~ [Twoshoot] Between Jongwoon And Yesung 1 / 2 (2th Cloudyelfputriandina) ~


between jongwoonyeye

Tittle     : Between Jongwoon And Yesung

Author  : PrincessClouds

Genre   : Brothership, Family, Romance(?)

Length  : Twoshoot

Rated    : PG-15

Main     : Kim So Eun – Kim Jongwoon – Kim Yesung (Twins! JongwoonYesung)

Casts     : Lee Hyukjae (Eunhyuk), OCs

Summary: Kita memiliki cinta, bukankah kita saling memilikinya? Lalu kenapa kau tiba-tiba menjauh. Tak tahukah kau bahwa tanganku merindukanmu? Rindu menggenggam tanganmu…

Warning: Typo(s), Out Of Carachter

*Between_Jongwoon_And_Yesung*

“Perkenalkan Jongwoonie, Yesungie..ini adalah Soeun…” kata laki-laki setengah baya itu sambil memegang bahu gadis kecil yang dibawanya pada kedua cucunya yang tengah bermain ditaman belakang. Dua anak laki-laki yang memiliki wajah identik itu tampak menoleh kearah kakek mereka dan gadis kecil bersamanya. Mata mereka menatap penasaran pada gadis kecil manis yang tampak tersenyum dengan ceria kepada mereka berdua. Sebuah boneka berada dipelukannya.

“Mulai sekarang, Soeun adalah saudara kalian. Jongwoon dan Yesung harus menjaganya, karena Soeun adalah adik kalian. Soeunie, beri salam pada oppa-oppamu…”

*

“Yesungie!! Yesungie!! Yesungie, kamu dimana?!!”

Jongwoon tampak berkeliling keseisi rumah dengan sebuah bola ditangannya. Berulang kali ia memanggil kembarannya untuk mengajaknya bermain bersama. Namun Yesung tak menyahutinya, bahkan Jongwoon tak tahu Yesung berada dimana.

“Yesungie!!” Panggil Jongwoon sambil bergerak kebelakang rumah. Mencari Yesung ditempat Yesung sering bermain di dalam rumah. Kolam berenang. “Sungie!!”

“Bagaimana membedakan Yesungie oppa dan Jongwoonie oppa?”

Langkah kecil Jongwoon terhenti ketika mendengar suara kecil Soeun ketika ia hendak berjalan kebelakang. Jongwoon menoleh kearah suara. Disana dilihatnya Yesung dan Soeun tampak duduk bersama sambil bermain ayunan.

“Itu sangat mudah.. Yesung itu lebih tampan daripada Jongwoon..” ucap Yesung membanggakan dirinya. Soeun tampak sedikit tertawa.

“Tapi, Yesungie oppa dan Jongwoonie oppa terlihat sama persis dan sama tampan. Keduanya benar-benar mirip..” ucap Soeun lagi.

“Benarkah kami semirip itu? Tapi ayah dan ibu bisa membedakan kami dengan benar, walau kakek sering salah menyebut nama kami…” ucap Yesung balik antusias. Soeun menganggukkan kepalanya.

Yesung tampak berfikir sesaat, sebelum akhirnya bergerak dan sedikit membuka leher kaos yang dipakainya. “Kalau ada yang memakai tanda lahir disini, berarti itu aku. Yesung. Sementara kalau tidak berarti itu berarti Jongwoonie..” ucap Yesung sambil menunjuk sebuah tanda lahir yang terletak dibagian pundaknya. Soeun memperhatikan dengan antusias.

“Wwah..” katanya takjub sambil menjauh. “Tapi Sungie oppa, itu sama sekali tidak terlalu membantu. Aku tidak mungkin selalu melihat tanda lahirmu..” kata Soeun dengan begitu polos. Yesung tersenyum, lalu mengangguk.

“Jangan cemas, ini hanya masalah waktu. Dengan berjalannya waktu, kau akan bisa membedakan antara Sungie dan Woonie. Kami berdua begitu mudah untuk dibedakan…”

“Begitukah? Baiklah..” Kata Soeun sambil mengangguk. Kedua anak kecil itu kembali tertawa dan bersenang-senang. Mereka sampai tak menyadari anak kecil lainnya yang berdiri tak jauh dari mereka. Anak kecil itu tampak sedikit kesal dan merengut sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu.

*

Mobil mewah itu berhenti di depan rumah yang begitu mewah. Seorang laki-laki berseragam rapi tampak keluar dari depan kemudi, ia kemudian segera beranjak untuk membukakan pintu.

Ketika pintu terbuka, tiga anak kecil-kecil tampak keluar dengan langkah yang ceria. Satu anak perempuan tampak digandeng oleh salah satu anak yang kembar. Sementara kembarannya yang lainnya tampak turun belakang sambil menekuk wajahnya dan cemberut.

“Kakek!!”

Yesung dan Soeun berseru senang sambil berlari kearah seorang laki-laki setengah baya yang sibuk diruangannya. Melihat dua cucunya datang, laki-laki itu kemudian tampak berdiri dari tempat duduknya.

“Kakek!!”

Dua tubuh kecil itu langsung berada di pelukannya. Kedua anak itu tersenyum sambil memeluk kakeknya dengan sayang. Begitupun laki-laki tua itu.

“Bagaimana? Bukankah hari ini kalian terima raport? Bagaimana hasilnya?” tanya tuan Kim setelah melepas pelukannya.

“Aku mendapatkan juara pertama di kelasku. Soeun juga…” ucap Yesung bersemangat.

“Wah, benarkah? Soeun dan Sungie begitu pintar…” ucap Tuan Kim bangga sambil mengusap rambut kedua cucu yang ada didepannya. Lalu kembali memeluk erat keduanya. Ia kemudian celingukan mencari sesuatu. “Oiya, Woonie mana?” tanya tuan Kim. Dua anak itu ikut celingukan.

Sementara itu anak yang dicari tampak segera meninggalkan ruangan itu. Wajahnya juga terlihat lebih kesal dari sebelumnya.

“Tidak ada lagi yang peduli padaku. Kakek, Sungie, semua orang. Soeun benar-benar merebut semuanya dariku..” ucapnya pelan dengan masih kesal.

*

Anak kecil itu melamun. Menatap hamparan angkasa yang terbentang diatasnya. Bibirnya yang kecil mulai komat-kamit. Berusaha menghitung titik bintang yang ada disana.

“Tiga puluh tiga, Tiga puluh empat, Tiga..urgh.. menyebalkan…” sungutnya kesal. Ia melipat tangannya dan beralih dari angkasa. Kali ini menatap air kolam renang yang tergenang di hadapannya. Dengan pandangan sedikit nanar. “Coba Sungie tidak melupakanku demi Soeun. Aku pasti sekarang punya teman dan tidak kesepian seperti ini..” gumamnya sedih.

Karena terlalu asyik dengan kegiatannya tadi, tanpa ia sadari mata kecil lainnya menatapnya penasaran. Gadis kecil nan manis itu kemudian bergerak dan mendekatinya.

“Yesungie Oppa!” Seru anak perempuan itu ceria. Ia kemudian duduk di sisi anak laki-laki yang tadi duduk diayunan. “Apa yang oppa lakukan disini?” tanyanya lagi

Hening.

Anak laki-laki itu sama sekali tak menyahut. Ia hanya terus menatap air kolam. Seakan tak ada siapapun disampingnya.

“Sungie oppa. Aku bertanya padamu, kenapa diam saja?” tanya gadis kecil itu mulai heran. Namun lagi-lagi ia tak mendapat sahutan. Gadis itu mulai sedikit heran karena sikap yang diterimanya dari anak yang selalu hangat padanya itu. “Kenapa Sungie oppa aneh sekali? Atau jangan-jangan-“

“Jangan sentuh aku!” Anak laki-laki itu berseru malas. Ia kemudian mendorong anak perempuan yang tadi berniat menyentuhnya. Membuat gadis kecil itu tertolak kebalakang. Sikunya juga terbentur pegangan ayunan yang terbuat dari besi.

“Kenapa Oppa kasar sekali?” tanya gadis kecil itu agak sesegukan. Matanya mulai membasah karena sedih dan kesakitan.

“Kamu itu jahat. Kamu merebut semuanya dariku!” Seru anak laki-laki itu kesal. “Kenapa kamu mengambil ayahku, ibuku, kakekku, dan adikku. Memang kemana ayahmu, ibumu, kakekmu, dan adikmu? Kenapa kamu harus merebut milikku?”tanya Jongwoon dengan nada membentak. Membuat anak kecil itu mulai menangis. Bukan, bukan hanya karena rasa sakit akibat dorongan Jongwoon tapi juga karena pertanyaannya itu.

“Aku tidak punya kakek dan tidak punya adik. Sementara aku tidak tahu ayah ibuku dimana. Lagipula aku tidak pernah merebut mereka dari oppa..” jawab Soeun mulai sesegukan.

“Kau merebutnya! Kamu merebut mereka semua dari aku…”

“Aku tidak pernah melakukannya…”

“Kamu melakukannya-“

“Apa yang terjadi?”

Anak kecil laki-laki yang lainnya tampak datang. Ia tampak kaget melihat adik perempuannya menangis sambil memegangi sikunya.

“Astaga, Soeunie. Apa yang terjadi padamu?” tanya Yesung kaget. Ia lalu menatap kembarannya. Dengan tajam. “Woonie, apa yang kamu lakukan pada Soeunie kenapa kau memarahinya?” tanya Yesung. Ekspresinya terlihat seperti marah, membuat Jongwoon sedikit kaget.

“Sungie, aku-“

“Woonie nakal. Aku tidak suka Woonie seperti ini..” ucap Yesung sambil berpaling. Ia kini membantu Soeun yang masih menangis untuk berdiri. “Soeunie, apa tidak apa-apa?” tanya Yesung cemas sambil memeriksa keadaan adik perempuannya. Untuk sesaat tidak memperdulikan kembarannya yang menatap cemburu pada keduanya.

“Sungie-ya..” panggil Jongwoon tak percaya. Ia merasa bahwa pilih kasih Yesung terlihat lebih nyatanya saat sekarang ini. “Sungi-“

“Aku tidak mau bicara pada Woonie. Woonie nakal. Aku tidak suka anak nakal…” ucap Yesung masih dengan tatapan tajam yang sama. Namun pandangannya melunak ketika ia kembali menatap Soeun. “Soeunie, ayo kita masuk ke dalam. Oppa akan mengobati lukamu..” ucapnya lembut pada. Yesung kemudian segera membawa Soeun kedalam, setelah sebelumnya membuang wajahnya dari Jongwoon yang terus menatapnya.

“Sungie-ya!” Panggil Jongwoon lagi pada kembarannya. Namun kembarannya itu tak mengacuhkannya sama sekali. Kembarannya lebih memilih membawa gadis kecil disampingnya ke dalam rumah. Meninggalkan belahannya yang menatapnya dengan sedikit nanar. “Sungie!!”

“Kenapa Sungie meninggalkanku? Kembaran Sungie kan aku, tapi kenapa Sungie lebih menyayangi Soeun daripada aku…”

“Ini semua gara-gara Soeun. Dia seudah merebut semuanya dariku. Aku benci Soeun…”

*

Lima belas tahun kemudian….

Kriiing!!

Alarm di meja nakas berdering nyaring. Membuat seorang pemuda yang sedang tertidur sukses tersentak dari tidurnya. Mata sipitnya sedikit terbuka.

“Arrght, berisik!”

Pemuda itu mengusap rambutnya kasar. Tanpa melihat ia menekan sebuah tombol di atas Alarm Digital itu. Setelah benda itu tenang, ia kembali ke alam mimpinya.

*

Gadis manis itu tampak keluar dari kamarnya. Pakaiannya terlihat sudah rapi, begitupun dandanannya yang alami dan natural. Dengan ceria ia kemudian berjalan kea rah ruang makan. Ikut bergabung.

“Pagi, kakek!” Serunya ceria. Ia kemudian mencium pipi seorang laki-laki setengah baya yang asyik membaca Koran. Laki-laki itu tampak tersenyum sambil melipat Koran ditangannya.

“Pagi, Soeunie…”

“Kenapa hanya ada kakek di meja makan? Sungie oppa sama Woonie oppa mana?” tanya gadis manis dengan Tag Name Kim So Eun itu sambil mengambil sebuah roti dari tempatnya.Ia berniat memakannya setelah mengoleskan selai Stroberi diatasnya. Namun, tiba-tiba ada tangan yang merebut roti itu sebelum roti itu benar-benar masuk kedalam mulutnya.

“Wah, kau tahu sekali kesukaanku. Terima kasih, Soeunie!”

Seorang pemuda yang mirip dengan pemuda yang malas tadi sedikit tertawa mengejek. Ia kemudian memasukkan roti yang tadi direbutnya kedalam mulutnya. Membuat tatapan sebal dari pemilik roti yang kini telah dimakannya dengan lahap.

“Sungie Oppa! Berapa kali aku katakan jangan merebut makananku. Kenapa oppa suka sekali melakukannya!” Protes Soeun dengan cemberut. Pemuda yang bernama lengkap Kim Yesung itu hanya sedikit nyengir.

“Karena roti yang direbut darimu terasa lebih enak. Ada rasa puas tersendiri bagiku ketika merebutnya darimu…”

“Aish, oppa benar-benar tak pernah berubah..” omel Soeun mengalah sambil mengambil rotinya yang lain. Ia kembali harus mengoleskan selai stroberi disana. Sementara Yesung hanya terkekeh gemas melihat wajah Soeun yang cemberut karena ulahnya. Ia kemudian mengusap dengan sayang rambut Soeun.

“Oiya, Sungie..dimana Jongwoonie?” tanya tuan Kim setelah tersenyum melihat moment kelucuan kedua cucunya itu. Yesung mengalihkan perhatiannya pada kakeknya tersebut.

“Aku tidak tahu, kakek. Tadi pintu kamar Jongwoon masih tertutup rapat. Sepertinya ia belum bangun…” jawab Yesung.

“Aish, cucuku yang satu ini berbeda sekali dari dua lainnya. Lebih pemalas dan susah diatur..” kata tuan Kim agak mengeluh. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada salah seorang Maid yang tengah menata meja makan yang berdiri paling dekat dengan dirinya. “Setelah ini tolong bangunkan Jongwoon ya…” pinta tuan Kim. Maid wanita itu menganggukkan kepalanya.

“Baik, tuan..”

Maid itu pun kemudian bergerak ketingkat dua untuk membangunkan cucu tuan Kim yang lain.

*

Pemuda dengan rambut blonde yang sedikit acak-acakan itu menuruni tangga. Ia sepertinya berniat segera meninggalkan rumah, sebelum ada seruan yang menghentikannya.

“Woonie! Kau mau kemana? Kau tidak sarapan dulu!” Seru Tuan Kim pada cucu sulungnya itu. Pemuda blonde itu tampak menghentikan langkahnya. Melirik dengan sedikit datar kearah meja makan.

“Aku ada janji, kek. Mungkin aku akan makan bersama temanku…” sahutnya datar.

“Ya, kau tak boleh begitu. Kau terlalu sering absent dari kegiatan sarapan pagi bersama. Kau tak melihat ini, bahkan Sungie dan Soeunie rela menunggumu untuk sarapan bersama. Bergabunglah bersama kami..” bujuk tuan Kim dengan sabar pada cucunya tersebut.

“Tapi kek, aku-“

“Woonie, ayolah. Kakek tidak selamanya bisa kuat sarapan bersama kalian..”

Jongwoon mendesah pelan. Ia selalu menyerah ketika kakeknya berbicara seperti itu. Ya, ia tahu itu, kondisi kakeknya tak terlalu baik karena penyakit jantung yang dideritanya. Dalam bulan ini saja sudah dua kali kakeknya bolak-balik rumah sakit karena terkena serangan yang mendadak. Untungnya itu hanya serangan ringan, sehingga kakeknya tak perlu harus di opname. Sebenarnya Kakeknya juga dilarang untuk bekerja, namun ia masih juga bersikeras berkata bahwa ia kuat. Kondisi itu membuat mereka semua cemas dengan sempurna.

“Baiklah. Tapi aku tak bisa lama-lama. temanku pasti menunggu…” sahut Jongwoon pada akhirnya. Ia kemudian mendekati meja makan dan menarik sebuah kursi yang terletak tepat di depan Soeun. Hal paling miris dari kedua belahan ini adalah bahwa mereka begitu dingin satu sama lain. Tak tahu sejak kapan yang jelas mereka selalu saling acuh satu sama lain. Yesung sendiri sebenarnya tak tahu mengapa, tapi sikap kakak belahannya yang terus menghindarinya akhirnya membuat ia juga bersikap acuh padanya.

“Woonie oppa, mau aku ambilkan makanan?” tanya Soeun sambil tersenyum. Tapi Jongwoon sedikit buang muka ketika ia bertanya.

“Tidak usah. Aku bisa ambil sendiri…” sahut Jongwoon datar membuat Soeun langsung menundukkan wajahnya sementara Yesung yang tadi asyik makan tampak menoleh. Ia mendesis melihat perlakuan Jongwoon yang selalu tidak baik pada Soeun dari tahun ke tahun. Jongwoon yang merasa belahannya mendesis padanya tampak sedikit menatapnya dengan sudut matanya. Tidak ia tak benci Yesung, ia benci Soeun. Jongwoon berfikir Soeun lah yang membuat Yesung seperti itu padanya.

“Kenapa semuanya cemberut di meja makan…” kata Tuan Kim menengahi melihat ekspresi ketika cucunya. Hal itu membuat mereka bertiga tampak kembali sibuk dengan makanan mereka masing-masing. “Oiya, Soeunie aku dengar kau akan ikut lomba melukis bulan ini?” tuan Kim mulai kembali berusaha membuat suasananya lebih hangat.

“Oh, ya kakek..” Soeun mengangkat wajahnya. Lalu tersenyum. “Lukisanku akan diikutkan dalam pameran lukisan terbesar saat ini..” sahut Soeun dengan mata berbinar. Membuat semua yang melihatnya tersenyum melihat ekspresi senangnya, ya kecuali Jongwoon. “Kakek dan Sungie Woonie oppa doakan aku berhasil ya…” pintanya kemudian. Yesung menoleh dan tersenyum.

“Tentu saja, aku akan selalu mendukungmu…” ucap Yesung sambil mengusap rambut adik perempuannya. Soeun tampak tersenyum senang dengan sentuhan Yesung. Pandangannya kemudian beralih pda laki-laki didepannya yang tampak tak peduli sama sekali. Ia menghembuskan nafas sedikit kecewa.

“Sungie juga ada teater musical bulan ini…” ucap Tuan Kim lagi. Yesung menoleh dan tersenyum.

“Ya, begitulah..” ucapnya singkat.

“Aku akan menonton dan berteriak untuk oppa!” Soeun berseru semangat. Membuat Yesung tersenyum. “Kapan tanggalnya?” tanya Soeun kemudian.

“Tepat di hari Valentine…” sahut Yesung. Jongwoon sedikit menghentikan gerakan makannya ketika mendengar sahutan Yesung.

“Oh, itu hari yang bagus. Kakek, Soeunie, dan Woonie pasti akan datang. Begitukan, Woonie?” tanya tuan Kim sambil mengusap bahu Jongwoon. Jongwoon mengangkat wajahnya.

“Err, aku rasa aku tak janji..” sahutnya datar. “Aku ada acara…” sambungnya kemudian. Jawabannya berhasil membuat senyuman tiga orang itu memudar begitu saja.

“Loh, kenapa Woonie? Sungie pasti senang kalau kau datang..”

“Aku kira tidak masalah..” Yesung tiba-tiba menyahut tak kalah dingin. “Lagipula kita tidak bisa memaksa kalau Jongwoon sibuk…” sambungnya kemudian. Sahutannya membuat Tuan Kim dan Soeun tampak semakin merasa tak nyaman dengan atmosfer di meja makan tersebut.

“Aish, Woonie hanya bercanda, Sungie. Dia pasti akan datang. Sama seperti kita yang akan datang pada Turnamen basketnya nanti, kapan kau bertanding, Woonie?” tanya tuan Kim kembali menengahi dua cucu kembarnya yang sering bersikap dingin itu.

“Aku juga belum tahu. Aku belum mendapat info dari pelatih..” sahut Jongwoon sambil menoleh pada kakeknya. Ia kemudian bergerak dan meraih tas ranselnya. “Ya sudah. Aku kira aku harus berangkat sekarang. Aku duluan ya, semuanya…” ucapnya kemudian. Lalu tanpa menunggu sahutan ia bangkit dan meninggalkan tempat itu. Meninggalkan anggota keluarga lainnya yang menatapi punggungnya yang menjauh.

“Huh, kenapa ia selalu begitu? Kapan ia berubah?” kata Yesung dengan nada kesal. Tuan Kim dan Soeun tampak hanya mendesah pelan melihat hubungan keduanya.

*

!!

Mobil sport berwarna orange itu berhenti tepat di depan sebuah gedung sekolah. Menyedot perhatian orang-orang yang berada di sekitar sana. Mereka bukan hanya tertarik pada mobil mewahnya, tapi juga dengan pemuda tampan yang duduk dibelakang kemudi mobil keren itu.

“Owh, mereka bahkan selalu melihat dengan ekspresi yang sama walau aku sudah terlalu sering kemari..” Yesung sedikit tertawa kecil membanggakan diri. Soeun yang duduk disampingnya hanya mendesah bosan.

“Selalu saja percaya diri…” ucapnya lirih.

“Percaya diri itu penting, kau tak tahu? toh kenyataannya memang begitu…” laden Yesung. Soeun hanya ikut tertawa dan geleng-geleng kepala mendengarnya.

“Terserah oppa saja…” ucapnya sambil menyampirkan tasnya. “Ya sudah… aku harus turun…” sahut Soeun panjang.

“Hari ini kau pulang jam berapa?” tanya Yesung kemudian. “Aku perlu menjemputmu?”

“Hari ini aku tak langsung pulang aku ada acara dengan teman-temanku…”

“Laki-laki atau perempuan?” tanya Yesung mendelik. Soeun mendesah.

“Tentu saja perempuan. Aish, oppa kenapa terus bertanya begitu setiap kali aku bilang teman-teman..” tanya Soeun cemberut.

“Aku hanya tak ingin kau membuang waktu dengan hal-hal tadi. Ingat kau mau lulus tahun ini?”

“Ne, ara-ara. Lagipula bukankah aku sudah bilang aku bukan gadis yang mudah jatuh cinta. Aku hanya akan suka pada laki-laki yang tampannya bisa mengalahkan Sungie oppa dan Woonie oppa…”

“Dan kau tahukan, yang seperti itu sulit dicari…” Yesung kembali terkekeh.

“Yah, walau aku benci mengatakannya tapi aku akui memang begitu…” Soeun menyahut dengan cemberut. Membuat Yesung akhirnya mencubit pipinya.

“Ya sudah, masuk sana nanti kau terlambat..” ucap Yesung kemudian. Soeun mengangguk dan melepas sabuk pengamannya.

“Ya. Sekali lagi terima kasih ya oppa karena telah mengantarku. Oiya, hati-hatilah dijalan…”

“Ya…”

“Aku pergi. Bye, oppa!”

Chu~

“Bye!”

Yesung tersenyum kecil. Ia merasakan pipinya yang baru saja dikecup Soeun. pandangannya beralih mengikuti gadis itu yang sudah berlari-lari kecil dan bergabung dengan teman-temannya. Tersenyum lagi. Sebelum akhirnya membawa mobil mewahnya dari sana.

“Hayy, Hanii Hanjyo!!” seru Soeun pada dua rekannya yang berdiri di gerbang. Kedua gadis itu melambaikan tangannya, membalas sapaan Soeun.

“Hay, Soeun!”

“Kalian juga baru datang?”

“Begitulah…”

Ketiga gadis itu berjalan beriringan ke dalam sekolah mereka.

“Oiya, yang tadi oppa mu yang mana? Yesung atau Jongwoon oppa?” tanya gadis bernama Kim Hanjyo. Soeun menoleh padanya.

“Oh itu Yesungie oppa…” sahutnya senang.

“Owh. Aku jadi penasaran dengan Jongwoon oppa habis dia tak pernah mengantarmu. Kau bilang mereka begitu identic…” kata Lee Hanii. Soeun mengangguk.

“Ya, mereka begitu mirip dan sedikit sulit membedakannya. Kemiripan mereka 99.99%”

“Wah! Bagaimana kau membedakannya kalau begitu?”

“Eung, untuk saat ini cukup mudah karena Jongwoon oppa belakangan mengecat rambutnya menjadi pirang. Jadi aku tahu mana Jongwoonie oppa dan Yesungie oppa…”

“Kalau tidak pirang?”

“Jujur aku sedikit sulit membedakannya, hehe..” Soeun menyahut sedikit tersipu. Yah, ini kelemahannya. Bahkan ia tak bisa membedakan mana Yesung dan Jongwoon dengan mudah. Ia sering keliru. Pada akhirnya ia hanya mengukur dari sifat mereka karena itu. Kalau oppanya hangat dan perhatian padanya Soeun bisa langsung tahu kalau orang itu adalah Yesung. Sementara kalau sebaiknya ya… dia adalah Jongwoon.

“Jujur aku penasaran dengan Jongwoon oppa. Yesung oppa hampir kulihat setiap hari, aku jadi penasaran Jongwoon oppa seperti apa?”

“Memang mereka tak punya perbedaan ya, sifat misalnya?”

“Eung kalau sifat mereka memang sedikit berbeda. Kalau Yesungie oppa itu orangnya lembut, perhatian. Melihat matanya saja maka aku akan merasa damai dan tenang. Senyumannya juga begitu tulus, mungkin kalau orang-orang pernah melihat senyuman malaikat sebelumnya senyuman Yesung oppa tidak kalah seperti itu…” ucap Soeun sambil berfikir dan membayangkan wajah Yesung.

“Kalau Jongwoon oppa?”

“Huh?” Soeun sedikit terkaget. Ia menggigit bibir bawahnya dan mulai membayangkan wajah Jongwoon. “Jongwoon oppa ya? Eungh, Jongwoon oppa itu orangnya begitu… tampan. Matanya tajam seperti mata seekor kucing. Ketika kau melihat matanya maka mungkin kau akan jatuh pada pesonanya yang diumpamakan seperti sebuah perangkap dimana kau sulit keluar dari sana. Sementara senyumnya… eung, dia jarang tersenyum. Tapi ketika kau melihatnya tersenyum kau akan merasa begitu bahagia dan hangat…” ucap Soeun sedikit menerawang untuk mengingat Jongwoon. Sementara kedua temannya saling tersenyum.

“Ini hanya perasaan kami atau memang kau sedikit berbeda ketika menggambarkan Jongwoon oppa?”

“Huh?” Soeun sedikit kaget. Ia melirik dua rekannya. “Maksudnya?”

“Eung entahlah..tapi ekspresimu ketika menggambarkan keduanya berbeda…”

“Berbeda apanya? Sama saja…” Soeun tampak sedikit bingung.

“Tsk, mungkin kami yang salah, hehe. Oh, jadi Jongwoon oppa begitu. Wwah, dia pasti begitu keren ya?”

“Ne, begitulah…” sahut Soeun sambil tersenyum. kedua rekannya kembali tersenyum. “Kenapa melihatku begitu?”

“Tidak ada, hanya saja wajahnya terlihat berbeda saja ketika kau menyebut Jongwoon oppa…”

“Ish membahas itu lagi. Aku bilang sama saja…” ucap Soeun cemberut. Kedua rekannya tertawa.

“Yaya, kami bercanda. Ya sudah, ayo ke kelas. Nanti kita terlambat…”

“Oh iya, ayo!”

*

Suara seperti pantulan bola terdengar menggema di lapangan basket indoor itu. Di dalamnya terlihat seorang pemuda bersurai keemasan tengah asyik bermain sendirian. Mencoba memasukkan berulang kali bola berkulit seperti warna jeruk ditangannya.

Bragh!

Kembali masuk. Pemuda itu menatap bola yang memantul jauh dari tiang keranjang. Ia kemudian membiarkan benda itu semakin bergulir menjauh sementara dirinya bergerak menuju sudut lapangan. Meraih sebotol mineral dan duduk begitu saja di lantai lapangan basket.

“Olimpiade masih beberapa minggu lagi. Tapi kau berlatih seakan-akan olimpiadenya besok…”

Suara seseorang mengintrupsinya. Pemuda yang bernama lengkap Kim Jongwoon itu menoleh kearah suara. Menemukan seorang pemuda lainnya yang berjalan kearahnya.

“Sebenarnya tidak juga. Aku hanya sedikit memanaskan tubuhku. Hey, kenapa kau baru datang?” tanya Jongwoon  sebelum melanjutkan minumnya tadi. Temannya itu nyengir.

“Biasa. Aku mencuri-curi kelas buat kencan, haha…”

“Kau ini…” Jongwoon menyahut kecil sambil geleng-geleng kepala.

“Oiya, bicara soal olimpiade. Olimpiade itu kalau tidak salah tanggal 13 Februari kan?” temannya tadi kembali bertanya

“Tanggal 14 Januari…” ralat Jongwoon.

“Ah ya… oiya, kau akan mengundang siapa?”

“Huh?”

“Tsk, bertanding tidak seru kalau tidak ada asupan stamina, kau tahu? aku sudah berencana mengundang  kekasihku. Jadi ketika melihat ia mendukungku di bangku penonton aku yakin bisa banyak mencetak angka. Mungkin aku bisa mengalahkanmu menjadi Top Scorer haha. Kau mengundang siapa?”

“Tsk, bagiku bermain ya bermain saja. Aku tak mempan dengan hal aneh seperti itu…”

“Aish, kuno. Oiya, ngomong-ngomong aku heran padamu. Kenapa kau belum juga mempunyai kekasih, huh? Maksudku, kau itu tampan yah populer juga banyak wanita yang mengejarmu tapi kenapa kau tak pernah menggandeng wanita satu pun. Kau yakin kau tak berkelainan..”

“Enak saja, kau!” Jongwoon berseru kesal. Sementara kawannya tadi kembali tertawa. “Aku sudah bilang aku tak suka diatur. Punya pacar itu banyak tidak menyenangkannya, buktinya dirimu. Setiap hari kau harus membagi waktumu dengan kuliah, basket, dan wanitamu yang cerewet itu…”

“Aish, seharusnya itu tak masuk hitungan…”

Jongwoon hanya tertawa kecil lagi. Ia kembali meminum-minumannya. Sementara temannya tadi menoleh lagi padanya.

“Oiya, bagaimana kalau nanti malam kita bersenang-senang”

“Boleh. dimana?”

“Aku akan memberitahu nanti. Aku juga sudah menelfon teman-teman lainnya untuk datang. Aku fikir sebelum hari H olimpiade kita perlu bersantai sejenak. Bagaimana menurutmu?”

“Kau atur saja. Aku akan datang…”

*

Suasana cukup hangat di ruang keluarga Tuan Kim. Sebuah TV menyala dan menayangkan program bernuansa keluarga yang disukai semuanya. Tuan Kim duduk di kursi tunggal yang terletak tepat di depan TV. Soeun tampak duduk disalah satu sofa sambil beberapa kali mengecek ponselnya. Sementara Yesung duduk disampingnya sambil menulis sesuatu dibuku yang dipegangnya.

Tuan Kim mengalihkan perhatiannya. Menatap sepasang cucunya yang terlihat rukun dan tertawa bersama ketika ada hal yang lucu dari layar televisi. Senang rasanya melihat mereka seakrab itu, walau selalu saja ia merasa kurang lengkap.

“Tak ada khabar dari Jongwoon ia akan pulang jam berapa?” tanya Tuan Kim tiba-tiba. Membuat dua cucunya tadi menoleh. “Sungie, kau tahu Woonie pulang jam berapa?” tanya tuan Kim lagi.

“Eung, aku tidak tahu kakek. Dia tak memberitahuku…” sahut Yesung.

“Kau sudah menelfonnya?” tanya tuan Kim.

“Huh?”

“Coba telfon Woonie. Lalu tanyakan dia pulang jam berapa, Sungie. Ini sudah malam…” ulang tuan Kim. Yesung hanya sedikit menghembuskan nafasnya. Namun pada akhirnya meraih ponselnya yang ada ditas meja dan mencari nama Jongwoon di daftar kontak.

Tuuut~

Yesung mengerutkan dahinya ketika bunyi yang panjang itu terputus. Tidak dijawab?. Masih belum yakin Yesung mencobanya kembali.

Tuut~

Kembali terputus.

“Tidak dijawab, kakek…” sahut Yesung setelah mencoba untuk ketiga kalinya.

“Sss, kemana anak itu? kenapa bahkan tak mau mengangkat telfon..” tuan Kim mengomel,

“Mungkin Woonie oppa sedang latihan basket. Tapi karena keayikan bermain ia tak mendengarkan bunyi ponselnya…” Soeun ikut bersuara.

“Main basket apa sampai tengah malam begini. Dia pasti mabuk-mabukan lagi dengan teman-temannya yang berandalan itu…” sahut Tuan Kim lebih emosi. “Semakin lama Jongwoon semakin sulit diatur. Aku tak mengerti kenapa ia semakin liar makin kesininya. Padahal aku merawatnya sama dengan merawat kalian berdua. Tapi entah kenapa ia begitu berbeda…” tambah Tuan Kim.

“Dia sedang dalam masa labilnya kakek-“

“Apa bedanya dia dengan kalian. Denganmu, Sungie. Kalian itu seumuran, ia hanya tua lima menit darimu. Tapi ia bahkan tak bisa bersikap sebaik dan sedewasa dirimu. Dari dulu selalu keras kepala, tak bisa diatur, dan tak mendengarkan kata-kataku. Dia-arhh…”

“Kakek!”

Soeun dan Yesung mendekati tuan Kim ketika tuan Kim berhenti marah-marah dan kini memegangi dadanya. Sepertinya penyakit jantungnya kambuh kembali karena omelannya tadi.

“Lihat, kakek jangan marah-marah lagi. Jantung kakek begitu lemah…” rengek Soeun cemas sambil memeluk kakeknya. Sementara Yesung memegang satu tangan tuan Kim.

“Ayo istirahat dan ke kamar kek…”

“Lihat, dia selalu membuatku kesakitan seperti ini. dia selalu membuat ulah…”

“Sudah kek, nanti keadaan kakek tambah parah. Jangan teruskan…” rengek Soeun sedih. Tuan Kim menganggukkan kepalanya, ia kemudian mengusap kepala Soeun.

“Jangan cemas, ini tidak berat. Kenapa kau harus menangis segala, huh?”

“Kakek terus membuatku cemas. Kalau kakek begini terus nanti kakek sakit lagi. Aku ketakutan…”

“Sst, tidak kakek kuat. Lagipula kalau tanpa oppamu yang nakal itu kakek tidak akan marah…” ucap Tuan Kim sambil tersenyum.

“Sebaiknya kakek istirahat di kamar. Kami akan membantu…” ucap Yesung mengusulkan. Wajahnya terlihat begitu cemas. Sekaligus begitu marah.

*

Jongwoon membuka pintu rumah secara perlahan tepat jam dua pagi. Ia melihat sekitar rumah yang terbilang cukup sepi. Lalu ia mulai melangkah masuk dengan sedikit mengendap-endap.

Klik!

Jongwoon sedikit kaget ketika seseorang menghidupkan lampu. Ruangan yang tadinya gelap kini berubah begitu terang. Tak jauh di dekat tangga, seorang pemuda yang berwajah sama dengannya tampak berdiri. Menatapnya dengan datar, dingin.

“Yesung-ah!”

“Darimana saja kau, baru pulang jam segini?”

*

Mata mungil Soeun mengerjap-ngerjap kecil ketika ia tiba-tiba tersentak dari tidurnya. Dengan mata yang masih sedikit mengantuk gadis itu bergeser kearah sudut tempat tidur. Tangannya kemudian mencoba meraih sebuah gelas yang terletak diatas meja.

!

“Arh…” ia mendesah. Ia meletakkan kembali gelas yang sudah kosong itu keatas meja. Lalu mendudukkan diri. “Sejak kapan airnya habis. Tenggorokanku kering begini…” omelnya pelan. Kembali ia menguap karena matanya yang lebih berat. Dengan kondisi yang masih mengantuk ia berjalan pelan kearah luar kamarnya.

*

“Oh, aku tadi ketempat teman…” ucap Jongwoon sambil mencari-cari alasan. Matanya agak menatap tak nyaman tatapan mata Yesung padanya. “Dan tadi kenapa aku tak mengangkat telfonmu karena aku mensilent ponselku. Jadi aku tak tahu kau memanggilku…” tambahnya kemudian.

“Benarkah?” Sinis Yesung sambil bergerak. Ia kini berjalan kearah belahannya tersebut dengan langkah pelan.

“Sejak kapan aroma parfummu berubah seperti aroma alcohol seperti ini?” tanya Yesung sambil memegang sedikit leher jaket Jongwoon. Ia kembali menatap Jongwoon. “Jangan berbohong, kau tahu bahkan kita memiliki otak yang sama. Kau tadi pergi clubbing lagi bukan?” tanya Yesung sinis. Pada akhirnya Jongwoon mengangguk dan membenarkannya.

“Ya. Tapi aku tidak minum sama sekali. Aku hanya mengikuti teman-temanku-“

“Ini bukan masalah kau minum atau tidak!” Sahut Yesung dingin. Matanya menatap tak kalah dingin pada Jongwoon. Jongwoon membalasnya, agak mulai terpancing.

“Lalu masalahnya apa? Kenapa kau selalu bersikap begini padaku, huh?” tantang Jongwoon.

“Aku tak akan begini kalau kau tak terus membuat masalah…”

“Membuat masalah bagaimana? Aku ini sudah dewasa. Apa memangnya yang aku lakukan? Aku hanya bersenang-senang dengan cara yang wajar…”

“Dunia malam itu tidak wajar, Woonie. Lagipula kau adalah seorang atlit, kau seharusnya meninggalkan minuman….” Ucap Yesung mau kalah. “Lagipula kau terus-terusan membuat kakek cemas dan sakitnya bertambah parah…”

“Kenapa kau terus menyalahkanku. Kau mengatakan seakan-akan akulah yang membuat kakek sakit…”

“Nyatanya kau memang begitu, kau itu membuat kakek pusing dan terlalu banyak berfikir karena ulahmu….”

“Sungie berhentilah menyalahkanku!”

“Oppa!”

Soeun turun dari tangga dan berlari mendekati kedua kakak angkatnya. Ia memisahkan tangan mereka satu sama lain yang sudah berada di kerah baju masing-masing. Mereka berdebat cukup keras dan sengit.

“Kenapa oppa bertengkar. Nanti kakek terbangun…” ucap Soeun cemas. Ia menatap dua orang dihadapannya yang tampak sama-sama menatap tajam satu sama lain.

“Aku tidak akan marah-marah jika dia tak memancingku-“

“Hey, kau yang memancingku-“

“Oppa, STOP!”

Kedua kembaran itu kembali terdiam. Mereka saling buang muka satu sama lain.

“Tolong mengerti. Kakek sedang sakit. kalau ia mendengar kalian bertengkar itu hanya akan membuat kakek sedih dan penyakitnya semakin parah…” ucap Soeun pelan. Agak sedih. Entahlah, hatinya terus merasa miris jika harus melihat mereka bertengkar berulang kali. Padahal mereka ini adalah satu.

“Dia yang tak bisa diatur, Soeun. pulang jam segini dan membiarkan semua orang menunggu. Dia seharusnya tahu kalau gara-gara dia kakek menjadi sakit lagi tadi…”

“Yesung, aku bilang berhenti menyalahkanku!”

“Semua ini memang salahmu, sadarlah!”

“Cukup!”

Jongwoon dan Yesung kembali menghentikan perdebatan mereka karena seruan Soeun. keduanya membuang muka.

“Sebaiknya sekarang oppa kembali ke kamar kalian. Lanjutkan perundingan ini besok pagi. Kalian berdua dalam kondisi yang lelah. Dengar aku ya, Oppa…” ucap Soeun menurunkan nadanya. Sedikit memohon agar mereka berhenti berdebat. “Oppa, tolong…” ulang Soeun sambil memegang tangan keduanya. Tapi bertahan lama tiba-tiba tangannya yang memegang tangan Jongwoon dtepis oleh tangan Jongwoon yang lain.

“Aku kekamar!” ucapnya sambil berlalu. Meninggalkan Soeun yang terdiam dan Yesung yang kembali merasa terpancing.

“Yah Jongwoon-“

“Sudah oppa, kumohon jangan diperpanjang…” ucap Soeun memohon.

“Tapi dia itu benar-benar tak bisa terus berbuat kasar padamu! Sudah berapa tahun ini? kenapa ia terus memperlakukanmu seperti itu!” Protes Yesung masih marah.

“Aku bilang tak apa-apa. Lagipula itu pasti karena Woonie oppa begitu lelah. Sungie oppa jangan marah-marah lagi…” ucap Soeun kembali memohon. Melunak. Yang akhinya membuat Yesung ikut melunak. Pemuda itu kemudian menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.

“Baguslah..” ucap Soeun lega. Ia mengamit tangan Yesung dengan erat. Berusaha meredam emosinya yang sering terpancing daritadi.

*

Mobil mewah itu tampak melaju dengan kekuatan yang sedang. Membelah kota Seoul yang mulai mendekati sore.

“Katakan pada Sungie bahwa kakek tidak bisa datang ya, Soeun…”

Tuan Kim yang duduk di kursi belakang bersuara. Menoleh pada cucu perempuannya yang sejak tadi asyik memainkan ponselnya.

“Sip, kakek…” sahut gadis itu ceria. Ia kembali memainkan ponselnya.

“Sebenarnya kakek tak ingin Sungie kecewa. Kakek ingin datang, tapi kakek hari ini ada rapat sehingga kakek tidak dapat menghadiri musikalnya…” kata Tuan Kim lagi dengan menyesal. Soeun tersenyum, lalu menoleh pada kakeknya tersebut.

“Iya, aku akan jelaskan pada Sungie oppa agar ia tak kecewa. Lagipula, Sungie oppa pasti juga sudah faham kalau keadaannya mendesak begini…” sahutnya berusaha menenangkan kakeknya. Laki-laki itu menganggguk.

“Yah, kakek harap begitu. Katakan padanya juga kalau kakek mendoakannya…”

“Yup, nanti akan aku sampaikan!” sahut Soeun lagi sambil tersenyum. berhasil membuat Tuan Kim merasa lebih tenang. Senyuman Soeun memang selalu membuatnya nyaman.

“Terima kasih, sayang. Kakek memang beruntung memilki cucu sepertimu…” ucapnya sambil mengusap kepala Soeun. gadis itu tampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Oiya, Woonie bagaimana?”

Tuan Kim menghentikan usapannya ketika mengingat sesuatu. Ia menatap Soeun.

“Jongwoonie oppa?” tanya Soeun ragu. Tuan Kim menyahut.

“Ya. Kemana dia? Dia seharusnya datang di pertunjukan kembarannya…” sahut tuan Kim sambil mencari-cari ponselnya. Berusaha menghubungi Jongwoon beberapa kali. Namun ekspresinya tampak lebih buruk.

“Dia terus begini!” Omel tuan Kim kesal sambil meletakkan ponselnya kembali. Soeun menoleh padanya.

“Bagaimana, kek?” tanya Soeun penasaran.

“Dia tak mengangkat panggilanku…” sahut Tuan Kim sebal. Wajahnya kembali kesal. “Dia selalu begini. Membuatku kesal. Hari ini kan penting untuk Sungie, seharusnya ia tak bermain-main dan menyempatkan diri untuk mengunjungi kembarannya. Apa sih yang ada dalam fikiran anak itu!”

“Mungkin Woonie oppa sedang sibuk…”

“Sibuk apanya? Sibuk main basket. Aarh, anak itu benar-benar aku tak mengerti sama sekali. Apa sih yang ada dalam fikirannya. Ia bahkan lebih mengutamakan olahraga bodoh itu dari keluarganya. Dari dulu sebenarnya tidak terlalu salah aku menentang keinginannya untuk menjadi seorang pemain basket!”

“Sst, kakek jangan marah-marah lagi. Nanti sakitnya kambuh…” bujuk Soeun pelan sambil mengusap bahu tuan Kim Tuan Kim mendesah.

“Habis dia selalu begini. Selalu egois. Dia selalu membuatku kesal…”

“Kakek…”

Soeun bergumam pelan sambil memeluk tubuh kakeknya. Ia begitu tahu kalau kakeknya itu benar-benar tak bisa marah karena hal itu akan membuat penyakitnya bertambah parah.

“Kakek jangan terlalu sering marah. Itu tak baik untuk kakek…”

“Tsss, kalau dia tak selalu membuat ulah aku juga tidak akan marah…” ucap Tuan Kim kemudian. “Soeunie, nanti tetap hubungi Woonie ya, usahakan dia tetap datang. Sungie pasti akan sedih kalau Jongwoonie terus bersikap seperti itu. Kakek tidak mau melihat mereka terus saling tak perduli satu sama lain…”

“Huh?” Soeun sedikit kaget. Tuan Kim mengangguk sambil membalas tatapan Soeun. Sementara Soeun sedikit terdiam, bingung. Membujuk Jongwoon  untuk mau melakukannya? Ia tak terlalu yakin ia bisa melakukannya.

“Iya Soeunie. Kamu ada diantara mereka. hanya kau yang dapat menjembatani keduanya untuk kembali akur seperti dulu. Tolong buat mereka seperti anak kembar yang seharusnya…”

Soeun lagi-lagi hanya terdiam. Tak menyahut. Agak ragu untuk menyanggupi kata-kata itu. ia tak begitu yakin ia bisa melakukannya. Namun untuk mengatakan tidak pada laki-laki yang selalu merawatnya itu rasanya juga tidak mungkin.

“Baiklah kakek…”

Soeun akhirnya menyanggupinya.

*

Soeun tampak langsung mendekati lemari pendingin yang berada di Mini Market itu ketika baru saja ia masuk. Ia kemudian mengambil sebuah minuman bersoda dan langsung bergerak kearah meja kasir untuk membayar. Tenggorokannya begitu kering setelah kegiatannya hari ini.

Si Penjaga kasir tampak sibuk menghitung belanjaan pelanggan lainnya. membuat Soeun harus menunggu. Gadis itu mulai mengalihkan perhatiannya kesegala penjuru untuk mengusir rasa bosan menunggu. Kotak Elektronik hitam disudut ruangan akhirnya menjadi pelariannya.

Tak ada yang menarik. Hanya pertunjukan olahraga. Sepertinya pertandingan basket, Turnamen para atlit muda yang berkompetisi untuk mendapatkan piala tahunan dari Perdana Menteri.

“Jongwoonie oppa…”

Gadis itu tersadar dan melirik TV kembali ketika ia teringat sesuatu. Basket, olimpiade, Jongwoon! Ia olimpiade pada hari ini juga. Mata Soeun melihat agak liar kearah TV. Mencari barang saja Jongwoon tersorot kamera karena Jongwoon memang terkenal sebagai Top Scorer untuk tahun-tahun sebelumnya.

Dan benar, Soeun melihatnya!

“Kenapa ia tak pernah bilang kalau olimpiade hari ini juga?” tanya Soeun sambil menatap layar TV dimana Jongwoon tengah disorot karena baru saja mencetak angka. Wajah tampan itu terlihat jelas dalam ekspresinya yang tetap keren walau tubuhnya basah oleh keringat.

“Nona…”

Seruan sang kasir mengagetkannya. Soeun segera mengalihkan perhatiannya dari TV. Lalu lebih mendekati meja kasir dan menyerahkan minuman tadi.

Selesai membayar Soeun dengan segera berlari dari Mini market itu kearah utara. Kampus Jongwoon.

*

Hup!!!

Jongwoon hanya sedikit mengangkat alis ketika lemparannya kembali masuk. Seisi ruangan kembali bersuka ria setelah itu, bahkan teman-teman satu klubnya berhamburan memeluknya.

“Kau hebat Jongwoon!!” seru mereka sambil mengelu-elukan Jongwoon. Jongwoon hanya tersenyum kecil sambil meladeni teman-temannya sementara matanya melihat kesekitar bangku penonton. Begitu berharap bisa melihat Yesung atau kakeknya disana. Walau itu sepertinya sangat mustahil.

“Ayo kawan! Tinggal beberapa langkah lagi sebelum memastikan kemenangan kita!”

Lagi-lagi Jongwoon membuang fikirannya tersebut. Lalu mengikuti teman yang menariknya untuk melanjutkan pertandingan.

*

Sebagian orang sudah mulai keluar stadium ketika Soeun sampai disana. Ia kemudian semakin berlari masuk kedalam melawan arah dari orang-orang yang sudah berniat meninggalkan tempat itu. Sekaleng minuman soda tadi masih berada dalam genggamannya, sementara dirinya sendiri juga terlihat lelah dan berkeringat.

Soeun menggigit bibir bawahnya melihat lapangan yang sudah sepi. Hanya ada beberapa pemain disana, Tak ada Jongwoon, yang membuat Soeun lebih gelisah lagi. Sampai akhirnya ia sedikit berbinar melihat seorang pemuda berambut blonde yang tampak baru saja keluar dari dari kerumunan para pemain lainnya.

“Jongwoonie Oppa!”

Jongwoon dan beberapa teman-teman disekitarnya langsung beralih mendengar seruan seseorang memanggil namanya dengan cukup keras. Ia tampak sedikit mengertukan dahinya, agak tak mengerti juga kenapa ia disana.

“Wha~ Siapa? Kekasihmu…” salah satu temannya itu menggoda sambil masih melirik Soeun yang melambaikan tangan kearah mereka dengan senyuman yang manis.

“Lama tak punya kekasih ternyata yang begini selera Kim Jongwoon. Boleh juga…” yang lain menimpali. Membuat Jongwoon melirik dengan malas.

“Dia bukan kekasihku…” ucapnya cepat.

“Lalu siapamu? Adikmu kah?”

Lagi-lagi Jongwoon tak menyahut. Ia mulai meninggalkan teman-temannya lalu menyusul Soeun yang masih berada di deretan bangku penonton.

*

“Woonie Oppa!”

Soeun tersenyum senang melihat Jongwoon mendekat. Sementara Jongwoon hanya terus mendekatinya dengan ekspresi yang tak terlalu berarti.

“Kenapa kau sampai kemari?” tanya Jongwoon masih datar dan sedikit penasaran.

“Aku melihat pertandinganmu di TV. Oiya, Woonie oppa pasti lelah. Ini untuk oppa!” ucap Soeun sambil mengulurkan minuman soda ditangannya pada Jongwoon. Jongwoon menatap minuman kaleng itu sekilas, sebelum akhirnya kembali menatap Soeun.

“Itu sudah tidak dingin… lagipula kau sepertinya lebih membutuhkannya…” sahut Jongwoon masih datar. Soeun menarik kembali tangannya.

“Eung begitulah… aku tadi membelinya di mini market dekat sekolahku. Itu sebabnya tak lagi dingin. Aku yang bodoh, seharusnya tadi tidak membawanya lari darisana kemari…” ucapnya pelan. Menyesal.

“Kau lari dari sekolahmu kemari?”tanya Jongwoon kembali mengerutkan dahinya. Agak kaget.

“N-Ne. sulit mencari bus yang langsung kemari. akan lama…”

Jongwoon mendesah pelan. Tak habis fikir juga dengan perbuatan Soeun yang menurutnya cukup gila itu. “Bodoh…” ucapnya lirih. Soeun semakin menundukkan wajahnya. “Oiya, bukankah hari ini Sungie ada pertunjukan. Bukankah kau seharusnya kesana untuk mendukungnya…” tanya Jongwoon kemudian.

“N-Ne. setelah ini aku akan kesana. Pertunjukannya sejam lagi jadi aku masih bisa bersiap-siap…” sahut Soeun pelan. Ia masih agak takut menatap mata Jongwoon. “B-Bagaimana dengan Woonie oppa? A-Apa oppa tidak akan kesana untuk melihat Sungie oppa tampil?”

“Aku tak bisa datang. Lagipula kufikir Yesung akan lebih senang kalau aku tak datang..”

“Kenapa oppa berfikir seperti itu. Sungie opp—“

“Ternyata aku cukup haus!”

Jongwoon membuka tutup kaleng soda tadi setelah merebutnya dari Soeun. ia langsung meminum minuman itu. Meninggalkan Soeun yang terpaksa sedikit terpana karena melihat leher jenjang Jongwoon yang basah karena keringat sedikit bergerak-gerak karena aliran soda itu dibatang tenggorokannya. Wah~ kenapa oppanya yang satu ini bisa segitu Manly.

“Sebaiknya kau langsung kesana. Sungie pasti mencarimu!”

Soeun sedikit kaget ketika Jongwoon selesai minum dan kembali mengatakan sesuatu. Ia tersadar dan mengangguk manut.

“N-Ne baiklah…”

Soeun mengangkat wajahnya. Menatap Jongwoon yang tampak masih menatap cuek kesekitarnya. Entah kenapa walau menyeramkan, nyatanya Jongwoon tetap terlihat keren dengan sikap dinginnya.

“Tapi sekali lagi selamat atas kemenangan oppa. Oppa memang hebat. Maaf karena aku datang terlambat…” ucapnya lagi sambil menatap Jongwoon takut-takut. Jongwoon hanya mengangguk cuek sebagai jawabannya.

“Hum!”

“Kalau begitu aku pergi untuk menonton Sungie oppa. Sekarang…”

“Ya…”

Soeun hanya sedikit mundur dari Jongwoon setelah kata-katanya. Ia mulai bersiap meninggalkan tempat itu. Tapi masih menatap Jongwoon.

“Selamat tinggal, oppa…”

“Ya. Hati-hatilah!”

Jongwoon kembali mengangkat alis sambil menyahuti Soeun. Ia Lalu bergerak terlebih dahulu meninggalkan tempat itu. Kembali pada teman-temannya ditengah lapangan. Meninggalkan Soeun yang masih berangsur pelan sambil mundur-mundur darisana. Masih memperhatikan punggung Jongwoon yang terus menjauh.

“Jaga dirimu, oppa…”

Soeun bergumam pelan. Lalu ia akhirnya benar-benar berbalik dan membelakangi Jongwoon. Ia kembali tergesa-gesa keluar darisana. Ia tidak boleh juga terlambat mendukung Yesung dengan pertunjukannya sore ini.

*

Yesung menghirup nafas panjang dengan begitu gugup. Berulang kali ia melirik kesekitarnya yang dipenuhi oleh orang-orang yang berlalu lalang untuk menyiapkan acara. Ia gelisah, ini pertunjukan pertamanya. Rasanya cukup buruk kalau ia berfikir bagaimana nanti kalau ia membuat kesalahan. Belum lagi ia belum melihat anggota keluarganya. Membuatnya benar-benar tak bisa tenang.

“Yesungie oppa!”

Pemuda itu mengalihkan perhatiannya ketika mendengar seruan yang dikenalnya. Benar saja, ia melihat adik perempuannya berlari-lari kecil kearahnya. Dengan riang.

“Soeunie…”

“Sungie oppa!”

Yesung tersenyum, ia begitu bahagia melihat gadis itu disini. Disaat rasa gelisahnya tadi.

“Oiya, ini untukmu oppa…” ucap Soeun sambil mengulurkan sekotak kue padanya. Yesung menerimanya. “Sebelum tampil setidaknya oppa harus makan sedikit supaya oppa punya energy lebih. Jangan takut, kue ini tak akan membuat suara oppa parau ataupun terganggu karena aku sudah memesannya secara khusus…” jelas gadis itu ceria. Yesung ikut tersenyum sambil meletakkan kue tersebut kesampingnya. Lalu menyentuh ringan kepala Soeun.

“Terima kasih, kau datang saja aku sudah senang…” sahutnya.

“Inikan hari penting untuk oppa. Tentu saja aku datang. Oiya, kakek minta maaf pada oppa karena harus rapat jadi tak bisa menontonmu. Begitu juga Jongwoonie oppa, ia tak bisa datang karena ada pertandingan…”

“Jongwoon?”

“Ne. oppa tahu? ternyata Jongwoonie oppa juga bertanding hari ini. tapi ia tak bercerita pada kita sama sekali. Aku saja sampai ketika pertandingannya sudah selesai..” ucap Soeun sedikit mengomel. Tampak cemberut ketika menceritakannya. Sementara Yesung tampak hanya terdiam, berfikir.

“Dia terus membuat lubang diantara keluarga…” ucap Yesung datar sambil geleng-geleng kepala. “Terus menjauh dari keluarga…”

“Mungkin Jongwoonie oppa tak bermaksud begitu…”

“Mungkin memang, tapi ia selalu melakukan itu. Ia terus membuat semua orang sedih karena sikapnya. Ia bahkan tak memikirkan kakek sama sekali. Apa ia tak tahu bahwa kalau kakek sedih sedikit saja maka sesuatu yang buruk bisa kembali terjadi pada kakek. Ia tak memikirkan itu, tidak pernah…” ucap Yesung datar namun terlihat cukup penuh emosi.

“Oppa… berhentilah memasang wajah seperti itu, kau terlihat jelek tahu…” ledek Soeun melihat ekspresi Yesung. Yesung langsung berdecak mendengarnya. “Katanya mau tampil bagus. Nanti kalau moodmu buruk nanti penampilanmu juga terganggu…”

“Tsk, maaf. Habis Jongwoon selalu membuatku kesal..”

“Sekarang lupakan dulu hal itu. lebih baik makan kuenya sebelum kau tampil…” ucap Soeun bersemangat sambil mengambil kotak kue yang dibawanya tadi dan membukanya. Setelah itu ia mengambil satu dan mengulurkannya pada Yesung. “Oppa, aku akan menyuapimu. Buka mulutmu..” ucap Soeun ceria.

Yesung tampak tersenyum melihat keceriaan Soeun. Ia kemudian membuka mulutnya, mengizinkan Soeun menyuapinya. Dua orang itu kembali tertawa penuh kebahagiaan satu sama lain.

*

Soeun masih duduk di bangku penonton ketika Yesung beraksi dipanggung kecilnya. Matanya terus memperhatikan Yesung di depan sana namun fikirannya nyatanya tak berada disana. Mereka melayang…

Ucapan Kakeknya…

“Iya Soeunie. Kamu ada diantara mereka. hanya kau yang dapat menjembatani keduanya untuk kembali akur seperti dulu. Tolong buat mereka seperti anak kembar yang seharusnya…”

Ucapan Jongwoon…

“Aku tak bisa datang. Lagipula kufikir Yesung akan lebih senang kalau aku tak datang..”

Dan Ucapan Yesung…

“Dia terus membuat lubang diantara keluarga…”

“Terus menjauh dari keluarga…”

Semuanya, berputar, dan cukup memusingkan…

*

“Betapa hari yang sangat besar…”

Tuan Kim kembali bersuara dengan senang sambil tersenyum melihat tiga cucunya yang berkumpul dengan lengkap di meja makan malam ini. Sementara tiga cucunya hanya bisa tersenyum mendengarnya, walau senyuman ketiganya cukup berbeda.

“Jongwoonie berhasil menang di olimpiadenya, Yesungie tampil dengan sangat baik. Bagus, kakek senang, sangat senang…” ucap Tuan Kim masih dengan senyuman yang sama. “Cucu kembar kakek memang paling hebat…”

Soeun tampak ikut tersenyum mendengar kata-kata kakeknya, sementara Jongwoon dan Yesung ikut tersenyum walau senyuman mereka begitu kaku. Ya, mereka memang selalu kaku semenjak beberapa tahun. Seakan melupakan bahwa sejak diciptakan mereka selalu bersama, bahkan di dalam perut ibu mereka.

“Untuk selanjutnya adalah gilliranku. Kakek juga harus mendoakan supaya lukisanku dapat menang sehingga aku juga bisa membuat kakek senang seperti ini..” ucap Soeun ikut berbicara sambil mengusap tangan Tuan Kim. Tuan Kim tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Tentu, untuk selanjutnya adalah Kim So Eun, cucu perempuanku satu-satunya. Kau juga harus membuatku senang dengan keberhasilanmu dalam pameranmu mendatang…”

“Huh, kau selalu tidak mau kalah…” ledek Yesung sambil mengusap kepala Soeun. “Tak rela kalau kakek tidak ikut memujimu…” cibir Yesung kemudian.

“Tentu saja…” laden Soeun. “Mana mungkin aku rela tak dipuji sementara Woonie oppa dan Sungie oppa mendapat pujian dari kakek. Hanya menunggu, aku pasti.. akan menyusul kalian…”

“Maka berusahalah, anak kecil..” ucap Yesung sambil terus mengacak rambut Soeun. Membuat suasana meja makan lebih terasa hangat, walau kehangatan itu tak menjangkau semuanya.

Soeun mengalihkan perhatiannya pada Jongwoon ketika ia menyadari bahwa Jongwoon sama sekali tak terlihat tertarik. Ia hanya sibuk dengan makanannya tanpa memperdulikan perbincangan mereka.

“Woonie oppa.. akan mendoakanku juga bukan?” tanya Soeun ragu pada Jongwoon yang daritadi asyik makan. Membuat ia menghentikan makannya dan menoleh.

“Huh?” tanya Jongwoon seperti tak mendengar pertanyaan Soeun sebelumnya.

“Aku tanya apa Woonie oppa akan ikut mendoakan keberhasilanku di pameran nanti. Woonie oppa… pasti akan ikut berdoa untukku bukan?” ulang Soeun menjelaskan.

“Oh..” sahut Jongwoon datar. “Ya, mungkin tentu…”

Suasana ruang makan kembali hening karena sahutan Jongwoon. Yesung tampak sedikit tersenyum sinis dan memutar bola matanya dengan muak. Sementara Soeun sedikt terdiam. Membuat Tuan Kim dengan cepat mengambil alih suasana kembali.

“Semua pasti akan berdoa untukmu Soeun. Kami semua menyayangimu…”

Drrt…

Tiga orang disana mengalihkan perhatiannya pada Jongwoon ketika ponselnya berdering. Jongwoon tampak menghentikan makanannya dan mencari ponselnya. Tak lama ia tampak membaca sesuatu dari ponselnya.

“Hm…” Jongwoon mengangkat wajahnya dan menatap yang lain. “Aku kira aku harus ketempat temanku sekarang. Aku akan segera kembali…” kata Jongwoon sambil mengelap tangannya.

“Kau tak boleh pergi!”

Jongwoon mengundurkan niatnya ketika mendengar seruan kakeknya. Ia berbalik dan menatap kakeknya tersebut.

“Jongwoonie, kau sadar tidak, kau terlalu sering absen dalam acara makan bersama keluargamu. Lalu disaat seperti ini kau juga pergi? Coba fikirkan perasaan kakek, Sungie, dan Soeunie. Kami akan merasa kecewa…”

“Tapi, kek. Temanku—“

“Kau terlalu sering lebih memikirkan temanmu daripada keluargamu. Kau seharusnya tak begitu…”

Jongwoon menghela nafas, tampak menundukkan kepalanya untuk berfikir. Tak lama ia tampak kembali bangkit.

“Tapi aku harus tetap pergi. Maaf, kek. Aku akan segera kembali!” ucap Jongwoon sambil menggeser tempat duduknya. “Sekali lagi maafkan aku..” Jongwoon kemudian segera meninggalkan meja makan setelah memberi hormat pada Tuan Kim. Ia kemudian menghilang dibalik pintu besar rumah mereka.

Soeun terdiam, ia mengalihkan perhatiannya pada Tuan Kim yang menundukkan kepalanya dengan sedih lalu memalingkan wajahnya pada Yesung. Ekspresi Yesung terlihat tidak baik-baik saja, ia tampak terus menatap pintu dengan pandangan tajam. Ia juga menggenggam tangannya dengan erat.

*

“HYUKJAE!! HYUKJAE!!”

Jongwoon berseru dengan keras ketika ia sampai di sebuah apartement. Lampu yang mati, keadaan sepi, dan pintu apartement yang terbuka begitu saja. Hal itu membuat Jongwoon lebih panik lagi setelah pesan Hyukjae bernada minta tolong yang tadi diterimanya.

“HYUKJAE!! KAU DIMANA?! HYUKJAE JAWAB AKU!!”

Jongwoon kembali berseru sambil kali ini membuka pintu kamar Hyukjae. Dan benar, tempat itu tetap sama. Sepi dan gelap.

“HYUKJAE!” ulang Jongwoon sambil keluar dari kamar itu dan kembali keruang tengah. “HYUK—“

“CHUKKAHAMNIDA!!”

Jongwoon terpaku ketika lampu menyala dan tempat yang sepi menjadi begitu ramai. Disekitarnya dilihatnya teman-teman yang mengenalnya serta beberapa wanita yang tak ia ketahui namanya. Lee Hyukjae, orang yang dipanggilnya daritadi malah ikut tertawa sambil memeluk pinggang teman wanitanya.

“Apa-apaan ini?” tanya Jongwoon masih belum mengerti. Mereka tertawa.

“Ini kejutan, pesta. Pesta kemenangan kita hari ini..” sahut Hyukjae ringan sambil terus tertawa melihat ekspresi kaku Jongwoon.

“Lalu sms tadi?”

“Haha, tentu saja itu hanya bercanda. Jokingg—“

Brugh!!

Semuanya kaget, bahkan yang wanita reflek sedikit memekik ketika Jongwoon tiba-tiba memukul Hyukjae. Begitu keras, membuat Hyukjae hampir oleng dan jatuh.

“BECANDAMU SUNGGUH TIDAK LUCU!” Seru Jongwoon marah. Hyukjae berbalik, menatap Jongwoon begitu kaget. Bertahun bersahabat mungkin itu adalah kali pertama Jongwoon begitu marah sampai memukulnya.

“Jongwoon-ah…”

“Lain kali, fikir dulu sebelum bertindak. Pakai otakmu…” ucap Jongwoon masih dengan emosi. Membuat suasananya benar-benar menjadi diam.

“Jongwoon-ah..” ulang Hyukjae masih begitu kaget. Ia tak menyangka bercandanya akan mendapat reaksi segini keras dari Jongwoon. Dia sangat marah.

“Aku pergi! Lanjutkan pesta kalian sendiri!”

Jongwoon langsung pergi. Meninggalkan semua orang yang masih begitu membisu dan Hyukjae yang terdiam.

*

“Woonie!!” Anak kecil itu terus menangis sambil mengguncang tubuh kembarannya yang masih tertidur. Membuat kembarannya sedikit melenguh. “Woonie, bangun…” panggilnya masih terisak.

Anak yang satunya terbangun, langsung membuka mata dan melirik orang yang membangunkannya. Wajahnya cukup kaget melihat kembarannya itu menangis dengan deras. “Sungie!! Sungie kenapa??” tanyanya panik.

“Woonie, ayah dan ibu akan pergi meninggalkan kita. Kata mereka kita akan dirawat oleh kakek dirumah ini..” sahut Yesung kecil sambil menangis keras. Jongwoon kecil, sebagai kakaknya, menatap Yesung dengan iba. “Woonie, kita harus bagaimana? Aku tidak mau hidup jauh dari ayah dan ibu…” adu Yesung masih sesegukan.

“Yesungie, jangan menangis..” ucap Jongwoon lembut. Ia segera mengambil posisi duduk dan memeluk kembarannya. “Kau kan masih memiliki aku, kakakmu…”

“Tapi aku takut. Aku tidak bisa hidup tanpa ayah dan ibu…”

“Sst, jangan takut. Aku bilang tidak apa-apa. Ada Jongwoon disini yang akan selalu menjagamu, jangan menangis ne?”

“Janji padaku kau akan terus menjagaku?”

“Ne, aku janji. Jongwoonie akan selalu menjaga Yesungie…”

Jongwoon terus memeluk belahannya dengan sayang. Mengusap kepalanya lembut dan berusaha menenangkan adiknya yang memang lebih rapuh darinya itu. Hingga akhirnya Yesung berhenti menangis dan mereka saling tersenyum bahagia.

Yesung tersenyum sinis dan bosan sambil terus menatap pigura ditangannya. Piguranya dengan Jongwoon beberapa tahun yang lalu ketika mereka masih kecil. Ketika mereka masih akrab dan saling menjaga.

“Kau jahat. Kau mengingkari janjimu…” lirih Yesung tipis sambil mengalihkan perhatiannya. Matanya menatap sekitarnya dengan penuh kebencian. Ia selalu benci segala hal kalau ia sudah mengingat sikap Jongwoon. Sikap keras dan seenak-enaknya Jongwoon, ia benci itu.

“OPPA!! OPPA!!”

Lamunan Yesung buyar ketika mendengar seruan Soeun. Yesung segera bangkit dari tempat duduknya dan membukakan pintu. Ia begitu kaget melihat Soeun yang berdiri didepan pintunya dengan menangis.

“Sungie oppa… kakek…”

*

Jongwoon terus memacu mobilnya dengan begitu kencang membelah jalan malam Seoul. Di dalam mobil ia terlihat begitu kesal dan dipenuhi amarah. Berulang kali ia memukul stir untuk meluapkan gejolak panas di dadanya. Bahkan ia sampai sedikit lengah akan keselamatannya sendiri. Menyalip kendaraan, menyilang, dan memacu mobilnya melebih kecepatan normal. Ia benar-benar diliputi emosi.

Ekspresi kecewa kakeknya…

Ekspresi kesal Yesung….

Dan,

Ekspresi tertawa Hyukjae tadi …

Semuanya,

Bermain di otaknya…

Semuanya benar-benar membuat kepalanya panas. Membuat mereka hampir meledak.

Drrt…

Ponselnya berdering, namun Jongwoon tak sama sekali menyahutinya. Ia masih juga larut dalam fikirannya dan terus memacu mobilnya semakin kencang…

*

Brugh!!

Soeun menutup mulutnya. Sementara Jongwoon langsung terhuyung kebelakang ketika Yesung memukulnya keras. Seingatnya mungkin sekeras pukulannya pada Hyukjae tadi, atau mungkin lebih keras. Entah, ia tak begitu mengingatnya.

“Yesung—“

“Untuk apa kau pulang setelah apa yang kau lakukan pada kakek!” Yesung berseru begitu marah. Sementara Soeun hanya terdiam.

“Kakek kenapa?” tanya Jongwoon sambil bangkit, menyeka darah di bibirnya.

Brugh!

Jongwoon kembali mendapatkan pukulan yang kedua..

“Tidak usah sok tidak tahu begini. Kau tahu? aku begitu muak!” Seru Yesung benar-benar emosi. “Kau! Buruk! Kau benar-benar merusak semuanya!!” Tuding Yesung begitu tajam. Sementara Jongwoon menatap kearahnya.

“Kakek kenapa? Tolong jawab, kakek kenapa?” tanya Jongwoon sambil kembali bangkit. Ia tegak dan menatap Yesung. “Yesung, kakek kenapa?”

Bugh!!

Yesung kembali mendorongnya, membuat Jongwoon jatuh keatas sofa. Jongwoon mulai merasa muak, ia bangkit, marah.

“YESUNG!”

“Kenapa? Mau memukulku? Lakukanlah! Kenapa berhenti?!”

Jongwoon menahan tangannya yang ingin balas memukul Yesung. Ia menatap Yesung yang masih menatapnya dengan pandangan menantang, amarah. Nafas mereka terdengar bersahutan satu sama lain. Membuat Soeun dan para Maid dirumah itu hanya bisa terdiam.

“Jangan membuatku memukulmu…” ucap Jongwoon sambil melepas cengkraman tangannya di kerah baju Yesung. “Sekarang jawab aku, kakek kenapa?”

“Untuk apa kau tahu? kau juga tak akan peduli bukan?” Yesung masih menyahut dingin, sinis.

“Yesung!”

“Jongwoon! Aku benci padamu! Kau perlu tahu itu!”

“Yesung!”

“Kau tak dengar? Aku benci padamu!!”

“YESUNG!!” Jongwoon kembali menarik leher kemeja Yesung. Kembali bersiap memukulnya, walau tangan kembali tertahan. “Aku bilang jangan buat aku memukulmu…”

“Kenapa? Kau fikir aku takut padamu? Aku tak takut padamu!”

“Yesung—“

“Kau tak bisa terima kenyataan aku membencimu, kenapa? bukankah selama ini kau sama sekali tak peduli padaku—“

“YESUNG! AKU BILANG CUKUP!!” Jongwoon berteriak kesal. Kepalan tangannya semakin erat, walau pukulan itu tak pernah lepas. Keduanya kembali saling bertatapan, tajam walau terlihat dalam.

“Oppa!!”

Soeun mulai bersuara dan mendekat. Ia berusaha melepaskan pegangan Jongwoon dileher Yesung.

“Jangan seperti ini..” ucap Soeun tak kuasa menahan air matanya. Dadanya selalu sesak melihat mereka begini, kalian sudah tahu bukan? “Kita seharusnya menyusul kakek kerumah sakit. bukan bertengkar disini…”

Jongwoon melepas pegangannya setelah ucapan Soeun. ia tampak begitu kaget sementara matanya terus menatap mata Yesung yang terus menatapnya dengan tajam. Dengan marah.

“Itu maumu bukan? Puas sekarang?” Yesung kembali berseru sambil terus menatapnya tajam. Benar-benar menikam. “Apa kau menunggu kakek mati dulu baru kau puas?”

“Sungie oppa…”

“Aku begini juga karena dirimu!” Jongwoon tiba-tiba berseru sambil terus menatap mata Yesung. “Kau yang membuatku menjauh, kau yang membuatku terus membuat lubang itu. Kau meninggalkanku, kau tak ingat itu. Dia..” Ia mengedikan kepalanya pada Soeun. “Kau meninggalkanku dan lebih memilih dia! Orang asing ini!”

Soeun begitu kaget. Ia menatap Jongwoon dengan begitu kaget setelah kata-katanya. Yesung juga tampak kaget dengan ucapan Jongwoon.

“Jongwoon—“

“Kalau kau mau menyalahkanku, kau tanya dulu pada dirimu. Kenapa kau lebih memilih dia? Kenapa kau menggantikan posisiku untuk dia ? Kalau kau mau membenciku fikirkan lagi, siapa yang terlebih dahulu menjauh dariku!”

“Oppa…” Soeun berseru parau, perih sekali rasanya mendengar kata-kata Jongwoon.

“Dia merebutmu dariku! Membuatku sendirian selama bertahun lamanya! Jadi jangan salahkan kalau aku berusaha mencari ‘kembaranku’ yang lain diluar sana!! SEMUA KARENA ORANG ASING INI!!”

“Kau—“

“Oppa cukup! CUKUP!!” Soeun berseru tak tahan dan memegang Yesung yang ingin memukul Jongwoon lagi. “Cukup…” Soeun terus sesegukan sambil memeluk tangan Yesung. “Kumohon cukup, kumohon…”

“Kumohon, kita bicarakan nanti. Aku kita menyusul kakek, kumohon…”

Yesung terenyuh, dialihkannya perhatiannya pada Soeun ketika gadis itu menangis lebih hebat sambil terus memeluk tangannya. Dia memang begitu cepat terguncang, apalagi dengan keadaan kakeknya dan ucapan Jongwoon.

“Kumohon oppa, ayo kita menyusul kakek…” isak Soeun semakin keras. Membuat Yesung meraih bahu Soeun dengan tangannya yang lain, memeluk dan berusaha menenangkannya.

“Iya, tenang Soeun… kita akan segera menyusul kakek…” ucap Yesung sambil terus mengusap bahu belakang Soeun untuk menenangkannya. Sementara Jongwoon hanya menatap datar lalu mengalihkan perhatiannya. “Memang tidak ada gunanya berbicara dengan orang yang keras kepala seperti dia. Kita pergi sekarang, ayo…”

Soeun menganggukkan kepalanya setelah kata-kata Yesung. Ia kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Yesung.

“Ayo pergi…” ajak Yesung sambil meraih tangan Soeun dan mengajaknya pergi. Ia melewati Jongwoon begitu saja, sementara Soeun tertunduk ketika melewati Jongwoon. Ia sedikit berani mengintip ketika sudah melewati Jongwoon.

Tap!

Pintu tertutup. meninggalkan Jongwoon dan beberapa Maid rumah mereka yang membisu. Jongwoon tersadar dan menendang sofa disampingnya. Lalu menghempaskan dirinya dengan kasar keatas sofa.

“Sialan…” ia mengerang sambil memukul sofa dibawahnya.

[TBC]

Wow, selama hampir dua jam menyelesaikan beberapa part di belakang lagu ‘Gray Paper’menemani non stop. Lagunya benar-benar berperan dalam membangun emosi untuk cerita ini. Secara arti juga cukup mendukung antara Jongwoon dan Yesung.

Oiya, Reader pasti cukup heran belum menemukan Romance dari FF ini. Itulah yang mau saya tanyakan. Menurut Reader, sejauh ini membaca lebih baik ceritanya bagaimana? Apakah perlu ada Romance cinta segitiga antara Jongwoon-Soeun-Yesung atau membiarkan mereka bertiga tetap bersaudara di FF ini? jadi tidak ada cinta? Jujur FF ini awalnya ber-genre Romance, namun melihat hubungan ketiganya entah mengapa aku berfikir lebih baik mereka bertiga tetap bersaudara aja dan Soeun mengembalikan kedua oppanya. Tapi aku nyerahin pendapat para Reader aja, bagaimana menurut Reader? VOTE, Please ^^

Oiya, ini FF keempat untuk 2th Cloudyelfputriandina, next part is Hyukjae’s turn. Setelah itu baru kita kembali ke FF Part, semoga tetap membaca dan mendukung tulisan saya. Gomawo ^^

61 Comments Add yours

  1. deshiewookie mengatakan:

    Putri keren banget ceritanya,,,, idenya bagus…. alurnya rapi..konfliknya dapet,
    dan feelnya dapet banget antara mereka bertiga… apalagi aku jg pas muterin Gray Paper jadi tambah meweeeekkkk😦

    Kalo saya bimbang mau milih tetep saudara apa nggak -____-
    tapi aku suka karakter Jongwoon🙂 jd maunya klo bisa soeun ama jongwoon aja trus Yesung ama aku hahaha😀

    next part jangan lama2 ya cantik ^^

  2. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Hiks.. Hiks.. Hiks.. Daebak..
    Emmmmm entr So eun Eonni m sp y?? Lnjutin y n jgn lm2 post nya y…

  3. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Harus ada yg jatuh cinta … Supaya + menguras emosi.. Kekeke

  4. Denanti mengatakan:

    Ceritanya bener-bener keren..
    Seharusnya jongwoon gak berfikiran pendek seperti itu.
    Kalau ia selalu bersama-sama pasti ceritanya bakalan berbeda. Seenggaknya dia kan bisa buat ngedeketin mereka dan membuat keadaan seperti semula dengan dilengkapi oleh adik perempuan, Kim So Eun.

    Aku berharapnya sih, ada romance nya. Dan entah kenapa aku ngarepnya soeun sama jongwoon, heee. Soalnya dipart soeun memberi tahu kedua temannya perbedaan antara yesung dan jongwoon, soeun seperti menyukai/mengagumi jongwoon apalagi pas jongwoon minum minuman kaleng itu. Beuh, aku juga ikutan terpesona, haha…
    Aku tunggu part 2 nya (bener-bener ditunggu banget) dan yang hyukjae nya juga..

  5. cucancie mengatakan:

    Wahhh….keren….hm..sebenarnya sih klo ga ada romance nya ga seru ya…tp jgn smpe salahsatu dr mereka ada yg tersakiti…hahhh…pokoknya hrs happy ending buat semuanya…tetep selalu dukung author kok…gmn baiknya aja…heheh…semangat ya thor buat bikin ff lainnya…

  6. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Aku suka ff ini🙂
    smakin membuat saya esmosi saja, kkk
    tpi menurut aku mereka tetep jd sodara aja deh.
    Tp klw tntng cinta dukung jongwon-soeun. Kkk
    ditunggu next partnya🙂

  7. shane mengatakan:

    ElapKeringatt

    Hyaaaaaa…udh lama ga mamper …banyaak FF tohhh😉 specail anniversary …like this ye..:)

    Td pas bc rd sulit juga ngebayanginn yesung ma jong woon …reader hanya kebayang 1 orng za ..Uuu_uuu😉
    Wah ,ga d salahiin gi wajar jong woon merasa cemburuuu,sebenrnya jauh d lubuk hati jong woon ga benci kan put ma sso!! …
    Itu soeun anak siapa sich put????

    Klo menurut reader ,ni ff tentang keluargaa ya :)pengen lihat kedepannya mereka akur kya’ gmna😉
    Sebenarnya bagusaan jd saudaraan aja bertigaa😉
    Cm menurut reader klo ada kisah cinta segitiganya kan lebih sesuatuuuu ,terus terang di FF ini reader paling suka pas moment yesung_jong woon lagi bertengkar,wih keren bgt tuh ..hehee😉
    Jd lok ada kisah cintanyaaa lebih menariik😉
    Klo puput ragu ,soeun ma kyuhyun aja deh,hahaa *Maunya Reader*

    Pokoke BB (y) I like this epep …special thumb just for putri yesung😉

    Next_next …….
    Cemungudthhh😉

  8. minmin_mizana mengatakan:

    Bagu , seru dan kereeeeen…
    Feel’a dapet bangeeeet, suka suka suka…
    Alurnya oke banget, walaupun cast’a sama2 yesung aku bisa membayangkan dua orang berbeda diff ini dimana yesung yg hangat dan jowoon yg dingin…
    Aku suka banget pas bagian sso dateng ke pertandingan’a jowoon… Dan entah kenapa aku berharap jowoon bakalan jatuh cinta dan berakhir dengan soeun… Suka ma karakter mereka berdua… Mudah2an neks part’a ada romance’a…
    Oya sangat ditunggu yang hyuksso…
    Semangat buat authornya…

  9. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaa…. Bener2 kerennnnn….
    Reader di buat terbawa dalam situasinya….
    Emosi na sedih ηγά̲̣̥ dapetttt bangettttt…..🙂

    ˚◦°•hмм…(―˛―“)..=-?•°◦˚ giemn yah????
    Bener cie kalo kata reader Ϋά̲̣̥ηġ laen_kalo gk da romnce ηγά̲̣̥ kurang lengkap…
    Tp gk rela juga kalo harus ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ tersakiti…
    Nah lhooo… Reader Ĵåϑΐ bingung sendiri….huhuhuh. (‘.’~) ┒(⌣˛⌣)┎ (~’.’)~

    Tp bukankah dalam kehidupan nyata pun_harus ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ menang dan Ϋά̲̣̥ηġ Kalah????
    Ĵåϑΐ … Lebih enak kalo ªԃª cinta segi3 ηγά̲̣̥…
    Ϋά̲̣̥ηġ nyesek_malah lebih kerennnn….
    “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇

    Apapun ending nya_tetep selalu di nanti….. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  10. Angels ZuAnn mengatakan:

    aaaaa….ska dgn ff ini…
    klo mnrut q sih moga2 hbungan persaudaraan yesung n jongwon bsa akur lagi…moga ada romance antra yesung-soeun-jongwon siapapun yg brsma soeun q akan ttap mendkung…..dtunggu lnjutannya…..

  11. Daebak..! Sumpah sy suka bgt sm alur ceritanya. Sy ampe nang!s pas yesung n jongwoon brtgkar,apalg! Sso jg nang!s#plakcengeng
    waduh woonie miris bgt dh, kasiaaaan, sso jg kasian ceh. N kykx ada rasa dh sso sm jongwoon.
    Aku plg suka sm karakter x jongwoon dsni, dia cool bgt tp sbnrx perhatian huuaaa love bgt. Karakter sso n yesung jg sy suka tp lbh suka sm woonie x haha :p
    ohya menurt sy lbh keren lok ada romance x, apa lg cnta sg! Tiga waduh plg sng wkwkwk…
    Jadi please untk kelnjtan x bwtlh jongwoon cinta sm $so🙂
    bwt putri good job bgt sukaaaa bgt dah sm ff nie. Jd putri yg smgt yo di tggu part 2 x jgn lma2 cz udh cnta mti ne sy sm ff ni. Pkokx slalu dtggu krya2x putri… Cz smuax slalu ngena dihati#plak.
    Ok da dtggu ya…!
    Fighti!i!i!ing…!!?!

  12. nisag1190 mengatakan:

    Putri love this so much baby….. Feelnya dapet banget,!!!!!!!
    Sedihnya Jongwoon pas sdikit dilupain Yesung, terus keselnya keluarga gra2 kelakuan Jongwoon, Carenya Soeun sma kedua kakaknya, aaaaaaaaaa Puputttt suka suka sukaaaaaaaaaa, pokonya daebak banget ni Twoshoot.
    Adegan klimaksnya setelah Jongwoon berantem sama Yesung, berasa banget tegangnya, dan feel yg udah mereka tahan bertahun-tahun..
    Klo vote sich pengennya Jongwoon sama Soeun, soalnya si Soeun kyak terpesona gtu ngliat Jongwoon minum minuman kaleng selesai pertandingan.
    Cuma tetep ada tema keluarganya ya babyyyy, keakuran Jongwoon, Yesung sama Soeun..
    Aduh Putri bingung mo ngomong apalagi, ngebayangin betapa keren Twoshoot ini klo dijadiin drama, kyaaaaaaaa *reader menggila* Gokilllllll….
    Maaf, maaf Mianheeee saya lebayyyy sangat, pokonya jatuh cintrong sama Twoshoot ini dek, Fighting, terus berkarya, Semangattttt ^_^🙂

  13. Dizha adrya mengatakan:

    Ff ny krn bgt jongwoon n yesung ahai sft ny emg brbda,, hrs ad prcntaan donk put sso ny jdian ma jongwoon z ^^ ska bgt liat karakter jongwoon dsni n smga so eun bsa mngubah sft jongwoon sprti dlu n bsa mnyatukan 2 saudara kmbr tu d tgu next part ny putri ^^

  14. luthfiangelsso mengatakan:

    Wahh keren bgt ceritanya alur’a konflik’a senua’a di ringkas scara rapi sama author putri…🙂
    Hhhmmmm kaya’a kalo.ada cinta”annya bakal makin seru deh heh tapi ga tau deh bingung….yg penting woonie nd sungie bisa akur lagi ya !!🙂
    yg penting happy ending ya !!
    Nd di tunggu part selanjut’a cepet di post ya putri !!🙂

  15. Devi mengatakan:

    Daebak thor FF’a,,,,
    MNguras emosi ap gy dNgaN sikap’a oppa joNgwooN,,,,,

    MNrutQ sich hrus da yg jtuh cNta biar da romaNtic’a,,,,,,he ,,he,,he,,he,,,,

    D tNg2u Next part’a,,,,,,,,,

  16. andri susilowati mengatakan:

    TOP BGT………………..
    ceritanya menarik bgt, jongwoon yesung. hahaha.
    kalau disuruh milih ada percintaan atau tetep jd saudara. aku sih milih yang percintaan.
    hahahahahaha kesannya lebih menguras emosi gitu.
    tapi penasaran jg sm yang tetep jadi saudara, jadi author bikin dua-duanya aja. ckckckckckckck.
    keren thorrrrrrrrr, yukkkk secepatnya dilanjut

  17. Choi Hye Mi mengatakan:

    Putriiiiiiiiii… … Kau bener2 pinter bgt kin fanfic yg super duper keren in.. Emosix dpt bgt.. Wlaupn Yesung-Jongwoon orng yg sma tp mnrtq bener2 beda.. Karakter keduax emng brbeda jauh .. N klo mnrtq hrus ad Love Story’x.. Antra jongwoon-Soeun-Yesung.. Kgak afdol aj klo cma Family Story.. Tp trserh putri aj .. Pengenx Mw di bwa kmna(?) critax. D tunggu lanjutanx ya.. Q psti akn sllu mnunggu setiap post’n ff mu.. Semangat!!

  18. veranicka mengatakan:

    Bagus ada kisah cinta antara Jongwoon-Soeun-Yesung deh thor, biar lebih gimana gitu😀
    Dan sepertinya Soeun juga tertarik sama Jongwoon deh:/
    Tapi kalau ada kisah percintaannya gimana mereka mau akur coba? *labil*
    Kalau begitu terserah authornya aja mau buat alurnya seperti apa, saya mah ikut2 aja😀
    Kalau begitu, ditunggu lanjutannya aja deh😀

  19. anna mengatakan:

    Bnr feel n emosi-ny mmg dpt bgt aplg stiap alur mrk bertengkar serasa terbawa dgn acting mrk&ikt mrsakan tekanan yg dialami soeun,,ehhmmm brhubung two shoot kyk-ny ana lbh condong klo ff ini murni family n prsaudaraan klo ada love-story-ny kesan-ny malah dipaksakan trkecuali klo muncul cast pndukung yg bs tiba2 muncul mgkn lbh adil,,ga sbr nuggu klnjt-ny gomawo🙂

  20. deewookyu mengatakan:

    Puutt………

    FF nya keren….

    kalo gak ada romance kurang ” Cee’ ” gitu…

    soeun…..ky’ nya lebih liar waktu ceritain tentang gimana dengan Jongwoon…
    ketimbang Yesung…

    sifat alami wanita itu lebih memilih badboy ketimbang goodboy…
    Soeun juga gitu deh ky’ nya..

    lanjut deehh!

  21. ticha_ mengatakan:

    waaah,,,,,emosi’a dpt bgt
    Bener2,,,saeng daebak!!!!🙂
    Hm,,,klw menurutku_lebih baek jd saudara ajda saeng,,
    Berasa lebih masuk ajda ama cerita’a_hehehe🙂
    Hm,, mga ajda karna jongwoon oppa udah bilang alasan’a_ mempermudah mrka buat bersatu lg
    Huh,,,q jd penasaran tingkat dewa ne saeng,,,,😦
    DAEBAAAAKKK!!!!!😀
    Laaaanjuuuutttt ^_^

  22. ledonghae mengatakan:

    waaah author TOP banget…and keren abis..low menurut aku mereka tetap bersaudara tapi ada di selipin romanc a jugak gitu kek a keren banget and lebih menguras emosi……mantap..
    and tetap penasaran setiap di tulisan author ………………………
    semoga happy ending and sikembar baikan..he..he

    lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuut author……faighting…………………..

  23. qindae mengatakan:

    Baca nya bener2 membuat emosi hahahaa
    Bagus bgt eon , pengennya sih ada romance nya .
    Sprtinya lbh menarik dan menegangkan . Ehheehe
    Oke eon , cepetan ya endingnya
    Fighting😀

  24. anastasia erna mengatakan:

    daebak…saeng…
    bagus banget ceritanya…
    lebih suka sih persaudaraan…
    fel nya bener-bener dapet banget….

  25. ina freedom mengatakan:

    kamu emg T.O.P.BGT.put! ceritax beda bgt dr yg laen put ,
    konflik antara yesung ma jongwoon dr msh kcl smpai dewasa ,dr sini sdh terlihat ketdk akuran mrk ,ini bener2 yg nulis terkuras emosinya ,spy ceritax lebih hidup agr cemestry ke tigax dpt ,lebih seru lagi klo ada romance x put ..pasti lebih seru and tmbh gregeet ,*cetar membahana*wkwkwk.
    cerita klo tdk ada romancex kyk makan tanpa lauk put ! ya nggak ?
    itu menurut q put , yg penting happy ending aja deh put ?
    tetap aktif and semangat deh buat kamyu put?
    good job.

  26. Deborah sally mengatakan:

    Wah ini benar benar wow banget. Karakter yesung/jongwoon di ff ini emang benar benar berbeda haha. .

    Aku ingin kalau jongwoon suka sama soeun. Nah kalau buat yesungnya biar dia nganggap soeun sebagai adiknya. .

    Itu sih terserah authornya aja^^

    lanjutkan lanjutkan

  27. badacevip mengatakan:

    annyeonghaseyo author-nim

    udah lama gak mampir ke blog ini dan ternyata ff ini dibuat dalam rangka 2th anniversary blog ini yah *congratulation (* ̄∇ ̄)/゚・:*【祝】*:・゚\( ̄∇ ̄*)

    kalau menurut saya, lebih bagus kalau genrenya family aja, terlalu sering baca yang romance jadi sesekali yg family boleh lah..

  28. rakha mengatakan:

    jadi sodara aja trus soeun di pasangin sama kyuhyun atw donghae….

  29. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    huuahh ff nya serru bangett, tapi lebih serru lg kalo ada adegan romance nya thor antara woonie – so eun – sungie dibikin cinta segitiga …
    Aigoo woonie kenapa benci banget sih sama Sso eonni, sikap nya juga dingin banget sama keluarganya ckckck~
    di tunggu next partnya thor, pokoknya FIGHTING deh buat putri eonni🙂

  30. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Yaaahhh…

    Puspa trlmbat >,
    #peace v,v

    keep spirit😀😉

  31. haekyusso mengatakan:

    Keren,,keren,,,kereeeeennnnnn!!!!!
    Seru crt y,,,yg pnh dgn emosi dan feel y dpt bngt🙂
    Nth yach d sini hrs kshn sm sso atawa sunge & woonie!!! Sso yg hrs trtkn akn skp woonie yg acuh & tdk mnrm k brada’n y d sisi laen hbngn antra sung-woon hrs trpch gr” k dtngn sso,,!! Thour pgn y sso sm joong won tp kshn yesung,,, #binggung😐
    Pokok y d tunggu part slnjt y *SEMANGGGATTTT^^*

  32. mifta mengatakan:

    kereeeenn… suka banget bacanya walaupun nggak ada romancenya. sebenernya aku emang lebih suka baca yang romance, tapi buat ff yang ini kayaknya susah banget deh kalo harus ada romancenya. ntar kalo so eun sama jongwoon, kasian yesungnya. tapi kalo so eun sama yesung, kasian juga jongwoonnya. nggak tega deh aku liatnya putri. terserah putri aja maunya gimana. tapi yang jelas, mau dijadiin romance ato nggak, aku bakalan tetep baca kelanjutannya. udah terlanjur penasaran sama ceritanya ini….🙂

  33. erika mengatakan:

    waw nh ff emosian bnget..
    qu sh pngennya dsini wonnieppa dan eunnie bersatu….!!

  34. pipip mengatakan:

    Hrus ada romance nya dng biar seruuu
    Slh stunya ada yg ninggal trus sso dgn slah stinya dehn
    Hehe cmn ide
    Ftnggu loh thor next partnya jgn lma2

  35. rizkyapratiwi mengatakan:

    Waduh, masih dapet alurnya thor
    Cuman penasaran sama endingnya gimana
    Lanjuuut

  36. YouryLau mengatakan:

    keren thor . . .
    Dibikin cinta segitiga aja thor

  37. Irnawatyalwi mengatakan:

    Tdix wkt bc jdul osx, jujur aq ktawa lcu aja jongwoon- yesung mrka kan 1 tpi ok lah kalo putri uda buat jd sbuah os mwpn ff hasilx pasti keren, osx tdi aq pikir akn bxk trtawa tpi taux pas bca lngsng sdih, em0si stiap kraktr dpt bnget aplg kraktr jongwoon aq suka bnget, osx keren tpi mgkn lbh baikx kalo ada romancex antara jongwoon-so eun-yesung pasti lbh seru.

  38. Dear Dhiyah mengatakan:

    Harus ada romance thor …
    tp tetep unsur keluarga y g bleh ilang ..
    sedikit da cinta d’ntara mreka kn justru mkin seru cerita y ,,
    tantangan jg buat mereka antra cinta n persaudaraan
    feel y byar tambah MA’NYUS (?) baca y ….
    hohoho

  39. Safriyanti mengatakan:

    Hebat,,,,,
    ff,a sllu bkin qta pnsaran,,,,
    put aq fans bratmu,,,
    tak enk mkan tnpa bca ff mu dlu,,,
    kyak,a da rmance dkitlah,,,
    tpi to trsrah putri,,,,,
    papun akhir dr ff,a tetap seru n bkin surprise,,,
    jngan lma2 part slnjut,a put

  40. AngelsShe~ mengatakan:

    aq kebih suka romance *o* lebih seru chin9u tapi tanpa ada y9 t’rluka , maksutku cukup jongwoon & soeun y9 sama2 jatuh cinta.
    yesung hnya m’n9an99ab soeun s’bgi adik aja
    *itu hnya s’btas usul aja* oke ditun99u part 2x !!

  41. Princess ice mengatakan:

    Wow kren!! Suka bgt apalagi pas akhr2 yg mreka mau brantem,jadi kbwa em0si..
    Mending ada r0mance put,biar tmbah seru.. Kalo bisa tambah satu part lagi dech,khusus bwt yesso *pilih kasi*
    tapi jujur,nie ff lebih ngena ke family drpda r0mance..
    So,gimana enak’a neng putri aja dech..
    Lanjut cepet ne

  42. Rara mengatakan:

    Jadiin cinta segitiga aja dong unnie lebih seru feel nya pasti dapet, sampe kapanpun aku bakalan suka sama semua karya karyanya unni ga ada yg garing semua keren feel nya dapet banget di semua ff unni semangat ya unni bikin ff nya🙂

  43. yolanloen mengatakan:

    Owaaaaa,,,, kakeknya msk Rs,,, sebetulnya jongwoon juga kasian sih,,, yesung gak bisa membagi waktu antara kakak kembarnya sama adik angkatnya,,, kecemburuan yg makain menjadi,,,,
    Tapi kalo jongwoon jadian sama so eun juga seru tuh,,, supaya dia bisa berubah lebih baik lagi ^^ ini sih saran saya yaaa ^^
    Tapi apapun keputusannya saya harap mereka akur kembali deh,,,
    Ditunggu part selanjutnya yaa ^^

  44. ssoangel mengatakan:

    Menguras emosi bgt sih ff nyaaa. Gatau yg salah siapa jadinya mereka kayak gt. Hmm aku lebih suka kalo mereka tetep saudara sih thor, biar beda aja ceritanya dr yg lain hehe. Next partnya ditunggu🙂

  45. noni eka s. mengatakan:

    apa soeun sama jongwoon? hmmmm feeling nya sih gitu haha. ah lanjut mau tau ceritanyaaaaaa

  46. kai kurasin mengatakan:

    keren banget n amazing …………
    net partnya jg lama2 !!!!!!!!!!!!!!

  47. cutewhite mengatakan:

    waaaahh kereeeen…feelnya dapet banget thor…
    cinta segitiga kyanya bukan ya soalnya sayangnya yesung sma sso disini bener2 kya kakak-adik..
    tpi lain klo sso ke jongwoon kyanya ada perasaan lain deh..*menurutku*
    lanjuuutt thor jangan lama2…
    kereeen ceritanyaaa…
    mudah2an yesung sma jongwoon bsa akur lagi…

  48. Kyusso Eunnie mengatakan:

    mian telat komen..
    kalo aq pkir put memang sih awal konflikx lbh mngarah kprsaudaraan tp kalo konflikx udh kyk gini entah knp lbh cocok kprcintaan coz antara mreka brtiga dgn krakter masing2 yg brbda lbh cocok djdiin cnta sgitiga..yesung yg prhtian n pnyayang k sso n jongwoon yg mlah cuek n manly itu kykx seru put djdiin triple love..lgian aneh jg kalo konflikx cuma mslh prsaudaraan gk ada romancex..hi hi
    pokokx kt serahkan sm author bgaimna cr mnyelesaikanx..saya sbg reader cuma mndukung apapun kptusan itu

  49. zhuryia mengatakan:

    wah ffny bagus…
    Emh aq rasa sungie suka ma so eun lbih dr seorang kk…

  50. Choi shinae mengatakan:

    waw.. aneh juga yesubg panggil jongwoon ..
    jongwoon panggil yesung kkkk~~
    penasaran part selanjutnya ^^
    always give thumb for author ^^

  51. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Whoaaaaaaah… daebak!
    Aku suka banget ceritanya, feel-nya juga dapat dan aku suka banget ma karakter JongWoon disini, dingin-dingin gimanaaa gitu. Hhhoho…

    Oia sampai lupa, aku reader baru, bangapta^^

  52. asisadinda mengatakan:

    Wow.. YeSso couple.. Part 1 nya aja udah sekeren ini. Walau cuma baru 2 ff yg saya baca disini, saya rasa saya sudah jatuh cinta dengan ff buatan anda *lebay*
    Bolehkah saya minta izin tuk baca ff lain? Saya reader baru diblog ini. Salam kenal tuk author.
    Gomawo ^^

    1. PrincessClouds mengatakan:

      salam kenal dan selamat membaca🙂

  53. YeojaNiel mengatakan:

    Sumpah cerita’a keren serius. Geregetan bca’a gila mantep bgt kak hahaha

  54. Uthienz mengatakan:

    Author.. Tahu gak apa yg dirasain Jong Woon itu sama yg kaya aku rasain.. ;-(
    rasa sakit Jong Won di cerita ini.. Kerasa bget.. Sakiiiiiiit bget.. Periiiiiih..
    Saat semua pergi dan menyalahkan Jong Won aku bener2 gak bisa nahan tangis.. Nyessseuk bget ke hati.. ;-( ;-(

    dan di ff ini aku bener2 BENCI sama Yesung dan So eun.. Mereka gak pernah peka.. Egois.. Cuma bisa nyalahin Jong Woon..

    Terserah di sini siapa yg bener siapa yg salah.. Yg pasti aku kessssell, marah, benci, sama kakek’nya, yesung, dan So eun

    ku terbawa suasana thor.. Huhuhu sumpah ini nyesek bgt..

  55. geill mengatakan:

    Good story, q suka bgt sm crtnya
    Feelnya jg kerasa bgt..
    Mantap abisssssss…..
    Ok deh berhubung dah ada lanjutannya q langsung ke lanjutannya aja deh…
    Gomawo…

  56. viedy mengatakan:

    dibuat cinta segitiga aja pasti tambah seru.. hehe

  57. ikayeoja fishy mengatakan:

    debbakkkkkkk..🙂

  58. kim Ra rA mengatakan:

    Baru sempet baca ff ini . begitu selesai dengan part 1 nya. Nyesel abizzz

    NYESEL kenapa ga dari dulu baca nya …. keke ~
    Cerita nya seru banget keren. dan bener banget bacanya sambil dengerin suara nya bang yeye. ngena banget. yuk ah lang sung ke part 1

  59. Rani Annisarura mengatakan:

    bingung nih so eun mau sama siapa,, antara jongwoon dan yesung….

    Tapi kayaknya lebih cocok sama jongwoon karena dia baik….

    Tapi gak tau deh so eun mau siapa dua-duanya juga cocok….

  60. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Kereeennn…ga apa2 ga romantis yg penting ujung2nya mrk br2 si jong woon dan Yesung kembali akur hahahaaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s