~ A Debut Project Part5~


A Debut Project Part 5| Mydearyesung (PrincessClouds) | Teen, Life, Friendship, Family, Romance | Chaptures and Parts | Kim So Eun, Lee Jin Ki, Choi Min Ho, Krystal Jung Soo Jung, Lee Tae Min, Choi Jin Ri, Kim Jong Hyun, Park Sun Young, Kim Ki Bum, Amber Stephanie Liu, Qian (Victoria), Kim Ki Bum (SUJU), Park Sang Hyun, Park Ji Yeon, Jessica Jung Soo Yeon, Park Mi Young, Kwon Bo A, Kangta, Poping Joon Hyun and others

ADebut5

Cameo: Super Junior, DBSK, SNSD

Disclaimer: Ada yg berfikir cerita ini mirip Dream High. Saya menjelaskan kembali kalau saya hanya terinspirasi, kalau ada yg berfikir ini menjiplak dari Dream high silahkan baca dan bandingkan dengan drama Dream high sendiri

Summary:Next Step!

Warning: Typo(s)

~

“Bodoh..” Onew kembali merutuki dirinya dengan pelan. Entah darimana air mata tiba2 sudah menuruni pipinya. Meruntuhkan semua pondasi yg telah dibangunnya begitu saja. Es dingin dihatinya mencair begitu saja. “Bodoh..”

Onew mengalihkan perhatiannya sambil menghapus air matanya yg turun. Dadanya benar2 merasa sesak, ketika hatinya mulai mengetawai dirinya sendiri. Untuk apa kau disini? Membuat Tiffany terkesan, eoh? Membuat dia kembali padamu, huh? Tidakkah kau sadar bahwa Tiffany sudah terlalu tinggi untuk kau capai? Apa kau tak sadar bahwa seorang Trinee seperti dirimu tidak pantas untuk salah seorang personal Girlband yg bahkan sudah mulai dikenal seluruh dunia. Kapan kau bisa membuka matamu hey, bodoh!

“Bodoh..” Rutuk Onew lagi sambil kembali melempar kerikil ditangannya kedalam kolam.

Diam-diam, tanpa sepengetahuan Onew ada seseorang yg memperhatikannya daritadi. Gadis yg awalnya berniat menuju toilet itu hanya menatap Onew tanpa mengatakan apapun. Dalam fikirannya hanya satu. Kenapa si pelayan kafe yg terlihat dingin itu bisa menangis?

*A_Debut_Project_Part5*

Soeun kembali memasuki ruang make-up. Ketika ia sampai terlihat semua Trainee wanita tampak masih berpencar didalamnya. Melakukan banyak kegiatan. Merias diri, menghapal lirik lagu, sampai menghilangkan rasa panik. Semuanya tampak ingin sekali menunjukan yg terbaik dari mereka.

“Darimana Unnie?” Tanya Sulli padanya setelah Soeun duduk disampingnya.

“Aku dari toilet..” sahut Soeun singkat. Tangannya kemudian kembali meraih kertas-kertas not untuk memamfaatkan kesempatannya untuk menghapal not untuk yg terakhir kali.

“Anyeong haseyo..”

Perhatian para peserta pelatihan tersebut teralihkan menuju pintu ketika mendengar sebuah suara. Dari luar tampak Jessica datang dan mencari keberadaan Krystal. Kehadirannya membuat para peserta pelatihan cukup terkejut.

“Sica Unnie!”

Krystal bangkit dari tempat duduknya sambil menghampiri Jessica. Jessica tersenyum setelah melihat adiknya. Keduanya lantas sedikit berpelukan.

“Aku merindukanmu..” kata Jessica.

“Aku juga Unnie..”

“Eh, mereka saling kenal?”

“Kau tak tahu? mereka itu saudaraan?”

“Yang benar saja, masak adik Jessica Krystal yg nerd itu..”

“Sttt, mereka mendengar..”

Soeun, Luna, Amber, dan Sulli hanya saling bertatapan mendengar beberapa Trinee bergosip. Niat mereka berbisik, namun Jessica dan Krystal benar2 bisa mendengarnya. Krystal langsung menundukkan kepala mendengarnya.

“Kita bicara ditempat lain saja, Krys..” Jessica tersenyum sambil menarik tangan Krystal untuk pergi darisana. Meninggalkan ruangan yg dipenuhi oleh anggota-anggota Trainee tersebut. Sementara ruangan itu masih juga dipenuhi oleh bisik-bisik yg terdengar sumbang. Membuat Sulli mulai bangkit dan menggebrak meja.

BANG!

“HEY, DIAMLAH! KALIAN BERISIK!!”

()

“Donsengie, Uljimma…”

Jessica tampak mengeluarkan sesuatu dari tas berwarna merah muda miliknya. setelah mendapatkan sekotak tissue, Jessica mengambil selembar dan menggunakannya untuk mengelap air mata Krystal.

“Lihat, make-upnya jadi berantakan lagi..” celotehnya lembut.

“Unnie, aku harus bagaimana?” Tanya Krystal masih terdengar sedih. Air matanya terus meluncuri pipinya yg putih. “Aku benar-benar merasa tidak bisa. Aku takut gagal..” katanya terisak.

“Sst, kau tak boleh begitu. Kau tidak bisa pesimis dulu sebelum mencoba..” ujar Jessica berusaha menghibur adiknya. Tangannya terus berusaha menghapus air mata yg terus menetes dari mata Krystal.

“Tapi Unnie, ini berat untukku..”

“Apanya yg berat? Ini tidak seberat itu. kau hanya perlu menunjukkan bakat besarmu kepada mereka semua. Bakat yg sudah kau punya sejak kecil, jadi apa yg berat?”

“Aku takut membuatmu merasa malu..”

“Ck, Krystal..” Jessica mengeluh sambil mengusap bahu Krystal. “Kau tidak akan membuatku malu sama sekali. Kalau tidak untuk apa aku datang. Kau adalah kebanggaan bagiku, Krystal. Karena kau cantik dan berbakat..”

“Tapi Unnie-“

“Sudah, jangan teruskan. Kau dengar ini, kau adalah kebanggaanku. Aku berharap banyak padamu karena kau benar2 berbakat. Sekarang, jangan berfikir aku akan malu atau apapun. Kau hanya perlu memberikan senyumanmu kepada semua orang dan melakukan yg terbaik. Tunjukkan kepada semua orang kebanggaanku itu..” kata Jessica sambil masih tersenyum pada adiknya. Tangannya terus menggenggam dan mengusap tangan adiknya. Berusaha meyakinkannya. Hingga pada akhirnya Krystal mengangguk dan memeluk kakaknya.

“Baiklah Unnie, aku lakukan…”

()

“Kemana Onew Hyung? Kenapa belum kembali?”

Key berseru agak panik sambil masuk kembali. Tiga temannya yang lainnya ikut menoleh pada Key.

“Apa yang terjadi padanya sehingga ia seperti ini? pertunjukan bnar-benar akan dimulai..” kata Key kembali sambil mendesah frustasi. Ketiga temannya tak menyahut, mereka tampak berfikir.

“Sebenarnya ada apa dengannya? tidak mungkinkan dia marah tiba-tiba hanya karena aku menyebutnya Fans Tiffany Noona?” Tanya Taemin polos. Tiga rekannya menggeleng.

“Entahlah..”

“Atau seseorang harus mencarinya. Pertunjukan benar-benar sudah dekat..” Kata Minho berpendapat.

“Tapi mau dicari kemana? Tempat segini luas, apalagi sekarang begitu banyak orang..” kata Jonghyun kemudian. Semuanya mengangguk lesu, tampak berfikir.

“Huh, aku curiga kalau Onew hyung itu adalah anti Tiffany SNSD..”

Tiba-tiba Taemin kembali bergumam hal-hal yang tidak seharusnya sambil berfikir. Membuat seluruh hyungnya menatap sejenak padanya sebelum geleng-geleng kepala.

Klek!

Pintu kembali terbuka dan tak lama kembali terbuka. Menampakkan sosok Onew yang kembali datang dengan wajah yang terkesan datar. Keempat roomatenya beranjak mendekatinya.

“Hyung… kau kembali? Kau darimana saja?” Tanya Jonghyun langsung bertanya.

“Aku hanya dari toilet…” sahut Onew malas dan datar. Member lain menganggukkan kepalanya. Mereka memperhatikan wajah Onew yang terlihat mengalami perubahan.

“Hyung, kau benar-benar baik-baik saja?” Tanya Key ragu. Onew mengangkat wajahnya dan mengangguk.

“Ya, tentu saja…”

Keempat yang lainnya hanya mengangguk mengiyakan. Ucapan Onew yang terkesan ogah-ogahan.

()

“Selamat datang di Showcase pertama Para Trainer baru SM Entertaiment!!”

Tepukan bergema keras setelah acara dimulai. Diatas panggung tampak tiga orang MC tengah membuka acara tersebut. Kehadiran mereka membuat suasananya semakin meriah. Apalagi para penonton yang membawa lighstick berwarna biru disebelah sana.

“Wah.. MCnya Leeteuk oppa, Shindong oppa, dan Eunhyuk oppa!!”

Sulli berteriak histeris dari belakang panggung. Membuat Taemin yang duduk disampingnya sampai kaget dan nyaris terjungkal.

“Yah! Kenapa kau selalu berisik!!” protes Taemin kesal. Sulli menatap sesaat dengan sinis kepadanya.

“Bukan urusanmu!” sahutnya pendek. Ia kemudian kembali mengalihkan perhatiannya menuju panggung. Melihat para MC yang tampak mulai membawa acara untuk berjalan. “Mereka tampan sekali!!” Seru Sulli kembali berseru senang. Membuat Taemin kembali hanya bisa mengoceh panjang.

()

Acara tengah berlangsung. Semenjak tadi kira-kira ada sekitar lima pasangan trainee yang sudah menampakkan kepandaian mereka. Membuat acara tersebut benar-benar semakin meriah.

Soeun mengalihkan perhatiannya pada rekannya ditengah acara. Tak seperti biasanya, Onew yang biasanya heboh dan banyak berkomentar hari ini benar-benar terlihat diam dan tak bersemangat. Wajahnya juga terlihat begitu lesu dan lelah. Soeun tampak sedikit menghembuskan nafas dan memilih pura-pura tidak peduli dengan kembali mengarahkan pandangannya menuju layar LCD.

Sementara itu, disudut ruangan Krystal tampak juga menunjukkan wajah yang lesu. Beberapa kali ia mencuri-curi pandang menuju pasangan yang duduk beberapa meter darinya. Pasangan Minho dan Jiyeon. Kedua orang itu tampak sedang asyik mengatur rencana mengenai penampilan mereka.

“Krystal-ssi, kau baik-baik saja?”

Krystal sedikit kaget ketika partnernya, Thunder, bersuara. Krystal mengalihkan perhatiannya pada Thunder dan menggeleng dengan kaku.

“Oh… tidak-tidak…” sahutnya gugup.

“Kau pasti memikirkan mengenai penampilan kita bukan? Jangan cemas, kita pasti bisa melewatinya dengan baik…” ucap Thunder sambil tersenyum. Krystal tampak kembali menganggukkan kepalanya dengan pelan, jujur saja ia bahkan tak begitu yakin dengan kata-kata Thunder.

“Thunder-ssi, bagaimana pendapatmu mengenai penampilan baru Krystal?” Tanya Sulli tiba-tiba pada Thunder. Membuat seluruh orang mengalihkan perhatiannya pada kedua orang itu.

“Yah… Kenapa menanyakan hal yang tak perlu!” Seru Krystal protes. wajahnya terlihat sedikit memerah.

“Tidak apa-apa bukan? Aku hanya ingin Thunder melihat hasil karyaku dalam merubahmu. Lagipula, karena dia partnermu makanya aku bertanya padanya…” kata Sulli bersemangat. Semua orang tampak menganggukkan kepalanya setuju.

“Ya Thunder, aku bagaimana menurutmu?” Tanya Jiyeon ikut bertanya.

“Apa yang kalian lakukan…” protes Krystal masih setengah malu. Thunder tampak tersenyum kecil.

“Krystal terlihat cantik, bahkan sangat cantik. Aku yakin penampilan kami akan lebih baik nantinya karena penampilan Soeun ini…”

“Woooo….”

Wajah Krystal tampak semakin memerah menahan malu ketika Thunder dengan jelas memujinya. Ditambah kehebohan yang dibuat oleh semua orang didalam ruangan itu. sementara itu Minho hanya tersenyum kecil melihat moment didepannya.

()

“Peserta ke tiga belas. Ini dia… Kim Kibum dengan partnernya.. Amber Stepanie Liu. Silahkan naik keatas panggung!!”

WHOAA!!

Ruangan itu mendadak lebih heboh ketika peserta selanjutnya diumumkan. Mereka mengalihkan perhatian mereka pada dua orang yang sejak tadi paling diam disudut ruangan.

“It’s our turn!” Tanya Amber sedikit kaget. Key mengangguk.

“Ya! It’s Our Turn!” sahut Key. “Let’s Go!!” Seru Key sambil menarik tangan Amber. Mereka segera berdiri.

“Wha!! Betapa romantisnya kalian berdua!!” Seru Taemin terlihat bersemangat melihat tangan mereka bergendengan. Semua orang tersenyum padanya.

“Ey!! Jangan membuat kesal disaat seperti ini!” Protes Key keras. Taemin tampak cengengesan.

“Haha, ya sudah. Semoga berhasil Key Hyung.. and Amber hyung!!”

Amber hanya sedikit tersenyum mendengarnya. Ia sangat mengerti apa yang baru saja taemin katakan.

“Please, pray for us…” ucap Amber. Semuanya mengangguk semangat.

“OF COURSE!!”

Key dan Amber tampak tersenyum. mereka menarik nafas, sebelum akhirnya bergandengan keluar dari ruangan itu dan menuju panggung.

 

Musik Beat menggema beberapa saat setelah mereka sampai dipanggung. Sebuah Dance aliran Hip Hop yg dilakukan kompak menjadi pembuka pertunjukan mereka. Setelah itu mereka tampak sama-sama menunjukkan kepandaian mereka dalam Rap. Membuat semua orang bertepuk tangan untuk keduanya.

()

“Hebat!!”

Seruan heboh menyambut Amber dan Key kembali. Membuat mereka tampak tersenyum melihat sambutan yang diberikan.

“Wwah, Amber Unnie! Tadi itu hebat sekali!! Benar-benar hebat!!” Ucap Krystal excited dan bahagia. Membuat beberapa orang tersenyum melihat keceriaannya.

“Selanjutnya.. untuk pasangan Park Sanghyun dan Jung Soojung dipersilahkan naik keatas panggung!”

Tawa Krystal terhenti begitu saja ketika namanya dipanggil. Wajahnya langsung panik, membuat semua orang disana kembali tersenyum.

“Hey, it’s your turn! Show me your talents!!” Seru Amber pada Krystal. Krystal tak menyahut, wajahnya terlihat masih panik. Bahkan memucat.

“Ayo!” ajak Thunder sambil tersenyum. ia menarik tangan Krystal untuk bangkit, tapi Krystal menahan tubuhnya untuk tak mengikuti Thunder. Membuat Thunder menoleh kembali padanya.

“Aku belum siap…” ucapnya tertahan. Terdengar helaan nafas dari semua orang yang ada disana. Krystal berniat kembali duduk, namun tiba-tiba Thunder menarik tangannya mengajaknya keluar dari ruangan itu.

“Ayolah, bukankah kita sudah menyiapkan pertunjukan yang hebat. Hanya tunjukan apa yang sudah kita pelajari tanpa memikirkan apapun. Ayo..”

“AA Aku belum siap!!” Terdengar Krystal sedikit merengek. Namun Thunder terus menariknya keluar..

()

Dengan sedikit susah payah Krystal menelan ludahnya ketika cahaya lampu mulai menyorot matanya. Dengan sedikit berani Krystal mengangkat wajahnya untuk melihat ratusan orang yang berkumpul dihadapannya. Sejenak wajah kakak perempuannya langsung ia dapatkan saat itu juga. Jessica tampak tersenyum padanya sambil memberikan semangat untuk dirinya. Setidaknya hal itu membuat Krystal tenang disaat itu.

“Kau siap?”

Thunder yang tadi pergi kebelakang panggung tampak kembali datang dan mendekat pada Krystal.

“Entahlah..” gumam Krystal pelan. Thunder tersenyum sambil mengulurkan microfon pada Krystal.

“Kita berusaha bersama..” ucapnya sambil tersenyum. Dengan ragu Thunder menerimanya.

Musik mulai menggema, membuat Krystal menahan nafasnya sambil mulai berusaha tidak panik. Dalam fikirannya ia berjanji untuk melakukan yang terbaik. Hingga ketika ia sudah sedikit yakin, ia mulai mengangkat wajahnya dan berniat menyelesaikan ini semua.

Bentuk kolaborasi Thunder dan Krystal adalah menyanyi secara duo. Krystal menyanyikan nada-nada sulit dan tinggi sementara Thunder mengiringinya dengan keterampilan Rap yang dimilikinya.

()

!!

Musik berhenti dan berganti dengan tepukan tangan yang keras. Krystal mengangkat wajahnya dan disaat itu Thunder merangkulnya. Thunder tampak tersenyum padanya.

“Kita pasti berhasil..”

“Krystal, yang tadi itu luar biasa!!”

Taemin menatap risih lawan duetnya ketika tiba-tiba ia bangkit dan bergerak kearah Krystal dan Thunder yang baru saja masuk. Gadis itu tampak melakukan sejenis fangirling time pada kedua orang yang baru tampil itu.

“Bukankah dia begitu memalukan..” gumam Taemin malas sambil melirik Key disampingnya. Tapi Key tak menyahutinya, ia malah tersenyum melihat kearah didepannya. Kearah Sulli dan Krystal yang kali ini berpelukan. “Hyung!” Panggil Taemin sedikit kesal karena diacuhkan. Key menatap sekilas padanya.

“Lawan duetmu lucu dan manis sekali..” ucap Key sambil tersenyum pada Taemin. Taemin memutar bola matanya dengan bosan.

“Itu kampungan, hyung. Bukan manis..” protesnya sambil cemberut. Ia mengalihkan perhatiannya pada Minho yang ternyata juga menatap kearah dua gadis itu. Pandangannya terlihat berbeda. “Kenapa orang-orang ini suka sekali melihat sesuatu yang kampungan..” omelnya pendek sambil melipat tangannya bosan.

“Selanjutnya adalah pasangan Choi Minho dan Park Jiyeon. Kami minta untuk segera menaiki panggung…”

Pandangan mereka beralih pada pasangan yang duduk paling tepi. Minho yang semenjak tadi tampak sedikit melamun tampak sedikit kaget. Apalagi ketika Jiyeon menyentuh bahunya.

“Ini giliran kita…” ucap Jiyeon sambil tersenyum padanya. Minho tampak tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tanpa mereka sadari seseorang tampak sedikit sedih melihat moment keduanya.

()

Music bergenre ballada mulai terdengar setelah Minho dan Jiyeon bersiap-siap. Keduanya tampak mulai bergerak sesuai irama setelah itu. Menunjukkan kepandaian menari mereka yang dengan cepat mengundang tepuk tangan dari penonton.

“Daebak!!”

Taemin kembali merengut kesal ketika Sulli tiba-tiba bertepuk tangan serta berdecak berulang kali. Pandangannya kembali melirik ke layar dimana layar itu sering membuat lawan duetnya berteriak histeris daritadi yang sama dengan membuatnya kesal.

Soeun mengalihkan perhatiannya dari layar yang menampilkan penampilan Minho dipanggung kearah kanannya. Onew tampak duduk begitu tenang disampingnya sambil memperhatikan layar. Namun ekspresinya sepertinya jauh dari kata baik. Tatapan matanya tampak lesu dan tanpa gairah.

“Aku ke kamar mandi dulu..”

Kali ini Soeun mengalihkan perhatiannya kearah kirinya. Krystal yang duduk disamping kirinya tampak bangkit dari tempat duduknya dengan lesu. Ia kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan partner duetnya yang tampak sedikit memikirkan sesuatu.

()

“Selanjutnya adalah pasangan yang mendapatkan nilai tertinggi disaat penilaian Vocal ketika Trainee. Perkenankan kami untuk memperkenalkan dua Trainee terbaik kami, Kim Jonghyun dan Park Sunyoung!”

“Luna unnie!” Seru Sulli pada Luna yang duduk agak jauh darinya. Membuat Taemin yang tadinya berkonsentrasi agak kaget.

“Bisa tidak sebentar saja tidak berisik?” omelnya kesal. Sulli hanya memberikan tatapan kesal sebagai jawabannya. Ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Luna yang sudah bersiap-siap. “Unnie, semangat!” seru Sulli girang. Luna tampak hanya tersenyum kecil sambil mengangguk.

“Ya, terima kasih..”

Sementara Jonghyun tampak masih menghembuskan nafasnya berulang-ulang kali. Ia masih begitu gugup. Membuat Key bangkit dan menepuk pundaknya.

“Kau pasti berhasil. Berusahalah!!” Ucap Key menyemangati. Jonghyun tampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Ia merasa mulai percaya akan dirinya.

()

Luna dan Jonghyun mulai memasuki panggung setelah mereka saling yakin satu sama lain. Ratusan penonton yang menonton mereka yang begitu ramai membuat Jonghyun bertambah gugup. Sementara Luna tampak cuek dan berjalan ketengah panggung.

Musik dihidupkan dan kedua orang itu mulai bersiap. Saat ini mereka sudah mulai sedikit memberikan senyuman kepada penonton. Seperti menghitung mereka satu persatu, mereka mulai melihat wajah orang-orang yang menonton mereka. Jonghyun tampak tersenyum yakin, sementara Luna tiba-tiba menundukkan kepala ketika pandangannya mencapai kesatu titik.

Semuanya terlihat baik pada awalnya. Mereka berdua tampak bisa cepat menyesuaikan dengan lagu. Mereka tampak berhasil membuat para penonton hanyut dala buaian nada-nada dan nyanyian yang mereka keluarkan. Hingga dipertengahan lagu, sesuatu tiba-tiba terjadi…

Suara Luna yang awalnya powerfull tiba-tiba berubah, ia tergelincir jauh dari Not tepat di titik klimaks lagu. Suara Luna tiba-tiba memarau, lalu menjadi begitu serak ketika mencapai nada tinggi. Membuat Jonghyun menoleh padanya cukup panik.

“Kenapa?”

Key berdiri dari tempat duduknya dan lebih memperhatikan penampilan Luna dan Jonghyun melalui layar TV yang ada disana. Yang lainnya juga menatap antusias..

“Kenapa? tidak biasanya suara Luna unnie seperti itu..” ucap Krystal cemas. Sulli, Amber, dan Soeun menganggukkan kepalanya.

“Astaga, mereka dalam masalah..” ucap Sulli prihatin. Membuat yang lainnya menoleh padanya.

*

Musik berhenti dan penampilan Luna dan Jonghyun telah berakhir. Luna memberikan penghormatan terakhir sebelum meninggalkan panggung, meninggalkan Jonghyun yang terpana. Jonghyun segera menyusulnya setelah itu.

“Luna-ssi!” seru Jonghyun setelah keluar dari tempat itu. namun terlambat, Luna telah menghilang diantara lorong belakang panggung. Suara batukannya terdengar menggema. “Aish, apa yang terjadi padanya disaat seperti ini!” keluh Jonghyun sambil meremas rambutnya frustasi.

*

Musik itu menggema diseluruh ruangan setelah Taemin dan Sulli menaiki panggung. Keduanya tampak mulai menghela nafas panjang dan saling bertatapan, sebelum akhirnya mulai bergerak mengikuti irama.

Sementara di back stage, semuanya tampak begitu gelisah sambil memantau penampilan Sulli dan Taemin. Keduanya cukup baik saat ini, walau kadang mereka satu sama lain diam-diam tampak saling bertatapan tajam ketika terjadi miss komunikasi, namun sejauh ini mereka masih tetap membuat para penonton betah menonton keduanya.

Soeun menggigit bibir bawahnya sambil kembali mengalihkan perhatiannya pada Onew. Pemuda itu tampak masih diam sambil menatap layar TV dengan ekspresi datar.

“Luna belum kembali..” Amber tiba-tiba berbisik padanya. Membuat Soeun menoleh padanya.

“Belum kembali?” Tanya Soeun tersadar sambil melihat sekitarnya. Amber menganggukkan wajahnya.

“Her face when she was performing. Did you see it? She is not okay, I think. Something happened..”

“Ini pasti cukup membebaninya. Aku akan mencari—“

“Hey, you haven’t performed yet. You can’t. I Will find her..”

“Kau benar, tolong pastikan dia baik-baik saja ya Amber..”

“I will..”

Klek!

“Kau merusaknya!”

“Yah, KAU!”

“KAU!!”

Semua orang disana langsung dikagetkan ketika pintu terbuka dan dua orang yang baru tampil memasuki ruangan itu dengan berdebat. Kedua orang itu tampak saling menyalahkan satu sama lain.

“Kenapa tadi kau menginjak kakiku?”

“Lalu kenapa wajahmu dekat dekali dengan wajahku?”

“Itu karena gerakan kita memang begitu!”

“Tidak, itu trikmu untuk mendekatiku!”

“Apa? Yah, jangan asal bicara! Mana mungkin!”

“Kenyataannya memang begitu!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Ti-DAK!”

“IYA!”

“ARH! Kalian benar-benar membuat kupingku sakit..” Keluh Jonghyun sambil memegangi telinganya. Yang lainnya juga menganggukkan kepala melihat dua orang yang sudah saling bersitegang itu. sementara Sulli dan Taemin langsung saling membelakangi dan buang muka. Amber terkekeh.

“Hey, kalian benar-benar seperti sepasang suami istri yang bertengkar..”

“ENAK SAJA!” keduanya berteriak kompak. Lalu langsung kembali saling buang muka, menimbulkan kekehan dari sebagian orang yang ada disana.

“See?” ledek Amber lagi. Sulli menatapnya dengan sinis.

“Tidak, tentu saja tidak. Aku tidak mau punya suami cerewet seperti dia..”

“Apa kau bilang?” Sewot Taemin sambil kembali menatap Sulli. “Seharusnya aku yang berkata seperti itu. kau tahu? dasar mulut ibu-ibut”

“Apa katamu?!”

“Aish! Tenanglah!!” Key mulai bersuara sambil menengahi keduanya. “Kalian benar-benar berisik. Kau tak lihat, ini bukan waktu yang tepat untuk itu. Tolong hargai yang lainnya..” ucapnya sambil menunjuk beberapa orang disana. Sulli dan Taemin langsung mengalihkan perhatian mereka kearah Jonghyun yang memikirkan penampilannya, Krystal yang gugup, serta Onew yang bahkan tak bersuara daritadi. Ekpresi mereka terlihat tidak baik-baik saja.

“Luna Unnie.. belum juga kembali?” Tanya Sulli ragu. Amber dan Soeun mengangkat bahu. “Tsk, apa yang terjadi padanya..”

“Kufikir aku akan mencarinya ke dorm, mungkin ia tidak enak badan dan beristirahat disana..” ucap Amber sambil bangkit dari tempat duduknya.

“Ya kau perlu melihatnya. Aku yakin terjadi sesuatu padanya karena tak biasanya ia begitu…” ujar Soeun setuju. Amber mengangguk sambil bergerak kearah pintu.

“Aku tetap akan melihat penampilanmu Unnie, jadi lakukanlah yang terbaik…” ucap Amber sambil meraih gagang pintu. Sementara yang lainnya kembali fokus kearah layar TV yang ada diruangan itu.

*

Tok Tok Tok…

“Luna! Apa kau di dalam? Luna ini aku!!” Seru Amber lantang dengan bahasa inggrisnya sambil terus mengetuk pintu. Namun tak ada sahutan, kamar yang di ketuknya sepertinya kosong tak berpenghuni. “Luna!!”

Amber membuka pintu kali ini. ia menyembulkan kepalanya menatap ruang kamar miliknya dan teman-temannya. Dahinya tampak sedikit mengkerut menyadari tak ada orang disana.

“Tsk, jadi dia dimana?” keluh Amber sambil menutup pintu dan kembali menguncinya. Tak lama terdengar suara langkah menjauh memantul dari lorong-lorong asrama.

Sementara tanpa ia ketahui Luna tampak tengah terdiam di kamar mandi. Air mata tampak memenuhi pipinya.

*

Soeun meremas kedua tangannya yang bertautan. Berulang kali suara nafasnya terdengar. Menghela dan menariknya dengan tidak tenang. Ia sungguh terlihat gugup menunggu gilirannya untuk tampil.

Soeun menggigit bibir bawahnya, lalu mengalihkan perhatiannya kearah partner duetnya yang masih bereaksi datar. Hal itu benar-benar membuatnya semakin gugup begitu saja.

“Noona, aku membawakanmu minuman…”

Tiba-tiba sebuah minuman kaleng diulurkan padanya. Soeun segera mengangkat wajahnya dan menemukan Taemin yang berdiri dihadapannya. Ia meraih minuman itu.

“Terima kasih Taemin…”

“Hum…” Taemin mengangguk sambil tersenyum. “Kau tahu Noona, awalnya memang begitu mendebarkan. Tapi percayalah kalau semuanya akan membaik segera dan kau akan melakukannya dengan baik. Seperti yang aku lakukan tadi…” ucapnya sok bijak. Sementara Sulli yang berada disamping Soeun langsung mepoutkan bibirnya mendengar ucapan Taemin.

“Melakukan yang terbaik apanya…”

Taemin menatap sinis. Sementara Sulli tampak mengalihkan perhatiannya menuju Krystal disampingnya. Membuat Taemin akhirnya tak bisa membalas ucapan Sulli tadi.

“Pokoknya tenang saja ya Noona. Kau pasti bisa dan aku akan selalu mendukungmu…” ucap Taemin sambil duduk disisi Soeun yang lain. Soeun tampak menganggukkan kepalanya dan menoleh pada Taemin.

“Terima kasih Taemin…”

Untuk beberapa detik ia kembali menatap Onew. Namun lagi-lagi ekspresinya terlihat tidak berubah.

“Baiklah, siapa selanjutnya?”

Pandangan semua orang itu kembali teralihkan mendengar suara sang Leader dari Super Junior menggema. Menatap kembali TV dimana pertunjukan selanjutnya akan diumumkan setelah pertunjukkan dari pasangan lainnya baru saja selesai.

“Hum, aku dan Eunhyuk-ssi sudah mendapatkan nama pasangan selanjutnya. Aku akan menyebutkannya dengan keras…. PASANGAN SELANJUTNYA ADALAH…..”

Soeun kembali merasakan jantungnya bergetar. Ia menunduk, menggigit bibir bawahnya. Seingatnya sisa pasangan yang ada sekarang adalah 4 pasangan lagi, dengan kata lain kali ini ia dan Onew memiliki kesempatan 25% hingga nama mereka disebut.

“LEE JINKI-SSI DAN KIM SO EUN-SSI!!!”

Dan yah!! Jantung Soeun benar-benar nyaris melompat. Seiring dengan dukungan dari orang-orang lain di ruangan itu. Sementara di tengah untaian kata semangat, ia menoleh pada sosok yang menjadi pasangannya. Dimana sosok itu tampak masih belum bereaksi banyak

*

Panggun sudah terlihat di depan mata ketika Soeun dan Onew mendekatinya. Soeun menghela nafas berulang kali, berusaha menormalkan detak jantungnya. Setahunya partnernya tidak baik-baik saja, hal itulah yang membuat ia semakin gugup. Takut tak bisa melakukan yang terbaik dan membuat kesalahan.

Para staff tampak sibuk memasang clip on, dan semakin kesini detak jantung Soeun semakin gila. Sesekali ia melirik parternya yang ada masih juga sama. Terlihat tak mengatakan apapun dengan wajah datar yang ia miliki.

Tap!

Langkah keduanya sama-sama menapak di stage. Mendatangkan seruan pemberian semangat dari seluruh penjuru ruangan. Darisini Soeun menemukan Victoria yang tampak berdiri di tempat duduknya. Tersenyum padanya sambil membentangkan spanduk bertuliskan namanya. Soeun ikut tersenyum melihat dorongan yang diberikan oleh kakak perempuannya.

Keduanya memberikan hormat diiringin oleh suara tepuk tangan, setelah itu keduanya sama-sama mendekati piano. Duduk berdampingan disana.

Soeun menggigit bibir bawahnya dan mulai mengangkat jemarinya untuk bersiap-siap. Dalam latihan, nada yang pertama akan dilakukan oleh Onew. Lalu ia akan menyempurnakan kemudian.

Satu detik…

Lima….

Hampir satu menit…

Soeun mulai menoleh pada Onew karena ia belum juga melakuka tugasnya. Seruan penonton mulai kembali terdengar, mungkin mulai merasakan bosan menunggu. Soeun mulai tak tahan, salah satu tangannya bergerak, menyenggol tangan Onew yang masih tersimpan dikedua sisinya. Sontak pemuda itu agak kaget merasakan senggolan tangan Soeun, ia mengalihkan perhatiannya dari menunduk menuju Soeun. Ada sedikit keterkejutan di mata Soeun ketika menyadari mata itu membasah.

“Maafkan aku..” ucapnya serak. Tak lama ia menggeser kursinya dan ia bangkit, berjalan meninggalkan stage yang diiringi pandangan terkejut penonton.

Seperti hening.

Sejenak hanya terdengar suara bisik-bisik yang memenuhi pendengaran Soeun.

Gadis itu tampak menunduk, menatap jemarinya yang bahkan masih belum menyentuh permukaan piano. Sebelum pada akhirnya ikut menggeser bangkunya dan bangkit. Meninggalkan para penonton yang kembali merasa terkejut setelah ia memberikan bungkukan penyesalan.

*

“Heuh, apa yang terjadi?”

Semua yang ada di ruangan itu sontak sama-sama bangkit dari tempat duduknya melihat Onew meninggalkan stage. Hal itu juga diperburuk dengan Soeun yang ikut menyusul tak lama setelah itu, mendatangkan keheranan dari ratusan penonton.

“Apa yang mereka lakukan!” Seru Krystal benar-benar masih tak habis fikir.

“Apa yang mereka fikirkan? Mereka bisa gagal!” Tambah Sulli dari samping Taemin. Semua orang disana sama-sama hanya bertanya dengan fikiran masing-masing, tak mengerti.

*

“Hey! Tunggu!” Seru Soeun untuk kesekian kalinya sambil kali ia berhasil menyusul Onew. Pemuda itu menghentikan langkahnya, mendesah , lalu berbalik ke belakang. Memenuhi panggilan Soeun daritadi. “Apa yang sedang kau fikirkan sekarang?” Tanya Soeun tak tahan. Kesal.

“Maaf, aku benar-benar tak bisa melanjutkan ini..”

“Tapi kenapa? Apa kau benar-benar menganggap hanya kau yang ada disini? huh? Kau yang awalnya mengajakku untuk melakukan ini. Tapi kenapa ditengah jalan kau malah seperti ini?!”

Onew kembali menghela nafas, menggigit bibir bawahnya. Lalu kembali menatap Soeun.

“Itu memang salahku, maafkan aku. Jujur aku benar-benar menyesalinya, tapi aku benar-benar tak punya pilihan lain..” kata Onew mengucapkan penyesalannya lagi. Pemuda itu kemudian langsung meninggalkan tempat itu, meninggalkan Soeun yang menatap punggungnya.

“Arrh sialan!”

Soeun mengerang kesal sambil memukul dinding di sampingnya.

*

Soeun setengah selesai dengan emosinya ketika ia memutuskan untuk kembali saja ke backstage dan menemui teman-temannya. Namun langkahnya tiba-tiba kembali terhenti ketika ia melihat seseorang dari ujung koridor yang akan ditempuhnya. Berjalan kearahnya.

“Huh, lihat yang aku temukan disini..” ucapya sambil menghentikan langkahnya. Ia terlihat tersenyum pada Soeun, menampakkan Killer Smile miliknya yang memang terkenal.

“Kibum sunbae..” panggil Soeun, yang disambut senyuman yang lebih lebar dari pemuda itu.

 

“Aku meontong pertunjukkanmu, aku tahu kau sedang merasa buruk..” ucap Kibum sambil meminum minuman kaleng miliknya. Saat ini keduaya sedang berada di depan salah satu mini market di dekat SM Academy. Merilekskan fikiran.

“Itu sama sekali tak pantas disebut sebagai pertunjukan..” sahut Soeun datar sambil kembali memutar minumannya, belum berniat membukanya.

“Temanmu dalam keadaan yang tak terlalu baik. Kufikir jika ia bermainpun akan percuma, semuanya tak akan terlalu maksimal…”

“Hh, padahal ini adalah untuk pertama kalinya aku benar-benar serius menjalani Trainee ini. Tapi semuanya langsung begini..” timpal Soeun benar-benar masih menunjukkan ketidaksenangannya. Kibum kembali tersenyum mendengarnya, lalu menoleh.

“Bahkan akan ada waktu yang lebih panjang. Akan sayang kalau kau disini saja sudah merasa bosan…”

“Sunbae tak mengerti. Siapa yang gagal di showcase ini akan dimasukkan ke kelas khusus dan aku mungkin akan menjadi salah satunya…”

“Lalu? Itu sebenarnya tak terlalu menjadi masalah. Mengingat aku dulu juga pernah merasakan rasanya menjadi murid di kelas khusus…”

Soeun kali ini menoleh karena kata-kata Kibum. Sedikit tak percaya dengan kata-katanya.

“Benarkah?”

“Hum, dari tiga belas member super Junior bisa dikatakan lebih setengahnya berasal dari kelas khusus. Tapi lihat, mereka tetap bisa debut, bahkan menjadi pemimpin jalannya hallyu. Tidak berniat membanggakan terlalu jauh, namun tanpa Sorry-Sorry kau mungkin tak akan pernah mendengar lagu korea diputar hingga Amerika sekalipun…”

“Huh, tentu semuanya tak terlalu mengherankan. Kalian mempunyai bakat…”

“Maka itulah yang ingin kusampaikan, kau tak harus menjadi rendah diri hanya karena kau ditempatkan di kelas khusus. Karena setiap diri manusia pasti mempunyai bakat yang hebat dalam diri mereka. Dan, untuk sebuah kelompok yang besar, bakat-bakat itulah yang akan menutupi kekurangan-kekurangan mereka masing-masing dan membuat mereka lebih bersinar…”

“Lalu?”

“Kau tak perlu terlalu menyesali ini, anggaplah ini sebuah anak tangga bagimu untuk mencapai angkasa. Tak perlu menyesalinya, apalagi sampai memusuhi lawan duetmu tadi..”

Soeun tersenyum mendengar ucapan Kibum. Ia sungguh tak menyangka bahwa dibalik pribadi yang misterius miliknya Kibum memiliki sisi seperti ini. Sisi yang begitu bijak dan menenangkan.

“Terima kasih, sunbae..”

“Tsk, sepertinya aku akan mendapat satu fans fanatik lagi. Susahnya jadi populer kalau begini..” ucap Kibum sambil meminum minuman kalengnya kembali. Minum sambil menunjukkan senyuman smirknya untuk menggoda Soeun. Soeun segera mengalihkan perhatiannya dari Kibum mendengar godaannya, lalu mulai membuka kaleng minumannya.

“Cheers?” Tanya Kibum menawarkan ketika Soeun hendak meminumnya. Soeun tersenyum lalu menerima tawaran Kibum, mengadu pelan minuman kaleng keduanya. Mereka kembali saling tersenyum sebelum sama-sama meminum minuman kaleng itu. Membantu membuat pundak Soeun lebih ringan darisini.

*

Sulli, Amber, dan Krystal baru sampai kembali di kamar mereka tepat di tengah malam. Ketika mereka memasuki kamar, mereka dapat melihat Luna sudah berada di tempat tidurnya. Menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Luna unnie…. apa kau baik-baik saja?” Tanya Krystal sambil mendekati tempat tidur Luna dan duduk di sisinya. Sulli dan Amber tampak mengekor di belakangnya. “Unnie-ah..” ulang Krystal masih dengan suara yang berbisik karena Luna tak menyahutinya.

Hening.

Sulli dan Amber saling bertatapan sejenak. Lalu berpaling kembali kepada Krystal.

“Sepertinya Luna unnie sudah tidur. Sebaiknya kita membiarkannya dulu..” ucap Amber kaku. Krystal menoleh padanya, mengangguk, lalu bangkit dari tempat tidur Luna. Bergabung dengan Sulli dan amber yang sudah bergerak sedikit menjauh dari tempat tidur Luna.

“Tsk Soeun unnie juga belum kembali. Hh, hari ini benar-benar tak begitu baik..” keluh Sulli sambil duduk di tempat tidur Soeun. Amber dan Krystal tampak menggangguk bersamaan, helaan nafas yang sama juga terdengar dari keduanya.

“I hope that, and everything’s gonna be ok for tomorrow …” sahut Amber dengan nafas yang berat.

Klek!

Semuanya menoleh kearah pintu ketika mendengar suara pintu terbuka. Pandangan mereka bertemu dengan Soeun yang baru saja kembali ke kamar asrama.

“Kalian belum tidur?” Tanya Soeun kikuk sambil menutup pintu perlahan. Ia kemudian mendekati tiga gadis lainnya yang berada di dekat tempat tidurnya.

“Unnie darimana saja?”

“Apa kau baik-baik saja?”

Soeun tampak sedikit tersenyum mendengar pertanyaan mereka yang bertubi-tubi. Lalu mengangguk.

“Ne, tentu aku baik-baik saja..” sahutnya sambil tersenyum. Soeun kemudian bergerak menuju meja yang ada diruangan itu untuk membuka anting dan menghapus riasannya.

“We know that you must feel so bad. Just share with us if you want to..”

“Aku tak apa-apa..” sahut Soeun sambil melirik lagi kepada mereka yang masih menunjukkan wajah yang serius. Hal itu membuat Soeun akhirnya menghela nafas mengalah, lalu berbalik pada ketiganya. “Aku benar-benar tak apa-apa. Tenang saja…”

“.. Awalnya memang terasa begitu buruk dan membuatku begitu kesal. Tapi percayalah bahwa aku sudah lebih baik saat ini, aku sudah siap menerima apapun yang akan terjadi nanti. Jadi jangan menatapku seperti itu…” ucapnya meyakinkan. Tampaknya kata-katanya itu terbukti cukup ampuh, karena ketiganya tampak lebih baik setelah itu.

“Baguslah, kami harap memang begitu..” ucap Sulli sambil menunjukkan senyumannya untuk pertama kali pada Soeun. Krystal dan Amber juga ikut tersenyum kemudian.

“Tetap semangat kalau begitu..” kata Amber lagi. Soeun mengangguk dengan cepat.

“Pasti..”

Keempat gadis itu terdiam sesaat. Soeun mengalihkan perhatiannya ke sudut lain. Menoleh kearah Luna di tempat tidurnya.

“Luna bagaimana?” Tanya Soeun pada yang lainnya. Yang lainnya menghela nafas pelan, lalu mengangkat bahu.

“Entahlah, mungkin Luna unnie sudah tertidur. Kami juga baru saja datang dan ia sudah seperti itu..” sahut Krystal lesu. Soeun menghela nafas, mengalihkan perhatiannya pada Luna. Dia begitu mengerti bahwa Luna berada dalam posisi yang berat. Bahkan mungkin ia saat ini tak bisa menutup matanya, hanya pura-pura tidur untuk menyembunyikan perasaannya.

“Sebaiknya kita semua tidur. Kita lanjutkan besok. Aku yakin kita semua dalam keadaan lelah…” ucap Soeun memecah keheningan. Yang lainnya menganggukkan kepalanya.

“Ne…” sahut mereka serentak sambil bersiap-siap bertukar pakaian dan pergi tidur.

*

“Aku merasa buruk..”

Jonghyun menghela nafas sambil bangkit dari posisi duduknya. Ia menoleh pada rekan-rekannya yang juga ikut bangun mendengar ucapan Jonghyun. Eskpresi yang sama juga terlihat di wajahnya.

“Aku bahkan sudah melihat ruang kelas khusus dalam fikiranku..” tambahnya tak bersemangat. Pemuda bermarga Kim itu lagi-lagi mendesah untuk menyampaikan kegundahannya.

“Jujur kalian awalnya membuka dengan sempurna. Aku bahkan begitu yakin kalau kalian akan langsung masuk kelas unggul, tapi endingnya sungguh tak terbaca..” sahut Minho.

“Luna-ssi, kulihat bernyanyi dengan sejenis beban. Diawal aku melihatnya terlihat panik dan bingung. Hingga ditengah lagu perfomanya menurun dan berakhir buruk pada bagian klimaks…” tambah Key.

“Suaranya seperi ditelan sesuatu. Hilang total pada bagian high note..” imbuh Taemin.

“Menghancurkan jalanku..” sambung Jonghyun mengerang. Ia mengeluh sambil mengacak-acak rambutnya.

“Huh, kau juga tak bisa menyalahkannya sepenuhnya hyung..” ucap Key sambil sedikit tertawa melihat kegundahan Jonghyun. Jonghyun menghentikan kegilannya, menatap Key sinis.

“Lalu aku harus menyalahkan siapa? kau?” Tanyanya sengit.

“Kenapa malah aku?!”

“Tsk, kau sama sekali tak mengerti. Showcase ini terlalu penting bagiku, dengan susah payah aku mempersiapkannya, tapi apa? Gadis sombong itu menghancurkannya…”

“Dia pasti juga merasa buruk sekarang, mungkin lebih buruk dari dirimu. Bagaimana mungkin kau melemparkan semua kesalahan padanya?” sambung Key tak mau kalah.

“Tentu aku menyalahkan dia. Yang menyanyi tidak benar siapa? Dia kan? Lagipula kau tak sepenuhnya mengerti, Keybum.. kalau sebenarnya yang terjadi tidak sepenuhnya Accident. Suara dia bukannya habis, tapi.. ia putus di tengah jalan. Dengan kata lain dia sengaja membuat penampilan kami gagal..” seru Jonghyun tetap pada prinsipnya.

“Bukankah kau terlalu kejam menuduhnya seperti itu?!”

Jonghyun kali ini tak menyahut, begitupun Key yang langsung salah tingkah menyadari perubahan pandangan Jonghyun. Jonghyun mendelik panjang, lalu menatap Key dengan sok seksama. Memicingkan sedikit matanya.

“Kenapa kau tiba-tiba membelanya seperti seakan kau adalah bodyguardnya begini. Jangan bilang kau menyukainya…” delik Jonghyun menyelidik.

“Apa yang kau katakan?” Seru Key tidak santai. “Aku mengatakannya karena memang seperti itulah yang aku lihat!”

“Benarkah?” Tanya Jonghyun sangsi.

“TENTU! Tsk, berhentilah bersikap seperti orang aneh!”

“Tapi Jonghyun hyung benar, kau memang terlihat seperti mempunyai perhatian khusus padanya…” dukung Taemin.

“Kau juga jangan ikutan!” desis Key. Membuat Taemin langsung mengerucutkan bibirnya sebal setelah ikut disemprot sang umma. “Begini, aku berkata begini bukan karena aku menyukainya atau WHATEVA. Tapi.. yang namanya duet memang dilakukan berdua, baik dan buruk hasilnya kau tak bisa menyalahkan rekan duetmu…”

“Tapi latihannya tak ada bagian seperti itu, Kim Keybum…”

“Tsk, kau tak bisa memperkirakan suasana hati rekan duetmu. Mungkin ketika latihan ia terlihat baik-baik saja namun tidak ketika pertunjukkan. Aku yakin sesuatu terjadi padanya sebelum ataupun ketika pertunjukkan…”

Jonghyun terdiam. Kali ini ia tak menyahuti kata-kata Key. Mungkin ia membenarkan hal tersebut atau memang tak punya kata-kata untuk melawan ucapan Key.

“Aku setuju dengan Key. Kau tak bisa menyalahkannya sepenuhnya…” kata Minho iku bersuara. Mendatangkan desahan dari Jonghyun akhirnya. Mengalah.

“Ya, aku tahu itu. Tapi kalian tidak mengerti sama sekali dia itu seperti apa. Dia itu begitu angkuh dan sombong, itu begitu menyebalkan kalau ternyata orang yang selalu menyuruhku untuk tidak melakukan kesalahan malah berbuat hal fatal disaat pertunjukkan…”

“Ya, kami tahu hal itu. Namun bukankah itu petunjuk semakin nyata bahwa ia tak pernah menginginkan kesalahan ini. Apalagi melakukannya dengan sengaja seperti tuduhanmu…” sambung Key yang kali ini kembali disahuti Jonghyun dengan desahan mengalah.

“Baiklah, terserah kau. Tapi aku tetap curiga kau punya perasaan padanya okay…”

“Aku juga!”

“Tsk, terserah kalian!” ucap Key kesal sambil membuang wajahnya dari Taemin dan Jonghyun yang saling cengengesan. Pandangan Key kini beralih pada Minho yang berulang kali memeriksa jam tangannya. “Tsk, Onew hyung belum juga kembali…” keluh Key seperti membaca fikiran Minho. Minho mengangkat alis sebagai jawabannya.

“Aku benar-benar penasaran padanya. Tidak mengerti kenapa ia bisa berubah mood secara mendadak, seingatku awalnya ia baik-baik saja…”

“Hum, aku penasaran apa yang membuatnya begitu buruk padahal seingatku awalnya ia dalam mood yang baik..” Imbuh Jonghyun ikut bersuara.

“Seingatku.. hyung mulai berubah semenjak aku menyebutnya sebagai fansnya Tiffany. Aku tak tahu, sepertinya dia tak suka karena itu…”

“Tsk, berhentilah mengucapkan hal yang aneh!” Seru Key menyikapi ucapan Taemin. Taemin menatap kesal padanya.

“YAH! Aku mengatakan yang sebenarnya!”

“Tsk, berhenti berbicara..”

“Tapi aku kira memang ada hubungannya…” sela Minho tiba-tiba yang membuat semuanya menoleh padanya. “Onew hyung memang berubah sejak kita antusias melihat SNSD bukan begitu? Dia juga memang marah ketika Taemin mengejeknya…”

“Tapi untuk alasan apa? Aku fikir Onew hyung bukan Tipe Fans yang labil bukan? Itu bukan karakternya..” sambung Key.

“Bagaimana dengan fikiran kalau mungkin salah satu member SNSD adalah mantan kekasih Onew hyung?” Tanya Taemin kembali bersuara. Membuat semua member menoleh padanya.

“Ini asal-asalan lagi?” tebak Key sangsi.

“Hum, sebaiknya jangan bicara kalau kau hanya asal-asalan!” sahut Jonghyun setuju. Taemin mendesis sebal.

“Aku kan hanya memberi pendapat. Memperkirakan!” serunya sewot.

“Tsk, sama saja tidak!” Seru Jonghyun dan Key serentak. Membuat Taemin kembali cemberut berat, sementara Minho tampak masih terdiam dan memikirkan sesuatu.

“Tapi bisa jadi Taemin benar…” ucapnya tiba-tiba. Membuat semuanya menoleh padanya. “Apa kalian tak mengingat perbincangan kita dengan Onew hyung ketika ia melakukan hal yang sama pada hari dimana ia berniat keluar dari Academy? Bukankah ia bercerita tentang mantan kekasihnya yang meninggalkannya demi sebuah alasan yang membuat ia datang kemari. Aku kira tidak mustahil juga kalau gadis yang dimaksud adalah salah satu member SNSD…”

“Aah, benarkah?” Tanya Jonghyun kaget. “Mungkinkah?”

“Aku kira aku juga mengingat hari itu. Ya, kalau tidak salah memang Onew hyung berkata begitu…” kata Key kemudian.

“Lalu siapa kalau begitu? Apa mungkin memang… Tiffany?” Tanya Taemin ragu.

“Kita tidak bisa menyimpulkan semuanya dengan cepat. Lagipula belum tentu ini benar, kita sepertinya tak menyampaikan ini kepada Onew hyung. Dia akan menganggap kita lancang kalau kita sampai mencampuri urusannya..” ucap Minho. Semuanya mengangguk setuju.

“Sebaiknya kita hentikan membahas hal ini. Kita tidak bisa mencampuri urusan Onew hyung sejauh ini..” ucap Jonghyun kemudian. Yang lainnya kembali mengangguk setuju.

“Kalau begitu sebaiknya kita tidur. Aku harap Onew hyung akan kembali nanti malam, dan.. kita bisa menanyakannya besok pagi. Kuharap nanti jam berapapun onew hyung kembali dan kalian mengetahuinya kalian tidak bangun untuk menanyainya. Biarkan suasananya tenang sampai besok pagi. Kalian mengerti?” ucap Key memperingatkan. Lagi-lagi yang lainnya mengangguk manut.

“Ya… umma!!” seru mereka serentak.

“Aish berhentilah memanggilku dengan seruang menjijikkan itu!” Seru Key kesal. Yang lainnya tampak hanya saling cekikan, sebelum akhirnya berbaring di tempat tidur masing-masing. Bersiap menghadang hari esok dengan mendahuluinya heading ke alam mimpi.

“SELAMAT MALAM!!”

*

Riiing~

Alarm panjang yang terpasang di setiap kamar berbunyi nyaring memenuhi setiap sudut SM Training Center. Membuat semua anggota Trainee-nya yang awalnya bertahta di dalam mimpinya tersentak, kembali terbangun ke alam nyata.

Taemin terbangun merebahkan kembali tubuhnya setelah tadi reflek terduduk ketika mendengar raungan alarm. Sementara di tempat tidur lain Key dan Jonghyun tampak sudah sama-sama mengambil posisi duduk. Berbeda sekali dengan Minho yang malah menutup telinganya dengan bantal dan memilih melanjutkan tidurnya.

“Assh, tubuhku pegal. Mereka bahkan hanya mengijinkan kita tidur kurang lebih tiga jam..” omel Jonghyun sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya. Tempat tidur kemudian berderit karena ia sudah bersiap untuk menuruni tempat tidur dimana tempat tidurnya berada diatas tempat tidur Taemin. Key juga sudah turun dari tempat tidurnya.

“Nghh..”

Langkah kedua pemuda tampan itu berhenti. Keduanya melirik serentak kearah tempat tidur tunggal yang ada disana. Dimana sesosok tubuh sudah berbaring disana dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Kau tahu kapan Onew hyung pulang?” Tanya Key setengah berbisik. Jonghyun menggeleng sebagai jawabannya, menandakan ia tak tahu.

*

Sementara itu kesibukan tampak sudah terlihat di dorm milik Soeun dan teman-temannya. Soeun tampak baru saja bangun dari tidurnya dan terlihat melepas headseat yang dipakainya, Luna tampak masih berbaring, sementara Krystal dan Amber tampak berdiri dengan wajah tidak sabar di depan pintu kamar mandi. Menunggu Sulli yang belum juga selesai mandi daritadi.

“YAH!! SULLI-AH!! KAU TAK BISA MELAKUKAN INI! BUKA PINTUNYA!!” Seru Amber dengan bahasa koreanya yang kesininya makin lancar. Ia menggedor-gedor pintu kamar mandi berulang kali yang dibantu oleh Krystal.

“IYA SULLI!! CEPAT!! AKU MAU KE KAMAR MANDI!!”

“TUNGGU SEBENTAR~” Balas Sulli santai di kamar mandi. Menyebabkan gedoran Amber dan Krystal semakin kencang.

Sementara itu Luna tampak baru terbangun dari tidurnya. Mendatangkan tolehan dari Soeun yang masih berada di tempat tidurnya.

“Hey, selamat pagi..” sapa Soeun sambil tersenyum pada Luna yang tampak begitu terganggu dengan kehebohan tiga anggota lainnya. Luna tampak tersenyum sedikit kaku padanya.

“Selamat pagi unnie…” sahutnya pelan.

“Bagaimana? Apa kau sudah baikan?” Tanya Soeun sambil masih tersenyum pada Luna. Luna tampak terdiam, tampak ekspresi wajahnya masih kurang baik karena pertanyaan itu. “Aku harus perasaanmu akan lebih baik untuk hari ini. Karena aku juga sedang berusaha memperbaiki perasaaanku..” sambung Soeun cepat. Luna menoleh padanya.

“Apa terjadi sesuatu kemaren di pertunjukanmu, Unnie?” Tanya Luna penasaran. Soeun tersenyum miris lalu mengangguk.

“Hm, begitulah…”

Luna terdiam sejenak setelah kata-kata Soeun. Ia menundukkan kepalanya beberapa saat sebelum kembali menoleh pada Soeun.

“Maafkan aku, mungkin aku sedikit berlebihan disini. Aku pasti sudah membuat kalian semua mencemaskanku..” ucapnya ragu. Lagi-lagi Soeun tersenyum padanya.

“Itu bukanlah sebuah masalah besar. Kita semua satu seperjuangan disini, itu sebabnya kita memang seharusnya saling mengerti satu sama lain. Kami semua mencemaskanmu, berharap kau akan lebih baik hari ini…”

“Hum, aku mengerti. Aku akan berusaha untuk itu..” sahut Luna kali ini mulai tersenyum pada Soeun. Soeun membalas senyuman itu.

“YAH CHOI SULLI OPEN THE DOOOOOOOOOOOOOOR!!”

Soeun dan Luna sama-sama terkaget mendengar seruan bass milik Amber. Diiringi dengan suara gedoran yang begitu keras, begitu keras mungkin sampai menganggu pemilik kamar sebelah.

“OPEN THIS F**KING DOOR!! I CAN’T STAND IT ANY LONGER!!”

Luna dan Soeun sama-sama kembali melihat kesibukan ketiganya pagi-pagi begini. Sama-sama menggeleng lalu tertawa bersama.

*

Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin baru saja bergabung di pusat olahraga ketika keadaannya cukup ramai. Keempat pemuda itu tampak menghela nafasnya berulang kali.

“Ini serius. Kita tidak bisa membiarkan Onew hyung terus seperti ini..” kata Key serius. Membuat yang lain menoleh padanya. “Kita harus melakukan sesuatu…”

“Hm, aku juga tahu hal itu. Tapi kita bisa apa? Dia bahkan tak mendengarkan kita…”

“Dia benar-benar seperti hidup sendiri di dunia ini..” imbuh Taemin melengkapi ucapan Jonghyun. Sementara Minho kembali hanya memasang komitmen diamnya, pandangannya beralih menuju arah lain.

“Itu Soeun noona!” seru Taemin tiba-tiba. Membuat perhatian tiga pemuda lainnya teralihkan pada arah Taemin menunjuk dan saat ini berlari kearahnya. Jonghyun tampak langsung menghembuskan nafas sedikit keras ketika ia bertemu mata denganLuna, lalu berpaling begitu saja dari pandangan gadis itu.

“Kufikir kita harus kesana. Ayo!” ajak Key sambil menarik tangan Jonghyun bersamanya. Namun tak lama Jonghyun menarik tangannya dari Key, membuat Key menoleh padanya.

“Aku harus kesana dulu. Kalian pergilah susul si maknae..” sahut Jonghyun sambil bergerak dari posisi itu dan menjauh. Key dan Minho tampak saling bertatapan setelah kepergian Jonghyun, mereka saling mengangkat bahu lalu menyusul Taemin yang saat ini sudah merapat pada Soeun.

“Noona noona aku merindukanmu aku merindukanmu…” ucap Taemin berusaha ber-agyeo sambil berusaha memeluk Soeun yang lagi-lagi dilarang oleh Soeun.

“Aku bilang berhenti membuat kita kena masalah, Taem..” ucap Soeun datar. Taemin langsung cemberut berat mendegarnya.

“Noona tak mengerti perasaanku..” ucapnya berlebihan. Sulli tampak memutar bola mata bosan melihat ulah Taemin yang langsung membuat Taemin menatap sinis pasanya. “Kenapa wajahmu seperti itu?” Tanya Taemin sinis.

“Inikan wajahku, jadi biarkan sesukaku. Lagipula kenapa kau terus memperhatikanku?”

“Huh? Aku?”

“Kau tahu perubahan ekspresiku, apa namanya kau tak memperhatikanku. Tsk, sebaiknya kau jangan sampai jatuh cinta padaku ya, takutnya kau kecewa…”

“Aish, percaya diri sekali kau…” desis Taemin kesal. Sulli kali ini tak meladeninya, memilih membuang wajah yang membuat Taemin kesal. “Yah Choi—“

“—Hay semuanya…”

Ucapan dan seruan Taemin berhenti ketika Key memegang bahunya sambil berseru. Key kemudian sedikit menarik Taemin dari posisinya. Menghindari sesi perang selanjutnya dari dua orang yang tak pernah akur itu.

“Bagaimana hari kalian hari ini, Yyo hip hop girl!” sapa Key sambil menyikut Amber. Amber tertawa sebagai jawabannya.

“In medium level though..” sahut Amber ngambang yang dijawab kekehan oleh Key. Key mengalihkan pandangannya, beralih pada Luna yang tampak sedikit menundukkan wajahnya. Ia terlihat tak terlalu baik pada hari ini.

“Krystal dimana?” Tanya Minho memecah keheningan. Membuat semua orang menoleh padanya.

“Dia tadi pergi ke toilet. Sebentar lagi datang..” sahut Sulli sambil tersenyum pada Minho. Melihat itu entah kenapa Taemin malah kesal sendiri.

“Bicara padaku wajahnya tak pernah seramah itu—“

“—Sudahlah…” potong Key cepat sambil menyumpal mulut Taemin yang kembali mendatangkan deathglear dari Sulli. Taemin akhirnya membuang wajahnya dari Sulli.

“Oiya, teman kalian yang satu lagi mana?” Tanya Soeun megalihkan pembicaraan. Membuat ketiga pemuda di depannya saling bertatapan.

“Hum, dia masih di dorm. Sepertinya ia kelelahan..” sahut Key ragu. Soeun malah menyunggingkan senyuman sinis.

“Bagaimana mungkin tidak melakukan apapun sampai segitu lelah..” selanya datar. Ucapannya mendatangkan helaan nafas dari beberapa orang lainnya. Selepas showcase memang sepertinya hubungan antar mereka manjadi memburuk untuk beberapa alasan bukan?

“Minho-ssi!”

Ketegangan itu sedikit terpecahkan ketika terdengar suara lainnya. Park Jiyeon tampak bergabung, memanggil rekan performnya semalam.

“Jiyeon-ssi..”

“Senang melihatmu pada hari ini..” ucap Jiyeon sambil tersenyum. Ia kemudian melirik yang lainnya, memberikan hormatnya. “anyeong haseyo yeorobun…”

“anyeong..” sahut semuanya sambil ikut membungkukkan badan.

“Semuanya berkumpul disini. Apa kalian keberatan kalau aku ikut bergabung?”

“Oh, tentu tidak. Gadis cantik yang baik diperbolehkan untuk datang kemari, asal jangan gadis jelek yang cerewet, disini sudah terlalu berisik..” sahut Taemin sambil menunjukkan senyuman khasnya pada Jiyeon. Sahutannya tentu mendatangkan pandangan kesal untuk kesekian kalianya dari pihak lain.

“MAKSUDM—“

“—Calm down Sulli..” ucap Amber menarik Sulli untuk terpancing. Sulli mengerucutkan bibirnya, menatap dengan kesal.

“Dia benar-benar membuatku kesal…”

“Tsk, sudahlah..”

“Apa kalian mendengarnya? Hasil perform nanti malam akan diumumkan nanti jam sepuluh..” ucap Jiyeon menetralkan suasana. Mendatangkan tolehan dari yang lainnya.

“Benarkah?”

“Hum, mereka akan segera merilisnya…”

“Aarh, rasanya seperti kembali menjalani audisi, bukan begitu?” Tanya Amber meminta pendapat. Semuanya mengangguk dengan setuju.

“Huh, aku sudah dipastikan masuk kelas khusus…” ucap Soeun terdengar miris dan sinis. Luna juga tampak mengangkat wajahnya untuk pertama kali, mengangguk setuju.

“Begitupun aku…”

“Tsk, kalian tak boleh langsung pesimis seperti itu..” kata Sulli tak senang. Amber langsung mengangguk.

“Kufikir kalian masih saja bisa masuk kelas unggul kalau si juri menyadari potensi kalian…” sambung Key.

“Hum, tapi sepertinya kesempatannya kecil..” gumam Soeun sambil menghela nafas. Luna lagi-lagi ikut mengangguk sambil kembali menunduk.

“Yang terlihat mulus juga bukan berarti bagus, kan? Semua kemungkinan bisa saja terjadi..” ucap Jiyeon ikut mengeluarkan suara. Semuanya menghela nafas dan serentak mengangguk setuju.

“Ya, kita tidak bisa langsung berfikiran buruk akan apapun terlebih dahulu. Semua kemungkinan masih bisa terjadi..” sahut Minho mendukung ucapan Jiyeon. Yang lainnya tampak kembali mengangguk dengan ucapan-ucapan itu, mereka benar-benar terlihat tak terlalu berani memikirkan apapun yang akan terjadi nantinya.

Sementara tanpa mereka sadari Krystal yang awalnya berniat mendekat tampak menghentikan langkahnya menyadari kehadiran Jiyeon yang berdiri bersebelahan dengan Minho. Gadis itu menghela nafas, lalu perlahan beranjak darisana tanpa diketahui oleh beberapa orang yang masih larut dalam fikiran mereka tersebut.

*

“HASIL SHOWCASE SUDAH KELUAR!!!”

“HASIL SHOWCASE SUDAH KELUAR!!”

Kelima gadis itu menghentikan langkah mereka ketika mendengar keributan disekitar mereka. Mereka saling bertatapan setelah itu.

“Hasilnya sudah keluar? benarkah?” Tanya Sulli antusias pada teman-temannya yang lain. Amber tampak juga menunjukkan wajah antusiasnya, sementara Soeun dan Luna hanya mengangkat bahu dan tersenyum sedikit miris, berbeda lagi dengan Krystal yang tampak menunjukkan ekspresi cemas di wajahnya.

“Apa kalian tak mau melihatnya?” Tanya amber heran melihat ekspresi teman-temannya yang hanya datar tak bereaksi.

“Hum, aku tak berminat melihatnya. Seperti sudah tahu hasilnya…” sahut soeun sambil tersenyum tipis. Luna ikut mengangguk.

“Ne…”

“Aish, baiklah, aku mengerti. Kau bagaimana Krystal, kau tak berminat melihatnya?” Tanya Sulli sambil berpaling pada Krystal yang juga ikutan diam. Krystal tampak mengangkat wajahnya, tersenyum kaku.

“Eung.. aku sepertinya ikut dengan Luna dan Soeun unnie saja..”

“Huh, kenapa begitu? You don’t want to know the results?”

“T-Tentu.. Tentu aku mau tapi—“

“—Kau pasti akan berhasil, Krys. Penampilanmu menakjubkan…” potong Soeun sambil menyentuh bahu Krystal. Berusaha menenangkan gadis yang mudah gugup itu.

“Ne, aku juga berfikir begitu. Kau pasti akan masuk kelas unggul..” timpal Luna sambil ikut menyentuh bahu Krystal yang lain.Sulli dan Amber juga ikut mengangguk.

“Hum, kami juga berfikir begitu..”

Krystal terdiam karena kata-kata dukungan dari teman-temannya, masih terlihat ragu. Agak lama gadis-gadis lainnya memberi kesempatan baginya untuk berfikir, namun melihat ia belum juga memutuskan sikap. Akhirnya Sulli dan Amber sama-sama sepakat untuk membawanya paksa.

“Ayolah, Cepaat!!” tuntut Sulli sambil terus menarik Krystal bersama Amber. Membuat Krystal langsung kaget dan tampak masih sedikit berontak.

“Tapi Ssul—“

“—HERE WE GO!!!”

Pada akhirnya Krystal hanya bisa pasrah mengikuti kedua rekannya yang kini sudah mengajaknya berlari melintasi koridor.

Sementara itu dua gadis lainnya hanya menatap kepergian mereka hingga ketiganya menghilang dari pandangan.

“Ayo, kita pergi ke kantin untuk makan..” ajak Soeun sambil sedikit terseyum pada Luna yang tampak kembali melamun. Luna tersadar, mengangkat wajahnya, lalu tersenyum.

“N-Ne, ayo…” sanggupnya kaku.

“Let’s Go!” Seru Soeun sambil meraih leher Luna seperti yang tadi dilakukan Amber dan Sulli pada Krystal. Ia kemudian juga mengajak Luna untuk berlari bersamanya, yang mau tak mau membuat Luna ikut tertawa senang dengan kecerian yang dibangun Soeun.

*

“Ayo hyungie! Ayo!!” Seru Taemin tidak sabar sambil menarik tangan Jonghyun. Jonghyun tampak mengikutinya dengan sedikit malas. Sementara lebih di belakang lagi, Minho dan Key tampak mengiringi mereka dengan lebih santai. “Yah, cepat hyung!”

“Taem, aku sudah bilang aku tak mau. Aku sudah tahu hasilnya dari awal…” ucap Jonghyun sama sekali tak bersemangat, sementara Taemin terus menariknya untuk ikut. Bergabung dengan para siswa yang sudah berkerubung.

“Permisi.. permisi..”

Taemin dan Sulli sama-sama menghentikan langkah mereka ketika mereka datang disaat yang bersamaan. Mereka saling bertatapan tajam sejenak, sebelum akhirnya sama-sama berpaling dan mulai menyelinap diantara kerumunan.

“Tsk, so many people. I hope Sulli can see the results..” ucap Amber yang memilih untuk tak ikut menyelinap. Krystal masih juga terlihat gugup disampingnya yang lain. “Hey, calm down kay.. why you look so teribble..” seru Amber sambil memukul-mukul pelan bahu Krystal. Sesekali ia berjinjit untuk melihat Sulli.

“Amber-ssi!”

Amber menoleh ketika mendengar seseorang memanggilnya. Key tampak datang bergabung, bersama Minho disampingnya.

“Minho oppa!”

“Krys!” sapa Minho balik sambil mengusap rambut Krystal. Membuat Krystal terlihat sedikit malu-malu mendapatkan perlakuan Minho yang sudah lama tak dirasakannya.

“How about the result? Haven’t you see it?” Tanya Key pada Amber. Amber mengangkat bahu.

“Not yet. It’s so damn crowded here. But Sulli is in there. I just wait for the news from her..”

“Maknae kita juga didalam..” ucap Jonghyun menyahut datar. Walau ia tak mengerti arah pembicaraan kedua orang di depannya, tapi ia bisa menebak arah pembicaraan mereka dan ia benar.

“Bagaimana denganmu Krys?” Tanya Minho pada gadis di depannya yang kembali terdiam dan larut dalam fikirannya.  Krystal tampak mengangkat wajahnya, balas menatap Minho.

“Aku juga tidak tahu. Aku menunggu khabar dari Sulli..” sahutnya pelan.

Sementara itu…

“Permisi!!”

Dua manusia yang paling semangat itu akhirnya sampai di depan papan pengumuman setelah berjuang menerobos keramaian. Keduanya langsung sama-sama menempel ke papan. Mencari nama mereka.

“Choi Jinri Choi Jinri Choi Jinri..”

“Lee Taemin Lee Taemin Lee Taemin…”

“Choi Jinri..”

“Lee Taemin…”

“Choi…”

“Lee…”

“CHOI… TAEMIN!”

Keduanya berseru serentak dengan nama yang sama karena nama mereka ternyata dipajang berdekatan. Mereka berdua langsung lebih mendekatkan kepala mereka untuk melihat tulisan lebih jelas. Menatap dengan penasaran…

“Huh? HAsilnya?”

Dua orang itu sama-sama saling bertatapan setelah melihatnya. Memasang ekspresi yang terlihat persis dan sama-sama sulit untuk dijelaskan lebih detail.

TBC

Priview next Episode:

“AAHH, AKU TAK MUNGKIN MASUK KELAS KHUSUS!!”

“Ini semua gara-gara dirimu. Kalau tidak aku pasti tidak akan disini..”

“Selamat datang di kelas khusus, anak-anak…”

“Wajah guru kita benar-benar seram, hiiii~”

“Di kelas unggul ini enak bukan? Tempatnya bersih, sejuk, dan yang pasti… begitu tinggi sampai banyak orang yang iri…”

“Huh, pindah kamar. Jadi bahkan, siswa kelas unggul mendapatkan asrama mereka sendiri dengan fasilitas mewah?”

“Kalian diperbolehkan liburan selama satu minggu dan kembali ke rumah masing-masing…”

“YASH!!”

“Luna-ssi, kau….”

“Inikah alasannya selama ini?”

“Aku bukan yang dulu lagi. Kini… aku adalah Jung Soojung yang baru…”

38 Comments Add yours

  1. Choi Hye Mi mengatakan:

    Kereeeen….
    Menurutku FFx ga kayak DH kok.. Alurnya aj beda.. Mngkin genrex yg mirip…
    Q paling suka moment Taemin-Sulli dsni.. Biarpun klo ktemu sllu kyak Anjing sma Kucing… Tp mnurutq manis banget… Penesaran nih.. Ap yg bakalan terjadi sma Soeun CS n Onew Cs d part selanjutnya…
    D tunggu Ya Put.. FF yg lainnya juga… Ok Hwaiting!!

  2. tanti no kawai mengatakan:

    Yeeeaaa…. Akhirnya di lanjutttt juga….🙂

    Ckckkc…. Bener2 ShowCase Ϋά̲̣̥ηġ tak terduga……..
    Sepertinya Ϋά̲̣̥ηġ aman cumn
    Key dan Amber_Thunder dan Krystal_Minho dan jiyeon…..

    Sedangkan Ϋά̲̣̥ηġ mendapat nilai tertinggi disaat penilaian Vocal ketika Trainee…..
    Jonghyun dan Luna…..
    Ending Ϋά̲̣̥ηġ tak terbayangKan…..

    Sulli dan taemin….
    Selalu di bwt tertawa tiap baca line mereka…
    Ekekkekekke
    Sama-sama Berisikkkkk……!!!!!
    ĦΔĦΔ:D ĦΔĦΔ=D ĦΔĦΔΔ=))
    Tapi pairing k-2 fav.q di sini..#plakkk#gkda Ϋά̲̣̥ηġ nanayk# ehehehehhe

    .͡▹​ Sso and Onew….
    Huh…. Bener ikut deg2’an waktu penmpilan mereka….
    Huhuhuh
    Ecieee…. Ki bum oppa_bijak banget sih…. Βïśª nenangin Sso deng caranya sendiri….
    Coba’ kalo itu bang ikan#HaeSso shipper kumat#
    “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇

    Kyaaaaa……. Ikut deg-deg an nunggu hasiLnya….
    Ehhhh…… TernyaTa TBC dunk…. U.U

    *eh… ªԃª priview ηγά̲̣̥????
    Bis ini_yang di publish langsung di lanjut part 6 kah?????

    Kyyaaaa….. Kerennnn putriiiii……
    Next project ηγά̲̣̥ di tunggu…..
    Baek part 6 Ϋά̲̣̥ηġ di publish atau lanjutan FF Ϋά̲̣̥ηġ laen…..
    Pokok ηγά̲̣̥ di tungguuu……di tungguuuu….🙂

  3. lee jihyun mengatakan:

    Hua,, onew ny mlh nangis n prgi dri panggung…. Ksian so eun…

    Crta ny keren chingu,, ayo klanjutanny Dtunggu….:D

  4. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Wuuuaa…
    Sedih liat Soeun gag tampil bareng Onew Oppa T_T
    bingung mo coment apa… #plaakkkk

    rasanya beberapa dari mereka masuk SM karena cinta di masa lalu:/ *mikir*

    ditunggu Next Chapnya😉

  5. Dizhaadrya mengatakan:

    Ff ny mkn krn z,,, kasian ma jonghyun n luna,, n kasian bgt ma sso blm smpat perform gra” si onew ne,, ya ampb si taem ma sulli kyak tom & jerry klw ktmu sllu rbut

  6. vani mengatakan:

    karena lama update jd aq lama ngonekinnya😦

    ki bum, nice bgt

    sso masuk kelas khusus kah, gpp c tuh ada luna jg
    hmmm berasa gmnag2 ni show kyna tuh kompetisi trs friendly tp kyna byk aura dinginya, hahahaha
    like c couple sulli

  7. aaah kenapa tcb di saat lge seru serunya !?!

    suka bnget sma sulli n taemin yg lge berantem !!

    aq selalu menunggu ff mu jdi figthing buat kamu put !!

    btw part sso dkit bnget !!

    suka deh ad kibum suju !!

  8. erika mengatakan:

    ah….pdahal lg bca seru2,eh malah tbc….
    ehm….di sini dialog so eun eonninya dkit bnget eonn….!!!
    wah kra2 taemin dan sulli masuk kelas apa ya????
    trus apa yg terjadi ya sama luna!!!!aaa….bkin pnasaran!!!
    di tunggu part 6 nya + ff lainnya terutama ff ”haru”
    semangat eonn….

  9. Devi mengatakan:

    KereN bNgeeeet thor FF’a,,,,,
    KsiaN bNgeeeet eoNNie so euN tdk jd tampil gara2 oNew ,,,,,
    PsaNgN sulli aNd taemuN lcu bNgeeeet mskpN merka sllu brteNgkar setiap brtemu,,,,
    Jd pNsraN ma klaNjutaN’a,,,,,,,

    D tNg2u thor klaNjutaN’a,,,,,,

  10. cucancie mengatakan:

    Makin seru nih,luna knp sih kok tiba2 ga fokus saat tampil..onew jg hadeuhhh…penasran siapa yg masuk ke kelas khusus sm kls unggul…so eun masuk kls mana ya?ahhh…ditunggu lanjutannya aja ya thor…

  11. Niniet mengatakan:

    poor so eun ga jd tampil, apa so eun masuk kelas khusus ? jd penasaran gimana tuh kleas khusus itu..?

  12. luthfiangelsso mengatakan:

    Wah keren keren🙂
    Penasaran apa yg bikin luna down ??
    Aduh taelli lucu bgt sih kekeke~
    Onew galau gara” tiffany, gimana nasib sso ??
    Pdahal penasaran bgt ma pnampilan onew-sso hehehe
    ok di tubggu lanjutan’a jgn lama” ya !🙂

  13. ticha_ mengatakan:

    hua,,,bener2 diluar perkiraan_😦
    Penasaran ama hasil’a,,,
    Itu onew oppa knp??so eunnie jd keselkan….
    Hm,,taesull ga bsa akur ya,,
    Hahahaha😀
    Ngramein suasana,,walau jd berisik…ckckck
    Aduh,,pasangan jjong ama luna,makin ga baek dech?!
    Itu krystal cemburu ama min ho oppa,,,>sadar oppa<😀
    Penasaraaaaaaaan!!!
    Bener2 DAEBAAAAKKK!!!😀😀
    Q tgg kelanjutan'a
    Laaaanjuuuut

  14. pipip mengatakan:

    Waaaa critanya seru pnsran soeun msuk kls apa
    Dtnggu next partnya thor

  15. asisadinda mengatakan:

    Waa.. ff nya kereeen..
    Suka banget sama pasangan Taemin-Sulli, mereka pasangan yg cute. :DSoeun-Onew kasian, diterpa masalah mulu.. Key-Amber pasangan yg akur.. Pkoknya daebak !
    Author fighting !!
    Ditunggu part selanjutnya..
    Juga ff yg lainnya..🙂

  16. shane mengatakan:

    Rada lupa sm part yg kemaren..,yg pasti Makiiiiiin Seruuuu …

    Ape yg akan terjadi sm Soeun & onew???
    Itu si Taelli ..aighoooo😉

    Klo ada priview kya’ gini tinkat pensaraan nye penuh tanda tanya ???? Xxxxxii

    Lanjut ~
    Bravo🙂 c’put Bravo😉 (y)

  17. dyyyy mengatakan:

    gemes ma taemin…..
    soeun n onew pst da d kls khusus……

  18. Kyusso shipper mengatakan:

    onew oppa gitu sih sama sso eunie
    disini bagian so eun dikit.

    sulli sama taemin couple favorit lucu sama mereka berdua berantem trus.

    ditunggu ff lainya terutama sweet piece of love mudah2an di post bulan ini

  19. minmin_mizana mengatakan:

    lupa2 inget ma part sebelumnya,,,
    penasaran apa yang terjadi ma luna, daaaaaan aku penginya sulli ma minho heheheh *efek to the beaautifull you*
    minhonya ga boleh ma cwe lain,,,,,,
    jujur ini satu2nya ff putri yg susah dapet feel karakter sso’a, soalnya kebanyakan anak SM jadi bayanginya susah😦 *maaf
    ditunggu karya selanjutnya🙂

  20. haekyusso mengatakan:

    Sedih lht sso kgk bs mengikuti konstes trannie SM gr” onew y lg galau😦
    Lucu lht tingkah taemin-sulli yg kyk kucing & tikus🙂
    Wahh ki bum ngasih semangat bt sso,,jjiiahhh🙂
    D tunggu next part y dan ff yg laen,,, *HAWITING*🙂🙂

  21. Anna mengatakan:

    Heeemm msg2 pny mslh-ny sndri,,jelas bkin kesel coz mmbt pihak lain rugi krn skp mrka yg trkesan frustasi&egois trutama onew ma luna hadeehh,,mg aja mrka yg msuk kls khusus ttp smgt trs&bs brsinar,,🙂

  22. RyaniAngels mengatakan:

    wizz..kyknya bkl masuk kls khusus smua nih..TaeSulli, ckckck, kpn bs akur?..Sso kok gk jd perform sih?.,pdhl q dh nungguin lho..

  23. Deborah sally mengatakan:

    Kasihan “KIM SOEUN” masuk kelas khusus. .

    Taeminnya gimana?

    Lanjut author

  24. Arhy_SufithreElf mengatakan:

    mian chingu aku coment di part ini doang🙂
    ceritanya bagus..
    Persahabatan dan konflik juga mulai terbangun(?)
    Kasian Sso eunni gak jadi tampil😦
    Luna kenapa ya?
    Huaa.. Gak rela Taemin baby sama sulli #plak
    next ne chingu..
    Hwaiting!!!

  25. elisa mengatakan:

    wah dah lama ya author..bagus..tpi buat penaasaran ending a…faighting author….
    next karya di tunggu

  26. Esaa mengatakan:

    Cuma tiga huruf W.O.W , wow . . . .
    Daebakk parah dah..

  27. rizmi mengatakan:

    chingu, lanjut donk! Keren critanya, ,jarang2 ada ff yg genre nya kyak gni

  28. geill mengatakan:

    Good story…..
    Penasaran sm kshnya sso and onew bklan gmn ya…..hehehehe….
    Semangat buat author…….

  29. Kyusso Eunnie mengatakan:

    yaaah..pdhal pengen ngeliat pnampilan onsso tp gra2 onew….😦
    smg aja onsso msuk klas ung9ul bkn klas khusus, tp rasax gk mngkin ya bgitupun luna sm jonghyun..
    tp aq suka sikap ki bum yg slalu mnghbur sso..smg aja ada rasa..kekeke😀
    dtng9u next partx put..psti part 6 nya lbh mnegangkan..🙂

  30. Aulia Azizah mengatakan:

    waaahhhh daebakk…
    cepetan d anjutin dongg thor…
    penasaran sm lanjutannya ^^

  31. Aulia Azizah mengatakan:

    cepetan d lanjutin dongg thorrr

    ^^^^

  32. angelf mengatakan:

    beda koq author sma DH
    suka ceritanya liat taemin sma sulli brantem trus
    sedih ya liat onew blum bsa ngelupain tiffanya
    masih pnsaran gmna lnjutan hubungan soeun sma onew blom ada tanda tanda cinta ya?

    Ditunggu nextpartnya jangan lama lama ya
    fighting

  33. Rena Fanytastic mengatakan:

    Like

  34. princess ice mengatakan:

    Tegang bgt pas showcase’a ampe dada ini deg2n.. onew bkin bt dech,knpa jg ampe bkin showcasenya sso brantkan.. arrgh mana TBC’a pas lagi tegang2’a. Lanjut y putt… oia,bkin sully ama taemin damai bentar donk,,jadi ikut pusing ama tngkah mreka b2… hahah😀 sukses put!

  35. Kim Ha Byung mengatakan:

    Huaaaa, so eun eonni masih kelas khusus engga ya??
    Di tunggu kelanjutanya eon..

  36. kim Ra rA mengatakan:

    pertunjukan yang benar benar menegangkan

    dan sepertinya sso masuk ke kls khusus
    ceritanyaseru asik pokoky keren bangeeeerrrt

  37. HETTY SHAWOL mengatakan:

    sso ga jadi tampil gara onew..
    onew ma galau gara2 sitiffany..
    aku g suka taely😦 aku cemburu lihat keimutan mereka..my taeminie
    tapi aku suka ffx keren..apalagi ada sonew wowww makin suka..

  38. Rani Annisa mengatakan:

    kasihan so eun,, nggak jadi tampil sama onew…

    Tapi penasaran banget sama cerita selanjutnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s