanya bercanda. Kenapa kau berteriak!” Sulli balas berteriak.

“Habis kau menyebalkan. Aku sudah lama menunggumu kau dengan mudah berpaling pada orang lain…”

“Tsk, bukankah kita memang sudah pacaran semenjak tadi pagi?” ucap Sulli bergumam.

“Benarkah?” Tanya Taemin kaget dan senang.

“Menurutmu bagaimana caranya kalau kita memulai pacaran-“

Chu~

“Seperti ini!”

Sulli membulatkan matanya. Begitu kaget ketika Taemin tiba-tiba sekilas mengecup bibirnya. Membuat ia terpana dan menghentikan kata-katanya. Menatap Taemin yang tersenyum dengan sedikit tidak percaya.

“YAH KAU MENCURI CIUMAN PERTAMAKU!” Seru Sulli kesal setelah kembali tersadar.

()

Mobil itu memasuki perkarangan rumah itu dengan pelan. Setelah berhenti didepan rumah, tampak salah seorang sopir turun dan membuka pintu belakang. Membiarkan sepasang suami istri turun dan berjalan memasuki rumah. Melewati para Maid yang memberikan hormat pada mereka.

“Aku benar-benar tak sabar melihat ekspresi Eunhyuk dan Sulli begitu melihat kita..” ucap sang istri senang sambil melingkarkan tangannya pada bahu suaminya. Suaminya tampak hanya tersenyum.

()

“Aku kenyang..” ucap Soeun memalingkan wajahnya ketika Eunhyuk berniat kembali menyuapinya. Eunhyuk tampak menarik tangannya kembali, agak mendesah.

“Ayolah, kau bahkan belum memakan lima suapan. Kau harus banyak makan untuk sembuh..” kata Eunhyuk kemudian. Soeun kembali menggeleng.

“Aku benar-benar tak ingin memakan apapun. apalagi rasa bubur itu begitu hambar..” ucap Soeun kemudian.

“Ya, setahuku hanya rasa bibirku yang manis bagimu…” kata Eunhyuk sambil tertawa kecil. Soeun menoleh kesal padanya.

“Yah-“

“Oh, bagaimana ini.. aku membaca seluruh diary dan hatimu..” kata Eunhyuk pura-pura panik. Soeun hanya pura-pura cemberut sambil mengalihkan perhatiannya dari Eunhyuk. berusaha menahan rasa malu dan wajahnya yang memerah. “Ayolah, makan lagi..” bujuk Eunhyuk lagi.

“Tidak, Eunhyuk…”

“Ayolah..” kata Eunhyuk sambil mencondongkan dirinya lebih mendekati Soeun.

“Tidak..”

“Ayolah…”

Soeun mencondongkan dirinya kebelakang ketika wajah Eunhyuk begitu dekat dengannya. Eunhyuk tersenyum sambil menatap mata Soeun.

“A-Apa yang mau kau lakukan?” Tanya Soeun gugup.

“Mengulang ciuman pertamamu…”

Eunhyuk meraih dagu Soeun dan mendekatkan wajahnya kewajah Soeun. Ia memiringkan wajahnya dan melumat bibir Soeun yang masih terluka dengan begitu lembut. Ia menuntun Soeun hingga bersandar dengan rileks di Headbed belakangnya, seiring Soeun yang membalas ciumannya.

()

“Tidak ada Eunhyuk!” kata nyonya Lee mengeluh sambil keluar dari kamar Eunhyuk. ia mengalihkan perhatiannya keseisi rumah dengan sedikit bingung. Hingga ia melihat seorang Maid. Ia memanggil maid tersebut.

“Ada apa nyonya?” Tanya maid itu setelah memberi hormat pada nyonya Lee.

“Itu, aku tak menemukan Eunhyuk. apa kau tahu putra sulungku itu ada dimana?” Tanya nyonya Lee. Maid itu tampak tersenyum dan mengangguk.

“Tuan muda tadi masuk kekamar tamu, nyonya. Saya yakin ia masih disana..” ucap maid itu.

“Begitukah? Baiklah. Terima kasih ya..” ucap wanita tersebut sambil berjalan kearah kamar tamu. “Apa yang ia lakukan didalam?” tanyanya sambil berjalan kearah sana. Ketika sampai disana ia langsung meraih gagang pintu.

Klek!

Dua orang itu langsung menghentikan ciuman mereka ketika mendengar pintu terbuka. Ketika mengalihkan perhatian mereka kearah pintu, keduanya menemukan seorang wanita yang menatap shock apa yang baru saja dilihatnya. Eunhyuk segera memperbaiki posisinya.

“Ibu!”

()

“Permisi, tuan. Apa anda pernah melihat gadis ini..” Tanya Seorang laki-laki sambil memperlihatkan kertas foto pada beberapa orang yang ditemuinya. Namun seperti sebelumnya, yang ia dapatkan hanya gelengan kepala. “Oh, baiklah.. terima kasih tuan..” ucapnya sambil tersenyum kecut.

Laki-laki itu terdiam sambil melirik foto itu setelah kepergian orang-orang tadi. Ia menghela nafasnya berat.

“Kemana lagi ayah harus mencarimu, putriku?”

()

“J-Jadi kalian ini pacaran? Dan kalian telah tinggal bersama dirumah ini selama lima bulan?” Tanya tuan Lee sedikit speechless. Apa yang harus dilakukannya lagi memangnya, ketika istrinya histeris dan melaporkan bahwa anak laki-lakinya telah membawa wanita kerumah.

“Tapi tidak terjadi apapun, ayah. Seperti yang kujelaskan sebelumya, semua itu karena kelalaian Sulli juga dan karena Soeun mengalami musibah itu sebabnya ia disini..” kata Eunhyuk menjelaskan. Sementara Soeun hanya diam menunduk disampingnya, tak tahu harus melakukan apapun.

“Tapi kalian tetap saja serumah namanya…”

“Tapi kami tidak melakukan apapun, ayah..” ucap Eunhyuk kembali menjelaskan duduk permasalahannya.

“Tidak melakukan apa kalau kau tadi ketahuan berada dikamarnya dan melakukan hal yang tadi?”

Eunhyuk menghela nafasnya. Agak bingung harus menjelaskan darimana. Salahnya tadi karena lupa mengunci pintu sehingga ibunya harus melihat hal yang tak seharusnya seperti tadi. Kedua orang tuanya tampak juga berfikir sesaat, tampak mulai memikirkan sesuatu untuk menengahi masalah ini. Ayolah, orang tua mana yang tak khawatir menemukan hal seperti tadi? Masih untung ibu Eunhyuk tak punya penyakit jantung.

“Kami memang tidak melakukan apapun, ayah. Percayalah padaku…” ucap Eunhyuk sedikit memelas. Berharap mereka akan mempercayai kata-katanya. Ayahnya mengalihkan perhatikan perhatiannya dari Eunhyuk. menatap gadis yang masih menunduk didepannya.

“Angkat wajahmu, nona muda. Kau tak perlu merasa takut kalau tidak merasa salah..” ucap tuan Lee rendah, namun tegas. Soeun perlahan mengangkat wajahnya setelah itu. Membuat perhatian fokur suami istri itu kepadanya. “Siapa namamu?” Tanya Tuan Lee.

Soeun sedikit merasa gugup. Sedikit susah ia menjawab pertanyaan itu, sebelum akhirnya Eunhyuk menatapnya dan mendukungnya. Berusaha menenangkan dan menjelaskan bahwa ia tak perlu merasakan takut.

“N-Namaku adalah Kim So Eun..” ucapnya terbata.

“Kim So Eun?” gumam ibu Eunhyuk yang duduk disebelah kanannya dengan pelan. Tiba-tiba ia mengingat sesuatu dan menatap Soeun lebih. “Tunggu..” kata nyonya sambil meraih dagu Soeun. Membuat Soeun menoleh padanya, Eunhyuk tampak ingin sedikit protes karena sikap aneh ibunya yang membuat Soeun semakin cemas. “Yeobo, dia..” kata nyonya Lee sambil bangkit dan mendekati suaminya. Tuan Lee menatap bingung.

“Apa?”

“Mana, foto putri Hyunso..” kata nyonya Kim sedikit tidak sabar. Tuan Lee yang tak mengerti hanya menuruti, mengambil sebuah foto dari kopernya dan menyerahkan pada istrinya. Nyonya Kim tampak memperhatikan foto itu, lalu mencocokkannya dengan Soeun beberapa kali.

“Istriku-“

“Astaga, kau putri Kim Hyunso…” ucap nyonya Lee senang sambil mendekati Soeun. ia kemudian memeluk tubuh Soeun kemudian. Membuat bukan hanya Soeun yang kaget, namun juga Eunhyuk. “Aku begitu senang menemukanmu..” ucap nyonya Lee sambil memeluk tubuh Soeun. Sementara Soeun memberikan tatapan bingung pada Eunhyuk yang tampak juga masih kaget.

“Apa yang terjadi, istriku? Anak Hyunso apa maksudmu?” Tanya tuan Lee belum juga mengerti. Sama seperti Eunhyuk dan Soeun. walau Soeun lebih memahami ketika nyonya Lee menyebut nama ayahnya.

“Lihat, dia anak Hyunso yang sedang dicari Hyunso..” kata Nyonya Lee senang setelah melepas pelukannya. Ia mengulurkannya pada suaminya. Membuat tuan Lee memperhatikan kertas foto itu. “Segera hubungi hyunso dan suruh ia kemari..” kata nyonya Lee sambil kembali pada Soeun.

“Anda mengenal ayahku?” Tanya Soeun pada nyonya Lee. Nyonya Lee mengangguk sambil mengusap lembut rambutnya.

“Ya, anakku. Sekarang ayahmu sedang mencarimu setelah ia kembali bersama kami ke korea. Kami begitu senang karena pada akhirnya kami dapat menemukanmu dalam keadaan baik-baik saja. Kau tak tahu betapa bahagianya kami..” ucap nyonya Lee sedikit menahan harunya. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada putranya. Mengusap pipinya. “Perbuatan yang tepat, Eunhyuk-ah..” ucapnya. Wanita itu kembali menatap Soeun dengan mata yang begitu senang. Sementara Soeun hanya tersenyum dengan penuh haru, tangannya yang digenggam Eunhyuk balas menggenggam tangan Eunhyuk yang tampak ikut berbahagia untuknya.

()

“Ayah!”

Soeun segera bangkit dari tempat duduknya ketikaa melihat sosok ayahnya memasuki rumah. Ayahnya juga tampak tersenyum. tampak langsung menyambut sang putri yang berlari untuk memeluknya.

“Ayah, kemana saja?” Tanya Soeun sambil memeluk ayahnya erat. Ia menangis didalam pelukan ayahnya, melepaskan bebannya selama ini.

“Maaf Soeun, ayah hanya ingin mencari jalan keluar untuk masalah kita. Ayah bersyukur karena kau tak apa-apa” kata tuan Kim sambil memeluk putrinya lebih erat. “Oh, putri ayah telah kembali..” katanya penuh haru.

Sementara itu Eunhyuk dan kedua orangtuanya tampak hanya memperhatikan moment itu dengan ikut berbahagia. Orang yang paling lega disana mungkin adalah Eunhyuk karena selama ini ia fikir ayah Soeun benar-benar sudah meninggal. Tapi beruntung itu semua hanya bentuk kebohongan orang-orang yang dulu mengejar-ngejar Soeun.

‘aku merasakan kebahagiaanmu, Soeun-ah..’

Klek!

Pintu kembali terbuka ketika itu. menampakkan sepasang anak muda dengan seragam High School mereka. Awalnya mereka tampak sedikit heran dengan moment Soeun dengan seorang laki-laki yang tak mereka kenal didepan pintu. Tapi begitu melihat sosok lain didekat sofa, Sulli tiba-tiba berseru senang.

“Ayah ibu disini!” Seru Sulli senang. Sulli segera berlari dari Taemin dan segera menghampiri ibunya untuk memeluknya.

()

“Jadi ayah dan ibu adalah sahabat ayahnya Soeun unnie?” Tanya Sulli antusias setelah mendengar cerita dari kedua orang tuanya. Saat ini mereka sedang makan malam bersama dirumah keluarga Eunhyuk untuk merayakan hal besar hari ini. bahkan mereka mengajak Taemin yang mereka ketahui adalah kekasih Sulli setelah Eunhyuk membeberkannya.

“Begitulah, kalian tidak akan tahu bahwa tuan Kim Hyunso ini berjasa besar bagi keluarga kita. Kalau tanpa dia, mungkin kita tak akan bisa hidup seperti ini..” ucap tuan Lee. Tuan Kim tersenyum halus.

“Kau terlalu berlebihan, Lee Jae Seob…”

“Tidak, memang begitulah adanya. Kalian tahu? ayah Soeun lah yang membuat proyek pertama ayah berhasil. Ia dan keluarganya dulu juga merawat ayah ketika ayah pertama kali menginjakkan kaki di Seoul…” kata tuan Lee bersemangat.

“Bahkan saking dekatnya, kami pernah berencana menikahkan dua anak laki-laki dan perempuan kami. Tapi siapa sangka mereka bahkan sudah lebih duluan menyatu sebelum kami mengenalkan mereka satu sama lain..” ucap nyonya Lee sambil mengusap punggung tangan Soeun. Soeun tampak tersenyum kecil, lalu mengalihkan perhatiannya pada Eunhyuk yang tersenyum dihadapannya. Eunhyuk dengan sengaja menyentuh kaki Soeun dari bawah meja.

“Sepertinya kami memang ditakdirkan bersama. Bukankah begitu? Ayah, ibu, dan paman?” Tanya Eunhyuk.

“Sepertinya begitu..” ucap mereka setuju. Sementara Eunhyuk kembali tersenyum sambil menyentuh kaki Soeun. Keduanya kembali saling tertawa satu sama lain.

“Aku yakin aku dan Sulli juga ditakdirkan bersama, omonim…” kata Taemin ikut menyela sambil menggoda Sulli. Mendapat Deathglare tajam dari gadis itu.

“Tsk, untuk kalian tentu belum bisa dikatakan begitu. Kalian masih terlalu muda…” kata tuan Lee sambil geleng-geleng kepala.

“Kau begitu manis, Lee Taemin..” puji nyonya Lee yang disambut anggukan oleh tuan Lee dan Soeun.

“Taemin begitu berani, ia sepertinya begitu menyukai Sulli..” ucap Soeun. Taemin tersenyum kecil.

“Begitulah, aku memang menyukainya..” ucapnya sedikit malu-malu. Tawa keceriaan kembali pecah didalam keluarga itu. Sementara Sulli terus menunjukkan wajah sedikit kesalnya.

“Semua orang tertawa, ada apa dengan wajahmu, huh?” Tanya Eunhyuk pada Sulli.

“Tidak ada..” sahut Sulli sambil mengaduk makanannya. Taemin tampak tersenyum kecil.

“Sulli selalu cemburu ketika aku berbicara dengan siswi lain disekolah. Aku kira ia juga cemburu karena aku tertawa bukan dengannya lagi sekarang..” ucap Taemin menggoda. Membuat Sulli mengangkat wajahnya dan cemberut.

“Kenapa kau terus menggangguku!” Protesnya dengan nada kesal. Semua orang hanya kembali tertawa setelah itu.

Sementara itu, Eunhyuk kembali menyentuh kaki Soeun dibawah meja. Membuat Soeun kembali beralih padanya. Eunhyuk tersenyum padanya, lalu mulutnya bergerak untuk mengatakan sesuatu tanpa suara.

Bukankah kita memang ditakdirkan bersama?

Soeun tersenyum setelah membaca maksud Eunhyuk. Lalu menganggukkan kepalanya.

Kita memang ditakdirkan bersama…

Keduanya kembali saling tersenyum setelah itu. Mengasingkan diri untuk beberapa saat dari keceriaan dimeja makan itu dan menemukan ruang mereka sendiri. Ruang dimana hanya ada Soeun dan Eunhyuk.

#Epilog…

Dear Kim So Eun dan Lee Hyuk Jae…

Kim So Eun dan Eunhyuk, dengan surat ini aku menyampaikan kata maaf serta salam perpisahan untuk kalian berdua. Kata maaf atas perbuatanku yang salah sebelumnya sehingga membuat Soeun merasa begitu ketakutan. Aku faham, aku bersalah.. aku sekali lagi meminta maaf padamu, gadis dengan senyuman terindah yang pernah kutemui.

Soeun, mungkin kau begitu membenciku saat ini. Membenci seseorang yang malam itu telah membuatmu begitu ketakutan. Tapi kau tahu bukan Soeun? aku melakukannya bukan karena tanpa alasan, walau caraku memang tak bisa dibenarkan.

Soeun, aku dengan sepenuh hati memohon maaf padamu, bersama kiriman kopian diarymu yang kutemukan enam bulan yang lalu ini. maaf telah membaca hatimu dan mempermainkan perasaanmu untuk membalaskan dendamku. Aku selalu berharap kau masih mau memaafkanku walau kesempatannya begitu kecil. Jaga dirimu, jangan lagi datang ke sungai itu ketika kau ada masalah. Kau perlu teman untuk menceritakannya..

Dan kau, Lee Hyuk Jae. Aku tetap memperhatikanmu. Kau harus menjadi pria lebih baik dan menjaga gadismu kali ini. kalau sampai kau menyakitinya lagi, maka aku berjanji suatu hari aku akan kembali dan merebutnya darimu. Aku kira itu lebih baik daripada aku terus mencari mangsa dari dendam kita dimasa lalu dengan melibatkan orang yang tidak bersalah. Dan lagi, jaga dirimu. Walau bagaimanapun kita sempat bersahabat, walau itu hanya berjalan selama beberapa bulan..

Aku pergi, aku akan menjauh dari kehidupan kalian di korea dan mungkin mencari ketenanganku sendiri diluar sana. Aku selalu berharap untuk kebahagiaan kalian karena aku tahu kalian benar-benar saling mencintai. Jaga diri kalian…

Dari seseorang yang sempat berada diantara kalian

Lee Donghae.

(The End)

Ending! Gimanakah? Apa alurnya kecepatan atau gimana? Kkk~
Semoga semuanya puas…

Sepertinya ini FF terakhir saya ditahun 2012. Saya pernah berniat membuat ‘My Special ELF’ sebelumnya, namun sepertinya gak keburu karena saya ingin liburan. Mungkin tahun depan kali ya…

Ok, semoga Readers puas dengan ceritanya. Oiya, selamat tahun baru semuanya ^^ *Bow bareng Yesung*

60 Comments Add yours

  1. andri susilowati mengatakan:

    tak terasa sudah ending🙂
    akhirnya happy ending.
    keren bgt thorrrr, suka sama ceritanya.
    mengerikan ketika lee donghae jadi jahat.
    kkkkkkkk
    lanjut cerita yang lain thorrrr..

  2. veranicka mengatakan:

    Keren kok thor :’)
    Happy ending yeay😀
    Hyuk sama Sso memang ditakdirkan bersama
    Makanya mereka bersatu😀
    Suka banget sama isi surat Hae
    “Dan kau, Lee Hyuk Jae. Aku tetap memperhatikanmu. Kau harus menjadi pria lebih baik dan menjaga gadismu kali ini. kalau sampai kau menyakitinya lagi, maka aku berjanji suatu hari aku akan kembali dan merebutnya darimu. Aku kira itu lebih baik daripada aku terus mencari mangsa dari dendam kita dimasa lalu dengan melibatkan orang yang tidak bersalah. Dan lagi, jaga dirimu. Walau bagaimanapun kita sempat bersahabat”
    Dengar itu Oppa😀
    Jaga Sso baik2 oke😉

  3. Deshie Wookie mengatakan:

    huwaaaa akhirnya HAPPY ENDING jugaaaa….
    endingnya keren……
    salut lah ama cara putri yang ngeksekusi penyelesaian konfliknya dng tepat…..
    ditunggu karya selanjutnya❤

  4. Devi mengatakan:

    Akhir’a Happy ENdiNg,,,,,,,,

    Gk anyaNgka trNyata ayah’a eoNNie so euN daN ortu’a oppa eNhyuk sliNg kNal mlhaN mreka brNiat mNjdohkN aNak2 mreka tpi eoNNie so euN aNd oppa eNhyuk dh kburu jdiaN,,,,,,,,,

    Mereka memaN dh d takdirkN,,,,,,,,,,
    Bgusssss bNgeeeet thor eNdiNg’a,,,,

    D tNg2u FF yg laiNN’a ,,,,,,
    SmNgaaaaat,,,,,,,,🙂🙂🙂

  5. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Kya,, keren banget, aku suka..
    Nice FF thor.
    Dr awal smpai akhir ceritanya trus ngalir. Bkin aku gereget..
    Sumpah deg2 pas donghae mw ngpain soeun.
    Speechless pas hyuksso ketauan lg kisseu ma ibunya, kkk
    tp, terharu jg pas soeun ketemu ayahnya yg dikira dh meninggal..
    Pkoknya daebak deh thor🙂
    keep spirit ya buat bkin cerita yg bagus2😀
    Happy New Year !!! ^^ #horay

  6. minmin_mizana mengatakan:

    Jam 3.48 menit pagi baca nih ff ^^
    Dan ff ini berhasil membuat ku senyum2 geje dipagi2 buta keekekekeke😄
    Happy Ending ^^ *peluk author’a
    Awal2’a sempet bingung yg tiba2 sso pengin ayah’a kembali perasaan dipart yg dulu penjahat’a bilang ayah’a sudah meninggal, untung deh ayah’a sso masih hidup, dan ternyata itu club dance bukan club dance sekolah ya? *angguk2 ngerti
    Donghae bener2 menakutkan dipart ini, aku aja baca’a mpe ikut2an takut,,,padahal biasa’a suka bgt ma adegan manis haesso tp ini bayangin wajah hae bener2 menyeramkan hihihihihi,,, akhirnya hyukie bisa nolong sso walau agak terlambat dan itu membuat saya gregetan…
    Pokok’a suka suka suka ^^
    Ya hae ga akan bisa rebut sso karena ku yakin hyukie bakal njagain sso dengan baik *cium hyukie
    Maaf kepanjangan hehehe

  7. ViE mengatakan:

    Keren chingu…!!! ^^d
    Konfliknya dpt bgt… Cuma mslh sama jina nya msh gantung…
    Karakter Donghae di sini baik bgt…
    Ditunggu cerita selanjutnya dan selamat liburan juga…^^

  8. vani mengatakan:

    heeey luar biasa ni fated ^^
    cantik lagi endingnya, huhuft
    horeeeeeeeeeeeeee
    hyuksso
    yok yok yg BMW nya segera y d awal tahun depan, wokeh
    cemungud Putri ^^ met liburan gomawo ni ff, cu next ff😀

  9. Choi Hye Mi mengatakan:

    Akhirnya Happy Ending…. Semua permasalahan akhirnya bisa terselesaikan juga.. Sempet ngeri pas Donghae jadi buas kaya gitu,..,untung ad Abang Monyet yg datang jadi pahlawan..kkekk.. Putri.. Keren bgt bsa ngatur konflik n nyelesai’n msalh secara apik..menurtq alurx ga kecepetan.. Bgus bgt kok.. Semua FFmu memang terbaik dri yg trbaik deh…Salut buat putri. Semoga bsa cpet lnjtin ff yg lain jg. N Happy New Year buat Putri n Semua Readers d sni.. Annyeoong..

  10. aisyah kyubum mengatakan:

    woow happy ending !!

    hae oppa biar lach sso d’ff ini sma hyuk oppa !
    biar kamu sma aq !!heeee

    putri emank is the best !!

    abis ini black & white yah d’selesai kan heee !

  11. cutewhite mengatakan:

    Waaaahhh perfect ~.<
    Ternyata donghae gk setega itu.. Hae semoga kau mendapat kebahagiaanmu..
    Happy endiiing °\(´▽`)/°
    Ternyata orangtua mreka emang mau ngejodohin soeunhyun emang berjodoh..
    Sulli sma taemin jg jadian ahahay gantian taemin yg godain sulli mulu

  12. Tikka mengatakan:

    Hnn. . Akhir yang bahagia stelah membca dri part 1 sampai akhir wlau kdang komen kdang enggak *hehe_ktauan :P* melihat pasangan yg sudah di takdirkn brsama wlau hrus menghadapi rintangan dan kesalahpahaman dalam jalan mreka. ! Wlaupun sdikit jengah dan kesal dgn prlakuan donghae yg sangat salah dan siapa sangka ayah soeun kembali *dasar_penjahat pnipu* dan ff ini jga di bumbui oleh romansa cinta sulli dan taemin bnar2 menghibur di tengah2 konflik eunhyuk vs donghae = soeun😀 seperti dapat kejutan dari langit(?) aku gk nyangka kalo trnyata ayah&ibu eunhyuk adalah tman ayah soeun . ! Ah~lihatlah ini benar2 takdir mreka brsama *acungkan 1.000.000 jempol untk kak putri* ini benar2 ff penutup di thun 2012 yg paling mengagumkan. !!😀 ^^

  13. Puspa Kyukyu mengatakan:

    M-A-N-T-A-B

    S-E-R-U

    S-E-M-P-U-R-N-A

    !!
    *acungkan jepol*

    -selesai- ;))):/

  14. Dizha adrya mengatakan:

    Akhr ny happy ending jg,,, hae oppa emg org baik y,, dy gak tega brbuat lbh ma sso,, putri d tgu my spesial elf ny,, ff how about my love kpn d lnjtin ny,,, n d tgu lnjtn ff lain ny,,

  15. lee mar'atus mengatakan:

    sumpah ini keren banget thor.
    gue bacanya sambil triak triak ketawa saking senengnya pas baca bagian akhir.😀
    pokoknya D to the A to the E to the B to the A to the K deh. haha
    terus berkarya thor! fighting.🙂

  16. dyyyy mengatakan:

    happy ending…
    sso sempat membalas ciuman donghae….???
    seru bgt…..
    taemin+sulli…pacaran mrk lucu bgt….

  17. YeojaNiel mengatakan:

    boleh buat sequel kak hahaha?
    Riri selalu suka hyuksso couple jd sedih ff.a tamat.
    Buat sequel buat sequel kekeke
    endingnya sangat bagus dan muantep. Walau alurnya sedikit cepet. Ditunggu karya berikutnya kak hehe

  18. anastasia erna mengatakan:

    puas…banget…
    keren ending nya…
    memang sudah takdir mereka bersama…

  19. YeojaNiel mengatakan:

    boleh minta sequel g kak? Keke
    belum puas sama hubungan hyuksso keke
    tapi endingnya teramat sangat bagus. Mantep ..
    Hahaha ditunggu karya selanjutnya keke

  20. Princess ice mengatakan:

    Dan lagi,aku harus menemukan donghae jadi org ke 3 d ffmu ini put.. *I LOVE HAE :-*
    Tapi maaf aku mesti bilang kalo. . . INI SANGAT MENGHARUKAN :’)
    ending yang benar2 manis🙂
    putri… Tahun depan harus lebih banyak ff yg baru lagi yaa.. Jangan lupa lanjutan2 ff’a,kaya Sweet piece itu aku nunggu bgt tapi blum d lnjut juga😦 tapi tenang,aku akan selalu sabar nunggu…
    Happy holliday,author putrii!!
    And happy new years!!🙂 :* Chu~

  21. rara mengatakan:

    kerennn emang deh unnie tuh best of the best nya author sumpah ga pernah nyesel kalo abis baca karya author yang satu iniii keren banget ya ampun gada yg perlu dikritik. perfect! meskipun hae begitu aku tetep suka sama donghae oppa.

    semangat ya unnie bikin yg selanjut nya dan selamat tahun baru semoga di tahun 2013 ff nya tambah kereeennn😀

  22. Deborah sally mengatakan:

    Sudah ending ya?
    Hua happy ending saya sangat senang melihat mereka bahagia …

    Ff yang laen lanjutkan ya putri wkwkwk

    ff mu Wow banget. Aku suka😉

  23. Dear Diyah mengatakan:

    Akhir yg sangat” manis🙂

  24. SHANE mengatakan:

    reader,, mau comment apa yach,NO COMMENT dah,heheehee #plakk.

    awesome endingnyaaa fated🙂🙂
    aw-aw-aw buat hae bikin sso takut aja,,reader suka lhatnyaaa😉
    love hyukjae cinta donghae (edward korea)<3❤❤
    emng lok jodoh nga kemana ya,,hyuksso bertemu sebelum waktunya udeh kejodohan duluannn.#bhsreaderribet

    momment sulli ma taemin bikin reader senyum jelas merekah…haha taemin murung nga d restuin ma kk ipar.sulli ada-ada aja lo…ilmunya jd ketularkan sm hyukjae yg ikut ngerjain taeminie..sweet..sweet dah pokoknya,pengen lhat lagi kebersamaan taelli di ff fselanjutnyaaaaa…bakalan kangen ma ni couple ,sulli ma minho okay jg t put🙂😉

    finally happy ending❤ reader stress.
    ngelihat donghae kk jd inget ma edward cullen gt,hihi..
    berharap pake banget malah putri bikin ff kya’ TWILIGTH gt…haesso couple hae jd vampire ,versi indonya edward klemer-klemer >heheee #bikindsendiri,siapa lo….peace dek. ..yo …yo..
    d tunggu put,jawabannyaaa!!!! kedip2 mataa.

    keep smile cemungudtggghh😉🙂

  25. Anna mengatakan:

    Happy new year to putri,,ga nyangka udh ending aja tp feelny dpt n emosiny jg sukses bkin dag dig dug,,untg donghe n eunhyuk baikan wlpn blm bs diblg damai,,dtggu kry slnjtny gomawo🙂

  26. pipip mengatakan:

    Akirnya happy ending jg, sneng bnget mreka bhagia ckck
    Aku hrap ada special partnya ya wlwpn gk skrg2 ini, tpi ttep dtnggu karya author lainnya aku ska smua loh ff dsni

  27. Haesso Eunnie mengatakan:

    waaah ktinggalan..gk nyangka udh ada endingx..untung td buka blog putri..
    endingx aq suka..tp td sumpah ksal stngah mati sm hae..trnyata bnr hae cuman mmanfaatkan sso n tega ngelakuin hal itu ama sso..tp untungx hae sdar n gk smpai ngelakuin hal yg lbh nekat lg walau aq yakin hae gk akn stega itu sm sso..
    n suka kt2 trakhirx hae buat unyuk yg akn mrebut sso kalo unyuk gk bs jga sso..
    bnr2 ending yg mniz apalagi dtmbh dgn tae-lli couple yg gk brhentix bikin org ngakak..
    thumbs up buat putri..^^d

  28. RetnoMyaniezasia mengatakan:

    endingny yg happy. hehe.. akhirny perjuangan soeun tidak sia2. liat adegan soeun mw dperkosa hae, sesuatu. hahaha.. q suka!😄

  29. ticha_ mengatakan:

    ye……akhir’a muncul jg kelanjutan’a_tp jg akh!r pula
    Kekekekeke🙂
    Hm,,,q sdh waktu haeppa mo blz dendam,tp pelampiasan’a di eunnie,,😦
    Kan eunnie ga tau apa2,,
    Huh,,,kirain hyukppa bkln dobrak tu pintu?
    Tp untng,,haeppa ga setega itu ama eunnie,,good oppa..🙂
    Wah,,akhir’a sulli ama taemin jadian,,
    Hahaha,,,kasian taemin dikerjain 2 bersaudara
    Oo….jd appa’a sso tmn’a ortu hyukppa…
    Ah,,emank udah jodh tak lari kmn?!kekeke😀
    Hm…..DAEBAK SAENG!!!
    q tgg ff’ laen’a
    Fighting!!!🙂

  30. yuniarti noey mengatakan:

    THE END !!!
    sedih, tegang, merinding, senang, semuanya ada di part ini………..LIKE……….LIKE……….LIKE

  31. Julielf mengatakan:

    Wah,udh ending!
    Eon,ini FF romantis,menegangkan,lucu,komplit lah!
    Endingnya baguuss bgt,ciyus deh :p
    Jd makin cinta deh sm unnie,mmwaah :* :p
    Fated my favourite FF lah pokoknya🙂
    Oiya,smg liburannya menyenangkan ya eon,#trlmbt g? :p dan makin byk dapet inspirasi buat bikin FF.
    Sekian. :):D

  32. Kyusso shipper mengatakan:

    happy new year eoniee :))

    tahun depan bikin ff hyuksso lagi ya eon wah endingnya keren bgt🙂
    lanjutkan eonie ditunggu ff hyukso dan pairing lainya :)))

  33. haekyusso mengatakan:

    Udah berakhir yach ff fadet y,,,😦
    Tapi ending y kerrrreeeeennnnn🙂
    akhir y happy ending deh wlpn smpt sdh wkt hae mmprlkn sso sprt itu,,,
    Ditunggu ff yg laen y dan *HAPPY NEW YAER bt putri* ^_^

  34. dhyanqueena mengatakan:

    Suka bgt sm ending suratnya hae buat hyuksso…
    Weh emang fated dech…
    pgn baca ff kyusso ala putri..
    Taon dpn moga lancar inspirasinya buat nulis ff yach…
    Met liburan….

    1. dhyanqueena mengatakan:

      Satu lagi. Hehe.. Numpang promo WP yach
      Visit Dhyanqueenakimsoeun.wordpress.com ya
      Khamsa

  35. Stny Lee mengatakan:

    Yahhh udh ending ya FATED nya …ga rela-ga rela#gi2t bntal
    kirain msh ada 1part lgi FATED nya ,,pdhl kan aku suka bngt sma ff cast soEUNhyuk#gada yg nnya
    Tpi aku SENENG BNGT-T-T krna cinta mreka (soEUNhyuk)tuh HAPPY ENDING🙂
    Dan aku salut bngt sma kak putri yg udh nge-bwt ff ini dgn alur crita yg sngt-sngt menarik dan sllu d tung’u part2 ke dpn nya
    Makasih bwt kak Putri krn udh nge-cast AngelJewel d ff kak Putri
    Te2p SMANGAT bwt nex ff d thn dpn yak Kak,,SLAMAT LIBURN&THN BRU 🙂
    (m’f kpanjngn🙂 )

  36. YouryLau mengatakan:

    Like this thor *nyanyi breng WG*
    Daebak

  37. Kim Ha Byung mengatakan:

    Huaaa, ff ini udah end aja🙂
    Udah harus ada pengganti ff ini nih …
    Aku suka ffnya happy end…
    Di tunggu ff yg baru…

  38. angelf mengatakan:

    wa.. Senengnya akhirnya tamat happy ending juga
    sakit banget waktu soeun eonnie digituin ma donghae oppa
    akhirnya sadar juga hyuppa klo emangcinta ma ssoeonnie
    akhirnya mereka bersatu juga emang udah takdir sepertinya

    lucu juga liat taemin ma sulli

    seru ff nya ditunnggu ff yang lainya author

    selamat tahun baru fighting

  39. DenantiGranger mengatakan:

    Kyahahahahah.
    Setiap beralih scene ke Sulli & Taemin pasti ngakak.
    Omona~ taemin blak – blak’an banget, haha.

    Happy End. Mantab + keren banget.
    Ditunggu FF SoEunhyuk yang lainnya.

  40. AngelsKyuSsoLover mengatakan:

    keren abiz Author,
    tpi kasiha donghae oppa!
    BIKIn kyuSso ff dong thor? Pliz?

  41. BL mengatakan:

    AAAAAA! OMG! Aku pikir sad ending hahaha keren kok eon. Gak mengecewakan😉 aku seneng cara mereka kembalinya kiw~ skrg HyukSso udah beres, ditunggu HaeSsonya!!!

  42. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaaa…… Akhir Ϋά̲̣̥ηġ mengharukannnn……
    Donghae oppa tetep aza_gk akn ϐïśª Ĵåϑΐ orang Ϋά̲̣̥ηġ jahat….
    ~♓éђê:D ..♓ёђê:p..♓èђe:D~

    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__). Bwt authorrr….

  43. elisa mengatakan:

    cingu i am rilly like this ff…..ada tapi a cayang x opa qu..he..he
    faighting cingu di tunggu like a cinderela a…
    faighting..

  44. noni eka s. mengatakan:

    waaaaaa udah ada lanjutannya😀 puas liat ending nya bagus thor. tapi aku masih penasaran sama ‘scene’ yg donghae ngajak soeun ke pesta temennya..

  45. inafreedom mengatakan:

    aq ucapkan selamat tahun baru buat putri dan para reader .
    akhirnya happy ending setelah sekian lama menunggu …
    keren dan bagus bgt thor ceritanya ,sumpah keren abiiis .
    semoga di tahun yg baru semakin membuat putri tambah eksis, dan putri tambah semangat
    untuk membuat ff kim so eun yg lain ,yang lebih keren dan lebih menegangkan.
    good job ya put ! fighting ….
    di tunggu ya put karyanya yg lain …

  46. Natalia mengatakan:

    Wow…….kerennnnnnn banget ceritax….q tunggo ff selanjutnya ttg so eun eoniii ya…..

  47. Niniet mengatakan:

    puaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssssssssssssssssss

  48. Dina_zoey mengatakan:

    akhirnya eunhyuk mengakui jg klo cinta ma sso…donghae bnr2 jahat tpi trnyta gak bs jahat.syukur dech….
    seneng pokokx klo happy end…:-)

  49. mayaulidhasso mengatakan:

    wha..ternyata udah ending aja hehe..tapi, gak apa2 akhirnya haapy ending😀
    ternyata mereka udah dijodohkan hehe😉 seneng tuh SoEunhyuk😉
    sempat kepikiran kalo Sso eonnie bakalan sama Haeppa eh tapi, Haeppa cuma pura2 & balas dendam doang hufftt… yesungdahlah yang penting balas dendamnya ga sampe kyk yg dilakuin Hyukppa sama yuri hehe ._.v
    Daebak author (y)!
    keep spirit! FIGHTING!! \^^/
    gomawo^^

  50. Ny.LeeKimPark mengatakan:

    bagus bgt ceritanyaaaaa. SEQUELLLLLL!!!!!!

  51. mun taryatia mengatakan:

    keren thor deg_degan wkt donghae mulai ksar ma soeun…tk kr appane soeun dh meningga benran ternyaa…keren thor semangat terus buat ff yg kere…semagat.

  52. Daeeeeeeeeebaaaaaakkkk…!!! akhirnya ending juga ni ff yang udah lama banget.
    Rada kesel sama hae yang mau balas dendam lewat sso…
    Tapi untung hyuk bisa mengatasinya.. mereka memang jodoh bukan?? Hahhaa
    Ok ditunggu ff yang lain semangaaat…!!

  53. Uthienz mengatakan:

    Jaaaaaaahhh… END..??

    Pdahal qu gak tahu chap2 sebelumnya..!!

    Tapi gak pa2 deh, pas baca langsung di Ending.. HyukSso nya bahagia..

    Keren.. Thor..

    Suka bgt. Wlaupun HyukSso buat couple fav qu. Tpi dgn cerita ini aku jd suka..

    Fighting…!!

  54. Uthienz mengatakan:

    Jaaaaaaahhh… END..??

    Pdahal qu gak tahu chap2 sebelumnya..!!

    Tapi gak pa2 deh, pas baca langsung di Ending.. HyukSso nya bahagia..

    Keren.. Thor..

    Suka bgt. Wlaupun HyukSso buat couple fav qu. Tpi dgn cerita ini aku jd suka..

    Fighting…!!!

  55. geill mengatakan:

    Akhirnya selesai jg bc nih ff sampai end…
    Bnr2 kerennnnnnnnn…..
    Gak ada mslah di cerita atau alurnya, puas bgt sm crt and endingnya, good job deh buat author crtnya bnr2 top abis..
    Thanks buat author yg dah buat ni ff jd bgt menarik untuk di bc ^_^
    Smgt sll buat author

  56. kim Ra rA mengatakan:

    HUAAAAAAAAAA KEREEEEEEEN……
    ending nya TOP banget dech…
    huuuf’ kirain donghae beneran mau melakukanny tapi untung….
    ternyata kedua orang tua mereka salibg kenal dan jufa ayahnya Sso masih hidup
    syukurlah semua berakhir dengan baik

  57. Rani Annisarura mengatakan:

    yeah!!!!
    Akhirnya happy ending🙂

    Emang mulai dari awal eunhyuk & so eun itu ditakdirkan untuk bersama,, dan endingnya itu sweet banget….

    Nggak nyangka kalau donghae bisa jadi jahat kayak gitu…

    Seru dan keren buat ff ini…..

  58. fionnatan mengatakan:

    kasian so eun di jadiin korban balas dendam

  59. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Wuaaahhhh,terharuuuuu…kereeennn bgt..pairing ini bikin aku spt nonton drama korea sungguhan!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s