~ [ThreeShoot] SHADOW 3 / 3 (2th Cloudyelfputriandina)~


Tittle      : SHADOW

Author  : PrincessClouds (Putri Andina)

Genre   : Romance, Tragedy, Drama, Fantasy

Rated    : PG-13

Length  : Twoshoot

Main      : Lee Hyuk Jae (Eunhyuk) & Kim So Eun

SHADOW

Casts     : Choi Soo Young, Kim Hyo Yeon, Lee Sung Min, Lee Sun Kyu, Cho Kyu Hyun, Kim Hyun Ah,

Summary: Melihatmu dalam mata tertutup.

Warning: Typo(s)

*SHADOW

 

Mata itu terbuka dengan perlahan setelah cukup lama tertutup. Wajahnya tampak cukup pucat, didukung oleh warna bibirnya yang sedikit memudar. Di salah satu dahinya terlihat sebuah plester yang menutupi sebuah luka yang tergores disana.

“Akhirnya kau bangun…”

Kelopak mata itu terbuka dalam keadaan nanar. Menampakkan sepasang caramel yang memudar. Perlahan caramel itu kembali bergerak, berusaha menemukan orang yang tadi bersuara dingin padanya.

Seorang wanita dengan wajah dingin tampak langsung ia temukan setelah itu. Membuat ia mengalihkan perhatiannya dengan lambat. Beralih menatap sekitarnya yang ia ingat pasti adalah kamar tidurnya sejak ia masih kecil.

“Mengapa aku ada disini?” Tanya Soeun lirih. Wanita itu sedikit tersenyum sinis.

“Kau tak mengingatnya, semalam kau dengan bodohnya menembus hujan yang turun begitu lebat. Akibatnya kau demam dan pingsan di depan gerbang, berakhir aku dimarahi ayahmu dan aku disuruh merawatmu disini…”

Soeun kembali tak menyahuti celotehan ibu tirinya. Pandangannya kini beralih menatap lurus kedepannya. Mengingat kembali apa yang terjadi semalam. Tepat ketika ia dan Eunhyuk akhirnya benar-benar bertemu dan berbicara untuk pertama kalinya. Namun betapa mengecewakannya yang ia dapatkan ketika Eunhyuk bahkan sama sekali tak mengenalinya.

“Tsk, sebenarnya ada apa denganmu, huh? Kenapa keanehanmu semakin jelas semakin kesininya. Kenapa kau malah melamun dengan wajah seperti itu disaat seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi padamu belakangan ini?” omelan dari ibu tirinya kembali terdengar ketika melihat Soeun kembali melamun. Soeun tak menyahut, ia kembali bergerak dan mengambil posisi menyamping. Membelakangi ibu tirinya itu.

“Aku sudah tak apa-apa, keluarlah…” ucapnya lirih sambil berusaha memejamkan matanya. Mendatangkan decakan kesal dari ibu tirinya.

“Bukankah seharusnya kau mengucapkan terima kasih atau sejenisnya?”

Soeun lagi-lagi tak menyahuti kata-kata ibunya. Ia terus memejamkan matanya semakin erat untuk menunjukkan ia tak membutuhkan kehadiran wanita itu. Pada akhirnya wanita itu menyerah, dengan wajah kesal ia akhirnya meninggalkan tempat itu.

Tap..

Mata Soeun kembali terbuka ketika mendengar pintu itu sudah kembali tertutup. Sejenak ia memejamkan matanya, sebelum akhirnya kembali berusaha memejamkannya dengan rapat.

*

Eunhyuk membuka matanya kembali setelah beberapa menit tadi ia membukanya. Ia mendesah, membuka headphone ditelinganya dengan malas sambil memperbaiki posisinya.

Gadis itu…

Eunhyuk memiringkan kepalanya sambil menatap lurus ke depannya. Berusaha memanggil dan mengingat memori semalam kembali. Memory yang benar-benar selalu menggodanya beberapa jam ini.

Sebenarnya siapa gadis itu? Kenapa rasanya begitu aneh setelah kejadian semalam. Melihat dia sakit, hati Eunhyuk begitu cemas. Melihat ia seperti akan menangis, hati Eunhyuk ikut terluka. Bahkan ketika ia pergi begitu saja…., Eunhyuk merasa… kehilangan? Ada apa sebenarnya? Apakah benar Eunhyuk  mengenalnya sebelumnya? Kalau iya siapa? Tidak mungkin kan ia hanya melupakan satu orang dalam hidupnya? Toh, dokter bilang ia tak sampai terkena amnesia akibat kecelakaan itu. Namun kenapa hal aneh ini bisa terjadi? Ada orang yang tiba-tiba menanyakan pertanyaan aneh ini dan… Eunhyuk harus mengalami pertentangan batin dengan dirinya. Antara ingat atau tidak, mengenal ataupun tidak.

Lalu harus bagaimana?

Eunhyuk sedikit memukul kepalanya pelan. Berharap itu akan membantunya. Namun tidak, yang ada kepalanya malah semakin sakit ketika ia memikirkannya. Ini membingungkan.

“Hey!”

Total Eunhyuk tersentak ketika tiba-tiba seseorang memukul bahunya. Membuat ia yang sejak tadi melamun begitu kaget. Nyaris terjungkal dari kursi.

“Yah! Apa yang kau fikirkan?”

Pelaku ‘pengagetkannya’ tertawa renyah. Lalu duduk di depan Eunhyuk. Menghadap Eunhyuk yang kini sibuk mengelus dadanya.

“Kenapa kau datang tiba-tiba?” Sungut Eunhyuk setelah detak jantungnya mereda.

“Siapa yang datang tiba-tiba? Aku bahkan mengetuk pintu berulang kali. Tapi kau tak mendengarnya karena terlalu asyik dengan fikiranmu. Apa yang kau fikirkan, huh? Siang-siang begini kau tidak memikirkan yang jorok kan?”

“Tsk, apa yang kau katakan?” tolak Eunhyuk cepat. Sungmin langsung menyambutnya dengan sedikit kekehan.

“Maaf aku baru menjengukmu. Belakangan ini aku sedang sibuk mengerjakan tugas akhirku. Dosen-dosen itu benar-benar mengerjaiku…” omel Sungmin setelah itu. “Bagaimana keadaanmu?”

“Seperti yang kau lihat, semuanya membaik. Awal-awal aku memang harus menjalani terapi ini itu untuk sembuh. Tapi sekarang kurasa semuanya sudah mendekati normal..”

“Baguslah kalau begitu. Sebaiknya kau hentikan cita-citamu untuk menjadi seorang pembalap mulai dari sekarang…”

Perbincangan kedua orang itu tiba-tiba saja berhenti ketika mendengar seseorang mendekat. Nyonya Lee tampak datang, membawakan minuman untuk keduanya.

“Minumlah, nak Sungmin…” tawar nyonya Lee sambil tersenyum. Sungmin tampak langsung mengangguk sambil ikut tersenyum.

“Terima kasih ahjumma, tapi kenapa anda yang menyiapkan minuman? Bukankah disini ada begitu banyak maid?”

“Untuk tamu yang special sepertimu tentu aku harus turun tangan sendiri…”

Sungmin dan Eunhyuk saling tersenyum mendengar ucapan nyonya Lee. Nyonya Lee memang begitu mengenal Sungmin, bisa dikatakan dari semua teman Eunhyuk Sungmin adalah yang paling dikenalnya. Hal itu mungkin juga karena Sungmin adalah teman terdekat bagi putranya.

“Terima kasih ahjumma…”

“Nikmatilah, jangan sungkan..” ucap nyonya Lee sambil berniat kembali ke dapur. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba ia menghentikan langkah, berbalik ke belakang.

“Oiya, bagaimana khabar Nona manis waktu itu?”

“Huh?”

Nyonya Lee kembali berbalik. Mendekati kembali dua sekawan itu.

“Waktu Hyuk koma ada seorang gadis yang menjenguknya. Dan dia bilang dia adalah teman kalian, aku tak pernah melihatnya lagi sejak hari itu. Bagaimanakah khabarnya?” ulang nyonya Lee. Eunhyuk dan Sungmin saling bertatapan.

“Siapa? Aku sama sekali tak punya petunjuk…”

“Aish, aku juga lupa namanya. Yang jelas dia begitu manis dan cantik. Rambutnya panjang, anaknya ramah. Dia bilang dia adalah teman sekelas kalian waktu High school…”

“Arh, begitu buruk. Bahkan aku sudah kehilangan kontak dengan sebagian besar dari mereka…”

“Ash, sayang sekali. Padahal aku begitu senang padanya, aku bahkan ingin sekali bertemu lagi dengannya…”

“Aku menjadi penasaran, memang benar ibu tak mengingat namanya lagi?” Tanya Eunhyuk ikut bicara.

“Ya, ibu benar-benar tak mengingatnya. Tapi… dia terlihat begitu perhatian padamu. Mungkin mantan pacarmu di High School?”

“Mantan pacar?” Eunhyuk dan Sungmin saling bertatapan.

“Choi Ji Na?”

“Hum, rasanya bukan?” Nyonya Lee langsung menyahuti pertanyaan Sungmin. “Aku memang tidak mengingat siapa dia. Tapi rasanya bukan itu, rasa-rasanya marganya Kim..”

“Kim?”

“Tsk, sudahlah. Sepertinya itu tak terlalu penting, jangan terlalu difikirkan. Ya sudah, aku harus menyiapkan makanan. Silahkan lanjutkan pembicaraan kalian…” ucap Nyonya Lee sambil benar-benar meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Sungmin dan Eunhyuk yang masih saling bertatapan.

“Kim? Kim Yoo Jin?” Tanya Eunhyuk meyakinkan. Sungmin tampak mengangkat bahu.

*

Suasana ruang makan di rumah Tuan Kim tampak lebih ramai dari biasanya hari ini. Sang kepala keluarga yang biasanya selalu berada di luar negeri tampak sudah duduk di singasananya. Ditemani oleh sang istri dan anaknya di dua bangku yang berada di kedua sisinya.

“Soeun, bagaimana keadaanmu?” Tanya Tuan Kim sejenak memberi jeda kegiatan makannya. Ia mengalihkan perhatiannya pada putri tunggalnya yang duduk di sebelah kirinya.

“Ini sudah lebih baik..” sahut Soeun pelan dan berusaha tersenyum.

“Kau seharusnya jangan pernah lagi menembus hujan begitu saja lain kali…” ucap wanita dihadapannya ikut bicara. Nada kembali lembut kalau sudah disaat-saat begini. Sebenarnya bisa dibilang Soeun begitu muak, tapi ia terlalu malas mengatakan apapun. Terlalu muak.

“Ya, akan kulakukan…” ucap Soeun datar sambil terus menyantap makanannya.

“Oiya Soeun…” Tuan Kim kembali memecah keadaan. Membuat kedua perempuan di depannya kembali menoleh padanya. “Tadi ayah mendapat undangan pesta ulang tahun dari Tuan Lee Soo Man. Putrinya, Sunny, teman masa kecilmu mengadakan perayaan ulang tahun minggu depan dan ia ingin kau datang. Jadi sebaiknya kau datang…”

“Eung ayah, aku…”

“Ayolah jangan menolak, Tuan Lee pasti akan sangat kecewa kalau kau tak datang. Lagipula bukankah kau dan Sunny begitu dekat?”

“Memang tapi…”

“Maka sebaiknya kau ikut…”

Soeun terdiam oleh kata-kata ayahnya. Selama ini pesta dan keramaian adalah salah satu hal yang jauh darinya. Tapi… sepertinya ceritanya akan berbeda.

“Kalau kau tak suka keramaian bagaimana kalau kau hanya datang untuk beberapa saat? Lalu setelah menemui Sunny kau meninggalkan pesta? bagaimana?” Wanita di depannya ikut berpendapat sambil tersenyum lembut padanya. Soeun tampak berfikir sejenak, lalu kemudian menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku akan datang…”

*

Tempat itu sudah ramai dan meriah ketika mobil silver Eunhyuk datang. Eunhyuk menghembuskan nafas lega, lalu mematikan mesin mobillnya yang masih menyala. Perhatiannya kemudian beralih pada sosok di sampingnya.

“Ini tempatnya?” Tanya Sooyoung sambil memperhatikan tempat berlangsungnya pesta. Eunhyuk dengan cepat mengangguk.

“Ne. Kekasih sahabatku merayakan ulang tahunnya di dalam. Itu sebabnya aku mengajakmu kemari…”

“Pestanya terlihat menyenangkan..” ucap Sooyoung takjub sambil masih memperhatikan tempat itu.

“Ya, konsepnya adalah Fairy tale, di warnai oleh pesta dansa. Terlalu feminim, tapi aku rasa kau menyukainya…”

“Asalkan selalu bersamamu aku pasti suka..” ucap Sooyoung cepat. Membuat Eunhyuk tersenyum.

“Apa kita bisa masuk sekarang?”

“Hum, tentu. Ayo…”

Kedua orang itu kemudian masuk bergandengan ke dalam.

*

Sebuah hall yang besar yang dipenuhi oleh orang-orang yang menari langsung menyambut Soeun ketika ia baru saja memasuki tempat itu. Soeun menghela nafas pelan, ia kemudian segera memasuki tempat yang dipenuhi oleh pasangan-pasangan tersebut. Berniat mencari orang yang berulang tahun.

Tak lama setelah itu, Eunhyuk dan Sooyoung tampak juga datang dan bergabung. Mereka saling tersenyum satu sama lain melihat keramaian pesta. Sebelum akhirnya memutuskan untuk bergerak ke arah kiri. Arah yang berlawanan dengan Soeun.

*

“Sunkyu, selamat ulang tahun…”

Kedua gadis itu tampak saling berpelukan setelah acara penyerahan kado. Membuat seorang pemuda yang mendampingi Sunny hanya bisa ikut tersenyum melihat keduanya.

“Aku awalnya berfikir kau tidak datang, Soeun. Aku senang kau disini…” ucap Sunny setelah melepaskan pelukan mereka. Ia menggenggam tangan Soeun erat. Sangat jelas kalau mereka cukup dekat.

“Ini adalah hari ter-special untukmu. Mana mungkin aku tak datang…”

“Baguslah. Oiya, perkenalkan Soeun, ini adalah Sungmin oppa. Dia kekasihku…” ucap Sunny sambil menyentuh bahu Sungmin. Sungmin tampak tersenyum pada Soeun setelah itu, lalu mengulurkan tangan.

“Hey, aku Lee Sungmin. Salam kenal…”

“Aku adalah Kim Soeun. Salam kenal…” sambut Soeun sambil membalas jabatan Sungmin. Sunny tampak ikut tersenyum pada keduanya.

“Oiya, kau datang dengan siapa?” Tanya Sunny kemudian.

“Huh?”

“Ini pesta dansa. Kau tak membawa teman untuk ikut berdansa?”

“Tsk, aku tak mempunyainya…” ucap Soeun sambil tersenyum. Membuat ekspresi Sunny berubah,

“Tsk, kau seharusnya memilikinya. Lalu perkenalkan padaku…”

“Mungkin bukan kali ini…” ucap Soeun tersenyum kecil.

“Ya sudah, pergilah berkeliling dan nikmati pestanya. Aku harus menyambut tamu lainnya. Oiya disini banyak teman-teman kita dulu. Jadi aku rasa kau tidak akan bosan…”

“Baiklah…”

“Ya sudah, aku akan menemuimu nanti Kim So Eun. Sampai jumpa lagi…”

“Sampai jumpa lagi…”

Soeun tersenyum sambil menatap kepergian Sunny dan Sungmin yang menyambut tamu yang lainnya. Gadis itu tampak menghela nafas, sebelum akhirnya mulai melangkah ke sisi lainnya.

“Hey! Soeun!”

Soeun menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memaggil namanya. Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap beberapa orang yang datang padanya.

“Kau Kim So Eun.. aku tak salah, bukan?” Tanyanya antusias. Soeun tampak menganggukkan kepalanya.

“Ne, kau Kim Hyunah bukan?” Tanya Soeun ragu. Gadis itu mengangguk cepat.

“Ya, tentu. Aku kira kau melupakan namaku. Oiya, dengan siapa kau kemari? Apa kau membawa pasangan?” Tanya Hyunah antusias sambil melirik sekitarnya. Soeun dengan cepat menggeleng.

“Sayang sekali tidak…” ucap Soeun.

“Tsk, benarkah? Bagaimana mungkin sampai sekarang kau belum punya pacar juga?!” Tanyanya dengan ekspresi kaget dibuat-buat. Soeun hanya tersenyum kecil sambil menunduk. Hyunah tersadar setelah itu. “Ash terserahlah. Yang penting kita harus bersenang-senang sekarang. Ayo Soeun, ikut aku…”

“K-Kemana?” Tanya Soeun ragu ketika Hyunah menariknya. Gadis itu tampak mendelik.

“Tentu saja bersenang-senang. Ayolah ikut saja…” ucap Hyunah dengan cuek. Ia kemudian tetap menarik Soeun bersamanya. Membawanya bergabung dengan orang-orang yang asyik berdansa.

“Hey!”

Hyunah berseru sambil menepuk pundak seorang pemuda yang membelakanginya. Membuat pemuda itu menoleh.

“Eh, Hyunah…”

“Hum…” ucap Hyunah sambil menarik Soeun lebih dekat dengannya. “Kyuhyun-ah, bukankah tadi kau bilang kau tak membawa pasangan. Lihat, aku punya teman disini…”

“Hyunahh—“

“Ayolah Soeun. Ini akan menyenangkan…” ucap Hyunah meyakinkan temannya. “Kyuhyun-ah ini adalah Kim So Eun. Soeun ini adalah Cho Kyuhyun. Kalian senasib malam ini karena tak memiliki pasangan…” ucap Hyunah sambil memperkenalkan satu dan yang lain.

Kyuhyun tampak tersenyum pada Soeun setelah penjelasan Hyunah. Sementara Soeun tampak menunduk, wajahnya memerah karena merasa malu.

“Hey, Kim So Eun. Aku adalah Jang Hyun Seung Cho Kyuhyun, salam kenal…” ucap Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya. Soeun tampak melirik tangan itu singkat, lalu dengan ragu-ragu mulai mengangkat wajahnya dan menerima uluran tangan itu.

“Senang mengenalmu…” ucapnya kaku.

“Nah, sekarang kalian sudah saling mengenal satu sama lain. Jadi silahkan memperakrab satu dan yang lain. Aku pergi…” ucap Hyunah sambil mengangkat tangannya.

“Hyunah!!” Panggil Soeun tak nyaman pada Hyunah. Namun terlambat, gadis itu sudah benar-benar menjauh. Menyisakan keduanya disana.

“Tak usah gugup, kita bisa bicara santai…” ucap Kyuhyun sambil tersenyum melihat wajah memerah Soeun. Soeun mengangkat wajahnya, ikut menatap Kyuhyun untuk pertama kalinya. “Ayo kita mencari minuman…” ajak pemuda itu sambil menarik tangan Soeun bersamanya. Mau tak mau Soeun akhirnya hanya bisa mengikutinya.

*

“Minum?” Tanya Sungmin sambil mengulurkan segelas minuman pada Eunhyuk. Eunhyuk tampak tersenyum dan menerimanya.

“Terima kasih..” ucap Eunhyuk sambil sedikit mencium minuman itu. Sungmin tersenyum.

“Itu tak mengandung alkohol. Aku sengaja memilihkannya karena nanti kau akan menyetir…”

Eunhyuk tersenyum kecil mendengar ucapan Sungmin lalu meminum minuman tersebut. Ia kemudian mengangkat wajahnya, mengikuti arah pandangan Sungmin ke depan sana.

“Choi Sooyoung… kau benar-benar menyukainya?” Tanya Sungmin sambil terus menatap dua gadis yang berdiri beberapa meter dari mereka. Kedua gadis itu adalah Sunny dan Sooyoung yang tampak sudah akrab walau baru berkenalan beberapa menit.

“Ya…” sahut Eunhyuk pelan. “Aku sangat menyukainya…”

“Aku bisa melihatnya….” ucap Sungmin pelan sambil menyesap minumannya. Sementara kali ini Eunhyuk kembali berpaling padanya.

“Kau sendiri bagaimana? Kau menyukai Sunny?” Tanya Eunhyuk balik. Sungmin tersenyum kecil, lalu mengangguk.

“Ya, aku bahkan semalam sudah mengajaknya tunangan tepat di tengah malam…”

“Tunangan?”

“Hum, dia masih mempertimbangkannya…” sahut Sungmin pelan sambil menyesap minumannya kembali. Sementara Eunhyuk tiba-tiba terdiam setelah itu. Entah kenapa kata ‘tunangan’ begitu terdengar sedikit janggal baginya. Seakan ia pernah mempunyai kenangan khusus dengan kata itu.

“Apa yang kau fikirkan sekarang?” Tanya Sungmin ketika melihat temannya itu kembali melamun. Eunhyuk langsung tersadar setelah itu.

“Hum, tidak ada..” sahutnya kikuk sambil meminum minuman di gelasnya tadi. Berusaha menepis fikirannya yang tadi.

Deg!

Eunhyuk menghentikan gerakannya ketika tiba-tiba pandangannya bertemu suatu titik. Ia mengerutkan dahi, berusaha melihat lebih seksama dan meyakinkan bahwa dirinya tidak salah. Tidak salah mengenali orang yang kini sedang berjalan dengan pasangannya menuju hall dansa.

“Kyuhyun-ssi, kubilang jangan. Aku tak bisa berdansa..”

Terdengar tolakannya yang memelas pada pasangannya. Wajahnya memerah, pertanda cemas. Sementara salah satu tangannya tampak menyentuh punggung tangan laki-laki yang memegang pergelangan tangannya yang lain. Menolak untuk dibawa.

“Kyuhyun-ssi, kumohon…”

“Jangan cemas Soeun-ssi, aku akan mengajarimu..”

“Tapi…”

Kata-katanya pada akhirnya hanya kembali terpatahkan. Gadis itu kemudian hanya bisa pasrah ketika menyadari mereka sudah sampai di tengah. Ia menunduk. Berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah

“Soeun-ssi, sebaiknya kau mengangkat wajahmu…” ucap yang laki-laki sedikit terkekeh melihat ekspresi gugup Soeun. Gadis itu tampak menggeleng cepat sambil terus menunduk.

“Kumohon ayo kita pergi darisini…” ucapnya nyaris tak terdengar. Kyuhyun lagi-lagi kembali tersenyum. Tangannya tampak mulai berani menyentuh Soeun lebih, menariknya mendekat. Membuat gadis itu kaget dan reflek mendongak.

“Tidak apa-apa, kubilang… aku akan mengajarimu…” ucapnya sambil tersenyum dan balas menatap Soeun. Ia meraih kedua tangan Soeun dan melingkarkan di lehernya, lalu setelah itu melingkarkan tangannya sendiri di pinggang Soeun.

Deg!

Sesuatu yang berat rasanya baru saja memukul kepala Eunhyuk secara mendadak. Membuat pemuda itu reflek menyentuh kepalanya. Kata ‘mengajari’ dan ‘menari’ tiba-tiba saja mengelilingi peredaran otakknya. Membuatnya bertambah pusing.

“Hyuk! Kau kenapa?” Tanya Sungmin mulai menyadari perubaha temannya. Lagi-lagi Eunhyuk tersadar, menatap Sungmin seperti seseorang yang kikuk. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya kembali pada kedua pasangan yang belum menyadari keberadaan mereka. “Hyuk! Bicaralah. Apa kepalamu sakit lagi?” Tanya Sungmin cemas. Eunhyuk kembali menoleh pada sahabatnya itu.

“Tidak apa-apa…” sahutnya singkat sambil meletakkan gelas minumannya ke atas meja yang terletak dekatnya. Ia kembali menoleh ke belakang, kearah Soeun. Yang mau tak mau membuat Sungmin bertambah heran.

“Hyuk, kau tiba-tiba berkeringat. Apa yang terjadi?” Tanya Sungmin sambil ikut menoleh pada arah pandangan Eunhyuk.

“Is it ok?” Tanya Kyuhyun sambil terus membawa Soeun bergerak pelan sesuai ritme musik. Soeun tampak mengangguk pelan, masih tetap menunduk. “Cobalah menjawab sambil menatapku…” ucap Kyuhyun sambil mengangkat dagu Soeun. Yang mau tak mau membuat wajah itu menengadah, menampakkan wajah yang memerah. “Kau begitu manis…” puji Kyuhyun sambil kembali tersenyum padanya.

“Cho Kyuhyun-ssi aku—“

“—bicaralah dengan menatapku. Jangan menunduk…” ucap Kyuhyun kembali menyentuh dagu Soeun untuk kembali menengadah padanya. Mencegahnya untuk menunduk lagi. Kedua mata Soeun akhirnya kembali bertemu dengan kedua manik memikat milik Kyuhyun. Membuat wajah itu semakin memerah.

!!

Tangan Eunhyuk tiba-tiba mengepal melihat moment di depannya. Sesak. Tidak suka. Entah kenapa ia mulai merasakan hal itu. Siapa dia? Siapa gadis ini? Apa kedudukannya hingga ia bisa membuat Eunhyuk seburuk ini ketika Eunhyuk melihatnya dengan laki-laki lain.

“Hyuk-ah…”

“Eunhyuk…”

!!

Kedua orang itu masih sama-sama memiliki sepasang mata yang saling bertatapan satu sama lain. Salah satu tangan berada di dagu yang lainnya, membuat nuansa romantika lebih terasa bersama suara musik klasik yang menggema. Sedikit meninggalkan budaya orang yang baru mengenal sekitar tiga puluh menit ini.

“K-Kyuhyun-ssi..”

Soeun adalah yang pertama yang keluar dari tatapan yang menghisap itu. Mulai ikut menyentuh tangan Kyuhyun, berusaha membuat Kyuhyun melepas dagunya.

“Kenapa?” Laden Kyuhyun sambil melepas dagu Soeun. Tangannya kini kembali ke pinggang Soeun. Membawanya untuk lebih dekat. Hal itu membuat Soeun lebih-lebih merasa gugup.

“Aku.. tidak bisa…” lirih Soeun sambil menunduk.

“Huh?”

“Aku bilang aku tidak bisa…” ulang Soeun lebih jelas dan mendongakkan kepalanya. Balas menatap Kyuhyun sejenak sebelum kembali menunduk. Senyuman tipis mulai terlihat di wajah Kyuhyun setelah.

“Bukankah aku bilang aku akan mengajarimu?” Tanya Kyuhyun sedikit menunduk wajahnya. Berbisik ke telinga itu sambil terus membawanya bergerak ke kiri dan kanan sesuai alunan nada.

Dan itulah masalahnya…

Soeun menunduk semakin dalam setelah ucapan Kyuhyun. Ini benar-benar tak nyaman sama sekali, sikap Kyuhyun – orang yang belum di kenalnya. Dan… kata-kata Kyuhyun, Soeun masih mengingat dengan baik bahwa ada orang lain yang sebelumnya mengatakan kata-kata yang sama padanya. Jujur ini mulai terasa menyesakkan…

“Soeun-ssi?”

Soeun kembali merasakan pegangan Kyuhyun mengerat di pinggangnya. Membuat mereka benar-benar dekat, bahkan menempel.

“Kita bisa memulai pelajaran kita?” Tanya Kyuhyun sambil sedikit berseringai. Salah satu tangannya yang berada di pinggang Soeun sedikit bergerak keatas, menyentuh punggung Soeun untuk membawanya semakin menempel. Gerakannya yang tiba-tiba itu membuat Soeun kembali mendongak kaget.

“Rileks…” bisiknya terdengar santai di telinga Soeun. Membuat gadis itu merasa sedikit bergidik merasakan hembusan nafas di sekitar bagian sensitifnya. “Huh, itu bagian sensitifmu…” ejeknya kembali tersenyum tipis melihat reaksi Soeun.

“Ini menarik..” lirihnya sambil meniup bagian itu sekali lagi, berniat menggoda, yang membuat Soeun merasa lebih gelisah. Ini sudah keterlaluan.

“Berhenti..” pinta Soeun pelan merasa begitu tak nyaman.

“Bukankah kita bahkan belum memulai pelajarannya? Kenapa harus berhenti ditengah jalan begini?” Tanya Kyuhyun dengan nada yang terdengar lebih menggoda dari sebelumnya. Membuat Soeun lagi-lagi harus merasakan hembusan nafasnya di daerah sensitifnya, juga gerakan tangannya yang terus bergerak di belakang punggungnya. Membuat keresahan pada diri Soeun bertambah.

“Kyuhyun-ssi! Leppas—“

“Harus bagaimana sekarang? aku tidak melepaskan gadis yang sudah berada di dalam pelukanku dengan mudah. Dan kau sudah disini…” ucap Kyuhyun malah semakin mempererat pelukannya. Benar-benar membuat Soeun benar-benar menjadi lebih gelisah.

“K-Kyuhyun-ssi, apa yang anda sedang lakukan?”

Alis Eunhyuk menaut. Dahinya mengerut dan tatapan matanya lebih menajam melihat apa yang terjadi pada pasangan di depannya. Membuat dadanya semakin sesak merasa ada yang salah disana.

“Sepertinya ada yang tidak beres dengan dua orang ini..” ucap Sungmin menyampaikan apa yang ada dalam fikirannya. “Semacam pemaksaan…”

Dan, sepertinya memang itu…

Tanpa fikir panjang Eunhyuk tampak bergerak dari posisinya dengan cepat. Segera menghampiri keduanya. Sungmin yang masih kaget tampak hanya bingung menyadari pergerakan sahabatnya.

“Berhent—“

Grep!

Seseorang tiba-tiba datang dan menarik dirinya dari Kyuhyun.  Soeun juga dapat merasakan orang yang sama sedikit mendorong bahu Kyuhyun untuk menjauhinya.

“YAH!!”

Seruan Kyuhyun menggema, dan disaat itu suasana berubah sedikit hening. Soeun secara perlahan mulai membuka matanya, menemukan dirinya berada dekat dengan bahu khas seorang laki-laki yang athletis.

“Kau membuatnya ketakutan…”

Soeun reflek mendongak mendengar suara itu. Dan benar, ia kembali terpaku. Menatap tak percaya seseorang yang kini berdiri di depannya. Begitu dekat dengannya, terhitung hingga beberapa centimeter wajah mereka bahkan bisa bersentuhan.

“Lalu apa urusanmu? Dia adalah pasanganku disini..” desis Kyuhyun tajam. Membuat aroma panas disana semakin terasa memasuki ruang pesta.

“Jika kau berniat mengajarinya menari… maka caramu benar-benar salah..”

Hyuk-ah…

Mata Soeun terasa kembali mengembun ketika mendengar kata-kata Eunhyuk barusan. Apa mungkin… Eunhyuk mulai mengingatnya?

“Caramu adalah sebuah pemaksaan. Atau mungkin… pelecehan…” desisnya balik sambil menatap pemuda di depannya tajam. Membawa tatapan tak kalah membunuh dari lawannya.

“Lalu maumu apa? Melanjutkan ini lebih serius? huh?” Tanya Kyuhyun mulai benar-benar terpancing. Hal itu membawa emosi yang sama di hati Eunhyuk.

“Kalau kau memang maunya begitu, ayolah!”

“Eunhyuk-ah!”

Hampir saja Soeun menyentuh tangan Eunhyuk untuk melarangnya meladeni Kyuhyun. Namun tiba-tiba tangan yang lain datang, mendahuluinya meraih tangan itu.

“Apa yang kau lakukan, Eunhyuk-ah. Jangan membahayakan dirimu…” larang gadis di depannya cemas sambil menahan Eunhyuk untuk mendekati pemuda di depannya. Eunhyuk mendesah, lalu menoleh pada gadis itu.

“Tapi aku harus Sooyoung, dia menantangku…” ucap Eunhyuk benar-benar emosi. “Lepaskan aku!”

“Tidak!”

“Sooyoung!”

Eunhyuk dan Soyooung sama-sama mengalihkan perhatiannya ketika pemuda di depannya tiba-tiba ikut berbicara. Menyerukan hal yang sama dan bersamaan dengan Eunhyuk. Sooyoung!

“Kau juga disini?” Tanya Kyuhyun dingin sambil berseringai. Pandangannya terlihat kembali merendahkan melihat keduanya. Sementara itu wajah Sooyoung memucat, gugup.

“Sooyoung kau mengenalnya?” Tanya Eunhyuk beralih pada Sooyoung. Sooyoung begitu kaget ditanyai begitu.

“T-Tidak, aku—“

“—Tsk, apa ini? Dia bahkan tak mengenalku?” Kyuhyun memotong dengan dingin. “Dia belum tahu romansa antara kita berdua?”

“Apa yang kau katakan?!” Soyooung menyahut cepat. Sementara ekspresi Eunhyuk langsung berubah, berpaling kembali pada Sooyoung.

“Apa maksud dari kata-katanya?”

“Eunhy—“

“—Aku bilang apa maksud kata-katanya?!” Seru Eunhyuk cepat, geram, dan tak sabar. Sooyoung tak langsung menyahut, ia menggelengkan kepalanya dengan gugup. Berusaha membantah, namun lidahnya terasa kelu.

“Kau lupa? Kita bahkan sempat bertemu di kampusnya sebelumnya…” Kyuhyun kembali mengeluarkan suara dengan santai. Seringaian tercetak baik di bibirnya. “Sebelum kau kecelakaan…”

!

“Arrh!” Eunhyuk reflek memegang kepalanya ketika tiba-tiba kepalanya bereaksi. Kembali, potongan film-film itu berputar di otaknya, dengan cepat.

Sooyoung. Cincin tunangan. Motor. Berpelukan dengan laki-laki lain.
Dan tabrakan!!

“Eunhyuk-ahh, kau baik-baik saja?” Tanya Sooyoung cemas sambil memegangi Eunhyuk. “Eunhyuk—“

“Singkirkan tanganmu!” Seru Eunhyuk cepat sambil menepis tangan Sooyoung. Ia mengatur nafasnya, menatap Sooyoung dengan tajam sambil terus memegangi kepalanya. “Aku sudah mengingatnya! Aku mengingatnya!” ucapnya tak terlalu keras tapi penuh penekanan.

“Eunh—“

“—kau bermain di belakanganku, dan… menjadi salah satu penyebab aku kecelakaan!” ucapnya cepat. Membuat Sooyoung benar-benar kaget, air matanya langsung keluar.

“Eunhyuk—“

“—JANGAN MENYENTUHKU!!” hardik Eunhyuk kasar sambil menepis tangan itu. Ia kemudian bergerak sedikit menjauh, sambil terus memegangi kepalanya. “Kita sudah berakhir!”

“Eun—“

“—Menjauh dariku, arrh…” keluh Eunhyuk sambil memegangi kepalanya. Hampir saja ia tumbang, kalau saja Sungmin tak langsung menopangnya. “Pergi!”

“Eunhyuka—“

“—Aku bilang pergi! Atau aku yang pergi…” ucap Eunhyuk masih dengan tersengal. Ia menatap mata Sooyoung tajam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya berpaling dan berniat mencari sesuatu. Namun ia kaget karena tak menemukan sesuatu.

“Kemana dia?” Tanya Eunhyuk sambil melihat sekelilingnya.

*

“Arrh…”

Soeun merintih ketika untuk kesekian kalinya kakinya terkena masalah karena sepatu. Ia menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan sakit dan air matanya disaat yang bersamaan. Lalu kemudian melanjutkan perjalanannya dengan menuruni tangga yang ada disana.

“Sakit sekali…”

Langkahnya terhenti, gadis itu kemudian kembali menangis lebih deras. Membungkam mulutnya agar tak mengeluarkan suara. Walau nyatanya isakannya tetap terdengar lolos darisana. Tak terlalu bisa membendung beratnya kesedihannya.

“Ini benar-benar sakit sekali…”

“Nona!”

Soeun langsung menoleh ketika seseorang tiba-tiba menghampirinya. Menyentuh bahunya.

“Nona! Kenapa anda pergi begitu saja?” Tanya Eunhyuk yang ternyata menyusulnya. Mereka bertatapan sejenak, sebelum akhirnya Soeun berpaling dan menepis tangannya.

“Tinggalkan aku!” ucap Soeun dingin sambil berniat melanjutkan langkahnya. Namun lagi-lagi Eunhyuk menahan kepergiannya. Menahan bahunya.

“Tolong bantu aku. Jawab apa maksud pertanyaanmu waktu itu, kau mengenalku? Aku mengenal dirimu? Apa kita saling mengenal sebelumnya?” Tanya Eunhyuk bertubi-tubi.

Soeun menghela nafas, menggigit bibirnya. Lalu perlahan berbalik. Menantang mata yang sejak tadi dihindarinya itu.

“Tidak, kita tidak saling mengenal. Tidak pernah saling mengenal…”

“Benarkah?” Tanya Eunhyuk tak yakin.

“Hum…” ucap Soeun sambil menganggukkan kepalanya, bersamaan dengan air matanya.

“Tapi kenapa jantungku selalu berdetak saat bersamamu. Kenapa aku saat ini sangat begitu ingin memeluk dan menghapus air matamu. Kau yakin kita memang saling tak mengenal?” ucap Eunhyuk begitu saja. “Benar-benar tak mengenal?”

“Ayo hentikan in—“

“Jawab aku, nona!” ucap Eunhyuk cepat sambil kali ini meraih pangkal lengan Soeun ketika ia hendak berpaling dan pergi. Membuat mereka saling berhadapan lagi. “Kau yakin kita memang tidak saling mengenal?”

“Lepaskan—“

“Jawab aku!”

“Lepas—“

“Jawab pertanyaanku!”

“EUNHYUK-AH!!”

Hening. Soeun tampak sedikit kaget dengan apa yang baru saja diserukannya. Sementara Eunhyuk terdiam, tampak juga kaget ketika Soeun memanggil namanya dengan keras.

“Kau… tahu namaku?”

“Biarkan aku pergi—“

“Kau sangat mengenalku?”

“Tuan—“

“Kau SANGAT  mengenalku!” Seru Eunhyuk sambil sedikit menyentakkan tangannya yang berada di bahu Soeun. Membuat gadis itu berhenti meronta. Memaksa mereka kembali saling bertatapan. “Kau sangat mengenalku…” ulangnya lebih pelan namun penuh penekanan.

“Apa yang kau katakan?” ucap Soeun sambil berusaha meronta dari pegangan Eunhyuk. “Biarkan aku pergi!”

“Bagaimana kau mengenalku?”

“Biarkan aku pergi!”

“Aku bilang bagaimana KAU BISA MENGENALKU? JAWAB AK—“

*Slap*

Eunhyuk meringis setelah merasakan sebuah tamparan di pipinya. Ia menyentuhnya pelan, lalu beralih pada Soeun dengan pandangan bertanya.

“Aku tegaskan sekali lagi aku tidak mengenalmu, tidak pernah. Jadi jangan membuat lelucon seperti ini. Kau sepertinya terlalu banyak minum dan membuat otakmu sedikit terganggu. Kita pernah bertemu? Tidak. Kita benar-benar tak saling mengenal, jadi berhentilah mengangguku karena aku benar-benar tak punya waktu untuk itu…”

Eunhyuk hanya terdiam kali ini, memegangi pipinya yang benar-benar terasa perih sambil mendengarkan kata-kata Soeun. Sebentar ketika Soeun menarik tangannya dari genggamannya, ia pun akhirnya melepaskannya begitu saja.

“Aku pergi, jangan libatkan aku lagi disini…” ucap Soeun sebelum berbalik. Sebelum pergi ia tampak berhenti sesaat, melepas sepatu high heels yang membelenggu kakinya. Lalu kemudian ia berlari darisana, terus menjauh seperti takut Eunhyuk akan menyusulnya.

Sementara Eunhyuk masih terpaku di tempatnya. Menatap kepergian gadis itu hingga ia benar-benar menghilang dari pandangannya.

“Aku tidak mabuk, bagaimana mungkin aku mabuk sementara aku tidak minum alkohol pada hari ini. Ini benar-benar kesungguhan yang aku rasakan, kesungguhan bahwa aku mengenalmu. Sangat mengenalmu…” ucapnya lirih sambil merasakan kembali bekas tamparan Soeun di pipinya.

*

“Hikss…”

Soeun kembali membungkam mulutnya ketika tangisnya kembali pecah ketika ia benar-benar sudah keluar dari tempat pesta. Ia mendesah pelan, menengadahkan kepalanya pelan sebelum kembali menoleh ke belakang.

“Ayo kita hentikan disini…” ucapnya pelan. Ia kembali berpaling, meredam air mata yang benar-benar tak tertahan untuk tidak berjatuhan. Hingga ketika melihat sebuah taksi, ia mengangkat tangannya. Langsung memasuki kandaraan itu setelahnya.

“Blue Angel Apartement…”

Terdengar suaranya yang serak setelah itu…

*

Eunhyuk melonggarkan dasinya ketika ia berniat kembali memasuki tempat berlangsungnya pesta. Namun nyaris beberapa langkah ia mencapai ambang pintu, ia mendesah ketika ia kembali mengingat sesuatu.

“Eunhyuk-ah, kumohon dengarkan aku dulu!”

Eunhyuk menggeleng pelan sambil mempercepat langkahnya meninggalkan tempat itu. Meninggalkan keramaian itu dan mencari gadis yang membuatnya bingung itu. Mengabaikan Sooyoung yang terus memanggilnya. Dengan menangis.

“Eunhyuk-ah, Eunhyuk!”

Tetap berjalan, tetap tak berbalik…

“Eunhyuk-aah!!”

“Eunhyuk kau sebelumnya pernah berjanji akan memaafkanku kalau aku sempat membuatmu kecewa…”

Deg!!

Kali ini langkahnya terhenti. Eunhyuk mendesah pelan ketika ia langsung mengingat bagian itu. Sesaat setelah menghela nafas dalam, ia membalikkan badannya. Kembali menatap wajah itu.

“Kau sudah berjanji padaku….” ucapnya sendu. Eunhyuk dapat melihat air matanya yang terus menetes.

“Ne, aku mengingat itu. Sangat mengingatnya…” sahut Eunhyuk pelan namun penuh penekanan. Matanya balas menatap mata basah Sooyoung dari jarak yang memisahkan mereka. “Tapi maafkan aku, aku tak bisa menepatinya…”

“Eunhyuk-ah…”

“Semuanya tak sesederhana itu, kau menyakitiku terlalu jauh. Aku bahkan sampai hampir kehilangan nyawaku karena rasa kecewa yang kau bebankan padaku…”

“Eunhyuk—“

“—Kalau kau bertanya, bukankah aku pernah berjanji akan memberikanmu satu kesempatan sebelumnya, kau lupa aku pernah melakukannya. Hari itu, sebelum aku pergi, aku bertanya berulang kali padamu untuk kembali padaku dan meninggalkan kekasihmu. Tapi kau tak mendengarku, waktu itu kau tetap memilihnya dan mengabaikan uluran tanganku. Kalau kau mengingat aku bahkan memberikanmu lebih dari satu kesempatan, Choi Sooyoung. Aku memberimu terlalu banyak…..”

“Tapi itu tak berguna, kau tetap mengacuhkanku….”

Sooyoung terdiam karena kata-kata itu. Menundukkan wajahnya yang benar-benar terlihat sedih. Mungkin menyesali apa yang sebelumnya terjadi.

“Apa.. kau sudah tak mau memberiku sekali lagi? Benar-benar menanyaiku untuk sekali lagi?”  Tanya Sooyoung sambil kembali mengangkat wajahnya dan menatap Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum kecil, lalu menggeleng.

“Tidak, mengulurkan tangan terlalu lama membuat tanganku begitu pegal. Sekarang, walau kau telah bersedia menerima ulurannya sekali lagi pun, semuanya tidak akan terlalu sama. Tanganku tak akan kuat lagi menggenggam tanganmu terlalu lama…”

“Maka, ayo kita hentikan…”

“Eunhyuk-ah…”

Sooyoung menangis lebih menyedihkan setelah kata-kata Eunhyuk, yang kali ini kembali dijawab senyuman oleh Eunhyuk.

“Kurasa sebaiknya kita kembali berteman…”

 

“Kau disini?”

Lamunan Eunhyuk buyar ketika mendengar suara Sungmin. Pemuda itu mengangkat wajahnya kembali, menatap Sungmin dan pasangannya yang mendekatinya dengan wajah cemas.

“Kau pergi begitu saja dalam keadaan yang tidak baik. Aku mencemaskanmu…” ucap Sungmin serius.

“Sejak kapan kau begini romantis padaku. Sunny-ssi bisa-bisa merasa cemburu..” sahut Eunhyuk santai. Kedua orang itu tampak tersenyum kecil mendengar candaan Eunhyuk, melepaskan rasa tegang dan cemas sebelumnya. Sementara wajah Eunhyuk mulai berubah serius setelah itu. “Mengenai tadi, aku minta maaf pada kalian berdua, terutama padamu, Sunny-ssi…” ucapnya lirih.

“Kenapa harus meminta maaf?” Tanya Sunny heran.

“Aku membuat kekacauan di pesta dansamu…”

Kedua orang itu kembali tertawa kecil. “Itu tidak masalah, kau tak perlu memikirkannya. Benar begitu bukan, chagiya?” Tanya Sungmin meminta pendapat Sunny. Sunny tersenyum, lalu mengangguk.

“Itu bukan salahmu, bahkan aku bersyukur ada kau disana dan menyelamatkan sahabatku Soeun dari keisengan orang-orang tak bertanggung jawab seperti mereka…” sahut Sunny. Eunhyuk menoleh padanya.

“Sahabat? Kim So Eun?”

“Ya, gadis bergaun putih tadi. Dia adalah sahabat sejak kecilku, yang sayangnya baru bertemu kembali hari ini dengannya…”

Eunhyuk kembali terdiam, tak terlalu mendengarkan kata Sunny setelah itu. Difkirannya kini hanya ada satu hal yang memenuhinya. Kim So Eun.

*

“Hh…”

Wajah itu memerah sempurna, beriringan dengan air mata yang terus membasahinya. Diiringan oleh suara desah kepedasan. Begitu kepedasan.

Dan kau lihat itu, gadis bodoh itu kembali melakukan hal yang sama…

Walau ia sudah lama tahu bahwa,

Ini tidak pernah membantu.

Sekalipun.

*

“Kim So Eun… Kim So Eun… Kim So Eun…”

Nama itu terus menggumam dari bibir yang sama daritadi. Keluar dari bibir yang kali ini tengah berbaring nyaman di tempat tidurnya. Berhasil membuat dinding-dinding yang menahan pantulan suaranya merasa bosan.

“Kim So Eun…”

Lagi memanggil, kali ini dengan mengambil posisi duduk. Menatap wajah yang sama yang ditunjukan olehnya beberapa jam ini. Wajah yang terlalu berambisi untuk menjawab sesuatu.

“Siapa Kim So Eun? Darimana aku mengetahui nama ini?” Tanya bingung sambil kembali mendesah berulang-ulang kali. Ia berdecak, mengacak rambutnya frustasi. “Arrh. Ini bisa membuatku gila…”

Eunhyuk mengerang kesal sambil bangkit dari tempat tidurnya, lalu berjalan keluar kamar. Berniat mendapatkan minuman untuk membasahi kerongkongannya yang kering akibat menggumamkan nama Kim So Eun terlalu lama.

*Clek!*

Eunhyuk segera meneguk air mineral yang di dapatkannya dari kulkas, berusaha menghilangkan rasa tak nyaman di kerongkongannya. Desahan lega yang panjang kembali terdengar setelah ia hampir menghabiskan seluruh isi botol.

Eunhyuk segera meletakkan kembali botol minuman tadi ke tempat asalnya. Namun ketika ia hendak menutup pintu kulkas tiba-tiba gerakannya terhenti. Mata Eunhyuk tiba-tiba menemukan sesuatu.

“Apa ini?” Tanya Eunhyuk sambil meraih bungkusan ramen yang menarik perhatiannya. Bibirnya yang tadi sedikit mengemabngkan senyuman tipis tiba-tiba memudar. Bersamaan dengan ekspresi wajahnya yang terlihat kembali serius.

“Hentikanlah, nanti kau malah sakit perut..”

“Arrh…”

Eunhyuk kembali mengeluh sambil memegangi kepalanya ketika rekaman dalam otaknya kembali melintasi fikirannya dengan cepat. Menemukan potongan sebungkus ramen berwarna sama disana yang saat itu sedang disantap dengan warna merah yang mengerikan oleh seseorang yang duduk membelakanginya.

“Apa yang terjadi?”

Eunhyuk terus mengerang sambil memegangi kepalanya yang ingin meledak. Tubuhny merosot, jatuh berlutut dilantai akibat rasa sakit yang dirasakannya.

“Aarhht, apa yang terjadi padaku??”

*

Ponsel itu terus berdering dan bergetar dari tadi. Nadanya terdengar begitu dominan, menggema di dalam ruang apartement yang sepi dan temaram.

Disana, di atas tempat tidur, sebuah raga meringkuk dengan tenang. Hening, benar-benar hening walau dering ponsel benar-benar begitu nyaring. Nyatanya si raga pemilik ponsel sama sekali tidak bereaksi, masih meringkuk disana dengan air mata yang memenuhi matanya.

Kali ini menangis tanpa suara…

*

“Cepatlah, tsk!!” seru Eunhyuk kesal sambil menyeret Sungmin bersamanya. Membuat pemuda imut yang bersikap manly itu berdecak berulang kali sambil mengikuti sahabatnya. Terdengar sesekali mengomel.

“Sebenarnya apa maksudmu datang pagi-pagi ke apartementku dan memintaku menunjukkan tempat kecelakaanmu?” Tanyanya bosan.

“Tsk, sudahlah. Kau tak perlu tahu yang penting antarkan saja…” ucap Eunhyuk sambil menyeret temannya itu ke arah mobilnya. Membuat Sungmin akhirnya hanya bisa menurut.

“Disini tempatnya…” ucap Sungmin sambil mengedikan kepalanya setelah ia menghentikan mobilnya. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya, tentu ia begitu lelah karena semalam ia baru saja begadang mengerjakan tugas. Namun pagi-pagi sahabatnya ini sudah membangunkannya dan menyeretnya kemari. Membuat tubuhnya benar-benar merasa seperti remuk.

“Hh, yah, aku mengingatnya…” ucap Eunhyuk seperti menerawang. “Waktu itu karena terlalu kecewa pada Sooyoung aku bahkan mencapai kecepatan yang gila. Silang sana silang sini dan menyalip begitu saja. Laju motorku akhirnya berhenti setelah sebuah mobil menghentikanku, membuatmu melayang dan terpental kesana…” ucap Eunhyuk mengingat kembali kejadian itu. Sungmin menyunggingkan sedikit senyuman khasnya.

“Yah, bahkan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo juga pernah mengalaminya. Itu tidak begitu mengherankan kalau sekali kau terkena sial, apalagi dengan keadaanmu waktu itu…” celoteh Sungmin cuek. Eunhyuk meresponnya dengan senyuman tipis, sebelum akhirnya membuka sabuk pengamannya. Keluar dari mobil. “Apa yang ingin kau lakukan?” Tanya Sungmin lagi. Yang sayangnya kembali tak disahuti karena pemuda lainnya sudah benar-benar keluar dari mobil mewah itu.

Tempat itu benar-benar tidak asing. Suasananya, keadaannya, bahkan kelembapannya. Eunhyuk begitu mengingat hal itu dengan baik. Dengan cukup damai. Walau tempat ini benar-benar nyaris merenggut nyawanya.

“Hh, bahkan di tempat yang seharusnya mengerikan ini aku bisa begini damai. Merasa seperti aku kembali menuju kenangan paling terindah dalam hidupku…” ucap Eunhyuk sambil tersenyum kecil. Pandangannya kini memperhatikan lebih intens disekitarnya, berharap menemukan sesuatu disini.

“Ahh, kenapa kau benar-benar aneh setelah kecelakaan itu. Tsk, untuk apa kau menghabiskan waktumu disini…” ucap Sungmin yang entah sejak kapan berada di belakangnya. Eunhyuk lagi-lagi tak menyahut, pemuda itu masih juga berdiri di pinggir jembatan, menatap aliran sungai yang melintas dibawahnya. “Arrh, terus saja menganggapku patung disini…” celoteh Sungmin bosan sambil berlutut. Berniat memasang tali sepatunya yang lepas.

!!

“Huh, ini apa?”

Sungmin mengangkat alisnya ketika ia menemukan sesuatu. Ia memiringkan kepalanya, melihat lebih jelas apa yang baru saja dilihatnya.

“Sebuah kotak perhiasan?”

Eunhyuk menoleh setelah ucapan Sungmin. Dimana saat ini pemuda itu tampak mengorek-ngorek selokan dengan sebuah ranting yang ada disana. Berusaha mengambil sesuatu.

“Apa itu?” Tanya Eunhyuk penasaran sambil ikut mendekat. Ikut berjongkok di samping Sungmin.

“Sepertinya aku menemukan harta karun…” ucap Sungmin asal sambil berseringai. Ia tampak tersenyum puas ketika ia mendapatkan apa yang di koreknya, langsung memegangnya. “Wah—“

“—Ini!”

Sungmin begitu kaget ketika Eunhyuk langsung merebut benda itu ketika ia hendak membukanya. Ia menatap kesal pada Eunhyuk dan berniat mengomelinya, namun ia tak jadi melakukannya ketika ia melihat wajah Eunhyuk.

“Apa mungkin itu punyamu?”

“Hum, sebelum kecelakaan itu aku membawakannya untuk Sooyoung. Berniat menghiburnya…”

“Oh…” Sungmin sedikit menyesal menanyakannya.  “Tapi sekarang pasti tak berguna lagi, kan? Mungkin kau berniat membuangnya…”

*Sreet!*

“Jangan diambil!”

“Itu sudah tidak ada gunanya, biarkan saja. Bahkan kalau aku tidak kecelakaan aku juga akan membuangnya…”

“Arh! Kenapa kau masih mengambilnya? Cepat buang kembali!”

“Arrgh…”

Eunhyuk mengerang, kembali dengan tiba-tiba menyentuh kepalanya ketika hal itu terjadi kembali.

“Eunhyuk, apa yang terjadi padamu?” Tanya Sungmin begitu kaget. Ia menahan bahu Eunhyuk, menahannya untuk tumbang.

“Arrght, kepalaku… ahh…”

“Aku perlu memanggilkan dokter untukmu. Tunggu!!”

“Apa yang kau lakukan sekarang?”

Eunhyuk berseru kesal pada gadis di depannya. Dimana gadis itu menunduk dan mencari sesuatu di sakunya, sebelum akhirnya menempelkannya di telinga sambil menoleh padanya. Membiarkan Eunhyuk melihat lebih jelas wajahnya.

“Aku akan menyimpan ini..”

“Arrh…”

“Tsk, tunggu eunhyuk-ah, aku akan meminta ambulansnya datang dengan cepat..” ucap Sungmin cemas sambil mengotak-atik ponselnya.

“Kenapa harus begitu?!”

Ia bertanya, dengan wajah tersenyum. Menatap wajah manis di depannya yang juga sedang tersenyum manis. Begitu manis dan cantik dengan sebuah ponsel yang menempel di setengah wajahnya.

“Hanya sebagai ingatan untukmu. Katamu tadi bukankah kau ingin membuangnya kalau kau tidak kecelakaan? Ya sudah! maka tetap lakukan itu setelah kau sadar nanti. Minta padaku lagi, lalu buang sendiri..” ucapnya begitu ceria, begitu cantik. Membuat Eunhyuk juga ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku anggap ini janji. Setelah aku sadar nanti aku akan mengambil sendiri , lalu… membuangnya sendiri. Begitu maksudmu bukan, hum?”

“Hum…”

“K-Kim So Eun…”

“Huh?”

Sungmin menoleh pada Eunhyuk setelah ia menggumamkan sesuatu. Dimana saat ini ia masih memegang kepalanya, walau ia tak lagi merintih.

“Soeun…”

“Apa yang sedang kau katakan?”

“Malaikat penyelamatku!”

“Hey!”

Sungmin berseru kaget ketika Eunhyuk bangkit dari posisinya. Langsung tergesa-gesa kearah mobil.

“Eunhyuk, ada apa? Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?” Tanya Sungmin cemas sambil berusaha menyusul Eunhyuk. Namun lagi-lagi ia terlambat, karena pemuda itu sudah kembali menutup pintu mobilnya. Membawa mobil itu melaju dengan cukup kencang. Meninggalkan Sungmin yang masih tak mengerti dan panik di tempat tadi.

*

Aku sudah mengingatmu…

“Tuan Hyukjae mengalami koma…”

“Sooyoung-“

“Sooyoung!!”

“Aku tahu kau bisa melihatku!!”

“Aku mohon, tolong bantu aku. Hanya kau yang dapat membantuku…”

“Terima kasih, Kim Soeun…”

“Tapi.. apapun keputusanmu, selama aku masih disini aku akan selalu mendampingi. Walaupun dengan makan ramyun ini, tapi ingat aku selalu disini dan selalu mendengarkanmu. Kau mengerti?”

“Apa hanya ada dia dalam hidupmu? Kenapa kau langsung menyerah ketika dia pergi. Apa kau tak punya ibu? Ayah? Atau keluarga? Bagaimana mungkin kau hanya memikirkan wanita yang baru kau kenal dibanding mereka?”

“Kini selain orang tuaku aku tahu apa alasanku setelah aku sadar. Ketika aku bangun nanti, aku akan menemuimu dan mengajakmu menari bersamaku..”

“Apapun yang terjadi, kau harus terus bertahan. Kau harus terus berharap bahwa suatu hari kau akan kembali. Jangan pernah putus asa lagi walau dengan alasan apapun..”

“YAH!!”

“Soeun, kau mendengarku?”

“Tunggu aku, kumohon… nanti, setelah aku sadar. Aku akan datang menyelamatkanmu, aku akan memberi pelajaran pada nenek sihir yang telah melukaimu. Membuatnya menjauh darimu, membuat ia tak lagi berani menyentuh atau bahkan membawamu dari istana yang tak membuatmu bahagia itu. Kau dengar? Ini.. janjiku.  Mohon tunggu aku…”

Benar-benar mengingatmu…

“Tunggu aku Soeun, aku datang…”

Eunhyuk terus memacu mobilnya dengan cukup kencang. Menebus jalanan kota Seoul yang begitu padat. Dia tak sabar, benar-benar tak sabar. Tak sabar menemui malaikatnya kembali.

*Bip..*

Ponselnya berbunyi, membuat pemuda itu dengan cekatan menarik headseat di telinganya. Mendengarkan ibunya.

“Ya, ibu—“

“—Eunhyuk-ah, akhirnya ibu mengingatnya, temanmu itu.. temanmu yang ibu sukai itu. Ibu ingat namanya. Namanya Kim So Eun, ya Kim So Eun!!” Terdengar seruan excited nyonya Lee baru saja ia mengangkat telepon. Membuat pemuda itu tersenyum dengan tipis.

“Aku tahu bu, aku benar-benar sudah tahu…”

*

“Sialan! Jawab pertanyaanku anak bodoh! Jangan membuatku kesal!”

Wanita itu berseru lantang dan benar-benar kesal. Berdiri di dekat pintu sambil menatap intens lawan bicaranya. Seseorang yang kini masih duduk bersandar di head bed, tanpa melepaskan pakaiannya ataupun sepatu yang  masih dikenakannya.

“Sialan, kau benar-benar ingin bermain trik denganku. Setelah semalam kau tak pulang dan membuat ayahmu begitu marah padaku

Tetap diam…

“Kau benar-benar menantangku rupanya!”

Wanita itu berseru kesal, mendekati Soeun dan kembali melayangkan tangannya.  Kembali menyakiti wajah yang masih bereaksi tak lebih baik dari patung itu.

“Hh, apa itu sudah cukup memberi pelajaran untukmu? Sekarang jawab aku!” seru wanita itu kembali seperti orang kesetanan. Namun lagi-lagi emosinya bertambah tinggi ketika menyadari bahwa gadis itu tetap tak meresponnya. “Hey, berhentilah membuatku kesal!!” ucapnya sambil kembali mengangkat tangannya. Berniat untuk kembali memukul wajah itu, yang kali ini tertahan ketika tangan lain dengan cepat menangkapnya.

“Hey!” Serunya kesal ketika Soeun menyentakkan kembali tangannya dengan kasar. Tak percaya akan perlawanan yang baru diterimanya. “Kau berani—“

“—Ini tak akan membantumu terlalu banyak..” Soeun mengeluarkan suaranya yang pertama. Menatap wajah itu tajam, sebelum akhirnya tangannya kembali bergerak. Meraih sesuatu yang terletak di meja nakas. “Gunakan ini maka hidupmu akan lebih tenang!” sambungnya sambil mengulurkan benda tajam itu pada wanita itu. Membuat wanita itu benar-benar kaget dengan apa yang baru saja didengarnya.

*

*Klik!*

Kotak besi itu dan perlahan membuka setelah beberapa menit Eunhyuk menunggunya. Membuat pemuda itu dengan tidak sabar memasukinya.

“Tunggu aku… tunggu aku…”

Ia terus mengatakan hal yang sama ketika benda itu membawanya naik.

*

“Kau sedang mencoba menantangku?” Tanya wanita itu masih sinis, masih kejam. Menatap remeh gadis di depannya sambil mengambil pisau itu. “Kau fikir aku takut?”

“Aku hanya membantumu lebih mudah…” sahut Soeun datar.

“Huh, awalanya aku juga sudah berfikir bahwa mungkin kau akan bunuh diri. Kurasa tempat dimana ibumu berada lebih baik bukan, dari tempat kumuh ini…” ucapnya remeh. Tangannya yang berisi pisau menari-menari, menyentuhkan sudut benda runcing itu tanpa tekanan di kulit leher Soeun.

“Tapi.. aku bukan orang bodoh. Aku tak mungkin menodai tanganku sendiri membunuh orang sepertimu. Itu sama sekali tak menguntungkan…” ucapnya sinis. “Tapi…”

Soeun meringis, mulai merasakan perih ketika ujung benda tajam itu mengiris permukaan lehernya. Ada cairan kental yang perlahan keluar.

“Sepertinya ini cukup menarik untuk membuatmu sedikit kesakitan. Sedikit balas dendam atas perbuatan ayahmu semalam…”

Soeun menggigit bibir bawahnya, mencengkram bed cover di bawahnya ketika merasakan benda itu mulai menekan kulit wajahnya.

*Sppdd!*

“HEY!”

*Brugh!”

Tubuh itu terdorong, seiring dengan rasa tekanan di wajah Soeun yang mulai mereda. Gadis itu kini membuka mata, berani melihat apa yang terjadi.

“Wanita gila! Apa yang kau lakukan sekarang!”

Pandangan Soeun memang perlahan memudar, seiring dengan suara yang begitu familiar di telinganya. Ia mencoba melihat lebih jelas, mempercayai bahwa ia sama sekali tak salah mengenali.

“Yah, siapa kau?” Seru wanita itu kesal sambil bangkit. Menatap geram pada laki-laki yang kini sudah berada di dekat Soeun. Melindungi gadis itu dengan memeluk tubuhnya yang sudah benar-benar lemah.

“Mulai sekarang kau boleh panggil aku neraka untukmu, seseorang yang akan menyeretmu dalam penjara karena telah melukai orang yang kucintai…”

Dan ibu…

Aku pernah berfikir bahwa kematian itu begitu damai. Apa rasanya seperti ini?

*

“Eungh…”

Bibir itu melenguh pelan ketika mendapatkan kesadarannya. Ia mencoba bernafas lebih leluasa, sambil merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya.

“Kau sudah sadar?”

Wajah itu kembali terlihat ketika ia benar-benar membuka mata. Membuat ia menatap seperti tak percaya pada sosok yang berada di depannya. Mengobati lukanya.

“Lukamu sudah ku obati, untung goresnya tidak terlalu dalam. Jadi seiring waktu ia akan sembuh dan bekasnya menghilang…” ucapnya sambil sedikit tersenyum. Tangannya terus bekerja, mencelupkan ujung handuk di dalam rendaman es dan menyentuhnya ke wajah Soeun.

“Ini adalah mimpi lagi?” Tanya Soeun lirih sambil terus menatap wajah itu. Menatap dengan masih tak percaya dan tak yakin. “Kau mendatangi mimpiku lagi…”

“Apa aku masih terlihat seperti seorang arwah yang mengikutimu kemana-mana?” tanya Eunhyuk sambil meletakkan handuk tadi. Membalas senyuman Soeun. “Tak dapatkah kau merasakan kita berada di alam nyata dengan diriku yang nyata?” Tanya Eunhyuk sambil meraih salah satu tangan Soeun. menggenggamnya.

“Tapi mengapa?” Tanya Soeun lagi. Air matanya menetes, menyentuh luka di bagian pipi kirinya. Yang mau tak mau membuat rasanya kembali sedikit memerih. “Bagaimana kau bisa mengenaliku?”

“Karena aku memang sudah seharusnya mengenalimu…” sahut Eunhyuk pelan sambil mengulurkan tangannya. Menghapus air mata Soeun yang menetesi kembali lukanya. “Kembali berada disini untuk menemanimu…” ucapnya sambil berdiri dari tempat duduknya. Bergabung dengan Soeun diatas tempat tidur dimana Soeun menyisakan ruang yang cukup disisinya.

“Untuk mengajarimu menari…” ucap Eunhyuk sambil mencium pipi Soeun ketika ia sudah berhasil membawa tubuh itu untuk duduk. Menghisap air mata Soeun agar tak membasahi luka kembali – yang sepertinya tak terlalu membatu karena mata itu terus mengeluarkan air matanya. “Untuk mengobati lukamu…”

Sebuah kecupan. Eunhyuk menempelkan bibirnya ke bibir itu, bersamaan dengan jemarinya yang masih menyeka air mata Soeun.

“Untuk membuang semua ramen pedasmu, untuk Mewujudkan ciuman pertamamu…” ucap Eunhyuk setelah menyelesaikan kecuapannya. Ia kembali terdiam, menatap mata di depannya dengan begitu dalam. Dengan tatapan yang benar-benar dipenuhi rindu. “Maaf karena aku datang terlalu lama. Bahkan, jika aku menyadari lebih awal dia tak akan pernah menggoreskan luka ini padamu. Tapi, sekarang aku sudah menyingkirkan nenek sihirmu, mengirimnya ke penjara dan menghubungi sang raja untuk melihat sendiri keadaan putrinya. Ayahmu bilang dia sedang dalam perjalanan dari Taiwan kemari…”

Soeun lagi-lagi tak menyahut, hanya terus menatap wajah itu. Seakan ia benar-benar tidak nyata walau Soeun dapat merasakan kehangatan pelukannya.

“Kenapa?” Tanya Eunhyuk sambil memiringkan wajahnya dan tersenyum. Meladeni Soeun yang terus menatapnya.

“T-Tidak..” Soeun menyahut sambil menggelengkan kepalanya. “Aku benar-benar masih tak percaya bahwa ini benar-benar kau? Bukan mimpi…”

Eunhyuk tersenyum, meraih sesuatu di meja nakas. Lalu mendekatkannya di wajah Soeun, menempelkan pada bekas lukanya. “Bahkan tak akan ada mimpi seindah ini, bukan begitu?” Tanya Eunhyuk sambil kembali tersenyum pada Soeun. menemukan kembali sepasang mata milik keduanya. “Aku dapat menyentuhmu, kau dapat menyentuhku. Aku bernafas di pipimu dan kau bernafas di telingaku. Kau mendengar jelas suaraku dan aku mendengar jelas detak jantungmu.  Kau bahkan bergetar dalam pelukanku, tak ubahnya seperti mengajakku menari…”

“Eunhyuk-ah…”

“Dan bila kau ingin perasaan itu terlihat lebih nyata aku akan mengatakannya dengan jelas. Soeun, aku mencintai.. aku mencintaimu dari dasar hatiku, walaupun aku mengenalmu di dalam alam bawah tidurku…”

“Eunhyuk—“

“—Sst, jangan menangis dan membuat lukamu kembali terasa sakit. Hanya balas pernyataan cintaku, apa kau juga mencintaiku?” potong Eunhyuk lembut, ia kembali menyeka air mata Soeun. mencegah liquid itu menyentuh kembali bekas lukanya. Setelah itu ia kembali tersenyum, menatap mata Soeun.

“Hum, aku juga mencintaimu…” ucap Soeun cepat sambil menatap mata itu. “Aku bahkan mencintaimu, sejak pertama menatap matamu waktu kita pertama bertemu…” sambungnya kemudian. Membuat Eunhyuk tersenyum mendengarnya.

“Aku tahu, karena aku… mencintaimu disaat yang sama…” ucap Eunhyuk sambil kembali menundukkan wajahnya. Menyentuhkan bibirnya kembali ke bibir Soeun, menghisapnya dengan pelan, dengan penuh perasaan. Dan seperti janjinya, ia benar-benar mengajari Soeun menari. Mengajari hatinya untuk menari lebih cepat, lebih mendebarkan.

[THE END]

57 Comments Add yours

  1. erika mengatakan:

    first kah!!!
    huaa…. akhirnya kebohongan sooyoung eonni terbongkar juga….
    yeahh….. hyukppa inget lg sama so eun eonni😀.
    dan so eun eonni bisa terbebas dari kejahatan ibu tirinya🙂
    tpi kok agak gantung ya!!! gpp dh🙂
    di tunggu ff lainnya….
    fighting…..

  2. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaaa…… Kerennnnn…… Kerennnnnnn……
    Kalo di part 2_di buwat mewek karena nyesek baca nasib Sso eunni…..
    Sedangkan di part 3
    Kembali di buwat mewek_tapi cos terharu dengan sikap Hyukppa…..
    Kyyyy……. Hyukppa bener2 kerennnnn…..
    Sukkkaaa…… Sukaaaa…. Bangettttt ma karakternya di sini….. (´⌣`ʃƪ)
    Ending Ϋά̲̣̥ηġ benar-benarrrrr manisssssssttttt……. 🙂

    *dan di mana2 kyuppa_selalu sukses dengan gelar EviLL prince ηγά̲̣̥…. Kekkekekke

    Di tunggu kelanjutan project2 Ϋά̲̣̥ηġ laen ηγά̲̣̥ put…. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡

  3. neng dona mengatakan:

    Akhirnya tamat juga,,,,
    Happy ending deh,,,,

  4. Anna mengatakan:

    Aw aw aw akhir yg dramatis untg-ny ga tragis tp brakhr romantis,,mmbt sng n senyum mngembang diakhr crta,,dtggu kry putri lainny gomawo🙂

  5. mun.t mengatakan:

    ahhh nyesek pertama baca…tapi keren romantis eunhyuk semangat bkn ff selanjutnya…

  6. Kyusso shipper mengatakan:

    aaaaaaaaaaaa my favorite ff suka bang hyuk dikau romantis sekali . eonie kalau nulis ff selalu bagus coba deh eon bikin novel pasti laku soalnya berbakat jd penulis🙂

    ditunggu eon ff lainya fighting🙂

  7. vani mengatakan:

    lalalalalalla
    soyoooong udh dibuang jauh2 kasian jg c dipermalukan
    sso akhirnya eoni yg satu ini bahagia aplg dg hyukppa
    woooooi put tega bener ninggalin sungmin oppa dijalanan g2. wkwkwk kl frustasi nyegur sungai kan ak ada yg teu
    bu lee telat😀

    mami tiri sso, hihihi punya istana baru
    sempet deg2an ktika gilanya pisau diiris ke leher, ini udh ff ke 2 dr pny putri yg ku baca,sblumnnya d crwling juga ada adegan ginian gk suka bgt, nyiksa. huffft

    super nunggu black n white ny put

  8. astrielf mengatakan:

    Ini kereeen!!!
    Sumpah ini keren, suka sama karakter eunhyuk yang lembut kayak gini, kak sequel boleh dong *beraharap.
    Pokoknya aku suka banget sama ending ff ini ngena banget semua dialog eunhyuk pas mau ke ending bikin deg-degan aku suka banget. Aku akan selalu menyukai karyamu kak, semua ff yang ada disini nggak pernah mengecewakan, aku suka semuanya.. God job and always fighting!😀

  9. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Typo > Jang Hyun Seung=Cho Kyu Hyun ??:/:/ Apakah Author sedang mendengarkan lagu Trouble Makernya Hyuna ma Hyun Seung ??😄

    wuuaaa..
    Jd selingkuhannya Sooyoung itu Kyuhyun toh?? *angguk2*
    ck! Kyuhyun ngajari Sso nari jd keinget SS5 Kyu with sexy dancer di Club No.1 yg menyebabkan Puspa Demam #GakTanya *lol*

    ekhhmmm..
    Ibunya Hyuk kya’nya bakal merestui banget nih hubungan Hyuk ma Soeun *Chukaeeee ;)*

    Eunhyuk begitu romantis di akhir2 bagian😀😀😀 di ajari si Ikan cucutkah?? #Plaaakk *pdhal di cast gag ada si Ikan*

    Ditunggu karya lainnya😀 dan sambungan FF lainnya…😉
    #KeepWriting
    #KeepSpirit
    dan tetap tabah walau nanti Yeppa harus wamil,ada reader yg siap menirima uneg2 Uni kalau lagi rindu sama si Awan~~😉

  10. nurul mengatakan:

    akhirnya tamaaat u,u
    Soeunn uniee akhirnya dapet happy ending juga setelah tidak diingat dan dilupakan(??)
    Hyuk so sweet nya dapet bangett
    Bang evil ganjen banget -__-

  11. cutewhite mengatakan:

    Waaaahhh endingnya cepet publish
    Woaaa ada kyusso moment dsni..aaahh akhirnya saddar jg sihyuk..akhirnya happy ending sso gk bakal ngerasa sakit lgi udh bsa bahagia skrng sma hyuk

  12. ticha_ mengatakan:

    Wuaaahh,,,Daebak!!!
    Keren’a ampun minta dech…
    Kekekeke😀
    Hm,,,seneng bgt hyukppa bsa inget ama sso eunnie_ya wlw hrs memerlukan wktu yg lama…
    Apalagy udah nyelametin sso eunnie dr nenek lampir…😀
    Hahahaha…..
    Saeng,,DAEBAK!!!!🙂
    Q tgg ff yg laen’a
    Laaanjuuuat……..😀

  13. so sweet bnget kata kata hyuk oppa

    feel nya dapet bnget put !!

    hee kyu oppa jdi comeo nya !

    di tunggu ff nya yg lain !!

  14. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    Huuahh akhirnya di post juga kelanjutan ff ini, , ,
    aku suka cerita di part ini, mengobati rasa kesel (?) aku di part sebelumnya yg kebanyakan scane hyuk sama Sooyoung, hehehe
    ending nya keren & jalan ceritanya juga bagus bangett, Feel nya dapet ^^
    Daebak dehh buat putri eonni🙂

  15. AngelsShe~ mengatakan:

    wah . . . DAEBAK
    feelx dapet ban9et aq suka suka suka so sweet !!
    ditun99u ff lainx put *o*

  16. elvin mengatakan:

    sumpah keren banget chingu! jadi pengen nangis😥
    Gw nggak tw mau ngomong apaan😥
    tetap semangat author dlm membuat ff untk pr readers hwaiting!!😀

  17. tika marion lie mengatakan:

    Daebakkkk!!!!!! I love it…….♥♥♥♥♥♥♥……..

  18. rakha mengatakan:

    jadi tambah suka sama couple ini, romantis, terus kata2 eunhyuk romantis tp ga lebay, pokoknya bagus!
    Di tunggu yang lainya thor..
    Haesso,kyusso,hyuksso

  19. Choi Shinae mengatakan:

    Waaaaaaaaa daebaaakkkk
    keren gak tau hrs komen apalagi ..
    Ckck
    kyu mending jd player of games deh drpd of girls kkkk ^^
    Suka dpt bgt feelnya .. Suasana crtanya jga keren ^^

  20. luthfiangelsso mengatakan:

    waah akhir’a part end’a di post jg daebak deh put🙂
    part ini menurut aku penuh dg emosi huuu keren deh poko’a !!
    ^_^
    salut salut buat putri !!^^

    di tunggu bgt ff yg lain’a ya put semangat^^

  21. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Kya… Nice Ending😀
    aku smpai nangis nih bacanya…
    Aku suka banget.. Kkk
    ditunggu lanjutann ff lainnya ya kak😉

  22. Choi Hye Mi mengatakan:

    Ending Yang manis,m semanis Kiss Scene antara Hyukppa dan Soeunnie.. Heheee..
    …yeeey! Hyukppa dah inget sama Soeun n Si Nenek sihir juga dah dpat istana baru (penjara)… Seneng deh kalo Hyukppa karakternya kayak gini.. Biarpun tampangnya agak2 Bad Boy Gmna gtu, tp klo meranin so2k pria yg manis n lembut gni jga Cocok jg… Uh Kyuppa Evil bgt d sni, jd deg2n sndri bcax pas scen) dansa sma Sso.. Dasar bang Epil,,, Yadoong..

    Tetep Semangat Ya Putri.. Buat ngelanjutin semua FFx.. Haru sma Black And Whitex.. D tunggu.. Okeey Hwaiting!!

  23. andri susilowati mengatakan:

    yeeeee akhirnya happy ending.
    sukaaaa bgt sm ceritanya, menarikkkkk.
    kkk karakter hyuk jae dsini agak beda dari biasanya, keren bgt….
    lnjut ff yg lain thorrr

  24. elisa... mengatakan:

    akhirnya,,,, happy ending..
    author waaah nice happy ending….menarik and gak ketebak sama se kali….faighting author…..and kereeeeen….

  25. anastasia erna mengatakan:

    putri….bagus banget ceritanya…
    ending nya jg ok…
    klo mo buat part spesial nya seneng banget…
    suka karekter nya eunhyuk…yg rada bad boy…
    pokok nya putri…DAEBAK

  26. Niniet mengatakan:

    waahhhh aku ga tau nih mau ngomong apa yang jelas aku dapet feelnya sampe aku jg nangis terharu di bag akhur padahal itu happy end..pokonya kereeeeennnnn🙂

  27. Devi mengatakan:

    Akhir’a eoNNie so euN aNd eNhyuk oppa mskpN agk lma eNhyuk oppa mNyadari’a,,,,,

    ANd akhir’a kbhoNgaN sooyuNg ke boNgkar trNyta sliNgkuhaN’a sooyuNg adlh kyuhyuN oppa,,,,,,

    KerN thor FF’a,,,,,
    D tNg2u karya2 laiNNya,,,,

  28. nita mengatakan:

    wah,, bnr2 krn,, awlx bkn nyesek v akhirx happy ending,, pokokx author krn bngt,, aq smpai trbwa suasana,, author keeeeerrrrrrrrrrrrrreeeeeeeeennnnnnn,,

  29. kim yesso mengatakan:

    wuaa daebak
    happy ending🙂

  30. Esaa mengatakan:

    Sequel nya dongg..
    Pengen tau hubungan nya setelah ini, hihi

  31. mizanafidausi mengatakan:

    Wuaaaa ketinggalan, ternyata nih ff udah dipost ya…
    Akhirnya si abang hyukie ingat juga ma sso… Pas di bagian awal belum dapet feel baru dpt feel bgt itu pas di pestanya sunny… Baru keluar tuh aura2 ff mu put *lebay
    Apalagi pas kyu ngajarin sso dansa trus hyukie cemburu… Eh untung itu diganti kyu klo masih hyunseung aku malah bingung bayangin wajahnya hehehe…
    Itu seharusnya ibu tirinya dihukum mati aja hahaha *kebawa emosi
    Suka ma end’a… Ditunggu how about my love’a *bener ga tuh judulnya*

  32. nisag1190 mengatakan:

    Mengutip kata trend hasil karya Syahrini ahjumma…:
    Cetarrrr Membahaaaaa Badaiiiii Terpampanggggg Nyatttttttaaaaaa >.<
    Putriiii, i love this FF… keren bangetttt, detail bangettttt ngegambarin setiap step Euhyuk mengingat Sso, disisipin kenangan2 mereka.. Huwaaa bang anchovy co cweettttt bget disini dek… Dri awal smpe menjelang akhir deg2an gmna Enhyuk bisa inget Sso, pas akhir sukses nyengir kuda, gara2 Eunhyuk sweet bgeett..
    Eh ada SunSun Couple jg qiqiqiqi
    Lope Lope Putriiiii
    Trus Berkarya Dear ^^

  33. Dizhaadrya mengatakan:

    Wah daebak putri ending ny krn bgt,,, happy ending ending yg plng sya skai ^^ d tgu next ff ny putri ^^

  34. Deshie Wookie mengatakan:

    Komennya aku rangkap disini ya jadi satu part 2 dan 3🙂

    Top lah!! Putri mah ga pernah ngcewain…

  35. Stny Lee mengatakan:

    Akhir nya Hyuk bisa nginget Soeun lgi .ya ampuuun ini ff dri part 1 ampe part 3 bikin aku cengeng,,tapi ga papa lah yg penting Happy Ending.
    Oya eon,,tar buat ff soEUNhyuk lagi yaaa …
    Ttp SMANGAT bwt nex FFnya …🙂

  36. veranicka mengatakan:

    Bingung mau komen apa:/
    Yang pasti ini ff keren pake banget!
    Good job buat authornya🙂

  37. RyaniAngels mengatakan:

    huwaaa…akhirnya hyuk inget lg ma Sso dan membebaskanya dr nenek sihir.. .ish, knp kyupa jd bad boy sih..

  38. ina freedom mengatakan:

    keren ..akhirny end juga dg happy ending ..pada akhirny kebaikanlh yg menang dn kejahatn yg kalah ,dr semua ff yg ku baca dg author yg berbeda ,hanya ada 5 author yg menurutku paling keren dn paling eksis ..kmu salh satuny put ! q ska sm krya2 mu krn kmu konsisten dg semuany …pokokny putri is the best ! ku tnggu krya2mu yg laen .
    fighting putriandina🙂

  39. Safriyanti mengatakan:

    Wahhh,,,akhir,a slsai,,,
    bkin aq ngis aj liat sso yg mnydihkan,,,
    krm j to nen2k shir k nraka,,,
    yha kyu knpa evil bnget dsne,,,
    msak mksa sso ampk sgto,a,,,
    ksian sso,a,,,,
    chingu kryamu bgtu indah n mbuat aq brimjnasi trlalu jauh,,,
    aq tnggu kryamu slnjut,a,,,,

  40. pipip mengatakan:

    Waaa seru bnget endingnya puas bcanya
    Akirnya eunhyuk sma soeun bersatu kekeke
    Suka sma critnya gk trllu brbelibelit
    Dtnggu lnjutn ff yg lain thor

  41. Soeun mengatakan:

    So sweet…… :*
    happy ending ea

  42. Deborah sally mengatakan:

    Wuah. . .
    Aku kira kyuhyun disini baik. .
    Ternyata dia playboy wkwkwk. . .

    Lanjutkan ff yang lain ya putri😉

  43. asisadinda mengatakan:

    Whuaa.. seneng banget ada yg buat ff tentang kim so eun sama member suju. Salam kenal ya buat author🙂 ff nya keren, kreatif. Ditunggu karya2 selanjutnya.🙂

  44. angelf mengatakan:

    wa… Soswet hyukppa
    suka banget ceritanya, awalnya sich agak sedih hyukppa koq gak inget2 sich ma soeunnie

    rasain tuh sooyoung kebongkar jga kan rahasianya untung aja hyukppa cepet inget klo dia di selingkuhin

    agak gak suka author kyuppa jdi cwok yg agak genit disini

    suka benget ceritanya dpet bnget feelnya bisa ngersain jga sakt nya ssoeonnie waktu hyukppa gk iget dya n dijahtin ma ibu trinya

    pokoknya ff nya T.O.P.B.G.T
    DITUNGGU FF LAINYA AUTHOR
    FIGHTING……

  45. shane mengatakan:

    Akhirnya aye bisa comment juga😉

    Tampilan blognya br ya…ini nuansa menjelang kbrangkatan bang ecung kya’ nye😄
    Sempet kesel sm bang hyuk ..hhhhh ~
    Puput,,eksekusi endingnya TOP adorable (y)
    Itu ada bang Kyupil tabok bang evil nakal siichh🙂

    Tetep cmangattd ya chagiyaaa hhhh
    jangan ngedropp pass tiba waktunya bang Yesung WamiL🙂

    Bravo ~
    Fighting
    Chu ~

  46. haekyusso mengatakan:

    Akhir y penderitaan sso tlh berakhir dgn happy ending sm hyuk🙂
    Sedih wkt sso meninggalkan pesta trus hyuk ngejar sso dan menanyakan ttng apa sso mengenal y😦
    Dan untung hyuk cpt dtng wkt sso d aniyaya sm ibu tiri y,,,
    Athour crt y bnr” keren!!!!! Slalu d tunggu bt ff yg laen y trutama Black n White & Haru”
    SEMANGAT SLALU^^🙂

  47. suchie mengatakan:

    ff nya daebaaakk ..🙂
    maaf baru komen di part terakhir ?? habisnya terlalu seru jadi gk sabar buat baca kelanjutannya ..
    awalnya sih aku kira eunhyuk dan soeun akan jadi teman sampai akhir !! soalnya kalau dilihat nyuk oppa sngat cinta dengan sooyoung eoni ..
    tapi trnyata aq tertipu !! selamat yaa buat author .. ff nya aku acungkin 4 jempol .. hhahah😀

  48. YeojaNiel mengatakan:

    Ending yang manis. Suka sama alur ceritanya, rapih dan sangat menarik. Konflik’a nyata. Kereen!!

  49. rizkyapratiwi mengatakan:

    Omoooooo, sweeet bangeeet
    Happy endiiing

  50. Delvi mengatakan:

    Kerennn banget nii FF thor..!!

  51. princess ice mengatakan:

    Kerenn.. tyap mau comen ffmu aku slalu bingung keabisan kata2.. bagus,kren,daebak,apalagi… haha lanjutin dech pokonya..

  52. senrumi mengatakan:

    Happy ending ya:-P

  53. yehaesso_ mengatakan:

    astaga ending yg romantis.HYUKJAE !!!😀
    wahh serasa ikut melayang.suka suka suka banget sama couple ini hyuksso ahihi
    aku rasa bukan hanya soeun eonni yg jd malaikat tapi eunhyuk juga errrgghh .. waktu yg tepat hyukjae ! gomawoyo hyukjae-ah,kau sudah menyelamatkan eonniku dari nenek sihir itu .
    KEREN !!!
    ditunggu karya lainnya
    keep spirit and thank you eonni🙂

  54. kim Ra rA mengatakan:

    And……. i’m very HAPPY!!!!
    FF nya seru banget. akhirnya kebahagiaan itu datang setelah begitu lama kehilangan senyum cerah nya ..

  55. dhyanqueena mengatakan:

    hyuk jd pahlawan penyelamat sso.. senangnya.., cukkae hyuksso bersatu… hehe
    tp kog kyu jd bad boy disini sich.. ga rela….
    buatin kyusso donk put…

  56. Rani Annisa mengatakan:

    keren banget ff-nya dan ceritanya juga happy ending🙂

    Wah keren juga buat eunhyuk karena udah nolong so eun….

    Kayaknya gelar buat kyuhyun itu emang cocok deh,, buktinya aja dia emang kayak gitu….

  57. GG mengatakan:

    so sweet tingkat dewa hahaahahaah gak nyangka eunhyuk bs pas kalo dimasukin ke ff dg story kyk giniiiiii hihihiiiiii

    gak jadi sebel ama FF ini hahahaha dan yg paling utama HAPPY ENDING🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s