~ [TwoShoot] SHADOW 2 / 3 (2th Cloudyelfputriandina)~


SHADOW

Tittle      : SHADOW

Author  : PrincessClouds (Putri Andina)

Genre   : Romance, Tragedy, Drama, Fantasy

Rated    : PG-13

Length  : Twoshoot

Main      : Lee Hyuk Jae (Eunhyuk) & Kim So Eun

Casts     : Choi Soo Young, Kim Hyo Yeon, Lee Sung Min, Lee Sun Kyu, Cho Kyu Hyun, Kim Hyun Ah,

Summary: Melihatmu dalam mata tertutup.

Warning: Typo(s)

*SHADOW*

Soeun menghembuskan nafas pelan sambil terus menatap kedepan kelas. Daritadi walaupun ia terlihat mendengarkan penjelasan sang dosen dengan baik namun sebenarnya fikirannya beralih kearah lain. Fikirannya benar-benar keluar dari ruangan ini dan sekitarnya.

Dan, teman arwah yang sempat menemaninya selama hampir tiga minggu adalah apa yang difikirkannya. Kemanakah teman arwahnya itu? kenapa sejak pagi itu menghilang sampai sekarang tidak ada khabar? Apakah terjadi sesuatu padanya?

“Psst, Soeun..”

Soeun sedikit tersentak ketika rekannya, Hyoyeon menepuk bahunya. Hyoyeon tampak mengerutkan dahinya dan menatap Soeun bingung.

“Apa yang terjadi padamu? Apa kau sakit? kenapa dari kemarin kau melamun terus?” Tanya Hyoyeon masih berbisik. Soeun tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.

“Tidak ada apa-apa..” sahutnya pelan. Hyoyeon tampak menganggukkan kepalanya, ia kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke depan kelas, meninggalkan Soeun yang kembali terdiam dan larutan dalam fikirannya.

*

“Sebaiknya kau makan dulu, Hyukjae..” Ucap Nyonya Lee sambil mengulurkan sesendok bubur kedekat wajah Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum halus, lalu menurut dan membuka mulutnya.

“Apa kata dokter mengenai keadaanku, ibu?” Tanya Eunhyuk sambil mengunyah makanan tadi. Pandangannya tak lepas menatap sosok didepannya.

“Dokter bilang dia cukup terkejut dengan peningkatan yang kau alami. Dia juga melihat apa yang selama ini dikhawatirkan mulai menunjukkan kondisi yang lebih baik. Kakimu juga akan membaik seiring berjalan waktu..” Jelas Nyonya Lee sambil kembali menyuapkan makanan pada putranya. Eunhyuk tersenyum sambil mengangguk.

“Syukurlah, aku menjadi lega…”

Keduanya terdiam sesaat, Nyonya Lee tampak terus menyuapi Eunhyuk dengan makanan sementara Eunhyuk terdiam. Ia tampak memikirkan sesuatu.

“Oiya ibu. Apa selama aku koma Sooyoung sering datang?” Tanya Eunhyuk selang beberapa saat. Nyonya Lee tersenyum dan mengangguk.

“Tentu. Seingatku hampir tiap hari ia datang untuk melihatmu atau sekedar mengganti bunga diruangan ini. hanya beberapa hari ini saja ia tak datang, mungkin sibuk..” jelas Nyonya Lee. Eunhyuk tersenyum mendengarnya.

“Dia memang gadis yang baik. Apa ibu menyukainya?” Tanya Eunhyuk. Nyonya Lee mengangguk.

“Kalau kau menyukainya tentu ibu juga akan menyukainya, apalagi menurut ibu dia adalah gadis yang begitu baik..”

“Bagus kalau begitu..” sahut Eunhyuk  lega. “Aku begitu merindukannya, aku tak sabar menemuinya..”

*

Soeun menutup kembali pintu apartementnya setelah ia berada di dalam. Pandangannya beralih kesekitar ruang apartementnya yang begitu sepi. Memang, ia hanya hidup sendiri. Namun untuk beberapa minggu kebelakang bukankah ia mempunyai seorang teman yang selau menemaninya disini walaupun temannya itu hanya arwah? Kemana sosok itu sekarang? Kemana ia menghilang beberapa hari ini?

“Sebenarnya apa yang terjadi padanya?” Tanya Soeun mendudukkan dirinya diatas sofa. Ia tampak kembali berfikir. “Apa jangan-jangan terjadi sesuatu padanya?” Tanya Soeun tampak mengigit bibir bawahnya.

“Tsk, ini benar-benar tak bisa membuatku tenang. Aku benar-benar harus memastikan keadaan yang sebenarnya..” Ucap Soeun akhirnya. Ia kembali bangkit dari sofa dan meninggalkan tempat itu.

*

Eunhyuk mendesah bosan sambil membuka matanya  yang baru beberapa detik lalu ia pejamkan. Ia mendesah, menatap bosan sekitarnya. Sudah tiga hari ia sadarkan diri, dan sudah tiga hari pekerjaannya hanya tidur dan makan. Hal itu membuat Eunhyuk benar-benar merasa bosan.

“Tsk, aku benar-benar bosan. Tak bisakah mereka mempercepat jadwal kepulanganku? Disini benar-benar membosankan..”

Omel Eunhyuk sambil kembali memejamkan matanya. Berharap bisa tertidur. Namun tak berapa lama matanya kembali terbuka. Lagi-lagi Eunhyuk hanya bisa mendesah.

Klek!

Eunhyuk menoleh kearah pintu ketika mendengar seseorang datang. Benar saja, yang datang adalah seorang perawat yang biasanya memang datang untuk memberikan makanan dan obat untuk Eunhyuk.

“Selamat siang Tuan Lee Hyukjae. Saya mengantarkan makanan dan obat untuk anda..” ucap perawat itu ramah. Lagi-lagi Eunhyuk hanya bisa mendesah.

“Aku tidak lapar..”

“Tapi anda harus tetap makan, tuan. Supaya anda bisa meminum obat anda..” jelas perawat tersebut sambil meletakkan makanan tadi diatas meja. Kini ia bergerak untuk membantu Eunhyuk untuk duduk dari posisi baringannya. Cideranya belakangan memang membuat Eunhyuk bahkan tak bisa duduk sendiri.

“Silahkan makan, Tuan…” ujar perawat tadi sambil meletakkan meja kecil yang dibawanya tadi ke depan Eunhyuk. Eunhyuk tampak mendesah.

“Bolehkah aku bertanya, Suster? Berapa lama lagi aku bisa keluar darisini dan pulih?”

“Kalau anda rajin minum obat mungkin tidak lama lagi..”

“Tsk, aku bukan anak kecil yang bisa dibujuk dengan kata-kata seperti itu..” Protes Eunhyuk sambil menoleh. “Beritahu aku perkiraan pastinya..”

“Keadaan anda sebenarnya terus membaik, Tuan. Anda punya semangat hidup yang besar sehingga anda memiliki begitu banyak keajaiban. Mungkin kalau anda bisa terus menunjukkan peningkatan minggu depan anda bisa pulang..”

“Tsk, masih begitu lama..” keluh Eunhyuk sambil meraih sendoknya. Ia mengaduk makanannya dengan lesu, sebelum akhirnya kembali mengangkat wajahnya, menatap si perawat. “Tapi.. aku benar-benar merasa bosan selalu diruangan ini. Tak bolehkah aku keluar untuk sekedar menghirup udara segar untuk beberapa saat?” Tanyanya penuh harap.

Perawat itu tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. “Tentu tuan, saya bisa menemani anda. Tapi mohon makan siang dan minum obat dulu, Tuan..”

“Baiklah. Aku pegang kata-katamu..” ucap Eunhyuk sambil sedikit tersenyum. Pemuda tampan itu kemudian mulai menyicipi makanannya.

*

Soeun menghembuskan nafasnya dengan sedikit berat ketika ia sampai di depan kamar Eunhyuk. gadis itu terdiam, menghela dan mengatur nafas berulang kali untuk mempersiapkan diri. Setelah merasa yakin ia akhirnya mulai mengulurkan tangannya untuk mengetuk pintu.

Tok.. Tok..

Soeun segera meraih handel pintu setelah mengetuknya. Perlahan ia mengintip kedalam untuk memastikan ia ada ruangan. Dan Eunhyuk..

“Tidak ada?”

Soeun mengerutkan dahinya.

“Sesuatu terjadi padanya, bukan? Apa yang terjadi? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Soeun sedikit panik sambil berbalik kebelakang dan berniat mencari perawat yang bisa ditanyai. Namun ia tak jadi melakukannya ketika melihat Eunhyuk mendekat. Ia menggunakan kursi roda yang didorong oleh seorang perawat.

Jantung Soeun berdetak..

Semuanya… mendadak menghilang. Hanya menyisakan dirinya dan Eunhyuk yang mendekat dengan kursi rodanya secara perlahan. Detik perdetik, langkah perlangkah entah kenapa seperti tak sefaham dengan sang waktu yang biasanya berjalan cepat. Semuanya benar-benar berjalan secara slow motion dalam fikiran Soeun hingga—

— Pandangan mereka bertemu.

Sreet~

Eunhyuk mengalihkan perhatiannya dan melewatinya begitu saja. Selanjutnya, semua orang tadi mulai kelihatan menyesaki bersama sang waktu yang tiba-tiba terasa terlalu cepat. Memusingkan. Soeun berbalik dan ia dapatkan sungguh hanya sisa kehadiran Eunhyuk dan pintu yang tertutup.

Eunhyuk tak mengingatnya?

*

Nanti setelah aku benar-benar sadar datanglah padaku. Maka disaat itu ketika aku pertama melihatmu, aku yakin aku akan mengenalimu..

Soeun menghentikan langkahnya ketika ia kembali mengingat kata-kata ini. Ia tersenyum sinis, miris, dadanya sesak begitu saja. Benarkah ia terlalu berharap? Ya, Eunhyuk membawanya melayang terlalu tinggi lalu menghempaskannya kembali ke bumi. Membuat hatinya sakit begini. Benar-benar kesakitan.

“Apa yang telah kulakukan?” gumam Soeun sambil menyandarkan dirinya pada sebuah tiang. Matanya terpejam sesaat demi mengusir rasa sakit yang ia rasakan, walau nyatanya rasa itu terus mengganggu hatinya. “Bukankah dari awal seharusnya aku tak pernah berharap…”

Ia membuka matanya dan menghapus air mata yang sempat keluar dari sana. Lalu dengan hati yang dipaksa untuk menguat ia membawa langkahnya meninggalkan tempat itu.

*

Eunhyuk terdiam terpaku sambil menatap dinding putih di hadapannya. Hatinya tiba-tiba merasa gelisah, nyalang bersama fikirannya yang menerawang. Ia tak tahu kenapa tapi semenjak ia masuk tadi ia merasakan perasaan tak karuan seperti ini. Sebuah perasaan yang membuatnya bingung dan sakit secara bersamaan, tak tahu mengapa.

“Aku merindukan seseorang…”

Ia bergumam tanpa sadar sambil sedikit menunduk. Salah satu tangannya terangkat, menekan bagian dadanya yang terasa ngilu. Nafasnya mulai terdengar lebih dari sebelumnya, bersahutan dengan bunyi detik-detik jarum jam di sudut ruangan.

“Tsk, Sooyoung kemana? Kenapa tidak pernah datang? Apa dia tak tahu gara-gara itu aku merindukannya sampai kesakitan begini…”

*

Soeun melanjutkan perjalanannya dengan langkah gontai ketika ia keluar dari lift. Ketika ia menyusuri lorong menuju ruang apartementnya tiba-tiba langkahnya terhenti. Pandangannya beralih menuju seorang wanita yang berdiri di depan pintu apartementnya.

“Akhirnya kau datang, aku sudah menunggumu lama disini…”

Soeun menghela nafas bosan sambil mengalihkan perhatiannya.

 

“Kau tahu.. ayahmu sudah kembali ke hongkong untuk bisnisnya namun ia selalu menelfon setiap malam untuk menanyai dirimu. Itu menganggu…”

Soeun tak menyahut sama sekali ucapan wanita di depannya. Tangannya masih juga asyik membuat menghidangkan teh manis untuk tamunya. Walau sebenarnya Soeun benar-benar tak menyukai wanita di depannya, namun mengingat wanita ini lebih tua darinya ia tetap melayaninya seperti seharusnya.

Soeun kemudian meletakkan minuman itu di depan ibu tirinya tersebut…

“Aku benar-benar serius dengan ucapanku kalau kau seharusnya pulang Soeun…” tuntutnya lagi sambil duduk di hadapan Soeun. Soeun tak menyahut, ia malah asyik meminum-minumannya sendiri.

 

 

“Hey.. kau mendengarku?” Wanita itu tampak mulai kesal karena diacuhkan. Ia berseru pada gadis di depannya.

Soeun menghentikan minumannya, sekali lagi ia mendesah sambil meletakkan cangkir tehnya tadi.

“Aku sudah bilang kalau aku tak mau kembali. Aku lebih senang disini sendiri…” ucapnya sambil menatap wanita itu sekilas. Dengan dingin. Perhatiannya beralih menuju sisi lain di tempat itu, menatap setiap sudut ruangan.

“Tsk, tapi ayahmu selalu menanyaimu setiap malam. Dia terlalu cerewet dan aku sudah tak punya alasan lagi supaya ia mempercayaiku..”

Bukankah wanita ini tidak tahu diri? Huh, Soeun heran dengan posisi hatinya. Atau… entah, mungkin ia tak memilikinya.

“Lagipula seminggu lagi ia akan kembali dan katanya ia akan menghabiskan waktu selama dua minggu di korea. Bukankah jadinya sama saja…”

Soeun kembali tak menyahut. Pandangannya masih tertuju lurus kesalah satu sudut yang bukan merupakan wajah ibu tirinya itu. Membuat Wanita itu mulai terpancing emosi.

“YAH! Kau tak mendengarku?! Mengapa kau hanya diam?”

“Sebaiknya kau minum dan pergi, aku sedang tak ingin meladenimu…”

Wanita itu tersenyum sinis. Lalu kembali menatap Soeun.

“Kau masih berani padaku, apa hukuman waktu itu masih belum cukup…”

Soeun terdiam mendengar kata-kata itu. Ya, ia ingat saat-saat itu. Sangat ingat. Hari itu adalah hari dimana terakhir kali ia bertemu Eunhyuk. Kondisinya begitu buruk, Soeun bahkan masih cukup ingat kalau sosok itu sempat menangis untuknya. Lalu paginya hilang tanpa jejak, ya… Soeun tahu jejaknya, bahkan keberadaannya sekarang, namun tetap saja ia tak menemukan Eunhyuk yang sama. Eunhyuk yang peduli dan perhatian padanya, sosok nyata yang ia temukan justru tak mengingatnya sama sekali.

Tangannya mengepal…

“Pergi!” Seru Soeun dingin begitu saja. Hatinya semakin membenci wanita itu mengingat apa yang terjadi, ia merasa ia adalah salah satu sebab Eunhyuk melupakannya. Mungkin Eunhyuk tak suka berada di dekat orang lemah sepertinya, itu sebabnya ia pergi.

“Hey, kau benar-benar berani mengusirku?”

“Aku bilang pergi!”

Wanita itu lagi-lagi tersenyum sinis sambil geleng-geleng kepala melihat gadis di depannya. “Apakah ada yang berkata padamu bahwa belakangan ini kau aneh. Auramu menyeramkan, aku tak heran mengapa semua orang meninggalkanmu…”

Soeun menatap padanya, lebih tajam, sementara wanita itu kembali tersenyum sinis sambil meraih tasnya.

“Moodmu sedang berbahaya, aku tak ingin mencari masalah. Aku akan berkunjung lain waktu. Jaga dirimu…” ucap wanita itu masih dengan nada merendahkan. Ia kemudian mulai bergerak meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Soeun yang masih terpaku di tempatnya. Kembali menyadari bahwa ia kembali sendiri…

*

Tempat itu begitu ramai ketika Eunhyuk menginjakkan kakinya. Pandangannya nyalang dan bingung mendapati keramaian yang memusingkan. Orang-orang itu berlarian dengan panik, beberapa dari mereka bahkan menabrak Eunhyuk. Seakan dikejar sesuatu yang begitu menakutkan mereka seperti tak mempunyai fikiran apapun dalam hidup mereka.

“Tolong!”

Pandangan Eunhyuk beralih ketika ia mendengar suara rintihan. Dengan cepat ia melewati orang-orang yang masih berlalu lalang, berusaha mencari keberadaan seseorang yang terus meminta tolong.

“Kumohon tolong aku, Eunhyuk…”

“Tolong aku…”

Eunhyuk menghentikan langkahnya, kepalanya mendadak pusing mendengar rintihan itu. Sementara orang-orang disampingnya masih juga berlari dan menyesakinya. Membuat nafasnya semakin sulit dan semakin tercekat ketika suara kesakitan itu kembali didengarnya.

“Hyuk-ah, tolong aku…”

“Hiks.. Tolong aku. Kau sudah janji padaku!!”

“Tolong~”

“TAPI KAU DIMANA?! AKU TAK MELIHATMU!!”

“Hyuk.. aku kesakitan. Tolong aku!!”

“TAPI DIMANA KAU!!”

“HYUUKKK!!”

*

Eunhyuk tampak terdiam diatas tempat tidurnya sambil memperhatikan pekerjaan wanita di depannya. Hari ini untuk pertama kalinya Eunhyuk diperbolehkan untuk pulang setelah mengahabiskan waktu hampir sebulan di rumah sakit. Itulah mengapa sebabnya Eunhyuk dan ibunya sama-sama terlihat antusias saat ini.

“Akhirnya selesai…” ucap nyonya Lee sambil menyudahi acara berbenahnya. Ia kemudian beralih pada putranya yang tampak masih setia duduk di atas tempat tidur. “Kau siap untuk keluar sekarang, Hyukjae?” Tanya nyonya Lee. Anak tunggalnya itu langsung menyahut dengan antusias.

“Tentu. Sangat…”

 

Mobil itu melaju pelan melintasi jalan raya Seoul. Di dalamnya terlihat Eunhyuk duduk dengan tenang sambil menatap jendela. Kembali merilekskan fikirannya yang sebulan ini begitu tegang karena hanya menemukan dinding-dinding putih yang membatasinya.

“Oiya, Eunhyuk. Tadi sebelum keluar ibu sempat berbicara dengan dokter yang menanganimu. Kata beliau, kau harus menjalani terapi rutin untuk menormalkan kembali kerja tubuhmu…” ucap Nyonya Lee memecah keheningan. Membuat Eunhyuk menoleh padanya. Eunhyuk tampak tersenyum dan mengangguk dengan antusias.

“Bagus ibu, sepertinya itu yang terbaik. Aku berharap semuanya bisa normal secepatnya…”

“Hum, harapan ibu juga begitu. Kau bisa segera pulih dan beraktifitas seperti sebelumnya. Asal… kau jangan lagi ikut balapan liar, ya?” Tanya Nyonya Lee menampakkan wajah sedikit berharap. Eunhyuk tersenyum mendengar ucapan ibunya, ia meraih salah satu tangan ibunya. Menggenggamnya erat.

“Ya, ibu, tidak lagi. Aku tak akan pernah melakukan hal yang membuat ibu secemas ini…” ucapnya sambil tersenyum pada wanita yang telah melahirkannya itu. Nyonya Lee tampak ikut tersenyum mendengarnya.

“Kau harus menepati kata-katamu ini..”

Eunhyuk tersenyum, lalu ia mengalihkan perhatiannya kembali keluar jendela. Tangannya tetap menggenggam erat tangan ibunya.

“Lagipula, kecelakaan ini juga membuat aku tak bertemu Sooyoung selama beberapa minggu. Dan sekarang aku mati merindukannya…” gumam Eunhyuk pelan sambil kembali melihat keluar sana.

*

“Tsk, kau benar-benar membuatku bosan..”

Hyoyeon mengeluh pelan sambil meminum juice pesanannya. Pandangannya kemudian beralih pada sosok di sampingnya.

“Ya, Soeun-ah. Sebenarnya kau kenapa? Kenapa kau tiba-tiba menjadi lebih aneh begini belakangan ini. Kau ada masalah, huh?” Tanyanya lagi pada Soeun dengan nada yang bosan.

“Tidak..” sahut Soeun datar tanpa menoleh. Ia masih juga asyik memutar sedotan Juice miliknya.

“Lalu apa yang terjadi padamu? Dari dua minggu sebelumnya kau terlihat selalu ceria, namun tiba-tiba menjadi pemuram seperti sekarang ini. Kau tahu, kau membuatku khawatir…” jelas Hyoyeon lagi. Terdengar helaan nafas Yesung setelah itu, lalu mulai menoleh pada Hyoyeon.

“Aku benar-benar tak apa-apa. Jangan khawatir…”

“Benarkah?” Tanya Hyoyeon sangsi. Soeun kembali mengangguk pelan. “Tsk, kau pasti sedang mencoba berbohong. Aku begitu tahu kalau kau sedang mempunyai sesuatu yang kau sembunyikan. Apa itu? Keluarga lagi? Atau.. teman-teman gaibmu?”

Soeun reflek menghentikan gerakannya karena pertanyaan itu. Ia menundukkan kepalanya lebih dalam setelah itu. Membuatnya kembali larut dalam fikirannya lagi.

“Soeun, kau mendengarku?” Seru Hyoyeon sambil menepuk bahunya. Membuat gadis itu kembali tersentak dan kembali menatap temannya itu.

“Eung.. ya, tentu. Aku tak ada masalah apapun, percayalah. Kau tak perlu cemas…” ucap Soeun tersenyum begitu kaku. Membuat Hyoyeon lagi-lagi hanya bisa mendelik heran pada rekannya itu.

*

Eunhyuk mendesah sambil menjauhkan ponselnya dari telinganya. Ia mendesah lagi, menyerah. Entah berapa kali ia mencoba menghubungi ponsel Sooyoung seharian ini. Tapi nomor celular itu sama sekali tidak aktif. Membuat pemuda itu mendesah makin frustasi.

“Apa yang terjadi padamu, Sooyoung…” ucap Euhyuk kembali menghembuskan nafas yang berat. Pandangannya kemudian beralih kearah meja nakas disampingnya. Menatap pigura yang ada disana.

“Aku merindukanmu, Choi Sooyoung. Dimana kau saat ini?”

*

Soeun membuka matanya yang baru saja ia coba pejamkan dalam beberapa menit. Pandangannya beralih kearah sisi kanannya, menatap bagian hampa itu dengan sedikit tajam.

“Pergilah, aku tak menyukai kehadiranmu…” ucapnya dingin kearah sana. Mungkin, orang yang melihatnya berbicara sendiri akan berfikir ia bilang. Namun orang-orang indigo sepertinya mungkin akan berbeda.

“Tolonglah aku…”

Soeun mendesah pelan sambil mengalihkan perhatiannya. Bosan, benar-benar bosan. Soeun benar-benar tak percaya kenapa hidupnya harus seperti ini. Diberi kelebihan yang menurutnya begitu merepotkan.

“Aku sudah bilang tidak mau, kau tak mendengarnya?”

“Tapi hanya kau yang bisa kuharapkann—“

“Apa yang bisa aku lakukan. Aku hanya manusia biasa…” potong Soeun cepat. “Pergilah, aku tak akan merubah fikiranku. Ada banyak roh sepertimu yang datang padaku tapi aku menolaknya, kau tak akan berbeda dari mereka…” ucap Soeun menyudahi kata-katanya. Ia kemudian kembali berbalik dan berbaring, meninggalkan sosok kasat mata berbaju hanbok tersebut. Membiarkan sosok itu sirna untuk beberapa detik kemudian.

Soeun membuka matanya ketika menyadari bahwa aura tak menyenangkan itu meninggalkan dirinya. Pandangannya lurus kedepan ketika ia mengingat kata-katanya tadi.

Ya, aku menolak mereka semua, kecuali seorang roh yang berbeda. Seorang roh yang mungkin tak akan pernah mengingat bahwa dia adalah satu-satunya yang bisa kuterima…

*

*Slap!!!*

Pemuda itu reflek memegangi pipinya ketika gadis di depannya menamparnya. Tak lama, segelas air mengguyur dari bagian rambutnya. Membuat bagian-bagian yang terkena air itu membasah.

“YAH!”

Pemuda itu berseru geram sambil melirik teman kencannya. Namun gadis yang baru saja menampar dan menyiramnya tak menampakkan ekspresi menyesal ataupun takut. Justru wajah perang yang sama terlihat disana.

“Itu adalah hukuman bagi laki-laki yang tak setia. Laki-laki brengsek sepertimu…” desis si gadis tajam. Yang laki-laki tak mengatakan apapun, speechless. “Aku melihat kau dengan wanita lain…”

“Sooy—“

“Aku fikir sebaiknya kita putus..”

Laki-laki itu terpana dengan ucapan itu. Hampir saja ia kembali mengeluarkan pembelaannya, namun ucapan itu tak jadi keluar karena gadis di depannya sudah langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia ikut bangkit.

“Kau tak bisa langsung pergi begitu saja!” ucapnya sambil meraih tangan gadis yang sudah mengemasi barang bawaannya. “Kita bicarakan baik-baik…”

“Apalagi yang mau dibicarakan?” Gadis itu menepis tangan itu kasar. Kembali menatap tajam. “Semuanya sudah begitu jelas, aku melihat sudah dengan begitu jelas. Kau tak perlu memusingkan diri untuk mencari alasan karena kau tak akan berhasil..”

“Tapi…”

Pemuda itu menggantung ucapannya dengan aneh ketika gadis itu benar-benar meninggalkan tempat itu. Semakin menjauh dan tak lagi mau menoleh kebelakang. Walaupun ia sudah memanggil namanya berulang kali setelah itu.

 

“Hhh…”

Sooyoung mendesah pelan sambil meraih dinding terdekat ketika ia sudah sampai diluar kafe. Ia menunduk, mencoba menahan rasa sakit dihatinya dengan keras. Walau nyatanya rasa sakit di dadanya terus membuatnya sesak.

“Karma..” ia bergumam pelan sambil menutup kedua matanya. Nafasnya terus terdengar tersengal, mencoba mencegah rasa sesak yang semakin tak tertahankan. “Dulu aku dengan bodoh mengkhianati laki-laki yang setia padaku seperti Eunhyuk demi dia. Lalu sekarang apa yang terjadi…”

Gadis itu terus disana dan menyesali dirinya. Membiarkan keramaian di sekitarnya.

*

Sosok itu menundukkan kepalanya dalam sambil berjalan dengan perlahan menyusuri koridor rumah sakit. Ditangannya terlihat sebuah buklet bunga yang memiliki warna khas. Membuat langkah gontainya teriringkan oleh aroma yang begitu wangi.

Hinga.. tepat di sebuah kamar, langkah itu berhenti. Gadis itu menundukkan wajahnya semakin dalam dan menggigit bibir bawahnya dengan gugup. Perlu sedikit persiapan mental yang dilakukannya, sebelum akhirnya bergerak dan mulai mengulurkan satu tangannya. Meraih handel pintu.

Klek!

Suara pintu yang terbuka menggema. Seiring dengan suara derap langkah yang terdengar bergeser. Gadis itu mulai mengalihkan perhatiannya untuk melihat kedalam. Menemukan ruangan yang kosong dan tak berpenghuni.

Dimana?

Gadis itu menatap heran ruangan tersebut. Berharap menemukan sesuatu, walau ia tak menemukan apa yang dicarinya. Tepatnya seseorang yang dicarinya.

“Permisi…”

Sosok itu menoleh ketika seseorang mengagetkannya. Seorang perawat tampak berdiri di belakangnya.

“Ada yang bisa saya bantu nona? Anda terlihat bingung…” ucap sang perawat. Gadis itu tampak mengangguk ragu.

“Hm, n-ne.. aku t-tak menemukan temanku yang sebelumnya dirawat disini. Apakah ia masih dirawat disini, suster?”

“Maksud anda Tuan Lee Hyukjae?” Tanya Suster tersebut. Gadis itu mengangguk cepat.

“N-Ne…”

“Oh, ia sudah diperbolehkan pulang sejak satu minggu yang lalu. Jadi ia sudah tak dirawat disini…”

“Diperbolehkan pulang? Apakah ia sudah benar-benar sehat?”

“Ya, ia sudah dalam kondisi yang lebih baik. Hanya karena cedera dan koma lumayan panjangnya ia datang ke rumah sakit ini untuk praktek. Kalau tidak salah… hari ini ia akan datang..”

“Huh? Hari ini?”

“Ne, terapi memang adalah jadwal rutinnya untuk beberapa minggu kedepan…”

Gadis itu terdiam, ia tampak menggigit bibir bawahnya dan berfikir sejenak. Hingga tak lama ia kembali berpaling pada perawat yang masih setia berdiri disana.

“Baiklah suster, terima kasih kalau begitu…”

“Ya, sama-sama nona…”

Dan suster itu mulai berjalan, meninggalkan gadis itu kembali sendirian disana. Gadis itu kembali menghembuskan nafasnya pelan, lalu beralih pada bunga ditangannya. Tak lama ia meninggalkan tempat itu sambil kembali membawa bunganya tadi.

*

“Tuan, anda yakin saya tidak perlu menemani anda ke dalam?”

Lelaki setengah baya tersebut berseru ragu sambil memegang tangan tuan mudanya. Membantunya untuk menaiki tangga rumah sakit yang cukup tinggi. Namun tak lama tangannya itu dipegang, sejalan dengan tatapan melunak di wajah majikannya.

“Aku tidak apa-apa Im ahjussi, tak perlu mengkhawatirkanku…”

“Tapi—“

“Ini juga merupakan bagian terapiku. Agar aku bisa sembuh lebih cepat…”

“Tapi tuan muda, apa benar tak apa-apa?”

“Ne..” sahut Eunhyuk yakin. Berusaha ikut meyakinkan laki-laki di depannya, nyatanya ia berhasil. Karena tak lama pegangan ditangannya mengendur dan lepas.

“Berhati-hatilah tuan muda…”

“Ne…”

Eunhyuk akhirnya mulai membawa langkahnya lebih memasuki gedung rumah sakit. Meninggalkan sang sopir yang masih menatapnya khawatir.

Tempat itu begitu ramai. Orang-orang tampak berlalu lalang dengan wajah yang di dominasi oleh kecemasan dan kekhawatiran. Dan disanalah Eunhyuk, ikut berjalan pelan diantara orang-orang yang sibuk. Sesekali terdengar ia mengeluh karena kondisinya yang masih terasa payah ketika dibawa berjalan.

“Huh…”

Ia menghembuskan nafas lega ketika ia telah sampai di depan lift. Ia mendongak, menatap angka digital benda besi tersebut. Karena menyadari bahwa lift sedang digunakan ia akhirnya berniat menunggu.

Bip!

Ia mengangkat wajahnya ketika lift berbunyi. Ia awalnya berniat memasuki kotak besi tersebut, namun langkahnya terhenti melihat siapa yang ada disana. Seseorang yang juga kaget melihatnya.

“E-Eunhyuk-ah…”

“Sooyoung!”

Kedua orang itu saling mendekat dan mengacuhkan orang-orang disekitar mereka. Larut dalam sebuah pelukan yang dipenuhi oleh perasaan rindu oleh keduanya.

*

Tap!

Langkah gadis yang membawa bunga tadi tiba-tiba berhenti ketika ia baru saja keluar dari sebuah lift. Ia begitu kaget, kakinya sampai bergetar melihat apa yang ada di depannya. Air matanya yang entah datang darimana tiba-tiba menetes begitu saja.

Sett!

Ia reflek berpaling ketika laki-laki yang sedang berpelukan itu tiba-tiba saja mengangkat wajahnya dan menoleh padanya. Ia dengan cepat menghapus air matanya, sebelum akhirnya dengan cepat meninggalkan tempat itu.

Eunhyuk sedikit menatap kepergiannya panjang…

“Aku senang melihatmu sudah membaik…”

Pelukan keduanya terlepas. Kini keduanya saling berhadapan satu sama lain, Eunhyuk menatap wajah gadis di depannya. Tersenyum begitu bahagia karena pada akhirnya bisa melihat wajah ini lagi.

“Aku bahagia bisa melihatmu lagi. Kemana saja kau selama ini, apa kau tak tahu aku merindukanmu?” Tanya Eunhyuk sambil menatap kedua mata Sooyoung intens. Sooyoung langsung sedikit menunduk mendengar pertanyaan itu, ia gugup.

“Eung… itu, aku.. kehilangan ponselku. Dan karena aku juga sibuk dengan skripsiku, itu sebabnya aku tak sempat mengunjungimu belakangan ini…” jelas Sooyoung gugup. Eunhyuk tampak menganggukkan kepalanya.

“Oh, aku mengerti. Sekarang itu tidak lagi penting, yang penting kau sekarang sudah ada disini…” ucap Eunhyuk sambil kembali memberikan pelukan singkat pada Sooyoung. Keduanya kembali saling tersenyum setelah itu. Eunhyuk tampak benar-benar bahagia, sementara Sooyoung terlihat sedikit lega. Sedikit lega karena sepertinya Eunhyuk tak ingat kejadian antara mereka sebelum kecelakaan itu terjadi.

“Oiya, kau mau kemana? Bukankah kau sudah diperbolehkan pulang?”

“Hum, memang. Tapi aku diharuskan untuk menjalani sedikit terapi pemulihan untuk semuanya benar-benar pulih. Itu sebabnya kenapa aku datang…”

“Apa tak ada yang menemanimu?”

“Sebenarnya banyak yang menawarkan, tapi aku tak ingin merepotkan mereka. Aku rasa kalau aku melakukannya sendiri maka kesempatan untuk pulih lebih besar…” jelas Eunhyuk. Sooyoung tampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Tak lama ia bergerak lebih mendekati Eunhyuk, melingkarkan tangannya di bahu di tangan Eunhyuk.

“Tapi bagaimana kalau aku yang meminta untuk mendampingimu, apa kau keberatan?” tanya Sooyoung manja. Eunhyuk tersenyum dan dengan cepat menggeleng.

“Tentu untukmu berbeda, kukira kalau didampingi olehmu aku akan sembuh lebih cepat..” ucap Eunhyuk kemudian, membuat Sooyoung semakin tersenyum.

“Ya sudah, ayo…” ajak Sooyoung. Iapun kemudian membantu Eunhyuk untuk memasuki lift. Mendampinginya terapi.

*

Soeun berjalan pelan menebus keramaian dan kesibukan penduduk Seoul yang bertebaran di sekitarnya. Pandangannya kosong, sedikit membasah sambil menatap lurus ke depannya. Sebuklet mawar putih tadi masih berada di tangannya.

“Kenapa?”

Langkahnya terhenti ketika pertanyaan itu terdengar lirih dari mulutnya. Ia semakin menunduk, berusaha menyembunyikan air matanya yang kembali melesak begitu saja. Tubuhnya sedikit bergetar.

“Kenapa sangat sulit bagiku untuk merasakan sebuah cinta dari orang-orang disekitarku?”

“Apa salahku?”

Gadis itu terus bergumam lirih pada dirinya sambil terus menangis disana. Disana, diantara ratusan orang yang berlalu lalang dan tak memperdulikannya.

*

Waniat dengan dandanan glamour itu tampak sedikit merasa bosan. Berulang kali ia melirik pergelangan tangannya, melirik arloji yang melingkar disana. Hampir setengah jam ia menunggu…

Tap Tap.. Tap!

Ia menoleh ketika mendengar suara langkah. Seringaian langsung tercipta di bibirnya melihat sosok gadis yang menatapnya dingin. Bosan.

 

“Sepertinya aku datang di saat tak tepat lagi. Atau memang kau yang terlihat buruk setiap hari..” ucap wanita itu dengan nada cuek sambil memperhatikan kuku-kukunya yang sepertinya baru saja ia warnai. Sementara Soeun tampak tak terlalu menyahutinya, ia masih berdiri di belakang pintu semenjak beberapa menit mereka masuk kemari.

“Apalagi sekarang?”

“Lusa dia akan pulang, aku harap kau mau singgah sampai dia kembali ke Taiwan…”

Soeun mendesah pelan sambil menggigit bibir bawahnya. Bagus, benar-benar ‘bagus’ Soeun yakin tak ada orang lain yang punya hidup ‘sebagus’ dirinya diluar sana. Dimana bukan hanya merasa kesepian seperti ini, tapi juga merasa dipermainkan oleh orang licik seperti ini.

“Juga seharusnya menurutku kau harus pulang. Kau terlihat semakin menyedihkan hari ke hari…” ucap wanita itu kembali berseringai menatap Soeun. Sementara Soeun hanya kembali mengalihkan perhatian padanya, dengan wajah yang masih datar.

“Aku akan datang besok, sekarang kau boleh pulang?” ucapnya juga datar.

“Sekarang ada apalagi dengamu, huh? Semakin hari kau semakin terlihat berantakan…”

“Kurasa itu bukan urusanmu, seperti katamu… kau hanya istri ibuku dan bukan siapa-siapaku…”

“Huh, aku juga tak terlalu berminat mengetahuinya. Itu hanya bentuk basa-basi..” ujar wanita itu cuek. Ia bangkit dari tempat duduknya, merapikan pakaiannya dan kembali menoleh pada Soeun. “Kau harus sering-sering membersihkan tempat jelek ini, lihat… ia menyebabkan mantel mahalku berdebu seperti ini…”

Soeun hanya mendesah bosan. Tak menyahut. Pandangannya beralih dari wanita itu, hingga kembali kesana ketika wanita itu mendekatinya yang masih berdiri di dekat pintu keluar.

“Sepertinya aku harus pergi, aku ada keperluan penting setelah ini. Kuharap kau benar-benar datang besok, aku tak mau kejadian beberapa hari yang lalu terulang. Kau mengerti?” Tanya wanita itu santai namun terdengar tajam. Soeun hanya mengangguk untuk menjawab kesediannya, sebelum akhirnya sedikit minggir dari tempatnya. Memberi jalan keluar pada wanita itu.

Tap!

Soeun langsung ambruk di tempatnya ketika pintu itu sudah terkunci. tubuhnya tampak bergetar, sementara suara isakan terdengar lolos begitu saja. Membuat ia harus membungkam mulutnya sendiri untuk meredam air matanya. Tak lama gadis itu bangkit, berjalan dengan sedikit tertatih menuju dapur. Mungkin mencari ramen pedas yang mungkin bisa membantunya melupakan kesedihannya saat ini, mungkin.

*

Eunhyuk duduk tenang di salah satu bangku yang terletak di balkon depan kamarnya sambil mendengarkan musik. Matanya terpejam nyaman, hanya mulutnya yang sekali-kali bergerak. Bersenandung mengikuti irama yang bermain ditelinganya.

Senandungannya berhenti, kali ini wajahnya berganti dengan senyuman. Pemuda itu masih memejamkan matanya namun senyuman di wajahnya terlihat seperti ia tengah melihat sesuatu. Melihat sesuatu yang indah. Melihat wanita yang dicintainya.

Dan…

Tentu wanita itu adalah Choi Sooyoung…

Hari ini benar-benar begitu besar baginya. Eunhyuk bahkan tak dapat menghitung lagi entah berapa kali ia tersenyum bahagia pada hari ini. Larut dalam bayangan senyuman manis gadis yang sudah digilainya bertahun lamanya itu.

Nada-nada terus bermain di telinganya. Seiring dengan memory dalam fikiranya, berjalan dengan cepat seperti adegan dalam film. Membuat senyumannya itu semakin melebar, larut bersama kenangan-kenangannya bersama Sooyoung. Kenang-kenanga indah itu.

!

Senyuman Eunhyuk tiba-tiba memudar ketika nada dalam earphonenya berganti. Ia mulai meringis, memegangi kepalanya yang tiba-tiba merasa sakit. Perlahan, tayangan dalam otaknya berubah. Berganti dengan tempo yang semakin cepat.

Dirinya. Berpakaian putih. Menari. Diiringin dengan nada ini…

Lalu…

Seseorang datang….

“Kau terlihat begitu ahli menari? Apa kau senang melakukannya?”

“Kau tahu? menari sungguh menyenangkan. Kau perlu mencobanya..”

“Aku tak bisa menari..”

“Dengar ini, nanti setelah aku sadar.. aku pasti akan mencarimu. Aku berjanji akan membuat hidupmu lebih baik dari ini, aku tak akan membuatmu kesepian seperti ini. Aku janjikan itu..”

“Bagaimana kalau kau tak mengingatku serta janji-janjimu setelah kau sadar kembali?”

 

“Arrght…”

Eunhyuk mengerang sambil memegang kepalanya ketika rasanya bertambah sakit. Seiring dengan bayangan itu yang semakin jelas. Menyiksa kepalanya. Namun… ketika ia mencoba mengingat wajah itu, rasanya otaknya bertambah meledak menyadari bahwa ia tak bisa mengingatnya.

“Arrghht…”

Dia kembali mengerang merasakan siksa di kepalanya.

*

Eunhyuk membawa langkahnya pelan melewati ratusan orang yang berlalu lalang. Pandangannya menatap sediki bingung pada semua orang yang tampak tak mengacuhkannya. Bahkan terkesan tidak memperdulikannya. Memperlakukannya lebih buruk dari angin, seperti tak melihatnya bahkan seperti tak merasakan kehadirannya. Membuat ia serasa hampa.

Seett…

Eunhyuk dengan cepat mengalihkan perhatiannya ketika ia menangkap sepasang mata yang sempat melirik padanya. Eunhyuk memiringkan wajahnya, berusaha menangkap wajah itu lebih jelas di matanya. Namun ia tak dapat melakukannya karena secepatnya pemilik mata itu berbalik, lalu berjalan menjauh.

“YAH! TUNGGU!!”

Eunhyuk dengan cepat berseru sambil berusaha mengejarnya. Namun karena orang-orang di sekitarnya begitu banyak membuat ia begitu kesulitan. Di tambah dengan sosok itu yang terus menjauh sambil melewati beberapa orang untuk mempersulit Eunhyuk menemukannya.

“YAH! TUNGGU!”

“BERHENTI DISANA!!”

“TUNGGU!!”

Brukh!!

Eunhyuk nyaris kehilangan keseimbangan ketika seseorang menabraknya, membuat ia nyaris tersungkur. Pemuda itu kemudian dengan cepat memperbaiki posisinya, mencari sosok yang tadi di kejarnya. Namun pandangannya meliar menyadari ia tak menemukan sosok yang tadi.

“Kemana?”

Eunhyuk kembali berusaha menatap liar sekitarnya. Berusaha menemukan sosok tadi yang bahkan benar-benar menghilang darisana.

“Argght! SIAPA KAU?!”  Erang Eunhyuk sambil meremas rambutnya.

*

Soeun menapaki kembali langkahnya di tempat ini. Ia menghela nafas, lalu mengangkat wajahnya. Menatap ‘bekas’ istana indahnya, dimana istananya kini sudah berganti menjadi neraka baginya.

Gadis itu tampak kembali menghela nafas, sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya dan memasuki tempat itu.

*

Sooyoung menghentikan kata-katanya sambil menatap Eunhyuk yang tampak terpaku di depannya. Gadis itu memiringkan wajahnya, lalu menatap wajah kekasihnya yang tampak menatap kosong minuman di depannya. Seakan nyawanya sedang tak bersamanya.

“Hyuk-ah! Kau mendengarku?”

Eunhyuk tersentak dan reflek mengangkat wajahnya. Wajahnya sedikit bingung di beberapa detik pertama. Tsk, sepertinya tadi ia memang kehilangan nyawanya.

“H-Huh? Apa katamu tadi?”

“Aku tak mengatakan apapun…” ucap Sooyoung cepat. Tangannya kemudian terulur, menyentuh salah satu pipi Eunhyuk dan mengelusnya. “Kau tak apa-apa bukan? Apa ada bagian tubuhmu yang sakit lagi?” Tanya Sooyoung cemas. Eunhyuk menggeleng cepat, lalu menangkap tangan Sooyoung di pipinya. Menggenggamnya.

“Aku baik-baik saja. Jangan khawatir…”

Sooyoung tersenyum melihat sikap lembut Eunhyuk. Sebenarnya ada banyak perubahan yang terjadi pada Eunhyuk setelah ia sadar. Eunhyuk lebih lembut, perhatian, serta engerti dirinya. Kalau saja Eunhyuk sejak dulu seperti ini mungkin Sooyoung tak akan pernah berfikir untuk berkhianat waktu itu.

Dan.. berbicara mengenai pengkhianatan. Apakah Eunhyuk benar-benar tak mengingat kejadian itu? Kejadian yang mungkin menjadi salah satu pemicu kecelakaannya waktu itu.

“Hyuk-ah…”

“Hum?”

Sooyoung menatap ragu Eunhyuk. Menunggu Eunhyuk melirik padanya, hingga setelah Eunhyuk menoleh ia baru berani berbicara.

“Kalau aku melakukan kesalahan padamu… apa kau mau memaafkanku?”

“Kenapa kau menanyakan hal ini?”

“Tidak, hanya saja. Kau tahu bahwa aku tetap manusia biasa yang pernah membuat kesalahan. Kalau memang suatu hari kau menemukan aku berbuat salah padamu… apa kau mau memaafkanku?”

Eunhyuk tampak terdiam. Berfikir. Hingga tak lama ia kembali mengkat wajahnya. Balas menatap Sooyoung. Tangannya menggenggam tangan Sooyoung semakin erat.

“Seperti dirimu yang selalu memaafkanku ketika aku berbuat salah, dan seperti dirimu yang mendampingiku hingga aku sadar. Aku berjanji, kalau suatu hari nanti aku menemukan kesalahanmu, maka… aku akan berusaha memaafkanmu…”

Sooyoung tampak ikut tersenyum mendengar ucapan Eunhyuk. Tangan yang satunya terangkat, ikut menyentuh tangan Eunhyuk yang menggenggam tangannya. Dua orang itu kembali membagi pandangan yang penuh cinta.

*

Malam sudah datang menjelang, sang bulan tampak menyembul malu-malu di balik awan hitam. Tak ada satu bintang pun di angkasa. Menunjukkan hari yang terasa cukup mencekam.

Soeun tampak berjalan pelan di antara keramaian malam taman bermain di dekat Hongdae. Tadi karena dirinya merasa bosan berada di ‘istana’ penuh kepalsuan itu ia memutuskan untuk jalan-jalan. Sekedar mengingat kembali kenangan masa kecilnya di tempat itu.

“Ibu…”

Gadis itu bergumam pelan sambil menyentuh sebuah ayunan yang ada disana. Senyuman terlihat di wajahnya ketika mengingat waktu-waktu silam yang ia lalui bersama ibunya waktu itu. Waktu –waktu terindah dalam hidupnya.

“Aku benar-benar merindukanmu…”

*

Eunhyuk terus mengemudikan mobilnya membelah jalanan malam yang cukup sepi. Pemuda itu tadi baru saja kembali dari rumah Sooyoung setelah mengantarnya pulang. Maka setelah memastikan wanita yang disukainya itu sampai dengan selamat di rumahnya, ia memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya.

Awalnya kendaraannya itu berjalan dengan baik-baik saja dan mulus. Namun di tengah jalan ia mulai merasakan keanehan pada kendaraannya. Hal itu akhirnya terbukti dengan bunyi mesin yang tiba-tiba aneh hingga gerakanya yang terus melambat hingga berhenti.

“Apa yang terjadi?” Tanya Eunhyuk sambil memperhatikan indikator mobilnya. Ia tak menemukan hal yang aneh yang ada disana karena ia begitu ingat bahwa tadi ia masih sempat mengisi bahan bakarnya. Beberapa kali ia juga mencoba untuk menghidupkan mesin mobilnya, walau nyatanya benda itu benar-benar tak mau kembali menyala. “Ssst, sepertinya mesinnya yang bermasalah…”

Eunhyuk baru saja berniat untuk keluar dari mobilnya untuk memeriksa keadaan mesin mobilnya. Namun ia mengundurkan niatnya ketika tiba-tiba saja hujan yang lebat langsung mengguyur di luar.

“Tsk, yang benar saja…” omelnya kesal sambil meraih ponsenya dan berniat menghubungi seseorang. Namun lagi-lagi ia harus kembali mendesah kesal ketika meyadari ponselnya itu sama sekali tak menyala. Ia memukul kasar kemudi mobilnya.

*

!!

Soeun sedikit tersentak kaget ketika merasakan guyuran air yang lebat membasahi tubuhnya. Ia menengadah, menatap angkasa yang menurunkan air hujan dengan begitu lebat. Membuat ia dengan cepat bangkit dari ayunan itu dan berlari keluar taman untuk mencari tempat untuk berteduh.

*

Klek!

Eunhyuk segera memasuki box telepon umum itu ketika ia mendapatkannya. Tubuh dan rambutnya sedikit membasah akibat terkena guyuran air. Menyebabkan tubuhnya yang baru saja memulih itu sedikit menggigil kedinginan.

Eunhyuk mendekati telepon umum yang ada disana. Setelah memasukkan koin di tangannya, ia dengan cepat memencet beberapa nomor yang ada disana. Berniat mencari bantuan dari masalahnya.

“Hallo, ibu…”

*

Gadis manis itu terus berlari mencari tempatnya untuk berteduh. Seluruh tubuh dan pakaiannya tampak sudah begitu basah kuyup akibat guyuran hujan. Sementara sejauh ini ia belum juga menemukan tempat untuk berteduh.

Hingga akhirnya langkahnya terhenti ketika melihat sebuah box telepon umum. Tanpa fikir panjang gadis itu segera berlari kesana.

Klek!

Ia cukup kaget ketika ia hampir menabrak seseorang yang ternyata ada di dalam.  Lampu di dalam box itu terlihat sedikit temaram, sehingga ia tak menyadari ada seseorang di dalamnya.

“Maafkan aku…”

Ia mendongak untuk menatap wajah orang yang ada di hadapannya untuk menyampaikan penyesalan. Dan seketika itu ia langsung begitu kaget menyadari siapa yang ada di depannya.

“Tidak apa-apa, aku baru saja selesai menggunakannya…”

Soeun tak menyahut. Tak bereaksi. Matanya terus menatap wajah di depannya. Benar-benar masih belum percaya.

“Nona? Anda baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk heran melihat reaksi wanita di depannya. Sementara wanita itu tak menyahut, terus menatap wajahnya dengan ekspresi yang sulit di jelaskan. Hingga entah kerena terlalu kedinginan akibat tubuhnya yang basah tiba-tiba ia hampir ambruk. Membuat Eunhyuk reflek meraih pinggangnya. “Nona? anda baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk panik.

“Nona..”

Tubuh itu terus merosot walau Eunhyuk telah menahannya. Menyebabkan Eunhyuk akhirnya ikut tertarik untuk menyeimbangi gerakan gadis itu. Pada akhirnya keduanya sama-sama berakhir dengan terduduk di lantai box yang tidak terlalu besar.

Dan… yang terdengar adalah suara angin. Kedua pasang mata itu sama-sama saling bertatapan. Sejenak, mata caramel milik Soeun membasah dan memuram. Sama seperti suara nafasnya yang terdengar tersengal.

“Nona, anda baik-baik saja?” ulang Eunhyuk sambil terus menahan tubuh itu di pelukannya. Matanya juga terus menatap caramel di depannya yang seperti menghisapnya untuk masuk lebih dalam. Keduanya masih saling bertatapan dengan ditemani oleh percikan-percikan air hujan yang masih sempat masuk dari pintu yang masih sedikit terbuka.

“Hh.. Khauh.. A-Aku..”

Gadis itu bersuara ditengah nafasnya yang tersengal. Sementara matanya yang menanar terus menatap mata di  depannya. Dimana mata itu juga terus menatapnya.

“Anda sakit…” ucap Eunhyuk risau. Kali ini dengan berani ia menyingkirkan anak-anak rambut yang menutupi dahi gadis di depannya. Merasakan suhu tubuhnya. “Suhu tubuh anda tinggi…”

Soeun menggeleng pelan. Matanya adalah satu-satunya yang setia tetap menatap mata di depannya, dimana pemilik mata yang satunya tampak sudah tak menatap matanya. Pemilik mata itu kini memilih memperhatikan sosok di depannya. Memeriksa keadaannya.

“Mungkin aku harus memanggil ambulann—“

ucapan Eunhyuk ketika merasakan tangan hangat gadis itu menangkap tangannya yang ingin meraih gagang telepon. Eunhyuk berpaling, kembali menatap mata itu. Dan ia kembali terpana ketika menyadari mata itu masih menatapnya sama. Dengan dalam dan ekspresi yang sama.

“Kau tak mengingathku?”

Mata itu membasah, mulai mengeluarkan air mata. Dimana air-air itu kini berkumpul dengan air hujan yang membasahi wajahnya. Nafasnya masih tersengal seperti tadi.

“S-Sama sekali… tidakh mengingatku?”

Eunhyuk tak mengatakan apapun. Ia hanya terus menatap wajah itu untuk berusaha menjawab pertanyaan itu. Namun benar, ia merasa tak mengenal wajah ini. Tak merasa pernah mengenal wajah ini sebelumnya.

“Anda siapa? Apa aku mengenalmu? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?”

Soeun memejamkan matanya setelah pertanyaan itu. Berusaha meredam air matanya. Melihat hal itu Eunhyuk malah tambah bertambah panik. Apalagi melihat wajah itu kian memucat.

“Nona? Anda baik-baik saja? Apa aku harus memanggilkan ambulance??” Tanya Eunhyuk cemas.

“T-Tidak perlu..” Soeun segera berusaha untuk bangkit dari pangkuan Eunhyuk. “Aku tak apa-apa…”

“Anda yakin?” Tanya Eunhyuk ragu sambil ikut bangkit. Sementara gadis itu terus bangkit dan kembali berdiri. Lagi-lagi ia hampir jatuh kalau saja Eunhyuk tidak dengan cepat menahan tubuhnya. Mereka kembali bertatapan untuk sesaat, sebelum akhirnya Soeun dengan cepat melepaskan pegangan Eunhyuk di pinggangnya.

“M-Maaf telah merepotkan, lupakan saja kata-kataku…” ucap Soeun sambil sedikit tersenyum miris. Ia kemudian mundur beberapa langkah dan berbalik, mulai meninggalkan tempat itu dan menembus hujan.

“Nona! Kau tak bisa pergi dalam keadaan seperti itu!” Seru Eunhyuk sambil berniat menyusul. Namun langkahnya terhenti ketika menyadari hujan masih turun dengan lebat. Matanya menatap sosok yang terus menjauh dari pandangannya. Menatapnya dengan panjang dan sama sekali tak mengerti.

“Ada apa dengannya?”

[TBC]

50 Comments Add yours

  1. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wuuuuuaa…
    Benerkan???
    Eunhyuk setelah sadar lupa ma Sso… #Miris😥

    nggak sabar nunggu part endnya..
    Part dimna semuanya kebohongan Sooyong terbongkar,ingatan Eunhyuk kembali dan ngeliat lanjutan hidup Sso kya’ gie mna…

    Akhh..
    Kasihan banget Sso di part ini..😥

    btw…
    Author ada yg typo ne..
    Nama soeun jd nama yesung..
    Kkkkk~

    keep spirit😉

  2. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa….. Huaaaaa…..
    Bener2 di bwt mewek ma part Ĭηĭ ….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    Kasian sekali Sso eunni…. (-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)

    Hyukppa_sama sekali tidak mengingat ηγά̲̣̥….
    Di tambah ƪάğί ibu tiri Ϋά̲̣̥ηġ seperti penyihir itu semakin berkuasa….. T.T

    Huh…. Knp sooyng_harus kembali ƪάğί sih….
    Huhuhuhuh

    Kyaaaa…. Makin kerennn_makin penasarannnnM….
    Next part ηγά̲̣̥ di tunggu yah put…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  3. neng dona mengatakan:

    Sedih banget ko ģ∂ķ ingat so eun deh,,,,,
    Jdi ģ∂ķ sabara nunggu lanjutanya,,,,

  4. andri susilowati mengatakan:

    waaaa. kasian so eun.
    kkk knp hyukjae jd lupa sm penghianatan yang dilakukan sooyoung. kk
    bgus thorrr, lanjutkan.
    smga diselanjutnya hyukjae bs ingat so eun

  5. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Eunhyuk lupa sama SoEun.. Sedih banget deh..
    Aku penasaran sama part selanjutnya..
    Eunhyuk hnya bisa mengucapkan janji..
    Next part di tunggu eun😉

  6. Devi mengatakan:

    MkiN sru Zh FF’a thor,,,,,
    ENhyuk oppa udh sdar dr koma’a tpi mNgpa gk iNgat ma eoNNie so euN aNd jNji’a ma eoNNie so euN,,,,,,,,
    KsihaN eoNNie so euN sllu mNderita kreNa perlkuaN ibu tri’a,,,,,,,,

    Jd pNasraN ma klaNjutaN’a kira2 eNhyuk oppa iNgat gk y ma jNji’a ,,,,,,

    D tNg2u thor klaNjutaN’a,,,,,

  7. Dear Dhiyah mengatakan:

    iihhh …. Eunhyuk bkin gregetan nih *jitakin kpala eunhyuk pke palu *kesempatan jitakin kpala artis😀
    kasian So eun …😦
    yg sabar ea eonni …

  8. Anna mengatakan:

    Haaiiissshh eunhyuk bkin greget n emosi akut nieee,,soeun malang bnr hadeehh,,nyesek bc part ini,,dtggu sgra lnjtny putri gomawo🙂

  9. AngelsShe~ mengatakan:

    akhirx dilanjut ju9a !!
    makin penasaran k’lanjutanx ni ff, ditun99u part t’rakhirx *o*

  10. ribka3003 mengatakan:

    Jrengjreng.. Ayo eunhyuk, cpt ingat soeun!!!
    Di part.2 ini belum ngerasa deg2an… Aheeiii… Hehehehe…

    Next partnya ga sabar😀

  11. vani mengatakan:

    knapa jd gk inget, ayooo hyukppa ingt ayo inget, paksaaaa
    moment d box telepon itu miris, hiks melengkapi penderitaan sso bener
    miss choi muncul lg, tidak, menyebalkan.

    panjang bgt kah mpe jd part 3😀
    lanjt put

  12. mun t mengatakan:

    eunhyuk tk mengingat soeun.nyesek bacanya…yg diingat cuma sooyoung..cepet lanjut tho penasaran

  13. elisa mengatakan:

    wah author nmangkin seru…….akhirnya ada juga ff author dah nunggu bangaet……..next part a jdi gak dabar..ni author…faighting…..

  14. Irnawatyalwi mengatakan:

    Knpa crtax tambah Sdh bgini? Ksian bnget so eun dia bnar2 lmah n traniayah, btw apakh eunhyuk akn mengingat so eun n mnepati jnjix u mmbhgiakn so eun, sm0ga sja n akn trjwb d part slnjtx/final.

  15. istyaastri mengatakan:

    Kenapa beginiiiiiiii T_T
    Huaaaaaaaaaaaaa miris banget, kok bisa jadi lupa ingatan eunhyuknya, lanjuut, lanjuut, lanjuut, pokoknya harus secepatnya dilanjut kak, penasaran gimana eunhyuk bisa inget sama soeun lagi, soyoung juga bikin gereget, ah soyoung jahat banget si *plaaak
    Lanjutkan secepatnya kak, pokoknya ditunggu banget!!!!😀

  16. erika mengatakan:

    huaa…….hiks…….hiks…… :((
    so eun eonni ksian bnget hyukppa udah sadar, tpi ga inget sama so eun eonni T_T
    aish……sooyoung mentang2 hyukppa ga inget sama penghianatan yg dia buat, dia blik lg ke hyukppa.
    smoga hyukppa cpet inget apa yg terjadi slama hyukppa koma….
    di tunggu part 3nya kak (h)

  17. zhuryia mengatakan:

    sedih jd so eun,,.npa hyuk g inget ma so eun

  18. Kyusso shipper mengatakan:

    gak terima hyuk sooyung kenapa balik lagi sih eonie cepet lanjutanya gak terima sso eonie diginiin sama hyuk oppa sooyoung pengen dicekek kyknyha gatau diri bgt jd cewe😦

  19. haekyusso mengatakan:

    Hyukjae,,,,mana janji mu kata y bkl ingat sso ktk sadar dr koma!!!!! >,<
    Kasihan lht sso yg pertama gr" sm ibu tiri y dan skrng hyuk tlh lupa sm sso😦
    Dan wkt sso ma hyuk k tm wkt trjbk ujan,,,Wahhh sedih bngt lht knds sso😦
    D tunggu next part y dan slalu ttp SEMANGAT^^🙂

  20. huaaah putri malah tbc !!

    cepat di post yah ending nya !?
    kok hyuk oppa ga ingat sma sso trus jga ga ingat penyebab dia kecelakaan !!
    sso menderita bnget sih !!
    tapi
    aq suka bnget cerita nya !!

    ayo semangat buat bkin ff nya bnyak !!

  21. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    huuaahh part ini sedih bangett, penderitaan Sso kayanya banyak bangett apalagi eunhyuk pas sadar udah ga inget lagi sama Sso ..
    Bener2 deh part ini menguras (?) emosi, apalagi kebanyakan adegan Eunhyuk sama Sooyoung nya T.T
    jadi ga sabar nunggu kelanjutanya😄

  22. luthfiangelsso mengatakan:

    Hyaa eunhyul’a lupa sama sso hhuuu ;(
    Kasian bgt sso siapa yg bakal ngelindungin dia dari nenek lampir….??
    Ayolah bang hyuk inget sso, inget janji” mu bang ke sso hayolah bang hyuk sadar !!
    Kasian bgt sso ;(
    Di tunggu bgt next part’a putri^^
    Always semangat ya haha :>

  23. nurul mengatakan:

    ada apa dengannya? Dia sedih karna kau tidak bisa mengigatnya nya eunhyuk ah(?) u,u
    Lanjutttt un ;)))

  24. nita mengatakan:

    kasihn bngt soeun,, hyukje knp gk ingt sma soeun sh,,
    aq ska crtax,, d tnggu endingx y,,

  25. choi shinae mengatakan:

    Kasian soeun >.<
    Kyaaa hujan mlm dibox telpon ckck..
    Kurang lama kkkk

    kerrn .. Lanjuuut ^^

  26. tika marion lie mengatakan:

    Daebakkkkk!!!!…lanjut thor….jgn lama2 yee…..

  27. veranicka mengatakan:

    Hyuk kemana janji mu yang dulu?
    Haruskah aku yang mengingatkannya? Haha
    Makin lengket aja Hyuk dengan Sooyoung.
    Emak tiri Soeun kapan tobatnya ya? Bikin kesel taukk.
    Penasaranpenasaranpenasaran.
    Lanjut thor, kalau bisa secepatnya hehe

  28. mizanafidausi mengatakan:

    NYESEK…
    Huaaaa…😥 kasian sso…
    Pengin jambak tuh ibu tirinya sso…
    Hyuk ko bisa lupa ya, klo sooyoung ngehianatin dia?
    Hyuk cepet2 inget dong kasian ma sso…
    Penasaran ma endingnya…
    Mudah2an cepet dipostnya ^^

  29. ticha_ mengatakan:

    wuuuaaaaahhh…….. Keren!!🙂
    Tp q ga tega ama sso eunnie,,sejak ditinggal hyukppa jd makin kacau hdp’a_ apalagy ditambah hyuppa_stlh sdr ga ingat sma sso eunnie 😥😦
    Tp tenang eunnie,,hyukppa lg berusaha buat nginget eunnie kq……😀
    Saeng,,,DAEBAK….!!!!
    Q tgg klnjtn’a….
    Lanjuuuut………😀

  30. Choi Hye Mi mengatakan:

    Wuaaaaa… Eunhyuk Oppa bner2 ga inget sama Soeun..
    Kasian bgt Sso Eonni.. Miris bgt baca part in.. Disaat Hyukppa sadar dy lupa sama Soeunnie, dan Sooyoung kembali.. Ah Putri kau sudah menjungkir balikkan perasaanq bca FFmu in… HeHeeHe. Semoga Hyukppa cepet inget Sma Soeunnie..dan kejadian yg nyebapin dy kecelakaan…
    Ditunggu part3’x Ya.. N FF yg lain jg tentunya. Semangaaaat Putri! *lempar cipok dari bang Yesung* hohooo..

  31. RyaniAngels mengatakan:

    Hufht…kasihan Sso..Hyuk satu2nya hrpan Sso, tp knp mlh gk ngenalin Sso?!

  32. lee mar'atus mengatakan:

    Keren banget seriussss.
    Soeun kasian thor. Kenapa thor kenapa? #ini alay
    Segera di lanjut ya pleaseeee.😀

  33. anastasia erna mengatakan:

    koq jadi ga inget soeun sih…?
    kasian deh…
    di tunggu lanjutannya saeng…

  34. Stny Lee mengatakan:

    Aduh Kak,,part 2nd nya bikn aku GALAU bngt ..
    nyesek bngt smpe nangis bca nya…kasian ke soeun nya#jambak Hyuk
    part nya d tmbah ya Kak ..jdi 3shoot .
    Next part nya d tunggu bngt Kak …SMANGAT !!!

  35. rakha mengatakan:

    kasian so eun, lama kelamaan aku juga jadi suka pairing ini!
    Lanjutannya di tunggu!

  36. pipip mengatakan:

    Wuaaa seru sedih bnget bcanya
    Ksian soeun gk diinget dgn eunhyuk smoga mreja brstu keke
    Dtnggu thor lnjutnya

  37. cutewhite mengatakan:

    Waaahhh diperpanjangkah jdi threeshoot..
    Aduuuuhh hyuk ah cepatlah kau ingaaatt sso menunggu perhatian dan pertolonganmuuu..cepaaatt..
    Sooyoung enk bgt yaa abs dikhianatin eh bsa balik lg k hyuk..
    Hyuk plis ingatlah sma sso
    Next thor ^^ klo bsa jgn lama2 hhehehe

  38. ina freedom mengatakan:

    benarkan ..setelh sadar hyuk lupa ama sso …sampai nangis bacany put ? kasian skali sso .
    hyuk cepetn ingt ama sso ,kasian ama ssox …keren bgt put ceritany , di tggu ya next partx ..jngn lama2 ya put …semangatttttttttttttttt

  39. shane mengatakan:

    Jalan ceritanya❤ suka !!
    Nonjol dah rasanya😉 adegan terakhir hyukie ma sso bertemu d box telepon…ikut sedihhh ngebayanginnye …;)
    Smga dengn kejadian ntuhh hyuk terbayang2 ma sso n langsung menjemput sso …hehehee🙂
    Di part ini bikin GREGET😉

    Lanjut ~
    Bravo ~

    Espirit ciput sayang😉
    (y) (y) (y)
    Put, Sweet piece of love nye ….d tunggu lanjutannye …soalnye t ff banyak rasaa hehehee *gaTanya*

    Espirit_espirit

  40. Niniet mengatakan:

    huaaaa… aku nangis.. kasian so eun satu2nya orang yg bisa mengusir kehampaan hidupnya ternyata tidak mengenalinya … poor so eun😥

  41. Ambarr mengatakan:

    Huffh tukan hyukppa lupa ma So Eun kshan kan jdinya…
    Aduh knp mantanny balikan lgi cih mlh tmbh rumit kan jdinya. . .
    Hyukppa cpt ingan So Eun dia yg nemenin u wkt koma,,

  42. kim yesso mengatakan:

    mwo o.0
    hyuk ogh lupa ma so eun

    T.T

  43. nisag1190 mengatakan:

    Puuttttttt, gak tau kenapa kok aye sedih yaaa baca part ini😥
    Udah feeling sih kyakya konfliknya Hyuk gak inget Sso klo udah sadar, eh ternyata bener…
    Hadeuuuhhhh alisku berkerut2 bacanya, sedih banget hidup Sso, dan Sooyoung lagi dapet lucky krna Hyuk gak inget p’selingkuhan’y,…
    dae to the bak Putriiii, Love It,..
    Aye capcus baca lanjutannya ^^ #DilemaKetinggalanFFTerbaru -_____-

  44. YeojaNiel mengatakan:

    Uri Soeun yang malang. T-T part ini sedih’a luar biasa.

  45. senrumi mengatakan:

    Kasihan sso jd sendiri lagi
    knp hyuk bs lupa sm sso
    thor keren:-P

  46. kim Ra rA mengatakan:

    sudah sadar tapi ternyata sama sekali gak inget sama Sso//
    huiii ceritanys asik loh. asli bikin penasaran gimana hyuk nantinya akan bisa mengibgat Sso lagi…!

  47. dhyanqueena mengatakan:

    hyuk kog ga nepatin janjinya, ktnya bakalan ingat kog gitu.. kasian sso, malah cm diliatin aja… sso tabahkan hati mu

  48. Rani Annisa mengatakan:

    eunhyuk apa benar-benar melupakan so eun setelah sadar???

    kenapa so eun jadi seperti itu???

  49. GG mengatakan:

    sebel ama chapter ini -_- gak ktemu ktemu soeun ama eunhyuk huft! pake lupa sgala lagi. jadi kasian soeunnya😥 dy ngerasa kesepian😥 harapannya ke eunhyuk langsung pupus😥 baca chapter slanjutnya duluuuu… penasaran abis ama ini ff

  50. yuliaseptiani mengatakan:

    Aiiissshhh ,, kenapa eunhyuk gak kenal sama sso , kasian sso 😢
    Gak suka sama sifat ny sooyoung , eunhyuk cpetn ingat sso 😔

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s