~ [One Shoot] Sixth Sense (2th Cloudyelfputriandina)~


sixth sense

Title       : Sixth Sense

Author  : PrincessClouds (Putri Andina)

Genre   : Sweet Romance, Fantasy, Angst, & Friendship

Length  : Oneshoot

Rated    : PG-15

Main      : Cho Kyu Hyun & Kim So Eun

Casts     : Ham Eunjung (T-ARA), Heo Gayoon (4Minute), Lee Eunji (APink), Kim Young Woon (Kangin),

Summary: “Hey, Kim So Eun!” | “Aku tak butuh teman…” | “Hanya hujan yang bersedia  menghapus air mataku..” | “Aku juga bersedia!” |“Jangan membuatku patah hati, jangan terus menyiksa dirimu. Hiduplah dengan normal…” | “Menjauhlah dariku…

Warning: Typo(s). Out Of Character.

*Sixth_Sense*

“Semuanya, mohon perhatiannya. Hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Amerika. Dia akan mulai bergabung dengan kita…”

Seluruh murid yang daritadi krasak-krusuk mengangkat wajah mereka. menatap seorang wanita yang baru saja masuk dan berdiri di depan kelas mereka. Wanita itu tersenyum melihat wajah tenang karena penasaran murid-muridnya. Ia segera beralih kearah pintu.

“Silahkan masuk..” perintahnya lembut. Ia kemudian bergerak menuju mejanya. Sementara pandangan seluruh murid tertuju pada pintu kelas mereka. Menatap dengan penasaran.

Tak cukup lama. Seorang pemuda tinggi dan berkulit putih tampak memasuki kelas tersebut. Wajahnya yang tampan sontak membuat para siswi antusias, hampir semua dari mereka tak berkedip melihat sosok itu.

“Silahkan perkenalkan dirimu…” Yang Seonsaengnim kembali berusara sambil tersenyum lembut pada sosok itu. Sosok itu menganggukkan kepalanya.

“Ne..” ia berpaling. Menatap teman-teman barunya. “Anyeong haseyo semuanya. Aku adalah Cho Kyuhyun. Aku lahir di korea namun sudah menetap di Amerika semenjak kecil. Seoul merupakan tempat yang cukup baru untukku. Mohon bantuannya…”

“NEEE!!!”

Pemuda itu tersenyum mendapat sahutan yang heboh dari teman-temannya itu. ia mulai merasa bahwa kehadirannya cukup diterima dengan baik oleh mereka. Baguslah.

“Kalian bisa berkenalan lebih banyak lagi dengan Kyuhyun nanti. Sekarang kita akan melanjutkan pelajaran kita. Cho Kyuhyun, silahkan duduk didekat Kim Soeun..”

Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya kali ini. agak heran ketika menyadari kelas itu sedikit krasak-krusuk lagi mendengar ucapan Yang Seonsangnim barusan. Memang apa yang terjadi?

“Kim So Eun angkat tanganmu!”

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya kesudut ruangan demi mengetahui murid yang dimaksud. Seorang gadis yang semenjak tadi terlihat tak terlalu memperdulikan kehadirannya tampak mengangkat tangannya. Sepertinya dia adalah Kim Soeun.

“Nah, silahkan duduk di sebelah Soeun, Kyuhyun. Semoga kau betah…”

“Terima kasih, Seonsaengnim…”

Kyuhyun segera beranjak menuju tempat duduknya setelah memberikan penghormatan. Ia dapat merasakan kalau mata semua siswa ditujukan padanya. Apalagi yang siswi. Kyuhyun hanya memberikan senyuman balasan pada setiap orang yang tersenyum padanya.

“Hey, boleh aku duduk disampingmu?” tanya Kyuhyun pada teman sebangkunya.

“Silahkan saja…” sahut gadis itu datar dan tanpa menoleh. Hal itu cukup membuat Kyuhyun sedikit heran. Namun ia tetap duduk disana.

“Hai, namamu Kim Soeun bukan. Aku Cho Kyuhyun. Salam kenal…” ucap Kyuhyun kembali menyapa sosok itu lagi.

“Salam kenal..”

Lagi-lagi sosok itu tak memberikan sahutan yang menyenangkan. Ia hanya menyahut datar sambil terus mengalihkan perhatiannya keluar jendela Seakan tak menganggap keberadaan Kyuhyun disampingnya. Kyuhyun tampak mengerutkan dahi, sedikit bingung. Tapi akhirnya Kyuhyun memilih mengalihkan perhatiannya kedepan kelas dan mendengarkan pelajaran. Mungkin mereka bisa berbicara lagi ketika jam istirahat.

*

“HAYY KYUHYUN!!!”

Baru saja suara bel berbunyi, tiga orang siswi dari kelas itu langsung menyapa Kyuhyun. Kyuhyun yang waktu itu sedang ingin mengajak Soeun untuk menemaninya mengalihkan perhatiannya pada mereka.

“H-Hay…”

“Kenalkan….” Salah satu siswi mengulurkan tangannya. “Aku Ham Eunjung, tapi kau bisa memanggilku Eunjung…”

“Aku Kyuhyun…” jawab Kyuhyun sambil membalas uluran tangan tersebut.

“Dan aku… Heo Gayoon. Panggil aku Gayoon…”

“Hay, Gayoon…”

“Dan aku…” tangan Kyuhyun direbut untuk yang kedua kalinya. Kali ini gadis berpipi chubby yang menyapanya. “Aku Lee Eunji, kau panggil saja aku Eunji…”

“Oh ya, Eunji. Baiklah…” sahut Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya.

“Oiya Kyu, kau pasti masih begitu asing dengan sekolah kami. Apa kau mau bergabung dengan kami untuk makan bersama di kantin…” ajak Gayoon kemudian.

“Oh ya..tapi kalau Soeun-“

“Aku tak akan kemana-mana. Aku akan tetap disini…”

Soeun memotong ucapan Kyuhyun. Kali ini masih sama, gadis itu masih menyahut datar sambil matanya masih melirik kertas yang tengah ditulisinya. Entah menuliskan apa.

“Kau dengar bukan? Ayo Kyuhyun!!”

“Tapi-“

“Ayolah…”

Kyuhyun akhirnya hanya mengikuti ketika mereka bertiga menariknya. Sementara ia kembali menatap kebelakang. Menatap teman sebangkunya yang masih juga asyik mengukir sesuatu dikertasnya. Di kelas saat ini hanya tinggal ia sendirian.

*

“Ini serius Kyu… Jangan dekat-dekat dengan Kim Soeun…”

Eunji langsung bersuara lagi ketika baru saja mereka duduk disalah satu meja. Dua temannya yang lain menyetujuinya.

“Ya. Kalau perlu, kau pindah tempat duduk saja. Yang penting kalau mau selamat jangan dekat-dekat dengan dia…” Eunjung menimpali.

“Tapi kenapa?” tanya Kyuhyun masih tak mengerti. “Apa salahnya?”

“Kau tak merasakannya?”tanya Gayoon.

“Merasakan apa?”

“Auranya. Kau lihat, gadis itu bahkan tak mau bergaul dengan kami semua. Tatapan matanya juga tajam, menyiratkan sesuatu yang misterius. Belum lagi dengan kematian-kematian siswa sekolah ini belakangan ini setelah kedatangannya. Dia pembawa sial, Kyu sebaiknya kau jauhi dia…” Eunjung kembali menjelaskan dengan panjang. Kyuhyun malah terkekeh.

“Oh ayolah… bahkan ini bukan dunia yang berlatar sama dengan Film Harry Potter. Kenapa kalian masih percaya dengan hal semacam itu?”

“Ya, tapi memang itulah keadaannya. Dari yang kami dengar, Kim Soeun itu terkena kutukan. Dimana orang-orang disekitarnya bisa saja meninggal karena dijadikan tumbal untuk kelangsungan hidup Kim Soeun. Khabar lain mengatakan bahwa Kim Soeun itu sebenarnya adalah seorang penyihir yang hidup ratusan tahun yang lalu. Ia bisa terus hidup karena ia terus memberikan tumbal dari orang-orang disekitarny-“

“Kalau memang begitu kenapa ia masih sekolah disini, huh?”

“Tsk, tentu itulah permainannya. Sekolah tak punya alasan untuk mengeluarkannya. Dikeluarkan karena dianggap membawa sial? Bisa-bisa sekolah ini dituntut karena dianggap mengabaikan HAM..” jelas Eunji kembali. Kyuhyun mendesah, berfikir. Sebelum akhirnya tersenyum dan menatap mereka.

“Jangan bercanda! Aku tak percaya…”

“Ya, benar, kau masih baru. Tapi cepat atau lambat kau pasti akan melihat sendiri kenyataannya…”

*

 Sudah berminggu lamanya, Kyuhyun kembali duduk disamping Soeun. ia sama sekali tak terpengaruh oleh kata-kata yang diucapkan oleh siswa-siswa sekolah mereka. Lagipula ia juga sedikit penasaran dengan kebenaran ucapan mereka. ia hanya takut bahwa itu hanya gossip murahan semata yang membuat gadis itu begitu terlihat kesepian.

Dan selama hampir sebulan, sikap Soeun memang menunjukkan suatu sikap yang berbeda. Gadis itu benar-benar pendiam dan penyendiri. Ada satu hal yang selalu ia lakukan setiap pagi. Ia selalu mencoret-coret dengan random selembar kertas. Random, Kyuhyun sendiri tidak tahu apa isinya itu. apakah itu hanya iseng atau benar itu adalah salah satu pentunjuk tentang kemisteriusannya yang diceritakan oleh seisi sekolah padanya. Yang jelas hal yang dilakukannya itu benar membuat ia begitu misterius dan aneh.

Bruk!!

“Hey! Hati-hati!”

Salah satu murid laki-laki bertubuh besar berseru kesal padanya ketika ia menabrak siswa yang lainnya yang juga masuk. Siswa laki-laki itupun hanya meninggalkan gadis yang memunguti buku-bukunya kembali akibat insiden kecil itu.

“Hay, selamat pagi…”

Seperti biasa Kyuhyun selalu menyapa Soeun setiap pagi. Ia terus melakukanya walau jawaban yang diterimanya tetap sama saja. Sebuah jawaban datar dan tanpa senyuman.

“Selamat pagi…”

Gadis itu kembali duduk dikursinya sambil kembali terpaku melihat langit diluar jendela.

*

*

“Tuan muda, maafkan saya… sepertinya anda tidak bisa menjemput anda kesekolah. Mobil tiba-tiba mogok dan tak mau menyala tuan…”

Kyuhyun menghela nafas mendengar ucapan sopirnya. Lelah rasanya harus pulang menggunakan bus karena ia sama sekali tak pernah melakukannya sebelumnya. Tapi mau bagaimana lagi, beginilah keadaannya jadi Kyuhyun hanya bisa menerima dengan lapang dada.

“Baiklah, tidak apa-apa. Aku akan pulang dengan bus…”

“Maaf sekali tuan, muda. ini benar-benar diluar prediksi…”

“Tidak apa Pak Lee. Lagipula aku juga ingin sekali-kali merasakan bagaimana rasanya hidup di Seoul lagi. Aku fikir ini waktu yang tepat…”

“Saya lega anda mengatakan itu tuan muda…”

*

Langit yang daritadi mendung itu tiba-tiba benar-benar menurunkan hujan. Kyuhyun yang tadinya masih berjalan untuk mencari halte terpaksa harus berlari-lari untuk mencari perlindungan. Ini dimana, ia bahkan tidak tahu. Seoul sudah cukup berubah semenjak beberapa tahun yang lalu.

“Arh, semuanya basah…” keluh Kyuhyun sambil terus mencari tempat berteduh. Hingga ketika ia melihat sebuah pohon didekat sebuah taman, ia akhirnya memutuskan untuk berteduh disana. “Basah…”

Pemuda berkulit putih itu melepas seragamnya. Untung ia selalu memakai kaos putih sebagai lampisan, sehingga disaat-saat tak terduga seperti ini ia bisa mengantisipasi kalau terjadi.

“Hujannya begitu lebat sementara aku benar-benar tak tahu aku ada dimana…” keluh Kyuhyun lagi sambil menengadah keangkasa. Matanya langsung menemukan sesuatu.

“Pelangi…”

Itu bukan suara Kyuhyun. Suara itu berasal tak jauh dari tempatnya berdiri. Kyuhyun yang cukup penasaran akhirnya sedikit mengintip kearah taman tersebut. Mencari pemilik suara yang rasa-rasanya tak terlalu asing.

“Kim So Eun..”

Kyuhyun sedikit kaget dan tak menyangka siapa gadis yang sedang berputar-putar senang ditengah hujan itu. Dia Kim So Eun. Ya, Kyuhyun tahu jelas siapa dia walau ia terlihat berbeda. Ya, dia tersenyum, matanya terpejam, membiarkan air hujan membasahi seluruh tubuhnya. Sebulan lebih lamanya, jujur itu adalah senyuman pertama Soeun yang pernah ia lihat.

“Gadis yang tersenyum begitu indah kenapa sering sekali menyembunyikannya…” ucap Kyuhyun. Tiba-tiba sesuatu terfikir olehnya. Ia memeriksa sesuatu dari sakunya. Sebuah kamera. Lalu mengambil beberapa gambar sosok tersenyum itu secara diam-diam.

“Cantik…”

Kyuhyun tersenyum kecil ketika melihat hasil jepretannya. Ia mengangkat wajahnya kembali untuk melihat gadis yang baru saja dipujinya. Namun tiba-tiba ia tak ada, menghilang.

“Kemana dia?” tanya Kyuhyun sambil melihat sekitarnya.

*

Dan… dipagi berikutnya, sesuatu terjadi…

“Kau mendengarnya?”

“Ne, tentu saja. Aku mendengarnya. Dia meninggal dengan cara tragis…”

“Ya, sangat tragis…”

“Bukankah kalian melihat sendiri ia kemarin sempat melihat ia menabrak Kim Soeun dan memakinya? Aku kira karena hal itu Kim Soeun menjadikannya tumbal selanjutnya..”

“Kau juga berfikir begitu? Ya, aku juga memikirkan hal yang sama…”

“Astaga, aku benar-benar resah dengan keberadaannya. Tak bisakah ia pergi dari kita…”

“Sebaiknya kalian diam! Ia datang!”

Keributan yang tak ubahnya seperti pasar itu tiba-tiba berubah bak kuburan ketika Soeun menampakkan diri. Murid-murid yang tadi heboh tampak pura-pura sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sementara Soeun terlihat tak terlalu peduli. Ia memilih bergerak ke bangkunya.

“Selamat pagi, Soeun…”

“Selamat pagi…” sahut Soeun masih sedingin dan sedater biasanya. Gadis itu kembali duduk ditempat duduknya, dan terlihat tak memperdulikan sekitarnya. Walau mungkin ia menyadari bahwa semua orang disekolah ini lagi-lagi kembali membicarakannya.

*

Riiing!!

Bel berbunyi dengan begitu nyaring ketika jam dinding tepat menunjuk keangka tiga. Goo Seonsaengnim yang tadi sedang menjelaskan pelajaran tampak berhenti menerangkan pelajaran. Ia kemudian menutup bukunya.

“Baiklah, itu untuk hari ini. pelajaran akan dilanjutkan dipertemuan selanjutnya. Selamat siang…”

“SIANG!!”

Kyuhyun ikut mengemasi buku-buku dan alat tulisnya seperti siswa lainnya. Namun sejenak pandangnnya beralih kesamping kanannya untuk melihat Soeun. Agak sedikit terdiam ketika menyadari bahwa gadis itu masih tertidur di tempatnya.

“Kyuhyun, aku duluan!”

Kyuhyun menoleh ketika satu-satunya siswa terakhir di kelas itu selain dirinya dan Soeun berseru padanya. Kyuhyun hanya menyahut dengan senyuman dan lambaian tangan. Setelah temannya itu pergi Kyuhyun menoleh kembali pada Soeun.

Wajah itu benar-benar terlihat begitu cantik ketika ia tertidur dengan tenang. Aliran nafasnya yang teratur, wajahnya yang polos… semuanya benar-benar terangkai dan menunjukkan sebuah keindahan. Betapa sungguh sayangnya semua keindahan itukarena selama ini telah terpudarkan karena jarangnya pemilik wajah ini menunjukkan walau sebuah senyuman. Juga begitu bodohnya kah orang-orang diluar sana? Kenapa mereka tega mengucilkan dan menuduh pemilik wajah ini sebagai seorang pembawa kesialan ataupun seorang pembunuh. Pernahkah mereka berfikir kalau wajah ini terlihat terlalu polos untuk melakukan itu semua?

!

Kyuhyun tersadar dari lamunannya ketika pemilik wajah yang terus dipandangnya tiba-tiba sedikit melenguh dan tak lama membuka matanya. Sosok itu tampak cukup kaget ketika matanya langsung menemukan mata Kyuhyun ketika pertama kali membukanya. Kyuhyun langsung tersadar setelah itu.

“Eung—“

Kyuhyun tak jadi melanjutkan kata-katanya ketika gadis itu mulai bangun dari posisinya. Ia mulai membenahi barang-barangnya. Lalu tanpa mengucapkan apapun langsung bangkit dan meninggalkan Kyuhyun. Meninggalkan Kyuhyun yang masih bingung sambil terpaku.

“Ada apa sebenarnya dengannya?”

*

“Hey, Kim So Eun!”

Gadis itu menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggil namanya. Tak lama terdengar suara langkah kaki menggema kedekatnya. Tanpa berbalik dan melihat pun Soeun sudah tahu siapa yang datang.

“Kenapa meninggalkanku begitu saja? Kukira kita bisa pulang bersama karena kita satu arah…” ucap Kyuhyun setelah berada disamping Soeun. Soeun hanya menoleh sekilas, tak berkomentar, lalu kembali melanjutkan jalannya. Seperti tak menganggap keadaan Kyuhyun. “Tsk, kenapa kau begitu pendiam…”

Kyuhyun kembali mengikuti Soeun. Berjalan bersamanya.

“Kita sudah berteman dan duduk sebangku selama sebulan. Seharusnya kau adalah orang yang paling dekat denganku di sekolah ini. tapi sayang sekali nyatanya tak seperti itu…” kata Kyuhyun terus berceloteh dan mengajak Soeun berbicara.

“Aku tinggal di Gangnam. Dimana rumahmu?” tanya Kyuhyun masih tak menyerah. Ia menatap Soeun yang masih juga menunjukkan reaksi menerimanya atas kehadiran Kyuhyun. Wajahnya masih juga datar. “Soeun? kau tak mendengarku?”

Langkah Soeun terhenti. Membuat Kyuhyun juga berhenti. Kyuhyun mengalihkan perhatiannya menuju arah pandangan Soeun. lurus. Melihat air hujan yang kembali menyapa bumi.

“Ahh, hujan lagi. Tsk, sangat sulit pulang kalau begini…” keluh Kyuhyun sambil menengadah melihat hujan. Sementara Soeun tampak juga masih terpaku melihat sang hujan. Iris beningnya tampak mengikuti air-air yang turun.

“Ini hujan. Kau membawa payy- Eh! Kau mau kemana?”

Soeun lagi-lagi tak menyahuti ucapan Kyuhyun. Gadis itu kemudian berjalan menebus hujan begitu saja. Meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di lobby.

“Hey! Kembali! Kau bisa sakit!!” Seru Kyuhyun keras. Namun Soeun tak juga mendengarnya dan terus berjalan menembus hujan. “Yaah Soeun! Kim So Eun!!”

“Aish.. kenapa dia begitu keras kepala?” Kyuhyun mengomel pendek. “Atau apa aku harus ikut hujan-hujanan untuk mendekatinya?”

“TUAN MUDA!!”

Kyuhyun yang hendak menerjang hujan mengundurkan niatnya. Seorang laki-laki dengan payung biru tampak berlari kearahnya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya.

*

“Hai Soeun, selamat pagi..”

Kyuhyun kembali menyapa Soeun sebelum ia duduk. Ia tersenyum pada teman sebangkunya yang masih juga mengacuhkannya.

“Oiya, bukankah kemaren kau pulang hujan-hujanan. Sekarang bagaimana? Apa kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun yang kembali diacuhkan. Namja Cho itu tersenyum. “Kuharap kau baik-baik saja…”

“Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya ketika mendengar seseorang berdiri disampingnya. Ham Eunjung, gadis itu tampak menatapnya dengan pandangan yang aneh. Sebelum akhirnya meraih tangan Kyuhyun. Menarik dan membawanya keluar.

“Ada-apa?” tanya Kyuhyun risih setelah mereka keluar dari kelas. Eunjung melepas tangannya disana.

“Kyuhyun apa yang kau lakukan? Kau mau cari gara-gara?”

“Apa maksudmu?”

“Tsk…” gadis itu berdecak. “Teman sebangkumu. Sudah kami t uteru menjauh darinya kalau kau ingin selamat. Sekarang kenapa kau malah semakin dekat dengannya…”

“Tsk, aku tak mau. Sudah kubilang aku tak percaya dengan itu…”

“Astaga…” Eunjung mngeluh. “Sudah seminggu kau disini. Kau sudah lihat sendiri bukan? Kang Joon Hyun, anak laki-laki yang meninggal beberapa hari yang lalu. Dia meninggal tak terlalu lama setelah ia memaki Soeun. kau lihat sendiri hal itu…”

“Itu bisa saja hanya kebetulan…”

“Kau yakin itu hanya kebetulan? Aku yakin, diam-diam kau sebenarnya merasa ragu dengan komitmentmu…” ucap Eunjung dengan pandangan menyelidik. Kyuhyun langsung tergagap ditanya seperti itu, sulit untuk berfikir. Sementara Eunjung tertawa kecil. “Kau ragu, bukan?”

“Tsk, terserahlah. Yang penting aku tak akan percaya dengan begini saja. Aku yakin dibalik semua ini ada sesuatu yang rahasia..” ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Eunjung. Namun lagi-lagi seruan Eunjung membuat langkahnya terhenti.

“Sebaiknya fikir dua kali, tiga kali, kalau bisa ratusan kali. Jangan sampai main-mainmu membuat nyawamu terancam!”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Lalu melanjutkan langkahnya kedalam.

*

Murid-murid langsung berhamburan ketika mendengarkan bel itu berbunyi. Mereka bahkan meninggalkan guru mereka yang belum menutup pelajaran begitu saja. Membuat sang guru hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Soeun…”

Soeun mengalihkan perhatiannya dari jendela pada rekan sebangkunya ketika mendengar namanya dipanggil. Seperti biasa, Kyuhyun masih berada disana dengan senyuman yang sama.

“Bagaimana kalau hari ini kita ke kantin bersama?”

“Aku tak lapar..” Soeun menyahut datar dan tak bersemangat.

“Kita masih punya kelas sampai empat jam kedepan. Kau yakin sampai saat itu kau tetap tak akan lapar?” tanya Kyuhyun lagi. Soeun tak menyahutinya, gadis itu hanya kembali mengalihkan perhatiannya keluar jendela. Menatap langit. “Hum.. baiklah kalau begitu. Kau benar, kadang terlalu banyak makan ketika jam istirahat membuat kita malas, bukan begitu? Jadi kita tinggal saja di kelas…” ucap Kyuhyun sambil mencari sesuatu dari laci mejanya. Ia kemudian tampak asyik dengan benda itu.

Soeun mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun tak lama setelah Kyuhyun diam. Benar saja, pemuda itu tampak sudah sibuk larut dengan PSP-nya. tampak begitu tekun dan mulai melupakan sekitarnya. Ia tak menyadari bahwa saat itu Soeun menatapnya sedikit lama, sedikit dalam.

*

Gadis dengan name tag KIM SO EUN t uterus membawa langkahnya pelan memasuki keramaian. Wajahnya tertunduk, menatap tanah dibawahnya. Kadang, karena hal itu kadang ia tak sadar bahwa ada seseorang di depannya. Membuat mereka bertabrakan dan orang-orang itu sedikit menegurnya. Namun telinganya seperti tuli, nyatanya ia masih juga berjalan dengan kepalanya tertunduk kebawah.

Tanpa ia ketahui, seseorang yang menggenakan saragam yang sama dengannya mengikutinya secara diam-diam. Siswa yang juga menjadi teman sebangkunya itu tampak terus mengikutinya meretas jalan pulang.

Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika melihat Soeun berhenti. Ia sedikit bergeser, mengatisipasi Soeun menyadari keberadaannya dengan bersembunyi dibalik sebuah tembok toko yang ada disana.

Soeun tampak berhenti tepat didepan sebuah toko pakaian. Kepalanya yang tertunduk kali ini bergerak kearah dalam toko. Menembus etalase untuk melihat kedalam sana.

Di dalam sana tampak sepasang ibu dan anaknya yang masih kecil yang tampak tengah berbelanja. Ibunya yang tampak terlalu sibuk dengan kegiatannya sampai sedikit mengabaikan putri kecilnya yang terlalu bosan menunggu. Sehingga anak kecil itu terus merengek dan menarik-narik baju ibunya.

Ekspresi Soeun tiba-tiba berubah dari tenang dan datar menjadi gelisah. Tangan dan kakinya sedikit bergetar karena terlihat ketakutan. Merasa tak tahan gadis itu mengalihkan perhatiannya dan langsung melarikan diri darisana.

“Apa yang terjadi padanya?” tanya Kyuhyun sambil keluar dari persembunyiannya dan berniat mengikuti arah pergi Soeun. namun langkahnya terhenti tepat di depan toko yang tadi diperhatikan Soeun karena suasananya berubah ribut. Kyuhyun yang bingung melihat orang-orang berdatangan kedalam ikut memperhatikan apa yang terjadi. Ia sedikit kaget melihat seorang ibu yang menangisi anak perempuannya yang terjatuh karena kelengahannya. Anak kecil itu langsung meninggal karena kepalanya terbentur keras.

Kyuhyun langsung mengalihkan perhatiannya dari pusat keributan. Kepalanya bahkan langsung blank begitu saja.

*

Soeun langsung menutup rapat pintu kamarnya setelah ia memasukinya. Ia bersandar di pintu itu sambil terus memegangi dadanya. Keringatnya mengaliri seluruh wajahnya, bersatu padu sama air matanya. Tubuhnya kemudian merosot kebawah.

“Tolong pergi dariku. Kumohon…”

Ia terus terisak sambil menutup rapat kedua belah telinganya.

*

“Hey American Boy, Tornado apa yang membawamu kemari?”

Kyuhyun yang melamun segera mengangkat wajahnya ketika mendengar suara yang dikenalnya. Dari dalam dilihatnya seorang laki-laki yang berjalan keluar dengan kopi ditangannya. Laki-laki itu duduk tepat didepan Kyuhyun.

“Hay hyung, bagaimana khabarmu?” tanya Kyuhyun basa-basi.

“Khabarku tentu saja selalu baik. Kau yang tidak baik sepertinya…” laki-laki itu terkekeh. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum sedikit malu sambil menggaruk kepalanya. “Apa yang membawamu kemari, Cho Kyuhyun?”

*

“Menurutku memang tentu saja ada orang seperti itu. Seseorang yang membawa aura hitam dalam dirinya sehingga dapat membawa dampak ekstrim untuk orang-orang disampingnya…”

“Itu bisa saja adalah factor keturunan..”

“Namun hal itu bisa juga hanya sebatas kebetulan. Kau tahu bukan, orang-orang kadang terlalu melebihkan. Bisa saja semuanya hanya omong kosong yang kebetulan terjadi, dan temanmu itu menjadi korban Bully…”

“Namun lebih dari semua itu yang kudengar dari ceritamu adalah bahwa ia bukan orang yang jahat. Ia mungkin malah sangat tersiksa dengan kenyataan yang ada. Lupakan benar atau tidaknya semua ini, tapi dilihat dari semua itu aku kasihan padanya. Usianya masih terlalu muda untuk menghadapi semua ini..”

“Arrh..”

Kyuhyun mengusap rambutnya kesal. Ia meletakkan PSP-nya begitu saja disampingnya. Sementara ia menghempaskan dirinya keatas tempat tidurnya.

“Ada apa sebenarnya dengan semua ini…” omelnya tak jelas. Ia memejamkan matanya untuk menenangkan fikirannya.

Tapi… kenapa Cho Kyuhyun si American Boy bisa begitu peduli seperti ini. jangan.. bilang kau tertarik padanya…”

Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya ketika ingat kata-kata Kangin – laki2 yang ditemuinya tadi – sekali lagi. Menatap langit diatasnya dengan berfikir.

“Tertarik padanya?” ulangnya bergumam.

“Ne, Araseo. Kau menyukainya, bukan begitu?”

“Ah, molla!!” Kyuhyun menutup wajahnya dengan salah satu bantal yang ada disekitarnya.

*

Hamparan seputih kapas itu terlihat damai bersama permainan angin. Butir demi butir mereka turun, singgah pada hamparan putih yang terlebih dahulu turun ke bumi. Semuanya tenang, damai, setidaknya sampai sebuah langkah terburu-buru menginjak mereka dan meninggalkan jejak.

Gadis dengan gaun seputih salju itu terus berlari ketakutan. Mencari pertolongan dari daerah yang benar-benar sepi dan tak berpenghuni. Nafasnya memburu, menggambarkan betapa beratnya beban ketakutan yang dirasakannya.

“Tolong!” Ia berteriak dengan suara bergetar. Berusaha mencari pertolongan di tanah yang sepi. “Tolong! Adakah orang?” ulangnya semakin keras.

“Tolong!!!”

Brugh!

Tubuh itu terjatuh ketika kakinya menendang sesuatu. Ia mengangkat wajahnya, menatap kebelakang ketika mendengar angin yang damai tadi berubah menjadi mencekam. Angin itu bertiup semakin dekat padanya, terus dekat, dan mencekam..

 

“Arrght!!”

Dengan tubuh yang bermandikan keringat Soeun terbangun dan langsung terduduk di tempat tidurnya ketika ia bermimpi. Gadis itu terdiam, memeluk kedua kakinya yang tertekuk lalu kembali menangis.

“Tolong jangan mengangguku lagi…”

*

“Soeun!”

Kyuhyun berseru keras ketika melihat Soeun di tengah perjalanannya kesekolah. Pemuda itu menurunkan kaca mobilnya untuk melihat Soeun yang sudah menghentikan langkahnya dan menoleh padanya.

“Soeun! kau mau ke sekolah. Ayo berangkat bersama!” ajak Kyuhyun ceria sambil melambaikan tangannya untuk mengajak Soeun masuk.

“Tidak perlu…” Soeun menyahut pelan sambil lanjut berjalan.

“Hey, tunggu!” Seru Kyuhyun lagi sambil membuka pintu mobil. “Pak Lee, anda mengantarku sampai disini saja. Aku akan ke sekolah sendiri. Hati-hati dijalan, Anyeong!!”

Kyuhyun kemudian mengejar Soeun.

“Hey, jalanmu cepat juga…” ucap Kyuhyun sambil bergabung bersama Soeun.

“Kenapa kau ikutan jalan?” tanya Soeun tanpa nada. Pandangannya masih terus menatap tanah dibawahnya.

“Tentu saja karena kita ini teman. Mana mungkin aku tetap naik mobil sementara teman sebangkuku berjalan, huh?”

“Siapa temanmu?”

“T-Tentu saja dirimu..” ucap Kyuhyun agak kaget dengan pertanyaan Soeun.

“Aku bukan temanmu…”

“Tsk, kita ini teman sekelas, teman sebangku. Kau lihat, terlalu banyak kata teman disana. Jadi kita teman-“

“Aku tak butuh teman…” ucapnya sambil menatap Kyuhyun. Tajam. “Aku tak ingin berteman. Jadi jangan membuang waktumu dengan terus mengikutiku. Itu kampungan…”

Kyuhyun terpaku setelah kata-kata Soeun. Ia menatap punggung Soeun yang mulai bergerak menjauh darinya. Ia menghirup nafas..

“Yah, Kim So Eun! Kau senang sekali meninggalkan temanmu!!” seru Kyuhyun sambil menyusul Soeun. Ia kembali berjalan bersama Soeun memasuki lingkungan sekolah mereka.

 

Sementara itu tanpa mereka sadari, tiga pasang mata terus memperhatikan mereka daritadi. Wajah mereka terlihat tak suka.

“Cho Kyuhyun sedang apa? Cari mati?” desis gadis yang berambut sebahu sinis. Dua rekannya menoleh padanya sambil mengerutkan dahi.

*

Kyuhyun menghentikan kegiatannya menulis sejenak dan mengalihkan perhatiannya pada Soeun. Seperti biasa, gadis itu juga ikut menulis ketika seluruh siswa menulis. Hanya bedanya siswa lain menyalin tulisan di papan tulis, sementara Soeun mengukir garis-garis abstrak di buku gambarnya.

Soeun menghentikan kegiatannya ketika Kyuhyun menggeser secarik kertas ke depannya. Soeun menunduk dan menatap kertas tersebut.

Kau masih marah mengenai yang tadi?

Soeun hanya mendesah sekilas, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa mengabaikan kertas tersebut. Hal itu membuat Kyuhyun menariknya lagi dan menulis sesuatu disana. Tak lama kertas itu digeser kembali padanya.

Jadi kau memang marah? Maaf, aku sama sekali tak berniat jahat. Aku hanya ingin berteman…

Kyuhyun menghela nafas lagi ketika melihat Soeun kembali mengacuhkan kertasnya. Ia menarik kertas itu lagi dan menulis sesuatu. Tak lama ia menggesernya kembali ke hadapan Soeun.

Jangan marah, ne? ^^

Soeun kembali mendesah dan memutar bola matanya bosan. Ia kemudian menarik kertas itu dan meremasnya hingga tak berbentuk. Kertas itu kemudian ia jatuhkan kebawah meja. Ia menatap tajam Kyuhyun yang menatapnya dengan ekspresi kaget.

*

Mobil itu melaju kencang meninggalkan lingkungan sekolah itu. Membuat orang-orang yang berada di jalan tampak sedikit menyingkir. Takut kena tabrak oleh sang sopir yang sepertinya tengah kesetanan.

“Nona, A-Anda serius?”

Sopir tua itu bertanya dengan nada bergetar. Ia menatap was-was pada sang tuan yang duduk dibangku penumpang bersama dua rekannya.

“Tentu saja aku yakin. Cepat lakukan…”

“Tapi, nona-“

“Jangan terlalu berisik. Hanya lakukan!”

“Eunjung-ah…” Eunji menepuk pundaknya. “Ini berbahaya, dia Kim So Eun. Si Pembawa sial…”

“Iya, Eunjung. Ini berbahaya kalau nanti kita ditangakap bagaimana?” Gayoon ikut berseru ngeri.

“Tsk, kalau kalian tak mau seharusnya tadi tak ikut. Seharusnya kalian tetap tinggal..”

“Tapi-“

“Tsk, diam. Just Enjoy the show…” ucap gadis itu tertawa kecil. Matanya menatap lurus kedepan menatap jalanan. Senyuman kembali terlihat di wajahnya.

‘Ini adalah balasan karena kau mendekati Kyuhyun…’

*

Soeun masih berjalan dengan kepala menunduk di bagian jalan yang kebetulan sepi. Sejenak, ketika mendengar suara bising yang aneh ia mengangkat wajahnya. Menatap ke belakangnya.

Ssrt!

Mobil itu terlalu jalan menepi, membuat Soeun terpaku melihat benda besi yang mendekatinya. Terus dekat, semakin dekat, hingga…

Ssrt!

Brugh!!

Soeun bangun dari tempatnya terjatuh. Memegangi lututnya yang mengeluarkan darah. Lalu kemudian perhatiannya beralih kearah mobil yang tadi menyerempetnya. Pandangannya berbeda, bukan, bukan tatapan marah, itu bukan tatapan marah. Tatapan itu lebih dalam daripada sebuah tatapan marah.

 

“HAHAHA!!”

Tiga gadis itu tertawa setelah melihat kebelakang. Mereka saling high Fie satu sama lain merasa kegirangan.

“Aish, kufikir kau benar-benar akan melindasnya!” Gayoon mengomel kencang sementara Eunjung malah tertawa.

“Kau fikir aku ini bodoh. Haha, yang benar saja!” ucap Eunjung kembali tertawa. Ya, ia benar-benar terlihat puas sepertinya.

*

Kyuhyun berbaring gelisah di tempat tidurnya. Daritadi ia terus berguling ke kanan dan ke kiri berusaha untung menenangkan diri walau nyatanya hal itu membuatnya semakin buruk.

Kyuhyun terduduk. Menggigit bibir bawahnya . Sejenak kejadian tadi siang ketika Soeun meremas kertas suratnya terbayang di benaknya. Membuat ia lagi-lagi menghela nafas berat dan memejamkan matanya.

“Aku bisa gila..”

Ia mengeluh sambil kembali berbaring dan membenamkan wajahnya keatas bantal dibawah wajahnya.

*

Kyuhyun datang disaat suasana begitu buruk. Semua orang tampak ribut-ribut kembali dan membicarakan sesuatu. Ketika ia masuk yang dilihatnya adalah wajah yang bersedih dan ketakutan. Bahkan di sudut kelas, Gayoon dan Eunji menangis sesegukan bersama beberapa siswi lainnya.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun begitu saja. Rekan disampingnya langsung menoleh padanya, dengan wajah lesu.

“Eunjung meninggal pagi ini. Mobilnya tabrakan dan terseret sejauh lima meter. Sopirnya koma…”

“Hiks.. Hiks… Ini pasti karena gadis pembawa sial itu. Demi tuhan, sampai kapan kita harus kehilangan teman-teman kita satu-satu karena kehadirannya. Tak bisakah ia pergi setelah mengambil Eunjung juga. Tak bisakah dia membuat kita tenang…” Eunji berteriak dengan histeris yang disambut bisik-bisik dari teman-teman sekelas mereka. Sementara Kyuhyun tampak menundukkan wajahnya, fikirannya terus blank jika ini dan ini terus dibahas.

“Hey! Kim So Eun datang. Tolong tenang!!”

Kelas itu krasak-krusuk sesaat ketika para murid yang tadi bertaburan kembali ketempat duduk mereka.  Mulai berlagak tak terjadi apa-apa. Hanya Kyuhyun yang tetap bertahan terpaku di depan kelas, sementara Eunji dan Gayoon terus menangis.

Langkah Soeun benar-benar terdengar senada dengan jarum jam. Semua orang tampak hening, larut dalam ketakutan. Dan ketika Soeun terlihat didepan pintu, kelas lebih tenang. Menyisakan bunyi jarum jam dan sesekali bunyi isakan Eunji dan Gayoon.

Soeun tampak mengangkat wajahnya melihat seisi kelas. Hanya sejenak, karena untuk selanjutnya ia kembali menunduk. Bergerak memasuki kelas dengan tundukan yang semakin dalam.

“Aku benar-benar sudah tak tahan!”

Langkah Soeun terdengar berhenti ketika terdengar seruan keras Eunji. Semua orang yang tadi menahan nafas melirik kebelakang, menatap kearah Eunji yang tampak berdiri dari tempat duduknya. Kembali larut dalam jeda, Eunji tampak bergerak dari tempat duduknya berjalan pelan kearah depan kelas mendekati Soeun dan Kyuhyun yang kebetulan masih terpaku disana.

Eunji menghentikan langkahnya tepat di depan Soeun. Menatapnya tajam.

“Kau..” ucapnya tajam pada Soeun. Matanya yang merah juga menghujam tak kalah tajam. “Sampai kapan kau berada disini? Kau tak malu juga? Kau tak punya rasa malu? Kenapa ka uterus bertahan dilingkungan dimana semua orang membencimu…” ucapan Eunji bahkan lebih keras daripada suara petir.

“Eunji-ah..” Gayoon berseru sambil mendekatinya. Memegangi tangannya. “Jangan lakukan itu, nanti kau celaka—“

“BIAR SAJA” ia menepis tangan Gayoon. “Biar aku mati, asal aku yang terakhir. Aku berharap setelah nanti aku mati dia pergi. Jadi biarkan aku mengatakan semua yang selama ini kita pendam agar ia tahu diri!”

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya dari Eunji pada Soeun. Melihat ekspresi Soeun yang tampak masih tak mengeluarkan suara.

“Kau pergilah! Tinggalkan kami. Kami terus seperti terkena kutukan ketika kau berada disini. Sekarang aku ingin berkorban, aku mau menjadi korban selanjutnya asal kau pergi setelah itu. Tolong pakai hati sedikit, biarkan kami hidup dengan tenang…”

“Eunji-ah..”

“Pergilah! KAU TAK DENGAR?!”

“Eunji-ah, jangan lakukan..”

“AKU BILANG PERGI!!”

Suasana semakin diam mendengar suara bentakan Eunji yang semakin keras. Mereka semua menundukkan kepalanya, sepertinya benar terlalu takut untuk membayangkan apapun untuk saat ini. Terlalu kenyang mungkin.

“A-Aku akan pergi. Maafkan aku..”

Kyuhyun dan yang lainnya mengangkat wajah mereka ketika gadis itu untuk pertama kali bersuara. Mereka terdiam melihat ekspresi yang Soeun tunjukan. Karena itu adalah ekspresi pertamanya selain ekspresi datar yang biasa ia tunjukan. Ia terlihat sedih.

“Maaf. Aku akan pergi…”

Kyuhyun merutuk dalam hati. Mengalihkan perhatiaanya menjadi menerawang  menatap langit-langit. Helaan nafas yang berat terdengar dan terdengar.

“Mulai besok kalian tak akan melihat diriku lagi. Maafkan aku…”

Soeun mundur satu langkah. Menatap teman sekelasnya dengan mata yang basah. Sebelum akhirnya berlari dan meninggalkan kelas tersebut.

Kyuhyun mendesah dan menurunkan kepalanya. Lalu setelah itu ia ikut berlari keluar kelas, meninggalkan teman-temannya yang mulai mengeluarkan suara mereka.

*

“SOEUN!” Seru Kyuhyun sambil terus mengejar Soeun yang sudah sampai didepan sekolah. Sementara Soeun tampak terus berlari dan tak menyahutinya. “SOEUN TUNGGU!”

“Soeun!”

Kyuhyun mendapatkan tangan Soeun. Membuat gadis itu berhenti dan langsung berbalik. Hingga Kyuhyun dapat melihat air mata yang memenuhi wajahnya.

“Lepaskan aku!”

“Kau mau kemana?”

“Itu bukan urusanmu. Lepaskan!”

“Kau dalam keadaan buruk. Kau bisa kenapa-napa kalau kau pergi dalam keadaan seperti ini..”

“Kau tak dengar mereka? aku tak akan celaka. Orang-orang disekitarku yang akan celaka. Tak dengar mereka?”

Kyuhyun reflek melepaskan pegangannya. Kaget dengan kata-kata Soeun.

“Soeun-ah…”

“Jangan dekati aku. Kau bisa terluka..”

“Soeun-“

“Kau satu-satunya teman yang kumiliki. Menjauhlah dariku sebelum kau ikut terluka disini…”

“Soeun-“

“Aku pergi!!”

Kyuhyun kembali membeku, terpaku menatap tangannya yang bahkan masih berada di udara ketika Soeun menolak untuk disentuh. Pandangannya beralih menuju Soeun yang berlari dan menjauh darinya. Lagi-lagi ia hanya bisa menghela nafas berulang kali.

*

Soeun duduk ditengah sebuah taman yang sepi. Ia duduk begitu saja pada hamparan rumput yang menghijau. Matanya yang masih mengeluarkan air mata terpejam. Menengadah menuju langit yang mendung.

“Hujan.. hujan.. tak bisakah kau datang sekarang? Aku membutuhkanmu untuk menghapus air mataku…”

Suaranya terdengar serak. Sementara ia masih disana, duduk tenang disana sambil terus memejamkan matanya dan menengadah keangkasa. Menunggu sang hujan akan membasahinya.

“Tak bisakah kau datang sekarang? Aku membutuhkanmu…”

“Datanglah, hanya kau yang bisa menghapus air mataku. Hanya kau yang mau…”

“Hanya kau yang bersedia…”

“Aku juga bersedia..”

Soeun reflek membuka matanya dan melihat kesebelah kirinya ketika mendengar suara. Ia begitu kaget, langsung beranjak sedikit menjauh dari tempatnya.

“K-Kau? Bagaimana kau berada disini?” tanya Soeun bingung.

“Naluri seorang teman…” Kyuhyun menyahut ringan. Mengalihkan perhatiannya dari langit menuju Soeun. “Kau.. temanku. Kenapa kau meninggalkanku begitu saja tadi dan pergi ketempat seindah ini tanpa mengajakku…” tanya Kyuhyun ceria. Soeun tak menyahut, hanya terdiam sambil menghapus air matanya.

Kyuhyun lebih menatap Soeun. mencari sesuatu dari dalam sakunya, lalu mendekati Soeun. Tangannya terulur hendak menghapus air mata Soeun dengan sebuah sapu tangan.

“Jangan lakukan!”

Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya ketika Soeun menjauhkan wajahnya. Tak mau menatapnya.

“Kau bilang kau butuh sesuatu untuk menghapus air matamu. Hujan sedang tak bisa membantumu oleh sebab itu aku yang turun tangan, aku juga bisa menghapus air matamu..”

“Aku bilang jangan lakukan!” Soeun kembali menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun ketika tangan Kyuhyun kembali berniat menghapus air matanya. Kyuhyun kembali tersenyum.

“Tenang saja, sapu tanganku tidak terbuat dari ujung pisau. Kau tak akan terluka…”

Soeun kali ini hanya terdiam. Membiarkan Kyuhyun melakukan apa yang sejak tadi ingin dilakukannya. Menghapus air matanya.

“Nah, sudah kembali cantik..” Kyuhyun bergumam puas setelah selesai menghapus air mata Soeun. Ia mengantongi kembali sapu tangannya dan tersenyum. Sementara Soeun masih terdiam sambil menyembunyikan wajahnya dari Kyuhyun.

*

“Haah… ini sudah tiga puluh menit. Apa kita akan terus diam seperti ini?”

Kyuhyun beralih kembali pada Soeun. Gadis itu balas menatap padanya, lalu mengalihkan kembali.

“Kali ini harus pakai cara apa? Bicara secara langsung kau hanya menyahut sesekali. Menggunakan surat kau malah merobeknya. Lalu pakai cara apalagi?”

“Hum, beri aku nomor ponselmu?!” tanya Kyuhyun semangat sambil menghadap Soeun.

“Aku tak punya ponsel…” Soeun menyahut datar.

“Issh, memang kau manusia zaman apa tak punya ponsel..” Kyuhyun mendesis dengan wajah pura-pura kesal. Tapi tiba-tiba ia menyesal, melirik pada Soeun.

“Aku bukan manusia yang terlahir sejak seribu tahun yang lalu. Kau tak usah bingung soal itu..”

“Hum, wah! Kau bisa membaca fikiranku?”

“Tanpa kemampuan membaca fikiran semua orang tetap akan tahu arah fikiranmu…”

“Kurasa tidak semua orang. Hanya kau..” ucap Kyuhyun sambil tersenyum. Kyuhyun diam-diam bergeser sedikit dari tempatnya. “Aku.. mengikutimu sejak beberapa minggu yang lalu. Kau.. tahu itu?”

“Tentu saja. Kau bukan stalker yang hebat…”

“Issh, berarti selama ini aku mempermalukan diri sendiri…” gumam Kyuhyun

“Rata-rata setiap stalker tidak baik. Pemaksaan..”

“Pemaksaan? Y-Yah, aku tak berniat jahat. Yang aku lakukan waktu itu sama sekali tak berniat jahat. Aku—“

“Aku tahu..” Soeun memotong ucapan Kyuhyun. Kyuhyun menatapnya lebih. “Dari pertama melihatmu, aku tahu kau berbeda. Sangat berbeda…”

“Kau.. benar-benar punya indera keenam?”

“Mereka menyebutnya begitu…”

“Sebenarnya apa memang begitu?” tanya Kyuhyun lagi.

“Yah, sejak kapan kau sudah sampai disini?” tanya Soeun cukup kaget karena Kyuhyun sudah tepat berada disampingnya. Kyuhyun nyengir.

“Berarti kau tak punya indera keenam..” simpulnya sambil tersenyum. Soeun menundukkan wajahnya.

“Aku punya. Bahkan lebih buruk daripada itu..”

“Huh?”

“Kematian-kematian itu… semuanya memang ada hubungannya denganku. Mereka tak terlalu salah menyebutku sebagai pembawa sial…”

“Soeun-“

“Kyuhyun…” Soeun menoleh padanya. “Berhenti menutup telingamu dengan kenyataan. Semua itu benar, kau menemukannya sendiri…”

Kyuhyun berdecak dan menghela nafasnya.

“Aku mulai curiga.. tapi aku tidak tahu apa-apa…”

“Dengarkan mereka. kalau mereka menyuruhmu untuk menjauhiku sebaiknya kau lakukan. Nanti kau celaka…”

“Soeun-ah…” panggil Kyuhyun. “Tapi itu sama sekali bukan tipeku. Aku tak bisa membiarkan semuanya seperti ini. Melihat mereka terus memperlakukanmu seperti itu…”

“Kita adalah teman…”

Soeun kembali menatap Kyuhyun ketika kata-katanya yang terakhir lebih memelas.

“Itu adalah jalan hidupku. Takdir…”

“Lantas kenapa takdirmu harus seperti itu? tolong beritahu aku…”

“Tidak..” Soeun menggeleng kepalanya. “Memberitahumu berarti sama dengan artinya resiko bahayamu semakin besar. Aku tak bisa memberitahumu…”

“Kau bilang semua orang yang dekat denganmu juga akan celaka. Lantas apalagi sekarang, kita sudah dekat. Itu artinya aku juga akan celaka, jadi untuk apalagi menyembunyikannya dariku..”

“Kyu!” Soeun menoleh padanya. “Apa yang kau katakan?”

“Aku benar-benar benci. Kau mau aku jujur? Aku memang curiga tapi aku tetap tak percaya. Gadis pembawa sial, sixth sense, kematian. Aku tak percaya semua itu! bagiku seharusnya kau hidup seperti manusia lainnya!”

“Kau memang selalu tak bisa mengerti. Aku pergi!”

“Tapi pernahkah kau mengerti padaku?!”

Soeun menghentikan langkahnya ketika Kyuhyun kembali berseru.

“Aku menyukaimu, oh tidak, aku mencintaimu. Kau mengerti itu? kau bilang kau punya Sixth sense seharusnya kau tahu itu!”

“Kau tak tahu itu? berarti kau tak punya Sixth sense. Semuanya Bullshit!!”

“Jangan membuatku patah hati, jangan terus menyiksa dirimu. Hiduplah dengan normal…”

“Aku pergi!!” ucap Soeun sambil melanjutkan jalannya. Meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

“KUHARAP HARI INI HUJAN JADI KAU BISA MENGHAPUS AIR MATAMU! KAU BILANG BEGITU BUKAN? PADAHAL BANYAK PENJUAL SAPU TANGAN DILUAR SANA, KAU TAHU?! KAU TAK PERLU HUJAN UNTUK MENGHAPUS AIR MATAMU. KAU DENGAR ITU?!”

Soeun tampak terus berlari dari tempat itu sambil menutup telinganya. Tak ingin mendengar semua kata-kata Kyuhyun.

“Sialan!” Kyuhyun berseru sambil menendang sebuah batu di depan kakinya.

*

“Ibu!! Ibu!!”

Soeun berteriak-teriak sambil memasuki seluruh rumahnya. Berusaha mencari-cari seseorang hingga langkahnya terhenti begitu melihat seorang wanita di dapur.

“Soeun-“

“Ibu! Kutukan ini sampai kapan? Tak bisakah dihentikan saja?” tanya Soeun terisak-isak. Wanita itu menghela nafasnya. “Aku baru saja mendapatkan seorang teman. Dia mau dibunuh juga? Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkannya. Bagaimana caranya? Bagaimana caranya menghentikan semua ini? Apa perlu aku mati dulu?”

Soeun terduduk dilantai. Menangis dengan begitu hebat sambil menatap ibunya yang hanya bisa menundukkan wajahnya.

*

Tok Tok Tok…

“Kyu!!”

“Kyuhyun!!”

“Kyu!!”

Kyuhyun menyingkap selimut di wajahnya ketika mendengar suara ketukan pintu dan suara ibunya. Menatap pintu dengan malas.

“Aku tak lapar! Kalau lapar aku akan mengambil makanan sendiri!” sahut Kyuhyun sambil menutup tubuhnya lagi.

“Kyu! Ini aku!”

Kyuhyun membuka selimutnya lagi ketika mendengar suara yang lain. Menatap pintu.

“Kangin hyung?”

“Ne. buka pintunya dan biarkan aku masuk. Ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu…”

*

Kyuhyun berdiri di depan jendela sambil melipat tangannya. Sementara Kangin duduk di tepian tempat tidurnya.

“Kudengar dari kemarin sepulang sekolah kau tidak makan. Aku membawa makanan…”

“Aku tak lapar..”

Kangin menghela nafas. Tersenyum sambil kembali menatap Kyuhyun.

“Aku faham kalau sedang patah hati itu semuanya tak enak dimakan. Tapi kalau terus seperti ini kau akan sakit dan tak bisa menyelamatkan wanita taksiranmu..”

Kyuhyun menoleh kearah Kangin.

“Apa maksudmu?” tanyanya tak mengerti. Kangin menghela nafas.

“Setelah kau mengunjungiku terakhir kali aku mempelajari kasus temanmu eng.. maksudku gadis yang kau sukai. Dan dengan keahlianku aku menemukannya…”

“Apa maksudmu, hyung?” tanya Kyuhyun sambil mendekat. Duduk disamping Kangin. Kangin tersenyum miris, lalu memegang bahunya.

“Cerita yang berkembang banyak benarnya. Gadismu… memang memiliki aura itu. Aura yang membuat orang lain celaka, dia mendapat kutukan…”

“K-Kutukan?”

“Aku tak tahu pasti kutukan seperti apa. Yang jelas kenyataannya memang seperti itu…” Kangin menghela nafas. “Hidupnya serumit itu…”

Kyuhyun terdiam, menghela nafasnya. Lalu ia kembali menatap Kangin.

“Tak bisakah kita melakukan sesuatu? Maksudku, tak bisakah kita membebaskannya?” tanya Kyuhyun penuh harapan.

“Sebenarnya ada cara…” sahut Kangin pelan. Ia lalu melirik Kyuhyun. “Tapi kesempatannya kecil dan ini berbahaya…”

“Berbahaya?”

*

“Soeun! buka pintunya sayang. Ada seseorang yang mencarimu…” terdengar seruan ibunya. Soeun yang tadinya sedang duduk didekat jendela mengalihkan perhatiannya. Menatap kearah pintu.

“Soeun!”

Klek!

“Soeun!” Panggil ibunya setelah memasuki kamar Soeun. wanita itu mendekati Soeun dan memegangi bahunya. “Ada tamumu menunggu diluar, putriku. Segera temui dia…”

“Siapa yang datang, ibu? Malaikat kematianku?”

“Soeun…” Wanita itu mencium rambut Soeun. “Maafkan ibu, ya. Kau harus merasakan semua ini karena kesalahan ibu…” ia memeluk Soeun.

“Segera temui tamumu. Dia bilang, dia adalah satu-satunya teman yang kau punya. Kau dengar itu, sayang? Itu orang yang kau suka bukan? Cepat lihat dia, ibu berfirasat sesuatu akan terjadi padanya. Cepat lihat dia sebelum dia menjadi korban selanjutnya…”

Soeun terdiam sambil menghapus air matanya.

*

“Soeun!”

Kyuhyun berseru sambil berdiri dari tempat duduknya. Sebuklet lili terlihat ditangannya. Sementara Soeun hanya terdiam, ia menatap lantai disekitar Kyuhyun. Lalu mengalihkan perhatiannya.

“Untuk apa kau datang?”

“Untuk melakukan tanggung jawab sebagai teman. Temanku sakit dan tak pernah kesekolah, sebagai teman aku datang untuk melakukan etika seorang teman..”

“Aku sudah sembuh jadi tidak—“

“Menurut jadwal bukannya aku mati hari ini?”

Soeun menghentikan langkahnya, berbalik kebelakang dan menatap Kyuhyun.

“Kau tak dapat melihat bayanganku bukan? Itu tandanya aku mati hari ini, mungkin setelah meninggalkan tempat ini. Tak maukah kau mengucapkan selamat tinggal?”

“Kyuhyun…”

“Aku mau mati hari ini. aku tahu itu…” ucap Kyuhyun sambil tersenyum. “Terimalah pemberian terakhirku..” Kyuhyun mengulurkan bunganya.

“Cukup! Jangan teruskan! Hanya pergi, hanya mati!” Seru Soeun keras. Air matanya mengaliri wajahnya.

“Yah.. aku sama dengan yang lain. Korban dari takdirmu, kau juga tak seharusnya peduli. Walau aku sebenarnya kecewa..” Kyuhyun tersenyum miris. “Tapi… bolehkah aku mengatakan sesuatu untuk terakhir kalinya padamu?”

“Jangan katakan lelucon itu lagi!”

“Huh? Tapi aku hanya punya lelucon ini, aku harus bagaimana hum?”

“Aku tak menyukaimu!”

“Aku juga tak menyukaimu!” balas Kyuhyun. “Tapi aku mencintaimu…”

“CUKUP CHO KYUHYUN! CUKUP!!”

Kyuhyun kembali tersenyum miris.

“Ya, cukup.. aku hanya ingin mengatakan itu…” ia menghapus air matanya yang sempat jatuh. “Selamat tinggal, kuharap hidupmu bahagia setelah aku pergi. Walau itu mustahil, bukan begitu?”

“Aku pergi, terimalah bunga ini. paling tidak ketika kau datang ke acara pemakamanku kau tak perlu membeli bunga baru. Kudengar bunga ini bertahan hingga seminggu…”

“Bodoh! Hentikan leluconmu!”

“Huh, maaf telah menganggumu. Aku akan pergi, sampaikan salamku pada ibumu. Anyeong…”

Kyuhyun memberikan senyuman terakhirnya, sebelum akhirnya mulai bergerak kearah pintu. Meninggalkan Soeun yang terpaku. Langkah Kyuhyun terdengar menjauh setelah itu.

“Aku tak apa-apa.. nyatanya selalu begini..” Soeun berbalik sambil menghapus air matanya. Berjalan dengan pelan kembali ke kamarnya. “Aku tak akan merasa kehilangan kalau Cho Kyuhyun pergi. Tidak apa-apa, ya.. tidak apa-apa…” ia kembali bergumam pada dirinya sendiri sambil menghapus air matanya. Namun baru saja hendak melangkahkan kakinya ketangga pertama ia menghentikan langkahnya.

“Tapi kenapa aku menangis?”

*

Kyuhyun menyandarkan dirinya ke sandaran lift. Memejamkan matanya dan mengusap air mata secara kasar.

“Aku sudah melakukan semuanya. Aku sudah berusaha semampuku. Apapun yang terjadi sekarang hanya tinggal menunggu takdirku…”

“Hhum… takdirku…”

Kyuhyun memejamkan matanya erat. Menahan air matanya, walau air-air itu terus menerobos keluar.

“Selamat tinggal Kim So Eun. Aku mencintaimu…”

*

“Kyuhyun~”

Soeun langsung menerobos keramaian ketika ia baru keluar dari lift. Matanya dengan liar mencari seseorang yang tadi diacuhkannya namun kali ini kembali dicarinya. Raut wajah Soeun begitu panik, kalut, bayangan buruk memenuhi memory-nya.

“Kyuhyun~

Soeun menghentikan langkahnya di depan pintu apartement. Menatap gelisah sekitarnya untuk mencari-cari Kyuhyun. Berharap masih bisa menemukannya dan ia tak terlalu terlambat.

“Kyuhyun~”

*

Kyuhyun tersenyum tipis sambil menatap jalanan yang begitu ramai dilalui kendaraan. Ia menundukkan wajahnya, menatap jalanan dikakinya.

“Kurasa bunuh diri lebih baik daripada mati secara dipaksa. Setidaknya aku terlihat tak terlalu sepeti seorang pecundang..” ia kembali tersenyum miris. Ia kemudian menengadah, menatap langit diatas sana.

“Setelah aku mati kuharap akan turun hujan. Jadi ada yang menghapus air mata Soeun…”

“Huh…” dia kembali tersenyum sinis. “Dia bahkan mungkin tak akan menangis…”

“Aah, apa yang aku fikirkan?” ia mengusap wajahnya dengan kasar. “Pukul dua siang. Sepertinya waktu yang cukup baik untuk mati…” gumamnya masih juga tersenyum tipis. Selanjutnya ia bersiap, melirik jalan yang ramai sebelum akhirnya mulai bergerak secara perlahan ketengah jalan.

“Saatnya mengucapkan selamat tinggal…”

*

“Kyuhyun!!”

Soeun berseru keras setelah melihat Kyuhyun. Namun ekspresinya berubah begitu mulai menyadari sesuatu. Kyuhyun mau bunuh diri?

“Kyuhyun! Jangan lakukan!”

Kyuhyun tak mendengarnya dan terus berjalan ketengah jalan dengan perlahan.

“Kyu!”

“Kyuhyun-ah!!”

“KYU!!”

Dan kau lihat itu? takdir itu berjalan kembali…

*

“Ada tabrakan!”

“Ada tabrakan!”

“ADA TABRAKAN!!”

Kyuhyun memegangi kepalanya yang benar-benar sakit. Ia kemudian berusaha menguatkan diri untuk bangun melihat sekitarnya yang sudah begitu panik.

“S-Soeun…”

Kyuhyun sedikit menguatkan diri untuk bangun. Dengan terhuyung ia menyeret langkahnya menuju pusat keramaian. Langsung menerobos disana.

“Soeun..” ia berseru lemah sambil menghampiri gadis yang sudah berlumuran darah itu. Sedikit susah payah Kyuhyun mencapai Soeun dan memeluknya. “Soeun-ah, bangun. Kau mendengarku? Tolong, KATANYA KAU TAK PEDULI PADAKU! SEKARANG KENAPA KAU DISINI?!”

“Soeun-ah, kumohon bangunlah… tolong, ini tanggal kematianku JANGAN MERUBAH TAKDIRMU!!”

“Soeun-ah…”

Kyuhyun memeluk tubuh Soeun. Memeganginya dengan erat seakan takut melepasnya. Sementara air matanya mengalir, bersama cairan kental yang mengalir dari salah satu dahinya.

“Soeun-ah, jangan tinggalkan aku. Kau tak bisa selalu meninggalkan temanmu seperti ini. Kumohon…”

“Kumohon…”

[The End]….

BECANDA😄

Kyuhyun terus meremas rambutnya dengan kuat. Berusaha meredam rasa takut yang dirasakannya. Nafasnya terdengar begitu kuat. Menggambarkan suasana hatinya yang sama sekali tidak baik. Sangat tidak baik.

“Nak Kyuhyun…”

Kyuhyun menoleh ketika merasakan seseorang menyentuh bahunya. Ibu Soeun tampak tersenyum padanya.

“Istirahatlah ke kamarmu. Kau juga terluka…” ucap nyonya Kim sambil tersenyum. Kyuhyun menggeleng.

“Bagaimana Soeun, nyonya?”

Wanita itu kembali tersenyum halus. “Dia masih di dalam. Dokternya belum juga keluar…”

“Maafkan aku, maafkan semua yang telah aku rencanakan. Seharusnya aku tak melakukan ini, bukan? Aku seharusnya tak menyakitinya…”

“Kau melakukan hal yang benar..” wanita itu tersenyum lagi. “Sebenarnya, aku tahu bahwa satu-satunya menghapus kutukan itu adalah dengan cara seperti ini. Tapi aku tak pernah mengatakannya pada Soeun. Aku takut ia akan melakukan hal nekad seperti ini untuk menyelamatkan semuanya. Lalu aku kehilangan dia…” ucap wanita itu penuh emosi. Air mata menuruni pipinya.

“Ini memang tak seharusnya. Tapi, bolehkah aku tahu kenapa Soeun bisa mendapatkan kutukan seperti ini?” tanya Kyuhyun hati-hati. Wanita itu menggigit bibir bawahnya, menutup matanya sejenak sebelum akhirnya menatap Kyuhyun.

“Ini kesalahan kami orang tuanya…”

“Dulu… ayah Soeun adalah seseorang yang menyukai hal-hal yang gila. Ia mempunyai kemampuan membaca masa depan, namun ia terlalu tamak dalam hal itu dia sampai melakukan hal yang terlarang. Ia terus berusaha meningkatkan kemampuannya tersebut hingga ia menjadi tidak peka dengan kehidupan nyata. Pada akhirnya, ia membuat sebuah kesalahan besar yang akhirnya berdampak pada Soeun yang saat itu masih dua bulan dalam kandunganku…”

“Dia membunuh gurunya…” wanita itu mengigit bibir bawahnya. “Mereka bertengkar karena perbedaan misi, lalu ayah Soeun membunuhnya. Sebelum meninggal, gurunya mengucapkan sebuah sumpah bahwa anak kami yang berada dalam kandunganku tidak akan pernah merasa bahagia. Dia akan terkena sial dan menjadi mimpi buruk bagi orang-orang sekitarnya…”

“Lalu ayah Soeun?”

“Dia juga mengorbankan dirinya. Ia memperlajari cara untuk menghilangkan kutukan ini, dan ia mendapatkannya dengan syarat nyawanya sendiri..”

“Dia meninggal saat Soeun baru berumur dua hari. Sebelum pergi, ia datang dan menggendong Soeun disaat itu ia membisikkan sesuatu yang sebenarnya hanya aku yang tahu…”

“Kutukan itu akan hilang jika suatu saat ada salah satu korban yang benar-benar mencintai Soeun dan Soeun juga mau berbuat segalanya untuknya, termasuk menggantikan korbannya dengan dirinya sendiri…”

“Ini memang terdengar konyol, tapi ada saatnya hal konyol itu benar-benar terjadi, bukan begitu?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan. Matanya kembali terpejam ketika cairan bening itu kembali mengaliri pipinya.

“Nak Kyuhyun, benar-benar mencintai Soeun, bukan begitu?” wanita itu kembali bertanya pada Kyuhyun. Kyuhyun menoleh padanya dan mengangguk.

“Ne, sangat mencintai Soeun…”

“Kalau begitu harapannya begitu besar bahwa kutukan itu sudah terhapus. Sekarang kita hanya menunggu kesadaran Soeun…”

“Aku juga berharap begitu. Walau aku masih ragu ia akan memaafkanku karena aku telah berusaha membuatnya seperti sekarang. Dan juga… aku tak tahu apa dia mempunyai rasa yang sama…”

“Dia memilikinya…” wanita itu tersenyum sambil mencari sesuatu dari sakunya. Lalu menyerahkan pada Kyuhyun. “Aku menemukan ini di kamarnya. Kulihat dia begitu menjaga benda jelek ini. Ku yakin ini darimu, bukan begitu?”

Kyuhyun terdiam, menatap benda yang diulurkan nyonya Kim. Lalu dengan tangan bergetar ia mengambilnya.

“Kertas ini.. hari itu dia membuangnya…” kata Kyuhyun sambil menggenggam sebuah kertas yang sudah tak berbentuk itu. Ia begitu ingat bahwa kertas itu adalah kertas surat rahasianya yang waktu itu dibuang Soeun.

“Hari itu dia membuangnya, namun sepertinya di hari yang sama ia kembali memungutnya…”

“Soeun juga mencintaimu…”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya  dengan kuat. Air matanya tampak mengalir lebih deras ketika ia terus menatap benda itu. Ia kemudian mencium kertas itu cukup lama.

*

Mata itu masih juga terpejam di wajah yang tersenyum. Suasana terlihat begitu damai dan tenang, sedamai dan setenang senyuman yang dimiliki oleh sang pemilik wajah.

“Aku menunggu hujan…” gumamnya pelan sambil kembali memejamkan matanya.

Tes..

“Hujan?”

Mata itu terbuka, menampakkan sepasang iris yang bening.

“Huh… ini aku..” ucap seorang pemuda tampan yang tampak menggerak-gerakkan sebotol air mineral ditangannya. Lalu duduk disampingnya sambil mengulurkan sebuah sapu tangan.

“Kau selalu hobi mengangguku..” ucap Soeun sambil menarik sapu tangan itu dan menghapus air yang tadi dipercikan Kyuhyun.

“Aku mencarimu karena ibuku ingin bertemu, tapi kau langsung lari setelah hari kelulusan. Aku sudah tahu kemana kau akan melarikan diri, itu sebabnya aku menyusulmu kemari…”

“Aku hanya begitu senang..” sahut Soeun sambil tersenyum. “Akhirnya aku lulus dan semua orang mengucapkan selamat untukku…”

Kyuhyun hanya ikut tersenyum mendengarnya…

“Semua akan indah pada waktunya. Setelah hujan maka akan timbul pelangi, itu takdir…”

“Ne, itu karena dirimu yang telah dengan sengaja mencelakaiku..” Soeun terkekeh sambil memeluk bahu Kyuhyun dari samping. Kyuhyun menatap kesal.

“Tsk, kau selalu menyebutnya begitu. Padahal kau sendiri yang melakukannya, kau tahu kenapa? Kau begitu mencintaiku…” balas Kyuhyun sambil menyikut Soeun. Soeun hanya tertawa kecil sambil melepas Kyuhyun.

“Aku menunggu hujan…” gumam Soeun sambil kembali berbaring di rerumputan.

“Kenapa? aku sudah membelikan banyak sapu tangan untukmu, masih belum cukup?”

“Eey…” Soeun mendelik dengan kesal padanya. “Kau seharusnya berterima kasih pada hujan. Karena hujan kau akhirnya menemukan gadis cantik seperti aku…”

“Apa-apaan..” cibir Kyuhyun singkat. Soeun hanya balas tersenyum sambil kembali menatap angkasa. “Kukira hari ini tak akan turun hujan. Ayo pergi darisini sekarang dan menemui ibuku…” ajak Kyuhyun sambil melirik Soeun kebelakang.

“Ne, tapi tunggu sebentar…” sahut Soeun pelan sambil terus menutup matanya. Merasakan angin yang berhembus diwajahnya. Tak lama ia membukanya. “Baiklah, ayo pergi…” ajak Soeun sambil kembali mengambil posisi duduk. Ia mulai merapikan pakaian dan rambutnya.

“Tapi aku masih begitu gugup, aku takut ibumu tak menyukaiku..”

“Tenang saja, ibuku menyukaimu. Ia bahkan sudah tak sabar bertemu denganmu…”

“Bagaimana dengan penampilanku? Apa menurutmu ibumu akan menyukaiku?” tanya Soeun meminta pendapat Kyuhyun setelah merapikan pakaiannya. Kyuhyun kembali terkekeh kecil dan menggelengkan kepalanya.

“Bagi ibuku, gadis jelek juga tidak masalah asal aku menyukainya…” sahutnya enteng.

“Jadi menurutmu aku jelek?” sinis Soeun kesal.

“Hum… kalau boleh jujur memang…”

“Issh, makan saputanganmu..” ia melempar sapu tangan Kyuhyun tadi pada pemiliknya. “Kau selalu membuatku kesal..” omelnya sambil bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh sambil mengikutinya.

“Soeun!” panggil Kyuhyun setelah berada dibelakang Soeun. Tangannya meraih pangkal lengan Soeun dan menariknya. Membuat gadis itu terbalik kebelakang.

Chu~

Mata Soeun melebar ketika menerima ciuman pertama dari Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum sambil menutup matanya. Setelah tersadar Soeun mendorong bahu Kyuhyun.

“Sejak kapan kau berubah mesum? menjauh dariku! kau tak dengar aku pembawa sial? Kau cari mati?” ucap Soeun menyembunyikan wajah memerahnya. Kyuhyun hanya tersenyum kecil sambil mengikutinya.

“Aku rela mati setelah mendapatkan yang tadi. Rasanya mengagumkan…” ucap Kyuhyun sambil menyentuh bibirnya.

“Tak tahu malu…” omel Soeun sambil menyentuh tengkuknya. Ia masih belum mau menatap Kyuhyun.

“Yah, kau benar-benar marah? Yah, kita kan memang sudah beberapa bulan pacaran, itu sudah wajar mengingat kita juga sudah melewati high school…”

“Terserah. Jangan bicara padaku…”

“Dasar…” Kyuhyun kembali terkekeh. Ia menyusul Soeun yang berjalan beberapa langkah didepannya. “Itu rasanya menyenangkan, ayo lakukan lagi…” goda Kyuhyun tiba-tiba mengagetkan Soeun. Soeun berdecak dan menyingkirkan tangan Kyuhyun dari bahunya.

“Menjauh dariku…” ucapnya sambil mendorong Kyuhyun. Soeun pun melarikan diri setelah itu.

“Hey, tunggu aku!” seru Kyuhyun sambil menyusul Soeun. Kedua orang itu kemudian saling kejar-kejaran meninggalkan taman. Menunjukkan bahwa dunia sudah mulai berdamai dengan keduanya. Semua akan indah pada waktunya bukan?

[THE END]

75 Comments Add yours

  1. mun taryati mengatakan:

    keren thor pertma bca dah ngeri..serem…pertengahan sedih…terakhir lucu…selalu kalau kyusso pasti adu mulut terus…semangat terus ff mu daebbbaaakkk…

  2. zelfi Afriza mengatakan:

    keren.., ada cerita kayak penyihir-penyihir…, tapi kasian sama Sso.., dia kesepian, jadi dingin, tampa kebahagian.., namun tetap aja HAPPY ENDING..
    ffnya keren I LIKE THIS.. :d

  3. nita mengatakan:

    kerennnnnnn
    genre baru yakk,,, biasax sweet2 gtu,,ini misterius,,hihi
    awal2x agak sempet bingung,,
    masak iya bner2 bwa sial tuh sso eonnie,,
    waktu tulisan the end, kirain bner2 slese tuh,,nggantung banget,,eh ternayat d kerjain author,,haha
    kyu oppa jjang,,bikin rencana buat ngapus kutukan sso eonnie,padahal bisa ngancam nyawa sdri
    keren

    next ff dtggu yah tho
    especially kyusso,,hehe
    fighting!!!

  4. lee mar'atus mengatakan:

    sempet panik banget pas liat tulisan the end abis kata” kumohon, eh ternyata masih ada lanjutanya. haha
    DAEBAK banget thor, udah mikir mau protes di komen kalo sad ending ternyata happy ending.hehe
    keren banget ceritanya. ^^

  5. qindae mengatakan:

    Yeeee akhirnya ad ff kyusso lagiii °\(^▿^)/°
    Sempet kesel pas ada kata “The end ” di prtengahan td , pdhl lg seru2nyaa , dan ternyataaaa dikerjain -___-
    Aahh bgus bgt eon ceritanya
    Suukaaaaaaaa banget
    Karakter kyu dsni mengagumkan , cintanya ke sso emg bner2 besar , ampe rela ngorbanin nyawa nya gtu . Terharu sama si evil yg brubah jd angel . Huhu
    Ayo bikin yg banyak ya ff kyusso nya😀
    Ditggu next ff kyusso nya *cepetpakengebut*
    Fighting eon😀

  6. dyyyy mengatakan:

    bagussssss bgt……
    dkira soeun mninggal…..trnyata gak jd end…..
    author ngerjain kt…..lg fokus….trnyata ada tulisan end….
    senyum2 lg pas tahu brlanjut…..
    kutukanny ilang krn cinta……

  7. Irnawatyalwi mengatakan:

    Osx bnar2 daebak put, g nyangka ada os dgn ksh hidup kyak gni, btw emang bner y ada org yg ngalamin hal smacm in, kalo ada pasti yg ngalaminx sngt trSiksa. Salut sma kyu cintax sangat tlus, senangx trxta osx Happy ending tdix aq pikr akan sad ending. Oh ya put kk harap sm oga black & white akn sgera d post.

  8. haekyusso mengatakan:

    Seruuuu,,,,!!!! wlpn wkt d awal bc ff nich kasihn sm sso yg hrs d jauhi sm tmn” y dan mmpnyi kutukan akbt appa y,,😥
    Dan d prtnghn itu ya ampun athour brhsl bt aku syok trnyata da lnjtn y lg yg brakhir bgh🙂
    Kyusso bnr” jjangggg🙂
    D tunggu ff yg laen y dan slalu tetap *SEMANGATTT^^*

  9. Devi mengatakan:

    KereN bNgeeeet thor FF’a,,,,,,
    KsiaN eoNNie so euN mNdptkN kutukaN aNd d jauhi ma tmeN’a cZ eoNNie so euN mNjdi pmbawa sial gara kutukaN itu,,,,,,,,,,,,
    Tpi uNtuNg’a da oppa kyuhyuN mNyelamatkN aNd memusNahkN kutukaN itu,,,,,,,,,,

    SmNgaaat thor bwat FF laiNNya,,,,,,

  10. cucancie mengatakan:

    Ceritanya bener2 beda nih,dari awal tegang bgt bacanya dan yg paling tegang lg pas so eun ketabrak yrs dibawahnya The End itu puncaknya….hhhhhh….tp setelah itu berakhir bahagia…huaaa….senangnya….authornya bikin reader sport jantung….hampir aja kecewa klo smpe sad ending….huaaaa daebak!

  11. Tikka mengatakan:

    Keren. !! Sumpah ini FF yg keren bangett. !! Sempet kesel sma author. .lagi serius2nya baca, lagi gugup2nya malah ada [THE END] yg tau2nya cuma BECANDA. !! Oh, aku laporin sma jongwoon oppa >.<
    .Kisah, yg unik dari ff ini kyuhyun dan soeun 2 perbedaan yg mencari kesempurnaan. .ah~ kangen sma ff author yg bkin hati'ka JLEDAG JLEDUG xD pkonya author ratunya dah soal ff tentang SOEUN sma SUJU. ! Btw, gk ada pairing sma bang YESUNG. ?? Udah lama gk nongol. ?
    POKONYA DAEBAAAKKK. !!

  12. deshiewookie mengatakan:

    huwa huwa huwa ceritanya bagus… meski diawal feelnya agak kurang *menurut saya*.. tapi keren alurnya, idenya… bikin penasaran ama kutukannya… buat putri makin keren aja iiight :*

  13. Aisyah kyubum mengatakan:

    huaaa putri ff nya keren bnget !!

    awal2 nya sedih sso di bilang pembwa sial !!

    untng ad kyu !!

    aaah mkin cinta couple kyusso !!

  14. ticha_ mengatakan:

    Daebak!!!!🙂
    Hm,,,,ternyata sso bersikap ky’ gtu biar ga ada yg celaka to_😦
    Hua…..q kasian ama sso,,hrs dijauhin ama tmn”a_tp untng kyuppa baek haty ^_^
    Td q kira bnrn end_eh,ternyata saeng b’cnd
    Kekekeke😀
    Akhir’a Happy end_ hehehe
    Saeng, Daebak!!!
    Q tgg ff laen’a_
    Laaanjuutuu🙂

  15. Dina_zoey mengatakan:

    asyik, setelah sebelumx berserem2 ria akhirx happy end jg. Sempet deg2an jg tpi lgsg senyum2 gara2 kyu suka goda so eun melulu..

    semangat2 utk karya2 u berikutx..:-)

  16. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Authhhoorrrrrrrr !! *cubit Author*
    hanya bisa msang wajah melongo,wkt baca The end itu !!
    Authornya ikutan jail nih -,-”

    sempet nangis wkt Eunji marah2 ke Soeun,trus soeun minta maaf dan pergi T.T
    rasaaanya gie mna gtu…

    Ini imajinasinya hebat lho Thor !!
    Itu cara ngilangi kutukannya daebak bener :///:

    ditunggu krya lainnya !!🙂

  17. elfishylikaalika mengatakan:

    Akhirnya ada ff baru setelah sekian lama menunggu kkkk~
    kyusso lalalalayeee😄
    kirain pas td baca ada tulisan THE END, ffnya bakal sad ending taunya boongan -_- ceritanya oke. diawal misterius tp endingnya romantis. Ada sequelnya gak nih? (semoga ada) ._.v btw, black and white nya buruan dipublish ya eon hehe

  18. minmin_mizana mengatakan:

    Kirain bakalan ada acara bunuh2an…
    Ternyata emang bener2 kutukan to…
    Sedih pas sso dikucilkan dikelas dan saat sso bilang ma’af…
    Nangis pas kyu kerumah sso, dan bilang mau mati hari ini… Bukanya serem tp jadi so sweet,,, jadi inget film cilling romance *klo ga salah judul’a itu* film horor terromantis yg pernah aku tonton *malah curhat*
    Tadi pas baca ada end aku sempet syok kirain bakal sad ending…
    Ending’a romantis🙂

  19. kiki chan mengatakan:

    speechless pas baca “the end”, sedih bgt harus berakhir tragis😦
    tapi ternyata oh ternyata… author kurang kerjaaaaaaaaan..!! #pengen teriak2 sebenernya, tp udah malem. hahaha. iseng bgt sih author!
    tp makasih ya thor, ceritanya ga jd sad ending.. really really like this.. nyesek di awal, tp happy ending akhirnya. fiuuuuuuh.. senangnya..^^
    iyaa, aku jg request perbanyak ff kyusso dong.. suka banget sm pairing mereka. hehe. ditunggu ya author. semangat🙂

  20. Princess ice mengatakan:

    Aaaaaaaaaaakkkhhhhhh!!!! Putriiiiiii…kau kterlaluan!!!!! Kira’n bneran THE END…aku uda kecewa duluan kalo ending’a beneran disana tadi..eeh ternyata cuma akal2n kamu aja yaa..jinja!!!!
    Kren kren kren bgt crtanya….
    Omona kasian bgt my angel idup’a mnderita gitu😥 hahaha ternyata evil bisa jadi angel juga😀 “HEIII..evilkyu jadi penyelamat hidup sso” keajaiban!! *di rajam sparkyu* Wkwkwk😀
    sangat amat tak sabar nunggu klanjutan ffmu put.. Ff yg lain lanjtin ya put! Dan gak b0sen,aku tetep nunggu sweet piece of love… Kangen yesso..
    Oke dech.. Semangat bwt mu ya put!! *nanti tak kasi yesung* :-* chu…

  21. Dizha adrya mengatakan:

    Aduh putri kasian bgt ma sso d ff ne, untng z kyu oppa pntng mnyrh n bnr” tlus mncntai sso bgtu pun sbalik ny,, hnga akhr ny happy ending n smua reader mnjdi sng ^_^ d tgu next ff n lnjutan ff sblm ny trutama how about my love ^^

  22. Anna mengatakan:

    That’s right indah pd wkt-ny,,waaahh sempet dibt spechless coz tb2 ‘the end’ ditgh part sumpah kaget kirain bnrn ending-ny gtu bkalan menghantui putri tuu klo bnrn gantung gtu tp trnyt ending-ny mmbt trsenyum n puas tiada tara ahaayy,,sukaa story-ny gomawo🙂

  23. rakha mengatakan:

    kerennnn, di tunggu cerita lainnya!!

  24. nisag1190 mengatakan:

    Ahaiiiii Putri Andina, oneshoot mu ini lhoooo cetar membahana badai halilintar hahahah, inspirasimu itu drimana sih??? imaginasi tingkat tinggi >.< Love It.. kyaaaaaa suka suka suka🙂

  25. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Ish eun.. Kirain TheEnd beneran. Ngk rela aja klw Sad Ending.. Kkk
    ni ff beda dr yg lain nih.. Aku suka nih.. Authornya kreatif. Kkk
    btw ngk kerasa ini Blog dah 2th.. Kkk
    selamet ya buat authornya..
    Semoga blognya langgeng, tetep ramai dan ceritanya nambah menarik.🙂 Happy 2th Anniversary😀

  26. Choi Hye Mi mengatakan:

    FF Genre Fantasy yang Keren bgt… Rsax Semua Genre ngumpul (?) d sini..hehehehhe kasian bgt Soeun d Bull tmen2’x… Apalgi sma Eunjung cs.. Rasain tu kena batu’x gara2 nyerempet Soeun mati deh.. Kyu emng pantang menyerah deketi Soeun.. Salut deeh.. Ya walpn Genrex rada Dark2 gmna g2 yg penting Happy Ending.. Demen dh.. Kyusso bersatu readers Seneng.. Hehehe . FF mu emng Terbaik dari yang Terbaik deh Put.. Semangat Terus YAAAAAAAAA…

  27. tanti no kawai mengatakan:

    Cerita Ϋά̲̣̥ηġ berbeda_dan sangat menarik….

    ^Sixth sense^…….
    Huh….kelebihan atau kekurangan????
    Entah lah…. Ϋά̲̣̥ηġ jelas itu adalah tAkdir Ϋά̲̣̥ηġ harus di jalani sang pemilik…..

    Kyuppa selau ϐïśª mencintai seseorang dengan cara ηγά̲̣̥ sendiri….
    Dengan cinta ηγά̲̣̥ Ϋά̲̣̥ηġ besar dy ϐïśª mempertahan kan orang Ϋά̲̣̥ηġ di cintai nya_walopun nyawa taruhan ηγά̲̣̥….. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

    Kerennnnnnnn……seperti membaca kisah nyaTa_coz dLm kehidupan nyata pun memng ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ seperti itu….

    Selalu
    ………../–)
    ………/…/
    ……./….(______
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓……….((_I___)
    ▓▓—.___((_I__). Buwat putriiii….

    Di tunggu project2 selanjut ηγά̲̣̥…. ^^

  28. azizahsiti8694 mengatakan:

    ahhhhh aku suka sama genre nya beneran deh aura mistisnya kerasa bangett

    daebak🙂

  29. neng dona mengatakan:

    Happy ending jga akhirnya,,,
    Good,,,,,,,,,

  30. ina freedom kartini mengatakan:

    akhirnya putri dpt ide juga bikin ff yg baru .cerita kali ini benar2 berbeda dr biasax ,
    awal bcx serem ,kasian sso di kucilkn krn dianggap sbg pembawa sial ,untung ada bang kyu yg mau jadi tmnx ,pokokx ceritanya menegangkn ,keren bgt put .
    tetap semangat ya put?

  31. Wawwwwwwwwwww….!! gilaa keren bangeeet hahaha so sweet deh kyusso😛
    Aku kira mereka gak akan bersatu, tapi akhirnya hahha seru banget suka sama kata-kata kyu “Itu rasanya menyenangkan, ayo lakukan lagi…” wkwkkwk cho kyu hyun memang mesum, keliatan banget evilnya…
    Aduh gak tahu mau comment apa lagi nih. Pokoknya suka…suka banget…
    Makin cinta sm kyusso#plak
    Ok ditunggu ff yang lain, tetep semangat buat putri😀

  32. elisa mengatakan:

    yaaaaaaaaaaaaaaaaaaah author….kaget lah kirain sad ending…..
    bgus,..keren berbeda dri yg lain…..
    ok selalu di tunggu ff selanjut a…faighting auhtor……..

  33. Rika Oktaviani mengatakan:

    Wah ceritanya seru dan bagus
    daebak walaupun misteri tapi tetap keren
    ditunggu cerita yang lainnya ya author:)

  34. Dear Dhiyah mengatakan:

    sumpahh , s kyu konyol bgt !!! lg sedih” y smpet” y bercanda pdahal nyawa y lg d’ujung tanduk
    ckckckck

  35. cutewhite mengatakan:

    KereenNn..daebaAkkkk
    Gk ketebak thor ceritanya..
    Pas -the end- yg pertama langsung mikirrr “Apaa inii??” Ahah ternyata emang blm selesai..
    Ihiiyy dri awal kyu emang udh cinta bgt sma sso..
    Seneeng mrk bsa bersatu..kyusso^^

  36. azizahsiti8694 mengatakan:

    sempet kaget pas soeun nya meninggal.

    wkwkk suka sama alur+ genrenya

  37. azizahsiti8694 mengatakan:

    sempet kaget pas soeun nya meninggal

    suka sama.alur + genrenya sdikit mistis2 gitu

  38. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    wahh ff nya seru banget, awal nya serem + kasian sama Sso eonni yg slalu dibully sampe jadi orang yg pendiem & dingin ..
    Tapi aku suka banget sama Ending nya yg Happy, untung bukan Sad Ending, kekekek~
    KyuSso My Favorite Couple ..
    Di tunggu ff KyuSso yg lainya thor🙂

  39. Denanti mengatakan:

    Super (Junior) rame kak ceritanya.
    Kasihan sama soeunnya dia jadi dikucilkan gara-gara kutukan itu. Lagian ayahnya begitu, kemampuannya membuat ia dikuasai oleh hasl itu. Kasihan sama soeunnya..
    Sedih banget, sampai nangis pas dia ditegur sama eunji dan di suruh pergi juga saat soeun bilang ” Akhirnya aku lulus dan semua orang mengucapkan selamat untukku ” dan dibalas oleh kyuhyun ” Semua akan indah pada waktunya, setelah hujan maka akan timbul pelangi, itu takdir ” bener-bener sedih+ terharu..
    Oh, iya. Apa eunji nya juga meninggal soalnya kan pada waktu itu kutukan soeun belum hiilang?

    KEREN .. BENER-BENER KEREN..
    NICE STORY

  40. nurul mengatakan:

    ciee authornya lagi kena demam i miss you :p
    Tadi kirain endiing beneran -…-
    Untung enggak😀

  41. andri susilowati mengatakan:

    keren, sumpah keren……
    kkkkk kyu sungguh keren, sifatnya okee banget sukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaaaa.
    lanjut ff lain thor

  42. Kyusso shipper mengatakan:

    authornya iseng kirain habis beneran😀 KYUSSO awalnya serem + gak ngerti tp pas bagian tengah sedih bgt romantis bgt kyuhyun sama so eun nya jgn lupa thor ff lainya dilanjutin ditunggu karya lainya fighting!!!!!!!!!!🙂

  43. pipip mengatakan:

    Agk kget dtngh2 crita uda the end eh tsu2nya authornya yg jail ckck
    Xritnya bgus, dtngupgu krya author lainnya

  44. luthfiangelsso mengatakan:

    Sumpah ga tau mau komen apa.bagus bgt feelnya dapet bgt aku sampe nangis baca’a poko’a serruuuu !!
    Author buat kyusso lagi yaa yg banyyaaakkkk!!😀

  45. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Gk tau hrs komen apalagi put ttg ffmu..satu kt DAEBAAK.. :b
    Bnr2 keren bgt..aura mistisx kerasa n mnegangkan..tp sng9uh dluar dugaan akhirx happy ending kirain kyusso gk akn bs brsatu..
    mmang cinta kyusso akhirx bs mnghilangkan kutukan itu..
    td pas ada tlisan the end bnr2 gk rela eh trnyata cuman dkrjain author.. :p
    pokokx slalu daebak buat ffmu put..
    gk kerasa udh 2 thn blog ini n ffx keren2 smua..Happy Anniversary yg ke 2..smoga author terus brkrya n tdk prnah bosan bikin crita yg mngispirasi kyk gini.😀

  46. veranicka mengatakan:

    Adu si Evil, udah mau mati tetap aja bercanda -.-
    Itu rencananya Kyu buat ngilangin kutukan Soeun, dengan cara bunuh diri untung saja berhasil, kalau gak mungkin si Kyu tinggal nama doang (mati) xD kekeke
    Tapi, untungnya berhasil dan berarkir dengan happy ending🙂

  47. thata mengatakan:

    Keren keren kerennnnnn…
    Ahh sempet lemes waktu soeun kecelakaan ehh ad tulisan THE END..
    Teryata masih berlnjut..
    Daebak ff`y author ^^

  48. Ina Puspitasari mengatakan:

    geezz ini keren bangeeeetttt…
    happy end asek-asek..
    kyusso is sweet,
    huaaa perjuangan kyu emank membuahkan hasil, hehe😄
    sukaaaaaa banget nget nget sama ceritanya^^

  49. Niniet mengatakan:

    keren abiz nih.. ternyata kutukannya hilang oleh cinta sejati…. cool putri daebak…:)

  50. deewookyu mengatakan:

    kenapa si evil KYU jadi baeekk banget yah disini..

  51. yolanloen mengatakan:

    Ahh lagi seru2 nya baca tau2 the end???
    Ternyata bercanda,,, kirain beneran abisnya begitu,,, gak rela deh,,,
    Tapi ternyata happy ending ^^
    Bagussss, seru, mengharukan,, ampe ikutan sedih pas so eun di kucilkan😦
    Tapi seneng ternyata kyuhyun bisa merubah semuannya,,,
    Jadian deh mereka,,,
    Author daebak dehhh
    Empat jempol diangkat tinggi2,,,
    ^^

  52. Lee Eun Kyu mengatakan:

    Kyaaaa!!! KYUSSO JJANG!😄
    Daebak! Daebak!
    Author, FF nya BAGUS!😀
    Ditunggu lagi thor karya” lainnya, KyuSso ne? kkk ~
    Hwaiting!😀

  53. ViE mengatakan:

    So sweet…^^
    Tumben kyu jd baik, hehehe

  54. hannyiya mengatakan:

    Daebak banget! aku suka soalnya yang main juga biasku Kyuhyun hehe

  55. yuniarti_noey mengatakan:

    daebak!!keren
    smpt kecewa pas gi asik2nya baca dah THE END aja,eh cm bercanda
    berhasil banget ngerjainnya

  56. AngelsShe~ mengatakan:

    kya KEREN bn9et chin9u . . .
    ini ff misteri pertama putri tapi bagus bn9et , mampu membuat aq penasaran dgn ini ff .
    pokokx ini ff DAEBAK *O* love kyusso & tdk lupa love putri !!!

  57. shane mengatakan:

    Hyaa…pertama2 reader mau marah ma authornyaaa…edehh pas lagi seru2 bcnyaa tiba2 the end ,,cekik pupt ..hahaaa *justkidd*like this yee :p

    Td pas bc rd bosen uga slalu hr2 sso gt aja_ jd reader rd borring gt…Uuu_uuu ..bercandaa kok puttt🙂
    Pokoke KyuSso always make me carzy ,BB put😉

    Kecian uga ma sso gr2 tindakan ayahnya dia jd korban…ga kebayang dh klo dpt kutukan kya’ sso ,suka dah put klo bc ff slalu cinta yang bisa memberi kekuataaan😉 untunglah HE ye soalnya kk paling ga suka klo kyusso endingnya SE ..

    Puass bcnyaaa skali lagi I just wanna say BB😉
    Next_next ff laenna d tunggu ;)TNLS,BnW.,..dll😉

    The special thumb just for putri yesung😉
    Cemangatdhh😉

  58. rizkyapratiwi mengatakan:

    Daebaaaaaaak

  59. Ambarr mengatakan:

    Keren bngt ff’nya. .
    .sdh jg ma kutukan itu So Eun pst trsiksa bngt sblm ktmu ma Kyuppa,akhrnya happy ending q kira mreka brdua bkalan jd korban.. Ok dtgu krya yg lain y..

  60. noni eka s. mengatakan:

    ternyata happy ending:D fiuhhhhh.. seru seru cerita nya bagus

  61. musky mengatakan:

    waaa~ bikin deg degan asli deh ceritanya
    ternyata awal mula ssoe eonnie begitu karna appanya
    tapi untungnya kyu oppa dateng :3

    sempet khawatir juga pas kyu bilang itu hari terakhir dia. tapi untungnya enggak
    bagus author🙂

  62. FifienAngelsSo mengatakan:

    Keren….wah…berkaitan dengan hal mistik,…suka bngt sama ff ini…hehe… seneng juga ya becandanya,…kirain Sad ending eh ternyata cuma bercanda…
    Pokoknya semangat terus buat author buat bikin ff keren kayak gini!

  63. vita_MVP mengatakan:

    yg paling g enak it pas ada tulisan “the end” –‘
    niat banget eonni ngetwist pas lg konsen2nya..
    tapi kueren kok eonni ceritanya😀
    nice job!!!!

  64. anyuen^^ mengatakan:

    rasa nya mengagumkan..

    *sentil kyu dasar mesum.. >,<

  65. Uthienz mengatakan:

    Waaaaaaahhhh.. Sumpah ini keren bget bget bget bget..
    1000 jempol dh buat author..

    Qu udah nyangka so eun emg dpet kutukan.. Cuman gk kpikiran trnyata gtu sejarahnya..

    Kyu pantang menyerahnya.. Tpi bgus deh akhirnya kan karena kegigihan nya dia bsa dpetin soeun..

    Ceritanya sederhana tpi bner2 bikin qu merasa ada di dlem ceritanya..

    Baca cerita ini jdi ke inget ma film final destination..

    Terus semangat thor..😀

  66. geill mengatakan:

    Seruuuuu….
    Gak nyangka sm jln ceritanya…good story dan q suka crtnya..good job buat author…
    Satu lg, nih author emang demennya bikin iseng aja ya, q kira pas Sso ketabrak and kyu histeris, q kira di situ emang beneran end…emang dasar….hehehehe…
    Gomawo…
    And semangat sll deh buat author

  67. Shumy yukiss mhu mengatakan:

    Aq rela mati ,, setelah mendapatkan yg tadi,, rasa nya mengagumkan,,,,,haaaaahhhh ,,,kata2 itu bikin senyum2 sendiri,,

  68. Kim Ha Byung mengatakan:

    Kyaaa keren😀
    Kyuhyun nya juga saking cinta sama sso sampai rela mati..

  69. Melli mengatakan:

    Kyuhyun walaupun evil tetap romantis pada wanita yang di cintainya, ingin dhe jadi wanita itu

  70. kim Ra rA mengatakan:

    wow KEREEEEEEN. cukup menegangkan pokok nya keren banget dech
    kekuatan cinta memang DAHSYAT banget. dan ketulusan cinta kyu mampu mematahkan kutukan mengerikan Sso.
    so sweet banget di tengah ketegangan kematian yang menghantuinya…..

  71. Tetta Andira mengatakan:

    Huwwaaa~ author-niiiiimm !! /teriakpaketoa
    greget sama kamu nihh .. Gmna bisa bkin ff se-daebak ini coba ?
    Aku bhkn bisa mewek spanjang baca ini . Awal”x emng bkin nyelekit . Nyayat” hati gitu /ett~ bahasanya!/slapp
    Bt Kyu emng guardian angel banget lahh ..

    Always~ KyuSso jjang! Author-nim jjang! Makin brsinar & truslah smangat😉

  72. Rani Annisarura mengatakan:

    cukup menyeramkan ceritanya,, dan menegangkan….

    Kirain tadi ceritanya bakalan sad ending,, ternyata ceritanya happy ending🙂

    Hebat kyuhyun bisa menaklukkan so eun yang dingin dan selalu sabar menghadapi teman-temannya….

    Keren banget os ini bikin ikut takut waktu baca os-nya…

  73. GG mengatakan:

    awalnya td mau mencak2 pas ada tulisan the end itu -_______- masa mau sad ending😥 gak trima, tp untungnya happy ending😀

    kereeennnn banget, imaginasinya itu lhoooo gak nyangka lah pokoknya. hahahhahaa

    jadi mikir ada gak ya org yg kyk soeun gt di dunia nyata?

  74. Endang widiyati mengatakan:

    Ah,kirain tadi mati juga..Ternyata msh hidup.Keren2….

  75. filiansthcom mengatakan:

    Akhirnya happy ending juga ^^ Lega kalau Happy Ending kaya gini,. Pengen baca ff yg dipassword eon,😭😭 jawab inbox ku dong eon, 😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s