~ [TwoShoot] SHADOW 1 / 2 (2th Cloudyelfputriandina)~


SHADOW

Tittle      : SHADOW

Author  : PrincessClouds (Putri Andina)

Genre   : Romance, Tragedy, Drama, Fantasy

Rated    : PG-13

Length  : Twoshoot

Main      : Lee Hyuk Jae (Eunhyuk) & Kim So Eun

Casts     : Choi Soo Young, Kim Hyo Yeon

Summary:

Warning: Typo(s)

*SHADOW*

Malam musim dingin yang membeku…

Bippp…

Pemuda dengan jaket berwarna sepekat malam itu mengalihkan perhatiannya ketika mendengar suara ponsel. Tangannya kemudian meraih benda mini persegi tersebut dan meletakkan ditelinganya.

“Ya, Chagiiy…” sahutnya sambil sedikit tersenyum. tangannya yang lain tampak asyik memainkan sebuah cincin yang ia keluarkan dari sebuah kotak dari kaca.

“Jadi kelasmu sudah selesai?”

Pemuda itu kembali tersenyum. lalu memasukkan cincin tadi kembali kedalam kotak kaca.

“Baiklah. Tunggu disana dalam waktu lima belas menit. Aku akan datang…”

Line itu terputus. Pemuda itu kembali tersenyum tipis sambil melirik rekannya yang duduk di depannya.

“Aku harus pergi..” ucapnya santai pada dua rekannya itu.  Ia meraih helm berwarna merah yang terletak disana.

“Kau bercanda sampai disana dalam waktu lima belas menit?” tanya rekannya sangsi. Pemuda itu kembali tersenyum kecil.

“Gadis cantik tak boleh terlalu lama menunggu…”

Pemuda itu kembali tersenyum. Lalu menatap kotak perhiasan bening yang masih berada digenggamannya. Kembali tersenyum, lalu mengantonginya.

“Aku pergi!”

Ia kembali berseru sebelum memisahkan diri dari kumpulan itu.

*

“Mereka menyebalkan. Mereka terus menyebutku aneh!!”

Gadis berambut panjang itu mengomel kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya ketanah. Sementara rekannya yang berjalan bersamanya tampak hanya bisa sedikit tertawa. Miris.

“Habis mau bagaimana? Nyatanya kau terlalu sering berbicara sendiri…” ucapnya sambil geleng-geleng kepala. Gadis itu balas menatapnya lebih tajam.

“Aish, sudah sering aku bilang bukan. Aku tak bicara sendiri, tapi aku berbicara dengan mereka. Kau tahu bukan, siapa yang kumaksud dengan kata mereka…” desis gadis itu sebal. Gadis berambut panjang itu sedikit tertawa.

“Yah, aku mengerti. Kau… Kim Soeun, kau bukan gadis biasa. Kau bisa melihat hantu bahkan kau bisa membaca masa depan. Tapi..berbicara dengan ‘orang-orang’ yang tak bisa dilihat orang lain ditempat yang ramai tetap saja mereka akan menganggapmu aneh…” sahut gadis yang berambut pirang. Sementara langkah keduanya terus bergerak menuju halte.

“Aku juga takkan kelepasan kalau mereka tidak mengganggu. Mereka itu benar-benar jahil dan mengganggu…”

“Tsk, aku jadi benar-benar penasaran. Kau pasti sudah terlalu sering melihat hantu. Aku ingin tahu bagaimana rasanya bisa melihat dan bergaul dengan mereka…” lirih gadis yang lain. Gadis yang dipanggil Kim Soeun itu kembali menunjukkan wajah tak bersahabat.

“Rasanya benar-benar tak enak dan menyebalkan. Bahkan aku sendiri sebenarnya tak ingin mengalami ini semua. Harus melihat mahluk-mahluk berbentuk menyeramkan dan beraneka ragam itu setiap hari…”

“Kau melihatnya setiap hari?” temannya kembali bertanya penasaran.

“Yyah, tergantung. Kalau mereka ingin menunjukkan diri padaku maka aku akan melihatnya…”

“Wwah, sekarang bagaimana? Disini. Disini ada tidak?” tanya rekannya begitu antusias. Soeun hanya menyahut dengan decakan malas. Jujur ia malas membahas hal ini, tapi entah temannya ini masih juga menanyakannya.

“Begitulah…” sahutnya datar.

“Benarkah? dimana?” tanyanya lagi antusias. Soeun menghembuskan nafas malas.

“Tepat dibelakangmu, Kim Hyoyeon-“

“A-APA!!”

Soeun terkekeh ketika rekannya yang tadi antusias langsung bergeser gusar kebelakangnya. Memeluk tangannya posesif.

“Soeun..jangan bercanda!” Bisik Hyoyeon mulai gemetaran. Soeun kembali tertawa. “Soeun! aku akan takut ke kamarku sendiri Soeun!!”

“Siapa yang mulai memangnya, haha. Makanya jangan tanyakan terus…” ucap Soeun cuek sambil melanjutkan jalannya. “Aku hanya becanda…” ucapku sambil tertawa keras. Sementara ia mulai cemberut dan melepaskan pegangannya.

“Kau ini…” omelnya speechless. Soeun hanya mengangkat bahu sambil melanjutkan jalannya menuju halte bus. Hyoyeon juga langsung mengikuti dibelakang.

“Tsk, busnya akan sedikit lama…” keluh Soeun sambil mendudukkan diri di bangku halte. Hyoyeon ikut duduk, merapat. “Yah, aku bilang aku hanya bercanda!” Seruku agak kesal melihat ia terus lengket denganku setelah yang tadi. Dia hanya mendecak sambil tetap merapat.

BRUUUM!!!

Sebuah motor melaju kencang di depan halte tersebut. Membuat orang-orang yang ia lewati menoleh dan sedikit merasa terganggu melihat aksi kebut-kebutannya.

“Aish, apa ia punya nyawa cadangan…” desis Hyoyeon setelah motor itu menjauh. Sementara Soeun hanya terdiam, menatap panjang pada pengemudi yang memang melaju terlalu kencang itu. Sesuatu terfikir olehnya begitu saja.

“Sesuatu akan terjadi padanya…” gumamnya tanpa sadar.

“Huh?”

Soeun mengalihkan perhatiannya pada Hyoyeon setelah temannya itu bertanya dengan bingung karena ia mengatakan sesuatu yang kurang jelas. Soeun hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Tidak ada…”

*

“Shiit!”

Pemuda itu sedikit memukul stank motornya sambil terus menyalip beberapa mobil di depannya. Wajahnya terlihat tidak begitu baik. Sedikit emosi. Sementara ia terus menambah kecepatan laju motornya.

“Shiit!”

Ia kembali mengutuk sambil semakin mempercepat laju motornya. Menyalip dan menyilang semaunya, berhasil membuat beberapa klakson berbunyi nyaring menegurnya.

“Shii-“

Ciiiit!

Pemuda itu kaget ketika melihat sebuah mobil berhenti di depannya. Ia reflek menekan rem tangan dan kakinya secara bersamaan untuk menghentikan laju motornya. Namun sepertinya percuma karena laju motornya yang begitu kencang dan sedikit sulit dikendalikan. Hingga…

BRAAK!!!

Tabrakanpun tak terhindarkan…

Pemuda itu terlempar kesudut jalan dengan keras. Cairan merah mulai mengaliri dari tubuh dan kepalanya, Diikuti dengan menggelindingnya kotak bening berbentuk lingkaran dari sakunya menuju sebuah selokan. Tak terlalu jauh, benda itupun berhenti menggelinding dan berdiam didalam selokan. Berdiam disana tanpa ada yang mengetahuinya.

*

“Arrh!”

Pemuda itu mengeluh panjang sambil sedikit bergeming. Ia membuka matanya yang berat. Berusaha menatap sekitarnya.

Ini dimana?

Pemuda itu sedikit kaget menyadari tempatnya yang terasa sedikit aneh. Ia segera duduk dari posisi baringan. Menatap sekitarnya yang terlihat janggal baginya. Sebuah ruangan yang putih dan steril. Ini… Rumah sakit?

“Arrh..tsk…”

Dia kembali mendesah sambil menggerakkan kepalanya yang pegal. Ia baru ingat bahwa ia sempat mengalami kecelakaan tadi. Kecelakaan yang kecil. Mungkin itu yang akan membawanya kemari.

“EUNHYUUK!!”

Pemuda itu mengalihkan perhatiannya menuju pintu ketika mendengar seorang gadis berseru. Seorang gadis cantik bertubuh tinggi tampak baru saja memasuki ruangan tersebut. Langsung berlari kearahnya.

“Sooyoung, kau disini…” ucap pemuda itu sambil tersenyum melihat gadis itu mendekat. Ia mulai mengembangkan tangannya untuk menunggu gadis itu datang dan memeluknya.

“EUNHYUK-AH!!”

Slip~

Pemuda itu shock. Terpaku menatap lurus ketika menyadari sesuatu yang aneh. Gadis itu menembusnya? Menembusnya?

“Eunhyuk-ah!! Bangun!! Bangun!!”

Pemuda itu menoleh kebelakang untuk melihat apa yang terjadi. Kaget. Ia langsung lebih memutar tubuhnya ketika melihat apa yang terjadi. Sooyoung sedang menangisi seseorang yang tertidur dibawahnya. Seseorang dengan beberapa perban yang tak sadarkan diri.

“Eunhyuk bangun!!”

Pemuda itu terdiam. Masih belum bereaksi. Matanya menatap lurus dan tanpa reaksi pada sosok pucat yang memiliki wajah sama persis dengannya itu. Sosok yang masih ditangisi Sooyoung.

“Eunhyuk, bangun! Kumohon bangun!! Aku janji menjemputku tadi bukan janji mengerjaiku!!”

“Apa yang terjadi?”

Pemuda itu mulai tersadar dan mengalihkan perhatiannya. Ia menatap dirinya sendiri. Tembus pandang?

“Apa yang terjadi?”

Ia lebih panik. Ia mulai mengangkat kedua tangannya dan memperhatikan mereka. Mulai bergetar ketika menyadari bahwa kondisinya tetap sama. Sedikit tembus pandang.

“Eunhyuk banguun!!”

Pemuda itu menoleh kembali pada sosok yang sempat dilupakannya. Menatap begitu kaget menatap sosok yang tengah menangis itu. Menangisinya.

“Eunhyuk banguun!!”

“Sooyoung-“

Slip~

Kata-katanya berhenti. Ia kembali terpaku pada tangannya sendiri ketika hal tadi kembali terjadi. Ia tak dapat menyentuh gadis itu. tangannya menembus begitu saja, seperti angin.

“Sooyoung!!”

Slip~

Ia kembali mengulangnya berulang kali berusaha menyentuh sosok gadis pujaannya itu. tapi percuma, ia tetap tak dapat walau sekedar menyentuhnya. Membuat ia lebih panik dan lebih panik lagi.

“Tidak!” Serunya tak terima. Ia mulai turun dari tempat tidur. Berniat mencari bantuan, namun sesuatu kembali membuatnya menoleh kebelakang.

Ttiit!!

Alat itu berdering nyaring tepat ketika ia meninggalkan tubuhnya yang masih terbaring. Membuat Sooyoung yang tadi masih menunduk dan menangisinya mengangkat wajahnya. Menatap benda berdering itu.

“Tidak!! Eunhyuk-ah!!!” Serunya lebih histeris. Ia mulai sedikit mengguncang tubuh lemah itu. berusaha membangunkannya. “Eunhyuk-ahhh…”

Tak berlangsung lama tiba-tiba beberapa orang lainnya mamasuki ruangan itu dengan panik. Langsung melakukan sesuatu pada tubuh sekarat diatas tempat tidur.

Entah apa yang terjadi. Pemuda itu tak tahu. Ia hanya terpaku. Menatap tak mengerti dengan apa yang terjadi. Menatap tubuhnya yang tak berdaya diatas tempat tidur. Menatap para medis yang melakukan berbagai hal pada tubuh lemahnya itu. dan menatap sosok gadis yang dicintainya yang tampak menangis lebih keras melihat kondisinya saat ini. benar-benar hanya bisa menatap dengan terpaku.

*

Lorong rumah sakit itu tidak terlalu sepi malam ini. disudut ruangan, seorang gadis menangis sesegukan sambil memeluk tubuh wanita setengah baya yang memeluknya. Berusaha menenangkannya walau ia juga terlihat tak kalah terpukul.

Sementara itu tanpa mereka sadari, seorang pemuda tampak mondar-mandir sambil terus memperhatikan dirinya sendiri. Masih menatap heran. Bingung. Tak mengerti pada dirinya sendiri.

“Apa yang terjadi?”

Lagi-lagi hanya kata-kata seperti itu. ia kemudian mengangkat wajahnya, menatap dua wanita penting dalam hidupnya itu yang tampak masih menangis. Yang ia tahu adalah menangis karena dirinya. Wajah tampan itu memelas.

“Apa aku sudah mati?” tanyanya lirih sambil kembali melihat dirinya sendiri. Matanya beralih kembali pada dua wanita dihadapan mereka. Menatap lebih memelas. “Ibu, Sooyoung, apa yang terjadi padaku? Apa aku sudah mati?” tanyanya sedih.

Dan hening. Ia tak mendapat jawaban. Dua sosok itu masih juga terus menangis dan tak mengacuhkannya. Membuatnya mulai merasa frustasi.

“Ini tidak mungkin!!” Serunya kesal sambil berusaha menendang salah satu kaki kursi yang ada disana. Namun seperti tadi, kakinya tembus tanpa kesan terhadap benda itu. Berhasil membuatnya lebih-lebih frustasi “AAARGHHT!!”

Klek!

Ketiganya menoleh serempak. Menatap seorang dokter yang keluar dari ruangan dengan wajah yang sulit dijelaskan. Tanpa aba-aba ketiganya mendekat.

“Bagaimana dokter?” tanya pemuda bernama Eunhyuk itu. namun lagi-lagi ia tak dijawab sama sekali. Dokter itu juga tak menatapnya.

“Bagaimana keadaan anak saya, dokter?” tanya ibunya. Dokter itu mendengar, ia menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawabnya. Helaan nafasnya terlihat berat.

“Untuk saat ini ia telah melewati masa kritisnya, nyonya. Hanya saja…”

Dokter itu menahan kata-katanya. Ia menatap wajah dua orang didepannya dengan prihatin. Lagi-lagi ia kembali menghela nafas.

“Hanya saja apa dokter?” tanya Sooyoung penasaran.

“Seperti yang kita ketahui bahwa tuan Hyukjae mengalami benturan yang begitu keras pada bagian otaknya. Benturan tersebut membuat pendarahan yang cukup parah sehingga kami harus mengoperasi kepala beliau untuk mengurangi resiko. Namun nyatanya, hal yang sempat kami resahkan nyatanya terjadi…”

Dokter itu kembali membuat jeda. Membuat dua manusia dan satu roh itu kembali penasaran. Bayangan buruk sudah terfikirkan, namun terlalu sulit bagi mereka untuk mebenarkan.

“Apa maksudmu?”

Roh itu kembali bertanya. namun, mungkin karna keburuntungan kali ini ia mendapatkan jawabannya dengan segera.

“Tuan Hyukjae mengalami koma…” sambung dokter itu. Ia menghela nafas, lalu menatap dua sosok didepannya lagi. “Benturan itu berdampak terlalu besar pada dirinya. Pendarahan tersebut membuat hal yang paling kami takutkan terjadi. Yaitu, ia mengalami mati otak. Mati otak adalah dampak yang harus diterima seorang pasien apabila benturan kepalanya ini terlalu keras. Dalam keadaan ini, pasien bisa dikatakan dalam keadaan koma. Ia masih hidup, namun ia tak bisa sadarkan diri…”

Hening lagi.

Dua orang itu masih terpaku. Kaget. Mereka bahkan tak bisa mengatakan apapun. sama halnya dengan sosok kasat mata yang tidak mereka sadari berdiri diantara mereka. Sosok itu juga terdiam karena kaget.

“Koma?” tanyanya lirih.

“Seberapa lama dokter? Apa ia bisa bertahan?” tanya nyonya Lee mulai bersuara. Air mata saat ini sudah memenuhi wajahnya. Ia terlihat begitu terpukul.

“Inilah hal yang tak dapat kami prediksikan dan kami janjikan, nyonya. Tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti akan berapa lama kondisi ini berlangsung. Yang sudah-sudah, kondisi ini bisa berjalan dalam jangka waktu jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Hal ini tergantung dengan semangat hidup pasien. Bukan untuk membuat anda semakin cemas, banyak pasien yang juga menyerah ditengah jalan karena tidak lagi kuat menahan kesakitan lebih lama….”

“Tidak mungkin…”

Sooyoung menangis kembali sambil menutup mulutnya. Rasanya tak kuat mendengar kata-kata itu lebih lama. menyakitkan.

“J-Jadi maksud anda?”

“Kita hanya bisa menyerahkan semuanya pada tuan Hyukjae. Seberapa kuat dan seberapa mampu ia bertahan. Kalau ia adalah sosok yang kuat maka asal kita selalu memberi semangat ia bisa bertahan. Ia bisa melewati kondisi ini dengan baik dan berharap ia dapat kembali pada kita semua…”

“Astaga…”

Kedua wanita itu kembali menangis tidak tahan. Mereka benar-benar tak mampu mendengar penjelasan dokter muda tersebut. Tidak tahan. Bahkan tidak bisa dibayangkan seberapa buruknya yang terlah terjadi pada orang yang mereka cintai.

Sementara sosok kasat mata itu juga terpaku. Juga merupakan hal yang sulit baginya menerima semua ini. Menerima hal yang bahkan tak pernah walau terfikirkan baginya sebelumnya.

“Tidak mungkin! Tidak mungkin!”

Namun, hal yang tidak mungkin itu nyatanya telah terjadi….

*

Sosok kasat mata itu terdiam sambil menatap raganya yang masih terbaring. Pandangannya beralih alat-alat yang terhubung pada raganya itu. masih berjalan. Masih berdering. Ia masih hidup. Tapi kenapa ia tak bisa kembali masuk kedalam tubuhnya sendiri.

Sosok itu mendesah. Lalu pandangannya beralih pada wanita yang telah tertidur disampingnya. Wanita tegar yang telah membesarkannya itu tampak begitu terpukul oleh keadaan menyesakkan ini. tapi mau bagaimana? Ia juga tak mengerti tentang apa yang sedang terjadi.

“Apa yang harus kulakukan…”

*

Sementara itu ditempat lain…

Sosok itu masih termangu di depan meja belajarnya. Tatapannya lurus, tanpa gairah. Seiring dengan memori yang tertinggal di otaknya.

‘Ayah!!’

‘Ayah sedang sibuk, Soeun. minta ibumu…’

‘Hey, aku bukan ibumu. Aku hanya istri ayahmu. Ibumu sudah meninggal, kau lupa…’

‘H-Hantu!’

‘Ayo berteman!’

‘Dasar aneh!’

Gadis itu mendesah. Lalu menenggelamkan wajahnya diantara lipatan tangannya. Mulai terisak.

“Aku benci hidupku…”

*

“Sooyoung!”

Eunhyuk berseru sambil mengikuti gadis itu keluar dari ruang inapnya. Gadis yang tampak berusaha menahan air matanya itu tampak berlari. Menembus keramaian, ia kemudian meninggalkan sosok kasat mata yang terus menatapnya panjang.

“Apa yang harus aku lakukan?”

*

Semuanya sibuk. Mereka menyilang dan berlalu lalang seakan berpacu dengan waktu yang tak pernah berhenti walau hanya membiarkan mereka sedikit menghela nafas. Ia masih juga mempermainkan mereka semua. Ya, semuanya…

Sosok itu berjalan dengan wajah tertunduk. Tidak, ia tidak takut pada orang-orang yang berlalu lalang. Toh, apa yang ia takutkan, bahkan mereka semua tak merasakan kehadirannya. Itu sebabnya mereka terus berjalan tanpa menyadari bahwa mereka tengah menabrak atau lebih tepatnya menembus sosok yang berfikiran kalut berjalan pelan diantara kebisingan mereka.

“Apa yang harus aku lakukan…”

Ayolah, semua sudah bosan dengan kata-kata ini. Tapi ya, memang patut ia mempertanyakannya. Karena siapapun tak akan bisa mengerti harus bagaimana bila mereka berada di posisi yang sama. Ditempat yang ramai, namun kau sendiri. Kau melihat semua orang, namun mereka bahkan tak menyadari keadaanmu. Lebih sakit jika kau berfikir bahwa bahkan orang-orang yang kau cintai dan kau tahu juga mencintaimu selalu memanggil namamu sementara kau ada disampingnya saat itu. Dan mereka tak menyadarinya. Mungkin kalau sedikit kasar, mati saja memang lebih baik daripada berada di posisi seperti ini.

“Soeun, ayolah!! Cepat!!”

Ia kali ini mengangkat wajahnya ketika mendengar sebuah seruan yang cukup mengagetkannya. Pandangannya beralih lurus menatap dua orang gadis yang berlari lurus kearahnya. Kedua gadis yang ceria, penuh senyuman. Namun, jantungnya cukup sekedar berhenti ketika menyadari dari salah satu gadis itu menatap padanya. ya, padanya, tepat dimatanya. Lalu berpaling dan melewatinya begitu saja.

“Dia melihatku…”

Eunhyuk menoleh kebelakang. Menatap punggung gadis yang tadi menatapnya. Lalu tanpa fikir panjang ia mengikutinya. Jalan bersamanya.

“Nona, kau bisa melihatku?”

Tak ada jawaban. Ia seperti tak mendengar seruan Eunhyuk padanya. gadis itu masih juga berjalan. Mengikuti rekannya yang terus menariknya pergi.

“Nona, mohon jawab apa kau melihatku?”

Tak menyerah. Arwah itu terus bertanya dan mengikuti gadis itu. bahkan ketika ia menyadari sosok itu semakin mempercepat langkahnya. Berusaha lari darinya.

“Nona, mohon jawab. Apa kau dapat melihatku?”

Masih tak ada sahutan. Arwah Eunhyuk itu mulai putus asa. Apa benar tadi itu ia hanya salah.

“Kau tak bisa melihatku?” ucapnya lirih. Namun masih tak ada jawaban. Membuat Eunhyuk menghentikan langkahnya, membiarkan sosok itu pergi menjauh. “Dia tak bisa melihatku…” lirihnya kembali.

Awalnya sosok itu ingin berbalik. Namun sesuatu terfikir dalam fikirannya lagi. Membuat ia kembali dan mengejar gadis itu. kali ini tak berjalan bersamanya, namun sedikit mendahuluinya lalu berhenti tepat didepannya.

Deg!

Mata Eunhyuk mengerjap beberapa kali…

“Soeun, kenapa kau berhenti tiba-tiba? Ayolah, nanti kita terlambat!”

Keduanya hanya sama-sama terpaku dan mengacuhkan seruan gadis lainnya. mata dan mata bertemu, ya, bertemu secara intens.

“Soeun!”

Gadis itu tersadar. Ia menggelengkan kepalanya, lalu mengalihkan fokusnya dari mata Eunhyuk yang masih terpaku.

“I-Iya!”

Gadis bernama Kim So Eun itu menyahuti temannya. Lalu melanjutkan jalannya dengan sedikit berbelok. Menyisakan daerah yang terlihat hampa bagi semua orang yang ada disana. Dan meninggalkan sosok hampa itu terpaku. Menatap lurus dan masih dengan wajah yang sulit percaya.

“Dia dapat melihatku…”

Sosok hampa itu bersuara lirih. Selirih angin yang berhembus diantara kesibukan manusia-manusia disekitarnya.

*

“Aku tahu kau bisa melihatku!!”

Eunhyuk masih bersuara sambil terus mengikuti gadis itu kemana-kemana. Berulang kali ia meminta, memelas, bahkan sedikit memohon supaya ia dapat membantunya. Walau pada nyatanya gadis itu tetap melakukan hal yang sama. Berpura-pura seakan ia tak pernah ada.

“Aku mohon, tolong bantu aku. Hanya kau yang dapat membantuku…” ulang Eunhyuk sambil terus mengikuti Soeun. ia masih tak menyerah walau gadis ituterus mengacuhkannya. “Ayolah, kumohon…”

Eunhyuk tersenyum. matanya menatap sosok itu yang menatap lagi padanya. Menatapnya datar. Malas. Namun di detik kemudian ia kembali mengalihkannya dan berjalan meninggalkan arwah itu.

Arwah Eunhyuk menghembuskan nafasnya panjang….

*

“Tolonglah!!”

Soeun kembali menghela nafasnya sambil mengalihkan pandangannya kearah depan kelas. Ia berusaha mengacuhkan sosok kasat mata yang saat ini berdiri duduk disampingnya. Terus memintanya. Membujuknya. Berharap Soeun akan menyambut kedatangannya.

Tapi, err… jangan harap! Soeun tidak akan memperdulikannya sampai kapanpun. Sampai ia menyerah dan pergi. Soeun sudah tak ingin tahu lagi mengenai kehidupan lain disekitarnya. Bosan rasanya jika orang-orang terus memanggilnya aneh. Toh, ia tak mendapatkan untung apapun.

“Nona Kim So Eun!”

Lihat, mereka selalu sama. Tak pernah mau menyerah. Mereka masih juga mengganggu walau terus diacuhkan seperti ini. Membuat Soeun kadang-kadang ingin habis kesabaran dan membentaknya. Namun ia tahu, ia hanya akan terus dianggap aneh kalau ia melakukannya. Oleh sebab itu ia terus diam dan berpura tak terjadi apa-apa.

“Nona… kumohon. Hanya kau yang dapat membantuku…”

Dia kembali mengulangnya. Ya, rata-rata mahluk yang datang padanya selalu mengatakan hal yang sama. Melakukan hal yang sama dengan mengatakan bahwa mereka membutuhkan bantuan. Soeun cukup kenyang dengan hal itu.

“Nona…”

Arwah itu kembali bergerak. Kali ini bangkit dari tempat duduk dan berdiri di depan mejanya. Tepat didepannya.

“Kumohon. Bantu aku, hanya kau yang dapat melakukannya…” ucapnya kembali memelas.

Soeun kembali berdecak. Menatap mahluk itu sejenak masih dengan pandangan datar. Sedikit memperhatikan bentuk mahluk itu kali ini.

“Kumohon…”

Dan Soeun hanya terus terdiam. Namun kali ini ia memperhatikan mahluk itu lebih detail. Bisa dikatakan ia mahluk paling bersih yang pernah datang padanya. Ya, dia bersih, tanpa ada noda darah di baju putih yang dipakainya. Begitu juga wajahnya, Soeun bisa katakan bahwa ia adalah arwah yang tampan. Begitu tampan. Jarang ada arwah seperti ini yang datang padanya.

“Nona-“

“Please sit on your chair. We will start our class soon…”

Arwah itu mendesah setelah menghentikan kata-katanya. Ia kemudian beranjak dari hadapan Soeun dan kembali duduk disampingnya yang kosong. Arwah itu sepertinya memberikan kesempatan Soeun untuk belajar kali ini dan tidak menganggunya.

*

“Okay I think it’s all for today. See You in the next class…”

Wanita tersebut menutup kelasnya. Ia kemudian segera bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan kelas. Seisi muridnya juga bersiap pulang setelah itu.

Soeun membenahi barang-barangnya lalu menatap bangku disampingnya. Dimana sosok itu masih disana untuk menunggunya.

“Aku mohon…”

Suaranya kembali terdengar. Lembut. Rendah. Seakan suara itu benar-benar berasal dari hatinya. Soeun lagi-lagi hanya terpana dan tak terlalu meresponnya.

“Soeun!”

Keduanya sedikit kaget. Lalu keduanya menoleh kebelakang. Dimana gadis lainnya ikut bergabung. Hyoyeon.

“Kenapa kau belum juga berdiri. Ayo kita pulang!” ajaknya pada Soeun.

“Oh ya…” Soeun mulai bangkit dari bangkunya dan bangkit. Sejenak ia menatap kearah arwah tersebut. Sebelum akhirnya berpaling dan mengikuti Hyoyeon. “Ayo pulang!!”

Kedua gadis itu berjalan keluar kelas. Diikuti mahluk kasat mata itu yang juga langsung keluar dari kelas dan mengikuti keduanya.

*

BLAM!!

Pintu itu dibanting begitu keras. Membuat sosok kasat mata itu hanya menghela nafas. Ia kemudian menatap manusia didepannya yang tampak begitu marah. Marah padanya.

“Apa maumu? Kenapa kau terus mengangguku seharian ini!!” serunya keras. Soeun kemudian berjalan menuju tempat tidurnya. Duduk disana dengan wajahnya yang sama sekali tak bersahabat pada Eunhyuk. “Pergilah!”

Eunhyuk menghela nafas, lalu menatap sosok itu lagi. “Tapi hanya kau yang bisa membantuku..” ucap Eunhyuk pelan dan hati-hati. “Hanya kau yang bisa melihatku saat ini. aku-“

“Aku hanya menusia biasa yang diberi sedikit kelebihan. Apa yang bisa kubantu untuk mahluk yang sudah meninggal seperti kalian!” sahutnya emosi. Namun secepatnya Eunhyuk menggeleng kuat, membantah kata-kata itu.

“Aku belum mati…”

Sinar mata yang tajam itu sedikit meredup mendengarnya. Terlihat kaget sekaligus bingung.

“Bagaimana mungkin belum mati..”

Eunhyuk menghela nafas. Lalu menatap gadis itu lagi.

“Aku koma. Kata mereka kepalaku terbentur begitu keras akibat kecelakaan yang kualami. Hal itu membuat sesuatu yang buruk terjadi pada otakku. Membuat aku tak bisa bangun, namun tidak juga dalam keadaan mati. Mereka menyebutnya tidur panjang karena mati otak…”

Soeun terpana. Tak sepenuhnya mengerti. Otaknya tampak sedikit bekerja demi mencerna itu semua.

“Lalu apa yang bisa aku lakukan? Aku tak bisa membantumu…”

“Aku tahu..” ucap Eunhyuk pasrah. “Tapi aku membutuhkan seorang teman disaat-saat membingungkan seperti ini. aku masih mempunyai begitu banyak hal yang belum sempat kuselesaikan dengan orang-orang yang kusayangi. Jika nanti benar tuhan berniat mengambil nyawaku, aku ingin kau membantuku menyampaikan semua itu pada mereka…” ucap Eunhyuk putus asa.

“Kau tak bisa berfikiran buruk disaat seperti ini. kau seharusnya yakin bahwa kau bisa sembuh dan menyampaikannya sendiri…” ucap Soeun mulai benar-benar melunak. Sepertinya ia benar-benar tersentuh dengan cerita Eunhyuk. “Jadi kau hanya membutuhkan teman. Baiklah, aku rasa untuk sementara aku bisa menjadi teman tempatmu berkeluh kesah. Asal, kau tidak mengangguku disaat aku bersama manusia lain. Aku tak mau orang-orang terus menatapku aneh hanya karena mahluk sepertimu…”

“Tentu..” ucap Eunhyuk menyanggupi. Ia tersenyum bahagia. “Terima kasih, Kim Soeun…”

“Huh..kau mengetahui namaku? Aku bahkan belum mengenalmu, siapa namamu?”

“Panggil aku Eunhyuk…”

*

Di Pagi yang selanjutnya…

“Hari ini aku sepertinya akan kerumah sakit, Soeun. aku akan melihat keadaanku serta keluarga…”

“Tentu, aku akan ke kampus. Oiya, ingat kalau kau datang nanti jangan mengagetkanku…”

“Araseo…”

“Baiklah…”

Tangan Soeun meraih gagang pintu dan membukanya. Eunhyuk adalah mengikutinya dari belakang. Setelah itu Soeun mengunci pintu Apartmentnya kembali.

“Ya sudah Soeun, aku pergi sekarang. Aku akan menyusulmu nanti kesekolahmu…” pamit Eunhyuk. Tanpa menunggu jawaban Soeun, Sosok kasat mata itu segera berjalan kesebuah arah. Sementara Soeun mengambil arah yang sebaliknya.

*

Eunhyuk kembali berdiri disamping tempat tidur raganya yang masih terbaring. Matanya menatap wajahnya sendiri yang benar-benar begitu pucat. Belum lagi keadaannya yang tak juga menunjukkan kemajuan. Membuat ia sendiri kadang merasa begitu pesimis. Namun ia begitu ingat kata sang dokter tempo hari. Semua tergantung pada dirinya sendiri. Jika ia begitu cepat menyerah, maka semuanya akan berakhir dalam sekejap mata. Ia harus bertahan, ya harus. Demi ayahnya, ibunya, keluarganya, dan Sooyoung… demi mereka semua.

“Aku pasti akan kembali pada kalian semua…” bisiknya lirih sambil terus menatap wajahnya.

Klek!

Pintu terbuka dari luar, membuat Eunhyuk beralih. Senyuman langsung terlihat diwajahnya ketika melihat siapa yang datang. Gadis yang saat ini menjadi salah satu alasan baginya untuk bertahan.

Gadis itu mendekati tempat tidurnya. Sebuah bunga terlihat ditangannya. Dimana ia selalu membawa bunga itu setiap hari dan meletakkanya didalam pot yang terletak disebuah meja dikamar itu.

“Kau hanya perlu datang setiap hari dan terus menungguku. Maka setelah itu aku pasti akan segera sembuh untuk melamarmu…”

Sosok itu menarik bangku disamping tempat tidur. Duduk disana sambil menatap raga lemah Eunhyuk yang masih tak sadarkan diri. Sayang ia tak sehebat Soeun, Kalau saja ia menyadari bahwa arwah sosok tak sadarkan diri itu kini tengah berada tepat didepannya mungkin ceritanya akan berbeda.

Sooyoung tersenyum hambar sambil menyentuh tangan Eunhyuk. Ia meletakkan tangan itu menyentuh salah satu sudut pipinya. Berusaha mendapatkan kehangatan darisana. Wajahnya tadi terlihat lebih sedih dari sebelumnya.

“Hyukkie, maafkan aku. Seharusnya waktu itu aku tak menyuruhmu menjemputku. Kalau saja waktu itu aku tak melakukannya kufikir kau tak akan pernah mengalami ini semua….” Ucap Sooyung begitu lirih. Wajahnya terlihat begitu sedih, walau tak sampai membuatnya menangis. Eunhyuk hanya bisa terdiam melihat apa yang ada didepannya. Cukup sakit baginya harus melihat ini setiap hari. Hari-hari dimana semua orang bersedih untuknya.

“Ini bukan salahmu…” sahut Eunhyuk lirih. Matanya terus menatap wajah gadis yang dicintainya itu. dengan sedih. “Kau hanya perlu menunggu untuk beberapa saat. Aku berjanji akan kembali secepatnya padamu. Aku berjanji akan membahagiakanmu setelah itu…”

Dan kau tahu bukan? Bahkan suara Eunhyuk saat ini lebih buruk daripada suara angin. Tak dapat dirasakan, tak dapat didengar. Semuanya hanya terus bisu dan sesenyap ini. Hanya Eunhyuk begitu berharap bahwa hati orang-orang yang menunggunya akan selalu tegar. Tegar menunggu hingga Eunhyuk dapat kembali ditengah-tengah mereka.

*

“Soeun…”

Soeun hanya menatap lurus ketika melihat sosok kasat mata itu sudah berada diluar kelasnya ketika ia baru saja keluar. Sementara Eunhyuk hanya tersenyum kecil sambil menghampirinya. Berjalan bersamanya.

“Aku ingin bercerita banyak padamu. Kau hanya perlu mendengar tanpa harus berkomentar sama sekali. Teruslah terlihat seperti tak melihatku, tapi tetap mendengarku…”

Diam-diam Soeun hanya tersenyum kecil mendegar ucapan sosok yang berjalan di samping kanannya. Ini untuk pertama kalinya ia bisa sedekat ini dengan arwah yang datang padanya. Juga adalah yang paling sopan dari sebelum-sebelumnya.

“Kukira kau benar… aku tak boleh menyerah. Semua orang sedang menungguku. Mereka masih berharap bahwa aku akan bangun dan kembali kepada mereka…”

Soeun masih juga diam sambil terus berjalan bersama Hyoyeon. Namun ia mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Eunhyuk. Eunhyuk berbeda dari tadi malam ketika ia menceritakan masalahnya, kali ini ia terlihat lebih semangat. Sepertinya ia benar-benar punya keinginan besar untuk sembuh dan kembali hidup senormalnya.

“Kau tahu? dari dulu aku selalu berbuat tak baik kepada semua orang yang telah menjagaku. Aku menyakiti mereka, aku juga mengabaikan mereka. walau ini terlihat buruk namun jujur aku merasa ada gunanya juga aku mengalami ini semua. Walau aku tak tahu nasibku nanti apakah aku bisa sadar kembali atau tidak. Tapi aku berharap semoga tuhan mau memberikanku satu kesempatan lagi, maka dari itu aku akan memperbaiki semuanya…”

“Aku juga akan melamar kekasihku dan mengajaknya menikah…”

Kali ini sorotan mata Soeun melemah ketika mendengar ucapan yang terakhir. Reflek ia menoleh kesebelah kirinya menatap sosok itu. Sosok itu tampak tersenyum kecil padanya, tampak berbinar. Bahagia.

*

Klik!!

Lift itu berbunyi. Ketika lift itu terbuka tampak seorang gadis keluar darisana. Walau sebenarnya ia tak datang sendiri.

“Apartementmu sudah dekat. Itu berarti sebentar lagi kau bisa berbicara lagi padaku. Kau harus memberikan suaramu tentang semua yang telah kuceritakan tadi…”

Eunhyuk menghentikan langkahnya ketika Soeun lebih dulu menghentikannya. Ia menoleh heran pada Soeun yang tiba-tiba diam dan terpaku menatap kedepannya. Eunhyuk pun ikut menoleh kesana, dimana seorang wanita yang tampak masih cukup muda berdiri didepan apartement Soeun. Menatap Soeun dengan sedikit angkuh. Tidak, sangat angkuh.

*

Eunhyuk hanya berdiri diantara kedua manusia tersebut. Menatap dengan sedikit tak mengerti dan tak faham. Namun jujur ia tak suka dengan wanita ini. karena ia melihat kebencian yang begitu dalam darinya kepada Soeun.

“Ayahmu akan pulang besok, jadi kuharap besok kau pulang…” kata wanita itu dengan dingin. Matanya menatap sedikit merendahkan seisi apartement Soeun. Menunjukkan sisi angkuhnya semakin jelas. Sementara Eunhyuk mengalihkan perhatiannya pada Soeun. menunggu jawaban Soeun untuk membuat ia mengerti apa yang terjadi antara kedua orang ini.

“Aku besok ada acara…” Soeun menyahut datar. Ucapannya membuat wanita tadi menoleh lagi padanya.

“Memangnya apa acaramu besok?”

“Kurasa itu bukan urusanmu…”

Wanita itu berbalik, menatap Soeun dengan senyuman yang licik. “Memang, tapi… ayahmu masih menganggapku peduli padamu. Setidaknya kau mau bekerja sama, hum?”

“Bekerja sama? Kau lupa bahwa aku tak pernah berpihak padamu, oleh sebab itu jangan berlagak seakan-akan kita adalah teman. Kita adalah musuh..”

“Kita memang tidak saling memihak. Tapi kita bukanlah musuh, Soeunie…”

Hening, Eunhyuk mengalihkan kembali pandangannya kepada Soeun. Gadis itu tampak hanya terdiam sambil menundukkan wajahnya. Seperti menahan sesuatu, tubuhnya sedikit bergetar.

“Baiklah. Aku akan datang..” sahut Soeun pelan sambil terus menundukkan wajahnya. Wanita itu menatap padanya, tampak puas.

“Benarkah?”

“Aku bilang aku akan datang setelah kelasku besok selesai…”

“Oh, kau memang anak yang manis…” puji wanita itu tampak puas. “Ya, sudah ibuku akan menunggumu besok, Soeun-ah. Kau ingin dimasakkan sesuatu, hum?”

Soeun hanya membuang wajahnya, merasa muak mendengar kata-kata manis yang benar-benar menjijikkan ditelinganya itu.

“Baiklah, aku begitu kukira aku tak berlama-lama. aku sibuk..” wanita itu mulai bergerak menuju pintu keluar. Namun, beberapa langkah ia menghentikan langkahnya dan berbalik. “Oiya, satu lagi Soeunie.”

“Aku harap kau tidak mengatakan hal yang macam-macam kepada ayahmu. Rahasia kita, kita tentu tak bisa membiarkan orang lain mengetahuinya bukan?”

Wanita itu kemudian benar-benar pergi setelah itu. Meninggalkan Soeun yang masih menundukkan wajahnya dan Eunhyuk yang terpaku karena tak mengerti apa-apa.

“Soeun… kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk ragu. Soeun tersadar dan mengangkat wajahnya, lalu mulai bergerak dari tempatnya kearah dapur. Keadaannya cukup membuat Eunhyuk ikut panik. “Y-Yah, apa kau baik-baik saja? Apa yang mau kau lakukan?”

Tak ada jawaban, gadis itu tampak sibuk mencari sesuatu di lemari pendinginnya..

“Kau tak berniat bunuh diri bukan?” tanya Eunhyuk begitu saja yang lagi-lagi tak disahuti.

*

Soeun terus memasukkan ramen pedas itu kedalam mulutnya. Membuat wajahnya yang merah semakin merah, sementara wajahnya itu juga dipenuhi oleh air matanya. Ya, mungkin air mata karena kepedasan, namun ada makna lain dibalik air mata itu.

Eunhyuk yang berdiri didekat pintu mulai merasa bosan. Ia mendekati Soeun.

“Hentikanlah, nanti kau malah sakit perut..” ucap Eunhyuk pelan. Seperti sebelumnya, ucapan Eunhyuk itu sama sekali tak disahuti. Gadis itu terus memakan makanan pedas itu, memaksa perutnya untuk menerimannya. “Soeun-ah, kau dengar aku?”

Soeun menghentikan gerakannya. Matanya menatap hampa dan lurus ke hadapannya. “Hidupku sungguh menyedihkan semenjak kepergian ibuku tiga tahun yang lalu. Ayah yang selalu sibuk tak punya waktu melihat aku yang begitu kesepian. Suatu hari ia menyadari itu, dan ia berjanji akan membawakan aku ibu baru. Tapi ia tak menyadari hal itu.. wanita yang dibawanya… bukanlah seorang ibu. Dia hanya seorang wanita yang ingin menjadi istri ayahku. Dia bahkan memperlakukanku lebih baik dari orang terburuk yang pernah aku temukan sebelumnya…”

“Selama ini, hidupku diperburuk dengan kemampuanku melihat mahluk sepertimu. Aku disisihkan, aku dibully, dianggap aneh dan sebagainya. Aku benar-benar tertekan. Hingga aku berfikir mungkin hidup sendiri lebih baik bagiku, jadi aku tak perlu harus memikirkan pandangan orang mengenai keanehanku. Aku tinggal disini, walau aku punya rumah besar seperti istana. Ayahku begitu sibuk dengan pekerjaannya, hingga ia tak pernah menyadari bahwa putrinya tak lagi berada diistana yang dibangunnya, ia tak tahu bahwa putrinya takut tinggal disana karena disana ada nenek sihir yang telah dinikahinya sejak beberapa bulan ini…”

Soeun menghapus air matanya, memberi jeda akan kata-katanya. Sementara Eunhyuk hanya terdiam,  tidak menyangka bahwa hidup Soeun bisa serumit itu.

“Oleh sebab itu, setiap malam aku menangis. Aku merindukan ayahku, merindukan ibuku, merindukan panggilan mereka …‘Soeunie’… tapi itu sangat menyesakkan ketika aku menyadari bahwa aku tak bisa mendengarnya disaat aku ingin mereka memanggilku. Itu sebabnya aku sering melampiaskannya dengan memakan makanan pedas seperti ini. Aku berharap Air kesedihan dan air mataku teralihkan dengan rasa pedas yang kurasakan. Agar aku bisa melupakannya untuk sesaat..”

Eunhyuk kembali menghela nafas mendengar kata-kata Soeun. Sementara Soeun tampak kembali memakan makanannya demi meredakan kesedihannya. Eunhyuk kemudian bergeser kedekatnya dan berdiri disampingnya.

“Ini bukan maksudku mencampuri urusanmu. Tapi, kau.. tak bisa hanya diam. Kau tahu? dalam cerita dongeng hanya sang putri yang akhirnya mengusir sang nenek sihir. Kau tahu apa artinya? Artinya kau harus mulai bertindak dan membiarkan ayahmu tahu apa yang terjadi padamu. Biarkan nenek sihir itu merasakan kesulitannya..”

Soeun menoleh pada Eunhyuk setelah kata-katanya. Sementara Eunhyuk tersenyum padanya.

“Tapi.. apapun keputusanmu, selama aku masih disini aku akan selalu mendampingi. Walaupun dengan makan ramyun ini, tapi ingat aku selalu disini dan selalu mendengarkanmu. Kau mengerti?” ucap Eunhyuk pelan pada Soeun, membuat Soeun menghentikan makannya dan melirik pada Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum lembut padanya.

*

“Jadi hari ini kau akan pulang kerumah orang tuamu? Baiklah, aku juga tidak akan tinggal di apartement ini sendiri. Aku akan menginap di rumah sakit sampai kau kembali ke apartement..” kata Eunhyuk sebelum Soeun membuka pintu Apartementnya dan berangkat kuliah. Soeun menoleh padanya.

“Kenapa kau tak ikut saja kerumahku?”

“Kufikir sebaiknya tidak..” sahut Eunhyuk. “Rumahmu pasti sepi bukan? Aku takut aku malah menganggumu. Sebagai gantinya aku akan datang ke sekolahmu untuk memberi khabar..”

“Baiklah kalau begitu, aku berharap ini tidak terlalu lama sehingga aku dapat kembali ke apartement..”

“Kenapa kau berharap begitu? Bukankah kau berharap ayahmu cepat pergi lagi? Kau bilang kau merindukan ayahmu?” tanya Eunhyuk heran. Soeun menghembuskan nafasnnya.

“Aku tidak nyaman dirumah itu karena tekanan ibu tiriku. Menurutku lebih baik hidup sendiri disini daripada harus menjadi bahan permainan disana..” ucap Soeun lirih. Eunhyuk ikut terdiam mendengarnya. “Tsk, kufikir ini saatnya. Ayo kita keluar!” ajak Soeun mengalihkan pembicaraan. Eunhyuk mengangkat wajahnya dan mengangguk.

“Ayo..”

*

“Kau datang lagi?” tanya Eunhyuk bersemangat ketika melihat pintu ruang inap terbuka dan Sooyoung memasuki ruangan itu. ia mengikuti Sooyoung yang mendekati ranjangnya.

“Hey Eunhyuk, apa khabarmu hari ini?” Sapa Sooyoung pada sosok Eunhyuk yang masih terbaring di atas ranjang. Eunhyuk tersenyum mendengarnya.

“Aku akan selalu baik kalau kau selalu datang kemari..”

Sooyoung menghela nafasnya dan meletakkan bunga yang dibawanya diatas meja yang terletak di samping tempat tidur inap Eunhyuk. Ia kembali menghela nafas sambil mengalihkan perhatiaannya pada Eunhyuk.

“Maafkan aku, mungkin ini adalah hari terakhirku kemari..” ucapnya lirih sambil menatap Eunhyuk. Eunhyuk langsung menoleh kaget mendengarnya, tidak mengerti. “Aku bukannya bosan menunggu. Hanya saja aku benar-benar tak ingin membohongimu lebih lama mengenai kebenaran yang ada. Membuatmu seperti ini benar-benar sudah membuatku merasa begitu bersalah…”

“Apa yang kau katakan?” tanya Eunhyuk sama sekali tak mengerti sambil terus menatap Sooyoung yang sudah mengusap wajah raga Eunhyuk. Sooyoung tampak mencium dahi Eunhyuk untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mengangkat wajahnya dan mulai bergerak menjauhi ranjang.

“Selamat tinggal Eunhyuk, maafkan aku. Aku harap kau cepat bangkit..” ucap Sooyoung sambil berjalan mundur. Ia tampak sedikit menghapus air matanya, sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan ruangan itu. Eunhyuk tersentak dan mengejarnya.

“Sooyoung-ah, apa maksudnya ini?” tanya Eunhyuk tak mengerti sambil mengikuti Sooyoung. Sementara Sooyoung terus berjalan meninggalkannya sambil menghapus air matanya yang jatuh. Ia tak menyadari bahwa arwah Eunhyuk tengah mengikutinya. “Sooyoung, jelaskan padaku apa maksudnya?”

“Sooyoung!”

“Sooyoung!”

“Soo—“

Ucapan Eunhyuk kali ini berhenti ketika ia melihat Sooyoung menghentikan langkahnya ketika melihat seorang laki-laki yang juga melihat padanya. Keduanya saling bertatapan sejenak, sebelum akhirnya Sooyoung menerima uluran tangan laki-laki itu dan pergi meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Eunhyuk yang benar-benar terpana. Sekilas ia teringat sesuatu..

“Aku tidak bisa menerima ini, maaf..”

Cincin itu diserahkan pada pemiliknya kembali. Membuat sang pemilik begitu kaget dan menatap lawan bicaranya dengan pandangan bertanya.

“Tapi mengapa?”

Wanita itu menundukkan wajahnya, agak tak berani menatap sosok itu lebih dalam.

“Mengapa?” ulang laki-laki itu lebih tegas.

“Maafkan aku, aku selama diam-diam telah bermain di belakangmu..”

“Huh?”

Wanita itu mengangkat wajahnya, mulai berani menatap lawan bicaranya.

“Semuanya karena kesalahanku, maafkan aku. Hanya saja, jujur, hubungan ini sedikit menyiksaku. Kau.. terlalu mengekangku. Aku sedikit tidak bisa terus seperti itu..”

“Kau seharusnya hanya memperingatkanku, bukan langsung menghukumku dengan seperti ini..”

“Maafkan aku..”

Gadis itu kembali menundukkan kepalanya dalam. Sementara pemuda di depannya menghembuskan nafasnya dengan sedikit kasar.

“Baiklah, terserah dirimu. Tentukan jalanmu sendiri..”

Pemuda itu menyelesaikan perkataan terakhirnya sebelum meninggalkan tempat itu. Ia menggenggam erat kotak kaca sepasang cincin ditangannya. Lalu menaiki kembali motornya. Pemuda itu kemudian meninggalkan tempat itu dengan memacu motornya dengan begitu kencang. Sangat kencang.

“Hhh..”

Eunhyuk tersurut ketika ia ingat semuanya. Tubuhnya merosot turun begitu saja. Menatap kosong semua orang yang terus lalu lalang di depannya.

*

Soeun menundukkan wajahnya dengan dalam sambil melewati lorong kea rah apartementnya. Wajahnya terlihat tanpa semangat, tanpa gairah, bahkan terlihat begitu berduka. Ketika ia sampai hampir sampai di pintu masuk apartementnya, ia mengangkat wajahnya.

Soeun mendadak terpaku, begitu pun sosok kasat mata yang berdiri disana dan menatapnya..

*

“Mengapa kau kembali ke apartementmu. Bukankah hari ini kau pulang ke rumah keluargamu?” tanya Eunhyuk baru saja Soeun menutup pintu. Soeun menunduk sambil menghela nafas.

“Aku memutuskan tidak pergi..”

“Kenapa?”

Soeun kembali menghela nafas sambil berbalik, balas menatap Eunhyuk yang menatapnya dengan bertanya.

“Aku fikir aku bukan barang permainan ibu tiriku. Dia tak bisa dibiarkan, bukankah kemaren kau bilang begitu?” jawab Soeun sambil menatap Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum kecil dan mengangguk.

“Ne, begitulah maksudku. Kau harus membuatnya susah sedikit. Pilihanmu tepat..” sahut Eunhyuk sambil tersenyum samar. Soeun menganggukkan kepalanya sambil ikut tersenyum samar.

“Lalu bagaimana dengan dirimu? Tadi pagi kau bilang kau menginap di rumah sakit, tapi kenapa kau disini?” Soeun balas bertanya. Eunhyuk agak terdiam mendengarnya, yang membuat Soeun memahami sesuatu. “Kenapa? terjadi sesuatu..”

“Bukan..” sahut Eunhyuk lirih sambil menggeleng. “Tapi semua terjadi..”

“Apa yang terjadi?”

Eunhyuk menarik nafas lalu menerawang menatap langit-langit. “Kekasihku ternyata selingkuh dibelakangku, dan yang lebih perih.. aku baru menyadari bahwa dia adalah salah satu penyebab aku mengalami semua ini…”

“Huh?”

“Hatiku hancur…” lirih Eunhyuk lagi. “Dari dulu.. aku benar-benar menyukainya. Dia adalah alasanku mulai berhenti mempermainkan wanita karena bagiku dia begitu berarti. Dia selalu ada untukku disaat aku butuh, bahkan ia selalu melakukan sesuatu disaat aku merasa terpuruk. Aku begitu menjaganya, melindunginya, bahkan tanpa kusadari mengekangnya. Ya, namun disaat itu ternyata ia menemukan jalannya sendiri. Jalan yang akhirnya membuat aku benar-benar harus kehilangannya…”

“Aku benar-benar seperti sudah tak bersemangat untuk kembali bangun. Aku sudah tak punya gairah untuk itu…”

Soeun langsung menoleh pada Eunhyuk setelah kata-kata putus asanya barusan. Begitu kaget.

“Kau tak seharusnya mengatakan itu..”

“Aku benar-benar terpukul, down—“

“Apa dalam hidupnya hanya ada dia?”

“Huh?”

“Apa hanya ada dia dalam hidupmu? Kenapa kau langsung menyerah ketika dia pergi. Apa kau tak punya ibu? Ayah? Atau keluarga? Bagaimana mungkin kau hanya memikirkan wanita yang baru kau kenal dibanding mereka?”

“Aku—“

“Kau egois!”

“Maksudku bukan begitu—“

“Tapi arah kata-katamu begitu!”

Eunhyuk terdiam, menundukkan wajahnya. Soeun baru sadar setelah itu.

“Maaf, aku tak bermaksud—“

“Kau benar..” lirih Eunhyuk sambil mengangkat wajahnya. “Aku terlalu egois. Dari dulu memang aku tak pernah berfikir panjang. Itu sebabnya aku selalu menyesal..” omel Eunhyuk pada dirinya sendiri. Ia mengalihkan perhatiannya kembali pada Soeun.

“Biar bagaimanapun terima kasih. Kau tak mengerti betapa pentingnya dirimu untukku disaat ini. Mungkin tanpa kehadiranmu aku sudah menyerah sejak hari pertemuan kita. Terima kasih..” ucap Eunhyuk sambil tersenyum lembut pada Soeun. sementara Soeun hanya terdiam sedikit terpana, ia tak mengerti kenapa ucapan Eunhyuk tiba-tiba membuat perasaannya begitu aneh. Apa yang terjadi?

*

Soeun keluar dari kamar mandi setelah ia selesai membersihkan diri. Ketika ia hendak memasuki kamarnya ia tampak menghentikan langkahnya, matanya menatap kearah ruangannya dimana music masih bergema. Mahluk kasat mata itu… menari.

Eunhyuk menghentikan gerakannya ketika menyadari Soeun disana. Ia tersenyum melihat ekspresi Soeun.

“Aku memang senang melakukannya ketika suasana hatiku sedang tidak baik. Kau boleh matikan Audionya sekarang…” ucap Eunhyuk setelah itu. Soeun tersadar dan segera mematikan Audio yang masih menggema keseluruh ruangan.

Suasana hening sejenak, Soeun kemudian bergeser kearah sofa. Eunhyuk mengikutinya.

“Kau terlihat begitu ahli menari? Apa kau senang melakukannya?” Tanya Soeun. Eunhyuk tampak langsung menganggukkan kepalanya.

“Begitulah, aku merasa selalu bebas ketika menari. Sensasinya menyenangkan…”

Soeun menganggukkan kepalanya.

“Kau sendiri?”

“Huh?”

Eunhyuk tersenyum sambil menatap Soeun.

“Apa yang kau sukai? Semua orang pasti punya hobi bukan?” ulang Eunhyuk. Soeun mengalihkan perhatiannya dari Eunhyuk.

“Aku tak mempunyainya..”

“Huh? Benarkah? Kenapa ada orang yang tidak mempunyai hobi?” tanya Eunhyuk mengerutkan dahi. Soeun tak menyahut sambil terus menundukkan wajahnya. “Kau tahu? menari sungguh menyenangkan. Kau perlu mencobanya..” ucap Eunhyuk sambil tersenyum setelah itu. Soeun mengalihkan perhatiannya padanya.

“Aku tak bisa melakukannya..”

“Bagaimana mungkin? Bahkan robot bisa menari..”

“Huh?”

Eunhyuk terkekeh. Soeun benar-benar polos dimatanya, juga sedikit… malang.

“Kini selain orang tuaku aku tahu apa alasanku setelah aku sadar. Ketika aku bangun nanti, aku akan menemuimu dan mengajakmu menari bersamaku..” ucap Eunhyuk bersemangat. Soeun tersenyum samar.

“Aku tak bisa menari..”

“Kalau begitu aku akan mengajarimu..” ucap Eunhyuk sambil lebih mendekati Soeun hingga mereka begitu dekat dan saling bertatapan. “Dengar ini, nanti setelah aku sadar.. aku pasti akan mencarimu. Aku berjanji akan membuat hidupmu lebih baik dari ini, aku tak akan membuatmu kesepian seperti ini. Aku janjiakan itu..” ucap Eunhyuk sambil tersenyum pada Soeun. Soeun hanya terdiam sambil terus menatapnya.

“Bagaimana kalau kau tak mengingatku serta janji-janjimu setelah kau sadar kembali?”

“Aku sudah memikirkannya..” sahut Eunhyuk. “Apa besok kau punya waktu, Soeun? kalau tidak bagaimana kalau kau menjengukku dirumah sakit. Lalu setelah kau tahu dimana keberadaanku, nanti setelah aku benar-benar sadar datanglah padaku. Maka disaat itu ketika aku pertama melihatmu, aku yakin aku akan mengenalimu..” jelas Eunhyuk bersemangat. Sementara Soeun hanya terdiam, menatap Eunhyuk sambil berfikir.

*

“Kau hanya perlu mengikuti, aku akan menunjukkan padamu dimana ruang inapku. Untuk selanjutnya kau hanya perlu masuk dan melihat keadaanku yang sebenarnya. Jika ada yang bertanya siapa dirimu, kau hanya perlu menjawabku bahwa kau adalah temanku..”

Soeun hanya terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil terus mengikuti kata-kata Eunhyuk. saat ini Eunhyuk ada disampingnya, membimbingnya menuju ruang inapnya. Ini adalah pertama kalinya Soeun menyempatkan diri untuk datang setelah hampir dua minggu arwah Eunhyuk bersamanya.

“Ini ruangannya! Silahkan masuk!”

Soeun menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah kamar inap. Ia melirik Eunhyuk sesaat, setelah akhirnya mulai mengulurkan tangan untuk membuka pintu setelah anggukan dari Eunhyuk. keduanya memasuki ruangan itu.

Tit.. Tit.. Tit..

Suara itu menyambut mereka berdua. Soeun tampak masih berdiri di depan pintu sambil melayangkan pandangannya kearah tempat tidur sementara Eunhyuk tampak sudah mendekati tempat tidur itu. Mendekati raganya yang masih terbaring.

“Dia sungguh menyedihkan, bukan?”

Soeun tersadar dan mengalihkan perhatiannya kepada Eunhyuk ketika sosok itu bertanya lirih sambil terus menatap raganya. Perlahan Soeun berani mendekati tempat tidur itu, bergabung bersama Eunhyuk.

“Lihat, dia benar-benar tanpa harapan. Orang yang melihatnya mungkin akan berfikir dia lebih baik mati daripada menjadi mayat hidup seperti itu..” tambah Eunhyuk lagi. Soeun hanya terus memperhatikan raga itu, melihat sosok lebih nyata dari teman bermainnya selama dua minggu belakangan ini.

“Dia akan sembuh..” ucap Soeun lirih, membuat Eunhyuk menoleh padanya. “Tak lama lagi, suatu hari nanti dia akan sembuh. Aku dapat melihat dia kembali menari…”

“Aku tak yakin ia bisa menari seperti dulu melihat keadaannya…”

“Dia harus bisa..” ucap Soeun sambil sedikit tersenyum. lalu melirik Eunhyuk. “Dia sudah berjanji untuk mengajariku menari…”

“Oh, ya.. aku ingat itu..” ucap Eunhyuk sambil sedikit tertawa.

“Apapun yang terjadi, kau harus terus bertahan. Kau harus terus berharap bahwa suatu hari kau akan kembali. Jangan pernah putus asa lagi walau dengan alasan apapun..” ucap Soeun sambil kembali menatap raga Eunhyuk yang terbaring. Eunhyuk tampak ikut tersenyum sambil menatap kearah tempat tidur.

Klek!

Keduanya sedikit kaget, lalu mengalihkan perhatian mereka kearah pintu keika mendegarnya terbuka. Seorang wanita berdiri disana dan menatap Soeun sedikit kaget.

“Oh, itu ibuku!” Seru Eunhyuk kemudian. Sementara Soeun mulai menghembuskan nafasnya, sedikit gugup. Ia kemudian membungkukkan badannya.

“Anyeong haseyo, Ahjumanim…” sapa Soeun setelah memberi hormat. Nyonya Lee tampak masih menatapnya dengan seksama, mungkin mencoba mengingat kalau saja mungkin ia mengenal Soeun.

“Anda siapa?”

“Bilang kalau kau adalah teman SMAku…”

“Hhum, saya adalah Kim So Eun, aku teman Sekolahnya Eunhyuk di High School..”

“Oh, begitulah. Kau tahu darimana kalau Eunhyuk sedang sakit dan dirawat diruangan ini…”

“Katakan kalau Sungmin yang memberi tahumu..”

“Hhum, S-Sungmin yang memberi tahuku…”

“Oh, ternyata kau juga mengenal Sungmin. Oiya, kenapa hanya berdiri, silahkan duduk…”

“N-Ne…”

Soeun terdiam sambil duduk disalah satu bangku, sementara Nyonya Lee duduk dibangku yang lainnya. keduanya saling berhadapan yang membuat Soeun begitu gugup, beruntung ada Eunhyuk yang menyertainya.

“Eunhyuk, pasti senang karena banyak teman yang menjenguknya. Semoga dengan bertambah banyak yang datang ia bisa sadar…” ucap Nyonya Lee sambil mengalihkan perhatiannya kearah tempat tidur. Soeun ikut menoleh kesana.

“Aku juga berharap begitu…” ucap Soeun lirih sambil melirik Eunhyuk yang terpaku menatap wajah ibunya.

*

Bus itu berhenti di depan sebuah halte untuk beberapa saat untuk menurunkan penumpang. Tak lama, seorang gadis dengan syal cream tampak keluar dari sana. Mulai berjalan pelan seiring bus yang mulai kembali melaju.

“Disinilah…”

Langkah itu terhenti. Sejenak ia melirik ke sekitar sana. Memperhatikan keadaan sekitarnya yang sepi.

“Disinilah aku kecelakaan…”

Matanya beralih kearah jembatan. Menatap sosok yang hanya ia sendiri yang bisa melihatnya yang tampak berdiri di sana dengan pandangan sedikit kosong. Menatap hamparan sungai yang mengalir di bawah sana.

“Hari itu aku emosi karena Sooyoung. Aku pulang dari kampusnya dengan memacu motorku dengan kencang. Sangat kencang, hingga aku tak menyadari ada mobil yang berhenti di depanku. Aku menabrak bagian belakang mobil itu dengan keras dan aku terlempar kesana..” Eunhyuk menunjuk sisi jalan. “Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi. Aku langsung berada di rumah sakit setelah itu, dengan keadaan seperti ini…”

Soeun terdiam. Matanya menatap jalanan itu lebih seksama. Mencoba mendapatkan bayangan betapa buruknya apa yang telah Eunhyuk alami hari itu. Hingga membuatnya menjadi seperti sekarang ini, terjebak antara dua dunia.

Pandangan Soeun tiba-tiba terhenti ketika ia melihat sesuatu. Soeun memiringkan wajahnya, menatap benda yang terlihat tersembunyi di dalam saluran air yang ada disana.

“Apa yang kau lihat?” tanya Eunhyuk penasaran. Ia beranjak dari tempatnya berdiri dan mendekati Soeun. ikut melihat apa yang diperhatikan Soeun. “Arh, benda itu..” ia menggumam pelan.

“Itu cincin yang akan kuberikan pada Sooyoung waktu itu. sepertinya terlempar disana..” sambungnya tak bergairah. “Jangan diambil!”

Soeun menghentikan gerakan tangannya ketika Eunhyuk melarangnya. Ia melirik pada Eunhyuk yang menunjukkan wajah malas.

“Itu sudah tidak ada gunanya, biarkan saja. Bahkan kalau aku tidak kecelakaan aku juga akan membuangnya…” sambung Eunhyuk masih dengan wajah yang sama. Sejenak Soeun tersenyum samar, lalu tangannya kembali terulur. Benar-benar mengambil benda tersebut. Mendatangkan protes dari Eunhyuk. “Arh! Kenapa kau masih mengambilnya? Cepat buang kembali!”

Soeun mendesah pelan, ia lalu memeriksa sesuatu dari sakunya. Eunhyuk menatap heran padanya.

“Apa yang kau lakukan sekarang?” Tanya Eunhyuk heran.

“Aku akan menyimpan ini..” sahut Soeun sambil menempelkan ponselnya ketelinganya. Ia lalu melirik pada Eunhyuk yang sedikit terpana. “Kalau kau mau mengambilnya atau membuangnya, lakukan nanti. Lakukan sendiri, sekarang aku akan menyimpannya. Aku menunggu kau sadar dan mengambilnya sendiri…”

“Kenapa harus begitu?!”

“Hanya sebagai ingatan untukmu. Katamu tadi bukankah kau ingin membuangnya kalau kau tidak kecelakaan? Ya sudah! maka tetap lakukan itu setelah kau sadar nanti. Minta padaku lagi, lalu buang sendiri..” ucap Soeun sambil tersenyum dan terus menempelkan ponselnya ketelinganya. Eunhyuk terdiam, tanpa sadar ia ikut tersenyum. lalu menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku anggap ini janji. Setelah aku sadar nanti aku akan mengambil sendiri , lalu… membuangnya sendiri. Begitu maksudmu bukan, hum?”

“Hum..” sahut Soeun sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil terus menempelkan ponselnya ketelinga

“Baiklah, mari menunggu untuk itu…” sahut Eunhyuk balas tersenyum.

Keduanya tampak saling tersenyum dan bertatapan satu sama lain. Mengabaikan orang-orang yang berlalu lalang disekitar mereka.

*

Lift itu kembali bergeser, menampilkan gadis kesepian yang sama keluar darisana. Namun, ada yang berbeda darinya saat ini dan sebelumnya. Jika sebelumnya ia terlihat tak bersemangat dan wajahnya terlihat tanpa emosi, hari ini ia banyak tersenyum dan tertawa sambil terus berbicara melaui ponselnya.

Hingga…

Senyuman itu memudar, seiring dengan tawa mahluk tak kasat mata itu yang ikut menghilang. Keduanya sama-sama terdiam, menatap lurus kearah pintu apartement dengan nomor 1735 itu…

Slap!

Wanita itu menampar Soeun, membuat gadis itu terdorong. Terjatuh kearah sofa akibat tamparan yang begitu keras.

“Soeun!”

Eunhyuk reflek berteriak dan berniat menolong. Namun ia baru tersadar ketika wanita itu menembuskanya, membuat ia tersadar akan sesuatu.

“Lihat kemari!” Wanita itu menarik rambut Soeun. Membuat gadis itu meringis kesakitan. Eunhyuk sedikit terpana, menyadari bahwa bibir Soeun terluka. Begitupun dahinya yang lebam akibat membentur sudut sofa. Pipinya memerah akibat tamparan.

“Bukankah kusuruh kau untuk pulang kemarin. Kenapa tak kau lakukan?! Kau tahu, ayahmu… marah-marah padaku!”

Soeun meringis, menatap wanita itu dengan muak. Sementara rambutnya masih dijambak dengan keras.

“Dia marah padamu? Bagus, bukankah seharusnya kau mendapatkannya sejak dulu—“

“APA YANG KAU KATAKAN!”

Slap!

“YAH!!”

Eunhyuk berteriak kesal ketika wanita itu kembali menampar Soeun. Membuat gadis itu kembali terdorong, kali ini bukan kearah sofa langsung kearah dinding disampingnya. Kepalanya terbentur.

“Aish, kau benar-benar merepotkan seperti ayahmu!” Wanita itu mengeluh kesal sambil menatap Soeun yang meringis di sudut ruangan. “Kenapa kau masih juga hidup dan merepotkanku. Bukankah sebaiknya kau menyusul ibumu, huh? Ke neraka!”

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya dari Soeun kearah wanita itu mendengar kata-katanya barusan. Emosinya naik begitu saja, begitu menyebalkan. Eunhyuk yang selama Ini sudah bertemu banyak berandalan diluar sana bahkan berfikir bahwa mereka lebih baik daripada wanita ini. Setidaknya mereka tidak akan selicik dan sekejam wanita ini. benar-benar menyebalkan!

“Tak tahu malu!” ucap Eunhyuk seperti bergumam, namun ia tahu bahwa wanita itu tak mendengarnya. Itu yang ia sesalkan, benar.. kalau saja wanita itu bisa mendengarnya ia akan berteriak dengan keras tepat di depan wajahnya. Ia mengalihkan perhatiannya pada Soeun. “Soeun, kau baik-baik saja, huh?”

“Kenapa? hanya segitu kekuatanmu!” Wanita itu kembali berseru pada Soeun yang masih meringis di sudut ruangan. Ia tersenyum sinis. “Oleh sebab itu… lain kali jangan membuatku marah dan melawanku. Aku bisa membuatmu lebih kesakitan dari ini. Ingat kata-kataku…”

“Selamat tinggal!”

Wanita itu mulai berjalan meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Soeun yang masih berada di sudut ruangan karena kesakitan. Eunhyuk mulai mendekatinya.

“Soeun-ah, Soeun! kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk dengan cemas. Tangannya terulur, berusaha menyentuh Soeun. namun seperti biasa, tangannya menembus tubuh Soeun. “Soeun…”

Hening. Diam…

“Soeun?”

Soeun tidak bergerak…

“Soeun! jawab aku!” Seru Eunhyuk panik. Ia berusaha berulang kali menyentuh Soeun walau tangannya terus menembus tubuh Soeun.  “Soeun-ah! Jawab aku!!” Seru Eunhyuk begitu panik, air matanya menetes begitu saja.

“Soeun!”

“Hh..”

“Soeun, kau mendengarku?” Tanya Eunhyuk lagi setelah mendengar sahutan lemah Soeun. ia kembali berusaha menyentuh Soeun, walau tetap tak bisa. “Soeun, kau tak apa-apa…”

“Hm..”

Soeun menyahut singkat dan membuka matanya sejenak, sebelum akhirnya kembali terpejam. Lalu ia kembali jatuh. Tak sadarkan diri.

“Soeun!!”

*

Eunhyuk terdiam sambil terus berjongkok di tempat yang sama. Matanya menatap wajah Soeun yang masih tak sadarkan diri di hadapannya. Menatapnya dengan pandangan paling kasihan yang ia miliki, sekaligus kesal. Ya, kesal karena tidak bisa melakukan sesuatu pada orang yang selama ini selalu membantunya.

“Tak berguna…”

Eunhyuk menggumam sambil membiarkan air matanya kembali jatuh. Matanya menelusuri wajah serta bagian tubuh lainnya yang terluka ataupun gores. Gores karena perbuatan sang nenek sihir dimana ia tak bisa melakukan apapun.

“Tunggu aku, kumohon… nanti, setelah aku sadar. Aku akan datang menyelamatkanmu, aku akan memberi pelajaran pada nenek sihir yang telah melukaimu. Membuatnya menjauh darimu, membuat ia tak lagi berani menyentuh atau bahkan membawamu dari istana yang tak membuatmu bahagia itu. Kau dengar? Ini.. janjiku.  Mohon tunggu aku…”

“Kau akan menungguku kan?”

Hening. Lagi-lagi hanya ada suara angin yang kali ini menemani sang sosok abstrak memandangi sang manusia yang masih tertidur dalam kesakitan dan kesedihan. Hening.

*

“Eung…”

Bibir mungil itu melenguh pelan ketika pemiliknya terbangun. Seiring dengan gerakan kecil dari tubuhnya yang lemah. Sedikit mengurangi kesepian yang dari semalam melanda apartement kecil itu.

“Engh..”

Melenguh lagi, kali ia kedua matanya mulai bergerak-gerak. Terbuka dengan pelan, dan mulai melihat sekitarnya yang masih terlihat sepi.

“Arh..”

Kali ini mengeluh. Sosok itu sedikit bergerak dengan pelan merasai tubuhnya yang kesakitan. Ia memegangi tengkuk belakangnya yang pegal sambil berusaha untuk berdiri. Melihat kesekitarnya.

“Eunhyuk-ah…”

Dia berseru pelan sambil berjalan dengan pelan. Melihat sekitar apartementnya yang benar-benar terlihat sepi. Ia memang biasa sendiri, tapi bukankah biasanya ada sosok lainnya yang juga menemaninya disini? Kemana dia?

“Eunhyuk!”

Ia membuka pintu kamarnya. Melihat lebih jelas ruangan itu untuk melihat sosok yang terus diserukan namanya. Tapi dia tetap tidak ada.

“Dia kemana?”

*

“Ehm..”

Suara itu lolos dari bibir yang biasanya terkatup dengan rapat. Jemarinya yang telah lama diam bergerak pelan. Menyentuh jemari lainnya yang saat itu tengah menggenggam tangannya dengan erat.

“Eunhyuk!”

Wanita itu terbangun dari tidurnya dan langsung melirik anaknya. Sedikit kaget, lalu tampak harap-harap cemas menatap wajah yang mulai.. bereaksi. Kelopak matanya bergerak perlahan.

“Eunhyuk-ah, kau bisa mendengar ibu!”

Wanita itu bangkit menyentuh bahu anaknya sambil terus menatap wajahnya yang terus beraksi. Wajah yang biasanya diam itu mulai meringis. Bibirnya juga mulai bergerak perlahan.

“Tunggu disini! Ibu akan memanggilkan dokter. Tunggu!”

Wanita itu pergi dengan tergesa-gesa meninggalkan ruangan itu untuk mencari pertolongan. Sementara di dalam sini, ia benar-benar bereaksi. Secara perlahan mata yang hampir sebulan tertutup itu bergerak, bergerak, dan perlahan terbuka…

(To The Continued!)

53 Comments Add yours

  1. Aisyah kyubum mengatakan:

    asyik cement yg pertama lgi !!

    ksihan bnget sich sso !!

    sooyoung kenapa tega meninggalkan hyuk oppa !!

    aq hyuk oppa cept bngunb biar bsa bahagia en sso !!

  2. andri susilowati mengatakan:

    huaaaaaaaaaaa gilaaaaa sedih bgt. feelnya dpet. keren thorrrr.
    lanjut secepatnya.
    penasaran bgt

  3. Denanti mengatakan:

    Idih, bener-bener sebel sama si nenek sihir. Dasar gak tau malau huuuuuuuuu. Soeun juga, kenapa gak bilang aja sama ayahnya kalau dia gak diperlakukan dengan baik.
    I-itu eunhyuk sadar, apa karena itu soeun tidak menemukan eunhyuk diapartement nya.
    Sangat menunggu untuk part end nya.

  4. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wwwwwuuuaaa…
    Kan benerkan??
    Ini FF bakal seruuuu~

    Eunhyuk sadar??
    Eunhyuk sadar??
    Kira2 Eunhyuk bakal tetep inget nggak ya??ataw malah lupa?? O,o
    Jaaannngaaann saaaammmpai…!!
    Tp klw dibuat lupa gpp jg Uni,jd lebih seru..😉

    kasihanhidup sso eonnie😥
    ibunya jahat bangeet sih !! ;>

    tiba2 pengen deh ya,Punya keahlian kya’ Sso eonnie O,o

    ditunggu lanjutannya Thor
    ASAP ??!

  5. astrielf mengatakan:

    Daebak!!! Nice ff, seru banget ceritanya, aku suka jalan ceritanya, wah eunhyuk udah mulai sadar, kenapa saya begitu penasaran dengan kelanjutannya!!! Dilanjut segera eonn, pokoknya ditunggu banget ff ini, penasaran kisah selanjutnya dari couple hyuksso ini, ditunggu terus karya-karyanya, yang HARU kapan dipostnya eonn? Fighting terus buat ffnya

  6. Devi mengatakan:

    Sedih bNgeeeet cerit’a ,,,😦😦
    KsiaN eoNNie so euN mmpuNyai ibu tiri yg jhat ,,,,,

    Akhir’a eNhyuk oppa sadr,,kira2 eNhyuk oppa iNgat gk y jaNji’a ma eoNNie so euN,,,,,,

    PNsaraN Nich ma klaNjutaN’a ,,,,,
    D tNg2u thor klaNjutaN’a,,,,

  7. Choi Hye Mi mengatakan:

    Waaaahh.. Hyukppa dah bangun dari koma’x.. Kira2 msih inget ga ya..? Sma kejadian yg dialami sebulann brsama Soeun.. Takutx Kyak yg d Drama 49Days..setlh bngun dri Koma ga inget lg sma kejadian2 pas Koma’x.. Semoga aj Hyukppa msih inget .. Kn bsa ngelindungi Soeun.. Kasian bgt Soeun.. Dah d bully temen2’x.. Eee malh punya IbuTiri sadis bgt.. Bener2 dh pengen gue cekik tu nenek sihir.. Suka bgt pas Scene Sso d tampar ibu tiri’x .. Dsitu ngena bgt Hyukppa Frustasi’x pngen bantuin Sso tp ga bsa. Huh jd ikutan tegang tw ga.. Overall. Suka bgt sma Ff yg in. Dh ga sbar nunggu part 2’x mncul.. Di tunggu ya putri….. Chu~ *lempar ciuman dari bang YESUNG ke Putri* Kkkkkkkkk

  8. shane mengatakan:

    Yeayyy.. GS😉
    Rp nya hyukie kecelakaan stelah ketemu soyoung toh kirain td sebelm ketemu .
    Hyukie nya mau sadar…ingat ga ya dia ma janji2nya sm sso??
    Kenal ga ye ??
    Pengen lihat hyukie nyelamatin sso dr si nenek sihirr !!uuuu

    Pnasaraaan put😉
    Next2

    Kkak suka semua FF na putri..;)

    Cmangattt😉
    Chu~

  9. erika mengatakan:

    euh pas bca bgian soeunnie ditampar smpet mau nangis trus kesel jga emanknya spa sh thu ibu trinya kse bkin orang ksel ja dh.

    huft pdahal tdi udah kmen pnjang tuh di drabblesnya eh tpi jringannya eror. qu gnti komentnya dsini ja 4 kata buat eonni “FF DSINI KEREN2 BNGET”

  10. Wuaaaa keren bgt,..
    Kasian sso eonni pst nasibnya slalu malang. Dasar nenek s!h!r.
    Appa x so eun knp gk nydar jg lok so eun slalu ditndas sm tu nenek?#menyeblkan.
    Esm0si meledak2 bc ff ne keren bgt, jd gk sbar liat hyukppa sadar dr komax n mencri so eun n melndung!nya…
    Smga hyukppa inget sso. Pokokx dtggu part 2 x jgn lma2 yo smgt bwt putri… Sy ksh yel-yel dr blakang hehe.

  11. tanti no kawai mengatakan:

    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).
    Kasian sekali Sso eunni…. (-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)

    Sso eunni kembali_mempunyai kemampuan Ϋά̲̣̥ηġ sedikit beda dengan Ϋά̲̣̥ηġ lain….
    Walo tak se-Xtremm waktu di Sixth Sense. Ηγά̲̣̥ ^KyuSso^

    Huaaa…. Hyukppa sadar….
    Apakah dy akan mengingat Sso eunni???
    Apakah dy akan menepati janjinya????

    Penasarannnnnnn…………. >“<

    Next part sangat amat di tunggu putriii…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  12. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Kya ,.. Eunhyuk udah sadar ??????
    Kira2 dia msing inget ngk ya ma soeun wktu msih koma.. Kya, penasaran banget ama part selanjutnya …..
    Daebak ini ff..

  13. mun taryati mengatakan:

    keren soeun bisa meligat arwah…eunhyuk dah sadar ingat nggak ya ma soeun…cepet dilanjut thor penasaran

  14. Stny Lee mengatakan:

    Ff nya Keren bngt dah!!Biar pun ffnya sedih tpi ga ngurangin penasaran bwt bca nex part nya
    jngn lma2ya kak ,,and bwt soEunhyuk nya bikin mreka happy ending ya..itu wajib hehe

  15. nisag1190 mengatakan:

    HUwaaa akhirnya Eunhyuk sadar🙂

    Bca twoshoot ini, inget temen deket yg jg bisa liat bgituan, untung dy kgak pernah crita macem2, bisa dbayangkan ekspresi aq sma ma Hyoyeon -___-”

    Bagaimanakah kelanjutan kisah sang makhluk kasat mata dg gadis satu2y yg bisa melihatnya???!!!

    Jreng Jreng… setelah yg satu ini qiqiqiqi

    Lanjuttttttkannnnn Putri🙂

  16. anastasia erna mengatakan:

    wui…bagus…bgt…
    akhirnya eun hyuk sadar jg…
    moga inget ma janji nya ke so eun…
    di tunggu putri lanjutannya

  17. luthfiangelsso mengatakan:

    “kini selain orang tuaku aku tau aapa alasanku sadar. ketika aku bangun nanti, aku akan menemuimu dan mengajakmu menari bersamaku…”
    pas baca bagian itu aku senyum” sendiri terharu sama ucapan nd janji”a eunhyuk buat sso. abang eunhyuk sadarlah dan tepati janjimu ke unnie sso.🙂
    ya ampun kasian bgt hidup’a sso, dasar nenek lampir jahat liat aja kalo abang hyuk udah sadar mati lah kau nenek sihir !!#hahahahaha

    omo…..
    itu eunhyuk’a sadar ya….ya ampun sadar bd sehat lagi ya bang trus tepati janjimu ke unnie sso !
    okeh😉

    di tunggu part2 nya ya put !!🙂

  18. Dizha adrya mengatakan:

    Aduh put ff hyuksso ny bgs bgt kasian ma hyuk oppa trnyta d slngkuhi ma soyoung,, n kasian jga ma sso yg d aniaya ibu tiri ny,, akhr ny hyuk oppa sdh sdr,, ap kh dy akn ingt dgn sso n dgn jnji” yg tlh d buat ny d tgu next part ny putri ^^

  19. Dear Dhiyah mengatakan:

    hhemm ,, klo pnya ibu tiri jahat kya mak y so eun hhemmmm jangan arep tu mak tiri hidup tenang *smirk*
    hihihi
    Eunhyuk sadar dia masih inget ma so eun g ya

  20. lee mar'atus mengatakan:

    huaaa, ngegantung banget thor.
    keren banget ff nya seperti biasanya. ^^
    di tunggu next partnya thor.😀

  21. Niniet mengatakan:

    waaaaaaaahhh putri kamu bener2 daebak… ff nya keren banget.. seru …ga sabar pengen baca part selanjutnya… itu eunhyuk sadar ya… wah motivasi buat dia sadar ternyata so eun.. kekekeke…🙂

  22. Anna mengatakan:

    Yeyeye yipiiee eunhyuk sdar tp ingt ga yaa jnji-ny pd soeun,,pnsrn tgkt dewa lnjtn hbgn hyuksso gmn prtemuan mrka yaa??

  23. Kyusso shipper mengatakan:

    eunhyuk oppa sadar? kira2 dia inget gak ya sama so eun?? kyk 49 days ceritanya
    lanjut author hyuksso shiper menunggu🙂

  24. Irnawatyalwi mengatakan:

    Aq g sbar pgen bc Part brkutx, eunhyuk da sdar, apkh dia bsa ingt dgn jelas so eun? Emmmh rada greget ma kraktr so eun knpa dia trkesan lemah, knpa g melawan wkt d siksa ma ibu tirix bner2 pgen jambak n pkul tu si nenek lampir pgen aq injak2 jhat bner ma sso, sm0ga eunhyuk dpt menepati janjix ma sso wlpn yg brjanji adlh rohx eunhyuk.

  25. mizanafidausi mengatakan:

    Wuaaa stuju deh klo eunhyuk setan paling tampan yang pernah ada hehehe…
    Kasian ma dua orang ini…
    Kasian ma eunhyuk yg diselingkuhin ma kekasih’a trus kasian ma soeun yg di siksa ma ibu tiri’a…
    Sempet nyesek pas bagian sso ma ibu tirinya, trus eunhyuk yg pengin nolongin sso tp ga bisa itu pasti nyesek bgt…
    Itu hyuk sadar gara2 semangatnya pengin bantu sso ya? Aduhhhhh penasaran bgt hyukie bakalan inget ma sso ga ya…

  26. neng dona mengatakan:

    Aduh jdi geregetan,,,,,,
    Ģ∂ķ sabar nunggu kelanjutanya neh,,,,

  27. elisa mengatakan:

    waaaaaaaaaaaaaah author bagus banget, gak nyangka hyuk bisa kek tu..he.he
    jdi gak sabar nunggu kelanjutanya…

  28. pipip mengatakan:

    Waaaa critnya sedih bnget kasian soeun nya pensran bnget next oartnya kyk mnaaa
    Jgn lma2 ya thor lnjutnhyw

  29. dielfishypr mengatakan:

    Kasian Sso nya ;( menderita gara2 nenek sihir, hff
    dilanjut thor ceritanya okay😉

  30. Kyusso Eunnie mengatakan:

    Keren critax aq suka put..
    awalx ngakak wktu unyuk panik mikir kalo sso mau bnuh diri trnyata mlah mkn mie ramen..hahahaha😀
    ksihan bgt ngeliat sso dsksa sm nenek shir..knp sso gk ngelawan ya psti krn dancam tuh..pengen kujmbak2 tu nenek shir biar mampus skalian..#mian emosi
    psti sso depresi bgt dtng9al unyuk pdhal biasax unyuk yg slalu ngehibur sso..smg aja unyuk ingat ama sso..
    oh ya put,ngeliat pic dats jd tringat sso wktu dsecret angel ama jang woo hyuk..scara kan JWH kmbaranx si unyuk..hehehe😀

  31. veranicka mengatakan:

    Tragis banget hidupnya Soeun😦
    Ibu tirinya keterlaluan banget.
    Kenapa Soeun gak lawan aja coba?
    itu si Hyuk bangun dari komanya karena dia mau nolongin Soeun kan?
    Kira2 setelah bangun, ingat atau gak sih sama Soeun?
    Semoga saja Hyuk ingat dan bisa nolongin Soeun dari kejamnya ibu tiri.

  32. cutewhite mengatakan:

    Waaahhh seruuuuuu..
    Hyuk coba bangkit gra2 liat so eun menderita..oooh so sweeeett (´⌣`ʃƪ)♡
    Next chap jgn lama2 thor..Ditunggu^^

  33. kai kurasin mengatakan:

    hyuk bangun n cpet sbuh . . . . tolong soeun dr c’kraman nnek shir
    ljut thor jgn lama2 . . .!!!!!!!!!!!!!!!!

  34. ina freedom mengatakan:

    keren abis ceritax ,kasian amat hidup sso punya ibu tiri yg kejam ..
    semoga setelh sadar hyuk bisa ingat sama sso dan bisa lindungin sso .
    di tggu aja next partx ..jngn lama2 ya thor ?
    good job

  35. vita_MVP mengatakan:

    uwaaaa keren eonni😀
    gak habis pikir sm ibu tiriny soeun,ckck jahatnya minta ampun..
    tapi ye!! eunhyuk sudah sadar ya??? kkkkkk bakal seru ini.next cahpter.. ditunggu eonni🙂

  36. rizkyapratiwi mengatakan:

    Lanjuuuuut thor
    Daebak ceritanya

  37. Princess ice mengatakan:

    Ff hyuksso yg lain drpda yg lain. Gak biasa’a neh eunhyuk ff’a brgendre kya gni.. Seru bgt bgt bgt..
    Sumpah penasaran ama klanjutan’a put..
    Agak bt pas taw hyuk uda ama sooy0ung,tpi ternyata sooyoung mndua dgn entah sypa itu…
    Wah sso ksian bgt ya idup’a. Mudah2n pas sadar eunhyuk inget sypa itu sso…
    Lanjut cpet ya put!!😉

  38. YouryLau mengatakan:

    Apa2in ini koq tobe?? #dijitakauthor
    Next thor, penasaran bgt . . .
    Cptn ye thor part 2 nya *tebar cangcut bg yesung* #kburbrenghenry

  39. haekyusso mengatakan:

    Aaaaaaarrrgghhhh,,,, TBC!!!!!
    Lg seru” y,,lg deg”n y lah mlh nemu tlsn “To The Continued”😐
    Pas wkt bc ttng penderitan sso jd sedih,,sgitu y khdpn sso yg hrs trtkn oleh ibu tiri y & akan k ahlian sso utk mlht makluk yg gaib shg sso d kucilkan😥
    Penasan akn kah hyuk ingat akn k brsm’n y brsm sso?? Dan menepti janji y trhdp sso?? next part y slalu d tunggu🙂

  40. kaila mengatakan:

    no coment, just keren

  41. ticha_ mengatakan:

    hua….beneran menegangkan..
    Q ga tega ama eunnie,, 😦 jahat bgt tuh ibu tiri,,emang yg jd ibu tiri’a sp seeh??esmosi aku,//
    Hm,,hyukppa udah sadar..🙂
    Itu pasty gr2 hyukppa pengen nolong eunnie😀
    Tp inget ga ya ma eunnie??
    Mga ajda inget…..
    Hm,,,q ikutan sedih ama crta mrka saeng….
    Cerita’a bnr2 daebak,,
    Saeng,,,DAEBAK!!! ;D
    q tgg kelanjutan”a saeng….
    Laaanjuuutt!!! ^o^

  42. rahma yunhoo mengatakan:

    lanjutin part 2 thor

  43. nurul mengatakan:

    sorry un telat reviewnya
    Daebakk
    Ditunggu part selanjutnya:^)

  44. Ambarr mengatakan:

    OMG keren bngt ceritanya. . .
    So Eun hebat bngt bsa lht mkluk tak kst mata tpi mengerikan untung punya kelebhan tu jd bsa lht roh tmpn Hyukppa deh..
    Mudah2han stlh Hyukppa sadar ttp inget ma So Eun..penasaran!dtgu next partnya putri..

  45. AngelsShe~ mengatakan:

    wach apa y9 akan terjadi s’lanjutx ?? penasaran bn9et *o*
    betul2 daebak !!

  46. Choi shinae mengatakan:

    kyaaaaaaa kasian soeun ㅠ.ㅠ
    dasar nenek sihir rrrrggghhh…
    eunhyuk sweet bgt mnta soeun nunggu dia >.<
    syukurlah hyuk mulai sadar ^^

  47. YeojaNiel mengatakan:

    sumpah ini keren. Paling suka sama cerita2 dimana tokoh’a punya sixsence gini.
    Demi apapun muak liat ibu tiri’a soeun

  48. mayindrianingsih mengatakan:

    suka Banget sama cerita FFnya🙂

  49. kim Ra rA mengatakan:

    kehidupan Sso yang kesepian mulai terasa berbeda sejak kehadiran eunhyuk yang juga membutuhkan keberadaan Sso/
    ih ibu tiri yang jahat. >,<
    sekarabg hyuk nya mulai sadar…. apa hyuk bisa inget sama Sso…?

  50. dhyanqueena mengatakan:

    ya., kasian sso. kog malang bgt nasib nya.., hyuk uda sadar, inget ma sso ga ya?

  51. Rani Annisa mengatakan:

    siapa sih wanita yang menyiksa so eun itu???

    Kasihan so eun sampai pingsan gitu….

    Wah ternyata sooyoung menyelingkuhi eunhyuk,, tapi apa eunhyuk itu sudah sadar????

    Dan gimana kondisi so eun???
    Apa mereka berdua akan bersama???

  52. GG mengatakan:

    alurnya suka🙂 biasanya yg kayak gini cewe nya yg kecelakaan, tp beda banget ff ini. gak sabar baca chap selanjutnyaaa..

    kliatannya alurnya cepet, tp hebatnya putri, putri tetep ngeliatin detailnya. gak terburu buru kayak ff lainnya. suka banget

    lanjut baca chap 2 dulu yaaaaa

  53. srianjani55 mengatakan:

    Critanya sngt mnrk
    Bngs bngt thoor
    teruslh berkarya ya thoor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s