~ A Debut Project Part 6~


A Debut Project Part 6| PrincessClouds/@aprncsskys94 | Teen, Life, Friendship, Family, Romance | Chaptures and Parts | Kim So Eun, Lee Jin Ki, Choi Min Ho, Krystal Jung Soo Jung, Lee Tae Min, Choi Jin Ri, Kim Jong Hyun, Park Sun Young, Kim Ki Bum, Amber Stephanie Liu, Qian (Victoria), Kim Ki Bum (SUJU), Park Sang Hyun, Park Ji Yeon, Jessica Jung Soo Yeon, Park Mi Young, Kwon Bo A, Kangta, Poping Joon Hyun and others

 

Disclaimer: Ada yg berfikir cerita ini mirip Dream High. Saya menjelaskan kembali kalau saya hanya terinspirasi, kalau ada yg berfikir ini menjiplak dari Dream high silahkan baca dan bandingkan dengan drama Dream high sendiri

Summary: Facing the sun!

Warning: Typo(s)

~

“Choi Jinri Choi Jinri Choi Jinri..”

“Lee Taemin Lee Taemin Lee Taemin…”

“Choi Jinri..”

“Lee Taemin…”

“Choi…”

“Lee…”

“CHOI… TAEMIN!”

Keduanya berseru serentak dengan nama yang sama karena nama mereka ternyata dipajang berdekatan. Mereka berdua langsung lebih mendekatkan kepala mereka untuk melihat tulisan lebih jelas. Menatap dengan penasaran…

“Huh? HAsilnya?”

Dua orang itu sama-sama saling bertatapan setelah melihatnya. Memasang ekspresi yang terlihat persis dan sama-sama sulit untuk dijelaskan lebih detail.

*A_Debut_Project_6*

“Hikss… Hikss, tidak mungkin. Tidak mungkin…”

Sulli terisak sambil menutupi seluruh wajahnya, berusaha meredam air matanya yang tumpah dengan cukup tak terkendali – walau nyatanya itu tak terlalu banyak membantu.

Sementara itu empat pemuda dan dua gadis lainnya terdiam tak jauh darisana. Tampak masih sama-sama merenung dengan apa yang baru saja mereka dapatkan dari papan pengumuman pagi ini.

“Jadi.. aku gagal dan masuk kelas khusus?” Taemin masih bergumam tak percaya, berusaha membantah kenyataan yang ada walau ia masih dengan jelas melihatnya. “T-Tidak mungkin..” Gumamnya masih tak terima, meremas helaian rambutnya guna menahan kepalanya yang sakit tiba-tiba.

Jonghyun yang juga mendapat khabar yang sama pagi ini tampak tersenyum getir, bergerak untuk mendekati Taemin dan menepuk pundaknya – berusaha menghiburnya. “Kuatkan dirimu, Taem. Ini bukan akhir segalanya..” ucapnya kemudian. Taemin hanya terdiam sambil terus menyesali yang ada.

Sementara itu Key, Minho, Amber, dan Krystal yang ada disana hanya bisa terdiam. Mereka bingung harus menempatkan diri mereka dimana setelah menerima hasil bahwa mereka lebih beruntung dari teman-teman mereka ini – mereka adalah Trainee kelas unggul saat ini.

“Aku tak tahu mau bilang apa, tapi… kami ikut menyesalkan apa yang terjadi pada kalian semua, kawan..” ucap Key sedikit ragu, takut kata-katanya malah terdengar lain oleh ketiga yang ada disana.

“T-Tolong jangan berputus asa..” Tambah Amber sedikit tergagap mengingat bahasa koreanya, mendatangkan tolehan dari Jonghyun.

“Ya, terima kasih. Selamat juga akan keberhasilan kalian..” ucapnya sambil tersenyum tulus sambil terus menepuk pundak Taemin.

Krystal mengangkat wajahnya sambil mendekati Sulli. Mengusap punggungnya untuk menghibur teman seumurannya itu. “Sulli, apa kau baik-baik saja?” Tanya Krystal ragu yang tiba-tiba ditepis Sulli dengan cukup kasar, membuat mereka semua cukup kaget.

“AAHH, AKU TAK MUNGKIN MASUK KELAS KHUSUS!! TAK MUNGKIN!!” Serunya masih tak terima, lalu bangkit dari tempat duduknya dan berlari meninggalkan tempat itu. Semua orang menatapnya sambil menghela nafas.

“Aku akan melihatny—“

“—Jangan!” Minho menahan Krystal sebelum ia berdiri dan berniat menyusul Sulli. “Ia sedang butuh sendiri saat ini, tak baik diganggu..” ucapnya memberi pengertian pada Krystal. Krystal menatap Minho dengan muram.

“Tapi..”

“Ini hanya masalah waktu, ia akan segera membaik..” jelas Key kemudian, yang dianggukki oleh Jonghyun yang masih sibuk menghibur Taemin. Sementara Krystal tampak menunduk, entah kenapa keberhasilan ini tak terlalu membuatnya tenang melihat apa yang terjadi. Ia merasa bersalah pada Sulli entah karena alasan apa.

“It’s not your fault. Don’t blame your self..” ucap Amber seperti mengerti apa yang ada dalam fikiran Krystal. Krystal menatap padanya dengan sedih.

“Tapi seharusnya tak begini. Bahkan dibandingkan diriku.. Sulli lebih berbakat. Ia tak seharusnya masuk kelas khusus..” ucap Krystal dengan nada rendah.

“Jangan berkata begitu, Krys. Sampai kapan kau terus melihat dirimu sebagai seseorang yang tak berbakat. Kau berhak, kau pantas, semua dibuktikan dengan benar dalam Showcase itu..” ucap Minho kemudian.

“Tapi..” Krystal masih menunduk dengan ragu.

“Sudahlah, hentikan berdebat. Yang jelas untuk saat ini kita semua harus membuat keyakinan masing-masing bahwa kelas khusus ataupun kelas unggul hanyalah sebuah proses. Jadi tetaplah semangat, ya.. Taemin..” ucap Jonghyun mengambil jalan tengah, menyentuh bahu Taemin yang masih tertunduk sepi. Yang lainnya tampak setuju dengan kata-kata Taemin.

Sementara itu, dua gadis lainnya tampak duduk-duduk di dalam sebuah Cafetaria yang ada di dalam lingkungan SM Training Centre. Keduanya tampak menundukkan wajah sambil sibuk dengan kegiatan serta fikiran mereka masing-masing. Menimbulkan keheningan yang cukup panjang.

Luna menghembuskan nafasnya, mengangkat wajahnya untuk menatap gadis di depannya. “Menurut unnie.. bagaimana kalau akhirnya kita memang masuk kelas khusus?” Tanya Luna terdengar pelan, ragu.

Soeun langsung mengangkat wajahnya setelah mendengar pertanyaan Luna, menatapnya. “Aku juga tidak tahu mau mengatakan apa karena aku sendiri tak tahu seperti apa kelas khusus itu. Tapi.. kalau memang nyatanya begitu tentu kita harus melewatinya..”

“Hhh, itu pasti berat..” Luna menghembuskan nafasnya, kembali menyeruput minumannya.

“Jangan khawatir..” Soeun tersenyum sambil menatap Luna. “Apapun yang terjadi, kalau kita selalu bersama pasti tak akan terlalu berat. Jadi jangan selalu difikirkan, ya..” ucap Soeun lagi, berusaha memberi kekuatan untuk Luna – yang kali ini diangguki oleh gadis berambut pirang itu.

“Aku harap begitu..”

“Huh?” Luna tiba-tiba mengalihkan pandangannya ketika melihat sesuatu – membuat Soeun yang heran juga menoleh kearah sana.

“Ada apa?” Tanya Soeun bingung sambil ikut melihat bentangan koridor yang dilihat Luna – dimana banyak anggota Trainee yang bertebaran disana.

“Aku tadi melihat Sulli. Dia berlari kesana dengan wajah sedih..” jelas Luna sambil menunjuk koridor yang begitu padat itu.

“Benarkah?” Tanya Soeun ikut celingukan untuk mencari sosok yang dimaksud – walau terlihat percuma.

“Mungkinkah kalau dia..” Luna menggantung kata-katanya, terlihat ragu. Namun Soeun tampak sudah menangkap maksudnya dengan baik.

“Mari kita lihat!” Ajak Soeun sambil berdiri dari tempat duduknya, kedua gadis itu kemudian beranjak dari tempat itu untuk menyusul Sulli.

Onew kembali berada di salah satu sudut SM Training Centre yang sepi. Pemuda itu tampak tengah menyamankan dirinya di bawah pohon sambil memejamkan matanya, mengabaikan kerusuhan sekitarnya dan mencari kedamaiannya sendiri.

Tak lama, tiba-tiba pemuda itu membuka matanya. Pemilik marga Lee itu tampak menatap lurus kedepannya dengan tanpa gairah – sebelum kembali berniat memejamkan matanya.

Sementara itu…

“Menghilang..” Kedua gadis itu menghentikan langkahnya, menatap tempat sepi yang kini mereka dapatkan setelah mengikuti Sulli tadi. Namun nyatanya keduanya malah kehilangan jejak Sulli, menghantarkan mereka di tempat ini.

“Kemana dia sebenarnya? Larinya cepat juga..” ucap Luna sedikit kebingungan. Sementara Soeun juga tampak celingukan.

“Sepertinya tadi kita salah ambil jalan, mungkin ia pergi ke dorm. Tidak mungkinkah dia berani ke tempat sesepi ini..” ucap Soeun kemudian. Luna mengangguk setuju.

“Benar, ayo kita lihat..” ucap Luna menyarankan. Soeun tampak mengangguk.

“Ayo..”

Baru saja Soeun hendak berbalik, tiba-tiba ia melihat sesuatu. Gadis itu menatap panjang kearah sana – membuat Luna yang sudah melangkah beberapa langkah menoleh lagi kearahnya dengan heran.

“Unnie!” Panggil Luna padanya – membuat Soeun sedikit kaget.

“H-Hum!” Sahut Soeun cepat sambil beralih kembali pada Luna. Gadis itu kemudian menyusul Luna untuk ikut bersamanya untuk mencari Sulli, meninggalkan seseorang yang dilihatnya masih bersantai di bawah sebuah pohon.

“Ini buruk, aku bahkan tak pernah membayangkan akan berada di kelas khusus…” Taemin lagi-lagi mengeluh dan mengeluh – membuat tiga hyungnya yang berada disana ikut mendesah pelan.

“Tch, bukan hanya kau yang masuk kelas khusus, Lee Taemin. Aku juga. Jadi berhentilah mengeluh sepanjang waktu..” ucap Jonghyun mulai bosan membujuk Taemin untuk bersabar. Karena terhitung hampir satu jam ia melakukannya.

“Tch, aku hanya tak percaya dengan apa yang terjadi..” Taemin lagi-lagi mengeluh, membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya. “Manusia sebrilian aku seharusnya memasuki kelas unggul, atau mungkin langsung debut. Bukannya harus menghabiskan waktu di tempat seperti itu..” celotehnya.

“Aish, terserah kaulah… bocah..” Jonghyun memutar bola matanya dan tak mau ambil pusing.

“Berbicara soal kelas khusus, kemana Onew hyung? Apakah ia sudah tahu dengan hasil Showcase untuk dirinya?” Key bertanya dari atas tempat tidurnya.

“Huh, laki-laki itu.. gara-gara dia Soeun noonaku jadi ikutan masuk kelas khusus..” Taemin bergumam malas, yang kembali disahuti decakan dan gelengan kepala dari pemuda-pemuda lainnya yang berada di kamar itu.

“Aku juga tak melihatnya sejak siang ini, tapi aku tebak ia sudah mengetahuinya..” Minho bersuara dari depan lemari pakaiannya – yang diangguki oleh dua pemuda lainnya.

“Hum, dia pasti sudah menebaknya sejak awal. Itu sebabnya ia terkesan tak peduli..” simpul Key bergumam.

“Aish, ini jelas-jelas semakin tak nyaman. Jujur saja, diantara yang lain aku paling khawatir dengannya. Dia terlihat menyimpan beban yang terlalu berat, bukan begitu?” Jonghyun meminta pendapat.

“Hum..” Minho mengangguk. “Tapi walau bagaimanapun kita tak bisa melakukan apapun, dia terlihat tak menyukainya..” tambahnya.

“Aish, rumitnya..” Key mendesah dan menundukkan kepalanya.

*Klek!*

Keempat pemuda itu mendongak kearah pintu ketika mendengar pintu terbuka dari luar. Benar saja, sosok pemuda lainnya penghuni kamar itu tampak memasuki ruangan. Dia masih tetap memasang wajah datar di wajahnya.

“Onew hyung?!”

Onew menoleh tanpa ekspresi yang berarti pada semua orang yang sudah berkumpul disana. “Hum..” ia bergumam singkat menjawab mereka.

“Hyung, kau darimana saja? Kau begitu sulit ditemui..” ucap Jonghyun sambil melompat dari tempat duduknya untuk menghampiri Onew. Onew tersenyum tipis.

“Tidak ada, hanya mencari sediki ketenangan. Maaf ya, telah membuat kalian khawatir belakangan ini..” ucapnya sambil sedikit memaksakan senyumannya – membuat yang lainnya malah semakin tak enak.

“Hyung, apa kau baik-baik saja? M-Maksudk—“

“—Ya, aku baik-baik saja. Terlihat kita akan menjadi teman sekelas bukan, Lee Taemin..” ucap Onew memotong kata-kata Taemin. Membuat semuanya kaget.

“Hyung, apa kau..”

“Tch, sudahlah. Aku sedang tak minat membahas itu, aku kembali karena ingin mandi. Jadi lanjutkan saja apa yang kalian ingin lakukan..” ucap Onew kembali menunjukkan senyuman tipisnya. Pemuda itu tampak menarik handuknya yang tergantung di sudut ruangan sebelum berjalan kearah kamar mandi, meninggalkan yang lainnya yang terdiam setelah ia tak terlihat karena memasuki kamar mandi.

“Dia masih tak terlalu baik…” Taemin menghela nafas sambil kembali berbaring.

*Klek!*

Pintu kamar mandi itu terbuka, membuat empat gadis yang tadinya berkumpul sambil memikirkan sesuatu mendongak kearah pintu – menemukan seorang gadis dengan wajah tertunduk disana.

“Sulli!” serentak semuanya bersuara.

“Maaf…” Sulli mengangkat wajahnya, menatap rekan-rekannya dengan wajah menyesal. “Aku pasti sudah membuat kalian repot ya? Maaf..” ulangnya tak enak hati.

“Apa yang kau katakan? Kami mencemaskanmu..” ucap Soeun masih dari tempat duduknya, yang diangguki oleh yang lainnya.

“H-Hum.. Are you okay? Gwaenchana?” Tanya Amber bersuara.

“H-Hum..” Sulli menyahut ragu. “Aku hanya sedikit… kaget.”

“Tak perlu terlalu mencemaskan, Sulli. Kau tak kesana seorang diri, ada kami juga bukan?” Ucap Luna ikut bersuara. Sulli tampak mengangkat wajahnya dengan ragu, lalu mengangguk.

“H-Humm…”

“Sudahlah..” Soeun bangkit dari tempatnya dan menyusul Sulli ke depan pintu kamar mandi. “Sekarang tak perlu terlalu bersedih, anggap saja ini sebuah perjalanan yang harus kita lalui menuju arah sukses. Jadi semuanya harus Enjoy dan tak usah merisaukan apapun yang telah terjadi. Juga.. beri selamat kepada Amber dan Krystal karena mereka telah berhasil..” ucap Soeun ceria sambil menyentuh bahu Sulli.

“Terima kasih..” Amber dan Krystal menyahut bersamaan ucapan Soeun, sementara Luna tampak tersenyum. Ketiganya menoleh lagi pada Sulli.

“Y-Ya, aku pasti bisa melewatinya..” ucap Sulli masih dengan nada yang pelan, walau kini gadis itu sudah kembali tersenyum pada rekan-rekannya yang lain.

Pagi yang baru, menyajikan pagi yang berbeda bagi para Trainee. Ada kelompok para Trainee yang menyambut pagi ini dengan semangat, ada juga yang menyambutnya dengan tanpa gairah sama sekali.

Ruangan yang baru pertama kali mereka masuki itu menyambut Soeun, Luna, dan Sulli tepat ketika jam dinding menunjukkan angka sembilan. Di dalamnya, terlihat puluhan Trainee lainnya yang berwajah tak kalah lesu dari mereka.

“Tch, ini benar-benar yang dimaksud kelas khusus. Ruangannya saja begitu jelek..” Sulli mengomel sambil sedikit cemberut, menyentuh salah satu meja yang ada di dalam. “Aish..” ia mendesah kesal sambil menyingkirkan debu meja dari tangannya.

“Mereka bilang selalu ada Trainee yang masuk kelas khusus setiap tahunnya, tapi tempatnya seakan-akan menunjukkan bahwa tempat ini tidak dipakai untuk dua tahun. Menjijikkan..” Luna menggumam malas.

Sementara Soeun tampak tak terlalu banyak komentar, ia kini malah asyik mengedarkan pandangannya keseisi ruangan yang benar-benar terlihat tak menarik sama sekali itu.

“NOONA!!”

Soeun tersentak kaget ketika seseorang tiba-tiba berteriak sambil memeluknya cukup erat. Membuat lamunannya buyar sama sekali.

“Aish, Taemin! AKU BILANG BERHENTI MENGAGETKANKU!” Semprot Soeun kesal sambil menjauhkan Taemin darinya. Taemin hanya nyengir sebagai jawabannya.

“Habisnya kau terlalu asyik melamun sampai tak menyadari kehadiranku, Heee..”

Soeun hanya berdecak pelan karena sudah terbiasa dengan sikap Taemin ini, iapun mengalihkan perhatiannya pada kedua rekannya yang tiba-tiba diam daritadi. Soeun baru menyadari bahwa keadaan sedikit tidak enak semenjak Taemin dan Jonghyun memasuki tempat itu.

Kedua pasang Teamgroup itu tampak sama-sama buang muka dan menunjukkan wajah tak suka satu sama lain, hal itu membuat Soeun merasa seperti berada di tengah-tengah medan perang.

“Ada apa dengan kalian? Kenapa ekspresi wajah kalian berubah seperti itu?” Tanya Soeun sambil menyikut Luna dan Sulli.

“Tak ada, ayo duduk saja Unnie..” ajak Sulli masih dengan wajah sebalnya, menarik Soeun dan Luna untuk menjauh dari kedua pemuda itu. Soeun dapat menangkap ekspresi kesal Taemin dan Jonghyun disaat yang bersamaan.

“Aish, siapa juga yang mau dekat-dekat denganmu. Ayo Jjong Hyung!” Seru Taemin sengaja menaikkan nadanya, menarik Jonghyun kearah sebaliknya. Membuat dua kelompok itu terpisah jarak tiga barisan meja.

“Huh.. masih saja..” Soeun mendesah pelan sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka yang ia anggap kekanakan.

Soeun mulai duduk sambil bertopang dagu sambil menunggu, pandangannya masih juga mengelilingi ruang kelas yang benar-benar terlihat terlalu ‘layak’ untuk disebut sebagai kelas khusus tersebut.

Hingga tiba-tiba sesuatu terlintas di fikirannya…

Soeun kembali bangun dari posisinya, menoleh kembali kearah Jonghyun dan Taemin yang masih memasang wajah kesal dan tak mau melirik kearah mereka dimana Sulli dan Luna kurang lebih menunjukkan wajah yang sama – walau Luna tampak hanya memasang wajah datar.

Soeun menggeser tempat duduknya, berjalan mendekati kedua pemuda tadi. “Taemin-ah..” Panggil Soeun setelah berada disana. Membuat dua pemuda itu menoleh.

“Ya, Noona-ku…” sahut Taemin memasang wajah manis.

“Eum..” Soeun tampak sedikit ragu, sebelum kembali menoleh kepadaku. “Teman kalian yang seharusnya masuk kelas khusus yang satunya lagi mana?” Tanya Soeun kemudian.

“Maksudnya Onew hyung?” Tanya Jonghyun cepat – yang mau tak mau membuat Soeun menganggukkan kepalanya. “Entahlah, tadi dia—“

“—Kenapa Noona menanyakan pria lain di depanku?” Taemin tiba-tiba memotong dengan wajah dibuat galak, tidak suka.

Soeun hanya mendesah kembali, sebelum kembali pada Jonghyun. “Ya, maksudku dia. kemana dia?”

“Hum.. kami juga tidak terlalu yakin. Yang jelas semenjak bangun tidur kami sama sekali tak melihatnya karena ia sudah meninggalkan kamar. Kenapa? Kau.. tak berniat menyalahkannya, bukan?” Tanya Jonghyun ragu.

“Menurutmu?” Tanya Soeun sedikit malas. “Orang itu aneh sekali, sebenarnya apa yang terjadi padanya? Setelah kemarin membuat kesalahan yang membuat aku ada disini sekarang tak menampakkan diri sama sekali..”

“Noona harus sedikit sabar..” Taemin sedikit berbisik. “Onew hyung itu sedang dalam keadaan yang tidak terlalu baik. Itu sebabnya ia begitu..” jelas Taemin kemudian, yang diangguki oleh Jonghyun.

“Kufikir ia sedang dalam masalah yang cukup berat, itu sebabnya ia seperti itu..” tambah Jonghyun.

“Masalah seperti apapun, bukankah sebaiknya laki-laki itu tak membawanya sepanjang ini? Itu terlihat seakan-akan dia tak bertanggung jawab dengan masalah yang ia timbulkan..”

“Eung, noona—“

“—Aku sudah disini, tanggung jawab seperti apa yang kau inginkan?”

Soeun sedikit kaget, menoleh kebelakang ketika tiba-tiba suara yang terdengar dingin terdengar darisana. Benar saja, orang itu tampak sudah berdiri dengan wajah datar dibelakangnya – sementara itu Jonghyun dan Taemin tampak saling bertatapan.

“Uh, akhirnya kau menampakkan diri. Aku kira kau menghilang setelah kejadian malam itu..” desis Soeun dengan wajah kesal.

“Aku sudah ada disini sekarang, apa yang mau kau katakan?” Tanya Onew meladeni.

“Tentu..” Soeun kembali mendesis kesal. “Kau harus mengingat kembali bahwa kau adalah orang pertama yang mengusulkan adanya duet ini. Tapi setelah apa yang kau lakukan pada waktu itu, bukankah kau seharusnya sedikit merasa bertanggung jawab dengan apa yang terjadi? Bukannya menghilang begitu saja. Ingatlah, Ini semua gara-gara dirimu. Kalau tidak aku pasti tidak akan disini..”

“Yeah, aku bisa akui itu. Sekarang apa yang kau inginkan agar aku bisa menebusnya, huh?” Tanya Onew masih dengan nada rendah, menimbulkan suasana yang sedikit membuat yang lainnya yang berada di dalam ruangan itu bergidik karena aura perang yang ditimbulkan oleh kedua belah pihak.

“Selamat pagi anak-anak, silahkan duduk di tempat duduk masing-masing..”

Ketegangan itu terintrupsi tiba-tiba ketika seseorang memasuki kelas – membuat dua orang itu mengalihkan perhatian, lalu bergerak menuju tempat duduk masing-masing, menunda perdebatan tadi.

Di depan kelas saat ini, sudah berdiri seorang laki-laki berusia sekitar empat puluh tahun. Laki-laki itu tampak memasang wajah datar, terlihat cukup menyeramkan karena ia memiliki aura wajah yang terlalu dingin.

“Wajah guru kita benar-benar seram, hiiii~” Sulli berbisik pelan pada Luna yang duduk disampingnya. Luna hanya mengangguk sekali tanpa berkomentar banyak – bernafas saja memang sedikit sulit bagi para Trainee menghadapi guru mereka yang terlihat ‘cukup’ galak.

“Selamat datang di kelas khusus, anak-anak…” laki-laki itu kembali bersuara masih dengan wajah datarnya yang terkesan menyebalkan. “Beberapa hari yang lalu kalian telah menunjukkan hal dasar yang kalian miliki langsung kepada Direktur SM Entertaiment. Apa yang membawa kalian ke tempat ini adalah diri kalian sendiri, kemampuan kalian yang begitu rendah..”

“Ommo, dia bahkan tak bisa menyaring kata-katanya sendiri..” Taemin berbisik kepada Jonghyun – yang oleh Jonghyun hanya dibalas dengan gerak mata singkat.

“Kalian sepertinya terlalu menganggap remeh Academy ini, sehingga kalian sampai berada disini. Bisa dibilang, dibanding dengan Trainee lainnya kalian adalah pemilik kwalitas yang paling rendah dan tak menjual sama sekali karena karakter yang tidak terlalu baik..”

“Ucapannya bertambah tak enak didengar..” Taemin kembali menggumam pelan, sambil masih terus memperhatikan laki-laki yang berdiri di depan kelas mereka.

“Baiklah, berikut saya akan menjelaskan bagian kesalahan kalian yang membuat kalian berada disini..” Laki-laki itu kembali bersuara sambil membuka sebuah buku yang dibawanya, membuat para Trainee yang ada disana lebih menegakkan kepala mereka.

Sementara itu, keadaan yang sebaliknya terlihat di kelas unggul. Puluhan anggota Trainee yang berhasil di Showcase mereka tampak berkumpul di dalam sebuah kelas yang tertata dengan baik. Terlihat ekspresi wajah mereka berbeda jauh dengan wajah yang ditunjukkan para penghuni kelas khusus.

Amber mengalihkan perhatiannya pada Krystal begitu melihat gadis itu berdiam diri di depan jendela. Gadis itu tampak terdiam melamun sambil menatap bebas keluar jendela kaca yang berada di samping tempat duduknya.

“What are you doing, eh?” Tanya Amber tiba-tiba menepuk bahu Krystal, duduk di sampingnya.

“Tidak ada..” Krystal menyahut singkat, mengalihkan kembali pandangannya kearah luar jendela. “Aku hanya memikirkan teman-teman kita yang lain, bagaimana khabar mereka di kelas khusus..”

“Uhm, Me too. But, what could we do? Everyone gets their own fate after that show..”

Krystal lagi-lagi mendesah pelan mendengar sahutan Amber, kembali melirik keluar jendela dengan tatapan datar – terlihat berfikir.

“They’re coming!” Amber tiba-tiba berbisik, membuat Krystal menoleh kearah pintu. Dimana disana terlihat Key dan Minho yang masuk secara bersamaan.

“Yo Amber!” Key berseru cepat sambil menyapa rekan duetnya, Amber tampak ikut tersenyum sambil mengangkat tangannya. Tak lama tampak kedua pemuda itu berjalan kearah meja mereka.

“He’s coming..” Amber berbisik pada Krystal, membuat Krystal menoleh heran padanya. “Come on, I Know you like that Minho boy. Why don’t you grab fast your oppurtunity to get closer over him..” sambung Amber cepat.

“M-Mwoyaa..” Ucap Krystal cepat, sementara Amber tampak nyengir cepat.

Kedua pemuda itu tampak mendekat, duduk di depan meja Krystal dan Amber. “Selamat pagi, Krystal, Nona Amber.. bagaimana hari ini?” Tanya Minho sambil tersenyum pada keduanya.

“LUAR BIASA!!” sahut Amber cepat. “Krystal seems really happy meet you today, Minho-ssi..”

“Unnie!” Krystal menyahut cepat dengan wajah memerah, sementara Amber lagi-lagi nyengir.

“Tentu aku juga senang bertemu denganmu, Krystal. Senang bertemu denganmu di kelas unggul..” ucap Minho cepat, tersenyum pada Krystal yang membuat Krystal kian menciut. Sementara itu Key dan Amber sama-sama tersenyum kecil satu sama lain.

“Selamat pagi anak-anak. Silahkan duduk di tempat duduk masing-masing karena kita akan segera memulai kelas..” ucap seorang wanita muda ketika ia memasuki kelas, membuat suasana cukup terkendali segera ketika semua Trainee berpencar mencari tempat duduk masing-masing.

“Perkenalkan, saya adalah Han Ga In, saya akan menjadi wali kelas baru kalian. Sekali lagi selamat atas keberhasilan kalian menjadi penghuni kelas ini, di kelas unggul ini enak bukan? Tempatnya bersih, sejuk, dan yang pasti… begitu tinggi sampai banyak orang yang iri… tapi ingat.. kalian jangan berpuas diri dengan apa yang telah kalian capai. Karena pada saatnya nanti bila progress kalian lebih buruk dari para penghuni kelas khusus, kalian dapat bertukar posisi dengan mereka..”

Para Trainee itu kembali saling berpandangan satu sama lain mendengar ucapan wali kelas baru mereka tersebut. Mereka tampak ikut memikirkan hal yang baru saja dikatakan oleh wanita itu.

“Tapi, sebaiknya kalian jangan terbebani dengan hal itu. Kalian hanya perlu menikmati fasilitas yang diberikan kepada para siswa kelas khusus, lalu terus meningkatkan kemampuan. Teruslah belajar, dan jangan cepat berpuas diri..”

“Baiklah, sebelum saya membacakan peraturan dan jadwal yang harus kalian lalui di kelas unggul ini, saya terlebih dahulu memberi tahukan bahwa…”

 “Huh, pindah kamar. Jadi bahkan, siswa kelas unggul mendapatkan asrama mereka sendiri dengan fasilitas mewah?” Sulli mendongak sedikit kaget mendengar khabar dari Amber dan Krystal, menoleh kepada kedua rekannya itu.

“Hum, She informed it before..” Amber menyahut pelan sambil melanjutkan acara packingnya.

“Amber unnie bahkan akan mendapatkan kelas khusus untuk memperlancar bahasa koreanya..” sahut Krystal dari atas ranjang.

“Huh, kalian pasti begitu beruntung. Aku jadi iri..” Keluh Sulli lesu sambil mendekati tempat duduknya, memandang dua rekannya yang sibuk berkemas.

“Jangan berlebihan, toh kita masih di Acedemy yang sama..” Luna menyikapi datar sambil memperhatikan Amber dan Krystal yang tampak cukup repot.

“Sebenarnya, jujur kami tak enak pada yang lainnya. Kalau boleh memilih jujur kami ingin tetap tinggal disini, bersama kalian. Tapi…”

“Aku mengerti, tak usah difikirkan. Itu bukan masalah besar…” Luna kembali menyahut sambil tersenyum pada Krystal, membuat gadis itu menganggukkan kepalanya. Keduanya melanjutkan kegiatan berkemas.

“Oiya..” Amber mengingat sesuatu sambil menghentikan kegiatannya, ia menoleh kembali pada Luna dan Amber. “Kemana Soeun unnie?” Tanya Amber dengan pengucapan bahasa korea yang membaik.

“Owh, entahlah, Soeun unnie tadi meninggalkan kelas lebih awal. Aku kira.. ia sedang menyelesaikan urusan dengan lawan duetnya..” ucap Sulli kemudian. Sementara Luna tampak tersenyum tipis.

“Yeah, setelah kejadian di Showcase… Soeun unnie memang terlalu banyak memendam pertanyaan pada rekan duetnya itu. Jadi jangan salahkan kalau dia sedikit ‘terbakar’ belakangan ini..” Luna menyahut datar sambil menundukkan wajahnya.

“Huh, kalau begitu aku tentu juga boleh ‘terbakar’…” Sulli mengeluh pendek, menyandarkan tubuhnya di tempat tidur. “Sebab gara-gara ‘mahluk’ bernama Lee Taemin itu aku jadi masuk ke kelas khusus, Shhss…”

“Geez..” Amber dan Krystal serentak geleng-geleng kepala mendengar celotehan Sulli, sementara itu Luna tampak terdiam, menghela nafas panjang ketika ia ingat sesuatu.

Dua orang itu masih membisu di tempat tersepi di lingkungan SM Training Cetre itu. Sosok yang laki-laki tampak masih menyandarkan tubuhnya di sebuah pohon yang ada disana, sementara yang perempuan tampak berdiri tenang di hadapannya.

“Hanya katakan apa maumu lalu silahkan pergi..” Onew membuka suara tanpa nada sambil terus menyamankan dirinya pada pohon di belakangnya.

Soeun mendesah jengkel, menatap sebal mantan rekan duetnya itu. “Kau belum menjawab apa alasanmu meninggalkanku di tengah acara, apa maksudmu? Mensabotase penampilanku?” Tanya Soeun tenang, walau terdengar sinis.

“Huh, sangat jelas kalau kau bukan orang yang cukup penting untuk aku sabotase atau sejenisnya. Jadi jawabannya bukan itu..” onew menyahut santai, dengan nada sedikit malas.

“Lalu kenapa? Kenapa kau terlihat bersemangat di hari-hari sebelumnya tapi mundur ketika sudah berdiri di medan perang. Apa tujuanmu? Motivasimu?” Tanya Soeun masih mendesak, sedikit emosi.

Onew kembali mendesah, menaikkan pandangannya untuk menatap Soeun. “Tak ada motivasi, sekalipun ada itu tak ada hubungannya denganmu..”

“Tch, pada nyatanya kau melibatkanku disini. Karena dirimu aku jadi masuk ke kelas khusus menyebalkan itu, Jangan lupakan itu!” Seru Soeun kesal.

“Yeah, aku sangat akui itu..” Nada Onew merendah, pemuda itu merendahkan kembali pandangannya. “Akupun menyesalkan karena telah merugikanmu dalam masalahku, kalau saja bisa kuhindari pasti—“

“— Hari itu kau sadar bahwa kau bisa menggindari, tapi kau mengabaikannya dan akhirnya membiarkan aku merasa rugi!” Soeun memotong kesal, emosi. “Tak peduli apa masalah yang tiba-tiba membuatmu berhenti, tapi sungguh menyebalkan ketika kau mengajakku untuk serius dengan Showcase namun tiba-tiba kau meninggalkanku di medan perang. Itu tak jauh berbeda dengan yang namanya pengkhianatan..” desis Soeun sebal.

“Yeah, itu kesalahanku. Aku tak bisa mengatakan tidak karena itu memang yang terjadi..” Onew tersenyum miris.

“Sebenarnya apa yang ada dalam fikiranmu, huh? Apa motivasimu hingga kau masih bertahan di tempat ini. Terlalu jelas kalau kau sudah tak betah untuk tetap tinggal, namun kau masih berada di tempat ini dan memenuhi tempat-tempat sepi seperti ini. Saranku, kenapa kau tak keluar saja dan mencari kehidupan yang lebih baik diluar sana..”

“Huh, kehidupan yang lebih baik..” Onew tertawa renyah. “Dalam kehidupanku, tak ada tempat yang baik ataupun tidak. Semua tempat sama; datar dan membosankan..”

“Alangkah kasihannya hidupmu..” sindir Soeun malas.

“Sudahlah, selanjutnya jelaskan saja apa maumu agar semuanya selesai..” Onew kembali menyela dengan wajah datar.

“Tidak ada. Hanya.. aku harap lain kali kau berfikir ulang sebelum menjanjikan sesuatu, apalagi kalau itu menyangkut.. kehidupan pribadimu. Jangan campurkan masalah pribadimu dengan sesuatu yang membuatmu berhubungan dengan orang lain, karena itu hanya akan merugikan orang lain. Aku pergi..” ucap Soeun menyampaikan unek-unek terakhirnya sebelum meninggalkan tempat itu – meninggalkan Onew yang hanya terdiam menatap kepergiannya.

Pagi yang baru kembali datang saat ini. Semua anggota Trainee tampak sudah berkumpul di aula olahraga yang ada di dalam lingkungan SM Training Centre.

Krystal dan Amber tampak keluar dari barisannya untuk menemukan Soeun, Sulli, dan Luna. Berhasil, mereka akhirnya bertemu dengan mantan teman sekamar mereka itu.

“Heyy, kalian disini!” Sapa Soeun setelah melihat keduanya. Amber dan Krystal tampak mendekati rekan-rekannya itu.

“Para Trainee kelas unggul, apa bagaimana kamar barunya?” Tanya Sulli menoleh pada mereka, mendatangkan decakan dari Amber dan Krystal.

“Don’t do it. It’s irritating enough..”

“Kami menjadi tidak enak..” sambung Krystal.

“Tch, acuhkan dia. dia hanya masih belum bisa menerima keadaan yang ada..” ucap Luna sambil menyentuh bahu Krystal. “Oiya, kenapa kalian langsung kemari? Apa kalian tak punya jadwal setelah ini?”

“Tidak tahu, kami disuruh menunggu dan bermain-main dulu..” sahut Krystal.

“Berarti sama dengan kami..” gumam Sulli pelan.

“Perhatian untuk seluruh peserta Trainee SM Training Centre!!”

Perbincangan mereka serta para Trainee lainnya terhenti ketika mendengar suara yang keluar dari Speaker-Speaker yang diletakkan di setiap sudut aula. Semua tampak penasaran dengan pengumuman apa yang ingin disampaikan hari ini.

“Berhubung karena musim panas akan datang dalam beberapa hari, maka seperti tradisi kalian diperbolehkan liburan selama satu minggu dan kembali ke rumah masing-masing. Selama satu minggu ini kalian dibebaskan dari kegiatan Training dan semuanya akan berkumpul kembali satu minggu dari sekarang. Terima kasih..”

“YEEAAAAAHHHH!!!”

Seluruh anggota Trainee yang berkumpul serentak bersorak senang setelah mendengar pemberitahuan. Beberapa dari mereka langsung high-five atau berpelukan satu sama lain – seperti halnya yang dilakukan Sulli dan Krystal.

“Akhirnya!!” Seru Sulli senang sambil terus berpelukan layaknya Teletabies bersama Krystal, Krystal juga tampak senang dengan pengumuman itu. Sementara itu Soeun dan Luna tampak hanya tersenyum kecil melihat dua maknae diantara mereka tersebut, lain lagi dengan Amber yang tampak tak terlalu menunjukkan reaksi yang jelas.

“Kenapa?” Tanya Soeun setelah menyadari perubahan ekspresi Amber, menyikut lengannya.

“Eung, tidak ada..” Amber bergumam. “But, you know that i don’t have any relative in korea. Maybe i’ll stay in dorm for a week to go..”

“Aish, sangat sayang jika liburan seperti ini kau tetap di dorm, hyung..”

“Yah Sulli, I’M NOTT A BOY! STOP CALLING ME LIKA THAT!” Amber protes dengan wajah kesal, sementara Sulli hanya nyengir.

“Bagaimana kalau ikut denganku saja, unnie?” Tanya Krystal sambil menoleh padanya.

“Can it be?”

“Hum, seperti sebelum-sebelumnya aku hanya akan kesepian di dorm karena Sica unnie pasti berada di dorm grupnya. Kalau kau ikut denganku pasti aku akan punya teman..” jelas Krystal.

“Itu ide bagus, lagipula selama kita liburan kenapa kita tak membuat agenda special dengan berbelanja bersama misalnya. Aku fiki—“

“—Aku tak bisa!” Sulli merengut sambil menghentikan kata-katanya mendengar Soeun, Luna, dan Amber menyahut bersamaan ketika Sulli mengajak mereka berbelanja bersama. Sementara Krystal hanya nyengir kaku.

“Kau pasti akan berbelanja lama dan merepotkan. Aku tak suka berlama-lama di pusat perbelanjaan..” ucap Luna sambil angkat bahu.

“Akupun begitu, aku berencana merawat kuda peliharaanku selama seminggu ini..” Soeun menyambung cepat.

“Aish..” Sulli mendesis. “Ya, sudah. Tidak jadi kalau begitu..” katanya sambil membuang wajahnya.

“Apapun itu, kita bisa bicarakan nanti. Lebih baik sekarang kita mengemasi barang masing-masing dan nanti berkumpul lagi. Kita bisa mengambil bus yang sama untuk pulang, bagaimana?” Tanya Krystal menengahi perdebatan kecil itu.

“Yeah, aku setuju. Let get packing first..” ucap Amber bersuara.

Tiga lainnya tampak mengangguk setuju.

Lima pemuda itu jalan beriringan keluar dari aula olahraga. Mereka tampak merundingkan acara liburan mereka yang akan datang.

“Aku rasa aku akan segera pulang dan menyusul Soeun noona..” ucap Taemin santai sambil sedikit bersiul, sementara yang lainnya tampak masih larut dalam fikiran mereka.

“Aku akan pulang ke mokpo, seminggu adalah waktu yang cukup untuk berkumpul dengan keluargaku..” gumam Jonghyun kemudian.

“Kalau aku, aku akan mengunjungi temanku yang tinggal di Seoul. Mengingat nenekku masih berada di amerika jadi aku tak mungkin pulang ke rumah..” Key ikut menceritakan rencananya. Sementara itu dua lainnya tampak masih terdiam, membuat tiga lainnya menoleh pada mereka.

“Bagaimana dengan kalian?” Tanya Jonghyun pada Minho dan Onew yang belum menyampaikan rencana mereka. Kedua pemuda itu tampak menoleh pada rekan-rekannya.

“Entahlah, yang jelas aku hanya ingin pulang dan bersantai selama seminggu ini. Aku tak merencanakan liburan yang khusus..” ucap Minho setengah cuek.

“Aku bahkan berfikir untuk mencari pekerjaan..” Onew menyela setelah itu, membuat yang lainnya menoleh.

“Huh? kerja? Hyung, jangan bilang kau…” Taemin menggantung kata-katanya. Sementara Onew sedikit mendesah malas.

“Aku mulai merasa bosan disini, sepertinya aku harus meninggalkan tempat ini dan melakukan hal yang lebih ada gunanya..” ucapnya menerawang.

“Tapi hyung, bukankah itu sayang? Karena—“

“—ini hanya sebatas rencanaku, jadi jangan terlalu difikirkan karena ya.. aku juga belum yakin kalau aku akan meninggalkan tempat ini..” Onew tersenyum pada Key yang ia potong ucapannya.

“Tapi besar sekali harapan kami bahwa kau tidak akan berhenti hyung..” gumam Taemin pelan – yang diangguki teman-temannya yang lain.

“Aish, berhentilah berlebihan!” seru Onew geli melihat wajah mereka yang berubah lebih bereskpresi dramatis.

“Aku tak percaya ini…” Sulli mengeram kesal. “MENGAPA LAGI-LAGI AKU HARUS SATU TEMPAT DENGANMU!!” Serunya emosi pada teman sebangkunya di bus.

Taemin, teman sebangkunya berdecak malas, menutup kedua telinganya. “Aish, kenapa kau selalu memasang kuat volume bicaramu? Memangnya aku mau sebangku denganmu, heh? Kalau saja mereka tidak mengatur bus pulang dengan teman duetnya, AKU JUGA TIDAK AKAN MAU! KAU DENGAR?!”

“BERISIK!”

Kedua orang itu mengaduh ketika beberapa barang melayang kearah mereka akibat ‘aksi konser’ mereka barusan. Mendatangkan emosi dari penghuni bus lainnya.

“Aish lihat, itu salahmu..” desis Sulli sambil mengelus kepalanya yang terkena sesuatu yang baru saja menimpanya. Taemin yang juga mengelus kepalanya memandang tajam kearahnya.

“Enak saja, itu salahmu..”

“Salahmu..”

“Salahmu!”

Yah, lebih baik kita tinggalkan kedua orang yang tak pernah selesai berselisih faham itu. Kali ini kita bergerak kearah bangku yang terletak di depan keduanya – dimana Onew dan Soeun menempati tempat itu.

Soeun mengerang malas, mengalihkan perhatiannya dari jendela kearah teman sebangkunya – dimana teman sebangkunya itu tampak asyik memandang keluar jendela.

“Huh, ayolah..” Onew bergumam, tersenyum dengan sudut bibirnya. “Bukankah kita sudah menyelesaikan urusan kita kemarin? Kenapa kau masih memperlakukanku layaknya seorang musuh dengan tatapan tajam seperti itu..” tambahnya masih mempertahankan ekspresi yang sama.

“Kau tak sadar? Dari awal kita adalah musuh, jauh sebelum masalah Showcase ini muncul..” Sahut Soeun dengan nada tenang namun tajam.

“Yeah, kufikir gara-gara insiden Victoria’s antis bukan? Kejadian itu..” sambung Onew lagi. “Tapi kukira itu sudah selesai, mengingat ya.. bukankah kau tahu kalau aku awalnya tak tahu kalau kau adalah adiknya Victoria. Lagipula sejak awal niatku hanya untuk berbasa-basi dengan pelanggan mana aku tahu bahwa kau tipikal orang yang tak suka basa-basi..” Ucap Onew menoleh pada gadis itu kini, sedikit menyeringai.

Soeun hanya membuang wajah sebal, tak juga berkomentar. Entahlah, sebenarnya ia tahu pasti bahwa masalah antara mereka bisa dikatakan sudah selesai mengingat Soeun tak menuntut apapun – termasuk masalah Showcase. Namun tetap saja ia tak ingin menunjukkan wajah damainya kepada Onew, terlalu gengsi mungkin.

“Tch, sudahlah, aku tak mau kembali berkomentar banyak. Yang pasti aku sudah berusaha untuk menebus semua kesalahanku, sekarang tinggal dirimu saja..” Onew memperlurus duduknya lagi, bergerak menggunakan tangannya sebagai bantal, lalu kembali memejamkan matanya.

Sementara itu Soeun menghembuskan nafasnya, mengistirahatkan tubuhnya sendiri dan melupakan hal yang menganggunya itu. Huh, dua jam lagi untuk sampai di Seoul, mungkin Soeun akan mati bosan selama dua jam itu.

Sebuah taksi itu berhenti tepat di antara keramaian stasiun kereta api yang berada di kota Seoul. Dari dalamnya, terlihat Kim Jonghyun turun sambil membawa ransel yang dibawanya sejak ia meninggalkan lokasi pelatihan.

“Huh, akhirnya aku kembali ke mokpo..” ia tersenyum tipis melirik keramaian yang terlihat di depannya. Pemuda itu kemudian membawa langkahnya lebih memasuki stasiun, berniat mengambil tiket untuk segera berangkat ke kampung halaman yang sudah ditinggalkannya hampir dua bulan.

 “YASH!!”

Ia menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang berteriak kesal sambil membanting koper yang dibawanya. Membuat semua orang yang ada disana menoleh padanya.

“Stasiun kereta api macam ini! Bagaimana mungkin kalian menyediakan pelayanan yang benar-benar buruk seperti ini? Memalukan!!”

Jonghyun sedikit bengong, menatap tak percaya sosok yang diperhatikan semua orang itu. Gadis itu? Kenapa… ? bukankah tadi… ?

“Maaf nona, tapi kami benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Kami sudah berusaha memanggil petugas agar mengeluarkan Card anda yang terjebak, jadi tolong bersab—“

“Kau fikir aku punya cukup waktu untuk menunggu disini akibat pelayanan kalian yang lelet. Lagipula, sudah tahu kalau mesin pembayarannya seperti itu kenapa kalian tidak menggantinya. Stasiun seperti apa ini?”

“Sekali lagi kami mohon maaf, nona..”

Jonghyun tersadar kembali dari acara bingungnya setelah beberapa saat. Perlahan pemuda itu tampak bergerak mendekati gadis yang ia rasa ia mengenalnya itu, walau jelas ia masih tidak percaya kenapa dia ada disini.

“Luna-ssi..”

Gadis itu beralih padanya setelah dipanggil. Sorot matanya terlihat tajam dan tak suka melihat kearah Jonghyun dan lebih dari itu.. sorot mata itu terkesan.. asing?

“Luna? Aku bukan Luna. Siapa kau?”

Tentu saja Jonghyun kian bertambah kaget dan tak mengerti. Apa maksudnya mengatakan ia bukan Luna. Jonghyun sangat yakin itu, tidak mungkin ia melupakan wajah mantan rekan duetnya yang tadi juga menjadi teman sebangkunya selama perjalanan.

“Luna-ssi, jangan bercanda. Aku tahu ini kau.” Ucap Jonghyun sedikit ketus, kesal.

Gadis berambut pirang sebahu yang mengaku bukan Luna itu menoleh dengan tatapan sengit, kesal. Ia seperti menantang Jonghyun dengan tatapannya itu.

“Aku tegaskan bahwa aku bukan Luna! Jadi jangan berlagak seolah-olah kau mengenalku..” tekannya angkuh.

Jonghyun benar-benar sebal dengan jawaban itu, ia terlihat geram.  “Luna-ssi, kau….”

“Jinyoung-ah!”

Kata-kata Jonghyun terhenti ketika ia mendengar suara lainnya dari arah kanannya. Hal itu membuatnya menoleh dan seketika, matanya lebih membesar seperti sepasang bola. Ia benar-benar cukup berekspresi seperti melihat hantu dengan wajah itu.

“L-Luna-ssi..” ucapnya tergagap, menatap berulang gadis yang baru datang dan gadis angkuh yang berdiri di depannya.

Luna, gadis yang benar-benar baru datang juga tampak heran awalnya ketika melihat Jonghyun. Namun setelah menyadari apa yang terjadi ia memutuskan untuk mendekat.

“L-Luna-ssi?” Jonghyun masih bertanya dengan nada seperti orang yang baru saja melihat hantu. Ia melihat kedua gadis yang mirip itu dengan bergantian.

“Maaf telah membuatmu bingung, Jonghyun-ssi. Ini adalah Jinyoung, dia kembaranku..” ucap Luna dengan wajahnya yang datar sambil memperkenalkan kembarannya.

“K-Kembar?” Jonghyun masih tergagap sambil membandingkan keduanya, masih terlihat seperti orang yang bingung.

“Tch, jadi dia temanmu, Sunyoung. Pantas saja..” Park Jinyoung, atau Viona, gadis yang merupakan kembaran Luna itu bergumam pelan dengan malas. Sementara Luna masih menatap Jonghyun yang seperti terserang bisu tiba-tiba.

“Jonghyun-ssi?”

“Y-Ya..” Jonghyun tersadar, bangun dari acara bengongnya setelah panggilan Luna. “M-Maaf, aku tak tahu. Aku kira tadi Jinyoung-ssi adalah Luna-ssi habisnya kalian.. mirip..” Jelas Jonghyun dengan wajahnya yang masih terlihat tak percaya.

“Tidak apa-apa, kau bukan orang yang pertama..” tanggap Luna singkat, ia menoleh pada kakak kembarannya itu. “Aku datang setelah kau memanggilku, Jinyoung. Apa yang terjadi?” Tanya Luna pada Viona.

“Kau lihat itu..” Viona berceloteh sambil menunjuk mesin yang digunakan untuk melakukan transaksi di stasiun ini. “Kartuku tak bisa keluar dari benda rongsokan itu dan aku diharuskan menunggu disini..” desisnya sebal. Jonghyun sedikit meringis menyadari bahwa ternyata Luna yang dingin lebih baik dari kembarannya yang kasar.

“Tch, kau hanya diharuskan menunggu sebentar karena aku yakin mereka akan mencarikanmu petugas untuk mendapatkan kartumu. Kau tak perlu sampai menghubungiku segala dan membuatku aku harus tergesa-gesa kemari..” Luna protes dengan wajah datar.

“Itu karena kau bilang kau keluar dari Dormmu hari ini. Lagipula kaukan tahu sendiri aku sudah lama di luar negeri, mana aku mengerti hal seperti ini..” celoteh Viona tidak mau kalah.

“Ya, tapi aku datangpun tak ada gunanya bukan? Toh, aku tak bisa mengeluarkan kartunya dari mesin itu..” Luna mendesah malas sambil menatap Jonghyun kembali. “Bukankah kau mau ke mokpo, Jonghyun-ssi? Kenapa masih disini?” Tanya Luna pada mantan rekan duetnya itu.

“Err, ya.. tapi kukira keretaku masih akan datang dalam setengah jam, itu sebabnya aku disini karena kufikir tadi kau.. sedang kesulitan disini..” jelas Jonghyun sedikit gugup sambil menatap Viona. Viona tampak malah tersenyum tipis.

“Kukira kau benar-benar menjalani Trainee disana, Sunyoung. Ternyata kau masih punya waktu untuk pacaran segala..” desisnya cuek.

“Apa?!” Jonghyun kaget diserbu begitu. “Aku ini bukan pacarnya!” Serunya cepat.

“Tch, sudahlah Jonghyun-ssi. Aku kira dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, lebih baik kita mencari minuman dulu sebelum keretamu datang..” Luna menyahut datar kemudian sambil menarik Jonghyun bersamanya, meninggalkan Viona yang menoleh padanya.

“Y-Yah Sunyoung, aku memintamu datang untuk menolongku!” Protesnya kesal melihat Luna yang menjauh bersama Jonghyun yang masih terlihat bingung.

“Tak ada yang bisa kutolong, Jinyoung. Hanya tunggu kartumu lalu pulang, selesai..” sahut Luna cuek sambil terus menarik Jonghyun. Ia mengacuhkan ekspresi wajah Jonghyun yang bingung oleh sikap kedua saudara kembar itu. Hoy, bagaimana mungkin saudara kembar saling dingin begini?

Bus itu berhenti di depan sebuah rumah mewah yang berada di komplek perumahan tersebut. Dari dalamnya terlihat tiga orang anak muda yang menuruninya.

“Sampai jumpa lagi, Minho hyung!!” Lee Taemin tampak berseru sambil melambaikan tangannya kepada satu-satunya pemuda dari mereka yang turun. Minho tampak hanya tersenyum kecil membalasnya. Tak lama bus itu kembali melaju dan meninggalkan ketiganya.

“Wow, So you guys really stay next each others?” Tanya Amber takjub melihat kedua rumah yang berada di belakangnya – dimana menurut penjelasan Krystal yang bercat biru adalah milik Minho sementara punya Krystal adalah yang Peach.

“Ya, seperti yang kau lihat..” jawab Minho singkat sambil menyandang ranselnya kembali.

“Woah, no wonder both of you really close like bro and sist..”

Krystal dan Minho sama-sama tersenyum mendengar kata-kata Amber. Keduanya tampak sudah berdiri di depan gerbang rumah masing-masing.

“Kau bisa bermain di tempatku kalau kau mau, Amber-ssi. Aku mempunyai banyak Video Game di rumahku yang pastinya tak ada di rumah Krystal..” ucap Minho tersenyum pada Amber. Amber tampak antusias.

“Is that okay?” Tanya Amber. Minho terkekeh lalu mengangguk.

“Ya, kau bukan hanya temannya Krystal, kau juga temanku jadi tentu tak ada salahnya. Krystal juga sering bermain di tempatku atau aku yang ketempatnya..” jelas Minho.

“Woah, you must be SOOO Lucky!” ucap Amber sambil menyikut Krystal, dimana Krystal langsung balas menyikutnya setelah Amber menggodanya.

“Ya sudah, sepertinya aku harus masuk duluan ke dalam. Aku begitu lelah. Pokoknya kalau kau mau kau bisa datang, Amber-ssi. Krystal akan mengajakmu..” ucap Minho sambil membuka pintu gerbang rumahnya, tak lupa ia masih tersenyum pada Amber.

“NE!” Amber berseru lantang dan semangat.

“Baiklah, Good bye for now..” Minho memberi senyuman terakhir pada dua gadis itu sebelum benar-benar memasuki perkarangan rumahnya. Krystal dan Amber menatapnya hingga pemuda itu menghilang dari pandangan.

“Hi Krystal..” Amber memanggil Krystal setelah Minho benar-benar sudah tak kelihatan. “You’re so damn close to him but why don’t you get that your lovely boy? I bet because you really a shy human in this planet.” Amber berceloteh dengan lancar.

“Aish unnie, what did you say..” Krystal membuang wajah sambil membuka gerbang rumahnya sendiri.

“Seriously Krys, you should set your move to him. You’re so beautiful and fit enough to him. So why so shy?” Amber masih terus berceloteh sambil mengikuti Krystal memasuki rumah bercat Peachnya, yang tentu saja masih berusaha tak didengarkan oleh gadis di depannya.

“Aku pulang!!”

Seruan Soeun menggema di rumah itu ketika kakinya baru menapak kesana. Soeun mendongak penasaran, memeriksa ruangan di rumahnya yang kosong seakan tanpa penghuni.

“Kemana semua orang?” Tanya Soeun bingung sambil meletakkan ranselnya pada sebuah kursi. Gadis itu kemudian memeriksa seisi rumahnya. “Nenek! Kiani Unnie! Aku pulang! Nenek, Unnie! Dimana kalian!!”

Soeun memanggil berulang-ulang kali sambil mengelilingi rumah tersebut namun ternyata yang didapatkannya tetap sama. Soeun tampak menggigit bibirnya sambil berfikir, sehingga ketika ia ingat sesuatu ia dengan cepat mengambil ponsel di salah satu saku celananya.

‘Hallo?”

“Hallo! Unnie, ini Soeun!”

‘Soeun? Kenapa kau menggunakan handphone di tengah pelatihan? Jangan bilang kau—“

“—Aku tidak kabur dari pelatihan unnie. Aku saat ini sedang berada di rumah karena aku diberi jatah liburan seminggu penuh.”

‘Astaga, benar. Ini memang sudah dekat musim panas..”

“Unnie sedang berada dimana? Nenek juga?”

‘Tch, sepertinya aku lupa memberitahumu kalau nenek sudah satu bulan ini berada di Taean. Sementara aku sendiri, saat ini aku berada di london..”

“London?”

“Ya, aku ada beberapa pemotretan disini. Itu sebabnya sekarang tak ada siapapun di rumah..”

Ekspresi Soeun sejenak berubah, gadis itu kembali bertanya dengan nada datar. “Sampai berapa hari kau disana?”

‘Hum, aku baru sampai pagi ini. Ku kira hingga lima hari ke d—“

“Lima hari? Aku hanya liburan sekali dalam empat bulan, Vic. Dan kau tak dirumah untuk sekedar menemaniku?”

‘Soeun, maksudk—“

“—Teruslah nikmati pekerjaanmu itu. Dan jangan acuhkan aku!!”

‘S—”

*Tut Tut..*

Hubungan telepon itu putus setelah Soeun mematikannya dengan sepihak. Soeun terdiam kesal setelah membanting gagang telepon, menatap kearah pigura besar keluarganya yang ada disana.

“Keluarga seperti apa yang seperti ini?”

 (TBC)

Priview Next Part :

 “Inikah alasannya selama ini?”

“Aku baru tahu kenapa Luna-ssi begitu bersikap dingin. Kasihan dia..”

 “Jangan temui aku lagi, Tiffany. Kau sudah tak berarti apapun bagi hidupku..”

“Bodoh, terlena hanya karena cinta.”

 “Minho oppa, menyukai gadis yang seperti Park Jiyeon?”

“I ran from them, i don’t know why Krystal always hiding behind her shadow..”

“Follow me, Amber-ssi..”

“Huh, kemana Soeun-noona? Kenapa ia menghilang?”

“SELAMATKAN AKU!!”

“K-Kau?”

“Aku tebak, kita sedang kencan?”

“Semuanya karena sosok dingin ini tidak terlalu kuat menahan deraan patah hati..”

“Kita berdua sama-sama es yang malang. Terlihat tinggi dengan keangkuhannya, tapi meleleh di bagian dalam..”

“Aku bukan yang dulu lagi. Kini… aku adalah Jung Soojung yang baru…”

“Untuk Minho-oppa..”

25 Comments Add yours

  1. erika mengatakan:

    yeaaah…gak kerasa udah ff “A Debut Project” lagi aja😀
    wah,ternyata luna, sulli, dan Sso eonni beserta rekan duetnya masuk ke kelas khusus😦 . mwo?ternyata luna eonni punya kembaran!!
    hm..ksian jga sama sso eonni dikasih hari libur selama traineenya tpi harus kesepian gara2 keluarganya lg pada ga ada….
    huh, di Priview buat next partnya siapa tuh yg bilang “SELAMATKAN AKU!!” apa lg yg bakalan terjadi selama trainee ??
    penasaran sama next partnya…!!

  2. cucancie mengatakan:

    Ahhh…ternyata so eun ma onew msk kelas khusus,,,ckck sulli ma taemin selalu aja rame,seru klo dua makhluk ini ketemu,,,kocak…kasian so eun mw liburan d rmh tp ga ada siapa2 di rmh nya…penasaran sm part selanjutnya seru ngikutin kisah para trainee ini..

  3. tanti no kawai mengatakan:

    Wahhhh…. Semamkin seruuu nih…
    Mereka sudah menerima pembagian kelas masing2….

    Huh… Sepertinya trainee Sso akan lebih berat….
    Tapi untunglah_masiha ªԃª Luna dan Suli…
    Dan di tambah ƪάğί ªԃª junghyun_taemin dan tentunya Onew…
    Ϋά̲̣̥ηġ sepertinya akan menjadi seru…
    Apaliagi kalo sudah menyangkut cuople Ϋά̲̣̥ηġ sama2 “Berisikk” MinSuL… Ekkekekke

    Sementra itu krystal_Amber dan Minho_Key lebih beruntung dengn kelasnya….🙂

    Sso ma onew udah selesai masalhnya tapi Sso masih dingin ma onew… U.U

    Wahh…… Mereka mendapat liburn selm satu minggu…
    Apakah akan ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ terjadi dalam masa liburan satu minggu kedepan???? *reader keppo* ekekkek

    Liat prvewnya makinnn buat penasarnnn…..
    Penasaran masa2 trainee mereka Вά̲̣̥ȋ̊ǩ di kelas khusus maupun Istmew….
    Di tambah ƪάğί penasaran juga kisah dari masing2 couple ntar… Ekkekek
    Akan ªԃª cinta lokasi kah di sini????
    Dan tentunya maslah dengan keluarga2 dari beberpa cast ηγά̲̣̥…🙂

    Makinnnn seruuu_makinn kerennn….
    Selalu ϞЪќ>:/ bosen bilang…..
    Di tunggu nexttt partnya Вά̲̣̥ȋ̊ǩ FF Ĭηĭ maupun FF Ϋά̲̣̥ηġ lain ηγά̲̣̥ yeah putri…
    *semngattt sellalu berkarya…*🙂 (y)

  4. dyyyy mengatakan:

    kpn mrk debut?
    onew hrs move on…

  5. Anna mengatakan:

    Ohhohoho ngeri jg soeun klo udh emosi,,msh dilema n berkutat dgn mslh pribadi mrka msg2,,cpt donk pd akur-ny jgn pd gengsi n egois yaa ga da untg-ny malah bs2 mmunculkn mslh baru&mnghambat kesuksesan klian,,slu lnjt-ny dinanti🙂

  6. Yhulaiisoeun mengatakan:

    Part 6 muncul …🙂
    tambah seru ajja nii cerita.y ,, pengen cepat cepat lihat mereka debut …🙂

    lucu liat taemin dan sulli yg uring2an trus krna masuk kelas khusus,, d.tambah mereka brdua slalu brtengkar … Ckckck …
    Ngakak ,waktu sulli manggil amber hyung.. Hahahah😄

    Sso masih jutek ajja ma onew,, tpii sperti.y onew ingn bnar2 brdamaii… Humm,, kzhand jga sama sso yg slalu kesepian d.rumah…
    Di lihat dari next part.y,,kayak.y bkalan tmbah seru,, dan sepperti.y krystal udah rubah pnampilan.y yah….next part.y d.tunggu yah…
    Tetap semangat… ;D

  7. mizanafidausi mengatakan:

    taemin ma sulli udah kaya tom jerry aja deh…
    suka sikapnya taemin ke sso hhahaha😄
    aku malah berharapnya Minho sulli dan taemin soeun *abaikan*
    vic emang cocok kakak adik ma soeun…
    pas pertama denger program glitter aku jdi keinget ff ini, apalagi pas liat pict mereka berdua🙂
    ditunggu part selanjutnya ^^

  8. Devi mengatakan:

    MkiN seruuuu Zh crita’a,,,,

    EoNNie so euN msuk klas khusus gara2 oNew mNghilaNg d saat mo show,,,
    Sulli aNd taemiN sllu brteNgkar klo ktmu kyak tom aNd jerry,,,,🙂🙂🙂 kpN mreka akur’a,,,,,,

    Jd pNsaraN ma klaNjutaN’a d tNg2u klaNjutaN’a,,,,,,

  9. shane mengatakan:

    Hhhhh~
    Yeah part 6 na udh terbit (y)…. Selalu pensaran sm ms2 trainee mereka :*
    Sulli ma taemin bener2 kya’ tom n jerry ..kibarkan bendera perang ..lanjutkaaaan …ckckk..love it (taelli couple )❤

    Bagi yg masuk d kelass khusus ..semangat yoo (y)
    Sso ma onew msh dingin *sodorinApi biar panas..ckkk *plakk*
    Ternyata kembaran luna jauh lebih kasar drinya..hhhh ~ jonghyun think so*…

    Amber slalu menggoda kristal…cie…ciee… Kristal ma minho ya..pdhll pengennya minho suka ma sulli jg…xixixixiix😀

    Selama ms liburan berharap sso bs ketemu ma Onew❤ …
    Aaaaaaaaaa pensaran dh klo udeh ada priview + dg kisah kasih mereka (y)

    Lanjuuuuut~
    Ni ff makin daebak ……cetaarrrrr (y)

    Cemunguth put :*

  10. Elryeleekim_kim mengatakan:

    Ini main cast nya so eun eonni kan??? Entah mengapa ku rdk bingung… Cos disini kyk main cast semua hahaha..
    Habis bagian so eun dikiiiiiiiiiit banget sih…..

    Nexxttt banyakin so eun eonni nya ya… Kekekek

    so eun eonni yang sabar ya..
    Klu eonnideul so eun eonni pd sibuk.. Eonni ikut aku ja.. Gmn???

  11. ticha_ mengatakan:

    hua,,,,,akhir’a slh stu ff kesukaanku muncul juga…..
    Onsso couple…..kekeke😀
    Makin seru,apalagy ada’a couple taesull “makin rame” ajda…..
    Ada’a cma berantem melulu
    Kekeke😉
    Itu luna punx kmbrn??
    Hm,,,jd penasaran..kq sikap’a bsa beda ya??
    Hm,,,,ga nyangka taesull masuk kls khusus….
    Wah,,,sso eunnie bener2 bijak klw sma dongsaeng mrka….
    Ck,,,kasian sso eunnie,setelah dikasih liburan,,
    Ee,,,dirumah ga ada orang,,
    Hua,,,pasti kesepian terus tuh….😦
    Waduw,,,next part makin seru!!
    Tp yg minta diselamatkan siapa???😦
    Penasaran!!!!
    Q tgg kelanjutan’a
    DAEBAAAAK!!!!🙂😀

  12. princess ice mengatakan:

    aku pusing cast’a bnyak bgt siy v aku fokus ama crta ssonew aja hihi🙂
    jadi ikutan bt ma onew.. plis dech move on dr tiffany. aku suka bgt kata2 trakhir sso yg dy ucapin k onew pas mreka lgi ngbrol b2 itu kren bgt.. kamu daebak put!!
    kya sdikt kmungkinan v aku pngen crta prcintaan ssonew lbih jlas dsni v itu trgantung put maw jdiin gmna genre nie ctra’a,pa just friendshif or love romance..let’s see…
    cpt lanjutnya y put! keep fighting!!

  13. Qazz 96lines mengatakan:

    Di part ini semuanya makin rumit…
    Ada begitu banyak masalah di antara mereka…
    Konflik dengan sesama teman duet….Konflik dengan keluarga….Konflik dengan diri mereka sendiri….*jadi sedih😦
    Priview next partnya bener-bener bikin penasaran…!
    Kira-kira,apa yang akan terjadi dengan mereka..?
    Udah lama ni ff,sejak part 5nya muncul…
    Untung ada lanjutannya…🙂
    Makasih,ya Kak Putri udah dilanjutin…😀
    Semangat terus,ya Kak..!
    Pai Pai~~~

  14. huaaa

    jdi penasaran part selanjutnya !!

    suamiqw ga nongol yah”nunjuk kibum” ??

    di tunggu part selanjutnya ??!!

    bnyakin part sso sma sulli nya yah ?!

    n minho aq lebih suka dia sma sulli atau sma jiyeon hee
    tpi sngat berharap sulli suka sma minho hee
    lebih cocok sulli kan rame trus minho yg cool !!
    trus ad cinta segitiga antara sso kibum ma onew !!
    he

  15. Vani mengatakan:

    Kira2 luna kenapa ya

  16. Choi Hye Mi mengatakan:

    Waa…. Previewnya bikin penasaran.. Mksd kata2 yg ‘Selamatkan aku’ itu sesuatu bgt….
    Part in bxk kejadian tak terduga… Dari Luna yg punya kembaran, waauu!! Bru tau aku…
    TaeLli… Te2p ajaa.. Klo ketmu ga bisa diem. Bawaanya berantem aja… Ehehee..
    Sooo.. Q tunggu ff lainya Put..
    Semangat!!!

  17. Soeun mengatakan:

    Kasihan Sso ditinggal sndiri di rmh T_T
    taemin dan sulli slalu saja tdk prnah akur

    luna ada kembar ya

    next eon

  18. cutewhite mengatakan:

    Woaaa..ternyata luna kembar..
    Penasaran sma next partnya dr preview kyanya lbh seruuu..next next thor

  19. Dizha adrya mengatakan:

    Hoho sya telat komen nya,, waaah sso mf in donk si u onew nya kn dy udh mnta mf tu ya ampn sulli ma taemin ribuuut mulu kyak tom & jerry,, si jonghyun ma luna,,, kristal ma minho trnyta tetanggaan ya,, kasian sso plng k rmh,, tau nya gak ad klrga nya,, klrga nya malah sibuk msng” poor sso d tgu next ff nya putri fighting

  20. angelf mengatakan:

    kasian ya sso luna sulli onew minho jonghyun masuk klas khusus ya sbar ya ttep berjuang ya

    lucu liat taemin sm sulli brantem trus tiap ktemu

    krystal ska ya sm minho amber jga suka bnget ngegodain krystal
    gak nyangka ternyta luna pnya kembran udah gtu kyaknya kmbranya sngkuh bnget sich

    kasian sma onew jngan mikirin tiffany trus dong kjar dong impianya buktiin k tiffany klo dia bsa jga terkenal

    kasian ya sso onew slalu gak bsa ktemu kluarga pasti gk ada waktu bwat sso

    disini masih blom ada percintaanya sso ma onew masih pnsran sebenrnya disini sso sm onew dibikin kisah cinta gak?atw cman perjuangan mreka bwat ngedapetin mimpinya jdi artis terkenal
    ditunggu nextpartnya jangan lama lama ya nunggu lanjutana bnget

  21. Kim Ha Byung mengatakan:

    Kasian sso eonni di tinggal sendirian di rumah.

    Kyaaaa, previewnya keren..

  22. sitieunnie mengatakan:

    kalo aq jd so eun mngkin aq jg bkalan mrah kyk gitu,coz mna mngkin tahan dtng9al drmh sndirian apalagi punya kk seorg artis yg sgt sbuk dgn pkerjaanx n gk pnya wktu u/ kluarga..
    trnyata kmbaran luna jauh lbh dingin n ksar drpda lunax sndiri..
    n next partx kykx lbh seru nih..ngeliat krystal yg brubah demi minho n jg onew yg kykx mau mlupakan tiffany yg mau mnemuix..
    spertix blm ada tmbuh bibit2 cnta antara onew n sso..dgn onew yg mlai mlupakan tiffany,moga aja prsaanx brpndah k sso..hehehe :p

  23. kim Ra rA mengatakan:

    Sso benar benar kesepian…..
    dan semoga kelima yeoja ini akan terus bersama meski mereka kini terpisah…
    di kelas husus pasti seru dan rame … ah ga sabar baca part yang baru di post putri…

  24. Esaa mengatakan:

    Ah.. Pas aku mau baca part 7 ternyata aku belum baca part 6 nya, hoho
    aku jadi penasaran, gimana keseharian di kelas khusus…
    Ternyata Luna punya kembaran toh,,
    hm..kasian soeun ditinggal sendirian

  25. Rani Annisa mengatakan:

    wah ternyata so eun dkk masuk kelas khusus,, makin seru nih pasti…..

    Padahal so eun & onew itu udah baikan,, tapi so eun masih aja dingin ke onew….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s