~My Special ELF 3 (Just Tell Me Why)~


myspec3

Tittle: My Special ELF

Author: Princess Clouds aka Putri Andina

Genre: Romance, Friendship, Family

Tipe: Chaptured

Cast:  Kim Jong Woon (Yesung), Kim So Eun, Oh Hayoung (A Pink), Super Junior Members, and some OCs.

Summary: Berbicara padaku?

Warning: Typo(s)

Recommended Song: Super Junior Yesung – Blind For Love

_

Dengan sedikit mengendap-endap Yesung terus mengikuti soeun bahkan setelah ia turun dari mobilnya. Tempat ini sepi, jadi Yesung tak perlu harus berdandan secara berlebihan untuk menyamar. Disana, dibalik sebuah pohon bunga ia terus memantau apa yg gadis itu tengah lakukan.

Dari sini, Yesung dapat melihat ketika gadis itu bersimpuh dan menangis didepan sebuah makam. Bunga yg tadi dibelinya disebuah kios tampak ia keluarkan dan ia letakkan disana. Yesung tidak tahu apa yg dikatakan gadis itu disana, yang jelas Yesung dapat melihat gadis itu menangis dengan lumayan hebat.

Cukup lama Yesung berada di posisinya untuk melihat apa-apa saja yg dilakukan gadis itu disana. Hingga setelah kaki Yesung mulai terasa pegal gadis itu mulai tampak mulai bergerak dan meninggalkan tempat itu. Ketika Yesung yakin bahwa gadis itu telah menjauh darisana, perlahan Yesung mulai bangkit dan mendekati makam tersebut.

Yesung memperhatikan tanah makam yg bisa dikatakan terlihat tidak terlalu lama. Sebuah bunga yg baru diletakkan tampak bersandar di nisan makam. Pandangan Yesung tertuju pada tulisan nisan.

“Kim Geunmin?”

*My_Special_ELF PART3*

 

 

 

Kim Geunmin

Nama itu terus melintasi fikiran Yesung. Rasanya, ia sempat tahu nama itu. Rasanya dalam hidupnya ia pernah beberapa kali menyebut nama itu. Tapi siapa? Siapa Kim Geun Min? Kenapa ia tidak bisa mengingat dengan pasti. Lalu apa hubungan Kim Geunmin ini dengan dirinya dan gadis bernama Kim So Eun ini.

()

“Yesung hyung!”

Yesung tersentak ketika seseorang berseru dan menepuk bahunya. Yesung menoleh kebelakangnya, dimana Donghae tampak mendekat padanya. donghae kemudian duduk disisi kanan Yesung.

“Kau hobi sekali melamun hyung. Apa yg kau fikirkan?” Tanya Donghae kemudian.

“Tidak ada..” sahut Yesung sambil menggeleng.

“Bagaimana mungkin kau tidak memikirkan apa-apa sementara ekspresimu seperti penuh dilemma..” kata Donghae sambil tersenyum tipis.

Yesung tak menyahut, ia tampak hanya menghela nafas panjang.

“Tidak tahu…” sahut Yesung malas.

Donghae berdecak singkat. Ia kemudian semakin mendekati hyungnya dan melingkarkan tangannya dibahu Yesung. “Kau tahu hyung? Kalau kau selalu seperti ini, maka hasilnya akan terus seperti ini..” ucap Donghae sambil tersenyum. Yesung menoleh padanya, sedikit tak faham.

“Kalau kau ingin menyelesaikannya. Maka kau harus mengetahui dulu penyebabnya, baru setelah itu selesaikan…”

“Tapi.. dia terlihat tak sudi berbicara denganku…”

“Huh? Memang dia yang mengatakannya. Lagipula, kau merasa mempunyai salah padanya?”

“Bukan begitu.. hanya saja…”

Yesung menahan kata-katanya dan menghirup nafas panjang. Donghae sedikit tersenyum.

“Temui dia dan tanyakan padanya…” ucap Donghae. Yesung menoleh padanya.

“Tapi Hae-“

“Kalau mau semuanya selesai maka caranya hanya itu…” ucap Donghae.

Yesung menghembuskan nafas. Ia tampak berfikir sejenak, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku akan mengikuti saranmu…” ucap Yesung. Donghae tampak tersenyum.

()

 Pagi yang berbeda, namun masih berlatar sama..

Mobil mewah itu kembali parkir didepan rumah yang diketahui merupakan panti asuhan sederhana tersebut. Semua yang lewat tampak membiarkan saja mobil itu berada disana, walau mereka tampak sering menoleh tertarik ketika baru pertama melihatnya. Namun perhatian dan ketertarikan mereka hanya sebatas itu, kalau saja mereka tahu siapa pemilik mobil yang berada didalamnya mungkin kejadian akan berbeda. Internet mungkin akan kembali memposting tulisan yang kini bertulis “Lagi, Yesung Super Junior melakukan jumpa fans disebuah Gang sempit di XXX”. Tapi untunglah Yesung cukup mengantisipasi hal itu akan terjadi dengan memakain pakaian serba tertutup dan kaca pintu yang ditutup serapat-rapatnya..

Penantian Yesung terjawab ketika ia melihat pintu gerbang rumah itu terbuka. Tak lama ia melihat gadis yang ditunggunya tampak keluar. Setelah menunggu beberapa saat, sebuah taksi tampak berhenti didepan gadis itu. Taksi itu kemudian membawa gadis itu. Sementara itu Yesung tampak mulai menghidupkan mesin mobilnya dan mengikuti taksi tersebut.

()

Soeun menghembukan nafasnya sambil mengalihkan perhatiaannya kearah luar jendela kaca. Taksi yang membawanya masih terus bergerak meninggalkan panti asuhan menuju tempat kerja barunya. Ya, tempat kerja baru. Setelah kejadian yang terjadi ditempat kerjanya yang lama, Soeun memutuskan untuk berhenti bekerja darisana. Hm, entahlah. Entah kenapa ia merasa tidak nyaman setelah tahu siapa pembeli misterius yang selalu datang tiap malam itu? pembeli misterius itu tidak mengganggu, sungguh. Bahkan setiap kali ia datang Soeun merasa aman karena selalu merasa ditemani. Tapi ia tak pernah menyangka kalau pembeli misterius itu adalah Yesung, salah satu anggota dari grup idola terbesar di Negara ini. Entah kenapa, hatinya kembali merasa tidak nyaman dan tenang. Karena setiap mengingat nama Yesung rasa menyesal memenuhi hatinya. Rasa menyesal karena tidak pernah sempat membuat Geunmin bahagia dengan memberikan suara rekaman Yesung yang dimintanya.

Jadi untuk itu Soeun pergi, ia benar-benar tak bisa melihat wajah Yesung. Karena entah mengapa, perasaan menyesakkan itu selalu ia rasakan setiap kali melihat wajah ataupun mendengar suaranya.

“Nona, anda baik-baik saja?”

Soeun sedikit tersentak ketika mendengar teguran dari sopir taksi. Ia segera memperbaiki duduknya dan menghapus air mata yang sempat jatuh ke pipinya.

“Eung, tidak apa-apa. Maafkan saya..” ucap Soeun menyesal.

“Tidak apa-apa, saya sering menemukan penumpang yang seperti ini..” ucap sopir taksi itu ramah sambil mengambil kotak tissue yanga da didasbornya. Ia mengulurkan pada Soeun dengan satu tangannya.

“Terimakasih..” ucap Soeun sambil menerimanya.

“Eung, nona, bolehkah saya menanyakan sesuatu?” Tanya Sopir taksi itu lagi. Soeun mengangkat wajahnya kembali.

“Menanyakan apa, tuan?” Tanya Soeun.

“Eung, apa anda mengenal pemilik mobil yang berada dibelakang mobil kita?” Tanya sopir taksi itu hati-hati. Soeun tampak langsung mengalihkan perhatiannya kebelakang. Sebuah mobil mewah berwarna hitam tampak berada beberapa meter dibelakang mereka.

“Tidak, memang kenapa tuan?” Tanya Soeun sambil mengalihkan perhatiannya kembali pada sopit tersebut.

“Aku merasa kalau mobil itu mengikuti kita daritadi..” ucap sopir tersebut.

“Benarkah?” Tanya Soeun sambil melirik kebelakang lagi. Mobil itu memang masih berada dibelakang mereka. “Sepertinya hanya kebetulan satu arah. Lagipula saya benar-benar tak mengenal seseorang pemilik mobil itu..” ucap Soeun. Sopir taksi itu tampak menganggukkan kepala dan lanjut berjalan. Sementara Soeun kembali menoleh kebelakang.

()

Setelah membayar, Soeun langsung turun dari taksi yang membawanya. Soeun kemudian segera memasuki tempat barunya. Sebuah restoran makanan jepang yang terletak ditengah kota.

Yesung menghentikan mobilnya tepat didepan rumah makan jepang itu. Ia tampak melihat-lihat sebentar dari dalam mobil. Terdengar helaan nafas darinya setelah beberapa saat.

“Jadi ini tempat kerja barunya?” Tanya Yesung entah pada siapa.

Yesung melihat-lihat sebentar. Setelah kurang lebih tiga menit ia melihat-lihat, Yesung kembali menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Tanpa Yesung ketahui, ketika ia menjauh tiba-tiba Soeun keluar lagi dari tempat itu. Itu menatap mobil Yesung yang terus menjauh dengan pandangan bertanya.

()

“Hyuung, kau darimana saja! Kau hampir membuat panik!” Seruan Eunhyuk langsung menyambut Yesung ketika ia memasuki ruangan Backstage Super Junior. Beberapa member tampak juga mengelilinginya.

“Maafkan aku, tadi terjadi sedikit macet..” jawab Yesung sambil melepas jaketnya. Beberapa staff tampak menghampirinya sambil mengulurkan sebuah baju ganti yang sama dengan yang telah dikenakan member. Yesung langsung menerinya dan mengucapkan terima kasih.

“Ya sudah, segera bersiap-siap Jongwoon, Setengah jam lagi acaranya mulai..” Sang Leader kembali menengahi.

()

Tempat itu begitu ramai dan dipenuhi oleh ratusan orang. Orang-orang yang memakai baju & pernak-pernik lainnya yang berwarna biru itu tampak telah mengantri dan mengambil barisan ditempat yang mereka inginkan diantara empat barisan yang telah tersedia.

“Terima kasih..”

Yesung tampak tersenyum sambil menjabat tangan seorang fans yang baru saja menerima tanda tangannya. Gadis remaja itu tampak tersenyum dan mengangguk dengan senang. Wajahnya memerah apalagi ketika Yesung langsung tersenyum dan menatap matanya.

Yesung mengalihkan perhatiannya kesebelah kanannya setelah fans tadi sudah pergi. Tiga bangku disebelah kanannya tampak telah berjejer Eunhyuk, Leeteuk, dan Ryeowook yang juga tampak sibuk melayani fans mereka.

“Anyeong haseyo, oppa..” sapa seorang gadis yang baru saja berdiri didepannya. Yesung tampak tersenyum padanya.

“Anyeong haseyo..” sahut Yesung sambil tersenyum dan meraih CD Super Junior yang telah diulurkan gadis itu padanya.

“Apa khabarmu hari ini, oppa?” Tanya gadis tersebut sedikit malu-malu. Yesung kembali tersenyum dan mengangkat wajahnya.

“Aku baik. Bagaimana dengan dirimu?” Tanya Yesung bermaksud basa-basi.

“Setelah melihatmu begitu baik, oppa..”

“Baguslah..” tanggap Yesung sambil tersenyum. “Siapa namamu, gadis manis?” Tanya Yesung sambil meraih spidol yang terus dipakainya untuk menandatangani berpuluh-puluh CD.  Tangannya siap menanda tangani CD yang kali ini dibawa gadis didepannya.

“Bagaimana mungkin oppa melupakan namaku..” ucap gadis itu tiba-tiba dengan wajah cemberut. Yesung mengangkat wajahnya, mengerjapkan beberapa kali. Dia begitu tahu kalau hal seperti ini memang pasti sekali-kali akan terjadi.

“Err, maafkan aku. Tapi aku benar-benar tak mengingatnya..” ucap Yesung sambil memasang wajah sedikit menyesal. Gadis itu kembali cemberut.

“Kau seharusnya tak melupakan nama fansmu..” katanya kemudian. Yesung hanya tersenyum kaku. Ayolah, berapa banyak nama yang harus diingatnya kalau begitu?

“Maafkan aku..” ucap Yesung masih memasang wajah menyesalnya. “Tapi aku benar-benar tak ingat. Aku kira aku amnesia..” ucapnya sedikit berbisik dengan niat melucu. Namun wajah fansnya tersebut masih juga tak menunjukkan tanda-tanda akan tertawa karena hal itu. Aigooo… Yesung mulai sedikit frustasi. Susahnya jadi idola yang dianggap ramah..

“Haha, Yesung oppa begitu manis..” Gadis itu tampak tertawa dengan tiba-tiba ditengah kebingungan Yesung. “Namaku, Han Hye Rim. Maaf telah mengerjaimu, oppa. Aku hanya bercanda..” ucapnya sambil tersenyum melihat wajah Yesung yang masih terlihat kaku. Yesung tampak mulai tertawa setelah itu.

“Haha, aigoo. Kau benar-benar mengerjaiku..” ucap Yesung sambil kali ini tertawa dengan kaku. Yesung kemudian mulai menandatangi CD ditangannya. “Ini punyamu, Han Hye Rim..” ucap Yesung sambil mengulurkan CD tersebut setelah ia tanda-tangani. Gadis itu menerimanya dengan senang.

“Terima kasih oppa, aku mencintaimu..” ucap gadis itu sambil tersenyum lagi pada Yesung.

“Aku juga mencintaimu..” sahut Yesung pelan. Gadis itu kemudian meninggalkan mejanya dengan wajah yang begitu senang. Yesung ikut tersenyum setelah kepergian gadis tersebut, ia mengalihkan perhatiannya pada ponselnya yang sejak tadi ia acuhkan begitu saja. Namun tiba-tiba sesuatu terlintas begitu saja dalam fikiran Yesung, membuat ia mengangkat wajahnya dan mulai bergumam.

“Sepertinya aku mengingat siapa itu Kim Geun Min…”

()

Yesung menghentikan mobilnya tepat didepan restoran Jepang yang dikunjunginya tadi pagi. Ia sedikit menaikan tubuhnya untuk mengintip keramaian yang ada didalam sana dari dalam mobilnya. Restoran itu terlihat begitu ramai dan dipenuhi banyak orang.

“Huh.. aku pasti akan langsung dikenali ketika masuk..” gumam Yesung pelan sambil menyandarkan tubuhnya. Pemuda itu menghembuskan nafasnya. “Aku benar-benar begitu penasaran. Setelah penolakannya padaku, sekarang aku mengingat siapa itu Kim Geun Min. Kenapa aku merasa ini begitu janggal? Apa dia menghindariku karena kematian adiknya? Tapi apa salahku? Aku benar-benar tak mengerti kenapa dia bersikap begitu dingin padaku…”

“Apa yang kau lihat?”

Seorang remaja berseragam High school menepuk pundak temannya yang daritadi termangu menatap keluar restoran melalu kaca. Temannya itu tampak menoleh padanya.

“Aku senang memikirkan sesuatu..” ucap gadis itu sambil terus menatap keluar sana. Temannya mengerutkan dahinya tak mengerti. Ia ikut melirik kearah sana, tak ada yang istimewa sesungguhnya. Hanya deretan mobil yang terparkir diluar restoran.

“Memikirkan apa?”

Ucapan dua gadis itu terhenti sejenak ketika seorang pelayan restoran mendekat pada mereka. Pelayan tersebut tampak meletakkan pesanan mereka keatas meja.

“Itu.. coba kau lihat mobil hitam diluar ini? bukankah mobil itu mirip dengan mobil Yesung oppa?”

Pelayan itu sedikit menghentikan pekerjaannya. Ia mengangkat wajahnya. Mengalihkan perhatiannya kearah luar restoran. Melihat mobil yang dimaksud oleh dua pelanggan restoran tempatnya bekerja.

“Maksudmu Yesung Super Junior?” Tanya temannya heran.

“Ck, memang siapa lagi yang bernama Yesung..” desah temannya. “Ya, lihat mobilnya Renult Samsung hitam bukan? Kau ingat tidak ketika kita stalking Super Junior kedepan gedung SM ketika persiapan 6Jib. Waktu itu Yesung oppa pernah datang ke SM mengendarai mobilnya sendiri, lihat.. bukankah mobilnya persis sekali dengan itu?”

“Ssh, tapi ada ratusan orang yang memiliki mobil seperti itu di Seoul!” Protes temannya.

“Aku tahu. Tapi aku entah kenapa mobil ini terlihat persis. Aku hapal sekali mobil Yesung oppa..”

“Ck, lihat, kau terlalu gila soal Super Junior bukan sampai kau beralusinasi..”

“Yah! Aku yakin!” serunya tak terima. “Aku hapal semua hal tentang member Super Junior…”

“Sudahlah..”

“Ck, kau benar-benar tak asyik..”

Pelayan itu memberikan hormat kepada dua pengunjung restoran tersebut setelah ia selesai menyiapkan pesanan mereka. Pelayan itu kemudian berjalan pelan kembali kebelakang. Setelah sebelumnya menatap keluar kearah mobil itu sesaat. Pelayan yang bertagname ‘Kim So Eun’ itu menghembuskan nafasnya pelan sambil berjalan ke pantry.

()

Soeun berjalan pelan menuju sebuah halte bus didekat restoran tempatnya bekerja. Saat ini tepat pukul sebelas malam. Namun kota Seoul yang tak terlalu faham apa itu kata ‘malam’ tampak masih begitu ramai. Banyak orang yang bertebaran dijalan.

Soeun kembali menghembuskan nafas sambil mendudukkan dirinya keatas bangku dihalte tersebut. Soeun mengeratkan jaket yang membalut tubuhnya. Berusaha meredam angin malam agar tidak terlalu membuatnya membeku. Mengingat ini adalah musim salju.

Sementara itu, didalam mobil beberapa meter dari tempat Soeun. Yesung tampak terdiam didalam mobilnya. Ia menatap panjang dan diam-diam seorang gadis yang tampak sedikit kedinginan di halte tersebut. Yesung menghembuskan nafasnya pelan.

“Pasti semua tak terlalu baik. Sumpah demi tuhan aku benar-benar penasaran tentang semua ini? Kenapa dia bersikap seperti itu..” gumam Yesung pelan sambil masih memperhatikan kedepan sana.

!!

Tak cukup lama, sebuah bus tampak berhenti didepan halte tersebut. Soeun yang daritadi menunduk mengangkat wajahnya. Ia bangkit lalu segera menaiki bus.

Soeun mendudukkan dirinya ketika menemukan tempat duduk yang nyaman. Sekilas ia mengalihkan perhatiannya diam-diam kebelakang. Menatap sebuah mobil Renult Samsung berwarna hitam yang berhenti tak jauh dari bus yang dinaikinya. Soeun menarik nafasnya dan bergumam.

“Pergilah.. kumohon..”

()

Hampir tengah malam, Yesung tampak memasuki dorm Super Junior. Member keempat tertua dari Super Junior itu tampak melepas sepatunya yang dipenuhi oleh sisa-sisa salju yang dibawanya dari luar. Dengan lelah ia mendudukan dirinya ditempat duduk.

“Hyung kau pulang?”

Sungmin tampak kembali dari dapur. Ia membawa minuman ditangannya. Member teraegyo tersebut kemudian bergerak kearah Yesung. Duduk disampingnya.

“Pendekatanmu lancar?” Tanya Sungmin sambil tersenyum. Yah, semua member sudah mengetahuinya. Walau Yesung sendiri tak pernah menyebut kegiatannya selama dua bulan ini sebagai pendekatan. Tapi hal itu sudah tersebar begitu saja diantara member.

“Ini bukan pendekatan, Sungmin..” ucap Yesung pendek. Tangannya merebut minuman yang ingin diminum Sungmin. Sungmin tampak hanya geleng-geleng kepala pelan sambil membiarkan hyungnya tersebut meminum minuman yang belum sempat diminumnya itu. Sepertinya ia begitu kedinginan. “Kau tahu? aku menemukan hal yang mengganjal selama ini. Aku mengingat siapa itu Kim Geun Min..”

“Kim Geun Min?” Tanya Sungmin tak mengerti. Ia menoleh kembali pada Yesung.

“Dia adalah adik Kim So Eun. Kau ingat tidak waktu dia datang ke ruang ganti kita? Dia bilang dia menginginkan rekaman suaraku untuk adiknya, untuk Kim Geun Min..”

“Oh, ya… aku mengingatnya..” ucap Sungmin sambil menganggukkan kepalanya. “Lalu masalahnya?”

“Kim Geun Min telah meninggal..”

“Huh? Apa?” Tanya Sungmin kaget sambil mengundurkan niatnya untuk meminum kembali minuman yang tadi. Ia melirik Yesung. “Meninggal? Benarkah?”

“Begitulah, itulah yang membuatku tak habis fikir..” ucap Yesung.

“Tak habis fikir kenapa, hyung?” Tanya Sungmin lebih antusias. Ia bergeser semakin dekat dengan Yesung.

“Aku takut ada sesuatu yang besar dibelakang semua ini. yang aku takut karena disebabkan olehku..” gumam Yesung pelan. “Dia tak mungkin menghindariku tanpa sebab bukan?” Tanya Yesung meminta pendapat.

“Tapi, apa? Aku yakin apapun itu dia tak seharusnya menjauhimu. Kaukan hanya berusaha membantu..” ucap Sungmin. Yesung menghela nafasnya dan mengangguk pelan.

“Begitulah, aku benar-benar bingung dan penasaran. Aku tak tahu..” ucap Yesung lirih. Sungmin hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya, ia juga tak faham semua ini..

()

“Hyung bangun!”

“Hyung bangun!”

“Hyuung!! Banguun!!”

Yesung mendesah pelan ketika mendengar seruan yang cukup keras dari suara tenor milik Ryeowook. Namja bergolongan darah AB itu membuka matanya sebentar menatap sedikit malas pada Dongsaeng kesayangannya itu.

“Aku masih ngantuk Wookie-ah. Kenapa membangunkanku sepagi ini?” Tanya Yesung sambil kembali bergelung dengan selimutnya. Terdengar decakan Ryeowook.

“Tapi kita ada acara pagi ini. Ada apa denganmu hyung? Biasanya kau adalah salah satu member yang tidak repot ketika dibangunkan…” ucap Ryeowook sambil menarik-narik selimut Yesung.

“Eung entahlah.. seluruh tubuhku begitu lelah. Yah, berhentilah menarik selimutku!” Seru Yesung menarik balik selimutnya.

“Tapi kita ada jadwal hyung. Semua member sudah bersiap-siap kecuali dirimu..” ucap Ryeowook sambil geleng-geleng kepala. Ia kemudian bergerak menarik selimut Yesung lebih keras, membuat hyungnya itu mendongakkan kepalanya dengan kesal.

“Yah, Wookie-“

“Biar kulihat suhu tubuhmu..” ucap Ryeowook sambil menyentuh dahi Yesung ketika Yesung menoleh padanya. Ekspresinya berubah setelah itu. “Tuhkan, kau demam. Ini pasti karena kau terlalu banyak menghabiskan waktumu untuk mengikuti gadis itu sampai tengah malam. mana hujan salju begini..” kata Ryeowook dengan wajah datar. Yesung mendesah.

“Aku tak apa-apa.. hanya pusing biasa..” ucap Yesung sambil menarik kembali selimutnya berniat tidur. “Tapi aku akan bangun lima menit lagi..” ucap Yesung.

“Tidak bisa hyung, bangunlah sekarang. Aku akan menyiapkan bubur dan vitamin untukmu. Segera mandi!” kata Ryeowook sambil menarik selimut itu lebih keras dari tadi.

“Yah Wookie-ah!” Protes Yesung setelah Ryeowook menarik selimutnya lagi. Ia segera terduduk setelah selimut itu ditarik sepenuhnya oleh Ryeowook.

“Cepat mandi dan siap-siap hyung..” ucap Ryeowook sambil berkacak pinggang. Yesung mendesah pasrah, ia akhirnya bangkit dari tempat tidurnya. “Aku menunggumu di meja makan!” Seru Ryeowook sambil berjalan menuju pintu keluar. Sementara Yesung berjalan kearah kamar mandi.

“Kau mulai bertindak seperti ummaku..” gerutunya sambil menutup pintu kamar mandi.

()

“Wah.. ada bubur. Apa ini untukk-“

“Jangan sentuh!”

Shindong menghentikan gerakan tangannya ketika Ryeowook memberi tatapan tajam setelah memukul tangannya menjauh dari bubur yang baru disiapkannya. Shindong tampak mendesis.

“Tsk, berlebihan sekali. Lagipula memang untuk siapa bubur itu?” Tanya Shindong sambil menarik salah satu bangku.

“Lihat, juga ada vitamin. Kau sakit, Wookie?” Tanya Kangin sambil menunjuk botol vitamin disamping mangkuk bubur tersebut.

“Bukan, ini untuk Yesung hyung..” kata Ryeowook sambil menggeleng. “Sepertinya hyung agak sedikit tidak enak badan. Oleh sebab itu aku menyiapkan semua ini untuknya…” ucap Ryeowook sambil sedikit mencicipi bubur tersebut.

“Bukankah kau terlihat seperti istri!” Seru Si Maknae dari tempat duduknya. Dimana ia langsung mendapat tatapan tajam Ryeowook setelah itu. Kyuhyun tampak sedikit cengengesan. “Tsk, seharusnya ELF melihat ini, sehingga mereka bisa tahu siapa Evil maknae dan Eternal maknae yang sesungguhnya…”

“Oh ayolah, tidak ada yang lebih kurang ajar darimu, Kyu..” kata Eunhyuk sambil memutar bola matanya dengan bosan. Kyuhyun berdecak pelan ketika mendengarnya.

“Tak bisakah kalian tenang di meja makan?” Tanya Leeteuk mulai angkat bicara. “Oiya Wookie, tadi kau bilang Yesung sakit. apa sakitnya parah?” Tanya Leeteuk pada Ryeowook. Ryeowook tampak kembali menggelengkan kepala.

“Sebenarnya tidak terlalu panas, sepertinya hanya demam ringan. Yesung hyung juga terlihat seperti biasanya..” jawab Ryeowook. “Aish, kemana Yesung hyung. Jangan  bilang kalau ia tertidur dikamar mandi..” kata Ryeowook sabil bergumam. Ia mulai meninggalkan meja makan dan berjalan menuju kamar dirinya dan Yesung. “HYUNG!!”

“Kalian lihat itu? bukankah dia bertindak seperti seorang istri..” Tanya Kyuhyun sambil kembali tertawa mengejek. Namun kali ini ia mendapat anggukan dari temannya. Sepertinya setuju..

()

“Hyung kau mau kemana lagi?” Tanya Ryeowook pada Yesung ketika melihat Yesung sudah bersiap-siap meninggalkan tempat itu. Mereka baru saja selesai tampil beberapa menit yang lalu, namun tak ingin beristirahat lebih lama hyungnya itu tampak sudah sibuk berkemas dan terlihat ingin pergi duluan.

“Aku ada keperluan, Wookie..” sahut Yesung sambil mencari-cari tasnya diantara tumpukan tas member lainnya. “Aku pergi duluan…”

“Bukankah tadi Ryeowook bilang kau sakit?” Tanya Heechul yang berada disampingnya.

“Hanya sedikit pusing, jangan khawatir..” ucap Yesung. “Lagipula sekarang aku sudah baik-baik saja..”

“Jadwal kita begitu padat, Yesung-ah. Jagalah kesehatanmu apalagi sekarang sedang musim dingin..” kata Leeteuk ikut berbicara. Semua member menganggukinya, apalagi Ryeowook. “Nanti malam kau harus kembali sebelum jam sepuluh. Besok kita ada jadwal penerbangan ke Jepang pagi-pagi. Kau dengar?” Tanya Leeteuk mulai mengambil keputusan. Yesung tampak menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, hyung. Ya sudah, aku duluan semuanya!” Seru Yesung sambil memberikan senyum terakhirnya. Pemuda itu tampak mulai meninggalkan ruangan tersebut setelah melambaikan tangannya pada teman-temannya.

()

Soeun kembali keluar dari tempat kerjanya mendekati tengah malam. Setibanya diluar ia mengalihkan perhatiannya menuju sekitar restoran jepang tersebut. Tak seperti hari-hari biasanya, hari ia ia tak melihat mobil milik Yesung terparkir dan mengikutinya sampai kerumah seperti biasanya. Semenjak tadi siang Soeun tak melihat mobil Yesung terparkir disana seperti biasanya. Namun, Soeun sama sekali tak ambil pusing. Bisa dikatakan ia cukup lega karena Yesung tak lagi mengikutinya, walau entah kenapa ia merasa sedikit kehilangan juga…

Soeun melangkahkan kakinya menuju halte yang berada didekat restoran tempatnya bekerja untuk mencari bus. Ia memilih sebuah tempat duduk yang biasa ia tempati untuk menunggu bus dan mulai mengotak-atik ponselnya untuk mengusir rasa bosannya ketika menunggu.

!!

Tak lama ia mengangkat wajahnya ketika mendengar suara bus yang berhenti tepat didepan halte. Gadis manis itu tampak bergerak dan membenahi barang-barangnya. Soeun kemudian segera menaiki bus tersebut bersama orang-orang yang tadi duduk di halte bersamanya.

Ketika sampai didalam Soeun segera memilih sebuah tempat duduk yang juga biasa ia tempati. Pandangannya kemudian beralih melihat keluar sana melalui kaca disampingnya. Tiba-tiba Soeun menghentikan pandangannya ketika lagi-lagi ia melihat mobil yang dari tadi siang tak dilihatnya tiba-tiba kembali berada disebrang jalan dimana busnya berhenti. Artis itu lagi? Soeun dengan segera mengalihkan perhatiannya ketika menyadari pengemudi yang ada didalamnya diam-diam memperhatikannya kembali. Seperti yang sering ia lakukan dimalam-malam sebelumnya.

()

“Hatchiiih!”

“Ha-Ha-Hatchiiih!”

“Ha-Ha-HAAhmm…”

“Tutup mulutmu kalau kau bensin, hyung. Kau mau semua member tertular!” ucap Eunhyuk datar sambil membungkam mulut Yesung ketika hyungnya itu bersin untuk keseratus kalinya. Saat ini mereka semua tengah makan diruang makan dan daritadi Yesung terus bersin berulang kali. Membuat semua member mengangkat piring mereka masing-masing agar tak terinfeksi oleh Yesung.

“Maaf..” ucap Yesung lirih sambil mengambil sapu tangan yang tadi digunakan Eunhyuk untuk membungkam mulutnya. Ia kembali bersin-bersin disana.

“Hey, sebaiknya kau hari ini ke dokter. Kau tak bisa mengacuhkan penyakitmu..” ucap Hankyung sambil meletakkan kembali makanannya keatas meja. Sapu tangan dari Eunhyuk sepertinya sudah cukup membuat makanannya aman serta kehidupannya terjamin (?)

“Aku tak apa-apa, hatchih!”

“Iish, lihat itu kau bahkan tak bisa berbicara. Kenapa kepalamu yang besar itu juga begitu keras..” ucap Kangin mencibir. Yesung tak menyahutinya, ia segera mulai mengaduk makanannya.

()

Pandangan Yesung terus mengikuti sampai gadis itu memasuki taksi yang baru saja berhenti. Ia bahkan juga mengikuti pergerakan taksi itu ketika ia meninggalkan tempat tersebut. Yesung menghela nafas dan mengalihkan perhatiannya setelah itu.

“Kufikir ini saatnya..” gumam Yesung sambil melepaskan sabuk pengamannya. Ia tampak menyusun tekad yang lebih setelah itu. “Fighting!” ucapnya sambil mengepalkan tangan kanannya. Ia kemudian segera membuka pintu dan keluar dari mobil mewah miliknya tersebut.

Wanita tua itu mengerutkan dahinya sambil terus menatap pemuda yang duduk dihadapannya. Seorang idola? Kalau saja para anak asuhnya tidak pernah menunjukkan foto-fotonya kepada dirinya dulu mungkin ia tak akan tahu siapa laki-laki tampan yang tersesat ketempatnya pagi ini. Yesung, bahkan ketika baru saja ia membuka pintu ia langsung begitu kaget dan sedikit tidak percaya. Ia sampai harus membuka kardus tempat Geunmin menyimpan barang-barang peninggalannya dulu untuk sekedar meyakini bahwa ia tak salah mengenali.

Hhhum! Yesung agak berdehem menyadari bahwa wanita itu kembali terpana sambil memperhatikannya. Yayaya, memang semua wanita disemua umurnya selalu bertindak seperti itu ketika bersamanya. Tapi ayolah, ini bukan ‘waktu’ terpana yang tepat.

“Maaf..” wanita itu tersadar. “Namun aku benar-benar tak percaya bahwa ini benar-benar anda. Saya tidak mengerti kenapa anda sampai berada disini…” ucap wanita itu.

“Err, aku hanya…” Yesung sedikit gugup. Ia mengaruk kecil kepalanya sambil berfikir. Sepertinya tadi ia hanya punya modal nekat, tanpa berfikir lebih matang apa yang ingin ia cari dengan menemui kepala panti ini. “Hanya… er, hanya-“

“Apa anda tersesat dan tak tahu jalan pulang lagi?”

Yesung melongo, mengerjap-ngerjap beberapa kali. Tunggu, fakta memalukan itu? apa semua rakyat korea sudah mengetahui kebodohannya itu? kenapa sampai wanita-wanita berumur ini mengetahui bahwa ia sempat beberapa kali lupa jalan pulang ketika baru pertama kali debut.

“Ohh, maafkan aku…” Wanita itu tiba-tiba menundukkan wajahnya. Ekspresinya tadi kembali berubah, terlihat sedih dan sedikit berbeda dari sebelumnya. Yesung menatap penasaran padanya. “Geunmin terlalu banyak mengatakan semuanya tentangmu, sehingga hampir seluruh anggota panti ini tahu cerita tentangmu yang terus dicelotehkan Geunmin setiap hari. Maaf, aku benar-benar hanya terlalu terbawa suasana…” ucapnya rendah.

“Apa Geunmin benar-benar menyukaiku?” Tanya Yesung hati-hati.

“Ya..” wanita itu menganggukkan kepalanya. Sedikit emosi lain terselip diwajahnya yang terlihat tegar. “Kalau saja ia tahu bahwa kau datang kemari mungkin ia akan begitu senang. Namun sayang sekali..” ia sedikit tersenyum miris pada dirinya sendiri sambil menghapus air mata yang mengliri pipinya. Sementara Yesung hanya menatap wanita itu, menunggunya untuk mampu melanjutkan kata-katanya tadi. “Kau datang begitu terlambat… Geunmin kami sudah meninggal lima bulan yang lalu…” tambahnya. Yesung tampak menghela nafasnya panjang.

“Aku menyesal atas keterlambatanku..” ucapnya pelan sambil menundukkan wajahnya. Ia ikut merasa berduka atas khabar itu.

“Tidak apa-apa, tuan. Ini tentu bukan salahmu. Kami malah merasa begitu senang atas kebaikan anda yang telah mau memenuhi keinginan terakhirnya, walau tetap terlambat…”

“Maksud anda?”

“Ah, aku kadang tak tahan bila harus menceritakan ini kembali..” keluh wanita itu sambil menghapus kembali air matanya dengan sapu tangan ditangannya. Ia melirik Yesung sesaat, lalu kembali menundukkan kepalanya. “Hari itu, dihari ketika anda memenuhi permintaan Geunmin melalui Soeun, Soeun langsung berlari kerumah sakit untuk menunjukkannya pada Geunmin. Namun ia terlambat beberapa menit. Ketika Soeun datang, Geunmin sudah meninggalkan dunia ini. Hari itu Soeun benar-benar terpukul dan menyesali keterlambatannya. Ia menyalahkan dirinya sendiri, sampai saat ini…” ucap wanita itu sambil berusaha mengendalikan dirinya sendiri.

“Soeun yang ceria berubah menjadi pendiam setelah kejadian itu. Ia merasa bahwa kematian Geunmin adalah karena kesalahannya. Ia menyakini bahwa kalau saja ia lebih cepat memberikan semua yang ia inginkan, Geunmin mungkin masih mampu bertahan. Aku sudah mencoba menjelaskan padanya bahwa ini bukan salahnya.. Namun ia sepertinya sudah terlebih dahulu menghakimi dirinya sendiri…”

Yesung hanya terdiam mendengar kata-kata itu. ditatapnya wanita tua dihadapannya yang terlihat begitu berduka menceritakan hal itu kembali padanya. Yesung sendiri hanya bisa menyesali dirinya. Kalau saja hari itu ia tak mempersulit usaha Soeun, mungkin semuanya tak akan seperti ini.

()

Soeun membuka pintu taksi tersebut kemudian menuruninya. Sebelum memasuki tempat kerjanya ia tampak menoleh memperhatikan sekitar restoran. Mencari-cari sebuah mobil yang biasanya selalu mengikuti taksinya setiap pagi. Namun tidak ada, padahal tadi pagi Soeun sempat melihat mobil itu parkir didepan mobilnya.

Soeun menggelengkan kepalanya, menepis fikirannya. Lalu segera memasuki tempat kerjanya.

“Aku mohon aku saja..”

“Tidak bisa…”

“Ayolah manager, aku mohon aku saja…”

“Tidak, tugasmu saja belum selesai. Kembali pada pekerjaanmu..”

“Tuan-“

“Ah, Soeun!”

Soeun menghentikan langkahnya ketika managernya memanggilnya. Ia tampak mendekati Pantry. Mendekati dua orang yang sempat berdebat kecil tadi.

“Ada apa, manager?” Tanya Soeun.

“Aku ada tugas untukmu-“

“Jangan Soeun, manage. Aku mohon padaku saja…” pekerja yang tadi tampak kembali memelas. Namun manager itu tak mengacuhkannya, dan kembali pada Soeun.

“Pergilah bersama Kim Goora mengantarkan pesanan kesuatu tempat…” kata manager itu pada Soeun. Soeun tampak menyanggupinya, sementara karyawan yang tadi tampak sedikir cemberut karena keputusan itu. “Kim Goora sedang menunggumu, temuilah dia. Oiya, ini pesanan penting, mohon berhati-hati dan jangan membuat mereka kecewa…” perintah sang manager sebelum meninggalkan tempat itu. Soeun kembali menyanggupinya, memberi hormat hingga ia pergi dari tempat itu.

“Ish, kau beruntung sekali Soeun. Kau bisa mengantarkan pesanan ini..” karyawan tadi berceloteh dengan wajahnya yang masih cemberut.

“Memangnya apa specialnya pesanan ini, Hayoung-ah?” Tanya Soeun masih faham.

“Tentu saja special karena orang-orang yang memesannya special. Tapi aku tak mau memberitahukan padamu, aku tak mau kau mengejekku..” katanya cemberut lucu. Soeun hanya tersenyum kecil sambil mengangkat bahunya. “Tapi tunggu…” kata Oh Hayoung sambil mencari-cari sesuatu dari sakunya. Lalu menyerahkan pada Soeun. Soeun menerimanya dengan bingung.

“Ini apa?” Tanya Soeun tak mengerti.

“Kau tak perlu tahu. pokoknya berikan itu pada Lead Vocal mereka yang manis itu ya..”

“Tapi aku tak tahu yang mana maksudmu…”

“Tsk, sekarang kau tentu tidak tahu. tapi ketika kau sudah disana kau pasti tahu siapa yang kumaksud. Merekakan populer, berikan padanya ya… Gomawo..” kata Hayoung sambil meninggalkan Soeun yang tampak masih tak mengerti. Ia menatap kertas yang dibungkus amplop warna merah muda itu dengan sedikit penasaran.

()

“Hatchiih…”

Yesung kembali bersin ketika penata make-up sibuk mendandaninya. Membuat penata make up itu tampak kembali kesulitan menata wajah Soeun.

“Mohon lebih tenang, tuan..” ucapnya sambil kembali meneruskan pekerjaannya yang tengah memberikan goresan eyeliner disalah satu iris milik Yesung. Yesung menganggukkan kepalanya pelan.

“Ya, maafkan aku…”

“Daritadi hyung terus bersin. Apa yakin nanti bisa tampil?” Tanya Kibum sambil mendekati Yesung. Ia mengulurkan sekotak tissue pada Yesung. Yesung menerimanya.

“Terima kasih, bummie. Aku tak apa-apa, tenang saja…” ucap Yesung sambil mengeluarkan selembar tissue dari dongsaengnya yang sudah selesai dimake-up itu.

“Hyung harus mulai mendengarkan kami. Istirahat dulu beberapa hari. Berhentilah pulang malam setidaknya sampai kau pulih…” ucap Kibum. Yesung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

“Baiklah..” ucanya sambil tersenyum. Kibum balas tersenyum sambil menepuk pundak hyungnya tersebut.

()

Mobil dengan label sebuah restoran Jepan terkenal itu berhenti tepat didepan gedung megah tersebut. Pintu depannya terbuka, menampakkan seorang gadis yang menerawang menatap gedung yang terdiri dari enam lantai itu. Ia mengeja tulisan yang tercantum apik dibagian depan gedung itu.

SBS?

“Yang memesan adalah para pekerja di perusahaan TV ini?” Tanya Soeun pada rekanya. Rekannya tampak tersenyum.

“Begitulah. Tapi yang lebih specialnya sebagian makanan ini dintar untuk salah satu grup terpopuler di Negara ini..” jawab Goora. Soeun menganggukkan kepalanya, ia lalu melirik kertas yang tadi diberikan Hayoung. Ia mulai mengerti kenapa ia memberikan surat ini untuknya. “Ayo turun Soeun..” ajak Goora membuyarkan lamunannya. Soeun menganggukkan kepalanya dan menyimpan surat itu kedalam saku seragamnya. Lalu menyusul Goora untuk turun.

()

Disebuah panggung yang lumayan besar. Tiga belas pemuda-pemuda tampan tampak tengah asyik menampilkan aksi mereka diatas panggung. Mereka asyik bernyanyi dan menari, berusaha menghibur ratusan orang yang memperhatikan mereka dengan antusias. Sering tersenyum, walau sedikitnya terselip sedikit rasa cemas.

Lagu Hits Sorry, Sorry baru saja berakhir, membuat jeda untuk mereka semua. Hari ini memang mereka mengadakan pertunjukan khusus Off Air disalah satu stasiun TV. Acara itu satu jam, jadi mereka harus merekam sebanyak 10 lagu. Namun rasa cemas mulai terasa ditengah-tengah pertunjukan ketika menyadari bahwa suara sang Lead Vocal mulai terdengar berbeda. Ia pun tampak lemas dan terlihat tak terlalu kuat menyelesaikan rekaman.

“Hyung, istirahat saja bagaimana?” Tanya Wookie sambil mengulurkan minuman pada Yesung. Wajahnya terlihat cemas melihat kondisi Yesung, maklum kata ELF mereka adalah YeWook Couple.

“Aku tak apa-apa. Hanya empat lagu lagi kan?” Tanya Yesung sedikit serak. Ia tampak kesulitan membuka botol minuman karena tangannya bergetar. Membuat Kyuhyun yang kebetulan juga berada disana merebut botol itu darinya.

“Dengarkan kami, hyung. Pergilah istirahat, kau terlihat tak bisa menyelesaikan rekaman…” ucap Kyuhyun sambil membuka botol itu. Ia kemudian menyerahkan kembali pada Yesung.

“Aku bilang aku baik-baik saja. Lagipula, kalau aku tiba-tiba menghilang nanti mereka heboh dan seluruh ELF di dunia merasa cemas. Tidak apa-apa..” kata Yesung sambil mengambil minuman itu kembali. Ia kemudian langsung menenggaknya untuk menyegarkan tenggorokannya yang terasa begitu kering.

“Itu lebih baik daripada kau pingsan diatas panggung, mereka akan lebih cemas. Lihat, wajahmu benar-benat pucat..”Leeteuk ikut bicara. Ia menyentuh dahi Yesung kemudian, terdengar decakan. “Demammu tinggi, Jongwoon. Sebaiknya kau istirahat..” ucapnya serius. Jangan heran melihat ke-overprotectiv-an yang ditunjukan para pemuda-pemuda populer ini. Dua belas tahun bersama dan hidup Delapan tahun dalam Super Junior membuat hubungan mereka tak lagi sebatas teman satu grup. Grup mereka telah terbangun dengan ikatan persaudaraan, itu sebabnya mereka langsung panik menyadari salah satu dari mereka dalam masalah. “Kembalilah keruang Make-up!”

“Tapi, hyung-“

“Aku bilang kembali kesana!” Seru Leeteuk lebih tegas, membuat Yesung menghembuskan nafasnya yang berjalan sedikit kasar. Leeteuk kemudian beralih kebelakangnya. “Wookie, Kyu, antar Yesung keruang make-up. Setelah itu cepat kembali karena kita harus merekam lagu selanjutnya..” perintahnya pada Ryewook dan Kyuhyun. Kedua maknae itu tampak menyetujuinya.

“Baik, hyung!”

Yesung kemudian hanya bisa menghembuskan nafas pasrah setelah keputusan telak sang Leader. Ia mengikuti kedua maknaenya yang membantunya kembali keruang make-up.

()

Soeun memperhatikan tempat sekitarnya sambil masih setia menjaga puluhan kotak makanan yang tersusun didepannya. Saat ini ia tengah menunggu para staff dan artis untuk datang, sehingga ia dapat menyampaikan pesanan ini kepada mereka. Tapi Soeun dengar rekamannya masih lumayan lama, sehingga ia harus sabar menunggu untuk mereka. Sementara itu Goora sudah tak bersamanya, karena ia bertugas mengantarkan pesanan lainnya untuk staff SBS lainnya.

Soeun menghembuskan nafasnya sedikit bosan. Ia melirik satu persatu pintu yang tersusun sepanjang lorong tempatnya menunggu. Kira-kira ada sekitar delapan pintu disana dan salah satunya milik artis yang memesan direstorannya. Soeun penasaran siapa artis yang dimaksud, apa mungkin ia bisa menyampaikan surat titipan rekannya, Oh Hayoung.

“Pelan-pelan, Kyu. Kau menyakitiku hyungku!” Terdengar protesan dengan dasar suara Tenor dari salah satu sisi lorong. Membuat Soeun sedikit tersadar dari lamunannya.

“Tsk, dia ini juga hyungku, kenapa kau begitu berlebihan. Tapi kita harus cepat karena Teukie hyung meminta kita kembali kesana, kau tak dengar?” kali ini suara dengan dasar deep bass yg balik mengomel.

“Harus cepat juga jangan berarti menariknya, kau tak lihat hyungku kesulitan berjalan…”

“Tsk, aku tidak apa-apa, wookie. Jangan meributkan hal yang tidak perlu disaat seperti ini..” terdengar suara Deep Husky Baritone kali ini. Mencoba mencari jalan dari dua suara lainnya yang bersiteru.

!!

Pintu yang sedikit terbuka itupun didorong hingga terbuka lebar. Tak lama setelah itu tiga orang pemuda tampak keluar dari sana dan berjalan kearah Soeun. Sepertinya salah satunya terlihat tidak baik hingga dua yang lainnya harus membantunya berjalan.

“Panasmu benar-benar tinggi, hyung. Nanti aku akan merawatmu ketika kita sampai di dorm..” ucap Ryeowook sambil mengalihkan perhatiannya dari Yesung. Ia tampak mulai menatap lurus, hal yang sama dilakukan Kyuhyun dan Yesung.

Soeun terdiam sambil bangkit dari tempat duduknya ketika menyadari siapa yang datang. Sementara Yesung yang baru juga menyadari juga tak kalah kagetnya. Matanya menatap kearah Soeun, sedikit tak percaya dia disini.

“Hyung, kenapa kau diam?” Tanya Kyuhyun heran menyadari Yesung mulai membeku dan menatap lurus. Ia ikut mengalihkan perhatiannya kedepan. Dimana Yesung terlihat masih terpana. “Hyung?” panggil Kyuhyun lagi masih bingung.

Soeun sedikit menghembuskan nafasnya, ia sedikit menunduk canggung karena Yesung terus memperhatikannya tanpa mengatakan apapun. ia merasa gugup. Sementara itu Kyuhyun tampak masih heran, namun ia segera beralih pada Ryeowook ketika Ryeowook senyum-senyum dan memberikannya kode sesuatu.

Gadis ini!

Gadis ini?

Kedua maknae itu kemudian saling cengengesan setelah itu. Mereka tampak menganggukkan kepala mereka satu sama lain.

“Hyung, dia akan takut jika diperhatikan begitu..” bisikan Kyuhyun membuat Yesung tersentak. Ia tersadar dan mengalihkan perhatiannya. Sementara itu Ryeowook tampak melepas Yesung dan mendekati Soeun.

“Kau pasti dari rumah makan yang mengantarkan makanan untuk kami..” ucap Ryeowook sambil menunjukkan senyumannya yang ramah pada Soeun. Soeun dengan cepat menganggukkan kepalanya dan memberikan hormat.

“B-Begitulah, tuan..” ucapnya agak canggung. Ia berharap member SUJU lainnya tak mengingatnya atas kejadian beberapa bulan yang lalu.

“Baguslah..” ucap Ryeowook sambil tersenyum. ia menoleh kebelakang pada Kyuhyun dan Yesung. Kyuhyun mengangkat alisnya dan membawa Yesung mendekat pada keduanya. Sementara Yesung dan Soeun entah kenapa canggung sendiri.

“Sepertinya kau bisa dimintai tolong..” ucap Kyuhyun sedikit tersenyum smirk. Ryeowook ikut tersenyum kecil, sementara Yesung mulai merasakan hawa yang kurang baik dari senyum keduanya.

“Minta tolong apa, tuan?” Tanya Soeun masih tak mengerti.

“Ini, hyung kesayangan kami ini sedang sakit, seseorang harus menjaganya sementara semua member sedang sibuk..” ucap Kyuhyun dengan wajah prihatin. Yesung menoleh kaget padanya.

“Hyung kami ini begini karena seorang wanita. Dia belakangan sering sekali mengikuti wanita yang disukainya hingga lepas tengah malam hingga kondisinya seburuk ini. Arh, kadang aku kesal pada wanita itu-“

“Wookie!” Yesung menyela sedikit tak suka. Ia sedikit menatap Ryeowook tajam untuk melarangnya bicara yang tidak-tidak. Sementara Ryeowook dan Kyuhyun hanya tertawa. Lain lagi dengan Soeun yang sedikit terdiam.

“Bisakah kami minta tolong padamu, nona?” Tanya Kyuhyun kemudian. Soeun menoleh padanya. “Tolong jaga hyung kami sampai kami kembali..”

“Aku bukan anak kecil, kyu. Aku bisa-“

“Hyung kami ini aneh. Kalau tidak dijaga ketika sedang sakit begini ia bisa berbuat diluar perbuatan manusia normal. Seperti berteriak-teriak sendiri misalny-“

“Sejak kapan aku begitu!” Seru Yesung kesal. Tapi dua maknaenya itu mengacuhkannya.

“Lagipula kau harus menunggu semua member dan staff kami masuk bukan untuk memberikan makanan-makanan ini. Jadi ini tentu tidak terlalu bermasalah, hyung kami tidak merepotkan kok-“

“Yah!” Yesung berseru lemah. Ada apa dengan tubuhnya, bahkan sekedar berteriak saja sudah membuatnya begitu lelah. Tangannya mulai menyentuh kepalanya yang sakit.

“Hyung?” Tanya Kyuhyun dan Ryeowook kembali beralih pada Soeun. Sementara Soeun tampak hanya memperhatikan tanpa mengatakan apapun, masih terlalu bingung.

“Kyuhyun-ssi, Ryeowook-ssi, mohon segera kembali kepanggung!”

Ryeowook dan Kyuhyun saling mengalihkan perhatian mereka kearah pintu yang tadi ketika mendengar seruan tersebut. Mereka kemudian beralih pada Yesung.

“Pergilah, aku akan masuk keruangan make-up untuk beristirahat. Jangan merepotkan member lain..” ucap Yesung mengangkat kembali wajahnya. Kyuhyun dan Ryeowook menganggukkan kepalanya. Lalu menoleh pada Soeun.

“Nona, bisakah kau membantu kami-“

“Yah, aku bilang aku bisa sendiri-“

“Kami mohon…”

Yesung mendesah kesal melihat tingkah dua maknae grupnya yang berubah sok aegyo dan memasang puppy Eyes. Ok, mungkin Wookie biasa melakukannya, tapi si evil ini kenapa ia ikut-ikutan.

“Baiklah..”

‘Yes’

Dua maknae itu tersenyum puas. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Yesung yang terpana.

“Terima kasih nona, kau tak tahu betapa besarnya rasa syukur kami karena ada dirimu disini..” ucap Kyuhyun lebay. Ryeowook mengangguk.

“Tanpa dirimu kami tak tahu apa yang akan terjadi pada kami..” sambung Ryeowook tak kalah lebay. Yesung kembali memijit kepalanya yang lebih pusing melihat tingkah keduanya.

“Ya, sudah. Ini kami serahkan hyung kesayangan kami. Ia agak kesulitan berdiri karena terlalu sakit. tolong bantu ia masuk kedalam..” ucap Kyuhyun sok manis. Soeun mengangguk dan mendekat pada keduanya, lalu menerima tangan Yesung yang diulurkan Kyuhyun. Ia agak kesulitan menyeimbangkan tubuh mereka karena ternyata keadaan Yesung cukup susah untuk sekedar berdiri. Soeun juga dapat merasakan suhu tubuhnya yang panas.

“Tolong rawat hyung kesayangan kami sampai kami kembali..” ucap Ryeowook sambil kembali tersenyum manis. Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Kami kembali tampil dulu, maaf karena merepotkanmu nona. Kami permisi..” ucap Kyuhyun sambil menarik Ryeowook pergi. Keduanya tampak masih sempat-sempatnya mengedipkan sebelah mata pada Yesung yang hanya bisa geleng-geleng kepala. Dengan senyuman merdeka mereka berdua meninggalkan tempat itu.

“Ayo, tuan..” ucapan Soeun mengagetkan Yesung. Soeun kemudian membantu Yesung untuk memasuki salah satu ruangan yang ia ketahui adalah ruangan pribadi para artis yang tadi memesan.

()

Dengan sedikit susah payah Soeun membantu Yesung untuk berbaring di sofa. Yesung yang memang sudah lemah hanya menurutinya. Demamnya terlihat begitu tinggi kali ini membuat kondisinya begitu jatuh.

“Anda membutuhkan sesuatu, tuan?” Tanya Soeun ikut terbawa panik. Entah kenapa ia ikut merasa cemas setelah merasakan suhu tubuh Yesung yang benar-benar tinggi.

Cough Cough…

Yesung tak menyahut, ia terbatuk-batuk beberapa kali. Suaranya terdengar lebih serak dari yang tadi.

“Minum, ambilkan aku minum..” pinta Yesung ditengah batuknya. Soeun dengan cepat meraih minuman diatas meja dan mengulurkan pada Yesung. Yesung menerimanya dan tampak berusaha membuka botolnya. Namun kembali ia merasa kesulitan karena tangannya yang terus bergetar.

“Maaf..” ucap Soeun pelan. Ia mengambil botol itu kembali dan membantu Yesung untuk membukanya. Ia menyerahkan kembali pada Yesung.

“Terima kasih..” ucap Yesung pelan sebelum meminum-minuman itu. Ia kembali terbatuk-batuk bahkan setelah ia meminumnya. Cough Cough.

”Sebaiknya anda berbaring, tuan..” pinta Soeun sambil mengambil botol itu kembali dan meletakkannya diatas meja. Dengan reflek ia membantu Yesung membuka sepatunya. Membantunya untuk lebih nyaman. Sementara Yesung hanya memperhatikannya dengan seidkit tak percaya bahwa mereka akan sedekat ini. sepertinya ia harus berterima kasih pada dua maknae bandel tadi. “Berbaringlah tuan, anda akan lebih baik setelah itu…” ucap Soeun kembali bangkit dan menatap Yesung.

Yesung terdiam, batuknya tadi juga sudah mereda walau wajahnya masih memerah dan sedikit pucat. Ia menatap gadis dihadapannya sekali lagi ketika ia mengingat perbicangannya dengan ibu panti asuhan tadi pagi. Soeun tampak mengalihkan perhatiannya ketika ia merasa tak nyaman.

“Untuk selanjutnya anda sebaiknya tidak mengikutinya saya lagi. Saya tidak mau rekan-rekan anda membenci saya..” ucap Soeun pelan, berhasil membuat Yesung kaget. Dia mengetahuinya?

“M-Mereka hanya bercanda mengatakan yang tadi..” ucap Yesung serak. Lagi-lagi ia terbatuk.

“Tapi tetap saja itu ada benarnya, dimusim salju yang begitu dingin ini kenapa anda harus membuang waktu anda yang sibuk dengan mengikuti saya. Itu tidak baik untuk kesehatan anda…” ucap Soeun datar, ia tak mau menatap wajah Yesung. Sementara Yesung masih sedikit kaget, ia kira caranya sudah cukup rapi untuk membuat gadis ini menyadari pekerjaan yang rutin ia lakukan setiap malam itu. Tapi ternyata ia salah.

“Aku hanya penasaran padamu..” ucap Yesung sedikit menunduk. “Aku merasa kau membenciku..” ucapnya kembali terbatuk. Soeun mengangkat wajahnya, tersenyum dan menggeleng.

“Kenapa saya harus membenci anda? Anda tidak pernah melakukan kesalahan apapun..” ucapnya kembali datar.

“Tapi kau menghindariku…”

“Saya tidak menghindari anda..”

“Ya, kau menghindariku. Buktinya kau selalu bersikap dingin padaku dan langsung pindah dari minimarket itu setelah kejadian malam itu. Kau menghindariku, yang aku resahkan adalah karena aku melakukan sebuah kesalahan padamu…”

“Anda tidak melakukan kesalahan, jadi tak perlu merasa khawatir..”

“Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu…”

“Huh?”

“Kematian adikmu…” ucap Yesung, berhasil membuat Soeun kaget dan terpana. “Kau tidak melakukan kesalahan apapun, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri…” ucap Yesung sedikit hati-hati. Ia kembali terbatuk setelah itu, meninggalkan Soeun yang terpana.

“Darimana anda mengetahui ini semua?” Tanya Soeun. Yesung tak menyahut, hanya kembali menatapnya. Soeun yang melihat tatapan Yesung langsung menyadari sesuatu. Ah, orang ini susah sering mengikutinya, tentu itu bukan hal yang sulit.

“Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, itu bukan salahmu..” ucap Yesung lagi. Soeun kembali mengalihkan perhatiannya pada Yesung, terlihat dingin.

“Saya fikir bukan waktu yang tepat membicarakan ini. Istirahatlah tuan-“

“Kau sudah melakukan yang terbaik. Itu bukan salahmu kalau semua tak sesuai dengan harapanmu. Geunmin pergi karena takdir-“

“Cukup, tolong hentikan…”

“Jangan menyiksa dirimu seperti ini-“

“Saya bilang cukup, tuan!”

Yesung menghela nafas setelah kata-kata seruan Soeun. Ia melihat mata Soeun yang mulai berkaca-kaca. Oh, apa ini salahnya lagi sekarang?

“Maaf, aku tak bermaksud..” Tanya Yesung mulai merasa bersalah. Soeun menggelengkan kepalanya, lalu sedikit menengadah wajahnya untuk menahan air matanya yang tadi ingin keluar.

“Ini bukan salah anda..” ucapnya sambil bergerak dari posisinya.

“Anda istirahatlah, saya akan menunggu rekan-rekan anda diluar. Anda hanya tingga berteriak ketika anda membutuhkan sesuatu…” ucap Soeun lagi. Gadis itu kemudian membalikkan tubuhnya, meninggalkan Yesung diatas sofa. Namun ketika baru meraih pintu ia menghentikan langkahnya, dan mengatakan sesuatu. “Dan, Saya tak ingin melihat anda mengikuti saya lagi lain hari. Mohon jangan lakukan lagi…” ucapnya dingin. Ia kemudian benar-benar keluar dari ruangan itu.

Yesung menghembuskan nafasnya ketika pintu itu kembali tertutup. Ia kemudian rebahan dan mencoba untuk mengistirahatkan dirinya. Walau pada nyatanya perbicangan mereka tadi membuatnya sulit untuk melakukannya.

()

“Yesung… bangun yesung.. yesung..”

Yesung sedikit melenguh merasakan sentuhan di bahunya. Ia kemudian sedikit memaksakan tubuhnya yang terasa sakit bergerak lalu membuka matanya. Belasan saudaranya tampak mengelilingi dengan wajah yang cemas.

“Kita sudah selesai, ayo pulang..” ucap Leeteuk sambil menyentuh dahi Yesung. “Kau panas sekali..” ucapnya sambil membantu Yesung untuk duduk. Ia menunjukkan sisi ummanya saat ini.

Yesung sedikit menelan ludahnya yang kering. Kepalanya benar-benar terasa pusing. Namun ia masih sempat mencari-cari sesuatu disekitarnya ketika ia ingat sesuatu.

“Dia kemana? Sudah pulang?” Tanya Yesung baru menyadari sesuatu. Teman-temannya tampak menghela nafas dengan berat.

“Dia sudah pulang setelah memberikan pesanan. Bagaimana tadi?” Tanya Kangin antusias. Sepertinya Ryeowook dan Kyuhyun sudah memberitahukan rencana mereka tadi pada semua member hingga mereka mengetahuinya.

“Entahlah…” sahut Yesung lesu sambil menundukkan kepalanya. Ia kembali mengingat pertemuan mereka tadi.

“Sebaiknya kita tak membahasnya sekarang. Lebih baik membawa Yesung pulang agar ia bisa beristirahat…” ucap Hankyung ikut berkomentar. Member lainnya menganggukkan kepalanya.

“Tapi diluar begitu banyak Elf. Aku tak yakin kita bisa melewati mereka dengan mudah..” ucap Siwon sambil memperhatikan keadaan kebawah melalui kaca.

“Ya, khabar yesung hyung kurang sehat sudah tersebar hingga Elf semua dunia sudah tahu. Lihat, GWSYesung sampai menjadi Trending Topic..” ucap Shindong sambil menunjukkan Smartphonenya.

“aku tak apa-apa, setidaknya untuk berjalan menuju mobil aku bisa..” ucap Yesung kembali terbatuk. Ia mulai mencari-cari sepatunya.

“Eh, hati-hati!” Seru Leeteuk cemas melihat Yesung berusaha melihat ke kolong sofa. Ia memegangi bahu Yesung agar ia tak jatuh. “Tsk, kau selalu tak bisa membuat tenang. Apa yang kau cari?” Tanya Leeteuk.

“Sepatuku..” sahut Yesung. Akhirnya ia menemukan apa yang dicarinya dan menariknya keluar. Namun ia menyadari ada benda lain yang ikut terbawa setelah itu. “Apa ini?” Tanya Yesung sambil mengambil kertas dengan amplop merah muda tersebut. Ia membacanya.

Oh Hayoung..

“Surat penggemar lagi ya?” Tanya Sungmin sedikit acuh tak acuh. Ya, mereka semua memang sudah tak asing dengan surat dan pemberian lainnya. Mereka selalu mendapatkannya dari fans setiap hari. Namun, Yesung tampak sedikit penasaran dan membuka amplop itu dengan tangannya yang masih bergetar. Ia membaca kalimat yang ada disana.

()

Soeun tampak tengah melakukan pekerjaannya. Ia tampak sedang sibuk membersihkan meja kasir tempat ia bertugas. Melakukannya dengan lamban, tak terlalu bergairah. Pandangannya lurus menatap meja yang bahkan sudah terlalu bersih untuk dibersihkannya tersebut.

Ini sudah dua minggu dan seperti permintaannya Yesung benar-benar tak pernah lagi datang. Sepertinya ia menganggap serius ucapan Soeun hari itu. Lalu kenapa? apa masalahnya? Bukankah itu yang ia inginkan? Bukankah seharusnya ia senang? Seharusnya iya, tapi entah kenapa nyatanya ia tak merasa senang. Sepertinya ia sudah cukup merasa nyaman ketika ia menyadari seseorang menjaganya walau terkesan diam-diam dan disaat itu tak lagi terjadi ia merasa begitu kosong.

()

Pagi yang cerah di hari minggu. Sebuah taksi tampak berhenti didepan sebuah kompleks perumahan. Tak lama setelah itu seorang gadis berpakaian serba hitam tampak turun dari taksi tersebut dengan membawa sebuklet bunga dan sebotol air. Ia kemudian membawa langkahnya memasuki komplek pemakaman.

Angin yang sejuk memberikan kenyaman baginya ketika baru saja ia masuk. Ia segera mengarahkan kakinya kearah dimana ia biasanya menghabiskan waktu ditempat ini. Namun, tinggal dua langkah kedekat makam tiba-tiba ia menghentikan langkahnya. Ia menatap sedikit heran sebuah karangan bunga yang terletak disana. Siapa yang meletakannya?

Soeun berjongkok, meraih karangan bunga tersebut dan mencari-cari nama pengirimnya. Namun ia tak menemukannya, yang ada hanya sebuah kertas yang tak menuliskan pengirimnya. Sebuah kertas yang hanya terdiri dari satu baris dengan sebuah kalimat yang sederhana For: My Special ELF

()

Pagi yang berbeda. Soeun tampak kembali duduk dibelakang meja kasir. Melayani para pembeli yang memasuki restoran mereka. Namun untuk kesekian kalinya ia tak juga fokus. Ia tampak gelisah dan memikirkan beberapa hal yang sering membuatnya melamun. Yang paling banyak difikirkannya belakangan ini adalah selembar kertas yang ia temukan pagi ini. Tulisannya itu, My Special ELF? ELF? Soeun begitu ingat apa itu ELF semenjak kejadian memalukannya bersama Yesung beberapa bulan yang lalu. ELF adalah nama Fans Super Junior, ya, itu nama Fans mereka Soeun begitu ingat itu. Masalahnya sekarang adalah siapa pengirimnya, kalau tulisannya begini maka seharusnya yang mengirimnya adalah salah satu member Super Junior.

Kriing!

Pintu terbuka dari luar, menampakkan seorang pemuda bersurai hitam memasukinya. Kontan kehadirannya membuat heboh semua orang yang ada disana. Membuat Soeun tersentak dari lamunannya dan melihat sekitarnya. Bingung kenapa restoran yang sepi itu langsung heboh begini. Dan itu dia, pemuda itu kembali datang. Salah satu member Super Junior itu benar-benar datang kemari setelah kemarin dilarang mengikuti Soeun diam-diam. Tunggu, apakah surat tadi ia yang mengirimkannya kemakam Geunmin?

“Astaga! Yesung Oppa!”

Soeun benar-benar kaget ketika Hayoung tiba-tiba menabraknya. Gadis itu kemudian berniat segera berlari keluar sana. Hanya niat, karena sang manager langsung memegang tangannya.

“Jangan kesana. Jaga sikapmu, Oh Hayoung…” desis sang manager berbahaya. Hayoung langsung cemberut dan menatap kearah dimana pemuda yang dikerubungi itu tampak bergerak mencari tempat duduk. Ia tampak berusaha nyaman walau ia terlihat risih dengan perhatian semua orang padanya.

“Jarang-jarang bukan ada artis kemari, apalagi idolaku. Kumohon biarkan aku menemuinya..” ucap Hayoung sambil merengek pada Managernya. yang sayangnya langsung dijawab dengan gelengan.

“Tidak, kau selalu meninggalkan pekerjaanmu. Kembali keperkerjaanmu..”

“Tapi Yesung opp-“

“Aku bilang kembali..”

Hayoung cemberut. Ia menatap kesal managernya, lalu kemudian setelah melirik pemuda tadi. Ia segera kembali kepantry.

“Soeun, kau urus dia. Tolong berikan perlayanan terbaik untuknya…” ucap Manager tadi setelah kepergian Hayoung. Soeun tampak kaget karena perintah itu. namun ia akhirnya menganggukinya.

Soeun menghela nafas panjang. Siapa sangka bahwa jantungnya begitu berdebar kali ini, lebih kencang dari biasanya. Otaknya bahkan tak menemukan satu kalimat yang benar untuk diutarakan jika ia kesana. Ia meraih buku untuk mencatat pesanan, lalu dengan ragu berjalan menuju bangku tempat dimana Yesung duduk. Sementara itu Yesung yang menyadari siapa yang mendekatinya tampak sedikit tersenyum ketika wanita itu terus mendekat.

“S-Selamat datang, tuan…” ucap Soeun sedikit canggung. Namun ia tampak memberikan senyumannya pada Yesung. Yesung balas tersenyum. “Apa anda akan langsung memesan?” tambah Soeun.

“Eung, ya..” sahut Yesung tenang. Ia mulai meraih kertas menu dan memperhatikan makanan yang terlihat disana. Soeun kembali menghembuskan nafasnya. Harus bagaimana ini? apa mungkin ia menanykan bunga dan surat yang ia temukan di makam? Sepertinya mustahil.  “Aku tak terlalu mengerti soal Sushi. Kira-kira apa yang paling enak menu disini?” Tanya Yesung sibuk melihat-lihat.

“Di Restoran kami menu ‘Hot Spaicy Tuna’ adalah yang paling terkenal, tuan…”

“Err, maksudnya ikan mentah?” Tanya Yesung sambil mengangkat wajahnya. Soeun menganggukkan wajah agak polos. Agak kaget juga ketika iris beningnya bertemu dengan mata kucing milik Yesung. “Aku tak terlalu menyukai ikan tuna, terakhir memakannya aku sampai mual apalagi aku baru saja pulih dari sakit. Aku juga tidak terlalu suka pedas. Eung, apa ada saran lain?” Tanya Yesung sambil membalik buku menu lagi.

“Bagaimana dengan ‘Sauce Maki Roll’, apa anda menyukainya?” Tanya Soeun kemudian.

“Maksudmu sushi yang seperti nasi yang digulung itu?” Tanya Yesung tak faham. Soeun menganggukkan kepalanya.

“Ya, anda bisa lihat gambar dimenunya tuan..” ucap Soeun. Yesung menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku memesan ini saja. Juga makanan yang bertulisan’ Toyo sushi in Torrance’ ini, sepertinya ini enak.” ucap Yesung sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali. “Eung, minumnya apa kira-kira?” Tanya Yesung kembali bingung, ia membuka buku menu lagi. Soeun menangkap semua orang yang memperhatikannya tampak tersenyum melihat tingkahnya terlihat bingung.

“Dia terlihat manis…” begitulah salah fansnya menyebut.

“Oh, aku mau yang ini…” ucap Yesung sambil menunjukkan sebuah gambar pada Soeun. Soeun tampak faham dan menganggukkan kepalanya.

“Jadi Sauce Maki Roll, Toyo Sushi, dan segelas Red velvet coctail. Eung, apa ada lagi tuan?”

“Untuk saat ini segitu dulu..” ucap Yesung sambil menutup buku menunya. Ia kembali tersenyum pada Soeun. Membuat Soeun akhirnya dengan gugup menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, tuan..”

“eh, tapi tunggu dulu..” ucap Yesung kemudian. Soeun kembali menoleh padanya. “Bisakah kau tunjukan aku dimana toiletnya?” Tanya Yesung. Soeun agak mematung, namun ia menganggukinya.

“Y-Ya tuan. Tentu saja…”

“Bagus..” ucap Yesung sedikit tersenyum.

“Silahkan bangkit dan mengikuti saya, tuan. Saya akan menunjukan pada anda..”

 ()

Soeun berusaha menenangkan diri sambil terus membawa Yesung untuk menunjukkan kamar mandi. Entahlah, ia benar-benar tak tenang. Ini lebih mendebarkan dibandingkan dulu ia mengejar-ngejar Yesung untuk meminta tanda tangan.

“Eung, apa kau mengenal Oh Hayoung?” tiba-tiba Yesung bersuara. Mau tak mau membuat Soeun menoleh kearahnya yang berjalan sedikit dibelakangnya.

“O-Oh Hayoung?”

“Ya. Malam itu aku menemukan sebuah surat atas nama Oh Hayoung dibawah tempat tidurku. Sepertinya kau yang membawanya, apa begitu?” Tanya Yesung. Soeun tersadar, ia baru ingat hari itu. Hari dimana ia langsung pergi setelah semua staff dan member Super Junior menerima makanan mereka. Ia juga tak tahu dimana surat itu tercecer. Ternyata tercecer disana, mungkin jatuh ketika ia membantu Yesung membuka sepatunya waktu itu.

“Y-Ya, dia juga karyawan disini..”

“Apa dia fansku?” Tanya Yesung.

“Saya kira begitu…” sahut Soeun kikuk. Ia memberanikan diri melirik Yesung yang kembali tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

“Apa kira-kira aku bisa bertemu dengannya?”

“Huh, apa tuan?” Tanya Soeun agak kaget. Yesung tampak tersenyum, ia mengambil sesuatu dari sakunya.

“Aku ingin bertemu dengannya. Ingin memberikan balasan surat yang dimintanya…” ucap Yesung sambil tersenyum. Ia juga menunjukan sebuah surat dengan amplop berwana aqua blue yang membungkusnya.

“Eung, saya tidak yakin. Masalahnya manager kami-“

“Aku akan berbicara dengan manager kalian…”

Soeun hanya menganggukkan kepalanya. Jadi Yesung kemari untuk menemui Oh Hayoung? Ia tidak berniat untuk mengikuti Soeun lagi. Ah ayolah, ia sendiri yang meminta Yesung kemarin. Ya, bukankah ia membuktikan dirinya sebagai idola yang ramah. Ia kemari hanya untuk memberikan surat balasan untuk Hayoung, hanya itu.

“Oh, maaf. Ayo lewat sini, tuan…”

()

Soeun kembali berjalan kearah meja Yesung ketika Yesung memanggilnya. Sepertinya Yesung berniat pergi setelah tadi ponselnya berdering. Ia mungkin mempunyai urusan yang mendadak hingga ia juga tak sempat menghabiskan makanannya.

“Aku akan membayar semuanya, boleh aku lihat billku?” Tanya Yesung setelah mengelap bibirnya. Ia kemudian menerima kertas yang diulurkan Yesung. Menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum pada Soeun. “Baiklah, aku akan membayarnya. Harus ke meja itu bukan?” Tanya Yesung. Dengan kikuk Soeun menganggukkan kepalanya.

“Oiya, boleh aku pinjam penanya?”

“Huh?”

“Aku bilang pinjam penamu sebentar, nona. Nanti aku kembalikan..” ulang Yesung sambil tersenyum. Soeun menganggukkan kepalanya, lalu menyerahkan pena yang digunakannya untuk mencatat pesanan pada Yesung.

“Baiklah terima kasih…”

Soeun menganggukkan kepalanya, lalu memberi hormat. Untuk selanjutnya ia kembali ke meja kasir.

“Soeun..” seseorang berbisik padanya sambil memegang bahunya. Membuat Soeun menoleh. Hayoung tampak berdiri di belakangnya. “Dia belum pulang?” bisiknya sambil menunjuk Yesung dengan bibirnya.

“Dia sudah meminta billnya…” jawab Soeun.

“Berarti sebentar lagi dia kemari. Ya, sudah.. bolehkah aku disini untuk melayaninya..”

“Huh..”

“Ayolah, disaat manager keluar ini. Aku ingin melayaninya, walau hanya memberikan kembalian. Kumohon~” ucap Hayoung sambil merapatkan kedua tangannya. Karena tak tega akhirnya Soeun menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, tolong jangan membuat aku dimarahi ya…” ucap soeun agak ragu.

“Tidak, tenang saja. Aku pasti akan melayaninya dengan sebaik-baiknya…” ucap Hayoung. Soeun menganggukkan kepalanya, ia kemudian melirik kearah meja nomor 8 itu sekali lagi. Sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu untuk ditempati Hayoung.

()

Sekitar lima belas menit setelahnya Soeun tampak kembali ketempatnya. Disana tampak sudah tak ada Yesung lagi. Sementara Hayoung tampak terpana di belakang meja kasir.

“Hey!” Seru Soeun mengagetkannya. Membuat gadis itu sedikit tersentak. Ia kemudia melirik ke belakang.

“Soeun~ Gomawo…”

Soeun tampak kaget ketika Hayoung memeluknya. Hayoung memeluknya begitu erat hingga nafasnya nyaris tercekat. Setelah beberapa lama akhirnya Hayoung melepasnya.

“Kau benar-benar telah membantuku banyak untuk dekat dengan Yesung oppa..” ucapnya senang. Soeun hanya tersenyum kaku. “Karenamu aku bisa bertemu langsung, bersalaman, bahkan ia memberikanku surat balasan. Kau benar-benar membantu banyak…” ucap Hayoung. Soeun hanya tersenyum kaku.

“Itu bukan apa-apa..”

“”Menurutmu begitu. Tapi tidak untukku. Itu berarti sangat besar…”

Soeun hanya terdiam. Entah kenapa kejadian bersama Hayoung membuat ia merasa kembali berdejavu dengan ketika ia mengejar-ngejar Yesung demi memenuhi permintaan Geunmin. Semuanya nyaris sama, kecuali endingnya…

“Oh, manager kembali. Aku harus kembali bekerja, jangan beri tahu hal ini padanya ya. Bye Soeun, sekali lagi terima kasih. Aku mencintaimu…”

Soeun tak menyahuti ucapan-ucapan Hayoung. Ia kembali larut dalam fikirannya. Namun ia menepisnya, lalu berjalan ke meja nomor 8 tadi. Membersihkan meja yang telah ditinggal Yesung.

Soeun mulai merapikan piring-piring yang bahkan hanya habis setengah. Hmm, sepertinya ia artis yang sibuk. Namun Soeun begitu heran kenapa ia masih menyempatkan diri untuk selalu mengikutinya setiap pagi dan malam. Tak heran ia sampai sakit begitu.

Soeun menggelengkan kepalanya, lalu kembali merapikan meja tersebut. Ketika ia mengangkat piring ‘Sauce Maki Roll’ tiba-tiba ia menemukan sesuatu. Soeun terdiam, menatap penasaran potongan kertas yang berada disana. Sedikit ragu ia membukanya.

‘Malam ini mungkin akan lebih dingin karena sedikit badai salju. Jagalah kesehatanmu, kakak dan teman dari Fansku. Super Junior Yesung…’

Soeun terdiam membaca barisan tulisan Yesung yang tercantum disana. Matanya secara seksama melihat tulisan tangan itu. Tulisan ini adalah…

()

Yesung membuka pintu dorm setelah selesai memasukkan password. Di dalam ia menemukan beberapa member yang tidak mempunyai jadwal berkumpul di sofa untuk menonton TV. Yesung sedikit menghela nafas, lalu bergerak kearah kamar.

“Hyung!”

Seruan Donghae menghentikan langkahnya. Yesung berbalik dan mengalihkan perhatiaannya kearah sofa. Semua member yang ada disana menatapnya.

“Kau darimana? Kenapa begitu lesu?” Tanya Kangin. Yesung hanya menggelengkan kepalanya, masih dengan lesu.

“Apa ada hubungannya dengan ini?” Tanya Donghae sambil menunjukkan sebuah kertas. Yesung sedikit kaget, menatap kertas yang ditunjukkan Donghae. Namun pada akhirnya ia menganggukkan kepalanya lesu.

“Apa yang sebenarnya kau inginkan, hyung?” Tanya Siwon.

“Maksudmu?” Tanya Yesung tak mengerti.

“Tentu saja mengenai ini semua, juga tingkahmu belakangan ini?”

“Aku-“

“Kalau kau menyukainya sebaiknya katakan, hyung. Itu akan baik untuk kalian berdua…” ucap Siwon. Yesung terdiam, menghela nafas sambil memegang tengkuknya.

“Aku hanya takut. Maksudku, aku memahami ia mengalami beban yang cukup berat yang mau tak mau berhubungan denganku. Banyak hal yang mungkin membuat ia merasa tak nyaman. Aku tak mau semuanya menambah buruk keadaan..”

“Apa menurutmu ini tak terlalu buruk?” Tanya Siwon lagi. “Kau harus selalu bertingkah seperti penguntit seperti ini. Diapun juga pasti tidak merasa nyaman, baik perjelas semuanya. Tanya dia apakah memang ia tak nyaman. Walau bagaimana pun ini harus ada kejelasan…”

“Cinta tak bisa menunggu, hyung..” Donghae ikut berbicara.

“Dia selalu berputar. Kalau kau tak secepatnya mengambil kendali, maka kau akan dipermainkan olehnya. Dan itu tak hanya menyakitkan untukmu, tapi dia juga..”

“Perjelas semuanya. Secepatnya..”

Yesung menggigit bibir bawahnya mendengar kata-kata para member lainnya. Otaknya berusaha mencari jalan keluar.

()

Soeun menghembuskan nafasnya. Pandangannya beralih menatap jalanan malam kota Seoul yang mulai lengang. Saat ini ia masih disini, duduk di bus ini untuk menunggu busnya. Mungkin.. tidak, ya, sudah sejam ia disini dan ia membiarkan tiga bus lewat begitu saja tadi. Ia masih terdiam disana, seakan menunggu sesuatu.

Soeun menghela nafasnya, lagi-lagi ia menatap selembar kertas ditangannya. Membaca tulisan yang ada disana untuk kesekian kalinya. Rasanya ada sebuah sensasi yang berbeda setiap ia melihat kertas itu lagi dan lagi. Sebuah perasaan yang sama dengan membuatnya tertahan disini.

Dia menunggu? Entahlah… Ia tak begitu tahu. Namun rasanya ia benar-benar tak ingin pergi darisana, sebelum perasaan itu lebih jelas dalam fikirannya. Ia bahkan mengacuhkan rasa dingin akibat salju yang terus berguguran disekitarnya.

Benar harus menunggu…

Mobil hitam itu lagi-lagi berhenti disana. Terdengar helaan nafas dari pemiliknya ketika ia melihat gadis yang sama masih berada disana. Menunggu bus? Mungkin. Hatinya kembali merasakan gelisah. Tekad dan alasannya tadi berada disini entah kenapa menguap begitu saja.

Namun ia menggelengkan kepalanya. Kata-kata serta dukungan member lain tadi tiba-tiba berputar dikepalanya. Membuat ia akhirnya meraih topi dan sebuah kacamata hitam yang terletak diatas dashbor dan mengenakannya. Ia kembali menghela nafas panjang sebelum akhirnya mulai meraih handel pintu mobilnya.

 ()

Apa percuma?

Soeun kembali menghembuskan nafasnya yang terasa membeku ketika ia mengangkat wajahnya. Sebuah bus tampak sudah berjalan ke dekat bus. Soeun sekali lagi melirik sekitarnya, dan setelah ia tak menemukan apa yang dicarinya. Ia mulai bangkit dari tempat duduknya.

Bus itu berhenti dan dua orang lainnya yang menunggu di halte tampak sudah berdiri dan bersiap naik bus. Sementara Soeun berjalan dengan sedikit pelan. Berharap seseorang mungkin akan menahannya. Ya, konyol memang harapan itu. Tapi ia benar-benar menginginkannya.

Bus itu terlihat bersiap untuk pergi. Membuat Soeun segera berjalan untuk masuk kedalam. Namun, baru hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba seseorang memegang bahunya dari belakang. Aroma itu tercium begitu saja oleh Soeun. Aroma maskulin yang sama. Membuat ia berbalik kebelakang.

“Mohon beri waktu untukku, sebentar..” orang dengan pakaian tertutup itu meminta pelan. Seakan takut orang lain akan mendengarkan suaranya. Sementara Soeun hanya terpana, masih tak percaya ini terjadi. Namun ia menganggukkan kepalanya.

()

Bus itu pergi. Bergerak meninggalkan halte tersebut dengan dua orang yang ada disana. Meninggalkan dua orang yang untuk sejenak membisu. Larut dalam fikiran masing-masing. Yesung kembali menggigit bibir bawahnya, sebelum akhirnya menoleh pada Soeun yang hanya diam dan menundukkan kepalanya.

“Begini. Awalnya maaf karena telah menganggumu lagi. Tapi.. aku benar-benar sudah tak menemukan cara lain selain ini. Eung, ini mungkin akan membuatmu terkejut.. tapi..” ucapan Yesung terhenti. Ia menahannya dan mengatur nafasnya lagi. Lalu kembali menatap Soeun yang kali ini menatap matanya. “M-Mungkin.. Geunmin pernah bilang kalau aku ini orang yang aneh. Ya, Geunmin pasti pernah mengatakan itu padamu. Kau bisa anggap aku aneh atau apapun setelah ini, tapi mohon dengarkan aku..” kata Yesung gugup. Ia menatap mata Soeun sekali lagi, dimana indera bening itu hanya menatapnya antusias. Penasaran dengan apa yang ingin dikatakannya. Membuat Yesung semakin merasa gugup. Namun ia kembali berusaha membulatkan tekadnya setelah itu.

“A-Aku menyukaimu…”

Soeun tampak hanya terdiam, tampak tak banyak beraksi walau ia begitu kaget. Sementara itu Yesung tampak lebih gelisah.

“Mungkin ini aneh bagimu. Bagaimana  mungkin ada selebriti yang seperti aku yang selalu mengikuti atau bisa dibilang terus menganggumu. Ya, semua penggemarku bahkan mengakui kalau aku ini aneh kau boleh menganggapku begitu juga kalau kau mau. Tapi aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya-“

“Apa yang membuat anda menyukaiku?” untuk pertama kalinya Soeun bersuara. Yang entah kenapa menjadi SKAK tersendiri bagi Soeun. Membuat sang Lead Vocal itu semakin gelisah bahkan mulai kesulitan bicara.

“Karena.. sss.. err… aku juga tak tahu mengapa. Tapi semenjak hari itu ketika kita terjebak di lift dan kita sedekat itu entah kenapa aku selalu mengingat aroma tubuhmu, maaf. Pertemuan kita lagi malam itu di tempat kerjamu yang lama juga menimbulkan debaran tersendiri bagiku. Hingga aku rela datang kesana setiap malam demi menjadi pelanggan terakhirmu..” ucap Yesung masih gelisah. “Selain itu, jujur aku penasaran padamu. Bagaimana mungkin gadis yang kukenal begitu ceria pada awalnya berubah menjadi seperti ini. bahkan, ketika malam itu kau menatapku dengan tatapan mata yang tajam aku benar-benar tak bisa tidur. Entah kenapa aku berfikir bahwa kau membenciku walau aku tak tahu mengapa…”

“Saya tidak membenci anda. Semua itu karena… ya, bukankah anda sendiri telah mengetahuinya dari ibu yang merawatku di panti asuhan…” ucap Soeun lirih. Yesung menganggukkan kepalanya.

“Ya..”

“Melihat wajah anda selalu membuat saya mengingat Geunmin. Rasanya benar-benar sesak dan menyakitkan tersendiri. Rasa penyesalan itu datang kembali…”

“Itu bukan salahmu, aku ingin kau tahu hal itu. Kau telah berusaha melakukan hal yang luar biasa untuk Geunmin, aku kira ia bangga dan berterima kasih padamu…”

“Ya..” ucap Soeun tak bisa menahan air mata yang ditahannya. Namun ia tampak tersenyum, berusaha mengusir rasa sesak didadanya. “Aku pun sudah menyadari itu semua, berkat anda..” ucap Soeun sambil kembali menatap Yesung. Yesung terdiam mendengar kata-kata Soeun.

“Terima kasih atas semua kebaikan anda. Atas rekaman anda, atas perhatian anda, rekaman, dan bunga. Anda tak akan mengerti bahwa apa yang telah anda lakukan selama ini benar-benar perlahan merubah semuanya. Saya bahkan merasakan bahwa Geunmin begitu bahagia saat ini, tak tahu mengapa…”

“Karena dia tahu bahwa Noonya telah berkorban luar biasa untuknya…”

“Dan semua berkat anda, terima kasih…”

“Bukan..” ucap Yesung sedikit menggeleng sambil sedikit tersenyum. “Kalau ada yang luar biasa diantara kita itu adalah dirimu. Geunmin akan setuju dengan hal ini..”

Soeun hanya kembali berusaha tersenyum pada Soeun. Ia berusaha menahan air matanya walau pada akhirnya tetap mengalir. Tapi ini bukan air mata kesedihan seperti miliknya sebelumnya, ini lebih kepada air mata yang penuh kebahagiaan.

“Terima kasih. Terima kasih karena semua yang telah anda lakukan. Kenapa anda menyebut semuanya aneh dan bodoh, anda tidak tahu kalau semua itu begitu luar biasa. Kini saya sangat mengerti kenapa anda dan grup anda begitu dikenal oleh banyak orang diluar sana dan juga mengerti mengapa Geunmin begitu menyukai anda. Semuanya karena anda luar biasa dan hanya orang bodoh yang tidak menyukai anda…”

“Huh?”

Yesung mengerjap-ngerjap beberapa kali mendengar kata-kata terakhir Soeun. Sedikit tidak mengerti – atau tak percaya. “Maksudmu?”

“Bahkan sebenarnya hanya mendengar cerita Geunmin mengenai kehebatan atau kebodohan anda sudah membuat saya menyukai anda. Sebenarnya sangat sulit ketika harus menghindari dan bersikap dingin pada anda..”

“Bisakah kau mengulangnya dengan kata-kata yang lebih informal. Jujur ini agak aneh ditelingaku..”

“Aku menyukaimu, Kim Jongwoon-“

“Itu yang kumau dari tadi!”

Ucapan Soeun terhenti ketika Yesung memotongnya dengan sebuah seruan dan pelukan. Yesung memeluknya erat, sangat erat dan juga hangat. Seakan melindungi Soeun dari bekunya rasa salju. Memberikan kehangatan dan kenyamanan.

“Aku akan menjagamu, terima kasih..”

Suara baritone Yesung kembali terdengar lirih dan pelan. Ia memeluk Soeun semakin erat untuk mengungkapkan rasa bahagianya. Seakan ini memang adalah anugerah terbesar yang ia dapatkan. Bagi Soeun juga tentunya…

(The End)

Akhirnya FF ini selesai setelah terlalu lama tertunda. Semoga semuanya menyukainya. Oiya, FF ini dari awal memang menekankan dua hal lainnya dari cerita selain Romance; hubungan idola dengan fansnya, serta hubungan kedekatan antara para member Super Junior. Itu sebabnya banyak ceritanya gak seratus persen fokus ke romance walau romance tetap mendominasi. Maaf juga untuk ceritanya yang sedikit Absurd. Semoga semuanya puas dan dapat menangkap ceritanya dengan baik. Gomawo J

 

52 Comments Add yours

  1. rida locket mengatakan:

    daebak…
    aakhirnya end juga nih MSE , i like it unni, yesungnya romantis pakek nguntit eunni segala hahaha… haesso nya ya eunn, yg BLACK & WHITE..

  2. Rara mengatakan:

    Keren keren banget setuju deh sama unnie ga semua ff harus nyeritain tentang cinta tp jg kedekatan sesama member ke fans nya unni pinter banget si bisa kepikiran ampe ke situ

    semangat ya unni buat karya2 daebak unnie selanjut nya aku tunggu loh🙂

  3. mun taryati mengatakan:

    akhirnya sekian lm nungguin lnjtn ff nya d lnutin jg…keren thor sk wkt kyuwook godain yesung wkt nyrh soeun jg yesung..smgt bwt bkn ffnya…

  4. inakartini mengatakan:

    huaaa keren bgt ,akhirnya di post juga setelah sekian lama menunggu.
    ceritanya seru ,bagus ,mudah di mengerti ,ngena di hati pokoknya daebek deh put!
    yesung oppa benar2 seorg idola yg pantas utk di idolakan ,tdk salah jk bnyk elf yg mengidolakan.
    oh ya put ..tiap hari aq selalu membuka blog kamu berharap aq menemukan cerita ff yg baru at sekedar utk melihat blog kamu ,,aq slalu brharap kamu bisa ngepost cerita ff yg lain at sekedar melanjtkn ff yg belum kelar kamu lnjtkn …
    blog kamu spt candu bagiku put ..tdk buka blog kamu sehari saja ,kepalaku pusing 7 keliling put ,aq ngefans bgt sama ff kamu put ?
    jd aq slalu menunggu karya2 mu yg lain put ,terutama kyusso ,haesso …ehmmm semuanya deh .
    kudoakan smg kmu sehat slalu biar dpt mood buat lnjtkn ffnya …
    udah dulu ah kepanjangan kali ya?
    good job put…fighting..

  5. cucancie mengatakan:

    Wuahhh..akhirnya selesai jg,salut deh buat yeppa rela kedinginan buat ngikutin so eun,tp ga sia2 mereka akhirnya jadian…hahhh…q jg lega thor ff ini ending nya ada hehhe…mudah2an ff yg lain jg ada endingnya ya thor…!

  6. Kyusso shipper mengatakan:

    bagus eon walaupun masih ada typo tapi masih bsa dimaklumin lanjutin eonie ff nya terutama hyuksso🙂 dan sfs

  7. Devi mengatakan:

    Akhir’a yesuNg oppa bsa mNdptkN cNta dri eoNNie so euN,,,,,,, 🙂🙂

    ANd pNgorbaNaN yesuNg oppa gk sia-sia mNguNtit eoNNie so euN smpai yesuNg skit gara2 mNguNtit eoNNie so euN,,,,,,,

    Lucu bNgeet pas kyuhyuN oppa ma ryeowook oppa godaiN yesuNg oppa,,,,,,,,

    Pkok daebak thor

  8. Princess ice mengatakan:

    Ternyata ending…
    Hmm.. Entahla,aku suka bngung kalo maw ng0men ff mu put.. Selalu ada sswatu yg brbeda. Wlau bgaimanapun aku ttep memuji dgn cara kamu merangkai kata d typ ff jdi bkin suasana ma feel’a dpet..
    Oia,ngakak bgt sama klakuan 2 magnae itu pas ktmu sso😀 hahaha jd ktwa2 sndri *kagak waras…
    Poko’a semangat terus…
    Jangan brhnti brkarya yaaa😉
    dtnggu klanjutan ff yg lain’a,especially sweet piece of love aku nunggu bgt.. ^_^
    fighting!!

  9. andri susilowati mengatakan:

    lololololo ini uda ending????
    kkkkkkkk tk kirain msh ada banyak part…
    bagus bagus. keren
    suka sm karakternya yesung

  10. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaa….. Akhir ηγά̲̣̥…..
    Yeppa ϐïśª ngungkapin juga k Sso eunni….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).
    Mengharukan….. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__). Bwt author….

  11. dyyyy mengatakan:

    prok…prok….happy ending….
    akhir yg bikin iriiii….
    dtunggu black & white ny…..

  12. yuniarti noey mengatakan:

    puas kok sm endingnya!
    akhirnya kluar juga endingnya…………………..

  13. dhyanqueena mengatakan:

    wah… buat sequel ato after storynya donk.. keren bgt. bacanya ampe degdegan sndr.. hehe. yesso..

  14. haekyusso mengatakan:

    wahhh keren,,,keren,,,kereeennn!!!!!
    wlpn hrs brpsh sm ff My spesial ELF,,,😦
    bnr” yach 2 maknae nich wookppa ma kyuppa bt ngedktin yeppa sm sso wlpn hyung y lg dlm k ada’n skt,,,
    Dan d akhir crt bnr” happy ending yesso couple akhir y brsatu,,,🙂
    D tunggu ff yg laen y yach Athour😀

  15. nurul mengatakan:

    satu kata “so swettttt” :’)

  16. mifta mengatakan:

    dari awal emang udah bener2 suka sama FF ini. dan akhirnya keluar juga endingnya.🙂
    “semuanya karena yesung luar biasa dan hanya orang bodoh yang gk menyukai yesung”. aku suka banget sama kalimat yg satu itu..😀
    terus berkarya putri. buat lebih banyak lagi FF yesso. love yesso couple🙂
    FIGHTING!

  17. Anna mengatakan:

    Ryewook bnr2 jd soulmateny yesung niey bs jd omma,istri,shbt bhkn msuh sklgus,,aura kekeluargaanny berasa bgt,idol n fans mmg tak trpisahkan,,nice ending🙂

  18. Hermione Granger mengatakan:

    Di part ini aku nemuin kelucuan, ketegangan, kesedihan dan kebahagiaan.
    Lucu saat duo magnae keluar keevilannya secara bersamaan.
    Tegang saat yesung dan soeun diruang make-up.
    Sedih saat mencapai ending bicarain tentang adiknya soeun.
    Bahagia saat mereka saling mengungkapkan perasaannya.
    Omegat, gak nyangka udah ending. Kurang puas sama endingnya kakak soalnya gak ada kissing-kissingan gitu #Gubraakk. Haha
    Ck, hayoung pasti bakalan heboh tuh, kalau tau soeun pacaran sama yesung. Soeun bukan sekedar beruntung seperti apa yang dibilang hayoung but soeun sangat sangat sangat special bagi yesung.
    Heum, denger kata dunia. Merasa Super Junior benar-benar besar. Entah kenapa senyum sendiri dengernya, kkekkeekk🙂

    God job kak.. ~ ceritanya bagus banget..

  19. AngelsShe~ mengatakan:

    wach . . . D A E B A K chin9u aq suka ceritax *o* dhtun99u ff lainx…!!

  20. AngelsShe~ mengatakan:

    wach . . . D A E B A K chin9u aq suka ceritax *o* dhtun99u ff lainx…!!!???

  21. BL mengatakan:

    Aigoo..kalau kejadian diduniaa nyata gimana ya? Hahaha keren nih walau cuma 3 part tapi dapet ceritanya hehe

  22. veranicka mengatakan:

    Ada lanjutannya dan langsung End yeay😀
    Suka kok thor, banget malah😀
    Benar kata si evil maknae, si eternal maknae itu memang seperti seorang istri
    Salut deh sama yesung apa demi cinta rela sakit2’an.
    Endingnya sweet🙂

  23. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Hhhmmmmmm…..

    Terkejut jg,wkt bca kata ‘The End’

    tapi,endingnya udah pas ko’…

    Salut buat Yesung Oppa *acungin jempol*

    ditunggu lanjutan FF yg lain Thor😉
    Keep Spirit !!

  24. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Kya..! Berakhir dengan Haru dan Kebahagiaan..
    Ni KyuWook ngk pernah ilang ya keEvilannya.. Kkkkk~
    Nice FF, kirain aku blom end coz prasaan dijudulnya ngk ada kata end, kkk
    satu persatu FFmu yg lama terselesaikan eon..
    Baru deh klw dh pda selesai keluarin yg baru kkk..
    Oiya, Yg SFS dilanjut ngk ? Kok nggk ada dlm voting 2013 ya ?
    Ditunggu lanjutan ffnya ya thor🙂
    hwaiting !!! J

  25. Aisyah kyubum mengatakan:

    suka bnget sma kyuwook !!

    evil bnget !!!

    ah 1 ff selesai lgi !!
    ayo ff haru part1 dong chingu ??

  26. Park handal mengatakan:

    Kereeeeennnnn…eonnie bikin ak ngebacanya serasa ngersain…. Suukaaaa.. ^^

  27. Choi Hye Mi mengatakan:

    Kereeeeeenn banget.. Daebak deh.. Putri pnter bgt bs bkin cerita kyak gni.. Mnurutq cretax ringan.. Scene kdekatan antara member suju jga bgus. Kelhatn nyata.. Akhirx happy Ending seneng deh akhrx YeSso brsatu.. Di tunggu ffmu yg lain Put.. Apalgi Black And White x.. Keep Spirit… Hwaiting!

  28. minmin_mizana mengatakan:

    Huaaa udah End ternyata?
    Kirain mau TBC dan ada kelanjutanya hehehe
    He’em romance’a ga terlalu mendominasi, terharu pas sso merasa bersalah setiap liat wajah’a yesung, suka bgt pas baca bagian suju FM, serasa beneran, member suju yang ramah🙂 trending topic twitter itu serasa beneran hahaha
    Eh da typo ‘Soeun hanya kembali berusaha tersenyum pada Soeun’ soeun tersenyum pada dirinya sendiri hehehehe…
    Ditunggu ff ff selanjutnya, apa lagi yang hyuksso :*

  29. Niniet mengatakan:

    ga bisa komen apa2 selain keren…keren…keren… bengeeeeeuuuuttttt…..sering2 dong bikin ff yng tema fans ama idola … soalnya berasa diri sendiri…ditunggu ff2 lainnya ya…

  30. qindae mengatakan:

    Aaaaaaaa bagus banget .
    Kirain ini bakal TBC , Trnyata the END di part 3
    Buat lagi karya yg lain ya thorr😀 semangaattt °\(^▿^)/°

  31. ticha_ mengatakan:

    waw,,,,DAEBAK!!!!
    Ending yg mengharukan…… ga tga ama yeppa,,,hrs skt😦
    Itu sso kasian,hrs diluputi rs b’salah trus
    Tp akhir’a ss0 sadr,,
    Hp,errooorr ga bsa coment banyak😦
    Yg penting,,,,,Daebakkkkkkk!!!!! 🙂

  32. Dina_zoey mengatakan:

    trnyata dah muncul tho, aq kira gak dilanjut. Pokokx aq suka tapi td bnyk typo.
    Kasian jg ma yeye oppa sampe sakit gtu gara2 nguntitin sso saking dia penasaran bgt. oke dch sgini comment q, coz bingung mw comment apa lagi.

    semangat untuk FF lainnya…:-)

  33. shane mengatakan:

    Wihhh!!!udeh tamat tohhh !!
    Terkejuuutt jugaaaa….hehe.

    Td pas d awal2 ampe tengah tu ,,bikin sedih gmna gt!!bwaannya keinget sm HAML kemareen yg bikin bad Mood!!!kecuali bagian sj nya gelii sendiri reader!! Tp untunglaaahhh endingnyaaa happy walaupauuun nga siaap nerimanyaa.

    Reader sk bgt sm ni ff dr awal part yg bikin senyum gaje_dan slalu kk ulang2 bcnyaa🙂
    Put,,Tengkyu dah ni ff d selesaikan dgn baiiikkk😉🙂
    MY SPECIAL FF bagiku🙂

    D tunggu karya2 selanjutnyaaa ^^n klanjutaan ff na🙂
    Cwmungudthhhhh🙂

  34. cutewhite mengatakan:

    WaaHhh ff ni ending jg ternyata gk nyangka di part ini udh ending..so far ceritanya menarikk..
    Feelnya dapeet bgt entah kenapa baca part ni kok mau (╥_╥) yaa..
    Setelah semua kekeliruan akhirnya mereka bersatu asssooyy
    Ditunggu ff yg lainnya thor ^^

  35. Ambarr mengatakan:

    Lho udahan ya… Wah msh kurang ni gmn gya pcaran mreka nti..
    Q ktawa trus pas bca bgian kyu-ye-wook mreka lucu bngt,inget kta2 kyuppa ‘bukankah ia kelihatan sprti istri’…
    Hem pkoknya putri daebak ff’nya slu menghibur n bkn puas!

  36. Tikka mengatakan:

    Yah~ ending. ?? Hmn..padahal seru banget ini !! Tpi, gpp lah mungkin sudah takdir(?) duo maknae yg kompak. Haha aku suka bgian kyu sma wookie yg nganterin yesung. !
    Endingnya kurang romantis eon, kurang apa gtu. ?😀

    kalo org sunda bilang “di antos ff nu enggalna, hatur nuhun” *nyengis ala siwon😄

  37. Deborah sally mengatakan:

    Kyaa wkwkwk kyuhyun dan ryeowook XL (eXtra Lebay) haha

    I like. .

    Akhirnya jadi juga mereka. .

    Happy ending

  38. elisa mengatakan:

    author seru ..tpi udah ending ya……
    kyuyun oppa ma reyowhok lucu banget….and i like

  39. deewookyu mengatakan:

    Saeeeng…
    Ada yg kurang tuuuhhh….
    Biasanya si abang Yeye itu
    Kl sdh bahagia gini….
    Skaaa…….KISSEEUUUU..!!!!!

    UUUHHHGGGMMM……

  40. Haza mengatakan:

    Wow ending yang manis..😄
    aku suka skali bagian KRY ketemu soeun, lucu.. #senyum” sendiri bacab’y..
    Oa,, tadi ada salah penulisan nama ya, pas Yesung di make up tadi#kalau aku gak salah.
    Tapi, secara keseluruhan ffmu keren! XDD

  41. Haza mengatakan:

    Wow ending yang manis..😄
    aku suka skali bagian KRY ketemu soeun, lucu.. #senyum” sendiri bacab’y..
    Oa,, tadi ada salah penulisan nama ya, pas Yesung di make up tadi#kalau aku gak salah.
    Tapi, secara keseluruhan ff-mu keren! XDD

  42. Kyusso Eunnie mengatakan:

    mian telat komen put..
    gk nyangka scepat ini ending..kirain msh TBC..
    suka bgt wktu yeppa nyatain prsaanx sm sso wlaupun gk ada adegan kissingx..#plaaak😀
    aq jg suka wktu yeye dtg k restoranx sso n sso nya jd cng9ung gitu..apalagi kalo nnti hayoung tau sso jdian sm yeye..waaah..gmn reaksix tuh..
    itu lg duo maknae bikin ngakak aja..gk kbyang si evil kyu ikut2an aegyo..tp stidakx usaha mreka brhsil mndekatkan sso n yeppa..😀
    suka bgt sm endingx put wlau msh pengen ada lnjutanx..he he
    dtng9u ff yg lainx..😀

  43. Miaaaaaaaaaaaan telaaaaaaaat bangeeeet commentnya hehe…
    Akhirnya yesso bersatu juga, kacian sama bang ecungnya…
    Ampe sakit gitu ngikutin sso.. tapi akhirnya happy end suka bangeeet dah.. ditunggu ff yesso nya lagi yah putri😀

  44. nisag1190 mengatakan:

    HUwaaaa saya selesai baca ini tepat pkul 00:52,.. Harusnya udah ngantuk tpi FF ni bikin penasaran
    Pas terakhir, eh udah END.. *reader gak nyadar*
    I LOVE SUJU & I LOVE YESUNG…. ^^
    Berasa emng begitulah ricuhnya suasana dorm suju, begitu jg sifat mreka yg ramah sma fans’y, dan untuk kangmas Yesung diningrat di FF nie sukses buat saya makin jatuh cintronggggg muach lope lope akang Jong Woon…
    Thank you so much Putri untuk FF yang keren ini, Good Job girl !!!
    Fighting… terus berkarya yaaa ^^

  45. Kim Ha Byung mengatakan:

    Kyaaa happy end >.<
    Mian eon, baru koment soalnya baru baca….
    Aku suka sama endingnya😀

  46. geill mengatakan:

    Akhirnya q sempat jg bc nih ff.
    Daebakkkkkk…….
    Q suka bgt sm jln ceritanya and endingnya..mantap
    Pokoknya semua karya2 author top abis…
    Semangat sll buat author ^_^
    Gomawo

  47. Delvi pratiwi mengatakan:

    huaa kali ini kerennya udah kebangetan,walaupun sedikit terlambat baca
    happy ending
    ehm I Like it

  48. Delvi pratiwi mengatakan:

    huaa kali ini kerennya udah kebangetan,walaupun sedikit terlambat baca..
    hehe..
    ehm I Like it

  49. Kim Ra rA mengatakan:

    Yeeeeeee akhirnya kurang lebih 5′ bulan yach kalau G’ salah! Yesung tersiksa dengan perasaan nya sendiri, akhirnya bisa bernafas lega juga kekeke

    KyuWook emang Best’ banget dech, sukses buat Hyung nya G’ bisa Ngelak lagi, akakaka suka tuh sama scene yang itu, Bener banget di sini Hubungan persaudaraan nya jelas kerasa banget dan itu yang bikin aku makin suka sama SJ, LoVe You,,,,,,, SJ,,,,,,,,,,,,,

  50. senrumi mengatakan:

    Wah happy ending akhirnya petjuangan yesung gk sia sia

  51. lavender mengatakan:

    Sweet ending

  52. Rani Annisarura mengatakan:

    keren banget buat ff ini,, kayak ngerasa ini real,,, apalagi sama yesung yang ngorbanin segalanya buat fansnya🙂

    Keren pokoknya buat ff ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s