~Refill Your Memory Part9 (Twins)


cats

Refill Your Memory Part 9 (Twins) |PrincessClouds aka Putri Andina|Chaptured|Romance, Friendship, and Family|Kim So Eun as Kim So Eun (Namja) & Kim Soyoung, Choi Minho, Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, and others

Summary: Dan kedua belahan pinang yang terpisah itu seharusnya memang kembali bertemu.

Warning: Typo(s)

Soyoung langsung bangkit dari tempat duduknya setelah membaca sebuah artikel yg diberikan oleh sekretarinya. Wajahnya terlihat serius. Ia menatap artikel itu lebih serius dan lebih teliti.

“Ini Soeun..”

*Refill_Your_Memory_PART9*

Bruk!

Majalah itu jatuh begitu saja dari tangan Soyoung yang bergetar. Ia tampak sedikit panik dan tak melakukan apapun untuk beberapa saat. Hingga tiba2 ia meraih tas dan kunci mobilnya lalu berlari keluar dari ruangannya.

*)

“Hyung-“

“INI BENAR2 SKANDAL BESAR!!”

Kelima Member SHINee menahan nafas ketika manager mereka membentak dan melempar majalah ditangannya hingga memantul di dinding terdekatnya. Wajahnya terlihat sangat marah. Ya, ia cukup panik karena hal ini bisa membuatnya dimarahi habis-habisan oleh direktur perusahaan.

“Berapa kali harus aku bilang. Jangan berbuat gegabah! Kau tahu sendirikan industri ini kejam!!” katanya lagi semakin tinggi. Para member tak menyahut, mereka hanya menunduk dan diam. Key tampak menggigit bibir karena merasa bersalah. “Kalian tahu bukan? Seorang artis yg ketahuan jalan bersama saja sudah membuat heboh apalagi adegan pelukan dengan baju tidur begini. Kau mikir tidak!” serunya sambil membentak Minho. Member lain saling bertatapan.

“Hyung-“

“Diam Kibum!” Manager itu berseru melarang Key yang berniat membela Minho. Key tampak tak jadi melanjutkan kata2nya.

“Sekarang bagaimana? Ini akan membuat semuanya heboh..”

“Mungkin kita masih bisa memperbaiki, hyung. Mengatakan dia adik Minho misalnya..” Onew tampak ikut bicara.

“Ck. Tidak mungkin!” sang manager berseru cepat. “Media sudah sangat tahu tata kelurga kalian. Mereka hanya akan menertawakan pemikiran itu!” ucap manager lagi. Membuat semuanya kembali menghela nafas.

Drt!!

Tiba2 terdengar getar ponsel. Manager mereka tampak mengambil ponselnya dari saku. Ia menatap semua personel sesaat dengan wajah yg sulit dijelaskan, sebelum akhirnya beranjak darisana dan sedikit menjauh.

Huh!

Semua member tampak menghela nafas setelah manager menjauh. Mereka tampak saling berpandangan sesaat, sebelum akhirnya secara bersamaan menatap kearah Key.

“Maaf..” kata Key sedikit memelas dan merasa bersalah.

“Ck. Lihat siapa yg terus mengomeliku ketika aku berbuat ceroboh? Sekarang malah melakukannya sendiri hingga berakhir sefatal ini..” kata Taemin dengan wajah tak sukanya. Key mendesis padanya.

“Akukan sudah bilang kalau aku tidak sengaja!!”

“Tapi tetap saja, hasilnya fatal. Sangat fatal..” Jonghyun ikut berbicara membuat Key tersudut. Sementara dua member lainnya hanyut dalam fikiran mereka masing2. Tak lama manager mereka kembali.

“Minho, kau diminta untuk menghadap direktur..” kata Manager mereka dengan wajah serius. Semua member saling bertatapan setelahnya.

“Eng, bolehkah aku ikut? Ini kesalahanku, aku tak mau Minho menanggungnya sendiri..” Kata Key kemudian. Member lain tampak mengangguk.

“Kalau bisa kami juga. Kami akan ikut menjelaskan..” kata Onew menambahkan. Sang manager menggeleng.

“Jangan! Beliau hanya meminta Minho yg menghadap..”

“Tapi-“

“Sudahlah, Key. Akan lebih baik aku yg menghadap sendiri..” Minho yg daritadi diam memotong ucapan Key. Key menatap padanya.

“Tapi…”

“Semuanya akan baik2 saja..” kata Minho kemudian. Member yang lainnya saling bertatapan dan mengangguk walau terlihat berat.

“Ya sudah! Segeralah menemui beliau!” Kata Manager memecah keheningan.

()

Soyoung megemudikan mobilnya dengan begitu gelisah. Berulang kali ia mendesah ataupun menghela nafas panjang untuk meredakan kegelisahannya. Ia terlihat begitu tidak sabar hingga terus membawa mobilnya melaju menuju arah yang ditujunya.

Srett!

“Tsk!”

Gadis itu berdecak ketika kembali laju mobilnya dihadang oleh lampu merah. Gadis itupun kembali terlihat gelisah sambil menatap lampu itu untuk segera menyalakan lampu birunya. Matanya yang gelisah menjadi sedikit liar karena hal itu.

!!

Pandangan matanya berhenti ketika tanpa sengaja ia menemukan sesuatu dari kaca spionnya. Gadis itu secepatnya menoleh kebelakang ketika merasa bahwa pemilik mobil dibelakangnya memperhatikannya dengan sedikit mencurigakan. Soyoung juga begitu ingat bahwa daritadi mobil ini selalu berada di belakang mobilnya.

Sadar diperhatikan, laki-laki berkacamata hitam itu tampak berpaling. Ia tampak pura-pura sibuk dan cuek sambil memperhatikan lampu merah. Soyoung mengalihkan kembali pandangannya setelah itu.

“Ini hanya perasaanku atau memang orang ini memata-mataiku?”

()

Minho mengetuk pintu direktur dengan pelan. Setelah mendengar sahutan, Minho segera membuka pintu ruangan dan memasuki ruangan. Ruangan luas bernuansa biru tua menyambutnya.

Didepan jendela, seorang laki2 yg berpakaian rapi tampak berdiri membelakanginya. Matanya beralih menuju jalanan besar dibawahnya. Hingga ketika menyadari Minho mendekat, ia membalikkan badannya.

“Kau sudah datang Choi Minho? Duduklah..” ujarnya sambil mempersilakan Minho duduk. Minho menarik kursi dan duduk di depan laki2 tersebut. Detak jantungnya lebih mengencang setelah itu.

“Apa kau tahu kenapa aku memanggilmu?” tanyanya sambil sebentar mengotak-atik komputernya. Minho menghela nafas dan mengangguk kaku.

“Ya, sajangnim..”

“Aku hanya ingin mematikan..” Minho mengangkat wajahnya ketika sang direktur memutar layar komputernya sehingga kini menghadap padanya. foto yg sedang menjadi isu panas terpampang besar dilayar. “Ini foto asli?”

Minho tak menyahut, ia tampak menggigit bibir dengan gugup. Lalu kemudian menganggukkan kepala dengan pelan. “Itu asli, sajangnim..”

Minho menundukkan kepala. Ia tak berani menatap wajah direktur perusahaannya. Ia masih begitu ingat bahwa larangan membuat skandal tercantum begitu jelas dalam kontraknya.

“Ck. Ayolah, tak perlu segugup itu..” seru Direktur sambil tersenyum. Ia menyandarkan dirinya kebelakang. Minho mengangkat wajahnya, agak kaget melihat reaksi dari direkturnya yg seharusnya sangat malah tersenyum. “Kau tahu? Kalau yg menjadi kekasihmu bukan Kim So Eun. Aku sudah memarahimu habis-habisan. Tapi, karena kekasihmu adalah Kim So eun, kau selamat dari itu. malah kau akan mendpat bonus dariku..”

“Huh?” Minho mengerutkan dahinya heran. “K-Kim So Eun?”

“Ne. Pengusaha termuda di Negara ini..” ujar Direktur tersebut sambil tersenyum. “Kau tahu? Ini akan menjadi hal yg besar dan baik untuk perusahaan kita. Sekarang saja kudengar, saham kita mengalami peningkatan karena isu ini..” kata direktur itu kembali masih dengan wajah senang. Minho tak banyak bereaksi, ia malah berfikir panjang. Dia? Namja? Kim So Eun?

“Oiya, sebentar lagi dia datang kemari..” kata laki2 itu lagi. Minho mengerutkan dahinya.

“Siapa?”

“Tentu saja Kim So Eun. Kekasihmu. Setelah khabar ini menjadi pemberitaan panas pencinta K-Pop diseluruh dunia, dia menghubungiku. Sepertinya ia cukup panik. Tapi kau tenang saja, aku kira dampaknya masih bisa diperkecil. Jadi, kau jangan terlalu cemas. Kau lanjutkan saja hubunganmu dengannya..”

Minho hanya dapat mendengarkan semua yg diucapkan oleh pimpinan perusahaannya tersebut. Ia benar2 tak faham sama sekali. Wanita di foto itu kemari? tapi.. wanita itu adalah Namja. Apa maksudnya Namja yg kemari??

Tok Tok Tok..

“Masuk!” Direktur Kim berseru ketika mendengar suara seseorang mengetuk pintu. Tak lama terdengar suara pintu terbuka, menunjukkan seorang wanita muda yg datang menghadap. Setahu Minho, wanita ini adalah Sekretaris Direktur Kim.

“Maaf, tuan. Kim So Eun-ssi datang menemui anda..” ujar wanita tersebut pada sang direktur. Direktur Kim tampak mengangguk.

“Suruh ia masuk!” seru Direktur Kim.

Jantung Minho berdetak cepat dari biasanya saat ini. Soeun? Kim So Eun? Choi Namja?!. WTH!! Lama sekali wanita yg bernama Kim So Eun itu masuk.

“Anyeong haseyo..”

Deg! Benar. Minho menatap heran dan tanpa berkedip wanita itu. Dia Namja, Choi Namja, tapi dengan dandanan yg berbeda. Minho seperti tersihir mengikuti langkah gadis itu yg mendekat. Ketika berdiri disamping Minho, gadis itu memberi penghormatan.

“Nona Kim, anda datang? Oh iya, duduklah!!” Ucap Direktur Kim mempersilahkan. Gadis itupun duduk disamping Minho, membuat jantung Minho berdetak lebih cepat. Gadis itu menoleh sesaat padanya, tersenyum kecil padanya. Membuat Minho benar2 melihat sosok Namja di depannya. Apa yg terjadi? Dia wanita yg berpura-pura jadi Namja atau.. dia Namja yg berpura-pura jadi wanita yg bernama Kim So Eun. Argh, terserahlah! Yang pasti muka mereka mirip, sangat identik.

()

Klek!

Terdengar pintu terbuka. Tak lama, seorang gadis yg masih memakai baju tidur tampak keluar dari dalam. Matanya tampak masih mengantuk, serta beberapa kali ia tampak menguap. Ia kemudian menuruni tangga dan sampai diruang tengah.

Ck!

Terdengar ia berdecak, lalu langsung menghempaskan diri ke sofa. Matanya menatap sekitarnya yg kosong. Hingga pandangannya tertuju pada jam dinding yg tergantung di atas TV. Ia tampak cemberut kemudian.

“Aku bosan sekali hanya disuruh tidur dan tidur. Aku ingin berjalan-jalan keluar..” keluhnya cemberut. Namja menguap lagi, menopang kepalanya sambil berfikir. “Aku ingin bermain keluar..” gumannya lagi.

Namja menguap lagi. Matanya beralih melihat sekitarnya yg masih juga sepi. Hingga tiba-tiba sesuatu terlintas dalam fikirannya. Senyuman tampak keluar dari bibirnya. Ia lantas bangkit dan menghadap pigura SHINee paling besar diruangan itu.

“Maaf, aku membohongi kalian. Aku tidak akan membuat masalah, aku janji..” ucap Namja sambil membungkukkan badan beberapa kali. Hingga ketika ia merasa cukup, ia segera berlari kembali ke kamarnya dan menaiki tangga.

()

“Sepertinya kalian membutuhkan waktu untuk berdua dan membicarakan sesuatu. Baiklah, aku tinggal dulu..”

Kedua orang itu mengangkat wajah mereka ketika Direktur Kim mulai undur diri. Mereka kemudian mengikuti kepergian Direktur dengan pandangan sampai laki2 itu menghilang.

Klek!

Pintu tertutup. keduanya langsung menatap satu sama lain. Untuk pertama kalinya tidak ada yg bersuara dan mengatakan apapun. Mereka masih saling bertatapan dan memikirkan akan mengatakan apa.

“Kau.. K-Kim So Eun?” Tanya Minho ragu. Soyoung menggeleng.

“Bukan, aku Kim So Young..” jawab Soyoung. Minho hanya terdiam, mencoba mencari-cari kata ‘Soyoung’ dalam memorinya. Rasanya ia pernah mendengar kata itu. “Dan dia adalah Soeun..”

Mata Minho beralih pada layar computer yg masih menyala. Menampakkan fotonya bersama Namja.

“Dia kembaranku. Aku kehilangannya sejak beberapa bulan yg lalu. Apa Soeun bersamamu? Kau pernah bersama Soeun?” Tanya Soyoung. Minho tak langsung menyahut, ia mengangguk pelan.

“Ya. Dia bersama kami…”

()

Sementara itu Empat Member SHINee lainnya menunggu dengan gelisah khabar yg tengah dibawa Minho.  Mereka tampak begitu gelisah sampai-sampai mereka semua tampak tidak tenang.

“Ck. Lama sekali..” keluh Taemin sambil bangkit dari tempatnya duduk. Ia tampak mondar-mandir disana untuk menunggu kedatangan dan khabar dari Minho. Ketiga lainnya juga tampak gelisah di tempatnya.

Klek!

Keempatnya mengalihkan perhatian mereka kearah pintu mendengar suara pintu terbuka. Darisana Minho tampak datang dan membuka pintu.

“Silahkan masuk..”

Keempatnya menatap heran dan penasaran ketika menyadari Minho sepertinya membawa seseorang bersamanya. Benar saja, tak lama seseorang yg lainnya datang dan ikut masuk. Membuat para member agak kaget dikesempatan pertama.

“Namja?”

Soyoung tampak tersenyum miris mendapat sambutan pertama yg ia dapatkan. Setelah Minho mengajaknya, Soyoung mengikuti Minho mendekati mereka. Mendekati orang2 yg masih agak shock melihatnya.

“Ini bukan Namja. Ini Kim So Young..” jelas Minho. Keempatnya menatap heran, sedikit tidak percaya.

“Kim So Young?”

“Ya. Aku adalah Kim So Young. Kembaran dari Kim So Eun, atau yg lebih kalian kenal dengan nama Choi Namja..” ujar Soyoung mulai bersuara. Mereka tampak sedikit takjub.

“aku benar2 tidak percaya. Kalian benar2 identik. Bahkan suara kalian terdengar sama..” kata Jonghyun tak habis fikir.

“Dia benar2 memiliki wajah seperti Choi Namja..” kata Taemin masih tak percaya. Soyoung hanya tampak tersenyum samar.

“Namanya adalah Soeun. Kim Soeun..” jelasnya pada mereka. Mereka semua tampak mengganggukkan kepala.

“Kim So Eun…”

()

Sementara itu Choi Namja atau Kim Soeun tampak tengah menikmati jalan-jalannya sendiri di taman kota. Sepertinya kondisi tubuhnya benar2 sudah membaik dan tak perlu dicemaskan lagi karena kini ia terlihat begitu baik dan sehat. Senyuman terus terkembang diwajahnya sambil memperhatikan keadaan sekitarnya. Kadangkala kalau menemukan objek yg menarik, Namja mengabadikannya dengan kamera palaroid yg terus dibawanya.

“Wwah, ini bagus sekali..” puji Namja setelah melihat sebuah bunga yg menarik perhatiannya. Tangannya bekerja untuk mengambil beberapa gambar dari sebuah objek yg sama. Terlihat senyuman diwajahnya setelah berhasil mendapatkan gambar yg diinginkannya. “Aku akan memberikan ini pada Cheonsa..” gumamnya pelan. “Wah, ini bagus sekali..” pujinya kembali dengan senang.

Namja tersenyum sambil mengalihan perhatiannya kesekeliling taman. Apapun objek yg menurutnya menarik ia abadikan. Mulai dari kendaraan yg berlalu lalang, anak-anak yg bermain, hingga peliharaan2 yg tengah bermain dengan majikan mereka. Soeun mengambil semuanya.

“Apa-apaan ini!!”

Sejenak Namja menghentikan kegiatannya mendengar seorang anak dengan seragam High School berseru di dekatnya. Dua temannya yg lain tampak juga mengalihan perhatian mereka padanya.

“Ada apa?” Tanya salah satu temannya. Gadis itu cemberut dan menunjuk layar Smartphonenya.

“Dia sudah punya kekasih dan berfoto semesra ini..” katanya dengan wajah cemberut. Kedua temannya ikut menoleh dan melihat layar yg ditunjuk temannya.

“Astaga, si tampan sudah punya kekasih!!”

Namja hanya tampak tersenyum sambil mengalihkan perhatiannya dari mereka. Inilah yg paling ia sukai dari taman kota. Semua orang berkumpul. Namja bisa melihat begitu banyak karakter orang ditempat ini. Namja kemudian membawa kamera dan langkahnya menjauh darisana. Meninggalkan Tiga anak berseragam High School yg masih juga mengomel dan menggerutu.

()

“Kalian menemukannya di Jeju?” Tanya Soyoung sedikit bergetar. Mata dan wajahnya benar2 basah karena menangis mendengar cerita dari lima pemuda dihadapannya.

“Bukan, hanya Minho yg menemukannya..” kata Jonghyun. Yang lainnya menggangguk.

“Lalu bagaimana mungkin Soeun bisa tinggal bersama kalian di Seoul?” Tanya Soyoung kemudian.

“Karena waktu itu aku cukup panik. Aku juga tidak membawanya kerumah orangtuaku menyadari ia amnesia. Dengan modal nekad aku membawanya ke seoul bersamaku. Aku juga sempat menyamarkan identitasnya dari member lain..” jelas Minho.

“Tapi karena ia tidak berhati-hati, suatu hari kami memergokinya…” Kata Taemin kali ini bersuara. Jonghyun mengganggukkan kepalanya.

“Aku benar2 kaget sekali melihat seorang gadis di kamar Minho. Aku sempat berfikiran yg tidak-tidak waktu itu..” tambah Jonghyun.

“Tapi seiring waktu setelah cerita Minho kami menerimanya..” Kata Key.

“Dia bahkan tinggal bersama kami!” Taemin ikut berseru. Semuanya mengangguk.

“Tinggal bersama kalian? Apa tidak apa-apa?” Tanya Soyoung.

“Kami menyembunyikannya dalam dorm kami tanpa sepengetahuan siapapun..” Kata Onew miris. Personel lainnya menggangguk.

“Menyembunyikan identitasnya sebagai seorang laki-laki. Semua itu kami lakukan agar ia tidak ketahuan..” kata Minho. Soyoung tampak menganggukkan kepalanya.

“Soeun pasti begitu membuat kalian repot ya?” Tanya Soyoung. “Aku minta maaf akan itu..”

“Sebenarnya, beberapa kali memang terasa berat. Namun seiring berjalannya waktu, kami sudah terbiasa dan menikmatinya. Apalagi, Namja eng maksudku Soeun merupakan pribadi yg ceria dan menyenangkan..” kata Onew. Semuanya mengangguk setuju.

“Walaupun ia kadang menyebalkan, tapi aku senang ada dia di dorm..” kata Taemin.

“Kami menjaganya dengan baik..” kata Jonghyun. Semuanya mengangguk.

“Aku benar2 berterima kasih pada kalian..” ucap Soyoung terharu.

()

“Aku mendapatkan begitu banyak gambar disini..”

Soeun atau Namja tersenyum senang sambil melihat kameranya. Senyuman bahagia tergambar di wajahnya.

“Aku tidak sabar menunjukkannya pada SHINee..” ucapnya kemudian.

“Tapi lelah sekali..” Namja menurunkan kameranya sambil mengipas-ngipaskan tangannya pada wajahnya untuk mendapatkan kesejukan. Namja kemudian mengambil minuman yg dibawanya dari dalam tasnya. Ia segera menghilangkan dahaganya. “Segarnya…”

Namja menutup kembali botol minumannya. Pandangannya beralih mengelilingi tempat sekitarnya. Hingga ia menghentikan tatapannya ketika melihat sebuah papan reklame.

“Wha~ Itu SHINee!!” Serunya senang. Ia kemudian mempersiapkan kameranya. “Aku ingin sekali mengambil gambar mereka..” katanya sambil bangkit dari tempat duduknya. Namja kemudian lebih dekat  kesana.

“Wha~ Itu SHINee..”

Bruk!

Namja begitu kaget ketika sekelompok anak High school berlarian kearahnya. Bahkan beberapa orang menabraknya hingga ia kehilangan keseimbangannya. Kepalanya pun membentur sebuah tiang dengan keras.

“Arh..” Namja mengeluh sakit sambil merasakan kepalanya. Kepalanya langsung pusing dan pandangannya sedikit kabur begitu saja. Membuat ia sedikit beranjak dari keramaian itu dan mencapai sebuah kursi terdekat untuk menenangkan diri.

“Ck, kenapa mereka begitu kasar..”

Namja mengeluh sambil memegangi kepalanya yang sempat terbentur. Kepalanya begitu sakit dan berat. Dan, jemarinya menyentuh daerah hidungnya ketika merasakan sesuatu. Cairan merah yang kental mengalir darisana.

“Ommo, aku berdarah..” keluhnya sedikit panik. Ia merasakan kepalanya yang benar-benar pusing. Hampir saja ia terjatuh kalau seseorang tidak menahan tubuhnya. Namja menatap nanar orang asing yang memegang bahunya dan tersenyum kepadanya. Seperti dinyanyikan sebuah lagu, dunia gelap begitu saja dengan tiba-tiba…

()

“NAMJAA!! NAMJAA!! KEMARILAH LIHAT SIAPA YANG DATANG!!”

Taemin berteriak riang ketika memasuki dorm. Ia mencari seisi dorm dengan begitu bersemangat untuk menemukan namja. Sementara yang lainnya mengikuti dibelakang bersama Soyoung.

“Duduklah. Taemin sedang mencari Na.. eng… Soeun. Mungkin dia tertidur diatas…” kata Onew pada Soyoung. Soyoung tampak tersenyum dan menurutinya. Wajahnya terlihat bahagia, benar-benar berharap bisa bertemu kembarannya dengan segera.

“Aku akan mengambil minuman…” kata Key langsung menuju dapur.

“HYUNG! HYUNG!!”

Semua orang mengalihkan perhatiannya kearah suara Taemin yang tiba-tiba terdengar panik. Key sampai membatalkan niatnya kedapur dan ikut melirik kearah suara.

“HYUNG!!” Taemin datang dengan nafas ngos-ngosan. Wajahnya terlihat panik. “Namja tidak ada! Dia tidak ada diseisi kamar!!”

“Apa!”

“Dia tidak ada!!” Taemin berseru lebih panik. Semua orang tampak saling bertatapan, sementara ekspresi Soyoung tampak sedikit berubah.

“Kalau tidak ada berarti dia kemana?” tanyanya mendesak.

“Dia pasti hanya sedang bermain disekitar sini. Jangan khawatir, kami pasti menemukannya…” kata Onew. Semuanya mengangguk. “Kau tunggu disini, Kim Soyoung. Kami akan mencari namja keluar. Jangan cemas, dia pasti akan ditemukan…”

Semua member SHINee tampak berlari keluar. Sementara Soyoung ditinggal sendiri di dorm mereka. Dalam fikiran Soyoung yang kembali kecewa karena belum bertemu Soeun.

()

Seluruh anggota SHINee tampak langsung berpencar setelah keluar dari dorm. Mereka dibagi tiga, Jonghyun bersama Key, Onew bersama Taemin, sementara Minho mencari sendirian. Mereka tampak sedikit menutupi identitas mereka agar tidak dikenali.

Minho sedikit berlari menembus keramain ditaman kota. Matanya sedikit liar memperhatikan sekitarnya dibalik kacamata hitam yang dipakainya. Tidak ada. Minho lebih tidak tenang dan mulai mengelilingi taman.

Langkah Minho terhenti tepat didepan sebuah bangku taman ketika matanya menangkap sesuatu. Pemuda itu bersimpuh dan memungut sebuah kertas yang terletak didekat kaki bangku. Sebuah kertas foto.

Minho mengamati kertas itu lebih detail. Sebuah gambar papan reklame yang bergambar SHINee yang dipajang di depan taman. Minho mengangkat wajahnya dan memperhatikan sekitar. Ini pasti milik Namja namun kenapa ia tak ada disini.

()

“Eunghh~”

Namja melenguh pelan sambil menggerakkan badannya. Matanya mulai bergerak-gerak akibat cahaya matahari yang membuatnya sedikit perih. Hingga akhirnya iris itu terbuka. Membuat ia bisa melihat sekelilingnya.

“Ini dimana?”

Namja tampak langsung mengambil posisi duduk ketika mulai menyadari sesuatu. Matanya menatap heran sekitarnya yang benar-benar terasa asing. Ya, asing, kamar ini bukan kamar yang sama dengan kamarnya di dorm SHINee. Ia lebih luas.

Klek!

Pintu terbuka, menampakkan seorang laki-laki dengan wajah yang datar. Ditangannya tampak beberapa makanan yang ia bawa mendekati Namja. Menyadari orang asing itu mendekatinya, Namja mulai merasa gelisah.

“Anda siapa?” tanya Namja sambil menurunkan kakinya ke lantai. Mulai berjaga-jaga.

“Duduklah, nona. Jangan mempersulit kami..” ucapnya dingin. Ia kemudian segera beranjak menuju meja nakas disamping tempat tidur. Meletakkan makanan itu disana. “Makanlah!” Perintahnya pada Namja setelah itu. Masih dingin.

“Aku tak mau makan! Jawab dulu kau siapa!” Seru Namja sedikit bergetar. Membuat laki-laki yang tadi ingin keluar itu menghentikan langkahnya dan berbalik. “Kenapa kau membawaku kesini. Kau menculikku?”

“Menurutmu apa aku menculikmu?” ladennya sedikit tersenyum tipis. Namja semakin bergidik.

“Mengapa kau menculikku?” tanyanya takut-takut. Rasanya ia semakin gelisah begitu melihat senyuman itu. Tak tahu mengapa rasanya ia pernah melihat senyuman itu sebelumnya. Tak kalah menakutkan, tak kalah mengerikan. Tapi Namja sendiri lupa dimana tepatnya. “Biarkan aku pergi!”

“Tidak mungkin aku menculikmu kalau aku membiarkanmu pergi. Jangan bercanda!”

“Apa salahku padamu?”

“Tentu saja tidak ada. Tapi mungkin kau ada salah pada orang yang membayarku. Sudahlah jangan bertanya, makan saja…” ucap laki-laki itu berniat meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Namja yang menangis sambil memeluk bantal ditangannya.

“Cheonsa, tolong aku…”

()

Klek!

Suara pintu langsung mengagetkan Soyoung. Gadis itu segera bangkit dari tempat duduknya dan mendekati pintu. Lima member SHINee tampak memasuki dorm mereka kembali.

“Bagaimana? Apa Soeun ditemukan?” tanya Soyoung tidak tenang.

“Tidak, maaf..” sahut member SHINee sambil menggelengkan kepalanya dengan lesu.

“Tidak?” tanya Soyoung lirih. Tubuhnya menjadi lemah, tanpa gairah ia kembali duduk di sofa. “Soeun hilang lagi…” tanyanya lirih. “Hilang lagi…”

“Kami juga tak tahu kemana. Padahal biasanya Namja selalu sudah dirumah ketika kami pulang. Tapi entah kenapa hari ini tiba-tiba tidak ada..” ucap Key. Member lain mengiyakan.

“Ini adalah untuk pertama kalinya. Ini janggal…” ucap Taemin.

“Namja juga selalu mendengarkan kata-kataku. Ketika aku melarangnya keluar maka ia pasti tidak akan keluar. Tapi entah kenapa ia tidak mendengarkannya kini…” ucap Onew ikut berbicara.

“Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku takut Soeun kenapa-napa…” ucap Soyoung mulai tak tahan dan mulai kembali menangis. Rasa takut menguasainya. “Aku takut ia hilang lagi…”

“Kita juga tak mungkin bisa melaporkan ke polisi tanpa merapatkan dulu pada Agency. Walau bagaimanapun kami sudah terlibat terlalu jauh. Ini akan cukup panjang-“

“Aku yakin namja hanya tersesat. Aku akan menemukannya nanti. Jangan cemas, aku pasti dapat menemukannya…” Minho yang dari tadi diam tampak mulai bersuara. Semua mata beralih padanya. “Namja adalah tanggung jawabku. Aku tidak pernah gagal sebelumnya. Aku kali ini pasti dapat kembali melindunginya. Tenang saja…”

Semua orang yang ada disana mulai terdiam. Menatap kearah Minho yang tampak terlalu larut dalam fikirannya.

()

Wanita itu berbalik sambil membawa ponselnya sedikit menjauhi ruang tamu. Mencari Privacynya sendiri. Setelah merasa aman ia mulai mengangkat panggilan itu.

“Yeoboseyo. Bagaimana?” tanya wanita itu benar-benar lirih. Seakan takut dinding-dinding itu mengetahui percakapannya dengan orang asing yang tengah menerima telfonnya. “Dia sudah bersama kalian? Bagus…”

“Kukira tidak malam ini. aku akan kesana besok pagi-pagi…”

“Baiklah. Lanjutkan pekerjaan kalian…”

Wanita itu mematikan ponselnya setelah line itu terputus. Ia sedikit tersenyum sambil menggenggam ponsel yang masih ditangannya. Seringaian kembali terlihat diwajahnya ketika mengingat kembali pembicaraannya di telfon barusan.

Klek!

Pintu utama rumah terbuka. Menampakkan seorang gadis berambut panjang yang memasuki rumah besar tersebut. Para Maid tampak memberikan hormat ketika gadis itu masuk.

“K-Kau!”

Wanita yang tadi sedikit kaget melihat gadis itu masuk. Seakan-akan ia baru saja melihat setan.

“K-Kau! Kau bagaimana mungkin!” Seru wanita itu masih kaget. Sementara itu, gadis itu – Soyoung – tampak menatapnya heran. “Kau!”

“Ada apa denganmu, bibi. Kenapa kau menatapku seperti itu?!” tanya Soyoung heran dan sedikit kesal.

“Soyoung kau…”

“Hhn, kenapa?”

Wanita itu tak menyahut, ia masih juga memperhatikan Soyoung dengan tatapan aneh yang sama. Namun secepatnya ia menggelengkan kepala dan mulai bersikap tenang. “Tidak apa-apa…”

“Bagaimana dengan kakek, kenapa bibi tidak menjaga kakek dirumah sakit?” Soyoung mengalihkan pembicaraan.

“Oh…” wanita itu tampak kembali sedikit kaget. Namun ia segera menyahut. “Aku ada rapat pagi-pagi. Tapi tenang saja, sudah ada dua suster dan tiga orang bodyguard yang menjaga dirumah sakita. Jadi kau tak perlu risau…”

“Oh, baguslah. Aku akan melihat kakek besok pagi-pagi sekali…” ucap Soyoung sambil menganggukkan kepalanya. “Ya sudah, aku segera ke kamar ya bibi. Aku lelah. Selamat malam…”

“Ohh, ya.. selamat malam…”

Setelah Soyoung pergi dari tempat itu wanita itu seakan mendapatkan kesadarannya. Ia dengan cepat menyambar ponselnya tadi kembali dan dengan cepat men-dial seseorang.

“Yah! Apa yang kau maksud dengan beres tadi?!”

Ia langsung membentak ketika terdengar sahutan. Ia sedikit terdiam, mendengar penjelasan orang disebrang sana dan wajahnya kembali berubah lagi setelah itu.

“Apa?”

()

Soyoung menutup kembali pintu kamarnya setelah ia memasukinya. Ia kemudian berjalan kearah tempat tidurnya setelah melempar tas tangannya keatas sofa. Ia kemudian duduk di tepian tempat tidur.

Arh…

Ia kembali mendesah pelan. Diraihnya sebuah pigura di atas meja nakas dimana pigura itu bergambar dirinya dan kembarannya, Soeun. helaan nafas kembali terdengar darinya.

“Dimana dirimu, belahanku?”

Hiks.. Hiks.. Hiks…

Isakan itu terdengar diruangan yang gelap itu. di dalamnya, di atas tempat tidur, seorang gadis berambut panjang terlihat menangis. Terisak-isak, sesegukan, ketakutan.

“Kumohon, bantu aku. Aku ketakutan…”

()

Minho menatap angkasa malam yang begitu mendung. Pemuda Choi itu menghela nafas panjang sambil merundukkan pandangannya. Ia menunduk ketika lagi-lagi masalah hilangnya Namja kembali mengganggunya.

Tap..

Minho sedikit kaget. Secepatnya ia menoleh kebelakang ketika merasakan seseorang menyentuh bahunya.

“Ini sudah terlalu malam. Besok kita ada rekaman. Kenapa kau masih disini?” tanya Onew sambil bergerak disampingnya. Ikut memperhatikan angkasa yang tanpa bintang.

“Aku tak bisa tidur…” gumam Minho lirih. Ia kembali menundukkan wajahnya. “Aku begitu cemas. Begitu khawatir. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya…” sambungnya.

“Aku mengerti..” Onew menganggukkan kepalanya. “Dia begitu polos. Diumpamakan ia seperti seorang anak kecil yang tak tahu apa-apa karena Amnesia yang ia derita. Hanya kemungkinan buruk yang terfikirkan bagiku dengan seperti ini…”

“Ya, itulah yang aku rasakan, hyung..” Kata Minho lagi. “Walau bagaimana pun, selama ini dia adalah tanggung jawabku. Entah kenapa aku begitu ketakutan saat sekarang ini. Aku takut terjadi hal yang buruk padanya yang berarti aku telah gagal menjaganya…”

Onew sedikit tersenyum halus. Ia mengalihkan pandangannya dari angkasa pada sosok yang lebih tinggi padanya itu. “Choi Minho sudah berubah karena Kim Soeun, bukankah begitu? Setahuku kau tak pernah sepeduli ini pada orang lain…” ucap Onew kemudian.

“Ini bukan seperti yang kau bayangkan, hyung. Ini hanya…” Choi Minho merasa ragu.

“Hanya apa?’ tanya Onew.

“Entahlah..” ucap Minho sambil menundukkan kepalanya. Onew sedikit tersenyum. ia kembali mengusap bahu Minho.

“Kau tahu? mereka berkata bahwa rasa cinta itu seperti hantu. Tidak dapat dilihat, jarang dirasakan, dan gaib. Namun mereka bilang perasaan itu akan menampakkan dirinya ketika orang yang kita cintai menghilang…”

“Apa kau fikir aku mencintainya, hyung?” tanya Minho ragu. Onew terkekeh.

“Bagaimana menurutmu? Apa kau berfikir seperti itu?” tanya Onew. Minho kembali terdiam karena kata-katanya. Membuat Onew lagi-lagi terkekeh dan lagi-lagi menyentuh bahu rekannya itu. “Fikirkanlah sekali lagi…” ucap Onew sambil bergerak berniat meninggalkan Minho.

“Lalu bagaimana denganmu, hyung?”

Onew menghentikan langkahnya ketika Minho tiba-tiba berseru. Onew membalik badannya untuk menatap Minho.

“Bagaimana dengan perasaanmu padanya. Apa kau merasakan aura hantu yang sama?” tanya Minho dengan wajahnya yang datar. Onew sedikit berfikir, lalu sedikit tersenyum.

“Ya. Aku merasakannya, tapi tak pernah terfikir untuk memilikinya. Aku hanya ingin menjaganya dari sisi seorang kakak. Karena yang kutahu, baginya ia merasakan aura hantu itu padamu. Hanya padamu…” ucap Onew sambil tersenyum. Pemuda Lee itu kemudian meninggalkan tempat itu kemudian. Meninggalkan Minho yang terdiam dan merenungi kata-kata Onew barusan.

()

Mobil milik Soyoung tampak sudah memasuki kawasan SM Entertaiment pagi-pagi sekali. Gadis itu menghela nafas sambil memakai kacamata hitamnya. Lalu dengan pandangan tajam ia menggeser sedikit kaca spionnya untuk menangkap sesuatu.

Benar saja. Sebuah mobil kembali terlihat parkir di depan gedung itu. Soyoung begitu mengetahui bahwa orang-orang itu tengah mengintainya. Gadis itu menghembuskan nafasnya kesal.

“Apa lagi sekarang?”

()

Klek!

Namja – Soeun terlihat waspada ketika pintu itu terbuka. Gadis itu melirik kearah pintuk ketika tiga orang laki-laki bertubuh besar datang bersama seorang wanita bersamanya.

Namja menatap sosok wanita yang datang dengan sedikit waspada dimana wanita itu tampak sedikit kaget ketika melihat wajahnya. Wanita itu. Namja kembali lebih ketakutan melihat wajah wanita tersebut.

“Sulit dipercaya..” wanita itu mendekat padanya. Membuat Namja berusaha menjauhinya walau pada akhirnya wanita itu dapat meraih dagunya. Membuat ia dapat melihat wajah Namja lebih jelas. “Kufikir kau sudah mati. Ternyata kau masih hidup..” katanya sambil mendorong dagu itu kasar kemudian. Namja kembali menjauhinya.

“Kau siapa? Kenapa kau menculikku?” tanya gadis itu bertanya dengan takut-takut.

“Kau bercanda?” tanya wanita itu sedikit berseringai. “Bagaimana kau melupakan bibimu yang paling baik ini, huh? Kim So Eun?”

“Bibi? Kim So Eun?” ulang Namja bingung.

“Dia sepertinya mengalami Amnesia akibat kecelakaan itu, nyonya. Dari kemaren ia selalu terlihat ketakutan, serta ia selalu menyebut namanya Choi Namja…”

“Amnesia. Yang benar saja…” wanita itu meremehkan. Tangannya kemudian menarik rambut Namja dengan kasar membuat gadis itu merintih. “Jangan bersandiwara, keponakanku. Apa sebenarnya rencana yang kalian susun dibelakangku?” tanyanya menyeramkan.

“Leppass… apa maksud anda?” tanya Namja sambil merintih. Wanita itu berseringai lagi.

“Kau dan Soyoung terlalu menyebalkan. Susah sekali memusnahkan kalian berdua. Selama ini kukira kau sudah mati, tapi ternyata tidak. Sekarang katakan, apa yang kalian rencanakan dibelakangku..”

“Akku.. sungguh ttak mengerti. Mohon lepaskan, akku…” pinta Namja memohon. “Arh!”

“Kalian serius mengajakku kembali bermain-main?” tanya wanita itu lagi setelah melepas rambut Namja dengan kasar, membuat gadis itu tertolak. Namja kemudian meringis sambil memegangi kepalanya. “Baiklah, mari kita lihat sampai dimana kalian bertahan..”

()

“Arh!”

Kelima member SHINee menoleh kearah satu-satunya gadis diantara mereka ketika gadis itu mengeluh. Soyoung yang daritadi tampak memikirkan tentang keberadaan kembarannya, kali ia memegangi kepalanya.

“Apa yang terjadi?” tanya Key tak mengerti. Soyoung tak menyahut, ia masih memegangi beberapa bagian kepalanya. Matanya terpejam seperti merasakan kesakitan.

“K-Kepalaku sakit. rasanya seperti ada seseorang yang menjambak rambutku…” keluhnya mulau buka suara. Gadis itu kemudian mulai membuka matanya. “Sesuatu yang buruk terjadi pada Soeun…” tambahnya kemudian. Membuat para member SHINee saling bertatapan.

“Arh, aku bisa gila kalau seperti ini…” kata Minho sambil bangkit dari tempat duduknya. “Kita tidak bisa menunggu. Kita harus melakukan sesuatu untuk menemukannya!” tambahnya tak tenang.

“Ya. Semuanya ingin begitu. Tapi kau tahu bukan? Hal itu sama sekali tak mudah, Choi Minho..” ucap Key.

“Tidak ada siapapun yang tahu mengenai ini. Bahkan para manager. Kita akan ditegur kalau melakukan kesalahan…” ucap Taemin.

“Tapi harus bagaimana? Kita tahu sendiri keadaan gadis itu bagaimana. Kembarannya sendiri sudah menerima firasat yang tidak baik. Itu berarti kita tak bisa pasrah begitu saja!” kata Minho lagi.

“Ya. Tapi kita juga harus memikirkan semuanya, mengingat kita bukan orang biasa..” Jonghyun ikut berbicara. Membuat Minho lebih mendesah frustasi. Sementara Onew tak menunjukkan reaksi. Matanya masih melirik sosok Kim Soyoung di depannya. Gadis itu terlihat bingung dan memikirkan sesuatu.

“Nona Kim. Anda baik-baik saja?” tanya Onew pada gadis itu. membuat perhatian semua member kembali padanya.

“Sepertinya aku tahu..” Soyoung tiba-tiba seperti keluar dari dimensi lain. “Aku tahu siapa balik dari semua ini..” katanya sambil melirik lima pemuda dihadapannya. Bola matanya bergerak-gerak liar. “Aku mengetahuinya!” Serunya lebih emosional.

“Siapa?” tanya Minho juga tidak kalah tidak sabar.

()

Slap!

Tamparan itu memukul kulit wajah gadis itu lagi. Membuat pipinya yang sudah merah semakin merah. Tak lupa darah yang mengalir disudut bibirnya.

“Tanda tangani ini!” Wanita itu berseru keras setelah melayangkan pukulannya untuk kesekian kali pada gadis di depannya. Sementara gadis lemah didepannya tampak menangis menahan kesakitan.

“Sudah kubilang aku tidak tahu. aku tak mengerti..” sahut gadis itu benar-benar kesakitan. Air matanya kembali menetes. “Lepaskan aku. Aku bilang lepaskan aku!!” Serunya semakin tidak tahan. Ia kembali menangis terisak-isak.

“Aku bilang tanda tangani dokumen ini. setelah itu aku akan melepasmu-“

“Aku tak mungkin menandatanganinya sementara aku tak tahu apa gunanya. Tolong nyonya, tolong lepaskan aku! Aku tak tahu apa-apa. Aku ingin pulang!”

“Kemana kau mau pulang memangnya?” wanita itu mengejek. “Satu-satunya tempat bagimu dan kembaranmu itu adalah tempat dimana kedua orang tua kalian. Aku hanya membutuhkan tanda tangan kalian untuk memiliki semua yang kuinginkan…”

“Tapi aku tak tahu apa-apa. KUBILANG AKU TAK TAHU APA-APA?!”

“Kenapa kau begitu menyebalkan!” wanita itu berseru garang. Ekspresinya tampak benar-benar menyeramkan. “Apa aku perlu memaksamu? Apa aku perlu membawa kembaranmu juga disini untuk menemanimu?” sinis wanita itu. Namja melirik padanya, rasa gelisah tak tahu memenuhi hatinya begitu saja.

“Jangan menyakiti siapapun lagi. Walau aku tak tahu siapa dia, tapi jangan menyentuhnya!”

“Aish, berhentilah berpura-pura, KAU FIKIR INI SEBUAH DRAMA?” Wanita itu kembali berteriak. “Tanda tangani ini. maka dengan begitu semuanya akan mudah..”

“Aku bilang aku tak mau!”

“Aku bilang tanda tangani!”

“Aku tak mau!!”

Wanita itu semakin menatap geram. Ia mendesah bosan, lalu melirik kearah laki-laki berbusana hitam yang ada disana.

“Tangkap Kim Soyoung dan bawa kemari!”

()

Soyoung berjalan keluar dari gedung SM Entertaiment. Ia langsung berjalan kearah mobilnya yang terparkir di depan gedung tersebut lalu membawanya keluar darisana. Tak lama, beberapa mobil tampak mengikuti laju mobilnya. Setelah satu mobil lainnya juga mengekor paling belakang.

Soyoung sedikit melirik ke belakang. Memantau mobil terus mengikutinya. Juga melirik mobil lainnya yang berjalan di depannya.

“Aku kira aku siap….”

Soyoung memutar arah mobilnya dan memisahkan diri dari jalanan Tol Seoul yang ramai.

()

!!!

Mobil itu menyilang mobil Soyoung di jalan yang sepi. Membuat Soyoung reflek menghentikan laju mobilnya. Jantungnya langsung berdetak dengan cepat melihat beberapa orang berpakaian hitam keluar dari sana. Mendekati mobilnya.

Tok Tok!

Mereka mengetuk kaca. Soyoung terpaku sejenak, berfikir dengan apa yang harus ia lakukan. Sementara kaca mobilnya terus diketuk dari luar. Bersamaan seruan orang-orang dengan pakaian hitam-hitam itu.

“BUKA PINTUNYA!!”

“Aku fikir ini saatnya…”

Soyoung kembali bersuara sambil melepas headseat yang terpasang ditelinganya. Ia kemudian keluar dari mobil itu. Meninggalkan ponselnya yang masih menyala.

“Apa mau kalian-“

Pertanyaan itu terhenti. Soyoung begitu kaget ketika salah satu dari mereka langsung menariknya. Mengunci gerakannya.

“Ikut kami!”

Hanya itu. untuk selanjutnya mereka menyeret Soyoung masuk kedalam mobil tadi lalu membawanya pergi.

()

Mobil silver tadi berhenti disamping mobil Soyoung ketika mobil tadi menjauh. Tak lama seorang pemuda keluar dengan terburu-buru. Melihat keadaan mobil yang ditinggal pemiliknya tak terkunci.

“H-Hyung… kalian yakin?”

Pemuda lainnya di mobil bertanya pada pemuda lainnya yang juga tampak tegang. Ia terlihat paling tegang karena tubuhnya gemetaran dan ia juga keringatan.

“Kalau kau takut bukankah tadi sudah kami minta kau tinggal?” Key menyahuti pertanyaan Taemin sambil terus melihat keluar. Melihat Onew yang kini mematikan mesin mobil itu dan mengunci mobil itu.

“Bagaimana aku ikut sementara kalian semua kesini. Aish, hyung… ini criminal… aku takut…”

“Diamlah Taemin! Semuanya akan buruk kalau kau panik!” Minho ikut bersuara sambil matanya melirik Onew yang sudah masuk kembali kedalam mobil.

“Semuanya sudah. Ayo pergi!” ucap Onew setelah duduk kembali disamping bangku kemudi. Minho mengangguk, ia kemudian membawa mobil itu melaju kembali. Meretas jalan mobil Jeep hitam yang membawa Soyoung tadi.

()

Soyoung berusaha sedikit berontak dari kekangan yang ia terima. Saat ini mobil yang tadi membawanya masih saja melaju kearah yang Soyoung tak tahu pasti. Ia dalam keadaan terikat, serta ada dua orang laki-laki yang duduk dikedua sisinya. Menghalanginya bahkan untuk bergerak.

Soyoung mulai menggigit bibir bawahnya. Ia mulai gelisah. Ini memang sesuai dengan rencananya semula bersama member SHINee. Namun tetap saja ia merasa was-was. Takut kalau rencana itu tak berjalan semestinya dan malah membahayakannya.

‘Semoga semua baik-baik saja…’

()

“Apa tak sebaiknya kita memanggil polisi…”

Empat sisa member SHINee tak mengacuhkan lagi suara maknae mereka. Mereka yang juga sangat begitu tegang mulai membiarkan Taemin gelisah sendirian. Membiarkannya terus mengoceh disudut sana.

“Hyung!!!”

Taemin menarik-narik lengan baju Jonghyun. Membuat Jonghyun mendesah dan melirik padanya.

“Jangan berisik, Taem. Tenanglah!” ucap Jonghyun sambil melepas gayutan Taemin. Membuat pemuda Lee itu merengut.

“Daritadi aku ingin protes. aku seperti tak didengar. Hyung…. Ini bahaya. Kenapa kita tak menyuruh polisi saja yang melakukannya?”

“Kita pasti akan melibatkan polisi, tentu saja. Tapi kita tetap harus menyusun rencana, Taem. Sebaiknya kau diam, jangan memburuk keadaan…” Onew menyahuti pertanyaan Taemin. Taemin kembali berdecak.

“Tapi hyung….”

Taemin menggantung protesannya. Ia sepertinya kalau suasana benar-benar tak baik untukknya berkomentar apalagi melihat ekspressi wajah Minho yang menurutnya sedikit menyeramkan kalau sedang tegang begitu. Memang sebaiknya kali ini ia menjadi maknae penurut dan diam.

()

“Jangan~”

Gadis itu kembali meringis ketika rambutnya kembali dijambak dengan begitu kasar. Air matanya sudah memenuhi seluruh wajahnya. Menemani berbagai luka lebam yang berada disana.

“Aku bilang… Tanda Tangan. Tanda TANGAN. TANDA TANGAN!!”

Wanita itu kembali membentak namja dengan kasar. Tangannya juga tak pernah lepas dari rambut hitam milik gadis itu. Membuat ia terus menangis kesakitan.

“Aku bilang tidak mau… Aku tidak mau…” sahutnya menyedihkan. Namun hati wanita itu mungkin terbuat dari barang sejenis batu atau lainnya hingga ia sama sekali tak tersentuh. Ia malah semakin mencengkram rambut gadis itu. “Akh- Sakitt…” gadis itu kembali meringis.

“Oleh sebab itu tanda tangani ini. Aku akan terus menyiksamu sampai kau melakukannya…”

“Tidak mau- Akh!”

“Kau benar-benar mengajakku bermain, Kim So Eun huh?”

“Hiks.. aku bilang lepas aku…”

Pembicaraan itu berhenti sejenak ketika salah satu anak buah wanita itu mendekat. Ia tampak membisikkan sesuatu ketelinga wanita itu, membuatnya menyeringai.

“Bawa dia masuk…”

“Baik nyonya…” laki-laki itu menyahut patuh. Ia kemudian mulai meninggalkan ruangan itu lagi. Menyisakan mereka berdua kembali disana.

“Kita lihat… sampai dimana kalian bertahan dengan kekukuhan kalian, keponakanku…”

()

“Mereka berhenti!”

Minho berseru pelan setelah menghentikan mobilnya. Membuat semua member juga celingukan kearah depan mereka. dimana tampak sebuah mobil baru saja berhenti di depan sebuah rumah yang cukup sederhana.

“Oh, itu Kim So Young!” ujar Key sambil menunjuk kedepan. Dimana saat ini tampak empat orang keluar dari mobil itu. dua dari mereka memegang dan membawa paksa gadis satu-satunya diantara mereka.

“Mereka bahkan menyekap korban mereka dirumah yang tak terlalu sepia tau terlalu lengang ini. mereka benar-benar begitu rapi…” Ucap Key kembali berpendapat.

“Bukankah kita sudah tahu. ada baiknya kita menelpon polisi sekarang..” pinta Taemin sedikit merengek. tubuhnya gemetaran dan meremas lengan kemeja Jonghyun.

“Tidak, jangan dulu. Kita harus melihat keadaan dulu…” ucap Minho sambil melepas sabuk pengamannya, diiikuti oleh Onew. Key dan Jonghyun juga sudah bersiap-siap untuk turun.

“H-Hyung… kalian mau kemana?” tanya Taemin sambil menahan tangan Jonghyun.

“Tentu saja turun dan mempelajari keadaan. Kita kemari untuk itu, Lee Taemin…”

“Tapi, hyung. Bahaya…”

“Kau tak usah ikut Taemin. Kau tinggal disini dan melihat keadaan dan memanggil. Kalau ada apa-apa hubungi kami…” Ucap Minho mengusulkan.

“Itu sepertinya lebih baik…” sahut yang lain.

“Tidak! Aku juga tidak bisa ditinggal sendiri. Bagaimana kalau mereka menyadari keberadaan kita dan aku diserang. Kalian mau maknae kalian ini dibunuh…” Ucap Taemin mendramatisir. Empat yang lainnya kembali mendesah.

“Begini saja…” Sang Leader bersuara. “Key, kau tinggal disini bersama Taemin. Tugas kalian adalah memantau keadaan diluar, bila terjadi sesuatu segera hubungi dan beritahu kami. Telepon polisi ketika keadaannya memburuk…”

“Baiklah!” Ucap Key mengangguk.

“Baik, ini selesai. Ayo Onew hyung, Jonghyun hyung. Ayo kita segera berangkat…”

Minho, Onew, dan Jonghyun mulai meninggalkan mobil dan mendekati rumah tersebut. Meninggalkan Taemin dan Key yang bertahan di mobil.

()

“Lepp-as!”

Soyoung berseru sambil memberontak. Ia berusaha melepaskan dirinya dari kekangan dua orang yang terus mendampinginya. Saat ini kedua matanya ditutup, namun ia dapat merasakan bahwa mereka tengah berusaha membawanya memasuki sebuah rumah.

“Lep-“

“Diam!”

Soyoung mendesah kesal. Ia pada akhirnya meredam suaranya, lalu mulai mengikuti mereka. suara pintu terbuka terdengar setelah itu.

“Kalian datang?”

Soyoung mengerutkan dahinya mendengar sebuah suara. Ia merasa begitu mengenal suara itu. suara itu seperti suara…

“Buka ikatan matanya…”

Soyoung akhirnya merasakan ikatan yang menutupi mulai dilepas. Membuat matanya sedikit memerih dan tak nyaman ketika mendapatkan sinaran lampu. Namun, secepatnya ia membuka matanya setelah itu. Langsung mencari pemilik suara yang tadi ia dengar, masih tak yakin kalau suara ini adalah…

“Bibi!”

Soyoung langsung berseru kaget melihat wanita yang berdiri didepannya. Tidak mengerti, sementara matanya segera langsung menemukan sosok lain yang meringkuk ditempat tidur.

“Soeun!” seru Soyoung sambil berniat bergerak kearah kembarannya yang terlihat begitu menyedihkan. Tapi gerakannya lagi-lagi tertahan oleh dua orang yang memeganginya. Membuatnya akhirnya menahan hasratnya untuk mendekati kembarannya yang tampak hanya menatapnya tanpa bereaksi. Ia tampak begitu kaget melihat seseorang yang terlihat mirip dengannya.

“Akhirnya dua keponakan kembarku bertemu kembali. Ini akan bagus sekali…”

Soyoung mengalihkan perhatiannya kembali pada bibinya ketika wanita itu kembali bersuara. Ia menatap tajam pada wanita itu. terlihat marah.

“Apa yang ingin bibi lakukan pada kami berdua?”

(To be Continued)

 

45 Comments Add yours

  1. cucsncie mengatakan:

    Wuaaaahhh…akhirnya ada lanjutannya jg,senangnya hari ini banjir ff so eun, agak sedikit lupa sih sm part2 sebelumnya,so eun diculik nih sm bibinya sendiri,so eun dan so young ketemu,penasran lanjutannya…shinee berhasil ga ya nyelametin so eun dan so young…next…next….

  2. minmin_mizana mengatakan:

    Akhirnya lanjut juga nih ff ^^
    Ya walaupun aga lupa2 inget ma part sebelumnya…
    Bibinya jahat bangeeet, sini bibinya tak getok pake palu biar mampus…
    Nahlo, onew ngalah nih ma minho, nanti onew ma kim so young aja hehehe…
    Taemin berisik banget deh, ga tau apa ini lagi keadaan darurat hehehe…
    Ditunggu kelanjutanya…

  3. cucancie mengatakan:

    Wuaaaahhh…akhirnya ada lanjutannya jg,senangnya hari ini banjir ff so eun, agak sedikit lupa sih sm part2 sebelumnya,so eun diculik nih sm bibinya sendiri,so eun dan so young ketemu,penasran lanjutannya.…shinee berhasil ga ya nyelametin so eun dan so young…next…next….

  4. andri susilowati mengatakan:

    uwaaaaaaaaaaaaaaaaaa keren bgt thorrrr.
    hampir lupa sm cerita sebelumnya.
    akhirnya ketemu jg sm kembarannya.
    kkkkkkkk
    lanjuttttttttttttttt thorrrrrrrrrrrrrrrrr

  5. haekyusso mengatakan:

    wahhh udh sgn lama nich ff akhir y da klnjtn y juga,,,🙂
    Dan akhir y da ttk trng bt mngetahui spa choi namja sbnr y,,,tp itu kshn sso hrs d bully oleh bibi y yg kjm,,,😥
    Ya ampun taemin bnr” yach orng lg serius nich mlh ktkt’n -,-
    D tunggu klnjtn part brkt y!!!!!
    *SEMANGAT ^,^*

  6. shane mengatakan:

    Emmmmmp!!! Menegangkaaan yaa!!
    Reader terasaaa nonton d bioskop😉

    Di part ini udh ada titik terang!!
    Reader ga thu mau comment apa🙂
    Seneng lihat saudra kembar bersatuu wlau dlm keadaan yg genting😉
    Yg pastii part ini OK.
    Special thumb for puput🙂

    Lanjuut ^^ …cemugudthhh put😉

  7. mun taryati mengatakan:

    keren thor tp terlalu pendek…padahal aku berharab stelah lama nunggu bkal panjan tapi ngga pa untung masih di lanjut keren kok thor..semangat ya..

  8. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    huuaahh akhirnya di post juga kelanjutanya, kekekek~
    yaampun Sso eonni kasian bangett diculik + disiksa sama bibi nya sendiri, akhirnya Sso bisa ketemu kembaranya juga sooyoung ..
    Di tunggu next partnya ^^

  9. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wow !!ide Soyoung hebat deh….
    Tp masih kurang nih,kya’ mna kelanjutan idenya??

    Si kembar udah bertemu..
    Ntar part berikutnya gie mna ya??
    Apakah part 10 part trakhir Unn??

    Aduhhh.. Taeminnnn….
    Magnae yg manja deh…😉

    ditunggu lanjutannya Thor,ini FF lama bangeeett lanjutannya😀,smoga yg berikutnya gag terlalu lama #amin😉

  10. Tikka mengatakan:

    Sekian lamaa aku meenunggu. !? FF’nya di post juga😀 yeay. !! Makin tegang ceritanya, seru tpi kasian juga soeun harus di siksa smpe sgtunya, ah~ aku jengkel sma bibinya soyoung dan soeun pengen ng’banting. !! Choi minho cepat tolong soeun. Onew cpat lamar aku xD *plak
    di tunggu ff berikutnya kakak

  11. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa….. Semakinnnn seruuuuuuu
    Dan semakin jelassss permasalahn ηγά̲̣̥…..

    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__). Deh buwt putri….

    Ditunggu next part ηγά̲̣̥…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  12. haesso lover mengatakan:

    Benar-benar menegangkan. Berasa seprti menonton film action. Sumpah itu bibinya so eun dan soyoung jahat banget, jadi pengen ngebejek-bejek…
    Mudah-mudahan para member Shinee berhasil menolong mereka.

    Part selanjutnya jangan lama-lama ya thor.

  13. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Hore… ^0^ ff yg ditunggu2 nongol jga. Kkk
    aku suka nih cerita ini, tp kayanya part ini kurang bkin aku gereget.. Mungkin krna ngk ada ulah namja yg bkin minho ksel kali ya. Kkk
    btw bkannya namja amnesia karna minum obat ya, bkan karna kepentok batu? #abaikan..
    Next part aku tunggu ya eon J

  14. Ezha yesso mengatakan:

    Wah trnyata yg antagonis dsni bibi ny sndri,, minhi mncntai sso ya,, onew emg org yg baik yg mrelakn sso bwt minho,, pnsrn ma klnjtn ff ne d tgu next part ny

  15. ticha_ mengatakan:

    huua,,,,akhir’a ff ne berlanjut🙂
    Hm,,,saeng q jd ikutan tegang ne,,apalagy waktu sso disiksa,,
    Hua…kasian sso eunnie//ga tega😦
    Aduh,,,gmn ya nasib si kembar n member SHINee
    Itu bibi’a jahat bgt,,,huh…mga ajda sgra ketangkep🙂
    Hahahahaha
    Penasaraaaan!!!! T.T
    DAEBAAAAKK!!!!😀
    Laaaanjuuuuuttt

  16. ina freedom mengatakan:

    wah seneng bgt thor ada lnjtnnya …ceritanya semakin menarik sampai dag dig dug
    membacanya ..kasian sso x ,disiksa melulu …pasti lnjtnnya makin seru nih dg bertemunya
    si kembar .
    jadi penasaran gmn nasib si kembar sama shinee .
    di tggu next partx . good job buat kmu put!

  17. Devi mengatakan:

    Wahhhhhh seru bNgeeeeet Thor cerita’a,,,,,

    Akhir’a kim soyouNg ketemu ma kmbaraN’a stelah skiaN lma berpisah,,,,,,,,
    wah miNho dh mulai da perasaaN ma eoNNie so euN,,,,🙂🙂

    Bibi’a kim twiNs jhat bNgeeeet mNculik kim wiNs,,,
    Jd pNsaraN ma klaNjutaN’a apkh member ShiNee brhasil mNyelamatkN kim twiNs,,,,,

    D tNg2u Thor klaNjutaN’a,,,,,,,

  18. dielfishypr mengatakan:

    Waaaahh😮 ff yg sudah aku tunggu2 dr dlu akhirny muncul jg😉
    tambah penasaran sama kelanjutan ceritanya
    apa ya yg mau bibiny lakuin sama so eun&soyoung
    ok, d tunggu part selanjutnya! Fighting!😉

  19. luthfiangelsso mengatakan:

    yah tbc x-(
    disini akhir’a ketauan jg siapa soeun,,,,gara” key ngilangin foto minho&soeun jg maka’a mereka bisa tau identitas soeun nd ketemu sonyoung#gomawo key muach:-*

    ya ampun itu bibi” jahat bgt sih. kasian tau soeun’a jangan di siksa begitu !!
    dasar bibi” nenek lampir#sambil jambak” rambut bibi” jahat itu
    hahahaha

    author part selanjut’a cepet ya jangan lama” !
    akt berharap minhnd soeun bersatu nd happy ending !

  20. Dear Diyah mengatakan:

    bibi y sadis bener dach !!!!
    sumpah demi apa,, pengen bgt nyumpel mulut s taemin pake phon pisang !!! BERISIK bgt jd cwo !! *rawwrrr
    semoga s kembar n shinee baik” z dech
    thor, jangan lama” update y

  21. dyyyy mengatakan:

    temin pnakut banget……
    yaaaa….klo anak2 shinee pacaran ma rang kaya+pngusaha diijinin….klo ma rang biasa…..langsung dsuruh putus…..

  22. zhuryia mengatakan:

    ahirny muncul jg lanjutannya…sumpah part ini bikin aq tegang bangetttt….
    Ahirnya c’kmbar brtemu jg,walau dlm kadaan yg menyedihkan…mudah” d membes shaine bisa melepaskan mereka dr c’bibi kejam itu…d tunggu part slanjtnya

  23. zhuryia mengatakan:

    ahirny muncul jg lanjutannya…sumpah part ini bikin aq tegang bangetttt….
    Ahirnya c’kmbar brtemu jg,walau dlm kadaan yg menyedihkan…mudah” d membes shaine bisa melepaskan mereka dr c’bibi kejam itu…d tunggu part slanjtnya.

  24. Kyusso Eunnie mengatakan:

    akhirx dpost jg..#legax
    lucu bgt ngeliat taemin dsini..gk tau org2 pd panik malah tmbh panik..😀
    aq udh mnduga kalo minho gk akn dmarahi lee soo man malah soo man smakin senang coz so eun or soyoung adlh pmilik saham trbesar di prusahaan..😀
    salut sm onew yg mrelakan so eun utk minho..gk dpt so eun,soyoung pun jadi..he he😀
    pnsrn dgn klanjutan slnjutx..smg aja so eun n soyoung trselamatkan..kykx tng9al tng9u part trakhir..bnr gk put..#sok tau
    dtng9u next partx..ASAP😀

  25. anna mengatakan:

    wuaaadduuhh putri lgi dipuncak emosi-ny main cut aja its okeey msti sbr menahan rs pnsrn ini smpe part brkt-ny,,akhrny soeun brtmu kmbaran-ny&smg shinee bs sukss nolong mrk,,dtggu next part-ny gomawo🙂

  26. pipip mengatakan:

    Akirnya ff yg ini kluar jg
    Nmbah seru critnya, part ini pling mnguras emosi thor hhe
    Dtnggu thor lnjutnna

  27. AngelsShe~ mengatakan:

    kya . . . apa y9 akan t’rjdi s’lanjutx !!! di tun99u part selnjutx !!!
    semn9at chin9u *o*

  28. Rika Oktaviani mengatakan:

    ceritanya daebak dan seru tapi menguras emosi juga
    aku suka ceritanya ditunggu lanjutannya ya author🙂

  29. vita_MVP mengatakan:

    nahhh mendekati puncak ekkekeke
    saya ngeshipper minho-soeun & onew-sooyoung yeyeyyey😀
    ditunggu selanjutnyaa

  30. Princess ice mengatakan:

    Refill your memori akhirnya dilanjut juga. Wah makin tegang aja. Itu sso kasian bgt di siksa gt,dasar bibi’a jahat bgt! Kira’n dah mau ending,eh masi TBC
    mudah2n minho cpet nemuin sso,kasian eonniku disiksa gt..
    Cpet lanjut ya put..
    Fighting!

  31. elisa mengatakan:

    wah author seneng banget akhirnya ada lnjutnnya…..kek mna ya akhirnya seru author sangat menegangkan…ahhh akhirnya ketemu jugak onew sama soyoung aja……he..he..he… di tunggu author next patr a…….

  32. HETY SHAWOL mengatakan:

    aku hampir lupa ama ceritanya..tapi ingat pas foto namja dn minho dsofa..agak kecewa sih soalnx sso disini sama minho padahal pinginx onew..tapi aku nie part menegangkan dn bikin gergetan tuh sama bibi sitwins..tapi thor jgn buat onew sm sooyong ya soalnx q byangin sooyong itu member snsd huhu..
    pokoknx keren alur ceritanx aku suka..semoga cepet dlanjut..
    oh ya ff yg sonew ada member f(x)x itu tolong dlanjut donk..hnya itu harapanq satu2nx utk bisa baca ff sonew..jebal thorq suka bgt sama itu ff

  33. mayaulidhasso mengatakan:

    udah berapa lama yaa ga dipost hhmmm.. semapat lupa-lupa ingat sihh😕
    tapi, akhirnya dipost jg😀
    wahh…jadi, udah pada tau semua nih Sso eonnie punya kembaran, terus couplenya Soeun-Minho & Onew-soyoung?? Tapi, Onew ga usah sama soyoung yaa author pliss^^
    kesal aja pas bagian yg ada bibi mereka huhh :@ terbawa emosi!!
    itu gmna reaksinya Sso eonnie yaa kalo tau dia punya kembaran😕:/
    semoga Sso eonnie cpt pulih ingatannya hehe~~
    dipost part selanjutnya author🙂
    keep spirit..FIGHTING!!! \^^/
    gomawo^^

  34. angelf mengatakan:

    aduh tegang banget bacanya
    bibinya jahat banget sich kesel dech brani bnget sich nyakitin ssoeonie
    waa shinee kyak di film2 detektif ya
    ditunggu nextpartnya author jangan lama lama

  35. woaaaah penasaran banget sama kelanjutannya nie….
    kira2 apa yaw rencana SHINEE slanjutnya??? bisa gak mereka selamat?? kok sy ngarep so young bisa sm onew hahahha kan so eun sm minho jd so young nya sma onew deh#ngarep…!!!
    wah bibi mereka jahat banget yah..?? smoga mereka bsa slamat..!!
    mian sy baru bsa comment di ff ini cz blog gak prnh bsa dibuka jd susah deh comment x#plak curhat,,,,,,
    ok tetap smangat bwt putri di tunggu ff yang lain… apa lagi ff kyusso🙂

  36. Deborah sally mengatakan:

    Hua menegangkan ceritanya. .
    Apa mereka akan berhasil? Ah taemin bikin gue ngakak haha. .
    Lanjutkan

  37. noni eka s. mengatakan:

    feel nya kerasa. aduh itu bibi nya jahat banget sih:( lanju lanjut thor semangat

  38. erika mengatakan:

    astaga, ksian bnget sh hdupnya so eun eonnie, lgan bbinya jahat bnget sh, rasanya kya mau di buang klaut aja thu bbinya soeun eonnie. pdal lg tgang2nya nh bca ff, eh malah TBC. lanjut ya eonnie semangat…

  39. geill mengatakan:

    Waaaaaaa…….beneran nih cerita makin seruuuuuu ajaaaaaa….
    Jd gak sbr nih ama kelanjutannya..
    Ok deh next partnya ttp di tunggu…….
    Semangat sll buat author…..^_^

  40. Kim Ha Byung mengatakan:

    Akhirnya ff ini dilanjut juga😀
    Setelah sekian lama menunggu >.<
    Apa yang akan terjadi pada so eun dan soyooung????
    Di tunggu kelanjutanya..

  41. Esaa mengatakan:

    Kasian Soeun…
    Semoga SHINee bisa mematikutukan bibi yang tak tau diri itu,,,
    di tunggu lanjutan nya, fighting !

  42. nita mengatakan:

    d tnggu lnjtn x y thor,, fighting🙂

  43. Qazz mengatakan:

    Aish..!!!
    Sebel sebel sebel..!!!
    Ternyata memang bibi mereka yang sudah mencelakai So Eun,ditambah dia juga ingin menguasai harta mereka..!
    Pengen kujambak-jambak juga tuh nenek sihir.Seenaknya nyiksa So Eun eonni..!! ®ada api membara-bara
    Part ini bikin deg-degan dan jantungan..
    Lanjutt~~~

  44. senrumi mengatakan:

    Wah shinee berani juga ya
    pa sso akan baik2 saja

  45. Rani Annisarura mengatakan:

    bibinya so eun itu jahat banget sih ke so eun,, masa sama keponakannya sendiri sampai segitunya😦

    Wah so eun udah bertemu dengan kembarannya yaitu sooyoung🙂

    Gimana nih nasib so eun setelah di culik bibinya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s