~ How About My Love Part4 (Why?)~


How About My LovePart (Why?)|PrincessClouds|Drama-Sad-Romance-Friendship-Family|Chaptures | Kim So Eun, Lee Hyuk Jae (SJ Eunhyuk), Kim Jong Woon (SJ Yesung), Kim Taeyeon, Kim Hyoyeon, and Others

hwoabout4

Warning: Typo(s), PG15, Alur berantakan. Don’t Like Don’t Read. No Bash No Blame.

Summary:Mulai menentukan arah dan terus berjalan?

Recommended Songs: * Soeun’s Parts : Davichi – Because It’s You, Seo Young Eun – Can’t let go. * Eunhyuk’s Parts: Super Junior – What If, *Yesung’s Parts: Super Junior Yesung – Gray Paper

“Aku pergi…”

Soeun menghapus air matanya sambil mengambil undangannya kembali. Gadis itu kemudian dengan segera meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru. Meninggalkan Yesung yang masih terpaku didepan pianonya.

‘Pengantinku…’

Yesung benar-benar seperti keluar dari dimensi yang lain ketika menyadari Soeun benar-benar berniat pergi. Ia berniat untuk bangkit dan mengejar Soeun, memeluknya dari belakang, menahannya, menceritakan perasaannya yang sesungguhnya. namun kakinya tiba-tiba membeku ketika baru beberapa langkah ia berjalan pintu itu benar-benar kembali tertutup setelah Soeun melewatinya. Soeun meninggalkannya? Soeun benar-benar telah pergi? bahkan kini Yesung tak bisa walau sekedar meraihnya? Yesung kembali terpaku, kakinya melemas begitu saja dan membuatnya langsung terduduk dilantai. Air mata yang daritadi ditahannya tiba-tiba mengalir begitu saja.

‘Pengantinku…’

*How_About_My_Love_4*

Ruangan dengan interior luxury itu terlihat berbeda pagi ini. Di depan cermin, seorang gadis dengan gaun suci pernikahan tampak duduk dengan tenang, Menutup dengan rapat kedua matanya. Membiarkan sang perias mempertebal riasan di wajahnya. Membuat wajah cantik itu kian mempesona.

“Aah, akhirnya kita selesai, Soeun-ssi. Waah, anda begitu cantik..” puji sang perias selang tak berapa lama. Wanita yang cukup muda itu kemudian merapikan alat make-upnya, meninggalkan meja rias tadi dan berjalan kearah meja yang lain yang berada di ruangan itu.

Sementara di saat itu sang pengantin wanita membuka matanya. Membiarkan sepasang karamel miliknya menaik, menatap bayangannya sendiri yang terlihat mempesona dari pantulan cermin.

Namun kau lihat itu, pandangan itu benar-benar terlihat datar. Seperti menyiratkan bahwa dirinya sama sekali tak bahagia dengan momen besar yang terjadi pada dirinya hari ini.

Tempat itu sudah ramai. Di tempat duduk yang berjajar tampak para undangan yang sudah mengisi tempat itu. Menunggu masuknya antara inti dengan sabar sambil sedikit menggosip, atau memperhatikan salah satu lakon yang berdiri di depan altar.

Pemuda tampan dengan balutan Toxedo hitam itu berdiri tenang di depan altar. Matanya menatap karangan-karangan bunga yang menghiasi setiap sisi ruangan dengan tatapan yang penuh emosi. Berusaha meredam sesuatu yang benar-benar menganggu fikirannya saat ini. Sebuah keresahan, ketakutan, entahlah.. yang jelas hal itu benar-benar membuatnya tak terlalu menyukai hari ini. Walaupun ia mengingat dengan pasti wanita yang akan dinikahinya adalah wanita yang selama ini benar-benar ia cintai setengah mati.

“Pengantin wanita memasuki ruangan..”

Suasana menenang. Semua orang tampak tak bersuara sambil menoleh ke belakang. Menunggu dengan penasaran pintu besar yang masih tertutup rapat itu untuk terbuka. Menunggu lakon lainnya dari perayaan besar hari ini.

*Klek!!*

*Tuk.. Tuk.. Tuk..*

Sang pengantin pria kita bergeming, membalik tubuhnya dengan pelan. Melihat sendiri kedatangan calon istrinya yang benar-benar akan datang… hanya padanya.

*Tit.. Tit.. Tit…*

Nada-nada tanpa suara yang jelas itu terdengar dari memenuhi ruangan yang sepi. Membuat suasana tak terlalu hening untuk beberapa alasan. Menemani detik-detik jarum jam yang ikut menambahi.

*Tit.. Tit.. Tit..*

Nada masih sama. Ketika jemari-jemari itu terus bergerak pelan menyentuh tooth-tooth dengan asal. Dimana pemilik jemari juga tampak tak terlalu bergairah untuk memainkanya. Membiarkan jemarinya bermain, sementara dirinya menyandarkan kepalanya sendiri di papan piano. Terdiam dengan pandangan kosong yang terus menatap lurus kearah yang sama semenjak beberapa jam ia disana.

*Tes..*

Suara piano tadi terhenti, seiring dengan setetes cairan bening yang meluncur keluar mengaliri pipinya begitu saja.

“Lee Hyukjae-ssi, Apakah kau bersedia dan mau menerima Kim Soeun sebagai pendampingmu satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan sucimu seumur hidupmu? Apakah kau bersedia mengasihinya sama seperti kau mengasihi dirimu sendiri, mangasuh dan merawatnya, menghormati dan menjaganya dalam keadaan senang ataupun sedih, dalam keadaan kelimpahan ataupun kekurangan, dalam keadaan sakit ataupun sehat kepadanya seumur hidup kalian berdua?”

“…”

“Lee Hyukjae-ssi, Apakah kau bersedia dan mau menerima Kim Soeun sebagai pendampingmu satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan sucimu seumur hidupmu? Apakah kau bersedia mengasihinya sama seperti kau mengasihi dirimu sendiri, mangasuh dan merawatnya, menghormati dan menjaganya dalam keadaan senang ataupun sedih, dalam keadaan kelimpahan ataupun kekurangan, dalam keadaan sakit ataupun sehat kepadanya seumur hidup kalian berdua?”

“Y-Ya.. A-aku bersedia..”

“Kim Soeun-ssi, Apakah kau bersedia dan mau menerima Lee Hyukjae sebagai pendampingmu satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan sucimu seumur hidupmu? Apakah kau bersedia mengasihinya sama seperti kau mengasihi dirimu sendiri, mangasuh dan merawatnya, menghormati dan menjaganya dalam keadaan senang ataupun sedih, dalam keadaan kelimpahan ataupun kekurangan, dalam keadaan sakit ataupun sehat kepadanya seumur hidup kalian berdua?”

“….”

“Kim Soeun-ssi, Apakah kau bersedia dan mau menerima Lee Hyukjae sebagai pendampingmu satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan sucimu seumur hidupmu? Apakah kau bersedia mengasihinya sama seperti kau mengasihi dirimu sendiri, mangasuh dan merawatnya, menghormati dan menjaganya dalam keadaan senang ataupun sedih, dalam keadaan kelimpahan ataupun kekurangan, dalam keadaan sakit ataupun sehat kepadanya seumur hidup kalian berdua?”

“….”

“Kim Soeun-ssi, Apakah kau bersedia dan mau menerima Lee Hyukjae sebagai pendampingmu satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan sucimu seumur hidupmu? Apakah kau bersedia mengasihinya sama seperti kau mengasihi dirimu sendiri, mangasuh dan merawatnya, menghormati dan menjaganya dalam keadaan senang ataupun sedih, dalam keadaan kelimpahan ataupun kekurangan, dalam keadaan sakit ataupun sehat kepadanya seumur hidup kalian berdua?”

“A-aku B-Bersedia… A-aku bersedia..”

“Mulai dari sekarang kalian berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri dihadapan tuhan. Lee Hyukjae-ssi, silahkan mencium istri sah anda..”

Sepasang pengantin baru itu berjalan pelan diiringi oleh beberapa orang di sekitar mereka. Kebahagiaan tergambar jelas disana, tercetak di wajah-wajah bagi orang-orang yang mengiringi mereka tersebut. Sangat jauh berbeda dengan wajah yang ditunjukkan oleh dua orang yang menjadi raja dan ratunya dalam perayaan ini.

“Sampai disini saja..”

Eunhyuk, si pengantin laki-laki bersuara. Meraih lengan pengantin wanitanya dari genggaman ibunya. Untuk selanjutnya menatap mereka.

“Soeun sepertinya sedikit pusing, apa tidak akan apa-apa?” Tanya Nyonya Lee, ibu Eunhyuk penasaran. Eunhyuk menganggukinya.

“Ne, tidak akan apa-apa. Soeun akan beristirahat dulu sebelum pesta pernikahan nanti malam. Aku akan menjaganya..” jelasnya kemudian.

Semua orang dewasa di depan mereka mengangguk. Tampak setuju dengan penuturan Eunhyuk. “Ya, walau bagaimanapun Eunhyuk adalah suaminya kini. Biarkan dia yang merawat Soeun..” kata Tuan Kim sambil tersenyum. Yang lainnya mengangguk setuju.

“Baiklah, kalau begitu beristirahatlah dulu. Nanti ketika waktunya tiba aku akan menyuruh para maid untuk memberi tahu kalian..” jelas nyonya Lee lagi, yang diangguki oleh keduanya. kali ini nyonya Lee kembali mendekat, menghampiri dua pasangan baru itu.

“Jaga dirimu, Soeun-ah. Semoga kau cepat sembuh..” ucap nyonya Lee sambil mengusap pipi Soeun. Soeun tampak mengangguk sambil berusaha tersenyum.

“Hum, Terima kasih ibu…”

Wajah Nyonya terlihat cerah, nampaknya ia begitu senang dipanggil ibu. Ia tersenyum sambil kembali mengusap rambut Soeun, sebelum akhirnya bersama-sama semua orang itu pamit darisana. Menyisakan dua pengantin itu hanya berdua.

“Ayo masuk..” ajak Eunhyuk memecah kesunyiaan sepeninggalan keluarga mereka. Pemuda tampan itu kemudian mengulurkan tangan membuka pintu di sampingnya, untuk kemudian membawa pengantinnya masuk ke dalamnya.

Bruk!!

Soeun mendudukkan diri di atas tempat tidur. Ia menunduk, merasakan rasa sakit yang menjalari kepalanya. Walau dengan jelas, tentu hatinya adalah yang paling sakit disini.

“Beristirahatlah dulu, aku akan meminta mereka membawakanmu obat..” perintah Eunhyuk terdengar dingin. Menyiapkan bantal dan selimut di tempat tidur yang sudah tertata indah itu.

Soeun sedikit bergerak pelan, sedikit merungkuk untuk melepaskan sepatunya. Awalnya ia berniat untuk berbaring, namun ia tiba-tiba merasa ragu. Menoleh pada Eunhyuk yang masih berdiri di tepian ranjang.

“Tapi.. bagaimana dengan gaunnya? Aku tidak mungkin berbaring memakai gaun ini..” Tanya Soeun pada Eunhyuk dengan nada lemah.

“Huh, kau masih takut merusak gaunnya? Padahal kau tahu sendiri bahwa pernikahan ini memang sudah rusak dari semula..” tanggap Eunhyuk terdengar datar sambil bergerak dari tempatnya. Berjalan kearah gagang telepon, meninggalkan Soeun yang terdiam mendengar kata-katanya tadi. “Halo? Kami membutuhkan baju ganti disini. Tolong antarkan..” ucap Eunhyuk singkat di telepon. Ia segera menutupnya setelah itu, lalu kembali pada Soeun.

“Baju gantinya akan sampai dalam beberapa menit..” kata Eunhyuk lagi pada Soeun.

“Hum, terima kasih..” jawab Soeun lirih. Gadis itu kembali menundukkan kepalanya, mencoba menepis rasa menyebalkan yang memenuhi hatinya. Walau dengan jelas ia yakin ia tak bisa.

“Sunbae.. Yesung Sunbae.. Sunbae..”

“Eunghh..”

Yesung melenguh pelan terbangun dari tidurnya. Membuka matanya pelan karena mendengar seseorang memanggil namanya. Hingga ketika terbuka, ia tampak sedikit kaget. Bangun tergesa-gesa sambil melihat sekitarnya.

“Apakah Sunbae tidak apa-apa? Kenapa anda tertidur disini?” Tanya Taeyeon yang ternyata tadi membangunkannya. Yesung menoleh padanya sekilas lalu memegangi kepalanya. Sejenak ia ingat kenapa ia sampai berada disini dan tertidur.

“Jam berapa sekarang?” Tanya Yesung sambil memutar kepalanya kearah jam dinding yang tergantung di sudut ruangan. Ekspresi kaget sedikit terlihat di wajahnya ketika melihat angka yang tertulis disana.

“Ini sudah jam enam malam. Beberapa jam lagi menuju pertunjukkan..” jawab Taeyeon hati-hati.

Yesung menundukkan wajahnya dalam. Bukan, bukan pertunjukkan itu yang sedang berada dalam fikirannya. Tapi hal yang lain. Ini sudah pukul enam, berarti tiga jam yang lalu…

Soeun sudah resmi menjadi milik orang lain.

“Tidak..” lirih Yesung pelan sambil memegangi kepalanya yang benar-benar terasa sakit. Membuat Taeyeon menoleh kaget padanya.

“Sunbae? Anda tak apa-apa? Sunb—“

*Slap*

Ucapan Taeyeon terputus ketika Yesung menepis tangannya yang awalnya memegang bahunya. Taeyeon sedikit kaget melihat pemuda itu bangkit dengan susah payah dari tempat duduknya. Berniat meninggalkan tempat itu.

“Sunbae?” Panggil Taeyeon lagi dengan raut cemas pada Yesung yang sudah selesai memakai jaketnya. Pemuda itu tampak meraih kunci mobil dan ponselnya di atas piano, sebelum kembali pada Taeyeon.

“Pergilah duluan ke SBS, aku akan menyusulmu nanti..” kata Yesung singkat. Pemuda itu kemudian melesat, meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Taeyeon yang hanya menatapi kepergiannya dengan raut cemas.

“Yesung… oppa?”

Ruangan yang besar itu terlihat sudah dipenuhi oleh para pengunjung. Setiap sudut, semua orang tampak berkumpul dengan kelompok mereka masing-masing dengan minuman di tangan mereka. Saling bercanda menikmati jalannya pesta pernikahan yang membuat mereka bertemu orang-orang yang mungkin sudah lama tak bertemu itu. Hal tak berbeda terlihat di tengah ruangan, sebagian orang tampak satu padu dengan pasangan mereka. Berdansa mengikuti irama yang menggema.

Di depan hall, sepasang orang itu tampak berdiri berpegangan. Tampak mengumbar senyuman pada semua orang yang telah datang memenuhi undangan. Berusaha menunjukkan betapa mereka terlihat begitu bahagia dengan pernikahan ini, walau kenyataannya tak seperti itu…

“Kemana dia? Apa kau tak memberikan undangannya?”

Soeun mengangkat wajahnya pelan mendengar suara Eunhyuk, menoleh pada suaminya tersebut.

“Siapa?” Tanya Soeun tak mengerti.

Eunhyuk tersenyum mendengar pertanyaan itu, masih menatap lurus ke depan. “Kim Jongwoon. Cinta pertamamu..” sahutnya singkat.

Ekspresi Soeun berubah lebih muram. Ia mengalihkan perhatiannya dari Eunhyuk, menundukkan kepalanya. “Aku sudah memberikan undangan padanya. Aku tak tahu apakah dia datang atau tidak..”

“Aku tak yakin ia akan bersedia datang. Mengingat ia adalah artis yang begitu sibuk. Lagipula.. apakah kau mau dia datang?” Tanya Eunhyuk kembali tersenyum, mengalihkan perhatiannya pada Soeun.

“Tidak..” sahut Soeun cepat. Ia kemudian menundukkan kepalanya lagi, menahan dirinya agar tidak menangis. “Akan sangat menyakitkan kalau sampai orang yang kucintai hadir di pesta pernikahanku. Jadi aku sangat berharap ia tak akan datang..” jawabnya pelan sambil menundukkan wajahnya semakin dalam.

Eunhyuk tersenyum sinis mendengarnya, tak bisa disangkal ada bagian hatinya yang sakit ketika mendengar jawaban Soeun. Walaupun dengan cepat ia menampiknya, mengalihkan perhatiannya kembali kedepan sana. Tak menunggu lama hingga tiba-tiba ia melihat seseorang memasuki ruang pesta.

Eunhyuk tersenyum sinis tertahan..

“Tapi kini lihat siapa yang datang..”  ucap Eunhyuk pelan. Membuat Soeun reflek mengangkat kepalanya.

Pemuda itu berlari memecah keramaian kota Seoul. Kepalanya tertunduk, seluruh wajahnya juga tertutup dengan topi jaket yang dipakainya, Hingga membuat beberapa orang mengomel ketika ia tak segaja menabrak mereka. Namun pemuda itu terlihat tak perduli, karena nyatanya ia terus melewati mereka semua, menuju arah yang ingin ia tuju.

*Tap!!*

Langkahnya terhenti. Pemuda itu menatap kosong ke depannya, dimana sebuah halte bis kosong terlihat disana. Ia menghembuskan nafasnya pelan, lalu secara perlahan melangkahkan kakinya kesana.

“Tak ada..” ia bergumam pelan. Menatap tak percaya tempat yang kosong itu, seakan berharap bahwa ia akan menemukan seseorang disana. “Tak ada…”

Tubuh itu runtuh. Menghempaskan tanah di bawahnya, bersamaan dengan bulir-bulir air mata yang memenuhi pipinya. Sosok itu menangis.

“Soeun… kau tak ada..” ucapnya lirih dan tak mampu lagi menahan rasa sakit yang dirasakannya.

“Eunhyuk-ah..”

Wanita dengan pakaian sedikit minim itu meraih batang leher Eunhyuk,mengecup kedua pipinya dengan singkat. Dimana Eunhyuk dengan senang hati meladeninya sambil balas meraih pinggangnya, menjaga mereka dalam kontak tubuh yang bisa dibilang cukup intens.

“Senang bertemu denganmu lagi..”

Soeun hanya terdiam membisu, menatap sedikit tak mengerti dengan wanita yang ada di hadapannya ini. Merasa sedikit asing, dan.. tak nyaman. Bagaimana mungkin mereka melakukan kontak fisik yang seperti itu di tengah cara pesta salah satu dari mereka dengan yang lain.

“Eh, maafkan aku. Aku sepertinya membuatmu bingung dan tak nyaman..” gadis itu tersenyum ramah, Beralih pada Soeun sambil mengulurkan tangannya. “Aku adalah Kim Hyoyeon..” ucapnya memperkenalkan diri.

Soeun menatap tak terlalu mengerti, dahinya sedikit mengerut ketika mendengar nama itu. Kim Hyoyeon? Rasanya Soeun pernah mendengar nama itu sebelumnya. Tapi dimana?

“Dia adalah kekasihku yang kuliah di luar negeri..”

Soeun sedikit kaget. Ya, ia mengingat siapa itu Kim Hyoyeon. Kim Hyoyeon adalah nama kekasih Eunhyuk yang sering Eunhyuk sebut dulu di awal-awal sandiwara pertunangan mereka. Namun keduanya sudah putus karena Hyoyeon disuruh pindah oleh orang tuanya ke Amerika. Tapi tunggu…

Kenapa Eunhyuk tetap memanggilnya sebagai kekasih?

“Kau kembali dibuat repot ya, Kim Soeun-ssi. Kalian bahkan sampai pura-pura menikah begini..” ucap Hyoyeon tak lama setelah itu. Membuat Soeun keluar dari lamunannya, menatap wanita itu kembali.

“Pura-pura menikah?”

“Hum, Eunhyuk masih kekasihku. Dan, walau sedikit gila kami tetap menjalin hubungan kami walau Eunhyuk telah berstatus sebagai suamimu. Kau juga pasti masih punya kekasih lain Soeun-ssi, ini pasti juga berat untukmu dengan menjalani semua ini..”

Soeun benar-benar seperti tersengat. Ia dengan cepat menatap Eunhyuk mendengar kata-kata Hyoyeon. Dimana pemuda itu tampak tersenyum samar, membenarkan apa yang baru saja dikatakan oleh gadis di depan mereka.

Semua orang di ruangan itu tampak tegang. Daritadi dua dari mereka tampak mondar-mandir dengan begitu gelisah. Berbeda dengan seorang gadis yang duduk di salah satu tempat duduk dengan wajah yang juga gelisah.

*Tap.. Tap.. Tap..*

Semua dari mereka mengangkat wajah ketika mendengar suara langkah. Perlahan memperlihatkan seorang namja tampan yang jalan dengan langkah gontai disana.

“Yesung!” “Yesung Sunbae!”

Gadis tadi bangkit dari tempat duduk. Sementara dua orang yang mondar-mandir tadi segera menghampiri pemuda itu.

“Kemana saja kau, hah? Kau fikir ini waktunya bermain-main? Kau hampir saja membuat masalah. Apa kau tak tahu?!” Seru laki-laki dengan tubuh subur padanya. Tampak memarahinya.

Yesung tak menyahut sama sekali, memilih menghampiri tempat duduk terdekat dan duduk disana.

“Sunbae!” Seru Taeyeon sambil menarik sebotol air mineral. Menyerahkan minuman itu pada Yesung.

“Apa yang kau tunggu sekarang, huh? Cepat ganti pakaianmu Yesung. Kalian harus segera tampil!” Seru salah satu dari manager mereka lagi, terlihat begitu tak sabar.

“Bersabarlah dulu, manager. Yesung sunbae terlihat tak terlalu baik..” ucap Taeyeon pada kedua menager mereka. Membuat dua yang lainnya dengan cepat menoleh padanya dimana Yesung masih terus menunduk dan tak mengatakan apapun.

“Y-Yesung? Kau baik-baik saja?” Tanya salah satu dari mereka sambil memegang bahu Yesung. Dimana tangannya itu dengan cepat diraih Yesung, disingkirkan olehnya.

“Aku baik-baik saja..” ucapnya sedikit serak. Membuat ketiga lainnya sedikit menegang. “Tapi.. apakah bisa aku meminta sesuatu?” Tanya Yesung lagi. Mulai sedikit mengangkat wajahnya.

“Apa?” Tanya salah satu managernya penasaran.

Yesung tak langsung menyahut, hanya kembali menundukkan wajahnya semakin dalam.

“Apa yang sedang kau lakukan, Lee Hyukjae!”

Soeun langsung berseru cepat setelah pintu kamar pengantin mereka tertutup. Meninggalkan ruang pesta yang memang sudah ditinggalkan oleh para undangan karena pesta yang telah usai.

Eunhyuk, seseorang yang saat ini ditanya tampak hanya menyenderkan tubuhnya di samping pintu. Menatap Soeun dengan begitu datar. “Apa maksud kata-katamu?” Tanyanya datar.

“Kau masih bertanya?” Soeun balas bertanya dengan nada sedikit menahan kemarahan, mungkin juga menahan air mata. “Bagaimana mungkin kau masih menjalin hubungan dengan wanita lain sementara kita baru saja menikah pagi ini?!” Sambung cepat, penuh penekanan.

“Oh itu..” Eunhyuk terkekeh, menyahut santai – seakan ucapan Soeun barusan hanyalah sebuah lelucon yang penting dibicarakan. “Kenapa memangnya? Bukankah selama ini sistem pertunangan kita begini adanya? Kau tetap bersama laki-laki itu, dan Hyoyeon bersamaku. Jadi apa masalahnya?”

Soeun terdiam, jujur ia begitu kaget dengan ucapan Eunhyuk barusan. “Jadi kau masih menganggap ini sama? Eunhyuk-ah, ini jelas berbeda, pernikahan adalah sesuatu yang tak bisa dijadikan permainan seperti ini. Pernikahan terlalu suci untuk itu!” ucap Soeun masih berusaha menahan air matanya, entahlah ucapan tadi benar-benar serasa menjatuhkannya ke dataran yang paling rendah – lebih rendah daripada perlakuan-perlakuan Eunhyuk sebelumnya.

“Pernikahan? Suci? Huh, yang benar saja..” Eunhyuk terkekeh. “Bagaimana mungkin kau mengatakan hal seperti itu dan menuduhku sementara kau sendiri jelas telah melanggar kesucian yang memang seharusnya terlalu sakral..”

“Apa maksudmu?”

Eunhyuk mendesah malas, menoleh pada Soeun. “Di dalam pernikahan, hanya ada dua orang. Hati sang suami untuk istrinya dan sebaliknya. Menjadi sebuah lelucon bila salah satu memasukkan nama lain di dalamnya..” Ucap Eunhyuk tenang, datar – walau jelas terpancar emosi disana.

Soeun terdiam, jelas ia mengerti arah pembicaraan Eunhyuk saat ini. Walau sesungguhnya ia tak terima disudutkan dengan cara ini. Karena Eunhyuk sendiri tahu bahwa Soeun masih begitu mencintai Yesung, dan pernikahan ini… bukankah semua hanyalah sebuah keterpaksaan untuk memenuhi permintaan keluarga mereka? Lagipula Eunhyuk seharusnya juga sudah faham bahwa Soeun benar-benar serius dengan pernikahan ini – walau ia tetap merasa terluka.

“Apa bedanya kita, huh? Aku yang menjalin hubungan dengan wanita lain, sementara kau masih mencintai laki-laki lain. Terimalah, ini adalah potret pernikahan kita sebenarnya..” ucap Eunhyuk terdengar bergumam, bergerak dengan santai dari tempatnya tadi mendekati deretan sofa. Membuka jas yang memang membuatnya begitu gerah dan tak nyaman.

Soeun terdiam kembali, matanya terus mengikuti pergerakan Eunhyuk. Dimana iris itu terlihat begitu mendung, siap kembali menumpahkan air matanya. “Tapi kau tahu sendiri bahwa aku sedang berusaha. Aku berusaha melupakan… Yesung oppa, dan.. mencintaimu..” lirih Soeun pelan, ragu.

Eunhyuk kembali terkekeh, kali ini tampak sudah menyentuh dasi yang melilit leher kemejanya. “Hanya mendengar suaramu yang penuh keraguan aku tak begitu yakin. Kau? Seorang Kim So Eun yang begitu menggilai cinta pertamamu bisa melupakannya dan beralih padaku? Itu benar-benar sesuatu yang terdengar seperti lelucon. Karena aku tahu sendiri kau akan tak pernah berniat untuk melakukan itu semua, seluruh bagian dari dirimu setuju untuk terus mempertahankannya dalam hatimu. Betapa menggelikannya itu..”

Soeun terdiam, terpana menatap Eunhyuk yang sibuk melepas kancing kemejanya sambil membelakangi Soeun. Ya, mungkin Eunhyuk memang sepenuhnya benar, Soeun bahkan tak terlalu bisa menyangkal – Bahwa seluruh hatinya menolak untuk melupakan Yesung, Soeun benar-benar tak ingin melupakan sedikitpun bagian dari Yesung dalam ingatannya. Betapa bodohnya dia.

Eunhyuk menatap lurus ke depannya, pandangannya sedikit berapi karena Soeun tak lagi menyahuti kata-katanya. Menandakan bahwa semua kata-katanya benar, benar-benar Benar! Eunhyuk berdecak sebal, menyingkirkan kemeja yang menjadi penutup terakhir tubuhnya dengan wajah yang terlihat semakin dingin.

“Aku akan mandi duluan..” ucap Eunhyuk dengan begitu dingin. Eunhyuk segera menarik sebuah yang ada disana dan berjalan ke kamar mandi. Meninggalkan Soeun yang membisu di tempatnya.

Lagi-lagi Soeun terpaku setelah ia ditinggal Eunhyuk. Gadis itu mendesah, menggigit bibir bawahnya sambil sedikit menengadah – berusaha menahan air matanya yang benar-benar ingin melesak keluar.

Perlahan Soeun bergerak dari tempatnya, berjalan ke arah sofa untuk beristirahat. Sungguh, ia benar-benar perlu memikirkan ini semua. Walau bagaimanapun selamanya tak bisa terus seperti ini.

“Harus bagaimana?” Tanyanya pada dirinya sendiri, namun karena lagi-lagi yang didapatkannya adalah sebuah jalan yang membuntu ia tampak hanya bisa mendesah. Memutuskan mengambil remote TV yang ada disana berniat untuk menenangkan dirinya sendiri.

Namun yang ditampilkan di TV sungguh-sungguh membuatnya tak mendapatkan ketenangan yang diharapkannya tadi..

Yesung menghela nafas, memberikan penghormatannya kepada penoton sebelum bergeser menuju piano. Mendudukkan dirinya disana dan mengangkat jemarinya menyentuh tooth-tooth piano, sebelum akhirnya mulai membiarkan jemarinya menari perlahan disana.

Musik lembuat menggema..

Oneuldo nae gieogeoul ttarahaemaeda..
I gil kkutteseo seoseongineun na…
Dasin bol sudo eobtneun niga nareul butjaba…
Naneun tto… i gireul mutneunda.. –

Taeyeon melipat kedua tangannya di bawah dada sambil menyenderkan tubuhnya di salah satu tiang belakang panggung yang ada disana. Gadis itu menatap lurus, menatap seorang pemuda yang tampak terus bernyanyi sambil memainkan piano di depan sana. Membiarkan beribu pasang mata – mengingat acara ini acara live – memperhatikan penampilannya yang terlihat begitu mengagumkan.

Taeyeon lagi-lagi menghela nafas, terus memperhatikan Yesung dan mendengarkan setiap nada yang mengalir dari piano dan suaranya yang terdengar begitu merdu. Begitu sendu, terdengar sedih. Menceritakan padanya tentang bagaimana perasaan sunbae yang selalu bersikap dingin pada semua orang itu. Perasaannya yang benar-benar berduka hari ini karena menyadari bahwa wanita yang selalu dicintainya tak dapat lagi dimiliki. Lepas telak dari genggaman.

 Neol bogo sipdago..
Tto ango sipdago..
Jeo haneulbomyeo gidohaneun nal… –

Niga animyeon andwae…
Neo eobsin nan andwae…
Nae ireokhae haru handarul tto iliyeoneul..
Na ahpado joha…
Nae mam dacheodo joha.. nan
Geurae nan neo hanaman saranghanikka.. –

Tak bisa ditahan Soeun benar-benar menangis kali ini. Menatap kearah Televisi yang tengah menyiarkan acara music live di tengah malam. Dada Soeun sesak, benar-benar terasa sesak mendengar suara Yesung bernyanyi. Dimana ia ingat sekali isi setiap bait demi bait yang keluar dari mulut Yesung.

Flashback..

“Nah, Selesai!!”

Pemuda tampan itu berseru senang, tersenyum pada gadis di sampingnya sambil mengangkat kertas dan ballpoint di tangannya. Menunjukkan hasil kerjanya selama hampir tiga puluh menit.

“Huh, selesai?” Tanya Soeun, gadis tadi penasaran, lebih mendekati pemuda tadi. “Waah..” Soeun bersuara takjub, membaca baris demi baris yang tercantum di buku PR-nya.

“Bagaimana?” Tanya Yesung meminta pendapat Soeun. Menoleh pada kekasihnya yang tampak terlalu serius membaca hasil pekerjaan tangannya – yang merupakan pekerjaan Soeun tadi. “Bagaimana?” Ulang Yesung tak sabar.

Soeun selesai membaca, menoleh pada Yesung. Yesung sedikit kaget melihat mata Soeun yang berkaca-kaca.

“Huh, kenapa?”

“Oppa, ini indah sekali..” ucap Soeun tak bisa menahan harunya, membuat Yesung semakin terlihat bingung. “Ini benar-benar menyentuh..” ucap Soeun lagi, menggerak-gerakkan kertas di tangannya.

Yesung terkekeh, ikut menatap kertas itu. “Benarkah?”

“Hum…” Soeun mengangguk antusias, kembali membaca tulisan yang ada disana. “Hari ini, aku hanyut dalam ingatanku. Aku berputar disekitar sini sampai akhir. Kau masih menggenggamku dengan erat, meskipun aku tak dapat walau hanya melihatmu lagi. Aku kehilangan arahku…”

“Aku memohon dan berharap kepada langit agar menahanmu lebih lama. Itu yang aku ingin, melihat dan menahanmu lebih lama. Ini tidak bisa jika bukan dirimu. Aku tak bisa tanpa dirimu. Tidak masalah jika aku terluka untuk sehari dan setahun seperti ini. Bahkan walaupun hatiku terluka, benar karena aku mencintaimu- Oh, oppa ini benar-benar menyentuh..” ucap Soeun sambil menoleh lagi pada Yesung setelah ia membaca setengah teks, menatap pemuda itu dengan ekspresi betapa ia benar-benar menyukai tulisan Yesung itu.

“Hum, aku malah berfikir itu terlalu sedih, maksudku.. hey, aku tak berharap hal itu benar-benar terjadi antara kita. Tragis sekali…” ucap Yesung geleng-geleng kepala.

“Tapi aku benar-benar menyukainya, sangat menyukainya. Kau harus membuatkan lagunya untukku..”

“Huh?” Yesung mengangkat alis. “Tapi kau kan tahu sendiri aku masih belum mampu membuat lagu. Ilmuku belum sampai disana..” ucap Yesung.

“Oleh sebab itu, kau harus berusaha membuat lagu secepatnya. Lalu setelah itu kau harus membuat bait-bait ini menjadi lagu, lalu kau dengarkan padaku!” ucap Soeun bersemangat, yang kemudian dibalas anggukan dari Yesung.

“Baiklah, apa yang kau berikan padaku kalau aku telah berhasil membuatkan ini menjadi lagu dan menyanyikannya untukmu?” Tanya Yesung balik, terdengar menantang.

Soeun tersenyum, sedikit mendekat pada Yesung – membuat pemuda itu sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang. Soeun terkekeh, lalu menyentuh bibirnya sendiri. “Aku akan menciummu..” ucap Soeun sambil menyentuh bibir Yesung kemudian. Membuat Yesung langsung tersenyum setelah itu.

“Baiklah, aku berjanji, aku pasti.. akan membuatnya untukmu dan menyanyikannya di depan semua orang untukmu. Lalu setelah itu kau harus benar-benar menciumku, deal?”

“Deal!”

Kedua orang itu sama-sama tersenyum setelah itu.

End Flashback..

Soeun segera menutup mulutnya dengan punggung tangannya, berusaha membungkam mulutnya agar suara tangisannya tak terdengar setelah mengingat kembali semuanya. Walau ia tak terlalu berguna karena nyatanya isakannya tetap saja terdengar cukup kencang, bersekutu bersama suara dan dentingan piano Yesung.

Grab!

Soeun sedikit kaget ketika seseorang tiba-tiba datang dan mencengkram pergelangan tangannya. Eunhyuk, orang itu menatapnya tajam, emosi. Sebelum mengalihkan pandagannya ke arah TV dan mematikannya dengan remote TV yang ada disana. Eunhyuk langsung membanting remote itu setelah itu.

Prang!!

“Eun—“

“— BERHENTI MEMBUATKU MARAH, KIM SO EUN! BERHENTI BERMAIN-MAIN!!” Eunhyuk langsung bersuara dengan nada tinggi, membentak. Membuat Soeun benar-benar kaget dan tersentak, aliran darahnya berjalan cepat. “Tak jugakah cukup selama ini, huh? Belum jugakah kau mengerti, HAH?”

“A-Apa yang kau katakan?” Tanya Soeun pelan, gugup dan mulai takut dengan perlakuan Eunhyuk.

“Kau istriku, milikku! BERHENTI MELIHAT KEARAH LAIN!” Bentak Eunhyuk benar-benar marah, lepas kendali. Mendorong Soeun sedikit kasar tersudut di sofa, Eunhyuk kemudian sedikit merundukkan wajahnya untuk mensejajarkan keduanya.

“Eunhyuk-ah…” ucap Soeun lirih sambil memundurkan kepalanya takut-takut.

Clap.. Clap… Clap.. Clap..

Semua orang di tempat itu serentak bertepuk tangan dan berdiri, memberikan pujian pada sang penyanyi yang baru saja selesai menghibur mereka semua. Menyanyikan sebuah lagu yang benar-benar menyentuh dan indah, setidaknya berhasil membuat beberapa dari mereka menitikkan air mata.

Sementara sang bintang tampak berdiri dari tempat duduknya, terus menunduk sambil membungkukkan badan – memberikan penghormatan terakhir pada penonton sebelum dengan cepat meninggalkan panggung dan semua orang yang bertepuk tangan untuknya.

“Sunbae!” Taeyeon berseru memanggil Yesung ketika Yesung melewatinya begitu saja. Tampak segera keluar dari backstage tanpa mengacuhkan semua orang yang memujinya sepanjang perjalanan. Taeyeon menyusulnya keluar. “Sunbae!”

Yesung benar-benar bergerak dengan cepat melewati setiap lorong demi lorong tempat keluar rahasia di gedung TV tersebut. Sementara Taeyeon terus menyusulnya, terus memanggil namanya walau Yesung sama sekali tak mengacuhkannya.

“Sunbae!”

Ketika hampir sampai di tempat parkir langkah pemuda itu berhenti. Taeyeon ikut menghentikan langkahnya, menatap punggung Yesung yang terus berdiri membelakanginya sambil mengendalikan jalan nafasnya. “Jangan ikuti aku, biarkan aku sendiri!” ucap Yesung dingin, sebelum akhirnya melanjutkan jalannya. Memasuki mobilnya dan dengan cepat meninggalkan tempat itu.

Taeyeon terdiam, menatap panjang mobil Yesung hingga menghilang sama sekali dari pandangan.  Ia menghela nafasnya, lalu berbalik dengan wajah kecewa setelah itu.

“Eunhyuk-ahh…”

Soeun bergumam ngeri, menutup erat kedua matanya ketika Eunhyuk terus mendekatinya. Tangannya yang menggenggam tangan Eunhyuk tampak bergetar, berharap agar Eunhyuk tak benar-benar dekat dengannya.

Eunhyuk menghentikan gerakannya ketika wajah mereka hanya berjarak ruas jari. Pemuda itu berdecak jengah, memperbaiki posisi berdirinya dan meninggalkan tubuh Soeun yang tadi sempat disudutkannya di salah satu sofa kamar mereka.

“Jangan berharap banyak padaku setelah pernikahan ini, Kim So Eun. Selama kau masih terus tak memberikan apapun seperti sekarang ini..” ucap Eunhyuk dingin, bergeser dari tempatnya berdiri ke arah lemari pakaian.

Meninggalkan Soeun yang memperbaiki posisi duduknya sambil menghapus air mata yang masih menuruni pipinya..

Mobil itu melaju kencang di atas kecepatan rata-rata. Di dalamnya, pemuda itu masih terus memacu kendaraannya dengan kencang. Memenuhi emosi dan perasaannya yang kian memuncak dan tajam, mencapai tingkat yang begitu mengkhawatirkan.

TEET!!

Klakson panjang dari mobil-mobil yang merasa terganggu dengan aksi ugal-ugalannya di jalanan terdengar bersahutan daritadi. Namun pemuda itu masih sama sekali tak mengacuhkan, masih terus membawa mobilnya melintas jalanan dengan kencang layaknya seorang pembalap dalam sebuah sirkuit balapan mobil.

FlashBack..

Pemuda itu tampak tertidur dengan nyenyak ketika jam weker yang berada di atas meja nakas berbunyi nyaring, menunjukkan angka digital nol delapan nol nol disana. Pemuda tampan itu tampak melenguh malas sambil menutup erat kedua telinganya, walau yang ada suara weker itu malah terdengar kian keras – menembus lapisan tebal bantal kain yang menutupi telinganya.

“Aish..” Menyerah, pemuda tampan itu bangun dari posisi tidurannya. Mematikan benda menyebalkan itu sambil berniat kembali ke alam khayalannya.

Huh?

Ia mengangkat kepalanya kembali, menatap kearah pintu kamarnya dengan mata setengah tertutup. Berusaha meyakini dirinya bahwa ia tak salah mencium sesuatu. Ya, hidungnya menangkap sebuah aroma harum. Aroma seperti.. masakan?

“Siapa yang memasak?” Tanyanya entah pada siapa. Perlahan pemuda itu tampak duduk, mengucek matanya sejenak sebelum berdiri dari tempat tidur. Pemuda itu kemudian berjalan keluar dari kamarnya.

Ssssssshhhh…

Suara desiran minyak panas yang bertemu dengan bahan basah terdengar ketika pemuda itu berjalan kearah dapur. Ia juga semakin mencium aroma mengenakkan semakin ia mendekati dapur. Hingga ketika ia tiba di ambang pintu ia menghentikan langkahnya – bersamaan dengan gadis itu yang tampak menoleh ke belakang.

“Heey, kau sudah bangun? Selamat pagi!!” ucap gadis itu ramah, terlihat semakin manis dengan afron yang menempel di tubuhnya.

Eunhyuk tampak balas tersenyum, sambil bergerak ke arah kulkas. “Sejak kapan kau datang?” Tanya Eunhyuk sambil mengulurkan tangannya untuk meraih handel kulkas – berusaha mendapatkan air untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering.

“Sekitar satu jam yang lalu. Kulihat kau tertidur pulas, itu sebabnya aku tak membangunkanmu..” sahut gadis itu tanpa menoleh, masih sibuk dengan pekerjaannya. “Lagipula aku yakin kau pasti pulang dalam keadaan mabuk lagi semalam, bahkan baru sampai pintu kamarmu bau alkohol langsung memenuhi penciumanku..” ucap gadis itu sedikit mendongak, tersenyum sesaat pada Eunhyuk.

Eunhyuk kali ini tampak tak menyahut, malah tersenyum samar sambil meminum air mineral di tangannya. Sementara kedua matanya terus menatap gadis di depannya.

“Hum, Eunhyuk-ah, ini akan masak beberapa menit lagi. Sebaiknya kau mandi dulu, lalu setelah itu kembali kemari untuk sarapan..” ucap Soeun tak lama setelah itu sambil berbalik, tersenyum pada pemuda itu.

“Ok..” sahut Eunhyuk sambil tersenyum. Menatap punggung Soeun untuk beberapa saat sebelum akhirnya bergerak meninggalkan dapur untuk membersihkan diri.

“Ini, makanlah yang banyak. Jangan biarkan alkohol memanupulasi seluruh tubuhmu..” celoteh Soeun panjang sambil sibuk menuang makanan ke dalam piring Eunhyuk. Mendatangkan kekehan dari Eunhyuk.

“Huh, kau mulai terlihat seperti ibu-ibu..” ejeknya singkat, meraih sendok dan garfu untuk mulai makan.

“Ne, hanya dengan cara seorang ibu-ibu kau bisa sedikit diatur..” celoteh gadis itu lagi – sambil kali ini sibuk menyalin makanan untuk dirinya sendiri.

Eunhyuk sedikit terdiam di detik kemudian, kali ini ia menatap gadis di depannya dengan panjang. Kim So Eun, gadis ini, sudah berapa lama ini ia menemani Eunhyuk sebagai ganti Hyoyeon kekasihnya yang meninggalkannya beberapa bulan yang lalu. Selama itu, Soeunlah satu-satunya orang yang menemaninya lebih dari ayahnya, ibunya, keluarganya, ya.. lebih dari siapapun. Walaupun mereka memang hanya menyandang status tunangan pura-pura namun Soeun melakukan bagaimana seharusnya. Membuat Eunhyuk sedikit sadar bahwa ada bagian dalam dirinya yang berubah pada gadis itu. Sukakah? cintakah? Entahlah, Eunhyuk juga tak sepenuhnya tahu dan takut untuk terlalu mencari tahu – karena seingatnya Soeun mempunyai kekasih yang begitu ia cintai.

“Eum, kau melamun lagi..” Gadis itu menghentikan makannya, cemberut menatap Eunhyuk yang sejak tadi memperhatikannya. Eunhyuk tersadar, nyengir, lalu kembali sibuk dengan makanannya.

“T-Tidak ada!!” Ucap Eunhyuk cepat sambil terus bertingkah makan dengan lahap, membuat Soeun tersenyum dan melanjutkan makannya sendiri. Namun bagaimana mungkin Soeun tidak sadar bahwa di detik selanjutnya Lee Hyukjae kembali berhenti makan dan menatapnya, menatapnya lebih panjang, lebih dalam.

Bagaimana kalau ternyata aku menyukaimu?

#ENDFLASHBACK

Lagi-lagi tempat itu sepi dan senyap, di sudut ruangan suara denting detik jam terus terdengar dan mendominasi – menjadikan tempat itu semakin senyap kesininya.

Sreeeett..

Tuk Tuk Tuk..

Tak lama bunyi ketukan ujung highheels terdengar setelah bunyi derit pintu yang dibuka perlahan. Tak lama suara itu kembali tak terdengar, menampakkan pemilik Higheels yang kali ini terdiam di ambang pintu. Menatap ke dalam sana.

“Kenapa kau begini?” Ia bergumam pelan, sangat pelan, sehingga seakan suara denting detik jam di sudut sana bisa meredamnya. Gadis itu tampak menghembuskan nafasnya berat beberapa kali, sebelum akhirnya bergerak lebih memasuki ruangan – memperdengarkan lagi suara ketukan tadi.

Tuk.. Tuk.. Tuk..

Kembali hening. Gadis itu menatap sesosok tubuh dengan setelan rapi yang tertidur dengan posisi terduduk di depan piano. Satu tangan pemuda itu tampak terletak di hamparan piano sebagai bantal untuk kepalanya, sementara tangannya yang lain tampak tergantung jatuh begitu saja – sepertinya terlepas dari deretan piano ketika ia terjatuh.

Kim Taeyeon, gadis tadi sedikit memiringkan wajahnya. Menatap wajah tampan yang terlihat begitu lusuh pagi ini – terlihat semakin buruk dengan sisa-sisa air mata yang terlihat di wajahnya. Taeyeon lagi-lagi menghela nafas sambil membuang wajah, berusaha menahan gejolak perasaannya yang begitu tak menentu melihat keadaan pemuda di hadapannya.

“Sunbae.. Yesung sunbae..” Taeyeon mengangkat jemarinya, menyentuh bahu pemuda itu dengan lembut. “Yesung sunbae, bangunlah..”

“Eungh..” Si pemilik tubuh melenguh, mulai merespon sentuhan dan panggilan Taeyeon kepadanya.

“Y-Yesung sunbae..”

Irisnya perlahan membuka, menampakkan sepasang onix yang terlihat meredup pagi ini. Pemuda itu kemudian dengan cepat berusaha bangun setelah melirik Taeyeon sebelumnya.

“Eungh, kenapa kau disini?” Tanya Yesung masih dengan nada yang terlihat lemah. Ia sedikit mengucek matanya kemudian.

“Harusnya aku yang bertanya padamu, Sunbae? Kenapa pagi-pagi sudah disini? Apakah.. anda menginap disini?”

Yesung mengabaikan pertanyaan Taeyeon, ia memilih melirik kearah jendela ruangan itu. Melihat sinar matahari yang sudah memutih, telah terlalu siang saat ini.

“Astaga.. aku tertidur..” keluhnya pelan, memegangi kepalanya yang terasa pusing serta badannya yang begitu pegal. “Semalam aku bermain piano disini dan sepertinya aku tertidur. Tch, bukankah kita juga ada latihan setengah jam lagi..” keluhnya sambil kembali menatap Taeyeon, menunjukkan sinar matanya yang terlihat teramat lelah.

“Sunbae kelihatan tidak enak badan, mungkin kita bisa menundanya menjadi besok..”

“Huh, mereka hanya akan mengumpat..” Yesung tersenyum samar, menyiratkan sebuah kesinisan. “Semalam aku sudah mengganti judul lagu yang aku bawakan di stasiun TV begitu saja, kalau aku tak latihan hari ini aku yakin mereka tak akan setuju. Mengingat.. kita-kita ini hanyalah kumpulan robot penghasil uang di mata mereka..”

“S-Sunbae…” Taeyeon bergumam pelan, sedikit kaget juga dengan ucapan Yesung yang terdengar tenang namun tajam.

“Aku… akan pulang dulu..” Yesung bangkit dari tempat duduknya sambil sedikit merenggangkan tubuhnya yang benar-benar terasa sakit. “Aku akan kembali sekitar satu jam lagi, katakan pada mereka untuk menungguku..” sambung Yesung sambil mengemasi barang-barangnya.

“Tapi Sunbae, apakah tidak apa-apa? Anda terlihat begitu pucat..” ucap Taeyeon khawatir.

Yesung malah kembali tersenyum samar, mengalihkan perhatiannya kembali pada Taeyeon. “Biar saja, biar semua kini berjalan begitu saja. Toh, kalau aku mati itu semua tak ada bedanya dengan hidup yang sekarang ini..”

Hanya itu, karena Yesung selanjutnya melenggang meningalkan tempat itu. Meninggalkan Taeyeon yang menatapnya dengan panjang.

“Kau tak seharusnya berniat untuk mati..”

“Tch, kenapa kalian harus begitu terburu-buru. Aku bahkan baru punya seorang menantu di rumahku selama satu hari..”

Wanita itu menggerutu tak rela pagi ini, seraya mengantarkan sepasang anak muda yang berjalan bersamanya. Di belakang ketiganya juga terlihat beberapa orang lainnya.

“Ini tak berarti apapun, ibu. Aku bisa datang setiap hari kemari..” ucap Soeun sambil tersenyum, berusaha menghibur ibu mertuanya itu.

“Aku tahu, tapi tetap saja ini terlalu cepat bagi Eunhyuk untuk membawamu pergi. Setidaknya berikan waktu satu minggu untukku tinggal serumah dengan menantuku..” kata nyonya Lee masih mengomel panjang, melirik Eunhyuk yang berjalan di sisi Soeun dengan ujung matanya. Eunhyuk hanya tampak tersenyum samar melihat tingkah ibunya.

“Tch, berhentilah berlebihan Minsun. Toh, mereka juga masih tinggal di Seoul. Kau bisa melihat mereka kapanpun kau mau..” Terdengar Tuan besar Kim ikut berbicara, yang kemudian ditimpal oleh Tuan besar Lee.

“Lagipula, kalau mereka tinggal terpisah dari kita, maka kesempatan kita mendapat cicit dan cucu lebih besar…”

Deg!

Dua orang itu tertohok, keduanya reflek menundukkan kepala mereka mendengar penuturan kakek Eunhyuk. Mengasingkan diri dari sisa lainnya yang tertawa setuju dengan penuturan yang mereka anggap sebuah kecaman itu.

“Kau benar sekali temanku, kesempatan memiliki cicit lebih besar bila mereka memang tinggal terpisah dari kita..”

“Waah, aku juga jadi berfikir begitu..”

Eunhyuk berdehem pelan sambil mempercepat langkahnya, Meninggalkan rombongan keluarganya untuk memasuki mobil. Soeun tampak menatap punggung Eunhyuk dengan pandangan nanar.

“Apapun itu, kami berharap kalian selalu menjaga diri. Mulailah untuk saling mengerti satu sama lain, hadapi masalah apapun dengan kepala dingin. Kalian itu pengantin baru, kalian sangat rentan dengan masalah ketika kalian baru berumah tangga. Oleh sebab itu cobalah untuk tidak cepat terpancing oleh hal kecil..”

Soeun tampak hanya tersenyum sambil mengangguk mendengar nasehat yang diberikan oleh Nyonya Lee padanya. Ya, tentu hanya mengangguk, karena ia tahu pasti bahwa nasehat itu diberlakukan untuk pasangan suami-istri yang sebenarnya diluar sana, sementara dirinya dan Eunhyuk?

“Nah, masuklah, Eunhyuk sudah menunggu. Sering-seringlah mengunjungi kami disini ya..”

Ucapan nyonya Lee kembali membuatnya tersadar, Soeun tampak mengangguk dan mengiyakan ucapan nyonya Lee. Sebelum akhirnya mulai menyusul Eunhyuk ke dalam mobil, meninggalkan tempat itu setelah berpamitan.

Hening dan canggung, rasanya bosan sudah mendeskripsikan keadaan dua pengantin baru kita ketika mereka hanya tersisa berdua. Namun padanya memang tak ada kata lain yang bisa menggambarkan keadaan yang ada, karena memang begitulah adanya.

Soeun menghela nafas pelan sambil mengalihkan pandangannya dari kaca mobil di sampingnya. Gadis itu kini menoleh pada Eunhyuk – dimana suaminya itu terus mengemudi sejak tadi tanpa mengatakan apapun, persis seperti robot yang hanya dioperasikan untuk menyetir.

Soeun lagi-lagi menghela nafas, menyandarkan tubuhnya lebih nyaman pada jok di belakangnya. Ia berusaha mencari ketenangan, kedamaian – walau yang ia temukan justru adalah kebuntuan demi kebuntuan.

“Setelah kita memiliki rumah baru, maka kita bisa melakukan apapun tanpa perlu dibatasi..”

Gotcha. Akhirnya si robot mengeluarkan suara, membuat Soeun mengalihkan perhatian padanya. Menatap laki-laki disampingnya yang terus menatap dingin jalanan di depannya setelah kata-katanya tadi.

“Aku bisa mengundang Hyoyeon untuk datang sekalipun..”

Jengah. Dahi Soeun tampak mengkerut kembali, menatap sosok di sampingnya dengan begitu bosan, marah, dan.. sedih.

“Apa maksudmu?”

“Jangan khawatir, kau bisa membawa laki-laki itu juga bila kau mau..”

Gejolak dalam hati Soeun kian memanas, mendidih. Menatap kesal pada laki-laki berwajah dingin di sampingnya. Ia kesal, marah, tentu, bahkan Soeun masih ingat beberapa hari yang lalu ketika ia mendatangi Yesung untuk memberikannya undangan. Mulai darisana Soeun memang sudah benar-benar merelakan Yesung, benar-benar bersungguh-sunguh untuk menjadi seorang istri yang pantas untuk Lee Hyukjae. Istri yang baik, istri yang penurut, istri yang setia, seorang istri yang bertekad mengubur cinta masa lalunya untuk keagungan ikatan suci pernikahan. Soeun serius, ia benar-benar bersungguh-sungguh walau dengan hatinya yang benar-benar terluka. Tapi kenapa? Kenapa Eunhyuk hanya menganggap pengorbanannya segini saja? Bagaimana mungkin ia melangkahi sakralnya pernikahan yang Soeun junjung tinggi dengan ini semua.

“Terserah.”

Akhirnya hanya itu. Soeun membuang wajahnya dari Eunhyuk sambil sedikit membelakanginya untuk menyembunyikan wajahnya – menyembunyikan wajahnya yang kembali dipenuhi oleh air mata.

Soeun lelah menangis, sungguh ia begitu lelah hanya menghabiskan hari-harinya dengan meratapi hidupnya yang terlanjur malang. Karena ia tahu sendiri, walau ia meratap darahpun semuanya sudah benar-benar tertutup untuk menjadi seperti keinginannya.

Ini sudah sebulan. Ya, sebulan sudah ia tinggal di rumah itu bersama Eunhyuk, sebagai ‘istrinya’. Setiap hari yang terjadi tetaplah sama, rumah tangga yang dingin, datar, bahkan jarang adanya komunikasi antara keduanya. Eunhyuk sibuk dengan pekerjaannya dan.. wanitanya.

Ya, Kim Hyoyeon, entah berapa kali Eunhyuk membawa gadis itu ke rumah mereka. Mereka melakukan apapun yang mereka mau;  saling bercanda, berpelukan, bahkan beberapa kali Soeun menemukan keduanya dalam kondisi bibir saling bertautan. Menunjukkan bahwa memang bagi mereka pernikahan bukanlah sesuatu yang penting, sesuatu yang sayangnya menurut Soeun terlalu tinggi untuknya untuk sekedar kabur sebentar dan mencari Yesung. Menerjang pemuda itu, memeluknya, melampiaskan sakit hati yang dirasakannya di dadanya – tak peduli bila pemuda itu akan membentaknya setelah itu, menghinanya. Yang jelas ia tahu hanya dengan begitu ia akan lebih baik dari perlakuan Eunhyuk padanya, hanya dengan memeluknya sesaat – yang sampai kini tak pernah ia lakukan karena ia masih menjunjung kata ‘Pernikahan’ tadi.

Berbicara mengenai Yesung, Soeun bahkan tak mengetahui khabar pemuda itu saat ini. Sudah sebulan ia berusaha menutup dirinya untuk seorang Kim Yesung – yang demi harga ‘pernikahan’ tadi. Soeun selalu menukar channel ketika ada Yesung di dalamnya, menutup telinganya ketika mendengar suara Yesung dimanapun ia berada. Semua itu ia lakukan agar beban di hatinya bisa sedikit lebih ringan – karena walau bagaimanapun ia tahu bahwa ia masih sangat mencintai Yesung – Soeun tak mau hanya dengan melihat atau mendengar wajahnya hati Soeun kembali tergerak untuk mencari keberadaannya.

Cinta pertama bisa dikatakan adalah obsesi bagi dirinya – apalagi dengan keadaan rumah tangganya sekarang.

Dan disinilah Soeun saat ini, mengemudikan mobilnya pelan menembus lebatnya hujan diluar sana. Soeun baru saja kembali dari sebuah Cafe yang menjadi langganannya beberapa blok dari rumahnya bersama Eunhyuk – dan karena memang ia tahu bahwa suaminya tak akan dirumah jam segini, keluar malam sendiri saat ini sudah menjadi hobi barunya begitu saja.

Hujan, huft, bicara tentang hujan juga bukan solusi yang baik bagi Soeun. Karena menurutnya hujan juga mempunyai terlalu banyak cerita. Ia pertama kali bertemu Yesung disaat hujan, pertama kali mencari Yesung setelah kematian orang tuannya bersama hujan, hujan bahkan juga menemaninya ketika saat itu Yesung memutuskan hubungan mereka. Itulah mengapa, hujan bagi Soeun selalu membuatnya sesak belakangan ini.

“Astaga!”

Sreet!

Soeun dengan cepat banting stir dan mengerem mendadak ketika melihat seseorang melintas di depan mobilnya. Sepertinya karena lamunannya tadi ia sampai kehilangan konsentrasinya, ditambah dengan lebatnya hujan yang membuat pandangannya ke depan jadi mengabur.

“Astaga, apa itu? Apa aku baru saja menabrak?”

Soeun dengan cepat mendongak kearah dimana ia menemukan orang tadi. Namun karena tak dapat melihat dengan jelas Soeun akhirnya memutuskan untuk turun dari mobil, melepas sabuk pengamannya dan meraih sebuah payung yang tersedia di seat belakang mobilnya.

Tap!

Soeun menutup pintu. Kali ini pandangannya kembali kearah titik tadi, dimana dengan jelas ia melihat gumpalan berwarna putih yang basah disana.

“Itu.. apa?” Tanya Soeun ragu untuk mendekat. Ia berusaha mengamati benda itu dari jauh untuk beberapa saat, namun karena tak mendapatkan petunjuk Soeun akhirnya mendekat. Ragu-ragu memeriksa benda itu.

Deg!

Mata Soeun melebar, ia menatap tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Membuat ia hampir menjatuhkan payung di tangannya.

“Astaga, seorang bayi…”

TBC

Priview next episode:

“Bagaimana kau bisa menemukannya?
“Aku tak tahu, ia melintas begitu saja di depan mobilku..”
“Namaku adalah Jung Yoogeun..”
“Aku mohon Eunhyuk-ah, tolong biarkan aku merawatnya..”
“Yesung sunbae, bolehkah aku menyukaimu?

“Ini tidak bisa..”
“Karena di hatiku hanya ada satu orang..”
“Hum, Yoogeun sangat menyukai Kim Yesung. Bukankah dia memiliki suara yang bagus, ibu?

“Oh, aku mulai curiga jangan-jangan Yoogeun adalah hasil hubungan diam-diammu dengan laki-laki itu..”
“Cukup Lee Hyukjae, aku lelah!”
“Cintai aku Soeun, maka kau, aku dan Yoogeun bisa benar-benar menjadi sebuah keluarga yang sesungguhnya. Keluarga yang bahagia..”
“Y-Yesung oppa, aku… membutuhkanmu..”
“Kim Yesung tak bisa hidup tanpa Kim Soeun, sama seperti Kim Soeun tak bisa hidup tanpa Kim Yesung..”
“Kembalilah padaku…”
“Baiklah, kini semua yang akan terjadi maka terjadilah..”

……….

Yossh, ini FF terakhir sebelum Ramadhan. Dan karena itu, aku secara pribadi ingin minta maaf pada readers sekalian kalau aku pernah punya salah baik disengaja ataupun tidak, mohon maaf lahir bathin ya ^^.
Oiya, Happy Reading

 

58 Comments Add yours

  1. Kim soeunfanfic mengatakan:

    wahh,bagus nanti part selanjutnya ada yoogeun juga,,.

  2. kyusso shiper mengatakan:

    Minta maaf juga ya eonie kalau ada salah🙂
    Bulan puasa harus tetap buat ff kan eon?

    Kasian so eun digituin sama hyuk, tp hyuk sebenernya jga cinta sama soeun trus knp msh sma hyo? Tp yesung jg kasian.
    Dicerita ini ga ada yg bisa disalahn krn semua castnya tersakiti😦

    Penasaran soeun sama hyuk atau yesung? Lanjtkan eonie ff ini dan lainya. Fighting🙂

  3. mar'atus lee mengatakan:

    aaaaah nangis ini kakak TT *alay ya*
    bingung mau mihak ke siapa, tersakiti semua cast nya. Eunhyuk jahat sekali sama Soeun, Tapi perbuatannya juga beralasan, kenapa dia gitu ke Soeun. Aaaah pokoknya ini ff DAEBAK,
    Ditunggu kelanjutannya kak.🙂

  4. tanti no kawai mengatakan:

    Huh…. Part Ĭηĭ bener2 menguras air mata…
    Вά̲̣̥ȋ̊ǩ di line Yesung_line Sso ataupun di line hyuk….
    (●̮̮__●̮̮) Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃:'(Ɨƚι̇ƙƨ̃…… (⌣́_⌣̀”).

    Yesung Ϋά̲̣̥ηġ semakin terpuruk dengan hatinya…. N membuatnya menjadi pribadi Ϋά̲̣̥ηġ dingin….
    Sso Ϋά̲̣̥ηġ berusaha menjadi istri Ϋά̲̣̥ηġ Вά̲̣̥ȋ̊ǩ meskipun sering tersaikti dengan ulah suaminya….
    Semntra hyuk Ϋά̲̣̥ηġ semakin “menjadi2” coz mengira Sso masih mengharapkan yesung….
    Huaa…. CompLcted…. U.U

    Wahhh…. ªԃª yoogeun nih….. Mungkinkah akan menjadi penyatu untuk HuykSso???? Atau malh sebaliknya?????

    Makinnnn seruuuu_makinn nyesekkk jugaa….
    Feelnya dapet bangetttt……..
    Pengguna’an kata ηγά̲̣̥ sangat tepat_sehingga memudahkan reader membayangkan tiap karakter η menggambarkan tiap moment di part Ĭηĭ …. Likeee thisss pokok ηγά̲̣̥…. (y)

    Wahhh….. Baca priviewnya_makinn penasarannnnn nih….🙂

    *okeyyy…. Ak juga mint’ ♏’av putri_kalo ªԃª coment Ϋά̲̣̥ηġ gk berkenan…. Ekkekeke
    Tapi… Bulan puasa masih publish kan????🙂

  5. cucancie mengatakan:

    Sedih…ga tega yesung jd kyk gitu,nyesekk…hikshiks…hyuk kok gitu udh nikah jg msh aja bw cwe ke rmh ada so eun pula,,kasian so eun jd tersiksa,,,nah lho bayi siapa tuh?penasaran next part nya…

  6. ina/aina freedom mengatakan:

    akhirnya di post jg put , ceritanya semakin menarik ,kasian bener yeppa hidupnya bener2 berantakn ,dan sso rumah tangganya yg tdk harmonis krn hyuk yg tdk bisa menerima kenyataan klo sso msh mencintai yeppa , hyuk tega bener selingkuhan di bawa kerumah … oh itu bayi siapa yg di temukan sso jd penasaran ?
    put buat happy ending utk yesso ya ? gak tega put bacanya klo yeppa lg galau , readernya jg ikut sedih . lg pula feelnya dpt bgt utk yesso couple🙂 .

    sama2 put ! klo reader punya salah dg comentnya di blog km ,q secara pribadi minta maaf lahir bathin🙂 , selamat menunaikan ibadah puasa , semoga ramadhan tahun ini membawa berkah dan hidayah bagi kita semua .amiiiin ya robbal alamiin .
    q akn slalu menantikn cerita ff km put ?
    good bye …see you , setelah lebaran ……

  7. Deborah sally mengatakan:

    Daebak!!
    Yesung soeun eunhyuk kasihan mereka ><

    lanjut thor

  8. shane mengatakan:

    Yeay….ambil tissue *
    D part 3 nyesek di part 4 msh nyesek ..xixi,bener2 menguras air mata ….
    Reader,ikut terhanyut ngebayangin yesung nyanyi it has to be u ….aishh crying …

    Dg kehadiran yougeun reader harap hubungan soeun ke yesung …soeun ke eunhyuk..semakin membaik ..(Y)

    Mantabb..dah ni ep ep dr part k part (y)
    :*

  9. astrielf mengatakan:

    Eunhyuk nya jahat banget T,T tapi nggak ada cast yang musti disalahin disini😮 seneng sebenernya Soeun sama Hyuk bisa nikah tapi sayangnya nggak bahagia, terus soeunnya dilema yah disini masih cinta yesung tapi juga harus jaga pernikahannya sama eunhyuk, karakter cast-cast di ff ini–> egonya tinggi-tinggi semua ya kak? *abaikan. Nyesek baca ff ini, menurutku ini ff ternyesek di blog ini. Semangat terus kak buat ffnya akan selalu dinantikan karya-karyanya, Haru dipercepat ya kak hehe. Good job buat ff-ffnya. Mohon maaf lahir batin juga kak😀

  10. nita mengatakan:

    wah,, akhirx d post jga,, d part nie sso kshn bngt,, nyesek bcax ngbyng’n sso kyk gtu,,
    mkn sruu crtax,, d tnggu next partx y,,🙂
    aq jg mu ngcpin mhn mfaf lhir dan batin,,

  11. haekyusso mengatakan:

    Makiiinnnn,,,,seruuuu cerita y,,,🙂
    Sbnr y nyesek bngt ngelihat percntan antra yesung-sso-hyuk,,, Dan plng nyesek ngelht yesung yg dwon bngt krn sso nikah dgn hyuk!!! Dan sso dimana hrs melupakan cnt prtm y dgn yesung dan hrs menjlnkan pernikahan pura” dgn hyuk,,,😦
    Wahh,,,kata” yesung yg ingin mati dan percuma utk hidup bgt dalam #semangat yesung bt ngejar cnt sso^^
    Arrhhh,,,, makin seru utk crt berikut y🙂
    Dan utk Putri,saya jg mnt maaf klo da komen” yg krng berkenan dan ttp slalu *SEMANGAT*🙂

  12. rakha mengatakan:

    yaelahhh eunhyuk bikin gregetan aja dah, soeun sabar aja ada yesung yg ga kalah gantengg

  13. vaaani mengatakan:

    hampirrrrrr melupakan ff ini, huaaaaah
    kasian sso
    jengkel ma yeppa dan hyukppa bener2 kejem
    kepikranku td eonni nabrak aja biar mereka perhatin
    hyukpa egois bgt

    kangen sso diperlakukan lembut

    mohon sgra lanjut ya put. gomawo

  14. erika mengatakan:

    huaa….ksian sso eonni,hyukppa, dan yeppa semuanya sama2 tersakiti.
    jdi bngung mau milih yesso atau hyuksso😦
    wah ada yoogeunnya jga ya di sini🙂
    priviewnya bikin penasaran nih, di tunggu next partnya eonn..fighting!!!

  15. Devi mengatakan:

    Sedih bNgeeet aNd mNguras emosi,,,,,,,

    KsiaN eoNNie so euN mNderita d saat mau mlpkaN yesuNg oppa tpi sikap eNhyuk oppa brubah aNd trNyta eNhyuk oppa msh mNjaliN hbNgaN ma hyo,,,,,,,

    Jd pNasraN ma klaNjutaN’a rmah taNg2a’a eoNNie so euN aNd eNhyuk oppa,,,,

  16. Yhulaiisoeun mengatakan:

    Huaahh… Baca.y bener2 menguras emosi T,T … Sedih banget …😦
    akuu pengen yesung oppa dan soeun brsatu lagii ,. Gak relaa mrekaa pisahh … Pokok.y harus brsatu.. Huhuhuh …. Wlaupn eunhyuk jga cinta ma sso ,, tpi pngen yeppa ma soeun kmbli brsama…
    D.tunggu next part.y …🙂

  17. Dongsaeng Kyu ama Hae mengatakan:

    Cuma satu kata buat ff ini….,
    Keren…😉🙂
    Sama,Kak mohon maaf juga buat semua kesalahanku selama ini…kayak pernah gak comment…#What..?!! Unforgivable mistake..!
    Semangat..!!!

  18. SnowAngels 'Seli M' mengatakan:

    Makin kesini ceritanya makin seru😀
    tpi knpa si eunhyuk masih berhubungan sama hyoyeon -_-
    next part aku tunggu ya😉
    btw refillnya kapan lanjut ya??😐
    Mohon maaf lahir dan batin juga ya🙂

  19. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Kyaaaa yoogeun jua d… Seneng deh…
    Cos tu anak@lucu beut……

    Eh pi yoogeun msh bayi kan???
    Pi kok td d namaku yoogeun…
    Jd merasa dikit aneh…. Mugkin kh mereka merawat yoogeun pai besar lalu secara kebetulan yoogeun juga suka m yesung…

    Eunhyuk pppa pa kau g liat seberapa berusaha’y so eun untuk mencintaimu… Eoh????
    N tega banget oppa bermesraan dengan yeoja lain… Dimana so eun eonni berada…..

    Moga j dengan ada’y yoogeun so eun eonni dapat ceria kembali amin……

    Eh klu eonni tiba” menerima ajakan yesung untuk kembali pada’y gimana????

    Mohon cepet di share y..
    M tu ff yg lom kelar kn banyak beut… Kikiki

  20. Soeun mengatakan:

    Akan smakin seru crita x dgn kehadiran yoogeun ¤_¤

    apa yg kan trjadi dgn Sso dan bayi trsbut ?
    Ditunggu next part x eon

  21. Soeun mengatakan:

    Akan smakin seru crita x dgn kehadiran yoogeun ¤_¤

    apa yg kan trjadi dgn Sso dan bayi trsbut ?
    Ditunggu next part x eon
    hwaiting

  22. Choi Hye Mi mengatakan:

    Hemm… Mohon maaf Lahir Bathin Juga yea?
    Maaf klo ad slah… Chingu..
    Aaa q ga bisa mendeskripsikan prsaanq setelh membca part ini.
    Binguung.. Konfliknya mkin rumit… Gregetan sma mereka bertiga…
    Apalagi Soeun.. Kykx susah amt cinta sama Eunhyuk… D tmbah skrng Eunhyuk kyak g2… Hadooh… Selmt bwt Putri, dh bkin prsaan q campur aduk kyk gni.. Hehehee…
    Dtunggu ff lainnya chingu…
    Q mnanti bgt Black And White x….
    Hwaiting!!

  23. Azmy_e mengatakan:

    Sedih…
    Koq soeun d gtuin sm enhyuk.. Sdih jga ngliat yesung yang di tinggal soeun..
    Di tnggu lnjutanx y..

  24. Vani mengatakan:

    Huaa aku dibkin nanggis lagi hiks hiks
    eunhyuk nya jahat masa mesra2an sma cwe lain

  25. rizmi mengatakan:

    wow. . .suka dh ma karakter eunhyuk^^ chingu lanjut dong😀

  26. rara mengatakan:

    hfft galau banget bacanya, ya ampun unnie yesung nya kasian aku bisa ngerasain apa yg yg yesung oppa rasain. Di sini semuanya sakit hati, yaampun ini ff tergalau nya unni T_T

  27. Esaa mengatakan:

    Lee Hyukjae, jelas banget ia sengaja bikin Soeun cemburu, eh lebih tepatnya menyakiti Soeun…

    Di tunggu next part nya yaa

  28. pipip mengatakan:

    Waaah sedih bnget part ini kasian soeun yesung eunhyuk mreka sma2 trsiksa, pnsran dgn bayi siapa itu???
    Thor 1 ff lgi sii sbelum rmdhan pleas kngeen jdinya ni dgn ff nya klo dtunda slma rmdhan jdi 1 ff lgi deh hehe
    Dtnggu part slnjutnya

  29. Anna mengatakan:

    Seriously bngung mo marah,kesel,kecewa ato nyalahin siapa dsini,,smua pny prinsip msg2 yg bkin gundah&bs dimaklumi,,OMG klian mmbuatku mnghela napas dlm :p
    Met Mnunaikan Ibdh Puasa Putri,Minal Aidin Ya🙂

  30. zhuryia mengatakan:

    Seru,keren,bagus,poko nya ff nya slalu TOP,,,
    D tnggu part slanjutnya

  31. mizanafidausi mengatakan:

    owhhh ff yang sangat aku tunggu2…
    T_______T bikin nangis…
    semuanya bikin nyesek, nyesek liat yesung, so eun dan eunhyuk…
    eunhyuk pasti berbuat gitu gara2 sso yg ga bisa ngelupain yesung jadi dia nglampiasin ke tuh cwe…
    bayi??? bayi siapa itu? mudah2an bayi itu menyatukan sso ma bang onyet :*
    aku minta maaf juga barang kali comen ku sering bikin putri tersinggung *salaman*

  32. aikurasin mengatakan:

    bner2 nyesek n greget m eunhyuk ………
    satuin dong soeun n yesung ……..
    ljutannya so pasti ditunggu banget ……

  33. ribka mengatakan:

    Hey eunhyuk #plak! Kok tega sama so eun sih?!! Pake acara cium2an di depan so eun segala… Ggrrrrrrr…. -___-“.
    Ahhh yesung.. Saya jg sedih liat km sedih.. #abaikan.. Dan saya bingung mau belain eunhyuk atau yesung disini… Yg terbaik deh buat so eun yah.. 🙂🙂

  34. Safriyanti mengatakan:

    Iy chingu,,,
    aq jg mhon mf,,,,
    sungguh mnysakkan mlhat kdaan sso yg bnr2 hncur,,,,
    smngat y sso,,,smua mslh psti brllu,,,,
    to pkek nemu bayi lg,,,,
    pnsran certa slnjut,a,,,,,

  35. ticha_ mengatakan:

    waaah,,,,nyesek bgt T^T😦
    Ga tega leat mrka bertiga…
    Ck,,,eunhyuk oppa knpa ga bsa sdkt ajda percaya ama eunnie,,kan kasihan eunnie’a…😦
    Apalagy,yesung oppa!!!
    Makin nyesek!!😦
    Lha,,next part bkln ada yoogeun nich..😀
    N masalah makin bertambah…
    Makin penasaran ama next part’a…..
    Saeng,,,DAEBAAAAAK!!!!😀🙂
    Q tgg next part’a….🙂
    Q jga mau minta maaf,,klw ada kt2 yang nyakitin saeng…🙂
    .

  36. Dear Dhiyah mengatakan:

    kasian so eun eonni ……
    Yesung oppa jg kasian
    Eunhyuk : gw jg kasihan kali !!! *ga nyante
    me : lu mah bodo amat *cuek
    *dicincang eunhyuk oppa -_-
    complecated

  37. Stny Lee mengatakan:

    Ya ampun ,,aku kasian bngt sma soeun.sikap hyuk ke soeun bikn aku EMOSI !!!
    Tpi aku ykn ,,hyuk ngelakuin itu cmn bwt ngedaptin perhatian soeun…cmn cara nya aja yg tnpa hyuk sdari klo soeun “sakit” mndpt prlakuan kyk gtu dri dia.
    Preview next part nya BIKIN PENASARAN BANGET !.
    Gomawo ya kak,,krn FF ini d lanjut.
    Aku sorng Jewel,,jdi aku hnya akn bca FF ka2 yg cast utma_ny Hyukjae aja.krn aku ga mw konsen aku pecah krn bca FF yg cast utma_ny bukn Hyukjae…m’f ya ka .oya kak boleh minta pw Apple&Peach_ny?’nope ku da d comment Crawling In The Dark …klo lwt email suka ga-gal.itu pun klw ka2 ga kbratan …gomawo🙂

  38. Dizha adrya mengatakan:

    Hoho ff ny krn bgt put ya ampun sya trbwa emosi bca ny ni ff yg sya nanti” kan lho d tgu next part ny d liat dri crtanya smkn sru za fighting putri ^^

  39. pujaRISA mengatakan:

    ne onn.part ini bener benr menguras air mataku. hiks hiks gc tau bicara apa lagi aku. mian cman bisa coment gini.

  40. luthfiangelsso mengatakan:

    Ya ampun sumpah ini ff menyayat hati semua’a disini tersakiti ga ada yg salah tpi keadaan yg buat semua’a jdi salah nd mnyakitkan😦
    Aku sampe menitihkan air mata pas baca T.T
    Aku berharap yg terbaik biat mereka🙂
    Nd kalo boleh pengen’a sih yesung balik lagi ma sso😉

    Slalu buat ff slama ramadhan ya put buat menemani mengisi puasa🙂

  41. rizkyapratiwi mengatakan:

    Keren keren
    Ya ampuuun, banyak kali konflik d dalamnya
    Tegang, sedih, terluka semuanyaaa menyentuh bangeeet
    D tunggu next chapt

  42. rida99a mengatakan:

    konfliknya kerren, sumpah eonni aku mbaca feel nya dapet bgt , kece badai =d eonni … ff nya bener2 wow !!!
    next chapt di tunggu eonni :d

  43. mayindrianingsih mengatakan:

    Next next🙂

  44. princess ice mengatakan:

    bayi?? apa arti dri khadiran bayi itu y kra2..
    ff ini bner2 bkin hati brgejolak panas.. gimana bisa eunhyuk brsikap gtt sma sso,,
    huft brharap ff ini bklan happy ending entah bwt yesung ato bwt eunhyuk yg jlas ff ini trlalu mncritkan khidupan cnta mreka yg bgtu mnyedihkan..

    ttep semangat bwt LANJUUTT!!!

  45. Niniet mengatakan:

    maaf aku baru bisa baca ff ini sekarang,,
    seperti biasa kau bukin ff yang dabeak thor,
    gemes ngeliat eunhyuk begitu, tapi apa boleh buat, dia juga tidak bersalah sepenuhnya karena dia tau so eun belum memberikan hatinya untuk eunhyuk sepenuhnya, tapi masa sih eunhyuk ga bisa bersabar…
    btw bayi siapa tuh, apa bayi itu akan jadi penyatu pasutri itu atau malah jadi penghancur pasutri itu..?

  46. fishyfly mengatakan:

    kasian soeun eonni harus ngelupain cinta pertamanya😥

    tapi ffnya bagus ko..bagus bagus bagus hehe
    ditunggu kelanjutannya dan karya selabjutnya..
    fighting !!🙂

  47. Natalia mengatakan:

    Wahhhh daebakkkkk kerennnn….ga bisa komen ppa lagi terlalu bagus ceritanya…..
    Q suka banget cerita ini pa lagi da sso eonni

  48. angelf mengatakan:

    akhirnya dipost jga nunggu banget ff ini
    beneran pgen nangis aku bacanya
    kasian bnget yeppa sso udah nikah yg sbar ya oppa
    hyukppa kok tega bnget sm sso kok balikan lgi ma hyo gk rela jangan gtu dong kasian ssonya pdhal kan udah nyoba bwt mencintai hyukppa wloupun msih cinta ma sso

    ada yoogeun jga waa senengnya smoga bsa ngerubah khidupan keluarga sso ma hyukppa biar jdi keluarga yg sling mencintai

    aku jga mnta maaf ya chingu klo pnya slah dan bnyak maunya sbgai reader

    ditunggu nextpartnya nnggu bnget ff nie😀

  49. YeojaNiel mengatakan:

    Woaaa nyesek gini bacanya ya😥
    full of sadness lah, semua-nya menderita . .
    Kereeeeeeen kak. Udah kaya’ penulis profesional kakak.
    Next partnya kak . .

  50. Kim Ha Byung mengatakan:

    Kyaaa, nyesek banget bacanya😦
    Sso eonni kasian, eunhyuk oppa tega banget sama sso eonni..
    Di tunggu kelanjutanya..

  51. sitieunnie mengatakan:

    telat bgt komenx alias ktng9alan.. -_-
    makin bnci eunhyuk dpart ini put..#serius
    Yaah..mngkin eunhyuk ngelakuin smua ini krn frustasi dgn skap sso yg trlalu mncntai yesung n gk bs mlupakanx..tp ttp sja skap unyuk itu udh kterlaluan sm sso..apalgi smpai mmbwa slingkuhanx krmh sndiri n dgn tbal muka brmsra2an ddpan sso..n kykx next partx lbh kejam lg saat unyuk blg yoogeun anak dr hsil hbngan yesso..
    kalo kyk gini, aq lbh mndkung yesso couple put n brhrap mreka kmbali lg,biar tau rasa tu si unyuk..!!#emosi

  52. asri mengatakan:

    Lama tak berkunjung ke blog ini….dan FF yesung – so eun ini blum ada lanjutannya…kangen😦
    Masih banyak project lain yah put?!skg udh byk FF yg ke protect nih…aku mau dong pw nya
    Si unyuk disini jahat banget tp gk bisa disalahin jg sih….wajar2 ajah klo marah…well,,ditunggu next nya ajh

  53. kim Ra rA mengatakan:

    wah eunhyuk kejam juga yach sape bawa bawa hyoyeon kerumahnya . padahal sso udah berusaha buat menerima semuanya. dan berusaha membuka hatinya untuk suaminya.
    huuuuf’ makin seru aja nich cerita

  54. HETTY SHAWOL mengatakan:

    eunhyuk kenpapa kamu jahat sekali..aish padahak diawal aku dukung eunhyuk,,kasihan so eun dia mulai menerima semuannya tapi enhyuk mlh ngira so eun mash suka yesung..ah bnr2 dh part ini bkin nyesek sumpah

  55. Rani Annisa mengatakan:

    teganya eunhyuk ke so eun,, habis nikah masih aja berhubungan dengan cewek lain….

    Padahal kalau so eun deket sama cowok lain dia lumayan cemburu….

    Wah so eun nemuin bayi,,, gimana nasib mereka selanjutnya????

  56. fionnatan mengatakan:

    eunhyuk membinggungkan.bilangnya cinta sama sso tapi kok balikan sama mantan sih

  57. zulfaaaah (akane) mengatakan:

    ga bisa komen banyak yang pasti nyesrk bgt.. ah eunhyyk knpa msti kek gtu siii aduuuh yeye yg sabar ya… aku bingung msti ngarepin sso sma eunhyuk ato dma yeye ah plisss deh ni ff bkin nyesek plus dilemma

  58. Mama Nikita widiyati mengatakan:

    Haduuuhhhh…kok hyuk jae berubah begitu sihhh??dangkal bgt cintanya…pdhl aku setuju tuh sm so eun kl pernikahan itu mmg hal yg sakral….dan akn berusaha mencintai suaminya sepenuh hati…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s