~Sweet Piece Of LovePart7~


Sweet Piece Of Love7|PrincessCloudsPutri Andina|Romantic, Family, Friendship, Comedy|Kim Soeun, Super Junior’s Yesung, SNSD’s Jessica, Super Junior’s Sungmin, Yesung’s Mom, Kim Jongjin, SNSD’s Tiffany, F(x)’s Krystal, SNSD’s Sunny, and Other….

sweet piece 7

Summary: Dan, itu benar-benar menjadi waktu ketika kau tak ada disisiku…

Warning: Typo(s)

~

“Kau tunggu dirumah. Aku akan segera pulang..”

“Tapi ini huja-“

Tit Tit Tit..

Yesung mematikan ponselnya sebelum Jongjin selesai berbicara.

“Ada apa oppa?” Tanya Jessica ikut cemas melihat ekspresi Yesung yg begitu tegang. Yesung menatap padanya.

“Aku harus segera pulang. Terjadi sesuatu dirumah..” sahut Yesung dan berniat pergi. Namun, Jessica menghentikannya.

“Tapi ini begitu hujan oppa…” serunya kemudian. Berhasil membuat Yesung menghentikan langkahnya. Yesung berpaling, lalu menatap kaca disampingnya. Menatap hujan yang masih juga turun dengan begitu lebatnya.

Ya, ini begitu hujan. Kalau begitu, dimana Soeun sekarang?

*Sweet_Piece_Of_Love_Part7*

Soeun terus membawa langkahnya tanpa arah. Ia tak memperdulikan seluruh tubuhnya yang basah karena hujan. Dengan sisa tenaganya yang lemah ia terus membawa langkahnya menjauh dan semakin jauh dari tempat dimana ia memutuskan untuk pergi tadi.

Aku tidak bercanda, kalau kau pergi maka kita tidak akan bertemu lagi…

Ck, sudah kubilang leluconmu kuno Soeun. Tidurlah Dongsaengi, jangan membuat ulah!!

Penggalan-penggalan kata-kata itu terus memenuhi fikirannya. Membuat gadis itu semakin tidak tahan. Ditambah bayangan Yesung yang menjauh darinya dan memilih wanita lain terus terfikirkan olehnya, membuat ia bahkan ingin memukul keras kepalanya.

Soeun terhenti, menundukkan kepalanya. Air matanya mengalir bersama air hujan yang membasahi wajahnya.

“Kenapa ketika aku mulai menemukan seseorang yang membuatku nyaman ia malah tidak menyukaiku. Kenapa semua orang tidak menyukaiku dan terus mengucilkanku…” gumamnya dengan tubuh yang menggigil kedinginan. Air matanya terus saja turun begitu saja. Menyatu bersama hujan. “Kalau begini bukankah perasaanku sebelumnya memang benar? Tak ada lagi tempat yang tepat didunia ini untukku. Aku sebaiknya memang bersatu bersama keluargaku disurga…”

()

Sungmin mendesah berulang kali sambil terus mengemudikan mobilnya membelah hujan. Wajahnya masih terlihat begitu tidak kesal. Masih sama dengan ketika tadi ia meninggalkan Sunny ditempat itu. Setelah Sungmin tahu bahwa ia hanya menipunya.

Tsk, benar-benar. Jujur saja, Sungmin sudah tidak betah lagi menjadi guru music gadis itu karena hal itu benar-benar membawa banyak masalah untuknya. Selain kata-kata Sunny yang setiap hari selalu mengatakan ketertarikan padanya ditengah pelajaran, nyatanya Sunny sudah cukup jauh merusak hidupnya. Ia bahkan harus kehilangan Soeun karena kesalahfahaman yang terjadi ketika Sunny tiba-tiba mencium pipinya ketika Sungmin memberikan les padanya. hal yang lebih sialnya adalah karena Soeun ternyata melihat itu semua dan salah faham padanya. Hubungan mereka jadi hancur karena hal itu, bahkan Soeun langsung minggat dari rumahnya. Ya, Sungmin begitu mengenal gadis berhati rapuh itu. Ia memang terlalu rapuh seperti sepotong ranting yang bisa patah ketika sebuah angin bertiup padanya.

Hujan terus turun dengan deras dan saat ini ia sedang melewati jalan yang lumayan sepi membuat Sungmin memperlambat laju mobilnya. Takut matanya mengabur atau sesuatu tiba-tiba melintas di depan mobilnya.

“Hhuh, tahu hujan begini lebih baik aku berhenti di tengah jalan untuk minum kopi. Mana dingin sekali..” keluh Sungmin sambil terus membawa mobilnya dengan pelan. Sekali-kali ia mengalihkan perhatiannya kearah kanan ataupun kiri jalan sepi yang ia lalui.

!!

Sungmin reflek menginjak remnya secara mendadak ketika matanya menangkap sesuatu. Sungmin beralih kebelakang, menatap kearah jalan yang baru saja ia lewati. Sekedar untuk meyakinkan dirinya kembali.

“Soeun!”

Sungmin dengan cepat membuka sabuk pengamannya. Kemudian tanpa memperdulikan air hujan yang deras ia turun dari mobilnya dan segera berlari. Menghampiri seseorang yang berjalan kearah sebaliknya dari arah yang mau ia tuju. Seseorang yang terlihat sudah basah kuyup karena air hujan.

“Soeun!”

Sungmin begitu kaget. Baru saja ia hendak mendekati sosok itu, sosok itu tiba-tiba tumbang. Beruntung Sungmin bisa menangkap sosok itu sebelum ia benar-benar jatuh ke tanah.

“Kau..”

Sosok itu menatap Sungmin dengan sayu. tangannya tampak berusaha melepas pegangan Sungmin, namun ia seperti tak mempunyai tenaga. Hingga pada akhirnya ia tertidur. Pingsan.

“Soeun! Soeun bangun Soeun!” Seru Sungmin mulai panik. Ia mengguncang tubuh Soeun berulang kali agar ia bangun. “Soeun! apa yang terjadi padamu?” tanya Sungmin panik. Namun Soeun tetap tak bereaksi. Pada akhirnya Sungmin membopong tubuh Soeun, lalu membawanya ke dalam mobilnya.

()

Rring!!

Jongjin tampak berlari-lari kecil keruang tengah. Setelah mencapai pintu dengan cepat ia membukanya.

Klek!!

“Hyung!“

“Bagaimana? Apa Soeun sudah ditemukan?” tanya Yesung baru saja memasuki rumah. Pakaian dan rambutnya tampak sedikit basah.

“Belum..” sahut Jongjin pelan sambil menggelengkan kepalanya. “Kami sudah berusaha mencari tapi ia benar-benar tidak ada..” katanya sambil mengikuti Yesung yang lebih memasuki rumah.

“Ibu bagaimana?” tanya Yesung sedikit menoleh kebelakang.

“Ibu begitu kaget dan terlihat sedih. Tapi sekarang ibu sudah tenang dan tertidur..” jawab Jongjin.

“Kemana anak itu?” Gumam Yesung sambil berjalan kearah bekas kamarnya yang sudah menjadi kamar Soeun. ia kemudian membuka pintu kamar tersebut. Dan benar saja, kamar itu kosong sama sekali.

“Apa yang terjadi padanya? kenapa ia pergi tiba-tiba?” tanya Jongjin lagi yang kali ini tak diacuhkan Yesung. Mata Yesung terus menatap lurus kedalam sana, menatap seisi kamar yang benar-benar sudah kosong dan tak berpenghuni.

()

#Flashback

!!

Motor Yesung berhenti di depan rumah Jessica. Jessica tampak turun dari boncengan dan melepas helm yang dipakainya. Rinai-rinai air hujan mulai membasahi kepalanya.

“Maaf, sesuatu benar-benar terjadi di rumah sehingga membuat aku bahkan tak bisa menunggu hujan reda. Aku mungkin tak membuatmu nyaman lagi hari ini…” ucap Yesung dengan wajah menyesal. Wajahnya juga terlihat masih panik.

“Tidak apa-apa, aku mengerti…” sahut Jessica sambil berusaha tersenyum. Yesung tampak tersenyum lega mendengarnya.

“Baguslah. Sekarang masuklah, Sica. Jangan sampai kau sakit karena hujan. Oiya, selamat malam…” kata Yesung lagi.

“Selamat malam…”

!!

Mesin motor Yesung kembali berbunyi setelah kata-kata itu. Setelah memberikan senyuman terakhirnya Yesung tampak pamit dan meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Jessica yang masih menatapnya panjang sampai ia menghilang di kelokan pertama.

#EndFlashback

Jessica menghembuskan nafasnya ketika mengingat kejadian yang baru terjadi sejam yang lalu itu. Sesuatu tiba-tiba mengganjal fikirannya.

“Apa yang membuat Yesung oppa seresah itu? Apa yang terjadi?” Gumamnya pada dirinya sendiri. Prasangka buruk mulai memenuhi fikirannya. Prasangka buruk yang cukup membuatnya resah dan ketakutan.

“Ahh sudahlah, ini hanya prasangka burukku. Aku sepertinya masih belum juga belajar dari pengalaman sehingga tidak sembarangan beprasangka buruk padanya…” ucap Jessica sambil menggelengkan kepalanya. Ia kemudian berusaha menepis fikiran buruk yang masih juga mengganggunya.

()

“Eungh…”

Mulut mungil itu melenguh panjang ketika pemiliknya menemukan kesadarannya. Tubuhnya kemudian juga mulai bergerak diatas tempat tidur yang begitu nyaman. Membuat pemuda yang tertidur dengan posisi duduk disampingnya terbangun.

“Eungh~”

Sekali lagi ia melenguh. Pemuda itu segera mengambil posisi duduk setelah itu. Ia mengucek matanya dan memeriksa keadaan gadis didepannya.

“Soeun? Kau sudah bagun? Soeun, kau bisa mendengarku?” tanya pemuda itu sambil menyentuh sisi wajah si gadis yang masih belum membuka matanya. Terlihat gadis itu sedikit tenang karena sentuhannya. “Soeun?”

Soeun mulai berusaha membuka matanya yang benar-benar masih berat. Kepalanya begitu pusing dan sebenarnya membuatnya tak bisa walau membuka mata. Namun sepertinya ia harus membukanya untuk mengetahui apa yang terjadi.

“Soeun? kau sudah sadar?”

Mata sayu mulai menangkap wajah seseorang yang ada didepannya. Ia cukup kaget ketika menyadari siapa seseorang itu.

“K-Kau-arh!”

“Jangan bergerak dulu..” kata Sungmin sambil menahan bahu Soeun. ia kemudian mendorongnya pelan untuk kembali berbaring. Sementara Soeun tampak memegangi kepalanya yang benar-benar sakit. “Kenapa aku ada disini?” tanya Soeun sambil melirik pada pemuda itu lagi.

“Aku menemukanmu pingsan ditengah jalan. Apa yang terjadi?” tanya Sungmin sambil berniat mengulurkan tangannya kewajah Soeun. Tapi Soeun menepisnya.

“Jangan sentuh aku!” serunya berbahaya.

“Aku harus mengecek suhu tubuhmu..” sahut Sungmin tenang sambil menyingkirkan poni Soeun yang menutupi dahinya. Ia merasakan suhu tubuh gadis itu kemudian. “Arh masih lumayan panas. Walau tak sepanas semalam..” katanya sambil tersenyum. Tangannya langsung ditepis kembali setelah itu.

“Kenapa kau membawaku kemari?!” seru Soeun lagi.

“Karena aku tak mungkin membawamu kerumah dalam kondisi seburuk semalam. Lagipula, kau bukannya masih dalam masa melarikan diri?”

“Itu urusanku!” Sahut Soeun cuek. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya keseluruh tubuhnya. Pakaian basahnya sudah berganti dengan baju yang kering dan begitu hangat. Siapa yang menggantinya?

“Pembantuku yang melakukannya. Jangan cemas…” kata Sungmin seperti membaca fikiran Soeun. Pemuda itu kemudian kembali mengusap rambut Soeun. Tak peduli walau gadis itu berusaha menghindar. “Apa yang terjadi padamu? Kenapa hujan-hujanan begitu?” tanya Sungmin lembut.

“Itu bukan urusanmu!” Seru Soeun kesal. Ia sedikit menunduk. Hal yang semalam terfikir lagi dalam otaknya. Hal yang membuatnya nekad keluar ditengah malam dalam kondisi hujan. Tak tahu kemana.

“Dia menyakitimu?”

“Apa maksudmu?” tanya Soeun tak suka. Sungmin kembali tersenyum dengan lembut.

“Laki-laki itu. laki-laki yang kau bilang adalah kekasihmu sehari setelah kita putus. Laki-laki yang kau peluk waktu itu. Laki-laki yang membawamu lari…”

Soeun kembali menunduk. Yesung… Gadis itu sedikit sedih. Rasanya ia begitu merindukan pemuda bodoh itu, ia merindukannya. Tapi rasanya berubah sakit ketika ia mengingat bahwa pemuda itu sama sekali tak membalas perasaanya. Sedikitpun.

“Itu bukan urusanmu..” ucap Soeun dingin. Sungmin sedikit tersenyum mendengarnya.

“Baik kita lupakan itu untuk sementara waktu. Lebih baik kita sarapan dulu..” ucap Sungmin sambil bangkit dari tempat duduknya. Meninggalkan Soeun yang kembali menundukkan kepalanya.

()

“Makanlah…”

Nyonya Kim berseru pelan setelah menghidangkan makanan terakhir. Wanita itu kemudian duduk ditempat duduknya. Tepat dihadapan Jongjin. Namun, ia tampak tak bergairah seperti biasanya. Begitu lesu.

“Ibu bukannya juga harus makan?” tanya Jongjin sambil meraih nasi untuk dituangkan pada ibunya. Tapi wanita itu menggeleng.

“Kalian makan saja dulu. Ibu belum lapar..” sahutnya lesu. Membuat Jongjin dan Yesung menghela nafas. Jongjin meletakkan tempat nasi itu kembali.

“Ibu.. ibu harus makan. Kalau tidak makan nanti ibu sakit…” bujuk Yesung meraih mangkuk yang baru diletakkan Jongjin dan menuangkan nasi untuk ibunya.  Yesung kemudian mengulurkan mangkuk berisi nasi itu pada ibunya, yang ada akhirnya diterima wanita itu dengan begitu lesu.

“Yesung-ah, Jongjin. Apa menurut kalian ibu kurang baik pada Soeun? ibu berbuat salah padanya atau melakukan sesuatu yang membuatnya tak senang. Kenapa dia bisa pergi begitu saja?” tanya wanita itu tanpa nada. Yesung dan Jongjin kembali saling bertatapan dan menghela nafas.

“Bukan. Ibu sudah memperlakukan Soeun dengan baik. Sangat baik..” sahut Yesung berusaha menghibur ibunya.

“Tapi kenapa dia tetap pergi?” tanya nyonya Kim lagi, lebih penuh penekanan. “Padahal aku sudah begitu menyayanginya seperti putriku sendiri…” tambahnya kembali lesu.

“Entahlah, kami juga tak mengerti ibu. Mungkin Soeun punya alasan sendiri dibalik kepergiannya yang itu sama sekali bukan karena ibu..” kata Yesung sambil tersenyum. Ia menyentuh punggung tangan ibunya. “Aku mohon jangan terlalu difikirkan, aku tak ingin ibu sakit. Sekarang ibu makan dulu ya…” bujuk Yesung sambil tersenyum pada ibunya.

“Kenapa kau bertingkah seperti tak terjadi apapun?” tanya ibunya sedikit menajam dan menarik tangannya dari genggaman Yesung. Membuat Yesung dan Jongjin sedikit kaget. “Kalian bertingkah seakan-akan tidak peduli..” katanya nyonya Kim lebih sedih.

Yesung dan Jongjin lagi-lagi hanya terdiam. Keduanya tampak sama-sama menghela nafas sambil mendengarkan kata-kata ibu mereka

“Aku takut ia tersinggung atau apapun. Soeun itu anak yang baik walau ia sedikit sensitive. Aku takut sesuatu dari kalian yang membuatnya pergi…”

“Ibu..”

“Jongjin sering bersikap acuh padanya. sementara Yesung sering bertengkar dengannya, ibu kira ia tak nyaman karena sikap kalian..” kata nyonya Kim lebih sedih.

“Ibu tenang…” Yesung kembali bersuara dengan sabar. Ia mengusap kembali tangan ibunya untuk menenangkan wanita itu. wanita ini memang begitu sensitive, apalagi mengenai anak. Dulu sebelum Yesung berhasil lahir katanya ibunya ini sudah tiga kali kehilangan calon bayinya karena factor rahimnya yang lemah. Ibunya juga sangat suka anak perempuan. Itu sebabnya dulu ia sering mendadani Yesung kecil seperti anak perempuan demi hal itu, dan alasan ini juga yang membuatnya begitu menyayangi Soeun. kepergian Soeun benar-benar menjadi pukulan sendiri untuk dirinya. “Tenangkan diri ibu…” bujuk Yesung lagi sambil terus mengelus tangan ibunya. Usahanya berhasil, karena wanita itu tampak lebih tenang saat ini. Walau air mata mulai membanjiri wajahnya.

“Maafkan ibu…” wanita itu terisak dengan pilu. “Ibu sama sekali tidak bermaksud menyudutkan kalian. Hanya saja ibu begitu sedih ditinggal seperti ini…” kata wanita itu kembali menangis membuat Yesung bangkit dari tempat duduknya dan memeluk tubuh wanita itu. Jongjin hanya menatap keduanya tanpa bersuara. “Maafkan ibu, Jongwoon-ah… Jongjin-ah… maafkan ibu…”

“Ini bukan salah ibu, jadi berhenti menyalahkan diri ibu. Lagipula aku yakin Soeun punya alasan yang membuatnya seperti ini. Mungkin ia hanya lupa meminta izin pada ibu dan ketika ia ingat ia mungkin akan kembali kemari dan menceritakan semuanya…” ucap Yesung sambil menenangkan ibunya tersebut. Nyonya Kim tampak menganggukkan kepala dan berusaha mempercayainya dengan balas mendekap Yesung erat.

()

Sungmin mengetuk pintu sebanyak dua kali sebelum ia membukanya. Di dalam kamar dilihatnya masih sama, Soeun tampak duduk tenang seperti sebuah patung di atas tempat tidurnya. Pandangannya tampak lurus menatap hujan yang turun dari langit.

“Soeun..”

Soeun mengalihkan perhatiannya ketika mendengar Sungmin. Sungmin tampak mendekat dengan makanan ditangannya. Ia kemudian meletakkan makanan itu diatas meja Nakas disamping tempat tidur.

“Makanlah, kau bisa terus sakit kalau kau bersikeras tidak makan..” ucap Sungmin dengan sabar padanya. Soeun hanya melirik sekilas sambil menatap keluar jendela lagi. Apapun, Soeun tak pernah sepilu ini ketika mengingat hujan kalau tidak ketika ia mengingat keluarganya. Tapi hujan kali ini begitu pedih kehatinya, sepedih rindunya kepada Yesung yang mungkin diluar sana sama sekali tak merindukannya.

“Soeun..”

Sungmin kembali memanggilnya, pemuda itu kemudian menggeser bangku didekatnya dan mendudukkan diri disana. Menatap Soeun.

“Makanlah, Soeun. Sampai kapan kau terus seperti ini?” ulang Sungmin kemudian. Soeun masih tak menyahutinya dan terus menatap keluar sana. “Soeun, kau boleh marah padaku. Tapi tolong jangan melalaikan dirimu sendiri. Aku tak ingin kau sakit..”

Kali ini Soeun bergeming. Ia kemudian menatap Sungmin. Tak bisa dipungkiri Sungmin cukup berarti besar baginya. Ia menyadari hanya sedikit orang yang memperhatikannya di dunia ini, dimana Sungmin salah satunya. Lupakan bahwa Sungmin pernah berkhianat sebelumnya.

“Soeun? kau baik-baik saja?” tanya Sungmin mulai khawatir melihat ekspresi Soeun yang terus menatapnya, sementara ia tak mengatakan apa-apa. Terdengar helaan nafas Soeun.

“Apa selama ini kakek mencariku?”

“Tentu..” Sungmin menyahut singkat sambil tersenyum. sangat senang karena Soeun mulai berbicara padanya. “Semua orang mencarimu, Soeun. Aku, kakek, Sooyeon, Soojung, semuanya..”

“Jangan berbohong..”

“Aku tidak berbohong!” sahut Sungmin. Namun ia tersadar, lalu kembali menatap Soeun. “Aku dan kakekmu mencarimu dan mencemaskanmu, dan Sooyeon dan Soojung juga ikut merasa cemas. Semuanya menyayangimu—“

“Tak ada yang menyayangiku..” Soeun menyahut lesu. “Tad ada yang menyayangiku..” ulangnya lirih.

“Apa yang kau katakan? Banyak orang yang menyayangimu, Soeun. percayalah..” ucap Sungmin meyakinkan. Namun Soeun tak bereaksi sambil kembali menatap hujan. Tatapannya nanar dan tanpa ekspresi.

“Aku ingin pulang…”

“Huh?” tanya Sungmin tak begitu yakin sambil menatap Soeun. Sementara Soeun masih terus menatap hujan yang turun.

“Aku bilang aku ingin pulang. Pulang.. kerumahku yang sebenarnya…” kata Soeun lagi. Sungmin langsung tersenyum mendengarnya.

“Baiklah, aku akan mengantarmu ketika hujan reda. Sekarang makan dulu bagaimana?”

Soeun kembali tak menyahut, perhatiannya hanya terus menatap hujan yang turun. Hujan membuatnya begitu merindukan Yesung. Sangat merindukan orang yang mungkin tertawa senang ketika menyadari bahwa Soeun sudah meninggalkan rumahnya semalam..

*

Yesung mendorong pintu itu dengan jarinya. Ia mengintip ruangan itu ketika pintunya terbuka. Menatap ruangan yang sudah hampir sebulan lamanya di tempati oleh Soeun. Yesung sedikit mendesah, lalu perlahan memasuki ruangan itu…

Mata Yesung menjelajahi setiap inchi ruangan yang sepi itu. Matanya tak melewatkan satupun, setiap titik, seakan kalau ia melakukannya sesuatu akan terjadi. Sesuatu akan berubah.

Yesung lagi-lagi mendesah sambil mendekati Akuarium Ddangkoma yang terletak di dekat sana. Ia menyentuh kotak itu dan menatap mahluk yang sering diajaknya bicara itu. senyuman halus terlihat diwajahnya.

“Apa dia mengatakan sesuatu sebelum pergi? Kau tahu? dia pergi tanpa pamit malam ini..” ucap Yesung pelan pada mahluk tersebut. Yesung kemudian kembali meletakkan binatang itu ketika ia merasa sedikit bosan. Kini ia mendekati tempat tidur, duduk disisinya. Pandangannya kembali memperhatikan seisi ruangan sambil mencoba mengingat terakhir kali ia bertemu Soeun semalam.

“Jangan pergi…”

Yesung kembali duduk dari posisi baringannya ketika ia mengingat baris-baris itu. kata-kata yang sering Soeun ucapkan semalam ketika ia ingin pergi kencan dengan Soeun.

“Semalam, dia memang tidak baik-baik saja..” gumam Yesung. Kenapa aku baru menyadari bahwa wajahnya terlihat berbeda.

“Aku bilang jangan pergi…”

“Dia bahkan mengucapkannya lebih dari sekali..” gumam Yesung sambil terus berfikir dan mengingat semuanya.

“Aku bilang kau tak boleh pergi, jangan pergi…”

“Aku serius, jangan pergi!”

“Dia mengucapkan kata yang sama berulang kali padaku. Melarangku pergi…” ucap Yesung ketika ia mengingat lebih jelas. “Dan ia juga berkata…” Yesung menggigit bibir bawahnya ketika ingat sesuatu.

 “Aku tidak bercanda, kalau kau pergi maka kita tidak akan bertemu lagi…”

“Itu dia..” ucap Yesung membuka matanya. Ia menatap sekitarnya dengan sedikit panik ketika menyadari hal itu. “Apa ia pergi karena aku? Apa yang sebenarnya terjadi?”

*

Semua orang di rumah itu tampak dikagetkan pagi ini ketika Sungmin membawa Soeun bersamanya dan kembali kerumah itu. Menghasilkan pagi yang berbeda di rumah mewah keluarga Kim tersebut.

“Soeunie…” ucap Tuan Kim bahagia sambil memeluk cucu kesayangannya. Soeun tampak balas memeluk tubuh renta kakeknya, membalas pelukan yang sebenarnya cukup ia rindukan di dalam pelariannya selama ini. “Kakek merindukanmu…”

“Aku juga merindukan kakek..” sahutnya pelan sambil mempererat pelukannya. Melepas rasa rindu yang selama ini ia rasakan pada laki-laki setengah baya itu.

Jessica dan Krystal baru saja bergabung turun ketika kejadian itu. Kedunya menghentikan langkah, tepat disamping Sungmin yang tampak ikut tersenyum bahagia melihat dua kakek-cucu itu berkumpul.

“Akhirnya kembali?” Tanya Krystal pelan dengan ekspresi yang sedikit sinis. Sementara Jessica hanya menatap dengan pandangan yang datar.

“Aku menepatinya bukan?” Tanya Sungmin tiba-tiba sambil menyikut Jessica. Jessica hanya menoleh padanya sesaat sebelum kembali melihat dua orang di depan mereka.

“Kemana saja kau selama ini?” Tanya Tuan Kim setelah pelukan itu terlepas. Ia menatap cucu kesayangan itu dengan posisi berhadapan.

“Hm, aku pergi bermain..” ucap Soeun kaku sambil tersenyum kikuk. Ia kemudian menatap kakeknya kembali. “Yang pentingkan sekarang aku sudah kembali. Jadi yang kemaren ayo kita lupakan..” ucap Soeun memasang wajah memohon terbaiknya. Aegyo. Hal itulah yang akhirnya membuat Tuan Kim luluh dan mengusap rambut Soeun.

“Ya, itu sudah tidak penting lagi yang penting tidak terjadi hal yang buruk padamu. Tapi, kau benar-benar tak apa-apa bukan?”

“Kakek tenang saja. Aku baik-baik saja..” sahut Soeun ceria. Walau senyuman miris tergambar dari wajahnya setelah itu. Soeun menepis bayangan wajah Yesung yang tiba-tiba melintas difikirannya. Lalu menoleh kembali pada kakeknya. “Kakek… aku lapar..” rajuknya manja sambil mengusap perutnya.

“Aigoo, apa Sungmin tak memberimu makan?” Tanya Tuan Kim sambil tertawa.

“Aku sudah memberikannya tapi ia tak menyentuhnya sama sekali, kakek..” adu Sungmin dari belakang. Mendatangkan kekehan dari Tuan Kim, ia mengusap rambut Soeun.

“Araseo. Sekarang pergilah membersihkan diri dan bertukar pakaian. Aku akan menyuruh maid memasakkan makanan kesukaanmu..” ucap Tuan Kim sambil terus tersenyum dan menyentuh pipi Soeun. Soeun menganggukkan kepalanya dengan cepat.

“Baiklah, aku akan segera kembali..” ucap Soeun sambil melepaskan tangan kakeknya dari pipinya. Lalu setelah itu langsung berjalan bersama maidnya menuju kamarnya, berniat untuk membersihkan diri. Menyisakan yang lainnya di ruang tengah.

(*

Yesung baru akan berangkat ke pasar untuk membeli bahan makanan ketika ia kembali menemukan ibunya melamun di dekat counter restoran. Yesung menghela nafas pelan, lalu berjalan mendekati ibunya tersebut.

“Ibu..” panggil Yesung setelah mengusap bahu ibunya. Berusaha tidak membuat ibunya itu terlalu kaget. Yesung kemudian duduk disisi ibunya tersebut. “Ibu sudah makan?”

“Sudah..” sahut nyonya Kim sambil balas tersenyum pada Yesung. Menyembunyikan ekspresinya yang tadi walau ekspresi itu begitu jelas terbaca oleh Yesung. “Kau akan berangkat?”

“Hum, aku akan pergi ke pasar sekarang..”

“Apa ibu perlu menemanimu? Kau pasti akan kerepotan jika pergi sendiri..” ucap nyonya Kim getir sambil kembali menunduk. Sangat jelas kalau ia kembali mengingat Soeun. Yesung yang menyadari itu kembali mengusap bahu ibunya.

“Tidak perlu, aku inikan seorang laki-laki. Aku begitu kuat..”

“Baiklah, berhati-hatilah…”

“Hum, ibu juga berhati-hatilah di rumah. Kalau ibu merasa tidak terlalu kuat bekerja sebaiknya ibu istirahat, kita masih punya beberapa pekerja untuk menyelesaikan kebutuhan restoran…”

“Ya, ibu faham…”

Yesung tersenyum mendengar sahutan ibunya. Mulai merasa tenang. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya.

“Ya sudah, aku berangkat dulu ya ibu. Anyeong haseyo…”

“Anyeong haseyo…”

Yesung mulai melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu setelah mendengar sahutan ibunya. Meninggalkan nyonya Kim yang menatap panjang kepergiannya…

*

Soeun kembali ke kamarnya setelah ia selesai membersihkan diri. Gadis itu kemudian berjalan ke arah cermin, berniat menyisir rambutnya yang basah.

Hhh~

Soeun mengurungkan niat untuk meraih sisir ketika ia mengingat sesuatu. Gadis itu berbalik, membelakangi cermin dan melihat seisi kamarnya yang begitu luas.

“Bahkan walau aku kembali pada keluargaku yang hidup berkecukupan, rasanya benar-benar tidak sama…”

“… Aku lebih merasa lebih hidup walau memiliki ruang kamar yang begitu kecil. Disana, di rumah kecil itu…”

Soeun menggigit bibir bawahnya. Sedikit menunduk ketika ia kembali mengingat semuanya. Mengingat rumah itu. Mengingat kamar kecil itu. Mengingat nyonya Kim dan Jongjin. Dan tentu, mengingat Yesung.

“Baru sehari aku merindukan semuanya…”

“…Terutama kau, kau tahu? Aku merindukanmu…”

*(

Sunny sedang memainkan pianonya ketika Sungmin datang. Gadis itu menoleh ketika menyadari orang yang ditunggunya sudah datang.

“Oppa kau datang?” Tanya Sunny antusias sambil bangkit dari tempat duduknya dan menyusul Sungmin. Namun Sungmin hanya menatapnya dengan datar.

“Segera duduk kembali dan kita mulai pelajarannya..” ucap Sungmin datar sambil meletakkan tasnya. Sunny sedikit cemberut, namun ia mengikuti kata-kata Sungmin. Kembali ke tempat duduknya di depan piano.

“Aku membawakan nada terbaru yang harus kau pelajari. Lihat dan pelajari sendiri dulu, nanti kalau kau menemukan kesulitan kau bisa bilang padaku..” ucap Sungmin sambil menyerahkan beberapa lembar kertas pada Sunny. Sunny menerimanya dengan ragu.

Hampir dua menit..

Dua orang itu masih sama-sama terdiam di tempat yang hanya dihuni oleh keduanya. Sunny tampak membaca kertas not sambil sesekali mencuri-curi waktu melirik Sungmin. Namun Sungmin tampak masih berdiri di posisinya sambil memeriksa ponselnya.

“Bagaimana? Apa semuanya baik-baik saja?” Tanya Sungmin tiba-tiba sambil melirik Sunny. Membuat Sunny yang awalnya sedang memperhatikannya sedikit tersentak, dengan cepat membuang wajahnya. “Hh, kau tak memperhatikannya?” Tanya Sungmin menyadari tingkah Sunny yang terus memperhatikannya daritadi.

“B-Bukan, aku sedang melakukannya…” dalih Sunny gugup.

Sungmin menganggukkan kepalanya sambil kembali fokus pada ponselnya dan membiarkan Sunny sibuk dengan kertasnya untuk beberapa saat. Dengan ini Sunny yang terlihat lebih tak tahan sepertinya, ia melirik kembali pada Sungmin.

“Sungmin oppa… masih marah padaku?”Tanya Sunny ragu. Sungmin menghentikan kegiatannya, mengalihkan perhatian pada Sunny.

“Apa di dalam kertas not itu ada pembahasan yangseperti ini?”

“B-Bukan, hanya saja… ini membuatku tak nyaman…”

Sungmin masih menatap Sunny dengan serius. Dimana gadis itu terus menunduk karena takut menatap pada Sungmin.

“Itu sudah berakhir kemarin, jadi mari kita lupakan. Dan, sebaiknya tak terulang lagi kemudian…” ucap Sungmin sambil untuk pertama kalinya tersenyum. Sunny tampak senang mendengarnya, ia mengangkat wajahnya.

“Benarkah? Terima kasih oppa…” ucapnya senang. Sungmin mengangguk.

“Ne, sekarang ayo lanjutkan mempelajarinya not-nya…”

“Hum..” sanggup Sunny sambil menganggukkan kepalanya senang. Ia kemudian kembali menekuni not-nya sambil masih sesekali mengintip wajah Sungmin. Wajah was-was tadi kini telah berubah senang setelah kata-kata Sungmin.

*(

Kedua orang itu masih sama-sama terdiam di tempat mereka berhenti kini. Yang pemuda tampak masih duduk di tempatnya sambil menatap hamparan pemandangan kota di depannya dengan ekspresi serius di wajahnya, sementara yang perempuan hanya terdiam mencoba memahami kegundahan yang dirasakan oleh pemuda disampingnya. Mencoba mengerti.

“Apa keadaannya seburuk itu?” Tanya Jessica pelan pada Yesung. Yesung tampak langsung menganggukkan kepalanya.

“Hum, benar-benar seburuk itu. Aku begitu khawatir..”

“Ibumu pasti begitu menyukainya…”

“Ya, mungkin ia sudah menganggapnya seperti anak sendiri…”

Jessica menunduk dan sedikit menggigit bibir bawahnya. Sebenarnya kalau difikir-fikir bukankah ini sedikit tidak adil juga untuknya? Nyonya Kim terlihat begitu menyukai gadis yang diceritakan Yesung sampai begitu kehilangannya. Tapi ada apa pada dirinya? Kenapa Nyonya Kim tak pernah menyukainya dari dulu.

“Ahh, aku pasti membuatmu bosan lagi…” Yesung tersadar dengan perubahan wajah Jessica. Ia beralih pada wanita itu, tersenyum padanya. “Maafkan aku, kita bisa ganti arah pembicaraan bila kau mau…”

“Kalau boleh aku tahu.. wanita yang disukai ibumu itu seperti apa?”

“Huh?”

“Gadis yang membuat ibumu begitu kehilangan itu seperti apa? Dia tak pernah menyukaiku dari awal..” jawab Jessica sambil menatap Yesung. Membuat Yesung sedikit kaget dengan pertanyaan itu, walaupun pada akhirnya ia mengerti maksud Jessica. Sangat memahaminya. “Apakah ada yang salah dariku?”

“Mm, sebenarnya tidak begitu. Ibuku bukan tipe yang seperti itu sebenarnya, hanya saja…”

Yesung menggantung ucapannya, menggigit bibir bawahnya dengan ragu. Membiarkan Jessica menunggu untuk sejenak.

“Hanya saja?”

“Hh, ibuku itu bisa dibilang cukup kuno. Dia tak suka seorang gadis blasteran, dia menyukai seorang gadis korea yang asli. Aku tak mengerti kenapa tapi itulah adanya…” jawab Yesung tak enak hati. Ia kembali beralih pada Jessica, memantau ekspresi Jessica karena kata-katanya.

“Huh, apa memang hanya karena itu…”

“Itu hanya bentuk fikiran dangkalnya, aku mengerti ibuku. Aku faham bahwa lambat laun ia akan menerima dirimu karena baginya kebahagiaan anaknya adalah yang terbaik untuknya…” jelas Yesung kemudian. Jessica menoleh padanya.

“Apa kau bahagia denganku?”

“Huh?”

Jessica sedikit tersenyum melihat reaksi kaget Yesung akibat pertanyaan tiba-tibanya. Ia meraih salah satu tangan Yesung, menggenggamnya.

“Apa oppa mengingat dengan baik? Hari itu akibat kesalahfahaman itu aku memutuskan hubungan kita. Baru-baru ini kita sudah kembali berdekatan, tapi apakah oppa mengingatnya? Kita masih belum menyambung kembali hubungan itu. Saat ini kita belum kembali pacaran…”

“Aah Y-Ya… bagaimana aku melupakannya…” sahut Yesung sambil menyentuh tengkuknya. Entah mengapa ia jadi tiba-tiba merasa gugup begini ketika Jessica menanyai hal seperti ini. Bukankah seharusnya ia senang karena inilah yang selama ini ia inginkan?

*(

Bosan selalu berdiam diri di kamarnya Soeun memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan mencari hiburan diluar. Ketika ia sampai di luar ia menemukan Krystal yang sedang mendengarkan musik diruang tengah. Krystal yang menyadari kehadiran Soeun tampak buang muka, tampak menyibukkan diri dengan Gadget di tangannya.

“Tsk, lihat betapa membosankannya disini..” ucap Soeun malas sambil balas membuang wajahnya dari Krystal. Ia kemudian melangkah keluar dari ruangan itu.

“Nona Soeun, anda mau kemana?” Tanya seorang maid yang melihat Soeun melangkah keluar dari ambang pintu. Sepertinya sang maid atau bahkan sebagian orang di rumah ini benar-benar tak mau lengah lagi dari Soeun. Takut ia kabur lagi.

“Aku hanya melihat-lihat keluar sebentar. Selalu di dalam membuatku bosan..” sahut Soeun singkat.

“Apa perlu saya temani nona?”

“Tsk, aku benar-benar hanya kedepan. Sudah puluhan tahun aku tinggal disini, aku tak akan mungkin tersesat. Sudahlah jangan berlebihan…” sahut Soeun lagi masih dengan nada yang lebih dinaikkan. Membuat sang Maid akhirnya sedikit terdiam, sementara Soeun mulai melangkah meninggalkan tempat itu.

“Huh lihat itu, dia masih juga seenaknya…” cibir Krystal yang ternyata mendengar pembicaraan Soeun dan Maid yang tadi. Gadis itu memutar matanya bosan lalu kembali sibuk dengan Gadget ditangannya.

“Hhh, betapa membosankannya hidupku..”

Soeun kembali mengeluh panjang sambil mendudukkan dirinya di salah satu tempat duduk. Ia berdecak beberapa kali, menatap tak bersemangat sekelilingnya. Sekilas, wajah Yesung kembali teringat dalam fikirannya disaat seperti ini.

“Apa yang sedang kau lakukan sekarang?”

*(

“Hhh”

Yesung merenggangkan persendiannya setelah seharian melayani pelanggan restorannya. Semenjak pagi tak henti-hentinya pemuda itu bolak- balik ataupun bekerja untuk memenuhi permintaan pelanggan. Baru kali inilah restoran benar-benar sepi, setelah pelanggan terakhir meninggalkan restoran. Biasanya ini memang jam sibuk dan restoran hanya akan kembali ramai dalam beberapa jam kemudian.

“Tsk, sepertinya ini waktunya aku menulis lirik lagu..” ucap Yesung sambil mngambil buku yang ia sembunyikan di bawah buku menu. Ia kemudian segera menyamankan diri di salah satu meja restoran, lalu mulai kembali membalik-balikkan setiap halaman kertas untuk melakukannya hal yang bisa juga dibilang sebagai rutinitasnya di jam-jam seperti ini.

Sppt…

Baru beberapa lembar membalikkan kertas tiba-tiba ia menghentikan gerakannya. Yesung terdiam, menatap kosong kertas-kertas itu ketika ia mengingat sesuatu. Yesung menghela nafas, lalu mengangkat wajahnya kembali. Menatap kursi kosong dihadapannya.

“Kenapa tidak ada lagi yang biasanya merengek menggangguku disini?”

*(

Soeun pagi-pagi sekali sudah berpakaian rapi ketika ia bergabung ke meja makan. Melihat kedatangannya semua orang menoleh padanya.

“Selamat pagi, kakek..” sapanya tak terlalu bergairah. Soeun kemudian duduk di tempat duduknya setelah ia mencium kedua pipi Tuan Kim.

“Pagi-pagi begini mau kemana Soeun?” Tanya Tuan Kim pada cucunya.

“Tentu aku pergi kuliah..” sahut Soeun tanpa menoleh. Ia kini sibuk menjangkau beberapa lembar roti dan sekotak selai.

“Kuliah?” Tuan Kim mengerutkan dahinya.

“Hum? Memang kenapa?” Tanya Soeun kali ini menoleh. Ia tampak mulai sibuk memasukkan roti tadi ke mulutnya.

“Bukannya apa-apa, tapi… kakek ragu untuk membiarkanmu pergi sekarang ini…”

Soeun menghentikannya kunyahannya. Terkekeh. “Kenapa harus ragu ataupun cemas. Aku tak akan kabur lagi…”

“Siapa tahu saja…”

Soeun tersenyum kecil. Melirik kakeknya lagi. “Kakek tenang saja, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku janji…”

“Benarkah?” Tanya Tuan Kim sangsi. Soeun menganggukkan kepalanya kembali.

“Hum, kalau aku mau pergi lagi.. aku tidak mungkin kembalikan, kakek?”

Tuan Kim tampak diam kali ini, mungkin membenarkan. Sementara Soeun tampak kembali asyik mengunyah makanannya dengan asyik dan cuek.

“Baiklah, kakek percaya padamu. Kakek percaya kau tidak akan kabur lagi,  bukan begitukan Soeun?” Tanya Tuan Kim sambil mengusap rambut Soeun. Soeun sedikit menyengir sebagai jawabannya. Membuat Tuan Kim lebih lega dan melanjutkan makanannya.

Sementara itu, setelah Tuan Kim kembali makan Soeun tampak menghentikan gerakannya. Ia terdiam, ekspresi wajahnya berubah datar. Soeun tampak mengalihkan perhatiannya ketika perasaan menyiksa yang sama kembali menganggunya.

*(

“Oppa, bagaimana caranya not yang ini?” Tanya Sunny sambil masih sibuk berkutat dengan gitar ditangannya. Membuat Sungmin yang tadinya sibuk membaca buku beralih padanya, menempel padanya setelah ia meletakkan bukunya tadi.

“Kau seharusnya meletakkan dua jari ini disini… dan disini…” jelas Sungmin sambil memegang jemari Sunny. Mengarahkannya hingga ke posisi yang benar.

Sunny memerah…

Gadis itu tersenyum senang merasakan sentuhan tangan Sungmin serta jarak antara keduanya. Membuat Sungmin yang heran akhirnya mengangkat wajahnya.

“Kenapa?” Tanya Sungmin heran.

“Hm, T-Tidak ada apa-apa? Hanya saja… aroma parfum oppa begitu kuat dan wangi. Aku menyukainya…” sahutnya malu-malu.

Sungmin tersenyum kecil.

“Lanjutkan permainanmu…” ucap Sungmin sambil menjauh. Memberi tempat serta peluang untuk Sunny berlatih sendiri. Ia awalnya berniat kembali meraih bukunya, sebelum akhirnya ia menyadari seseorang yang ternyata berdiri beberapa meter darinya. Menonton mereka berdua.

“Soeun?” Tanya Sungmin sambil berdiri dari posisinya. Sunny juga tampak menghentikan permainannya, menoleh kearah dimana Sungmin menoleh. Sunny sedikit bergidik, ia ingat sekali siapa orang ini.

“Soeun? Kau disini?” Tanya Sungmin sambil menyusul Soeun. Meninggalkan Sunny yang awalnya melarangnya untuk menjauh.

Soeun tampak tersenyum kecil, mengangguk.

“Hum, sudah lama aku tak ke kampus. Aku mengurus beberapa hal disini..” jawabnya seadanya. Pandangannya beberapa kali ia alihkan pada Sunny yang masih takut-takut padanya. Mungkin trauma mengingat bentakan Soeun pada mereka sebelumnya.

“Soeun-ah, ini…” Sungmin menjawab ragu. Lalu menoleh pada Sunny sesaat sebelum kembali menoleh pada Soeun. “Ini—“

“—Tempat kencan kalian cukup bagus. Begitu sejuk disini..” potong Soeun cepat. Sungmin sedikit menahan nafas mendengar ucapan Soeun.

“Soeun, ini bukan seperti yang kau bayangkan. Aku—“

“—Aku tahu.” Potong Soeun lagi. “Lagipula apa hakku? Kau bukan siapa-siapaku lagi…”

Sungmin menghela nafas, menunduk setelah mendengar sahutan Soeun. Ya, ia kadang lupa bagian itu.

“Ya sudah, selamat bersenang-senang kalau begitu. Aku harus pergi dulu, sampai jumpa lagi..” ucap Soeun cuek sambil melewati Sungmin. Melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan keduanya disana.

“Tch, bukankah ia benar-benar dingin seperti robot. Aku heran kenapa ada perempuan seperti dia, auranya seram…” celoteh Sunny sambil mengikuti arah pergi Soeun. Begitupun Sungmin yang tampak masih menatap kepergiannya panjang. Sunny mendongak, menatap guru musiknya. “Oppa?”

“Huh?” sahut Sungmin kaget ketika Sunny memanggilnya. Pemuda itu kemudian kembali ke tempatnya tadi.

“Apa yang oppa fikirkan?” Tanya Sunny. Sungmin dengan cepat menggeleng dan mengambil bukunya.

“Tidak ada, lanjutkan latihanmu..” perintah Sungmin sambil kembali duduk di tempatnya tadi. Meninggalkan Sunny yang sedikit cemberut setelah itu.

*(

“Ini bunga dan kembalian uang anda nona…”

Gadis cantik itu tampak tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Menerima uluran sang penjaga toko yang memberikannya sebuklet lili putih dan kembalian untuk uang yang telah ia bayarkan sebelumnya.

“Terima kasih ahjumma…” ucapnya sambil tersenyum pada wanita setengah baya di depannya. Gadis itu kemudian meninggalkan tempat itu setelah memberikan salam penghormatan kepada sang pemilik toko.

*(

“Aah, kemana setelah ini?” Tanya Yesung pada dirinya sendiri sambil membuka kertas yang sejak tadi dibawanya. Saat ini seperti biasa ia pergi ke pasar untuk membeli bahan mentah untuk restoran. Berbeda dari sebelumnya dimana ia mempunyai teman saat ini Yesung benar-benar sendirian. Tampak kerepotan bolak-balik kesana kemari sambil membawa barang-barang berat di tangannya.

“Arh, berarti harus beli daging dulu kalau begitu…” keluh Yesung sambil mengantongi kembali kertas tadi. Pemuda itu menghela nafasnya yang lelah, lalu kemudian menghimpun tenaganya lebih keras ketika ia kembali bergerak. Dengan beban berat di kedua tangannya.

Dan tanpa ia sadari ketika ia menjauh, seseorang yang terus mengikutinya secara diam-diam daritadi tampak menatap kepergiannya dengan panjang.

*(

Soeun terus berjalan dengan pelan beberapa meter dari Yesung. Sudah lebih dari satu jam ia melakukan ini, mengikuti Yesung tanpa diketahui oleh pemuda itu. Sekedar untuk mengobati rasa rindunya terhadap pemuda itu.

Tap…

Langkah Soeun berhenti setelah melihat Yesung berhenti. Soeun sedikit mundur dari posisinya menuju sebuah dinding yang berada disana. Menyembunyika dirinya jaga-jaga kalau Yesung menoleh kearahnya.

“Apa yang ia lakukan disini?” Tanya Soeun pada dirinya sendiri. Matanya terus mengawasi keberadaan Yesung disana. Dimana pemuda itu tampak berhenti di depan sebuah toko es krim.

“Huh…” Sebuah senyuman tercipta di wajah Yesung melihat toko es krim itu. Ia masih begitu ingat kalau tempat ini adalah tempat dimana Soeun sering berhenti dan merengek minta dibelikan es krim olehnya, Walau memang biasanya Yesung sama sekali tak mengacuhkannya dan melanjutkan perjalanan. Menghasilkan omelan dari gadis itu sepanjang jalan pulang. “Ada juga gunanya kau tidak ada? Setidaknya tidak ada lagi yang berisik disini…” ucapnya lirih.

“Apa yang dia lakukan?” Tanya Soeun kembali pada dirinya sendiri sambil terus memantau Yesung dari kejauhan. Melihat apa yang dilakukan Yesung di tempat itu. “Tsk, wajahnya terlihat biasa-biasa saja ketika tidak ada aku. Bahkan bisa dibilang begitu senang. Dulu ketika aku ada ia tak pernah mau berhenti di tempat ini, tapi sekarang? Tch, menyebalkan…” omel Soeun kesal sambil terus memperhatika apa yang Yesung lakukan disana.

“Apa kau tak merindukanku?”

“Disini damai dan tidak lagi berisik…” sambung Yesung kembali tersenyum halus. Matanya masih menelusuri es krim berbagai rasa yang terpajang disana. Mengingat-ingat kembali apa yang ia dan Soeun punya di tempat ini sebelumnya. “Tapi aku merasa begitu kesepian…”

“Ini memang bodoh tapi… aku merindukannya…”

“Entahlah…”

Kedua orang itu sama-sama menghela nafas panjang disaat yang bersamaan tanpa mereka ketahui. Kedunya sama-sama larut dalam fikiran masing-masing. Terlalu larut hingga tak memperdulikan angin ataupun orang-orang yang berlalu lalang disekitar keduanya.

*(

Wanita setengah baya itu tampak tengah sibuk mengelap salah satu meja restoran saat itu. Hingga tak lama setelah itu ia menghentikan pekerjaannya sejenak, mengalihkan perhatian ke arah pintu ketika mendengar seseorang mengetuk pintu.

“Anyeong haseyo, ommonim..”

Wanita itu hanya menatap tanpa ekspresi yang berarti melihat gadis dengan rambut pirang itu tampak berdiri di depan pintu restoran dengan sebuklet lili putih di tangannya.

“Aku membawakan ini semua untuk Ommonim..” ucap Jessica sambil meletakkan buklet bunga tadi di atas meja. Bersamaan dengan sekotak kue yang dibawanya. Ia kemudian sedikit mendorongnya lebih mendekat kearah nyonya Kim.

“Terima kasih..” sahut Nyonya Kim sambil menerima pemberian itu. Memberikan senyuman tipis yang singkat sebelum kembali pada ekspresi datarnya tadi.

“Aku datang karena kata Yesung oppa, ommonim sedang sakit. Saya harap anda lekas sembuh..”

“Hum, terima kasih..” sahut nyonya Kim lagi sambil kembali tersenyum pada Jessica. Walau senyuman itu masih terlihat cukup miris dan datar. “Tapi.. Yesung sedang tidak ada di rumah…”

“Oh, aku mengerti..” ucap Jessica pelan. “Lagipula saya datang untuk menemui dan memberikan itu semua kepada anda…” ucapnya pelan dan masih sedikit canggung. Nyonya Kim kembali melirik benda-benda tersebut, lalu kembali pada Jessica. Masih tersenyum dengan senyuman miris tadi kepadanya.

“Aku sudah membaik, jadi tak perlu terlalu khawatir…”

Jessica mengangguk pelan karena jawaban ibu Yesung. Walau ia mengakui bahwa ibu Yesung adalah pribadi yang dingin, namun Jessica tetap melihat kehadirannya cukup diterima kali ini. Jessica bisa membaca dari ekspresi wanita itu.

“Jessica-ssi, bolehkan aku menanyakan sesuatu?” Tanya wanita itu tiba-tiba. Membuat Jessica mengangkat wajahnya kembali dan menatap wanita itu.

“Tentu ommonim, anda mau menanyakan apa?”

“Beberapa minggu yang lalu Yesung sudah jarang membicarakanmu ataupun keluar untuk berkencan. Baru beberapa hari ini ia kembali melakukannya. Aku tak bermaksud mencampuri tapi.. apakah kalian sempat putus hubungan?”

Jessica tersenyum samar mendengar pertanyaan Nyonya Kim. Ia tampak mengangguk pelan setelah itu.

“N-Ne, terjadi kesalahfahaman diantara kami yang membuat kami berpisah dalam beberapa saat. Kesalahanku..” sahut Jessica tersenyum miris menjawab pertanyaan itu. Nyonya Kim tampak menganggukkan kepalanya.

“Ternyata begitu..”

Wanita setengah baya itu kembali terdiam. Perlahan apa yang difikirkannya jauh sebelumnya tampak kembali menguat. Sebuah perasaan sedikit merasa bersalah atas rusaknya hubungan Yesung dengan gadis di hadapannya. Ia sangat ingat betapa dulu ia begitu dengan terang-terangan menolak kehadiran wanita ini. Ia fikir salah satu penyebab kerusakan itu awalnya adalah dirinya.

“Tapi.. sampai sekarang sebenarnya belum terlalu membaik..”

Nyonya Kim mengangkat wajahnya kembali mendengar ucapan lirih Jessica. Jessica tampak menggigit bibir bawahnya sambil sedikit menunduk.

“Saat ini.. walaupun kami sudah dekat seperti dulu tapi kami belum kembali mempunyai hubungan..” sambung Jessica pelan. Sementara itu Nyonya Kim terdiam, lebih mendengarkan apa yang dikatakan oleh gadis di depannya.

“Mungkin ia hanya ragu. Yesung bukanlah orang yang bisa memutuskan dengan spontanitas, dia pasti akan memikirkan beribu hal sebelum melangkahkan satu kakinya…”

“Aku mengerti, hanya saja kufikir…”

Jessica menelan kembali kata-katanya. Ragu. Sementara Nyonya Kim tampak terus menunggunya melanjutkan kata-katanya. Walau pada akhirnya sesuatu terbaca begitu saja dalam fikirannya.

“Ia masih merasa ragu karena aku masih belum juga merestui kalian?”

Jessica mengangkat wajah, awalnya tampak kaget dengan tebakan ibu Yesung yang begitu tepat. Jessica tampak mengiyakan dengan ragu, mengangguk dengan pelan.

“Ne, jujur aku masih belum setuju dengan hubungan kalian…” ucap Nyonya Kim lirih. Membuat Jessica mengangkat wajahnya. “Entah mengapa fikiran kunoku selalu berkata bahwa punya menantu bukan keturunan asli korea itu tak terlalu membuatku nyaman. Aku ingin Yesung mendapatkan gadis yang bisa mengerti dirinya dan lingkungannya…” sambung wanita itu lagi. Membuat wajah Jessica semakin tertunduk lebih dalam.

“Tapi.. aku juga mengerti bahwa kebahagiaannya lebih penting dari apapun. Oleh sebab itu, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Aku menerima semua gadis yang bisa membuatnya bahagia..”

Kali ini Jessica mengangkat wajahnya kembali. Menatap tak menyangka wanita di depannya setelah kata-katanya.

“Benarkah, ommonim?” Tanyanya masih ragu. Namun Nyonya Kim tampak kembali tersenyum, lalu mengangguk dengan yakin. Mendatangkan binar kebaagiaan di wajah Jessica.

*(

Soeun masih berdiri dengan was-was di tempat yang tadi. Mengintai toko es krim yang telah dimasuki Yesung beberapa saat yang lalu. Ia menunggu Yesung tentu saja, menunggu apa yang sedang ia lakukan di dalam sana? Membeli es krim?

“Kenapa lama sekali?” omel Soeun sambil melirik jam di pergelangan tangannya. “Dia sudah di dalam hampir lima belas menit. Apa yang ia lakukan?”

Ting!

Soeun kembali bersembunyi begitu mendengar suara bel toko berbunyi nyaring bersama pintunya yang terbuka. Yesung tampak sudah keluar darisana, membawa sebuah bingkisan di tangannya serta seorang gadis kecil tampak berjalan sambil memegang tangannya yang lain.

“Tch, benar-benar. Ketika aku tak ada ia selalu bilang membeli es krim adalah pemborosan, tapi lihat dirimu sekarang..” omel Soeun pelan sambil memperhatikan mereka disana.

“Oppa, aku harus kembali pada ibuku…”

Yesung menoleh kebawah mendengar suara rajukan manja gadis kecil yang digandengnya. Yesung kemudian bergerak, berlutut untuk menyesuaikan tingginya dengan gadis kecil tadi.

“Ini! Bukankah tadi kau minta dibelikan es krim?” Tanya Yesung sambil mengulurkan bingkisan berisi es krim tadi pada gadis kecil itu. Gadis kecil itu menatap bingkisan itu sedikit panjang, ragu.

“Apa tidak apa-apa? Ibu bilang tidak boleh menerima pemberian orang yang tidak ku kenal..” celotehnya polos. Yesung terkekeh, mengusap rambut hitam milik gadis kecil itu.

“Kalau akhirnya begini kenapa tadi merengek minta dibelikan, huh? Sudahlah, terima saja, aku tidak mungkin berniat jahat pada gadis cantik sepertimu…” ucap Yesung sambil mencubit ringan pipi gembul milik anak perempuan itu.

“Benarkah?”

“Hum, memang aku punya wajah orang jahat?”

Gadis kecil itu kembali menatap wajah Yesung dengan serius. Mencari jawaban atas pertanyaan itu. Hingga tak lama ia menggeleng polos.

“Tidak…”

“Nah, kau tidak salah menebak, aku tidak akan berbuat jahat padamu. ini?” Tanya Yesung kembali menawarkan bingkisan tadi. Kali ini si gadis kecil langsung menerimanya.

“Terima kasih oppa…”

“Ne, segeralah temui ibumu dan berhati-hati. Kau mengerti?”

“Ne, aku mengerti..”

Yesung kembali terkekeh, mengusap rambut milik anak itu sekali lagi sebelum memperbaiki posisinya kembali berdiri.

“Baiklah, sekarang segeralah temuimu. Berhati-hatilah..” ucap Yesung lagi. Anak itu mengangguk dan tersenyum senang pada Yesung, sebelum akhirnya pamit dan meninggalkan Yesung memasuki salon di sebelah toko es krim. Yesung mengikuti kepergiannya hingga punggung anak itu menghilang.

“Huh, aku jadi mengingat gadis kecil lainnya…” ucap Yesung sambil tersenyum lagi. Ia kemudian kembali mengambil barang-barangnya tadi dan melanjutkan perjalanan. Meninggalkan seorang gadis yang baru keluar dari persembunyiannya ketika Yesung semakin menjauh.

“Apa kau segitu tak menyukai kehadiranku?” Tanya Soeun pada dirinya sendiri dengan wajah sedih. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya kearah toko es krim tadi.

*(

“Anyeong haseyo!!”

Yesung segera berseru ketika ia baru saja sampai. Membuat semua orang yang berada di dapur menoleh padanya. Awalnya Yesung telah yakin bahwa ia akan membuat sedikit kejutan pada seluruh orang yang ada disana, namun nyatanya dirinya sendiri yang terkejut menyadari kehadiran seorang gadis lain disana.

“Jessica!”

Yesung menatap tak percaya gadis dengan afron di hadapannya. Sementara ibunya yang berdiri di samping Jessica tampak hanya menoleh datar.

“Jessica!” ulangnya sambil mendekat karena masih merasa tak yakin. Ia berniat memegang bahu Jessica untuk menyadari sosok itu nyata yang sayangnya terhenti ketika sebuah spatula memukul ringan tangannya.

“Tanganmu kotor, jangan menyentuh assisten koki kita…” sahut nyonya Kim datar. Yesung menoleh kaget pada ibunya.

“Apa?” ia menoleh Jessica sejenak, sebelum kembali pada ibunya. “Ibu, aku tahu bahwa ibu masih belum menyetujui aku dengan gadis yang bukan asli korea. Tapi bukan begini caranya, bu…” protesnya cepat.

“Apa yang kau katakan?”

“Tch, ibu benar-benar. Sudah Jessica, lepas afronnya kau tak perlu melakukan semua in—akh!”

Yesung yang awalnya ingin menarik Jessica lagi-lagi menghentikan kata-katanya merasakan sentuhan benda yang sama di kepalanya. Ia menatap ibunya kesal, sementara Jessica tampak tertawa geli melihat ekspresi lucu Yesung.

“Kau benar-benar salah faham pada ibumu terlalu jauh. Siapa yang kau sebut benar-benar?” desis Nyonya Kim.

“Oppa, ini sama sekali bukan karena ommonim tidak menyukaiku. Aku yang meminta sendiri untuk hari ini menjadi asisten kokinya, aku juga ingin belajar memasak..” ucap Jessica mengeluarkan suaraya. Membuat dahi Yesung mengkerut tidak yakin.

“Huh?”

“Tch, sudahlah, lanjutkan nanti. Yesung segera membersihkan dirimu, kau dapat meracuni semua makanan disini. Nanti setelah bersih baru kembali kemari..” ucap Nyonya Kim sambil mendorong Yesung untuk eluar dari ruangan itu. Yesung hanya ikut walau masih melihat kearah Jessica yang terus tersenyum geli.

“Tapi bu, aku—“

“Aku bilang kembali setelah bersih!” Seru nyonya Kim lebih penuh penekanan sambil mendorong Yesung hingga benar-benar keluar dari ruangan itu. Pada akhirnya ia mengalah, berdiri disana sambil kembali melihat Jessica.

“Baiklah, aku akan mandi. Tapi setelah itu ceritakan semuanya, aku menunggu!” Seru Yesung entah pada Jessica pada ibunya. Setelah mendapat ancaman spatula lagi dari ibunya, Yesung segera meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.

*(

Es krim rasa vanila itu tampak sudah melelah akibat terik matahari. Krimnya tampak turun menelusur lurus, membasahi tangan yang memegangnya.

Hhh…

Soeun kembali mndesah sambil menjilat es krim meleleh itu secara perlahan. Ia menatap lurus ke depannya, sementara fikirannya melayang entah kemana.

“Kim Yesung benar-benar tak menyukaiku..” gumamnya pelan. Kembali menyentuhkan ujung lidahnya pada bagian dingin itu. “Ia malah terlihat bersenang-senang…”

Soeun mendesah, menghela nafas berat ketika perasaan sesak itu kembali. Sesak dan takut bahwa yang difikirkannya adalah sebuah kebenaran. Dimana Yesung tak pernah menyukai kehadirannya.

“Jahat..” lirih Soeun sedih sambil sedikit cemberut. Matanya tampak memerah dan membasah secara perlahan. “Benar-benar tak punya perasaan. Padahal ia sudah membuatku sesuka ini padanya…”

“Ia benar-benar menyebalkan…” omelnya lagi dengan wajah sedih yang sama. Masih dengan mata yang basah walau tak ada satupun bulir air mata yang keluar darisana. “Bodoh!”

Soeun melempar sembarangan es krim ditangannya guna menghapus sedikit air matanya yang keluar. Hingga ia tak menyadari bahwa seseorang secara tidak sengaja terkena lemparan asalannya itu.

“Ah!”

Pemuda itu reflek berteriak ketika tiba-tiba sesuatu mendarat membasahi pakainnya. Membuat kemejanya tersebut terpoles oleh sesuatu yang berbau khas seperti vanilla. Rasa basah juga terasa menyentuh kulit antara perut dan dadanya.

“Apa-apaan ini..” ucapnya risih sambil berusaha membersihkan noda di kemejanya. Namun ia sadar itu tidak berguna , hingga kini ia mengalihkan perhatiannya untuk mencari tersangka atas hal menyebalkan ini. Matanya langsung menemukan seorang gadis yang membelakanginya setelah itu. Dia tersenyum kesal, lalu menghampiri gadis itu.

“Hey nona!”

Soeun tersentak ketika seseorang berseru padanya. Membuat ia yang tadi sempat menangis langsung menghapus air matanya yang sempat keluar. Mendatangkan pandangan heran dari pemuda di depannya.

“Anda menangis?”

Soeun mengangkat wajahnya setelah yakin air matanya sudah tak terlihat. Ia menatap horor pemuda di depannya.

“Bukan urusanmu!”

“Huh, aku juga tak perduli. Tapi kita selesaikan urusan kita sendiri disini!” sahuntannya berapi.

“Apa maksudmm…“

Seruan kesal Soeun terhenti, ia menatap heran bagian dada sebelah kiri pemuda di depannya. Menemukan warna yang cukup familiar disana. Gawat.

Soeun menghela nafas, lalu dengan cepat membuang wajahnya.

“Aku tak sengaja!” sahutnya angkuh. Pemuda itu tersenyum sinis.

“Lalu?”

“Apa maksudmu dengan lalu?!” balas Soeun membentak.

“Ibuku bilang kau seharusnya minta maaf…”

Soeun membuang wajah sedih bercampur kesalnya, lalu segera menyambar tasnya dan berniat meninggalkan tempat itu. Tak berminat meladeni kata-kata pemuda itu saat ini. Namun, hal itu hanya sebatas niat, karena baru akan melangkah tiba-tiba sebuah tangan menariknya. Menghempaskan tubuhnya dalam sebuah pelukan yang intens. Soeun langsung merasa tak nyaman merasakan sensasi basah yang dirasakannya pada bagian depan tubuhnya yang menempel dengan tubuh didepannya.

“YAH!! APA YANG KAU LAKUKAN!” Seru Soeun sambil melepaskan dirinya dengan kasar. Beruntung laki-laki itu tak berniat menahannya lebih lama.

“Sekarang kita sama..” sahut pemuda itu sambil tersenyum puas melihat noda yang sama pada pakaian Soeun. Ia kemudian segera meninggalkan tempat itu, meninggalkan Soeun yang bahkan belum sempat menormalkan jalan darahnya.

“DASAR ORANG GILA!!”

Soeun berseru kesal pada sosok yang terus menjauh itu.

*TBC*

Priview Next Part:

“Ibumu bilang bahwa ia sudah merestui hubungan kita berdua, jadi…”
“Jadi?”
“Ayo kembali saling mencintai…”
“Jadi.. Sooyeon adalah Jessica, Jessica adalah Sooyeon..”
“Yesuuung… hiks… Yesuuuung…..”
“Ada seseorang yang ingin kakek kenalkan padamu…”
“TUNANGAN?!”
“Huh, kita bertemu lagi?”
“Soeun akan merayakan ulang tahunnya, Sooyeon dan Soojung harus mengundang teman-teman kalian sehingga pestanya semakin ramai…”
“Kim So Eun…”
“Yesung-ah…”
“Ayo Soeun, berikan kue pertama kepada orang yang paling istimewa bagimu malam ini..”
“Tak bisakah kau kembali? Ibu benar-benar merindukanmu…”
“Apa yang bisa kau berikan padaku kalau aku kembali ke rumah itu?”

~

 

Sebuah FF yang banyak ditunggu posting ditanggal yang paling tidak diinginkan T.T
Bahkan ketika aku mengetik tulisan ini aku tak tahu bagaimana perasaanku ketika tulisan ini sudah posting T.T
Aku berharap tak terlalu buruk…

Enjoy everybody…
HAPPY SOLDIER JONGWOON’S DAY..

71 Comments Add yours

  1. Puspa Kyukyu mengatakan:

    Hanya bisa bilang..

    Next….. !!!

    Keep Spirit…
    Fighting !!
    Oppa Yesung pasti baik-baik saja😉😉

  2. tanti no kawai mengatakan:

    Huaaaa…… Gk nyangka bakal di post di Ђǻя̲I Ĭηĭ ….😦

    Huh…. Yeppa belom menyadari perasa’an Sso eunni…
    Dan $ɐκ̣̝̇Ƌ̲̣̣̣̥R̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥N̤̥̈̊Ǧ jesicca_semakin intens mendekati ibu yeye….
    Sementara Sso_semakin mengira kalo yeye bener2 tak menginginkan kehadiran ηγά̲̣̥….
    Dan…. O’ooo…. Siapa_itu siapa?????
    Hae_kyu_hyuk atau….????
    Berharap sih bang ikan..#HaeSso shipper kumat#😀

    Kyaaaa….. Semakinnn kerennnn putriiii…..
    Liat priview nya_malah semakin penasaran….
    Sso akan di tunangkan???
    Lalu bagaemna dengn yeye???
    Perasa’an yeye_juga belom jelas ma Sso???

    Huaaaa….. Nextttt parttt nyaa bener2 di tunggu putriii…..🙂

    Dan makasih putriii_masih mau publish kelanjutan FF.ηγά̲̣̥,walopun dalam ke’ªԃªn Hati Ϋά̲̣̥ηġ “ tidak enak”😦
    Tetp semangattt putri…..!!!!

    HAPPY SOLDIER JONGWOON’S DAY..🙂

  3. mun taryati mengatakan:

    yeayyy akhirnya stlh lm nunggu lnjtn..nya…keren author tp part soeun.nya dkt bnget…smgt bkn part slnjtnya

  4. Kyusso shipper mengatakan:

    yeey akhirnya lanjut juga :))) yahh kenapa ibu yesung setuju? jessica balikan gak sama yesung?

    kyknya laki2 itu donghae deh#soktau lanjtkan eon mudah2an yesung sadar kalau dia udah mulai suka sama so eun :))

    eonie jgn sedih trus nantikan yeppa balik lagi semua member juga nanti bergilir kan untuk wajib militer semangat eonie nuliss ff nya jgn berhenti ya walau ditinggal yesung oppa harus tetep semangat fighting :)))

  5. vani mengatakan:

    yang ingin ku ucapkan detik ini adalah hati-hati kim Jongwon oppa
    hari dimana semua orang mengantarkanmu dg kerelaan yg tinggi, dimana semua clody memberikan doa trbaik untukmu, mnunggumu 2th kedepan
    terimakasih telah menginspirasi segala ff yg dipersembahkan atas namamu ^^

    SPOLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL😀
    ntah yg aq gk suka yeppa disini ketika gak peka sama skali ma so, merindukaan coolnya :p

    tebak2 siapa yg akan ditunangkan klo sungmin oppa gk mungkin bgt smga yeppa, smga lekas d update kmbli mski miris membayangkannya dsna

  6. erika mengatakan:

    yeah…..akhirnya dilanjutin lagi…
    kyanya yeppa udah mulai ngerasa kehilangan sso eonni dh…
    hum…. kira-kira siapa ya cwok yang kena lemparan ice creamnya sso eonni????
    huaaa…kyanya sso eonni mau di jodohin dh…..
    ah… makin penasaran sama part selanjutnya…………
    di tunggu part selanjutnya eonn
    semangat………

  7. cucancie mengatakan:

    Wuahhh…maiin seru siapa tuh namja yg kena lemparan es krim so eun,? Ditunggu lanjutannya ya thor tetap semangat yesung jg pasti selalu semangat…:)

  8. akhirnya di lanjut jga !!
    figthiing buat putri !?

    ksihan bnget sich nyonya kim hrus kehilangan sso !?

    mudahan yesung cepat sdar klo dia jga cinta ma sso ??
    btw siapa tuch cwo yg lge berantem ma sso !?

  9. rakha mengatakan:

    bagus eon, dan sama kaya yg lainnya ceritanya romantis bikin senyum2 bacanya..
    Hahahahaa
    eon juga bisa dapetin kata2 romantis yang tp mudah buat ngertinya..
    Seperti sebelumnya LANJUuUUT, semangat yah bikin ff nya, aku bakal baca terus kok!

  10. nurul mengatakan:

    seperti biasa ff unnie emang daebak! Keep strong uniee😦

  11. fishyoppA mengatakan:

    hai thor… aq reader baru,, mian baru sempat comment skrang, tapy saya janji, saya akan meninggalkan jejak di ff author yang lainnya….

    ceritanya daebak author,,, penasaran siapa pemuda yang kena es krimnya sso eunnie….
    wuaahh,,, ibunya yesung sudah mulai merestui hubungan yesung oppa sama sica eonnie,,, penasaran lanjutanya,, keep waiting for the next chapter..
    hwaiting thor..🙂

  12. Irnawatyalwi mengatakan:

    Pasti putri sdih krn hr in yesung oppa da resmi msuk wamil n hrus nunggu sktar 18bln/2 thn kmudian agar bsa liat oppa lg breng suju, pasti g enak bnget wkt ngktik ffx oppa,
    oh y put part in moment yesso g ada y n sprtix ada castx bru sm0ga i2 kyuhyun krn co2k bnget dgn krktr laki2 yg bls mengotori bju so eun n sprtix lki2 yg akn d jd tunaganx so eun, waduh bc priviewx mkin gregetan u bc part slnjtx Hidup YESSO

  13. Soeun mengatakan:

    Akhirnya di posting juga😀

    lihat priview next part nya bwt aq mati penasaran😮
    yg tunangan Sso eonnie kah ?
    Lw ya Sso harus tunangan ama donghae oppa # maksa😀
    ditunggu part slanjut nya
    bwt author
    semangaaaaaattttt ! ! ! :*

  14. AngelsShe~ mengatakan:

    ff keren, ditun99u part s’lanjutx !!
    happy soldier kim jong woon’s day *o*

  15. Devi mengatakan:

    Woooww kreN bNgeeet klaNjutaN’a,,,,

    YesuNg oppa msh blm mNydari perasaaN eoNNie so euN,,,
    Kira2 yesuNg balikaN gy gk y jessica kN mereka dh d restui ma eomma’a yesuNg oppa,,,
    ANd kira2 spa cwok yg kNa lmpraN es krim eoNNie so euN,,,
    Jd pNsaraN klaNjutaN’a,,,,,

  16. andri susilowati mengatakan:

    waaa kerenn.sukaaaa
    kasian so eun.
    lanjut thorrr, penasaran sm namja yang kena es krim……………..

  17. nita mengatakan:

    wah akhirx stlh lma mnnggu d post jga,, crtax daebak thor,, aq bnr2 nnggu next partx,, gomawo eon,🙂 HAPPY SOLDIER JONGWOON’S DAY..

  18. zhuryia mengatakan:

    seru.tmbah bikin aq pnasaran…emh kyany ada case cru nich,kira”siapa y pmuda yg klempar es cream ma so eun

  19. Tikka mengatakan:

    Next kakak . !! Waduh, hubungan.a makin rumit. !! Yesung, mana kepeka.anmu trhadap perasaan soeun. ? Dan ny.kim aduh knapa di restuin sma jessica..? Hadooh. .itu yg kena ice creamnya soeun donghae’kn. ? Bajunya sama kotak2 warna merah. ! Itu udah pasti donghae -_-” tpi, KENAPA GAK KYUHYUN. ??😥 apa kyuhyun trlalu cakep. ? *plakk

  20. shane mengatakan:

    Susah mau berkomentar..bwaan sedih😦

    Kata si turtle tdi sms bahwa bang yeye soldier yg paling cool (y)

    Sica udeh akur ma yeyeMom
    Klakuan sunny ..aighooooo
    Yeye….pilih sapa???
    Itu cow siapa yg kena lemparan ice cream nya sso???
    Nasibnya soeun ????

    Nambah bikin tambah pensaran…
    Terus terang ,kk ga dpt feel nya bc di part ini..
    Mungkin karna …………………………….

    Next
    Bravo (y)
    Chu :*

  21. haekyusso mengatakan:

    Hmmm,,,D tunggu next part y pegen tahu spa yg jd tunangan sso!!!
    Ttp SLALU SEMANGAT WALAUPUN YESUNG OPPA LAGI WAMIL PASTI BAIK” SAJA,, #kaya lagu
    SEMANGAT PUTRI *HWAITING*🙂🙂🙂

  22. ticha_ mengatakan:

    akhir’a muncul juga ff yesso’a…..
    Walau hari ini bkn galau….😦
    Tp tak apa,,,anggep 2th sebentar…. Hehe,,🙂
    Q ska wktu eomma’a yeppa kehilangan eunnie….berarti eomma’a yeppa suuaaayaaankk bgt ma eunnie…kekeke😀
    Plus kasian jg denk😦
    (>o<) 0mo,,,jgn direstuin d0nk eomma,,lebih baekan yesso🙂
    Waduh….penasaran ama cow yg terkena lemparan es krim sma eunnie?!nugu?!!!!
    Hua,,,,😦 galau'a jd double
    Atu mikirin yeppa yang bru brngkt wamil….yg atu ne ep_ep bkn penasaran
    Kekekeke🙂
    Fighting!!!! Buat saeng….🙂
    Saeng,DAEBAK!!!!!
    Q tgg ep_ep yang laen…
    Laaaaanjuuuuutttt😀

  23. pipip mengatakan:

    Jgn sedih thor kanada kta2 dsni yg sllu bca ff nya
    Sneng bnget bca ff slah1 favorit aku uda kluar
    Critanya nmbah seruuu gk sbar next partnya thor
    Dtnggu ya

  24. cutewhite mengatakan:

    Wooohh yesung merindukan sso..jgn2 dia msh ragu sma jess gra2 sso lgi..
    Next thorr^^

  25. luthfiangelsso mengatakan:

    huh…bagus put ff’a keren🙂
    tetep semangat buat ff yesung oppa pasti baik” aja🙂

    siqpa sih cwo itu kaya’a cwo itu yv bakalan jdi tunangan sso deh di next part*sotoy

    di tunggu next’a nd di tuggu black n white serta haru’a !
    keep spirit moah:* dapet kissue dari yeppa hehe^^

  26. veranicka mengatakan:

    Soeun ditunangkan dengan siapa?
    Apa lelaki yang terkena lemparan ice cream itu?
    Next ~~

  27. Deborah sally mengatakan:

    Bagus. Ceritanya benar2 bagus. .

    Enjoy dan tersenyumlah. Oke😉 . Dia pasti baik2 saja di sana. Jangan terlalu di khawatirkan.

    Ayo cepat lanjutkan semua ff yesung oppa. .

    Putri, cowok yang akan dikenalkan ke soeun eonni itu, donghae/kyuhyun ya.

    Please please😉

  28. Olivio mengatakan:

    Sama eon aku juga nyesek. Tapi aku tetep gak suka kalo ibunya jadi suka ama Sicca ckckck. Cowok tadi siapa? Ngarep banget Kyu hehehe

  29. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Nice ff ..
    Aku suka, konfliknya makin seru.
    Ditunggu lanjutannya ya.. Yg lainn jga😀

  30. Choi Hye Mi mengatakan:

    Putri…. Yg sabar ya…? Pasti Yesung Oppa bakal baik2 aj.. Yakinlh pasti Yeppa kmbali ..
    Miris…
    Soeun ngira Yesung bner2 ga suka sm dy.. Tp semoga aj Yesung cepet nyadari perasaany ke Soeun.
    Kira2 siapa ya Cowo yg berantem sama Soeun, gara Ice Cream?? Q harap sh Haeppa..#shipper kumat…heheeee
    tetep semangat Chinguuu… Buat lanjutin FFmu yang lain juga.. Ditunggu yg HARU sm Black And Whitex…
    Hwaiting!!!

  31. Dizhaadrya mengatakan:

    Krn bgt put,, ya ampn bang yesung dri mu sngguh trlalu trnyta bang umin ny gak slngkh ya trnyta slma ne sso cm slh phm ma bang umin,, akhr ny oemma ny bang yesung mrstui hub ny ma jessica othoke,, d tgu next part ny putri fighting,,,

  32. mifta mengatakan:

    ooohhh sumpah, bener2 deh part yg satu ini bikin penasaran abiss. siapa tuh namja yg bakal jd tunangan so eun? kyuhyunkah?? jangan sampe hati so eun berpaling ke yang lain. agak gak rela juga hubungannya yesung sama jesicca di restui sama ibunya yeye. tapi kayaknya yesung udah mulai suka tuh sama so eun, tapi belum nyadar gituu.. aduuhh bener2 deh bikin galau, put. next part segera ya put. penasaran abis.

  33. Huah makin seru., suka bgt sm ff ini. Aku pgn bgt pria yg kena lemparan ice cream t kyu oppa cz pas bgt kykx karakter x. N lg rindu brat ma ff yekyusso nih jd next scpt x smgggt aku slalu menunggu🙂

  34. Dear Dhiyah mengatakan:

    hhemm ,, kira: capa cwo yg kena lemparan es krim y so eun ??? pa dia orang yg mau jd tunangan so eun???
    ASAP thor

  35. Sendy Sekar W mengatakan:

    wuahh akhirnya dipost juga nih ff,
    tambah sru aja ditunggu part selanjutnya😀

  36. ina freedom mengatakan:

    akhirnya di lnjt jg ceritanya ,yeppa knp gak peka trhdp perasaan sso ..kasian kan sso jd sedih ,jd galau deh jesica dekat dg ibunya yesung😦 .wah jd penasarn siapa ya ,yg di lempar es cream sm sso ,gak sbr put nunggu part lnjtnnya .
    fighting ???

  37. Niniet mengatakan:

    ibu yesung sudah merestui yesung dan jesicca … apakah mereka meresmikan hubungan mereka lagi.. lalu uri so eun bagaimana? apa dia dengan yang lain # namja yang kena lemparan es cream so eun… dan siapa namja itu…apakah kyu evil ? #ngarep…abis cara dia ngebales so eun jail banget… kkkk~ btw… putri jangan sedih lagi ya🙂

  38. Anna mengatakan:

    Haiisshh ini yesung blm takluk ato mmg tulalit ama prsaanny sndri klo sso bnrn direbut org bruu thu rs deh,,kira2 spkh tunangan sso yg pd prtemuan prtm mrka slg mningglkan kesan yg tdk baik ???

  39. Choi Shinae mengatakan:

    huaaaaaa akhirnya muncul, yesung tak mengertikah perasaan soeun???
    dapet bgt feelnya😦 yaakkk Kim Yesung😦
    lalu siapa laki2 yang perang eskrim dgn soeun??? cast baru kah ??? >..<
    keren , next part lebih ditunggu🙂

  40. asisadinda mengatakan:

    Masih berduka karena kepergian yesung wamil T.T Tapi terbayar dengan adanya ff ini. :)Meskipun di part ini juga banyak yg bikin nyeseknya. Heuuuu😦

    Huaah.. Apakah pemuda yg kena es krim soeun itu donghae??*nebak2
    Semangat ya thor buat ff nya..
    Ditunggu part selanjutnya..😀
    fighting!!!

  41. Ayunie CLOUDsweetJewel mengatakan:

    Saya bingung dengan perasaan Jong Woon Oppa gimana sebenarnya.
    Suka banget klo JW berinteraksi dgn anak kecil, sifat kebapakannya (?)muncul, benar-benar calon suami idaman, hyaaaa…

    Sapa lagi tu namja yg jadi korban So Eun? apakah LDH? LHJ? CKH? apakah dia akan jadi tunangan So Eun? akh, terlalu banyak pertanyaan diotakku.

  42. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Akhirnya di post juga….

    Ku pnsrn m namja yang kena ice cream eonniku…

    Pa namja itu yang bakal di tunangkan dengan eonni?

    Trus kyk’y yesung oppa dong deh ke Ultah’y so eun…

    “Apa yang bisa kau berikan padaku kalau aku kembali kerumah itu?”#pasti ni eonniku yg t’y m yesung…

    Next…

    Em ku bleh mnta password haesso g?? Kn ku jua rajin kok Comment’y…

    Klu boleh tolong di balas y…
    Atau inbox ke FB ku j
    elgawati27@yahoo.com (elga Kim kim) gomawo

  43. qindae mengatakan:

    Waaahh kira2 siapa ya pria yg bermasalah sm sso ???
    Penasaraaannn akhirnya dipost juga part 7 nya .
    Part 8 nya cepetan ya🙂

  44. elisa mengatakan:

    akhir a author lanjut jugak crita a…rindu oppa jadi liat blok ini…..
    faighting author….

  45. Ayu ChoKyulate mengatakan:

    aigoo hiks hiks sedih banget bacanyaa, kasian sama Sso eonni cintanya ga terbalass T.T
    isshh yesung jahat banget sih masa2 ga sadar2 kalo Sso suka sama dia, yg dipikiran yesung selalu jessica ckckck~
    kira2 siapa yaa cowo ice cream + tunangan nya Sso, penasaran banget sama kelanjutanya🙂

  46. RyaniAngels mengatakan:

    hwaa, Sso hobynya kabur ya…ehm, pnsran ma cow yg kena ice creamnya Sso

  47. Rika Oktaviani mengatakan:

    wah ceritanya daebak
    penasaran sama cerita selanjutnya
    kira-kira siapa laki – laki yang kena lemparan ice creamnya soeun eunni ya?
    ditunggu part selanjutnya ya🙂

  48. Asri_ mengatakan:

    Wah,,,part ini akhirny muncul juga…

    Semakin seru ajah….btw,,yg kena lemparan ice cream itu siapa yah?! *hope si evil magnae* hehehe

    yaaa…semoga next partnya gk lama🙂

    fighting thor

  49. intanelfangels mengatakan:

    hadeuh mewek dah jadinya T.T,nggak rela bang yeye sama jesika T.T . penasaran , siapa namja yg brtengkar ma sso + yg jadi tunangannya sso,pasti bang kyuhyun ne ;)*reader sotoy dah kwkwkwkw😀 . ditunggu next partnya hwaiting ^_^

  50. minmin_mizana mengatakan:

    entah ini cuma perasaanku atau apa,,, kaya’a ada yg kurang tidak seperti biasanya🙂
    entah gara2 km perasaanmu yg galau atau emang km udah bosen dengan cast cwe yang itu2 aja *soeun*
    tapi aku harap jangan pernah bosen buat bikin ff ^^
    tetep k-popers kan walau tanpa biasmu?
    ditunggu neks partnya🙂

  51. PrincessItha mengatakan:

    Next miN sMkin sRu cRtax :)<3

  52. YeojaNiel mengatakan:

    ko’ rasanya kasian ya Sso disini. Dia kaya’ terombang-ambing. Orang2 kaya’ g’ btl2 menginginkan keberadaan Sso. Tapi cerinya baguuus. Next part ditunggu🙂

  53. mibo mengatakan:

    syukurlah….!!!!
    hampir mati penasaran karna menunggu ff ini (^_^)
    tapi ga jadi mati karna ada kelanjutannya…^__^

    trim’s buat authornya and tetap semangat yo….!!!

  54. idhacutvit mengatakan:

    Akhrx epep yhg d’tunggu2 nongol jg . . . ^_^

    Critax Daebaaaaak chinguuuuu >._< . . .
    Critax makin seru n menarik , , pa lg da tmbahan cast cwox*asyiiiik*XD . . .
    Tp cwo it zyp yach . . ??
    Pensaran nich chingu . . .
    Tp B'hrap sich it haeppa#AMIIIiiiN# . . .
    Jd aq tunggu next partx , , n jgn lma2 yach chingu . . . ^_-
    FIGHTING . . .

  55. Vani mengatakan:

    Kasian so eun eonni
    kira2 siapa cwo yg peluk so eun ?
    Di tnggu part 8 nya jgn lama2 ya hehe
    semangat

  56. Safriyanti mengatakan:

    Sngguh ne f bkin air mta mntes,,,
    cngengkah aku,,,
    tpi sso bnar2 tmpak mnydihkan,,,
    cpa kra2 pria yg dlmpari es krim ma sso,,,
    n tunangan,,,
    cpa tngan sso,,,,
    chingu cpt2 post next part,a,,,,

  57. dyyyy mengatakan:

    fighting…..
    maksudny soeyoen adalah jessica….
    jessica adalah soeyoen tu sp?

  58. geill mengatakan:

    Makin seru ajaaaaaaaaaaaa…
    Ini tidak buruk malah bagussssssss…bangettttt…
    Author, kenapa dia saat seru2nya hrs TBC dah gt ada review partnya lg, bikin aq tambah penasaran aja sm lanjutan nih ff….
    Ok deh…Next partnya bakalan di tunggu.
    Buat author semangat teruuuusssss…..
    Gomawo ^_^

  59. angelf mengatakan:

    akhirnya bisa baca jga
    sedih ya wktu soeun ninggalin rumah soeun
    soeun sma yesung sma2 ngerasa kehilangan ya
    jesicca udah bsa diterima ibunya yesung ya
    pnsrna siapa yg tdi dilmpar ice cream ma soeun
    gmna ya klo yesung tw jesicca itu saudaranya soeun

    ditunggu nextpartnya
    fighting

  60. PujaRISA mengatakan:

    annyeong on q reder bru. wah onn. keren ff yessonya bri bca 1 aja dah nangis huhuhi!__! lanjut onn

  61. Esaa mengatakan:

    Wah.. Bagaimana tu jadinya Yesung ketemu Soeun yang menyandang status pacar sepupunya sendiri, pasti miris banget jadinya.. Apalagi itu di hari ulang tahun nya, hiks hiks.. Malang nian nasibmu, eonni !

  62. fishyfly mengatakan:

    errrghh yesung oppa😥

    next !!!!!!

    figthing figthing figthing figthing😀

  63. @reshaaa24 mengatakan:

    Berasa nnton DraKor hehehe ^^V.

    Helloooooo😀
    Next Part Sweet Piece Of Love nyh kapan posting lg beb ?😀 udah kangen pingin bacaaa hehe

    Tingkatkan yah FF dgn cast yesung , kyuhyun , eunhyuk , donghae nyaaa :*

  64. princess ice mengatakan:

    Nuguya? Sypa namja yg bkal d tunangin ma sso? Dan itu namja yg sama ama yg kejtohan ice cream’a sso kan..
    Gak.buruk sama skali put tapi brharap yesung bsa ngrsain prsaan yg sma kya sso..
    Lanjuuttt ya put! Sangat sangat d tunggu..

  65. Cloudy824 mengatakan:

    Part 8 nya kenapa belum di posting2 thor?😦

  66. Kim Ha Byung mengatakan:

    Kyaaaa, jangan sampai yesung dan jessica kemabali..
    Namja yang di tabrak sso eonni siapa??
    Kyuhyun kah?? atau donghae??
    Di tunggu kelanjutanya..

  67. Kim Ra rA mengatakan:

    Hiks,,, Hiks,,, G’ tega liat Sso kaya Gitu!!!;(
    Yesung Belum sadar juga yach kalau Sso kaya gitu gara gara Sso nya udah punya rasa sayang sama Dia!
    Ah jesicca nya udah mulai Akrab aja sama eommanya Yesupng Oppa Gimana nanti sama Sso??

  68. yuniarti_noey mengatakan:

    berharap yesung ragu sm perasaannya ke jessica jg ga balikan lagi
    siapa tunangannya sso???
    yesung gmna nantinya???

  69. Rani Annisa mengatakan:

    yah kenapa ibunya yesung malah nyuruh yesung balikan sama jessica sih😦

    Siapa itu yang bakalan datang ke so eun???

  70. 2425yy mengatakan:

    suka ceritanya…
    yesungie cpt sadar dunk…, klo sso itu suka….
    yesung balik lg y sm jesscia??

  71. Jacob mengatakan:

    Penasaran sm cwok yg td brtengkar sm sso ap jan2 ntr mreka ktmu lg ya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s