~ [Threeshoot] Between Jongwoon And Yesung 2 / 3 (2th Cloudyelfputriandina) ~


between jongwoonyeye

Tittle     : Between Jongwoon And Yesung

Author  : PrincessClouds

Genre   : Brothership, Family, Romance(?)

Length  : Threeshoot

Rated    : PG-15

Main     : Kim So Eun – Kim Jongwoon – Kim Yesung (Twins! JongwoonYesung)

Casts     : Lee Hyukjae (Eunhyuk), OCs

Summary: Kita memiliki cinta, bukankah kita saling memilikinya? Lalu kenapa kau tiba-tiba menjauh. Tak tahukah kau bahwa tanganku merindukanmu? Rindu menggenggam tanganmu…

Warning: Typo(s), Out Of Carachter

*Between_Jongwoon_And_Yesung*

Soeun dan Yesung terus menunggu dengan gelisah di ruang tunggu di dekat ruang inap UGD. Sudah hampir satu jam mereka datang, dan mereka belum menerima khabar apapun terkait keadaan Tuan Kim saat ini pasca serangan jantung mendadak yang dirasakan beberapa jam yang lalu.

Segini, semuanya tampak semakin membingungkan dan berat apalagi untuk Soeun. daritadi gadis manis itu terus menangis karena tak kuat menahan kegundahannya. Untungnya disana ada Yesung yang selalu berada disampingnya dan berusaha menguatkannya.

Yesung kembali mengusap bahu Soeun untuk menenangkannya. Sementara Soeun sudah menyadarkan kepalanya di bahu Yesung dan menangis disana. Ekspressi keduanya sama-sama cemas.

Tak lama, terdengar suara langkah tergesa-gesa menggema di lorong. Dan seperti sudah begitu bertelepati satu sama lain, Yesung segera menoleh menyadari siapa yang datang dan mendekat.

“Jongwoonie oppa..” panggil Soeun serak sambil menegakkan kepalanya. Jongwoon mengalihkan perhatiannya pada Yesung.

“Sungie, bagaimana kakek?” Tanya Jongwoon pada Yesung. Yesung tak menyahutinya, ia malah mengalihkan perhatiannya dari Jongwoon.

“Kakek masih belum ada khabar, Woonie oppa. Dokter masih memeriksanya…” sahut Soeun menjawab pertanyaan Jongwoon. Terdengar desahan Jongwoon begitu mendengar jawaban Soeun.

Klek!

Pintu terbuka, menampakkan seorang dokter dan suster yang keluar dari ruangan itu. Secara reflek ketiga cucu Tuan Kim menghampiri sang dokter.

“Bagaimana keadaan kakek Dokter Shin?” tanya Yesung dengan tidak sabar. Dokter itu mengangkat wajahnya, menatap wajah khawatir di depannya satu persatu.

“Sungie, Woonie, Soeunie, bukankah dari awal sudah kukatakan? Jangan membuat emosi kakek naik, baik membuat beliau sedih, apalagi marah. Hal itu hanya akan sangat berdampak pada kesehatan beliau..” jelas Dokter yang sudah sangat mengenal anggota kelurga Tuan Kim itu sambil menatap tiga wajah khawatir di depannya.

“Sekarang beliau bagaimana?” tanya Jongwoon cepat. “Kakek sudah baik-baik saja, bukan?”

“Beruntung saat ini kesehatan beliau sudah kembali normal, Tuan Kim juga sudah tidur dan beristirahat karena pengaruh obat. Tapi dengan jujur saya katakana bahwa keadaan beliau semakin memburuk. Serangan jantung kali ini bisa dibilang yang paling parah dari serangan yang pernah ada…” jelas dokter Shin, membuat ketiganya menghela nafas.

“Apa kami boleh melihat kakek?” tanya Soeun. Dokter Shin mengangguk.

“Tentu, asal tidak membuat keributan. Apalagi kalian, si kembar! Kalian tidak bisa terus memperlihatkan wajah saling berperang ketika bersama kakek. Ingat, menjaga perasaan beliau adalah yang terpenting..” terang Dokter Shin memperingatkan Jongwoon dan Yesung. Dua anak kembar itu mengangguk pelan dengan serentak. “Ya, sudah. Masuklah. Tapi ingat, jangan menganggu beliau. Biarkan beliau istirahat dengan tenang malam ini…” ucapan dokter Shin kembali membuat tiga cucu Tuan Kim mengangguk.

“Ya, sudah. Silahkan lihat kakek setelah dipindahkan ke ruang inap. Aku kembali keruanganku…”

“Sekali lagi terima kasih Dokter..” ucap Yesung. Dokter Shin tampak menganggukkan kepalanya sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu dengan suster yang mengiringnya.

Klek!

Pintu itu kembali terbuka. Tak lama empat orang petugas tampak mendorong sebuah tempat tidur inap dengan Tuan Kim yang terlelap pulas di atasnya. Soeun segera mengiringin jalan empat petugas yang membawa Tuan Kim tersebut. Sementara Yesung dan Jongwoon masih tertinggal di depan pintu.

“Jongwoon!” Panggil Yesung yang membuat Jongwoon menoleh. “Kau dengar kata dokter Shin? Kau mengerti maksudnya bukan?” tanya Yesung. Jongwoon mengangguk pelan.

“Pulanglah, kau tahu? aku masih marah padamu, aku tak ingin terpancing lagi dan akhirnya malah membuat kakek semakin buruk…” jelas Yesung lagi. Jongwoon tampak sedikit menunduk, namun pada akhirnya ia menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Baguslah, kuharap kau mengerti..” ucap Yesung sambil berlalu dan menyusul Soeun. Meninggalkan Jongwoon yang mulai mengangkat wajahnya dan menatap kepergian Yesung. Ia mendesah pelan.

“Aku sama sekali tak bermaksud membuat semua ini seburuk ini, Sungie. Kuharap kau bisa mengerti dan memaafkanku…” gumamnya pelan. Jongwoon kemudian berbalik, meninggalkan tempat itu dengan langkah yang gontai.

*

Krring~

Bel itu berbunyi nyaring setelah Jongwoon memencetnya. Tak lama didengarnya suara langkah tergesa-gesa seseorang mendekati pintu. Sebelum akhirnya membukakan pintu

“Jongwoon?” panggil Hyukjae cukup kaget melihat kedatangan Jongwoon. Jongwoon hanya tersenyum samar mendengarnya. “Kau.. ingin masuk?” tawar Hyukjae. Jongwoon menganggukkan kepanya.

“Tentu, terima kasih..”

Hyukjae menutup kembali pintu apartementnya setelah Jongwoon masuk. Ketika ia berbalik dilihatnya Jongwoon tampak sibuk memperhatikan ruangan sekitarnya.

“Katanya pesta? Kenapa sudah sepi jam segini?” tanya Jongwoon.

“Oh..” Hyukjae bergumam sedikit tergagap. “Mereka sudah pulang.. Oh, tsk, aku benar-benar tak nyaman seperti ini. Jongwoon-ah, aku tadi hanya bercanda, aku benar-benar tak tahu kalau bercandaanku tadi sedikit keterlaluan…” ucap Hyukjae sedikit ragu.

“Aku tahu..” sahut Jongwoon sambil berbalik dan tersenyum samar. “Aku saja yang terlalu berlebihan tadi, maaf atas pukulanku dan juga karena aku telah merusak acaramu tadi. Aku sedang panik tadi..” jelas Jongwoon. Hyukjae tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Aku mengerti..” sahutnya sambil menepuk bahu Jongwoon. “Lupakan saja…”

“Kau memang satu-satunya orang mengerti padaku..” ucap Jongwoon miris. “Oiya, kau masih punya minuman?”

“Kau ingin minum?” tanya Hyukjae sedikit heran mendengar pertanyaan Jongwoon. Jongwoon tersenyum samar dan mengangguk pelan. “Baik, tunggu disini. Aku kan mengambilkannya untukmu..” ucap Hyukjae sambil bergerak ke dapur. Sementara Jongwoon mulai mendudukkan diri diatas sofa dan menyandarkan tubuhnya dengan lesu.

*

Posisi tidur yang kurang nyaman akhirnya membuat Soeun tersentak dari tidur pendeknya. Ia sedikit membuka matanya dan melihat sekitarnya. Awalnya ia agak heran menyadari bahwa ia tak tertidur di kamarnya, namun melihat ranjang tempat tidur di depannya ia kemudian kembali mengingat semuanya.

Soeun menghela nafas sambil menatap kearah Yesung yang masih setia terjaga disamping Tuan Kim yang masih terlelap. Daritadi Yesung memang berada disana untuk menjaga kakeknya, ia terlihat begitu cemas dengan keadaan Tuan Kim.

“Oppa..”

Yesung sedikit tersentak merasakan sentuhan di bahunya. Ia menoleh kebelakang, dimana Soeun sudah berdiri di belakangnya.

“Kau terbangun?” tanya Yesung serak. Matanya sedikit memerah karena memaksakan diri untuk terjaga semalaman.

“Oppa sudah begitu lelah, sebaiknya oppa tidur..” saran Soeun sambil terus mengusap bahu Yesung. Yesung tersenyum kecil.

“Tidak apa-apa, kau yang seharusnya tidur. Tidak baik seorang perempuan begadang..” jawab Yesung lembut sambil mengusap pipi Soeun. Namun senyumannya memudar melihat ekspresi Soeun menatapnya, ia membuang nafas pelan sambil berpaling pada Tuan Kim. “Aku takut Soeun, takut terjadi sesuatu pada kakek..” jelas Yesung pelan.

“Selama ini Kakek selalu menjaga kita semua. Bahkan dibanding orang tua kami, kakek lebih sering bersama kami. Beliau begitu berperan dan penting untuk kami..” jelas Yesung.

“Tapi kakek sekarang sudah baik-baik saja. Oppa tak perlu cemas untuk saat ini..”

“Memang, tapi aku selalu cemas kalau mengingat betapa seringnya beliau menghabiskan waktu dirumah sakit. Aku benar-benar takut sesuatu terjadi padanya, atau mungkin… tuhan mengambilnya..”

“Sst, Yesung oppa tak boleh seperti itu. percaya padaku bahwa kakek akan baik-baik saja..” ucap Soeun sambil tersenyum pada Yesung. “Lagipula dengan terus bertahan seperti ini hanya akan membuat oppa ikutan sakit dan nantinya membuat kakek sedih. Oppa tak ingat kata Dokter Shin tadi? Kita harus menjaga perasaan kakek dari perasaan marah ataupun sedih kalau ingin kakek cepat-cepat pulih…”

Yesung tersenyum kecil, lalu menganggukkan kepalanya. “Baiklah, kau selalu berhasil membujukku. Terima kasih..” ucap Yesung sambil kembali mengusap rambut Soeun. Matanya menatap wajah Soeun dengan senyuman. Setahunya, hanya Soeun yang bisa membuatnya tersenyum seperti ini.

*

Jongwoon memicingkan matanya untuk sejenak dan mendesah untuk menahan matanya yang memberat. Ia kemudian kembali mengambil gelas minuman yang terletak di atas meja dan memasukkan cairan keras itu kedalam pencernaannya. Tak jauh darinya, Hyukjae juga sudah terlena dibuai oleh minuman yang sama.

“Kau tahu, Hyukjae? Sebenarnya aku punya kembaran..” ucap Jongwoon mulai meracau. Hyukjae tampak menoleh padanya, memiringkan wajahnya dengan bingung.

“K-Kembaran??”

“N-Ne..” sahut Jongwoon mengawang. “Namanya Yesung, wajahnya sangat… mirip denganku. Hanya bedanya aku sepertinya lebih tampan..”

“Kenapa aku tak pernah tahu?” tanya Hyukjae sambil sedikit tersenyum. sepertinya ia masih cukup sadar daripada Jongwoon yang tingkat kesadarannya sudah benar-benar rendah.

“Yesungie, sangat manja ketika kecil. Aku kasihan padanya karena ia terlalu sering sakit. Kata dokter yang pernah merawatnya, Yesungie begitu karena kelahirannya. Waktu itu setelah kelahiranku, ibu begitu kelelahan tapi tak lama perutnya sakit lagi karena mau melahirkan Sungie. Mereka bilang… kelahiran kedua lebih berat dan nyaris membahayakan ibu dan calon adikku. Tapi beruntung, karena akhirnya keduanya selamat walau dengan resiko adikku sedikit lebih lemah dariku…”

“Sejak mendengar itu.. aku berjanji akan selalu melindungi Yesungie. Aku tidak akan pernah memukulnya walaupun ia memukulku atau merebut mainanku. Semua itu kulakukan agar Sungie.. tidak sakit lagi. Tapi belakangan, ia selalu.. membuatku marah. Aku berusaha menahannya, walaupun sakit ketika ia bilang ia membenciku…”

Air mata Jongwoon mengalir begitu saja menuruni pipinya…

“Aku juga salah, aku tahu. aku terlalu sering membuat seluruh keluarga merasa kesal. Itu semua aku lakukan agar dia mau kembali seperti dulu dan berhenti lebih menyayangi orang lain daripada aku. Aku ini kembarannya, tapi kenapa ia selalu lebih suka bersama orang lain daripada aku. Itu sebabnya aku menjadi anak nakal, walau sekalipun tak pernah… terlintas dalam fikiranku membuat kakek kami menjadi sakit…”

“Aku benar-benar menyesal..” gumam Jongwoon sambil meletakkan kepalanya diatas lipatan tangannya. “Sekarang aku benar-benar sudah membuat Sungie membenciku. Kau dengar itu? Belahanku, orang paling dekat denganku membenciku karena kebodohanku. Aku benar-benar merasa sangat… sakit. begitu sakit…”

“Aku berharap.. semoga kakek baik-baik saja dan Sungie benar-benar mau memaafkanku…”

“Semoga begitu…”

Hyukjae meletakkan gelasnya setelah Jongwoon terdiam, sepertinya sudah tak sadarkan diri. Hyukjae menghela nafas sedikit panjang sambil terus menatap Jongwoon yang jatuh tertidur. Ia sama sekali tak menyangka temannya yang selama ini dingin mempunyai sisi seperti ini. Jongwoon terlihat menyedihkan dengan keadannya yang sekarang.

*

Ruang makan Tuan Kim tampak begitu sepi hari ini karena hanya ada Yesung dan Soeun disana. Acara makan mereka begitu sepi karena keduanya tampak membisu. Larut dalam fikiran mereka masing-masing.

Soeun mendesah sedikit bosan, ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada Yesung yang tampak asyik menyantap makanannya walau dengan pandangan yang terlihat seperti melamun.

“Sungie Oppa, Jongwoonie oppa tidak pulang sejak semalam. Apa Oppa tahu Woonie oppa menginap dimana?” tanya Soeun sedikit ragu. Yesung menghentikan makannya dan menoleh pada Soeun. Ia kemudian menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak tahu. Mungkin dia menginap di rumah temannya…” sahut Yesung cuek. Soeun sedikit mendesah.

“Ini sudah semalaman, aku takut kalau sesuatu terjadi padanya..” ucap Soeun risau.

“Tak perlu cemas, dia pasti sedang baik-baik saja. Malah mungkin ia sedang bersenang-senang dengan temannya..” sahut Yesung dengan nada dingin. Soeun akhirnya hanya bisa mendesah mengalah dan mengalihkan perhatiannya kearah tempat duduk Tuan Kim dan Yesung. Wajahnya terlihat begitu sedih.

“Aku merindukan mereka…”

*

Sengatan matahari yang jatuh di kulit pipinya membuat Jongwoon terbangun dari tidurnya. Pemuda itu segera membuka mata dan menerawang menatap langit-langit. Setelah nyawanya terkumpul ia mulai sedikit bergerak untuk duduk, memeriksa sekitarnya.

Apartement Hyukjae. Jongwoon sedikit mendesah ketika ia apa yang terjadi padanya semalam. Ia mengacak rambutnya sedikit kasar sambil berusaha mencari keberadaan Hyukjae. Pandangannya kemudian berhenti di ketika menemukan sesuatu di atas meja. Jongwoon dengan cepat menyambar benda tersebut.

Kau sudah bangun pangeran tidur? Aku harus kuliah pagi-pagi jadi aku terpaksa meningalkanmu. Kau bisa lihat-lihat meja makanku, ada sarapan yang sudah kusiapkan untukmu. Dari Temanmu yang paling tampan, Lee Hyukjae.

Jongwoon melipat kembali kertas surat itu setelah ia membacanya. Ia kemudian bangkit dari tempatnya dan berjalan kearah kamar mandi.

*

Yesung menghela dan menghembuskan nafas berulang kali sambil terus menatap wajah kakeknya yang tertidur tenang. Adik Jongwoon yang hanya lima menit lebih muda dari hyungnya itu tampak memikirkan sesuatu. Fikiran yang cukup berat.

“Untuk apa kau pulang setelah apa yang kau lakukan pada kakek!”

“Jongwoon! Aku benci padamu! Kau perlu tahu itu!”

“Pulanglah, kau tahu? aku masih marah padamu, aku tak ingin terpancing lagi dan akhirnya malah membuat kakek semakin buruk…”

Yesung berdecak, mendesah berulang kali. Ia kembali mengalihkan perhatian pada sosok kakeknya yang masih tertidur. Wajahnya terlihat bimbang.

“Aku sudah keterlaluan kan, kakek?  Aku tak seharusnya memperlakukan Jongwoon seperti itu..“

Yesung kembali mendesah. Ia kemudian mencari sesuatu dari saku celananya. Lalu tampak menghubungi seseorang.

‘Yeobseyo!’

“Ini aku..” Yesung menyahut singkat setelah mendengar suara Soeun dari Line sebelah.

‘Kenapa suara oppa begitu lesu? Hh, kakek baik-baik saja bukan?’ suara itu terdengar panik.

“Tidak apa-apa, kau terlalu berisik..” sahut Yesung tersenyum samar. Helaan nafas lega terdengar setelah itu.

‘Baguslah, oppa sudah makan?’

“Sudah, kau bagaimana? Apa kau sudah makan?” Tanya Yesung balik masih dengan nada yang lesu.

‘Tentu, ini aku sedang belajar untuk ulanganku besok. Oppa bilang oppa tak akan mengakuiku bukan kalau aku tidak pintar? Itu sebabnya aku…’ celoteh Soeun bersemangat. Yesung ikut tersenyum mendengar ocehannya. Inilah gunanya Soeun untuknya, dari dulu punya adik perempuan begitu menyenangkan, Yesung selalu punya hiburannya sendiri. Sayang, Jongwoon tidak merasakan hal yang sama. Yesung sendiri tidak mengerti apa yang ada dalam fikiran kembarannya itu hinggga menyimpan kebencian pada Soeun bertahun lamanya.

‘Oppa, kau mendengarku?’

Yesung tersadar mendengar pertanyaan Soeun.

“Ne, ini sudah malam, tidurlah. Aku akan datang begitu pagi besok sehingga aku akan mengantarmu seperti biasanya..”

‘Oppa juga harus tidur, ini sudah malam..’

“Ya, tentu..”

‘Baiklah, siapa yang akan menutup teleponnya kali ini. Aku?’

“Ya, kau yang menutup kali ini..”

‘Hum, baiklah, akan kututup sekarang—‘

“Tapi tunggu!”

‘Hum?’

“Apa Jongwoon.. sudah pulang?”

‘Huh?’

“Lupakan!”

‘Tsk, oppa bagaimana mungkin boleh begitu. Jongwoonie oppa adalah bagian dari oppa, kalian adalah satu. Oppa khawatir itu bukan hal yang memalukan, malah akan aneh kalau oppa tak memperdulikannya..’

‘Jongwoonie oppa belum pulang, tapi mungkin akan pulang sebentar lagi…’

“Oh, baiklah. Ya sudah, ini sudah malam, aku begitu mengantuk. Aku yang akan mematika teleponnya kali ini. Selamat malam Soeunie, mimpi indah, aku sayang padamu…”

Tit!

Yesung meletakkan ponselnya keatas meja di depannya. Ia menghela nafas panjang dan memegangi kepalanya.

“Aku pasti terlalu kasar, lihat.. sudah dua malam ia tidak pulang karena kata-kataku kemaren…”

“Ahh entahlah…”

Yesung menyandarkan tubuhnya di sofa dibelakangnya.

*

Soeun menghela nafas sambil meletakkan ponselnya. Decakan dan desahan berat terdengar setelah itu.

“Ini sudah dua malam Jongwoonie oppa tanpa khabar, Sungie oppa pasti begitu merasa bersalah. Ohh, kenapa mereka harus selalu seperti itu? padahal mereka saling terikat. Bodoh…”

“Kalau saja aku bisa melakukan sesuatu untuk memperbaiki semuanya. Tapi apa? Jongwoonie oppa bahkan benar-benar membenciku..”

“Kenapa Jongwoonie oppa selalu memperlakukanku seperti itu?”

Tok Tok!

“Nona Soeun!!”

Seseorang berseru sambil mengetuk pintu kamar Soeun. Membuat Soeun bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu.

“Ada apa?” Tanya Soeun setelah membuka pintu. Seorang Maid tampak berdiri dengan wajah panik di depan pintu kamarnya.

“Nona Soeun, Tuan muda Jongwoon…”

*

“Arh, badanku sakit semua!”

Jongwoon sedikit mengerang ketika beberapa pekerja dirumah Tuan Kim membaringkannya di tempat tidur. Jongwoon terlihat begitu buruk ketika ia kembali. Ia mabuk berat.

“Sudah tidak apa-apa, aku akan merawat Jongwoonie oppa. Terima kasih ahjussi, ahjumma…” ucap Soeun pada semua orang yang berkumpul di rungan tersebut. Semua dari mereka mengangguk dan meninggalkan tempat itu.

Soeun mengalihkan perhatiannya dari pintu kembali keatas tempat tidur. Ia kemudian menatap Jongwoon yang sudah tertidur karena pengaruh alcohol. Ia terlihat begitu berantakan, bahkan seingat Soeun ia masih memakai kemeja yang sama dari dua hari yang lalu.

“Pasti dua hari yang melelahkan untukmu bukan, oppa?”

Soeun bergeser dari tempatnya berdiri kearah Jongwoon. Ia kemudian berlutut di depan tempat tidur, membukakan sepatu yang masih terpasang di kaki Jongwoon. Dengan hati-hati ia kemudian sedikit membuka kancing kemeja atas Jongwoon agar ia bernafas lebih mudah. Terakhir Soeun menarik selimut dan menutupi tubuh Jongwoon sampai batas bahu.

Soeun tersenyum sambil menatap wajah lelap Jongwoon. Rasanya begitu senang berada di dekat Jongwoon walau hanya diam-diam seperti ini. Sayang Jongwoon selalu menjarak darinya.

“Oppa, aku sayang padamu..” bisik Soeun pelan sambil tersenyum melihat wajah Jongwoon. Ia kemudian sedikit merungkuk untuk mencium dahi Jongwoon, namun tanpa di duga Jongwoon malah sedikit bergerak dari tidurnya dan membuat yang bertemu bibir Soeun bukan dahinya. Tapi bibirnya.

Soeun tersentak kaget dan langsung memperbaiki posisi duduknya. Ia menyentuh bibirnya sambil menatap Jongwoon yang masih terlelap dengan damai. Jantungnya langsung berdetak tak karuan setelah itu. Dengan sedikit panik, Ia langsung meninggalkan tempat itu secara diam-diam setelah itu.

*

Jongwoon dengan terburu-buru menyelesaikan kelokan terakhir sebelum sampai di ruang inap tuan Kim. Ketika sudah menemukannya, ia segera mengulurkan tangannya untuk membuka pintu, di dalam ruangan dilihatnya sudah ada Yesung dan Soeun yang sudah berada di dekat kakeknya.

“J-Jongwwoonnie..”

Tuan Kim mengulurkan tangannya ketika melihat Jongwoon. Sementara firasat buruk langsung dirasakan Jongwoon melihat ekspresi di wajah Yesung dan Soeun. Ia segera mendekat.

“W-Woonie, cucu sulungku..”

Jongwoon meraih tangan Tuan Kim ketika Tuan Kim terus mengulurkan tangannya pada Jongwoon. Pandangannya kembali beralih pada Soeun dan Yesung yang tampak menundukkan wajah mereka dengan sedih.

“W-Woonie..”

“Y-Ya, kakek. Aku disini..” sahut Jongwoon sambil lebih mendekatkan dirinya. Tuan Kim tampak tersenyum senang sambil mengusap pipi Jongwoon dengan sayang.

“Kakek senang kau datang, kemana saja hum? Kenapa dua hari ini kakek tak melihatmu?” Tanya Tuan Kim lemah. Jongwoon membalas senyuman beliau.

“Maaf, kek. Aku.. harus latihan rutin selama dua hari ini..” ucap Jongwoon berbohong. Ia mengalihkan perhatiannya pada Yesung yang masih menundukkan kepalanya. Mungkin firasat mereka sama khawatirnya dengan Jongwoon melihat keadaan Tuan Kim hari ini. Ia terlihat lebih lemah dari sebelumnya, serta permintaannya untuk mereka bertiga berkumpul disini benar-benar membuat semuanya semakin aneh.

“Jongwoonie, Sungie, Soeunie. Apa kalian tahu mengapa kakek meminta kalian untuk berkumpul?” Tanya Tuan Kim melirik semua cucunya. Ketiganya menggeleng bersamaan.

“Tidak, kek..”

Tuan Kim lagi-lagi tersenyum. Tangannya yang tidak menggenggam tangan Jongwoon beralih meraih satu tangan Yesung dan Jongwoon. Lalu menggenggamnya menjadi satu.

“Hidup kakek sudah tak lama..”

“Kakek..” ketiganya berseru bersamaan. Begitu kaget. Sementara Tuan Kim malah tersenyum.

“Kakek senang melihat kalian begitu kompak..”

“Kakek apa yang kakek katakan? Jangan mengatakan hal yang seperti itu..” ucap Soeun begitu sedih. Tuan Kim tersenyum, lalu kembali menggenggam tangan ketiganya. Lalu menatap ketiganya.

“Bolehkah kakek menyampaikan sebuah rahasia?” tanya Tuan Kim sambil melihat wajah mereka satu persatu. Ketiganya tak menyahut dan hanya menatap Tuan Kim, menunggu lanjutan kata-kata beliau. “Kalian selalu bertanya padaku? Kenapa Soeun tiba-tiba bisa datang ke keluarga kita. Kita perlakukan seperti bagian dari kita, dan tanpa memberi tahu apa maksudnya. Kalian bertanya tentang itu bukan? Apalagi Jongwoonie..”

Jongwoon tampak hanya menghela nafas singkat, sementara Soeun tampak begitu penasaran. Jujur, sudah lama sekali ia mengetahuinya.

“Soeunie, apa boleh kakek, menceritakan semuanya? Apa ini menyakitimu?” Tanya Tuan Kim sambil melirik Soeun. Soeun dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Tidak, kakek selalu tidak mau menjawabku ketika aku mempertanyakannya. Aku benar-benar ingin tahu semuanya kakek..”

Tuan Kim sedikit memejamkan matanya, berusaha mengingat semua yang terlalu lama ia simpan itu.

“Kakek Soeunie adalah sahabat kakek. Kami berdua dulu sama-sama berjuang dari kampong halaman kami dan mencari kehidupan di Seoul. Susah senang, kami lalui bersama hingga kami benar-benar sukses seperti yang kita lihat sekarang. Namun, sesuatu terjadi lima belas tahun yang lalu…”

Tuan Kim menatap ketiga cucunya lagi. Lalu menatap Soeun yang paling penasaran.

“Terjadi kebakaran besar di rumah keluargamu, Soeunie. Sebuah kecelakaan yang membuat semua keluargamu meninggal. Menyisakan dirimu sendiri yang akhirnya aku angkat menjadi cucuku dan kurawat sampai dewasa..”

Soeun menundukkan wajahnya terlihat cukup terguncang dengan hal yang baru diketahuinya itu. Yesung yang berada disampingnya langsung mengusap bahu Soeun, berusaha menenangkannya. Sementara Jongwoon hanya terdiam sambil terus melirik Tuan Kim, Soeun, dan Yesung bergantian.

“Sebenarnya selama ini, perusahaan kita terdiri dari dua perusahaan yaitu punya kakek dan punya kakek Soeun. Kakek akan terus mengembangkannya setidaknya sampai Soeun cukup umur untuk menerimanya atau sampai ia menikah…”

“Dan masalah menikah…” Tuan Kim kembali melirik tiga cucunya. “Kakek sama sekali tidak ingin menekan, tapi sebenarnya dulu… kakek dan kakek Soeun pernah saling berjanji bahwa akan menikahkah Soeun dengan salah satu dari kalian, Sungie, Woonie…” pandangan Tuan Kim beralih pada dua cucu kembarnya yang juga langsung menoleh kaget. Sementara Soeun langsung kembali menatap Tuan Kim karena kata-katanya.

“Kakek hanya ingin memberitahukan hal itu, kalian tidak perlu berekspresi tegang seperti itu..” ucap Tuan Kim tertawa ringan. Ia kemudian beralih pada Soeun dan mengusap satu pipinya. “Tapi.. tolong fikirkan ini, Sungie, Woonie. Kakek begitu menyayangi Soeun, kakek benar-benar berharap bahwa nanti setelah kakek pergi dia akan dijaga oleh seseorang yang menyayanginya dan bisa menjaganya dengan baik. Seseorang yang kakek harapkan salah satu dari kalian..”

Jongwoon dan Yesung reflek saling bertatapan satu sama lain, sementara Soeun hanya terdiam sambil mencium tangan Tuan Kim yang tadi menyentuh wajahnya. Air mata tampak terus menuruni pipinya. Tuan Kim tampak tersenyum melihat ekspresi Jongwoon dan Yesung.

“Tapi jangan cemas, kakek hanya menyampaikan apa yang pernah kakek dan kakek Soeun ikrarkan. Tapi, kami juga sudah sepakat bahwa kami tidak akan memaksa, semuanya… kami serahkan kepada kalian…”

*

Tuan Kim sudah kembali terlelap sejak beberapa menit yang lalu, meninggalkan kebisuan antara ketiga cucunya yang masih berkumpul diruangan itu. Jongwoon menghela nafas, lalu melirik kearah dua lainnya. Dimana Soeun masih menundukkan wajahnya karena masih shock dan Yesung yang berusaha menghiburnya.

Seperti bertelepati, Yesung mengangkat wajahnya menatap Jongwoon. Keduanya bertatapan dalam beberapa saat, sebelum akhirnya Yesung menganggukkan kepalanya dan beralih pada Soeun.

“Soeunie, ayo kita pulang..” ajak Yesung sambil mengusap rambut Soeun. Soeun menoleh padanya, matanya terlihat sedikit membengkak karena terlalu banyak menangis. “Ayo..” ulang Yesung sambil tersenyum padanya. Yesung kemudian membantu Soeun untuk berdiri, sementara Jongwoon hanya terdiam memperhatikan mereka.

“Jongwoon, jadi hari ini kau yang akan menjaga kakek?” tanya Yesung sebelum meninggalkan tempat itu. Jongwoon menganggukkan kepalanya.

“Ne, kalian sebaiknya beristirahat pulang..” sahutnya singkat.

Yesung menganggukkan kepalanya lalu kembali membawa Soeun untuk meninggalkan tempat itu. setelah mencium pipi Tuan Kim keduanya meninggalkan tempat itu, meninggalkan Jongwoon yang hanya berdua dengan Tuan Kim yang terlelap di tempat tidurnya. Jongwoon menghela nafas sambil mengalihkan perhatiannya pada kakeknya.

*

Suasana begitu tenang di dalam mobil, Yesung tampak terus fokus mengemudi sambil sekali-kali mengalihkan perhatiannya pada Soeun, dimana gadis itu masih larut dalam diam. Larut dalam fikirannya.

Yesung sedikit mendesah pelan, jujur ini bahkan mengagetkan sekali untuknya. Apalagi untuk Soeun, bagaimana mungkin hubungan persaudaraan yang bertahun mereka bina akan berakhir menjadi hubungan seperti itu. Pasangan kekasih, pasangan tunangan, pasangan suami-istri. Mungkinkah bisa? Entahlah, itu membingungkan, walau Yesung tak tahu mengapa ada bagian yang aneh pada dirinya yang ia rasakan ketika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Perasaan seperti berharap..

“Sungie oppa…”

“Hum?”

Yesung beralih sejenak pada Soeun ketika untuk pertama kalinya Soeun mengeluarkan suara. Gadis itu tampak menundukkan wajahnya, masih terlihat berfikir.

“Mungkin tidak kalau kita mewujudkan apa keinginan kakek…”

“Huh?”

Soeun mendesah, menundukkan wajahnya semakin dalam. Keadaannya terlihat tak begitu baik-baik saja.

“Keinginan kakek dan kakekku. Entah kenapa aku berfikir bahwa kita harus melakukan itu untuk membuat kakek sembuh…”

Yesung hanya tersenyum kecil, entah kenapa kata-kata Soeun terdengar cukup lucu ditelinganya. “Aku tahu, tapi begini juga tidak akan membantu. Kau masih sekolah, sementara untuk sebuah hubungan seperti itu kita membutuhkan perasaan yang berbeda. Bukan perasaan yang sama yang kita bina selama ini…”

“Mungkinkah?” tanya Soeun sambil melirik Yesung kali ini. membuat Yesung sejenak beralih, menatap mata Soeun sedikit lebih dalam. Berusaha mencari jawabannya sendiri.

“Mungkin saja..” ucap Yesung sambil beralih. “Mungkin ketika kita melihat kebelakang, perasaan itu sebenarnya sudah tumbuh cukup lama…” ucapnya sambil menatap lurus. Meninggalkan Soeun yang kembali menundukkan wajahnya, sementara Yesung sedikit menghembuskan nafasnya. Sedikit gila ketika merasakan bahwa jantungnya mulai berdetak terlalu kencang.

*

Jongwoon terus memainkan bola ditangannya dengan memantulkan kelantai atau memasukkan kedalam keranjang. Tubuhnya berkeringat, basah dan terlihat mengkilat ketika dipermainkan sinar matahari. Namun, si sulung dari si kembar masih terus bermain disana sambil terus larut dan larut dalam fikirannya.

“Kumohon oppa, ayo kita menyusul kakek…”

Gadis itu menangis semakin keras sambil memeluk tangan Yesung yang ingin digunakan Yesung untuk memukulnya. Yesung tampak tersentuh, terenyuh, hingga ekspresi kemarahannya berubah melunak bak api yang ditetesi air. Yesung kemudian mengalihkan perhatiannya pada sosok disampingnya, memeluknya sambil berusaha menenangkannya. Meninggalkan Jongwoon yang reflek terpana.

“Iya, tenang Soeun… kita akan segera menyusul kakek…”

Tangan Yesung dengan lembut menyentuh bahu gadis itu, berusaha membuatnya tenang dan berhenti menangis. Sementara mata Yesung kembali menatap mata Jongwoon yang terpana, sejenak berubah lebih tajam.

“Memang tidak ada gunanya berbicara dengan orang yang keras kepala seperti dia. Kita pergi sekarang, ayo…”

Yesung mengalihkan perhatiannya dari Jongwoon setelah itu dan menarik gadis itu bersamanya. Mereka melewati Jongwoon, dengan Jongwoon yang masih terpana dan tidak yakin. Jongwoon berbalik dan memperhatikan punggung keduanya hingga menghilang di balik pintu. Tatapan mata itu, pelukan itu, usapan tangan… Yesung menyukai atau bisa dibilang mencintai Soeun? Jongwoon menerima telepati itu dari mataYesung.

Bragh!

Bola itu kembali masuk setelah Jongwoon melemparkannya untuk membuang apa yang menjadi beban fikirannya itu. ia kemudian sedikit berlari untuk mengejar bola itu kembali, dan disaat itu, kenangan yang lain juga ikut berlari kearahnya..

“Arh, badanku sakit semua!”

Setengah sadar Jongwoon ingat kalau ia mengerangkan itu ketika tubuhnya diletakkan ditempat tidur. Tubuhnya benar-benar seperti terbakar, panas. Belum lagi rasa ngilu di berbagai titik persendiannya.

Ruang kamarnya yang pengap cukup nyaman tak lama setelah ia mendengar banyak langkah yang keluar. Jongwoon menggeser posisi tidurnya untuk lebih nyaman, hingga ia menyadari ternyata masih ada yang tertinggal dikamarnya. Ketika ia merasakan seseorang membuka sepatunya dan sedikit membuka kancing kemejanya. Siapa dia? Entahlah, Jongwoon tak begitu peduli, lagipula matanya sudah terlalu berat untuk melihat siapa yang datang dan membantunya.

“Oppa, aku sayang padamu…”

Oh, dia Soeun. Jongwoon sedikit mendesah bosan sambil berniat mengganti posisinya dengan menelungkup agar Soeun pergi dari kamarnya. Namun, di detik berikutny a setengah sadar ia malah merasakan sesuatu menyentuh bibirnya. Sebuah bibir, membuat ia seperti tertendang dari alam bawah sadar.

Klek!

Pintu tertutup dan disaat itu iris sabit Jongwoon terbuka dengan kesadaran yang masih rendah. Namun, ia begitu ingat itu, ingat bahwa tadi bibir Soeun menyentuh bibirnya. Kiss..

“Arh!”

Jongwoon mendesah ketika untuk pertama kalinya bola lemparannya meleset. Ia kemudian terduduk dilantai lapangan, membawa tubuhnya untuk berbaring ketika yang lainnya terkenang.

“Woonie ini robotku!”

Yesung kecil menarik robot itu dari tangan Jongwoon. Jongwoon yang merasa kesenangannya terganggu sedikit mengerang, lalu merebut benda itu dari tangan Yesung.

“Ini milikku!”

“Milikku!”

“Milikku!!”

Jongwoon merasa puas ketika benda itu kembali ketangannya. Namun, tak berapa lama ia mulai beralih lagi pada kembarannya ketika menyadari adiknya itu menangis.

“Hiks.. Itu punyaku..”

Yesung merengut sambil menangis. Sementara Jongwoon masih terpana sambil menatap kembarannya yang menangis lebih keras. Ia menatap ragu robot mainan ditangannya, lalu mengalihkan perhaatiannya pada adik kembarnya yang terus menangis.

“I-Ini..”

Jongwoon menyerahkannya dengan ragu, membuat Yesung yang masih sesegukan menatap benda tersebut. Lalu mengambilnya,ia kemudian melirik kembarannya yang terdiam.

“Woonie bagaimana?”

“Sungie ambil saja..” sahut Jongwoon walau tak rela. Yesung terpana, ia kemudian menatap benda ditangannya dan berganti pada kakak kembarnya.

“Bagaimana kalau kita bermain berdua?”

“Huh..”

“Kitakan kembar, apa yang Sungie suka biasanya Woonie juga suka. Jadi kita harus saling berbagi..” ucap Yesung sambil tersenyum padanya. Jongwoon ikut membalas tatapan adik kembarnya, setelah tak lama Yesung bergerak dan mengulurkan kelingkingnya. “Ayo kita membuat janji, Woonie. Nanti, sampai kapanpun, semua punyaku adalah punya Woonie juga dan punya Woonie adalah punyaku. Kita saling menyukai benda yang sama maka kita akan selalu membaginya bersama…” celoteh Yesung riang. Jongwoon balas tersenyum, ia kemudian membalas uluran kelingking Yesung. Membuat mereka bertautan.

“Janji…”

Kedua anak kembar itu saling tersenyum..

*

“Kakek! Soeunie datang!!” Seru Soeun ceria sambil meraba-raba untuk kembali menutup pintu. Soeun kemudian bergerak maju perlahan dengan masih meraba-raba, ada boneka beruang besar ditangannya yang menutupi wajah dan matanya. Membuat ia sulit bergerak. “Kakek—“

“Seseorang disini?” Tanya Soeun baru sadar setelah menabrak seseorang. Dengan susah payah Soeun mengintip dari boneka beruangnya. Menemukan Jongwoon yang menatapnya datar dengan wajah yang hampir menempel dengan wajah boneka beruang besarnya. “Oppa.. maaf..” ucapnya kaku dan tak enak hati. Kalian lupa kalau ia masih takut-takut dengan oppanya yang ini?

Soeun sedikit mundur menjauhi Jongwoon dengan bonekanya. Namun, kaki terbentuk kaki tempat tidur Tuan Kim, karena terlalu kaget. Sampai ketika ia merasakan, seseorang mengambil boneka itu dari tangannya. Boneka itu dibawa kearah sofa dan diletakkan disana.

“H-Hum, makasih oppa…” ucap Soeun sedikit malu.

Jongwoon tak menyahuti apapun, ia memilih kembali duduk disamping tempat tidur Tuan Kim dan duduk disana. Meninggalkan Soeun yang masih berdiri kaku di tempatnya.

“Kau hanya datang untuk menjadi patung disana?”

Soeun tersentak ketika Jongwoon bersuara dingin padanya. ia menggeleng dengan gugup.

“B-Bukan, tentu saja bukan..” Soeun menyahut kaku sambil dengan ragu mendekat kearah sana. Ia berdiri di dekat Jongwoon sambil menatap Tuan Kim, masih dengan kaku. “Oppa, A-Apa kakek sudah minum obat?” Tanya Soeun ragu.

“Sepertinya begitu..” Jongwoon kembali menyahut singkat. “Ketika aku datang, seorang suster keluar dengan tempat makanan dan obat-obatan..”

“Syukurlah..” ucap Soeun lega sambil berniat kembali ke sofa, namun karena kurang hati-hati ia menendang kakinya sendiri. Membuat ia hampir terjatuh, kalau saja Jongwoon tidak reflek menggunakan satu tangannya untuk meraih pinggang Soeun.

Hening. Soeun menunduk dan menyadari apa yang terjadi. Saat ini ia ada dipangkuan Jongwoon, duduk disalah satu kakinya dengan tangan Jongwoon yang terus melingkar dipinggangnya. Sementara Jongwoon reflek terdiam ketika mencerna apa yang terjadi. Ia mengalihkan perhatiannya pada wajah Soeun yang begitu dekat dengan wajahnya.

“Tsk, Kenapa sulit sekali bagimu untuk berhati-hati..” ucap Jongwoon sambil melepaskan Soeun. membuat Soeun dengan cepat berdiri dan bangkit dari pangkuan Jongwoon. Ia menatap Jongwoon dengan wajah memerah.

“Maafkan aku..”

Jongwoon mengalihkan wajahnya kearah lain. Ia menghembuskan nafas dengan pelan untuk menstabilkan detak jantungnya yang berdetak tak karuan. Ia menggelengkan kepalanya, lalu bangkit dari tempat duduknya.

“Kau jaga kakek, aku harus pergi ke suatu tempat…” ucap Jongwoon sambil melewati Soeun dan pergi darisana. Meninggalkan Soeun yang masih juga terdiam.

Tap!

“Oh tuhan..” Jongwoon mendesah sambil bersandar di pintu yang baru ditutupnya. Matanya terpejam sambil merasakan detak jantungnya sendiri. “Aku tak boleh jahat pada Sungie, tolong jangan buat kami menyukai hal yang sama kali ini..”

Jongwoon membuka matanya dan mulai meninggalkan tempat itu.

*

Sementara Soeun mengalihkan perhatiannya ke pintu ketika pintu itu tertutup. Ia menyentuh pinggangnya, mengingat pegangan Jongwoon. Merasakan punggung, merasakan dada Jongwoon yang sempat tadi tersentuh bagian itu. Merasakan leher samping kirinya, mengingat nafas Jongwoon yang sempat menyentuh bagian itu. Dan… bibirnya, merasakan bibir Jongwoon yang sempat menyentuhnya beberapa hari yang lalu. Ya tuhan, semua yang pernah disentuh Jongwoon begitu membekas dan begitu diingat oleh tubuhnya.

“Mungkin ketika kita melihat kebelakang, perasaan itu sebenarnya sudah tumbuh cukup lama…”

Soeun terduduk di bangku ketika mengingat ucapan Yesung tempo hari. Ia terdiam, dan merasakan detak jantungnya sambil terus mengingat semua yang terjadi.

Mungkinkah?

*

“Mungkin ketika kita melihat kebelakang, perasaan itu sebenarnya sudah tumbuh cukup lama…”

Yesung menghentikan permainan pianonya ketika ia ingat kata-kata itu. Ia tersenyum kecil sambil menyentuh tengkuknya. Kenapa belakangan ini ia selalu merinding ketika mengingat Soeun. dan seperti sekarang, ia juga senang tersenyum sendiri.

“Mungkinkah?” Tanya Yesung pada dirinya. Ia memiringkan kepalanya sambil terus menatap kedepannya, seakan membayangkan Soeun disana dan seketika ia tersenyum.

“Mungkin saja..” gumamnya pelan sambil kembali memainkan pianonya. Kembali memainkan nada-nada yang dipenuhi oleh cinta.

*

“Aku tak akan memberimu minuman kalau kau kabur lagi..”

Hyukjae berceloteh sambil menatap Jongwoon yang sudah mengambil posisi nyaman di sofanya. Jongwoon hanya menatap sekilas sambil mengacak rambut blondenya.

“Aku benar-benar sedang bingung. Mungkin kalau aku minum sedikit otakku bisa lebih waras..” ucap Jongwoon yang disambut kekehan Hyukjae.

“Kalau kau minum bukannya waras tapi kau tambah tak waras..” ucap Hyukjae sambil bergabung duduk disampingnya. “Apa yang terjadi?”

Jongwoon mendecak, lalu kembali menyandarkan dirinya. “Hyukjae, kau terlalu banyak tahu mengenai sesuatu yang bernama cinta. Kau tahu bukan? Aku sedikit buta dibagian itu. beri tahu aku, apakah mungkin benci dan cinta itu disatukan?”

“Astaga, kau tak tahu betapa bersyukurnya aku setelah pada akhirnya kau membahas cinta..” ucap Hyukjae ngelantur yang langsung mendapat death glare dari Jongwoon. Hyukjae terkekeh, lalu ikut bersandar disamping Jongwoon. “Kau tahu? kadang benci, bisa saja hanyalah bentuk paling frustasi dari rasa cinta…”

“Maksudmu?”

“Ada dua proses ketika benci dan cinta itu menyatu. Pertama, ketika kau lebih awal mencintainya. Lalu perlahan, sesuatu membuatmu membencinya, membuat kau menjauh darinya dan perlahan rasa cintamu tergantikan oleh rasa benci yang sangat walau kau tahu? kadang benci benar-benar menipu, ia hanya tak bisa menerima kenyataan kalau ia terlalu mencintai seseorang yang dianggapnya begitu dibencinya…”

“Lalu yang kedua adalah ketika kau terlebih dahulu membencinya namun… seiring berjalan waktu kau terlalu banyak memikirkannya atas dasar tak menyukainya. Lama-lama, kau sedikit tak sadar bahwa mungkin sesuatu terjadi. Kau selalu ingin membencinya, kau tak bisa hidup satu hari tanpa membencinya, dan kau lihat itu? perlahan kau begitu membutuhkan kehadirannya. Tak perduli walau hanya sebagai tempat dimana kau mengumpat, atau meluapkan rasa tak sukamu. Tapi pada dasarnya kau begitu membutuhkannya, dan kau harus menyadari ada cinta disana…”

“Itu klasik..” ucap Jongwoon menyikapi ucapan Hyukjae. Hyukjae hanya tersenyum sambil mengangkat bahu.

“Ya, tapi ini tentang hati. Tak ada yang menebak apa yang dia inginkan, tak peduli betapa klasikpun keinginannya itu..” ucap Hyukjae sambil tertawa kecil. Jongwoon tampak hanya terpaku mendengar kata-katanya.

*

“Selamat datang di rumah, kakek!!”

Soeun berseru ceria ketika membukakan pintu membuat Tuan Kim tersenyum melihat keceriaannya. Perhatiannya kini beralih pada rumah yang sudah hampir seminggu ditinggalkannya karena harus menginap dirumah sakit itu.

“Kakek pasti merindukan rumah bukan, aku sudah merias semuanya..” ucap Soeun ceria sambil tersenyum pada Tuan Kim. Tuan Kim tampak ikut tersenyum lagi, begitupun Yesung yang mendorong kursi rodanya.

“Ne, kakek memang merindukan rumah. Tapi.. Soeunie adalah yang paling kurindukan..” ucap Tuan Kim sambil mengembangkan tangannya pada Soeun. Soeun segera memeluk kakeknya, meninggalkan Yesung dan Jongwoon yang hanya memperhatikan moment itu.

“Bagus, kakek hanya merindukan Soeunie kah? Lalu untuk apa aku dan Woonie disini?” Ucap Yesung menyela, membuat Tuan Kim dan Soeun melepaskan pelukannya. Soeun mendelik padanya.

“Apa sekarang Sungie oppa cemburu?”

“Ne, bagaimana mungkin Kakek hanya merindukanmu sementara semua orang dirumah ini merindukannya!”

Jongwoon hanya tersenyum kecil sambil melirik lantai di bawah kakinya. Dari dulu, bukannya ia tak senang dengan kehangatan keluarganya yang seperti ini. Tapi ia berfikir ia terlalu kaku untuk masuk bersama, lagipula dari dulu bukankah ia sudah berjanji tak akan ikut bergabung selama ada Soeun diantara mereka. hanya belakang ini entah ia baru bisa menerima kehadiran Soeun, walau ia masih juga bersikap dingin sampai sekarang.

“Woonie melamun lagi..”

Jongwoon mengangkat wajahnya ketika mendengar suara Tuan Kim. Ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Baiklah, ayo kita masuk. Aku tak sabar ingin makan malam bersama cucuku..”

“Ya, ayo!!”

Soeun menyahut ceria sambil bergabung berjalan bersama Yesung, sementara Jongwoon memperlambat jalannya.

*

“Oppa disini?”

Soeun tersenyum sambil melirik kearah pintu ketika melihat Yesung masuk. Ia tampak kembali sibuk mengerjakan lukisannya setelah itu.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Yesung sambil duduk di atas bangku yang terletak disamping Soeun. ia ikut memperhatikan lukisan Soeun. “Wah! Kau membuatnya dengan baik, aku tak menyangka kau bisa melakukan sesuatu dengan baik..”

“Sst, Sungie oppa. Jangan memancingku disaat serius seperti ini. Oppa mau merasakan bagaimana rasanya cat minyak ini menempel di wajahmu..” laden Soeun sambil menunjukkan kuasnya. Yesung hanya terkekeh.

“Terlebih dulu liat dirimu, kau begitu berantakan..” ucap Yesung sambil mengusap rambut Soeun. ia kemudian kembali menoleh kearah lukisan yang dikerjakan Soeun sementara Soeun sibuk mewarnainya. “Oiya, kapan pamerannya?”

“Huh?”

“Kau bilang lukisan ini akan diikutkan pameran bukan? Kapan pamerannya?” ulang Yesung sambil beralih pada Soeun.

“Oh, tanggal satu..” sahut Soeun tanpa menoleh.

“Oh, begitu…” ucap Yesung sambil menganggukkan kepalanya. Ia kemudian kembali mengalihkan perhatiannya pada Soeun yang tampak terlalu serius dengan lukisannya. Yesung sedikit tersenyum, lucu sekali melihat Soeun sekarang  karena wajahnya benar-benar dipenuhi oleh cat minyak berwarna-warni. Namun hanya sejenak senyuman itu, karena di detiknya ia malah terdiam. Menatap wajah Soeun lebih dalam.

“Oppa, menurutmu bagian ini lebih baik diberi warna merah atau hijau—“

Soeun menghentikan kata-katanya setelah mengalihkan perhatiaannya. Pandangannya bertemu dengan mata Yesung yang ternyata terus memperhatikannya daritadi. Yesung tersenyum, lalu kembali mengangkat tangannya. Menyentuh rambut Soeun dan mengusapnya pelan.

“Mulai sekarang, mulai batasi dirimu, Kim Soeun. Lihat aku sebagai laki-laki dan bukan lagi oppamu, seperti aku yang mulai melihatmu sebagai… wanita..”

Soeun menundukkan wajahnya setelah mendengar kata-kata Yesung. Yesung tersenyum, lalu menyentuh wajah Soeun yang masih dilumuri cat sambil mulai menjauhkan tangannya.

“Selamat malam…”

Yesung bangkit dari tempat duduknya dan mulai berjalan meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Soeun yang mengikutinya dengan pandangan.

“Selamat malam, oppa…”

*

Jongwoon menghentikan permainan gamenya ketika kata-kata Hyukjae kembali melintasi fikirannya. Ia melepas earphone yang dipakainya dengan tergesa-gesa. Menghela nafas sambil terus berdecak.

“Tidak mungkin, mustahil..” sergahnya sambil geleng-geleng kepala. Ia kemudian segera berjalan keluar dari kamarnya.

Klek! Tap!

Kedua kembaran itu sama-sama menoleh ketika menyadari mereka keluar dari kamar mereka di waktu yang bersamaan. Keduanya saling bertatapan, masih canggung. Keadaan memang sudah membaik namun nyatanya mereka masih saling kaku begini.

“Kau… mau kemana?” Jongwoonlah yang akhirnya membuka suara. Yesung kembali menoleh padanya.

“Aku hanya merasa bosan di kamar dan aku tak bisa tidur. Kau sendiri?”

“Sama. Aku ingin menghirup udara segar sebelum tidur…”

*

Krit..

Ayunan besi ini berderit dengan bunyi itu ketika ia terus bergerak setelah dua pemuda kembar itu menaikinya. Ayunan besi itu mungkin sudah begitu kenal dua tubuh yang beberapa tahun yang lalu sering menaikinya itu. walau beberapa tahun belakangan mereka mulai melupakannya dan membiarkan ia bertengger manis di samping kolam berenang.

Jongwoon mendesah pelan sambil mengalihkan perhatiannya dari kolam renang menuju angkasa. Menatap hamparan langit yang tak begitu cerah karena masih menyisakan nuansa musim dingin.

“Kau masih juga sama…” Yesung bergumam sambil tersenyum kecil. Ikut melihat angkasa. “Kau selalu terobsesi menghitung jumlah bintang walau kau sadar kau tak akan benar-benar mampu menghitungnya…”

“Tidak juga, aku hanya melakukannya ketika aku merasa bosan..” sahut Jongwoon sambil menurunkan pandangannya. Kembali melihat kolam renang di hadapan mereka. “Kau juga sama, masih juga hobi mengumpulkan Robot mainan walau kau sudah sedewasa ini..”

“Memang. Tapi aku mengumpulkannya bukan untuk aku mainkan seperti dulu, sekarang aku hanya menggunakannya sebagai koleksi…”

Hening. Dua kembaran itu kembali terdiam sambil terus menatap kolam renang sambil larut dalam fikiran mereka masing-masing.

“Mengenai malam itu… Maaf…”

Jongwoon kembali menoleh pada Yesung ketika kembarannya itu bergumam sambil menundukkan wajahnya. Ia tampak menyesal akan sesuatu.

“Aku mengerti..” ucap Jongwoon sambil tersenyum. “Semua orang sedang panik. Aku tak heran kau sampai hilang kendali…”

“Aku harusnya sadar bahwa seperti apapun dirimu kau tidak akan pernah menyakiti kakek. Aku terlalu mengikuti emosiku..”

“Aku tahu…” sela Jongwoon lagi. “Sama seperti aku tahu bahwa kata-kata kau membenciku waktu itu bukanlah yang sebenarnya..”

“Ya, itu bukan maksudku..” ucap Yesung sambil menundukkan wajahnya semakin dalam. Jongwoon tersenyum halus.

“Kau tak perlu tidak enak, kau tahu bukan? Jantung kita mungkin berdetak disaat bersamaan. Seperti katamu, hati, otak, bahkan semua yang ada dalam tubuh kita satu aliran. Jadi walau tanpa saling mengungkapkan aku sudah tahu apa yang kau rasakan dan kau mengerti apa yang aku rasakan—”

“—Walau kita sering bertentangan…”

Yesung mengalihkan perhatiannya pada Jongwoon. Sudah lama sekali rasanya ia dan Jongwoon tak seperti ini, jujur ia merindukannya.

“Kau tak perlu merasa tersentuh…”

Yesung tergagap karena kata-kata terakhir Jongwoon. Ia membuang wajahnya, membuat Jongwoon terkekeh. Sementara Yesung ikut tertawa setelahnya.

“Kau benar-benar tak berubah. Masih juga sama..” kata Yesung sambil mendorong bahu Jongwoon mereka sama-sama tertawa setelah itu.

“Mengenai Soeun… kau masih membencinya?”

Tawa Jongwoon terhenti, ia menatap Yesung lagi setelah pertanyaannya.

“Kenapa? Kau terlalu menyukainya?”

“Huh?”

Jongwoon terkekeh, lalu meraih bahu Yesung. Merangkulnya untuk pertama kali setelah cukup lama ia tak melakukannya.

“Untuk kali ini.. maaf. Aku tak bisa sama denganmu..” ucap Jongwoon sambil mengusap bahu Yesung. Yesung menoleh padanya.

“Kenapa? ini yang membuat kita bertentangan bukan? Kita selalu sama dan sejalan dalam segala hal. Kita menyukai hal yang sama, tapi kenapa? kenapa kau tak pernah menyukai Soeun? tidakkah kau melihat bahwa Soeun bukanlah sosok yang patut dibenci, huh?”

“Benarkah? Lalu apakah kau rela aku juga menyukainya sepertimu?”

“Huh? Kemana arah pembicaraanmu?”

“Kau begitu tahu itu!” ucap Jongwoon terkekeh, meninggalkan Yesung yang terdiam, Tergagap. bagaimana mungkin Jongwoon juga mengetahui rahasianya yang ini. “Aku.. memang tidak bisa sama denganmu mengenai hal ini. tapi, aku tidak akan menganggunya atau bersikap kasar padanya seperti sebelum-sebelumnya…”

“Tapi kenapa? Soeun kadang terlihat sedih karena perlakuanmu..”

“Tsk, entahlah. Aku juga tidak tahu. lagipula kau tahu sendiri bukan? Dari dulu aku bukan tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain…” jelas Jongwoon sambil melepas rangkulannya dan menatap kolam renang di depannya. Yesung tampak berfikir, lalu mengangguk.

“Baiklah, aku mengerti. Perasaan juga tak bisa dipaksa bukan?” ucap Yesung sambil tersenyum. Jongwoon kembali menoleh padanya dan ikut tersenyum. Keduanya membagi senyuman di tempat itu, walau tetap tak sepenuhnya berbagi perasaan.

*

“Sungie Oppa!!”

Soeun berteriak pagi-pagi setelah keluar dari kamar. Tak lama suara langkahnya terdengar, langsung mendekat kearah meja makan dimana Yesung dan Tuan Kim sudah berkumpul.

“Sungie oppa! Ayo! Kita pergi sekarang! Cepat! Ini mendesak!!” Seru Soeun sambil menarik tangan Yesung yang hendak mengambil makanan. Ia merengek dengan wajah memelas. Tuan Kim dan Yesung menatap heran padanya.

“Ada apa? Aku belum sarapan..”

“Sarapannya nanti saja. Aku harus segera berangkat sekarang. Cepat…”

“Kenapa mendadak begini, hum? Kau tak biasanya begini..” ujar Yesung mengalah sambil mengelap tangannya dan bangkit dari tempat duduk.

“Aku lupa kalau aku ada piket diruangan kesenian pagi ini. aku akan kena marah ketika nanti gurunya masuk sementara ruangannya masih berantakan..”

“Huh, ada-ada saja. Tunggu, aku ambil kunci mobil dulu..” ucap Yesung sambil menghabiskan minumannya. Ia kemudian bergerak dari ruang makan kembali ke kamarnya.

“Cepat!” Seru Soeun gelisah. Ia tampak terus melirik jam di pergelangan tangannya.

“Lebih baik makan dulu, Soeunie. Nanti kelaparan di sekolah..” ucap Tuan Kim menyarankan pada Soeun yang gelisah. Soeun menoleh padanya.

“Aku akan sarapan nanti saja, kakek. Kufikir aku tak punya waktu…” sahut Soeun masih begitu panik. Tuan Kim mengangguk mengerti sambil tersenyum lucu melihat tingkah Soeun.

“Selamat pagi kakek!”

Suara lainnya mengintrupsi, membuat dua orang ditambah beberapa Maid diruangan itu menoleh ketika cucu laki-laki yang lainnya datang berkumpul.

Soeun terdiam, sedikit terpana ketika Jongwoon bergabung di meja makan. Seluruh tubuhnya tampak sedikit berkilatan karena keringat yang dipermainkan sinar matahari yang menerobos masuk. Terlihat begitu sangat menarik untuk beberapa alasan ketika berpadu dengan warna rambutnya yang sedkit keemasan. Sepertinya Jongwoon baru selesai olahraga pagi dan langsung bergabung ke meja makan untuk sekedar mencari minuman. Tapi benar, Jongwoon terlihat begitu keren dengan gayanya yang masih juga melenggang cuek walau seluruh ruangan menoleh padanya.

“Kau tidak kuliah, Woonie?” Tanya Tuan Kim memecah keheningan. Jongwoon menyelesaikan minumnya dan menoleh.

“Tidak, kelasku akan mulai lagi pada hari senin..” sahut Jongwoon sambil terus mengelap lehernya dengan handuk kecil yang melingkar di lehernya.

“Ayo Soeun!”

Soeun tersentak ketika Yesung berseru padanya. ia menoleh pada Yesung yang tampak juga heran karena Soeun sampai tersentak disapa begitu saja.

“Hm, ya.. ayo..” ucap Soeun kaku.

“Kau kenapa jadi aneh tiba-tiba..” ucap Yesung sambil mengalihkan perhatiannya kearah depannya. “Aish, kau benar-benar. Jongwoon! Kau jorok sekali! Bagaimana mungkin kau langsung ke meja makan dengan tubuh keringatan begitu!” Seru Yesung pada kembarannya disebrang meja.

“aku haus!” sahut Jongwoon cuek sambil kembali melanjutkan minumannya yang daritadi di ganggu oleh kakek dan kembarannya.

“Issh, ckck. Kau bisa meracuni seisi rumah..”

“Sudah-sudah..” Tuan Kim tersenyum sambil geleng-geleng kepala. “Sungie, Soeunie, bukankah kalian mau berangkat. Kenapa masih disini?”

“Oh iya, Soeunie. Ayo, kita pergi sekarang…” ucap Yesung pada Soeun yang masih diam disampingnya. Lagi-lagi ia tersentak dengan sentuhan ringan Yesung di bahunya.

“Hm, ayo..”

“Ya sudah, kami pergi kakek! Jongwoon!” pamit Yesung sebelum menarik Soeun meninggalkan tempat itu. Soeun mengikutinya setelah memberi penghormatan pada Tuan Kim dan Jongwoon.

*

Yesung terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan normal melintasi jalanan Seoul. Disampingnya Soeun tampak duduk dengan tenang. Mendengarkan Audio yang mengalun sambil melihat keluar jendela kaca disamping kanannya.

Wajah Yesung terlihat begitu serius ketika mengemudi. Jauh dalam fikirannya sebenarnya ada hal lain yang terfikir dalam benaknya. Sesuatu hal yang membuatnya sedikit membuka mata setelah kejadian pagi ini.

Cara Soeun menatap Jongwoon…

Cara Soeun menceritakan Jongwoon..

Cara Soeun tersenyum pada Jongwoon…

Cara-cara itu…

Mungkinkah?

Mungkinkah Soeun menyukai Jongwoon?

Tidak, ini bukannya kecurigaan tanpa alasan. Namun Yesung baru menyadari hal itu tadi ketika Soeun yang daritadi panik karena terlambat tiba-tiba langsung seperti orang bingung dan melupakan waktu hanya karena melihat Jongwoon. Ia seperti kehilangan fikirannya sendiri, seperti orang terhipnotis.

Dan.. kalau Yesung memeriksa kebelakang mungkin bisa saja dugaannya ini benar. Seingatnya, Soeun terlalu sering curi-curi pandang pada Jongwoon ketika mereka makan di meja makan yang sama. Soeun juga melakukannya ketika mereka berkumpul diruang tengah yang sama. Tidak, Soeun bahkan melakukannya ketika dimanapun mereka berkumpul dan disana ada Jongwoon. Dan lebih dari itu adalah lukisan Soeun yang dibuatnya untuk pameran, seingat Yesung ia menggambar langit dengan latar belakang Arena lapangan basket dibawahnya. Ya, langit dan lapangan basket, langit adalah lambing kebebasan, sementara lapangan basket? Bukankah Basket adalah salah satu bagian hidup Jongwoon?

Mungkinkah?

Mungkinkah Soeun menyukai Jongwoon?

Eung, tapi tunggu dulu. Bukankah ini begitu konyol untuk disimpulkan begitu cepat? Hanya dengan semua itu bukan berarti menyukai bukan? Bisa saja itu adalah bentuk luapan emosi Soeun yang selama ini ingin dekat dengan Jongwoon sebagai hubungan saudara namun karena Jongwoon selalu bersikap kurang hangat padanya itu sebabnya Soeun melakukan itu. Memperhatikan dan senyum padanya diam-diam. Itu bukan berarti suka juga bukan? Mungkin Yesung terlalu cepat mengambil keputusan, sepertinya begitu.

“Oppa! Sekolahku baru saja terlewati!”

Srrt!

Yesung reflek menginjak rem ketika Soeun berteriak dan mengintrupsi lamunanya. Ia dengan cepat tersadar setelah itu bahwa ia baru saja melewati sekolah Soeun akibat terlalu larut dalam lamunannya. Yesung menoleh dan nyengir pada Soeun yang menatapnya dengan wajah protes.

“Tunggu!” ucapnya sedikit kaku sambil mencari tempat untuk memutar. Sementara Soeun hanya menoleh heran padanya.

“Apa yang oppa lamunkan?”

*

Soeun terus menyentuhkan cat berwarna biru untuk memperkaya warna langit dalam lukisannya. Wajahnya yang cantik terus dipenuhi oleh senyuman yang membuatnya semakin menawan. Hingga ketika tiba-tiba senyuman itu perlahan memudar

Boleh aku tanya sesuatu? Kenapa.. kau melukis lapangan basket dalam lukisanmu?

Soeun menghentikan gerakannya. Irisnya yang bening beralih, melirik bagian gambarnya. Menatap salah satu objek yang dominan, bersanding bersama angkasa.

Mengapa lapangan basket?

Soeun memiringkan wajahnya dan berfikir. Menatap objek gambar tersebut sambil mendalami lebih dalam fikirannya. Mencoba mencari alasannya sendiri..

“Jongwoonie Oppa!”

Sosok menawan itu berbalik dan menatap padanya ketika ia memanggil namanya. Matanya yang sipit namun tajam tampak sedikit melebar, sedikit kaget. Namun secara perlahan sambil pamit dengan teman-temannya, ia tetap bergerak. Bergerak mendekati Soeun.

Sosok itu.. bagaimana mungkin bisa begitu menawan? Caranya berjalan, caranya menatap, apapun.. semuanya benar-benar bersinar untuk beberapa alasan. Membuat Soeun terpaku ditempatnya, melihat sang bintang lapangan melenggang ditengah lapangan bak seorang model.

“Woonie Oppa!”

“Kenapa kau sampai kemari?”

Dan kau lihat? Sikap cueknya benar-benar membuatnya semakin keren dimata Soeun. Benar-benar keren.

Jadi mengapa lapangan basket?

Soeun sedikit terdiam ketika ia kembali ke pertanyaan awal. Gadis itu mengulurkan tangannya, menyentuh permukaan yang sudah cukup kering dengan jarinya. Perlahan bibirnya melengkung, membentuk sebuah senyuman.

“Karena Jongwoon oppa, menyukai lapangan basket. Dan aku… menyukai Jongwoon oppa”

*

“Yesungie… menyukai Soeunie…”

Tuan Kim bergumam pelan sambil meletakkan foto Yesung kedekat foto Soeun. Ia kemudian mengangkat foto Soeun yang lainnya, dan meletakkan kedekat foto Jongwoon.

“Tapi Soeunie… menyukai Jongwoonie…”

Tuan Kim tersenyum samar, ia kemudian mengambil foto Jongwoon yang lainnya. Lalu menatapnya sedikit lama, lalu tersenyum.

“Hanya Jongwoonie.. yang belum bisa menepatkan hatinya..” ucap Tuan Kim ambil meletakkan foto Jongwoon ditengah-tengah foto Yesung dan Soeun serta foto Soeun dan Jongwoon. Tuan Kim kembali tersenyum samar.

“Lalu bagaimana selanjutnya?”

[To Be Conditioned]

Gantung bgt pasti😄

Mian, setelah pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya aku memutuskan untuk menambah Part untuk FF ini. Semuanya karena ceritanya terlalu panjang untuk dijadiin dua part, ditambah dengan kesalahanku diberbagai part cerita sebelumnya.

Dicerita ini latar belakang Soeun adalah seorang pelajar, sementara Jongwoon dan Yesung adalah mahasiswa. Masalahnya adalah cerita lainnya adalah pertunangan sehingga menurutku akan sulit untuk mempersatukan pasangan untuk menyeragamkannya dengan ceritanya (Terlalu cepat bagi Soeun untuk menentukan tunangannya sementara ia masih SMA) oleh sebab itu aku menambah satu part lagi mungkin dengan latar belakang beberapa tahun kemudian. Sehingga akan lebih masuk akal bagi Soeun untuk menentukan calon tunangannya. Sepertinya jalan ceritanya akan lebih dapat diterima, bukan begitu? Kk~

Baby, Baby (HaeSso), Sixth Sense (KyuSso), Between Jongwoon & Yesung (YeSso), dan SHADOW (HyukSso) sepertinya parade FF untuk Aniversary Blog-ku yang kedua akan segera selesai kk~. Cuman mungkin ada para KyuSso shipper yang sedikit protes karena Sixth Sense hanya terdiri sebanyak satu part, sementara yang lainnya Twoshot bahkan Threeshot. Mianhae, jujur sebenarnya FF2 ini semuanya hanya terdiri dari satu part, namun karena konfliknya berkembang makanya part untuk tiga FF lainnya ditambah, beda sama KyuSso yang konfliknya bisa selesai dalam satu part. Aku harap Readers mengerti akan hal ini ^^

Oh, sekali lagi terima kasih untuk semua pembaca, baik yang mau berkomentar ataupun tidak ^^. Tanpa kehadiran Readers semua, maybe, blog ini tidak akan seperti sekarang ini. Terima kasih, Readers adalah alasanku tetap menulis banyak cerita di FF ini, sedikit mengabaikan pendapat orang yang tak suka diluar sana, kk~

Sekali lagi, Gomawo!! Mohon tunggu tulisan lainnya ^^ *Bow bersama Yesung*

53 Comments Add yours

  1. KyuteKyu mengatakan:

    Aku nangis ditemenin suaranya yesung oppa saat menyanyikan ‘ Gray Paper ‘ dan aku juga nangis diteminin suaranya jongwoon oppa saat menyanyikan ‘ It Has To Be You ‘.
    Ceritanya bener-bener keren.. u,u
    Jadi soeun menyadari kalau dia itu menyukai jongwoon, yesung juga begitu bahkan kakeknya pun menyadari cinta keduanya. Cuma jongwoon yang masih plin-plan.

    Aku berharapnya sih, berakhir dengan soeun-jongwoon walaupun soeun-yesung mau juga, kkkkk
    Tapi bersama siapapun aku setuju toh, mereka orang yang sama cuma dipotong jadi dua #Loe kira dia ayam PLAKK PLAKK PLAKK
    Yesung sama gaeul aja, haha

  2. Deshie Wookie mengatakan:

    Ditunggu lanjutannya putri😀

  3. Puspa Kyukyu mengatakan:

    DAE to the BAK !!

    DAEBAK~~
    Uni kenapa Imajinasimu begitu Amazing !!
    Serius !!

    Ahhh~
    paling suka dibagian ini waktu bagian akhir pas kakek merhatiin foto2 cucunya dan pemikirannya😀😀

    suer deh daebak bangeeettt…
    Suka..suka..suka..
    Ahhh~
    jd pengen Puspanya Yesung Oppa baca FF ini !!

    Itu gie mna ceritanya Janji si kembar yg akan selalu berbagi?? O,o
    msa’ ia Sso jg di bagi #plaaaakkk

    ditunggu part lanjutannya..
    Tgl 1 ya Thor?? (?) bertepatan sama Sso eonnie lomba melukisnya -,-”

    dan ditunggu karyanya yg lain ??!
    “Like Cinderella Story”
    mana??? .—.

  4. mala incloudian mengatakan:

    anyeong… aku reader baru yg suka ngubek2 ff2 yg cast’y yeppa… sumpah aku sneng bgt ini ama crta’y… ngebayangin yesung yg kalem sm jongwoon yg dingin tp keren… hwaaahhhhh speechless ini aku’y… kekéke
    bgus eon, next’y d tnggu, bca yg awal’y dlu deh…gamsa:D

  5. cucancie mengatakan:

    Ceritanya makin menarik,sudah mulai ada cinta dihati ketiga nya,yesung suka ma so eun,so eun suka ma jongwoon,tunggal jongwoon yg galau nih,milih cinta apa saudara,hadeuhhh…sebenernya ga tega klo diantara yesung dan jongwoon hrs ada yg sakit hati,dua2 nya hrs dptin so eun kan biar adil,tp masa iya kyk gt? Yakin pasti authornya jg bingung so eun hrs ma siapa akhirnya…oke deh apapun endingnya pasti itu yg terbaik,ditunggu part selanjutnya ya thor…:)

  6. andri susilowati mengatakan:

    uwaaaaaaaaaaaa semakin tak terduga.
    yeeeeeeeeeeeee jongwoon berubah.
    kkkkk bingung dahhh milih kembar yang mana.
    haha sama2 oke, kece.
    lanjut thorrrrr

  7. vani mengatakan:

    wowwwww bgt, romance nya disini
    kaget ketika ada yg harus memilih, yang gak tega put milih diantara keduanya karna akan ada yg trluka mski jongsso brsatu, kcuali cari in pasangan wat yesung😀

    gak sabaaaar nunggu selanjutnya semoga ending trbaik, SMA tunangan jg gpp, aplg ma mahasiswa, prestis bgt😀 nak SMA mana gto yg gak bangga punya tunangan udh kuliahan :p

  8. nisag1190 mengatakan:

    Huwaaaa Putri Lope Lope… aku H2C—> Harap Harap Cemas nungguin lanjutan FF ini…
    Ihiiiiii ditambahin part ya, udah aq duga dek bakal nambah part’y,
    Soal’y pasti neng Puput nambahin romance sesuai vote reader *reader kepedean* #Plakkk

    Putri gak tau napa aye cinta banget sama karkter Jong Woon disini, cuek2 gmna gtu..
    Deskripsi mu ttg gambaran sexy’y Jong Woon yg lgi olahraga itu ahaiiiide… >.<
    Tpi pas inget senyum Yesung yg pling manis huaaaa *galau gokillll*

    Yesung… JongWoon…Yesung…JongWoon…
    Klo jadi Sso gk tau milih mna, antra Oppa yg punya rsa sayang berkali2 lipat atau Oppa yang ganteng'y gak bagi2 yg laen tpi cuek'y setengah hidup????

    Terserah padamu baby… saya tunggu next part'y aja yaaaaa

    Love You!!! Love Your Blog!!! Love You Fanfiction

    *maaf maaf reader'y lebay gak ketulungan*

    #Fighting Semangat trus Putri🙂

  9. Kyusso Eunnie mengatakan:

    aq snang skali trnyata ada parade ff..gomawo put #cipok putri😀
    sumpah..aq suka bgt part ini..udh ada kjelasan bgaimna prsaan msing2 sso yg cnta ama jongwoon,yeye yg cnta ama sso n jongwoonx yg lg galau sndiri..
    wlaupun aq lbh suka sso sm jongwoon tp sng9uh gk tega mnyakiti prsaanx yeye apalagi aq yakin psti yeye mngalah demi kmbaranx wlaupun trsakiti..aaaaah..sng9uh gk tega..😦
    jd solusix spaya gk ada yg trsakiti lbh baik gk ada yg mndptin sso n sso sm kyu aja..kkkk😀
    dtng9u bgt last partx put..hwaiting

  10. Devi mengatakan:

    Seru daN terharu,,,,,,,

    Akhir’a joNgwooN oppa aNd yesuNg oppa baikN lgi,,
    TrNyta diam2 eoNNie so euN skua mq joNgwooN oppa tpi yesuNg oppa jg suka ma eoNNie so euN,kira2 joNgwooN oppa suka gk y ma eoNNie so euN ,,,,,,,

    Jd pNsaraN ma klaNjutaN’a,,,
    D tNg2u thor klaJutaN’a,,,,,

  11. shane mengatakan:

    Yeyeyeee….I’m happy, tambah seru euy😉
    Jongwoon …ckckck ngelihat keringat jongwoon reader jg ikut keringataan *lebay*
    Keyen ngebayanginnya ikut terpesona ma soeun😉

    Reader harap nanti ga ada yg sakit hati …. Nanti setelah yesung th bhwa sso suka ma woon n woon jg suka ma sso ..bukan ma dia..yesung yg akan nyatuin jong_eun nya😉
    Klo yesung ga ush d tanya lgi udh punya pasangann ememem tunjuk author si puput..kekekekeke🙂

    Udeh ga sabaraan nunggu klanjutaaannyaaa……gpL ya put..ohok.

    Kk cinta ma ni FF …I just wanna say “BB ”
    (y) (y) (y)

    Next
    Cemungudthh😉
    Chu ~

  12. Momo mengatakan:

    Gud job. D tunggu prt selanjutnya ya hehe

  13. Choi Hye Mi mengatakan:

    Sumpah!! Ceritanya makin ksni mkin keren… Yesung suka Soeun suka JongWoon.. Tp JongWon suka ga nih sama Soeun.. Huh.. Pusing.. Semoga Endingx Bisa memuaskan.terserah Putri, Soeun mau dikasi ke siapa.. Orang sma gni.. Hehehe.. Tetep semangat Putri buat Lnjutin FFmu yg Daebak in.. Ditunggu part 3’x Yaaaaaah..??

  14. erika mengatakan:

    critanya makin keren aja…
    yeppa suka sama soeunnie, tpi soeunnie suka sama kim jong woon….
    duch smoga aja jongwoonppa jga ska sma soeunnie….!!!
    amien

  15. tanti no kawai mengatakan:

    Huhuhuhu….. Sampai mewek juga_past baca bagian Kakek ηγά̲̣̥ Ϋά̲̣̥ηġ hampir meninggal….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    Waduhhh…. Cinta segi3 nih…..
    Tp… Yeppa udah sedikit menyadari perasa’an Sso ma jogwon oppa…..
    Tp jogwon oppa juga udah tau perasa’an yeppa ma Sso eunni…….
    Lalu apakah Sso akan menyadari_perasa’an yeppa?????
    Apakah jogwon oppa_akan menyadari perasa’an ηγά̲̣̥ dan mengakui ηγά̲̣̥ atau malah menghilangkan ηγά̲̣̥?????

    Huaaaaa…… Penasarannnnnn tingkat akutttt….
    Kerennnn putriiiiii……
    Next part nya_amat sangat di tunggu…. ^^

  16. Wah akh!rnya stlah lama menunggu… Part2nya publish jg haha sng bgt, jalan ceritanya makin seru. Suka bgt part hyuk yg jelasin cz benci n cinta, kykx hyuk pengalaman bgt wkwkwk.
    Dan suka bgt akh!rnya perasaan jongwoon trungkp jg dia mulai mencintai so eun.
    ”Yesungie menyukai soeunie”…
    ”soeunie menyukai woonie”…
    ”cuma woonie yg msh menjga perasaanya”… Haha kakek mreka tahu z perasaan cucu2x, jujur agak kshan sm yesungie cz soeunie menyukai woonie.. Tp gk papalh woonie lbh menarik ceh.
    Smg z yesungie mengalah demi kebhag!aan so eun n jongwoon n tali persaudaraan mreka gk bkal rusak tp malah makin erat.
    Aduh jd ngelntur komentr x…
    Jd intix sy puas bgt di part ini jd part slnjt x jgn lama2 aku slalu menantinya semangat slalu bwt putri🙂

  17. mun taryati mengatakan:

    keren thor sempat nangis di awal.awal pi keren penasaran soeun ma yesung/jongwoon..semangat terus thor..

  18. Dizha adrya mengatakan:

    Ff ny daebak put cie jongwoon oppa udh mlai ska ma sso ya,, sso ny jg malahn dr dlu kali,, yesung oppa q hrp kali ne dri mu mngalah sprti jongwoon oppa yg dlu mngalah mbrikn mainan kpda mu,, aduh put sso ny ma jongwoon oppa sja ya,, law sma yesung oppa co”k sbgai adk & oppa sja hehe klw prlu ad pmain tmbhn za thor cho gaeul buat psngn ny yesung biar adil hehe d tgu next part ny n ff shadow hyuksso ny ^^

  19. ina freedom mengatakan:

    pertama2 q ingin ucapkn selamat buat kmu put ,utk krya2 mu yg benar2 menghibur di saat
    waktu senggangku ,hampir tiap hari q sllu buka blog kmu put ,hnya utk tau apa ada ff yg
    baru ,q salut sm inspirasimu dlm menulis put ,q kgm sm kmu ,smg kamu menjd penulis yg
    profesional ke dpnx ,gara2 baca ff kmu q tau dan suka sm suju put ,sblmx q gak bgt tertark dg boyband ,skrg malah ketagian sm ff x apalagi klo di psngkn sm kim so eun ,jd makin cinta sm blog kmu .
    semakn ke sini sdh terliht akn ada cinta segi tiga ,pastix akn tmbh seru nih ,gak sbr nuggu
    next partx ,,,jngn lama2 ya put?
    fighting buat kmu put ?

  20. elisa mengatakan:

    author….very nice ang bagus banget..gak tau milih sapa …terharu banget and very amazing dengan imajinasi author….tetap semangat nulis and di tunggu next part a…..penasaran a banget..banget..ni author….

  21. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Like this story..
    Bagaimna ya kisah selanjunya..
    Tpi ngarep jongwoon ama soeun. Kkk
    ok deh ditunggu partEndnya yah ?🙂

  22. cutewhite mengatakan:

    wah jdi ditambah satu part lagi…
    makin kesini makin complicated ceritanya tapi seruuuu…
    lanjuut thor cepet ya ^^ penasaran sama next chapternyaaa…
    ditunggu ^^

  23. luthfiangelsso mengatakan:

    waw akhir’a keluar jg part 2 nya🙂
    ga tau deh mau komen apa poko’a daebakk bgt deh nih ff, hebat deh penyampaian emosi’a dapet bgt !!

    kasian ya sama jongwoon dari dulu slalu berkorban nd ngalah sama yesung…..
    aduh ga tau deh mau nulis apa lagi poko’a ff’a hebat bgt dah !!🙂
    part selanjut’a cepet di post ya thor udah penasaran bgt !!😉

  24. Dear Dhiyah mengatakan:

    Cinta segitiga …
    bahkan kakek y udah sadar da cinta segita d’ntara cucu” y
    Jongwoon or Yesung ???
    hhemm ,, capa z bleh lah toh sama ini
    hihihi
    n moga happy ending buat semua y ^^

  25. AngelsShe~ mengatakan:

    Wah . . .
    KEREN

    putri emn9 y9 palin9 oke deh m’mbua autor penasaran d9n s’mua ffx !!
    aq jdi pensaran soeun nantinya den9n siapa ??? *jongwoon n9elirik putri d9n wajah memelas, tapi aq ju9a kasihan sm yesung *plak*** ditun99uuuuuuu deh part 3x oke*o*

  26. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    huuaahh akhirnya di post juga kelanjutan ff ini, gomawo buat putri eonni yg udh mau bikin ff ini ada cinta segitiga nya, kekekek~
    benci jadi cinta, akhirnya jongwoonie suka juga sama Soeunie tapi saya woonie oppa blm mau ngakuin perasaanya -_- yesungie oppa juga suka sama Soeunie, kiri2 siapa yaa yg bakalan dipilih soeunie ??
    Di tunggu next partnya🙂

  27. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    huuaahh akhirnya di post juga kelanjutan ff ini, gomawo buat putri eonni yg udh mau bikin ff ini ada cinta segitiga nya, kekekek~
    benci jadi cinta, akhirnya jongwoonie suka juga sama Soeunie tapi sayang woonie oppa blm mau ngakuin perasaanya -_- yesungie oppa juga suka sama Soeunie, kiri2 siapa yaa yg bakalan dipilih soeunie ??
    Di tunggu next partnya🙂

  28. Niniet mengatakan:

    ehmm… si kakek nih biang kerok, membuat semua jadi pada galauuuuuu wkwkwkwk… entah knp skg cewe senang nya ama cowo yang type evil, dingin aga jutek, berbanding terbalik kaya jaman oemma ku dulu sangat menyukai cowo yang baik, sopan, penyayang dll. di ff ini juga entah knp sama sprt so eun aku juga menyukai joongwon oppa drpd yesung wkwkkw… benar2 aneh…:D

  29. mizanafidausi mengatakan:

    Aaaaa aku tergila2 ma karakter’a jongwoon, Dia cool bgt pokok’a cwo idaman bgt deh,,,
    Aku dukung 100% jongwoon-soeun tp kasian yesung juga sih hehehe,,,
    Aku suka cara kamu nulis pas bagian sso mbayangin pas jongwoon…
    Jongwoon begitu sayang ya ma yesung, he’em klo kembar identik emang suka gitu ya… Selera’a sama… Ditunggu part selanjutnya nenk putri yang caem…

  30. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Lucu…… Kekeke

  31. Anna mengatakan:

    Saluttnyaa hyukjae cerdas skli mndefinisikn arti benci&cinta,,heeem sprt-ny mmg dr mrk brtiga slh stu hrs ada yg mngalah&brkorban,,brharap tdk sia2,adil&bhgia seutuh-ny,,dtggu next partny🙂

  32. haekyusso mengatakan:

    Seru,,,seru,,,kereeeeeeennnnnn🙂
    Yesung suka ma sso,,,
    Sso suka ma joong woon,,,
    joong woon,,,????
    Bingung mo mlh yg mana😦
    D tunggu part slnjut y,,,
    Dan ttp slalu SEMANGAAAAATTTTT ^^

  33. haekyusso mengatakan:

    Seru,,,seru,,,kereeeeeeennnnnn🙂
    Yesung suka ma sso,,,
    Sso suka ma jong woon,,,
    jong woon,,,????
    Bingung mo mlh yg mana😦
    D tunggu part slnjut y,,,
    Dan ttp slalu SEMANGAAAAATTTTT ^^

  34. pipip mengatakan:

    Trimaksih kmbli author hehe
    Critnya nmbah seru uda kliatan sp yg dsuka sso, bgian klimat2 yg bgus itu bgian obrolan hyukjae dgn jong woon iti kta2 keren bngeet thor
    Dtnggu ya thor krya author lainyaa

  35. zhuryia mengatakan:

    makin seru aja,,,kira” jd’a ma siapa’y…bikin penasaran…

  36. mifta mengatakan:

    tambah penasaran. sumpah, keren banget ceritanya putri. salut sama ide2nya putri yang keren2 abis.. terus berkarya putri🙂

  37. dielfishypr mengatakan:

    waaaaa~ sedih banget ceritanya, kasian Sso, Sso suka sama Joongwoon sedangkan Yesung suka sama Sso terus Joongwoon nya suka sama sapa? wah tambah penasaran, ditunggu part selanjutnya yaa, SEMANGAT ^^

  38. kai kurasin mengatakan:

    penasaran, siapa ya yg akan menjadi pelabuhan hati Sso?
    ljut thor jg lama2 !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  39. deewookyu mengatakan:

    ammppuuunnn……..
    ini hari baca FF Jongwoon
    isiinya….Jong woon ketiban GalaU…

    hmm….
    kalo dari bayangan aku sih……Jongwoon more cool
    Yesung so cute and sweet

    tappiii…..
    dimana mana nih saeng……..

    kitakita seneng sama namja yang radarada nyeleneh gitu
    ditambah ganteng, keren and cuek pisan…

    kan jadi gregeeetan sendiri….

    tapi Jong woon kan sudah janji
    bakalan ngalah terus sama Yesung…

    tapi kalo soal Soeun/……………..

    Yesung juga menyadari…….haraboji juga ho oh…

    Soeun mantep dengan hatinya yang milih Jong woon…..

    Jong woon mash binguuung…??????

    sssttt…….saaeeng….//]]’
    eonni kasih tau yah….

    Jong woon msh galau
    karna gak mau nyakitin hati eonnie…………. >_<

    hihihihihihkk…………………!!!!!

    satu lagi saeng…. " HAPPY ANNIVERSARY II……………..WYATB …"

  40. angelf mengatakan:

    jadi cinta segitiga ya author
    yesung suka ma soeun tpi soeunya sukanya sma jongwoon
    gak rela author klo soeun milih slah satu dri mreka berdua soalnya mereka bedua sma sma cocok
    ditunggu nextpartnya author

  41. Princess ice mengatakan:

    “Lalu,bagaimana selanjutnya?” sama banget,kek’!! Aku juga penasaran bgt gimana selanjutnya nie ff…
    Wow..jadi 3 part😀 dan ada j0doh2n segala…
    Kisah cinta yg rumit neh.. Kayanya reader banyak yg pengen sso ama jongwoon dech *sotoynya keluar*
    author putri yg baik hati dan tidak s0mbong *pastinya^^* gak b0sen dech aku bilang kalo KAMU ITU DAEBAK!!! hehe..
    Tapi,tadi agak susah bayangin pas sso mau cium kening woonie jadi malah ke bibir. Trus ama yg posisi jatuhnya sso yg jd duduk d pangkuan woonie juga,aku agak sulit mmbyangkan *apa readernya aja neh yg lemotd -_- *
    banyak cing c0ng!! P0konya tak lain dan tak bukan ini epep dan epep2 lain’a harus cepet di lanjut. Oke put..!
    *Bow bareng kyu :-*

  42. veranicka mengatakan:

    Akhirnya ff yang ditunggu-tunggu dipost juga😀
    Keren banget serius deh.
    Ditunggu lanjutannya aja ya😀

  43. Azmy_e mengatakan:

    Critax mkin mnarik aj..
    Soeun ska sma jongwon,yesung ska sm soeun.. Cinta sgtiga nich..
    D tggu part slanjtx..

  44. lee jihyun mengatakan:

    Hua,, lanjutanny dtunggu y chingu… Crtany keren bgt…

    G tau knp q lebih sk krakter jongwoon dsni… Cool bgt gtu…hehe

    Pokokny nice story and good job…🙂

  45. kaila mengatakan:

    kereen, bnar2 bingung mau milih yg mana, hehe
    part slanjutnya d tunggu

  46. Choi shinae mengatakan:

    penasaran >.<
    cinta segi tiga ckck
    *peluk tuan kim😄
    bagus crtanya thor .. buat selanjutnya ditunggu bgt ^^

  47. ticha_ mengatakan:

    bener2 keren..
    Ga nyangka eunnie bkln suka ama jongwoon oppa,,🙂
    Tuan kim ajda ampe tau,,,
    Kekekeke =D
    Hm,,,tinggal ngg keputusan woonie oppa,,mau nyerahin eunnie ke sungie oppa,,atw sebalik’a
    Wua,,,penasaraaaaaann!!
    Bener2 DAEBAK!!!😀
    Laaaanjuuut……

  48. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Sudah, Seo Eun ma JongWoon ajj. Mereka saling menyukai. Rumit juga kalo 2orang bersaudara menyukai org yg sama. Hhhh..

  49. Asri Kim mengatakan:

    HAH,,,,chingu…ini tetep dilanjutin yah…mesti kita sama2 galauin yesung yang udah mau masuk wamil😦

    ditunggu part selanjutnya

  50. YeojaNiel mengatakan:

    Aww part 2’a makin keren xD
    tapi kasian ya klo pada akhir’a joongwon sama sso. Kasian Yesung.

  51. geill mengatakan:

    Crtnya makin seru aja nih….
    Sampai bingung mo komen apa nih….hehehehe…..
    Gomawo and semangat sll buat author…

  52. kim Ra rA mengatakan:

    konflik asmaranya mulai kerasa…
    syukur s kembar sudah bisa akur lagi…
    hmmm dan ternyata c kakek belum tahu nich bagaimana perasaan woonie….

  53. Rani Annisa mengatakan:

    makin seru ceritanya….

    Siapa nih yang bakalan sama so eun nantinya???

    Apalagi yesung & jongwoon itu sama-sama dinginnya,, pasti makin seru part selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s